ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS POST OPERASI SC DENGAN PREEKLAMPSIA BERAT

Posted: January 6, 2011 by Kartika Dewi in arti nama AKU

0 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Angka kematian Ibu dan bayi saat ini masih sangat tinggi. Terutama untuk ibu hamil yang tinggal di desa-desa, selain karena pengetahuan ibu hamil yang kurang dan tidak begitu mengerti tentang kesehatan, juga karena perawatan dalam persalinan masih di tangani oleh petugas non medik dan sistem rujukan yang belum sempurna. (Prof. dr.H. Muh.Dikman Angsar, SpOG, tahun 2005). Salah satu penyebab dari tingginya mortalitas dan morbiditas ibu bersalin adalah hipertensi yang karena tidak di tangani dengan benar berujung pada preeklsamsia dan eklamsia. Hipertensi dalam kehamilan merupakan 5 ± 15 % penyulit kehamilan. Oleh karena itu, ditekankan bahwa pengetahuan tentang pengelolaan sindroma preeklamsi ringan dengan hipertensi, odema dan protein urine harus benar ± benar dipahami dan ditangani dengan benar oleh semua tenaga medis. (Prof. dr.H. Muh.Dikman Angsar, SpOG, tahun 2005). B. Rumusan Masalah Karena banyaknya masalah Preeklampsia yang terjadi di masyarakat, maka rumusan masalah pada laporan ini membahas mengenai Preeklampsia berat. Ada beberapa permasalahan yang kami angkat dalam makalah ini, yaitu : 1. Apa pengertian Preeklampsia ? 2. Apa penyebab dari Preeklampsia ? 3. Seperti apa Patofisiologinya ? 4. Seperti apa Manifestasi Kliniknya ? 5. Apakah terdapat Komplikasi ? 6. Seperti apa Penatalaksanaan Medisnya ? C. Tujuan 1. Tujuan Umum Kami mengangkat makalah tentang asuhan kebidanan pada masa nifas dengan Preeklamsi Berat (PEB) adalah untuk menambah pengetahuan mengenai pelayanan atau asuhan yang diberikan pada masa nifas dengan keadaan tersebut. 2. Tujuan Khusus a. Mengetahui pengertian Preeklampsia berat b. Mengetahui bahaya Preeklampsia berat bagi ibu c. Mengetahui bahaya preeklamspi berat bagi janin d. Mengetahui kapan gejela dan tanda Preeklampsia berat itu terjadi pada wanita hamil e. Mengetahui tanda-tanda dan gejala bahaya Preeklampsia berat f. Mengetahui cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi Preeklampsia berat. D. Manfaat Penulisan laporan ini dapat diharapkan dapat memberikan manfaat pada petugas kesehatan khususnya bidan dalam memberikan informasi-informasi mengenai preeklamsi berat.

3 per 5 tahun peningkatan usia) dan dengan interval antar kehamilan (1. Riwayat Preeklampsia pada kehamilan sebelumnya: riwayat Preeklampsia pada kehamilan sebelumnya memberikan resiko sebesar 13. 8. Preeklampsia Sedang dan Preeklampsia Berat. 6. Etiologi/penyebab Banyak pendapat para Sarjana tentang etiologi terjadinya Preeklampsia. Tenaga medik mendapatkan pengetahuan tentang pengelolaan Preeklampsia yang benar. karena adanya predisposisi ibu terhadap adanya penyakit arteri. Resiko terjadinya Preeklampsia pada wanita usia belasan terutama adalah karena lebih singkatnya lama paparan sperma.8. Sedangkan bagi mereka yang satu ibu lain ayah OR-nya sebesar 1. Untuk memenuhi laporan seminar. 2. B. 5. Mengetahui bahaya dari Preeklampsia Berat 3. Usia ekstrim ( 35 th) : resiko terjadinya Preeklampsia meningkat seiring dengan peningkatan usia (peningkatan resiko 1. Mengetahui gejala ± gejala atau tanda ± tanda dari Preeklampsia Berat 2. intra dan post partum. Sedang pada wanita usia lanjut terutama karena makin tua usia endothel makin berkurang kemampuannya dalam mengatasi terjadinya respon inflamasi sistemik dan stress regangan hemodinamik. Mengetahui sebab ± sebab umum dari Preeklampsia Berat 4. BAB II TINJAUAN TEORI A. Adapun faktor maternal yang menjadi predisposisi terjadinya Preeklampsia 1. Hasil studi di Norwegia menunjukkan bahwa mereka yang saudara kandungnya pernah alami Preeklampsia. gen eNOS (endothelial NO synthase). estimasi OR (odds ratio) adalah sebesar 2. atau diawali oleh faktor maternal. Contoh dari gen-gen yang diturunkan yang berkaitan dengan Preeklampsia adalah: gen angiotensinogen. 7. penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ke-3 kehamilan. Preeklampsia juga merupakan penyulit kehamilan yang akut dan dapat menyebabkan kematian pada ibu dan bayi pada masa ante. dan protein urine yang timbul karena kehamilan. 3.6.Adapun manfaat itu antara lain : 1. Pengertian Preeklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi. Preeklampsia dapat dibagi menjadi Preeklampsia Ringan. Sementara itu hasil studi lain menunjukkan bahwa riwayat keluarga dengan Preeklampsia menunjukkan resiko tiga kali lipat untuk mengalami Preeklampsia. Bagi mereka yang satu ayah lain ibu OR-nya adalah 1. gen yang berkaitan dengan TNF . Tenaga medik dapat memberikan pelayanan dalam mengatasi Preeklampsia dengan benar. Riwayat keluarga yang mengalami Preeklampsia: eklampsia dan Preeklampsia memiliki kecenderungan untuk diturunkan secara familial.5 per 5 tahun interval antara kehamilan pertama dan kedua). oleh karena perfusi yang tidak sempurna. Dari kedua faktor tersebut mengalami konfergensi pada proses aktivasi endothel dan sel granulosit/monosit dengan hasil akhir berupa peningkatan respon inflamasi sistemik dalam wujud Preeklampsia.2. Dari gejala-gejala klinik. Salah satunya adalah hepotisa bahwa terjadinya Preeklampsia adalah diawali oleh faktor plasenta. Preeklamspi Berat segera mendapat penanganan sesuai dengan keadaan ibu nifas tersebut.1 % untuk terjadinya Preeklampsia pada kehamilan kedua dengan partner yang sama. yang kemudian diwujudkan dalam bentuk problem jangka panjang seperti atherosklerosis atau hipertensi kronis. gen yang terlibat dalam proses koagulasi seperti factor V . Segera memeriksakan diri ke petugas medik. odema.

Aldosteron penting untuk mempertahankan volume plasma dan mengatur retensi air dan natrium. Sebab lainnya adalah pendarahan otak. Altchek dkk.3 gr/ltr dalam urine 24 jam atau lebih dari 1 gr/ltr pada urine sewaktu protein urine ini harus ada pada 2 hari berturut-turut atau lebih. Diagnosa Preeklampsia ringan berdasarkan tanda-tanda: 1. Ini yang kemudian merangsang produksi GM-CSF sebesar 20 kali lipat. Bila dianggap bahwa spasmus arteriola juga ditemukan di seluruh tubuh maka mudah dimengerti bahwa tekanan darah yang meningkat tampaknya merupakan usaha mengatasi kenaikan tahanan perifer agar oksigenisasi jaringan dapat dicukupi.1 dalam bentuk inaktif. Odema umum. Stress. D. Hipertensi kronis dan penyakit ginjal b. Faktor eksogen i. 3. resistensi insulin dan diabetes c. jari tangan dan muka.Leiden. Bersamaan dengan itu sperma yang diejakulasikan juga mengandung antigen-antigen yang turut berperan dalam pertumbuhan dan kelangsungan hidup zigot. protein urine dan odema pada seorang primigravida yang tadinya normal. Yang paling sering di temukan adalah oligouria yang bertanggung jawab atas berbagai komplikasi lainnya. E.1 akan merangsang peningkatan produksi GM-CSF (granulocyte macrophage-colony stimulating factor) . Pada pre dan eklamsia berat. Sitokin TGF. Merokok. Telah diketahui bahwa pada Preeklampsia dijumpai kadar aldosteron yang rendah dan konsentrasi prolaktin yang tinggi daripada kehamilan normal. Obesitas. (1968) menemukan spasmus yaang hebat pada arteriola glomerulus. Selanjutnya plasmin dari semen sperma dan faktor uterus mengubahya menjadi bentuk aktif. Komplikasi Komplikasi tergantung dari berat ringannya Preeklampsia atau eklamsia. dan masuknya isi lambung ke dalam saluran pernafasan. Pada Preeklampsia permeabilitas pembuluh darah terhadap protein meningkat. Sitokin ini selanjutnya memobilisasi lekukosit endometrial. MTHFR (methylenetetrahydrofolate reductase) dan prothrombin. Dengan biopsy ginjal. seperti kaki. tekanan psikososial yang berhubungan dengan pekerjaan. 5. Penyakit yang mendasari a. Manifestasi Klinik/Tanda dan Gejala Preeklampsia diketahui dengan timbulnya hipertensi. latihan fisik iii. Protein urine kuantitatif yaitu protein lebih dari 0. 4. Tekanan sitolik 140 mmHg atau lebih atau kenaikan 30 mmHg diatas tekanan yang biasa. Gangguan thrombofilik d. primipaternitas: paparan semen sperma merangsang timbulnya suatu kaskade kejadian seluler dan molekuler yang menyerupai respon inflamasi klasik. Faktor seminal yang berperan adalah TGF. 2. Kenaikan berat badan dan odema yang disebabkan prnimbunan cairan yang berlebihan dalam ruang intersititas belum diketahui sebabnya. terganggunya fungsi ginjal. Paparan sperma. Penyebab utama kematian pada Preeklampsia/eklampsia adalah penimbunan cairan di paru-paru akibat kegagalan jantung kiri. Patofisiologi Perubahan pokok yang terjadi pada Preeklampsia adalah spasmus pembuluh darah disertai dengan retensi garam dan air. Infeksi saluran kemih C. Karena ini biasanya perlu di pasang kateter menetap (Foley kateter). perlu di . mnurunkan resiko PE ii.

Mencegah terjadinya kejang 2. Penatalaksanaan Medis Tujuan utama penanganan Preeklampsia ialah : 1. 2. Penanganan Preeklampsia dapat dilakukan dengan cara : a. Diet : cukup protein. Roborantia 5. lemak dan garam 3. Biasanya akan di pikirkan untuk mengakhiri kehamilan karena harapan hidup janin tak besar dan gejala hilang segera setelah janin di angkat. elevated liver enzymes. misalnya pertumbuhan. sirosis ( kerusakan hati dan penurunan enzim hati). b. Banyak istirahat (berbaring/tidur miring) yakni 2 jam pada siang hari dan lebih dari 8 jam pada malam hari. hematokrit. terutama bila janin masih sangat premature. 3. Hb. Dalam hal ini di usahakan dengan tindakan medis untuk dapat menunggu selama mungkin.rawat di rumah sakit. darah. Dirawat di rumah sakit (rawat inap) 1. Cara persalinan. gagal ginjal (gangguan nefrotik). Yang termasuk komplikasi khusus antara lain sindrom HELLP (hemolysis. gagal jantung. low platelet count). Penanganan obstetrik ditujukan untuk melahirkan bayi pada saat yang optimal. trombosit. Kunjungan ulang setiap 1 minggu. persalinan dapat di lakukan secara spontan. gangguan pernapasan pembuluh darah karena penurunan trombosit. gagal jantung. 4. Melahirkan janin dengan trauma dengan sekecil-kecilnya Pada dasarnya penanganan Preeklampsia ringan terdiri atas pengobatan medik dan penanganan obstetrik. seperti : Urine lengkap. Mencegah terjadinya gangguan fungsi organ vital 4. persalinan ditunggu sampai terjadi onset persalinan atau di pertimbangkan untuk melakukan induksi persalinan pada ³Taksiran Tanggal Persalinan´. bila perlu memperpendek skala II. Kalau tidak bisa istirahat berikan sedative ringan yaitu tablet phenobabital 3×2 mg per oral atau tablet diazepam 3×2 mg per oral selama 7 hari. Pada kehamilan preterm (37 minggu). Melahirkan bayi sehat atau janin hidup 5. F. Disamping itu lakukan juga pemeriksaan penunjang. perjalanan persalinan diikuti dengan grafik Friedman atau partograf WHO 4. agar janin lebih matur. Waktu optimal tidak selalu dapat di capai pada penanganan Preeklampsia. yaitu sebelum janin mati dalam kandungan. fungsi hati. rendah karbohidrat. . dan fungsi ginjal. janin terhambat dan prematuritas. Sedangkan yang termasuk komplikasiumum adalah eklampsia. dan odema. Bila pasien sudah inpartu. Mencegah terjadinya perdarahan intra kranial 3. Komplikasi pada janin berhubungan dengan akut dan kronisnya insufisiensi uteroplasental. Perawatan obstetric ( terutama sikap terhadap kehamilan) 1. asam urat. Akan tetapi sudah cukup matur untuk bayi hidup di luar uterus.