PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Pengelolaan Barang Daerah dan Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD (Barang Milik Daerah)
Panduan Pelatihan

Local Governance Support Program
Finance and Budgeting Team 2008
i

or. direproduksi. Buku ini terwujud berkat bantuan yang diberikan oleh United States Agency for International Development (USAID) berdasarkan nomor kontrak No. LGSP bekerja di lebih dari 60 kabupaten dan kota di Indonesia di sembilan provinsi: Nanggroe Aceh Darussalam. Informasi lebih lanjut tentang LGSP hubungi: LGSP. ii PENGELOLAAN BARANG DAERAH DAN PENYUSUNAN RENCANA PENGELOLAAN BMD .id www. 497-M-00-05-00017-00 dengan RTI International. atau diubah dengan syarat disebarkan secara gratis. kav. Indonesia Telepon Fax Email Website : : : : +62 (21) 515 1755 +62 (21) 515 1752 lgsp@lgsp. Democracy International (DI). dan meningkat kemampuannya dalam memberikan pelayanan yang lebih baik serta mengelola sumber daya. Banten. Program LGSP dilaksanakan atas kerjasama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). Jawa Timur. Panduan Pelatihan Pengawasan Anggaran oleh DPRD (Budget Oversight) 2. boleh diperbanyak. Jawa Barat. melalui pelaksanaan Local Governance Support Program (LGSP) di Indonesia.id Dicetak di Indonesia Publikasi ini didanai oleh the United States Agency for International Development (USAID). Pendapat yang tertuang di dalam laporan ini tidaklah mencerminkan pendapat dari USAID. Sudirman. Sumatra Barat. Jawa Tengah. Bursa Efek Indonesia Gedung 1. Sebagian atau seluruh isi buku ini. dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Sumatra Utara. Panduan Pelatihan Penganggaran Kinerja Seri B 4. Pelaksanaan Program dimulai pada tanggal 1 Maret 2005 dan berakhir tanggal 30 September 2009. Mengevaluasi Pendapatan Pajak 6. pemerintah daerah dan organisasi masyarakat dalam wilayah provinsi target LGSP.lgsp. yaitu pemerintah daerah dan masyarakat.or. Sulawesi Selatan dan Papua Barat. Departemen Keuangan. lantai 29 Jl. Program LGSP didanai oleh United States Agency for International Development (USAID) dan dilaksanakan oleh RTI Internasional berkolaborasi dengan International City/ County Management Association (ICMA). Dukungan kepada DPRD dan organisasi masyarakat adalah untuk memperkuat kapasitas mereka agar dapat melakukan peran-peran perwakilan. termasuk ilustrasinya. Dukungan kepada pemerintah daerah dimaksudkan agar pemerintah meningkat kompetensinya dalam melaksanakan tugas-tugas pokok kepemerintahan di bidang perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi. Departemen Dalam Negeri.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Pengelolaan Barang Daerah dan Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD Buku lain pada Seri Keuangan & Penganggaran ini: 1. Panduan Pelatihan Penganggaran Kinerja Seri A 3. Memaksimalkan Pendapatan Melalui Penerapan UU 34 5. Computer Assisted Development Incorporated (CADI) dan the Indonesia Media Law and Policy Centre (IMLPC). pengawasan. Jend. 52-53 Jakarta 12190. Penghitungan Biaya untuk Menetapkan Retribusi Tentang LGSP Local Governance Support Program merupakan program bantuan teknis yang mendukung tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) di Indonesia pada dua sisi.

Hasil-hasil yang diharapkan dari pelatihan yang menggunakan panduan ini adalah : • Memahami pengertian Aset Daerah dan Barang Daerah • Memahami Pengelolaan Barang Daerah • Memahami Penatausahaan Aset • Mampu meregister Barang Daerah (Kode Lokasi dan Kode Barang) • Mampu menyusun Inventarisasi Barang Daerah • Mampu menyusun Pelaporan Barang Daerah • Memahami dan mampu menyusun Rencana Pengelolaan BMD ABSTRAKSI iii . diukur atau ditimbang termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan kecuali uang dan surat-surat berharga lainnya. dihitung. pembahasan mengenai aset akan lebih difokuskan pada pengertian aset daerah sebagai barang milik daerah (BMD). Barang milik daerah adalah semua kekayaan daerah baik yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun yang berasal dari perolehan lain yang sah baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak beserta bagian-bagiannya ataupun yang merupakan satuan tertentu yang dapat dinilai.PENGELOLAAN BARANG DAERAH ABSTRAKSI Materi dalam panduan ini terdiri dari Dasar Pengelolaan Aset dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Aset. Pengetahuan dan Ketrampilan tentang Pengelolaan Barang Daerah kepada para Pejabat dan Staf Pengelola Barang Daerah SKPD serta Panitia Anggaran DPRD. tujuan dan manfaat Rencana Pengelolaan Aset • Langkah-langkah penyusunan Rencana Pengelolaan Aset • Analisa kebutuhan dan analisis kesenjangan Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan Pemahaman. Dasar Pengelolaan Barang Daerah (Basic Asset Management) meliputi : • Aset Daerah dan Barang Daerah • Pengelolaan Barang Daerah • Penatausahaan Barang Daerah Penyusunan Rencana Pengelolaan Aset (Asset Management Planning) meliputi : • Pengertian.

The assets can be movable or immovable. Basic Asset Management covers: • Local Assets and Local Goods • Management of Local Assets • Administration of Local Assets Asset Management Planning covers: • Definition. Goals and Benefits of Asset Management Plans • Steps for Developing Asset Management Plans • Needs Analysis and Gap Analysis The training aims to convey understanding. as well as to Legislative Budget Committees. The review of assets focuses on the definition of local assets as region-owned assets (BMD). including parts or units. calculated. Region-owned assets are local assets bought or acquired under the local budget (APBD) or through any other valid funding source. They include animals and plants but exclude money and other commercial paper. measured or weighed.PENGELOLAAN BARANG DAERAH ABSTRACT This training module has two main topics: Basic Asset Management and Asset Management Planning. provided they can be valued. iv ABSTRACT . knowledge and skills in local asset management to officials and staff managing Local Government Work Units (SKPD) and local assets. The expected results of the training in this module are: • Understand the meaning of local assets and local goods • Understand local asset management • Understand asset administration • Be able to register local assets using location codes and goods codes • Be able to prepare an inventory of local assets • Be able to prepare a report on local assets • Understand and be able to prepare a local asset management plan.

................. 53 • Langkah 3: Penatausahaan-Pembukuan............................ 107 • Lampiran 2: Petunjuk Pre Test dan Post Test ....................... alat................................................................... proses/alur ......................................................... proses/alur ...... waktu.......................................... 103 LAMPIRAN-LAMPIRAN . 95 6..................................................................................................................................... alat... alat........................................................................................................................................................................................ 89 • Latihan 5: Analisis Tingkat Pelayanan .. metode.......... waktu............................................................................................................................................................ 59 HARI 3 5......................... 65 • Tujuan.................................................................................................................................................................. 105 • Lampiran 1: TOR dan Agenda Lokakarya............................ DAFTAR ISI v ....................................................................................... waktu................. metode.................................................. Sesi 3: Pengelolaan Barang Milik Daerah (Perencanaan Kebutuhan dan Penatausahaan) ........................................ 41 • Penjelasan Slide .............................................. 3 2........................................... Sesi 2: Pengertian Aset dan Barang Daerah ........... vi HARI 1 1................................................................................................................. metode.............. 117 • Lampiran 5: CD Berisi Form-form ................. alat..... waktu...................................................... 119 *Seluruh sesi pada hari 3............................. waktu............... Sesi 1: Pengantar dan Pre Test ... dapat diberikan terpisah sebagai lanjutan dari sesi hari 1 dan 2 (Dasar Pengelolaan Aset) ataupun menjadi bagian akhir dari Lokakarya Pengelolaan Aset yang diberikan sekaligus. alat..................................................... iii ABSTRACT .................................. 41 • Tujuan. 17 • Tujuan.................. proses/alur .................................. 118 REFERENSI DAN DAFTAR ISTILAH ......................................................................................................................................PENGELOLAAN BARANG DAERAH DAFTAR ISI ABSTRAKSI .............................................................................................................................. 1 • Penjelasan Slide ..................... 65 • Penjelasan Slide ....... Sesi 5: Rencana Pengelolaan Barang Daerah ............................................................ Inventarisasi dan Pelaporan ......................................... 101 • Tujuan................................................................. 43 • Langkah 2: Pengkodean Barang ............................................................................ 7 • Penjelasan Slide .................. 9 • Latihan 1: Identifikasi Aset ..................................... 67 • Latihan 4: Contoh Kasus ............................ Sesi 6: Transfer Pembelajaran Evaluasi dan Penutup ............... 13 3.................................................................................................................................. 7 • Tujuan............ proses/alur ..................................................... 115 • Lampiran 4: Lembar Evaluasi Lokakarya ................ 101 • Penjelasan Slide ....................... iv DAFTAR ISI .................................... 1 • Tujuan.................. proses/alur ..................................................... metode.............................. Sesi 4: Pengelolaan Barang Milik Daerah ............................................................................................. waktu..................................................................................................... v KATA PENGANTAR ........................ 111 • Lampiran 3: Petunjuk Transfer Pembelajaran ...................................... metode............................................................................ alat................................................................................ metode...... 17 • Penjelasan Slide .................................................................. 19 HARI 2 4... proses/alur ........................

Pada kenyataannya. pemerintah daerah dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dengan memperdayakan sumber daya yang ada di daerah. USAID – LGSP vi KATA PENGANTAR . masyarakat di daerah dapat mempercepat proses pembangunan yang demokratis dan meningkatkan kinerja serta transparansi pemerintah dalam penyediaan pelayanan publik. media dan organisasi masyarakat. yang tersebar di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Jika informasi tentang BMD tidak diketahui. diharapkan daerah dapat meningkatkan kemandiriannya dalam membelanjai kebutuhan daerah. Program ini dirancang untuk menunjukkan bahwa melalui sistem pemerintahan yang terdesentralisasi. LGSP memberikan bantuan teknis bagi masyarakat dan pemerintah daerahnya dengan membantu mereka mencapai tujuan melalui penyusunan prioritas pembangunan dan penyediaan pelayanan publik secara demokratis. 2008 Judith Edstrom Chief of Party. Sejak awal penerapan kebijakan tersebut. Reformasi desentralisasi Indonesia yang dimulai pada tahun 2001 merupakan perwujudan dari komitmen Indonesia menuju pemerintahan daerah yang demokratis dan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan adanya otonomi daerah. Sumatra Utara. Untuk itu LGSP bekerjasama dengan mitra-mitra dari pemerintah daerah. Disamping itu. maka pemerintah daerah tidak dapat memanfaatkan BMD tersebut untuk meningkatkan pendapatan asli daerah mereka dan juga tidak dapat mengukur tingkat pelayanan yang dapat diberikan dengan BMD yang mereka miliki. masyarakat dan pemerintah daerah telah menjawab kesempatan tersebut dengan antusias dan kreativitas yang luar biasa hingga menghasilkan capaian dan inovasi yang luar biasa pula.PENGELOLAAN BARANG DAERAH KATA PENGANTAR Local Governance Support Program (LGSP) merupakan sebuah program bantuan bagi pemerintah Republik Indonesia yang diberikan oleh United States Agency for International Development (USAID). Sumatra Barat. Jawa Barat. Panduan pelatihan yang disajikan ini akan membahas tentang topik Bagaimana Melakukan Pengelolaan Aset dalam hal ini Barang Milik Daerah untuk memastikan bahwa pelayanan masyarakat tersedia setiap saat dengan kondisi baik. meningkatkan efesiensi dan efektifitas dalam memanfaatkan Barang Milik Daerah dan dengan melakukan pengelolaan asset yang baik. Banten. maka diharapkan pemerintah daerah dapat mewujudkan tujuan dari otonomi daerah. Jawa Timur. DPRD. Sehingga pemerintah daerah tidak memiliki data yang relatif valid tentang BMD. Jawa Tengah. Sulawesi Selatan dan Papua Barat. pemerintah daerah belum dapat menginventarisasi dan mengidentifikasi secara tepat barang milik daerah yang ada di lingkungannya. USAID-LGSP RTI International Irianto Finance & Budgeting Advisor. Oktober. Dikeluarkannya Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah menjadi penanda terbukanya kesempatan luas bagi usaha pembangunan daerah dan bagi partisipasi warga yang lebih besar dalam pemerintahan.

Materi: • Power Point Slide • Lembar Pre test Waktu: ± 45 menit Metode: • Permainan (untuk perkenalan) • Presentasi • Tanya Jawab Alur: • Presentasi (± 15 menit) • Penjelasan Slide (± 10 menit) • Kesimpulan dan tanya-jawab (±10 menit) • Pre Test (± 5 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST 1 . • Peserta mengetahui tentang langkah-langkah pengelolaan barang daerah yang akan dijelaskan secara mendalam pada rangkaian lokakarya ini.PENGELOLAAN BARANG DAERAH HARI I SESI I Pengantar dan Pre Test Tujuan: • Peserta memahami tujuan lokakarya Dasar Pengelolaan Barang Daerah dan hasil yang diharapkan setelah peserta mengikuti lokakarya.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 2 HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST .

Inventarisasi. Gunakan permainan yang menarik untuk perkenalan dengan para peserta.Pembukuan. dimana bisa diberikan sebagai satu kesatuan dengan pelatihan ini maupun diberikan terpisah setelah peserta menerima pelatihan tingkat dasar ini. sebaiknya perkenalan dilakukan dengan formal namun tetap akrab untuk membangun suasana pelatihan yang diinginkan. Slide ini merupakan judul Lokakarya yang akan disampakan dalam 2 hari ke depan. Berikan waktu sekitar 10 menit bagi peserta untuk mengisi lembaran yang dibagikan. dan . dilanjutkan dengan perkenalan dengan para peserta. Catatan: Hari ketiga merupakan materi untuk tingkat lanjutan. Meningkatkan pemahaman. 2 Dasar Pengelolaan Aset Daerah Tim Keuangan dan Penganggaran LGSP-USAID 3 Pre Test Sebelum masuk ke pembahasan pokok. sesuaikan permainan dengan jenis peserta yang hadir. 4 Ruang Lingkup • Dasar Hukum Pengelolaan BMD • Manfaat Pengelolaan BMD • Pengertian Aset dan Barang Milik Daerah • Pengelolaan Barang Milik Daerah • Penatausahaan: . Kumpulkan lembaran Pre-Test setelah 10 menit berakhir. pengertian dan ketrampilan terutama fokus pada penatausahaan pengelolaan barang daerah. Bila dihadiri oleh pejabat tinggi daerah. Jelaskan agenda pelatihan selama 2 hari secara sekilas dan sepakati aturan main yang berlaku selama 2 hari ke depan.Pelaporan Slide ini menampilkan ruang lingkup lokakarya Dasar Pengelolaan Barang Daerah dan tujuan disampaikannya lokakarya ini. bagikan lembar PreTest pada para peserta (lihat lampiran). Adapun tujuan PreTest adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta mengenai anggaran kinerja sebelum menerima pelatihan ini secara umum. .PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 1 HARI 1 Selamat Datang Pada Local Governance Support Program Ucapkan selamat datang pada para peserta. HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST 3 . Trainer memperkenalkan diri dan timnya.

. Serang: DPRD Banten mempertanyakan aset Pemerintah Banten senilai Rp 500 miliar yang hilang. jembatan penyeberangan lalu lintas. dan Permendagri 13/2006 Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Permendagri 17/2007 Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah Beberapa dasar hukum penyelenggaraan pengelolaan barang milik daerah ditampilkan dalam slide ini.Kurang adanya persamaan persepsi dalam hal pengelolaan BMN/D Pada slide ini pembahasan materi lokakarya selama 2 hari ke depan di fokuskan pada: pembahasan pengertian aset dan barang daerah. pengelolaan barang daerah. 4 HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST . 1/2004 Perbendaharaan Negara PP No. Diawali dari hirarki peraturan perundangan sampai pada Peraturan Menteri Dalam Negeri yang secara khusus mengatur Pengelolaan Barang Daerah. Selala (20/3). penatausahaan yang terdiri dari pembukuan – inventarisasi dan pelaporan. gedung pemerintahan. 20 Maret 2007 / 14. kondisi dan status kepemilikannya . 6 /2006 Pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah PP No. tapi Rp 500 miliar . bangunan air. Hilangnya aset pemerintah itu diketahui setelah Komisi Perekonomian dan Keuangan melakukan peninjauan ke beberapa lokasi tempat aset-aset itu berada.Belum tersedianya database yang akurat dalam rangka penyusunan Neraca Pemerintah. “Dari Rp 1. dan mesin-mesin. nilai.Pengaturan yang ada belum memadai dan terpisah-pisah .Belum lengkapnya data mengenai jumlah. 58/2005 Pengelolaan Keuangan Daerah PP No. Slide ini bertujuan memancing peserta untuk lebih peduli terhadap pentingnya pengelolaan barang daerah. kendaraan operasional. anggota Komisi Perekonomian dan Keuangan DPRD Banten.6 triliun nilai aset Pemerintah Banten.6 triliun. sebidang tanah. seperti jalan. Aset daerah yang hilang terdiri dari benda bergerak dan tidak bergerak.28 WIB Tempo Interaktif. 6/2006 Keppres 80/2003 Pedoman Tatacara Pengadaan Barang dan Jasa Kepmendagri 12/ 2003 Pedoman Penilaian Barang Daerah Kepmendagri 153/2004 Pedoman Pengelolaan Barang Daerah yang dipisahkan. Slide ini merupakan contoh kejadian nyata mengenai tidak terkelolanya aset daerah dengan baik sehingga menyebabkan hilangnya beberapa aset. but first get the truth Advance search find Registration DPRD Banten Pertanyakan Hilangnya Aset Daerah Selasa. 38/2008 Perubahan atas PP No.” ujar Yayat Hartono. Rp 500 miliar di antaranya hilang karena tidak terdata dengan baik. 7 Dasar Hukum Pengelolaan Barang Daerah • • • • • • • • • • UU No. 24/2005 Standar Akuntansi Pemerintahan PP No. 6 tempointeraktif get the first.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 5 Latar Belakang • Reformasi bidang keuangan negara mencakup reformasi bidang pengelolaan barang milik/ kekayaan negara (UU 1/2004) • Pemerintah wajib melakukan pengamanan terhadap BMD .Rp 700 miliar di antaranya tidak teradministrasi dan terinventarisasi dengan baik. Jumlah aset daerah Banten yang terhitung tahun 2006 mencapai Rp 1.

Dalam slide ini fasilitator menjelaskan keuntungankeuntungan melaksanakan pengelolaan barang milik daerah dengan baik. Informasi BMD memberikan sumbangan yang signifikan di dalam laporan keuangan (neraca) yaitu berkaitan dengan pos-pos persedian.dengan menunjukkan ke pemilik. justifikasi untuk program kerja ke depan dan kebutuhan pendanaannya. aset tetap. termasuk transaksi pembiayaan dan perhitungan.dengan meningkatkan keahlian pengambilan keputusan berdasar pada biaya dan keuntungan dari beberapa alternatif. pengenalan semua biaya dari kepemilikan atau pengoperasian aset melalui masa pakai aset tersebut. aset. hutang. Meningkatkan manajemen risiko dengan cara menganalisis kemungkinan dan konsekuensi dari kegagalan aset. Alasan utama yang mengemuka adalah untuk kepentingan pelayanan publik dan pelaporan penggunaan barang milik daerah. meningkatkan akuntabilitas atas penggunaan sumber daya dengan penghitungan kinerja dan keuangan. maupun aset lainnya. pengguna dan pihak yang terkait bahwa layanan yang dihasilkan adalah layanan yang efektif dan efisien. Meningkatkan manajemen layanan – dengan cara meningkatkan pengertian pada kebutuhan layanan dan pilihan-pilhannya. pendapatan dan belanja. menyediakan dasar untuk mengevaluasi keseimbangan layanan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 8 Mengapa Diperlukan Pengelolaan Barang Daerah? • Kejelasan status kepemilikan BMD • Inventarisasi kekayaan daerah dan masa pakai BMD • Optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan untuk peningkatan PAD • Antisipasi kondisi BMD dalam fungsi pelayanan publik • Pengamanan barang daerah • Dasar penyusunan neraca • Kewajiban untuk melaporkan kondisi dan nilai BMD secara berkala Slide berikut menjelaskan pentingnya melaksanakan pengelolaan barang daerah dengan baik. ekuitas dana. Meningkatkan efisiensi keuangan . konsultasi formal atau persetujuan dengan pengguna tentang level layanan untukmeningkatkan kenyamanan pelanggan dan citra perusahaan. 9 Keuntungan Pengelolaan BMD • Meningkatkan Akuntabilitas • Meningkatkan • Meningkatkan • Meningkatkan Pengurusan dan manajemen layanan manajemen resiko efesiensi keuangan HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST 5 . harga dan kualitas. Pertanggungjawaban atas BMD kemudian menjadi semakin penting ketika pemerintah wajib menyampaikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBD dalam bentuk laporan keuangan yang disusun melalui suatu proses akuntansi atas transaksi keuangan. Yaitu: Meningkatkan pengurusan dan akuntabilitas .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 10 Pengelolaan Aset Aset Sda & Financial Tingkat Pelayanan Barang Daerah Potensial Aset Kebutuhan Aset Perencanaan Manajemen Aset Identifikasi & Inventarisasi Analisis Pengembangan Prioritas Pengadaan Pemeliharaan & Perbaikan Belanja Operasional Identifikasi & Inventarisasi Analisis Kebutuhan Pemanfaatan Penghapusan & Pemindahtanganan Lain-lain Investasi Belanja Modal Pendapatan Penganggaran Pelaksanaan & Penatausahaan Pelaporan & Pengevaluasian Slide ini menjelaskan alur pengelolaan aset/barang daerah secara umum dan hubungannya dengan perencanaan kebutuhan BMD dan akuntansi. 6 HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST .

• Latihan Alur: • Presentasi (± 20 menit) • Penjelasan Slide (± 60 menit) • Latihan (± 60 menit) • Kesimpulan dan tanya-jawab (±20 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH 7 . • Peserta mengetahui peran masing-masing pihak dalam pengelolaan barang daerah • Peserta mampu mengidentifikasi jenis aset daerah Materi: • Power Point Slide • Latihan Identifikasi Aset Waktu: ± 150 menit Metode: • Presentasi • Tanya Jawab.PENGELOLAAN BARANG DAERAH SESI 2 Pengertian Aset dan Barang Daerah Tujuan: • Peserta memahami apa yang dimaksud dengan aset daerah dan barang daerah serta dasar hukum pelaksanaannya.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 8 HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH .

Kemitraan dengan • Investasi pihak ketiga • Aset tetap . diukur atau ditimbang termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan kecuali uang dan surat-surat berharga lainnya.Persediaan . karena dalam akuntansi publik diatur juga perlakuan terhadap aset.Aset tak berwujud .Jalan. dan • barang yang berasal dari perolehan lainnya yang sah.Barang yang diperoleh berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.Uang kas .Uang di bank angsuran .Konstruksi dalam pengerjaan Slide ini secara lebih detail menjelaskan uraian dari aset daerah. Slide ini terutama menunjukkan pengertian dasar terhadap aset.Tanah . Pengertian mengenai aset yang bisa sangat luas. difokuskan dengan definisi dalam slide agar selanjutnya pengertian aset tidak meluas saat pembahasan mengenai pengelolaan barang daerah.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 11 Apa Itu Aset? • Sumber daya ekonomi yang dimiliki dari kegiatan ekonomi di masa lalu • Memberi manfaat ekonomi atau keuntungan sosial yang akan diperoleh di masa datang • Mempunyai nilai uang • Termasuk sumber non keuangan yang diperlukan untuk pelayanan publik • Dan sumber yang dipertahankan atau dipelihara sehubungan dengan nilai sejarah atau budaya Sebelum membahas pengelolaan barang daerah jauh. HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH 9 .Tuntutan GR . 12 Aset Daerah • Aset Lainnya • Aset lancar .Barang yang diperoleh dari hibah/sumbangan atau yang sejenis.Tagihan penjualan .Gedung dan Bangunan .Aset Tetap lainnya .Barang yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari perjanjian/kontrak. ada baiknya kita melihat pengertian aset. 13 Pengertian Barang Daerah • BMD merupakan bagian dari aset pemerintah daerah yang berwujud • BMD tercakup dalam aset lancar dan aset tetap Barang milik daerah meliputi: • barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBD. atau .Aset lain-lain . . . Aset disini tidak hanya berupa barang saja tetapi masih mempunyai perngertian yang luas. Irigasi dan Jaringan .Barang yang diperoleh berdasarkan ketentuan undangundang. Slide ini juga menjelaskan batasan-batasan mengenai apa yang dimaksud sebagai barang daerah. .Mesin dan Peralatan . Secara umum sangat berkaitan dengan terminologi didalam akuntansi publik. Barang Milik Daerah adalah semua kekayaan daerah baik yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun yang berasal dari perolehan lain yang sah baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak beserta bagian-bagiannya ataupun yang merupakan satuan tertentu yang dapat dinilai. dihitung.Piutang . (Pasal 3 PM17/2007) Pada slide ini pembahasan mengenai aset lebih difokuskan pada pengertian aset daerah sebagai barang milik daerah.

17/2007 Pasal 6 ayat 15). 10 HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH . Sedangkan Pengguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang melaksanakan Sistem Akuntansi Barang Milik Daerah. c. Kepala SKPD selaku pengguna. 15 Pejabat Pengelolaan BMD KEPALA DAERAH Sekretaris Daerah → Pengelola Kepala Biro/Bagian Perlengkapan Pembantu Pengelola Barang PEMEGANG KEKUASAAN DIBANTU Kepala SKPD > Kepala UPTD → Pengguna > Kuasa Pengguna Penyimpang Barang Menerima. d. serta Pengguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang di pihak yang lain. Penyimpan barang milik daerah. • Pengguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang melaksanakan Sistem Akuntansi Barang Milik Daerah. Dalam rangka pertanggungjawaban. • Keluaran SIM BMD juga memberikan manfaat kepada Penguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang dalam tugas-tugas manajerialnya. Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran melaksanakan akuntansi keuangan. • Sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi barang dilaksanakan secara simultan dalam rangka menyusun laporan pertanggungjawaban. juga memberikan berbagai informasi dalam rangka pengelolaan barang. b. penyimpanan dan penyaluran • Penggunaan • Penatausahaan • Pemanfaatan • Pengamanan dan pemeliharaan • Penilaian • Penghapusan • Pemindahtanganan • Pembinaan.Kepala Biro/ Bagian Perlengkapan/ Umum/Unit pengelola barang milik daerah selaku pembantu pengelola. Pengurus barang milik daerah. pengawasan dan pengendalian • Pembiayaan • TGR Berpedoman pada peraturan perundangan Ditetapkan dengan peraturan daerah Pengelolaan barang daerah adalah suatu rangkaian kegiatan dan tindakan terhadap barang daerah yang dimulai dari kegiatan perencanaan kebutuhan barang sampai kepada tuntutan ganti rugi (TGR) seperti tertera dalam slide. Sekretaris Daerah selaku pengelola. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah selaku kuasa pengguna. dan f. Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran melaksanakan akuntansi keuangan. • SIM BMD selain mendukung pelaksanaan pertanggungjawaban. 16 Sistem Akutansi Keuangan dan Sistem Akuntansi Barang • Dalam rangka pertanggungjawaban. Kaitan Sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi barang dapat dilihat pada gambar berikut ini Dalam pengelolaan keuangan daerah dikenal adanya Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran di satu pihak. menyimpan dan menyalurkan BMD Pengurus Barang Mengurus barang dalam pemakaian Kepala daerah adalah pemegang kekuasaan pengelolaan barang milik daerah (Permendagri N0.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 14 Pengelolaan Barang Milik Daerah Pengelolaan barang daerah Rangkaian kegiatan dan tindakan terhadap barang daerah • Perencanaan kebutuhan dan penganggaran • Pengadaan • Penerimaan. e. Dalam melaksanakan tugasnya kepala daerah dibantu oleh: a.

SABMD selain mendukung pelaksanaan pertanggungjawaban. keluaran SABMD juga memberikan manfaat kepada Penguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang dalam tugas-tugas manajerialnya. Latihan 1 Identifikasi Aset HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH 11 . Oleh karena itu.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Dalam praktiknya. sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi barang dilaksanakan secara simultan dalam rangka menyusun laporan pertanggungjawaban. 17 Konsolidasi kebijakan dan regulasi di bidang aset daerah Penyediaan peraturan pelaksana di bidang aset daerah Inventarisasi aset daerah Klasifikasi aset berdasarkan kategori dan kepemilikan Pengukuran besaran nilai aset (harga satuan dan volume) Untuk barang inventaris Pelacakan harga perolehan Untuk Potensi SDA Penafsiran volume Untuk aset finansial Kompilasi sumber finansial Penghitungan nilai sekarang (NPV) Penghitungan nilai sekarang (NPV) Penghitungan nilai nominal Aktiva Penyusunan neraca daerah Pasiva Ekuitas Dana Penyewaan dan KSO Pengelolaan aset daerah Pengoperasian Pemeliharaan aset Administrasi dan pencatatan Secara hukum SIM aset daerah SIM anggaran SIM akuntansi e-government Pengamanan aset daerah Secara fisik Slide ini menerangkan keterkaitan antara pengelolaan barang daerah dengan akuntansi sampai kepada penyusunan neraca dan laporan keuangan. Fasilitator diminta untuk memperlajari baik-baik trainers note terlampir. 18 Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran. juga memberikan berbagai informasi dalam rangka pengelolaan barang.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 12 HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH PANDUAN LATIHAN 1: Identifikasi Aset HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH 13 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 14 HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH .

3. 2. Peserta bekerja dalam kelompok (5-6 orang) dan memilih salah seorang anggotanya menjadi pimpinan diskusi kelompok. Peserta menyepakati hasil jawaban secara kelompok bukan perorangan 4. Fasilitator menampilkan kunci jawaban dan memberikan penjelasan kepada peserta apabila diperlukan. Membedakan aset daerah dan barang daerah 2. Mengidentifikasi kelompok persediaan dan aset tetap Proses : 1. Fasilitator membagikan lembar kerja identifikasi aset kepada peserta. Diskusi kelompok dilakukan dengan mengisi lembar yang telah disediakan serta mengikuti instruksi yang tertera. 5. Fasilitator menjelaskan tujuan latihan kepada peserta dalam ruang kelas.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Langkah 1: Mengidentifikasi Aset Daerah dan Barang Daerah Waktu: Total Waktu = 90 menit • 45 menit untuk latihan kelompok • 45 menit untuk pembahasan hasil latihan di setiap kelompok Tujuan: Setelah melakukan latihan ini peserta diharapkan mampu: 1. HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH 15 . Fasilitator memilih salah satu kelompok untuk menyajikan hasil kerja kelompoknya.

barang daerah. persediaan dan aset tetap (beri tanda V) No Jenis Barang Daerah Aset Persedian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 39 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Tanah untuk Bangunan Kantor Pemerintah Kas di Bendahara Penerimaan Kendaraan Bermotor Roda Empat Piutang Pajak Hotel Kertas HVS Blanko TPR – Terminal Kendaraan Bermotor Roda Dua Cadangan Piutang Retribusi Pasar Gedung Kantor Kas di Kas Daerah Hutang PPN Lapangan Terbang Bangunan Pasar Daerah Piutang Retribusi Pasar ATK Bangunan Jembatan Dalam Pengerjaan Diinvestasikan pada aset tetap Sapi *) Dump Truck Gerobak Sampah RT/RW *) Deposito Piranti Lunak Komputer Surat Berharga (SBI) Bangunan Terminal Kalkulator *) Bibit Padi *) Tagihan Retribusi Kebersihan Tanaman Toga *) Peralatan Laboratorium Mebulair Dana Bergulir Tanah Pertanian Peralatan Kedokteran Buku-buku di Perpustakaan Dokumen Perencanaan (RPJMD dsb) *) Polis Asuransi *) Bangunan Bersejarah *) Blanko Laporan Ekuitas Dana Lancar Potongan pemungutan PPH V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Aset Tetap V V V V V V V V V V V V V V 16 HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH .PENGELOLAAN BARANG DAERAH Isilah tabel dibawah ini dan identifikasikan kelompok aset.

Alur: • Presentasi (± 20 menit) • Penjelasan Slide (± 60 menit) • Kesimpulan dan tanya-jawab (± 40 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 17 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH SESI 3 Pengelolaan Barang Milik Daerah (Perencanaan Kebutuhan dan Penatausahaan) Tujuan: • Peserta proses dan mekanisme pengelolaan barang daerah • Peserta memahami dokumen-dokumen yang dipergunakan dalam pengelolaan barang daerah Materi: • Power Point Slide Waktu: ± 120 menit (diselingi rehat untuk makan siang dan kopi) Metode: • Presentasi • Tanya Jawab.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 18 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

dihapus. mati atau sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan penggantian. Standar Barang Pengurus Barang Pengguna/ KuasaPengguna Pengelola/Kuasa Pengelola Buku Inventaris BI sebagai dasar menyusun RKBU dan RKPBU Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (DRKBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (DRKBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Pengguna dan Pengelola mebahas bersama DRKBU dan DRKPBU: Pembantu pengelola menyusun DKBMD dan DKPBMD Pembantu Pengelola menyusun Daftar Kebutuhan BMD dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan BMD DKBMD dan DKPBMD yang telah dituangkan ke KUA dan PPAS dijadikan dasar bagi pengguna untuk menyusun RKA DKBMD dan DKPBMD yang telah disetujui dan masuk dalam KUA & PPAS. jika terjadi mutasi bertambah personil sehingga mempengaruhi kebutuhan barang. • Adanya barang-barang yang rusak. Standar Harga 2. menyusun RKA Daftar Kebutuhan BMD (DKBMD) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan BMD (DKPBMD) RKA DKBMD dan DKPBMD diusulkan dalam KUA & PPAS Dalam melakukan perencanaan kebutuhan barang dilaksanakan berdasarkan pertimbangan yaitu: • Untuk mengisi kebutuhan barang pada masing-masing unit/satuan kerja sesuai besaran organisasi/jumlah pegawai dalam satu organisasi. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 19 . Tahapan kegiatan perencanaan kebutuhan dan penganggaran adalah sebagai berikut: • SKPD merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam RKA-SKPD sebagai bahan dalam penyusunan RAPBD. hilang.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 19 Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran BMD Uraian Buku Inventaris yang disusun oleh pengurus barang dijadikan dasar untuk penyusunan RKBU dan RKPBU dan kemudian diajukan kepada kuasa pengguna dan pengguna dengan mempertimbangkan: 1. dan • Pertimbangan teknologi. Standar Kebutuhan 3. dijual. • Rencana kebutuhan barang SKPD disusun berdasarkan standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah yang ditetapkan kepala daerah. • Untuk menjaga tingkat persediaan barang milik daerah bagi setiap tahun anggaran bersangkutan agar efisien dan efektif. • Adanya peruntukan barang yang didasarkan pada peruntukan standar perorangan. • Masing-masing SKPD menyusun Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (RKPBU) kemudian menyampaikan kepada pengelola melalui pembantu pengelola untuk meneliti dan menyusun menjadi Rencana Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RDKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD).

dimulai dari analisis kebutuhan yang didasarkan pada tingkat layanan yang ditetapkan dengan tujuan digunakan untuk kepentingan pelayanan publik. • Penerimaan (hibah atau bantuan/sumbangan atau kewajiban Pihak Ketiga).Tukar menukar. • Membuat sendiri (swakelola).Pengadaan/pemborongan pekerjaan. transparan dan terbuka. dan . adil/tidak diskriminatif dan akuntabel • Dilaksanakan oleh pejabat pengelola barang • Pengadaan BMD dapat dipenuhi dengan cara . ditetapkan setiap SKPD menyusun Daftar Rencana Tahunan Barang Unit (RTBU) dan disampaikan kepada kepala daerah melalui pengelola. • Tukar menukar. .Guna susun (peningkatan kualitas dan kapasitas BMD). . • Daftar kebutuhan barang daerah tersebut dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah. adil/tidak diskriminatif dan akuntabel. bersaing. • Dan guna susun (peningkatan kualitas barang). dapat dipenuhi dengan cara: • Pengadaan/pemborongan pekerjaan. bersaing. diteliti dan dihimpun menjadi Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) untuk satu tahun anggaran. efektif. 20 Pengadaan • Dilaksanakan berdasarkan prinsip efisien.Membuat sendiri (swakelola). dan • Format Rencana Kebutuhan Barang SKPD (RKB SKPD) (Lampiran 1) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang SKPD (RKPB SKPD) (Lampiran 2). transparan dan terbuka. • Berdasarkan rencana tahunan barang dari semua SKPD.Penerimaan (hibah atau bantuan/sumbangan atau kewajiban Pihak Ketiga). 21 Proses Pengadaaan dan Penggunaan Barang Daerah Analisis Kebutuhan (Pengelola Barang) RKBU PEMDA USULAN PENGADAAN SKPD PENGADAAN BARANG/ JASA USULAN PENGUNAAN BARANG OLEH SKPD PENETAPAN KEPALA DAERAH DIGUNAKAN SKPD/Publik RKA SKPD (Pengelola Barang) Kinerja SKPD (Permendagri 13/2006) Evaluasi RKBU INVENTARISASI feed back Slide ini menjelaskan proses pengadaan dan penggunaan barang milik daerah. Pengadaan barang daerah dilaksanakan oleh pejabat pengelola barang.PENGELOLAAN BARANG DAERAH • Setelah APBD. 20 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . Pengadaan barang daerah dilaksanakan berdasarkan prinsip efisien. . efektif.

kemudian melaporkan kepada kepala daerah untuk ditetapkan penggunaanya. sedangkan dalam pelaksanaan penyaluran dapat dilakukan sesuai rencana penggunaan untuk memenuhi kebutuhan dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi • Penyaluran BMD oleh penyimpan barang dilaksanakan atas dasar Surat Perintah Pengeluaran Barang (SPPB) dari Pengguna/Kuasa Pengguna disertai dengan Berita Acara Serah Terima. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 21 . • Hasil pengadaan BMD tidak bergerak diterima oleh kepala SKPD. Penyimpanan dan Penyaluran Panitia Pengadaan dan Panitia Pemeriksa Hasil pengadaan BMD oleh panitia pengadaan Laporan hasil pengadaan Pemeriksaan BMD Laporan hasil pengadaan barang tidak bergerak Penyimpan/Pengurus Barang Pengguna/Kuasa Pengguna Hasil pemeriksaan BMD oleh panitia pemeriksa Membuat laporan hasil pengadaan BMD bergerak dan tidak bergerak kepada kepala daerah melalui pengelola Hasil pemeriksaan BMD oleh panitia pemeriksa Menyimpan barang dan membuat berita acara penerimaan barang Laporan hasil pengadaan Laporan hasil pengadaan barang tidak bergerak Berita acara penerimaan barang Buku penerimaan barang Surat perintah pengeluaran barang Buku pengeluaran barang Disampaikan kepada kepala daerah untuk ditetapkan penggunaannya Surat perintah pengeluaran barang Buku barang inventaris dan pakai habis Laporan penerimaan dan pengeluaran barang semesteran Kartu barang Penyimpanan barang melakukan stock opname persemester Buku persediaan barang Laporan penerimaan dan pengeluaran barang semesteran Dilaporkan kepada pengelola melalui pembantu pengelola Penerimaan BMD: • Penerimaan barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari hasil pengadaan dan/atau dari pihak ketiga harus dilengkapi dengan dokumen pengadaan dan berita acara. • Penerimaan barang dilakukan setelah diperiksa oleh Panitia Pemeriksa Barang Daerah. • Dalam pelaksanaan penyimpanan dan penyaluran barang milik daerah diperlukan ketelitian sehingga kegiatan penyimpanan disesuaikan dengan sifat dan jenis barang untuk penempatan pada gudang penyimpanan. • Penyimpan barang berkewajiban melaksanakan tugas administrasi penerimaan barang milik daerah. • Pengguna wajib melaporkan stock atau sisa barang kepada pengelola melalui pembantu pengelola. Hasil pengadaan barang diterima oleh penyimpan barang. • Kuasa pengguna wajib melaporkan stock atau sisa barang kepada pengguna.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 22 Penerimaan. dengan membuat Berita Acara Pemeriksaan sebagai salah satu syarat pembayaran Penyimpanan dan Penyaluran: • Penyimpanan dan penyaluran barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari penerimaan barang milik daerah baik melalui pengadaan maupun sumbangan/ bantuan/hibah merupakan suatu rangkaian kegiatan dalam rangka tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah.

dirinci dengan lengkap termasuk nilainya Penggunaan merupakan penegasan pemakaian barang milik daerah yang ditetapkan oleh kepala daerah kepada pengguna/kuasa pengguna barang sesuai tugas dan fungsi SKPD yang bersangkutan. jenis dan luas.Tidak sesuai Tupoksi .PENGELOLAAN BARANG DAERAH 23 Penggunaan Penetapan status penggunaan barang milik daerah pada masing-masing SKPD dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: . .Jumlah personil/pegawai pada SKPD.Pemanfaatan . dirinci dengan lengkap termasuk nilainya. dan .Pemindahtanganan Tanah/bangunan diserahkan kepada pengelola barang Slide ini menjelaskan kewenangan dan tanggung jawab dalam penggunaan barang daerah 22 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAEARAH . Status penggunaan barang milik daerah pada masing-masing SKPD ditetapkan dalam rangka tertib pengelolaan barang milik daerah dan kepastian hak.Beban tugas dan tanggungjawab SKPD. Penetapan status penggunaan barang milik daerah pada masing-masing SKPD dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Jumlah personil/pegawai pada SKPD. 24 Konsepsi Penggunaan Barang Milik Daerah SKPD Selaku Pengguna Barang Sekda Selaku Pengelola Barang Pihak Lain Perolehan BMD Proses Penetapan Penyelesaian dokumen kepemilikan SK Penetapan status penggunaan Usul penetapan status penggunaan Pemanfaatan: • Sewa • KSP • BSG/BGS • Pinjam pakai Penggunaan sesuai Tupoksi Tanah/Bangunan yang telah diserahkan Pemindahtanganan: • Jual • Tukar tambah • Hibah • PMD Barang Milik Daerah: . dan jumlah.Pengalihan status Penggunaan .Standar kebutuhan tanah dan/atau bangunan dan selain tanah dan/atau bangunan untuk menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi SKPD. jenis dan luas. • Beban tugas dan tanggungjawab SKPD. .Jumlah. • Standar kebutuhan tanah dan/atau bangunan dan selain tanah dan/atau bangunan untuk menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi SKPD. wewenang dan tanggungjawab kepala SKPD.Berlebih Tindak lanjut: .

Pelaporan Setelah dilakukan inventarisasi dan pencatatan. c. • Rekapitulasi Daftar Mutasi Barang (Lampiran 36). . Inventarisasi Inventarisasi merupakan kegiatan atau tindakan untuk melakukan perhitungan. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 23 . • Daftar Barang Milik Daerah yang Digunausahakan (Lampiran 38). Pelaksanaan inventarisasi dibagi dalam dua kegiatan yaitu (1) pelaksanaan pencatatan dan (2) pelaksanaan pelaporan. b. Laporan tersebut dihimpun dari format laporan pengurus barang yang meliputi: • Buku Inventaris (Lampiran 32). maka hasil kegiatan tersebut dibuat dalam bentuk laporan (contoh laporan BMD dapat dilihat pada lampiran).PENGELOLAAN BARANG DAERAH 25 Penatausahaan • PEMBUKUAN Mencatat pada daftar barang yang disediakan secara teratur dan menyimpan bukti kepemilikannya • INVENTARISASI .Pengguna Barang melakukan inventarisasi BMD 5 th sekali. Dalam melakukan inventarisasi disamping melihat kondisi barang dan sebagainya perlu dilakukan pengkodean terhadap barang daerah. • Rekap Buku Inventaris (Lampiran 33). penyelenggaraan. . pengurusan. • Daftar Usulan Barang yang Akan Dihapus (Lampiran 37). Kegiatan penatausahaan barang milik daerah meliputi: a.Persediaan dan Konstruksi Dalam Pengerjaan dilaksanakan inventarisasi oleh Pengguna Barang setiap tahun anggaran.Laporan hasil inventarisasi disampaikan kepada Pengelola Barang. . yang hasilnya disampaikan kepada Pengelola Barang. • Daftar Mutasi Barang (Lampiran 35).Pengguna Barang menyampaikan LBPS dan LBPT kepada Pengelola Barang. Pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Pemda yang menyatakan kode lokasi dan kode barang.Pengelola Barang menyusun Laporan BMD untuk NERACA DAERAH. • PELAPORAN . Pembukuan Pembukuan merupakan suatu kegiatan pelaksanaan dan pencatatan barang milik daerah dalam Daftar Barang Pengguna (DBP) dan Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP). • Laporan Mutasi Barang (Lampiran 34). pencatatan data dan pelaporan barang milik daerah dalam unit pemakaian. pengaturan.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 26 Bentuk Pemanfaatan Sewa Pinjam Pakai Bentuk Pemanfaatan Kerjasama Pemanfaatan • Bangun guna serah (BGS) • Bangun serah guna (BSG) Pemanfaatan merupakan pendayagunaan barang milik daerah yang tidak dipergunakan sesuai tugas pokok dan fungsi SKPD dalam bentuk pinjam pakai.Gubernur. Sewa • Sewa adalah pemanfaatan Barang Milik Negara/Daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dan menerima imbalan uang tunai • Syarat pokok menguntungkan Negara/Daerah • Jangka waktu maksimal 5 tahun dan dapat diperpanjang • Formula besaran tarif sewa : . bangun serah guna dengan tidak merubah status kepemilikan. Bupati/Walikota (BMD) • Dituangkan dalam perjanjian sewa menyewa • Hasil sewa di setor ke rekening kas umum Negara/Daerah 24 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . kerjasama pemanfaatan. Pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan dilaksanakan oleh pengelola setelah mendapat persetujuan kepala daerah. . Bentuk Pemanfaatan: a.Pengelola Barang (BMN). selain tanah dan/atau bangunan dilaksanakan oleh pengguna setelah mendapat persetujuan pengelola. bangun guna serah. sewa.

Persyaratan lain yang dianggap perlu. . • Penetapan mitra BGS/BSG dilaksanakan melalui tender dengan mengikutsertakan sekurang-kurangnya 3 (tiga) peserta peminat • Jangka waktu maksimal 30 tahun • Hasil dari pelaksanaan BGS/BSG ditetapkan penggunaannya oleh pengelola barang untuk penyelenggaraan Tupoksi • Biaya persiapan dan pelaksanaan BGS/BSG tidak dapat dibebankan pada APBD HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 25 .Meningkatkan penerimaan/pendapatan Daerah.Pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian.Dapat menerima kontribusi barang untuk tupoksi • Dituangkan dalam perjanjian KSP • Hasil KSP di setor ke rekening kas daerah. Kerjasama Pemanfaatan (KSP) • Kerjasama Pemanfaatan Barang Milik Negara/Daerah dengan pihak lain dilaksanakan dalam rangka : . • Pinjam Pakai dilaksanakan berdasarkan surat perjanjian yang sekurang-kurangnya memuat: . luas atau jumlah barang yang dipinjamkan. dan jangka waktu. • Jangka waktu: maksimal 30 th dapat diperpanjang • Hasil untuk Daerah : . Pinjam Pakai • Pinjam Pakai Barang Milik Negara/Daerah dilaksanakan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah atau antar pemerintah daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan dan setelah jangka waktu tersebut berakhir diserahkan kembali kepada pengelola barang.Pembagian keuntungan hasil KSP . . • Biaya pemeliharaan ditanggung peminjam c.Jenis.Tanggung jawab peminjam atas biaya operasional dan pemeliharaan selama jangka waktu peminjaman.Mengoptimalkan daya guna dan hasil guna BMD .Kontribusi tetap . BGS/BSG (Bangun Guna Serah/Bangun Serah Guna) • IMB untuk BGS/BSG harus atas nama Pemda.PENGELOLAAN BARANG DAERAH b. • Jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun dapat diperpanjang. dan kontribusi barang kepada pengelola dan/ atau pengguna d. .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 27 Ketentuan Pokok dan Tata Cara Pemanfaatan Ketentuan Sewa Menyewa Pinjam Pakai KSP BGS/BSG Pokok Belum/ tidak dimanfaatkan untuk jangka waktu tertentu Mendapatkan penerimaan negara atau menguntungkan negara Semua Subyek Hukum 5 tahun Dapat diperpanjang Pemerintah Semua Badan Hukum Semua Badan Hukum 30 tahun Mitra Jangka Waktu 2 tahun Dapat diperpanjang Tidak dipungut biaya 30 tahun Dapat diperpanjang Besaran Formula tarif • Kontribusi tetap • Pembagian keuntungan • kontribusi barang (optional) Tender minimal 5 peserta/ peminat • Kontribusi tetap • Mendirikan bangunan Penetapan Mitra Penetapan Pengelola Penetapan Pengelola Tender minimal 5 peserta/ peminat Slide ini menjelaskan detil ketentuan pokok dan tata cara pemanfaatan barang milik daerah. 28 Pengamanan BMD 26 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

pengguna barang dan/atau kuasa pengguna barang wajib melakukan pengamanan BMD yang berada dalam penguasaannya. Pengelola barang. penginventarisasian. dan HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 27 . b) Pemeliharaan sedang adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara berkala oleh tenaga terlatih yang mengakibatkan pembebanan anggaran. tanpa merubah. sehingga barang milik daerah tersebut dapat dipergunakan/dimanfaatkan secara optimal serta terhindar dari penyerobotan pengambil alihan atau klaim dari pihak lain. Penyelenggaraan pemeliharaan dapat berupa : a) Pemeliharaan ringan adalah pemeliharaan yang dilakukan sehari. sehingga dapat dicapai pendayagunaan barang yang memenuhi persyaratan baik dari segi unit pemakaian maupun dari segi keindahan. administratif dan tindakan hukum. meliputi : • Administrasi Pembukuan. Pengamanan dititik beratkan pada penertiban/pengamanan secara fisik dan administratif.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Pengamanan merupakan kegiatan/tindakan pengendalian dan penertiban dalam upaya pengurusan barang milik daerah secara fisik. menambah atau mengurangi bentuk maupun konstruksi asal. Pemeliharaan dilakukan terhadap barang inventaris yang sedang dalam unit pemakaian.hari oleh unit pemakai/ pengurus barang tanpa membebani anggaran. pelaporan • Fisik Mencegah penurunan fungsi barang dan hilangnya barang • Hukum bukti status kepemilikan 29 Pemeliharaan BMD Pemeliharaan merupakan kegiatan atau tindakan agar semua barang selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna.

Penilaian Barang Milik Negara/Daerah dapat melibatkan penilai independen 4. atau sebab sebab lainnya • Pemusnahan barang dilakukan oleh pengguna barang sepengetahuan pengelola barang setelah mendapat persetujuan dari kepala daerah • Penghapusan barang milik Daerah : .(lima milyar rupiah) dilakukan oleh Pengelola setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah. suhu dan sinar. pemanfaatan. Penetapan nilai Barang Milik Negara/Daerah berpedoman pada Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). • Selain tanah dan/atau bangunan untuk mendapatkan nilai wajar. 30 Penilaian • Penilaian BMD dilakukan dalam rangka pengamanan dan penyusunan neraca daerah. Penilaian Barang Milik Negara/Daerah dilakukan dalam rangka penyusunan neraca pemerintah pusat/ daerah. 31 Penghapusan • Dalam hal barang sudah tidak berada pada pengguna atau kuasa pengguna barang. Penilaian Barang Milik Negara/Daerah: • Tanah dan/atau bangunan untuk mendapatkan nilai wajar. 28 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .000. getaran dan tekanan. 2. beralih kepemilikannya. pencatatan. dengan menerbitkan Keputusan Kepala Daerah tentang Penghapusan Barang Milik Daerah.000. 3. benturan. pemanfaatan dan pemindahtanganan • Penilaian BMD berpedoman pada SAP • Kegiatan penilaian BMD harus didukung dengan data yang akurat atas seluruh kepemilikan barang milik daerah yang tercatat dalam daftar inventarisasi BMD • Penilaian tanah dan bangunan ditetapkan oleh kepala daerah melalui tim dan dapat melibatkan lembaga independen bersertifikat • Penilaian BMD selain tanah dan bangunan oleh tim yang ditetapkan oleh pengelola barang dan dapat melibatkan lembaga independen bersertifikat 1. tetapi dapat diperkirakan kebutuhannya yang mengakibatkan pembebanan anggaran. pengotoran debu. dengan estimasi terendah menggunakan NJOP. inventarisasi. dan pemindahtanganan Barang Milik Negara/Daerah. d) Fisik yang meliputi proses penuaan. Penghapusan tersebut di atas.Barang tidak bergerak seperti tanah dan/atau bangunan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan DPRD .000. Penyelenggaraan pemeliharaan dimaksudkan untuk mencegah barang milik daerah terhadap bahaya kerusakan yang disebabkan oleh faktor: a) Biologis.PENGELOLAAN BARANG DAERAH c) Pemeliharaan berat adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan sewaktu-waktu oleh tenaga ahli yang pelaksanaannya tidak dapat diduga sebelumnya. sifat barang yang bersangkutan dan sifat barang lain. terjadi pemusnahan. b) Cuaca. c) Air dan kelembaban. dan e) Lain-lainnya yang dapat mengakibatkan perubahan kualitas dan sifat-sifat lainnya yang mengurangi kegunaan barang. 5.Barang-barang inventaris lainnya selain tanah dan/ atau bangunan sampai dengan Rp. Penghapusan barang milik daerah adalah tindakan penghapusan barang pengguna/kuasa pengguna dan penghapusan dari Daftar Inventaris Barang Milik Daerah.

• Secara ekonomis lebih menguntungkan bagi daerah apabila dihapus. Pertimbangan teknis • Rusak. tanaman) • Force majeure Penghapusan barang bergerak berdasarkan pertimbangan/alasan--alasan sebagai berikut : 1) Pertimbangan Teknis. karena biaya operasional dan pemeliharaannya lebih besar dari manfaat yang diperoleh. Pertimbangan ekonomis • Optimalisasi BMD idle • Dihapus secara ekonomis 3. • Telah melampaui batas waktu kegunaannya/kedaluwarsa. antara lain : • Untuk optimalisasi barang milik daerah yang berlebih atau idle. 3) Karena hilang/kekurangan perbendaharaan atau kerugian. Karena hilang/kekurangan/kerugian • Kesalahan penyimpan/pengurus • Mati (hewan/ternak. • Selisih kurang dalam timbangan/ukuran disebabkan penggunaan/susut dalam penyimpanan/pengangkutan. terkena bencana Tidak dapat digunakan secara optimal Terkena planologi kota Kebutuhan organisasi Penyatuan lokasi dengan alasan efisiensi • Pertimbangan strategi hankam 1.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 32 Alasan Penghapusan Barang Barang tidak bergerak Barang bergerak • • • • • Rusak berat. • Secara teknis tidak dapat digunakan lagi akibat modernisasi. 2) Pertimbangan Ekonomis. yang disebabkan: • Kesalahan atau kelalaian Penyimpan dan/atauPengurus Barang. • Karena penggunaan mengalami perubahan dasar spesifikasi dan sebagainya. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 29 . • Karena kecelakaan atau alasan tidak terduga ( force majeure ). tidak ekonomis • Modernisasi • Perubahan dasar spesifikasi • Selisih kurang akibat penggunaan/ susut akibat penyimpanan 2. bagi tanaman atau hewan/ternak. • Mati. antara lain: • Secara fisik barang tidak dapat digunakan karena rusak dan tidak ekonomis bila diperbaiki. • Diluar kesalahan/kelalaian Penyimpan dan/atauPengurus Barang.

atau • Alasan lain sesuai ketentuan perundang-undangan. pencurian. dan tidak dapat dipindahtangankan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 33 Ketentuan Penghapusan Pengalihan status penggunaan DARI DAFTAR PENGGUNA Sudah tidak berada dalam penguasaan pengguna barang PENGHAPUSAN BMD DARI DAFTAR BARANG MILIK DAERAH Sudah beralih kepemilikan Pemusnahan Sebab-sebab lain Pemindahtanganan Penyerahan kepada pengelola Pemusnahan Sebab-sebab lain Pemindahtanganan Keputusan pengadilan berkekuatan penuh Hilang. susut Penghapusan BMD meliputi : • Penghapusan dari Daftar Barang Pengguna dan atau Kuasa Pengguna Barang • Penghapusan dari Daftar BM pada Pengelola Barang Pemusnahan sebagai tindak lanjut penghapusan dilakukan apabila BMD dimaksud: • Tidak dapat digunakan. terbakar. 30 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . tidak dapat dimanfaatkan. dan tidak dapat dipindahtangankan dilaksanakan oleh Pengelola Barang dengan surat keputusan dari Pengelola Barang setelah mendapat persetujuan Gubernur/ Bupati/ Walikota untuk Barang Milik Daerah. Pemusnahan atas BMD yang tidak dapat digunakan. tidak dapat dimanfaatkan.

kepala daerah membentuk Panitia Pelelangan Terbatas untuk melaksanakan penjualan/pelelangan terhadap barang yang telah dihapuskan dari Daftar Inventaris Barang Milik Daerah.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 34 Proses Penghapusan SKPD KDH Panitia Penghapusan Berita Acara SK Penghapusan Unsur teknis terkait: • Asisten • Biro/bagian perlengkapan • Biro/bagian keuangan • Biro/bagian hukum • Kepala SKPD terkait • Kabag terkait • Pemakai barang • Lelang umum • Lelang terbatas (panitia lelang) • disumbangkan • Hibah • Dimusnahkan • Berita acara Kepala daerah membentuk Panitia Penghapusan Barang Milik Daerah yang susunan personilnya terdiri dari unsur teknis terkait. Khusus penghapusan untuk barang bergerak karena rusak berat dan tidak dapat dipergunakan lagi seperti alat kantor dan alat rumah tangga yang sejenis termasuk kendaraan khusus lapangan seperti alat angkutan berupa kendaraan alat berat. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 31 . Hasil penelitian tersebut dituangkan dalam bentuk Berita Acara dengan melampirkan data kerusakan. Setelah mendapat persetujuan kepala daerah. pemeliharaan/ perbaikan maupun data lainnya yang dipandang perlu. juga menetapkan cara penjualan dengan cara lelang umum melalui Kantor Lelang Negara atau lelang terbatas dan/atau disumbangkan/dihibahkan atau dimusnahkan. Tugas panitia penghapusan meneliti barang yang rusak. truk. ambulan atau kendaraan lapangan lainnya ditetapkan penghapusannya oleh pengelola setelah mendapat persetujuan kepala daerah. dokumen kepemilikan. laporan hilang dari kepolisian. penggunaan. penghapusan ditetapkan dengan Surat Keputusan Pengelola atas nama kepala daerah. Apabila akan dilakukan lelang terbatas. surat keterangan sebab kematian dan lain-lain. mobil jenazah. administrasi. pembiayaan. Selanjutnya pengelola mengajukan permohonan persetujuan kepada kepala daerah mengenai rencana penghapusan barang dimaksud dengan melampirkan berita acara hasil penelitian panitia penghapusan.

000. Pertimbangan pelaksanaan hibah barang milik daerah dilaksanakan untuk kepentingan sosial. . keagamaan dan kemanusiaan misalnya untuk kepentingan tempat ibadah. • Diperuntukkan bagi pegawai negeri.Tidak sesuai lagi dengan peruntukan tata ruangnya . dan b.Diperuntukkan untuk kepentingan umum .000.Diperuntukkan bagi pegawai negeri . kesehatan dan sejenisnya. 36 Bentuk Pemindahtanganan Penjualan Tukar menukar Bentuk Pemindahtanganan Hibah Pernyataan modal daerah 32 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . • Harus dihapuskan karena anggaran untuk bangunan pengganti sudah disediakan dalam dokumen penganggaran.(lima milyar rupiah) ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan DPRD. dan penyelenggaraan pemerintahan. Pemindahtanganan barang milik daerah berupa tanah dan/ atau bangunan dan selain tanah dan bangunan yang bernilai lebih dari Rp.Anggaran pengganti telah tersedia . kemanusiaan.Dikuasai oleh negara berdasarkan keputusan pengadilan dan berkekuatan hukum Pemindahtanganan barang milik daerah adalah pengalihan kepemilikan sebagai tindak lanjut dari penghapusan. atau melalui Panitia Pelelangan Terbatas untuk barang milik daerah yang bersifat khusus yang dibentuk dengan Keputusan Kepala Daerah. Hibah untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan yaitu hibah antar tingkat pemerintahan (pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dan antar pemerintah daerah). sebagai berikut: a. Pemindahtanganan barang milik daerah berupa tanah dan/ atau bangunan yang tidak memerlukan persetujuan DPRD apabila: • Sudah tidak sesuai dengan tata ruang wilayah atau penataan kota. Hibah untuk kepentingan sosial. dan hasil penjualan/pelelangan tersebut disetor sepenuhnya ke Kas Daerah. keagamaan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 35 Pemindahtanganan • Pengalihan kepemilikan sebagai tindak lanjut dari penghapusan • Pemindahtanganan tanah dan bangunan serta selain tanah dan bangunan senilai >5milyar rupiah harus dengan persetujuan DPRD yang diajukan oleh kepala daerah • Pemindahtanganan tanah dan bangunan tanpa persetujuan DPRD jika. • Diperuntukkan bagi kepentingan umum. pendidikan. • Dikuasai negara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dan/atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan. yang jika status kepemilikannya dipertahankan tidak layak secara ekonomis Penjualan barang milik daerah dilakukan secara lelang melalui Kantor Lelang Negara setempat.. 5.000.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 37 Ketentuan Pokok dan Tata Cara Pemindahtanganan Ketentuan Pertimbangan Penjualan Tukar Menukar PMD Hibah Tidak sesuai dengan tata ruang/ penataan kota Tidak mengganggu tupoksi Dari awal pengadaan telah ditetapkan dalam dokumen anggaran Pendirian/ pengembangan BUMN/D. Ketentuan Pokok Pemindahtanganan 1. BMD yang membutuhkan persetujuan DPRD: • Tanah dan/atau bangunan.dari awal pengadaannya telah ditetapkan • Selain tanah dan/atau bangunan Nilai/Harga • Tanah ditentukan oleh perhitungan nilai wajar (estimasi terendah menggunakan NJOP) • Dapat melibatkan penilai independen • Lelang • Tanpa lelang . HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 33 . • Diperuntukkan bagi kepentingan umum. • Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan diatas Rp.000. Pemindahtanganan BMN/D tanah dan/atau bangunan yang tidak membutuhkan persetujuan DPR/D: • Sudah tidak sesuai dengan tata ruang wilayah atau penataan kota.000.yg ada di pengelola .000. • Diperuntukkan bagi pegawai negeri.000 3. • Barang Milik Daerah selain tanah dan/atau bangunan diatas Rp.Peraturan PerUUan . yang telah memiliki kekuatan hukum tetap dan/atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan. keagamaan.000. • Harus dihapuskan karena anggaran untuk bangunan pengganti sudah disediakan dalam dokumen penganggaran.Peraturan PerUUan .Penetapan Pengelola • Realisasi pelaksanaan anggaran • Realisasi pelaksanaan anggaran Calon Mitra Penetapan Pengelola Barang Penetapan Pengelola Barang Slide ini memaparkan secara lebih singkat tapi detil mengenai ketentuan pokok dan tata cara pemindahtanganan. BH lainnya Kepentingan sosial.Penetapan Pengelola • Lelang • Tanpa lelang . 5. • Dikuasai negara berdasarkan keputusan pengadilan. kemanusiaan Obyek • Tanah dan/atau bangunan • Selain tanah dan/atau bangunan • Tanah dan/atau bangunan . BMN yang membutuhkan persetujuan DPR : • Tanah dan/atau bangunan.000 2. yang jika status kepemilikan dipertahankan tidak layak secara ekonomis. 100.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

38
Pembinaan, Pengawasan, dan Pengendalian
Pembina Usaha atau kegiatan melalui pemberian pedoman, bimbingan, pelatihan, dan supervisi

Pengawasan

Usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai kenyataan yang sebenarnya mengenai pelaksanaan tugas dan/atau kegiatan, apakah dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan Usaha atau kegiatan untuk menjamin dan mengarahkan agar pekerjaan yang dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan

Untuk menjamin kelancaran penyelenggaraan pengelolaan barang milik daerah secara berdayaguna dan berhasilguna, maka fungsi pembinaan, pengawasan dan pengendalian sangat penting untuk menjamin tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah. Pembinaan merupakan usaha atau kegiatan melalui pemberian pedoman, bimbingan, pelatihan, dan supervisi. Pengendalian merupakan usaha atau kegiatan untuk menjamin dan mengarahkan agar pekerjaan yang dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Pengawasan merupakan usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai kenyataan yang sebenarnya mengenai pelaksanaan tugas dan/atau kegiatan, apakah dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan.

Pengendalian

39
Ketentuan, Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian
• Penggunaan barang dapat melakukan pemantauan dan penertiban pengelolaan barang dalam wilayah kekuasaan. Untuk SKPD dilaksanakan oleh kuasa pengguna barang • Pengguna dan kuasa penggunaan barang dapat meminta aparat fungsional melakukan tindak lanjut atas hasil pemantauan dan penertiban barang dan ditindaklanjuti sesuai aturan • Pengelola barang berwenang untuk melakukan pemantauandan inestigasi ataspemanfaatan dan pemindahtanganan barang daerah dan dapat meminta aparat fungsional untuk itu dan untuk kemudian ditindaklajuti hasil auditnya sesuai aturan berlaku

Pengguna Barang melakukan pemantauan dan penertiban terhadap penggunaan, pemanfaatan, pemindahtanganan, penatausahaan, pemeliharaan, dan pengamanan barang milik daerah yang berada di bawah penguasaannya. Menteri Dalam Negeri melakukan pembinaan pengelolaan barang milik daerah. Kepala daerah melakukan pengendalian pengelolaan barang milik daerah. Dalam rangka tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah diperlukan pembiayaan untuk kegiatan seperti; penyediaan blanko/buku inventaris, tanda kodefikasi/ kepemilikan, pemeliharaan, penerapan aplikasi sistim informasi barang daerah (simbada) dengan komputerisasi, tunjangan/insentif penyimpan dan/atau pengurus barang dan lain sebagainya. Pembiayaan untuk keperluan pengelolaan barang daerah agar direncanakan dan diajukan setiap tahun melalui APBD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

40
Pembiayaan
• Dalam pelaksanaan tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah, disediakan anggaran yang dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. • Pejabat/pegawai yang melaksanakan pengelolaan barang milik daerah yang menghasilkan pendapatan dan penerimaan daerah, diberikan insentif. • Penyimpan barang dan pengurus barang dalam melaksanakan tugas diberikan tunjangan khusus yang besarannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.

34

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

41
Tuntutan Ganti Rugi
• Setiap kerugian daerah akibat kelalaian, penyalahgunaan/pelanggaran hukum atas pengelolaan Barang Milik Daerah diselesaikan melalui tuntutan ganti rugi sesuai dengan peraturan perundangundangan. • Setiap pihak yang mengakibatkan kerugian daerah dapat dikenakan sanksi administratif dan/atau sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan. • Untuk pengamanan dan penyelamatan barang milik daerah, dilengkapi dengan ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang sanksi terhadap pengelola, pembantu pengelola, pengguna/kuasa pengguna, dan penyimpan dan/atau pengurus barang berupa Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang karena perbuatannya merugikan daerah

Dalam rangka pengamanan dan penyelamatan terhadap barang milik daerah, perlu dilengkapi dengan ketentuanketentuan yang mengatur tentang sanksi terhadap pengelola, pembantu pengelola, pengguna/kuasa pengguna, dan penyimpan dan/atau pengurus barang berupa Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang karena perbuatannya merugikan daerah. Tuntutan ganti rugi barang dikenakan terhadap pegawai negeri, pegawai perusahan daerah dan pegawai daerah yang melakukan perbuatan melanggar hukum atau perbuatan melalaikan kewajiban atau tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana mestinya sesuai dengan fungsi atau status jabatannya, sehingga karena perbuatannya tersebut mengakibatkan kerugian bagi daerah. Tuntutan ganti rugi barang tidak dapat dilakukan atas dasar sangkaan atau dugaan, akan tetapi harus didasarkan pada kenyataan yang sebenarnya dan dalam pelaksanaannya tidak perlu menunggu keputusan pengadilan negeri.

42

Selanjutnya pembahasan difokuskan pada penatausahaan barang milik daerah.

Pembahasan Fokus Penatausahaan

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

35

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

43
Kegiatan Penatausahaan BMD

Secara umum, kegiatan penatausahaan terdiri dari 3 hal: pembukuan, inventarisasi, dan pelaporan. 44

36

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

jenis/merk type. Daftar Mutasi Barang (DMB). D. B. rekap DMB.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Slide ini menjelaskan dokumen-dokumen/format yang digunakan dalam penatausahaan. rekap BI. jumlah. Buku inventaris ini dapat memberi informasi yang tepat dalam siklus pengelolaan barang daerah. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 37 . keadaan barang dan sebagainya. harga. Buku inventaris tersebut memuat data meliputi lokasi. serta daftar usulan barang yang Akan dihapus dan daftar barang yang digunausahakan. Pembukuan merupakan suatu kegiatan pelaksanaan dan pencatatan barang milik daerah dalam Daftar Barang Pengguna (DBP) dan Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP). asal barang. Dalam melakukan inventarisasi disamping melihat kondisi barang dan sebagainya perlu dilakukan pengkodean terhadap barang daerah. C. E dan F. Pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Pemda yang menyatakan kode lokasi dan kode barang. 45 Penatausahaan: Pembukuan (Pencatatan dan Pelaporan) Penyimpan Barang Penerimaan barang Penyaluran barang Buku Penerimaan Barang (BPB) Buku Pengeluaran Barang (BPnB) Pengurus Barang Buku Inventaris (BI) Pengguna/Kuasa Pengguna Daftar Barang Pengguna/Kuasa Pengguna (DBP/DBKP) Rencana Kebutuhan BMD (RKBMD) Pengadaan barang Rencana Kebutuhan Pemeliharaan (RKPBMD) Pemeliharan barang Barang inventaris dan pakai habis dicatat terpisah Kartu pemeliharan barang Barang Barang Inventaris (BBI) Buku Barang Barang Pakai Habis (BBPH) Laporan pemeliharan barang Laporan pemeliharan barang Dicatat perjenis barang (kuantitas) Kartu Barang (KB) Inventaris Kartu Barang (KB) Pakai Habis Laporan Mutasi Barang (LMB) Rekap Laporan Mutasi Barang (RLMB) Laporan Barang Pengguna/Kuasa Pengguna Semesteran (LBPS/LBKPS) Laporan Barang Pengguna/Kuasa Pengguna Tahunan (LBPT/LBKPT) Dicatat perjenis barang (kuantitas dan harga) Kartu Persediaan Barang (KPB) Inventaris Laporan semester penerimaan dan pengeluaran barang inventaris Kartu Persediaan Barang (KPB) Pakai Habis Laporan semester penerimaan dan pengeluaran barang pakai habis Daftar Mutasi Barang (RMB) Rekap Daftar Mutasi Barang (RDMB) Slide ini menjelaskan alur pencatatan dan pelaporan dan pihak yang berperan dan bertanggungjawab dalam proses pembukuan. tahun pembelian. Kartu Inventaris Barang (KIB) yang terdiri dari KIB A . Kartu Inventaris Ruangan KIR. ukuran. mulai dari Daftar Barang Pengguna (DBP). Dokumen-dokumen tersebut digunakan untuk menyusun Buku Inventaris (BI).

b) Kartu Inventaris Ruangan. dan jaringan KIB E. d) Buku Induk Inventaris. a. b) Pelaksanaan pelaporan. E dan F).Aset tetap lainnya KIBF. C. B.Tanah KIB B. pencatatan data dan pelaporan Barang Milik Daerah dalam unit pemakaian. Pelaksanaan Inventarisasi 1) Pelaksanaan inventarisasi dibagi dalam dua kegiatan yakni: a) Pelaksanaan pencatatan. pengurusan. penyelenggaraan. b) Daftar Mutasi Barang dan Rekap. 2) Dalam pencatatan dimaksud dipergunakan buku dan kartu sebagai berikut: a) Kartu Inventaris Barang (KIB A.Mesin dan peralatan KIB B. pengaturan. 38 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .PENGELOLAAN BARANG DAERAH 46 Penatausahaan: Inventaris (Pencatatan dan Pelaporan) Pengurus Barang Melakukan inventarisasi barang Dilakukan tiap 5 tahun sekali Kartu InventarisBarang (KIB) A.Mesin dan peralatan KIB D. Dari kegiatan inventarisasi disusun Buku Inventaris yang menunjukkan semua kekayaan daerah yang bersifat kebendaan. c) Buku Inventaris. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak.Jalan.Konstruksi dalam pengerjaan Inventarisasi dilakukan tiap tahun sekali bersama dengan barang persediaan Buku Inventaris (BI) Rekap (BI) Daftar usulan barang yang akan dihapus Buku Induk Inventaris (BII) Kartu Inventaris Ruangan (KIR) Rekap (BII) Buku Induk Inventaris (BII) Rekap (BII) Pengguna/Kuasa Pengguna Pengelola/Kuasa Pengelola Juknis sensus Daftar Barang Pengguna/Kuasa Pengguna (DBP/ DBKP) Daftar Barang Milik Daerah (DBMD) Daftar usulan barang yang akan dihapus Daftar barang milik daerah yang akan digunausahakan Daftar usulan barang yang akan dihapus Daftar barang milik daerah yang akan digunausahakan Daftar barang milik daerah yang akan digunausahakan Inventarisasi merupakan kegiatan atau tindakan untuk melakukan penghitungan. irigasi. 3) Dalam pelaksanaan pelaporan dipergunakan daftar : a) Buku Inventaris dan Rekap. Buku Induk Inventaris (BIl) merupakan gabungan/ kompilasi buku inventaris sedangkan Buku Inventraris adalah himpunan catatan data teknis dan administratif yang diperoleh dari catatan kartu barang inventaris sebagai hasil sensus ditiap-tiap SKPD yang dilaksanakan secara serentak pada waktu tertentu. D.

3) Pembantu pengelola barang mengkompilasi Buku Inventaris menjadi Buku Induk Inventaris 4) Rekapitulasi Buku Induk Inventaris ditanda-tangani oleh pengelola atau pembantu pengelola. Untuk mendapatkan data barang dan pembuatan buku inventaris yang benar. 5) Buku Induk Inventaris berlaku untuk 5 (lima) tahun. D. B. pemasangan maupun pencatatan inventaris ruangan menjadi tanggung jawab pengurus barang dan kepala ruangan di setiap SKPD.barang inventaris yang ada dalam ruangan kerja. dan F dan Kartu Inventaris Ruangan (KIR) secara kolektif atau secara tersendiri per jenis barang rangkap 2 (dua). E. b. (4) Kartu Inventaris Barang (Jalan. Kartu Inventaris Ruangan (KIR). Edan F serta membuat KIR di masingmasing ruangan. D. dapat dipertanggungjawabkan dan akurat (up to date) maka dilakukan melalui Sensus Barang Daerah setiap 5 (lima) tahun sekali. (6) Kartu Inventaris Konstruksi dalam Pengerjaan c. nilai/ harga dan data lain mengenai barang tersebut. Daftar mutasi barang memuat data barang yang berkurang dan/atau yang bertambah dalam suatu jangka waktu tertentu (1 semester dan 1 tahun). Kartu Inventaris Barang ( KIB ) Kartu Inventaris Barang (KIB) adalah kartu untuk mencatat barang-barang inventaris secara tersendiri atau kumpulan/kolektip.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Pembantu Pengelola mengkoordinir penyelenggaraan pengelolaan barang daerah. Daftar Rekapitulasi Inventaris. C. (2) Kartu Inventaris Barang (Mesin dan Peralatan). Kartu Inventaris Ruangan adalah kartu untuk mencatat barang. Daftar Rekapitulasi Inventaris disusun oleh pengelola/pembantu pengelola dengan mempergunakan bahan dari rekapitulasi inventaris barang yang disampaikan oleh pengguna. yang selanjutnya dibuat kembali dengan tata-cara sebagaimana telah diuraikan di atas (Sensus Barang). B. kapasitas. e. C. d. Prosedur pengisian Buku Induk Inventaris. merk. 2) Pengguna barang bertanggung-jawab dan menghimpun KIB dan KIR dan mencatatnya dalam Buku Inventaris yang datanya dari KIB A. yang diperlukan untuk inventarisasi maupun tujuan lain dan dipergunakan selama barang itu belum dihapuskan. dilengkapi data asal. KIB terdiri dari : (1) Kartu Inventaris Barang (Tanah). (3) Kartu Inventaris Barang (Gedung dan Bangunan). volume. Daftar Mutasi Barang. tipe. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 39 . (5) Kartu Inventaris Barang (Aset Tetap Lainnya). Irigasi dan Jaringan). Kartu Inventaris Ruangan ini harus dipasang di setiap ruangan kerja. adalah sebagai berikut : 1) Pengguna melaksanakan inventarisasi barang yang dicatat di dalam Kartu Inventaris Barang (KlB A.

Pembantu pengelola melakukan koordinasi dalam pencatatan dan pendaftaran barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada huruf b ke dalam Daftar Barang Milik Daerah (DBMD). b) Berkurang. disebabkan: (1) Pengadaan baru karena pembelian. (3) Dihibahkan/disumbangkan. (2) Sumbangan atau hibah. 40 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . (2) Musnah/hilang/mati. (3) Tukar-menukar. (4) Perubahan peningkatan kualitas (guna susun). 47 Penjelasan Pembukuan • Pengelola barang mencatat barang daerah berupa tanah dan bangunan dalam DBMD (daftar barang milik daerah) menurut penggolongan dan kodefikasi barang • Pengelola barang harus menyimpan bukti pemilikan tanah dan bangunan dalam penguasaannya • Pengguna barang harus menyimpan bukti pemilikan barang selain tanah dan bangunan dalam pengelolaannya Pengguna/kuasa pengguna barang wajib melakukan pendaftaran dan pencatatan barang milik daerah ke dalam Daftar Barang Pengguna (DBP)/Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP).PENGELOLAAN BARANG DAERAH Mutasi barang terjadi karena : a) Bertambah. disebabkan : (1) Dijual/dihapuskan. (4) Tukar menukar/ruilslag /tukar guling/dilepaskan dengan ganti rugi.

• Latihan Alur: • Presentasi (± 20 menit) • Penjelasan Slide (± 60 menit) • Latihan (± 180 menit) • Kesimpulan dan tanya-jawab (± 40 menit) • Perhatikan bahwa pelaksanaan sesi ini tetap diselingi dengan jeda untuk 2 kali rehat kopi dan makan siang ! Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 41 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH HARI II SESI 4 Pengelolaan Barang Milik Daerah Tujuan: • Peserta memahami siklus pengelolaan barang daerah • Peserta mengetahui proses penatausahaan barang milik daerah • Peserta mampu mengidentifikasi langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam pengelolaan barang daerah Materi: • Power Point Slide • Latihan Pengkodean • Latihan Penatausahaan Waktu: ± 300 menit Metode: • Presentasi • Tanya Jawab.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 42 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

provinsi. Tujuan kodefikasi: Mengamankan dan memberikan kejelasan status kepemilikan dan status penggunaan barang pada masing-masing pengguna. Lemparkan pertanyaanpertanyaan untuk mereviu mengenai materi yang telah disampaikan pada hari I. Nomor kode lokasi terdiri 14 digit atau lebih sesuai kebutuhan daerah. Nomor kode lokasi menggambarkan/menjelaskan status kepemilikan barang. Kode Kab/Kota Kode Bidang Kode Unit Bidang Kode Tahun Pembelian Kode Sub Unit/ Satuan Kerja 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Slide di samping menggambarkan pencatatan kode lokasi yang terdiri dari 14 digit. Pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Pemda yang menyatakan kode lokasi dan kode barang.Pelaporan Pada hari ke 2. 4 Pengkodean Lokasi 1 Kode komponen pemilik barang Kode Prov. perlu dilakukan pengkodean terhadap barang daerah. SKPD dan unit kerja serta tahun pembelian barang. kabupaten/kota.Inventarisasi . 3 Pengkodean Definisi: Pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Pemda yang menyatakan kode lokasi dan kode barang Tujuan Pengkodean: Mengamankan dan memberikan kejelasan status kepemilikan dan status penggunaan barang pada masing-masing pengguna Dalam melakukan inventarisasi disamping melihat kondisi barang dan sebagainya. bidang. HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 43 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 1 Ucapkan selamat datang pada hari ke II pelatihan Pengelolaan Barang Milik Daerah. fokus pembahasan materi pada pengkodean dan penatausahaan dengan penekanan pada inventarisasi dan pelaporan. HARI 2 2 Topik Hari 2 • Pengkodean dan Latihan Pengkodean • Penatausahaan mengenai: .

.. c. • Penetapan nomor urut kode unit/SKPD di masing-masing Provinsi/Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Kepala Daerah.. merk. • Kode Unit merupakan penjabaran dari Bidang Tugas kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sesuai struktur organisasi di masing masing Daerah Provinsi/Kabupaten/ Kota. bahan.. Digit 1 dan 2. Kode sub unit/satuan kerja untuk masing-masing SKPD diberi nomor urut kode sub unit sesuai struktur organisasi perangkat daerah mulai dari nomor 01 dan seterusnya 44 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH ... Barang milik pemerintah pusat (BM/KN) (kalau ada 00).. bahan... Digit 5 dan 6.. 7 Lanjutan. maka ditulis Nomor Kodenya 97. maka ditulis Nomor Kodenya 97.. supaya dibandingkan dengan barang yang sama. dan penetapan prakiraan tahun tersebut ditetapkan oleh pengurus barang. tipe. • Kode Sub Unit/Satuan Kerja untuk masing-masing SKPD diberi Nomor urut Kode sub unit sesuai struktur organisasi perangkat daerah mulai dari Nomor 01 dan seterusnya sampai sejumlah sub Unit/Satuan Kerja dalam SKPD tersebut dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. Digit 11 dan 12.. Kode Sub Unit/Satuan Kerja. kode SKPD. Kode Provinsi... Barang yang tidak diketahui tahun pembelian/perolehannya... sejenis. Barang milik Pemerintah Pusat dengan Nomor Kode OO b.. cc. Kode Kabupaten/Kota • Kabupaten/Kota yang berada dalam wilayah suatu Provinsi diberi Nomor Kode mulai dari Nomor 01 dan seterusnya sampai sejumlah Kabupaten/Kota dalam wilayah Provinsi tersebut.. Digit 13 dan 14. Nomor kode tahun pembelian/pengadaan barang dituliskan 2 angka terakhir (misalnya tahun pembelian/perolehan 1997. sesuai dengan jumlah Provinsi yang ada... 6 Lanjutan.. Nomor Kode SKPD dibakukan lebih lanjut oleh kepala daerah dengan memperhatikan pengelompokkan bidang yang terdiri dari 22 bidang... Kode komponen kepemilikan barang Penulisan kode komponen kepemilikan barang sebagai berikut : a..undang Pembentukan Daerah Otonom baru dengan memperhatikan/mengikuti Nomor urut Kabupaten/ Kota yang ditetapkan Menteri Dalam Negeri. sejenis.. Provinsi diberi Nomor Kode mulai dari Nomor 01 sampai dengan 33 (dstnya). Barang Milik Pemerintah Daerah Kab/Kota dengan Nomor Kode 12. Nomor kode urutan kabupaten/kota sebagaimana tercantum dalam lampiran 40 (Permendagri 17/2007). supaya dibandingkan dengan barang yang sama. kode bidang Kode bidang ini merupakan pengelompokan Bidang Tugas yang terdiri dari 22 bidang. Kecamatan diberi nomor kode mulai dari nomor urut 50 (lima puluh) dan seterusnya sesuai jumlah kecamatan pada masing--masing kabupaten/kota.. 8 Lanjutan.. Barang milik pemerintah provinsi (11).. tahun pembelian/perolehan tahun 2002 ditulis 02 tahun 2005 ditulis 05 dan seterusnya. merk.. tahun pembelian/ perolehan tahun 2002 ditulis 02 tahun 2005 ditulis 05 dan seterusnya. Barang milik Pemerintah Daerah Provinsi dengan Nomor Kode 11 c. Kodefikasi kepemilikan untuk masing-masing tingkatan pemerintahan sebagai berikut: a.. b. • Nomor Kode Tahun pembelian/pengadaan barang dituliskan 2 angka terakhir (misalnya tahun pembelian/perolehan 1997. • Untuk nomor kode Kabupaten /Kota yang baru dibentuk dibakukan oleh Gubernur dengan mengikuti urutan sesuai lahirnya undang .. Nomor kode urutan provinsi sebagaimana tercantum dalam Lampiran 39 (Permendagri 17/2007). dsb.. Digit 9 dan 10.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 5 Lanjutan. Digit 7 dan 8. • Barang yang tidak diketahui Tahun Pembelian/Perolehannya.... Digit 3 dan 4.. tipe.. Tahun Pembelian/Pengadaan/ Pembangunan. Barang milik pemerintah kabupaten/Kota (12)... cc dsb dan penetapan prakiraan tahun tersebut ditetapkan oleh Pengurus barang..

besaran harganya sama seperti meja dan kursi jumlahnya 150. Nomor urut pencatatan untuk setiap barang yang spesifikasi. 9 Pengkodean Barang 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kode golongan Kode Bidang Kode Kelompok Kode Sub Kelompok Kode Sub Sub Kelompok Nomor Register Nomor kode barang diklasifikasikan ke dalam 6 (golongan) yaitu: (1) Tanah (2) Mesin dan Peralatan (3) Gedung dan Bangunan (4) Jalan.03. maka pencatatannya dapat dilakukan dalam suatu format pencatatan dalam lajur register. tipe. Subdin Pembangunan.23.PENGELOLAAN BARANG DAERAH sampai sejumlah sub unit/satuan kerja dalam SKPD tersebut dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. tahun pengadaan sama.06. perlu 2 angka di depan/dicari nomor kode golongan barangnya. 11 Nomor Register Nomor urut pencatatan dari setiap barang. berada pada Dinas Pengairan.01.01.01. 00. maka pencatatannya dapat dilakukan dalam suatu format pencatatan dalam lajur register. 12 Contoh Penulisan Barang milik Departemen Kimpraswil berupa mobil sedan dibeli pada tahun 1999. pencatatan terhadap barang yang sejenis. dipergunakan pada Dinas PU (Subdin Cipta Karya) mobil sedan yang ketiga. nomor kode kelompok.0005 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 45 .23. nomor kode sub kelompok.05. Slide ini menunjukkan cara penulisan kode lokasi dan kode barang. kemudian baru dicari nomor kode bidang. tahun pengadaan sama.0003 Barang milik Pemerintah Kota Balikpapan berupa bangunan gedung tempat kerja permanen yang ke 5. Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. besaran harganya sama seperti meja dan kursi jumlahnya 150. pencatatan terhadap barang yang sejenis.01.01.04 02.27.Irigasi dan Jaringan (5) Aset Tetap Lainnya (6) Konstruksi dalam Pengerjaan 10 Klasifikasi Pengkodean Barang Golongan Bidang Semakin Global/ Ringkas Kelompok Sub Kelompok Sub-sub Kelompok Semakin Rinci/ Deatail Penggolongan barang terbagi atas bidang. 12.01. nomor kode sub-sub kelompok/jenis barang dimaksud.02 03. jenis berbeda. ditulis: 0001 s/d 0150.99. merk. dibeli/diperoleh Tahun 2001. maka nomor registernya dicatat tersendiri untuk masing-masing barang. sub kelompok dan sub-sub kelompok/jenis barang.05. kelompok. Nomor register merupakan nomor urut pencatatan dari setiap barang.11.02.03. ditulis: 0001 s/d 0150. Untuk mengetahui nomor kode barang dari setiap jenis dengan cepat.01.

Kode barang dan tanda kepemilikan harus dicantumkan pada setiap barang inventaris.0003 02 : Kode golongan peralatan dan mesin 03 : Kode bidang alat-alat angkutan 01 : Kode kelompok alat angkutan darat bermotor 01 : Kode sub kelompok kendaraan dinas bermotor perorangan 01 : Kode sub-sub kelompok/jenis barang sedan 0003 : Kode register Slide: contoh penulisan kode barang.. Kode barang dan tanda kepemilikan untuk kendaraan bermotor lainnya ditempatkan di tempat yang mudah dilihat. Kode barang dan tanda kepemilikan rumah dinas dicantumkan pada sebuah papan yang berukuran 15 x 25 Cm.. c.. supaya mempergunakan Nomor Kode jenis barang “Lain-lain” dari Sub kelompok barang yang dimaksud atau dibakukan oleh kepala daerah masing-masing dengan mengikuti nomor urut jenis barang lain-lain. b. Pemerintah Daerah menerapkan aplikasi inventarisasi melalui Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah (SIMBADA).01.... KlB dan KIR.23. Panjang 25 cm..01..99.01. 14 Cara Penulisan Kode Barang Cara penulisan kode barang: 02... sedangkan untuk tanah kosong pada sebuah papan yang berukuran sekurang-kurangnya 60x100 cm. Kode barang dan tanda kepemilikan untuk kendaraan bermotor roda 2 (dua) ditempatkan pada bagian badan yang mudah dilihat. • Untuk tertib administrasi pengelolaan BMD yang cepat dan akurat. cukup dicatat dalam BI... • Tidak termasuk barang milik daerah tersebut di atas yaitu barang usaha/barang yang diperdagangkan sesuai dengan bidang usaha dari Perusahaan Daerah tersebut. Pemasangan kode barang dan tanda kepemilikan rumah dinas daerah dicantumkan pada tembok rumah bagian depan sehinga tampak nyata dari jalan umum. Tinggi huruf 2 cm.01. 46 . d. HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 16 Lanjutan. Kode barang dan tanda kepemilikan untuk kendaraan bermotor roda 4 (empat) ditempatkan di bagian luar yang mudah dilihat. 15 Ketentuan Lain Pengkodean • Cara pencatatan dan pemberian Nomor Kode bagi barang yang belum ada Nomor Kode jenis barangnya.. oleh karena itu semua barang inventaris yang dipisahkan.02. Lebar 15 cm. diperlakukan sama dengan barang inventaris milik Pemerintah Daerah. kecuali apabila ruang/tempat yang tersedia tidak dapat memuatnya.04 00 23 02 05 01 99 04 : : : : : : : Kode milik pusat kode propinsi Kalimantan Timur Kode Kabupaten Berau Kode Bidang Kimpraswil/PU Kode Dinas PU Kode Tahun perolehan Kode Subdinas Cipta Karya Slide: contoh penulisan kode lokasi.. • BMD yang dipisahkan (Perusahaan Daerah) tetap menjadi milik Pemerintah Daerah.03. Gambar lambang daerah berbentuk bulan ukuran garis tengah 6 cm. yang berbentuk papan kecil dengan ukuran: a....05..PENGELOLAAN BARANG DAERAH 13 Cara Penulisan Kode Lokasi Untuk Contoh 1: Cara penulisan kode lokasi: 00.

penyelenggaraan. pencatatan data dan pelaporan barang milik daerah dalam unit pemakaian • Disusun Buku Inventaris yang menunjukkan semua kekayan daerah yang bersifat kebendaan. penyelenggaraan.. Buku inventaris tersebut memuat data meliputi lokasi. pengaturan... teratur dan berkelanjutan mempunyai fungsi dan peran yang sangat penting dalam rangka: 1) Pengendalian..PENGELOLAAN BARANG DAERAH 17 Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran. jumlah. jenis/merk tipe. Inventarisasi merupakan kegiatan atau tindakan untuk melakukan perhitungan. Dari kegiatan inventarisasi disusun Buku Inventaris yang menunjukkan semua kekayan daerah yang bersifat kebendaan. harga. jumlah. pemanfaatan. Fasilitator diminta untuk memperlajari baik-baik trainers note terlampir. • Memuat data meliputi lokasi. 2) Usaha untuk menggunakan memanfaatkan setiap barang secara maksimal sesuai dengan tujuan dan fungsinya masing-masing. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. pencatatan data dan pelaporan barang milik daerah dalam unit pemakaian. asal barang. Adanya buku inventaris yang lengkap. Barang inventaris adalah seluruh barang yang dimiliki oleh pemerintah daerah yang penggunaannya lebih dari satu tahun dan dicatat serta didaftar dalam buku inventaris. keadaan barang dan sebagainya. tipe . Pelaksanaan inventarisasi dibagi dalam dua kegiatan yakni: a) Pelaksanaan pencatatan. tahun pembelian. tahun pembelian. b) Pelaksanaan pelaporan. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. jenis/ merk. ukuran. keadaan barang dan sebagainya. 19 Inventarisasi . pengurusan. pengamanan dan pengawasan setiap barang. harga. asal barang. dan 3) Menunjang pelaksanaan tugas pemerintah. pengurusan. HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 47 . pengaturan. Lanjutan • Pengguna barang diwajibkan melakukan inventarisasi minimal sekali dalam 5 tahun • Inventarisasi barang persediaan dan konstruksi dalam pengerjaan dilakukan minimal sekali dalam setahun • Pengguna barang menyampaikan laporan inventarisasinya kepada pengelola barang paling lambat 3 bulan setelah inventarisasi • Pengelola barang melakukan inventarisasi tanah dan bangunan dalam penguasaannya minimal sekali dalam 5 tahun Untuk mendapatkan data barang dan pembuatan buku inventaris yang benar. ukuran.. Latihan 2 Pengkodean Barang 18 Inventarisasi • Kegiatan atau tindakan untuk melakukan perhitungan. dapat dipertanggungjawabkan dan akurat (up to date) maka dilakukan melalui Sensus Barang Daerah setiap 5 (lima) tahun sekali.

• Pengguna menyampaikan laporan pengguna barang semesteran. E dan F). Buku Inventaris. tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada pengguna. 21 Pelaporan . Dalam pelaksanaan pelaporan dipergunakan daftar yaitu : a. Kartu Inventaris Ruangan. B. jumlah maupun nilai serta dibuat rekapitulasinya. b. Buku Inventaris dan Rekap. Daftar Mutasi Barang dan Rekap. C. • Rekapitulasi digunakan sebagai bahan penyusunan neraca daerah. dan menghimpun LBPS dan LBPT untuk kemudian menjadi LBMD • Lebih lanjut LBMD akan menjadi acuan untuk penyusunan neraca daerah 48 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .. Kartu Inventaris Barang (KIB A. b. • Pengguna menyampaikan laporan pengguna barang semesteran. c. Pengelola barang harus menghimpun Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) serta Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berupa tanah dan/atau bangunan. Kuasa pengguna barang harus menyusun Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran (LBKPS) dan Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan (LBKPT) untuk disampaikan kepada pengguna barang. d. digunakan sebagai bahan penyusunan neraca daerah.. Kuasa pengguna barang menyampaikan laporan pengguna barang semesteran. 20 Pelaporan • Kuasa pengguna barang menyampaikan laporan pengguna barang semesteran. tahunan dan 5 (lima) tahunan dari masing-masing SKPD. • Pembantu pengelola menghimpun seluruh laporan pengguna barang semesteran.. • Rekapitulasi sebagaimana dimaksud di atas. Pengelola barang harus menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berdasarkan hasil penghimpunan laporan. jumlah maupun nilai serta dibuat rekapitulasinya. tahunan dan 5 (lima) tahunan dari masing-masing SKPD. dipergunakan buku dan kartu sebagai berikut: a. Pengguna barang harus menyusun Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) untuk disampaikan kepada pengelola barang. D..Lanjutan • Kuasa pengguna barang harus menyusun LBKPS (laporan barang kuasa pengguna semesteran) dan LBPKT (laporan barang kuasa pengguna tahunan) kepada pengguna barang • Pengguna barang harus menyusun LBPS (laporan barang pengguna semesteran) dan LBPT (laporan barang pengguna tahunan) kepada pengelola barang • Pengelola barang harus menyusun LBMD (laporan barang milik daerah) berupa tanah dan atau bangunan secara semesteran maupun tahunan. Pengelola barang harus menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berupa tanah dan/atau bangunan semesteran dan tahunan. Buku Induk Inventaris.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Dalam pencatatan dimaksud. tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada kepala daerah melalui pengelola. • Pembantu pengelola menghimpun seluruh laporan pengguna barang semesteran. tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada kepala daerah melalui pengelola. tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada pengguna...

merek.Lanjutan • Hasil sensus/inventarisasi barang daerah dari masing-masing pengguna/kuasa pengguna. • Hasil sensus barang daerah dari masing-masing pengguna/kuasa pengguna. selanjutnya untuk tahun-tahun berikutnya pengguna/kuasa pengguna dan pengelola hanya membuat Daftar Mutasi Barang (bertambah dan/ atau berkurang) dalam bentuk rekapitulasi barang milik daerah.. • Laporan inventarisasi barang (mutasi bertambah dan/atau berkurang) selain mencantumkan jenis. dan 2) Daftar Mutasi Barang.. dicatat secara tertib pada : 1) Laporan Mutasi Barang. • Buku Induk Inventaris merupakan saldo awal pada daftar mutasi barang tahun berikutnya.. dan masing-masing dibuatkan Daftar Rekapitulasinya (Daftar Rekapitulasi Mutasi Barang)...Lanjutan • Mutasi barang bertambah dan/atau berkurang pada masing-masing SKPD setiap semester. selanjutnya pembantu pengelola merekap buku inventaris tersebut menjadi buku induk inventaris. Laporan Mutasi Barang merupakan pencatatan barang bertambah dan/atau berkurang selama 6 (enam) bulan untuk dilaporkan kepada kepala daerah melalui pengelola. • Buku Induk Inventaris sebagaimana dimaksud pada huruf e merupakan saldo awal pada daftar mutasi barang tahun berikutnya.. dan lain sebagainya juga harus mencantumkan nilai barang. Mutasi barang bertambah dan/atau berkurang pada masingmasing SKPD setiap semester.. Fasilitator diminta untuk mempelajari baik-baik trainers note terlampir. 25 Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran. Inventarisasi dan Pelaporan HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 49 . • Laporan mutasi barang merupakan pencatatan barang bertambah dan/atau berkurang selama 6 bulan untuk dilaporkan kepada kepala daerah melalui pengelola. selanjutnya untuk tahun-tahun berikutnya pengguna/kuasa pengguna dan pengelola hanya membuat Daftar Mutasi Barang (bertambah dan/atau berkurang) dalam bentuk rekapitulasi barang milik daerah. tipe... dicatat secara tertib pada : 1) Laporan Mutasi Barang... • Rekapitulasi seluruh barang milik daerah (daftar mutasi) disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri. 23 Pelaporan . dan masing-masing dibuatkan Daftar Rekapitulasinya (Daftar Rekapitulasi Mutasi Barang). di rekap ke dalam Buku Inventaris dan disampaikan kepada pengelola.. Daftar mutasi barang selama 1 (satu) tahun tersebut disimpan di pembantu pengelola.Lanjutan • Laporan Mutasi Barang semester I dan semester II digabungkan menjadi Daftar Mutasi Barang selama 1 (satu) tahun.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 22 Pelaporan ... 24 Pelaporan ... Laporan Mutasi Barang semester I dan semester II digabungkan menjadi Daftar Mutasi Barang selama 1 (satu) tahun. dan 2) Daftar Mutasi Barang. selanjutnya pembantu pengelola merekap buku inventaris tersebut menjadi buku induk inventaris. Latihan 3 Pembukuan... di rekap ke dalam buku inventaris dan disampaikan kepada pengelola.

pengawasan dan pengendalian Pembiayaan Tuntutan ganti rugi LBPT Pembukuan Inventarisasi Pelaporan BPB. melaksanakan inventarisasi/sensus BMD (5 tahunan) dan melaksanakan penilaian BMD.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 26 Setelah seluruh materi dan latihan disampaikan. Penggantian 4. 28 Pengelolaan Barang • Menyusun Perda Pengelolaan BMD • Menyusun Perbup/Perwali tentang Kode Lokasi • Melaksanakan Inventarisasi BMD • Melakukan appraisal BMD (aktiva tetap – tidak bergerak) Beberapa hal yang bisa direkomendasikan untuk pengelolaan barang daerah adalah: menyiapkan Perda pengelolaan BMD. lemparkan pertanyaan-pertanyaan untuk memancing peserta mengenai apa yang harus dipersiapkan daerah untuk pengelolaan barang daerah yang lebih baik? Apa yang perlu disiapkan Daerah? 27 Rencana kebutuhan dan penganggaran Pengadaan Penerimaan. Penghapusan Laporan Keuangan DRKBU DRKPBU DUBYAD DBMDYD KUA DAN PPAS RKA Belanja Modal Belanja Pemeliharaan Tayangkan kembali slide dengan alur hubungan pengelolaan barang daerah – perencanaan dan penganggaran – akuntansi. DMB dan BI p Ap Kebijakan akuntansi Akuntansi aset Akuntansi persediaan rai sal Analisis tingkat pelayanan RKBU Analisis kebutuhan: 1. Penambahan 2. KIB. KB. Pemeliharaan 3. BPnB. menyusun kode lokasi. penyimpanan dan penyaluran Penggunaan Penatausahaan Pengelolaan BMD Pemanfaatan Pengamanan dan pemeliharaan Penilaian Penghapusan Pemindahtanganan Pembinaan. untuk dapat melihat gambaran utuh posisi pengelolaan barang daerah dalam kerangka pengelolaan keuangan daerah. KPB. 50 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . LSPPB KIR.

sesuai siklus pengelolaan barang daerah/siklus pengelolaan keuangan daerah. terutama dalam hal akuntansi aset (aset tetap – tidak bergerak) dan persediaan. 30 Rencana Pengelolaan BMD Menyiapkan analisa kebutuhan BMD. HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 51 . Kedua hal tersebut sebaiknya diatur secara terinci dalam kebijakan akuntansi. maka dari sisi akuntansi harus disiapkan kebijakannya. maka hasil laporan pengelolaan barang daerah menjadi bahan penyusunan perencanaan kebutuhan barang dan bahan perencanaan kebutuhan pemeliharaan barang.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 29 Akuntansi • Menyusun Kebijakan Akuntansi yang secara terinci mengatur akuntansi aset tetap dan persediaan Karena hasil laporan pengelolaan BMD menjadi bahan penyusunan neraca/laporan keuangan. meliputi: • Rencana kebutuhan pengadaan BMD • Rencana kebutuhan pemeliharaan BMD Kemudian.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 52 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH LATIHAN 2: Pengkodean Barang HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 53 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 54 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

Kode lokasi dan kode barang HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 55 . Diskusi kelompok dilakukan dengan mengisi lembar yang telah disediakan serta mengikuti instruksi yang tertera.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Latihan 2: Pengkodean Barang Waktu: Total Waktu = 60 menit • 45 menit untuk latihan kelompok • 15 menit untuk pembahasan hasil kelompok Tujuan: Setelah melakukan latihan kasus ini peserta diharapkan mampu: 1. 5. Fasilitator menampilkan kunci jawaban dan memberikan penjelasan kepada peserta apabila diperlukan. Mengidentifikasi barang milik daerah 2. 2. 3. Materi : 1. Fasilitator membagikan lembar kerja pengkodean aset kepada peserta. Menyusun kode barang sesuai dengan lokasi dan jenis/macam barang Proses : 1. Peserta menyepakati hasil jawaban secara kelompok bukan perorangan 4. Peserta bekerja dalam kelompok (5-6 orang) dan memilih salah seorang anggotanya menjadi pimpinan diskusi kelompok. Fasilitator memilih salah satu kelompok untuk menyajikan hasil kerja kelompoknya. 2. Fasilitator menjelaskan tujuan latihan kepada peserta dalam ruang kelas. Lembar soal terlampir akan digunakan kelompok dalam mengerjakan latihan ini.

Sub2Kel. Thn Beli Sub Unit No Uraian Kode Barang Gol Bid. Sub Dinas Perkebunan Kabupaten Klaten yang diperoleh pada tahun 1990 Barang milik Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah berupa mobil jenazah ke tiga yang digunakan oleh Rumah Sakit Daerah yang dibeli tahun 2004 Bangunan gedung kantor permanen ke 2 yang digunakan untuk Dinas Pertanian Subdin Budi Daya Pangan Kabupaten Semarang yang diperoleh tahun 2005 Barang milik Departemen Kimpraswil berupa jembatan pertama pada jalan nasional yang dikelola oleh Dinas PU Subdin Pembangunan Kota Tegal yang diperoleh tahun 2000 Barang milik Dinas Pendidikan Kota Semarang berupa buku-buku pengetahuan bahasa Inggris berasal dari hibah pada tahun 2006 dengan no register 0001 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lembar Latihan Pengkodean Peserta diminta untuk mengidentifikasi dan memberikan kode atas barang dengan informasi sebagai berikut: Kode Lokasi Milik Prov Kab/Kota Bidang Unit Bid. Kelompok SubKel.0200 Barang Milik Provinsi Jawa Tengah berupa mesin bubut ke 2 yang digunakan oleh Dinas Perindustrian Subdin IKM Kabupaten Kebumen yang diperoleh pada tahun 2003 2 3 4 5 6 56 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . Kode Register 1 Barang milik pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupa tanah perkebunan karet yang dikelola oleh Dinas Pertanian.

.. Thn Beli Sub Unit No Uraian Kode Barang Gol Bid. Kelompok SubKel.. Kode Register 7 Barang milik Kabupaten Jepara berupa meja kerja ketua & wakil ketua DPRD yang dikelola oleh Sekwan urusan rumah tangga yang dibeli pada tahun 2006 Barang milik Kabupaten Kudus berupa bangunan stasiun bus permanen yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Subdin Perhubungan Darat yang diperoleh pada tahun 1999 8 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 57 ... Sub2Kel.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lanjutan lembar latihan. Kode Lokasi Milik Prov Kab/Kota Bidang Unit Bid.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 58 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH LATIHAN 3: Penatausahaan (Pembukuan. Inventarisasi dan Pelaporan) HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 59 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 60 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

33. Penyimpan barang diberi formulir/lampiran 8. 12. inventarisasi dan pelapran BMD. Menginventarisasikan barang milik daerah 3. 14. Peserta bekerja dalam kelompok (6 orang. 9.13.12. 8. 11. 31. 34. Lembar soal terlampir akan digunakan kelompok dalam mengerjakan latihan ini. Inventarisasi dan Pelaporan Waktu: Total Waktu = 2. Peserta menyepakati hasil jawaban secara kelompok bukan perorangan 7. inventarisasi dan pelaporan barang milik daerah. Fasilitator memilih salah satu kelompok untuk menyajikan hasil kerja kelompoknya. Melakukan pembukuan atas barang milik daerah 2. 30. 3. 34. 35. 2.15.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Latihan 3: Pembukuan. yang terdiri dari penyimpan barang dan pengurus barang) dan memilih salah seorang anggotanya menjadi pimpinan diskusi kelompok 4. Menyusun Laporan Barang Daerah Proses: 1.13. 30. 27. 9. 5. 14.5 Jam (150 menit) • 90 menit untuk latihan kelompok • 45 menit untuk round robbin (pembahasan hasil latihan per kelompok) • 15 menit untuk kesimpulan Tujuan: Setelah melakukan latihan ini peserta diharapkan mampu: 1. Foto copy semua lampiran satu eksemplar kecuali untuk: • Lampiran 12 (12 lembar) • Lampiran 13 (12 lembar) HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 61 . 26. 35. 10. 10. 32. Fasilitator menjelaskan tujuan latihan kepada peserta dalam ruang kelas.15. 36. Formulir yang terkait dengan pembukuan.26. 27. Materi : 1. 32. 2. Fasilitator menampilkan kunci jawaban dan memberikan penjelasan kepada peserta apabila diperlukan. Diskusi kelompok dilakukan dengan mengisi lembar yang telah disediakan serta mengikuti instruksi yang tertera. 6. 33. 31. Pengurus barang diberi formulir/lampiran 25. (Lampiran 8. 11. dan 36) Catatan: 1. 25. Fasilitator membagikan lembar soal dan beberapa formulir yang terkait dengan proses pembukuan.

Dibeli lampu neon untuk mengganti lampu neon yang lama sebanyak 5 buah @ Rp. Diberikan 1 buah Refill Ink Canon kepada bagian keuangan untuk mengganti tinta printer Canon BJC 210.000.33. Pada hari itu juga diketahui ternyata ada 2 rim kertas HVS dan 2 rim kertas folio yang rusak karena dimakan tikus.000 dan kertas folio sebanyak 8 rim @ Rp. 27. Berdasarkan permintaan bagian umum diberikan kertas folio sebanyak 2 rim. 11 Maret 2008 5 April 2008 10 April 2008 2 Mei 2008 10 Mei 2008 10 Juni 2008 Diminta : 1. Diberikan 2 rim kertas HVS kepada bagian kepegawaian. Diberikan spidol kepada bagian kepegawaian sebanyak 5 buah untuk kepentingan pelatihan. Buat Laporan Persediaan per 31 Desember 2007 2. Ada permintaan bagian umum untuk kertas folio sebanyak 3 rim. 36. sebanyak 2 rim ke bagian keuangan dan 1 rim ke bagian perlengkapan. Buatlah Laporan Persediaan Semester I 2008 62 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .000 dari CV ABC. Dibeli kertas HVS sebanyak 5 RIM @ Rp. Buat pembukuan untuk transaski barang pakai habis selama tahun 2008 3. Dibeli kertas HVS sebanyak 10 rim seharga @ Rp 33. Dipakai materai sebanyak 3 buah oleh bagian perlengkapan.000.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Barang Pakai Habis: Berdasarkan hasil opname fisik di gudang pada akhir tahun 2007 terdapat data-data persediaan sebagai berikut: Nama Barang Jumlah Kondisi Harga satuan 10 Jan 2008 5 Feb 2008 7 Feb 2008 Di distribusikan kertas HVS. 1 rim kertas HVS ke bagian keuangan dan 2 rim kertas HVS kepada bagian perlengkapan.

69.000. 2008 Dilakukan rehab terhadap gedung dengan menambah 1 tingkat serta pembuatan lahan parkir konblok seluas 100 m2 di atas tanah kosong dengan kontrak senilai Rp.000. sebelah selatan adalah Jalan Diponegoro.000 dengan No. dengan harga @Rp.06.000 1. dengan harga perolehan Rp.06. warna biru.000. 4.02. Untuk pekerjaan tersebut diterbitkan SPM untuk perencanaan sebesar Rp.500. No Aset 1 di ruang 101. 280.01.000 untuk rehab gedung dan Rp. Pembelian mobil 63 5 April 2008 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .03). Nomor sertifikat S-53265556.02. 2 di ruang 102 5. 2 Lemari besi (02. tape recorder ALPINA. Melakukan pembelian mobil Toyota Kijang Innova (02. 3.16) Nomor Ruang 101 101 101 Tahun Perolehan 2000 2000 2002 Jumlah 3 1 2 Harga Perolehan 800.000. P.000. SPM 00001/BPTH/2008 tanggal 7 Februari 2008 dan SP2D nomor 123503X/ 038/135 tanggal 9 Februari 2008. 900.01.04) 2 tingkat dibangun diatas tanah tersebut.11.02.000 Merk IBM Acer Transaksi yang terjadi selama semester I 2008: 2 Feb.03.000. Mesin Tik (02. Gedung permanen (03. Dengan rincian biaya Rp. bahan bakar bensin. Kota Bahagia. luas 2000 diperoleh tahun 1981. 500.000 Merk Casio Brother Optima 2.000.11. nomor mesin NF1215656H4545.000 untuk pembuatan lahan parkir. Pekerjaan diperkirakan selesai bulan Juli 2008 melalui 3 termin.200. Tanah diperoleh pada tahun 1980.000.01). 400. sebelah barat tanah milik Bambang.01. Harga on the road Rp.C unit (02.000.000 4. ber-AC merk National. Tanah (01. batas sebelah timur tanah milik Agung.000 900.10).09. luas 3000 m2. 159. sebelah utara tanah milik Choirie. tahun perolehan 1999.01. berlokasi di Jalan Ahmad Yani No 12 RT 05 RW 01.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Barang Inventaris: Semester I Berdasarkan hasil inventarisasi pada tanggal 5 Januari 2008 diperoleh data-data BMD sebagai berikut: 1.000.01.01) Nomor Ruang 101 102 Tahun Perolehan 1998 2003 Jumlah 2 1 Kondisi Baik Baik Harga Perolehan 3.000.000. 10. nomor rangka 586JKI228.000. dengan harga perolehan Rp.04. merk Alba.01. 90. Mobil tersebut bernomor polisi B 1966 OW.03. Kecamatan Indah.06.

03) HP Laser Jet 1000 Series dengan harga @ Rp. 50.06.03. 10 April 2008 Membeli 5 PC (02.02.06. Catat semua transaksi ke dalam lampiran yang diperlukan.05.00019/SKTK/2008 tanggal 05-04-2008 Rp. 70.000 yang dananya diperoleh dari APBD dengan nomor SPM 00004/BPTH/2008 tanggal 7 Mei 2008. Belanja 5321 dan SP2D No 123906X/038/355 11-04-2008 Melakukan perbaikan dan up grade terhadap 2 unit PC (kondisi RR) yang ada di ruang 103 dari Pentium II menjadi pentium 4. Setelah di-upgrade.000. 49. kedua komputer tersebut dipindahkan ke ruang 104. Setiap BMD harus dicatat dalam KIB dan KIR 2.03.000.000. 5.000.000. 123509X tanggal 30 Juni 2008 senilai Rp.000.PENGELOLAAN BARANG DAERAH tersebut didanai dari APBD dengan nomor SPM 00004/BKHK/2008 tanggal 15 April 2008 dengan SP2D nomor 123703X/038/535 tanggal 19 April 2008 senilai Rp. Kl. Total harga PC tersebut Rp.000.000. melalui SPM No. Buatlah Laporan BMD Semester I 64 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . 280. Klasifikasi Belanja 5321 dan SP2D nomor 123503X/ 038/135 tanggal 9 Mei 2008 sebesar Rp. Mobil tersebut merupakan kendaraan dinas. 2.000. 00005 tanggal 27 Juni 2008 dan SP2D No.000.01) Pentium Core Duo dengan merk IBM.000.000 9 Mei 2008 30 Juni 2008 Diminta : 1. Diterbitkan SPM kedua untuk pekerjaan bulan Februari dengan No. Biaya upgrade @ Rp 1.000. Bersamaan dengan itu dibeli juga 4 buah printer (02.

Materi: • Power Point Slide • Contoh Kasus • Lembar Latihan Waktu: ± 320 menit Metode: • Presentasi • Tanya Jawab. • Peserta mampu melakukan refleksi terhadap materi pelatihan yang diberikan dan seberapa jauh pemahaman ini menambah pengetahuan mereka tentang pengelolaan barang daerah.PENGELOLAAN BARANG DAERAH HARI III SESI 5 Rencana Pengelolaan Barang Daerah Tujuan: • Peserta mampu merangkum secara cepat tentang apa yang telah diberikan selama dua hari. • Latihan Alur: • Presentasi (30 menit) • Penjelasan slide (60 menit) • Latihan (180 menit) • Kesimpulan dan tanya jawab (30 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 65 . terutama untuk topik-topik dasar pengelolaan barang daerah. • Peserta dan fasilitator mampu melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan lokakarya.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 66 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

Bila dihadiri oleh pejabat tinggi daerah. Gunakan permainan yang menarik untuk perkenalan dengan para peserta. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 67 . • Belanja pemeliharaan belum dilakukan dengan memperhitungkan Cost and Benefit. Slide ini merupakan judul lokakarya yang akan disampaikan. Trainer memperkenalkan diri dan timnya. 4 Tujuan Rencana PengelolaanBMD • Mengelola BMD yang tersedia secara efektif • Merencanakan kebutuhan pengadaan dan kebutuhan pemeliharaan yang akan dilakukan • Memastikan bahwa BMD dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan publik • Memastikan BMD selalu dalam kondisi siap digunakan Slide ini menjelaskan tujuan dan manfaat yang bisa diperoleh dengan menyusun rencana pengelolaan barang daerah. sesuaikan permainan dengan jenis peserta yang hadir. sebaiknya perkenalan dilakukan dengan formal namun tetap akrab untuk membangun suasana pelatihan yang diinginkan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 1 Ucapkan selamat datang pada para peserta. Jelaskan agenda pelatihan. dilanjutkan dengan perkenalan dengan para peserta. Selamat Datang Pada Local Governance Support Program (LGSP) 2 Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD Tim Keuangan dan Penganggaran LGSP-USAID 3 Latar Belakang Slide latar belakang ini menjelaskan gambaran permasalahan yang mengemuka di daerah dan yang mendasari perlunya dilakukan rencana pengelolaan barang daerah. keberadaan dan kondisi BMD • Perencanaan dan penganggaran terhadap pengadaan dan pemeliharaan BMD bukan di dasarkan data yang ada. • Belum melakukan analisis kebutuhan terhadap BMD dengan membandingkan antara BMD yang tersedia dengan BMD yang diharapkan dalam rangka pemenuhan tingkat pelayanan publik. • Belum tersedianya data yang lengkap tentang status.

baik pengadaan maupun pemeliharaan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan publik . dimana setelah dilakukan analisis kebutuhan diperoleh rekomendasi untuk pengadaan. pemanfaatan dan penghapusan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 5 Pengertian Rencana Pengelolaan BMD Perencanaan kebutuhan adalah kegiatan merumuskan rincian kebutuhan barang milik daerah untuk menghubungkan pengadaan barang yang telah lalu dengan keadaan yang sedang berjalan sebagai dasar dalam melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan yang akan datang Secara umum pengertian rencana pengelolaan barang daerah adalah kegiatan untuk merumuskan rincian kebutuhan barang milik daerah. Fokus pembahasan pada bidang kotak. pemeliharaan. 6 Pengelolaan Aset Aset Sda & Financial Tingkat Pelayanan Barang Daerah Potensial Aset Kebutuhan Aset Perencanaan Manajemen Aset Identifikasi & Inventarisasi Analisis Pengembangan Prioritas Pengadaan Pemeliharaan & Perbaikan Belanja Operasional Identifikasi & Inventarisasi Analisis Kebutuhan Pemanfaatan Penghapusan & Pemindahtanganan Lain-lain Investasi Belanja Modal Pendapatan Penganggaran Pelaksanaan & Penatausahaan Pelaporan & Pengevaluasian Alur pengelolaan aset secara umum digambarkan pada slide disamping. 68 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

Penambahan 2. KIB. Standar Harga 2. Penggantian 4. Standar Kebutuhan 3. Fokus pelatihan adalah Rencana Pengelolaan BMD. Standar Barang Pengurus Barang Pengguna/ KuasaPengguna Pengelola/Kuasa Pengelola Buku Inventaris BI sebagai dasar menyusun RKBU dan RKPBU Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (DRKBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (DRKBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Pengguna dan Pengelola mebahas bersama DRKBU dan DRKPBU: Pembantu pengelola menyusun DKBMD dan DKPBMD Pembantu Pengelola menyusun Daftar Kebutuhan BMD dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan BMD DKBMD dan DKPBMD yang telah dituangkan ke KUA dan PPAS dijadikan dasar bagi pengguna untuk menyusun RKA DKBMD dan DKPBMD yang telah disetujui dan masuk dalam KUA & PPAS. BPnB. Pemeliharaan 3. 8 Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran BMD Uraian Buku Inventaris yang disusun oleh pengurus barang dijadikan dasar untuk penyusunan RKBU dan RKPBU dan kemudian diajukan kepada kuasa pengguna dan pengguna dengan mempertimbangkan: 1. menyusun RKA Daftar Kebutuhan BMD (DKBMD) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan BMD (DKPBMD) RKA DKBMD dan DKPBMD diusulkan dalam KUA & PPAS HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 69 . KB.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 7 Rencana kebutuhan dan penganggaran Pengadaan Penerimaan. penyimpanan dan penyaluran Penggunaan Penatausahaan Pengelolaan BMD Pemanfaatan Pengamanan dan pemeliharaan Penilaian Penghapusan Pemindahtanganan Pembinaan. pengawasan dan pengendalian Pembiayaan Tuntutan ganti rugi LBPT Pembukuan Inventarisasi Pelaporan BPB. LSPPB KIR. DMB dan BI p Ap Kebijakan akuntansi Akuntansi aset Akuntansi persediaan rai sal Analisis tingkat pelayanan RKBU Analisis kebutuhan: 1. KPB. Penghapusan Laporan Keuangan DRKBU DRKPBU DUBYAD DBMDYD KUA DAN PPAS RKA Belanja Modal Belanja Pemeliharaan Slide ini menjelaskan hubungan/alur antara pengelolaan BMD dengan akuntansi dan Rencana Pengelolaan BMD.

9 Proses Pengadaaan dan Penggunaan Barang Daerah Analisis Kebutuhan (Pengelola Barang) RKBU PEMDA USULAN PENGADAAN SKPD PENGADAAN BARANG/ JASA USULAN PENGUNAAN BARANG OLEH SKPD PENETAPAN KEPALA DAERAH DIGUNAKAN SKPD/Publik RKA SKPD (Pengelola Barang) Kinerja SKPD (Permendagri 13/2006) Evaluasi RKBU INVENTARISASI feed back Kemudian secara lebih sederhana proses pengadaan barang daerah seperti yang termuat dalam slide ini. tetapi merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan barang milik daerah.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Proses perencanaan kebutuhan dan penganggaran BMD. Bahwa hasil dari inventarisasi menjadi pertimbangan untuk pengadaan kebutuhan BMD. Mengenai perencanaan kebutuhan dan penganggaran bukanlah merupakan suatu kegiatan yang berdiri sendiri. dokumen-dokumen yang diperlukan serta pihak-pihak yang berperan dalam perencanaan kebutuhan BMD dapat dijelaskan secara rinci melalui slide di atas. 70 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . untuk menyusun Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) setelah dilakukan analisis kebutuhan dan selanjutnya disusun rencana pengadaan. Pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penganggaran perlu terkoordinasi baik dengan memperhatikan standarisasi yang telah ditetapkan sesuai kondisi daerah masing-masing.

Pengurus Barang (........Mesin 6 Bahan Asal/Cara Perolehan Barang Tahun Perolehan Ukuran Barang/ Konstruksi (P...PENGELOLAAN BARANG DAERAH 10 Langkah Penyusunan RPMD • Identifikasi & Inventarisasi BMD • Analisis Tingkat Pelayanan dan Analisis Kebutuhan • Penganggaran • Pelaksanaan & Penatausahaan • Pelaporan & Evaluasi Sedangkan langkah-langkan penyusunan Rencana Pengelolaan Barang Milik Daerah secara umum dimulai dengan identifikasi dan inventarisasi BMD untuk mengetahui kondisi nyata BMD saat ini.....D) 10 Satuan Keadaan Barang (B/KB/RB) No..... mengetahui nilai ekonomis barang...Chasisi No......Pabrik No.... perolehan. seperti kode barang. 1 2 3 5 7 8 9 11 12 13 14 15 ...Sertifikat No................... Urut Kode Barang Register Spesifikasi Barang Nama/ Jenis Barang 4 Merk/ Tipe No. Untuk melakukan inventarisasi....... admisnistratif... masa residual serta mengetahui biaya pemeliharaan barang terkait........... Mengetahui Kepala SKPD (............ kemudian melakukan analisa terhadap tingkat pelayanan yang akan dicapai dan kebutuhan terhadap barang... dilakukan pemeriksaan fisik BMD dengan mengumpulkan informasi-informasi seperti yang dibutuhkan untuk melengkapi form disamping...) NIP ../Kota: Provinsi : Nomor No... Selanjutnya dilakukan penganggaran........... Langkah identifikasi dan inventarisasi adalah untuk mengetahui kondisi BMD dengan melakukan pemeriksaan secara fisik. tahun perlolehan......... HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 71 ...... Kode Lokasi Jumlah Barang Harga Ket......... 11 Identifikasi • Melakukan pemeriksaan BMD meliputi ukuran............) NIP ............... ... Sebagai langkah terakhir dilaksanakan pelaporan dan evaluasi. pelaksanaan dan penatausahaan... satuan.... spesifikasi dan kondisi fisik • Melakukan pengumpulan dan pemeriksaan data-data legal baik secara administrasi dan hukum • Mengetahui keberadaan. kondisi dan jumlah barang dalam format unit dan nilai rupiah. sisa masa manfaat secara teknis • Mengetahui biaya pemeliharaan BMD tersebut 12 Inventarisasi SKPD : Kab.S... spesifikasi barang........ nilai ekonomis.....

penggantian. penghapusan dan pemanfaatan. yaitu: penambahan. Dari hasil analisis dapat diketahui rekomendasi tindakan. Kemudian dilakukan analisis kebutuhan dan kondisi terhadap BMD terhadap tingkat pelayanan yang ditetapkan. 72 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .PENGELOLAAN BARANG DAERAH 13 Alur Rencana Kebutuhan BMD Renstra SKPD Renja SKPD Analisis Tingkat Pelayanan Kebutuhan BMD LBPT Kondisi Existing Analisis Kebutuhan Penambahan Penggantian Pemeliharaan Pemanfaatan Penghapusan RKBMD RKPBMD DBMDYAD DUBYAD KUA & PPAS RKA SKPD Belanja Modal Belanja Pemeliharaan Slide di atas menjelaskan alur makro perencanaan pengelolaan BMD. Dimulai dari perencaraan strategis SKPD (Renstra) untuk mendefinisikan tingkat pelayanan yang ditetapkan/akan dicapai. pemeliharaan.

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 73 . Perencanaan kebutuhan barang milik daerah disusun oleh masing-masing unit sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) dengan memperhatikan standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah dan standarisasi harga yang telah ditetapkan oleh kepala daerah. Pemeliharaan 3. waktu dan jumlah biaya yang diperlukan. Penggantian 4. Penghapusan DRKBU DRKPBU DUBYAD DBMDYD KUA DAN PPAS RKA Belanja Modal Belanja Pemeliharaan Perencanaan penganggaran untuk pemenuhan kebutuhan barang harus terinci dengan memuat banyaknya barang.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 14 Analisis • Analisis tingkat pelayanan dilakukan untuk mendapatkan gambaran objektif tentang output/outcome dari program yang akan dicapai • Analisis kebutuhan dilakukan dengan membandingkan antara kondisi existing BMD dengan kebutuhan output/ outcome program yang akan dicapai Analisis tingkat pelayanan RKBU Analisis kebutuhan: 1. Penambahan 2. nama barang.

Tertinggal secara tehnis atau tidak effisien lagi Slide di atas ini membahas mengenai kriteria yang bisa dipertimbangkan untuk digunakan dalam menilai kondisi BMD.Untuk menjaga tingkat persediaan yang effisien dan efektif . Contoh Kasus 16 Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran. rusak ringan. dihapus. dan rusak berat • Pertimbangan pengadaan BMD: . Latihan 4 Analisis Tingkat Pelayanan 17 Penilaian Kondisi BMD • Pelaporan tentang kondisi barang milik daerah diperlukan sebagai informasi yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan terhadap barang tersebut • Penilaian mengenai tingkat pentingnya BMD dalam mencapai tingkat pelayanan yang diharapkan • Kondisi BMD dapat dikategorikan dalam 3 variasi. yaitu baik.Memenuhi jatah sesuai standar . Fasilitator diminta untuk mempelajari baik-baik trainers note terlampir. dijual atau hilang .Mengganti barang-barang yang rusak.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 15 Bagikan lembar contoh kasus dan fasilitasi peserta untuk mendiskusikan kasus yang disediakan.Mengisi kebutuhan dari SKPD . artinya untuk mengetahui kondisi BMD dan mengambil tindakan terhadap kondisi BMD bersangkutan 74 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

berdampak pada lingkungan. hanya menimbulkan sedikit biaya HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 75 . menimbulkan biaya yang sangat besar (biaya perawatan atau operasional). Kriteria BMD digolongkan rendah apabila: • Kemungkinan tidak memberi dampak pada tingkat layanan kepada masyarakat. cukup menghambat operasional aktivitas kerja (Tupoksi masih dapat terlaksana namun tidak optimal). menghambat operasional aktivitas kerja (Tupoksi tidak dapat terlaksana). ada kemungkinan berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai/masyarakat. sedikit berdampak pada lingkungan. berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai/ masyarakat. tidak berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai atau masyarakat. dalam jangka panjang akan menimbulkan biaya yang cukup besar. BMD digolongkan penting apabila: • Berdampak pada tingkat layanan kepada masyarakat. • Sedikit berdampak pada lingkungan • Hanya menimbulkan sedikit biaya Berdasarkan tingkat layanan dan biaya operasional. cukup berdampak pada lingkungan. BMD digolongkan sedang apabila: • Kemungkinan memberi dampak pada tingkat layanan kepada masyarakat.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 18 * Kriteria Penting Barang Milik Daerah Tingkat Penting Tinggi (T) • • • • • Akibat dari Kerusakan BMD Berdampak pada tingkat layanan kepada masyarakat Menghambat operasional aktivitas kerja (tupoksi tidak dapat terlaksana) Berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai/ masyarakat Berdampak pada lingkungan Menimbulkan biaya yang sangat besar (biaya perawatan atau operasional) Sedang (S) • Kemungkinan memberi dampak pada tingkat layanan kepada masyarakat • Cukup menghambat operasional aktivitas kerja (tupoksi masih dapat terlaksana namun tidak optimal) • Ada kemungkinan berpengaruh terhdp keamanan dan keselamatan pegawai/ masyarakat • Cukup berdampak pada lingkungan • Dalam jangka panjang akan menimbulkan biaya yang cukup besar Rendah (R) • Kemungkinan tidak memberi dampak pada tingkat layanan kepada masyarakat • Sedikit menghambat operasional aktivitas kerja (tupoksi masih dapat dilaksanakan dengan baik) • Tidak berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai atau masyarakat. sedikit menghambat operasional aktivitas kerja (Tupoksi masih dapat dilaksanakan dengan baik).

76 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . 20 Penilaian Tingkat Pentingnya BMD Level Penting Tinggi Sedang Rendah Nilai 101 – 150 51 – 100 0 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH 19 Penilaian BMD Berdasarkan Tingkat Penting No 1 Kriteria Penting Jumlah Masyarakat yang dilayani Indikator < 10 > 10 < 50 > 50 < 100 > 100 Skor (S) 1-10 2 5 8 10 0 5 10 0 5 10 0 5 10 2 4 6 8 10 Jumlah Bobot (B) 1-5 Nilai (S x B) 5 50 2 Pengaruh terhadap pelaksanaan operasional aktivitas (Tupoksi) Tidak berpengaruh Sedikit berpengaruh Sangat berpengaruh Tidak berpengaruh Sedikit berpengaruh Sangat berpengaruh Tidak berdampak Sedikit berdampak Sangat berdampak < 50 jt 4 40 3 Pengaruh terhadap keamanan dan keselamatan Dampak terhadap lingkungan 3 30 4 1 5 5 Biaya yang ditimbulkan > 50 jt < 100 jt >100 jt < 150 jt > 150 jt < 200 jt > 200 jt 2 8 135 Slide berikut membahas skala penilaian BMD berdasarkan tingkat pentingnya BMD.50 Setelah dilakukan penilaian BMD dan mendapatkan angka skor tingkat pentingnya. kemudian skor tersebut dikelompokkan berdasarkan nilai skor seperti tertera dalam slide disamping. Semakin tinggi skor atas BMD maka semakin penting pula BMD tersebut.

Rusak Ringan (RR) Rusak Berat (RB) Kriteria kondisi BMD barang bergerak dikelompokan dalam 3 kondisi: Baik (B). Tindakan terhadap BMD didasarkan pertimbangan ini yaitu bila BMD kondisi baik maka tindakannya adalahpemeliharaan. Rusak Ringan (RR) dan Rusak Berat (RB). kondisi BMD rusak berat tindakannya pemeliharaan berat dan atau penghapusan. Untuk berfungsi dengan baik memerlukan perbaikan ringan dan tidak memerlukan penggantian bagian utama/ komponen pokok. Apabila kondisi barang tersebut tidak utuh dan tidak berfungsi lagi atau memerlukan perbaikan besar/penggantian bagian utama/ komponen pokok.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 21 Kriteria Kondisi Jenis Barang Barang Bergerak Kondisi Baik (B) Indikasi Apabila kondisi barang tersebut masih dalam keadaan utuh dan berfungsi dengan baik Apabila kondisi barang tersebut masih dalam keadaan utuh tetapi kurang berfungsi dengan baik. kondisi rusak ringan tindakannya pemeliharaan sedang – berat. sehingga tidak ekonomis untuk diadakan perbaikan/rehabilitasi. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 77 .

Lanjutan Jenis Barang Barang Tidak Bergerak: Tanah Kondisi Baik (B) Indikasi Apabila kondisi tanah tersebut siap dipergunakan dan/atau dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.. erosi dan sebagainya. pengurugan. Apabila kondisi tanah tersebut karena sesuatu sebab tidak dapat dipergunakan dan/atau dimanfaatkan dan masih memerlukan pengolahan/perlakuan (misalnya pengeringan. kondisi rusak ringan tindakannya pemeliharaan sedang – berat. Tindakan terhadap BMD berupa barang bergerak didasarkan pertimbangan ini yaitu bila BMD kondisi baik maka tindakannya adalah pemeliharaan. perataan dan pemadatan) untuk dapat dipergunakan sesuai dengan peruntukannya. Apabila kondisi tanah tersebut tidak dapat lagi dipergunakan dan/atau dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya karena adanya bencana alam.. 78 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . kondisi BMD rusak berat tindakannya pemeliharaan berat dan atau penghapusan... Rusak Ringan (RR) dan Rusak Berat (RB). Rusak Ringan (RR) Rusak Berat (RB) Kriteria kondisi BMD barang tidak bergerak berupa bangunan dikelompokan dalam 3 kondisi: Baik (B).PENGELOLAAN BARANG DAERAH 22 Kriteria Kondisi..

Rusak Ringan (RR) dan Rusak Berat (RB).Lanjutan Jenis Barang Barang Tidak Bergerak: Bangunan Kondisi Baik (B) Indikasi Apabila bangunan tersebut utuh dan tidak memerlukan perbaikan yang berarti kecuali pemeliharaan rutin. Tindakan terhadap BMD berupa barang bergerak didasarkan pertimbangan ini yaitu bila BMD kondisi baik maka tindakannya adalah pemeliharaan. Rusak Ringan (RR) Rusak Berat (RB) Kriteria kondisi BMD barang tidak bergerak berupa bangunan dikelompokan dalam 3 kondisi: Baik (B). Apabila bangunan tersebut masih utuh. kondisi BMD rusak berat tindakannya pemeliharaan berat dan atau penghapusan. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 79 . Apabila bangunan tersebut tidak utuh dan tidak dapat dipergunakan lagi. kondisi rusak ringan tindakannya pemeliharaan sedang – berat....PENGELOLAAN BARANG DAERAH 23 Kriteria Kondisi. memerlukan pemeliharaan rutin dan perbaikan ringan pada komponen-komponen bukan konstruksi utama...

80 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . Tindakan terhadap BMD berupa barang bergerak didasarkan pertimbangan ini yaitu bila BMD kondisi baik maka tindakannya adalah pemeliharaan. Rusak Berat (RB) Kriteria kondisi BMD barang tidak bergerak berupa jalan dan jembatan dikelompokan dalam 3 kondisi: Baik (B).PENGELOLAAN BARANG DAERAH 24 Kriteria Kondisi..... kondisi rusak ringan tindakannya pemeliharaan sedang – berat. Rusak Ringan (RR) dan Rusak Berat (RB).. kondisi BMD rusak berat tindakannya pemeliharaan berat dan atau penghapusan. Apabila kondisi fisik barang tersebut dalam keadaan tidak utuh/tidak berfungsi dengan baik dan memerlukan perbaikan dengan biaya besar.Lanjutan Jenis Barang Barang Tidak Bergerak: Jalan dan Jembatan Kondisi Baik (B) Indikasi Apabila kondisi fisik barang tersebut dalam keadaan utuh dan berfungsi dengan baik. Rusak Ringan (RR) Apabila kondisi fisik barang tersebut dalam keadaan utuh namun memerlukan perbaikan ringan untuk dapat dipergunakan sesuai dengan fungsinya.

sehingga koordinasi dan sinkronisasi dalam kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan baik. Pembantu pengelola melaksanakan koordinasi. Dalam perencanaan kebutuhan dan penganggaran barang daerah perlu adanya pemahaman dari seluruh satuan kerja perangkat daerah terhadap tahapan kegiatan pengelolaan barang milik daerah. Standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah dan standarisasi harga. yang berlaku untuk suatu jenis barang dan untuk suatu jangka waktu tertentu). (Standarisasi merupakan penentuan jenis barang dengan titik berat pada keseragaman. kualitas.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 25 Matriks Alternatif Keputusan Penting\ Kondisi Baik (B) Rusak Ringan (RR) Pemeliharaan Sedang (PS) Rusak Berat (RB) Pemeliharaan Berat (PB) Penggantian (G) Pemeliharaan Berat (PB) Penggantian (G) Penghapusan (H) Tinggi (T) Pemeliharaan Ringan (PR) Sedang (S) Pemeliharaan Ringan (PR) Pemeliharaan Sedang (PS) Rendah (R) Pemeliharaan Ringan (PR) Pemanfaatan (M) Pemeliharaan Sedang (PS) Pemanfaatan (M) Pemindahtangan (P) Kemudian setelah mengetahui tingkat kepentingan BMD dan kondisi BMD bersangkutan. kapasitas dan bentuk yang memudahkan dalam hal pengadaan dan perawatan. dan b. menyiapkan/ menyusun dan menghimpun: a. Rencana kebutuhan barang milik daerah untuk satu tahun anggaran yang diperlukan oleh setiap SKPD. 26 Rencana Kebutuhan Barang • Perencanaan kebutuhan barang milik daerah disusun oleh masing-masing unit sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKASKPD) dengan memperhatikan standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah dan standarisasi harga yang telah ditetapkan oleh Kepala Daerah. tindakan-tindakan umum yang bisa dipertimbangkan untuk dilakukan dapat dijelaskan melalui slide disamping. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 81 .

2. • Alasan-alasan kebutuhan. • Setiap SKPD menyusun RKBarang dan RKPB. 29 Tahapan Kegiatan • Pengguna Barang merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam RKA-SKPD sebagai bahan dalam penyusunan RAPBD. • Setelah APBD ditetapkan setiap SKPD menyusun Daftar Rencana Tahunan Barang dan disampaikan kepada kepala daerah melalui pengelola. Cara pengadaan. Barang apa yang dibutuhkan. Bilamana dibutuhkan. Dalam melakukan perencanaan kebutuhan barang dilaksanakan berdasarkan pertimbangan yaitu: 1. Pertimbangan teknologi. dijual. dan • Pertimbangan teknologi. macam maupun jumlah dan besarnya barang yang dibutuhkan. • Bilamana dibutuhkan. 4. • Berapa biaya. mati atau sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan penggantian. 3. • Untuk menjaga tingkat persediaan barang milik daerah bagi setiap tahun anggaran bersangkutan agar efisien dan efektif. • Adanya barang-barang yang rusak. Alasan-alasan kebutuhan. • Dimana dibutuhkan. hilang. Adanya barang-barang yang rusak. hilang. Adanya peruntukan barang yang didasarkan pada peruntukan standar perorangan. • Daftar kebutuhan barang daerah tersebut dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah. Untuk mengisi kebutuhan barang pada masing-masing unit/satuan kerja sesuai besaran organisasi/jumlah pegawai dalam satu organisasi. • Berdasarkan rencana tahunan barang dari semua SKPD. dan • Cara pengadaan. jika terjadi mutasi bertambah personil sehingga mempengaruhi kebutuhan barang. dan g. c. • Masing-masing SKPD menyusun Rencana Kebutuhan Barang dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang kemudian menyampaikan kepada pengelola melalui pembantu pengelola untuk meneliti dan menyusun menjadi Rencana Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RDKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD). dan 5. dihapus. • Setelah APBD ditetapkan. dihapus. Untuk menjaga tingkat persediaan barang milik daerah bagi setiap tahun anggaran bersangkutan agar efisien dan efektif. • Adanya peruntukan barang yang didasarkan pada peruntukan standar perorangan. Dimana dibutuhkan. f. • Berdasarkan rencana tahunan barang dari semua SKPD. diteliti dan dihimpun menjadi Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (DKBMD) untuk satu tahun anggaran. • SKPD sebagai pengguna barang merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam RKA-SKPD sebagai bahan dalam penyusunan RAPBD. jika terjadi mutasi bertambah personil sehingga mempengaruhi kebutuhan barang. baik jenis. Kegiatan perencanaan dan penentuan kebutuhan didasarkan atas beban tugas dan tanggungjawab masing-masing unit sesuai anggaran yang tersedia dengan memperhatikan halhal sebagai berikut: a. • Siapa yang mengurus dan siapa yang menggunakan. Berapa biaya. diteliti dan dihimpun menjadi Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) untuk satu tahun anggaran. • Standarisasi dan spesifikasi barang-barang yang dibutuhkan. b. e. dijual. Siapa yang mengurus dan siapa yang menggunakan. d. setiap SKPD menyusun Daftar Rencana Tahunan Barang dan disampaikan kepada kepala daerah melalui pengelola. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 28 Pertimbangan Rencana Kebutuhan Barang Didasarkan atas beban tugas dan tanggungjawab masing-masing unit sesuai anggaran yang tersedia dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Barang apa yang dibutuhkan. mati atau sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan penggantian. • DKBMD tersebut sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah 82 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH 27 Pertimbangan Rencana Kebutuhan Barang • Untuk mengisi kebutuhan barang pada masing-masing Unit/Satuan Kerja sesuai besaran organisasi/jumlah pegawai dalam satu organisasi. disampaikan kepada Pengelola melalui pembantu pengelola untuk meneliti dan menyusun menjadi Rencana Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RDKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD).

Cuaca. dan c. perkiraan biaya. tetapi dapat diperkirakan kebutuhannya yang mengakibatkan pembebanan anggaran. getaran dan tekanan. Pemeliharaan merupakan kegiatan atau tindakan agar semua barang selalu dalam kedaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna. Pemeliharaan dilakukan terhadap barang inventaris yang sedang dalam unit pemakaian. Air dan kelembaban. dan e. yang dengan tegas dan secara tertulis memuat macam/jenis barang. c. jenis pekerjaan. waktu pelaksanaan dan pelaksanaannya. tanpa merubah. waktu pelaksanaan dan pelaksanaannya. Pemeliharaan ringan adalah pemeliharaan yang dilakukan sehari. perkiraan biaya. banyaknya atau volume pekerjaan. Penyelenggaraan pemeliharaan dimaksudkan untuk mencegah barang milik daerah terhadap bahaya kerusakan yang disebabkan oleh faktor: a. jenis pekerjaan. Fisik yang meliputi proses penuaan. Pemeliharaan sedang adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara berkala oleh tenaga terdidik/ terlatih yang mengakibatkan pembebanan anggaran. d. sifat barang yang bersangkutan dan sifat barang lain. menambah atau mengurangi bentuk maupun kontruksi asal. Pemeliharaan berat adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara sewaktu-waktu oleh tenaga ahli yang pelaksanaannya tidak dapat diduga sebelumnya. b. sehingga dapat dicapai pendayagunaan barang yang memenuhi persyaratan baik dari segi unit pemakaian maupun dari segi keindahan. Biologis. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 83 . b. Rencana pemeliharaan barang yaitu penegasan urutan tindakan atau gambaran pekerjaan yang akan dilaksanakan terhadap barang inventaris. banyaknya atau volume pekerjaan. benturan.hari oleh unit pemakai / pengurus barang tanpa membebani anggaran. Penyelenggaraan pemeliharaan dapat berupa : a. Lain-lainnya yang dapat mengakibatkan perubahan kualitas dan sifat-sifat lainnya yang mengurangi kegunaan barang. yang dengan tegas dan secara tertulis memuat macam/jenis barang. suhu dan sinar. pengotoran debu.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 30 Rencana Pemeliharaan BMD • Penegasan urutan tindakan atau gambaran pekerjaan yang akan dilaksanakan terhadap barang inventaris.

waktu dan pelaksanaannya • Sebagai bahan penyusunan Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang • Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang disampaikan kepada Pengelola melalui Pembantu Pengelola sebagai pedoman selama tahun anggaran yang bersangkutan • Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang SKPD ditandatangani oleh Kepala SKPD. 84 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . Setiap perubahan yang akan diadakan pada rencana pemeliharaan barang harus dengan sepengetahuan kepala SKPD yang bersangkutan. Setiap unit diwajibkan untuk menyusun rencana pemeliharaan barang dimaksud dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Untuk rencana tahunan pemeliharaan barang bagi SKPD ditandatangani oleh kepala SKPD dan diajukan pada waktu dan menurut prosedur yang ditetapkan. khususnya Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang. sebelum diajukan kepada pengelola melalui pembantu pengelola. jenis pekerjaan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 31 Ketentuan Rencana Pemeliharaan • Memuat ketentuan mengenai macam/jenis barang. waktu dan pelaksanaannya. perkiraan biaya. Pelaksanaan pemeliharaan barang milik daerah dilaksanakan oleh pembantu pengelola. Pelaksanaan pemeliharaan barang milik daerah ditetapkan dengan surat perintah kerja/surat perjanjian/kontrak yang ditandatangani oleh kepala SKPD. Harus memuat ketentuan mengenai macam/jenis barang. dengan demikian maka rencana tahunan pemeliharaan barang merupakan landasan bagi pelaksanaan pemeliharaan barang. Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang disampaikan kepada pengelola melalui pembantu pengelola untuk dipergunakan sebagai pedoman selama tahun anggaran yang bersangkutan. sebelum diajukan kepada Pengelola melalui Pembantu Pengelola. 2. jenis pekerjaan. dan 3. perkiraan biaya. banyaknya atau volume pekerjaan. banyaknya atau volume pekerjaan. pengguna dan kuasa pengguna sesuai dengan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (DKPBMD) yang ada di masing-masing SKPD. Menjadi bahan dalam menyusun rencana APBD. Setiap perubahan yang akan diadakan pada Rencana Pemeliharaan Barang harus dengan sepengetahuan Kepala SKPD yang bersangkutan.

.... Uraian Pemeliharaan 3 Lokasi Kode Barang 5 Jumlah Barang 6 Harga Satuan 7 Jumlah Biaya (Rp) 8 Kode Rekening 9 Keterangan No Nama/Jenis Barang 2 1 4 10 ..... Kepala SKPD (.............) NIP: .. Kepala SKPD (..................................... No Nama/Jenis Barang 2 Merk/Tipe Ukuran 3 Jumlah Barang 4 Harga Satuan (Rp) 5 Jumlah Biaya (Rp) 6 Kode Rekening 7 Keterangan 1 8 ................... Slide ini menampilkan formulir Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) 33 UNIT : KAB/KOTA : PROVINSI : DAFTAR RENCANA PEMELIHARAAN BARANG UNIT (RKPBU) TAHUN ANGGARAN …..............PENGELOLAAN BARANG DAERAH 32 KAB/KOTA PROVINSI DAFTAR RENCANA KEBUTUHAN BARANG UNIT (RKBU) TAHUN ANGGARAN ….................................................) NIP: .................... Slide ini menampilkan formulir Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (RKPBU) HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 85 ....................

SKPD menyusun rencana kebutuhan barang unit (RKBU) dan rencana kebutuhan pemeliharaan barang unit (RKPBU). Latihan 5 Analisis Kebutuhan 35 Penganggaran • Susun RKBU dalam RKA –SKPD • Jabarkan kedalam program kegiatan. pembantu pengelola menyusun Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (DKBMD) dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (DKPBMD).. Evaluasi MDN/GUB lalu Penetapan Perda APBD • Penyusunan DPA – SKPD.Lanjutan Setelah keputusan ditetapkan. 1 dan 2. Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (DKBMD) dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (DKPBD). pembahasan di DPRD • Persetujuan DPRD. diteliti dan dihimpun menjadi Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) untuk satu tahun anggaran. ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. rencana kebutuhan barang SKPD disusun berdasarkan standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah yang ditetapkan kepala daerah (Pengelola bersama pengguna membahas usul rencana kebutuhan barang milik daerah/rencana kebutuhan pemeliharaan barang milik daerah masing-masing SKPD tersebut dengan memperhatikan data barang pada pengguna dan/atau pengelola untuk ditetapkan sebagai Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD) Setelah APBD ditetapkan. Fasilitator diminta untuk memperlajari baik-baik trainers note terlampir. selaraskan dg KUA & PPAS • Masukkan kedalam RKA – SKPD pada format 2.2. penyesuaian dg Perda APBD • Persetujuan Sekda dan pengesahan oleh PPKD Satuan Kerja Perangkat Daerah sebagai pengguna barang merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) sebagai bahan dalam penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD). 86 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . 36 Penganggaran. • Masuk dalam RAPBD. Setiap SKPD menyusun rencana kebutuhan barang dan rencana kebutuhan pemeliharaan barang kemudian menyampaikan kepada pengelola melalui pembantu pengelola untuk meneliti dan menyusun menjadi Rencana Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RDKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD).. sebagai dasar pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah. Berdasarkan rencana tahunan barang dari semua SKPD.2.. maka langkah selanjutnya adalah SKPD yang bersangkutan merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam RKA SKPD sebagai bahan dalam penyusunan RAPBD.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 34 Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran.

Perencanaan kebutuhan pemeliharaan barang milik daerah disusun dalam Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) dengan memperhatikan data barang yang ada dalam pemakaian. Perencanaan kebutuhan dan pemeliharaan barang milik daerah berpedoman pada standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah dan standar harga yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. Peraturan Kepala Daerah dan Keputusan Kepala Daerah dijadikan acuan dalam menyusun Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD). Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD) sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) masing-masing satuan kerja perangkat daerah sebagai bahan penyusunan rencana APBD. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 87 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH 37 Rencana Tahunan Barang Unit Pengadaan dan Pemeliharaan • Sebagai dasar pelaksanaan • Sebagai dasar pengawasan • Ditanda tangani Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah • Perubahan RTBU atas persetujuan Kepala Daerah • Kompilasi RTBU menjadi DKBPD (Daftar Kebutuhan Barang Pemerintah Daerah) yang meliputi : Belanja Pemeliharan dan Belanja Modal Perencanaan kebutuhan barang milik daerah disusun dalam rencana kerja dan anggaran satuan kerja perangkat daerah setelah memperhatikan ketersediaan barang milik daerah yang ada.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 88 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH PANDUAN LATIHAN 4: Analisis Tingkat Pelayanan HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 89 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 90 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

Jumlah kecamatan dan keluruhan .000 jiwa/tahun HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 91 . Kendaraan ambulan 1 unit. Dengan BMD yang dimiliki ini. dan belum memiliki kendaraan unit kesehatan.Identifikasi BMD utama dalam pelayanan .PENGELOLAAN BARANG DAERAH Latihan 4: Contoh Kasus Tingkat Pelayanan Dinas Kesehatan • Tujuan dan sasaran umum (jangka menengah) Dinas Kesehatan “Kota Sukaraja” adalah: Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan target layanan adalah masyarakat yang terakses pelayanan kesehatan sebesar 50% dari jumlah masyarakat miskin di Kota Sukaraja (RPJMD). Puskesmas pembantu 12. Puskesmas dan kendaraan unit kesehatan • Kapasitas BMD: Puskesmas dapat melayani 5. kendaraan operasional sebanyak 4 unit. Perlengkapan kantor 8 unit dan peralatan kesehatan dan kedokteran 7 set. peralatan komputer sebanyak 11 unit.Jumlah penduduk . baru dapat melayani 20% dari total masyarakat miskin Identifikasi Kebutuhan BMD • Menyiapkan data yang dibutuhkan: .000 jiwa/tahun Puskesmas pembantu: 2. (Diasumsikan target layanan ini dapat direalisasikan dalam jangka waktu 3 tahun) • Pada saat ini Kota Sukaraja sudah memiliki Puskesmas sebanyak 2 unit.500 jiwa/tahun 1 unit kendaraan pelayanan kesehatan: 1.Jumlah dan % penduduk miskin (termasuk ditiap kecamatan dan kelurahan) . Puskesmas pembantu 5 unit.Berapa besar kapasitas BMD utama untuk melayani masyarakat . motor 5 unit.Berapa % masyarakat yang dapat dilayani dengan BMD yang ada • Memperkirakan jumlah dan harga perolehan BMD yang dibutuhkan dalam jangka menengah (3 tahun) dan dibreakdown dalam jangka satu tahunan • Buat daftar kebutuhan BMD Perkiraan Perhitungan Kebutuhan BMD • Jumlah kecamatan: 5 dan kelurahan 40 • Jumlah penduduk 600 ribu jiwa • Penduduk miskin sebanyak 20% dari jumlah penduduk atau 120 ribu jiwa • Tingkat layanan yang diinginkan 50% dari jumlah penduduk miskin atau 60 ribu jiwa • BMD utama untuk melayani kesehatan masyarakat adalah Puskesmas (tanah dan sedung) dan kendaraan unit kesehatan • BMD pendukung adalah perlengkapan dan peralatan untuk operasionalisasi kantor dinas. Tingkat layanan tsb dapat tercapai jika jumlah Puskesmas sebanyak 5 unit.Jumlah penduduk di tiap kecamatan dan kelurahan .Identifikasi BMD pendukung . dan kendaraan unit kesehatan masyarakat yang difungsikan untuk Puskesmas keliling sebanyak 5 unit.

000 orang = 5.500 orang = 30.000 orang • Kendaraan unit kesehatan 5 unit X 1.000 orang 130. • Dengan BMD yang dimiliki saat ini.000 orang 92 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .000 orang Maka kebutuhan BMD utama untuk mencapai target pelayanan dalam jangka waktu 3 tahun adalah 5 Puskesmas.000 orang = 25.000 masyarakat miskin (120.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Diprioritaskan di tiap kecamatan ada 1 Puskesmas dan 1 kendaraan unit kesehatan masyarakat serta tiap kelurahan ada 1 Puskesmas pembantu • Puskesmas 5 unit X 5. baru dapat melayani 20% dari total masyarakat miskin.000 orang – Puskesmas pembantu 2 unit x 2.000 orang • Puskesmas pembantu 40 unit X 2.000 orang = 5. 12 Puskesmas pembantu dan 5 kendaraan unit kesehatan.500 orang = 5.000 orang • Kendaraan unit kesehatan 5 unit X 1.000 orang • Puskesmas pembantu 12 unit X 2. sehingga untuk mencapai tingkat 50% masih harus ditingkatkan sebesar 30% • Jika target pelayanan diharapkan dapat terealisir dalam 3 tahun. maka dibutuhkan: • Puskesmas 5 unit X 5.000 orang = 25. maka pertahun diharapkan ada peningkatan target pelayanan sebesar 10% atau 12.000 orang 60.000 orang 12.000 orang Untuk dapat melayani 60 ribu jiwa penduduk miskin.000 x 10%) • Maka BMD utama yang dibutuhkan tiap tahun adalah: – Puskesmas 1 unit x 5.000 orang = 2.500 orang = 100.000 orang – Kendaraan unit kesehatan 2 unit x 1.000 orang = 5.

000 Kendaraan Unit Kesehatan Station Wagon 5 450.000 Bangunan Puskesmas 250 m2 5 1.000.000.000 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 93 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH Daftar Kebutuhan BMD SASARAN (TINGKAT PELAYANAN) Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan target layanan adalah masyarakat yang terakses pelayanan kesehatan sebesar 50% dari jumlah masyarakat miskin di Kota Surakarta KEBUTUHAN BMD Nama/Jenis Barang Merk/Tipe/Ukuran Jumlah Barang Pagu Indikatif Tanah Puskesmas 300 m2 5 300.000.000.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Kondisi Existing BMD SASARAN (TINGKAT PELAYANAN) Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan target layanan adalah masyarakat yang terakses pelayanan kesehatan sebesar 50% dari jumlah masyarakat miskin di Kota Surakarta. Kode Nama/Jenis Barang Barang Gedung Puskesmas 1 Merk/Tipe/ Ukuran 250 m2 Tingkat Penting* Tinggi Kondisi** Alternatif Keputusan Pemeliharaan Ringan RR Gedung Puskesmas 2 300 m2 Tinggi RB Pemeliharaan Berat 94 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PANDUAN LATIHAN 5: Analisis Tingkat Kebutuhan

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

95

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

96

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Latihan 5 Existing BMD dan Analisis Tingkat Kesenjangan
Informasi dari Dinas Kesehatan Kota Sukaraja: 1. Tujuan dan sasaran umum Dinas Kesehatan Kota Sukaraja adalah Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan target layanan adalah masyarakat yang terakses pelayanan kesehatan sebesar 50% dari jumlah masyarakat miskin di Kota Sukaraja. Untuk mencapai tersebut target layanan tersebut dirumuskan indikator kinerja untuk Barang Milik Daerah sebagai berikut: a. Jumlah Puskesmas dan perangkatnya sebanyak 5 unit b. Jumlah Puskesmas pembantu dan perangkatnya sebanyak 12 c. Jumlah kendaraan unit kesehatan masyarakat yang difungsikan untuk Puskesmas keliling sebanyak 5 unit 2. Pada saat ini Dinas Kesehatan Kota Sukaraja sudah memiliki Puskesmas sebanyak 2 unit, Puskesmas pembantu 5 unit, dan belum memiliki kendaraan unit kesehatan. Kendaraan ambulan 1 unit, kendaraan operasional sebanyak 4 unit, kendaraan bermotor roda dua 5 unit, peralatan komputer sebanyak 10 unit, laptop 1 unit, perlengkapan kantor, poliklinik set dan peralatan kedokteran. Untuk data barang milik daerah yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kota Sukaraja saat ini berdasarkan hasil inventarisasi barang yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: a. Tanah 1) Tanah bangunan kantor dinas kesehatan (01.01.11.04.01) yang terletak di Jalan Slamet Riyadi dengan luas 3.000 m2, digunakan untuk lokasi kantor dinas kesehatan. Tanah diperoleh pada tahun 1980 dengan harga perolehan Rp. 500.000.000 dengan No. sertifikat S-7648373 2) Tanah bangunan Puskesmas (01.01.11.04.12) dengan perincian: a) Di Kecamatan Banjarsari dengan luas 750 m2 diperoleh dengan harga Rp. 75.000.000 pada tahun 1985 (Reg. 0001) dengan No. sertifikat S-7748303. b) Di kecamatan Jebres dengan luas 400 m2 diperoleh dengan harga Rp. 40.000.000 pada tahun 1989 (Reg. 0004) dengan No. sertifikat S-6644373 c) Untuk Puskesmas pembantu dengan perincian sebagai berikut: (1) Di Kelurahan Kadipiro dengan luas 200 m2 diperoleh dengan harga Rp. 25.000.000 pada tahun 1987 (Reg. 0002) dengan No. sertifikat S-4648973 (2) Di Kelurahan Kepatihan dengan luas 150 m2 diperoleh dari hibah dari perorangan pada tahun 1990 (Reg. 0005) dan dinilai dengan harga pasar sebesar Rp. 17.500.000 dengan No.sertifikat S-6644303 (3) Di Kelurahan Jagalan dengan luas 175 m2 dengan harga perolehan Rp. 20.000.000 pada tahun 1995 (Reg. 0007) dengan No. sertifikat S-8646333 (4) Di Kelurahan Mangkubumen dengan luas 135 m2 dengan harga perolehan Rp 15.000.000 pada tahun 1988 (Reg. 0003) denganNo. sertifikat S-5688379 (5) Di Kelurahan Sumber dengan luas 145 m2 dengan harga perolehan Rp. 18.000.000 pada tahun 1992 (Reg. 0006) dengan No. sertifikat S-6645343

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

97

01.01-10) dengan merk Olimpic yang digunakan di kantor dinas dan Puskesmas-Puskesmas pembantu sebanyak 8 unit dengan total harga perolehan Rp.06.000. (Reg.500. 0001) dengan harga perolehan Rp. No. No. Kondisi 5 unit Baik.5384768. Kondisi rusak ringan. 2 unit rusak ringan dan 1 unit rusak berat. 4) Poliklinik Set (02. Kendaraan ini dinilai sebesar Rp. BPKB A.000.01) merk Kijang merupakan hibah dari Departemen Kesehatan pada tahun 2000 (Reg. b) Sedan (02. 75.01. ada 7 set dengan merk Medica: 2 set di Puskesmas dan 5 set di Puskesmas pembantu dengan total harga perolehan Rp.000. 0001-0002). masing-masing diperoleh pada tahun dioperasikannya Puskesmas dan Puskesmas pembantu tersebut. BPKB C.7649876.8563873.01.000.01-10). No. Diperoleh pada tahun 2003 (Reg. Kondisi barang 6 Set dalam keadaan baik dan 1 set tidak terpakai (TG/tidak digunakan) 5) Peralatan kedokteran (02. (2) 5 unit dengan merk IBM (Reg. merk Toyota Corolla Altis yang digunakan oleh Kepala Dinas. 15. (Reg.0000. c) Station wagon (02. Kondisi baik 3) Perlengkapan Kantor berupa meja. Kondisi saat ini rusak berat karena tabrakan dan sudah satu tahun tidak digunakan. a) PC unit (02. kursi dan lemari kantor (02.02.000.000. BPKB A. ada 7 set: 2 set di Puskesmas dan 5 set di Puskesmas pembantu dengan total harga perolehan Rp. Semua dalam kondisi baik.03.639857.000 per unit pada tahun 2000.13.000.03.01.06.000.02) dengan merk Toshiba (Reg.01.01.500. 350.03.08.01. No. 10. 0001) diperoleh dengan harga Rp. 7. 85. BPKB A. Satu dengan kondisi rusak ringan dan satunya kondisi baik (2) 1 unit merk Daihatsu Zebra diperoleh pada tahun 2000 dengan harga perolehan Rp.03. 0001-0005) dengan harga perolehan Rp. 3 unit kondisi baik dan 2 unit kondisi rusak berat. 250.03.000. 150. 0004).04.02.01) sejumlah 10 unit dengan rincian: (1) 5 unit dengan merk Acer (Reg. b) 1 unit laptop (02. 0001-005) diperoleh dengan harga Rp.000 (Reg.04.8658736-7. Kondisi saat ini rusak ringan. Kondisi barang 6 Set dalam keadaan baik dan 1 set tidak terpakai.01) sebanyak 5 unit dengan merk Honda Supra yang dibeli tahun 2004 (Reg.0000. Peralatan dan Mesin 1) Kendaraan a) Ambulan (02. namun ada 2 unit yang tidak digunakan secara optimal (jarang digunakan).01. 98 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .000. BPKB A. 0003). No. Kondisi kendaraan. 52. 65.06. Kondisi baik. d) Kendaraan bermotor beroda dua (02.000. masingmasing diperoleh pada tahun dioperasikannya Puskesmas dan Puskesmas pembantu tersebut.01.01). 190. 2) Komputer dan perlengkapannya.01-10).03) meliputi: (1) 2 unit merk Suzuki Futura diperoleh pada tahun 1992 dengan harga perolehan Rp.08. Puskesmas dan Puskesmas pembantu tersebut.000. BPKB A.05. 0001) dan ditempatkan di Puskesmas Banjarsari. 0006-010) diperoleh dengan harga Rp.000.000 per unit pada tahun 2005.03. 1 unit rusak ringan dan 1 unit rusak berat.000. 80. 3 unit baik.01-07.4367381-5.000 pada tahun 2006.PENGELOLAAN BARANG DAERAH b. (3) 1 unit merk Toyota Kijang diperoleh pada tahun 2003 dengan harga perolehan Rp.000 pada tahun dioperasikannya kantor dinas.000. No.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH c.000.350.000 pada tahun 1995 (Reg.1) pada tahun 1981 (Reg.000 pada tahun 1995 (Reg. (2) Di Kelurahan Kepatihan dengan luas 100 m2 diperoleh dari hibah dari perorangan pada tahun 1990 (Reg. Kondisi bangunan baik c) Untuk Puskesmas pembantu dengan perincian sebagai berikut: (1) Di Kelurahan Kadipiro dengan luas bangunan 150 m2 dibeli dengan harga Rp. 3. Kondisi bangunan baik.06.01.11. 0004) dan dinilai dengan harga pasar sebesar Rp. Melakukan analisis kondisi existing BMD 2.000.000 yang digunakan untuk pengadaan dan pemeliharaan BMD. 0001). 250. Pagu indikatif BMD untuk satu tahun adalah Rp. Kondisi bangunan rusak berat.11. (5) Di Kelurahan Sumber dengan luas 120 m2 dibeli dengan harga perolehan Rp. 0006). Kondisi bangunan baik. 0001). Melakukan analisis kebutuhan untuk satu tahun 3. Berdasarkan data tersebut di atas. Dinas Kesehatan Kota Sukaraja baru dapat melayani 20% dari total masyarakat miskin. Kondisi bangunan baik. peserta diminta untuk: 1. Dengan BMD yang dimiliki sebagaimana tersebut di atas. (4) Di Kelurahan Mangkubumen dengan luas bangunan 110 m2 dibangun dengan harga perolehan Rp 50.000 pada tahun 1987 (Reg. 55. 0007).000.000. Kondisi bangunan rusak ringan. (3) Di Kelurahan Jagalan dengan luas bangunan 125 m2 dibeli dengan harga perolehan Rp. 4.01. Di asumsikan target layanan ini dapat terealisasikan dalam jangka waktu 3 tahun. 87. Membuat rancangan kebutuhan BMD dan anggaran HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 99 .01) dibangun diatas tanah pada No a.000 pada tahun 1990 (Reg. 2.000.000.000. Kondisi bangunan rusak ringan. luas bangunan 5000 m2 dibangun dengan harga perolehan Rp 1. Kondisi bangunan rusak berat dan sudah satu tahun yang lalu tidak digunakan lagi. Gedung dan Bangunan 1) Gedung permanen 2 tingkat beton (03.500.000. 0002). b) Di Kecamatan Jebres dengan luas bangunan 300 m2 dibangun dengan harga Rp 150.000 pada tahun 1985 (Reg. 35.10) dengan perincian a) Di Kecamatan Banjarsari dengan luas bangunan 500 m2 dibeli dengan harga Rp.000. Melakukan analisis kesenjangan antara kondisi existing BMD dengan kebutuhan untuk satu tahun 4.01. 65.000. 2) Bangunan Puskesmas (03.000 pada tahun 1990 (Reg.500. 0005). 0003).

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 100 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

terutama untuk topik-topik hari kedua. • Peserta mampu melakukan refleksi terhadap materi pelatihan yang diberikan dan seberapa jauh pemahaman ini menambah pengetahuan mereka tentang pengelolaan barang daerah. dan tindak lanjut yang akan dilakukan (20 menit) • Mengisi lembar evaluasi dan menampung masukan lain secara lisan (± 5 menit) • Penutupan lokakarya (± 5 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 3 SESI 6: TRANSFER PEMBELAJARAN EVALUASI DAN PENUTUP 101 . Alur: • Menggunakan formulir transfer pembelajaran bersama-sama melakukan refleksi terhadap pemahaman materi yang telah dibahas selama 2 hari. • Peserta dan fasilitator mampu melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan lokakarya. Evaluasi dan Penutup Tujuan: • Peserta mampu merangkum secara cepat tentang apa yang telah diberikan selama dua hari. • Melengkapi formulir-formulir isian.PENGELOLAAN BARANG DAERAH SESI 6 Transfer Pembelajaran. Materi: • Power Point Slide • Lembar Post-test • Lembar Transfer Pembelajaran • Lembar Evaluasi Penyelenggaraan Pelatihan Waktu: ± 30 menit Metode: • Tanya Jawab.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 102 HARI 3 SESI 6: TRANSFER PEMBELAJARAN EVALUASI DAN PENUTUP .

Post Test dan Pre-Test memuat pertanyaan yang sama. HARI 3 SESI 6: TRANSFER PEMBELAJARAN EVALUASI DAN PENUTUP 103 . Peserta akan dapat melihat langsung adanya tingkat pemahaman yang lebih baik tentang anggaran kinerja setelah mengikuti pelatihan ini.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 38 Post-Test Bagikan lembar (formulir) Post-Test kepada peserta. Berikan waktu sekitar 5-10 menit pada peserta untuk mengisinya. silahkan ikuti petunjuk dalam trainers note. semoga! Bagikan lembar transfer pembelajaran kepada peserta. fasilitator bisa meminta beberapa wakil dari peserta untuk menyampaikan kesan-kesannya tentang penyelenggaraan pelatihan secara keseluruhan. Minta peserta untuk mengisinya secara individu. Rangkum hasil Post-Test dan bandingkan dengan hasil PreTest yang telah dirangkum sebelumnya (keduanya dalam bentuk %). Jika waktu yang tersisa tidak banyak. Untuk panduan yang lebih lengkap. Tampilkan hasil dari Post-Test yang dibandingkan dengan hasil Pre-Test untuk melihat sejauh mana perubahan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. 39 Transfer Pembelajaran 40 Evaluasi Penutup Bagikan lembar evaluasi kepada peserta dan minta peserta untuk mengisinya (berikan waktu 5 menit).

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 104 HARI 3 SESI 6: TRANSFER PEMBELAJARAN EVALUASI DAN PENUTUP .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH LAMPIRAN LAMPIRAN 105 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 106 LAMPIRAN .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lampiran 1 TOR: Lokakarya Dasar Pengelolaan Barang Daerah dan Rencana Pengelolaan BMD Koordinator Acuan Rencana Kerja Tanggal dan Lokasi Tujuan Finance & Budget Specialist (FBS) Rencana kerja kota/kabupaten Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan Pemahaman. meliputi: • Aset Daerah dan Barang Daerah • Pengelolaan Barang Daerah.Inventarisasi Barang Daerah .Pelaporan Barang Daerah 2.Pengadaan .Penggunaan . dan pengendalian • Penatausahaan Barang Daerah. Dasar Pengelolaan Barang Daerah (Basic Asset Management). pengawasan.Pembinaan.Penghapusan .Pemanfaatan .Penilaian .Pengamanan dan pemeliharaan .Perencanaan kebutuhan dan penganggaran .Pengkodean Barang Daerah . Setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan peserta akan mampu.Penatausahaan . Pengetahuan dan Ketrampilan dalam hal: 1. tujuan dan manfaat Rencana Pengelolaan Aset • Langkah-langkah penyusunan Rencana Pengelolaan Aset • Analisis kebutuhan dan analisis gap Untuk mencapai tujuan tersebut lokakarya ini akan dilaksanakan selama 3 hari kerja.Pemindahtanganan . meliputi: . meliputi: . • Memahami pengertian Aset Daerah dan Barang Daerah • Memahami Pengelolaan Barang Daerah • Memahami Penatausahaan Aset • Mampu meregister Barang Daerah (kode lokasi dan kode barang) • Mampu menyusun Inventarisasi Barang Daerah • Mampu menyusun Pelaporan Barang Daerah • Memahami dan mampu menyusun Rencana Pengelolaan BMD Pengukuran Tujuan LAMPIRAN 107 . Penyusunan Rencana Pengelolaan Aset (Asset Management Plan): • Pengertian.

Kodefikasi VII : Latihan 3 . Daftar kode barang 6. Daftar Mutasi Barang. Rekap Buku iInventaris.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lanjutan Lampiran 1 Sasaran Peserta Jumlah Peserta Fasilitator Desain dan Ringkasan Materi Peserta lokakarya adalah Pengguna. Buku Inventaris. KIR. Inventarisasi dan Pelaporan Hari 3 I : Pengertian Rencana Pengelolaan BMD II : Langkah Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD III : Analisis Tingkat Pelayanan dan Analisis kebutuhan IV : Latihan : Analisis Tingkat Pelayanan dan Analisis kebutuhan Bahan Pendukung Bahan-bahan pendukung dalam penyelenggaraan lokakarya ini adalah sebagai berikut: 1. Buku Inventaris Barang (peserta membawa buku inventaris barang masing-masing) 3. Daftar Barang Milik Daerah yang Digunausahakan 4. Contoh Perda dan Juknis Inventarisasi BMD 108 LAMPIRAN . Daftar Usulan Barang yang Akan Dihapus. Laporan Mutasi Barang. Rekap Daftar Mutasi Barang. Daftar kode lokasi (kecamatan dan SKPD – selektif sesuai Provinsi dan kota/kab. Kunci Jawaban Latihan 7.Mengidentifikasi Aset dan Barang Daerah IV : Presentasi Pengelolaan Barang Daerah V : Presentasi Penatausahaan VI : Latihan 2 .Pembukuan. bersangkutan ) 5.8 kelompok meja Ringkasan Materi Hari 1 & 2 I : Pembukaan/registrasi II : Presentasi Definisi Aset dan Barang Daerah III : Latihan 1 . Kartu Inventaris Barang A . Lembar Pre -Post Test 2.F. Pengurus dan Penyimpan Barang Daerah SKPD Jumlah peserta lokakarya adalah maksimal 40 orang Minimal fasilitator terdiri dari : FBS dan 2 orang Service Providers Desain Pengaturan tempat: Ruangan terdiri dari 5.

00 16........ Rehat Kopi ............................................ 08...........PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lanjutan Lampiran 1 Agenda Tentatif Agenda : Hari Pertama Pendaftaran ..........30 – 15.................. 15...............45 15................................................................... Post test ............. Penatausahaan: Inventarisasi ..................... Rehat Kopi dan Penutup ..........00 – 14..15 – 10.............................. Transfer Pembelajaran .......................00 – 10..............................00 – 15.................00 Rehat dan Penutup ..........30 – 12.......................30 Latihan 1: Analisis Tingkat Pelayanan ........................00 12...............30 – 11.......................15 – 11...........00 09........... 08.......................................30 Latihan 2 : Analisis Kebutuhan ........30 10...............................30 – 10............ Pengkodean ..... Latihan 3: Pembukuan...............................15 Contoh Kasus .......... 10...................................00 12............30 – 09...........00 Istirahat .....................................................................00 14.............00 – 09....00 – 15......00 – 08..................................... 12.. Istirahat ...00 – 15.........30 – 10...................................00 09...........00 13............................... 09.....30 – 15...........00 Rehat Kopi.......00 Presentasi Rencana Pengelolaan BMD ..........................................30 11.....................30 15..........................00 13................................................. Latihan 2: Pengkodean ...... Istirahat ....... 13.............30 – 12.....................................15 – 12.......................00 – 14........45 – 09.00 – 15..............00 – Hari Ketiga: Penyusunan Rencana Pengelolaan Aset Pendaftaran .......................................45 Penjelasan Tujuan.........30 09. Sasaran Lokakarya .............. Pembahasan Latihan 3 ............... Reviu Materi Hari I ....................... 10...00 – 13..........30 – 08..............15 10........00 – 08.......00 15............................00 Penilaian Kondisi BMD ............ 14..45 – 10............................................00 10............... Inventarisasi dan Pelaporan .15 09..................................00 – 09... 09..45 – 16... Pemanfaatan ....................................... Rehat Kopi dan Penutup ........30 Langkah Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD ......................... 08.........00 15..........15 – 10.....................45 09.........................15 10....................15 10..................................... Perencanaan Kebutuhan ................00 – 13........30 LAMPIRAN 109 ...00 – 09........ Penatausahaan ............ Pengelolaan Aset ........ Pembukaan .....................30 08..................................... Pre test ..................................... Hari Kedua: Pendaftaran .............00 – 13.........00 – 10.................... 10...................... Latihan 1: Identifikasi Aset ...........15 – 09...... Aset Daerah dan Barang Daerah .............................30 – 09.... Rehat ..

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 110 LAMPIRAN .

Membandingkan pemahaman peserta sebelum mengikuti lokakarya dan setelah mengikuti lokakarya mengenai Dasar Pengelolaan Barang Daerah 2. sebelum mengikuti lokakarya dan setelah mengikuti lokakarya. Peserta mengisi Post Test pada hari terakhir setelah semua materi selesai disampaikan. 4. 2. Fasilitator menyiapkan tabel hasil Pre Test dan Post Test. Kunci Jawaban: Pertanyaan No 1: jawaban “e” Pertanyaan No 2: jawaban “d” Pertanyaan No 3: jawaban “c” Pertanyaan No 4: jawaban “c” Pertanyaan No 5: jawaban “b” Pertanyaan No. 5. Fasilitator menghitung jumlah jawaban peserta yang benar dan salah kemudian menuliskan hasilnya pada tabel. pada kolom “Post Test” (tabel yang digunakan adalah tabel yang sudah diisi dengan hasil Pre Test). 3.9: jawaban “b” Pertanyaan No. Penayangan untuk menunjukkan hasil perubahan pemahaman peserta terhadap materi.8: jawaban “a” Pertanyaan No.6: jawaban “b” Pertanyaan No.10: jawaban “d” LAMPIRAN 111 . Fasilitator menghitung jumlah jawaban Post Test yang benar dan salah pada tabel.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lampiran 2 Panduan Pre Test – Post Test Lokakarya Pengelolaan Barang Daerah Tujuan: 1. 6. pada kolom “Pre Test”. Fasilitator menayangkan hasil Pre Test dan Post Test pada slide. bisa menggunakan plastik transparan atau file elektronik yang nantinya bisa ditayangkan menggunakan slide. Hasil perbandingan tersebut untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan lokakarya dalam memberikan pemahaman materi kepada peserta Waktu: 10 menit Proses: 1. Peserta mengisi Pre Test pada hari pertama sebelum pembahasan materi lokakarya dimulai.7: jawaban “c” Pertanyaan No.

Pernyataan yang benar di bawah ini adalah: a. Pengguna barang menyampaikan laporan inventarisasi kepada pengelola barang lambat enam bulan setelah inventarisasi 112 LAMPIRAN . Semua salah 2. 15 digit 6. UU No. 13 digit d. Pembinaan. Barang yang diperoleh dari hasil kekayaan alam 3. Berapakah jumlah digit kode lokasi dan kode barang: a. penganggaran dan pengadaan b. Berikut ini dasar hukum pengelolaan barang daerah. 6 Tahun 2006 c. Pengaman. kecuali: a. Yang dimaksud barang daerah adalah: a. 1 Tahun 2004 d. Barang yang diperoleh dari pelaksanaan perjanjian/kontrak d. Kepala SKPD sebagai pengguna barang daerah d. Barang yang diperoleh dari hibah c. Inventarisasi barang persediaan dan konstruksi dalam pengerjaan dilakukan minimal sekali dalam setahun c. Sekda sebagai pemegang kekuasaan barang daerah c. Kepala Biro/Bagian Perlengkapan/Umum sebagai kuasa pengguna 4. Perencanaan kebutuhan. Permendagri No. Barang yang dibeli atau diperoleh dari beban APBD b. Dalam pengelolaan barang daerah: a. 17 Tahun 2007 b. Pengguna barang diwajibkan melakukan investasi minimal sekali dalam setahun b. Pembukuan. pemeliharaan dan penghapusan 5. Pengelola barang melakukan inventarisasi tanah dan bangunan dalam penguasaannya minimal sekali dalam setahun d.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Pre Test dan Post Test 1. 14 digit c. Penatausahaan barang daerah meliputi: a. Kepala daerah sebagai pengelola barang daerah b. PP No. inventarisasi d. pengawasan dan pengendalian c. 12 digit b.

Bentuk pemindahtangan barang daerah meliputi. Penyimpanan bukti kepemilikan barang daerah dilakukan oleh: a. Bentuk pemanfaatan barang daerah meliputi. Hibah c. Sewa b. Pengamanan fisik d. Pengguna barang daerah d. Penjualan d. kecuali: a. Penyimpan barang daerah 10. Pengelola barang daerah c. Pengurus barang daerah b. Bangun guna serah 8. Pinjam pakai LAMPIRAN 113 . Tukar menukar b. kecuali: a. Dalam hal pengamanan barang daerah meliputi. Pengamanan pembiayaan b. Pengamanan hukum 9. Pengamanan administrasi c. Penyertaan modal daerah d.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 7. Pinjam pakai c. kecuali: a.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 114 LAMPIRAN .

Fokus dari latihan ini adalah untuk membangkitkan semangat. Komitemen untuk belajar dan melakukan perubahan pada penutupan lokakarya dapat membantu peserta mengatasi keengganan belajar dalam diri mereka dan di lingkungan kerja mereka. Pelatih dapat membantu peserta untuk melakukan transisi yang baik dari dunia belajar ke dunia nyata melalui beberapa latihan perencanaan yang sederhana. minta mereka untuk secara cepat bertukar pikiran dengan rekan satu meja mengenai dua atau tiga hal yang akan mereka lakukan dengan berbeda dalam pekerjaan mereka berdasarkan apa yang telah mereka pelajari tentang daerah mereka sendiri serta dari lokakarya. Setelah selesai mengisi kuesioner. Catatan bagi pelatih: Secara umum tujuan dari setiap pelatihan adalah untuk memperbaiki/meningkatkan cara orang mengerjakan sesuatu dengan memperlihatkan cara yang lebih baik. Latihan ini lebih banyak dikerjakan secara individu dengan sedikit tukar pikiran. Proses: Mulailah dengan memberikan waktu sekitar 10 menit pada peserta untuk membaca dan menjawab kuesioner berikut secara individu. Sesungguhnya keberhasilan suatu pelatihan dapat diukur dengan besarnya perubahan positif dan perkembangan diri yang terjadi selama pelatihan dan setelah pelatihan berakhir.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lampiran 3 Transfer Pembelajaran Waktu yang dibutuhkan: 15 menit Tujuan: Latihan ini bertujuan membantu peserta menuangkan pengalaman belajar yang diperoleh dalam lokakarya ini ke dalam kegiatan mereka sehari-hari sebagai pembuat kebijakan dan pegawai Pemda. LAMPIRAN 115 . menuangkannya dalan sebuah rencana nyata dan mendapatkan komitmen pribadi dari peserta.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Kuesioner Transfer Pembelajaran

Luangkan waktu sejenak untuk merefleksikaan materi yang Anda pelajari ide-ide baru yang Anda dapatkan dalam lokakarya ini, dan bagaimana pendapat Anda tentang semua itu. Pada tempat yang telah disediakan di bawah ini, tuliskan satu atau dua kalimat untuk menggambarkan hal-hal menarik yang Anda pelajari tentang diri Anda sendiri selama lokakarya ini. _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ Berdasarkan apa yang Anda pelajari mengenai diri Anda sendiri dan berbagai kemungkinan perubahan yang dibahas dalam lokakarya ini, sebutkan dua atau tiga hal yang akan Anda lakukan berbeda berkaitan dengan penggunaan informasi dalam Permendagri 17/2007. _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ Terakhir, hambatan apa yang diperkirakan akan Anda temui yang berasal dari dalam diri Anda atau lingkungan kerja Anda ketika Anda berusaha menerapkan perubahanperubahan ini? Apa tindakan Anda untuk mengatasi atau meminimalkan hambatan tersebut? Hambatan yang mungkin dihadapi

Cara mengatasi hambatan tsb.

116

LAMPIRAN

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Lampiran 4

Evaluasi Lokakarya Dasar Pengelolaan Barang Daerah untuk Kota/Kabupaten ................

Materi Presentasi buruk kurang baik Latihan buruk

sedang

baik

sangat baik

kurang baik

sedang

baik

sangat baik

Bahan Bacaan buruk kurang baik Ruang Pertemuan buruk kurang baik Makanan buruk

sedang

baik

sangat baik

sedang

baik

sangat baik

kurang baik

sedang

baik

sangat baik

Komentar tentang hal-hal diatas?

Saran untuk perbaikan?

LAMPIRAN

117

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Lampiran 5

CD Berisi Form-form yang Digunakan (silahkan lihat di dalam CD)

118

LAMPIRAN

PENGELOLAAN BARANG DAERAH REFERENSI: . Permendagri 17/ 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah (dalam CD) REFERENSI 119 .Glossary/Daftar Istilah .Peraturan terkait Pengelolaan Barang Daerah.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 120 REFERENSI .

menyiapkan usulan penghapusan barang milik daerah yang rusak atau tidak dipergunakan lagi Kodefikasi adalah pemberian pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik pemerintah daerah yang menyatakan kode lokasi dan kode barang. hibah. hadiah. Penyimpan Barang bertugas menerima. melakukan pengawasan dan pengendalian atas pengelolaan BMD. Buku Inventaris (BI) dan Buku Induk Inventaris (BIl). untuk selanjutnya dibuatkan Berita Acara perhitungan barang yang ditandatangani oleh penyimpan barang. Kartu Inventaris Ruangan (KIR). ditulis: 0001 s/d 0150. swadaya. maka pencatatannya dapat dilakukan dalam suatu format pencatatan dalam lajur register.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Daftar Istilah/Singkatan Barang Milik Daerah adalah barang yang berasal/dibeli dengan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau sumbangan berupa pemberian. yang menyebutkan dengan jelas jenis jumlah dan keterangan lain yang diperlukan. meneliti dan menyetujui rencana kebutuhan dan rencana pemeliharaan BMD. menyalurkan dan melaporkan barang milik daerah. kualitas. Nomor Register merupakan nomor urut pencatatan dari setiap barang. tahun pengadaan sama. wakaf. DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN 121 . Standarisasi merupakan penentuan jenis barang dengan titik berat pada keseragaman. sesuai kodefikasi dan penggolongan BMD. pencatatan terhadap barang yang sejenis. sedikitnya dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali. mengatur pelaksanaan pemanfaatan. besaran harganya sama seperti meja dan kursi jumlahnya 150. yang berlaku untuk suatu jenis barang dan untuk suatu jangka waktu tertentu Pengelola Barang bertugas menetapkan penyimpan dan pengurus barang. menyimpan. penghapusan dan pemindah tanganan BMD. kapasitas dan bentuk yang memudahkan dalam hal pengadaan dan perawatan. menyiapkan Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) serta Laporan Inventarisasi 5 (lima) tahunan yang berada di SKPD kepada pengelola. Barang Inventaris adalah seluruh barang yang dimiliki oleh pemerintah daerah yang penggunaannya lebih dari satu tahun dan dicatat serta didaftar dalam Buku Inventaris Stock Opname adalah perhitungan barang. Pengurus Barang bertugas mencatat seluruh BMD yang berada di masing--masing SKPD yang berasal dari APBD maupun perolehan lain yang sah kedalam Kartu Inventaris Barang (KIB). kewajiban pihak ketiga dan sumbangan pihak lain. donasi.

pengguna/kuasa pengguna. menambah sarana lain berikut fasilitas diatas tanah tanah dan/atau bangunan tersebut dan mendayagunakannya selama kurun waktu tertentu untuk kemudian setelah jangka waktu berakhir menyerahkan kembali tanah dan bangunan dan/atau sarana lain berikut fasilitasnya tersebut kepada pemerintah daerah. serta Senjata Api. dalam rangka pengamanan dan penyelamatan terhadap barang milik daerah. Daftar Rekapitulasi Inventaris disusun oleh pengelola/pembantu pengelola dengan mempergunakan bahan dari rekapitulasi inventaris barang yang disampaikan oleh pengguna. Kartu Inventaris Barang (KIB) adalah kartu yang memuat data BMN yang digunakan untuk mengontrol BMN berupa Tanah. Daftar Inventaris Lainnya (DIL) adalah kartu yang memuat data BMN yang digunakan untuk mengontrol BMN yang tidak termasuk yang di-KIB-kan atau di DIR-kan. pembantu pengelola.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Bangun Guna Serah adalah pemanfaatan tanah dan/atau bangunan milik pemerintah daerah oleh Pihak Ketiga membangun bangunan siap pakai dan/atau menyediakan. Bangun Serah Guna adalah pemanfaatan tanah dan/atau bangunan milik pemerintah daerah oleh Pihak Ketiga dengan cara Pihak Ketiga membangun bangunan siap pakai dan/atau menyediakan/ menambah sarana lain berikut fasilitas diatas tanah dan/atau bangunan tersebut dan setelah selesai pembangunannya diserahkan kepada daerah untuk kemudian oleh pemerintah daerah tanah dan bangunan siap pakai dan/atau sarana lain berikut fasilitasnya tersebut diserahkan kembali kepada pihak lain untuk didayagunakan selama kurun waktu tertentu. Gedung. Alat Angkutan Bermotor. TGR/Tuntutan Ganti Rugi. DHPBMD: Daftar Hasil Pengadaan Barang Milik Daerah RKBMD: Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah RKPBMD: Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah DKBMD: Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah DKPMBD: Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah DBP: Daftar Barang Pengguna/Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP) 122 DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN . dan penyimpan dan/ atau pengurus barang berupa Tuntutan Ganti Rugi yang karena perbuatannya merugikan daerah Daftar Inventaris Ruangan (DIR) adalah kartu yang memuat data BMN yang berada pada suatu ruangan yang berguna untuk mengontrol BMN yang bersangkutan. perlu dilengkapi dengan ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang sanksi terhadap pengelola. Daftar Mutasi Barang memuat data barang yang berkurang dan/atau yang bertambah dalam suatu jangka waktu tertentu (1 semester dan 1 tahun).

PENGELOLAAN BARANG DAERAH DBMD: Daftar Barang Milik Daerah LBMD: Laporan Barang Milik Daerah adalah laporan barang semesteran dan tahunan. LBKPS: Laporan Barang Kuasa Pengguna Smesteran LBPKT: Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan LBPS: Laporan Barang Pengguna Semesteran LBPT: Laporan Barang Pengguna Tahunan LBMD: Laporan Barang Milik Daerah Guna Susun: Peningkatan kualitas dan atau kapasitas DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN 123 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 124 DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN .

.

pengguna dan pihak yang terkait bahwa layanan yang dihasilkan adalah layanan yang efektif dan efisien.Pengelolaan Barang Daerah dan Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD (Barang Milik Daerah) Pentingnya melaksanakan pengelolaan dan perencanaan barang daerah dengan baik adalah untuk memastikan tersedianya pelayanan publik dan pelaporan penggunaan barang milik daerah. www. hutang. meningkatkan akuntabilitas atas penggunaan sumber daya dengan penghitungan kinerja dan keuangan. Informasi BMD memberikan sumbangan yang signifikan di dalam laporan keuangan (neraca) yaitu berkaitan dengan pos-pos persedian. konsultasi formal atau persetujuan dengan pengguna tentang tingkat layanan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dan citra penyedia layanan. ekuitas dana.dengan cara menganalisis kemungkinan dan konsekuensi dari kegagalan aset.or. maupun aset lainnya.dengan menunjukkan kepada pemilik.dengan cara meningkatkan pengertian pada kebutuhan layanan dan pilihan-pilhannya. menyediakan dasar untuk mengevaluasi keseimbangan layanan. Mengapa diperlukan Pengelolaan Barang Daerah antara lain : • Adanya kejelasan Kepemilikan Barang Milik Daerah (BMD) • Inventarisasi kekayaan daerah dan masa pakai BMD • Optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan untuk peningkatan PAD • Antisipasi kondisi BMD dalam fungsi pelayanan publik • Pengamanan BMD • Dasar penyusunan neraca • Kewajiban untuk melaporkan kondisi dan nilai BMD secara berkala Keuntungan-keuntungan melaksanakan pengelolaan barang milik daerah dengan baik. harga dan kualitas. pendapatan dan belanja. termasuk transaksi pembiayaan dan perhitungan.lgsp. yaitu: Meningkatkan pengurusan dan akuntabilitas . Meningkatkan efisiensi keuangan . Meningkatkan manajemen layanan . aset. Meningkatkan manajemen risiko . pengenalan semua biaya dari kepemilikan atau pengoperasian aset melalui masa pakai aset tersebut. justifikasi untuk program kerja ke depan dan kebutuhan pendanaannya.id . aset tetap. Pertanggungjawaban atas BMD kemudian menjadi semakin penting ketika pemerintah wajib menyampaikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBD dalam bentuk laporan keuangan yang disusun melalui suatu proses akuntansi atas transaksi keuangan.dengan meningkatkan keahlian pengambilan keputusan berdasar pada biaya dan keuntungan dari beberapa alternatif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful