P. 1
Pengelolaan Barang Daerah Dan Penyusunan Pengelolaan BMD

Pengelolaan Barang Daerah Dan Penyusunan Pengelolaan BMD

5.0

|Views: 2,866|Likes:
Published by Fasih Saepul Anwar

More info:

Published by: Fasih Saepul Anwar on Aug 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/27/2015

pdf

text

original

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Pengelolaan Barang Daerah dan Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD (Barang Milik Daerah)
Panduan Pelatihan

Local Governance Support Program
Finance and Budgeting Team 2008
i

termasuk ilustrasinya. Democracy International (DI).or. Departemen Dalam Negeri. 52-53 Jakarta 12190. kav. Pelaksanaan Program dimulai pada tanggal 1 Maret 2005 dan berakhir tanggal 30 September 2009. Panduan Pelatihan Penganggaran Kinerja Seri A 3. Jawa Timur. LGSP bekerja di lebih dari 60 kabupaten dan kota di Indonesia di sembilan provinsi: Nanggroe Aceh Darussalam. atau diubah dengan syarat disebarkan secara gratis. 497-M-00-05-00017-00 dengan RTI International. Sudirman. Banten. Dukungan kepada pemerintah daerah dimaksudkan agar pemerintah meningkat kompetensinya dalam melaksanakan tugas-tugas pokok kepemerintahan di bidang perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi. Panduan Pelatihan Penganggaran Kinerja Seri B 4. pemerintah daerah dan organisasi masyarakat dalam wilayah provinsi target LGSP.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Pengelolaan Barang Daerah dan Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD Buku lain pada Seri Keuangan & Penganggaran ini: 1. Pendapat yang tertuang di dalam laporan ini tidaklah mencerminkan pendapat dari USAID. direproduksi. Buku ini terwujud berkat bantuan yang diberikan oleh United States Agency for International Development (USAID) berdasarkan nomor kontrak No. Sumatra Barat. pengawasan. Program LGSP didanai oleh United States Agency for International Development (USAID) dan dilaksanakan oleh RTI Internasional berkolaborasi dengan International City/ County Management Association (ICMA). yaitu pemerintah daerah dan masyarakat. ii PENGELOLAAN BARANG DAERAH DAN PENYUSUNAN RENCANA PENGELOLAAN BMD . lantai 29 Jl.lgsp. Program LGSP dilaksanakan atas kerjasama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS).id www. Informasi lebih lanjut tentang LGSP hubungi: LGSP. Sumatra Utara. Sebagian atau seluruh isi buku ini. Departemen Keuangan. boleh diperbanyak. Computer Assisted Development Incorporated (CADI) dan the Indonesia Media Law and Policy Centre (IMLPC). Indonesia Telepon Fax Email Website : : : : +62 (21) 515 1755 +62 (21) 515 1752 lgsp@lgsp.or. Jend. Dukungan kepada DPRD dan organisasi masyarakat adalah untuk memperkuat kapasitas mereka agar dapat melakukan peran-peran perwakilan.id Dicetak di Indonesia Publikasi ini didanai oleh the United States Agency for International Development (USAID). Bursa Efek Indonesia Gedung 1. Sulawesi Selatan dan Papua Barat. Memaksimalkan Pendapatan Melalui Penerapan UU 34 5. dan meningkat kemampuannya dalam memberikan pelayanan yang lebih baik serta mengelola sumber daya. Mengevaluasi Pendapatan Pajak 6. Penghitungan Biaya untuk Menetapkan Retribusi Tentang LGSP Local Governance Support Program merupakan program bantuan teknis yang mendukung tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) di Indonesia pada dua sisi. dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Jawa Barat. melalui pelaksanaan Local Governance Support Program (LGSP) di Indonesia. Jawa Tengah. Panduan Pelatihan Pengawasan Anggaran oleh DPRD (Budget Oversight) 2.

Pengetahuan dan Ketrampilan tentang Pengelolaan Barang Daerah kepada para Pejabat dan Staf Pengelola Barang Daerah SKPD serta Panitia Anggaran DPRD. Barang milik daerah adalah semua kekayaan daerah baik yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun yang berasal dari perolehan lain yang sah baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak beserta bagian-bagiannya ataupun yang merupakan satuan tertentu yang dapat dinilai. Hasil-hasil yang diharapkan dari pelatihan yang menggunakan panduan ini adalah : • Memahami pengertian Aset Daerah dan Barang Daerah • Memahami Pengelolaan Barang Daerah • Memahami Penatausahaan Aset • Mampu meregister Barang Daerah (Kode Lokasi dan Kode Barang) • Mampu menyusun Inventarisasi Barang Daerah • Mampu menyusun Pelaporan Barang Daerah • Memahami dan mampu menyusun Rencana Pengelolaan BMD ABSTRAKSI iii . pembahasan mengenai aset akan lebih difokuskan pada pengertian aset daerah sebagai barang milik daerah (BMD). diukur atau ditimbang termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan kecuali uang dan surat-surat berharga lainnya.PENGELOLAAN BARANG DAERAH ABSTRAKSI Materi dalam panduan ini terdiri dari Dasar Pengelolaan Aset dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Aset. tujuan dan manfaat Rencana Pengelolaan Aset • Langkah-langkah penyusunan Rencana Pengelolaan Aset • Analisa kebutuhan dan analisis kesenjangan Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan Pemahaman. Dasar Pengelolaan Barang Daerah (Basic Asset Management) meliputi : • Aset Daerah dan Barang Daerah • Pengelolaan Barang Daerah • Penatausahaan Barang Daerah Penyusunan Rencana Pengelolaan Aset (Asset Management Planning) meliputi : • Pengertian. dihitung.

Goals and Benefits of Asset Management Plans • Steps for Developing Asset Management Plans • Needs Analysis and Gap Analysis The training aims to convey understanding. calculated. They include animals and plants but exclude money and other commercial paper. measured or weighed. provided they can be valued. knowledge and skills in local asset management to officials and staff managing Local Government Work Units (SKPD) and local assets. The assets can be movable or immovable. iv ABSTRACT .PENGELOLAAN BARANG DAERAH ABSTRACT This training module has two main topics: Basic Asset Management and Asset Management Planning. The expected results of the training in this module are: • Understand the meaning of local assets and local goods • Understand local asset management • Understand asset administration • Be able to register local assets using location codes and goods codes • Be able to prepare an inventory of local assets • Be able to prepare a report on local assets • Understand and be able to prepare a local asset management plan. Region-owned assets are local assets bought or acquired under the local budget (APBD) or through any other valid funding source. The review of assets focuses on the definition of local assets as region-owned assets (BMD). including parts or units. as well as to Legislative Budget Committees. Basic Asset Management covers: • Local Assets and Local Goods • Management of Local Assets • Administration of Local Assets Asset Management Planning covers: • Definition.

...................................................................................................................................................................... alat........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... metode.................................................... 17 • Penjelasan Slide .................................... vi HARI 1 1................. v KATA PENGANTAR ........... Sesi 1: Pengantar dan Pre Test .... 107 • Lampiran 2: Petunjuk Pre Test dan Post Test ................................................................. 3 2....................... 115 • Lampiran 4: Lembar Evaluasi Lokakarya ............................ Inventarisasi dan Pelaporan ......................................................... 7 • Tujuan...... 117 • Lampiran 5: CD Berisi Form-form .................. 7 • Penjelasan Slide ....... proses/alur ............. alat....... waktu. 1 • Penjelasan Slide ......... iv DAFTAR ISI ....................................... waktu............................ alat........................................... waktu........................................................................................ 59 HARI 3 5...................... 67 • Latihan 4: Contoh Kasus .......................................................................... 1 • Tujuan........................................................................................................................ proses/alur ....................... 41 • Penjelasan Slide ..................................................................................................................................................................................... 65 • Penjelasan Slide ................................................................... 65 • Tujuan......................................... 13 3............................ DAFTAR ISI v ......................................................... proses/alur .................................................................. waktu..... 111 • Lampiran 3: Petunjuk Transfer Pembelajaran ........................................................................................ 89 • Latihan 5: Analisis Tingkat Pelayanan ........ metode............. Sesi 4: Pengelolaan Barang Milik Daerah ................................................ 101 • Penjelasan Slide ................................................................................... 43 • Langkah 2: Pengkodean Barang ............................... 119 *Seluruh sesi pada hari 3....................................... iii ABSTRACT ....................... waktu.................................................................... 17 • Tujuan............................... 118 REFERENSI DAN DAFTAR ISTILAH ................ metode........................................... metode........................ metode......... metode........ proses/alur ......................................................... Sesi 5: Rencana Pengelolaan Barang Daerah ................................................PENGELOLAAN BARANG DAERAH DAFTAR ISI ABSTRAKSI ......... alat........................................ 53 • Langkah 3: Penatausahaan-Pembukuan............................................... 103 LAMPIRAN-LAMPIRAN ............................................. 95 6............................... 101 • Tujuan......................................................................................................................................... 9 • Latihan 1: Identifikasi Aset ..................... proses/alur ...... dapat diberikan terpisah sebagai lanjutan dari sesi hari 1 dan 2 (Dasar Pengelolaan Aset) ataupun menjadi bagian akhir dari Lokakarya Pengelolaan Aset yang diberikan sekaligus............................................................ 41 • Tujuan.............................................................................................. 19 HARI 2 4...... proses/alur ................................. Sesi 6: Transfer Pembelajaran Evaluasi dan Penutup ..................................................... Sesi 3: Pengelolaan Barang Milik Daerah (Perencanaan Kebutuhan dan Penatausahaan) ................. 105 • Lampiran 1: TOR dan Agenda Lokakarya.... waktu............. alat....................... Sesi 2: Pengertian Aset dan Barang Daerah ........................................................... alat.......................................................................................

pemerintah daerah belum dapat menginventarisasi dan mengidentifikasi secara tepat barang milik daerah yang ada di lingkungannya. Disamping itu. masyarakat dan pemerintah daerah telah menjawab kesempatan tersebut dengan antusias dan kreativitas yang luar biasa hingga menghasilkan capaian dan inovasi yang luar biasa pula. Jawa Tengah. Sulawesi Selatan dan Papua Barat. LGSP memberikan bantuan teknis bagi masyarakat dan pemerintah daerahnya dengan membantu mereka mencapai tujuan melalui penyusunan prioritas pembangunan dan penyediaan pelayanan publik secara demokratis. Reformasi desentralisasi Indonesia yang dimulai pada tahun 2001 merupakan perwujudan dari komitmen Indonesia menuju pemerintahan daerah yang demokratis dan pembangunan yang berkelanjutan. USAID – LGSP vi KATA PENGANTAR . Sumatra Utara. Oktober. maka pemerintah daerah tidak dapat memanfaatkan BMD tersebut untuk meningkatkan pendapatan asli daerah mereka dan juga tidak dapat mengukur tingkat pelayanan yang dapat diberikan dengan BMD yang mereka miliki. Jawa Timur. DPRD. Sumatra Barat.PENGELOLAAN BARANG DAERAH KATA PENGANTAR Local Governance Support Program (LGSP) merupakan sebuah program bantuan bagi pemerintah Republik Indonesia yang diberikan oleh United States Agency for International Development (USAID). diharapkan daerah dapat meningkatkan kemandiriannya dalam membelanjai kebutuhan daerah. Jawa Barat. media dan organisasi masyarakat. Banten. pemerintah daerah dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dengan memperdayakan sumber daya yang ada di daerah. 2008 Judith Edstrom Chief of Party. Panduan pelatihan yang disajikan ini akan membahas tentang topik Bagaimana Melakukan Pengelolaan Aset dalam hal ini Barang Milik Daerah untuk memastikan bahwa pelayanan masyarakat tersedia setiap saat dengan kondisi baik. Sejak awal penerapan kebijakan tersebut. maka diharapkan pemerintah daerah dapat mewujudkan tujuan dari otonomi daerah. Pada kenyataannya. Dengan adanya otonomi daerah. Program ini dirancang untuk menunjukkan bahwa melalui sistem pemerintahan yang terdesentralisasi. yang tersebar di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Jika informasi tentang BMD tidak diketahui. meningkatkan efesiensi dan efektifitas dalam memanfaatkan Barang Milik Daerah dan dengan melakukan pengelolaan asset yang baik. Sehingga pemerintah daerah tidak memiliki data yang relatif valid tentang BMD. masyarakat di daerah dapat mempercepat proses pembangunan yang demokratis dan meningkatkan kinerja serta transparansi pemerintah dalam penyediaan pelayanan publik. Untuk itu LGSP bekerjasama dengan mitra-mitra dari pemerintah daerah. USAID-LGSP RTI International Irianto Finance & Budgeting Advisor. Dikeluarkannya Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah menjadi penanda terbukanya kesempatan luas bagi usaha pembangunan daerah dan bagi partisipasi warga yang lebih besar dalam pemerintahan.

Materi: • Power Point Slide • Lembar Pre test Waktu: ± 45 menit Metode: • Permainan (untuk perkenalan) • Presentasi • Tanya Jawab Alur: • Presentasi (± 15 menit) • Penjelasan Slide (± 10 menit) • Kesimpulan dan tanya-jawab (±10 menit) • Pre Test (± 5 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST 1 . • Peserta mengetahui tentang langkah-langkah pengelolaan barang daerah yang akan dijelaskan secara mendalam pada rangkaian lokakarya ini.PENGELOLAAN BARANG DAERAH HARI I SESI I Pengantar dan Pre Test Tujuan: • Peserta memahami tujuan lokakarya Dasar Pengelolaan Barang Daerah dan hasil yang diharapkan setelah peserta mengikuti lokakarya.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 2 HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST .

Kumpulkan lembaran Pre-Test setelah 10 menit berakhir.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 1 HARI 1 Selamat Datang Pada Local Governance Support Program Ucapkan selamat datang pada para peserta. 4 Ruang Lingkup • Dasar Hukum Pengelolaan BMD • Manfaat Pengelolaan BMD • Pengertian Aset dan Barang Milik Daerah • Pengelolaan Barang Milik Daerah • Penatausahaan: . Catatan: Hari ketiga merupakan materi untuk tingkat lanjutan. Trainer memperkenalkan diri dan timnya.Pembukuan. dimana bisa diberikan sebagai satu kesatuan dengan pelatihan ini maupun diberikan terpisah setelah peserta menerima pelatihan tingkat dasar ini. .Pelaporan Slide ini menampilkan ruang lingkup lokakarya Dasar Pengelolaan Barang Daerah dan tujuan disampaikannya lokakarya ini. HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST 3 . Adapun tujuan PreTest adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta mengenai anggaran kinerja sebelum menerima pelatihan ini secara umum.Inventarisasi. Berikan waktu sekitar 10 menit bagi peserta untuk mengisi lembaran yang dibagikan. dan . Gunakan permainan yang menarik untuk perkenalan dengan para peserta. Slide ini merupakan judul Lokakarya yang akan disampakan dalam 2 hari ke depan. dilanjutkan dengan perkenalan dengan para peserta. Bila dihadiri oleh pejabat tinggi daerah. Meningkatkan pemahaman. pengertian dan ketrampilan terutama fokus pada penatausahaan pengelolaan barang daerah. sebaiknya perkenalan dilakukan dengan formal namun tetap akrab untuk membangun suasana pelatihan yang diinginkan. bagikan lembar PreTest pada para peserta (lihat lampiran). Jelaskan agenda pelatihan selama 2 hari secara sekilas dan sepakati aturan main yang berlaku selama 2 hari ke depan. 2 Dasar Pengelolaan Aset Daerah Tim Keuangan dan Penganggaran LGSP-USAID 3 Pre Test Sebelum masuk ke pembahasan pokok. sesuaikan permainan dengan jenis peserta yang hadir.

Kurang adanya persamaan persepsi dalam hal pengelolaan BMN/D Pada slide ini pembahasan materi lokakarya selama 2 hari ke depan di fokuskan pada: pembahasan pengertian aset dan barang daerah. seperti jalan. Hilangnya aset pemerintah itu diketahui setelah Komisi Perekonomian dan Keuangan melakukan peninjauan ke beberapa lokasi tempat aset-aset itu berada. 58/2005 Pengelolaan Keuangan Daerah PP No. nilai.28 WIB Tempo Interaktif.Belum tersedianya database yang akurat dalam rangka penyusunan Neraca Pemerintah. Selala (20/3). kondisi dan status kepemilikannya . kendaraan operasional. Jumlah aset daerah Banten yang terhitung tahun 2006 mencapai Rp 1. pengelolaan barang daerah. 20 Maret 2007 / 14. sebidang tanah. gedung pemerintahan. anggota Komisi Perekonomian dan Keuangan DPRD Banten.Belum lengkapnya data mengenai jumlah. Aset daerah yang hilang terdiri dari benda bergerak dan tidak bergerak. jembatan penyeberangan lalu lintas.6 triliun. but first get the truth Advance search find Registration DPRD Banten Pertanyakan Hilangnya Aset Daerah Selasa. Slide ini merupakan contoh kejadian nyata mengenai tidak terkelolanya aset daerah dengan baik sehingga menyebabkan hilangnya beberapa aset. bangunan air. “Dari Rp 1.6 triliun nilai aset Pemerintah Banten.Pengaturan yang ada belum memadai dan terpisah-pisah . 7 Dasar Hukum Pengelolaan Barang Daerah • • • • • • • • • • UU No. Rp 500 miliar di antaranya hilang karena tidak terdata dengan baik. 1/2004 Perbendaharaan Negara PP No. 6/2006 Keppres 80/2003 Pedoman Tatacara Pengadaan Barang dan Jasa Kepmendagri 12/ 2003 Pedoman Penilaian Barang Daerah Kepmendagri 153/2004 Pedoman Pengelolaan Barang Daerah yang dipisahkan. penatausahaan yang terdiri dari pembukuan – inventarisasi dan pelaporan.Rp 700 miliar di antaranya tidak teradministrasi dan terinventarisasi dengan baik. Serang: DPRD Banten mempertanyakan aset Pemerintah Banten senilai Rp 500 miliar yang hilang. Diawali dari hirarki peraturan perundangan sampai pada Peraturan Menteri Dalam Negeri yang secara khusus mengatur Pengelolaan Barang Daerah. 6 tempointeraktif get the first. tapi Rp 500 miliar .” ujar Yayat Hartono. 38/2008 Perubahan atas PP No.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 5 Latar Belakang • Reformasi bidang keuangan negara mencakup reformasi bidang pengelolaan barang milik/ kekayaan negara (UU 1/2004) • Pemerintah wajib melakukan pengamanan terhadap BMD . Slide ini bertujuan memancing peserta untuk lebih peduli terhadap pentingnya pengelolaan barang daerah. 24/2005 Standar Akuntansi Pemerintahan PP No. dan Permendagri 13/2006 Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Permendagri 17/2007 Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah Beberapa dasar hukum penyelenggaraan pengelolaan barang milik daerah ditampilkan dalam slide ini. 4 HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST . dan mesin-mesin. . 6 /2006 Pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah PP No.

pengenalan semua biaya dari kepemilikan atau pengoperasian aset melalui masa pakai aset tersebut. ekuitas dana. meningkatkan akuntabilitas atas penggunaan sumber daya dengan penghitungan kinerja dan keuangan. pendapatan dan belanja. Pertanggungjawaban atas BMD kemudian menjadi semakin penting ketika pemerintah wajib menyampaikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBD dalam bentuk laporan keuangan yang disusun melalui suatu proses akuntansi atas transaksi keuangan. konsultasi formal atau persetujuan dengan pengguna tentang level layanan untukmeningkatkan kenyamanan pelanggan dan citra perusahaan. pengguna dan pihak yang terkait bahwa layanan yang dihasilkan adalah layanan yang efektif dan efisien. Informasi BMD memberikan sumbangan yang signifikan di dalam laporan keuangan (neraca) yaitu berkaitan dengan pos-pos persedian.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 8 Mengapa Diperlukan Pengelolaan Barang Daerah? • Kejelasan status kepemilikan BMD • Inventarisasi kekayaan daerah dan masa pakai BMD • Optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan untuk peningkatan PAD • Antisipasi kondisi BMD dalam fungsi pelayanan publik • Pengamanan barang daerah • Dasar penyusunan neraca • Kewajiban untuk melaporkan kondisi dan nilai BMD secara berkala Slide berikut menjelaskan pentingnya melaksanakan pengelolaan barang daerah dengan baik. maupun aset lainnya. Dalam slide ini fasilitator menjelaskan keuntungankeuntungan melaksanakan pengelolaan barang milik daerah dengan baik. termasuk transaksi pembiayaan dan perhitungan.dengan meningkatkan keahlian pengambilan keputusan berdasar pada biaya dan keuntungan dari beberapa alternatif. Alasan utama yang mengemuka adalah untuk kepentingan pelayanan publik dan pelaporan penggunaan barang milik daerah. aset. aset tetap. hutang.dengan menunjukkan ke pemilik. Meningkatkan manajemen risiko dengan cara menganalisis kemungkinan dan konsekuensi dari kegagalan aset. Yaitu: Meningkatkan pengurusan dan akuntabilitas . Meningkatkan efisiensi keuangan . harga dan kualitas. 9 Keuntungan Pengelolaan BMD • Meningkatkan Akuntabilitas • Meningkatkan • Meningkatkan • Meningkatkan Pengurusan dan manajemen layanan manajemen resiko efesiensi keuangan HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST 5 . menyediakan dasar untuk mengevaluasi keseimbangan layanan. justifikasi untuk program kerja ke depan dan kebutuhan pendanaannya. Meningkatkan manajemen layanan – dengan cara meningkatkan pengertian pada kebutuhan layanan dan pilihan-pilhannya.

6 HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST .PENGELOLAAN BARANG DAERAH 10 Pengelolaan Aset Aset Sda & Financial Tingkat Pelayanan Barang Daerah Potensial Aset Kebutuhan Aset Perencanaan Manajemen Aset Identifikasi & Inventarisasi Analisis Pengembangan Prioritas Pengadaan Pemeliharaan & Perbaikan Belanja Operasional Identifikasi & Inventarisasi Analisis Kebutuhan Pemanfaatan Penghapusan & Pemindahtanganan Lain-lain Investasi Belanja Modal Pendapatan Penganggaran Pelaksanaan & Penatausahaan Pelaporan & Pengevaluasian Slide ini menjelaskan alur pengelolaan aset/barang daerah secara umum dan hubungannya dengan perencanaan kebutuhan BMD dan akuntansi.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH SESI 2 Pengertian Aset dan Barang Daerah Tujuan: • Peserta memahami apa yang dimaksud dengan aset daerah dan barang daerah serta dasar hukum pelaksanaannya. • Latihan Alur: • Presentasi (± 20 menit) • Penjelasan Slide (± 60 menit) • Latihan (± 60 menit) • Kesimpulan dan tanya-jawab (±20 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH 7 . • Peserta mengetahui peran masing-masing pihak dalam pengelolaan barang daerah • Peserta mampu mengidentifikasi jenis aset daerah Materi: • Power Point Slide • Latihan Identifikasi Aset Waktu: ± 150 menit Metode: • Presentasi • Tanya Jawab.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 8 HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH .

Jalan. 13 Pengertian Barang Daerah • BMD merupakan bagian dari aset pemerintah daerah yang berwujud • BMD tercakup dalam aset lancar dan aset tetap Barang milik daerah meliputi: • barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBD.Aset lain-lain . atau .Barang yang diperoleh dari hibah/sumbangan atau yang sejenis. 12 Aset Daerah • Aset Lainnya • Aset lancar .Barang yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari perjanjian/kontrak. . Irigasi dan Jaringan .PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 11 Apa Itu Aset? • Sumber daya ekonomi yang dimiliki dari kegiatan ekonomi di masa lalu • Memberi manfaat ekonomi atau keuntungan sosial yang akan diperoleh di masa datang • Mempunyai nilai uang • Termasuk sumber non keuangan yang diperlukan untuk pelayanan publik • Dan sumber yang dipertahankan atau dipelihara sehubungan dengan nilai sejarah atau budaya Sebelum membahas pengelolaan barang daerah jauh.Aset Tetap lainnya . dihitung. Barang Milik Daerah adalah semua kekayaan daerah baik yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun yang berasal dari perolehan lain yang sah baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak beserta bagian-bagiannya ataupun yang merupakan satuan tertentu yang dapat dinilai. difokuskan dengan definisi dalam slide agar selanjutnya pengertian aset tidak meluas saat pembahasan mengenai pengelolaan barang daerah.Tuntutan GR . .Piutang .Konstruksi dalam pengerjaan Slide ini secara lebih detail menjelaskan uraian dari aset daerah.Tagihan penjualan .Mesin dan Peralatan .Persediaan . (Pasal 3 PM17/2007) Pada slide ini pembahasan mengenai aset lebih difokuskan pada pengertian aset daerah sebagai barang milik daerah.Barang yang diperoleh berdasarkan ketentuan undangundang. Slide ini terutama menunjukkan pengertian dasar terhadap aset.Uang kas . HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH 9 . diukur atau ditimbang termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan kecuali uang dan surat-surat berharga lainnya. karena dalam akuntansi publik diatur juga perlakuan terhadap aset. Slide ini juga menjelaskan batasan-batasan mengenai apa yang dimaksud sebagai barang daerah.Barang yang diperoleh berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. ada baiknya kita melihat pengertian aset.Uang di bank angsuran . .Kemitraan dengan • Investasi pihak ketiga • Aset tetap .Aset tak berwujud . Secara umum sangat berkaitan dengan terminologi didalam akuntansi publik.Gedung dan Bangunan . dan • barang yang berasal dari perolehan lainnya yang sah.Tanah . Pengertian mengenai aset yang bisa sangat luas. Aset disini tidak hanya berupa barang saja tetapi masih mempunyai perngertian yang luas.

menyimpan dan menyalurkan BMD Pengurus Barang Mengurus barang dalam pemakaian Kepala daerah adalah pemegang kekuasaan pengelolaan barang milik daerah (Permendagri N0. b. Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran melaksanakan akuntansi keuangan. Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran melaksanakan akuntansi keuangan. Kaitan Sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi barang dapat dilihat pada gambar berikut ini Dalam pengelolaan keuangan daerah dikenal adanya Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran di satu pihak. 10 HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH . Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah selaku kuasa pengguna. e. serta Pengguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang di pihak yang lain. 16 Sistem Akutansi Keuangan dan Sistem Akuntansi Barang • Dalam rangka pertanggungjawaban. • Sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi barang dilaksanakan secara simultan dalam rangka menyusun laporan pertanggungjawaban. Dalam rangka pertanggungjawaban. Dalam melaksanakan tugasnya kepala daerah dibantu oleh: a. Penyimpan barang milik daerah. • SIM BMD selain mendukung pelaksanaan pertanggungjawaban. Sekretaris Daerah selaku pengelola. • Keluaran SIM BMD juga memberikan manfaat kepada Penguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang dalam tugas-tugas manajerialnya.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 14 Pengelolaan Barang Milik Daerah Pengelolaan barang daerah Rangkaian kegiatan dan tindakan terhadap barang daerah • Perencanaan kebutuhan dan penganggaran • Pengadaan • Penerimaan. • Pengguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang melaksanakan Sistem Akuntansi Barang Milik Daerah.Kepala Biro/ Bagian Perlengkapan/ Umum/Unit pengelola barang milik daerah selaku pembantu pengelola. c. Kepala SKPD selaku pengguna. juga memberikan berbagai informasi dalam rangka pengelolaan barang. 15 Pejabat Pengelolaan BMD KEPALA DAERAH Sekretaris Daerah → Pengelola Kepala Biro/Bagian Perlengkapan Pembantu Pengelola Barang PEMEGANG KEKUASAAN DIBANTU Kepala SKPD > Kepala UPTD → Pengguna > Kuasa Pengguna Penyimpang Barang Menerima. dan f. penyimpanan dan penyaluran • Penggunaan • Penatausahaan • Pemanfaatan • Pengamanan dan pemeliharaan • Penilaian • Penghapusan • Pemindahtanganan • Pembinaan. d. Pengurus barang milik daerah. 17/2007 Pasal 6 ayat 15). Sedangkan Pengguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang melaksanakan Sistem Akuntansi Barang Milik Daerah. pengawasan dan pengendalian • Pembiayaan • TGR Berpedoman pada peraturan perundangan Ditetapkan dengan peraturan daerah Pengelolaan barang daerah adalah suatu rangkaian kegiatan dan tindakan terhadap barang daerah yang dimulai dari kegiatan perencanaan kebutuhan barang sampai kepada tuntutan ganti rugi (TGR) seperti tertera dalam slide.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Dalam praktiknya. Fasilitator diminta untuk memperlajari baik-baik trainers note terlampir. Oleh karena itu. sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi barang dilaksanakan secara simultan dalam rangka menyusun laporan pertanggungjawaban. 17 Konsolidasi kebijakan dan regulasi di bidang aset daerah Penyediaan peraturan pelaksana di bidang aset daerah Inventarisasi aset daerah Klasifikasi aset berdasarkan kategori dan kepemilikan Pengukuran besaran nilai aset (harga satuan dan volume) Untuk barang inventaris Pelacakan harga perolehan Untuk Potensi SDA Penafsiran volume Untuk aset finansial Kompilasi sumber finansial Penghitungan nilai sekarang (NPV) Penghitungan nilai sekarang (NPV) Penghitungan nilai nominal Aktiva Penyusunan neraca daerah Pasiva Ekuitas Dana Penyewaan dan KSO Pengelolaan aset daerah Pengoperasian Pemeliharaan aset Administrasi dan pencatatan Secara hukum SIM aset daerah SIM anggaran SIM akuntansi e-government Pengamanan aset daerah Secara fisik Slide ini menerangkan keterkaitan antara pengelolaan barang daerah dengan akuntansi sampai kepada penyusunan neraca dan laporan keuangan. 18 Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran. juga memberikan berbagai informasi dalam rangka pengelolaan barang. keluaran SABMD juga memberikan manfaat kepada Penguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang dalam tugas-tugas manajerialnya. SABMD selain mendukung pelaksanaan pertanggungjawaban. Latihan 1 Identifikasi Aset HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH 11 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 12 HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH PANDUAN LATIHAN 1: Identifikasi Aset HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH 13 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 14 HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH .

Peserta bekerja dalam kelompok (5-6 orang) dan memilih salah seorang anggotanya menjadi pimpinan diskusi kelompok. Fasilitator membagikan lembar kerja identifikasi aset kepada peserta. Diskusi kelompok dilakukan dengan mengisi lembar yang telah disediakan serta mengikuti instruksi yang tertera.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Langkah 1: Mengidentifikasi Aset Daerah dan Barang Daerah Waktu: Total Waktu = 90 menit • 45 menit untuk latihan kelompok • 45 menit untuk pembahasan hasil latihan di setiap kelompok Tujuan: Setelah melakukan latihan ini peserta diharapkan mampu: 1. 5. 2. HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH 15 . Fasilitator menampilkan kunci jawaban dan memberikan penjelasan kepada peserta apabila diperlukan. Peserta menyepakati hasil jawaban secara kelompok bukan perorangan 4. Mengidentifikasi kelompok persediaan dan aset tetap Proses : 1. Fasilitator menjelaskan tujuan latihan kepada peserta dalam ruang kelas. Membedakan aset daerah dan barang daerah 2. Fasilitator memilih salah satu kelompok untuk menyajikan hasil kerja kelompoknya. 3.

barang daerah.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Isilah tabel dibawah ini dan identifikasikan kelompok aset. persediaan dan aset tetap (beri tanda V) No Jenis Barang Daerah Aset Persedian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 39 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Tanah untuk Bangunan Kantor Pemerintah Kas di Bendahara Penerimaan Kendaraan Bermotor Roda Empat Piutang Pajak Hotel Kertas HVS Blanko TPR – Terminal Kendaraan Bermotor Roda Dua Cadangan Piutang Retribusi Pasar Gedung Kantor Kas di Kas Daerah Hutang PPN Lapangan Terbang Bangunan Pasar Daerah Piutang Retribusi Pasar ATK Bangunan Jembatan Dalam Pengerjaan Diinvestasikan pada aset tetap Sapi *) Dump Truck Gerobak Sampah RT/RW *) Deposito Piranti Lunak Komputer Surat Berharga (SBI) Bangunan Terminal Kalkulator *) Bibit Padi *) Tagihan Retribusi Kebersihan Tanaman Toga *) Peralatan Laboratorium Mebulair Dana Bergulir Tanah Pertanian Peralatan Kedokteran Buku-buku di Perpustakaan Dokumen Perencanaan (RPJMD dsb) *) Polis Asuransi *) Bangunan Bersejarah *) Blanko Laporan Ekuitas Dana Lancar Potongan pemungutan PPH V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Aset Tetap V V V V V V V V V V V V V V 16 HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH .

Alur: • Presentasi (± 20 menit) • Penjelasan Slide (± 60 menit) • Kesimpulan dan tanya-jawab (± 40 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 17 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH SESI 3 Pengelolaan Barang Milik Daerah (Perencanaan Kebutuhan dan Penatausahaan) Tujuan: • Peserta proses dan mekanisme pengelolaan barang daerah • Peserta memahami dokumen-dokumen yang dipergunakan dalam pengelolaan barang daerah Materi: • Power Point Slide Waktu: ± 120 menit (diselingi rehat untuk makan siang dan kopi) Metode: • Presentasi • Tanya Jawab.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 18 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

Standar Kebutuhan 3. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 19 . Standar Barang Pengurus Barang Pengguna/ KuasaPengguna Pengelola/Kuasa Pengelola Buku Inventaris BI sebagai dasar menyusun RKBU dan RKPBU Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (DRKBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (DRKBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Pengguna dan Pengelola mebahas bersama DRKBU dan DRKPBU: Pembantu pengelola menyusun DKBMD dan DKPBMD Pembantu Pengelola menyusun Daftar Kebutuhan BMD dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan BMD DKBMD dan DKPBMD yang telah dituangkan ke KUA dan PPAS dijadikan dasar bagi pengguna untuk menyusun RKA DKBMD dan DKPBMD yang telah disetujui dan masuk dalam KUA & PPAS. hilang. • Masing-masing SKPD menyusun Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (RKPBU) kemudian menyampaikan kepada pengelola melalui pembantu pengelola untuk meneliti dan menyusun menjadi Rencana Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RDKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD). Tahapan kegiatan perencanaan kebutuhan dan penganggaran adalah sebagai berikut: • SKPD merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam RKA-SKPD sebagai bahan dalam penyusunan RAPBD. Standar Harga 2. jika terjadi mutasi bertambah personil sehingga mempengaruhi kebutuhan barang. dijual.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 19 Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran BMD Uraian Buku Inventaris yang disusun oleh pengurus barang dijadikan dasar untuk penyusunan RKBU dan RKPBU dan kemudian diajukan kepada kuasa pengguna dan pengguna dengan mempertimbangkan: 1. • Adanya peruntukan barang yang didasarkan pada peruntukan standar perorangan. • Untuk menjaga tingkat persediaan barang milik daerah bagi setiap tahun anggaran bersangkutan agar efisien dan efektif. • Adanya barang-barang yang rusak. • Rencana kebutuhan barang SKPD disusun berdasarkan standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah yang ditetapkan kepala daerah. menyusun RKA Daftar Kebutuhan BMD (DKBMD) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan BMD (DKPBMD) RKA DKBMD dan DKPBMD diusulkan dalam KUA & PPAS Dalam melakukan perencanaan kebutuhan barang dilaksanakan berdasarkan pertimbangan yaitu: • Untuk mengisi kebutuhan barang pada masing-masing unit/satuan kerja sesuai besaran organisasi/jumlah pegawai dalam satu organisasi. dihapus. mati atau sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan penggantian. dan • Pertimbangan teknologi.

• Penerimaan (hibah atau bantuan/sumbangan atau kewajiban Pihak Ketiga).Guna susun (peningkatan kualitas dan kapasitas BMD). efektif. dapat dipenuhi dengan cara: • Pengadaan/pemborongan pekerjaan. diteliti dan dihimpun menjadi Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) untuk satu tahun anggaran. bersaing. • Berdasarkan rencana tahunan barang dari semua SKPD. adil/tidak diskriminatif dan akuntabel • Dilaksanakan oleh pejabat pengelola barang • Pengadaan BMD dapat dipenuhi dengan cara . dan • Format Rencana Kebutuhan Barang SKPD (RKB SKPD) (Lampiran 1) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang SKPD (RKPB SKPD) (Lampiran 2).PENGELOLAAN BARANG DAERAH • Setelah APBD. • Dan guna susun (peningkatan kualitas barang). • Tukar menukar. • Membuat sendiri (swakelola).Membuat sendiri (swakelola). efektif. transparan dan terbuka. . dimulai dari analisis kebutuhan yang didasarkan pada tingkat layanan yang ditetapkan dengan tujuan digunakan untuk kepentingan pelayanan publik. 21 Proses Pengadaaan dan Penggunaan Barang Daerah Analisis Kebutuhan (Pengelola Barang) RKBU PEMDA USULAN PENGADAAN SKPD PENGADAAN BARANG/ JASA USULAN PENGUNAAN BARANG OLEH SKPD PENETAPAN KEPALA DAERAH DIGUNAKAN SKPD/Publik RKA SKPD (Pengelola Barang) Kinerja SKPD (Permendagri 13/2006) Evaluasi RKBU INVENTARISASI feed back Slide ini menjelaskan proses pengadaan dan penggunaan barang milik daerah. bersaing.Penerimaan (hibah atau bantuan/sumbangan atau kewajiban Pihak Ketiga). . dan . Pengadaan barang daerah dilaksanakan berdasarkan prinsip efisien. Pengadaan barang daerah dilaksanakan oleh pejabat pengelola barang. • Daftar kebutuhan barang daerah tersebut dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah. . 20 Pengadaan • Dilaksanakan berdasarkan prinsip efisien. ditetapkan setiap SKPD menyusun Daftar Rencana Tahunan Barang Unit (RTBU) dan disampaikan kepada kepala daerah melalui pengelola. 20 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . adil/tidak diskriminatif dan akuntabel.Tukar menukar.Pengadaan/pemborongan pekerjaan. transparan dan terbuka.

Penyimpanan dan Penyaluran Panitia Pengadaan dan Panitia Pemeriksa Hasil pengadaan BMD oleh panitia pengadaan Laporan hasil pengadaan Pemeriksaan BMD Laporan hasil pengadaan barang tidak bergerak Penyimpan/Pengurus Barang Pengguna/Kuasa Pengguna Hasil pemeriksaan BMD oleh panitia pemeriksa Membuat laporan hasil pengadaan BMD bergerak dan tidak bergerak kepada kepala daerah melalui pengelola Hasil pemeriksaan BMD oleh panitia pemeriksa Menyimpan barang dan membuat berita acara penerimaan barang Laporan hasil pengadaan Laporan hasil pengadaan barang tidak bergerak Berita acara penerimaan barang Buku penerimaan barang Surat perintah pengeluaran barang Buku pengeluaran barang Disampaikan kepada kepala daerah untuk ditetapkan penggunaannya Surat perintah pengeluaran barang Buku barang inventaris dan pakai habis Laporan penerimaan dan pengeluaran barang semesteran Kartu barang Penyimpanan barang melakukan stock opname persemester Buku persediaan barang Laporan penerimaan dan pengeluaran barang semesteran Dilaporkan kepada pengelola melalui pembantu pengelola Penerimaan BMD: • Penerimaan barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari hasil pengadaan dan/atau dari pihak ketiga harus dilengkapi dengan dokumen pengadaan dan berita acara.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 22 Penerimaan. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 21 . • Penerimaan barang dilakukan setelah diperiksa oleh Panitia Pemeriksa Barang Daerah. • Kuasa pengguna wajib melaporkan stock atau sisa barang kepada pengguna. kemudian melaporkan kepada kepala daerah untuk ditetapkan penggunaanya. • Hasil pengadaan BMD tidak bergerak diterima oleh kepala SKPD. Hasil pengadaan barang diterima oleh penyimpan barang. dengan membuat Berita Acara Pemeriksaan sebagai salah satu syarat pembayaran Penyimpanan dan Penyaluran: • Penyimpanan dan penyaluran barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari penerimaan barang milik daerah baik melalui pengadaan maupun sumbangan/ bantuan/hibah merupakan suatu rangkaian kegiatan dalam rangka tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah. • Pengguna wajib melaporkan stock atau sisa barang kepada pengelola melalui pembantu pengelola. • Dalam pelaksanaan penyimpanan dan penyaluran barang milik daerah diperlukan ketelitian sehingga kegiatan penyimpanan disesuaikan dengan sifat dan jenis barang untuk penempatan pada gudang penyimpanan. • Penyimpan barang berkewajiban melaksanakan tugas administrasi penerimaan barang milik daerah. sedangkan dalam pelaksanaan penyaluran dapat dilakukan sesuai rencana penggunaan untuk memenuhi kebutuhan dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi • Penyaluran BMD oleh penyimpan barang dilaksanakan atas dasar Surat Perintah Pengeluaran Barang (SPPB) dari Pengguna/Kuasa Pengguna disertai dengan Berita Acara Serah Terima.

• Beban tugas dan tanggungjawab SKPD.Jumlah. dirinci dengan lengkap termasuk nilainya Penggunaan merupakan penegasan pemakaian barang milik daerah yang ditetapkan oleh kepala daerah kepada pengguna/kuasa pengguna barang sesuai tugas dan fungsi SKPD yang bersangkutan. Status penggunaan barang milik daerah pada masing-masing SKPD ditetapkan dalam rangka tertib pengelolaan barang milik daerah dan kepastian hak.Berlebih Tindak lanjut: .Pemindahtanganan Tanah/bangunan diserahkan kepada pengelola barang Slide ini menjelaskan kewenangan dan tanggung jawab dalam penggunaan barang daerah 22 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAEARAH . • Standar kebutuhan tanah dan/atau bangunan dan selain tanah dan/atau bangunan untuk menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi SKPD.Jumlah personil/pegawai pada SKPD. 24 Konsepsi Penggunaan Barang Milik Daerah SKPD Selaku Pengguna Barang Sekda Selaku Pengelola Barang Pihak Lain Perolehan BMD Proses Penetapan Penyelesaian dokumen kepemilikan SK Penetapan status penggunaan Usul penetapan status penggunaan Pemanfaatan: • Sewa • KSP • BSG/BGS • Pinjam pakai Penggunaan sesuai Tupoksi Tanah/Bangunan yang telah diserahkan Pemindahtanganan: • Jual • Tukar tambah • Hibah • PMD Barang Milik Daerah: . jenis dan luas.Tidak sesuai Tupoksi .Pemanfaatan . .Standar kebutuhan tanah dan/atau bangunan dan selain tanah dan/atau bangunan untuk menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi SKPD. wewenang dan tanggungjawab kepala SKPD.Pengalihan status Penggunaan . dan jumlah. . Penetapan status penggunaan barang milik daerah pada masing-masing SKPD dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Jumlah personil/pegawai pada SKPD.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 23 Penggunaan Penetapan status penggunaan barang milik daerah pada masing-masing SKPD dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: .Beban tugas dan tanggungjawab SKPD. dan . dirinci dengan lengkap termasuk nilainya. jenis dan luas.

• Daftar Usulan Barang yang Akan Dihapus (Lampiran 37). Dalam melakukan inventarisasi disamping melihat kondisi barang dan sebagainya perlu dilakukan pengkodean terhadap barang daerah.Pengguna Barang melakukan inventarisasi BMD 5 th sekali. • Laporan Mutasi Barang (Lampiran 34). Inventarisasi Inventarisasi merupakan kegiatan atau tindakan untuk melakukan perhitungan. Kegiatan penatausahaan barang milik daerah meliputi: a. Laporan tersebut dihimpun dari format laporan pengurus barang yang meliputi: • Buku Inventaris (Lampiran 32). pengaturan. . • PELAPORAN . pencatatan data dan pelaporan barang milik daerah dalam unit pemakaian.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 25 Penatausahaan • PEMBUKUAN Mencatat pada daftar barang yang disediakan secara teratur dan menyimpan bukti kepemilikannya • INVENTARISASI . • Rekapitulasi Daftar Mutasi Barang (Lampiran 36). • Daftar Barang Milik Daerah yang Digunausahakan (Lampiran 38). b. • Daftar Mutasi Barang (Lampiran 35). pengurusan.Pengelola Barang menyusun Laporan BMD untuk NERACA DAERAH. Pembukuan Pembukuan merupakan suatu kegiatan pelaksanaan dan pencatatan barang milik daerah dalam Daftar Barang Pengguna (DBP) dan Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP). . Pelaksanaan inventarisasi dibagi dalam dua kegiatan yaitu (1) pelaksanaan pencatatan dan (2) pelaksanaan pelaporan. .Laporan hasil inventarisasi disampaikan kepada Pengelola Barang.Pengguna Barang menyampaikan LBPS dan LBPT kepada Pengelola Barang. penyelenggaraan. • Rekap Buku Inventaris (Lampiran 33). Pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Pemda yang menyatakan kode lokasi dan kode barang. Pelaporan Setelah dilakukan inventarisasi dan pencatatan.Persediaan dan Konstruksi Dalam Pengerjaan dilaksanakan inventarisasi oleh Pengguna Barang setiap tahun anggaran. maka hasil kegiatan tersebut dibuat dalam bentuk laporan (contoh laporan BMD dapat dilihat pada lampiran). c. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 23 . yang hasilnya disampaikan kepada Pengelola Barang.

kerjasama pemanfaatan. selain tanah dan/atau bangunan dilaksanakan oleh pengguna setelah mendapat persetujuan pengelola. bangun serah guna dengan tidak merubah status kepemilikan. Sewa • Sewa adalah pemanfaatan Barang Milik Negara/Daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dan menerima imbalan uang tunai • Syarat pokok menguntungkan Negara/Daerah • Jangka waktu maksimal 5 tahun dan dapat diperpanjang • Formula besaran tarif sewa : . Pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan dilaksanakan oleh pengelola setelah mendapat persetujuan kepala daerah. Bentuk Pemanfaatan: a. .Gubernur. bangun guna serah.Pengelola Barang (BMN). Bupati/Walikota (BMD) • Dituangkan dalam perjanjian sewa menyewa • Hasil sewa di setor ke rekening kas umum Negara/Daerah 24 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . sewa.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 26 Bentuk Pemanfaatan Sewa Pinjam Pakai Bentuk Pemanfaatan Kerjasama Pemanfaatan • Bangun guna serah (BGS) • Bangun serah guna (BSG) Pemanfaatan merupakan pendayagunaan barang milik daerah yang tidak dipergunakan sesuai tugas pokok dan fungsi SKPD dalam bentuk pinjam pakai.

• Jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun dapat diperpanjang.Kontribusi tetap . luas atau jumlah barang yang dipinjamkan. .Mengoptimalkan daya guna dan hasil guna BMD .PENGELOLAAN BARANG DAERAH b. BGS/BSG (Bangun Guna Serah/Bangun Serah Guna) • IMB untuk BGS/BSG harus atas nama Pemda.Tanggung jawab peminjam atas biaya operasional dan pemeliharaan selama jangka waktu peminjaman. .Persyaratan lain yang dianggap perlu. Pinjam Pakai • Pinjam Pakai Barang Milik Negara/Daerah dilaksanakan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah atau antar pemerintah daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan dan setelah jangka waktu tersebut berakhir diserahkan kembali kepada pengelola barang. • Penetapan mitra BGS/BSG dilaksanakan melalui tender dengan mengikutsertakan sekurang-kurangnya 3 (tiga) peserta peminat • Jangka waktu maksimal 30 tahun • Hasil dari pelaksanaan BGS/BSG ditetapkan penggunaannya oleh pengelola barang untuk penyelenggaraan Tupoksi • Biaya persiapan dan pelaksanaan BGS/BSG tidak dapat dibebankan pada APBD HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 25 .Pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian.Meningkatkan penerimaan/pendapatan Daerah. • Pinjam Pakai dilaksanakan berdasarkan surat perjanjian yang sekurang-kurangnya memuat: .Jenis. Kerjasama Pemanfaatan (KSP) • Kerjasama Pemanfaatan Barang Milik Negara/Daerah dengan pihak lain dilaksanakan dalam rangka : . dan jangka waktu. . • Biaya pemeliharaan ditanggung peminjam c.Pembagian keuntungan hasil KSP .Dapat menerima kontribusi barang untuk tupoksi • Dituangkan dalam perjanjian KSP • Hasil KSP di setor ke rekening kas daerah. dan kontribusi barang kepada pengelola dan/ atau pengguna d. • Jangka waktu: maksimal 30 th dapat diperpanjang • Hasil untuk Daerah : .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 27 Ketentuan Pokok dan Tata Cara Pemanfaatan Ketentuan Sewa Menyewa Pinjam Pakai KSP BGS/BSG Pokok Belum/ tidak dimanfaatkan untuk jangka waktu tertentu Mendapatkan penerimaan negara atau menguntungkan negara Semua Subyek Hukum 5 tahun Dapat diperpanjang Pemerintah Semua Badan Hukum Semua Badan Hukum 30 tahun Mitra Jangka Waktu 2 tahun Dapat diperpanjang Tidak dipungut biaya 30 tahun Dapat diperpanjang Besaran Formula tarif • Kontribusi tetap • Pembagian keuntungan • kontribusi barang (optional) Tender minimal 5 peserta/ peminat • Kontribusi tetap • Mendirikan bangunan Penetapan Mitra Penetapan Pengelola Penetapan Pengelola Tender minimal 5 peserta/ peminat Slide ini menjelaskan detil ketentuan pokok dan tata cara pemanfaatan barang milik daerah. 28 Pengamanan BMD 26 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Pengamanan merupakan kegiatan/tindakan pengendalian dan penertiban dalam upaya pengurusan barang milik daerah secara fisik. Penyelenggaraan pemeliharaan dapat berupa : a) Pemeliharaan ringan adalah pemeliharaan yang dilakukan sehari. Pengelola barang.hari oleh unit pemakai/ pengurus barang tanpa membebani anggaran. dan HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 27 . tanpa merubah. b) Pemeliharaan sedang adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara berkala oleh tenaga terlatih yang mengakibatkan pembebanan anggaran. meliputi : • Administrasi Pembukuan. sehingga dapat dicapai pendayagunaan barang yang memenuhi persyaratan baik dari segi unit pemakaian maupun dari segi keindahan. Pengamanan dititik beratkan pada penertiban/pengamanan secara fisik dan administratif. administratif dan tindakan hukum. menambah atau mengurangi bentuk maupun konstruksi asal. pelaporan • Fisik Mencegah penurunan fungsi barang dan hilangnya barang • Hukum bukti status kepemilikan 29 Pemeliharaan BMD Pemeliharaan merupakan kegiatan atau tindakan agar semua barang selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna. pengguna barang dan/atau kuasa pengguna barang wajib melakukan pengamanan BMD yang berada dalam penguasaannya. penginventarisasian. Pemeliharaan dilakukan terhadap barang inventaris yang sedang dalam unit pemakaian. sehingga barang milik daerah tersebut dapat dipergunakan/dimanfaatkan secara optimal serta terhindar dari penyerobotan pengambil alihan atau klaim dari pihak lain.

000.000. 30 Penilaian • Penilaian BMD dilakukan dalam rangka pengamanan dan penyusunan neraca daerah.(lima milyar rupiah) dilakukan oleh Pengelola setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah. pengotoran debu. c) Air dan kelembaban. dengan menerbitkan Keputusan Kepala Daerah tentang Penghapusan Barang Milik Daerah. 31 Penghapusan • Dalam hal barang sudah tidak berada pada pengguna atau kuasa pengguna barang. 28 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . d) Fisik yang meliputi proses penuaan. inventarisasi. dan e) Lain-lainnya yang dapat mengakibatkan perubahan kualitas dan sifat-sifat lainnya yang mengurangi kegunaan barang.000. suhu dan sinar.Barang-barang inventaris lainnya selain tanah dan/ atau bangunan sampai dengan Rp. Penghapusan barang milik daerah adalah tindakan penghapusan barang pengguna/kuasa pengguna dan penghapusan dari Daftar Inventaris Barang Milik Daerah. dan pemindahtanganan Barang Milik Negara/Daerah. Penilaian Barang Milik Negara/Daerah dapat melibatkan penilai independen 4. getaran dan tekanan. 3. pemanfaatan dan pemindahtanganan • Penilaian BMD berpedoman pada SAP • Kegiatan penilaian BMD harus didukung dengan data yang akurat atas seluruh kepemilikan barang milik daerah yang tercatat dalam daftar inventarisasi BMD • Penilaian tanah dan bangunan ditetapkan oleh kepala daerah melalui tim dan dapat melibatkan lembaga independen bersertifikat • Penilaian BMD selain tanah dan bangunan oleh tim yang ditetapkan oleh pengelola barang dan dapat melibatkan lembaga independen bersertifikat 1. tetapi dapat diperkirakan kebutuhannya yang mengakibatkan pembebanan anggaran. Penyelenggaraan pemeliharaan dimaksudkan untuk mencegah barang milik daerah terhadap bahaya kerusakan yang disebabkan oleh faktor: a) Biologis. terjadi pemusnahan. Penilaian Barang Milik Negara/Daerah: • Tanah dan/atau bangunan untuk mendapatkan nilai wajar. b) Cuaca.Barang tidak bergerak seperti tanah dan/atau bangunan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan DPRD . Penghapusan tersebut di atas. beralih kepemilikannya. Penilaian Barang Milik Negara/Daerah dilakukan dalam rangka penyusunan neraca pemerintah pusat/ daerah. pencatatan. atau sebab sebab lainnya • Pemusnahan barang dilakukan oleh pengguna barang sepengetahuan pengelola barang setelah mendapat persetujuan dari kepala daerah • Penghapusan barang milik Daerah : .PENGELOLAAN BARANG DAERAH c) Pemeliharaan berat adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan sewaktu-waktu oleh tenaga ahli yang pelaksanaannya tidak dapat diduga sebelumnya. 2. dengan estimasi terendah menggunakan NJOP. pemanfaatan. sifat barang yang bersangkutan dan sifat barang lain. Penetapan nilai Barang Milik Negara/Daerah berpedoman pada Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). benturan. • Selain tanah dan/atau bangunan untuk mendapatkan nilai wajar. 5.

antara lain: • Secara fisik barang tidak dapat digunakan karena rusak dan tidak ekonomis bila diperbaiki. • Karena penggunaan mengalami perubahan dasar spesifikasi dan sebagainya.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 32 Alasan Penghapusan Barang Barang tidak bergerak Barang bergerak • • • • • Rusak berat. 2) Pertimbangan Ekonomis. Pertimbangan ekonomis • Optimalisasi BMD idle • Dihapus secara ekonomis 3. yang disebabkan: • Kesalahan atau kelalaian Penyimpan dan/atauPengurus Barang. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 29 . tidak ekonomis • Modernisasi • Perubahan dasar spesifikasi • Selisih kurang akibat penggunaan/ susut akibat penyimpanan 2. karena biaya operasional dan pemeliharaannya lebih besar dari manfaat yang diperoleh. • Telah melampaui batas waktu kegunaannya/kedaluwarsa. • Secara ekonomis lebih menguntungkan bagi daerah apabila dihapus. • Karena kecelakaan atau alasan tidak terduga ( force majeure ). terkena bencana Tidak dapat digunakan secara optimal Terkena planologi kota Kebutuhan organisasi Penyatuan lokasi dengan alasan efisiensi • Pertimbangan strategi hankam 1. • Secara teknis tidak dapat digunakan lagi akibat modernisasi. 3) Karena hilang/kekurangan perbendaharaan atau kerugian. antara lain : • Untuk optimalisasi barang milik daerah yang berlebih atau idle. • Diluar kesalahan/kelalaian Penyimpan dan/atauPengurus Barang. Karena hilang/kekurangan/kerugian • Kesalahan penyimpan/pengurus • Mati (hewan/ternak. Pertimbangan teknis • Rusak. • Selisih kurang dalam timbangan/ukuran disebabkan penggunaan/susut dalam penyimpanan/pengangkutan. bagi tanaman atau hewan/ternak. tanaman) • Force majeure Penghapusan barang bergerak berdasarkan pertimbangan/alasan--alasan sebagai berikut : 1) Pertimbangan Teknis. • Mati.

susut Penghapusan BMD meliputi : • Penghapusan dari Daftar Barang Pengguna dan atau Kuasa Pengguna Barang • Penghapusan dari Daftar BM pada Pengelola Barang Pemusnahan sebagai tindak lanjut penghapusan dilakukan apabila BMD dimaksud: • Tidak dapat digunakan. tidak dapat dimanfaatkan. tidak dapat dimanfaatkan. 30 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . terbakar. dan tidak dapat dipindahtangankan. atau • Alasan lain sesuai ketentuan perundang-undangan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 33 Ketentuan Penghapusan Pengalihan status penggunaan DARI DAFTAR PENGGUNA Sudah tidak berada dalam penguasaan pengguna barang PENGHAPUSAN BMD DARI DAFTAR BARANG MILIK DAERAH Sudah beralih kepemilikan Pemusnahan Sebab-sebab lain Pemindahtanganan Penyerahan kepada pengelola Pemusnahan Sebab-sebab lain Pemindahtanganan Keputusan pengadilan berkekuatan penuh Hilang. pencurian. Pemusnahan atas BMD yang tidak dapat digunakan. dan tidak dapat dipindahtangankan dilaksanakan oleh Pengelola Barang dengan surat keputusan dari Pengelola Barang setelah mendapat persetujuan Gubernur/ Bupati/ Walikota untuk Barang Milik Daerah.

truk. Khusus penghapusan untuk barang bergerak karena rusak berat dan tidak dapat dipergunakan lagi seperti alat kantor dan alat rumah tangga yang sejenis termasuk kendaraan khusus lapangan seperti alat angkutan berupa kendaraan alat berat. administrasi. pemeliharaan/ perbaikan maupun data lainnya yang dipandang perlu. penggunaan. Selanjutnya pengelola mengajukan permohonan persetujuan kepada kepala daerah mengenai rencana penghapusan barang dimaksud dengan melampirkan berita acara hasil penelitian panitia penghapusan. Tugas panitia penghapusan meneliti barang yang rusak. Apabila akan dilakukan lelang terbatas. ambulan atau kendaraan lapangan lainnya ditetapkan penghapusannya oleh pengelola setelah mendapat persetujuan kepala daerah. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 31 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH 34 Proses Penghapusan SKPD KDH Panitia Penghapusan Berita Acara SK Penghapusan Unsur teknis terkait: • Asisten • Biro/bagian perlengkapan • Biro/bagian keuangan • Biro/bagian hukum • Kepala SKPD terkait • Kabag terkait • Pemakai barang • Lelang umum • Lelang terbatas (panitia lelang) • disumbangkan • Hibah • Dimusnahkan • Berita acara Kepala daerah membentuk Panitia Penghapusan Barang Milik Daerah yang susunan personilnya terdiri dari unsur teknis terkait. mobil jenazah. dokumen kepemilikan. Setelah mendapat persetujuan kepala daerah. penghapusan ditetapkan dengan Surat Keputusan Pengelola atas nama kepala daerah. Hasil penelitian tersebut dituangkan dalam bentuk Berita Acara dengan melampirkan data kerusakan. pembiayaan. juga menetapkan cara penjualan dengan cara lelang umum melalui Kantor Lelang Negara atau lelang terbatas dan/atau disumbangkan/dihibahkan atau dimusnahkan. laporan hilang dari kepolisian. kepala daerah membentuk Panitia Pelelangan Terbatas untuk melaksanakan penjualan/pelelangan terhadap barang yang telah dihapuskan dari Daftar Inventaris Barang Milik Daerah. surat keterangan sebab kematian dan lain-lain.

keagamaan dan kemanusiaan misalnya untuk kepentingan tempat ibadah..Dikuasai oleh negara berdasarkan keputusan pengadilan dan berkekuatan hukum Pemindahtanganan barang milik daerah adalah pengalihan kepemilikan sebagai tindak lanjut dari penghapusan.Anggaran pengganti telah tersedia . pendidikan. .PENGELOLAAN BARANG DAERAH 35 Pemindahtanganan • Pengalihan kepemilikan sebagai tindak lanjut dari penghapusan • Pemindahtanganan tanah dan bangunan serta selain tanah dan bangunan senilai >5milyar rupiah harus dengan persetujuan DPRD yang diajukan oleh kepala daerah • Pemindahtanganan tanah dan bangunan tanpa persetujuan DPRD jika. kesehatan dan sejenisnya.Diperuntukkan bagi pegawai negeri . sebagai berikut: a. Pemindahtanganan barang milik daerah berupa tanah dan/ atau bangunan dan selain tanah dan bangunan yang bernilai lebih dari Rp. • Diperuntukkan bagi pegawai negeri.000.000. Pertimbangan pelaksanaan hibah barang milik daerah dilaksanakan untuk kepentingan sosial. yang jika status kepemilikannya dipertahankan tidak layak secara ekonomis Penjualan barang milik daerah dilakukan secara lelang melalui Kantor Lelang Negara setempat. Hibah untuk kepentingan sosial. • Dikuasai negara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dan/atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan. dan b. kemanusiaan. atau melalui Panitia Pelelangan Terbatas untuk barang milik daerah yang bersifat khusus yang dibentuk dengan Keputusan Kepala Daerah.(lima milyar rupiah) ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan DPRD. Hibah untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan yaitu hibah antar tingkat pemerintahan (pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dan antar pemerintah daerah). dan hasil penjualan/pelelangan tersebut disetor sepenuhnya ke Kas Daerah. keagamaan.Tidak sesuai lagi dengan peruntukan tata ruangnya . Pemindahtanganan barang milik daerah berupa tanah dan/ atau bangunan yang tidak memerlukan persetujuan DPRD apabila: • Sudah tidak sesuai dengan tata ruang wilayah atau penataan kota.000. • Harus dihapuskan karena anggaran untuk bangunan pengganti sudah disediakan dalam dokumen penganggaran. 5.Diperuntukkan untuk kepentingan umum . dan penyelenggaraan pemerintahan. • Diperuntukkan bagi kepentingan umum. 36 Bentuk Pemindahtanganan Penjualan Tukar menukar Bentuk Pemindahtanganan Hibah Pernyataan modal daerah 32 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

• Diperuntukkan bagi kepentingan umum.000. • Harus dihapuskan karena anggaran untuk bangunan pengganti sudah disediakan dalam dokumen penganggaran.yg ada di pengelola . BMN yang membutuhkan persetujuan DPR : • Tanah dan/atau bangunan. • Diperuntukkan bagi pegawai negeri.Peraturan PerUUan . HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 33 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH 37 Ketentuan Pokok dan Tata Cara Pemindahtanganan Ketentuan Pertimbangan Penjualan Tukar Menukar PMD Hibah Tidak sesuai dengan tata ruang/ penataan kota Tidak mengganggu tupoksi Dari awal pengadaan telah ditetapkan dalam dokumen anggaran Pendirian/ pengembangan BUMN/D.Penetapan Pengelola • Realisasi pelaksanaan anggaran • Realisasi pelaksanaan anggaran Calon Mitra Penetapan Pengelola Barang Penetapan Pengelola Barang Slide ini memaparkan secara lebih singkat tapi detil mengenai ketentuan pokok dan tata cara pemindahtanganan. yang telah memiliki kekuatan hukum tetap dan/atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan.000 2. BMD yang membutuhkan persetujuan DPRD: • Tanah dan/atau bangunan.dari awal pengadaannya telah ditetapkan • Selain tanah dan/atau bangunan Nilai/Harga • Tanah ditentukan oleh perhitungan nilai wajar (estimasi terendah menggunakan NJOP) • Dapat melibatkan penilai independen • Lelang • Tanpa lelang . 5. kemanusiaan Obyek • Tanah dan/atau bangunan • Selain tanah dan/atau bangunan • Tanah dan/atau bangunan .Peraturan PerUUan .000 3. BH lainnya Kepentingan sosial. • Barang Milik Daerah selain tanah dan/atau bangunan diatas Rp. Pemindahtanganan BMN/D tanah dan/atau bangunan yang tidak membutuhkan persetujuan DPR/D: • Sudah tidak sesuai dengan tata ruang wilayah atau penataan kota.000. 100. keagamaan.000. Ketentuan Pokok Pemindahtanganan 1. • Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan diatas Rp. yang jika status kepemilikan dipertahankan tidak layak secara ekonomis.000.Penetapan Pengelola • Lelang • Tanpa lelang . • Dikuasai negara berdasarkan keputusan pengadilan.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

38
Pembinaan, Pengawasan, dan Pengendalian
Pembina Usaha atau kegiatan melalui pemberian pedoman, bimbingan, pelatihan, dan supervisi

Pengawasan

Usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai kenyataan yang sebenarnya mengenai pelaksanaan tugas dan/atau kegiatan, apakah dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan Usaha atau kegiatan untuk menjamin dan mengarahkan agar pekerjaan yang dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan

Untuk menjamin kelancaran penyelenggaraan pengelolaan barang milik daerah secara berdayaguna dan berhasilguna, maka fungsi pembinaan, pengawasan dan pengendalian sangat penting untuk menjamin tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah. Pembinaan merupakan usaha atau kegiatan melalui pemberian pedoman, bimbingan, pelatihan, dan supervisi. Pengendalian merupakan usaha atau kegiatan untuk menjamin dan mengarahkan agar pekerjaan yang dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Pengawasan merupakan usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai kenyataan yang sebenarnya mengenai pelaksanaan tugas dan/atau kegiatan, apakah dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan.

Pengendalian

39
Ketentuan, Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian
• Penggunaan barang dapat melakukan pemantauan dan penertiban pengelolaan barang dalam wilayah kekuasaan. Untuk SKPD dilaksanakan oleh kuasa pengguna barang • Pengguna dan kuasa penggunaan barang dapat meminta aparat fungsional melakukan tindak lanjut atas hasil pemantauan dan penertiban barang dan ditindaklanjuti sesuai aturan • Pengelola barang berwenang untuk melakukan pemantauandan inestigasi ataspemanfaatan dan pemindahtanganan barang daerah dan dapat meminta aparat fungsional untuk itu dan untuk kemudian ditindaklajuti hasil auditnya sesuai aturan berlaku

Pengguna Barang melakukan pemantauan dan penertiban terhadap penggunaan, pemanfaatan, pemindahtanganan, penatausahaan, pemeliharaan, dan pengamanan barang milik daerah yang berada di bawah penguasaannya. Menteri Dalam Negeri melakukan pembinaan pengelolaan barang milik daerah. Kepala daerah melakukan pengendalian pengelolaan barang milik daerah. Dalam rangka tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah diperlukan pembiayaan untuk kegiatan seperti; penyediaan blanko/buku inventaris, tanda kodefikasi/ kepemilikan, pemeliharaan, penerapan aplikasi sistim informasi barang daerah (simbada) dengan komputerisasi, tunjangan/insentif penyimpan dan/atau pengurus barang dan lain sebagainya. Pembiayaan untuk keperluan pengelolaan barang daerah agar direncanakan dan diajukan setiap tahun melalui APBD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

40
Pembiayaan
• Dalam pelaksanaan tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah, disediakan anggaran yang dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. • Pejabat/pegawai yang melaksanakan pengelolaan barang milik daerah yang menghasilkan pendapatan dan penerimaan daerah, diberikan insentif. • Penyimpan barang dan pengurus barang dalam melaksanakan tugas diberikan tunjangan khusus yang besarannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.

34

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

41
Tuntutan Ganti Rugi
• Setiap kerugian daerah akibat kelalaian, penyalahgunaan/pelanggaran hukum atas pengelolaan Barang Milik Daerah diselesaikan melalui tuntutan ganti rugi sesuai dengan peraturan perundangundangan. • Setiap pihak yang mengakibatkan kerugian daerah dapat dikenakan sanksi administratif dan/atau sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan. • Untuk pengamanan dan penyelamatan barang milik daerah, dilengkapi dengan ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang sanksi terhadap pengelola, pembantu pengelola, pengguna/kuasa pengguna, dan penyimpan dan/atau pengurus barang berupa Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang karena perbuatannya merugikan daerah

Dalam rangka pengamanan dan penyelamatan terhadap barang milik daerah, perlu dilengkapi dengan ketentuanketentuan yang mengatur tentang sanksi terhadap pengelola, pembantu pengelola, pengguna/kuasa pengguna, dan penyimpan dan/atau pengurus barang berupa Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang karena perbuatannya merugikan daerah. Tuntutan ganti rugi barang dikenakan terhadap pegawai negeri, pegawai perusahan daerah dan pegawai daerah yang melakukan perbuatan melanggar hukum atau perbuatan melalaikan kewajiban atau tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana mestinya sesuai dengan fungsi atau status jabatannya, sehingga karena perbuatannya tersebut mengakibatkan kerugian bagi daerah. Tuntutan ganti rugi barang tidak dapat dilakukan atas dasar sangkaan atau dugaan, akan tetapi harus didasarkan pada kenyataan yang sebenarnya dan dalam pelaksanaannya tidak perlu menunggu keputusan pengadilan negeri.

42

Selanjutnya pembahasan difokuskan pada penatausahaan barang milik daerah.

Pembahasan Fokus Penatausahaan

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

35

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

43
Kegiatan Penatausahaan BMD

Secara umum, kegiatan penatausahaan terdiri dari 3 hal: pembukuan, inventarisasi, dan pelaporan. 44

36

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

Daftar Mutasi Barang (DMB). keadaan barang dan sebagainya. Kartu Inventaris Barang (KIB) yang terdiri dari KIB A . rekap BI. harga. C. jenis/merk type. Buku inventaris tersebut memuat data meliputi lokasi. Dalam melakukan inventarisasi disamping melihat kondisi barang dan sebagainya perlu dilakukan pengkodean terhadap barang daerah. D. Buku inventaris ini dapat memberi informasi yang tepat dalam siklus pengelolaan barang daerah. mulai dari Daftar Barang Pengguna (DBP). tahun pembelian. Pembukuan merupakan suatu kegiatan pelaksanaan dan pencatatan barang milik daerah dalam Daftar Barang Pengguna (DBP) dan Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP). E dan F. Pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Pemda yang menyatakan kode lokasi dan kode barang. Kartu Inventaris Ruangan KIR. ukuran. rekap DMB. B. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 37 . 45 Penatausahaan: Pembukuan (Pencatatan dan Pelaporan) Penyimpan Barang Penerimaan barang Penyaluran barang Buku Penerimaan Barang (BPB) Buku Pengeluaran Barang (BPnB) Pengurus Barang Buku Inventaris (BI) Pengguna/Kuasa Pengguna Daftar Barang Pengguna/Kuasa Pengguna (DBP/DBKP) Rencana Kebutuhan BMD (RKBMD) Pengadaan barang Rencana Kebutuhan Pemeliharaan (RKPBMD) Pemeliharan barang Barang inventaris dan pakai habis dicatat terpisah Kartu pemeliharan barang Barang Barang Inventaris (BBI) Buku Barang Barang Pakai Habis (BBPH) Laporan pemeliharan barang Laporan pemeliharan barang Dicatat perjenis barang (kuantitas) Kartu Barang (KB) Inventaris Kartu Barang (KB) Pakai Habis Laporan Mutasi Barang (LMB) Rekap Laporan Mutasi Barang (RLMB) Laporan Barang Pengguna/Kuasa Pengguna Semesteran (LBPS/LBKPS) Laporan Barang Pengguna/Kuasa Pengguna Tahunan (LBPT/LBKPT) Dicatat perjenis barang (kuantitas dan harga) Kartu Persediaan Barang (KPB) Inventaris Laporan semester penerimaan dan pengeluaran barang inventaris Kartu Persediaan Barang (KPB) Pakai Habis Laporan semester penerimaan dan pengeluaran barang pakai habis Daftar Mutasi Barang (RMB) Rekap Daftar Mutasi Barang (RDMB) Slide ini menjelaskan alur pencatatan dan pelaporan dan pihak yang berperan dan bertanggungjawab dalam proses pembukuan. jumlah. asal barang. serta daftar usulan barang yang Akan dihapus dan daftar barang yang digunausahakan. Dokumen-dokumen tersebut digunakan untuk menyusun Buku Inventaris (BI).PENGELOLAAN BARANG DAERAH Slide ini menjelaskan dokumen-dokumen/format yang digunakan dalam penatausahaan.

C. b) Pelaksanaan pelaporan. E dan F). 2) Dalam pencatatan dimaksud dipergunakan buku dan kartu sebagai berikut: a) Kartu Inventaris Barang (KIB A. irigasi. d) Buku Induk Inventaris.Aset tetap lainnya KIBF.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 46 Penatausahaan: Inventaris (Pencatatan dan Pelaporan) Pengurus Barang Melakukan inventarisasi barang Dilakukan tiap 5 tahun sekali Kartu InventarisBarang (KIB) A. 38 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . 3) Dalam pelaksanaan pelaporan dipergunakan daftar : a) Buku Inventaris dan Rekap. pencatatan data dan pelaporan Barang Milik Daerah dalam unit pemakaian.Konstruksi dalam pengerjaan Inventarisasi dilakukan tiap tahun sekali bersama dengan barang persediaan Buku Inventaris (BI) Rekap (BI) Daftar usulan barang yang akan dihapus Buku Induk Inventaris (BII) Kartu Inventaris Ruangan (KIR) Rekap (BII) Buku Induk Inventaris (BII) Rekap (BII) Pengguna/Kuasa Pengguna Pengelola/Kuasa Pengelola Juknis sensus Daftar Barang Pengguna/Kuasa Pengguna (DBP/ DBKP) Daftar Barang Milik Daerah (DBMD) Daftar usulan barang yang akan dihapus Daftar barang milik daerah yang akan digunausahakan Daftar usulan barang yang akan dihapus Daftar barang milik daerah yang akan digunausahakan Daftar barang milik daerah yang akan digunausahakan Inventarisasi merupakan kegiatan atau tindakan untuk melakukan penghitungan. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak.Jalan. Buku Induk Inventaris (BIl) merupakan gabungan/ kompilasi buku inventaris sedangkan Buku Inventraris adalah himpunan catatan data teknis dan administratif yang diperoleh dari catatan kartu barang inventaris sebagai hasil sensus ditiap-tiap SKPD yang dilaksanakan secara serentak pada waktu tertentu.Mesin dan peralatan KIB D. D. Pelaksanaan Inventarisasi 1) Pelaksanaan inventarisasi dibagi dalam dua kegiatan yakni: a) Pelaksanaan pencatatan. pengurusan. b) Kartu Inventaris Ruangan. dan jaringan KIB E. a. penyelenggaraan.Mesin dan peralatan KIB B.Tanah KIB B. c) Buku Inventaris. pengaturan. Dari kegiatan inventarisasi disusun Buku Inventaris yang menunjukkan semua kekayaan daerah yang bersifat kebendaan. b) Daftar Mutasi Barang dan Rekap. B.

5) Buku Induk Inventaris berlaku untuk 5 (lima) tahun. pemasangan maupun pencatatan inventaris ruangan menjadi tanggung jawab pengurus barang dan kepala ruangan di setiap SKPD. e. Kartu Inventaris Ruangan adalah kartu untuk mencatat barang. d. yang diperlukan untuk inventarisasi maupun tujuan lain dan dipergunakan selama barang itu belum dihapuskan. 2) Pengguna barang bertanggung-jawab dan menghimpun KIB dan KIR dan mencatatnya dalam Buku Inventaris yang datanya dari KIB A. C. dilengkapi data asal. Daftar Rekapitulasi Inventaris disusun oleh pengelola/pembantu pengelola dengan mempergunakan bahan dari rekapitulasi inventaris barang yang disampaikan oleh pengguna. adalah sebagai berikut : 1) Pengguna melaksanakan inventarisasi barang yang dicatat di dalam Kartu Inventaris Barang (KlB A. Prosedur pengisian Buku Induk Inventaris. Kartu Inventaris Barang ( KIB ) Kartu Inventaris Barang (KIB) adalah kartu untuk mencatat barang-barang inventaris secara tersendiri atau kumpulan/kolektip. Edan F serta membuat KIR di masingmasing ruangan. (5) Kartu Inventaris Barang (Aset Tetap Lainnya). D. yang selanjutnya dibuat kembali dengan tata-cara sebagaimana telah diuraikan di atas (Sensus Barang).barang inventaris yang ada dalam ruangan kerja. kapasitas. Untuk mendapatkan data barang dan pembuatan buku inventaris yang benar. merk. (6) Kartu Inventaris Konstruksi dalam Pengerjaan c. KIB terdiri dari : (1) Kartu Inventaris Barang (Tanah). (3) Kartu Inventaris Barang (Gedung dan Bangunan). dan F dan Kartu Inventaris Ruangan (KIR) secara kolektif atau secara tersendiri per jenis barang rangkap 2 (dua). B. (2) Kartu Inventaris Barang (Mesin dan Peralatan). Daftar Rekapitulasi Inventaris.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Pembantu Pengelola mengkoordinir penyelenggaraan pengelolaan barang daerah. C. Kartu Inventaris Ruangan ini harus dipasang di setiap ruangan kerja. Irigasi dan Jaringan). 3) Pembantu pengelola barang mengkompilasi Buku Inventaris menjadi Buku Induk Inventaris 4) Rekapitulasi Buku Induk Inventaris ditanda-tangani oleh pengelola atau pembantu pengelola. volume. E. Kartu Inventaris Ruangan (KIR). nilai/ harga dan data lain mengenai barang tersebut. Daftar mutasi barang memuat data barang yang berkurang dan/atau yang bertambah dalam suatu jangka waktu tertentu (1 semester dan 1 tahun). (4) Kartu Inventaris Barang (Jalan. b. B. Daftar Mutasi Barang. dapat dipertanggungjawabkan dan akurat (up to date) maka dilakukan melalui Sensus Barang Daerah setiap 5 (lima) tahun sekali. tipe. D. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 39 .

40 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . (2) Musnah/hilang/mati. b) Berkurang.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Mutasi barang terjadi karena : a) Bertambah. disebabkan: (1) Pengadaan baru karena pembelian. disebabkan : (1) Dijual/dihapuskan. (3) Tukar-menukar. Pembantu pengelola melakukan koordinasi dalam pencatatan dan pendaftaran barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada huruf b ke dalam Daftar Barang Milik Daerah (DBMD). (3) Dihibahkan/disumbangkan. (2) Sumbangan atau hibah. (4) Tukar menukar/ruilslag /tukar guling/dilepaskan dengan ganti rugi. 47 Penjelasan Pembukuan • Pengelola barang mencatat barang daerah berupa tanah dan bangunan dalam DBMD (daftar barang milik daerah) menurut penggolongan dan kodefikasi barang • Pengelola barang harus menyimpan bukti pemilikan tanah dan bangunan dalam penguasaannya • Pengguna barang harus menyimpan bukti pemilikan barang selain tanah dan bangunan dalam pengelolaannya Pengguna/kuasa pengguna barang wajib melakukan pendaftaran dan pencatatan barang milik daerah ke dalam Daftar Barang Pengguna (DBP)/Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP). (4) Perubahan peningkatan kualitas (guna susun).

• Latihan Alur: • Presentasi (± 20 menit) • Penjelasan Slide (± 60 menit) • Latihan (± 180 menit) • Kesimpulan dan tanya-jawab (± 40 menit) • Perhatikan bahwa pelaksanaan sesi ini tetap diselingi dengan jeda untuk 2 kali rehat kopi dan makan siang ! Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 41 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH HARI II SESI 4 Pengelolaan Barang Milik Daerah Tujuan: • Peserta memahami siklus pengelolaan barang daerah • Peserta mengetahui proses penatausahaan barang milik daerah • Peserta mampu mengidentifikasi langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam pengelolaan barang daerah Materi: • Power Point Slide • Latihan Pengkodean • Latihan Penatausahaan Waktu: ± 300 menit Metode: • Presentasi • Tanya Jawab.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 42 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

4 Pengkodean Lokasi 1 Kode komponen pemilik barang Kode Prov. provinsi. Tujuan kodefikasi: Mengamankan dan memberikan kejelasan status kepemilikan dan status penggunaan barang pada masing-masing pengguna. bidang.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 1 Ucapkan selamat datang pada hari ke II pelatihan Pengelolaan Barang Milik Daerah. fokus pembahasan materi pada pengkodean dan penatausahaan dengan penekanan pada inventarisasi dan pelaporan. Nomor kode lokasi terdiri 14 digit atau lebih sesuai kebutuhan daerah. kabupaten/kota. HARI 2 2 Topik Hari 2 • Pengkodean dan Latihan Pengkodean • Penatausahaan mengenai: . 3 Pengkodean Definisi: Pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Pemda yang menyatakan kode lokasi dan kode barang Tujuan Pengkodean: Mengamankan dan memberikan kejelasan status kepemilikan dan status penggunaan barang pada masing-masing pengguna Dalam melakukan inventarisasi disamping melihat kondisi barang dan sebagainya. SKPD dan unit kerja serta tahun pembelian barang. HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 43 .Pelaporan Pada hari ke 2. perlu dilakukan pengkodean terhadap barang daerah. Pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Pemda yang menyatakan kode lokasi dan kode barang. Kode Kab/Kota Kode Bidang Kode Unit Bidang Kode Tahun Pembelian Kode Sub Unit/ Satuan Kerja 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Slide di samping menggambarkan pencatatan kode lokasi yang terdiri dari 14 digit. Nomor kode lokasi menggambarkan/menjelaskan status kepemilikan barang. Lemparkan pertanyaanpertanyaan untuk mereviu mengenai materi yang telah disampaikan pada hari I.Inventarisasi .

merk. Barang milik pemerintah pusat (BM/KN) (kalau ada 00). • Barang yang tidak diketahui Tahun Pembelian/Perolehannya.. Digit 13 dan 14... cc. Kode sub unit/satuan kerja untuk masing-masing SKPD diberi nomor urut kode sub unit sesuai struktur organisasi perangkat daerah mulai dari nomor 01 dan seterusnya 44 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .... Nomor kode urutan provinsi sebagaimana tercantum dalam Lampiran 39 (Permendagri 17/2007). Barang milik Pemerintah Daerah Provinsi dengan Nomor Kode 11 c. Barang yang tidak diketahui tahun pembelian/perolehannya.. tipe.. Kodefikasi kepemilikan untuk masing-masing tingkatan pemerintahan sebagai berikut: a.. Nomor kode tahun pembelian/pengadaan barang dituliskan 2 angka terakhir (misalnya tahun pembelian/perolehan 1997. • Kode Sub Unit/Satuan Kerja untuk masing-masing SKPD diberi Nomor urut Kode sub unit sesuai struktur organisasi perangkat daerah mulai dari Nomor 01 dan seterusnya sampai sejumlah sub Unit/Satuan Kerja dalam SKPD tersebut dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. tipe... Digit 11 dan 12.. maka ditulis Nomor Kodenya 97. sejenis. Digit 7 dan 8.. Barang milik pemerintah provinsi (11). • Kode Unit merupakan penjabaran dari Bidang Tugas kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sesuai struktur organisasi di masing masing Daerah Provinsi/Kabupaten/ Kota. kode bidang Kode bidang ini merupakan pengelompokan Bidang Tugas yang terdiri dari 22 bidang.. Nomor kode urutan kabupaten/kota sebagaimana tercantum dalam lampiran 40 (Permendagri 17/2007).. bahan.. supaya dibandingkan dengan barang yang sama. 6 Lanjutan. Barang milik pemerintah kabupaten/Kota (12). dan penetapan prakiraan tahun tersebut ditetapkan oleh pengurus barang.. supaya dibandingkan dengan barang yang sama.. • Nomor Kode Tahun pembelian/pengadaan barang dituliskan 2 angka terakhir (misalnya tahun pembelian/perolehan 1997. Barang Milik Pemerintah Daerah Kab/Kota dengan Nomor Kode 12. merk... Provinsi diberi Nomor Kode mulai dari Nomor 01 sampai dengan 33 (dstnya). tahun pembelian/perolehan tahun 2002 ditulis 02 tahun 2005 ditulis 05 dan seterusnya.. Kode Kabupaten/Kota • Kabupaten/Kota yang berada dalam wilayah suatu Provinsi diberi Nomor Kode mulai dari Nomor 01 dan seterusnya sampai sejumlah Kabupaten/Kota dalam wilayah Provinsi tersebut. b..undang Pembentukan Daerah Otonom baru dengan memperhatikan/mengikuti Nomor urut Kabupaten/ Kota yang ditetapkan Menteri Dalam Negeri. kode SKPD. 7 Lanjutan. Kecamatan diberi nomor kode mulai dari nomor urut 50 (lima puluh) dan seterusnya sesuai jumlah kecamatan pada masing--masing kabupaten/kota.. Digit 3 dan 4. sesuai dengan jumlah Provinsi yang ada. Kode Provinsi. Digit 1 dan 2. 8 Lanjutan.. cc dsb dan penetapan prakiraan tahun tersebut ditetapkan oleh Pengurus barang....... sejenis. Nomor Kode SKPD dibakukan lebih lanjut oleh kepala daerah dengan memperhatikan pengelompokkan bidang yang terdiri dari 22 bidang. Tahun Pembelian/Pengadaan/ Pembangunan... Kode Sub Unit/Satuan Kerja. c.. maka ditulis Nomor Kodenya 97. • Penetapan nomor urut kode unit/SKPD di masing-masing Provinsi/Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Kepala Daerah.. tahun pembelian/ perolehan tahun 2002 ditulis 02 tahun 2005 ditulis 05 dan seterusnya. dsb.. • Untuk nomor kode Kabupaten /Kota yang baru dibentuk dibakukan oleh Gubernur dengan mengikuti urutan sesuai lahirnya undang ..PENGELOLAAN BARANG DAERAH 5 Lanjutan. Digit 5 dan 6... bahan... Barang milik Pemerintah Pusat dengan Nomor Kode OO b. Digit 9 dan 10. Kode komponen kepemilikan barang Penulisan kode komponen kepemilikan barang sebagai berikut : a.

jenis berbeda. dipergunakan pada Dinas PU (Subdin Cipta Karya) mobil sedan yang ketiga.05.23. maka pencatatannya dapat dilakukan dalam suatu format pencatatan dalam lajur register. besaran harganya sama seperti meja dan kursi jumlahnya 150. Slide ini menunjukkan cara penulisan kode lokasi dan kode barang. tahun pengadaan sama.01. maka nomor registernya dicatat tersendiri untuk masing-masing barang. Nomor urut pencatatan untuk setiap barang yang spesifikasi. dibeli/diperoleh Tahun 2001. nomor kode sub kelompok.03. pencatatan terhadap barang yang sejenis. merk.01. 12. perlu 2 angka di depan/dicari nomor kode golongan barangnya. pencatatan terhadap barang yang sejenis.01.05.01. tipe.0003 Barang milik Pemerintah Kota Balikpapan berupa bangunan gedung tempat kerja permanen yang ke 5. Untuk mengetahui nomor kode barang dari setiap jenis dengan cepat. besaran harganya sama seperti meja dan kursi jumlahnya 150.PENGELOLAAN BARANG DAERAH sampai sejumlah sub unit/satuan kerja dalam SKPD tersebut dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.02. nomor kode kelompok.23.04 02.11. 12 Contoh Penulisan Barang milik Departemen Kimpraswil berupa mobil sedan dibeli pada tahun 1999. Subdin Pembangunan.06. kemudian baru dicari nomor kode bidang.01. ditulis: 0001 s/d 0150. nomor kode sub-sub kelompok/jenis barang dimaksud. sub kelompok dan sub-sub kelompok/jenis barang. berada pada Dinas Pengairan.01. 00.01.Irigasi dan Jaringan (5) Aset Tetap Lainnya (6) Konstruksi dalam Pengerjaan 10 Klasifikasi Pengkodean Barang Golongan Bidang Semakin Global/ Ringkas Kelompok Sub Kelompok Sub-sub Kelompok Semakin Rinci/ Deatail Penggolongan barang terbagi atas bidang. Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. 9 Pengkodean Barang 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kode golongan Kode Bidang Kode Kelompok Kode Sub Kelompok Kode Sub Sub Kelompok Nomor Register Nomor kode barang diklasifikasikan ke dalam 6 (golongan) yaitu: (1) Tanah (2) Mesin dan Peralatan (3) Gedung dan Bangunan (4) Jalan. 11 Nomor Register Nomor urut pencatatan dari setiap barang.99.27.02 03. ditulis: 0001 s/d 0150. kelompok. maka pencatatannya dapat dilakukan dalam suatu format pencatatan dalam lajur register.03.0005 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 45 . Nomor register merupakan nomor urut pencatatan dari setiap barang. tahun pengadaan sama.

46 .. Pemerintah Daerah menerapkan aplikasi inventarisasi melalui Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah (SIMBADA)...03. sedangkan untuk tanah kosong pada sebuah papan yang berukuran sekurang-kurangnya 60x100 cm. Gambar lambang daerah berbentuk bulan ukuran garis tengah 6 cm.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 13 Cara Penulisan Kode Lokasi Untuk Contoh 1: Cara penulisan kode lokasi: 00. 14 Cara Penulisan Kode Barang Cara penulisan kode barang: 02. cukup dicatat dalam BI.02. Lebar 15 cm. Kode barang dan tanda kepemilikan untuk kendaraan bermotor lainnya ditempatkan di tempat yang mudah dilihat. supaya mempergunakan Nomor Kode jenis barang “Lain-lain” dari Sub kelompok barang yang dimaksud atau dibakukan oleh kepala daerah masing-masing dengan mengikuti nomor urut jenis barang lain-lain. diperlakukan sama dengan barang inventaris milik Pemerintah Daerah. KlB dan KIR. 15 Ketentuan Lain Pengkodean • Cara pencatatan dan pemberian Nomor Kode bagi barang yang belum ada Nomor Kode jenis barangnya...0003 02 : Kode golongan peralatan dan mesin 03 : Kode bidang alat-alat angkutan 01 : Kode kelompok alat angkutan darat bermotor 01 : Kode sub kelompok kendaraan dinas bermotor perorangan 01 : Kode sub-sub kelompok/jenis barang sedan 0003 : Kode register Slide: contoh penulisan kode barang. yang berbentuk papan kecil dengan ukuran: a.. HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 16 Lanjutan.. • BMD yang dipisahkan (Perusahaan Daerah) tetap menjadi milik Pemerintah Daerah.. c.. oleh karena itu semua barang inventaris yang dipisahkan. Kode barang dan tanda kepemilikan harus dicantumkan pada setiap barang inventaris...01...01. d. Panjang 25 cm.01. Kode barang dan tanda kepemilikan rumah dinas dicantumkan pada sebuah papan yang berukuran 15 x 25 Cm... • Tidak termasuk barang milik daerah tersebut di atas yaitu barang usaha/barang yang diperdagangkan sesuai dengan bidang usaha dari Perusahaan Daerah tersebut.05..99. Kode barang dan tanda kepemilikan untuk kendaraan bermotor roda 2 (dua) ditempatkan pada bagian badan yang mudah dilihat.. b. Pemasangan kode barang dan tanda kepemilikan rumah dinas daerah dicantumkan pada tembok rumah bagian depan sehinga tampak nyata dari jalan umum. kecuali apabila ruang/tempat yang tersedia tidak dapat memuatnya. Tinggi huruf 2 cm.04 00 23 02 05 01 99 04 : : : : : : : Kode milik pusat kode propinsi Kalimantan Timur Kode Kabupaten Berau Kode Bidang Kimpraswil/PU Kode Dinas PU Kode Tahun perolehan Kode Subdinas Cipta Karya Slide: contoh penulisan kode lokasi. • Untuk tertib administrasi pengelolaan BMD yang cepat dan akurat.. Kode barang dan tanda kepemilikan untuk kendaraan bermotor roda 4 (empat) ditempatkan di bagian luar yang mudah dilihat.23.01.

pencatatan data dan pelaporan barang milik daerah dalam unit pemakaian. 19 Inventarisasi . jenis/ merk. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 17 Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran. jenis/merk tipe. Adanya buku inventaris yang lengkap. Barang inventaris adalah seluruh barang yang dimiliki oleh pemerintah daerah yang penggunaannya lebih dari satu tahun dan dicatat serta didaftar dalam buku inventaris. penyelenggaraan. HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 47 . pengaturan. dan 3) Menunjang pelaksanaan tugas pemerintah.. pemanfaatan. tahun pembelian. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. pengurusan. asal barang.. penyelenggaraan.. harga. Inventarisasi merupakan kegiatan atau tindakan untuk melakukan perhitungan. keadaan barang dan sebagainya.. pengaturan. 2) Usaha untuk menggunakan memanfaatkan setiap barang secara maksimal sesuai dengan tujuan dan fungsinya masing-masing. b) Pelaksanaan pelaporan. pencatatan data dan pelaporan barang milik daerah dalam unit pemakaian • Disusun Buku Inventaris yang menunjukkan semua kekayan daerah yang bersifat kebendaan. Fasilitator diminta untuk memperlajari baik-baik trainers note terlampir. Pelaksanaan inventarisasi dibagi dalam dua kegiatan yakni: a) Pelaksanaan pencatatan. dapat dipertanggungjawabkan dan akurat (up to date) maka dilakukan melalui Sensus Barang Daerah setiap 5 (lima) tahun sekali. Latihan 2 Pengkodean Barang 18 Inventarisasi • Kegiatan atau tindakan untuk melakukan perhitungan. jumlah. tahun pembelian. tipe . harga. Lanjutan • Pengguna barang diwajibkan melakukan inventarisasi minimal sekali dalam 5 tahun • Inventarisasi barang persediaan dan konstruksi dalam pengerjaan dilakukan minimal sekali dalam setahun • Pengguna barang menyampaikan laporan inventarisasinya kepada pengelola barang paling lambat 3 bulan setelah inventarisasi • Pengelola barang melakukan inventarisasi tanah dan bangunan dalam penguasaannya minimal sekali dalam 5 tahun Untuk mendapatkan data barang dan pembuatan buku inventaris yang benar.. keadaan barang dan sebagainya. Dari kegiatan inventarisasi disusun Buku Inventaris yang menunjukkan semua kekayan daerah yang bersifat kebendaan. pengamanan dan pengawasan setiap barang. • Memuat data meliputi lokasi. ukuran. jumlah. teratur dan berkelanjutan mempunyai fungsi dan peran yang sangat penting dalam rangka: 1) Pengendalian. Buku inventaris tersebut memuat data meliputi lokasi. asal barang. pengurusan. ukuran.

Pengelola barang harus menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berdasarkan hasil penghimpunan laporan. Buku Inventaris.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Dalam pencatatan dimaksud. Kartu Inventaris Ruangan. 20 Pelaporan • Kuasa pengguna barang menyampaikan laporan pengguna barang semesteran. b. E dan F). d. • Pengguna menyampaikan laporan pengguna barang semesteran. tahunan dan 5 (lima) tahunan dari masing-masing SKPD.. • Rekapitulasi sebagaimana dimaksud di atas.. • Rekapitulasi digunakan sebagai bahan penyusunan neraca daerah. D. Pengelola barang harus menghimpun Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) serta Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berupa tanah dan/atau bangunan.. C. Daftar Mutasi Barang dan Rekap. Buku Induk Inventaris.. c. Dalam pelaksanaan pelaporan dipergunakan daftar yaitu : a. tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada kepala daerah melalui pengelola. tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada pengguna. • Pembantu pengelola menghimpun seluruh laporan pengguna barang semesteran. jumlah maupun nilai serta dibuat rekapitulasinya. 21 Pelaporan . • Pengguna menyampaikan laporan pengguna barang semesteran. tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada pengguna. Kuasa pengguna barang harus menyusun Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran (LBKPS) dan Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan (LBKPT) untuk disampaikan kepada pengguna barang. B. digunakan sebagai bahan penyusunan neraca daerah. dan menghimpun LBPS dan LBPT untuk kemudian menjadi LBMD • Lebih lanjut LBMD akan menjadi acuan untuk penyusunan neraca daerah 48 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . jumlah maupun nilai serta dibuat rekapitulasinya. tahunan dan 5 (lima) tahunan dari masing-masing SKPD.. dipergunakan buku dan kartu sebagai berikut: a. • Pembantu pengelola menghimpun seluruh laporan pengguna barang semesteran. Kuasa pengguna barang menyampaikan laporan pengguna barang semesteran. b. tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada kepala daerah melalui pengelola.. Pengelola barang harus menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berupa tanah dan/atau bangunan semesteran dan tahunan. Pengguna barang harus menyusun Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) untuk disampaikan kepada pengelola barang. Kartu Inventaris Barang (KIB A. Buku Inventaris dan Rekap.Lanjutan • Kuasa pengguna barang harus menyusun LBKPS (laporan barang kuasa pengguna semesteran) dan LBPKT (laporan barang kuasa pengguna tahunan) kepada pengguna barang • Pengguna barang harus menyusun LBPS (laporan barang pengguna semesteran) dan LBPT (laporan barang pengguna tahunan) kepada pengelola barang • Pengelola barang harus menyusun LBMD (laporan barang milik daerah) berupa tanah dan atau bangunan secara semesteran maupun tahunan.

Lanjutan • Laporan Mutasi Barang semester I dan semester II digabungkan menjadi Daftar Mutasi Barang selama 1 (satu) tahun. • Laporan mutasi barang merupakan pencatatan barang bertambah dan/atau berkurang selama 6 bulan untuk dilaporkan kepada kepala daerah melalui pengelola. merek. • Buku Induk Inventaris sebagaimana dimaksud pada huruf e merupakan saldo awal pada daftar mutasi barang tahun berikutnya. 24 Pelaporan . • Laporan inventarisasi barang (mutasi bertambah dan/atau berkurang) selain mencantumkan jenis... selanjutnya untuk tahun-tahun berikutnya pengguna/kuasa pengguna dan pengelola hanya membuat Daftar Mutasi Barang (bertambah dan/ atau berkurang) dalam bentuk rekapitulasi barang milik daerah. dicatat secara tertib pada : 1) Laporan Mutasi Barang.Lanjutan • Hasil sensus/inventarisasi barang daerah dari masing-masing pengguna/kuasa pengguna.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 22 Pelaporan ...Lanjutan • Mutasi barang bertambah dan/atau berkurang pada masing-masing SKPD setiap semester. dicatat secara tertib pada : 1) Laporan Mutasi Barang.. selanjutnya pembantu pengelola merekap buku inventaris tersebut menjadi buku induk inventaris.. Latihan 3 Pembukuan. dan 2) Daftar Mutasi Barang.. selanjutnya pembantu pengelola merekap buku inventaris tersebut menjadi buku induk inventaris... dan lain sebagainya juga harus mencantumkan nilai barang. di rekap ke dalam buku inventaris dan disampaikan kepada pengelola.. Laporan Mutasi Barang semester I dan semester II digabungkan menjadi Daftar Mutasi Barang selama 1 (satu) tahun.. 23 Pelaporan . dan 2) Daftar Mutasi Barang. dan masing-masing dibuatkan Daftar Rekapitulasinya (Daftar Rekapitulasi Mutasi Barang). 25 Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran. Laporan Mutasi Barang merupakan pencatatan barang bertambah dan/atau berkurang selama 6 (enam) bulan untuk dilaporkan kepada kepala daerah melalui pengelola... tipe. Fasilitator diminta untuk mempelajari baik-baik trainers note terlampir.. • Rekapitulasi seluruh barang milik daerah (daftar mutasi) disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri. selanjutnya untuk tahun-tahun berikutnya pengguna/kuasa pengguna dan pengelola hanya membuat Daftar Mutasi Barang (bertambah dan/atau berkurang) dalam bentuk rekapitulasi barang milik daerah.. Mutasi barang bertambah dan/atau berkurang pada masingmasing SKPD setiap semester.. Inventarisasi dan Pelaporan HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 49 . dan masing-masing dibuatkan Daftar Rekapitulasinya (Daftar Rekapitulasi Mutasi Barang).. • Buku Induk Inventaris merupakan saldo awal pada daftar mutasi barang tahun berikutnya. Daftar mutasi barang selama 1 (satu) tahun tersebut disimpan di pembantu pengelola. • Hasil sensus barang daerah dari masing-masing pengguna/kuasa pengguna. di rekap ke dalam Buku Inventaris dan disampaikan kepada pengelola..

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 26 Setelah seluruh materi dan latihan disampaikan. LSPPB KIR. KPB. 50 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . KIB. melaksanakan inventarisasi/sensus BMD (5 tahunan) dan melaksanakan penilaian BMD. Penggantian 4. BPnB. Pemeliharaan 3. menyusun kode lokasi. lemparkan pertanyaan-pertanyaan untuk memancing peserta mengenai apa yang harus dipersiapkan daerah untuk pengelolaan barang daerah yang lebih baik? Apa yang perlu disiapkan Daerah? 27 Rencana kebutuhan dan penganggaran Pengadaan Penerimaan. 28 Pengelolaan Barang • Menyusun Perda Pengelolaan BMD • Menyusun Perbup/Perwali tentang Kode Lokasi • Melaksanakan Inventarisasi BMD • Melakukan appraisal BMD (aktiva tetap – tidak bergerak) Beberapa hal yang bisa direkomendasikan untuk pengelolaan barang daerah adalah: menyiapkan Perda pengelolaan BMD. Penghapusan Laporan Keuangan DRKBU DRKPBU DUBYAD DBMDYD KUA DAN PPAS RKA Belanja Modal Belanja Pemeliharaan Tayangkan kembali slide dengan alur hubungan pengelolaan barang daerah – perencanaan dan penganggaran – akuntansi. pengawasan dan pengendalian Pembiayaan Tuntutan ganti rugi LBPT Pembukuan Inventarisasi Pelaporan BPB. KB. DMB dan BI p Ap Kebijakan akuntansi Akuntansi aset Akuntansi persediaan rai sal Analisis tingkat pelayanan RKBU Analisis kebutuhan: 1. penyimpanan dan penyaluran Penggunaan Penatausahaan Pengelolaan BMD Pemanfaatan Pengamanan dan pemeliharaan Penilaian Penghapusan Pemindahtanganan Pembinaan. untuk dapat melihat gambaran utuh posisi pengelolaan barang daerah dalam kerangka pengelolaan keuangan daerah. Penambahan 2.

30 Rencana Pengelolaan BMD Menyiapkan analisa kebutuhan BMD. maka hasil laporan pengelolaan barang daerah menjadi bahan penyusunan perencanaan kebutuhan barang dan bahan perencanaan kebutuhan pemeliharaan barang. maka dari sisi akuntansi harus disiapkan kebijakannya. Kedua hal tersebut sebaiknya diatur secara terinci dalam kebijakan akuntansi. terutama dalam hal akuntansi aset (aset tetap – tidak bergerak) dan persediaan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 29 Akuntansi • Menyusun Kebijakan Akuntansi yang secara terinci mengatur akuntansi aset tetap dan persediaan Karena hasil laporan pengelolaan BMD menjadi bahan penyusunan neraca/laporan keuangan. meliputi: • Rencana kebutuhan pengadaan BMD • Rencana kebutuhan pemeliharaan BMD Kemudian. HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 51 . sesuai siklus pengelolaan barang daerah/siklus pengelolaan keuangan daerah.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 52 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH LATIHAN 2: Pengkodean Barang HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 53 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 54 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

Fasilitator membagikan lembar kerja pengkodean aset kepada peserta. 2.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Latihan 2: Pengkodean Barang Waktu: Total Waktu = 60 menit • 45 menit untuk latihan kelompok • 15 menit untuk pembahasan hasil kelompok Tujuan: Setelah melakukan latihan kasus ini peserta diharapkan mampu: 1. Mengidentifikasi barang milik daerah 2. Fasilitator menampilkan kunci jawaban dan memberikan penjelasan kepada peserta apabila diperlukan. 2. Fasilitator menjelaskan tujuan latihan kepada peserta dalam ruang kelas. Peserta menyepakati hasil jawaban secara kelompok bukan perorangan 4. Peserta bekerja dalam kelompok (5-6 orang) dan memilih salah seorang anggotanya menjadi pimpinan diskusi kelompok. 5. 3. Materi : 1. Diskusi kelompok dilakukan dengan mengisi lembar yang telah disediakan serta mengikuti instruksi yang tertera. Lembar soal terlampir akan digunakan kelompok dalam mengerjakan latihan ini. Menyusun kode barang sesuai dengan lokasi dan jenis/macam barang Proses : 1. Fasilitator memilih salah satu kelompok untuk menyajikan hasil kerja kelompoknya. Kode lokasi dan kode barang HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 55 .

Sub Dinas Perkebunan Kabupaten Klaten yang diperoleh pada tahun 1990 Barang milik Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah berupa mobil jenazah ke tiga yang digunakan oleh Rumah Sakit Daerah yang dibeli tahun 2004 Bangunan gedung kantor permanen ke 2 yang digunakan untuk Dinas Pertanian Subdin Budi Daya Pangan Kabupaten Semarang yang diperoleh tahun 2005 Barang milik Departemen Kimpraswil berupa jembatan pertama pada jalan nasional yang dikelola oleh Dinas PU Subdin Pembangunan Kota Tegal yang diperoleh tahun 2000 Barang milik Dinas Pendidikan Kota Semarang berupa buku-buku pengetahuan bahasa Inggris berasal dari hibah pada tahun 2006 dengan no register 0001 . Kode Register 1 Barang milik pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupa tanah perkebunan karet yang dikelola oleh Dinas Pertanian. Sub2Kel.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lembar Latihan Pengkodean Peserta diminta untuk mengidentifikasi dan memberikan kode atas barang dengan informasi sebagai berikut: Kode Lokasi Milik Prov Kab/Kota Bidang Unit Bid. Thn Beli Sub Unit No Uraian Kode Barang Gol Bid.0200 Barang Milik Provinsi Jawa Tengah berupa mesin bubut ke 2 yang digunakan oleh Dinas Perindustrian Subdin IKM Kabupaten Kebumen yang diperoleh pada tahun 2003 2 3 4 5 6 56 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . Kelompok SubKel.

Kelompok SubKel.. Kode Lokasi Milik Prov Kab/Kota Bidang Unit Bid....PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lanjutan lembar latihan. Kode Register 7 Barang milik Kabupaten Jepara berupa meja kerja ketua & wakil ketua DPRD yang dikelola oleh Sekwan urusan rumah tangga yang dibeli pada tahun 2006 Barang milik Kabupaten Kudus berupa bangunan stasiun bus permanen yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Subdin Perhubungan Darat yang diperoleh pada tahun 1999 8 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 57 .. Sub2Kel. Thn Beli Sub Unit No Uraian Kode Barang Gol Bid.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 58 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH LATIHAN 3: Penatausahaan (Pembukuan. Inventarisasi dan Pelaporan) HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 59 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 60 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

9.26. Melakukan pembukuan atas barang milik daerah 2. 6.12. 10. 31. 11. Foto copy semua lampiran satu eksemplar kecuali untuk: • Lampiran 12 (12 lembar) • Lampiran 13 (12 lembar) HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 61 . 14.13. Fasilitator memilih salah satu kelompok untuk menyajikan hasil kerja kelompoknya. Lembar soal terlampir akan digunakan kelompok dalam mengerjakan latihan ini. 35. 8. 27. Diskusi kelompok dilakukan dengan mengisi lembar yang telah disediakan serta mengikuti instruksi yang tertera.5 Jam (150 menit) • 90 menit untuk latihan kelompok • 45 menit untuk round robbin (pembahasan hasil latihan per kelompok) • 15 menit untuk kesimpulan Tujuan: Setelah melakukan latihan ini peserta diharapkan mampu: 1.15. Materi : 1. Formulir yang terkait dengan pembukuan. 25. Fasilitator membagikan lembar soal dan beberapa formulir yang terkait dengan proses pembukuan. 30. 32. dan 36) Catatan: 1. 5.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Latihan 3: Pembukuan.15. Pengurus barang diberi formulir/lampiran 25. Peserta menyepakati hasil jawaban secara kelompok bukan perorangan 7. 31. Menyusun Laporan Barang Daerah Proses: 1.13. Menginventarisasikan barang milik daerah 3. 30. yang terdiri dari penyimpan barang dan pengurus barang) dan memilih salah seorang anggotanya menjadi pimpinan diskusi kelompok 4. 36. 26. 27. inventarisasi dan pelapran BMD. 35. 14. 12. 32. 33. 2. 9. Inventarisasi dan Pelaporan Waktu: Total Waktu = 2. Fasilitator menjelaskan tujuan latihan kepada peserta dalam ruang kelas. 34. 33. 10. 11. inventarisasi dan pelaporan barang milik daerah. 34. 3. Fasilitator menampilkan kunci jawaban dan memberikan penjelasan kepada peserta apabila diperlukan. 2. Peserta bekerja dalam kelompok (6 orang. Penyimpan barang diberi formulir/lampiran 8. (Lampiran 8.

Pada hari itu juga diketahui ternyata ada 2 rim kertas HVS dan 2 rim kertas folio yang rusak karena dimakan tikus.000. Dibeli kertas HVS sebanyak 5 RIM @ Rp. Buat pembukuan untuk transaski barang pakai habis selama tahun 2008 3. Diberikan 1 buah Refill Ink Canon kepada bagian keuangan untuk mengganti tinta printer Canon BJC 210.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Barang Pakai Habis: Berdasarkan hasil opname fisik di gudang pada akhir tahun 2007 terdapat data-data persediaan sebagai berikut: Nama Barang Jumlah Kondisi Harga satuan 10 Jan 2008 5 Feb 2008 7 Feb 2008 Di distribusikan kertas HVS. 36. Ada permintaan bagian umum untuk kertas folio sebanyak 3 rim. 11 Maret 2008 5 April 2008 10 April 2008 2 Mei 2008 10 Mei 2008 10 Juni 2008 Diminta : 1.000 dan kertas folio sebanyak 8 rim @ Rp. 27.000. Dibeli lampu neon untuk mengganti lampu neon yang lama sebanyak 5 buah @ Rp. Dibeli kertas HVS sebanyak 10 rim seharga @ Rp 33. Buat Laporan Persediaan per 31 Desember 2007 2. Berdasarkan permintaan bagian umum diberikan kertas folio sebanyak 2 rim.33. 1 rim kertas HVS ke bagian keuangan dan 2 rim kertas HVS kepada bagian perlengkapan. Diberikan spidol kepada bagian kepegawaian sebanyak 5 buah untuk kepentingan pelatihan. Dipakai materai sebanyak 3 buah oleh bagian perlengkapan. sebanyak 2 rim ke bagian keuangan dan 1 rim ke bagian perlengkapan.000 dari CV ABC. Buatlah Laporan Persediaan Semester I 2008 62 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . Diberikan 2 rim kertas HVS kepada bagian kepegawaian.

tahun perolehan 1999. dengan harga perolehan Rp.06. No Aset 1 di ruang 101.01. SPM 00001/BPTH/2008 tanggal 7 Februari 2008 dan SP2D nomor 123503X/ 038/135 tanggal 9 Februari 2008.000. luas 2000 diperoleh tahun 1981.000. berlokasi di Jalan Ahmad Yani No 12 RT 05 RW 01.200. nomor mesin NF1215656H4545. P.000.01.000. dengan harga @Rp.09.000. Kota Bahagia.04) 2 tingkat dibangun diatas tanah tersebut. luas 3000 m2. Melakukan pembelian mobil Toyota Kijang Innova (02. bahan bakar bensin. 400.10).02. Kecamatan Indah.000.04. 2 di ruang 102 5. Mesin Tik (02.03). Harga on the road Rp. 159.000 untuk pembuatan lahan parkir.000 1.06.01) Nomor Ruang 101 102 Tahun Perolehan 1998 2003 Jumlah 2 1 Kondisi Baik Baik Harga Perolehan 3. 2008 Dilakukan rehab terhadap gedung dengan menambah 1 tingkat serta pembuatan lahan parkir konblok seluas 100 m2 di atas tanah kosong dengan kontrak senilai Rp.000 Merk IBM Acer Transaksi yang terjadi selama semester I 2008: 2 Feb.11. Mobil tersebut bernomor polisi B 1966 OW. sebelah barat tanah milik Bambang.000 900.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Barang Inventaris: Semester I Berdasarkan hasil inventarisasi pada tanggal 5 Januari 2008 diperoleh data-data BMD sebagai berikut: 1.000 Merk Casio Brother Optima 2. Gedung permanen (03.000. Tanah (01. 500.03. ber-AC merk National.01. merk Alba. Pekerjaan diperkirakan selesai bulan Juli 2008 melalui 3 termin.000. dengan harga perolehan Rp. sebelah utara tanah milik Choirie. 90.01.000. 3.02.01. tape recorder ALPINA. 4.02.000.03.000 untuk rehab gedung dan Rp.06.000. Untuk pekerjaan tersebut diterbitkan SPM untuk perencanaan sebesar Rp. 280. nomor rangka 586JKI228. warna biru.500.01).16) Nomor Ruang 101 101 101 Tahun Perolehan 2000 2000 2002 Jumlah 3 1 2 Harga Perolehan 800. 10.000 4.01.11. 900. 69. Pembelian mobil 63 5 April 2008 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . Dengan rincian biaya Rp. Nomor sertifikat S-53265556. 2 Lemari besi (02.000 dengan No.000.C unit (02. Tanah diperoleh pada tahun 1980. sebelah selatan adalah Jalan Diponegoro. batas sebelah timur tanah milik Agung.000.

Catat semua transaksi ke dalam lampiran yang diperlukan.000. kedua komputer tersebut dipindahkan ke ruang 104.01) Pentium Core Duo dengan merk IBM.06.000. 123509X tanggal 30 Juni 2008 senilai Rp. Belanja 5321 dan SP2D No 123906X/038/355 11-04-2008 Melakukan perbaikan dan up grade terhadap 2 unit PC (kondisi RR) yang ada di ruang 103 dari Pentium II menjadi pentium 4.000.000. 00005 tanggal 27 Juni 2008 dan SP2D No.000.03) HP Laser Jet 1000 Series dengan harga @ Rp. Setiap BMD harus dicatat dalam KIB dan KIR 2.000.06. Biaya upgrade @ Rp 1. 10 April 2008 Membeli 5 PC (02. Buatlah Laporan BMD Semester I 64 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . 50.000.000 yang dananya diperoleh dari APBD dengan nomor SPM 00004/BPTH/2008 tanggal 7 Mei 2008.02. Diterbitkan SPM kedua untuk pekerjaan bulan Februari dengan No. 49.00019/SKTK/2008 tanggal 05-04-2008 Rp. Bersamaan dengan itu dibeli juga 4 buah printer (02. melalui SPM No.000 9 Mei 2008 30 Juni 2008 Diminta : 1.PENGELOLAAN BARANG DAERAH tersebut didanai dari APBD dengan nomor SPM 00004/BKHK/2008 tanggal 15 April 2008 dengan SP2D nomor 123703X/038/535 tanggal 19 April 2008 senilai Rp. 70. 2. Total harga PC tersebut Rp.000.000.000. Mobil tersebut merupakan kendaraan dinas. Setelah di-upgrade. Kl.03.03.05.000. 280.000. 5. Klasifikasi Belanja 5321 dan SP2D nomor 123503X/ 038/135 tanggal 9 Mei 2008 sebesar Rp.

Materi: • Power Point Slide • Contoh Kasus • Lembar Latihan Waktu: ± 320 menit Metode: • Presentasi • Tanya Jawab. • Latihan Alur: • Presentasi (30 menit) • Penjelasan slide (60 menit) • Latihan (180 menit) • Kesimpulan dan tanya jawab (30 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 65 . terutama untuk topik-topik dasar pengelolaan barang daerah.PENGELOLAAN BARANG DAERAH HARI III SESI 5 Rencana Pengelolaan Barang Daerah Tujuan: • Peserta mampu merangkum secara cepat tentang apa yang telah diberikan selama dua hari. • Peserta mampu melakukan refleksi terhadap materi pelatihan yang diberikan dan seberapa jauh pemahaman ini menambah pengetahuan mereka tentang pengelolaan barang daerah. • Peserta dan fasilitator mampu melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan lokakarya.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 66 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 67 . keberadaan dan kondisi BMD • Perencanaan dan penganggaran terhadap pengadaan dan pemeliharaan BMD bukan di dasarkan data yang ada. sesuaikan permainan dengan jenis peserta yang hadir. Jelaskan agenda pelatihan. • Belum melakukan analisis kebutuhan terhadap BMD dengan membandingkan antara BMD yang tersedia dengan BMD yang diharapkan dalam rangka pemenuhan tingkat pelayanan publik.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 1 Ucapkan selamat datang pada para peserta. Trainer memperkenalkan diri dan timnya. • Belum tersedianya data yang lengkap tentang status. dilanjutkan dengan perkenalan dengan para peserta. 4 Tujuan Rencana PengelolaanBMD • Mengelola BMD yang tersedia secara efektif • Merencanakan kebutuhan pengadaan dan kebutuhan pemeliharaan yang akan dilakukan • Memastikan bahwa BMD dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan publik • Memastikan BMD selalu dalam kondisi siap digunakan Slide ini menjelaskan tujuan dan manfaat yang bisa diperoleh dengan menyusun rencana pengelolaan barang daerah. sebaiknya perkenalan dilakukan dengan formal namun tetap akrab untuk membangun suasana pelatihan yang diinginkan. • Belanja pemeliharaan belum dilakukan dengan memperhitungkan Cost and Benefit. Slide ini merupakan judul lokakarya yang akan disampaikan. Gunakan permainan yang menarik untuk perkenalan dengan para peserta. Selamat Datang Pada Local Governance Support Program (LGSP) 2 Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD Tim Keuangan dan Penganggaran LGSP-USAID 3 Latar Belakang Slide latar belakang ini menjelaskan gambaran permasalahan yang mengemuka di daerah dan yang mendasari perlunya dilakukan rencana pengelolaan barang daerah. Bila dihadiri oleh pejabat tinggi daerah.

pemeliharaan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 5 Pengertian Rencana Pengelolaan BMD Perencanaan kebutuhan adalah kegiatan merumuskan rincian kebutuhan barang milik daerah untuk menghubungkan pengadaan barang yang telah lalu dengan keadaan yang sedang berjalan sebagai dasar dalam melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan yang akan datang Secara umum pengertian rencana pengelolaan barang daerah adalah kegiatan untuk merumuskan rincian kebutuhan barang milik daerah. baik pengadaan maupun pemeliharaan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan publik . 68 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . dimana setelah dilakukan analisis kebutuhan diperoleh rekomendasi untuk pengadaan. Fokus pembahasan pada bidang kotak. 6 Pengelolaan Aset Aset Sda & Financial Tingkat Pelayanan Barang Daerah Potensial Aset Kebutuhan Aset Perencanaan Manajemen Aset Identifikasi & Inventarisasi Analisis Pengembangan Prioritas Pengadaan Pemeliharaan & Perbaikan Belanja Operasional Identifikasi & Inventarisasi Analisis Kebutuhan Pemanfaatan Penghapusan & Pemindahtanganan Lain-lain Investasi Belanja Modal Pendapatan Penganggaran Pelaksanaan & Penatausahaan Pelaporan & Pengevaluasian Alur pengelolaan aset secara umum digambarkan pada slide disamping. pemanfaatan dan penghapusan.

Penggantian 4. LSPPB KIR. KPB. BPnB. pengawasan dan pengendalian Pembiayaan Tuntutan ganti rugi LBPT Pembukuan Inventarisasi Pelaporan BPB. Penambahan 2. Penghapusan Laporan Keuangan DRKBU DRKPBU DUBYAD DBMDYD KUA DAN PPAS RKA Belanja Modal Belanja Pemeliharaan Slide ini menjelaskan hubungan/alur antara pengelolaan BMD dengan akuntansi dan Rencana Pengelolaan BMD. penyimpanan dan penyaluran Penggunaan Penatausahaan Pengelolaan BMD Pemanfaatan Pengamanan dan pemeliharaan Penilaian Penghapusan Pemindahtanganan Pembinaan. Standar Barang Pengurus Barang Pengguna/ KuasaPengguna Pengelola/Kuasa Pengelola Buku Inventaris BI sebagai dasar menyusun RKBU dan RKPBU Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (DRKBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (DRKBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Pengguna dan Pengelola mebahas bersama DRKBU dan DRKPBU: Pembantu pengelola menyusun DKBMD dan DKPBMD Pembantu Pengelola menyusun Daftar Kebutuhan BMD dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan BMD DKBMD dan DKPBMD yang telah dituangkan ke KUA dan PPAS dijadikan dasar bagi pengguna untuk menyusun RKA DKBMD dan DKPBMD yang telah disetujui dan masuk dalam KUA & PPAS. KIB. Standar Harga 2. menyusun RKA Daftar Kebutuhan BMD (DKBMD) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan BMD (DKPBMD) RKA DKBMD dan DKPBMD diusulkan dalam KUA & PPAS HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 69 . 8 Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran BMD Uraian Buku Inventaris yang disusun oleh pengurus barang dijadikan dasar untuk penyusunan RKBU dan RKPBU dan kemudian diajukan kepada kuasa pengguna dan pengguna dengan mempertimbangkan: 1. DMB dan BI p Ap Kebijakan akuntansi Akuntansi aset Akuntansi persediaan rai sal Analisis tingkat pelayanan RKBU Analisis kebutuhan: 1. KB. Pemeliharaan 3. Standar Kebutuhan 3.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 7 Rencana kebutuhan dan penganggaran Pengadaan Penerimaan. Fokus pelatihan adalah Rencana Pengelolaan BMD.

9 Proses Pengadaaan dan Penggunaan Barang Daerah Analisis Kebutuhan (Pengelola Barang) RKBU PEMDA USULAN PENGADAAN SKPD PENGADAAN BARANG/ JASA USULAN PENGUNAAN BARANG OLEH SKPD PENETAPAN KEPALA DAERAH DIGUNAKAN SKPD/Publik RKA SKPD (Pengelola Barang) Kinerja SKPD (Permendagri 13/2006) Evaluasi RKBU INVENTARISASI feed back Kemudian secara lebih sederhana proses pengadaan barang daerah seperti yang termuat dalam slide ini.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Proses perencanaan kebutuhan dan penganggaran BMD. Pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penganggaran perlu terkoordinasi baik dengan memperhatikan standarisasi yang telah ditetapkan sesuai kondisi daerah masing-masing. tetapi merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan barang milik daerah. untuk menyusun Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) setelah dilakukan analisis kebutuhan dan selanjutnya disusun rencana pengadaan. 70 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . Mengenai perencanaan kebutuhan dan penganggaran bukanlah merupakan suatu kegiatan yang berdiri sendiri. dokumen-dokumen yang diperlukan serta pihak-pihak yang berperan dalam perencanaan kebutuhan BMD dapat dijelaskan secara rinci melalui slide di atas. Bahwa hasil dari inventarisasi menjadi pertimbangan untuk pengadaan kebutuhan BMD.

D) 10 Satuan Keadaan Barang (B/KB/RB) No....../Kota: Provinsi : Nomor No......... 11 Identifikasi • Melakukan pemeriksaan BMD meliputi ukuran.....) NIP ........ kemudian melakukan analisa terhadap tingkat pelayanan yang akan dicapai dan kebutuhan terhadap barang.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 10 Langkah Penyusunan RPMD • Identifikasi & Inventarisasi BMD • Analisis Tingkat Pelayanan dan Analisis Kebutuhan • Penganggaran • Pelaksanaan & Penatausahaan • Pelaporan & Evaluasi Sedangkan langkah-langkan penyusunan Rencana Pengelolaan Barang Milik Daerah secara umum dimulai dengan identifikasi dan inventarisasi BMD untuk mengetahui kondisi nyata BMD saat ini.) NIP ..Sertifikat No.. tahun perlolehan.. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 71 . Urut Kode Barang Register Spesifikasi Barang Nama/ Jenis Barang 4 Merk/ Tipe No........... spesifikasi barang.. Selanjutnya dilakukan penganggaran..... Langkah identifikasi dan inventarisasi adalah untuk mengetahui kondisi BMD dengan melakukan pemeriksaan secara fisik.. pelaksanaan dan penatausahaan......... masa residual serta mengetahui biaya pemeliharaan barang terkait.. seperti kode barang.......Pabrik No... admisnistratif........................ kondisi dan jumlah barang dalam format unit dan nilai rupiah........Mesin 6 Bahan Asal/Cara Perolehan Barang Tahun Perolehan Ukuran Barang/ Konstruksi (P... spesifikasi dan kondisi fisik • Melakukan pengumpulan dan pemeriksaan data-data legal baik secara administrasi dan hukum • Mengetahui keberadaan. dilakukan pemeriksaan fisik BMD dengan mengumpulkan informasi-informasi seperti yang dibutuhkan untuk melengkapi form disamping..................... Sebagai langkah terakhir dilaksanakan pelaporan dan evaluasi................ Pengurus Barang (.. perolehan. mengetahui nilai ekonomis barang. Kode Lokasi Jumlah Barang Harga Ket........ .Chasisi No.......... nilai ekonomis............ Mengetahui Kepala SKPD (.S. Untuk melakukan inventarisasi.. satuan... sisa masa manfaat secara teknis • Mengetahui biaya pemeliharaan BMD tersebut 12 Inventarisasi SKPD : Kab. 1 2 3 5 7 8 9 11 12 13 14 15 ..

Kemudian dilakukan analisis kebutuhan dan kondisi terhadap BMD terhadap tingkat pelayanan yang ditetapkan. Dari hasil analisis dapat diketahui rekomendasi tindakan. 72 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .PENGELOLAAN BARANG DAERAH 13 Alur Rencana Kebutuhan BMD Renstra SKPD Renja SKPD Analisis Tingkat Pelayanan Kebutuhan BMD LBPT Kondisi Existing Analisis Kebutuhan Penambahan Penggantian Pemeliharaan Pemanfaatan Penghapusan RKBMD RKPBMD DBMDYAD DUBYAD KUA & PPAS RKA SKPD Belanja Modal Belanja Pemeliharaan Slide di atas menjelaskan alur makro perencanaan pengelolaan BMD. Dimulai dari perencaraan strategis SKPD (Renstra) untuk mendefinisikan tingkat pelayanan yang ditetapkan/akan dicapai. pemeliharaan. penggantian. penghapusan dan pemanfaatan. yaitu: penambahan.

Perencanaan kebutuhan barang milik daerah disusun oleh masing-masing unit sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) dengan memperhatikan standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah dan standarisasi harga yang telah ditetapkan oleh kepala daerah. nama barang. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 73 . Penambahan 2. Pemeliharaan 3. Penggantian 4. Penghapusan DRKBU DRKPBU DUBYAD DBMDYD KUA DAN PPAS RKA Belanja Modal Belanja Pemeliharaan Perencanaan penganggaran untuk pemenuhan kebutuhan barang harus terinci dengan memuat banyaknya barang.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 14 Analisis • Analisis tingkat pelayanan dilakukan untuk mendapatkan gambaran objektif tentang output/outcome dari program yang akan dicapai • Analisis kebutuhan dilakukan dengan membandingkan antara kondisi existing BMD dengan kebutuhan output/ outcome program yang akan dicapai Analisis tingkat pelayanan RKBU Analisis kebutuhan: 1. waktu dan jumlah biaya yang diperlukan.

Mengisi kebutuhan dari SKPD . Fasilitator diminta untuk mempelajari baik-baik trainers note terlampir.Memenuhi jatah sesuai standar .PENGELOLAAN BARANG DAERAH 15 Bagikan lembar contoh kasus dan fasilitasi peserta untuk mendiskusikan kasus yang disediakan. dijual atau hilang .Untuk menjaga tingkat persediaan yang effisien dan efektif . Contoh Kasus 16 Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran. artinya untuk mengetahui kondisi BMD dan mengambil tindakan terhadap kondisi BMD bersangkutan 74 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . dihapus. Latihan 4 Analisis Tingkat Pelayanan 17 Penilaian Kondisi BMD • Pelaporan tentang kondisi barang milik daerah diperlukan sebagai informasi yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan terhadap barang tersebut • Penilaian mengenai tingkat pentingnya BMD dalam mencapai tingkat pelayanan yang diharapkan • Kondisi BMD dapat dikategorikan dalam 3 variasi.Tertinggal secara tehnis atau tidak effisien lagi Slide di atas ini membahas mengenai kriteria yang bisa dipertimbangkan untuk digunakan dalam menilai kondisi BMD. dan rusak berat • Pertimbangan pengadaan BMD: . rusak ringan. yaitu baik.Mengganti barang-barang yang rusak.

ada kemungkinan berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai/masyarakat. sedikit berdampak pada lingkungan. menghambat operasional aktivitas kerja (Tupoksi tidak dapat terlaksana). BMD digolongkan penting apabila: • Berdampak pada tingkat layanan kepada masyarakat. cukup berdampak pada lingkungan. cukup menghambat operasional aktivitas kerja (Tupoksi masih dapat terlaksana namun tidak optimal). Kriteria BMD digolongkan rendah apabila: • Kemungkinan tidak memberi dampak pada tingkat layanan kepada masyarakat. menimbulkan biaya yang sangat besar (biaya perawatan atau operasional). • Sedikit berdampak pada lingkungan • Hanya menimbulkan sedikit biaya Berdasarkan tingkat layanan dan biaya operasional. tidak berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai atau masyarakat. sedikit menghambat operasional aktivitas kerja (Tupoksi masih dapat dilaksanakan dengan baik). dalam jangka panjang akan menimbulkan biaya yang cukup besar. berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai/ masyarakat. hanya menimbulkan sedikit biaya HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 75 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH 18 * Kriteria Penting Barang Milik Daerah Tingkat Penting Tinggi (T) • • • • • Akibat dari Kerusakan BMD Berdampak pada tingkat layanan kepada masyarakat Menghambat operasional aktivitas kerja (tupoksi tidak dapat terlaksana) Berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai/ masyarakat Berdampak pada lingkungan Menimbulkan biaya yang sangat besar (biaya perawatan atau operasional) Sedang (S) • Kemungkinan memberi dampak pada tingkat layanan kepada masyarakat • Cukup menghambat operasional aktivitas kerja (tupoksi masih dapat terlaksana namun tidak optimal) • Ada kemungkinan berpengaruh terhdp keamanan dan keselamatan pegawai/ masyarakat • Cukup berdampak pada lingkungan • Dalam jangka panjang akan menimbulkan biaya yang cukup besar Rendah (R) • Kemungkinan tidak memberi dampak pada tingkat layanan kepada masyarakat • Sedikit menghambat operasional aktivitas kerja (tupoksi masih dapat dilaksanakan dengan baik) • Tidak berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai atau masyarakat. berdampak pada lingkungan. BMD digolongkan sedang apabila: • Kemungkinan memberi dampak pada tingkat layanan kepada masyarakat.

20 Penilaian Tingkat Pentingnya BMD Level Penting Tinggi Sedang Rendah Nilai 101 – 150 51 – 100 0 .50 Setelah dilakukan penilaian BMD dan mendapatkan angka skor tingkat pentingnya. 76 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . Semakin tinggi skor atas BMD maka semakin penting pula BMD tersebut. kemudian skor tersebut dikelompokkan berdasarkan nilai skor seperti tertera dalam slide disamping.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 19 Penilaian BMD Berdasarkan Tingkat Penting No 1 Kriteria Penting Jumlah Masyarakat yang dilayani Indikator < 10 > 10 < 50 > 50 < 100 > 100 Skor (S) 1-10 2 5 8 10 0 5 10 0 5 10 0 5 10 2 4 6 8 10 Jumlah Bobot (B) 1-5 Nilai (S x B) 5 50 2 Pengaruh terhadap pelaksanaan operasional aktivitas (Tupoksi) Tidak berpengaruh Sedikit berpengaruh Sangat berpengaruh Tidak berpengaruh Sedikit berpengaruh Sangat berpengaruh Tidak berdampak Sedikit berdampak Sangat berdampak < 50 jt 4 40 3 Pengaruh terhadap keamanan dan keselamatan Dampak terhadap lingkungan 3 30 4 1 5 5 Biaya yang ditimbulkan > 50 jt < 100 jt >100 jt < 150 jt > 150 jt < 200 jt > 200 jt 2 8 135 Slide berikut membahas skala penilaian BMD berdasarkan tingkat pentingnya BMD.

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 77 . Untuk berfungsi dengan baik memerlukan perbaikan ringan dan tidak memerlukan penggantian bagian utama/ komponen pokok.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 21 Kriteria Kondisi Jenis Barang Barang Bergerak Kondisi Baik (B) Indikasi Apabila kondisi barang tersebut masih dalam keadaan utuh dan berfungsi dengan baik Apabila kondisi barang tersebut masih dalam keadaan utuh tetapi kurang berfungsi dengan baik. Tindakan terhadap BMD didasarkan pertimbangan ini yaitu bila BMD kondisi baik maka tindakannya adalahpemeliharaan. Rusak Ringan (RR) dan Rusak Berat (RB). Rusak Ringan (RR) Rusak Berat (RB) Kriteria kondisi BMD barang bergerak dikelompokan dalam 3 kondisi: Baik (B). kondisi BMD rusak berat tindakannya pemeliharaan berat dan atau penghapusan. Apabila kondisi barang tersebut tidak utuh dan tidak berfungsi lagi atau memerlukan perbaikan besar/penggantian bagian utama/ komponen pokok. sehingga tidak ekonomis untuk diadakan perbaikan/rehabilitasi. kondisi rusak ringan tindakannya pemeliharaan sedang – berat.

Rusak Ringan (RR) Rusak Berat (RB) Kriteria kondisi BMD barang tidak bergerak berupa bangunan dikelompokan dalam 3 kondisi: Baik (B). Rusak Ringan (RR) dan Rusak Berat (RB). Apabila kondisi tanah tersebut tidak dapat lagi dipergunakan dan/atau dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya karena adanya bencana alam.. kondisi BMD rusak berat tindakannya pemeliharaan berat dan atau penghapusan..Lanjutan Jenis Barang Barang Tidak Bergerak: Tanah Kondisi Baik (B) Indikasi Apabila kondisi tanah tersebut siap dipergunakan dan/atau dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya. pengurugan. perataan dan pemadatan) untuk dapat dipergunakan sesuai dengan peruntukannya. erosi dan sebagainya... kondisi rusak ringan tindakannya pemeliharaan sedang – berat. 78 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH ..PENGELOLAAN BARANG DAERAH 22 Kriteria Kondisi. Tindakan terhadap BMD berupa barang bergerak didasarkan pertimbangan ini yaitu bila BMD kondisi baik maka tindakannya adalah pemeliharaan. Apabila kondisi tanah tersebut karena sesuatu sebab tidak dapat dipergunakan dan/atau dimanfaatkan dan masih memerlukan pengolahan/perlakuan (misalnya pengeringan.

... Rusak Ringan (RR) dan Rusak Berat (RB). memerlukan pemeliharaan rutin dan perbaikan ringan pada komponen-komponen bukan konstruksi utama. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 79 . kondisi BMD rusak berat tindakannya pemeliharaan berat dan atau penghapusan. kondisi rusak ringan tindakannya pemeliharaan sedang – berat.. Apabila bangunan tersebut masih utuh.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 23 Kriteria Kondisi.. Apabila bangunan tersebut tidak utuh dan tidak dapat dipergunakan lagi.Lanjutan Jenis Barang Barang Tidak Bergerak: Bangunan Kondisi Baik (B) Indikasi Apabila bangunan tersebut utuh dan tidak memerlukan perbaikan yang berarti kecuali pemeliharaan rutin. Rusak Ringan (RR) Rusak Berat (RB) Kriteria kondisi BMD barang tidak bergerak berupa bangunan dikelompokan dalam 3 kondisi: Baik (B). Tindakan terhadap BMD berupa barang bergerak didasarkan pertimbangan ini yaitu bila BMD kondisi baik maka tindakannya adalah pemeliharaan.

Rusak Berat (RB) Kriteria kondisi BMD barang tidak bergerak berupa jalan dan jembatan dikelompokan dalam 3 kondisi: Baik (B). Tindakan terhadap BMD berupa barang bergerak didasarkan pertimbangan ini yaitu bila BMD kondisi baik maka tindakannya adalah pemeliharaan. 80 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . kondisi BMD rusak berat tindakannya pemeliharaan berat dan atau penghapusan.Lanjutan Jenis Barang Barang Tidak Bergerak: Jalan dan Jembatan Kondisi Baik (B) Indikasi Apabila kondisi fisik barang tersebut dalam keadaan utuh dan berfungsi dengan baik. Rusak Ringan (RR) Apabila kondisi fisik barang tersebut dalam keadaan utuh namun memerlukan perbaikan ringan untuk dapat dipergunakan sesuai dengan fungsinya.... kondisi rusak ringan tindakannya pemeliharaan sedang – berat.. Rusak Ringan (RR) dan Rusak Berat (RB). Apabila kondisi fisik barang tersebut dalam keadaan tidak utuh/tidak berfungsi dengan baik dan memerlukan perbaikan dengan biaya besar..PENGELOLAAN BARANG DAERAH 24 Kriteria Kondisi.

kapasitas dan bentuk yang memudahkan dalam hal pengadaan dan perawatan. 26 Rencana Kebutuhan Barang • Perencanaan kebutuhan barang milik daerah disusun oleh masing-masing unit sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKASKPD) dengan memperhatikan standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah dan standarisasi harga yang telah ditetapkan oleh Kepala Daerah. yang berlaku untuk suatu jenis barang dan untuk suatu jangka waktu tertentu). HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 81 . Standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah dan standarisasi harga. tindakan-tindakan umum yang bisa dipertimbangkan untuk dilakukan dapat dijelaskan melalui slide disamping. Dalam perencanaan kebutuhan dan penganggaran barang daerah perlu adanya pemahaman dari seluruh satuan kerja perangkat daerah terhadap tahapan kegiatan pengelolaan barang milik daerah. (Standarisasi merupakan penentuan jenis barang dengan titik berat pada keseragaman. dan b.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 25 Matriks Alternatif Keputusan Penting\ Kondisi Baik (B) Rusak Ringan (RR) Pemeliharaan Sedang (PS) Rusak Berat (RB) Pemeliharaan Berat (PB) Penggantian (G) Pemeliharaan Berat (PB) Penggantian (G) Penghapusan (H) Tinggi (T) Pemeliharaan Ringan (PR) Sedang (S) Pemeliharaan Ringan (PR) Pemeliharaan Sedang (PS) Rendah (R) Pemeliharaan Ringan (PR) Pemanfaatan (M) Pemeliharaan Sedang (PS) Pemanfaatan (M) Pemindahtangan (P) Kemudian setelah mengetahui tingkat kepentingan BMD dan kondisi BMD bersangkutan. Pembantu pengelola melaksanakan koordinasi. sehingga koordinasi dan sinkronisasi dalam kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan baik. menyiapkan/ menyusun dan menghimpun: a. Rencana kebutuhan barang milik daerah untuk satu tahun anggaran yang diperlukan oleh setiap SKPD. kualitas.

• Setelah APBD ditetapkan. dan • Cara pengadaan. Berapa biaya. dihapus. • Bilamana dibutuhkan. dijual. • Standarisasi dan spesifikasi barang-barang yang dibutuhkan. Cara pengadaan. • SKPD sebagai pengguna barang merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam RKA-SKPD sebagai bahan dalam penyusunan RAPBD. Barang apa yang dibutuhkan. dihapus. jika terjadi mutasi bertambah personil sehingga mempengaruhi kebutuhan barang. Bilamana dibutuhkan. Adanya peruntukan barang yang didasarkan pada peruntukan standar perorangan. 4. f. dan g. Adanya barang-barang yang rusak. • Siapa yang mengurus dan siapa yang menggunakan. Pertimbangan teknologi. • Alasan-alasan kebutuhan. d. Alasan-alasan kebutuhan. diteliti dan dihimpun menjadi Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) untuk satu tahun anggaran. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 28 Pertimbangan Rencana Kebutuhan Barang Didasarkan atas beban tugas dan tanggungjawab masing-masing unit sesuai anggaran yang tersedia dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Barang apa yang dibutuhkan. 29 Tahapan Kegiatan • Pengguna Barang merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam RKA-SKPD sebagai bahan dalam penyusunan RAPBD. setiap SKPD menyusun Daftar Rencana Tahunan Barang dan disampaikan kepada kepala daerah melalui pengelola. Siapa yang mengurus dan siapa yang menggunakan. dijual. hilang. Untuk menjaga tingkat persediaan barang milik daerah bagi setiap tahun anggaran bersangkutan agar efisien dan efektif. • Berapa biaya. hilang. mati atau sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan penggantian. disampaikan kepada Pengelola melalui pembantu pengelola untuk meneliti dan menyusun menjadi Rencana Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RDKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD). • Masing-masing SKPD menyusun Rencana Kebutuhan Barang dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang kemudian menyampaikan kepada pengelola melalui pembantu pengelola untuk meneliti dan menyusun menjadi Rencana Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RDKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD).PENGELOLAAN BARANG DAERAH 27 Pertimbangan Rencana Kebutuhan Barang • Untuk mengisi kebutuhan barang pada masing-masing Unit/Satuan Kerja sesuai besaran organisasi/jumlah pegawai dalam satu organisasi. • Adanya peruntukan barang yang didasarkan pada peruntukan standar perorangan. • Adanya barang-barang yang rusak. c. e. • Berdasarkan rencana tahunan barang dari semua SKPD. • Daftar kebutuhan barang daerah tersebut dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah. jika terjadi mutasi bertambah personil sehingga mempengaruhi kebutuhan barang. baik jenis. Untuk mengisi kebutuhan barang pada masing-masing unit/satuan kerja sesuai besaran organisasi/jumlah pegawai dalam satu organisasi. 2. • Setiap SKPD menyusun RKBarang dan RKPB. 3. b. diteliti dan dihimpun menjadi Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (DKBMD) untuk satu tahun anggaran. Dimana dibutuhkan. dan 5. mati atau sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan penggantian. • Dimana dibutuhkan. • Berdasarkan rencana tahunan barang dari semua SKPD. • Setelah APBD ditetapkan setiap SKPD menyusun Daftar Rencana Tahunan Barang dan disampaikan kepada kepala daerah melalui pengelola. dan • Pertimbangan teknologi. Kegiatan perencanaan dan penentuan kebutuhan didasarkan atas beban tugas dan tanggungjawab masing-masing unit sesuai anggaran yang tersedia dengan memperhatikan halhal sebagai berikut: a. • DKBMD tersebut sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah 82 . • Untuk menjaga tingkat persediaan barang milik daerah bagi setiap tahun anggaran bersangkutan agar efisien dan efektif. macam maupun jumlah dan besarnya barang yang dibutuhkan. Dalam melakukan perencanaan kebutuhan barang dilaksanakan berdasarkan pertimbangan yaitu: 1.

Pemeliharaan merupakan kegiatan atau tindakan agar semua barang selalu dalam kedaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna. Pemeliharaan ringan adalah pemeliharaan yang dilakukan sehari. perkiraan biaya. Penyelenggaraan pemeliharaan dimaksudkan untuk mencegah barang milik daerah terhadap bahaya kerusakan yang disebabkan oleh faktor: a.hari oleh unit pemakai / pengurus barang tanpa membebani anggaran. banyaknya atau volume pekerjaan. perkiraan biaya. waktu pelaksanaan dan pelaksanaannya. tanpa merubah. jenis pekerjaan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 30 Rencana Pemeliharaan BMD • Penegasan urutan tindakan atau gambaran pekerjaan yang akan dilaksanakan terhadap barang inventaris. waktu pelaksanaan dan pelaksanaannya. Pemeliharaan dilakukan terhadap barang inventaris yang sedang dalam unit pemakaian. Biologis. banyaknya atau volume pekerjaan. jenis pekerjaan. b. yang dengan tegas dan secara tertulis memuat macam/jenis barang. Penyelenggaraan pemeliharaan dapat berupa : a. Rencana pemeliharaan barang yaitu penegasan urutan tindakan atau gambaran pekerjaan yang akan dilaksanakan terhadap barang inventaris. Fisik yang meliputi proses penuaan. getaran dan tekanan. menambah atau mengurangi bentuk maupun kontruksi asal. yang dengan tegas dan secara tertulis memuat macam/jenis barang. sehingga dapat dicapai pendayagunaan barang yang memenuhi persyaratan baik dari segi unit pemakaian maupun dari segi keindahan. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 83 . dan e. Lain-lainnya yang dapat mengakibatkan perubahan kualitas dan sifat-sifat lainnya yang mengurangi kegunaan barang. Pemeliharaan berat adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara sewaktu-waktu oleh tenaga ahli yang pelaksanaannya tidak dapat diduga sebelumnya. Pemeliharaan sedang adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara berkala oleh tenaga terdidik/ terlatih yang mengakibatkan pembebanan anggaran. dan c. c. d. Air dan kelembaban. pengotoran debu. b. tetapi dapat diperkirakan kebutuhannya yang mengakibatkan pembebanan anggaran. suhu dan sinar. Cuaca. sifat barang yang bersangkutan dan sifat barang lain. benturan.

Setiap perubahan yang akan diadakan pada rencana pemeliharaan barang harus dengan sepengetahuan kepala SKPD yang bersangkutan. pengguna dan kuasa pengguna sesuai dengan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (DKPBMD) yang ada di masing-masing SKPD. banyaknya atau volume pekerjaan. banyaknya atau volume pekerjaan. Untuk rencana tahunan pemeliharaan barang bagi SKPD ditandatangani oleh kepala SKPD dan diajukan pada waktu dan menurut prosedur yang ditetapkan. sebelum diajukan kepada pengelola melalui pembantu pengelola. dengan demikian maka rencana tahunan pemeliharaan barang merupakan landasan bagi pelaksanaan pemeliharaan barang. 84 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . jenis pekerjaan. waktu dan pelaksanaannya • Sebagai bahan penyusunan Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang • Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang disampaikan kepada Pengelola melalui Pembantu Pengelola sebagai pedoman selama tahun anggaran yang bersangkutan • Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang SKPD ditandatangani oleh Kepala SKPD.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 31 Ketentuan Rencana Pemeliharaan • Memuat ketentuan mengenai macam/jenis barang. Pelaksanaan pemeliharaan barang milik daerah ditetapkan dengan surat perintah kerja/surat perjanjian/kontrak yang ditandatangani oleh kepala SKPD. Setiap unit diwajibkan untuk menyusun rencana pemeliharaan barang dimaksud dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang disampaikan kepada pengelola melalui pembantu pengelola untuk dipergunakan sebagai pedoman selama tahun anggaran yang bersangkutan. waktu dan pelaksanaannya. Menjadi bahan dalam menyusun rencana APBD. perkiraan biaya. Harus memuat ketentuan mengenai macam/jenis barang. perkiraan biaya. dan 3. jenis pekerjaan. khususnya Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang. sebelum diajukan kepada Pengelola melalui Pembantu Pengelola. Setiap perubahan yang akan diadakan pada Rencana Pemeliharaan Barang harus dengan sepengetahuan Kepala SKPD yang bersangkutan. 2. Pelaksanaan pemeliharaan barang milik daerah dilaksanakan oleh pembantu pengelola.

................... Slide ini menampilkan formulir Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (RKPBU) HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 85 ............................... Slide ini menampilkan formulir Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) 33 UNIT : KAB/KOTA : PROVINSI : DAFTAR RENCANA PEMELIHARAAN BARANG UNIT (RKPBU) TAHUN ANGGARAN …...................... Kepala SKPD (..) NIP: ....................... No Nama/Jenis Barang 2 Merk/Tipe Ukuran 3 Jumlah Barang 4 Harga Satuan (Rp) 5 Jumlah Biaya (Rp) 6 Kode Rekening 7 Keterangan 1 8 .............................. Kepala SKPD (.........PENGELOLAAN BARANG DAERAH 32 KAB/KOTA PROVINSI DAFTAR RENCANA KEBUTUHAN BARANG UNIT (RKBU) TAHUN ANGGARAN …........ Uraian Pemeliharaan 3 Lokasi Kode Barang 5 Jumlah Barang 6 Harga Satuan 7 Jumlah Biaya (Rp) 8 Kode Rekening 9 Keterangan No Nama/Jenis Barang 2 1 4 10 ...........................) NIP: ............

Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (DKBMD) dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (DKPBD). 86 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . selaraskan dg KUA & PPAS • Masukkan kedalam RKA – SKPD pada format 2. • Masuk dalam RAPBD.2. 36 Penganggaran. Latihan 5 Analisis Kebutuhan 35 Penganggaran • Susun RKBU dalam RKA –SKPD • Jabarkan kedalam program kegiatan. 1 dan 2. maka langkah selanjutnya adalah SKPD yang bersangkutan merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam RKA SKPD sebagai bahan dalam penyusunan RAPBD.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 34 Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran. rencana kebutuhan barang SKPD disusun berdasarkan standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah yang ditetapkan kepala daerah (Pengelola bersama pengguna membahas usul rencana kebutuhan barang milik daerah/rencana kebutuhan pemeliharaan barang milik daerah masing-masing SKPD tersebut dengan memperhatikan data barang pada pengguna dan/atau pengelola untuk ditetapkan sebagai Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD) Setelah APBD ditetapkan. penyesuaian dg Perda APBD • Persetujuan Sekda dan pengesahan oleh PPKD Satuan Kerja Perangkat Daerah sebagai pengguna barang merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) sebagai bahan dalam penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD). Berdasarkan rencana tahunan barang dari semua SKPD.. Evaluasi MDN/GUB lalu Penetapan Perda APBD • Penyusunan DPA – SKPD. pembantu pengelola menyusun Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (DKBMD) dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (DKPBMD)..2.Lanjutan Setelah keputusan ditetapkan. sebagai dasar pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah.. SKPD menyusun rencana kebutuhan barang unit (RKBU) dan rencana kebutuhan pemeliharaan barang unit (RKPBU). ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. Fasilitator diminta untuk memperlajari baik-baik trainers note terlampir. diteliti dan dihimpun menjadi Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) untuk satu tahun anggaran. Setiap SKPD menyusun rencana kebutuhan barang dan rencana kebutuhan pemeliharaan barang kemudian menyampaikan kepada pengelola melalui pembantu pengelola untuk meneliti dan menyusun menjadi Rencana Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RDKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD). pembahasan di DPRD • Persetujuan DPRD.

Peraturan Kepala Daerah dan Keputusan Kepala Daerah dijadikan acuan dalam menyusun Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD).PENGELOLAAN BARANG DAERAH 37 Rencana Tahunan Barang Unit Pengadaan dan Pemeliharaan • Sebagai dasar pelaksanaan • Sebagai dasar pengawasan • Ditanda tangani Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah • Perubahan RTBU atas persetujuan Kepala Daerah • Kompilasi RTBU menjadi DKBPD (Daftar Kebutuhan Barang Pemerintah Daerah) yang meliputi : Belanja Pemeliharan dan Belanja Modal Perencanaan kebutuhan barang milik daerah disusun dalam rencana kerja dan anggaran satuan kerja perangkat daerah setelah memperhatikan ketersediaan barang milik daerah yang ada. Perencanaan kebutuhan dan pemeliharaan barang milik daerah berpedoman pada standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah dan standar harga yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 87 . Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD) sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) masing-masing satuan kerja perangkat daerah sebagai bahan penyusunan rencana APBD. Perencanaan kebutuhan pemeliharaan barang milik daerah disusun dalam Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) dengan memperhatikan data barang yang ada dalam pemakaian.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 88 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH PANDUAN LATIHAN 4: Analisis Tingkat Pelayanan HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 89 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 90 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

Puskesmas dan kendaraan unit kesehatan • Kapasitas BMD: Puskesmas dapat melayani 5.000 jiwa/tahun HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 91 . Perlengkapan kantor 8 unit dan peralatan kesehatan dan kedokteran 7 set.000 jiwa/tahun Puskesmas pembantu: 2. Puskesmas pembantu 12.Jumlah kecamatan dan keluruhan . Puskesmas pembantu 5 unit. baru dapat melayani 20% dari total masyarakat miskin Identifikasi Kebutuhan BMD • Menyiapkan data yang dibutuhkan: . dan belum memiliki kendaraan unit kesehatan.Jumlah penduduk . kendaraan operasional sebanyak 4 unit. Dengan BMD yang dimiliki ini.Jumlah dan % penduduk miskin (termasuk ditiap kecamatan dan kelurahan) . Tingkat layanan tsb dapat tercapai jika jumlah Puskesmas sebanyak 5 unit. peralatan komputer sebanyak 11 unit. (Diasumsikan target layanan ini dapat direalisasikan dalam jangka waktu 3 tahun) • Pada saat ini Kota Sukaraja sudah memiliki Puskesmas sebanyak 2 unit.Berapa besar kapasitas BMD utama untuk melayani masyarakat . Kendaraan ambulan 1 unit. dan kendaraan unit kesehatan masyarakat yang difungsikan untuk Puskesmas keliling sebanyak 5 unit.Identifikasi BMD pendukung .PENGELOLAAN BARANG DAERAH Latihan 4: Contoh Kasus Tingkat Pelayanan Dinas Kesehatan • Tujuan dan sasaran umum (jangka menengah) Dinas Kesehatan “Kota Sukaraja” adalah: Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan target layanan adalah masyarakat yang terakses pelayanan kesehatan sebesar 50% dari jumlah masyarakat miskin di Kota Sukaraja (RPJMD).Berapa % masyarakat yang dapat dilayani dengan BMD yang ada • Memperkirakan jumlah dan harga perolehan BMD yang dibutuhkan dalam jangka menengah (3 tahun) dan dibreakdown dalam jangka satu tahunan • Buat daftar kebutuhan BMD Perkiraan Perhitungan Kebutuhan BMD • Jumlah kecamatan: 5 dan kelurahan 40 • Jumlah penduduk 600 ribu jiwa • Penduduk miskin sebanyak 20% dari jumlah penduduk atau 120 ribu jiwa • Tingkat layanan yang diinginkan 50% dari jumlah penduduk miskin atau 60 ribu jiwa • BMD utama untuk melayani kesehatan masyarakat adalah Puskesmas (tanah dan sedung) dan kendaraan unit kesehatan • BMD pendukung adalah perlengkapan dan peralatan untuk operasionalisasi kantor dinas.Jumlah penduduk di tiap kecamatan dan kelurahan .500 jiwa/tahun 1 unit kendaraan pelayanan kesehatan: 1. motor 5 unit.Identifikasi BMD utama dalam pelayanan .

000 orang 92 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .500 orang = 5. 12 Puskesmas pembantu dan 5 kendaraan unit kesehatan.000 orang 12.000 orang Maka kebutuhan BMD utama untuk mencapai target pelayanan dalam jangka waktu 3 tahun adalah 5 Puskesmas.000 orang • Kendaraan unit kesehatan 5 unit X 1.000 orang = 25.000 orang = 25. maka pertahun diharapkan ada peningkatan target pelayanan sebesar 10% atau 12.000 orang Untuk dapat melayani 60 ribu jiwa penduduk miskin.000 masyarakat miskin (120. baru dapat melayani 20% dari total masyarakat miskin.000 orang = 5.000 orang • Puskesmas pembantu 40 unit X 2.000 orang = 2.500 orang = 30.000 orang • Puskesmas pembantu 12 unit X 2.000 orang – Kendaraan unit kesehatan 2 unit x 1. sehingga untuk mencapai tingkat 50% masih harus ditingkatkan sebesar 30% • Jika target pelayanan diharapkan dapat terealisir dalam 3 tahun.000 orang 60.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Diprioritaskan di tiap kecamatan ada 1 Puskesmas dan 1 kendaraan unit kesehatan masyarakat serta tiap kelurahan ada 1 Puskesmas pembantu • Puskesmas 5 unit X 5.000 orang 130.000 orang – Puskesmas pembantu 2 unit x 2.000 orang = 5.000 orang • Kendaraan unit kesehatan 5 unit X 1. maka dibutuhkan: • Puskesmas 5 unit X 5.000 x 10%) • Maka BMD utama yang dibutuhkan tiap tahun adalah: – Puskesmas 1 unit x 5.000 orang = 5. • Dengan BMD yang dimiliki saat ini.500 orang = 100.

000.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Daftar Kebutuhan BMD SASARAN (TINGKAT PELAYANAN) Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan target layanan adalah masyarakat yang terakses pelayanan kesehatan sebesar 50% dari jumlah masyarakat miskin di Kota Surakarta KEBUTUHAN BMD Nama/Jenis Barang Merk/Tipe/Ukuran Jumlah Barang Pagu Indikatif Tanah Puskesmas 300 m2 5 300.000 Kendaraan Unit Kesehatan Station Wagon 5 450.000 Bangunan Puskesmas 250 m2 5 1.000.000.000 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 93 .000.

Kode Nama/Jenis Barang Barang Gedung Puskesmas 1 Merk/Tipe/ Ukuran 250 m2 Tingkat Penting* Tinggi Kondisi** Alternatif Keputusan Pemeliharaan Ringan RR Gedung Puskesmas 2 300 m2 Tinggi RB Pemeliharaan Berat 94 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .PENGELOLAAN BARANG DAERAH Kondisi Existing BMD SASARAN (TINGKAT PELAYANAN) Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan target layanan adalah masyarakat yang terakses pelayanan kesehatan sebesar 50% dari jumlah masyarakat miskin di Kota Surakarta.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PANDUAN LATIHAN 5: Analisis Tingkat Kebutuhan

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

95

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

96

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Latihan 5 Existing BMD dan Analisis Tingkat Kesenjangan
Informasi dari Dinas Kesehatan Kota Sukaraja: 1. Tujuan dan sasaran umum Dinas Kesehatan Kota Sukaraja adalah Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan target layanan adalah masyarakat yang terakses pelayanan kesehatan sebesar 50% dari jumlah masyarakat miskin di Kota Sukaraja. Untuk mencapai tersebut target layanan tersebut dirumuskan indikator kinerja untuk Barang Milik Daerah sebagai berikut: a. Jumlah Puskesmas dan perangkatnya sebanyak 5 unit b. Jumlah Puskesmas pembantu dan perangkatnya sebanyak 12 c. Jumlah kendaraan unit kesehatan masyarakat yang difungsikan untuk Puskesmas keliling sebanyak 5 unit 2. Pada saat ini Dinas Kesehatan Kota Sukaraja sudah memiliki Puskesmas sebanyak 2 unit, Puskesmas pembantu 5 unit, dan belum memiliki kendaraan unit kesehatan. Kendaraan ambulan 1 unit, kendaraan operasional sebanyak 4 unit, kendaraan bermotor roda dua 5 unit, peralatan komputer sebanyak 10 unit, laptop 1 unit, perlengkapan kantor, poliklinik set dan peralatan kedokteran. Untuk data barang milik daerah yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kota Sukaraja saat ini berdasarkan hasil inventarisasi barang yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: a. Tanah 1) Tanah bangunan kantor dinas kesehatan (01.01.11.04.01) yang terletak di Jalan Slamet Riyadi dengan luas 3.000 m2, digunakan untuk lokasi kantor dinas kesehatan. Tanah diperoleh pada tahun 1980 dengan harga perolehan Rp. 500.000.000 dengan No. sertifikat S-7648373 2) Tanah bangunan Puskesmas (01.01.11.04.12) dengan perincian: a) Di Kecamatan Banjarsari dengan luas 750 m2 diperoleh dengan harga Rp. 75.000.000 pada tahun 1985 (Reg. 0001) dengan No. sertifikat S-7748303. b) Di kecamatan Jebres dengan luas 400 m2 diperoleh dengan harga Rp. 40.000.000 pada tahun 1989 (Reg. 0004) dengan No. sertifikat S-6644373 c) Untuk Puskesmas pembantu dengan perincian sebagai berikut: (1) Di Kelurahan Kadipiro dengan luas 200 m2 diperoleh dengan harga Rp. 25.000.000 pada tahun 1987 (Reg. 0002) dengan No. sertifikat S-4648973 (2) Di Kelurahan Kepatihan dengan luas 150 m2 diperoleh dari hibah dari perorangan pada tahun 1990 (Reg. 0005) dan dinilai dengan harga pasar sebesar Rp. 17.500.000 dengan No.sertifikat S-6644303 (3) Di Kelurahan Jagalan dengan luas 175 m2 dengan harga perolehan Rp. 20.000.000 pada tahun 1995 (Reg. 0007) dengan No. sertifikat S-8646333 (4) Di Kelurahan Mangkubumen dengan luas 135 m2 dengan harga perolehan Rp 15.000.000 pada tahun 1988 (Reg. 0003) denganNo. sertifikat S-5688379 (5) Di Kelurahan Sumber dengan luas 145 m2 dengan harga perolehan Rp. 18.000.000 pada tahun 1992 (Reg. 0006) dengan No. sertifikat S-6645343

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

97

75. 190.000. BPKB A.000. (Reg. No. Kondisi 5 unit Baik.PENGELOLAAN BARANG DAERAH b.000. masingmasing diperoleh pada tahun dioperasikannya Puskesmas dan Puskesmas pembantu tersebut. 2) Komputer dan perlengkapannya.05. 250. No.01-07.000 pada tahun 2006.000.01) merk Kijang merupakan hibah dari Departemen Kesehatan pada tahun 2000 (Reg.03. Kondisi rusak ringan.000.01-10).06. 0001-005) diperoleh dengan harga Rp. ada 7 set: 2 set di Puskesmas dan 5 set di Puskesmas pembantu dengan total harga perolehan Rp.01.01.000 (Reg.01. b) Sedan (02. Puskesmas dan Puskesmas pembantu tersebut. No.01. masing-masing diperoleh pada tahun dioperasikannya Puskesmas dan Puskesmas pembantu tersebut. Kondisi barang 6 Set dalam keadaan baik dan 1 set tidak terpakai (TG/tidak digunakan) 5) Peralatan kedokteran (02.000. 350.000.02.03. 98 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .000.8658736-7. BPKB A.000.01. No.000. Satu dengan kondisi rusak ringan dan satunya kondisi baik (2) 1 unit merk Daihatsu Zebra diperoleh pada tahun 2000 dengan harga perolehan Rp. 52. Diperoleh pada tahun 2003 (Reg. BPKB A. 0004). 0003). 0001-0005) dengan harga perolehan Rp.02. b) 1 unit laptop (02.06. Kondisi barang 6 Set dalam keadaan baik dan 1 set tidak terpakai. 150.01.4367381-5.03.01.500.000 per unit pada tahun 2000.000 pada tahun dioperasikannya kantor dinas. Kondisi saat ini rusak ringan.08.639857. Kendaraan ini dinilai sebesar Rp.03) meliputi: (1) 2 unit merk Suzuki Futura diperoleh pada tahun 1992 dengan harga perolehan Rp. Semua dalam kondisi baik. 0001-0002). Kondisi baik 3) Perlengkapan Kantor berupa meja. 0001) diperoleh dengan harga Rp. (Reg. 2 unit rusak ringan dan 1 unit rusak berat.500. (3) 1 unit merk Toyota Kijang diperoleh pada tahun 2003 dengan harga perolehan Rp.000.06.5384768.03.04. 7.03. (2) 5 unit dengan merk IBM (Reg. c) Station wagon (02.13. merk Toyota Corolla Altis yang digunakan oleh Kepala Dinas.01-10). 3 unit kondisi baik dan 2 unit kondisi rusak berat. No.01. 0006-010) diperoleh dengan harga Rp. ada 7 set dengan merk Medica: 2 set di Puskesmas dan 5 set di Puskesmas pembantu dengan total harga perolehan Rp. 85.02) dengan merk Toshiba (Reg. 1 unit rusak ringan dan 1 unit rusak berat. d) Kendaraan bermotor beroda dua (02.04. 0001) dan ditempatkan di Puskesmas Banjarsari. a) PC unit (02. kursi dan lemari kantor (02. BPKB A. 65. Kondisi saat ini rusak berat karena tabrakan dan sudah satu tahun tidak digunakan.08.0000.0000.7649876. Kondisi kendaraan.000.01.000.000. namun ada 2 unit yang tidak digunakan secara optimal (jarang digunakan).01) sebanyak 5 unit dengan merk Honda Supra yang dibeli tahun 2004 (Reg. Kondisi baik.03. 80.8563873. 0001) dengan harga perolehan Rp.01-10) dengan merk Olimpic yang digunakan di kantor dinas dan Puskesmas-Puskesmas pembantu sebanyak 8 unit dengan total harga perolehan Rp. 15. BPKB C. BPKB A. 10. 3 unit baik. No.01).000. Peralatan dan Mesin 1) Kendaraan a) Ambulan (02.01) sejumlah 10 unit dengan rincian: (1) 5 unit dengan merk Acer (Reg. 4) Poliklinik Set (02.000 per unit pada tahun 2005.

Di asumsikan target layanan ini dapat terealisasikan dalam jangka waktu 3 tahun. 35.01) dibangun diatas tanah pada No a. b) Di Kecamatan Jebres dengan luas bangunan 300 m2 dibangun dengan harga Rp 150.000 pada tahun 1987 (Reg. 0002).000.11. 0001).000 pada tahun 1990 (Reg. Kondisi bangunan baik.1) pada tahun 1981 (Reg.000.01.06. Membuat rancangan kebutuhan BMD dan anggaran HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 99 .000. 2. Kondisi bangunan rusak ringan.000.500.PENGELOLAAN BARANG DAERAH c.11. Kondisi bangunan rusak berat dan sudah satu tahun yang lalu tidak digunakan lagi. Dinas Kesehatan Kota Sukaraja baru dapat melayani 20% dari total masyarakat miskin. Kondisi bangunan rusak berat.10) dengan perincian a) Di Kecamatan Banjarsari dengan luas bangunan 500 m2 dibeli dengan harga Rp. 4. 0004) dan dinilai dengan harga pasar sebesar Rp.000 pada tahun 1995 (Reg.000 yang digunakan untuk pengadaan dan pemeliharaan BMD. Dengan BMD yang dimiliki sebagaimana tersebut di atas. (5) Di Kelurahan Sumber dengan luas 120 m2 dibeli dengan harga perolehan Rp.350.01.000 pada tahun 1985 (Reg.000. Berdasarkan data tersebut di atas. Gedung dan Bangunan 1) Gedung permanen 2 tingkat beton (03. Melakukan analisis kebutuhan untuk satu tahun 3. 0006). Pagu indikatif BMD untuk satu tahun adalah Rp. (3) Di Kelurahan Jagalan dengan luas bangunan 125 m2 dibeli dengan harga perolehan Rp. (2) Di Kelurahan Kepatihan dengan luas 100 m2 diperoleh dari hibah dari perorangan pada tahun 1990 (Reg. Kondisi bangunan baik.500.000 pada tahun 1990 (Reg. Melakukan analisis kesenjangan antara kondisi existing BMD dengan kebutuhan untuk satu tahun 4. 55. 87. 250.000. Kondisi bangunan baik. 0003). 65. 0005). peserta diminta untuk: 1. Kondisi bangunan rusak ringan.000. 2) Bangunan Puskesmas (03.000.000. 0001).01. Kondisi bangunan baik c) Untuk Puskesmas pembantu dengan perincian sebagai berikut: (1) Di Kelurahan Kadipiro dengan luas bangunan 150 m2 dibeli dengan harga Rp. 3.000 pada tahun 1995 (Reg.000. luas bangunan 5000 m2 dibangun dengan harga perolehan Rp 1. (4) Di Kelurahan Mangkubumen dengan luas bangunan 110 m2 dibangun dengan harga perolehan Rp 50. Melakukan analisis kondisi existing BMD 2. 0007).

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 100 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH SESI 6 Transfer Pembelajaran. • Peserta dan fasilitator mampu melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan lokakarya. terutama untuk topik-topik hari kedua. • Melengkapi formulir-formulir isian. • Peserta mampu melakukan refleksi terhadap materi pelatihan yang diberikan dan seberapa jauh pemahaman ini menambah pengetahuan mereka tentang pengelolaan barang daerah. dan tindak lanjut yang akan dilakukan (20 menit) • Mengisi lembar evaluasi dan menampung masukan lain secara lisan (± 5 menit) • Penutupan lokakarya (± 5 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 3 SESI 6: TRANSFER PEMBELAJARAN EVALUASI DAN PENUTUP 101 . Alur: • Menggunakan formulir transfer pembelajaran bersama-sama melakukan refleksi terhadap pemahaman materi yang telah dibahas selama 2 hari. Evaluasi dan Penutup Tujuan: • Peserta mampu merangkum secara cepat tentang apa yang telah diberikan selama dua hari. Materi: • Power Point Slide • Lembar Post-test • Lembar Transfer Pembelajaran • Lembar Evaluasi Penyelenggaraan Pelatihan Waktu: ± 30 menit Metode: • Tanya Jawab.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 102 HARI 3 SESI 6: TRANSFER PEMBELAJARAN EVALUASI DAN PENUTUP .

Jika waktu yang tersisa tidak banyak. Minta peserta untuk mengisinya secara individu. Peserta akan dapat melihat langsung adanya tingkat pemahaman yang lebih baik tentang anggaran kinerja setelah mengikuti pelatihan ini. Tampilkan hasil dari Post-Test yang dibandingkan dengan hasil Pre-Test untuk melihat sejauh mana perubahan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. semoga! Bagikan lembar transfer pembelajaran kepada peserta. Berikan waktu sekitar 5-10 menit pada peserta untuk mengisinya. HARI 3 SESI 6: TRANSFER PEMBELAJARAN EVALUASI DAN PENUTUP 103 . 39 Transfer Pembelajaran 40 Evaluasi Penutup Bagikan lembar evaluasi kepada peserta dan minta peserta untuk mengisinya (berikan waktu 5 menit). Post Test dan Pre-Test memuat pertanyaan yang sama. silahkan ikuti petunjuk dalam trainers note. Untuk panduan yang lebih lengkap.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 38 Post-Test Bagikan lembar (formulir) Post-Test kepada peserta. fasilitator bisa meminta beberapa wakil dari peserta untuk menyampaikan kesan-kesannya tentang penyelenggaraan pelatihan secara keseluruhan. Rangkum hasil Post-Test dan bandingkan dengan hasil PreTest yang telah dirangkum sebelumnya (keduanya dalam bentuk %).

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 104 HARI 3 SESI 6: TRANSFER PEMBELAJARAN EVALUASI DAN PENUTUP .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH LAMPIRAN LAMPIRAN 105 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 106 LAMPIRAN .

Penggunaan .Inventarisasi Barang Daerah .Pengkodean Barang Daerah .PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lampiran 1 TOR: Lokakarya Dasar Pengelolaan Barang Daerah dan Rencana Pengelolaan BMD Koordinator Acuan Rencana Kerja Tanggal dan Lokasi Tujuan Finance & Budget Specialist (FBS) Rencana kerja kota/kabupaten Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan Pemahaman. meliputi: .Pemanfaatan . tujuan dan manfaat Rencana Pengelolaan Aset • Langkah-langkah penyusunan Rencana Pengelolaan Aset • Analisis kebutuhan dan analisis gap Untuk mencapai tujuan tersebut lokakarya ini akan dilaksanakan selama 3 hari kerja. • Memahami pengertian Aset Daerah dan Barang Daerah • Memahami Pengelolaan Barang Daerah • Memahami Penatausahaan Aset • Mampu meregister Barang Daerah (kode lokasi dan kode barang) • Mampu menyusun Inventarisasi Barang Daerah • Mampu menyusun Pelaporan Barang Daerah • Memahami dan mampu menyusun Rencana Pengelolaan BMD Pengukuran Tujuan LAMPIRAN 107 .Pembinaan. meliputi: • Aset Daerah dan Barang Daerah • Pengelolaan Barang Daerah.Pemindahtanganan .Penatausahaan . Setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan peserta akan mampu.Pelaporan Barang Daerah 2. meliputi: . dan pengendalian • Penatausahaan Barang Daerah.Pengadaan .Perencanaan kebutuhan dan penganggaran . Pengetahuan dan Ketrampilan dalam hal: 1. Dasar Pengelolaan Barang Daerah (Basic Asset Management). Penyusunan Rencana Pengelolaan Aset (Asset Management Plan): • Pengertian.Pengamanan dan pemeliharaan . pengawasan.Penilaian .Penghapusan .

Lembar Pre -Post Test 2.Pembukuan. Buku Inventaris Barang (peserta membawa buku inventaris barang masing-masing) 3. Daftar Usulan Barang yang Akan Dihapus. Daftar kode lokasi (kecamatan dan SKPD – selektif sesuai Provinsi dan kota/kab. Rekap Daftar Mutasi Barang. KIR. Laporan Mutasi Barang. Kunci Jawaban Latihan 7. Buku Inventaris.8 kelompok meja Ringkasan Materi Hari 1 & 2 I : Pembukaan/registrasi II : Presentasi Definisi Aset dan Barang Daerah III : Latihan 1 .Kodefikasi VII : Latihan 3 . Pengurus dan Penyimpan Barang Daerah SKPD Jumlah peserta lokakarya adalah maksimal 40 orang Minimal fasilitator terdiri dari : FBS dan 2 orang Service Providers Desain Pengaturan tempat: Ruangan terdiri dari 5. Daftar Mutasi Barang. Daftar kode barang 6. bersangkutan ) 5.F.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lanjutan Lampiran 1 Sasaran Peserta Jumlah Peserta Fasilitator Desain dan Ringkasan Materi Peserta lokakarya adalah Pengguna. Daftar Barang Milik Daerah yang Digunausahakan 4. Contoh Perda dan Juknis Inventarisasi BMD 108 LAMPIRAN . Inventarisasi dan Pelaporan Hari 3 I : Pengertian Rencana Pengelolaan BMD II : Langkah Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD III : Analisis Tingkat Pelayanan dan Analisis kebutuhan IV : Latihan : Analisis Tingkat Pelayanan dan Analisis kebutuhan Bahan Pendukung Bahan-bahan pendukung dalam penyelenggaraan lokakarya ini adalah sebagai berikut: 1.Mengidentifikasi Aset dan Barang Daerah IV : Presentasi Pengelolaan Barang Daerah V : Presentasi Penatausahaan VI : Latihan 2 . Rekap Buku iInventaris. Kartu Inventaris Barang A .

................................. Istirahat ................15 10........................30 Langkah Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD ............................ Latihan 1: Identifikasi Aset .................................00 – 08................30 Latihan 2 : Analisis Kebutuhan .......................................00 09...............00 09...................30 11... Perencanaan Kebutuhan ... 10.............................................00 13.................. Inventarisasi dan Pelaporan ........................ 14.. Sasaran Lokakarya .......00 15........... 08........................... Latihan 2: Pengkodean .30 – 12............30 – 10....30 – 15...00 – 10......................30 – 11.................................................00 – 14........................00 – 15.... Latihan 3: Pembukuan.45 – 16.........30 LAMPIRAN 109 ...................00 16....15 – 10...........................................................30 15. 09... 10..........................30 – 09............ Pengkodean ..... Aset Daerah dan Barang Daerah ....................30 10... Penatausahaan .............. 10...............................00 13.....45 09.................... Rehat .........45 – 09................................................................15 – 10.................................. Rehat Kopi ...........30 – 08..... Pembukaan ............................00 Istirahat ...... Pengelolaan Aset ........ Rehat Kopi dan Penutup .....15 09..............................30 Latihan 1: Analisis Tingkat Pelayanan ...........................45 15......00 12.............................. Istirahat ...............00 Rehat dan Penutup ....00 14................00 12.....................................................00 – 10...........00 – 09.................45 – 10.................00 – 08.....................45 Penjelasan Tujuan........ 08..00 Rehat Kopi......00 – 09..........15 – 11............... 13....................................15 10....... Penatausahaan: Inventarisasi .............. Reviu Materi Hari I ............00 – 15......................00 15................30 – 09....................00 – 09............................................ Hari Kedua: Pendaftaran ......................... Transfer Pembelajaran .......... Post test ..00 Presentasi Rencana Pengelolaan BMD ................................... Pemanfaatan .......... 09.......................... Rehat Kopi dan Penutup ..............00 – 13................... 08........00 Penilaian Kondisi BMD ................15 – 12..00 – 15....30 08...........................00 – 14...........................15 – 09.......30 – 15.....00 – 13.................15 Contoh Kasus ........15 10...........00 – 13.......... 12............... 15......PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lanjutan Lampiran 1 Agenda Tentatif Agenda : Hari Pertama Pendaftaran ................... Pembahasan Latihan 3 ..00 – 15..... Pre test .00 10...................................................................30 – 10.........................00 – Hari Ketiga: Penyusunan Rencana Pengelolaan Aset Pendaftaran ....................................................................30 09.................30 – 12................

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 110 LAMPIRAN .

Fasilitator menghitung jumlah jawaban peserta yang benar dan salah kemudian menuliskan hasilnya pada tabel.9: jawaban “b” Pertanyaan No. pada kolom “Post Test” (tabel yang digunakan adalah tabel yang sudah diisi dengan hasil Pre Test). Peserta mengisi Pre Test pada hari pertama sebelum pembahasan materi lokakarya dimulai. Fasilitator menayangkan hasil Pre Test dan Post Test pada slide. Peserta mengisi Post Test pada hari terakhir setelah semua materi selesai disampaikan. 4. 3. Hasil perbandingan tersebut untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan lokakarya dalam memberikan pemahaman materi kepada peserta Waktu: 10 menit Proses: 1.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lampiran 2 Panduan Pre Test – Post Test Lokakarya Pengelolaan Barang Daerah Tujuan: 1. 6. sebelum mengikuti lokakarya dan setelah mengikuti lokakarya.6: jawaban “b” Pertanyaan No. Fasilitator menyiapkan tabel hasil Pre Test dan Post Test. pada kolom “Pre Test”. 2. 5.7: jawaban “c” Pertanyaan No.8: jawaban “a” Pertanyaan No. Membandingkan pemahaman peserta sebelum mengikuti lokakarya dan setelah mengikuti lokakarya mengenai Dasar Pengelolaan Barang Daerah 2. Fasilitator menghitung jumlah jawaban Post Test yang benar dan salah pada tabel. bisa menggunakan plastik transparan atau file elektronik yang nantinya bisa ditayangkan menggunakan slide. Kunci Jawaban: Pertanyaan No 1: jawaban “e” Pertanyaan No 2: jawaban “d” Pertanyaan No 3: jawaban “c” Pertanyaan No 4: jawaban “c” Pertanyaan No 5: jawaban “b” Pertanyaan No.10: jawaban “d” LAMPIRAN 111 . Penayangan untuk menunjukkan hasil perubahan pemahaman peserta terhadap materi.

PP No. kecuali: a. 1 Tahun 2004 d. Pernyataan yang benar di bawah ini adalah: a. 14 digit c. Barang yang diperoleh dari hibah c. Berapakah jumlah digit kode lokasi dan kode barang: a. inventarisasi d. Pengaman. Sekda sebagai pemegang kekuasaan barang daerah c. Barang yang diperoleh dari hasil kekayaan alam 3. Barang yang dibeli atau diperoleh dari beban APBD b. Yang dimaksud barang daerah adalah: a. Barang yang diperoleh dari pelaksanaan perjanjian/kontrak d. UU No. Pembukuan. Dalam pengelolaan barang daerah: a. Pembinaan. Penatausahaan barang daerah meliputi: a. 15 digit 6. 12 digit b. Kepala Biro/Bagian Perlengkapan/Umum sebagai kuasa pengguna 4. pengawasan dan pengendalian c. penganggaran dan pengadaan b. Perencanaan kebutuhan. Berikut ini dasar hukum pengelolaan barang daerah. Kepala daerah sebagai pengelola barang daerah b. Semua salah 2. 13 digit d. 6 Tahun 2006 c. 17 Tahun 2007 b. Pengguna barang diwajibkan melakukan investasi minimal sekali dalam setahun b. Kepala SKPD sebagai pengguna barang daerah d.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Pre Test dan Post Test 1. Pengelola barang melakukan inventarisasi tanah dan bangunan dalam penguasaannya minimal sekali dalam setahun d. pemeliharaan dan penghapusan 5. Pengguna barang menyampaikan laporan inventarisasi kepada pengelola barang lambat enam bulan setelah inventarisasi 112 LAMPIRAN . Permendagri No. Inventarisasi barang persediaan dan konstruksi dalam pengerjaan dilakukan minimal sekali dalam setahun c.

Hibah c. Pengamanan fisik d. Pinjam pakai c. Dalam hal pengamanan barang daerah meliputi. Pengamanan hukum 9.Bentuk pemindahtangan barang daerah meliputi. Penyimpanan bukti kepemilikan barang daerah dilakukan oleh: a. Pinjam pakai LAMPIRAN 113 . Pengamanan administrasi c. Sewa b. Penyimpan barang daerah 10. Penjualan d.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 7. Penyertaan modal daerah d. kecuali: a. kecuali: a. Bentuk pemanfaatan barang daerah meliputi. Bangun guna serah 8. Pengurus barang daerah b. Pengamanan pembiayaan b. Tukar menukar b. kecuali: a. Pengelola barang daerah c. Pengguna barang daerah d.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 114 LAMPIRAN .

Catatan bagi pelatih: Secara umum tujuan dari setiap pelatihan adalah untuk memperbaiki/meningkatkan cara orang mengerjakan sesuatu dengan memperlihatkan cara yang lebih baik.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lampiran 3 Transfer Pembelajaran Waktu yang dibutuhkan: 15 menit Tujuan: Latihan ini bertujuan membantu peserta menuangkan pengalaman belajar yang diperoleh dalam lokakarya ini ke dalam kegiatan mereka sehari-hari sebagai pembuat kebijakan dan pegawai Pemda. Proses: Mulailah dengan memberikan waktu sekitar 10 menit pada peserta untuk membaca dan menjawab kuesioner berikut secara individu. Latihan ini lebih banyak dikerjakan secara individu dengan sedikit tukar pikiran. Komitemen untuk belajar dan melakukan perubahan pada penutupan lokakarya dapat membantu peserta mengatasi keengganan belajar dalam diri mereka dan di lingkungan kerja mereka. Setelah selesai mengisi kuesioner. minta mereka untuk secara cepat bertukar pikiran dengan rekan satu meja mengenai dua atau tiga hal yang akan mereka lakukan dengan berbeda dalam pekerjaan mereka berdasarkan apa yang telah mereka pelajari tentang daerah mereka sendiri serta dari lokakarya. Fokus dari latihan ini adalah untuk membangkitkan semangat. Pelatih dapat membantu peserta untuk melakukan transisi yang baik dari dunia belajar ke dunia nyata melalui beberapa latihan perencanaan yang sederhana. menuangkannya dalan sebuah rencana nyata dan mendapatkan komitmen pribadi dari peserta. Sesungguhnya keberhasilan suatu pelatihan dapat diukur dengan besarnya perubahan positif dan perkembangan diri yang terjadi selama pelatihan dan setelah pelatihan berakhir. LAMPIRAN 115 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Kuesioner Transfer Pembelajaran

Luangkan waktu sejenak untuk merefleksikaan materi yang Anda pelajari ide-ide baru yang Anda dapatkan dalam lokakarya ini, dan bagaimana pendapat Anda tentang semua itu. Pada tempat yang telah disediakan di bawah ini, tuliskan satu atau dua kalimat untuk menggambarkan hal-hal menarik yang Anda pelajari tentang diri Anda sendiri selama lokakarya ini. _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ Berdasarkan apa yang Anda pelajari mengenai diri Anda sendiri dan berbagai kemungkinan perubahan yang dibahas dalam lokakarya ini, sebutkan dua atau tiga hal yang akan Anda lakukan berbeda berkaitan dengan penggunaan informasi dalam Permendagri 17/2007. _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ Terakhir, hambatan apa yang diperkirakan akan Anda temui yang berasal dari dalam diri Anda atau lingkungan kerja Anda ketika Anda berusaha menerapkan perubahanperubahan ini? Apa tindakan Anda untuk mengatasi atau meminimalkan hambatan tersebut? Hambatan yang mungkin dihadapi

Cara mengatasi hambatan tsb.

116

LAMPIRAN

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Lampiran 4

Evaluasi Lokakarya Dasar Pengelolaan Barang Daerah untuk Kota/Kabupaten ................

Materi Presentasi buruk kurang baik Latihan buruk

sedang

baik

sangat baik

kurang baik

sedang

baik

sangat baik

Bahan Bacaan buruk kurang baik Ruang Pertemuan buruk kurang baik Makanan buruk

sedang

baik

sangat baik

sedang

baik

sangat baik

kurang baik

sedang

baik

sangat baik

Komentar tentang hal-hal diatas?

Saran untuk perbaikan?

LAMPIRAN

117

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Lampiran 5

CD Berisi Form-form yang Digunakan (silahkan lihat di dalam CD)

118

LAMPIRAN

Glossary/Daftar Istilah .Peraturan terkait Pengelolaan Barang Daerah. Permendagri 17/ 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah (dalam CD) REFERENSI 119 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH REFERENSI: .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 120 REFERENSI .

menyiapkan usulan penghapusan barang milik daerah yang rusak atau tidak dipergunakan lagi Kodefikasi adalah pemberian pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik pemerintah daerah yang menyatakan kode lokasi dan kode barang.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Daftar Istilah/Singkatan Barang Milik Daerah adalah barang yang berasal/dibeli dengan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau sumbangan berupa pemberian. Kartu Inventaris Ruangan (KIR). menyiapkan Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) serta Laporan Inventarisasi 5 (lima) tahunan yang berada di SKPD kepada pengelola. maka pencatatannya dapat dilakukan dalam suatu format pencatatan dalam lajur register. sedikitnya dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali. swadaya. ditulis: 0001 s/d 0150. menyalurkan dan melaporkan barang milik daerah. untuk selanjutnya dibuatkan Berita Acara perhitungan barang yang ditandatangani oleh penyimpan barang. Buku Inventaris (BI) dan Buku Induk Inventaris (BIl). Barang Inventaris adalah seluruh barang yang dimiliki oleh pemerintah daerah yang penggunaannya lebih dari satu tahun dan dicatat serta didaftar dalam Buku Inventaris Stock Opname adalah perhitungan barang. kapasitas dan bentuk yang memudahkan dalam hal pengadaan dan perawatan. sesuai kodefikasi dan penggolongan BMD. mengatur pelaksanaan pemanfaatan. wakaf. hibah. kualitas. Nomor Register merupakan nomor urut pencatatan dari setiap barang. pencatatan terhadap barang yang sejenis. DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN 121 . yang menyebutkan dengan jelas jenis jumlah dan keterangan lain yang diperlukan. donasi. yang berlaku untuk suatu jenis barang dan untuk suatu jangka waktu tertentu Pengelola Barang bertugas menetapkan penyimpan dan pengurus barang. meneliti dan menyetujui rencana kebutuhan dan rencana pemeliharaan BMD. tahun pengadaan sama. Penyimpan Barang bertugas menerima. Standarisasi merupakan penentuan jenis barang dengan titik berat pada keseragaman. penghapusan dan pemindah tanganan BMD. melakukan pengawasan dan pengendalian atas pengelolaan BMD. hadiah. menyimpan. Pengurus Barang bertugas mencatat seluruh BMD yang berada di masing--masing SKPD yang berasal dari APBD maupun perolehan lain yang sah kedalam Kartu Inventaris Barang (KIB). besaran harganya sama seperti meja dan kursi jumlahnya 150. kewajiban pihak ketiga dan sumbangan pihak lain.

dan penyimpan dan/ atau pengurus barang berupa Tuntutan Ganti Rugi yang karena perbuatannya merugikan daerah Daftar Inventaris Ruangan (DIR) adalah kartu yang memuat data BMN yang berada pada suatu ruangan yang berguna untuk mengontrol BMN yang bersangkutan. Daftar Inventaris Lainnya (DIL) adalah kartu yang memuat data BMN yang digunakan untuk mengontrol BMN yang tidak termasuk yang di-KIB-kan atau di DIR-kan. perlu dilengkapi dengan ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang sanksi terhadap pengelola. Daftar Mutasi Barang memuat data barang yang berkurang dan/atau yang bertambah dalam suatu jangka waktu tertentu (1 semester dan 1 tahun). Daftar Rekapitulasi Inventaris disusun oleh pengelola/pembantu pengelola dengan mempergunakan bahan dari rekapitulasi inventaris barang yang disampaikan oleh pengguna. menambah sarana lain berikut fasilitas diatas tanah tanah dan/atau bangunan tersebut dan mendayagunakannya selama kurun waktu tertentu untuk kemudian setelah jangka waktu berakhir menyerahkan kembali tanah dan bangunan dan/atau sarana lain berikut fasilitasnya tersebut kepada pemerintah daerah. pengguna/kuasa pengguna. DHPBMD: Daftar Hasil Pengadaan Barang Milik Daerah RKBMD: Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah RKPBMD: Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah DKBMD: Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah DKPMBD: Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah DBP: Daftar Barang Pengguna/Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP) 122 DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN . Alat Angkutan Bermotor. Bangun Serah Guna adalah pemanfaatan tanah dan/atau bangunan milik pemerintah daerah oleh Pihak Ketiga dengan cara Pihak Ketiga membangun bangunan siap pakai dan/atau menyediakan/ menambah sarana lain berikut fasilitas diatas tanah dan/atau bangunan tersebut dan setelah selesai pembangunannya diserahkan kepada daerah untuk kemudian oleh pemerintah daerah tanah dan bangunan siap pakai dan/atau sarana lain berikut fasilitasnya tersebut diserahkan kembali kepada pihak lain untuk didayagunakan selama kurun waktu tertentu. pembantu pengelola. dalam rangka pengamanan dan penyelamatan terhadap barang milik daerah.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Bangun Guna Serah adalah pemanfaatan tanah dan/atau bangunan milik pemerintah daerah oleh Pihak Ketiga membangun bangunan siap pakai dan/atau menyediakan. Gedung. Kartu Inventaris Barang (KIB) adalah kartu yang memuat data BMN yang digunakan untuk mengontrol BMN berupa Tanah. TGR/Tuntutan Ganti Rugi. serta Senjata Api.

LBKPS: Laporan Barang Kuasa Pengguna Smesteran LBPKT: Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan LBPS: Laporan Barang Pengguna Semesteran LBPT: Laporan Barang Pengguna Tahunan LBMD: Laporan Barang Milik Daerah Guna Susun: Peningkatan kualitas dan atau kapasitas DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN 123 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH DBMD: Daftar Barang Milik Daerah LBMD: Laporan Barang Milik Daerah adalah laporan barang semesteran dan tahunan.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 124 DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN .

.

aset. Meningkatkan manajemen risiko . hutang.Pengelolaan Barang Daerah dan Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD (Barang Milik Daerah) Pentingnya melaksanakan pengelolaan dan perencanaan barang daerah dengan baik adalah untuk memastikan tersedianya pelayanan publik dan pelaporan penggunaan barang milik daerah. Mengapa diperlukan Pengelolaan Barang Daerah antara lain : • Adanya kejelasan Kepemilikan Barang Milik Daerah (BMD) • Inventarisasi kekayaan daerah dan masa pakai BMD • Optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan untuk peningkatan PAD • Antisipasi kondisi BMD dalam fungsi pelayanan publik • Pengamanan BMD • Dasar penyusunan neraca • Kewajiban untuk melaporkan kondisi dan nilai BMD secara berkala Keuntungan-keuntungan melaksanakan pengelolaan barang milik daerah dengan baik. pengguna dan pihak yang terkait bahwa layanan yang dihasilkan adalah layanan yang efektif dan efisien.dengan cara meningkatkan pengertian pada kebutuhan layanan dan pilihan-pilhannya. menyediakan dasar untuk mengevaluasi keseimbangan layanan. Meningkatkan efisiensi keuangan . justifikasi untuk program kerja ke depan dan kebutuhan pendanaannya. www.id .dengan cara menganalisis kemungkinan dan konsekuensi dari kegagalan aset. yaitu: Meningkatkan pengurusan dan akuntabilitas . termasuk transaksi pembiayaan dan perhitungan. Pertanggungjawaban atas BMD kemudian menjadi semakin penting ketika pemerintah wajib menyampaikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBD dalam bentuk laporan keuangan yang disusun melalui suatu proses akuntansi atas transaksi keuangan.dengan meningkatkan keahlian pengambilan keputusan berdasar pada biaya dan keuntungan dari beberapa alternatif. meningkatkan akuntabilitas atas penggunaan sumber daya dengan penghitungan kinerja dan keuangan.lgsp.dengan menunjukkan kepada pemilik. Meningkatkan manajemen layanan . ekuitas dana. pendapatan dan belanja. maupun aset lainnya. konsultasi formal atau persetujuan dengan pengguna tentang tingkat layanan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dan citra penyedia layanan. Informasi BMD memberikan sumbangan yang signifikan di dalam laporan keuangan (neraca) yaitu berkaitan dengan pos-pos persedian. pengenalan semua biaya dari kepemilikan atau pengoperasian aset melalui masa pakai aset tersebut. aset tetap. harga dan kualitas.or.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->