PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Pengelolaan Barang Daerah dan Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD (Barang Milik Daerah)
Panduan Pelatihan

Local Governance Support Program
Finance and Budgeting Team 2008
i

Sulawesi Selatan dan Papua Barat. Democracy International (DI). Sudirman. termasuk ilustrasinya. melalui pelaksanaan Local Governance Support Program (LGSP) di Indonesia.or. dan meningkat kemampuannya dalam memberikan pelayanan yang lebih baik serta mengelola sumber daya. atau diubah dengan syarat disebarkan secara gratis. Panduan Pelatihan Penganggaran Kinerja Seri A 3. Dukungan kepada DPRD dan organisasi masyarakat adalah untuk memperkuat kapasitas mereka agar dapat melakukan peran-peran perwakilan. Jawa Tengah. Mengevaluasi Pendapatan Pajak 6.id www.id Dicetak di Indonesia Publikasi ini didanai oleh the United States Agency for International Development (USAID). boleh diperbanyak. Panduan Pelatihan Pengawasan Anggaran oleh DPRD (Budget Oversight) 2. Program LGSP dilaksanakan atas kerjasama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). Penghitungan Biaya untuk Menetapkan Retribusi Tentang LGSP Local Governance Support Program merupakan program bantuan teknis yang mendukung tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) di Indonesia pada dua sisi. Departemen Dalam Negeri. Dukungan kepada pemerintah daerah dimaksudkan agar pemerintah meningkat kompetensinya dalam melaksanakan tugas-tugas pokok kepemerintahan di bidang perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi. Pendapat yang tertuang di dalam laporan ini tidaklah mencerminkan pendapat dari USAID. 52-53 Jakarta 12190. Indonesia Telepon Fax Email Website : : : : +62 (21) 515 1755 +62 (21) 515 1752 lgsp@lgsp. Computer Assisted Development Incorporated (CADI) dan the Indonesia Media Law and Policy Centre (IMLPC).PENGELOLAAN BARANG DAERAH Pengelolaan Barang Daerah dan Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD Buku lain pada Seri Keuangan & Penganggaran ini: 1. pengawasan. Bursa Efek Indonesia Gedung 1. direproduksi. Jawa Barat. pemerintah daerah dan organisasi masyarakat dalam wilayah provinsi target LGSP. Jawa Timur. Informasi lebih lanjut tentang LGSP hubungi: LGSP. Jend.or. Buku ini terwujud berkat bantuan yang diberikan oleh United States Agency for International Development (USAID) berdasarkan nomor kontrak No. Memaksimalkan Pendapatan Melalui Penerapan UU 34 5. Panduan Pelatihan Penganggaran Kinerja Seri B 4. 497-M-00-05-00017-00 dengan RTI International. lantai 29 Jl. ii PENGELOLAAN BARANG DAERAH DAN PENYUSUNAN RENCANA PENGELOLAAN BMD . Banten. Departemen Keuangan. LGSP bekerja di lebih dari 60 kabupaten dan kota di Indonesia di sembilan provinsi: Nanggroe Aceh Darussalam. dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Pelaksanaan Program dimulai pada tanggal 1 Maret 2005 dan berakhir tanggal 30 September 2009. Sumatra Utara. Program LGSP didanai oleh United States Agency for International Development (USAID) dan dilaksanakan oleh RTI Internasional berkolaborasi dengan International City/ County Management Association (ICMA). Sebagian atau seluruh isi buku ini.lgsp. Sumatra Barat. kav. yaitu pemerintah daerah dan masyarakat.

Hasil-hasil yang diharapkan dari pelatihan yang menggunakan panduan ini adalah : • Memahami pengertian Aset Daerah dan Barang Daerah • Memahami Pengelolaan Barang Daerah • Memahami Penatausahaan Aset • Mampu meregister Barang Daerah (Kode Lokasi dan Kode Barang) • Mampu menyusun Inventarisasi Barang Daerah • Mampu menyusun Pelaporan Barang Daerah • Memahami dan mampu menyusun Rencana Pengelolaan BMD ABSTRAKSI iii . Barang milik daerah adalah semua kekayaan daerah baik yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun yang berasal dari perolehan lain yang sah baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak beserta bagian-bagiannya ataupun yang merupakan satuan tertentu yang dapat dinilai. Pengetahuan dan Ketrampilan tentang Pengelolaan Barang Daerah kepada para Pejabat dan Staf Pengelola Barang Daerah SKPD serta Panitia Anggaran DPRD. diukur atau ditimbang termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan kecuali uang dan surat-surat berharga lainnya. pembahasan mengenai aset akan lebih difokuskan pada pengertian aset daerah sebagai barang milik daerah (BMD).PENGELOLAAN BARANG DAERAH ABSTRAKSI Materi dalam panduan ini terdiri dari Dasar Pengelolaan Aset dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Aset. tujuan dan manfaat Rencana Pengelolaan Aset • Langkah-langkah penyusunan Rencana Pengelolaan Aset • Analisa kebutuhan dan analisis kesenjangan Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan Pemahaman. Dasar Pengelolaan Barang Daerah (Basic Asset Management) meliputi : • Aset Daerah dan Barang Daerah • Pengelolaan Barang Daerah • Penatausahaan Barang Daerah Penyusunan Rencana Pengelolaan Aset (Asset Management Planning) meliputi : • Pengertian. dihitung.

as well as to Legislative Budget Committees. The assets can be movable or immovable. Goals and Benefits of Asset Management Plans • Steps for Developing Asset Management Plans • Needs Analysis and Gap Analysis The training aims to convey understanding.PENGELOLAAN BARANG DAERAH ABSTRACT This training module has two main topics: Basic Asset Management and Asset Management Planning. They include animals and plants but exclude money and other commercial paper. iv ABSTRACT . provided they can be valued. The review of assets focuses on the definition of local assets as region-owned assets (BMD). measured or weighed. Region-owned assets are local assets bought or acquired under the local budget (APBD) or through any other valid funding source. The expected results of the training in this module are: • Understand the meaning of local assets and local goods • Understand local asset management • Understand asset administration • Be able to register local assets using location codes and goods codes • Be able to prepare an inventory of local assets • Be able to prepare a report on local assets • Understand and be able to prepare a local asset management plan. Basic Asset Management covers: • Local Assets and Local Goods • Management of Local Assets • Administration of Local Assets Asset Management Planning covers: • Definition. knowledge and skills in local asset management to officials and staff managing Local Government Work Units (SKPD) and local assets. including parts or units. calculated.

......................... 7 • Penjelasan Slide ...................................................................................................................................................................... proses/alur ............................................................................................................. proses/alur ........... 119 *Seluruh sesi pada hari 3............................................................................... dapat diberikan terpisah sebagai lanjutan dari sesi hari 1 dan 2 (Dasar Pengelolaan Aset) ataupun menjadi bagian akhir dari Lokakarya Pengelolaan Aset yang diberikan sekaligus............................................................ 117 • Lampiran 5: CD Berisi Form-form ......................................... waktu..................................................................................... Sesi 2: Pengertian Aset dan Barang Daerah ................................................ 7 • Tujuan............ metode..................................... 41 • Penjelasan Slide ...................................................................................................... proses/alur ........................................ 17 • Penjelasan Slide .................................................................................................. metode........................................................ alat......... DAFTAR ISI v . 101 • Tujuan.............................................. alat............... 13 3........................... waktu............................ Sesi 6: Transfer Pembelajaran Evaluasi dan Penutup ......... metode. 9 • Latihan 1: Identifikasi Aset ....................... metode................................ 65 • Tujuan................... 41 • Tujuan....... 107 • Lampiran 2: Petunjuk Pre Test dan Post Test ............................ proses/alur ............. alat. iv DAFTAR ISI ....................................................................................................... waktu...................................................................................................................................................................................... iii ABSTRACT ......................................................... alat............................................................... 101 • Penjelasan Slide ............................................................................. 89 • Latihan 5: Analisis Tingkat Pelayanan ............... 115 • Lampiran 4: Lembar Evaluasi Lokakarya ........................................................................................................................... v KATA PENGANTAR ........................................................... 1 • Penjelasan Slide ................................................................ proses/alur .................................... 65 • Penjelasan Slide .......... 59 HARI 3 5...PENGELOLAAN BARANG DAERAH DAFTAR ISI ABSTRAKSI .. Inventarisasi dan Pelaporan ................................................................. vi HARI 1 1......................................................................................... metode................. 111 • Lampiran 3: Petunjuk Transfer Pembelajaran .......................................................................................................... waktu..................... 67 • Latihan 4: Contoh Kasus .... 43 • Langkah 2: Pengkodean Barang .............................................................................. 1 • Tujuan......................... proses/alur ............................................................ alat.......................... waktu.......................................................................................................................... Sesi 1: Pengantar dan Pre Test ................... Sesi 5: Rencana Pengelolaan Barang Daerah ........................................ alat......... Sesi 3: Pengelolaan Barang Milik Daerah (Perencanaan Kebutuhan dan Penatausahaan) ............................... 95 6................................................ 19 HARI 2 4..................... 118 REFERENSI DAN DAFTAR ISTILAH .................................... Sesi 4: Pengelolaan Barang Milik Daerah ......................................... 103 LAMPIRAN-LAMPIRAN ................................. 53 • Langkah 3: Penatausahaan-Pembukuan....................................... metode...................................... waktu.. 3 2......... 17 • Tujuan......................................................... 105 • Lampiran 1: TOR dan Agenda Lokakarya.................................................................................

maka pemerintah daerah tidak dapat memanfaatkan BMD tersebut untuk meningkatkan pendapatan asli daerah mereka dan juga tidak dapat mengukur tingkat pelayanan yang dapat diberikan dengan BMD yang mereka miliki. Sumatra Barat. masyarakat dan pemerintah daerah telah menjawab kesempatan tersebut dengan antusias dan kreativitas yang luar biasa hingga menghasilkan capaian dan inovasi yang luar biasa pula. LGSP memberikan bantuan teknis bagi masyarakat dan pemerintah daerahnya dengan membantu mereka mencapai tujuan melalui penyusunan prioritas pembangunan dan penyediaan pelayanan publik secara demokratis. Sehingga pemerintah daerah tidak memiliki data yang relatif valid tentang BMD. masyarakat di daerah dapat mempercepat proses pembangunan yang demokratis dan meningkatkan kinerja serta transparansi pemerintah dalam penyediaan pelayanan publik. Program ini dirancang untuk menunjukkan bahwa melalui sistem pemerintahan yang terdesentralisasi. diharapkan daerah dapat meningkatkan kemandiriannya dalam membelanjai kebutuhan daerah. Pada kenyataannya. Jika informasi tentang BMD tidak diketahui. yang tersebar di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Banten. 2008 Judith Edstrom Chief of Party. pemerintah daerah dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dengan memperdayakan sumber daya yang ada di daerah. Oktober. USAID – LGSP vi KATA PENGANTAR . maka diharapkan pemerintah daerah dapat mewujudkan tujuan dari otonomi daerah. Disamping itu. Sumatra Utara. Sulawesi Selatan dan Papua Barat. Sejak awal penerapan kebijakan tersebut. Reformasi desentralisasi Indonesia yang dimulai pada tahun 2001 merupakan perwujudan dari komitmen Indonesia menuju pemerintahan daerah yang demokratis dan pembangunan yang berkelanjutan. meningkatkan efesiensi dan efektifitas dalam memanfaatkan Barang Milik Daerah dan dengan melakukan pengelolaan asset yang baik. Jawa Timur. Jawa Barat.PENGELOLAAN BARANG DAERAH KATA PENGANTAR Local Governance Support Program (LGSP) merupakan sebuah program bantuan bagi pemerintah Republik Indonesia yang diberikan oleh United States Agency for International Development (USAID). pemerintah daerah belum dapat menginventarisasi dan mengidentifikasi secara tepat barang milik daerah yang ada di lingkungannya. USAID-LGSP RTI International Irianto Finance & Budgeting Advisor. Panduan pelatihan yang disajikan ini akan membahas tentang topik Bagaimana Melakukan Pengelolaan Aset dalam hal ini Barang Milik Daerah untuk memastikan bahwa pelayanan masyarakat tersedia setiap saat dengan kondisi baik. Dengan adanya otonomi daerah. Jawa Tengah. media dan organisasi masyarakat. DPRD. Dikeluarkannya Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah menjadi penanda terbukanya kesempatan luas bagi usaha pembangunan daerah dan bagi partisipasi warga yang lebih besar dalam pemerintahan. Untuk itu LGSP bekerjasama dengan mitra-mitra dari pemerintah daerah.

Materi: • Power Point Slide • Lembar Pre test Waktu: ± 45 menit Metode: • Permainan (untuk perkenalan) • Presentasi • Tanya Jawab Alur: • Presentasi (± 15 menit) • Penjelasan Slide (± 10 menit) • Kesimpulan dan tanya-jawab (±10 menit) • Pre Test (± 5 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST 1 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH HARI I SESI I Pengantar dan Pre Test Tujuan: • Peserta memahami tujuan lokakarya Dasar Pengelolaan Barang Daerah dan hasil yang diharapkan setelah peserta mengikuti lokakarya. • Peserta mengetahui tentang langkah-langkah pengelolaan barang daerah yang akan dijelaskan secara mendalam pada rangkaian lokakarya ini.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 2 HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST .

Pelaporan Slide ini menampilkan ruang lingkup lokakarya Dasar Pengelolaan Barang Daerah dan tujuan disampaikannya lokakarya ini.Inventarisasi. Gunakan permainan yang menarik untuk perkenalan dengan para peserta.Pembukuan. HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST 3 . 4 Ruang Lingkup • Dasar Hukum Pengelolaan BMD • Manfaat Pengelolaan BMD • Pengertian Aset dan Barang Milik Daerah • Pengelolaan Barang Milik Daerah • Penatausahaan: . sesuaikan permainan dengan jenis peserta yang hadir. Kumpulkan lembaran Pre-Test setelah 10 menit berakhir. bagikan lembar PreTest pada para peserta (lihat lampiran). dilanjutkan dengan perkenalan dengan para peserta. 2 Dasar Pengelolaan Aset Daerah Tim Keuangan dan Penganggaran LGSP-USAID 3 Pre Test Sebelum masuk ke pembahasan pokok. sebaiknya perkenalan dilakukan dengan formal namun tetap akrab untuk membangun suasana pelatihan yang diinginkan. Trainer memperkenalkan diri dan timnya. dimana bisa diberikan sebagai satu kesatuan dengan pelatihan ini maupun diberikan terpisah setelah peserta menerima pelatihan tingkat dasar ini.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 1 HARI 1 Selamat Datang Pada Local Governance Support Program Ucapkan selamat datang pada para peserta. Adapun tujuan PreTest adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta mengenai anggaran kinerja sebelum menerima pelatihan ini secara umum. dan . Catatan: Hari ketiga merupakan materi untuk tingkat lanjutan. Jelaskan agenda pelatihan selama 2 hari secara sekilas dan sepakati aturan main yang berlaku selama 2 hari ke depan. . Slide ini merupakan judul Lokakarya yang akan disampakan dalam 2 hari ke depan. Meningkatkan pemahaman. pengertian dan ketrampilan terutama fokus pada penatausahaan pengelolaan barang daerah. Berikan waktu sekitar 10 menit bagi peserta untuk mengisi lembaran yang dibagikan. Bila dihadiri oleh pejabat tinggi daerah.

20 Maret 2007 / 14.Belum lengkapnya data mengenai jumlah. Jumlah aset daerah Banten yang terhitung tahun 2006 mencapai Rp 1.Rp 700 miliar di antaranya tidak teradministrasi dan terinventarisasi dengan baik. kondisi dan status kepemilikannya . Slide ini bertujuan memancing peserta untuk lebih peduli terhadap pentingnya pengelolaan barang daerah. bangunan air. but first get the truth Advance search find Registration DPRD Banten Pertanyakan Hilangnya Aset Daerah Selasa. 38/2008 Perubahan atas PP No. anggota Komisi Perekonomian dan Keuangan DPRD Banten. 6 tempointeraktif get the first. 4 HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST . tapi Rp 500 miliar . 58/2005 Pengelolaan Keuangan Daerah PP No. 7 Dasar Hukum Pengelolaan Barang Daerah • • • • • • • • • • UU No.28 WIB Tempo Interaktif. gedung pemerintahan.6 triliun. “Dari Rp 1. nilai. kendaraan operasional. Slide ini merupakan contoh kejadian nyata mengenai tidak terkelolanya aset daerah dengan baik sehingga menyebabkan hilangnya beberapa aset. . 1/2004 Perbendaharaan Negara PP No. Diawali dari hirarki peraturan perundangan sampai pada Peraturan Menteri Dalam Negeri yang secara khusus mengatur Pengelolaan Barang Daerah. penatausahaan yang terdiri dari pembukuan – inventarisasi dan pelaporan.” ujar Yayat Hartono. jembatan penyeberangan lalu lintas.Pengaturan yang ada belum memadai dan terpisah-pisah . Selala (20/3). 6/2006 Keppres 80/2003 Pedoman Tatacara Pengadaan Barang dan Jasa Kepmendagri 12/ 2003 Pedoman Penilaian Barang Daerah Kepmendagri 153/2004 Pedoman Pengelolaan Barang Daerah yang dipisahkan.6 triliun nilai aset Pemerintah Banten.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 5 Latar Belakang • Reformasi bidang keuangan negara mencakup reformasi bidang pengelolaan barang milik/ kekayaan negara (UU 1/2004) • Pemerintah wajib melakukan pengamanan terhadap BMD . Aset daerah yang hilang terdiri dari benda bergerak dan tidak bergerak. Rp 500 miliar di antaranya hilang karena tidak terdata dengan baik. seperti jalan. 6 /2006 Pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah PP No.Belum tersedianya database yang akurat dalam rangka penyusunan Neraca Pemerintah. dan Permendagri 13/2006 Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Permendagri 17/2007 Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah Beberapa dasar hukum penyelenggaraan pengelolaan barang milik daerah ditampilkan dalam slide ini.Kurang adanya persamaan persepsi dalam hal pengelolaan BMN/D Pada slide ini pembahasan materi lokakarya selama 2 hari ke depan di fokuskan pada: pembahasan pengertian aset dan barang daerah. Hilangnya aset pemerintah itu diketahui setelah Komisi Perekonomian dan Keuangan melakukan peninjauan ke beberapa lokasi tempat aset-aset itu berada. dan mesin-mesin. 24/2005 Standar Akuntansi Pemerintahan PP No. sebidang tanah. pengelolaan barang daerah. Serang: DPRD Banten mempertanyakan aset Pemerintah Banten senilai Rp 500 miliar yang hilang.

Meningkatkan manajemen layanan – dengan cara meningkatkan pengertian pada kebutuhan layanan dan pilihan-pilhannya. konsultasi formal atau persetujuan dengan pengguna tentang level layanan untukmeningkatkan kenyamanan pelanggan dan citra perusahaan.dengan meningkatkan keahlian pengambilan keputusan berdasar pada biaya dan keuntungan dari beberapa alternatif. maupun aset lainnya. meningkatkan akuntabilitas atas penggunaan sumber daya dengan penghitungan kinerja dan keuangan. termasuk transaksi pembiayaan dan perhitungan. menyediakan dasar untuk mengevaluasi keseimbangan layanan. hutang. pengenalan semua biaya dari kepemilikan atau pengoperasian aset melalui masa pakai aset tersebut. Meningkatkan manajemen risiko dengan cara menganalisis kemungkinan dan konsekuensi dari kegagalan aset. justifikasi untuk program kerja ke depan dan kebutuhan pendanaannya. pengguna dan pihak yang terkait bahwa layanan yang dihasilkan adalah layanan yang efektif dan efisien. Alasan utama yang mengemuka adalah untuk kepentingan pelayanan publik dan pelaporan penggunaan barang milik daerah. Meningkatkan efisiensi keuangan . harga dan kualitas. pendapatan dan belanja. Pertanggungjawaban atas BMD kemudian menjadi semakin penting ketika pemerintah wajib menyampaikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBD dalam bentuk laporan keuangan yang disusun melalui suatu proses akuntansi atas transaksi keuangan. 9 Keuntungan Pengelolaan BMD • Meningkatkan Akuntabilitas • Meningkatkan • Meningkatkan • Meningkatkan Pengurusan dan manajemen layanan manajemen resiko efesiensi keuangan HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST 5 .dengan menunjukkan ke pemilik. Informasi BMD memberikan sumbangan yang signifikan di dalam laporan keuangan (neraca) yaitu berkaitan dengan pos-pos persedian. Yaitu: Meningkatkan pengurusan dan akuntabilitas . ekuitas dana. aset.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 8 Mengapa Diperlukan Pengelolaan Barang Daerah? • Kejelasan status kepemilikan BMD • Inventarisasi kekayaan daerah dan masa pakai BMD • Optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan untuk peningkatan PAD • Antisipasi kondisi BMD dalam fungsi pelayanan publik • Pengamanan barang daerah • Dasar penyusunan neraca • Kewajiban untuk melaporkan kondisi dan nilai BMD secara berkala Slide berikut menjelaskan pentingnya melaksanakan pengelolaan barang daerah dengan baik. aset tetap. Dalam slide ini fasilitator menjelaskan keuntungankeuntungan melaksanakan pengelolaan barang milik daerah dengan baik.

6 HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST .PENGELOLAAN BARANG DAERAH 10 Pengelolaan Aset Aset Sda & Financial Tingkat Pelayanan Barang Daerah Potensial Aset Kebutuhan Aset Perencanaan Manajemen Aset Identifikasi & Inventarisasi Analisis Pengembangan Prioritas Pengadaan Pemeliharaan & Perbaikan Belanja Operasional Identifikasi & Inventarisasi Analisis Kebutuhan Pemanfaatan Penghapusan & Pemindahtanganan Lain-lain Investasi Belanja Modal Pendapatan Penganggaran Pelaksanaan & Penatausahaan Pelaporan & Pengevaluasian Slide ini menjelaskan alur pengelolaan aset/barang daerah secara umum dan hubungannya dengan perencanaan kebutuhan BMD dan akuntansi.

• Latihan Alur: • Presentasi (± 20 menit) • Penjelasan Slide (± 60 menit) • Latihan (± 60 menit) • Kesimpulan dan tanya-jawab (±20 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH 7 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH SESI 2 Pengertian Aset dan Barang Daerah Tujuan: • Peserta memahami apa yang dimaksud dengan aset daerah dan barang daerah serta dasar hukum pelaksanaannya. • Peserta mengetahui peran masing-masing pihak dalam pengelolaan barang daerah • Peserta mampu mengidentifikasi jenis aset daerah Materi: • Power Point Slide • Latihan Identifikasi Aset Waktu: ± 150 menit Metode: • Presentasi • Tanya Jawab.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 8 HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH .

Aset Tetap lainnya .Kemitraan dengan • Investasi pihak ketiga • Aset tetap . HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH 9 . Slide ini terutama menunjukkan pengertian dasar terhadap aset. . .Barang yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari perjanjian/kontrak.Konstruksi dalam pengerjaan Slide ini secara lebih detail menjelaskan uraian dari aset daerah. Aset disini tidak hanya berupa barang saja tetapi masih mempunyai perngertian yang luas.Tagihan penjualan .Jalan.Aset tak berwujud .Aset lain-lain . karena dalam akuntansi publik diatur juga perlakuan terhadap aset. dan • barang yang berasal dari perolehan lainnya yang sah.Persediaan . Slide ini juga menjelaskan batasan-batasan mengenai apa yang dimaksud sebagai barang daerah. .Barang yang diperoleh berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. difokuskan dengan definisi dalam slide agar selanjutnya pengertian aset tidak meluas saat pembahasan mengenai pengelolaan barang daerah.Gedung dan Bangunan . ada baiknya kita melihat pengertian aset.Uang di bank angsuran . atau . 13 Pengertian Barang Daerah • BMD merupakan bagian dari aset pemerintah daerah yang berwujud • BMD tercakup dalam aset lancar dan aset tetap Barang milik daerah meliputi: • barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBD. Barang Milik Daerah adalah semua kekayaan daerah baik yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun yang berasal dari perolehan lain yang sah baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak beserta bagian-bagiannya ataupun yang merupakan satuan tertentu yang dapat dinilai.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 11 Apa Itu Aset? • Sumber daya ekonomi yang dimiliki dari kegiatan ekonomi di masa lalu • Memberi manfaat ekonomi atau keuntungan sosial yang akan diperoleh di masa datang • Mempunyai nilai uang • Termasuk sumber non keuangan yang diperlukan untuk pelayanan publik • Dan sumber yang dipertahankan atau dipelihara sehubungan dengan nilai sejarah atau budaya Sebelum membahas pengelolaan barang daerah jauh.Tuntutan GR .Mesin dan Peralatan .Barang yang diperoleh dari hibah/sumbangan atau yang sejenis. diukur atau ditimbang termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan kecuali uang dan surat-surat berharga lainnya.Uang kas .Tanah . (Pasal 3 PM17/2007) Pada slide ini pembahasan mengenai aset lebih difokuskan pada pengertian aset daerah sebagai barang milik daerah. Secara umum sangat berkaitan dengan terminologi didalam akuntansi publik.Barang yang diperoleh berdasarkan ketentuan undangundang. Pengertian mengenai aset yang bisa sangat luas. 12 Aset Daerah • Aset Lainnya • Aset lancar .Piutang . Irigasi dan Jaringan . dihitung.

Sedangkan Pengguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang melaksanakan Sistem Akuntansi Barang Milik Daerah. serta Pengguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang di pihak yang lain. • Keluaran SIM BMD juga memberikan manfaat kepada Penguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang dalam tugas-tugas manajerialnya.Kepala Biro/ Bagian Perlengkapan/ Umum/Unit pengelola barang milik daerah selaku pembantu pengelola. d. b. 10 HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH . 16 Sistem Akutansi Keuangan dan Sistem Akuntansi Barang • Dalam rangka pertanggungjawaban.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 14 Pengelolaan Barang Milik Daerah Pengelolaan barang daerah Rangkaian kegiatan dan tindakan terhadap barang daerah • Perencanaan kebutuhan dan penganggaran • Pengadaan • Penerimaan. • Sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi barang dilaksanakan secara simultan dalam rangka menyusun laporan pertanggungjawaban. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah selaku kuasa pengguna. Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran melaksanakan akuntansi keuangan. Kepala SKPD selaku pengguna. juga memberikan berbagai informasi dalam rangka pengelolaan barang. dan f. c. pengawasan dan pengendalian • Pembiayaan • TGR Berpedoman pada peraturan perundangan Ditetapkan dengan peraturan daerah Pengelolaan barang daerah adalah suatu rangkaian kegiatan dan tindakan terhadap barang daerah yang dimulai dari kegiatan perencanaan kebutuhan barang sampai kepada tuntutan ganti rugi (TGR) seperti tertera dalam slide. menyimpan dan menyalurkan BMD Pengurus Barang Mengurus barang dalam pemakaian Kepala daerah adalah pemegang kekuasaan pengelolaan barang milik daerah (Permendagri N0. Dalam rangka pertanggungjawaban. Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran melaksanakan akuntansi keuangan. Sekretaris Daerah selaku pengelola. Pengurus barang milik daerah. Dalam melaksanakan tugasnya kepala daerah dibantu oleh: a. e. 17/2007 Pasal 6 ayat 15). Kaitan Sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi barang dapat dilihat pada gambar berikut ini Dalam pengelolaan keuangan daerah dikenal adanya Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran di satu pihak. • Pengguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang melaksanakan Sistem Akuntansi Barang Milik Daerah. Penyimpan barang milik daerah. • SIM BMD selain mendukung pelaksanaan pertanggungjawaban. 15 Pejabat Pengelolaan BMD KEPALA DAERAH Sekretaris Daerah → Pengelola Kepala Biro/Bagian Perlengkapan Pembantu Pengelola Barang PEMEGANG KEKUASAAN DIBANTU Kepala SKPD > Kepala UPTD → Pengguna > Kuasa Pengguna Penyimpang Barang Menerima. penyimpanan dan penyaluran • Penggunaan • Penatausahaan • Pemanfaatan • Pengamanan dan pemeliharaan • Penilaian • Penghapusan • Pemindahtanganan • Pembinaan.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Dalam praktiknya. keluaran SABMD juga memberikan manfaat kepada Penguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang dalam tugas-tugas manajerialnya. Latihan 1 Identifikasi Aset HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH 11 . 18 Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran. juga memberikan berbagai informasi dalam rangka pengelolaan barang. sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi barang dilaksanakan secara simultan dalam rangka menyusun laporan pertanggungjawaban. Oleh karena itu. Fasilitator diminta untuk memperlajari baik-baik trainers note terlampir. SABMD selain mendukung pelaksanaan pertanggungjawaban. 17 Konsolidasi kebijakan dan regulasi di bidang aset daerah Penyediaan peraturan pelaksana di bidang aset daerah Inventarisasi aset daerah Klasifikasi aset berdasarkan kategori dan kepemilikan Pengukuran besaran nilai aset (harga satuan dan volume) Untuk barang inventaris Pelacakan harga perolehan Untuk Potensi SDA Penafsiran volume Untuk aset finansial Kompilasi sumber finansial Penghitungan nilai sekarang (NPV) Penghitungan nilai sekarang (NPV) Penghitungan nilai nominal Aktiva Penyusunan neraca daerah Pasiva Ekuitas Dana Penyewaan dan KSO Pengelolaan aset daerah Pengoperasian Pemeliharaan aset Administrasi dan pencatatan Secara hukum SIM aset daerah SIM anggaran SIM akuntansi e-government Pengamanan aset daerah Secara fisik Slide ini menerangkan keterkaitan antara pengelolaan barang daerah dengan akuntansi sampai kepada penyusunan neraca dan laporan keuangan.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 12 HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH PANDUAN LATIHAN 1: Identifikasi Aset HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH 13 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 14 HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH .

Mengidentifikasi kelompok persediaan dan aset tetap Proses : 1. 3. Peserta bekerja dalam kelompok (5-6 orang) dan memilih salah seorang anggotanya menjadi pimpinan diskusi kelompok.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Langkah 1: Mengidentifikasi Aset Daerah dan Barang Daerah Waktu: Total Waktu = 90 menit • 45 menit untuk latihan kelompok • 45 menit untuk pembahasan hasil latihan di setiap kelompok Tujuan: Setelah melakukan latihan ini peserta diharapkan mampu: 1. Fasilitator membagikan lembar kerja identifikasi aset kepada peserta. Fasilitator menampilkan kunci jawaban dan memberikan penjelasan kepada peserta apabila diperlukan. Fasilitator menjelaskan tujuan latihan kepada peserta dalam ruang kelas. Diskusi kelompok dilakukan dengan mengisi lembar yang telah disediakan serta mengikuti instruksi yang tertera. HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH 15 . Fasilitator memilih salah satu kelompok untuk menyajikan hasil kerja kelompoknya. 5. Membedakan aset daerah dan barang daerah 2. Peserta menyepakati hasil jawaban secara kelompok bukan perorangan 4. 2.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Isilah tabel dibawah ini dan identifikasikan kelompok aset. barang daerah. persediaan dan aset tetap (beri tanda V) No Jenis Barang Daerah Aset Persedian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 39 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Tanah untuk Bangunan Kantor Pemerintah Kas di Bendahara Penerimaan Kendaraan Bermotor Roda Empat Piutang Pajak Hotel Kertas HVS Blanko TPR – Terminal Kendaraan Bermotor Roda Dua Cadangan Piutang Retribusi Pasar Gedung Kantor Kas di Kas Daerah Hutang PPN Lapangan Terbang Bangunan Pasar Daerah Piutang Retribusi Pasar ATK Bangunan Jembatan Dalam Pengerjaan Diinvestasikan pada aset tetap Sapi *) Dump Truck Gerobak Sampah RT/RW *) Deposito Piranti Lunak Komputer Surat Berharga (SBI) Bangunan Terminal Kalkulator *) Bibit Padi *) Tagihan Retribusi Kebersihan Tanaman Toga *) Peralatan Laboratorium Mebulair Dana Bergulir Tanah Pertanian Peralatan Kedokteran Buku-buku di Perpustakaan Dokumen Perencanaan (RPJMD dsb) *) Polis Asuransi *) Bangunan Bersejarah *) Blanko Laporan Ekuitas Dana Lancar Potongan pemungutan PPH V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Aset Tetap V V V V V V V V V V V V V V 16 HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH .

Alur: • Presentasi (± 20 menit) • Penjelasan Slide (± 60 menit) • Kesimpulan dan tanya-jawab (± 40 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 17 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH SESI 3 Pengelolaan Barang Milik Daerah (Perencanaan Kebutuhan dan Penatausahaan) Tujuan: • Peserta proses dan mekanisme pengelolaan barang daerah • Peserta memahami dokumen-dokumen yang dipergunakan dalam pengelolaan barang daerah Materi: • Power Point Slide Waktu: ± 120 menit (diselingi rehat untuk makan siang dan kopi) Metode: • Presentasi • Tanya Jawab.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 18 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

dijual. Standar Kebutuhan 3. mati atau sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan penggantian. • Adanya barang-barang yang rusak. • Adanya peruntukan barang yang didasarkan pada peruntukan standar perorangan. • Rencana kebutuhan barang SKPD disusun berdasarkan standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah yang ditetapkan kepala daerah. jika terjadi mutasi bertambah personil sehingga mempengaruhi kebutuhan barang. • Untuk menjaga tingkat persediaan barang milik daerah bagi setiap tahun anggaran bersangkutan agar efisien dan efektif.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 19 Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran BMD Uraian Buku Inventaris yang disusun oleh pengurus barang dijadikan dasar untuk penyusunan RKBU dan RKPBU dan kemudian diajukan kepada kuasa pengguna dan pengguna dengan mempertimbangkan: 1. hilang. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 19 . menyusun RKA Daftar Kebutuhan BMD (DKBMD) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan BMD (DKPBMD) RKA DKBMD dan DKPBMD diusulkan dalam KUA & PPAS Dalam melakukan perencanaan kebutuhan barang dilaksanakan berdasarkan pertimbangan yaitu: • Untuk mengisi kebutuhan barang pada masing-masing unit/satuan kerja sesuai besaran organisasi/jumlah pegawai dalam satu organisasi. dan • Pertimbangan teknologi. Tahapan kegiatan perencanaan kebutuhan dan penganggaran adalah sebagai berikut: • SKPD merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam RKA-SKPD sebagai bahan dalam penyusunan RAPBD. dihapus. Standar Harga 2. • Masing-masing SKPD menyusun Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (RKPBU) kemudian menyampaikan kepada pengelola melalui pembantu pengelola untuk meneliti dan menyusun menjadi Rencana Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RDKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD). Standar Barang Pengurus Barang Pengguna/ KuasaPengguna Pengelola/Kuasa Pengelola Buku Inventaris BI sebagai dasar menyusun RKBU dan RKPBU Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (DRKBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (DRKBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Pengguna dan Pengelola mebahas bersama DRKBU dan DRKPBU: Pembantu pengelola menyusun DKBMD dan DKPBMD Pembantu Pengelola menyusun Daftar Kebutuhan BMD dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan BMD DKBMD dan DKPBMD yang telah dituangkan ke KUA dan PPAS dijadikan dasar bagi pengguna untuk menyusun RKA DKBMD dan DKPBMD yang telah disetujui dan masuk dalam KUA & PPAS.

21 Proses Pengadaaan dan Penggunaan Barang Daerah Analisis Kebutuhan (Pengelola Barang) RKBU PEMDA USULAN PENGADAAN SKPD PENGADAAN BARANG/ JASA USULAN PENGUNAAN BARANG OLEH SKPD PENETAPAN KEPALA DAERAH DIGUNAKAN SKPD/Publik RKA SKPD (Pengelola Barang) Kinerja SKPD (Permendagri 13/2006) Evaluasi RKBU INVENTARISASI feed back Slide ini menjelaskan proses pengadaan dan penggunaan barang milik daerah. dapat dipenuhi dengan cara: • Pengadaan/pemborongan pekerjaan. • Membuat sendiri (swakelola). adil/tidak diskriminatif dan akuntabel • Dilaksanakan oleh pejabat pengelola barang • Pengadaan BMD dapat dipenuhi dengan cara . . • Penerimaan (hibah atau bantuan/sumbangan atau kewajiban Pihak Ketiga). transparan dan terbuka.Penerimaan (hibah atau bantuan/sumbangan atau kewajiban Pihak Ketiga). diteliti dan dihimpun menjadi Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) untuk satu tahun anggaran.Guna susun (peningkatan kualitas dan kapasitas BMD). . ditetapkan setiap SKPD menyusun Daftar Rencana Tahunan Barang Unit (RTBU) dan disampaikan kepada kepala daerah melalui pengelola.PENGELOLAAN BARANG DAERAH • Setelah APBD. efektif. efektif. dimulai dari analisis kebutuhan yang didasarkan pada tingkat layanan yang ditetapkan dengan tujuan digunakan untuk kepentingan pelayanan publik. dan . • Dan guna susun (peningkatan kualitas barang). transparan dan terbuka. • Berdasarkan rencana tahunan barang dari semua SKPD. bersaing. bersaing. • Daftar kebutuhan barang daerah tersebut dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah. • Tukar menukar. .Membuat sendiri (swakelola). Pengadaan barang daerah dilaksanakan oleh pejabat pengelola barang.Pengadaan/pemborongan pekerjaan. Pengadaan barang daerah dilaksanakan berdasarkan prinsip efisien. dan • Format Rencana Kebutuhan Barang SKPD (RKB SKPD) (Lampiran 1) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang SKPD (RKPB SKPD) (Lampiran 2). adil/tidak diskriminatif dan akuntabel.Tukar menukar. 20 Pengadaan • Dilaksanakan berdasarkan prinsip efisien. 20 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

• Pengguna wajib melaporkan stock atau sisa barang kepada pengelola melalui pembantu pengelola. Penyimpanan dan Penyaluran Panitia Pengadaan dan Panitia Pemeriksa Hasil pengadaan BMD oleh panitia pengadaan Laporan hasil pengadaan Pemeriksaan BMD Laporan hasil pengadaan barang tidak bergerak Penyimpan/Pengurus Barang Pengguna/Kuasa Pengguna Hasil pemeriksaan BMD oleh panitia pemeriksa Membuat laporan hasil pengadaan BMD bergerak dan tidak bergerak kepada kepala daerah melalui pengelola Hasil pemeriksaan BMD oleh panitia pemeriksa Menyimpan barang dan membuat berita acara penerimaan barang Laporan hasil pengadaan Laporan hasil pengadaan barang tidak bergerak Berita acara penerimaan barang Buku penerimaan barang Surat perintah pengeluaran barang Buku pengeluaran barang Disampaikan kepada kepala daerah untuk ditetapkan penggunaannya Surat perintah pengeluaran barang Buku barang inventaris dan pakai habis Laporan penerimaan dan pengeluaran barang semesteran Kartu barang Penyimpanan barang melakukan stock opname persemester Buku persediaan barang Laporan penerimaan dan pengeluaran barang semesteran Dilaporkan kepada pengelola melalui pembantu pengelola Penerimaan BMD: • Penerimaan barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari hasil pengadaan dan/atau dari pihak ketiga harus dilengkapi dengan dokumen pengadaan dan berita acara. • Penerimaan barang dilakukan setelah diperiksa oleh Panitia Pemeriksa Barang Daerah. • Dalam pelaksanaan penyimpanan dan penyaluran barang milik daerah diperlukan ketelitian sehingga kegiatan penyimpanan disesuaikan dengan sifat dan jenis barang untuk penempatan pada gudang penyimpanan. Hasil pengadaan barang diterima oleh penyimpan barang. • Hasil pengadaan BMD tidak bergerak diterima oleh kepala SKPD. dengan membuat Berita Acara Pemeriksaan sebagai salah satu syarat pembayaran Penyimpanan dan Penyaluran: • Penyimpanan dan penyaluran barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari penerimaan barang milik daerah baik melalui pengadaan maupun sumbangan/ bantuan/hibah merupakan suatu rangkaian kegiatan dalam rangka tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah. sedangkan dalam pelaksanaan penyaluran dapat dilakukan sesuai rencana penggunaan untuk memenuhi kebutuhan dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi • Penyaluran BMD oleh penyimpan barang dilaksanakan atas dasar Surat Perintah Pengeluaran Barang (SPPB) dari Pengguna/Kuasa Pengguna disertai dengan Berita Acara Serah Terima.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 22 Penerimaan. • Penyimpan barang berkewajiban melaksanakan tugas administrasi penerimaan barang milik daerah. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 21 . kemudian melaporkan kepada kepala daerah untuk ditetapkan penggunaanya. • Kuasa pengguna wajib melaporkan stock atau sisa barang kepada pengguna.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 23 Penggunaan Penetapan status penggunaan barang milik daerah pada masing-masing SKPD dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: . • Standar kebutuhan tanah dan/atau bangunan dan selain tanah dan/atau bangunan untuk menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi SKPD.Tidak sesuai Tupoksi .Jumlah personil/pegawai pada SKPD. jenis dan luas.Jumlah. dirinci dengan lengkap termasuk nilainya Penggunaan merupakan penegasan pemakaian barang milik daerah yang ditetapkan oleh kepala daerah kepada pengguna/kuasa pengguna barang sesuai tugas dan fungsi SKPD yang bersangkutan. jenis dan luas. wewenang dan tanggungjawab kepala SKPD. Penetapan status penggunaan barang milik daerah pada masing-masing SKPD dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Jumlah personil/pegawai pada SKPD.Berlebih Tindak lanjut: .Standar kebutuhan tanah dan/atau bangunan dan selain tanah dan/atau bangunan untuk menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi SKPD. dirinci dengan lengkap termasuk nilainya.Pemindahtanganan Tanah/bangunan diserahkan kepada pengelola barang Slide ini menjelaskan kewenangan dan tanggung jawab dalam penggunaan barang daerah 22 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAEARAH . 24 Konsepsi Penggunaan Barang Milik Daerah SKPD Selaku Pengguna Barang Sekda Selaku Pengelola Barang Pihak Lain Perolehan BMD Proses Penetapan Penyelesaian dokumen kepemilikan SK Penetapan status penggunaan Usul penetapan status penggunaan Pemanfaatan: • Sewa • KSP • BSG/BGS • Pinjam pakai Penggunaan sesuai Tupoksi Tanah/Bangunan yang telah diserahkan Pemindahtanganan: • Jual • Tukar tambah • Hibah • PMD Barang Milik Daerah: . .Pengalihan status Penggunaan . Status penggunaan barang milik daerah pada masing-masing SKPD ditetapkan dalam rangka tertib pengelolaan barang milik daerah dan kepastian hak. .Beban tugas dan tanggungjawab SKPD. dan . dan jumlah. • Beban tugas dan tanggungjawab SKPD.Pemanfaatan .

pengurusan. Pembukuan Pembukuan merupakan suatu kegiatan pelaksanaan dan pencatatan barang milik daerah dalam Daftar Barang Pengguna (DBP) dan Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP).Laporan hasil inventarisasi disampaikan kepada Pengelola Barang. maka hasil kegiatan tersebut dibuat dalam bentuk laporan (contoh laporan BMD dapat dilihat pada lampiran). Pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Pemda yang menyatakan kode lokasi dan kode barang. • Daftar Mutasi Barang (Lampiran 35). • Laporan Mutasi Barang (Lampiran 34).PENGELOLAAN BARANG DAERAH 25 Penatausahaan • PEMBUKUAN Mencatat pada daftar barang yang disediakan secara teratur dan menyimpan bukti kepemilikannya • INVENTARISASI .Pengelola Barang menyusun Laporan BMD untuk NERACA DAERAH. Kegiatan penatausahaan barang milik daerah meliputi: a. • Rekap Buku Inventaris (Lampiran 33). • Daftar Usulan Barang yang Akan Dihapus (Lampiran 37). Laporan tersebut dihimpun dari format laporan pengurus barang yang meliputi: • Buku Inventaris (Lampiran 32). . . • PELAPORAN .Pengguna Barang melakukan inventarisasi BMD 5 th sekali.Pengguna Barang menyampaikan LBPS dan LBPT kepada Pengelola Barang. • Rekapitulasi Daftar Mutasi Barang (Lampiran 36). penyelenggaraan. b. pencatatan data dan pelaporan barang milik daerah dalam unit pemakaian. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 23 . Inventarisasi Inventarisasi merupakan kegiatan atau tindakan untuk melakukan perhitungan. • Daftar Barang Milik Daerah yang Digunausahakan (Lampiran 38). c. yang hasilnya disampaikan kepada Pengelola Barang. Pelaporan Setelah dilakukan inventarisasi dan pencatatan. . Pelaksanaan inventarisasi dibagi dalam dua kegiatan yaitu (1) pelaksanaan pencatatan dan (2) pelaksanaan pelaporan. pengaturan. Dalam melakukan inventarisasi disamping melihat kondisi barang dan sebagainya perlu dilakukan pengkodean terhadap barang daerah.Persediaan dan Konstruksi Dalam Pengerjaan dilaksanakan inventarisasi oleh Pengguna Barang setiap tahun anggaran.

Sewa • Sewa adalah pemanfaatan Barang Milik Negara/Daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dan menerima imbalan uang tunai • Syarat pokok menguntungkan Negara/Daerah • Jangka waktu maksimal 5 tahun dan dapat diperpanjang • Formula besaran tarif sewa : .Pengelola Barang (BMN). . Pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan dilaksanakan oleh pengelola setelah mendapat persetujuan kepala daerah.Gubernur. Bentuk Pemanfaatan: a. selain tanah dan/atau bangunan dilaksanakan oleh pengguna setelah mendapat persetujuan pengelola. bangun serah guna dengan tidak merubah status kepemilikan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 26 Bentuk Pemanfaatan Sewa Pinjam Pakai Bentuk Pemanfaatan Kerjasama Pemanfaatan • Bangun guna serah (BGS) • Bangun serah guna (BSG) Pemanfaatan merupakan pendayagunaan barang milik daerah yang tidak dipergunakan sesuai tugas pokok dan fungsi SKPD dalam bentuk pinjam pakai. Bupati/Walikota (BMD) • Dituangkan dalam perjanjian sewa menyewa • Hasil sewa di setor ke rekening kas umum Negara/Daerah 24 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . bangun guna serah. sewa. kerjasama pemanfaatan.

dan jangka waktu. . . Pinjam Pakai • Pinjam Pakai Barang Milik Negara/Daerah dilaksanakan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah atau antar pemerintah daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan dan setelah jangka waktu tersebut berakhir diserahkan kembali kepada pengelola barang. dan kontribusi barang kepada pengelola dan/ atau pengguna d. • Jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun dapat diperpanjang.Mengoptimalkan daya guna dan hasil guna BMD . Kerjasama Pemanfaatan (KSP) • Kerjasama Pemanfaatan Barang Milik Negara/Daerah dengan pihak lain dilaksanakan dalam rangka : . . • Pinjam Pakai dilaksanakan berdasarkan surat perjanjian yang sekurang-kurangnya memuat: .Jenis. luas atau jumlah barang yang dipinjamkan. BGS/BSG (Bangun Guna Serah/Bangun Serah Guna) • IMB untuk BGS/BSG harus atas nama Pemda.Persyaratan lain yang dianggap perlu.Dapat menerima kontribusi barang untuk tupoksi • Dituangkan dalam perjanjian KSP • Hasil KSP di setor ke rekening kas daerah.Pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian.Pembagian keuntungan hasil KSP .Tanggung jawab peminjam atas biaya operasional dan pemeliharaan selama jangka waktu peminjaman. • Jangka waktu: maksimal 30 th dapat diperpanjang • Hasil untuk Daerah : . • Penetapan mitra BGS/BSG dilaksanakan melalui tender dengan mengikutsertakan sekurang-kurangnya 3 (tiga) peserta peminat • Jangka waktu maksimal 30 tahun • Hasil dari pelaksanaan BGS/BSG ditetapkan penggunaannya oleh pengelola barang untuk penyelenggaraan Tupoksi • Biaya persiapan dan pelaksanaan BGS/BSG tidak dapat dibebankan pada APBD HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 25 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH b.Kontribusi tetap . • Biaya pemeliharaan ditanggung peminjam c.Meningkatkan penerimaan/pendapatan Daerah.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 27 Ketentuan Pokok dan Tata Cara Pemanfaatan Ketentuan Sewa Menyewa Pinjam Pakai KSP BGS/BSG Pokok Belum/ tidak dimanfaatkan untuk jangka waktu tertentu Mendapatkan penerimaan negara atau menguntungkan negara Semua Subyek Hukum 5 tahun Dapat diperpanjang Pemerintah Semua Badan Hukum Semua Badan Hukum 30 tahun Mitra Jangka Waktu 2 tahun Dapat diperpanjang Tidak dipungut biaya 30 tahun Dapat diperpanjang Besaran Formula tarif • Kontribusi tetap • Pembagian keuntungan • kontribusi barang (optional) Tender minimal 5 peserta/ peminat • Kontribusi tetap • Mendirikan bangunan Penetapan Mitra Penetapan Pengelola Penetapan Pengelola Tender minimal 5 peserta/ peminat Slide ini menjelaskan detil ketentuan pokok dan tata cara pemanfaatan barang milik daerah. 28 Pengamanan BMD 26 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

Pengelola barang. Pemeliharaan dilakukan terhadap barang inventaris yang sedang dalam unit pemakaian. sehingga barang milik daerah tersebut dapat dipergunakan/dimanfaatkan secara optimal serta terhindar dari penyerobotan pengambil alihan atau klaim dari pihak lain. meliputi : • Administrasi Pembukuan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Pengamanan merupakan kegiatan/tindakan pengendalian dan penertiban dalam upaya pengurusan barang milik daerah secara fisik. administratif dan tindakan hukum. menambah atau mengurangi bentuk maupun konstruksi asal. tanpa merubah. sehingga dapat dicapai pendayagunaan barang yang memenuhi persyaratan baik dari segi unit pemakaian maupun dari segi keindahan.hari oleh unit pemakai/ pengurus barang tanpa membebani anggaran. dan HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 27 . penginventarisasian. pengguna barang dan/atau kuasa pengguna barang wajib melakukan pengamanan BMD yang berada dalam penguasaannya. Penyelenggaraan pemeliharaan dapat berupa : a) Pemeliharaan ringan adalah pemeliharaan yang dilakukan sehari. Pengamanan dititik beratkan pada penertiban/pengamanan secara fisik dan administratif. pelaporan • Fisik Mencegah penurunan fungsi barang dan hilangnya barang • Hukum bukti status kepemilikan 29 Pemeliharaan BMD Pemeliharaan merupakan kegiatan atau tindakan agar semua barang selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna. b) Pemeliharaan sedang adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara berkala oleh tenaga terlatih yang mengakibatkan pembebanan anggaran.

28 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . • Selain tanah dan/atau bangunan untuk mendapatkan nilai wajar. 5. tetapi dapat diperkirakan kebutuhannya yang mengakibatkan pembebanan anggaran. terjadi pemusnahan. dengan menerbitkan Keputusan Kepala Daerah tentang Penghapusan Barang Milik Daerah. benturan.Barang tidak bergerak seperti tanah dan/atau bangunan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan DPRD .000. Penghapusan tersebut di atas. 2. dan e) Lain-lainnya yang dapat mengakibatkan perubahan kualitas dan sifat-sifat lainnya yang mengurangi kegunaan barang. atau sebab sebab lainnya • Pemusnahan barang dilakukan oleh pengguna barang sepengetahuan pengelola barang setelah mendapat persetujuan dari kepala daerah • Penghapusan barang milik Daerah : . sifat barang yang bersangkutan dan sifat barang lain. pengotoran debu. Penilaian Barang Milik Negara/Daerah: • Tanah dan/atau bangunan untuk mendapatkan nilai wajar. getaran dan tekanan. inventarisasi. 31 Penghapusan • Dalam hal barang sudah tidak berada pada pengguna atau kuasa pengguna barang.(lima milyar rupiah) dilakukan oleh Pengelola setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah.Barang-barang inventaris lainnya selain tanah dan/ atau bangunan sampai dengan Rp.000. b) Cuaca.PENGELOLAAN BARANG DAERAH c) Pemeliharaan berat adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan sewaktu-waktu oleh tenaga ahli yang pelaksanaannya tidak dapat diduga sebelumnya. 3. Penetapan nilai Barang Milik Negara/Daerah berpedoman pada Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). pemanfaatan. c) Air dan kelembaban. d) Fisik yang meliputi proses penuaan. Penilaian Barang Milik Negara/Daerah dapat melibatkan penilai independen 4. dan pemindahtanganan Barang Milik Negara/Daerah. 30 Penilaian • Penilaian BMD dilakukan dalam rangka pengamanan dan penyusunan neraca daerah. dengan estimasi terendah menggunakan NJOP. beralih kepemilikannya. pencatatan. Penyelenggaraan pemeliharaan dimaksudkan untuk mencegah barang milik daerah terhadap bahaya kerusakan yang disebabkan oleh faktor: a) Biologis. pemanfaatan dan pemindahtanganan • Penilaian BMD berpedoman pada SAP • Kegiatan penilaian BMD harus didukung dengan data yang akurat atas seluruh kepemilikan barang milik daerah yang tercatat dalam daftar inventarisasi BMD • Penilaian tanah dan bangunan ditetapkan oleh kepala daerah melalui tim dan dapat melibatkan lembaga independen bersertifikat • Penilaian BMD selain tanah dan bangunan oleh tim yang ditetapkan oleh pengelola barang dan dapat melibatkan lembaga independen bersertifikat 1.000. Penghapusan barang milik daerah adalah tindakan penghapusan barang pengguna/kuasa pengguna dan penghapusan dari Daftar Inventaris Barang Milik Daerah. Penilaian Barang Milik Negara/Daerah dilakukan dalam rangka penyusunan neraca pemerintah pusat/ daerah. suhu dan sinar.

Karena hilang/kekurangan/kerugian • Kesalahan penyimpan/pengurus • Mati (hewan/ternak. • Selisih kurang dalam timbangan/ukuran disebabkan penggunaan/susut dalam penyimpanan/pengangkutan. bagi tanaman atau hewan/ternak. • Diluar kesalahan/kelalaian Penyimpan dan/atauPengurus Barang.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 32 Alasan Penghapusan Barang Barang tidak bergerak Barang bergerak • • • • • Rusak berat. terkena bencana Tidak dapat digunakan secara optimal Terkena planologi kota Kebutuhan organisasi Penyatuan lokasi dengan alasan efisiensi • Pertimbangan strategi hankam 1. • Secara teknis tidak dapat digunakan lagi akibat modernisasi. • Telah melampaui batas waktu kegunaannya/kedaluwarsa. 2) Pertimbangan Ekonomis. tanaman) • Force majeure Penghapusan barang bergerak berdasarkan pertimbangan/alasan--alasan sebagai berikut : 1) Pertimbangan Teknis. Pertimbangan teknis • Rusak. yang disebabkan: • Kesalahan atau kelalaian Penyimpan dan/atauPengurus Barang. • Mati. • Karena penggunaan mengalami perubahan dasar spesifikasi dan sebagainya. 3) Karena hilang/kekurangan perbendaharaan atau kerugian. antara lain : • Untuk optimalisasi barang milik daerah yang berlebih atau idle. tidak ekonomis • Modernisasi • Perubahan dasar spesifikasi • Selisih kurang akibat penggunaan/ susut akibat penyimpanan 2. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 29 . • Karena kecelakaan atau alasan tidak terduga ( force majeure ). karena biaya operasional dan pemeliharaannya lebih besar dari manfaat yang diperoleh. • Secara ekonomis lebih menguntungkan bagi daerah apabila dihapus. Pertimbangan ekonomis • Optimalisasi BMD idle • Dihapus secara ekonomis 3. antara lain: • Secara fisik barang tidak dapat digunakan karena rusak dan tidak ekonomis bila diperbaiki.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 33 Ketentuan Penghapusan Pengalihan status penggunaan DARI DAFTAR PENGGUNA Sudah tidak berada dalam penguasaan pengguna barang PENGHAPUSAN BMD DARI DAFTAR BARANG MILIK DAERAH Sudah beralih kepemilikan Pemusnahan Sebab-sebab lain Pemindahtanganan Penyerahan kepada pengelola Pemusnahan Sebab-sebab lain Pemindahtanganan Keputusan pengadilan berkekuatan penuh Hilang. tidak dapat dimanfaatkan. pencurian. dan tidak dapat dipindahtangankan. atau • Alasan lain sesuai ketentuan perundang-undangan. dan tidak dapat dipindahtangankan dilaksanakan oleh Pengelola Barang dengan surat keputusan dari Pengelola Barang setelah mendapat persetujuan Gubernur/ Bupati/ Walikota untuk Barang Milik Daerah. 30 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . tidak dapat dimanfaatkan. susut Penghapusan BMD meliputi : • Penghapusan dari Daftar Barang Pengguna dan atau Kuasa Pengguna Barang • Penghapusan dari Daftar BM pada Pengelola Barang Pemusnahan sebagai tindak lanjut penghapusan dilakukan apabila BMD dimaksud: • Tidak dapat digunakan. terbakar. Pemusnahan atas BMD yang tidak dapat digunakan.

Setelah mendapat persetujuan kepala daerah. ambulan atau kendaraan lapangan lainnya ditetapkan penghapusannya oleh pengelola setelah mendapat persetujuan kepala daerah. penggunaan. pembiayaan. truk. laporan hilang dari kepolisian. mobil jenazah. juga menetapkan cara penjualan dengan cara lelang umum melalui Kantor Lelang Negara atau lelang terbatas dan/atau disumbangkan/dihibahkan atau dimusnahkan. pemeliharaan/ perbaikan maupun data lainnya yang dipandang perlu. Khusus penghapusan untuk barang bergerak karena rusak berat dan tidak dapat dipergunakan lagi seperti alat kantor dan alat rumah tangga yang sejenis termasuk kendaraan khusus lapangan seperti alat angkutan berupa kendaraan alat berat. surat keterangan sebab kematian dan lain-lain. Apabila akan dilakukan lelang terbatas. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 31 . kepala daerah membentuk Panitia Pelelangan Terbatas untuk melaksanakan penjualan/pelelangan terhadap barang yang telah dihapuskan dari Daftar Inventaris Barang Milik Daerah. dokumen kepemilikan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 34 Proses Penghapusan SKPD KDH Panitia Penghapusan Berita Acara SK Penghapusan Unsur teknis terkait: • Asisten • Biro/bagian perlengkapan • Biro/bagian keuangan • Biro/bagian hukum • Kepala SKPD terkait • Kabag terkait • Pemakai barang • Lelang umum • Lelang terbatas (panitia lelang) • disumbangkan • Hibah • Dimusnahkan • Berita acara Kepala daerah membentuk Panitia Penghapusan Barang Milik Daerah yang susunan personilnya terdiri dari unsur teknis terkait. Selanjutnya pengelola mengajukan permohonan persetujuan kepada kepala daerah mengenai rencana penghapusan barang dimaksud dengan melampirkan berita acara hasil penelitian panitia penghapusan. administrasi. penghapusan ditetapkan dengan Surat Keputusan Pengelola atas nama kepala daerah. Tugas panitia penghapusan meneliti barang yang rusak. Hasil penelitian tersebut dituangkan dalam bentuk Berita Acara dengan melampirkan data kerusakan.

dan b.000.Tidak sesuai lagi dengan peruntukan tata ruangnya . 5. • Diperuntukkan bagi kepentingan umum. dan penyelenggaraan pemerintahan. • Harus dihapuskan karena anggaran untuk bangunan pengganti sudah disediakan dalam dokumen penganggaran. • Diperuntukkan bagi pegawai negeri. kemanusiaan. Pemindahtanganan barang milik daerah berupa tanah dan/ atau bangunan yang tidak memerlukan persetujuan DPRD apabila: • Sudah tidak sesuai dengan tata ruang wilayah atau penataan kota.Dikuasai oleh negara berdasarkan keputusan pengadilan dan berkekuatan hukum Pemindahtanganan barang milik daerah adalah pengalihan kepemilikan sebagai tindak lanjut dari penghapusan. 36 Bentuk Pemindahtanganan Penjualan Tukar menukar Bentuk Pemindahtanganan Hibah Pernyataan modal daerah 32 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . dan hasil penjualan/pelelangan tersebut disetor sepenuhnya ke Kas Daerah.. keagamaan. • Dikuasai negara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dan/atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan. . sebagai berikut: a. Hibah untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan yaitu hibah antar tingkat pemerintahan (pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dan antar pemerintah daerah).(lima milyar rupiah) ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan DPRD.000. Pertimbangan pelaksanaan hibah barang milik daerah dilaksanakan untuk kepentingan sosial. keagamaan dan kemanusiaan misalnya untuk kepentingan tempat ibadah. yang jika status kepemilikannya dipertahankan tidak layak secara ekonomis Penjualan barang milik daerah dilakukan secara lelang melalui Kantor Lelang Negara setempat. Pemindahtanganan barang milik daerah berupa tanah dan/ atau bangunan dan selain tanah dan bangunan yang bernilai lebih dari Rp. Hibah untuk kepentingan sosial. atau melalui Panitia Pelelangan Terbatas untuk barang milik daerah yang bersifat khusus yang dibentuk dengan Keputusan Kepala Daerah.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 35 Pemindahtanganan • Pengalihan kepemilikan sebagai tindak lanjut dari penghapusan • Pemindahtanganan tanah dan bangunan serta selain tanah dan bangunan senilai >5milyar rupiah harus dengan persetujuan DPRD yang diajukan oleh kepala daerah • Pemindahtanganan tanah dan bangunan tanpa persetujuan DPRD jika.Diperuntukkan bagi pegawai negeri .000.Diperuntukkan untuk kepentingan umum . pendidikan. kesehatan dan sejenisnya.Anggaran pengganti telah tersedia .

• Dikuasai negara berdasarkan keputusan pengadilan. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 33 . BMD yang membutuhkan persetujuan DPRD: • Tanah dan/atau bangunan. yang jika status kepemilikan dipertahankan tidak layak secara ekonomis.Penetapan Pengelola • Lelang • Tanpa lelang . Ketentuan Pokok Pemindahtanganan 1.yg ada di pengelola . 100. • Diperuntukkan bagi kepentingan umum.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 37 Ketentuan Pokok dan Tata Cara Pemindahtanganan Ketentuan Pertimbangan Penjualan Tukar Menukar PMD Hibah Tidak sesuai dengan tata ruang/ penataan kota Tidak mengganggu tupoksi Dari awal pengadaan telah ditetapkan dalam dokumen anggaran Pendirian/ pengembangan BUMN/D. • Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan diatas Rp. yang telah memiliki kekuatan hukum tetap dan/atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan. kemanusiaan Obyek • Tanah dan/atau bangunan • Selain tanah dan/atau bangunan • Tanah dan/atau bangunan .Peraturan PerUUan . • Diperuntukkan bagi pegawai negeri. • Harus dihapuskan karena anggaran untuk bangunan pengganti sudah disediakan dalam dokumen penganggaran.000.Penetapan Pengelola • Realisasi pelaksanaan anggaran • Realisasi pelaksanaan anggaran Calon Mitra Penetapan Pengelola Barang Penetapan Pengelola Barang Slide ini memaparkan secara lebih singkat tapi detil mengenai ketentuan pokok dan tata cara pemindahtanganan. 5.000. • Barang Milik Daerah selain tanah dan/atau bangunan diatas Rp. Pemindahtanganan BMN/D tanah dan/atau bangunan yang tidak membutuhkan persetujuan DPR/D: • Sudah tidak sesuai dengan tata ruang wilayah atau penataan kota.000 3. BH lainnya Kepentingan sosial.000 2. BMN yang membutuhkan persetujuan DPR : • Tanah dan/atau bangunan.000.dari awal pengadaannya telah ditetapkan • Selain tanah dan/atau bangunan Nilai/Harga • Tanah ditentukan oleh perhitungan nilai wajar (estimasi terendah menggunakan NJOP) • Dapat melibatkan penilai independen • Lelang • Tanpa lelang .000. keagamaan.Peraturan PerUUan .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

38
Pembinaan, Pengawasan, dan Pengendalian
Pembina Usaha atau kegiatan melalui pemberian pedoman, bimbingan, pelatihan, dan supervisi

Pengawasan

Usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai kenyataan yang sebenarnya mengenai pelaksanaan tugas dan/atau kegiatan, apakah dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan Usaha atau kegiatan untuk menjamin dan mengarahkan agar pekerjaan yang dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan

Untuk menjamin kelancaran penyelenggaraan pengelolaan barang milik daerah secara berdayaguna dan berhasilguna, maka fungsi pembinaan, pengawasan dan pengendalian sangat penting untuk menjamin tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah. Pembinaan merupakan usaha atau kegiatan melalui pemberian pedoman, bimbingan, pelatihan, dan supervisi. Pengendalian merupakan usaha atau kegiatan untuk menjamin dan mengarahkan agar pekerjaan yang dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Pengawasan merupakan usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai kenyataan yang sebenarnya mengenai pelaksanaan tugas dan/atau kegiatan, apakah dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan.

Pengendalian

39
Ketentuan, Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian
• Penggunaan barang dapat melakukan pemantauan dan penertiban pengelolaan barang dalam wilayah kekuasaan. Untuk SKPD dilaksanakan oleh kuasa pengguna barang • Pengguna dan kuasa penggunaan barang dapat meminta aparat fungsional melakukan tindak lanjut atas hasil pemantauan dan penertiban barang dan ditindaklanjuti sesuai aturan • Pengelola barang berwenang untuk melakukan pemantauandan inestigasi ataspemanfaatan dan pemindahtanganan barang daerah dan dapat meminta aparat fungsional untuk itu dan untuk kemudian ditindaklajuti hasil auditnya sesuai aturan berlaku

Pengguna Barang melakukan pemantauan dan penertiban terhadap penggunaan, pemanfaatan, pemindahtanganan, penatausahaan, pemeliharaan, dan pengamanan barang milik daerah yang berada di bawah penguasaannya. Menteri Dalam Negeri melakukan pembinaan pengelolaan barang milik daerah. Kepala daerah melakukan pengendalian pengelolaan barang milik daerah. Dalam rangka tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah diperlukan pembiayaan untuk kegiatan seperti; penyediaan blanko/buku inventaris, tanda kodefikasi/ kepemilikan, pemeliharaan, penerapan aplikasi sistim informasi barang daerah (simbada) dengan komputerisasi, tunjangan/insentif penyimpan dan/atau pengurus barang dan lain sebagainya. Pembiayaan untuk keperluan pengelolaan barang daerah agar direncanakan dan diajukan setiap tahun melalui APBD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

40
Pembiayaan
• Dalam pelaksanaan tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah, disediakan anggaran yang dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. • Pejabat/pegawai yang melaksanakan pengelolaan barang milik daerah yang menghasilkan pendapatan dan penerimaan daerah, diberikan insentif. • Penyimpan barang dan pengurus barang dalam melaksanakan tugas diberikan tunjangan khusus yang besarannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.

34

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

41
Tuntutan Ganti Rugi
• Setiap kerugian daerah akibat kelalaian, penyalahgunaan/pelanggaran hukum atas pengelolaan Barang Milik Daerah diselesaikan melalui tuntutan ganti rugi sesuai dengan peraturan perundangundangan. • Setiap pihak yang mengakibatkan kerugian daerah dapat dikenakan sanksi administratif dan/atau sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan. • Untuk pengamanan dan penyelamatan barang milik daerah, dilengkapi dengan ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang sanksi terhadap pengelola, pembantu pengelola, pengguna/kuasa pengguna, dan penyimpan dan/atau pengurus barang berupa Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang karena perbuatannya merugikan daerah

Dalam rangka pengamanan dan penyelamatan terhadap barang milik daerah, perlu dilengkapi dengan ketentuanketentuan yang mengatur tentang sanksi terhadap pengelola, pembantu pengelola, pengguna/kuasa pengguna, dan penyimpan dan/atau pengurus barang berupa Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang karena perbuatannya merugikan daerah. Tuntutan ganti rugi barang dikenakan terhadap pegawai negeri, pegawai perusahan daerah dan pegawai daerah yang melakukan perbuatan melanggar hukum atau perbuatan melalaikan kewajiban atau tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana mestinya sesuai dengan fungsi atau status jabatannya, sehingga karena perbuatannya tersebut mengakibatkan kerugian bagi daerah. Tuntutan ganti rugi barang tidak dapat dilakukan atas dasar sangkaan atau dugaan, akan tetapi harus didasarkan pada kenyataan yang sebenarnya dan dalam pelaksanaannya tidak perlu menunggu keputusan pengadilan negeri.

42

Selanjutnya pembahasan difokuskan pada penatausahaan barang milik daerah.

Pembahasan Fokus Penatausahaan

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

35

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

43
Kegiatan Penatausahaan BMD

Secara umum, kegiatan penatausahaan terdiri dari 3 hal: pembukuan, inventarisasi, dan pelaporan. 44

36

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

Kartu Inventaris Barang (KIB) yang terdiri dari KIB A . rekap BI. Buku inventaris tersebut memuat data meliputi lokasi. Buku inventaris ini dapat memberi informasi yang tepat dalam siklus pengelolaan barang daerah. asal barang. serta daftar usulan barang yang Akan dihapus dan daftar barang yang digunausahakan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Slide ini menjelaskan dokumen-dokumen/format yang digunakan dalam penatausahaan. D. Daftar Mutasi Barang (DMB). Kartu Inventaris Ruangan KIR. keadaan barang dan sebagainya. E dan F. jumlah. 45 Penatausahaan: Pembukuan (Pencatatan dan Pelaporan) Penyimpan Barang Penerimaan barang Penyaluran barang Buku Penerimaan Barang (BPB) Buku Pengeluaran Barang (BPnB) Pengurus Barang Buku Inventaris (BI) Pengguna/Kuasa Pengguna Daftar Barang Pengguna/Kuasa Pengguna (DBP/DBKP) Rencana Kebutuhan BMD (RKBMD) Pengadaan barang Rencana Kebutuhan Pemeliharaan (RKPBMD) Pemeliharan barang Barang inventaris dan pakai habis dicatat terpisah Kartu pemeliharan barang Barang Barang Inventaris (BBI) Buku Barang Barang Pakai Habis (BBPH) Laporan pemeliharan barang Laporan pemeliharan barang Dicatat perjenis barang (kuantitas) Kartu Barang (KB) Inventaris Kartu Barang (KB) Pakai Habis Laporan Mutasi Barang (LMB) Rekap Laporan Mutasi Barang (RLMB) Laporan Barang Pengguna/Kuasa Pengguna Semesteran (LBPS/LBKPS) Laporan Barang Pengguna/Kuasa Pengguna Tahunan (LBPT/LBKPT) Dicatat perjenis barang (kuantitas dan harga) Kartu Persediaan Barang (KPB) Inventaris Laporan semester penerimaan dan pengeluaran barang inventaris Kartu Persediaan Barang (KPB) Pakai Habis Laporan semester penerimaan dan pengeluaran barang pakai habis Daftar Mutasi Barang (RMB) Rekap Daftar Mutasi Barang (RDMB) Slide ini menjelaskan alur pencatatan dan pelaporan dan pihak yang berperan dan bertanggungjawab dalam proses pembukuan. mulai dari Daftar Barang Pengguna (DBP). Dokumen-dokumen tersebut digunakan untuk menyusun Buku Inventaris (BI). Pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Pemda yang menyatakan kode lokasi dan kode barang. ukuran. C. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 37 . jenis/merk type. tahun pembelian. B. harga. Dalam melakukan inventarisasi disamping melihat kondisi barang dan sebagainya perlu dilakukan pengkodean terhadap barang daerah. Pembukuan merupakan suatu kegiatan pelaksanaan dan pencatatan barang milik daerah dalam Daftar Barang Pengguna (DBP) dan Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP). rekap DMB.

b) Daftar Mutasi Barang dan Rekap. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. b) Pelaksanaan pelaporan. penyelenggaraan.Mesin dan peralatan KIB B. E dan F). a. B. 2) Dalam pencatatan dimaksud dipergunakan buku dan kartu sebagai berikut: a) Kartu Inventaris Barang (KIB A.Mesin dan peralatan KIB D. c) Buku Inventaris. dan jaringan KIB E. pengaturan. pengurusan.Jalan.Konstruksi dalam pengerjaan Inventarisasi dilakukan tiap tahun sekali bersama dengan barang persediaan Buku Inventaris (BI) Rekap (BI) Daftar usulan barang yang akan dihapus Buku Induk Inventaris (BII) Kartu Inventaris Ruangan (KIR) Rekap (BII) Buku Induk Inventaris (BII) Rekap (BII) Pengguna/Kuasa Pengguna Pengelola/Kuasa Pengelola Juknis sensus Daftar Barang Pengguna/Kuasa Pengguna (DBP/ DBKP) Daftar Barang Milik Daerah (DBMD) Daftar usulan barang yang akan dihapus Daftar barang milik daerah yang akan digunausahakan Daftar usulan barang yang akan dihapus Daftar barang milik daerah yang akan digunausahakan Daftar barang milik daerah yang akan digunausahakan Inventarisasi merupakan kegiatan atau tindakan untuk melakukan penghitungan.Tanah KIB B.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 46 Penatausahaan: Inventaris (Pencatatan dan Pelaporan) Pengurus Barang Melakukan inventarisasi barang Dilakukan tiap 5 tahun sekali Kartu InventarisBarang (KIB) A. b) Kartu Inventaris Ruangan. d) Buku Induk Inventaris. pencatatan data dan pelaporan Barang Milik Daerah dalam unit pemakaian. Pelaksanaan Inventarisasi 1) Pelaksanaan inventarisasi dibagi dalam dua kegiatan yakni: a) Pelaksanaan pencatatan. Buku Induk Inventaris (BIl) merupakan gabungan/ kompilasi buku inventaris sedangkan Buku Inventraris adalah himpunan catatan data teknis dan administratif yang diperoleh dari catatan kartu barang inventaris sebagai hasil sensus ditiap-tiap SKPD yang dilaksanakan secara serentak pada waktu tertentu. Dari kegiatan inventarisasi disusun Buku Inventaris yang menunjukkan semua kekayaan daerah yang bersifat kebendaan. D.Aset tetap lainnya KIBF. 3) Dalam pelaksanaan pelaporan dipergunakan daftar : a) Buku Inventaris dan Rekap. C. irigasi. 38 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

merk. KIB terdiri dari : (1) Kartu Inventaris Barang (Tanah).barang inventaris yang ada dalam ruangan kerja. (2) Kartu Inventaris Barang (Mesin dan Peralatan). Daftar Mutasi Barang. Prosedur pengisian Buku Induk Inventaris. Edan F serta membuat KIR di masingmasing ruangan. Kartu Inventaris Ruangan (KIR). (3) Kartu Inventaris Barang (Gedung dan Bangunan). E. yang diperlukan untuk inventarisasi maupun tujuan lain dan dipergunakan selama barang itu belum dihapuskan. dapat dipertanggungjawabkan dan akurat (up to date) maka dilakukan melalui Sensus Barang Daerah setiap 5 (lima) tahun sekali. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 39 . b. 3) Pembantu pengelola barang mengkompilasi Buku Inventaris menjadi Buku Induk Inventaris 4) Rekapitulasi Buku Induk Inventaris ditanda-tangani oleh pengelola atau pembantu pengelola. C. Kartu Inventaris Barang ( KIB ) Kartu Inventaris Barang (KIB) adalah kartu untuk mencatat barang-barang inventaris secara tersendiri atau kumpulan/kolektip. 5) Buku Induk Inventaris berlaku untuk 5 (lima) tahun. Daftar mutasi barang memuat data barang yang berkurang dan/atau yang bertambah dalam suatu jangka waktu tertentu (1 semester dan 1 tahun). C. (6) Kartu Inventaris Konstruksi dalam Pengerjaan c. nilai/ harga dan data lain mengenai barang tersebut.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Pembantu Pengelola mengkoordinir penyelenggaraan pengelolaan barang daerah. dan F dan Kartu Inventaris Ruangan (KIR) secara kolektif atau secara tersendiri per jenis barang rangkap 2 (dua). D. adalah sebagai berikut : 1) Pengguna melaksanakan inventarisasi barang yang dicatat di dalam Kartu Inventaris Barang (KlB A. Daftar Rekapitulasi Inventaris. yang selanjutnya dibuat kembali dengan tata-cara sebagaimana telah diuraikan di atas (Sensus Barang). d. kapasitas. Kartu Inventaris Ruangan adalah kartu untuk mencatat barang. volume. Kartu Inventaris Ruangan ini harus dipasang di setiap ruangan kerja. e. B. Irigasi dan Jaringan). B. pemasangan maupun pencatatan inventaris ruangan menjadi tanggung jawab pengurus barang dan kepala ruangan di setiap SKPD. Daftar Rekapitulasi Inventaris disusun oleh pengelola/pembantu pengelola dengan mempergunakan bahan dari rekapitulasi inventaris barang yang disampaikan oleh pengguna. D. Untuk mendapatkan data barang dan pembuatan buku inventaris yang benar. (5) Kartu Inventaris Barang (Aset Tetap Lainnya). 2) Pengguna barang bertanggung-jawab dan menghimpun KIB dan KIR dan mencatatnya dalam Buku Inventaris yang datanya dari KIB A. (4) Kartu Inventaris Barang (Jalan. dilengkapi data asal. tipe.

(2) Sumbangan atau hibah. Pembantu pengelola melakukan koordinasi dalam pencatatan dan pendaftaran barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada huruf b ke dalam Daftar Barang Milik Daerah (DBMD). disebabkan : (1) Dijual/dihapuskan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Mutasi barang terjadi karena : a) Bertambah. (2) Musnah/hilang/mati. 40 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . (4) Perubahan peningkatan kualitas (guna susun). (3) Dihibahkan/disumbangkan. (3) Tukar-menukar. b) Berkurang. 47 Penjelasan Pembukuan • Pengelola barang mencatat barang daerah berupa tanah dan bangunan dalam DBMD (daftar barang milik daerah) menurut penggolongan dan kodefikasi barang • Pengelola barang harus menyimpan bukti pemilikan tanah dan bangunan dalam penguasaannya • Pengguna barang harus menyimpan bukti pemilikan barang selain tanah dan bangunan dalam pengelolaannya Pengguna/kuasa pengguna barang wajib melakukan pendaftaran dan pencatatan barang milik daerah ke dalam Daftar Barang Pengguna (DBP)/Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP). disebabkan: (1) Pengadaan baru karena pembelian. (4) Tukar menukar/ruilslag /tukar guling/dilepaskan dengan ganti rugi.

• Latihan Alur: • Presentasi (± 20 menit) • Penjelasan Slide (± 60 menit) • Latihan (± 180 menit) • Kesimpulan dan tanya-jawab (± 40 menit) • Perhatikan bahwa pelaksanaan sesi ini tetap diselingi dengan jeda untuk 2 kali rehat kopi dan makan siang ! Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 41 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH HARI II SESI 4 Pengelolaan Barang Milik Daerah Tujuan: • Peserta memahami siklus pengelolaan barang daerah • Peserta mengetahui proses penatausahaan barang milik daerah • Peserta mampu mengidentifikasi langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam pengelolaan barang daerah Materi: • Power Point Slide • Latihan Pengkodean • Latihan Penatausahaan Waktu: ± 300 menit Metode: • Presentasi • Tanya Jawab.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 42 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

4 Pengkodean Lokasi 1 Kode komponen pemilik barang Kode Prov. Lemparkan pertanyaanpertanyaan untuk mereviu mengenai materi yang telah disampaikan pada hari I. Nomor kode lokasi menggambarkan/menjelaskan status kepemilikan barang. SKPD dan unit kerja serta tahun pembelian barang. HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 43 . HARI 2 2 Topik Hari 2 • Pengkodean dan Latihan Pengkodean • Penatausahaan mengenai: . Pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Pemda yang menyatakan kode lokasi dan kode barang.Pelaporan Pada hari ke 2. kabupaten/kota. 3 Pengkodean Definisi: Pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Pemda yang menyatakan kode lokasi dan kode barang Tujuan Pengkodean: Mengamankan dan memberikan kejelasan status kepemilikan dan status penggunaan barang pada masing-masing pengguna Dalam melakukan inventarisasi disamping melihat kondisi barang dan sebagainya. Nomor kode lokasi terdiri 14 digit atau lebih sesuai kebutuhan daerah. Kode Kab/Kota Kode Bidang Kode Unit Bidang Kode Tahun Pembelian Kode Sub Unit/ Satuan Kerja 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Slide di samping menggambarkan pencatatan kode lokasi yang terdiri dari 14 digit. bidang. Tujuan kodefikasi: Mengamankan dan memberikan kejelasan status kepemilikan dan status penggunaan barang pada masing-masing pengguna. fokus pembahasan materi pada pengkodean dan penatausahaan dengan penekanan pada inventarisasi dan pelaporan.Inventarisasi . provinsi.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 1 Ucapkan selamat datang pada hari ke II pelatihan Pengelolaan Barang Milik Daerah. perlu dilakukan pengkodean terhadap barang daerah.

Digit 1 dan 2. bahan. • Kode Unit merupakan penjabaran dari Bidang Tugas kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sesuai struktur organisasi di masing masing Daerah Provinsi/Kabupaten/ Kota. • Barang yang tidak diketahui Tahun Pembelian/Perolehannya....... Kode komponen kepemilikan barang Penulisan kode komponen kepemilikan barang sebagai berikut : a. Barang milik Pemerintah Pusat dengan Nomor Kode OO b... • Kode Sub Unit/Satuan Kerja untuk masing-masing SKPD diberi Nomor urut Kode sub unit sesuai struktur organisasi perangkat daerah mulai dari Nomor 01 dan seterusnya sampai sejumlah sub Unit/Satuan Kerja dalam SKPD tersebut dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.. Digit 3 dan 4. 6 Lanjutan..PENGELOLAAN BARANG DAERAH 5 Lanjutan... Digit 13 dan 14. tahun pembelian/ perolehan tahun 2002 ditulis 02 tahun 2005 ditulis 05 dan seterusnya. Barang milik pemerintah pusat (BM/KN) (kalau ada 00). 8 Lanjutan.. Nomor Kode SKPD dibakukan lebih lanjut oleh kepala daerah dengan memperhatikan pengelompokkan bidang yang terdiri dari 22 bidang. Barang yang tidak diketahui tahun pembelian/perolehannya. tipe. maka ditulis Nomor Kodenya 97. • Untuk nomor kode Kabupaten /Kota yang baru dibentuk dibakukan oleh Gubernur dengan mengikuti urutan sesuai lahirnya undang .. 7 Lanjutan. • Penetapan nomor urut kode unit/SKPD di masing-masing Provinsi/Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Kepala Daerah. cc dsb dan penetapan prakiraan tahun tersebut ditetapkan oleh Pengurus barang... tahun pembelian/perolehan tahun 2002 ditulis 02 tahun 2005 ditulis 05 dan seterusnya.. kode SKPD. • Nomor Kode Tahun pembelian/pengadaan barang dituliskan 2 angka terakhir (misalnya tahun pembelian/perolehan 1997.... supaya dibandingkan dengan barang yang sama. tipe.. Barang milik Pemerintah Daerah Provinsi dengan Nomor Kode 11 c. Nomor kode urutan provinsi sebagaimana tercantum dalam Lampiran 39 (Permendagri 17/2007).... Digit 9 dan 10. b. Barang milik pemerintah kabupaten/Kota (12). Digit 11 dan 12. cc. Kecamatan diberi nomor kode mulai dari nomor urut 50 (lima puluh) dan seterusnya sesuai jumlah kecamatan pada masing--masing kabupaten/kota. Kode Kabupaten/Kota • Kabupaten/Kota yang berada dalam wilayah suatu Provinsi diberi Nomor Kode mulai dari Nomor 01 dan seterusnya sampai sejumlah Kabupaten/Kota dalam wilayah Provinsi tersebut. Barang Milik Pemerintah Daerah Kab/Kota dengan Nomor Kode 12... Kodefikasi kepemilikan untuk masing-masing tingkatan pemerintahan sebagai berikut: a. Digit 7 dan 8. Tahun Pembelian/Pengadaan/ Pembangunan.. Nomor kode urutan kabupaten/kota sebagaimana tercantum dalam lampiran 40 (Permendagri 17/2007)... Digit 5 dan 6. c. Kode Provinsi. Provinsi diberi Nomor Kode mulai dari Nomor 01 sampai dengan 33 (dstnya). dsb. bahan. Nomor kode tahun pembelian/pengadaan barang dituliskan 2 angka terakhir (misalnya tahun pembelian/perolehan 1997..undang Pembentukan Daerah Otonom baru dengan memperhatikan/mengikuti Nomor urut Kabupaten/ Kota yang ditetapkan Menteri Dalam Negeri.... sejenis... Kode sub unit/satuan kerja untuk masing-masing SKPD diberi nomor urut kode sub unit sesuai struktur organisasi perangkat daerah mulai dari nomor 01 dan seterusnya 44 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . Kode Sub Unit/Satuan Kerja.... supaya dibandingkan dengan barang yang sama.. Barang milik pemerintah provinsi (11). dan penetapan prakiraan tahun tersebut ditetapkan oleh pengurus barang.. maka ditulis Nomor Kodenya 97. kode bidang Kode bidang ini merupakan pengelompokan Bidang Tugas yang terdiri dari 22 bidang. sesuai dengan jumlah Provinsi yang ada. merk. merk. sejenis.

01.03. 11 Nomor Register Nomor urut pencatatan dari setiap barang. dipergunakan pada Dinas PU (Subdin Cipta Karya) mobil sedan yang ketiga. nomor kode sub kelompok. kelompok.27. 9 Pengkodean Barang 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kode golongan Kode Bidang Kode Kelompok Kode Sub Kelompok Kode Sub Sub Kelompok Nomor Register Nomor kode barang diklasifikasikan ke dalam 6 (golongan) yaitu: (1) Tanah (2) Mesin dan Peralatan (3) Gedung dan Bangunan (4) Jalan. maka nomor registernya dicatat tersendiri untuk masing-masing barang. tipe. pencatatan terhadap barang yang sejenis.01. berada pada Dinas Pengairan.01. Subdin Pembangunan.05.02. merk.01. maka pencatatannya dapat dilakukan dalam suatu format pencatatan dalam lajur register. kemudian baru dicari nomor kode bidang. Untuk mengetahui nomor kode barang dari setiap jenis dengan cepat. sub kelompok dan sub-sub kelompok/jenis barang. besaran harganya sama seperti meja dan kursi jumlahnya 150. besaran harganya sama seperti meja dan kursi jumlahnya 150. 12.11. ditulis: 0001 s/d 0150. maka pencatatannya dapat dilakukan dalam suatu format pencatatan dalam lajur register.05. pencatatan terhadap barang yang sejenis. 12 Contoh Penulisan Barang milik Departemen Kimpraswil berupa mobil sedan dibeli pada tahun 1999.01. tahun pengadaan sama. tahun pengadaan sama. nomor kode kelompok. Nomor urut pencatatan untuk setiap barang yang spesifikasi. jenis berbeda.PENGELOLAAN BARANG DAERAH sampai sejumlah sub unit/satuan kerja dalam SKPD tersebut dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. dibeli/diperoleh Tahun 2001. Nomor register merupakan nomor urut pencatatan dari setiap barang. nomor kode sub-sub kelompok/jenis barang dimaksud.06.23. perlu 2 angka di depan/dicari nomor kode golongan barangnya.0003 Barang milik Pemerintah Kota Balikpapan berupa bangunan gedung tempat kerja permanen yang ke 5.01.0005 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 45 . Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur.01.23. ditulis: 0001 s/d 0150.99. 00.03.04 02.Irigasi dan Jaringan (5) Aset Tetap Lainnya (6) Konstruksi dalam Pengerjaan 10 Klasifikasi Pengkodean Barang Golongan Bidang Semakin Global/ Ringkas Kelompok Sub Kelompok Sub-sub Kelompok Semakin Rinci/ Deatail Penggolongan barang terbagi atas bidang.02 03. Slide ini menunjukkan cara penulisan kode lokasi dan kode barang.

.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 13 Cara Penulisan Kode Lokasi Untuk Contoh 1: Cara penulisan kode lokasi: 00.01... • BMD yang dipisahkan (Perusahaan Daerah) tetap menjadi milik Pemerintah Daerah.04 00 23 02 05 01 99 04 : : : : : : : Kode milik pusat kode propinsi Kalimantan Timur Kode Kabupaten Berau Kode Bidang Kimpraswil/PU Kode Dinas PU Kode Tahun perolehan Kode Subdinas Cipta Karya Slide: contoh penulisan kode lokasi.03. kecuali apabila ruang/tempat yang tersedia tidak dapat memuatnya.02... Kode barang dan tanda kepemilikan untuk kendaraan bermotor roda 4 (empat) ditempatkan di bagian luar yang mudah dilihat. sedangkan untuk tanah kosong pada sebuah papan yang berukuran sekurang-kurangnya 60x100 cm...0003 02 : Kode golongan peralatan dan mesin 03 : Kode bidang alat-alat angkutan 01 : Kode kelompok alat angkutan darat bermotor 01 : Kode sub kelompok kendaraan dinas bermotor perorangan 01 : Kode sub-sub kelompok/jenis barang sedan 0003 : Kode register Slide: contoh penulisan kode barang. • Untuk tertib administrasi pengelolaan BMD yang cepat dan akurat...01. c. Lebar 15 cm.. Kode barang dan tanda kepemilikan untuk kendaraan bermotor roda 2 (dua) ditempatkan pada bagian badan yang mudah dilihat. yang berbentuk papan kecil dengan ukuran: a. Kode barang dan tanda kepemilikan untuk kendaraan bermotor lainnya ditempatkan di tempat yang mudah dilihat. HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 16 Lanjutan.. KlB dan KIR. oleh karena itu semua barang inventaris yang dipisahkan. diperlakukan sama dengan barang inventaris milik Pemerintah Daerah. Panjang 25 cm. Pemerintah Daerah menerapkan aplikasi inventarisasi melalui Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah (SIMBADA). supaya mempergunakan Nomor Kode jenis barang “Lain-lain” dari Sub kelompok barang yang dimaksud atau dibakukan oleh kepala daerah masing-masing dengan mengikuti nomor urut jenis barang lain-lain.. Gambar lambang daerah berbentuk bulan ukuran garis tengah 6 cm....01.99.. Pemasangan kode barang dan tanda kepemilikan rumah dinas daerah dicantumkan pada tembok rumah bagian depan sehinga tampak nyata dari jalan umum. 14 Cara Penulisan Kode Barang Cara penulisan kode barang: 02. b. Kode barang dan tanda kepemilikan rumah dinas dicantumkan pada sebuah papan yang berukuran 15 x 25 Cm. cukup dicatat dalam BI. Tinggi huruf 2 cm. • Tidak termasuk barang milik daerah tersebut di atas yaitu barang usaha/barang yang diperdagangkan sesuai dengan bidang usaha dari Perusahaan Daerah tersebut.. 15 Ketentuan Lain Pengkodean • Cara pencatatan dan pemberian Nomor Kode bagi barang yang belum ada Nomor Kode jenis barangnya. Kode barang dan tanda kepemilikan harus dicantumkan pada setiap barang inventaris.01. d.. 46 .23.05.

Buku inventaris tersebut memuat data meliputi lokasi.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 17 Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran. jumlah. tahun pembelian. penyelenggaraan.. pengurusan. keadaan barang dan sebagainya. pencatatan data dan pelaporan barang milik daerah dalam unit pemakaian. Inventarisasi merupakan kegiatan atau tindakan untuk melakukan perhitungan. Adanya buku inventaris yang lengkap. keadaan barang dan sebagainya. pengurusan. dapat dipertanggungjawabkan dan akurat (up to date) maka dilakukan melalui Sensus Barang Daerah setiap 5 (lima) tahun sekali. pemanfaatan. tahun pembelian. Barang inventaris adalah seluruh barang yang dimiliki oleh pemerintah daerah yang penggunaannya lebih dari satu tahun dan dicatat serta didaftar dalam buku inventaris. HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 47 . 2) Usaha untuk menggunakan memanfaatkan setiap barang secara maksimal sesuai dengan tujuan dan fungsinya masing-masing. jenis/ merk. Pelaksanaan inventarisasi dibagi dalam dua kegiatan yakni: a) Pelaksanaan pencatatan.. pengamanan dan pengawasan setiap barang. harga. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. penyelenggaraan. 19 Inventarisasi . Dari kegiatan inventarisasi disusun Buku Inventaris yang menunjukkan semua kekayan daerah yang bersifat kebendaan. jumlah. tipe . teratur dan berkelanjutan mempunyai fungsi dan peran yang sangat penting dalam rangka: 1) Pengendalian.. dan 3) Menunjang pelaksanaan tugas pemerintah. asal barang. Lanjutan • Pengguna barang diwajibkan melakukan inventarisasi minimal sekali dalam 5 tahun • Inventarisasi barang persediaan dan konstruksi dalam pengerjaan dilakukan minimal sekali dalam setahun • Pengguna barang menyampaikan laporan inventarisasinya kepada pengelola barang paling lambat 3 bulan setelah inventarisasi • Pengelola barang melakukan inventarisasi tanah dan bangunan dalam penguasaannya minimal sekali dalam 5 tahun Untuk mendapatkan data barang dan pembuatan buku inventaris yang benar. pencatatan data dan pelaporan barang milik daerah dalam unit pemakaian • Disusun Buku Inventaris yang menunjukkan semua kekayan daerah yang bersifat kebendaan. asal barang.. harga. jenis/merk tipe. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. pengaturan. Fasilitator diminta untuk memperlajari baik-baik trainers note terlampir. • Memuat data meliputi lokasi. b) Pelaksanaan pelaporan.. Latihan 2 Pengkodean Barang 18 Inventarisasi • Kegiatan atau tindakan untuk melakukan perhitungan. ukuran. ukuran. pengaturan.

• Pembantu pengelola menghimpun seluruh laporan pengguna barang semesteran.. D. jumlah maupun nilai serta dibuat rekapitulasinya. c. Pengelola barang harus menghimpun Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) serta Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berupa tanah dan/atau bangunan. b. • Pengguna menyampaikan laporan pengguna barang semesteran. • Pengguna menyampaikan laporan pengguna barang semesteran.. tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada kepala daerah melalui pengelola. dan menghimpun LBPS dan LBPT untuk kemudian menjadi LBMD • Lebih lanjut LBMD akan menjadi acuan untuk penyusunan neraca daerah 48 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . b. Kartu Inventaris Barang (KIB A. Daftar Mutasi Barang dan Rekap. • Rekapitulasi digunakan sebagai bahan penyusunan neraca daerah. • Rekapitulasi sebagaimana dimaksud di atas.. Kartu Inventaris Ruangan. • Pembantu pengelola menghimpun seluruh laporan pengguna barang semesteran.Lanjutan • Kuasa pengguna barang harus menyusun LBKPS (laporan barang kuasa pengguna semesteran) dan LBPKT (laporan barang kuasa pengguna tahunan) kepada pengguna barang • Pengguna barang harus menyusun LBPS (laporan barang pengguna semesteran) dan LBPT (laporan barang pengguna tahunan) kepada pengelola barang • Pengelola barang harus menyusun LBMD (laporan barang milik daerah) berupa tanah dan atau bangunan secara semesteran maupun tahunan. Pengelola barang harus menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berdasarkan hasil penghimpunan laporan. Pengguna barang harus menyusun Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) untuk disampaikan kepada pengelola barang.. C.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Dalam pencatatan dimaksud. 20 Pelaporan • Kuasa pengguna barang menyampaikan laporan pengguna barang semesteran. tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada pengguna. jumlah maupun nilai serta dibuat rekapitulasinya. E dan F). tahunan dan 5 (lima) tahunan dari masing-masing SKPD. 21 Pelaporan . Pengelola barang harus menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berupa tanah dan/atau bangunan semesteran dan tahunan. tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada pengguna. B.. d.. Dalam pelaksanaan pelaporan dipergunakan daftar yaitu : a. Kuasa pengguna barang harus menyusun Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran (LBKPS) dan Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan (LBKPT) untuk disampaikan kepada pengguna barang. tahunan dan 5 (lima) tahunan dari masing-masing SKPD. Buku Inventaris. Kuasa pengguna barang menyampaikan laporan pengguna barang semesteran. Buku Induk Inventaris. dipergunakan buku dan kartu sebagai berikut: a. Buku Inventaris dan Rekap. digunakan sebagai bahan penyusunan neraca daerah. tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada kepala daerah melalui pengelola.

Laporan Mutasi Barang merupakan pencatatan barang bertambah dan/atau berkurang selama 6 (enam) bulan untuk dilaporkan kepada kepala daerah melalui pengelola..Lanjutan • Mutasi barang bertambah dan/atau berkurang pada masing-masing SKPD setiap semester. Daftar mutasi barang selama 1 (satu) tahun tersebut disimpan di pembantu pengelola.. Fasilitator diminta untuk mempelajari baik-baik trainers note terlampir. • Buku Induk Inventaris sebagaimana dimaksud pada huruf e merupakan saldo awal pada daftar mutasi barang tahun berikutnya.. dan lain sebagainya juga harus mencantumkan nilai barang. selanjutnya pembantu pengelola merekap buku inventaris tersebut menjadi buku induk inventaris... selanjutnya untuk tahun-tahun berikutnya pengguna/kuasa pengguna dan pengelola hanya membuat Daftar Mutasi Barang (bertambah dan/ atau berkurang) dalam bentuk rekapitulasi barang milik daerah. dicatat secara tertib pada : 1) Laporan Mutasi Barang. • Laporan inventarisasi barang (mutasi bertambah dan/atau berkurang) selain mencantumkan jenis..... dan masing-masing dibuatkan Daftar Rekapitulasinya (Daftar Rekapitulasi Mutasi Barang). selanjutnya untuk tahun-tahun berikutnya pengguna/kuasa pengguna dan pengelola hanya membuat Daftar Mutasi Barang (bertambah dan/atau berkurang) dalam bentuk rekapitulasi barang milik daerah. • Buku Induk Inventaris merupakan saldo awal pada daftar mutasi barang tahun berikutnya. dan 2) Daftar Mutasi Barang... • Rekapitulasi seluruh barang milik daerah (daftar mutasi) disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri.. 25 Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran.. 24 Pelaporan . Mutasi barang bertambah dan/atau berkurang pada masingmasing SKPD setiap semester. merek. dicatat secara tertib pada : 1) Laporan Mutasi Barang. 23 Pelaporan .PENGELOLAAN BARANG DAERAH 22 Pelaporan . dan masing-masing dibuatkan Daftar Rekapitulasinya (Daftar Rekapitulasi Mutasi Barang)... di rekap ke dalam Buku Inventaris dan disampaikan kepada pengelola. Latihan 3 Pembukuan. di rekap ke dalam buku inventaris dan disampaikan kepada pengelola. • Laporan mutasi barang merupakan pencatatan barang bertambah dan/atau berkurang selama 6 bulan untuk dilaporkan kepada kepala daerah melalui pengelola..Lanjutan • Hasil sensus/inventarisasi barang daerah dari masing-masing pengguna/kuasa pengguna. tipe. dan 2) Daftar Mutasi Barang... selanjutnya pembantu pengelola merekap buku inventaris tersebut menjadi buku induk inventaris.Lanjutan • Laporan Mutasi Barang semester I dan semester II digabungkan menjadi Daftar Mutasi Barang selama 1 (satu) tahun. • Hasil sensus barang daerah dari masing-masing pengguna/kuasa pengguna. Inventarisasi dan Pelaporan HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 49 . Laporan Mutasi Barang semester I dan semester II digabungkan menjadi Daftar Mutasi Barang selama 1 (satu) tahun.

Penambahan 2. KIB. untuk dapat melihat gambaran utuh posisi pengelolaan barang daerah dalam kerangka pengelolaan keuangan daerah. KB. menyusun kode lokasi. Pemeliharaan 3. lemparkan pertanyaan-pertanyaan untuk memancing peserta mengenai apa yang harus dipersiapkan daerah untuk pengelolaan barang daerah yang lebih baik? Apa yang perlu disiapkan Daerah? 27 Rencana kebutuhan dan penganggaran Pengadaan Penerimaan. penyimpanan dan penyaluran Penggunaan Penatausahaan Pengelolaan BMD Pemanfaatan Pengamanan dan pemeliharaan Penilaian Penghapusan Pemindahtanganan Pembinaan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 26 Setelah seluruh materi dan latihan disampaikan. Penggantian 4. KPB. 50 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . melaksanakan inventarisasi/sensus BMD (5 tahunan) dan melaksanakan penilaian BMD. BPnB. LSPPB KIR. DMB dan BI p Ap Kebijakan akuntansi Akuntansi aset Akuntansi persediaan rai sal Analisis tingkat pelayanan RKBU Analisis kebutuhan: 1. pengawasan dan pengendalian Pembiayaan Tuntutan ganti rugi LBPT Pembukuan Inventarisasi Pelaporan BPB. Penghapusan Laporan Keuangan DRKBU DRKPBU DUBYAD DBMDYD KUA DAN PPAS RKA Belanja Modal Belanja Pemeliharaan Tayangkan kembali slide dengan alur hubungan pengelolaan barang daerah – perencanaan dan penganggaran – akuntansi. 28 Pengelolaan Barang • Menyusun Perda Pengelolaan BMD • Menyusun Perbup/Perwali tentang Kode Lokasi • Melaksanakan Inventarisasi BMD • Melakukan appraisal BMD (aktiva tetap – tidak bergerak) Beberapa hal yang bisa direkomendasikan untuk pengelolaan barang daerah adalah: menyiapkan Perda pengelolaan BMD.

maka hasil laporan pengelolaan barang daerah menjadi bahan penyusunan perencanaan kebutuhan barang dan bahan perencanaan kebutuhan pemeliharaan barang.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 29 Akuntansi • Menyusun Kebijakan Akuntansi yang secara terinci mengatur akuntansi aset tetap dan persediaan Karena hasil laporan pengelolaan BMD menjadi bahan penyusunan neraca/laporan keuangan. meliputi: • Rencana kebutuhan pengadaan BMD • Rencana kebutuhan pemeliharaan BMD Kemudian. Kedua hal tersebut sebaiknya diatur secara terinci dalam kebijakan akuntansi. 30 Rencana Pengelolaan BMD Menyiapkan analisa kebutuhan BMD. terutama dalam hal akuntansi aset (aset tetap – tidak bergerak) dan persediaan. HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 51 . sesuai siklus pengelolaan barang daerah/siklus pengelolaan keuangan daerah. maka dari sisi akuntansi harus disiapkan kebijakannya.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 52 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH LATIHAN 2: Pengkodean Barang HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 53 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 54 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

Materi : 1. 3. Diskusi kelompok dilakukan dengan mengisi lembar yang telah disediakan serta mengikuti instruksi yang tertera. 2. Mengidentifikasi barang milik daerah 2. Fasilitator membagikan lembar kerja pengkodean aset kepada peserta.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Latihan 2: Pengkodean Barang Waktu: Total Waktu = 60 menit • 45 menit untuk latihan kelompok • 15 menit untuk pembahasan hasil kelompok Tujuan: Setelah melakukan latihan kasus ini peserta diharapkan mampu: 1. 5. Kode lokasi dan kode barang HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 55 . Menyusun kode barang sesuai dengan lokasi dan jenis/macam barang Proses : 1. Fasilitator menjelaskan tujuan latihan kepada peserta dalam ruang kelas. Fasilitator memilih salah satu kelompok untuk menyajikan hasil kerja kelompoknya. Fasilitator menampilkan kunci jawaban dan memberikan penjelasan kepada peserta apabila diperlukan. Peserta bekerja dalam kelompok (5-6 orang) dan memilih salah seorang anggotanya menjadi pimpinan diskusi kelompok. Peserta menyepakati hasil jawaban secara kelompok bukan perorangan 4. 2. Lembar soal terlampir akan digunakan kelompok dalam mengerjakan latihan ini.

Kode Register 1 Barang milik pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupa tanah perkebunan karet yang dikelola oleh Dinas Pertanian. Thn Beli Sub Unit No Uraian Kode Barang Gol Bid.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lembar Latihan Pengkodean Peserta diminta untuk mengidentifikasi dan memberikan kode atas barang dengan informasi sebagai berikut: Kode Lokasi Milik Prov Kab/Kota Bidang Unit Bid. Kelompok SubKel. Sub2Kel. Sub Dinas Perkebunan Kabupaten Klaten yang diperoleh pada tahun 1990 Barang milik Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah berupa mobil jenazah ke tiga yang digunakan oleh Rumah Sakit Daerah yang dibeli tahun 2004 Bangunan gedung kantor permanen ke 2 yang digunakan untuk Dinas Pertanian Subdin Budi Daya Pangan Kabupaten Semarang yang diperoleh tahun 2005 Barang milik Departemen Kimpraswil berupa jembatan pertama pada jalan nasional yang dikelola oleh Dinas PU Subdin Pembangunan Kota Tegal yang diperoleh tahun 2000 Barang milik Dinas Pendidikan Kota Semarang berupa buku-buku pengetahuan bahasa Inggris berasal dari hibah pada tahun 2006 dengan no register 0001 .0200 Barang Milik Provinsi Jawa Tengah berupa mesin bubut ke 2 yang digunakan oleh Dinas Perindustrian Subdin IKM Kabupaten Kebumen yang diperoleh pada tahun 2003 2 3 4 5 6 56 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

Kode Lokasi Milik Prov Kab/Kota Bidang Unit Bid....PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lanjutan lembar latihan. Thn Beli Sub Unit No Uraian Kode Barang Gol Bid. Kode Register 7 Barang milik Kabupaten Jepara berupa meja kerja ketua & wakil ketua DPRD yang dikelola oleh Sekwan urusan rumah tangga yang dibeli pada tahun 2006 Barang milik Kabupaten Kudus berupa bangunan stasiun bus permanen yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Subdin Perhubungan Darat yang diperoleh pada tahun 1999 8 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 57 ... Sub2Kel. Kelompok SubKel.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 58 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

Inventarisasi dan Pelaporan) HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 59 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH LATIHAN 3: Penatausahaan (Pembukuan.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 60 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

dan 36) Catatan: 1. 32. Peserta menyepakati hasil jawaban secara kelompok bukan perorangan 7.13. inventarisasi dan pelaporan barang milik daerah.5 Jam (150 menit) • 90 menit untuk latihan kelompok • 45 menit untuk round robbin (pembahasan hasil latihan per kelompok) • 15 menit untuk kesimpulan Tujuan: Setelah melakukan latihan ini peserta diharapkan mampu: 1. 2. Menyusun Laporan Barang Daerah Proses: 1. Inventarisasi dan Pelaporan Waktu: Total Waktu = 2. 14. 9. 8. 33.15. 25. 11. Pengurus barang diberi formulir/lampiran 25. Diskusi kelompok dilakukan dengan mengisi lembar yang telah disediakan serta mengikuti instruksi yang tertera. 35. inventarisasi dan pelapran BMD. 6. 12. 14. 30. Fasilitator memilih salah satu kelompok untuk menyajikan hasil kerja kelompoknya. Materi : 1. Fasilitator membagikan lembar soal dan beberapa formulir yang terkait dengan proses pembukuan. Fasilitator menjelaskan tujuan latihan kepada peserta dalam ruang kelas. 11. Foto copy semua lampiran satu eksemplar kecuali untuk: • Lampiran 12 (12 lembar) • Lampiran 13 (12 lembar) HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 61 . 10. Formulir yang terkait dengan pembukuan. 27. 27. yang terdiri dari penyimpan barang dan pengurus barang) dan memilih salah seorang anggotanya menjadi pimpinan diskusi kelompok 4.15. Menginventarisasikan barang milik daerah 3. 31. 9. 5. 35. 31. 32. 36. 30. 34.12. 10. Penyimpan barang diberi formulir/lampiran 8. 2. Lembar soal terlampir akan digunakan kelompok dalam mengerjakan latihan ini. Fasilitator menampilkan kunci jawaban dan memberikan penjelasan kepada peserta apabila diperlukan.26. 34. Melakukan pembukuan atas barang milik daerah 2. 26. 33. 3.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Latihan 3: Pembukuan. Peserta bekerja dalam kelompok (6 orang.13. (Lampiran 8.

Buat Laporan Persediaan per 31 Desember 2007 2. 11 Maret 2008 5 April 2008 10 April 2008 2 Mei 2008 10 Mei 2008 10 Juni 2008 Diminta : 1.33.000 dan kertas folio sebanyak 8 rim @ Rp. Pada hari itu juga diketahui ternyata ada 2 rim kertas HVS dan 2 rim kertas folio yang rusak karena dimakan tikus. Dipakai materai sebanyak 3 buah oleh bagian perlengkapan. 36.000. Diberikan 2 rim kertas HVS kepada bagian kepegawaian. Berdasarkan permintaan bagian umum diberikan kertas folio sebanyak 2 rim. Buatlah Laporan Persediaan Semester I 2008 62 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . 27. Diberikan spidol kepada bagian kepegawaian sebanyak 5 buah untuk kepentingan pelatihan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Barang Pakai Habis: Berdasarkan hasil opname fisik di gudang pada akhir tahun 2007 terdapat data-data persediaan sebagai berikut: Nama Barang Jumlah Kondisi Harga satuan 10 Jan 2008 5 Feb 2008 7 Feb 2008 Di distribusikan kertas HVS. Dibeli kertas HVS sebanyak 5 RIM @ Rp. Buat pembukuan untuk transaski barang pakai habis selama tahun 2008 3. Ada permintaan bagian umum untuk kertas folio sebanyak 3 rim. sebanyak 2 rim ke bagian keuangan dan 1 rim ke bagian perlengkapan. Dibeli kertas HVS sebanyak 10 rim seharga @ Rp 33.000. Diberikan 1 buah Refill Ink Canon kepada bagian keuangan untuk mengganti tinta printer Canon BJC 210. Dibeli lampu neon untuk mengganti lampu neon yang lama sebanyak 5 buah @ Rp. 1 rim kertas HVS ke bagian keuangan dan 2 rim kertas HVS kepada bagian perlengkapan.000 dari CV ABC.

01. 900.03. 2 Lemari besi (02. 4.03).000 900. Mesin Tik (02. warna biru.06.000. Pembelian mobil 63 5 April 2008 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .200. dengan harga @Rp.000. merk Alba. 400. nomor rangka 586JKI228. sebelah barat tanah milik Bambang. dengan harga perolehan Rp.000 Merk Casio Brother Optima 2. 10.04.000. Tanah diperoleh pada tahun 1980.000. No Aset 1 di ruang 101. 280.16) Nomor Ruang 101 101 101 Tahun Perolehan 2000 2000 2002 Jumlah 3 1 2 Harga Perolehan 800. 3.11.11. Nomor sertifikat S-53265556. luas 2000 diperoleh tahun 1981. Kecamatan Indah.000.000. Pekerjaan diperkirakan selesai bulan Juli 2008 melalui 3 termin.02. tape recorder ALPINA.000 4. 69.000. Kota Bahagia.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Barang Inventaris: Semester I Berdasarkan hasil inventarisasi pada tanggal 5 Januari 2008 diperoleh data-data BMD sebagai berikut: 1. sebelah selatan adalah Jalan Diponegoro. Tanah (01. 2008 Dilakukan rehab terhadap gedung dengan menambah 1 tingkat serta pembuatan lahan parkir konblok seluas 100 m2 di atas tanah kosong dengan kontrak senilai Rp.01). batas sebelah timur tanah milik Agung.000 untuk rehab gedung dan Rp.04) 2 tingkat dibangun diatas tanah tersebut. sebelah utara tanah milik Choirie. berlokasi di Jalan Ahmad Yani No 12 RT 05 RW 01. nomor mesin NF1215656H4545. P. dengan harga perolehan Rp.09.01.000. Gedung permanen (03. SPM 00001/BPTH/2008 tanggal 7 Februari 2008 dan SP2D nomor 123503X/ 038/135 tanggal 9 Februari 2008.C unit (02. ber-AC merk National.06. 500.000. Dengan rincian biaya Rp. 159.000.000.000. Harga on the road Rp. tahun perolehan 1999.000 Merk IBM Acer Transaksi yang terjadi selama semester I 2008: 2 Feb.01. luas 3000 m2.000 dengan No.000 1. 2 di ruang 102 5.02. Melakukan pembelian mobil Toyota Kijang Innova (02. Untuk pekerjaan tersebut diterbitkan SPM untuk perencanaan sebesar Rp. bahan bakar bensin. 90.01.500.06.01. Mobil tersebut bernomor polisi B 1966 OW.10).01.000.01) Nomor Ruang 101 102 Tahun Perolehan 1998 2003 Jumlah 2 1 Kondisi Baik Baik Harga Perolehan 3.03.000 untuk pembuatan lahan parkir.02.

000.03.05.01) Pentium Core Duo dengan merk IBM.03) HP Laser Jet 1000 Series dengan harga @ Rp. 00005 tanggal 27 Juni 2008 dan SP2D No. 50.06.000 9 Mei 2008 30 Juni 2008 Diminta : 1. melalui SPM No. 5.000.000. kedua komputer tersebut dipindahkan ke ruang 104.PENGELOLAAN BARANG DAERAH tersebut didanai dari APBD dengan nomor SPM 00004/BKHK/2008 tanggal 15 April 2008 dengan SP2D nomor 123703X/038/535 tanggal 19 April 2008 senilai Rp.000 yang dananya diperoleh dari APBD dengan nomor SPM 00004/BPTH/2008 tanggal 7 Mei 2008. 2.000. Buatlah Laporan BMD Semester I 64 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .000. Klasifikasi Belanja 5321 dan SP2D nomor 123503X/ 038/135 tanggal 9 Mei 2008 sebesar Rp. Setelah di-upgrade.06. 10 April 2008 Membeli 5 PC (02.000. Kl. Bersamaan dengan itu dibeli juga 4 buah printer (02.02.000.03. 280. Catat semua transaksi ke dalam lampiran yang diperlukan. Biaya upgrade @ Rp 1. Mobil tersebut merupakan kendaraan dinas.000. 123509X tanggal 30 Juni 2008 senilai Rp. 49.000.000. Belanja 5321 dan SP2D No 123906X/038/355 11-04-2008 Melakukan perbaikan dan up grade terhadap 2 unit PC (kondisi RR) yang ada di ruang 103 dari Pentium II menjadi pentium 4.000.00019/SKTK/2008 tanggal 05-04-2008 Rp.000. 70. Total harga PC tersebut Rp. Diterbitkan SPM kedua untuk pekerjaan bulan Februari dengan No. Setiap BMD harus dicatat dalam KIB dan KIR 2.

• Latihan Alur: • Presentasi (30 menit) • Penjelasan slide (60 menit) • Latihan (180 menit) • Kesimpulan dan tanya jawab (30 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 65 . Materi: • Power Point Slide • Contoh Kasus • Lembar Latihan Waktu: ± 320 menit Metode: • Presentasi • Tanya Jawab. • Peserta mampu melakukan refleksi terhadap materi pelatihan yang diberikan dan seberapa jauh pemahaman ini menambah pengetahuan mereka tentang pengelolaan barang daerah.PENGELOLAAN BARANG DAERAH HARI III SESI 5 Rencana Pengelolaan Barang Daerah Tujuan: • Peserta mampu merangkum secara cepat tentang apa yang telah diberikan selama dua hari. terutama untuk topik-topik dasar pengelolaan barang daerah. • Peserta dan fasilitator mampu melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan lokakarya.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 66 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

4 Tujuan Rencana PengelolaanBMD • Mengelola BMD yang tersedia secara efektif • Merencanakan kebutuhan pengadaan dan kebutuhan pemeliharaan yang akan dilakukan • Memastikan bahwa BMD dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan publik • Memastikan BMD selalu dalam kondisi siap digunakan Slide ini menjelaskan tujuan dan manfaat yang bisa diperoleh dengan menyusun rencana pengelolaan barang daerah. • Belanja pemeliharaan belum dilakukan dengan memperhitungkan Cost and Benefit. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 67 . sesuaikan permainan dengan jenis peserta yang hadir. Bila dihadiri oleh pejabat tinggi daerah. sebaiknya perkenalan dilakukan dengan formal namun tetap akrab untuk membangun suasana pelatihan yang diinginkan. keberadaan dan kondisi BMD • Perencanaan dan penganggaran terhadap pengadaan dan pemeliharaan BMD bukan di dasarkan data yang ada. Selamat Datang Pada Local Governance Support Program (LGSP) 2 Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD Tim Keuangan dan Penganggaran LGSP-USAID 3 Latar Belakang Slide latar belakang ini menjelaskan gambaran permasalahan yang mengemuka di daerah dan yang mendasari perlunya dilakukan rencana pengelolaan barang daerah. Jelaskan agenda pelatihan. Trainer memperkenalkan diri dan timnya. • Belum tersedianya data yang lengkap tentang status. Gunakan permainan yang menarik untuk perkenalan dengan para peserta.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 1 Ucapkan selamat datang pada para peserta. Slide ini merupakan judul lokakarya yang akan disampaikan. dilanjutkan dengan perkenalan dengan para peserta. • Belum melakukan analisis kebutuhan terhadap BMD dengan membandingkan antara BMD yang tersedia dengan BMD yang diharapkan dalam rangka pemenuhan tingkat pelayanan publik.

pemanfaatan dan penghapusan. 6 Pengelolaan Aset Aset Sda & Financial Tingkat Pelayanan Barang Daerah Potensial Aset Kebutuhan Aset Perencanaan Manajemen Aset Identifikasi & Inventarisasi Analisis Pengembangan Prioritas Pengadaan Pemeliharaan & Perbaikan Belanja Operasional Identifikasi & Inventarisasi Analisis Kebutuhan Pemanfaatan Penghapusan & Pemindahtanganan Lain-lain Investasi Belanja Modal Pendapatan Penganggaran Pelaksanaan & Penatausahaan Pelaporan & Pengevaluasian Alur pengelolaan aset secara umum digambarkan pada slide disamping. dimana setelah dilakukan analisis kebutuhan diperoleh rekomendasi untuk pengadaan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 5 Pengertian Rencana Pengelolaan BMD Perencanaan kebutuhan adalah kegiatan merumuskan rincian kebutuhan barang milik daerah untuk menghubungkan pengadaan barang yang telah lalu dengan keadaan yang sedang berjalan sebagai dasar dalam melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan yang akan datang Secara umum pengertian rencana pengelolaan barang daerah adalah kegiatan untuk merumuskan rincian kebutuhan barang milik daerah. pemeliharaan. Fokus pembahasan pada bidang kotak. baik pengadaan maupun pemeliharaan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan publik . 68 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

KPB. KIB. Penggantian 4. Standar Kebutuhan 3. KB. penyimpanan dan penyaluran Penggunaan Penatausahaan Pengelolaan BMD Pemanfaatan Pengamanan dan pemeliharaan Penilaian Penghapusan Pemindahtanganan Pembinaan. 8 Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran BMD Uraian Buku Inventaris yang disusun oleh pengurus barang dijadikan dasar untuk penyusunan RKBU dan RKPBU dan kemudian diajukan kepada kuasa pengguna dan pengguna dengan mempertimbangkan: 1. Standar Harga 2. menyusun RKA Daftar Kebutuhan BMD (DKBMD) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan BMD (DKPBMD) RKA DKBMD dan DKPBMD diusulkan dalam KUA & PPAS HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 69 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH 7 Rencana kebutuhan dan penganggaran Pengadaan Penerimaan. DMB dan BI p Ap Kebijakan akuntansi Akuntansi aset Akuntansi persediaan rai sal Analisis tingkat pelayanan RKBU Analisis kebutuhan: 1. Pemeliharaan 3. Penghapusan Laporan Keuangan DRKBU DRKPBU DUBYAD DBMDYD KUA DAN PPAS RKA Belanja Modal Belanja Pemeliharaan Slide ini menjelaskan hubungan/alur antara pengelolaan BMD dengan akuntansi dan Rencana Pengelolaan BMD. Standar Barang Pengurus Barang Pengguna/ KuasaPengguna Pengelola/Kuasa Pengelola Buku Inventaris BI sebagai dasar menyusun RKBU dan RKPBU Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (DRKBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (DRKBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Pengguna dan Pengelola mebahas bersama DRKBU dan DRKPBU: Pembantu pengelola menyusun DKBMD dan DKPBMD Pembantu Pengelola menyusun Daftar Kebutuhan BMD dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan BMD DKBMD dan DKPBMD yang telah dituangkan ke KUA dan PPAS dijadikan dasar bagi pengguna untuk menyusun RKA DKBMD dan DKPBMD yang telah disetujui dan masuk dalam KUA & PPAS. Penambahan 2. Fokus pelatihan adalah Rencana Pengelolaan BMD. pengawasan dan pengendalian Pembiayaan Tuntutan ganti rugi LBPT Pembukuan Inventarisasi Pelaporan BPB. LSPPB KIR. BPnB.

Bahwa hasil dari inventarisasi menjadi pertimbangan untuk pengadaan kebutuhan BMD. 70 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . 9 Proses Pengadaaan dan Penggunaan Barang Daerah Analisis Kebutuhan (Pengelola Barang) RKBU PEMDA USULAN PENGADAAN SKPD PENGADAAN BARANG/ JASA USULAN PENGUNAAN BARANG OLEH SKPD PENETAPAN KEPALA DAERAH DIGUNAKAN SKPD/Publik RKA SKPD (Pengelola Barang) Kinerja SKPD (Permendagri 13/2006) Evaluasi RKBU INVENTARISASI feed back Kemudian secara lebih sederhana proses pengadaan barang daerah seperti yang termuat dalam slide ini.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Proses perencanaan kebutuhan dan penganggaran BMD. Mengenai perencanaan kebutuhan dan penganggaran bukanlah merupakan suatu kegiatan yang berdiri sendiri. dokumen-dokumen yang diperlukan serta pihak-pihak yang berperan dalam perencanaan kebutuhan BMD dapat dijelaskan secara rinci melalui slide di atas. untuk menyusun Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) setelah dilakukan analisis kebutuhan dan selanjutnya disusun rencana pengadaan. tetapi merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan barang milik daerah. Pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penganggaran perlu terkoordinasi baik dengan memperhatikan standarisasi yang telah ditetapkan sesuai kondisi daerah masing-masing.

Pengurus Barang (. 1 2 3 5 7 8 9 11 12 13 14 15 ..... perolehan. nilai ekonomis................ 11 Identifikasi • Melakukan pemeriksaan BMD meliputi ukuran........Chasisi No.. kemudian melakukan analisa terhadap tingkat pelayanan yang akan dicapai dan kebutuhan terhadap barang....... Mengetahui Kepala SKPD (.... kondisi dan jumlah barang dalam format unit dan nilai rupiah...........) NIP .. mengetahui nilai ekonomis barang. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 71 ..... Selanjutnya dilakukan penganggaran....... ... seperti kode barang....... sisa masa manfaat secara teknis • Mengetahui biaya pemeliharaan BMD tersebut 12 Inventarisasi SKPD : Kab. satuan../Kota: Provinsi : Nomor No........ tahun perlolehan.. dilakukan pemeriksaan fisik BMD dengan mengumpulkan informasi-informasi seperti yang dibutuhkan untuk melengkapi form disamping..PENGELOLAAN BARANG DAERAH 10 Langkah Penyusunan RPMD • Identifikasi & Inventarisasi BMD • Analisis Tingkat Pelayanan dan Analisis Kebutuhan • Penganggaran • Pelaksanaan & Penatausahaan • Pelaporan & Evaluasi Sedangkan langkah-langkan penyusunan Rencana Pengelolaan Barang Milik Daerah secara umum dimulai dengan identifikasi dan inventarisasi BMD untuk mengetahui kondisi nyata BMD saat ini.. Untuk melakukan inventarisasi.... Kode Lokasi Jumlah Barang Harga Ket.... masa residual serta mengetahui biaya pemeliharaan barang terkait......... spesifikasi dan kondisi fisik • Melakukan pengumpulan dan pemeriksaan data-data legal baik secara administrasi dan hukum • Mengetahui keberadaan...............Sertifikat No..... Urut Kode Barang Register Spesifikasi Barang Nama/ Jenis Barang 4 Merk/ Tipe No.... spesifikasi barang.. pelaksanaan dan penatausahaan..... Sebagai langkah terakhir dilaksanakan pelaporan dan evaluasi.....) NIP ..S...Pabrik No..Mesin 6 Bahan Asal/Cara Perolehan Barang Tahun Perolehan Ukuran Barang/ Konstruksi (P.....D) 10 Satuan Keadaan Barang (B/KB/RB) No.......................... admisnistratif... Langkah identifikasi dan inventarisasi adalah untuk mengetahui kondisi BMD dengan melakukan pemeriksaan secara fisik.....

penghapusan dan pemanfaatan. 72 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . Dimulai dari perencaraan strategis SKPD (Renstra) untuk mendefinisikan tingkat pelayanan yang ditetapkan/akan dicapai. Dari hasil analisis dapat diketahui rekomendasi tindakan. penggantian. yaitu: penambahan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 13 Alur Rencana Kebutuhan BMD Renstra SKPD Renja SKPD Analisis Tingkat Pelayanan Kebutuhan BMD LBPT Kondisi Existing Analisis Kebutuhan Penambahan Penggantian Pemeliharaan Pemanfaatan Penghapusan RKBMD RKPBMD DBMDYAD DUBYAD KUA & PPAS RKA SKPD Belanja Modal Belanja Pemeliharaan Slide di atas menjelaskan alur makro perencanaan pengelolaan BMD. Kemudian dilakukan analisis kebutuhan dan kondisi terhadap BMD terhadap tingkat pelayanan yang ditetapkan. pemeliharaan.

Perencanaan kebutuhan barang milik daerah disusun oleh masing-masing unit sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) dengan memperhatikan standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah dan standarisasi harga yang telah ditetapkan oleh kepala daerah. waktu dan jumlah biaya yang diperlukan. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 73 . nama barang.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 14 Analisis • Analisis tingkat pelayanan dilakukan untuk mendapatkan gambaran objektif tentang output/outcome dari program yang akan dicapai • Analisis kebutuhan dilakukan dengan membandingkan antara kondisi existing BMD dengan kebutuhan output/ outcome program yang akan dicapai Analisis tingkat pelayanan RKBU Analisis kebutuhan: 1. Penambahan 2. Pemeliharaan 3. Penggantian 4. Penghapusan DRKBU DRKPBU DUBYAD DBMDYD KUA DAN PPAS RKA Belanja Modal Belanja Pemeliharaan Perencanaan penganggaran untuk pemenuhan kebutuhan barang harus terinci dengan memuat banyaknya barang.

dijual atau hilang . dan rusak berat • Pertimbangan pengadaan BMD: . Fasilitator diminta untuk mempelajari baik-baik trainers note terlampir. dihapus. yaitu baik.Memenuhi jatah sesuai standar .Mengisi kebutuhan dari SKPD .Tertinggal secara tehnis atau tidak effisien lagi Slide di atas ini membahas mengenai kriteria yang bisa dipertimbangkan untuk digunakan dalam menilai kondisi BMD. Latihan 4 Analisis Tingkat Pelayanan 17 Penilaian Kondisi BMD • Pelaporan tentang kondisi barang milik daerah diperlukan sebagai informasi yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan terhadap barang tersebut • Penilaian mengenai tingkat pentingnya BMD dalam mencapai tingkat pelayanan yang diharapkan • Kondisi BMD dapat dikategorikan dalam 3 variasi. artinya untuk mengetahui kondisi BMD dan mengambil tindakan terhadap kondisi BMD bersangkutan 74 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . rusak ringan.Mengganti barang-barang yang rusak.Untuk menjaga tingkat persediaan yang effisien dan efektif . Contoh Kasus 16 Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 15 Bagikan lembar contoh kasus dan fasilitasi peserta untuk mendiskusikan kasus yang disediakan.

berdampak pada lingkungan. • Sedikit berdampak pada lingkungan • Hanya menimbulkan sedikit biaya Berdasarkan tingkat layanan dan biaya operasional.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 18 * Kriteria Penting Barang Milik Daerah Tingkat Penting Tinggi (T) • • • • • Akibat dari Kerusakan BMD Berdampak pada tingkat layanan kepada masyarakat Menghambat operasional aktivitas kerja (tupoksi tidak dapat terlaksana) Berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai/ masyarakat Berdampak pada lingkungan Menimbulkan biaya yang sangat besar (biaya perawatan atau operasional) Sedang (S) • Kemungkinan memberi dampak pada tingkat layanan kepada masyarakat • Cukup menghambat operasional aktivitas kerja (tupoksi masih dapat terlaksana namun tidak optimal) • Ada kemungkinan berpengaruh terhdp keamanan dan keselamatan pegawai/ masyarakat • Cukup berdampak pada lingkungan • Dalam jangka panjang akan menimbulkan biaya yang cukup besar Rendah (R) • Kemungkinan tidak memberi dampak pada tingkat layanan kepada masyarakat • Sedikit menghambat operasional aktivitas kerja (tupoksi masih dapat dilaksanakan dengan baik) • Tidak berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai atau masyarakat. ada kemungkinan berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai/masyarakat. berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai/ masyarakat. sedikit menghambat operasional aktivitas kerja (Tupoksi masih dapat dilaksanakan dengan baik). BMD digolongkan sedang apabila: • Kemungkinan memberi dampak pada tingkat layanan kepada masyarakat. cukup berdampak pada lingkungan. menimbulkan biaya yang sangat besar (biaya perawatan atau operasional). BMD digolongkan penting apabila: • Berdampak pada tingkat layanan kepada masyarakat. dalam jangka panjang akan menimbulkan biaya yang cukup besar. Kriteria BMD digolongkan rendah apabila: • Kemungkinan tidak memberi dampak pada tingkat layanan kepada masyarakat. hanya menimbulkan sedikit biaya HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 75 . menghambat operasional aktivitas kerja (Tupoksi tidak dapat terlaksana). tidak berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai atau masyarakat. cukup menghambat operasional aktivitas kerja (Tupoksi masih dapat terlaksana namun tidak optimal). sedikit berdampak pada lingkungan.

50 Setelah dilakukan penilaian BMD dan mendapatkan angka skor tingkat pentingnya. 76 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . Semakin tinggi skor atas BMD maka semakin penting pula BMD tersebut. kemudian skor tersebut dikelompokkan berdasarkan nilai skor seperti tertera dalam slide disamping.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 19 Penilaian BMD Berdasarkan Tingkat Penting No 1 Kriteria Penting Jumlah Masyarakat yang dilayani Indikator < 10 > 10 < 50 > 50 < 100 > 100 Skor (S) 1-10 2 5 8 10 0 5 10 0 5 10 0 5 10 2 4 6 8 10 Jumlah Bobot (B) 1-5 Nilai (S x B) 5 50 2 Pengaruh terhadap pelaksanaan operasional aktivitas (Tupoksi) Tidak berpengaruh Sedikit berpengaruh Sangat berpengaruh Tidak berpengaruh Sedikit berpengaruh Sangat berpengaruh Tidak berdampak Sedikit berdampak Sangat berdampak < 50 jt 4 40 3 Pengaruh terhadap keamanan dan keselamatan Dampak terhadap lingkungan 3 30 4 1 5 5 Biaya yang ditimbulkan > 50 jt < 100 jt >100 jt < 150 jt > 150 jt < 200 jt > 200 jt 2 8 135 Slide berikut membahas skala penilaian BMD berdasarkan tingkat pentingnya BMD. 20 Penilaian Tingkat Pentingnya BMD Level Penting Tinggi Sedang Rendah Nilai 101 – 150 51 – 100 0 .

kondisi BMD rusak berat tindakannya pemeliharaan berat dan atau penghapusan. kondisi rusak ringan tindakannya pemeliharaan sedang – berat.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 21 Kriteria Kondisi Jenis Barang Barang Bergerak Kondisi Baik (B) Indikasi Apabila kondisi barang tersebut masih dalam keadaan utuh dan berfungsi dengan baik Apabila kondisi barang tersebut masih dalam keadaan utuh tetapi kurang berfungsi dengan baik. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 77 . Tindakan terhadap BMD didasarkan pertimbangan ini yaitu bila BMD kondisi baik maka tindakannya adalahpemeliharaan. Untuk berfungsi dengan baik memerlukan perbaikan ringan dan tidak memerlukan penggantian bagian utama/ komponen pokok. sehingga tidak ekonomis untuk diadakan perbaikan/rehabilitasi. Rusak Ringan (RR) Rusak Berat (RB) Kriteria kondisi BMD barang bergerak dikelompokan dalam 3 kondisi: Baik (B). Rusak Ringan (RR) dan Rusak Berat (RB). Apabila kondisi barang tersebut tidak utuh dan tidak berfungsi lagi atau memerlukan perbaikan besar/penggantian bagian utama/ komponen pokok.

Apabila kondisi tanah tersebut karena sesuatu sebab tidak dapat dipergunakan dan/atau dimanfaatkan dan masih memerlukan pengolahan/perlakuan (misalnya pengeringan.. Rusak Ringan (RR) Rusak Berat (RB) Kriteria kondisi BMD barang tidak bergerak berupa bangunan dikelompokan dalam 3 kondisi: Baik (B). pengurugan.. erosi dan sebagainya. Apabila kondisi tanah tersebut tidak dapat lagi dipergunakan dan/atau dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya karena adanya bencana alam. kondisi BMD rusak berat tindakannya pemeliharaan berat dan atau penghapusan. perataan dan pemadatan) untuk dapat dipergunakan sesuai dengan peruntukannya. 78 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .. Tindakan terhadap BMD berupa barang bergerak didasarkan pertimbangan ini yaitu bila BMD kondisi baik maka tindakannya adalah pemeliharaan.. kondisi rusak ringan tindakannya pemeliharaan sedang – berat.Lanjutan Jenis Barang Barang Tidak Bergerak: Tanah Kondisi Baik (B) Indikasi Apabila kondisi tanah tersebut siap dipergunakan dan/atau dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya..PENGELOLAAN BARANG DAERAH 22 Kriteria Kondisi. Rusak Ringan (RR) dan Rusak Berat (RB).

. memerlukan pemeliharaan rutin dan perbaikan ringan pada komponen-komponen bukan konstruksi utama. Rusak Ringan (RR) Rusak Berat (RB) Kriteria kondisi BMD barang tidak bergerak berupa bangunan dikelompokan dalam 3 kondisi: Baik (B). kondisi rusak ringan tindakannya pemeliharaan sedang – berat. Apabila bangunan tersebut masih utuh.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 23 Kriteria Kondisi. kondisi BMD rusak berat tindakannya pemeliharaan berat dan atau penghapusan. Tindakan terhadap BMD berupa barang bergerak didasarkan pertimbangan ini yaitu bila BMD kondisi baik maka tindakannya adalah pemeliharaan. Rusak Ringan (RR) dan Rusak Berat (RB).. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 79 . Apabila bangunan tersebut tidak utuh dan tidak dapat dipergunakan lagi..Lanjutan Jenis Barang Barang Tidak Bergerak: Bangunan Kondisi Baik (B) Indikasi Apabila bangunan tersebut utuh dan tidak memerlukan perbaikan yang berarti kecuali pemeliharaan rutin...

kondisi BMD rusak berat tindakannya pemeliharaan berat dan atau penghapusan.. Tindakan terhadap BMD berupa barang bergerak didasarkan pertimbangan ini yaitu bila BMD kondisi baik maka tindakannya adalah pemeliharaan.Lanjutan Jenis Barang Barang Tidak Bergerak: Jalan dan Jembatan Kondisi Baik (B) Indikasi Apabila kondisi fisik barang tersebut dalam keadaan utuh dan berfungsi dengan baik. 80 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . kondisi rusak ringan tindakannya pemeliharaan sedang – berat.. Apabila kondisi fisik barang tersebut dalam keadaan tidak utuh/tidak berfungsi dengan baik dan memerlukan perbaikan dengan biaya besar. Rusak Ringan (RR) dan Rusak Berat (RB).PENGELOLAAN BARANG DAERAH 24 Kriteria Kondisi.. Rusak Berat (RB) Kriteria kondisi BMD barang tidak bergerak berupa jalan dan jembatan dikelompokan dalam 3 kondisi: Baik (B)... Rusak Ringan (RR) Apabila kondisi fisik barang tersebut dalam keadaan utuh namun memerlukan perbaikan ringan untuk dapat dipergunakan sesuai dengan fungsinya.

kapasitas dan bentuk yang memudahkan dalam hal pengadaan dan perawatan. kualitas. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 81 . tindakan-tindakan umum yang bisa dipertimbangkan untuk dilakukan dapat dijelaskan melalui slide disamping. (Standarisasi merupakan penentuan jenis barang dengan titik berat pada keseragaman. sehingga koordinasi dan sinkronisasi dalam kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan baik. Rencana kebutuhan barang milik daerah untuk satu tahun anggaran yang diperlukan oleh setiap SKPD. 26 Rencana Kebutuhan Barang • Perencanaan kebutuhan barang milik daerah disusun oleh masing-masing unit sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKASKPD) dengan memperhatikan standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah dan standarisasi harga yang telah ditetapkan oleh Kepala Daerah.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 25 Matriks Alternatif Keputusan Penting\ Kondisi Baik (B) Rusak Ringan (RR) Pemeliharaan Sedang (PS) Rusak Berat (RB) Pemeliharaan Berat (PB) Penggantian (G) Pemeliharaan Berat (PB) Penggantian (G) Penghapusan (H) Tinggi (T) Pemeliharaan Ringan (PR) Sedang (S) Pemeliharaan Ringan (PR) Pemeliharaan Sedang (PS) Rendah (R) Pemeliharaan Ringan (PR) Pemanfaatan (M) Pemeliharaan Sedang (PS) Pemanfaatan (M) Pemindahtangan (P) Kemudian setelah mengetahui tingkat kepentingan BMD dan kondisi BMD bersangkutan. menyiapkan/ menyusun dan menghimpun: a. Pembantu pengelola melaksanakan koordinasi. yang berlaku untuk suatu jenis barang dan untuk suatu jangka waktu tertentu). Standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah dan standarisasi harga. Dalam perencanaan kebutuhan dan penganggaran barang daerah perlu adanya pemahaman dari seluruh satuan kerja perangkat daerah terhadap tahapan kegiatan pengelolaan barang milik daerah. dan b.

dan • Cara pengadaan. Dalam melakukan perencanaan kebutuhan barang dilaksanakan berdasarkan pertimbangan yaitu: 1. • Setelah APBD ditetapkan. 4. • Daftar kebutuhan barang daerah tersebut dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah. • Untuk menjaga tingkat persediaan barang milik daerah bagi setiap tahun anggaran bersangkutan agar efisien dan efektif. 2. • Standarisasi dan spesifikasi barang-barang yang dibutuhkan. • Berapa biaya. • Masing-masing SKPD menyusun Rencana Kebutuhan Barang dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang kemudian menyampaikan kepada pengelola melalui pembantu pengelola untuk meneliti dan menyusun menjadi Rencana Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RDKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD). • Berdasarkan rencana tahunan barang dari semua SKPD. • Setelah APBD ditetapkan setiap SKPD menyusun Daftar Rencana Tahunan Barang dan disampaikan kepada kepala daerah melalui pengelola. d. Adanya barang-barang yang rusak. Adanya peruntukan barang yang didasarkan pada peruntukan standar perorangan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 27 Pertimbangan Rencana Kebutuhan Barang • Untuk mengisi kebutuhan barang pada masing-masing Unit/Satuan Kerja sesuai besaran organisasi/jumlah pegawai dalam satu organisasi. Dimana dibutuhkan. e. dihapus. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 28 Pertimbangan Rencana Kebutuhan Barang Didasarkan atas beban tugas dan tanggungjawab masing-masing unit sesuai anggaran yang tersedia dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Barang apa yang dibutuhkan. b. • Setiap SKPD menyusun RKBarang dan RKPB. mati atau sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan penggantian. mati atau sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan penggantian. Siapa yang mengurus dan siapa yang menggunakan. Berapa biaya. dijual. diteliti dan dihimpun menjadi Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (DKBMD) untuk satu tahun anggaran. setiap SKPD menyusun Daftar Rencana Tahunan Barang dan disampaikan kepada kepala daerah melalui pengelola. Cara pengadaan. dan 5. hilang. Kegiatan perencanaan dan penentuan kebutuhan didasarkan atas beban tugas dan tanggungjawab masing-masing unit sesuai anggaran yang tersedia dengan memperhatikan halhal sebagai berikut: a. Untuk menjaga tingkat persediaan barang milik daerah bagi setiap tahun anggaran bersangkutan agar efisien dan efektif. • Berdasarkan rencana tahunan barang dari semua SKPD. 3. Alasan-alasan kebutuhan. c. • SKPD sebagai pengguna barang merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam RKA-SKPD sebagai bahan dalam penyusunan RAPBD. Barang apa yang dibutuhkan. diteliti dan dihimpun menjadi Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) untuk satu tahun anggaran. 29 Tahapan Kegiatan • Pengguna Barang merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam RKA-SKPD sebagai bahan dalam penyusunan RAPBD. • DKBMD tersebut sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah 82 . • Bilamana dibutuhkan. dan • Pertimbangan teknologi. Pertimbangan teknologi. disampaikan kepada Pengelola melalui pembantu pengelola untuk meneliti dan menyusun menjadi Rencana Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RDKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD). jika terjadi mutasi bertambah personil sehingga mempengaruhi kebutuhan barang. f. baik jenis. • Adanya peruntukan barang yang didasarkan pada peruntukan standar perorangan. dihapus. • Adanya barang-barang yang rusak. hilang. macam maupun jumlah dan besarnya barang yang dibutuhkan. • Dimana dibutuhkan. Bilamana dibutuhkan. • Siapa yang mengurus dan siapa yang menggunakan. • Alasan-alasan kebutuhan. jika terjadi mutasi bertambah personil sehingga mempengaruhi kebutuhan barang. Untuk mengisi kebutuhan barang pada masing-masing unit/satuan kerja sesuai besaran organisasi/jumlah pegawai dalam satu organisasi. dijual. dan g.

b. dan c. Penyelenggaraan pemeliharaan dapat berupa : a. jenis pekerjaan. pengotoran debu. Air dan kelembaban. waktu pelaksanaan dan pelaksanaannya.hari oleh unit pemakai / pengurus barang tanpa membebani anggaran. sifat barang yang bersangkutan dan sifat barang lain. c. Pemeliharaan sedang adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara berkala oleh tenaga terdidik/ terlatih yang mengakibatkan pembebanan anggaran. tetapi dapat diperkirakan kebutuhannya yang mengakibatkan pembebanan anggaran. banyaknya atau volume pekerjaan. banyaknya atau volume pekerjaan. Biologis. Lain-lainnya yang dapat mengakibatkan perubahan kualitas dan sifat-sifat lainnya yang mengurangi kegunaan barang. Pemeliharaan berat adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara sewaktu-waktu oleh tenaga ahli yang pelaksanaannya tidak dapat diduga sebelumnya. yang dengan tegas dan secara tertulis memuat macam/jenis barang. getaran dan tekanan. Penyelenggaraan pemeliharaan dimaksudkan untuk mencegah barang milik daerah terhadap bahaya kerusakan yang disebabkan oleh faktor: a. perkiraan biaya. Pemeliharaan merupakan kegiatan atau tindakan agar semua barang selalu dalam kedaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna. Fisik yang meliputi proses penuaan. yang dengan tegas dan secara tertulis memuat macam/jenis barang. menambah atau mengurangi bentuk maupun kontruksi asal. perkiraan biaya. jenis pekerjaan. tanpa merubah. waktu pelaksanaan dan pelaksanaannya. Cuaca.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 30 Rencana Pemeliharaan BMD • Penegasan urutan tindakan atau gambaran pekerjaan yang akan dilaksanakan terhadap barang inventaris. suhu dan sinar. d. dan e. benturan. Rencana pemeliharaan barang yaitu penegasan urutan tindakan atau gambaran pekerjaan yang akan dilaksanakan terhadap barang inventaris. b. sehingga dapat dicapai pendayagunaan barang yang memenuhi persyaratan baik dari segi unit pemakaian maupun dari segi keindahan. Pemeliharaan dilakukan terhadap barang inventaris yang sedang dalam unit pemakaian. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 83 . Pemeliharaan ringan adalah pemeliharaan yang dilakukan sehari.

perkiraan biaya. banyaknya atau volume pekerjaan. Harus memuat ketentuan mengenai macam/jenis barang. 2. Menjadi bahan dalam menyusun rencana APBD. khususnya Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang. waktu dan pelaksanaannya. Pelaksanaan pemeliharaan barang milik daerah dilaksanakan oleh pembantu pengelola. Setiap perubahan yang akan diadakan pada Rencana Pemeliharaan Barang harus dengan sepengetahuan Kepala SKPD yang bersangkutan. Setiap unit diwajibkan untuk menyusun rencana pemeliharaan barang dimaksud dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Setiap perubahan yang akan diadakan pada rencana pemeliharaan barang harus dengan sepengetahuan kepala SKPD yang bersangkutan. dengan demikian maka rencana tahunan pemeliharaan barang merupakan landasan bagi pelaksanaan pemeliharaan barang. 84 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . perkiraan biaya. jenis pekerjaan. banyaknya atau volume pekerjaan. Untuk rencana tahunan pemeliharaan barang bagi SKPD ditandatangani oleh kepala SKPD dan diajukan pada waktu dan menurut prosedur yang ditetapkan. dan 3. Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang disampaikan kepada pengelola melalui pembantu pengelola untuk dipergunakan sebagai pedoman selama tahun anggaran yang bersangkutan. jenis pekerjaan. sebelum diajukan kepada Pengelola melalui Pembantu Pengelola. Pelaksanaan pemeliharaan barang milik daerah ditetapkan dengan surat perintah kerja/surat perjanjian/kontrak yang ditandatangani oleh kepala SKPD.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 31 Ketentuan Rencana Pemeliharaan • Memuat ketentuan mengenai macam/jenis barang. sebelum diajukan kepada pengelola melalui pembantu pengelola. waktu dan pelaksanaannya • Sebagai bahan penyusunan Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang • Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang disampaikan kepada Pengelola melalui Pembantu Pengelola sebagai pedoman selama tahun anggaran yang bersangkutan • Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang SKPD ditandatangani oleh Kepala SKPD. pengguna dan kuasa pengguna sesuai dengan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (DKPBMD) yang ada di masing-masing SKPD.

...................................................... Kepala SKPD (... Slide ini menampilkan formulir Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) 33 UNIT : KAB/KOTA : PROVINSI : DAFTAR RENCANA PEMELIHARAAN BARANG UNIT (RKPBU) TAHUN ANGGARAN …........................ No Nama/Jenis Barang 2 Merk/Tipe Ukuran 3 Jumlah Barang 4 Harga Satuan (Rp) 5 Jumlah Biaya (Rp) 6 Kode Rekening 7 Keterangan 1 8 .............PENGELOLAAN BARANG DAERAH 32 KAB/KOTA PROVINSI DAFTAR RENCANA KEBUTUHAN BARANG UNIT (RKBU) TAHUN ANGGARAN ….......) NIP: ................................... Uraian Pemeliharaan 3 Lokasi Kode Barang 5 Jumlah Barang 6 Harga Satuan 7 Jumlah Biaya (Rp) 8 Kode Rekening 9 Keterangan No Nama/Jenis Barang 2 1 4 10 .........) NIP: ........... Kepala SKPD (...... Slide ini menampilkan formulir Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (RKPBU) HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 85 .....................

• Masuk dalam RAPBD. Fasilitator diminta untuk memperlajari baik-baik trainers note terlampir. sebagai dasar pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah. 86 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .Lanjutan Setelah keputusan ditetapkan. pembahasan di DPRD • Persetujuan DPRD. Latihan 5 Analisis Kebutuhan 35 Penganggaran • Susun RKBU dalam RKA –SKPD • Jabarkan kedalam program kegiatan. Setiap SKPD menyusun rencana kebutuhan barang dan rencana kebutuhan pemeliharaan barang kemudian menyampaikan kepada pengelola melalui pembantu pengelola untuk meneliti dan menyusun menjadi Rencana Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RDKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD). Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (DKBMD) dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (DKPBD). diteliti dan dihimpun menjadi Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) untuk satu tahun anggaran.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 34 Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran. ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. 1 dan 2.. Berdasarkan rencana tahunan barang dari semua SKPD. rencana kebutuhan barang SKPD disusun berdasarkan standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah yang ditetapkan kepala daerah (Pengelola bersama pengguna membahas usul rencana kebutuhan barang milik daerah/rencana kebutuhan pemeliharaan barang milik daerah masing-masing SKPD tersebut dengan memperhatikan data barang pada pengguna dan/atau pengelola untuk ditetapkan sebagai Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD) Setelah APBD ditetapkan.2. maka langkah selanjutnya adalah SKPD yang bersangkutan merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam RKA SKPD sebagai bahan dalam penyusunan RAPBD.2. penyesuaian dg Perda APBD • Persetujuan Sekda dan pengesahan oleh PPKD Satuan Kerja Perangkat Daerah sebagai pengguna barang merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) sebagai bahan dalam penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).. SKPD menyusun rencana kebutuhan barang unit (RKBU) dan rencana kebutuhan pemeliharaan barang unit (RKPBU). 36 Penganggaran.. Evaluasi MDN/GUB lalu Penetapan Perda APBD • Penyusunan DPA – SKPD. selaraskan dg KUA & PPAS • Masukkan kedalam RKA – SKPD pada format 2. pembantu pengelola menyusun Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (DKBMD) dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (DKPBMD).

Peraturan Kepala Daerah dan Keputusan Kepala Daerah dijadikan acuan dalam menyusun Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD). Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD) sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) masing-masing satuan kerja perangkat daerah sebagai bahan penyusunan rencana APBD. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 87 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH 37 Rencana Tahunan Barang Unit Pengadaan dan Pemeliharaan • Sebagai dasar pelaksanaan • Sebagai dasar pengawasan • Ditanda tangani Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah • Perubahan RTBU atas persetujuan Kepala Daerah • Kompilasi RTBU menjadi DKBPD (Daftar Kebutuhan Barang Pemerintah Daerah) yang meliputi : Belanja Pemeliharan dan Belanja Modal Perencanaan kebutuhan barang milik daerah disusun dalam rencana kerja dan anggaran satuan kerja perangkat daerah setelah memperhatikan ketersediaan barang milik daerah yang ada. Perencanaan kebutuhan pemeliharaan barang milik daerah disusun dalam Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) dengan memperhatikan data barang yang ada dalam pemakaian. Perencanaan kebutuhan dan pemeliharaan barang milik daerah berpedoman pada standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah dan standar harga yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 88 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH PANDUAN LATIHAN 4: Analisis Tingkat Pelayanan HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 89 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 90 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

Jumlah penduduk di tiap kecamatan dan kelurahan . (Diasumsikan target layanan ini dapat direalisasikan dalam jangka waktu 3 tahun) • Pada saat ini Kota Sukaraja sudah memiliki Puskesmas sebanyak 2 unit. Puskesmas dan kendaraan unit kesehatan • Kapasitas BMD: Puskesmas dapat melayani 5.500 jiwa/tahun 1 unit kendaraan pelayanan kesehatan: 1.Identifikasi BMD pendukung . baru dapat melayani 20% dari total masyarakat miskin Identifikasi Kebutuhan BMD • Menyiapkan data yang dibutuhkan: . kendaraan operasional sebanyak 4 unit.Jumlah kecamatan dan keluruhan .Berapa besar kapasitas BMD utama untuk melayani masyarakat . Tingkat layanan tsb dapat tercapai jika jumlah Puskesmas sebanyak 5 unit.000 jiwa/tahun HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 91 .Jumlah dan % penduduk miskin (termasuk ditiap kecamatan dan kelurahan) . dan kendaraan unit kesehatan masyarakat yang difungsikan untuk Puskesmas keliling sebanyak 5 unit.000 jiwa/tahun Puskesmas pembantu: 2.Jumlah penduduk .PENGELOLAAN BARANG DAERAH Latihan 4: Contoh Kasus Tingkat Pelayanan Dinas Kesehatan • Tujuan dan sasaran umum (jangka menengah) Dinas Kesehatan “Kota Sukaraja” adalah: Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan target layanan adalah masyarakat yang terakses pelayanan kesehatan sebesar 50% dari jumlah masyarakat miskin di Kota Sukaraja (RPJMD).Identifikasi BMD utama dalam pelayanan . Perlengkapan kantor 8 unit dan peralatan kesehatan dan kedokteran 7 set. dan belum memiliki kendaraan unit kesehatan. Kendaraan ambulan 1 unit. Dengan BMD yang dimiliki ini. peralatan komputer sebanyak 11 unit. Puskesmas pembantu 5 unit. Puskesmas pembantu 12. motor 5 unit.Berapa % masyarakat yang dapat dilayani dengan BMD yang ada • Memperkirakan jumlah dan harga perolehan BMD yang dibutuhkan dalam jangka menengah (3 tahun) dan dibreakdown dalam jangka satu tahunan • Buat daftar kebutuhan BMD Perkiraan Perhitungan Kebutuhan BMD • Jumlah kecamatan: 5 dan kelurahan 40 • Jumlah penduduk 600 ribu jiwa • Penduduk miskin sebanyak 20% dari jumlah penduduk atau 120 ribu jiwa • Tingkat layanan yang diinginkan 50% dari jumlah penduduk miskin atau 60 ribu jiwa • BMD utama untuk melayani kesehatan masyarakat adalah Puskesmas (tanah dan sedung) dan kendaraan unit kesehatan • BMD pendukung adalah perlengkapan dan peralatan untuk operasionalisasi kantor dinas.

000 orang = 5.000 orang 12. maka dibutuhkan: • Puskesmas 5 unit X 5.000 orang = 5.000 orang 92 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .000 orang • Puskesmas pembantu 12 unit X 2. baru dapat melayani 20% dari total masyarakat miskin. maka pertahun diharapkan ada peningkatan target pelayanan sebesar 10% atau 12.000 orang 130.000 orang = 2.000 orang • Kendaraan unit kesehatan 5 unit X 1.000 orang = 25.500 orang = 30.000 orang 60.000 orang – Puskesmas pembantu 2 unit x 2.000 masyarakat miskin (120.000 orang • Puskesmas pembantu 40 unit X 2.000 orang = 5. • Dengan BMD yang dimiliki saat ini.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Diprioritaskan di tiap kecamatan ada 1 Puskesmas dan 1 kendaraan unit kesehatan masyarakat serta tiap kelurahan ada 1 Puskesmas pembantu • Puskesmas 5 unit X 5.500 orang = 100. sehingga untuk mencapai tingkat 50% masih harus ditingkatkan sebesar 30% • Jika target pelayanan diharapkan dapat terealisir dalam 3 tahun.000 orang Untuk dapat melayani 60 ribu jiwa penduduk miskin.500 orang = 5. 12 Puskesmas pembantu dan 5 kendaraan unit kesehatan.000 orang – Kendaraan unit kesehatan 2 unit x 1.000 orang Maka kebutuhan BMD utama untuk mencapai target pelayanan dalam jangka waktu 3 tahun adalah 5 Puskesmas.000 orang • Kendaraan unit kesehatan 5 unit X 1.000 x 10%) • Maka BMD utama yang dibutuhkan tiap tahun adalah: – Puskesmas 1 unit x 5.000 orang = 25.

000 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 93 .000 Kendaraan Unit Kesehatan Station Wagon 5 450.000 Bangunan Puskesmas 250 m2 5 1.000.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Daftar Kebutuhan BMD SASARAN (TINGKAT PELAYANAN) Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan target layanan adalah masyarakat yang terakses pelayanan kesehatan sebesar 50% dari jumlah masyarakat miskin di Kota Surakarta KEBUTUHAN BMD Nama/Jenis Barang Merk/Tipe/Ukuran Jumlah Barang Pagu Indikatif Tanah Puskesmas 300 m2 5 300.000.000.000.

Kode Nama/Jenis Barang Barang Gedung Puskesmas 1 Merk/Tipe/ Ukuran 250 m2 Tingkat Penting* Tinggi Kondisi** Alternatif Keputusan Pemeliharaan Ringan RR Gedung Puskesmas 2 300 m2 Tinggi RB Pemeliharaan Berat 94 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .PENGELOLAAN BARANG DAERAH Kondisi Existing BMD SASARAN (TINGKAT PELAYANAN) Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan target layanan adalah masyarakat yang terakses pelayanan kesehatan sebesar 50% dari jumlah masyarakat miskin di Kota Surakarta.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PANDUAN LATIHAN 5: Analisis Tingkat Kebutuhan

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

95

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

96

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Latihan 5 Existing BMD dan Analisis Tingkat Kesenjangan
Informasi dari Dinas Kesehatan Kota Sukaraja: 1. Tujuan dan sasaran umum Dinas Kesehatan Kota Sukaraja adalah Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan target layanan adalah masyarakat yang terakses pelayanan kesehatan sebesar 50% dari jumlah masyarakat miskin di Kota Sukaraja. Untuk mencapai tersebut target layanan tersebut dirumuskan indikator kinerja untuk Barang Milik Daerah sebagai berikut: a. Jumlah Puskesmas dan perangkatnya sebanyak 5 unit b. Jumlah Puskesmas pembantu dan perangkatnya sebanyak 12 c. Jumlah kendaraan unit kesehatan masyarakat yang difungsikan untuk Puskesmas keliling sebanyak 5 unit 2. Pada saat ini Dinas Kesehatan Kota Sukaraja sudah memiliki Puskesmas sebanyak 2 unit, Puskesmas pembantu 5 unit, dan belum memiliki kendaraan unit kesehatan. Kendaraan ambulan 1 unit, kendaraan operasional sebanyak 4 unit, kendaraan bermotor roda dua 5 unit, peralatan komputer sebanyak 10 unit, laptop 1 unit, perlengkapan kantor, poliklinik set dan peralatan kedokteran. Untuk data barang milik daerah yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kota Sukaraja saat ini berdasarkan hasil inventarisasi barang yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: a. Tanah 1) Tanah bangunan kantor dinas kesehatan (01.01.11.04.01) yang terletak di Jalan Slamet Riyadi dengan luas 3.000 m2, digunakan untuk lokasi kantor dinas kesehatan. Tanah diperoleh pada tahun 1980 dengan harga perolehan Rp. 500.000.000 dengan No. sertifikat S-7648373 2) Tanah bangunan Puskesmas (01.01.11.04.12) dengan perincian: a) Di Kecamatan Banjarsari dengan luas 750 m2 diperoleh dengan harga Rp. 75.000.000 pada tahun 1985 (Reg. 0001) dengan No. sertifikat S-7748303. b) Di kecamatan Jebres dengan luas 400 m2 diperoleh dengan harga Rp. 40.000.000 pada tahun 1989 (Reg. 0004) dengan No. sertifikat S-6644373 c) Untuk Puskesmas pembantu dengan perincian sebagai berikut: (1) Di Kelurahan Kadipiro dengan luas 200 m2 diperoleh dengan harga Rp. 25.000.000 pada tahun 1987 (Reg. 0002) dengan No. sertifikat S-4648973 (2) Di Kelurahan Kepatihan dengan luas 150 m2 diperoleh dari hibah dari perorangan pada tahun 1990 (Reg. 0005) dan dinilai dengan harga pasar sebesar Rp. 17.500.000 dengan No.sertifikat S-6644303 (3) Di Kelurahan Jagalan dengan luas 175 m2 dengan harga perolehan Rp. 20.000.000 pada tahun 1995 (Reg. 0007) dengan No. sertifikat S-8646333 (4) Di Kelurahan Mangkubumen dengan luas 135 m2 dengan harga perolehan Rp 15.000.000 pada tahun 1988 (Reg. 0003) denganNo. sertifikat S-5688379 (5) Di Kelurahan Sumber dengan luas 145 m2 dengan harga perolehan Rp. 18.000.000 pada tahun 1992 (Reg. 0006) dengan No. sertifikat S-6645343

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

97

01) sejumlah 10 unit dengan rincian: (1) 5 unit dengan merk Acer (Reg.639857. 0001) dan ditempatkan di Puskesmas Banjarsari. 350. 10. 0004).01. namun ada 2 unit yang tidak digunakan secara optimal (jarang digunakan).03.500.000. 75.08. b) Sedan (02.05. BPKB A. No.5384768. 4) Poliklinik Set (02. 0001-005) diperoleh dengan harga Rp. (Reg. 98 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .01.000 (Reg. 2 unit rusak ringan dan 1 unit rusak berat.04.01. 2) Komputer dan perlengkapannya. Kondisi saat ini rusak berat karena tabrakan dan sudah satu tahun tidak digunakan.03.01).000.4367381-5. kursi dan lemari kantor (02. Kondisi 5 unit Baik. No.01.06. 3 unit baik. 52.01. Kondisi barang 6 Set dalam keadaan baik dan 1 set tidak terpakai. 65. Satu dengan kondisi rusak ringan dan satunya kondisi baik (2) 1 unit merk Daihatsu Zebra diperoleh pada tahun 2000 dengan harga perolehan Rp.000. merk Toyota Corolla Altis yang digunakan oleh Kepala Dinas.000 per unit pada tahun 2000. No.000 per unit pada tahun 2005. 3 unit kondisi baik dan 2 unit kondisi rusak berat.02. 15.000. 85. 7. BPKB A.01.02. Kondisi rusak ringan. 1 unit rusak ringan dan 1 unit rusak berat.000.PENGELOLAAN BARANG DAERAH b. ada 7 set: 2 set di Puskesmas dan 5 set di Puskesmas pembantu dengan total harga perolehan Rp.01.01) merk Kijang merupakan hibah dari Departemen Kesehatan pada tahun 2000 (Reg. Kondisi baik. Kondisi barang 6 Set dalam keadaan baik dan 1 set tidak terpakai (TG/tidak digunakan) 5) Peralatan kedokteran (02.000.000 pada tahun dioperasikannya kantor dinas. Semua dalam kondisi baik. masing-masing diperoleh pada tahun dioperasikannya Puskesmas dan Puskesmas pembantu tersebut. d) Kendaraan bermotor beroda dua (02. a) PC unit (02. 0001-0005) dengan harga perolehan Rp.06.08.01. Diperoleh pada tahun 2003 (Reg. ada 7 set dengan merk Medica: 2 set di Puskesmas dan 5 set di Puskesmas pembantu dengan total harga perolehan Rp. 0001) diperoleh dengan harga Rp. 250.500.01) sebanyak 5 unit dengan merk Honda Supra yang dibeli tahun 2004 (Reg.000.000.000. c) Station wagon (02.03.03) meliputi: (1) 2 unit merk Suzuki Futura diperoleh pada tahun 1992 dengan harga perolehan Rp.000. Kendaraan ini dinilai sebesar Rp.01. Peralatan dan Mesin 1) Kendaraan a) Ambulan (02.02) dengan merk Toshiba (Reg. No. BPKB A. Kondisi baik 3) Perlengkapan Kantor berupa meja. (3) 1 unit merk Toyota Kijang diperoleh pada tahun 2003 dengan harga perolehan Rp.7649876.0000.8563873.03. 0006-010) diperoleh dengan harga Rp.03.000. No. BPKB A. 0001) dengan harga perolehan Rp.000.01-10) dengan merk Olimpic yang digunakan di kantor dinas dan Puskesmas-Puskesmas pembantu sebanyak 8 unit dengan total harga perolehan Rp.01-10). 150.01-10).8658736-7. (Reg. 0003). masingmasing diperoleh pada tahun dioperasikannya Puskesmas dan Puskesmas pembantu tersebut. 190. BPKB C. No.04. 80. Kondisi kendaraan. b) 1 unit laptop (02. (2) 5 unit dengan merk IBM (Reg. Kondisi saat ini rusak ringan.01-07.000.000.000 pada tahun 2006. BPKB A.03.000.0000.13. 0001-0002).06. Puskesmas dan Puskesmas pembantu tersebut.

0004) dan dinilai dengan harga pasar sebesar Rp.01) dibangun diatas tanah pada No a. peserta diminta untuk: 1.01. Kondisi bangunan baik. (5) Di Kelurahan Sumber dengan luas 120 m2 dibeli dengan harga perolehan Rp.000 pada tahun 1995 (Reg. 65. Melakukan analisis kondisi existing BMD 2.11.01. 35. Dinas Kesehatan Kota Sukaraja baru dapat melayani 20% dari total masyarakat miskin. 0003). 0001). 0002). Kondisi bangunan rusak berat dan sudah satu tahun yang lalu tidak digunakan lagi. Melakukan analisis kesenjangan antara kondisi existing BMD dengan kebutuhan untuk satu tahun 4. (3) Di Kelurahan Jagalan dengan luas bangunan 125 m2 dibeli dengan harga perolehan Rp. Kondisi bangunan baik. Kondisi bangunan rusak ringan.01.000 pada tahun 1985 (Reg.PENGELOLAAN BARANG DAERAH c. luas bangunan 5000 m2 dibangun dengan harga perolehan Rp 1. Di asumsikan target layanan ini dapat terealisasikan dalam jangka waktu 3 tahun. (4) Di Kelurahan Mangkubumen dengan luas bangunan 110 m2 dibangun dengan harga perolehan Rp 50. 55.500. 0005). Membuat rancangan kebutuhan BMD dan anggaran HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 99 .350.000. Kondisi bangunan baik c) Untuk Puskesmas pembantu dengan perincian sebagai berikut: (1) Di Kelurahan Kadipiro dengan luas bangunan 150 m2 dibeli dengan harga Rp.000 yang digunakan untuk pengadaan dan pemeliharaan BMD. Berdasarkan data tersebut di atas.000 pada tahun 1995 (Reg.000.000 pada tahun 1987 (Reg. Kondisi bangunan rusak ringan. 3.10) dengan perincian a) Di Kecamatan Banjarsari dengan luas bangunan 500 m2 dibeli dengan harga Rp.000. 250.1) pada tahun 1981 (Reg. 0007). 2) Bangunan Puskesmas (03. Melakukan analisis kebutuhan untuk satu tahun 3.000.000.000. Gedung dan Bangunan 1) Gedung permanen 2 tingkat beton (03.06.000. 0001). Dengan BMD yang dimiliki sebagaimana tersebut di atas.000.000.11.000 pada tahun 1990 (Reg. b) Di Kecamatan Jebres dengan luas bangunan 300 m2 dibangun dengan harga Rp 150.000. Pagu indikatif BMD untuk satu tahun adalah Rp. 4. 87. 0006). Kondisi bangunan rusak berat. 2. Kondisi bangunan baik.500.000 pada tahun 1990 (Reg. (2) Di Kelurahan Kepatihan dengan luas 100 m2 diperoleh dari hibah dari perorangan pada tahun 1990 (Reg.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 100 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

Evaluasi dan Penutup Tujuan: • Peserta mampu merangkum secara cepat tentang apa yang telah diberikan selama dua hari. • Melengkapi formulir-formulir isian.PENGELOLAAN BARANG DAERAH SESI 6 Transfer Pembelajaran. • Peserta mampu melakukan refleksi terhadap materi pelatihan yang diberikan dan seberapa jauh pemahaman ini menambah pengetahuan mereka tentang pengelolaan barang daerah. terutama untuk topik-topik hari kedua. Materi: • Power Point Slide • Lembar Post-test • Lembar Transfer Pembelajaran • Lembar Evaluasi Penyelenggaraan Pelatihan Waktu: ± 30 menit Metode: • Tanya Jawab. dan tindak lanjut yang akan dilakukan (20 menit) • Mengisi lembar evaluasi dan menampung masukan lain secara lisan (± 5 menit) • Penutupan lokakarya (± 5 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 3 SESI 6: TRANSFER PEMBELAJARAN EVALUASI DAN PENUTUP 101 . • Peserta dan fasilitator mampu melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan lokakarya. Alur: • Menggunakan formulir transfer pembelajaran bersama-sama melakukan refleksi terhadap pemahaman materi yang telah dibahas selama 2 hari.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 102 HARI 3 SESI 6: TRANSFER PEMBELAJARAN EVALUASI DAN PENUTUP .

fasilitator bisa meminta beberapa wakil dari peserta untuk menyampaikan kesan-kesannya tentang penyelenggaraan pelatihan secara keseluruhan. Peserta akan dapat melihat langsung adanya tingkat pemahaman yang lebih baik tentang anggaran kinerja setelah mengikuti pelatihan ini. Tampilkan hasil dari Post-Test yang dibandingkan dengan hasil Pre-Test untuk melihat sejauh mana perubahan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Jika waktu yang tersisa tidak banyak. Post Test dan Pre-Test memuat pertanyaan yang sama.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 38 Post-Test Bagikan lembar (formulir) Post-Test kepada peserta. Berikan waktu sekitar 5-10 menit pada peserta untuk mengisinya. Rangkum hasil Post-Test dan bandingkan dengan hasil PreTest yang telah dirangkum sebelumnya (keduanya dalam bentuk %). Untuk panduan yang lebih lengkap. Minta peserta untuk mengisinya secara individu. silahkan ikuti petunjuk dalam trainers note. HARI 3 SESI 6: TRANSFER PEMBELAJARAN EVALUASI DAN PENUTUP 103 . semoga! Bagikan lembar transfer pembelajaran kepada peserta. 39 Transfer Pembelajaran 40 Evaluasi Penutup Bagikan lembar evaluasi kepada peserta dan minta peserta untuk mengisinya (berikan waktu 5 menit).

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 104 HARI 3 SESI 6: TRANSFER PEMBELAJARAN EVALUASI DAN PENUTUP .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH LAMPIRAN LAMPIRAN 105 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 106 LAMPIRAN .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lampiran 1 TOR: Lokakarya Dasar Pengelolaan Barang Daerah dan Rencana Pengelolaan BMD Koordinator Acuan Rencana Kerja Tanggal dan Lokasi Tujuan Finance & Budget Specialist (FBS) Rencana kerja kota/kabupaten Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan Pemahaman. Pengetahuan dan Ketrampilan dalam hal: 1.Pembinaan.Pemindahtanganan .Inventarisasi Barang Daerah . dan pengendalian • Penatausahaan Barang Daerah. meliputi: . pengawasan.Pemanfaatan .Penilaian .Perencanaan kebutuhan dan penganggaran . meliputi: • Aset Daerah dan Barang Daerah • Pengelolaan Barang Daerah.Penatausahaan . tujuan dan manfaat Rencana Pengelolaan Aset • Langkah-langkah penyusunan Rencana Pengelolaan Aset • Analisis kebutuhan dan analisis gap Untuk mencapai tujuan tersebut lokakarya ini akan dilaksanakan selama 3 hari kerja. • Memahami pengertian Aset Daerah dan Barang Daerah • Memahami Pengelolaan Barang Daerah • Memahami Penatausahaan Aset • Mampu meregister Barang Daerah (kode lokasi dan kode barang) • Mampu menyusun Inventarisasi Barang Daerah • Mampu menyusun Pelaporan Barang Daerah • Memahami dan mampu menyusun Rencana Pengelolaan BMD Pengukuran Tujuan LAMPIRAN 107 . Dasar Pengelolaan Barang Daerah (Basic Asset Management).Pengkodean Barang Daerah . Penyusunan Rencana Pengelolaan Aset (Asset Management Plan): • Pengertian.Pelaporan Barang Daerah 2.Penggunaan .Penghapusan . Setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan peserta akan mampu. meliputi: .Pengadaan .Pengamanan dan pemeliharaan .

Laporan Mutasi Barang.F. Lembar Pre -Post Test 2. Daftar kode barang 6. KIR. Kunci Jawaban Latihan 7. Daftar Usulan Barang yang Akan Dihapus.Kodefikasi VII : Latihan 3 . Buku Inventaris Barang (peserta membawa buku inventaris barang masing-masing) 3. Rekap Daftar Mutasi Barang. Daftar Barang Milik Daerah yang Digunausahakan 4. Pengurus dan Penyimpan Barang Daerah SKPD Jumlah peserta lokakarya adalah maksimal 40 orang Minimal fasilitator terdiri dari : FBS dan 2 orang Service Providers Desain Pengaturan tempat: Ruangan terdiri dari 5. Buku Inventaris.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lanjutan Lampiran 1 Sasaran Peserta Jumlah Peserta Fasilitator Desain dan Ringkasan Materi Peserta lokakarya adalah Pengguna. bersangkutan ) 5.8 kelompok meja Ringkasan Materi Hari 1 & 2 I : Pembukaan/registrasi II : Presentasi Definisi Aset dan Barang Daerah III : Latihan 1 . Inventarisasi dan Pelaporan Hari 3 I : Pengertian Rencana Pengelolaan BMD II : Langkah Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD III : Analisis Tingkat Pelayanan dan Analisis kebutuhan IV : Latihan : Analisis Tingkat Pelayanan dan Analisis kebutuhan Bahan Pendukung Bahan-bahan pendukung dalam penyelenggaraan lokakarya ini adalah sebagai berikut: 1.Pembukuan. Daftar kode lokasi (kecamatan dan SKPD – selektif sesuai Provinsi dan kota/kab.Mengidentifikasi Aset dan Barang Daerah IV : Presentasi Pengelolaan Barang Daerah V : Presentasi Penatausahaan VI : Latihan 2 . Kartu Inventaris Barang A . Rekap Buku iInventaris. Contoh Perda dan Juknis Inventarisasi BMD 108 LAMPIRAN . Daftar Mutasi Barang.

........................... Pengelolaan Aset ....30 – 11......................... 12....................00 – 13.....................15 10.. 08.......30 Latihan 1: Analisis Tingkat Pelayanan ...............................30 – 09.......................................30 – 08....00 09....................................45 09.......00 – 15.. 13...........00 Istirahat .15 – 10.00 – 09..............00 12..............45 15......................15 – 09............................ Penatausahaan ........................................................................00 – 13...........45 – 09.......................00 – Hari Ketiga: Penyusunan Rencana Pengelolaan Aset Pendaftaran . Rehat .00 15... 09. 10.............. 15..................30 08...................................00 – 13...............15 10........................ 10. Hari Kedua: Pendaftaran .................... Pemanfaatan ........................................................... Pengkodean .........45 – 16.....................30 Latihan 2 : Analisis Kebutuhan ........30 15................ Rehat Kopi dan Penutup ...... Aset Daerah dan Barang Daerah .......................30 – 15...............15 Contoh Kasus .......00 13.................. Reviu Materi Hari I ........... Latihan 3: Pembukuan.................45 – 10.................... Perencanaan Kebutuhan ..................................15 – 10.................................00 – 10..................................00 – 14...........00 – 15........................................................... Transfer Pembelajaran ............... Penatausahaan: Inventarisasi ............. 09..00 – 14.............................................00 – 10........00 – 09...................15 – 12.......30 10..00 – 08....15 09........ Rehat Kopi dan Penutup ..... Post test ....................................... Istirahat ...................00 Rehat dan Penutup ..................................... Sasaran Lokakarya ...............30 – 09...........30 LAMPIRAN 109 ....00 09.....................PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lanjutan Lampiran 1 Agenda Tentatif Agenda : Hari Pertama Pendaftaran ....00 Penilaian Kondisi BMD .................. Pembahasan Latihan 3 .......... Pre test .....................................................................15 10.......00 Presentasi Rencana Pengelolaan BMD ....30 – 10.00 13..........30 – 10.... 14......15 – 11.....................30 – 12............................ Latihan 1: Identifikasi Aset .. Inventarisasi dan Pelaporan ....00 15...00 – 09...............30 09......................................00 16....................................................................... Pembukaan ........................00 14....45 Penjelasan Tujuan......00 – 15...............................30 11...... Istirahat .....................00 Rehat Kopi............. Latihan 2: Pengkodean ......... 08.30 – 12.............30 – 15...........................................00 – 08.......30 Langkah Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD ................................. Rehat Kopi ........00 – 15................. 08........ 10.......................................................00 10..00 12.....................

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 110 LAMPIRAN .

7: jawaban “c” Pertanyaan No. Membandingkan pemahaman peserta sebelum mengikuti lokakarya dan setelah mengikuti lokakarya mengenai Dasar Pengelolaan Barang Daerah 2. Peserta mengisi Post Test pada hari terakhir setelah semua materi selesai disampaikan. bisa menggunakan plastik transparan atau file elektronik yang nantinya bisa ditayangkan menggunakan slide. Fasilitator menghitung jumlah jawaban Post Test yang benar dan salah pada tabel. sebelum mengikuti lokakarya dan setelah mengikuti lokakarya. Fasilitator menghitung jumlah jawaban peserta yang benar dan salah kemudian menuliskan hasilnya pada tabel. Fasilitator menayangkan hasil Pre Test dan Post Test pada slide. Fasilitator menyiapkan tabel hasil Pre Test dan Post Test. Penayangan untuk menunjukkan hasil perubahan pemahaman peserta terhadap materi. 5. 6. pada kolom “Post Test” (tabel yang digunakan adalah tabel yang sudah diisi dengan hasil Pre Test). 2. pada kolom “Pre Test”. Hasil perbandingan tersebut untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan lokakarya dalam memberikan pemahaman materi kepada peserta Waktu: 10 menit Proses: 1. Kunci Jawaban: Pertanyaan No 1: jawaban “e” Pertanyaan No 2: jawaban “d” Pertanyaan No 3: jawaban “c” Pertanyaan No 4: jawaban “c” Pertanyaan No 5: jawaban “b” Pertanyaan No.9: jawaban “b” Pertanyaan No. 3. Peserta mengisi Pre Test pada hari pertama sebelum pembahasan materi lokakarya dimulai.6: jawaban “b” Pertanyaan No.8: jawaban “a” Pertanyaan No. 4.10: jawaban “d” LAMPIRAN 111 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lampiran 2 Panduan Pre Test – Post Test Lokakarya Pengelolaan Barang Daerah Tujuan: 1.

Kepala SKPD sebagai pengguna barang daerah d. pemeliharaan dan penghapusan 5. Pengguna barang diwajibkan melakukan investasi minimal sekali dalam setahun b. 6 Tahun 2006 c. Kepala Biro/Bagian Perlengkapan/Umum sebagai kuasa pengguna 4. Barang yang diperoleh dari hasil kekayaan alam 3. Inventarisasi barang persediaan dan konstruksi dalam pengerjaan dilakukan minimal sekali dalam setahun c. inventarisasi d. Pernyataan yang benar di bawah ini adalah: a. 14 digit c. pengawasan dan pengendalian c. PP No. penganggaran dan pengadaan b.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Pre Test dan Post Test 1. Pengguna barang menyampaikan laporan inventarisasi kepada pengelola barang lambat enam bulan setelah inventarisasi 112 LAMPIRAN . kecuali: a. Penatausahaan barang daerah meliputi: a. Barang yang diperoleh dari hibah c. Pembukuan. Dalam pengelolaan barang daerah: a. Semua salah 2. UU No. 13 digit d. Berikut ini dasar hukum pengelolaan barang daerah. Barang yang diperoleh dari pelaksanaan perjanjian/kontrak d. 1 Tahun 2004 d. Pengelola barang melakukan inventarisasi tanah dan bangunan dalam penguasaannya minimal sekali dalam setahun d. Berapakah jumlah digit kode lokasi dan kode barang: a. Barang yang dibeli atau diperoleh dari beban APBD b. Pengaman. Kepala daerah sebagai pengelola barang daerah b. Yang dimaksud barang daerah adalah: a. Permendagri No. 15 digit 6. Sekda sebagai pemegang kekuasaan barang daerah c. Perencanaan kebutuhan. 12 digit b. Pembinaan. 17 Tahun 2007 b.

kecuali: a. Penyimpanan bukti kepemilikan barang daerah dilakukan oleh: a. Hibah c.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 7. kecuali: a. Pinjam pakai c. Penyertaan modal daerah d. Penyimpan barang daerah 10. Pengguna barang daerah d. Pengamanan pembiayaan b. Bentuk pemanfaatan barang daerah meliputi. Pinjam pakai LAMPIRAN 113 . Tukar menukar b. Pengamanan fisik d. kecuali: a.Bentuk pemindahtangan barang daerah meliputi. Pengurus barang daerah b. Penjualan d. Pengamanan administrasi c. Pengelola barang daerah c. Bangun guna serah 8. Dalam hal pengamanan barang daerah meliputi. Sewa b. Pengamanan hukum 9.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 114 LAMPIRAN .

Pelatih dapat membantu peserta untuk melakukan transisi yang baik dari dunia belajar ke dunia nyata melalui beberapa latihan perencanaan yang sederhana. Komitemen untuk belajar dan melakukan perubahan pada penutupan lokakarya dapat membantu peserta mengatasi keengganan belajar dalam diri mereka dan di lingkungan kerja mereka. Latihan ini lebih banyak dikerjakan secara individu dengan sedikit tukar pikiran. Proses: Mulailah dengan memberikan waktu sekitar 10 menit pada peserta untuk membaca dan menjawab kuesioner berikut secara individu. menuangkannya dalan sebuah rencana nyata dan mendapatkan komitmen pribadi dari peserta. Catatan bagi pelatih: Secara umum tujuan dari setiap pelatihan adalah untuk memperbaiki/meningkatkan cara orang mengerjakan sesuatu dengan memperlihatkan cara yang lebih baik. Sesungguhnya keberhasilan suatu pelatihan dapat diukur dengan besarnya perubahan positif dan perkembangan diri yang terjadi selama pelatihan dan setelah pelatihan berakhir.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lampiran 3 Transfer Pembelajaran Waktu yang dibutuhkan: 15 menit Tujuan: Latihan ini bertujuan membantu peserta menuangkan pengalaman belajar yang diperoleh dalam lokakarya ini ke dalam kegiatan mereka sehari-hari sebagai pembuat kebijakan dan pegawai Pemda. minta mereka untuk secara cepat bertukar pikiran dengan rekan satu meja mengenai dua atau tiga hal yang akan mereka lakukan dengan berbeda dalam pekerjaan mereka berdasarkan apa yang telah mereka pelajari tentang daerah mereka sendiri serta dari lokakarya. Setelah selesai mengisi kuesioner. Fokus dari latihan ini adalah untuk membangkitkan semangat. LAMPIRAN 115 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Kuesioner Transfer Pembelajaran

Luangkan waktu sejenak untuk merefleksikaan materi yang Anda pelajari ide-ide baru yang Anda dapatkan dalam lokakarya ini, dan bagaimana pendapat Anda tentang semua itu. Pada tempat yang telah disediakan di bawah ini, tuliskan satu atau dua kalimat untuk menggambarkan hal-hal menarik yang Anda pelajari tentang diri Anda sendiri selama lokakarya ini. _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ Berdasarkan apa yang Anda pelajari mengenai diri Anda sendiri dan berbagai kemungkinan perubahan yang dibahas dalam lokakarya ini, sebutkan dua atau tiga hal yang akan Anda lakukan berbeda berkaitan dengan penggunaan informasi dalam Permendagri 17/2007. _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ Terakhir, hambatan apa yang diperkirakan akan Anda temui yang berasal dari dalam diri Anda atau lingkungan kerja Anda ketika Anda berusaha menerapkan perubahanperubahan ini? Apa tindakan Anda untuk mengatasi atau meminimalkan hambatan tersebut? Hambatan yang mungkin dihadapi

Cara mengatasi hambatan tsb.

116

LAMPIRAN

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Lampiran 4

Evaluasi Lokakarya Dasar Pengelolaan Barang Daerah untuk Kota/Kabupaten ................

Materi Presentasi buruk kurang baik Latihan buruk

sedang

baik

sangat baik

kurang baik

sedang

baik

sangat baik

Bahan Bacaan buruk kurang baik Ruang Pertemuan buruk kurang baik Makanan buruk

sedang

baik

sangat baik

sedang

baik

sangat baik

kurang baik

sedang

baik

sangat baik

Komentar tentang hal-hal diatas?

Saran untuk perbaikan?

LAMPIRAN

117

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Lampiran 5

CD Berisi Form-form yang Digunakan (silahkan lihat di dalam CD)

118

LAMPIRAN

Glossary/Daftar Istilah . Permendagri 17/ 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah (dalam CD) REFERENSI 119 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH REFERENSI: .Peraturan terkait Pengelolaan Barang Daerah.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 120 REFERENSI .

kewajiban pihak ketiga dan sumbangan pihak lain. menyiapkan Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) serta Laporan Inventarisasi 5 (lima) tahunan yang berada di SKPD kepada pengelola. mengatur pelaksanaan pemanfaatan. penghapusan dan pemindah tanganan BMD. menyalurkan dan melaporkan barang milik daerah. yang menyebutkan dengan jelas jenis jumlah dan keterangan lain yang diperlukan. menyimpan. yang berlaku untuk suatu jenis barang dan untuk suatu jangka waktu tertentu Pengelola Barang bertugas menetapkan penyimpan dan pengurus barang. wakaf. melakukan pengawasan dan pengendalian atas pengelolaan BMD. swadaya. Kartu Inventaris Ruangan (KIR). sesuai kodefikasi dan penggolongan BMD. besaran harganya sama seperti meja dan kursi jumlahnya 150. kapasitas dan bentuk yang memudahkan dalam hal pengadaan dan perawatan. Buku Inventaris (BI) dan Buku Induk Inventaris (BIl). pencatatan terhadap barang yang sejenis. Nomor Register merupakan nomor urut pencatatan dari setiap barang. Standarisasi merupakan penentuan jenis barang dengan titik berat pada keseragaman. meneliti dan menyetujui rencana kebutuhan dan rencana pemeliharaan BMD. Barang Inventaris adalah seluruh barang yang dimiliki oleh pemerintah daerah yang penggunaannya lebih dari satu tahun dan dicatat serta didaftar dalam Buku Inventaris Stock Opname adalah perhitungan barang. untuk selanjutnya dibuatkan Berita Acara perhitungan barang yang ditandatangani oleh penyimpan barang. ditulis: 0001 s/d 0150. menyiapkan usulan penghapusan barang milik daerah yang rusak atau tidak dipergunakan lagi Kodefikasi adalah pemberian pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik pemerintah daerah yang menyatakan kode lokasi dan kode barang.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Daftar Istilah/Singkatan Barang Milik Daerah adalah barang yang berasal/dibeli dengan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau sumbangan berupa pemberian. sedikitnya dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali. maka pencatatannya dapat dilakukan dalam suatu format pencatatan dalam lajur register. DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN 121 . donasi. Penyimpan Barang bertugas menerima. tahun pengadaan sama. kualitas. hadiah. hibah. Pengurus Barang bertugas mencatat seluruh BMD yang berada di masing--masing SKPD yang berasal dari APBD maupun perolehan lain yang sah kedalam Kartu Inventaris Barang (KIB).

Kartu Inventaris Barang (KIB) adalah kartu yang memuat data BMN yang digunakan untuk mengontrol BMN berupa Tanah. perlu dilengkapi dengan ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang sanksi terhadap pengelola. TGR/Tuntutan Ganti Rugi.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Bangun Guna Serah adalah pemanfaatan tanah dan/atau bangunan milik pemerintah daerah oleh Pihak Ketiga membangun bangunan siap pakai dan/atau menyediakan. Daftar Mutasi Barang memuat data barang yang berkurang dan/atau yang bertambah dalam suatu jangka waktu tertentu (1 semester dan 1 tahun). pembantu pengelola. menambah sarana lain berikut fasilitas diatas tanah tanah dan/atau bangunan tersebut dan mendayagunakannya selama kurun waktu tertentu untuk kemudian setelah jangka waktu berakhir menyerahkan kembali tanah dan bangunan dan/atau sarana lain berikut fasilitasnya tersebut kepada pemerintah daerah. DHPBMD: Daftar Hasil Pengadaan Barang Milik Daerah RKBMD: Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah RKPBMD: Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah DKBMD: Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah DKPMBD: Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah DBP: Daftar Barang Pengguna/Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP) 122 DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN . Gedung. Bangun Serah Guna adalah pemanfaatan tanah dan/atau bangunan milik pemerintah daerah oleh Pihak Ketiga dengan cara Pihak Ketiga membangun bangunan siap pakai dan/atau menyediakan/ menambah sarana lain berikut fasilitas diatas tanah dan/atau bangunan tersebut dan setelah selesai pembangunannya diserahkan kepada daerah untuk kemudian oleh pemerintah daerah tanah dan bangunan siap pakai dan/atau sarana lain berikut fasilitasnya tersebut diserahkan kembali kepada pihak lain untuk didayagunakan selama kurun waktu tertentu. Daftar Rekapitulasi Inventaris disusun oleh pengelola/pembantu pengelola dengan mempergunakan bahan dari rekapitulasi inventaris barang yang disampaikan oleh pengguna. Alat Angkutan Bermotor. dan penyimpan dan/ atau pengurus barang berupa Tuntutan Ganti Rugi yang karena perbuatannya merugikan daerah Daftar Inventaris Ruangan (DIR) adalah kartu yang memuat data BMN yang berada pada suatu ruangan yang berguna untuk mengontrol BMN yang bersangkutan. pengguna/kuasa pengguna. dalam rangka pengamanan dan penyelamatan terhadap barang milik daerah. serta Senjata Api. Daftar Inventaris Lainnya (DIL) adalah kartu yang memuat data BMN yang digunakan untuk mengontrol BMN yang tidak termasuk yang di-KIB-kan atau di DIR-kan.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH DBMD: Daftar Barang Milik Daerah LBMD: Laporan Barang Milik Daerah adalah laporan barang semesteran dan tahunan. LBKPS: Laporan Barang Kuasa Pengguna Smesteran LBPKT: Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan LBPS: Laporan Barang Pengguna Semesteran LBPT: Laporan Barang Pengguna Tahunan LBMD: Laporan Barang Milik Daerah Guna Susun: Peningkatan kualitas dan atau kapasitas DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN 123 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 124 DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN .

.

Meningkatkan efisiensi keuangan . aset. www. meningkatkan akuntabilitas atas penggunaan sumber daya dengan penghitungan kinerja dan keuangan. termasuk transaksi pembiayaan dan perhitungan. Mengapa diperlukan Pengelolaan Barang Daerah antara lain : • Adanya kejelasan Kepemilikan Barang Milik Daerah (BMD) • Inventarisasi kekayaan daerah dan masa pakai BMD • Optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan untuk peningkatan PAD • Antisipasi kondisi BMD dalam fungsi pelayanan publik • Pengamanan BMD • Dasar penyusunan neraca • Kewajiban untuk melaporkan kondisi dan nilai BMD secara berkala Keuntungan-keuntungan melaksanakan pengelolaan barang milik daerah dengan baik. aset tetap. menyediakan dasar untuk mengevaluasi keseimbangan layanan. pengenalan semua biaya dari kepemilikan atau pengoperasian aset melalui masa pakai aset tersebut. konsultasi formal atau persetujuan dengan pengguna tentang tingkat layanan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dan citra penyedia layanan.id .Pengelolaan Barang Daerah dan Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD (Barang Milik Daerah) Pentingnya melaksanakan pengelolaan dan perencanaan barang daerah dengan baik adalah untuk memastikan tersedianya pelayanan publik dan pelaporan penggunaan barang milik daerah. maupun aset lainnya. yaitu: Meningkatkan pengurusan dan akuntabilitas . pendapatan dan belanja. hutang. harga dan kualitas.or.dengan meningkatkan keahlian pengambilan keputusan berdasar pada biaya dan keuntungan dari beberapa alternatif.dengan cara menganalisis kemungkinan dan konsekuensi dari kegagalan aset. ekuitas dana.dengan cara meningkatkan pengertian pada kebutuhan layanan dan pilihan-pilhannya. justifikasi untuk program kerja ke depan dan kebutuhan pendanaannya. pengguna dan pihak yang terkait bahwa layanan yang dihasilkan adalah layanan yang efektif dan efisien.dengan menunjukkan kepada pemilik.lgsp. Meningkatkan manajemen risiko . Meningkatkan manajemen layanan . Informasi BMD memberikan sumbangan yang signifikan di dalam laporan keuangan (neraca) yaitu berkaitan dengan pos-pos persedian. Pertanggungjawaban atas BMD kemudian menjadi semakin penting ketika pemerintah wajib menyampaikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBD dalam bentuk laporan keuangan yang disusun melalui suatu proses akuntansi atas transaksi keuangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful