PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Pengelolaan Barang Daerah dan Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD (Barang Milik Daerah)
Panduan Pelatihan

Local Governance Support Program
Finance and Budgeting Team 2008
i

Jend. Panduan Pelatihan Pengawasan Anggaran oleh DPRD (Budget Oversight) 2.or. Panduan Pelatihan Penganggaran Kinerja Seri A 3.or. Bursa Efek Indonesia Gedung 1. Pelaksanaan Program dimulai pada tanggal 1 Maret 2005 dan berakhir tanggal 30 September 2009. Memaksimalkan Pendapatan Melalui Penerapan UU 34 5. Banten.id www. Penghitungan Biaya untuk Menetapkan Retribusi Tentang LGSP Local Governance Support Program merupakan program bantuan teknis yang mendukung tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) di Indonesia pada dua sisi. Departemen Keuangan. 52-53 Jakarta 12190. dan meningkat kemampuannya dalam memberikan pelayanan yang lebih baik serta mengelola sumber daya. pemerintah daerah dan organisasi masyarakat dalam wilayah provinsi target LGSP. Pendapat yang tertuang di dalam laporan ini tidaklah mencerminkan pendapat dari USAID. Jawa Timur.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Pengelolaan Barang Daerah dan Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD Buku lain pada Seri Keuangan & Penganggaran ini: 1. 497-M-00-05-00017-00 dengan RTI International. Dukungan kepada pemerintah daerah dimaksudkan agar pemerintah meningkat kompetensinya dalam melaksanakan tugas-tugas pokok kepemerintahan di bidang perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi. Sumatra Barat. Dukungan kepada DPRD dan organisasi masyarakat adalah untuk memperkuat kapasitas mereka agar dapat melakukan peran-peran perwakilan. Program LGSP didanai oleh United States Agency for International Development (USAID) dan dilaksanakan oleh RTI Internasional berkolaborasi dengan International City/ County Management Association (ICMA). boleh diperbanyak.lgsp. Mengevaluasi Pendapatan Pajak 6. atau diubah dengan syarat disebarkan secara gratis. pengawasan. Computer Assisted Development Incorporated (CADI) dan the Indonesia Media Law and Policy Centre (IMLPC). Buku ini terwujud berkat bantuan yang diberikan oleh United States Agency for International Development (USAID) berdasarkan nomor kontrak No. direproduksi. termasuk ilustrasinya. Jawa Barat. melalui pelaksanaan Local Governance Support Program (LGSP) di Indonesia.id Dicetak di Indonesia Publikasi ini didanai oleh the United States Agency for International Development (USAID). kav. Departemen Dalam Negeri. ii PENGELOLAAN BARANG DAERAH DAN PENYUSUNAN RENCANA PENGELOLAAN BMD . Indonesia Telepon Fax Email Website : : : : +62 (21) 515 1755 +62 (21) 515 1752 lgsp@lgsp. Sumatra Utara. yaitu pemerintah daerah dan masyarakat. Democracy International (DI). Jawa Tengah. Informasi lebih lanjut tentang LGSP hubungi: LGSP. Sudirman. lantai 29 Jl. dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Sebagian atau seluruh isi buku ini. Program LGSP dilaksanakan atas kerjasama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). LGSP bekerja di lebih dari 60 kabupaten dan kota di Indonesia di sembilan provinsi: Nanggroe Aceh Darussalam. Sulawesi Selatan dan Papua Barat. Panduan Pelatihan Penganggaran Kinerja Seri B 4.

dihitung. Pengetahuan dan Ketrampilan tentang Pengelolaan Barang Daerah kepada para Pejabat dan Staf Pengelola Barang Daerah SKPD serta Panitia Anggaran DPRD.PENGELOLAAN BARANG DAERAH ABSTRAKSI Materi dalam panduan ini terdiri dari Dasar Pengelolaan Aset dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Aset. Barang milik daerah adalah semua kekayaan daerah baik yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun yang berasal dari perolehan lain yang sah baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak beserta bagian-bagiannya ataupun yang merupakan satuan tertentu yang dapat dinilai. Hasil-hasil yang diharapkan dari pelatihan yang menggunakan panduan ini adalah : • Memahami pengertian Aset Daerah dan Barang Daerah • Memahami Pengelolaan Barang Daerah • Memahami Penatausahaan Aset • Mampu meregister Barang Daerah (Kode Lokasi dan Kode Barang) • Mampu menyusun Inventarisasi Barang Daerah • Mampu menyusun Pelaporan Barang Daerah • Memahami dan mampu menyusun Rencana Pengelolaan BMD ABSTRAKSI iii . diukur atau ditimbang termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan kecuali uang dan surat-surat berharga lainnya. pembahasan mengenai aset akan lebih difokuskan pada pengertian aset daerah sebagai barang milik daerah (BMD). Dasar Pengelolaan Barang Daerah (Basic Asset Management) meliputi : • Aset Daerah dan Barang Daerah • Pengelolaan Barang Daerah • Penatausahaan Barang Daerah Penyusunan Rencana Pengelolaan Aset (Asset Management Planning) meliputi : • Pengertian. tujuan dan manfaat Rencana Pengelolaan Aset • Langkah-langkah penyusunan Rencana Pengelolaan Aset • Analisa kebutuhan dan analisis kesenjangan Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan Pemahaman.

They include animals and plants but exclude money and other commercial paper. knowledge and skills in local asset management to officials and staff managing Local Government Work Units (SKPD) and local assets. Basic Asset Management covers: • Local Assets and Local Goods • Management of Local Assets • Administration of Local Assets Asset Management Planning covers: • Definition. provided they can be valued. Region-owned assets are local assets bought or acquired under the local budget (APBD) or through any other valid funding source. The review of assets focuses on the definition of local assets as region-owned assets (BMD). as well as to Legislative Budget Committees. calculated. The assets can be movable or immovable. measured or weighed. The expected results of the training in this module are: • Understand the meaning of local assets and local goods • Understand local asset management • Understand asset administration • Be able to register local assets using location codes and goods codes • Be able to prepare an inventory of local assets • Be able to prepare a report on local assets • Understand and be able to prepare a local asset management plan. Goals and Benefits of Asset Management Plans • Steps for Developing Asset Management Plans • Needs Analysis and Gap Analysis The training aims to convey understanding. including parts or units.PENGELOLAAN BARANG DAERAH ABSTRACT This training module has two main topics: Basic Asset Management and Asset Management Planning. iv ABSTRACT .

......................................................................................... 95 6................ 41 • Penjelasan Slide ........... waktu....... 7 • Tujuan....................... 17 • Penjelasan Slide ............ Sesi 6: Transfer Pembelajaran Evaluasi dan Penutup ......................... 101 • Tujuan..........PENGELOLAAN BARANG DAERAH DAFTAR ISI ABSTRAKSI .................................................................................................. Sesi 4: Pengelolaan Barang Milik Daerah .......................................... alat............................. proses/alur ............................................................. metode..................................................................................... 1 • Penjelasan Slide ............................................................................................ proses/alur ......... proses/alur ................................................................................................. 117 • Lampiran 5: CD Berisi Form-form .. proses/alur ........................... 118 REFERENSI DAN DAFTAR ISTILAH ................................................................................. 17 • Tujuan.............................................. 103 LAMPIRAN-LAMPIRAN ....................................................................................................... DAFTAR ISI v ........................................... alat... alat................................... waktu........................................................................................................................................ 111 • Lampiran 3: Petunjuk Transfer Pembelajaran .................................... alat................. iv DAFTAR ISI ...................................................... vi HARI 1 1............................. metode....................................... 41 • Tujuan...................... 105 • Lampiran 1: TOR dan Agenda Lokakarya............................ 65 • Tujuan....... 59 HARI 3 5................................................................................. Inventarisasi dan Pelaporan ................................... 3 2.............. proses/alur ... Sesi 1: Pengantar dan Pre Test ................................................................................................................... waktu..... 53 • Langkah 3: Penatausahaan-Pembukuan.................................. 119 *Seluruh sesi pada hari 3... 1 • Tujuan........................ alat........................................................................ 9 • Latihan 1: Identifikasi Aset ........................................................... waktu............................................................................................... 115 • Lampiran 4: Lembar Evaluasi Lokakarya ............................................................................................. 65 • Penjelasan Slide ....................................................................................................................................... metode..................................................................................... waktu................................................... v KATA PENGANTAR ........... 43 • Langkah 2: Pengkodean Barang ................................................... 107 • Lampiran 2: Petunjuk Pre Test dan Post Test .............................................................................................................................. metode....... alat................................................................. 89 • Latihan 5: Analisis Tingkat Pelayanan ......................................................................... Sesi 3: Pengelolaan Barang Milik Daerah (Perencanaan Kebutuhan dan Penatausahaan) ...................................................... dapat diberikan terpisah sebagai lanjutan dari sesi hari 1 dan 2 (Dasar Pengelolaan Aset) ataupun menjadi bagian akhir dari Lokakarya Pengelolaan Aset yang diberikan sekaligus............................................... iii ABSTRACT ...................... proses/alur .................. 7 • Penjelasan Slide .................... waktu........... Sesi 2: Pengertian Aset dan Barang Daerah ........................................................ 67 • Latihan 4: Contoh Kasus .................................... metode.................... metode.................................................................... Sesi 5: Rencana Pengelolaan Barang Daerah ...................................................................... 19 HARI 2 4......... 13 3.................................................. 101 • Penjelasan Slide .......

Oktober. maka diharapkan pemerintah daerah dapat mewujudkan tujuan dari otonomi daerah. USAID-LGSP RTI International Irianto Finance & Budgeting Advisor. pemerintah daerah belum dapat menginventarisasi dan mengidentifikasi secara tepat barang milik daerah yang ada di lingkungannya. 2008 Judith Edstrom Chief of Party. Jika informasi tentang BMD tidak diketahui. Sulawesi Selatan dan Papua Barat. Jawa Barat. Dikeluarkannya Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah menjadi penanda terbukanya kesempatan luas bagi usaha pembangunan daerah dan bagi partisipasi warga yang lebih besar dalam pemerintahan. meningkatkan efesiensi dan efektifitas dalam memanfaatkan Barang Milik Daerah dan dengan melakukan pengelolaan asset yang baik. media dan organisasi masyarakat. yang tersebar di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Dengan adanya otonomi daerah. Sejak awal penerapan kebijakan tersebut. Jawa Timur. maka pemerintah daerah tidak dapat memanfaatkan BMD tersebut untuk meningkatkan pendapatan asli daerah mereka dan juga tidak dapat mengukur tingkat pelayanan yang dapat diberikan dengan BMD yang mereka miliki. Sumatra Utara. masyarakat di daerah dapat mempercepat proses pembangunan yang demokratis dan meningkatkan kinerja serta transparansi pemerintah dalam penyediaan pelayanan publik. Disamping itu. DPRD. Program ini dirancang untuk menunjukkan bahwa melalui sistem pemerintahan yang terdesentralisasi. Untuk itu LGSP bekerjasama dengan mitra-mitra dari pemerintah daerah.PENGELOLAAN BARANG DAERAH KATA PENGANTAR Local Governance Support Program (LGSP) merupakan sebuah program bantuan bagi pemerintah Republik Indonesia yang diberikan oleh United States Agency for International Development (USAID). Jawa Tengah. masyarakat dan pemerintah daerah telah menjawab kesempatan tersebut dengan antusias dan kreativitas yang luar biasa hingga menghasilkan capaian dan inovasi yang luar biasa pula. Banten. Panduan pelatihan yang disajikan ini akan membahas tentang topik Bagaimana Melakukan Pengelolaan Aset dalam hal ini Barang Milik Daerah untuk memastikan bahwa pelayanan masyarakat tersedia setiap saat dengan kondisi baik. Sehingga pemerintah daerah tidak memiliki data yang relatif valid tentang BMD. Sumatra Barat. Reformasi desentralisasi Indonesia yang dimulai pada tahun 2001 merupakan perwujudan dari komitmen Indonesia menuju pemerintahan daerah yang demokratis dan pembangunan yang berkelanjutan. Pada kenyataannya. LGSP memberikan bantuan teknis bagi masyarakat dan pemerintah daerahnya dengan membantu mereka mencapai tujuan melalui penyusunan prioritas pembangunan dan penyediaan pelayanan publik secara demokratis. diharapkan daerah dapat meningkatkan kemandiriannya dalam membelanjai kebutuhan daerah. USAID – LGSP vi KATA PENGANTAR . pemerintah daerah dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dengan memperdayakan sumber daya yang ada di daerah.

• Peserta mengetahui tentang langkah-langkah pengelolaan barang daerah yang akan dijelaskan secara mendalam pada rangkaian lokakarya ini. Materi: • Power Point Slide • Lembar Pre test Waktu: ± 45 menit Metode: • Permainan (untuk perkenalan) • Presentasi • Tanya Jawab Alur: • Presentasi (± 15 menit) • Penjelasan Slide (± 10 menit) • Kesimpulan dan tanya-jawab (±10 menit) • Pre Test (± 5 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST 1 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH HARI I SESI I Pengantar dan Pre Test Tujuan: • Peserta memahami tujuan lokakarya Dasar Pengelolaan Barang Daerah dan hasil yang diharapkan setelah peserta mengikuti lokakarya.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 2 HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST .

Trainer memperkenalkan diri dan timnya. pengertian dan ketrampilan terutama fokus pada penatausahaan pengelolaan barang daerah. sesuaikan permainan dengan jenis peserta yang hadir. Catatan: Hari ketiga merupakan materi untuk tingkat lanjutan. Bila dihadiri oleh pejabat tinggi daerah. Adapun tujuan PreTest adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta mengenai anggaran kinerja sebelum menerima pelatihan ini secara umum. Slide ini merupakan judul Lokakarya yang akan disampakan dalam 2 hari ke depan. Meningkatkan pemahaman. HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST 3 . Kumpulkan lembaran Pre-Test setelah 10 menit berakhir. Jelaskan agenda pelatihan selama 2 hari secara sekilas dan sepakati aturan main yang berlaku selama 2 hari ke depan. 2 Dasar Pengelolaan Aset Daerah Tim Keuangan dan Penganggaran LGSP-USAID 3 Pre Test Sebelum masuk ke pembahasan pokok.Pembukuan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 1 HARI 1 Selamat Datang Pada Local Governance Support Program Ucapkan selamat datang pada para peserta.Pelaporan Slide ini menampilkan ruang lingkup lokakarya Dasar Pengelolaan Barang Daerah dan tujuan disampaikannya lokakarya ini. dan . Gunakan permainan yang menarik untuk perkenalan dengan para peserta. dimana bisa diberikan sebagai satu kesatuan dengan pelatihan ini maupun diberikan terpisah setelah peserta menerima pelatihan tingkat dasar ini. dilanjutkan dengan perkenalan dengan para peserta. Berikan waktu sekitar 10 menit bagi peserta untuk mengisi lembaran yang dibagikan.Inventarisasi. . 4 Ruang Lingkup • Dasar Hukum Pengelolaan BMD • Manfaat Pengelolaan BMD • Pengertian Aset dan Barang Milik Daerah • Pengelolaan Barang Milik Daerah • Penatausahaan: . bagikan lembar PreTest pada para peserta (lihat lampiran). sebaiknya perkenalan dilakukan dengan formal namun tetap akrab untuk membangun suasana pelatihan yang diinginkan.

jembatan penyeberangan lalu lintas. 6 /2006 Pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah PP No.28 WIB Tempo Interaktif. “Dari Rp 1. 1/2004 Perbendaharaan Negara PP No. penatausahaan yang terdiri dari pembukuan – inventarisasi dan pelaporan.6 triliun. kondisi dan status kepemilikannya . 24/2005 Standar Akuntansi Pemerintahan PP No. Jumlah aset daerah Banten yang terhitung tahun 2006 mencapai Rp 1. 38/2008 Perubahan atas PP No. tapi Rp 500 miliar .Rp 700 miliar di antaranya tidak teradministrasi dan terinventarisasi dengan baik.Kurang adanya persamaan persepsi dalam hal pengelolaan BMN/D Pada slide ini pembahasan materi lokakarya selama 2 hari ke depan di fokuskan pada: pembahasan pengertian aset dan barang daerah. Aset daerah yang hilang terdiri dari benda bergerak dan tidak bergerak. Slide ini merupakan contoh kejadian nyata mengenai tidak terkelolanya aset daerah dengan baik sehingga menyebabkan hilangnya beberapa aset. 6 tempointeraktif get the first. bangunan air. seperti jalan. Rp 500 miliar di antaranya hilang karena tidak terdata dengan baik. sebidang tanah.6 triliun nilai aset Pemerintah Banten. . Slide ini bertujuan memancing peserta untuk lebih peduli terhadap pentingnya pengelolaan barang daerah.Belum lengkapnya data mengenai jumlah. Selala (20/3).Pengaturan yang ada belum memadai dan terpisah-pisah . 6/2006 Keppres 80/2003 Pedoman Tatacara Pengadaan Barang dan Jasa Kepmendagri 12/ 2003 Pedoman Penilaian Barang Daerah Kepmendagri 153/2004 Pedoman Pengelolaan Barang Daerah yang dipisahkan. 58/2005 Pengelolaan Keuangan Daerah PP No.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 5 Latar Belakang • Reformasi bidang keuangan negara mencakup reformasi bidang pengelolaan barang milik/ kekayaan negara (UU 1/2004) • Pemerintah wajib melakukan pengamanan terhadap BMD . nilai. Serang: DPRD Banten mempertanyakan aset Pemerintah Banten senilai Rp 500 miliar yang hilang.Belum tersedianya database yang akurat dalam rangka penyusunan Neraca Pemerintah. 4 HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST . but first get the truth Advance search find Registration DPRD Banten Pertanyakan Hilangnya Aset Daerah Selasa. dan mesin-mesin.” ujar Yayat Hartono. pengelolaan barang daerah. dan Permendagri 13/2006 Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Permendagri 17/2007 Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah Beberapa dasar hukum penyelenggaraan pengelolaan barang milik daerah ditampilkan dalam slide ini. kendaraan operasional. Diawali dari hirarki peraturan perundangan sampai pada Peraturan Menteri Dalam Negeri yang secara khusus mengatur Pengelolaan Barang Daerah. Hilangnya aset pemerintah itu diketahui setelah Komisi Perekonomian dan Keuangan melakukan peninjauan ke beberapa lokasi tempat aset-aset itu berada. anggota Komisi Perekonomian dan Keuangan DPRD Banten. gedung pemerintahan. 20 Maret 2007 / 14. 7 Dasar Hukum Pengelolaan Barang Daerah • • • • • • • • • • UU No.

Yaitu: Meningkatkan pengurusan dan akuntabilitas . menyediakan dasar untuk mengevaluasi keseimbangan layanan. Meningkatkan efisiensi keuangan . meningkatkan akuntabilitas atas penggunaan sumber daya dengan penghitungan kinerja dan keuangan.dengan meningkatkan keahlian pengambilan keputusan berdasar pada biaya dan keuntungan dari beberapa alternatif. Meningkatkan manajemen risiko dengan cara menganalisis kemungkinan dan konsekuensi dari kegagalan aset. ekuitas dana. aset tetap. Alasan utama yang mengemuka adalah untuk kepentingan pelayanan publik dan pelaporan penggunaan barang milik daerah. konsultasi formal atau persetujuan dengan pengguna tentang level layanan untukmeningkatkan kenyamanan pelanggan dan citra perusahaan. termasuk transaksi pembiayaan dan perhitungan. aset. pendapatan dan belanja. Pertanggungjawaban atas BMD kemudian menjadi semakin penting ketika pemerintah wajib menyampaikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBD dalam bentuk laporan keuangan yang disusun melalui suatu proses akuntansi atas transaksi keuangan. Dalam slide ini fasilitator menjelaskan keuntungankeuntungan melaksanakan pengelolaan barang milik daerah dengan baik. 9 Keuntungan Pengelolaan BMD • Meningkatkan Akuntabilitas • Meningkatkan • Meningkatkan • Meningkatkan Pengurusan dan manajemen layanan manajemen resiko efesiensi keuangan HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST 5 . pengguna dan pihak yang terkait bahwa layanan yang dihasilkan adalah layanan yang efektif dan efisien.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 8 Mengapa Diperlukan Pengelolaan Barang Daerah? • Kejelasan status kepemilikan BMD • Inventarisasi kekayaan daerah dan masa pakai BMD • Optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan untuk peningkatan PAD • Antisipasi kondisi BMD dalam fungsi pelayanan publik • Pengamanan barang daerah • Dasar penyusunan neraca • Kewajiban untuk melaporkan kondisi dan nilai BMD secara berkala Slide berikut menjelaskan pentingnya melaksanakan pengelolaan barang daerah dengan baik.dengan menunjukkan ke pemilik. pengenalan semua biaya dari kepemilikan atau pengoperasian aset melalui masa pakai aset tersebut. harga dan kualitas. Meningkatkan manajemen layanan – dengan cara meningkatkan pengertian pada kebutuhan layanan dan pilihan-pilhannya. maupun aset lainnya. hutang. Informasi BMD memberikan sumbangan yang signifikan di dalam laporan keuangan (neraca) yaitu berkaitan dengan pos-pos persedian. justifikasi untuk program kerja ke depan dan kebutuhan pendanaannya.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 10 Pengelolaan Aset Aset Sda & Financial Tingkat Pelayanan Barang Daerah Potensial Aset Kebutuhan Aset Perencanaan Manajemen Aset Identifikasi & Inventarisasi Analisis Pengembangan Prioritas Pengadaan Pemeliharaan & Perbaikan Belanja Operasional Identifikasi & Inventarisasi Analisis Kebutuhan Pemanfaatan Penghapusan & Pemindahtanganan Lain-lain Investasi Belanja Modal Pendapatan Penganggaran Pelaksanaan & Penatausahaan Pelaporan & Pengevaluasian Slide ini menjelaskan alur pengelolaan aset/barang daerah secara umum dan hubungannya dengan perencanaan kebutuhan BMD dan akuntansi. 6 HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST .

• Latihan Alur: • Presentasi (± 20 menit) • Penjelasan Slide (± 60 menit) • Latihan (± 60 menit) • Kesimpulan dan tanya-jawab (±20 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH 7 . • Peserta mengetahui peran masing-masing pihak dalam pengelolaan barang daerah • Peserta mampu mengidentifikasi jenis aset daerah Materi: • Power Point Slide • Latihan Identifikasi Aset Waktu: ± 150 menit Metode: • Presentasi • Tanya Jawab.PENGELOLAAN BARANG DAERAH SESI 2 Pengertian Aset dan Barang Daerah Tujuan: • Peserta memahami apa yang dimaksud dengan aset daerah dan barang daerah serta dasar hukum pelaksanaannya.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 8 HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH .

dan • barang yang berasal dari perolehan lainnya yang sah. karena dalam akuntansi publik diatur juga perlakuan terhadap aset. atau . Aset disini tidak hanya berupa barang saja tetapi masih mempunyai perngertian yang luas.Tagihan penjualan .Barang yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari perjanjian/kontrak.Aset lain-lain . Irigasi dan Jaringan .Persediaan .Barang yang diperoleh berdasarkan ketentuan undangundang.Aset Tetap lainnya .Barang yang diperoleh dari hibah/sumbangan atau yang sejenis. HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH 9 . Pengertian mengenai aset yang bisa sangat luas.Jalan. (Pasal 3 PM17/2007) Pada slide ini pembahasan mengenai aset lebih difokuskan pada pengertian aset daerah sebagai barang milik daerah. dihitung. . Barang Milik Daerah adalah semua kekayaan daerah baik yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun yang berasal dari perolehan lain yang sah baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak beserta bagian-bagiannya ataupun yang merupakan satuan tertentu yang dapat dinilai.Aset tak berwujud .Konstruksi dalam pengerjaan Slide ini secara lebih detail menjelaskan uraian dari aset daerah.Barang yang diperoleh berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.Uang di bank angsuran . 13 Pengertian Barang Daerah • BMD merupakan bagian dari aset pemerintah daerah yang berwujud • BMD tercakup dalam aset lancar dan aset tetap Barang milik daerah meliputi: • barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBD. Slide ini juga menjelaskan batasan-batasan mengenai apa yang dimaksud sebagai barang daerah.Tuntutan GR . . Secara umum sangat berkaitan dengan terminologi didalam akuntansi publik. difokuskan dengan definisi dalam slide agar selanjutnya pengertian aset tidak meluas saat pembahasan mengenai pengelolaan barang daerah.Gedung dan Bangunan .PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 11 Apa Itu Aset? • Sumber daya ekonomi yang dimiliki dari kegiatan ekonomi di masa lalu • Memberi manfaat ekonomi atau keuntungan sosial yang akan diperoleh di masa datang • Mempunyai nilai uang • Termasuk sumber non keuangan yang diperlukan untuk pelayanan publik • Dan sumber yang dipertahankan atau dipelihara sehubungan dengan nilai sejarah atau budaya Sebelum membahas pengelolaan barang daerah jauh. Slide ini terutama menunjukkan pengertian dasar terhadap aset. diukur atau ditimbang termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan kecuali uang dan surat-surat berharga lainnya.Kemitraan dengan • Investasi pihak ketiga • Aset tetap .Tanah .Mesin dan Peralatan .Piutang . ada baiknya kita melihat pengertian aset.Uang kas . . 12 Aset Daerah • Aset Lainnya • Aset lancar .

16 Sistem Akutansi Keuangan dan Sistem Akuntansi Barang • Dalam rangka pertanggungjawaban. Sekretaris Daerah selaku pengelola. Dalam rangka pertanggungjawaban. dan f. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah selaku kuasa pengguna. • Sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi barang dilaksanakan secara simultan dalam rangka menyusun laporan pertanggungjawaban. Penyimpan barang milik daerah. juga memberikan berbagai informasi dalam rangka pengelolaan barang. c. Kepala SKPD selaku pengguna. Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran melaksanakan akuntansi keuangan. Kaitan Sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi barang dapat dilihat pada gambar berikut ini Dalam pengelolaan keuangan daerah dikenal adanya Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran di satu pihak. 10 HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH . • Pengguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang melaksanakan Sistem Akuntansi Barang Milik Daerah. 15 Pejabat Pengelolaan BMD KEPALA DAERAH Sekretaris Daerah → Pengelola Kepala Biro/Bagian Perlengkapan Pembantu Pengelola Barang PEMEGANG KEKUASAAN DIBANTU Kepala SKPD > Kepala UPTD → Pengguna > Kuasa Pengguna Penyimpang Barang Menerima. Pengurus barang milik daerah. menyimpan dan menyalurkan BMD Pengurus Barang Mengurus barang dalam pemakaian Kepala daerah adalah pemegang kekuasaan pengelolaan barang milik daerah (Permendagri N0. • Keluaran SIM BMD juga memberikan manfaat kepada Penguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang dalam tugas-tugas manajerialnya. serta Pengguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang di pihak yang lain. pengawasan dan pengendalian • Pembiayaan • TGR Berpedoman pada peraturan perundangan Ditetapkan dengan peraturan daerah Pengelolaan barang daerah adalah suatu rangkaian kegiatan dan tindakan terhadap barang daerah yang dimulai dari kegiatan perencanaan kebutuhan barang sampai kepada tuntutan ganti rugi (TGR) seperti tertera dalam slide.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 14 Pengelolaan Barang Milik Daerah Pengelolaan barang daerah Rangkaian kegiatan dan tindakan terhadap barang daerah • Perencanaan kebutuhan dan penganggaran • Pengadaan • Penerimaan. 17/2007 Pasal 6 ayat 15). b. penyimpanan dan penyaluran • Penggunaan • Penatausahaan • Pemanfaatan • Pengamanan dan pemeliharaan • Penilaian • Penghapusan • Pemindahtanganan • Pembinaan. d. e. Sedangkan Pengguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang melaksanakan Sistem Akuntansi Barang Milik Daerah. Dalam melaksanakan tugasnya kepala daerah dibantu oleh: a. • SIM BMD selain mendukung pelaksanaan pertanggungjawaban.Kepala Biro/ Bagian Perlengkapan/ Umum/Unit pengelola barang milik daerah selaku pembantu pengelola. Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran melaksanakan akuntansi keuangan.

keluaran SABMD juga memberikan manfaat kepada Penguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang dalam tugas-tugas manajerialnya. sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi barang dilaksanakan secara simultan dalam rangka menyusun laporan pertanggungjawaban. 17 Konsolidasi kebijakan dan regulasi di bidang aset daerah Penyediaan peraturan pelaksana di bidang aset daerah Inventarisasi aset daerah Klasifikasi aset berdasarkan kategori dan kepemilikan Pengukuran besaran nilai aset (harga satuan dan volume) Untuk barang inventaris Pelacakan harga perolehan Untuk Potensi SDA Penafsiran volume Untuk aset finansial Kompilasi sumber finansial Penghitungan nilai sekarang (NPV) Penghitungan nilai sekarang (NPV) Penghitungan nilai nominal Aktiva Penyusunan neraca daerah Pasiva Ekuitas Dana Penyewaan dan KSO Pengelolaan aset daerah Pengoperasian Pemeliharaan aset Administrasi dan pencatatan Secara hukum SIM aset daerah SIM anggaran SIM akuntansi e-government Pengamanan aset daerah Secara fisik Slide ini menerangkan keterkaitan antara pengelolaan barang daerah dengan akuntansi sampai kepada penyusunan neraca dan laporan keuangan. SABMD selain mendukung pelaksanaan pertanggungjawaban. juga memberikan berbagai informasi dalam rangka pengelolaan barang.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Dalam praktiknya. Oleh karena itu. 18 Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran. Fasilitator diminta untuk memperlajari baik-baik trainers note terlampir. Latihan 1 Identifikasi Aset HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH 11 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 12 HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH PANDUAN LATIHAN 1: Identifikasi Aset HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH 13 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 14 HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH .

Peserta menyepakati hasil jawaban secara kelompok bukan perorangan 4. Membedakan aset daerah dan barang daerah 2. 2. Fasilitator membagikan lembar kerja identifikasi aset kepada peserta. Mengidentifikasi kelompok persediaan dan aset tetap Proses : 1.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Langkah 1: Mengidentifikasi Aset Daerah dan Barang Daerah Waktu: Total Waktu = 90 menit • 45 menit untuk latihan kelompok • 45 menit untuk pembahasan hasil latihan di setiap kelompok Tujuan: Setelah melakukan latihan ini peserta diharapkan mampu: 1. 5. 3. Fasilitator menjelaskan tujuan latihan kepada peserta dalam ruang kelas. Peserta bekerja dalam kelompok (5-6 orang) dan memilih salah seorang anggotanya menjadi pimpinan diskusi kelompok. Fasilitator menampilkan kunci jawaban dan memberikan penjelasan kepada peserta apabila diperlukan. HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH 15 . Fasilitator memilih salah satu kelompok untuk menyajikan hasil kerja kelompoknya. Diskusi kelompok dilakukan dengan mengisi lembar yang telah disediakan serta mengikuti instruksi yang tertera.

persediaan dan aset tetap (beri tanda V) No Jenis Barang Daerah Aset Persedian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 39 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Tanah untuk Bangunan Kantor Pemerintah Kas di Bendahara Penerimaan Kendaraan Bermotor Roda Empat Piutang Pajak Hotel Kertas HVS Blanko TPR – Terminal Kendaraan Bermotor Roda Dua Cadangan Piutang Retribusi Pasar Gedung Kantor Kas di Kas Daerah Hutang PPN Lapangan Terbang Bangunan Pasar Daerah Piutang Retribusi Pasar ATK Bangunan Jembatan Dalam Pengerjaan Diinvestasikan pada aset tetap Sapi *) Dump Truck Gerobak Sampah RT/RW *) Deposito Piranti Lunak Komputer Surat Berharga (SBI) Bangunan Terminal Kalkulator *) Bibit Padi *) Tagihan Retribusi Kebersihan Tanaman Toga *) Peralatan Laboratorium Mebulair Dana Bergulir Tanah Pertanian Peralatan Kedokteran Buku-buku di Perpustakaan Dokumen Perencanaan (RPJMD dsb) *) Polis Asuransi *) Bangunan Bersejarah *) Blanko Laporan Ekuitas Dana Lancar Potongan pemungutan PPH V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Aset Tetap V V V V V V V V V V V V V V 16 HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH .PENGELOLAAN BARANG DAERAH Isilah tabel dibawah ini dan identifikasikan kelompok aset. barang daerah.

Alur: • Presentasi (± 20 menit) • Penjelasan Slide (± 60 menit) • Kesimpulan dan tanya-jawab (± 40 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 17 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH SESI 3 Pengelolaan Barang Milik Daerah (Perencanaan Kebutuhan dan Penatausahaan) Tujuan: • Peserta proses dan mekanisme pengelolaan barang daerah • Peserta memahami dokumen-dokumen yang dipergunakan dalam pengelolaan barang daerah Materi: • Power Point Slide Waktu: ± 120 menit (diselingi rehat untuk makan siang dan kopi) Metode: • Presentasi • Tanya Jawab.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 18 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

• Masing-masing SKPD menyusun Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (RKPBU) kemudian menyampaikan kepada pengelola melalui pembantu pengelola untuk meneliti dan menyusun menjadi Rencana Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RDKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD). Standar Barang Pengurus Barang Pengguna/ KuasaPengguna Pengelola/Kuasa Pengelola Buku Inventaris BI sebagai dasar menyusun RKBU dan RKPBU Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (DRKBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (DRKBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Pengguna dan Pengelola mebahas bersama DRKBU dan DRKPBU: Pembantu pengelola menyusun DKBMD dan DKPBMD Pembantu Pengelola menyusun Daftar Kebutuhan BMD dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan BMD DKBMD dan DKPBMD yang telah dituangkan ke KUA dan PPAS dijadikan dasar bagi pengguna untuk menyusun RKA DKBMD dan DKPBMD yang telah disetujui dan masuk dalam KUA & PPAS. dihapus. • Adanya barang-barang yang rusak. Standar Harga 2. Standar Kebutuhan 3. menyusun RKA Daftar Kebutuhan BMD (DKBMD) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan BMD (DKPBMD) RKA DKBMD dan DKPBMD diusulkan dalam KUA & PPAS Dalam melakukan perencanaan kebutuhan barang dilaksanakan berdasarkan pertimbangan yaitu: • Untuk mengisi kebutuhan barang pada masing-masing unit/satuan kerja sesuai besaran organisasi/jumlah pegawai dalam satu organisasi. • Untuk menjaga tingkat persediaan barang milik daerah bagi setiap tahun anggaran bersangkutan agar efisien dan efektif.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 19 Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran BMD Uraian Buku Inventaris yang disusun oleh pengurus barang dijadikan dasar untuk penyusunan RKBU dan RKPBU dan kemudian diajukan kepada kuasa pengguna dan pengguna dengan mempertimbangkan: 1. mati atau sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan penggantian. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 19 . dijual. • Rencana kebutuhan barang SKPD disusun berdasarkan standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah yang ditetapkan kepala daerah. hilang. jika terjadi mutasi bertambah personil sehingga mempengaruhi kebutuhan barang. Tahapan kegiatan perencanaan kebutuhan dan penganggaran adalah sebagai berikut: • SKPD merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam RKA-SKPD sebagai bahan dalam penyusunan RAPBD. dan • Pertimbangan teknologi. • Adanya peruntukan barang yang didasarkan pada peruntukan standar perorangan.

Tukar menukar. 20 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .PENGELOLAAN BARANG DAERAH • Setelah APBD. • Daftar kebutuhan barang daerah tersebut dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah. . • Membuat sendiri (swakelola). • Tukar menukar. efektif.Membuat sendiri (swakelola). diteliti dan dihimpun menjadi Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) untuk satu tahun anggaran. transparan dan terbuka. ditetapkan setiap SKPD menyusun Daftar Rencana Tahunan Barang Unit (RTBU) dan disampaikan kepada kepala daerah melalui pengelola. dapat dipenuhi dengan cara: • Pengadaan/pemborongan pekerjaan.Guna susun (peningkatan kualitas dan kapasitas BMD). • Penerimaan (hibah atau bantuan/sumbangan atau kewajiban Pihak Ketiga). • Berdasarkan rencana tahunan barang dari semua SKPD. • Dan guna susun (peningkatan kualitas barang). dan . dimulai dari analisis kebutuhan yang didasarkan pada tingkat layanan yang ditetapkan dengan tujuan digunakan untuk kepentingan pelayanan publik. 20 Pengadaan • Dilaksanakan berdasarkan prinsip efisien. transparan dan terbuka. 21 Proses Pengadaaan dan Penggunaan Barang Daerah Analisis Kebutuhan (Pengelola Barang) RKBU PEMDA USULAN PENGADAAN SKPD PENGADAAN BARANG/ JASA USULAN PENGUNAAN BARANG OLEH SKPD PENETAPAN KEPALA DAERAH DIGUNAKAN SKPD/Publik RKA SKPD (Pengelola Barang) Kinerja SKPD (Permendagri 13/2006) Evaluasi RKBU INVENTARISASI feed back Slide ini menjelaskan proses pengadaan dan penggunaan barang milik daerah. dan • Format Rencana Kebutuhan Barang SKPD (RKB SKPD) (Lampiran 1) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang SKPD (RKPB SKPD) (Lampiran 2).Penerimaan (hibah atau bantuan/sumbangan atau kewajiban Pihak Ketiga). bersaing. adil/tidak diskriminatif dan akuntabel • Dilaksanakan oleh pejabat pengelola barang • Pengadaan BMD dapat dipenuhi dengan cara . Pengadaan barang daerah dilaksanakan berdasarkan prinsip efisien. Pengadaan barang daerah dilaksanakan oleh pejabat pengelola barang. adil/tidak diskriminatif dan akuntabel. .Pengadaan/pemborongan pekerjaan. efektif. bersaing. .

• Kuasa pengguna wajib melaporkan stock atau sisa barang kepada pengguna.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 22 Penerimaan. sedangkan dalam pelaksanaan penyaluran dapat dilakukan sesuai rencana penggunaan untuk memenuhi kebutuhan dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi • Penyaluran BMD oleh penyimpan barang dilaksanakan atas dasar Surat Perintah Pengeluaran Barang (SPPB) dari Pengguna/Kuasa Pengguna disertai dengan Berita Acara Serah Terima. Hasil pengadaan barang diterima oleh penyimpan barang. • Pengguna wajib melaporkan stock atau sisa barang kepada pengelola melalui pembantu pengelola. kemudian melaporkan kepada kepala daerah untuk ditetapkan penggunaanya. • Dalam pelaksanaan penyimpanan dan penyaluran barang milik daerah diperlukan ketelitian sehingga kegiatan penyimpanan disesuaikan dengan sifat dan jenis barang untuk penempatan pada gudang penyimpanan. • Penyimpan barang berkewajiban melaksanakan tugas administrasi penerimaan barang milik daerah. • Hasil pengadaan BMD tidak bergerak diterima oleh kepala SKPD. dengan membuat Berita Acara Pemeriksaan sebagai salah satu syarat pembayaran Penyimpanan dan Penyaluran: • Penyimpanan dan penyaluran barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari penerimaan barang milik daerah baik melalui pengadaan maupun sumbangan/ bantuan/hibah merupakan suatu rangkaian kegiatan dalam rangka tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 21 . Penyimpanan dan Penyaluran Panitia Pengadaan dan Panitia Pemeriksa Hasil pengadaan BMD oleh panitia pengadaan Laporan hasil pengadaan Pemeriksaan BMD Laporan hasil pengadaan barang tidak bergerak Penyimpan/Pengurus Barang Pengguna/Kuasa Pengguna Hasil pemeriksaan BMD oleh panitia pemeriksa Membuat laporan hasil pengadaan BMD bergerak dan tidak bergerak kepada kepala daerah melalui pengelola Hasil pemeriksaan BMD oleh panitia pemeriksa Menyimpan barang dan membuat berita acara penerimaan barang Laporan hasil pengadaan Laporan hasil pengadaan barang tidak bergerak Berita acara penerimaan barang Buku penerimaan barang Surat perintah pengeluaran barang Buku pengeluaran barang Disampaikan kepada kepala daerah untuk ditetapkan penggunaannya Surat perintah pengeluaran barang Buku barang inventaris dan pakai habis Laporan penerimaan dan pengeluaran barang semesteran Kartu barang Penyimpanan barang melakukan stock opname persemester Buku persediaan barang Laporan penerimaan dan pengeluaran barang semesteran Dilaporkan kepada pengelola melalui pembantu pengelola Penerimaan BMD: • Penerimaan barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari hasil pengadaan dan/atau dari pihak ketiga harus dilengkapi dengan dokumen pengadaan dan berita acara. • Penerimaan barang dilakukan setelah diperiksa oleh Panitia Pemeriksa Barang Daerah.

dan jumlah.Beban tugas dan tanggungjawab SKPD. wewenang dan tanggungjawab kepala SKPD. dan . jenis dan luas. . • Beban tugas dan tanggungjawab SKPD.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 23 Penggunaan Penetapan status penggunaan barang milik daerah pada masing-masing SKPD dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: .Pemindahtanganan Tanah/bangunan diserahkan kepada pengelola barang Slide ini menjelaskan kewenangan dan tanggung jawab dalam penggunaan barang daerah 22 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAEARAH .Standar kebutuhan tanah dan/atau bangunan dan selain tanah dan/atau bangunan untuk menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi SKPD.Jumlah personil/pegawai pada SKPD. 24 Konsepsi Penggunaan Barang Milik Daerah SKPD Selaku Pengguna Barang Sekda Selaku Pengelola Barang Pihak Lain Perolehan BMD Proses Penetapan Penyelesaian dokumen kepemilikan SK Penetapan status penggunaan Usul penetapan status penggunaan Pemanfaatan: • Sewa • KSP • BSG/BGS • Pinjam pakai Penggunaan sesuai Tupoksi Tanah/Bangunan yang telah diserahkan Pemindahtanganan: • Jual • Tukar tambah • Hibah • PMD Barang Milik Daerah: .Pemanfaatan .Pengalihan status Penggunaan . • Standar kebutuhan tanah dan/atau bangunan dan selain tanah dan/atau bangunan untuk menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi SKPD. Penetapan status penggunaan barang milik daerah pada masing-masing SKPD dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Jumlah personil/pegawai pada SKPD. Status penggunaan barang milik daerah pada masing-masing SKPD ditetapkan dalam rangka tertib pengelolaan barang milik daerah dan kepastian hak.Berlebih Tindak lanjut: . jenis dan luas.Jumlah.Tidak sesuai Tupoksi . dirinci dengan lengkap termasuk nilainya. dirinci dengan lengkap termasuk nilainya Penggunaan merupakan penegasan pemakaian barang milik daerah yang ditetapkan oleh kepala daerah kepada pengguna/kuasa pengguna barang sesuai tugas dan fungsi SKPD yang bersangkutan. .

. maka hasil kegiatan tersebut dibuat dalam bentuk laporan (contoh laporan BMD dapat dilihat pada lampiran). . • PELAPORAN . Pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Pemda yang menyatakan kode lokasi dan kode barang. Pelaksanaan inventarisasi dibagi dalam dua kegiatan yaitu (1) pelaksanaan pencatatan dan (2) pelaksanaan pelaporan. • Laporan Mutasi Barang (Lampiran 34). • Daftar Usulan Barang yang Akan Dihapus (Lampiran 37).PENGELOLAAN BARANG DAERAH 25 Penatausahaan • PEMBUKUAN Mencatat pada daftar barang yang disediakan secara teratur dan menyimpan bukti kepemilikannya • INVENTARISASI . • Daftar Barang Milik Daerah yang Digunausahakan (Lampiran 38). pencatatan data dan pelaporan barang milik daerah dalam unit pemakaian. Pelaporan Setelah dilakukan inventarisasi dan pencatatan. • Rekapitulasi Daftar Mutasi Barang (Lampiran 36).Laporan hasil inventarisasi disampaikan kepada Pengelola Barang. Dalam melakukan inventarisasi disamping melihat kondisi barang dan sebagainya perlu dilakukan pengkodean terhadap barang daerah. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 23 . Pembukuan Pembukuan merupakan suatu kegiatan pelaksanaan dan pencatatan barang milik daerah dalam Daftar Barang Pengguna (DBP) dan Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP). pengurusan. . Inventarisasi Inventarisasi merupakan kegiatan atau tindakan untuk melakukan perhitungan. pengaturan. • Rekap Buku Inventaris (Lampiran 33). Kegiatan penatausahaan barang milik daerah meliputi: a.Pengelola Barang menyusun Laporan BMD untuk NERACA DAERAH.Pengguna Barang melakukan inventarisasi BMD 5 th sekali.Pengguna Barang menyampaikan LBPS dan LBPT kepada Pengelola Barang. • Daftar Mutasi Barang (Lampiran 35). yang hasilnya disampaikan kepada Pengelola Barang. c. Laporan tersebut dihimpun dari format laporan pengurus barang yang meliputi: • Buku Inventaris (Lampiran 32). penyelenggaraan. b.Persediaan dan Konstruksi Dalam Pengerjaan dilaksanakan inventarisasi oleh Pengguna Barang setiap tahun anggaran.

Gubernur. kerjasama pemanfaatan. bangun guna serah. Pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan dilaksanakan oleh pengelola setelah mendapat persetujuan kepala daerah. bangun serah guna dengan tidak merubah status kepemilikan.Pengelola Barang (BMN). Bupati/Walikota (BMD) • Dituangkan dalam perjanjian sewa menyewa • Hasil sewa di setor ke rekening kas umum Negara/Daerah 24 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . Sewa • Sewa adalah pemanfaatan Barang Milik Negara/Daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dan menerima imbalan uang tunai • Syarat pokok menguntungkan Negara/Daerah • Jangka waktu maksimal 5 tahun dan dapat diperpanjang • Formula besaran tarif sewa : . . selain tanah dan/atau bangunan dilaksanakan oleh pengguna setelah mendapat persetujuan pengelola. Bentuk Pemanfaatan: a. sewa.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 26 Bentuk Pemanfaatan Sewa Pinjam Pakai Bentuk Pemanfaatan Kerjasama Pemanfaatan • Bangun guna serah (BGS) • Bangun serah guna (BSG) Pemanfaatan merupakan pendayagunaan barang milik daerah yang tidak dipergunakan sesuai tugas pokok dan fungsi SKPD dalam bentuk pinjam pakai.

• Pinjam Pakai dilaksanakan berdasarkan surat perjanjian yang sekurang-kurangnya memuat: . • Jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun dapat diperpanjang. • Penetapan mitra BGS/BSG dilaksanakan melalui tender dengan mengikutsertakan sekurang-kurangnya 3 (tiga) peserta peminat • Jangka waktu maksimal 30 tahun • Hasil dari pelaksanaan BGS/BSG ditetapkan penggunaannya oleh pengelola barang untuk penyelenggaraan Tupoksi • Biaya persiapan dan pelaksanaan BGS/BSG tidak dapat dibebankan pada APBD HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 25 .Jenis. .Pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian. .Pembagian keuntungan hasil KSP .Persyaratan lain yang dianggap perlu. dan jangka waktu.PENGELOLAAN BARANG DAERAH b.Tanggung jawab peminjam atas biaya operasional dan pemeliharaan selama jangka waktu peminjaman. dan kontribusi barang kepada pengelola dan/ atau pengguna d.Meningkatkan penerimaan/pendapatan Daerah. .Mengoptimalkan daya guna dan hasil guna BMD .Kontribusi tetap . • Jangka waktu: maksimal 30 th dapat diperpanjang • Hasil untuk Daerah : . Pinjam Pakai • Pinjam Pakai Barang Milik Negara/Daerah dilaksanakan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah atau antar pemerintah daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan dan setelah jangka waktu tersebut berakhir diserahkan kembali kepada pengelola barang. • Biaya pemeliharaan ditanggung peminjam c. luas atau jumlah barang yang dipinjamkan. BGS/BSG (Bangun Guna Serah/Bangun Serah Guna) • IMB untuk BGS/BSG harus atas nama Pemda. Kerjasama Pemanfaatan (KSP) • Kerjasama Pemanfaatan Barang Milik Negara/Daerah dengan pihak lain dilaksanakan dalam rangka : .Dapat menerima kontribusi barang untuk tupoksi • Dituangkan dalam perjanjian KSP • Hasil KSP di setor ke rekening kas daerah.

28 Pengamanan BMD 26 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .PENGELOLAAN BARANG DAERAH 27 Ketentuan Pokok dan Tata Cara Pemanfaatan Ketentuan Sewa Menyewa Pinjam Pakai KSP BGS/BSG Pokok Belum/ tidak dimanfaatkan untuk jangka waktu tertentu Mendapatkan penerimaan negara atau menguntungkan negara Semua Subyek Hukum 5 tahun Dapat diperpanjang Pemerintah Semua Badan Hukum Semua Badan Hukum 30 tahun Mitra Jangka Waktu 2 tahun Dapat diperpanjang Tidak dipungut biaya 30 tahun Dapat diperpanjang Besaran Formula tarif • Kontribusi tetap • Pembagian keuntungan • kontribusi barang (optional) Tender minimal 5 peserta/ peminat • Kontribusi tetap • Mendirikan bangunan Penetapan Mitra Penetapan Pengelola Penetapan Pengelola Tender minimal 5 peserta/ peminat Slide ini menjelaskan detil ketentuan pokok dan tata cara pemanfaatan barang milik daerah.

menambah atau mengurangi bentuk maupun konstruksi asal. tanpa merubah. administratif dan tindakan hukum. dan HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 27 . sehingga barang milik daerah tersebut dapat dipergunakan/dimanfaatkan secara optimal serta terhindar dari penyerobotan pengambil alihan atau klaim dari pihak lain. Pengelola barang. sehingga dapat dicapai pendayagunaan barang yang memenuhi persyaratan baik dari segi unit pemakaian maupun dari segi keindahan. b) Pemeliharaan sedang adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara berkala oleh tenaga terlatih yang mengakibatkan pembebanan anggaran. meliputi : • Administrasi Pembukuan. Penyelenggaraan pemeliharaan dapat berupa : a) Pemeliharaan ringan adalah pemeliharaan yang dilakukan sehari.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Pengamanan merupakan kegiatan/tindakan pengendalian dan penertiban dalam upaya pengurusan barang milik daerah secara fisik. Pemeliharaan dilakukan terhadap barang inventaris yang sedang dalam unit pemakaian. penginventarisasian. Pengamanan dititik beratkan pada penertiban/pengamanan secara fisik dan administratif. pengguna barang dan/atau kuasa pengguna barang wajib melakukan pengamanan BMD yang berada dalam penguasaannya. pelaporan • Fisik Mencegah penurunan fungsi barang dan hilangnya barang • Hukum bukti status kepemilikan 29 Pemeliharaan BMD Pemeliharaan merupakan kegiatan atau tindakan agar semua barang selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna.hari oleh unit pemakai/ pengurus barang tanpa membebani anggaran.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH c) Pemeliharaan berat adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan sewaktu-waktu oleh tenaga ahli yang pelaksanaannya tidak dapat diduga sebelumnya. Penyelenggaraan pemeliharaan dimaksudkan untuk mencegah barang milik daerah terhadap bahaya kerusakan yang disebabkan oleh faktor: a) Biologis. 28 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . dan pemindahtanganan Barang Milik Negara/Daerah. d) Fisik yang meliputi proses penuaan. Penghapusan tersebut di atas. Penilaian Barang Milik Negara/Daerah dapat melibatkan penilai independen 4. beralih kepemilikannya. Penilaian Barang Milik Negara/Daerah dilakukan dalam rangka penyusunan neraca pemerintah pusat/ daerah. Penilaian Barang Milik Negara/Daerah: • Tanah dan/atau bangunan untuk mendapatkan nilai wajar.000. dengan estimasi terendah menggunakan NJOP. dengan menerbitkan Keputusan Kepala Daerah tentang Penghapusan Barang Milik Daerah. Penghapusan barang milik daerah adalah tindakan penghapusan barang pengguna/kuasa pengguna dan penghapusan dari Daftar Inventaris Barang Milik Daerah. 2. 3. pemanfaatan. sifat barang yang bersangkutan dan sifat barang lain. • Selain tanah dan/atau bangunan untuk mendapatkan nilai wajar.Barang-barang inventaris lainnya selain tanah dan/ atau bangunan sampai dengan Rp. 31 Penghapusan • Dalam hal barang sudah tidak berada pada pengguna atau kuasa pengguna barang.Barang tidak bergerak seperti tanah dan/atau bangunan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan DPRD .000. 30 Penilaian • Penilaian BMD dilakukan dalam rangka pengamanan dan penyusunan neraca daerah. dan e) Lain-lainnya yang dapat mengakibatkan perubahan kualitas dan sifat-sifat lainnya yang mengurangi kegunaan barang. benturan.000. b) Cuaca. pencatatan. pemanfaatan dan pemindahtanganan • Penilaian BMD berpedoman pada SAP • Kegiatan penilaian BMD harus didukung dengan data yang akurat atas seluruh kepemilikan barang milik daerah yang tercatat dalam daftar inventarisasi BMD • Penilaian tanah dan bangunan ditetapkan oleh kepala daerah melalui tim dan dapat melibatkan lembaga independen bersertifikat • Penilaian BMD selain tanah dan bangunan oleh tim yang ditetapkan oleh pengelola barang dan dapat melibatkan lembaga independen bersertifikat 1. suhu dan sinar. c) Air dan kelembaban. inventarisasi. terjadi pemusnahan.(lima milyar rupiah) dilakukan oleh Pengelola setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah. tetapi dapat diperkirakan kebutuhannya yang mengakibatkan pembebanan anggaran. Penetapan nilai Barang Milik Negara/Daerah berpedoman pada Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). atau sebab sebab lainnya • Pemusnahan barang dilakukan oleh pengguna barang sepengetahuan pengelola barang setelah mendapat persetujuan dari kepala daerah • Penghapusan barang milik Daerah : . pengotoran debu. getaran dan tekanan. 5.

terkena bencana Tidak dapat digunakan secara optimal Terkena planologi kota Kebutuhan organisasi Penyatuan lokasi dengan alasan efisiensi • Pertimbangan strategi hankam 1. 2) Pertimbangan Ekonomis. Pertimbangan teknis • Rusak. • Secara teknis tidak dapat digunakan lagi akibat modernisasi. • Selisih kurang dalam timbangan/ukuran disebabkan penggunaan/susut dalam penyimpanan/pengangkutan. antara lain: • Secara fisik barang tidak dapat digunakan karena rusak dan tidak ekonomis bila diperbaiki. Pertimbangan ekonomis • Optimalisasi BMD idle • Dihapus secara ekonomis 3. • Secara ekonomis lebih menguntungkan bagi daerah apabila dihapus. • Diluar kesalahan/kelalaian Penyimpan dan/atauPengurus Barang. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 29 . antara lain : • Untuk optimalisasi barang milik daerah yang berlebih atau idle. 3) Karena hilang/kekurangan perbendaharaan atau kerugian. • Mati. Karena hilang/kekurangan/kerugian • Kesalahan penyimpan/pengurus • Mati (hewan/ternak. • Karena penggunaan mengalami perubahan dasar spesifikasi dan sebagainya. bagi tanaman atau hewan/ternak. tidak ekonomis • Modernisasi • Perubahan dasar spesifikasi • Selisih kurang akibat penggunaan/ susut akibat penyimpanan 2. tanaman) • Force majeure Penghapusan barang bergerak berdasarkan pertimbangan/alasan--alasan sebagai berikut : 1) Pertimbangan Teknis.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 32 Alasan Penghapusan Barang Barang tidak bergerak Barang bergerak • • • • • Rusak berat. karena biaya operasional dan pemeliharaannya lebih besar dari manfaat yang diperoleh. • Telah melampaui batas waktu kegunaannya/kedaluwarsa. yang disebabkan: • Kesalahan atau kelalaian Penyimpan dan/atauPengurus Barang. • Karena kecelakaan atau alasan tidak terduga ( force majeure ).

dan tidak dapat dipindahtangankan. dan tidak dapat dipindahtangankan dilaksanakan oleh Pengelola Barang dengan surat keputusan dari Pengelola Barang setelah mendapat persetujuan Gubernur/ Bupati/ Walikota untuk Barang Milik Daerah. 30 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . atau • Alasan lain sesuai ketentuan perundang-undangan. tidak dapat dimanfaatkan. pencurian. susut Penghapusan BMD meliputi : • Penghapusan dari Daftar Barang Pengguna dan atau Kuasa Pengguna Barang • Penghapusan dari Daftar BM pada Pengelola Barang Pemusnahan sebagai tindak lanjut penghapusan dilakukan apabila BMD dimaksud: • Tidak dapat digunakan. tidak dapat dimanfaatkan. terbakar. Pemusnahan atas BMD yang tidak dapat digunakan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 33 Ketentuan Penghapusan Pengalihan status penggunaan DARI DAFTAR PENGGUNA Sudah tidak berada dalam penguasaan pengguna barang PENGHAPUSAN BMD DARI DAFTAR BARANG MILIK DAERAH Sudah beralih kepemilikan Pemusnahan Sebab-sebab lain Pemindahtanganan Penyerahan kepada pengelola Pemusnahan Sebab-sebab lain Pemindahtanganan Keputusan pengadilan berkekuatan penuh Hilang.

penghapusan ditetapkan dengan Surat Keputusan Pengelola atas nama kepala daerah. Apabila akan dilakukan lelang terbatas. administrasi. penggunaan. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 31 . Tugas panitia penghapusan meneliti barang yang rusak. juga menetapkan cara penjualan dengan cara lelang umum melalui Kantor Lelang Negara atau lelang terbatas dan/atau disumbangkan/dihibahkan atau dimusnahkan. Hasil penelitian tersebut dituangkan dalam bentuk Berita Acara dengan melampirkan data kerusakan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 34 Proses Penghapusan SKPD KDH Panitia Penghapusan Berita Acara SK Penghapusan Unsur teknis terkait: • Asisten • Biro/bagian perlengkapan • Biro/bagian keuangan • Biro/bagian hukum • Kepala SKPD terkait • Kabag terkait • Pemakai barang • Lelang umum • Lelang terbatas (panitia lelang) • disumbangkan • Hibah • Dimusnahkan • Berita acara Kepala daerah membentuk Panitia Penghapusan Barang Milik Daerah yang susunan personilnya terdiri dari unsur teknis terkait. pemeliharaan/ perbaikan maupun data lainnya yang dipandang perlu. ambulan atau kendaraan lapangan lainnya ditetapkan penghapusannya oleh pengelola setelah mendapat persetujuan kepala daerah. pembiayaan. surat keterangan sebab kematian dan lain-lain. truk. Selanjutnya pengelola mengajukan permohonan persetujuan kepada kepala daerah mengenai rencana penghapusan barang dimaksud dengan melampirkan berita acara hasil penelitian panitia penghapusan. Khusus penghapusan untuk barang bergerak karena rusak berat dan tidak dapat dipergunakan lagi seperti alat kantor dan alat rumah tangga yang sejenis termasuk kendaraan khusus lapangan seperti alat angkutan berupa kendaraan alat berat. kepala daerah membentuk Panitia Pelelangan Terbatas untuk melaksanakan penjualan/pelelangan terhadap barang yang telah dihapuskan dari Daftar Inventaris Barang Milik Daerah. Setelah mendapat persetujuan kepala daerah. mobil jenazah. laporan hilang dari kepolisian. dokumen kepemilikan.

sebagai berikut: a.. Pertimbangan pelaksanaan hibah barang milik daerah dilaksanakan untuk kepentingan sosial. keagamaan dan kemanusiaan misalnya untuk kepentingan tempat ibadah. • Dikuasai negara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dan/atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan.000.000.Diperuntukkan bagi pegawai negeri .Tidak sesuai lagi dengan peruntukan tata ruangnya . • Diperuntukkan bagi kepentingan umum. • Diperuntukkan bagi pegawai negeri. dan b. Pemindahtanganan barang milik daerah berupa tanah dan/ atau bangunan yang tidak memerlukan persetujuan DPRD apabila: • Sudah tidak sesuai dengan tata ruang wilayah atau penataan kota. Hibah untuk kepentingan sosial.000. Pemindahtanganan barang milik daerah berupa tanah dan/ atau bangunan dan selain tanah dan bangunan yang bernilai lebih dari Rp.Diperuntukkan untuk kepentingan umum .(lima milyar rupiah) ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan DPRD. kemanusiaan. kesehatan dan sejenisnya.Dikuasai oleh negara berdasarkan keputusan pengadilan dan berkekuatan hukum Pemindahtanganan barang milik daerah adalah pengalihan kepemilikan sebagai tindak lanjut dari penghapusan. Hibah untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan yaitu hibah antar tingkat pemerintahan (pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dan antar pemerintah daerah). yang jika status kepemilikannya dipertahankan tidak layak secara ekonomis Penjualan barang milik daerah dilakukan secara lelang melalui Kantor Lelang Negara setempat. atau melalui Panitia Pelelangan Terbatas untuk barang milik daerah yang bersifat khusus yang dibentuk dengan Keputusan Kepala Daerah.Anggaran pengganti telah tersedia . • Harus dihapuskan karena anggaran untuk bangunan pengganti sudah disediakan dalam dokumen penganggaran. 5. dan hasil penjualan/pelelangan tersebut disetor sepenuhnya ke Kas Daerah. 36 Bentuk Pemindahtanganan Penjualan Tukar menukar Bentuk Pemindahtanganan Hibah Pernyataan modal daerah 32 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . dan penyelenggaraan pemerintahan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 35 Pemindahtanganan • Pengalihan kepemilikan sebagai tindak lanjut dari penghapusan • Pemindahtanganan tanah dan bangunan serta selain tanah dan bangunan senilai >5milyar rupiah harus dengan persetujuan DPRD yang diajukan oleh kepala daerah • Pemindahtanganan tanah dan bangunan tanpa persetujuan DPRD jika. . pendidikan. keagamaan.

Peraturan PerUUan . • Diperuntukkan bagi pegawai negeri. • Barang Milik Daerah selain tanah dan/atau bangunan diatas Rp. • Diperuntukkan bagi kepentingan umum. BMN yang membutuhkan persetujuan DPR : • Tanah dan/atau bangunan.Penetapan Pengelola • Lelang • Tanpa lelang . • Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan diatas Rp. keagamaan. BMD yang membutuhkan persetujuan DPRD: • Tanah dan/atau bangunan. kemanusiaan Obyek • Tanah dan/atau bangunan • Selain tanah dan/atau bangunan • Tanah dan/atau bangunan . yang jika status kepemilikan dipertahankan tidak layak secara ekonomis.000 2. BH lainnya Kepentingan sosial. Pemindahtanganan BMN/D tanah dan/atau bangunan yang tidak membutuhkan persetujuan DPR/D: • Sudah tidak sesuai dengan tata ruang wilayah atau penataan kota. • Dikuasai negara berdasarkan keputusan pengadilan. Ketentuan Pokok Pemindahtanganan 1. yang telah memiliki kekuatan hukum tetap dan/atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan.dari awal pengadaannya telah ditetapkan • Selain tanah dan/atau bangunan Nilai/Harga • Tanah ditentukan oleh perhitungan nilai wajar (estimasi terendah menggunakan NJOP) • Dapat melibatkan penilai independen • Lelang • Tanpa lelang .000. • Harus dihapuskan karena anggaran untuk bangunan pengganti sudah disediakan dalam dokumen penganggaran. 5.000.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 37 Ketentuan Pokok dan Tata Cara Pemindahtanganan Ketentuan Pertimbangan Penjualan Tukar Menukar PMD Hibah Tidak sesuai dengan tata ruang/ penataan kota Tidak mengganggu tupoksi Dari awal pengadaan telah ditetapkan dalam dokumen anggaran Pendirian/ pengembangan BUMN/D.000.000 3.Penetapan Pengelola • Realisasi pelaksanaan anggaran • Realisasi pelaksanaan anggaran Calon Mitra Penetapan Pengelola Barang Penetapan Pengelola Barang Slide ini memaparkan secara lebih singkat tapi detil mengenai ketentuan pokok dan tata cara pemindahtanganan.yg ada di pengelola . 100.000.Peraturan PerUUan . HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 33 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

38
Pembinaan, Pengawasan, dan Pengendalian
Pembina Usaha atau kegiatan melalui pemberian pedoman, bimbingan, pelatihan, dan supervisi

Pengawasan

Usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai kenyataan yang sebenarnya mengenai pelaksanaan tugas dan/atau kegiatan, apakah dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan Usaha atau kegiatan untuk menjamin dan mengarahkan agar pekerjaan yang dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan

Untuk menjamin kelancaran penyelenggaraan pengelolaan barang milik daerah secara berdayaguna dan berhasilguna, maka fungsi pembinaan, pengawasan dan pengendalian sangat penting untuk menjamin tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah. Pembinaan merupakan usaha atau kegiatan melalui pemberian pedoman, bimbingan, pelatihan, dan supervisi. Pengendalian merupakan usaha atau kegiatan untuk menjamin dan mengarahkan agar pekerjaan yang dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Pengawasan merupakan usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai kenyataan yang sebenarnya mengenai pelaksanaan tugas dan/atau kegiatan, apakah dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan.

Pengendalian

39
Ketentuan, Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian
• Penggunaan barang dapat melakukan pemantauan dan penertiban pengelolaan barang dalam wilayah kekuasaan. Untuk SKPD dilaksanakan oleh kuasa pengguna barang • Pengguna dan kuasa penggunaan barang dapat meminta aparat fungsional melakukan tindak lanjut atas hasil pemantauan dan penertiban barang dan ditindaklanjuti sesuai aturan • Pengelola barang berwenang untuk melakukan pemantauandan inestigasi ataspemanfaatan dan pemindahtanganan barang daerah dan dapat meminta aparat fungsional untuk itu dan untuk kemudian ditindaklajuti hasil auditnya sesuai aturan berlaku

Pengguna Barang melakukan pemantauan dan penertiban terhadap penggunaan, pemanfaatan, pemindahtanganan, penatausahaan, pemeliharaan, dan pengamanan barang milik daerah yang berada di bawah penguasaannya. Menteri Dalam Negeri melakukan pembinaan pengelolaan barang milik daerah. Kepala daerah melakukan pengendalian pengelolaan barang milik daerah. Dalam rangka tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah diperlukan pembiayaan untuk kegiatan seperti; penyediaan blanko/buku inventaris, tanda kodefikasi/ kepemilikan, pemeliharaan, penerapan aplikasi sistim informasi barang daerah (simbada) dengan komputerisasi, tunjangan/insentif penyimpan dan/atau pengurus barang dan lain sebagainya. Pembiayaan untuk keperluan pengelolaan barang daerah agar direncanakan dan diajukan setiap tahun melalui APBD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

40
Pembiayaan
• Dalam pelaksanaan tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah, disediakan anggaran yang dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. • Pejabat/pegawai yang melaksanakan pengelolaan barang milik daerah yang menghasilkan pendapatan dan penerimaan daerah, diberikan insentif. • Penyimpan barang dan pengurus barang dalam melaksanakan tugas diberikan tunjangan khusus yang besarannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.

34

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

41
Tuntutan Ganti Rugi
• Setiap kerugian daerah akibat kelalaian, penyalahgunaan/pelanggaran hukum atas pengelolaan Barang Milik Daerah diselesaikan melalui tuntutan ganti rugi sesuai dengan peraturan perundangundangan. • Setiap pihak yang mengakibatkan kerugian daerah dapat dikenakan sanksi administratif dan/atau sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan. • Untuk pengamanan dan penyelamatan barang milik daerah, dilengkapi dengan ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang sanksi terhadap pengelola, pembantu pengelola, pengguna/kuasa pengguna, dan penyimpan dan/atau pengurus barang berupa Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang karena perbuatannya merugikan daerah

Dalam rangka pengamanan dan penyelamatan terhadap barang milik daerah, perlu dilengkapi dengan ketentuanketentuan yang mengatur tentang sanksi terhadap pengelola, pembantu pengelola, pengguna/kuasa pengguna, dan penyimpan dan/atau pengurus barang berupa Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang karena perbuatannya merugikan daerah. Tuntutan ganti rugi barang dikenakan terhadap pegawai negeri, pegawai perusahan daerah dan pegawai daerah yang melakukan perbuatan melanggar hukum atau perbuatan melalaikan kewajiban atau tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana mestinya sesuai dengan fungsi atau status jabatannya, sehingga karena perbuatannya tersebut mengakibatkan kerugian bagi daerah. Tuntutan ganti rugi barang tidak dapat dilakukan atas dasar sangkaan atau dugaan, akan tetapi harus didasarkan pada kenyataan yang sebenarnya dan dalam pelaksanaannya tidak perlu menunggu keputusan pengadilan negeri.

42

Selanjutnya pembahasan difokuskan pada penatausahaan barang milik daerah.

Pembahasan Fokus Penatausahaan

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

35

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

43
Kegiatan Penatausahaan BMD

Secara umum, kegiatan penatausahaan terdiri dari 3 hal: pembukuan, inventarisasi, dan pelaporan. 44

36

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

Buku inventaris tersebut memuat data meliputi lokasi. serta daftar usulan barang yang Akan dihapus dan daftar barang yang digunausahakan. harga. rekap DMB. E dan F. C. tahun pembelian. B. mulai dari Daftar Barang Pengguna (DBP).PENGELOLAAN BARANG DAERAH Slide ini menjelaskan dokumen-dokumen/format yang digunakan dalam penatausahaan. Buku inventaris ini dapat memberi informasi yang tepat dalam siklus pengelolaan barang daerah. Pembukuan merupakan suatu kegiatan pelaksanaan dan pencatatan barang milik daerah dalam Daftar Barang Pengguna (DBP) dan Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP). 45 Penatausahaan: Pembukuan (Pencatatan dan Pelaporan) Penyimpan Barang Penerimaan barang Penyaluran barang Buku Penerimaan Barang (BPB) Buku Pengeluaran Barang (BPnB) Pengurus Barang Buku Inventaris (BI) Pengguna/Kuasa Pengguna Daftar Barang Pengguna/Kuasa Pengguna (DBP/DBKP) Rencana Kebutuhan BMD (RKBMD) Pengadaan barang Rencana Kebutuhan Pemeliharaan (RKPBMD) Pemeliharan barang Barang inventaris dan pakai habis dicatat terpisah Kartu pemeliharan barang Barang Barang Inventaris (BBI) Buku Barang Barang Pakai Habis (BBPH) Laporan pemeliharan barang Laporan pemeliharan barang Dicatat perjenis barang (kuantitas) Kartu Barang (KB) Inventaris Kartu Barang (KB) Pakai Habis Laporan Mutasi Barang (LMB) Rekap Laporan Mutasi Barang (RLMB) Laporan Barang Pengguna/Kuasa Pengguna Semesteran (LBPS/LBKPS) Laporan Barang Pengguna/Kuasa Pengguna Tahunan (LBPT/LBKPT) Dicatat perjenis barang (kuantitas dan harga) Kartu Persediaan Barang (KPB) Inventaris Laporan semester penerimaan dan pengeluaran barang inventaris Kartu Persediaan Barang (KPB) Pakai Habis Laporan semester penerimaan dan pengeluaran barang pakai habis Daftar Mutasi Barang (RMB) Rekap Daftar Mutasi Barang (RDMB) Slide ini menjelaskan alur pencatatan dan pelaporan dan pihak yang berperan dan bertanggungjawab dalam proses pembukuan. keadaan barang dan sebagainya. asal barang. jenis/merk type. Kartu Inventaris Barang (KIB) yang terdiri dari KIB A . Pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Pemda yang menyatakan kode lokasi dan kode barang. jumlah. D. Dalam melakukan inventarisasi disamping melihat kondisi barang dan sebagainya perlu dilakukan pengkodean terhadap barang daerah. Kartu Inventaris Ruangan KIR. rekap BI. Daftar Mutasi Barang (DMB). HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 37 . Dokumen-dokumen tersebut digunakan untuk menyusun Buku Inventaris (BI). ukuran.

C.Mesin dan peralatan KIB B. pengaturan. d) Buku Induk Inventaris.Aset tetap lainnya KIBF. pencatatan data dan pelaporan Barang Milik Daerah dalam unit pemakaian. E dan F). 38 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . Dari kegiatan inventarisasi disusun Buku Inventaris yang menunjukkan semua kekayaan daerah yang bersifat kebendaan.Jalan. 2) Dalam pencatatan dimaksud dipergunakan buku dan kartu sebagai berikut: a) Kartu Inventaris Barang (KIB A. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. irigasi. b) Daftar Mutasi Barang dan Rekap.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 46 Penatausahaan: Inventaris (Pencatatan dan Pelaporan) Pengurus Barang Melakukan inventarisasi barang Dilakukan tiap 5 tahun sekali Kartu InventarisBarang (KIB) A.Konstruksi dalam pengerjaan Inventarisasi dilakukan tiap tahun sekali bersama dengan barang persediaan Buku Inventaris (BI) Rekap (BI) Daftar usulan barang yang akan dihapus Buku Induk Inventaris (BII) Kartu Inventaris Ruangan (KIR) Rekap (BII) Buku Induk Inventaris (BII) Rekap (BII) Pengguna/Kuasa Pengguna Pengelola/Kuasa Pengelola Juknis sensus Daftar Barang Pengguna/Kuasa Pengguna (DBP/ DBKP) Daftar Barang Milik Daerah (DBMD) Daftar usulan barang yang akan dihapus Daftar barang milik daerah yang akan digunausahakan Daftar usulan barang yang akan dihapus Daftar barang milik daerah yang akan digunausahakan Daftar barang milik daerah yang akan digunausahakan Inventarisasi merupakan kegiatan atau tindakan untuk melakukan penghitungan.Tanah KIB B. 3) Dalam pelaksanaan pelaporan dipergunakan daftar : a) Buku Inventaris dan Rekap. penyelenggaraan. pengurusan. b) Kartu Inventaris Ruangan. Buku Induk Inventaris (BIl) merupakan gabungan/ kompilasi buku inventaris sedangkan Buku Inventraris adalah himpunan catatan data teknis dan administratif yang diperoleh dari catatan kartu barang inventaris sebagai hasil sensus ditiap-tiap SKPD yang dilaksanakan secara serentak pada waktu tertentu. B. b) Pelaksanaan pelaporan. D. c) Buku Inventaris.Mesin dan peralatan KIB D. Pelaksanaan Inventarisasi 1) Pelaksanaan inventarisasi dibagi dalam dua kegiatan yakni: a) Pelaksanaan pencatatan. a. dan jaringan KIB E.

adalah sebagai berikut : 1) Pengguna melaksanakan inventarisasi barang yang dicatat di dalam Kartu Inventaris Barang (KlB A. E. dan F dan Kartu Inventaris Ruangan (KIR) secara kolektif atau secara tersendiri per jenis barang rangkap 2 (dua). Daftar Rekapitulasi Inventaris. yang selanjutnya dibuat kembali dengan tata-cara sebagaimana telah diuraikan di atas (Sensus Barang). kapasitas.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Pembantu Pengelola mengkoordinir penyelenggaraan pengelolaan barang daerah. Untuk mendapatkan data barang dan pembuatan buku inventaris yang benar. HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 39 . e. merk. Daftar Rekapitulasi Inventaris disusun oleh pengelola/pembantu pengelola dengan mempergunakan bahan dari rekapitulasi inventaris barang yang disampaikan oleh pengguna. Kartu Inventaris Barang ( KIB ) Kartu Inventaris Barang (KIB) adalah kartu untuk mencatat barang-barang inventaris secara tersendiri atau kumpulan/kolektip. dilengkapi data asal. C. D. (6) Kartu Inventaris Konstruksi dalam Pengerjaan c. Irigasi dan Jaringan). Daftar mutasi barang memuat data barang yang berkurang dan/atau yang bertambah dalam suatu jangka waktu tertentu (1 semester dan 1 tahun). dapat dipertanggungjawabkan dan akurat (up to date) maka dilakukan melalui Sensus Barang Daerah setiap 5 (lima) tahun sekali. Edan F serta membuat KIR di masingmasing ruangan. yang diperlukan untuk inventarisasi maupun tujuan lain dan dipergunakan selama barang itu belum dihapuskan. tipe. B. d. nilai/ harga dan data lain mengenai barang tersebut. (4) Kartu Inventaris Barang (Jalan. KIB terdiri dari : (1) Kartu Inventaris Barang (Tanah). Kartu Inventaris Ruangan (KIR).barang inventaris yang ada dalam ruangan kerja. (5) Kartu Inventaris Barang (Aset Tetap Lainnya). D. Kartu Inventaris Ruangan ini harus dipasang di setiap ruangan kerja. Prosedur pengisian Buku Induk Inventaris. C. b. Kartu Inventaris Ruangan adalah kartu untuk mencatat barang. pemasangan maupun pencatatan inventaris ruangan menjadi tanggung jawab pengurus barang dan kepala ruangan di setiap SKPD. (3) Kartu Inventaris Barang (Gedung dan Bangunan). B. (2) Kartu Inventaris Barang (Mesin dan Peralatan). 5) Buku Induk Inventaris berlaku untuk 5 (lima) tahun. volume. 2) Pengguna barang bertanggung-jawab dan menghimpun KIB dan KIR dan mencatatnya dalam Buku Inventaris yang datanya dari KIB A. 3) Pembantu pengelola barang mengkompilasi Buku Inventaris menjadi Buku Induk Inventaris 4) Rekapitulasi Buku Induk Inventaris ditanda-tangani oleh pengelola atau pembantu pengelola. Daftar Mutasi Barang.

40 HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .PENGELOLAAN BARANG DAERAH Mutasi barang terjadi karena : a) Bertambah. disebabkan: (1) Pengadaan baru karena pembelian. (3) Dihibahkan/disumbangkan. disebabkan : (1) Dijual/dihapuskan. (3) Tukar-menukar. (4) Tukar menukar/ruilslag /tukar guling/dilepaskan dengan ganti rugi. (2) Musnah/hilang/mati. (2) Sumbangan atau hibah. b) Berkurang. Pembantu pengelola melakukan koordinasi dalam pencatatan dan pendaftaran barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada huruf b ke dalam Daftar Barang Milik Daerah (DBMD). (4) Perubahan peningkatan kualitas (guna susun). 47 Penjelasan Pembukuan • Pengelola barang mencatat barang daerah berupa tanah dan bangunan dalam DBMD (daftar barang milik daerah) menurut penggolongan dan kodefikasi barang • Pengelola barang harus menyimpan bukti pemilikan tanah dan bangunan dalam penguasaannya • Pengguna barang harus menyimpan bukti pemilikan barang selain tanah dan bangunan dalam pengelolaannya Pengguna/kuasa pengguna barang wajib melakukan pendaftaran dan pencatatan barang milik daerah ke dalam Daftar Barang Pengguna (DBP)/Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP).

PENGELOLAAN BARANG DAERAH HARI II SESI 4 Pengelolaan Barang Milik Daerah Tujuan: • Peserta memahami siklus pengelolaan barang daerah • Peserta mengetahui proses penatausahaan barang milik daerah • Peserta mampu mengidentifikasi langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam pengelolaan barang daerah Materi: • Power Point Slide • Latihan Pengkodean • Latihan Penatausahaan Waktu: ± 300 menit Metode: • Presentasi • Tanya Jawab. • Latihan Alur: • Presentasi (± 20 menit) • Penjelasan Slide (± 60 menit) • Latihan (± 180 menit) • Kesimpulan dan tanya-jawab (± 40 menit) • Perhatikan bahwa pelaksanaan sesi ini tetap diselingi dengan jeda untuk 2 kali rehat kopi dan makan siang ! Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 41 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 42 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

bidang. HARI 2 2 Topik Hari 2 • Pengkodean dan Latihan Pengkodean • Penatausahaan mengenai: . Tujuan kodefikasi: Mengamankan dan memberikan kejelasan status kepemilikan dan status penggunaan barang pada masing-masing pengguna.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 1 Ucapkan selamat datang pada hari ke II pelatihan Pengelolaan Barang Milik Daerah. Lemparkan pertanyaanpertanyaan untuk mereviu mengenai materi yang telah disampaikan pada hari I.Pelaporan Pada hari ke 2. Nomor kode lokasi terdiri 14 digit atau lebih sesuai kebutuhan daerah. Kode Kab/Kota Kode Bidang Kode Unit Bidang Kode Tahun Pembelian Kode Sub Unit/ Satuan Kerja 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Slide di samping menggambarkan pencatatan kode lokasi yang terdiri dari 14 digit. SKPD dan unit kerja serta tahun pembelian barang. Nomor kode lokasi menggambarkan/menjelaskan status kepemilikan barang.Inventarisasi . kabupaten/kota. HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 43 . perlu dilakukan pengkodean terhadap barang daerah. fokus pembahasan materi pada pengkodean dan penatausahaan dengan penekanan pada inventarisasi dan pelaporan. 3 Pengkodean Definisi: Pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Pemda yang menyatakan kode lokasi dan kode barang Tujuan Pengkodean: Mengamankan dan memberikan kejelasan status kepemilikan dan status penggunaan barang pada masing-masing pengguna Dalam melakukan inventarisasi disamping melihat kondisi barang dan sebagainya. 4 Pengkodean Lokasi 1 Kode komponen pemilik barang Kode Prov. Pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Pemda yang menyatakan kode lokasi dan kode barang. provinsi.

. Barang yang tidak diketahui tahun pembelian/perolehannya. dan penetapan prakiraan tahun tersebut ditetapkan oleh pengurus barang.... Digit 3 dan 4... Nomor kode urutan kabupaten/kota sebagaimana tercantum dalam lampiran 40 (Permendagri 17/2007).... sejenis. Kodefikasi kepemilikan untuk masing-masing tingkatan pemerintahan sebagai berikut: a. merk. cc. Digit 13 dan 14.. Kode Sub Unit/Satuan Kerja.. Nomor kode tahun pembelian/pengadaan barang dituliskan 2 angka terakhir (misalnya tahun pembelian/perolehan 1997. b... Digit 5 dan 6.. supaya dibandingkan dengan barang yang sama. c.. Digit 11 dan 12.. • Untuk nomor kode Kabupaten /Kota yang baru dibentuk dibakukan oleh Gubernur dengan mengikuti urutan sesuai lahirnya undang . Provinsi diberi Nomor Kode mulai dari Nomor 01 sampai dengan 33 (dstnya).undang Pembentukan Daerah Otonom baru dengan memperhatikan/mengikuti Nomor urut Kabupaten/ Kota yang ditetapkan Menteri Dalam Negeri. sejenis. tipe. Kecamatan diberi nomor kode mulai dari nomor urut 50 (lima puluh) dan seterusnya sesuai jumlah kecamatan pada masing--masing kabupaten/kota. 6 Lanjutan. maka ditulis Nomor Kodenya 97. Barang milik pemerintah kabupaten/Kota (12).. Barang milik Pemerintah Daerah Provinsi dengan Nomor Kode 11 c.. Kode Provinsi. tahun pembelian/perolehan tahun 2002 ditulis 02 tahun 2005 ditulis 05 dan seterusnya. 8 Lanjutan. merk.. Barang milik pemerintah pusat (BM/KN) (kalau ada 00).. kode SKPD.. • Kode Unit merupakan penjabaran dari Bidang Tugas kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sesuai struktur organisasi di masing masing Daerah Provinsi/Kabupaten/ Kota... Digit 1 dan 2.. Barang Milik Pemerintah Daerah Kab/Kota dengan Nomor Kode 12. cc dsb dan penetapan prakiraan tahun tersebut ditetapkan oleh Pengurus barang.... • Barang yang tidak diketahui Tahun Pembelian/Perolehannya. Barang milik pemerintah provinsi (11). supaya dibandingkan dengan barang yang sama. dsb.. sesuai dengan jumlah Provinsi yang ada. • Penetapan nomor urut kode unit/SKPD di masing-masing Provinsi/Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Kepala Daerah..... kode bidang Kode bidang ini merupakan pengelompokan Bidang Tugas yang terdiri dari 22 bidang. Digit 7 dan 8. bahan. Nomor kode urutan provinsi sebagaimana tercantum dalam Lampiran 39 (Permendagri 17/2007).PENGELOLAAN BARANG DAERAH 5 Lanjutan. tahun pembelian/ perolehan tahun 2002 ditulis 02 tahun 2005 ditulis 05 dan seterusnya.. Kode sub unit/satuan kerja untuk masing-masing SKPD diberi nomor urut kode sub unit sesuai struktur organisasi perangkat daerah mulai dari nomor 01 dan seterusnya 44 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . Tahun Pembelian/Pengadaan/ Pembangunan. Barang milik Pemerintah Pusat dengan Nomor Kode OO b. • Nomor Kode Tahun pembelian/pengadaan barang dituliskan 2 angka terakhir (misalnya tahun pembelian/perolehan 1997.. tipe. Kode Kabupaten/Kota • Kabupaten/Kota yang berada dalam wilayah suatu Provinsi diberi Nomor Kode mulai dari Nomor 01 dan seterusnya sampai sejumlah Kabupaten/Kota dalam wilayah Provinsi tersebut. Nomor Kode SKPD dibakukan lebih lanjut oleh kepala daerah dengan memperhatikan pengelompokkan bidang yang terdiri dari 22 bidang.. bahan.. 7 Lanjutan... Kode komponen kepemilikan barang Penulisan kode komponen kepemilikan barang sebagai berikut : a.. Digit 9 dan 10. • Kode Sub Unit/Satuan Kerja untuk masing-masing SKPD diberi Nomor urut Kode sub unit sesuai struktur organisasi perangkat daerah mulai dari Nomor 01 dan seterusnya sampai sejumlah sub Unit/Satuan Kerja dalam SKPD tersebut dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. maka ditulis Nomor Kodenya 97..

ditulis: 0001 s/d 0150.Irigasi dan Jaringan (5) Aset Tetap Lainnya (6) Konstruksi dalam Pengerjaan 10 Klasifikasi Pengkodean Barang Golongan Bidang Semakin Global/ Ringkas Kelompok Sub Kelompok Sub-sub Kelompok Semakin Rinci/ Deatail Penggolongan barang terbagi atas bidang.01. tahun pengadaan sama. pencatatan terhadap barang yang sejenis. Nomor register merupakan nomor urut pencatatan dari setiap barang.06.05. nomor kode kelompok.PENGELOLAAN BARANG DAERAH sampai sejumlah sub unit/satuan kerja dalam SKPD tersebut dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.01. jenis berbeda.0003 Barang milik Pemerintah Kota Balikpapan berupa bangunan gedung tempat kerja permanen yang ke 5.02 03.23. dibeli/diperoleh Tahun 2001.05. perlu 2 angka di depan/dicari nomor kode golongan barangnya.01.03. sub kelompok dan sub-sub kelompok/jenis barang.0005 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 45 . Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. pencatatan terhadap barang yang sejenis. 12. 12 Contoh Penulisan Barang milik Departemen Kimpraswil berupa mobil sedan dibeli pada tahun 1999.01. tipe. maka pencatatannya dapat dilakukan dalam suatu format pencatatan dalam lajur register.01.01.03. berada pada Dinas Pengairan. Subdin Pembangunan. 11 Nomor Register Nomor urut pencatatan dari setiap barang.01. Slide ini menunjukkan cara penulisan kode lokasi dan kode barang. dipergunakan pada Dinas PU (Subdin Cipta Karya) mobil sedan yang ketiga. kemudian baru dicari nomor kode bidang. kelompok. nomor kode sub-sub kelompok/jenis barang dimaksud. besaran harganya sama seperti meja dan kursi jumlahnya 150.99. Nomor urut pencatatan untuk setiap barang yang spesifikasi. merk.23. besaran harganya sama seperti meja dan kursi jumlahnya 150.11.27. 00.04 02. nomor kode sub kelompok. maka nomor registernya dicatat tersendiri untuk masing-masing barang.02. tahun pengadaan sama. 9 Pengkodean Barang 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kode golongan Kode Bidang Kode Kelompok Kode Sub Kelompok Kode Sub Sub Kelompok Nomor Register Nomor kode barang diklasifikasikan ke dalam 6 (golongan) yaitu: (1) Tanah (2) Mesin dan Peralatan (3) Gedung dan Bangunan (4) Jalan. Untuk mengetahui nomor kode barang dari setiap jenis dengan cepat. maka pencatatannya dapat dilakukan dalam suatu format pencatatan dalam lajur register. ditulis: 0001 s/d 0150.

Pemasangan kode barang dan tanda kepemilikan rumah dinas daerah dicantumkan pada tembok rumah bagian depan sehinga tampak nyata dari jalan umum. 15 Ketentuan Lain Pengkodean • Cara pencatatan dan pemberian Nomor Kode bagi barang yang belum ada Nomor Kode jenis barangnya.0003 02 : Kode golongan peralatan dan mesin 03 : Kode bidang alat-alat angkutan 01 : Kode kelompok alat angkutan darat bermotor 01 : Kode sub kelompok kendaraan dinas bermotor perorangan 01 : Kode sub-sub kelompok/jenis barang sedan 0003 : Kode register Slide: contoh penulisan kode barang.. HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 16 Lanjutan. Kode barang dan tanda kepemilikan untuk kendaraan bermotor roda 4 (empat) ditempatkan di bagian luar yang mudah dilihat. • Untuk tertib administrasi pengelolaan BMD yang cepat dan akurat.01.03.02.. yang berbentuk papan kecil dengan ukuran: a.. supaya mempergunakan Nomor Kode jenis barang “Lain-lain” dari Sub kelompok barang yang dimaksud atau dibakukan oleh kepala daerah masing-masing dengan mengikuti nomor urut jenis barang lain-lain.01. • Tidak termasuk barang milik daerah tersebut di atas yaitu barang usaha/barang yang diperdagangkan sesuai dengan bidang usaha dari Perusahaan Daerah tersebut..05. c.01. oleh karena itu semua barang inventaris yang dipisahkan.. diperlakukan sama dengan barang inventaris milik Pemerintah Daerah. Lebar 15 cm. b. d. Pemerintah Daerah menerapkan aplikasi inventarisasi melalui Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah (SIMBADA).99.04 00 23 02 05 01 99 04 : : : : : : : Kode milik pusat kode propinsi Kalimantan Timur Kode Kabupaten Berau Kode Bidang Kimpraswil/PU Kode Dinas PU Kode Tahun perolehan Kode Subdinas Cipta Karya Slide: contoh penulisan kode lokasi.... Kode barang dan tanda kepemilikan harus dicantumkan pada setiap barang inventaris.. • BMD yang dipisahkan (Perusahaan Daerah) tetap menjadi milik Pemerintah Daerah.. Kode barang dan tanda kepemilikan untuk kendaraan bermotor lainnya ditempatkan di tempat yang mudah dilihat. Kode barang dan tanda kepemilikan rumah dinas dicantumkan pada sebuah papan yang berukuran 15 x 25 Cm. Gambar lambang daerah berbentuk bulan ukuran garis tengah 6 cm. KlB dan KIR.. sedangkan untuk tanah kosong pada sebuah papan yang berukuran sekurang-kurangnya 60x100 cm. 46 . Panjang 25 cm...01.23.. Kode barang dan tanda kepemilikan untuk kendaraan bermotor roda 2 (dua) ditempatkan pada bagian badan yang mudah dilihat.. cukup dicatat dalam BI. Tinggi huruf 2 cm.. kecuali apabila ruang/tempat yang tersedia tidak dapat memuatnya.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 13 Cara Penulisan Kode Lokasi Untuk Contoh 1: Cara penulisan kode lokasi: 00... 14 Cara Penulisan Kode Barang Cara penulisan kode barang: 02.

Lanjutan • Pengguna barang diwajibkan melakukan inventarisasi minimal sekali dalam 5 tahun • Inventarisasi barang persediaan dan konstruksi dalam pengerjaan dilakukan minimal sekali dalam setahun • Pengguna barang menyampaikan laporan inventarisasinya kepada pengelola barang paling lambat 3 bulan setelah inventarisasi • Pengelola barang melakukan inventarisasi tanah dan bangunan dalam penguasaannya minimal sekali dalam 5 tahun Untuk mendapatkan data barang dan pembuatan buku inventaris yang benar. pemanfaatan. pengaturan. Fasilitator diminta untuk memperlajari baik-baik trainers note terlampir. pencatatan data dan pelaporan barang milik daerah dalam unit pemakaian. pengurusan. • Memuat data meliputi lokasi. keadaan barang dan sebagainya. jumlah. pencatatan data dan pelaporan barang milik daerah dalam unit pemakaian • Disusun Buku Inventaris yang menunjukkan semua kekayan daerah yang bersifat kebendaan... baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. penyelenggaraan. Buku inventaris tersebut memuat data meliputi lokasi. dapat dipertanggungjawabkan dan akurat (up to date) maka dilakukan melalui Sensus Barang Daerah setiap 5 (lima) tahun sekali. penyelenggaraan.. tahun pembelian. b) Pelaksanaan pelaporan. dan 3) Menunjang pelaksanaan tugas pemerintah. ukuran. pengaturan. Barang inventaris adalah seluruh barang yang dimiliki oleh pemerintah daerah yang penggunaannya lebih dari satu tahun dan dicatat serta didaftar dalam buku inventaris. HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 47 . harga. ukuran.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 17 Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran. pengurusan. keadaan barang dan sebagainya. jenis/ merk.. tahun pembelian. Dari kegiatan inventarisasi disusun Buku Inventaris yang menunjukkan semua kekayan daerah yang bersifat kebendaan. Inventarisasi merupakan kegiatan atau tindakan untuk melakukan perhitungan. teratur dan berkelanjutan mempunyai fungsi dan peran yang sangat penting dalam rangka: 1) Pengendalian. pengamanan dan pengawasan setiap barang. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. harga. tipe . jenis/merk tipe. Adanya buku inventaris yang lengkap. Latihan 2 Pengkodean Barang 18 Inventarisasi • Kegiatan atau tindakan untuk melakukan perhitungan. 19 Inventarisasi . 2) Usaha untuk menggunakan memanfaatkan setiap barang secara maksimal sesuai dengan tujuan dan fungsinya masing-masing. asal barang. Pelaksanaan inventarisasi dibagi dalam dua kegiatan yakni: a) Pelaksanaan pencatatan. asal barang.. jumlah.

dan menghimpun LBPS dan LBPT untuk kemudian menjadi LBMD • Lebih lanjut LBMD akan menjadi acuan untuk penyusunan neraca daerah 48 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . Buku Inventaris dan Rekap. Buku Induk Inventaris.. jumlah maupun nilai serta dibuat rekapitulasinya.. tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada kepala daerah melalui pengelola.. 20 Pelaporan • Kuasa pengguna barang menyampaikan laporan pengguna barang semesteran. Kartu Inventaris Ruangan. B. • Pengguna menyampaikan laporan pengguna barang semesteran. Kuasa pengguna barang menyampaikan laporan pengguna barang semesteran. Kartu Inventaris Barang (KIB A. c. Pengelola barang harus menghimpun Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) serta Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berupa tanah dan/atau bangunan. Buku Inventaris.Lanjutan • Kuasa pengguna barang harus menyusun LBKPS (laporan barang kuasa pengguna semesteran) dan LBPKT (laporan barang kuasa pengguna tahunan) kepada pengguna barang • Pengguna barang harus menyusun LBPS (laporan barang pengguna semesteran) dan LBPT (laporan barang pengguna tahunan) kepada pengelola barang • Pengelola barang harus menyusun LBMD (laporan barang milik daerah) berupa tanah dan atau bangunan secara semesteran maupun tahunan. E dan F). tahunan dan 5 (lima) tahunan dari masing-masing SKPD. jumlah maupun nilai serta dibuat rekapitulasinya. Pengguna barang harus menyusun Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) untuk disampaikan kepada pengelola barang. dipergunakan buku dan kartu sebagai berikut: a. Kuasa pengguna barang harus menyusun Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran (LBKPS) dan Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan (LBKPT) untuk disampaikan kepada pengguna barang. b. • Rekapitulasi digunakan sebagai bahan penyusunan neraca daerah. C.. Pengelola barang harus menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berdasarkan hasil penghimpunan laporan. tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada kepala daerah melalui pengelola.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Dalam pencatatan dimaksud. digunakan sebagai bahan penyusunan neraca daerah. b.. • Pengguna menyampaikan laporan pengguna barang semesteran. • Rekapitulasi sebagaimana dimaksud di atas.. • Pembantu pengelola menghimpun seluruh laporan pengguna barang semesteran. Dalam pelaksanaan pelaporan dipergunakan daftar yaitu : a. tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada pengguna. Pengelola barang harus menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berupa tanah dan/atau bangunan semesteran dan tahunan. D. tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada pengguna. d. Daftar Mutasi Barang dan Rekap. • Pembantu pengelola menghimpun seluruh laporan pengguna barang semesteran. tahunan dan 5 (lima) tahunan dari masing-masing SKPD. 21 Pelaporan .

selanjutnya pembantu pengelola merekap buku inventaris tersebut menjadi buku induk inventaris.... • Rekapitulasi seluruh barang milik daerah (daftar mutasi) disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri.. dicatat secara tertib pada : 1) Laporan Mutasi Barang. • Hasil sensus barang daerah dari masing-masing pengguna/kuasa pengguna.Lanjutan • Mutasi barang bertambah dan/atau berkurang pada masing-masing SKPD setiap semester. Inventarisasi dan Pelaporan HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 49 . selanjutnya pembantu pengelola merekap buku inventaris tersebut menjadi buku induk inventaris. Daftar mutasi barang selama 1 (satu) tahun tersebut disimpan di pembantu pengelola. tipe. di rekap ke dalam buku inventaris dan disampaikan kepada pengelola... merek... Mutasi barang bertambah dan/atau berkurang pada masingmasing SKPD setiap semester. dan 2) Daftar Mutasi Barang. • Laporan inventarisasi barang (mutasi bertambah dan/atau berkurang) selain mencantumkan jenis. Latihan 3 Pembukuan.Lanjutan • Hasil sensus/inventarisasi barang daerah dari masing-masing pengguna/kuasa pengguna..Lanjutan • Laporan Mutasi Barang semester I dan semester II digabungkan menjadi Daftar Mutasi Barang selama 1 (satu) tahun. • Buku Induk Inventaris merupakan saldo awal pada daftar mutasi barang tahun berikutnya. • Laporan mutasi barang merupakan pencatatan barang bertambah dan/atau berkurang selama 6 bulan untuk dilaporkan kepada kepala daerah melalui pengelola. dan masing-masing dibuatkan Daftar Rekapitulasinya (Daftar Rekapitulasi Mutasi Barang).. di rekap ke dalam Buku Inventaris dan disampaikan kepada pengelola. selanjutnya untuk tahun-tahun berikutnya pengguna/kuasa pengguna dan pengelola hanya membuat Daftar Mutasi Barang (bertambah dan/atau berkurang) dalam bentuk rekapitulasi barang milik daerah... Laporan Mutasi Barang merupakan pencatatan barang bertambah dan/atau berkurang selama 6 (enam) bulan untuk dilaporkan kepada kepala daerah melalui pengelola.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 22 Pelaporan . 24 Pelaporan . Fasilitator diminta untuk mempelajari baik-baik trainers note terlampir. dan lain sebagainya juga harus mencantumkan nilai barang. 23 Pelaporan . dan 2) Daftar Mutasi Barang. selanjutnya untuk tahun-tahun berikutnya pengguna/kuasa pengguna dan pengelola hanya membuat Daftar Mutasi Barang (bertambah dan/ atau berkurang) dalam bentuk rekapitulasi barang milik daerah. Laporan Mutasi Barang semester I dan semester II digabungkan menjadi Daftar Mutasi Barang selama 1 (satu) tahun. dan masing-masing dibuatkan Daftar Rekapitulasinya (Daftar Rekapitulasi Mutasi Barang).. 25 Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran.. • Buku Induk Inventaris sebagaimana dimaksud pada huruf e merupakan saldo awal pada daftar mutasi barang tahun berikutnya.... dicatat secara tertib pada : 1) Laporan Mutasi Barang..

pengawasan dan pengendalian Pembiayaan Tuntutan ganti rugi LBPT Pembukuan Inventarisasi Pelaporan BPB. Penambahan 2. BPnB. melaksanakan inventarisasi/sensus BMD (5 tahunan) dan melaksanakan penilaian BMD. Pemeliharaan 3. untuk dapat melihat gambaran utuh posisi pengelolaan barang daerah dalam kerangka pengelolaan keuangan daerah. menyusun kode lokasi. Penggantian 4. Penghapusan Laporan Keuangan DRKBU DRKPBU DUBYAD DBMDYD KUA DAN PPAS RKA Belanja Modal Belanja Pemeliharaan Tayangkan kembali slide dengan alur hubungan pengelolaan barang daerah – perencanaan dan penganggaran – akuntansi. 28 Pengelolaan Barang • Menyusun Perda Pengelolaan BMD • Menyusun Perbup/Perwali tentang Kode Lokasi • Melaksanakan Inventarisasi BMD • Melakukan appraisal BMD (aktiva tetap – tidak bergerak) Beberapa hal yang bisa direkomendasikan untuk pengelolaan barang daerah adalah: menyiapkan Perda pengelolaan BMD. KIB. KB. penyimpanan dan penyaluran Penggunaan Penatausahaan Pengelolaan BMD Pemanfaatan Pengamanan dan pemeliharaan Penilaian Penghapusan Pemindahtanganan Pembinaan. 50 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . KPB. DMB dan BI p Ap Kebijakan akuntansi Akuntansi aset Akuntansi persediaan rai sal Analisis tingkat pelayanan RKBU Analisis kebutuhan: 1.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 26 Setelah seluruh materi dan latihan disampaikan. lemparkan pertanyaan-pertanyaan untuk memancing peserta mengenai apa yang harus dipersiapkan daerah untuk pengelolaan barang daerah yang lebih baik? Apa yang perlu disiapkan Daerah? 27 Rencana kebutuhan dan penganggaran Pengadaan Penerimaan. LSPPB KIR.

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 51 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH 29 Akuntansi • Menyusun Kebijakan Akuntansi yang secara terinci mengatur akuntansi aset tetap dan persediaan Karena hasil laporan pengelolaan BMD menjadi bahan penyusunan neraca/laporan keuangan. Kedua hal tersebut sebaiknya diatur secara terinci dalam kebijakan akuntansi. meliputi: • Rencana kebutuhan pengadaan BMD • Rencana kebutuhan pemeliharaan BMD Kemudian. sesuai siklus pengelolaan barang daerah/siklus pengelolaan keuangan daerah. 30 Rencana Pengelolaan BMD Menyiapkan analisa kebutuhan BMD. terutama dalam hal akuntansi aset (aset tetap – tidak bergerak) dan persediaan. maka hasil laporan pengelolaan barang daerah menjadi bahan penyusunan perencanaan kebutuhan barang dan bahan perencanaan kebutuhan pemeliharaan barang. maka dari sisi akuntansi harus disiapkan kebijakannya.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 52 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH LATIHAN 2: Pengkodean Barang HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 53 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 54 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

Fasilitator memilih salah satu kelompok untuk menyajikan hasil kerja kelompoknya. Fasilitator menjelaskan tujuan latihan kepada peserta dalam ruang kelas. 3. Peserta menyepakati hasil jawaban secara kelompok bukan perorangan 4. Lembar soal terlampir akan digunakan kelompok dalam mengerjakan latihan ini. Diskusi kelompok dilakukan dengan mengisi lembar yang telah disediakan serta mengikuti instruksi yang tertera.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Latihan 2: Pengkodean Barang Waktu: Total Waktu = 60 menit • 45 menit untuk latihan kelompok • 15 menit untuk pembahasan hasil kelompok Tujuan: Setelah melakukan latihan kasus ini peserta diharapkan mampu: 1. Materi : 1. Mengidentifikasi barang milik daerah 2. 2. Fasilitator membagikan lembar kerja pengkodean aset kepada peserta. Kode lokasi dan kode barang HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 55 . Peserta bekerja dalam kelompok (5-6 orang) dan memilih salah seorang anggotanya menjadi pimpinan diskusi kelompok. 5. Fasilitator menampilkan kunci jawaban dan memberikan penjelasan kepada peserta apabila diperlukan. 2. Menyusun kode barang sesuai dengan lokasi dan jenis/macam barang Proses : 1.

Thn Beli Sub Unit No Uraian Kode Barang Gol Bid. Sub Dinas Perkebunan Kabupaten Klaten yang diperoleh pada tahun 1990 Barang milik Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah berupa mobil jenazah ke tiga yang digunakan oleh Rumah Sakit Daerah yang dibeli tahun 2004 Bangunan gedung kantor permanen ke 2 yang digunakan untuk Dinas Pertanian Subdin Budi Daya Pangan Kabupaten Semarang yang diperoleh tahun 2005 Barang milik Departemen Kimpraswil berupa jembatan pertama pada jalan nasional yang dikelola oleh Dinas PU Subdin Pembangunan Kota Tegal yang diperoleh tahun 2000 Barang milik Dinas Pendidikan Kota Semarang berupa buku-buku pengetahuan bahasa Inggris berasal dari hibah pada tahun 2006 dengan no register 0001 . Sub2Kel. Kode Register 1 Barang milik pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupa tanah perkebunan karet yang dikelola oleh Dinas Pertanian.0200 Barang Milik Provinsi Jawa Tengah berupa mesin bubut ke 2 yang digunakan oleh Dinas Perindustrian Subdin IKM Kabupaten Kebumen yang diperoleh pada tahun 2003 2 3 4 5 6 56 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . Kelompok SubKel.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lembar Latihan Pengkodean Peserta diminta untuk mengidentifikasi dan memberikan kode atas barang dengan informasi sebagai berikut: Kode Lokasi Milik Prov Kab/Kota Bidang Unit Bid.

Sub2Kel. Kode Lokasi Milik Prov Kab/Kota Bidang Unit Bid.....PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lanjutan lembar latihan. Kelompok SubKel. Kode Register 7 Barang milik Kabupaten Jepara berupa meja kerja ketua & wakil ketua DPRD yang dikelola oleh Sekwan urusan rumah tangga yang dibeli pada tahun 2006 Barang milik Kabupaten Kudus berupa bangunan stasiun bus permanen yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Subdin Perhubungan Darat yang diperoleh pada tahun 1999 8 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 57 .. Thn Beli Sub Unit No Uraian Kode Barang Gol Bid.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 58 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH LATIHAN 3: Penatausahaan (Pembukuan. Inventarisasi dan Pelaporan) HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 59 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 60 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .

14. yang terdiri dari penyimpan barang dan pengurus barang) dan memilih salah seorang anggotanya menjadi pimpinan diskusi kelompok 4. 31. 8. 14.15.13. Fasilitator menjelaskan tujuan latihan kepada peserta dalam ruang kelas. Penyimpan barang diberi formulir/lampiran 8. 11. 9. 25. 10. 34. 26. 11. Formulir yang terkait dengan pembukuan. Fasilitator menampilkan kunci jawaban dan memberikan penjelasan kepada peserta apabila diperlukan. 9. dan 36) Catatan: 1. 35.13. 35. 32. 6. Menyusun Laporan Barang Daerah Proses: 1. Lembar soal terlampir akan digunakan kelompok dalam mengerjakan latihan ini. Peserta bekerja dalam kelompok (6 orang. 2. 33. 10. Menginventarisasikan barang milik daerah 3.15. 31. 30. 12. 3. Inventarisasi dan Pelaporan Waktu: Total Waktu = 2. 36. 33. 5. Foto copy semua lampiran satu eksemplar kecuali untuk: • Lampiran 12 (12 lembar) • Lampiran 13 (12 lembar) HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH 61 . Peserta menyepakati hasil jawaban secara kelompok bukan perorangan 7. Pengurus barang diberi formulir/lampiran 25. Fasilitator membagikan lembar soal dan beberapa formulir yang terkait dengan proses pembukuan.26. 27. inventarisasi dan pelaporan barang milik daerah. Melakukan pembukuan atas barang milik daerah 2. (Lampiran 8. 27. 32. 30.12. Fasilitator memilih salah satu kelompok untuk menyajikan hasil kerja kelompoknya. 2. 34.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Latihan 3: Pembukuan.5 Jam (150 menit) • 90 menit untuk latihan kelompok • 45 menit untuk round robbin (pembahasan hasil latihan per kelompok) • 15 menit untuk kesimpulan Tujuan: Setelah melakukan latihan ini peserta diharapkan mampu: 1. inventarisasi dan pelapran BMD. Materi : 1. Diskusi kelompok dilakukan dengan mengisi lembar yang telah disediakan serta mengikuti instruksi yang tertera.

27.000. Pada hari itu juga diketahui ternyata ada 2 rim kertas HVS dan 2 rim kertas folio yang rusak karena dimakan tikus.000 dan kertas folio sebanyak 8 rim @ Rp. 1 rim kertas HVS ke bagian keuangan dan 2 rim kertas HVS kepada bagian perlengkapan. Buatlah Laporan Persediaan Semester I 2008 62 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .000 dari CV ABC. Diberikan 1 buah Refill Ink Canon kepada bagian keuangan untuk mengganti tinta printer Canon BJC 210. Buat pembukuan untuk transaski barang pakai habis selama tahun 2008 3. Dipakai materai sebanyak 3 buah oleh bagian perlengkapan. 11 Maret 2008 5 April 2008 10 April 2008 2 Mei 2008 10 Mei 2008 10 Juni 2008 Diminta : 1. sebanyak 2 rim ke bagian keuangan dan 1 rim ke bagian perlengkapan. Ada permintaan bagian umum untuk kertas folio sebanyak 3 rim.000.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Barang Pakai Habis: Berdasarkan hasil opname fisik di gudang pada akhir tahun 2007 terdapat data-data persediaan sebagai berikut: Nama Barang Jumlah Kondisi Harga satuan 10 Jan 2008 5 Feb 2008 7 Feb 2008 Di distribusikan kertas HVS. Dibeli kertas HVS sebanyak 10 rim seharga @ Rp 33. Dibeli lampu neon untuk mengganti lampu neon yang lama sebanyak 5 buah @ Rp. Buat Laporan Persediaan per 31 Desember 2007 2. 36. Diberikan spidol kepada bagian kepegawaian sebanyak 5 buah untuk kepentingan pelatihan. Diberikan 2 rim kertas HVS kepada bagian kepegawaian.33. Dibeli kertas HVS sebanyak 5 RIM @ Rp. Berdasarkan permintaan bagian umum diberikan kertas folio sebanyak 2 rim.

11.000 dengan No. batas sebelah timur tanah milik Agung. tape recorder ALPINA. berlokasi di Jalan Ahmad Yani No 12 RT 05 RW 01. ber-AC merk National.000.01. Dengan rincian biaya Rp.01.000.03. 900.11.04) 2 tingkat dibangun diatas tanah tersebut.000. sebelah utara tanah milik Choirie.000. luas 2000 diperoleh tahun 1981. 159. 90.10). dengan harga perolehan Rp.09. P. 2008 Dilakukan rehab terhadap gedung dengan menambah 1 tingkat serta pembuatan lahan parkir konblok seluas 100 m2 di atas tanah kosong dengan kontrak senilai Rp. nomor rangka 586JKI228. 10.000. Melakukan pembelian mobil Toyota Kijang Innova (02. warna biru. sebelah selatan adalah Jalan Diponegoro.000 4.16) Nomor Ruang 101 101 101 Tahun Perolehan 2000 2000 2002 Jumlah 3 1 2 Harga Perolehan 800.000 Merk Casio Brother Optima 2. Gedung permanen (03.000.02. 3.000.03.C unit (02.000. SPM 00001/BPTH/2008 tanggal 7 Februari 2008 dan SP2D nomor 123503X/ 038/135 tanggal 9 Februari 2008. bahan bakar bensin.000. Kota Bahagia.000 Merk IBM Acer Transaksi yang terjadi selama semester I 2008: 2 Feb.02. 69. No Aset 1 di ruang 101. nomor mesin NF1215656H4545. Mesin Tik (02. 500.200.000.01.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Barang Inventaris: Semester I Berdasarkan hasil inventarisasi pada tanggal 5 Januari 2008 diperoleh data-data BMD sebagai berikut: 1. 400. sebelah barat tanah milik Bambang.04. Nomor sertifikat S-53265556. 2 di ruang 102 5. 2 Lemari besi (02. Pembelian mobil 63 5 April 2008 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH .03).000. Untuk pekerjaan tersebut diterbitkan SPM untuk perencanaan sebesar Rp.01.000 1. Harga on the road Rp. dengan harga perolehan Rp. tahun perolehan 1999.000.06.01.01) Nomor Ruang 101 102 Tahun Perolehan 1998 2003 Jumlah 2 1 Kondisi Baik Baik Harga Perolehan 3. Kecamatan Indah.01).06.000 untuk rehab gedung dan Rp.000 untuk pembuatan lahan parkir.01. dengan harga @Rp. luas 3000 m2. 4. Tanah diperoleh pada tahun 1980. Pekerjaan diperkirakan selesai bulan Juli 2008 melalui 3 termin.000 900.02.000. 280. Tanah (01. Mobil tersebut bernomor polisi B 1966 OW.500.06. merk Alba.

melalui SPM No. kedua komputer tersebut dipindahkan ke ruang 104. Klasifikasi Belanja 5321 dan SP2D nomor 123503X/ 038/135 tanggal 9 Mei 2008 sebesar Rp.06. 280.000. Setelah di-upgrade.03) HP Laser Jet 1000 Series dengan harga @ Rp.00019/SKTK/2008 tanggal 05-04-2008 Rp.000.000.03.000.PENGELOLAAN BARANG DAERAH tersebut didanai dari APBD dengan nomor SPM 00004/BKHK/2008 tanggal 15 April 2008 dengan SP2D nomor 123703X/038/535 tanggal 19 April 2008 senilai Rp.03. 49.01) Pentium Core Duo dengan merk IBM. 123509X tanggal 30 Juni 2008 senilai Rp.05.000. Belanja 5321 dan SP2D No 123906X/038/355 11-04-2008 Melakukan perbaikan dan up grade terhadap 2 unit PC (kondisi RR) yang ada di ruang 103 dari Pentium II menjadi pentium 4.000.000. Biaya upgrade @ Rp 1. Buatlah Laporan BMD Semester I 64 HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH . Bersamaan dengan itu dibeli juga 4 buah printer (02.000.000. Kl.000 yang dananya diperoleh dari APBD dengan nomor SPM 00004/BPTH/2008 tanggal 7 Mei 2008. 70.000. Catat semua transaksi ke dalam lampiran yang diperlukan. Total harga PC tersebut Rp. Diterbitkan SPM kedua untuk pekerjaan bulan Februari dengan No.000 9 Mei 2008 30 Juni 2008 Diminta : 1. 00005 tanggal 27 Juni 2008 dan SP2D No. Mobil tersebut merupakan kendaraan dinas. Setiap BMD harus dicatat dalam KIB dan KIR 2.000. 2.02. 50.000. 10 April 2008 Membeli 5 PC (02.06. 5.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH HARI III SESI 5 Rencana Pengelolaan Barang Daerah Tujuan: • Peserta mampu merangkum secara cepat tentang apa yang telah diberikan selama dua hari. Materi: • Power Point Slide • Contoh Kasus • Lembar Latihan Waktu: ± 320 menit Metode: • Presentasi • Tanya Jawab. terutama untuk topik-topik dasar pengelolaan barang daerah. • Peserta dan fasilitator mampu melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan lokakarya. • Latihan Alur: • Presentasi (30 menit) • Penjelasan slide (60 menit) • Latihan (180 menit) • Kesimpulan dan tanya jawab (30 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 65 . • Peserta mampu melakukan refleksi terhadap materi pelatihan yang diberikan dan seberapa jauh pemahaman ini menambah pengetahuan mereka tentang pengelolaan barang daerah.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 66 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

keberadaan dan kondisi BMD • Perencanaan dan penganggaran terhadap pengadaan dan pemeliharaan BMD bukan di dasarkan data yang ada. Gunakan permainan yang menarik untuk perkenalan dengan para peserta. dilanjutkan dengan perkenalan dengan para peserta. sesuaikan permainan dengan jenis peserta yang hadir. • Belum tersedianya data yang lengkap tentang status. Jelaskan agenda pelatihan. Bila dihadiri oleh pejabat tinggi daerah. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 67 . Selamat Datang Pada Local Governance Support Program (LGSP) 2 Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD Tim Keuangan dan Penganggaran LGSP-USAID 3 Latar Belakang Slide latar belakang ini menjelaskan gambaran permasalahan yang mengemuka di daerah dan yang mendasari perlunya dilakukan rencana pengelolaan barang daerah. • Belanja pemeliharaan belum dilakukan dengan memperhitungkan Cost and Benefit.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 1 Ucapkan selamat datang pada para peserta. 4 Tujuan Rencana PengelolaanBMD • Mengelola BMD yang tersedia secara efektif • Merencanakan kebutuhan pengadaan dan kebutuhan pemeliharaan yang akan dilakukan • Memastikan bahwa BMD dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan publik • Memastikan BMD selalu dalam kondisi siap digunakan Slide ini menjelaskan tujuan dan manfaat yang bisa diperoleh dengan menyusun rencana pengelolaan barang daerah. • Belum melakukan analisis kebutuhan terhadap BMD dengan membandingkan antara BMD yang tersedia dengan BMD yang diharapkan dalam rangka pemenuhan tingkat pelayanan publik. Trainer memperkenalkan diri dan timnya. sebaiknya perkenalan dilakukan dengan formal namun tetap akrab untuk membangun suasana pelatihan yang diinginkan. Slide ini merupakan judul lokakarya yang akan disampaikan.

baik pengadaan maupun pemeliharaan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan publik . 6 Pengelolaan Aset Aset Sda & Financial Tingkat Pelayanan Barang Daerah Potensial Aset Kebutuhan Aset Perencanaan Manajemen Aset Identifikasi & Inventarisasi Analisis Pengembangan Prioritas Pengadaan Pemeliharaan & Perbaikan Belanja Operasional Identifikasi & Inventarisasi Analisis Kebutuhan Pemanfaatan Penghapusan & Pemindahtanganan Lain-lain Investasi Belanja Modal Pendapatan Penganggaran Pelaksanaan & Penatausahaan Pelaporan & Pengevaluasian Alur pengelolaan aset secara umum digambarkan pada slide disamping. Fokus pembahasan pada bidang kotak. 68 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . pemeliharaan. dimana setelah dilakukan analisis kebutuhan diperoleh rekomendasi untuk pengadaan. pemanfaatan dan penghapusan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 5 Pengertian Rencana Pengelolaan BMD Perencanaan kebutuhan adalah kegiatan merumuskan rincian kebutuhan barang milik daerah untuk menghubungkan pengadaan barang yang telah lalu dengan keadaan yang sedang berjalan sebagai dasar dalam melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan yang akan datang Secara umum pengertian rencana pengelolaan barang daerah adalah kegiatan untuk merumuskan rincian kebutuhan barang milik daerah.

Pemeliharaan 3. KIB. Penghapusan Laporan Keuangan DRKBU DRKPBU DUBYAD DBMDYD KUA DAN PPAS RKA Belanja Modal Belanja Pemeliharaan Slide ini menjelaskan hubungan/alur antara pengelolaan BMD dengan akuntansi dan Rencana Pengelolaan BMD. Standar Barang Pengurus Barang Pengguna/ KuasaPengguna Pengelola/Kuasa Pengelola Buku Inventaris BI sebagai dasar menyusun RKBU dan RKPBU Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (DRKBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (DRKBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU) Pengguna dan Pengelola mebahas bersama DRKBU dan DRKPBU: Pembantu pengelola menyusun DKBMD dan DKPBMD Pembantu Pengelola menyusun Daftar Kebutuhan BMD dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan BMD DKBMD dan DKPBMD yang telah dituangkan ke KUA dan PPAS dijadikan dasar bagi pengguna untuk menyusun RKA DKBMD dan DKPBMD yang telah disetujui dan masuk dalam KUA & PPAS. BPnB. pengawasan dan pengendalian Pembiayaan Tuntutan ganti rugi LBPT Pembukuan Inventarisasi Pelaporan BPB. Standar Harga 2. Standar Kebutuhan 3. DMB dan BI p Ap Kebijakan akuntansi Akuntansi aset Akuntansi persediaan rai sal Analisis tingkat pelayanan RKBU Analisis kebutuhan: 1.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 7 Rencana kebutuhan dan penganggaran Pengadaan Penerimaan. KB. Fokus pelatihan adalah Rencana Pengelolaan BMD. Penambahan 2. LSPPB KIR. Penggantian 4. menyusun RKA Daftar Kebutuhan BMD (DKBMD) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan BMD (DKPBMD) RKA DKBMD dan DKPBMD diusulkan dalam KUA & PPAS HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 69 . 8 Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran BMD Uraian Buku Inventaris yang disusun oleh pengurus barang dijadikan dasar untuk penyusunan RKBU dan RKPBU dan kemudian diajukan kepada kuasa pengguna dan pengguna dengan mempertimbangkan: 1. penyimpanan dan penyaluran Penggunaan Penatausahaan Pengelolaan BMD Pemanfaatan Pengamanan dan pemeliharaan Penilaian Penghapusan Pemindahtanganan Pembinaan. KPB.

untuk menyusun Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) setelah dilakukan analisis kebutuhan dan selanjutnya disusun rencana pengadaan. Mengenai perencanaan kebutuhan dan penganggaran bukanlah merupakan suatu kegiatan yang berdiri sendiri. 9 Proses Pengadaaan dan Penggunaan Barang Daerah Analisis Kebutuhan (Pengelola Barang) RKBU PEMDA USULAN PENGADAAN SKPD PENGADAAN BARANG/ JASA USULAN PENGUNAAN BARANG OLEH SKPD PENETAPAN KEPALA DAERAH DIGUNAKAN SKPD/Publik RKA SKPD (Pengelola Barang) Kinerja SKPD (Permendagri 13/2006) Evaluasi RKBU INVENTARISASI feed back Kemudian secara lebih sederhana proses pengadaan barang daerah seperti yang termuat dalam slide ini. dokumen-dokumen yang diperlukan serta pihak-pihak yang berperan dalam perencanaan kebutuhan BMD dapat dijelaskan secara rinci melalui slide di atas. 70 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . tetapi merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan barang milik daerah. Bahwa hasil dari inventarisasi menjadi pertimbangan untuk pengadaan kebutuhan BMD. Pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penganggaran perlu terkoordinasi baik dengan memperhatikan standarisasi yang telah ditetapkan sesuai kondisi daerah masing-masing.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Proses perencanaan kebutuhan dan penganggaran BMD.

... HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 71 ........... sisa masa manfaat secara teknis • Mengetahui biaya pemeliharaan BMD tersebut 12 Inventarisasi SKPD : Kab.................. Kode Lokasi Jumlah Barang Harga Ket... Sebagai langkah terakhir dilaksanakan pelaporan dan evaluasi.. Selanjutnya dilakukan penganggaran.... 1 2 3 5 7 8 9 11 12 13 14 15 .....Pabrik No...../Kota: Provinsi : Nomor No.. Mengetahui Kepala SKPD (.. satuan........... kemudian melakukan analisa terhadap tingkat pelayanan yang akan dicapai dan kebutuhan terhadap barang.......Chasisi No............... spesifikasi barang..) NIP . Pengurus Barang (..Mesin 6 Bahan Asal/Cara Perolehan Barang Tahun Perolehan Ukuran Barang/ Konstruksi (P...D) 10 Satuan Keadaan Barang (B/KB/RB) No....... seperti kode barang.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 10 Langkah Penyusunan RPMD • Identifikasi & Inventarisasi BMD • Analisis Tingkat Pelayanan dan Analisis Kebutuhan • Penganggaran • Pelaksanaan & Penatausahaan • Pelaporan & Evaluasi Sedangkan langkah-langkan penyusunan Rencana Pengelolaan Barang Milik Daerah secara umum dimulai dengan identifikasi dan inventarisasi BMD untuk mengetahui kondisi nyata BMD saat ini.....Sertifikat No..... pelaksanaan dan penatausahaan... Untuk melakukan inventarisasi... tahun perlolehan.. admisnistratif..) NIP . Urut Kode Barang Register Spesifikasi Barang Nama/ Jenis Barang 4 Merk/ Tipe No......................S...... Langkah identifikasi dan inventarisasi adalah untuk mengetahui kondisi BMD dengan melakukan pemeriksaan secara fisik.... masa residual serta mengetahui biaya pemeliharaan barang terkait... spesifikasi dan kondisi fisik • Melakukan pengumpulan dan pemeriksaan data-data legal baik secara administrasi dan hukum • Mengetahui keberadaan......... mengetahui nilai ekonomis barang.... 11 Identifikasi • Melakukan pemeriksaan BMD meliputi ukuran........ perolehan. ...... kondisi dan jumlah barang dalam format unit dan nilai rupiah. nilai ekonomis.. dilakukan pemeriksaan fisik BMD dengan mengumpulkan informasi-informasi seperti yang dibutuhkan untuk melengkapi form disamping.....

pemeliharaan. 72 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . Dari hasil analisis dapat diketahui rekomendasi tindakan. yaitu: penambahan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 13 Alur Rencana Kebutuhan BMD Renstra SKPD Renja SKPD Analisis Tingkat Pelayanan Kebutuhan BMD LBPT Kondisi Existing Analisis Kebutuhan Penambahan Penggantian Pemeliharaan Pemanfaatan Penghapusan RKBMD RKPBMD DBMDYAD DUBYAD KUA & PPAS RKA SKPD Belanja Modal Belanja Pemeliharaan Slide di atas menjelaskan alur makro perencanaan pengelolaan BMD. penggantian. Dimulai dari perencaraan strategis SKPD (Renstra) untuk mendefinisikan tingkat pelayanan yang ditetapkan/akan dicapai. penghapusan dan pemanfaatan. Kemudian dilakukan analisis kebutuhan dan kondisi terhadap BMD terhadap tingkat pelayanan yang ditetapkan.

Penggantian 4. Pemeliharaan 3.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 14 Analisis • Analisis tingkat pelayanan dilakukan untuk mendapatkan gambaran objektif tentang output/outcome dari program yang akan dicapai • Analisis kebutuhan dilakukan dengan membandingkan antara kondisi existing BMD dengan kebutuhan output/ outcome program yang akan dicapai Analisis tingkat pelayanan RKBU Analisis kebutuhan: 1. Penghapusan DRKBU DRKPBU DUBYAD DBMDYD KUA DAN PPAS RKA Belanja Modal Belanja Pemeliharaan Perencanaan penganggaran untuk pemenuhan kebutuhan barang harus terinci dengan memuat banyaknya barang. nama barang. waktu dan jumlah biaya yang diperlukan. Perencanaan kebutuhan barang milik daerah disusun oleh masing-masing unit sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) dengan memperhatikan standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah dan standarisasi harga yang telah ditetapkan oleh kepala daerah. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 73 . Penambahan 2.

Memenuhi jatah sesuai standar . Latihan 4 Analisis Tingkat Pelayanan 17 Penilaian Kondisi BMD • Pelaporan tentang kondisi barang milik daerah diperlukan sebagai informasi yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan terhadap barang tersebut • Penilaian mengenai tingkat pentingnya BMD dalam mencapai tingkat pelayanan yang diharapkan • Kondisi BMD dapat dikategorikan dalam 3 variasi. Fasilitator diminta untuk mempelajari baik-baik trainers note terlampir. dihapus.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 15 Bagikan lembar contoh kasus dan fasilitasi peserta untuk mendiskusikan kasus yang disediakan.Mengganti barang-barang yang rusak. artinya untuk mengetahui kondisi BMD dan mengambil tindakan terhadap kondisi BMD bersangkutan 74 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .Tertinggal secara tehnis atau tidak effisien lagi Slide di atas ini membahas mengenai kriteria yang bisa dipertimbangkan untuk digunakan dalam menilai kondisi BMD. dijual atau hilang . rusak ringan.Untuk menjaga tingkat persediaan yang effisien dan efektif . Contoh Kasus 16 Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran. yaitu baik. dan rusak berat • Pertimbangan pengadaan BMD: .Mengisi kebutuhan dari SKPD .

• Sedikit berdampak pada lingkungan • Hanya menimbulkan sedikit biaya Berdasarkan tingkat layanan dan biaya operasional. BMD digolongkan sedang apabila: • Kemungkinan memberi dampak pada tingkat layanan kepada masyarakat. berdampak pada lingkungan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 18 * Kriteria Penting Barang Milik Daerah Tingkat Penting Tinggi (T) • • • • • Akibat dari Kerusakan BMD Berdampak pada tingkat layanan kepada masyarakat Menghambat operasional aktivitas kerja (tupoksi tidak dapat terlaksana) Berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai/ masyarakat Berdampak pada lingkungan Menimbulkan biaya yang sangat besar (biaya perawatan atau operasional) Sedang (S) • Kemungkinan memberi dampak pada tingkat layanan kepada masyarakat • Cukup menghambat operasional aktivitas kerja (tupoksi masih dapat terlaksana namun tidak optimal) • Ada kemungkinan berpengaruh terhdp keamanan dan keselamatan pegawai/ masyarakat • Cukup berdampak pada lingkungan • Dalam jangka panjang akan menimbulkan biaya yang cukup besar Rendah (R) • Kemungkinan tidak memberi dampak pada tingkat layanan kepada masyarakat • Sedikit menghambat operasional aktivitas kerja (tupoksi masih dapat dilaksanakan dengan baik) • Tidak berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai atau masyarakat. dalam jangka panjang akan menimbulkan biaya yang cukup besar. sedikit menghambat operasional aktivitas kerja (Tupoksi masih dapat dilaksanakan dengan baik). menghambat operasional aktivitas kerja (Tupoksi tidak dapat terlaksana). hanya menimbulkan sedikit biaya HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 75 . cukup menghambat operasional aktivitas kerja (Tupoksi masih dapat terlaksana namun tidak optimal). tidak berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai atau masyarakat. ada kemungkinan berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai/masyarakat. berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai/ masyarakat. Kriteria BMD digolongkan rendah apabila: • Kemungkinan tidak memberi dampak pada tingkat layanan kepada masyarakat. BMD digolongkan penting apabila: • Berdampak pada tingkat layanan kepada masyarakat. menimbulkan biaya yang sangat besar (biaya perawatan atau operasional). sedikit berdampak pada lingkungan. cukup berdampak pada lingkungan.

Semakin tinggi skor atas BMD maka semakin penting pula BMD tersebut. 76 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . 20 Penilaian Tingkat Pentingnya BMD Level Penting Tinggi Sedang Rendah Nilai 101 – 150 51 – 100 0 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH 19 Penilaian BMD Berdasarkan Tingkat Penting No 1 Kriteria Penting Jumlah Masyarakat yang dilayani Indikator < 10 > 10 < 50 > 50 < 100 > 100 Skor (S) 1-10 2 5 8 10 0 5 10 0 5 10 0 5 10 2 4 6 8 10 Jumlah Bobot (B) 1-5 Nilai (S x B) 5 50 2 Pengaruh terhadap pelaksanaan operasional aktivitas (Tupoksi) Tidak berpengaruh Sedikit berpengaruh Sangat berpengaruh Tidak berpengaruh Sedikit berpengaruh Sangat berpengaruh Tidak berdampak Sedikit berdampak Sangat berdampak < 50 jt 4 40 3 Pengaruh terhadap keamanan dan keselamatan Dampak terhadap lingkungan 3 30 4 1 5 5 Biaya yang ditimbulkan > 50 jt < 100 jt >100 jt < 150 jt > 150 jt < 200 jt > 200 jt 2 8 135 Slide berikut membahas skala penilaian BMD berdasarkan tingkat pentingnya BMD. kemudian skor tersebut dikelompokkan berdasarkan nilai skor seperti tertera dalam slide disamping.50 Setelah dilakukan penilaian BMD dan mendapatkan angka skor tingkat pentingnya.

Untuk berfungsi dengan baik memerlukan perbaikan ringan dan tidak memerlukan penggantian bagian utama/ komponen pokok.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 21 Kriteria Kondisi Jenis Barang Barang Bergerak Kondisi Baik (B) Indikasi Apabila kondisi barang tersebut masih dalam keadaan utuh dan berfungsi dengan baik Apabila kondisi barang tersebut masih dalam keadaan utuh tetapi kurang berfungsi dengan baik. kondisi BMD rusak berat tindakannya pemeliharaan berat dan atau penghapusan. Rusak Ringan (RR) Rusak Berat (RB) Kriteria kondisi BMD barang bergerak dikelompokan dalam 3 kondisi: Baik (B). sehingga tidak ekonomis untuk diadakan perbaikan/rehabilitasi. kondisi rusak ringan tindakannya pemeliharaan sedang – berat. Tindakan terhadap BMD didasarkan pertimbangan ini yaitu bila BMD kondisi baik maka tindakannya adalahpemeliharaan. Apabila kondisi barang tersebut tidak utuh dan tidak berfungsi lagi atau memerlukan perbaikan besar/penggantian bagian utama/ komponen pokok. Rusak Ringan (RR) dan Rusak Berat (RB). HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 77 .

.. 78 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . Apabila kondisi tanah tersebut karena sesuatu sebab tidak dapat dipergunakan dan/atau dimanfaatkan dan masih memerlukan pengolahan/perlakuan (misalnya pengeringan. Rusak Ringan (RR) Rusak Berat (RB) Kriteria kondisi BMD barang tidak bergerak berupa bangunan dikelompokan dalam 3 kondisi: Baik (B). Rusak Ringan (RR) dan Rusak Berat (RB). erosi dan sebagainya. Tindakan terhadap BMD berupa barang bergerak didasarkan pertimbangan ini yaitu bila BMD kondisi baik maka tindakannya adalah pemeliharaan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 22 Kriteria Kondisi. pengurugan. kondisi BMD rusak berat tindakannya pemeliharaan berat dan atau penghapusan.Lanjutan Jenis Barang Barang Tidak Bergerak: Tanah Kondisi Baik (B) Indikasi Apabila kondisi tanah tersebut siap dipergunakan dan/atau dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.. Apabila kondisi tanah tersebut tidak dapat lagi dipergunakan dan/atau dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya karena adanya bencana alam.. perataan dan pemadatan) untuk dapat dipergunakan sesuai dengan peruntukannya. kondisi rusak ringan tindakannya pemeliharaan sedang – berat..

Rusak Ringan (RR) Rusak Berat (RB) Kriteria kondisi BMD barang tidak bergerak berupa bangunan dikelompokan dalam 3 kondisi: Baik (B).Lanjutan Jenis Barang Barang Tidak Bergerak: Bangunan Kondisi Baik (B) Indikasi Apabila bangunan tersebut utuh dan tidak memerlukan perbaikan yang berarti kecuali pemeliharaan rutin.. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 79 . memerlukan pemeliharaan rutin dan perbaikan ringan pada komponen-komponen bukan konstruksi utama.. Apabila bangunan tersebut tidak utuh dan tidak dapat dipergunakan lagi. Rusak Ringan (RR) dan Rusak Berat (RB). Tindakan terhadap BMD berupa barang bergerak didasarkan pertimbangan ini yaitu bila BMD kondisi baik maka tindakannya adalah pemeliharaan. kondisi rusak ringan tindakannya pemeliharaan sedang – berat.. kondisi BMD rusak berat tindakannya pemeliharaan berat dan atau penghapusan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 23 Kriteria Kondisi.. Apabila bangunan tersebut masih utuh..

kondisi BMD rusak berat tindakannya pemeliharaan berat dan atau penghapusan. kondisi rusak ringan tindakannya pemeliharaan sedang – berat. Tindakan terhadap BMD berupa barang bergerak didasarkan pertimbangan ini yaitu bila BMD kondisi baik maka tindakannya adalah pemeliharaan.. Rusak Ringan (RR) Apabila kondisi fisik barang tersebut dalam keadaan utuh namun memerlukan perbaikan ringan untuk dapat dipergunakan sesuai dengan fungsinya. Rusak Ringan (RR) dan Rusak Berat (RB). Apabila kondisi fisik barang tersebut dalam keadaan tidak utuh/tidak berfungsi dengan baik dan memerlukan perbaikan dengan biaya besar....PENGELOLAAN BARANG DAERAH 24 Kriteria Kondisi.Lanjutan Jenis Barang Barang Tidak Bergerak: Jalan dan Jembatan Kondisi Baik (B) Indikasi Apabila kondisi fisik barang tersebut dalam keadaan utuh dan berfungsi dengan baik.. Rusak Berat (RB) Kriteria kondisi BMD barang tidak bergerak berupa jalan dan jembatan dikelompokan dalam 3 kondisi: Baik (B). 80 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 81 . dan b. Pembantu pengelola melaksanakan koordinasi. sehingga koordinasi dan sinkronisasi dalam kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan baik. Rencana kebutuhan barang milik daerah untuk satu tahun anggaran yang diperlukan oleh setiap SKPD. menyiapkan/ menyusun dan menghimpun: a. kapasitas dan bentuk yang memudahkan dalam hal pengadaan dan perawatan. tindakan-tindakan umum yang bisa dipertimbangkan untuk dilakukan dapat dijelaskan melalui slide disamping.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 25 Matriks Alternatif Keputusan Penting\ Kondisi Baik (B) Rusak Ringan (RR) Pemeliharaan Sedang (PS) Rusak Berat (RB) Pemeliharaan Berat (PB) Penggantian (G) Pemeliharaan Berat (PB) Penggantian (G) Penghapusan (H) Tinggi (T) Pemeliharaan Ringan (PR) Sedang (S) Pemeliharaan Ringan (PR) Pemeliharaan Sedang (PS) Rendah (R) Pemeliharaan Ringan (PR) Pemanfaatan (M) Pemeliharaan Sedang (PS) Pemanfaatan (M) Pemindahtangan (P) Kemudian setelah mengetahui tingkat kepentingan BMD dan kondisi BMD bersangkutan. Standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah dan standarisasi harga. 26 Rencana Kebutuhan Barang • Perencanaan kebutuhan barang milik daerah disusun oleh masing-masing unit sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKASKPD) dengan memperhatikan standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah dan standarisasi harga yang telah ditetapkan oleh Kepala Daerah. Dalam perencanaan kebutuhan dan penganggaran barang daerah perlu adanya pemahaman dari seluruh satuan kerja perangkat daerah terhadap tahapan kegiatan pengelolaan barang milik daerah. yang berlaku untuk suatu jenis barang dan untuk suatu jangka waktu tertentu). (Standarisasi merupakan penentuan jenis barang dengan titik berat pada keseragaman. kualitas.

• SKPD sebagai pengguna barang merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam RKA-SKPD sebagai bahan dalam penyusunan RAPBD. e. Siapa yang mengurus dan siapa yang menggunakan. jika terjadi mutasi bertambah personil sehingga mempengaruhi kebutuhan barang. • Adanya barang-barang yang rusak. Berapa biaya. disampaikan kepada Pengelola melalui pembantu pengelola untuk meneliti dan menyusun menjadi Rencana Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RDKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD). • Adanya peruntukan barang yang didasarkan pada peruntukan standar perorangan. • Bilamana dibutuhkan. 4. b. • Untuk menjaga tingkat persediaan barang milik daerah bagi setiap tahun anggaran bersangkutan agar efisien dan efektif. dan • Pertimbangan teknologi. Cara pengadaan. dijual.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 27 Pertimbangan Rencana Kebutuhan Barang • Untuk mengisi kebutuhan barang pada masing-masing Unit/Satuan Kerja sesuai besaran organisasi/jumlah pegawai dalam satu organisasi. 3. dihapus. Untuk menjaga tingkat persediaan barang milik daerah bagi setiap tahun anggaran bersangkutan agar efisien dan efektif. Dimana dibutuhkan. dijual. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 28 Pertimbangan Rencana Kebutuhan Barang Didasarkan atas beban tugas dan tanggungjawab masing-masing unit sesuai anggaran yang tersedia dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Barang apa yang dibutuhkan. • Alasan-alasan kebutuhan. Bilamana dibutuhkan. Untuk mengisi kebutuhan barang pada masing-masing unit/satuan kerja sesuai besaran organisasi/jumlah pegawai dalam satu organisasi. • Setelah APBD ditetapkan. 29 Tahapan Kegiatan • Pengguna Barang merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam RKA-SKPD sebagai bahan dalam penyusunan RAPBD. macam maupun jumlah dan besarnya barang yang dibutuhkan. • Standarisasi dan spesifikasi barang-barang yang dibutuhkan. Adanya barang-barang yang rusak. dihapus. mati atau sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan penggantian. dan 5. • Berapa biaya. f. • Masing-masing SKPD menyusun Rencana Kebutuhan Barang dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang kemudian menyampaikan kepada pengelola melalui pembantu pengelola untuk meneliti dan menyusun menjadi Rencana Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RDKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD). Kegiatan perencanaan dan penentuan kebutuhan didasarkan atas beban tugas dan tanggungjawab masing-masing unit sesuai anggaran yang tersedia dengan memperhatikan halhal sebagai berikut: a. • Daftar kebutuhan barang daerah tersebut dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah. • DKBMD tersebut sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah 82 . • Setelah APBD ditetapkan setiap SKPD menyusun Daftar Rencana Tahunan Barang dan disampaikan kepada kepala daerah melalui pengelola. diteliti dan dihimpun menjadi Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (DKBMD) untuk satu tahun anggaran. jika terjadi mutasi bertambah personil sehingga mempengaruhi kebutuhan barang. Adanya peruntukan barang yang didasarkan pada peruntukan standar perorangan. setiap SKPD menyusun Daftar Rencana Tahunan Barang dan disampaikan kepada kepala daerah melalui pengelola. • Berdasarkan rencana tahunan barang dari semua SKPD. dan • Cara pengadaan. 2. • Berdasarkan rencana tahunan barang dari semua SKPD. mati atau sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan penggantian. • Dimana dibutuhkan. dan g. d. baik jenis. Alasan-alasan kebutuhan. • Siapa yang mengurus dan siapa yang menggunakan. c. hilang. Barang apa yang dibutuhkan. hilang. • Setiap SKPD menyusun RKBarang dan RKPB. Dalam melakukan perencanaan kebutuhan barang dilaksanakan berdasarkan pertimbangan yaitu: 1. diteliti dan dihimpun menjadi Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) untuk satu tahun anggaran. Pertimbangan teknologi.

Air dan kelembaban. Lain-lainnya yang dapat mengakibatkan perubahan kualitas dan sifat-sifat lainnya yang mengurangi kegunaan barang. Penyelenggaraan pemeliharaan dapat berupa : a. yang dengan tegas dan secara tertulis memuat macam/jenis barang. b. perkiraan biaya. banyaknya atau volume pekerjaan. Biologis. jenis pekerjaan. waktu pelaksanaan dan pelaksanaannya. b. Cuaca.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 30 Rencana Pemeliharaan BMD • Penegasan urutan tindakan atau gambaran pekerjaan yang akan dilaksanakan terhadap barang inventaris. Fisik yang meliputi proses penuaan. Pemeliharaan sedang adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara berkala oleh tenaga terdidik/ terlatih yang mengakibatkan pembebanan anggaran. Pemeliharaan ringan adalah pemeliharaan yang dilakukan sehari. c. benturan. sehingga dapat dicapai pendayagunaan barang yang memenuhi persyaratan baik dari segi unit pemakaian maupun dari segi keindahan. Pemeliharaan dilakukan terhadap barang inventaris yang sedang dalam unit pemakaian. perkiraan biaya. Penyelenggaraan pemeliharaan dimaksudkan untuk mencegah barang milik daerah terhadap bahaya kerusakan yang disebabkan oleh faktor: a. d. jenis pekerjaan.hari oleh unit pemakai / pengurus barang tanpa membebani anggaran. dan c. waktu pelaksanaan dan pelaksanaannya. banyaknya atau volume pekerjaan. Pemeliharaan merupakan kegiatan atau tindakan agar semua barang selalu dalam kedaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna. yang dengan tegas dan secara tertulis memuat macam/jenis barang. sifat barang yang bersangkutan dan sifat barang lain. tetapi dapat diperkirakan kebutuhannya yang mengakibatkan pembebanan anggaran. suhu dan sinar. pengotoran debu. tanpa merubah. Rencana pemeliharaan barang yaitu penegasan urutan tindakan atau gambaran pekerjaan yang akan dilaksanakan terhadap barang inventaris. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 83 . menambah atau mengurangi bentuk maupun kontruksi asal. dan e. Pemeliharaan berat adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara sewaktu-waktu oleh tenaga ahli yang pelaksanaannya tidak dapat diduga sebelumnya. getaran dan tekanan.

Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang disampaikan kepada pengelola melalui pembantu pengelola untuk dipergunakan sebagai pedoman selama tahun anggaran yang bersangkutan. sebelum diajukan kepada pengelola melalui pembantu pengelola. waktu dan pelaksanaannya. 2. Pelaksanaan pemeliharaan barang milik daerah ditetapkan dengan surat perintah kerja/surat perjanjian/kontrak yang ditandatangani oleh kepala SKPD. Untuk rencana tahunan pemeliharaan barang bagi SKPD ditandatangani oleh kepala SKPD dan diajukan pada waktu dan menurut prosedur yang ditetapkan. khususnya Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang. Pelaksanaan pemeliharaan barang milik daerah dilaksanakan oleh pembantu pengelola. Menjadi bahan dalam menyusun rencana APBD. dengan demikian maka rencana tahunan pemeliharaan barang merupakan landasan bagi pelaksanaan pemeliharaan barang.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 31 Ketentuan Rencana Pemeliharaan • Memuat ketentuan mengenai macam/jenis barang. banyaknya atau volume pekerjaan. jenis pekerjaan. Setiap perubahan yang akan diadakan pada rencana pemeliharaan barang harus dengan sepengetahuan kepala SKPD yang bersangkutan. pengguna dan kuasa pengguna sesuai dengan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (DKPBMD) yang ada di masing-masing SKPD. 84 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH . perkiraan biaya. banyaknya atau volume pekerjaan. perkiraan biaya. sebelum diajukan kepada Pengelola melalui Pembantu Pengelola. Harus memuat ketentuan mengenai macam/jenis barang. Setiap perubahan yang akan diadakan pada Rencana Pemeliharaan Barang harus dengan sepengetahuan Kepala SKPD yang bersangkutan. waktu dan pelaksanaannya • Sebagai bahan penyusunan Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang • Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang disampaikan kepada Pengelola melalui Pembantu Pengelola sebagai pedoman selama tahun anggaran yang bersangkutan • Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang SKPD ditandatangani oleh Kepala SKPD. dan 3. jenis pekerjaan. Setiap unit diwajibkan untuk menyusun rencana pemeliharaan barang dimaksud dengan ketentuan sebagai berikut: 1.

................... Kepala SKPD (........PENGELOLAAN BARANG DAERAH 32 KAB/KOTA PROVINSI DAFTAR RENCANA KEBUTUHAN BARANG UNIT (RKBU) TAHUN ANGGARAN …................................................ Kepala SKPD (.......................) NIP: ..... No Nama/Jenis Barang 2 Merk/Tipe Ukuran 3 Jumlah Barang 4 Harga Satuan (Rp) 5 Jumlah Biaya (Rp) 6 Kode Rekening 7 Keterangan 1 8 ................... Uraian Pemeliharaan 3 Lokasi Kode Barang 5 Jumlah Barang 6 Harga Satuan 7 Jumlah Biaya (Rp) 8 Kode Rekening 9 Keterangan No Nama/Jenis Barang 2 1 4 10 ...) NIP: ........................ Slide ini menampilkan formulir Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (RKPBU) HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 85 ............ Slide ini menampilkan formulir Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) 33 UNIT : KAB/KOTA : PROVINSI : DAFTAR RENCANA PEMELIHARAAN BARANG UNIT (RKPBU) TAHUN ANGGARAN …......................

sebagai dasar pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah. Latihan 5 Analisis Kebutuhan 35 Penganggaran • Susun RKBU dalam RKA –SKPD • Jabarkan kedalam program kegiatan. rencana kebutuhan barang SKPD disusun berdasarkan standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah yang ditetapkan kepala daerah (Pengelola bersama pengguna membahas usul rencana kebutuhan barang milik daerah/rencana kebutuhan pemeliharaan barang milik daerah masing-masing SKPD tersebut dengan memperhatikan data barang pada pengguna dan/atau pengelola untuk ditetapkan sebagai Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD) Setelah APBD ditetapkan. Fasilitator diminta untuk memperlajari baik-baik trainers note terlampir. ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. penyesuaian dg Perda APBD • Persetujuan Sekda dan pengesahan oleh PPKD Satuan Kerja Perangkat Daerah sebagai pengguna barang merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) sebagai bahan dalam penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD). • Masuk dalam RAPBD.. pembahasan di DPRD • Persetujuan DPRD. diteliti dan dihimpun menjadi Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) untuk satu tahun anggaran. 36 Penganggaran.Lanjutan Setelah keputusan ditetapkan. selaraskan dg KUA & PPAS • Masukkan kedalam RKA – SKPD pada format 2. Setiap SKPD menyusun rencana kebutuhan barang dan rencana kebutuhan pemeliharaan barang kemudian menyampaikan kepada pengelola melalui pembantu pengelola untuk meneliti dan menyusun menjadi Rencana Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RDKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD)..PENGELOLAAN BARANG DAERAH 34 Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran. SKPD menyusun rencana kebutuhan barang unit (RKBU) dan rencana kebutuhan pemeliharaan barang unit (RKPBU). maka langkah selanjutnya adalah SKPD yang bersangkutan merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam RKA SKPD sebagai bahan dalam penyusunan RAPBD..2. Berdasarkan rencana tahunan barang dari semua SKPD. pembantu pengelola menyusun Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (DKBMD) dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (DKPBMD). 1 dan 2.2. Evaluasi MDN/GUB lalu Penetapan Perda APBD • Penyusunan DPA – SKPD. Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (DKBMD) dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (DKPBD). 86 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD) sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) masing-masing satuan kerja perangkat daerah sebagai bahan penyusunan rencana APBD. HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 87 . Peraturan Kepala Daerah dan Keputusan Kepala Daerah dijadikan acuan dalam menyusun Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD). Perencanaan kebutuhan dan pemeliharaan barang milik daerah berpedoman pada standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah dan standar harga yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.PENGELOLAAN BARANG DAERAH 37 Rencana Tahunan Barang Unit Pengadaan dan Pemeliharaan • Sebagai dasar pelaksanaan • Sebagai dasar pengawasan • Ditanda tangani Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah • Perubahan RTBU atas persetujuan Kepala Daerah • Kompilasi RTBU menjadi DKBPD (Daftar Kebutuhan Barang Pemerintah Daerah) yang meliputi : Belanja Pemeliharan dan Belanja Modal Perencanaan kebutuhan barang milik daerah disusun dalam rencana kerja dan anggaran satuan kerja perangkat daerah setelah memperhatikan ketersediaan barang milik daerah yang ada. Perencanaan kebutuhan pemeliharaan barang milik daerah disusun dalam Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) dengan memperhatikan data barang yang ada dalam pemakaian.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 88 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH PANDUAN LATIHAN 4: Analisis Tingkat Pelayanan HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 89 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 90 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

Berapa besar kapasitas BMD utama untuk melayani masyarakat . Kendaraan ambulan 1 unit.000 jiwa/tahun HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 91 . peralatan komputer sebanyak 11 unit.Identifikasi BMD utama dalam pelayanan .Jumlah penduduk di tiap kecamatan dan kelurahan . Dengan BMD yang dimiliki ini. dan kendaraan unit kesehatan masyarakat yang difungsikan untuk Puskesmas keliling sebanyak 5 unit. Puskesmas dan kendaraan unit kesehatan • Kapasitas BMD: Puskesmas dapat melayani 5.Jumlah penduduk . dan belum memiliki kendaraan unit kesehatan. Puskesmas pembantu 12. motor 5 unit. (Diasumsikan target layanan ini dapat direalisasikan dalam jangka waktu 3 tahun) • Pada saat ini Kota Sukaraja sudah memiliki Puskesmas sebanyak 2 unit. kendaraan operasional sebanyak 4 unit.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Latihan 4: Contoh Kasus Tingkat Pelayanan Dinas Kesehatan • Tujuan dan sasaran umum (jangka menengah) Dinas Kesehatan “Kota Sukaraja” adalah: Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan target layanan adalah masyarakat yang terakses pelayanan kesehatan sebesar 50% dari jumlah masyarakat miskin di Kota Sukaraja (RPJMD).500 jiwa/tahun 1 unit kendaraan pelayanan kesehatan: 1.Jumlah dan % penduduk miskin (termasuk ditiap kecamatan dan kelurahan) .000 jiwa/tahun Puskesmas pembantu: 2. Puskesmas pembantu 5 unit.Berapa % masyarakat yang dapat dilayani dengan BMD yang ada • Memperkirakan jumlah dan harga perolehan BMD yang dibutuhkan dalam jangka menengah (3 tahun) dan dibreakdown dalam jangka satu tahunan • Buat daftar kebutuhan BMD Perkiraan Perhitungan Kebutuhan BMD • Jumlah kecamatan: 5 dan kelurahan 40 • Jumlah penduduk 600 ribu jiwa • Penduduk miskin sebanyak 20% dari jumlah penduduk atau 120 ribu jiwa • Tingkat layanan yang diinginkan 50% dari jumlah penduduk miskin atau 60 ribu jiwa • BMD utama untuk melayani kesehatan masyarakat adalah Puskesmas (tanah dan sedung) dan kendaraan unit kesehatan • BMD pendukung adalah perlengkapan dan peralatan untuk operasionalisasi kantor dinas.Jumlah kecamatan dan keluruhan .Identifikasi BMD pendukung . baru dapat melayani 20% dari total masyarakat miskin Identifikasi Kebutuhan BMD • Menyiapkan data yang dibutuhkan: . Perlengkapan kantor 8 unit dan peralatan kesehatan dan kedokteran 7 set. Tingkat layanan tsb dapat tercapai jika jumlah Puskesmas sebanyak 5 unit.

baru dapat melayani 20% dari total masyarakat miskin.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Diprioritaskan di tiap kecamatan ada 1 Puskesmas dan 1 kendaraan unit kesehatan masyarakat serta tiap kelurahan ada 1 Puskesmas pembantu • Puskesmas 5 unit X 5. • Dengan BMD yang dimiliki saat ini.000 orang = 5.000 x 10%) • Maka BMD utama yang dibutuhkan tiap tahun adalah: – Puskesmas 1 unit x 5. 12 Puskesmas pembantu dan 5 kendaraan unit kesehatan. maka dibutuhkan: • Puskesmas 5 unit X 5.000 orang • Kendaraan unit kesehatan 5 unit X 1.500 orang = 5.000 orang – Puskesmas pembantu 2 unit x 2. maka pertahun diharapkan ada peningkatan target pelayanan sebesar 10% atau 12.000 orang = 25.000 orang = 25.500 orang = 30.000 orang 12.000 orang Untuk dapat melayani 60 ribu jiwa penduduk miskin.000 orang • Kendaraan unit kesehatan 5 unit X 1.000 orang 92 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .000 orang = 5.000 orang = 5.000 orang 130.000 orang Maka kebutuhan BMD utama untuk mencapai target pelayanan dalam jangka waktu 3 tahun adalah 5 Puskesmas.000 masyarakat miskin (120.000 orang = 2.000 orang • Puskesmas pembantu 40 unit X 2.500 orang = 100.000 orang 60.000 orang • Puskesmas pembantu 12 unit X 2. sehingga untuk mencapai tingkat 50% masih harus ditingkatkan sebesar 30% • Jika target pelayanan diharapkan dapat terealisir dalam 3 tahun.000 orang – Kendaraan unit kesehatan 2 unit x 1.

000.000 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 93 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH Daftar Kebutuhan BMD SASARAN (TINGKAT PELAYANAN) Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan target layanan adalah masyarakat yang terakses pelayanan kesehatan sebesar 50% dari jumlah masyarakat miskin di Kota Surakarta KEBUTUHAN BMD Nama/Jenis Barang Merk/Tipe/Ukuran Jumlah Barang Pagu Indikatif Tanah Puskesmas 300 m2 5 300.000 Bangunan Puskesmas 250 m2 5 1.000.000.000.000 Kendaraan Unit Kesehatan Station Wagon 5 450.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Kondisi Existing BMD SASARAN (TINGKAT PELAYANAN) Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan target layanan adalah masyarakat yang terakses pelayanan kesehatan sebesar 50% dari jumlah masyarakat miskin di Kota Surakarta. Kode Nama/Jenis Barang Barang Gedung Puskesmas 1 Merk/Tipe/ Ukuran 250 m2 Tingkat Penting* Tinggi Kondisi** Alternatif Keputusan Pemeliharaan Ringan RR Gedung Puskesmas 2 300 m2 Tinggi RB Pemeliharaan Berat 94 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PANDUAN LATIHAN 5: Analisis Tingkat Kebutuhan

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

95

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

96

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Latihan 5 Existing BMD dan Analisis Tingkat Kesenjangan
Informasi dari Dinas Kesehatan Kota Sukaraja: 1. Tujuan dan sasaran umum Dinas Kesehatan Kota Sukaraja adalah Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan target layanan adalah masyarakat yang terakses pelayanan kesehatan sebesar 50% dari jumlah masyarakat miskin di Kota Sukaraja. Untuk mencapai tersebut target layanan tersebut dirumuskan indikator kinerja untuk Barang Milik Daerah sebagai berikut: a. Jumlah Puskesmas dan perangkatnya sebanyak 5 unit b. Jumlah Puskesmas pembantu dan perangkatnya sebanyak 12 c. Jumlah kendaraan unit kesehatan masyarakat yang difungsikan untuk Puskesmas keliling sebanyak 5 unit 2. Pada saat ini Dinas Kesehatan Kota Sukaraja sudah memiliki Puskesmas sebanyak 2 unit, Puskesmas pembantu 5 unit, dan belum memiliki kendaraan unit kesehatan. Kendaraan ambulan 1 unit, kendaraan operasional sebanyak 4 unit, kendaraan bermotor roda dua 5 unit, peralatan komputer sebanyak 10 unit, laptop 1 unit, perlengkapan kantor, poliklinik set dan peralatan kedokteran. Untuk data barang milik daerah yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kota Sukaraja saat ini berdasarkan hasil inventarisasi barang yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: a. Tanah 1) Tanah bangunan kantor dinas kesehatan (01.01.11.04.01) yang terletak di Jalan Slamet Riyadi dengan luas 3.000 m2, digunakan untuk lokasi kantor dinas kesehatan. Tanah diperoleh pada tahun 1980 dengan harga perolehan Rp. 500.000.000 dengan No. sertifikat S-7648373 2) Tanah bangunan Puskesmas (01.01.11.04.12) dengan perincian: a) Di Kecamatan Banjarsari dengan luas 750 m2 diperoleh dengan harga Rp. 75.000.000 pada tahun 1985 (Reg. 0001) dengan No. sertifikat S-7748303. b) Di kecamatan Jebres dengan luas 400 m2 diperoleh dengan harga Rp. 40.000.000 pada tahun 1989 (Reg. 0004) dengan No. sertifikat S-6644373 c) Untuk Puskesmas pembantu dengan perincian sebagai berikut: (1) Di Kelurahan Kadipiro dengan luas 200 m2 diperoleh dengan harga Rp. 25.000.000 pada tahun 1987 (Reg. 0002) dengan No. sertifikat S-4648973 (2) Di Kelurahan Kepatihan dengan luas 150 m2 diperoleh dari hibah dari perorangan pada tahun 1990 (Reg. 0005) dan dinilai dengan harga pasar sebesar Rp. 17.500.000 dengan No.sertifikat S-6644303 (3) Di Kelurahan Jagalan dengan luas 175 m2 dengan harga perolehan Rp. 20.000.000 pada tahun 1995 (Reg. 0007) dengan No. sertifikat S-8646333 (4) Di Kelurahan Mangkubumen dengan luas 135 m2 dengan harga perolehan Rp 15.000.000 pada tahun 1988 (Reg. 0003) denganNo. sertifikat S-5688379 (5) Di Kelurahan Sumber dengan luas 145 m2 dengan harga perolehan Rp. 18.000.000 pada tahun 1992 (Reg. 0006) dengan No. sertifikat S-6645343

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

97

Kondisi kendaraan. 2 unit rusak ringan dan 1 unit rusak berat. Semua dalam kondisi baik. 85.000. d) Kendaraan bermotor beroda dua (02.PENGELOLAAN BARANG DAERAH b. c) Station wagon (02.01) sebanyak 5 unit dengan merk Honda Supra yang dibeli tahun 2004 (Reg. 0001-0005) dengan harga perolehan Rp.01. BPKB A.02) dengan merk Toshiba (Reg. b) Sedan (02.03.08. b) 1 unit laptop (02. Kendaraan ini dinilai sebesar Rp. 0001) diperoleh dengan harga Rp.000 per unit pada tahun 2000. 250. 15.13.03) meliputi: (1) 2 unit merk Suzuki Futura diperoleh pada tahun 1992 dengan harga perolehan Rp.02. kursi dan lemari kantor (02.06. 52. Kondisi barang 6 Set dalam keadaan baik dan 1 set tidak terpakai (TG/tidak digunakan) 5) Peralatan kedokteran (02.000. a) PC unit (02.02. 0001-0002). Kondisi rusak ringan.01-10).03. BPKB A.01.01) sejumlah 10 unit dengan rincian: (1) 5 unit dengan merk Acer (Reg. 2) Komputer dan perlengkapannya.04. Puskesmas dan Puskesmas pembantu tersebut. (2) 5 unit dengan merk IBM (Reg.000. 0003). Peralatan dan Mesin 1) Kendaraan a) Ambulan (02. BPKB C. 0001) dan ditempatkan di Puskesmas Banjarsari. Diperoleh pada tahun 2003 (Reg.000.000.7649876. 150. 350. 0006-010) diperoleh dengan harga Rp. (Reg.8563873.0000. 0004). No. 7.03.5384768.500. masing-masing diperoleh pada tahun dioperasikannya Puskesmas dan Puskesmas pembantu tersebut.500.000 (Reg. No.639857.000.03.000 pada tahun dioperasikannya kantor dinas. 0001) dengan harga perolehan Rp.01). 190.03.01.03.01. 75.01-10). (Reg. Kondisi barang 6 Set dalam keadaan baik dan 1 set tidak terpakai. 80.000. 4) Poliklinik Set (02. 3 unit kondisi baik dan 2 unit kondisi rusak berat. Kondisi saat ini rusak ringan.01. Satu dengan kondisi rusak ringan dan satunya kondisi baik (2) 1 unit merk Daihatsu Zebra diperoleh pada tahun 2000 dengan harga perolehan Rp. 65.000.000. BPKB A.06. Kondisi baik 3) Perlengkapan Kantor berupa meja.01-07. Kondisi baik. No. masingmasing diperoleh pada tahun dioperasikannya Puskesmas dan Puskesmas pembantu tersebut. BPKB A. ada 7 set: 2 set di Puskesmas dan 5 set di Puskesmas pembantu dengan total harga perolehan Rp.01. Kondisi saat ini rusak berat karena tabrakan dan sudah satu tahun tidak digunakan.05.000.01.4367381-5.01) merk Kijang merupakan hibah dari Departemen Kesehatan pada tahun 2000 (Reg. No.06. ada 7 set dengan merk Medica: 2 set di Puskesmas dan 5 set di Puskesmas pembantu dengan total harga perolehan Rp. BPKB A. 10.04. 0001-005) diperoleh dengan harga Rp.08. merk Toyota Corolla Altis yang digunakan oleh Kepala Dinas.000. namun ada 2 unit yang tidak digunakan secara optimal (jarang digunakan). 98 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .01-10) dengan merk Olimpic yang digunakan di kantor dinas dan Puskesmas-Puskesmas pembantu sebanyak 8 unit dengan total harga perolehan Rp.000. Kondisi 5 unit Baik. No.000 per unit pada tahun 2005. (3) 1 unit merk Toyota Kijang diperoleh pada tahun 2003 dengan harga perolehan Rp.000.000 pada tahun 2006.000.0000. 1 unit rusak ringan dan 1 unit rusak berat.000. No. 3 unit baik.01.8658736-7.01.

0001). (5) Di Kelurahan Sumber dengan luas 120 m2 dibeli dengan harga perolehan Rp.000. Membuat rancangan kebutuhan BMD dan anggaran HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH 99 . 65. luas bangunan 5000 m2 dibangun dengan harga perolehan Rp 1. Melakukan analisis kondisi existing BMD 2.000.10) dengan perincian a) Di Kecamatan Banjarsari dengan luas bangunan 500 m2 dibeli dengan harga Rp. 0003). 2) Bangunan Puskesmas (03.000. 0004) dan dinilai dengan harga pasar sebesar Rp.000.000 pada tahun 1987 (Reg. Pagu indikatif BMD untuk satu tahun adalah Rp. Kondisi bangunan rusak berat dan sudah satu tahun yang lalu tidak digunakan lagi. Melakukan analisis kesenjangan antara kondisi existing BMD dengan kebutuhan untuk satu tahun 4. Kondisi bangunan rusak ringan.000.000 pada tahun 1990 (Reg. 55.000.11.01. Di asumsikan target layanan ini dapat terealisasikan dalam jangka waktu 3 tahun. Berdasarkan data tersebut di atas. (4) Di Kelurahan Mangkubumen dengan luas bangunan 110 m2 dibangun dengan harga perolehan Rp 50. Kondisi bangunan rusak ringan.000. 250.01. 0006).000 pada tahun 1995 (Reg.350.500.06. 0002).1) pada tahun 1981 (Reg. Kondisi bangunan baik.01) dibangun diatas tanah pada No a.000.500. Kondisi bangunan baik.000 pada tahun 1985 (Reg. Dengan BMD yang dimiliki sebagaimana tersebut di atas. (2) Di Kelurahan Kepatihan dengan luas 100 m2 diperoleh dari hibah dari perorangan pada tahun 1990 (Reg.PENGELOLAAN BARANG DAERAH c. Kondisi bangunan baik c) Untuk Puskesmas pembantu dengan perincian sebagai berikut: (1) Di Kelurahan Kadipiro dengan luas bangunan 150 m2 dibeli dengan harga Rp.11.01. 0007).000.000. Gedung dan Bangunan 1) Gedung permanen 2 tingkat beton (03. (3) Di Kelurahan Jagalan dengan luas bangunan 125 m2 dibeli dengan harga perolehan Rp. 0001). 35. peserta diminta untuk: 1.000 pada tahun 1990 (Reg.000 pada tahun 1995 (Reg.000 yang digunakan untuk pengadaan dan pemeliharaan BMD. 0005). b) Di Kecamatan Jebres dengan luas bangunan 300 m2 dibangun dengan harga Rp 150. 3. Kondisi bangunan rusak berat. Kondisi bangunan baik. 2. 4. 87. Melakukan analisis kebutuhan untuk satu tahun 3. Dinas Kesehatan Kota Sukaraja baru dapat melayani 20% dari total masyarakat miskin.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 100 HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH .

Alur: • Menggunakan formulir transfer pembelajaran bersama-sama melakukan refleksi terhadap pemahaman materi yang telah dibahas selama 2 hari. Materi: • Power Point Slide • Lembar Post-test • Lembar Transfer Pembelajaran • Lembar Evaluasi Penyelenggaraan Pelatihan Waktu: ± 30 menit Metode: • Tanya Jawab. • Melengkapi formulir-formulir isian. • Peserta dan fasilitator mampu melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan lokakarya. terutama untuk topik-topik hari kedua.PENGELOLAAN BARANG DAERAH SESI 6 Transfer Pembelajaran. dan tindak lanjut yang akan dilakukan (20 menit) • Mengisi lembar evaluasi dan menampung masukan lain secara lisan (± 5 menit) • Penutupan lokakarya (± 5 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut! HARI 3 SESI 6: TRANSFER PEMBELAJARAN EVALUASI DAN PENUTUP 101 . • Peserta mampu melakukan refleksi terhadap materi pelatihan yang diberikan dan seberapa jauh pemahaman ini menambah pengetahuan mereka tentang pengelolaan barang daerah. Evaluasi dan Penutup Tujuan: • Peserta mampu merangkum secara cepat tentang apa yang telah diberikan selama dua hari.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 102 HARI 3 SESI 6: TRANSFER PEMBELAJARAN EVALUASI DAN PENUTUP .

Peserta akan dapat melihat langsung adanya tingkat pemahaman yang lebih baik tentang anggaran kinerja setelah mengikuti pelatihan ini. semoga! Bagikan lembar transfer pembelajaran kepada peserta. Berikan waktu sekitar 5-10 menit pada peserta untuk mengisinya.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Penjelasan Slide 38 Post-Test Bagikan lembar (formulir) Post-Test kepada peserta. Rangkum hasil Post-Test dan bandingkan dengan hasil PreTest yang telah dirangkum sebelumnya (keduanya dalam bentuk %). Jika waktu yang tersisa tidak banyak. Minta peserta untuk mengisinya secara individu. Tampilkan hasil dari Post-Test yang dibandingkan dengan hasil Pre-Test untuk melihat sejauh mana perubahan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Post Test dan Pre-Test memuat pertanyaan yang sama. Untuk panduan yang lebih lengkap. HARI 3 SESI 6: TRANSFER PEMBELAJARAN EVALUASI DAN PENUTUP 103 . fasilitator bisa meminta beberapa wakil dari peserta untuk menyampaikan kesan-kesannya tentang penyelenggaraan pelatihan secara keseluruhan. silahkan ikuti petunjuk dalam trainers note. 39 Transfer Pembelajaran 40 Evaluasi Penutup Bagikan lembar evaluasi kepada peserta dan minta peserta untuk mengisinya (berikan waktu 5 menit).

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 104 HARI 3 SESI 6: TRANSFER PEMBELAJARAN EVALUASI DAN PENUTUP .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH LAMPIRAN LAMPIRAN 105 .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 106 LAMPIRAN .

Penatausahaan . Dasar Pengelolaan Barang Daerah (Basic Asset Management). meliputi: • Aset Daerah dan Barang Daerah • Pengelolaan Barang Daerah.Penghapusan .Pemindahtanganan .Pelaporan Barang Daerah 2.Inventarisasi Barang Daerah .Pengadaan .PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lampiran 1 TOR: Lokakarya Dasar Pengelolaan Barang Daerah dan Rencana Pengelolaan BMD Koordinator Acuan Rencana Kerja Tanggal dan Lokasi Tujuan Finance & Budget Specialist (FBS) Rencana kerja kota/kabupaten Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan Pemahaman.Pengkodean Barang Daerah .Pengamanan dan pemeliharaan . Penyusunan Rencana Pengelolaan Aset (Asset Management Plan): • Pengertian. meliputi: .Pemanfaatan .Penggunaan .Penilaian . • Memahami pengertian Aset Daerah dan Barang Daerah • Memahami Pengelolaan Barang Daerah • Memahami Penatausahaan Aset • Mampu meregister Barang Daerah (kode lokasi dan kode barang) • Mampu menyusun Inventarisasi Barang Daerah • Mampu menyusun Pelaporan Barang Daerah • Memahami dan mampu menyusun Rencana Pengelolaan BMD Pengukuran Tujuan LAMPIRAN 107 .Pembinaan.Perencanaan kebutuhan dan penganggaran . Setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan peserta akan mampu. tujuan dan manfaat Rencana Pengelolaan Aset • Langkah-langkah penyusunan Rencana Pengelolaan Aset • Analisis kebutuhan dan analisis gap Untuk mencapai tujuan tersebut lokakarya ini akan dilaksanakan selama 3 hari kerja. Pengetahuan dan Ketrampilan dalam hal: 1. dan pengendalian • Penatausahaan Barang Daerah. meliputi: . pengawasan.

KIR. Rekap Buku iInventaris.F. Lembar Pre -Post Test 2. Daftar kode lokasi (kecamatan dan SKPD – selektif sesuai Provinsi dan kota/kab. Kartu Inventaris Barang A .Mengidentifikasi Aset dan Barang Daerah IV : Presentasi Pengelolaan Barang Daerah V : Presentasi Penatausahaan VI : Latihan 2 . Kunci Jawaban Latihan 7. Daftar Mutasi Barang.8 kelompok meja Ringkasan Materi Hari 1 & 2 I : Pembukaan/registrasi II : Presentasi Definisi Aset dan Barang Daerah III : Latihan 1 . Daftar Usulan Barang yang Akan Dihapus. Daftar Barang Milik Daerah yang Digunausahakan 4. Contoh Perda dan Juknis Inventarisasi BMD 108 LAMPIRAN . Buku Inventaris Barang (peserta membawa buku inventaris barang masing-masing) 3.Kodefikasi VII : Latihan 3 . Inventarisasi dan Pelaporan Hari 3 I : Pengertian Rencana Pengelolaan BMD II : Langkah Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD III : Analisis Tingkat Pelayanan dan Analisis kebutuhan IV : Latihan : Analisis Tingkat Pelayanan dan Analisis kebutuhan Bahan Pendukung Bahan-bahan pendukung dalam penyelenggaraan lokakarya ini adalah sebagai berikut: 1. Buku Inventaris. Daftar kode barang 6.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lanjutan Lampiran 1 Sasaran Peserta Jumlah Peserta Fasilitator Desain dan Ringkasan Materi Peserta lokakarya adalah Pengguna. Laporan Mutasi Barang. bersangkutan ) 5. Pengurus dan Penyimpan Barang Daerah SKPD Jumlah peserta lokakarya adalah maksimal 40 orang Minimal fasilitator terdiri dari : FBS dan 2 orang Service Providers Desain Pengaturan tempat: Ruangan terdiri dari 5. Rekap Daftar Mutasi Barang.Pembukuan.

.......................15 – 10...00 – 13.....15 10....................................................................00 – 13...........00 – 14................. Rehat ....................................00 13. 15........... Perencanaan Kebutuhan .................................................30 Latihan 2 : Analisis Kebutuhan ...............................30 Latihan 1: Analisis Tingkat Pelayanan ......00 – 09..........00 Presentasi Rencana Pengelolaan BMD .................................00 – Hari Ketiga: Penyusunan Rencana Pengelolaan Aset Pendaftaran ........................................ Reviu Materi Hari I ...PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lanjutan Lampiran 1 Agenda Tentatif Agenda : Hari Pertama Pendaftaran .. Rehat Kopi ...15 – 12...........30 – 09............00 14........................... Post test ............45 – 10........00 – 15..............15 – 09................. 10.......00 Istirahat ........30 Langkah Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD ......... Penatausahaan: Inventarisasi .....30 09.........................................45 – 09.............00 12...................................................00 13...........................45 09.............................................................................. 12........................................ Rehat Kopi dan Penutup ............ Pemanfaatan ......................................00 – 09......................30 15...................00 Penilaian Kondisi BMD ................... Istirahat .......30 – 12.. 13.. Rehat Kopi dan Penutup .......... Penatausahaan ............................00 15.................. Latihan 1: Identifikasi Aset ....... Sasaran Lokakarya ...00 – 08......................... Latihan 3: Pembukuan.............30 10......45 Penjelasan Tujuan..00 – 13........................45 15.. 14................................ Pengelolaan Aset .... 10................00 15.15 Contoh Kasus .30 – 08. Aset Daerah dan Barang Daerah ..........00 09.............. 09..........00 – 10................00 – 15....................................................30 – 11.. 08.....................30 – 15...........................00 – 14..................00 – 15........................................... Pengkodean ............... Transfer Pembelajaran ....... Istirahat ...00 10....................................... Pembahasan Latihan 3 .............................................00 12......................... 08.........30 08.................... Hari Kedua: Pendaftaran ..........15 – 10.......15 10............. Inventarisasi dan Pelaporan .......................00 09..30 LAMPIRAN 109 ..30 – 15....15 09.....................................00 16.. 09..45 – 16............................................................ 10.............15 – 11..............15 10..........00 Rehat Kopi............................00 Rehat dan Penutup ........... 08.................................................. Latihan 2: Pengkodean ........30 11......30 – 12.......00 – 15.........................................30 – 09.. Pre test ...00 – 09............30 – 10....00 – 08..00 – 10.........30 – 10.............................. Pembukaan .................................

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 110 LAMPIRAN .

8: jawaban “a” Pertanyaan No.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lampiran 2 Panduan Pre Test – Post Test Lokakarya Pengelolaan Barang Daerah Tujuan: 1. Fasilitator menyiapkan tabel hasil Pre Test dan Post Test.9: jawaban “b” Pertanyaan No.7: jawaban “c” Pertanyaan No. Peserta mengisi Post Test pada hari terakhir setelah semua materi selesai disampaikan. Fasilitator menayangkan hasil Pre Test dan Post Test pada slide. Hasil perbandingan tersebut untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan lokakarya dalam memberikan pemahaman materi kepada peserta Waktu: 10 menit Proses: 1. Penayangan untuk menunjukkan hasil perubahan pemahaman peserta terhadap materi. 3. 4. Membandingkan pemahaman peserta sebelum mengikuti lokakarya dan setelah mengikuti lokakarya mengenai Dasar Pengelolaan Barang Daerah 2. Fasilitator menghitung jumlah jawaban Post Test yang benar dan salah pada tabel. 6. sebelum mengikuti lokakarya dan setelah mengikuti lokakarya. Fasilitator menghitung jumlah jawaban peserta yang benar dan salah kemudian menuliskan hasilnya pada tabel. 5.10: jawaban “d” LAMPIRAN 111 . pada kolom “Pre Test”. 2. Peserta mengisi Pre Test pada hari pertama sebelum pembahasan materi lokakarya dimulai.6: jawaban “b” Pertanyaan No. bisa menggunakan plastik transparan atau file elektronik yang nantinya bisa ditayangkan menggunakan slide. pada kolom “Post Test” (tabel yang digunakan adalah tabel yang sudah diisi dengan hasil Pre Test). Kunci Jawaban: Pertanyaan No 1: jawaban “e” Pertanyaan No 2: jawaban “d” Pertanyaan No 3: jawaban “c” Pertanyaan No 4: jawaban “c” Pertanyaan No 5: jawaban “b” Pertanyaan No.

Inventarisasi barang persediaan dan konstruksi dalam pengerjaan dilakukan minimal sekali dalam setahun c. PP No. inventarisasi d. Kepala daerah sebagai pengelola barang daerah b. 13 digit d. Perencanaan kebutuhan. 1 Tahun 2004 d. 15 digit 6. Kepala SKPD sebagai pengguna barang daerah d. pengawasan dan pengendalian c. penganggaran dan pengadaan b. UU No. 12 digit b. kecuali: a. Yang dimaksud barang daerah adalah: a. 6 Tahun 2006 c. Pengaman. Pengguna barang menyampaikan laporan inventarisasi kepada pengelola barang lambat enam bulan setelah inventarisasi 112 LAMPIRAN . Barang yang diperoleh dari pelaksanaan perjanjian/kontrak d. Barang yang diperoleh dari hasil kekayaan alam 3. Sekda sebagai pemegang kekuasaan barang daerah c. Barang yang dibeli atau diperoleh dari beban APBD b. Berapakah jumlah digit kode lokasi dan kode barang: a. Penatausahaan barang daerah meliputi: a. 14 digit c. Berikut ini dasar hukum pengelolaan barang daerah. Permendagri No. Pengelola barang melakukan inventarisasi tanah dan bangunan dalam penguasaannya minimal sekali dalam setahun d. Dalam pengelolaan barang daerah: a. Kepala Biro/Bagian Perlengkapan/Umum sebagai kuasa pengguna 4. Pembukuan. Barang yang diperoleh dari hibah c. Pernyataan yang benar di bawah ini adalah: a. 17 Tahun 2007 b. Pembinaan.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Pre Test dan Post Test 1. pemeliharaan dan penghapusan 5. Semua salah 2. Pengguna barang diwajibkan melakukan investasi minimal sekali dalam setahun b.

Pengurus barang daerah b. Sewa b. Pinjam pakai LAMPIRAN 113 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH 7. kecuali: a. kecuali: a. Penyimpanan bukti kepemilikan barang daerah dilakukan oleh: a. Bangun guna serah 8. kecuali: a. Pengguna barang daerah d. Penyertaan modal daerah d. Pinjam pakai c. Pengamanan administrasi c. Pengamanan fisik d. Tukar menukar b. Pengamanan hukum 9.Bentuk pemindahtangan barang daerah meliputi. Penjualan d. Pengamanan pembiayaan b. Bentuk pemanfaatan barang daerah meliputi. Hibah c. Dalam hal pengamanan barang daerah meliputi. Penyimpan barang daerah 10. Pengelola barang daerah c.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 114 LAMPIRAN .

Pelatih dapat membantu peserta untuk melakukan transisi yang baik dari dunia belajar ke dunia nyata melalui beberapa latihan perencanaan yang sederhana. menuangkannya dalan sebuah rencana nyata dan mendapatkan komitmen pribadi dari peserta.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Lampiran 3 Transfer Pembelajaran Waktu yang dibutuhkan: 15 menit Tujuan: Latihan ini bertujuan membantu peserta menuangkan pengalaman belajar yang diperoleh dalam lokakarya ini ke dalam kegiatan mereka sehari-hari sebagai pembuat kebijakan dan pegawai Pemda. Fokus dari latihan ini adalah untuk membangkitkan semangat. LAMPIRAN 115 . Latihan ini lebih banyak dikerjakan secara individu dengan sedikit tukar pikiran. Komitemen untuk belajar dan melakukan perubahan pada penutupan lokakarya dapat membantu peserta mengatasi keengganan belajar dalam diri mereka dan di lingkungan kerja mereka. Proses: Mulailah dengan memberikan waktu sekitar 10 menit pada peserta untuk membaca dan menjawab kuesioner berikut secara individu. Setelah selesai mengisi kuesioner. Sesungguhnya keberhasilan suatu pelatihan dapat diukur dengan besarnya perubahan positif dan perkembangan diri yang terjadi selama pelatihan dan setelah pelatihan berakhir. minta mereka untuk secara cepat bertukar pikiran dengan rekan satu meja mengenai dua atau tiga hal yang akan mereka lakukan dengan berbeda dalam pekerjaan mereka berdasarkan apa yang telah mereka pelajari tentang daerah mereka sendiri serta dari lokakarya. Catatan bagi pelatih: Secara umum tujuan dari setiap pelatihan adalah untuk memperbaiki/meningkatkan cara orang mengerjakan sesuatu dengan memperlihatkan cara yang lebih baik.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Kuesioner Transfer Pembelajaran

Luangkan waktu sejenak untuk merefleksikaan materi yang Anda pelajari ide-ide baru yang Anda dapatkan dalam lokakarya ini, dan bagaimana pendapat Anda tentang semua itu. Pada tempat yang telah disediakan di bawah ini, tuliskan satu atau dua kalimat untuk menggambarkan hal-hal menarik yang Anda pelajari tentang diri Anda sendiri selama lokakarya ini. _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ Berdasarkan apa yang Anda pelajari mengenai diri Anda sendiri dan berbagai kemungkinan perubahan yang dibahas dalam lokakarya ini, sebutkan dua atau tiga hal yang akan Anda lakukan berbeda berkaitan dengan penggunaan informasi dalam Permendagri 17/2007. _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ Terakhir, hambatan apa yang diperkirakan akan Anda temui yang berasal dari dalam diri Anda atau lingkungan kerja Anda ketika Anda berusaha menerapkan perubahanperubahan ini? Apa tindakan Anda untuk mengatasi atau meminimalkan hambatan tersebut? Hambatan yang mungkin dihadapi

Cara mengatasi hambatan tsb.

116

LAMPIRAN

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Lampiran 4

Evaluasi Lokakarya Dasar Pengelolaan Barang Daerah untuk Kota/Kabupaten ................

Materi Presentasi buruk kurang baik Latihan buruk

sedang

baik

sangat baik

kurang baik

sedang

baik

sangat baik

Bahan Bacaan buruk kurang baik Ruang Pertemuan buruk kurang baik Makanan buruk

sedang

baik

sangat baik

sedang

baik

sangat baik

kurang baik

sedang

baik

sangat baik

Komentar tentang hal-hal diatas?

Saran untuk perbaikan?

LAMPIRAN

117

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Lampiran 5

CD Berisi Form-form yang Digunakan (silahkan lihat di dalam CD)

118

LAMPIRAN

Permendagri 17/ 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah (dalam CD) REFERENSI 119 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH REFERENSI: .Peraturan terkait Pengelolaan Barang Daerah.Glossary/Daftar Istilah .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH 120 REFERENSI .

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Daftar Istilah/Singkatan Barang Milik Daerah adalah barang yang berasal/dibeli dengan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau sumbangan berupa pemberian. menyalurkan dan melaporkan barang milik daerah. melakukan pengawasan dan pengendalian atas pengelolaan BMD. pencatatan terhadap barang yang sejenis. untuk selanjutnya dibuatkan Berita Acara perhitungan barang yang ditandatangani oleh penyimpan barang. sedikitnya dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali. meneliti dan menyetujui rencana kebutuhan dan rencana pemeliharaan BMD. Standarisasi merupakan penentuan jenis barang dengan titik berat pada keseragaman. hadiah. mengatur pelaksanaan pemanfaatan. yang berlaku untuk suatu jenis barang dan untuk suatu jangka waktu tertentu Pengelola Barang bertugas menetapkan penyimpan dan pengurus barang. swadaya. besaran harganya sama seperti meja dan kursi jumlahnya 150. sesuai kodefikasi dan penggolongan BMD. kapasitas dan bentuk yang memudahkan dalam hal pengadaan dan perawatan. kualitas. donasi. tahun pengadaan sama. Pengurus Barang bertugas mencatat seluruh BMD yang berada di masing--masing SKPD yang berasal dari APBD maupun perolehan lain yang sah kedalam Kartu Inventaris Barang (KIB). ditulis: 0001 s/d 0150. maka pencatatannya dapat dilakukan dalam suatu format pencatatan dalam lajur register. Penyimpan Barang bertugas menerima. yang menyebutkan dengan jelas jenis jumlah dan keterangan lain yang diperlukan. wakaf. menyiapkan Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) serta Laporan Inventarisasi 5 (lima) tahunan yang berada di SKPD kepada pengelola. menyimpan. menyiapkan usulan penghapusan barang milik daerah yang rusak atau tidak dipergunakan lagi Kodefikasi adalah pemberian pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik pemerintah daerah yang menyatakan kode lokasi dan kode barang. Buku Inventaris (BI) dan Buku Induk Inventaris (BIl). Barang Inventaris adalah seluruh barang yang dimiliki oleh pemerintah daerah yang penggunaannya lebih dari satu tahun dan dicatat serta didaftar dalam Buku Inventaris Stock Opname adalah perhitungan barang. kewajiban pihak ketiga dan sumbangan pihak lain. DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN 121 . Nomor Register merupakan nomor urut pencatatan dari setiap barang. hibah. Kartu Inventaris Ruangan (KIR). penghapusan dan pemindah tanganan BMD.

Daftar Inventaris Lainnya (DIL) adalah kartu yang memuat data BMN yang digunakan untuk mengontrol BMN yang tidak termasuk yang di-KIB-kan atau di DIR-kan. Kartu Inventaris Barang (KIB) adalah kartu yang memuat data BMN yang digunakan untuk mengontrol BMN berupa Tanah. Alat Angkutan Bermotor. Daftar Rekapitulasi Inventaris disusun oleh pengelola/pembantu pengelola dengan mempergunakan bahan dari rekapitulasi inventaris barang yang disampaikan oleh pengguna. dan penyimpan dan/ atau pengurus barang berupa Tuntutan Ganti Rugi yang karena perbuatannya merugikan daerah Daftar Inventaris Ruangan (DIR) adalah kartu yang memuat data BMN yang berada pada suatu ruangan yang berguna untuk mengontrol BMN yang bersangkutan. perlu dilengkapi dengan ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang sanksi terhadap pengelola. Gedung. serta Senjata Api. menambah sarana lain berikut fasilitas diatas tanah tanah dan/atau bangunan tersebut dan mendayagunakannya selama kurun waktu tertentu untuk kemudian setelah jangka waktu berakhir menyerahkan kembali tanah dan bangunan dan/atau sarana lain berikut fasilitasnya tersebut kepada pemerintah daerah. TGR/Tuntutan Ganti Rugi. Daftar Mutasi Barang memuat data barang yang berkurang dan/atau yang bertambah dalam suatu jangka waktu tertentu (1 semester dan 1 tahun). DHPBMD: Daftar Hasil Pengadaan Barang Milik Daerah RKBMD: Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah RKPBMD: Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah DKBMD: Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah DKPMBD: Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah DBP: Daftar Barang Pengguna/Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP) 122 DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN . pembantu pengelola. Bangun Serah Guna adalah pemanfaatan tanah dan/atau bangunan milik pemerintah daerah oleh Pihak Ketiga dengan cara Pihak Ketiga membangun bangunan siap pakai dan/atau menyediakan/ menambah sarana lain berikut fasilitas diatas tanah dan/atau bangunan tersebut dan setelah selesai pembangunannya diserahkan kepada daerah untuk kemudian oleh pemerintah daerah tanah dan bangunan siap pakai dan/atau sarana lain berikut fasilitasnya tersebut diserahkan kembali kepada pihak lain untuk didayagunakan selama kurun waktu tertentu. pengguna/kuasa pengguna.PENGELOLAAN BARANG DAERAH Bangun Guna Serah adalah pemanfaatan tanah dan/atau bangunan milik pemerintah daerah oleh Pihak Ketiga membangun bangunan siap pakai dan/atau menyediakan. dalam rangka pengamanan dan penyelamatan terhadap barang milik daerah.

LBKPS: Laporan Barang Kuasa Pengguna Smesteran LBPKT: Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan LBPS: Laporan Barang Pengguna Semesteran LBPT: Laporan Barang Pengguna Tahunan LBMD: Laporan Barang Milik Daerah Guna Susun: Peningkatan kualitas dan atau kapasitas DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN 123 .PENGELOLAAN BARANG DAERAH DBMD: Daftar Barang Milik Daerah LBMD: Laporan Barang Milik Daerah adalah laporan barang semesteran dan tahunan.

PENGELOLAAN BARANG DAERAH Catatan: __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ 124 DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN .

.

konsultasi formal atau persetujuan dengan pengguna tentang tingkat layanan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dan citra penyedia layanan. pengguna dan pihak yang terkait bahwa layanan yang dihasilkan adalah layanan yang efektif dan efisien. hutang. harga dan kualitas.dengan cara meningkatkan pengertian pada kebutuhan layanan dan pilihan-pilhannya. yaitu: Meningkatkan pengurusan dan akuntabilitas . aset. termasuk transaksi pembiayaan dan perhitungan. Meningkatkan manajemen layanan . pendapatan dan belanja.lgsp. Meningkatkan manajemen risiko . Mengapa diperlukan Pengelolaan Barang Daerah antara lain : • Adanya kejelasan Kepemilikan Barang Milik Daerah (BMD) • Inventarisasi kekayaan daerah dan masa pakai BMD • Optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan untuk peningkatan PAD • Antisipasi kondisi BMD dalam fungsi pelayanan publik • Pengamanan BMD • Dasar penyusunan neraca • Kewajiban untuk melaporkan kondisi dan nilai BMD secara berkala Keuntungan-keuntungan melaksanakan pengelolaan barang milik daerah dengan baik. Pertanggungjawaban atas BMD kemudian menjadi semakin penting ketika pemerintah wajib menyampaikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBD dalam bentuk laporan keuangan yang disusun melalui suatu proses akuntansi atas transaksi keuangan.dengan meningkatkan keahlian pengambilan keputusan berdasar pada biaya dan keuntungan dari beberapa alternatif. meningkatkan akuntabilitas atas penggunaan sumber daya dengan penghitungan kinerja dan keuangan.id .Pengelolaan Barang Daerah dan Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD (Barang Milik Daerah) Pentingnya melaksanakan pengelolaan dan perencanaan barang daerah dengan baik adalah untuk memastikan tersedianya pelayanan publik dan pelaporan penggunaan barang milik daerah.or. maupun aset lainnya.dengan menunjukkan kepada pemilik.dengan cara menganalisis kemungkinan dan konsekuensi dari kegagalan aset. Meningkatkan efisiensi keuangan . ekuitas dana. www. Informasi BMD memberikan sumbangan yang signifikan di dalam laporan keuangan (neraca) yaitu berkaitan dengan pos-pos persedian. pengenalan semua biaya dari kepemilikan atau pengoperasian aset melalui masa pakai aset tersebut. aset tetap. justifikasi untuk program kerja ke depan dan kebutuhan pendanaannya. menyediakan dasar untuk mengevaluasi keseimbangan layanan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful