P. 1
Undang-Undang PT

Undang-Undang PT

|Views: 82|Likes:
Published by billy_pemalas

More info:

Published by: billy_pemalas on Aug 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/07/2012

pdf

text

original

Undang-undang no.

40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

Pengertian Perseroan Terbatas Perseroan Terbatas, yang selanjutnya disebut Perseroan, adalah badan hokum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memnuhi persyaratan Perseroan Terbatas menurut undang-undang dan peraturan pelaksanaannya.

Tanggung Jawab Pemegang Saham Pemegang saham Perseroan tidak bertanggung jawab secara pribadi atas perikatan yang dibuat atas nama Perseroan dan tidak bertanggung jawab atas kerugian Perseroan melebihi saham yang dimiliki. Ketentuan ini tidak berlaku apabila: a. Persyaratan Perseroan sebagai badan hukum belum atau tidak terpenuhi; b. Pemegang saham yang bersangkutan baik langsung maupun tidak langsung dengan itikad buruk memanfaatkan Perseroan untuk kepentingan pribadi; c. Pepegang saham yang bersangkutan terlibat dalam perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Perseroan; atau d. Pemegang saham yang bersangkutan baik langsung maupun tidak langsung secara melawan hukum menggunakan kekayaan Perseroan, yang mengakibatkan kekayaan Perseroan menjadi tidak cukup untuk melunasi utang Perseroan.

Syarat Pendirian Perseroan Terbatas 1. Perseroan didirikan oleh 2 (dua) orang atau lebih dengan akta notaries yang dibuat dalam Bahasa Indonesia. 2. Setiap pendiri Perseroan wajib mengambil bagian saham pada saat Perseroan didirikan.

3. Paling sedikit 25% (dua puluh lima persen) dari modal dasar harus ditempatkan dan disetor penuh yang dibuktikan dengan bukti penyetoran yang sah. 4. pemegang saham bertanggung jawab secara pribadi atas segala perikatan dan kerugian Perseroan. Modal dasar Perseroan terdiri atas seluruh nilai nominal saham. 5. dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan terhitung sejak keadaan tersebut pemegang saham yang bersangkutan wajib mengalihkan sebagian sahamnya kepada orang lain atau Perseroan mengeluarkan saham baru kepada orang lain. 5. Setelah Perseroan memperoleh status badan hukum dan pemegang saham menjadi kurang dari 2 (dua) orang. 6.00 (lima puluh juta rupiah). Perseroan yang mengelola bursa efek.000. Saham Perseroan Terbatas . Ketentuan mengenai minimal jumlah pemegang saham tidak berlaku bagi: a. dan atas permohonan pihak yang berkepentingan. 3.000. Tidak menutup kemungkinan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal mengatur modal Perseroan terdiri atas saham tanpa nilai nominal. 2. lembaga penyimpanan dan penyelesaian. Perseroan memperoleh status badan hukum pada tanggal diterbitkannya Keputusan Menteri mengenai pengesahan badan hukum Perseroan. pemegang saham tetap kurang dari 2 (dua) orang. Penyetoran atas modal saham dapat dilakukan dlam bentuk uang dan/atau dalam bentuk lainnya. Undang-undang yang mengatur kegiatan usaha tertentu dapat menentukan jumlah minimum modal Perseroan yang lebih besar daripada ketentuan modal dasar tersebut yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. pengadilan negeri dapat membubarkan Perseroan tersebut. 4. Persero yangseluruh shamnya dimiliki oleh Negara. Dalam hal jangka waktu toleransi telah dilampaui. Modal Perseroan Terbatas 1. dan lembaga lain sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang Pasar Modal. Modal dasar Perseroan paling sedikit Rp 50. lembaga kliring dan pernjaminan. 6. atau b.

dalam batas yang ditentukan dlam Undang -Undang Perseroan Terbatas dan/atau anggaran dasar. Direksi menjalankan pengurusan Perseroan untk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. RUPS dalam mata acara lain-lain tidak berhak mengambil keputusan. 3. Nilai saham harus dicantumkan dalam mata uang rupiah. Direksi 1. dan member nasihat kepada Direksi. Keputusan atas mata acara rapat yang ditambahkan harus disetujui dengan suara bulat. Saham tanpa nilai nominal tidak dapat dikeluarkan. Direksi Perseroan terdiri atas 1 (satu) orang anggota Direksi atau lebih. Dalam forum RUPS. pemegang saham berhak memperoelh keterangan yang berkaitan dengan Perseroan dari Direksi dan/atau Dewan Komisaris. jlannya pengurusan pada umumnya. Saham Perseroan dikeluarkan atas nama pemiliknya. 2. 2. Dewan Komisaris 1.1. Direksi berwenang menjalankan pengurusan sebagaimana sesuai dengan kebijakan yang dipandang tepat. 4. 3. 2. Dewan Komisaris melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan. Rapat Umum Pemegang Saham 1. baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan. 3. kecuali semua pemegang saham hadir dan/atau diwakili dlam RUPS dan menyetujui penambahan mata acara rapat. . RUPS mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris. sepanjang berhubungan dengan mata acara rapat dan tidak bertentangan dengan kepentingan Perseroan.

Dewan Komisaris terdiri atas 1 (satu) orang anggota atau lebih. melainkan berdasarkan keputusan Dewan komisaris. Pengawasan dan pemberian nasihat dilakukan dengan maksud dan tujuan Perseroan. Dewan Komisaris yang terdiri atas lebih dari 1 (satu) orang anggota merupakan majelis dan setiap anggota Dewan Komisaris tidak dapat bertindak sendiri-sendiri. . 4. 3.2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->