HUKUM ACARA PERADILAN AGAMA

Disampaikan pada kuliah umum Fakultas Hukum Universitas YARSI Jakarta

Oleh: Jesi Aryanto, SHI., MH

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS YARSI JAKARTA 2011

HUKUM ACARA PERADILAN AGAMA Sebelum membahas hukum acara peradilan agama, ada baiknya terlebih dahulu mengetahui dan memahami asas -asas hukum Islam.Asas berasal dari kata bahasa Arab, ³asasun´ yang berarti dasar, pondasi.Jika dihubungkan dengan sistem berpikir, asas dapat didefinisikan sebag ai landasan berpikir yang sangat mendasar. Asas-asas umum hukum Islam adalah 1 : Asas Keadilan. Asas keadilan harus diteg akkan bukan hanya kualitas tetapi juga kuantitas, tidak hanya sama rata tetapi juga sesuai pada tempatnya. Asas Kepastian hukum. Hukum harus benar-benar ditegakkan dan yang salah dihukum. Asas manfaat. Tujuan dan manfaat suatu hukum harus jelas dan bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat.

1.

2. 3.

Dalam Islam terdapat ssas -asas hukum perdata menjadi tumpuhan atau landasan untuk melindungi kepenti ngan pribadi seseorang, diantaranya 2: 1. Asas kebolehan (mubah) Dalam bermuamalah (perdata) pada prinsipnya segala sesuatu hukumnya boleh sepanjang tidak ada ketentua n yang melarangnya. 2. Asas kemaslahatan hidup (kebaikan bagi kehidupan) 3. Asas kebebasan dan kesukarelaan (kebebasan berkehendak dan memilih) 4. Asas kekeluargaan dan kebersamaan (saling membantu dalam kebaikan) 5. Asas adil dan berimbang (hak disesuaikan dengan kewajiban) 6. Asas tertulis (dokumentasi) Asas-asas hukum dalam perkawinan, diantaranya 3: 1. Kesukarelaan (suka sama suka). 2. Persetujuan (tujuan yang sama). 3. Bebas memilih (menentukan pilihan). 4. Kemitraan suami -isteri. 5. Selamanya (sehidup semati), dan 6. Monogami (poligami bersyarat). Kemudian asas-asas hukum dalam kewarisan, diantaranya 4: 1. Ijbari (keharusan/otomatis). 2. Bilateral (kedua belah pihak). 3. Individual (hak perorangan). 4. Keadilan berimbang (hak dan kewajiban). 5. Akibat kematian (syarat warisan).

1

Prod. H. Mohammad Daud Ali, SH, Hukum Islam, (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2007), Ibid.,132 Ibid.,139 Ibid., 141

hlm. 128

2 3 4

Bg Jo. 6 2.d 53 UU No.Pasal 66 s. HIR (Herziene Indonesisch Reglement) ± Jawa Madura b. Hukum acara perdata dapat pula disebut hukum proses.7/1989 tentang Peradilan Agama adalah melengkapi Hukum Acara yang diatur dalam HIR.14/1985 Jo 5/2004 tentang Mahkamah Agung f.2/2003 Jo 1/2008 tentang Mediasi o. Yahya Harahap. Kewenangan Peradilan Agama Wewenang/kompetensi Peradilan Agama diatur dalam Pasal 49 s. Roihan A.1/1991 tentang Kompilasi Hukum Islam 3.1/1974 tentang Perkawinan h. RBG (Reglement Buitengewesten) ± Indonesia Lainnya c.7/1989 (Jakarta: Pustaka Kartini. Lihat: M. UU No.7/1989 Jo 3/2006 tentang Peradilan Agama g. terdiri dari kewenangan relatif dan kewenangan absolut.Penentuan kompetensi relatif bertitik tolak dari aturan yang menetapkan ke Pengadilan Agama mana gugatan/permohonan diajukan agar gugatan/permohonan memenuhi syarat formal.9/1975 tentang Pelaksanaan UU No.20/1947 tentag Peradilan Ulangan di Jawa Madura d. INPRES No.7/1989 Jo. PP No.d 73 UU No. Hukum Acara Peradilan Agama 1.7/1989). yaitu seluruh kaidah hukum yang menentukan dan mengatur cara bagaimana melaksanakan hak-hak sdan kewajiban -kwajiban perdata sebagaimana yang diatur dalam hukum acara perdata meteriil. Permendagri No. Kewenangan relatif Peradilan Agama merujuk (Pasal 118 HIR/142 R. 54-91 UU 7/1989) 5adalah adalah hukum acara perdata yang berlaku dilingkungan Peradilan Umum kecuali ditentuan lain oleh UU PA. sebab hukum acara ini terdiri dari rangkaian cara -cara bertindak di depan pengaadilan. Kedudukan.A. Sumber Hukum Acara Peradilan Agama a. 1993).6/1977 tentang Tata Pendaftaran Tanah mengenai Perwakafan Tanah Milik m. hlm.2/1989 tentang Wali Hak im n. yaitu: 1) Apabila Tergugat lebih dari satu. Pengertian Hukum Acara Peradilan Agama Hukum Acara Peradilan A gama (Ps. Hukum Acara Peradilan Agama.1/1974 k.Hukum acara disebut juga hukum formal.3/2006 tentang PA. Rasyid.13/1985 tentang Bea Meterai j. Kewenangan dan Acara Peradilan Agama UU No. PP No. 2000). UU No. PERMA No.38/1999 tentang Pengelolaan Zakat i. PERMA No. UU No. maka gugatan diajukan kepada pengdilan yang daerah hukumnya melipuuti tempat kediaman salah Hukum Acara Peradilan Agama yang khusus diatur oleh UU No. (Jakarta: RajawaliGrafindo Persada. Pasal 118 ayat HIR. UU No. UU No.14/1970 Jo 35/1999 Jo 4/2004 tentang Kekuasaan Kehakiman e. UU No. 8 5 . 191 6 H. mulai dari memasukan gugatan/permohonan sampai selesai diputus dan dilaksanakan. hlm.10/1983 Jo 45/1990 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS l. UU No.

bilamana bapak yang seharusnya bertanggungjawab tidak mematuhinya. 8. maka gugatan diajukan kepada pengadilan diwilayah hukum dimana bar ang tersebut terletak. 3. Kewenangan di bidang perkawinan (penjelasan Pasal 49 UU No. 2. Pencegahan perkawinan. Perceraian karena thalak.seorang dari Tergugat. 17. Gugatan kelalaian atas kewajiban suami-isteri. 15. maka gugatan dapat diajukan kepada pengadilan tempat tinggal yang dipilih dalam akta tersebut Dengan demikian dapat disimpulkan kewenangan relatif. adalah Hukum Acara Perdata (HIR). atau penentuan suatu kewajiban bagi bekas isteri. Kewenangan Relatif Pengadilan Agama didasarkan kepada tempat tinggal isteri kecuali . Penentuan kewajiban memberi biaya penghidupan oleh suami kepada bekas isteri. adalah: . Pencabutan kekuasaan wali. 10. 11. . 12. Sedangkan kewenangan absolut Peradilan Agama berwenang untuk memeriksa. i. Penentuan Ibu memikul kewajiban biaya pemeliharaan anak .3/2006) 1. 5. Isteri meninggalkan rumah tanpa i zin suami (PA di wilayah hukum Pemohon) ii. Dispensasi perkawinan. Pembatalan perk awinan. 3) Apabila gugatan mengenai benda tidak bergerak. Putusan tentang pencabutan kekuasaan orang tua. Penyelesaian harta bersama. Kecuali yang diatur secara khusus dalam undang-undang.Hukum Acara Peradilan Agama (PA). Kewenangan Relatif Pengadilan Agama ada pada PA Jakarta Pusat atau PA yang mewilayahi tempat terjadinya perk awinan. Isteri tinggal di luar negeri (PA di wilayah hukum Pemohon). 16.Khusus Perceraian. Penunjukan orang lain sebagai wali oleh pengadilan dalam hal kekuasaan seorang wali dicabut. Penguasaan anak -anak. 6. Penolakan perkawinan oleh Pegawai Pencatat Nikah . 9. . 7. 4) Apabila ada tempat tingga l yang dipilih dengan suatu akta. Gugatan pereraian. Izin perkawinan dibawah 21 tahun (orangtua/wali berbeda pendapat). hal ini dikenal juga dengan asas ( actor sequitur forum rei ). Putusan tentang sahatau tidakseorang anak. memutus dan menyelesaikan perkara -perkara antara orangorang yang beragama Islam dibidang -bidang/perkara perkara tertentu . . 14. 2) Apabila tempat tinggal Tergugat tidak diketahui. diantaranya: a. Izin berpoligami . 13.Dalam hal Para Pihak tinggal di Luar Negeri. 4. maka gugatan diajukan kepada pengaadilan di tempat tingga Penggugat.

Yang menjadi acuan bukan pihak -pihaknya melainkan perbuatan/atau kegiatan usaha yang dijalankannya harus didasarkan prinsip-prinsip syariah. Waris (penjelasan Pasal 49 huruf b UU No. Penentuan bagian masing -masing ahli waris. Penentuan mengenai harta peninggalan. Pembentukan kewajiban ganti kerugian atas harta benda anak yang yang ada dibawah kekuasaannya. Putusan tentang hal penolakan pemberian keterangan untuk melakukan perkawinan campuran. penentuan bagian masing-masing ahli waris 2.1/1974 tentang Perkawinan berlaku yang dijalankan menurut peraturan yang lain.3/2006) a. h. c. Reksa dana Syariah. g. j. Obligasi Syariah dan surat berharga berjangka menengah syariah. Hibah. Asuransi Syariah. Penyelesaian sengketa dibidang Ekonomi Syari ah(Mu¶amalat) (Pasal 49 UU No. e. yang berlaku setelah yang memberi tersebut meninggal dunia.18. Bisnis Syariah. 21. i. Penetapan asal usul seorang anak da penetapan pengangkatan anak berdasarkan hukum Islam. e. Kewenangan diluar perkawinan 1. Perbuatan atau kegiatan usaha yang dila kukan berdasarkan prinsip syariah 2. 19. Pegadaian Syariah. Lembaga Keuangan Mikro Syariah. yang meliputi sbb : a. Sekuritas Syariah. Penentuan siapa yang menjadi ahli waris. Penunjukan seorang wali dalam hal seorang anak yang belum cukp umur 18 tahun yang ditinggal kedua orang tuanya. Penetapan pengadilan atas permohonan seseorang tentang penentuan siapa yang menjadi ahli waris. 20. 4. 3. 22. Bank Syariah. Pembiayaan Syariah. .3/2006) . f. Dana Pensiun Lembaga Keuangan Syariah. Wasiat adalah perbuatan seseorang memberikan suatu benda atau manfaat kepada orang lain atau lembaga/badan hukum. Wasiat. b. b. c. k. b. Pernyataan tentang sahnya perkawina n yang terjadi sebelu UU No. Reasuransi Syariah. Melaksanakan pembagian harta peninggalan. Dengan demikian dapat disimpulkan kewenangan peradilan agama dibidang ekonomi syariah meliputi: 1. d. d.

Perbedaan Gugatan dan Permohonan a. Pengajuan Gugatan dan Permohonan 1.3/2006 tentang PA. Kompetensi Hakim Pengadilan Agama Hakim pada Peradilan Agama harus betul -betul memahami hukum. 2. memberikan rezki. Zakat Zakat adalah harta yang wajib disisihkan oleh seorang muslim atau badan hukum yang dimiliki oleh ora ng muslim sesuai dengan ketentuan syariah untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya. Infaq. c. atau menafkah sesuatu kepada orang lain berdasarkan rasa ikhlas dan karena Allah.3/2006) C. minuman. melainkan juga mengetahui ketentuan -ketentuan khusus yang berlaku di Peradilan Agama (hukum Islam). melainkan mengharap ridho Allah. 226 KHI) . Tugas Hakim Pengadilan Agama Hakim Pengadilan Agama memiliki tugas dalam memeriksa . mengadili dan menyelesaikan suatu perkara sesuai yang menjadi kewenangan absolut dari Peradilan Agama (Pasal 49 UU No. 6. 8. Wakaf (UU No. Wakaf adalah perbutan seseorang atau sekelompok orang (wakif) untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah. Surat Gugatan adalah suatu surat yang diajukan oleh Penggugat kepada Ketua Pengadilan yang berwenang. Shadaqah adalah memberikan sebagian harta/rezki kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan.41/2004 Jo Ps. Dan Shadaqah.7/1989 Jo Pasal 52A UU No. 5. bahwa Pengadilan Agama memberikan Istbat kesaksian rukyat hilal dengan penentuan awal bulan pada tahun hijriyah. Kompetensi dan tugas Hakim Pengadilan Agama 1. Infaq adalah perbuatan seseorang memberikan sesuatu kepada orang lain guna menutupi kebutuhan. Kewenangan Pengadilan Agama yan g lain Sebagaimana dijelaskan pada Pasal 52 UU No. tidak hanya hukum materil dan hukum formil perdata sebagaimana yang berlaku pada peradilan umum.Hibah adalah pemberian suatu benda secara sukarela dan tanpa imbalan dari seseorang atau badan hukum kepada orang lain atau badan hukum untuk dimiliki. B. b. yang memuat tuntutan hak yang didalamnya mengandung suatu sengketa dan sekaligus merupakan dasar landasan pemeriksaan perkara. baik berupa makanan. mendermakan. Surat Permohonan adalah suatu permohonan yang didalamnya berisi tuntutan hak perdata oleh pihak orang yang berkepentingan terhadap . 7.

Gugatan: . Tata cara Pengajuan Gugatan 1. dihadapan badan peradilan yang berwenang. Untuk menjamin hak-hak tersebut. Tujuan akhir dari sita yaitu untuk menjamin agar putusan hakim nantinya. Sita bersifat eksepsional. Permohonan Sita Adapun pengertian sita / beslaag yaitu suatu tindakan hukum oleh hakim yang bersifat eksepsional. c.Cerai (thalak dan gugat) . dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. harus dibuat tertulis oleh 2. d.suatu hal yang tidak mengandung sengketa. Tata cara Pemanggilan/Relaas 2. maka hukum memberi jalan dengan hak baginya untuk mengajukan permohonan sita terhadap barang barang sengketa atau yang dijadikan jaminan. Permohonan: . Sita merupakan tindakan hukum yang dilakukan oleh hakim. Gugatan/permohonan pada prinsipnya Penggugat/Pemohon atau kuasanya. Upaya Menjamin Hak Ada beberapa bentuk upaya menjamin hak yang dilakukan oleh hukum. b.Sengketa Waris .Itsbat Nikah(diajukan oleh suami ± isteri) .Izin Kawin dibawah 21 tahun/dispensasi . Jenis-jenis Gugatan dan Permohonan a. Sita dilakukan atas permohonan pihak yang bersengketa. untuk mengamankan barang -barang sengketa atau yang menjadi jaminan dari kemungkinan dipindahtangankan.Penyelesaian Pembagian HartaBersama b.Nafkah Anak/Bekas Isteri . atas permohonan atas salah satu pihak yang bersengketa.Izin Poligami . 3.Hak Asuh Anak (Hadhonah) . sekiranya tuntutan dalam pokok perkara dikabulkan. e.Pembatalan Perkawinan . yaitu dengan 1. 2.Penetapan Pertolongan Pembagian . dirusak atau dimusnahkan oleh pemegang atau pihak yang menguasai barang -barang tersebut. Sita untukmengamankan barang -barang sengk eta atau yang dijadikan jaminan.Penetapan Asal -usul anak dan Adopsi D. untuk menjamin agar putusan hakim nantinya dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. dibebani sesuatu sebagai jaminan. Pelaksanaan Sita .Harta Peninggalan (P3HP) . Hakikat Sita Dari rumusan pengertian sita tersebut maka kita bisa lihat bahwa hakikat dari persitaan adalah: a.

Tergugat dikhawatirkan akan memindahtangankan atau mengasingkan dan sebagainya barang -barang sengketa atau jaminan.hakim .Hakim mengeluarkan ³penetapan´ yang isinya menolak atau mengabulkan permohonan sita tersebut. . Sita revindicatoir (Ps. Sita conservatoir (Ps.227 HIR dan 261 RBg) Sita conservatoir (jaminan/tanggungjawab) adalah sita terhadap barang-barang milik tergugat yang disengketakan setatus kepemilikannya.pelaksana sita 5. . .Pelaksanaan sita ini sama seperti sita conservatoir. maka dapat mengajukan permohonan lagi. atau dalam hal utang piutang atau tuntutan ganti rugi. .Sita dapat dilakukan terhadap harta yang disengketakan status kepemilikannya. mengenai pokok perkara.pemohon sita . c.Apabila permohononan sudah ditolak tapi timbul hal -hal baru yang menghawatirkan.Dalam melaksanakan pekerjaan itu. b.Sita revidicatoir bukanlah untuk menjamin suatu tagihan berupa uang.tersita .Penyitaan dilakukan oleh panit era pengadilan agama. melainkan untuk menjamin hak kebendaa n dari pemohon berakhir penyerahan barang yang disita. . Sita marital . Tatacara sita conservatoir .226 HIR dan 260 RBg) Sita revindicatoir ialah sita terhadap barang milik kreditur(penggugat) yang dikuasai oleh orang lain (tergugat). panitera dibantu oleh dua orang saksi yang ikut serta menandatangani berita acara.Terdapat tanda -tanda atau fakta-fakta yang mendasari kehawatiran itu.Penggugat dapat mengajukan permoihonan sita bersama -sama (menjadi satu) dengan surat gugatan. yang waji b membuat berita acara tentang pekerjaannya itu serta memberitah ukan isinya kepada tersita bila dia hadir.obyek sita . Macam-macam Sita a. atau harta kekayaan tergugat dalam sengketa utang piutang atau tuntutan ganti rugi Permohonan sita harus ada alasan bahwa: . Unsur-unsur Dalam Penyitaan .Permohonan diajukan kepada pengadilan yang memeriksa perkara pada tingkat pertama. 4.permohonan sita .Alasan tersebut disertai data -data atau fakta-fakta yang menjadi dasar kehawatiran.

Perubahan Gugatan ( Pasal 127 BRV) Penggugat boleh mengubah atau mengurangi tuntutan sepanjang pemeriksaan perkara.Sita marital dapat dimohonkan oleh suami atau istri dalam sengketa perceraian. adalah: . Tata cara Pemeriksaan Dalam Sidang dan Tahap -tahap Pemeriksaan 1. a. Dan sita persamaan ini diatur dalam pasal 463 RV.Sita marital ialah sita yang diletakkan atas harta perkawinan. . atau dalam hal tergugat telah mengajukan jawaban maka pencabutan hanya dilakukan atas persetujuan tergugat. asal saja tidak merubah atau menambah het onder werp van den eisch Itu. adapula yang memakai sita persamaan yang mana istilah ini dipakai oleh mahkamah agung. 2. istri dan harta bersama suami isteriyang disengketakan dalam pembagian harta bersama.No. Mediasi (perdamaian) (PERMA No.No. yang untuk itu oleh pihak tersita harus diperlihatkan kepada jurusita tersebut.Dan sita ini diatur dalam pasal 78 huruf c UU. 9/1975. maka juru sita tidak dapat melakukan penyitaan sekalilagi. Pencabutan gugatan sangat mungkin terjadi pada sidang pertama atau kapan saja bahkan mungkin berlanjut sampai kepada pencabutan permohonan banding atau permohonan kasasi. d. namun ia mempunyai kewenangan untuk mempersamakan barang barang yang disita itu dengan berita acara penyitaan.Sita apat diletakkan at as semua harta perkawinan yang meliputi harta suami. E. Tatacara sita persamaan . Tenggang waktu mediasi 40 hari dan dapat diperpanjang oleh hakim berdasarkan alasan yang kuat dan sah . Pencabutan gugatan boleh saja dilakukan selama tergugat belum mengajukan jawaban. a. . b. yaitu: Apabila juru sita hendak melakukan penyitaan dan menemukan bahwa barang-barang yang akan disita itu sebelumnya telah disita terlebih dahulu. pasal 95 Kompilasi Hukum Islam. maka dilanjutkan dengan akta perda maian atau sidang tidak dapat dilanjutkan ke persiangan. b.Sita marital dapat diajukan bersama -sama dalam pemeriksaan perceraian atau setelah perceraian terjadi. ada yang memakai sita perbandingan. pembagian harta perkawinan dan pengamanan harta perkawinan. majelis hakim terlebih dahulu melakukan upaya perdamaian (mediasi) dengan menunjuk seorang mediator. Sita Persamaan Istilah dalam bahasa belanda ´vergelind beslaag´. Apabila mediasi berhasil atau tercapai kesepakatan damai. juga dasar tuntutan (soepomo) . Gugatan Gugatan adalah memuat tuntutan hak yang didalamnya mengandung suatu sengketa dan sekaligus merupakan dasar landasan pemeriksaan perkara. Syarat-syarat sita marital.1/2008) Sebelum persidangan dilanjutkan dengan pemeriksaan po kok perkara dan Tergugat belum mengajukan jawaban dan eksepsi. 7/1989 jo pasal 24 PP.

8. dilanjutkan pemeriksaan keterangan saksi -saksi yang dianggap mengetahui. dan Pilihan Hukum Dalam Waris 1. 4.Dalam hal ini Tergugat dapat mengajukan eksepsi (keberatan) berbare ngan dengan jawaban dan mengajukan gugatan balik (rekonpensi).106 . Apabila mediasi dinyatakan gagal. dilanjutkan dengan agenda pembuktian untuk memperjelas duduk perkaranya.c. 6. Replik Sidang replik adalah merupakan kesempatan yang diberikan oleh hakim kepada Penggugat untuk menanggapi jawaban Ter gugat sesuai dengan pendapatnya.. Kesimpulan Pada tahap kesimpulan masing -masing pihak (Penggugat dan tergugat) diberikan kesempatan yang sama untuk mengajukan penda pat akhir tentang hasil pemeriksaan selama sidang berlangsung. 7 Ibid. maka persidangan dilanjutkan dengan pemeriksaan pokok perkara t anpa harus menunggu tenggang waktu 40 hari tersebuut. Keterangan Saksi Setelah acara pebuktian telah diajukan oleh para pihak. yang tujuannya su paya pengadilan tidak menerima perkara yang diajukan oleh penggugat karena adanya alasan tertentu. Intervensi. 7. 9. Tata cara Pengajuan Eksepsi Eksepsi7 adalah tangkisan/keberatan yang merupakan bantahanatau tangkisan dari tergugat yang diiajukannya ke pengadilan karena tergugat digugat oleh penggugat. 5. Putusan Hakim Putusan merupakan pernyataan majelis hakim yang dituangkan secara tertulis dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum sebagai hasil akhirdari pemeriksaan perkara. F. menegaskan dan melengkapi dengan menambah keterangan yang dianggap perlu untuk memperjelas dalil -dalilnya gugatannya. atau tetap mempertahankan gugatannya dengan mengulangi. melihat terkait perkara yang bersangkutan. Jawaban Dalam jawaban ini memuat tentang penolakan dan sanggahan sebagai bentuk upaya bagi Tergugat yang berhak mempertahankan haknya. yang diajukan oleh para pihak. Pembuktian Setelah proses jawab menjawab diatas. hlm. Duplik Sidang duplik merupakan jawwaban atau tanggapan dari replik. Eksepsi.Pemeriksaan saksi bila diperlukan dapat diajukan Saksi Ahli (keterangan ahli) berdasarkan pengetahuan dan keahliannya. Penggugat an Tergugat diberikan kesempatan yang sama untuk mengajukan bukt i-bukti terkait dengan perkara tersebut. yang pada intinya Tergugat mengulangi dan menegask an kembali jawaban serta gugatan rekonvensinya (jika ada). 3.

4. hanya boleh diajukan oleh tergugat pada sidang pertama. sedangkan pemohon intervensi disebut penggugat insidental. hlm. Jika penggugat insidental membela kepentingannya sendiri. Penggugat dan tergugat semula. MA) dan akan diadili sekaligus bersama-sama dengan pokok perkara secara keseluruhan c. Jika penggugat insid ental memihak kepada penggugat. b. tetap sebagai penggugat dan tergugat dalam pokok perkara. PTA. dan atau netral tidak memihak (tussenkomst). keduanya hanya menyangkut prosesual perkara. Karena kepentingannya akan terganggu jika tidak mencampuri proses.Sesuai dengan ketentuan pasal 125 (2). Pihak ketiga (intervenient) kemungkinan akan membela Penggugat atau Tergugat (voeging). sehingga B menggugat C. 3.Sedangkan eksepsi materi perkara adalah tangkisan atau bantahan terhadap pokok perkara. Intervensi 8diatur dalam pasal 279 -282 Rsv (Reglement of de rehtsvorering/Hukum Acara Perdata Eropa di Indonesia). yaitu siapapun yang berkepentingan selain dari pihak -pihak yang sedang berperkara. 133. yaitu mengenai kewenangan peradilan lain yang berwenang dalam memeriksa suatu perkara. 109 . maka tergugat semula merangkap sebagai tergugat insidental. sehingga petitum gugatan tidak dapat dikabulkan. baik lisan maupun secara tertulis. 8 Ibid. yaitu mengenai segala sesuatu materi perkara yang diajukan yang tidak mem enuhi syarat peraturan perundang -undangan. padahal harta yang digugat B tersebut milik D yang diperolehnya dari A melalui hibah ketika A masi h hidup. Contoh tussenkomst: B dan C sengketa harta waris yang ditinggalkan ayah mereka A. lalu C turut ke dalam proses di pihak A. Tata cara Pengajuan Intervensi a. Eksepsi materi perkara ( verweer ten principale ).. yang melibatkan ke dalam suatu per kara yang sedang berjalan. lalu D turut ke dalam proses sebagai pihak ketiga yang berkepentingan sendiri. a. lalu B menggugat A tentang harta perkawinan yang berupa sebuah rumah berikut tanahnya. Intervensi disebut juga (interventie: Belanda) adalah turut campur tangannya pihak ketiga. padahal tanahnya milik A bersama C. 136 HIR. Ketetuan pasal 134 HIR mengatur bahwa eksepsi absolut dapat diajukan kapan saja (PA. 2. Contoh voeging: A (suami) bercerai dengan B (isteri).Eksepsi terdiri dari eksepsi relatif dan eksepsi absolut . Eksepsi relatif (relatief exceptie/distributief exeptie ) Yaitu mengenai kewenangan relatif Pengadilan Agama dalam memeriksa suatu perkara. maka penggugat dan tergugat semula menjadi tergugat insidental. Eksepsi absolut (absolute exceptie/attributief exceptie ). yang merupakan tangkisan tergugat yang hanya menyangkut prosesual perkara. atau dengan mencampuri proses tersebut akan dapat mempertahankan hak -haknya. 2. 1.

serta wakaf dan shadaqah.7/1989 tentang Peradilan Agama. 3. angka 2 mengatakan bahwa dalam hal penyelesaian sengketa waris dapat menggunakan hak opsi (pilihan hukum) apakah di Peradilan Umum atau di Peradilan Agama. pada Pasal 50 menyebutkan bahwa mengenai sengketa hak milik (obyek sengketa) dalam perkara sebagai mana Pasal 49 harus diputus lebih dahulu oleh Peradilan Umum. cukup dicatat dalam Berita Acara Sidang tanpa putusan tersendiri. Kemudian. Contoh: B membeli sebidang kebun dari A yang menurut A adalah miliknya sebagai maskawin dari suaminya sewaktu mereka kawin d ahulu. Vrijwaring artinya penanggungan. dan hibah yang dilakukan berdasarkan hukum Islam. Sedangkan bagi orang-orang yang bergama non Islam dilakukan berdasarkan agamanya masing-masing di Kantor Catatan Sipil (KCS) setempat.7/1989 mengataka n bahwa Pengadilan Agama bertugas dan ber wenang memeriksa. wasiat. yaitu : ³Para pihak sebelum berperkara da pat mempertimbangkan untuk memilih hukum apa yang akan dipergunakan dalam pembagian waris´. Dari contoh tersebut. 112 . tergugat merasa perlu meminta agar pihak ketiga ditarik diikutsertakan ke dalam proses untuk menanggung tergugat. Pasal 49 UU No. Pilihan hukum dalam perkawinan Perkawinan dilakukan berdasarkan hukum Islam bagi orang -orang yang beragama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. B mengajukan permohonan kepada pengadilan (majelis hakim) yang memeriksa perkara agar A ditarik ke da lam proses untuk mennggung B. sedangkan A pihak ketiga yang dipanggil disebut tergugat insidental. kewarisan. Permohonan (gugatan insidental) harus dipertimbangkan terlebih dahulu oleh majelis hakim. memutus. mengajukan jawaban pertama seperti mau mengajukan gugatan rekonvensi.. B selaku tergugat semula. Permohonan vrijwaring diajukan kepada majelis hakim ketika tergugat semula (penggugat insidental). tetap disebut penggugat.Selanjutnya. yaiitu ketika proses sedang diperiksa oleh majelis hakim. b. C selaku penggugat semula.Permohonan intervensi (gugatan insidenta l) dari pihak ketiga harus diajukan kepada majelis hakim yang sedang memeriksa perkara yang bersangkutan. Tibatiba B digugat oleh C karena menurut C adalah miliknya. Pilihan Hukum Dalam Penyelesaian Sengketa Waris a. apakah diterima atau ditolak dalam putusan sela . disebut penggugat insidental. Vrijwaring Vrijwaring 9 sama dengan intervensi yang diatur dalam Pas al 70-76 Rsv. 9 Ibid. dan menyelesaikan perkara ditingkat pertama antara ora ng-orang yang beragama Islam di bidang perkawinan. hlm. pada waktu penggugat dan tergugat sedang jawab menjawab sebelum tahap pembuktian. Pilihan hukum dalam sengketa waris Pada penjelasan umum UU No. b.

atau dalil-dalil yang dipergunakan untuk menyangkal tentang kebenaran dalil-dalil yang telah dikemukakan oleh pihak lawan. 1865 BW. Retnowula Sutantio dan Iskandar Oerifkartawinata. Kebenaran pristiwa itulah yag akan menjadi dasar bagi hakim yang memeriksa perkara guna memberi kepastian tentang kebenaran peristiwa yang diajukan. Hukum Aara Perdata Dalam Teori dan Praktek (Bandung: CV Mandar Maju. Supomo. tingkatan keyakinan dapat dikategorikan sbb: a. sedangkan dalam arti terbatas berarti pemuktian i tu hanya diperlukan apabila yang dikemukakan oleh Penggugat itu dibantah oleh Tergugat. 2002). Ibn al-Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya AtTuruq al-Hukmiyah mengartikan ³bayyinah´ sebagai segala sesuatu atau apa saja yang dapat mengungkapkan dan menjelaskan kebenaran sesuatu. G. (Yogyakarta: Liberty. 11 pembuktian adalah cara meyakinkan hakim akan kebenaran peristiwa yang sebenarnya.Secara terminologi. Pembuktian Dalam Peradilan Agama 1. Sedangkan mengenai sengketa hak milik (obyek sengketa) sebagaimana Pasal 50 ayat (2) UU No. 1988). 10 menerangkan bahwa pembuktian mempunyai arti luas dan arti terbatas. SH. yang menyatakan bahwa: Barang siapa yang mengatakan mempunyai sesuatu hak atau menyebutkan suatu peristiwa untuk atau meneguhkan haknya atau untuk membantah Seperti dikutip oleh Gatot Supramono. Syubhaat (ragu-ragu/50%) d. sehingga terdapat kepastian hukum.7/1989 dinyatakan dihapus. 15 11 Sudikno Mertokusumo. 59 10 . Dalam hukum Islam. Beban Pembuktian Dalam hal pembagian beban pembuktian telah diatur dalam pasal 163 HIR. berarti memperkuat kesimpulan hakim dengan syarat -syarat bukti yang sah. Prof. 285 R. Sudikno Mertokusumo. Pengertian Pembuktian Pembuktian menurut istilah dalam bahasa Arab ³Al -Bayinah´ yang berarti ³suatu yang menjelaskan´. Hukum Acara Perdata.3/2006 sebagaimana telah dijelaskan dalam konsiderannya alenia ke -2 yang menyatakan bahwa pilihan hukum (hak opsi) yang dipergunakan dalam pembagian warisan sebagaimana penjelasan UU No. Prof. 101 12 Ny. pembuktian berarti ³memberi keterangan dengan dalil hi ngga meyakinkan´. hlm. Pembuktian dalam arti luas. hlm. Waham (sangsi/pembuktian lemah/<50%) 2.3/2006 sepanjang subyek sengketa antara orang -orang beragama Islam maka menjadi kewenangan Peradilan Agama.7/1989 diubah dengan UU No. 12 pembuktian adalah suatu cara untuk meyakinkan hakim akan kebenaran dalil -dalil yang menjadi dasar gugat. Yakin (meyakinkan terbukti 100%) b. hlm. Dr. Zhaan (sangkaan yang kuat/t erbukti 75-99%) c.Namun setelah UU No. Retnowulaan Sutantio. Dalam Hukum Pembuktian di Peradilan Agama (Jakarta: Alumni 1993).Bg. SH.

Alat bukti surat atau tulisan adalah segala sesuatu yang memuat tanda bacaan yang dimaksudkan untuk menyampaikan buah pikiran atau isi hati se seorang dan dipergunakan sebagai pembuktian. 284 R.bg . hlm. 167 HIR. 13 Wirjono Prodjodikoro. Alat-alat bukti yang digunakan di Pengadilan Agama ( Pasal 54 UU No. dan apabila Tergugat tidak dapat membuktikan bantahannya maka ia juga harus dikalahkan. 3. 164. Nukul (penolakan sumpah). d. hakim harus membebani para pihak dengan pembuktian secara seimbang dan patut. Apabila Penggugat tidak dapat membuktikan peristiwa yang diajukan. Teori hukum publik. 1894 BW. Teori Pembuktian: a. antaralain sebagai berikut: a. e. b. adalah pembuktian sesuai dengan apa yang telah ditentukan oleh undang -undang. 285 -305 R. Maktubah (bukti tertulis) . e. Jadi apabila saah satu pihak dbebani dengan pembuktian dan tidak dapat membuktikannya maka ia dikalahkan sebagai risiko pembuktian. Teori pembuktian bersifat menguatkan ( bloot affirmatief ) Barang siapa yang mengemukakan sesuatu harus membuktikannya dan bukan mengingkari atau menyangkalnya. dan adanya peristiwa khusus yang bersifat menghalang -halangi (rechtvernichhtende tatsachen ) dari Penggugat. 1867. Kelemahan teori ini adalah memberikan kelonggaran kepada hakim untuk mengalihkan beban pembuktian. Ikrar (pengakuan). Yamin (sumpah). 165. b. Bukti tertulis (surat atau tulisan) Alat bukti tertulis diatur dalam pasal 138. Sedangkan Tergugat harus membuktik an adanya peristiwa=peristiwa umum. 1992). maka orang itu harus membuktikan adanya hak atau peristiwa itu. Macam-macam Alat Bukti dan Kekuatannya Macam-macam bukti dalam hukum Islam. maka ia harus dikalahkan. Qarinah (tanda-tanda).Dan hal-hal negatif tidak mungkin dibuktikan ( negativa non sunt probanda ). 13Oleh karena itu. (Bandung: Sumur. Hukum Acara Perdata di Indonesia. f. Teori hukum subyektif Penggugat berkewajiban membuktikan adanya peristiwa -peristiwa khusus yang bersifat menimbulkan hak ( rechtserzeugende tatsachen ). adalah mencari kebenaran terhadap suatu peristiwa merupakan kepentingan publik. c.adanya hak orang lain. sebagai berikut : a. d. 164 HIR. Teori hukum acara Teori ini berdasarkan asas audi et alteram partem atau juga asas kedudukan yang sama dari para pihak membawa akibat bahwa kemungkinan untuk menang bagi para pihak harus sama. 1866 BW).7/1989. 105 . c. Teori hukum obyektif.bg. Syahadah (saksi).

1915 -1922 BW) Persangkaan ( vermoedens. Pokok-Pokok Hukum Perdata. ditempat dimana pejabat berwenang menjalankan tugasnya. 1. c. yaitu : 1. Persangkaan hakim (Pasal 137 HIR. 2. hlm. 1996). 182 -185. Surat-surat lain selain akta. 165 -179 R. (Jakarta: PT. adalah pengakuan yang disertai keterangan tambahan yang bersifat membebaskan. d. Intermasa. yaitu: a. Alat bukti surat atau tulisan dibagi menjadi 2 macam . 168-172 HIR. pengakuan yang disertai dengan sangkalan terhadap sebagian dari tuntutan. 314 R. tentang suatu peristiwa atau keadaan yang ia lihat. yang beisikan tentang peristiwa-peristiwa yang menjadi dasar suatu hak atau perikatan yang sengaja dibua t untuk pembuktian. Akta dibawah tangan. Keterangan saksi (139-152. 178 . e. 14 Akta dibagi dua macam.Bg.Bg. 3. adalah pengakuan sederhana dan sesuai dengan tuntutan lawan. 1902 -1912 BW) Saksi adalah orang yang memberikan keterangann di muka persidangan.Bg. 310 R. Sumpah (155-158.Bg. adalah akta yang dibuat oleh atau dihadapan pejabat yang diberi wewenang untuk itu. Macam-macam sumpah adalah: 14 Subekti. 177 HIR. Sumpah adalah suatu pernyataan khidmat yang diberikan atau diucapkan pada waktu memberikan janji atau keterangan dengan menyebut nama Tuhan. Pengakuan dengan klausa (geclausuleerde bekentenis aveu complexe). adalah akta yang sengaja dbuat untuk pembuktiian oleh para pihak tanpa bantuan dari pejabat yang berwenang. baik dengan atau tanpa bantuan dari pihak berkepentinga n. 1929 -1945 BW). adalah surat yang diberi tandatangan. Akta. Sedangkan pendapat atau dugaan ( ratio concludendi ) bukanlah merupakan kesaksian. Pengakuan (Pasal 174-176 HIR. dan confession (Inggris) yang artinya adalah salah satu pihak atau kuasa sahnya mengaku secara tegas tanpa syarat di muka sidang bahwa apa yang dituntut dari pihak lawannya adalah benar. dengan memenuhi syarat -syarat tertentu. adalah segala tulisan yang bukan akta. Pengakuan murni ( aveu pur et-simple). Pengakuan dengan kualifikasi ( gequalificeerde bekentenis aveu qualifie ). ia alami sendiri ( ratio sciendi ) sebagai bukti terjadinya peristiwa atau keadaan tersebut. 2. presumptions ) merupakan kesimpulan yang ditarik dari suatu peristiwa yang telah dikenal atau dianggap terbukti kearah suat peristiwa yang tidak dikenal atau belum terbukti baik berdasarkan undang -undang maupun kesimpulan yang ditarik oleh hakim. dengan mengingat sifat Maha Kuasa Tuhan dan percaya bahwa siapa yang memberikan keterangan yang tidak benar akan dihukum oleh -Nya. 1923-1928 BW) Pengakuan disebut juga bekentenis (Belanda). 311-313 R. dan dalam bentuk menurut ketentuan yang ditentukan.b. b. Akta otentik.

Menurut Drs.7/1989). adalah sumpah pemuts yang dibebankan atas permintaan salah satu pihak lawannya. 3. Penetapan Hakim. 195 18 Penjelasan Pasal 60 UU No. Macam-macam Putusan Mengenai macam-macam putusan tidak diatur secara tersendiri oleh HIR. 19 Sulaikin Lubis.f. adalah pernyataan hakim yang dituangkan dalam bentuk tertulis dan dan diucapkan oleh hakim dalam sidang terbuka untuk umum. Putusan Hakim. atau dikena dengan sebutan jurisdictio voluntaria (bukan peradilan yang sesungguhnya) karena hanya bersifat permohonan tanpa sengketa. Beschiking (Belanda). namun putusan setidaknya dapat dilihat dari 4 (empat) aspek (Mukti Arto). 157 . SH mendefinisikan bahwa ³putusan adalah vonnis (Belanda) atau al -Qada¶u (Arab) yaitu produk Pengadilan Agama karena adanya dua pihak yang berlawanan dalam perkara (Penggugat dan Tergugat). 1. putusan adalah pernyataan hakim yang dituangkan dalam bentuk tertulis dan diucapkan oleh hakim dalam sidang terbuka untuk umum. Hukum Acara Peradilan Agama.Produk pengadilan semacam ini biasa diistilahkan dengan produk peradilan yang sesungguhnya atau jurisdictio contenstiosa. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. hlm. 18 Penetapan tersebut disebut juga Istbat (Arab).7/1989 tentang Peradilan Agama menyebutkan definisi penetapan sebagai berikut: ³yang dimaksud dengan penetapan adalah keputusan pengadilan atas perkara permohonan´. hlm. Retnowula Sutantio dan Iskandar Oerifkartawinata. Rasyid. (Jakarta: Kencana. sebagai hasil dari pemeriksaan perkara gugatan (kontentius). 2002). 2. (Jakarta: Rajawali Pers. hlm. SH. Pengertian Putusan /penetapan hakim a. Praktik Perkara Perdata Pada Pengadilan Agama. Hukum Acara Perdata Dalam Teori dan Praktek (Bandung: CV Mandar Maju. A. 16 Sedangkan menurut Drs. Hukum Acara Perdata Peradilan Agama di Indonesia. Roihan A.´ 17 b. H. 15 H. H. Roihan A. Sumpah suppletoir . Mukti Arto. adalah sumpah pelengkap adalah sumpah yang diperintahkan oleh hakim karena jabatannya untuk melengkapi pembuktian dalam peristiwa yang menjadi sengketa.7/1989 mendefinisikan tetang putusan sbb: ³Putusan adalah keputusan Pengadilan atas perkara gugatan berdasarkan adanya suatu sengketa ´. 2. Putusan/penetapan Hakim 1. sebagai hasil dari pe meriksaan perkara permohonan (voluntair) (Penjelasan Pasal 60 UU No. 61 16 Mukti Arto. 1991). 245 17 H. adalah sebagaimana Penjelasan Pasal 60 UU No. yaitu19: 15 Ny. Sumpah penaksiran. dkk. 1996). Contoh: Hakim melakukan pemeriksaan setempat bahwa benar -benar ada kerusakan barang atau obyek sengketa. Pengetahuan hakim (dalam praktiknya sering digunakan). 2008). adalah sumpah yang diperitahkan oleh hakim karena jabatannya untuk menentukan jumlah uang ganti rugi. Sumpah Decisoir. Rasyid.

Putusan sela tidak mengakhiri pemeriksaan. Hadir atau tidakn ya para pihak . Putusan sela bisa dilakukan di awal pemeriksaan perkara (dapat diajukan upaya kasasi) atau bersama -sama dengan putusan akhir (dapat diajukan upaya banding). seperti: a.Tuntutan provisionil adalah t untutan yang diajukan oleh Penggugat untuk mengatur sesuatu yang mendesak dan perlu seketika diatasi karena sifatnya tidak dapat menunggu sampai pada putusan akhir . Contoh : menghentikan produksi b. dikenal juga dengan: a. Putusan Gugat Insidentil (Intervensi) Dalam Rv. d. Adapun contoh perkara yang dapat dilakukan dengan putusan sela. misal tentang gugat prodeo. Putusan Sumpah Penaksir ( Taxatoir ) f. diantaranya: a. Putusan Pemeriksaan Prodeo b. Putusan Akhir Putusan akhir adalah putusan yang mengakhiri persidangan. Putusan Interlocutoir Putusan sela yang memerintah kan pembuktian. putusan sela. Putusan tidak menerima d. eksepsi tidak berwenang. Putusan Sumpah Decisoir e. baik yang telah melalui semua proses persidangan maupun yang belum/tidak menempuh semua tahap pemeriksaan. Putusan Insidentil Putusan sela yang berhubungan dengan insident. Putusan Sumpah Suppletoir d. Putusan gugur b. tidak berpengaruh terhadap pokok perkara/putusan akhir. Putusan praeparatoir Putusan sela yang merupakan persiapan untuk putusan akhir. Putusan Provisionil Putusan sela yang menjawab gugatan/tuntutan provisionil. contoh pemeriksaan saksi. Aspek fungsi mengakhiri perkara 1. penolakan pengunduran pemeriksaan saksi (dicatat dalam BAP). Putusan verstek yang tidak diajukan verzet c. kecuali undang undang menentukan lain 2. Putusan yang belum/tidak menempuh semua t ahap pemeriksaan. tetapi berpengaruh terhadap arah dan jalannya pemeriksaan. c. Putusan Gugat Provisionil g. Contoh: Penggabungan perkara. pemeriksaan obyek sengketa. b. Putusan Sela Putusan yang dijatuhkan masih dalam proses pemeriksaan perkara dengan tujuan untuk memperlancar jalannya pemeriksaan (dicatat dalam BAP). Putusan Pemeriksaan Eksepsi Tidak Berwenang c. Putusan menyatakan PA tidak berwenang memeriksa Semua putusan akhir dapat dimintakan banding.a.

pembatalan perkawinan.1. 3.O) karena tidak memenuhi syarat hukum formil maupun materil. 3.status hukum seseorang. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian dan menolak/tidak menerima selebihnya (positif dan n egatif) 4. Akibat hukum 1. 2. SH dalam Jurnal Mimbar Hukum). serta Penggugat mohon keputusan.Sedangkan Tegugat/Termohon tidak mengajukan eksepsi mengenai kewenangan. Putusan damai( akte perdamaian). 4.19 PP No. Selain itu. Putusan verstek hanya menilai secara formil belum memeriksa secara meterill kebenaran dalil -dalil gugat. yaitu: 1. 3. Putusan dihentikan (Aan Hanging) d. Setiap petitum harus didukung paling tidak oleh 1 (satu) dalil gugat. sedangkan Tergugat/Termohon hadir dalam sidang dan mohon keputusan. c. 3.Dalam hal ini baik Penggugat maupun Tergugat pernah hadir dalam persidangan.Bg) Apabila Penggugat/Pemohon tidak hadir setelah 3 kali dipanggil secara patut dan tanpa alasan yang sah. yang ternyata dalil -dalil gugatan tidak terbukti. Megabulkan gugatan untuk seluruhnya (positif). Putusan Konstitutif Putusan yang menciptakan keadaan/menimbulkan hukum baru.Putusan ini dapat diajukan banding. Putusan gugatan digugurkan . Contoh: putusan yang menyatakan sah atau tidaknya suatu perbuatan hukum atau keadaan. Putusan Kontradiktoir Putusan akhir yang pada saat dijatuhkan/diucapkan dalam sidang tidak dihadiri oleh salah satu atau para pihak. Tidak menerima gugatan Penggugat (negatif) Gugatan Penggugat/Pemohon tidak dapat diterima ( Niet Onvankelijk Verklaart/N. Putusan Gugur (Ps. 2.Bg) Putusan yang dijatuhkan karena Tergugat/Termohon tidak hadir tanpa alasan yang sah meskipun telah dipanggil secara resmi dan patut. Putusan Kondemnatoir . Putusan Diklaratoir Putusan yang hanya menyatakan suatu keadaan tertentu sebagai suatu keadaan yang resmi menurut huku m. Contoh: putusan perceraian. dll.9/1975 diajukan sebelum waktu 2 (dua) tahun sejak Tergugat meninggalkan kediaman bersama. Putusan ini tidak merubah/menciptakan hukum baru. misal: gugatan dg alasan Ps. melainkan memberikan kepastian hukum berupa ³penetapan´ atau beschiking ).125 HIR/49 R. 2. Putusan Verstek (Ps.124 HIR/148 R. atau gugatan kabur/tidak jelas (obscur libel) . Putusan gugatan dibatalkan. terdapat juga beberapa putusan (Drs. 2. Menolak gugatan Penggu gat untuk seluruhnya (negatif) Putusan ini merupakan putusan akhir setelah menempuh semua tahap pemeriksaan. Abdul Manan. Isi gugatan/perkara 1.

Menghentikan suatu perbuatan atau keadaan. dst). hlm. d.Identitas Tergugat/Termohon (nama. Isi Putusan Mengenai isi surat putusan 20 diatur dalam Pasal 178. Kemudian dalam hal Vitvoer baar bijvoorraad.Atau menyerahkan sesuatu kepada pihak lawan.Jika kumulasi Penggugat/Pemohon atau Tergugat/Termohon disebut sebagai Penggugat/Pemohon atau Tergugat/Termohon ke berapa (Penggugat I. Melakukan suatu perbuatan tertentu. .G/2011/PAJS. Identitas para pihak. pekerjaan. agama. tempat tinggal terakhir. perkara gugatan cerai antara Kumbang dan Bunga´ . Putusan tersebut biasanya berupa penghukuman untuk: a. .Isinya dikutip dari gugatan Penggugat. Nama Pengadilan Agama yang memutus dan jenis perkara. Tergugat I.Putusan yang bersifat menghukum kepada salah satu pihak untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. dan sebagai Penggugat/Pemohon. pekerjaan. . . 40 (1) UU No. kemudian dilanjutkan dengan tulisan yang berbunyi ³DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA´ (Ps.Jika ada proses conventie. Mengosongkan tanah/rumah.Judul dan nomor putusan (³PUTUSAN´/´SALINAN PUTUSAN´ dan No.111/Pdt. Menyerahkan suatu barang. e.Apabila gugatan bersifat kumulatif. 3. 182 -185 HIR. . Putusan ini dalam hal telah memperoleh kekuatan hukum tetap memerlukan eksekusi (upaya paksa/ ekecution force )) apabila piihak terhukum tidak mau secara sukarela melaksanakan isi putusan.14/1970). reconventie.Identitas Penggugat/Pemohon (nama. atau intervensi. dan hasi l dari berita acara sidang selengkapnya secara singkat. c. Duduk perkara (posita). maka status pihak harus disebut. Tergugat II.7/1989). surat putusan minimal mencakup beberapa point. (Jakarta: Kencana. agama. umur. bin/binti. yang telah memeriksa dan mengadii dalam tingkat pertama. 165 20 . Tentang pertimbangan hukum. keterangan saksi. c. dkk. dan sebagai Penggugat/Pemohon. vrijwaring. bin/binti. Misal: ³perkara gugat cerai/cerai thalak´. Sulaikin Lubis. jawaban Tergugat. b. Membayar sejumlah uang. yaitu putusan yang dapat dilaksanakan terlebih dahulu meskipun ada upaya hukum (putusan serta merta). alat bukti. b.Kalimat ³BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM (Ps. . Hukum Acara Perdata Peradilan Agama di Indonesia. misal: sebagai Tergugat dalam Reconventie. jelas dan tepat kronologis. umur. 2008). Bagian kepala putusan. maka cukup menyebut induk perkaranya. 57 (2) UU No. d. tempat tinggal terakhir. e. Penggugat II. .Pengadilan Agama Jakarta Selatan. . diantaranya sebagai berikut: a.

20 Januari 2011 dan tanggal putusan diputus/dibacakan di depan sidang 26 Maret 2011. . . Misal: UU No. misal: ³Demikianlah Putusan pengadilan Agama´ .Merupakan kata penutup dari putusan. Tanda tangan hakim dan panitera serta perincian biaya. 5.Pada bagian bawahnya legal isir (ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dan distempel). I. dengan diawali kata ³menimba ng´.Tanggal musyawarah majelis hakim berbeda (lebih awal) dari tanggal sidang pembacaan putusan. . lembaran negara. 6. Pengertian Upaya Hukum Upaya hukum adalah upaya yang dilakukan oleh pencari keadilan terhadap putussan pengadilan tingkat pertama kepada pengadilan tinggi. 4. Pemberitahuan Putusan Pemberitahuan putusan diberitahukan kepada para pihak melalui relaas pemberitahuan isi putusan. h. s alinan putusan diberikan/disampaikan kepada para pihak atau untu k digunakan dalam melakukan upaya hukum selanjutnya (banding. . .Diktum didaahului dengan kata ³MENGADILI´. mahkamah agung yang dinilai suatu putusan itu terdapat kekeliruan dan kekhilafan. g. semua hakim dan panitera harus membubuhkan tanda tangan. peninjauan kembali (PK)). atau al-Quran dan al -Hadis. Dasar hukum. Bagian kaki putusan.Selanjutnya. peninjauan kembali (PK)).Dasar hukum putusan dapat berupa peraturan perundang -undangan maupun hukum syariah. Diktum atau amar putusan.Sedangkan pada salinan putusan. Misal: tanggal musyawarah majelis hakim. . . hakim dan panitera hanya ³ttd´ (tertanda) atau ³dto´ (ditandatangani oleh).1/1974.Pada putusan asli.Isi diktum atau amar putusan bisa beberapa point tergantung pada petita (tuntutan) Penggugat duulunya.Salinan putusan diberikan/disampaikan kepada para pihak atau untu digunakan dalam melakukan upaya hu kum selanjutnya (banding. disatukan dalam berkas perkara yang sudah di minitur. - . Penandatanganan Putusan Pada putusan asli. Upaya Hukum 1. f.Salinan asli tetap disimpan oleh Pengadilan Agama. kasasi. . . hakim dan panitera hanya ³ttd´ (tertanda) atau ³dto´ (ditandatangan i oleh).Pada bagian bawah sekali tertera rincian biaya perkara. semua hakim dan panitera harus membubuhkan tanda tangan. Sedangkan pada salinan putusan. kasasi. Tanggal dan Pengucapan Putusan Tanggal musyawarah majelis hakim berbeda (lebih awal) dari tanggal sidang pembacaan putusan.Pertimbangan majelis hakim yang menjadi dasar dalam pengambilan putusannya yang berdasarkan duduk perkara (posita). i.

e.. Kesalahan atau kelalaian dalam cara-cara mengadili menurut syarat syarat yang ditentukan peraturan perundang -undangan. Jenis Upaya Hukum a. c. Permintaan banding bisa dilakukan dengan lisan dan secara tertulis. Pemberitahuan (inzage) kelengkapan berkas (s iap kirim) disampaikan kepada kedua belah pihak. yaitu : a. Upaya Kasasi/Judex Factie (Memori Kasasi atau Kontra Memori Kasasi) Pemeriksaan tingkat kasasi adalah pemeriksaan tentang penerapan hukum dari suatu putusan hakim. Upaya hukum biasa (Banding dan Kasasi) b. Tenggang waktu permohonan banding 14 hari setelah putusan diucapkan. hlm. d. Upaya hukum luar biasa (Peninjauan Kembali (PK)) 3. 2008). Tata cara permohonan banding (Pasal 7 -15 UU No. dkk. dan memori banding (bukan syarat mutlak). h. Kewenangan pengadilan b. Upaya Banding/Judek Judicio (Memori Banding atau Kontra Memori Banding) Banding adalah permohonan yang diajukan oleh salah satu pihak yang terlibat dalam perkara. 21 Tujuan utama pemeriksaan tingkat banding untuk mengoreksi dan meluruskan segala kesalahan dan kekeliruan penerapan hukum. atau 14 hari sejak putusan diberitahukan kepada pemohon banding. Memori banding dan kontra memori banding harus dismpaikan kepada kedua belah pihak. yaitu: a. agar penetapan atau putusan yang dijatuhkan Pengadilan Agama diperiksa ulang dalam pemeriksaan tingkat bandi ng oleh Pengadilan Tinggi Agama. Registrasi permohonan banding. g. hlm 182 21 . Hukum Acara Perdata Peradilan Agama di Indonesia. Tenggang waktu mengajukan memori banding tidak terbatas.22 Kasasi diajukan oleh pihak yang merasa tidak puas atas penetapan putusan pengadilan dibawahnya. (Jakarta: Kencana. mengenai: a. Syarat-syarat dan Prosedur Kasasi. tata cara mengadili. penilaian fakkta dan pembuktian. Kesalahan penerapan hukum yang dilakukan pengadilan tingkat I/II dalam memeriksa dan memutus perkara. Permohonan banding diajukan melalui pengadilan tingkat pertama (PA) oleh pihak berperkara atau kuasanya yang sah (surat kuasa khusus). b.sehingga perlu diajukan upaya ukum unntuk dimintakan pemeriksaan ulang oleh pengadilan yang tinggi. 2. 178 22 Ibid.20/1947). Biaya permhnan banding dibebankan kepada Pemohon banding. Pemeriksaan hanya terbatas pada apa yang dimintakan kasasi kepada Mahkamah Agung melalui pengadilan tingkat pertama. c. Diajukan oleh pihak yang berhak mengajukan kasasi Sulaikin Lubis. akta banding. karena merasa belum puas dengan putusan pengadilan tingkat pertama. 4. f.

b. yaitu: a.Bg). Membayar biaya kasasi e. Peninjauan kembali merupakan upaya hukum luar biasa yang diajukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan (Pasal 21 UU No. c. d. d. 5. Putusan yang menhukum ssalah satu pihak untuk melakukan suatu perbuatan (Pasal 225 HIR dan 259 R.b. 2. b. Eksekusi riil dalam bentuk penjuaan lelang (Pasal 200 (1) HIR dan 218 (2) R. Jenis Pelaksanaan Putusan a. Apabila dalam suatu putusan terdapat kekhilafan hakim atau suatu kekeliruan yang nyata. J.. c. Apabila teah dikabulkan suatu hal yang tidak dituntut atau lebih daripada yang dituntut. Pelaksanaan Putusan 23 Ibid. Tenggang waktu pengajuan kasasi 14 hari sejak putusan banding diberitahukan secara resmi. Pelaksanaan Putusan dan Jenisnya 1. adalah: a. d.Bg). hlm 183 . Putusan yang menghukum salah satu pihak untuk membayar sejumlah uang (Pasal 196 HIR dan 208 R. Upaya Peninjauan Kembali (Akta Peninjauan Kembali (PK)) Peninjauan kembali 23 (request civiel ) yaitu memeriksa dan mengadili atau memutus kembali putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena diketahui terdapat hal -hal baru yang dulu tidak dapat diketahui. Putusan yang menhukum salah satu pihak untuk mengosong kan suatu benda tetap yang disebut dengan eksekusi riil (Pasal 1033 Rv). Permohonan kasasi disampaikan kepada panitera Pengadilan Agama yang bersangkutan. b. yang apabila terungkap maka keputusan hakim akan menjadi lain.14/1970 Jo Pasal 66-76 UU No. Diajukan oleh pemohon kepada Mah kamah Agung melalui Ketua pengadilan agama yang memutus perkara dalam tenggang waktu 180 hari sejak ditemukan bukti baru (novum).Bg). Apabila putusan didasarkan pada suatu kebohongan atau tipu muslihat pihhak lawan yang diketahui setelah perkaranya diputus oleh hakim yang dinyatakan palsu. Diajukan oleh pihak yang berperkara.14/1985) kepada Mahkamah Agung (Pasal 23 (1) UU No. ahli waris. Putusan telah memperoleh kekuatan hukum tetap. atau wakilnya yag secara khusus diberikan kuasa. Membuat memori kasasi (syarat mutlak) d. Apabila perkaranya yang setelah diputus ditemukan bukti -bukti baru (novum) yang bersifat menentukan yang pada waktu dperiksa tidak ditemukan. c. Syarat dan tata cara permohonan PK .4/2004). Alasan-alasan peninjauan kembali (PK). Membuat permohonan peninjauan kembali dengan memuat alasan alasannya. c.

. Ada permohonan sita eksekusi dari pihak yang bersangkutan. b. .Tergugat tidak mau memenuhi perintah dalam amar putusan selama masa peringatan. Putusan Cerai Thalak adalah Ikrar Th alak dan dikeluarkan Akta Cerai oleh PA b. .. c. g. Ketidakhadiran tersita tidak menghalangi eksekusi 24 Ibid.Pelaksanaan eksekusi (grose akta). e. Eksekusi Putusan yang dapat dieksekusi 24 adalah yang memenuhi syarat -syarat untuk dieksekusi. 4. Tata cara sita eksekusi a. 174 . Putusan tidak dijalankan oleh pihak terhukum secara sukrela meskipun ia telah diberikan peringatan ( aan maning ) oleh Ketua Pengadilan Agama. c.Pelaksanaan akta perdamaian. Berdasar surat perintah Ketua Pengadilan Agama . 3. Putusan lainnya dilaksanakan oleh PA berd asarkan diktum Putusan PA. hlm. Sita eksekusi dilakukan di tempat obyek eksekusi. constitutief tidak diperlukan eksekusi.Pelaksanaan putusan serta merta. Eksekusi dilakukan atas perintah dan dibawah pimpinan Ketua pengadilan Agama. b. c. f. adalah: a. dan . Peaksanaan eksekusi dibantu oleh 2 (dua) orang saksi. Sedangkan putusan declaratoir. d. d. kecuali dalam hal: .Tergugat tidak mau menghadiri panggilan peringatan tanpa alasan yang sah.Pelaksanaan putusan provisi. Membuat berita acara eksekusi. putusan yang dapat dilaksanakan lebih dulu ( uitvoerbaar by vooraad ). Terkait pelaksanaan putusan PA mengenai harta (Gono -gini/waris) putusan dilaksanakan oleh PA berdasarkan diktum p utusan dan jika tidak dapatdilaksanakan secara riil dilakukan LELANG . Putusan hakim bersifat comdemnatoir .a. Dilaksanakan oleh Panitera tau Juru sita. Putusan telah berkekuatan huku m tetap. Surat perintah tersebut dikeluarkan apabila: .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful