P. 1
Standarisasi Komunikasi Data

Standarisasi Komunikasi Data

|Views: 1,364|Likes:
Published by Mysteriusman

More info:

Published by: Mysteriusman on Aug 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/09/2013

pdf

text

original

EDY NUR ARDHIANSYAH / Email : buzyboy14@gmail.

com

TUGAS KOMUNIKASI DATA
CONTOH STANDARISASI DALAM KOMUNIKASI DATA

1. IEEE
* IEEE 802.3 — Ethernet akses LAN. * IEEE 802.11 — Wifi, akses wireless LAN. * IEEE 802.16 — WiMAX, akses wireless MAN. IEEE adalah organisasi nirlaba internasional, yang merupakan asosiasi profesional utama untuk peningkatan teknologi. Sebelumnya, IEEE merupakan kepanjangan dari Institute of Electrical and Electronics Engineers. Namun berkembangnya cakupan bidang ilmu dan aplikasi yang diperdalam organisasi ini membuat nama-nama kelektroan dianggap tidak relevan lagi, sehingga IEEE tidak dianggap memiliki kepanjangan lagi, selain sebuah nama yang dieja sebagai Eye-tripleE. Di samping society, IEEE memiliki badan standard (Standard Association, IEEE-SA). IEEE-SA memiliki wibawa cukup besar untuk bisa mempersatukan substandard industri membentuk standardisasi internasional yang diakui seluruh industri. Beberapa standar IEEE : Saya hanya membahas sedikit mengenail WiMax: WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh. WiMAX merupakan teknologi broadband yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga membawa isu open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX layak diaplikasikan untuk ‗last mile‘ broadband connections, backhaul, dan high speed enterprise.

802.16d (802.16-2004) Seperti diuraikan di atas bahwa standar 802.16d diperuntukkan bagi layanan yang bersifat fixed maupun nomadic. Standar ini berbasis pada 802.16-2004 versi IEEE 802.16 dan standar ETSI HiperMAN. Sistem ini menggunakan Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dan mendukung untuk kondisi lingkungan Line of Sight (LOS) and Non Line of Sight (NLOS). Beberapa vendor telah dan sedang mengembangkan CPE baik yang bersifat indoor maupun outdoor dan

EDY NUR ARDHIANSYAH / Email : buzyboy14@gmail.com

untuk laptop (card PCMCIA). Produk akan beroperasi pada band frekuensi 3,5 GHz dan 5,8 GHz. Sertifikasi produk pertama kali telah dilakukan di akhir tahun 2005. 802.16e Standar WiMAX 802.16e mendukung untuk aplikasi portable dan mobile sehingga dikondisikan mampu hand-off dan roaming. Sistem ini menggunakan teknik Scalable Orthogonal Frequency Division Multiplexing Access (SOFDMA), teknik modulasi multi-carrier yang menggunakan subchannelisasi. Bagi service provider, standar 802.16e juga bisa dimanfaatkan untuk mengcover pelanggan yang bersifat fixed (tetap). Kandidat terbesar pemanfaatan frekuensi 802.16e pada band frekuensi 2,3 GHz dan 2,5 GHz. Perbandingan 802.16d ke 80216e Dengan telah diuraikannya perbandingan standar WiMAX untuk 802.16d dan 802.16e, maka tabel berikut dapat dijadikan sebagai acuan sebagai guidance awal dalam membandingkan kedua standar. Beberapa perbandingan karakteristik diantara keduanya adalah sebagai berikut :

Sedangkan bila dilihat dari tipe aksesnya, maka dapat dibandingkan seperti tabel berikut :

EDY NUR ARDHIANSYAH / Email : buzyboy14@gmail.com

Dalam menentukan standar yang mana (802.16-2004 dan 802.16e) yang akan digunakan, maka berikut merupakan item yang perlu mendapat perhatian dalam mengambil keputusan: § Target market Bila operator akan meng-cover pelanggan bisnis dan residensial dengan kondisi hampir seluruhnya di daerah LOS (Line of Sight), maka CPE dengan antenna outdoor akan menghasilkan performansi/throughput yang bagus. Dengan kondisi seperti itu standar 802.16d cukup sesuai. Lain halnya bila operator akan menyasar pelanggan dengan kondisi NLOS (Non Line of Sight) dan mensyaratkan mobile, maka standar 802.16e lebih sesuai dibanding dengan standar 802.16d. § Spektrum/Frekuensi Bila WiMAX forum mengembangkan profile WiMAX yang baru dimana antara standar 802.16d dan 802.16e beroperasi dalam band frekuensi yang sama, maka operator akan lebih mudah menentukan suatu teknologi. Dengan kondisi ini maka peluang 802.16e lebih besar dibanding 802.16d karena dapat dioperasikan untuk pelanggan fixed dan nomadic dan sangat tahan terhadap kondisi multipath dan interference serta NLOS. § Regulasi Regulasi biasanya terkait dengan pemanfaatan frekuensi. Antara Negara satu dengan negara lainnya tentunya mempunyai karakteristik yang berbeda dalam penerapan teknologi WiMAX. Seperti diketahui untuk frekuensi WiMAX 3,5 GHz di negara Eropa relatif tidak bermasalah, namun bagi Indonesia spektrum tersebut telah dipakai oleh operator satelit (band extended-C). Dengan demikian regulator, dalam hal ini Ditjen Postel, tidak mengijinkan frekuensi dimaksud.

EDY NUR ARDHIANSYAH / Email : buzyboy14@gmail.com

Dengan kondisi tersebut pemanfaatan WiMAX di Indonesia agak terlambat bila dibanding negara lain § Timeline Munculnya teknlogi WiMAX baru-baru ini dimana pertama kali tersedia di frekuensi 3,5 GHz akan mempengaruhi peluang bagi operator untuk mengoperasikannya. Migrasi Menuju 802.16e WiMAX forum sangat berkomitmen untuk mendukung migrasi ke jaringan untuk aplikasi portable maupun mobile. Operator yang berkeinginan untuk memberikan layanan secara smooth dan secara ekonomis (effective cost) maka migrasi dari 802.16-2004 ke 802.16e dapat dilakukan dengan beberapa opsi yaitu : § Jaringan Overlay Dalam situasi dimana operator menginginkan menyisir fixed sampai ke mobile, maka overlay antara jaringan 802.16e dan 802.16d dapat dilakukan dengan syarat operator dimaksud telah memiliki license untuk kedua teknologi dimaksud. Dengan beroperasinya kedua teknologi secara overlay, maka operator dapat memberikan layanan yang beragam. Bagi pengguna dipersyaratkan untuk memiliki dua mode CPE yaitu yang compatible dengan 802.16d dan 802.16e. § CPE Dual-mode Operator yang meninginkan pindah ke layanan 802.16e dapat melakukan implementasi dengan dua mode CPE yang mendukung 802.16d dan 802.16e. Pada awalnya operator menggelar BTS 802.16d beserta CPEnya, tetapi bila produk 802.16e telah muncul maka mulai mengenalkan CPE dobel mode. Ketika semua pelanggan telah mempunyai dua tipe CPE, maka operator siap mengganti jaringan 802.16-2004(d) dengan base station 802.16e dan secara otomatis CPE dapat berpindah ke 802.16e. § Upgrade Software/hardware base station Solusi ini dapat dijadikan sebagai penghubung antara dua tipe CPE (802.16d dan 802.16e). Base station (BTS) 802.16d dilakukan upgrade software agar mendukung 802.16e. Namun demikian menurut informasi beberapa vendor upgrade secara software tidak bisa dilakukan. Solusinya vendor menyediakan BTS dengan system modular. Tiap BTS terdiri dari 6 modul yang bisa dipakai untuk modul 802.16d atau 802.16e. Dengan demikian dalam satu lokasi BTS dapat mempunyai dua tipe carrier yaitu yang berbasis pada 802.16d dan 802.16e. § Dual-mode base stations

EDY NUR ARDHIANSYAH / Email : buzyboy14@gmail.com

Ketika CPE hanya mendukung untuk satu mode/tipe dan operator merencakan migrasi secara gradual maka dilakukan dengan cara menginstal tipe BTS WiMAX dual mode yaitu 802.16d dan 802.16e. Dengan cara ini apapun tipe CPE yang ada di pelanggan akan langsung bisa terhubung ke BTS WiMAX. Solusi ini sama dengan pada teknologi GSM (Global System for Mobile Communication) dimana operator menyediakan 2 tipe frekuensi baik di 900 MHz maupun 1800 MHz. Dengan demikian model CPE apapun yang ada di pelanggan baik frekuensi 900 MHz atapun hanya 1800 Mz dapat terhubung ke jaringan operator GSM. Kesimpulan Kesimpulan yang bisa diperoleh dari uraian di atas adalah sebagai berikut: - WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah standard-based technology yang memungkinkan penyaluran akses broadband melalui penggunaan wireless sebagai alternatif kabel dan DSL. - Secara umum standar WiMAX terdiri dari 2 (dua) yaitu 802.16d untuk pelanggan fixed dan nomadic dan standar 802.16e untuk pelanggan portable dan mobile. - WiMAX merupakan sistem Broadband Wireless Access (BWA) yang memiliki kemampuan interoperability antar perangkat yang berbeda dan dapat dioperasikan untuk kondisi LOS maupun NLOS. - Dalam perkembangannya teknologi WiMAX didukung oleh dua badan standarisasi dunia yaitu ETSI dan IEEE. ETSI menyebut WiMAX sebagai BWA HIPERMAN, sementara pada standard IEEE WiMAX dikenal dengan IEEE 802.16 MAN.

2. ANSI
ANSI (American National Standards Institute adalah sebuah kelompok yang mendefinisikan standar Amerika Serikat untuk industri pemrosesan informasi. ANSI berpartisipasi dalam mendefinisikan standar protokol jaringan dan merepresentasikan Amerika Serikat dalam hubungannya dengan badan-badan penentu standar International lain, misalnya ISO , Ansi adalah organisasi sukarela yang terdiri atas anggota dari sektor usaha, pemerintah, dan lain-lain yang mengkoordinasikan aktivitas yang berhubungan dengan standar, dan memperkuat posisi Amerika Serikat dalam organisasi standar nasional. ANSI membantu dengan komunikasi dan jaringan (selain banyak hal lainnya). ANSI adalah anggota IEC dan ISO. ANSI adalah lembaga amerika yang mengeluarkan standard ASCII (American Standard Code for Information Interchange).ASCII (American Standard Code for Information Interchange) merupakan suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode tetapi ASCII lebih bersifat universal, contohnya 124 adalah untuk karakter "|". Ia selalu digunakan oleh komputer dan alat komunikasi lain untuk menunjukkan teks. Kode ASCII sebenarnya memiliki

EDY NUR ARDHIANSYAH / Email : buzyboy14@gmail.com

komposisi bilangan biner sebanyak 8 bit. Dimulai dari 00000000 hingga 11111111. Total kombinasi yang dihasilkan sebanyak 256, dimulai dari kode 0 hingga 255 dalam sistem bilangan Desimal. SQL adalah standar ANSI (American National Standards Institute) bahasa pemrograman untuk mengakses dan memanipulasi database. Statemen SQL digunakan untuk menerima, mengubah dan menghapus data. SQL bekerja dengan berbagai sistem database antara lain MS Access, DB2, Informix, MS SQL Server, Oracle, Sybase, dll. Sesuai kegunaan dan perkembangannya, SQL memiliki beberapa versi, tetapi agar tidak terjadi kekeliruan dibuat standar oleh ANSI, mereka harus memiliki keywords utama yang dipakai secara umum yaitu (SELECT, UPDATE, DELETE, INSERT, WHERE, dan sebagainya). ANSI C adalah standar bahasa C pertama.

3. ISO
ISO, Organisasi Internasional untuk Standardisasi yang berkantor pusat di Jenewa, merupakan lembaga swadaya masyarakat (LSM atau NGO = Non-Governmental Organization) penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standar nasional setiap Negara yang bekerja sama telah menghasilkan lebih dari 17.000 standar internasional untuk bisnis, pemerintahan dan masyarakat umum. Pada awalnya, singkatan dari nama lembaga tersebut adalah IOS dalam bahasa Inggris (International Organization for Standardization) atau OIN dalam bahasa Perancis (Organisation internationale de normalisation) sebelum akhirnya ditetapkan menggunakan nama ISO, diambil dari bahasa Yunaniisos yang berarti sama. Didirikan pada 23 Februari 1947 di Jenewa, Switzerland. ISO menetapkan standar-standar industrial dan komersial dunia. ISO pada awalnya dibentuk untuk membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja. Standar yang sudah kita kenal antara lain standar jenis film fotografi, ukuran kartu telepon, kartu ATMBank, ukuran dan ketebalan kertas dan lainnya. Dalam menetapkan suatu standar tersebut mereka mengundang wakil anggotanya dari 170 negara untuk duduk dalam Komite Teknis (TC = Technical Committee). Meski ISO adalah organisasi nonpemerintah, kemampuannya untuk menetapkan standar yang sering menjadi hukum melalui persetujuan atau standar nasional membuatnya lebih berpengaruh daripada kebanyakan organisasi non-pemerintah lainnya, dan dalam prakteknya ISO menjadi konsorsium dengan hubungan yang kuat dengan pihak-pihak pemerintah. Peserta ISO termasuk satu badan standar nasional dari setiap negara dan perusahaan-perusahaan besar. Model referensi ISO (International Standardization Organization) merupakan salah satu aturan standar yang dikeluarkan oleh badan pembuat aturan dan standar untuk komunikasi komputer. Model referensi ISO menggunakan metode lapisan sebagai model referensi. Semua subsistem

EDY NUR ARDHIANSYAH / Email : buzyboy14@gmail.com

komunikasi dibagi menjadi tujuh lapisan untuk menentukan berbagai macam fungsi dan sistem operasi. Model yang digunakan dalam sistem komunikasi data dikenal dengan OSI (Open Sistem Interconnection) tujuh layer. Lapisan-lapisan tersebut memiliki dua fungsi, yaitu Network Dependent dan Application Oriented. Fungsi Network Dependent terdapat pada tiga lapisan terendah, yaitu pada lapisan fisik, lapisan data link, dan lapisan jaringan. Sedangkan fungsi Application Oriented terdapat pada lapisan transport, lapisan session, lapisan presentasi, dan lapisan aplikasi. Kedua fungsi ini akan menghasilkan tiga lingkungan operasi yang berbeda, yaitu : Network environment Berhubungan dengan protokol dan standar yang berkaitan dengan berbagai macam tipe jaringan komunikasi data. OSI environment Di dalamnya berisi network environment (dalam lingkungan jaringan) yang dilengkapi juga dengan protokol application oriented sebagai standar bagi sistem komputer agar dapat berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya secara terbuka. Real sistem environment Berisi OSI environment dan berkaitan dengan pembuat yang mempunyai hak software serta layanan yang dibuatnya untuk membentuk suatu informasi terdistribusi yang sedang dalam pemrosesan. OSI sangat berperan dalam mengidentifikasi sistem komputer untuk melaksanakan pengolahan dan penyaluran data. Struktur model OSI dibagi atas tujuh lapisan (layer), yang masing-masing lapisan mempunyai fungsi dan aturan tersendiri. Tujuan dari pembagian lapisan adalah untuk mempermudah pelaksanaan standar tersebut secara praktis dan untuk memungkinkan fleksibilitas, dalam arti apabila terjadi perubahan pada salah satu lapisan maka tidak akan mempengaruhi pada lapisan yang lain.

EDY NUR ARDHIANSYAH / Email : buzyboy14@gmail.com

————————— | Application Layer | =============== | Presentation Layer | =============== | Session Layer | =============== | Transport Layer | =============== | Network Layer | =============== | Data Link Layer | =============== | Physical Layer | ————————— Tujuh Lapisan OSI • Lapisan Fisik (Physical Layer) Lapisan fisik merupakan lapisan atau level paling rendah dari model referensi ISO, yang berhubungan dengan media fisik atau peralatan fisik dalam jaringan komunikasi data. Lapisan ini mengatur hubungan secara fisik antara satu titik ke titik lainnya pada jaringan. Lapisan fisik ini memberikan standar interface pada peralatan komputer dan peralatan komunikasi dalam menyalurkan informasi. • Lapisan Data Link (Data Link Layer) Lapisan data link menjamin agar data yang dikirimkan ke lapisan jaringan sampai ke tujuan dalam keadaan baik. Data yang akan dikirimkan dibentuk dalam frame. Mekanisme yang dipakai untuk pengaturan struktur frame adalah HDLC (High Level Data Link Control). Lapisan ini melayani transmisi pada lapisan fisik dan bertanggung-jawab mengatur komunikasi dalam sebuah jaringan. Lapisan ini juga menangani fungsi-fungsi seperti mendeteksi kesalahan transmisi dan melakukan pengiriman ulang data-data tersebut. • Lapisan Jaringan (Network Layer) Lapisan jaringan bertanggung-jawab untuk membuat paket data yang akan dikirimkan dan memberikan fasilitas seperti routing (pengalamatan) jaringan, serta melakukan pengontrolan aliran data pada komputer ke interface jaringan. Lapisan jaringan harus dapat membedakan pengalamatan oleh sebuah jaringan yang berbeda-beda, serta mengatur paket-paket data yang memiliki ukuran yang berbeda pula.

EDY NUR ARDHIANSYAH / Email : buzyboy14@gmail.com

• Lapisan Transport (Transport Layer) Fungsi dasar dari lapisan transport adalah menerima data dari lapisan session, memisahkan menjadi bagian atau unit yang kecil dan meneruskan ke lapisan jaringan dan menjamin unit-unit data tersebut sampai dengan benar. • Lapisan Session (Session Layer) Lapisan session menyediakan fasilitas pada pemakai (user) untuk melakukan percakapan atau komunikasi dari satu mesin ke mesin yang lainnya. Pada lapisan session, memungkinkan user dapat melakukan komunikasi untuk masuk ke dalam sistem bersama secara remote atau melakukan transfer file di antara dua mesin (komputer). • Lapisan Presentasi (Presentation Layer) Lapisan presentasi digunakan untuk menyeleksi syntax data yang berada dalam jaringan. Lapisan presentasi juga memiliki standar encoding yang digunakan dalam pemrosesan aplikasi data. Salah satu contoh layanan presentasi adalah encoding data. • Lapisan Aplikasi (Application Layer) Lapisan aplikasi ini merupakan lapisan tertinggi pada model referensi ISO. Biasanya berupa program atau aplikasi pada tingkatan layanan informasi. Sejumlah macam protokol standar umumnya tersedia pada lapisan ini.

Arsitektur Protokol TCP/IP Dalam pemakaiannya, TCP/IP menggunakan protokol sampai dengan 4 level fungsi layer dalam arsitektur protokol. _________________ | Application Layer | =============== | Transport Layer | =============== | Internet Layer | =============== |Network Access Layer| =============== Lapisan Layer TCP • Network Access Layer Protokol pada layer ini menyediakan media bagi sistem untuk mengirimkan data pada device lain yang ter¬hubung secara langsung dengan jaringan. Network Access Layer merupakan gabungan antara Physical Layer dan Data Link Layer. Fungsi Network Access Layer dalam layer ini adalah mengubah IP datagram ke dalam frame yang ditransmisikan oleh network, dan memetakan IP Address ke physical address yang digunakan dalam jaringan.

EDY NUR ARDHIANSYAH / Email : buzyboy14@gmail.com

• Internet Layer Satu tingkat di atas Network Access Layer terdapat Internet Layer. Internet Protokol (IP) merupakan jantung dari TCP/IP dan protokol paling penting pada Internet. Internet Layer menyediakan layanan pengiriman paket dasar pada jaringan tempat TCP/IP network dibangun. Seluruh protokol di atas dan di bawah Internet Layer, menggunakan Internet Protokol untuk mengirimkan data. Semua data TCP/IP mengalir melalui IP, baik data yang akan masuk maupun yang akan keluar. Internet Layer bertanggung-jawab dalam proses pengiriman paket ke alamat yang tepat. • Transport Layer Pada Transport layer terdapat dua macam protokol utama, yaitu Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP). Kedua protokol ini mengirimkan paket data di antara Application Layer dan Internet Layer. Dengan demikian, kita dapat memilih salah satu di antara protokol tersebut, mana yang tepat digunakan untuk mengirimkan packet data dalam jaringan. • Application Layer Pada bagian teratas arsitektur protokol TCP/IP terdapat lapisan Application Layer. Seluruh proses di dalam layer ini telah menggunakan Transport Layer untuk mengirimkan paket data dan juga telah mencakup semua proses dalam pengiriman paket data.

4. EIA
Beberapa standar EIA : 1. EIA/TIA-568A & EIA/TIA-568B merupakan standar internasional pengkabelan dengan jack RJ-45 dan kabel UTP/STP kategori 3, 5, dan 6 (4 twisted pair) yang digunakan dalam teknologi ethernet dan PABX. Dua standar (A & B) digunakan untuk crossover cable. Ujung satu dengan standar A, dan ujung lainnya dengan standar B. 2. Urutan dengan standar EIA/TIA-568A (putih hijau, hijau, putih orange, biru, putih biru, orange, putih coklat, coklat) dan EIA/TIA-568B (putih orange, orange, putih hijau, biru, putih biru, hijau, putih coklat, coklat) biasa digunakan untuk interkoneksi antar hardware maupun antar jaringan. Penggunaan susunan yang lain diperbolehkan, namun harus memenuhi kriteria pada no. 3 dan seterusnya. 3. Pin 1 & 2, dalam ethernet digunakan sebagai Tx. Untuk menghindari interferensi, maka harus dijadikan 1 pair (biasanya putih orange – orange atau putih hijau – hijau) untuk memenuhi kebutuhan elektris dalam protokol high-speed-LAN. 4. Pin 3 & 6, dalam ethernet digunakan sebagai Rx. Untuk menghindari interferensi, maka harus dijadikan 1 pair (biasanya putih orange – orange atau putih hijau – hijau) untuk memenuhi kebutuhan elektris dalam protokol high-speed-LAN. 5. Pin 4 & 5 (dalam wikipedia disebut sebagai ―the central two pins‖) digunakan untuk membawa sinyal telepon (internet bukan hanya ethernet) atau sinyal suara dalam standar telekomunikasi. Bahkan RJ-11 bisa dimasukkan ke port RJ-45. Untuk keperluan ini, sudah seharusnya jadi 1 pair di tengah (biasanya biru – biru putih)

EDY NUR ARDHIANSYAH / Email : buzyboy14@gmail.com

6. Pin 7 & 8, biasanya digunakan untuk teknologi Power over Ethernet (PoE), yaitu untuk meningkatkan power pada perangkat VOIP, wireless LAN access point, webcam, ethernet hub, komputer, dan perangkat lain yang tidak memungkinkan untuk memberikan suplai power secara terpisah. Dalam hal ini tentunya pin 7 & 8 harus merupakan 1 pair (biasanya putih coklat – coklat).

5. ITU-T
Beberapa standar ITU-T :  Tahun 2000, protokol pensinyalan BICC (bearer independent call control) berhasil dibuat. Protokol BICC merupakan sebuah tonggak sejarah bagi pengembangan jaringan yang berbasis paket dan multi media pita lebar, karena memungkinkan migrasi tanpa batas dari jaringan sirkit switch ke jaringan paket berbasis multi media pita lebar yang berkapasitas besar. Protokol ini juga digunakan untuk mendukung beroperasinya layanan berbasis PSTN/ISDN melalui jaringan backbone berbasis paket (IP dan pita lebar), tanpa mengganggu interfaces penyelenggara jaringan dan jasa yang ada.  Tahun 2002, persetujuan standar untuk video coding (H.264/AVC) yang berkemampuan menawarkan layanan video (film) berskala luas dan berkualitas tinggi, mulai dari layanan HDTV hingga videoconference dan seluler multimedia berbasis 3G. Standar H.264/AVC memiliki kualitas gambar yang lebih baik, kemampuan menyalurkan beragam jenis layanan, dan media penyimpanan data yang lebih besar.  Tahun 2006, publikasi VDSL2 (very-high-bit-rate digital subscriber line) berdasarkan rekomendasi ITU-T. Standar ini memungkinkan para operator telekomunikasi berkompetisi dengan penyelenggara kabel dan satelit, dengan cara menawarkan beragam layanan antara lain seperti HDTV, video on demand, videoconferencing, akses internet berkecepatan tinggi, dan VoIP. Satndar VDSL2 yang baru mampu mengirim data hingga 100 megabit per menit baik secara up stream maupun down stream.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->