P. 1
Materi+Kultum+Ramadhan+II

Materi+Kultum+Ramadhan+II

|Views: 1,133|Likes:

More info:

Published by: محمد fadhli Ihsan on Aug 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/02/2011

pdf

text

original

Sections

  • Materi 2
  • Materi 3 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Pertama): Memahami Makna Jihad
  • Materi 4
  • Materi 5
  • Materi 6
  • Materi 7
  • Materi 8
  • Materi 9
  • Materi 10
  • Materi 11 Pengertian Jahiliyah (Bagian Kedua): Tidak Mau Berpikir
  • Materi 12 Mengikuti Rasul (Ittiba’ur Rasuul)
  • Materi 13 Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka (Bagian Pertama)
  • Materi 14
  • Materi 15
  • Materi 16 Meraih Rahmat Allah
  • Materi 17 Ukhuwah Islamiyah
  • Materi 18
  • Materi 19 Al Qur’an Terjaga Keasliannya
  • Materi 20 Pengertian Al Qur’an
  • Materi 21
  • Materi 22 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Pertama): Membaguskan Bacaan Al Qur’an
  • Materi 23 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Kedua): Kalamullah
  • Materi 24 Al Qur’an Membentuk Umat Mulia
  • Materi 25
  • Materi 26
  • Materi 27 Bahaya Rumor/Ghibah (Bagian Pertama): Pengertian Ghibah
  • Materi 28 Bahaya Ghibah (Bagian Kedua): Kriteria Ghibah
  • Materi 29 Menggapai Keberkahan Hidup
  • Materi 30 Kunci Keberkahan

Materi Kultum Ramadhan

Materi I Merajut Pakaian Taqwa Pada hakekatnya, pakaian adalah segala yang “melekat” di badan ini; entah baju, celana, segala aksesoris yang “melekat” lainnya, termasuk perhiasan. Selaras dengan pengertian ini, bahkan Allah membahasakan suami sebagai “pakaian” dari istri; dan istri adalah “pakaian” dari suami (Q.S. Al-Baqarah: 187: hunna libaasul lakum wa antum libaasun lahunna). Mungkin karena suami dan istri pun “melekat” satu sama lain, hingga mereka tak ubahnya seperti pakaian. Setidaknya ada 3 macam fungsi pakaian yang disebut di dalam AlQur’an. Pertama, pakaian sebagai penutup aurat (Q.S. An-Nuur: 58 dan Al-A’raf: 26). Kedua, pakaian sebagai perhiasan (Q.S. Al-A’raf: 26). Dan ketiga, pakaian sebagai pelindung, yakni dari panas dan hujan, juga dari serangan musuh (Q.S. An-Nahl:81). Tak kurang dari 20 ayat ditemukan di dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang pakaian. Entah memakai bahasa “libaasun”, “kiswatun”, “saraabil”, maupun “tsiyab”. Namun, semuanya berbicara tentang pakaian lahiriah. Pakaian dunia. Hanya ada satu yang menyebutkan tentang pakaian ruhani. Pakaian ruhani adalah sebenar-benar pakaian, yang menunjukkan baik buruknya seseorang. Meski seseorang mengenakan pakaian lahiriah yang mewah dan mahal, tetapi jika pakaian ruhaninya rusak, jelek, terhina, maka dirinya akan terhina pula. Pakaian lahiriahnya tidak bermanfaat apa-apa. Pakaian lahiriahnya tak bisa melindungi kejelekannya. Mungkin ia akan mulia dalam pandangan manusia, tetapi tidak dalam pandangan Allah. Apakah pakaian ruhani yang dimaksud? sebagai pakaian taqwa (libaasut taqwa). “Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan mereka selalu ingat.” (Q.S. Al-A’raf: 26). Al-Qur’an menyebutnya Sebagaimana firmannya, Yang demikian itu adalah Allah, mudah-mudahan

Tentang taqwa, imam Ali karramallahu wajhah berkata: ِ ْ ِ ّ ِ ْ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ ِ ْ َ ِ ِ ْ ْ َ ِ ُ َ َ ْ َ ِ ْ َِ ْ َ ِ ُ ْ َ ْ َ ‫الخوف من الجليل و العمل بالتنزيل و الستعداد ليوم الرحيل‬ (Takut kepada Zat Yang Mahaagung; mengamalkan apa yang diturunkan (al-Qur’an); dan menyiapkan diri untuk menyambut datangnya hari yang kekal [akhirat]).

Menuju Kembali Kepada Fitrah

1

Materi Kultum Ramadhan
Ramadan adalah hari-hari dimana kita memintal benang-benang pakaian takwa itu. Hari demi hari kita memintalnya, dengan harapan pada akhir Ramadan, hari kemenangan Idul Fitri, pakaian itu telah sempurnalah sudah dan bisa kita kenakan di hari yang berbahagia itu. Bukan untuk dipakai sekali, setelah itu dilepas kembali. Bukan. Tetapi, pakaian takwa itu seharusnya kita pakai seterusnya sampai tiba kembali Ramadan berikutnya, dimana kita akan memeriksa pakaian takwa itu kembali barangkali ada lubang, kotor, sobek dsb yang perlu kita cuci, jahit dan rajut kembali. Bagaimana kita merajutnya? Barangkali di sinilah relevannya sabda Nabi Saw., “Jika datang bulan Ramadan, maka dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu semua syaitan.” (muttafaq ‘alaih). Semua tidak lain sebagai motivasi buat kita untuk memperbanyak amal kebaikan kita. Mumpung kesempatan itu dibuka lebar-lebar oleh Allah. Allah sedang membuka “Big Sale”. Obral besar-besaran. Tarawih, tadarus, sadaqah, membayar zakat, menolong orang, memberi ta’jil orang berbuka puasa, menghentikan menggunjing orang. Semuanya adalah jalan-jalan kebaikan; jalan-jalan merajut pakaian takwa kita.

Menuju Kembali Kepada Fitrah

2

Materi Kultum Ramadhan
Materi 2 Hakikat Ramadhan Sudah berapa kali kita berjumpa Ramadhan? Bagaimana kita memaknai Ramadhan selama ini? Apakah kita biasa melaluinya begitu saja? Ataukah kita menjalaninya dengan biasa-biasa saja? Ataukah kita benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkannya untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik lagi? Jika kita ingin benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkan Ramadhan, tidak bisa tidak kita harus memahami hakikat Ramadhan. Berikut ini beberapa makna dan hakikatnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Bercermin Diri (Syahrul Muhasabah) Seberapa bersemangat dan seberapa mampu kita memanfaatkan Ramadhan pada setiap menit dan detiknya, merupakan indikasi ketaqwaan kita kepada Allah. Dari sini kita bisa menilai diri kita, apakah kita termasuk hamba Allah yang dzalimun linafsihi (masih suka menganiaya diri sendiri), atau yang muqtashid (yang pas-pasan saja), ataukah yang sabiqun bil khairat (yang bergegas dalam melaksanakan berbagai kebaikan). Disamping itu, Ramadhan juga merupakan sarana yang sangat tepat bagi kita untuk bercermin diri. Sebuah hadits muttafaq ‘alaih menyatakan bahwa selama bulan Ramadhan syetan-syetan dibelenggu. Nah, jika syetan-syetan telah dibelenggu tetapi kita masih saja melakukan dosa dan kemaksiatan maka seperti itulah diri kita yang sebenarnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Limpahan Rahmat (Syahrur Rahmah) Rasulullah bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas kamu berpuasa di bulan ini … Barangsiapa tidak mendapat bagian kebaikannya, maka sungguh berarti ia telah dijauhkan dari rahmat Allah.” Pada bulan Ramadhan, Allah mencurahkan segenap rahmat-Nya melebihi pada bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini, Allah melipatgandakan pahala amal kebaikan, memberikan semangat ketaatan kepada hamba-hamba-Nya, dan bahkan memberikan bonus satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadr. Karena itu, rugilah kita jika selama bulan ini kita tidak memanfaatkan limpahan rahmat Allah yang sedemikian besar. Bulan Ramadhan adalah Bulan Taubat (Syahrut Taubah) Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan

Menuju Kembali Kepada Fitrah

3

Akan lebih baik lagi jika kita juga berusaha untuk menghafalnya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. apa lagi yang kita tunggu. Bulan Ramadhan adalah Bulan Puasa (Syahrush Shiyam) Puasa yang sejati tidaklah cukup hanya dengan meninggalkan makan. Demikianlah beberapa makna dan hakikat Ramadhan. “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan yang keji.” Beliau juga bersabda. yakni mempuasakan seluruh anggota tubuh kita: akal pikiran. Jika kita telah memahaminya maka selanjutnya kita harus bergegas untuk mengimplementasikannya dalam hari-hari Ramadhan kita. minum dan hubungan suami isteri pada siang hari. Sudah semestinya kita kemudian mampu berempati kepada mereka yang selama ini biasa kelaparan dan kehausan. shalat tarawih) pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah. Menuju Kembali Kepada Fitrah 4 . Beliau ingin memberikan teladan kepada kita semua agar kita berinteraksi seakrab mungkin dengan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. dan mendakwahkannya. Demikianlah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. dengan cara berinfaq dan bersedekah kepada mereka. puasa yang sejati adalah puasa yang bersifat total. hati. Rasulullah selalu melakukan tadarrus Al-Qur’an bersama malaikat Jibril. Sebuah riwayat menyatakan bahwa kedermawanan beliau di bulan Ramadhan sampai menyerupai angin yang bertiup. kaki. Bulan Ramadhan adalah Bulan Infaq dan Sedekah (Syahrul Infaq wash Shadaqah) Ramadhan bukan hanya kesempatan untuk beribadah secara vertikal saja. maka sekali-kali Allah tidak butuh dengan puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum saja. melakukan berbagai kebaikan kepada sesama. Di bulan ini kita sangat dianjurkan untuk banyak berinfak dan bersedekah.” Beliau bahkan berkata. Lebih dari itu. agar Ramadhan ini dapat menjadi penghapus dosa-dosa kita. Harapan kita. Pada setiap bulan ini. telinga. Mari kita banyak-banyak beribadah dan memohon ampunan kepada Allah. “Barangsiapa berdiri (menegakkan shalat malam. “Barangsiapa berpuasa lalu tidak berkata-kata buruk dan tidak mengumpat maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ia dilahirkan oleh ibunya. Semuanya harus kita puasakan dari berbagai bentuk dosa dan kemaksiatan. tangan. memahami maknanya.” Bulan Ramadhan adalah Bulan Al-Qur’an (Syahrul Qur’an) Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an.Materi Kultum Ramadhan diampuni. maka dosa-dosanya yeng telah lalu akan diampuni. Ia juga kesempatan emas untuk beribadah secara horisontal. mata. Interaksi ini meliputi banyak hal: membacanya. Kita telah merasakan bagaimana rasanya kelaparan dan kehausan.” Jadi. dan anggotaanggota tubuh kita yang lainnya. Rasulullah bersabda. lidah. mengamalkannya.

sebagaimana firman Allah SWT.” Lintasan sejarah Islam berbicara. Beberapa kejadian penting yang berhubungan antara bulan Ramadhan dan jihad terus terjadi dalam kehidupan bersejarah kaum muslimin. kesehatan. yang pertama adalah Perang Badar yang terjadi di tahun kedua setelah hijrah. sebagaimana sabdanya. Materi 3 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Pertama): Memahami Makna Jihad Rasulullah SAW. sambut dan hormatilah Ramadhan. rajanya bulan. mereka masih lebih mementingkan pekerjaan. dua buah peperangan terjadi di bulan Ramadhan. selain Allah SWT. Untuk beberapa alasan. Allah SWT sajalah yang mengetahui hikmah itu semua dan memberikan indikasi dan tanda-tanda tersebut. Jihad adalah aktualisasi dari ibadah seorang muslim untuk membuktikan tidak ada kecintaan baginya kecuali hanya Allah SWT saja.. Untuk memahami lebih dalam hubungan ini maka seseorang haruslah memahami esensi jihad sebaik dia memahami esensi shaum. termasuk hidupnya. Dia tidak memiliki keinginan lain. selalu memotivasi para sahabat dengan kabar gembira akan datangnya Ramadhan. Pastinya. Mereka masih membutuhkan atau mengharapkan sesuatu yang lain meskipun mereka tahu bahwa mereka adalah hamba Allah SWT. Bahkan. banyak muslim tidak mampu melakukan keikhlasan dalam beribadah tersebut.Materi Kultum Ramadhan keluar dari Ramadhan kita telah menjadi pribadi yang jauh lebih bertaqwa. Salah satu jalan untuk mencapai tingkat ketulusan ibadah tersebut adalah taqwa. dan semua semata-mata ditujukan untuk menggapai keridloan-Nya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 5 . Inilah tujuan seorang Mujahid dan tidak ada selain itu. dan segala sesuatu yang merupakan kenikmatan dunia. bulan Ramadhan tetap menjadi bulan konfrontasi militer penting bagi kaum muslimin. Rasulullah SAW. keinginannya. “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan. yakni kaitan antara Ramadhan dan jihad kepada kaum muslimin. semata. Selama kehidupan Rasulullah saw. setelah kehidupan Rasulullah SAW. terdapat hubungan yang penting antara jihad dan Ramadhan. la’allakum tattaqun. Seorang Mujahid dengan bersungguh-sungguh memberikan semua apa pun miliknya di dunia. dengan upaya sekuat tenaga untuk menggapai Ridho Ilahi. dan yang kedua Penaklukan Mekkah (futuh Makkah) sekitar 6 tahun kemudian. Dia tidak menyembah materi apa pun dalam kehidupannya. Allah SWT yang paling mengetahui hikmah yang besar mengapa bulan Ramadhan begitu memiliki kaitan erat dengan jihad. Tentunya. ini merupakan bukti bahwa dia sungguhsungguh ikhlas beribadah hanya kepada Allah SWT. keluarga.

maka sesungguhnya orang yang tidak beramal kebaikan pada bulan ini sungguh amat merugi. Selain dari pada itu. “Allahumma baarik lanaa fi Rajaba wa Sya’baan wa ballighnaa Ramadlan” (Ya Allah berkati kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan antarkan kami sampai ke bulan Ramadhan.” (QS 2 : 183) Materi 4 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Kedua) 1. Allah mewajibkan atas kamu puasa di bulan itu. Ramadhan adalah bulan kesempatan umat Islam untuk membakar dosa lebih intensif dibandingkan dengan bulan lain. Di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dengan keistimewaan ini. dan ketiga. Pada bulan itu semua pintu neraka terbuka lebar dan semua pintu neraka Jahim tertutup rapat serta syetan-syetanpun dibelenggu. yaitu lailatul qadar. dilipatgandakannya pahala semua amalan muslim dan muslimah. pada bulan ini umat Islam mendapatkan panen pahala karena ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. dosa umat Islam terbakar oleh banyaknya pahala amalan kebajikan yang diraih pada bulan Ramadhan. Kedua.Materi Kultum Ramadhan “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. Mengapa membakar dosa? Pertama. Ramadhan Bulan Istimewa. Yang wajib dilipatgandakan 70 kali dan yang sunnah disamakan dengan pahala amalan wajib. Barangkali. amalan puasa adalah ibadah istimewa dan berpahala istimewa yang mampu meningkatkan ketakwaan dan menepis semua bentuk kemunkaran dan maksiat. maksudnya bahwa orang yang berpuasa berkesempatan besar untuk masuk surga dan jauh dari Menuju Kembali Kepada Fitrah 6 . sehingga berdoa.). di sinilah rahasianya mengapa Rasulullah senantiasa menanti bulan Ramadhan. penuh berkah. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya. Beliau senantiasa berkhutbah ketika menyambut awal Ramadhan.” Konotasi “pintu-pintu surga terbuka lebar dan pintu neraka tertutup rapat dan syetan-syetanpun dibelenggu”. Di antara isi khutbahnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan An Nasa’i adalah sebagai berikut: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan.

Tahun demi tahun dilewati umat Islam dan Ramadhan penuh dengan kenangan peristiwa besar yang menggambarkan jihad kaum muslimin. Allah swt. maka kebatilan akan menggusur yang hak. Namun. Ramadhan dan Jihad Puasa adalah ibadah yang bernuansa jihad melawan hawa nafsu. berarti puasanya akan ditolak Rabbul Izzati. baik di kala jaga atau tidur. Karena dengan puasanya ia berpahala besar dan pasti tidak bisa digoda oleh syetan yang terkutuk. demi menebarkan ajaran Islam dengan al-hikmah. umat Islam diperintahkan juga berjihad melawan kekafiran dan kesyirikan. 2. almau’izhah al hasanah dalam suasana penuh aman dan kedamaian.Materi Kultum Ramadhan neraka. selain jihad melawan hawa nafsu ini. maka Allah tidak butuh darinya untuk meninggalkan makanan dan minumannya. Bila tidak disyariatkan jihad. Menuju Kembali Kepada Fitrah 7 . Rasulullah pernah menegaskan dengan sabdanya: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta. Jihad disyariatkan Islam agar ajaran Islam tetap tersebar ke seantero dunia. Jihad yang disyariatkan Islam bertujuan mencapai dua sasaran: Pertama: Untuk mempertahankan diri dari serangan asing dan mempertahankan tanah air di mana mereka tinggal. nafsu amarahnya. Dakwah bagaikan air yang harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh umat manusia. Orang yang tidak bisa menahan nafsu syahwatnya. nafsu seksualnya. dan nafsu-nafsu lainnya selama berpuasa. Jihad untuk mempertahankan diri dari serangan kaum kufar ini sering disebut dengan jihad qitali. umatnya telah menghadapi jihad besar melawan kezhaliman dalam menegakkan keadilan. Ibadah puasa penuh dengan kebaikan dan sumber pengkaderan untuk menyiapkan generasi yang mau berkorban lii’laai kalimatillah. telah mensyariatkan jihad melawan kekufuran sebagai sarana ibadah dan perjuangan untuk menyiapkan individu muslim yang mampu membawa beban untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. karena nafsu al ammarah bis suu’ senantiasa menyertainya. Kedua: Mempertahankan dakwah Islamiyah dan ajaran-ajaran Ilahi sekaligus melindungi para pembawa panji-panjinya.” Inilah jihad muslim yang tiada hentinya. Sejak Islam datang menembus gelapnya kekufuran dan kesyirikan menuju cahaya Islam.

yaitu jihad melalui pendidikan. baik formal atau Non formal. Jihad maali ini sering disebut Al-Qur’an lebih daripada jihad binnafsi. kondisi ini menuntut umat Islam agar melakukan jihad dalam berbagai aspek kehidupan. Selain jihad nafsiy dan jihad qitaali. yaitu jihad dengan harta dalam rangka menebarkan Syiar Islam. Tuntutan Jihad Sekarang Lebih Luas Ketika musuh-musuh Islam menyerang dengan berbagai macam cara untuk memadamkan cahaya agama Allah. melindungi kaum fuqara’ dan masakin dari kekufuran yang mengintai mereka. masih banyak lagi tuntutan jihad lainnya. Afghanistan. karena sekolah-sekolah unggulan umat Islam masih perlu peningkatan kualitas dan kuantitas. 3. Apalagi sekolah-sekolah yang dikelola pendidikan non Islam sarat dengan unsur-unsur yang bisa memadamkan semangat keislaman siswa. b. dan panji-panji Islam akan tumbang diserang kekufuran. Jihad Maali. Jihad qitaali adalah wajib bila umat Islam diserang dengan senjata seperti di Palestina. Jihad ta’limi. sebanyak aneka ragam serangan musuh. karena: Menuju Kembali Kepada Fitrah 8 . kelembutan. dan kesejukan. Irak. dan belahan bumi lainnya. yaitu jihad dengan lisan untuk menyampaikan ajaran Islam dengan penuh hikmah.Materi Kultum Ramadhan kerusakan akan menghantui dunia. Jihad terhadap hawa nafsu adalah jihad setiap saat bagi setiap muslim yang masih waras dan sehat. c. Jihad tablighi. Saat ini umat Islam sangat dituntut untuk menekuni jihad ta’limi ini. Kita diwajibkan tablighi ini sebagai jihad bil-lisan untuk meluruskan berbagai penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat. Bosnia. Di antara jihad-jihad yang dituntut sekarang adalah: a.

meliputi gaib dalam arti positif dan gaib dalam arti negatif. tetangga dekat dan tetangga jauh. Ciptaan Allah yang nyata meliputi sesama manusia (nabi dan rasul. Gaib dalam arti positif di antaranya malaikat. Yang kedua yaitu ciptaan Allah yang nyata. serta benda mati (bumi dan segalanya serta benda angkasa). sesama muslim. Akhlak kepada Ciptaan Allah. Seluruh sikap dan perilaku serta adab sopan santun terhadap semua ciptaan Allah sudah termuat dan tercantum dalam Al-Quran dan Hadist. Mengingat sangat luasnya cakupan akhlak ini karena menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia. akhlak mulia itu dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok yaitu: 1. kerabat dekat. diri sendiri. Yang pertama yaitu ciptaan Allah yang gaib. adab dan sopan santun sesama ciptaan Allah yang terdiri atas ciptaan Allah yang gaib dan ciptaan Allah yang nyata. sorga dan neraka beserta penghuninya. benda hidup dan benda mati. alam kubur. jin. kiamat. Sedangkan gaib dalam arti negatif di antaranya iblis. kerabat jauh. Akhlak kepada Allah. perbuatan. dan lain sebagainya. Seluruh perintah tersebut sudah tercatat dalam Al-Quran dan Hadist. sikap. Akhlak terhadap ciptaan Allah meliputi segala prilaku. Walau struktur yang disampaikan masih sangat jauh dari lengkap dan sempurna. non muslim). dan benda serta alam gaib lainnya. orang tua. namun diharapkan akan bisa memberikan gambaran cakupan akhlak mulia yang sudah dicontohkan dan diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. syetan. maka secara garis besar struktur akhlak mulia terhadap seluruh ciptaan Allah itu dapat digambarkan seperti struktur sederhana berikut ini. padang mashar. qada dan qadar. Tinggal bagaimana kita bisa mempelajarinya secara benar dan teliti serta mengamalkannya. selain manusia (tumbuhan dan hewan). Akhlak mulia kepada Allah berati mengikuti seluruh perintah yang telah disampikan Allah kepada Rasul yang Maha Mulia Muhammad SAW.Materi Kultum Ramadhan Materi 5 Akhlak Mulia Secara garis besar. 2. Menuju Kembali Kepada Fitrah 9 .

Sebagai pengamalan syariat Islam. Tidak ada manusia di dunia ini yang memiliki kesamaan seratus persen. Allah telah mewajibkan kita untuk hidup berinteraksi dengan masyarakat. Sebagai pengamalan Syariat Islam. Perlindungan diri dan HAM.e. Akhlak Mulia Sebagai Pengatur Tatanan Sosial berarti dengan pengamalan akhlak mulia yang sudah dicontohkan oleh yang Mulia Saydina Muhammad SAW mengukuhkan bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak akan pernah bisa dan lepas dari pengaruh lingkungannya. Akhlak Mulia Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam berarti akhlak mulia yang diperuntukkan bagi manusia tidak hanya mengatur tatanan hubungan manusia dengan manusia lainnya tetapi juga hubungan antara manusia dengan makhluk – makluk lain selian manusia dan alam sekitarnya. Secara garis besar fungsi dan tujuan pengamalan akhlak mulia bagi umat manusia adalah : 1.berikan tuntunan prilaku dan etika secar sempurna. pengamalan akhlak yang mulia itu insya Allah akan menjadi ibadah bagi umat islam yang mengamalkanya. 3. 4. 2. bentuk tubuh. sama luasnya dengan seluruh asoek kehidupan manusia serta variasi variasinya. Rahmat bagi seluruh alam. sehingga dengan niat karena Allah SWT. kita adalah makhluk sosial. Sebagai Identias. Akhlak Mulia Sebagai Perlindungan Diri dan Hak Azazi Manusia ( HAM ) berarti dengan menjalin hubungan yang baik berdasarkan hukum dan syariat agama akan terbentuk hubungan yang saling menghargai dan saling menguntungkan. 5. atau pun sifat dan karakter pasti akan berbeda. Sebagai seorang muslim. Dengan akhlak mulia ini tatanan sosial yang terbentuk semakin memberikan makna dan nilai yang tidak saling merugikan.Materi Kultum Ramadhan Pembahasan masalah Akhlak adalah pembahasan yang sangat luas. Hingga anak-anak yang kembar siam pun tetap memiliki perbedaan. Perbedaan yang khas dari milyaran umat manusia di dunia ini seharusnya makin menyadarkan manusia akan Maha Agung dan Maha Besar-nya Sang Maha Pencipta. Saat berinteraksi dengan masyarakat tentu saja kita harus dapat Menuju Kembali Kepada Fitrah 10 . Pengatur tatanan Sosial. Allah SWT telah menciptakan seluruh manusia dalam keberagaman. Baik suara. Akhlak mulia ini diperuntukkan oleh Allah kepada manusia yang berakal budi karena dengan tuntunan akhlak yang mulia akan bisa membedakan antara manusia denga hewan. Sebagai Identitas. Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam semeste telah .

mereka segera mengingat Allah. siang maupun malam hari. lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka—dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu. (HR al-Bukhari dan Muslim). Dosa merupakan konsekuensi dari perbuatan maksiat kepada Allah SWT. Di rumah. baik karena mengabaikan kewajiban ataupun melakukan keharaman. di bis. di kantor. di sekolah. Oleh sebab itu. di stasiun. Allah SWT Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Berbuat salah memang sudah sunnatullah. Untuk itu. telah menegaskan kepada kaum Muslim tentang berita pengampunan pada bulan Ramadhan. Sebab. Agar tidak terjadi masalah yang akan membuat suasana hubungan yang harmonis menjadi terganggu. di kampus. di terminal. di bandara. pada bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan untuk banyak memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan pengampunan. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. di angkot. Allah SWT berfirman: Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. Rasul sendiri telah menyatakan bahwa manusia itu tempat salah dan lupa. di pabrik dan dimana saja seseorang sangat mungkin berbuat kesalahan. Materi 6 Meraih Ampunan Di Bulan Ramadhan Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala Allah semata maka diampunilah dosanya yang telah berlalu. ini adalah bentuk kebesaran dan kasih sayang Sang Pencipta kepada makhlukNya. Manusia sering berbuat dosa. di kereta api. (QS Ali Imran [3]: 135). Menuju Kembali Kepada Fitrah 11 . tersebut. di kendaraan pribadi. sedangkan mereka mengetahui. di masjid.Materi Kultum Ramadhan menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat dengan baik. melalui sabda Nabi saw. Sungguh.

maka ia sungguh telah berbuat dosa yang besar. Namun. (QS al-Hadid [57]: 21). atau terpelihara dari dosa. Allah SWT Maha Penyayang tidak pilih kasih dalam memberikan ampunan kepada hamba-Nya. dapat saja suatu dosa seseorang langsung Dia ampuni. dia akan senantiasa melakukan muhâsabah (instrospeksi diri). Apapun dosanya. Allah memiliki karunia yang agung. tentu selama manusia tidak mau bertobat sampai akhir hayatnyaAllah SWT berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Rasulullah saw. Allah SWT sendiri pasti akan mengampuni semua dosa manusia. selama hamba mau bertobat. Dia sendiri memerintahkan kepada manusia untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. dengan mengajukan banyak pertanyaan kepada dirinya sendiri tentang berbagai hal. jika Allah SWT menghendaki. Untuk itu. Katakanlah. Baru kemudian. adalah seorang yang maksum. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. juga telah memberikan teladan kepadanya. Siapa saja yang mempersekutukan Allah. (HR al-Bukhari dan Muslim) Padahal Rasulullah saw. Dia akan mengampuninya. Karena itu. Allah SWT akan mengampuninya. ”Berlomba-lombalah kalian mendapatkan ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Rasul pernah bersabda:”Demi Allah. (QS an-Nisa [4]: 48). janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Memang." (QS az-Zumar [39]: 53). seorang Muslim sudah seharusnya banyak meminta ampunan kepada Allah SWT. beliau tetap terus memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Itulah karunia Allah. Dalam hadisnya. kecuali dosa syirik. Beliau dijamin masuk surga. Menuju Kembali Kepada Fitrah 12 . sesungguhnya aku benar-benar meminta ampunan kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali sehari. yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Namun. berapapun banyaknya. "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri sendiri. Muslim yang menjadikan Baginda Rasul sebagai suri teladannya akan berupaya untuk sering meminta ampunan. nash di atas juga menggambarkan bahwa kaum Muslim harus senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT.Materi Kultum Ramadhan Selain itu. Di samping itu. pada kesempatan Ramadhan yang penuh ampunan ini. khususnya pada bulan Ramadhan. diberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Di samping Allah SWT telah menyuruh setiap Muslim untuk sering memohon ampunan kepada-Nya.

akan mencintai hamba yang mendekat kepadanya. bertasbih. ia berkata. dan menjadi penghuni surga yang disediakan untuknya. pasti dicintai dan dekat dengan Allah swt. Ahmad) Jika Anda ingin mendapat kemuliaan di sisi Allah dan di mata manusia. sosial. beristighfar. bersabda. amalkanlah qiyamullail secara kontinu.” (HR.a. maupun politik. Karena itu. pendidikan.. budaya. dan memuji Sang Pencipta. Sang hamba merasa lezat di kala munajat dengan Penciptanya. diampuni dosanya. pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya). Ia berdoa. mendekatkan diri kepada Allah.Materi Kultum Ramadhan Materi 7 Keutamaan Qiyamullail Dari Jabir r. “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu. Dari Sahal bin Sa’ad r. Muslim dan Ahmad) Qiyamullail adalah sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Rabbnya. mencintai seorang hamba.. dan itu setiap malam. Sang hamba akan dekat dengan Rabbnya. Rasulullah saw. menganjurkan kepada kita. dan pencegah dari dosa. ekonomi. “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat. menghapus dosa. Dan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. sesuai dengan janjinya.a. maka Ia akan mempermudah semua aspek kehidupan hambaNya. “Aku mendengar Rasulullah saw. ia Menuju Kembali Kepada Fitrah 13 . Kalau Allah swt.” (HR. dihormati oleh sesama. Dan memberi berkah atas semua aktivitas sang hamba. baik aktivitas di bidang dakwah. Seorang muslim yang kontinu mengerjakan qiyamullail. menolak penyakit.

dan shalat malamlah pada waktu orang-orang tidur. akhirnya pun kamu akan mati. bersabda.” Seorang dai yang ingin berhasil dakwahnya. ‘Wahai Muhamad. akan sangat mudah merealisasikannya dengan izin Allah. Berikut ini kiat-kiat pendorong meninggalkan tempat tidur untuk bermunajat kepada Yang Maha Pengasih. Tapi sayang. diganjar dengan masuk surga. datang kepada Nabi saw. lalu berkata. Semoga kita termasuk kelompok yang sedikit ini dan berhak masuk surga tanpa dihisab. berikanlah makanan. kalian akan masuk surga dengan selamat. beliau bersabda. “Malaikat Jibril a. dan pada malam hari memohon kepada Allah diawali dengan qiyamulail. serta Anda wajib memenuhinya dengan seimbang.” Kiat Mudah Qiyamullail Qiyamullail memerlukan kesungguhan dan kebulatan tekad. Dengan begitu Anda termotivasi untuk melaksanakannya. mengulurkan bantuan. (1)Programlah aktivitas Anda di hari yang malamnya Anda rencanakan untuk qiyamulail agar memungkinkan Anda tidak kelelahan. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap. “Seluruh manusia dikumpulkan di tanah lapang pada hari kiamat. (3)Hindari maksiat. “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan. Tiba-tiba ada panggilan dikumandangkan dimana orang yang meninggalkan tempat tidurnya. mengucapkan salam. “Wahai manusia. Menuju Kembali Kepada Fitrah 14 . Jika ada tekad. (5)Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Rasululah saw. harus mennabur kasih sayang kepada seluruh lapisan masyarakat. Berbuatlah semaumu. aqli. sebarkanlah salam. dan ruhani. hiduplah sebebas-bebasnya. Baru kemudiaan seluruh manusia diperintah untuk diperiksa. silaturahim. Cintailah orang yang engkau mau.Materi Kultum Ramadhan berkata.’” Orang yang shalat kala orang lain lelap tertidur. Sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri. Hal itu dapat digapai dengan wajah yang berseri-seri.” (4)Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail.s. lalu masuk surga tanpa hisab. dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak minta tolong orang lain. yang melaksanakan qiyamulail secara kontinu sangat sedikit jumlahnya. maka berdirilah mereka jumlahnya sangat sedikit. (2)Pahamilah bahwa Anda punya kebutuhan jasmani.. pasti akan dapat balasan. Kemuliaan orang mukmin dapat diraih dengan melakukan shalat malam. Kabar ini sampai kepada kita dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Salam dari Nabi saw. pasti kamu akan berpisah.

kapan waktu bekerja. maka pembinaan dalam Islam harus mampu merealisasikan tujuan-tujuan berikut ini: (1) Memahami Islam sebagai manhaj atau pedoman hidup bagi Manusia yang bersifat syumiliyah (universal). ujian dan cobaannya.Materi Kultum Ramadhan (6)Makan malam jangan kekenyangan. kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya. untuk menghasilkan kader-kader yang memiliki Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang). (8)Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program qiyamullail bersama sekali atau dua malam dalam sepekan. karena dengan tarbiyah akan lahir Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang) yang siap menjawab tantangan zaman dengan segala problematika. mutawazinah (seimbang). mutakamilah (integral). (9)Berdoalah kepada Allah swt. Dalam kontek tarbiyah itu sendiri. murunah (fleksibel) dan waqi’iyyah (realistis) serta robbaniyyah (bersumber dari Allah). Materi 8 Ramadhan:Syahrut Tarbiyah Kenapa bulan Ramadhan disebut dengan syahrut Tarbiyah (bulan pembinaan dan pendidikan)?? Karena pada bulan ini umat Islam dididik langsung oleh Allah SWT. dan diajarkan oleh-Nya supaya bisa mengatur waktu dalam kehidupan secara baik. Kapan waktu makan. Menuju Kembali Kepada Fitrah 15 . berdoa untuk bisa bangun malam. alamiyah (global). (7)Baik juga jika Anda janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone yang Anda miliki. Tarbiyah adalah sarana yang sangat urgen bagi kehidupan insan dan umat. dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur.

politik.Materi Kultum Ramadhan (2) Memiliki komitmen pada Islam dalam semua aspeknya. Kebetulan bulan Ramadhan masa itu sedang melalui musim panas akibat sengatan terik matahari apalagi bagi pejalan kaki di atas padang pasir pada masa itu. waktu dan tempat. agar tercetak sosok yang shalih. menguasai dan tidak menganggap mereka sebagai musuh walaupun perlakuan mereka keras. (4) Memperhatikan tanggung jawab pendidikan Islam. kasar dan menyakitkan. kondisi. pendidikan dan lain-lainnya. Oleh karena itu diperlukan ta-shil syari (pengokohan hukum syar’i’) dalam berinteraksi dengan orang lain (fiqhu ta’amul ma’al ghoir) dan manhaj tarbiyah haruslah dibuat di atas landasan ini. komunikasi dan interaksi dengan prinsip-prinsip Islam. meningkat keimanannya. Istilah Ramadhan itu sendiri berasal dari kata ramadla-yarmudluramadlan artinya panas membakar. Panas membakar bulan Ramadhan bisa juga berarti karena bulan Ramadhan memberikan energi untuk membakar dosadosa yang dilakukan manusia. mampu mempengaruhi. berakhlak dan berpengetahuan yang lurus serta komitmen di jalan da’wah untuk menggapai ridho Allah. karena memang tidak mungkin mengaplikasikan Islam hanya dengan satu model. Orang Arab dahulu ketika memindahkan namanama bulan dari bahasa lama ke bahasa Arab. Dalam rangka mencetak generasi sholih yang bisa bergaul dengan masyarakat luar. Apakah dengan kaum muslimin ataukah dengan non muslim dan baik dalam ta’amul da’awi (interaksi da’wah) maupun ta’amul siyasi (interaksi politik). terdapat sekian banyak wahana yang bisa dimanfaatkan dalam rangka penggemblengan dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 16 . Pada bulan yang sangat istimewa ini. Semua itu harus disesuaikan dengan situasi. Dalam bulan romadhan. Ramadhan bermakna panas membakar juga di dasarkan karena perut orang-orang yang berpuasa tengah terbakar akibat menahan makan minum seharian. Panas membakar ini bisa berasal dari sinar matahari. (3) Memperhatikan kondisi obyektif masyarakat dalam hal aplikasi. ekonomi. mereka menamakan bulan-bulan itu menurut masa yang dilaluinya. Allah SWT ingin memberikan tarbiyah kepada kaum muslimin. sehingga semua nazhoriyah (teori) dapat teraplikasikan di dalam kehidupan yang nyata. sosial. Selain itu juga perlu dilihat apakah di dalam masyarakat yang monoloyalitas ataukah multi-loyalitas.

jujur dan sebagainya. juga dituntut untuk mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. juga merupakan sarana untuk membersihkan diri manusia itu sendiri dari kotoran dan dosa yang melumuri jiwa. shalat misalnya merupakan sarana untuk mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar. seperti yang tersirat dalam surat At-Taubah (9) ayat 103 dan Al-Lail (92) ayat 18. 2. dan sebagainya. Ramadhan merupakan sarana Tarbiyah Ruhiyah (pembinaan spiritual) Pada dasarnya setiap ibadah yang Allah perintahkan kepada hamba-hambaNya. berfungsi sebagai sarana tazkiyatunnafs (perbersihan jiwa). Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jasadiyah (pembinaan jasmani) Menuju Kembali Kepada Fitrah 17 . Begitupun dengan bulan ramadhan yang di dalamnya terdapat ibadah puasa. tawakal. amanah.Materi Kultum Ramadhan pemanasan diri itu. Dari yang berbentuk fisik seperti memberi makanan berbuka kepada fakir miskin hingga yang psikis seperti sabar. sehingga tidak ada satu ibadahpun yang lepas dari arah tersebut. dimana orang yang berpuasa selain menjaga diri untuk tidak makan dan minum. tadarus. sedekah. tarawih. Dari yang wajib seperti puasa dan zakat fitrah hingga yang sunaah seperti i’tikaf. Materi 9 Sarana-sarana Tarbiyah Ramadhan Secara garis besar dapat kita temui bahwa Ramadhan merupakan sarana tarbiyah yang meliputi : 1. selain merupakan kewajiban dan alasan diciptakannya manusia dan makhluk lainnya. Zakat yang dikeluarkan oleh orang kaya merupakan sarana untuk membersihkan diri dan hartanya dari kotoran yang terdapat dalam hartanya.

yang mana kesemua itu merupakan keringanan (rukhsah) bagi mereka. memperbaiki kerja pencernaan. baik yang kaya atau miskin. apalagi dalam kewajiban puasa ramadlan. dan sama dalam ketundukan terhadap perintah Allah. wanita yang sedang hamil tua atau menyusui serta orang yang sedang musafir (dalam perjalanan). tetapi merupakan peringatan agar jangan berkata bohong atau melakukan perbuatan yang memuat dusta. cinta keadilan dan persamaan. Bila dicela orang lain atau dimusuhi. sehingga orang-orang yang mampu dan kaya merasakan apa yang di derita oleh orang-orang fakir dan miskin dan mau memberi dari rizki yang Allah anugrahkan kepadanya. Selain itu juga dengan puasa dari segi kesehatan akan membersihkan usus-usus. kecuali bagi mereka yang ada udzur. maka Allah tidak membutuhkan lapar dan dahaga mereka” (HR Bukhari dan Abu Dawud). Mengenai hadits yang terakhir. membersihkan tubuh dari sisa-sisa endapan makanan. seperti orang tua yang telah renta. sama dalam merasakan lapar dan dahaga. begitupun juga melahirkan kasih sayang kepada orang-orang miskin. Puasa juga dapat membiasakan umat untuk hidup dalam kebersamaan. maka janganlah ia berkata kotor dan berteriak. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah ijtima’iyah (pembinaan sosial) Selain melatih diri. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah khuluqiyah (pembinaan akhlak) Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r. puasa juga memiliki sisi pendidikan sosial. Al’Allamah Asy-Syaukani berkata: “Menurut Ibnu Bathal. mengurangi kegemukan dan menenangkan kejiwaan atas aspek materil yang ada dalam diri manusia. karenanya puasa tidak diwajibkan bagi mereka yang kesehatannya tidak prima. disinilah letak pendidikan sosial. dan melakukan perbuatan dusta. mereka sama dihadapan perintah Allah. (Lihat surat al-baqarah ayat 184).: “Apabila seorang dari kamu sekalian berpuasa. maka katakanlah: “Aku ini sungguh sedang puasa”. maksud hadits di atas bukan berarti orang itu disuruh meninggalkan puasa. Menuju Kembali Kepada Fitrah 18 . 4. pria atau wanita. karena ketidak mampuan. orang sakit. Dalam hadits lain disebutkan: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak mampu meninggalkan perkataan dusta.Materi Kultum Ramadhan Ibadah puasa merupakan ibadah yang tidak hanya membutuhkan pengendalian hawa nafsu tapi juga membutuhkan kekuatan fisik. maksud hadits ini ialah bahwa puasa seperti itu tidak berpahala. 3. Sedangkan menurut Ibnu Arabi. Sehingga dari sinilah di harapkan timbul rasa persaudaraan dan solidaritas.a. seluruh umat islam di dunia diwajibkan berpuasa. tanpa terkecuali. bersatu. atau karena kesehatan janin dan bayi dan menjaga kesehatan bagi orang yang sedang musafir.

yaitu: 1) gaya hidup Islami. (QS. dan yang kedua ialah kebahagiaan (as sa’adah). Ibnu ‘arabi mengatakan pula bahwa perbuatanperbuatan buruk tersebut di atas dapat mengurangi pahala puasa 5. Adapun gaya hidup jahili. Dalam pandangan Islam gaya hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan. Sebagaimana puasa juga menumbuhkan semangat jihad yang nyata. Inilah gaya hidup orang kafir. Yang pertama ialah kebaikan (al-khair). “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dijalan kami maka Kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami (jalan yang lurus)” (QS. dan berusaha menghilangkan dominasi jiwa yang selalu membawanya kepada perbuatan yang menyimpang. dan justru dengan berpuasa mereka dapat lebih semangat dalam berjihad. Materi 9 Kehidupan Jahiliyah (Bagian I): Gaya hidup Islami Vs Jahiliyah Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam hidup ini. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha Suci Allah. 29 ayat 69) Dan puncak tarbiyah yang dapat di raih oleh seorang muslim pada bulan ramadhan adalah mencapai maqam taqwa disisi Allah SWT. “agar kamu bertaqwa”. yaitu Tauhid. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jihadiyah Puasa juga merupakan sarana dalam menumbuhkan semangat jihad dalam diri umat. karena dengan puasa kesehatan qalb (hati) dan jasad (jasmani) terjaga. sebagaimana yang telah difirmankan Allah dipenutup perintah-Nya untuk berpuasa. yaitu syirik. Perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia. Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat.Materi Kultum Ramadhan Dan berdasarkan hadits ini. dan 2) gaya hidup jahiliyah. terutama jihad dalam memerangi musuh yang ada dalam jiwa setiap muslim. Hal ini sejalan dengan firman Allah: “Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku. Hanya saja masingmasing orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 19 . dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. karenanya peperangan yang terjadi dan dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya kebanyakan di bulan puasa. mengikis hawa nafsu. landasannya bersifat relatif dan rapuh. Yusuf: 108). Setiap Muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupan-nya. Inilah gaya hidup orang yang beriman.

Materi 10 Kehidupan Jahiliyah (Bagian Kedua): Tasyabbuh (menyerupai suatu kaum) Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya menyerupai umat yang lain (tasyabbuh) hakikatnya telah menjadi seperti mereka. Beliau bersabda: ِ َ َ َ َ َ ِ ْ ّ َ َ ِ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ِ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ َ َ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ْ َِ ْ ِ ّ ُ َ ُ ْ َ ّ َ ُ َ ّ ُ ْ ُ َ َ ‫ل تقوم الساعة حتى تأخذ أمتي بأخذ القرون قبلها شبرا بشبر وذراعا بذراع. Abu Dawud dan Ahmad. Hadits tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mere-ka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. AlBukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri z. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami. niscaya kamu mengikuti mereka”. Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. shahih). dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan). shahih). Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Kami bertanya. فقمال: وممن‬ . )رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري، صحيح‬ ْ ََ َ َ َ َ ّ َ “Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu. maka ia termasuk golongan mereka” (HR. فقيل: يا رسول ال، كفارس والروم. mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau.(‫الناس إل أولمئك. dan gaya hidup jahili adalah haram baginya.”Ya Rasulullah. ُ ْ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ُ ْ ُ ْ ُ ُ ْ ِ َ ّ َ َ ْ ُ ْ َُ َ ْ َ ّ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ ْ ُ َْ َ َ َ ْ َ َ َ َ ّ َ ِ ّ َ َ ‫لتتبعن سنن من كمان قبلكمم شمبرا بشمبر وذراعما بمذراع حتمى لمو دخلموا جحمر ضمب تبعتمموهم. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”.(‫من تشبه بقوم فهو منهم. sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar umat Islam. )رواه البخاري عن أبي هريرة، صحيح‬ َ َِ ُُِّ ّ “Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya.(‫والنصارى.Materi Kultum Ramadhan Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim. “Siapa lagi?” (HR. “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. Ada orang yang bertanya. قال: فمن. “Ya Rasulullah. bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak. Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal. )رواه أبو داود وأحمد عن ابن عباس‬ ْ ُ ْ ِ َ ُ َ ٍ ْ َ ِ َ َّ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum. Al-Bukhari dari Abu Hurairah z. orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi. قلنما: يما رسمول الم، اليهمود‬ . Lalu dalam hal apakah tasyabbuh itu?Al-Munawi Menuju Kembali Kepada Fitrah 20 .

berlaku/ berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka”.a. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda: "Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi. Materi 10 Pengertian Jahiliyah: Masa Sebelum Islam Masa Jahiliyah adalah era ketika kondisi dan situasi masyarakat belum terjamah oleh risalah dan dakwah Islam. mempertontonkan dan menonjolkan aurat. kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang. Periode ini sering juga disebut dengan istilah Pra-Islam. padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”. Bahkan malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu. Mungkin kita boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah telah mulai bersaing dengan mode-mode busana jahiliyah. Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah. Na’udzubillahi min dzalik. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataannya) telanjang (karena mengekspose aurat). Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh yang sudah membudaya dan mengakar di masyarakat kita adalah pakaian Muslimah. (HR. maka ekspose itu dengan menonjolkan keketatan pakaian. Muslim. Kalau tidak memper-tontonkan aurat karena terbuka. Seiring dengan perkembangan dan akulturasi bahasa. apriori dan ta’assub (fanatik yang berlebihan) terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 21 .Materi Kultum Ramadhan berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka. Jika tasyabbuh dari aspek busana wanita saja sudah sangat memporakporandakan kepribadian umat. mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. yang mayoritas beragama Islam ini. Belum lagi kejahilan ini secara otomatis dilengkapi dengan tingkah laku yang -kata mereka. istilah ini juga melekat erat pada sifat orang-orang yang tidak taat pada aturan agama yang telah diproyeksikan oleh Al-Qur’an dan AsSunnah.selaras dengan mode pakaian itu. Kebiasaan-kebiasaan kaum jahiliyah yang realitasnya berseberangan dengan anjuran Rasulullah s. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari’at. Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas bergaya hidup jahili.w tersebut disebabkan oleh sifat keras kepala. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan baunya. jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda). shahih). nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat. maka tidak ada alasan bagi kita untuk tinggal diam. dari Abu Hurairah z. Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya.

dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya (pemimpin yang membawa kepada kesesatan). Syeikh Muhammad ibn Abdul Wahab dalam Masail Al-Jahiliyyah mengatakan. qaaluu bal nattabi’u maa wajadnaa ‘alaihi aabaa’ana. akhirnya terwarisi dengan kebiasaan generasi berikutnya yang tidak malu mempertontonkan auratnya di depan publik. Mereka menjawab: “(Tidak).Shalih ibn Fauzan ibn Abdillah Al-Fauzan dalam Syarhul Masaa’il Al-Jahiliyyah menjelaskan bahwa mereka (orang-orang jahiliyah) tidak menegakkan agama mereka sesuai dengan apa yang telah para Rasul sampaikan kepada mereka. melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapakbapak kami menganut suatu agama dan sesunguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”(QS. Qaliilan maa tadzakkaruun”: “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Seperti kebiasaan dahulu orang-orang jahiliyah yang mengitari ka’bah dengan bertelanjang tanpa busana. tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapat dari bapak-bapak kami mengerjakannya. bahwa agama mereka (orang-orang jahiliyah) terbangun oleh beberapa pondasi yang menjadi akar dan pijakan. Perihal inilah yang dalam dunia Islam disebut Menuju Kembali Kepada Fitrah 22 . sedari dahulu kala hingga akhir zaman. Syeikh DR.Materi Kultum Ramadhan peninggalan dan tradisi para leluhur yang mengental rekat dalam ritual yang selalu disakralkan. “Wa idzaa qiila lahumuttabi’uu maa anzalallahu. Yang terbesar diantaranya ialah “TAQLID”. awalaw kaanasy-syaythaanu yad’uuhum ilaa ‘adzaabis-sa’iir”. “Dan demikianlah. “Ittabi’uu maa unzila ilaikum min rabbikum walaa tattabi’uu min duunihi awliyaa’a. dan mereka enggan merobah diri serta beranjak dari kebiasaan itu.Al-A’raf:3). sesunguhnya mereka mengkonstruksi agama mereka dengan dasar-dasar yang mereka mengada-adakannya sendiri sekehendak hati mereka.Luqman:21).” Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaithan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (QS.Az-Zukhruf:23). “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. sehingga hal seperti itu dianggap lumrah bahkan dianggap sebagai modernisasi. Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)” (QS. Sebagaimana Allah SWT berfirman di berbagai ayat di dalam Al-Qur’an: “Wa kadzaalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa qaala mutrafuuha innaa wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin wa innaa ‘ala aatsaarihim muqtaduun”. yaitu sebuah sistim yang besar yang selalu menjadi tumpuan semua orang-orang kafir.

atau dalam istilah Arab juga akrab dengan sebutan “al-muhakah”. Maa bishaahibikum min jinnatin”. An taquumuu lillaahi matsnaa wa furaadaa tsumma tatafakkaruu. yaitu sebagian orang meniru cara-cara yang kelompok individu lain lakukan. “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah penganut jejak-jejak mereka. kemudian kamu fikirkan (tentang Menuju Kembali Kepada Fitrah 23 . Hal inilah yang di dalam literatur Islam disebut dengan istilah “at-taqlid ala’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). tahta dan garis keturunan leluhurnya inilah. sombong. “Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja. Materi 11 Pengertian Jahiliyah (Bagian Kedua): Tidak Mau Berpikir Allah SWT berfirman: “Qul Innamaa A’idzhukum biwaahidatin. Berbeda halnya dengan kaum faqir dan dhuafa. Kata “mutrafuuha” dalam ayat ini adalah “mereka (para penduduk) yang hidup mewah sejahtera dan bergelimang harta pada umumnya. Kaum yang mengagung-agungkan harta.” Dengan kata lain (secara tidak langsung) mereka bermaksud: Kami tidak butuh peran dan kehadiranmu wahai Rasul. yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri. dan tiada keinginan menerima kebenaran. kami lebih percaya dengan apa yang telah dibudayakan oleh leluhur kami. wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. mereka selalu membantah dengan ucapan” “Inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wakadzalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa mutrafuuha inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. yang pada umumnya bersikap tawadhu’ dan ikhlas menerima kebenaran. karena mereka adalah orang-orang yang cenderung berbuat jahat. sedangkan objek yang ditiru itu tidak sepatutnya untuk menjadi percontohan (maslahat). wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah. yang dahulu ketika para Rasul memberi peringatan dan mengajak mereka kepada jalan yang benar.Materi Kultum Ramadhan sebagai “at-taqlid”.

Hal ini diakibatkan karena diri mereka yang tidak mau mendengar.a. sesungguhnya hal itu akan mengingatkanmu akan kematian (kehidupan akhirat)” (HR. yang senantiasa memutarbalikkan fakta. Kairo). karena tidak sedikit kesesatan yang terbungkus oleh kamuflase hidayah.Abu Daud. yang mengantarkan mereka pada kesesatan yang nyata.a.Saba’: 46). itulah yang benar. pendongeng sejati. Turmudzi. hendaknya ini menjadi titik sentral perhatian orang-orang yang beriman agar cermat memilah dan memilih. Kami tidak sudi mematuhi orang ini. As-Syaikh Ali Mahfudz. Mereka lebih memilih untuk menjawab: “Kami telah berpegang teguh terhadap apa yang telah dilakukan oleh para leluhur kami. “Sesungguhnya dahulu aku mencegahmu untuk berziarah kubur. dan orang yang tidak tahu diri. padahal pada dasarnya adalah kesesatan yang teramat nyata. fazuuruhaa fa innahaa tudzakkirukumul aakhirah”. dan senantiasa menyelimuti diri mereka dengan hawa nafsu. bahwa perangai Jahiliyah menganut satu kaidah (asas): “Al-Ightirar bil Aktsar”. tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu” (QS. Tidak jarang orangorang menyangka sesuatu itu hidayah (hal yang benar-benar sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh syariat). Hal inilah yang menjadi sebab mengapa dahulu Rasulullah s. dan Ahmad) (“Al-Ibdaa’u fi Madhaaril Ibtidaa’ ”. yang turun temurun terwarisi dari para leluhur mereka. Daarul Bayan Al-‘Arabi. tanpa berpikir terlebih dahulu dan membuktikan bahwa perkataannya itu sesuai dengan realitas yang hakiki. (sekarang) berziarahlah kamu. menuding bahwa Rasulullah adalah orang gila. Mereka berhujjah bahwa yang banyak pelaku dan pengikutnya. Itulah beberapa praktek jahiliyah. Orang-orang Jahiliyah yang mendengar ayat ini tidak mau berpikir sejenak seraya mempertimbangkan kandungan dan arti dari ayat yang menarik ini.Materi Kultum Ramadhan Muhammad). “Tertipu oleh Kebanyakan” (deceived by the most).w. sebelum akhirnya beliau me-mansukh-kan hadits itu dengan ucapan: “Inni kuntu nahaytukum ‘an ziyaaratil qubuur. yang hanya bersandar pada dugaandugaan dan hawa nafsu. Satu hal yang perlu menjadi perhatian umat Islam. An-Nasa’i.” Demikianlah kaum jahiliyah. yang dianggap sebagai sebuah petunjuk dan tuntunan yang benar. tidak sudi berpikir dengan akal sehatnya. Mereka mengambil kesimpulan bahwa sesuatu itu salah (batil) karena asing (aneh) dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 24 . yang mana hidayah (petunjuk) dan yang mana dhalalah (kesesatan). Maka dari itu. namun hakikatnya adalah kesesatan yang nyata. Muhammad s.w melarang para sahabat untuk berziarah kubur. Ibnu Majah.

Al-An’am:116). bahwa kebaikan itu sedikit pengikutnya dan kesesatan itu banyak peminatnya. dan kelak ia akan kembali sebagai hal yang asing sebagaimana dahulu ia datang”. Nabi s. Itulah prinsip dasar yang mereka pegang. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wa in tuthi’ aktsara man fil ardhi yudhilluuka ‘an sabiilillah.w bersabda: “Bada-al Islaamu ghariiban. dalam istilah Islam disebut Ittiba’ dan Iqtida’ yakni mengikuti dan meneladani. In yattabi’uuna illadzh-dzhonna wa in hum illa yakhrushuun”.Yusuf:38). Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. Menuju Kembali Kepada Fitrah 25 . dan mereka suka memutarbalikkan fakta yang ada di dalam AlQur’an dengan menukar-nukar kandungan tafsir Al-Qur’an sekehendak hawa nafsunya. yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah adalah “at-taqlid fil khair”. Sudah menjadi sunnatullah. yakni mengikuti dalam ruang lingkup kebaikan.Materi Kultum Ramadhan sedikit penganut atau pengikutnya. Wa in wajadnaa aktsarahum lafaasiqiin” “Dan kami tidak mendapati kebanyakan mereka berjanji. dan mereka tak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) (QS. niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. “Islam pada mulanya (hadir) dianggap sebagai hal yang aneh (asing). Sesungguhnya kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik”(QS.AlAn’am: 102). Materi 12 Mengikuti Rasul (Ittiba’ur Rasuul) Lawan dari istilah “at-taqlid al-a’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini. wa saya’uudu ghariiban kamaa bada-a”. “Wamaa wajadnaa li aktsarihim min ‘ahdin.a. Sebagaimana yang termaktub dalam (QS. Allahu A’lam bishawaab.

fanatisme yang berlebihan memantik untuk menolak kebenaran yang hakiki. Itulah kemenangan yang besar. Maka dari itu. Sesungguhnya tidak akan mendatangkan maslahat (kebaikan). Ishaq dan Ya’qub. “Orang-orang yang terdahulu yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.” “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun.Materi Kultum Ramadhan firman Allah SWT tentang kisah Nabi Yusuf a. tatapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapat dari (perbuatan) nenek moyang kami. mereka kekal di dalamnya selamalamanya.Al Baqarah: 170). Materi 13 Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka (Bagian Pertama) Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia: “Wahai orang-orang yang beriman.At-Taubah:100).At-Taubah:10 “Wassaabiquunal awwaluuna minal muhaajiriina wal anshaari walladziinat-taba’uuhum bi ihsanin.Yusuf:38). jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. jika orang yang tidak berpikir dan tidak pula mendapat petunjuk (hidayah) dijadikan sebagai teladan dan panutan. dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah.” mereka menjawab: “(Tidak).”(QS. Menuju Kembali Kepada Fitrah 26 . karena pada dasarnya.”(QS. Dzalikal fawzul adhziim”. Pada dasarnya teladan itu hanyalah tertuju pada orang yang mau berpikir dan mendapat hidayah.” (Apakah mereka akan mengikuti juga). kebenaran yang hakiki dan teladan yang terbaik hanya ada pada diri Rasulullah dan para pengikutnya. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Wa a’adda lahum jannaatin tajrii min tahtihaal anhaaru khaalidiina fiiha abadan. Dan di dalam QS.s: “Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku Ibrahim. dan tidak mendapat petunjuk? (QS. Maka dari itu Allah berfirman dalam hal perangai jahiliyah: “Wa idzaa qiila lahumut-tabi’uu maa anzalallahu qaaluu bal nattabi’u maa alfayna ‘alaihi aabaa-ana awalaw kaana aabaa-uhum laa ya’qiluuna syai’an walaa yahtaduun. radhiyallahu ‘anhu wa radhuu ‘anhu.

Ini berbeda sama sekali dengan api di dunia. “Setiap kali nyala api Jahannam itu akan padam.Materi Kultum Ramadhan penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.” (Al –Isra’:97) “Setiap kali kulit mereka hangus. 2/164-165] Orang yang masuk ke dalam api yang sangat besar ini tidak mungkin dapat lari untuk meloloskan diri. ia pun meninggal berpisah dengan kehidupan dan tidak lagi merasakan sakitnya pembakaran tersebut. yang dapat dinyalakan dengan kayu bakar dan dipadamkan oleh air. yang tidak mendurhakai Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka serta selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Menuju Kembali Kepada Fitrah 27 . yang keras.” (Fathir: 36) [AlKhuthab Al-Minbariyyah fil Munasabat Al-‘Ashriyyah. Seruan ini ditujukan kepada insan beriman. Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka. berpegang dengan perintah-Nya dan mengambil manfaat dari ucapan-ucapan-Nya. na’udzubillah. Api neraka ini bahan bakarnya adalah tubuh-tubuh manusia dan batu-batu. Bahaya yang mengerikan itu adalah api neraka yang sangat besar. Beda halnya bila seseorang dibakar dengan api neraka. berisi perintah dan peringatan berikut kabar tentang bahaya besar yang mengancam. tidak sama dengan api yang biasa kita kenal.” (AtTahrim: 6) Sebuah seruan dari Dzat Yang Maha Agung kepada orang-orang yang beriman.” (An-Nisa’: 56) “Mereka tidak dibinasakan dengan siksa yang dapat mengantarkan mereka kepada kematian (mereka tidak mati dengan siksaan di neraka bahkan mereka terus hidup agar terus merasakan siksa) dan tidak pula diringankan azabnya dari mereka. Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain. karena yang menjaganya adalah para malaikat yang kasar. Bila orang terbakar dengan api dunia. yang keras. karena hanya mereka yang mau mencurahkan pendengaran kepada ajakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan mereka agar menyiapkan tameng untuk diri mereka sendiri dan untuk keluarga mereka guna menangkal bahaya yang ada di hadapan mereka serta kebinasaan di jalan mereka. Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan. dengan subjudul Fit Tahdzir minan Nar wa Asbab Dukhuliha. supaya mereka terus merasakan azab. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

000 manusia ke dalam jurang Jahannam. menyiksanya dengan berbagai macam siksaan. “Jarak antara dua pundak salah seorang dari malaikat tersebut adalah sejauh perjalanan setahun. keras terhadap mereka. Sebagaimana ayat ini mengharuskan seseorang menjaga keluarga dan anak-anak dari api neraka dengan cara memberikan pendidikan dan pengajaran kepada mereka. yang disebutkan dengan sifat-sifat yang mengerikan. tidak mengasihi jika dimohon kepada mereka agar menaruh iba… Kata ٌ ‫ ش شداد‬maksudnya keras tubuh mereka. َ ِ Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata. Ada yang mengatakan. anakanaknya. malaikat tersebut sangat kasar dalam menyiksa penduduk neraka. dan bertaubat dari perbuatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala murkai serta perbuatan yang menyebabkan azab-Nya.” (Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an. dan selain mereka dari orang-orang yang berada di bawah kekuasaan dan pengaturannya. sedangkan maksud ٌ ‫ شداد‬adalah kuat. Ayat ini menunjukkan perintah menjaga diri dari api neraka tersebut dengan ber-iltizam (berpegang teguh) terhadap perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kekuatan salah seorang dari mereka adalah bila ia memukul dengan alat pukul niscaya dengan sekali pukulan tersebut tersungkur 70. Bila dalam bahasa Arab dinyatakan: “Fulanun Syadiidun ‘alaa fulaanin” maksudnya Fulan menguasainya dengan kuat. Ada yang berpendapat. Seorang hamba tidak dapat selamat kecuali bila ia menegakkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan terhadap dirinya dan orang-orang yang di bawah penguasaannya. Dalam ayat ini pula Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan neraka dengan sifat-sifat yang mengerikan agar menjadi peringatan terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 28 . “Penjaganya adalah para malaikat Zabaniyah yang hati mereka keras.Materi Kultum Ramadhan “Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar. baik istri-istrinya. 18/218) Al-‘Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir As-Sa’di rahimahullahu berkata menafsirkan ayat ke-6 surah At-Tahrim di atas. ٌ َ ِ Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‫ غلظ‬adalah sangat besar tubuh mereka. serta memberitahu mereka tentang perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka. menunaikan perintah-Nya. menjauhi larangan-Nya. َ ِ para malaikat itu kasar ucapannya dan keras perbuatannya. yang keras” (AtTahrim: 6) Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu menjelaskan. kaku.

Yaitu akhlak mereka kasar dan hardikan mereka keras.” (Taisir Al-Karimir Rahman. Mereka membuat kaget dengan suara mereka dan membuat ngeri dengan penampilan mereka. “Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah (patung-patung) adalah bahan bakar/kayu bakar Jahannam. Di sini juga ada pujian untuk para malaikat yang mulia dan terikatnya mereka kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala serta ketaatan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam seluruh perkara yang diperintahkan-Nya.”1 Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras. 874) Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Penjagaan Rasulullah SAW terhadap Keluarganya Materi 14 Menuju Kembali Kepada Fitrah 29 . Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkankanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. hal. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “…yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (At-Tahrim: 6) Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. kalian sungguh akan mendatangi Jahannam tersebut. Mereka melemahkan penghuni neraka dengan kekuatan mereka dan menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap penghuni neraka. di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memastikan azab atas penghuni neraka ini dan mengharuskan azab yang pedih untuk mereka.Materi Kultum Ramadhan manusia jangan sampai meremehkan perkaranya.

Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengabarkan. bahwa bila hendak shalat witir.” (Asy Syu’ara: 214) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi bukit Shafa dan menaikinya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suami lalu si suami mengerjakan shalat. Kata beliau: “Bangunlah. Muslim) Al-Imam Muslim radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha. beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan Aisyah radhiyallahu ‘anha. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits ‘Ali radhiyallahu ‘anhu) Materi 15 Menuju Kembali Kepada Fitrah 30 . suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam terbangun dari tidur beliau. Aisyah radhiyallahu ‘anha memberitakan bahwa ketika turun ayat di atas. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bangkit seraya berkata. Bila istrinya enggan untuk bangun. ia percikkan air di wajah suaminya.” Beliau melanjutkan. istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. lalu menyeru manusia untuk berkumpul. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memanggil kerabat-kerabatnya. Tatkala turun perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat: “Berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat.” (HR.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai uswah hasanah bagi orang-orang yang beriman telah memberikan arahkan dan peringatan kepada kerabat beliau dalam rangka menjaga mereka dari api neraka. Beliau pun membangunkan istri-istri beliau untuk mengerjakan shalat. Beliau berkata. (Adapun di kehidupan dunia ini) maka mintalah harta dariku semau kalian. Sampai-sampai yang tidak dapat hadir mengirim utusannya untuk mendengarkan apa gerangan yang akan disampaikan oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. “Wahai Bani Abdil Muththallib! Wahai Bani Fihr! Wahai Bani Lu’ai! Apa pendapat kalian andai aku beritakan kepada kalian bahwa ada pasukan berkuda dari balik bukit ini akan menyerang kalian. “Iya.” (Sanad hadits ini shahih kata Asy-Syaikh Ahmad Syakir rahimahullahu dalam tahqiqnya terhadap Al-Musnad).” (HR Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma). Suatu malam. Maka orang-orang pun berkumpul di sekitar beliau. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad rahimahullahu: “Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat. “Wahai Fathimah putri Muhammad! Wahai Shafiyyah putrid Abdul Muththalib! Wahai Bani Abdil Muththalib! Aku tidak memiliki kuasa sedikit pun di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menolong kalian kelak. wahai para pemilik kamar-kamar (istri-istri beliau yang sedang tidur di kamarnya masing-masing)!” (HR. Adakah kalian akan membenarkan aku?” Mereka serempak menjawab. Al-Bukhari) Tidak luput pula putri dan menantu beliau juga mendapatkan perhatian beliau. ia percikkan air di wajah istrinya. “Sungguh aku memperingatkan kalian sebelum datangnya azab yang pedih. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi rumah Ali dan Fathima radhiyallahu ‘anhuma. “Tidaklah kalian berdua mengerjakan shalat malam?” (HR. Bila suaminya enggan untuk bangun.

menyesalinya. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu’. Seorang kepala rumah tangga menerapkan perkara ini dalam keluarganya. anakanaknya. Taubat yang seperti itu tentunya menggiring pelakunya untuk beramal shalih. dan diselamatkan dari kerendahan serta kehinaan yang biasa menimpa para pendosa dan pendurhaka. ‘Wahai Rabb kami. berdasar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: Menuju Kembali Kepada Fitrah 31 . ia juga bertanggung jawab menjaga istri. taubat yang murni. pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. dimasukkan ke dalam surga. kepada istri dan anak-anaknya.” (HR. “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya.Materi Kultum Ramadhan Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Suami sebagai Kepala Rumah Tangga Seorang suami sebagai kepala rumah tangga selain menjaga dirinya sendiri dari api neraka. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma) Ia harus memaksa anaknya mengerjakan shalat bila telah sampai usianya. karena ia adalah pemimpin mereka yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala kelak dalam urusan mereka. berketetapan hati untuk tidak mengulanginya. sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. dan mengembalikan hak-hak orang lain yang ada pada kita. bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha. Ia punya hak untuk memaksa mereka agar taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak berbuat maksiat.” (AtTahrim: 8) Seorang suami sekaligus ayah ini bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya. Buah yang dihasilkannya adalah dihapuskannya kesalahan-kesalahan yang diperbuat. dan orang-orang yang tinggal di rumahnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman. sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka. seraya mereka berdoa. kemudian ia membimbing keluarganya untuk bertaubat. Salah satu cara penjagaan diri dan keluarga dari api neraka adalah bertaubat dari dosa-dosa. Mudah-mudahan Rabb kalian menghapuskan kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surgasurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Taubat yang dilakukan disertai dengan meninggalkan dosa.

buku-buku yang menyimpang. film. marilah kita berbenah diri untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka. dijauhkan dari teman duduk yang jelek dan teman yang rusak. Anak diperintahkan untuk mengerjakan yang ma’ruf dan dilarang dari mengerjakan yang munkar.” (HR. dan majalah yang merusak. Sebaliknya. siapa yang meninggal di atas ketaatan maka ia akan dimasukkan ke dalam surga. Orangtua harus membersihkan rumah mereka dari sarana-sarana yang merusak berupa video. Hendaknya ia tahu bahwa neraka itu dekat dengan seorang hamba. “Hadits ini hasan shahih. Abu Dawud dari hadits Abdullah ibnu ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma.” (HR.”) Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman: “Perintahkanlah keluargamu untuk mengerjakan bersabarlah dalam mengerjakannya. Anak harus terus mendapatkan pengawasan di mana saja mereka berada. gambar bernyawa. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Surga lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya dan neraka pun semisal itu. sebelum datang jemputan dari utusan Rabbul Izzah.” (Thaha: 132) shalat dan Seorang ayah bersama seorang ibu harus bekerja sama untuk menunaikan tanggung jawab bersama anak. surat kabar. (Al-Khuthab Al-Minbariyyah. siapa yang meninggal dalam keadaan bermaksiat maka ia akan dimasukkan ke dalam neraka. sementara kita tak cukup ‘bekal’ untuk bertameng dari api neraka. dikatakan oleh Al-Imam AlAlbani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud. Al-Bukhari dari hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu) Maksud hadits di atas. apatah lagi Menuju Kembali Kepada Fitrah 32 . sebagaimana surga pun dekat. 2/217) Bagaimana seseorang dapat menjaga keluarganya dari api neraka sementara ia membiarkan mereka bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan kewajiban? Maka.Materi Kultum Ramadhan “Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka telah berusia tujuh tahun dan pukullah mereka bila enggan melakukannya ketika telah berusia sepuluh tahun serta pisahkanlah di antara mereka pada tempat tidurnya. Bersegeralah sebelum datang akhir hidup kita. musik. baik di dalam maupun di luar rumah.

lelaki dan perempuan. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dan orang-orang yang beriman. namun dia tetap Istiqomah dalam keimanannya sehingga dengan keimanannya yang mantap itu. Kedua. Tegasnya. menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. baik di dalam shalat maupun di luar shalat untuk bisa memperoleh rahmat Allah. Dan itulah keberuntungan yang nyata (QS 6:16). sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (9:71) Ketiga. baik dalam keadaan susah maupun senang. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Adapun orang-orang yang beriman dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya. Allahumma sallim! memadai untuk keluarga yang Materi 16 Meraih Rahmat Allah Sebagai manusia apalagi sebagai muslim. berat maupun ringan. Mereka menyuruh (mengerjakan yang ma’ruf. waktu sendiri atau bersama orang lain. mendirikan shalat sehingga memberi pengaruh yang besar dalam bentuk menhindari perbuatan keji dan munkar serta menunaikan zakat agar menjadi suci jiwa kita. Bahkan di dalam ayat lain. tantangan dan rintangan selalu menghadang. hal ini terdapat dalam firman Allah yang artinya: Dan taatilah Allah dan Rasul supaya kamu diberi rahmat (3:132). sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Kiat Meraih Rahmat Pertama. keuntungan orang yang mendapat rahmat Allah itu akan dijauhkan dari azab-Nya. Allah berfirman yang artinya: Barangsiapa yang diajuhkan azab daripadanya pada hari itu. kalau mau memperoleh rahmat Allah kita harus taat kepada Allah dan rasul-Nya dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga. kita tentu amat mengharapkan rahmat dari Allah Swt sehingga kita selalu berdo’a. mendirikan shalat. maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmt-Nya atasmu. maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya (QS 4:175). Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Iman yang kokoh sehingga bisa dibuktikan dengan amal shaleh yang sebanyak-banyak meskipun hambatan. Menuju Kembali Kepada Fitrah 33 . terjembatani hubungan antara yang kaya dengan yang miskin serta kemiskinan bisa diatasi secara bertahap. mencegah dari yang munkar. Hal ini karena orang yang mendapat rahmat Allah tentu saja tergolong kedalam kelompok orang yang beruntung sebagaimana firman Allah yang artinya: Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu. niscaya kamu tergolong orang-orang yang rugi (QS 2:64). kesusahan hidup tidak membuatnya harus berputus asa sedang kesenangan hidup tidak membuatnya menjadi lupa diri.Materi Kultum Ramadhan meninggalkan ‘bekal’ yang ditinggalkan. melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar. niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (syurga) dan limpahan karunia-Nya. harus tolong menolong dalam kebaikan.

manusia berarti mau mendekati Allah lagi dan Allah senang kepada siapa saja yang mau bertaubat. inilah yang membuat Allah cinta kepadanya sehingga rahmat Allah akan diberikan kepadanya. yakni perbuatan apa saja yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang datang dari Allah dan Rasul-Nya serta tidak mengganggu orang lain. taubat berarti kembali. Ini berarti. agar kamu mendapat rahmat (QS 27:46). apalagi kalau ucapan Allah yang tentu harus lebih kita perhatikan. mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal (QS 9:20-21. Dengan taubat. sebanyak apapun dosa yang sudah dilakukannya. yakni meninggalkan segala bentuk larangan Allah dan berjihad dalam arti bersungguhsungguh dalam perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam dalam segala aspeknya. mendengarkan bacaan Al-Qur’an apabila sedang dibacakan. menyadari terhadap kesalahan yang dilakukan. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Orang-orang yang beriman. hal ini karena.Materi Kultum Ramadhan Disamping itu. sekecil apapun manfaat yang bisa dirasakannya. sebab jangankan Allah. pembicaraan sesama manusia saja harus kita dengarkan atau kita perhatikan. Menuju Kembali Kepada Fitrah 34 . amat mustahil bagi manusia untuk bisa bertaqwa kepada Allah apabila Al-Qur’an tidak diikutinya. Keempat. mengikuti Al-Qur’an dan selalu bertaqwa kepada Allah serta menunaikan zakat. maka Allah senang pada orang tersebut sehingga Allah mau memberi rahmat kepadanya. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Ny. iman dan istiqomah harus disertai dengan hijrah. keridhaan dan syurga. yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami QS 7:156) Keempat. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dia (Nabi Shaleh) berkata: Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan?. Kelima.. bahkan orang lain bisa merasakan manfaat baiknya. Menyesali. Manakala seorang muslim telah mendengarkan Al-Qur’an bila dibacakan. Hendaklah kamu minta ampun kepada Allah. sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo’alah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). bertekad untuk tidak mengulanginya dan membuktikan bahwa dia betul-betul telah meninggalkan segala perbuatan salahnya dengan menggantinya kepada segala kebaikan. berbuat baik. maka dengarkanlah baik-baik. taubat dari segala dosa yang telah dilakukan. sedang untuk bisa bertaqwa harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Dalam kaitan ini Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. Allah berfirman yang artinya: Dan apabila dibacakan Al-Qur’an. dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat (QS 7:204). yakni kembali kepada Allah. karenanya untuk meraih rahmat Allah manusia harus bertaqwa kepada-Nya. Al-Qur’an merupakan kalamullah atau perkataan Allah. hal ini karena secara harfiyah. lihat juga QS 2:218). Maka Aku akan tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa. hal ini karena Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia apabila ia ingin memperolah ketaqwaan kepada Allah Swt. dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (QS 7:56). Allah berfirman yang artinya: Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat (QS 6:155). Keenam. berhijrah dan berjihad adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah.

Ukhuwah Jahiliyah bersifat temporer Menuju Kembali Kepada Fitrah 35 .S.S. 3:103) 2.Perumpamaan tali tasbih (Q.R.49:10) Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan akidah dan syariat Islam. lalu dikatakan oleh mereka. Abu Daud) Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwatha’ dari abi Idris Al Khaulany rahimahullah bahwa ia berkata: “Aku pernah masuk Masjid Damaskus.Nikmat Allah (Q. Lalu ia memegang ujung selendangku dan menariknya seraya berkata.’Bergembiralah karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw. saling mengunjungi karena Aku. Kutunggu ampai dia selesai melakukan shalat kemudian aku temui dan kuucapkan salam kepadanya.43:67) 3.Merupakan arahan Rabbani (Q. Lalu ia bertanya.’ Keesokan harinya .’Ini Muadz bin Jabal. Jika Mereka berselisih tentang sesuatu maka mereka mengembalikan kepada pemuda tersebut dan meminta pendapatnya.”Alloh berfirman. kecuali keduanya diampuni sebelum keduanya bepisah.’Apakah Alloh tidak lebih kau cintai?’ Aku jawab. Hakekat Ukhuwah Islamiyah: 1. pagi-pagi sekali aku dating ke masjid itu lagi dan kudapati dia telah berada di sana tengah melakukan shalat.Materi Kultum Ramadhan Ayat yang menyebutkan kecintaan Allah kepada orang yang bertaubat adalah yang artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang membersihkan diri” (QS 2:222). Aku berkata. berabda.’Demi Alloh aku mencintaimu. Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah.Merupakan cermin kekuatan iman (Q.” (H.’Ya Alloh aku cintai’. Materi 17 Ukhuwah Islamiyah “Tidaklah dua orang muslim berjumpa. Aku bertanya tentang dia. (Fulan menjadikan Shalih sebagai saudara). 8:63) 4. dan saling memberi karena Aku. lalu keduanya berjabat tangan. cinta-Ku pasti akan mereka peroleh bagi orang yang saling memadu cinta karena Aku.” Makna Ukhuwah Islamiyah Kata ukhuwah berakar dari kata kerja akha. Tiba-tiba aku jumpai seorang pemuda yang murah senyum yang dikerumuni banyak orang.S. misalnya dalam kalimat “akha fulanun shalihan”.S.

Takaful. Saling mengenal antara kaum muslimin merupakan wujud nyata ketaatan kepada perintah Allah SWT (Q.S. dari Nabi Muhammad saw. Al Hujurat: 13) 2. Ta’aruf adalah saling mengenal sesama manusia.’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum. Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim) “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.a.Materi Kultum Ramadhan (terbatas waktu dan tempat). Ta’awun adalah saling bekerja sama dan membantu tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan kemungkaran 4. karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan. Barang siapa menutupi aib di hari kiamat. Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya. nasionalisme.R Abu Daud dari Barra’) Menuju Kembali Kepada Fitrah 36 . Abu Hurairah r. Muslim) 3. Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu di depannya. kebangsaan. beliau bersabda.R. Memohon didoakan bila berpisah “Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu” (H.’ Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah. perkawinan.R.” (H. Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa “Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja yang dating dari saudaramu).’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya.. Muslim) 4.. Tafahum adalah saling memahami.’ Kemudian orang yang dicintai itu menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya. kesukuan. niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. dan kepentingan pribadi) Materi 18 Peringkat-Peringkat Ukhuwah Peringkat-Peringkat Ukhuwah: 1. Hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta. dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan.” 2. ya Rasullah. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia.R. yaitu ikatan selain ikatan akidah (missal:ikatan keturunan orang tua-anak.” (H. “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim. Muslim) 3. adalah saling menanggung kesulitan yang dialami saudaranya Hal-hal yang menguatkan ukhuwah islamiyah: 1.” (H.

S. dengki. Sebagaiman firman Allah Swt dalam Q. 9. Mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi) 3. yaitu itsar. bahasa. meskipun berbedabeda dalam harta dan kedudukan. Ia rela haus demi puasnya prang lain. Ia pun rela ditembus peluru dadanya demi selamatnya orang lain. Mendapatkan tempat khusus di surga (Q. Islam tidak bisa dipecah-belah dengan perbedaan unsure. antara sebagian dengan sebagian yang lain. Ia rela berjaga demi tidurnya orang lain. 7. dan atau batas negara. Tingkatan cinta yang paling rendah adalah husnudzon yang menggambarkan bersihnya hati dari perasaan hasad. benci. dan bersih dari sebab sebab permusuhan. Al-Ma’idah:14 Ada lagi derajat (tingkatan) yang lebih tinggi dari lapang dada (Salamatus shadr)) dan cinta. 6. 15:45-48) Di antara unsur-unsur pokok dalam ukhuwah adalah cinta. Ia rela bersusah payah demi istirahatnya orang lain. Menuju Kembali Kepada Fitrah 37 . warna kulit. iklim. sehingga tidak ada kesempatan untuk bertikai atau saling dengki.S. Ia rela lapar demi kenyangnya orang lain. Merasakan lezatnya iman 2. 8. Itsar adalah mendahulukan kepentingan saudaranya atas kepentingan diri sendiri dalam segala sesuatu yang dicintai. Islam menginginkan dengan sangat agar cinta dan persaudaraan antara sesama manusia bisa merata di semua bangsa. Al-Qur’an menganggap permusuhan dan saling membenci itu sebagai siksaan yang dijatuhkan Allah atas orang0orang yang kufur terhadap risalahNya dan menyimpang dari ayat-ayatNya. Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara) Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya Memenuhi hak ukhuwah saudaranya Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan Materi 17 Manfaat Ukhuwah Islamiyah Manfaat Ukhuwah Islamiyah 1.Materi Kultum Ramadhan 5.

dan sedekah dapat dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan dikelola dengan baik. infak. dalam sebuah Hadits riwayat Imam al-Ashbahani dari Imam Thabrani. terutama antara kelompok kaya dan kelompok miskin. Allah SWT akan melakukan perhitungan yang teliti dan meminta pertanggungjawaban mereka dan selanjutnya akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih” (HR. salah satu mekanisme distribusi pendapatan dan kekayaan ini adalah melalui instrumen zakat. Lapoe dan Colin (1978) serta George (1981) menyatakan bahwa penyebab utama kemiskinan adalah ketimpangan sosial ekonomi akibat adanya sekelompok kecil orang-orang yang hidup mewah di atas penderitaan orang banyak. infak dan sedekah (ZIS).. Salah satu faktor utama yang menyebabkan besarnya kesenjangan pendapatan tersebut adalah karena ketiadaan mekanisme distribusi kekayaan yang mencerminkan prinsip keadilan dan keseimbangan. kemiskinan bukanlah semata-mata disebabkan oleh kemalasan untuk bekerja (kemiskinan kultural). bahwa kegiatan ekonomi sekarang adalah melahirkan kesenjangan pendapatan yang semakin lebar dan semakin besar. al-Hasyr: 7). sehingga kekayaan terkonsentrasi di tangan segelintir kelompok.Materi Kultum Ramadhan Materi 18 Mengatasi Kesenjangan Sosial Dalam Islam Adalah sudah menjadi fakta. Thabrani dalam Al Ausath dan Ash Shoghir). kecuali oleh sebab kebakhilan yang ada pada hartawan muslim... 2006). Kedua. jika zakat. menyatakan: “Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan atas hartawan muslim suatu kewajiban zakat yang dapat menanggulangi kemiskinan. Padahal Allah SWT sangat menentang perputaran harta di tangan kelompok elit masyarakat saja. Ingatlah.. Pertama. 10% kelompok kaya dunia menguasai 54% total kekayaan dunia. Menuju Kembali Kepada Fitrah 38 . sebagaimana yang dinyatakan-Nya dalam QS Al-Hasyr: 7: “. Misalnya.” (QS. Dalam ajaran Islam. sebagaimana dikemukakan dalam Human Development Report 2006 yang diterbitkan oleh UNDP (United Nations Development Programme). Sedangkan sisanya 90% masyarakat dunia menguasai 46% total kekayaan dunia (Beik. Rasulullah SAW..supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Berdasarkan laporan tersebut. dan bukannya disebabkan oleh semata-mata kelebihan jumlah penduduk (over population). Tidaklah mungkin terjadi seorang fakir menderita kelaparan atau kekurangan pakaian. akan tetapi juga akibat dari pola kehidupan yang tidak adil (kemiskinan struktural) dan merosotnya kesetiakawanan sosial. Hadits tersebut memberikan dua isyarat.

Materi Kultum Ramadhan
apakah dalam aspek pengumpulan ataupun dalam aspek pendistribusian, kemiskinan dan kefakiran ini akan dapat ditanggulangi, paling tidak dapat diperkecil (Hafidhuddin, 1998). Dalam Alquran dan Hadits, zakat, infaq dan sedekah di samping sering digandengkan dengan salat, juga digandengkan dengan kegiatan riba, misalnya dalam QS. Ar-Rum: 39 dan QS. Al-Baqarah: 276. Hal ini mengisyaratkan bahwa optimalisasi ZIS akan memperkecil kegiatan ekonomi yang bersifat ribawi. Karena itu, gerakan penyadaran zakat hakikatnya adalah gerakan untuk menghilangkan kesenjangan, baik kesenjangan pendapatan maupun kesenjangan sosial, yang berbahaya bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Materi 19 Al Qur’an Terjaga Keasliannya
Walaupun terjadi penyimpangan di sana-sini terhadap Al-qur’an, tetapi pada akhirnya penyimpangan tersebut akan terkalahkan dan Allah akan meluruskan kembali. Sungguh Allah telah menentukan hal demikian, sebagai sunatullah, agar kita berlomba-lomba dalam beramal dan nyata antara yang benar dan yang salah. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran, dan Kami tentu menjaganya.” (QS 15:9) Di satu sisi banyak umat mendustakan, di satu sisi lain akan banyak umat yang membenarkan. Telah dibuktikan secara ilmiah oleh ilmuwan-ilmuwan kaliber dunia bahwa Al-qur’an adalah ayat-ayat yang berlaku sepanjang masa dan penemuan-penemuan ilmiah mereka ternyata hanya membenarkan dan memperjelas kandungan-kandungan dan hukum-hukum yang telah dicantumkan dalam Al-qur’an. ”Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar (sumber sinar) dan bulan bercahaya (memantulkan cahaya) dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat, garis edar yang tetap) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui (berilmu)”. (Surat 10: Yunus ayat 5). Al-qur’an adalah proyek Allah berisi tuntunan keselamatan kehidupan universal, dan dengan keterbatasan manusia yang hanya diberikan ilmu dan kemampuan sedikit dan dipenuhi nafsu serakah dan selalu dikelilingi setan (manusia dan jin) akan menjadi tersesat jika menafsirkan Al-qur’an dengan hawa nafsunya. Banyak cara Allah menjaga Al-Qur’an. Sejak zaman rosulullah, ada ribuan penghafal-penghafal Al-qur’an sehingga tidak akan ada kekeliruan penyalinan ayat, dan jika ada akan langsung terbongkar. Apalagi sekarang, ada jutaan penghafal Al-Qur’an. Disamping itu, telah ditemukan rumus-rumus matematika sangat menakjubkan, jelas diluar kemampuan manusia

Menuju Kembali Kepada Fitrah

39

Materi Kultum Ramadhan
apalagi Muhammad yang buta huruf, dengan temuan tersebut menjadikan sangat memudahkan “menemukan Al-Qur’an Palsu”. akan

Setiap muslim pasti meyakini kebenaran Quran sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun kemukjizatan Quran tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli. Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sampai seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahuntahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan. Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti surat-surat/ayat-ayat dalam Quran serba berkelipatan angka 19. Penemuannya tersebut berkat penafsirannya pada surat ke-74 ayat : 30-31, yang artinya : " Di atasnya ada sembilanbelas (malaikat penjaga). (QS. 74:30)

Materi 20 Pengertian Al Qur’an

Secara Bahasa (Etimologi) Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (‫ )قققرأ‬yang bermakna Talaa (‫[ )تل‬keduanya bererti: membaca], atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi). Anda dapat menuturkan, Qoro-’a Qor’an Wa Qur’aanan (‫ )قققرأ قققرءا وقرآنققا‬sama seperti anda menuturkan, Ghofaro Ghafran Wa Qhufroonan (‫ .)غفققر غفققرا وغفرانققا‬Berdasarkan makna pertama (Yakni: Talaa) maka ia adalah mashdar (kata benda) yang semakna dengan Ism Maf’uul, ertinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a) maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il, ertinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) kerana ia mengumpulkan/mengoleksi berita-berita dan hukum-hukum.* Secara Syari’at (Terminologi) Adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas. Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan alQur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan beransur-ansur.” (alInsaan:23)

Menuju Kembali Kepada Fitrah

40

Materi Kultum Ramadhan
Dan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa alQur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (Yusuf:2) Allah ta’ala telah menjaga al-Qur’an yang agung ini dari upaya merubah, menambah, mengurangi atau pun menggantikannya. Dia ta’ala telah menjamin akan menjaganya sebagaimana dalam firmanNya, “Sesunggunya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (al-Hijr:9) Oleh kerana itu, selama berabad-abad telah berlangsung namun tidak satu pun musuh-musuh Allah yang berupaya untuk merubah isinya, menambah, mengurangi atau pun menggantinya. Allah SWT pasti menghancurkan tabirnya dan membuka tipudayanya. Allah ta’ala menyebut al-Qur’an dengan sebutan yang banyak sekali, yang menunjukkan keagungan, keberkatan, pengaruhnya dan keuniversalannya serta menunjukkan bahawa ia adalah pemutus bagi kitab-kitab terdahulu sebelumnya. Allah ta’ala berfirman, “Dan sesunguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-Qur’an yang agung.” (al-Hijr:87) Dan firman-Nya, “Qaaf, Demi al-Quran yang sangat mulia.” (Qaaf:1) Dan firman-Nya, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memerhatikan ayatayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Shaad:29) Dan firman-Nya, “Dan al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (al-An’am:155) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia.” (al-Waqi’ah:77) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan ) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang menjajakan amal saleh bahawa bagi mereka ada pahala yang benar.” (al-Isra’:9) Dan firman-Nya, “Kalau sekiranya kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-

Menuju Kembali Kepada Fitrah

41

” (an-Nahl:89) Dan firman-Nya. “Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir. maka dengan surah ini bertambah kekafiran mereka. di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. Dan firman-Nya. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia). “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (al-Furqan:52) Dan firman-Nya. maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan…” (al-Maa’idah:48) Al-Qur’an al-Karim merupakan sumber syari’at Islam yang kerananya Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam diutus kepada seluruh umat manusia.” (at-Taubah:124-125) Dan firman-Nya. Allah ta’ala berfirman.” (al-Furqaan:1) Sedangkan Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam juga merupakan sumber Tasyri’ (legislasi hukum Islam) sebagaimana yang dikukuhkan oleh al-Qur’an. maka surah ini menambah imannya sedang mereka merasa gembira. iaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian* terhadap kitab-kitab yang lain itu. “Maha suci Allah yang telah menurunkan al-Furqaan (al-Qur’an) kepada hamba-Nya.? ‘ Adapun orang-orang yang beriman. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit. dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Qur’an dengan jihad yang benar. “Dan al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orangorang yang sampai al-Qur’an (kepadanya)…” (al-An’am:19) Dan firman-Nya. “Dan apabila diturunkan suatu surah maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata.” (an-Nisa’:80) Menuju Kembali Kepada Fitrah 42 . maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini. sesungguhnya ia telah menta’ati Allah.Materi Kultum Ramadhan perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. “Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran. membenarkan apa yang sebelumnya. “Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu.” (al-Hasyr:21) Dan firman-Nya. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan itu). Allah ta’ala berfirman.

6. Ayat-ayat Alloh akan menjadi penjaganya selama ia hidup di dunia. tentu al-Qur'an memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri bagi para pembaca dan penggemarnya.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. maka sungguhlah dia telah sesat. 5. Menuju Kembali Kepada Fitrah 43 . ikutilah aku. 3. Oleh karena bagi anda yang ingin memaksimalkan peran al-Qur'an dalam kehidupan.” (alAhzab:36) Dan firman-Nya.Materi Kultum Ramadhan Dan firman-Nya. 4. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kecukupan dan nikmat Allah meski ia merasakan serba kurang di dunia. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu. Allah menegur diri kita pada setiap ayat-ayat Nya. Ayat-ayat al-qur'an yang kita baca sehari-sehari tidak lepas dari karunia Allah untuk setiap muslim yang demikian besar. terutama untuk kehidupan. terimalah dia. Bacaan al-Qur'an yang melibatkan emosi akan memberikan kedamaian dan ketenangan yang tidak bisa dilukiskan. 2. Ayat-ayat al-Qur'an yang dibaca setiap hari akan memberikan motivasi dan penyemangat bagi si pembacanya. Orang yang membaca al-Qur'an akan senantiasa ingat Allah dan kembali kepada-Nya. karena ia telah menjaga ayat-ayat-Nya. seperti yang dialami dan dirasakan oleh Sayyid Quthb Rahimahullah. Ketika membaca al-Qur'an. “Katakanlah. ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. Dan apa yang dilarangnya bagimu. Orang yang paham al-Qur'an adalah orang yang memiliki banyak ilmu. tinggalkanlah…” (al-Hasyr:7) maka maka Dan firman-Nya. 7. sesat yang nyata. Di antara manfaat itu adalah: 1. “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya. Allah memberikan tempat istimewa bagi para pecintanya. nampaknya harus lebih banyak lagi mengetahui manfaat dan perannya. Karena saking istimewanya al-Qur'an ini dari kitab-kitab samawi lainnya.” (Ali ‘Imran:31) Materi 21 Manfaat Membaca Al Qur’an Sebagai wahyu yang Allah turunkan kepada nabi-Nya. nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosadosamu.

. Orang yang membaca al-Qur'an bagaikan orang yang sedang menyelami samudera kehidupan. di saat orang lain merasakan kesedihan." (Al Muzzammil:4) Rasulullah SAW bersabda "Bukanlah termasuk ummatku orang yang tidak melagukan Al Qur'an.Materi Kultum Ramadhan 8... 11. merenung dan beramal sebanyak-banyaknya.Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu belajar dan meningkatkan diri untuk lebih dekat lagi dengan al-Qur'an. Ayat-ayat al-Qur'an mengajak pembacanya untuk senantiasa berpikir. sehingga sebagian mereka menamakannya "Sihir. kecemasan dan rasa pesimis." (HR. dan mengambil manfaat darinya. dan keunikan suaranya apabila dibaca. yaitu dengan keindahan bayannya. kreatif. Yang dituntut di dalam membaca Al Qur'an adalah bertemunya antara keindahan suara dan tajwidnya sampai keindahan bayan dan susunannya. Dan masih banyak manfaat-manfaat lainnya yang terus update dengan kondisi kehidupan kita. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kegembiraan dan penuh harapan. oleh karena itu Allah SWT berfirman: "Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan. 10. Ia telah membuat bangsa Arab tidak mampu berkutik. sehingga membuatnya ingin selalu beramal." (HR.. Orang yang membaca dan menjaga al-Qur'an selalu berada dalam lindungan dan penjagaan Allah. Orang yang selalu akrab dengan ayat-ayat akan diberikan jiwa yang sejuk.Amiin Materi 22 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Pertama): Membaguskan Bacaan Al Qur’an Al Qur'an Al Karim merupakan mu'jizat Rasul yang agung termasuk mu'jizat yang indah selain juga mu'jizat yang logis. Abu Dawud dan AnNasa'i) Menuju Kembali Kepada Fitrah 44 . Bukhari) Tetapi dengan lagu yang khusyu' bukan main-main atau merubah. Orang yang rajin membaca al-Qur'an akan selalu diberikan jalan kemudahan dan petunjuk sehingga tidak mudah untuk menyimpang dan menyerah karena ayat-ayat Allah akan selalu mengingatkan dirinya ketika dirinya 'tersandung dosa dan maksiat. hati yang damai dan pikiran yang jernih. inovatif dan produktif. Ahmad.' 12. Karena diri mereka selalu dipompa dengan siraman ayat-ayatNya yang lembut." Para ulama balaghah dan para sastrawan bangsa Arab sejak masa Abdul Qahir sampai Ar-Raf"i dan Sayyid Quthb dan selain mereka pada zaman kita ini telah menjelaskan sisi I'jaz bayani (kejelasan mu'jizat) atau sisi keindahan dalam kitab ini. Muslim) Dalam riwayat lainnya disebutkan "Sesungguhnya suara yang baik itu menambah Al Qur'an menjadi baik." (HR. "Hiasilah Al Qur'an itu dengan suaramu. 9. kerapian susunan dan uslubnya.

aku mendengarkan suaramu tadi malam. Al-Qur’an merupakan mu’jizat ( tidak ada seorangpun yang bisa mendatangkan sepertinya. maka aku akan membacakan untukmu dengan bacaan yang lebih baik. sebagai bukti yang membenarkan bahwa ia benar-benar utusan Allah. Mu’jizat ini hanya diberikan oleh Allah. Imam Az Zarkasyi menyebutkan bahwa mu’jizat Al-Qur'an nampak dari segala sisi ( lihat Al Burhan fi ulumil Qur'an. Pada waktu Al-Qur'an diturunkan. Bukhari dan Muslim) Dalam Al Qur'an terkandung unsur agama. oleh Az Zarkasyi :Jilid:2. kepada seorang rasulNya." (HR. Darul Ma'rifah. Sebagai Mu'jizat Al-Qur'an tentu dari Allah. orang-orang Arab berada di puncak kefasihan berbahasa.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah SAW juga bersabda kepada Abu Musa Al Asy'ari RA. Dan memang sampai sekarang tidak ada seorangpun yang bisa mengarang sepertinya. Bairut1990) : dari rangkaian katanya yang indah " balaghah ". kebenaran isinya. kesesuaian informasinya dengan penemuan final ilmu pengetahuan. memberikan kenikmatan pada perasaan dan memperlancar lisan. ilmu. apa yang dizinkan Allah kepada Nabinya (adalah) untuk membaguskan dalam melagukan Al Qur'an yang dia baca dengan keras. "Seandainya kamu melihatku. Berbagai usaha telah dilakukan oleh sebagian penyair mereka. membangunkan perasaan. memberikan kepuasan akal. Menuju Kembali Kepada Fitrah 45 ." Abu Musa berkata. Materi 23 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Kedua): Kalamullah Bagaimanakah kita membuktikan Al-Quran itu adalah Kalam Allah? Pertama." (HR. Bahkan mereka sendiri mengakui bahwa Al-Qur'an memang bukan karangan manusia. sastra dan seni secara bersamaan. Muslim) Rasulullah SAW juga bersabda: "Apa yang diizinkan Allah pada sesuatu. Dia mampu memberikan siraman ruhani. sampai seperti surah yang paling pendek pun masih belum ada yang bisa mendatangkannya. "Seandainya aku mengetahui hal itu. Tapi usaha mereka gagal. Ahmad. susunan ayat-ayat dan surahsurahnya. sungguh kamu telah diberi seruling dari seruling keluarga Dawud.Tapi ternyata tidak seorang pun dari mereka yang bisa membuat seperti Al-Qur'an.hal:237. atau seperti surah di antara surahsurahnya ).

saling berkaitan dari awal sampai akhir. Al-Qur'an sendiri menyuruh Rasulullah SAW untuk menantang siapa saja yang dari mahluk yang ada. sementara Rasulullah sedang sibuk dalam sebuah pertemuan dengan pemukapemuka Quraisy. Al-Qur'an kalam Allah. anda akan menemukan suatu keterpaduan. Bahkan dalam (QS:Al Isra':88) Al-Qur'an menegaskan bahwa sekalipun jin dan manusia berkumpul untuk mengarang seperti Al-Qur'an tidak akan bisa. Padahal ia diturunkan secara berangsurangsur. Dalam (QS: Hud:13) perintah untuk Nabi agar menantang mereka supaya mendatangkan sepuluh surah. lalu susunlah sebagaimana susunan Al-Qur'an. anda akan menemukan susunan yang tidak berkaitan antara satu hadits dengan lainnya. mencoba membandingkan antara hadits-hadits Nabi dan ayat-ayat Al-Qur'an. Dan sampai sekarang Al-Qur'an masih terus menantang. di dalam Al-Qur'an begitu banyak. memang ada tuduhan bahwa Al-Qur'an karangan Nabi Muhammad SAW. untuk menjaga perasaan istrinya yang tidak suka bau madu yang diminumnya. Al Falaq dan An Nas. hasilnya sebuah kesimpulan bahwa Al-Qur'an bukan karangan Nabi. teliti susunan ayatnya. Di tambah lagi bahwa di dalam Al-Qur'an banyak " khitab " yang ditujukan kepada Rasulullah. Bandingkan dengan Al-Qur'an. Semuanya dimulai dengan perintah " qul " ( katakan hai Muhammad ). Bahkan ada yang berupa teguran seperti yang terdapat dalam surat " Al Tahrim ". sunan surahsurahnya. Di permulaan surat " Abasa " juga teguran kepada Rasulullah kerena beliau bermuka masam kepada Ibn Ummi Maktum yang pada waktu itu minta Rasulullah untuk mengajarkannya Al-Qur'an. Perhatikan saja tiga surah terkahir : Al Ikhalsh. Para Ulama sepanjang sejarah telah membuktikan hakikat kesatuan Al-Qur'an dengan susunannya yang ada. Kalau masih belum percaya silahkan kumpulkan hadits-hadits Nabi – ujar Al Baqillani -. Masuk akalkah seorang menegur dirinya senidiri dalam buku yang dikarangnya? Kalau memang benar Al-Qur'an karangan Muhammad SAW. namun kemudian Imam Al-Baqillani dalam bukunya Ijazul Qur'an. Rasulullah ditegur langsung karena mengharamkan madu pada dirinya. tapi tidak ada seorangpun yang bisa menjawab. Menuju Kembali Kepada Fitrah 46 .Materi Kultum Ramadhan Kedua. Pada (QS:Al Baqarah:23) juga demikian. jin dan manusia untuk membuat sepertinya. Sampai-sampai Al Baqillani menantang. Ketiga. Ini semua menunjukkan bahwa Al-Qur'an kalam Allah. Dalam (QS:Yunus:38) perintah agar menantang mereka untuk mendatangkan satu surah. mengapa pakai perintah? Dan bentuk perintah kepada Nabi Muhammad SAW. Kalau memang karangan Nabi Muhammad SAW.

mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. lalu bandingkan dengan penegasan Al-Qur'an. di dalam Al-Qur'an banyak informasi mengenai alam ghaib. Sesuai firman Allah SWT: "Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. bisa menjangkau penemuan ilmu yang baru saja didapatkan tanpa sebuah penelitian? Kelima. dan Al-Qur'an kalamNya." ( Al Kahfi: 1-3) Rabb kita telah memberikan kemuliaan kepada kita --sebagai kaum Muslimin-. bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. Adakah akal manusia sejak sekian abad silam. Sementara Al-Qur'an akan terus menantang sampai hari Kiamat. tentu tidak akan sampai sejauh ini berani menantang.dengan menganugerahkan kitab suci yang terbaik yang diturunkan kepada manusia. adanya hari kiamat. tentang alam. Kitalah. yang mengatur kehidupan setelah matinya semua mahluk. Suatu bukti bahwa ia kalam Allah yang mu'jiz. yang mengerjakan amal saleh. atau tentang tubuh manusia dan lain sebagianya. Suatu bukti bahwa yang mempunyai informasi seperti ini hanya Dia yang menciptakan alam. satu-satunya umat yang memeliki manuskrip langit yang paling autentik. yang mengandung firman-firman Allah SWT yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 47 . kaum muslimin. anda pasti akan mendapatkan hakikat yang sama. Silahakan anda bandingkan antara penemuan ilmu pengetahuan yang sudah final ( bukan teori ). dan yang menentukan akhir hidup manusia. Maka apakah kamu tiada memahaminya?" (Al Anbiyaa: 10). sebagai bimbingan yang lurus. telah memuliakan kita dengan mengutus nabi yang terbaik yang pernah diutus kepada manusia. Sudah demikian banyak para ulama mengungkap hal ini dalam pembahasan "al i'jazul ilmi lilqur'an". dan seterusnya yang semuanya ini tidak mungkin dijangkau oleh akal manusia. seperti adanya surga dengan segala keindahannya. Rabb kita juga. dan neraka dengan segala kepedihannya. untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman. dan yang membagi ada yang ke surga dan yeng ke neraka. Materi 24 Al Qur’an Membentuk Umat Mulia "Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. karena alam ini ciptaan Allah. Mengapa. Keempat.Materi Kultum Ramadhan Dan kalau Al-Qur'an karangan manusia.

hingga mereka juga menghitung ayat-ayatnya --bahkan kata-katanya. yaitu surah at Taubah. yang telah dimudahkan oleh Allah SWT untuk diingat dan dihapal. di dalam hati mereka. Maka tidak aneh jika kita menemukan banyak orang. Tidak ada seorangpun yang dapat menambah atau mengurangi satu hurup-pun darinya. dihapal dan dijelaskan. Ia menghapal Menuju Kembali Kepada Fitrah 48 . Dan anugerah itu terus terpelihara dari perubahan dan pemalsuan kata maupun makna. namun mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. Karena. jika Anda tanya: "siapa namamu?" --dengan bahasa Arab-." (Al Hijr: 9). baik itu kitab agama atau kitab biasa. Al Quran berisikan seratus empat belas surah." (Huud: 1) "Dan sesungguhnya Al Qur'an itu adalah kitab yang mulia. tidak ada tempat bagi akal untuk campur tangan.Materi Kultum Ramadhan terakhir. baik dengan tulisan atau bacaan. dan tidak dibebankan tugas itu kepada siapapun dari sekalian makhluk-Nya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an. Ayat-ayatnya dibaca. yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya. Perhatian kaum muslimin terhadap Al Quran sedemikian besarnya. dan mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. didengarkan. baik itu lelaki maupun perempuan. suatu kitab. Demikian juga dilakukan oleh banyak orang non Arab. yang terjaga dari perubahan dan pemalsuan. Ia tidak dimulai dengan basmalah. Maka bagaimana mungkin seseorang dapat menambah atau mengurangi suatu kitab yang dihitung kata-kata dan hurup-hurupnya itu?! Tidak ada di dunia ini suatu kitab yang dihapal oleh ribuan dan puluhan ribu orang. telah menjamin untuk memeliharanya. Kecuali satu surah saja. Dan tidak ada seorang pun yang berani untuk menambahkan basmalah ini pada surah at Taubah. Ia juga dihapal oleh anak-anak kecil kaum Muslimin. dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. kecuali Al Qur'an ini. yang diberikan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia. Al Qur'an adalah kitab Ilahi seratus persen: "(Inilah) suatu kitab yang ayatayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu. Dan salah seorang dari mereka. Seluruhnya dimulai dengan basmalah (bismillahirrahmanirrahim).niscaya ia tidak akan menjawab! (Karena tidak paham bahasa Arab!.). Karena Allah SWT. kecuali Al Qur'an. penj. dengan perantaraan ruh yang terpercaya (Jibril). yang menghapal Al Qur'an dalam mereka. dalam masalah Al Qur'an ini. sebagaimana bentuknya saat diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad Saw." ( Fushshilat: 41-42) Tidak ada di dunia ini. dan malah hurup-hurupnya--.

tidak ada suatu pemerintah muslim atau suatu organisasi ilmiah pun."(Al Israa: 9) "Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah. dan kitab yang menerangkan. karena ia tertulis dengan bukan bahasanya.Materi Kultum Ramadhan Kitab Suci Rabbnya semata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. masih tetap tertulis dan tercetak hingga saat ini. Seperti kata mana yang harus madd (panjang). yang berani merubah metode penulisan Al Qur'an itu. mana yang harus ghunnah (dengung). Al Qur'an tidak semata dijaga makna-makna. Atau seperti yang digarap oleh suatu ilmu khusus yang dikenal dengan "ilmu tajwid Al Qur'an". Materi 25 Al Qur’an Cahaya Allah menurunkan Al Qur'an untuk memberikan kepada manusia tujuan yang paling mulia. idgham (digabungkan). meskipun metode dan kaidah penulisan telah berkembang jauh."Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus." ( Al Maaidah: 15-16) Al Qur'an adalah "cahaya" yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. di samping cahaya fithrah dan akal: "Cahaya di 49 Menuju Kembali Kepada Fitrah . koran dan lainnya yang ditulis dan dicetak.a. bagi Al Qur'an. media cetak. dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku bagi seluruh buku.. seperti tertulis pada era khalifah Utsman bin Affan r. namun juga cara membaca dan makhraj hurup-hurupnya. Hingga saat ini. dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya. dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan. dan jalan yang paling lurus. ikhfa (disamarkan) dan iqlab (dibalik). izhhar (jelas). kalimat-kalimat serta lafazhlafazhnya saja. Hingga rasam (metode penulisan) Al Qur'an. meskipun ia tidak memahami apa yang ia baca dan ia hapal.

Seperti dalam firman Allah SWT: "Hai manusia." Seperti dalam firman Allah SWT: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)". Dan Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai cahaya. membongkar kebatilan-kebatilan. saat mentari pagi telah bersinar. Dan jika Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sebagai "cahaya"." (Al Maidah: 46) Perbedaan dalam dua pengungkapan itu menunjukkan perbedaan antara Al Qur'an dengan kitab-kitab suci lainnya. ia juga mendeskripsikan Taurat dengan kata yang lain: "Di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi). Ia membuka hal-hal yang samar." (Al A'raaf: 157) Di antara karakteristik cahaya adalah: Dirinya sendiri telah jelas. (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an). dalam banyak ayat. serta menambah jelas dan menambah petunjuk bagi orang yang telah mendapatkan petunjuk. menunjukkan jalan bagi orang-orang yang sedang kebingungan saat mereka gamang dalam menapaki jalan atau tidak memiliki petunjuk jalan. dan dia adalah "cahaya yang istimewa". Yaitu yang berkaitan dengan pokokMenuju Kembali Kepada Fitrah 50 . sesungguhnya agama Muhammad Dan kitab sucinya adalah kitab suci yang paling lurus dan paling teguh Jangan sebut kitab-kitab suci lainnya di depannya Karena. ia akan memadamkan pelita-pelita"." (An Nuur: 35).Materi Kultum Ramadhan atas cahaya (berlapis-lapis). (Al Maaidah: 44) Demikian juga mendeskripsikan Injil seperti itu. seperti dalam firman Allah SWT tentang Nabi 'Isa: "Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) . Seperti diungkapkan oleh Al Bushiry dalam Lamiah-nya: "Maha Besar Allah. Hal itu karena Al Qur'an ini datang untuk membenarkan kitab-kitab suci yang telah turun sebelumnya. sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. menjelaskan hakikat-hakikat. menolak syubhat (kesamaran)." (At Taghaabun: 8)." (An Nisaa: 174) "Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur'an) yang telah Kami turunkan. Dan berfirman kepada para sahabat Rasulullah Saw dengan firmanNya: "Dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an). kemudian ia memperjelas yang lain.

Materi Kultum Ramadhan pokok aqidah dan akhlak. menghubungkan manusia dengan Rabbnya. Dan Allah SWT menurunkan kitab-Nya agar kita mentadabburinya." (Al Maaidah: 48) Al Qur'an juga mempunyai maksud dan tujuan diturunkanya. dalam bidang ini telah terjadi kerancuan yang berbahaya. Namun yang disayangkan. Oleh karena itu harus dibuat rambu-rambu dan petunjuk yang mampu Menuju Kembali Kepada Fitrah 51 . serta untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan. membangun umat yang saleh. yang dianugerahkan amanah untuk menjadi saksi bagi manusia. sebelum kitab-kitab itu dipalsukan dan diubah tangan manusia. yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. dan balasan atas amal perbuatan. Materi 26 Interaksi Dengan Al Qur’an Sebagai seorang Muslim kita berkewajiban untuk berlaku baik dan benar terhadap Al Qur’an dalam memahami dan menafsirkannya. membaca dan mendengarkannya. Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran. Tidak ada yang lebih baik dari usaha kita untuk mengetahui kehendak Allah SWT terhadap kita. memahami rahasia-rahasianya. yaitu dengan mengoreksi dan meluruskan tambahantambahan dan perubahan-perubahan yang telah disisipkan oleh manusia dalam kitab-kitab itu. kenabian. serta mengeksplorasi mutiara-mutiara terpendamnya. bukan dalam kejahatan dan permusuhan. Kita berkewajiban untuk memperlakukan Al Qur'an ini secara baik: dengan menghapal dan mengingatnya. di antaranya: meluruskan kepercayaan-kepercayaan dan pola pandang manusia tentang Tuhan. serta mentadabburi dan merenungkannya. serta meluruskan pola pandangan tentang manusia. membentuk keluarga. kemuliaannya dan menjaga hak-haknya. saling memberi maaf dan tidak saling membenci secara fanatik. yaitu dalam memahami dan menafsirkan Al Qur'an. membersihkan jiwa manusia. Al Qur'an juga mengungguli kitab-kitab suci sebelumnya. Dan setiap orang berusaha sesuai dengan kadar kemampuannya. membenarkan apa yang sebelumnya. mengajak untuk menciptakan dunia manusia yang saling kenal mengenal dan tidak saling mengisolasi diri.

Kemudian mereka diikuti oleh murid-murid mereka dengan baik. namun ia juga petunjuk itu. yang dapat berakibat patal jika dilanggar. Kemudian datang generasi-generasi berikutnya. serta berlaku baik pula dalam mendakwahkannya. Contoh terbaik hal itu adalah para sahabat. Mereka tidak mampu berinteraksi secara benar dengannya. serta petunjuk dalam berdakwah kepada Allah SWT. menghukum dengan syari'atnya serta mengajak manusia mengikuti petunjuknya. Kehidupan mereka telah diubah oleh Al Quran dengan amat drastis dan revolusioner. mereka menghapal hurup-hurupnya. Mereka berlaku baik dalam memahaminya. Umat kita pada abad-abad pertama --yang merupakan abad-abad yang paling utama-. Di antara merek ada yang beriman dengan sebagiannya. Tidak selayaknya umat Al Qur'an mengalami hal yang sama yang pernah terjadi dengan umat Taurat. yang diungkapkan oleh Al Qur'an dalam firman-Nya: "Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. namun tidak memperhatikan ajaran-ajarannya. seperti yang dilakukan oleh Bani Menuju Kembali Kepada Fitrah 52 . Kita juga harus berlaku baik terhadap Al Qur'an dengan mengikuti petunjuknya. berlaku baik dalam mengimplementasikannya secara massive dalam kehidupan mereka.pada Al Qur'an itu sendiri. Inilah yang berusaha dilakukan buku ini dalam empat bab utamanya. tidak menganggap besar apa yang dinilai besar oleh Al Qur'an serta tidak menganggap kecil apa yang dinilai kecil oleh Al Qur'an. namun kafir dengan sebagiannya lagi. membebaskan negeri-negeri. memberikan kedudukan bagi mereka di atas bumi. Al Qur'an telah merubah mereka dari perilaku-perilaku jahiliyah menuju kesucian Islam.telah berinteraksi dengan baik terhadap Al Qur'an. dan mengeluarkan mereka dari kegelapan ke dalam cahaya. yang menjadikan Al Qur'an terlupakan. mengerjakan ajarannya. untuk selanjutnya murid-murid generasi berikutnya mengikuti murid-murid para sahabat itu dengan baik pula. undang-undang bagi aturan politik. mengetahui tujuantujuannya. dalam bidang-bidang kehidupan yang beragam. sehingga mereka kemudian mendirikan negara yang adil dan baik. Ia adalah manhaj bagi kehidupan individu." (Al Jumu'ah: 5). karena ia adalah objek kita. serta peradaban ilmu dan iman.Materi Kultum Ramadhan menjaga dari kekeliruan dalam usaha ini. Melalui mereka itulah Allah SWT memberikan petunjuk kepada manusia. dengan bertumpu --terutama-. tidak memprioritaskan apa yang menjadi prioritas Al Qur'an. serta perlu diberikan peringatan tentang ranjau-ranjau yang menghadang di jalan.

" (An Nisaa: 122) Materi 27 Bahaya Rumor/Ghibah (Bagian Pertama): Pengertian Ghibah Islam merupakan agama sempurna yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam. Dengan menjadikannya sebagai panutan dan imam yang diikuti. harkat dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 53 . maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.Materi Kultum Ramadhan Israel sebelum mereka terhadap kitab suci mereka. harga diri. seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT. ketertinggalan dan keterpecah-belahan mereka selain dari kembali kepada Al Qur'an ini. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengkhabarkan di dalam firman-Nya (artinya): “Tidaklah Aku mengutusmu melainkan sebagai rahmatal lil’alamin." (Al An'aam: 155) Tidak ada jalan untuk membangkitkan umat dari kelemahan. Mereka tidak mampu berinteraksi secara baik dengan Al Qur'an. namun mereka lupa bahwa keberkahan itu terdapat dalam mengikut dan menjalankan hukum-hukumnya. Meskipun mereka mengambil berkah dengan membawanya serta menghias dinding-dinding rumah mereka dengan ayat-ayat Al Qur'an.” (Al Anbiya’: 107) Diantara wujud kesempurnaan agama Islam sebagai rahmatal lil’alamin. Kesempurnaan Islam ini menunjukkan bahwa syariat yang dibawa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam itu adalah rahmatal lil’alamin. adalah Islam benar-benar agama yang dapat menjaga. Seperti difirmankan oleh Allah SWT: "Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. memelihara dan menjunjung tinggi kehormatan. Dan cukuplah Al Qur'an sebagai petunjuk: "Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?.

dan membongkar aib saudaranya dengan maksud jelek. 2564) Hadits di atas menjelaskan tentang eratnya hubungan persaudaraan dan kasih sayang sesama muslim. Demikian pula setiap muslim diharamkan melakukan perbuatan yang dapat menjatuhkan.Materi Kultum Ramadhan martabat manusia secara adil dan sempurna. Sebaliknya selain para Nabi dan Rasul termasuk kita tidak lepas dari kekurangan dan kelemahan. padahal akibatnya cukup besar dan membahayakan. Kehormatan dan harga diri merupakan perkara yang prinsipil bagi setiap manusia. Tahukah anda apa itu ghibah? Sesungguhnya kata ini tidak asing lagi bagi kita. Bahwa setiap muslim diharamkan menumpahkan darah (membunuh) dan merampas harta saudaranya seiman. yang akan menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya.” Kemudian beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Engkau menyebutkan sesuatu yang ada pada saudaramu yang dia membecinya. kehormatannya. sehingga sering terjadi dan terkadang di luar kesadaran. jika yang engkau sebutkan tadi benar-benar ada pada saudaramu sungguh engkau telah berbuat ghibah. Ghibah ini erat kaitannya dengan perbuatan lisan.R Muslim no.” (H. Karena tidak ada seorang pun yang sempurna dan ma’shum (terjaga dari kesalahan) kecuali para Nabi dan Rasul.” Menuju Kembali Kepada Fitrah 54 . Suatu fenomena yang lumrah terjadi di masyarakat kita dan cenderung disepelekan. Ia tidak rela untuk disingkap aib-aibnya atau pun dibeberkan kejelekannya. Karena dengan perbuatan ini akan tersingkap dan tersebar aib seseorang. dan juga hartanya. Karena hal ini dapat menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya di hadapan orang lain. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Setiap muslim terhadap muslim lainnya diharamkan darahnya. sedangkan jika itu tidak benar maka engkau telah membuat kedustaan atasnya. membuka. Ghibah adalah menyebutkan. atau pun merusak kehormatan saudaranya seiman. Setiap orang pasti berusaha untuk menjaga dan mengangkat harkat dan martabatnya. yaitu ghibah (menggunjing). meremehkan. Al Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apakah kalian mengetahui apa itu ghibah? Para shahabat berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.

Membicarakan keburukan orang lain Dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu’anhu. Sesungguhnya ancamannya lebih dahsyat dari permisalan itu. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Pengasih. Menggambarkan keburukan bentuk tubuh seseorang Suatu hari Aisyah radhiyallahu’anha pernah berkata kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tentang Shafiyyah bahwa dia adalah wanita yang pendek. Apakah kalian suka salah seorang diantara kalian memakan daging saudaramu yang sudah mati? Maka tentulah kalian membencinya. sebagaimana firman-Nya (artinya): “Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kalian menggunjing (ghibah) kepada sebagian yang lainnya. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku mi’raj (naik di langit). aku melewati suatu kaum yang kuku-kukunya dari tembaga dalam keadaan Menuju Kembali Kepada Fitrah 55 . Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala … (pada ayat di atas).R. ” (Lihat Mishbahul Munir) Materi 28 Bahaya Ghibah (Bagian Kedua): Kriteria Ghibah 1. Maka beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh engkau telah berkata dengan suatu kalimat yang kalau seandainya dicampur dengan air laut niscaya akan merubah air laut itu. disebabkan betapa busuk dan kotornya perbutan ghibah. Tentunya itu perkara yang kalian benci dalam tabi’at. demikian pula hal itu dibenci dalam syari’at. Dan bertaqwalah kalian kepada Allah.” (Lihat Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhush Shalihin 3/25) 2. Abu Dawud 4875 dan lainnya) Asy Syaikh Salim bin Ied Al Hilali berkata: “Dapat merubah rasa dan aroma air laut.” (Al Hujurat: 12) Al Imam Ibnu Katsir Asy Syafi’i berkata dalam tafsirnya: “Sungguh telah disebutkan (dalam beberapa hadits) tentang ghibah dalam konteks celaan yang menghinakan. Hal ini menunjukkan suatu peringatan keras dari perbuatan tersebut.Materi Kultum Ramadhan Di dalam Al Qur’anul Karim Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat mencela perbuatan ghibah. karena ayat ini sebagai peringatan agar menjauh/lari (dari perbuatan yang kotor ini -pent). Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan orang yang berbuat ghibah seperti orang yang memakan bangkai saudaranya.” (H.

Dari shahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu. Ahmad 3/351) Dari shahabat Sa’id bin Zaid radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar (dalam riwayat lain: termasuk dari sebesar besarnya dosa besar) adalah memperpanjang dalam membeberkan aib saudaranya muslim tanpa alasan yang benar. Lalu aku bertanya: “Siapakah mereka itu wahai malaikat Jibril?” Malaikat Jibril menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia dan merusak kehormatannya. Barang siapa yang Allah mencari aibnya niscaya Allah akan menyingkapnya walaupun di dalam rumahnya. Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkata: ‘Apakah kalian tahu bau apa ini? (Ketahuilah) bau busuk ini berasal dari orang-orang yang berbuat ghibah.R.” (H. janganlah kalian menjelek-jelekkannya. Abu Dawud no.” (H. Membicarakan sesuatu yang tidak disukai saudaranya Konteks dalam hadits: “Engkau menyebutkan sesuatu pada saudaramu yang dia membecinya. At Tirmidzi dan lainnya) Dari shahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu. Mendengar pembicaraan ghibah tapi tidak melarangnya Demikian pula bagi siapa yang mendengar dan ridha dengan perbuatan ghibah maka hal tersebut juga dilarang. yang seharusnya setiap muslim untuk selalu berusaha menghindar dan menjauh dari perbuatan tersebut. sesungguhnya itu dua keaiban (Lihat Nashihati linnisaa’ hal. yaitu mencakup penyebutan aib dihadapan orang tersebut atau diluar sepengetahuannya. justru kamu lalai Dengan aib yang ada pada dirimu.R. Yang dimaksud dengan ‘memakan daging-daging manusia’ dalam hadits ini adalah berbuat ghibah (menggunjing).” (H. Kemudia Al Hafizh berkata: “Tentunya membeberkan aib di hadapannya itu merupakan perbuatan yang haram.” (Fathul Bari 10/470 dan Subulus Salam hadits no. tapi hal itu termasuk perbuatan mencela dan menghina. 4878 dan lainnya). 39 berkata: Janganlah kamu tersibukkan dengan aib orang lain. beliau berkata: “Suatu ketika kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mencium bau bangkai yang busuk. 29) 4. sebagaimana asal kata ghibah (yaitu dari kata ghaib yang artinya tersembunyi-pent) yang ditegaskan oleh ahli bahasa. sebagaimana permisalan pada surat Al Hujurat ayat: 12. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Menuju Kembali Kepada Fitrah 56 . Abu Dawud no.Materi Kultum Ramadhan mencakar wajah-wajah dan dada-dadanya. Asy Syaikh Al Qahthani dalam kitab Nuniyyah hal. janganlah kalian mengganggu kaum muslimin. lihat Nashihati linnisaa’ hal. 48664967) Dari ancaman yang terkandung dalam ayat dan hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa perbuatan ghibah ini termasuk perbuatan dosa besar.” (H.R. Dari shahabat Ibnu Umar radhiyallahu’anhu. Semestinya dia tidak ridha melihat saudaranya dibeberkan aibnya. 32) 3. janganlah kalian mencari-cari aibnya. Namun Al Hafizh Ibnu Hajar menguatkan bahwa ghibah ini khusus di luar sepengetahuannya. Barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim niscaya Allah akan mencari aibnya.” Hadits di tersebut secara zhahir mengandung makna yang umum. 1583. bahwa beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya yang belum sampai ke dalam hatinya.R.

Insyaallah pendapat terakhir lebih mendekati kebenaran. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan hatinya. Oleh karena itu sebagian para ulama lainnya berpendapat tidak perlu ia memberi tahukan kepada yang dighibahi tapi wajib baginya beristighfar (memohan ampunan) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyebutkan kebaikan-kebaikan orang yang dighibahi itu di tempat-tempat yang pernah ia berbuat ghibah kepadanya. Karena itu kita selalu berdo’a dan meminta orang lain mendo’akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. yang demikian ini selemahlemahnya iman.” (H. Tetapi dari sisi lain. Misalnya mengambil harta orang lain tanpa alasan yang benar maka dia pun wajib mengembalikannya.” (Muttafaqun ‘alaihi) Namun bila ia ikut larut dalam perbuatan ghibah ini berarti ia pun ridha terhadap kemaksiatan. tentunya hal ini pun dilarang dalam agama. Kalau sekiranya ia tidak mampu menasehati atau mencegahnya dengan cara yang baik. maka hendaknya ia pergi dan menghindar darinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya): “Dan orang-orang yang beriman itu bila¬ mendengar perkataan yang tidak bermanfaat. justru bila ia memberi tahu kepada yang dighibahi dikhawatirkan akan terjadi mudharat yang lebih besar. kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil. Bertaubat dari Ghibah Lalu bagaimana cara bertaubat dari perbuatan ghibah? Apakah wajib baginya untuk memberi tahu kepada yang dighibahi? Sebagian para ulama’ berpendapat wajib baginya untuk memberi tahu kepadanya dan meminta ma’af darinya.” (Al Qashash: 55) Dari shahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu. Semestinya ia menasehatinya. At Tirmidzi no. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan lisannya. semoga kesejahteraan atas dirimu. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang melihat kemungkaran hendaknya dia mengingkarinya dengan tangan. mereka berpaling darinya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 57 .R. Secara harfiyah. Bisa jadi orang yang dighibahi itu justru marah yang bisa meruncing pada percekcokan dan bahkan perkelahian. ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. bukan justru ikut larut dalam perbuatan tersebut.Materi Kultum Ramadhan “Barang siapa yang mencegah terbukanya aib saudaranya niscaya Allah akan mencegah wajahnya dari api neraka pada hari kiamat nanti. berkah berarti an nama’ waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah. 1931 dan lainnya) Demikian juga semestinya ia tidak ridha melihat saudaranya terjatuh dalam kemaksiatan yaitu berbuat ghibah. dan mereka berkata: “Bagi kami amalamal kami dan bagimu amal-amalmu. (Lihat Nashiihatii linnisaa’: 31) Materi 29 Menggapai Keberkahan Hidup Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu. Pendapat ini ada sisi benarnya jika dikaitkan dengan hak seorang manusia.

Generasi yang shaleh adalah yang kuat imannya. maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik. hal ini karena ulama ahli tafsir. Disilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya. Yang dimaksud makanan yang halal adalah disamping halal jenisnya juga halal dalam mendapatkannya. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. misalnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari langit dan bumi sebagaimana yang disebutkan dalam firman surat Al A’raf: 96 di atas adalah rizki yang diantara rizki itu adalah makanan. Para malaikat itu berkata: "Apakahkamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya. Pertama. Kelangsungan Islam dan umat Islam salah satu faktornya adalah adanya topangan dari generasi yang shaleh. memiliki kemandirian termasuk dalam soal harta dan bisa menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman bisa kita bagi kedalam tiga bentuk. sehingga bagi orang yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 58 . rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah. luas ilmunya dan banyak amal shalehnya. Janji Allah SWT untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firman-Nya yang artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang kelahiran Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’kub. Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan. Allah Swt tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah Swt. berkah dalam keturunan. Allah SWT hanya akan memberi keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. padahal aku adalah perempuan seorang perempuan tua. apakah aku aka melairkan anak. dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Kedua. ini merupakan sesuatu yang amat penting. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah" (QS 11:71-73). bahkan tidak hanya Ismail yang shaleh. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS 7:96). dicurahkan atas kamu. Generasi semacam itu juga memiliki jasmani yang kuat. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. keberkahan dalam soal makanan yakni makanan yang halal dan thayyib.Materi Kultum Ramadhan Namun. Apabila manusia. apalagi terwujudnya generasi yang berkualitas memang dambaan setiap manusia. yakni dengan lahirnya generasi yang shaleh. sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. Keberkahan semacam ini telah diperoleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang ketika usia mereka sudah begitu tua ternyata masih dikaruniai anak. tapi juga Ishak dan Ya’kub.Qur’an keberkahan semacam ini diceritakan oleh Allah yang artinya: “Dan isterinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. Di dalam Al. sehat dan cerdas. Ternyata. Bentuk Keberkahan Secara umum. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh". hai ahlul bait.

yakni yang sehat dan bergizi sehingga makanan yang halal dan tayyib itu tidak hanya mengenyangkan tapi juga dapat menghasilkan tenaga yang kuat untuk selanjutnya dengan tenaga yang kuat itu digunakan untuk melaksanakan dan menegakkan nilai-nilai kebaikan sebagai bukti dari ketaqwaannya kepada Allah Swt. Allah berfirman yang artinya: Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rizkikan kepadamu. memperluas ilmu maupun memperbanyak amal yang shaleh. berkah dalam soal waktu yang cukup tersedia dan dimanfaatkannya untuk kebaikan. ada dua faktor yang menjadi kunci keberkahan itu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya (QS 5:88). kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS 103:1-3). Karena itu. waktu digunakan untuk bisa membuktikan pengabdiannya kepada Allah Swt. makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. ada kunci yang harus kita miliki dan usahakan dalam hidup ini. agar apa yang dimakan juga membawa keberkahan yang lebih banyak lagi. baik siang maupun malam dalam jumlah yang sama. Karena itu.Materi Kultum Ramadhan diberkahi Allah. karena itu Allah menganugerahi kepada kita waktu. Ketiga. Allah Swt berfirman yang artinya: “Hai anak Adam. dan penciptaan laki-laki dan perempuan. meskipun dalam berbagai bentuk usaha yang berbeda.” (92:1-7). Di samping itu. yakni 24 jam setiap harinya. tapi bagi orang yang diberkahi Allah maka dia bisa memanfaatkan waktu yang 24 jam itu semaksimal mungkin sehingga pencapaian sesuatu yang baik ditempuh dengan penggunaan waktu yang efisien. Allah berfirman yang artinya: “Demi malam apabila menutupi. dan siang apabila terang benderang. meskipun sudah halal dan thayyib. dia tidak akan menghalalkan segala cara dalam memperoleh nafkah. Sekurang-kurangnya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (7:31). pakailah pakaianmu yang indak di setiap memasuki masjid. baik dalam bentuk mencari harta. Adapun orang yang memberikan (harta di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga). 1. Iman dan Taqwa Yang Benar Menuju Kembali Kepada Fitrah 59 . keberkahan dari Allah untuk kita merupakan sesuatu yang amat penting. Karena itu. Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Allah berfirman yang artinya: “Demi masa. maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. makanan itu harus dimakan sewajarnya atau secukupnya. karena salah satu karakteristik waktu adalah tidak akan bisa kembali lagi bila sudah berlalu. bagi seorang muslim yang diberkahi Allah. hal ini karena Allah sangat melarang manusia berlebih-lebihan dalam makan maupun minum. Materi 30 Kunci Keberkahan Sebagai seorang muslim. makanan yang diberkahi juga adalah yang thayyib.

Akhirnya menjadi jelas bagi kita bahwa. maka semakin besar keberkahan yang Allah berikan kepada kita. maka setiap kita harus mengimani kebenaran Al-Qur’an bahwa dia merupakan wahyu dari Allah Swt sehingga tidak akan kita temukan kelemahan dari Al-Qur’an. nicaya kita akan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. masyarakat maupun bangsa. Salah satu ayat yang amat menekankan peningkatan taqwa kepada orang yang beriman adalah firman Allah yang artinya: Hai orang-orang yang beriman. selanjutnya bisa dan suka membaca serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Berpedoman kepada Al-Qur’an Al-Qur’an merupakan sumber keberkahan sehingga apabila kita menjalankan pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan berpedoman kepadanya dalam berbagai aspek kehidupan. Materi Tambahan Halal Bi Halal Sebenarnyalah istilah Halalbihalal tidak dikenal oleh kalangan bangsa Arab. Karenanya. tidak pula ada pada zaman Nabi saw. baik dalam keadaan senang maupun susah.Qur’an sebagai pedoman dalam hidup ini. Keimanan dan ketaqwaan yang benar selalu ditunjukkan oleh seorang mu’min dalam bentuk melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. dan para sahabat. Semakin mantap iman dan taqwa yang kita miliki. Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah kami turunkan. sudah dikemukakan bahwa Allah akan menganugerahkan keberkahan kepada hamba-hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. yakni dalam bentuk memantapkan iman dan taqwa serta selalu menjadikan Al. kamus bahasa Arab juga tak mengenal istilah itu. keluarga. keberkahan dari Allah yang kita dambakan itu.6:155). Karena harus kita jalankan dan pedomani dalam kehidupan ini. baik menyangkut aspek pribadi. Maka mengapakah kamu mengingkarinya? (QS 21:50. Tegasnya keimanan dan ketaqwaan itu dibuktikan dalam situasi dan kondisi yang bagaimananpun juga dan dimanapun dia berada. lihat juga QS 38:29. bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenarbenar taqwa dan jangan sampai kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri/muslim (QS 3:102). dalam keadaan sendiri maupun bersama orang lain.Materi Kultum Ramadhan Di dalam ayat di atas. memperolehnya harus dengan berdo’a dan berusaha yang sungguh-sungguh. Karena itu menjadi keharusan kita bersama untuk terus memperkokoh iman dan taqwa kepada Allah Swt. Justru ‘halalbihalal’ masuk dan diserap Bahasa Indonesia dan diartikan sebagai “hal maaf-memaafkan Menuju Kembali Kepada Fitrah 60 . 2.

karena menurut sebagian riwayat. Maka jadilah tradisi halalbihalal sebagaimana berkembang seperti sekarang ini. hendaknya kita meminta halal kepadanya hari ini juga. Mengapa halalbihalal dilaksanakan pada Syawal selepas Ramadhan? Selain dasar hadits tersebut. tetapi juga harus mengembalikan hak saudaranya yang telah ia langgar. itu berarti bukan sekedar meminta maaf.’ Karena itu. Ada pula yang mengartikan ‘pada hari ini (juga)’. maka terjadilah ‘halal-halalan’. yang khas Indonesia. falyatahallal. Rasulullah saw. 2. biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium. maka hendaklah ia meminta halal hal tersebut dari saudaranya itu pada hari ini. yakni dengan cara saling memaafkan. bahwa al-yauma itu tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. al-yauma. aula. yakni pada hari ini.” Ada dua hal yang perlu digarisbawahi di sini: 1.Materi Kultum Ramadhan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Ketika orang saling meminta halal. mengucapkan hadits itu saat hari raya Idul Fitri. saling meminta halal atas kesalahan kita masing-masing. jangan ditunda-tunda. maka ketika Syawal tiba saatnya kita melengkapinya dengan memperbaiki hubungan horisontal dengan sesama manusia (hablun minannas). ketika pada ramadhan kita memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah (hablun minallah).” Para ulama kita terdahulu mendasarkan kegiatan halal bihalal tersebut pada sebuah hadits shahih dari Imam Bukhari seperti di bawah ini: Artinya: “Barangsiapa yang berbuat kezhaliman (kesalahan) kepada saudaranya sehingga merendahkan derajatnya. ‘Hari ini’ yang dimaksud tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. yakni meminta halal. Menuju Kembali Kepada Fitrah 61 . Acara ini kemudian berkembang menjadi sangat bervariasi ragam bentuk dan acaranya hingga saat ini. para ulama mendasarkan juga pada QS. Al-Baqarah: 133-134. dsb) oleh sekelompok orang dan merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia. Jika itu berupa barang. Yakni bahwa ketika kita membuat kesalahan pada seseorang. hendaknya dikembalikan. yang kemudian diArab-kan menjadi ‘halal-bi-halal’. bahwa ciri orang yang bertakwa (sebagai output dari ibadah ramadhan) salah satunya adalah al-kaazhimiinal gaidh. yakni ‘memaafkan kesalahan manusia. Halal dengan halal.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->