Materi Kultum Ramadhan

Materi I Merajut Pakaian Taqwa Pada hakekatnya, pakaian adalah segala yang “melekat” di badan ini; entah baju, celana, segala aksesoris yang “melekat” lainnya, termasuk perhiasan. Selaras dengan pengertian ini, bahkan Allah membahasakan suami sebagai “pakaian” dari istri; dan istri adalah “pakaian” dari suami (Q.S. Al-Baqarah: 187: hunna libaasul lakum wa antum libaasun lahunna). Mungkin karena suami dan istri pun “melekat” satu sama lain, hingga mereka tak ubahnya seperti pakaian. Setidaknya ada 3 macam fungsi pakaian yang disebut di dalam AlQur’an. Pertama, pakaian sebagai penutup aurat (Q.S. An-Nuur: 58 dan Al-A’raf: 26). Kedua, pakaian sebagai perhiasan (Q.S. Al-A’raf: 26). Dan ketiga, pakaian sebagai pelindung, yakni dari panas dan hujan, juga dari serangan musuh (Q.S. An-Nahl:81). Tak kurang dari 20 ayat ditemukan di dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang pakaian. Entah memakai bahasa “libaasun”, “kiswatun”, “saraabil”, maupun “tsiyab”. Namun, semuanya berbicara tentang pakaian lahiriah. Pakaian dunia. Hanya ada satu yang menyebutkan tentang pakaian ruhani. Pakaian ruhani adalah sebenar-benar pakaian, yang menunjukkan baik buruknya seseorang. Meski seseorang mengenakan pakaian lahiriah yang mewah dan mahal, tetapi jika pakaian ruhaninya rusak, jelek, terhina, maka dirinya akan terhina pula. Pakaian lahiriahnya tidak bermanfaat apa-apa. Pakaian lahiriahnya tak bisa melindungi kejelekannya. Mungkin ia akan mulia dalam pandangan manusia, tetapi tidak dalam pandangan Allah. Apakah pakaian ruhani yang dimaksud? sebagai pakaian taqwa (libaasut taqwa). “Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan mereka selalu ingat.” (Q.S. Al-A’raf: 26). Al-Qur’an menyebutnya Sebagaimana firmannya, Yang demikian itu adalah Allah, mudah-mudahan

Tentang taqwa, imam Ali karramallahu wajhah berkata: ِ ْ ِ ّ ِ ْ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ ِ ْ َ ِ ِ ْ ْ َ ِ ُ َ َ ْ َ ِ ْ َِ ْ َ ِ ُ ْ َ ْ َ ‫الخوف من الجليل و العمل بالتنزيل و الستعداد ليوم الرحيل‬ (Takut kepada Zat Yang Mahaagung; mengamalkan apa yang diturunkan (al-Qur’an); dan menyiapkan diri untuk menyambut datangnya hari yang kekal [akhirat]).

Menuju Kembali Kepada Fitrah

1

Materi Kultum Ramadhan
Ramadan adalah hari-hari dimana kita memintal benang-benang pakaian takwa itu. Hari demi hari kita memintalnya, dengan harapan pada akhir Ramadan, hari kemenangan Idul Fitri, pakaian itu telah sempurnalah sudah dan bisa kita kenakan di hari yang berbahagia itu. Bukan untuk dipakai sekali, setelah itu dilepas kembali. Bukan. Tetapi, pakaian takwa itu seharusnya kita pakai seterusnya sampai tiba kembali Ramadan berikutnya, dimana kita akan memeriksa pakaian takwa itu kembali barangkali ada lubang, kotor, sobek dsb yang perlu kita cuci, jahit dan rajut kembali. Bagaimana kita merajutnya? Barangkali di sinilah relevannya sabda Nabi Saw., “Jika datang bulan Ramadan, maka dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu semua syaitan.” (muttafaq ‘alaih). Semua tidak lain sebagai motivasi buat kita untuk memperbanyak amal kebaikan kita. Mumpung kesempatan itu dibuka lebar-lebar oleh Allah. Allah sedang membuka “Big Sale”. Obral besar-besaran. Tarawih, tadarus, sadaqah, membayar zakat, menolong orang, memberi ta’jil orang berbuka puasa, menghentikan menggunjing orang. Semuanya adalah jalan-jalan kebaikan; jalan-jalan merajut pakaian takwa kita.

Menuju Kembali Kepada Fitrah

2

Materi Kultum Ramadhan
Materi 2 Hakikat Ramadhan Sudah berapa kali kita berjumpa Ramadhan? Bagaimana kita memaknai Ramadhan selama ini? Apakah kita biasa melaluinya begitu saja? Ataukah kita menjalaninya dengan biasa-biasa saja? Ataukah kita benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkannya untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik lagi? Jika kita ingin benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkan Ramadhan, tidak bisa tidak kita harus memahami hakikat Ramadhan. Berikut ini beberapa makna dan hakikatnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Bercermin Diri (Syahrul Muhasabah) Seberapa bersemangat dan seberapa mampu kita memanfaatkan Ramadhan pada setiap menit dan detiknya, merupakan indikasi ketaqwaan kita kepada Allah. Dari sini kita bisa menilai diri kita, apakah kita termasuk hamba Allah yang dzalimun linafsihi (masih suka menganiaya diri sendiri), atau yang muqtashid (yang pas-pasan saja), ataukah yang sabiqun bil khairat (yang bergegas dalam melaksanakan berbagai kebaikan). Disamping itu, Ramadhan juga merupakan sarana yang sangat tepat bagi kita untuk bercermin diri. Sebuah hadits muttafaq ‘alaih menyatakan bahwa selama bulan Ramadhan syetan-syetan dibelenggu. Nah, jika syetan-syetan telah dibelenggu tetapi kita masih saja melakukan dosa dan kemaksiatan maka seperti itulah diri kita yang sebenarnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Limpahan Rahmat (Syahrur Rahmah) Rasulullah bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas kamu berpuasa di bulan ini … Barangsiapa tidak mendapat bagian kebaikannya, maka sungguh berarti ia telah dijauhkan dari rahmat Allah.” Pada bulan Ramadhan, Allah mencurahkan segenap rahmat-Nya melebihi pada bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini, Allah melipatgandakan pahala amal kebaikan, memberikan semangat ketaatan kepada hamba-hamba-Nya, dan bahkan memberikan bonus satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadr. Karena itu, rugilah kita jika selama bulan ini kita tidak memanfaatkan limpahan rahmat Allah yang sedemikian besar. Bulan Ramadhan adalah Bulan Taubat (Syahrut Taubah) Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan

Menuju Kembali Kepada Fitrah

3

maka dosa-dosanya yeng telah lalu akan diampuni. Sudah semestinya kita kemudian mampu berempati kepada mereka yang selama ini biasa kelaparan dan kehausan. Kita telah merasakan bagaimana rasanya kelaparan dan kehausan. agar Ramadhan ini dapat menjadi penghapus dosa-dosa kita. apa lagi yang kita tunggu.” Bulan Ramadhan adalah Bulan Al-Qur’an (Syahrul Qur’an) Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Jika kita telah memahaminya maka selanjutnya kita harus bergegas untuk mengimplementasikannya dalam hari-hari Ramadhan kita. memahami maknanya. Ia juga kesempatan emas untuk beribadah secara horisontal. Demikianlah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Akan lebih baik lagi jika kita juga berusaha untuk menghafalnya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. dan mendakwahkannya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 4 . melakukan berbagai kebaikan kepada sesama.Materi Kultum Ramadhan diampuni. Lebih dari itu. “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan yang keji. Rasulullah bersabda. Harapan kita. yakni mempuasakan seluruh anggota tubuh kita: akal pikiran. “Barangsiapa berpuasa lalu tidak berkata-kata buruk dan tidak mengumpat maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ia dilahirkan oleh ibunya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Infaq dan Sedekah (Syahrul Infaq wash Shadaqah) Ramadhan bukan hanya kesempatan untuk beribadah secara vertikal saja. Rasulullah selalu melakukan tadarrus Al-Qur’an bersama malaikat Jibril. maka sekali-kali Allah tidak butuh dengan puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum saja. mengamalkannya.” Beliau juga bersabda. Mari kita banyak-banyak beribadah dan memohon ampunan kepada Allah. lidah. dan anggotaanggota tubuh kita yang lainnya. puasa yang sejati adalah puasa yang bersifat total. tangan. hati. mata. Beliau ingin memberikan teladan kepada kita semua agar kita berinteraksi seakrab mungkin dengan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Pada setiap bulan ini. kaki.” Jadi. Di bulan ini kita sangat dianjurkan untuk banyak berinfak dan bersedekah. Interaksi ini meliputi banyak hal: membacanya. minum dan hubungan suami isteri pada siang hari. Sebuah riwayat menyatakan bahwa kedermawanan beliau di bulan Ramadhan sampai menyerupai angin yang bertiup. shalat tarawih) pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah. “Barangsiapa berdiri (menegakkan shalat malam. Bulan Ramadhan adalah Bulan Puasa (Syahrush Shiyam) Puasa yang sejati tidaklah cukup hanya dengan meninggalkan makan. Semuanya harus kita puasakan dari berbagai bentuk dosa dan kemaksiatan. telinga. dengan cara berinfaq dan bersedekah kepada mereka. Demikianlah beberapa makna dan hakikat Ramadhan.” Beliau bahkan berkata.

” Lintasan sejarah Islam berbicara. dan segala sesuatu yang merupakan kenikmatan dunia. Pastinya. dengan upaya sekuat tenaga untuk menggapai Ridho Ilahi. terdapat hubungan yang penting antara jihad dan Ramadhan. dan yang kedua Penaklukan Mekkah (futuh Makkah) sekitar 6 tahun kemudian. Beberapa kejadian penting yang berhubungan antara bulan Ramadhan dan jihad terus terjadi dalam kehidupan bersejarah kaum muslimin. keluarga. Bahkan. Materi 3 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Pertama): Memahami Makna Jihad Rasulullah SAW. Seorang Mujahid dengan bersungguh-sungguh memberikan semua apa pun miliknya di dunia. bulan Ramadhan tetap menjadi bulan konfrontasi militer penting bagi kaum muslimin. Untuk memahami lebih dalam hubungan ini maka seseorang haruslah memahami esensi jihad sebaik dia memahami esensi shaum. “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan. Allah SWT sajalah yang mengetahui hikmah itu semua dan memberikan indikasi dan tanda-tanda tersebut. Jihad adalah aktualisasi dari ibadah seorang muslim untuk membuktikan tidak ada kecintaan baginya kecuali hanya Allah SWT saja. Salah satu jalan untuk mencapai tingkat ketulusan ibadah tersebut adalah taqwa. Dia tidak memiliki keinginan lain. semata. kesehatan. rajanya bulan. sebagaimana sabdanya. Mereka masih membutuhkan atau mengharapkan sesuatu yang lain meskipun mereka tahu bahwa mereka adalah hamba Allah SWT. yakni kaitan antara Ramadhan dan jihad kepada kaum muslimin. selain Allah SWT. selalu memotivasi para sahabat dengan kabar gembira akan datangnya Ramadhan. setelah kehidupan Rasulullah SAW. Untuk beberapa alasan. Allah SWT yang paling mengetahui hikmah yang besar mengapa bulan Ramadhan begitu memiliki kaitan erat dengan jihad. banyak muslim tidak mampu melakukan keikhlasan dalam beribadah tersebut. Tentunya. keinginannya. Inilah tujuan seorang Mujahid dan tidak ada selain itu. dan semua semata-mata ditujukan untuk menggapai keridloan-Nya. ini merupakan bukti bahwa dia sungguhsungguh ikhlas beribadah hanya kepada Allah SWT. la’allakum tattaqun. yang pertama adalah Perang Badar yang terjadi di tahun kedua setelah hijrah. Dia tidak menyembah materi apa pun dalam kehidupannya. sebagaimana firman Allah SWT. Menuju Kembali Kepada Fitrah 5 . sambut dan hormatilah Ramadhan. mereka masih lebih mementingkan pekerjaan. Selama kehidupan Rasulullah saw. Rasulullah SAW.Materi Kultum Ramadhan keluar dari Ramadhan kita telah menjadi pribadi yang jauh lebih bertaqwa.. dua buah peperangan terjadi di bulan Ramadhan. termasuk hidupnya.

Beliau senantiasa berkhutbah ketika menyambut awal Ramadhan. amalan puasa adalah ibadah istimewa dan berpahala istimewa yang mampu meningkatkan ketakwaan dan menepis semua bentuk kemunkaran dan maksiat. Ramadhan Bulan Istimewa.). Barangkali. Di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Mengapa membakar dosa? Pertama. penuh berkah. dosa umat Islam terbakar oleh banyaknya pahala amalan kebajikan yang diraih pada bulan Ramadhan. Selain dari pada itu.Materi Kultum Ramadhan “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. “Allahumma baarik lanaa fi Rajaba wa Sya’baan wa ballighnaa Ramadlan” (Ya Allah berkati kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan antarkan kami sampai ke bulan Ramadhan. Dengan keistimewaan ini. Di antara isi khutbahnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan An Nasa’i adalah sebagai berikut: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan. Pada bulan itu semua pintu neraka terbuka lebar dan semua pintu neraka Jahim tertutup rapat serta syetan-syetanpun dibelenggu.” (QS 2 : 183) Materi 4 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Kedua) 1. Yang wajib dilipatgandakan 70 kali dan yang sunnah disamakan dengan pahala amalan wajib. maka sesungguhnya orang yang tidak beramal kebaikan pada bulan ini sungguh amat merugi. Kedua. maksudnya bahwa orang yang berpuasa berkesempatan besar untuk masuk surga dan jauh dari Menuju Kembali Kepada Fitrah 6 . pada bulan ini umat Islam mendapatkan panen pahala karena ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. di sinilah rahasianya mengapa Rasulullah senantiasa menanti bulan Ramadhan. dan ketiga. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya. dilipatgandakannya pahala semua amalan muslim dan muslimah. sehingga berdoa. Allah mewajibkan atas kamu puasa di bulan itu. Ramadhan adalah bulan kesempatan umat Islam untuk membakar dosa lebih intensif dibandingkan dengan bulan lain.” Konotasi “pintu-pintu surga terbuka lebar dan pintu neraka tertutup rapat dan syetan-syetanpun dibelenggu”. yaitu lailatul qadar.

Menuju Kembali Kepada Fitrah 7 . 2. demi menebarkan ajaran Islam dengan al-hikmah. Allah swt. Jihad untuk mempertahankan diri dari serangan kaum kufar ini sering disebut dengan jihad qitali. nafsu seksualnya. almau’izhah al hasanah dalam suasana penuh aman dan kedamaian. Tahun demi tahun dilewati umat Islam dan Ramadhan penuh dengan kenangan peristiwa besar yang menggambarkan jihad kaum muslimin. maka kebatilan akan menggusur yang hak. Ramadhan dan Jihad Puasa adalah ibadah yang bernuansa jihad melawan hawa nafsu. Namun. karena nafsu al ammarah bis suu’ senantiasa menyertainya. dan nafsu-nafsu lainnya selama berpuasa. Ibadah puasa penuh dengan kebaikan dan sumber pengkaderan untuk menyiapkan generasi yang mau berkorban lii’laai kalimatillah. telah mensyariatkan jihad melawan kekufuran sebagai sarana ibadah dan perjuangan untuk menyiapkan individu muslim yang mampu membawa beban untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Sejak Islam datang menembus gelapnya kekufuran dan kesyirikan menuju cahaya Islam. Bila tidak disyariatkan jihad. nafsu amarahnya. Orang yang tidak bisa menahan nafsu syahwatnya. baik di kala jaga atau tidur. Dakwah bagaikan air yang harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh umat manusia. Jihad disyariatkan Islam agar ajaran Islam tetap tersebar ke seantero dunia. Kedua: Mempertahankan dakwah Islamiyah dan ajaran-ajaran Ilahi sekaligus melindungi para pembawa panji-panjinya. berarti puasanya akan ditolak Rabbul Izzati. Karena dengan puasanya ia berpahala besar dan pasti tidak bisa digoda oleh syetan yang terkutuk. maka Allah tidak butuh darinya untuk meninggalkan makanan dan minumannya.” Inilah jihad muslim yang tiada hentinya. umat Islam diperintahkan juga berjihad melawan kekafiran dan kesyirikan. Jihad yang disyariatkan Islam bertujuan mencapai dua sasaran: Pertama: Untuk mempertahankan diri dari serangan asing dan mempertahankan tanah air di mana mereka tinggal. selain jihad melawan hawa nafsu ini. umatnya telah menghadapi jihad besar melawan kezhaliman dalam menegakkan keadilan.Materi Kultum Ramadhan neraka. Rasulullah pernah menegaskan dengan sabdanya: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta.

sebanyak aneka ragam serangan musuh. Selain jihad nafsiy dan jihad qitaali. Irak. kelembutan. Tuntutan Jihad Sekarang Lebih Luas Ketika musuh-musuh Islam menyerang dengan berbagai macam cara untuk memadamkan cahaya agama Allah. kondisi ini menuntut umat Islam agar melakukan jihad dalam berbagai aspek kehidupan. c. 3. Apalagi sekolah-sekolah yang dikelola pendidikan non Islam sarat dengan unsur-unsur yang bisa memadamkan semangat keislaman siswa. Jihad ta’limi. dan belahan bumi lainnya. Saat ini umat Islam sangat dituntut untuk menekuni jihad ta’limi ini. karena sekolah-sekolah unggulan umat Islam masih perlu peningkatan kualitas dan kuantitas. Jihad Maali.Materi Kultum Ramadhan kerusakan akan menghantui dunia. b. yaitu jihad dengan harta dalam rangka menebarkan Syiar Islam. Di antara jihad-jihad yang dituntut sekarang adalah: a. Jihad tablighi. Jihad qitaali adalah wajib bila umat Islam diserang dengan senjata seperti di Palestina. Afghanistan. yaitu jihad melalui pendidikan. karena: Menuju Kembali Kepada Fitrah 8 . masih banyak lagi tuntutan jihad lainnya. melindungi kaum fuqara’ dan masakin dari kekufuran yang mengintai mereka. dan kesejukan. dan panji-panji Islam akan tumbang diserang kekufuran. baik formal atau Non formal. Kita diwajibkan tablighi ini sebagai jihad bil-lisan untuk meluruskan berbagai penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat. yaitu jihad dengan lisan untuk menyampaikan ajaran Islam dengan penuh hikmah. Bosnia. Jihad terhadap hawa nafsu adalah jihad setiap saat bagi setiap muslim yang masih waras dan sehat. Jihad maali ini sering disebut Al-Qur’an lebih daripada jihad binnafsi.

padang mashar. Akhlak mulia kepada Allah berati mengikuti seluruh perintah yang telah disampikan Allah kepada Rasul yang Maha Mulia Muhammad SAW. 2. sikap. kiamat. sorga dan neraka beserta penghuninya. Seluruh sikap dan perilaku serta adab sopan santun terhadap semua ciptaan Allah sudah termuat dan tercantum dalam Al-Quran dan Hadist. Menuju Kembali Kepada Fitrah 9 . Walau struktur yang disampaikan masih sangat jauh dari lengkap dan sempurna. selain manusia (tumbuhan dan hewan). serta benda mati (bumi dan segalanya serta benda angkasa). Akhlak terhadap ciptaan Allah meliputi segala prilaku. Tinggal bagaimana kita bisa mempelajarinya secara benar dan teliti serta mengamalkannya. tetangga dekat dan tetangga jauh. diri sendiri. Ciptaan Allah yang nyata meliputi sesama manusia (nabi dan rasul. benda hidup dan benda mati. kerabat dekat. orang tua. dan lain sebagainya. Sedangkan gaib dalam arti negatif di antaranya iblis. Yang kedua yaitu ciptaan Allah yang nyata. adab dan sopan santun sesama ciptaan Allah yang terdiri atas ciptaan Allah yang gaib dan ciptaan Allah yang nyata. non muslim). Akhlak kepada Allah. sesama muslim. dan benda serta alam gaib lainnya. meliputi gaib dalam arti positif dan gaib dalam arti negatif. Seluruh perintah tersebut sudah tercatat dalam Al-Quran dan Hadist. jin. namun diharapkan akan bisa memberikan gambaran cakupan akhlak mulia yang sudah dicontohkan dan diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. perbuatan. Mengingat sangat luasnya cakupan akhlak ini karena menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia. maka secara garis besar struktur akhlak mulia terhadap seluruh ciptaan Allah itu dapat digambarkan seperti struktur sederhana berikut ini. akhlak mulia itu dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok yaitu: 1. alam kubur.Materi Kultum Ramadhan Materi 5 Akhlak Mulia Secara garis besar. Yang pertama yaitu ciptaan Allah yang gaib. syetan. Akhlak kepada Ciptaan Allah. kerabat jauh. qada dan qadar. Gaib dalam arti positif di antaranya malaikat.

kita adalah makhluk sosial. 5. Akhlak Mulia Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam berarti akhlak mulia yang diperuntukkan bagi manusia tidak hanya mengatur tatanan hubungan manusia dengan manusia lainnya tetapi juga hubungan antara manusia dengan makhluk – makluk lain selian manusia dan alam sekitarnya. Sebagai pengamalan Syariat Islam. Saat berinteraksi dengan masyarakat tentu saja kita harus dapat Menuju Kembali Kepada Fitrah 10 . Dengan akhlak mulia ini tatanan sosial yang terbentuk semakin memberikan makna dan nilai yang tidak saling merugikan. Sebagai seorang muslim. Secara garis besar fungsi dan tujuan pengamalan akhlak mulia bagi umat manusia adalah : 1. atau pun sifat dan karakter pasti akan berbeda. 2. Akhlak Mulia Sebagai Perlindungan Diri dan Hak Azazi Manusia ( HAM ) berarti dengan menjalin hubungan yang baik berdasarkan hukum dan syariat agama akan terbentuk hubungan yang saling menghargai dan saling menguntungkan. Hingga anak-anak yang kembar siam pun tetap memiliki perbedaan. Sebagai Identitas. 4. Sebagai Identias.berikan tuntunan prilaku dan etika secar sempurna. pengamalan akhlak yang mulia itu insya Allah akan menjadi ibadah bagi umat islam yang mengamalkanya. Perlindungan diri dan HAM.e. 3. Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam semeste telah . Allah SWT telah menciptakan seluruh manusia dalam keberagaman. Sebagai pengamalan syariat Islam. Pengatur tatanan Sosial.Materi Kultum Ramadhan Pembahasan masalah Akhlak adalah pembahasan yang sangat luas. Tidak ada manusia di dunia ini yang memiliki kesamaan seratus persen. Perbedaan yang khas dari milyaran umat manusia di dunia ini seharusnya makin menyadarkan manusia akan Maha Agung dan Maha Besar-nya Sang Maha Pencipta. Akhlak mulia ini diperuntukkan oleh Allah kepada manusia yang berakal budi karena dengan tuntunan akhlak yang mulia akan bisa membedakan antara manusia denga hewan. sama luasnya dengan seluruh asoek kehidupan manusia serta variasi variasinya. Rahmat bagi seluruh alam. Baik suara. Akhlak Mulia Sebagai Pengatur Tatanan Sosial berarti dengan pengamalan akhlak mulia yang sudah dicontohkan oleh yang Mulia Saydina Muhammad SAW mengukuhkan bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak akan pernah bisa dan lepas dari pengaruh lingkungannya. Allah telah mewajibkan kita untuk hidup berinteraksi dengan masyarakat. bentuk tubuh. sehingga dengan niat karena Allah SWT.

lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka—dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu. di terminal. di bis. melalui sabda Nabi saw. Di rumah. siang maupun malam hari. di kantor. Rasul sendiri telah menyatakan bahwa manusia itu tempat salah dan lupa. Oleh sebab itu. Sebab. di masjid. di pabrik dan dimana saja seseorang sangat mungkin berbuat kesalahan. di bandara. Menuju Kembali Kepada Fitrah 11 . di kampus. telah menegaskan kepada kaum Muslim tentang berita pengampunan pada bulan Ramadhan. pada bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan untuk banyak memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun. Berbuat salah memang sudah sunnatullah. Agar tidak terjadi masalah yang akan membuat suasana hubungan yang harmonis menjadi terganggu. di kendaraan pribadi. mereka segera mengingat Allah. (QS Ali Imran [3]: 135). di sekolah. Sungguh. di angkot. Allah SWT Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Dosa merupakan konsekuensi dari perbuatan maksiat kepada Allah SWT. Untuk itu. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan pengampunan. Manusia sering berbuat dosa. di stasiun. di kereta api. Materi 6 Meraih Ampunan Di Bulan Ramadhan Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala Allah semata maka diampunilah dosanya yang telah berlalu. sedangkan mereka mengetahui. tersebut. Allah SWT berfirman: Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. (HR al-Bukhari dan Muslim). ini adalah bentuk kebesaran dan kasih sayang Sang Pencipta kepada makhlukNya. baik karena mengabaikan kewajiban ataupun melakukan keharaman. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk sering meminta ampunan kepada-Nya.Materi Kultum Ramadhan menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat dengan baik.

jika Allah SWT menghendaki. dia akan senantiasa melakukan muhâsabah (instrospeksi diri). dengan mengajukan banyak pertanyaan kepada dirinya sendiri tentang berbagai hal. (QS an-Nisa [4]: 48). tentu selama manusia tidak mau bertobat sampai akhir hayatnyaAllah SWT berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. beliau tetap terus memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. kecuali dosa syirik. Dalam hadisnya. maka ia sungguh telah berbuat dosa yang besar. Namun." (QS az-Zumar [39]: 53). Beliau dijamin masuk surga. Allah SWT Maha Penyayang tidak pilih kasih dalam memberikan ampunan kepada hamba-Nya. yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS al-Hadid [57]: 21). Itulah karunia Allah. Allah memiliki karunia yang agung. ”Berlomba-lombalah kalian mendapatkan ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. atau terpelihara dari dosa. berapapun banyaknya. Dia akan mengampuninya. khususnya pada bulan Ramadhan. Baru kemudian. "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri sendiri. Menuju Kembali Kepada Fitrah 12 . nash di atas juga menggambarkan bahwa kaum Muslim harus senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT. Allah SWT sendiri pasti akan mengampuni semua dosa manusia. diberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Karena itu. juga telah memberikan teladan kepadanya. Katakanlah. (HR al-Bukhari dan Muslim) Padahal Rasulullah saw. Siapa saja yang mempersekutukan Allah. Muslim yang menjadikan Baginda Rasul sebagai suri teladannya akan berupaya untuk sering meminta ampunan. janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. pada kesempatan Ramadhan yang penuh ampunan ini. adalah seorang yang maksum. Apapun dosanya. Di samping itu. Rasul pernah bersabda:”Demi Allah. Allah SWT akan mengampuninya. Di samping Allah SWT telah menyuruh setiap Muslim untuk sering memohon ampunan kepada-Nya. Namun. dapat saja suatu dosa seseorang langsung Dia ampuni. Untuk itu. Dia sendiri memerintahkan kepada manusia untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. sesungguhnya aku benar-benar meminta ampunan kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali sehari. Rasulullah saw. Memang. seorang Muslim sudah seharusnya banyak meminta ampunan kepada Allah SWT.Materi Kultum Ramadhan Selain itu. selama hamba mau bertobat.

Ahmad) Jika Anda ingin mendapat kemuliaan di sisi Allah dan di mata manusia. ia Menuju Kembali Kepada Fitrah 13 .Materi Kultum Ramadhan Materi 7 Keutamaan Qiyamullail Dari Jabir r. Muslim dan Ahmad) Qiyamullail adalah sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Rabbnya.. “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu. maka Ia akan mempermudah semua aspek kehidupan hambaNya. pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya). Rasulullah saw. Sang hamba merasa lezat di kala munajat dengan Penciptanya. budaya. maupun politik. akan mencintai hamba yang mendekat kepadanya. Dari Sahal bin Sa’ad r. bertasbih. Kalau Allah swt.” (HR. bersabda. Ia berdoa. dan menjadi penghuni surga yang disediakan untuknya.” (HR. dihormati oleh sesama. “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat. ekonomi. sesuai dengan janjinya. menghapus dosa. Sang hamba akan dekat dengan Rabbnya. sosial. diampuni dosanya. pendidikan. Dan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. menganjurkan kepada kita. baik aktivitas di bidang dakwah.. pasti dicintai dan dekat dengan Allah swt. “Aku mendengar Rasulullah saw. ia berkata.a. Seorang muslim yang kontinu mengerjakan qiyamullail. mencintai seorang hamba. dan pencegah dari dosa. Dan memberi berkah atas semua aktivitas sang hamba. beristighfar. dan itu setiap malam. mendekatkan diri kepada Allah. amalkanlah qiyamullail secara kontinu.a. Karena itu. dan memuji Sang Pencipta. menolak penyakit.

sebarkanlah salam. diganjar dengan masuk surga. (2)Pahamilah bahwa Anda punya kebutuhan jasmani. Kabar ini sampai kepada kita dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Salam dari Nabi saw.’” Orang yang shalat kala orang lain lelap tertidur. hiduplah sebebas-bebasnya. ‘Wahai Muhamad. Kemuliaan orang mukmin dapat diraih dengan melakukan shalat malam.Materi Kultum Ramadhan berkata. kalian akan masuk surga dengan selamat. serta Anda wajib memenuhinya dengan seimbang. mengucapkan salam. Menuju Kembali Kepada Fitrah 14 . Dengan begitu Anda termotivasi untuk melaksanakannya.” (4)Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Berikut ini kiat-kiat pendorong meninggalkan tempat tidur untuk bermunajat kepada Yang Maha Pengasih. harus mennabur kasih sayang kepada seluruh lapisan masyarakat. “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan. lalu masuk surga tanpa hisab. Berbuatlah semaumu. akan sangat mudah merealisasikannya dengan izin Allah. dan ruhani. beliau bersabda. Hal itu dapat digapai dengan wajah yang berseri-seri. Baru kemudiaan seluruh manusia diperintah untuk diperiksa. berikanlah makanan. aqli. yang melaksanakan qiyamulail secara kontinu sangat sedikit jumlahnya. (3)Hindari maksiat. dan shalat malamlah pada waktu orang-orang tidur.” Seorang dai yang ingin berhasil dakwahnya.” Kiat Mudah Qiyamullail Qiyamullail memerlukan kesungguhan dan kebulatan tekad. Tapi sayang. Semoga kita termasuk kelompok yang sedikit ini dan berhak masuk surga tanpa dihisab. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap. pasti akan dapat balasan. Jika ada tekad. “Wahai manusia. “Malaikat Jibril a. (1)Programlah aktivitas Anda di hari yang malamnya Anda rencanakan untuk qiyamulail agar memungkinkan Anda tidak kelelahan. Sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri. (5)Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. dan pada malam hari memohon kepada Allah diawali dengan qiyamulail. “Seluruh manusia dikumpulkan di tanah lapang pada hari kiamat.. akhirnya pun kamu akan mati. dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak minta tolong orang lain. datang kepada Nabi saw. silaturahim. bersabda. Tiba-tiba ada panggilan dikumandangkan dimana orang yang meninggalkan tempat tidurnya. maka berdirilah mereka jumlahnya sangat sedikit. mengulurkan bantuan. Rasululah saw.s. Cintailah orang yang engkau mau. lalu berkata. pasti kamu akan berpisah.

maka pembinaan dalam Islam harus mampu merealisasikan tujuan-tujuan berikut ini: (1) Memahami Islam sebagai manhaj atau pedoman hidup bagi Manusia yang bersifat syumiliyah (universal). Materi 8 Ramadhan:Syahrut Tarbiyah Kenapa bulan Ramadhan disebut dengan syahrut Tarbiyah (bulan pembinaan dan pendidikan)?? Karena pada bulan ini umat Islam dididik langsung oleh Allah SWT. kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah. kapan waktu bekerja.Materi Kultum Ramadhan (6)Makan malam jangan kekenyangan. Tarbiyah adalah sarana yang sangat urgen bagi kehidupan insan dan umat. dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur. (8)Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program qiyamullail bersama sekali atau dua malam dalam sepekan. (7)Baik juga jika Anda janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone yang Anda miliki. Menuju Kembali Kepada Fitrah 15 . mutakamilah (integral). alamiyah (global). berdoa untuk bisa bangun malam. (9)Berdoalah kepada Allah swt. Kapan waktu makan. ujian dan cobaannya. Dalam kontek tarbiyah itu sendiri. untuk menghasilkan kader-kader yang memiliki Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang). karena dengan tarbiyah akan lahir Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang) yang siap menjawab tantangan zaman dengan segala problematika. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya. dan diajarkan oleh-Nya supaya bisa mengatur waktu dalam kehidupan secara baik. murunah (fleksibel) dan waqi’iyyah (realistis) serta robbaniyyah (bersumber dari Allah). mutawazinah (seimbang).

agar tercetak sosok yang shalih. Istilah Ramadhan itu sendiri berasal dari kata ramadla-yarmudluramadlan artinya panas membakar. Orang Arab dahulu ketika memindahkan namanama bulan dari bahasa lama ke bahasa Arab. waktu dan tempat. menguasai dan tidak menganggap mereka sebagai musuh walaupun perlakuan mereka keras. kondisi. ekonomi. komunikasi dan interaksi dengan prinsip-prinsip Islam. meningkat keimanannya. berakhlak dan berpengetahuan yang lurus serta komitmen di jalan da’wah untuk menggapai ridho Allah. (3) Memperhatikan kondisi obyektif masyarakat dalam hal aplikasi. mereka menamakan bulan-bulan itu menurut masa yang dilaluinya. politik. mampu mempengaruhi. Panas membakar ini bisa berasal dari sinar matahari. Oleh karena itu diperlukan ta-shil syari (pengokohan hukum syar’i’) dalam berinteraksi dengan orang lain (fiqhu ta’amul ma’al ghoir) dan manhaj tarbiyah haruslah dibuat di atas landasan ini. Dalam rangka mencetak generasi sholih yang bisa bergaul dengan masyarakat luar. Kebetulan bulan Ramadhan masa itu sedang melalui musim panas akibat sengatan terik matahari apalagi bagi pejalan kaki di atas padang pasir pada masa itu. Allah SWT ingin memberikan tarbiyah kepada kaum muslimin. pendidikan dan lain-lainnya. Pada bulan yang sangat istimewa ini. kasar dan menyakitkan. karena memang tidak mungkin mengaplikasikan Islam hanya dengan satu model.Materi Kultum Ramadhan (2) Memiliki komitmen pada Islam dalam semua aspeknya. Selain itu juga perlu dilihat apakah di dalam masyarakat yang monoloyalitas ataukah multi-loyalitas. Panas membakar bulan Ramadhan bisa juga berarti karena bulan Ramadhan memberikan energi untuk membakar dosadosa yang dilakukan manusia. sosial. (4) Memperhatikan tanggung jawab pendidikan Islam. Apakah dengan kaum muslimin ataukah dengan non muslim dan baik dalam ta’amul da’awi (interaksi da’wah) maupun ta’amul siyasi (interaksi politik). Dalam bulan romadhan. Semua itu harus disesuaikan dengan situasi. Ramadhan bermakna panas membakar juga di dasarkan karena perut orang-orang yang berpuasa tengah terbakar akibat menahan makan minum seharian. sehingga semua nazhoriyah (teori) dapat teraplikasikan di dalam kehidupan yang nyata. terdapat sekian banyak wahana yang bisa dimanfaatkan dalam rangka penggemblengan dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 16 .

shalat misalnya merupakan sarana untuk mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar. Ramadhan merupakan sarana Tarbiyah Ruhiyah (pembinaan spiritual) Pada dasarnya setiap ibadah yang Allah perintahkan kepada hamba-hambaNya. tadarus. amanah. sehingga tidak ada satu ibadahpun yang lepas dari arah tersebut. selain merupakan kewajiban dan alasan diciptakannya manusia dan makhluk lainnya. Dari yang berbentuk fisik seperti memberi makanan berbuka kepada fakir miskin hingga yang psikis seperti sabar. jujur dan sebagainya. tawakal. berfungsi sebagai sarana tazkiyatunnafs (perbersihan jiwa). seperti yang tersirat dalam surat At-Taubah (9) ayat 103 dan Al-Lail (92) ayat 18. Zakat yang dikeluarkan oleh orang kaya merupakan sarana untuk membersihkan diri dan hartanya dari kotoran yang terdapat dalam hartanya. dan sebagainya. Begitupun dengan bulan ramadhan yang di dalamnya terdapat ibadah puasa. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jasadiyah (pembinaan jasmani) Menuju Kembali Kepada Fitrah 17 . Dari yang wajib seperti puasa dan zakat fitrah hingga yang sunaah seperti i’tikaf. Materi 9 Sarana-sarana Tarbiyah Ramadhan Secara garis besar dapat kita temui bahwa Ramadhan merupakan sarana tarbiyah yang meliputi : 1. tarawih. juga merupakan sarana untuk membersihkan diri manusia itu sendiri dari kotoran dan dosa yang melumuri jiwa. dimana orang yang berpuasa selain menjaga diri untuk tidak makan dan minum. sedekah. juga dituntut untuk mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.Materi Kultum Ramadhan pemanasan diri itu. 2.

dan melakukan perbuatan dusta. karena ketidak mampuan. 3. bersatu. seluruh umat islam di dunia diwajibkan berpuasa. seperti orang tua yang telah renta. atau karena kesehatan janin dan bayi dan menjaga kesehatan bagi orang yang sedang musafir. yang mana kesemua itu merupakan keringanan (rukhsah) bagi mereka. Puasa juga dapat membiasakan umat untuk hidup dalam kebersamaan. wanita yang sedang hamil tua atau menyusui serta orang yang sedang musafir (dalam perjalanan). disinilah letak pendidikan sosial. maksud hadits ini ialah bahwa puasa seperti itu tidak berpahala. baik yang kaya atau miskin. memperbaiki kerja pencernaan. kecuali bagi mereka yang ada udzur. maksud hadits di atas bukan berarti orang itu disuruh meninggalkan puasa. cinta keadilan dan persamaan. Sedangkan menurut Ibnu Arabi. sehingga orang-orang yang mampu dan kaya merasakan apa yang di derita oleh orang-orang fakir dan miskin dan mau memberi dari rizki yang Allah anugrahkan kepadanya. karenanya puasa tidak diwajibkan bagi mereka yang kesehatannya tidak prima. Menuju Kembali Kepada Fitrah 18 .Materi Kultum Ramadhan Ibadah puasa merupakan ibadah yang tidak hanya membutuhkan pengendalian hawa nafsu tapi juga membutuhkan kekuatan fisik.: “Apabila seorang dari kamu sekalian berpuasa. maka Allah tidak membutuhkan lapar dan dahaga mereka” (HR Bukhari dan Abu Dawud). (Lihat surat al-baqarah ayat 184). orang sakit. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah ijtima’iyah (pembinaan sosial) Selain melatih diri. Dalam hadits lain disebutkan: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak mampu meninggalkan perkataan dusta. mengurangi kegemukan dan menenangkan kejiwaan atas aspek materil yang ada dalam diri manusia. Sehingga dari sinilah di harapkan timbul rasa persaudaraan dan solidaritas. Al’Allamah Asy-Syaukani berkata: “Menurut Ibnu Bathal. tanpa terkecuali. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah khuluqiyah (pembinaan akhlak) Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r. dan sama dalam ketundukan terhadap perintah Allah. Mengenai hadits yang terakhir. maka katakanlah: “Aku ini sungguh sedang puasa”. apalagi dalam kewajiban puasa ramadlan. 4. maka janganlah ia berkata kotor dan berteriak. sama dalam merasakan lapar dan dahaga. puasa juga memiliki sisi pendidikan sosial. Bila dicela orang lain atau dimusuhi. mereka sama dihadapan perintah Allah. pria atau wanita. Selain itu juga dengan puasa dari segi kesehatan akan membersihkan usus-usus.a. tetapi merupakan peringatan agar jangan berkata bohong atau melakukan perbuatan yang memuat dusta. membersihkan tubuh dari sisa-sisa endapan makanan. begitupun juga melahirkan kasih sayang kepada orang-orang miskin.

landasannya bersifat relatif dan rapuh. Ibnu ‘arabi mengatakan pula bahwa perbuatanperbuatan buruk tersebut di atas dapat mengurangi pahala puasa 5. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jihadiyah Puasa juga merupakan sarana dalam menumbuhkan semangat jihad dalam diri umat. dan 2) gaya hidup jahiliyah. yaitu Tauhid. Hal ini sejalan dengan firman Allah: “Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku. “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dijalan kami maka Kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami (jalan yang lurus)” (QS. dan berusaha menghilangkan dominasi jiwa yang selalu membawanya kepada perbuatan yang menyimpang. “agar kamu bertaqwa”. Inilah gaya hidup orang yang beriman. yaitu syirik. Inilah gaya hidup orang kafir. Hanya saja masingmasing orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya. Perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia. Materi 9 Kehidupan Jahiliyah (Bagian I): Gaya hidup Islami Vs Jahiliyah Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam hidup ini. Yang pertama ialah kebaikan (al-khair). Adapun gaya hidup jahili. karena dengan puasa kesehatan qalb (hati) dan jasad (jasmani) terjaga. dan justru dengan berpuasa mereka dapat lebih semangat dalam berjihad. karenanya peperangan yang terjadi dan dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya kebanyakan di bulan puasa. mengikis hawa nafsu. Maha Suci Allah. Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat. (QS. Setiap Muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupan-nya. yaitu: 1) gaya hidup Islami. sebagaimana yang telah difirmankan Allah dipenutup perintah-Nya untuk berpuasa. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. dan yang kedua ialah kebahagiaan (as sa’adah). dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. Sebagaimana puasa juga menumbuhkan semangat jihad yang nyata. terutama jihad dalam memerangi musuh yang ada dalam jiwa setiap muslim. Menuju Kembali Kepada Fitrah 19 .Materi Kultum Ramadhan Dan berdasarkan hadits ini. Dalam pandangan Islam gaya hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan. Yusuf: 108). 29 ayat 69) Dan puncak tarbiyah yang dapat di raih oleh seorang muslim pada bulan ramadhan adalah mencapai maqam taqwa disisi Allah SWT.

Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya menyerupai umat yang lain (tasyabbuh) hakikatnya telah menjadi seperti mereka. فقمال: وممن‬ . Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan). )رواه البخاري عن أبي هريرة، صحيح‬ َ َِ ُُِّ ّ “Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya. sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar umat Islam. Materi 10 Kehidupan Jahiliyah (Bagian Kedua): Tasyabbuh (menyerupai suatu kaum) Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . Kami bertanya. Lalu dalam hal apakah tasyabbuh itu?Al-Munawi Menuju Kembali Kepada Fitrah 20 . sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”.(‫الناس إل أولمئك. Ada orang yang bertanya. Al-Bukhari dari Abu Hurairah z. قال: فمن. maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Hadits tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mere-ka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain. orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi. shahih). niscaya kamu mengikuti mereka”. فقيل: يا رسول ال، كفارس والروم. mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau. Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta.”Ya Rasulullah. “Siapa lagi?” (HR. ُ ْ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ُ ْ ُ ْ ُ ُ ْ ِ َ ّ َ َ ْ ُ ْ َُ َ ْ َ ّ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ ْ ُ َْ َ َ َ ْ َ َ َ َ ّ َ ِ ّ َ َ ‫لتتبعن سنن من كمان قبلكمم شمبرا بشمبر وذراعما بمذراع حتمى لمو دخلموا جحمر ضمب تبعتمموهم. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak.(‫من تشبه بقوم فهو منهم. )رواه أبو داود وأحمد عن ابن عباس‬ ْ ُ ْ ِ َ ُ َ ٍ ْ َ ِ َ َّ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum. “Ya Rasulullah. shahih). Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami. Abu Dawud dan Ahmad. dan gaya hidup jahili adalah haram baginya.(‫والنصارى. AlBukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri z. )رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري، صحيح‬ ْ ََ َ َ َ َ ّ َ “Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu. Beliau bersabda: ِ َ َ َ َ َ ِ ْ ّ َ َ ِ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ِ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ َ َ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ْ َِ ْ ِ ّ ُ َ ُ ْ َ ّ َ ُ َ ّ ُ ْ ُ َ َ ‫ل تقوم الساعة حتى تأخذ أمتي بأخذ القرون قبلها شبرا بشبر وذراعا بذراع.Materi Kultum Ramadhan Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim. قلنما: يما رسمول الم، اليهمود‬ .

Na’udzubillahi min dzalik. kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda: "Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi. Mungkin kita boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah telah mulai bersaing dengan mode-mode busana jahiliyah. Periode ini sering juga disebut dengan istilah Pra-Islam. yang mayoritas beragama Islam ini. Muslim. Seiring dengan perkembangan dan akulturasi bahasa. istilah ini juga melekat erat pada sifat orang-orang yang tidak taat pada aturan agama yang telah diproyeksikan oleh Al-Qur’an dan AsSunnah. mempertontonkan dan menonjolkan aurat.Materi Kultum Ramadhan berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka. dari Abu Hurairah z. maka tidak ada alasan bagi kita untuk tinggal diam. Kebiasaan-kebiasaan kaum jahiliyah yang realitasnya berseberangan dengan anjuran Rasulullah s. maka ekspose itu dengan menonjolkan keketatan pakaian. Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataannya) telanjang (karena mengekspose aurat). nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat.w tersebut disebabkan oleh sifat keras kepala. mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. shahih). berlaku/ berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka”. padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”. Kalau tidak memper-tontonkan aurat karena terbuka. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari’at. jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda). Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh yang sudah membudaya dan mengakar di masyarakat kita adalah pakaian Muslimah. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan baunya.a. Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya. (HR. Jika tasyabbuh dari aspek busana wanita saja sudah sangat memporakporandakan kepribadian umat. Belum lagi kejahilan ini secara otomatis dilengkapi dengan tingkah laku yang -kata mereka. Bahkan malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu.selaras dengan mode pakaian itu. Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas bergaya hidup jahili. Materi 10 Pengertian Jahiliyah: Masa Sebelum Islam Masa Jahiliyah adalah era ketika kondisi dan situasi masyarakat belum terjamah oleh risalah dan dakwah Islam. apriori dan ta’assub (fanatik yang berlebihan) terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 21 .

” Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaithan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (QS. Syeikh DR. “Ittabi’uu maa unzila ilaikum min rabbikum walaa tattabi’uu min duunihi awliyaa’a. awalaw kaanasy-syaythaanu yad’uuhum ilaa ‘adzaabis-sa’iir”.Shalih ibn Fauzan ibn Abdillah Al-Fauzan dalam Syarhul Masaa’il Al-Jahiliyyah menjelaskan bahwa mereka (orang-orang jahiliyah) tidak menegakkan agama mereka sesuai dengan apa yang telah para Rasul sampaikan kepada mereka. tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapat dari bapak-bapak kami mengerjakannya. “Wa idzaa qiila lahumuttabi’uu maa anzalallahu.Al-A’raf:3). melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapakbapak kami menganut suatu agama dan sesunguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”(QS. Sebagaimana Allah SWT berfirman di berbagai ayat di dalam Al-Qur’an: “Wa kadzaalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa qaala mutrafuuha innaa wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin wa innaa ‘ala aatsaarihim muqtaduun”. Mereka menjawab: “(Tidak). sedari dahulu kala hingga akhir zaman. Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)” (QS. dan mereka enggan merobah diri serta beranjak dari kebiasaan itu. yaitu sebuah sistim yang besar yang selalu menjadi tumpuan semua orang-orang kafir.Materi Kultum Ramadhan peninggalan dan tradisi para leluhur yang mengental rekat dalam ritual yang selalu disakralkan.Luqman:21). sesunguhnya mereka mengkonstruksi agama mereka dengan dasar-dasar yang mereka mengada-adakannya sendiri sekehendak hati mereka. Perihal inilah yang dalam dunia Islam disebut Menuju Kembali Kepada Fitrah 22 . Qaliilan maa tadzakkaruun”: “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.Az-Zukhruf:23). “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. qaaluu bal nattabi’u maa wajadnaa ‘alaihi aabaa’ana. Yang terbesar diantaranya ialah “TAQLID”. akhirnya terwarisi dengan kebiasaan generasi berikutnya yang tidak malu mempertontonkan auratnya di depan publik. “Dan demikianlah. Syeikh Muhammad ibn Abdul Wahab dalam Masail Al-Jahiliyyah mengatakan. dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya (pemimpin yang membawa kepada kesesatan). Seperti kebiasaan dahulu orang-orang jahiliyah yang mengitari ka’bah dengan bertelanjang tanpa busana. sehingga hal seperti itu dianggap lumrah bahkan dianggap sebagai modernisasi. bahwa agama mereka (orang-orang jahiliyah) terbangun oleh beberapa pondasi yang menjadi akar dan pijakan.

kami lebih percaya dengan apa yang telah dibudayakan oleh leluhur kami. An taquumuu lillaahi matsnaa wa furaadaa tsumma tatafakkaruu. sedangkan objek yang ditiru itu tidak sepatutnya untuk menjadi percontohan (maslahat). atau dalam istilah Arab juga akrab dengan sebutan “al-muhakah”. tahta dan garis keturunan leluhurnya inilah.Materi Kultum Ramadhan sebagai “at-taqlid”. Materi 11 Pengertian Jahiliyah (Bagian Kedua): Tidak Mau Berpikir Allah SWT berfirman: “Qul Innamaa A’idzhukum biwaahidatin. wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri. sombong. mereka selalu membantah dengan ucapan” “Inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah.” Dengan kata lain (secara tidak langsung) mereka bermaksud: Kami tidak butuh peran dan kehadiranmu wahai Rasul. kemudian kamu fikirkan (tentang Menuju Kembali Kepada Fitrah 23 . wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. dan tiada keinginan menerima kebenaran. “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah penganut jejak-jejak mereka. yaitu sebagian orang meniru cara-cara yang kelompok individu lain lakukan. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wakadzalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa mutrafuuha inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. yang pada umumnya bersikap tawadhu’ dan ikhlas menerima kebenaran. Hal inilah yang di dalam literatur Islam disebut dengan istilah “at-taqlid ala’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). “Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja. Kaum yang mengagung-agungkan harta. Maa bishaahibikum min jinnatin”. karena mereka adalah orang-orang yang cenderung berbuat jahat. Kata “mutrafuuha” dalam ayat ini adalah “mereka (para penduduk) yang hidup mewah sejahtera dan bergelimang harta pada umumnya. yang dahulu ketika para Rasul memberi peringatan dan mengajak mereka kepada jalan yang benar. Berbeda halnya dengan kaum faqir dan dhuafa.

As-Syaikh Ali Mahfudz.a. pendongeng sejati. yang hanya bersandar pada dugaandugaan dan hawa nafsu.a.” Demikianlah kaum jahiliyah. sebelum akhirnya beliau me-mansukh-kan hadits itu dengan ucapan: “Inni kuntu nahaytukum ‘an ziyaaratil qubuur. Mereka berhujjah bahwa yang banyak pelaku dan pengikutnya. Maka dari itu.Materi Kultum Ramadhan Muhammad). menuding bahwa Rasulullah adalah orang gila. fazuuruhaa fa innahaa tudzakkirukumul aakhirah”. Ibnu Majah. yang turun temurun terwarisi dari para leluhur mereka. yang mengantarkan mereka pada kesesatan yang nyata. yang mana hidayah (petunjuk) dan yang mana dhalalah (kesesatan). dan senantiasa menyelimuti diri mereka dengan hawa nafsu. tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu” (QS. Mereka lebih memilih untuk menjawab: “Kami telah berpegang teguh terhadap apa yang telah dilakukan oleh para leluhur kami. Mereka mengambil kesimpulan bahwa sesuatu itu salah (batil) karena asing (aneh) dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 24 . padahal pada dasarnya adalah kesesatan yang teramat nyata. Kami tidak sudi mematuhi orang ini. Hal inilah yang menjadi sebab mengapa dahulu Rasulullah s. Tidak jarang orangorang menyangka sesuatu itu hidayah (hal yang benar-benar sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh syariat). bahwa perangai Jahiliyah menganut satu kaidah (asas): “Al-Ightirar bil Aktsar”. dan Ahmad) (“Al-Ibdaa’u fi Madhaaril Ibtidaa’ ”. “Sesungguhnya dahulu aku mencegahmu untuk berziarah kubur. (sekarang) berziarahlah kamu. yang senantiasa memutarbalikkan fakta. Daarul Bayan Al-‘Arabi. sesungguhnya hal itu akan mengingatkanmu akan kematian (kehidupan akhirat)” (HR. Itulah beberapa praktek jahiliyah. itulah yang benar. Orang-orang Jahiliyah yang mendengar ayat ini tidak mau berpikir sejenak seraya mempertimbangkan kandungan dan arti dari ayat yang menarik ini. namun hakikatnya adalah kesesatan yang nyata. Satu hal yang perlu menjadi perhatian umat Islam. dan orang yang tidak tahu diri.w melarang para sahabat untuk berziarah kubur. Turmudzi. karena tidak sedikit kesesatan yang terbungkus oleh kamuflase hidayah. “Tertipu oleh Kebanyakan” (deceived by the most). hendaknya ini menjadi titik sentral perhatian orang-orang yang beriman agar cermat memilah dan memilih.Saba’: 46).Abu Daud. tanpa berpikir terlebih dahulu dan membuktikan bahwa perkataannya itu sesuai dengan realitas yang hakiki. Kairo).w. tidak sudi berpikir dengan akal sehatnya. Muhammad s. An-Nasa’i. yang dianggap sebagai sebuah petunjuk dan tuntunan yang benar. Hal ini diakibatkan karena diri mereka yang tidak mau mendengar.

wa saya’uudu ghariiban kamaa bada-a”. Nabi s. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wa in tuthi’ aktsara man fil ardhi yudhilluuka ‘an sabiilillah. In yattabi’uuna illadzh-dzhonna wa in hum illa yakhrushuun”. Wa in wajadnaa aktsarahum lafaasiqiin” “Dan kami tidak mendapati kebanyakan mereka berjanji. dan mereka tak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) (QS. niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. “Wamaa wajadnaa li aktsarihim min ‘ahdin. Itulah prinsip dasar yang mereka pegang. Allahu A’lam bishawaab. yakni mengikuti dalam ruang lingkup kebaikan. Sebagaimana yang termaktub dalam (QS. Sesungguhnya kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik”(QS. “Islam pada mulanya (hadir) dianggap sebagai hal yang aneh (asing). dan mereka suka memutarbalikkan fakta yang ada di dalam AlQur’an dengan menukar-nukar kandungan tafsir Al-Qur’an sekehendak hawa nafsunya.Al-An’am:116). Sudah menjadi sunnatullah.w bersabda: “Bada-al Islaamu ghariiban. bahwa kebaikan itu sedikit pengikutnya dan kesesatan itu banyak peminatnya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. dan kelak ia akan kembali sebagai hal yang asing sebagaimana dahulu ia datang”.AlAn’am: 102).Materi Kultum Ramadhan sedikit penganut atau pengikutnya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 25 . “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini.Yusuf:38).a. dalam istilah Islam disebut Ittiba’ dan Iqtida’ yakni mengikuti dan meneladani. Materi 12 Mengikuti Rasul (Ittiba’ur Rasuul) Lawan dari istilah “at-taqlid al-a’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah adalah “at-taqlid fil khair”.

jika orang yang tidak berpikir dan tidak pula mendapat petunjuk (hidayah) dijadikan sebagai teladan dan panutan.At-Taubah:100). dan tidak mendapat petunjuk? (QS.” mereka menjawab: “(Tidak).Al Baqarah: 170). tatapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapat dari (perbuatan) nenek moyang kami.” (Apakah mereka akan mengikuti juga). Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. Itulah kemenangan yang besar.At-Taubah:10 “Wassaabiquunal awwaluuna minal muhaajiriina wal anshaari walladziinat-taba’uuhum bi ihsanin.Yusuf:38). Materi 13 Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka (Bagian Pertama) Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia: “Wahai orang-orang yang beriman. Sesungguhnya tidak akan mendatangkan maslahat (kebaikan). Pada dasarnya teladan itu hanyalah tertuju pada orang yang mau berpikir dan mendapat hidayah.” “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah. fanatisme yang berlebihan memantik untuk menolak kebenaran yang hakiki. mereka kekal di dalamnya selamalamanya.Materi Kultum Ramadhan firman Allah SWT tentang kisah Nabi Yusuf a. Menuju Kembali Kepada Fitrah 26 . jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.s: “Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku Ibrahim. Maka dari itu. kebenaran yang hakiki dan teladan yang terbaik hanya ada pada diri Rasulullah dan para pengikutnya. “Orang-orang yang terdahulu yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.”(QS. dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. radhiyallahu ‘anhu wa radhuu ‘anhu. Ishaq dan Ya’qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah.”(QS. Dzalikal fawzul adhziim”. Maka dari itu Allah berfirman dalam hal perangai jahiliyah: “Wa idzaa qiila lahumut-tabi’uu maa anzalallahu qaaluu bal nattabi’u maa alfayna ‘alaihi aabaa-ana awalaw kaana aabaa-uhum laa ya’qiluuna syai’an walaa yahtaduun. Dan di dalam QS. karena pada dasarnya. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. Wa a’adda lahum jannaatin tajrii min tahtihaal anhaaru khaalidiina fiiha abadan.

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan. Bila orang terbakar dengan api dunia. berisi perintah dan peringatan berikut kabar tentang bahaya besar yang mengancam.” (Fathir: 36) [AlKhuthab Al-Minbariyyah fil Munasabat Al-‘Ashriyyah. supaya mereka terus merasakan azab.” (AtTahrim: 6) Sebuah seruan dari Dzat Yang Maha Agung kepada orang-orang yang beriman. berpegang dengan perintah-Nya dan mengambil manfaat dari ucapan-ucapan-Nya. karena hanya mereka yang mau mencurahkan pendengaran kepada ajakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. yang keras. karena yang menjaganya adalah para malaikat yang kasar. ia pun meninggal berpisah dengan kehidupan dan tidak lagi merasakan sakitnya pembakaran tersebut. dengan subjudul Fit Tahdzir minan Nar wa Asbab Dukhuliha.” (Al –Isra’:97) “Setiap kali kulit mereka hangus. Api neraka ini bahan bakarnya adalah tubuh-tubuh manusia dan batu-batu. Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan mereka agar menyiapkan tameng untuk diri mereka sendiri dan untuk keluarga mereka guna menangkal bahaya yang ada di hadapan mereka serta kebinasaan di jalan mereka. Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka. Bahaya yang mengerikan itu adalah api neraka yang sangat besar. 2/164-165] Orang yang masuk ke dalam api yang sangat besar ini tidak mungkin dapat lari untuk meloloskan diri. Beda halnya bila seseorang dibakar dengan api neraka. tidak sama dengan api yang biasa kita kenal. Seruan ini ditujukan kepada insan beriman. na’udzubillah.” (An-Nisa’: 56) “Mereka tidak dibinasakan dengan siksa yang dapat mengantarkan mereka kepada kematian (mereka tidak mati dengan siksaan di neraka bahkan mereka terus hidup agar terus merasakan siksa) dan tidak pula diringankan azabnya dari mereka. yang tidak mendurhakai Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka serta selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. yang dapat dinyalakan dengan kayu bakar dan dipadamkan oleh air. Ini berbeda sama sekali dengan api di dunia. Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain.Materi Kultum Ramadhan penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. “Setiap kali nyala api Jahannam itu akan padam. yang keras. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Menuju Kembali Kepada Fitrah 27 . Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

baik istri-istrinya. dan selain mereka dari orang-orang yang berada di bawah kekuasaan dan pengaturannya. ٌ َ ِ Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‫ غلظ‬adalah sangat besar tubuh mereka.” (Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an.Materi Kultum Ramadhan “Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar. sedangkan maksud ٌ ‫ شداد‬adalah kuat. Ayat ini menunjukkan perintah menjaga diri dari api neraka tersebut dengan ber-iltizam (berpegang teguh) terhadap perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. dan bertaubat dari perbuatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala murkai serta perbuatan yang menyebabkan azab-Nya. 18/218) Al-‘Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir As-Sa’di rahimahullahu berkata menafsirkan ayat ke-6 surah At-Tahrim di atas. kaku. َ ِ para malaikat itu kasar ucapannya dan keras perbuatannya. Sebagaimana ayat ini mengharuskan seseorang menjaga keluarga dan anak-anak dari api neraka dengan cara memberikan pendidikan dan pengajaran kepada mereka. Dalam ayat ini pula Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan neraka dengan sifat-sifat yang mengerikan agar menjadi peringatan terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 28 . yang keras” (AtTahrim: 6) Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu menjelaskan. keras terhadap mereka.000 manusia ke dalam jurang Jahannam. tidak mengasihi jika dimohon kepada mereka agar menaruh iba… Kata ٌ ‫ ش شداد‬maksudnya keras tubuh mereka. serta memberitahu mereka tentang perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. malaikat tersebut sangat kasar dalam menyiksa penduduk neraka. yang disebutkan dengan sifat-sifat yang mengerikan. Kekuatan salah seorang dari mereka adalah bila ia memukul dengan alat pukul niscaya dengan sekali pukulan tersebut tersungkur 70. menjauhi larangan-Nya. “Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka. Ada yang berpendapat. menunaikan perintah-Nya. “Penjaganya adalah para malaikat Zabaniyah yang hati mereka keras. Bila dalam bahasa Arab dinyatakan: “Fulanun Syadiidun ‘alaa fulaanin” maksudnya Fulan menguasainya dengan kuat. Ada yang mengatakan. Seorang hamba tidak dapat selamat kecuali bila ia menegakkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan terhadap dirinya dan orang-orang yang di bawah penguasaannya. َ ِ Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata. “Jarak antara dua pundak salah seorang dari malaikat tersebut adalah sejauh perjalanan setahun. menyiksanya dengan berbagai macam siksaan. anakanaknya.

kalian sungguh akan mendatangi Jahannam tersebut.” (Taisir Al-Karimir Rahman. Mereka membuat kaget dengan suara mereka dan membuat ngeri dengan penampilan mereka. Yaitu akhlak mereka kasar dan hardikan mereka keras.Materi Kultum Ramadhan manusia jangan sampai meremehkan perkaranya. 874) Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Penjagaan Rasulullah SAW terhadap Keluarganya Materi 14 Menuju Kembali Kepada Fitrah 29 . hal. Mereka melemahkan penghuni neraka dengan kekuatan mereka dan menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap penghuni neraka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “…yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (At-Tahrim: 6) Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. Di sini juga ada pujian untuk para malaikat yang mulia dan terikatnya mereka kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala serta ketaatan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam seluruh perkara yang diperintahkan-Nya.”1 Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras. “Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah (patung-patung) adalah bahan bakar/kayu bakar Jahannam. Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkankanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memastikan azab atas penghuni neraka ini dan mengharuskan azab yang pedih untuk mereka.

Beliau berkata. wahai para pemilik kamar-kamar (istri-istri beliau yang sedang tidur di kamarnya masing-masing)!” (HR. Muslim) Al-Imam Muslim radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha.” (HR. istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma). Sampai-sampai yang tidak dapat hadir mengirim utusannya untuk mendengarkan apa gerangan yang akan disampaikan oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Al-Bukhari) Tidak luput pula putri dan menantu beliau juga mendapatkan perhatian beliau.” (Sanad hadits ini shahih kata Asy-Syaikh Ahmad Syakir rahimahullahu dalam tahqiqnya terhadap Al-Musnad). Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengabarkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi rumah Ali dan Fathima radhiyallahu ‘anhuma. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memanggil kerabat-kerabatnya. Suatu malam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad rahimahullahu: “Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat. ia percikkan air di wajah suaminya. “Tidaklah kalian berdua mengerjakan shalat malam?” (HR. Maka orang-orang pun berkumpul di sekitar beliau. “Sungguh aku memperingatkan kalian sebelum datangnya azab yang pedih. “Wahai Fathimah putri Muhammad! Wahai Shafiyyah putrid Abdul Muththalib! Wahai Bani Abdil Muththalib! Aku tidak memiliki kuasa sedikit pun di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menolong kalian kelak. beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan Aisyah radhiyallahu ‘anha.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai uswah hasanah bagi orang-orang yang beriman telah memberikan arahkan dan peringatan kepada kerabat beliau dalam rangka menjaga mereka dari api neraka. suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam terbangun dari tidur beliau.” (Asy Syu’ara: 214) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi bukit Shafa dan menaikinya. Aisyah radhiyallahu ‘anha memberitakan bahwa ketika turun ayat di atas. ia percikkan air di wajah istrinya. Tatkala turun perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat: “Berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat. bahwa bila hendak shalat witir. (Adapun di kehidupan dunia ini) maka mintalah harta dariku semau kalian. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits ‘Ali radhiyallahu ‘anhu) Materi 15 Menuju Kembali Kepada Fitrah 30 . “Iya. Adakah kalian akan membenarkan aku?” Mereka serempak menjawab. Bila suaminya enggan untuk bangun. Kata beliau: “Bangunlah. “Wahai Bani Abdil Muththallib! Wahai Bani Fihr! Wahai Bani Lu’ai! Apa pendapat kalian andai aku beritakan kepada kalian bahwa ada pasukan berkuda dari balik bukit ini akan menyerang kalian. Beliau pun membangunkan istri-istri beliau untuk mengerjakan shalat.” Beliau melanjutkan. Bila istrinya enggan untuk bangun. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bangkit seraya berkata. lalu menyeru manusia untuk berkumpul. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suami lalu si suami mengerjakan shalat.

pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. taubat yang murni. sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. dan diselamatkan dari kerendahan serta kehinaan yang biasa menimpa para pendosa dan pendurhaka.” (HR. bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha. anakanaknya. Salah satu cara penjagaan diri dan keluarga dari api neraka adalah bertaubat dari dosa-dosa. dimasukkan ke dalam surga. berketetapan hati untuk tidak mengulanginya. menyesalinya. dan orang-orang yang tinggal di rumahnya. ia juga bertanggung jawab menjaga istri. kemudian ia membimbing keluarganya untuk bertaubat. karena ia adalah pemimpin mereka yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala kelak dalam urusan mereka. Taubat yang dilakukan disertai dengan meninggalkan dosa. Buah yang dihasilkannya adalah dihapuskannya kesalahan-kesalahan yang diperbuat. kepada istri dan anak-anaknya. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma) Ia harus memaksa anaknya mengerjakan shalat bila telah sampai usianya. dan mengembalikan hak-hak orang lain yang ada pada kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman.” (AtTahrim: 8) Seorang suami sekaligus ayah ini bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya. Taubat yang seperti itu tentunya menggiring pelakunya untuk beramal shalih. “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. berdasar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: Menuju Kembali Kepada Fitrah 31 . seraya mereka berdoa.Materi Kultum Ramadhan Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Suami sebagai Kepala Rumah Tangga Seorang suami sebagai kepala rumah tangga selain menjaga dirinya sendiri dari api neraka. Seorang kepala rumah tangga menerapkan perkara ini dalam keluarganya. Ia punya hak untuk memaksa mereka agar taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak berbuat maksiat. Mudah-mudahan Rabb kalian menghapuskan kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surgasurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka. ‘Wahai Rabb kami. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu’.

Anak diperintahkan untuk mengerjakan yang ma’ruf dan dilarang dari mengerjakan yang munkar. Bersegeralah sebelum datang akhir hidup kita. Anak harus terus mendapatkan pengawasan di mana saja mereka berada.Materi Kultum Ramadhan “Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka telah berusia tujuh tahun dan pukullah mereka bila enggan melakukannya ketika telah berusia sepuluh tahun serta pisahkanlah di antara mereka pada tempat tidurnya. film. Sebaliknya. dijauhkan dari teman duduk yang jelek dan teman yang rusak. Hendaknya ia tahu bahwa neraka itu dekat dengan seorang hamba. surat kabar. Orangtua harus membersihkan rumah mereka dari sarana-sarana yang merusak berupa video. apatah lagi Menuju Kembali Kepada Fitrah 32 .” (Thaha: 132) shalat dan Seorang ayah bersama seorang ibu harus bekerja sama untuk menunaikan tanggung jawab bersama anak. 2/217) Bagaimana seseorang dapat menjaga keluarganya dari api neraka sementara ia membiarkan mereka bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan kewajiban? Maka. buku-buku yang menyimpang. sementara kita tak cukup ‘bekal’ untuk bertameng dari api neraka.”) Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman: “Perintahkanlah keluargamu untuk mengerjakan bersabarlah dalam mengerjakannya. baik di dalam maupun di luar rumah. musik. dan majalah yang merusak. marilah kita berbenah diri untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka. sebagaimana surga pun dekat. Al-Bukhari dari hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu) Maksud hadits di atas. “Hadits ini hasan shahih. Abu Dawud dari hadits Abdullah ibnu ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Surga lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya dan neraka pun semisal itu. sebelum datang jemputan dari utusan Rabbul Izzah. siapa yang meninggal dalam keadaan bermaksiat maka ia akan dimasukkan ke dalam neraka. siapa yang meninggal di atas ketaatan maka ia akan dimasukkan ke dalam surga. gambar bernyawa.” (HR.” (HR. (Al-Khuthab Al-Minbariyyah. dikatakan oleh Al-Imam AlAlbani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud.

keuntungan orang yang mendapat rahmat Allah itu akan dijauhkan dari azab-Nya. Mereka menyuruh (mengerjakan yang ma’ruf. niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (syurga) dan limpahan karunia-Nya. kesusahan hidup tidak membuatnya harus berputus asa sedang kesenangan hidup tidak membuatnya menjadi lupa diri. berat maupun ringan. mendirikan shalat. tantangan dan rintangan selalu menghadang. niscaya kamu tergolong orang-orang yang rugi (QS 2:64). harus tolong menolong dalam kebaikan. mencegah dari yang munkar. Kiat Meraih Rahmat Pertama. Kedua. terjembatani hubungan antara yang kaya dengan yang miskin serta kemiskinan bisa diatasi secara bertahap. Menuju Kembali Kepada Fitrah 33 . taat kepada Allah dan Rasul-Nya. namun dia tetap Istiqomah dalam keimanannya sehingga dengan keimanannya yang mantap itu. Iman yang kokoh sehingga bisa dibuktikan dengan amal shaleh yang sebanyak-banyak meskipun hambatan. baik dalam keadaan susah maupun senang. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Adapun orang-orang yang beriman dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya.Materi Kultum Ramadhan meninggalkan ‘bekal’ yang ditinggalkan. melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (9:71) Ketiga. mendirikan shalat sehingga memberi pengaruh yang besar dalam bentuk menhindari perbuatan keji dan munkar serta menunaikan zakat agar menjadi suci jiwa kita. Bahkan di dalam ayat lain. maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmt-Nya atasmu. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dan orang-orang yang beriman. Allah berfirman yang artinya: Barangsiapa yang diajuhkan azab daripadanya pada hari itu. baik di dalam shalat maupun di luar shalat untuk bisa memperoleh rahmat Allah. Dan itulah keberuntungan yang nyata (QS 6:16). waktu sendiri atau bersama orang lain. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya (QS 4:175). Allahumma sallim! memadai untuk keluarga yang Materi 16 Meraih Rahmat Allah Sebagai manusia apalagi sebagai muslim. menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Hal ini karena orang yang mendapat rahmat Allah tentu saja tergolong kedalam kelompok orang yang beruntung sebagaimana firman Allah yang artinya: Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu. kalau mau memperoleh rahmat Allah kita harus taat kepada Allah dan rasul-Nya dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga. kita tentu amat mengharapkan rahmat dari Allah Swt sehingga kita selalu berdo’a. maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Tegasnya. lelaki dan perempuan. sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. hal ini terdapat dalam firman Allah yang artinya: Dan taatilah Allah dan Rasul supaya kamu diberi rahmat (3:132).

dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Dalam kaitan ini Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Ny. yakni perbuatan apa saja yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang datang dari Allah dan Rasul-Nya serta tidak mengganggu orang lain. Manakala seorang muslim telah mendengarkan Al-Qur’an bila dibacakan. berbuat baik. Maka Aku akan tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa. bertekad untuk tidak mengulanginya dan membuktikan bahwa dia betul-betul telah meninggalkan segala perbuatan salahnya dengan menggantinya kepada segala kebaikan. lihat juga QS 2:218). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (QS 7:56). sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo’alah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). keridhaan dan syurga. karenanya untuk meraih rahmat Allah manusia harus bertaqwa kepada-Nya. Keempat. Ini berarti. hal ini karena secara harfiyah. sekecil apapun manfaat yang bisa dirasakannya. Keenam. yakni meninggalkan segala bentuk larangan Allah dan berjihad dalam arti bersungguhsungguh dalam perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam dalam segala aspeknya. agar kamu mendapat rahmat (QS 27:46). Hendaklah kamu minta ampun kepada Allah.Materi Kultum Ramadhan Disamping itu. Dengan taubat. Menuju Kembali Kepada Fitrah 34 . manusia berarti mau mendekati Allah lagi dan Allah senang kepada siapa saja yang mau bertaubat.. berhijrah dan berjihad adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Orang-orang yang beriman. Kelima. taubat berarti kembali. maka dengarkanlah baik-baik. taubat dari segala dosa yang telah dilakukan. sedang untuk bisa bertaqwa harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalam Al-Qur’an. dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat (QS 7:204). menyadari terhadap kesalahan yang dilakukan. sebanyak apapun dosa yang sudah dilakukannya. sebab jangankan Allah. mengikuti Al-Qur’an dan selalu bertaqwa kepada Allah serta menunaikan zakat. amat mustahil bagi manusia untuk bisa bertaqwa kepada Allah apabila Al-Qur’an tidak diikutinya. apalagi kalau ucapan Allah yang tentu harus lebih kita perhatikan. Menyesali. iman dan istiqomah harus disertai dengan hijrah. bahkan orang lain bisa merasakan manfaat baiknya. mendengarkan bacaan Al-Qur’an apabila sedang dibacakan. hal ini karena Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia apabila ia ingin memperolah ketaqwaan kepada Allah Swt. inilah yang membuat Allah cinta kepadanya sehingga rahmat Allah akan diberikan kepadanya. maka Allah senang pada orang tersebut sehingga Allah mau memberi rahmat kepadanya. Al-Qur’an merupakan kalamullah atau perkataan Allah. yakni kembali kepada Allah. mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal (QS 9:20-21. hal ini karena. Allah berfirman yang artinya: Dan apabila dibacakan Al-Qur’an. yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami QS 7:156) Keempat. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dia (Nabi Shaleh) berkata: Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan?. Allah berfirman yang artinya: Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. pembicaraan sesama manusia saja harus kita dengarkan atau kita perhatikan. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat (QS 6:155).

saling mengunjungi karena Aku.’Demi Alloh aku mencintaimu. Lalu ia bertanya. 8:63) 4. cinta-Ku pasti akan mereka peroleh bagi orang yang saling memadu cinta karena Aku. dan saling memberi karena Aku. lalu keduanya berjabat tangan.” (H.Merupakan cermin kekuatan iman (Q. Lalu ia memegang ujung selendangku dan menariknya seraya berkata.S. Tiba-tiba aku jumpai seorang pemuda yang murah senyum yang dikerumuni banyak orang. kecuali keduanya diampuni sebelum keduanya bepisah.’Ini Muadz bin Jabal. Aku berkata. berabda.43:67) 3. Ukhuwah Jahiliyah bersifat temporer Menuju Kembali Kepada Fitrah 35 .S. Aku bertanya tentang dia.”Alloh berfirman.S.’Apakah Alloh tidak lebih kau cintai?’ Aku jawab. Kutunggu ampai dia selesai melakukan shalat kemudian aku temui dan kuucapkan salam kepadanya.R.’Bergembiralah karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw.Materi Kultum Ramadhan Ayat yang menyebutkan kecintaan Allah kepada orang yang bertaubat adalah yang artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang membersihkan diri” (QS 2:222).’Ya Alloh aku cintai’.49:10) Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan akidah dan syariat Islam. (Fulan menjadikan Shalih sebagai saudara). 3:103) 2.Perumpamaan tali tasbih (Q.Merupakan arahan Rabbani (Q. misalnya dalam kalimat “akha fulanun shalihan”. pagi-pagi sekali aku dating ke masjid itu lagi dan kudapati dia telah berada di sana tengah melakukan shalat. Abu Daud) Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwatha’ dari abi Idris Al Khaulany rahimahullah bahwa ia berkata: “Aku pernah masuk Masjid Damaskus. Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah.Nikmat Allah (Q.S. Hakekat Ukhuwah Islamiyah: 1. lalu dikatakan oleh mereka. Jika Mereka berselisih tentang sesuatu maka mereka mengembalikan kepada pemuda tersebut dan meminta pendapatnya. Materi 17 Ukhuwah Islamiyah “Tidaklah dua orang muslim berjumpa.’ Keesokan harinya .” Makna Ukhuwah Islamiyah Kata ukhuwah berakar dari kata kerja akha.

’ Kemudian orang yang dicintai itu menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.” (H.R Abu Daud dari Barra’) Menuju Kembali Kepada Fitrah 36 . perkawinan... Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim) “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya. Muslim) 4. Saling mengenal antara kaum muslimin merupakan wujud nyata ketaatan kepada perintah Allah SWT (Q.R. Hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta. karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan. kebangsaan.’ Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia. Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu di depannya.” (H. Abu Hurairah r. kesukuan. Takaful. Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai. niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Tafahum adalah saling memahami. beliau bersabda. dari Nabi Muhammad saw. adalah saling menanggung kesulitan yang dialami saudaranya Hal-hal yang menguatkan ukhuwah islamiyah: 1.R. nasionalisme. dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan. Ta’awun adalah saling bekerja sama dan membantu tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan kemungkaran 4.S. Al Hujurat: 13) 2. Barang siapa menutupi aib di hari kiamat.Materi Kultum Ramadhan (terbatas waktu dan tempat).” (H.a. ya Rasullah. Ta’aruf adalah saling mengenal sesama manusia. Memohon didoakan bila berpisah “Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu” (H. yaitu ikatan selain ikatan akidah (missal:ikatan keturunan orang tua-anak.R.” 2. Muslim) 3. Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa “Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja yang dating dari saudaramu). “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim. dan kepentingan pribadi) Materi 18 Peringkat-Peringkat Ukhuwah Peringkat-Peringkat Ukhuwah: 1.’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum.’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya. Muslim) 3.

Tingkatan cinta yang paling rendah adalah husnudzon yang menggambarkan bersihnya hati dari perasaan hasad. Al-Qur’an menganggap permusuhan dan saling membenci itu sebagai siksaan yang dijatuhkan Allah atas orang0orang yang kufur terhadap risalahNya dan menyimpang dari ayat-ayatNya. antara sebagian dengan sebagian yang lain. sehingga tidak ada kesempatan untuk bertikai atau saling dengki. Mendapatkan tempat khusus di surga (Q. 15:45-48) Di antara unsur-unsur pokok dalam ukhuwah adalah cinta. yaitu itsar. Islam tidak bisa dipecah-belah dengan perbedaan unsure. Islam menginginkan dengan sangat agar cinta dan persaudaraan antara sesama manusia bisa merata di semua bangsa. Ia pun rela ditembus peluru dadanya demi selamatnya orang lain. 7. Itsar adalah mendahulukan kepentingan saudaranya atas kepentingan diri sendiri dalam segala sesuatu yang dicintai. Sebagaiman firman Allah Swt dalam Q. iklim. Ia rela haus demi puasnya prang lain. bahasa. Mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi) 3. Al-Ma’idah:14 Ada lagi derajat (tingkatan) yang lebih tinggi dari lapang dada (Salamatus shadr)) dan cinta. 6. warna kulit.Materi Kultum Ramadhan 5. benci.S. dan atau batas negara. dengki.S. Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara) Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya Memenuhi hak ukhuwah saudaranya Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan Materi 17 Manfaat Ukhuwah Islamiyah Manfaat Ukhuwah Islamiyah 1. Merasakan lezatnya iman 2. 9. Ia rela berjaga demi tidurnya orang lain. 8. Ia rela bersusah payah demi istirahatnya orang lain. Menuju Kembali Kepada Fitrah 37 . dan bersih dari sebab sebab permusuhan. meskipun berbedabeda dalam harta dan kedudukan. Ia rela lapar demi kenyangnya orang lain.

Tidaklah mungkin terjadi seorang fakir menderita kelaparan atau kekurangan pakaian. al-Hasyr: 7). kecuali oleh sebab kebakhilan yang ada pada hartawan muslim. akan tetapi juga akibat dari pola kehidupan yang tidak adil (kemiskinan struktural) dan merosotnya kesetiakawanan sosial. sebagaimana yang dinyatakan-Nya dalam QS Al-Hasyr: 7: “.Materi Kultum Ramadhan Materi 18 Mengatasi Kesenjangan Sosial Dalam Islam Adalah sudah menjadi fakta. 10% kelompok kaya dunia menguasai 54% total kekayaan dunia.” (QS. Salah satu faktor utama yang menyebabkan besarnya kesenjangan pendapatan tersebut adalah karena ketiadaan mekanisme distribusi kekayaan yang mencerminkan prinsip keadilan dan keseimbangan. Lapoe dan Colin (1978) serta George (1981) menyatakan bahwa penyebab utama kemiskinan adalah ketimpangan sosial ekonomi akibat adanya sekelompok kecil orang-orang yang hidup mewah di atas penderitaan orang banyak. dan bukannya disebabkan oleh semata-mata kelebihan jumlah penduduk (over population). Ingatlah.. kemiskinan bukanlah semata-mata disebabkan oleh kemalasan untuk bekerja (kemiskinan kultural). Pertama. bahwa kegiatan ekonomi sekarang adalah melahirkan kesenjangan pendapatan yang semakin lebar dan semakin besar. Thabrani dalam Al Ausath dan Ash Shoghir).supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. dalam sebuah Hadits riwayat Imam al-Ashbahani dari Imam Thabrani. Padahal Allah SWT sangat menentang perputaran harta di tangan kelompok elit masyarakat saja. Allah SWT akan melakukan perhitungan yang teliti dan meminta pertanggungjawaban mereka dan selanjutnya akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih” (HR. sehingga kekayaan terkonsentrasi di tangan segelintir kelompok. salah satu mekanisme distribusi pendapatan dan kekayaan ini adalah melalui instrumen zakat.. terutama antara kelompok kaya dan kelompok miskin.. sebagaimana dikemukakan dalam Human Development Report 2006 yang diterbitkan oleh UNDP (United Nations Development Programme).. Rasulullah SAW. 2006).. dan sedekah dapat dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan dikelola dengan baik. menyatakan: “Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan atas hartawan muslim suatu kewajiban zakat yang dapat menanggulangi kemiskinan. Sedangkan sisanya 90% masyarakat dunia menguasai 46% total kekayaan dunia (Beik. Dalam ajaran Islam. infak dan sedekah (ZIS). Menuju Kembali Kepada Fitrah 38 . infak. Hadits tersebut memberikan dua isyarat. Misalnya. jika zakat. Kedua. Berdasarkan laporan tersebut.

Materi Kultum Ramadhan
apakah dalam aspek pengumpulan ataupun dalam aspek pendistribusian, kemiskinan dan kefakiran ini akan dapat ditanggulangi, paling tidak dapat diperkecil (Hafidhuddin, 1998). Dalam Alquran dan Hadits, zakat, infaq dan sedekah di samping sering digandengkan dengan salat, juga digandengkan dengan kegiatan riba, misalnya dalam QS. Ar-Rum: 39 dan QS. Al-Baqarah: 276. Hal ini mengisyaratkan bahwa optimalisasi ZIS akan memperkecil kegiatan ekonomi yang bersifat ribawi. Karena itu, gerakan penyadaran zakat hakikatnya adalah gerakan untuk menghilangkan kesenjangan, baik kesenjangan pendapatan maupun kesenjangan sosial, yang berbahaya bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Materi 19 Al Qur’an Terjaga Keasliannya
Walaupun terjadi penyimpangan di sana-sini terhadap Al-qur’an, tetapi pada akhirnya penyimpangan tersebut akan terkalahkan dan Allah akan meluruskan kembali. Sungguh Allah telah menentukan hal demikian, sebagai sunatullah, agar kita berlomba-lomba dalam beramal dan nyata antara yang benar dan yang salah. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran, dan Kami tentu menjaganya.” (QS 15:9) Di satu sisi banyak umat mendustakan, di satu sisi lain akan banyak umat yang membenarkan. Telah dibuktikan secara ilmiah oleh ilmuwan-ilmuwan kaliber dunia bahwa Al-qur’an adalah ayat-ayat yang berlaku sepanjang masa dan penemuan-penemuan ilmiah mereka ternyata hanya membenarkan dan memperjelas kandungan-kandungan dan hukum-hukum yang telah dicantumkan dalam Al-qur’an. ”Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar (sumber sinar) dan bulan bercahaya (memantulkan cahaya) dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat, garis edar yang tetap) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui (berilmu)”. (Surat 10: Yunus ayat 5). Al-qur’an adalah proyek Allah berisi tuntunan keselamatan kehidupan universal, dan dengan keterbatasan manusia yang hanya diberikan ilmu dan kemampuan sedikit dan dipenuhi nafsu serakah dan selalu dikelilingi setan (manusia dan jin) akan menjadi tersesat jika menafsirkan Al-qur’an dengan hawa nafsunya. Banyak cara Allah menjaga Al-Qur’an. Sejak zaman rosulullah, ada ribuan penghafal-penghafal Al-qur’an sehingga tidak akan ada kekeliruan penyalinan ayat, dan jika ada akan langsung terbongkar. Apalagi sekarang, ada jutaan penghafal Al-Qur’an. Disamping itu, telah ditemukan rumus-rumus matematika sangat menakjubkan, jelas diluar kemampuan manusia

Menuju Kembali Kepada Fitrah

39

Materi Kultum Ramadhan
apalagi Muhammad yang buta huruf, dengan temuan tersebut menjadikan sangat memudahkan “menemukan Al-Qur’an Palsu”. akan

Setiap muslim pasti meyakini kebenaran Quran sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun kemukjizatan Quran tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli. Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sampai seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahuntahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan. Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti surat-surat/ayat-ayat dalam Quran serba berkelipatan angka 19. Penemuannya tersebut berkat penafsirannya pada surat ke-74 ayat : 30-31, yang artinya : " Di atasnya ada sembilanbelas (malaikat penjaga). (QS. 74:30)

Materi 20 Pengertian Al Qur’an

Secara Bahasa (Etimologi) Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (‫ )قققرأ‬yang bermakna Talaa (‫[ )تل‬keduanya bererti: membaca], atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi). Anda dapat menuturkan, Qoro-’a Qor’an Wa Qur’aanan (‫ )قققرأ قققرءا وقرآنققا‬sama seperti anda menuturkan, Ghofaro Ghafran Wa Qhufroonan (‫ .)غفققر غفققرا وغفرانققا‬Berdasarkan makna pertama (Yakni: Talaa) maka ia adalah mashdar (kata benda) yang semakna dengan Ism Maf’uul, ertinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a) maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il, ertinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) kerana ia mengumpulkan/mengoleksi berita-berita dan hukum-hukum.* Secara Syari’at (Terminologi) Adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas. Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan alQur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan beransur-ansur.” (alInsaan:23)

Menuju Kembali Kepada Fitrah

40

Materi Kultum Ramadhan
Dan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa alQur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (Yusuf:2) Allah ta’ala telah menjaga al-Qur’an yang agung ini dari upaya merubah, menambah, mengurangi atau pun menggantikannya. Dia ta’ala telah menjamin akan menjaganya sebagaimana dalam firmanNya, “Sesunggunya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (al-Hijr:9) Oleh kerana itu, selama berabad-abad telah berlangsung namun tidak satu pun musuh-musuh Allah yang berupaya untuk merubah isinya, menambah, mengurangi atau pun menggantinya. Allah SWT pasti menghancurkan tabirnya dan membuka tipudayanya. Allah ta’ala menyebut al-Qur’an dengan sebutan yang banyak sekali, yang menunjukkan keagungan, keberkatan, pengaruhnya dan keuniversalannya serta menunjukkan bahawa ia adalah pemutus bagi kitab-kitab terdahulu sebelumnya. Allah ta’ala berfirman, “Dan sesunguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-Qur’an yang agung.” (al-Hijr:87) Dan firman-Nya, “Qaaf, Demi al-Quran yang sangat mulia.” (Qaaf:1) Dan firman-Nya, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memerhatikan ayatayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Shaad:29) Dan firman-Nya, “Dan al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (al-An’am:155) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia.” (al-Waqi’ah:77) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan ) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang menjajakan amal saleh bahawa bagi mereka ada pahala yang benar.” (al-Isra’:9) Dan firman-Nya, “Kalau sekiranya kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-

Menuju Kembali Kepada Fitrah

41

” (al-Furqan:52) Dan firman-Nya. membenarkan apa yang sebelumnya.? ‘ Adapun orang-orang yang beriman. Allah ta’ala berfirman. “Dan al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orangorang yang sampai al-Qur’an (kepadanya)…” (al-An’am:19) Dan firman-Nya. Dan firman-Nya. dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Qur’an dengan jihad yang benar. maka surah ini menambah imannya sedang mereka merasa gembira. ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini. “Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir.” (an-Nisa’:80) Menuju Kembali Kepada Fitrah 42 .” (al-Furqaan:1) Sedangkan Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam juga merupakan sumber Tasyri’ (legislasi hukum Islam) sebagaimana yang dikukuhkan oleh al-Qur’an.” (at-Taubah:124-125) Dan firman-Nya.Materi Kultum Ramadhan perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. “Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu.” (al-Hasyr:21) Dan firman-Nya. “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. Allah ta’ala berfirman. “Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran. di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. maka dengan surah ini bertambah kekafiran mereka.” (an-Nahl:89) Dan firman-Nya. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit. “Dan apabila diturunkan suatu surah maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata. “Maha suci Allah yang telah menurunkan al-Furqaan (al-Qur’an) kepada hamba-Nya. iaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian* terhadap kitab-kitab yang lain itu. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia). maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan…” (al-Maa’idah:48) Al-Qur’an al-Karim merupakan sumber syari’at Islam yang kerananya Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam diutus kepada seluruh umat manusia. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan itu). sesungguhnya ia telah menta’ati Allah.

Ayat-ayat al-Qur'an yang dibaca setiap hari akan memberikan motivasi dan penyemangat bagi si pembacanya.Materi Kultum Ramadhan Dan firman-Nya. “Katakanlah. maka sungguhlah dia telah sesat. tentu al-Qur'an memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri bagi para pembaca dan penggemarnya. “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya. Di antara manfaat itu adalah: 1. Oleh karena bagi anda yang ingin memaksimalkan peran al-Qur'an dalam kehidupan. Menuju Kembali Kepada Fitrah 43 . 6. Ayat-ayat Alloh akan menjadi penjaganya selama ia hidup di dunia. nampaknya harus lebih banyak lagi mengetahui manfaat dan perannya. 5. seperti yang dialami dan dirasakan oleh Sayyid Quthb Rahimahullah. nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosadosamu. 2. Ketika membaca al-Qur'an. terimalah dia. Allah menegur diri kita pada setiap ayat-ayat Nya.” (alAhzab:36) Dan firman-Nya. Orang yang membaca al-Qur'an akan senantiasa ingat Allah dan kembali kepada-Nya. terutama untuk kehidupan. ikutilah aku.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. tinggalkanlah…” (al-Hasyr:7) maka maka Dan firman-Nya. Allah memberikan tempat istimewa bagi para pecintanya.” (Ali ‘Imran:31) Materi 21 Manfaat Membaca Al Qur’an Sebagai wahyu yang Allah turunkan kepada nabi-Nya. 4. sesat yang nyata. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu. Ayat-ayat al-qur'an yang kita baca sehari-sehari tidak lepas dari karunia Allah untuk setiap muslim yang demikian besar. Dan apa yang dilarangnya bagimu. Karena saking istimewanya al-Qur'an ini dari kitab-kitab samawi lainnya. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kecukupan dan nikmat Allah meski ia merasakan serba kurang di dunia. Bacaan al-Qur'an yang melibatkan emosi akan memberikan kedamaian dan ketenangan yang tidak bisa dilukiskan. karena ia telah menjaga ayat-ayat-Nya. Orang yang paham al-Qur'an adalah orang yang memiliki banyak ilmu. 7. ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. 3.

Orang yang membaca dan menjaga al-Qur'an selalu berada dalam lindungan dan penjagaan Allah. merenung dan beramal sebanyak-banyaknya. Yang dituntut di dalam membaca Al Qur'an adalah bertemunya antara keindahan suara dan tajwidnya sampai keindahan bayan dan susunannya. hati yang damai dan pikiran yang jernih. Muslim) Dalam riwayat lainnya disebutkan "Sesungguhnya suara yang baik itu menambah Al Qur'an menjadi baik." (HR. kerapian susunan dan uslubnya.Amiin Materi 22 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Pertama): Membaguskan Bacaan Al Qur’an Al Qur'an Al Karim merupakan mu'jizat Rasul yang agung termasuk mu'jizat yang indah selain juga mu'jizat yang logis. sehingga sebagian mereka menamakannya "Sihir. 11. Abu Dawud dan AnNasa'i) Menuju Kembali Kepada Fitrah 44 . Ia telah membuat bangsa Arab tidak mampu berkutik..Materi Kultum Ramadhan 8." (HR. Orang yang rajin membaca al-Qur'an akan selalu diberikan jalan kemudahan dan petunjuk sehingga tidak mudah untuk menyimpang dan menyerah karena ayat-ayat Allah akan selalu mengingatkan dirinya ketika dirinya 'tersandung dosa dan maksiat." (Al Muzzammil:4) Rasulullah SAW bersabda "Bukanlah termasuk ummatku orang yang tidak melagukan Al Qur'an. Ayat-ayat al-Qur'an mengajak pembacanya untuk senantiasa berpikir." Para ulama balaghah dan para sastrawan bangsa Arab sejak masa Abdul Qahir sampai Ar-Raf"i dan Sayyid Quthb dan selain mereka pada zaman kita ini telah menjelaskan sisi I'jaz bayani (kejelasan mu'jizat) atau sisi keindahan dalam kitab ini. Karena diri mereka selalu dipompa dengan siraman ayat-ayatNya yang lembut. inovatif dan produktif. Dan masih banyak manfaat-manfaat lainnya yang terus update dengan kondisi kehidupan kita. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kegembiraan dan penuh harapan. di saat orang lain merasakan kesedihan. yaitu dengan keindahan bayannya. 9. Ahmad.." (HR. sehingga membuatnya ingin selalu beramal. dan keunikan suaranya apabila dibaca. kecemasan dan rasa pesimis. oleh karena itu Allah SWT berfirman: "Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan. 10. Bukhari) Tetapi dengan lagu yang khusyu' bukan main-main atau merubah. dan mengambil manfaat darinya.. Orang yang selalu akrab dengan ayat-ayat akan diberikan jiwa yang sejuk..Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu belajar dan meningkatkan diri untuk lebih dekat lagi dengan al-Qur'an.' 12. kreatif. Orang yang membaca al-Qur'an bagaikan orang yang sedang menyelami samudera kehidupan. "Hiasilah Al Qur'an itu dengan suaramu.

oleh Az Zarkasyi :Jilid:2. sastra dan seni secara bersamaan." (HR. sampai seperti surah yang paling pendek pun masih belum ada yang bisa mendatangkannya. aku mendengarkan suaramu tadi malam. Muslim) Rasulullah SAW juga bersabda: "Apa yang diizinkan Allah pada sesuatu. sebagai bukti yang membenarkan bahwa ia benar-benar utusan Allah. Tapi usaha mereka gagal. Bahkan mereka sendiri mengakui bahwa Al-Qur'an memang bukan karangan manusia. Darul Ma'rifah.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah SAW juga bersabda kepada Abu Musa Al Asy'ari RA. sungguh kamu telah diberi seruling dari seruling keluarga Dawud. Berbagai usaha telah dilakukan oleh sebagian penyair mereka.Tapi ternyata tidak seorang pun dari mereka yang bisa membuat seperti Al-Qur'an. Dan memang sampai sekarang tidak ada seorangpun yang bisa mengarang sepertinya. membangunkan perasaan. apa yang dizinkan Allah kepada Nabinya (adalah) untuk membaguskan dalam melagukan Al Qur'an yang dia baca dengan keras. kebenaran isinya. Ahmad. Bairut1990) : dari rangkaian katanya yang indah " balaghah ".hal:237. Imam Az Zarkasyi menyebutkan bahwa mu’jizat Al-Qur'an nampak dari segala sisi ( lihat Al Burhan fi ulumil Qur'an. Pada waktu Al-Qur'an diturunkan. Dia mampu memberikan siraman ruhani. "Seandainya aku mengetahui hal itu. memberikan kepuasan akal." (HR. Sebagai Mu'jizat Al-Qur'an tentu dari Allah. maka aku akan membacakan untukmu dengan bacaan yang lebih baik. Bukhari dan Muslim) Dalam Al Qur'an terkandung unsur agama. Menuju Kembali Kepada Fitrah 45 . atau seperti surah di antara surahsurahnya ). Al-Qur’an merupakan mu’jizat ( tidak ada seorangpun yang bisa mendatangkan sepertinya. "Seandainya kamu melihatku. Materi 23 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Kedua): Kalamullah Bagaimanakah kita membuktikan Al-Quran itu adalah Kalam Allah? Pertama. kepada seorang rasulNya. orang-orang Arab berada di puncak kefasihan berbahasa. kesesuaian informasinya dengan penemuan final ilmu pengetahuan. memberikan kenikmatan pada perasaan dan memperlancar lisan. ilmu." Abu Musa berkata. Mu’jizat ini hanya diberikan oleh Allah. susunan ayat-ayat dan surahsurahnya.

sementara Rasulullah sedang sibuk dalam sebuah pertemuan dengan pemukapemuka Quraisy. jin dan manusia untuk membuat sepertinya. Pada (QS:Al Baqarah:23) juga demikian. sunan surahsurahnya. Dalam (QS: Hud:13) perintah untuk Nabi agar menantang mereka supaya mendatangkan sepuluh surah. Dan sampai sekarang Al-Qur'an masih terus menantang. Semuanya dimulai dengan perintah " qul " ( katakan hai Muhammad ). teliti susunan ayatnya. Al-Qur'an kalam Allah. Menuju Kembali Kepada Fitrah 46 . Masuk akalkah seorang menegur dirinya senidiri dalam buku yang dikarangnya? Kalau memang benar Al-Qur'an karangan Muhammad SAW. Bahkan ada yang berupa teguran seperti yang terdapat dalam surat " Al Tahrim ".Materi Kultum Ramadhan Kedua. Sampai-sampai Al Baqillani menantang. tapi tidak ada seorangpun yang bisa menjawab. anda akan menemukan susunan yang tidak berkaitan antara satu hadits dengan lainnya. saling berkaitan dari awal sampai akhir. Dalam (QS:Yunus:38) perintah agar menantang mereka untuk mendatangkan satu surah. Rasulullah ditegur langsung karena mengharamkan madu pada dirinya. untuk menjaga perasaan istrinya yang tidak suka bau madu yang diminumnya. anda akan menemukan suatu keterpaduan. Bahkan dalam (QS:Al Isra':88) Al-Qur'an menegaskan bahwa sekalipun jin dan manusia berkumpul untuk mengarang seperti Al-Qur'an tidak akan bisa. mengapa pakai perintah? Dan bentuk perintah kepada Nabi Muhammad SAW. Perhatikan saja tiga surah terkahir : Al Ikhalsh. mencoba membandingkan antara hadits-hadits Nabi dan ayat-ayat Al-Qur'an. memang ada tuduhan bahwa Al-Qur'an karangan Nabi Muhammad SAW. Ini semua menunjukkan bahwa Al-Qur'an kalam Allah. Ketiga. Kalau memang karangan Nabi Muhammad SAW. Al-Qur'an sendiri menyuruh Rasulullah SAW untuk menantang siapa saja yang dari mahluk yang ada. lalu susunlah sebagaimana susunan Al-Qur'an. di dalam Al-Qur'an begitu banyak. namun kemudian Imam Al-Baqillani dalam bukunya Ijazul Qur'an. Padahal ia diturunkan secara berangsurangsur. Bandingkan dengan Al-Qur'an. Para Ulama sepanjang sejarah telah membuktikan hakikat kesatuan Al-Qur'an dengan susunannya yang ada. hasilnya sebuah kesimpulan bahwa Al-Qur'an bukan karangan Nabi. Di tambah lagi bahwa di dalam Al-Qur'an banyak " khitab " yang ditujukan kepada Rasulullah. Al Falaq dan An Nas. Di permulaan surat " Abasa " juga teguran kepada Rasulullah kerena beliau bermuka masam kepada Ibn Ummi Maktum yang pada waktu itu minta Rasulullah untuk mengajarkannya Al-Qur'an. Kalau masih belum percaya silahkan kumpulkan hadits-hadits Nabi – ujar Al Baqillani -.

Materi Kultum Ramadhan Dan kalau Al-Qur'an karangan manusia. dan yang membagi ada yang ke surga dan yeng ke neraka. Sesuai firman Allah SWT: "Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Suatu bukti bahwa yang mempunyai informasi seperti ini hanya Dia yang menciptakan alam. Materi 24 Al Qur’an Membentuk Umat Mulia "Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. Rabb kita juga. yang mengerjakan amal saleh. bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. bisa menjangkau penemuan ilmu yang baru saja didapatkan tanpa sebuah penelitian? Kelima. adanya hari kiamat. Sementara Al-Qur'an akan terus menantang sampai hari Kiamat. untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman. dan Al-Qur'an kalamNya." ( Al Kahfi: 1-3) Rabb kita telah memberikan kemuliaan kepada kita --sebagai kaum Muslimin-. Kitalah. dan neraka dengan segala kepedihannya. karena alam ini ciptaan Allah. yang mengatur kehidupan setelah matinya semua mahluk. Maka apakah kamu tiada memahaminya?" (Al Anbiyaa: 10). Sudah demikian banyak para ulama mengungkap hal ini dalam pembahasan "al i'jazul ilmi lilqur'an". Suatu bukti bahwa ia kalam Allah yang mu'jiz. Keempat. satu-satunya umat yang memeliki manuskrip langit yang paling autentik. anda pasti akan mendapatkan hakikat yang sama. Silahakan anda bandingkan antara penemuan ilmu pengetahuan yang sudah final ( bukan teori ). mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. tentang alam. yang mengandung firman-firman Allah SWT yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 47 . dan seterusnya yang semuanya ini tidak mungkin dijangkau oleh akal manusia. Mengapa. telah memuliakan kita dengan mengutus nabi yang terbaik yang pernah diutus kepada manusia. tentu tidak akan sampai sejauh ini berani menantang. seperti adanya surga dengan segala keindahannya. kaum muslimin. atau tentang tubuh manusia dan lain sebagianya. di dalam Al-Qur'an banyak informasi mengenai alam ghaib. sebagai bimbingan yang lurus. dan yang menentukan akhir hidup manusia.dengan menganugerahkan kitab suci yang terbaik yang diturunkan kepada manusia. lalu bandingkan dengan penegasan Al-Qur'an. Adakah akal manusia sejak sekian abad silam.

Demikian juga dilakukan oleh banyak orang non Arab. Dan salah seorang dari mereka. yaitu surah at Taubah. yang telah dimudahkan oleh Allah SWT untuk diingat dan dihapal. Tidak ada seorangpun yang dapat menambah atau mengurangi satu hurup-pun darinya. Maka bagaimana mungkin seseorang dapat menambah atau mengurangi suatu kitab yang dihitung kata-kata dan hurup-hurupnya itu?! Tidak ada di dunia ini suatu kitab yang dihapal oleh ribuan dan puluhan ribu orang. di dalam hati mereka.)." (Al Hijr: 9). jika Anda tanya: "siapa namamu?" --dengan bahasa Arab-. yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. dalam masalah Al Qur'an ini. baik itu kitab agama atau kitab biasa. dihapal dan dijelaskan. Ayat-ayatnya dibaca. Al Quran berisikan seratus empat belas surah. yang menghapal Al Qur'an dalam mereka. namun mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. Kecuali satu surah saja. baik dengan tulisan atau bacaan.Materi Kultum Ramadhan terakhir. dengan perantaraan ruh yang terpercaya (Jibril). yang terjaga dari perubahan dan pemalsuan. Seluruhnya dimulai dengan basmalah (bismillahirrahmanirrahim). Dan tidak ada seorang pun yang berani untuk menambahkan basmalah ini pada surah at Taubah. Maka tidak aneh jika kita menemukan banyak orang. Perhatian kaum muslimin terhadap Al Quran sedemikian besarnya. Ia tidak dimulai dengan basmalah. Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya. dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. Ia juga dihapal oleh anak-anak kecil kaum Muslimin. penj. Dan anugerah itu terus terpelihara dari perubahan dan pemalsuan kata maupun makna. Ia menghapal Menuju Kembali Kepada Fitrah 48 . dan tidak dibebankan tugas itu kepada siapapun dari sekalian makhluk-Nya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an. Karena Allah SWT. sebagaimana bentuknya saat diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad Saw. hingga mereka juga menghitung ayat-ayatnya --bahkan kata-katanya. Karena. yang diberikan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia. Al Qur'an adalah kitab Ilahi seratus persen: "(Inilah) suatu kitab yang ayatayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu. kecuali Al Qur'an. telah menjamin untuk memeliharanya. dan mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. didengarkan. suatu kitab. kecuali Al Qur'an ini. baik itu lelaki maupun perempuan.niscaya ia tidak akan menjawab! (Karena tidak paham bahasa Arab!. dan malah hurup-hurupnya--." ( Fushshilat: 41-42) Tidak ada di dunia ini. tidak ada tempat bagi akal untuk campur tangan." (Huud: 1) "Dan sesungguhnya Al Qur'an itu adalah kitab yang mulia.

"Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus. Atau seperti yang digarap oleh suatu ilmu khusus yang dikenal dengan "ilmu tajwid Al Qur'an". Materi 25 Al Qur’an Cahaya Allah menurunkan Al Qur'an untuk memberikan kepada manusia tujuan yang paling mulia." ( Al Maaidah: 15-16) Al Qur'an adalah "cahaya" yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. ikhfa (disamarkan) dan iqlab (dibalik). Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan. tidak ada suatu pemerintah muslim atau suatu organisasi ilmiah pun. meskipun metode dan kaidah penulisan telah berkembang jauh. seperti tertulis pada era khalifah Utsman bin Affan r.a. Seperti kata mana yang harus madd (panjang). Hingga rasam (metode penulisan) Al Qur'an. dan jalan yang paling lurus. dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya. di samping cahaya fithrah dan akal: "Cahaya di 49 Menuju Kembali Kepada Fitrah . kalimat-kalimat serta lafazhlafazhnya saja. dan kitab yang menerangkan. Hingga saat ini."(Al Israa: 9) "Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah. idgham (digabungkan). mana yang harus ghunnah (dengung). namun juga cara membaca dan makhraj hurup-hurupnya. masih tetap tertulis dan tercetak hingga saat ini. yang berani merubah metode penulisan Al Qur'an itu. media cetak. dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. izhhar (jelas). Al Qur'an tidak semata dijaga makna-makna. bagi Al Qur'an..Materi Kultum Ramadhan Kitab Suci Rabbnya semata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. koran dan lainnya yang ditulis dan dicetak. dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku bagi seluruh buku. meskipun ia tidak memahami apa yang ia baca dan ia hapal. karena ia tertulis dengan bukan bahasanya.

serta menambah jelas dan menambah petunjuk bagi orang yang telah mendapatkan petunjuk.Materi Kultum Ramadhan atas cahaya (berlapis-lapis). dalam banyak ayat. menolak syubhat (kesamaran)." (Al A'raaf: 157) Di antara karakteristik cahaya adalah: Dirinya sendiri telah jelas." (At Taghaabun: 8). Seperti diungkapkan oleh Al Bushiry dalam Lamiah-nya: "Maha Besar Allah. ia juga mendeskripsikan Taurat dengan kata yang lain: "Di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi). kemudian ia memperjelas yang lain." (An Nuur: 35). Dan berfirman kepada para sahabat Rasulullah Saw dengan firmanNya: "Dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an). Dan Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai cahaya. seperti dalam firman Allah SWT tentang Nabi 'Isa: "Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) . membongkar kebatilan-kebatilan." Seperti dalam firman Allah SWT: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)". dan dia adalah "cahaya yang istimewa". sesungguhnya agama Muhammad Dan kitab sucinya adalah kitab suci yang paling lurus dan paling teguh Jangan sebut kitab-kitab suci lainnya di depannya Karena. (Al Maaidah: 44) Demikian juga mendeskripsikan Injil seperti itu. menunjukkan jalan bagi orang-orang yang sedang kebingungan saat mereka gamang dalam menapaki jalan atau tidak memiliki petunjuk jalan. Hal itu karena Al Qur'an ini datang untuk membenarkan kitab-kitab suci yang telah turun sebelumnya. (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an)." (An Nisaa: 174) "Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur'an) yang telah Kami turunkan. ia akan memadamkan pelita-pelita". menjelaskan hakikat-hakikat." (Al Maidah: 46) Perbedaan dalam dua pengungkapan itu menunjukkan perbedaan antara Al Qur'an dengan kitab-kitab suci lainnya. Ia membuka hal-hal yang samar. saat mentari pagi telah bersinar. sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. Dan jika Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sebagai "cahaya". Seperti dalam firman Allah SWT: "Hai manusia. Yaitu yang berkaitan dengan pokokMenuju Kembali Kepada Fitrah 50 .

di antaranya: meluruskan kepercayaan-kepercayaan dan pola pandang manusia tentang Tuhan. Oleh karena itu harus dibuat rambu-rambu dan petunjuk yang mampu Menuju Kembali Kepada Fitrah 51 . membenarkan apa yang sebelumnya. Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran. kemuliaannya dan menjaga hak-haknya. Materi 26 Interaksi Dengan Al Qur’an Sebagai seorang Muslim kita berkewajiban untuk berlaku baik dan benar terhadap Al Qur’an dalam memahami dan menafsirkannya. saling memberi maaf dan tidak saling membenci secara fanatik. mengajak untuk menciptakan dunia manusia yang saling kenal mengenal dan tidak saling mengisolasi diri. dan balasan atas amal perbuatan. sebelum kitab-kitab itu dipalsukan dan diubah tangan manusia. serta meluruskan pola pandangan tentang manusia. membangun umat yang saleh. memahami rahasia-rahasianya. yaitu dengan mengoreksi dan meluruskan tambahantambahan dan perubahan-perubahan yang telah disisipkan oleh manusia dalam kitab-kitab itu. membersihkan jiwa manusia. Namun yang disayangkan. Al Qur'an juga mengungguli kitab-kitab suci sebelumnya. yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. yaitu dalam memahami dan menafsirkan Al Qur'an. serta untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan. yang dianugerahkan amanah untuk menjadi saksi bagi manusia. serta mengeksplorasi mutiara-mutiara terpendamnya. bukan dalam kejahatan dan permusuhan. dalam bidang ini telah terjadi kerancuan yang berbahaya. membentuk keluarga. membaca dan mendengarkannya." (Al Maaidah: 48) Al Qur'an juga mempunyai maksud dan tujuan diturunkanya. kenabian. Kita berkewajiban untuk memperlakukan Al Qur'an ini secara baik: dengan menghapal dan mengingatnya. Tidak ada yang lebih baik dari usaha kita untuk mengetahui kehendak Allah SWT terhadap kita. Dan Allah SWT menurunkan kitab-Nya agar kita mentadabburinya.Materi Kultum Ramadhan pokok aqidah dan akhlak. serta mentadabburi dan merenungkannya. Dan setiap orang berusaha sesuai dengan kadar kemampuannya. menghubungkan manusia dengan Rabbnya.

namun ia juga petunjuk itu. Mereka tidak mampu berinteraksi secara benar dengannya. Contoh terbaik hal itu adalah para sahabat. Kemudian datang generasi-generasi berikutnya.Materi Kultum Ramadhan menjaga dari kekeliruan dalam usaha ini. serta perlu diberikan peringatan tentang ranjau-ranjau yang menghadang di jalan. mengetahui tujuantujuannya. Inilah yang berusaha dilakukan buku ini dalam empat bab utamanya. karena ia adalah objek kita. Kita juga harus berlaku baik terhadap Al Qur'an dengan mengikuti petunjuknya. berlaku baik dalam mengimplementasikannya secara massive dalam kehidupan mereka. Melalui mereka itulah Allah SWT memberikan petunjuk kepada manusia. Al Qur'an telah merubah mereka dari perilaku-perilaku jahiliyah menuju kesucian Islam. membebaskan negeri-negeri.telah berinteraksi dengan baik terhadap Al Qur'an. yang menjadikan Al Qur'an terlupakan. serta peradaban ilmu dan iman. Kehidupan mereka telah diubah oleh Al Quran dengan amat drastis dan revolusioner. serta petunjuk dalam berdakwah kepada Allah SWT.pada Al Qur'an itu sendiri. Di antara merek ada yang beriman dengan sebagiannya. yang dapat berakibat patal jika dilanggar." (Al Jumu'ah: 5). untuk selanjutnya murid-murid generasi berikutnya mengikuti murid-murid para sahabat itu dengan baik pula. dalam bidang-bidang kehidupan yang beragam. memberikan kedudukan bagi mereka di atas bumi. mereka menghapal hurup-hurupnya. Mereka berlaku baik dalam memahaminya. Tidak selayaknya umat Al Qur'an mengalami hal yang sama yang pernah terjadi dengan umat Taurat. serta berlaku baik pula dalam mendakwahkannya. dengan bertumpu --terutama-. yang diungkapkan oleh Al Qur'an dalam firman-Nya: "Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Kemudian mereka diikuti oleh murid-murid mereka dengan baik. tidak menganggap besar apa yang dinilai besar oleh Al Qur'an serta tidak menganggap kecil apa yang dinilai kecil oleh Al Qur'an. Ia adalah manhaj bagi kehidupan individu. namun tidak memperhatikan ajaran-ajarannya. dan mengeluarkan mereka dari kegelapan ke dalam cahaya. mengerjakan ajarannya. undang-undang bagi aturan politik. menghukum dengan syari'atnya serta mengajak manusia mengikuti petunjuknya. namun kafir dengan sebagiannya lagi. sehingga mereka kemudian mendirikan negara yang adil dan baik. Umat kita pada abad-abad pertama --yang merupakan abad-abad yang paling utama-. seperti yang dilakukan oleh Bani Menuju Kembali Kepada Fitrah 52 . tidak memprioritaskan apa yang menjadi prioritas Al Qur'an.

seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT. harkat dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 53 ." (Al An'aam: 155) Tidak ada jalan untuk membangkitkan umat dari kelemahan. Mereka tidak mampu berinteraksi secara baik dengan Al Qur'an.” (Al Anbiya’: 107) Diantara wujud kesempurnaan agama Islam sebagai rahmatal lil’alamin. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengkhabarkan di dalam firman-Nya (artinya): “Tidaklah Aku mengutusmu melainkan sebagai rahmatal lil’alamin. Dengan menjadikannya sebagai panutan dan imam yang diikuti. ketertinggalan dan keterpecah-belahan mereka selain dari kembali kepada Al Qur'an ini. Kesempurnaan Islam ini menunjukkan bahwa syariat yang dibawa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam itu adalah rahmatal lil’alamin. namun mereka lupa bahwa keberkahan itu terdapat dalam mengikut dan menjalankan hukum-hukumnya. memelihara dan menjunjung tinggi kehormatan. Meskipun mereka mengambil berkah dengan membawanya serta menghias dinding-dinding rumah mereka dengan ayat-ayat Al Qur'an. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. harga diri. Dan cukuplah Al Qur'an sebagai petunjuk: "Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?.Materi Kultum Ramadhan Israel sebelum mereka terhadap kitab suci mereka. Seperti difirmankan oleh Allah SWT: "Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati." (An Nisaa: 122) Materi 27 Bahaya Rumor/Ghibah (Bagian Pertama): Pengertian Ghibah Islam merupakan agama sempurna yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam. adalah Islam benar-benar agama yang dapat menjaga.

Kehormatan dan harga diri merupakan perkara yang prinsipil bagi setiap manusia. sehingga sering terjadi dan terkadang di luar kesadaran. Sebaliknya selain para Nabi dan Rasul termasuk kita tidak lepas dari kekurangan dan kelemahan. padahal akibatnya cukup besar dan membahayakan. Karena tidak ada seorang pun yang sempurna dan ma’shum (terjaga dari kesalahan) kecuali para Nabi dan Rasul. membuka. sedangkan jika itu tidak benar maka engkau telah membuat kedustaan atasnya. jika yang engkau sebutkan tadi benar-benar ada pada saudaramu sungguh engkau telah berbuat ghibah. Al Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Ia tidak rela untuk disingkap aib-aibnya atau pun dibeberkan kejelekannya. atau pun merusak kehormatan saudaranya seiman. Karena dengan perbuatan ini akan tersingkap dan tersebar aib seseorang. 2564) Hadits di atas menjelaskan tentang eratnya hubungan persaudaraan dan kasih sayang sesama muslim. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Setiap muslim terhadap muslim lainnya diharamkan darahnya.” (H. dan membongkar aib saudaranya dengan maksud jelek. Demikian pula setiap muslim diharamkan melakukan perbuatan yang dapat menjatuhkan.Materi Kultum Ramadhan martabat manusia secara adil dan sempurna. yaitu ghibah (menggunjing). Tahukah anda apa itu ghibah? Sesungguhnya kata ini tidak asing lagi bagi kita. sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apakah kalian mengetahui apa itu ghibah? Para shahabat berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. dan juga hartanya. Ghibah ini erat kaitannya dengan perbuatan lisan. Ghibah adalah menyebutkan. Setiap orang pasti berusaha untuk menjaga dan mengangkat harkat dan martabatnya. Bahwa setiap muslim diharamkan menumpahkan darah (membunuh) dan merampas harta saudaranya seiman. kehormatannya.” Kemudian beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Engkau menyebutkan sesuatu yang ada pada saudaramu yang dia membecinya. meremehkan. yang akan menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya. Suatu fenomena yang lumrah terjadi di masyarakat kita dan cenderung disepelekan.R Muslim no. Karena hal ini dapat menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya di hadapan orang lain.” Menuju Kembali Kepada Fitrah 54 .

karena ayat ini sebagai peringatan agar menjauh/lari (dari perbuatan yang kotor ini -pent). demikian pula hal itu dibenci dalam syari’at.Materi Kultum Ramadhan Di dalam Al Qur’anul Karim Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat mencela perbuatan ghibah. Tentunya itu perkara yang kalian benci dalam tabi’at. aku melewati suatu kaum yang kuku-kukunya dari tembaga dalam keadaan Menuju Kembali Kepada Fitrah 55 . Abu Dawud 4875 dan lainnya) Asy Syaikh Salim bin Ied Al Hilali berkata: “Dapat merubah rasa dan aroma air laut. Menggambarkan keburukan bentuk tubuh seseorang Suatu hari Aisyah radhiyallahu’anha pernah berkata kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tentang Shafiyyah bahwa dia adalah wanita yang pendek.R. disebabkan betapa busuk dan kotornya perbutan ghibah. Sesungguhnya ancamannya lebih dahsyat dari permisalan itu.” (H. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku mi’raj (naik di langit). ” (Lihat Mishbahul Munir) Materi 28 Bahaya Ghibah (Bagian Kedua): Kriteria Ghibah 1. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan orang yang berbuat ghibah seperti orang yang memakan bangkai saudaranya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Pengasih. sebagaimana firman-Nya (artinya): “Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kalian menggunjing (ghibah) kepada sebagian yang lainnya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala … (pada ayat di atas). Apakah kalian suka salah seorang diantara kalian memakan daging saudaramu yang sudah mati? Maka tentulah kalian membencinya. Maka beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh engkau telah berkata dengan suatu kalimat yang kalau seandainya dicampur dengan air laut niscaya akan merubah air laut itu.” (Lihat Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhush Shalihin 3/25) 2. Dan bertaqwalah kalian kepada Allah. Hal ini menunjukkan suatu peringatan keras dari perbuatan tersebut.” (Al Hujurat: 12) Al Imam Ibnu Katsir Asy Syafi’i berkata dalam tafsirnya: “Sungguh telah disebutkan (dalam beberapa hadits) tentang ghibah dalam konteks celaan yang menghinakan. Membicarakan keburukan orang lain Dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu’anhu.

Namun Al Hafizh Ibnu Hajar menguatkan bahwa ghibah ini khusus di luar sepengetahuannya. 32) 3. justru kamu lalai Dengan aib yang ada pada dirimu. Barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim niscaya Allah akan mencari aibnya. lihat Nashihati linnisaa’ hal. Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkata: ‘Apakah kalian tahu bau apa ini? (Ketahuilah) bau busuk ini berasal dari orang-orang yang berbuat ghibah. Barang siapa yang Allah mencari aibnya niscaya Allah akan menyingkapnya walaupun di dalam rumahnya.” (H. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Menuju Kembali Kepada Fitrah 56 . Dari shahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu. yang seharusnya setiap muslim untuk selalu berusaha menghindar dan menjauh dari perbuatan tersebut. beliau berkata: “Suatu ketika kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mencium bau bangkai yang busuk.” (Fathul Bari 10/470 dan Subulus Salam hadits no. janganlah kalian menjelek-jelekkannya. Mendengar pembicaraan ghibah tapi tidak melarangnya Demikian pula bagi siapa yang mendengar dan ridha dengan perbuatan ghibah maka hal tersebut juga dilarang. yaitu mencakup penyebutan aib dihadapan orang tersebut atau diluar sepengetahuannya. Semestinya dia tidak ridha melihat saudaranya dibeberkan aibnya. 29) 4. Membicarakan sesuatu yang tidak disukai saudaranya Konteks dalam hadits: “Engkau menyebutkan sesuatu pada saudaramu yang dia membecinya. Abu Dawud no. janganlah kalian mencari-cari aibnya. 1583. Asy Syaikh Al Qahthani dalam kitab Nuniyyah hal.” Hadits di tersebut secara zhahir mengandung makna yang umum. 39 berkata: Janganlah kamu tersibukkan dengan aib orang lain.R. Abu Dawud no. 48664967) Dari ancaman yang terkandung dalam ayat dan hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa perbuatan ghibah ini termasuk perbuatan dosa besar.R. tapi hal itu termasuk perbuatan mencela dan menghina. 4878 dan lainnya). Yang dimaksud dengan ‘memakan daging-daging manusia’ dalam hadits ini adalah berbuat ghibah (menggunjing).” (H. janganlah kalian mengganggu kaum muslimin.Materi Kultum Ramadhan mencakar wajah-wajah dan dada-dadanya. bahwa beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya yang belum sampai ke dalam hatinya. sebagaimana asal kata ghibah (yaitu dari kata ghaib yang artinya tersembunyi-pent) yang ditegaskan oleh ahli bahasa. Dari shahabat Ibnu Umar radhiyallahu’anhu. Kemudia Al Hafizh berkata: “Tentunya membeberkan aib di hadapannya itu merupakan perbuatan yang haram. Ahmad 3/351) Dari shahabat Sa’id bin Zaid radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar (dalam riwayat lain: termasuk dari sebesar besarnya dosa besar) adalah memperpanjang dalam membeberkan aib saudaranya muslim tanpa alasan yang benar. sesungguhnya itu dua keaiban (Lihat Nashihati linnisaa’ hal.” (H. Lalu aku bertanya: “Siapakah mereka itu wahai malaikat Jibril?” Malaikat Jibril menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia dan merusak kehormatannya.R.R. sebagaimana permisalan pada surat Al Hujurat ayat: 12.” (H. At Tirmidzi dan lainnya) Dari shahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu.

Menuju Kembali Kepada Fitrah 57 . Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif. Kalau sekiranya ia tidak mampu menasehati atau mencegahnya dengan cara yang baik. yang demikian ini selemahlemahnya iman. At Tirmidzi no.” (H. Karena itu kita selalu berdo’a dan meminta orang lain mendo’akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. semoga kesejahteraan atas dirimu. Secara harfiyah. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan hatinya. Bertaubat dari Ghibah Lalu bagaimana cara bertaubat dari perbuatan ghibah? Apakah wajib baginya untuk memberi tahu kepada yang dighibahi? Sebagian para ulama’ berpendapat wajib baginya untuk memberi tahu kepadanya dan meminta ma’af darinya. Semestinya ia menasehatinya. Insyaallah pendapat terakhir lebih mendekati kebenaran. bukan justru ikut larut dalam perbuatan tersebut.Materi Kultum Ramadhan “Barang siapa yang mencegah terbukanya aib saudaranya niscaya Allah akan mencegah wajahnya dari api neraka pada hari kiamat nanti.” (Al Qashash: 55) Dari shahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu.R. berkah berarti an nama’ waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah. Bisa jadi orang yang dighibahi itu justru marah yang bisa meruncing pada percekcokan dan bahkan perkelahian. kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil. (Lihat Nashiihatii linnisaa’: 31) Materi 29 Menggapai Keberkahan Hidup Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. dan mereka berkata: “Bagi kami amalamal kami dan bagimu amal-amalmu. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan lisannya. ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Misalnya mengambil harta orang lain tanpa alasan yang benar maka dia pun wajib mengembalikannya. Pendapat ini ada sisi benarnya jika dikaitkan dengan hak seorang manusia. mereka berpaling darinya. maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu. Oleh karena itu sebagian para ulama lainnya berpendapat tidak perlu ia memberi tahukan kepada yang dighibahi tapi wajib baginya beristighfar (memohan ampunan) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyebutkan kebaikan-kebaikan orang yang dighibahi itu di tempat-tempat yang pernah ia berbuat ghibah kepadanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya): “Dan orang-orang yang beriman itu bila¬ mendengar perkataan yang tidak bermanfaat. maka hendaknya ia pergi dan menghindar darinya. tentunya hal ini pun dilarang dalam agama. justru bila ia memberi tahu kepada yang dighibahi dikhawatirkan akan terjadi mudharat yang lebih besar. Tetapi dari sisi lain. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang melihat kemungkaran hendaknya dia mengingkarinya dengan tangan. 1931 dan lainnya) Demikian juga semestinya ia tidak ridha melihat saudaranya terjatuh dalam kemaksiatan yaitu berbuat ghibah.” (Muttafaqun ‘alaihi) Namun bila ia ikut larut dalam perbuatan ghibah ini berarti ia pun ridha terhadap kemaksiatan.

Disilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya. Para malaikat itu berkata: "Apakahkamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya. keberkahan dalam soal makanan yakni makanan yang halal dan thayyib. bahkan tidak hanya Ismail yang shaleh. Generasi yang shaleh adalah yang kuat imannya. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang kelahiran Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’kub. Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan. Pertama. berkah dalam keturunan. Allah SWT hanya akan memberi keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. apalagi terwujudnya generasi yang berkualitas memang dambaan setiap manusia. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. Di dalam Al. Bentuk Keberkahan Secara umum.Materi Kultum Ramadhan Namun. Janji Allah SWT untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firman-Nya yang artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa. luas ilmunya dan banyak amal shalehnya. maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik. dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. dicurahkan atas kamu. sehat dan cerdas. hal ini karena ulama ahli tafsir. Kelangsungan Islam dan umat Islam salah satu faktornya adalah adanya topangan dari generasi yang shaleh. Apabila manusia. Keberkahan semacam ini telah diperoleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang ketika usia mereka sudah begitu tua ternyata masih dikaruniai anak. Kedua. Ternyata. rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS 7:96). misalnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari langit dan bumi sebagaimana yang disebutkan dalam firman surat Al A’raf: 96 di atas adalah rizki yang diantara rizki itu adalah makanan. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Yang dimaksud makanan yang halal adalah disamping halal jenisnya juga halal dalam mendapatkannya. Generasi semacam itu juga memiliki jasmani yang kuat. ini merupakan sesuatu yang amat penting. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh". sehingga bagi orang yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 58 . keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman bisa kita bagi kedalam tiga bentuk. padahal aku adalah perempuan seorang perempuan tua. Allah Swt tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah" (QS 11:71-73). memiliki kemandirian termasuk dalam soal harta dan bisa menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. yakni dengan lahirnya generasi yang shaleh. tapi juga Ishak dan Ya’kub.Qur’an keberkahan semacam ini diceritakan oleh Allah yang artinya: “Dan isterinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah Swt. apakah aku aka melairkan anak. hai ahlul bait.

Materi Kultum Ramadhan diberkahi Allah. Allah Swt berfirman yang artinya: “Hai anak Adam. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (7:31). dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya (QS 5:88). dan penciptaan laki-laki dan perempuan. bagi seorang muslim yang diberkahi Allah. ada dua faktor yang menjadi kunci keberkahan itu. dia tidak akan menghalalkan segala cara dalam memperoleh nafkah. pakailah pakaianmu yang indak di setiap memasuki masjid. Allah berfirman yang artinya: Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rizkikan kepadamu.” (92:1-7). yakni 24 jam setiap harinya. meskipun sudah halal dan thayyib. maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. memperluas ilmu maupun memperbanyak amal yang shaleh. Sekurang-kurangnya. waktu digunakan untuk bisa membuktikan pengabdiannya kepada Allah Swt. baik dalam bentuk mencari harta. 1. makanan itu harus dimakan sewajarnya atau secukupnya. hal ini karena Allah sangat melarang manusia berlebih-lebihan dalam makan maupun minum. yakni yang sehat dan bergizi sehingga makanan yang halal dan tayyib itu tidak hanya mengenyangkan tapi juga dapat menghasilkan tenaga yang kuat untuk selanjutnya dengan tenaga yang kuat itu digunakan untuk melaksanakan dan menegakkan nilai-nilai kebaikan sebagai bukti dari ketaqwaannya kepada Allah Swt. dan siang apabila terang benderang. tapi bagi orang yang diberkahi Allah maka dia bisa memanfaatkan waktu yang 24 jam itu semaksimal mungkin sehingga pencapaian sesuatu yang baik ditempuh dengan penggunaan waktu yang efisien. makanan yang diberkahi juga adalah yang thayyib. Allah berfirman yang artinya: “Demi masa. keberkahan dari Allah untuk kita merupakan sesuatu yang amat penting. karena salah satu karakteristik waktu adalah tidak akan bisa kembali lagi bila sudah berlalu. Materi 30 Kunci Keberkahan Sebagai seorang muslim. Karena itu. agar apa yang dimakan juga membawa keberkahan yang lebih banyak lagi. ada kunci yang harus kita miliki dan usahakan dalam hidup ini. Allah berfirman yang artinya: “Demi malam apabila menutupi. karena itu Allah menganugerahi kepada kita waktu. Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (harta di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga). Ketiga. Di samping itu. Iman dan Taqwa Yang Benar Menuju Kembali Kepada Fitrah 59 . Karena itu. makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Karena itu. berkah dalam soal waktu yang cukup tersedia dan dimanfaatkannya untuk kebaikan. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS 103:1-3). meskipun dalam berbagai bentuk usaha yang berbeda. baik siang maupun malam dalam jumlah yang sama.

selanjutnya bisa dan suka membaca serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. maka semakin besar keberkahan yang Allah berikan kepada kita. Semakin mantap iman dan taqwa yang kita miliki. yakni dalam bentuk memantapkan iman dan taqwa serta selalu menjadikan Al. masyarakat maupun bangsa. Salah satu ayat yang amat menekankan peningkatan taqwa kepada orang yang beriman adalah firman Allah yang artinya: Hai orang-orang yang beriman. Materi Tambahan Halal Bi Halal Sebenarnyalah istilah Halalbihalal tidak dikenal oleh kalangan bangsa Arab. Karena itu menjadi keharusan kita bersama untuk terus memperkokoh iman dan taqwa kepada Allah Swt. lihat juga QS 38:29. dalam keadaan sendiri maupun bersama orang lain. Berpedoman kepada Al-Qur’an Al-Qur’an merupakan sumber keberkahan sehingga apabila kita menjalankan pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan berpedoman kepadanya dalam berbagai aspek kehidupan. sudah dikemukakan bahwa Allah akan menganugerahkan keberkahan kepada hamba-hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Karena harus kita jalankan dan pedomani dalam kehidupan ini. nicaya kita akan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. Keimanan dan ketaqwaan yang benar selalu ditunjukkan oleh seorang mu’min dalam bentuk melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. baik dalam keadaan senang maupun susah. tidak pula ada pada zaman Nabi saw. memperolehnya harus dengan berdo’a dan berusaha yang sungguh-sungguh. Justru ‘halalbihalal’ masuk dan diserap Bahasa Indonesia dan diartikan sebagai “hal maaf-memaafkan Menuju Kembali Kepada Fitrah 60 . keberkahan dari Allah yang kita dambakan itu. baik menyangkut aspek pribadi. keluarga. Karenanya. Maka mengapakah kamu mengingkarinya? (QS 21:50. Akhirnya menjadi jelas bagi kita bahwa. 2.6:155). dan para sahabat. bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenarbenar taqwa dan jangan sampai kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri/muslim (QS 3:102).Materi Kultum Ramadhan Di dalam ayat di atas. Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah kami turunkan.Qur’an sebagai pedoman dalam hidup ini. maka setiap kita harus mengimani kebenaran Al-Qur’an bahwa dia merupakan wahyu dari Allah Swt sehingga tidak akan kita temukan kelemahan dari Al-Qur’an. Tegasnya keimanan dan ketaqwaan itu dibuktikan dalam situasi dan kondisi yang bagaimananpun juga dan dimanapun dia berada. kamus bahasa Arab juga tak mengenal istilah itu.

2. biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium. falyatahallal. tetapi juga harus mengembalikan hak saudaranya yang telah ia langgar. ketika pada ramadhan kita memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah (hablun minallah). Yakni bahwa ketika kita membuat kesalahan pada seseorang. Ada pula yang mengartikan ‘pada hari ini (juga)’. maka hendaklah ia meminta halal hal tersebut dari saudaranya itu pada hari ini. yakni ‘memaafkan kesalahan manusia. Acara ini kemudian berkembang menjadi sangat bervariasi ragam bentuk dan acaranya hingga saat ini. hendaknya kita meminta halal kepadanya hari ini juga. yakni pada hari ini. para ulama mendasarkan juga pada QS.” Para ulama kita terdahulu mendasarkan kegiatan halal bihalal tersebut pada sebuah hadits shahih dari Imam Bukhari seperti di bawah ini: Artinya: “Barangsiapa yang berbuat kezhaliman (kesalahan) kepada saudaranya sehingga merendahkan derajatnya. hendaknya dikembalikan. jangan ditunda-tunda. Rasulullah saw.’ Karena itu. yang kemudian diArab-kan menjadi ‘halal-bi-halal’.Materi Kultum Ramadhan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan. maka terjadilah ‘halal-halalan’. dsb) oleh sekelompok orang dan merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia. saling meminta halal atas kesalahan kita masing-masing. yakni meminta halal. yang khas Indonesia. Ketika orang saling meminta halal. Jika itu berupa barang. aula. mengucapkan hadits itu saat hari raya Idul Fitri. bahwa al-yauma itu tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. al-yauma. Menuju Kembali Kepada Fitrah 61 . itu berarti bukan sekedar meminta maaf. Halal dengan halal. yakni dengan cara saling memaafkan.” Ada dua hal yang perlu digarisbawahi di sini: 1. karena menurut sebagian riwayat. Maka jadilah tradisi halalbihalal sebagaimana berkembang seperti sekarang ini. ‘Hari ini’ yang dimaksud tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. maka ketika Syawal tiba saatnya kita melengkapinya dengan memperbaiki hubungan horisontal dengan sesama manusia (hablun minannas). Al-Baqarah: 133-134. bahwa ciri orang yang bertakwa (sebagai output dari ibadah ramadhan) salah satunya adalah al-kaazhimiinal gaidh. Mengapa halalbihalal dilaksanakan pada Syawal selepas Ramadhan? Selain dasar hadits tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful