Materi Kultum Ramadhan

Materi I Merajut Pakaian Taqwa Pada hakekatnya, pakaian adalah segala yang “melekat” di badan ini; entah baju, celana, segala aksesoris yang “melekat” lainnya, termasuk perhiasan. Selaras dengan pengertian ini, bahkan Allah membahasakan suami sebagai “pakaian” dari istri; dan istri adalah “pakaian” dari suami (Q.S. Al-Baqarah: 187: hunna libaasul lakum wa antum libaasun lahunna). Mungkin karena suami dan istri pun “melekat” satu sama lain, hingga mereka tak ubahnya seperti pakaian. Setidaknya ada 3 macam fungsi pakaian yang disebut di dalam AlQur’an. Pertama, pakaian sebagai penutup aurat (Q.S. An-Nuur: 58 dan Al-A’raf: 26). Kedua, pakaian sebagai perhiasan (Q.S. Al-A’raf: 26). Dan ketiga, pakaian sebagai pelindung, yakni dari panas dan hujan, juga dari serangan musuh (Q.S. An-Nahl:81). Tak kurang dari 20 ayat ditemukan di dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang pakaian. Entah memakai bahasa “libaasun”, “kiswatun”, “saraabil”, maupun “tsiyab”. Namun, semuanya berbicara tentang pakaian lahiriah. Pakaian dunia. Hanya ada satu yang menyebutkan tentang pakaian ruhani. Pakaian ruhani adalah sebenar-benar pakaian, yang menunjukkan baik buruknya seseorang. Meski seseorang mengenakan pakaian lahiriah yang mewah dan mahal, tetapi jika pakaian ruhaninya rusak, jelek, terhina, maka dirinya akan terhina pula. Pakaian lahiriahnya tidak bermanfaat apa-apa. Pakaian lahiriahnya tak bisa melindungi kejelekannya. Mungkin ia akan mulia dalam pandangan manusia, tetapi tidak dalam pandangan Allah. Apakah pakaian ruhani yang dimaksud? sebagai pakaian taqwa (libaasut taqwa). “Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan mereka selalu ingat.” (Q.S. Al-A’raf: 26). Al-Qur’an menyebutnya Sebagaimana firmannya, Yang demikian itu adalah Allah, mudah-mudahan

Tentang taqwa, imam Ali karramallahu wajhah berkata: ِ ْ ِ ّ ِ ْ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ ِ ْ َ ِ ِ ْ ْ َ ِ ُ َ َ ْ َ ِ ْ َِ ْ َ ِ ُ ْ َ ْ َ ‫الخوف من الجليل و العمل بالتنزيل و الستعداد ليوم الرحيل‬ (Takut kepada Zat Yang Mahaagung; mengamalkan apa yang diturunkan (al-Qur’an); dan menyiapkan diri untuk menyambut datangnya hari yang kekal [akhirat]).

Menuju Kembali Kepada Fitrah

1

Materi Kultum Ramadhan
Ramadan adalah hari-hari dimana kita memintal benang-benang pakaian takwa itu. Hari demi hari kita memintalnya, dengan harapan pada akhir Ramadan, hari kemenangan Idul Fitri, pakaian itu telah sempurnalah sudah dan bisa kita kenakan di hari yang berbahagia itu. Bukan untuk dipakai sekali, setelah itu dilepas kembali. Bukan. Tetapi, pakaian takwa itu seharusnya kita pakai seterusnya sampai tiba kembali Ramadan berikutnya, dimana kita akan memeriksa pakaian takwa itu kembali barangkali ada lubang, kotor, sobek dsb yang perlu kita cuci, jahit dan rajut kembali. Bagaimana kita merajutnya? Barangkali di sinilah relevannya sabda Nabi Saw., “Jika datang bulan Ramadan, maka dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu semua syaitan.” (muttafaq ‘alaih). Semua tidak lain sebagai motivasi buat kita untuk memperbanyak amal kebaikan kita. Mumpung kesempatan itu dibuka lebar-lebar oleh Allah. Allah sedang membuka “Big Sale”. Obral besar-besaran. Tarawih, tadarus, sadaqah, membayar zakat, menolong orang, memberi ta’jil orang berbuka puasa, menghentikan menggunjing orang. Semuanya adalah jalan-jalan kebaikan; jalan-jalan merajut pakaian takwa kita.

Menuju Kembali Kepada Fitrah

2

Materi Kultum Ramadhan
Materi 2 Hakikat Ramadhan Sudah berapa kali kita berjumpa Ramadhan? Bagaimana kita memaknai Ramadhan selama ini? Apakah kita biasa melaluinya begitu saja? Ataukah kita menjalaninya dengan biasa-biasa saja? Ataukah kita benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkannya untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik lagi? Jika kita ingin benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkan Ramadhan, tidak bisa tidak kita harus memahami hakikat Ramadhan. Berikut ini beberapa makna dan hakikatnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Bercermin Diri (Syahrul Muhasabah) Seberapa bersemangat dan seberapa mampu kita memanfaatkan Ramadhan pada setiap menit dan detiknya, merupakan indikasi ketaqwaan kita kepada Allah. Dari sini kita bisa menilai diri kita, apakah kita termasuk hamba Allah yang dzalimun linafsihi (masih suka menganiaya diri sendiri), atau yang muqtashid (yang pas-pasan saja), ataukah yang sabiqun bil khairat (yang bergegas dalam melaksanakan berbagai kebaikan). Disamping itu, Ramadhan juga merupakan sarana yang sangat tepat bagi kita untuk bercermin diri. Sebuah hadits muttafaq ‘alaih menyatakan bahwa selama bulan Ramadhan syetan-syetan dibelenggu. Nah, jika syetan-syetan telah dibelenggu tetapi kita masih saja melakukan dosa dan kemaksiatan maka seperti itulah diri kita yang sebenarnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Limpahan Rahmat (Syahrur Rahmah) Rasulullah bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas kamu berpuasa di bulan ini … Barangsiapa tidak mendapat bagian kebaikannya, maka sungguh berarti ia telah dijauhkan dari rahmat Allah.” Pada bulan Ramadhan, Allah mencurahkan segenap rahmat-Nya melebihi pada bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini, Allah melipatgandakan pahala amal kebaikan, memberikan semangat ketaatan kepada hamba-hamba-Nya, dan bahkan memberikan bonus satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadr. Karena itu, rugilah kita jika selama bulan ini kita tidak memanfaatkan limpahan rahmat Allah yang sedemikian besar. Bulan Ramadhan adalah Bulan Taubat (Syahrut Taubah) Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan

Menuju Kembali Kepada Fitrah

3

Rasulullah bersabda. Rasulullah selalu melakukan tadarrus Al-Qur’an bersama malaikat Jibril. shalat tarawih) pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah. Kita telah merasakan bagaimana rasanya kelaparan dan kehausan. mengamalkannya. hati. “Barangsiapa berdiri (menegakkan shalat malam. Pada setiap bulan ini. Di bulan ini kita sangat dianjurkan untuk banyak berinfak dan bersedekah. Interaksi ini meliputi banyak hal: membacanya. Semuanya harus kita puasakan dari berbagai bentuk dosa dan kemaksiatan. Sebuah riwayat menyatakan bahwa kedermawanan beliau di bulan Ramadhan sampai menyerupai angin yang bertiup. Beliau ingin memberikan teladan kepada kita semua agar kita berinteraksi seakrab mungkin dengan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Lebih dari itu. Menuju Kembali Kepada Fitrah 4 . lidah.Materi Kultum Ramadhan diampuni. dengan cara berinfaq dan bersedekah kepada mereka. maka dosa-dosanya yeng telah lalu akan diampuni. Harapan kita.” Jadi. Bulan Ramadhan adalah Bulan Infaq dan Sedekah (Syahrul Infaq wash Shadaqah) Ramadhan bukan hanya kesempatan untuk beribadah secara vertikal saja. mata. yakni mempuasakan seluruh anggota tubuh kita: akal pikiran. apa lagi yang kita tunggu. Ia juga kesempatan emas untuk beribadah secara horisontal. agar Ramadhan ini dapat menjadi penghapus dosa-dosa kita. tangan. dan mendakwahkannya. dan anggotaanggota tubuh kita yang lainnya. puasa yang sejati adalah puasa yang bersifat total. kaki. Sudah semestinya kita kemudian mampu berempati kepada mereka yang selama ini biasa kelaparan dan kehausan.” Bulan Ramadhan adalah Bulan Al-Qur’an (Syahrul Qur’an) Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. telinga. Bulan Ramadhan adalah Bulan Puasa (Syahrush Shiyam) Puasa yang sejati tidaklah cukup hanya dengan meninggalkan makan. memahami maknanya.” Beliau juga bersabda.” Beliau bahkan berkata. maka sekali-kali Allah tidak butuh dengan puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum saja. “Barangsiapa berpuasa lalu tidak berkata-kata buruk dan tidak mengumpat maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ia dilahirkan oleh ibunya. Demikianlah beberapa makna dan hakikat Ramadhan. Jika kita telah memahaminya maka selanjutnya kita harus bergegas untuk mengimplementasikannya dalam hari-hari Ramadhan kita. minum dan hubungan suami isteri pada siang hari. melakukan berbagai kebaikan kepada sesama. Akan lebih baik lagi jika kita juga berusaha untuk menghafalnya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan yang keji. Demikianlah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Mari kita banyak-banyak beribadah dan memohon ampunan kepada Allah.

bulan Ramadhan tetap menjadi bulan konfrontasi militer penting bagi kaum muslimin. Untuk beberapa alasan. Dia tidak menyembah materi apa pun dalam kehidupannya. semata. keluarga. Seorang Mujahid dengan bersungguh-sungguh memberikan semua apa pun miliknya di dunia. yang pertama adalah Perang Badar yang terjadi di tahun kedua setelah hijrah. mereka masih lebih mementingkan pekerjaan. Jihad adalah aktualisasi dari ibadah seorang muslim untuk membuktikan tidak ada kecintaan baginya kecuali hanya Allah SWT saja. kesehatan. selain Allah SWT. dan segala sesuatu yang merupakan kenikmatan dunia. rajanya bulan. Salah satu jalan untuk mencapai tingkat ketulusan ibadah tersebut adalah taqwa. Selama kehidupan Rasulullah saw. dengan upaya sekuat tenaga untuk menggapai Ridho Ilahi. termasuk hidupnya. sebagaimana sabdanya. “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan. Bahkan. ini merupakan bukti bahwa dia sungguhsungguh ikhlas beribadah hanya kepada Allah SWT. dua buah peperangan terjadi di bulan Ramadhan. keinginannya. Dia tidak memiliki keinginan lain. banyak muslim tidak mampu melakukan keikhlasan dalam beribadah tersebut. selalu memotivasi para sahabat dengan kabar gembira akan datangnya Ramadhan. setelah kehidupan Rasulullah SAW. sambut dan hormatilah Ramadhan.” Lintasan sejarah Islam berbicara. sebagaimana firman Allah SWT. Allah SWT sajalah yang mengetahui hikmah itu semua dan memberikan indikasi dan tanda-tanda tersebut. Tentunya. dan semua semata-mata ditujukan untuk menggapai keridloan-Nya. yakni kaitan antara Ramadhan dan jihad kepada kaum muslimin. terdapat hubungan yang penting antara jihad dan Ramadhan. Materi 3 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Pertama): Memahami Makna Jihad Rasulullah SAW. Beberapa kejadian penting yang berhubungan antara bulan Ramadhan dan jihad terus terjadi dalam kehidupan bersejarah kaum muslimin.. Rasulullah SAW. Untuk memahami lebih dalam hubungan ini maka seseorang haruslah memahami esensi jihad sebaik dia memahami esensi shaum. dan yang kedua Penaklukan Mekkah (futuh Makkah) sekitar 6 tahun kemudian. la’allakum tattaqun. Menuju Kembali Kepada Fitrah 5 . Mereka masih membutuhkan atau mengharapkan sesuatu yang lain meskipun mereka tahu bahwa mereka adalah hamba Allah SWT. Allah SWT yang paling mengetahui hikmah yang besar mengapa bulan Ramadhan begitu memiliki kaitan erat dengan jihad. Pastinya.Materi Kultum Ramadhan keluar dari Ramadhan kita telah menjadi pribadi yang jauh lebih bertaqwa. Inilah tujuan seorang Mujahid dan tidak ada selain itu.

di sinilah rahasianya mengapa Rasulullah senantiasa menanti bulan Ramadhan. Dengan keistimewaan ini. Ramadhan Bulan Istimewa. pada bulan ini umat Islam mendapatkan panen pahala karena ada malam yang lebih baik dari seribu bulan.). amalan puasa adalah ibadah istimewa dan berpahala istimewa yang mampu meningkatkan ketakwaan dan menepis semua bentuk kemunkaran dan maksiat. Yang wajib dilipatgandakan 70 kali dan yang sunnah disamakan dengan pahala amalan wajib. sehingga berdoa. dosa umat Islam terbakar oleh banyaknya pahala amalan kebajikan yang diraih pada bulan Ramadhan. yaitu lailatul qadar. Selain dari pada itu. Pada bulan itu semua pintu neraka terbuka lebar dan semua pintu neraka Jahim tertutup rapat serta syetan-syetanpun dibelenggu. maksudnya bahwa orang yang berpuasa berkesempatan besar untuk masuk surga dan jauh dari Menuju Kembali Kepada Fitrah 6 .” (QS 2 : 183) Materi 4 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Kedua) 1. Di antara isi khutbahnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan An Nasa’i adalah sebagai berikut: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan. “Allahumma baarik lanaa fi Rajaba wa Sya’baan wa ballighnaa Ramadlan” (Ya Allah berkati kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan antarkan kami sampai ke bulan Ramadhan. dan ketiga. dilipatgandakannya pahala semua amalan muslim dan muslimah. Ramadhan adalah bulan kesempatan umat Islam untuk membakar dosa lebih intensif dibandingkan dengan bulan lain. Di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Kedua. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya. penuh berkah. Beliau senantiasa berkhutbah ketika menyambut awal Ramadhan. Barangkali. maka sesungguhnya orang yang tidak beramal kebaikan pada bulan ini sungguh amat merugi. Mengapa membakar dosa? Pertama.” Konotasi “pintu-pintu surga terbuka lebar dan pintu neraka tertutup rapat dan syetan-syetanpun dibelenggu”. Allah mewajibkan atas kamu puasa di bulan itu.Materi Kultum Ramadhan “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.

Kedua: Mempertahankan dakwah Islamiyah dan ajaran-ajaran Ilahi sekaligus melindungi para pembawa panji-panjinya. baik di kala jaga atau tidur. Jihad yang disyariatkan Islam bertujuan mencapai dua sasaran: Pertama: Untuk mempertahankan diri dari serangan asing dan mempertahankan tanah air di mana mereka tinggal. 2. Ibadah puasa penuh dengan kebaikan dan sumber pengkaderan untuk menyiapkan generasi yang mau berkorban lii’laai kalimatillah. Allah swt.Materi Kultum Ramadhan neraka. nafsu amarahnya. maka kebatilan akan menggusur yang hak. Sejak Islam datang menembus gelapnya kekufuran dan kesyirikan menuju cahaya Islam. demi menebarkan ajaran Islam dengan al-hikmah. Bila tidak disyariatkan jihad. Karena dengan puasanya ia berpahala besar dan pasti tidak bisa digoda oleh syetan yang terkutuk. karena nafsu al ammarah bis suu’ senantiasa menyertainya. maka Allah tidak butuh darinya untuk meninggalkan makanan dan minumannya. Tahun demi tahun dilewati umat Islam dan Ramadhan penuh dengan kenangan peristiwa besar yang menggambarkan jihad kaum muslimin. almau’izhah al hasanah dalam suasana penuh aman dan kedamaian. Ramadhan dan Jihad Puasa adalah ibadah yang bernuansa jihad melawan hawa nafsu.” Inilah jihad muslim yang tiada hentinya. dan nafsu-nafsu lainnya selama berpuasa. Rasulullah pernah menegaskan dengan sabdanya: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta. Jihad untuk mempertahankan diri dari serangan kaum kufar ini sering disebut dengan jihad qitali. telah mensyariatkan jihad melawan kekufuran sebagai sarana ibadah dan perjuangan untuk menyiapkan individu muslim yang mampu membawa beban untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Namun. selain jihad melawan hawa nafsu ini. nafsu seksualnya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 7 . berarti puasanya akan ditolak Rabbul Izzati. Jihad disyariatkan Islam agar ajaran Islam tetap tersebar ke seantero dunia. umatnya telah menghadapi jihad besar melawan kezhaliman dalam menegakkan keadilan. Dakwah bagaikan air yang harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh umat manusia. umat Islam diperintahkan juga berjihad melawan kekafiran dan kesyirikan. Orang yang tidak bisa menahan nafsu syahwatnya.

karena sekolah-sekolah unggulan umat Islam masih perlu peningkatan kualitas dan kuantitas. b. dan kesejukan. Saat ini umat Islam sangat dituntut untuk menekuni jihad ta’limi ini. Afghanistan. Jihad maali ini sering disebut Al-Qur’an lebih daripada jihad binnafsi. karena: Menuju Kembali Kepada Fitrah 8 . kelembutan. sebanyak aneka ragam serangan musuh. Irak. yaitu jihad melalui pendidikan. Kita diwajibkan tablighi ini sebagai jihad bil-lisan untuk meluruskan berbagai penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat. yaitu jihad dengan lisan untuk menyampaikan ajaran Islam dengan penuh hikmah. 3. Jihad tablighi. kondisi ini menuntut umat Islam agar melakukan jihad dalam berbagai aspek kehidupan. Selain jihad nafsiy dan jihad qitaali. dan belahan bumi lainnya. dan panji-panji Islam akan tumbang diserang kekufuran. Jihad ta’limi. Jihad Maali. Apalagi sekolah-sekolah yang dikelola pendidikan non Islam sarat dengan unsur-unsur yang bisa memadamkan semangat keislaman siswa. Jihad qitaali adalah wajib bila umat Islam diserang dengan senjata seperti di Palestina. c. baik formal atau Non formal. Bosnia. yaitu jihad dengan harta dalam rangka menebarkan Syiar Islam. Di antara jihad-jihad yang dituntut sekarang adalah: a.Materi Kultum Ramadhan kerusakan akan menghantui dunia. melindungi kaum fuqara’ dan masakin dari kekufuran yang mengintai mereka. masih banyak lagi tuntutan jihad lainnya. Jihad terhadap hawa nafsu adalah jihad setiap saat bagi setiap muslim yang masih waras dan sehat. Tuntutan Jihad Sekarang Lebih Luas Ketika musuh-musuh Islam menyerang dengan berbagai macam cara untuk memadamkan cahaya agama Allah.

diri sendiri. Gaib dalam arti positif di antaranya malaikat. kerabat dekat. orang tua. padang mashar. tetangga dekat dan tetangga jauh. Seluruh perintah tersebut sudah tercatat dalam Al-Quran dan Hadist. Yang kedua yaitu ciptaan Allah yang nyata. Mengingat sangat luasnya cakupan akhlak ini karena menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia. serta benda mati (bumi dan segalanya serta benda angkasa). Akhlak kepada Allah. 2. non muslim). namun diharapkan akan bisa memberikan gambaran cakupan akhlak mulia yang sudah dicontohkan dan diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. perbuatan. Akhlak mulia kepada Allah berati mengikuti seluruh perintah yang telah disampikan Allah kepada Rasul yang Maha Mulia Muhammad SAW. sesama muslim. Ciptaan Allah yang nyata meliputi sesama manusia (nabi dan rasul. qada dan qadar. Akhlak kepada Ciptaan Allah. kiamat. dan lain sebagainya. Sedangkan gaib dalam arti negatif di antaranya iblis. sikap. kerabat jauh. dan benda serta alam gaib lainnya. adab dan sopan santun sesama ciptaan Allah yang terdiri atas ciptaan Allah yang gaib dan ciptaan Allah yang nyata. Yang pertama yaitu ciptaan Allah yang gaib. syetan. Seluruh sikap dan perilaku serta adab sopan santun terhadap semua ciptaan Allah sudah termuat dan tercantum dalam Al-Quran dan Hadist. sorga dan neraka beserta penghuninya. alam kubur. Akhlak terhadap ciptaan Allah meliputi segala prilaku. selain manusia (tumbuhan dan hewan). meliputi gaib dalam arti positif dan gaib dalam arti negatif. jin. akhlak mulia itu dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok yaitu: 1. Walau struktur yang disampaikan masih sangat jauh dari lengkap dan sempurna. maka secara garis besar struktur akhlak mulia terhadap seluruh ciptaan Allah itu dapat digambarkan seperti struktur sederhana berikut ini.Materi Kultum Ramadhan Materi 5 Akhlak Mulia Secara garis besar. Tinggal bagaimana kita bisa mempelajarinya secara benar dan teliti serta mengamalkannya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 9 . benda hidup dan benda mati.

e. 2.Materi Kultum Ramadhan Pembahasan masalah Akhlak adalah pembahasan yang sangat luas. Sebagai Identitas. Baik suara. kita adalah makhluk sosial. Akhlak Mulia Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam berarti akhlak mulia yang diperuntukkan bagi manusia tidak hanya mengatur tatanan hubungan manusia dengan manusia lainnya tetapi juga hubungan antara manusia dengan makhluk – makluk lain selian manusia dan alam sekitarnya. pengamalan akhlak yang mulia itu insya Allah akan menjadi ibadah bagi umat islam yang mengamalkanya. Sebagai pengamalan syariat Islam. Allah SWT telah menciptakan seluruh manusia dalam keberagaman. Akhlak mulia ini diperuntukkan oleh Allah kepada manusia yang berakal budi karena dengan tuntunan akhlak yang mulia akan bisa membedakan antara manusia denga hewan. sehingga dengan niat karena Allah SWT. Rahmat bagi seluruh alam. atau pun sifat dan karakter pasti akan berbeda. Sebagai pengamalan Syariat Islam. Sebagai seorang muslim. Perbedaan yang khas dari milyaran umat manusia di dunia ini seharusnya makin menyadarkan manusia akan Maha Agung dan Maha Besar-nya Sang Maha Pencipta. bentuk tubuh. 3. Dengan akhlak mulia ini tatanan sosial yang terbentuk semakin memberikan makna dan nilai yang tidak saling merugikan. Secara garis besar fungsi dan tujuan pengamalan akhlak mulia bagi umat manusia adalah : 1. sama luasnya dengan seluruh asoek kehidupan manusia serta variasi variasinya. 5. Pengatur tatanan Sosial. 4. Saat berinteraksi dengan masyarakat tentu saja kita harus dapat Menuju Kembali Kepada Fitrah 10 . Sebagai Identias. Allah telah mewajibkan kita untuk hidup berinteraksi dengan masyarakat. Perlindungan diri dan HAM.berikan tuntunan prilaku dan etika secar sempurna. Tidak ada manusia di dunia ini yang memiliki kesamaan seratus persen. Hingga anak-anak yang kembar siam pun tetap memiliki perbedaan. Akhlak Mulia Sebagai Perlindungan Diri dan Hak Azazi Manusia ( HAM ) berarti dengan menjalin hubungan yang baik berdasarkan hukum dan syariat agama akan terbentuk hubungan yang saling menghargai dan saling menguntungkan. Akhlak Mulia Sebagai Pengatur Tatanan Sosial berarti dengan pengamalan akhlak mulia yang sudah dicontohkan oleh yang Mulia Saydina Muhammad SAW mengukuhkan bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak akan pernah bisa dan lepas dari pengaruh lingkungannya. Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam semeste telah .

Oleh sebab itu. ini adalah bentuk kebesaran dan kasih sayang Sang Pencipta kepada makhlukNya. di bandara. (QS Ali Imran [3]: 135). Sungguh. di masjid. di pabrik dan dimana saja seseorang sangat mungkin berbuat kesalahan. Allah SWT berfirman: Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. Allah SWT Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. di terminal. Materi 6 Meraih Ampunan Di Bulan Ramadhan Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala Allah semata maka diampunilah dosanya yang telah berlalu. sedangkan mereka mengetahui. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan pengampunan. Sebab. pada bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan untuk banyak memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun. lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka—dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu. di kampus. Di rumah. (HR al-Bukhari dan Muslim). Manusia sering berbuat dosa. di kereta api. di kendaraan pribadi. Agar tidak terjadi masalah yang akan membuat suasana hubungan yang harmonis menjadi terganggu. baik karena mengabaikan kewajiban ataupun melakukan keharaman. tersebut. di stasiun. Berbuat salah memang sudah sunnatullah. di sekolah. di kantor. di bis. Untuk itu. melalui sabda Nabi saw. mereka segera mengingat Allah. di angkot. siang maupun malam hari. Dosa merupakan konsekuensi dari perbuatan maksiat kepada Allah SWT. Rasul sendiri telah menyatakan bahwa manusia itu tempat salah dan lupa.Materi Kultum Ramadhan menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat dengan baik. telah menegaskan kepada kaum Muslim tentang berita pengampunan pada bulan Ramadhan. Menuju Kembali Kepada Fitrah 11 . Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk sering meminta ampunan kepada-Nya.

Allah SWT Maha Penyayang tidak pilih kasih dalam memberikan ampunan kepada hamba-Nya. pada kesempatan Ramadhan yang penuh ampunan ini. Allah SWT sendiri pasti akan mengampuni semua dosa manusia. Muslim yang menjadikan Baginda Rasul sebagai suri teladannya akan berupaya untuk sering meminta ampunan. maka ia sungguh telah berbuat dosa yang besar. (QS al-Hadid [57]: 21). selama hamba mau bertobat. seorang Muslim sudah seharusnya banyak meminta ampunan kepada Allah SWT. janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Dia sendiri memerintahkan kepada manusia untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. Rasulullah saw. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Siapa saja yang mempersekutukan Allah. Dalam hadisnya. Katakanlah. Beliau dijamin masuk surga. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. beliau tetap terus memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. jika Allah SWT menghendaki. Apapun dosanya. "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri sendiri. Allah SWT akan mengampuninya. adalah seorang yang maksum. sesungguhnya aku benar-benar meminta ampunan kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali sehari. Itulah karunia Allah. (QS an-Nisa [4]: 48). Menuju Kembali Kepada Fitrah 12 . juga telah memberikan teladan kepadanya. Baru kemudian. Di samping Allah SWT telah menyuruh setiap Muslim untuk sering memohon ampunan kepada-Nya. Memang. Karena itu. Rasul pernah bersabda:”Demi Allah. atau terpelihara dari dosa. Namun. dia akan senantiasa melakukan muhâsabah (instrospeksi diri)." (QS az-Zumar [39]: 53). Untuk itu. ”Berlomba-lombalah kalian mendapatkan ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. nash di atas juga menggambarkan bahwa kaum Muslim harus senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT. Namun.Materi Kultum Ramadhan Selain itu. dengan mengajukan banyak pertanyaan kepada dirinya sendiri tentang berbagai hal. dapat saja suatu dosa seseorang langsung Dia ampuni. Allah memiliki karunia yang agung. Di samping itu. Dia akan mengampuninya. kecuali dosa syirik. diberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. khususnya pada bulan Ramadhan. tentu selama manusia tidak mau bertobat sampai akhir hayatnyaAllah SWT berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. berapapun banyaknya. (HR al-Bukhari dan Muslim) Padahal Rasulullah saw.

Rasulullah saw. dan pencegah dari dosa. akan mencintai hamba yang mendekat kepadanya. Ahmad) Jika Anda ingin mendapat kemuliaan di sisi Allah dan di mata manusia. sosial. menganjurkan kepada kita.” (HR. Dan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. beristighfar. Sang hamba merasa lezat di kala munajat dengan Penciptanya. bersabda. dan itu setiap malam.a. mendekatkan diri kepada Allah. menolak penyakit. menghapus dosa. pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya). “Aku mendengar Rasulullah saw. ia Menuju Kembali Kepada Fitrah 13 . mencintai seorang hamba.a. Dan memberi berkah atas semua aktivitas sang hamba.” (HR. dan menjadi penghuni surga yang disediakan untuknya. bertasbih. Dari Sahal bin Sa’ad r.Materi Kultum Ramadhan Materi 7 Keutamaan Qiyamullail Dari Jabir r. budaya. “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu. amalkanlah qiyamullail secara kontinu. ia berkata. Seorang muslim yang kontinu mengerjakan qiyamullail. maka Ia akan mempermudah semua aspek kehidupan hambaNya. “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat. pasti dicintai dan dekat dengan Allah swt. Ia berdoa. pendidikan.. Karena itu. maupun politik. ekonomi. dan memuji Sang Pencipta. dihormati oleh sesama. Kalau Allah swt. sesuai dengan janjinya. Muslim dan Ahmad) Qiyamullail adalah sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Rabbnya. Sang hamba akan dekat dengan Rabbnya.. baik aktivitas di bidang dakwah. diampuni dosanya.

kalian akan masuk surga dengan selamat. Berbuatlah semaumu. hiduplah sebebas-bebasnya. mengulurkan bantuan. akhirnya pun kamu akan mati.” (4)Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. beliau bersabda. Rasululah saw.” Seorang dai yang ingin berhasil dakwahnya. Kabar ini sampai kepada kita dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Salam dari Nabi saw. dan shalat malamlah pada waktu orang-orang tidur. dan ruhani. Berikut ini kiat-kiat pendorong meninggalkan tempat tidur untuk bermunajat kepada Yang Maha Pengasih. Dengan begitu Anda termotivasi untuk melaksanakannya. “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan. silaturahim. Tapi sayang.Materi Kultum Ramadhan berkata. sebarkanlah salam. mengucapkan salam. “Seluruh manusia dikumpulkan di tanah lapang pada hari kiamat. Semoga kita termasuk kelompok yang sedikit ini dan berhak masuk surga tanpa dihisab. Jika ada tekad.’” Orang yang shalat kala orang lain lelap tertidur. Menuju Kembali Kepada Fitrah 14 . Sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri. dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak minta tolong orang lain. ‘Wahai Muhamad. diganjar dengan masuk surga. (1)Programlah aktivitas Anda di hari yang malamnya Anda rencanakan untuk qiyamulail agar memungkinkan Anda tidak kelelahan. (3)Hindari maksiat. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap. berikanlah makanan. “Malaikat Jibril a. (5)Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. pasti akan dapat balasan. lalu masuk surga tanpa hisab. yang melaksanakan qiyamulail secara kontinu sangat sedikit jumlahnya. dan pada malam hari memohon kepada Allah diawali dengan qiyamulail. Tiba-tiba ada panggilan dikumandangkan dimana orang yang meninggalkan tempat tidurnya. “Wahai manusia. pasti kamu akan berpisah. maka berdirilah mereka jumlahnya sangat sedikit. datang kepada Nabi saw. bersabda. aqli.” Kiat Mudah Qiyamullail Qiyamullail memerlukan kesungguhan dan kebulatan tekad. (2)Pahamilah bahwa Anda punya kebutuhan jasmani. akan sangat mudah merealisasikannya dengan izin Allah.. harus mennabur kasih sayang kepada seluruh lapisan masyarakat. Baru kemudiaan seluruh manusia diperintah untuk diperiksa. Kemuliaan orang mukmin dapat diraih dengan melakukan shalat malam. Hal itu dapat digapai dengan wajah yang berseri-seri. serta Anda wajib memenuhinya dengan seimbang. lalu berkata. Cintailah orang yang engkau mau.s.

murunah (fleksibel) dan waqi’iyyah (realistis) serta robbaniyyah (bersumber dari Allah). Kapan waktu makan. mutakamilah (integral). untuk menghasilkan kader-kader yang memiliki Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang). dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur. dan diajarkan oleh-Nya supaya bisa mengatur waktu dalam kehidupan secara baik.Materi Kultum Ramadhan (6)Makan malam jangan kekenyangan. (8)Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program qiyamullail bersama sekali atau dua malam dalam sepekan. Menuju Kembali Kepada Fitrah 15 . kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah. Tarbiyah adalah sarana yang sangat urgen bagi kehidupan insan dan umat. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya. karena dengan tarbiyah akan lahir Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang) yang siap menjawab tantangan zaman dengan segala problematika. kapan waktu bekerja. (7)Baik juga jika Anda janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone yang Anda miliki. Dalam kontek tarbiyah itu sendiri. (9)Berdoalah kepada Allah swt. mutawazinah (seimbang). maka pembinaan dalam Islam harus mampu merealisasikan tujuan-tujuan berikut ini: (1) Memahami Islam sebagai manhaj atau pedoman hidup bagi Manusia yang bersifat syumiliyah (universal). ujian dan cobaannya. berdoa untuk bisa bangun malam. Materi 8 Ramadhan:Syahrut Tarbiyah Kenapa bulan Ramadhan disebut dengan syahrut Tarbiyah (bulan pembinaan dan pendidikan)?? Karena pada bulan ini umat Islam dididik langsung oleh Allah SWT. alamiyah (global).

sehingga semua nazhoriyah (teori) dapat teraplikasikan di dalam kehidupan yang nyata.Materi Kultum Ramadhan (2) Memiliki komitmen pada Islam dalam semua aspeknya. Allah SWT ingin memberikan tarbiyah kepada kaum muslimin. komunikasi dan interaksi dengan prinsip-prinsip Islam. Apakah dengan kaum muslimin ataukah dengan non muslim dan baik dalam ta’amul da’awi (interaksi da’wah) maupun ta’amul siyasi (interaksi politik). Dalam rangka mencetak generasi sholih yang bisa bergaul dengan masyarakat luar. pendidikan dan lain-lainnya. terdapat sekian banyak wahana yang bisa dimanfaatkan dalam rangka penggemblengan dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 16 . kasar dan menyakitkan. Oleh karena itu diperlukan ta-shil syari (pengokohan hukum syar’i’) dalam berinteraksi dengan orang lain (fiqhu ta’amul ma’al ghoir) dan manhaj tarbiyah haruslah dibuat di atas landasan ini. ekonomi. Panas membakar ini bisa berasal dari sinar matahari. Orang Arab dahulu ketika memindahkan namanama bulan dari bahasa lama ke bahasa Arab. berakhlak dan berpengetahuan yang lurus serta komitmen di jalan da’wah untuk menggapai ridho Allah. politik. Pada bulan yang sangat istimewa ini. Dalam bulan romadhan. Kebetulan bulan Ramadhan masa itu sedang melalui musim panas akibat sengatan terik matahari apalagi bagi pejalan kaki di atas padang pasir pada masa itu. Semua itu harus disesuaikan dengan situasi. (3) Memperhatikan kondisi obyektif masyarakat dalam hal aplikasi. (4) Memperhatikan tanggung jawab pendidikan Islam. agar tercetak sosok yang shalih. waktu dan tempat. mereka menamakan bulan-bulan itu menurut masa yang dilaluinya. Ramadhan bermakna panas membakar juga di dasarkan karena perut orang-orang yang berpuasa tengah terbakar akibat menahan makan minum seharian. Istilah Ramadhan itu sendiri berasal dari kata ramadla-yarmudluramadlan artinya panas membakar. sosial. kondisi. Panas membakar bulan Ramadhan bisa juga berarti karena bulan Ramadhan memberikan energi untuk membakar dosadosa yang dilakukan manusia. mampu mempengaruhi. Selain itu juga perlu dilihat apakah di dalam masyarakat yang monoloyalitas ataukah multi-loyalitas. karena memang tidak mungkin mengaplikasikan Islam hanya dengan satu model. menguasai dan tidak menganggap mereka sebagai musuh walaupun perlakuan mereka keras. meningkat keimanannya.

selain merupakan kewajiban dan alasan diciptakannya manusia dan makhluk lainnya. Materi 9 Sarana-sarana Tarbiyah Ramadhan Secara garis besar dapat kita temui bahwa Ramadhan merupakan sarana tarbiyah yang meliputi : 1. tadarus. shalat misalnya merupakan sarana untuk mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar. Dari yang wajib seperti puasa dan zakat fitrah hingga yang sunaah seperti i’tikaf. sedekah.Materi Kultum Ramadhan pemanasan diri itu. dimana orang yang berpuasa selain menjaga diri untuk tidak makan dan minum. berfungsi sebagai sarana tazkiyatunnafs (perbersihan jiwa). jujur dan sebagainya. Begitupun dengan bulan ramadhan yang di dalamnya terdapat ibadah puasa. Ramadhan merupakan sarana Tarbiyah Ruhiyah (pembinaan spiritual) Pada dasarnya setiap ibadah yang Allah perintahkan kepada hamba-hambaNya. tarawih. dan sebagainya. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jasadiyah (pembinaan jasmani) Menuju Kembali Kepada Fitrah 17 . juga dituntut untuk mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dari yang berbentuk fisik seperti memberi makanan berbuka kepada fakir miskin hingga yang psikis seperti sabar. 2. Zakat yang dikeluarkan oleh orang kaya merupakan sarana untuk membersihkan diri dan hartanya dari kotoran yang terdapat dalam hartanya. seperti yang tersirat dalam surat At-Taubah (9) ayat 103 dan Al-Lail (92) ayat 18. amanah. juga merupakan sarana untuk membersihkan diri manusia itu sendiri dari kotoran dan dosa yang melumuri jiwa. sehingga tidak ada satu ibadahpun yang lepas dari arah tersebut. tawakal.

mengurangi kegemukan dan menenangkan kejiwaan atas aspek materil yang ada dalam diri manusia. Sedangkan menurut Ibnu Arabi. Bila dicela orang lain atau dimusuhi. wanita yang sedang hamil tua atau menyusui serta orang yang sedang musafir (dalam perjalanan). memperbaiki kerja pencernaan. membersihkan tubuh dari sisa-sisa endapan makanan. mereka sama dihadapan perintah Allah. maksud hadits ini ialah bahwa puasa seperti itu tidak berpahala. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah ijtima’iyah (pembinaan sosial) Selain melatih diri. orang sakit. Puasa juga dapat membiasakan umat untuk hidup dalam kebersamaan. maka janganlah ia berkata kotor dan berteriak. yang mana kesemua itu merupakan keringanan (rukhsah) bagi mereka. dan sama dalam ketundukan terhadap perintah Allah. maka Allah tidak membutuhkan lapar dan dahaga mereka” (HR Bukhari dan Abu Dawud).: “Apabila seorang dari kamu sekalian berpuasa. disinilah letak pendidikan sosial. Mengenai hadits yang terakhir. 3. Selain itu juga dengan puasa dari segi kesehatan akan membersihkan usus-usus. (Lihat surat al-baqarah ayat 184). puasa juga memiliki sisi pendidikan sosial. tetapi merupakan peringatan agar jangan berkata bohong atau melakukan perbuatan yang memuat dusta.Materi Kultum Ramadhan Ibadah puasa merupakan ibadah yang tidak hanya membutuhkan pengendalian hawa nafsu tapi juga membutuhkan kekuatan fisik. apalagi dalam kewajiban puasa ramadlan. Dalam hadits lain disebutkan: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak mampu meninggalkan perkataan dusta. sehingga orang-orang yang mampu dan kaya merasakan apa yang di derita oleh orang-orang fakir dan miskin dan mau memberi dari rizki yang Allah anugrahkan kepadanya. atau karena kesehatan janin dan bayi dan menjaga kesehatan bagi orang yang sedang musafir. cinta keadilan dan persamaan. seluruh umat islam di dunia diwajibkan berpuasa. pria atau wanita.a. sama dalam merasakan lapar dan dahaga. Al’Allamah Asy-Syaukani berkata: “Menurut Ibnu Bathal. Sehingga dari sinilah di harapkan timbul rasa persaudaraan dan solidaritas. kecuali bagi mereka yang ada udzur. bersatu. baik yang kaya atau miskin. seperti orang tua yang telah renta. tanpa terkecuali. 4. Menuju Kembali Kepada Fitrah 18 . karenanya puasa tidak diwajibkan bagi mereka yang kesehatannya tidak prima. begitupun juga melahirkan kasih sayang kepada orang-orang miskin. dan melakukan perbuatan dusta. maksud hadits di atas bukan berarti orang itu disuruh meninggalkan puasa. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah khuluqiyah (pembinaan akhlak) Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r. karena ketidak mampuan. maka katakanlah: “Aku ini sungguh sedang puasa”.

Perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia. Setiap Muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupan-nya. Dalam pandangan Islam gaya hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan. (QS. Ibnu ‘arabi mengatakan pula bahwa perbuatanperbuatan buruk tersebut di atas dapat mengurangi pahala puasa 5. Adapun gaya hidup jahili. landasannya bersifat relatif dan rapuh. “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dijalan kami maka Kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami (jalan yang lurus)” (QS. Hanya saja masingmasing orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya. Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat. Sebagaimana puasa juga menumbuhkan semangat jihad yang nyata. karenanya peperangan yang terjadi dan dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya kebanyakan di bulan puasa. sebagaimana yang telah difirmankan Allah dipenutup perintah-Nya untuk berpuasa. 29 ayat 69) Dan puncak tarbiyah yang dapat di raih oleh seorang muslim pada bulan ramadhan adalah mencapai maqam taqwa disisi Allah SWT.Materi Kultum Ramadhan Dan berdasarkan hadits ini. dan yang kedua ialah kebahagiaan (as sa’adah). Inilah gaya hidup orang yang beriman. Menuju Kembali Kepada Fitrah 19 . Materi 9 Kehidupan Jahiliyah (Bagian I): Gaya hidup Islami Vs Jahiliyah Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam hidup ini. Maha Suci Allah. Hal ini sejalan dengan firman Allah: “Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku. dan 2) gaya hidup jahiliyah. terutama jihad dalam memerangi musuh yang ada dalam jiwa setiap muslim. Yusuf: 108). Yang pertama ialah kebaikan (al-khair). dan berusaha menghilangkan dominasi jiwa yang selalu membawanya kepada perbuatan yang menyimpang. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jihadiyah Puasa juga merupakan sarana dalam menumbuhkan semangat jihad dalam diri umat. yaitu Tauhid. karena dengan puasa kesehatan qalb (hati) dan jasad (jasmani) terjaga. mengikis hawa nafsu. “agar kamu bertaqwa”. dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. yaitu syirik. dan justru dengan berpuasa mereka dapat lebih semangat dalam berjihad. yaitu: 1) gaya hidup Islami. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Inilah gaya hidup orang kafir.

maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Kami bertanya. bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak. Beliau bersabda: ِ َ َ َ َ َ ِ ْ ّ َ َ ِ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ِ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ َ َ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ْ َِ ْ ِ ّ ُ َ ُ ْ َ ّ َ ُ َ ّ ُ ْ ُ َ َ ‫ل تقوم الساعة حتى تأخذ أمتي بأخذ القرون قبلها شبرا بشبر وذراعا بذراع. Abu Dawud dan Ahmad. Lalu dalam hal apakah tasyabbuh itu?Al-Munawi Menuju Kembali Kepada Fitrah 20 . “Ya Rasulullah. فقمال: وممن‬ . Materi 10 Kehidupan Jahiliyah (Bagian Kedua): Tasyabbuh (menyerupai suatu kaum) Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . قال: فمن. Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain.(‫من تشبه بقوم فهو منهم. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. Ada orang yang bertanya. )رواه أبو داود وأحمد عن ابن عباس‬ ْ ُ ْ ِ َ ُ َ ٍ ْ َ ِ َ َّ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum. Hadits tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mere-ka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain. mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau. ُ ْ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ُ ْ ُ ْ ُ ُ ْ ِ َ ّ َ َ ْ ُ ْ َُ َ ْ َ ّ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ ْ ُ َْ َ َ َ ْ َ َ َ َ ّ َ ِ ّ َ َ ‫لتتبعن سنن من كمان قبلكمم شمبرا بشمبر وذراعما بمذراع حتمى لمو دخلموا جحمر ضمب تبعتمموهم. shahih). niscaya kamu mengikuti mereka”. AlBukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri z. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami.(‫الناس إل أولمئك. “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi. )رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري، صحيح‬ ْ ََ َ َ َ َ ّ َ “Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu. قلنما: يما رسمول الم، اليهمود‬ . Al-Bukhari dari Abu Hurairah z. sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar umat Islam. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”.Materi Kultum Ramadhan Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim. )رواه البخاري عن أبي هريرة، صحيح‬ َ َِ ُُِّ ّ “Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya. Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal.”Ya Rasulullah. dan gaya hidup jahili adalah haram baginya. فقيل: يا رسول ال، كفارس والروم. shahih). dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan). “Siapa lagi?” (HR.(‫والنصارى. Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya menyerupai umat yang lain (tasyabbuh) hakikatnya telah menjadi seperti mereka.

(Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataannya) telanjang (karena mengekspose aurat). Muslim. padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan baunya. berlaku/ berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka”. kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari’at. Seiring dengan perkembangan dan akulturasi bahasa. dari Abu Hurairah z. Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah. Mungkin kita boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah telah mulai bersaing dengan mode-mode busana jahiliyah. maka ekspose itu dengan menonjolkan keketatan pakaian. Bahkan malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu. Na’udzubillahi min dzalik. Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas bergaya hidup jahili.w tersebut disebabkan oleh sifat keras kepala. apriori dan ta’assub (fanatik yang berlebihan) terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 21 . jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda). maka tidak ada alasan bagi kita untuk tinggal diam. yang mayoritas beragama Islam ini. Materi 10 Pengertian Jahiliyah: Masa Sebelum Islam Masa Jahiliyah adalah era ketika kondisi dan situasi masyarakat belum terjamah oleh risalah dan dakwah Islam. Kebiasaan-kebiasaan kaum jahiliyah yang realitasnya berseberangan dengan anjuran Rasulullah s. nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat. istilah ini juga melekat erat pada sifat orang-orang yang tidak taat pada aturan agama yang telah diproyeksikan oleh Al-Qur’an dan AsSunnah.a. Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda: "Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi. Periode ini sering juga disebut dengan istilah Pra-Islam.Materi Kultum Ramadhan berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka. mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. (HR. shahih). Jika tasyabbuh dari aspek busana wanita saja sudah sangat memporakporandakan kepribadian umat. Belum lagi kejahilan ini secara otomatis dilengkapi dengan tingkah laku yang -kata mereka. Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh yang sudah membudaya dan mengakar di masyarakat kita adalah pakaian Muslimah.selaras dengan mode pakaian itu. Kalau tidak memper-tontonkan aurat karena terbuka. mempertontonkan dan menonjolkan aurat.

akhirnya terwarisi dengan kebiasaan generasi berikutnya yang tidak malu mempertontonkan auratnya di depan publik. Sebagaimana Allah SWT berfirman di berbagai ayat di dalam Al-Qur’an: “Wa kadzaalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa qaala mutrafuuha innaa wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin wa innaa ‘ala aatsaarihim muqtaduun”. melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapakbapak kami menganut suatu agama dan sesunguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”(QS. dan mereka enggan merobah diri serta beranjak dari kebiasaan itu. sehingga hal seperti itu dianggap lumrah bahkan dianggap sebagai modernisasi.Luqman:21). tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapat dari bapak-bapak kami mengerjakannya. Syeikh DR. bahwa agama mereka (orang-orang jahiliyah) terbangun oleh beberapa pondasi yang menjadi akar dan pijakan. qaaluu bal nattabi’u maa wajadnaa ‘alaihi aabaa’ana. “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. Mereka menjawab: “(Tidak). Syeikh Muhammad ibn Abdul Wahab dalam Masail Al-Jahiliyyah mengatakan.Az-Zukhruf:23).” Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaithan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (QS. awalaw kaanasy-syaythaanu yad’uuhum ilaa ‘adzaabis-sa’iir”. Perihal inilah yang dalam dunia Islam disebut Menuju Kembali Kepada Fitrah 22 . Yang terbesar diantaranya ialah “TAQLID”.Materi Kultum Ramadhan peninggalan dan tradisi para leluhur yang mengental rekat dalam ritual yang selalu disakralkan. sesunguhnya mereka mengkonstruksi agama mereka dengan dasar-dasar yang mereka mengada-adakannya sendiri sekehendak hati mereka. “Wa idzaa qiila lahumuttabi’uu maa anzalallahu. dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya (pemimpin yang membawa kepada kesesatan).Shalih ibn Fauzan ibn Abdillah Al-Fauzan dalam Syarhul Masaa’il Al-Jahiliyyah menjelaskan bahwa mereka (orang-orang jahiliyah) tidak menegakkan agama mereka sesuai dengan apa yang telah para Rasul sampaikan kepada mereka. sedari dahulu kala hingga akhir zaman. Seperti kebiasaan dahulu orang-orang jahiliyah yang mengitari ka’bah dengan bertelanjang tanpa busana. Qaliilan maa tadzakkaruun”: “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. “Ittabi’uu maa unzila ilaikum min rabbikum walaa tattabi’uu min duunihi awliyaa’a. yaitu sebuah sistim yang besar yang selalu menjadi tumpuan semua orang-orang kafir. Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri. “Dan demikianlah.Al-A’raf:3). Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)” (QS.

mereka selalu membantah dengan ucapan” “Inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wakadzalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa mutrafuuha inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. Hal inilah yang di dalam literatur Islam disebut dengan istilah “at-taqlid ala’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). kemudian kamu fikirkan (tentang Menuju Kembali Kepada Fitrah 23 . wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. yang dahulu ketika para Rasul memberi peringatan dan mengajak mereka kepada jalan yang benar. yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri. Kaum yang mengagung-agungkan harta. sombong. yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah. Berbeda halnya dengan kaum faqir dan dhuafa. atau dalam istilah Arab juga akrab dengan sebutan “al-muhakah”. Maa bishaahibikum min jinnatin”. yaitu sebagian orang meniru cara-cara yang kelompok individu lain lakukan. dan tiada keinginan menerima kebenaran. tahta dan garis keturunan leluhurnya inilah. sedangkan objek yang ditiru itu tidak sepatutnya untuk menjadi percontohan (maslahat). Kata “mutrafuuha” dalam ayat ini adalah “mereka (para penduduk) yang hidup mewah sejahtera dan bergelimang harta pada umumnya. “Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja. “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah penganut jejak-jejak mereka. wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. Materi 11 Pengertian Jahiliyah (Bagian Kedua): Tidak Mau Berpikir Allah SWT berfirman: “Qul Innamaa A’idzhukum biwaahidatin. karena mereka adalah orang-orang yang cenderung berbuat jahat.Materi Kultum Ramadhan sebagai “at-taqlid”. yang pada umumnya bersikap tawadhu’ dan ikhlas menerima kebenaran.” Dengan kata lain (secara tidak langsung) mereka bermaksud: Kami tidak butuh peran dan kehadiranmu wahai Rasul. An taquumuu lillaahi matsnaa wa furaadaa tsumma tatafakkaruu. kami lebih percaya dengan apa yang telah dibudayakan oleh leluhur kami.

yang mengantarkan mereka pada kesesatan yang nyata. namun hakikatnya adalah kesesatan yang nyata. Tidak jarang orangorang menyangka sesuatu itu hidayah (hal yang benar-benar sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh syariat). Muhammad s.Materi Kultum Ramadhan Muhammad). dan Ahmad) (“Al-Ibdaa’u fi Madhaaril Ibtidaa’ ”. padahal pada dasarnya adalah kesesatan yang teramat nyata. Satu hal yang perlu menjadi perhatian umat Islam.Abu Daud. Mereka mengambil kesimpulan bahwa sesuatu itu salah (batil) karena asing (aneh) dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 24 . tanpa berpikir terlebih dahulu dan membuktikan bahwa perkataannya itu sesuai dengan realitas yang hakiki.a. Hal ini diakibatkan karena diri mereka yang tidak mau mendengar. As-Syaikh Ali Mahfudz. dan orang yang tidak tahu diri. Hal inilah yang menjadi sebab mengapa dahulu Rasulullah s. dan senantiasa menyelimuti diri mereka dengan hawa nafsu. menuding bahwa Rasulullah adalah orang gila. An-Nasa’i. Maka dari itu. sebelum akhirnya beliau me-mansukh-kan hadits itu dengan ucapan: “Inni kuntu nahaytukum ‘an ziyaaratil qubuur. Turmudzi.w melarang para sahabat untuk berziarah kubur. itulah yang benar. Kairo). fazuuruhaa fa innahaa tudzakkirukumul aakhirah”.a. yang hanya bersandar pada dugaandugaan dan hawa nafsu. yang turun temurun terwarisi dari para leluhur mereka. pendongeng sejati. Orang-orang Jahiliyah yang mendengar ayat ini tidak mau berpikir sejenak seraya mempertimbangkan kandungan dan arti dari ayat yang menarik ini. karena tidak sedikit kesesatan yang terbungkus oleh kamuflase hidayah. hendaknya ini menjadi titik sentral perhatian orang-orang yang beriman agar cermat memilah dan memilih. sesungguhnya hal itu akan mengingatkanmu akan kematian (kehidupan akhirat)” (HR.” Demikianlah kaum jahiliyah. yang mana hidayah (petunjuk) dan yang mana dhalalah (kesesatan). Itulah beberapa praktek jahiliyah. (sekarang) berziarahlah kamu. Ibnu Majah.w. tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu” (QS. bahwa perangai Jahiliyah menganut satu kaidah (asas): “Al-Ightirar bil Aktsar”.Saba’: 46). Mereka lebih memilih untuk menjawab: “Kami telah berpegang teguh terhadap apa yang telah dilakukan oleh para leluhur kami. Daarul Bayan Al-‘Arabi. tidak sudi berpikir dengan akal sehatnya. yang dianggap sebagai sebuah petunjuk dan tuntunan yang benar. “Tertipu oleh Kebanyakan” (deceived by the most). “Sesungguhnya dahulu aku mencegahmu untuk berziarah kubur. Mereka berhujjah bahwa yang banyak pelaku dan pengikutnya. Kami tidak sudi mematuhi orang ini. yang senantiasa memutarbalikkan fakta.

Materi Kultum Ramadhan sedikit penganut atau pengikutnya. wa saya’uudu ghariiban kamaa bada-a”. yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah adalah “at-taqlid fil khair”.Al-An’am:116). Allahu A’lam bishawaab. Wa in wajadnaa aktsarahum lafaasiqiin” “Dan kami tidak mendapati kebanyakan mereka berjanji. “Islam pada mulanya (hadir) dianggap sebagai hal yang aneh (asing). dan mereka tak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) (QS. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wa in tuthi’ aktsara man fil ardhi yudhilluuka ‘an sabiilillah. Sesungguhnya kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik”(QS. dan mereka suka memutarbalikkan fakta yang ada di dalam AlQur’an dengan menukar-nukar kandungan tafsir Al-Qur’an sekehendak hawa nafsunya. niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.w bersabda: “Bada-al Islaamu ghariiban. Sudah menjadi sunnatullah. dan kelak ia akan kembali sebagai hal yang asing sebagaimana dahulu ia datang”. “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini. Nabi s.Yusuf:38). yakni mengikuti dalam ruang lingkup kebaikan.a. In yattabi’uuna illadzh-dzhonna wa in hum illa yakhrushuun”. Materi 12 Mengikuti Rasul (Ittiba’ur Rasuul) Lawan dari istilah “at-taqlid al-a’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). dalam istilah Islam disebut Ittiba’ dan Iqtida’ yakni mengikuti dan meneladani. bahwa kebaikan itu sedikit pengikutnya dan kesesatan itu banyak peminatnya. Sebagaimana yang termaktub dalam (QS. Menuju Kembali Kepada Fitrah 25 . Itulah prinsip dasar yang mereka pegang. “Wamaa wajadnaa li aktsarihim min ‘ahdin.AlAn’am: 102).

Yusuf:38). dan tidak mendapat petunjuk? (QS.” “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah.At-Taubah:100). dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.Al Baqarah: 170). Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. Maka dari itu Allah berfirman dalam hal perangai jahiliyah: “Wa idzaa qiila lahumut-tabi’uu maa anzalallahu qaaluu bal nattabi’u maa alfayna ‘alaihi aabaa-ana awalaw kaana aabaa-uhum laa ya’qiluuna syai’an walaa yahtaduun.”(QS. Materi 13 Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka (Bagian Pertama) Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia: “Wahai orang-orang yang beriman. Ishaq dan Ya’qub. fanatisme yang berlebihan memantik untuk menolak kebenaran yang hakiki. Dan di dalam QS.” mereka menjawab: “(Tidak). Dzalikal fawzul adhziim”. Sesungguhnya tidak akan mendatangkan maslahat (kebaikan). “Orang-orang yang terdahulu yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. mereka kekal di dalamnya selamalamanya.” (Apakah mereka akan mengikuti juga).s: “Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku Ibrahim. Itulah kemenangan yang besar. Maka dari itu.”(QS. karena pada dasarnya.At-Taubah:10 “Wassaabiquunal awwaluuna minal muhaajiriina wal anshaari walladziinat-taba’uuhum bi ihsanin. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. jika orang yang tidak berpikir dan tidak pula mendapat petunjuk (hidayah) dijadikan sebagai teladan dan panutan.Materi Kultum Ramadhan firman Allah SWT tentang kisah Nabi Yusuf a. Pada dasarnya teladan itu hanyalah tertuju pada orang yang mau berpikir dan mendapat hidayah. Wa a’adda lahum jannaatin tajrii min tahtihaal anhaaru khaalidiina fiiha abadan. tatapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapat dari (perbuatan) nenek moyang kami. jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. kebenaran yang hakiki dan teladan yang terbaik hanya ada pada diri Rasulullah dan para pengikutnya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 26 . radhiyallahu ‘anhu wa radhuu ‘anhu.

“Setiap kali nyala api Jahannam itu akan padam. Ini berbeda sama sekali dengan api di dunia. berisi perintah dan peringatan berikut kabar tentang bahaya besar yang mengancam. Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka. yang keras. yang keras. karena hanya mereka yang mau mencurahkan pendengaran kepada ajakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. dengan subjudul Fit Tahdzir minan Nar wa Asbab Dukhuliha. Beda halnya bila seseorang dibakar dengan api neraka. Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain. tidak sama dengan api yang biasa kita kenal. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Fathir: 36) [AlKhuthab Al-Minbariyyah fil Munasabat Al-‘Ashriyyah. Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan. 2/164-165] Orang yang masuk ke dalam api yang sangat besar ini tidak mungkin dapat lari untuk meloloskan diri. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Menuju Kembali Kepada Fitrah 27 . Api neraka ini bahan bakarnya adalah tubuh-tubuh manusia dan batu-batu. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. ia pun meninggal berpisah dengan kehidupan dan tidak lagi merasakan sakitnya pembakaran tersebut. Seruan ini ditujukan kepada insan beriman.Materi Kultum Ramadhan penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. yang tidak mendurhakai Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka serta selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (An-Nisa’: 56) “Mereka tidak dibinasakan dengan siksa yang dapat mengantarkan mereka kepada kematian (mereka tidak mati dengan siksaan di neraka bahkan mereka terus hidup agar terus merasakan siksa) dan tidak pula diringankan azabnya dari mereka. karena yang menjaganya adalah para malaikat yang kasar. berpegang dengan perintah-Nya dan mengambil manfaat dari ucapan-ucapan-Nya. na’udzubillah.” (AtTahrim: 6) Sebuah seruan dari Dzat Yang Maha Agung kepada orang-orang yang beriman. supaya mereka terus merasakan azab. Bahaya yang mengerikan itu adalah api neraka yang sangat besar. Bila orang terbakar dengan api dunia.” (Al –Isra’:97) “Setiap kali kulit mereka hangus. yang dapat dinyalakan dengan kayu bakar dan dipadamkan oleh air. Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan mereka agar menyiapkan tameng untuk diri mereka sendiri dan untuk keluarga mereka guna menangkal bahaya yang ada di hadapan mereka serta kebinasaan di jalan mereka.

serta memberitahu mereka tentang perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Jarak antara dua pundak salah seorang dari malaikat tersebut adalah sejauh perjalanan setahun. َ ِ para malaikat itu kasar ucapannya dan keras perbuatannya. kaku. dan selain mereka dari orang-orang yang berada di bawah kekuasaan dan pengaturannya. malaikat tersebut sangat kasar dalam menyiksa penduduk neraka.” (Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an. ٌ َ ِ Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‫ غلظ‬adalah sangat besar tubuh mereka. Dalam ayat ini pula Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan neraka dengan sifat-sifat yang mengerikan agar menjadi peringatan terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 28 . Ada yang mengatakan. َ ِ Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata. keras terhadap mereka. Bila dalam bahasa Arab dinyatakan: “Fulanun Syadiidun ‘alaa fulaanin” maksudnya Fulan menguasainya dengan kuat. yang disebutkan dengan sifat-sifat yang mengerikan. Seorang hamba tidak dapat selamat kecuali bila ia menegakkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan terhadap dirinya dan orang-orang yang di bawah penguasaannya. Kekuatan salah seorang dari mereka adalah bila ia memukul dengan alat pukul niscaya dengan sekali pukulan tersebut tersungkur 70. sedangkan maksud ٌ ‫ شداد‬adalah kuat. Ada yang berpendapat. 18/218) Al-‘Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir As-Sa’di rahimahullahu berkata menafsirkan ayat ke-6 surah At-Tahrim di atas. menunaikan perintah-Nya. “Penjaganya adalah para malaikat Zabaniyah yang hati mereka keras. Sebagaimana ayat ini mengharuskan seseorang menjaga keluarga dan anak-anak dari api neraka dengan cara memberikan pendidikan dan pengajaran kepada mereka. anakanaknya. yang keras” (AtTahrim: 6) Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu menjelaskan.Materi Kultum Ramadhan “Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar. tidak mengasihi jika dimohon kepada mereka agar menaruh iba… Kata ٌ ‫ ش شداد‬maksudnya keras tubuh mereka. Ayat ini menunjukkan perintah menjaga diri dari api neraka tersebut dengan ber-iltizam (berpegang teguh) terhadap perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. menjauhi larangan-Nya. baik istri-istrinya. dan bertaubat dari perbuatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala murkai serta perbuatan yang menyebabkan azab-Nya. menyiksanya dengan berbagai macam siksaan.000 manusia ke dalam jurang Jahannam. “Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.

Materi Kultum Ramadhan manusia jangan sampai meremehkan perkaranya. hal. Yaitu akhlak mereka kasar dan hardikan mereka keras. Di sini juga ada pujian untuk para malaikat yang mulia dan terikatnya mereka kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala serta ketaatan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam seluruh perkara yang diperintahkan-Nya. Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkankanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Mereka melemahkan penghuni neraka dengan kekuatan mereka dan menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap penghuni neraka.”1 Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras. di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memastikan azab atas penghuni neraka ini dan mengharuskan azab yang pedih untuk mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “…yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (At-Tahrim: 6) Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. kalian sungguh akan mendatangi Jahannam tersebut. “Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah (patung-patung) adalah bahan bakar/kayu bakar Jahannam.” (Taisir Al-Karimir Rahman. 874) Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Penjagaan Rasulullah SAW terhadap Keluarganya Materi 14 Menuju Kembali Kepada Fitrah 29 . Mereka membuat kaget dengan suara mereka dan membuat ngeri dengan penampilan mereka.

Al-Bukhari dan Muslim dari hadits ‘Ali radhiyallahu ‘anhu) Materi 15 Menuju Kembali Kepada Fitrah 30 . lalu menyeru manusia untuk berkumpul.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai uswah hasanah bagi orang-orang yang beriman telah memberikan arahkan dan peringatan kepada kerabat beliau dalam rangka menjaga mereka dari api neraka. “Sungguh aku memperingatkan kalian sebelum datangnya azab yang pedih. Kata beliau: “Bangunlah. Beliau berkata. Suatu malam. ia percikkan air di wajah istrinya. Sampai-sampai yang tidak dapat hadir mengirim utusannya untuk mendengarkan apa gerangan yang akan disampaikan oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. ia percikkan air di wajah suaminya.” Beliau melanjutkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi rumah Ali dan Fathima radhiyallahu ‘anhuma. Bila suaminya enggan untuk bangun. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memanggil kerabat-kerabatnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad rahimahullahu: “Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat. istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengabarkan.” (HR Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma). wahai para pemilik kamar-kamar (istri-istri beliau yang sedang tidur di kamarnya masing-masing)!” (HR. bahwa bila hendak shalat witir. Al-Bukhari) Tidak luput pula putri dan menantu beliau juga mendapatkan perhatian beliau. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suami lalu si suami mengerjakan shalat. Bila istrinya enggan untuk bangun. Muslim) Al-Imam Muslim radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha. “Iya. beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan Aisyah radhiyallahu ‘anha. Maka orang-orang pun berkumpul di sekitar beliau. Beliau pun membangunkan istri-istri beliau untuk mengerjakan shalat. Adakah kalian akan membenarkan aku?” Mereka serempak menjawab. suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam terbangun dari tidur beliau. Aisyah radhiyallahu ‘anha memberitakan bahwa ketika turun ayat di atas. (Adapun di kehidupan dunia ini) maka mintalah harta dariku semau kalian.” (HR. “Wahai Bani Abdil Muththallib! Wahai Bani Fihr! Wahai Bani Lu’ai! Apa pendapat kalian andai aku beritakan kepada kalian bahwa ada pasukan berkuda dari balik bukit ini akan menyerang kalian. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bangkit seraya berkata. “Tidaklah kalian berdua mengerjakan shalat malam?” (HR. Tatkala turun perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat: “Berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat.” (Asy Syu’ara: 214) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi bukit Shafa dan menaikinya.” (Sanad hadits ini shahih kata Asy-Syaikh Ahmad Syakir rahimahullahu dalam tahqiqnya terhadap Al-Musnad). “Wahai Fathimah putri Muhammad! Wahai Shafiyyah putrid Abdul Muththalib! Wahai Bani Abdil Muththalib! Aku tidak memiliki kuasa sedikit pun di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menolong kalian kelak.

taubat yang murni. sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka. dan mengembalikan hak-hak orang lain yang ada pada kita. Seorang kepala rumah tangga menerapkan perkara ini dalam keluarganya. berketetapan hati untuk tidak mengulanginya. dan orang-orang yang tinggal di rumahnya. pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. menyesalinya. kepada istri dan anak-anaknya. ia juga bertanggung jawab menjaga istri. Taubat yang seperti itu tentunya menggiring pelakunya untuk beramal shalih.” (AtTahrim: 8) Seorang suami sekaligus ayah ini bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya.Materi Kultum Ramadhan Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Suami sebagai Kepala Rumah Tangga Seorang suami sebagai kepala rumah tangga selain menjaga dirinya sendiri dari api neraka. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu’. ‘Wahai Rabb kami. bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha. Ia punya hak untuk memaksa mereka agar taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak berbuat maksiat. anakanaknya. sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. kemudian ia membimbing keluarganya untuk bertaubat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma) Ia harus memaksa anaknya mengerjakan shalat bila telah sampai usianya. karena ia adalah pemimpin mereka yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala kelak dalam urusan mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman. Taubat yang dilakukan disertai dengan meninggalkan dosa. dimasukkan ke dalam surga. dan diselamatkan dari kerendahan serta kehinaan yang biasa menimpa para pendosa dan pendurhaka. Buah yang dihasilkannya adalah dihapuskannya kesalahan-kesalahan yang diperbuat. seraya mereka berdoa. Mudah-mudahan Rabb kalian menghapuskan kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surgasurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. berdasar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: Menuju Kembali Kepada Fitrah 31 . sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. Salah satu cara penjagaan diri dan keluarga dari api neraka adalah bertaubat dari dosa-dosa.

Abu Dawud dari hadits Abdullah ibnu ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma. Anak diperintahkan untuk mengerjakan yang ma’ruf dan dilarang dari mengerjakan yang munkar. sementara kita tak cukup ‘bekal’ untuk bertameng dari api neraka. dijauhkan dari teman duduk yang jelek dan teman yang rusak. Orangtua harus membersihkan rumah mereka dari sarana-sarana yang merusak berupa video.” (HR. dan majalah yang merusak. “Hadits ini hasan shahih.” (Thaha: 132) shalat dan Seorang ayah bersama seorang ibu harus bekerja sama untuk menunaikan tanggung jawab bersama anak. Hendaknya ia tahu bahwa neraka itu dekat dengan seorang hamba. Bersegeralah sebelum datang akhir hidup kita. surat kabar. musik. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Surga lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya dan neraka pun semisal itu. Sebaliknya. siapa yang meninggal dalam keadaan bermaksiat maka ia akan dimasukkan ke dalam neraka.”) Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman: “Perintahkanlah keluargamu untuk mengerjakan bersabarlah dalam mengerjakannya. film. baik di dalam maupun di luar rumah. (Al-Khuthab Al-Minbariyyah. dikatakan oleh Al-Imam AlAlbani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud. 2/217) Bagaimana seseorang dapat menjaga keluarganya dari api neraka sementara ia membiarkan mereka bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan kewajiban? Maka. marilah kita berbenah diri untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka. sebagaimana surga pun dekat. gambar bernyawa. Al-Bukhari dari hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu) Maksud hadits di atas. sebelum datang jemputan dari utusan Rabbul Izzah.Materi Kultum Ramadhan “Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka telah berusia tujuh tahun dan pukullah mereka bila enggan melakukannya ketika telah berusia sepuluh tahun serta pisahkanlah di antara mereka pada tempat tidurnya. Anak harus terus mendapatkan pengawasan di mana saja mereka berada. buku-buku yang menyimpang.” (HR. siapa yang meninggal di atas ketaatan maka ia akan dimasukkan ke dalam surga. apatah lagi Menuju Kembali Kepada Fitrah 32 .

Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Iman yang kokoh sehingga bisa dibuktikan dengan amal shaleh yang sebanyak-banyak meskipun hambatan. tantangan dan rintangan selalu menghadang. Bahkan di dalam ayat lain. Kiat Meraih Rahmat Pertama. baik dalam keadaan susah maupun senang. waktu sendiri atau bersama orang lain. maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmt-Nya atasmu. mendirikan shalat. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Adapun orang-orang yang beriman dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya. Dan itulah keberuntungan yang nyata (QS 6:16).Materi Kultum Ramadhan meninggalkan ‘bekal’ yang ditinggalkan. Allah berfirman yang artinya: Barangsiapa yang diajuhkan azab daripadanya pada hari itu. namun dia tetap Istiqomah dalam keimanannya sehingga dengan keimanannya yang mantap itu. mendirikan shalat sehingga memberi pengaruh yang besar dalam bentuk menhindari perbuatan keji dan munkar serta menunaikan zakat agar menjadi suci jiwa kita. kesusahan hidup tidak membuatnya harus berputus asa sedang kesenangan hidup tidak membuatnya menjadi lupa diri. niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (syurga) dan limpahan karunia-Nya. Kedua. keuntungan orang yang mendapat rahmat Allah itu akan dijauhkan dari azab-Nya. berat maupun ringan. hal ini terdapat dalam firman Allah yang artinya: Dan taatilah Allah dan Rasul supaya kamu diberi rahmat (3:132). terjembatani hubungan antara yang kaya dengan yang miskin serta kemiskinan bisa diatasi secara bertahap. Mereka menyuruh (mengerjakan yang ma’ruf. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya (QS 4:175). Tegasnya. kita tentu amat mengharapkan rahmat dari Allah Swt sehingga kita selalu berdo’a. menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. harus tolong menolong dalam kebaikan. Menuju Kembali Kepada Fitrah 33 . Hal ini karena orang yang mendapat rahmat Allah tentu saja tergolong kedalam kelompok orang yang beruntung sebagaimana firman Allah yang artinya: Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu. kalau mau memperoleh rahmat Allah kita harus taat kepada Allah dan rasul-Nya dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga. sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. lelaki dan perempuan. maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. mencegah dari yang munkar. taat kepada Allah dan Rasul-Nya. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (9:71) Ketiga. Allahumma sallim! memadai untuk keluarga yang Materi 16 Meraih Rahmat Allah Sebagai manusia apalagi sebagai muslim. melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dan orang-orang yang beriman. niscaya kamu tergolong orang-orang yang rugi (QS 2:64). baik di dalam shalat maupun di luar shalat untuk bisa memperoleh rahmat Allah.

berhijrah dan berjihad adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Dalam kaitan ini Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. Ini berarti. mengikuti Al-Qur’an dan selalu bertaqwa kepada Allah serta menunaikan zakat. agar kamu mendapat rahmat (QS 27:46).Materi Kultum Ramadhan Disamping itu. Keempat. Maka Aku akan tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa. sebanyak apapun dosa yang sudah dilakukannya. Keenam. dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat (QS 7:204). hal ini karena. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Orang-orang yang beriman. yakni kembali kepada Allah. yakni meninggalkan segala bentuk larangan Allah dan berjihad dalam arti bersungguhsungguh dalam perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam dalam segala aspeknya. Kelima.. maka dengarkanlah baik-baik. mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal (QS 9:20-21. sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo’alah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Manakala seorang muslim telah mendengarkan Al-Qur’an bila dibacakan. yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami QS 7:156) Keempat. Allah berfirman yang artinya: Dan apabila dibacakan Al-Qur’an. yakni perbuatan apa saja yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang datang dari Allah dan Rasul-Nya serta tidak mengganggu orang lain. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (QS 7:56). Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Ny. mendengarkan bacaan Al-Qur’an apabila sedang dibacakan. taubat berarti kembali. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat (QS 6:155). hal ini karena Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia apabila ia ingin memperolah ketaqwaan kepada Allah Swt. menyadari terhadap kesalahan yang dilakukan. pembicaraan sesama manusia saja harus kita dengarkan atau kita perhatikan. Dengan taubat. Allah berfirman yang artinya: Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. lihat juga QS 2:218). keridhaan dan syurga. dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. karenanya untuk meraih rahmat Allah manusia harus bertaqwa kepada-Nya. bertekad untuk tidak mengulanginya dan membuktikan bahwa dia betul-betul telah meninggalkan segala perbuatan salahnya dengan menggantinya kepada segala kebaikan. iman dan istiqomah harus disertai dengan hijrah. Menyesali. Hendaklah kamu minta ampun kepada Allah. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dia (Nabi Shaleh) berkata: Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan?. hal ini karena secara harfiyah. berbuat baik. Al-Qur’an merupakan kalamullah atau perkataan Allah. amat mustahil bagi manusia untuk bisa bertaqwa kepada Allah apabila Al-Qur’an tidak diikutinya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 34 . bahkan orang lain bisa merasakan manfaat baiknya. sedang untuk bisa bertaqwa harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalam Al-Qur’an. inilah yang membuat Allah cinta kepadanya sehingga rahmat Allah akan diberikan kepadanya. sebab jangankan Allah. manusia berarti mau mendekati Allah lagi dan Allah senang kepada siapa saja yang mau bertaubat. apalagi kalau ucapan Allah yang tentu harus lebih kita perhatikan. taubat dari segala dosa yang telah dilakukan. maka Allah senang pada orang tersebut sehingga Allah mau memberi rahmat kepadanya. sekecil apapun manfaat yang bisa dirasakannya.

Merupakan arahan Rabbani (Q.S. Kutunggu ampai dia selesai melakukan shalat kemudian aku temui dan kuucapkan salam kepadanya. berabda. (Fulan menjadikan Shalih sebagai saudara).” Makna Ukhuwah Islamiyah Kata ukhuwah berakar dari kata kerja akha.” (H. 3:103) 2.’Bergembiralah karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw. Lalu ia memegang ujung selendangku dan menariknya seraya berkata.S.’Demi Alloh aku mencintaimu. Jika Mereka berselisih tentang sesuatu maka mereka mengembalikan kepada pemuda tersebut dan meminta pendapatnya. Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah.Nikmat Allah (Q. dan saling memberi karena Aku.S.’ Keesokan harinya . misalnya dalam kalimat “akha fulanun shalihan”.’Apakah Alloh tidak lebih kau cintai?’ Aku jawab. 8:63) 4. Ukhuwah Jahiliyah bersifat temporer Menuju Kembali Kepada Fitrah 35 . pagi-pagi sekali aku dating ke masjid itu lagi dan kudapati dia telah berada di sana tengah melakukan shalat. Materi 17 Ukhuwah Islamiyah “Tidaklah dua orang muslim berjumpa.Perumpamaan tali tasbih (Q.49:10) Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan akidah dan syariat Islam. kecuali keduanya diampuni sebelum keduanya bepisah.S.43:67) 3. Aku berkata. Lalu ia bertanya.Merupakan cermin kekuatan iman (Q.”Alloh berfirman. lalu dikatakan oleh mereka.Materi Kultum Ramadhan Ayat yang menyebutkan kecintaan Allah kepada orang yang bertaubat adalah yang artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang membersihkan diri” (QS 2:222). Tiba-tiba aku jumpai seorang pemuda yang murah senyum yang dikerumuni banyak orang. lalu keduanya berjabat tangan. cinta-Ku pasti akan mereka peroleh bagi orang yang saling memadu cinta karena Aku.’Ini Muadz bin Jabal.’Ya Alloh aku cintai’. Abu Daud) Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwatha’ dari abi Idris Al Khaulany rahimahullah bahwa ia berkata: “Aku pernah masuk Masjid Damaskus. saling mengunjungi karena Aku. Aku bertanya tentang dia.R. Hakekat Ukhuwah Islamiyah: 1.

’ Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah. Ta’awun adalah saling bekerja sama dan membantu tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan kemungkaran 4. Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai. Barang siapa menutupi aib di hari kiamat. dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan.” (H. ya Rasullah. Hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta. Abu Hurairah r.Materi Kultum Ramadhan (terbatas waktu dan tempat). Memohon didoakan bila berpisah “Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu” (H. adalah saling menanggung kesulitan yang dialami saudaranya Hal-hal yang menguatkan ukhuwah islamiyah: 1.. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia. Al Hujurat: 13) 2.. Tafahum adalah saling memahami.’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya. nasionalisme. kebangsaan. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya. “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim. Ta’aruf adalah saling mengenal sesama manusia.” (H. beliau bersabda.’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum. Takaful.R Abu Daud dari Barra’) Menuju Kembali Kepada Fitrah 36 . kesukuan. Muslim) 4. karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan. dari Nabi Muhammad saw. niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Muslim) 3.a. Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa “Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja yang dating dari saudaramu). Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu di depannya.” 2.R.R.’ Kemudian orang yang dicintai itu menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.R. perkawinan. dan kepentingan pribadi) Materi 18 Peringkat-Peringkat Ukhuwah Peringkat-Peringkat Ukhuwah: 1. Muslim) 3. Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim) “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.S. yaitu ikatan selain ikatan akidah (missal:ikatan keturunan orang tua-anak. Saling mengenal antara kaum muslimin merupakan wujud nyata ketaatan kepada perintah Allah SWT (Q.” (H.

Merasakan lezatnya iman 2. antara sebagian dengan sebagian yang lain. 6. Ia rela bersusah payah demi istirahatnya orang lain. 15:45-48) Di antara unsur-unsur pokok dalam ukhuwah adalah cinta. meskipun berbedabeda dalam harta dan kedudukan. Sebagaiman firman Allah Swt dalam Q. benci.Materi Kultum Ramadhan 5. Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara) Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya Memenuhi hak ukhuwah saudaranya Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan Materi 17 Manfaat Ukhuwah Islamiyah Manfaat Ukhuwah Islamiyah 1. Tingkatan cinta yang paling rendah adalah husnudzon yang menggambarkan bersihnya hati dari perasaan hasad. Menuju Kembali Kepada Fitrah 37 . yaitu itsar. Ia rela berjaga demi tidurnya orang lain. Mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi) 3. iklim.S. dengki. Ia rela haus demi puasnya prang lain. 8. sehingga tidak ada kesempatan untuk bertikai atau saling dengki.S. Al-Ma’idah:14 Ada lagi derajat (tingkatan) yang lebih tinggi dari lapang dada (Salamatus shadr)) dan cinta. bahasa. Islam tidak bisa dipecah-belah dengan perbedaan unsure. Al-Qur’an menganggap permusuhan dan saling membenci itu sebagai siksaan yang dijatuhkan Allah atas orang0orang yang kufur terhadap risalahNya dan menyimpang dari ayat-ayatNya. Itsar adalah mendahulukan kepentingan saudaranya atas kepentingan diri sendiri dalam segala sesuatu yang dicintai. 9. 7. warna kulit. Islam menginginkan dengan sangat agar cinta dan persaudaraan antara sesama manusia bisa merata di semua bangsa. dan bersih dari sebab sebab permusuhan. Ia pun rela ditembus peluru dadanya demi selamatnya orang lain. Mendapatkan tempat khusus di surga (Q. dan atau batas negara. Ia rela lapar demi kenyangnya orang lain.

kecuali oleh sebab kebakhilan yang ada pada hartawan muslim. dalam sebuah Hadits riwayat Imam al-Ashbahani dari Imam Thabrani.. Pertama. terutama antara kelompok kaya dan kelompok miskin. Dalam ajaran Islam. Tidaklah mungkin terjadi seorang fakir menderita kelaparan atau kekurangan pakaian. Rasulullah SAW. dan sedekah dapat dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan dikelola dengan baik. Lapoe dan Colin (1978) serta George (1981) menyatakan bahwa penyebab utama kemiskinan adalah ketimpangan sosial ekonomi akibat adanya sekelompok kecil orang-orang yang hidup mewah di atas penderitaan orang banyak. dan bukannya disebabkan oleh semata-mata kelebihan jumlah penduduk (over population).Materi Kultum Ramadhan Materi 18 Mengatasi Kesenjangan Sosial Dalam Islam Adalah sudah menjadi fakta. infak dan sedekah (ZIS). Menuju Kembali Kepada Fitrah 38 . akan tetapi juga akibat dari pola kehidupan yang tidak adil (kemiskinan struktural) dan merosotnya kesetiakawanan sosial.. Ingatlah. Misalnya. Sedangkan sisanya 90% masyarakat dunia menguasai 46% total kekayaan dunia (Beik. al-Hasyr: 7)... infak. Kedua. 2006). Padahal Allah SWT sangat menentang perputaran harta di tangan kelompok elit masyarakat saja. Thabrani dalam Al Ausath dan Ash Shoghir). Salah satu faktor utama yang menyebabkan besarnya kesenjangan pendapatan tersebut adalah karena ketiadaan mekanisme distribusi kekayaan yang mencerminkan prinsip keadilan dan keseimbangan. kemiskinan bukanlah semata-mata disebabkan oleh kemalasan untuk bekerja (kemiskinan kultural).” (QS.supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. sebagaimana dikemukakan dalam Human Development Report 2006 yang diterbitkan oleh UNDP (United Nations Development Programme). Berdasarkan laporan tersebut. 10% kelompok kaya dunia menguasai 54% total kekayaan dunia. Hadits tersebut memberikan dua isyarat. sehingga kekayaan terkonsentrasi di tangan segelintir kelompok. jika zakat. salah satu mekanisme distribusi pendapatan dan kekayaan ini adalah melalui instrumen zakat.. Allah SWT akan melakukan perhitungan yang teliti dan meminta pertanggungjawaban mereka dan selanjutnya akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih” (HR. sebagaimana yang dinyatakan-Nya dalam QS Al-Hasyr: 7: “. menyatakan: “Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan atas hartawan muslim suatu kewajiban zakat yang dapat menanggulangi kemiskinan. bahwa kegiatan ekonomi sekarang adalah melahirkan kesenjangan pendapatan yang semakin lebar dan semakin besar.

Materi Kultum Ramadhan
apakah dalam aspek pengumpulan ataupun dalam aspek pendistribusian, kemiskinan dan kefakiran ini akan dapat ditanggulangi, paling tidak dapat diperkecil (Hafidhuddin, 1998). Dalam Alquran dan Hadits, zakat, infaq dan sedekah di samping sering digandengkan dengan salat, juga digandengkan dengan kegiatan riba, misalnya dalam QS. Ar-Rum: 39 dan QS. Al-Baqarah: 276. Hal ini mengisyaratkan bahwa optimalisasi ZIS akan memperkecil kegiatan ekonomi yang bersifat ribawi. Karena itu, gerakan penyadaran zakat hakikatnya adalah gerakan untuk menghilangkan kesenjangan, baik kesenjangan pendapatan maupun kesenjangan sosial, yang berbahaya bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Materi 19 Al Qur’an Terjaga Keasliannya
Walaupun terjadi penyimpangan di sana-sini terhadap Al-qur’an, tetapi pada akhirnya penyimpangan tersebut akan terkalahkan dan Allah akan meluruskan kembali. Sungguh Allah telah menentukan hal demikian, sebagai sunatullah, agar kita berlomba-lomba dalam beramal dan nyata antara yang benar dan yang salah. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran, dan Kami tentu menjaganya.” (QS 15:9) Di satu sisi banyak umat mendustakan, di satu sisi lain akan banyak umat yang membenarkan. Telah dibuktikan secara ilmiah oleh ilmuwan-ilmuwan kaliber dunia bahwa Al-qur’an adalah ayat-ayat yang berlaku sepanjang masa dan penemuan-penemuan ilmiah mereka ternyata hanya membenarkan dan memperjelas kandungan-kandungan dan hukum-hukum yang telah dicantumkan dalam Al-qur’an. ”Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar (sumber sinar) dan bulan bercahaya (memantulkan cahaya) dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat, garis edar yang tetap) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui (berilmu)”. (Surat 10: Yunus ayat 5). Al-qur’an adalah proyek Allah berisi tuntunan keselamatan kehidupan universal, dan dengan keterbatasan manusia yang hanya diberikan ilmu dan kemampuan sedikit dan dipenuhi nafsu serakah dan selalu dikelilingi setan (manusia dan jin) akan menjadi tersesat jika menafsirkan Al-qur’an dengan hawa nafsunya. Banyak cara Allah menjaga Al-Qur’an. Sejak zaman rosulullah, ada ribuan penghafal-penghafal Al-qur’an sehingga tidak akan ada kekeliruan penyalinan ayat, dan jika ada akan langsung terbongkar. Apalagi sekarang, ada jutaan penghafal Al-Qur’an. Disamping itu, telah ditemukan rumus-rumus matematika sangat menakjubkan, jelas diluar kemampuan manusia

Menuju Kembali Kepada Fitrah

39

Materi Kultum Ramadhan
apalagi Muhammad yang buta huruf, dengan temuan tersebut menjadikan sangat memudahkan “menemukan Al-Qur’an Palsu”. akan

Setiap muslim pasti meyakini kebenaran Quran sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun kemukjizatan Quran tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli. Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sampai seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahuntahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan. Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti surat-surat/ayat-ayat dalam Quran serba berkelipatan angka 19. Penemuannya tersebut berkat penafsirannya pada surat ke-74 ayat : 30-31, yang artinya : " Di atasnya ada sembilanbelas (malaikat penjaga). (QS. 74:30)

Materi 20 Pengertian Al Qur’an

Secara Bahasa (Etimologi) Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (‫ )قققرأ‬yang bermakna Talaa (‫[ )تل‬keduanya bererti: membaca], atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi). Anda dapat menuturkan, Qoro-’a Qor’an Wa Qur’aanan (‫ )قققرأ قققرءا وقرآنققا‬sama seperti anda menuturkan, Ghofaro Ghafran Wa Qhufroonan (‫ .)غفققر غفققرا وغفرانققا‬Berdasarkan makna pertama (Yakni: Talaa) maka ia adalah mashdar (kata benda) yang semakna dengan Ism Maf’uul, ertinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a) maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il, ertinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) kerana ia mengumpulkan/mengoleksi berita-berita dan hukum-hukum.* Secara Syari’at (Terminologi) Adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas. Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan alQur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan beransur-ansur.” (alInsaan:23)

Menuju Kembali Kepada Fitrah

40

Materi Kultum Ramadhan
Dan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa alQur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (Yusuf:2) Allah ta’ala telah menjaga al-Qur’an yang agung ini dari upaya merubah, menambah, mengurangi atau pun menggantikannya. Dia ta’ala telah menjamin akan menjaganya sebagaimana dalam firmanNya, “Sesunggunya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (al-Hijr:9) Oleh kerana itu, selama berabad-abad telah berlangsung namun tidak satu pun musuh-musuh Allah yang berupaya untuk merubah isinya, menambah, mengurangi atau pun menggantinya. Allah SWT pasti menghancurkan tabirnya dan membuka tipudayanya. Allah ta’ala menyebut al-Qur’an dengan sebutan yang banyak sekali, yang menunjukkan keagungan, keberkatan, pengaruhnya dan keuniversalannya serta menunjukkan bahawa ia adalah pemutus bagi kitab-kitab terdahulu sebelumnya. Allah ta’ala berfirman, “Dan sesunguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-Qur’an yang agung.” (al-Hijr:87) Dan firman-Nya, “Qaaf, Demi al-Quran yang sangat mulia.” (Qaaf:1) Dan firman-Nya, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memerhatikan ayatayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Shaad:29) Dan firman-Nya, “Dan al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (al-An’am:155) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia.” (al-Waqi’ah:77) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan ) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang menjajakan amal saleh bahawa bagi mereka ada pahala yang benar.” (al-Isra’:9) Dan firman-Nya, “Kalau sekiranya kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-

Menuju Kembali Kepada Fitrah

41

” (at-Taubah:124-125) Dan firman-Nya.” (an-Nahl:89) Dan firman-Nya. sesungguhnya ia telah menta’ati Allah. maka dengan surah ini bertambah kekafiran mereka. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia). “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. Allah ta’ala berfirman. dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Qur’an dengan jihad yang benar. “Dan al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orangorang yang sampai al-Qur’an (kepadanya)…” (al-An’am:19) Dan firman-Nya. maka surah ini menambah imannya sedang mereka merasa gembira.” (al-Furqaan:1) Sedangkan Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam juga merupakan sumber Tasyri’ (legislasi hukum Islam) sebagaimana yang dikukuhkan oleh al-Qur’an.” (al-Hasyr:21) Dan firman-Nya. iaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian* terhadap kitab-kitab yang lain itu.Materi Kultum Ramadhan perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan…” (al-Maa’idah:48) Al-Qur’an al-Karim merupakan sumber syari’at Islam yang kerananya Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam diutus kepada seluruh umat manusia. “Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran. “Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir. Dan firman-Nya. Allah ta’ala berfirman. “Dan apabila diturunkan suatu surah maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata. membenarkan apa yang sebelumnya. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit. “Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu. maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (al-Furqan:52) Dan firman-Nya.? ‘ Adapun orang-orang yang beriman. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan itu).” (an-Nisa’:80) Menuju Kembali Kepada Fitrah 42 . “Maha suci Allah yang telah menurunkan al-Furqaan (al-Qur’an) kepada hamba-Nya. ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini.

Allah menegur diri kita pada setiap ayat-ayat Nya. tentu al-Qur'an memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri bagi para pembaca dan penggemarnya.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ketika membaca al-Qur'an. 2. Orang yang paham al-Qur'an adalah orang yang memiliki banyak ilmu. nampaknya harus lebih banyak lagi mengetahui manfaat dan perannya. Ayat-ayat al-qur'an yang kita baca sehari-sehari tidak lepas dari karunia Allah untuk setiap muslim yang demikian besar. Allah memberikan tempat istimewa bagi para pecintanya. 4. Bacaan al-Qur'an yang melibatkan emosi akan memberikan kedamaian dan ketenangan yang tidak bisa dilukiskan.” (Ali ‘Imran:31) Materi 21 Manfaat Membaca Al Qur’an Sebagai wahyu yang Allah turunkan kepada nabi-Nya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 43 . tinggalkanlah…” (al-Hasyr:7) maka maka Dan firman-Nya. Ayat-ayat al-Qur'an yang dibaca setiap hari akan memberikan motivasi dan penyemangat bagi si pembacanya. “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya. maka sungguhlah dia telah sesat. terutama untuk kehidupan. 7. nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosadosamu.Materi Kultum Ramadhan Dan firman-Nya. ikutilah aku. ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu. Karena saking istimewanya al-Qur'an ini dari kitab-kitab samawi lainnya. Dan apa yang dilarangnya bagimu. “Katakanlah. Oleh karena bagi anda yang ingin memaksimalkan peran al-Qur'an dalam kehidupan. Di antara manfaat itu adalah: 1. Ayat-ayat Alloh akan menjadi penjaganya selama ia hidup di dunia. karena ia telah menjaga ayat-ayat-Nya. Orang yang membaca al-Qur'an akan senantiasa ingat Allah dan kembali kepada-Nya.” (alAhzab:36) Dan firman-Nya. sesat yang nyata. 3. seperti yang dialami dan dirasakan oleh Sayyid Quthb Rahimahullah. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kecukupan dan nikmat Allah meski ia merasakan serba kurang di dunia. 6. 5. terimalah dia.

di saat orang lain merasakan kesedihan. kecemasan dan rasa pesimis. Orang yang membaca al-Qur'an bagaikan orang yang sedang menyelami samudera kehidupan." (HR. dan mengambil manfaat darinya. 11. inovatif dan produktif. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kegembiraan dan penuh harapan. Muslim) Dalam riwayat lainnya disebutkan "Sesungguhnya suara yang baik itu menambah Al Qur'an menjadi baik. Abu Dawud dan AnNasa'i) Menuju Kembali Kepada Fitrah 44 . sehingga sebagian mereka menamakannya "Sihir. 10.Materi Kultum Ramadhan 8.' 12. Orang yang rajin membaca al-Qur'an akan selalu diberikan jalan kemudahan dan petunjuk sehingga tidak mudah untuk menyimpang dan menyerah karena ayat-ayat Allah akan selalu mengingatkan dirinya ketika dirinya 'tersandung dosa dan maksiat. Dan masih banyak manfaat-manfaat lainnya yang terus update dengan kondisi kehidupan kita. Orang yang selalu akrab dengan ayat-ayat akan diberikan jiwa yang sejuk." (HR. Orang yang membaca dan menjaga al-Qur'an selalu berada dalam lindungan dan penjagaan Allah. oleh karena itu Allah SWT berfirman: "Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan. sehingga membuatnya ingin selalu beramal.Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu belajar dan meningkatkan diri untuk lebih dekat lagi dengan al-Qur'an. Bukhari) Tetapi dengan lagu yang khusyu' bukan main-main atau merubah. 9. kerapian susunan dan uslubnya. Ayat-ayat al-Qur'an mengajak pembacanya untuk senantiasa berpikir.." (Al Muzzammil:4) Rasulullah SAW bersabda "Bukanlah termasuk ummatku orang yang tidak melagukan Al Qur'an. Ia telah membuat bangsa Arab tidak mampu berkutik." (HR. Yang dituntut di dalam membaca Al Qur'an adalah bertemunya antara keindahan suara dan tajwidnya sampai keindahan bayan dan susunannya. dan keunikan suaranya apabila dibaca. merenung dan beramal sebanyak-banyaknya. yaitu dengan keindahan bayannya." Para ulama balaghah dan para sastrawan bangsa Arab sejak masa Abdul Qahir sampai Ar-Raf"i dan Sayyid Quthb dan selain mereka pada zaman kita ini telah menjelaskan sisi I'jaz bayani (kejelasan mu'jizat) atau sisi keindahan dalam kitab ini.. Ahmad..Amiin Materi 22 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Pertama): Membaguskan Bacaan Al Qur’an Al Qur'an Al Karim merupakan mu'jizat Rasul yang agung termasuk mu'jizat yang indah selain juga mu'jizat yang logis. hati yang damai dan pikiran yang jernih. kreatif. Karena diri mereka selalu dipompa dengan siraman ayat-ayatNya yang lembut. "Hiasilah Al Qur'an itu dengan suaramu..

Darul Ma'rifah. Imam Az Zarkasyi menyebutkan bahwa mu’jizat Al-Qur'an nampak dari segala sisi ( lihat Al Burhan fi ulumil Qur'an. oleh Az Zarkasyi :Jilid:2. ilmu. apa yang dizinkan Allah kepada Nabinya (adalah) untuk membaguskan dalam melagukan Al Qur'an yang dia baca dengan keras." (HR. Tapi usaha mereka gagal. membangunkan perasaan. Bairut1990) : dari rangkaian katanya yang indah " balaghah "." (HR. memberikan kenikmatan pada perasaan dan memperlancar lisan. Materi 23 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Kedua): Kalamullah Bagaimanakah kita membuktikan Al-Quran itu adalah Kalam Allah? Pertama.hal:237. Bahkan mereka sendiri mengakui bahwa Al-Qur'an memang bukan karangan manusia. aku mendengarkan suaramu tadi malam. kesesuaian informasinya dengan penemuan final ilmu pengetahuan. Dan memang sampai sekarang tidak ada seorangpun yang bisa mengarang sepertinya. sungguh kamu telah diberi seruling dari seruling keluarga Dawud.Tapi ternyata tidak seorang pun dari mereka yang bisa membuat seperti Al-Qur'an. susunan ayat-ayat dan surahsurahnya. kepada seorang rasulNya. Bukhari dan Muslim) Dalam Al Qur'an terkandung unsur agama. atau seperti surah di antara surahsurahnya ). orang-orang Arab berada di puncak kefasihan berbahasa. "Seandainya kamu melihatku. sampai seperti surah yang paling pendek pun masih belum ada yang bisa mendatangkannya. Ahmad. Sebagai Mu'jizat Al-Qur'an tentu dari Allah. Al-Qur’an merupakan mu’jizat ( tidak ada seorangpun yang bisa mendatangkan sepertinya. Mu’jizat ini hanya diberikan oleh Allah.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah SAW juga bersabda kepada Abu Musa Al Asy'ari RA. Menuju Kembali Kepada Fitrah 45 . memberikan kepuasan akal. "Seandainya aku mengetahui hal itu. kebenaran isinya. Muslim) Rasulullah SAW juga bersabda: "Apa yang diizinkan Allah pada sesuatu. sebagai bukti yang membenarkan bahwa ia benar-benar utusan Allah. sastra dan seni secara bersamaan. maka aku akan membacakan untukmu dengan bacaan yang lebih baik. Pada waktu Al-Qur'an diturunkan. Dia mampu memberikan siraman ruhani." Abu Musa berkata. Berbagai usaha telah dilakukan oleh sebagian penyair mereka.

anda akan menemukan susunan yang tidak berkaitan antara satu hadits dengan lainnya. Padahal ia diturunkan secara berangsurangsur. Al Falaq dan An Nas. Masuk akalkah seorang menegur dirinya senidiri dalam buku yang dikarangnya? Kalau memang benar Al-Qur'an karangan Muhammad SAW. Para Ulama sepanjang sejarah telah membuktikan hakikat kesatuan Al-Qur'an dengan susunannya yang ada. sementara Rasulullah sedang sibuk dalam sebuah pertemuan dengan pemukapemuka Quraisy. hasilnya sebuah kesimpulan bahwa Al-Qur'an bukan karangan Nabi. Di permulaan surat " Abasa " juga teguran kepada Rasulullah kerena beliau bermuka masam kepada Ibn Ummi Maktum yang pada waktu itu minta Rasulullah untuk mengajarkannya Al-Qur'an. Bahkan ada yang berupa teguran seperti yang terdapat dalam surat " Al Tahrim ". Al-Qur'an sendiri menyuruh Rasulullah SAW untuk menantang siapa saja yang dari mahluk yang ada. Rasulullah ditegur langsung karena mengharamkan madu pada dirinya. Bahkan dalam (QS:Al Isra':88) Al-Qur'an menegaskan bahwa sekalipun jin dan manusia berkumpul untuk mengarang seperti Al-Qur'an tidak akan bisa. Al-Qur'an kalam Allah.Materi Kultum Ramadhan Kedua. Perhatikan saja tiga surah terkahir : Al Ikhalsh. tapi tidak ada seorangpun yang bisa menjawab. Kalau memang karangan Nabi Muhammad SAW. Dalam (QS: Hud:13) perintah untuk Nabi agar menantang mereka supaya mendatangkan sepuluh surah. teliti susunan ayatnya. Di tambah lagi bahwa di dalam Al-Qur'an banyak " khitab " yang ditujukan kepada Rasulullah. lalu susunlah sebagaimana susunan Al-Qur'an. anda akan menemukan suatu keterpaduan. untuk menjaga perasaan istrinya yang tidak suka bau madu yang diminumnya. Ketiga. Pada (QS:Al Baqarah:23) juga demikian. Kalau masih belum percaya silahkan kumpulkan hadits-hadits Nabi – ujar Al Baqillani -. mengapa pakai perintah? Dan bentuk perintah kepada Nabi Muhammad SAW. mencoba membandingkan antara hadits-hadits Nabi dan ayat-ayat Al-Qur'an. Dalam (QS:Yunus:38) perintah agar menantang mereka untuk mendatangkan satu surah. saling berkaitan dari awal sampai akhir. Bandingkan dengan Al-Qur'an. di dalam Al-Qur'an begitu banyak. Ini semua menunjukkan bahwa Al-Qur'an kalam Allah. Sampai-sampai Al Baqillani menantang. memang ada tuduhan bahwa Al-Qur'an karangan Nabi Muhammad SAW. Dan sampai sekarang Al-Qur'an masih terus menantang. jin dan manusia untuk membuat sepertinya. sunan surahsurahnya. namun kemudian Imam Al-Baqillani dalam bukunya Ijazul Qur'an. Menuju Kembali Kepada Fitrah 46 . Semuanya dimulai dengan perintah " qul " ( katakan hai Muhammad ).

satu-satunya umat yang memeliki manuskrip langit yang paling autentik. tentu tidak akan sampai sejauh ini berani menantang. telah memuliakan kita dengan mengutus nabi yang terbaik yang pernah diutus kepada manusia. dan neraka dengan segala kepedihannya. Keempat. mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Sesuai firman Allah SWT: "Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. kaum muslimin. Maka apakah kamu tiada memahaminya?" (Al Anbiyaa: 10). Sementara Al-Qur'an akan terus menantang sampai hari Kiamat. Silahakan anda bandingkan antara penemuan ilmu pengetahuan yang sudah final ( bukan teori ).Materi Kultum Ramadhan Dan kalau Al-Qur'an karangan manusia. dan yang menentukan akhir hidup manusia. untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman. Suatu bukti bahwa ia kalam Allah yang mu'jiz. bisa menjangkau penemuan ilmu yang baru saja didapatkan tanpa sebuah penelitian? Kelima.dengan menganugerahkan kitab suci yang terbaik yang diturunkan kepada manusia. Suatu bukti bahwa yang mempunyai informasi seperti ini hanya Dia yang menciptakan alam. anda pasti akan mendapatkan hakikat yang sama. di dalam Al-Qur'an banyak informasi mengenai alam ghaib. seperti adanya surga dengan segala keindahannya. sebagai bimbingan yang lurus. dan yang membagi ada yang ke surga dan yeng ke neraka. Rabb kita juga. lalu bandingkan dengan penegasan Al-Qur'an. Sudah demikian banyak para ulama mengungkap hal ini dalam pembahasan "al i'jazul ilmi lilqur'an". Adakah akal manusia sejak sekian abad silam. karena alam ini ciptaan Allah. Kitalah. Mengapa. bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. dan seterusnya yang semuanya ini tidak mungkin dijangkau oleh akal manusia. adanya hari kiamat. atau tentang tubuh manusia dan lain sebagianya. Materi 24 Al Qur’an Membentuk Umat Mulia "Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya." ( Al Kahfi: 1-3) Rabb kita telah memberikan kemuliaan kepada kita --sebagai kaum Muslimin-. yang mengatur kehidupan setelah matinya semua mahluk. dan Al-Qur'an kalamNya. yang mengandung firman-firman Allah SWT yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 47 . yang mengerjakan amal saleh. tentang alam.

dan tidak dibebankan tugas itu kepada siapapun dari sekalian makhluk-Nya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an. sebagaimana bentuknya saat diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad Saw. Tidak ada seorangpun yang dapat menambah atau mengurangi satu hurup-pun darinya. yang telah dimudahkan oleh Allah SWT untuk diingat dan dihapal. dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. di dalam hati mereka. Perhatian kaum muslimin terhadap Al Quran sedemikian besarnya. dan malah hurup-hurupnya--. dengan perantaraan ruh yang terpercaya (Jibril). Ayat-ayatnya dibaca. yang terjaga dari perubahan dan pemalsuan. yang diberikan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia. dihapal dan dijelaskan. penj. baik itu lelaki maupun perempuan. suatu kitab. baik itu kitab agama atau kitab biasa. yang menghapal Al Qur'an dalam mereka. Al Qur'an adalah kitab Ilahi seratus persen: "(Inilah) suatu kitab yang ayatayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu.). Dan anugerah itu terus terpelihara dari perubahan dan pemalsuan kata maupun makna. yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. kecuali Al Qur'an." (Huud: 1) "Dan sesungguhnya Al Qur'an itu adalah kitab yang mulia. baik dengan tulisan atau bacaan.Materi Kultum Ramadhan terakhir. Ia tidak dimulai dengan basmalah. Demikian juga dilakukan oleh banyak orang non Arab. Karena Allah SWT. Kecuali satu surah saja. namun mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. Ia juga dihapal oleh anak-anak kecil kaum Muslimin. Dan salah seorang dari mereka." (Al Hijr: 9). Karena. dalam masalah Al Qur'an ini. jika Anda tanya: "siapa namamu?" --dengan bahasa Arab-. Maka bagaimana mungkin seseorang dapat menambah atau mengurangi suatu kitab yang dihitung kata-kata dan hurup-hurupnya itu?! Tidak ada di dunia ini suatu kitab yang dihapal oleh ribuan dan puluhan ribu orang. tidak ada tempat bagi akal untuk campur tangan. Maka tidak aneh jika kita menemukan banyak orang. kecuali Al Qur'an ini. hingga mereka juga menghitung ayat-ayatnya --bahkan kata-katanya. telah menjamin untuk memeliharanya.niscaya ia tidak akan menjawab! (Karena tidak paham bahasa Arab!." ( Fushshilat: 41-42) Tidak ada di dunia ini. didengarkan. yaitu surah at Taubah. Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya. Dan tidak ada seorang pun yang berani untuk menambahkan basmalah ini pada surah at Taubah. dan mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. Al Quran berisikan seratus empat belas surah. Seluruhnya dimulai dengan basmalah (bismillahirrahmanirrahim). Ia menghapal Menuju Kembali Kepada Fitrah 48 .

mana yang harus ghunnah (dengung). meskipun ia tidak memahami apa yang ia baca dan ia hapal.a.Materi Kultum Ramadhan Kitab Suci Rabbnya semata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku bagi seluruh buku. namun juga cara membaca dan makhraj hurup-hurupnya. Materi 25 Al Qur’an Cahaya Allah menurunkan Al Qur'an untuk memberikan kepada manusia tujuan yang paling mulia. kalimat-kalimat serta lafazhlafazhnya saja. bagi Al Qur'an. Hingga rasam (metode penulisan) Al Qur'an. idgham (digabungkan). seperti tertulis pada era khalifah Utsman bin Affan r." ( Al Maaidah: 15-16) Al Qur'an adalah "cahaya" yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. Hingga saat ini. ikhfa (disamarkan) dan iqlab (dibalik). masih tetap tertulis dan tercetak hingga saat ini. dan kitab yang menerangkan. di samping cahaya fithrah dan akal: "Cahaya di 49 Menuju Kembali Kepada Fitrah . dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya. Al Qur'an tidak semata dijaga makna-makna. yang berani merubah metode penulisan Al Qur'an itu. izhhar (jelas). meskipun metode dan kaidah penulisan telah berkembang jauh. dan jalan yang paling lurus. koran dan lainnya yang ditulis dan dicetak."(Al Israa: 9) "Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah. Seperti kata mana yang harus madd (panjang). Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan. tidak ada suatu pemerintah muslim atau suatu organisasi ilmiah pun.. dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. Atau seperti yang digarap oleh suatu ilmu khusus yang dikenal dengan "ilmu tajwid Al Qur'an". karena ia tertulis dengan bukan bahasanya. media cetak."Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus.

Yaitu yang berkaitan dengan pokokMenuju Kembali Kepada Fitrah 50 . dan dia adalah "cahaya yang istimewa". kemudian ia memperjelas yang lain. menolak syubhat (kesamaran). Seperti dalam firman Allah SWT: "Hai manusia. membongkar kebatilan-kebatilan. (Al Maaidah: 44) Demikian juga mendeskripsikan Injil seperti itu. Dan Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai cahaya. saat mentari pagi telah bersinar. Ia membuka hal-hal yang samar." Seperti dalam firman Allah SWT: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)". ia akan memadamkan pelita-pelita"." (Al A'raaf: 157) Di antara karakteristik cahaya adalah: Dirinya sendiri telah jelas.Materi Kultum Ramadhan atas cahaya (berlapis-lapis). menjelaskan hakikat-hakikat. menunjukkan jalan bagi orang-orang yang sedang kebingungan saat mereka gamang dalam menapaki jalan atau tidak memiliki petunjuk jalan. ia juga mendeskripsikan Taurat dengan kata yang lain: "Di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi). sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu." (Al Maidah: 46) Perbedaan dalam dua pengungkapan itu menunjukkan perbedaan antara Al Qur'an dengan kitab-kitab suci lainnya. Dan berfirman kepada para sahabat Rasulullah Saw dengan firmanNya: "Dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an)." (An Nisaa: 174) "Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur'an) yang telah Kami turunkan. (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an). dalam banyak ayat. sesungguhnya agama Muhammad Dan kitab sucinya adalah kitab suci yang paling lurus dan paling teguh Jangan sebut kitab-kitab suci lainnya di depannya Karena. serta menambah jelas dan menambah petunjuk bagi orang yang telah mendapatkan petunjuk. Seperti diungkapkan oleh Al Bushiry dalam Lamiah-nya: "Maha Besar Allah. seperti dalam firman Allah SWT tentang Nabi 'Isa: "Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) ." (An Nuur: 35). Hal itu karena Al Qur'an ini datang untuk membenarkan kitab-kitab suci yang telah turun sebelumnya." (At Taghaabun: 8). Dan jika Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sebagai "cahaya".

Dan setiap orang berusaha sesuai dengan kadar kemampuannya. membangun umat yang saleh. saling memberi maaf dan tidak saling membenci secara fanatik. menghubungkan manusia dengan Rabbnya. Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran. yaitu dalam memahami dan menafsirkan Al Qur'an. serta meluruskan pola pandangan tentang manusia. membenarkan apa yang sebelumnya. Materi 26 Interaksi Dengan Al Qur’an Sebagai seorang Muslim kita berkewajiban untuk berlaku baik dan benar terhadap Al Qur’an dalam memahami dan menafsirkannya. kemuliaannya dan menjaga hak-haknya. bukan dalam kejahatan dan permusuhan. dan balasan atas amal perbuatan. Dan Allah SWT menurunkan kitab-Nya agar kita mentadabburinya. serta untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan. dalam bidang ini telah terjadi kerancuan yang berbahaya.Materi Kultum Ramadhan pokok aqidah dan akhlak. membaca dan mendengarkannya. yang dianugerahkan amanah untuk menjadi saksi bagi manusia. serta mentadabburi dan merenungkannya. Tidak ada yang lebih baik dari usaha kita untuk mengetahui kehendak Allah SWT terhadap kita. serta mengeksplorasi mutiara-mutiara terpendamnya. sebelum kitab-kitab itu dipalsukan dan diubah tangan manusia. mengajak untuk menciptakan dunia manusia yang saling kenal mengenal dan tidak saling mengisolasi diri. Kita berkewajiban untuk memperlakukan Al Qur'an ini secara baik: dengan menghapal dan mengingatnya. membersihkan jiwa manusia. Al Qur'an juga mengungguli kitab-kitab suci sebelumnya. Namun yang disayangkan. di antaranya: meluruskan kepercayaan-kepercayaan dan pola pandang manusia tentang Tuhan. Oleh karena itu harus dibuat rambu-rambu dan petunjuk yang mampu Menuju Kembali Kepada Fitrah 51 . membentuk keluarga. kenabian. yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. yaitu dengan mengoreksi dan meluruskan tambahantambahan dan perubahan-perubahan yang telah disisipkan oleh manusia dalam kitab-kitab itu. memahami rahasia-rahasianya." (Al Maaidah: 48) Al Qur'an juga mempunyai maksud dan tujuan diturunkanya.

untuk selanjutnya murid-murid generasi berikutnya mengikuti murid-murid para sahabat itu dengan baik pula. mengetahui tujuantujuannya. yang dapat berakibat patal jika dilanggar. Mereka tidak mampu berinteraksi secara benar dengannya.telah berinteraksi dengan baik terhadap Al Qur'an.pada Al Qur'an itu sendiri. serta petunjuk dalam berdakwah kepada Allah SWT. dalam bidang-bidang kehidupan yang beragam. serta peradaban ilmu dan iman. Al Qur'an telah merubah mereka dari perilaku-perilaku jahiliyah menuju kesucian Islam. tidak memprioritaskan apa yang menjadi prioritas Al Qur'an. undang-undang bagi aturan politik. memberikan kedudukan bagi mereka di atas bumi. Melalui mereka itulah Allah SWT memberikan petunjuk kepada manusia. Kita juga harus berlaku baik terhadap Al Qur'an dengan mengikuti petunjuknya. karena ia adalah objek kita. dan mengeluarkan mereka dari kegelapan ke dalam cahaya. seperti yang dilakukan oleh Bani Menuju Kembali Kepada Fitrah 52 . Kehidupan mereka telah diubah oleh Al Quran dengan amat drastis dan revolusioner. Umat kita pada abad-abad pertama --yang merupakan abad-abad yang paling utama-. menghukum dengan syari'atnya serta mengajak manusia mengikuti petunjuknya. yang diungkapkan oleh Al Qur'an dalam firman-Nya: "Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. mereka menghapal hurup-hurupnya." (Al Jumu'ah: 5). Kemudian datang generasi-generasi berikutnya. Tidak selayaknya umat Al Qur'an mengalami hal yang sama yang pernah terjadi dengan umat Taurat. Inilah yang berusaha dilakukan buku ini dalam empat bab utamanya. Di antara merek ada yang beriman dengan sebagiannya. namun tidak memperhatikan ajaran-ajarannya.Materi Kultum Ramadhan menjaga dari kekeliruan dalam usaha ini. Kemudian mereka diikuti oleh murid-murid mereka dengan baik. berlaku baik dalam mengimplementasikannya secara massive dalam kehidupan mereka. serta berlaku baik pula dalam mendakwahkannya. yang menjadikan Al Qur'an terlupakan. namun kafir dengan sebagiannya lagi. dengan bertumpu --terutama-. membebaskan negeri-negeri. tidak menganggap besar apa yang dinilai besar oleh Al Qur'an serta tidak menganggap kecil apa yang dinilai kecil oleh Al Qur'an. Ia adalah manhaj bagi kehidupan individu. sehingga mereka kemudian mendirikan negara yang adil dan baik. Contoh terbaik hal itu adalah para sahabat. Mereka berlaku baik dalam memahaminya. namun ia juga petunjuk itu. serta perlu diberikan peringatan tentang ranjau-ranjau yang menghadang di jalan. mengerjakan ajarannya.

" (Al An'aam: 155) Tidak ada jalan untuk membangkitkan umat dari kelemahan.” (Al Anbiya’: 107) Diantara wujud kesempurnaan agama Islam sebagai rahmatal lil’alamin. Dengan menjadikannya sebagai panutan dan imam yang diikuti. ketertinggalan dan keterpecah-belahan mereka selain dari kembali kepada Al Qur'an ini. Dan cukuplah Al Qur'an sebagai petunjuk: "Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengkhabarkan di dalam firman-Nya (artinya): “Tidaklah Aku mengutusmu melainkan sebagai rahmatal lil’alamin. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. Meskipun mereka mengambil berkah dengan membawanya serta menghias dinding-dinding rumah mereka dengan ayat-ayat Al Qur'an. harkat dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 53 . namun mereka lupa bahwa keberkahan itu terdapat dalam mengikut dan menjalankan hukum-hukumnya. Kesempurnaan Islam ini menunjukkan bahwa syariat yang dibawa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam itu adalah rahmatal lil’alamin.Materi Kultum Ramadhan Israel sebelum mereka terhadap kitab suci mereka. memelihara dan menjunjung tinggi kehormatan. seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT." (An Nisaa: 122) Materi 27 Bahaya Rumor/Ghibah (Bagian Pertama): Pengertian Ghibah Islam merupakan agama sempurna yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam. Mereka tidak mampu berinteraksi secara baik dengan Al Qur'an. adalah Islam benar-benar agama yang dapat menjaga. harga diri. Seperti difirmankan oleh Allah SWT: "Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati.

jika yang engkau sebutkan tadi benar-benar ada pada saudaramu sungguh engkau telah berbuat ghibah. kehormatannya. Tahukah anda apa itu ghibah? Sesungguhnya kata ini tidak asing lagi bagi kita. Setiap orang pasti berusaha untuk menjaga dan mengangkat harkat dan martabatnya. Karena tidak ada seorang pun yang sempurna dan ma’shum (terjaga dari kesalahan) kecuali para Nabi dan Rasul. Karena hal ini dapat menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya di hadapan orang lain. Sebaliknya selain para Nabi dan Rasul termasuk kita tidak lepas dari kekurangan dan kelemahan. Ghibah ini erat kaitannya dengan perbuatan lisan. yang akan menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya.” Kemudian beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Engkau menyebutkan sesuatu yang ada pada saudaramu yang dia membecinya. Al Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apakah kalian mengetahui apa itu ghibah? Para shahabat berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Demikian pula setiap muslim diharamkan melakukan perbuatan yang dapat menjatuhkan. Suatu fenomena yang lumrah terjadi di masyarakat kita dan cenderung disepelekan. Kehormatan dan harga diri merupakan perkara yang prinsipil bagi setiap manusia.Materi Kultum Ramadhan martabat manusia secara adil dan sempurna. dan juga hartanya. yaitu ghibah (menggunjing). Ia tidak rela untuk disingkap aib-aibnya atau pun dibeberkan kejelekannya. 2564) Hadits di atas menjelaskan tentang eratnya hubungan persaudaraan dan kasih sayang sesama muslim. sehingga sering terjadi dan terkadang di luar kesadaran. Bahwa setiap muslim diharamkan menumpahkan darah (membunuh) dan merampas harta saudaranya seiman. padahal akibatnya cukup besar dan membahayakan. dan membongkar aib saudaranya dengan maksud jelek. atau pun merusak kehormatan saudaranya seiman.” Menuju Kembali Kepada Fitrah 54 . membuka. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Setiap muslim terhadap muslim lainnya diharamkan darahnya. sedangkan jika itu tidak benar maka engkau telah membuat kedustaan atasnya.” (H. Ghibah adalah menyebutkan.R Muslim no. Karena dengan perbuatan ini akan tersingkap dan tersebar aib seseorang. meremehkan.

Apakah kalian suka salah seorang diantara kalian memakan daging saudaramu yang sudah mati? Maka tentulah kalian membencinya.R. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan orang yang berbuat ghibah seperti orang yang memakan bangkai saudaranya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala … (pada ayat di atas).” (Al Hujurat: 12) Al Imam Ibnu Katsir Asy Syafi’i berkata dalam tafsirnya: “Sungguh telah disebutkan (dalam beberapa hadits) tentang ghibah dalam konteks celaan yang menghinakan. Maka beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh engkau telah berkata dengan suatu kalimat yang kalau seandainya dicampur dengan air laut niscaya akan merubah air laut itu. Abu Dawud 4875 dan lainnya) Asy Syaikh Salim bin Ied Al Hilali berkata: “Dapat merubah rasa dan aroma air laut. sebagaimana firman-Nya (artinya): “Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kalian menggunjing (ghibah) kepada sebagian yang lainnya.Materi Kultum Ramadhan Di dalam Al Qur’anul Karim Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat mencela perbuatan ghibah. disebabkan betapa busuk dan kotornya perbutan ghibah. ” (Lihat Mishbahul Munir) Materi 28 Bahaya Ghibah (Bagian Kedua): Kriteria Ghibah 1. Tentunya itu perkara yang kalian benci dalam tabi’at. karena ayat ini sebagai peringatan agar menjauh/lari (dari perbuatan yang kotor ini -pent). Hal ini menunjukkan suatu peringatan keras dari perbuatan tersebut. Membicarakan keburukan orang lain Dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu’anhu. demikian pula hal itu dibenci dalam syari’at. Sesungguhnya ancamannya lebih dahsyat dari permisalan itu.” (Lihat Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhush Shalihin 3/25) 2. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Pengasih.” (H. Dan bertaqwalah kalian kepada Allah. Menggambarkan keburukan bentuk tubuh seseorang Suatu hari Aisyah radhiyallahu’anha pernah berkata kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tentang Shafiyyah bahwa dia adalah wanita yang pendek. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku mi’raj (naik di langit). aku melewati suatu kaum yang kuku-kukunya dari tembaga dalam keadaan Menuju Kembali Kepada Fitrah 55 .

Dari shahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu. sebagaimana permisalan pada surat Al Hujurat ayat: 12. Ahmad 3/351) Dari shahabat Sa’id bin Zaid radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar (dalam riwayat lain: termasuk dari sebesar besarnya dosa besar) adalah memperpanjang dalam membeberkan aib saudaranya muslim tanpa alasan yang benar.Materi Kultum Ramadhan mencakar wajah-wajah dan dada-dadanya. Dari shahabat Ibnu Umar radhiyallahu’anhu. Mendengar pembicaraan ghibah tapi tidak melarangnya Demikian pula bagi siapa yang mendengar dan ridha dengan perbuatan ghibah maka hal tersebut juga dilarang.” (H. janganlah kalian menjelek-jelekkannya. beliau berkata: “Suatu ketika kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mencium bau bangkai yang busuk.” (H. Namun Al Hafizh Ibnu Hajar menguatkan bahwa ghibah ini khusus di luar sepengetahuannya. Barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim niscaya Allah akan mencari aibnya. At Tirmidzi dan lainnya) Dari shahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu. 29) 4.R. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Menuju Kembali Kepada Fitrah 56 . Membicarakan sesuatu yang tidak disukai saudaranya Konteks dalam hadits: “Engkau menyebutkan sesuatu pada saudaramu yang dia membecinya. lihat Nashihati linnisaa’ hal. Abu Dawud no.” (H.R. Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkata: ‘Apakah kalian tahu bau apa ini? (Ketahuilah) bau busuk ini berasal dari orang-orang yang berbuat ghibah. Semestinya dia tidak ridha melihat saudaranya dibeberkan aibnya. justru kamu lalai Dengan aib yang ada pada dirimu. 32) 3.R. janganlah kalian mencari-cari aibnya.” Hadits di tersebut secara zhahir mengandung makna yang umum. tapi hal itu termasuk perbuatan mencela dan menghina. 1583. Kemudia Al Hafizh berkata: “Tentunya membeberkan aib di hadapannya itu merupakan perbuatan yang haram. sebagaimana asal kata ghibah (yaitu dari kata ghaib yang artinya tersembunyi-pent) yang ditegaskan oleh ahli bahasa. Abu Dawud no. Barang siapa yang Allah mencari aibnya niscaya Allah akan menyingkapnya walaupun di dalam rumahnya. yaitu mencakup penyebutan aib dihadapan orang tersebut atau diluar sepengetahuannya. bahwa beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya yang belum sampai ke dalam hatinya.” (Fathul Bari 10/470 dan Subulus Salam hadits no. sesungguhnya itu dua keaiban (Lihat Nashihati linnisaa’ hal. Lalu aku bertanya: “Siapakah mereka itu wahai malaikat Jibril?” Malaikat Jibril menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia dan merusak kehormatannya. yang seharusnya setiap muslim untuk selalu berusaha menghindar dan menjauh dari perbuatan tersebut. 48664967) Dari ancaman yang terkandung dalam ayat dan hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa perbuatan ghibah ini termasuk perbuatan dosa besar.” (H. 4878 dan lainnya). janganlah kalian mengganggu kaum muslimin. Asy Syaikh Al Qahthani dalam kitab Nuniyyah hal. 39 berkata: Janganlah kamu tersibukkan dengan aib orang lain. Yang dimaksud dengan ‘memakan daging-daging manusia’ dalam hadits ini adalah berbuat ghibah (menggunjing).R.

Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan hatinya. berkah berarti an nama’ waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah. semoga kesejahteraan atas dirimu. bukan justru ikut larut dalam perbuatan tersebut. 1931 dan lainnya) Demikian juga semestinya ia tidak ridha melihat saudaranya terjatuh dalam kemaksiatan yaitu berbuat ghibah. Karena itu kita selalu berdo’a dan meminta orang lain mendo’akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. Secara harfiyah. Menuju Kembali Kepada Fitrah 57 . Tetapi dari sisi lain. justru bila ia memberi tahu kepada yang dighibahi dikhawatirkan akan terjadi mudharat yang lebih besar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya): “Dan orang-orang yang beriman itu bila¬ mendengar perkataan yang tidak bermanfaat. maka hendaknya ia pergi dan menghindar darinya. (Lihat Nashiihatii linnisaa’: 31) Materi 29 Menggapai Keberkahan Hidup Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. mereka berpaling darinya. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang melihat kemungkaran hendaknya dia mengingkarinya dengan tangan.R. Kalau sekiranya ia tidak mampu menasehati atau mencegahnya dengan cara yang baik.” (H.” (Muttafaqun ‘alaihi) Namun bila ia ikut larut dalam perbuatan ghibah ini berarti ia pun ridha terhadap kemaksiatan. Oleh karena itu sebagian para ulama lainnya berpendapat tidak perlu ia memberi tahukan kepada yang dighibahi tapi wajib baginya beristighfar (memohan ampunan) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyebutkan kebaikan-kebaikan orang yang dighibahi itu di tempat-tempat yang pernah ia berbuat ghibah kepadanya. Pendapat ini ada sisi benarnya jika dikaitkan dengan hak seorang manusia. kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil. ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu. yang demikian ini selemahlemahnya iman. tentunya hal ini pun dilarang dalam agama. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif.” (Al Qashash: 55) Dari shahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu. Bertaubat dari Ghibah Lalu bagaimana cara bertaubat dari perbuatan ghibah? Apakah wajib baginya untuk memberi tahu kepada yang dighibahi? Sebagian para ulama’ berpendapat wajib baginya untuk memberi tahu kepadanya dan meminta ma’af darinya.Materi Kultum Ramadhan “Barang siapa yang mencegah terbukanya aib saudaranya niscaya Allah akan mencegah wajahnya dari api neraka pada hari kiamat nanti. Semestinya ia menasehatinya. Bisa jadi orang yang dighibahi itu justru marah yang bisa meruncing pada percekcokan dan bahkan perkelahian. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan lisannya. Misalnya mengambil harta orang lain tanpa alasan yang benar maka dia pun wajib mengembalikannya. At Tirmidzi no. dan mereka berkata: “Bagi kami amalamal kami dan bagimu amal-amalmu. Insyaallah pendapat terakhir lebih mendekati kebenaran.

Allah Swt tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. Apabila manusia. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah" (QS 11:71-73). padahal aku adalah perempuan seorang perempuan tua. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. sehingga bagi orang yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 58 . maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS 7:96). misalnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari langit dan bumi sebagaimana yang disebutkan dalam firman surat Al A’raf: 96 di atas adalah rizki yang diantara rizki itu adalah makanan. apalagi terwujudnya generasi yang berkualitas memang dambaan setiap manusia. apakah aku aka melairkan anak. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. Pertama. Para malaikat itu berkata: "Apakahkamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya. Di dalam Al. luas ilmunya dan banyak amal shalehnya. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh". Janji Allah SWT untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firman-Nya yang artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa. bahkan tidak hanya Ismail yang shaleh. hal ini karena ulama ahli tafsir. Kelangsungan Islam dan umat Islam salah satu faktornya adalah adanya topangan dari generasi yang shaleh. keberkahan dalam soal makanan yakni makanan yang halal dan thayyib. Kedua.Qur’an keberkahan semacam ini diceritakan oleh Allah yang artinya: “Dan isterinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. tapi juga Ishak dan Ya’kub. memiliki kemandirian termasuk dalam soal harta dan bisa menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Allah SWT hanya akan memberi keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Keberkahan semacam ini telah diperoleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang ketika usia mereka sudah begitu tua ternyata masih dikaruniai anak. dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. yakni dengan lahirnya generasi yang shaleh.Materi Kultum Ramadhan Namun. baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah Swt. sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. sehat dan cerdas. maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik. Yang dimaksud makanan yang halal adalah disamping halal jenisnya juga halal dalam mendapatkannya. keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman bisa kita bagi kedalam tiga bentuk. Generasi semacam itu juga memiliki jasmani yang kuat. berkah dalam keturunan. Bentuk Keberkahan Secara umum. Generasi yang shaleh adalah yang kuat imannya. hai ahlul bait. Ternyata. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang kelahiran Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’kub. dicurahkan atas kamu. Disilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya. ini merupakan sesuatu yang amat penting. Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan. rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah.

yakni 24 jam setiap harinya. meskipun dalam berbagai bentuk usaha yang berbeda. bagi seorang muslim yang diberkahi Allah. makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. tapi bagi orang yang diberkahi Allah maka dia bisa memanfaatkan waktu yang 24 jam itu semaksimal mungkin sehingga pencapaian sesuatu yang baik ditempuh dengan penggunaan waktu yang efisien. baik dalam bentuk mencari harta. hal ini karena Allah sangat melarang manusia berlebih-lebihan dalam makan maupun minum. baik siang maupun malam dalam jumlah yang sama. pakailah pakaianmu yang indak di setiap memasuki masjid. makanan itu harus dimakan sewajarnya atau secukupnya. Karena itu. Allah berfirman yang artinya: “Demi malam apabila menutupi. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS 103:1-3). Adapun orang yang memberikan (harta di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga). waktu digunakan untuk bisa membuktikan pengabdiannya kepada Allah Swt. karena itu Allah menganugerahi kepada kita waktu. Karena itu. ada kunci yang harus kita miliki dan usahakan dalam hidup ini. 1. keberkahan dari Allah untuk kita merupakan sesuatu yang amat penting. Karena itu. Allah berfirman yang artinya: “Demi masa. Allah berfirman yang artinya: Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rizkikan kepadamu. makanan yang diberkahi juga adalah yang thayyib. dia tidak akan menghalalkan segala cara dalam memperoleh nafkah. agar apa yang dimakan juga membawa keberkahan yang lebih banyak lagi. maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (92:1-7). Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Iman dan Taqwa Yang Benar Menuju Kembali Kepada Fitrah 59 . Ketiga. Di samping itu. ada dua faktor yang menjadi kunci keberkahan itu. memperluas ilmu maupun memperbanyak amal yang shaleh. karena salah satu karakteristik waktu adalah tidak akan bisa kembali lagi bila sudah berlalu. Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Sekurang-kurangnya. dan penciptaan laki-laki dan perempuan. Allah Swt berfirman yang artinya: “Hai anak Adam. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (7:31). berkah dalam soal waktu yang cukup tersedia dan dimanfaatkannya untuk kebaikan. meskipun sudah halal dan thayyib. dan siang apabila terang benderang. Materi 30 Kunci Keberkahan Sebagai seorang muslim. dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya (QS 5:88). yakni yang sehat dan bergizi sehingga makanan yang halal dan tayyib itu tidak hanya mengenyangkan tapi juga dapat menghasilkan tenaga yang kuat untuk selanjutnya dengan tenaga yang kuat itu digunakan untuk melaksanakan dan menegakkan nilai-nilai kebaikan sebagai bukti dari ketaqwaannya kepada Allah Swt.Materi Kultum Ramadhan diberkahi Allah.

Berpedoman kepada Al-Qur’an Al-Qur’an merupakan sumber keberkahan sehingga apabila kita menjalankan pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan berpedoman kepadanya dalam berbagai aspek kehidupan. Karena harus kita jalankan dan pedomani dalam kehidupan ini. keberkahan dari Allah yang kita dambakan itu. nicaya kita akan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. baik menyangkut aspek pribadi. Karenanya. Materi Tambahan Halal Bi Halal Sebenarnyalah istilah Halalbihalal tidak dikenal oleh kalangan bangsa Arab. Keimanan dan ketaqwaan yang benar selalu ditunjukkan oleh seorang mu’min dalam bentuk melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. kamus bahasa Arab juga tak mengenal istilah itu. Tegasnya keimanan dan ketaqwaan itu dibuktikan dalam situasi dan kondisi yang bagaimananpun juga dan dimanapun dia berada. lihat juga QS 38:29. maka setiap kita harus mengimani kebenaran Al-Qur’an bahwa dia merupakan wahyu dari Allah Swt sehingga tidak akan kita temukan kelemahan dari Al-Qur’an. Akhirnya menjadi jelas bagi kita bahwa. sudah dikemukakan bahwa Allah akan menganugerahkan keberkahan kepada hamba-hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. dan para sahabat. Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah kami turunkan. selanjutnya bisa dan suka membaca serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Maka mengapakah kamu mengingkarinya? (QS 21:50. bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenarbenar taqwa dan jangan sampai kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri/muslim (QS 3:102). baik dalam keadaan senang maupun susah. maka semakin besar keberkahan yang Allah berikan kepada kita. yakni dalam bentuk memantapkan iman dan taqwa serta selalu menjadikan Al. 2. Justru ‘halalbihalal’ masuk dan diserap Bahasa Indonesia dan diartikan sebagai “hal maaf-memaafkan Menuju Kembali Kepada Fitrah 60 . tidak pula ada pada zaman Nabi saw. memperolehnya harus dengan berdo’a dan berusaha yang sungguh-sungguh. Karena itu menjadi keharusan kita bersama untuk terus memperkokoh iman dan taqwa kepada Allah Swt. masyarakat maupun bangsa.Materi Kultum Ramadhan Di dalam ayat di atas. Semakin mantap iman dan taqwa yang kita miliki. keluarga.Qur’an sebagai pedoman dalam hidup ini. dalam keadaan sendiri maupun bersama orang lain. Salah satu ayat yang amat menekankan peningkatan taqwa kepada orang yang beriman adalah firman Allah yang artinya: Hai orang-orang yang beriman.6:155).

maka ketika Syawal tiba saatnya kita melengkapinya dengan memperbaiki hubungan horisontal dengan sesama manusia (hablun minannas). mengucapkan hadits itu saat hari raya Idul Fitri. dsb) oleh sekelompok orang dan merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia. yakni dengan cara saling memaafkan.Materi Kultum Ramadhan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan. ketika pada ramadhan kita memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah (hablun minallah).” Para ulama kita terdahulu mendasarkan kegiatan halal bihalal tersebut pada sebuah hadits shahih dari Imam Bukhari seperti di bawah ini: Artinya: “Barangsiapa yang berbuat kezhaliman (kesalahan) kepada saudaranya sehingga merendahkan derajatnya. Ada pula yang mengartikan ‘pada hari ini (juga)’. yakni ‘memaafkan kesalahan manusia. bahwa ciri orang yang bertakwa (sebagai output dari ibadah ramadhan) salah satunya adalah al-kaazhimiinal gaidh. al-yauma. Al-Baqarah: 133-134. Maka jadilah tradisi halalbihalal sebagaimana berkembang seperti sekarang ini. hendaknya kita meminta halal kepadanya hari ini juga. karena menurut sebagian riwayat.’ Karena itu. yakni meminta halal. Mengapa halalbihalal dilaksanakan pada Syawal selepas Ramadhan? Selain dasar hadits tersebut. aula. bahwa al-yauma itu tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. Yakni bahwa ketika kita membuat kesalahan pada seseorang. para ulama mendasarkan juga pada QS. yang khas Indonesia. biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium. ‘Hari ini’ yang dimaksud tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. Halal dengan halal.” Ada dua hal yang perlu digarisbawahi di sini: 1. yakni pada hari ini. jangan ditunda-tunda. Acara ini kemudian berkembang menjadi sangat bervariasi ragam bentuk dan acaranya hingga saat ini. Jika itu berupa barang. falyatahallal. Rasulullah saw. maka hendaklah ia meminta halal hal tersebut dari saudaranya itu pada hari ini. saling meminta halal atas kesalahan kita masing-masing. itu berarti bukan sekedar meminta maaf. Menuju Kembali Kepada Fitrah 61 . tetapi juga harus mengembalikan hak saudaranya yang telah ia langgar. Ketika orang saling meminta halal. yang kemudian diArab-kan menjadi ‘halal-bi-halal’. 2. maka terjadilah ‘halal-halalan’. hendaknya dikembalikan.