Materi Kultum Ramadhan

Materi I Merajut Pakaian Taqwa Pada hakekatnya, pakaian adalah segala yang “melekat” di badan ini; entah baju, celana, segala aksesoris yang “melekat” lainnya, termasuk perhiasan. Selaras dengan pengertian ini, bahkan Allah membahasakan suami sebagai “pakaian” dari istri; dan istri adalah “pakaian” dari suami (Q.S. Al-Baqarah: 187: hunna libaasul lakum wa antum libaasun lahunna). Mungkin karena suami dan istri pun “melekat” satu sama lain, hingga mereka tak ubahnya seperti pakaian. Setidaknya ada 3 macam fungsi pakaian yang disebut di dalam AlQur’an. Pertama, pakaian sebagai penutup aurat (Q.S. An-Nuur: 58 dan Al-A’raf: 26). Kedua, pakaian sebagai perhiasan (Q.S. Al-A’raf: 26). Dan ketiga, pakaian sebagai pelindung, yakni dari panas dan hujan, juga dari serangan musuh (Q.S. An-Nahl:81). Tak kurang dari 20 ayat ditemukan di dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang pakaian. Entah memakai bahasa “libaasun”, “kiswatun”, “saraabil”, maupun “tsiyab”. Namun, semuanya berbicara tentang pakaian lahiriah. Pakaian dunia. Hanya ada satu yang menyebutkan tentang pakaian ruhani. Pakaian ruhani adalah sebenar-benar pakaian, yang menunjukkan baik buruknya seseorang. Meski seseorang mengenakan pakaian lahiriah yang mewah dan mahal, tetapi jika pakaian ruhaninya rusak, jelek, terhina, maka dirinya akan terhina pula. Pakaian lahiriahnya tidak bermanfaat apa-apa. Pakaian lahiriahnya tak bisa melindungi kejelekannya. Mungkin ia akan mulia dalam pandangan manusia, tetapi tidak dalam pandangan Allah. Apakah pakaian ruhani yang dimaksud? sebagai pakaian taqwa (libaasut taqwa). “Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan mereka selalu ingat.” (Q.S. Al-A’raf: 26). Al-Qur’an menyebutnya Sebagaimana firmannya, Yang demikian itu adalah Allah, mudah-mudahan

Tentang taqwa, imam Ali karramallahu wajhah berkata: ِ ْ ِ ّ ِ ْ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ ِ ْ َ ِ ِ ْ ْ َ ِ ُ َ َ ْ َ ِ ْ َِ ْ َ ِ ُ ْ َ ْ َ ‫الخوف من الجليل و العمل بالتنزيل و الستعداد ليوم الرحيل‬ (Takut kepada Zat Yang Mahaagung; mengamalkan apa yang diturunkan (al-Qur’an); dan menyiapkan diri untuk menyambut datangnya hari yang kekal [akhirat]).

Menuju Kembali Kepada Fitrah

1

Materi Kultum Ramadhan
Ramadan adalah hari-hari dimana kita memintal benang-benang pakaian takwa itu. Hari demi hari kita memintalnya, dengan harapan pada akhir Ramadan, hari kemenangan Idul Fitri, pakaian itu telah sempurnalah sudah dan bisa kita kenakan di hari yang berbahagia itu. Bukan untuk dipakai sekali, setelah itu dilepas kembali. Bukan. Tetapi, pakaian takwa itu seharusnya kita pakai seterusnya sampai tiba kembali Ramadan berikutnya, dimana kita akan memeriksa pakaian takwa itu kembali barangkali ada lubang, kotor, sobek dsb yang perlu kita cuci, jahit dan rajut kembali. Bagaimana kita merajutnya? Barangkali di sinilah relevannya sabda Nabi Saw., “Jika datang bulan Ramadan, maka dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu semua syaitan.” (muttafaq ‘alaih). Semua tidak lain sebagai motivasi buat kita untuk memperbanyak amal kebaikan kita. Mumpung kesempatan itu dibuka lebar-lebar oleh Allah. Allah sedang membuka “Big Sale”. Obral besar-besaran. Tarawih, tadarus, sadaqah, membayar zakat, menolong orang, memberi ta’jil orang berbuka puasa, menghentikan menggunjing orang. Semuanya adalah jalan-jalan kebaikan; jalan-jalan merajut pakaian takwa kita.

Menuju Kembali Kepada Fitrah

2

Materi Kultum Ramadhan
Materi 2 Hakikat Ramadhan Sudah berapa kali kita berjumpa Ramadhan? Bagaimana kita memaknai Ramadhan selama ini? Apakah kita biasa melaluinya begitu saja? Ataukah kita menjalaninya dengan biasa-biasa saja? Ataukah kita benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkannya untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik lagi? Jika kita ingin benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkan Ramadhan, tidak bisa tidak kita harus memahami hakikat Ramadhan. Berikut ini beberapa makna dan hakikatnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Bercermin Diri (Syahrul Muhasabah) Seberapa bersemangat dan seberapa mampu kita memanfaatkan Ramadhan pada setiap menit dan detiknya, merupakan indikasi ketaqwaan kita kepada Allah. Dari sini kita bisa menilai diri kita, apakah kita termasuk hamba Allah yang dzalimun linafsihi (masih suka menganiaya diri sendiri), atau yang muqtashid (yang pas-pasan saja), ataukah yang sabiqun bil khairat (yang bergegas dalam melaksanakan berbagai kebaikan). Disamping itu, Ramadhan juga merupakan sarana yang sangat tepat bagi kita untuk bercermin diri. Sebuah hadits muttafaq ‘alaih menyatakan bahwa selama bulan Ramadhan syetan-syetan dibelenggu. Nah, jika syetan-syetan telah dibelenggu tetapi kita masih saja melakukan dosa dan kemaksiatan maka seperti itulah diri kita yang sebenarnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Limpahan Rahmat (Syahrur Rahmah) Rasulullah bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas kamu berpuasa di bulan ini … Barangsiapa tidak mendapat bagian kebaikannya, maka sungguh berarti ia telah dijauhkan dari rahmat Allah.” Pada bulan Ramadhan, Allah mencurahkan segenap rahmat-Nya melebihi pada bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini, Allah melipatgandakan pahala amal kebaikan, memberikan semangat ketaatan kepada hamba-hamba-Nya, dan bahkan memberikan bonus satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadr. Karena itu, rugilah kita jika selama bulan ini kita tidak memanfaatkan limpahan rahmat Allah yang sedemikian besar. Bulan Ramadhan adalah Bulan Taubat (Syahrut Taubah) Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan

Menuju Kembali Kepada Fitrah

3

Akan lebih baik lagi jika kita juga berusaha untuk menghafalnya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Ia juga kesempatan emas untuk beribadah secara horisontal. agar Ramadhan ini dapat menjadi penghapus dosa-dosa kita.” Beliau bahkan berkata. dan anggotaanggota tubuh kita yang lainnya. “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan yang keji. dengan cara berinfaq dan bersedekah kepada mereka. minum dan hubungan suami isteri pada siang hari.Materi Kultum Ramadhan diampuni. memahami maknanya. maka dosa-dosanya yeng telah lalu akan diampuni. lidah. Bulan Ramadhan adalah Bulan Infaq dan Sedekah (Syahrul Infaq wash Shadaqah) Ramadhan bukan hanya kesempatan untuk beribadah secara vertikal saja. Sebuah riwayat menyatakan bahwa kedermawanan beliau di bulan Ramadhan sampai menyerupai angin yang bertiup.” Jadi. Sudah semestinya kita kemudian mampu berempati kepada mereka yang selama ini biasa kelaparan dan kehausan. Semuanya harus kita puasakan dari berbagai bentuk dosa dan kemaksiatan. mengamalkannya. Rasulullah selalu melakukan tadarrus Al-Qur’an bersama malaikat Jibril. Bulan Ramadhan adalah Bulan Puasa (Syahrush Shiyam) Puasa yang sejati tidaklah cukup hanya dengan meninggalkan makan. Di bulan ini kita sangat dianjurkan untuk banyak berinfak dan bersedekah. Menuju Kembali Kepada Fitrah 4 . hati. mata. “Barangsiapa berdiri (menegakkan shalat malam. Beliau ingin memberikan teladan kepada kita semua agar kita berinteraksi seakrab mungkin dengan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Pada setiap bulan ini. maka sekali-kali Allah tidak butuh dengan puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum saja. yakni mempuasakan seluruh anggota tubuh kita: akal pikiran. telinga. Demikianlah beberapa makna dan hakikat Ramadhan. puasa yang sejati adalah puasa yang bersifat total. shalat tarawih) pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah.” Bulan Ramadhan adalah Bulan Al-Qur’an (Syahrul Qur’an) Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. “Barangsiapa berpuasa lalu tidak berkata-kata buruk dan tidak mengumpat maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ia dilahirkan oleh ibunya. Mari kita banyak-banyak beribadah dan memohon ampunan kepada Allah. Rasulullah bersabda. apa lagi yang kita tunggu. dan mendakwahkannya. Jika kita telah memahaminya maka selanjutnya kita harus bergegas untuk mengimplementasikannya dalam hari-hari Ramadhan kita. Harapan kita. Lebih dari itu. Demikianlah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Interaksi ini meliputi banyak hal: membacanya. Kita telah merasakan bagaimana rasanya kelaparan dan kehausan. kaki. tangan. melakukan berbagai kebaikan kepada sesama.” Beliau juga bersabda.

Inilah tujuan seorang Mujahid dan tidak ada selain itu. Rasulullah SAW. rajanya bulan. Untuk beberapa alasan. Dia tidak memiliki keinginan lain. semata. Bahkan. sebagaimana sabdanya. terdapat hubungan yang penting antara jihad dan Ramadhan. sebagaimana firman Allah SWT. dan segala sesuatu yang merupakan kenikmatan dunia. Tentunya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 5 . Seorang Mujahid dengan bersungguh-sungguh memberikan semua apa pun miliknya di dunia. keluarga. bulan Ramadhan tetap menjadi bulan konfrontasi militer penting bagi kaum muslimin.Materi Kultum Ramadhan keluar dari Ramadhan kita telah menjadi pribadi yang jauh lebih bertaqwa. selalu memotivasi para sahabat dengan kabar gembira akan datangnya Ramadhan. setelah kehidupan Rasulullah SAW. Pastinya. Salah satu jalan untuk mencapai tingkat ketulusan ibadah tersebut adalah taqwa. keinginannya. kesehatan. Materi 3 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Pertama): Memahami Makna Jihad Rasulullah SAW.” Lintasan sejarah Islam berbicara. Beberapa kejadian penting yang berhubungan antara bulan Ramadhan dan jihad terus terjadi dalam kehidupan bersejarah kaum muslimin. mereka masih lebih mementingkan pekerjaan. Allah SWT sajalah yang mengetahui hikmah itu semua dan memberikan indikasi dan tanda-tanda tersebut. dua buah peperangan terjadi di bulan Ramadhan. yang pertama adalah Perang Badar yang terjadi di tahun kedua setelah hijrah. Untuk memahami lebih dalam hubungan ini maka seseorang haruslah memahami esensi jihad sebaik dia memahami esensi shaum. yakni kaitan antara Ramadhan dan jihad kepada kaum muslimin. ini merupakan bukti bahwa dia sungguhsungguh ikhlas beribadah hanya kepada Allah SWT.. dan yang kedua Penaklukan Mekkah (futuh Makkah) sekitar 6 tahun kemudian. Jihad adalah aktualisasi dari ibadah seorang muslim untuk membuktikan tidak ada kecintaan baginya kecuali hanya Allah SWT saja. la’allakum tattaqun. Allah SWT yang paling mengetahui hikmah yang besar mengapa bulan Ramadhan begitu memiliki kaitan erat dengan jihad. termasuk hidupnya. Dia tidak menyembah materi apa pun dalam kehidupannya. “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan. dengan upaya sekuat tenaga untuk menggapai Ridho Ilahi. Mereka masih membutuhkan atau mengharapkan sesuatu yang lain meskipun mereka tahu bahwa mereka adalah hamba Allah SWT. banyak muslim tidak mampu melakukan keikhlasan dalam beribadah tersebut. Selama kehidupan Rasulullah saw. sambut dan hormatilah Ramadhan. dan semua semata-mata ditujukan untuk menggapai keridloan-Nya. selain Allah SWT.

Allah mewajibkan atas kamu puasa di bulan itu.” Konotasi “pintu-pintu surga terbuka lebar dan pintu neraka tertutup rapat dan syetan-syetanpun dibelenggu”. Di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangkali. Selain dari pada itu. pada bulan ini umat Islam mendapatkan panen pahala karena ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. dan ketiga. Ramadhan adalah bulan kesempatan umat Islam untuk membakar dosa lebih intensif dibandingkan dengan bulan lain. amalan puasa adalah ibadah istimewa dan berpahala istimewa yang mampu meningkatkan ketakwaan dan menepis semua bentuk kemunkaran dan maksiat. Beliau senantiasa berkhutbah ketika menyambut awal Ramadhan. Pada bulan itu semua pintu neraka terbuka lebar dan semua pintu neraka Jahim tertutup rapat serta syetan-syetanpun dibelenggu. Kedua. Yang wajib dilipatgandakan 70 kali dan yang sunnah disamakan dengan pahala amalan wajib. di sinilah rahasianya mengapa Rasulullah senantiasa menanti bulan Ramadhan. Mengapa membakar dosa? Pertama. sehingga berdoa. Dengan keistimewaan ini. dilipatgandakannya pahala semua amalan muslim dan muslimah. “Allahumma baarik lanaa fi Rajaba wa Sya’baan wa ballighnaa Ramadlan” (Ya Allah berkati kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan antarkan kami sampai ke bulan Ramadhan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya. maksudnya bahwa orang yang berpuasa berkesempatan besar untuk masuk surga dan jauh dari Menuju Kembali Kepada Fitrah 6 . penuh berkah.” (QS 2 : 183) Materi 4 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Kedua) 1.).Materi Kultum Ramadhan “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. Di antara isi khutbahnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan An Nasa’i adalah sebagai berikut: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan. yaitu lailatul qadar. dosa umat Islam terbakar oleh banyaknya pahala amalan kebajikan yang diraih pada bulan Ramadhan. Ramadhan Bulan Istimewa. maka sesungguhnya orang yang tidak beramal kebaikan pada bulan ini sungguh amat merugi.

Namun. maka Allah tidak butuh darinya untuk meninggalkan makanan dan minumannya. Sejak Islam datang menembus gelapnya kekufuran dan kesyirikan menuju cahaya Islam. Bila tidak disyariatkan jihad. Menuju Kembali Kepada Fitrah 7 . demi menebarkan ajaran Islam dengan al-hikmah. telah mensyariatkan jihad melawan kekufuran sebagai sarana ibadah dan perjuangan untuk menyiapkan individu muslim yang mampu membawa beban untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.Materi Kultum Ramadhan neraka. Kedua: Mempertahankan dakwah Islamiyah dan ajaran-ajaran Ilahi sekaligus melindungi para pembawa panji-panjinya. umatnya telah menghadapi jihad besar melawan kezhaliman dalam menegakkan keadilan. Allah swt. Jihad yang disyariatkan Islam bertujuan mencapai dua sasaran: Pertama: Untuk mempertahankan diri dari serangan asing dan mempertahankan tanah air di mana mereka tinggal. dan nafsu-nafsu lainnya selama berpuasa. Karena dengan puasanya ia berpahala besar dan pasti tidak bisa digoda oleh syetan yang terkutuk. karena nafsu al ammarah bis suu’ senantiasa menyertainya. Dakwah bagaikan air yang harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh umat manusia. Rasulullah pernah menegaskan dengan sabdanya: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta. 2. berarti puasanya akan ditolak Rabbul Izzati. almau’izhah al hasanah dalam suasana penuh aman dan kedamaian. maka kebatilan akan menggusur yang hak. Orang yang tidak bisa menahan nafsu syahwatnya. Jihad untuk mempertahankan diri dari serangan kaum kufar ini sering disebut dengan jihad qitali. Ibadah puasa penuh dengan kebaikan dan sumber pengkaderan untuk menyiapkan generasi yang mau berkorban lii’laai kalimatillah. baik di kala jaga atau tidur.” Inilah jihad muslim yang tiada hentinya. selain jihad melawan hawa nafsu ini. umat Islam diperintahkan juga berjihad melawan kekafiran dan kesyirikan. nafsu seksualnya. Tahun demi tahun dilewati umat Islam dan Ramadhan penuh dengan kenangan peristiwa besar yang menggambarkan jihad kaum muslimin. Jihad disyariatkan Islam agar ajaran Islam tetap tersebar ke seantero dunia. nafsu amarahnya. Ramadhan dan Jihad Puasa adalah ibadah yang bernuansa jihad melawan hawa nafsu.

yaitu jihad melalui pendidikan. Saat ini umat Islam sangat dituntut untuk menekuni jihad ta’limi ini. Bosnia. Afghanistan. masih banyak lagi tuntutan jihad lainnya. dan belahan bumi lainnya. sebanyak aneka ragam serangan musuh. melindungi kaum fuqara’ dan masakin dari kekufuran yang mengintai mereka. Jihad ta’limi. dan panji-panji Islam akan tumbang diserang kekufuran. 3. Irak. yaitu jihad dengan lisan untuk menyampaikan ajaran Islam dengan penuh hikmah. Jihad tablighi. Apalagi sekolah-sekolah yang dikelola pendidikan non Islam sarat dengan unsur-unsur yang bisa memadamkan semangat keislaman siswa. Jihad qitaali adalah wajib bila umat Islam diserang dengan senjata seperti di Palestina. Selain jihad nafsiy dan jihad qitaali. b. baik formal atau Non formal. karena sekolah-sekolah unggulan umat Islam masih perlu peningkatan kualitas dan kuantitas. kelembutan. karena: Menuju Kembali Kepada Fitrah 8 . Di antara jihad-jihad yang dituntut sekarang adalah: a. kondisi ini menuntut umat Islam agar melakukan jihad dalam berbagai aspek kehidupan.Materi Kultum Ramadhan kerusakan akan menghantui dunia. Jihad maali ini sering disebut Al-Qur’an lebih daripada jihad binnafsi. Tuntutan Jihad Sekarang Lebih Luas Ketika musuh-musuh Islam menyerang dengan berbagai macam cara untuk memadamkan cahaya agama Allah. Jihad terhadap hawa nafsu adalah jihad setiap saat bagi setiap muslim yang masih waras dan sehat. dan kesejukan. yaitu jihad dengan harta dalam rangka menebarkan Syiar Islam. Kita diwajibkan tablighi ini sebagai jihad bil-lisan untuk meluruskan berbagai penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat. c. Jihad Maali.

Ciptaan Allah yang nyata meliputi sesama manusia (nabi dan rasul. dan lain sebagainya. syetan. Menuju Kembali Kepada Fitrah 9 . Yang pertama yaitu ciptaan Allah yang gaib. Mengingat sangat luasnya cakupan akhlak ini karena menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia. Seluruh sikap dan perilaku serta adab sopan santun terhadap semua ciptaan Allah sudah termuat dan tercantum dalam Al-Quran dan Hadist. benda hidup dan benda mati. sikap. Akhlak terhadap ciptaan Allah meliputi segala prilaku. kerabat dekat. alam kubur. kerabat jauh. serta benda mati (bumi dan segalanya serta benda angkasa).Materi Kultum Ramadhan Materi 5 Akhlak Mulia Secara garis besar. sesama muslim. orang tua. Walau struktur yang disampaikan masih sangat jauh dari lengkap dan sempurna. non muslim). dan benda serta alam gaib lainnya. jin. 2. Akhlak kepada Ciptaan Allah. akhlak mulia itu dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok yaitu: 1. selain manusia (tumbuhan dan hewan). perbuatan. Akhlak kepada Allah. meliputi gaib dalam arti positif dan gaib dalam arti negatif. Sedangkan gaib dalam arti negatif di antaranya iblis. adab dan sopan santun sesama ciptaan Allah yang terdiri atas ciptaan Allah yang gaib dan ciptaan Allah yang nyata. Tinggal bagaimana kita bisa mempelajarinya secara benar dan teliti serta mengamalkannya. sorga dan neraka beserta penghuninya. Seluruh perintah tersebut sudah tercatat dalam Al-Quran dan Hadist. tetangga dekat dan tetangga jauh. Akhlak mulia kepada Allah berati mengikuti seluruh perintah yang telah disampikan Allah kepada Rasul yang Maha Mulia Muhammad SAW. kiamat. namun diharapkan akan bisa memberikan gambaran cakupan akhlak mulia yang sudah dicontohkan dan diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. Yang kedua yaitu ciptaan Allah yang nyata. Gaib dalam arti positif di antaranya malaikat. padang mashar. qada dan qadar. maka secara garis besar struktur akhlak mulia terhadap seluruh ciptaan Allah itu dapat digambarkan seperti struktur sederhana berikut ini. diri sendiri.

Akhlak Mulia Sebagai Pengatur Tatanan Sosial berarti dengan pengamalan akhlak mulia yang sudah dicontohkan oleh yang Mulia Saydina Muhammad SAW mengukuhkan bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak akan pernah bisa dan lepas dari pengaruh lingkungannya. Pengatur tatanan Sosial. Dengan akhlak mulia ini tatanan sosial yang terbentuk semakin memberikan makna dan nilai yang tidak saling merugikan. bentuk tubuh. Saat berinteraksi dengan masyarakat tentu saja kita harus dapat Menuju Kembali Kepada Fitrah 10 .Materi Kultum Ramadhan Pembahasan masalah Akhlak adalah pembahasan yang sangat luas. 4. Sebagai seorang muslim.e. Sebagai Identitas. 3. Tidak ada manusia di dunia ini yang memiliki kesamaan seratus persen. sama luasnya dengan seluruh asoek kehidupan manusia serta variasi variasinya. Akhlak mulia ini diperuntukkan oleh Allah kepada manusia yang berakal budi karena dengan tuntunan akhlak yang mulia akan bisa membedakan antara manusia denga hewan. atau pun sifat dan karakter pasti akan berbeda. Allah telah mewajibkan kita untuk hidup berinteraksi dengan masyarakat. sehingga dengan niat karena Allah SWT. kita adalah makhluk sosial. Hingga anak-anak yang kembar siam pun tetap memiliki perbedaan. 5. Sebagai Identias. Rahmat bagi seluruh alam. Perlindungan diri dan HAM. Perbedaan yang khas dari milyaran umat manusia di dunia ini seharusnya makin menyadarkan manusia akan Maha Agung dan Maha Besar-nya Sang Maha Pencipta. Sebagai pengamalan Syariat Islam. Allah SWT telah menciptakan seluruh manusia dalam keberagaman.berikan tuntunan prilaku dan etika secar sempurna. Akhlak Mulia Sebagai Perlindungan Diri dan Hak Azazi Manusia ( HAM ) berarti dengan menjalin hubungan yang baik berdasarkan hukum dan syariat agama akan terbentuk hubungan yang saling menghargai dan saling menguntungkan. Sebagai pengamalan syariat Islam. Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam semeste telah . pengamalan akhlak yang mulia itu insya Allah akan menjadi ibadah bagi umat islam yang mengamalkanya. Akhlak Mulia Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam berarti akhlak mulia yang diperuntukkan bagi manusia tidak hanya mengatur tatanan hubungan manusia dengan manusia lainnya tetapi juga hubungan antara manusia dengan makhluk – makluk lain selian manusia dan alam sekitarnya. 2. Secara garis besar fungsi dan tujuan pengamalan akhlak mulia bagi umat manusia adalah : 1. Baik suara.

(QS Ali Imran [3]: 135). Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. Manusia sering berbuat dosa. telah menegaskan kepada kaum Muslim tentang berita pengampunan pada bulan Ramadhan. baik karena mengabaikan kewajiban ataupun melakukan keharaman. Sebab. Rasul sendiri telah menyatakan bahwa manusia itu tempat salah dan lupa. melalui sabda Nabi saw. di angkot. di kereta api. pada bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan untuk banyak memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun. Materi 6 Meraih Ampunan Di Bulan Ramadhan Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala Allah semata maka diampunilah dosanya yang telah berlalu. tersebut. lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka—dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu. siang maupun malam hari. di bis. Oleh sebab itu. Menuju Kembali Kepada Fitrah 11 . sedangkan mereka mengetahui. (HR al-Bukhari dan Muslim). Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan pengampunan. di pabrik dan dimana saja seseorang sangat mungkin berbuat kesalahan. Untuk itu. di kendaraan pribadi. Di rumah. di sekolah. Allah SWT berfirman: Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri.Materi Kultum Ramadhan menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat dengan baik. di bandara. di stasiun. ini adalah bentuk kebesaran dan kasih sayang Sang Pencipta kepada makhlukNya. Dosa merupakan konsekuensi dari perbuatan maksiat kepada Allah SWT. Allah SWT Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. di kantor. Agar tidak terjadi masalah yang akan membuat suasana hubungan yang harmonis menjadi terganggu. di masjid. di terminal. Sungguh. di kampus. mereka segera mengingat Allah. Berbuat salah memang sudah sunnatullah.

Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. selama hamba mau bertobat.Materi Kultum Ramadhan Selain itu. (QS an-Nisa [4]: 48). beliau tetap terus memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. dengan mengajukan banyak pertanyaan kepada dirinya sendiri tentang berbagai hal. sesungguhnya aku benar-benar meminta ampunan kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali sehari. Rasul pernah bersabda:”Demi Allah. Dalam hadisnya. Apapun dosanya. Namun. Di samping itu. Di samping Allah SWT telah menyuruh setiap Muslim untuk sering memohon ampunan kepada-Nya. ”Berlomba-lombalah kalian mendapatkan ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Itulah karunia Allah. maka ia sungguh telah berbuat dosa yang besar. berapapun banyaknya. Allah SWT sendiri pasti akan mengampuni semua dosa manusia. (QS al-Hadid [57]: 21)." (QS az-Zumar [39]: 53). Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. tentu selama manusia tidak mau bertobat sampai akhir hayatnyaAllah SWT berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. dapat saja suatu dosa seseorang langsung Dia ampuni. (HR al-Bukhari dan Muslim) Padahal Rasulullah saw. pada kesempatan Ramadhan yang penuh ampunan ini. Baru kemudian. kecuali dosa syirik. adalah seorang yang maksum. Memang. Siapa saja yang mempersekutukan Allah. seorang Muslim sudah seharusnya banyak meminta ampunan kepada Allah SWT. dia akan senantiasa melakukan muhâsabah (instrospeksi diri). Untuk itu. Muslim yang menjadikan Baginda Rasul sebagai suri teladannya akan berupaya untuk sering meminta ampunan. "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri sendiri. Karena itu. khususnya pada bulan Ramadhan. Katakanlah. jika Allah SWT menghendaki. janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. nash di atas juga menggambarkan bahwa kaum Muslim harus senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT. Dia sendiri memerintahkan kepada manusia untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. Beliau dijamin masuk surga. diberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Namun. Allah memiliki karunia yang agung. Dia akan mengampuninya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 12 . Allah SWT Maha Penyayang tidak pilih kasih dalam memberikan ampunan kepada hamba-Nya. juga telah memberikan teladan kepadanya. Allah SWT akan mengampuninya. atau terpelihara dari dosa. Rasulullah saw.

Ia berdoa. Dari Sahal bin Sa’ad r. sesuai dengan janjinya.Materi Kultum Ramadhan Materi 7 Keutamaan Qiyamullail Dari Jabir r. Dan memberi berkah atas semua aktivitas sang hamba. Karena itu. dan itu setiap malam. dan pencegah dari dosa. amalkanlah qiyamullail secara kontinu. dan menjadi penghuni surga yang disediakan untuknya. Ahmad) Jika Anda ingin mendapat kemuliaan di sisi Allah dan di mata manusia. beristighfar. pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya).a. dihormati oleh sesama. ekonomi.” (HR. “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat. maka Ia akan mempermudah semua aspek kehidupan hambaNya. Rasulullah saw.. Sang hamba merasa lezat di kala munajat dengan Penciptanya. ia Menuju Kembali Kepada Fitrah 13 . pendidikan. menghapus dosa. Seorang muslim yang kontinu mengerjakan qiyamullail. Muslim dan Ahmad) Qiyamullail adalah sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Rabbnya. akan mencintai hamba yang mendekat kepadanya. Sang hamba akan dekat dengan Rabbnya. sosial. maupun politik. mencintai seorang hamba..a. bersabda. “Aku mendengar Rasulullah saw. “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu. menganjurkan kepada kita. mendekatkan diri kepada Allah. baik aktivitas di bidang dakwah. pasti dicintai dan dekat dengan Allah swt. budaya. bertasbih. Dan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. ia berkata. diampuni dosanya. menolak penyakit. Kalau Allah swt.” (HR. dan memuji Sang Pencipta.

Materi Kultum Ramadhan berkata. dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak minta tolong orang lain. pasti akan dapat balasan. lalu berkata. akan sangat mudah merealisasikannya dengan izin Allah.” (4)Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. (2)Pahamilah bahwa Anda punya kebutuhan jasmani. hiduplah sebebas-bebasnya. mengulurkan bantuan. mengucapkan salam. yang melaksanakan qiyamulail secara kontinu sangat sedikit jumlahnya. Tapi sayang. dan ruhani.s. “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan. Baru kemudiaan seluruh manusia diperintah untuk diperiksa. Berbuatlah semaumu. Cintailah orang yang engkau mau. maka berdirilah mereka jumlahnya sangat sedikit.” Kiat Mudah Qiyamullail Qiyamullail memerlukan kesungguhan dan kebulatan tekad.’” Orang yang shalat kala orang lain lelap tertidur. Semoga kita termasuk kelompok yang sedikit ini dan berhak masuk surga tanpa dihisab. Tiba-tiba ada panggilan dikumandangkan dimana orang yang meninggalkan tempat tidurnya. harus mennabur kasih sayang kepada seluruh lapisan masyarakat. dan pada malam hari memohon kepada Allah diawali dengan qiyamulail. Dengan begitu Anda termotivasi untuk melaksanakannya. (1)Programlah aktivitas Anda di hari yang malamnya Anda rencanakan untuk qiyamulail agar memungkinkan Anda tidak kelelahan. ‘Wahai Muhamad. “Wahai manusia. Berikut ini kiat-kiat pendorong meninggalkan tempat tidur untuk bermunajat kepada Yang Maha Pengasih. Sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri. diganjar dengan masuk surga. “Malaikat Jibril a. (3)Hindari maksiat. pasti kamu akan berpisah. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap. “Seluruh manusia dikumpulkan di tanah lapang pada hari kiamat.. akhirnya pun kamu akan mati. Kabar ini sampai kepada kita dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Salam dari Nabi saw. kalian akan masuk surga dengan selamat. sebarkanlah salam. Hal itu dapat digapai dengan wajah yang berseri-seri. Jika ada tekad. Rasululah saw. aqli. datang kepada Nabi saw. Menuju Kembali Kepada Fitrah 14 . serta Anda wajib memenuhinya dengan seimbang. Kemuliaan orang mukmin dapat diraih dengan melakukan shalat malam. silaturahim. lalu masuk surga tanpa hisab. berikanlah makanan.” Seorang dai yang ingin berhasil dakwahnya. (5)Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. bersabda. dan shalat malamlah pada waktu orang-orang tidur. beliau bersabda.

dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur. dan diajarkan oleh-Nya supaya bisa mengatur waktu dalam kehidupan secara baik. murunah (fleksibel) dan waqi’iyyah (realistis) serta robbaniyyah (bersumber dari Allah). untuk menghasilkan kader-kader yang memiliki Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang).Materi Kultum Ramadhan (6)Makan malam jangan kekenyangan. alamiyah (global). mutakamilah (integral). kapan waktu bekerja. Kapan waktu makan. Tarbiyah adalah sarana yang sangat urgen bagi kehidupan insan dan umat. ujian dan cobaannya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 15 . maka pembinaan dalam Islam harus mampu merealisasikan tujuan-tujuan berikut ini: (1) Memahami Islam sebagai manhaj atau pedoman hidup bagi Manusia yang bersifat syumiliyah (universal). karena dengan tarbiyah akan lahir Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang) yang siap menjawab tantangan zaman dengan segala problematika. berdoa untuk bisa bangun malam. mutawazinah (seimbang). Materi 8 Ramadhan:Syahrut Tarbiyah Kenapa bulan Ramadhan disebut dengan syahrut Tarbiyah (bulan pembinaan dan pendidikan)?? Karena pada bulan ini umat Islam dididik langsung oleh Allah SWT. kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah. Dalam kontek tarbiyah itu sendiri. (8)Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program qiyamullail bersama sekali atau dua malam dalam sepekan. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya. (7)Baik juga jika Anda janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone yang Anda miliki. (9)Berdoalah kepada Allah swt.

berakhlak dan berpengetahuan yang lurus serta komitmen di jalan da’wah untuk menggapai ridho Allah. sehingga semua nazhoriyah (teori) dapat teraplikasikan di dalam kehidupan yang nyata. politik. Ramadhan bermakna panas membakar juga di dasarkan karena perut orang-orang yang berpuasa tengah terbakar akibat menahan makan minum seharian. mampu mempengaruhi. Oleh karena itu diperlukan ta-shil syari (pengokohan hukum syar’i’) dalam berinteraksi dengan orang lain (fiqhu ta’amul ma’al ghoir) dan manhaj tarbiyah haruslah dibuat di atas landasan ini. menguasai dan tidak menganggap mereka sebagai musuh walaupun perlakuan mereka keras. karena memang tidak mungkin mengaplikasikan Islam hanya dengan satu model. Panas membakar ini bisa berasal dari sinar matahari. sosial. terdapat sekian banyak wahana yang bisa dimanfaatkan dalam rangka penggemblengan dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 16 . Apakah dengan kaum muslimin ataukah dengan non muslim dan baik dalam ta’amul da’awi (interaksi da’wah) maupun ta’amul siyasi (interaksi politik). Kebetulan bulan Ramadhan masa itu sedang melalui musim panas akibat sengatan terik matahari apalagi bagi pejalan kaki di atas padang pasir pada masa itu. (4) Memperhatikan tanggung jawab pendidikan Islam. Selain itu juga perlu dilihat apakah di dalam masyarakat yang monoloyalitas ataukah multi-loyalitas. Orang Arab dahulu ketika memindahkan namanama bulan dari bahasa lama ke bahasa Arab.Materi Kultum Ramadhan (2) Memiliki komitmen pada Islam dalam semua aspeknya. Dalam rangka mencetak generasi sholih yang bisa bergaul dengan masyarakat luar. pendidikan dan lain-lainnya. agar tercetak sosok yang shalih. Dalam bulan romadhan. Allah SWT ingin memberikan tarbiyah kepada kaum muslimin. mereka menamakan bulan-bulan itu menurut masa yang dilaluinya. Istilah Ramadhan itu sendiri berasal dari kata ramadla-yarmudluramadlan artinya panas membakar. Panas membakar bulan Ramadhan bisa juga berarti karena bulan Ramadhan memberikan energi untuk membakar dosadosa yang dilakukan manusia. Pada bulan yang sangat istimewa ini. ekonomi. meningkat keimanannya. waktu dan tempat. kasar dan menyakitkan. komunikasi dan interaksi dengan prinsip-prinsip Islam. kondisi. (3) Memperhatikan kondisi obyektif masyarakat dalam hal aplikasi. Semua itu harus disesuaikan dengan situasi.

berfungsi sebagai sarana tazkiyatunnafs (perbersihan jiwa). Ramadhan merupakan sarana Tarbiyah Ruhiyah (pembinaan spiritual) Pada dasarnya setiap ibadah yang Allah perintahkan kepada hamba-hambaNya. Begitupun dengan bulan ramadhan yang di dalamnya terdapat ibadah puasa. Zakat yang dikeluarkan oleh orang kaya merupakan sarana untuk membersihkan diri dan hartanya dari kotoran yang terdapat dalam hartanya. Materi 9 Sarana-sarana Tarbiyah Ramadhan Secara garis besar dapat kita temui bahwa Ramadhan merupakan sarana tarbiyah yang meliputi : 1. dan sebagainya. Dari yang wajib seperti puasa dan zakat fitrah hingga yang sunaah seperti i’tikaf. dimana orang yang berpuasa selain menjaga diri untuk tidak makan dan minum. selain merupakan kewajiban dan alasan diciptakannya manusia dan makhluk lainnya. juga dituntut untuk mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. sedekah. tadarus. juga merupakan sarana untuk membersihkan diri manusia itu sendiri dari kotoran dan dosa yang melumuri jiwa. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jasadiyah (pembinaan jasmani) Menuju Kembali Kepada Fitrah 17 . jujur dan sebagainya. 2. shalat misalnya merupakan sarana untuk mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar. tarawih. Dari yang berbentuk fisik seperti memberi makanan berbuka kepada fakir miskin hingga yang psikis seperti sabar. amanah. seperti yang tersirat dalam surat At-Taubah (9) ayat 103 dan Al-Lail (92) ayat 18. tawakal.Materi Kultum Ramadhan pemanasan diri itu. sehingga tidak ada satu ibadahpun yang lepas dari arah tersebut.

: “Apabila seorang dari kamu sekalian berpuasa. atau karena kesehatan janin dan bayi dan menjaga kesehatan bagi orang yang sedang musafir. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah khuluqiyah (pembinaan akhlak) Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r. Sehingga dari sinilah di harapkan timbul rasa persaudaraan dan solidaritas. seluruh umat islam di dunia diwajibkan berpuasa. maka katakanlah: “Aku ini sungguh sedang puasa”. tetapi merupakan peringatan agar jangan berkata bohong atau melakukan perbuatan yang memuat dusta. sehingga orang-orang yang mampu dan kaya merasakan apa yang di derita oleh orang-orang fakir dan miskin dan mau memberi dari rizki yang Allah anugrahkan kepadanya. baik yang kaya atau miskin. puasa juga memiliki sisi pendidikan sosial. maka Allah tidak membutuhkan lapar dan dahaga mereka” (HR Bukhari dan Abu Dawud). mengurangi kegemukan dan menenangkan kejiwaan atas aspek materil yang ada dalam diri manusia. tanpa terkecuali. maksud hadits di atas bukan berarti orang itu disuruh meninggalkan puasa.a. Mengenai hadits yang terakhir. apalagi dalam kewajiban puasa ramadlan. 4. karena ketidak mampuan. sama dalam merasakan lapar dan dahaga. cinta keadilan dan persamaan. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah ijtima’iyah (pembinaan sosial) Selain melatih diri. pria atau wanita. Dalam hadits lain disebutkan: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak mampu meninggalkan perkataan dusta. 3. (Lihat surat al-baqarah ayat 184). orang sakit. wanita yang sedang hamil tua atau menyusui serta orang yang sedang musafir (dalam perjalanan). Al’Allamah Asy-Syaukani berkata: “Menurut Ibnu Bathal. maksud hadits ini ialah bahwa puasa seperti itu tidak berpahala.Materi Kultum Ramadhan Ibadah puasa merupakan ibadah yang tidak hanya membutuhkan pengendalian hawa nafsu tapi juga membutuhkan kekuatan fisik. maka janganlah ia berkata kotor dan berteriak. mereka sama dihadapan perintah Allah. membersihkan tubuh dari sisa-sisa endapan makanan. bersatu. dan melakukan perbuatan dusta. karenanya puasa tidak diwajibkan bagi mereka yang kesehatannya tidak prima. seperti orang tua yang telah renta. Selain itu juga dengan puasa dari segi kesehatan akan membersihkan usus-usus. Puasa juga dapat membiasakan umat untuk hidup dalam kebersamaan. Sedangkan menurut Ibnu Arabi. memperbaiki kerja pencernaan. Bila dicela orang lain atau dimusuhi. yang mana kesemua itu merupakan keringanan (rukhsah) bagi mereka. begitupun juga melahirkan kasih sayang kepada orang-orang miskin. dan sama dalam ketundukan terhadap perintah Allah. kecuali bagi mereka yang ada udzur. Menuju Kembali Kepada Fitrah 18 . disinilah letak pendidikan sosial.

Dalam pandangan Islam gaya hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan. dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. landasannya bersifat relatif dan rapuh. dan justru dengan berpuasa mereka dapat lebih semangat dalam berjihad. terutama jihad dalam memerangi musuh yang ada dalam jiwa setiap muslim. Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat. Sebagaimana puasa juga menumbuhkan semangat jihad yang nyata. yaitu: 1) gaya hidup Islami. 29 ayat 69) Dan puncak tarbiyah yang dapat di raih oleh seorang muslim pada bulan ramadhan adalah mencapai maqam taqwa disisi Allah SWT. “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dijalan kami maka Kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami (jalan yang lurus)” (QS. Perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia. Materi 9 Kehidupan Jahiliyah (Bagian I): Gaya hidup Islami Vs Jahiliyah Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam hidup ini. Menuju Kembali Kepada Fitrah 19 . Hanya saja masingmasing orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya. Maha Suci Allah. dan 2) gaya hidup jahiliyah. Setiap Muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupan-nya. Yusuf: 108). yaitu Tauhid. Inilah gaya hidup orang kafir. yaitu syirik. Inilah gaya hidup orang yang beriman. (QS. dan berusaha menghilangkan dominasi jiwa yang selalu membawanya kepada perbuatan yang menyimpang. mengikis hawa nafsu. Ibnu ‘arabi mengatakan pula bahwa perbuatanperbuatan buruk tersebut di atas dapat mengurangi pahala puasa 5. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jihadiyah Puasa juga merupakan sarana dalam menumbuhkan semangat jihad dalam diri umat. dan yang kedua ialah kebahagiaan (as sa’adah). Adapun gaya hidup jahili. “agar kamu bertaqwa”. sebagaimana yang telah difirmankan Allah dipenutup perintah-Nya untuk berpuasa. Hal ini sejalan dengan firman Allah: “Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku. Yang pertama ialah kebaikan (al-khair). karenanya peperangan yang terjadi dan dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya kebanyakan di bulan puasa. karena dengan puasa kesehatan qalb (hati) dan jasad (jasmani) terjaga.Materi Kultum Ramadhan Dan berdasarkan hadits ini.

(‫الناس إل أولمئك. dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan). فقمال: وممن‬ . Beliau bersabda: ِ َ َ َ َ َ ِ ْ ّ َ َ ِ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ِ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ َ َ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ْ َِ ْ ِ ّ ُ َ ُ ْ َ ّ َ ُ َ ّ ُ ْ ُ َ َ ‫ل تقوم الساعة حتى تأخذ أمتي بأخذ القرون قبلها شبرا بشبر وذراعا بذراع. ُ ْ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ُ ْ ُ ْ ُ ُ ْ ِ َ ّ َ َ ْ ُ ْ َُ َ ْ َ ّ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ ْ ُ َْ َ َ َ ْ َ َ َ َ ّ َ ِ ّ َ َ ‫لتتبعن سنن من كمان قبلكمم شمبرا بشمبر وذراعما بمذراع حتمى لمو دخلموا جحمر ضمب تبعتمموهم. Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. Ada orang yang bertanya. “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. )رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري، صحيح‬ ْ ََ َ َ َ َ ّ َ “Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu. “Ya Rasulullah. فقيل: يا رسول ال، كفارس والروم.(‫من تشبه بقوم فهو منهم. Materi 10 Kehidupan Jahiliyah (Bagian Kedua): Tasyabbuh (menyerupai suatu kaum) Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar umat Islam. قلنما: يما رسمول الم، اليهمود‬ . maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . shahih). sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. dan gaya hidup jahili adalah haram baginya. Kami bertanya. Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya menyerupai umat yang lain (tasyabbuh) hakikatnya telah menjadi seperti mereka. bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak. orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi. niscaya kamu mengikuti mereka”. Abu Dawud dan Ahmad. قال: فمن. mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”. Lalu dalam hal apakah tasyabbuh itu?Al-Munawi Menuju Kembali Kepada Fitrah 20 . Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal. )رواه البخاري عن أبي هريرة، صحيح‬ َ َِ ُُِّ ّ “Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya.Materi Kultum Ramadhan Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim. AlBukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri z. Hadits tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mere-ka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain.”Ya Rasulullah. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami. “Siapa lagi?” (HR. )رواه أبو داود وأحمد عن ابن عباس‬ ْ ُ ْ ِ َ ُ َ ٍ ْ َ ِ َ َّ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum. Al-Bukhari dari Abu Hurairah z.(‫والنصارى. shahih).

Bahkan malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu. nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat. Kalau tidak memper-tontonkan aurat karena terbuka. Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas bergaya hidup jahili. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari’at. Muslim. Mungkin kita boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah telah mulai bersaing dengan mode-mode busana jahiliyah. jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda). Jika tasyabbuh dari aspek busana wanita saja sudah sangat memporakporandakan kepribadian umat. shahih).selaras dengan mode pakaian itu. padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”. maka ekspose itu dengan menonjolkan keketatan pakaian. Materi 10 Pengertian Jahiliyah: Masa Sebelum Islam Masa Jahiliyah adalah era ketika kondisi dan situasi masyarakat belum terjamah oleh risalah dan dakwah Islam. Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah. mempertontonkan dan menonjolkan aurat. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda: "Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi. berlaku/ berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka”. dari Abu Hurairah z.w tersebut disebabkan oleh sifat keras kepala. Belum lagi kejahilan ini secara otomatis dilengkapi dengan tingkah laku yang -kata mereka.Materi Kultum Ramadhan berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka. Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh yang sudah membudaya dan mengakar di masyarakat kita adalah pakaian Muslimah. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataannya) telanjang (karena mengekspose aurat). kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang. Na’udzubillahi min dzalik. istilah ini juga melekat erat pada sifat orang-orang yang tidak taat pada aturan agama yang telah diproyeksikan oleh Al-Qur’an dan AsSunnah.a. Periode ini sering juga disebut dengan istilah Pra-Islam. Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya. (HR. mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. Seiring dengan perkembangan dan akulturasi bahasa. apriori dan ta’assub (fanatik yang berlebihan) terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 21 . maka tidak ada alasan bagi kita untuk tinggal diam. yang mayoritas beragama Islam ini. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan baunya. Kebiasaan-kebiasaan kaum jahiliyah yang realitasnya berseberangan dengan anjuran Rasulullah s.

Shalih ibn Fauzan ibn Abdillah Al-Fauzan dalam Syarhul Masaa’il Al-Jahiliyyah menjelaskan bahwa mereka (orang-orang jahiliyah) tidak menegakkan agama mereka sesuai dengan apa yang telah para Rasul sampaikan kepada mereka. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)” (QS.Luqman:21). “Wa idzaa qiila lahumuttabi’uu maa anzalallahu. dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya (pemimpin yang membawa kepada kesesatan).Az-Zukhruf:23). Seperti kebiasaan dahulu orang-orang jahiliyah yang mengitari ka’bah dengan bertelanjang tanpa busana. Perihal inilah yang dalam dunia Islam disebut Menuju Kembali Kepada Fitrah 22 .Materi Kultum Ramadhan peninggalan dan tradisi para leluhur yang mengental rekat dalam ritual yang selalu disakralkan. melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapakbapak kami menganut suatu agama dan sesunguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”(QS. Syeikh Muhammad ibn Abdul Wahab dalam Masail Al-Jahiliyyah mengatakan. Sebagaimana Allah SWT berfirman di berbagai ayat di dalam Al-Qur’an: “Wa kadzaalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa qaala mutrafuuha innaa wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin wa innaa ‘ala aatsaarihim muqtaduun”. dan mereka enggan merobah diri serta beranjak dari kebiasaan itu. Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri. “Ittabi’uu maa unzila ilaikum min rabbikum walaa tattabi’uu min duunihi awliyaa’a. sedari dahulu kala hingga akhir zaman. tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapat dari bapak-bapak kami mengerjakannya. sehingga hal seperti itu dianggap lumrah bahkan dianggap sebagai modernisasi. qaaluu bal nattabi’u maa wajadnaa ‘alaihi aabaa’ana. awalaw kaanasy-syaythaanu yad’uuhum ilaa ‘adzaabis-sa’iir”. “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. akhirnya terwarisi dengan kebiasaan generasi berikutnya yang tidak malu mempertontonkan auratnya di depan publik. Qaliilan maa tadzakkaruun”: “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. yaitu sebuah sistim yang besar yang selalu menjadi tumpuan semua orang-orang kafir. “Dan demikianlah. Mereka menjawab: “(Tidak).” Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaithan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (QS.Al-A’raf:3). sesunguhnya mereka mengkonstruksi agama mereka dengan dasar-dasar yang mereka mengada-adakannya sendiri sekehendak hati mereka. Syeikh DR. bahwa agama mereka (orang-orang jahiliyah) terbangun oleh beberapa pondasi yang menjadi akar dan pijakan. Yang terbesar diantaranya ialah “TAQLID”.

yang dahulu ketika para Rasul memberi peringatan dan mengajak mereka kepada jalan yang benar. Kata “mutrafuuha” dalam ayat ini adalah “mereka (para penduduk) yang hidup mewah sejahtera dan bergelimang harta pada umumnya. Maa bishaahibikum min jinnatin”. An taquumuu lillaahi matsnaa wa furaadaa tsumma tatafakkaruu. dan tiada keinginan menerima kebenaran. kami lebih percaya dengan apa yang telah dibudayakan oleh leluhur kami.” Dengan kata lain (secara tidak langsung) mereka bermaksud: Kami tidak butuh peran dan kehadiranmu wahai Rasul. Materi 11 Pengertian Jahiliyah (Bagian Kedua): Tidak Mau Berpikir Allah SWT berfirman: “Qul Innamaa A’idzhukum biwaahidatin. wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri. atau dalam istilah Arab juga akrab dengan sebutan “al-muhakah”. sedangkan objek yang ditiru itu tidak sepatutnya untuk menjadi percontohan (maslahat). karena mereka adalah orang-orang yang cenderung berbuat jahat. yang pada umumnya bersikap tawadhu’ dan ikhlas menerima kebenaran. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wakadzalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa mutrafuuha inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. mereka selalu membantah dengan ucapan” “Inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. Hal inilah yang di dalam literatur Islam disebut dengan istilah “at-taqlid ala’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah penganut jejak-jejak mereka. yaitu sebagian orang meniru cara-cara yang kelompok individu lain lakukan. yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah. tahta dan garis keturunan leluhurnya inilah. sombong.Materi Kultum Ramadhan sebagai “at-taqlid”. “Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja. kemudian kamu fikirkan (tentang Menuju Kembali Kepada Fitrah 23 . Kaum yang mengagung-agungkan harta. Berbeda halnya dengan kaum faqir dan dhuafa.

yang turun temurun terwarisi dari para leluhur mereka. sesungguhnya hal itu akan mengingatkanmu akan kematian (kehidupan akhirat)” (HR. Tidak jarang orangorang menyangka sesuatu itu hidayah (hal yang benar-benar sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh syariat). hendaknya ini menjadi titik sentral perhatian orang-orang yang beriman agar cermat memilah dan memilih. Ibnu Majah. Maka dari itu. pendongeng sejati. An-Nasa’i. tanpa berpikir terlebih dahulu dan membuktikan bahwa perkataannya itu sesuai dengan realitas yang hakiki. Itulah beberapa praktek jahiliyah. Hal inilah yang menjadi sebab mengapa dahulu Rasulullah s. Hal ini diakibatkan karena diri mereka yang tidak mau mendengar. itulah yang benar. padahal pada dasarnya adalah kesesatan yang teramat nyata. tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu” (QS.Abu Daud. yang mana hidayah (petunjuk) dan yang mana dhalalah (kesesatan). Muhammad s. As-Syaikh Ali Mahfudz. yang hanya bersandar pada dugaandugaan dan hawa nafsu. menuding bahwa Rasulullah adalah orang gila. yang mengantarkan mereka pada kesesatan yang nyata. yang senantiasa memutarbalikkan fakta. dan orang yang tidak tahu diri. Satu hal yang perlu menjadi perhatian umat Islam. Orang-orang Jahiliyah yang mendengar ayat ini tidak mau berpikir sejenak seraya mempertimbangkan kandungan dan arti dari ayat yang menarik ini.Saba’: 46). tidak sudi berpikir dengan akal sehatnya. dan Ahmad) (“Al-Ibdaa’u fi Madhaaril Ibtidaa’ ”. Mereka berhujjah bahwa yang banyak pelaku dan pengikutnya. Kami tidak sudi mematuhi orang ini. Turmudzi. Mereka mengambil kesimpulan bahwa sesuatu itu salah (batil) karena asing (aneh) dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 24 .w melarang para sahabat untuk berziarah kubur. Daarul Bayan Al-‘Arabi. namun hakikatnya adalah kesesatan yang nyata. Mereka lebih memilih untuk menjawab: “Kami telah berpegang teguh terhadap apa yang telah dilakukan oleh para leluhur kami. sebelum akhirnya beliau me-mansukh-kan hadits itu dengan ucapan: “Inni kuntu nahaytukum ‘an ziyaaratil qubuur. fazuuruhaa fa innahaa tudzakkirukumul aakhirah”.a. bahwa perangai Jahiliyah menganut satu kaidah (asas): “Al-Ightirar bil Aktsar”. “Tertipu oleh Kebanyakan” (deceived by the most). yang dianggap sebagai sebuah petunjuk dan tuntunan yang benar.w. “Sesungguhnya dahulu aku mencegahmu untuk berziarah kubur. (sekarang) berziarahlah kamu.a. dan senantiasa menyelimuti diri mereka dengan hawa nafsu.Materi Kultum Ramadhan Muhammad). Kairo). karena tidak sedikit kesesatan yang terbungkus oleh kamuflase hidayah.” Demikianlah kaum jahiliyah.

Materi Kultum Ramadhan sedikit penganut atau pengikutnya.a. yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah adalah “at-taqlid fil khair”.w bersabda: “Bada-al Islaamu ghariiban.Al-An’am:116).Yusuf:38). Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. Sudah menjadi sunnatullah.AlAn’am: 102). Materi 12 Mengikuti Rasul (Ittiba’ur Rasuul) Lawan dari istilah “at-taqlid al-a’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). Allahu A’lam bishawaab. dalam istilah Islam disebut Ittiba’ dan Iqtida’ yakni mengikuti dan meneladani. yakni mengikuti dalam ruang lingkup kebaikan. Itulah prinsip dasar yang mereka pegang. “Wamaa wajadnaa li aktsarihim min ‘ahdin. “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wa in tuthi’ aktsara man fil ardhi yudhilluuka ‘an sabiilillah. Sesungguhnya kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik”(QS. Nabi s. dan mereka suka memutarbalikkan fakta yang ada di dalam AlQur’an dengan menukar-nukar kandungan tafsir Al-Qur’an sekehendak hawa nafsunya. “Islam pada mulanya (hadir) dianggap sebagai hal yang aneh (asing). niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. wa saya’uudu ghariiban kamaa bada-a”. Wa in wajadnaa aktsarahum lafaasiqiin” “Dan kami tidak mendapati kebanyakan mereka berjanji. Sebagaimana yang termaktub dalam (QS. Menuju Kembali Kepada Fitrah 25 . dan kelak ia akan kembali sebagai hal yang asing sebagaimana dahulu ia datang”. bahwa kebaikan itu sedikit pengikutnya dan kesesatan itu banyak peminatnya. dan mereka tak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) (QS. In yattabi’uuna illadzh-dzhonna wa in hum illa yakhrushuun”.

tatapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapat dari (perbuatan) nenek moyang kami. karena pada dasarnya. Itulah kemenangan yang besar. kebenaran yang hakiki dan teladan yang terbaik hanya ada pada diri Rasulullah dan para pengikutnya. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. Dan di dalam QS. mereka kekal di dalamnya selamalamanya.Materi Kultum Ramadhan firman Allah SWT tentang kisah Nabi Yusuf a.s: “Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku Ibrahim. Dzalikal fawzul adhziim”.Al Baqarah: 170). Ishaq dan Ya’qub. Materi 13 Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka (Bagian Pertama) Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia: “Wahai orang-orang yang beriman. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. Maka dari itu.” (Apakah mereka akan mengikuti juga).” mereka menjawab: “(Tidak). radhiyallahu ‘anhu wa radhuu ‘anhu. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Sesungguhnya tidak akan mendatangkan maslahat (kebaikan). Maka dari itu Allah berfirman dalam hal perangai jahiliyah: “Wa idzaa qiila lahumut-tabi’uu maa anzalallahu qaaluu bal nattabi’u maa alfayna ‘alaihi aabaa-ana awalaw kaana aabaa-uhum laa ya’qiluuna syai’an walaa yahtaduun. Menuju Kembali Kepada Fitrah 26 . jika orang yang tidak berpikir dan tidak pula mendapat petunjuk (hidayah) dijadikan sebagai teladan dan panutan.At-Taubah:100). dan tidak mendapat petunjuk? (QS.”(QS.”(QS. Pada dasarnya teladan itu hanyalah tertuju pada orang yang mau berpikir dan mendapat hidayah. “Orang-orang yang terdahulu yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. fanatisme yang berlebihan memantik untuk menolak kebenaran yang hakiki.Yusuf:38).At-Taubah:10 “Wassaabiquunal awwaluuna minal muhaajiriina wal anshaari walladziinat-taba’uuhum bi ihsanin. jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah. Wa a’adda lahum jannaatin tajrii min tahtihaal anhaaru khaalidiina fiiha abadan.

Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain. Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Menuju Kembali Kepada Fitrah 27 . Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan mereka agar menyiapkan tameng untuk diri mereka sendiri dan untuk keluarga mereka guna menangkal bahaya yang ada di hadapan mereka serta kebinasaan di jalan mereka. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. supaya mereka terus merasakan azab. tidak sama dengan api yang biasa kita kenal. Ini berbeda sama sekali dengan api di dunia. Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka. 2/164-165] Orang yang masuk ke dalam api yang sangat besar ini tidak mungkin dapat lari untuk meloloskan diri.” (An-Nisa’: 56) “Mereka tidak dibinasakan dengan siksa yang dapat mengantarkan mereka kepada kematian (mereka tidak mati dengan siksaan di neraka bahkan mereka terus hidup agar terus merasakan siksa) dan tidak pula diringankan azabnya dari mereka. Bahaya yang mengerikan itu adalah api neraka yang sangat besar.Materi Kultum Ramadhan penjaganya malaikat-malaikat yang kasar.” (Al –Isra’:97) “Setiap kali kulit mereka hangus. Seruan ini ditujukan kepada insan beriman. berisi perintah dan peringatan berikut kabar tentang bahaya besar yang mengancam. yang dapat dinyalakan dengan kayu bakar dan dipadamkan oleh air.” (AtTahrim: 6) Sebuah seruan dari Dzat Yang Maha Agung kepada orang-orang yang beriman. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. karena hanya mereka yang mau mencurahkan pendengaran kepada ajakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. ia pun meninggal berpisah dengan kehidupan dan tidak lagi merasakan sakitnya pembakaran tersebut. yang keras. yang tidak mendurhakai Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka serta selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. na’udzubillah. yang keras. Beda halnya bila seseorang dibakar dengan api neraka. Bila orang terbakar dengan api dunia. “Setiap kali nyala api Jahannam itu akan padam. dengan subjudul Fit Tahdzir minan Nar wa Asbab Dukhuliha. berpegang dengan perintah-Nya dan mengambil manfaat dari ucapan-ucapan-Nya. karena yang menjaganya adalah para malaikat yang kasar. Api neraka ini bahan bakarnya adalah tubuh-tubuh manusia dan batu-batu.” (Fathir: 36) [AlKhuthab Al-Minbariyyah fil Munasabat Al-‘Ashriyyah.

َ ِ para malaikat itu kasar ucapannya dan keras perbuatannya. menjauhi larangan-Nya. menunaikan perintah-Nya. baik istri-istrinya. Ada yang berpendapat.” (Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an. َ ِ Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata. yang keras” (AtTahrim: 6) Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu menjelaskan. dan selain mereka dari orang-orang yang berada di bawah kekuasaan dan pengaturannya. 18/218) Al-‘Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir As-Sa’di rahimahullahu berkata menafsirkan ayat ke-6 surah At-Tahrim di atas. kaku. dan bertaubat dari perbuatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala murkai serta perbuatan yang menyebabkan azab-Nya. “Penjaganya adalah para malaikat Zabaniyah yang hati mereka keras. Bila dalam bahasa Arab dinyatakan: “Fulanun Syadiidun ‘alaa fulaanin” maksudnya Fulan menguasainya dengan kuat. tidak mengasihi jika dimohon kepada mereka agar menaruh iba… Kata ٌ ‫ ش شداد‬maksudnya keras tubuh mereka. Ada yang mengatakan. menyiksanya dengan berbagai macam siksaan. Sebagaimana ayat ini mengharuskan seseorang menjaga keluarga dan anak-anak dari api neraka dengan cara memberikan pendidikan dan pengajaran kepada mereka. “Jarak antara dua pundak salah seorang dari malaikat tersebut adalah sejauh perjalanan setahun. Ayat ini menunjukkan perintah menjaga diri dari api neraka tersebut dengan ber-iltizam (berpegang teguh) terhadap perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. anakanaknya. serta memberitahu mereka tentang perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. yang disebutkan dengan sifat-sifat yang mengerikan. ٌ َ ِ Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‫ غلظ‬adalah sangat besar tubuh mereka. Seorang hamba tidak dapat selamat kecuali bila ia menegakkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan terhadap dirinya dan orang-orang yang di bawah penguasaannya. Kekuatan salah seorang dari mereka adalah bila ia memukul dengan alat pukul niscaya dengan sekali pukulan tersebut tersungkur 70.Materi Kultum Ramadhan “Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar.000 manusia ke dalam jurang Jahannam. sedangkan maksud ٌ ‫ شداد‬adalah kuat. “Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka. Dalam ayat ini pula Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan neraka dengan sifat-sifat yang mengerikan agar menjadi peringatan terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 28 . keras terhadap mereka. malaikat tersebut sangat kasar dalam menyiksa penduduk neraka.

Di sini juga ada pujian untuk para malaikat yang mulia dan terikatnya mereka kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala serta ketaatan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam seluruh perkara yang diperintahkan-Nya. Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkankanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. “Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah (patung-patung) adalah bahan bakar/kayu bakar Jahannam. 874) Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Penjagaan Rasulullah SAW terhadap Keluarganya Materi 14 Menuju Kembali Kepada Fitrah 29 . Mereka melemahkan penghuni neraka dengan kekuatan mereka dan menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap penghuni neraka. Yaitu akhlak mereka kasar dan hardikan mereka keras.” (Taisir Al-Karimir Rahman. hal. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “…yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (At-Tahrim: 6) Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.”1 Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras. di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memastikan azab atas penghuni neraka ini dan mengharuskan azab yang pedih untuk mereka. kalian sungguh akan mendatangi Jahannam tersebut. Mereka membuat kaget dengan suara mereka dan membuat ngeri dengan penampilan mereka.Materi Kultum Ramadhan manusia jangan sampai meremehkan perkaranya.

“Iya. Maka orang-orang pun berkumpul di sekitar beliau. Suatu malam.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai uswah hasanah bagi orang-orang yang beriman telah memberikan arahkan dan peringatan kepada kerabat beliau dalam rangka menjaga mereka dari api neraka. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suami lalu si suami mengerjakan shalat. ia percikkan air di wajah suaminya. beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan Aisyah radhiyallahu ‘anha. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengabarkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bangkit seraya berkata. Muslim) Al-Imam Muslim radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha. Sampai-sampai yang tidak dapat hadir mengirim utusannya untuk mendengarkan apa gerangan yang akan disampaikan oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. (Adapun di kehidupan dunia ini) maka mintalah harta dariku semau kalian. suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam terbangun dari tidur beliau. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits ‘Ali radhiyallahu ‘anhu) Materi 15 Menuju Kembali Kepada Fitrah 30 . Aisyah radhiyallahu ‘anha memberitakan bahwa ketika turun ayat di atas. istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. wahai para pemilik kamar-kamar (istri-istri beliau yang sedang tidur di kamarnya masing-masing)!” (HR. Kata beliau: “Bangunlah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad rahimahullahu: “Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat.” (Asy Syu’ara: 214) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi bukit Shafa dan menaikinya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma). “Wahai Bani Abdil Muththallib! Wahai Bani Fihr! Wahai Bani Lu’ai! Apa pendapat kalian andai aku beritakan kepada kalian bahwa ada pasukan berkuda dari balik bukit ini akan menyerang kalian. “Sungguh aku memperingatkan kalian sebelum datangnya azab yang pedih. Al-Bukhari) Tidak luput pula putri dan menantu beliau juga mendapatkan perhatian beliau. lalu menyeru manusia untuk berkumpul. bahwa bila hendak shalat witir.” (Sanad hadits ini shahih kata Asy-Syaikh Ahmad Syakir rahimahullahu dalam tahqiqnya terhadap Al-Musnad).” (HR. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memanggil kerabat-kerabatnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi rumah Ali dan Fathima radhiyallahu ‘anhuma. Beliau berkata. ia percikkan air di wajah istrinya. Beliau pun membangunkan istri-istri beliau untuk mengerjakan shalat. Tatkala turun perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat: “Berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat. Adakah kalian akan membenarkan aku?” Mereka serempak menjawab.” Beliau melanjutkan. Bila istrinya enggan untuk bangun. “Tidaklah kalian berdua mengerjakan shalat malam?” (HR. “Wahai Fathimah putri Muhammad! Wahai Shafiyyah putrid Abdul Muththalib! Wahai Bani Abdil Muththalib! Aku tidak memiliki kuasa sedikit pun di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menolong kalian kelak. Bila suaminya enggan untuk bangun.

pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu’. dan diselamatkan dari kerendahan serta kehinaan yang biasa menimpa para pendosa dan pendurhaka. kemudian ia membimbing keluarganya untuk bertaubat. ia juga bertanggung jawab menjaga istri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma) Ia harus memaksa anaknya mengerjakan shalat bila telah sampai usianya. kepada istri dan anak-anaknya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman. berdasar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: Menuju Kembali Kepada Fitrah 31 . Mudah-mudahan Rabb kalian menghapuskan kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surgasurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Taubat yang seperti itu tentunya menggiring pelakunya untuk beramal shalih. Salah satu cara penjagaan diri dan keluarga dari api neraka adalah bertaubat dari dosa-dosa. Ia punya hak untuk memaksa mereka agar taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak berbuat maksiat.” (AtTahrim: 8) Seorang suami sekaligus ayah ini bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya. ‘Wahai Rabb kami. sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Taubat yang dilakukan disertai dengan meninggalkan dosa. bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha. dimasukkan ke dalam surga. menyesalinya. dan mengembalikan hak-hak orang lain yang ada pada kita. Seorang kepala rumah tangga menerapkan perkara ini dalam keluarganya. seraya mereka berdoa. sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka. “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. Buah yang dihasilkannya adalah dihapuskannya kesalahan-kesalahan yang diperbuat. berketetapan hati untuk tidak mengulanginya. sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami.Materi Kultum Ramadhan Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Suami sebagai Kepala Rumah Tangga Seorang suami sebagai kepala rumah tangga selain menjaga dirinya sendiri dari api neraka. taubat yang murni. anakanaknya. karena ia adalah pemimpin mereka yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala kelak dalam urusan mereka. dan orang-orang yang tinggal di rumahnya.

Bersegeralah sebelum datang akhir hidup kita. Al-Bukhari dari hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu) Maksud hadits di atas. Abu Dawud dari hadits Abdullah ibnu ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma. sebelum datang jemputan dari utusan Rabbul Izzah. film. surat kabar. apatah lagi Menuju Kembali Kepada Fitrah 32 . dan majalah yang merusak. Orangtua harus membersihkan rumah mereka dari sarana-sarana yang merusak berupa video. dikatakan oleh Al-Imam AlAlbani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud. Anak diperintahkan untuk mengerjakan yang ma’ruf dan dilarang dari mengerjakan yang munkar. “Hadits ini hasan shahih.”) Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman: “Perintahkanlah keluargamu untuk mengerjakan bersabarlah dalam mengerjakannya. dijauhkan dari teman duduk yang jelek dan teman yang rusak. Hendaknya ia tahu bahwa neraka itu dekat dengan seorang hamba.Materi Kultum Ramadhan “Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka telah berusia tujuh tahun dan pukullah mereka bila enggan melakukannya ketika telah berusia sepuluh tahun serta pisahkanlah di antara mereka pada tempat tidurnya. buku-buku yang menyimpang.” (HR. sebagaimana surga pun dekat.” (HR. 2/217) Bagaimana seseorang dapat menjaga keluarganya dari api neraka sementara ia membiarkan mereka bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan kewajiban? Maka. musik. siapa yang meninggal di atas ketaatan maka ia akan dimasukkan ke dalam surga. gambar bernyawa. Sebaliknya. sementara kita tak cukup ‘bekal’ untuk bertameng dari api neraka. siapa yang meninggal dalam keadaan bermaksiat maka ia akan dimasukkan ke dalam neraka. (Al-Khuthab Al-Minbariyyah. baik di dalam maupun di luar rumah. marilah kita berbenah diri untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka. Anak harus terus mendapatkan pengawasan di mana saja mereka berada.” (Thaha: 132) shalat dan Seorang ayah bersama seorang ibu harus bekerja sama untuk menunaikan tanggung jawab bersama anak. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Surga lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya dan neraka pun semisal itu.

Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. kalau mau memperoleh rahmat Allah kita harus taat kepada Allah dan rasul-Nya dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga.Materi Kultum Ramadhan meninggalkan ‘bekal’ yang ditinggalkan. kita tentu amat mengharapkan rahmat dari Allah Swt sehingga kita selalu berdo’a. menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Kiat Meraih Rahmat Pertama. hal ini terdapat dalam firman Allah yang artinya: Dan taatilah Allah dan Rasul supaya kamu diberi rahmat (3:132). Iman yang kokoh sehingga bisa dibuktikan dengan amal shaleh yang sebanyak-banyak meskipun hambatan. terjembatani hubungan antara yang kaya dengan yang miskin serta kemiskinan bisa diatasi secara bertahap. Hal ini karena orang yang mendapat rahmat Allah tentu saja tergolong kedalam kelompok orang yang beruntung sebagaimana firman Allah yang artinya: Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu. baik dalam keadaan susah maupun senang. waktu sendiri atau bersama orang lain. lelaki dan perempuan. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Adapun orang-orang yang beriman dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya. niscaya kamu tergolong orang-orang yang rugi (QS 2:64). mendirikan shalat sehingga memberi pengaruh yang besar dalam bentuk menhindari perbuatan keji dan munkar serta menunaikan zakat agar menjadi suci jiwa kita. berat maupun ringan. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya (QS 4:175). hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dan orang-orang yang beriman. Menuju Kembali Kepada Fitrah 33 . baik di dalam shalat maupun di luar shalat untuk bisa memperoleh rahmat Allah. taat kepada Allah dan Rasul-Nya. kesusahan hidup tidak membuatnya harus berputus asa sedang kesenangan hidup tidak membuatnya menjadi lupa diri. mendirikan shalat. maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (9:71) Ketiga. tantangan dan rintangan selalu menghadang. melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar. mencegah dari yang munkar. Kedua. harus tolong menolong dalam kebaikan. Mereka menyuruh (mengerjakan yang ma’ruf. Tegasnya. keuntungan orang yang mendapat rahmat Allah itu akan dijauhkan dari azab-Nya. Dan itulah keberuntungan yang nyata (QS 6:16). Allahumma sallim! memadai untuk keluarga yang Materi 16 Meraih Rahmat Allah Sebagai manusia apalagi sebagai muslim. sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmt-Nya atasmu. niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (syurga) dan limpahan karunia-Nya. namun dia tetap Istiqomah dalam keimanannya sehingga dengan keimanannya yang mantap itu. Allah berfirman yang artinya: Barangsiapa yang diajuhkan azab daripadanya pada hari itu. Bahkan di dalam ayat lain.

yakni kembali kepada Allah. yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami QS 7:156) Keempat. hal ini karena Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia apabila ia ingin memperolah ketaqwaan kepada Allah Swt. Kelima. manusia berarti mau mendekati Allah lagi dan Allah senang kepada siapa saja yang mau bertaubat. Manakala seorang muslim telah mendengarkan Al-Qur’an bila dibacakan. berbuat baik. Hendaklah kamu minta ampun kepada Allah.Materi Kultum Ramadhan Disamping itu. Keenam. Dalam kaitan ini Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. pembicaraan sesama manusia saja harus kita dengarkan atau kita perhatikan. sedang untuk bisa bertaqwa harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalam Al-Qur’an. amat mustahil bagi manusia untuk bisa bertaqwa kepada Allah apabila Al-Qur’an tidak diikutinya. maka dengarkanlah baik-baik. apalagi kalau ucapan Allah yang tentu harus lebih kita perhatikan. taubat berarti kembali. taubat dari segala dosa yang telah dilakukan. yakni perbuatan apa saja yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang datang dari Allah dan Rasul-Nya serta tidak mengganggu orang lain. Allah berfirman yang artinya: Dan apabila dibacakan Al-Qur’an. dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat (QS 7:204). sekecil apapun manfaat yang bisa dirasakannya. Maka Aku akan tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa. hal ini karena secara harfiyah. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (QS 7:56). karenanya untuk meraih rahmat Allah manusia harus bertaqwa kepada-Nya. berhijrah dan berjihad adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Menyesali. mengikuti Al-Qur’an dan selalu bertaqwa kepada Allah serta menunaikan zakat. mendengarkan bacaan Al-Qur’an apabila sedang dibacakan. dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Menuju Kembali Kepada Fitrah 34 . Dengan taubat. sebanyak apapun dosa yang sudah dilakukannya. lihat juga QS 2:218). Al-Qur’an merupakan kalamullah atau perkataan Allah. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat (QS 6:155). bertekad untuk tidak mengulanginya dan membuktikan bahwa dia betul-betul telah meninggalkan segala perbuatan salahnya dengan menggantinya kepada segala kebaikan. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Ny. sebab jangankan Allah. inilah yang membuat Allah cinta kepadanya sehingga rahmat Allah akan diberikan kepadanya. Ini berarti. mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal (QS 9:20-21. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dia (Nabi Shaleh) berkata: Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan?. maka Allah senang pada orang tersebut sehingga Allah mau memberi rahmat kepadanya. keridhaan dan syurga. sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo’alah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). hal ini karena. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Orang-orang yang beriman. bahkan orang lain bisa merasakan manfaat baiknya. agar kamu mendapat rahmat (QS 27:46).. Keempat. Allah berfirman yang artinya: Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. iman dan istiqomah harus disertai dengan hijrah. menyadari terhadap kesalahan yang dilakukan. yakni meninggalkan segala bentuk larangan Allah dan berjihad dalam arti bersungguhsungguh dalam perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam dalam segala aspeknya.

S. Kutunggu ampai dia selesai melakukan shalat kemudian aku temui dan kuucapkan salam kepadanya. 8:63) 4.’Apakah Alloh tidak lebih kau cintai?’ Aku jawab. pagi-pagi sekali aku dating ke masjid itu lagi dan kudapati dia telah berada di sana tengah melakukan shalat.’Ini Muadz bin Jabal. Aku berkata. Aku bertanya tentang dia. Ukhuwah Jahiliyah bersifat temporer Menuju Kembali Kepada Fitrah 35 .”Alloh berfirman. berabda.Materi Kultum Ramadhan Ayat yang menyebutkan kecintaan Allah kepada orang yang bertaubat adalah yang artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang membersihkan diri” (QS 2:222). (Fulan menjadikan Shalih sebagai saudara).Merupakan arahan Rabbani (Q.49:10) Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan akidah dan syariat Islam. cinta-Ku pasti akan mereka peroleh bagi orang yang saling memadu cinta karena Aku.S.S.’Demi Alloh aku mencintaimu. Tiba-tiba aku jumpai seorang pemuda yang murah senyum yang dikerumuni banyak orang.43:67) 3. Lalu ia memegang ujung selendangku dan menariknya seraya berkata. lalu keduanya berjabat tangan. Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. 3:103) 2.” (H.’Bergembiralah karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw.’Ya Alloh aku cintai’. lalu dikatakan oleh mereka. Materi 17 Ukhuwah Islamiyah “Tidaklah dua orang muslim berjumpa. misalnya dalam kalimat “akha fulanun shalihan”. dan saling memberi karena Aku.’ Keesokan harinya . kecuali keduanya diampuni sebelum keduanya bepisah.Merupakan cermin kekuatan iman (Q. Abu Daud) Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwatha’ dari abi Idris Al Khaulany rahimahullah bahwa ia berkata: “Aku pernah masuk Masjid Damaskus. Lalu ia bertanya. Hakekat Ukhuwah Islamiyah: 1. Jika Mereka berselisih tentang sesuatu maka mereka mengembalikan kepada pemuda tersebut dan meminta pendapatnya.Perumpamaan tali tasbih (Q.” Makna Ukhuwah Islamiyah Kata ukhuwah berakar dari kata kerja akha.Nikmat Allah (Q.R.S. saling mengunjungi karena Aku.

Saling mengenal antara kaum muslimin merupakan wujud nyata ketaatan kepada perintah Allah SWT (Q. ya Rasullah. kebangsaan. Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu di depannya. perkawinan. nasionalisme. Takaful.” (H. Barang siapa menutupi aib di hari kiamat. Memohon didoakan bila berpisah “Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu” (H.R Abu Daud dari Barra’) Menuju Kembali Kepada Fitrah 36 . Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim) “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah. Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa “Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja yang dating dari saudaramu). niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat.’ Kemudian orang yang dicintai itu menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.Materi Kultum Ramadhan (terbatas waktu dan tempat).’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya.’ Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.R. Tafahum adalah saling memahami.R. dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan. yaitu ikatan selain ikatan akidah (missal:ikatan keturunan orang tua-anak. kesukuan. adalah saling menanggung kesulitan yang dialami saudaranya Hal-hal yang menguatkan ukhuwah islamiyah: 1. beliau bersabda. Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai. Ta’awun adalah saling bekerja sama dan membantu tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan kemungkaran 4.” (H. dan kepentingan pribadi) Materi 18 Peringkat-Peringkat Ukhuwah Peringkat-Peringkat Ukhuwah: 1.” 2. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.S.” (H.’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum.. Hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta. Al Hujurat: 13) 2. Muslim) 4. Muslim) 3. Abu Hurairah r.. Ta’aruf adalah saling mengenal sesama manusia. karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan. “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim.R.a. Muslim) 3. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia. dari Nabi Muhammad saw.

yaitu itsar. Ia rela berjaga demi tidurnya orang lain. 7. Mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi) 3. Ia rela lapar demi kenyangnya orang lain. Sebagaiman firman Allah Swt dalam Q. Menuju Kembali Kepada Fitrah 37 . sehingga tidak ada kesempatan untuk bertikai atau saling dengki. dan atau batas negara. Ia pun rela ditembus peluru dadanya demi selamatnya orang lain. Islam tidak bisa dipecah-belah dengan perbedaan unsure. 8. dengki.Materi Kultum Ramadhan 5. 6.S. Merasakan lezatnya iman 2. benci. 15:45-48) Di antara unsur-unsur pokok dalam ukhuwah adalah cinta. meskipun berbedabeda dalam harta dan kedudukan. Ia rela haus demi puasnya prang lain. antara sebagian dengan sebagian yang lain. Islam menginginkan dengan sangat agar cinta dan persaudaraan antara sesama manusia bisa merata di semua bangsa.S. Al-Ma’idah:14 Ada lagi derajat (tingkatan) yang lebih tinggi dari lapang dada (Salamatus shadr)) dan cinta. warna kulit. Ia rela bersusah payah demi istirahatnya orang lain. bahasa. dan bersih dari sebab sebab permusuhan. 9. Tingkatan cinta yang paling rendah adalah husnudzon yang menggambarkan bersihnya hati dari perasaan hasad. Mendapatkan tempat khusus di surga (Q. Al-Qur’an menganggap permusuhan dan saling membenci itu sebagai siksaan yang dijatuhkan Allah atas orang0orang yang kufur terhadap risalahNya dan menyimpang dari ayat-ayatNya. Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara) Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya Memenuhi hak ukhuwah saudaranya Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan Materi 17 Manfaat Ukhuwah Islamiyah Manfaat Ukhuwah Islamiyah 1. Itsar adalah mendahulukan kepentingan saudaranya atas kepentingan diri sendiri dalam segala sesuatu yang dicintai. iklim.

Allah SWT akan melakukan perhitungan yang teliti dan meminta pertanggungjawaban mereka dan selanjutnya akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih” (HR. dan bukannya disebabkan oleh semata-mata kelebihan jumlah penduduk (over population). menyatakan: “Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan atas hartawan muslim suatu kewajiban zakat yang dapat menanggulangi kemiskinan. Sedangkan sisanya 90% masyarakat dunia menguasai 46% total kekayaan dunia (Beik.” (QS. dalam sebuah Hadits riwayat Imam al-Ashbahani dari Imam Thabrani. infak dan sedekah (ZIS). sehingga kekayaan terkonsentrasi di tangan segelintir kelompok.. salah satu mekanisme distribusi pendapatan dan kekayaan ini adalah melalui instrumen zakat. Kedua. Salah satu faktor utama yang menyebabkan besarnya kesenjangan pendapatan tersebut adalah karena ketiadaan mekanisme distribusi kekayaan yang mencerminkan prinsip keadilan dan keseimbangan. terutama antara kelompok kaya dan kelompok miskin. 10% kelompok kaya dunia menguasai 54% total kekayaan dunia. Hadits tersebut memberikan dua isyarat. Menuju Kembali Kepada Fitrah 38 . bahwa kegiatan ekonomi sekarang adalah melahirkan kesenjangan pendapatan yang semakin lebar dan semakin besar. Berdasarkan laporan tersebut.Materi Kultum Ramadhan Materi 18 Mengatasi Kesenjangan Sosial Dalam Islam Adalah sudah menjadi fakta. Lapoe dan Colin (1978) serta George (1981) menyatakan bahwa penyebab utama kemiskinan adalah ketimpangan sosial ekonomi akibat adanya sekelompok kecil orang-orang yang hidup mewah di atas penderitaan orang banyak. dan sedekah dapat dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan dikelola dengan baik. Pertama. Thabrani dalam Al Ausath dan Ash Shoghir).. jika zakat. Dalam ajaran Islam. kecuali oleh sebab kebakhilan yang ada pada hartawan muslim. sebagaimana dikemukakan dalam Human Development Report 2006 yang diterbitkan oleh UNDP (United Nations Development Programme). al-Hasyr: 7).. kemiskinan bukanlah semata-mata disebabkan oleh kemalasan untuk bekerja (kemiskinan kultural).. Padahal Allah SWT sangat menentang perputaran harta di tangan kelompok elit masyarakat saja.supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. infak. Ingatlah. 2006). Tidaklah mungkin terjadi seorang fakir menderita kelaparan atau kekurangan pakaian. Misalnya. Rasulullah SAW.. akan tetapi juga akibat dari pola kehidupan yang tidak adil (kemiskinan struktural) dan merosotnya kesetiakawanan sosial. sebagaimana yang dinyatakan-Nya dalam QS Al-Hasyr: 7: “.

Materi Kultum Ramadhan
apakah dalam aspek pengumpulan ataupun dalam aspek pendistribusian, kemiskinan dan kefakiran ini akan dapat ditanggulangi, paling tidak dapat diperkecil (Hafidhuddin, 1998). Dalam Alquran dan Hadits, zakat, infaq dan sedekah di samping sering digandengkan dengan salat, juga digandengkan dengan kegiatan riba, misalnya dalam QS. Ar-Rum: 39 dan QS. Al-Baqarah: 276. Hal ini mengisyaratkan bahwa optimalisasi ZIS akan memperkecil kegiatan ekonomi yang bersifat ribawi. Karena itu, gerakan penyadaran zakat hakikatnya adalah gerakan untuk menghilangkan kesenjangan, baik kesenjangan pendapatan maupun kesenjangan sosial, yang berbahaya bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Materi 19 Al Qur’an Terjaga Keasliannya
Walaupun terjadi penyimpangan di sana-sini terhadap Al-qur’an, tetapi pada akhirnya penyimpangan tersebut akan terkalahkan dan Allah akan meluruskan kembali. Sungguh Allah telah menentukan hal demikian, sebagai sunatullah, agar kita berlomba-lomba dalam beramal dan nyata antara yang benar dan yang salah. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran, dan Kami tentu menjaganya.” (QS 15:9) Di satu sisi banyak umat mendustakan, di satu sisi lain akan banyak umat yang membenarkan. Telah dibuktikan secara ilmiah oleh ilmuwan-ilmuwan kaliber dunia bahwa Al-qur’an adalah ayat-ayat yang berlaku sepanjang masa dan penemuan-penemuan ilmiah mereka ternyata hanya membenarkan dan memperjelas kandungan-kandungan dan hukum-hukum yang telah dicantumkan dalam Al-qur’an. ”Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar (sumber sinar) dan bulan bercahaya (memantulkan cahaya) dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat, garis edar yang tetap) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui (berilmu)”. (Surat 10: Yunus ayat 5). Al-qur’an adalah proyek Allah berisi tuntunan keselamatan kehidupan universal, dan dengan keterbatasan manusia yang hanya diberikan ilmu dan kemampuan sedikit dan dipenuhi nafsu serakah dan selalu dikelilingi setan (manusia dan jin) akan menjadi tersesat jika menafsirkan Al-qur’an dengan hawa nafsunya. Banyak cara Allah menjaga Al-Qur’an. Sejak zaman rosulullah, ada ribuan penghafal-penghafal Al-qur’an sehingga tidak akan ada kekeliruan penyalinan ayat, dan jika ada akan langsung terbongkar. Apalagi sekarang, ada jutaan penghafal Al-Qur’an. Disamping itu, telah ditemukan rumus-rumus matematika sangat menakjubkan, jelas diluar kemampuan manusia

Menuju Kembali Kepada Fitrah

39

Materi Kultum Ramadhan
apalagi Muhammad yang buta huruf, dengan temuan tersebut menjadikan sangat memudahkan “menemukan Al-Qur’an Palsu”. akan

Setiap muslim pasti meyakini kebenaran Quran sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun kemukjizatan Quran tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli. Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sampai seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahuntahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan. Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti surat-surat/ayat-ayat dalam Quran serba berkelipatan angka 19. Penemuannya tersebut berkat penafsirannya pada surat ke-74 ayat : 30-31, yang artinya : " Di atasnya ada sembilanbelas (malaikat penjaga). (QS. 74:30)

Materi 20 Pengertian Al Qur’an

Secara Bahasa (Etimologi) Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (‫ )قققرأ‬yang bermakna Talaa (‫[ )تل‬keduanya bererti: membaca], atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi). Anda dapat menuturkan, Qoro-’a Qor’an Wa Qur’aanan (‫ )قققرأ قققرءا وقرآنققا‬sama seperti anda menuturkan, Ghofaro Ghafran Wa Qhufroonan (‫ .)غفققر غفققرا وغفرانققا‬Berdasarkan makna pertama (Yakni: Talaa) maka ia adalah mashdar (kata benda) yang semakna dengan Ism Maf’uul, ertinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a) maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il, ertinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) kerana ia mengumpulkan/mengoleksi berita-berita dan hukum-hukum.* Secara Syari’at (Terminologi) Adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas. Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan alQur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan beransur-ansur.” (alInsaan:23)

Menuju Kembali Kepada Fitrah

40

Materi Kultum Ramadhan
Dan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa alQur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (Yusuf:2) Allah ta’ala telah menjaga al-Qur’an yang agung ini dari upaya merubah, menambah, mengurangi atau pun menggantikannya. Dia ta’ala telah menjamin akan menjaganya sebagaimana dalam firmanNya, “Sesunggunya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (al-Hijr:9) Oleh kerana itu, selama berabad-abad telah berlangsung namun tidak satu pun musuh-musuh Allah yang berupaya untuk merubah isinya, menambah, mengurangi atau pun menggantinya. Allah SWT pasti menghancurkan tabirnya dan membuka tipudayanya. Allah ta’ala menyebut al-Qur’an dengan sebutan yang banyak sekali, yang menunjukkan keagungan, keberkatan, pengaruhnya dan keuniversalannya serta menunjukkan bahawa ia adalah pemutus bagi kitab-kitab terdahulu sebelumnya. Allah ta’ala berfirman, “Dan sesunguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-Qur’an yang agung.” (al-Hijr:87) Dan firman-Nya, “Qaaf, Demi al-Quran yang sangat mulia.” (Qaaf:1) Dan firman-Nya, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memerhatikan ayatayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Shaad:29) Dan firman-Nya, “Dan al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (al-An’am:155) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia.” (al-Waqi’ah:77) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan ) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang menjajakan amal saleh bahawa bagi mereka ada pahala yang benar.” (al-Isra’:9) Dan firman-Nya, “Kalau sekiranya kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-

Menuju Kembali Kepada Fitrah

41

Allah ta’ala berfirman. maka dengan surah ini bertambah kekafiran mereka.” (an-Nisa’:80) Menuju Kembali Kepada Fitrah 42 . iaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian* terhadap kitab-kitab yang lain itu. “Dan al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orangorang yang sampai al-Qur’an (kepadanya)…” (al-An’am:19) Dan firman-Nya.” (at-Taubah:124-125) Dan firman-Nya. sesungguhnya ia telah menta’ati Allah. “Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu.” (al-Furqaan:1) Sedangkan Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam juga merupakan sumber Tasyri’ (legislasi hukum Islam) sebagaimana yang dikukuhkan oleh al-Qur’an. maka surah ini menambah imannya sedang mereka merasa gembira.” (al-Furqan:52) Dan firman-Nya. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia). “Dan apabila diturunkan suatu surah maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata. ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit. “Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir. “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan…” (al-Maa’idah:48) Al-Qur’an al-Karim merupakan sumber syari’at Islam yang kerananya Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam diutus kepada seluruh umat manusia.” (an-Nahl:89) Dan firman-Nya. “Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran. “Maha suci Allah yang telah menurunkan al-Furqaan (al-Qur’an) kepada hamba-Nya. membenarkan apa yang sebelumnya.” (al-Hasyr:21) Dan firman-Nya. Allah ta’ala berfirman.Materi Kultum Ramadhan perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. Dan firman-Nya. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan itu).? ‘ Adapun orang-orang yang beriman. dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Qur’an dengan jihad yang benar. di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.

Menuju Kembali Kepada Fitrah 43 . karena ia telah menjaga ayat-ayat-Nya. 2. nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosadosamu.” (alAhzab:36) Dan firman-Nya. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu. 4. 5. Ayat-ayat al-qur'an yang kita baca sehari-sehari tidak lepas dari karunia Allah untuk setiap muslim yang demikian besar. Ketika membaca al-Qur'an. Karena saking istimewanya al-Qur'an ini dari kitab-kitab samawi lainnya.” (Ali ‘Imran:31) Materi 21 Manfaat Membaca Al Qur’an Sebagai wahyu yang Allah turunkan kepada nabi-Nya. 7. Bacaan al-Qur'an yang melibatkan emosi akan memberikan kedamaian dan ketenangan yang tidak bisa dilukiskan. Allah memberikan tempat istimewa bagi para pecintanya. tinggalkanlah…” (al-Hasyr:7) maka maka Dan firman-Nya. terimalah dia. 3. Oleh karena bagi anda yang ingin memaksimalkan peran al-Qur'an dalam kehidupan. Di antara manfaat itu adalah: 1. ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. maka sungguhlah dia telah sesat. Orang yang membaca al-Qur'an akan senantiasa ingat Allah dan kembali kepada-Nya. Ayat-ayat Alloh akan menjadi penjaganya selama ia hidup di dunia. Allah menegur diri kita pada setiap ayat-ayat Nya. “Katakanlah. ikutilah aku. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kecukupan dan nikmat Allah meski ia merasakan serba kurang di dunia. “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya. Orang yang paham al-Qur'an adalah orang yang memiliki banyak ilmu. Dan apa yang dilarangnya bagimu. Ayat-ayat al-Qur'an yang dibaca setiap hari akan memberikan motivasi dan penyemangat bagi si pembacanya. sesat yang nyata. terutama untuk kehidupan. nampaknya harus lebih banyak lagi mengetahui manfaat dan perannya.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 6. tentu al-Qur'an memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri bagi para pembaca dan penggemarnya. seperti yang dialami dan dirasakan oleh Sayyid Quthb Rahimahullah.Materi Kultum Ramadhan Dan firman-Nya.

merenung dan beramal sebanyak-banyaknya.Materi Kultum Ramadhan 8.. Dan masih banyak manfaat-manfaat lainnya yang terus update dengan kondisi kehidupan kita.. Orang yang rajin membaca al-Qur'an akan selalu diberikan jalan kemudahan dan petunjuk sehingga tidak mudah untuk menyimpang dan menyerah karena ayat-ayat Allah akan selalu mengingatkan dirinya ketika dirinya 'tersandung dosa dan maksiat. 11. Bukhari) Tetapi dengan lagu yang khusyu' bukan main-main atau merubah. Karena diri mereka selalu dipompa dengan siraman ayat-ayatNya yang lembut. sehingga membuatnya ingin selalu beramal.Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu belajar dan meningkatkan diri untuk lebih dekat lagi dengan al-Qur'an. dan mengambil manfaat darinya." Para ulama balaghah dan para sastrawan bangsa Arab sejak masa Abdul Qahir sampai Ar-Raf"i dan Sayyid Quthb dan selain mereka pada zaman kita ini telah menjelaskan sisi I'jaz bayani (kejelasan mu'jizat) atau sisi keindahan dalam kitab ini. kerapian susunan dan uslubnya. di saat orang lain merasakan kesedihan. Ia telah membuat bangsa Arab tidak mampu berkutik. inovatif dan produktif." (HR. sehingga sebagian mereka menamakannya "Sihir. Orang yang selalu akrab dengan ayat-ayat akan diberikan jiwa yang sejuk." (HR.' 12. kreatif." (Al Muzzammil:4) Rasulullah SAW bersabda "Bukanlah termasuk ummatku orang yang tidak melagukan Al Qur'an. dan keunikan suaranya apabila dibaca. Orang yang membaca dan menjaga al-Qur'an selalu berada dalam lindungan dan penjagaan Allah. Ahmad. Abu Dawud dan AnNasa'i) Menuju Kembali Kepada Fitrah 44 .. yaitu dengan keindahan bayannya. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kegembiraan dan penuh harapan. hati yang damai dan pikiran yang jernih. Muslim) Dalam riwayat lainnya disebutkan "Sesungguhnya suara yang baik itu menambah Al Qur'an menjadi baik. Ayat-ayat al-Qur'an mengajak pembacanya untuk senantiasa berpikir. kecemasan dan rasa pesimis. Orang yang membaca al-Qur'an bagaikan orang yang sedang menyelami samudera kehidupan. oleh karena itu Allah SWT berfirman: "Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan.Amiin Materi 22 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Pertama): Membaguskan Bacaan Al Qur’an Al Qur'an Al Karim merupakan mu'jizat Rasul yang agung termasuk mu'jizat yang indah selain juga mu'jizat yang logis. Yang dituntut di dalam membaca Al Qur'an adalah bertemunya antara keindahan suara dan tajwidnya sampai keindahan bayan dan susunannya. 10.. 9. "Hiasilah Al Qur'an itu dengan suaramu." (HR.

atau seperti surah di antara surahsurahnya ). sebagai bukti yang membenarkan bahwa ia benar-benar utusan Allah. ilmu. orang-orang Arab berada di puncak kefasihan berbahasa. oleh Az Zarkasyi :Jilid:2. sungguh kamu telah diberi seruling dari seruling keluarga Dawud. Dia mampu memberikan siraman ruhani. kesesuaian informasinya dengan penemuan final ilmu pengetahuan. Tapi usaha mereka gagal. Imam Az Zarkasyi menyebutkan bahwa mu’jizat Al-Qur'an nampak dari segala sisi ( lihat Al Burhan fi ulumil Qur'an. Menuju Kembali Kepada Fitrah 45 . Dan memang sampai sekarang tidak ada seorangpun yang bisa mengarang sepertinya. memberikan kepuasan akal. Sebagai Mu'jizat Al-Qur'an tentu dari Allah. Bukhari dan Muslim) Dalam Al Qur'an terkandung unsur agama.Tapi ternyata tidak seorang pun dari mereka yang bisa membuat seperti Al-Qur'an." (HR. Al-Qur’an merupakan mu’jizat ( tidak ada seorangpun yang bisa mendatangkan sepertinya. Darul Ma'rifah. Ahmad.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah SAW juga bersabda kepada Abu Musa Al Asy'ari RA.hal:237." (HR. sastra dan seni secara bersamaan. maka aku akan membacakan untukmu dengan bacaan yang lebih baik. "Seandainya aku mengetahui hal itu. membangunkan perasaan. aku mendengarkan suaramu tadi malam. apa yang dizinkan Allah kepada Nabinya (adalah) untuk membaguskan dalam melagukan Al Qur'an yang dia baca dengan keras." Abu Musa berkata. Mu’jizat ini hanya diberikan oleh Allah. Berbagai usaha telah dilakukan oleh sebagian penyair mereka. Muslim) Rasulullah SAW juga bersabda: "Apa yang diizinkan Allah pada sesuatu. "Seandainya kamu melihatku. Bairut1990) : dari rangkaian katanya yang indah " balaghah ". Pada waktu Al-Qur'an diturunkan. susunan ayat-ayat dan surahsurahnya. kepada seorang rasulNya. kebenaran isinya. Materi 23 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Kedua): Kalamullah Bagaimanakah kita membuktikan Al-Quran itu adalah Kalam Allah? Pertama. sampai seperti surah yang paling pendek pun masih belum ada yang bisa mendatangkannya. Bahkan mereka sendiri mengakui bahwa Al-Qur'an memang bukan karangan manusia. memberikan kenikmatan pada perasaan dan memperlancar lisan.

sementara Rasulullah sedang sibuk dalam sebuah pertemuan dengan pemukapemuka Quraisy. Dalam (QS: Hud:13) perintah untuk Nabi agar menantang mereka supaya mendatangkan sepuluh surah. Semuanya dimulai dengan perintah " qul " ( katakan hai Muhammad ). di dalam Al-Qur'an begitu banyak. Rasulullah ditegur langsung karena mengharamkan madu pada dirinya. Di tambah lagi bahwa di dalam Al-Qur'an banyak " khitab " yang ditujukan kepada Rasulullah. Padahal ia diturunkan secara berangsurangsur. lalu susunlah sebagaimana susunan Al-Qur'an. Ketiga. namun kemudian Imam Al-Baqillani dalam bukunya Ijazul Qur'an. Kalau masih belum percaya silahkan kumpulkan hadits-hadits Nabi – ujar Al Baqillani -. mengapa pakai perintah? Dan bentuk perintah kepada Nabi Muhammad SAW. Bahkan ada yang berupa teguran seperti yang terdapat dalam surat " Al Tahrim ". mencoba membandingkan antara hadits-hadits Nabi dan ayat-ayat Al-Qur'an.Materi Kultum Ramadhan Kedua. Al-Qur'an sendiri menyuruh Rasulullah SAW untuk menantang siapa saja yang dari mahluk yang ada. Menuju Kembali Kepada Fitrah 46 . Di permulaan surat " Abasa " juga teguran kepada Rasulullah kerena beliau bermuka masam kepada Ibn Ummi Maktum yang pada waktu itu minta Rasulullah untuk mengajarkannya Al-Qur'an. untuk menjaga perasaan istrinya yang tidak suka bau madu yang diminumnya. hasilnya sebuah kesimpulan bahwa Al-Qur'an bukan karangan Nabi. Sampai-sampai Al Baqillani menantang. Dalam (QS:Yunus:38) perintah agar menantang mereka untuk mendatangkan satu surah. saling berkaitan dari awal sampai akhir. Al Falaq dan An Nas. teliti susunan ayatnya. Al-Qur'an kalam Allah. Bandingkan dengan Al-Qur'an. Kalau memang karangan Nabi Muhammad SAW. anda akan menemukan susunan yang tidak berkaitan antara satu hadits dengan lainnya. Ini semua menunjukkan bahwa Al-Qur'an kalam Allah. Pada (QS:Al Baqarah:23) juga demikian. anda akan menemukan suatu keterpaduan. Dan sampai sekarang Al-Qur'an masih terus menantang. tapi tidak ada seorangpun yang bisa menjawab. Perhatikan saja tiga surah terkahir : Al Ikhalsh. memang ada tuduhan bahwa Al-Qur'an karangan Nabi Muhammad SAW. Para Ulama sepanjang sejarah telah membuktikan hakikat kesatuan Al-Qur'an dengan susunannya yang ada. Bahkan dalam (QS:Al Isra':88) Al-Qur'an menegaskan bahwa sekalipun jin dan manusia berkumpul untuk mengarang seperti Al-Qur'an tidak akan bisa. Masuk akalkah seorang menegur dirinya senidiri dalam buku yang dikarangnya? Kalau memang benar Al-Qur'an karangan Muhammad SAW. jin dan manusia untuk membuat sepertinya. sunan surahsurahnya.

Adakah akal manusia sejak sekian abad silam.dengan menganugerahkan kitab suci yang terbaik yang diturunkan kepada manusia. bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. kaum muslimin. Sementara Al-Qur'an akan terus menantang sampai hari Kiamat. atau tentang tubuh manusia dan lain sebagianya. yang mengandung firman-firman Allah SWT yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 47 . Kitalah. Mengapa. sebagai bimbingan yang lurus. telah memuliakan kita dengan mengutus nabi yang terbaik yang pernah diutus kepada manusia. lalu bandingkan dengan penegasan Al-Qur'an. di dalam Al-Qur'an banyak informasi mengenai alam ghaib. yang mengatur kehidupan setelah matinya semua mahluk. bisa menjangkau penemuan ilmu yang baru saja didapatkan tanpa sebuah penelitian? Kelima. Suatu bukti bahwa ia kalam Allah yang mu'jiz. Suatu bukti bahwa yang mempunyai informasi seperti ini hanya Dia yang menciptakan alam. Rabb kita juga. seperti adanya surga dengan segala keindahannya. yang mengerjakan amal saleh. satu-satunya umat yang memeliki manuskrip langit yang paling autentik. Sudah demikian banyak para ulama mengungkap hal ini dalam pembahasan "al i'jazul ilmi lilqur'an". untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman. Keempat. anda pasti akan mendapatkan hakikat yang sama." ( Al Kahfi: 1-3) Rabb kita telah memberikan kemuliaan kepada kita --sebagai kaum Muslimin-. dan yang menentukan akhir hidup manusia. dan neraka dengan segala kepedihannya. Maka apakah kamu tiada memahaminya?" (Al Anbiyaa: 10).Materi Kultum Ramadhan Dan kalau Al-Qur'an karangan manusia. dan Al-Qur'an kalamNya. karena alam ini ciptaan Allah. Materi 24 Al Qur’an Membentuk Umat Mulia "Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. tentang alam. dan yang membagi ada yang ke surga dan yeng ke neraka. Silahakan anda bandingkan antara penemuan ilmu pengetahuan yang sudah final ( bukan teori ). mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. dan seterusnya yang semuanya ini tidak mungkin dijangkau oleh akal manusia. Sesuai firman Allah SWT: "Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. tentu tidak akan sampai sejauh ini berani menantang. adanya hari kiamat.

Maka tidak aneh jika kita menemukan banyak orang. didengarkan.Materi Kultum Ramadhan terakhir. Dan salah seorang dari mereka. dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. Karena. Demikian juga dilakukan oleh banyak orang non Arab.niscaya ia tidak akan menjawab! (Karena tidak paham bahasa Arab!. Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya. dan mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. baik itu lelaki maupun perempuan. Ayat-ayatnya dibaca. hingga mereka juga menghitung ayat-ayatnya --bahkan kata-katanya. Al Quran berisikan seratus empat belas surah. penj. dihapal dan dijelaskan. Perhatian kaum muslimin terhadap Al Quran sedemikian besarnya. tidak ada tempat bagi akal untuk campur tangan. baik itu kitab agama atau kitab biasa. yang diberikan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia. Ia juga dihapal oleh anak-anak kecil kaum Muslimin. Karena Allah SWT. telah menjamin untuk memeliharanya. Kecuali satu surah saja. yang terjaga dari perubahan dan pemalsuan. di dalam hati mereka. dan malah hurup-hurupnya--. yang menghapal Al Qur'an dalam mereka." (Al Hijr: 9). dalam masalah Al Qur'an ini. sebagaimana bentuknya saat diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad Saw.). Maka bagaimana mungkin seseorang dapat menambah atau mengurangi suatu kitab yang dihitung kata-kata dan hurup-hurupnya itu?! Tidak ada di dunia ini suatu kitab yang dihapal oleh ribuan dan puluhan ribu orang. baik dengan tulisan atau bacaan. kecuali Al Qur'an. dengan perantaraan ruh yang terpercaya (Jibril). kecuali Al Qur'an ini. suatu kitab. Tidak ada seorangpun yang dapat menambah atau mengurangi satu hurup-pun darinya. dan tidak dibebankan tugas itu kepada siapapun dari sekalian makhluk-Nya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an. Seluruhnya dimulai dengan basmalah (bismillahirrahmanirrahim). Ia tidak dimulai dengan basmalah." (Huud: 1) "Dan sesungguhnya Al Qur'an itu adalah kitab yang mulia. jika Anda tanya: "siapa namamu?" --dengan bahasa Arab-. yaitu surah at Taubah. yang telah dimudahkan oleh Allah SWT untuk diingat dan dihapal. Ia menghapal Menuju Kembali Kepada Fitrah 48 . namun mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. Dan tidak ada seorang pun yang berani untuk menambahkan basmalah ini pada surah at Taubah." ( Fushshilat: 41-42) Tidak ada di dunia ini. Dan anugerah itu terus terpelihara dari perubahan dan pemalsuan kata maupun makna. yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Al Qur'an adalah kitab Ilahi seratus persen: "(Inilah) suatu kitab yang ayatayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu.

Hingga saat ini. dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya. karena ia tertulis dengan bukan bahasanya. dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku bagi seluruh buku. Atau seperti yang digarap oleh suatu ilmu khusus yang dikenal dengan "ilmu tajwid Al Qur'an". Al Qur'an tidak semata dijaga makna-makna." ( Al Maaidah: 15-16) Al Qur'an adalah "cahaya" yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. tidak ada suatu pemerintah muslim atau suatu organisasi ilmiah pun. dan kitab yang menerangkan. namun juga cara membaca dan makhraj hurup-hurupnya. izhhar (jelas). Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan.a. Hingga rasam (metode penulisan) Al Qur'an. dan jalan yang paling lurus. meskipun metode dan kaidah penulisan telah berkembang jauh. Materi 25 Al Qur’an Cahaya Allah menurunkan Al Qur'an untuk memberikan kepada manusia tujuan yang paling mulia. masih tetap tertulis dan tercetak hingga saat ini."(Al Israa: 9) "Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah. meskipun ia tidak memahami apa yang ia baca dan ia hapal. dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. seperti tertulis pada era khalifah Utsman bin Affan r. kalimat-kalimat serta lafazhlafazhnya saja. media cetak. idgham (digabungkan). mana yang harus ghunnah (dengung).Materi Kultum Ramadhan Kitab Suci Rabbnya semata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. koran dan lainnya yang ditulis dan dicetak. di samping cahaya fithrah dan akal: "Cahaya di 49 Menuju Kembali Kepada Fitrah . bagi Al Qur'an."Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus.. Seperti kata mana yang harus madd (panjang). yang berani merubah metode penulisan Al Qur'an itu. ikhfa (disamarkan) dan iqlab (dibalik).

(Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an). Dan berfirman kepada para sahabat Rasulullah Saw dengan firmanNya: "Dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an).Materi Kultum Ramadhan atas cahaya (berlapis-lapis). menunjukkan jalan bagi orang-orang yang sedang kebingungan saat mereka gamang dalam menapaki jalan atau tidak memiliki petunjuk jalan. Yaitu yang berkaitan dengan pokokMenuju Kembali Kepada Fitrah 50 . ia akan memadamkan pelita-pelita". serta menambah jelas dan menambah petunjuk bagi orang yang telah mendapatkan petunjuk. kemudian ia memperjelas yang lain. Seperti dalam firman Allah SWT: "Hai manusia." (Al Maidah: 46) Perbedaan dalam dua pengungkapan itu menunjukkan perbedaan antara Al Qur'an dengan kitab-kitab suci lainnya. Hal itu karena Al Qur'an ini datang untuk membenarkan kitab-kitab suci yang telah turun sebelumnya. seperti dalam firman Allah SWT tentang Nabi 'Isa: "Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) . saat mentari pagi telah bersinar." (An Nuur: 35). dan dia adalah "cahaya yang istimewa". Dan jika Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sebagai "cahaya". sesungguhnya agama Muhammad Dan kitab sucinya adalah kitab suci yang paling lurus dan paling teguh Jangan sebut kitab-kitab suci lainnya di depannya Karena. Seperti diungkapkan oleh Al Bushiry dalam Lamiah-nya: "Maha Besar Allah. membongkar kebatilan-kebatilan. Dan Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai cahaya. ia juga mendeskripsikan Taurat dengan kata yang lain: "Di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi). dalam banyak ayat. menolak syubhat (kesamaran)." Seperti dalam firman Allah SWT: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)". menjelaskan hakikat-hakikat. (Al Maaidah: 44) Demikian juga mendeskripsikan Injil seperti itu. Ia membuka hal-hal yang samar." (An Nisaa: 174) "Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur'an) yang telah Kami turunkan." (At Taghaabun: 8)." (Al A'raaf: 157) Di antara karakteristik cahaya adalah: Dirinya sendiri telah jelas. sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu.

bukan dalam kejahatan dan permusuhan. dan balasan atas amal perbuatan. Kita berkewajiban untuk memperlakukan Al Qur'an ini secara baik: dengan menghapal dan mengingatnya. yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. membenarkan apa yang sebelumnya." (Al Maaidah: 48) Al Qur'an juga mempunyai maksud dan tujuan diturunkanya. yaitu dengan mengoreksi dan meluruskan tambahantambahan dan perubahan-perubahan yang telah disisipkan oleh manusia dalam kitab-kitab itu. serta meluruskan pola pandangan tentang manusia.Materi Kultum Ramadhan pokok aqidah dan akhlak. yaitu dalam memahami dan menafsirkan Al Qur'an. membersihkan jiwa manusia. Oleh karena itu harus dibuat rambu-rambu dan petunjuk yang mampu Menuju Kembali Kepada Fitrah 51 . membentuk keluarga. Dan Allah SWT menurunkan kitab-Nya agar kita mentadabburinya. kenabian. yang dianugerahkan amanah untuk menjadi saksi bagi manusia. menghubungkan manusia dengan Rabbnya. kemuliaannya dan menjaga hak-haknya. Materi 26 Interaksi Dengan Al Qur’an Sebagai seorang Muslim kita berkewajiban untuk berlaku baik dan benar terhadap Al Qur’an dalam memahami dan menafsirkannya. saling memberi maaf dan tidak saling membenci secara fanatik. Al Qur'an juga mengungguli kitab-kitab suci sebelumnya. membaca dan mendengarkannya. sebelum kitab-kitab itu dipalsukan dan diubah tangan manusia. serta untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan. serta mengeksplorasi mutiara-mutiara terpendamnya. di antaranya: meluruskan kepercayaan-kepercayaan dan pola pandang manusia tentang Tuhan. Tidak ada yang lebih baik dari usaha kita untuk mengetahui kehendak Allah SWT terhadap kita. Dan setiap orang berusaha sesuai dengan kadar kemampuannya. Namun yang disayangkan. serta mentadabburi dan merenungkannya. dalam bidang ini telah terjadi kerancuan yang berbahaya. membangun umat yang saleh. memahami rahasia-rahasianya. Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran. mengajak untuk menciptakan dunia manusia yang saling kenal mengenal dan tidak saling mengisolasi diri.

Contoh terbaik hal itu adalah para sahabat. yang dapat berakibat patal jika dilanggar. berlaku baik dalam mengimplementasikannya secara massive dalam kehidupan mereka.Materi Kultum Ramadhan menjaga dari kekeliruan dalam usaha ini. namun tidak memperhatikan ajaran-ajarannya. tidak menganggap besar apa yang dinilai besar oleh Al Qur'an serta tidak menganggap kecil apa yang dinilai kecil oleh Al Qur'an. yang diungkapkan oleh Al Qur'an dalam firman-Nya: "Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Kemudian datang generasi-generasi berikutnya.pada Al Qur'an itu sendiri. dengan bertumpu --terutama-. karena ia adalah objek kita. Melalui mereka itulah Allah SWT memberikan petunjuk kepada manusia. Umat kita pada abad-abad pertama --yang merupakan abad-abad yang paling utama-. mereka menghapal hurup-hurupnya. dan mengeluarkan mereka dari kegelapan ke dalam cahaya.telah berinteraksi dengan baik terhadap Al Qur'an. Tidak selayaknya umat Al Qur'an mengalami hal yang sama yang pernah terjadi dengan umat Taurat. serta berlaku baik pula dalam mendakwahkannya. memberikan kedudukan bagi mereka di atas bumi. serta peradaban ilmu dan iman. untuk selanjutnya murid-murid generasi berikutnya mengikuti murid-murid para sahabat itu dengan baik pula. mengerjakan ajarannya. namun kafir dengan sebagiannya lagi. tidak memprioritaskan apa yang menjadi prioritas Al Qur'an. Kita juga harus berlaku baik terhadap Al Qur'an dengan mengikuti petunjuknya. seperti yang dilakukan oleh Bani Menuju Kembali Kepada Fitrah 52 . membebaskan negeri-negeri. Kemudian mereka diikuti oleh murid-murid mereka dengan baik. serta petunjuk dalam berdakwah kepada Allah SWT. mengetahui tujuantujuannya. Mereka tidak mampu berinteraksi secara benar dengannya. Di antara merek ada yang beriman dengan sebagiannya. Inilah yang berusaha dilakukan buku ini dalam empat bab utamanya. namun ia juga petunjuk itu. menghukum dengan syari'atnya serta mengajak manusia mengikuti petunjuknya. Kehidupan mereka telah diubah oleh Al Quran dengan amat drastis dan revolusioner. dalam bidang-bidang kehidupan yang beragam." (Al Jumu'ah: 5). undang-undang bagi aturan politik. Mereka berlaku baik dalam memahaminya. yang menjadikan Al Qur'an terlupakan. sehingga mereka kemudian mendirikan negara yang adil dan baik. Al Qur'an telah merubah mereka dari perilaku-perilaku jahiliyah menuju kesucian Islam. serta perlu diberikan peringatan tentang ranjau-ranjau yang menghadang di jalan. Ia adalah manhaj bagi kehidupan individu.

" (Al An'aam: 155) Tidak ada jalan untuk membangkitkan umat dari kelemahan. Seperti difirmankan oleh Allah SWT: "Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. Dengan menjadikannya sebagai panutan dan imam yang diikuti. Meskipun mereka mengambil berkah dengan membawanya serta menghias dinding-dinding rumah mereka dengan ayat-ayat Al Qur'an. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengkhabarkan di dalam firman-Nya (artinya): “Tidaklah Aku mengutusmu melainkan sebagai rahmatal lil’alamin.” (Al Anbiya’: 107) Diantara wujud kesempurnaan agama Islam sebagai rahmatal lil’alamin. Dan cukuplah Al Qur'an sebagai petunjuk: "Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?." (An Nisaa: 122) Materi 27 Bahaya Rumor/Ghibah (Bagian Pertama): Pengertian Ghibah Islam merupakan agama sempurna yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam. memelihara dan menjunjung tinggi kehormatan. ketertinggalan dan keterpecah-belahan mereka selain dari kembali kepada Al Qur'an ini. seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT. harkat dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 53 . namun mereka lupa bahwa keberkahan itu terdapat dalam mengikut dan menjalankan hukum-hukumnya. harga diri.Materi Kultum Ramadhan Israel sebelum mereka terhadap kitab suci mereka. Mereka tidak mampu berinteraksi secara baik dengan Al Qur'an. Kesempurnaan Islam ini menunjukkan bahwa syariat yang dibawa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam itu adalah rahmatal lil’alamin. adalah Islam benar-benar agama yang dapat menjaga.

yang akan menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya.” (H. Ghibah adalah menyebutkan. dan membongkar aib saudaranya dengan maksud jelek.” Menuju Kembali Kepada Fitrah 54 . padahal akibatnya cukup besar dan membahayakan. Ghibah ini erat kaitannya dengan perbuatan lisan. Karena dengan perbuatan ini akan tersingkap dan tersebar aib seseorang. Suatu fenomena yang lumrah terjadi di masyarakat kita dan cenderung disepelekan. Sebaliknya selain para Nabi dan Rasul termasuk kita tidak lepas dari kekurangan dan kelemahan. Karena tidak ada seorang pun yang sempurna dan ma’shum (terjaga dari kesalahan) kecuali para Nabi dan Rasul.Materi Kultum Ramadhan martabat manusia secara adil dan sempurna. Karena hal ini dapat menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya di hadapan orang lain. Tahukah anda apa itu ghibah? Sesungguhnya kata ini tidak asing lagi bagi kita. Al Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Kehormatan dan harga diri merupakan perkara yang prinsipil bagi setiap manusia.” Kemudian beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Engkau menyebutkan sesuatu yang ada pada saudaramu yang dia membecinya. meremehkan. atau pun merusak kehormatan saudaranya seiman. sehingga sering terjadi dan terkadang di luar kesadaran. Ia tidak rela untuk disingkap aib-aibnya atau pun dibeberkan kejelekannya. kehormatannya. sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apakah kalian mengetahui apa itu ghibah? Para shahabat berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. sedangkan jika itu tidak benar maka engkau telah membuat kedustaan atasnya. Demikian pula setiap muslim diharamkan melakukan perbuatan yang dapat menjatuhkan. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Setiap muslim terhadap muslim lainnya diharamkan darahnya. Bahwa setiap muslim diharamkan menumpahkan darah (membunuh) dan merampas harta saudaranya seiman. membuka. Setiap orang pasti berusaha untuk menjaga dan mengangkat harkat dan martabatnya.R Muslim no. 2564) Hadits di atas menjelaskan tentang eratnya hubungan persaudaraan dan kasih sayang sesama muslim. yaitu ghibah (menggunjing). dan juga hartanya. jika yang engkau sebutkan tadi benar-benar ada pada saudaramu sungguh engkau telah berbuat ghibah.

Hal ini menunjukkan suatu peringatan keras dari perbuatan tersebut. Menggambarkan keburukan bentuk tubuh seseorang Suatu hari Aisyah radhiyallahu’anha pernah berkata kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tentang Shafiyyah bahwa dia adalah wanita yang pendek. Apakah kalian suka salah seorang diantara kalian memakan daging saudaramu yang sudah mati? Maka tentulah kalian membencinya. Membicarakan keburukan orang lain Dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu’anhu. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Pengasih. karena ayat ini sebagai peringatan agar menjauh/lari (dari perbuatan yang kotor ini -pent). sebagaimana firman-Nya (artinya): “Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kalian menggunjing (ghibah) kepada sebagian yang lainnya.” (H. Dan bertaqwalah kalian kepada Allah. ” (Lihat Mishbahul Munir) Materi 28 Bahaya Ghibah (Bagian Kedua): Kriteria Ghibah 1. disebabkan betapa busuk dan kotornya perbutan ghibah.” (Lihat Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhush Shalihin 3/25) 2. aku melewati suatu kaum yang kuku-kukunya dari tembaga dalam keadaan Menuju Kembali Kepada Fitrah 55 . Maka beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh engkau telah berkata dengan suatu kalimat yang kalau seandainya dicampur dengan air laut niscaya akan merubah air laut itu. Sesungguhnya ancamannya lebih dahsyat dari permisalan itu. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku mi’raj (naik di langit). Abu Dawud 4875 dan lainnya) Asy Syaikh Salim bin Ied Al Hilali berkata: “Dapat merubah rasa dan aroma air laut.R.” (Al Hujurat: 12) Al Imam Ibnu Katsir Asy Syafi’i berkata dalam tafsirnya: “Sungguh telah disebutkan (dalam beberapa hadits) tentang ghibah dalam konteks celaan yang menghinakan.Materi Kultum Ramadhan Di dalam Al Qur’anul Karim Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat mencela perbuatan ghibah. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan orang yang berbuat ghibah seperti orang yang memakan bangkai saudaranya. Tentunya itu perkara yang kalian benci dalam tabi’at. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala … (pada ayat di atas). demikian pula hal itu dibenci dalam syari’at.

sebagaimana permisalan pada surat Al Hujurat ayat: 12. Mendengar pembicaraan ghibah tapi tidak melarangnya Demikian pula bagi siapa yang mendengar dan ridha dengan perbuatan ghibah maka hal tersebut juga dilarang. lihat Nashihati linnisaa’ hal. janganlah kalian menjelek-jelekkannya. janganlah kalian mengganggu kaum muslimin.R. Ahmad 3/351) Dari shahabat Sa’id bin Zaid radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar (dalam riwayat lain: termasuk dari sebesar besarnya dosa besar) adalah memperpanjang dalam membeberkan aib saudaranya muslim tanpa alasan yang benar. Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkata: ‘Apakah kalian tahu bau apa ini? (Ketahuilah) bau busuk ini berasal dari orang-orang yang berbuat ghibah. Lalu aku bertanya: “Siapakah mereka itu wahai malaikat Jibril?” Malaikat Jibril menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia dan merusak kehormatannya. 1583. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Menuju Kembali Kepada Fitrah 56 .R.R.” (H.” Hadits di tersebut secara zhahir mengandung makna yang umum. Abu Dawud no. bahwa beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya yang belum sampai ke dalam hatinya. sesungguhnya itu dua keaiban (Lihat Nashihati linnisaa’ hal. 4878 dan lainnya).Materi Kultum Ramadhan mencakar wajah-wajah dan dada-dadanya. Namun Al Hafizh Ibnu Hajar menguatkan bahwa ghibah ini khusus di luar sepengetahuannya. beliau berkata: “Suatu ketika kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mencium bau bangkai yang busuk. Barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim niscaya Allah akan mencari aibnya. 48664967) Dari ancaman yang terkandung dalam ayat dan hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa perbuatan ghibah ini termasuk perbuatan dosa besar. Asy Syaikh Al Qahthani dalam kitab Nuniyyah hal. 29) 4.R.” (H. Dari shahabat Ibnu Umar radhiyallahu’anhu.” (H. Abu Dawud no. Membicarakan sesuatu yang tidak disukai saudaranya Konteks dalam hadits: “Engkau menyebutkan sesuatu pada saudaramu yang dia membecinya. Kemudia Al Hafizh berkata: “Tentunya membeberkan aib di hadapannya itu merupakan perbuatan yang haram. sebagaimana asal kata ghibah (yaitu dari kata ghaib yang artinya tersembunyi-pent) yang ditegaskan oleh ahli bahasa. 32) 3.” (Fathul Bari 10/470 dan Subulus Salam hadits no. tapi hal itu termasuk perbuatan mencela dan menghina. justru kamu lalai Dengan aib yang ada pada dirimu. Dari shahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu.” (H. yaitu mencakup penyebutan aib dihadapan orang tersebut atau diluar sepengetahuannya. Semestinya dia tidak ridha melihat saudaranya dibeberkan aibnya. janganlah kalian mencari-cari aibnya. Yang dimaksud dengan ‘memakan daging-daging manusia’ dalam hadits ini adalah berbuat ghibah (menggunjing). Barang siapa yang Allah mencari aibnya niscaya Allah akan menyingkapnya walaupun di dalam rumahnya. 39 berkata: Janganlah kamu tersibukkan dengan aib orang lain. yang seharusnya setiap muslim untuk selalu berusaha menghindar dan menjauh dari perbuatan tersebut. At Tirmidzi dan lainnya) Dari shahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu.

bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang melihat kemungkaran hendaknya dia mengingkarinya dengan tangan.” (Al Qashash: 55) Dari shahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu. Pendapat ini ada sisi benarnya jika dikaitkan dengan hak seorang manusia. Bisa jadi orang yang dighibahi itu justru marah yang bisa meruncing pada percekcokan dan bahkan perkelahian. bukan justru ikut larut dalam perbuatan tersebut. Tetapi dari sisi lain.” (H. mereka berpaling darinya. justru bila ia memberi tahu kepada yang dighibahi dikhawatirkan akan terjadi mudharat yang lebih besar. Oleh karena itu sebagian para ulama lainnya berpendapat tidak perlu ia memberi tahukan kepada yang dighibahi tapi wajib baginya beristighfar (memohan ampunan) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyebutkan kebaikan-kebaikan orang yang dighibahi itu di tempat-tempat yang pernah ia berbuat ghibah kepadanya. 1931 dan lainnya) Demikian juga semestinya ia tidak ridha melihat saudaranya terjatuh dalam kemaksiatan yaitu berbuat ghibah. Insyaallah pendapat terakhir lebih mendekati kebenaran. At Tirmidzi no. Bertaubat dari Ghibah Lalu bagaimana cara bertaubat dari perbuatan ghibah? Apakah wajib baginya untuk memberi tahu kepada yang dighibahi? Sebagian para ulama’ berpendapat wajib baginya untuk memberi tahu kepadanya dan meminta ma’af darinya. Karena itu kita selalu berdo’a dan meminta orang lain mendo’akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. Secara harfiyah. dan mereka berkata: “Bagi kami amalamal kami dan bagimu amal-amalmu. tentunya hal ini pun dilarang dalam agama. semoga kesejahteraan atas dirimu. berkah berarti an nama’ waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya): “Dan orang-orang yang beriman itu bila¬ mendengar perkataan yang tidak bermanfaat. yang demikian ini selemahlemahnya iman. Menuju Kembali Kepada Fitrah 57 . Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan lisannya. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan hatinya. (Lihat Nashiihatii linnisaa’: 31) Materi 29 Menggapai Keberkahan Hidup Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. Semestinya ia menasehatinya.” (Muttafaqun ‘alaihi) Namun bila ia ikut larut dalam perbuatan ghibah ini berarti ia pun ridha terhadap kemaksiatan.R. ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu. maka hendaknya ia pergi dan menghindar darinya. Misalnya mengambil harta orang lain tanpa alasan yang benar maka dia pun wajib mengembalikannya. Kalau sekiranya ia tidak mampu menasehati atau mencegahnya dengan cara yang baik.Materi Kultum Ramadhan “Barang siapa yang mencegah terbukanya aib saudaranya niscaya Allah akan mencegah wajahnya dari api neraka pada hari kiamat nanti. kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil.

tapi juga Ishak dan Ya’kub. sehingga bagi orang yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 58 . hai ahlul bait. Di dalam Al. berkah dalam keturunan. Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan. memiliki kemandirian termasuk dalam soal harta dan bisa menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya.Materi Kultum Ramadhan Namun. Bentuk Keberkahan Secara umum. hal ini karena ulama ahli tafsir. sehat dan cerdas. rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah. Generasi semacam itu juga memiliki jasmani yang kuat.Qur’an keberkahan semacam ini diceritakan oleh Allah yang artinya: “Dan isterinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. Kelangsungan Islam dan umat Islam salah satu faktornya adalah adanya topangan dari generasi yang shaleh. Janji Allah SWT untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firman-Nya yang artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. Kedua. padahal aku adalah perempuan seorang perempuan tua. dicurahkan atas kamu. baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah Swt. Yang dimaksud makanan yang halal adalah disamping halal jenisnya juga halal dalam mendapatkannya. misalnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari langit dan bumi sebagaimana yang disebutkan dalam firman surat Al A’raf: 96 di atas adalah rizki yang diantara rizki itu adalah makanan. Disilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya. luas ilmunya dan banyak amal shalehnya. Apabila manusia. yakni dengan lahirnya generasi yang shaleh. Para malaikat itu berkata: "Apakahkamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya. apakah aku aka melairkan anak. Keberkahan semacam ini telah diperoleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang ketika usia mereka sudah begitu tua ternyata masih dikaruniai anak. apalagi terwujudnya generasi yang berkualitas memang dambaan setiap manusia. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS 7:96). Allah Swt tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. ini merupakan sesuatu yang amat penting. keberkahan dalam soal makanan yakni makanan yang halal dan thayyib. Pertama. keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman bisa kita bagi kedalam tiga bentuk. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang kelahiran Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’kub. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. bahkan tidak hanya Ismail yang shaleh. Allah SWT hanya akan memberi keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah" (QS 11:71-73). Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh". maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik. dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Generasi yang shaleh adalah yang kuat imannya. Ternyata.

agar apa yang dimakan juga membawa keberkahan yang lebih banyak lagi. dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya (QS 5:88). Materi 30 Kunci Keberkahan Sebagai seorang muslim.” (92:1-7). Adapun orang yang memberikan (harta di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga). Sekurang-kurangnya. Ketiga. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (7:31). karena salah satu karakteristik waktu adalah tidak akan bisa kembali lagi bila sudah berlalu. Iman dan Taqwa Yang Benar Menuju Kembali Kepada Fitrah 59 . memperluas ilmu maupun memperbanyak amal yang shaleh. Di samping itu. Karena itu. keberkahan dari Allah untuk kita merupakan sesuatu yang amat penting. ada kunci yang harus kita miliki dan usahakan dalam hidup ini. dan penciptaan laki-laki dan perempuan. makanan yang diberkahi juga adalah yang thayyib. berkah dalam soal waktu yang cukup tersedia dan dimanfaatkannya untuk kebaikan. Karena itu. Allah berfirman yang artinya: “Demi malam apabila menutupi. waktu digunakan untuk bisa membuktikan pengabdiannya kepada Allah Swt.Materi Kultum Ramadhan diberkahi Allah. 1. makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. hal ini karena Allah sangat melarang manusia berlebih-lebihan dalam makan maupun minum. dan siang apabila terang benderang. Allah berfirman yang artinya: Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rizkikan kepadamu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. baik dalam bentuk mencari harta. makanan itu harus dimakan sewajarnya atau secukupnya. pakailah pakaianmu yang indak di setiap memasuki masjid. baik siang maupun malam dalam jumlah yang sama. maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. ada dua faktor yang menjadi kunci keberkahan itu. Allah berfirman yang artinya: “Demi masa. tapi bagi orang yang diberkahi Allah maka dia bisa memanfaatkan waktu yang 24 jam itu semaksimal mungkin sehingga pencapaian sesuatu yang baik ditempuh dengan penggunaan waktu yang efisien. yakni yang sehat dan bergizi sehingga makanan yang halal dan tayyib itu tidak hanya mengenyangkan tapi juga dapat menghasilkan tenaga yang kuat untuk selanjutnya dengan tenaga yang kuat itu digunakan untuk melaksanakan dan menegakkan nilai-nilai kebaikan sebagai bukti dari ketaqwaannya kepada Allah Swt. meskipun dalam berbagai bentuk usaha yang berbeda. Karena itu. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS 103:1-3). yakni 24 jam setiap harinya. bagi seorang muslim yang diberkahi Allah. meskipun sudah halal dan thayyib. karena itu Allah menganugerahi kepada kita waktu. dia tidak akan menghalalkan segala cara dalam memperoleh nafkah. Allah Swt berfirman yang artinya: “Hai anak Adam.

kamus bahasa Arab juga tak mengenal istilah itu. memperolehnya harus dengan berdo’a dan berusaha yang sungguh-sungguh.6:155). nicaya kita akan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. Semakin mantap iman dan taqwa yang kita miliki. baik menyangkut aspek pribadi. lihat juga QS 38:29. Materi Tambahan Halal Bi Halal Sebenarnyalah istilah Halalbihalal tidak dikenal oleh kalangan bangsa Arab. selanjutnya bisa dan suka membaca serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. tidak pula ada pada zaman Nabi saw. keluarga.Materi Kultum Ramadhan Di dalam ayat di atas. 2. keberkahan dari Allah yang kita dambakan itu. Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah kami turunkan. maka semakin besar keberkahan yang Allah berikan kepada kita. dalam keadaan sendiri maupun bersama orang lain. Karena harus kita jalankan dan pedomani dalam kehidupan ini. Salah satu ayat yang amat menekankan peningkatan taqwa kepada orang yang beriman adalah firman Allah yang artinya: Hai orang-orang yang beriman. Justru ‘halalbihalal’ masuk dan diserap Bahasa Indonesia dan diartikan sebagai “hal maaf-memaafkan Menuju Kembali Kepada Fitrah 60 . masyarakat maupun bangsa. maka setiap kita harus mengimani kebenaran Al-Qur’an bahwa dia merupakan wahyu dari Allah Swt sehingga tidak akan kita temukan kelemahan dari Al-Qur’an. baik dalam keadaan senang maupun susah. sudah dikemukakan bahwa Allah akan menganugerahkan keberkahan kepada hamba-hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya.Qur’an sebagai pedoman dalam hidup ini. yakni dalam bentuk memantapkan iman dan taqwa serta selalu menjadikan Al. bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenarbenar taqwa dan jangan sampai kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri/muslim (QS 3:102). Karenanya. Berpedoman kepada Al-Qur’an Al-Qur’an merupakan sumber keberkahan sehingga apabila kita menjalankan pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan berpedoman kepadanya dalam berbagai aspek kehidupan. dan para sahabat. Karena itu menjadi keharusan kita bersama untuk terus memperkokoh iman dan taqwa kepada Allah Swt. Akhirnya menjadi jelas bagi kita bahwa. Maka mengapakah kamu mengingkarinya? (QS 21:50. Tegasnya keimanan dan ketaqwaan itu dibuktikan dalam situasi dan kondisi yang bagaimananpun juga dan dimanapun dia berada. Keimanan dan ketaqwaan yang benar selalu ditunjukkan oleh seorang mu’min dalam bentuk melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya.

hendaknya dikembalikan. tetapi juga harus mengembalikan hak saudaranya yang telah ia langgar. maka hendaklah ia meminta halal hal tersebut dari saudaranya itu pada hari ini. Acara ini kemudian berkembang menjadi sangat bervariasi ragam bentuk dan acaranya hingga saat ini. aula. Jika itu berupa barang. Maka jadilah tradisi halalbihalal sebagaimana berkembang seperti sekarang ini. yang kemudian diArab-kan menjadi ‘halal-bi-halal’. bahwa ciri orang yang bertakwa (sebagai output dari ibadah ramadhan) salah satunya adalah al-kaazhimiinal gaidh. Menuju Kembali Kepada Fitrah 61 . bahwa al-yauma itu tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium. para ulama mendasarkan juga pada QS. Ada pula yang mengartikan ‘pada hari ini (juga)’.Materi Kultum Ramadhan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan. yakni dengan cara saling memaafkan. maka terjadilah ‘halal-halalan’. karena menurut sebagian riwayat. falyatahallal. Yakni bahwa ketika kita membuat kesalahan pada seseorang. ketika pada ramadhan kita memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah (hablun minallah). Al-Baqarah: 133-134. yakni pada hari ini. 2.’ Karena itu. yang khas Indonesia. mengucapkan hadits itu saat hari raya Idul Fitri. jangan ditunda-tunda. saling meminta halal atas kesalahan kita masing-masing.” Para ulama kita terdahulu mendasarkan kegiatan halal bihalal tersebut pada sebuah hadits shahih dari Imam Bukhari seperti di bawah ini: Artinya: “Barangsiapa yang berbuat kezhaliman (kesalahan) kepada saudaranya sehingga merendahkan derajatnya. hendaknya kita meminta halal kepadanya hari ini juga. maka ketika Syawal tiba saatnya kita melengkapinya dengan memperbaiki hubungan horisontal dengan sesama manusia (hablun minannas). itu berarti bukan sekedar meminta maaf. al-yauma. Ketika orang saling meminta halal. Halal dengan halal. Rasulullah saw.” Ada dua hal yang perlu digarisbawahi di sini: 1. dsb) oleh sekelompok orang dan merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia. ‘Hari ini’ yang dimaksud tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. Mengapa halalbihalal dilaksanakan pada Syawal selepas Ramadhan? Selain dasar hadits tersebut. yakni ‘memaafkan kesalahan manusia. yakni meminta halal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful