Materi Kultum Ramadhan

Materi I Merajut Pakaian Taqwa Pada hakekatnya, pakaian adalah segala yang “melekat” di badan ini; entah baju, celana, segala aksesoris yang “melekat” lainnya, termasuk perhiasan. Selaras dengan pengertian ini, bahkan Allah membahasakan suami sebagai “pakaian” dari istri; dan istri adalah “pakaian” dari suami (Q.S. Al-Baqarah: 187: hunna libaasul lakum wa antum libaasun lahunna). Mungkin karena suami dan istri pun “melekat” satu sama lain, hingga mereka tak ubahnya seperti pakaian. Setidaknya ada 3 macam fungsi pakaian yang disebut di dalam AlQur’an. Pertama, pakaian sebagai penutup aurat (Q.S. An-Nuur: 58 dan Al-A’raf: 26). Kedua, pakaian sebagai perhiasan (Q.S. Al-A’raf: 26). Dan ketiga, pakaian sebagai pelindung, yakni dari panas dan hujan, juga dari serangan musuh (Q.S. An-Nahl:81). Tak kurang dari 20 ayat ditemukan di dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang pakaian. Entah memakai bahasa “libaasun”, “kiswatun”, “saraabil”, maupun “tsiyab”. Namun, semuanya berbicara tentang pakaian lahiriah. Pakaian dunia. Hanya ada satu yang menyebutkan tentang pakaian ruhani. Pakaian ruhani adalah sebenar-benar pakaian, yang menunjukkan baik buruknya seseorang. Meski seseorang mengenakan pakaian lahiriah yang mewah dan mahal, tetapi jika pakaian ruhaninya rusak, jelek, terhina, maka dirinya akan terhina pula. Pakaian lahiriahnya tidak bermanfaat apa-apa. Pakaian lahiriahnya tak bisa melindungi kejelekannya. Mungkin ia akan mulia dalam pandangan manusia, tetapi tidak dalam pandangan Allah. Apakah pakaian ruhani yang dimaksud? sebagai pakaian taqwa (libaasut taqwa). “Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan mereka selalu ingat.” (Q.S. Al-A’raf: 26). Al-Qur’an menyebutnya Sebagaimana firmannya, Yang demikian itu adalah Allah, mudah-mudahan

Tentang taqwa, imam Ali karramallahu wajhah berkata: ِ ْ ِ ّ ِ ْ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ ِ ْ َ ِ ِ ْ ْ َ ِ ُ َ َ ْ َ ِ ْ َِ ْ َ ِ ُ ْ َ ْ َ ‫الخوف من الجليل و العمل بالتنزيل و الستعداد ليوم الرحيل‬ (Takut kepada Zat Yang Mahaagung; mengamalkan apa yang diturunkan (al-Qur’an); dan menyiapkan diri untuk menyambut datangnya hari yang kekal [akhirat]).

Menuju Kembali Kepada Fitrah

1

Materi Kultum Ramadhan
Ramadan adalah hari-hari dimana kita memintal benang-benang pakaian takwa itu. Hari demi hari kita memintalnya, dengan harapan pada akhir Ramadan, hari kemenangan Idul Fitri, pakaian itu telah sempurnalah sudah dan bisa kita kenakan di hari yang berbahagia itu. Bukan untuk dipakai sekali, setelah itu dilepas kembali. Bukan. Tetapi, pakaian takwa itu seharusnya kita pakai seterusnya sampai tiba kembali Ramadan berikutnya, dimana kita akan memeriksa pakaian takwa itu kembali barangkali ada lubang, kotor, sobek dsb yang perlu kita cuci, jahit dan rajut kembali. Bagaimana kita merajutnya? Barangkali di sinilah relevannya sabda Nabi Saw., “Jika datang bulan Ramadan, maka dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu semua syaitan.” (muttafaq ‘alaih). Semua tidak lain sebagai motivasi buat kita untuk memperbanyak amal kebaikan kita. Mumpung kesempatan itu dibuka lebar-lebar oleh Allah. Allah sedang membuka “Big Sale”. Obral besar-besaran. Tarawih, tadarus, sadaqah, membayar zakat, menolong orang, memberi ta’jil orang berbuka puasa, menghentikan menggunjing orang. Semuanya adalah jalan-jalan kebaikan; jalan-jalan merajut pakaian takwa kita.

Menuju Kembali Kepada Fitrah

2

Materi Kultum Ramadhan
Materi 2 Hakikat Ramadhan Sudah berapa kali kita berjumpa Ramadhan? Bagaimana kita memaknai Ramadhan selama ini? Apakah kita biasa melaluinya begitu saja? Ataukah kita menjalaninya dengan biasa-biasa saja? Ataukah kita benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkannya untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik lagi? Jika kita ingin benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkan Ramadhan, tidak bisa tidak kita harus memahami hakikat Ramadhan. Berikut ini beberapa makna dan hakikatnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Bercermin Diri (Syahrul Muhasabah) Seberapa bersemangat dan seberapa mampu kita memanfaatkan Ramadhan pada setiap menit dan detiknya, merupakan indikasi ketaqwaan kita kepada Allah. Dari sini kita bisa menilai diri kita, apakah kita termasuk hamba Allah yang dzalimun linafsihi (masih suka menganiaya diri sendiri), atau yang muqtashid (yang pas-pasan saja), ataukah yang sabiqun bil khairat (yang bergegas dalam melaksanakan berbagai kebaikan). Disamping itu, Ramadhan juga merupakan sarana yang sangat tepat bagi kita untuk bercermin diri. Sebuah hadits muttafaq ‘alaih menyatakan bahwa selama bulan Ramadhan syetan-syetan dibelenggu. Nah, jika syetan-syetan telah dibelenggu tetapi kita masih saja melakukan dosa dan kemaksiatan maka seperti itulah diri kita yang sebenarnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Limpahan Rahmat (Syahrur Rahmah) Rasulullah bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas kamu berpuasa di bulan ini … Barangsiapa tidak mendapat bagian kebaikannya, maka sungguh berarti ia telah dijauhkan dari rahmat Allah.” Pada bulan Ramadhan, Allah mencurahkan segenap rahmat-Nya melebihi pada bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini, Allah melipatgandakan pahala amal kebaikan, memberikan semangat ketaatan kepada hamba-hamba-Nya, dan bahkan memberikan bonus satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadr. Karena itu, rugilah kita jika selama bulan ini kita tidak memanfaatkan limpahan rahmat Allah yang sedemikian besar. Bulan Ramadhan adalah Bulan Taubat (Syahrut Taubah) Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan

Menuju Kembali Kepada Fitrah

3

Semuanya harus kita puasakan dari berbagai bentuk dosa dan kemaksiatan. Beliau ingin memberikan teladan kepada kita semua agar kita berinteraksi seakrab mungkin dengan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Akan lebih baik lagi jika kita juga berusaha untuk menghafalnya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Jika kita telah memahaminya maka selanjutnya kita harus bergegas untuk mengimplementasikannya dalam hari-hari Ramadhan kita. Menuju Kembali Kepada Fitrah 4 . dan mendakwahkannya. agar Ramadhan ini dapat menjadi penghapus dosa-dosa kita.” Jadi. Interaksi ini meliputi banyak hal: membacanya. Di bulan ini kita sangat dianjurkan untuk banyak berinfak dan bersedekah. “Barangsiapa berpuasa lalu tidak berkata-kata buruk dan tidak mengumpat maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ia dilahirkan oleh ibunya. hati. Demikianlah beberapa makna dan hakikat Ramadhan. Rasulullah selalu melakukan tadarrus Al-Qur’an bersama malaikat Jibril. Sebuah riwayat menyatakan bahwa kedermawanan beliau di bulan Ramadhan sampai menyerupai angin yang bertiup. “Barangsiapa berdiri (menegakkan shalat malam.” Beliau bahkan berkata. Rasulullah bersabda. Pada setiap bulan ini. Bulan Ramadhan adalah Bulan Infaq dan Sedekah (Syahrul Infaq wash Shadaqah) Ramadhan bukan hanya kesempatan untuk beribadah secara vertikal saja. “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan yang keji. melakukan berbagai kebaikan kepada sesama. dengan cara berinfaq dan bersedekah kepada mereka. yakni mempuasakan seluruh anggota tubuh kita: akal pikiran. Demikianlah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. memahami maknanya. Sudah semestinya kita kemudian mampu berempati kepada mereka yang selama ini biasa kelaparan dan kehausan. maka dosa-dosanya yeng telah lalu akan diampuni. kaki. lidah. shalat tarawih) pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah. mengamalkannya. Harapan kita. Mari kita banyak-banyak beribadah dan memohon ampunan kepada Allah. telinga. tangan. apa lagi yang kita tunggu. mata.Materi Kultum Ramadhan diampuni. Kita telah merasakan bagaimana rasanya kelaparan dan kehausan. Ia juga kesempatan emas untuk beribadah secara horisontal. Lebih dari itu. Bulan Ramadhan adalah Bulan Puasa (Syahrush Shiyam) Puasa yang sejati tidaklah cukup hanya dengan meninggalkan makan.” Beliau juga bersabda. puasa yang sejati adalah puasa yang bersifat total. maka sekali-kali Allah tidak butuh dengan puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum saja.” Bulan Ramadhan adalah Bulan Al-Qur’an (Syahrul Qur’an) Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. dan anggotaanggota tubuh kita yang lainnya. minum dan hubungan suami isteri pada siang hari.

Pastinya. semata. banyak muslim tidak mampu melakukan keikhlasan dalam beribadah tersebut. Inilah tujuan seorang Mujahid dan tidak ada selain itu. Menuju Kembali Kepada Fitrah 5 .. Untuk beberapa alasan. la’allakum tattaqun. dan yang kedua Penaklukan Mekkah (futuh Makkah) sekitar 6 tahun kemudian. sebagaimana sabdanya. Selama kehidupan Rasulullah saw. kesehatan. Allah SWT sajalah yang mengetahui hikmah itu semua dan memberikan indikasi dan tanda-tanda tersebut. dua buah peperangan terjadi di bulan Ramadhan.Materi Kultum Ramadhan keluar dari Ramadhan kita telah menjadi pribadi yang jauh lebih bertaqwa. rajanya bulan. dan semua semata-mata ditujukan untuk menggapai keridloan-Nya. Dia tidak menyembah materi apa pun dalam kehidupannya. keinginannya. Jihad adalah aktualisasi dari ibadah seorang muslim untuk membuktikan tidak ada kecintaan baginya kecuali hanya Allah SWT saja. Mereka masih membutuhkan atau mengharapkan sesuatu yang lain meskipun mereka tahu bahwa mereka adalah hamba Allah SWT. Untuk memahami lebih dalam hubungan ini maka seseorang haruslah memahami esensi jihad sebaik dia memahami esensi shaum. Seorang Mujahid dengan bersungguh-sungguh memberikan semua apa pun miliknya di dunia. dan segala sesuatu yang merupakan kenikmatan dunia. “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan. terdapat hubungan yang penting antara jihad dan Ramadhan. yang pertama adalah Perang Badar yang terjadi di tahun kedua setelah hijrah. dengan upaya sekuat tenaga untuk menggapai Ridho Ilahi. Rasulullah SAW. Tentunya. ini merupakan bukti bahwa dia sungguhsungguh ikhlas beribadah hanya kepada Allah SWT. Bahkan. yakni kaitan antara Ramadhan dan jihad kepada kaum muslimin. sambut dan hormatilah Ramadhan. Salah satu jalan untuk mencapai tingkat ketulusan ibadah tersebut adalah taqwa. selalu memotivasi para sahabat dengan kabar gembira akan datangnya Ramadhan. setelah kehidupan Rasulullah SAW. Beberapa kejadian penting yang berhubungan antara bulan Ramadhan dan jihad terus terjadi dalam kehidupan bersejarah kaum muslimin. bulan Ramadhan tetap menjadi bulan konfrontasi militer penting bagi kaum muslimin. keluarga. mereka masih lebih mementingkan pekerjaan.” Lintasan sejarah Islam berbicara. selain Allah SWT. termasuk hidupnya. Allah SWT yang paling mengetahui hikmah yang besar mengapa bulan Ramadhan begitu memiliki kaitan erat dengan jihad. Dia tidak memiliki keinginan lain. Materi 3 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Pertama): Memahami Makna Jihad Rasulullah SAW. sebagaimana firman Allah SWT.

Mengapa membakar dosa? Pertama. dilipatgandakannya pahala semua amalan muslim dan muslimah. Yang wajib dilipatgandakan 70 kali dan yang sunnah disamakan dengan pahala amalan wajib. Barangkali.” (QS 2 : 183) Materi 4 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Kedua) 1. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya. maka sesungguhnya orang yang tidak beramal kebaikan pada bulan ini sungguh amat merugi. Di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Di antara isi khutbahnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan An Nasa’i adalah sebagai berikut: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan.Materi Kultum Ramadhan “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. amalan puasa adalah ibadah istimewa dan berpahala istimewa yang mampu meningkatkan ketakwaan dan menepis semua bentuk kemunkaran dan maksiat. dosa umat Islam terbakar oleh banyaknya pahala amalan kebajikan yang diraih pada bulan Ramadhan. pada bulan ini umat Islam mendapatkan panen pahala karena ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. yaitu lailatul qadar. Allah mewajibkan atas kamu puasa di bulan itu. “Allahumma baarik lanaa fi Rajaba wa Sya’baan wa ballighnaa Ramadlan” (Ya Allah berkati kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan antarkan kami sampai ke bulan Ramadhan. Kedua. sehingga berdoa. Ramadhan adalah bulan kesempatan umat Islam untuk membakar dosa lebih intensif dibandingkan dengan bulan lain. maksudnya bahwa orang yang berpuasa berkesempatan besar untuk masuk surga dan jauh dari Menuju Kembali Kepada Fitrah 6 . penuh berkah. Dengan keistimewaan ini.). Pada bulan itu semua pintu neraka terbuka lebar dan semua pintu neraka Jahim tertutup rapat serta syetan-syetanpun dibelenggu.” Konotasi “pintu-pintu surga terbuka lebar dan pintu neraka tertutup rapat dan syetan-syetanpun dibelenggu”. Ramadhan Bulan Istimewa. dan ketiga. di sinilah rahasianya mengapa Rasulullah senantiasa menanti bulan Ramadhan. Beliau senantiasa berkhutbah ketika menyambut awal Ramadhan. Selain dari pada itu.

almau’izhah al hasanah dalam suasana penuh aman dan kedamaian. Rasulullah pernah menegaskan dengan sabdanya: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta. Orang yang tidak bisa menahan nafsu syahwatnya.Materi Kultum Ramadhan neraka. baik di kala jaga atau tidur. Allah swt. Sejak Islam datang menembus gelapnya kekufuran dan kesyirikan menuju cahaya Islam. karena nafsu al ammarah bis suu’ senantiasa menyertainya. Dakwah bagaikan air yang harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh umat manusia. Bila tidak disyariatkan jihad. berarti puasanya akan ditolak Rabbul Izzati. Tahun demi tahun dilewati umat Islam dan Ramadhan penuh dengan kenangan peristiwa besar yang menggambarkan jihad kaum muslimin. maka Allah tidak butuh darinya untuk meninggalkan makanan dan minumannya. Ramadhan dan Jihad Puasa adalah ibadah yang bernuansa jihad melawan hawa nafsu. 2. dan nafsu-nafsu lainnya selama berpuasa.” Inilah jihad muslim yang tiada hentinya. nafsu amarahnya. maka kebatilan akan menggusur yang hak. demi menebarkan ajaran Islam dengan al-hikmah. umat Islam diperintahkan juga berjihad melawan kekafiran dan kesyirikan. Ibadah puasa penuh dengan kebaikan dan sumber pengkaderan untuk menyiapkan generasi yang mau berkorban lii’laai kalimatillah. telah mensyariatkan jihad melawan kekufuran sebagai sarana ibadah dan perjuangan untuk menyiapkan individu muslim yang mampu membawa beban untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. nafsu seksualnya. Jihad untuk mempertahankan diri dari serangan kaum kufar ini sering disebut dengan jihad qitali. Kedua: Mempertahankan dakwah Islamiyah dan ajaran-ajaran Ilahi sekaligus melindungi para pembawa panji-panjinya. selain jihad melawan hawa nafsu ini. Namun. Jihad disyariatkan Islam agar ajaran Islam tetap tersebar ke seantero dunia. Karena dengan puasanya ia berpahala besar dan pasti tidak bisa digoda oleh syetan yang terkutuk. umatnya telah menghadapi jihad besar melawan kezhaliman dalam menegakkan keadilan. Menuju Kembali Kepada Fitrah 7 . Jihad yang disyariatkan Islam bertujuan mencapai dua sasaran: Pertama: Untuk mempertahankan diri dari serangan asing dan mempertahankan tanah air di mana mereka tinggal.

Jihad qitaali adalah wajib bila umat Islam diserang dengan senjata seperti di Palestina. Jihad ta’limi. Jihad tablighi. b. baik formal atau Non formal. 3. yaitu jihad dengan lisan untuk menyampaikan ajaran Islam dengan penuh hikmah. kelembutan. Tuntutan Jihad Sekarang Lebih Luas Ketika musuh-musuh Islam menyerang dengan berbagai macam cara untuk memadamkan cahaya agama Allah. Jihad maali ini sering disebut Al-Qur’an lebih daripada jihad binnafsi. c. Afghanistan. Di antara jihad-jihad yang dituntut sekarang adalah: a. masih banyak lagi tuntutan jihad lainnya. sebanyak aneka ragam serangan musuh. Selain jihad nafsiy dan jihad qitaali. karena sekolah-sekolah unggulan umat Islam masih perlu peningkatan kualitas dan kuantitas.Materi Kultum Ramadhan kerusakan akan menghantui dunia. Bosnia. kondisi ini menuntut umat Islam agar melakukan jihad dalam berbagai aspek kehidupan. dan panji-panji Islam akan tumbang diserang kekufuran. Jihad Maali. dan kesejukan. Jihad terhadap hawa nafsu adalah jihad setiap saat bagi setiap muslim yang masih waras dan sehat. yaitu jihad melalui pendidikan. karena: Menuju Kembali Kepada Fitrah 8 . Apalagi sekolah-sekolah yang dikelola pendidikan non Islam sarat dengan unsur-unsur yang bisa memadamkan semangat keislaman siswa. Saat ini umat Islam sangat dituntut untuk menekuni jihad ta’limi ini. Kita diwajibkan tablighi ini sebagai jihad bil-lisan untuk meluruskan berbagai penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat. melindungi kaum fuqara’ dan masakin dari kekufuran yang mengintai mereka. Irak. yaitu jihad dengan harta dalam rangka menebarkan Syiar Islam. dan belahan bumi lainnya.

Yang pertama yaitu ciptaan Allah yang gaib. padang mashar. perbuatan. namun diharapkan akan bisa memberikan gambaran cakupan akhlak mulia yang sudah dicontohkan dan diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. kiamat. Akhlak terhadap ciptaan Allah meliputi segala prilaku. orang tua. sesama muslim. akhlak mulia itu dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok yaitu: 1.Materi Kultum Ramadhan Materi 5 Akhlak Mulia Secara garis besar. benda hidup dan benda mati. Akhlak kepada Ciptaan Allah. adab dan sopan santun sesama ciptaan Allah yang terdiri atas ciptaan Allah yang gaib dan ciptaan Allah yang nyata. maka secara garis besar struktur akhlak mulia terhadap seluruh ciptaan Allah itu dapat digambarkan seperti struktur sederhana berikut ini. selain manusia (tumbuhan dan hewan). qada dan qadar. Ciptaan Allah yang nyata meliputi sesama manusia (nabi dan rasul. Seluruh perintah tersebut sudah tercatat dalam Al-Quran dan Hadist. Seluruh sikap dan perilaku serta adab sopan santun terhadap semua ciptaan Allah sudah termuat dan tercantum dalam Al-Quran dan Hadist. diri sendiri. kerabat jauh. alam kubur. Akhlak kepada Allah. dan lain sebagainya. tetangga dekat dan tetangga jauh. Menuju Kembali Kepada Fitrah 9 . Mengingat sangat luasnya cakupan akhlak ini karena menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia. meliputi gaib dalam arti positif dan gaib dalam arti negatif. Gaib dalam arti positif di antaranya malaikat. kerabat dekat. Yang kedua yaitu ciptaan Allah yang nyata. sorga dan neraka beserta penghuninya. 2. syetan. jin. sikap. Walau struktur yang disampaikan masih sangat jauh dari lengkap dan sempurna. dan benda serta alam gaib lainnya. serta benda mati (bumi dan segalanya serta benda angkasa). Tinggal bagaimana kita bisa mempelajarinya secara benar dan teliti serta mengamalkannya. non muslim). Akhlak mulia kepada Allah berati mengikuti seluruh perintah yang telah disampikan Allah kepada Rasul yang Maha Mulia Muhammad SAW. Sedangkan gaib dalam arti negatif di antaranya iblis.

Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam semeste telah . Sebagai Identitas. Akhlak Mulia Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam berarti akhlak mulia yang diperuntukkan bagi manusia tidak hanya mengatur tatanan hubungan manusia dengan manusia lainnya tetapi juga hubungan antara manusia dengan makhluk – makluk lain selian manusia dan alam sekitarnya. Sebagai seorang muslim. Perbedaan yang khas dari milyaran umat manusia di dunia ini seharusnya makin menyadarkan manusia akan Maha Agung dan Maha Besar-nya Sang Maha Pencipta. Baik suara. Perlindungan diri dan HAM. Secara garis besar fungsi dan tujuan pengamalan akhlak mulia bagi umat manusia adalah : 1. Sebagai pengamalan Syariat Islam. Rahmat bagi seluruh alam. Dengan akhlak mulia ini tatanan sosial yang terbentuk semakin memberikan makna dan nilai yang tidak saling merugikan. Pengatur tatanan Sosial. sama luasnya dengan seluruh asoek kehidupan manusia serta variasi variasinya. sehingga dengan niat karena Allah SWT. 3. Akhlak mulia ini diperuntukkan oleh Allah kepada manusia yang berakal budi karena dengan tuntunan akhlak yang mulia akan bisa membedakan antara manusia denga hewan. 4. Hingga anak-anak yang kembar siam pun tetap memiliki perbedaan. Allah telah mewajibkan kita untuk hidup berinteraksi dengan masyarakat. Allah SWT telah menciptakan seluruh manusia dalam keberagaman.berikan tuntunan prilaku dan etika secar sempurna. Tidak ada manusia di dunia ini yang memiliki kesamaan seratus persen. kita adalah makhluk sosial. Sebagai Identias. 2. Sebagai pengamalan syariat Islam. atau pun sifat dan karakter pasti akan berbeda.Materi Kultum Ramadhan Pembahasan masalah Akhlak adalah pembahasan yang sangat luas. 5. Saat berinteraksi dengan masyarakat tentu saja kita harus dapat Menuju Kembali Kepada Fitrah 10 . pengamalan akhlak yang mulia itu insya Allah akan menjadi ibadah bagi umat islam yang mengamalkanya. Akhlak Mulia Sebagai Perlindungan Diri dan Hak Azazi Manusia ( HAM ) berarti dengan menjalin hubungan yang baik berdasarkan hukum dan syariat agama akan terbentuk hubungan yang saling menghargai dan saling menguntungkan. Akhlak Mulia Sebagai Pengatur Tatanan Sosial berarti dengan pengamalan akhlak mulia yang sudah dicontohkan oleh yang Mulia Saydina Muhammad SAW mengukuhkan bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak akan pernah bisa dan lepas dari pengaruh lingkungannya.e. bentuk tubuh.

Untuk itu. Allah SWT berfirman: Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri.Materi Kultum Ramadhan menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat dengan baik. Allah SWT Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Agar tidak terjadi masalah yang akan membuat suasana hubungan yang harmonis menjadi terganggu. di angkot. Berbuat salah memang sudah sunnatullah. baik karena mengabaikan kewajiban ataupun melakukan keharaman. (QS Ali Imran [3]: 135). lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka—dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan pengampunan. di bandara. di sekolah. Di rumah. tersebut. di kereta api. di terminal. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. mereka segera mengingat Allah. (HR al-Bukhari dan Muslim). sedangkan mereka mengetahui. Sebab. di kantor. melalui sabda Nabi saw. pada bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan untuk banyak memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun. siang maupun malam hari. di stasiun. di pabrik dan dimana saja seseorang sangat mungkin berbuat kesalahan. Materi 6 Meraih Ampunan Di Bulan Ramadhan Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala Allah semata maka diampunilah dosanya yang telah berlalu. Oleh sebab itu. Menuju Kembali Kepada Fitrah 11 . di masjid. Rasul sendiri telah menyatakan bahwa manusia itu tempat salah dan lupa. di kampus. Dosa merupakan konsekuensi dari perbuatan maksiat kepada Allah SWT. Sungguh. di kendaraan pribadi. di bis. ini adalah bentuk kebesaran dan kasih sayang Sang Pencipta kepada makhlukNya. Manusia sering berbuat dosa. telah menegaskan kepada kaum Muslim tentang berita pengampunan pada bulan Ramadhan.

Allah SWT sendiri pasti akan mengampuni semua dosa manusia. pada kesempatan Ramadhan yang penuh ampunan ini. Untuk itu. Itulah karunia Allah. Di samping itu. diberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. (HR al-Bukhari dan Muslim) Padahal Rasulullah saw. Menuju Kembali Kepada Fitrah 12 .Materi Kultum Ramadhan Selain itu. Beliau dijamin masuk surga. khususnya pada bulan Ramadhan. Rasulullah saw. kecuali dosa syirik. janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. ”Berlomba-lombalah kalian mendapatkan ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Karena itu. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Di samping Allah SWT telah menyuruh setiap Muslim untuk sering memohon ampunan kepada-Nya." (QS az-Zumar [39]: 53). "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri sendiri. dengan mengajukan banyak pertanyaan kepada dirinya sendiri tentang berbagai hal. yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Dia akan mengampuninya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. dia akan senantiasa melakukan muhâsabah (instrospeksi diri). atau terpelihara dari dosa. Allah SWT Maha Penyayang tidak pilih kasih dalam memberikan ampunan kepada hamba-Nya. tentu selama manusia tidak mau bertobat sampai akhir hayatnyaAllah SWT berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (QS an-Nisa [4]: 48). Rasul pernah bersabda:”Demi Allah. Namun. (QS al-Hadid [57]: 21). Dalam hadisnya. Apapun dosanya. Memang. Baru kemudian. maka ia sungguh telah berbuat dosa yang besar. Allah SWT akan mengampuninya. dapat saja suatu dosa seseorang langsung Dia ampuni. Muslim yang menjadikan Baginda Rasul sebagai suri teladannya akan berupaya untuk sering meminta ampunan. Namun. sesungguhnya aku benar-benar meminta ampunan kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali sehari. Siapa saja yang mempersekutukan Allah. Allah memiliki karunia yang agung. nash di atas juga menggambarkan bahwa kaum Muslim harus senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT. berapapun banyaknya. Katakanlah. juga telah memberikan teladan kepadanya. seorang Muslim sudah seharusnya banyak meminta ampunan kepada Allah SWT. selama hamba mau bertobat. jika Allah SWT menghendaki. adalah seorang yang maksum. beliau tetap terus memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Dia sendiri memerintahkan kepada manusia untuk sering meminta ampunan kepada-Nya.

menolak penyakit. bersabda. Ia berdoa. pendidikan. budaya. Seorang muslim yang kontinu mengerjakan qiyamullail. dan pencegah dari dosa. beristighfar.. menganjurkan kepada kita. Dan memberi berkah atas semua aktivitas sang hamba. mencintai seorang hamba. “Aku mendengar Rasulullah saw. baik aktivitas di bidang dakwah. diampuni dosanya. “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat. amalkanlah qiyamullail secara kontinu. dihormati oleh sesama. Kalau Allah swt. Sang hamba akan dekat dengan Rabbnya. Ahmad) Jika Anda ingin mendapat kemuliaan di sisi Allah dan di mata manusia. ia berkata. Rasulullah saw. dan menjadi penghuni surga yang disediakan untuknya. mendekatkan diri kepada Allah. Muslim dan Ahmad) Qiyamullail adalah sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Rabbnya. maupun politik. Dan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sang hamba merasa lezat di kala munajat dengan Penciptanya. Karena itu. dan itu setiap malam. maka Ia akan mempermudah semua aspek kehidupan hambaNya.Materi Kultum Ramadhan Materi 7 Keutamaan Qiyamullail Dari Jabir r. ekonomi. Dari Sahal bin Sa’ad r. bertasbih. sesuai dengan janjinya. akan mencintai hamba yang mendekat kepadanya.” (HR. menghapus dosa.” (HR. pasti dicintai dan dekat dengan Allah swt. “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu.. pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya). dan memuji Sang Pencipta. sosial. ia Menuju Kembali Kepada Fitrah 13 .a.a.

s. (5)Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. pasti kamu akan berpisah. dan ruhani.” Kiat Mudah Qiyamullail Qiyamullail memerlukan kesungguhan dan kebulatan tekad. akan sangat mudah merealisasikannya dengan izin Allah. berikanlah makanan.Materi Kultum Ramadhan berkata. hiduplah sebebas-bebasnya. yang melaksanakan qiyamulail secara kontinu sangat sedikit jumlahnya. Tiba-tiba ada panggilan dikumandangkan dimana orang yang meninggalkan tempat tidurnya. maka berdirilah mereka jumlahnya sangat sedikit. Rasululah saw. pasti akan dapat balasan. “Seluruh manusia dikumpulkan di tanah lapang pada hari kiamat. “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan. (2)Pahamilah bahwa Anda punya kebutuhan jasmani. Kemuliaan orang mukmin dapat diraih dengan melakukan shalat malam. diganjar dengan masuk surga. “Malaikat Jibril a. (1)Programlah aktivitas Anda di hari yang malamnya Anda rencanakan untuk qiyamulail agar memungkinkan Anda tidak kelelahan. Berikut ini kiat-kiat pendorong meninggalkan tempat tidur untuk bermunajat kepada Yang Maha Pengasih. Berbuatlah semaumu. akhirnya pun kamu akan mati. lalu masuk surga tanpa hisab. Jika ada tekad. Kabar ini sampai kepada kita dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Salam dari Nabi saw. lalu berkata. kalian akan masuk surga dengan selamat. beliau bersabda. Sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri. mengulurkan bantuan.” (4)Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Semoga kita termasuk kelompok yang sedikit ini dan berhak masuk surga tanpa dihisab. dan shalat malamlah pada waktu orang-orang tidur. dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak minta tolong orang lain.. serta Anda wajib memenuhinya dengan seimbang. dan pada malam hari memohon kepada Allah diawali dengan qiyamulail. Dengan begitu Anda termotivasi untuk melaksanakannya. Cintailah orang yang engkau mau. ‘Wahai Muhamad. harus mennabur kasih sayang kepada seluruh lapisan masyarakat. datang kepada Nabi saw. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap. Baru kemudiaan seluruh manusia diperintah untuk diperiksa. Hal itu dapat digapai dengan wajah yang berseri-seri. silaturahim. Menuju Kembali Kepada Fitrah 14 . aqli. sebarkanlah salam. (3)Hindari maksiat.” Seorang dai yang ingin berhasil dakwahnya. mengucapkan salam. “Wahai manusia. bersabda. Tapi sayang.’” Orang yang shalat kala orang lain lelap tertidur.

dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur. kapan waktu bekerja. maka pembinaan dalam Islam harus mampu merealisasikan tujuan-tujuan berikut ini: (1) Memahami Islam sebagai manhaj atau pedoman hidup bagi Manusia yang bersifat syumiliyah (universal). Kapan waktu makan.Materi Kultum Ramadhan (6)Makan malam jangan kekenyangan. Tarbiyah adalah sarana yang sangat urgen bagi kehidupan insan dan umat. alamiyah (global). (9)Berdoalah kepada Allah swt. (8)Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program qiyamullail bersama sekali atau dua malam dalam sepekan. Dalam kontek tarbiyah itu sendiri. berdoa untuk bisa bangun malam. kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah. ujian dan cobaannya. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya. karena dengan tarbiyah akan lahir Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang) yang siap menjawab tantangan zaman dengan segala problematika. mutawazinah (seimbang). (7)Baik juga jika Anda janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone yang Anda miliki. dan diajarkan oleh-Nya supaya bisa mengatur waktu dalam kehidupan secara baik. Materi 8 Ramadhan:Syahrut Tarbiyah Kenapa bulan Ramadhan disebut dengan syahrut Tarbiyah (bulan pembinaan dan pendidikan)?? Karena pada bulan ini umat Islam dididik langsung oleh Allah SWT. Menuju Kembali Kepada Fitrah 15 . mutakamilah (integral). murunah (fleksibel) dan waqi’iyyah (realistis) serta robbaniyyah (bersumber dari Allah). untuk menghasilkan kader-kader yang memiliki Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang).

kasar dan menyakitkan. Semua itu harus disesuaikan dengan situasi. Panas membakar ini bisa berasal dari sinar matahari. sosial. Kebetulan bulan Ramadhan masa itu sedang melalui musim panas akibat sengatan terik matahari apalagi bagi pejalan kaki di atas padang pasir pada masa itu. sehingga semua nazhoriyah (teori) dapat teraplikasikan di dalam kehidupan yang nyata. Pada bulan yang sangat istimewa ini.Materi Kultum Ramadhan (2) Memiliki komitmen pada Islam dalam semua aspeknya. Allah SWT ingin memberikan tarbiyah kepada kaum muslimin. waktu dan tempat. karena memang tidak mungkin mengaplikasikan Islam hanya dengan satu model. Ramadhan bermakna panas membakar juga di dasarkan karena perut orang-orang yang berpuasa tengah terbakar akibat menahan makan minum seharian. berakhlak dan berpengetahuan yang lurus serta komitmen di jalan da’wah untuk menggapai ridho Allah. komunikasi dan interaksi dengan prinsip-prinsip Islam. terdapat sekian banyak wahana yang bisa dimanfaatkan dalam rangka penggemblengan dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 16 . (4) Memperhatikan tanggung jawab pendidikan Islam. Oleh karena itu diperlukan ta-shil syari (pengokohan hukum syar’i’) dalam berinteraksi dengan orang lain (fiqhu ta’amul ma’al ghoir) dan manhaj tarbiyah haruslah dibuat di atas landasan ini. Selain itu juga perlu dilihat apakah di dalam masyarakat yang monoloyalitas ataukah multi-loyalitas. ekonomi. meningkat keimanannya. Dalam rangka mencetak generasi sholih yang bisa bergaul dengan masyarakat luar. Orang Arab dahulu ketika memindahkan namanama bulan dari bahasa lama ke bahasa Arab. pendidikan dan lain-lainnya. mampu mempengaruhi. menguasai dan tidak menganggap mereka sebagai musuh walaupun perlakuan mereka keras. (3) Memperhatikan kondisi obyektif masyarakat dalam hal aplikasi. Istilah Ramadhan itu sendiri berasal dari kata ramadla-yarmudluramadlan artinya panas membakar. Apakah dengan kaum muslimin ataukah dengan non muslim dan baik dalam ta’amul da’awi (interaksi da’wah) maupun ta’amul siyasi (interaksi politik). kondisi. mereka menamakan bulan-bulan itu menurut masa yang dilaluinya. agar tercetak sosok yang shalih. Panas membakar bulan Ramadhan bisa juga berarti karena bulan Ramadhan memberikan energi untuk membakar dosadosa yang dilakukan manusia. politik. Dalam bulan romadhan.

sedekah. berfungsi sebagai sarana tazkiyatunnafs (perbersihan jiwa). jujur dan sebagainya. Materi 9 Sarana-sarana Tarbiyah Ramadhan Secara garis besar dapat kita temui bahwa Ramadhan merupakan sarana tarbiyah yang meliputi : 1. dimana orang yang berpuasa selain menjaga diri untuk tidak makan dan minum. seperti yang tersirat dalam surat At-Taubah (9) ayat 103 dan Al-Lail (92) ayat 18. 2. sehingga tidak ada satu ibadahpun yang lepas dari arah tersebut. Dari yang wajib seperti puasa dan zakat fitrah hingga yang sunaah seperti i’tikaf. tawakal. amanah. Zakat yang dikeluarkan oleh orang kaya merupakan sarana untuk membersihkan diri dan hartanya dari kotoran yang terdapat dalam hartanya. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jasadiyah (pembinaan jasmani) Menuju Kembali Kepada Fitrah 17 .Materi Kultum Ramadhan pemanasan diri itu. Dari yang berbentuk fisik seperti memberi makanan berbuka kepada fakir miskin hingga yang psikis seperti sabar. tadarus. dan sebagainya. tarawih. Ramadhan merupakan sarana Tarbiyah Ruhiyah (pembinaan spiritual) Pada dasarnya setiap ibadah yang Allah perintahkan kepada hamba-hambaNya. selain merupakan kewajiban dan alasan diciptakannya manusia dan makhluk lainnya. juga dituntut untuk mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Begitupun dengan bulan ramadhan yang di dalamnya terdapat ibadah puasa. shalat misalnya merupakan sarana untuk mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar. juga merupakan sarana untuk membersihkan diri manusia itu sendiri dari kotoran dan dosa yang melumuri jiwa.

maksud hadits di atas bukan berarti orang itu disuruh meninggalkan puasa. bersatu. Menuju Kembali Kepada Fitrah 18 . Dalam hadits lain disebutkan: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak mampu meninggalkan perkataan dusta. tanpa terkecuali.a. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah khuluqiyah (pembinaan akhlak) Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r. puasa juga memiliki sisi pendidikan sosial. 3. seluruh umat islam di dunia diwajibkan berpuasa. memperbaiki kerja pencernaan. karena ketidak mampuan. atau karena kesehatan janin dan bayi dan menjaga kesehatan bagi orang yang sedang musafir. disinilah letak pendidikan sosial. maksud hadits ini ialah bahwa puasa seperti itu tidak berpahala. orang sakit.: “Apabila seorang dari kamu sekalian berpuasa. Sehingga dari sinilah di harapkan timbul rasa persaudaraan dan solidaritas. Al’Allamah Asy-Syaukani berkata: “Menurut Ibnu Bathal. maka janganlah ia berkata kotor dan berteriak. begitupun juga melahirkan kasih sayang kepada orang-orang miskin. tetapi merupakan peringatan agar jangan berkata bohong atau melakukan perbuatan yang memuat dusta. cinta keadilan dan persamaan. seperti orang tua yang telah renta. wanita yang sedang hamil tua atau menyusui serta orang yang sedang musafir (dalam perjalanan). mengurangi kegemukan dan menenangkan kejiwaan atas aspek materil yang ada dalam diri manusia. Sedangkan menurut Ibnu Arabi. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah ijtima’iyah (pembinaan sosial) Selain melatih diri. apalagi dalam kewajiban puasa ramadlan. baik yang kaya atau miskin. Mengenai hadits yang terakhir. membersihkan tubuh dari sisa-sisa endapan makanan.Materi Kultum Ramadhan Ibadah puasa merupakan ibadah yang tidak hanya membutuhkan pengendalian hawa nafsu tapi juga membutuhkan kekuatan fisik. (Lihat surat al-baqarah ayat 184). Puasa juga dapat membiasakan umat untuk hidup dalam kebersamaan. pria atau wanita. sehingga orang-orang yang mampu dan kaya merasakan apa yang di derita oleh orang-orang fakir dan miskin dan mau memberi dari rizki yang Allah anugrahkan kepadanya. maka katakanlah: “Aku ini sungguh sedang puasa”. maka Allah tidak membutuhkan lapar dan dahaga mereka” (HR Bukhari dan Abu Dawud). sama dalam merasakan lapar dan dahaga. karenanya puasa tidak diwajibkan bagi mereka yang kesehatannya tidak prima. dan sama dalam ketundukan terhadap perintah Allah. kecuali bagi mereka yang ada udzur. yang mana kesemua itu merupakan keringanan (rukhsah) bagi mereka. mereka sama dihadapan perintah Allah. Bila dicela orang lain atau dimusuhi. 4. dan melakukan perbuatan dusta. Selain itu juga dengan puasa dari segi kesehatan akan membersihkan usus-usus.

yaitu: 1) gaya hidup Islami. (QS. dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. Ibnu ‘arabi mengatakan pula bahwa perbuatanperbuatan buruk tersebut di atas dapat mengurangi pahala puasa 5. dan yang kedua ialah kebahagiaan (as sa’adah). Yusuf: 108). Perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia. yaitu Tauhid. Adapun gaya hidup jahili. karena dengan puasa kesehatan qalb (hati) dan jasad (jasmani) terjaga. terutama jihad dalam memerangi musuh yang ada dalam jiwa setiap muslim.Materi Kultum Ramadhan Dan berdasarkan hadits ini. Sebagaimana puasa juga menumbuhkan semangat jihad yang nyata. Setiap Muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupan-nya. Maha Suci Allah. dan justru dengan berpuasa mereka dapat lebih semangat dalam berjihad. Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat. sebagaimana yang telah difirmankan Allah dipenutup perintah-Nya untuk berpuasa. Inilah gaya hidup orang kafir. Hal ini sejalan dengan firman Allah: “Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku. Yang pertama ialah kebaikan (al-khair). mengikis hawa nafsu. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Inilah gaya hidup orang yang beriman. “agar kamu bertaqwa”. 29 ayat 69) Dan puncak tarbiyah yang dapat di raih oleh seorang muslim pada bulan ramadhan adalah mencapai maqam taqwa disisi Allah SWT. yaitu syirik. dan 2) gaya hidup jahiliyah. karenanya peperangan yang terjadi dan dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya kebanyakan di bulan puasa. landasannya bersifat relatif dan rapuh. Dalam pandangan Islam gaya hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jihadiyah Puasa juga merupakan sarana dalam menumbuhkan semangat jihad dalam diri umat. Materi 9 Kehidupan Jahiliyah (Bagian I): Gaya hidup Islami Vs Jahiliyah Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam hidup ini. Menuju Kembali Kepada Fitrah 19 . “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dijalan kami maka Kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami (jalan yang lurus)” (QS. dan berusaha menghilangkan dominasi jiwa yang selalu membawanya kepada perbuatan yang menyimpang. Hanya saja masingmasing orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya.

bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak. shahih). Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya menyerupai umat yang lain (tasyabbuh) hakikatnya telah menjadi seperti mereka. )رواه أبو داود وأحمد عن ابن عباس‬ ْ ُ ْ ِ َ ُ َ ٍ ْ َ ِ َ َّ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum. Hadits tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mere-ka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain. Al-Bukhari dari Abu Hurairah z. maka ia termasuk golongan mereka” (HR. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”. فقمال: وممن‬ . shahih).(‫من تشبه بقوم فهو منهم. قال: فمن. “Ya Rasulullah.Materi Kultum Ramadhan Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim. Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. “Siapa lagi?” (HR. قلنما: يما رسمول الم، اليهمود‬ . Ada orang yang bertanya. ُ ْ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ُ ْ ُ ْ ُ ُ ْ ِ َ ّ َ َ ْ ُ ْ َُ َ ْ َ ّ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ ْ ُ َْ َ َ َ ْ َ َ َ َ ّ َ ِ ّ َ َ ‫لتتبعن سنن من كمان قبلكمم شمبرا بشمبر وذراعما بمذراع حتمى لمو دخلموا جحمر ضمب تبعتمموهم. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Beliau bersabda: ِ َ َ َ َ َ ِ ْ ّ َ َ ِ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ِ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ َ َ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ْ َِ ْ ِ ّ ُ َ ُ ْ َ ّ َ ُ َ ّ ُ ْ ُ َ َ ‫ل تقوم الساعة حتى تأخذ أمتي بأخذ القرون قبلها شبرا بشبر وذراعا بذراع. “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR.(‫الناس إل أولمئك. فقيل: يا رسول ال، كفارس والروم. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami. Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal. sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar umat Islam. AlBukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri z. dan gaya hidup jahili adalah haram baginya. Kami bertanya. niscaya kamu mengikuti mereka”. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta.(‫والنصارى. )رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري، صحيح‬ ْ ََ َ َ َ َ ّ َ “Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu. dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan). Lalu dalam hal apakah tasyabbuh itu?Al-Munawi Menuju Kembali Kepada Fitrah 20 . Materi 10 Kehidupan Jahiliyah (Bagian Kedua): Tasyabbuh (menyerupai suatu kaum) Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi. Abu Dawud dan Ahmad.”Ya Rasulullah. )رواه البخاري عن أبي هريرة، صحيح‬ َ َِ ُُِّ ّ “Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya. mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau.

Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah.Materi Kultum Ramadhan berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka. Bahkan malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu. jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda). (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataannya) telanjang (karena mengekspose aurat). berlaku/ berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka”. shahih).selaras dengan mode pakaian itu. Kebiasaan-kebiasaan kaum jahiliyah yang realitasnya berseberangan dengan anjuran Rasulullah s. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan baunya.w tersebut disebabkan oleh sifat keras kepala. mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. maka ekspose itu dengan menonjolkan keketatan pakaian.a. Mungkin kita boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah telah mulai bersaing dengan mode-mode busana jahiliyah. Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas bergaya hidup jahili. (HR. apriori dan ta’assub (fanatik yang berlebihan) terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 21 . Muslim. Seiring dengan perkembangan dan akulturasi bahasa. maka tidak ada alasan bagi kita untuk tinggal diam. Kalau tidak memper-tontonkan aurat karena terbuka. padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”. mempertontonkan dan menonjolkan aurat. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari’at. yang mayoritas beragama Islam ini. Belum lagi kejahilan ini secara otomatis dilengkapi dengan tingkah laku yang -kata mereka. istilah ini juga melekat erat pada sifat orang-orang yang tidak taat pada aturan agama yang telah diproyeksikan oleh Al-Qur’an dan AsSunnah. Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya. Na’udzubillahi min dzalik. dari Abu Hurairah z. Materi 10 Pengertian Jahiliyah: Masa Sebelum Islam Masa Jahiliyah adalah era ketika kondisi dan situasi masyarakat belum terjamah oleh risalah dan dakwah Islam. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda: "Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi. Jika tasyabbuh dari aspek busana wanita saja sudah sangat memporakporandakan kepribadian umat. nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat. kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang. Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh yang sudah membudaya dan mengakar di masyarakat kita adalah pakaian Muslimah. Periode ini sering juga disebut dengan istilah Pra-Islam.

“Wa idzaa qiila lahumuttabi’uu maa anzalallahu. tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapat dari bapak-bapak kami mengerjakannya. yaitu sebuah sistim yang besar yang selalu menjadi tumpuan semua orang-orang kafir.Az-Zukhruf:23). “Ittabi’uu maa unzila ilaikum min rabbikum walaa tattabi’uu min duunihi awliyaa’a. Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri. “Dan demikianlah. akhirnya terwarisi dengan kebiasaan generasi berikutnya yang tidak malu mempertontonkan auratnya di depan publik. Mereka menjawab: “(Tidak). sehingga hal seperti itu dianggap lumrah bahkan dianggap sebagai modernisasi. dan mereka enggan merobah diri serta beranjak dari kebiasaan itu. bahwa agama mereka (orang-orang jahiliyah) terbangun oleh beberapa pondasi yang menjadi akar dan pijakan. melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapakbapak kami menganut suatu agama dan sesunguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”(QS. sesunguhnya mereka mengkonstruksi agama mereka dengan dasar-dasar yang mereka mengada-adakannya sendiri sekehendak hati mereka. Yang terbesar diantaranya ialah “TAQLID”. Syeikh DR.Materi Kultum Ramadhan peninggalan dan tradisi para leluhur yang mengental rekat dalam ritual yang selalu disakralkan. Sebagaimana Allah SWT berfirman di berbagai ayat di dalam Al-Qur’an: “Wa kadzaalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa qaala mutrafuuha innaa wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin wa innaa ‘ala aatsaarihim muqtaduun”.” Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaithan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (QS. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)” (QS. dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya (pemimpin yang membawa kepada kesesatan).Shalih ibn Fauzan ibn Abdillah Al-Fauzan dalam Syarhul Masaa’il Al-Jahiliyyah menjelaskan bahwa mereka (orang-orang jahiliyah) tidak menegakkan agama mereka sesuai dengan apa yang telah para Rasul sampaikan kepada mereka. Seperti kebiasaan dahulu orang-orang jahiliyah yang mengitari ka’bah dengan bertelanjang tanpa busana. Qaliilan maa tadzakkaruun”: “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. qaaluu bal nattabi’u maa wajadnaa ‘alaihi aabaa’ana.Al-A’raf:3). Syeikh Muhammad ibn Abdul Wahab dalam Masail Al-Jahiliyyah mengatakan. “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. awalaw kaanasy-syaythaanu yad’uuhum ilaa ‘adzaabis-sa’iir”. sedari dahulu kala hingga akhir zaman.Luqman:21). Perihal inilah yang dalam dunia Islam disebut Menuju Kembali Kepada Fitrah 22 .

yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah. yang dahulu ketika para Rasul memberi peringatan dan mengajak mereka kepada jalan yang benar. “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah penganut jejak-jejak mereka. yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri. kami lebih percaya dengan apa yang telah dibudayakan oleh leluhur kami.” Dengan kata lain (secara tidak langsung) mereka bermaksud: Kami tidak butuh peran dan kehadiranmu wahai Rasul. dan tiada keinginan menerima kebenaran. atau dalam istilah Arab juga akrab dengan sebutan “al-muhakah”. Hal inilah yang di dalam literatur Islam disebut dengan istilah “at-taqlid ala’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). sedangkan objek yang ditiru itu tidak sepatutnya untuk menjadi percontohan (maslahat). mereka selalu membantah dengan ucapan” “Inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. yaitu sebagian orang meniru cara-cara yang kelompok individu lain lakukan. An taquumuu lillaahi matsnaa wa furaadaa tsumma tatafakkaruu. wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. karena mereka adalah orang-orang yang cenderung berbuat jahat. kemudian kamu fikirkan (tentang Menuju Kembali Kepada Fitrah 23 . Maa bishaahibikum min jinnatin”. tahta dan garis keturunan leluhurnya inilah. wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. Berbeda halnya dengan kaum faqir dan dhuafa. sombong. yang pada umumnya bersikap tawadhu’ dan ikhlas menerima kebenaran. Materi 11 Pengertian Jahiliyah (Bagian Kedua): Tidak Mau Berpikir Allah SWT berfirman: “Qul Innamaa A’idzhukum biwaahidatin. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wakadzalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa mutrafuuha inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. Kaum yang mengagung-agungkan harta. Kata “mutrafuuha” dalam ayat ini adalah “mereka (para penduduk) yang hidup mewah sejahtera dan bergelimang harta pada umumnya. “Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja.Materi Kultum Ramadhan sebagai “at-taqlid”.

Kami tidak sudi mematuhi orang ini. “Sesungguhnya dahulu aku mencegahmu untuk berziarah kubur. Satu hal yang perlu menjadi perhatian umat Islam. dan senantiasa menyelimuti diri mereka dengan hawa nafsu.w. Turmudzi. Mereka berhujjah bahwa yang banyak pelaku dan pengikutnya. tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu” (QS. pendongeng sejati. Ibnu Majah. dan Ahmad) (“Al-Ibdaa’u fi Madhaaril Ibtidaa’ ”. Hal inilah yang menjadi sebab mengapa dahulu Rasulullah s. yang mana hidayah (petunjuk) dan yang mana dhalalah (kesesatan). yang hanya bersandar pada dugaandugaan dan hawa nafsu. Itulah beberapa praktek jahiliyah.a.Saba’: 46).” Demikianlah kaum jahiliyah. An-Nasa’i. Hal ini diakibatkan karena diri mereka yang tidak mau mendengar. tanpa berpikir terlebih dahulu dan membuktikan bahwa perkataannya itu sesuai dengan realitas yang hakiki.a. karena tidak sedikit kesesatan yang terbungkus oleh kamuflase hidayah.Abu Daud. Mereka mengambil kesimpulan bahwa sesuatu itu salah (batil) karena asing (aneh) dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 24 . fazuuruhaa fa innahaa tudzakkirukumul aakhirah”. As-Syaikh Ali Mahfudz. yang senantiasa memutarbalikkan fakta. namun hakikatnya adalah kesesatan yang nyata. menuding bahwa Rasulullah adalah orang gila. Daarul Bayan Al-‘Arabi.w melarang para sahabat untuk berziarah kubur. Maka dari itu. Orang-orang Jahiliyah yang mendengar ayat ini tidak mau berpikir sejenak seraya mempertimbangkan kandungan dan arti dari ayat yang menarik ini. sesungguhnya hal itu akan mengingatkanmu akan kematian (kehidupan akhirat)” (HR. Tidak jarang orangorang menyangka sesuatu itu hidayah (hal yang benar-benar sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh syariat). yang mengantarkan mereka pada kesesatan yang nyata. Muhammad s. padahal pada dasarnya adalah kesesatan yang teramat nyata. sebelum akhirnya beliau me-mansukh-kan hadits itu dengan ucapan: “Inni kuntu nahaytukum ‘an ziyaaratil qubuur. bahwa perangai Jahiliyah menganut satu kaidah (asas): “Al-Ightirar bil Aktsar”. hendaknya ini menjadi titik sentral perhatian orang-orang yang beriman agar cermat memilah dan memilih.Materi Kultum Ramadhan Muhammad). (sekarang) berziarahlah kamu. “Tertipu oleh Kebanyakan” (deceived by the most). tidak sudi berpikir dengan akal sehatnya. itulah yang benar. Kairo). dan orang yang tidak tahu diri. yang turun temurun terwarisi dari para leluhur mereka. yang dianggap sebagai sebuah petunjuk dan tuntunan yang benar. Mereka lebih memilih untuk menjawab: “Kami telah berpegang teguh terhadap apa yang telah dilakukan oleh para leluhur kami.

Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wa in tuthi’ aktsara man fil ardhi yudhilluuka ‘an sabiilillah. niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. “Islam pada mulanya (hadir) dianggap sebagai hal yang aneh (asing). Wa in wajadnaa aktsarahum lafaasiqiin” “Dan kami tidak mendapati kebanyakan mereka berjanji. Nabi s. Sudah menjadi sunnatullah. bahwa kebaikan itu sedikit pengikutnya dan kesesatan itu banyak peminatnya. yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah adalah “at-taqlid fil khair”. Materi 12 Mengikuti Rasul (Ittiba’ur Rasuul) Lawan dari istilah “at-taqlid al-a’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). dan mereka suka memutarbalikkan fakta yang ada di dalam AlQur’an dengan menukar-nukar kandungan tafsir Al-Qur’an sekehendak hawa nafsunya. In yattabi’uuna illadzh-dzhonna wa in hum illa yakhrushuun”. dan kelak ia akan kembali sebagai hal yang asing sebagaimana dahulu ia datang”.AlAn’am: 102). dan mereka tak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) (QS. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. Itulah prinsip dasar yang mereka pegang.a.Yusuf:38).Al-An’am:116). Sebagaimana yang termaktub dalam (QS. “Wamaa wajadnaa li aktsarihim min ‘ahdin.Materi Kultum Ramadhan sedikit penganut atau pengikutnya. “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini. dalam istilah Islam disebut Ittiba’ dan Iqtida’ yakni mengikuti dan meneladani. wa saya’uudu ghariiban kamaa bada-a”. Sesungguhnya kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik”(QS. Allahu A’lam bishawaab.w bersabda: “Bada-al Islaamu ghariiban. yakni mengikuti dalam ruang lingkup kebaikan. Menuju Kembali Kepada Fitrah 25 .

Wa a’adda lahum jannaatin tajrii min tahtihaal anhaaru khaalidiina fiiha abadan.” mereka menjawab: “(Tidak).Al Baqarah: 170). dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Dzalikal fawzul adhziim”.At-Taubah:10 “Wassaabiquunal awwaluuna minal muhaajiriina wal anshaari walladziinat-taba’uuhum bi ihsanin. fanatisme yang berlebihan memantik untuk menolak kebenaran yang hakiki. Maka dari itu Allah berfirman dalam hal perangai jahiliyah: “Wa idzaa qiila lahumut-tabi’uu maa anzalallahu qaaluu bal nattabi’u maa alfayna ‘alaihi aabaa-ana awalaw kaana aabaa-uhum laa ya’qiluuna syai’an walaa yahtaduun. jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. mereka kekal di dalamnya selamalamanya. karena pada dasarnya. Sesungguhnya tidak akan mendatangkan maslahat (kebaikan). Maka dari itu. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah.” “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah. tatapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapat dari (perbuatan) nenek moyang kami. Itulah kemenangan yang besar.Materi Kultum Ramadhan firman Allah SWT tentang kisah Nabi Yusuf a.”(QS.s: “Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku Ibrahim. Dan di dalam QS.Yusuf:38). Materi 13 Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka (Bagian Pertama) Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia: “Wahai orang-orang yang beriman.” (Apakah mereka akan mengikuti juga). Ishaq dan Ya’qub. kebenaran yang hakiki dan teladan yang terbaik hanya ada pada diri Rasulullah dan para pengikutnya. radhiyallahu ‘anhu wa radhuu ‘anhu.”(QS. jika orang yang tidak berpikir dan tidak pula mendapat petunjuk (hidayah) dijadikan sebagai teladan dan panutan. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. dan tidak mendapat petunjuk? (QS. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah.At-Taubah:100). “Orang-orang yang terdahulu yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Pada dasarnya teladan itu hanyalah tertuju pada orang yang mau berpikir dan mendapat hidayah. Menuju Kembali Kepada Fitrah 26 .

Seruan ini ditujukan kepada insan beriman. Ini berbeda sama sekali dengan api di dunia. berisi perintah dan peringatan berikut kabar tentang bahaya besar yang mengancam. Api neraka ini bahan bakarnya adalah tubuh-tubuh manusia dan batu-batu. Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. Beda halnya bila seseorang dibakar dengan api neraka. yang dapat dinyalakan dengan kayu bakar dan dipadamkan oleh air.” (An-Nisa’: 56) “Mereka tidak dibinasakan dengan siksa yang dapat mengantarkan mereka kepada kematian (mereka tidak mati dengan siksaan di neraka bahkan mereka terus hidup agar terus merasakan siksa) dan tidak pula diringankan azabnya dari mereka. Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain.” (Al –Isra’:97) “Setiap kali kulit mereka hangus.” (AtTahrim: 6) Sebuah seruan dari Dzat Yang Maha Agung kepada orang-orang yang beriman. supaya mereka terus merasakan azab. Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan. Bahaya yang mengerikan itu adalah api neraka yang sangat besar. ia pun meninggal berpisah dengan kehidupan dan tidak lagi merasakan sakitnya pembakaran tersebut. na’udzubillah. 2/164-165] Orang yang masuk ke dalam api yang sangat besar ini tidak mungkin dapat lari untuk meloloskan diri. yang tidak mendurhakai Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka serta selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.Materi Kultum Ramadhan penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. “Setiap kali nyala api Jahannam itu akan padam. karena yang menjaganya adalah para malaikat yang kasar. karena hanya mereka yang mau mencurahkan pendengaran kepada ajakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Menuju Kembali Kepada Fitrah 27 . tidak sama dengan api yang biasa kita kenal. Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan mereka agar menyiapkan tameng untuk diri mereka sendiri dan untuk keluarga mereka guna menangkal bahaya yang ada di hadapan mereka serta kebinasaan di jalan mereka. dengan subjudul Fit Tahdzir minan Nar wa Asbab Dukhuliha. yang keras. Bila orang terbakar dengan api dunia. berpegang dengan perintah-Nya dan mengambil manfaat dari ucapan-ucapan-Nya. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Fathir: 36) [AlKhuthab Al-Minbariyyah fil Munasabat Al-‘Ashriyyah. yang keras.

Kekuatan salah seorang dari mereka adalah bila ia memukul dengan alat pukul niscaya dengan sekali pukulan tersebut tersungkur 70. dan selain mereka dari orang-orang yang berada di bawah kekuasaan dan pengaturannya. dan bertaubat dari perbuatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala murkai serta perbuatan yang menyebabkan azab-Nya. menjauhi larangan-Nya. Ada yang berpendapat. Ayat ini menunjukkan perintah menjaga diri dari api neraka tersebut dengan ber-iltizam (berpegang teguh) terhadap perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an. sedangkan maksud ٌ ‫ شداد‬adalah kuat. ٌ َ ِ Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‫ غلظ‬adalah sangat besar tubuh mereka. “Jarak antara dua pundak salah seorang dari malaikat tersebut adalah sejauh perjalanan setahun. Dalam ayat ini pula Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan neraka dengan sifat-sifat yang mengerikan agar menjadi peringatan terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 28 . Seorang hamba tidak dapat selamat kecuali bila ia menegakkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan terhadap dirinya dan orang-orang yang di bawah penguasaannya.Materi Kultum Ramadhan “Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar. kaku. yang keras” (AtTahrim: 6) Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu menjelaskan. “Penjaganya adalah para malaikat Zabaniyah yang hati mereka keras. menunaikan perintah-Nya. anakanaknya. yang disebutkan dengan sifat-sifat yang mengerikan. baik istri-istrinya. malaikat tersebut sangat kasar dalam menyiksa penduduk neraka. keras terhadap mereka. Sebagaimana ayat ini mengharuskan seseorang menjaga keluarga dan anak-anak dari api neraka dengan cara memberikan pendidikan dan pengajaran kepada mereka. tidak mengasihi jika dimohon kepada mereka agar menaruh iba… Kata ٌ ‫ ش شداد‬maksudnya keras tubuh mereka. “Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.000 manusia ke dalam jurang Jahannam. menyiksanya dengan berbagai macam siksaan. َ ِ Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata. 18/218) Al-‘Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir As-Sa’di rahimahullahu berkata menafsirkan ayat ke-6 surah At-Tahrim di atas. Ada yang mengatakan. َ ِ para malaikat itu kasar ucapannya dan keras perbuatannya. Bila dalam bahasa Arab dinyatakan: “Fulanun Syadiidun ‘alaa fulaanin” maksudnya Fulan menguasainya dengan kuat. serta memberitahu mereka tentang perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

” (Taisir Al-Karimir Rahman. Di sini juga ada pujian untuk para malaikat yang mulia dan terikatnya mereka kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala serta ketaatan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam seluruh perkara yang diperintahkan-Nya. “Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah (patung-patung) adalah bahan bakar/kayu bakar Jahannam. Yaitu akhlak mereka kasar dan hardikan mereka keras.Materi Kultum Ramadhan manusia jangan sampai meremehkan perkaranya. Mereka membuat kaget dengan suara mereka dan membuat ngeri dengan penampilan mereka. 874) Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Penjagaan Rasulullah SAW terhadap Keluarganya Materi 14 Menuju Kembali Kepada Fitrah 29 . Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “…yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (At-Tahrim: 6) Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. kalian sungguh akan mendatangi Jahannam tersebut.”1 Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras. di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memastikan azab atas penghuni neraka ini dan mengharuskan azab yang pedih untuk mereka. hal. Mereka melemahkan penghuni neraka dengan kekuatan mereka dan menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap penghuni neraka. Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkankanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

“Wahai Fathimah putri Muhammad! Wahai Shafiyyah putrid Abdul Muththalib! Wahai Bani Abdil Muththalib! Aku tidak memiliki kuasa sedikit pun di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menolong kalian kelak. suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam terbangun dari tidur beliau. “Sungguh aku memperingatkan kalian sebelum datangnya azab yang pedih. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi rumah Ali dan Fathima radhiyallahu ‘anhuma.” (HR Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma). Suatu malam. Al-Bukhari) Tidak luput pula putri dan menantu beliau juga mendapatkan perhatian beliau. (Adapun di kehidupan dunia ini) maka mintalah harta dariku semau kalian. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suami lalu si suami mengerjakan shalat.” (Asy Syu’ara: 214) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi bukit Shafa dan menaikinya. Sampai-sampai yang tidak dapat hadir mengirim utusannya untuk mendengarkan apa gerangan yang akan disampaikan oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau pun membangunkan istri-istri beliau untuk mengerjakan shalat. “Tidaklah kalian berdua mengerjakan shalat malam?” (HR.” (HR. Kata beliau: “Bangunlah. beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan Aisyah radhiyallahu ‘anha. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengabarkan. bahwa bila hendak shalat witir. Tatkala turun perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat: “Berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat. Aisyah radhiyallahu ‘anha memberitakan bahwa ketika turun ayat di atas. Bila istrinya enggan untuk bangun. ia percikkan air di wajah suaminya. lalu menyeru manusia untuk berkumpul. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bangkit seraya berkata. istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. “Iya. wahai para pemilik kamar-kamar (istri-istri beliau yang sedang tidur di kamarnya masing-masing)!” (HR.” (Sanad hadits ini shahih kata Asy-Syaikh Ahmad Syakir rahimahullahu dalam tahqiqnya terhadap Al-Musnad). “Wahai Bani Abdil Muththallib! Wahai Bani Fihr! Wahai Bani Lu’ai! Apa pendapat kalian andai aku beritakan kepada kalian bahwa ada pasukan berkuda dari balik bukit ini akan menyerang kalian. Maka orang-orang pun berkumpul di sekitar beliau. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits ‘Ali radhiyallahu ‘anhu) Materi 15 Menuju Kembali Kepada Fitrah 30 . Beliau berkata.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai uswah hasanah bagi orang-orang yang beriman telah memberikan arahkan dan peringatan kepada kerabat beliau dalam rangka menjaga mereka dari api neraka. Muslim) Al-Imam Muslim radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha. Adakah kalian akan membenarkan aku?” Mereka serempak menjawab. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memanggil kerabat-kerabatnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad rahimahullahu: “Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat.” Beliau melanjutkan. ia percikkan air di wajah istrinya. Bila suaminya enggan untuk bangun.

Seorang kepala rumah tangga menerapkan perkara ini dalam keluarganya. dan orang-orang yang tinggal di rumahnya. sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman. seraya mereka berdoa. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma) Ia harus memaksa anaknya mengerjakan shalat bila telah sampai usianya. kemudian ia membimbing keluarganya untuk bertaubat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu’. berketetapan hati untuk tidak mengulanginya. Buah yang dihasilkannya adalah dihapuskannya kesalahan-kesalahan yang diperbuat. menyesalinya. Salah satu cara penjagaan diri dan keluarga dari api neraka adalah bertaubat dari dosa-dosa. Taubat yang dilakukan disertai dengan meninggalkan dosa. dimasukkan ke dalam surga. “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. anakanaknya. Mudah-mudahan Rabb kalian menghapuskan kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surgasurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. karena ia adalah pemimpin mereka yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala kelak dalam urusan mereka.” (AtTahrim: 8) Seorang suami sekaligus ayah ini bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya. ‘Wahai Rabb kami. kepada istri dan anak-anaknya. dan mengembalikan hak-hak orang lain yang ada pada kita. taubat yang murni. Ia punya hak untuk memaksa mereka agar taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak berbuat maksiat. bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha. Taubat yang seperti itu tentunya menggiring pelakunya untuk beramal shalih. ia juga bertanggung jawab menjaga istri. sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.Materi Kultum Ramadhan Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Suami sebagai Kepala Rumah Tangga Seorang suami sebagai kepala rumah tangga selain menjaga dirinya sendiri dari api neraka. sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka. berdasar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: Menuju Kembali Kepada Fitrah 31 . dan diselamatkan dari kerendahan serta kehinaan yang biasa menimpa para pendosa dan pendurhaka. pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya.” (HR.

buku-buku yang menyimpang. “Hadits ini hasan shahih. film. Al-Bukhari dari hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu) Maksud hadits di atas. surat kabar.Materi Kultum Ramadhan “Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka telah berusia tujuh tahun dan pukullah mereka bila enggan melakukannya ketika telah berusia sepuluh tahun serta pisahkanlah di antara mereka pada tempat tidurnya. Hendaknya ia tahu bahwa neraka itu dekat dengan seorang hamba. apatah lagi Menuju Kembali Kepada Fitrah 32 . Sebaliknya.” (Thaha: 132) shalat dan Seorang ayah bersama seorang ibu harus bekerja sama untuk menunaikan tanggung jawab bersama anak. Anak diperintahkan untuk mengerjakan yang ma’ruf dan dilarang dari mengerjakan yang munkar. siapa yang meninggal di atas ketaatan maka ia akan dimasukkan ke dalam surga.” (HR. Abu Dawud dari hadits Abdullah ibnu ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Surga lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya dan neraka pun semisal itu. musik. marilah kita berbenah diri untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka. dan majalah yang merusak. dijauhkan dari teman duduk yang jelek dan teman yang rusak. siapa yang meninggal dalam keadaan bermaksiat maka ia akan dimasukkan ke dalam neraka. sebagaimana surga pun dekat. 2/217) Bagaimana seseorang dapat menjaga keluarganya dari api neraka sementara ia membiarkan mereka bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan kewajiban? Maka. sebelum datang jemputan dari utusan Rabbul Izzah. baik di dalam maupun di luar rumah. Anak harus terus mendapatkan pengawasan di mana saja mereka berada. sementara kita tak cukup ‘bekal’ untuk bertameng dari api neraka. dikatakan oleh Al-Imam AlAlbani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud.” (HR. Bersegeralah sebelum datang akhir hidup kita. gambar bernyawa.”) Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman: “Perintahkanlah keluargamu untuk mengerjakan bersabarlah dalam mengerjakannya. Orangtua harus membersihkan rumah mereka dari sarana-sarana yang merusak berupa video. (Al-Khuthab Al-Minbariyyah.

Kedua. baik di dalam shalat maupun di luar shalat untuk bisa memperoleh rahmat Allah. Mereka menyuruh (mengerjakan yang ma’ruf. melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar. Tegasnya. kesusahan hidup tidak membuatnya harus berputus asa sedang kesenangan hidup tidak membuatnya menjadi lupa diri. keuntungan orang yang mendapat rahmat Allah itu akan dijauhkan dari azab-Nya. maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Allah berfirman yang artinya: Barangsiapa yang diajuhkan azab daripadanya pada hari itu. hal ini terdapat dalam firman Allah yang artinya: Dan taatilah Allah dan Rasul supaya kamu diberi rahmat (3:132). terjembatani hubungan antara yang kaya dengan yang miskin serta kemiskinan bisa diatasi secara bertahap. kita tentu amat mengharapkan rahmat dari Allah Swt sehingga kita selalu berdo’a. Hal ini karena orang yang mendapat rahmat Allah tentu saja tergolong kedalam kelompok orang yang beruntung sebagaimana firman Allah yang artinya: Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu. kalau mau memperoleh rahmat Allah kita harus taat kepada Allah dan rasul-Nya dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga. berat maupun ringan. menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. mendirikan shalat sehingga memberi pengaruh yang besar dalam bentuk menhindari perbuatan keji dan munkar serta menunaikan zakat agar menjadi suci jiwa kita. Kiat Meraih Rahmat Pertama. Menuju Kembali Kepada Fitrah 33 .Materi Kultum Ramadhan meninggalkan ‘bekal’ yang ditinggalkan. sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (syurga) dan limpahan karunia-Nya. niscaya kamu tergolong orang-orang yang rugi (QS 2:64). waktu sendiri atau bersama orang lain. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dan orang-orang yang beriman. lelaki dan perempuan. harus tolong menolong dalam kebaikan. mendirikan shalat. namun dia tetap Istiqomah dalam keimanannya sehingga dengan keimanannya yang mantap itu. maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmt-Nya atasmu. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya (QS 4:175). mencegah dari yang munkar. Iman yang kokoh sehingga bisa dibuktikan dengan amal shaleh yang sebanyak-banyak meskipun hambatan. Dan itulah keberuntungan yang nyata (QS 6:16). Bahkan di dalam ayat lain. baik dalam keadaan susah maupun senang. tantangan dan rintangan selalu menghadang. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Adapun orang-orang yang beriman dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya. Allahumma sallim! memadai untuk keluarga yang Materi 16 Meraih Rahmat Allah Sebagai manusia apalagi sebagai muslim. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (9:71) Ketiga. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. yakni meninggalkan segala bentuk larangan Allah dan berjihad dalam arti bersungguhsungguh dalam perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam dalam segala aspeknya. taubat dari segala dosa yang telah dilakukan. Allah berfirman yang artinya: Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (QS 7:56). mendengarkan bacaan Al-Qur’an apabila sedang dibacakan. lihat juga QS 2:218). Dengan taubat. maka Allah senang pada orang tersebut sehingga Allah mau memberi rahmat kepadanya. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Orang-orang yang beriman. mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal (QS 9:20-21. menyadari terhadap kesalahan yang dilakukan. Manakala seorang muslim telah mendengarkan Al-Qur’an bila dibacakan. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Ny. mengikuti Al-Qur’an dan selalu bertaqwa kepada Allah serta menunaikan zakat. manusia berarti mau mendekati Allah lagi dan Allah senang kepada siapa saja yang mau bertaubat. yakni kembali kepada Allah.. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat (QS 6:155). Dalam kaitan ini Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo’alah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat (QS 7:204). keridhaan dan syurga. Keempat. bahkan orang lain bisa merasakan manfaat baiknya. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dia (Nabi Shaleh) berkata: Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan?. Menuju Kembali Kepada Fitrah 34 . hal ini karena Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia apabila ia ingin memperolah ketaqwaan kepada Allah Swt. karenanya untuk meraih rahmat Allah manusia harus bertaqwa kepada-Nya. Hendaklah kamu minta ampun kepada Allah. Al-Qur’an merupakan kalamullah atau perkataan Allah. sebanyak apapun dosa yang sudah dilakukannya. Kelima. sebab jangankan Allah. iman dan istiqomah harus disertai dengan hijrah. berbuat baik. Keenam. Menyesali. agar kamu mendapat rahmat (QS 27:46).Materi Kultum Ramadhan Disamping itu. Ini berarti. bertekad untuk tidak mengulanginya dan membuktikan bahwa dia betul-betul telah meninggalkan segala perbuatan salahnya dengan menggantinya kepada segala kebaikan. yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami QS 7:156) Keempat. Allah berfirman yang artinya: Dan apabila dibacakan Al-Qur’an. hal ini karena. taubat berarti kembali. apalagi kalau ucapan Allah yang tentu harus lebih kita perhatikan. yakni perbuatan apa saja yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang datang dari Allah dan Rasul-Nya serta tidak mengganggu orang lain. Maka Aku akan tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa. pembicaraan sesama manusia saja harus kita dengarkan atau kita perhatikan. inilah yang membuat Allah cinta kepadanya sehingga rahmat Allah akan diberikan kepadanya. hal ini karena secara harfiyah. maka dengarkanlah baik-baik. berhijrah dan berjihad adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. amat mustahil bagi manusia untuk bisa bertaqwa kepada Allah apabila Al-Qur’an tidak diikutinya. sekecil apapun manfaat yang bisa dirasakannya. sedang untuk bisa bertaqwa harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalam Al-Qur’an.

Materi 17 Ukhuwah Islamiyah “Tidaklah dua orang muslim berjumpa. Abu Daud) Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwatha’ dari abi Idris Al Khaulany rahimahullah bahwa ia berkata: “Aku pernah masuk Masjid Damaskus.” (H. 8:63) 4.Merupakan arahan Rabbani (Q. saling mengunjungi karena Aku. Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. cinta-Ku pasti akan mereka peroleh bagi orang yang saling memadu cinta karena Aku.’ Keesokan harinya .S.43:67) 3.’Apakah Alloh tidak lebih kau cintai?’ Aku jawab. pagi-pagi sekali aku dating ke masjid itu lagi dan kudapati dia telah berada di sana tengah melakukan shalat. Tiba-tiba aku jumpai seorang pemuda yang murah senyum yang dikerumuni banyak orang.49:10) Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan akidah dan syariat Islam. Jika Mereka berselisih tentang sesuatu maka mereka mengembalikan kepada pemuda tersebut dan meminta pendapatnya. dan saling memberi karena Aku. lalu dikatakan oleh mereka. 3:103) 2.’Demi Alloh aku mencintaimu. Lalu ia bertanya. (Fulan menjadikan Shalih sebagai saudara).S. Ukhuwah Jahiliyah bersifat temporer Menuju Kembali Kepada Fitrah 35 . Hakekat Ukhuwah Islamiyah: 1.S.’Ya Alloh aku cintai’.Nikmat Allah (Q.R.’Ini Muadz bin Jabal. misalnya dalam kalimat “akha fulanun shalihan”.Merupakan cermin kekuatan iman (Q.”Alloh berfirman. Lalu ia memegang ujung selendangku dan menariknya seraya berkata.’Bergembiralah karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw. lalu keduanya berjabat tangan. kecuali keduanya diampuni sebelum keduanya bepisah.Perumpamaan tali tasbih (Q. Aku bertanya tentang dia.Materi Kultum Ramadhan Ayat yang menyebutkan kecintaan Allah kepada orang yang bertaubat adalah yang artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang membersihkan diri” (QS 2:222). Aku berkata.S. berabda. Kutunggu ampai dia selesai melakukan shalat kemudian aku temui dan kuucapkan salam kepadanya.” Makna Ukhuwah Islamiyah Kata ukhuwah berakar dari kata kerja akha.

Al Hujurat: 13) 2. Muslim) 3. Muslim) 3..R. Ta’aruf adalah saling mengenal sesama manusia. dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan.R. Tafahum adalah saling memahami.’ Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah. Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim) “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum. nasionalisme. Barang siapa menutupi aib di hari kiamat. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya. Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu di depannya. kebangsaan.’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya.a. yaitu ikatan selain ikatan akidah (missal:ikatan keturunan orang tua-anak.” (H.. Ta’awun adalah saling bekerja sama dan membantu tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan kemungkaran 4.S. “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim.R Abu Daud dari Barra’) Menuju Kembali Kepada Fitrah 36 . karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan. Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa “Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja yang dating dari saudaramu). niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. perkawinan. Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai. Takaful.” 2.’ Kemudian orang yang dicintai itu menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya. Abu Hurairah r. kesukuan.Materi Kultum Ramadhan (terbatas waktu dan tempat). Memohon didoakan bila berpisah “Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu” (H. ya Rasullah.” (H.R. adalah saling menanggung kesulitan yang dialami saudaranya Hal-hal yang menguatkan ukhuwah islamiyah: 1. dan kepentingan pribadi) Materi 18 Peringkat-Peringkat Ukhuwah Peringkat-Peringkat Ukhuwah: 1. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia. dari Nabi Muhammad saw. Hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta.” (H. beliau bersabda. Saling mengenal antara kaum muslimin merupakan wujud nyata ketaatan kepada perintah Allah SWT (Q. Muslim) 4.

benci. Sebagaiman firman Allah Swt dalam Q. Tingkatan cinta yang paling rendah adalah husnudzon yang menggambarkan bersihnya hati dari perasaan hasad. sehingga tidak ada kesempatan untuk bertikai atau saling dengki. dan atau batas negara. Menuju Kembali Kepada Fitrah 37 . Al-Qur’an menganggap permusuhan dan saling membenci itu sebagai siksaan yang dijatuhkan Allah atas orang0orang yang kufur terhadap risalahNya dan menyimpang dari ayat-ayatNya. Ia rela haus demi puasnya prang lain.S. dan bersih dari sebab sebab permusuhan.S. Islam tidak bisa dipecah-belah dengan perbedaan unsure. 6. dengki.Materi Kultum Ramadhan 5. Itsar adalah mendahulukan kepentingan saudaranya atas kepentingan diri sendiri dalam segala sesuatu yang dicintai. Islam menginginkan dengan sangat agar cinta dan persaudaraan antara sesama manusia bisa merata di semua bangsa. Ia rela bersusah payah demi istirahatnya orang lain. meskipun berbedabeda dalam harta dan kedudukan. yaitu itsar. 7. warna kulit. 8. iklim. Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara) Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya Memenuhi hak ukhuwah saudaranya Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan Materi 17 Manfaat Ukhuwah Islamiyah Manfaat Ukhuwah Islamiyah 1. Ia pun rela ditembus peluru dadanya demi selamatnya orang lain. Ia rela berjaga demi tidurnya orang lain. Al-Ma’idah:14 Ada lagi derajat (tingkatan) yang lebih tinggi dari lapang dada (Salamatus shadr)) dan cinta. Mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi) 3. Mendapatkan tempat khusus di surga (Q. bahasa. Merasakan lezatnya iman 2. Ia rela lapar demi kenyangnya orang lain. antara sebagian dengan sebagian yang lain. 9. 15:45-48) Di antara unsur-unsur pokok dalam ukhuwah adalah cinta.

dalam sebuah Hadits riwayat Imam al-Ashbahani dari Imam Thabrani. infak dan sedekah (ZIS). dan sedekah dapat dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan dikelola dengan baik. salah satu mekanisme distribusi pendapatan dan kekayaan ini adalah melalui instrumen zakat. sebagaimana yang dinyatakan-Nya dalam QS Al-Hasyr: 7: “. terutama antara kelompok kaya dan kelompok miskin. bahwa kegiatan ekonomi sekarang adalah melahirkan kesenjangan pendapatan yang semakin lebar dan semakin besar. infak. menyatakan: “Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan atas hartawan muslim suatu kewajiban zakat yang dapat menanggulangi kemiskinan. Padahal Allah SWT sangat menentang perputaran harta di tangan kelompok elit masyarakat saja. Sedangkan sisanya 90% masyarakat dunia menguasai 46% total kekayaan dunia (Beik. Misalnya. akan tetapi juga akibat dari pola kehidupan yang tidak adil (kemiskinan struktural) dan merosotnya kesetiakawanan sosial..” (QS.Materi Kultum Ramadhan Materi 18 Mengatasi Kesenjangan Sosial Dalam Islam Adalah sudah menjadi fakta. Lapoe dan Colin (1978) serta George (1981) menyatakan bahwa penyebab utama kemiskinan adalah ketimpangan sosial ekonomi akibat adanya sekelompok kecil orang-orang yang hidup mewah di atas penderitaan orang banyak. Kedua. Berdasarkan laporan tersebut. Rasulullah SAW. Dalam ajaran Islam. al-Hasyr: 7). sebagaimana dikemukakan dalam Human Development Report 2006 yang diterbitkan oleh UNDP (United Nations Development Programme). Salah satu faktor utama yang menyebabkan besarnya kesenjangan pendapatan tersebut adalah karena ketiadaan mekanisme distribusi kekayaan yang mencerminkan prinsip keadilan dan keseimbangan. Hadits tersebut memberikan dua isyarat. kemiskinan bukanlah semata-mata disebabkan oleh kemalasan untuk bekerja (kemiskinan kultural). dan bukannya disebabkan oleh semata-mata kelebihan jumlah penduduk (over population). 2006). Ingatlah. Allah SWT akan melakukan perhitungan yang teliti dan meminta pertanggungjawaban mereka dan selanjutnya akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih” (HR. 10% kelompok kaya dunia menguasai 54% total kekayaan dunia. Pertama.. sehingga kekayaan terkonsentrasi di tangan segelintir kelompok. jika zakat..supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Tidaklah mungkin terjadi seorang fakir menderita kelaparan atau kekurangan pakaian. Thabrani dalam Al Ausath dan Ash Shoghir). Menuju Kembali Kepada Fitrah 38 ... kecuali oleh sebab kebakhilan yang ada pada hartawan muslim.

Materi Kultum Ramadhan
apakah dalam aspek pengumpulan ataupun dalam aspek pendistribusian, kemiskinan dan kefakiran ini akan dapat ditanggulangi, paling tidak dapat diperkecil (Hafidhuddin, 1998). Dalam Alquran dan Hadits, zakat, infaq dan sedekah di samping sering digandengkan dengan salat, juga digandengkan dengan kegiatan riba, misalnya dalam QS. Ar-Rum: 39 dan QS. Al-Baqarah: 276. Hal ini mengisyaratkan bahwa optimalisasi ZIS akan memperkecil kegiatan ekonomi yang bersifat ribawi. Karena itu, gerakan penyadaran zakat hakikatnya adalah gerakan untuk menghilangkan kesenjangan, baik kesenjangan pendapatan maupun kesenjangan sosial, yang berbahaya bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Materi 19 Al Qur’an Terjaga Keasliannya
Walaupun terjadi penyimpangan di sana-sini terhadap Al-qur’an, tetapi pada akhirnya penyimpangan tersebut akan terkalahkan dan Allah akan meluruskan kembali. Sungguh Allah telah menentukan hal demikian, sebagai sunatullah, agar kita berlomba-lomba dalam beramal dan nyata antara yang benar dan yang salah. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran, dan Kami tentu menjaganya.” (QS 15:9) Di satu sisi banyak umat mendustakan, di satu sisi lain akan banyak umat yang membenarkan. Telah dibuktikan secara ilmiah oleh ilmuwan-ilmuwan kaliber dunia bahwa Al-qur’an adalah ayat-ayat yang berlaku sepanjang masa dan penemuan-penemuan ilmiah mereka ternyata hanya membenarkan dan memperjelas kandungan-kandungan dan hukum-hukum yang telah dicantumkan dalam Al-qur’an. ”Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar (sumber sinar) dan bulan bercahaya (memantulkan cahaya) dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat, garis edar yang tetap) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui (berilmu)”. (Surat 10: Yunus ayat 5). Al-qur’an adalah proyek Allah berisi tuntunan keselamatan kehidupan universal, dan dengan keterbatasan manusia yang hanya diberikan ilmu dan kemampuan sedikit dan dipenuhi nafsu serakah dan selalu dikelilingi setan (manusia dan jin) akan menjadi tersesat jika menafsirkan Al-qur’an dengan hawa nafsunya. Banyak cara Allah menjaga Al-Qur’an. Sejak zaman rosulullah, ada ribuan penghafal-penghafal Al-qur’an sehingga tidak akan ada kekeliruan penyalinan ayat, dan jika ada akan langsung terbongkar. Apalagi sekarang, ada jutaan penghafal Al-Qur’an. Disamping itu, telah ditemukan rumus-rumus matematika sangat menakjubkan, jelas diluar kemampuan manusia

Menuju Kembali Kepada Fitrah

39

Materi Kultum Ramadhan
apalagi Muhammad yang buta huruf, dengan temuan tersebut menjadikan sangat memudahkan “menemukan Al-Qur’an Palsu”. akan

Setiap muslim pasti meyakini kebenaran Quran sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun kemukjizatan Quran tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli. Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sampai seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahuntahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan. Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti surat-surat/ayat-ayat dalam Quran serba berkelipatan angka 19. Penemuannya tersebut berkat penafsirannya pada surat ke-74 ayat : 30-31, yang artinya : " Di atasnya ada sembilanbelas (malaikat penjaga). (QS. 74:30)

Materi 20 Pengertian Al Qur’an

Secara Bahasa (Etimologi) Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (‫ )قققرأ‬yang bermakna Talaa (‫[ )تل‬keduanya bererti: membaca], atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi). Anda dapat menuturkan, Qoro-’a Qor’an Wa Qur’aanan (‫ )قققرأ قققرءا وقرآنققا‬sama seperti anda menuturkan, Ghofaro Ghafran Wa Qhufroonan (‫ .)غفققر غفققرا وغفرانققا‬Berdasarkan makna pertama (Yakni: Talaa) maka ia adalah mashdar (kata benda) yang semakna dengan Ism Maf’uul, ertinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a) maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il, ertinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) kerana ia mengumpulkan/mengoleksi berita-berita dan hukum-hukum.* Secara Syari’at (Terminologi) Adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas. Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan alQur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan beransur-ansur.” (alInsaan:23)

Menuju Kembali Kepada Fitrah

40

Materi Kultum Ramadhan
Dan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa alQur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (Yusuf:2) Allah ta’ala telah menjaga al-Qur’an yang agung ini dari upaya merubah, menambah, mengurangi atau pun menggantikannya. Dia ta’ala telah menjamin akan menjaganya sebagaimana dalam firmanNya, “Sesunggunya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (al-Hijr:9) Oleh kerana itu, selama berabad-abad telah berlangsung namun tidak satu pun musuh-musuh Allah yang berupaya untuk merubah isinya, menambah, mengurangi atau pun menggantinya. Allah SWT pasti menghancurkan tabirnya dan membuka tipudayanya. Allah ta’ala menyebut al-Qur’an dengan sebutan yang banyak sekali, yang menunjukkan keagungan, keberkatan, pengaruhnya dan keuniversalannya serta menunjukkan bahawa ia adalah pemutus bagi kitab-kitab terdahulu sebelumnya. Allah ta’ala berfirman, “Dan sesunguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-Qur’an yang agung.” (al-Hijr:87) Dan firman-Nya, “Qaaf, Demi al-Quran yang sangat mulia.” (Qaaf:1) Dan firman-Nya, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memerhatikan ayatayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Shaad:29) Dan firman-Nya, “Dan al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (al-An’am:155) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia.” (al-Waqi’ah:77) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan ) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang menjajakan amal saleh bahawa bagi mereka ada pahala yang benar.” (al-Isra’:9) Dan firman-Nya, “Kalau sekiranya kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-

Menuju Kembali Kepada Fitrah

41

Allah ta’ala berfirman. maka surah ini menambah imannya sedang mereka merasa gembira. maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan…” (al-Maa’idah:48) Al-Qur’an al-Karim merupakan sumber syari’at Islam yang kerananya Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam diutus kepada seluruh umat manusia.” (al-Furqaan:1) Sedangkan Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam juga merupakan sumber Tasyri’ (legislasi hukum Islam) sebagaimana yang dikukuhkan oleh al-Qur’an. Allah ta’ala berfirman.” (at-Taubah:124-125) Dan firman-Nya. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia). Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan itu). membenarkan apa yang sebelumnya. “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.? ‘ Adapun orang-orang yang beriman. “Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran. maka dengan surah ini bertambah kekafiran mereka.” (an-Nahl:89) Dan firman-Nya. iaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian* terhadap kitab-kitab yang lain itu. sesungguhnya ia telah menta’ati Allah. ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit. maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. “Maha suci Allah yang telah menurunkan al-Furqaan (al-Qur’an) kepada hamba-Nya.Materi Kultum Ramadhan perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (al-Hasyr:21) Dan firman-Nya. “Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir.” (an-Nisa’:80) Menuju Kembali Kepada Fitrah 42 . “Dan apabila diturunkan suatu surah maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata. “Dan al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orangorang yang sampai al-Qur’an (kepadanya)…” (al-An’am:19) Dan firman-Nya. “Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu.” (al-Furqan:52) Dan firman-Nya. di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Qur’an dengan jihad yang benar. Dan firman-Nya.

karena ia telah menjaga ayat-ayat-Nya. 4. Karena saking istimewanya al-Qur'an ini dari kitab-kitab samawi lainnya. 3. ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. sesat yang nyata. Orang yang membaca al-Qur'an akan senantiasa ingat Allah dan kembali kepada-Nya. Bacaan al-Qur'an yang melibatkan emosi akan memberikan kedamaian dan ketenangan yang tidak bisa dilukiskan. nampaknya harus lebih banyak lagi mengetahui manfaat dan perannya. maka sungguhlah dia telah sesat. Allah memberikan tempat istimewa bagi para pecintanya. “Katakanlah.Materi Kultum Ramadhan Dan firman-Nya.” (Ali ‘Imran:31) Materi 21 Manfaat Membaca Al Qur’an Sebagai wahyu yang Allah turunkan kepada nabi-Nya.” (alAhzab:36) Dan firman-Nya.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosadosamu. terutama untuk kehidupan. Ayat-ayat al-Qur'an yang dibaca setiap hari akan memberikan motivasi dan penyemangat bagi si pembacanya. Di antara manfaat itu adalah: 1. ikutilah aku. tentu al-Qur'an memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri bagi para pembaca dan penggemarnya. Ayat-ayat al-qur'an yang kita baca sehari-sehari tidak lepas dari karunia Allah untuk setiap muslim yang demikian besar. seperti yang dialami dan dirasakan oleh Sayyid Quthb Rahimahullah. Oleh karena bagi anda yang ingin memaksimalkan peran al-Qur'an dalam kehidupan. 7. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu. “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya. Allah menegur diri kita pada setiap ayat-ayat Nya. 5. terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu. Ayat-ayat Alloh akan menjadi penjaganya selama ia hidup di dunia. 2. Ketika membaca al-Qur'an. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kecukupan dan nikmat Allah meski ia merasakan serba kurang di dunia. Menuju Kembali Kepada Fitrah 43 . Orang yang paham al-Qur'an adalah orang yang memiliki banyak ilmu. tinggalkanlah…” (al-Hasyr:7) maka maka Dan firman-Nya. 6.

" (Al Muzzammil:4) Rasulullah SAW bersabda "Bukanlah termasuk ummatku orang yang tidak melagukan Al Qur'an. sehingga membuatnya ingin selalu beramal. 10. Abu Dawud dan AnNasa'i) Menuju Kembali Kepada Fitrah 44 . dan keunikan suaranya apabila dibaca." (HR. oleh karena itu Allah SWT berfirman: "Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan. Orang yang selalu akrab dengan ayat-ayat akan diberikan jiwa yang sejuk. sehingga sebagian mereka menamakannya "Sihir.Amiin Materi 22 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Pertama): Membaguskan Bacaan Al Qur’an Al Qur'an Al Karim merupakan mu'jizat Rasul yang agung termasuk mu'jizat yang indah selain juga mu'jizat yang logis. di saat orang lain merasakan kesedihan. Muslim) Dalam riwayat lainnya disebutkan "Sesungguhnya suara yang baik itu menambah Al Qur'an menjadi baik. kecemasan dan rasa pesimis. inovatif dan produktif. 11. Ayat-ayat al-Qur'an mengajak pembacanya untuk senantiasa berpikir. Yang dituntut di dalam membaca Al Qur'an adalah bertemunya antara keindahan suara dan tajwidnya sampai keindahan bayan dan susunannya.. yaitu dengan keindahan bayannya. "Hiasilah Al Qur'an itu dengan suaramu.Materi Kultum Ramadhan 8. merenung dan beramal sebanyak-banyaknya. kreatif. dan mengambil manfaat darinya. 9. Ia telah membuat bangsa Arab tidak mampu berkutik. Dan masih banyak manfaat-manfaat lainnya yang terus update dengan kondisi kehidupan kita." Para ulama balaghah dan para sastrawan bangsa Arab sejak masa Abdul Qahir sampai Ar-Raf"i dan Sayyid Quthb dan selain mereka pada zaman kita ini telah menjelaskan sisi I'jaz bayani (kejelasan mu'jizat) atau sisi keindahan dalam kitab ini. Orang yang membaca dan menjaga al-Qur'an selalu berada dalam lindungan dan penjagaan Allah." (HR. kerapian susunan dan uslubnya." (HR... Karena diri mereka selalu dipompa dengan siraman ayat-ayatNya yang lembut. Orang yang membaca al-Qur'an bagaikan orang yang sedang menyelami samudera kehidupan. hati yang damai dan pikiran yang jernih. Bukhari) Tetapi dengan lagu yang khusyu' bukan main-main atau merubah..' 12. Orang yang rajin membaca al-Qur'an akan selalu diberikan jalan kemudahan dan petunjuk sehingga tidak mudah untuk menyimpang dan menyerah karena ayat-ayat Allah akan selalu mengingatkan dirinya ketika dirinya 'tersandung dosa dan maksiat. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kegembiraan dan penuh harapan.Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu belajar dan meningkatkan diri untuk lebih dekat lagi dengan al-Qur'an. Ahmad.

Dan memang sampai sekarang tidak ada seorangpun yang bisa mengarang sepertinya. sebagai bukti yang membenarkan bahwa ia benar-benar utusan Allah. Berbagai usaha telah dilakukan oleh sebagian penyair mereka. aku mendengarkan suaramu tadi malam. ilmu.Tapi ternyata tidak seorang pun dari mereka yang bisa membuat seperti Al-Qur'an. Menuju Kembali Kepada Fitrah 45 . Dia mampu memberikan siraman ruhani." Abu Musa berkata. kepada seorang rasulNya. Tapi usaha mereka gagal.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah SAW juga bersabda kepada Abu Musa Al Asy'ari RA. Bahkan mereka sendiri mengakui bahwa Al-Qur'an memang bukan karangan manusia. maka aku akan membacakan untukmu dengan bacaan yang lebih baik.hal:237. Mu’jizat ini hanya diberikan oleh Allah. atau seperti surah di antara surahsurahnya ). Sebagai Mu'jizat Al-Qur'an tentu dari Allah. membangunkan perasaan." (HR. Ahmad. Imam Az Zarkasyi menyebutkan bahwa mu’jizat Al-Qur'an nampak dari segala sisi ( lihat Al Burhan fi ulumil Qur'an. "Seandainya kamu melihatku. Bairut1990) : dari rangkaian katanya yang indah " balaghah "." (HR. apa yang dizinkan Allah kepada Nabinya (adalah) untuk membaguskan dalam melagukan Al Qur'an yang dia baca dengan keras. Darul Ma'rifah. Pada waktu Al-Qur'an diturunkan. memberikan kenikmatan pada perasaan dan memperlancar lisan. susunan ayat-ayat dan surahsurahnya. sampai seperti surah yang paling pendek pun masih belum ada yang bisa mendatangkannya. sastra dan seni secara bersamaan. orang-orang Arab berada di puncak kefasihan berbahasa. kebenaran isinya. Materi 23 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Kedua): Kalamullah Bagaimanakah kita membuktikan Al-Quran itu adalah Kalam Allah? Pertama. sungguh kamu telah diberi seruling dari seruling keluarga Dawud. oleh Az Zarkasyi :Jilid:2. Al-Qur’an merupakan mu’jizat ( tidak ada seorangpun yang bisa mendatangkan sepertinya. "Seandainya aku mengetahui hal itu. Muslim) Rasulullah SAW juga bersabda: "Apa yang diizinkan Allah pada sesuatu. memberikan kepuasan akal. Bukhari dan Muslim) Dalam Al Qur'an terkandung unsur agama. kesesuaian informasinya dengan penemuan final ilmu pengetahuan.

Dalam (QS:Yunus:38) perintah agar menantang mereka untuk mendatangkan satu surah. sementara Rasulullah sedang sibuk dalam sebuah pertemuan dengan pemukapemuka Quraisy. Para Ulama sepanjang sejarah telah membuktikan hakikat kesatuan Al-Qur'an dengan susunannya yang ada. Padahal ia diturunkan secara berangsurangsur. Pada (QS:Al Baqarah:23) juga demikian. sunan surahsurahnya. Dalam (QS: Hud:13) perintah untuk Nabi agar menantang mereka supaya mendatangkan sepuluh surah. teliti susunan ayatnya. lalu susunlah sebagaimana susunan Al-Qur'an. Rasulullah ditegur langsung karena mengharamkan madu pada dirinya. Al Falaq dan An Nas. Kalau memang karangan Nabi Muhammad SAW. mengapa pakai perintah? Dan bentuk perintah kepada Nabi Muhammad SAW. Di permulaan surat " Abasa " juga teguran kepada Rasulullah kerena beliau bermuka masam kepada Ibn Ummi Maktum yang pada waktu itu minta Rasulullah untuk mengajarkannya Al-Qur'an. Masuk akalkah seorang menegur dirinya senidiri dalam buku yang dikarangnya? Kalau memang benar Al-Qur'an karangan Muhammad SAW. Ketiga. Di tambah lagi bahwa di dalam Al-Qur'an banyak " khitab " yang ditujukan kepada Rasulullah. Sampai-sampai Al Baqillani menantang. anda akan menemukan suatu keterpaduan.Materi Kultum Ramadhan Kedua. tapi tidak ada seorangpun yang bisa menjawab. jin dan manusia untuk membuat sepertinya. Semuanya dimulai dengan perintah " qul " ( katakan hai Muhammad ). Bahkan ada yang berupa teguran seperti yang terdapat dalam surat " Al Tahrim ". namun kemudian Imam Al-Baqillani dalam bukunya Ijazul Qur'an. untuk menjaga perasaan istrinya yang tidak suka bau madu yang diminumnya. mencoba membandingkan antara hadits-hadits Nabi dan ayat-ayat Al-Qur'an. di dalam Al-Qur'an begitu banyak. Al-Qur'an kalam Allah. Bandingkan dengan Al-Qur'an. hasilnya sebuah kesimpulan bahwa Al-Qur'an bukan karangan Nabi. memang ada tuduhan bahwa Al-Qur'an karangan Nabi Muhammad SAW. Al-Qur'an sendiri menyuruh Rasulullah SAW untuk menantang siapa saja yang dari mahluk yang ada. Kalau masih belum percaya silahkan kumpulkan hadits-hadits Nabi – ujar Al Baqillani -. Menuju Kembali Kepada Fitrah 46 . saling berkaitan dari awal sampai akhir. Perhatikan saja tiga surah terkahir : Al Ikhalsh. Ini semua menunjukkan bahwa Al-Qur'an kalam Allah. anda akan menemukan susunan yang tidak berkaitan antara satu hadits dengan lainnya. Bahkan dalam (QS:Al Isra':88) Al-Qur'an menegaskan bahwa sekalipun jin dan manusia berkumpul untuk mengarang seperti Al-Qur'an tidak akan bisa. Dan sampai sekarang Al-Qur'an masih terus menantang.

" ( Al Kahfi: 1-3) Rabb kita telah memberikan kemuliaan kepada kita --sebagai kaum Muslimin-. lalu bandingkan dengan penegasan Al-Qur'an. dan yang menentukan akhir hidup manusia. Mengapa. adanya hari kiamat. telah memuliakan kita dengan mengutus nabi yang terbaik yang pernah diutus kepada manusia. Suatu bukti bahwa ia kalam Allah yang mu'jiz. atau tentang tubuh manusia dan lain sebagianya. bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. Sementara Al-Qur'an akan terus menantang sampai hari Kiamat. Kitalah. dan neraka dengan segala kepedihannya. yang mengatur kehidupan setelah matinya semua mahluk. kaum muslimin. Silahakan anda bandingkan antara penemuan ilmu pengetahuan yang sudah final ( bukan teori ). Sudah demikian banyak para ulama mengungkap hal ini dalam pembahasan "al i'jazul ilmi lilqur'an". Materi 24 Al Qur’an Membentuk Umat Mulia "Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. Sesuai firman Allah SWT: "Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Adakah akal manusia sejak sekian abad silam. Maka apakah kamu tiada memahaminya?" (Al Anbiyaa: 10). Keempat. bisa menjangkau penemuan ilmu yang baru saja didapatkan tanpa sebuah penelitian? Kelima. dan seterusnya yang semuanya ini tidak mungkin dijangkau oleh akal manusia. anda pasti akan mendapatkan hakikat yang sama.Materi Kultum Ramadhan Dan kalau Al-Qur'an karangan manusia. tentang alam. tentu tidak akan sampai sejauh ini berani menantang.dengan menganugerahkan kitab suci yang terbaik yang diturunkan kepada manusia. dan Al-Qur'an kalamNya. dan yang membagi ada yang ke surga dan yeng ke neraka. di dalam Al-Qur'an banyak informasi mengenai alam ghaib. seperti adanya surga dengan segala keindahannya. satu-satunya umat yang memeliki manuskrip langit yang paling autentik. untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman. yang mengerjakan amal saleh. Suatu bukti bahwa yang mempunyai informasi seperti ini hanya Dia yang menciptakan alam. karena alam ini ciptaan Allah. sebagai bimbingan yang lurus. yang mengandung firman-firman Allah SWT yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 47 . mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Rabb kita juga.

).Materi Kultum Ramadhan terakhir. Ia menghapal Menuju Kembali Kepada Fitrah 48 . baik dengan tulisan atau bacaan. sebagaimana bentuknya saat diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad Saw. yaitu surah at Taubah. Karena. namun mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. Maka tidak aneh jika kita menemukan banyak orang. Dan tidak ada seorang pun yang berani untuk menambahkan basmalah ini pada surah at Taubah. Ia juga dihapal oleh anak-anak kecil kaum Muslimin. yang diberikan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia. kecuali Al Qur'an." (Huud: 1) "Dan sesungguhnya Al Qur'an itu adalah kitab yang mulia. dengan perantaraan ruh yang terpercaya (Jibril). penj. yang terjaga dari perubahan dan pemalsuan. dan malah hurup-hurupnya--. Karena Allah SWT. dan tidak dibebankan tugas itu kepada siapapun dari sekalian makhluk-Nya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an." ( Fushshilat: 41-42) Tidak ada di dunia ini. dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. Perhatian kaum muslimin terhadap Al Quran sedemikian besarnya.niscaya ia tidak akan menjawab! (Karena tidak paham bahasa Arab!. telah menjamin untuk memeliharanya. Al Qur'an adalah kitab Ilahi seratus persen: "(Inilah) suatu kitab yang ayatayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu. Ayat-ayatnya dibaca. Maka bagaimana mungkin seseorang dapat menambah atau mengurangi suatu kitab yang dihitung kata-kata dan hurup-hurupnya itu?! Tidak ada di dunia ini suatu kitab yang dihapal oleh ribuan dan puluhan ribu orang. didengarkan. Al Quran berisikan seratus empat belas surah. Tidak ada seorangpun yang dapat menambah atau mengurangi satu hurup-pun darinya. dan mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. Demikian juga dilakukan oleh banyak orang non Arab. dihapal dan dijelaskan. hingga mereka juga menghitung ayat-ayatnya --bahkan kata-katanya. yang telah dimudahkan oleh Allah SWT untuk diingat dan dihapal. kecuali Al Qur'an ini. tidak ada tempat bagi akal untuk campur tangan. di dalam hati mereka. Dan salah seorang dari mereka. dalam masalah Al Qur'an ini. Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya." (Al Hijr: 9). baik itu lelaki maupun perempuan. baik itu kitab agama atau kitab biasa. Kecuali satu surah saja. jika Anda tanya: "siapa namamu?" --dengan bahasa Arab-. Seluruhnya dimulai dengan basmalah (bismillahirrahmanirrahim). Ia tidak dimulai dengan basmalah. Dan anugerah itu terus terpelihara dari perubahan dan pemalsuan kata maupun makna. yang menghapal Al Qur'an dalam mereka. suatu kitab. yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.

Atau seperti yang digarap oleh suatu ilmu khusus yang dikenal dengan "ilmu tajwid Al Qur'an". bagi Al Qur'an. koran dan lainnya yang ditulis dan dicetak. media cetak. izhhar (jelas). kalimat-kalimat serta lafazhlafazhnya saja. Hingga saat ini."(Al Israa: 9) "Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah.. mana yang harus ghunnah (dengung). Hingga rasam (metode penulisan) Al Qur'an.a. Materi 25 Al Qur’an Cahaya Allah menurunkan Al Qur'an untuk memberikan kepada manusia tujuan yang paling mulia." ( Al Maaidah: 15-16) Al Qur'an adalah "cahaya" yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. tidak ada suatu pemerintah muslim atau suatu organisasi ilmiah pun. seperti tertulis pada era khalifah Utsman bin Affan r. dan jalan yang paling lurus. dan kitab yang menerangkan. idgham (digabungkan)."Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan. namun juga cara membaca dan makhraj hurup-hurupnya. Al Qur'an tidak semata dijaga makna-makna. meskipun ia tidak memahami apa yang ia baca dan ia hapal. Seperti kata mana yang harus madd (panjang). yang berani merubah metode penulisan Al Qur'an itu. dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya. dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku bagi seluruh buku. ikhfa (disamarkan) dan iqlab (dibalik). meskipun metode dan kaidah penulisan telah berkembang jauh. masih tetap tertulis dan tercetak hingga saat ini. karena ia tertulis dengan bukan bahasanya.Materi Kultum Ramadhan Kitab Suci Rabbnya semata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. di samping cahaya fithrah dan akal: "Cahaya di 49 Menuju Kembali Kepada Fitrah .

kemudian ia memperjelas yang lain. membongkar kebatilan-kebatilan. ia akan memadamkan pelita-pelita". Dan Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai cahaya.Materi Kultum Ramadhan atas cahaya (berlapis-lapis). seperti dalam firman Allah SWT tentang Nabi 'Isa: "Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) ." (At Taghaabun: 8). serta menambah jelas dan menambah petunjuk bagi orang yang telah mendapatkan petunjuk." (An Nisaa: 174) "Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur'an) yang telah Kami turunkan. menolak syubhat (kesamaran). Hal itu karena Al Qur'an ini datang untuk membenarkan kitab-kitab suci yang telah turun sebelumnya. (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an). dalam banyak ayat." (Al Maidah: 46) Perbedaan dalam dua pengungkapan itu menunjukkan perbedaan antara Al Qur'an dengan kitab-kitab suci lainnya." (An Nuur: 35). sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu." (Al A'raaf: 157) Di antara karakteristik cahaya adalah: Dirinya sendiri telah jelas. (Al Maaidah: 44) Demikian juga mendeskripsikan Injil seperti itu. Dan berfirman kepada para sahabat Rasulullah Saw dengan firmanNya: "Dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an). Seperti dalam firman Allah SWT: "Hai manusia. saat mentari pagi telah bersinar. Ia membuka hal-hal yang samar. menunjukkan jalan bagi orang-orang yang sedang kebingungan saat mereka gamang dalam menapaki jalan atau tidak memiliki petunjuk jalan." Seperti dalam firman Allah SWT: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)". ia juga mendeskripsikan Taurat dengan kata yang lain: "Di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi). sesungguhnya agama Muhammad Dan kitab sucinya adalah kitab suci yang paling lurus dan paling teguh Jangan sebut kitab-kitab suci lainnya di depannya Karena. Yaitu yang berkaitan dengan pokokMenuju Kembali Kepada Fitrah 50 . dan dia adalah "cahaya yang istimewa". Seperti diungkapkan oleh Al Bushiry dalam Lamiah-nya: "Maha Besar Allah. menjelaskan hakikat-hakikat. Dan jika Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sebagai "cahaya".

membaca dan mendengarkannya. kenabian. di antaranya: meluruskan kepercayaan-kepercayaan dan pola pandang manusia tentang Tuhan. memahami rahasia-rahasianya. Namun yang disayangkan. membenarkan apa yang sebelumnya. Al Qur'an juga mengungguli kitab-kitab suci sebelumnya. yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran. Oleh karena itu harus dibuat rambu-rambu dan petunjuk yang mampu Menuju Kembali Kepada Fitrah 51 . Materi 26 Interaksi Dengan Al Qur’an Sebagai seorang Muslim kita berkewajiban untuk berlaku baik dan benar terhadap Al Qur’an dalam memahami dan menafsirkannya. membangun umat yang saleh. yaitu dalam memahami dan menafsirkan Al Qur'an. saling memberi maaf dan tidak saling membenci secara fanatik. Dan setiap orang berusaha sesuai dengan kadar kemampuannya. yang dianugerahkan amanah untuk menjadi saksi bagi manusia. yaitu dengan mengoreksi dan meluruskan tambahantambahan dan perubahan-perubahan yang telah disisipkan oleh manusia dalam kitab-kitab itu. serta mentadabburi dan merenungkannya. dan balasan atas amal perbuatan. Dan Allah SWT menurunkan kitab-Nya agar kita mentadabburinya. mengajak untuk menciptakan dunia manusia yang saling kenal mengenal dan tidak saling mengisolasi diri. sebelum kitab-kitab itu dipalsukan dan diubah tangan manusia. menghubungkan manusia dengan Rabbnya.Materi Kultum Ramadhan pokok aqidah dan akhlak." (Al Maaidah: 48) Al Qur'an juga mempunyai maksud dan tujuan diturunkanya. bukan dalam kejahatan dan permusuhan. serta meluruskan pola pandangan tentang manusia. Tidak ada yang lebih baik dari usaha kita untuk mengetahui kehendak Allah SWT terhadap kita. dalam bidang ini telah terjadi kerancuan yang berbahaya. serta mengeksplorasi mutiara-mutiara terpendamnya. Kita berkewajiban untuk memperlakukan Al Qur'an ini secara baik: dengan menghapal dan mengingatnya. membersihkan jiwa manusia. serta untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan. membentuk keluarga. kemuliaannya dan menjaga hak-haknya.

yang menjadikan Al Qur'an terlupakan. tidak memprioritaskan apa yang menjadi prioritas Al Qur'an. menghukum dengan syari'atnya serta mengajak manusia mengikuti petunjuknya. serta berlaku baik pula dalam mendakwahkannya. memberikan kedudukan bagi mereka di atas bumi. Kehidupan mereka telah diubah oleh Al Quran dengan amat drastis dan revolusioner. mengetahui tujuantujuannya. dengan bertumpu --terutama-. Al Qur'an telah merubah mereka dari perilaku-perilaku jahiliyah menuju kesucian Islam.pada Al Qur'an itu sendiri. Kemudian datang generasi-generasi berikutnya. karena ia adalah objek kita. mengerjakan ajarannya. tidak menganggap besar apa yang dinilai besar oleh Al Qur'an serta tidak menganggap kecil apa yang dinilai kecil oleh Al Qur'an. Kita juga harus berlaku baik terhadap Al Qur'an dengan mengikuti petunjuknya. Di antara merek ada yang beriman dengan sebagiannya. serta peradaban ilmu dan iman. Mereka tidak mampu berinteraksi secara benar dengannya." (Al Jumu'ah: 5). serta petunjuk dalam berdakwah kepada Allah SWT. namun tidak memperhatikan ajaran-ajarannya. dalam bidang-bidang kehidupan yang beragam.telah berinteraksi dengan baik terhadap Al Qur'an. yang diungkapkan oleh Al Qur'an dalam firman-Nya: "Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. namun ia juga petunjuk itu. undang-undang bagi aturan politik. Umat kita pada abad-abad pertama --yang merupakan abad-abad yang paling utama-. sehingga mereka kemudian mendirikan negara yang adil dan baik. mereka menghapal hurup-hurupnya. serta perlu diberikan peringatan tentang ranjau-ranjau yang menghadang di jalan. namun kafir dengan sebagiannya lagi. Mereka berlaku baik dalam memahaminya. yang dapat berakibat patal jika dilanggar. membebaskan negeri-negeri. Contoh terbaik hal itu adalah para sahabat. Inilah yang berusaha dilakukan buku ini dalam empat bab utamanya. seperti yang dilakukan oleh Bani Menuju Kembali Kepada Fitrah 52 . berlaku baik dalam mengimplementasikannya secara massive dalam kehidupan mereka. Kemudian mereka diikuti oleh murid-murid mereka dengan baik.Materi Kultum Ramadhan menjaga dari kekeliruan dalam usaha ini. Tidak selayaknya umat Al Qur'an mengalami hal yang sama yang pernah terjadi dengan umat Taurat. untuk selanjutnya murid-murid generasi berikutnya mengikuti murid-murid para sahabat itu dengan baik pula. dan mengeluarkan mereka dari kegelapan ke dalam cahaya. Ia adalah manhaj bagi kehidupan individu. Melalui mereka itulah Allah SWT memberikan petunjuk kepada manusia.

" (Al An'aam: 155) Tidak ada jalan untuk membangkitkan umat dari kelemahan. Seperti difirmankan oleh Allah SWT: "Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. namun mereka lupa bahwa keberkahan itu terdapat dalam mengikut dan menjalankan hukum-hukumnya. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengkhabarkan di dalam firman-Nya (artinya): “Tidaklah Aku mengutusmu melainkan sebagai rahmatal lil’alamin. seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT. memelihara dan menjunjung tinggi kehormatan. Mereka tidak mampu berinteraksi secara baik dengan Al Qur'an. harkat dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 53 ." (An Nisaa: 122) Materi 27 Bahaya Rumor/Ghibah (Bagian Pertama): Pengertian Ghibah Islam merupakan agama sempurna yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam. harga diri. Kesempurnaan Islam ini menunjukkan bahwa syariat yang dibawa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam itu adalah rahmatal lil’alamin. ketertinggalan dan keterpecah-belahan mereka selain dari kembali kepada Al Qur'an ini.” (Al Anbiya’: 107) Diantara wujud kesempurnaan agama Islam sebagai rahmatal lil’alamin. Dengan menjadikannya sebagai panutan dan imam yang diikuti. adalah Islam benar-benar agama yang dapat menjaga. Meskipun mereka mengambil berkah dengan membawanya serta menghias dinding-dinding rumah mereka dengan ayat-ayat Al Qur'an. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. Dan cukuplah Al Qur'an sebagai petunjuk: "Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?.Materi Kultum Ramadhan Israel sebelum mereka terhadap kitab suci mereka.

yaitu ghibah (menggunjing).” (H.” Menuju Kembali Kepada Fitrah 54 .Materi Kultum Ramadhan martabat manusia secara adil dan sempurna. Ia tidak rela untuk disingkap aib-aibnya atau pun dibeberkan kejelekannya. Setiap orang pasti berusaha untuk menjaga dan mengangkat harkat dan martabatnya. sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apakah kalian mengetahui apa itu ghibah? Para shahabat berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Tahukah anda apa itu ghibah? Sesungguhnya kata ini tidak asing lagi bagi kita. kehormatannya. membuka. meremehkan. Karena tidak ada seorang pun yang sempurna dan ma’shum (terjaga dari kesalahan) kecuali para Nabi dan Rasul.” Kemudian beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Engkau menyebutkan sesuatu yang ada pada saudaramu yang dia membecinya. Al Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Karena hal ini dapat menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya di hadapan orang lain. padahal akibatnya cukup besar dan membahayakan. atau pun merusak kehormatan saudaranya seiman. jika yang engkau sebutkan tadi benar-benar ada pada saudaramu sungguh engkau telah berbuat ghibah. Suatu fenomena yang lumrah terjadi di masyarakat kita dan cenderung disepelekan. dan juga hartanya. Bahwa setiap muslim diharamkan menumpahkan darah (membunuh) dan merampas harta saudaranya seiman. Ghibah adalah menyebutkan. sehingga sering terjadi dan terkadang di luar kesadaran. Kehormatan dan harga diri merupakan perkara yang prinsipil bagi setiap manusia. yang akan menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya. 2564) Hadits di atas menjelaskan tentang eratnya hubungan persaudaraan dan kasih sayang sesama muslim. Ghibah ini erat kaitannya dengan perbuatan lisan. Karena dengan perbuatan ini akan tersingkap dan tersebar aib seseorang. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Setiap muslim terhadap muslim lainnya diharamkan darahnya. dan membongkar aib saudaranya dengan maksud jelek. sedangkan jika itu tidak benar maka engkau telah membuat kedustaan atasnya. Demikian pula setiap muslim diharamkan melakukan perbuatan yang dapat menjatuhkan. Sebaliknya selain para Nabi dan Rasul termasuk kita tidak lepas dari kekurangan dan kelemahan.R Muslim no.

Apakah kalian suka salah seorang diantara kalian memakan daging saudaramu yang sudah mati? Maka tentulah kalian membencinya. sebagaimana firman-Nya (artinya): “Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kalian menggunjing (ghibah) kepada sebagian yang lainnya. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan orang yang berbuat ghibah seperti orang yang memakan bangkai saudaranya.” (Al Hujurat: 12) Al Imam Ibnu Katsir Asy Syafi’i berkata dalam tafsirnya: “Sungguh telah disebutkan (dalam beberapa hadits) tentang ghibah dalam konteks celaan yang menghinakan. karena ayat ini sebagai peringatan agar menjauh/lari (dari perbuatan yang kotor ini -pent). Hal ini menunjukkan suatu peringatan keras dari perbuatan tersebut. Maka beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh engkau telah berkata dengan suatu kalimat yang kalau seandainya dicampur dengan air laut niscaya akan merubah air laut itu. demikian pula hal itu dibenci dalam syari’at. Sesungguhnya ancamannya lebih dahsyat dari permisalan itu. disebabkan betapa busuk dan kotornya perbutan ghibah.” (H.” (Lihat Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhush Shalihin 3/25) 2.Materi Kultum Ramadhan Di dalam Al Qur’anul Karim Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat mencela perbuatan ghibah. aku melewati suatu kaum yang kuku-kukunya dari tembaga dalam keadaan Menuju Kembali Kepada Fitrah 55 . Membicarakan keburukan orang lain Dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu’anhu. Tentunya itu perkara yang kalian benci dalam tabi’at. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku mi’raj (naik di langit). Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Pengasih. Abu Dawud 4875 dan lainnya) Asy Syaikh Salim bin Ied Al Hilali berkata: “Dapat merubah rasa dan aroma air laut. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala … (pada ayat di atas). ” (Lihat Mishbahul Munir) Materi 28 Bahaya Ghibah (Bagian Kedua): Kriteria Ghibah 1.R. Menggambarkan keburukan bentuk tubuh seseorang Suatu hari Aisyah radhiyallahu’anha pernah berkata kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tentang Shafiyyah bahwa dia adalah wanita yang pendek. Dan bertaqwalah kalian kepada Allah.

48664967) Dari ancaman yang terkandung dalam ayat dan hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa perbuatan ghibah ini termasuk perbuatan dosa besar. Barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim niscaya Allah akan mencari aibnya. sebagaimana asal kata ghibah (yaitu dari kata ghaib yang artinya tersembunyi-pent) yang ditegaskan oleh ahli bahasa. janganlah kalian mengganggu kaum muslimin.” Hadits di tersebut secara zhahir mengandung makna yang umum. Dari shahabat Ibnu Umar radhiyallahu’anhu. Namun Al Hafizh Ibnu Hajar menguatkan bahwa ghibah ini khusus di luar sepengetahuannya. tapi hal itu termasuk perbuatan mencela dan menghina.R. sebagaimana permisalan pada surat Al Hujurat ayat: 12. justru kamu lalai Dengan aib yang ada pada dirimu.” (H. Asy Syaikh Al Qahthani dalam kitab Nuniyyah hal. 4878 dan lainnya).R. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Menuju Kembali Kepada Fitrah 56 . Ahmad 3/351) Dari shahabat Sa’id bin Zaid radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar (dalam riwayat lain: termasuk dari sebesar besarnya dosa besar) adalah memperpanjang dalam membeberkan aib saudaranya muslim tanpa alasan yang benar. Membicarakan sesuatu yang tidak disukai saudaranya Konteks dalam hadits: “Engkau menyebutkan sesuatu pada saudaramu yang dia membecinya. At Tirmidzi dan lainnya) Dari shahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu.” (H.” (H. yang seharusnya setiap muslim untuk selalu berusaha menghindar dan menjauh dari perbuatan tersebut. 39 berkata: Janganlah kamu tersibukkan dengan aib orang lain. 32) 3. bahwa beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya yang belum sampai ke dalam hatinya.” (H. sesungguhnya itu dua keaiban (Lihat Nashihati linnisaa’ hal. yaitu mencakup penyebutan aib dihadapan orang tersebut atau diluar sepengetahuannya. janganlah kalian mencari-cari aibnya.R. lihat Nashihati linnisaa’ hal. Kemudia Al Hafizh berkata: “Tentunya membeberkan aib di hadapannya itu merupakan perbuatan yang haram. Lalu aku bertanya: “Siapakah mereka itu wahai malaikat Jibril?” Malaikat Jibril menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia dan merusak kehormatannya. janganlah kalian menjelek-jelekkannya. Abu Dawud no. 29) 4. beliau berkata: “Suatu ketika kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mencium bau bangkai yang busuk. Abu Dawud no. 1583. Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkata: ‘Apakah kalian tahu bau apa ini? (Ketahuilah) bau busuk ini berasal dari orang-orang yang berbuat ghibah.Materi Kultum Ramadhan mencakar wajah-wajah dan dada-dadanya. Dari shahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu. Semestinya dia tidak ridha melihat saudaranya dibeberkan aibnya. Barang siapa yang Allah mencari aibnya niscaya Allah akan menyingkapnya walaupun di dalam rumahnya.” (Fathul Bari 10/470 dan Subulus Salam hadits no. Mendengar pembicaraan ghibah tapi tidak melarangnya Demikian pula bagi siapa yang mendengar dan ridha dengan perbuatan ghibah maka hal tersebut juga dilarang.R. Yang dimaksud dengan ‘memakan daging-daging manusia’ dalam hadits ini adalah berbuat ghibah (menggunjing).

” (H. berkah berarti an nama’ waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang melihat kemungkaran hendaknya dia mengingkarinya dengan tangan. Bisa jadi orang yang dighibahi itu justru marah yang bisa meruncing pada percekcokan dan bahkan perkelahian. Karena itu kita selalu berdo’a dan meminta orang lain mendo’akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil. bukan justru ikut larut dalam perbuatan tersebut. 1931 dan lainnya) Demikian juga semestinya ia tidak ridha melihat saudaranya terjatuh dalam kemaksiatan yaitu berbuat ghibah. (Lihat Nashiihatii linnisaa’: 31) Materi 29 Menggapai Keberkahan Hidup Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. mereka berpaling darinya. dan mereka berkata: “Bagi kami amalamal kami dan bagimu amal-amalmu. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif. At Tirmidzi no. justru bila ia memberi tahu kepada yang dighibahi dikhawatirkan akan terjadi mudharat yang lebih besar. Oleh karena itu sebagian para ulama lainnya berpendapat tidak perlu ia memberi tahukan kepada yang dighibahi tapi wajib baginya beristighfar (memohan ampunan) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyebutkan kebaikan-kebaikan orang yang dighibahi itu di tempat-tempat yang pernah ia berbuat ghibah kepadanya. Kalau sekiranya ia tidak mampu menasehati atau mencegahnya dengan cara yang baik. tentunya hal ini pun dilarang dalam agama. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya): “Dan orang-orang yang beriman itu bila¬ mendengar perkataan yang tidak bermanfaat. Secara harfiyah. maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu.” (Muttafaqun ‘alaihi) Namun bila ia ikut larut dalam perbuatan ghibah ini berarti ia pun ridha terhadap kemaksiatan. ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Tetapi dari sisi lain. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan hatinya. maka hendaknya ia pergi dan menghindar darinya. Misalnya mengambil harta orang lain tanpa alasan yang benar maka dia pun wajib mengembalikannya. Pendapat ini ada sisi benarnya jika dikaitkan dengan hak seorang manusia.Materi Kultum Ramadhan “Barang siapa yang mencegah terbukanya aib saudaranya niscaya Allah akan mencegah wajahnya dari api neraka pada hari kiamat nanti.R. Menuju Kembali Kepada Fitrah 57 . Insyaallah pendapat terakhir lebih mendekati kebenaran.” (Al Qashash: 55) Dari shahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu. Semestinya ia menasehatinya. semoga kesejahteraan atas dirimu. yang demikian ini selemahlemahnya iman. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan lisannya. Bertaubat dari Ghibah Lalu bagaimana cara bertaubat dari perbuatan ghibah? Apakah wajib baginya untuk memberi tahu kepada yang dighibahi? Sebagian para ulama’ berpendapat wajib baginya untuk memberi tahu kepadanya dan meminta ma’af darinya.

memiliki kemandirian termasuk dalam soal harta dan bisa menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya.Qur’an keberkahan semacam ini diceritakan oleh Allah yang artinya: “Dan isterinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. ini merupakan sesuatu yang amat penting. Janji Allah SWT untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firman-Nya yang artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. hai ahlul bait. misalnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari langit dan bumi sebagaimana yang disebutkan dalam firman surat Al A’raf: 96 di atas adalah rizki yang diantara rizki itu adalah makanan. keberkahan dalam soal makanan yakni makanan yang halal dan thayyib. Yang dimaksud makanan yang halal adalah disamping halal jenisnya juga halal dalam mendapatkannya. Allah SWT hanya akan memberi keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Disilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya. Generasi yang shaleh adalah yang kuat imannya. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.Materi Kultum Ramadhan Namun. sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. apalagi terwujudnya generasi yang berkualitas memang dambaan setiap manusia. Bentuk Keberkahan Secara umum. Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan. Keberkahan semacam ini telah diperoleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang ketika usia mereka sudah begitu tua ternyata masih dikaruniai anak. Kelangsungan Islam dan umat Islam salah satu faktornya adalah adanya topangan dari generasi yang shaleh. sehat dan cerdas. maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh". Ternyata. padahal aku adalah perempuan seorang perempuan tua. luas ilmunya dan banyak amal shalehnya. dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Allah Swt tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. yakni dengan lahirnya generasi yang shaleh. Kedua. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang kelahiran Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’kub. Di dalam Al. Pertama. berkah dalam keturunan. hal ini karena ulama ahli tafsir. tapi juga Ishak dan Ya’kub. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah" (QS 11:71-73). Apabila manusia. Para malaikat itu berkata: "Apakahkamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya. apakah aku aka melairkan anak. baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah Swt. bahkan tidak hanya Ismail yang shaleh. sehingga bagi orang yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 58 . rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah. Generasi semacam itu juga memiliki jasmani yang kuat. keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman bisa kita bagi kedalam tiga bentuk. dicurahkan atas kamu. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS 7:96).

Allah berfirman yang artinya: “Demi masa. agar apa yang dimakan juga membawa keberkahan yang lebih banyak lagi. tapi bagi orang yang diberkahi Allah maka dia bisa memanfaatkan waktu yang 24 jam itu semaksimal mungkin sehingga pencapaian sesuatu yang baik ditempuh dengan penggunaan waktu yang efisien. baik siang maupun malam dalam jumlah yang sama.Materi Kultum Ramadhan diberkahi Allah. makanan yang diberkahi juga adalah yang thayyib. Adapun orang yang memberikan (harta di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga). ada dua faktor yang menjadi kunci keberkahan itu. dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya (QS 5:88). memperluas ilmu maupun memperbanyak amal yang shaleh. Karena itu. pakailah pakaianmu yang indak di setiap memasuki masjid. yakni 24 jam setiap harinya. Karena itu. Allah berfirman yang artinya: Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rizkikan kepadamu. yakni yang sehat dan bergizi sehingga makanan yang halal dan tayyib itu tidak hanya mengenyangkan tapi juga dapat menghasilkan tenaga yang kuat untuk selanjutnya dengan tenaga yang kuat itu digunakan untuk melaksanakan dan menegakkan nilai-nilai kebaikan sebagai bukti dari ketaqwaannya kepada Allah Swt. meskipun dalam berbagai bentuk usaha yang berbeda. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS 103:1-3). Iman dan Taqwa Yang Benar Menuju Kembali Kepada Fitrah 59 . bagi seorang muslim yang diberkahi Allah. maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Allah Swt berfirman yang artinya: “Hai anak Adam. Karena itu. waktu digunakan untuk bisa membuktikan pengabdiannya kepada Allah Swt. karena itu Allah menganugerahi kepada kita waktu. berkah dalam soal waktu yang cukup tersedia dan dimanfaatkannya untuk kebaikan. dia tidak akan menghalalkan segala cara dalam memperoleh nafkah.” (92:1-7). Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. meskipun sudah halal dan thayyib. makanan itu harus dimakan sewajarnya atau secukupnya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Ketiga. Materi 30 Kunci Keberkahan Sebagai seorang muslim. 1. dan penciptaan laki-laki dan perempuan. hal ini karena Allah sangat melarang manusia berlebih-lebihan dalam makan maupun minum. baik dalam bentuk mencari harta. dan siang apabila terang benderang. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (7:31). Allah berfirman yang artinya: “Demi malam apabila menutupi. keberkahan dari Allah untuk kita merupakan sesuatu yang amat penting. karena salah satu karakteristik waktu adalah tidak akan bisa kembali lagi bila sudah berlalu. makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. ada kunci yang harus kita miliki dan usahakan dalam hidup ini. Sekurang-kurangnya. Di samping itu.

dan para sahabat. Tegasnya keimanan dan ketaqwaan itu dibuktikan dalam situasi dan kondisi yang bagaimananpun juga dan dimanapun dia berada. tidak pula ada pada zaman Nabi saw. yakni dalam bentuk memantapkan iman dan taqwa serta selalu menjadikan Al. lihat juga QS 38:29. maka semakin besar keberkahan yang Allah berikan kepada kita. baik dalam keadaan senang maupun susah. keberkahan dari Allah yang kita dambakan itu. maka setiap kita harus mengimani kebenaran Al-Qur’an bahwa dia merupakan wahyu dari Allah Swt sehingga tidak akan kita temukan kelemahan dari Al-Qur’an. bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenarbenar taqwa dan jangan sampai kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri/muslim (QS 3:102). dalam keadaan sendiri maupun bersama orang lain. Akhirnya menjadi jelas bagi kita bahwa. Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah kami turunkan. Semakin mantap iman dan taqwa yang kita miliki. Materi Tambahan Halal Bi Halal Sebenarnyalah istilah Halalbihalal tidak dikenal oleh kalangan bangsa Arab. Karena harus kita jalankan dan pedomani dalam kehidupan ini. Keimanan dan ketaqwaan yang benar selalu ditunjukkan oleh seorang mu’min dalam bentuk melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. sudah dikemukakan bahwa Allah akan menganugerahkan keberkahan kepada hamba-hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. kamus bahasa Arab juga tak mengenal istilah itu. Berpedoman kepada Al-Qur’an Al-Qur’an merupakan sumber keberkahan sehingga apabila kita menjalankan pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan berpedoman kepadanya dalam berbagai aspek kehidupan. Justru ‘halalbihalal’ masuk dan diserap Bahasa Indonesia dan diartikan sebagai “hal maaf-memaafkan Menuju Kembali Kepada Fitrah 60 . Maka mengapakah kamu mengingkarinya? (QS 21:50. Karenanya. keluarga.Qur’an sebagai pedoman dalam hidup ini. baik menyangkut aspek pribadi.6:155). nicaya kita akan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. masyarakat maupun bangsa. selanjutnya bisa dan suka membaca serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.Materi Kultum Ramadhan Di dalam ayat di atas. Salah satu ayat yang amat menekankan peningkatan taqwa kepada orang yang beriman adalah firman Allah yang artinya: Hai orang-orang yang beriman. 2. memperolehnya harus dengan berdo’a dan berusaha yang sungguh-sungguh. Karena itu menjadi keharusan kita bersama untuk terus memperkokoh iman dan taqwa kepada Allah Swt.

Materi Kultum Ramadhan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan. yakni pada hari ini. ketika pada ramadhan kita memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah (hablun minallah). bahwa ciri orang yang bertakwa (sebagai output dari ibadah ramadhan) salah satunya adalah al-kaazhimiinal gaidh. dsb) oleh sekelompok orang dan merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia. falyatahallal. Menuju Kembali Kepada Fitrah 61 . jangan ditunda-tunda. karena menurut sebagian riwayat. al-yauma. Mengapa halalbihalal dilaksanakan pada Syawal selepas Ramadhan? Selain dasar hadits tersebut. hendaknya kita meminta halal kepadanya hari ini juga.” Para ulama kita terdahulu mendasarkan kegiatan halal bihalal tersebut pada sebuah hadits shahih dari Imam Bukhari seperti di bawah ini: Artinya: “Barangsiapa yang berbuat kezhaliman (kesalahan) kepada saudaranya sehingga merendahkan derajatnya. maka ketika Syawal tiba saatnya kita melengkapinya dengan memperbaiki hubungan horisontal dengan sesama manusia (hablun minannas). Maka jadilah tradisi halalbihalal sebagaimana berkembang seperti sekarang ini. 2. Jika itu berupa barang. mengucapkan hadits itu saat hari raya Idul Fitri. biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium. maka hendaklah ia meminta halal hal tersebut dari saudaranya itu pada hari ini. Acara ini kemudian berkembang menjadi sangat bervariasi ragam bentuk dan acaranya hingga saat ini. aula. saling meminta halal atas kesalahan kita masing-masing. ‘Hari ini’ yang dimaksud tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. yang khas Indonesia. itu berarti bukan sekedar meminta maaf.” Ada dua hal yang perlu digarisbawahi di sini: 1. Rasulullah saw. Ada pula yang mengartikan ‘pada hari ini (juga)’. Ketika orang saling meminta halal. hendaknya dikembalikan. tetapi juga harus mengembalikan hak saudaranya yang telah ia langgar. maka terjadilah ‘halal-halalan’. Al-Baqarah: 133-134. bahwa al-yauma itu tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. para ulama mendasarkan juga pada QS. yakni meminta halal. yang kemudian diArab-kan menjadi ‘halal-bi-halal’.’ Karena itu. Halal dengan halal. yakni dengan cara saling memaafkan. yakni ‘memaafkan kesalahan manusia. Yakni bahwa ketika kita membuat kesalahan pada seseorang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful