Materi Kultum Ramadhan

Materi I Merajut Pakaian Taqwa Pada hakekatnya, pakaian adalah segala yang “melekat” di badan ini; entah baju, celana, segala aksesoris yang “melekat” lainnya, termasuk perhiasan. Selaras dengan pengertian ini, bahkan Allah membahasakan suami sebagai “pakaian” dari istri; dan istri adalah “pakaian” dari suami (Q.S. Al-Baqarah: 187: hunna libaasul lakum wa antum libaasun lahunna). Mungkin karena suami dan istri pun “melekat” satu sama lain, hingga mereka tak ubahnya seperti pakaian. Setidaknya ada 3 macam fungsi pakaian yang disebut di dalam AlQur’an. Pertama, pakaian sebagai penutup aurat (Q.S. An-Nuur: 58 dan Al-A’raf: 26). Kedua, pakaian sebagai perhiasan (Q.S. Al-A’raf: 26). Dan ketiga, pakaian sebagai pelindung, yakni dari panas dan hujan, juga dari serangan musuh (Q.S. An-Nahl:81). Tak kurang dari 20 ayat ditemukan di dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang pakaian. Entah memakai bahasa “libaasun”, “kiswatun”, “saraabil”, maupun “tsiyab”. Namun, semuanya berbicara tentang pakaian lahiriah. Pakaian dunia. Hanya ada satu yang menyebutkan tentang pakaian ruhani. Pakaian ruhani adalah sebenar-benar pakaian, yang menunjukkan baik buruknya seseorang. Meski seseorang mengenakan pakaian lahiriah yang mewah dan mahal, tetapi jika pakaian ruhaninya rusak, jelek, terhina, maka dirinya akan terhina pula. Pakaian lahiriahnya tidak bermanfaat apa-apa. Pakaian lahiriahnya tak bisa melindungi kejelekannya. Mungkin ia akan mulia dalam pandangan manusia, tetapi tidak dalam pandangan Allah. Apakah pakaian ruhani yang dimaksud? sebagai pakaian taqwa (libaasut taqwa). “Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan mereka selalu ingat.” (Q.S. Al-A’raf: 26). Al-Qur’an menyebutnya Sebagaimana firmannya, Yang demikian itu adalah Allah, mudah-mudahan

Tentang taqwa, imam Ali karramallahu wajhah berkata: ِ ْ ِ ّ ِ ْ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ ِ ْ َ ِ ِ ْ ْ َ ِ ُ َ َ ْ َ ِ ْ َِ ْ َ ِ ُ ْ َ ْ َ ‫الخوف من الجليل و العمل بالتنزيل و الستعداد ليوم الرحيل‬ (Takut kepada Zat Yang Mahaagung; mengamalkan apa yang diturunkan (al-Qur’an); dan menyiapkan diri untuk menyambut datangnya hari yang kekal [akhirat]).

Menuju Kembali Kepada Fitrah

1

Materi Kultum Ramadhan
Ramadan adalah hari-hari dimana kita memintal benang-benang pakaian takwa itu. Hari demi hari kita memintalnya, dengan harapan pada akhir Ramadan, hari kemenangan Idul Fitri, pakaian itu telah sempurnalah sudah dan bisa kita kenakan di hari yang berbahagia itu. Bukan untuk dipakai sekali, setelah itu dilepas kembali. Bukan. Tetapi, pakaian takwa itu seharusnya kita pakai seterusnya sampai tiba kembali Ramadan berikutnya, dimana kita akan memeriksa pakaian takwa itu kembali barangkali ada lubang, kotor, sobek dsb yang perlu kita cuci, jahit dan rajut kembali. Bagaimana kita merajutnya? Barangkali di sinilah relevannya sabda Nabi Saw., “Jika datang bulan Ramadan, maka dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu semua syaitan.” (muttafaq ‘alaih). Semua tidak lain sebagai motivasi buat kita untuk memperbanyak amal kebaikan kita. Mumpung kesempatan itu dibuka lebar-lebar oleh Allah. Allah sedang membuka “Big Sale”. Obral besar-besaran. Tarawih, tadarus, sadaqah, membayar zakat, menolong orang, memberi ta’jil orang berbuka puasa, menghentikan menggunjing orang. Semuanya adalah jalan-jalan kebaikan; jalan-jalan merajut pakaian takwa kita.

Menuju Kembali Kepada Fitrah

2

Materi Kultum Ramadhan
Materi 2 Hakikat Ramadhan Sudah berapa kali kita berjumpa Ramadhan? Bagaimana kita memaknai Ramadhan selama ini? Apakah kita biasa melaluinya begitu saja? Ataukah kita menjalaninya dengan biasa-biasa saja? Ataukah kita benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkannya untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik lagi? Jika kita ingin benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkan Ramadhan, tidak bisa tidak kita harus memahami hakikat Ramadhan. Berikut ini beberapa makna dan hakikatnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Bercermin Diri (Syahrul Muhasabah) Seberapa bersemangat dan seberapa mampu kita memanfaatkan Ramadhan pada setiap menit dan detiknya, merupakan indikasi ketaqwaan kita kepada Allah. Dari sini kita bisa menilai diri kita, apakah kita termasuk hamba Allah yang dzalimun linafsihi (masih suka menganiaya diri sendiri), atau yang muqtashid (yang pas-pasan saja), ataukah yang sabiqun bil khairat (yang bergegas dalam melaksanakan berbagai kebaikan). Disamping itu, Ramadhan juga merupakan sarana yang sangat tepat bagi kita untuk bercermin diri. Sebuah hadits muttafaq ‘alaih menyatakan bahwa selama bulan Ramadhan syetan-syetan dibelenggu. Nah, jika syetan-syetan telah dibelenggu tetapi kita masih saja melakukan dosa dan kemaksiatan maka seperti itulah diri kita yang sebenarnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Limpahan Rahmat (Syahrur Rahmah) Rasulullah bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas kamu berpuasa di bulan ini … Barangsiapa tidak mendapat bagian kebaikannya, maka sungguh berarti ia telah dijauhkan dari rahmat Allah.” Pada bulan Ramadhan, Allah mencurahkan segenap rahmat-Nya melebihi pada bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini, Allah melipatgandakan pahala amal kebaikan, memberikan semangat ketaatan kepada hamba-hamba-Nya, dan bahkan memberikan bonus satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadr. Karena itu, rugilah kita jika selama bulan ini kita tidak memanfaatkan limpahan rahmat Allah yang sedemikian besar. Bulan Ramadhan adalah Bulan Taubat (Syahrut Taubah) Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan

Menuju Kembali Kepada Fitrah

3

Bulan Ramadhan adalah Bulan Puasa (Syahrush Shiyam) Puasa yang sejati tidaklah cukup hanya dengan meninggalkan makan. yakni mempuasakan seluruh anggota tubuh kita: akal pikiran. Akan lebih baik lagi jika kita juga berusaha untuk menghafalnya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. apa lagi yang kita tunggu. Rasulullah selalu melakukan tadarrus Al-Qur’an bersama malaikat Jibril. dan anggotaanggota tubuh kita yang lainnya. Semuanya harus kita puasakan dari berbagai bentuk dosa dan kemaksiatan. Lebih dari itu. Demikianlah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. shalat tarawih) pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah.” Beliau juga bersabda. hati. melakukan berbagai kebaikan kepada sesama. dengan cara berinfaq dan bersedekah kepada mereka.” Jadi. Kita telah merasakan bagaimana rasanya kelaparan dan kehausan. maka sekali-kali Allah tidak butuh dengan puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum saja.” Bulan Ramadhan adalah Bulan Al-Qur’an (Syahrul Qur’an) Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Jika kita telah memahaminya maka selanjutnya kita harus bergegas untuk mengimplementasikannya dalam hari-hari Ramadhan kita. lidah. “Barangsiapa berpuasa lalu tidak berkata-kata buruk dan tidak mengumpat maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ia dilahirkan oleh ibunya. telinga.Materi Kultum Ramadhan diampuni. Interaksi ini meliputi banyak hal: membacanya. mata. Mari kita banyak-banyak beribadah dan memohon ampunan kepada Allah. memahami maknanya. Rasulullah bersabda. Demikianlah beberapa makna dan hakikat Ramadhan. “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan yang keji. Harapan kita. dan mendakwahkannya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Infaq dan Sedekah (Syahrul Infaq wash Shadaqah) Ramadhan bukan hanya kesempatan untuk beribadah secara vertikal saja.” Beliau bahkan berkata. kaki. minum dan hubungan suami isteri pada siang hari. Beliau ingin memberikan teladan kepada kita semua agar kita berinteraksi seakrab mungkin dengan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. mengamalkannya. maka dosa-dosanya yeng telah lalu akan diampuni. Ia juga kesempatan emas untuk beribadah secara horisontal. Sudah semestinya kita kemudian mampu berempati kepada mereka yang selama ini biasa kelaparan dan kehausan. Di bulan ini kita sangat dianjurkan untuk banyak berinfak dan bersedekah. Pada setiap bulan ini. Sebuah riwayat menyatakan bahwa kedermawanan beliau di bulan Ramadhan sampai menyerupai angin yang bertiup. agar Ramadhan ini dapat menjadi penghapus dosa-dosa kita. tangan. “Barangsiapa berdiri (menegakkan shalat malam. puasa yang sejati adalah puasa yang bersifat total. Menuju Kembali Kepada Fitrah 4 .

Allah SWT yang paling mengetahui hikmah yang besar mengapa bulan Ramadhan begitu memiliki kaitan erat dengan jihad. Materi 3 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Pertama): Memahami Makna Jihad Rasulullah SAW. Allah SWT sajalah yang mengetahui hikmah itu semua dan memberikan indikasi dan tanda-tanda tersebut. keinginannya.. terdapat hubungan yang penting antara jihad dan Ramadhan. dan semua semata-mata ditujukan untuk menggapai keridloan-Nya. selalu memotivasi para sahabat dengan kabar gembira akan datangnya Ramadhan. setelah kehidupan Rasulullah SAW. sebagaimana sabdanya. sambut dan hormatilah Ramadhan. yakni kaitan antara Ramadhan dan jihad kepada kaum muslimin. yang pertama adalah Perang Badar yang terjadi di tahun kedua setelah hijrah. Inilah tujuan seorang Mujahid dan tidak ada selain itu. Bahkan. Beberapa kejadian penting yang berhubungan antara bulan Ramadhan dan jihad terus terjadi dalam kehidupan bersejarah kaum muslimin. ini merupakan bukti bahwa dia sungguhsungguh ikhlas beribadah hanya kepada Allah SWT. Untuk memahami lebih dalam hubungan ini maka seseorang haruslah memahami esensi jihad sebaik dia memahami esensi shaum. Selama kehidupan Rasulullah saw. bulan Ramadhan tetap menjadi bulan konfrontasi militer penting bagi kaum muslimin. la’allakum tattaqun. banyak muslim tidak mampu melakukan keikhlasan dalam beribadah tersebut. semata. kesehatan. sebagaimana firman Allah SWT. dua buah peperangan terjadi di bulan Ramadhan. Salah satu jalan untuk mencapai tingkat ketulusan ibadah tersebut adalah taqwa. “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan. Dia tidak memiliki keinginan lain. dan yang kedua Penaklukan Mekkah (futuh Makkah) sekitar 6 tahun kemudian. Dia tidak menyembah materi apa pun dalam kehidupannya. dengan upaya sekuat tenaga untuk menggapai Ridho Ilahi. dan segala sesuatu yang merupakan kenikmatan dunia. termasuk hidupnya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 5 .Materi Kultum Ramadhan keluar dari Ramadhan kita telah menjadi pribadi yang jauh lebih bertaqwa. Rasulullah SAW.” Lintasan sejarah Islam berbicara. mereka masih lebih mementingkan pekerjaan. Untuk beberapa alasan. Pastinya. selain Allah SWT. Tentunya. Seorang Mujahid dengan bersungguh-sungguh memberikan semua apa pun miliknya di dunia. Mereka masih membutuhkan atau mengharapkan sesuatu yang lain meskipun mereka tahu bahwa mereka adalah hamba Allah SWT. rajanya bulan. keluarga. Jihad adalah aktualisasi dari ibadah seorang muslim untuk membuktikan tidak ada kecintaan baginya kecuali hanya Allah SWT saja.

Dengan keistimewaan ini. maka sesungguhnya orang yang tidak beramal kebaikan pada bulan ini sungguh amat merugi. Ramadhan Bulan Istimewa. pada bulan ini umat Islam mendapatkan panen pahala karena ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada bulan itu semua pintu neraka terbuka lebar dan semua pintu neraka Jahim tertutup rapat serta syetan-syetanpun dibelenggu. yaitu lailatul qadar. maksudnya bahwa orang yang berpuasa berkesempatan besar untuk masuk surga dan jauh dari Menuju Kembali Kepada Fitrah 6 .” Konotasi “pintu-pintu surga terbuka lebar dan pintu neraka tertutup rapat dan syetan-syetanpun dibelenggu”. Kedua.). Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya. Beliau senantiasa berkhutbah ketika menyambut awal Ramadhan. amalan puasa adalah ibadah istimewa dan berpahala istimewa yang mampu meningkatkan ketakwaan dan menepis semua bentuk kemunkaran dan maksiat. “Allahumma baarik lanaa fi Rajaba wa Sya’baan wa ballighnaa Ramadlan” (Ya Allah berkati kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan antarkan kami sampai ke bulan Ramadhan. Di antara isi khutbahnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan An Nasa’i adalah sebagai berikut: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan. Mengapa membakar dosa? Pertama. Ramadhan adalah bulan kesempatan umat Islam untuk membakar dosa lebih intensif dibandingkan dengan bulan lain. Allah mewajibkan atas kamu puasa di bulan itu. dan ketiga. dilipatgandakannya pahala semua amalan muslim dan muslimah. di sinilah rahasianya mengapa Rasulullah senantiasa menanti bulan Ramadhan. penuh berkah. dosa umat Islam terbakar oleh banyaknya pahala amalan kebajikan yang diraih pada bulan Ramadhan. Barangkali.Materi Kultum Ramadhan “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. Di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Yang wajib dilipatgandakan 70 kali dan yang sunnah disamakan dengan pahala amalan wajib. sehingga berdoa. Selain dari pada itu.” (QS 2 : 183) Materi 4 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Kedua) 1.

Tahun demi tahun dilewati umat Islam dan Ramadhan penuh dengan kenangan peristiwa besar yang menggambarkan jihad kaum muslimin. Ramadhan dan Jihad Puasa adalah ibadah yang bernuansa jihad melawan hawa nafsu. Kedua: Mempertahankan dakwah Islamiyah dan ajaran-ajaran Ilahi sekaligus melindungi para pembawa panji-panjinya. Orang yang tidak bisa menahan nafsu syahwatnya. baik di kala jaga atau tidur. Jihad disyariatkan Islam agar ajaran Islam tetap tersebar ke seantero dunia. maka Allah tidak butuh darinya untuk meninggalkan makanan dan minumannya. berarti puasanya akan ditolak Rabbul Izzati. almau’izhah al hasanah dalam suasana penuh aman dan kedamaian. selain jihad melawan hawa nafsu ini. Namun. Dakwah bagaikan air yang harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh umat manusia. Jihad untuk mempertahankan diri dari serangan kaum kufar ini sering disebut dengan jihad qitali.” Inilah jihad muslim yang tiada hentinya. Jihad yang disyariatkan Islam bertujuan mencapai dua sasaran: Pertama: Untuk mempertahankan diri dari serangan asing dan mempertahankan tanah air di mana mereka tinggal. Rasulullah pernah menegaskan dengan sabdanya: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta. demi menebarkan ajaran Islam dengan al-hikmah. telah mensyariatkan jihad melawan kekufuran sebagai sarana ibadah dan perjuangan untuk menyiapkan individu muslim yang mampu membawa beban untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.Materi Kultum Ramadhan neraka. 2. Bila tidak disyariatkan jihad. Karena dengan puasanya ia berpahala besar dan pasti tidak bisa digoda oleh syetan yang terkutuk. umatnya telah menghadapi jihad besar melawan kezhaliman dalam menegakkan keadilan. nafsu amarahnya. Ibadah puasa penuh dengan kebaikan dan sumber pengkaderan untuk menyiapkan generasi yang mau berkorban lii’laai kalimatillah. karena nafsu al ammarah bis suu’ senantiasa menyertainya. maka kebatilan akan menggusur yang hak. Allah swt. Sejak Islam datang menembus gelapnya kekufuran dan kesyirikan menuju cahaya Islam. nafsu seksualnya. umat Islam diperintahkan juga berjihad melawan kekafiran dan kesyirikan. dan nafsu-nafsu lainnya selama berpuasa. Menuju Kembali Kepada Fitrah 7 .

Kita diwajibkan tablighi ini sebagai jihad bil-lisan untuk meluruskan berbagai penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat.Materi Kultum Ramadhan kerusakan akan menghantui dunia. yaitu jihad dengan harta dalam rangka menebarkan Syiar Islam. dan kesejukan. yaitu jihad dengan lisan untuk menyampaikan ajaran Islam dengan penuh hikmah. 3. Bosnia. karena sekolah-sekolah unggulan umat Islam masih perlu peningkatan kualitas dan kuantitas. yaitu jihad melalui pendidikan. kelembutan. sebanyak aneka ragam serangan musuh. Saat ini umat Islam sangat dituntut untuk menekuni jihad ta’limi ini. Jihad tablighi. Irak. baik formal atau Non formal. Selain jihad nafsiy dan jihad qitaali. karena: Menuju Kembali Kepada Fitrah 8 . dan belahan bumi lainnya. Jihad qitaali adalah wajib bila umat Islam diserang dengan senjata seperti di Palestina. c. dan panji-panji Islam akan tumbang diserang kekufuran. b. melindungi kaum fuqara’ dan masakin dari kekufuran yang mengintai mereka. kondisi ini menuntut umat Islam agar melakukan jihad dalam berbagai aspek kehidupan. masih banyak lagi tuntutan jihad lainnya. Apalagi sekolah-sekolah yang dikelola pendidikan non Islam sarat dengan unsur-unsur yang bisa memadamkan semangat keislaman siswa. Jihad ta’limi. Jihad maali ini sering disebut Al-Qur’an lebih daripada jihad binnafsi. Afghanistan. Jihad Maali. Di antara jihad-jihad yang dituntut sekarang adalah: a. Jihad terhadap hawa nafsu adalah jihad setiap saat bagi setiap muslim yang masih waras dan sehat. Tuntutan Jihad Sekarang Lebih Luas Ketika musuh-musuh Islam menyerang dengan berbagai macam cara untuk memadamkan cahaya agama Allah.

Tinggal bagaimana kita bisa mempelajarinya secara benar dan teliti serta mengamalkannya. maka secara garis besar struktur akhlak mulia terhadap seluruh ciptaan Allah itu dapat digambarkan seperti struktur sederhana berikut ini. Seluruh perintah tersebut sudah tercatat dalam Al-Quran dan Hadist. Akhlak kepada Ciptaan Allah. Menuju Kembali Kepada Fitrah 9 . benda hidup dan benda mati. namun diharapkan akan bisa memberikan gambaran cakupan akhlak mulia yang sudah dicontohkan dan diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. alam kubur. qada dan qadar. 2. selain manusia (tumbuhan dan hewan). Akhlak kepada Allah. Mengingat sangat luasnya cakupan akhlak ini karena menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia. orang tua. Yang pertama yaitu ciptaan Allah yang gaib. tetangga dekat dan tetangga jauh. dan benda serta alam gaib lainnya. sikap. kiamat. diri sendiri. sorga dan neraka beserta penghuninya. Akhlak terhadap ciptaan Allah meliputi segala prilaku. dan lain sebagainya. perbuatan. jin. meliputi gaib dalam arti positif dan gaib dalam arti negatif. adab dan sopan santun sesama ciptaan Allah yang terdiri atas ciptaan Allah yang gaib dan ciptaan Allah yang nyata. akhlak mulia itu dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok yaitu: 1. non muslim). kerabat jauh. serta benda mati (bumi dan segalanya serta benda angkasa).Materi Kultum Ramadhan Materi 5 Akhlak Mulia Secara garis besar. Sedangkan gaib dalam arti negatif di antaranya iblis. syetan. kerabat dekat. Walau struktur yang disampaikan masih sangat jauh dari lengkap dan sempurna. sesama muslim. Gaib dalam arti positif di antaranya malaikat. Ciptaan Allah yang nyata meliputi sesama manusia (nabi dan rasul. padang mashar. Seluruh sikap dan perilaku serta adab sopan santun terhadap semua ciptaan Allah sudah termuat dan tercantum dalam Al-Quran dan Hadist. Akhlak mulia kepada Allah berati mengikuti seluruh perintah yang telah disampikan Allah kepada Rasul yang Maha Mulia Muhammad SAW. Yang kedua yaitu ciptaan Allah yang nyata.

Akhlak Mulia Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam berarti akhlak mulia yang diperuntukkan bagi manusia tidak hanya mengatur tatanan hubungan manusia dengan manusia lainnya tetapi juga hubungan antara manusia dengan makhluk – makluk lain selian manusia dan alam sekitarnya. sama luasnya dengan seluruh asoek kehidupan manusia serta variasi variasinya. Allah telah mewajibkan kita untuk hidup berinteraksi dengan masyarakat. Perlindungan diri dan HAM. 5. Akhlak Mulia Sebagai Perlindungan Diri dan Hak Azazi Manusia ( HAM ) berarti dengan menjalin hubungan yang baik berdasarkan hukum dan syariat agama akan terbentuk hubungan yang saling menghargai dan saling menguntungkan. Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam semeste telah . 4. Akhlak mulia ini diperuntukkan oleh Allah kepada manusia yang berakal budi karena dengan tuntunan akhlak yang mulia akan bisa membedakan antara manusia denga hewan. Sebagai pengamalan Syariat Islam. Perbedaan yang khas dari milyaran umat manusia di dunia ini seharusnya makin menyadarkan manusia akan Maha Agung dan Maha Besar-nya Sang Maha Pencipta. kita adalah makhluk sosial. Sebagai Identitas. bentuk tubuh. Dengan akhlak mulia ini tatanan sosial yang terbentuk semakin memberikan makna dan nilai yang tidak saling merugikan. pengamalan akhlak yang mulia itu insya Allah akan menjadi ibadah bagi umat islam yang mengamalkanya. Tidak ada manusia di dunia ini yang memiliki kesamaan seratus persen. Hingga anak-anak yang kembar siam pun tetap memiliki perbedaan. 3. Sebagai seorang muslim. Sebagai pengamalan syariat Islam. sehingga dengan niat karena Allah SWT. atau pun sifat dan karakter pasti akan berbeda. Rahmat bagi seluruh alam.berikan tuntunan prilaku dan etika secar sempurna.e. Saat berinteraksi dengan masyarakat tentu saja kita harus dapat Menuju Kembali Kepada Fitrah 10 . Baik suara.Materi Kultum Ramadhan Pembahasan masalah Akhlak adalah pembahasan yang sangat luas. Pengatur tatanan Sosial. Sebagai Identias. 2. Akhlak Mulia Sebagai Pengatur Tatanan Sosial berarti dengan pengamalan akhlak mulia yang sudah dicontohkan oleh yang Mulia Saydina Muhammad SAW mengukuhkan bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak akan pernah bisa dan lepas dari pengaruh lingkungannya. Allah SWT telah menciptakan seluruh manusia dalam keberagaman. Secara garis besar fungsi dan tujuan pengamalan akhlak mulia bagi umat manusia adalah : 1.

Sungguh. pada bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan untuk banyak memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun. Materi 6 Meraih Ampunan Di Bulan Ramadhan Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala Allah semata maka diampunilah dosanya yang telah berlalu. Berbuat salah memang sudah sunnatullah. Rasul sendiri telah menyatakan bahwa manusia itu tempat salah dan lupa. Manusia sering berbuat dosa. siang maupun malam hari. di pabrik dan dimana saja seseorang sangat mungkin berbuat kesalahan. di bis. Di rumah. Allah SWT berfirman: Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. baik karena mengabaikan kewajiban ataupun melakukan keharaman. di bandara. telah menegaskan kepada kaum Muslim tentang berita pengampunan pada bulan Ramadhan. (HR al-Bukhari dan Muslim). Sebab. di kendaraan pribadi. Oleh sebab itu. Allah SWT Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Agar tidak terjadi masalah yang akan membuat suasana hubungan yang harmonis menjadi terganggu. lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka—dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu. di terminal. (QS Ali Imran [3]: 135). sedangkan mereka mengetahui. ini adalah bentuk kebesaran dan kasih sayang Sang Pencipta kepada makhlukNya. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. di stasiun. di angkot. di masjid. di kampus. Untuk itu. di sekolah. di kantor. melalui sabda Nabi saw. di kereta api.Materi Kultum Ramadhan menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat dengan baik. tersebut. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan pengampunan. Dosa merupakan konsekuensi dari perbuatan maksiat kepada Allah SWT. mereka segera mengingat Allah. Menuju Kembali Kepada Fitrah 11 .

Namun. beliau tetap terus memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Apapun dosanya. (QS an-Nisa [4]: 48). "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri sendiri. diberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. khususnya pada bulan Ramadhan. Rasulullah saw. selama hamba mau bertobat.Materi Kultum Ramadhan Selain itu. maka ia sungguh telah berbuat dosa yang besar. berapapun banyaknya. Di samping Allah SWT telah menyuruh setiap Muslim untuk sering memohon ampunan kepada-Nya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 12 . Baru kemudian. ”Berlomba-lombalah kalian mendapatkan ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. nash di atas juga menggambarkan bahwa kaum Muslim harus senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT. Karena itu. sesungguhnya aku benar-benar meminta ampunan kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali sehari. Rasul pernah bersabda:”Demi Allah. Beliau dijamin masuk surga. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Allah SWT Maha Penyayang tidak pilih kasih dalam memberikan ampunan kepada hamba-Nya. pada kesempatan Ramadhan yang penuh ampunan ini. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Allah SWT akan mengampuninya. Dia akan mengampuninya. jika Allah SWT menghendaki. Dia sendiri memerintahkan kepada manusia untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. dengan mengajukan banyak pertanyaan kepada dirinya sendiri tentang berbagai hal. atau terpelihara dari dosa. seorang Muslim sudah seharusnya banyak meminta ampunan kepada Allah SWT. dia akan senantiasa melakukan muhâsabah (instrospeksi diri). Memang. Allah memiliki karunia yang agung. Siapa saja yang mempersekutukan Allah. Untuk itu. Di samping itu. Allah SWT sendiri pasti akan mengampuni semua dosa manusia. Namun. (QS al-Hadid [57]: 21). juga telah memberikan teladan kepadanya. Itulah karunia Allah. Katakanlah. tentu selama manusia tidak mau bertobat sampai akhir hayatnyaAllah SWT berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya." (QS az-Zumar [39]: 53). kecuali dosa syirik. Dalam hadisnya. (HR al-Bukhari dan Muslim) Padahal Rasulullah saw. adalah seorang yang maksum. dapat saja suatu dosa seseorang langsung Dia ampuni. janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Muslim yang menjadikan Baginda Rasul sebagai suri teladannya akan berupaya untuk sering meminta ampunan.

Materi Kultum Ramadhan Materi 7 Keutamaan Qiyamullail Dari Jabir r. “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu. pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya). Rasulullah saw. Ahmad) Jika Anda ingin mendapat kemuliaan di sisi Allah dan di mata manusia. Karena itu. bersabda. Dan memberi berkah atas semua aktivitas sang hamba. Ia berdoa. beristighfar.a. ekonomi. diampuni dosanya. maupun politik.” (HR. “Aku mendengar Rasulullah saw.” (HR. Dan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. dihormati oleh sesama. bertasbih. menganjurkan kepada kita. Sang hamba merasa lezat di kala munajat dengan Penciptanya. mendekatkan diri kepada Allah. dan memuji Sang Pencipta. pendidikan. “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat. ia Menuju Kembali Kepada Fitrah 13 . menolak penyakit. amalkanlah qiyamullail secara kontinu. pasti dicintai dan dekat dengan Allah swt. Dari Sahal bin Sa’ad r. mencintai seorang hamba.a. maka Ia akan mempermudah semua aspek kehidupan hambaNya. dan itu setiap malam. dan menjadi penghuni surga yang disediakan untuknya. menghapus dosa. akan mencintai hamba yang mendekat kepadanya. dan pencegah dari dosa. Sang hamba akan dekat dengan Rabbnya.. ia berkata. sosial. Muslim dan Ahmad) Qiyamullail adalah sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Rabbnya. budaya. Seorang muslim yang kontinu mengerjakan qiyamullail.. Kalau Allah swt. sesuai dengan janjinya. baik aktivitas di bidang dakwah.

Jika ada tekad. (2)Pahamilah bahwa Anda punya kebutuhan jasmani. Kemuliaan orang mukmin dapat diraih dengan melakukan shalat malam.” Kiat Mudah Qiyamullail Qiyamullail memerlukan kesungguhan dan kebulatan tekad. lalu berkata. mengulurkan bantuan. akan sangat mudah merealisasikannya dengan izin Allah. pasti kamu akan berpisah. dan ruhani. Sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap. Hal itu dapat digapai dengan wajah yang berseri-seri. dan pada malam hari memohon kepada Allah diawali dengan qiyamulail. hiduplah sebebas-bebasnya. silaturahim.’” Orang yang shalat kala orang lain lelap tertidur. Tiba-tiba ada panggilan dikumandangkan dimana orang yang meninggalkan tempat tidurnya. lalu masuk surga tanpa hisab. (3)Hindari maksiat. akhirnya pun kamu akan mati.s. diganjar dengan masuk surga. “Malaikat Jibril a. ‘Wahai Muhamad. kalian akan masuk surga dengan selamat. Tapi sayang.” (4)Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. mengucapkan salam. Rasululah saw. Baru kemudiaan seluruh manusia diperintah untuk diperiksa. (1)Programlah aktivitas Anda di hari yang malamnya Anda rencanakan untuk qiyamulail agar memungkinkan Anda tidak kelelahan. maka berdirilah mereka jumlahnya sangat sedikit. Kabar ini sampai kepada kita dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Salam dari Nabi saw. Semoga kita termasuk kelompok yang sedikit ini dan berhak masuk surga tanpa dihisab. Dengan begitu Anda termotivasi untuk melaksanakannya. yang melaksanakan qiyamulail secara kontinu sangat sedikit jumlahnya. Cintailah orang yang engkau mau.” Seorang dai yang ingin berhasil dakwahnya. “Seluruh manusia dikumpulkan di tanah lapang pada hari kiamat. “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan. pasti akan dapat balasan. berikanlah makanan. bersabda. Berikut ini kiat-kiat pendorong meninggalkan tempat tidur untuk bermunajat kepada Yang Maha Pengasih.. datang kepada Nabi saw. dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak minta tolong orang lain. Menuju Kembali Kepada Fitrah 14 . Berbuatlah semaumu. sebarkanlah salam. aqli. “Wahai manusia. beliau bersabda. serta Anda wajib memenuhinya dengan seimbang. harus mennabur kasih sayang kepada seluruh lapisan masyarakat.Materi Kultum Ramadhan berkata. (5)Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. dan shalat malamlah pada waktu orang-orang tidur.

(9)Berdoalah kepada Allah swt. mutawazinah (seimbang). karena dengan tarbiyah akan lahir Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang) yang siap menjawab tantangan zaman dengan segala problematika. Menuju Kembali Kepada Fitrah 15 . dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur. Dalam kontek tarbiyah itu sendiri. (8)Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program qiyamullail bersama sekali atau dua malam dalam sepekan. mutakamilah (integral). maka pembinaan dalam Islam harus mampu merealisasikan tujuan-tujuan berikut ini: (1) Memahami Islam sebagai manhaj atau pedoman hidup bagi Manusia yang bersifat syumiliyah (universal). Kapan waktu makan. alamiyah (global). berdoa untuk bisa bangun malam. kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah. murunah (fleksibel) dan waqi’iyyah (realistis) serta robbaniyyah (bersumber dari Allah).Materi Kultum Ramadhan (6)Makan malam jangan kekenyangan. dan diajarkan oleh-Nya supaya bisa mengatur waktu dalam kehidupan secara baik. untuk menghasilkan kader-kader yang memiliki Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang). Materi 8 Ramadhan:Syahrut Tarbiyah Kenapa bulan Ramadhan disebut dengan syahrut Tarbiyah (bulan pembinaan dan pendidikan)?? Karena pada bulan ini umat Islam dididik langsung oleh Allah SWT. ujian dan cobaannya. Tarbiyah adalah sarana yang sangat urgen bagi kehidupan insan dan umat. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya. (7)Baik juga jika Anda janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone yang Anda miliki. kapan waktu bekerja.

(3) Memperhatikan kondisi obyektif masyarakat dalam hal aplikasi. karena memang tidak mungkin mengaplikasikan Islam hanya dengan satu model. kasar dan menyakitkan. terdapat sekian banyak wahana yang bisa dimanfaatkan dalam rangka penggemblengan dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 16 . (4) Memperhatikan tanggung jawab pendidikan Islam. Semua itu harus disesuaikan dengan situasi. sosial. ekonomi. Ramadhan bermakna panas membakar juga di dasarkan karena perut orang-orang yang berpuasa tengah terbakar akibat menahan makan minum seharian. pendidikan dan lain-lainnya. Selain itu juga perlu dilihat apakah di dalam masyarakat yang monoloyalitas ataukah multi-loyalitas. waktu dan tempat. sehingga semua nazhoriyah (teori) dapat teraplikasikan di dalam kehidupan yang nyata. meningkat keimanannya. komunikasi dan interaksi dengan prinsip-prinsip Islam. kondisi. politik. Kebetulan bulan Ramadhan masa itu sedang melalui musim panas akibat sengatan terik matahari apalagi bagi pejalan kaki di atas padang pasir pada masa itu. menguasai dan tidak menganggap mereka sebagai musuh walaupun perlakuan mereka keras. Istilah Ramadhan itu sendiri berasal dari kata ramadla-yarmudluramadlan artinya panas membakar. Panas membakar bulan Ramadhan bisa juga berarti karena bulan Ramadhan memberikan energi untuk membakar dosadosa yang dilakukan manusia. Pada bulan yang sangat istimewa ini. Oleh karena itu diperlukan ta-shil syari (pengokohan hukum syar’i’) dalam berinteraksi dengan orang lain (fiqhu ta’amul ma’al ghoir) dan manhaj tarbiyah haruslah dibuat di atas landasan ini. Apakah dengan kaum muslimin ataukah dengan non muslim dan baik dalam ta’amul da’awi (interaksi da’wah) maupun ta’amul siyasi (interaksi politik). Orang Arab dahulu ketika memindahkan namanama bulan dari bahasa lama ke bahasa Arab. berakhlak dan berpengetahuan yang lurus serta komitmen di jalan da’wah untuk menggapai ridho Allah.Materi Kultum Ramadhan (2) Memiliki komitmen pada Islam dalam semua aspeknya. Panas membakar ini bisa berasal dari sinar matahari. mereka menamakan bulan-bulan itu menurut masa yang dilaluinya. Dalam bulan romadhan. agar tercetak sosok yang shalih. Allah SWT ingin memberikan tarbiyah kepada kaum muslimin. Dalam rangka mencetak generasi sholih yang bisa bergaul dengan masyarakat luar. mampu mempengaruhi.

Materi 9 Sarana-sarana Tarbiyah Ramadhan Secara garis besar dapat kita temui bahwa Ramadhan merupakan sarana tarbiyah yang meliputi : 1. sedekah. Dari yang wajib seperti puasa dan zakat fitrah hingga yang sunaah seperti i’tikaf. 2. dan sebagainya. jujur dan sebagainya. berfungsi sebagai sarana tazkiyatunnafs (perbersihan jiwa). tarawih. Ramadhan merupakan sarana Tarbiyah Ruhiyah (pembinaan spiritual) Pada dasarnya setiap ibadah yang Allah perintahkan kepada hamba-hambaNya. selain merupakan kewajiban dan alasan diciptakannya manusia dan makhluk lainnya. Begitupun dengan bulan ramadhan yang di dalamnya terdapat ibadah puasa. dimana orang yang berpuasa selain menjaga diri untuk tidak makan dan minum. shalat misalnya merupakan sarana untuk mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar. amanah. tadarus. Zakat yang dikeluarkan oleh orang kaya merupakan sarana untuk membersihkan diri dan hartanya dari kotoran yang terdapat dalam hartanya. tawakal. juga merupakan sarana untuk membersihkan diri manusia itu sendiri dari kotoran dan dosa yang melumuri jiwa. seperti yang tersirat dalam surat At-Taubah (9) ayat 103 dan Al-Lail (92) ayat 18. sehingga tidak ada satu ibadahpun yang lepas dari arah tersebut. juga dituntut untuk mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dari yang berbentuk fisik seperti memberi makanan berbuka kepada fakir miskin hingga yang psikis seperti sabar.Materi Kultum Ramadhan pemanasan diri itu. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jasadiyah (pembinaan jasmani) Menuju Kembali Kepada Fitrah 17 .

tetapi merupakan peringatan agar jangan berkata bohong atau melakukan perbuatan yang memuat dusta. Bila dicela orang lain atau dimusuhi. Dalam hadits lain disebutkan: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak mampu meninggalkan perkataan dusta. kecuali bagi mereka yang ada udzur. apalagi dalam kewajiban puasa ramadlan. puasa juga memiliki sisi pendidikan sosial. atau karena kesehatan janin dan bayi dan menjaga kesehatan bagi orang yang sedang musafir. pria atau wanita.: “Apabila seorang dari kamu sekalian berpuasa. dan melakukan perbuatan dusta. Puasa juga dapat membiasakan umat untuk hidup dalam kebersamaan. bersatu. tanpa terkecuali. Mengenai hadits yang terakhir. maka Allah tidak membutuhkan lapar dan dahaga mereka” (HR Bukhari dan Abu Dawud). Ramadhan merupakan sarana tarbiyah khuluqiyah (pembinaan akhlak) Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.Materi Kultum Ramadhan Ibadah puasa merupakan ibadah yang tidak hanya membutuhkan pengendalian hawa nafsu tapi juga membutuhkan kekuatan fisik. 4. cinta keadilan dan persamaan. maksud hadits di atas bukan berarti orang itu disuruh meninggalkan puasa. 3. membersihkan tubuh dari sisa-sisa endapan makanan. karenanya puasa tidak diwajibkan bagi mereka yang kesehatannya tidak prima. maka janganlah ia berkata kotor dan berteriak. seluruh umat islam di dunia diwajibkan berpuasa. disinilah letak pendidikan sosial. Selain itu juga dengan puasa dari segi kesehatan akan membersihkan usus-usus. maka katakanlah: “Aku ini sungguh sedang puasa”. karena ketidak mampuan. mengurangi kegemukan dan menenangkan kejiwaan atas aspek materil yang ada dalam diri manusia. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah ijtima’iyah (pembinaan sosial) Selain melatih diri. sama dalam merasakan lapar dan dahaga. memperbaiki kerja pencernaan. Al’Allamah Asy-Syaukani berkata: “Menurut Ibnu Bathal. (Lihat surat al-baqarah ayat 184). dan sama dalam ketundukan terhadap perintah Allah. Sehingga dari sinilah di harapkan timbul rasa persaudaraan dan solidaritas. Sedangkan menurut Ibnu Arabi. begitupun juga melahirkan kasih sayang kepada orang-orang miskin. baik yang kaya atau miskin. yang mana kesemua itu merupakan keringanan (rukhsah) bagi mereka.a. wanita yang sedang hamil tua atau menyusui serta orang yang sedang musafir (dalam perjalanan). seperti orang tua yang telah renta. maksud hadits ini ialah bahwa puasa seperti itu tidak berpahala. orang sakit. Menuju Kembali Kepada Fitrah 18 . sehingga orang-orang yang mampu dan kaya merasakan apa yang di derita oleh orang-orang fakir dan miskin dan mau memberi dari rizki yang Allah anugrahkan kepadanya. mereka sama dihadapan perintah Allah.

dan 2) gaya hidup jahiliyah. Menuju Kembali Kepada Fitrah 19 . Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jihadiyah Puasa juga merupakan sarana dalam menumbuhkan semangat jihad dalam diri umat. Yusuf: 108). mengikis hawa nafsu. Inilah gaya hidup orang kafir.Materi Kultum Ramadhan Dan berdasarkan hadits ini. Yang pertama ialah kebaikan (al-khair). Dalam pandangan Islam gaya hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan. landasannya bersifat relatif dan rapuh. Materi 9 Kehidupan Jahiliyah (Bagian I): Gaya hidup Islami Vs Jahiliyah Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam hidup ini. karena dengan puasa kesehatan qalb (hati) dan jasad (jasmani) terjaga. dan berusaha menghilangkan dominasi jiwa yang selalu membawanya kepada perbuatan yang menyimpang. yaitu syirik. yaitu Tauhid. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. karenanya peperangan yang terjadi dan dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya kebanyakan di bulan puasa. Maha Suci Allah. “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dijalan kami maka Kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami (jalan yang lurus)” (QS. Hanya saja masingmasing orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya. Adapun gaya hidup jahili. dan justru dengan berpuasa mereka dapat lebih semangat dalam berjihad. dan yang kedua ialah kebahagiaan (as sa’adah). Hal ini sejalan dengan firman Allah: “Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku. yaitu: 1) gaya hidup Islami. Setiap Muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupan-nya. Perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia. Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat. sebagaimana yang telah difirmankan Allah dipenutup perintah-Nya untuk berpuasa. “agar kamu bertaqwa”. (QS. Ibnu ‘arabi mengatakan pula bahwa perbuatanperbuatan buruk tersebut di atas dapat mengurangi pahala puasa 5. terutama jihad dalam memerangi musuh yang ada dalam jiwa setiap muslim. dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. 29 ayat 69) Dan puncak tarbiyah yang dapat di raih oleh seorang muslim pada bulan ramadhan adalah mencapai maqam taqwa disisi Allah SWT. Sebagaimana puasa juga menumbuhkan semangat jihad yang nyata. Inilah gaya hidup orang yang beriman.

Lalu dalam hal apakah tasyabbuh itu?Al-Munawi Menuju Kembali Kepada Fitrah 20 . mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau. Beliau bersabda: ِ َ َ َ َ َ ِ ْ ّ َ َ ِ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ِ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ َ َ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ْ َِ ْ ِ ّ ُ َ ُ ْ َ ّ َ ُ َ ّ ُ ْ ُ َ َ ‫ل تقوم الساعة حتى تأخذ أمتي بأخذ القرون قبلها شبرا بشبر وذراعا بذراع. Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan).”Ya Rasulullah. maka ia termasuk golongan mereka” (HR. shahih). Hadits tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mere-ka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain. sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar umat Islam. )رواه البخاري عن أبي هريرة، صحيح‬ َ َِ ُُِّ ّ “Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami. Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya menyerupai umat yang lain (tasyabbuh) hakikatnya telah menjadi seperti mereka. “Siapa lagi?” (HR.(‫من تشبه بقوم فهو منهم. “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. )رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري، صحيح‬ ْ ََ َ َ َ َ ّ َ “Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu. bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak. shahih). فقمال: وممن‬ . orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi. “Ya Rasulullah.Materi Kultum Ramadhan Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim. ُ ْ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ُ ْ ُ ْ ُ ُ ْ ِ َ ّ َ َ ْ ُ ْ َُ َ ْ َ ّ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ ْ ُ َْ َ َ َ ْ َ َ َ َ ّ َ ِ ّ َ َ ‫لتتبعن سنن من كمان قبلكمم شمبرا بشمبر وذراعما بمذراع حتمى لمو دخلموا جحمر ضمب تبعتمموهم. Materi 10 Kehidupan Jahiliyah (Bagian Kedua): Tasyabbuh (menyerupai suatu kaum) Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . dan gaya hidup jahili adalah haram baginya.(‫الناس إل أولمئك. Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal. قال: فمن. Abu Dawud dan Ahmad. فقيل: يا رسول ال، كفارس والروم. قلنما: يما رسمول الم، اليهمود‬ . AlBukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri z. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”. Ada orang yang bertanya. Al-Bukhari dari Abu Hurairah z. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. niscaya kamu mengikuti mereka”. Kami bertanya.(‫والنصارى. )رواه أبو داود وأحمد عن ابن عباس‬ ْ ُ ْ ِ َ ُ َ ٍ ْ َ ِ َ َّ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum.

padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”. Mungkin kita boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah telah mulai bersaing dengan mode-mode busana jahiliyah. Kalau tidak memper-tontonkan aurat karena terbuka. Belum lagi kejahilan ini secara otomatis dilengkapi dengan tingkah laku yang -kata mereka. Materi 10 Pengertian Jahiliyah: Masa Sebelum Islam Masa Jahiliyah adalah era ketika kondisi dan situasi masyarakat belum terjamah oleh risalah dan dakwah Islam. Muslim.Materi Kultum Ramadhan berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka. Na’udzubillahi min dzalik.selaras dengan mode pakaian itu. Periode ini sering juga disebut dengan istilah Pra-Islam. berlaku/ berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka”. nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat. shahih). Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya. Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh yang sudah membudaya dan mengakar di masyarakat kita adalah pakaian Muslimah. maka tidak ada alasan bagi kita untuk tinggal diam. (HR.w tersebut disebabkan oleh sifat keras kepala. Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataannya) telanjang (karena mengekspose aurat). Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas bergaya hidup jahili. mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. istilah ini juga melekat erat pada sifat orang-orang yang tidak taat pada aturan agama yang telah diproyeksikan oleh Al-Qur’an dan AsSunnah. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan baunya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda: "Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari’at. jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda).a. maka ekspose itu dengan menonjolkan keketatan pakaian. Bahkan malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu. Kebiasaan-kebiasaan kaum jahiliyah yang realitasnya berseberangan dengan anjuran Rasulullah s. dari Abu Hurairah z. kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang. mempertontonkan dan menonjolkan aurat. yang mayoritas beragama Islam ini. Jika tasyabbuh dari aspek busana wanita saja sudah sangat memporakporandakan kepribadian umat. apriori dan ta’assub (fanatik yang berlebihan) terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 21 . Seiring dengan perkembangan dan akulturasi bahasa.

Perihal inilah yang dalam dunia Islam disebut Menuju Kembali Kepada Fitrah 22 . Syeikh Muhammad ibn Abdul Wahab dalam Masail Al-Jahiliyyah mengatakan. sedari dahulu kala hingga akhir zaman. “Ittabi’uu maa unzila ilaikum min rabbikum walaa tattabi’uu min duunihi awliyaa’a. tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapat dari bapak-bapak kami mengerjakannya.Luqman:21). akhirnya terwarisi dengan kebiasaan generasi berikutnya yang tidak malu mempertontonkan auratnya di depan publik. “Wa idzaa qiila lahumuttabi’uu maa anzalallahu.Al-A’raf:3). dan mereka enggan merobah diri serta beranjak dari kebiasaan itu. Sebagaimana Allah SWT berfirman di berbagai ayat di dalam Al-Qur’an: “Wa kadzaalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa qaala mutrafuuha innaa wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin wa innaa ‘ala aatsaarihim muqtaduun”. Yang terbesar diantaranya ialah “TAQLID”. bahwa agama mereka (orang-orang jahiliyah) terbangun oleh beberapa pondasi yang menjadi akar dan pijakan. dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya (pemimpin yang membawa kepada kesesatan).Materi Kultum Ramadhan peninggalan dan tradisi para leluhur yang mengental rekat dalam ritual yang selalu disakralkan. Qaliilan maa tadzakkaruun”: “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.” Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaithan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (QS. awalaw kaanasy-syaythaanu yad’uuhum ilaa ‘adzaabis-sa’iir”. melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapakbapak kami menganut suatu agama dan sesunguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”(QS.Shalih ibn Fauzan ibn Abdillah Al-Fauzan dalam Syarhul Masaa’il Al-Jahiliyyah menjelaskan bahwa mereka (orang-orang jahiliyah) tidak menegakkan agama mereka sesuai dengan apa yang telah para Rasul sampaikan kepada mereka. Syeikh DR. yaitu sebuah sistim yang besar yang selalu menjadi tumpuan semua orang-orang kafir. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)” (QS. “Dan demikianlah. “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. Seperti kebiasaan dahulu orang-orang jahiliyah yang mengitari ka’bah dengan bertelanjang tanpa busana. Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri. sesunguhnya mereka mengkonstruksi agama mereka dengan dasar-dasar yang mereka mengada-adakannya sendiri sekehendak hati mereka. qaaluu bal nattabi’u maa wajadnaa ‘alaihi aabaa’ana. Mereka menjawab: “(Tidak). sehingga hal seperti itu dianggap lumrah bahkan dianggap sebagai modernisasi.Az-Zukhruf:23).

“Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah penganut jejak-jejak mereka. karena mereka adalah orang-orang yang cenderung berbuat jahat. wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah. Berbeda halnya dengan kaum faqir dan dhuafa. yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri.” Dengan kata lain (secara tidak langsung) mereka bermaksud: Kami tidak butuh peran dan kehadiranmu wahai Rasul. Maa bishaahibikum min jinnatin”. atau dalam istilah Arab juga akrab dengan sebutan “al-muhakah”. Kata “mutrafuuha” dalam ayat ini adalah “mereka (para penduduk) yang hidup mewah sejahtera dan bergelimang harta pada umumnya. sombong. Hal inilah yang di dalam literatur Islam disebut dengan istilah “at-taqlid ala’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). kemudian kamu fikirkan (tentang Menuju Kembali Kepada Fitrah 23 . sedangkan objek yang ditiru itu tidak sepatutnya untuk menjadi percontohan (maslahat). Kaum yang mengagung-agungkan harta. “Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja. mereka selalu membantah dengan ucapan” “Inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. yang dahulu ketika para Rasul memberi peringatan dan mengajak mereka kepada jalan yang benar. kami lebih percaya dengan apa yang telah dibudayakan oleh leluhur kami. tahta dan garis keturunan leluhurnya inilah.Materi Kultum Ramadhan sebagai “at-taqlid”. yaitu sebagian orang meniru cara-cara yang kelompok individu lain lakukan. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wakadzalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa mutrafuuha inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. An taquumuu lillaahi matsnaa wa furaadaa tsumma tatafakkaruu. yang pada umumnya bersikap tawadhu’ dan ikhlas menerima kebenaran. wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. dan tiada keinginan menerima kebenaran. Materi 11 Pengertian Jahiliyah (Bagian Kedua): Tidak Mau Berpikir Allah SWT berfirman: “Qul Innamaa A’idzhukum biwaahidatin.

w melarang para sahabat untuk berziarah kubur.a. yang hanya bersandar pada dugaandugaan dan hawa nafsu. tidak sudi berpikir dengan akal sehatnya. Daarul Bayan Al-‘Arabi. tanpa berpikir terlebih dahulu dan membuktikan bahwa perkataannya itu sesuai dengan realitas yang hakiki. tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu” (QS.a. karena tidak sedikit kesesatan yang terbungkus oleh kamuflase hidayah.w. Turmudzi. Kami tidak sudi mematuhi orang ini. Muhammad s. “Tertipu oleh Kebanyakan” (deceived by the most). As-Syaikh Ali Mahfudz. Itulah beberapa praktek jahiliyah. Mereka lebih memilih untuk menjawab: “Kami telah berpegang teguh terhadap apa yang telah dilakukan oleh para leluhur kami.Saba’: 46). sesungguhnya hal itu akan mengingatkanmu akan kematian (kehidupan akhirat)” (HR. Mereka mengambil kesimpulan bahwa sesuatu itu salah (batil) karena asing (aneh) dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 24 . Ibnu Majah. yang senantiasa memutarbalikkan fakta. pendongeng sejati.Abu Daud. yang turun temurun terwarisi dari para leluhur mereka. bahwa perangai Jahiliyah menganut satu kaidah (asas): “Al-Ightirar bil Aktsar”. “Sesungguhnya dahulu aku mencegahmu untuk berziarah kubur. yang mengantarkan mereka pada kesesatan yang nyata. Mereka berhujjah bahwa yang banyak pelaku dan pengikutnya. An-Nasa’i. dan Ahmad) (“Al-Ibdaa’u fi Madhaaril Ibtidaa’ ”. hendaknya ini menjadi titik sentral perhatian orang-orang yang beriman agar cermat memilah dan memilih. menuding bahwa Rasulullah adalah orang gila. Orang-orang Jahiliyah yang mendengar ayat ini tidak mau berpikir sejenak seraya mempertimbangkan kandungan dan arti dari ayat yang menarik ini. itulah yang benar. padahal pada dasarnya adalah kesesatan yang teramat nyata. Hal inilah yang menjadi sebab mengapa dahulu Rasulullah s. Maka dari itu. fazuuruhaa fa innahaa tudzakkirukumul aakhirah”. Satu hal yang perlu menjadi perhatian umat Islam. yang dianggap sebagai sebuah petunjuk dan tuntunan yang benar. yang mana hidayah (petunjuk) dan yang mana dhalalah (kesesatan). Hal ini diakibatkan karena diri mereka yang tidak mau mendengar. sebelum akhirnya beliau me-mansukh-kan hadits itu dengan ucapan: “Inni kuntu nahaytukum ‘an ziyaaratil qubuur.Materi Kultum Ramadhan Muhammad). (sekarang) berziarahlah kamu. dan orang yang tidak tahu diri. Tidak jarang orangorang menyangka sesuatu itu hidayah (hal yang benar-benar sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh syariat). dan senantiasa menyelimuti diri mereka dengan hawa nafsu. namun hakikatnya adalah kesesatan yang nyata. Kairo).” Demikianlah kaum jahiliyah.

dan mereka suka memutarbalikkan fakta yang ada di dalam AlQur’an dengan menukar-nukar kandungan tafsir Al-Qur’an sekehendak hawa nafsunya.w bersabda: “Bada-al Islaamu ghariiban. “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini. Sudah menjadi sunnatullah. dan mereka tak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) (QS. Allahu A’lam bishawaab.a. wa saya’uudu ghariiban kamaa bada-a”. Materi 12 Mengikuti Rasul (Ittiba’ur Rasuul) Lawan dari istilah “at-taqlid al-a’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). Nabi s. “Islam pada mulanya (hadir) dianggap sebagai hal yang aneh (asing). dalam istilah Islam disebut Ittiba’ dan Iqtida’ yakni mengikuti dan meneladani. bahwa kebaikan itu sedikit pengikutnya dan kesesatan itu banyak peminatnya. In yattabi’uuna illadzh-dzhonna wa in hum illa yakhrushuun”.AlAn’am: 102). Sesungguhnya kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik”(QS. niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Itulah prinsip dasar yang mereka pegang.Yusuf:38). Wa in wajadnaa aktsarahum lafaasiqiin” “Dan kami tidak mendapati kebanyakan mereka berjanji. Sebagaimana yang termaktub dalam (QS. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wa in tuthi’ aktsara man fil ardhi yudhilluuka ‘an sabiilillah.Materi Kultum Ramadhan sedikit penganut atau pengikutnya. “Wamaa wajadnaa li aktsarihim min ‘ahdin. dan kelak ia akan kembali sebagai hal yang asing sebagaimana dahulu ia datang”.Al-An’am:116). yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah adalah “at-taqlid fil khair”. yakni mengikuti dalam ruang lingkup kebaikan. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. Menuju Kembali Kepada Fitrah 25 .

Materi 13 Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka (Bagian Pertama) Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia: “Wahai orang-orang yang beriman. Wa a’adda lahum jannaatin tajrii min tahtihaal anhaaru khaalidiina fiiha abadan. Menuju Kembali Kepada Fitrah 26 . Maka dari itu. Ishaq dan Ya’qub.”(QS. Itulah kemenangan yang besar.” “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah. kebenaran yang hakiki dan teladan yang terbaik hanya ada pada diri Rasulullah dan para pengikutnya. dan tidak mendapat petunjuk? (QS. jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. karena pada dasarnya.”(QS. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. jika orang yang tidak berpikir dan tidak pula mendapat petunjuk (hidayah) dijadikan sebagai teladan dan panutan.Materi Kultum Ramadhan firman Allah SWT tentang kisah Nabi Yusuf a. radhiyallahu ‘anhu wa radhuu ‘anhu. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. Dzalikal fawzul adhziim”. fanatisme yang berlebihan memantik untuk menolak kebenaran yang hakiki. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. Sesungguhnya tidak akan mendatangkan maslahat (kebaikan). Maka dari itu Allah berfirman dalam hal perangai jahiliyah: “Wa idzaa qiila lahumut-tabi’uu maa anzalallahu qaaluu bal nattabi’u maa alfayna ‘alaihi aabaa-ana awalaw kaana aabaa-uhum laa ya’qiluuna syai’an walaa yahtaduun. Dan di dalam QS. “Orang-orang yang terdahulu yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.s: “Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku Ibrahim. tatapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapat dari (perbuatan) nenek moyang kami.” mereka menjawab: “(Tidak). Pada dasarnya teladan itu hanyalah tertuju pada orang yang mau berpikir dan mendapat hidayah.Al Baqarah: 170).” (Apakah mereka akan mengikuti juga). mereka kekal di dalamnya selamalamanya.At-Taubah:10 “Wassaabiquunal awwaluuna minal muhaajiriina wal anshaari walladziinat-taba’uuhum bi ihsanin.At-Taubah:100).Yusuf:38).

Seruan ini ditujukan kepada insan beriman. yang keras. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. karena hanya mereka yang mau mencurahkan pendengaran kepada ajakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Setiap kali nyala api Jahannam itu akan padam. 2/164-165] Orang yang masuk ke dalam api yang sangat besar ini tidak mungkin dapat lari untuk meloloskan diri. Bila orang terbakar dengan api dunia. Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain. yang tidak mendurhakai Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka serta selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. berisi perintah dan peringatan berikut kabar tentang bahaya besar yang mengancam. Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka. supaya mereka terus merasakan azab. ia pun meninggal berpisah dengan kehidupan dan tidak lagi merasakan sakitnya pembakaran tersebut. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.” (Al –Isra’:97) “Setiap kali kulit mereka hangus. na’udzubillah. Bahaya yang mengerikan itu adalah api neraka yang sangat besar.” (An-Nisa’: 56) “Mereka tidak dibinasakan dengan siksa yang dapat mengantarkan mereka kepada kematian (mereka tidak mati dengan siksaan di neraka bahkan mereka terus hidup agar terus merasakan siksa) dan tidak pula diringankan azabnya dari mereka. yang dapat dinyalakan dengan kayu bakar dan dipadamkan oleh air. Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan mereka agar menyiapkan tameng untuk diri mereka sendiri dan untuk keluarga mereka guna menangkal bahaya yang ada di hadapan mereka serta kebinasaan di jalan mereka.” (Fathir: 36) [AlKhuthab Al-Minbariyyah fil Munasabat Al-‘Ashriyyah.Materi Kultum Ramadhan penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. Ini berbeda sama sekali dengan api di dunia. berpegang dengan perintah-Nya dan mengambil manfaat dari ucapan-ucapan-Nya. Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan. Api neraka ini bahan bakarnya adalah tubuh-tubuh manusia dan batu-batu. dengan subjudul Fit Tahdzir minan Nar wa Asbab Dukhuliha. karena yang menjaganya adalah para malaikat yang kasar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Menuju Kembali Kepada Fitrah 27 . tidak sama dengan api yang biasa kita kenal. Beda halnya bila seseorang dibakar dengan api neraka. yang keras.” (AtTahrim: 6) Sebuah seruan dari Dzat Yang Maha Agung kepada orang-orang yang beriman.

malaikat tersebut sangat kasar dalam menyiksa penduduk neraka. Sebagaimana ayat ini mengharuskan seseorang menjaga keluarga dan anak-anak dari api neraka dengan cara memberikan pendidikan dan pengajaran kepada mereka.” (Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an. “Penjaganya adalah para malaikat Zabaniyah yang hati mereka keras. Seorang hamba tidak dapat selamat kecuali bila ia menegakkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan terhadap dirinya dan orang-orang yang di bawah penguasaannya. serta memberitahu mereka tentang perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. menjauhi larangan-Nya. Bila dalam bahasa Arab dinyatakan: “Fulanun Syadiidun ‘alaa fulaanin” maksudnya Fulan menguasainya dengan kuat. dan selain mereka dari orang-orang yang berada di bawah kekuasaan dan pengaturannya. َ ِ Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata. kaku. menyiksanya dengan berbagai macam siksaan. baik istri-istrinya. Ada yang mengatakan. yang disebutkan dengan sifat-sifat yang mengerikan. anakanaknya. Ada yang berpendapat. Kekuatan salah seorang dari mereka adalah bila ia memukul dengan alat pukul niscaya dengan sekali pukulan tersebut tersungkur 70. dan bertaubat dari perbuatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala murkai serta perbuatan yang menyebabkan azab-Nya. “Jarak antara dua pundak salah seorang dari malaikat tersebut adalah sejauh perjalanan setahun. “Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka. yang keras” (AtTahrim: 6) Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu menjelaskan.000 manusia ke dalam jurang Jahannam. 18/218) Al-‘Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir As-Sa’di rahimahullahu berkata menafsirkan ayat ke-6 surah At-Tahrim di atas.Materi Kultum Ramadhan “Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar. ٌ َ ِ Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‫ غلظ‬adalah sangat besar tubuh mereka. sedangkan maksud ٌ ‫ شداد‬adalah kuat. menunaikan perintah-Nya. Ayat ini menunjukkan perintah menjaga diri dari api neraka tersebut dengan ber-iltizam (berpegang teguh) terhadap perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam ayat ini pula Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan neraka dengan sifat-sifat yang mengerikan agar menjadi peringatan terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 28 . keras terhadap mereka. َ ِ para malaikat itu kasar ucapannya dan keras perbuatannya. tidak mengasihi jika dimohon kepada mereka agar menaruh iba… Kata ٌ ‫ ش شداد‬maksudnya keras tubuh mereka.

874) Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Penjagaan Rasulullah SAW terhadap Keluarganya Materi 14 Menuju Kembali Kepada Fitrah 29 . Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkankanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. hal.”1 Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras.” (Taisir Al-Karimir Rahman. “Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah (patung-patung) adalah bahan bakar/kayu bakar Jahannam.Materi Kultum Ramadhan manusia jangan sampai meremehkan perkaranya. Mereka membuat kaget dengan suara mereka dan membuat ngeri dengan penampilan mereka. di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memastikan azab atas penghuni neraka ini dan mengharuskan azab yang pedih untuk mereka. Di sini juga ada pujian untuk para malaikat yang mulia dan terikatnya mereka kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala serta ketaatan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam seluruh perkara yang diperintahkan-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “…yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (At-Tahrim: 6) Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. Yaitu akhlak mereka kasar dan hardikan mereka keras. kalian sungguh akan mendatangi Jahannam tersebut. Mereka melemahkan penghuni neraka dengan kekuatan mereka dan menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap penghuni neraka.

“Wahai Bani Abdil Muththallib! Wahai Bani Fihr! Wahai Bani Lu’ai! Apa pendapat kalian andai aku beritakan kepada kalian bahwa ada pasukan berkuda dari balik bukit ini akan menyerang kalian. wahai para pemilik kamar-kamar (istri-istri beliau yang sedang tidur di kamarnya masing-masing)!” (HR. Suatu malam. Tatkala turun perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat: “Berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat. lalu menyeru manusia untuk berkumpul. Muslim) Al-Imam Muslim radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha. “Wahai Fathimah putri Muhammad! Wahai Shafiyyah putrid Abdul Muththalib! Wahai Bani Abdil Muththalib! Aku tidak memiliki kuasa sedikit pun di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menolong kalian kelak.” (Sanad hadits ini shahih kata Asy-Syaikh Ahmad Syakir rahimahullahu dalam tahqiqnya terhadap Al-Musnad). Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suami lalu si suami mengerjakan shalat.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai uswah hasanah bagi orang-orang yang beriman telah memberikan arahkan dan peringatan kepada kerabat beliau dalam rangka menjaga mereka dari api neraka. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengabarkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bangkit seraya berkata. ia percikkan air di wajah suaminya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi rumah Ali dan Fathima radhiyallahu ‘anhuma. Sampai-sampai yang tidak dapat hadir mengirim utusannya untuk mendengarkan apa gerangan yang akan disampaikan oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. bahwa bila hendak shalat witir.” (HR. Beliau pun membangunkan istri-istri beliau untuk mengerjakan shalat. “Tidaklah kalian berdua mengerjakan shalat malam?” (HR. beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan Aisyah radhiyallahu ‘anha. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad rahimahullahu: “Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat. Bila istrinya enggan untuk bangun. Al-Bukhari) Tidak luput pula putri dan menantu beliau juga mendapatkan perhatian beliau. Maka orang-orang pun berkumpul di sekitar beliau. istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.” (Asy Syu’ara: 214) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi bukit Shafa dan menaikinya. Aisyah radhiyallahu ‘anha memberitakan bahwa ketika turun ayat di atas. ia percikkan air di wajah istrinya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma). (Adapun di kehidupan dunia ini) maka mintalah harta dariku semau kalian. Beliau berkata. “Sungguh aku memperingatkan kalian sebelum datangnya azab yang pedih. “Iya. Kata beliau: “Bangunlah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memanggil kerabat-kerabatnya. suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam terbangun dari tidur beliau. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits ‘Ali radhiyallahu ‘anhu) Materi 15 Menuju Kembali Kepada Fitrah 30 .” Beliau melanjutkan. Bila suaminya enggan untuk bangun. Adakah kalian akan membenarkan aku?” Mereka serempak menjawab.

sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami.” (AtTahrim: 8) Seorang suami sekaligus ayah ini bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya. Buah yang dihasilkannya adalah dihapuskannya kesalahan-kesalahan yang diperbuat. ‘Wahai Rabb kami. Salah satu cara penjagaan diri dan keluarga dari api neraka adalah bertaubat dari dosa-dosa. Mudah-mudahan Rabb kalian menghapuskan kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surgasurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. anakanaknya. bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha. Seorang kepala rumah tangga menerapkan perkara ini dalam keluarganya. sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. menyesalinya. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu’. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma) Ia harus memaksa anaknya mengerjakan shalat bila telah sampai usianya. Ia punya hak untuk memaksa mereka agar taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak berbuat maksiat. dan mengembalikan hak-hak orang lain yang ada pada kita. karena ia adalah pemimpin mereka yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala kelak dalam urusan mereka. kemudian ia membimbing keluarganya untuk bertaubat. berketetapan hati untuk tidak mengulanginya.” (HR. taubat yang murni. Taubat yang seperti itu tentunya menggiring pelakunya untuk beramal shalih. berdasar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: Menuju Kembali Kepada Fitrah 31 . pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman.Materi Kultum Ramadhan Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Suami sebagai Kepala Rumah Tangga Seorang suami sebagai kepala rumah tangga selain menjaga dirinya sendiri dari api neraka. dan diselamatkan dari kerendahan serta kehinaan yang biasa menimpa para pendosa dan pendurhaka. dimasukkan ke dalam surga. seraya mereka berdoa. sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka. dan orang-orang yang tinggal di rumahnya. Taubat yang dilakukan disertai dengan meninggalkan dosa. ia juga bertanggung jawab menjaga istri. kepada istri dan anak-anaknya.

siapa yang meninggal dalam keadaan bermaksiat maka ia akan dimasukkan ke dalam neraka. Orangtua harus membersihkan rumah mereka dari sarana-sarana yang merusak berupa video. Anak harus terus mendapatkan pengawasan di mana saja mereka berada. Anak diperintahkan untuk mengerjakan yang ma’ruf dan dilarang dari mengerjakan yang munkar. dan majalah yang merusak.Materi Kultum Ramadhan “Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka telah berusia tujuh tahun dan pukullah mereka bila enggan melakukannya ketika telah berusia sepuluh tahun serta pisahkanlah di antara mereka pada tempat tidurnya. 2/217) Bagaimana seseorang dapat menjaga keluarganya dari api neraka sementara ia membiarkan mereka bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan kewajiban? Maka. sebelum datang jemputan dari utusan Rabbul Izzah. marilah kita berbenah diri untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Surga lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya dan neraka pun semisal itu. Sebaliknya. Al-Bukhari dari hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu) Maksud hadits di atas.” (HR. sementara kita tak cukup ‘bekal’ untuk bertameng dari api neraka. baik di dalam maupun di luar rumah. surat kabar. apatah lagi Menuju Kembali Kepada Fitrah 32 . Bersegeralah sebelum datang akhir hidup kita. dikatakan oleh Al-Imam AlAlbani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud. (Al-Khuthab Al-Minbariyyah. Abu Dawud dari hadits Abdullah ibnu ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma.”) Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman: “Perintahkanlah keluargamu untuk mengerjakan bersabarlah dalam mengerjakannya. “Hadits ini hasan shahih. sebagaimana surga pun dekat. buku-buku yang menyimpang. gambar bernyawa. siapa yang meninggal di atas ketaatan maka ia akan dimasukkan ke dalam surga. film. dijauhkan dari teman duduk yang jelek dan teman yang rusak.” (Thaha: 132) shalat dan Seorang ayah bersama seorang ibu harus bekerja sama untuk menunaikan tanggung jawab bersama anak. musik. Hendaknya ia tahu bahwa neraka itu dekat dengan seorang hamba.” (HR.

Tegasnya. kesusahan hidup tidak membuatnya harus berputus asa sedang kesenangan hidup tidak membuatnya menjadi lupa diri. Allah berfirman yang artinya: Barangsiapa yang diajuhkan azab daripadanya pada hari itu. Menuju Kembali Kepada Fitrah 33 . berat maupun ringan. Hal ini karena orang yang mendapat rahmat Allah tentu saja tergolong kedalam kelompok orang yang beruntung sebagaimana firman Allah yang artinya: Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu. Kedua. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. baik di dalam shalat maupun di luar shalat untuk bisa memperoleh rahmat Allah. Allahumma sallim! memadai untuk keluarga yang Materi 16 Meraih Rahmat Allah Sebagai manusia apalagi sebagai muslim. sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. mencegah dari yang munkar. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dan orang-orang yang beriman. namun dia tetap Istiqomah dalam keimanannya sehingga dengan keimanannya yang mantap itu. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya (QS 4:175). melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar. menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. mendirikan shalat sehingga memberi pengaruh yang besar dalam bentuk menhindari perbuatan keji dan munkar serta menunaikan zakat agar menjadi suci jiwa kita. niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (syurga) dan limpahan karunia-Nya. Mereka menyuruh (mengerjakan yang ma’ruf. maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. taat kepada Allah dan Rasul-Nya. baik dalam keadaan susah maupun senang. maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmt-Nya atasmu. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (9:71) Ketiga. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Adapun orang-orang yang beriman dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya. waktu sendiri atau bersama orang lain. lelaki dan perempuan. kalau mau memperoleh rahmat Allah kita harus taat kepada Allah dan rasul-Nya dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga. Bahkan di dalam ayat lain. niscaya kamu tergolong orang-orang yang rugi (QS 2:64). keuntungan orang yang mendapat rahmat Allah itu akan dijauhkan dari azab-Nya. mendirikan shalat. Iman yang kokoh sehingga bisa dibuktikan dengan amal shaleh yang sebanyak-banyak meskipun hambatan. tantangan dan rintangan selalu menghadang. harus tolong menolong dalam kebaikan. Dan itulah keberuntungan yang nyata (QS 6:16). terjembatani hubungan antara yang kaya dengan yang miskin serta kemiskinan bisa diatasi secara bertahap. hal ini terdapat dalam firman Allah yang artinya: Dan taatilah Allah dan Rasul supaya kamu diberi rahmat (3:132). kita tentu amat mengharapkan rahmat dari Allah Swt sehingga kita selalu berdo’a.Materi Kultum Ramadhan meninggalkan ‘bekal’ yang ditinggalkan. Kiat Meraih Rahmat Pertama.

mendengarkan bacaan Al-Qur’an apabila sedang dibacakan. hal ini karena Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia apabila ia ingin memperolah ketaqwaan kepada Allah Swt.Materi Kultum Ramadhan Disamping itu. inilah yang membuat Allah cinta kepadanya sehingga rahmat Allah akan diberikan kepadanya. menyadari terhadap kesalahan yang dilakukan. Menyesali. Maka Aku akan tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa. amat mustahil bagi manusia untuk bisa bertaqwa kepada Allah apabila Al-Qur’an tidak diikutinya. Dengan taubat. maka Allah senang pada orang tersebut sehingga Allah mau memberi rahmat kepadanya. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat (QS 6:155). Manakala seorang muslim telah mendengarkan Al-Qur’an bila dibacakan. sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo’alah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Kelima. Al-Qur’an merupakan kalamullah atau perkataan Allah. pembicaraan sesama manusia saja harus kita dengarkan atau kita perhatikan. manusia berarti mau mendekati Allah lagi dan Allah senang kepada siapa saja yang mau bertaubat. agar kamu mendapat rahmat (QS 27:46). apalagi kalau ucapan Allah yang tentu harus lebih kita perhatikan. Allah berfirman yang artinya: Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (QS 7:56). taubat berarti kembali. bahkan orang lain bisa merasakan manfaat baiknya. berbuat baik. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Orang-orang yang beriman. Keempat. yakni kembali kepada Allah. mengikuti Al-Qur’an dan selalu bertaqwa kepada Allah serta menunaikan zakat. karenanya untuk meraih rahmat Allah manusia harus bertaqwa kepada-Nya. yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami QS 7:156) Keempat. sebanyak apapun dosa yang sudah dilakukannya. Dalam kaitan ini Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal (QS 9:20-21. bertekad untuk tidak mengulanginya dan membuktikan bahwa dia betul-betul telah meninggalkan segala perbuatan salahnya dengan menggantinya kepada segala kebaikan. Keenam. yakni meninggalkan segala bentuk larangan Allah dan berjihad dalam arti bersungguhsungguh dalam perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam dalam segala aspeknya. berhijrah dan berjihad adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Ini berarti. dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Allah berfirman yang artinya: Dan apabila dibacakan Al-Qur’an. hal ini karena. iman dan istiqomah harus disertai dengan hijrah. dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat (QS 7:204). keridhaan dan syurga.. taubat dari segala dosa yang telah dilakukan. Hendaklah kamu minta ampun kepada Allah. lihat juga QS 2:218). hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dia (Nabi Shaleh) berkata: Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan?. maka dengarkanlah baik-baik. Menuju Kembali Kepada Fitrah 34 . sedang untuk bisa bertaqwa harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalam Al-Qur’an. sekecil apapun manfaat yang bisa dirasakannya. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Ny. hal ini karena secara harfiyah. yakni perbuatan apa saja yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang datang dari Allah dan Rasul-Nya serta tidak mengganggu orang lain. sebab jangankan Allah.

3:103) 2. kecuali keduanya diampuni sebelum keduanya bepisah. Lalu ia bertanya.’Demi Alloh aku mencintaimu.” (H.’Apakah Alloh tidak lebih kau cintai?’ Aku jawab. saling mengunjungi karena Aku. Kutunggu ampai dia selesai melakukan shalat kemudian aku temui dan kuucapkan salam kepadanya. 8:63) 4. Hakekat Ukhuwah Islamiyah: 1.’ Keesokan harinya .Merupakan arahan Rabbani (Q.’Ini Muadz bin Jabal.Nikmat Allah (Q. lalu keduanya berjabat tangan. Aku berkata.’Bergembiralah karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw.49:10) Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan akidah dan syariat Islam. lalu dikatakan oleh mereka. Materi 17 Ukhuwah Islamiyah “Tidaklah dua orang muslim berjumpa. Tiba-tiba aku jumpai seorang pemuda yang murah senyum yang dikerumuni banyak orang. misalnya dalam kalimat “akha fulanun shalihan”. Aku bertanya tentang dia.S. dan saling memberi karena Aku. Ukhuwah Jahiliyah bersifat temporer Menuju Kembali Kepada Fitrah 35 .”Alloh berfirman. pagi-pagi sekali aku dating ke masjid itu lagi dan kudapati dia telah berada di sana tengah melakukan shalat.R.” Makna Ukhuwah Islamiyah Kata ukhuwah berakar dari kata kerja akha. Abu Daud) Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwatha’ dari abi Idris Al Khaulany rahimahullah bahwa ia berkata: “Aku pernah masuk Masjid Damaskus.Perumpamaan tali tasbih (Q.43:67) 3.Merupakan cermin kekuatan iman (Q.Materi Kultum Ramadhan Ayat yang menyebutkan kecintaan Allah kepada orang yang bertaubat adalah yang artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang membersihkan diri” (QS 2:222). Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. Jika Mereka berselisih tentang sesuatu maka mereka mengembalikan kepada pemuda tersebut dan meminta pendapatnya.S.S.S. (Fulan menjadikan Shalih sebagai saudara).’Ya Alloh aku cintai’. Lalu ia memegang ujung selendangku dan menariknya seraya berkata. cinta-Ku pasti akan mereka peroleh bagi orang yang saling memadu cinta karena Aku. berabda.

Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia. Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu di depannya. beliau bersabda. kebangsaan. yaitu ikatan selain ikatan akidah (missal:ikatan keturunan orang tua-anak. nasionalisme. dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan. ya Rasullah. niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa “Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja yang dating dari saudaramu).” (H. Muslim) 4.” 2. karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.S. dan kepentingan pribadi) Materi 18 Peringkat-Peringkat Ukhuwah Peringkat-Peringkat Ukhuwah: 1.” (H. Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai. dari Nabi Muhammad saw. Abu Hurairah r. perkawinan. Al Hujurat: 13) 2.R Abu Daud dari Barra’) Menuju Kembali Kepada Fitrah 36 . Ta’awun adalah saling bekerja sama dan membantu tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan kemungkaran 4..’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum.’ Kemudian orang yang dicintai itu menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya. “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim. Takaful. Memohon didoakan bila berpisah “Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu” (H. Barang siapa menutupi aib di hari kiamat.” (H. Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim) “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.’ Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.R.R.R. Muslim) 3.’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya. Muslim) 3.a. Hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta. kesukuan. Tafahum adalah saling memahami. adalah saling menanggung kesulitan yang dialami saudaranya Hal-hal yang menguatkan ukhuwah islamiyah: 1.. Saling mengenal antara kaum muslimin merupakan wujud nyata ketaatan kepada perintah Allah SWT (Q. Ta’aruf adalah saling mengenal sesama manusia.Materi Kultum Ramadhan (terbatas waktu dan tempat).

Ia rela haus demi puasnya prang lain. Ia rela bersusah payah demi istirahatnya orang lain. yaitu itsar. Merasakan lezatnya iman 2. Tingkatan cinta yang paling rendah adalah husnudzon yang menggambarkan bersihnya hati dari perasaan hasad. Al-Qur’an menganggap permusuhan dan saling membenci itu sebagai siksaan yang dijatuhkan Allah atas orang0orang yang kufur terhadap risalahNya dan menyimpang dari ayat-ayatNya.S. Menuju Kembali Kepada Fitrah 37 . dan bersih dari sebab sebab permusuhan. Ia rela berjaga demi tidurnya orang lain. Ia rela lapar demi kenyangnya orang lain. bahasa. 6. Mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi) 3. dengki. Sebagaiman firman Allah Swt dalam Q. 9. 15:45-48) Di antara unsur-unsur pokok dalam ukhuwah adalah cinta. meskipun berbedabeda dalam harta dan kedudukan. Itsar adalah mendahulukan kepentingan saudaranya atas kepentingan diri sendiri dalam segala sesuatu yang dicintai. antara sebagian dengan sebagian yang lain. Mendapatkan tempat khusus di surga (Q. warna kulit. dan atau batas negara.S. 8. benci.Materi Kultum Ramadhan 5. Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara) Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya Memenuhi hak ukhuwah saudaranya Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan Materi 17 Manfaat Ukhuwah Islamiyah Manfaat Ukhuwah Islamiyah 1. iklim. 7. Al-Ma’idah:14 Ada lagi derajat (tingkatan) yang lebih tinggi dari lapang dada (Salamatus shadr)) dan cinta. sehingga tidak ada kesempatan untuk bertikai atau saling dengki. Islam menginginkan dengan sangat agar cinta dan persaudaraan antara sesama manusia bisa merata di semua bangsa. Islam tidak bisa dipecah-belah dengan perbedaan unsure. Ia pun rela ditembus peluru dadanya demi selamatnya orang lain.

Pertama. Allah SWT akan melakukan perhitungan yang teliti dan meminta pertanggungjawaban mereka dan selanjutnya akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih” (HR. sebagaimana dikemukakan dalam Human Development Report 2006 yang diterbitkan oleh UNDP (United Nations Development Programme). Sedangkan sisanya 90% masyarakat dunia menguasai 46% total kekayaan dunia (Beik. Lapoe dan Colin (1978) serta George (1981) menyatakan bahwa penyebab utama kemiskinan adalah ketimpangan sosial ekonomi akibat adanya sekelompok kecil orang-orang yang hidup mewah di atas penderitaan orang banyak. Rasulullah SAW. Ingatlah. Padahal Allah SWT sangat menentang perputaran harta di tangan kelompok elit masyarakat saja.Materi Kultum Ramadhan Materi 18 Mengatasi Kesenjangan Sosial Dalam Islam Adalah sudah menjadi fakta. 10% kelompok kaya dunia menguasai 54% total kekayaan dunia.supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.. jika zakat. sebagaimana yang dinyatakan-Nya dalam QS Al-Hasyr: 7: “. infak. dan bukannya disebabkan oleh semata-mata kelebihan jumlah penduduk (over population). Tidaklah mungkin terjadi seorang fakir menderita kelaparan atau kekurangan pakaian. Dalam ajaran Islam. bahwa kegiatan ekonomi sekarang adalah melahirkan kesenjangan pendapatan yang semakin lebar dan semakin besar. menyatakan: “Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan atas hartawan muslim suatu kewajiban zakat yang dapat menanggulangi kemiskinan. Berdasarkan laporan tersebut. Misalnya. Hadits tersebut memberikan dua isyarat. akan tetapi juga akibat dari pola kehidupan yang tidak adil (kemiskinan struktural) dan merosotnya kesetiakawanan sosial. al-Hasyr: 7). sehingga kekayaan terkonsentrasi di tangan segelintir kelompok.. 2006)..” (QS. Menuju Kembali Kepada Fitrah 38 . kemiskinan bukanlah semata-mata disebabkan oleh kemalasan untuk bekerja (kemiskinan kultural)... dan sedekah dapat dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan dikelola dengan baik. Thabrani dalam Al Ausath dan Ash Shoghir). terutama antara kelompok kaya dan kelompok miskin. salah satu mekanisme distribusi pendapatan dan kekayaan ini adalah melalui instrumen zakat. dalam sebuah Hadits riwayat Imam al-Ashbahani dari Imam Thabrani. Kedua. kecuali oleh sebab kebakhilan yang ada pada hartawan muslim. Salah satu faktor utama yang menyebabkan besarnya kesenjangan pendapatan tersebut adalah karena ketiadaan mekanisme distribusi kekayaan yang mencerminkan prinsip keadilan dan keseimbangan. infak dan sedekah (ZIS).

Materi Kultum Ramadhan
apakah dalam aspek pengumpulan ataupun dalam aspek pendistribusian, kemiskinan dan kefakiran ini akan dapat ditanggulangi, paling tidak dapat diperkecil (Hafidhuddin, 1998). Dalam Alquran dan Hadits, zakat, infaq dan sedekah di samping sering digandengkan dengan salat, juga digandengkan dengan kegiatan riba, misalnya dalam QS. Ar-Rum: 39 dan QS. Al-Baqarah: 276. Hal ini mengisyaratkan bahwa optimalisasi ZIS akan memperkecil kegiatan ekonomi yang bersifat ribawi. Karena itu, gerakan penyadaran zakat hakikatnya adalah gerakan untuk menghilangkan kesenjangan, baik kesenjangan pendapatan maupun kesenjangan sosial, yang berbahaya bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Materi 19 Al Qur’an Terjaga Keasliannya
Walaupun terjadi penyimpangan di sana-sini terhadap Al-qur’an, tetapi pada akhirnya penyimpangan tersebut akan terkalahkan dan Allah akan meluruskan kembali. Sungguh Allah telah menentukan hal demikian, sebagai sunatullah, agar kita berlomba-lomba dalam beramal dan nyata antara yang benar dan yang salah. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran, dan Kami tentu menjaganya.” (QS 15:9) Di satu sisi banyak umat mendustakan, di satu sisi lain akan banyak umat yang membenarkan. Telah dibuktikan secara ilmiah oleh ilmuwan-ilmuwan kaliber dunia bahwa Al-qur’an adalah ayat-ayat yang berlaku sepanjang masa dan penemuan-penemuan ilmiah mereka ternyata hanya membenarkan dan memperjelas kandungan-kandungan dan hukum-hukum yang telah dicantumkan dalam Al-qur’an. ”Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar (sumber sinar) dan bulan bercahaya (memantulkan cahaya) dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat, garis edar yang tetap) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui (berilmu)”. (Surat 10: Yunus ayat 5). Al-qur’an adalah proyek Allah berisi tuntunan keselamatan kehidupan universal, dan dengan keterbatasan manusia yang hanya diberikan ilmu dan kemampuan sedikit dan dipenuhi nafsu serakah dan selalu dikelilingi setan (manusia dan jin) akan menjadi tersesat jika menafsirkan Al-qur’an dengan hawa nafsunya. Banyak cara Allah menjaga Al-Qur’an. Sejak zaman rosulullah, ada ribuan penghafal-penghafal Al-qur’an sehingga tidak akan ada kekeliruan penyalinan ayat, dan jika ada akan langsung terbongkar. Apalagi sekarang, ada jutaan penghafal Al-Qur’an. Disamping itu, telah ditemukan rumus-rumus matematika sangat menakjubkan, jelas diluar kemampuan manusia

Menuju Kembali Kepada Fitrah

39

Materi Kultum Ramadhan
apalagi Muhammad yang buta huruf, dengan temuan tersebut menjadikan sangat memudahkan “menemukan Al-Qur’an Palsu”. akan

Setiap muslim pasti meyakini kebenaran Quran sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun kemukjizatan Quran tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli. Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sampai seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahuntahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan. Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti surat-surat/ayat-ayat dalam Quran serba berkelipatan angka 19. Penemuannya tersebut berkat penafsirannya pada surat ke-74 ayat : 30-31, yang artinya : " Di atasnya ada sembilanbelas (malaikat penjaga). (QS. 74:30)

Materi 20 Pengertian Al Qur’an

Secara Bahasa (Etimologi) Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (‫ )قققرأ‬yang bermakna Talaa (‫[ )تل‬keduanya bererti: membaca], atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi). Anda dapat menuturkan, Qoro-’a Qor’an Wa Qur’aanan (‫ )قققرأ قققرءا وقرآنققا‬sama seperti anda menuturkan, Ghofaro Ghafran Wa Qhufroonan (‫ .)غفققر غفققرا وغفرانققا‬Berdasarkan makna pertama (Yakni: Talaa) maka ia adalah mashdar (kata benda) yang semakna dengan Ism Maf’uul, ertinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a) maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il, ertinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) kerana ia mengumpulkan/mengoleksi berita-berita dan hukum-hukum.* Secara Syari’at (Terminologi) Adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas. Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan alQur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan beransur-ansur.” (alInsaan:23)

Menuju Kembali Kepada Fitrah

40

Materi Kultum Ramadhan
Dan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa alQur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (Yusuf:2) Allah ta’ala telah menjaga al-Qur’an yang agung ini dari upaya merubah, menambah, mengurangi atau pun menggantikannya. Dia ta’ala telah menjamin akan menjaganya sebagaimana dalam firmanNya, “Sesunggunya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (al-Hijr:9) Oleh kerana itu, selama berabad-abad telah berlangsung namun tidak satu pun musuh-musuh Allah yang berupaya untuk merubah isinya, menambah, mengurangi atau pun menggantinya. Allah SWT pasti menghancurkan tabirnya dan membuka tipudayanya. Allah ta’ala menyebut al-Qur’an dengan sebutan yang banyak sekali, yang menunjukkan keagungan, keberkatan, pengaruhnya dan keuniversalannya serta menunjukkan bahawa ia adalah pemutus bagi kitab-kitab terdahulu sebelumnya. Allah ta’ala berfirman, “Dan sesunguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-Qur’an yang agung.” (al-Hijr:87) Dan firman-Nya, “Qaaf, Demi al-Quran yang sangat mulia.” (Qaaf:1) Dan firman-Nya, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memerhatikan ayatayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Shaad:29) Dan firman-Nya, “Dan al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (al-An’am:155) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia.” (al-Waqi’ah:77) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan ) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang menjajakan amal saleh bahawa bagi mereka ada pahala yang benar.” (al-Isra’:9) Dan firman-Nya, “Kalau sekiranya kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-

Menuju Kembali Kepada Fitrah

41

membenarkan apa yang sebelumnya. iaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian* terhadap kitab-kitab yang lain itu. maka dengan surah ini bertambah kekafiran mereka.? ‘ Adapun orang-orang yang beriman. “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. Allah ta’ala berfirman.” (al-Hasyr:21) Dan firman-Nya. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia). dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Qur’an dengan jihad yang benar. “Maha suci Allah yang telah menurunkan al-Furqaan (al-Qur’an) kepada hamba-Nya. di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.Materi Kultum Ramadhan perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. Allah ta’ala berfirman. “Dan apabila diturunkan suatu surah maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan itu). maka surah ini menambah imannya sedang mereka merasa gembira.” (an-Nahl:89) Dan firman-Nya. “Dan al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orangorang yang sampai al-Qur’an (kepadanya)…” (al-An’am:19) Dan firman-Nya. ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini. sesungguhnya ia telah menta’ati Allah.” (al-Furqan:52) Dan firman-Nya. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit.” (al-Furqaan:1) Sedangkan Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam juga merupakan sumber Tasyri’ (legislasi hukum Islam) sebagaimana yang dikukuhkan oleh al-Qur’an. maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan…” (al-Maa’idah:48) Al-Qur’an al-Karim merupakan sumber syari’at Islam yang kerananya Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam diutus kepada seluruh umat manusia. “Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir.” (an-Nisa’:80) Menuju Kembali Kepada Fitrah 42 . “Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu. maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (at-Taubah:124-125) Dan firman-Nya. Dan firman-Nya. “Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran.

4. Menuju Kembali Kepada Fitrah 43 . Oleh karena bagi anda yang ingin memaksimalkan peran al-Qur'an dalam kehidupan. nampaknya harus lebih banyak lagi mengetahui manfaat dan perannya. 7. Ayat-ayat Alloh akan menjadi penjaganya selama ia hidup di dunia. Ketika membaca al-Qur'an. ikutilah aku. Dan apa yang dilarangnya bagimu. 5. terimalah dia. 6. maka sungguhlah dia telah sesat. Karena saking istimewanya al-Qur'an ini dari kitab-kitab samawi lainnya. Allah memberikan tempat istimewa bagi para pecintanya. 2. nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosadosamu. “Katakanlah. seperti yang dialami dan dirasakan oleh Sayyid Quthb Rahimahullah. terutama untuk kehidupan.” (Ali ‘Imran:31) Materi 21 Manfaat Membaca Al Qur’an Sebagai wahyu yang Allah turunkan kepada nabi-Nya. tentu al-Qur'an memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri bagi para pembaca dan penggemarnya.” (alAhzab:36) Dan firman-Nya. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu. Bacaan al-Qur'an yang melibatkan emosi akan memberikan kedamaian dan ketenangan yang tidak bisa dilukiskan. ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. tinggalkanlah…” (al-Hasyr:7) maka maka Dan firman-Nya. Orang yang membaca al-Qur'an akan senantiasa ingat Allah dan kembali kepada-Nya. sesat yang nyata. Allah menegur diri kita pada setiap ayat-ayat Nya. Di antara manfaat itu adalah: 1. karena ia telah menjaga ayat-ayat-Nya. Ayat-ayat al-qur'an yang kita baca sehari-sehari tidak lepas dari karunia Allah untuk setiap muslim yang demikian besar. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kecukupan dan nikmat Allah meski ia merasakan serba kurang di dunia.Materi Kultum Ramadhan Dan firman-Nya. “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya. 3. Orang yang paham al-Qur'an adalah orang yang memiliki banyak ilmu. Ayat-ayat al-Qur'an yang dibaca setiap hari akan memberikan motivasi dan penyemangat bagi si pembacanya.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Orang yang rajin membaca al-Qur'an akan selalu diberikan jalan kemudahan dan petunjuk sehingga tidak mudah untuk menyimpang dan menyerah karena ayat-ayat Allah akan selalu mengingatkan dirinya ketika dirinya 'tersandung dosa dan maksiat. Ahmad. yaitu dengan keindahan bayannya." Para ulama balaghah dan para sastrawan bangsa Arab sejak masa Abdul Qahir sampai Ar-Raf"i dan Sayyid Quthb dan selain mereka pada zaman kita ini telah menjelaskan sisi I'jaz bayani (kejelasan mu'jizat) atau sisi keindahan dalam kitab ini... Orang yang membaca al-Qur'an bagaikan orang yang sedang menyelami samudera kehidupan. 11. dan keunikan suaranya apabila dibaca. Ia telah membuat bangsa Arab tidak mampu berkutik. sehingga sebagian mereka menamakannya "Sihir. Dan masih banyak manfaat-manfaat lainnya yang terus update dengan kondisi kehidupan kita. Muslim) Dalam riwayat lainnya disebutkan "Sesungguhnya suara yang baik itu menambah Al Qur'an menjadi baik.Amiin Materi 22 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Pertama): Membaguskan Bacaan Al Qur’an Al Qur'an Al Karim merupakan mu'jizat Rasul yang agung termasuk mu'jizat yang indah selain juga mu'jizat yang logis. 10. Ayat-ayat al-Qur'an mengajak pembacanya untuk senantiasa berpikir. 9. Orang yang membaca dan menjaga al-Qur'an selalu berada dalam lindungan dan penjagaan Allah.' 12." (HR. kreatif.Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu belajar dan meningkatkan diri untuk lebih dekat lagi dengan al-Qur'an. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kegembiraan dan penuh harapan. Bukhari) Tetapi dengan lagu yang khusyu' bukan main-main atau merubah. dan mengambil manfaat darinya." (Al Muzzammil:4) Rasulullah SAW bersabda "Bukanlah termasuk ummatku orang yang tidak melagukan Al Qur'an. sehingga membuatnya ingin selalu beramal. Karena diri mereka selalu dipompa dengan siraman ayat-ayatNya yang lembut. "Hiasilah Al Qur'an itu dengan suaramu." (HR." (HR. Orang yang selalu akrab dengan ayat-ayat akan diberikan jiwa yang sejuk. di saat orang lain merasakan kesedihan. Abu Dawud dan AnNasa'i) Menuju Kembali Kepada Fitrah 44 . kecemasan dan rasa pesimis. hati yang damai dan pikiran yang jernih.. Yang dituntut di dalam membaca Al Qur'an adalah bertemunya antara keindahan suara dan tajwidnya sampai keindahan bayan dan susunannya. inovatif dan produktif. kerapian susunan dan uslubnya. merenung dan beramal sebanyak-banyaknya. oleh karena itu Allah SWT berfirman: "Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan..Materi Kultum Ramadhan 8.

" (HR. Muslim) Rasulullah SAW juga bersabda: "Apa yang diizinkan Allah pada sesuatu. Materi 23 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Kedua): Kalamullah Bagaimanakah kita membuktikan Al-Quran itu adalah Kalam Allah? Pertama. kebenaran isinya.Tapi ternyata tidak seorang pun dari mereka yang bisa membuat seperti Al-Qur'an. Dan memang sampai sekarang tidak ada seorangpun yang bisa mengarang sepertinya. maka aku akan membacakan untukmu dengan bacaan yang lebih baik. Al-Qur’an merupakan mu’jizat ( tidak ada seorangpun yang bisa mendatangkan sepertinya. orang-orang Arab berada di puncak kefasihan berbahasa. atau seperti surah di antara surahsurahnya ). susunan ayat-ayat dan surahsurahnya. Bairut1990) : dari rangkaian katanya yang indah " balaghah ". ilmu. kesesuaian informasinya dengan penemuan final ilmu pengetahuan. Pada waktu Al-Qur'an diturunkan. aku mendengarkan suaramu tadi malam. sastra dan seni secara bersamaan." (HR. Bukhari dan Muslim) Dalam Al Qur'an terkandung unsur agama. sebagai bukti yang membenarkan bahwa ia benar-benar utusan Allah. Mu’jizat ini hanya diberikan oleh Allah." Abu Musa berkata. Darul Ma'rifah. "Seandainya kamu melihatku. Dia mampu memberikan siraman ruhani. memberikan kepuasan akal. kepada seorang rasulNya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 45 . Tapi usaha mereka gagal. "Seandainya aku mengetahui hal itu. membangunkan perasaan. Ahmad. Berbagai usaha telah dilakukan oleh sebagian penyair mereka. oleh Az Zarkasyi :Jilid:2. sungguh kamu telah diberi seruling dari seruling keluarga Dawud. Imam Az Zarkasyi menyebutkan bahwa mu’jizat Al-Qur'an nampak dari segala sisi ( lihat Al Burhan fi ulumil Qur'an.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah SAW juga bersabda kepada Abu Musa Al Asy'ari RA. sampai seperti surah yang paling pendek pun masih belum ada yang bisa mendatangkannya. apa yang dizinkan Allah kepada Nabinya (adalah) untuk membaguskan dalam melagukan Al Qur'an yang dia baca dengan keras. Sebagai Mu'jizat Al-Qur'an tentu dari Allah. memberikan kenikmatan pada perasaan dan memperlancar lisan. Bahkan mereka sendiri mengakui bahwa Al-Qur'an memang bukan karangan manusia.hal:237.

Dan sampai sekarang Al-Qur'an masih terus menantang. Kalau memang karangan Nabi Muhammad SAW. Kalau masih belum percaya silahkan kumpulkan hadits-hadits Nabi – ujar Al Baqillani -. Masuk akalkah seorang menegur dirinya senidiri dalam buku yang dikarangnya? Kalau memang benar Al-Qur'an karangan Muhammad SAW. Ketiga. Para Ulama sepanjang sejarah telah membuktikan hakikat kesatuan Al-Qur'an dengan susunannya yang ada.Materi Kultum Ramadhan Kedua. Al-Qur'an kalam Allah. Al-Qur'an sendiri menyuruh Rasulullah SAW untuk menantang siapa saja yang dari mahluk yang ada. Ini semua menunjukkan bahwa Al-Qur'an kalam Allah. Al Falaq dan An Nas. Sampai-sampai Al Baqillani menantang. hasilnya sebuah kesimpulan bahwa Al-Qur'an bukan karangan Nabi. di dalam Al-Qur'an begitu banyak. Di permulaan surat " Abasa " juga teguran kepada Rasulullah kerena beliau bermuka masam kepada Ibn Ummi Maktum yang pada waktu itu minta Rasulullah untuk mengajarkannya Al-Qur'an. mencoba membandingkan antara hadits-hadits Nabi dan ayat-ayat Al-Qur'an. namun kemudian Imam Al-Baqillani dalam bukunya Ijazul Qur'an. Dalam (QS: Hud:13) perintah untuk Nabi agar menantang mereka supaya mendatangkan sepuluh surah. sunan surahsurahnya. Dalam (QS:Yunus:38) perintah agar menantang mereka untuk mendatangkan satu surah. Perhatikan saja tiga surah terkahir : Al Ikhalsh. Bahkan ada yang berupa teguran seperti yang terdapat dalam surat " Al Tahrim ". lalu susunlah sebagaimana susunan Al-Qur'an. Padahal ia diturunkan secara berangsurangsur. teliti susunan ayatnya. Bandingkan dengan Al-Qur'an. saling berkaitan dari awal sampai akhir. Di tambah lagi bahwa di dalam Al-Qur'an banyak " khitab " yang ditujukan kepada Rasulullah. Rasulullah ditegur langsung karena mengharamkan madu pada dirinya. anda akan menemukan suatu keterpaduan. memang ada tuduhan bahwa Al-Qur'an karangan Nabi Muhammad SAW. untuk menjaga perasaan istrinya yang tidak suka bau madu yang diminumnya. jin dan manusia untuk membuat sepertinya. mengapa pakai perintah? Dan bentuk perintah kepada Nabi Muhammad SAW. anda akan menemukan susunan yang tidak berkaitan antara satu hadits dengan lainnya. Pada (QS:Al Baqarah:23) juga demikian. Semuanya dimulai dengan perintah " qul " ( katakan hai Muhammad ). Bahkan dalam (QS:Al Isra':88) Al-Qur'an menegaskan bahwa sekalipun jin dan manusia berkumpul untuk mengarang seperti Al-Qur'an tidak akan bisa. sementara Rasulullah sedang sibuk dalam sebuah pertemuan dengan pemukapemuka Quraisy. Menuju Kembali Kepada Fitrah 46 . tapi tidak ada seorangpun yang bisa menjawab.

yang mengerjakan amal saleh. Silahakan anda bandingkan antara penemuan ilmu pengetahuan yang sudah final ( bukan teori ). dan seterusnya yang semuanya ini tidak mungkin dijangkau oleh akal manusia. kaum muslimin. yang mengatur kehidupan setelah matinya semua mahluk. Keempat." ( Al Kahfi: 1-3) Rabb kita telah memberikan kemuliaan kepada kita --sebagai kaum Muslimin-.Materi Kultum Ramadhan Dan kalau Al-Qur'an karangan manusia. anda pasti akan mendapatkan hakikat yang sama. bisa menjangkau penemuan ilmu yang baru saja didapatkan tanpa sebuah penelitian? Kelima. Sudah demikian banyak para ulama mengungkap hal ini dalam pembahasan "al i'jazul ilmi lilqur'an". bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. tentu tidak akan sampai sejauh ini berani menantang. Rabb kita juga. tentang alam. seperti adanya surga dengan segala keindahannya. Sesuai firman Allah SWT: "Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Materi 24 Al Qur’an Membentuk Umat Mulia "Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. dan Al-Qur'an kalamNya. Maka apakah kamu tiada memahaminya?" (Al Anbiyaa: 10). Kitalah. Suatu bukti bahwa ia kalam Allah yang mu'jiz. telah memuliakan kita dengan mengutus nabi yang terbaik yang pernah diutus kepada manusia.dengan menganugerahkan kitab suci yang terbaik yang diturunkan kepada manusia. sebagai bimbingan yang lurus. untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman. di dalam Al-Qur'an banyak informasi mengenai alam ghaib. lalu bandingkan dengan penegasan Al-Qur'an. yang mengandung firman-firman Allah SWT yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 47 . Sementara Al-Qur'an akan terus menantang sampai hari Kiamat. satu-satunya umat yang memeliki manuskrip langit yang paling autentik. Suatu bukti bahwa yang mempunyai informasi seperti ini hanya Dia yang menciptakan alam. karena alam ini ciptaan Allah. Adakah akal manusia sejak sekian abad silam. atau tentang tubuh manusia dan lain sebagianya. Mengapa. dan yang menentukan akhir hidup manusia. mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. dan yang membagi ada yang ke surga dan yeng ke neraka. adanya hari kiamat. dan neraka dengan segala kepedihannya.

" (Al Hijr: 9). Dan salah seorang dari mereka. penj.). yang diberikan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia. yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. kecuali Al Qur'an ini. Ia juga dihapal oleh anak-anak kecil kaum Muslimin. baik itu lelaki maupun perempuan. dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. yang menghapal Al Qur'an dalam mereka. sebagaimana bentuknya saat diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad Saw. Ia tidak dimulai dengan basmalah. jika Anda tanya: "siapa namamu?" --dengan bahasa Arab-. baik itu kitab agama atau kitab biasa. Karena. Seluruhnya dimulai dengan basmalah (bismillahirrahmanirrahim).niscaya ia tidak akan menjawab! (Karena tidak paham bahasa Arab!. Maka tidak aneh jika kita menemukan banyak orang. Tidak ada seorangpun yang dapat menambah atau mengurangi satu hurup-pun darinya. dan malah hurup-hurupnya--. yaitu surah at Taubah. dengan perantaraan ruh yang terpercaya (Jibril)." (Huud: 1) "Dan sesungguhnya Al Qur'an itu adalah kitab yang mulia. Maka bagaimana mungkin seseorang dapat menambah atau mengurangi suatu kitab yang dihitung kata-kata dan hurup-hurupnya itu?! Tidak ada di dunia ini suatu kitab yang dihapal oleh ribuan dan puluhan ribu orang. tidak ada tempat bagi akal untuk campur tangan. Kecuali satu surah saja. Al Quran berisikan seratus empat belas surah. dan mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. didengarkan. Dan anugerah itu terus terpelihara dari perubahan dan pemalsuan kata maupun makna. Ia menghapal Menuju Kembali Kepada Fitrah 48 . Dan tidak ada seorang pun yang berani untuk menambahkan basmalah ini pada surah at Taubah. suatu kitab. Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya. Perhatian kaum muslimin terhadap Al Quran sedemikian besarnya. Karena Allah SWT. Ayat-ayatnya dibaca. yang terjaga dari perubahan dan pemalsuan. kecuali Al Qur'an. namun mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu.Materi Kultum Ramadhan terakhir. hingga mereka juga menghitung ayat-ayatnya --bahkan kata-katanya. baik dengan tulisan atau bacaan. dihapal dan dijelaskan." ( Fushshilat: 41-42) Tidak ada di dunia ini. dalam masalah Al Qur'an ini. yang telah dimudahkan oleh Allah SWT untuk diingat dan dihapal. telah menjamin untuk memeliharanya. di dalam hati mereka. dan tidak dibebankan tugas itu kepada siapapun dari sekalian makhluk-Nya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an. Demikian juga dilakukan oleh banyak orang non Arab. Al Qur'an adalah kitab Ilahi seratus persen: "(Inilah) suatu kitab yang ayatayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu.

Materi Kultum Ramadhan Kitab Suci Rabbnya semata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Atau seperti yang digarap oleh suatu ilmu khusus yang dikenal dengan "ilmu tajwid Al Qur'an"."(Al Israa: 9) "Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah. dan kitab yang menerangkan. masih tetap tertulis dan tercetak hingga saat ini.a. Al Qur'an tidak semata dijaga makna-makna. dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. meskipun ia tidak memahami apa yang ia baca dan ia hapal. yang berani merubah metode penulisan Al Qur'an itu. koran dan lainnya yang ditulis dan dicetak. idgham (digabungkan). meskipun metode dan kaidah penulisan telah berkembang jauh. dan jalan yang paling lurus. dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku bagi seluruh buku. kalimat-kalimat serta lafazhlafazhnya saja. izhhar (jelas). media cetak. namun juga cara membaca dan makhraj hurup-hurupnya. ikhfa (disamarkan) dan iqlab (dibalik).."Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus." ( Al Maaidah: 15-16) Al Qur'an adalah "cahaya" yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. seperti tertulis pada era khalifah Utsman bin Affan r. di samping cahaya fithrah dan akal: "Cahaya di 49 Menuju Kembali Kepada Fitrah . Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan. Materi 25 Al Qur’an Cahaya Allah menurunkan Al Qur'an untuk memberikan kepada manusia tujuan yang paling mulia. dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya. tidak ada suatu pemerintah muslim atau suatu organisasi ilmiah pun. Hingga rasam (metode penulisan) Al Qur'an. mana yang harus ghunnah (dengung). karena ia tertulis dengan bukan bahasanya. Seperti kata mana yang harus madd (panjang). bagi Al Qur'an. Hingga saat ini.

" (At Taghaabun: 8). kemudian ia memperjelas yang lain. (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an). Seperti dalam firman Allah SWT: "Hai manusia. (Al Maaidah: 44) Demikian juga mendeskripsikan Injil seperti itu. dan dia adalah "cahaya yang istimewa"." (Al A'raaf: 157) Di antara karakteristik cahaya adalah: Dirinya sendiri telah jelas. menunjukkan jalan bagi orang-orang yang sedang kebingungan saat mereka gamang dalam menapaki jalan atau tidak memiliki petunjuk jalan. menjelaskan hakikat-hakikat. sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. Seperti diungkapkan oleh Al Bushiry dalam Lamiah-nya: "Maha Besar Allah." (Al Maidah: 46) Perbedaan dalam dua pengungkapan itu menunjukkan perbedaan antara Al Qur'an dengan kitab-kitab suci lainnya. Dan Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai cahaya." Seperti dalam firman Allah SWT: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)". saat mentari pagi telah bersinar. serta menambah jelas dan menambah petunjuk bagi orang yang telah mendapatkan petunjuk. Dan jika Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sebagai "cahaya". membongkar kebatilan-kebatilan." (An Nisaa: 174) "Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur'an) yang telah Kami turunkan. Hal itu karena Al Qur'an ini datang untuk membenarkan kitab-kitab suci yang telah turun sebelumnya.Materi Kultum Ramadhan atas cahaya (berlapis-lapis). Yaitu yang berkaitan dengan pokokMenuju Kembali Kepada Fitrah 50 . ia juga mendeskripsikan Taurat dengan kata yang lain: "Di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi). seperti dalam firman Allah SWT tentang Nabi 'Isa: "Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) . ia akan memadamkan pelita-pelita". sesungguhnya agama Muhammad Dan kitab sucinya adalah kitab suci yang paling lurus dan paling teguh Jangan sebut kitab-kitab suci lainnya di depannya Karena. dalam banyak ayat. Ia membuka hal-hal yang samar. Dan berfirman kepada para sahabat Rasulullah Saw dengan firmanNya: "Dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an)." (An Nuur: 35). menolak syubhat (kesamaran).

membenarkan apa yang sebelumnya. kenabian. serta mengeksplorasi mutiara-mutiara terpendamnya." (Al Maaidah: 48) Al Qur'an juga mempunyai maksud dan tujuan diturunkanya. membaca dan mendengarkannya. Dan setiap orang berusaha sesuai dengan kadar kemampuannya. saling memberi maaf dan tidak saling membenci secara fanatik. yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. dalam bidang ini telah terjadi kerancuan yang berbahaya. Materi 26 Interaksi Dengan Al Qur’an Sebagai seorang Muslim kita berkewajiban untuk berlaku baik dan benar terhadap Al Qur’an dalam memahami dan menafsirkannya. dan balasan atas amal perbuatan. Namun yang disayangkan. Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran. Dan Allah SWT menurunkan kitab-Nya agar kita mentadabburinya. kemuliaannya dan menjaga hak-haknya. yaitu dalam memahami dan menafsirkan Al Qur'an. memahami rahasia-rahasianya. mengajak untuk menciptakan dunia manusia yang saling kenal mengenal dan tidak saling mengisolasi diri. membangun umat yang saleh. yaitu dengan mengoreksi dan meluruskan tambahantambahan dan perubahan-perubahan yang telah disisipkan oleh manusia dalam kitab-kitab itu. Al Qur'an juga mengungguli kitab-kitab suci sebelumnya. Kita berkewajiban untuk memperlakukan Al Qur'an ini secara baik: dengan menghapal dan mengingatnya. sebelum kitab-kitab itu dipalsukan dan diubah tangan manusia.Materi Kultum Ramadhan pokok aqidah dan akhlak. di antaranya: meluruskan kepercayaan-kepercayaan dan pola pandang manusia tentang Tuhan. Tidak ada yang lebih baik dari usaha kita untuk mengetahui kehendak Allah SWT terhadap kita. Oleh karena itu harus dibuat rambu-rambu dan petunjuk yang mampu Menuju Kembali Kepada Fitrah 51 . serta meluruskan pola pandangan tentang manusia. yang dianugerahkan amanah untuk menjadi saksi bagi manusia. serta untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan. membersihkan jiwa manusia. menghubungkan manusia dengan Rabbnya. membentuk keluarga. bukan dalam kejahatan dan permusuhan. serta mentadabburi dan merenungkannya.

serta perlu diberikan peringatan tentang ranjau-ranjau yang menghadang di jalan.Materi Kultum Ramadhan menjaga dari kekeliruan dalam usaha ini. Di antara merek ada yang beriman dengan sebagiannya. serta petunjuk dalam berdakwah kepada Allah SWT. tidak menganggap besar apa yang dinilai besar oleh Al Qur'an serta tidak menganggap kecil apa yang dinilai kecil oleh Al Qur'an. Tidak selayaknya umat Al Qur'an mengalami hal yang sama yang pernah terjadi dengan umat Taurat. membebaskan negeri-negeri. Ia adalah manhaj bagi kehidupan individu. dan mengeluarkan mereka dari kegelapan ke dalam cahaya. Umat kita pada abad-abad pertama --yang merupakan abad-abad yang paling utama-.telah berinteraksi dengan baik terhadap Al Qur'an. Kehidupan mereka telah diubah oleh Al Quran dengan amat drastis dan revolusioner. yang menjadikan Al Qur'an terlupakan. sehingga mereka kemudian mendirikan negara yang adil dan baik. namun tidak memperhatikan ajaran-ajarannya. undang-undang bagi aturan politik. mereka menghapal hurup-hurupnya. seperti yang dilakukan oleh Bani Menuju Kembali Kepada Fitrah 52 . namun ia juga petunjuk itu. untuk selanjutnya murid-murid generasi berikutnya mengikuti murid-murid para sahabat itu dengan baik pula. mengetahui tujuantujuannya. serta peradaban ilmu dan iman. Mereka tidak mampu berinteraksi secara benar dengannya. dalam bidang-bidang kehidupan yang beragam. Melalui mereka itulah Allah SWT memberikan petunjuk kepada manusia. Kemudian datang generasi-generasi berikutnya. mengerjakan ajarannya. yang diungkapkan oleh Al Qur'an dalam firman-Nya: "Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Inilah yang berusaha dilakukan buku ini dalam empat bab utamanya. Kita juga harus berlaku baik terhadap Al Qur'an dengan mengikuti petunjuknya. Mereka berlaku baik dalam memahaminya. memberikan kedudukan bagi mereka di atas bumi." (Al Jumu'ah: 5). namun kafir dengan sebagiannya lagi. Contoh terbaik hal itu adalah para sahabat. tidak memprioritaskan apa yang menjadi prioritas Al Qur'an. berlaku baik dalam mengimplementasikannya secara massive dalam kehidupan mereka. menghukum dengan syari'atnya serta mengajak manusia mengikuti petunjuknya. serta berlaku baik pula dalam mendakwahkannya.pada Al Qur'an itu sendiri. yang dapat berakibat patal jika dilanggar. dengan bertumpu --terutama-. Kemudian mereka diikuti oleh murid-murid mereka dengan baik. Al Qur'an telah merubah mereka dari perilaku-perilaku jahiliyah menuju kesucian Islam. karena ia adalah objek kita.

ketertinggalan dan keterpecah-belahan mereka selain dari kembali kepada Al Qur'an ini." (An Nisaa: 122) Materi 27 Bahaya Rumor/Ghibah (Bagian Pertama): Pengertian Ghibah Islam merupakan agama sempurna yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengkhabarkan di dalam firman-Nya (artinya): “Tidaklah Aku mengutusmu melainkan sebagai rahmatal lil’alamin." (Al An'aam: 155) Tidak ada jalan untuk membangkitkan umat dari kelemahan. adalah Islam benar-benar agama yang dapat menjaga.Materi Kultum Ramadhan Israel sebelum mereka terhadap kitab suci mereka. Dan cukuplah Al Qur'an sebagai petunjuk: "Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?.” (Al Anbiya’: 107) Diantara wujud kesempurnaan agama Islam sebagai rahmatal lil’alamin. harkat dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 53 . Meskipun mereka mengambil berkah dengan membawanya serta menghias dinding-dinding rumah mereka dengan ayat-ayat Al Qur'an. memelihara dan menjunjung tinggi kehormatan. namun mereka lupa bahwa keberkahan itu terdapat dalam mengikut dan menjalankan hukum-hukumnya. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. Seperti difirmankan oleh Allah SWT: "Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT. Kesempurnaan Islam ini menunjukkan bahwa syariat yang dibawa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam itu adalah rahmatal lil’alamin. harga diri. Dengan menjadikannya sebagai panutan dan imam yang diikuti. Mereka tidak mampu berinteraksi secara baik dengan Al Qur'an.

Suatu fenomena yang lumrah terjadi di masyarakat kita dan cenderung disepelekan.R Muslim no. sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apakah kalian mengetahui apa itu ghibah? Para shahabat berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Karena tidak ada seorang pun yang sempurna dan ma’shum (terjaga dari kesalahan) kecuali para Nabi dan Rasul. yaitu ghibah (menggunjing). Karena hal ini dapat menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya di hadapan orang lain. Ghibah adalah menyebutkan. atau pun merusak kehormatan saudaranya seiman. sedangkan jika itu tidak benar maka engkau telah membuat kedustaan atasnya. jika yang engkau sebutkan tadi benar-benar ada pada saudaramu sungguh engkau telah berbuat ghibah. dan membongkar aib saudaranya dengan maksud jelek. dan juga hartanya.” (H. Bahwa setiap muslim diharamkan menumpahkan darah (membunuh) dan merampas harta saudaranya seiman.Materi Kultum Ramadhan martabat manusia secara adil dan sempurna. Kehormatan dan harga diri merupakan perkara yang prinsipil bagi setiap manusia. Tahukah anda apa itu ghibah? Sesungguhnya kata ini tidak asing lagi bagi kita. 2564) Hadits di atas menjelaskan tentang eratnya hubungan persaudaraan dan kasih sayang sesama muslim. Sebaliknya selain para Nabi dan Rasul termasuk kita tidak lepas dari kekurangan dan kelemahan. Ia tidak rela untuk disingkap aib-aibnya atau pun dibeberkan kejelekannya. Al Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. kehormatannya. yang akan menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya.” Kemudian beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Engkau menyebutkan sesuatu yang ada pada saudaramu yang dia membecinya. Karena dengan perbuatan ini akan tersingkap dan tersebar aib seseorang. sehingga sering terjadi dan terkadang di luar kesadaran. Demikian pula setiap muslim diharamkan melakukan perbuatan yang dapat menjatuhkan.” Menuju Kembali Kepada Fitrah 54 . padahal akibatnya cukup besar dan membahayakan. Setiap orang pasti berusaha untuk menjaga dan mengangkat harkat dan martabatnya. meremehkan. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Setiap muslim terhadap muslim lainnya diharamkan darahnya. Ghibah ini erat kaitannya dengan perbuatan lisan. membuka.

Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Pengasih. sebagaimana firman-Nya (artinya): “Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kalian menggunjing (ghibah) kepada sebagian yang lainnya.” (H. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku mi’raj (naik di langit). Membicarakan keburukan orang lain Dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu’anhu. Abu Dawud 4875 dan lainnya) Asy Syaikh Salim bin Ied Al Hilali berkata: “Dapat merubah rasa dan aroma air laut. ” (Lihat Mishbahul Munir) Materi 28 Bahaya Ghibah (Bagian Kedua): Kriteria Ghibah 1. Tentunya itu perkara yang kalian benci dalam tabi’at.Materi Kultum Ramadhan Di dalam Al Qur’anul Karim Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat mencela perbuatan ghibah. karena ayat ini sebagai peringatan agar menjauh/lari (dari perbuatan yang kotor ini -pent). demikian pula hal itu dibenci dalam syari’at. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan orang yang berbuat ghibah seperti orang yang memakan bangkai saudaranya. Maka beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh engkau telah berkata dengan suatu kalimat yang kalau seandainya dicampur dengan air laut niscaya akan merubah air laut itu. Hal ini menunjukkan suatu peringatan keras dari perbuatan tersebut. disebabkan betapa busuk dan kotornya perbutan ghibah. aku melewati suatu kaum yang kuku-kukunya dari tembaga dalam keadaan Menuju Kembali Kepada Fitrah 55 . Apakah kalian suka salah seorang diantara kalian memakan daging saudaramu yang sudah mati? Maka tentulah kalian membencinya.” (Lihat Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhush Shalihin 3/25) 2.” (Al Hujurat: 12) Al Imam Ibnu Katsir Asy Syafi’i berkata dalam tafsirnya: “Sungguh telah disebutkan (dalam beberapa hadits) tentang ghibah dalam konteks celaan yang menghinakan. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala … (pada ayat di atas). Sesungguhnya ancamannya lebih dahsyat dari permisalan itu.R. Menggambarkan keburukan bentuk tubuh seseorang Suatu hari Aisyah radhiyallahu’anha pernah berkata kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tentang Shafiyyah bahwa dia adalah wanita yang pendek. Dan bertaqwalah kalian kepada Allah.

R. Dari shahabat Ibnu Umar radhiyallahu’anhu. 29) 4. janganlah kalian menjelek-jelekkannya. Abu Dawud no. sesungguhnya itu dua keaiban (Lihat Nashihati linnisaa’ hal. beliau berkata: “Suatu ketika kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mencium bau bangkai yang busuk. 32) 3. 39 berkata: Janganlah kamu tersibukkan dengan aib orang lain.Materi Kultum Ramadhan mencakar wajah-wajah dan dada-dadanya. yang seharusnya setiap muslim untuk selalu berusaha menghindar dan menjauh dari perbuatan tersebut. tapi hal itu termasuk perbuatan mencela dan menghina. Lalu aku bertanya: “Siapakah mereka itu wahai malaikat Jibril?” Malaikat Jibril menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia dan merusak kehormatannya. justru kamu lalai Dengan aib yang ada pada dirimu. janganlah kalian mencari-cari aibnya. lihat Nashihati linnisaa’ hal. Kemudia Al Hafizh berkata: “Tentunya membeberkan aib di hadapannya itu merupakan perbuatan yang haram. At Tirmidzi dan lainnya) Dari shahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu.R.” (H.” (H. 1583.R. sebagaimana asal kata ghibah (yaitu dari kata ghaib yang artinya tersembunyi-pent) yang ditegaskan oleh ahli bahasa. janganlah kalian mengganggu kaum muslimin. Mendengar pembicaraan ghibah tapi tidak melarangnya Demikian pula bagi siapa yang mendengar dan ridha dengan perbuatan ghibah maka hal tersebut juga dilarang. Abu Dawud no. sebagaimana permisalan pada surat Al Hujurat ayat: 12.” (Fathul Bari 10/470 dan Subulus Salam hadits no. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Menuju Kembali Kepada Fitrah 56 . Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkata: ‘Apakah kalian tahu bau apa ini? (Ketahuilah) bau busuk ini berasal dari orang-orang yang berbuat ghibah. Asy Syaikh Al Qahthani dalam kitab Nuniyyah hal. Dari shahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu.” (H.” (H. Membicarakan sesuatu yang tidak disukai saudaranya Konteks dalam hadits: “Engkau menyebutkan sesuatu pada saudaramu yang dia membecinya.” Hadits di tersebut secara zhahir mengandung makna yang umum. 4878 dan lainnya). Yang dimaksud dengan ‘memakan daging-daging manusia’ dalam hadits ini adalah berbuat ghibah (menggunjing). Ahmad 3/351) Dari shahabat Sa’id bin Zaid radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar (dalam riwayat lain: termasuk dari sebesar besarnya dosa besar) adalah memperpanjang dalam membeberkan aib saudaranya muslim tanpa alasan yang benar. Namun Al Hafizh Ibnu Hajar menguatkan bahwa ghibah ini khusus di luar sepengetahuannya. 48664967) Dari ancaman yang terkandung dalam ayat dan hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa perbuatan ghibah ini termasuk perbuatan dosa besar. Semestinya dia tidak ridha melihat saudaranya dibeberkan aibnya. bahwa beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya yang belum sampai ke dalam hatinya. Barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim niscaya Allah akan mencari aibnya. yaitu mencakup penyebutan aib dihadapan orang tersebut atau diluar sepengetahuannya. Barang siapa yang Allah mencari aibnya niscaya Allah akan menyingkapnya walaupun di dalam rumahnya.R.

Bisa jadi orang yang dighibahi itu justru marah yang bisa meruncing pada percekcokan dan bahkan perkelahian. Bertaubat dari Ghibah Lalu bagaimana cara bertaubat dari perbuatan ghibah? Apakah wajib baginya untuk memberi tahu kepada yang dighibahi? Sebagian para ulama’ berpendapat wajib baginya untuk memberi tahu kepadanya dan meminta ma’af darinya. Oleh karena itu sebagian para ulama lainnya berpendapat tidak perlu ia memberi tahukan kepada yang dighibahi tapi wajib baginya beristighfar (memohan ampunan) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyebutkan kebaikan-kebaikan orang yang dighibahi itu di tempat-tempat yang pernah ia berbuat ghibah kepadanya. dan mereka berkata: “Bagi kami amalamal kami dan bagimu amal-amalmu. kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil. maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu.” (Al Qashash: 55) Dari shahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu. maka hendaknya ia pergi dan menghindar darinya. yang demikian ini selemahlemahnya iman. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif. Semestinya ia menasehatinya. At Tirmidzi no. Insyaallah pendapat terakhir lebih mendekati kebenaran. tentunya hal ini pun dilarang dalam agama. (Lihat Nashiihatii linnisaa’: 31) Materi 29 Menggapai Keberkahan Hidup Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang melihat kemungkaran hendaknya dia mengingkarinya dengan tangan.R. bukan justru ikut larut dalam perbuatan tersebut. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan hatinya. 1931 dan lainnya) Demikian juga semestinya ia tidak ridha melihat saudaranya terjatuh dalam kemaksiatan yaitu berbuat ghibah. Secara harfiyah. Pendapat ini ada sisi benarnya jika dikaitkan dengan hak seorang manusia.” (Muttafaqun ‘alaihi) Namun bila ia ikut larut dalam perbuatan ghibah ini berarti ia pun ridha terhadap kemaksiatan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya): “Dan orang-orang yang beriman itu bila¬ mendengar perkataan yang tidak bermanfaat. Tetapi dari sisi lain. Kalau sekiranya ia tidak mampu menasehati atau mencegahnya dengan cara yang baik. Karena itu kita selalu berdo’a dan meminta orang lain mendo’akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. semoga kesejahteraan atas dirimu. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan lisannya. justru bila ia memberi tahu kepada yang dighibahi dikhawatirkan akan terjadi mudharat yang lebih besar. berkah berarti an nama’ waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah. Misalnya mengambil harta orang lain tanpa alasan yang benar maka dia pun wajib mengembalikannya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 57 .Materi Kultum Ramadhan “Barang siapa yang mencegah terbukanya aib saudaranya niscaya Allah akan mencegah wajahnya dari api neraka pada hari kiamat nanti.” (H. mereka berpaling darinya.

sehat dan cerdas. Apabila manusia. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah" (QS 11:71-73). tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. tapi juga Ishak dan Ya’kub. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang kelahiran Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’kub. Janji Allah SWT untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firman-Nya yang artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik. memiliki kemandirian termasuk dalam soal harta dan bisa menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Kedua. hai ahlul bait. berkah dalam keturunan. Bentuk Keberkahan Secara umum. sehingga bagi orang yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 58 . Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh". rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah. Generasi semacam itu juga memiliki jasmani yang kuat. Ternyata. Allah SWT hanya akan memberi keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman bisa kita bagi kedalam tiga bentuk. bahkan tidak hanya Ismail yang shaleh. misalnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari langit dan bumi sebagaimana yang disebutkan dalam firman surat Al A’raf: 96 di atas adalah rizki yang diantara rizki itu adalah makanan. apalagi terwujudnya generasi yang berkualitas memang dambaan setiap manusia.Materi Kultum Ramadhan Namun. Yang dimaksud makanan yang halal adalah disamping halal jenisnya juga halal dalam mendapatkannya. padahal aku adalah perempuan seorang perempuan tua. apakah aku aka melairkan anak. Di dalam Al. Para malaikat itu berkata: "Apakahkamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya. luas ilmunya dan banyak amal shalehnya. Pertama. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS 7:96). Kelangsungan Islam dan umat Islam salah satu faktornya adalah adanya topangan dari generasi yang shaleh. keberkahan dalam soal makanan yakni makanan yang halal dan thayyib. Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan. ini merupakan sesuatu yang amat penting. dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah Swt.Qur’an keberkahan semacam ini diceritakan oleh Allah yang artinya: “Dan isterinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. Keberkahan semacam ini telah diperoleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang ketika usia mereka sudah begitu tua ternyata masih dikaruniai anak. hal ini karena ulama ahli tafsir. Disilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya. Allah Swt tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. yakni dengan lahirnya generasi yang shaleh. dicurahkan atas kamu. Generasi yang shaleh adalah yang kuat imannya. sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan.

maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. bagi seorang muslim yang diberkahi Allah. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Iman dan Taqwa Yang Benar Menuju Kembali Kepada Fitrah 59 . baik siang maupun malam dalam jumlah yang sama. Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. dia tidak akan menghalalkan segala cara dalam memperoleh nafkah.” (92:1-7). Di samping itu. waktu digunakan untuk bisa membuktikan pengabdiannya kepada Allah Swt. dan penciptaan laki-laki dan perempuan. Allah berfirman yang artinya: Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rizkikan kepadamu. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS 103:1-3). meskipun dalam berbagai bentuk usaha yang berbeda. yakni 24 jam setiap harinya. tapi bagi orang yang diberkahi Allah maka dia bisa memanfaatkan waktu yang 24 jam itu semaksimal mungkin sehingga pencapaian sesuatu yang baik ditempuh dengan penggunaan waktu yang efisien.Materi Kultum Ramadhan diberkahi Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (7:31). agar apa yang dimakan juga membawa keberkahan yang lebih banyak lagi. ada dua faktor yang menjadi kunci keberkahan itu. hal ini karena Allah sangat melarang manusia berlebih-lebihan dalam makan maupun minum. baik dalam bentuk mencari harta. Allah berfirman yang artinya: “Demi malam apabila menutupi. Adapun orang yang memberikan (harta di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga). Sekurang-kurangnya. Allah berfirman yang artinya: “Demi masa. karena itu Allah menganugerahi kepada kita waktu. makanan itu harus dimakan sewajarnya atau secukupnya. berkah dalam soal waktu yang cukup tersedia dan dimanfaatkannya untuk kebaikan. pakailah pakaianmu yang indak di setiap memasuki masjid. Allah Swt berfirman yang artinya: “Hai anak Adam. Karena itu. Materi 30 Kunci Keberkahan Sebagai seorang muslim. memperluas ilmu maupun memperbanyak amal yang shaleh. Karena itu. makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. karena salah satu karakteristik waktu adalah tidak akan bisa kembali lagi bila sudah berlalu. keberkahan dari Allah untuk kita merupakan sesuatu yang amat penting. Karena itu. 1. yakni yang sehat dan bergizi sehingga makanan yang halal dan tayyib itu tidak hanya mengenyangkan tapi juga dapat menghasilkan tenaga yang kuat untuk selanjutnya dengan tenaga yang kuat itu digunakan untuk melaksanakan dan menegakkan nilai-nilai kebaikan sebagai bukti dari ketaqwaannya kepada Allah Swt. ada kunci yang harus kita miliki dan usahakan dalam hidup ini. makanan yang diberkahi juga adalah yang thayyib. Ketiga. meskipun sudah halal dan thayyib. dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya (QS 5:88). dan siang apabila terang benderang.

keberkahan dari Allah yang kita dambakan itu. kamus bahasa Arab juga tak mengenal istilah itu. memperolehnya harus dengan berdo’a dan berusaha yang sungguh-sungguh. tidak pula ada pada zaman Nabi saw. lihat juga QS 38:29. yakni dalam bentuk memantapkan iman dan taqwa serta selalu menjadikan Al. Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah kami turunkan. Karena harus kita jalankan dan pedomani dalam kehidupan ini. Akhirnya menjadi jelas bagi kita bahwa. dalam keadaan sendiri maupun bersama orang lain. 2. baik dalam keadaan senang maupun susah.Materi Kultum Ramadhan Di dalam ayat di atas. Berpedoman kepada Al-Qur’an Al-Qur’an merupakan sumber keberkahan sehingga apabila kita menjalankan pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan berpedoman kepadanya dalam berbagai aspek kehidupan. Karena itu menjadi keharusan kita bersama untuk terus memperkokoh iman dan taqwa kepada Allah Swt. maka setiap kita harus mengimani kebenaran Al-Qur’an bahwa dia merupakan wahyu dari Allah Swt sehingga tidak akan kita temukan kelemahan dari Al-Qur’an.6:155). Keimanan dan ketaqwaan yang benar selalu ditunjukkan oleh seorang mu’min dalam bentuk melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Tegasnya keimanan dan ketaqwaan itu dibuktikan dalam situasi dan kondisi yang bagaimananpun juga dan dimanapun dia berada. sudah dikemukakan bahwa Allah akan menganugerahkan keberkahan kepada hamba-hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Maka mengapakah kamu mengingkarinya? (QS 21:50. bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenarbenar taqwa dan jangan sampai kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri/muslim (QS 3:102). Semakin mantap iman dan taqwa yang kita miliki. Justru ‘halalbihalal’ masuk dan diserap Bahasa Indonesia dan diartikan sebagai “hal maaf-memaafkan Menuju Kembali Kepada Fitrah 60 . selanjutnya bisa dan suka membaca serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. keluarga. masyarakat maupun bangsa. dan para sahabat. nicaya kita akan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. Materi Tambahan Halal Bi Halal Sebenarnyalah istilah Halalbihalal tidak dikenal oleh kalangan bangsa Arab.Qur’an sebagai pedoman dalam hidup ini. Salah satu ayat yang amat menekankan peningkatan taqwa kepada orang yang beriman adalah firman Allah yang artinya: Hai orang-orang yang beriman. maka semakin besar keberkahan yang Allah berikan kepada kita. Karenanya. baik menyangkut aspek pribadi.

yakni dengan cara saling memaafkan. yang khas Indonesia. yakni ‘memaafkan kesalahan manusia. bahwa al-yauma itu tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. 2. Acara ini kemudian berkembang menjadi sangat bervariasi ragam bentuk dan acaranya hingga saat ini. maka terjadilah ‘halal-halalan’. Ada pula yang mengartikan ‘pada hari ini (juga)’. mengucapkan hadits itu saat hari raya Idul Fitri. biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium. para ulama mendasarkan juga pada QS. Menuju Kembali Kepada Fitrah 61 . hendaknya dikembalikan. tetapi juga harus mengembalikan hak saudaranya yang telah ia langgar. yakni meminta halal. al-yauma. maka ketika Syawal tiba saatnya kita melengkapinya dengan memperbaiki hubungan horisontal dengan sesama manusia (hablun minannas). Rasulullah saw. Ketika orang saling meminta halal. karena menurut sebagian riwayat.” Para ulama kita terdahulu mendasarkan kegiatan halal bihalal tersebut pada sebuah hadits shahih dari Imam Bukhari seperti di bawah ini: Artinya: “Barangsiapa yang berbuat kezhaliman (kesalahan) kepada saudaranya sehingga merendahkan derajatnya. saling meminta halal atas kesalahan kita masing-masing. aula. dsb) oleh sekelompok orang dan merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia. Maka jadilah tradisi halalbihalal sebagaimana berkembang seperti sekarang ini.” Ada dua hal yang perlu digarisbawahi di sini: 1. Jika itu berupa barang. Halal dengan halal. jangan ditunda-tunda. Yakni bahwa ketika kita membuat kesalahan pada seseorang. hendaknya kita meminta halal kepadanya hari ini juga. bahwa ciri orang yang bertakwa (sebagai output dari ibadah ramadhan) salah satunya adalah al-kaazhimiinal gaidh. yakni pada hari ini.Materi Kultum Ramadhan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Mengapa halalbihalal dilaksanakan pada Syawal selepas Ramadhan? Selain dasar hadits tersebut. ketika pada ramadhan kita memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah (hablun minallah). falyatahallal. ‘Hari ini’ yang dimaksud tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. Al-Baqarah: 133-134.’ Karena itu. maka hendaklah ia meminta halal hal tersebut dari saudaranya itu pada hari ini. yang kemudian diArab-kan menjadi ‘halal-bi-halal’. itu berarti bukan sekedar meminta maaf.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful