P. 1
PERTOLONGAN PERTAMA

PERTOLONGAN PERTAMA

|Views: 9,949|Likes:
Published by Zazuke_Imutz_N_9399

More info:

Published by: Zazuke_Imutz_N_9399 on Aug 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2015

pdf

text

original

Sections

  • PERTOLONGAN PERTAMA
  • HIV/AIDS
  • PELAYANAN UNIT TRANSFUSI DARAH
  • Dasar-dasar Perawatan Keluarga
  • DAPUR UMUM LAPANGAN PMI
  • KEPALANG MERAHAN (DASAR)
  • KURIKULUM KEPALANG MERAHAN PMR MADYA
  • Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI)
  • Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional
  • LAMBANG BULAN SABIT MERAH
  • Pengenalan dan Arti Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
  • LAMBANG IFRC
  • LOGO PMR MADYA
  • Kurikulum Kesiapsiagaan Bencana untuk PMR MADYA
  • JOB DESCRIPTION DEWAN KERJA UNIT PMR SMPN 18 BOGOR DEWAN KERJA UNIT
  • PRINSIP-PRINSIP DASAR GERAKAN PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH
  • LAMBANG KRISTAL MERAH
  • HUKUM PERIKEMANUSIAAN INTERNASIONAL ( H P I ) ( Internasional Humaniterian Law )
  • Pertolongan pertama
  • NAMA – NAMA TOKOH YANG PERNAH MENJADI KETUA PMI

PERTOLONGAN PERTAMA

I. PENGERTIAN PERTOLONGAN PERTAMA. Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau korban kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar untuk mencegahan cacat atau mati. II. TUJUAN PERTOLONGAN PERTAMA. 1. Menyelematkan Jiwa Penderita 2. Mencegah Cacad 3. Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan III. PELAKU PERTOLONGAN PERTAMA. Pelaku pertolongan pertama adalah penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian ( TKP ) yang memiliki kemampuan penanganan kasus gawat darurat dan terlatih untuk memberikan pertolongan pertama. IV. KEWAJIBAN PELAKU PERTOLONGAN PERTAMA. 1. Menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita dan orang sekitarnya 2. Menjangkau penderita dalam khasus kecelakaan atau musibah kemungkinan pelaku harus memindahkan penderita lain untuk dapat menjangkau penderita yang lebih parah 3. Dapat mengenali dan mengatasi masalah masalah yang mengancam nyawa 4. Meminta bantuan/rujukan 5. Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat 6. Membantu pelaku lainnya 7. Ikut menjaga kerahasiaan medis penderita 8. Berkomunikasi dengan petugas lainnya yang terlibat 9. Mempersiapkan penderita untuk ditransportasi V. KUALIFIKASI PELAKU PERTOLONGAN PERTAMA 1. Jujur dan bertanggung jawab 2. Berlaku profesional 3. Kematangan emosi VI. ALAT PELINDUNG DIRI (APD).

1. Sarung Tangan Lateks 2. Kacamata Pelindung 3. Baju Pelindung 4. Masker Penolong 5. Masker Resusitasi 6. H e l m VII. PERALATAN PERTOLONGAN PERTAMA. 1. Penutup Luka, misalnya Kasa Steril 2. Pembalut Luka, misalnya Pembalut Segitiga/Mitella 3. Cairan Pembersih Luka, misalnya Boorwater, Rivanol dan Lodinepovidone 4. Peralatan Stabilisasi Korban, misalnya : a. Bidai Leher b. Bidai Alat Gerak (Bidai Kayu) 5. Mitella 6. Plester 7. Gunting 8. Pingset 9. Kapas 10. Senter 11. Selimut 12. Kartu Penderita 13. Alat Tulis 14. Oksigen (Bila Perlu) 15. Tensimeter dan Stetoskop (Bila Perlu) 16. Alat Angkut, misalnya tandu VIII. LANGKAH - LANGKAH PENILAIAN DINI. I. Kesan Umum : Tentukan terlebih dahulu penderita adalah kasus trauma atau kasus medis. A. Kasus Trauma adalah kasus yang biasanya disebabkan oleh suatu yang mempunyai tanda - tanda yang jelas terlihat atau teraba, misalnya : 1. Kasus Perdarahan 2. Kasus Patah Tulang 3. Kasus Penurunan Kesadaran

.C. Kasus Medis adalah kasus yang diderita seseorang tanpa adariwayat, kasus ini penolong harus lebih berupaya mencari gangguannya, misalnya : 1. Sesak Napas 2. Nyeri Dada dll

II. Periksa Respon : Respon yang diberikan penderita merupakan gambaran sederhana dan cepat mengenai berat ringannya gangguan yang terjadi dalam otak. Untuk menentukan tingkat respon seorang penderita berdasarkan rangsangan yang diberikan penolong, dikenal ada 4 tingkat yaitu AWAS, SUARA, NYERI, TIDAK respon (ASNT). A = AWAS Penderita sadar dan mengenali keberadaan dan lingkungan S = SUARA Penderita hanya menjawab/beraksi bila dipanggil atau mendengar suara. N = NYERI Pnderita hanya beraksi terhadap rangsangan nyeri yang diberikan oleh penolong, misalnya dicubit T = TIDAK Respon Penderita tidak bereaksi terhadap rangsangan apapun yang diberikan oleh penolong KERACUNAN GEJALA DAN TANDA KERACUNAN MELALUI PERNAFASAN. • Nafas sasak atau pendek • Batuk-batuk disertai sakit kepala • Kulit berwarna kebiruan • Nafas berbau TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA.

jaga agar sirkulasi udara lancar GEJALA KERACUNAN MELALUI MULUT ATAU ALAT PENCERNAAN. korban kejang. atau ada bakat kejang.• Pindahan korban ke udara segar • Beri nafas buatan atau pijat jantung bila perlu • Jika korban bernafas. Perdarahan Pembuluh Rambut ( Capiler ) Tanda Perdarahan • Perdarahan Pembuluh Nadi (Arterie) 1. Warna darah merah muda (karena mengandung Zat Asam) . Segera bawa ke RS PERDARAHAN Macam – macam perdarahan dilihat dari sudut keluarnya darah : 1. Perdarahan Keluar 2. Beri minum susu atau air sebanyak – banyaknya kepada korban atauberi anti racun (norits . Perdarahan pembuluh Nadi ( Arterie ) 2. korban tidak sadar atau pada gangguan kesadara 3. korban berpenyakit jantung. Jangan dirangsang muntah pada kasus : menelan minyak. Perdarahan pembuluh Balik ( Vena ) 3. • Mual disertai muntah – muntah • Nyeri pada perut. Darah keluar memancar menurut gerakan denyut jantung 2. diare • Nafas mulut berbau • Mungkin ada luka di mulut bila ada racun korosif TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA 1. Perdarahan Didalam Perdarahan dilihat dari sudut macam pembulu darah yang putus 1. putih telut 2.

Luka di tutup dengan pembalut steril C.• Perdarahan Pembuluh Balik (Vena) 1. Darah keluar sedikit-sedikit seperti titik embun 2. Menberikan betadin 2. Darah keluar tidak memancar hanya mengalir 2. Ini tidak berbahaya karena pembuluh darahnya sangat kecil PENGERTIAN DARI “ LUKA “ Luka adalah putus atau robek jaringan kulit yang tembus kedalam dikarenakan benda tajam. Mencegah Infeksi 3. Menghentikan Perdarahan 2. seperti : Luka Memar ( karena pukulan )♣ Luka Gores♣ Luka Tusuk♣ Luka Potong♣ Luka Bacok♣ Luka Robek♣ Luka Tembak♣ Luka Bakar♣ Luka Iris♣ Luka Lecet♣ A. Tepung sulfa steril 3. Pencegaran infeksi dapat dilakukan dengan 1. Tidakan untuk mengatasi perdarahan (Ingat 5 T) . Warna darah merah tua (karena mengandung zat asam arang • Perdarahan Pembuluh Rambut (Capiler) 1. Mencegah kerusakan lebih lanjut dari pada jaringan B. Tindakan Pertolongan 1.

baru disiram dengan air sebanyak banyaknya GEJALA DAN TANDA KERACUNAN MELALUI SUNTIKAN ATAU GIGITAN BINATANG 1. Jaga korban agar tetap tenang dan istirahat 2. Lepaskan pakaian. Mual disertai dengan muntah 2. disapu dulu dengan kuas/sikat lembut. Bengkak dan nyeri didaerah gigitanS TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA 1. kulit kadang kemerahan PERTOLONGAN PERTAMA YANG DAPAT DILAKUKAN 1. Sulit untuk bernafas 4. Badan terasa lemah 5.4 = Tekan pembuluh madi (antara tempat perdarahan dengan jantung T – 5 = Tenangkan Korban GEJALA DAN TANDA KERACUNAN ZAT KIMIA MELALUI KULIT ATAU KONTAK DENGAN KULIT 1.T – 1 = Tekan bagian yang berdarah selama 5-15 menit T – 2 = Tinggikan anggota badan yang luka T – 3 = Tidurkan korban dengan kepala lebih rendah T . jam tangan dan sesuatu yang melekat atau bahan yang terkena 2. Posisi luka lebih rendah dari jantung 4. Zat kimia berbentuk bubuk. cincin. Bawa segera ke RS PEMBALUTAN . rasa terbakar 3. Cuci luka gigitan dengan air sabun 3. Sisa zat kimia yang masih tersisa pada kulit siram dengan air sekurang kurangnya selama 20 menit 3. Nadi lemah dan cepat 3. Gatal dan bengkak meliputi kulit yang terkena 2. Immobilisasi daerah gigitan dengan pembalutan 5.

KEMASUKAN BENDA ASING 7. menarik. Balutan jangan terlalu erat. APA YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA SAAT MEMBALUT 1. Pembalut Pita/Gulung/Perband 4. Menghentikan perdarahan. untuk menekan. Melakukan penekanan 3. Mengurangi/mencegah pembengkakan 4. Menutup Luka 2. Pada saat membalut posisi korban berbaring atau duduk 3. KESELAK/TERSEDAK 12. karena dapat tergeser 3. melindungi bakteri/kuman pada luka dan mengurangi rasa nyeri pada luka dll KEJADIAN KHUSUS 6. Mengikat Bidai 2. Pembalut Plester 3. Pembalut Cepat 5. INDIKASI PEMBALUT 1. K E J A N G 9.1. Mencegah cacat dan infeksi 4. TENGGELAM 14. Awasi muka korban 2. Dalam membalut ada hubungan dengan pemasangan bidai/spalek pada pertolongan pertama (PP) 2. KEGUNAAN PEMBALUT 1. Mengurangi rasa nyeri/sakit 3. KERACUNAN 13. debu. atau kotoran. Balutan jangan kendor.menahan dan untuk imobilisasi (agar anggota tubuh tidak bergerak) 3. KECELAKAAN LISTRIK 8. Untuk menutup luka supaya tidak kena cahaya. Mengurangi resiko kerusakan jaringan yang telah ada sehingga mencegah maut 2. Membatasi pergerakan 5. Pembalut Segi Tiga (Mitela) 2. karena dapat menghalangi perdarahan 4. TERKILIR 11. MACAM-MACAM PEMBALUT 1. SENGATAN PANAS 10. TUJUAN DARI PEMBALUTAN 1. KEDINGINAN .

baru pemeriksaan darah tersebut akan menunjukan tanda HIV positif atau disebut SEROPOSITI. Stadium Awal : Sesudah 2-6 bulan. Seseorang yang tertular HIV melampaui tahapan (atau stadium) sebagai berikut : a. PENGANGKUTAN MENGGUNAKAN ALAT/TANDU 7. Stadium Inkubasi : Virus menginfeksi tubuh dan bersembunyi dalam sel darah putih. Sebagian orang mungkin merasa lelah. bakteri. belum menunjukan gejala apa-apa. jamur. PENGANGKUTAN OLEH EMPAT ORANG 6. dileher dan paha). Akhirnya sistem kekebalan tak mampu melindungi tubuh.PENGANGKUTAN 1. b. sehingga tubuh rentan terhadap penyakit lain yang mematikan. hanya dengan melihat fisiknya. terutama adalah sel-sel limfosit T4. Cara HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh Sasaran penyerangan HIV adalah Sistem Kekebalan Tubuh. namun ia telah mampu menularkan HIV pada orang lain. kehilangan selera makan. virus akan dengan bebas menyerang sel-sel Limfosit T4 lainnya yang masih sehat. artinya dalam tubuh orang tersebut telah terbentuk zat anti . Pengertian AIDS (Acquid Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala penurunan kekebalan tubuh. PENGANGKUTAN OLEH TIGA ORANG 5. Bahkan kuman-kuman lain yang jinak tiba-tiba menjaddi ganas. sedikit pembengkakan pada kelanjar getah bening (diketiak. kanker kulit. PENGANGKUTAN ORANG SAKIT/LUKA 2. HIV dalam darah belum dapat ditentukan. Umumnya. Akibatnya. Penderita bisa meninggal karna TBC. maka kuman penyakit infeksi lain (kadang disebut Infeksi Oportunistik-Infeksi mumpung) akan masuk dan menyerang tubuh orang tersebut. 3. limfosit menjadi wahana pengembangbiakan virus. Bila sel-sel Limfosit T4 – nya mati. tidak mudah menyatakan seseorang mengidap HIV. Pada masa ini. PENGANGKUTAN OLEH SATU ORANG 3. mikroba. dll. tetapi secara dini seseorang dapat diketahuio mengidap HIV/AIDS dengan uji HIV di labratorium untuk mengetahui adanya zat anti (anti body) dalam darahnya. Kumannya bisa virus lain. maupun mikroorganisme patogen lainnya. 2. PEMBUATAN TANDU DARURAT HIV/AIDS 1. Selama terinfeksi. infeksi jamur. daya tahan tubuh menurun. AIDS disebabkan oleh virus (jasad sub Renik) yang disebut dengan HIV (Human Immunodeficiency Virus). PENGANGKUTAN OLEH DUA ORANG 4. diare. Cara mengetahui seseorang mengidap HIV Sejak tertular sampai dengan mendapat Infeksi oportunisik.

40 %. yang seringkali dipraktekkan para pengguna narkoba suntikan. kemungkinan akan tetap sehat. yang cenderung lebih mudah menimbulkan luka. dll secara teoritis mungkin bisa terjadi.(anti body) terhadap virus HIV. sehingga mulai nampak adanya infeksi oportunistik. Namun secara perlahan-lahan. maka virus HIV dapat ditularkan ke janin yang dikandungnya melalui darah dengan melewati plasenta. 4. Adanya luka pada pihak penerima akan memperbesar kemungkinan penularan. HIV akan menghancurkan sistem kekebalannya. berkeringat. diare dan beberapa infeksi ringan. d. Stadium AIDS (Full Blown) : Pada masa ini virus akan menghancurkan sebagian besar atau seluruh sistem kekebalan tubuh. namun risikonya sangat kecil. a. HIV tidak ditularkan . seperti ludah. darah atau cairan tubuh lain dari pengidap HIV berpindah secara langsung ke tubuh orang lain yang sehat. Penularan lewat produk darah lain. rata-rata 5 tahun. air mani serta produk darah lainnya. Risiko penularan ibu hamil ke janin yang dikandungnya berkisar 20 % . jarum suntik dan kehamilan. berkurangnya berat badan. Dalam jumlah besar HIV terdapat dalam darah. HIV dapat ditularkan Bila seseorang telah seropositif terhadap HIV. Cara penularan yang paling umum ialah : senggama. Risiko penularan melalui transfusi darah ini hampir 100%. b. maka virus HIV akan ditularkan kepada orang yang menerima darah. keringat. penyakit syaraf. Stadium Tenang (Window Period) : Masa ini umumnya berjalan 3-15 tahun. Penularan lewat kehamilan Jika ibu hamil yang dalam tubuhnya terinfeksi HIV. Seseorang yang seropositif HIV. tato. maka ada kemungkinan orang lain tersebut tertular AIDS. c. Risiko ini mungkin lebih besar kalau ibu telah menderita kesakitan AIDS (full blown). sehingga orang itupun akan terinfeksi virus HIV. TBC. penyakit tersebut menyebabkan kematiannya. memiliki kemungkinan lebih besar untuk tertular HIV. Pada masa ini orang yang seropositif terhadap HIV secara fisik mungkin kelihatan sehat dan normal atau sakit ringan yang umum. dimana HIV dipindahkan melalui cairan sperma atau cairan vagina. tranfusi darah. Penularan lewat senggama Pemindahan yang paling umum dan paling sering terjadi ialah melalui senggama. antara lain : radang paru-paru. tindik. Itulah sebabnya pelaku senggama yang tidak wajar (lewat dubur terutama). cairan vagina. d. Penularan lewat jarum suntik Model penularan lain secara teoritis dapat terjadi antara lain melalui : penggunaan akupuntur/tusuk jarum. Apabila sedikit. Penularan lewat transfusi darah Jika darah yang ditransfusikan telah terinfeksi oleh HIV. juga suntikan oleh petugas kesehatan secara ilegal. c. dan umumnya bila keadaan umum penderita kian memburuk. kanker kulit. kotoran.Τ Τ Penggunaan alat suntik atau Injeksi yang tidak steril. penyakit saluran cerna dan berbagai kanker lainnya. atau menderita tanda atau gejala pesakitan biasa antara lain : pembengkakan kelenjar getah bening. Penyakit-penyakit ini sulit disembuhkan.

Digigit nyamuk atau serangga. patut ditumbuhkan motivasi memakaikan kondom pada pasangan kencan mereka. Sebagian besar satu suami dengan satu istri. k. Tidur bersama dengan penderita AIDS. perlindungan dari AIDS dilakukan dengan cara ‘ABC’. Asal jangan menjadi kebiasaan. ialah : a. misalnya pasangan suami-istri di mana salah satu menderita PHS. Jangan dekat-dekat senggama. merangsang diri sendiri sehingga puas (orgasmus) sebenarnya kurang baik. onani merupakan jalan keluar sementara yang risikonya paling kecil. Makan dan minum bersama dengan pengidap AIDS. dan melindungi istri atau pacar mereka dari penularan penyakit. Bermain-main dengan para pengidap HIV. [A] : Abstinence alias P u a s a bagi remaja lajang belum menikah. Secara mudah. e. m. juga AIDS. Berciuman tanpa kontak cairan mulut atau darah dari luka. Berenang bersama dengan penderita AIDS. [C]Condom alias Kondom bagi mereka yang berada dalam keadaan-keadaan khusus. h. c. baik istri maupun suami. Hanya bersenggama dengan pasangan setianya. b. Onani atau masturbasi. b. Percikan ludah. [B] : Be Faithful alias Setia Pasangan Hidup bagi mereka yang sudah menikah. maka keseluruhan cita-cita dan masa depan remaja tersebut hancur lebur. Merawat pengidap AIDS sesuai prosedur. j. kemungkinan sangat besar tidak akan menularkan HIV. Berak atau kencing di WC Umum. g. Naik bis yang penuh sesak dengan para penderita AIDS. c. Bertukar pakaian atau barang lain milik pengidap HIV. onani dapat dijadikan jalan keluar. i. Cara remaja melindungi diri dari penularan HIV Kita semua. Jadi dalam keadaan yang benar-banar tidak kuasa menahan diri dan tidak mampu berpuasa. Jangan terlalu sering. Di sinipun. jauhkan diri dari zina. batuk atau bersin dari penderita AIDS. l. pemakaian kondom amat dianjurkan untuk mencegah penularan AIDS lebih lanjut kepada pasangannya. d. Dalam keadaan khusus satu suami dengan 2-4 istri. Bagi para pelacur. Yang penting dalam pemakaian kondom ialah melindungi keseluruhan penis dan dipakai sepanjang proses senggama untuk menghindari sentuhan antara penis dan vagina. . khususnya remaja harus melindungi diri dari AIDS.Dengan demikian jelas pula bahwa semua hal yang tidak berkait dengan model penularan langsung seperti di atas. Karena kalau seorang remaja tertular HIV. Misalnya : a. dan masih terdorong melakukan zina. bila suami istri berpisah dalam waktu lama. n. Berjabat tangan dengan para penderita AIDS. namun yang penting kesetiaan dari semua pihak. Memberikan P3K dengan prosedur yang benar. Namun risikonya paling kecil. Pemakaian kondom akan melindungi mereka dari penularan PHS dan AIDS (diluar dosa masing-masing). antara lain ialah para suami atau remaja ‘bermoral rendah’ yang tidak kuat puasa atau setia (atau onani). f. Dalam keadaan darurat. Anak yang digendong oleh Pengidap AIDS.

Bila terpaksa ditransfusi. d. f. Besarkan jiwanya. berbuatlah seperti biasa. harus selalu memakai kondom. yakinkan jarum dan tabung suntiknya baru dan belum dipakai untuk orang lain. Untuk membantu keluarganya : a. jangan ditakuti. g. akan membuat penderita tertekan. Tak perlu merasa kehilangan hak mndapat pelayanan dan perawatan dari orang lain. Malaria dan Sifilis dsb).Tambahan perlindungan yang sangat penting ialah : a. b. Hindari transfusi. Dengan mengetahui mana . e. b. d. Bila terpaksa disuntik. Satu-satunya beda ialah bahwa mereka harus memakai kondom kalau melakukan senggama. Satu-satunya perkecualian ialah dalam bersenggama dengan pasangannya. Terimalah anggota yang menderita AIDS secara wajar. Gunakan prosedur P3K yang baku dan aman. Bangkitkan kepercayaan mereka. Jalinlah komunikasi untuk berbagi rasa secara terbuka dan jujur. Hindari suntik menyuntik. c. dan berilah dukungan dan kasih sayang. d. Katakan bahwa mereka masih bisa berbuat apa saja seperti sebelumnya. yakinkan bahwa darah yang ditransfusi adalah darah yang telah diperiksa oleh Unit Kesehatan Transfusi Darah PMI (UKTD PMI0 sebagai darah bebas HIV (juga bekas Hepatitis. Sebagian besar obat berdampak sama atau labih efektif diminum daripada disuntikan. transfusi darah. Harus pasrah kehadirat Allah dan tabah menghadapinya. 7. karena semua orang pasti diberi cobaan. e. secepatnya diperiksa ke dokter. apalagi sikap memusuhi. b. Jangan dibedakan. Akibatnya. Sikap membedakan. kecuali kegiatan yang memindahkan darah (atau cairan tubuh lain) dari orang tersebut kepada orang lain. c. maka pertama-tama kita coba untuk membayangkan diri kita sendiri sebagai pengidap HIV/AIDS. jangan disingkiri. Tapi juga jangan dilebihlebihkan. Sikap kita terhadap pengidap HIV/penderita AIDS Semua harus bersikap biasa (tanpa membedakan) seperti sikap kita terhadap orang sehat atau penderita penyakit lain. Jangan merasa tertekan secara berlebihan. c. tak perlu menyesali diri berlebihan. Berhati-hati dalam menolong orang luka dan berdarah. Berilah pemahaman terhadap masalah yang akan mereka hadapi dan cara mengatasinya. dengan selalu berhati-hati. misalnya : senggama tanpa kondom. dapat mendorong mereka menularkan penyakitnya secara tak bertanggungjawab. dll. Cara merawat penderita HIV/AIDS Untuk bisa merawat para penderita HIV/AIDS. Lebih mendekatkan diri pada Tuhan dengan memperbanyak doa dan ibadah. Semua hal dapat dilaksanakan dengan orang tersebut. Sebaliknya penderita HIV/AIDS membutuhkan dukungan agar mereka memiliki kepercayaan diri dan mampu berbuat banyak bagi masyarakat. Dalam semua hal. Untuk membantu penderita AIDS : a. Bila ada sesuatu tanda atau gejala yang meragukan. Ajak untuk meningkatkan ibadah dan melakukan lebih banyak kegiatan yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. suntik dengan alat yang sama. e.

f. c. Cucilah tangan setiap bertugas dalam peawatan c. e. Pakaian kotor dan berdarah harus dicuci dengan air panas d. Manfaat dan mudzarat rokok Sebagaimana halnya berbagai aktivitas. nikotin yang mendorong pengkapuran jantung dan pembuluh darah. Menimbulkan perasaan nikmat. Rokok bukan hanya meracuni para perokok sendiri. Rokok menimbulkan ketergantungan dan perasaan ‘kehilangan sesuatu’ kalau rokok tidak tersedia. Namun. secara wajar-wajar saja. Sekarang rokok bukan lagi tanda ‘jagoan’ tapi cenderung pada tanda ‘kampungan’. tekanan. atau ‘macho’. atau perasaan yang kurang enak. c. namun juga orang-orang yang disekitarnya (sebagai perokok pasif) dengan bahaya yang sama. Sikat gigi dan alat cukur jangan digunakan bergantian e. Rokok menurunkan kebugaran tubuh. Rokok menurunkan konsentrasi. serta berbagai bahan kimia yang dapat menimbulkan racun pada hati. dll. sehingga secara tidak langsung menyebabkan remaja menjadi lebih berani. b. dan pembentuk kanker. berfikir. 2. misalnya sewaktu mengemudi. Mengurangi stres. Penderita AIDS dalam stadium berat perlu dirawat oleh Tenaga Kesehatan yang berpengalaman. Mempererat pergaulan antar kawan. Hindai kontak langsung. antara lain yang telah dikenal dengan baik ialah karbon monoksida (CO) yang bisa mematikan. h. yang berakibat pada penurunan prestasi belajar dan bekerja. tar yang dapat menyumbat dan mengurangi fungsi saluran nafas dan menyebabkan kanker. g. Rokok mengandung sekitar 700 jenis racun yang berbahaya bagi kesehatan. Gunakan sarung tangan dan celemek untuk tugas perawatan b. d. terutama bila semua kawan merokok. Mengurangi nafsu makan. ‘jagoan’. merokok mengandung lebih banyak mudzaratnya daripada manfaatnya. otak. sendiri-sendiri atau bersama-sama bisa mendorong remaja mulai merokok dan terus merokok : .merokok ada manfaat dan mudzaratnya. perlu hatihati untuk memutuskan risiko penularan. Faktor yang mendorong remaja mulai dan terus merokok Hal-hal di bawah ini. Penggunaan prosedur P3K yang aman ialah sebagai berikut : a. d. kita siap memperlakukan para penderita tersebut. b. kita harus tetap memperhatikan prosedur P3K maupun perawatan penderita yang memenuhi keselamatan penolongnya. sehingga bisa mencegah kegemukan Mudzaratnya antara lain ialah : a. Rokok dapat menyulut kebakaran. Meningkatkan keberanian dan perasaan ‘jantan’.aktivitas yang berisiko menularkan HIV/AIDS dan mana yang tidak. Sedang perawatan dirumah bagi penderita yang tidak berat. Yang perlu diperhatikan. Manfaatnya antara lain ialah : a. bila anda punya luka ROKOK 1. Rokok memboroskan. e.

f. Menjaga makanan sehari-hari. e. b. Pengertian alkohol dan minuman keras (miras) ALKOHOL merupakan cairan yang bening. Kurangi kumpul-kumpul tanpa tujuan dengan perokok. tidak bergantung pada hal-hal yang diluar dirinya. dan kehidupan modern. sehingga cepat memenuhi kebutuhan kalori. sehingga dapat mengurangi stres. Tanamkan rasa benci pada rokok (hindari rokok). 3. Jika ada keinginan merokok. Dalam kehidupan sehari-hari alkohol berperan penting sebagai campuran makanan dan minuman. b. Yakin dan optimis.a. Cukup olah raga. mudah menguap dan mudah terbakar. disinfektan (pencuci hama). Minuman keras (MIRAS) ialah minuman yang secara sengaja diberi alkohol. terutama untuk daerah-daerah berhawa dingin. b. Ketidaktahuan akan bahaya merokok. Rasa ingin tahu sampai menjadi ketergantungan. ALKOHOL 1. tidur dan istirahat. alihkan perhatian pada hal lain. h. Hasrat berkelompok dengan kawan senasib dan sebaya. apalagi hanya rokok. Menjauhkan makanan yang banyak sekali bumbunya dan menjauhi alkohol. termasuk juga dikalangan remaja. f. Alkohol mudah dimetabolisme oleh tubuh. Yang terpenting dari semuanya ialah pengendalian diri dan kepercayaan diri bahwa remaja yang berhasil ialah remaja yang mandiri. Manfaat dan mudzarat alkohol bagi manusia Alkohol memberi beberapa manfaat antara lain ialah : a. antara lain ialah : . Namun alkohol memiliki banyak mudzarat yang lebih besar daripada mafaatnya. Diperoleh dari hasil fermentasi karbohidrat. d. Jangan menahan lapar lama-lama. bahwa kita dapat berhenti merokok. c. Minum miras sering dianggap sebagai tanda dari kejantanan. c. d. dalam hal ini permen karet atau permen lain dapat dipakai sebagai pengganti rokok sementara. c. i. Cara menghentikan kebiasaan merokok Beberapa hal dapat kita lakukan untuk menghentikan kebiasaan merokok secara bertahap : a. tak berwarna. bahan bakar. Berniat serius berhenti merokok dan berserah diri pada Tuhan. e. dan bahan dasar sebagai obat dan kosmetika. badan terasa hangat. Setelah minum alkohol. Dorongan dari lingkungan sosial yang ‘mendesak’ remaja untuk merokok atau kalau tidak dianggap tidak solider dengan lingkungan sosialnya. d. Untuk meningkatkan kejagoannya. g. 2. Alkohol dapat menurunkan kesadaran. kedewasaan. Adanya stres atau konflik batin atau masalah yang sulit diselesaikan.

dan berkembang menjadi remaja berprestsi. kelaki-lakian dan modernisasi. 3.Τ Dapat menyebabkan kerusakan susunan syaraf. tidak bergantung pada hal-hal lain diluar dirinya. yang dalam jangka panjang menyebabkan ketergantungan psikis (jiwa). yakni untuk mendapatkan rasa nyaman. Cara remaja agar tidak terjerumus dalam ketergantungan alkohol/miras Bila terlanjur kenal dengan miras. Menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. e. c. yaitu menimbulkan rasa gembira dan rasa optimis kepada pemakainya secara berlebihan. 4.Τ c. obat akan bermanaat. Namun bila disalahgunakan artinya digunakan tanpa alasan yang tepat. Hasrat berkelompok dengan kawan senasib dan sebaya.a. dalam cara yang tidak . b. Dapat merusak hati. alkohol menurunkan kesadaran. Rasa ingin tahu sampai ketergantungan. anemia dan kekurangan sel darah putih. Menimbulkan ketergantungan fisik. berakhir dengan peningkatan toleransi. merusak sumsum tulang. belajar dan bekerja. Bila berkendaraan mudah menimbulkan kecelakaan lalu lintas karena menurunnya konsentrasi akibat minum alkohol.Τ Meningkatan kerentanan infeksi karena kerusakan saluran nafas. dalam jangka panjang mengakibatkan kegagalan fungsi hati dan kanker. d. hati. usaha penghentiannya yang terpenting ialah pengendalian diri dan kepercayaan diri bahwa remaja yang berhasil menghentikan miras ialah remaja yang mandiri. PENYALAHGUNAAN OBAT 1. Pengertian obat Obat ialah racun yang dibuat dari bahan kimia. sehingga dapat menyebabkan pendarahan. serta disuntikan ke dalam otot atau pembuluh darah. vagina dan semua lubang tubuh yang ada. Apabila digunakan dengan alasan tepat dengan dosis tepat. dubur (per anal). apalagi hanya alkohol. Adanya stres atau konflik batin atau masalah yang sulit diselesaikan. f. antara lain : gangguan metabolisme yang bisa berdampak pada kelainan jantung sampai gagal jantung. Untuk meningkatkan kejagoannya. Keinginan dianggap perkasa/jantan dan disegani.Τ Τ hambatan pembentukan trombosit. atau kurang makan. Segera setelah diminum. b. yakni memerlukan dosis alkohol yang semakin lama semakin tinggi. sehingga menimbulkan penurunan kemampuan untuk berbuat baik. Racun tersebut dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui kulit (obat luar). ialah : a. Dorongan dari lingkungan sosial yang ‘mendesak’ remaja untuk mencoba minum miras atau kalau tidak dianggap tidak solider dengan lingkungan sosialnya. Faktor-faktor yang mendorong remaja terjerumus dalam ketergantungan alkohol/miras Pengenalan pada alkohol atau miras hampir sama kejadiannya dengan pengenalan pada rokok. mulut (per oral).

hanya dapat diperoleh dengan resep dokter. 4. yang akhirnya menjadi ketergantungan. antara lain : candu. Ketergantungan (kejiwaan. Alasan remaja menyalahgunakan obat Remaja menyalahgunakan obat dengan dua cara. makin lama dosis yang berefek makin besar. c. b. remaja ngepil melalui tahap-tahap berikut : a. Remaja ngepil kebanyakan mulai dengan coba-coba. b. rasa percaya yang berlebihan. Mudahnya obat didapat disekitar tmpat tinggal emaja. dan Halusinogen (pembentuk mimpi palsu yang indah). 3. Stimulansia (perangsang). Hampir semua obat memiliki efek toleransi. ingin dianggap hebat. Adanya trend (kecenderungan) penggunaan obat tertentu sebagai citra remaja modern (contoh : penggunaan ekstasi akhir-akhir ini). Adanya sikap individu yang berpotensi coba-coba. Kecanduan : tubuhnya sudah terganggu. c.tepat. Atau sebaliknya sikap solider terhadap kawan yang berlebihan tanpa pikir panjang. tidak senang diatur. Jenis-jenis obat yang ada dilingkungan masyarakat Ada 4 golongan obat berdasarkan bahaya dan cara mendapatkannya : a. Tahap pemakaian Indental (kadang-kadang). tanpa kerusakan tubuh) : di mana tanpa minum obat tertentu. Dalam kenyataannya. Mandrax (Mx). c. kokain. d. dll. Pil BK. eksperimental. Obat-obat Bebas Terbatas. dll. sulit bergaul. 2. yaitu Ngepil (bila lewat mulut) dan nyuntik (bila lewat suntikan). Bahaya ngepil Pengaruh obat secara umum ialah : a. di beberapa kota besar. Tahap pemakaian coba-coba. 5. seperti Obat Anti Depresansia (penekanan kesedihan). Berbahaya dan Narkotika kadang dapat dibeli secara bebas. b. Ekstasi. ganja. d. misalnya : mudah frustasi. dll. d. Tahap penyalahgunaan. termasuk ke dalam golongan Obat Berbahaya ini. gangguan kepribadian dan mental. remaja yang bersangkutan sudah tidak mampu lagi berprestasi sama sekali. maka obat akan meracuni tubuh. malas. Tahapan penyalahgunaan obat dikalangan remaja Biasanya. b. Obat Bebas Terbatas. sehingga selalu memerlukan obat tersebut. morfin dan turunannya. dan dosis yang tidak tepat. bahkan kadang-kadang ditawarkan secara langsung oleh penjualnya kepada remaja secara gelap/sembunyi-sembunyi. Coba-coba ini dipengaruhi beberapa hal antara lain : a. Tahap ketergantungan. mudah bosan. sementara pengawasan obat kurang efektif. Narkotika. Kesehatan : pengaruhnya tergantung pada bahan kimia yang terkandung dalam obat . c. umumnya remaja menjadi kurang peduli terhadap lingkungan. Obat Berbahaya. agresif. Obat Bebas. yang dapat dibeli dan diminum secara bebas. mulai dari ketergantungan sampai pada perusakan alat-alat tubuh dan dapat menimbulkan kematian. heroin.

karena ngepil/nyuntik itu perilaku memalukan. Banyak minum air. bantulah agar : a. Kelihatan ketakutan. yang memiliki karakter mirip dengan HIV penyebab AIDS. HEPATITIS – B 1. Hepatitis – B merupakan penyakit peradangan hati yang berbahaya yang dapat berkembang menjadi penyakit kronis serta menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker hati dan sirosis (matinya sel-sel hati). Meningkatkan ibadah. 7. hati. b. Untuk remaja yang sudah tergantung atau mencandu. e. Cara membantu remaja mencegah diri dari ngepil/nyuntik Kalau masih coba-coba atau Indental. seyogianya berkonsultasi dengan petugas kesehatan. b. c. karena sisa darah yang ada di alat suntik meningkatkan efek alat yang disuntikkan. antara lain : Hepatitis – B dan AIDS. Penyuntikan memiliki akibat yang lebih langsung ke dalam tubuh manusia. 8. c. ginjal. e. secara umum terlihat : a. bicara cedal/bertele-tele. Aktif dalam berbagai kegiatan. yang disebabkan oleh sejenis virus. Meninggalkan lingkungan ngepil/nyuntik. b.tersebut : pada penggunaan obat bebas dan bebas terbatas (catatan : sebenarnya sebagian besar remaja ‘ditipu’ untuk ngepil obat jenis ini) terjadi toleransi (obat tidak manju bila dosisnya tidaktinggi). Bahaya nyuntik NYUNTIK memiliki bahaya sama dengan ngepil dalam tingkatan yang lebih parah. Yang terpenting ialah mengembangkan sikap percaya diri dan pengendalian diri yang kuat. Cara kita menduga seorang remaja berada di bawah pengaruh obat berbahaya Remaja yang sedang ngepil. syaraf dan organ-organ tubuh lainnya. sekarang sering terjadi kematian mendadak akibat gagal jantung atau keracunan otak akibat dosis obat yang terlalu tinggi. Pengertian Hepatitis – B. . dengan akibat nyuntik berisiko penularan berbagai penyakit lewat darah. Memiliki rasa malu. Penyuntikan umumnya lebih disukai bila penggunaan alat suntik dan jarum yang sama untuk beberapa remaja. merusak jantung. Penyuntikan hampir selalu narkotika yang memiliki bahaya paling besar. c. f. Gerakan bergetar. d. 6. Lesu dan gelisah. Banyak keluar keringat. Tanda-tanda tersebut sangat nyata pada penggunaan ekstasi. karena : a. Kurang konsentrasi. Sedang pada beberapa obat berbahaya dan narkotika bisa menimbulkan tidak normalnya koordinasi motorik. d.

khususnya yang bertubuh lemah. Selain itu. Senggama. ialah berupa penularan langsung melalui darah atau produk-produk darah. Tidak semua orang perlu divaksinasi. mencakup : a. sel-sel hati mati dan menjadi siosis. Yang patut diwaspadai ialah kegemaran suntik di kalangan masyarakat Indonesia. Namun TBC kemudian juga bisa menyerang alat tubuh yang lain. Ada beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk melumpuhkan virus Hepatitis – B pada stadium awal penyakit. demam. ternyata akhir-akhir ini penderita TBC menjadi kian banyak. yang hanya bisa didapat dengan resep dokter. pencegahan yang sama juga harus dilakukan sebagaimana halnya dengan pencegahan AIDS. yang bisa berakhir dengan kanker. Bila sudah lanjut. Namun. b. c. seperti : edema. penyakit ini menunjukan gejala ringan serupa flu : tubuh lemas. berkembang pula jenis baru. yaitu Hepatitis – c dan Hepatitis – D yang memiliki keganasan lebih tinggi darpada Hepatitis – B. Dari ibu hamil kepada janin yang dikandungnya. TUBERCULOSIS (TBC) 1. . dll. Proses penularan Penularan Virus Hepatitis – B terjadi persis sama dengan penularan HIV. agar dapat berfungsi normal. Cara pencegahan dan pengobatan Hepatitis – B dapat dicegah dengan vaksinasi. TBC paling banyak menyerang paru-paru (saluran pernafasan). seperti : muntah-muntah. yang bila meluas menyebabkan gangguan penurunan fungsi hati. paling sering pada usia 15 – 35 tahun. Seseorang yang telah terlanjur terkena Virus Hepatitis – B atau yang secara alamiah telah memiliki anti HBs tidak perlu mendapat vaksinasi. Tranfusi darah dan penggunaan alat kedokteran yang kurang bersih. Pada keadaan berat terdapat gejala-gejala menurunnya fungsi hati. TBC menjadi kian pening karena semula semua orang mengira penyakit ini sudah mulai menghilang. Pengertian TBC merupakan penyakit menahun dan menular yang disebabkan oleh bekteri Mycobacterium tuberculosis yang ditularkan lewat dahak yang menyebar ke udara. 2. Pola ABC. TBC dapat menyebabkan peradangan pada selaput otak dan gangguan kulit. dan ‘Condom’ dalam keadaan darurat juga diterapkan dalam pencegahan Hepatitis – B. ‘Abstinance’ bagi yang belum menikah ‘ Be Faithful’. Para penderita AIDS di beberapa negara Asia ternyata banyak meninggal karena TBC. Dengan cara ini. tubuh akan menghasikan zat anti terhadap Hepatitis – B yang disebut anti HBs.Awalnya. sampai pada gejala berat. Pada anak. atau bila “sembuh”. demam sangat tinggi dan kemudian warma kulit menjadi kakuning-uningan. pendarahan lambung. Makanan sehat membantu usaha tersebut. yang lebih penting ialah memelihara sel-sel hati yang masih baik. TBC dapat menyerang setiap orang. 3. cepat lelah. kurang gizi atau tinggal dengan penderita TBC. akibat menurunnya daya tahan tubuh orang yang diserang AIDS tersebut. Selain Hepatitis – B.

c. Dibandingkan dengan masyarakat lain. KELUARGA 1. e. makanan yang baik dan sehat. Cara pengobatan : Sebenarnya berbagai obat sudah ditemukan sebagai obat TBC yang manjur. dan kedewasaan seseorang. saling bersikap jujur dan saling terbuka diantara anggota-anggota keluarga. Vaksinasi BCG bagi bayi sedini mungkin. e. g. Makan makanan yang banyak mengandung protein dan vitamin. Termasuk INH. Rasa cinta keluarga sangat diperlukan bagi remaja Keluarga merupakan masyarakat terkecil dimana seorang remaja hidup. Menghingdari berdekatan nafas dengan penderita TBC. b. Streptomisin. d. Pendidikan dan pengalaman tersebut disampaikan dalam pendapat dan sikap dalam . Rasa cinta kepada keluarga (bagaimanapun keadaan keluarga kita masing-masing) menjadi perekat bagi tumbuhnya rasa tanggung jawab. Dalam stadium lanjut berbagai infeksi dapat disebabkan karena kuman TBC. istirahat yang cukup membantu penyembuhan penyakit ini. Disamping itu. 3. Panas ringan pada sore hari dan berkeringat pada malam hari. walau telah minum obat biasa. selaput paru. Jaga kebersihan lingkungan. Suara menjadi parau/serak. Tanda dan gejala seseorang mengidap Tuberculosis (TBC) Seseorang mengidap TBC menunjukan tanda dan gejala sebagai berikut : a. Cara remaja dalam membina komunikasi dalam keluarga Masing-masing anggota keluarga memiliki pendidikan dan pengalaman sendri-sendiri. f.2. c. Masalahnya obat-obat tersebut harus diminum dalam jangka panjang secara terus-menerus tanpa berhenti. jantung dan berbagai organ tubuh penting lain. pada stadium lanjut berdarah. d. kematangan. Pemeriksaan kesehatan secara teratur. saling menghargai. f. Batuk menahun dan berlendir. Etambutol. otak. Terasa nyeri pada dada dan punggung atas. Batuk lebih dari 4 minggu. Menjadi kurus. maka dalam keadaan normal remaja tinggal paling lama dalam keluarga. Ini biasanya yang tidak dilakukan orang dengan benar. Cara pencegahan dan pengobatan TBC Cara pencegahan : a. 2. Rasa cinta antara anggota keluarga ditunjukan dengan adanya rasa saling percaya. Rasa cinta juga dicerminkan pada cara-cara berkomunikasi antar anggota keluarga. Kulit pucat. h. Makan dan istirahat yang teratur. dan Ripamfisin. termasuk infeksi kulit. PAS. khususnya masyarakat sekolah dan kelompok bermain. b. Oleh karenanya keberhasilan remaja dalam belajar dan mempersiapkan masa depan sangat bergantung pada keterdekatan remaja tersebut dengan keluarganya.

Karena keterdekatannya. Kakek. Orang yang tanpa diminta siap menolong kita. Pengertian teman Teman sejati ialah orang yang hadir di hadapan kita dan siap menolong kita pada saat kita memerlukannya (‘a friend indeed is a friend in need’). sementara ia mencari waktu dan situasi yang tepat untuk secara perlahan-lahan memberitahukan (atau merayu) kepada orang tuanya tentang pendapat dan sikapnya yang berbeda. karena jenis kelamin yang sama. sedang rayuan tidak mempan . tindakan remaja yang paling fatal ialah ‘meninggalkan keluarga’ baik terang-terangan maupun diam-diam. Bila masalahnya sangat serius. atau rumah berdekatan. ketinggalan jaman. Teman ialah orang yang memperhatikan kebutuhan orang lain. belum cukup matang untuk berpendapat dan bersikap dalam suatu hal. yang tahu persis kebutuhan orang lain. TEMAN SEBAYA 1. Bila perbedaan tersebut menjadi tajam pada hal-hal yang penting. Perbedaan-perbedaan pendapat dan sikap tersebut sebenarnya wajar saja. hadirnya orang ketiga mungkin membantu. 2. kadang bisa berperan sangat baik dalam menjembatani perbedaan yang ada. Persis seperti yang terjadi dalam permainan bujur sangkar pecah. teman sebaya bisa saling mempengaruhi untuk sesuatu menuju kebaikan. dan dengan ikhlas memberikan miliknya kepada orang lain agar orang lain dapat menyelesaikan tugasnya. yang terpenting ialah sikap menjadi “friend in need” dalam keluarga. Sikap terpuji ialah diam atau mengiyakan (walau tidak setuju dengan pendapat atau sikap orang tuanya). Komunikasi antara remaja perempuan dengan orang tua dan anggota keluarga lain seringkali lebih sulit. Dalam bahasa sajak “yang siap menyediakan bahu tempat kita menangis” (‘shoulder to cry on’). Masalah muncul bila orang tua cenderung menganggap mereka sudah lebih dulu dewasa dan kaya pengalaman. sedang anak-anak. dan pendapatnya sudah tidak sesuai lagi dengan zaman sekarang. Sehingga diantara teman sebaya hampir tidak ada rahasia lagi. atau usia berdekatan. Dalam situasi seperti itu. Dalam kerangka pengertian tersebut. dari pihak remaja seyogyanya jangan bertindak keras dan kasar. Hal tersebut disebabkan adanya perbedaan pendapat yang banyak dilakukan remaja perempuan. saudara tua yang lain. baik antara remaja dengan kakak yang sudah dewasa.menghadapi suatu hal atau masalah. Pengertian teman sebaya Teman sebaya ialah teman yang sangat akrab dengan kita. dan mengalihkan kepercayaan pada orang lain. sedang orang tua mereka sudah kuno. Sebaliknya kesetiakawanan antara teman sebaya bisa pula saling menjerumuskan ke dalam hal-hal yang berisiko merugikan. atau bersekolah di sekolah yang sama. maupun remaja dengan kedua orang tua. . atau seminat dan seterusnya. maka dalam keluarga sebenarnya remaja memerlukan ‘teman sebaya’. juga dalam kurun remaja. Sebaliknya di kalangan remaja juga sering timbul pendapat bahwa merekalah yang lebih tahu masalah-masalah kehidupan kini. Dari pihak remaja. Asalkan semuaanggota keluarga saling menghargai pendapat dan sikap anggota keluarga yang lain.

Bagaimana menempatkan dirinya sebagai teman sebaya kawan-kawan di lingkungan sekolah atau lingkungan bermainnya. Jangan beri nasehat apapun dalam tahap ini. diwaktu lain teman kita menasihati kita tentang sesuatu. Sikap menjaga rahasia teman merupakan prasyarat yang utama pula. 2. Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) yang kirta pelajari disini tidak lain ialah melaksanakan segala sesuatu yang sudah biasa kita lakukan. sebenarnya kita sudah melakukan Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) dalam bentuk berkomunikasi dua arah dengan teman sebaya. Tempatnya bisa dimana saja. Seyogyanya Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) dilakukan dalam tahapan-tahapan sebagai berikut : a. sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi oleh teman-teman sebayanya. Para Pendidik Remaja Sebaya. 3. maka tidak ada cara baku untuk melaksanakan PRS. c. Usahakan dijaga kerahasiaan teman. para Pendidik sendiri diharapkan menjadi contoh tauladan bagi teman-teman sebayanya dalam berperilaku. dan bukannya mengajak pada hal-hal yang kurang baik. Juga dalam keluarga masing-masing. yang sudah dilatih. Cara kita melaksanakan Program Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) Karena PRS dikemas dalam bentuk komunikasi tidak resmi antar teman sebaya. didorong untuk terpanggil menyebarluaskan pengetahuannya kepada teman-teman sebayanya. Sesuai cita-cita masing-masing. Menjadi suri tauladan baik sikap maupun kepribadian bagi remaja-remaja sebaya lain. Cara kita menempatkan diri sebagai teman sebaya bagi remaja lainnya Tantangan bagi setiap remaja sebagai teman bagi remaja lainnya ialah : a. Bantu ia untuk mengungkapkan keseluruhan permasalahan yang dideritanya. Kadang-kadang kita menasehati teman kita. Makna dari Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) adalah penjabaran dari rasa kesetiakawanan. Dengan menceritakan permasalahan kepada orang yang dipercaya. perasaan senasib sepenanggungan. Yang semata-mata dilakukan karena saling menyayangi dengan teman sebaya kita tersebut. Demi kecemerlangan masa depan bersama. tanpa diminta. Dalam kehidupan kita sehari-hari. hanya kali ini menyangkut pada kesehatan dan kesejahteraan remaja. disekolah dan dikelompok bermainnya. Tahap Penerimaan Pada tahap ini yang penting ialah mendengarkan keluhan atau masalah yang dialami teman. yang dipercaya akan dapat membantu mereka memecahkan segala macam persoalan mereka. PENDIDIKAN REMAJA SEBAYA (PRS) 1. Tunjukan rasa tertarik anda. b.Demikian pula seyogyanya kedua orang tua dan saudara-saudara yang lain siap untuk menjadi teman sebaya bagi remaja dalam keluarga. ia sebenarnya telah . Waktunya bisa kapan saja. lebih-lebih perilaku beresiko. Yang paling penting ialah menciptakan suasana saling percaya. Mencari dan mendapatkan teman sebaya yang bisa saling mengajak pada kebaikan. Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) juga sebagai bukti bahwa seorang teman adalah teman sejati. Tentu saja.

Usahakan untuk tidak tergesa-gesa. Pelayanan usaha transfusi darah PMI telah dikuatkan dengan: a. Ingat. b. Beberapa teman yang berperilaku beresiko kadang tidak mengerti sama sekali risikonya. tentang transfusi darah. Menghadapi teman yang demikian. Tahap pemeliharaan Ide yang sudah dimasukan. bahwa pada tahap ini anda harus membuktikan bahwa anda sendiri konsekuen dengan sikap anda. PELAYANAN UNIT TRANSFUSI DARAH PENDAHULUAN Usaha transfusi darah merupakan salah satu kegiatan pokok yang penting di PMI. Untuk keperluan pemeliharaan ini. dan jangan banyak ide dimasukan sekaligus. Strategi Palang Merah Indonesia (PMI) dalam visinya menetapkan agar dikenall secara luas sebagai organisasi kepalangmerahan dalam memberikan pelayanan kepada yang . Yang tidak kalah penting ialah agar keseluruhan PRS selalu diimbangi dengan doa kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Usahakan agar tahap pemeliharaan ini disamarkan dalam bentuk silaturahmibiasa. tetapi dari teman anda sendiri. penyimpanan dan penyampaian darah kepada seorang penderita. Tahap pemasukan ide Pada tahap ini. Yang penting keseringan berkomunikasi dan membahas masalah-masalah yang ada. Dengan kata lain. Kalau bisa diusahakan agar dibuat suasana sedemikian sehingga seakan-akan ide itu bukan datang dari anda. Anda adalah contoh remaja yang sehat sejahtera. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 18 tahun 1980. pada tahap ini anda membimbing teman anda untuk siap menolong diri sendiri. Secara berulang-ulang dan berurutan. tentang palang Merah Indonesia di bidang transfusi darah. pelan-pelan ide anda dimasukan kedalam benak dan hati teman anda. Usaha transfusi darah dilakukan dengan maksud untuk memungkinkan penggunaan darah bagi keperluan pengobatan dan pemulihan kesehatan yang mencakup masalah pengadaan. PMI adalah organisasi sosial yang berhak melaksanakan kegiatan transfusi darah berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut di atas. Juga diharapkan agar pemasukan ide jangan dikemas dalam suasana ‘menggurui’ atau ‘mendikte’. Sebaiknya sedikit demi sedikit. jangan beri nasehat dalam tahap ini. c. agar sedikit demi sedikit ia memahami risiko yang sedang dihadapinya. pengolahan. diperlukan upaya terus menerus.menyelesaikan 50 % dari permasalan yang mengganjalnya. Sehingga tidak kelihatan bahwa anda memaksakan keinginan anda untuk diikuti teman anda. b. Sekali lagi ditekankan. Karena pembentukan atau perubahan perilaku memerlukan waktu yang lama. 24/Birhub/1972. diperlukan pertanyaan-pertanyaan pancingan. berulang-ulang mengajak teman menuju arah dan cita-cita yang telah disepakati bersama. harus dipelihara. Peraturan Pemerintah RI No. Hal paling penting ialah untuk mengimbangi keseluruhan upaya pemasukan ide dengan doa kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.

namun baru melalui Peraturan Pemerintah No. Kini. kegiatan tersebut dapat dilayani di 165 Unit Transfusi Darah Pembina Darah dan Cabang tingkat Propinsi dan Daerah Tingkat II. . 478/Menkes/Per/1990 tentang upaya kesehatan di bidang Transfusi Darah. untuk menghindari tercemarnya darah dari HIV.Dirjen Yan Med No.622/Menkes/SK/VII/1992 tentang kewajiban pemeriksaan HIV pada darah yang disumbangkan donor. namun tidak bertentangan dengan resolusi Komisi HAM PBB. maka dirujuk ke UTDP untuk dilakukan test ulang darah donor tersebut. Pemeriksaan ini bersifat "mandatory". Apabila ada donor darah yang dicurigai terinfeksi dengan hasil test yang mendukung. Meskipun kegiatan transfusi darah sudah dirintis sejak masa perjuangan revolusi oleh PMI.. Target pelayanan transfusi darah adalah berupaya memenuhi kebutuhan darah yang bermutu. Darah diperoleh dari sumbangan darah para donor darah sukarela maupun donor darah pengganti. pemerintah mengeluarkan surat keputusan Menkes RI No. Saat ini tiap Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) telah melakukan uji saring terhadap 4 penyakit menular berbahaya yaitu syphilis. 1147/ YANMED/RSKS/1991. Tugas ini ditegaskan pula melalui SK. PMI tidak hanya memfokuskan perhatiannya pada pendonor darah tetapi juga ke masyarakat yang pengguna darah.membutuhkan secara efektif dan tepat waktu dengan semangat kenetralan dan kemandirian. Hingga sekarang jumlah darah yang terkumpul baru sekitar 0. Di UTDD DKI Jakarta apabila dicurigai adanya infeksi HIV/AIDS maka dilakukan rujukan pasien ke LSM Yayasan Pelita Ilmu yang menangani Konseling dan Terapi. Hasilnya dikembalikan ke UTDC yang bersangkutan. pemerintah menetapkan peran PMI sebagai satu-satunya organisasi yang ditugaskan untuk melaksanakan kegiatan transfusi darah di Indonesia. Prosedur permintaan Darah. Bahkan.47% dari jumlah penduduk Indonesia. Berhubung tindakan selanjutnya masih di bawah wewenang Depkes. seperti " Bagaimana menjadi donor darah. aman dan mencukupi serta dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau. PROSEDUR TEKNIS PELAYANAN TRANSFUSI DARAH Dalam melakukan pelayanan transfusi darah kepada masyarakat. hepatitis B & C dan HIV/AIDS. tentang Petunjuk Pelaksana Peraturan Menteri Kesehatan No. Karenanya menjadi penting untuk melakukan sosialisasi informasi mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan masalah transfusi darah kepada masyarakat luas. 18 tahun 1980. karena yang diperiksa bukan orang yang menyumbangkan darah melainkan darah yang akan ditransfusikan (prinsip unlinked Anonymous). yang tersebar di seluruh Indonesia. idealnya jumlah darah yang tersedia adalah berkisar 1% dari jumlah penduduk Indonesia. maka PMI bekerjasama dengan RSCM untuk melakukan test Western Blot yaitu pemeriksaan untuk memastikan seseorang tersebeut reaktif atau tidak. Pengelolaan Darah dan "service cost" (lengkapnya lihat "Serba-Serbi Transfusi Darah" ) BLOOD SCREENING ( Pemeriksaan uji saring darah) Blood screening (pemeriksaan uji saring darah) merupakan salah satu tahap di dalam pengelolaan darah yang dilakukan PMI untuk mendapatkan darah yang betul-betul aman bagi pengguna darah (orang sakit).

Tidak mempunyai penyakit kuning (Hepatitis). Tidak sedang hamil. Cara menyumbangkan darah a. Darah dibagi menjadi dua macam. Dan kadar HB sekurang kurangnya 12 gram % d. e. warna kulit. Syarat-syarat menjadi donor darah a. Namun untuk kasus HIV dipanggil langsung. Memiliki berat badan minimal 45 Kg c. + atau tidak menjadi donor darah untuk selamanya bagi pengidap HIV dan Hepatitis B&C. HIV. konseling belum dapat dilakukan karena: + Prinsip Unlinked Anonymous + Belum siapnya seluruh UTDC dan Pemerintah untuk melakukan konseling dan terapinya DONOR DARAH Donor darah adalah penyumbangan darah. Pendaftaran b. kepercayaan. Tetapi donor darah pengganti/keluarga akan ditiadakan bila persediaan darah di PMI telah tercukupi. Tidak mempunyai luka atau infeksi f. Tidak sedang menjalankan pengobatan suatu penyakit g. Pemeriksaan darah . Dalam keadaan sehat menurut pemeriksaan dokter atau petugas i. Sedangkan pada tahap Post Konseling. ataupun jenis kelamin. AIDS dan penyakit-penyakit berat lainnya. Mempunyai tekanan darah 100/60 sampai 180/100 mmhg. Dalam tahap pre konseling.Konseling Donor Darah Khusus mengenai konseling sebenarnya UTD PMI telah mencoba untuk melakukan pre dan post konseling untuk hasil pemeriksaan darah yang positif terjangkit Sifilis. golongan. Tidak mempunyai perilaku sek menyimpang seperti lesbi atau homo. baru melahirkan atau menyusui h. Penyakit paru-paru (TBC). Kemudian diberitahukan kepada yang bersangkutan untuk tidak menjadi donor darah: + sampai hasil pemeriksaan darahnya negative pada sifilis . Berusia antara 17 sampai 60 tahun b. bahwa jika hasil darahnya reaktif atau positif maka darah tersebut tidak akan digunakan untuk transfusi. sebelum pemeriksaan para donor diberitahu disertai penjelasan yang benar dan mendapat persetujuan dari yang bersangkutan melalui lembar Inform Consent. Donor darah sukarela adalah seseorang yang menyumbangkan darahnya secara sukarela untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan tanpa memandang perbedaan agama. Sedangkan donor darah pengganti /keluarga adalah seseorang yang meyumbangkan darahnya untuk mengganti darah yang telah dipakai oleh anggota keluarga atau kerabatnya. yaitu donor darah sukarela dan donor darah pengganti atau disebut dengan donor darah keluarga. setelah hasil pemeriksaan darah donor dinyatakan positif. Hepatitis B & C. maka diadakan pemanggilan kepada yang bersangkutan melalui pos. bangsa. Khusus untuk HIV.

Pada dasarnya si sakit lebih senang tinggal di rumah serta dirawat oleh keluarga. tenaga dan biaya rumah sakit c. Pelaku-pelaku perawatan keluarga. b. 3. B. Pengertian Perawatan Keluarga Perawatan keluarga adalah perawatan yang dilakukan di rumah dengan menggunakan peralatan yang sederhana yang ada di rumah yang dilakukan oleh anggota keluarga. Pelaksanaan pengambilan darah d. Memakai Celemek Celemek adalah bentuk pakaian untuk menutup pakaian pelaku PK waktu menolong merawat si sakit tanpa mengganggu gerak si pelaku. Sejak tahun 1950 PMI telah menyelenggarakan pendidikan dan latihan PK c. b. Suatu keharusan bagi setiap perawat termasuk pelaku PK untuk mencuci tangan : Sebelum dan sesudah merawat orang sakit Sebelum menyiapkan makanan dan minuman Sesudah memegang barang-barang kotor dan binatang Sesudah buang air besar dan buang air kecil Tujuan: Membersihkan tangan dari segala kotoran Menjaga kesehatan pelaku Mencegah penularan penyakit Melatih suatu kebiasaan baik 2. Ingin belajar dan berbakat dalam bidang keperawatan. Mencuci tangan. 3.c. yaitu: a. Tujuan: Melindungi pakaian pelaku dari kotoran Mencegah penularan Cara menggantung celemek : Tanpa memegang bagian luar celemek . Maksud dan Tujuan Perawatan Keluarga a. Menerima makanan Dasar-dasar Perawatan Keluarga 1. Mempunyai sifat kasih yang tulus 2. Demi untuk menghemat waktu. Istirahat e. Menaruh minat dan memiliki rasa kemanusiaan yang dalam. Pada dasarnya siapa saja dapat melakukan PK asal sebelumnya diberi pengetahuan berupa pendidikan PK dan dilatih secukupnya. Perawatan sehari-hari 1. Untuk meningkatkan kemandirian orang sakit dan keluarga secara optimal. 2. Pemberian kartu f. Sifat pribadi yang tepat untuk menerima pendidikan PK adalah: 1.

daun pisang yang setengah tua bungkus dengan kain (sarung) 4. Selimut 1. Tikar. bau yang merangsang dan keributan. Kain seprei. kain. sarung bantal 3. kasur . maka harus segera diganti. Pengukuran suhu denyut nadi dan pernapasan Alat mengukur suhu disebut termometer. Peralatan : Yang mampu Kurang mampu 1. kain alas perlak 4. Selimut 4. yang lazim dipakai di Indonesia adalah termometer Celcius sedangkan di Amerika Fahrenheit.Didalam ruangan orang sakit bagian luar berada di luar Di luar ruangan si sakit bagian luar berada di dalam 3.  Barang tenun (Seprei. kecuali bila kotor atau basah. Tempat tidur. sarung bantal 3. Balai-balai. bantal 2. Kain perlak. bantal 2. Penataan tempat tidur si sakit Maksud dan tujuan: Mempercepat penyembuhan Mencegah penyakit bertambah berat Memperkecil bahaya penularan Syarat tempat tidur si sakit: Panjang tempat tidur harus sepadan dengan panjang badan si sakit Ditempatkan pada bagian kamar yang tak banyak kena hembusan angin Terhindar dari cahaya yang menyilaukan. sarung bantal dll) hendaknya diganti paling sedikit dua kali seminggu. Bagian-bagian termometer: Tabung gas panjang berbentuk persegi gepeng bundar atau persegi Pipa gelas tempat naik turun air raksa Skala yang menunjukkan derajat suhu Reservoir tempat air raksa Tujuan mengukur suhu : Untuk mengetahui suhu badan si sakit Untuk mengetahui adanya kelainan pada tubuh si sakit Untuk mengetahui perkembangan penyakit Sebagai salah satu penyokong dalam membantu dokter menentukan diagnosa Tempat mengukur suhu : Di ketiak Di dubur Di mulut Tujuan mengukur denyut nadi: Mengetahui keadaan umum si sakit Mengetahui keadaan jantung si sakit Mengikuti perkembangan jalannya si sakit .

Tujuan menghitung pernapasan: Membantu menentukan diagnosa Mengetahui keadaan umum si sakit DAPUR UMUM LAPANGAN PMI Penyelenggaraan Dapur umum untuk melayani kebutuhan makan para penderita atau korban bencana adalah bukan monopoli organisasi PMI. Umumnya kecepatan denyut C. regu disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah korban yang harus dilayani. Karang taruna/SATGASOS. Penyelenggaraan dapu umum yang diselenggarakan oleh PMI menjadi tanggung jawab penuh pengurus cabang PMI yang dalampelaksanaannya dilakukkan oleh regu yang ditugaskan oleh pengurus cabang. Penyelenggaraan Dapur Umum tersebut dapat diselenggarakan oleh siapa saja yang dating pertama dan dapat menyelenggarakannya. tim ini disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah korban. Pengertian Dapur lapangan yang diselenggarakan untuk menyediakan/menyiapkan makanan yang sederhana dan layak serta higenis juga cukup bergizi dan dapat didistribusikan secara cepat. Penyelenggaraan dapur umum yang diselenggarakan PMI Cab menjadi tanggung jawab penuh pengurus PMI Cab. Dalam satu regu dapur umum terdiri dari: Seorang ketua regu . Perangkat Pemda tingkat bawah dan lain-lain. Tiap kenaikan suhu badan 1 denyut nadi akan bertambah 10 – 15 denyutan.Membantu menentukan diagnosa Tempat mengukur denyut nadi: Leher Muka telinga Dekat ujung tulang selangkang Sisi dalam dari lengan atas Lipatan paha Pergelangan tangan Pada bayi sampai umur 1 tahun dapat diraba pada ubun-ubun Jumlah denyut nadi rata-rat permenit Bayi yang baru lahir 130 – 160± = Bayi 110 – 130± = Anak umur 4-7 tahun 80 – 120± = Anak umur >7 tahun 80 – 90± = Pria dewasa 60 – 80± =  Wanita dewasa lebih banyak 10 – 15 denyutan. Yang dalam pelaksanaannya dilakukan oleh suatu tim yang ditunjuk oleh pengurus cabang.°nadi meningkat bila suhu badan meningkat. Berdasarkan pengalaman selain PMI adalah TNI.

Pembuatan daftar nama para korban yang ada dalam wilayah kerjanya lengkap dengan tanggal lahir. jenis kelamin.Membantu memompa kompor. Pembuatan/penyusunan laporan 4. Ketua regu a. Pembantu umum Membantu pelaksanaan berjalannya dapur umum. Menentukan jumlah penyediaan makanan yang harus dimasak. Dengan bantuan tenaga lokal (pembantu umum).Seorang wakil ketua regu Seorang penanggung jawab tata usaha Seorang penanggung jawab peralatan dan perlengkapan Seorang penanggung jawab memasak Seorang penanggung jawab distribusi Beberapa tenaga yang membantu terdiri dari unsur masyarakat di daerah bencana dan sekitarnya Pembagian tugas 1. Mengatur penyimpanan logistik bahan-bahan kebutuhan dan peralatan serta kelengkapan dapur c. b. b.Membantu mengambilkan air dari mata air . 2. membimbing dan bertanggungjawab atas kelancaran tugas pelaksanaan dapur umum. Petugas peralatan atau perlengkapan a. pekerjaan dan alamat rumah. b. menentukan menu makanan setiap harinya dan memelihara citra rasa sedemikian rupa sesuai dengan selera yang dibutuhkan para korban 6. Petugas pendistribusian Melaksanakan pembagian makanan sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan dengan cara yang baik dan tertib. Membantu kelancaran ketua regu (tugasnya) c. dll Tenaga Dapur Umum . Bertanggung jawab atas penerimaan atau pengeluaran logistik bahan pangan 5. Bertanggung jawaab secaara langsung kepada ketua tim penyelenggara dapur umum yang ditunjuk oleh pengurus cabang atau melalui ketua kelompok apabila ada. Mewakili ketua regu bila berhalangan b. Memelihara ketetapan waktu memasak dan makan c. mengawasi. Petugas tata usaha Menyelenggarakan tata usaha dapur umum dengan baik meliputi : a. Pertanggungan jawab keuangan d. Petugas memasak a. Menyiapkan dan melengkapi peralatan dan perlengkapan dapur b. Bertanggung jawab atas pelayanan makanan dan memelihara ketertiban serta kebersihan lingkungan wilayah kerjanya 3. Misalnya : . Membuat daftar infentaris peralatan dan perlengkapan d. Pendataan barang dan keperluan dapur baik yang masuk maupun yang keluar c. 7. Wakil ketua regu a. Mengatur pembagian tugas anggota.

Aman dari bencana susulan 5. baik pria maupun wanita yang memenuhi syarat untuk membantu dan bersedia dengan sukarela. Harus dekat dengan posko dan mudah dijangkau oleh korban 3. Bila perlu bekerja sama dengan organisasi sosial lainnya Lokasi Dapur Umum 2. Menggunakan kartu distribusi 2. Alamat : …………………………………………. Nomor kode DU : …………………………………………. makanan harus siap 15 menit sebelum waktu pendistribusian 5. 2. Anggota KSR sebagai tenaga inti dibantu TSR dan PMR. 3. No Nama KK Jumlah Jiwa Makan Pagi/Siang Makan Sore/Malam Keterangan DAB *** Jumlah Catatan : D = Dewasa Petugas Distribusi . penambahan jiwa dari para korban harus diberitahukan kepada petugas. Contoh kartu distribusi KARTU DISTRIBUSI Nomor dapur : …………………………………………. Nomor Dapur : …………………………………………. Para korban. Petugas sudah siap dengan perlengkapan administrasi (daftar absensi korban. Tanggal : …………………………………………. Dekat dengan sumber air Pendistribusian 1. sehari sebelum pelaksanaan pendistribusian. untuk makan pagi dilakukan pukul 9-10 dan makan malam dilakukan pada pukul 4-5 sore 3. Tanggal Pagi Siang/malam Keterangan Contoh rekapitulasi distribusi REKAPITULASI DISTRIBUSI Alamat/lokasi/pos : …………………………………………. Higenis lingkungan cukup memadai 4.1. Pengambilan jatah dilakukan oleh kepala keluarga/wakil sesuai dengan kartu distribusi 4. Dekat dengan transportasi umum 6. Jumlah jiwa : …………………………………………. jumlah yang akan diberi. Dilakukan sehari-hari. Nama kepala keluarga : …………………………………………. dll) 6.

. Peralatan memasak a. 2 buah corong minyak 3. Peralatan dan Perlengkapan 1. 2 buah wajan no. 1 buah drum air ukuran 100 liter c. 2 buah ember plastik beserta tutup b. 2 meter slang plastik l. 3 buah sendok takaran h. 2 buah bakul nasi besar d. besar 2. Kompor gas Satu unit kompor dengan tangki berkapasitas 20 liter 3 kepala/semawar dan sebuah pompa atau 2 unit kompor dengan tangki ukuran 15 liter 2 kepala semawar dan sebuah pompa kompor. 2 buah serok penggorengan besar f.A = Anak-anak B = Bayi …………………. Jika keadaan darurat dapat juga mempergunakan tungku dari batu bata dengan bahan kayu bakar atau menggunakan kompor minyak tanah KEPALANG MERAHAN (DASAR) A.JOHN HENDRY DUNANT TAHUN 1863 Komite Internasional untuk bantuan tentara yang luka (Komite Lima) Internasional Of The Red Cross (ICRC) . Peralatan penunjang a. 2 buah ember plastik untuk mengambil air c. 2 buah cobek besar e. 2 buah langseng ukuran 100 liter b. 2 buah susukan wajan g. 2 buah panci ukuran 50 cm d. 1 buah gayung air j. LATAR BELAKANG SEJARAH PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH TAHUN 1859 S0LFERINO . 2 buah pisau rajang f. 2 buah sendok sayur i. 48 e. 2 buah ayakan bambu k. 2 buah talenan daging i. 2 buah pisau pengiris g. 1 buah drum besar untuk menyimpan air h.

Berkaitan dengan perlakuan terhadap tawanan perang (revisi dan pengembangan konvensi Jenewa tahun 1929) KONVENSI III 4.Prinsip Dasar Palang Merah (Kemanusiaan.Konvensi Jenewa Revisi dan pengembangan Konvensi Jenewa tahun 1906 berkaitan dengan Pengesahan Konvensi Jenewa berkaitan dengan perlakuan terhadap tawanan perang TAHUN 1949 KONVENSI . Kenetralan.TAHUN 1864 KONVENSI JENEVA TAHUN 1867 Konferensi Palang Merah Internasional ( 9 Pemerintah dari 16 Perhimpunan Nasional dan ICRC) TAHUN 1899 Penyesuaian terhadap cara perang Angkatan Laut sesuai dengan Prinsip Prinsip Konvensi Jenewa tahun 1864 (Konvensi Hague III) TAHUN 1806 Revisi dan Pengembangan Konvensi Jenewa tahun 1864 TAHUN 1807 Penyesuaian terhadap cara perang Angkatan bersenjata sesuai dengan Prinsip . Kesatuan. Perbaikan kondisi Angkatan Perang yang terluka dan sakit di Laut dan Perahu karam ( revisi dan pengembangan konvensi Hague X tahun 1907) KONVENSI II 3. Berkaitan dengan perlindungan terhadap penduduk sipil pada waktu perang KONVENSI IV TAHUN 1952 Revisi Status Palang Merah Internasional TAHUN 1967 Proklamasi Prinsip .KONVENSI JENEWA 1. Kesemestaan) TAHUN 1977 PROTOKOL TAMBAHAN KONVENSI JENEWA 1949 . Kesamaan.Prinsip Konvensi Jenewa tahun 1806 (Konvensi Hague X) TAHUN 1919 LIGA PERHIMPUNAN PALANG MERAH DAN BULAN SABIT NASIONAL TAHUN 1928 Status Palang Merah Internasional TAHUN 1929 Konvensi . Kemandirian. Kesukarelaan. Perbaikan kondisi bagi Angkatan Perang yang terluka dan sakit di medan perang ( revisi dan pengembangan konvensi Jenewa tahun 1929) KONVENSI I 2.

Henry Dunant mendapat perhargaan dan tahun 1901 mendapat hadiah Nobel di bidang Kemanusiaan dan Perdamaian. PALANG MERAH Palang Merah secara umum dikenal sejak tahun 1863 sebagai Pergerakan Internasional dari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang merupakan sebuah Organisasi Internasional yang bersifat Kemanusiaan dan berdiri sendiri di banyak negara di dunia. B. Dr. Jendral Dufour 2. namun dalam pengembangannya dilengkapi dengan dua buah ketentuan tambahan yang isinya lebih luas daripada konvensi Jenewa tahun 1949 yang disebut dengan dua Protokol Tambahan yaitu : PROTOKOL I Pertolongan diterapkan pada pertikaian bersenjata Internasional PROTOKOL II Pertolongan yang diterapkan pada pertikaian bersenjata yang tidak Internasional Kedua Protokol Tambahan ini disahkan dalam satu Konvensi diplomat pada tanggal 8 Juni 1977 yang diprakarsai oleh Komite Internasional Palang Merah. Maunior 3. selain itu Palang Merah juga menolong para tawanan perang Jean Henry Dunant dilahirkan pada tanggal 8 Mei 1828 di Jenewa Swiss. Ayahnya bernama Jean Jacques Dunant dan Ibunya bernama Antoinette Colladon. Appia 4. Tahun 1859 Henry Dunant pergi ke Italia menuju Solferino.kebakaran dll. Dengan pelayanan sukarela untuk menolong sesama. serta merawat korban bencana seperti banjir. Dari pengalaman tersebut ia mengarang buku dengan judul “ Un Souvenir De Solferino” ( Kenangan di Solferino ) Dan buku tersebut menarik perhatian dunia dan beberapa orang terkenal yang akhirnya membentuk Panitia 5 yang terdiri dari : 1. longsor. Palang Merah berkembang untuk melayani korban perang dan melaksanakan Konvensi Geneva. di Solferino sedang terjadi perang antar Perancis dan Sardinia melawan tentara Austria. Lambang tersebut berarti Perlindungan bagi para petugas. penolong di medan . Jean Henry Dunant Mereka membentuk lembaga sosial yang bernama PALANG MERAH tahun 1899. Kegiatan Palang Merah ini meluas termasuk pelayananmasa damai seperti mendirikan bank darah. memberikan pendidikan pertolongan peratama dan perlindungan di air dan di darat. Panitia lima tersebut merintis terbentuknya Palang Merah Lambang Palang Merah di atas dasar putih. Gustave Moyneier 5. Mr.Dalam keempat Konvensi tersebut telah dicantumkan mengenai pertolongan.

tapi itu tidak memberikan kepuasan baginya. ORGANISASI PALANG MERAH INTERNASIONAL 1. C. KIPM/ICRC. Dan setelah sembuh ia kembali ke Scutari untuk bekerja.Humanitatem Ad Pacem ( Perdamaian Melalui Kemanusiaan ) Palang Merah Indonesia diterima sebagai anggota LIGA yang ke 68 pada tanggal 16 .orang sakit types. LIGA Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Liga adalah gabungan Internasional Palang Merah yang menangani masalah kesehatan. Panitia lima menjadi Komite Internasional Palang Merah (KIPM) yang dalam bahasa Inggrisnya yaitu International Commitee Of The Red Drocc (ICRC). Florence Nightingale menjadi perawat karena bantuan Elisabeth Fry dan ia ingin pergi ke paris depan perang Krim ternyata ia mendapat surat untuk dikirim ke Scutari untuk merawat orang . Setelah dari Scutari ia pergi ke Krim dan ia disana sakit dengan sebutan Crimean Fever (deman Krim). Ia ingin menolong yang miskin. karena pada waktu malam dengan membawa sebuah lampu ia mengunjungi yang sakit dan menghibur mereka yang terjaga tidurnya. colera. Ia mendapat julukan Putri yang membawa Lampu (The Lady With The Lamp). FLORENCE NIGHTINGALE Florence Nightingale dilahirkan di Amostad Inggris pada tanggal 12 Mei 1820 ia putri bangsawan yang berkecukupan.Swiss dan beranggotakan 25 orang warga Negara Swiss. mencegah penyakit dan mengurangi penderitaan manusia. dengan segala rintangan dan hambatan ia lalui dan rintangan tersebut menjadi dorongan yang kuat baginya. KIPM juga sebagai penggerak Palang Merah dan peleta dasar konvensi Genewa. Sisentri yang mengakibatkan banyak kematian. Setelah pulang ia mendirikan sekolah perawat yang dicita . Akhirnya ia memilih jalan penghidupan yang menpunyai tujuan tapi harus dikejar dengan segala tenaga. Davidson. Liga didirikan pada tanggal 5 Mei 1919 dengan diadakannya Konferensi Kesehatan Internasional di Cammer Pancis dan berdirinya Liga diprakarsai oleh seorang bankir Amerika bernama Mr.citakannya yang disebut “ Nightingale Found“ tahun 1888 ia mendapat anugrah “ The Royal Red Cross “ dan tahun 1907 mendapat ‘ Ordre Of Mert “ ia meninggal pada tanggal 3 Agustus 1910 di Inggris D. orang-orang sakit dan menderita sehingga ia ingin menjadi perawat. Komite Internasional Palang Merah = Intermational Commite Of The Red Crocc. 2. Motto Liga Inter Arma Caritas “ ( Bantuan diantara pertikaian) Per. merupakan perkembangan dari panitia lima/komite lima.Henry P.perang. lebih dari korban perang. Didirikan pada tahun 1863 sebagai lembaga netral pelindung Prinsip _ Prinsip Palang Merah. KIPM berkedudukan di Jenewa .

Siti Dasimah dan Nn. Berbhakti kepada masyarakat 2. Menumbuhkan minat para remaja di bidang kemanusiaan dan sosial KEGIATAN PALANG MERAH REMAJA 1. Keterampilan organisasi/kepemimpinan TRI BHAKTI PALANG MERAH REMAJA 1. Palang Merah Indonesia membentuk Palang Merah Remaja pada tanggal 1 Maret 1950 yang dipimpin oleh Nn. Paramita Abdurachman. Pengenalan obat . Tekhnik Hidup di Alam Bebas 6. SEJARAH PALANG MERAH REMAJA Pada Perang Dunia I di Australia yang melatar belakangi terbentuknya Palang Merah Remaja (PMR) yang bernama “ The Young Red Cross “ yang melibatkan anak . Membangun manusia seutuhnya 2. Mendidik dan melatih generasi muda dalam kegiatan positif 3. TUJUAN PALANG MERAH REMAJA 1. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan 2.Negara yang ikut menandatangani.obatan 9. Dapur Umum 4. Perawatan Keluarga 3. Bongkar Pasang Tenda 5. E. Heking dan Cross Country 8.anak sekolah untuk membantu korban perang. KIPM adalah pertemuan tertinggi yang biasanya diselenggarakan 4 tahun sekali terdiri dari delegasi . Pembinaan fisik dan mental 10. Mempertinggi mutu keterampilan dan memelihara kebersihan dan kesehatan . Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Nasional ( PPM dan BSMN ) adalah perhimpunan Nasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang diakui oleh ICRC dan Liga sesuai dengan ketentuan yang berlaku 4. Konfenrensi Internasional Palang Merah.delegasi Palang Merah Internasional dan Negara . Kemping.Oktober 1950 3. Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara) 7.

Kebersihan. Mengetahui dan mampu menyebutkan Komponen Gerakan dan ruang lingkup kerjanya. Mampu menyebutkan riwayat pendiri Komite Internasional Palang Merah (ICRC) 3. Persahabatan Nasional dan Internasional antar anggota Palang Merah/masyarakat ( di dalan / di luar negeri ) KURIKULUM KEPALANG MERAHAN PMR MADYA Bidang Study : Kepalangmerahan Jenjang : Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat : Madya (SMP) Bahasan Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional Sub Bahasan : 1. Metode: 1. B. Proses Pembelajaran: . Tujuan Pembelajaran: 1. Media: 1. Mampu Menyebutkan riwayat pendiri Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) 4. Film (The Story of an idea) 2. Poster (Lambang Palang Merah dan Sejarah) 3. Mengetahui sejarah terbentuknya Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional 2. Pemutaran film B. Berbhakti terhadap masyarakat dari lingkungan rumah tangga sampai dengan lingkungan masyarakat 2. Cerita 2. Komponen Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional serta fungsi dan kegiatannya Waktu : 2 x 45 menit A.3. kesehatan dan kelestarian lingkungan hidung dan gigi 3. Sejarah Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional 2. Mempererat persahabatan Nasional dan Internasional TUGAS/KEGIATAN KHUSUS YANG SESUAI DENGAN KEMAMPUAN 1. Transparansi OHP C. Tanya jawab 3.

Buku Kenangan dari Solferino (gagasan Henry Dunant) • Komite Internasional untuk pertolongan bagi yang terluka • Konferesi internasional d. Pelatih bertanya kepada 2 s. 8. . b. Komite Lima e. 2. a. flipchart. Pelatih memutar film ”The Story of an Idea” . 3 peserta mengenai : • Siapa tokoh pendiri organisasi Palang Merah • Mengapa Henry Dunant mendirikan organisasi Palang Merah. diantaranya : a. Pelatih menyampaikan materi mengenai ”Sejarah lahirnya Gerakan Palang Merah dan Bulan sabit Merah Internasional. Proses pembelajaran di atas menggunakan bantuan media OHP atau Digital Projector. Tanya Jawa / pelatih Catatan : 1.d. Pelatih memberikan penjelasan mengenai ”Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional’. Henry Dunant c. VCD Player. Konferensi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah b. Memberikan pengantar mengenai materi yang akan disampaikan 2. misalnya . Peserta diminta untuk menonton film secara seksama c. 5. Pelatih meminta kepada peserta untuk menceritakan kembali secara singkat isi film tersebut. whiteboard. 4. Pelatih memberikan penjelasan mengenai ”Konferensi Internasional Palang Merah” dan Badan-Badan dalam Gerakan. 6. Pelatih memutar film yang sesuai dengan topik. Melakukan tanya jawab awal (Pretest) untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik jika diperlukan Pelatih menyampaikan materi dengan metode yang sesuai. Badan-badan dalam Gerakan • Komisi Tetap • Dewan Delegasi 7. diantaranya : a. Komponen Gerakan • Komite Internasional Palang Merah (KIPM) • Perhimpunan Nasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di seluruh dunia. Peserta diminta untuk menceritakan kembali secara singkat isi film tersebut sesuai dengan yang mereka tangkap. Definisi Gerakan b. Jika pelatih tidak mempunyai sarana di atas. • Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. maka minimal bisa menggunakan media poster dibantu dengan sarana yang tersedia. 1. diantaranya : a. 3. papan tulis. dan poster.Pelatih membuka proses pembelajaran dengan : 1. Peran Konferensi Interansional c. Pelatih memberikan intisari dari penjelasan yang telah disampaikan sebagai penutup. Pertempuran Solferino b.

Poster 2. Henry Dunant yang tertang dalam buku ”Memory of Solferino”. 11 tentang Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. 101 tentang Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Peserta diminta menceritakan kembali mengenai sejarah terbentuknya organisasi palang merah. E. Rangkuman Materi Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI) Bidang Studi : Kepalangmerahan Jenjang : Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat : Madya (SMP) Bahasan : Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI) Sub Bahasan : Sejarah dan aturan dasar Hukum Perikemanusiaan Internasional Waktu : 3 x 45 menit A. Metode: 1. Bab VI halaman 78 s.d. Mengetahui dan mampu menyebutkan Komponen Gerakan dan ruang lingkup kerjanya F. Tujuan Pembelajaran: 1. Menjelaskan aturan dasar Hukum Perikemanusiaan Internasional B.d. ----G. Film (The Story of an Idea) 3. Mampu Menyebutkan riwayat pendiri Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) 4. 2.d. Mampu menyebutkan riwayat pendiri Komite Internasional Palang Merah (ICRC) 3. Mengetahui dua gagasan J. Evaluasi dan Pembahasan 1. 2. 3. Mengetahui dan dapat menyebutkan perangkat utama Hukum Perikemanusiaan Internasional. Pustaka 1.atau yang lainnya sesuai kreasi dari pelatih. Ceramah 2. Media: 1. 2. Tanya jawab . Buku Panduan Diseminasi Kepalangmerahan dan HPI (Buku Kedua) Bab I halaman 3 s. Transparansi OHP C. 88 tentang Komite Internasional Palang Merah (ICRC) Bab VII halaman 93 s.

diantaranya : a. Prinsip b. Tujuan dari dipergunakannya HPI c. Definisi HPI b. Pelatih menjelaskan ”Asal-usul Hukum Perikemanusiaan Internasional” . Aturan Dasar 5. Definisi b. Dunant yang ditulis pada buku • Uraikan gagasan tersebut secara sederhana. Peserta diminta untuk menceritakan kembali secara singkat isi film tersebut sesuai dengan yang mereka tangkap. gunakan poster/OHP) a. 8. Ukuran untuk melaksanakan HPI b. gunakan poster/OHP) a. Aturan Dasar 6. Hukum Jenewa dan Hukum Den Haag 2. diantaranya : (waktu 20 menit. 4. Dua gagasan J. Pemutaran Film 4. Pelopor dari Hukum perikemanusiaan modern c. Pelatih menjelaskan Konvensi Jenewa dan Protokol Tambahan a. Pelatih memberikan pertanyaan kembali mengenai : a. b. Pelatih menjelaskan mengenai Pelanggaran HPI . Transparansi OHP D. Proses Pembelajaran: Pelatih membuka proses pembelajaran dengan : 1. H. Istilah d. Konvensi Jenewa 1949 b. Pelatih menjelaskan Penerapan Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI). Pelatih menjelaskan Aturan Dasar dan prinsip HPI. Pelatih bertanya kepada peserta : • Gagasan apa yang disampaikan oleh J. Prinsip b. Peran ICRC dalam menjamin penghormatan terhadap HPI 9. diantaranya: (Waktu 15 menit. Memberikan pengantar mengenai materi yang akan disampaikan 2. Pelatih meminta kepada peserta untuk menceritakan kembali tentang : a. Siapa yang dilindungi HPI.H. Pelatih memutar film ”The Story of An Idea” atau ”Fighting by the Rule” . Pelatih memberikan penjelasan awal mengenai Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI). pelatih meminta kepada peserta : a. b.3. Intisari HPI c. Dua cabang Hukum HPI 3. Melakukan tanya jawab awal (Pretest) untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik jika diperlukan Pelatih menyampaikan materi dengan metode yang sesuai : 1. Setelah selesai. Dunant yang tercantum pada buku ”Memory of Solferino”. Protokol Tambahan 1977 7. diantaranya : a.

Kejahatan perang b. Jika pelatih tidak mempunyai sarana di atas. E. 2. misalnya . Rangkuman Materi Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional Bidang Study : Kepalang Merahan Jenjang : Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat : Madya (SMP) Bahasan Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional Sub Bahasan : 1. papan tulis.a. 2. Buku Panduan Diseminasi Kepalangmerahan dan HPI (Buku Kedua). Pustaka 1. VCD Player. --G. Menyebutkan dan menjelaskan aturan dasar Hukum Perikemanusiaan Internasional F. Menyebutkan dan menjelaskan perangkat utama Hukum Perikemanusiaan Internasional. 3. maka minimal bisa menggunakan media poster dibantu dengan sarana yang tersedia. Pelatih memberikan pengertian bahwa betapa pentingnya HPI untuk mempertahankan harkat dan martabat manusia. whiteboard. Pengertian Tujuh Prinsip Dasar Waktu : 2 x 45 menit A. dan poster. 58 tentang Hukum Perikemanusiaan Internasional.d. Penuntutan penjahat perdasarkan HPI 10. flipchart. 2. Bab IV halaman 33 s. Tujuh Prinsip Dasar 2. Proses pembelajaran di atas menggunakan bantuan media OHP atau Digital Projector. atau yang lainnya sesuai kreasi dari pelatih. Menjelaskan dua gagasan J. Tanya jawab Catatan : 1. Dapat menyebutkan tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah . Henry Dunant yang tertang dalam buku ”Memory of Solferino”. 11. Evaluasi dan Pembahasan 1. Tujuan Pembelajaran a.

Dapat menyebutkan contoh-contoh aplikasi Tujuh Prinsip Dasar.International. Pelatih mememutar film ”Helpman” dan meminta peserta untuk memperhatikan dengan seksama. 5. Ceramah b. Pelatih meminta kepada peserta : • Menyebutkan kembali 7 (tujuh) prinsip dasar gerakan satu persatu. Melakukan tanya jawab awal (Pretest) untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik jika diperlukan. Pemutaran Film c. Contoh kasus (contoh : "Panic attack". 3. Pelatih memberikan penjelasan kembali mengenai perlunya mengetahui 7 (tujuh) Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. b. 2. B. Media a. C. Studi kasus 7 Prinsip Dasar d. 6. Pementasan drama yang berisi pesan pengamalan 7 Prinsip Dasar Gerakan. Pelatih menjelaskan secara sederhana makna yang dapat diambil dari film tersebut. pelatih bisa memilih antara : a. Proses Pembelajaran Pelatih membuka proses pembelajaran dengan : 1. Sebagai penutup pelatih memberikan penjelasan betapa pentingnya kita sebagai . b. • Menyebutkan kembali arti dari 7 (tujuh) prinsip dasar gerakan satu persatu b. Memberikan pengantar mengenai materi yang akan disampaikan. c. diantaranya memperkenalkan Prinsip-prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional dan menyebutkan prinsip-prinsip tersebut satu persatu untuk dihapalkan peserta ajar. Melalui metode cerita pelatih menyampaikan materi 7 (tujuh) Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional meliputi penyebutan. Pelatih menyampaikan materi : a. Bermain peran b. Pelatih menyampaikan materi dengan metode yang sesuai. Film (Helpman of the Red Cross and Red Crescent) D. 2. 4. Dapat menjelaskan pengertian Tujuh Prinsip Dasar c. 1.) a. Kertas flipchart dan spidol b. Pelatih menunjukkan poster/gambar yang mengilustrasikan 7 (tujuh) Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Pelatih meminta kepada peserta untuk menceritakan kembali isi dari film tersebut secara singkat sesuai yang mereka tangkap. Metode a. arti. E. Misalnya apakah peserta ajar sudah mengetahui mengenai Prinsipprinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. dan makna. Pelatih mengajak peserta untuk melakukan permainan. Gambar (poster). Bermain cocok.

anggota PMR untuk mengerti dan dapat melaksanakan Prinsip-prinsip Gerakan dalam kehidupan sehari-hari. Catatan : 1. Pustaka 1.d. A. misalnya . Peserta diminta kembali menyebutkan arti dari ke 7 (tujuh) Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. 2005. Evaluasi dan Pembahasan 1. VCD Player. 2. Jika pelatih tidak mempunyai sarana di atas. PMI. Proses pembelajaran di atas menggunakan bantuan media OHP atau Digital Projector. Panduan Diseminasi Kepalangmerahan dan HPI (Buku Kedua). ICRC. 2. Rangkuman Materi lambang PALANG MERAH . 3. Bab I halaman 15 s. atau yang lainnya sesuai kreasi dari pelatih. Jakarta. flipchart. Contoh-contoh studi kasus G. Peserta diminta kembali menyebutkan 7 (tujuh) Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah secara benar sesuai urutan. Prinsip-Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (Terjemahan). 2. papan tulis. maka minimal bisa menggunakan media poster dibantu dengan sarana yang tersedia. 23 tentang Prinsip-prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. F. dan poster. whiteboard.

LAMBANG BULAN SABIT MERAH Pengenalan dan Arti Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah .

Tujuan Pembelajaran 1. 1. di mana? c. Pelatih memperlihatkan beberapa gambar lambang palang merah dan bulan sabit merah kepada peserta ajar. Metode 1. Foto C. Apa artinya apabila seseorang atau sebuah objek menggunakan lambang tersebut. 3. Penyampaikan materi dengan metode yang sesuai. Media 1. Pelatih menjelaskan lambang-lambang perhimpunan nasional yang diakui atau tercantum dalam oleh Konvensi Jenewa 1949. Flipchart 2. Adopsi Lambang Palang Merah d.Bidang Studi : Kepalang Merahan Jenjang : Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat : Madya (SMP) Bahasan : Lambang Sub Bahasan : Pengenalan dan Arti Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Waktu : 2 x 45 menit. Peserta dapat menjelaskan penggunaan lambang B. pelatih mengajukan beberapa pertanyaan singkat. Pelatih menyampaikan materi mengenai sejarah lambang. Alasan pemilihan Lambang Palang Merah 2. Ceramah 2. A. Memberikan pengantar mengenai materi yang akan disampaikan 2. Diskusi D. Proses Pembelajaran Pelatih membuka proses pembelajaran dengan : 1. Ciri lambang b. Apabila pernah. Asal-usul mengapa perlu lambang yang sama c. Apakah para peserta sudah pernah melihat gambar palang merah atau bulan sabit merah? b. Peserta dapat menjelaskan arti dari lambang 4. Peserta dapat menceritakan sejarah perkembangan lambang 3. Poster 3. Tanya jawab 3. diantaranya: a. . diantaranya: a. Peserta mengenal lambang-lambang palang merah dan bulan sabit merah 2. Melakukan tanya jawab awal (Pretest) untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik jika diperlukan. Kemudian.

Peserta diminta menunjukkan bagaimana penggunaan lambang yang benar dan salah . photo. Penggunaan media pembelajaran disesuaikan ketersediaan media tersebut beserta alat bantunya. • Pelatih memberikan 9 (sembilan) model lambang berbeda kepada masing-masing regu. (2) Kecepatan dan kerjasama regu. • Evaluasi dari permainanan ini adalah : (1) ketepatan menempelkan lambang pada gambar-gambar yang terdapat pada poster tersebut sesuai materi yang telah disampaikan oleh pelatih sebelumnya. dan contoh nyata. Evaluasi dan Pembahasan 1. b. a. setiap regu beranggotakan 3 (tiga) orang. gedung sekolah. dan komponen lain yang mendukung situasi penanggulangan bencana.4. tenda. E. 7. Tanya jawab Catatan: 1. Peserta diminta untuk menceritakan kembali sejarah perkembangan lambang (dalam tulisan. 2. c. Peraturan permainan tersebut adalah : • Pelatih membagi peserta menjadi beberapa regu. 8. diantaranya: a. Peserta diminta untuk menunjukkan kedua lambang palang merah dan bulan sabit merah 2. • 3 (tiga) regu (atau lebih) pada jarak tertentu dalam waktu yang bersamaan ditugaskan untuk menempelkan model-model lambang tersebut pada poster yang ditempel pada dinding. Pelatih menempelkan beberapa poster tersebut pada dinding. Peserta diminta untuk menjelaskan apa arti dari penggunaan lambang oleh objek atau orang 4. Pelatih menjelaskan tentang fungsi lambang. 5. Pelatih menyampaikan intisari dari materi yang telah disampaikan. Pelatih bisa menggunakan minimal salah satu media pembelajaran (poster. petugas/relawan. Pelatih mempersiapkan permainan berupa poster gambar situasi yang mengilustrasikan suasana penanggulangan bencana. rumah sakit. ambulans. Penggunaan yang melanggar ketentuan 6. Pelatih menyiapkan model lambang palang merah berbagai ukuran yang terbuat dari spon. Diantaranya VCD Player dan televisi untuk pemutaran film. Perlindungan b. serta Over Head Projector untuk presentasi menggunakan transparansi. namun diharapkan bisa menggunakan gabungan antara media poster dan film. secara oral atau dalam gambar) 3. dan OHP). pengungsi. Pada saat menempelkan model lambang tersebut harus dilakukan secara bergilir dari setiap anggota regu sehingga setiap peserta mendapat tugas 3 (tiga) kali menempel. Pelatih menjelaskan bahwa peserta akan melakukan permainan yang berhubungan dengan lambang. Pada poster terdapat gambar yang diantaranya adalah . Pengenal Berikan contoh melalui poster. a. Pelatih memberikan penjelasan makna dari permainan tersebut. Pelatih memberikan penjelasan mengenai penyalahgunaan lambang a. Peniruan b. film. Penggunaan yang tidak tepat c.

Pustaka 1. Buku Panduan halaman 26 – 31 tentang Lambang 2. Cerita sejarah lambang khusus anak-anak 4. Peraturan Penggunaan Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah oleh Perhimpunan Nasional (ICRC) LAMBANG IFRC LOGO PMR MADYA Kurikulum Kesiapsiagaan Bencana untuk PMR MADYA Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Tujuan Pembelajaran Metodologi Alokasi Waktu Media Sumber Belajar / Referensi Pengetahuan Dasar Kesiapsiagaan Bencana • Jenis-jenis bencana & penyebabnya Setelah selesai pembelajaran pokok bahasan ini peserta diharapkan dapat: • Memahami jenis-jenis bencana dan penyebabnya . Leaflet lambang 3.F.

keluarga. dan masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana • Ceramah • Tanya jawab • Study Kasus • Simulasi 3 x 45’ • Flipchart • Spidol • Alat peraga • Buku Penanggulangan Bencana PMI dan referensi terkait • Peran PMR Madya dalam program Kesiapsiagaan Bencana • Memahami kepedulian terhadap upaya kesiapsiagaan bencana dalam lingkungan sekolah. keluarga. dan masyarakat • Memahami kepedulian terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana • Mendukung program kesiapsiagaan bencana PMI • Ceramah • Tanya jawab • Study Kasus • Simulasi• 3 x 45’ • Buku Pedoman PMR Madya dan referensi terkait TOTAL 10 x 45’ Draft Kurikulum GENDER untuk PMR MADYA Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Tujuan Pembelajaran Metodologi Alokasi Waktu Media Sumber Belajar / Referensi Pengetahuan Tentang Gender • Pengertian Gender • Perbedaan Peran Kodrati dan Peran Gender • Dapat menjelaskan pengertian Gender • Dapat menjelaskan perbedaan peran gender dan peran kodrati • Ceramah • Tanya jawab • Study Kasus • Simulasi/Permainan 4 x 45’ • Flipchart • Spidol .• Ceramah • Tanya jawab • Simulasi 2 x 45’ • Flipchart • Spidol • Alat peraga • Buku Penanggulangan Bencana PMI dan referensi terkait • Dampak yang ditimbulkan oleh bencana • Memahami dampak yang ditimbulkan oleh bencana • Ceramah • Tanya jawab • Diskusi • Simulasi 2 x 45’ • Flipchart • Spidol • Alat peraga • Buku Penanggulangan Bencana PMI dan referensi terkait • Upaya kesiapsiagaan bencana • Memahami upaya-upaya dalam mengurangi bahaya bencana • Memahami aktivitas yang memungkinkan dapat dilakukan dalam lingkungan sekolah.

1) Pembuat kebijakan organisasi dengan berkoordinasi dengan pembina dan pelatih PMR 2) Pemegang dan pengarah kebijakan organisasi . KETUA UMUM A. FUNGSI . Sie Upacara dan Kegiatan SEKRETARIS BENDAHARA JOB DESCRIPTION DEWAN KERJA UNIT 1.• Alat peraga permainan • Modul Gender dan referensi terkait • Pembagian Peran Laki-laki dan Perempuan • Dapat menjelaskan perbedaan laki-laki dan perempuan • Dapat menjelaskan pentingnya kerjasama dan saling bantu membantu dan tidak membedakan peran antara laki-laki dan perempuan • Dapat menyebutkan dan menjelaskan contoh hal-hal yang dapat dikerjakan oleh lakilaki. • Tidak membeda-bedakan peran dalam kehidupn sehari-hari. Sie Kesekretariatan dan Dokumentasi KETUA II Membawahi : 1. Sie Logistik 3. Sie Kesehatan dan Kebersihan 2. Sie Humas dan Media Kreasi 2. baik di sekolah maupun di lingkungan nya • Ceramah • Tanya jawab • Praktek 6 x 45’ • Flipchart • Spidol • Alat peraga permainan • Modul Gender dan referensi terkait TOTAL 10 x 45 JOB DESCRIPTION DEWAN KERJA UNIT PMR SMPN 18 BOGOR DEWAN KERJA UNIT SMP NEGERI 18 BOGOR KETUA UMUM KETUA I Membawahi : 1. Sie Dana dan Usaha 3. perempuan maupun keduanya dalam kehidupan.

3) Sebagai dewan kerja harian (DKH) 4) Bertanggung jawab kepada Pembina & Pelatih PMR B. semester dan tahunan. triwulan. Sie Kesekretariatan dan Dokumentasi 4) Mewakili Ketua Umum untuk urusan ke dalam bila Ketua Umum berhalangan B. KETUA I ( INTERN ) A. 5) Memimpin Rapat koordinasi dan Evaluasi 2 minggu sekali dengan DKH 6) Memimpin Rapat koordinasi dan Evaluasi Bulanan triwulan. dan kepada Kepala Sekolah. untuk ke luar sepengetahuan Pembina/ pelatih C. PKS Kesiswaan/ Pembina OSIS dan PMI Cabang pada akhir kepebgurusan 2. 4) Meminta pertangung jawaban berupa laporan secara ertulis atau lisan kepada semua DKU secara berkala sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. 5) Menentukan kebijakan secara insidental (sewaktu-waktu) karena dirasa perlu kepada semua bawahannya. 2) Membantu Ketua Umum dalam melaksanakan tugas keorganisasian. 6) Menandatangani Surat Resmi ke dalam. 3) Memberhentikan atau memutasikan DKU dari jabatannya dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pembina & Pelatih. FUNGSI : 1) Anggota Dewan Harian 2) Berkedudukan dibawah Ketua Umum 3) Membawahi dan mengkoordinir DKU yang di bawahinya yaitu : 1. Sie Logistik 3.khususnya pada sie yang dibawahinya. mengingatkan DKU bawahnnya yang tidak menjalankan atau menyimpang dari tugasnnya. 4) Memimpin Musyawarah untuk menyusun Program Kerja dan membuat laporan pertanggung jawaban secara berkala yaitu bulaan. HAK DAN WEWENANG 1) Membuat garis-garis kebijaksanaan organisasi bersama anggota Dewan Harian lainnya. TUGAS DAN KEWAJIBAN : 1) Mengkoordinir jalannya roda organisasi yag bergerak dinamis 2) Menyusun strategi tatakerja yang efesien dan efektif dengan membuat Program Kerja Secara bersama-sama secara berkala 3) Membuat ketentuan dan tatatertib organisasi demi terciptanya kedisiplinan dan keharmonisan jalannya organisasi. . Sie Humas dan Media Kreasi 2. semester dan tahunan dengan DKU 7) Mempertanggung jawabkan semua kebijakan dan pelaksanaan kegiatan organisasi yang dilaksanakan bersama-sama DKU lainnya kepada Pembina. HAK DAN WEWENANG : 1) Berwenang bertindak untuk dan atas nama organisasi ke dalam sedangkan ke luar atas koordinasi Pmenina & Pelatih 2) Berhak dan berwenang menegur. Pelatih Secara Berkala.

3. TUGAS DAN KEWAJIBAN 1) Mendampingi Ketua Umum dalam melaksanakan tugas organisasi. Sie Logistik 3. 5) Mengawasi dan membantu jalannya program kerja DKU yang di bawahinya yaitu : 1. Sie . 11) Ketua I (Intern) Bertanggungjawab atas Mandat yang diberikan Ketua Umum. Sie Kesekretariatan dan Dokumentasi 3) Meminta Pertanggungjawaban dari Koordinator DKU yang di bawahinya yaitu : 1. Sie Upacara dan Kegiatan 4) Mewakili Ketua Umum untuk urusan ke luar bila Ketua Umum berhalangan dengan sepengetahuan Pembina/ Pelatih PMR B. Sie Kesehatan dan Kebersihan 2. 10) Mengawasi pelaksanaan pemakaian atribut PMR bersama Ketua Ekstern. Sie Kesekretariatan dan Dokumentasi (Pertangungjawaban dalam bentuk laporan diserahkan dalam jangka waktu 1 bulan sekali pada akhir bulan). Sie Kesekretariatan dan Dokumentasi. Sie Logistik 3. 2) Bertanggungjawab kepada Ketua Umum akan DKU yang di bawahinya yaitu : 1. TUGAS DAN KEWAJIBAN 1) Mendampingi Ketua Umum dalam melaksanakan tugas organisasi. (mengadakan rapat bersama sie dibawahnya setiap 1 minggu sekali) 6) Memimpin Rapat koordinasi dan Evaluasi 1 minggu sekali dengan sie yang di bawahinya 7) Mengadakan rapat 2 minggu sekali bersama Dewan Harian yang lainnya untuk membahas masalah intern.khususnya pada sie yang dibawahinya. 2) Bertanggungjawab kepada Ketua Umum akan DKU yang di bawahinya yaitu : 1. Sie Dana dan Usaha 3. 4) Pemecah masalah intern dengan menerima saran. 9) Membahas pelaksanaan program kerja unit untuk 1 bulan kedepan. 8) Mengadakan rapat Dewan Harian 1 bulan sekali untuk mengevaluasi dan memberikan laporan tentang jalannya program kerja unit (yang bersifat intern) yang ditargetkan pada bulan itu.C. Sie Humas dan Media Kreasi 2. 2) Membantu Ketua Umum dalam melaksanakan tugas keorganisasian. kepada Ketua Umum. FUNGSI 1) Anggota Dewan Harian 2) Berkedudukan dibawah Ketua Umum 3) Membawahi dan mengkoordinir DKU yang di bawahinya yaitu : 1. HAK DAN WEWENANG 1) Membuat garis-garis kebijaksanaan organisasi bersama anggota Dewan Harian lainnya. KETUA II ( EKSTERN ) A. Sie Humas dan Media Kreasi 2. baik secara langsung maupun tidak langsung dari anggota aktif dan bertanggungjawab atas hasil yang diputuskan. Sie Logistik 3. Sie Humas dan Media Kreasi 2. C.

(mengadakan rapat bersama Koor setiap 1 minggu sekali) 7) Memimpin Rapat koordinasi dan Evaluasi 1 minggu sekali dengan sie yang di bawahinya 8) Mengadakan rapat 2 minggu sekali bersama Dewan Harian yang lainnya untuk membahas masalah intern.Kesehatan dan Kebersihan 2. 11) Mengawasi pelaksanaan pemakaian atribut PMR bersama Ketua I (intern. dan dokumen organisasi 2) Membuat Surat keluar dan menandatanganinya bersama ketua umum. C. 2) Membantu Ketua Umum dalam melaksanakan tugas keorganisasian. Sie Kesehatan dan Kebersihan 2. 8) Mengumpulkan semua laporan dari semua DKU pada rapat bidang maupun rapat pleno 9) Membuat LPJ dari semua acara yang pernah dilaksanakan oleh PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor bersama Panitia Kegiatan Membuat LPJ dari kegiatan yang dilaksanakan dalam jangka waktu 1 bulan sekali dan diserahkan kepada Ketua Umum . Sie Upacara dan Kegiatan 4) Pemecah masalah ekstern dengan menerima saran. 5) Bertanggungjawab dan berhubungan dengan pihak-pihak diluar PMR (ekstern). data. 1. Sie Dana dan Usaha 3. TUGAS DAN KEWAJIBAN 1) Bertanggungjawab kepada Ketua Umum mengenai administrasi. 9) Mengadakan rapat Dewan Harian 1 bulan sekali untuk :Mengevaluasi dan memberikan laporan tentang jalannya program kerja unit (yang bersifat ekstern) yang ditargetkan pada bulan itu. FUNGSI 1) Anggota Dewan Harian 2) Berkedudukan dibawah Ketua Umum B.) 12) Ketua II (ekstern) Bertanggungjawab atas Mandat yang diberikan Ketua Umum 4. HAK DAN WEWENANG 1) Membuat garis-garis kebijaksanaan organisasi bersama anggota Dewan Harian lainnya. dan mengagendakannya 5) Bertanggungjawab atas administrasi PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor. 10) Membahas pelaksanaan program kerja unit untuk 1 bulan kedepan. SEKRETARIS A. 6) Membuat data best anggota aktif PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor 7) Membuat absen untuk setiap acara yang diadakan oleh PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor. Sie Upacara dan Kegiatan 3) Meminta Pertanggungjawaban dari Koordinator DKU yang di bawahinya yaitu :. untuk ke luar PMR SMPN 18 Bogor sepengetahuan Pembina dan mengagendakannya 3) Bertanggungjawab atas surat-surat baik ke dalam maupun ke luar. 6) Mengawasi dan membantu jalannya program kerja unit yang bersifat ekstern. baik secara langsung maupun tidak langsung dari anggota aktif dan bertanggungjawab atas hasil yang diputuskan. kepada Ketua Umum. 4) Menerima surat masuk dari organisasi lain atau instansi lain yang berhubungan dengan PMR. Sie Dana dan Usaha 3.

10) 11) Bekerjasama dengan sie Kesekretariatan. (Pertangungjawaban dalam bentuk laporan diserahkan dalam jangka waktu 1 bulan sekali). 12) Bekerjasama dengan sie Kesekretariatan dalam menjalankan program kerja sie kesekretariatan 13) Mengadakan rapat kordinasi 2 minggu sekali bersama Dewan Harian yang lainnya untuk membahas masalah intern. 14) Mengadakan rapat Dewan Harian 1 bulan sekali untuk :Mengevaluasi dan memberikan laporan tentang jalannya program kerja unit (yang bersifat ekstern) yang ditargetkan pada bulan itu, kepada Ketua Umum. 15) Membahas pelaksanaan program kerja unit untuk 1 bulan kedepan. 16) Bertanggungjawab atas Mandat yang diberikan Ketua Umum. 5. BENDAHARA A. FUNGSI 1) Anggota Dewan Harian 2) Berkedudukan dibawah Ketua Umum B. HAK DAN WEWENANG 1) Membuat garis-garis kebijaksanaan organisasi bersama anggota Dewan Harian lainnya. 2) Membantu Ketua Umum dalam melaksanakan tugas keorganisasian. 3) Membuat dan menandatangani surat-surat yang berkenaan dengan keuangan. C. TUGAS DAN KEWAJIBAN 1) Menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi dengan Ketua Umum. 2) Memegang, menyimpan dan bertanggungjawab atas kas PMR Unit 3) Mengatur sirkulasi keuangan dengan ketua umum dengan izin Pembina. 4) Mengkordinir pembayaran uang kas anggota setiap minggu 5) Membuat laporan Keuangan dalam jangka waktu tertentu. 6) Meminta laporan dan penyetoran uang dari sie dana usaha. (Pertangungjawaban dalam bentuk laporan diserahkan dalam jangka waktu 1 bulan sekali). 7) Mengkoordinir tabungan angota 8) Dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada Ketua Umum. 9) Mengawasi dan membantu jalannya program kerja unit Dana usaha.(mengadakan rapat bersama setiap 1 minggu sekali) 10) Mengadakan rapat 2 minggu sekali bersama Dewan Harian yang lainnya untuk membahas masalah intern. 11) Mengadakan rapat Dewan Harian 2 minggu sekali untuk : ♣ Mengevaluasi dan memberikan laporan tentang jalannya program kerja unit (yang bersifat ekstern) yang ditargetkan pada bulan itu, kepada Ketua Umum. ♣Membahas pelaksanaan program kerja unit untuk 1 bulan kedepan. 12) Bendahara bertanggungjawab atas Mandat yang diberikan Ketua Umum. 6. SIE HUMAS DAN MEDIA KREASI

1) Sebagai Pusat informasi mengenai kebijakan PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor baik secara langsung (lisan), tertulis, majalah dinding maupun media internet. 2) Menyampaikan informasi mengenai kebijakan PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor dan keberadaan PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor yang diperlukan baik untuk lingkungan sendiri (inern) maupun ke luar (ekstern). 3) Menyampaikan Pengumuman yang bersifat rutin maupun insidental (sewaktu-waktu) baik ke dalam maupun ke luar PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor dan melaporkan setelah selesai melaksanakan tugasnya 4) Mengkoordinir majalah dinding PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor (Mediakreasi) 1 minggu sekali dan menempelken informasi baik secara rutin maupun insidental (sewaktuwaktu) 5) Mengkoodinir informasi atau artikel lainnya melalui media internet 6) Mengadakan rapat dengan Ketua I setiap 1 minggu sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 mingu ke depan dan evaluasi 1 minggu yg telah dilaksanakan 7) Mengadakan rapat dengan Ketua Umum 1 bulan sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 bulan ke depan dan evaluasi 1 bulan yg telah dilaksanakan dan melaporkannya secara tertulis 8) Bertangung jawab kepada Ketua I 7. SIE LOGISTIK 1) Bertanggung jawab atas semua perlengkapan (inventaris) milik PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor 2) Mengklasifikasikan (mengelompokan) perlengkapan (inventaris) milik PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor dan mencatatnya pada buku inventaris. 3) Mendata, keberadaan perlengkapan (inventaris) milik PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor secara rutin 1 minggu sekali dan mencatat serta melaporkannya 4) Menyiapkan barang yang diperlukan untuk kegiatan latihan maupun kegiatan lainnya serta menyimpan kembali pada tempatnya setelah selesai di gunakan. 5) Menyiapkan barang yang dipinjam oleh pihak luar setelah ada izin dari Ketua umum dan Pembina serta meminta kembali sesuai perjanjian dan menyimpan kembali pada tempatnya setelah selesai di gunakan 6) Menata dan merawat perlengkapan (inventaris) milik PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor 7) Mengadakan rapat dengan Ketua I setiap 1 minggu sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 mingu ke depan dan evaluasi 1 minggu yg telah dilaksanakan 8) Mengadakan rapat dengan Ketua Umum 1 bulan sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 bulan ke depan dan evaluasi 1 bulan yg telah dilaksanakan dan melaporkannya secara tertulis 9) Mengkoordinir pengadakan Perlengkapan yang belum ada, memperbaiki yang rusak (bila masih memungkinkan), dan menganti yang hilang atau rusak. 10) Bertanggung jawab kepada Ketua Umum melalui Ketua I 8. SIE KESEKRETARIATAN DAN DOKUMENTASI . 1) Membantu sekretaris dalam pelaksanaan administrasi unit

2) Bertanggungjawab dalam mengelola dan mengatur keperluan keseretariatan 3) Mengatur, mendata, dan merawat kelengkapan buku-buku administrasi dan arsip-arsip PMR Unit SMPN 18 Bogor 4) Mengagendakan Surat Keluar dan Surat Masuk bersama-sama sekretaris 5) Bertangungjawab atas kebersihan dan keamanan sekretariat 6) Mendata seluruh anggota PMR (anggota aktif dan anggota kehormatan), Pembina, Pelatih dan pihak-pihak penting lainnya dengan bekerjasama dengan Sekretaris. 7) Mencatat kehadiran angota PMR yang mengikuti latihan rutin maupun mengikuti kegiatan lainnya 8) Mendokumentasikan dengan cara mencatat Prestasi, Kegiatan PMR Unit SMPN 18 Bogor baik yang rutin, berkala maupun insdental (sewaktu-waktu) termasuk kegiatan yang bersifat partisipatif (undangan dari pihak luar PMR Unit SMPN 18 Bogor) 9) Mendokumentasikan photo-photo kegiatan 10) Mengadakan rapat dengan Ketua I setiap 1 minggu sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 mingu ke depan dan evaluasi 1 minggu yg telah dilaksanakan 11) Mengadakan rapat dengan Ketua Umum 1 bulan sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 bulan ke depan dan evaluasi 1 bulan yg telah dilaksanakan dan melaporkannya secara tertulis 12) Berhak meminta bantuan dan saran sekretaris untuk membantu melaksanakan program kerja unit. 13) Bekerja sama dengan Humas dalam mengkoordinir Majalah Dinding 14) Mengarsipkan/ menginvetarisir artikel, karya mading bersama-sama sie humas dan media kreasi 15) Bertanggung jawab kepada Ketua Umum melalui Ketua I 9. SIE KESEHATAN DAN KEBERSIHAN 1) Mengatur dan mendata obat-obatan serta kebutuhan UKS lainnya 2) Bertanggungjawab atas segala hal yang berhubungan dengan UKS bersama dengan anggota lainnya 3) Mengatur jadwal piket UKS dan piket upacara baik rutin (Upacara bendera maupun upacara lain yang diselenggerakan SMPN 18) 4) Mengatur Petugas Kesehatan bila di minta sekolah untuk kegiatan tertentu baik di dalam sekolah maupun ke luar sekolah SMPN 18 Bogor dengan koordinasi Pembina 5) Membuat buku piket UKS untuk tugas harian, minguan atau tugas insidental lainnya 6) Menjaga kebersihan dan ketertiban UKS SMPN 18 Bogor 7) Mencatat dan melaporkan Penggunaan obat, penanganan dan daftar yang sakit (buku sakit) setiap 1 minggu sekali 8) Mengadakan rapat dengan Ketua II 1 minggu sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 mingu ke depan dan evaluasi 1 minggu yg telah dilaksanakan 9) Mengadakan rapat dengan Ketua Umum 1 bulan sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 bulan ke depan dan evaluasi 1 bulan yg telah dilaksanakan dan melaporkannya secara tertulis 10) Berhak meminta bantuan dan saran Ketua II untuk membantu melaksanakan program kerja unit 11) Bertanggung jawab kepada Ketua Umum melalui Ketua II

SIE UPACARA DAN KEGIATAN 1) Mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan Latihan baik secara rutin. SIE DANA DAN USAHA 1) Bertanggungjawab kepada Ketua Umum melalui Bendahara. 11) Bertanggung jawab kepada Ketua Umum melalui Ketua II RAPAT KOORDINASI DAN EVALUASI BIDANG DAN DKH 1. 4) Mengkoordinir penjualan kebutuhan kelengkapan anggota 5) Mengadakan rapat dengan Ketua II setiap1 minggu sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 mingu ke depan dan evaluasi 1 minggu yg telah dilaksanakan 6) Mengadakan rapat dengan Ketua Umum 1 bulan sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 bulan ke depan dan evaluasi 1 bulan yg telah dilaksanakan dan melaporkannya secara tertulis 7) Berhak meminta bantuan dan saran Bendahara untuk membantu melaksanakan program kerja unit.yang sifatnya temporer 3) Mengusahakan dana bagi penambahan keuangan unit dan pemasukan kas PMR diluar uang kas rutin dengan mengadakan kegiatan wirausaha secara rutin dan menyetorkan hasilnya kepada Bendahara. 2) Membantu bendahara dalam pelaksanaan administrasi keuangan anggota. Satu Minggu sekali : Rapat Bidang : Ketua I dengan sie yang di bawahinya dan Ketua II dengan sie yang di bawahinya .. 8) Bertanggung jawab kepada Ketua Umum melalui Ketua II 11.10. berkala atau undangan (Lat Gab) 2) Mengkoordinir dan menyusun Petugas Apel Sebelum latihan 3) Mengkordinir anggota yang akan mengikuti kegiatan Upacara hari nasional atau upacara yang bersifat partisipatif (undangan) 4) Mengkoordinasikan kegiatan rutin latihan dengan pelatih 5) Mempogramkan kegiatan pelatihan PBB dan tata upacara dan apel siaga dengan berkoordinasi pada pelatih 6) Mengadakan pelatihan sebagai persiapan mengikuti lomba-lomba yang diadakan PMR Unit lain dan PMI Cabang Kota Bogor dibawah koordinasi Pelatih atau Pembina PMR 7) Mencatat semua kegiatan pada buku kegiatan bersama-sama sie kesekretariatan 8) Mengadakan rapat dengan Ketua II 1 minggu sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 mingu ke depan dan evaluasi 1 minggu yg telah dilaksanakan 9) Mengadakan rapat dengan Ketua Umum 1 bulan sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 bulan ke depan dan evaluasi 1 bulan yg telah dilaksanakan dan melaporkannya secara tertulis 10) Berhak meminta bantuan dan saran Ketua II untuk membantu melaksanakan program kerja unit.

2. Dua Minggu Sekali : DKH dengan koordinator Sie RAPAT KOORDINASI DAN EVALUASI DKU 1. Bulanan :Satu Bulan sekali 2. Triwulan : Tiga Bulan Sekali 3. Semester : Enam Bulan Sekali 4. Tahunan : Penyusunan LPJ

PRINSIP-PRINSIP DASAR GERAKAN PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH
Prinsip-prinsip Dasar Palang Merah disahkan dalam Konferensi Internasional Palang Merah XX di Wina tahun 1965. Teks yang diperbaharui ini tercantum dalam AD & ART Gerakan palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional dan telah disahkan dalam konferensi internasional Palang Merah ke XXV di Jenewa tahun 1986. Ketujuh Prinsip ini disahkan dalam MUNAS XIV tahun 1986. KEMANUSIAAN Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional didirikan berdasarkan memberi pertolongan tanpa membedakan korban yang terluka dalam pertempuran, mencegah dan mengatasi penderitaan sesama manusia. Palang Merah membutuhkan saling pengertian, persahabatan, kerjasama, dan perdamaian abadi bagi sesama manusia. KESAMAAN Gerakan ini tidak membuat perbedaan atas dasar kebangsaan, kesukuan, agama atau pandangan politik. Tujuannya semata-mata mengurangi penderitaan sesama manusia sesuai dengan kebutuhannya dan mendahulukan keadaan yang paling parah. KENETRALAN Agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak, gerakan ini tidak boleh memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, kesukuan, agama atau ideologi. KEMANDIRIAN Gerakan ini bersifat mandiri. Perhimpunan nasional disamping membantu pemerintahnya dalam bidang kemanusiaan, juga jarus mentaati peraturan negaranya, harus selalu menjaga otonominya sehingga dapat bertindak sejalan dengan prinsip-prinsip gerakan ini. KESUKARELAAN Gerakan ini adalah gerakan pemberi bantuan sukarela, yang tidak didasari oleh keinginan untuk mencari keuntungan apapun. KESATUAN

Didalam suatu negara hanya ada satu Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah. KESEMESTAAN Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah bersifat semesta. Setiap perhimpunan nasional mempunyai hak dan tanggungjawab yang sama dalam menolong sesama manusia.

LAMBANG KRISTAL MERAH

HUKUM PERIKEMANUSIAAN INTERNASIONAL ( H P I ) ( Internasional Humaniterian Law )
Apa yang dimaksud dengan Hukum Perikemanusiaan Internasional? Hukum Perikemanusiaan Internasional adalah seperangkat aturan yang karena alasan kemanusiaan dibuat untuk membatasi akibat-akibat dari pertikaian bersenjata. Hukum ini melindungi mereka yang tidak atau tidak lagi terlibat dalam pertikaian dan membatasi cara-cara dan metode peperangan. Hukum Perikemanusiaan Internasional adalah istilah yang digunakan oleh Palang Merah Indonesia untuk Hukum Humaniter Internasional (International Humanitarian Law). Istilah lain dari Hukum Humaniter Internasional ini adalah “Hukum Perang” (Law of War) dan “Hukum Konflik Bersenjata” (Law of Armed Conflict). Dari mana asalnya Hukum Perikemanusiaan Internasional? Hukum Perikemanusiaan Internasional adalah bagian dari hukum internasional. Hukum internasional adalah hukum yang mengatur hubungan antara negara. Hukum internasional dapat ditemui dalam perjanjian-perjanjian yang disepakati antara negara-negara sering disebut traktat atau konvensi dan secara prinsip dan praktis negara menerimanya sebagai kewajiban hukum. Dalam sejarahnya hukum perikemanusiaan internasional dapat ditemukan dalam aturanaturan keagamaan dan kebudayaan di seluruh dunia. Perkembangan modern dari hukum tersebut dimulai pada abad ke-19. Sejak itu, negara-negara telah setuju untuk menyusun aturan-aturan praktis, berdasarkan pengalaman pahit atas peperangan modern. Hukum itu mewakili suatu keseimbangan antara tuntutan kemanusiaan dan kebutuhan militer dari negara-negara. Seiring dengan berkembangannya komunitas internasional sejumlah

negara di seluruh dunia telah memberikan sumbangan atas perkembangan hukum perikemanusiaan internasional. Dewasa ini hukum perikemanusiaan internasional diakui sebagai suatu sistem hukum yang benar-benar universal. Dimana Hukum Perikemanusiaan Internasional dapat ditemukan? Sebagian besar dari hukum perikemanusiaan internasional ditemukan dalam empat Konvensi Jenewa tahun 1949. Hampir setiap negara di dunia telah sepakat untuk mengikatkan diri pada Konvensi itu. Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 telah dikembangkan dan dilengkapi dengan dua perjanjian lanjutan yaitu Protokol-protokol Tambahan tahun 1977. Ada juga beberapa perjanjian internasional yang melarang penggunaan senjata-senjata tertentu dan taktik militer. Perjanjian ini termasuk Konvensi Den Haag tahun 1907, Konvensi Senjata Biologi tahun 1972, Konvensi Senjata Konvensional tahun 1980 dan Konvensi Senjata Kimia tahun 1993. Konvensi Den Haag tahun 1954 mengatur perlindungan bangunan dan benda sejarah selama pertikaian bersenjata. Banyak aturan hukum perikemanusiaan internasional yang sekarang diterima sebagai hukum kebiasaan internasional yang berarti telah menjadi aturan umum yang diterapkan di semua negara. Apa cakupan Hukum Perikemanusiaan Internasional? Ada dua bahasan yang menjadi cakupan hukum perikemanusiaan internasional, yaitu: Perlindungan atas mereka yang tidak dan tidak lagi mengambil bagian dan suatu pertikaian. Batasan-batasan atas sarana peperangan, khususnya persenjataan dan metode atau caracara peperangan seperti taktik-taktik militer. Apa yang dimaksud dengan Perlindungan? Hukum perikemanusiaan internasional melindungi mereka yang tidak ambil bagian atau tidak terlibat dalam pertikaian yaitu seperti warga sipil serta petugas medis dan rohani. Hukum perikemanusiaan juga melindungi mereka yang tidak lagi ambil bagian dalam pertikaian seperti mereka yang telah terluka atau korban kapal karam, mereka yang sakit atau yang telah dijadikan tawanan. Orang yang dilindungi tidak boleh diserang. Mereka harus bebas dari penyiksaan fisik dan perlakuan yang merendahkan martabat. Korban yang luka dan sakit harus dikumpulkan dan dirawat. Aturan-aturan yang terinci, termasuk penyediaan makanan serta tempat berteduh yang layak dan jaminan hukum, berlaku bagi mereka yang telah dijadikan tawanan atau mengalami penahanan. Tempat-tempat dan objek-objek tertentu seperti rumah sakit dan ambulans, juga dilindungi dan tidak boleh menjadi sasaran penyerangan. HPI menetapkan sejumlah

Hukum perikemanusiaan internasional hanya berlaku pada saat suatu konflik dimulai dan berlaku sama kepada semua pihak tanpa memandang siapa yang memulai pertikaian. kedua hukum ini telah berkembang secara terpisah dan terdapat dalam perjanjian yang berbeda. Adalah penting untuk membedakan antara hukum perikemanusiaan internasional dengan hukum hak asasi manusia. berlaku pada masa damai dan banyak aturannya mungkin ditangguhkan selama suatu pertikaian bersenjata berlangsung. seperti halnya dalam pertikaian bersenjata internasional. Apakah Hukum Perikemanusiaan Internasional benar-benar berjalan? . senjata kimia dan biologi serta senjata “laser-blinding weapon.lambang-lambang yang dapat dikenali dengan jelas dan sinyal-sinyal yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi orang-orang dan tempat-tempat yang dilindungi. Secara khusus hukum hak asasi manusia. menyebabkan luka-luka yang berlebihan atau penderitaan yang tidak semestinya. Meski beberapa aturan dari keduanya ada yang sama. Hukum perikemanusiaan internasional juga tidak mengatur apakah suatu negara dapat menggunakan kekuatan (militernya) karena hal ini diatur oleh aturan berbeda (namun sama pentingnya) yaitu hukum internasional yang terdapat dalam Piagam PBB. Persenjataan dan taktik-taktik apa saja yang dibatasi? Hukum perikemanusiaan internasional melarang segala sarana dan cara-cara peperangan yang: gagal membedakan antara mereka yang terlibat dalam pertikaian dan mereka seperti warga sipil. Lambang-lambang ini termasuk palang merah dan bulan sabit merah. Pertikaian seperti itu tunduk pada aturan yang lebih luas termasuk diatur dalam empat Konvensi Jenewa dan Protokol Tambahan pertama. tidak seperti hukum perikemanusiaan internasional. Pertikaian bersenjata internasional adalah pertikaian yang sedikitnya melibatkan dua negara. yang tidak terlibat dalam pertikaian. semua pihak harus mematuhi hukum perikemanusiaan internasional. Aturan yang lebih terbatas berlaku bagi pertikaian bersenjata internal-khususnya yang ditetapkan dalam Pasal 3 dari setiap ke-empat Konvensi Jenewa dan Prokokol Tambahan kedua. Hukum perikemanusiaan internasional membedakan antara pertikaian bersenjata internasional dan pertikaian bersenjata internal (dalam negeri). menyebabkan kerusakan lingkungan yang berkepanjangan atau sangat parah.” Kapan Hukum Perikemanusiaan Internasional Berlaku? Hukum perikemanusiaan internasional hanya berlaku pada saat terjadi pertikaian bersenjata. Hukum tersebut tidak dapat diterapkan pada kekacauan dalam negeri seperti tindakan-tindakan kekerasan yang terisolasi. Namun di dalam pertikaian bersenjata internal. Hukum perikemanusiaan internasional juga telah melarang penggunaan berbagai jenis persenjataan tertentu termasuk peluru ledak.

kita dapat memberikan suatu sumbangan penting bagi penerapan hukum perikemanusiaan internasional. menghentikan perdarahan. Kemampuan dasar ini dapat diperoleh melalui pendidikan umum formal. Negara-negara berkewajiban untuk memberikan pendidikan tentang hukum perikemanusiaan internasional kepada angkatan bersenjata dan masyarakat umum negaranya. Pengadilan yang akan berkedudukan di Den Haag Belanda itu terbentuk bila Statuta tersebut sudah diratifikasi 60 negara. Utamanya mereka harus memberlakukan hukum untuk menghukum pelanggaran-pelanggaran paling serius Konvensi-Konvensi Jenewa dan Protokol-protokol Tambahan yang dianggap sebagai kejahatan perang. Sejumlah tindakan telah diambil untuk mempromosikan penghormatan terhadap hukum perikemanusiaan internasional. Mereka harus mencegah dan jika perlu menghukum semua pelanggaran hukum perikemanusiaan internasional.icrc. penerapan efektif dari hukum itu selamanya akan tetap mendesak. Dewasa ini pengadilan permanen internasional yang akan dapat menghukum kejahatan perang sudah disepakati untuk didirikan. sementara saat ini baru 4 negara yang meratifikasinya. terdapat hal-hal penting dimana hukum perikemanusiaan internasional telah membuat suatu perbedaan dalam melindungi warga sipil. Dasar hukumnya adalah Statuta Roma 1998 tentang pendirian Pengadilan Kriminal Internasional (International Criminal Court). Bahwa hukum itu berlaku selama masa-masa traumatik. korban luka dan sakit serta dalam membatasi penggunaan senjata yang semena-mena. melalui organisasi-organisasi atau sebagai perorangan.ICRC Advisory Service on International Humanitarian Law . Bahkan korban yang meningkat dalam peperangan adalah warga sipil. Ada juga korban tidak hanya . Apakah melalui pemerintah. sehingga korban dapat terselamatkan dari bahaya maut semaksimal mungkin. Namun. tawanan. ( Sumber: “What is International Humanitarian Law” .org/ Pertolongan pertama I. Pertolongan pertama mempunyai makna tindakan yang pertama sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan yang lebih baik. pelatihan ataupun pengalaman. PENDAHULUAN P3K secara harfiah merupakan tindakan yang dapat diberikan / dilakukan oleh orang yang terlatih atau memahami tentang seluk-beluk anatomi-kesehatan dasar. sehingga tujuan dari P3K sesungguhnya adalah: mencegah agar cedera yang timbul tidak lebih parah.http://www.Tragisnya contoh-contoh pelanggaran hukum perikemanusiaan internasional tak terhitung telah terjadi dalam pertikaian bersenjata di seluruh dunia. mencegah nyeri dan menjamin fungsi saluran napas. Pengadilan-pengadilan ad hoc telah dibentuk untuk menghukum tindakan-tindakan yang dilakukan dalam dua pertikaian yang terjadi beberapa waktu lalu yaitu di bekas Yugoslavia dan Rwanda. penerapan hukum perikemanusiaan internasional akan selalu menghadapi kesulitan-kesulitan berat. Beberapa tindakan juga telah dilakukan pada level internasional.

terutama pada luka bakar yang tidak terlalu dalam. Penggunaan bahan selain air bersih merupakan hal yang sangat tidak menguntungkan bagi korban. Seringkali luka yang ditimbulkan tidak sampai mengeluarkan darah. II. Seringkali terjadi kesalahan dalam penanganan luka bakar pada tahapan ini. Kalau memungkinkan berikanlah siraman air mengalir. sehingga syaraf-syaraf nyeri banyak mengalami rangsangan. sedangkan bagi korban tak sadar/ koma kita harus menghindari terjadinya aspirasi( masuknya air dalam saluran napas) serta sesegera mungkin dibawa ke fasilitas kesehatan yang memadai. seyogyanya . sehingga terjadi obstruksi saluran napas. Hal ini tentu akan dilakukan oleh orang yang sangat terlatih dalam hal berenang. Kegawatan pada korban tenggelam adalah terjadinya kegagalan fungsi pernapasan akibat masuknya cairan(air tawar/ asin) ke dalam jaringan paru yang dapat menyebabkan gangguan fungsi respirasi.mengalami trauma sejenis. PERTOLONGAN PADA LUKA BAKAR Terpenting dalam pertolongan pertama pada luka bakar adalah segera membebaskan korban dari sumber luka bakar kemudian mengatasi nyeri. mempersulit pembersihannya pada saatnya nanti dan dapat menambah rangsangan nyeri itu sendiri. terutama daerah sungai atau pantai. Perlu diketahui adanya perbedaan media air sebagai sumber persoalan. tetapi juga kompleks sehingga penolongpun diharuskan untuk mampu memberikan pertolongan sekaligus ataun sesuai prioritas yang mengancam nyawa. PERTOLONGAN PERTAMA PADA KASUS TENGGELAM Kasus tenggelam merupakan kasus yang sering terjadi pada wilayah perairan seperti di Indonesia. Sangat berbahaya adalah mengirup uap panas. hal ini akan segera menyebabkan udema jaringan saluran napas. Setelah korban tenggelam ini dapat di keluarkan dari air maka mengusahakan untuk membebaskan fungsi pernapasan. begitu juga dengan lokasi tubuh yang terbakar. III. karena selain air yang bersih dapat menyebabkan semakin kotornya permukaan luka. Mengurangi perasaan nyeri yang paling ideal adalah air bersih yang dingin. air asin atau air tawar. Dalam kesempatan ini akan dibahas P3K secara praktis pada kasus-kasus darurat yang sering kita amati dan alami di sekitar kita. sehingga penolongpun tidak menjadi korban berikutnya. dan mengeluarkan air yang sudah terminum dengan cara merangsang terjadinya refleks muntah (bagi pasien sadar). Semakin cepat diketahui/ ditolong korban tenggelam maka semakin lebih baik dan mudah untuk penanganan selanjutnya. Terbakarnya permukaan tubuh membuat sensasi nyeri yang sangat hebat. IV. PERTOLONGAN PERTAMA PADA GIGITAN BINATANG Sebagai pedoman dasar pada setiap luka gigitan. Selain itu juga perlu mendapat perhatian sumber penyebab luka bakar itu apa? Api dan air/ uap panas sangat berbeda. Tetapi pada prinsipnya dalam P3K kasus tenggelam adalah sesegera mungkin mengangkat korban tenggelam ke permukaan air atau daratan. maka yang utama dilakukan adalah mengeluarkan racun yang sempat masuk ke dalam tubuh korban dengan menekan sekitar luka sehingga darah yang sudah tercemar sebagian besar dapat dikeluarkan dari luka tersebut.

tetapi memang proses perjalanan kehidupan sudah sampai waktunya. mencegah infeksi. maka penolong juga mencegah agar luka tersebut tidak terkontaminasi dengan kotoran/ infeksi. setelah meraka teratasi. sehingga kita masih dapat menyelamatkan nyawa korban. PERTOLONGAN PERTAMA PADA PATAH TULANG Dalam penanganan patah tulang (fraktur) yang penting diperhatikan adalah . Terpenting adalah menjaga system saluran pernapasan dan detak jantung berfungsi dengan baik. Tidak dianjurkan mengisap tempat gigitan. hal ini berarti kita tidak berhasil. sehingga mempersulit bagi penolong. Setiap usaha pertolongan berarti diawali dengan niat yang baik. V. Paling tidak usaha kita sudah maksimal disertai dengan kecermatan saatsaat kita menolong korban. Selain itu. ini bertujuan untuk mencegah semakin tersebarnya racun ke dalam tubuh yang lain. VI. Hal ini tergantung juga dari jumlah personil penolong. Selanjutnya segera mungkin dibawa ke pusat kesehatan yang lebih maju untuk perawatan lanjut. hal ini dapat membahayakan bagi pengisapnya. yang perlu diperhatikan adalah saat pengangkatan korban harus dalam keadaan vertebranya lurus. sehingga untuk menghasilkan hasil yang baik diperlukan ketrampilan serta pengetahuan yang cukup agar tidak terjadi kesalahan dalam bertindak. khusus pada patah tulang terbuka. tanah longsor. mencegah komplikasi lebih parah. Pada patah tulang vertebra. apalagi yang memiliki luka walaupun kecil di bagian mukosa mulutnya. yaitu penolong berhak menilai korban yang masih layak untuk ditolong dengan kemungkinan harapan hidup masih tinggi. Patah tulang vertebra termasuk yang sangat gawat apabila daerah frakturnya sekitar leher. Tindakan ini dapat dilakukan pembidaian/ pasang spalk dengan menggunakan kayu atau benda yang dapat menahan agar kedua fraksi yang patah tidak saling bergesekan. Pada keadaan demikian ini berlaku “ skala prioritas”. KOMPLEKSITAS PADA PERTOLONGAN PERTAMA Tidak jarang terjadi korban kecelakaan dengan multiple injury. Fraktur pada tulang tengkorak dapat menyebabkan kematian mendadak. Tidak jarang di Emergency suatu Rumah Sakit tertentu para korban yang sudah kita tolong justru sudah meninggal. sehingga seringkali pertolongan pertamapun tidak sempat dilakukan. barulah korban-korban yang berikutnya.luka tersebut diperlebar secukupnya sampai penolong dapat mengeluarkan darah yang tercemar itu. kebanjiran dan sebagainya maka dikenal adanya “Samaritan law”. artinya korban harus diletakkan pada alas kasur yang keras. Secara teoritis patah tulang dibagi menjadi 2. Sambil menekan agar racunnya keluar juga dapat dilakukan pembebatan( ikat) pada bagian proksimal dari gigitan. karena dapat menyebabkan kelumpuhan total pada seluruh anggota badan. tetapi tidak juga berhasil maka bukan berarti kita gagal. mencegah perdarahan. Pada kecelakaan massal seperti kecelakaan pesawat terbang. untuk menghindari cedera saraf pada vertebra. patah tulang terbuka dan patah tulang tertutup. Penanganan pertama pada patah tulang secara prinsipil adalah menghindari gerakan-gerakan/gesekangesekan pada bagian yang patah. .

11. maka diperlukan anggota remaja PMI yang berkarakter kepalangmerahan yaitu mengetahui. dan berperilaku sesuai prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. 6. Soeyoso Soemodimedjo. 4. Ketua PMI ke 12 (2004 . Ketua PMI ke 2 ( 1945 – 1948 ) : Soetarjo Kartohadikoesoemo. Moch. yaitu yang dapat .2009 ) : Mari’e Muhammad 13. berperan aktif dalam penanggulangan bahaya HIV/AIDS dan penyalahgunaan NAPZA. Ketua PMI ke 10 ( 1992 – 1998 ) : Hj. Satrio. Ketua PMI ke 1 ( 1945 – 1946 ) : Drs. Ketua PMI ke 9 ( 1986 – 1992 ) : Dr. serta menggerakkan generasi muda dan masyarakat dalam tugas-tugas kemanusiaan. Amanat ini menjadi bagian tugas anggota remaja PMI. Hatta. 7. memberikan bantuan dalam bidang kesehatan yang berbasis masyarakat. A. Ketua PMI ke 6 ( 1966 – 1969 ) : Letjen Basuki Rachmat. Ketua PMI ke 4 ( 1952 – 1954 ) : Prof. Bahder Djohan. 8. 10.2004 ) : Mari’e Muhammad. melaksanakan kesiapsiagaan di dalam penanggulangan bencana yang berbasis masyarakat.sekarang) : M. 12.NAMA – NAMA TOKOH YANG PERNAH MENJADI KETUA PMI 1. Ketua PMI ke 11 ( 1998 . 5. Dr. LATAR BELAKANG Palang Merah Indonesia berkomitmen untuk menyebarluaskan dan mendorong aplikasi secara konsisten Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Ketua PMI ke 5 ( 1954 – 1966 ) : P. A. Jusuf Kalla BAB I PENDAHULUAN A. Ketua PMI ke 7 ( 1970 – 1982 ) : Prof. Dr. Ketua PMI ke 3 ( 1948 – 1952 ) : BPH Bintoro. Siti Hardianti Rukmana. yang tercakup dalam Tri Bhakti PMR: Untuk dapat melaksanakan Tri Bhakti PMR yang berkualitas. Paku Alam VIII. 3. Selain itu mereka juga berperan sebagai ”peer educator” atau pelatih sebaya. 2. H. 9. memahami. Ibnu Sutowo. Ketua PMI ke 13 (2009 . Ketua PMI ke 8 ( 1982 – 1986 ) : Dr. H.

monitoring. PMR calon pemimpin Palang Merah masa depan 4. TUJUAN Buku ini bertujuan sebagai pedoman pengurus dan pegawai PMI disemua tingkatan yang menangani PMR. Undang-undang Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 5. Perjanjian kerja sama PMI dengan Depag RI tanggal 26 September 1995 No. Remaja merupakan prioritas pembinaan. pembina PMR. tentu saja diperlukan persamaan persepsi dan komitmen oleh semua unsur yaitu pengurus. PMR adalah kader relawan Oleh karenanya anggota remaja PMI. Yang dapat diterima sebagai anggota remaja adalah mereka yang berusia 10 – 17 tahun atau mereka yang seusia sekolah lanjutan tingkat atas dan belum menikah (ART Bab VI. pembina PMR. pelatihan. Perjanjian kerja sama PMI dengan Diknas RI tanggal 24 Mei 1995 No. pelatih PMI. sehingga terjadi peningkatan ketrampilan hidup atau ”life skill” untuk mendorong terjadinya perubahan perilaku positif pada remaja. B. 0090-KEP/PP/V/95 tentang pembinaan dan pengembangan Kepalangmerahan di sekolah 6. yang terhimpun dalam PMR. perlu dibina. serta pihak terkait dalam pembinaan remaja atau anggota PMR. 459 tahun 1995 dan No. pelaporan. yang menggambarkan proses pembinaan anggota PMR dan semua unsur yang terlibat didalamnya. pengembangan individu. pelatih PMI. Pembinaan PMR mencakup: perekrutan. PMR berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan 3. Kebijakan IFRC tentang Remaja 3. dan evaluasi 2. 0185-KEP/PP/IX/95 tentang pembinaan dan pengembangan Kepalangmerahan di Madrasah D. pengembangan organisasi. pelatih PMI. 118/U/95 dan No. DASAR 1. Tri Bakti PMR.berbagi pengetahuan. serta peran dan tanggung jawab masing-masing pihak. biasa. dan kehormatan (AD Bab VI. pegawai. baik dalam keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan 2. pembina PMR. serta instansi terkait. Anggota PMI terdiri dari anggota remaja. PENGERTIAN 1. Pasal 11) b. Untuk itu diperlukan suatu Pedoman Pembinaan PMR. untuk melaksanakan pembinaan PMR C. AD/ART PMI hasil Munas PMI XVIII tahun 2005 2. serta instansi terkait. luar biasa. . Pedoman PMR Adalah pedoman bagi pengurus dan pegawai PMI disemua tingkatan yang menangani PMR. Hal ini telah tercemin dalam kebijakan PMI dan Federasi bahwa: 1. Dalam pembinaan PMR. dan sikap kepada teman sebayanya. Kebijakan PMI tentang PMR 4. ketrampilan. PMR a.

Hak dan kewajiban anggota remaja dilaksanakan melalui wadah Palang Merah Remaja. memonitor. Pembina PMR secara fungsional adalah anggota Tenaga Sukarela (TSR) PMI Cabang 5. Pembina PMR a. Pasal 15) f. Penjenjangan anggota PMR terdiri dari: 1) Anggota Remaja PMI berusia 10 – 12 tahun/setingkat SD/MI/sederajat dapat bergabung sebagai anggota PMR Mula 2) Anggota Remaja PMI berusia 12 – 15 tahun/setingkat SMP/MTS/sederajat dapat bergabung sebagai anggota PMR Madya 3) Anggota Remaja PMI berusia 15 – 17 tahun/setingkat SMU/SMK/MA/sederajat dapat bergabung sebagai anggota PMR Wira 3. Tiap kelompok PMR terdiri dari minimal 10 orang. Anggota Remaja mendaftarkan diri kepada unit Palang Merah Remaja di wilayah domisili yang bersangkutan (ART Bab VI. Penanggung jawab PMR a. PMR berada di sekolah atau luar sekolah.l. Wira i. disebut kelompok PMR luar sekolah j. a. . Penanggung Jawab PMR. Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Lihat pedoman pelatih dan pelatihan 6. ataupun organisasi non pemerintah yang secara aktif mendukung pembinaan dan pengembangan PMR. yang mengatur. Pelatih PMI Pelatih adalah individu (Pengurus/staff/relawan) yang memenuhi kualifikasi pelatih sesuai dengan Pedoman Pelatih PMI. PMR adalah wadah pembinaan anggota remaja PMI g. dan disebut kelompok PMR. Penanggung jawab kelompok PMR Luar Sekolah adalah seseorang yang ditunjuk oleh PMI Cabang/Ranting. Pasal 13. Madya. swasta. Penanggung jawab Kelompok PMR Sekolah adalah Kepala Sekolah. memonitor. departemen pendidikan. Seseorang yang ditunjuk oleh PMI Cabang/Ranting untuk melakukan pembinaan kelompok dan anggota PMR luar sekolah c. dan Pelatih PMI di kelompok PMR tersebut c. disingkat PMR (ART Bab VI. h. Ayat (1)) c. Tingkatan dalam PMR: Mula.Pasal 11. dan mengevaluasi tugas Pembina PMR. Kelompok PMR terdiri dari: 1) Kelompok PMR berbasis sekolah. disebut kelompok PMR sekolah 2) Kelompok PMR berbasis masyarakat. dan Pelatih PMI di kelompok PMR tersebut b. Ayat (2)) e. secara fungsional adalah anggota Tenaga Sukarela (TSR) PMI Cabang 4. Instansi terkait Pihak-pihak baik pemerintah. atau guru yang ditunjuk oleh sekolah untuk melakukan pembinaan kelompok dan anggota PMR di sekolah ybs b. yang mengatur. Ayat (1)) d. Ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan Palang Merah Remaja ditetapkan oleh Pengurus Pusat (ART Bab VI. Pasal 13. dan mengevaluasi tugas Pembina PMR.

yaitu proses pembinaan interaktif yang bertujuan memaksimalkan pengetahuan. dan sikap (PKS) anggota PMR sehingga terjadi perubahan positif. pelatihan.departemen agama. PMR Madya : 12 – 15 tahun/setingkat SMP/MTS/sederajat . PENGERTIAN B. 8. ANGGOTA PMR 1. Tri Bhakti PMR. Pembinaan PMR diarahkan pada pengembangan karakter kepalangmerahan c. departemen kesehatan. tetapi juga subyek yang terlibat aktif dalam siklus pembinaan PMR. Orientasi a. Kemudian anggota PMR juga dapat berperan sebagai ”peer educator” atau pelatih sebaya. Warga Negara Asing yang sedang berdomisili di wilayah Indonesia * 3. pengembangan organisasi. pelatihan. PMR Mula : 10 – 12 tahun/setingkat SD/MI/sederajat 2. departemen sosial. ketrampilan. Berusia 10 tahun sampai dengan 17 tahun dan atau belum menikah atau seusia siswa SD/MI s/d SMU/MA atau yang sederajat 4. PENGESAHAN ANGGOTA Lihat Pelantikan Anggota PMR*. pelaporan. Warga Negara Indonoesia 2. Mengisi formulir pendaftaran dan mengembalikannya kepada Pembina PMR di kelompok PMR masing-masing. UNFPA 7. D. Orientasi kepalangmerahan diperuntukkan bagi setiap anggota PMI. monitoring. memahami. Upaya yang dilakukan untuk mengembangkan PMR. untuk selanjutnya disampaikan kepada Pengurus Cabang Palang Merah Indonesia setempat. SYARAT MENJADI ANGGOTA PMR 1. Dengan demikian anggota PMR tidak hanya sebagai obyek. dan berperilaku sesuai prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah d. Orientasi kepalangmerahan adalah proses pengenalan Gerakan Palang Merah/Bulan Sabit Merah dan PMI b. Bersedia mengikuti orientasi. Pembinaan PMR a. termasuk anggota PMR dan Pembina PMR BAB II KEANGGOTAAN PMR A. komite sekolah. Mendapatkan persetujuan orang tua/wali 5. pengembangan individu. C. yaitu yang dapat berbagi PKS kepada teman sebaya sehingga mendorong terjadinya perubahan perilaku positif pada remaja. dan evaluasi b. Pengembangan karakter kepalangmerahan yaitu mengarahkan anggota PMR agar mengetahui. dan pelaksanaan kegiatan kepalangmerahan 6. Pembinaan berbasis pengembangan karakter dilaksanakan dengan pendekatan Ketrampilan Hidup. mencakup: perekrutan. UNICEF.

Kewajiban Anggota PMR 1. Menjalankan dan membantu menyebarluaskan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan kegiatan PMI 2. Hak dan Kewajiban Anggota PMR a. Hak Anggota PMR 1) Mendapatkan pembinaan dan pengembangan oleh PMI 2) Menyampaikan pendapat dalam forum/pertemuan resmi PMI 3) Berpartisipasi aktif dalam kegiatan PMR/PMI 4) Mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) 5) Menggunakan atribut sesuai ketentuan 6) Mendapat penghargaan 7) Mendapat asuransi b. Hak Pembina PMR 1) Mendapatkan pembinaan dan pengembangan kapasitas oleh PMI Cabang 2) Mengikuti musyawarah cabang dalam mengambil keputusan. dengan mekanisme: mengirimkan 1 orang Pembina PMR yang diputuskan melalui rapat forum komunikasi Pembina PMR (menyangkut jumlah perwakilan diserahkan ke PMI Cabang/Forum Komunikasi Pembina)* 3) Mendapatkan pengakuan dan penghargaan atas partisipasi dan prestasi 4) Mendapatkan atribut sesuai dengan ketentuan PMI b. Mematuhi AD/ART 3. Kewajiban Pembina PMR 1) Mematuhi AD/ART PMI 2) Mematuhi ketentuan dalam TSR PMI 3) Mengikuti orientasi kepalangmerahan dan pelatihan. Hak dan Kewajiban Pembina PMR a. HAK DAN KEWAJIBAN 1. PMR Wira : 15 – 17 tahun/setingkat SMA/SMK/MA/sederajat E. Kewajiban Penanggung Jawab PMR 1) Mematuhi AD/ART PMI 2) Mematuhi ketentuan dalam TSR PMI 3) Mengikuti orientasi kepalangmerahan dan pelatihan. Melaksanakan Tri Bakti PMR 4. Menjaga nama baik PMI 5. Membayar uang iuran keaggotaan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan PMI Pusat.3. Hak dan Kewajiban Penanggung Jawab PMR a. 2. minimal ditingkat PMI Cabang 4) Menjaga nama baik PMI . Hak Penanggung Jawab PMR 1) Mendapatkan pembinaan dan pengembangan kapasitas oleh PMI Cabang 2) Mendapatkan pengakuan dan penghargaan atas partisipasi dan prestasi b. minimal ditingkat PMI Cabang 4) Menjaga nama baik PMI 5) Melaksanakan sosialisasi kepalangmerahan 6) Berperan aktif dalam pembinaan dan pengembangan PMR 3.

PERPINDAHAN ANGGOTA PMR Berhubung karena sesuatu hal. TP PMI disetiap tingkatan terdiri dari unsur PMI. Departemen Agama. Mekanisme pemberhentian anggota PMR ditetapkan oleh kelompok PMR yang bersangkutan. Kabupaten/Kota c. dibentuk Tim Pembina Pengembangan Kepalangmerahan di kalangan siswa. Sesuai perjanjian kerja sama PMI – Depdikbud RI tanggal 24 Mei 1995 No. Tim Pembina Pengembangan Kepalangmerahan a. BERAKHIRNYA KEANGGOTAAN 1) Keanggotaan PMR dinyatakan berakhir jika yang bersangkutan: 2) Berakhir masa keanggotaan 3) Mohon berhenti 4) Diberhentikan 5) Meninggal dunia 6) Anggota PMR dapat diberhentikan oleh Pengurus PMI Cabang. secara terinci dan mengacu pada program nasional 2) Menyiapkan dan melaksanakan pembinaan TP PMI Kota/Kabupaten 3) Menerima laporan dari hasil TP PMI Kota/Kabupaten . Departemen Sosial. Propinsi. 0090/KEP/PP/95. warga belajar. apabila yang bersangkutan mencemarkan nama baik PMI dan atau dijatuhi hukuman pidana yang telah berkekuatan hukum tetap. Bagi mereka yang pindah maka diharapkan: 1) Membawa surat rekomendasi dari Pengurus PMI Cabang tempat semula mereka bergabung 2) Melaporkan/mendaftarkan kembali melalui kelompok PMR ditempat tinggalnya yang baru 7. dan Departemen Kesehatan d. yang dikoordinasikan dengan PMI Cabang. TP PMI Propinsi bertugas: 1) Menyiapkan program pembinaan dan pengembangan kepalangmerahan di kalangan siswa. TP PMI dibentuk di tingkat Pusat. dan mahasiswa. warga belajar. BAB III ORGANISASI PMR A. dan mahasiswa di tingkat propinsi.5) Melaksanakan sosialisasi kepalangmerahan 6) Berperan aktif dalam pembinaan dan pengembangan PMR 6. SEKOLAH 1. 4. warga belajar. dan mahasiswa secara nasional 3) Menyiapkan dan melaksanakan kegiatan pembinaan kepada TP PMI Propinsi 4) Menerima laporan dari TP PMI Propinsi e. disingkat TP PMI b. seorang anggota PMR pindah ketempat lain. TP PMI Pusat bertugas: 1) Menyiapkan program pembinaan dan pengembangan kepalangmerahan 2) di tingkat siswa. 0118/U/1995 dan No.

PMR luar sekolah disebut kelompok PMR. TP PMI Kota/Kabupaten bertugas: 1) Menyiapkan program pembinaan dan pengembangan kepalangmerahan di kalangan siswa. Susunan Pengurus PMR di sekolah: 1) Pelindung adalah TP PMI Kabupaten/Kota 2) Penanggung jawab adalah Kepala Sekolah 3) Pembina PMR 4) Fasilitator dan Pelatih PMI Pengurus harian PMR terdiri dari siswa-siswi yang telah menjadi anggota PMR dengan masa bakti minimal 1 tahun. yang beranggotakan minimal 10 orang d. dan kesehatan (3) Persahabatan (4) Umum B. dengan tembusan kepada PMI Pusat 2. PMR di sekolah disebut kelompok PMR. pembinaan PMR dilaksanakan oleh Bidang Pembinaan PMR c. atau sebutan lain yang dapat meningkatkan pembinaan PMR. Organisasi PMR di Sekolah a. dibawah pembinaan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan e. Kegiatan PMR di sekolah merupakan bagian dari kegiatan ekstra kurikuler. yang beranggotakan minimal 10 orang 4. Pembinaan PMR dilaksanakan oleh TP PMI b. misalnya: Kelompok PMR Masjid Al Huda. Di lingkungan PMI Pusat/Daerah/Cabang. Kelompok PMR SKB Temanggung. dan dalam kegiatannya secara fungsional termasuk seksi Kesegaran Jasmani dan Daya Kreasi OSIS f. Nama kelompok PMR disesuaikan dengan nama desa/kecamatan/instansi tempat kelompok PMR tersebut dibentuk.f. . Pembinaan PMR luar sekolah dilaksanakan oleh TP PMI 2. Di lingkungan PMI Pusat/Daerah/Cabang. terdiri dari: a) Seorang ketua b) Seorang wakil ketua c) Seorang sekretaris d) Seorang bendahara e) Unit-unit: (1) Bakti Masyarakat (2) Ketrampilan. warga belajar. Struktur organisasi PMR di sekolah Kelompok PMR disekolah secara struktural mempunyai struktur sendiri sebagai kelompok PMR. kebersihan. dan mahasiswa di tingkat Kota/Kabupaten. LUAR SEKOLAH 1. pembinaan PMR dilaksanakan oleh Staf yang membidangi PMR (SDM/PMR/Diklat)* 3. secara rinci dan mengacu pada program Nasional dan Propinsi 2) Menyampaikan laporan dan hasil kerja kepada TP PMI Propinsi.

kurikulum. organisasi non pemerintah) untuk pengembangan pembinaan PMR h. Berkoordinasi dengan pihak terkait ditingkat Pusat (TP PMI. Tri Bakti PMR. Kelompok PMR luar sekolah secara struktural mempunyai struktur sendiri sebagai kelompok PMR. Pengurus harian PMR terdiri dari warga belajar yang telah menjadi anggota PMR dengan masa bakti minimal 1 tahun. dan modul c. Menyelenggarakan kegiatan nasional. dan evaluasi) b. 9. dan pengembangan kapasitas individu untuk tingkat nasional maupun internasional e. PMI Daerah yang membidangi pembinaan dan pengembangan PMR a. pengembangan kegiatan. Diknas.dll. dan modul d. Menerapkan kebijakan tentang pembinaan PMR b. misal Jumbara Nasional f. pelatihan. kurikulum.* 5. Struktur organisasi PMR luar sekolah 8. buku panduan. dan kesehatan c) Persahabatan d) Umum C. dan modul c. dan meneruskan informasi tersebut kepada PMI Daerah 2. Menyediakan informasi terkait dengan pengembangan pembinaan PMR. pengembangan individu. pelaporan. Memfasilitasi PMI Daerah melaksanakan kebijakan. Susunan Pengurus PMR luar sekolah: a. 7. Memfasilitasi PMI Cabang dalam melaksanakan kebijakan. kurikulum standard pelatihan anggota dan Pembina PMR. kebersihan. Pelindung adalah TP PMI Kabupaten/Kota b. Memfasilitasi/menyelenggarakan pelatihan. Anggota terdiri dari anggota remaja PMI yang berbasis masyarakat 6. Mengeluarkan buku panduan pembinaan. Mengeluarkan kebijakan tentang pembinaan PMR (perekrutan. buku panduan. monitoring. Pembina PMR luar sekolah adalah tutor atau instruktur warga belajar. Depkes. dan . Depag. pengembangan kegiatan. PERAN MASING-MASING PIHAK 1. Memfasilitasi/menyelenggarakan pelatihan. Penanggung jawab adalah Kepala Desa/Kecamatan/Instansi/organisasi c. terdiri dari: 1) Seorang ketua 2) Seorang wakil ketua 3) Seorang sekretaris 4) Seorang bendahara 5) Unit-unit: a) Bakti Masyarakat b) Ketrampilan. PMI Pusat yang membidangi pembinaan dan pengembangan PMR a. Fasilitator/Relawan PMI e. pengembangan organisasi. Pembina PMR d. Melakukan monitoring dan evaluasi pada setiap tahap pembinaan PMR g.

baik dalam forum rapat. antara lain melakukan sosialisasi dan advokasi ke sekolah/lembaga. Dinas Keehatans. Berkoordinasi dengan pihak terkait ditingkat Propinsi (TP PMI. dan mengevaluasi tugas Pembina PMR. Pembina PMR a. Bersama dengan PMI Cabang mengatur. Berkoordinasi dengan pihak terkait ditingkat Kabupaten/Kota (TP PMI. pelatihan gabungan anggota PMR. Diknas. Kantor Depag. dan meneruskan informasi tersebut kepada PMI Cabang h. dan pengembangan kapasitas untuk tingkat cabang dan kelompok PMR d. meningkatkan jaringan komunikasi dan koordinasi antar Pembina PMR maupun sekolah/lembaga . Depkes. Penanggung Jawab PMR a. Memfasilitasi pelatihan. Memfasilitasi Kelompok PMR dalam menerapkan informasi-informasi tentang pembinaan PMR 4. organisasi non pemerintah) untuk pengembangan pembinaan PMR g. organisasi non pemerintah) untuk pengembangan pembinaan PMR i. Bertanggung jawab terhadap pembinaan dan pengembangan PMR b. Melakukan monitoring dan evaluasi pada setiap tahap pembinaan PMR e. Memfasilitasi PMI Cabang dalam menerapkan informasi-informasi tentang pembinaan PMR 3.pengembangan kapasitas untuk tingkat daerah d. khususnya terkait pembinaan PMR. musyawarah kerja tahunan. Menyediakan informasi terkait dengan pengembangan pembinaan PMR. memonitor. Melakukan monitoring dan evaluasi pada setiap tahap pembinaan PMR f. Dinas Pendidikan. PMI Cabang yang membidangi pembinaan dan pengembangan PMR a. Berkoordinasi dengan pihak terkait ditingkat Kota/Kabupaten /Kecamatan 5. Memfasilitasi pelaksanaan kegiatan dikelompok PMR c. Melakukan monitoring dan evaluasi pada setiap tahap pembinaan PMR h. Menyediakan informasi terkait dengan pengembangan pembinaan PMR dan meneruskan informasi tersebut kepada kelompok PMR j. Menugaskan pelatih PMI untuk melatih kelompok PMR f. dan Pelatih PMI di kelompok PMR tersebut d. Jumbara Cabang e. Melibatkan Pembina PMR dalam proses pengambilan keputusan. Memfasilitasi kelompok PMR melaksanakan kebijakan. buku panduan. Melaksanakan pembinaan PMR di kelompok PMR masing-masing (lihat Manual Panduan bagi Pembina PMR) b. Menerapkan kebijakan tentang pembinaan PMR b. maupun musyawarah tahunan g. Menyelenggarakan kegiatan. memfasilitasi pembentukan kelompok PMR baru. misal: Jumbara Daerah e. dan modul c. kurikulum. misal: orientasi Pembina PMR. Depag. pengembangan kegiatan. Menyelenggarakan kegiatan tingkat PMI Daerah. Mengembangkan kegiatan kepalangmerahan.

Seragam Lapangan 1) Pakaian seragam lapangan berupa kaos berlambang PMI dan bertuliskan ”Palang Merah Remaja” di bagian punggung. celana panjang warna hitam (contoh desaign gambar seragam terlampir). Instansi terkait a. perkembangan metode dan media pelatihan f. Memfasilitasi penyediaan kebutuhan kegiatan operasional PMR ATRIBUT 1. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan PMR b. Fasilitator PMI a. sesuai 7 Prinsip Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional b. Memberikan masukan kepada PMI dan Pelatih PMI terkait pelaksanaan standarisasi pelatihan PMR. Memberikan masukan kepada PMI dan Pelatih PMI terkait pelaksanaan standarisasi pelatihan PMR. Madya dan Wira) b. meningkatkan jaringan komunikasi dan koordinasi antar Pembina PMR maupun sekolah/lembaga c. Seragam Harian 1) Baju kemeja lengan pendek (panjang untuk yang berjilbab) warna merah dipadu dengan warna putih (coorperate identity). Melakukan monitoring dan evaluasi pada setiap tahap pembinaan PMR 6. perkembangan metode dan media pelatihan 7. Membantu PMI Cabang memfasilitasi pembentukan kelompok PMR baru d. d. Memfasilitasi komunikasi dan koordinasi antara kelompok PMR dan PMI Cabang e. Mengembangkan kegiatan kepalangmerahan. Mendukung upaya pembinaan PMR. SERAGAM * Terdiri dari 2 macam seragam: a. memfasilitasi pembentukan kelompok PMR baru. dan ditetapkan oleh PMI Cabang. Anggota PMR yang berhak menerima lencana diusulkan oleh kelompok PMR. BADGE . antara lain melakukan sosialisasi dan advokasi ke sekolah/lembaga. Memfasilitasi komunikasi dan koordinasi antara kelompok PMR dan PMI Cabang e. kualitas pelatih. 2. 2) Pakaian seragam digunakan oleh anggota PMR Kelompok Sekolah (sesuai jenjang tingkatan Mula. Dipakai pada dada sebelah kiri/diatas saku kiri baju pakaian seragam PMR c.c. kualitas pelatih. LENCANA a. 2) Pakaian seragam digunakan oleh anggota PMR kelompok Sekolah dan Luar Sekolah. mengacu kriteria PMI Pusat) 3. Bertujuan memberikan penghargaan dan pengakuan atas peran serta anggota PMR dalam kegiatan Tri Bakti PMR b. Pedoman pemberian penghargaan mengacu pada PMI Pusat (contoh gambar lencana sebagaimana terlampir. Membantu PMI Cabang memfasilitasi pembentukan kelompok PMR baru d.

TOPI a. b. (disablon/dibordir) Lihat lampiran (gambar…. Dikalungkan dileher dan diikat dengan ring 7. dijahit pada lengan kanan atas pakaian seragam PMR (contoh gambar tanda lokasi terlampir)* 6. TANDA LOKASI Dipakai sebagai tanda pengenal wilayah kota/kabupaten dan kelompok PMR yang bersangkutan. Wira berwarna kuning (contoh gambar tanda jenjang terlampir). Kesiapsiagaan Bencana dan Kesehatan Remaja (bentuk tanda kecakapan sebagaimana terlampir)* 2) Diberikan kepada anggota PMR yang telah mengikuti dan lulus pelatihan Kepemimpinan dan Kepalangmerahan (bentuk tanda kecakapan sebagaimana terlampir)* 3) Diberikan kepada anggota PMR yang telah mengikuti dan lulus pelatihan Kesehatan Remaja (bentuk tanda kecakapan sebagaimana terlampir)* 4) Diberikan kepada anggota PMR yang telah mengikuti dan lulus materi Usaha Kesehatan Tranfusi Darah: Donor darah siswa (bentuk tanda kecakapan sebagaimana terlampir)* c. TANDA PENGENAL JENJANG Tanda pengenal jenjang PMR dibuat dari kain warna dasar putih berbentuk empat persegi panjang bertuliskan Palang Merah Remaja. Madya. Disebut kalung leher (slayer). Dipakai sebagai tanda pengenal jenjang Mula. Wira. Dipakai pada dada sebelah kiri/diatas saku kiri baju pakaian seragam PMR e) SUMBER DANA . Dapat juga dikenakan pada jas untuk acara-acara tertentu 4. Dibuat dari kain katun berwarna hitam untuk seluruh jenjang anggota PMR (contoh gambar topi terlampir) b.) 5. TANDA KECAKAPAN a. Wira berwarna kuning (contoh gambar badge terlampir).* b. dan kegiatan lainnya. Dibuat dari kain dengan disablon atau dibordir. 8. b.. Madya berwarna biru.a. Dipakai sebagai tanda pengenal PMR dilengan kiri pada pakaian seragam PMR. Warna dasar sesuai pada warna jenjang PMR: Mula berwarna hijau. Madya berwarna biru. dibuat dari kain dengan warna dasar sesuai pada warna jenjang PMR: Mula berwarna hijau. Tujuan memberikan penghargaan dan pengakuan atas kemampuan dan pengabdian anggota PMR dalam melaksanakan kegiatan kepalangmerahan. Bentuk: 1) Diberikan kepada anggota PMR yang telah mengikuti dan lulus pelatihan Pertolongan Pertama. TANDA JENJANG a. Perawatan Keluarga. Dipakai sebagai tanda pengenal PMR dan juga sebagai tutup kepala pada saat berada diluar ruangan misal: upacara. latihan.

Calon Anggota PMR melakukan pengisian dan pengumpulan kembali formulir . dan instansi lain yang tidak mengikat. Pelaksana Perekrutan Kegiatan perekrutan dilaksanakan oleh: a) kelompok PMR (sekolah maupun luar sekolah) b) PMI Cabang setempat yang selanjutnya dilaporkan kepada Dinas Pendidikan/Departemen Agama Kota/Kabupaten dan PMI Cabang. Hasil yang diharapkan a) Adanya kelompok-kelompok PMR di dalam dan di luar sekolah b) Adanya anggota PMR pada setiap kelompok di dalam dan di luar sekolah. Rekrutmen Anggota PMR Pendaftaran Anggota PMR 1. dan nomor urut pendaftaran 6) Pemberian nama kelompok diluar sekolah diambil dari nama desa/kecamatan atau disesuaikan dengan nama kelompok atau organisasi tersebut. PMI Cabang bekerjasama dengan pihak sekolah atau pimpinan luar sekolah dan anggota PMR melakukan penyebaran formulir pendaftaran kepada remaja. 4. mempunyai jumlah calon anggota minimal 10 orang b. Mekanisme a. PMI Cabang. agama 2. jenjang Mula/Madya/Wira. mengisi formulir pendaftaran pembentukan kelompok PMR 5) PMI Cabang memberikan nomor induk kelompok PMR berdasarkan Nomor kode daerah. Departemen Agama. Sekolah/ kelompok luar sekolah untuk membentuk kelompok PMR. SMA/SMK/MA atau sederajat b) Remaja Luar Sekolah Usia 10-17 tahun yang belum menikah 3. PEREKRUTAN 1. Pembentukan Kelompok PMR 1) PMI Cabang melakukan sosialisasi dan publikasi kepada Dinas Pendidikan. Sasaran Perekrutan a) Siswa-siswi SD/MI. b.PMI Daerah. nomor kode cabang. BAB IV PEMBINAAN PMR A. Kelompok PMR. jenis kelamin. Aparat pemerintah setempat. Sumber dana pembinaan dan pengembangan PMR dapat berasal dari PMI Pusat. 5. Tujuan Meningkatkan kuantitas kelompok dan anggota PMR secara berkesinambungan 2. Sekolah/lembaga. 2) Pihak sekolah mengajukan surat permohonan pembentukan kelompok PMR disekolah 3) Penanggung jawab kelompok mengajukan surat permohonan pembentukan kelompok PMR diluar sekolah 4) PMI Cabang mengesahkan kelompok PMR setelah seluruh persyaratan pembentukan PMR terpenuhi: a. SMP/MTs. tanpa membedakan ras.

Piagam Orientasi. 3) Media dan Metode Sosialisasi dan Publikasi Media: a) Majalah Dinding b) Foto/Dokumentasi kegiatan PMR c) Leaflet d) Poster e) Buletin f) Merchandise Metode: a) Presentasi. kejar paket) dan management d) Masyarakat e) Instansi terkait . Calon anggota PMR mengikuti orientasi kepalangmerahan.pendaftaran dan syarat-syarat pendaftaran lainnya 3. untuk formulir pendaftaran. Buku system data base PMI Cabang. Sosilisasi dan Publikasi 1) Tujuan kegiatan Sosialisasi dan Publikasi a) Memperkenalkan kegiatan PMR sebagai wadah pembinaan kepalangmerahan bagi generasi muda b) Mensosialisasikan peranan PMR dalam mendukung kegiatan kepalangmerahan c) Menarik minat generasi muda untuk bergabung dalam kegiatan PMR d) Memotifasi anggota PMR untuk tetap bergabung dalam kegiatan kepalangmerahan 2) Waktu Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi dan Publikasi Kegiatan Sosialisasi dan Publikasi dilaksanakan minimal 1 tahun sekali sebelum dilaksanakan perekrutan. Buku Induk Kelompok PMR. Syarat pendaftaran calon anggota baru PMR a) Memenuhi syarat keanggotaan b) Mengisi formulir pendaftaran calon anggota PMR c) Mengumpukan Foto 3 x 4 dan 2 x 3 masing-masing 2 lembar. audiensi b) Demonstrasi/Peragaan kegiatan PMR c) Pemasangan Promosi Majalah dinding d) Pameran foto kegiatan PMR e) Pembagian Merchandise f) Penyebaran leaflet g) Pemasangan poster 4) Sasaran: a) Siswa b) Orang Tua murid c) Sekolah/luar sekolah (panti asuhan. dan KTA d) Bersedia dan mengikuti orientasi 4.

e. PMI Cabang melakukan pendataan anggota baru dalam sebuah system data base PMR 2. kabupaten/kota.Dinas Pendidikan .Pemerintah Daerah (desa.Department Agama dan Dinas Pendidikan Agama . Pelantikan Anggota dan Penetapan Nomor Anggota 1) Syarat Pelantikan Seorang calon anggota PMR dinyatakan berhak untuk mengikuti pelantikan dan dinyatakan secara resmi sebagai anggota PMR setelah mengikuti orientasi sesuai dengan kurikulum standar Pelatihan untuk anggota PMR dan Pembina PMR. System data base anggota PMR sama dengan penomoran anggota (format pendataan sterlampir). Alur Pembentukan Kelompok dan Perekrutan Lihat lampiran* . d. sub topik baris-berbaris dan motivasi. Orientasi Kepalangmerahan Calon anggota PMR mengikuti orientasi kepalangmerahan a) Metode Metode orientasi ditetapkan dalam Kurikulum Standard Pelatihan untuk anggota dan pembina PMR b) Pelaksana Pelaksana orientasi adalah kelompok PMR c) Waktu Pelaksanaan Orientasi diberikan bagi calon anggota PMR sebelum pelaksanaan pelatihan. nomor kode cabang.kecamatan.Dinas Kesehatan . dan nomor urut pendaftaran anggota PMR. Pendataan 1.. 8. jenjang Mula/Madya/Wira. 2) Pelaksana Pelantikan Pelantikan anggota baru PMR dilaksanakan oleh PMI Cabang bekerjasama dengan pihak Sekolah/Luar sekolah 3) Penetapan Nomor Anggota a) Nomor anggota diberikan oleh PMI Cabang b) Penomoran anggota: Nomor kode daerah. d) Materi 1) Materi yang diberikan: 2) Sejarah dan tujuh prinsip Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional 3) Struktur dan kedudukan PMR di PMI. Sekolah dan luar sekolah 4) Kegiatan-kegiatan PMR 5) Kepemimpinan. propinsi) .Swasta dan organisasi non pemerintahan 5) Strategi: a) Media presentasi dan dialog melalui forum pertemuan siswa baru atau orang tua siswa b) Memanfaatkan masa penirimaan siswabaru sebagai tempat memperkenalkan dan mempromosikan kegiatan PMR dan kepalangmerahan c.

1.1.1. 4.1. ketrampilan. Role play e. Alumni Kelompok PMR tersebut 1. Kepemimpinan Kepalangmerahan 12 19 35 7. minimal 1 x dalam 1 minggu. silabus dan pedoman Fasilitator 5. Donor Darah 0 0 4 TOTAL 58 82 117 Durasi per jam pelajaran @45 menit d) Materi dan proses pelatihan lihat analisa kompetensi. yang direkomendasikan oleh PMI Cabang untuk memberikan materi kepalangmerahan.2. sesuai dengan program b) Diikuti oleh anggota PMR setelah dilantik menjadi anggota PMR c) Dilaksanakan dengan mengacu pada kurikulum yang ditetapkan PMI Pusat.1 Anggota PMR Sekolah 1.1. Tujuan Meningkatkan pengetahuan. Kesiapsiagaan Bencana 7 10 15 6. Ceramah dan tanya jawab b. yang berasal dari Pembina PMR.1.2. Pertolongan Pertama 10 15 22 3.1.1.2 Pelatih Pelatih PMI adalah orang yang memiliki kompetensi dengan spesialisasi tertentu sesuai standarisasi PMI. dan sikap anggota PMR sehingga dapat melaksanakan kegiatan sesuai Tri Bakti PMR 2.2 Anggota PMR Luar Sekolah 3.1.1.1.1 Fasilitator Fasilitaor adalah orang yang membantu berjalannya proses belajar didalam suatu kelompok PMR. PELATIHAN 1. Diskusi .3. dengan materi: NO MATERI MULA MADYA WIRA 1.1. Studi kasus d.3. Sasaran 1. Perawatan Keluarga 12 16 18 4.1.1. Brainstorming c.B. Kesehatan Remaja 8 8 8 5. Materi dan Durasi Pelatihan a) Pelatihan yang dilaksanakan secara rutin oleh kelompok PMR.1.1.1. Pelaksana 1. Kepalangmerahan 9 14 15 2.1.1. Metode Pelatihan Metode yang dapat dipakai dalam Pelatihan PMR adalah dengan menggunakan metode partisipatif dengan bentuk antara lain : a.1. Relawan PMI.

f. Jenis kegiatan dalam Tri Bakti PMR antara lain: a. film. dll d. Penugasan i. Lingkungan Keluarga d. Media Pelatihan a. dan lain-lain). Mempertinggi ketrampilan serta memelihara kebersihan dan kesehatan c. PMR Madya 1) Ikut serta dalam kegiatan gotong royong 2) Dapat melakukan pertolongan pertama kepada teman sebayanya 3) Saling berkirim surat atau album persahabatan c. Pelaksana Tri Bakti PMR: Anggota PMR. dan lain-lain c. Tujuan a. Mensosialisasikan Perhimpunan PMI di tengah-tengah masyarakat 3. Non Projected Aids (Materi Pelatihan): paket Diklat. mencuci tangan dan kaki 3) Saling berkunjung untuk latihan bersama b. Perlengkapan Pelatihan untuk materi teknis (PP. informasi pariwisata sesama anggota PMR di daerah lain5. Simulasi lapangan 6. dan PMI di semua . Sasaran a. PK. C. Audio Aids (Media Audio): radio. Masyarakat 4. brosur. buku . PMR Mula 1) Membantu orang tua menyelesaikan pekerjaan rumah 2) Tahu cara gosok gigi. Berbakti pada masyarakat b. Relawan PMI. Tenda. tape recorder. Outbound h. Sertifikasi Calon anggota yang telah lulus dalam kegiatan Pelatihan berhak mendapatkan sertifikat dan KTA dari PMI Cabang. Anggota PMR b. Tri Bakti PMR terdiri dari: a. Lingkungan Sekolah c. 7. yang difasilitasi oleh Pembina PMR. gambar dan lainlain b. TRI BAKTI PMR 1. slide. Mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional b. Mempererat persahabatan nasional dan internasional 2. DU. PRS. Presentasi j. PMR Wira 1) Menyumbangkan tenaga/materi kepada korban bencana 2) Mengenal oabt-obatan ringan dan manfaatnya 3) Berkirim hasil kerajinan daerah. Projected Visual Aids (Media Visual): OHP. Praktek g.

Sasaran: a. baik di tingkat Kelompok PMR. atau lembaga lainnya . yang terintegrasi dengan bidang Pelayanan Sosial dan Kesehatan. Pelaksanaan Tri Bakti PMR: a. Pusat. Staf PMI yang membidangi PMR e. harus melibatkan PMI Daerah dan Cabang d. Tujuan: Meningkatkan kualitas PMR b. Kegiatan Tri Bakti PMR dapat diselenggarakan oleh kelompok PMR. atau Pusat). Pengurus PMI yang membidangi PMR c. Kegiatan Tri Bakti PMR dilakukan sesuai program kelompok PMR. Kelompok dan Anggota PMR yang telah melaksanakan dan mengikuti Tri Bakti PMR. diberikan penghargaan. Pengembangan Kapasitas Pribadi a. Daerah. PMI Cabang. Daerah. c. Pengembangan kegiatan yang berkaitan dengan Tri Bakti PMR dapat disesuaikan dengan kelompok PMR lainnya . PENGEMBANGAN KAPASITAS 1. maupun PMI Pusat. Daerah. Jumbara disetiap tingkatan dilaksanakan minimal 1 x setiap periode kepengurusan. lokakarya) 3) Mengikutsertakan dalam pelatihan teknis PMI 4) Mendapatkan akses menerapkan hasil pelatihan dan lokakarya 5) Mendapatkan penghargaan dari sekolah. Pembina PMR c. PMI. Anggota PMR b. serta Kesiapsiagaan Bencana b. PMI. Relawan PMI d. Pusat. (Lihat manual pengelolaan dan pengembangan program pembinaan PMR PMI dengan pendekatan Youth Centre)* D. atau lembaga lainnya 2) Pembina PMR 1) Orientasi pembinaan PMR 2) Mengikutsertakan dalam kegiatan kepalangmerahan ditingkat PMI Cabang. Pelaksanaan Tri Bakti PMR ditingkat Pusat. PMI Cabang. Jumbara tingkat Cabang. Cara mengembangkan kapasitas: 1) Anggota PMR a) Pelatihan untuk anggota PMR b) Mengikutsertakan dalam kegiatan kepalangmerahan sesuai Tri Bakti PMR. e. Daerah. Pusat) 6.tingkatan (Cabang. atau Internasional (misal: pertukaran PMR. atau Internasional (misal: pelatihan. pemilihan PMR berprestasi. lomba. PMI Daerah. c) Mendapatkan akses menerapkan hasil pelatihan d) Terlibat dalam kegiatan Youth Center e) Mendapatkan penghargaan dari sekolah.

forum komunikasi Pembina PMR (Advisor Council). atau Internasional (misal: lokakarya) 3) Mendapatkan penghargaan dari PMI atau lembaga lainnya 2. Internasional b) Memasukkan kegiatan pembinaan PMR kedalam program tahunan sekolah/luar sekolah c) Sosialisasi dan publikasi 2) PMI Cabang: a) Advokasi. organisasi non pemerintah b) Menyelenggarakan kegiatan ditingkat Cabang. Pengembangan Kapasitas Organisasi a. Tujuan: Meningkatkan kualitas kegiatan dan organisasi PMR b. Pusat. Daerah. Forum Komunikasi PMR (Youth Council). Proses Perencanaan Proyek. kerja sama dengan sekolah dan diknas/depag tingkat Kabupaten/Kota. atau Internasional (misal: pelatihan. pelatihan. Daerah. 4) Mengikutsertakan dalam kegiatan kepalangmerahan ditingkat PMI Cabang. Pusat. Pusat. d) Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan pembinaan dan pengembangan PMR di sekolah/luar sekolah 3) PMI Daerah: .3) Relawan PMI 1) Pelatihan yang mendukung tugas sebagai fasilitator dalam pembinaan PMR (misal: pelatihan kepemimpinan) 2) Mengikutsertakan dalam kegiatan kepalangmerahan ditingkat PMI Cabang. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh masing-masing pihak: 1) Sekolah/Luar Sekolah a) Berperan aktif dalam kegiatan PMI tingkat Cabang. atau Internasional (misal: pelatihan. Kepemimpinan) 3) Mengikutsertakan dalam pelatihan teknis PMI. sosialisasi. lokakarya) 5) Mendapatkan penghargaan dari PMI atau lembaga lainnya 5) Pengurus yang membidangi pembinaan dan pengembangan PMR 1) Pelatihan pembinaan PMR 2) Berperan aktif dalam kegiatan kepalangmerahan di tingkat PMI Cabang. Pusat. bakti masyarakat. antara lain: jumbara. PMI. lokakarya) 3) Mendapatkan akses menerapkan hasil pelatihan dan lokakarya 4) Mendapatkan penghargaan dari sekolah. kelompok PMR berprestasi c) Memfasilitasi pembentukan Youth Centre. kunjungan persahabatan. Daerah. Daerah. atau lembaga lainnya 4) Staf yang membidangi pembinaan dan pengembangan PMR 1) Pelatihan pembinaan PMR 2) Pelatihan lain yang mendukung tugas sebagai staf yang membidangi PMR (Misal: pelatihan monitoring-evaluasi.

kunjungan persahabatan. . organisasi non pemerintah 2) Menyelenggarakan kegiatan tingkat PMI Daerah. 2) Monitoring merupakan kegiatan program yang terintegrasi. telah mengalami perkembangan. Pengertian 1) Monitoring adalah penilaian yang terus menerus terhadap fungsi kegiatan-kegiatan program di dalam hal jadwal pelaksanaan dan penggunaan input/masukan oleh kelompok sasaran berkaitan dengan harapan-harapan yang telah direncanakan. kelompok PMR berprestasi 3) Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan pembinaan dan pengembangan kegiatan di Tingkat Daerah BAB V MONITORING. organisasi non pemerintah 2) Menyelenggarakan kegiatan Tingkat Nasional antara lain: jumbara. sosialisasi. antara lain: jumbara. melalui sebuah kerangka hubungan yang jelas antara hal yang telah dilaksanakan. efektif dan efisien atau dapat ditingkatkan di masa yang akan datang. kunjungan persahabatan 3) Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan pembinaan dan pengembangan kegiatan di tingkat Cabang 4) PMI Pusat 1) Advokasi.1) Advokasi. bakti masyarakat. 1. Monitoring a. pelatihan. kerja sama dengan diknas/depag tingkat Pusat. sosialisasi. kita tidak bisa mengatakan bahwa pembinaan yang kita laksanakan telah berjalan lancar sebagaimana mestinya. berhasil. bakti masyarakat. mengumpulkan. Monitoring dan evaluasi dapat membantu mengkaitkan antara apa yang telah dilakukan dengan apa yang diharapkan di dimasa yang akan datang. EVALUASI DAN PENGHARGAAN A. Monitoring yang baik1) Monitoring yang baik dilakukan secara berkelanjutan. bagian penting dari praktek manajemen yang baik dan karena itu merupakan bagian yang integral dari manajemen sehari-hari (Casely & Kumar 1987) 3) Monitoring dapat didefinisikan sebagai suatu proses mengukur. Tanpa dilakukannya monitoring dan evaluasi. MONITORING DAN EVALUASI Monitoring dan evaluasi diharapkan dapat meningkatkan efektifitas pembinaan PMR. pelatihan. memproses dan mengkomunikasikan informasi untuk membantu pengambilan keputusan manajemen program/proyek (Calyton & Petry 1983) 4) Monitoring adalah mekanisme yang sudah menyatu untuk memeriksa bahwa semua “berjalan untuk direncanakan” dan memberi kesempatan agar penyesuaian dapat dilakukan secara metodologis (Oxfam 1995) 5) Monitoring adalah penilaian yang sistematis dan terus menerus terhadap kemajuan suatu pekerjaan (SCF 1995) b. kerja sama dengan diknas/depag tingkat propinsi. yang sedang dilaksanakan dan masukan-masukan yang ada serta harapan kedepan. mencatat.

Daerah dan Pusat) 3) Pengurus PMI pada semua tingkatan (Cabang. pelaksanaan pembinaan dan proses penyusunan laporan. mengerti dan memahami rencana strategi dan rencana kerja tahunan dan atau 5 tahunan pembinaan PMR baik tingkat pusat. pastikan pembinaan kembali ke jalur pembinaan sebagaimana telah ditentukan 7) Penyusunan laporan monitoring 8) Informasikan kepada pihak manajemen dan pengambil kebijakan untuk tindak lanjut. namun juga perkembangan pembinaan. 2) Pastikan bahwa pelaksana monitoring pembinaan PMR telah membaca. Dalam hal ini monitoring memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengambilan keputusan dan kebijakan. pelatih PMI 2) Staf PMI yang membidangi pada semua tingkatan (Cabang. Minimal monitoring dilakukan pada saat proses penyusunan rencana. Dalam hal ini tiap individu memiliki kewajiban untuk memastikan tiap komponenkomponen diatas menjalankan monitoring pembinaan PMR. lakukan tindakan pemecahan masalah dan kendala. 2) Monitoring pada pembinaan PMR sebaiknya bukan hanya sekedar melihat bagaimana pelaksanaan pembinaan. Daerah dan Pusat) 4) Instansi/pihak terkait lainnya Monitoring pembinaan PMR dapat dilakukan secara individu maupun berkelompok. daerah maupun cabang. f. 4) Lakukan kunjungan berkala sebagaimana direncanakan 5) Lakukan pencatatan terhadap perkembangan. d.melibatkan instansi terkait. e. dan fokus pada perkembangan pencapaian tujuan. pelaksana dan jadwal pelaksanaan dan strategi monitoring berkala. Alat dan Metode Monitoring . rumuskan system dan metode monitoring yang sesuai beserta perlengkapannya. pembelajaran dan sebagai bahan evaluasi 3) Monitoring yang baik juga tergantung pada kualitas perencanaan pembinaan. Bagaimana melakukan Monitoring 1) Pastikan bahwa pelaksana monitoring pembinaan PMR telah membaca. Waktu Monitoring Monitoring dapat dilakukan kapan saja baik secara formal maupun informal yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. kendala dan pencapaian target bandingkan dengan rencana pembinaan PMR dan kerangka waktu yang telah ditentukan 6) Jika ditemukan kendala dan atau penyimpangan lakukan penggalian dan pencarian data sebagai penunjang. tetapkan hasil yang diharapkan. Monitoring merupakan kegiatan yang terintegrasi dalam keseluruhan tahapan manajemen pembinaan. mengerti dan memahami panduan pembinaan PMR 3) Susunlah kerangka acuan pelaksanaan monitoring. Pembina PMR. Pelaksana Pelaksana monitoring adalah 1) Penanggung jawab PMR. program pembinaan dan kerjasama. 4) Monitoring yang baik menuntut kunjungan secara berkala didukung dengan analisis perkembangan dan laporan c.

daerah atau populasi (Casely & Kumar 1987) 2) Evaluasi adalah penilaian pada waktu tertentu terhadap dampak dari sebuah pekerjaan dan sejauh mana tujuan yang sudah ditetapkan telah dicapai (SCF 1995) b. pelaksanaan pembinaan dan pasca Pembinaan. Pengertian1) Evaluasi adalah penilaian berkala terhadap relevansi. tahunan dan atau 5 tahunan d) Dokumetasi kegiatan e) Data based keanggotaan 2) Metode Monitoring a) Penyampaian laporan . Pembina dan Sekolah) 2) Fasilitator PMR 3) PMI Cabang 4) PMI Daerah 5) PMI Pusat d. Sebagaimana monitoring. dilakukan pada saat proses penyusunan rencana. semester. Pelaksana 1) Kelompok PMR (Anggota. Evaluasi a. c. penampilan.1) Alat Monitoring a) Kerangka Acuan / Rencana kerja b) Laporan perkembangan kegiatan (laporan situasi) c) Laporan kegiatan. Alat dan Metode Evaluasi: Alat : 1) Rencana kerja 2) Angket 3) Format Penilaian. evaluasi merupakan kegiatan yang terintegrasi dalam keseluruhan tahapan manajemen pembinaan.dokumentasi dan koordinasi rutin b) Kunjungan lapangan berkala c) Pengamatan kerja sehari-hari melalui Kunjungan mendadak (spot chek) d) Assesment eksternal e) Wawancara f) Diskusi kelompok g) Survey pengumpulan data dan perbandingan kondisi sebelum dan sesuadah intervensi h) Pengamatan Kinerja 2. Waktu Evaluasi dapat dilakukan kapan saja baik secara formal maupun informal yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. Evaluasi biasanya menggunakan perbandingan yang membutuhkan informasi dari luar program/proyek – tentang waktu. Metode: 1) Ujian 2) Lomba 3) Jumbara . efisiensi dan dampak dari program/proyek didalam konteks tujuan yang sudah ditetapkan.

Umpan Balik dan pemecahan masalah e. Tindak Lanjut 3. dan strategi monitoring 5) Pengorganisasian Dokumen yang dibutuhkan 6) Pembentukan Pelaksana Evaluasi 7) Pelaksanaan Evaluasi a. mengerti dan memahami panduan pembinaan PMR 3) Tentukan sasaran evaluasi. c) Kontribusi PMI dan pihak terkait dalam pencapaian tujuan d) Strategi kerjasama dan dukungan dengan pihak terkait 4) Susunlah kerangka acuan pelaksanaan evaluasi. tetapkan tujuan/hasil yang diharapkan. apakah ada perkembanganperubahan dari kondisi awal. rumuskan system dan metode evaluasi yang sesuai beserta perlengkapannya. Sasaran Monitoring-Evaluasi 1) Pelaksanaan Pembinaan 2) Dampak/pengaruh/manfaat kegiatan dan pembinaan 3) Perkembangan pencapaian tujuan kegiatan dan Pembinaan PMR 4) Kontribusi faktor-faktor terkait terhadap pencapaian tujuan Pembinaan PMR 5) Kontribusi PMI dalam usaha pencapaian tujuan kegiatan dan pembinaan PMR 6) Strategi kerjasama dengan pihak terkait b. Aspek Monitoring-Evaluasi 1) Rencana Kegiatan awal . Penyusunan Laporan Evaluasi f. mengerti dan memahami rencana strategi dan rencana kerja tahunan pembinaan PMR baik tingkat pusat. daerah maupun cabang. Hal ini dikarenakan tujuannya bukan semata-mata untuk evaluasi jalannya pembinaan melainkan lebih pada prioritas hasil pembinaan. Sasaran dan aspek Monitoring-Evaluasia.4) Pelatihan Penyegaran. b) Faktor-faktor penunjang dan penghambat Faktor-faktor penunjang dan penghambat apa saja yang dihadapi selama pembinaan yang berpengaruh dalam pencapaian tujuan. Pengumpulan dan analisa data c. Pelibatan pihak terkait b. Kunjungan untuk melihat hasil pembinaan kualitatif dan kuantitatif d. sebagai bahan analisa pemecahan hambatan dan penguatan faktor penunjang. 1) Pastikan bahwa pelaksana evaluasi pembinaan PMR telah membaca. sekaligus dilakukan analisa mengapa tidak tercapai dan alternatif solusi pencapaian lebih baik. Pada dasarnya sasaran evaluasi pembinaan PMR adalah sebagai berikut: a) Pencapaian Tujuan Apakah Tujuan yang ditetapkan telah tercapai dan jika tidak. Bagaimana Melakukan Evaluasi Untuk melaksanakan evaluasi yang terstruktur dan terdokumentasi diperlukan pengalokasian waktu dan pemikiran untuk persiapan. e. 2) Pastikan bahwa pelaksana evaluasi pembinaan PMR telah membaca.

maka pelaksana Monev wajib melakukan analisa yang hasilnya dapat digunakan untuk : a. Alur monitoring – evaluasi 6. PENGHARGAAN 1. tetapkan hasil yang diharapkan. Langkah melakukan Monitoring dan Evaluasi a. Pastikan bahwa pelaksana monitoring dan evaluasi pembinaan PMR telah membaca. rumuskan system dan metode monitoring dan evaluasi yang sesuai kepada perlengkapannya. Jika ditemukan kendala dan atau penyimpangan lakukan penggalian dan pencarian data sebagai penunjang. Pastikan bahwa pelaksana monitoring dan evaluasi pembinaan PMR telah membaca. pastikan pembinaan kembali ke jalur pembinaan sebagaimana telah ditentukan g. lakukan tindakan pemecahan masalah dan kendala. pelaksana dan jadwal pelaksanaan dan strategi monev berkala. Lakukan pencatatan terhadap perkembangan. mengerti dan memahami panduan pembinaan PMR c. sebagai pedoman/acuan pelaksanaan kegiatan pada waktu yang akan datang. motivasi dan daya kreatifitas anggota PMR . i. Penyusunan hasil monev h. dll. Mengadakan perbaikan-perbaikan pada suatu kegiatan Penyusunan rencana kegiatan berikutnya. mengerti dan memahami kebijakan/ rencana strategi dan rencana kerja tahunan dan pembinaan PMR tiap Unit. b. Susunlah kerangka acuan pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Tujuan Pemberian penghargaan bertujuan untuk meningkatkan prestasi. Informasikan kepada pihak manajemen dan pengambil kebijakan untuk kegiatan tindak lanjut 5. apakah penetapan rencana anggaran sudah tepat dan pengeluaran sesuai dengan perencanaan 4. d. b. Lakukan kunjungan berkala sebagaimana direncanakan e. kendala dan pencapaian target bandingkan dengan rencana pembinaan PMR dan kerangka waktu yang telah ditentukan f.2) Apakah tujuan kegiatan dan pembinaan PMR secara kuantitas dan kualitas yang diharapkan telah tercapai 3) Apakah Indicator keberhasilan yang ditetapkan tercapai 4) Apakah kegiatan dan pembinaan PMR yang dilakukan telah memberi manfaat 5) Apakah muncul perubahan terhadap pengembangan karakter 6) Strategi kerjasama dan dukungan dengan pihak terkait 7) Apakah ada hal-hal lain baik berupa hambatan atau kondisi yang mengakibatkan harus dirubahnya rencana kegiatan dan atau pembinaan PMR 8) Rencana anggaran. Tindak Lanjut Monitoring dan Evaluasi Setelah dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi.

Jenis Jenis penghargaan yang diberikan berupa: 1. sesuai dengan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Daerah dan Pusat d) Instansi/Lembaga lain 4. Gambar Bentuk dan gambar penghargaan disesuaikan dengan bidang kegiatan. Bhakti Sosial 5. 2. Sertifikat 4. Contoh-contoh bentuk gambar terlampir. PMI Cabang e. Fasilitator PMR c. Lomba 4. Penghargaan diberikan/dikeluarkan oleh: a) Kelompok PMR b) Sekolah c) PMI Cabang.* 5. Kelompok PMR b. Lencana 6. Mekanisme Tata cara dan kriteria pemberian/penerimaan penghargaan melalui: 1. Dan lain lain. Lokakarya 3. PMI Daerah f. Piagam 3. Badge tanda kecakapan 3. Tata cara pemberian penghargaan berpedoman pada ketentuan yang dikeluarkan oleh PMI Pusat. Penugasan 6. PMI Pusat 3. Pelaksana a.2. Tujuan Jejaring dan kerjasama bertujuan untuk mendukung pembinaan dan pengembangan PMR. Medali 2. PIN 5. Pendidikan dan pelatihan 2. Pihak-pihak terkait . Penanggung Jawab dan Pembina PMR d. JEJARING DAN KERJASAMA 1.* ii.

Pihak-pihak terkait yang dapat mendukung dan memfaslitasi dalam pembinaan dan pengembangan PMR. Dan lain lain. yang tidak bertentangan dengan prinsip dasar gerakan palangmerah dan bulan sabit merah internasional. Bahan pengambilan keputusan 2) Jenis Laporan a. Laporan kegiatan 3) Bentuk laporan . UNFPA. PELAPORAN 1. PENDATAAN 1. mengetahui jumlah anggota PMR b. Bahan perbaikan kualitas kegiatan dan kinerja e. DEPAG. Kementrian Pemuda dan Olahraga c. BAB VI KETENTUAN LAIN 1. UNESCO. diantaranya: a. Perusahaan /Instansi d. DEPDIKNAS. Bagaimana Membangun Jejaring dan Kerjasama Untuk melakukan pengembangan dan pembinaan PMR kita dapat membangun jejaring dan kerjasama dengan pihak-pihak terkait didasarkan pada kesamaan program dan kegiatan. DEPSOS. Badan Dunia. terintegrasi dengan bidang lain Proses 2. Tujuan dan manfaat laporan a. 4. Tujuan: a. Bentuk Pertanggungjawaban tertulis secara naratif dan keuangan b. Informasi atas kualitas pelaksanaan kegiatan c. : UNICEF. LSM/ Organisasi Sosial dan Organisasi Kemasyarakatan e. DEPDAGRI. Bahan informasi Monitoring evaluasi terkait kinerja manajemen. operasional serta proses informasi dan koordinasi pihak-pihak terkait d. Instansi Pemerintah DEPKES. melalui pendekatan dan pemaparan jenis kegiatan yang kita miliki. sedang dikembangkan oleh tim IT PMI Pusat. mengetahui identitas anggota PMR 2. Laporan Perkembangan 1) Laporan Semester 2) Laporan Tahunan b. WHO b.

Anggaran i. Foto-foto kegiatan j.a. . Pendahuluan b. Daerah dan Pusat. Kelompok PMR 5) Isi laporan a. Naratif b. FORUM KOMUNIKASI 1. Waktu dan tempat d. PMI Cabang d. Penutup Contoh bentuk laporan terlampir* 6) Waktu (a) Laporan Perkembangan: 1) Laporan Semester : per enam bulan 2) Laporan tahunan : pertahun (b) Laporan Kegiatan : dengan tujuan untuk memudahkan proses tindak lanjut hendaknya laporan kegiatan disampaikan maksimal 1 bulan setelah tanggal pelaksanaan kegiatan 7) Alur Pelaporan 3. PMI Daerah c. Pengertian Forum komunikasi Palang Merah Remaja (PMR) adalah suatu Forum yang terdiri dari perwakilan Pengurus PMR dari masing-masing kelompok PMR di tingkat PMI Cabang. termasuk hambatan yang dihadapi e. FORUM KOMUNIKASI PMR (YOUTH COUNCIL) a. Hasil yang dicapai f. Finansial 4) Pelaksana a. Nama kegiatan c. Rekomendasi tindak lanjut (setelah kegiatan/program/proyek) g. saling bertukar informasi untuk kemajuan kelompok-kelompok PMR yang diarahkan dalam mengembangkan potensi diri sebagai relawan masa depan. Tujuan Sebagai sarana tempat bermusyawarah. PMI Pusat b. Proses pelaksanaan kegiatan/program/proyek (sebelum dan selama pelaksanaan). b. Pelaksana h.

Tingkat Daerah ¬ Membantu pelaksanaan kegiatan pengembangan pelaksanaan tri bhakti ¬ Sebagai media persahabatan PMR di daerah 3). 2. Tingkat Cabang ¬ Menjalin silaturahmi. b. Tingkat Cabang Keanggotaan terdiri dari perwakilan masing-masing kelompok PMR Madya. mempererat persahabatan dan saling tukar informasi 2). 2). Tujuan Sebagai sarana tempat bermusyawarah. Keanggotaannya . Untuk tingkat daerah dari hasil musyawarah mufakat pimpinan perwakilan forum komunikasi PMR PMI Cabang. Pengertian Forum komunikasi Pembina Palang Merah Remaja (PMR) adalah suastu Forum yang terdiri dari perwakilan pembina PMR di tingkat cabang. Mekanisme Pembentukan Tata cara pembentukan forum komunikasi PMR difasilitasi oleh pengurus PMI Cabang. d. c. 3). a. Keanggotaannya 1). Daerah dan Pusat yang membidangi PMR dan relawan. Tingkat Pusat ¬ Media pengamalan kegiatan tri bhakti dalam peningkatan persahabatan PMR dalam dan luar negeri ¬ Mediasi kebutuhan PMR ke Pengurus Pusat e. FORUM KOMUNIKASI PEMBINA PMR (ADVISOR COUNCIL).c. saling bertukar informasi untuk kemajuan kelompok PMR yang diarahkan dalam mengembangkan potensi diri. Tingkat Daerah Keanggotaan terdiri dari pimpinan perwakilan masing-masing forum komunikasi PMR PMI Cabang. dan untuk tingkat pusat dari hasil musyawarah mufakat pimpinan perwakilan forum komunikasi PMR PMI Daerah. Penentuan pimpinan forum komunikasi PMR sepenuhnya diserahkan pada hasil musyawarah mufakat diantara perwakilan kelompok PMR Wira pada tingkat cabang. Wira PMI Cabang. daerah dan pusat. Tingkat Pusat Keanggotaan terdiri dari pimpinan perwakilan masing-masing forum komunikasi PMR PMI Daerah. Tugas Forum Komunikasi PMR 1).

dan untuk tingkat pusat dari hasil musyawarah mufakat pimpinan perwakilan forum komunikasi pembina PMR PMI Daerah. 4) Penghargaan dapat diberikan dalam bentuk Piagam. 2). 2).1). d. Untuk tingkat daerah dari hasil musyawarah mufakat pimpinan perwakilan forum komunikasi pembina PMR PMI Cabang. Penghargaan dan Pengakuan 1) Penghargaan dan Pengakuan perlu diberikan kepada Anggota PMR yang berprestasi. Tugas Forum Komunikasi Pembina 1). dll. Tingkat Pusat Keanggotaan terdiri dari pimpinan perwakilan masing-masing forum komunikasi pembina PMR PMI Daerah. Tingkat Pusat ¬ Mediasi kebutuhan PMR ke Pengurus Pusat ¬ Memberi masukan bagi pengurus pusat. Keputusan hasil musyawarah Forum Pembina PMR merupakan keputusan tertinggi terhadap koordinator terpilih. Mekanisme pembentukan Tata cara pembentukan forum komunikasi pembina PMR difasilitasi oleh pengurus PMI Cabang. 3). Tingkat Daerah ¬ Dapat memberikan masukan ke Pengurus daerah dalam pengembangan dan pembinaan PMR ¬ Membantu pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pelaksanaan tri bhakti. Hari Relawan. 2) Diberikan oleh Pengurus PMI di semua tingkatan dan instansi/ lembaga terkait 3) Diberikan pada hari – hari tertentu. misalnya HUT Palang Merah. Tingkat Cabang Keanggotaan terdiri dari pembina masing-masing kelompok PMR PMI Cabang. 3). Hari – Hari Raya. Penentuan pimpinan forum komunikasi pembina PMR sepenuhnya diserahkan pada hasil musyawarah mufakat diantara pembina kelompok PMR pada tingkat cabang. . Tingkat Daerah Keanggotaan terdiri dari pimpinan perwakilan masing-masing forum komunikasi pembina PMR PMI Cabang. Tingkat Cabang ¬ Memfasilitasi Pelatihan ¬ Melakukan aplikasi kegiatan tri bhakti dan pengembangan kapasitas ¬ Membantu PMI Cabang dalam hal pembinaan dan pengembangan PMR ¬ Sarana memilih perwakilan pembina PMR dalam musyawarah PMI Cabang. e. Daerah dan Pusat yang membidangi PMR dan relawan. D.

E. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan bimbingan dan kekuatan kepada kita. Yang bertanda tangan di bawah ini Nama : Jabatan : Dengan ini mengajukan permohonan pendaftaran Kelompok PMR: Nama Sekolah/Lembaga : Alamat : Penanggung Jawab PMR : Pembina PMR : Demikian permohonan kami. LAMPIRAN KOP SURAT SEKOLAH/LEMBAGA Kota. kami ucapkan terima kasih. bulan. Jl. ………………………………… Dengan hormat. Kepala Sekolah/Ketua Lembaga. Titik berat pembentukan PMR di sekolah dan luar sekolah adalah pembentukan karakter generasi muda dan kaderisasi di lingkungan PMI. BAB VII PENUTUP Buku ini merupakan pedoman bagi Pengurus. Pembina PMR dan Fasilitator PMI dalam mengembangkan pembinaan PMR disekolah maupun luar sekolah. . Staf PMI. Asuransi Pengurus PMI Cabang mengupayakan adanya asuransi jiwa. tahun Nomor : Perihal : Pembentukan Kelompok PMR Kepada Yth Pengurus Palang Merah Indonesia PMI Cabang …………………. Keberhasilan pembentukan dan pengembangan PMR di sekolah dan luar sekolah mempunyai nilai strategis dalam pengembangan organisasi PMI dimasa yang akan datang. atas perhatian Ibu/Bapak. Amin. tanggal.

ALAMAT SEKOLAH/LEMBAGA : 4.-----------------------------Keterangan: II : kode Regional (Jawa) 02 : kode PMI Daerah Jatim 03 : Kode PMI Cabang Kota Malang Wira : Kode Jenjang PMR PALANG MERAH REMAJA KELOMPOK SMA NEGERI 5 MALANG . No Registrasi Kelompok PMR 3.06. Kepala Kantor Departemen Agama FORMULIR PENDAFTARAN PEMBENTUKAN KELOMPOK PMR SMA NEGERI 5 MALANG 1. PENANGGUNG JAWAB PMR : 5.27 Wira. NOMOR KELOMPOK PMR : II. JUMLAH CALON ANGGOTA PMR : 7.--------------------------------------NIP. Kepala Dinas Pendidikan 2. NAMA SEKOLAH/LEMBAGA : 2. PEMBINA PMR : 6. JUMLAH SISWA : Pengurus PMI Cabang Kepala Sekolah/Lembaga --------------------------. Tembusan: 1.

............................ 6..................... Bera ............ Tinggi Badan :………………………………………………………… 8.... Alamat Kelompok PMR : ........ Agama :………………………………………………………… 5............................... Email:........................... Jenis Kelamin :……………………………………………………….......................FORMULIR PENDAFTARAN ANGGOTA PMR A.. 7.... 4............... Tempat/Tanggal Lahir :………………………………………………………… 3............. ........ IDENTITAS CALON ANGGOTA 1.... Alamat Lengkap :………………………………………………………… ……………………………No Telpon……………....... Telpon..................... No....... Nama Lengkap :………………………………………………………… 2.............

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->