P. 1
25. Profesi Keguruan

25. Profesi Keguruan

5.0

|Views: 5,183|Likes:
Published by Taufik Agus Tanto
Profesi Keguruan
Profesi Keguruan

More info:

Published by: Taufik Agus Tanto on Aug 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2015

pdf

text

original

Tinjauan Mata kuliah

alam mata kuliah Profesi Keguruan ini Anda diajak membahas tentang hakikat profesi keguruan, tingkah laku guru, persyaratan guru, tugas tugas dan kode etik guru, kewajiban dan hak guru, kompetensi guru dan penerapannya serta pengembangan keprofesionalan guru SD Mata kuliah ini banyak berkaiatn dengan mata kuliah lain terutama kelompok mata kuliah pembelajaran, penelitian pendidikan SD khususnya untuk unit pengembangan keprofesionalan guru. Oleh karena itu mata kuliah - mata kuliah tersebut perlu diingat kembali pada saat mempelajari mata kuliah ini. Tujuan yang ingin dicapai mata kuliah ini adalah agar Anda sebagai guru dapat menampilkan diri sebagai pendidik yang profesional, berwibawa, berakhlak mulia serta dapat mengembangkan diri sebagai pendidik profesional. Untuk mencapai tujuan di atas, di sajikan materi perkuliahan yang disusun dalam 6 unit sebagai berikut : Unit 1 : Hakikat Profesi Keguruan. Unit 2 : Persyaratan, Kewajiban dan Hak Guru. Unit 3 : Kompetensi Profesional Guru SD dan Pembentukannya. Unit 4 : Perilaku Guru. Unit 5 : Kode Etik dan Tugas – Tugas Guru. Unit 6. : Pengembangan Keprofesionalan Guru SD.

D

Sebagai guru Anda perlu memahami dan menguasai materi setiap unit karena materi materi tersebut sangat berguna bagi Anda untuk dapat unjuk kerja secara profesional. Ingatlah bahwa dalam UU No.14 Th 2005 akan dilakukan sertifikasi jabatan guru. Hanya guru guru yang profesional yang akan dianugerahi sertifikat sebagai pendidik. Oleh sebab itu pelajarilah baik baik materi setiap unit melalui media cetak, video dan web yang tersedia. Kerjakan tugas tugas dan jawablah soal soal tes formatifnya. Diskusikan dengan teman atau tanyakan pada nara sumber jika Anda mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas. Berjuanglah terus sampai Anda menguasai materi minimal 80 % untuk setiap unit. Jika penguasaan Saudara kurang dari batas tersebut, Anda disarankan untuk mengkaji kembali uraian materinya. Selamat belajar.

Profisi Keguruan Tinjauan Mata Kuliah

Unit

1

HAKIKAT PROFESI KEGURUAN

Djumiran Pendahuluan

S

audara-saudara, profesi anda adalah guru. Sebagai pemangku jabatan guru sudah seharusnya anda memahami apa sebenarnya jabatan guru itu. Sudah dapat dibayangkan apa yang akan terjadi jika anda sebagai guru tidak mampu menjelaskan profesi anda sendiri. Tentu hal yang tidak mengenakkan akan terjadi. Untuk menghindari hal tersebut, pelajarilah dengan teliti unit 1 tentang Hakikat Profesi Keguruan. Unit ini di jabarkan menjadi 2 sub unit. Sub unit 1 mengenai Hakikat Profesi dan sub unit 2 tentang Hakikat Profesi Keguruan. Dalam mempelajari materi unit tersebut, usahakan anda menguasai kemampuankemampuan berikut : 1. Menjelaskan makna profesi, profesional, profesionalisme, profesionalitas dan profesionalisasi.

Menjelaskan layanan profesi keguruan. Agar kemampuan-kemampuan diatas dapat anda kuasai ikutilah petunjuk-petunjuk berikut ini : 1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan, agar anda tahu persis kemampuan-kemampuan apa yang seharusnya anda kuasai

2. 3. 4. 5. 6.

Menjelaskan ciri-ciri pokok profesi. Menentukan jenis pekerjaan yang tidak termasuk profesi. Menjelaskan pengertian profesi keguruan Mengidentifikasi ciri-ciri profesi keguruan

Profisi Keguruan

1- 1

2. Baca secara sepintas isi unit agar anda memperoleh gambaran isi unit
secara keseluruhan.

3. Lanjutkan dengan membaca bagian demi bagian, tandai bagian-bagian
penting dengan stabilo atau garis bawah lalu ciptakan bagan materinya : dengan begitu anda akan lebih mudah menguasai materi yang sedang anda pelajari.

4. Kerjakan tugas-tugas latihan untuk memperluas wawasan anda mengenai
konsep-konsep yang sedang anda pelajari.

5. Kerjakan juga soal-soal tes formatif yang ada pada bagian akhir setiap sub
unit.

1 - 2 Unit 1

Subunit 1 Hakikat Profesi
A. Pengantar

I

stilah profesi sudah tidak asing lagi bagi kita karena istilah itu sudah sering kita dengar melalui televisi,radio, surat kabar bahkan melalui percakapan orang dalam kehidupan sehari-hari.Anda yang mengatakan profesinya sebagai dokter, wartawan, pengacara,pedagang,nelayan,wiraswasta dll. Coba anda renungkan, kira-kira apa makna profesi dalam percakapan diatas. Apakah anda memperkirakan profesi itu semacam pekerjaan? Jika ya, jawaban anda sudah hampir tepat. Untuk memperoleh gambaran yang tepat apa sebenarnya profesi itu, simaklah uraian berikut. B. Uraian Materi 1. Pengertian Profesi Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) dari para anggotanya (Djam Satori, 2003:1.2). Batasan diatas mengandung arti bahwa jabatan atau pekerjaan yang disebut profesi itu hanya dapat dilakukan oleh orang yang mempunyai keahlian. Pekerjaan itu tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang, tetapi hanya dapat dilakukan oleh orang yang dengan sengaja dipersiapkan untuk memangku jabatan itu. Bersumber dari istilah profesi muncul istilah-istilah lain seperti profesional,profesionalisme, profesionalitas dan profesionalisasi. Dalam buku Kapita Selekta Kependidikan SD, Surya dkk,2000:4.5 – 4.9 memberikan penjelasan mengenai istilah-istilah tersebut diatas sebagai berikut. a. Istilah Profesional mempunyai dua makna. Pertama mengacu kepada sebutan tentang orang yang menyandang suatu profesi. Kedua mengacu kepada sebutan tentang penampilan seseorang dalam mewujudkan unjuk kerja sesuai dengan profesinya. Penyandangan dan penampilan profesional ini telah mendapat pengakuan baik formal maupun informal. Pengakuan formal diberikan oleh badan atau lembaga yang mempunyai kewenangan untuk itu, yaitu pemerintah atau organisasi profesi. Sedang pengakuan secara informal diberikan

Profisi Keguruan

1- 3

oleh masyarakat dan para pengguna jasa suatu profesi. Sebagai contoh, misalnya sebutan “guru profesional” adalah guru yang telah mendapat pengakuan secara formal sesuai ketentuan berlaku, baik dalam kaitan dengan jabatannya maupun dengan latar belakang pendidikan formalnya. Pengakuan ini dinyatakan dalam bentuk Surat Keputusan, Ijazah, Akta, Sertifikat dan sebagainya. Dengan demikian guru SD yang telah mamiliki Diploma 2 dapat dikatakan “guru profesional” karena telah memiliki pengakuan formal, dalam hal ini berupa “Diploma II” dan “Akta II”. Sebutan “guru profesional” juga dapat mengacu kepada pengakuan terhadap penampilan seseorang guru dalam unjuk kerjanya dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai guru. b. Profesionalisme adalah sebutan yang mengacu pada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Pada dasarnya profesionalisme itu merupakan motivasi intrinsik pada diri guru sebagai pendorong untuk mengembangkan dirinya ke arah perwujudan profesional. Guru yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan menampakkan ciri-ciri sebagai berikut : 1.Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati standar edial. Ia akan mengidentifikasi dirinya kepada figur yang dipandang memiliki standar edial. Yang dimaksud standar edial adalah suatu perangkat perilaku yang dipandang paling sempurna dan dijadikan sebagai rujukan. 2.Meningkatkan dan memelihara citra profesi, Ia berkeinginan untuk selalu meningkatkan dan memelihara citra profesi melalui perwujudan perilaku profesional. Citra profesi adalah suatu gambaran terhadap profesi guru berdasarkan pemikiran terhadap kinerjanya. Perwujudannya dilakukan melalui berbagai macam cara,misalnya penampilan,cara bicara,sikap hidup sehari-hari dan sebagainya. 3.Keinginan untuk senantiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional, Ia akan memanfaatkan berbagai kesempatan untuk : a. Mengikuti berbagai kegiatan ilmiah, seprti lokakarya, seminar, simposium dan sebagainya. b. Mengikuti penataran atau pendidikan lanjutan. c. Melakukan penelitian, membuat karya ilmiah dan sebagainya.

1 - 4 Unit 1

4.Mengejar kualitas dan cita-cita profesi, Ia akan berusaha untuk selalu mencapai kualitas dan cita-cita sesuai dengan program yang telah ditetapkan. Ia akan selalu aktif agar seluruh kegiatan dan perilakunya menghasilkan kualitas yang edial. 5.Memiliki kebanggaan terhadap profesinya. Guru yang memiliki profesionalisme tinggi akan merasa bangga terhadap profesi yang dipegangnya. Ia menunjukkan rasa percaya diri akan profesinya. a. Profesionalitas adalah sebutan terhadap kualitas sikap para anggota suatu profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki untuk dapat melakukan tugas-tugasnya. Sebutan profesionalitas lebih menggambarkan suatu “keadaan” derajad keprofesian seseorang dilihat dari sikap, pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya. b. Profesionalisasi adalah suatu proses menuju kepada perwujudan dan peningkatan profesi dalam mencapai suatu suatu kriteria yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dengan profesionalisasi, para guru secara bertahap diharapkan akan mencapai suatu derajad kriteria profesional sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pada dasarnya profesianalisasi merupakan suatu proses pengembangan keprofesian yang sistematis dan berkesinambungan melalui berbagai program pendidikan baik pendidikan pra jabatan maupun pendidikan dalam jabatan . Program ini dilakukan oleh pemerintah bersama-sama dengan badan atau organisasi lain yang terkait. Beberapa program profesionalisasi guru yang telah dan sedang berjalan antara lain program pendidikan guru di LPTK untuk mendidik calon guru yang profesional, program penyetaraan untuk membantu guru mencapai derajat kualifikasi profesional sesuai dengan standar yang berlaku, penataran dan pelatihan untuk meningkatkan kualifikasi kemampuan guru. 2. Ciri-ciri Profesi Diatas telah dikemukakan bahwa profesi itu suatu pekerjaan. Pertanyaan yang segeara muncul, apakah setiap jenis pekerjaan dapat disebut profesi ? Bagaimana pendapat anda? Anda akan menjawab “ Ya “ atau “Tidak”. Saya setuju jika anda menjawab “tidak” karena pekerjaan yang disebut profesi itu

Profisi Keguruan

1- 5

memiliki CIRI-CIRI tertentu. Menurut Rachman Nata Widjaya dalam Djam an Sutori (2003:1.4) Pekerjaan yang disebut profesi memiliki ciri-ciri sbb: a. Ada standar untuk kerja yang baku dan jelas. b. Ada lembaga pendidikan khusus yang menghasilkan pel;akunya dengan program dan jenjang pendidikan yang baku serta bertanggung jawab tentang pengembangan ilmu pengetahuan yang melandasi profesi itu. c. Ada organisasi profesi yang mewadahi para pelakunya untuk mempertahankan dan memperjuangkan eksistensi dan kesejahteraannya. d. Ada etika dan kode etik yang mengatur perilaku etik para pelakunya dalam memperlakukan kliennya. e. Ada sistem imbalan terhadap jasa layanannya yang adil dan baku. f. Ada pengakuan dari masyarakat (profesional, penguasa dan anam) terhadap pekerjaan itu sebagai suatu profesi. Somesi dalam Djam an Satori (2003 : 1.6) mengemukakan ciri-ciri profesi secara lebih rinci sebagai berikut : 1. Suatu jabatan yang mempunyai fungsi dan signifikansi sosial. 2. Jabatan yang menuntut ketrampilan / keahlian tertentu. 3. Ketrampilan / keahlian yang dituntut jaabatan itu didapat melalui pemecahan dengan menggunakan teori dan metode ilmiah. 4. Jabatan itu bersandarkan pada batang tubuh disiplin ilmu yang jelas,sistematis dan eksplisit,yang bukan sekedar pendapat khalayak umum. 5. Jabatan itu memerlukan pendidikan perguruan tinggi dengan waktu yang cukup lama. 6. Proses pendidikan untuk jabatan itu juga merupakan aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai profesional itu sendiri. 7. Dalam memberikan layanan pada masyarakat anggota profesi itu berpegang teguh pada kode etik yang dikontrol oleh organisasi profesi. 8. Tiap anggota profesi mempunyai kebebasan dalam memberikan jadgment terhadap permasalahan profesi yang dihadapi. 9. Dalam prakteknya melayani masyarakat,anggota profesi otonom dan bebas dari campur tangan orang luar. 10. Jabatan itu mempunyai prestise yang tinggi dalam masyarakat dan oleh karenanya memperoleh imbalan yang tinggi pula. Ciri-ciri profesi menurut D.Westby Gibson dalam Djam an Satori dkk (2003;1.7) :

1 - 6 Unit 1

1. Pengakuan oleh masyarakat terhadap layanan tertentu yang hanya dapat dilakukan oleh kelompok pekerja yang dikategorikan sebagai suatu profesi. 2. Dimilikinya sekumpulan bidang ilmu yang menjadi landasan sejumlah tehnik dan prosedur yang unik. 3. Diperlukannya persiapan yang sengaja dan sistematis sebelum orang mampu melaksanakan suatu pekerjaan profesional. 4. Dimiklinya mekanisme untuk menjaring, sehingga hanya untuk mereka yang dianggap kompeten yang diperbolehkan bekerja untuk lapangan pekerjaan tertentu. 5. Dimilikimya organisasi profesional, yang disamping melindungi kepentingan anggotanya dari saingan kelompok luar, juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, termasuk tindak etis profesional pada anggotanya. Sutan Zanti Arbi dan Syahmiar Syahrun(1991/1992:133)juga mengemukakan beberapa ciri pokok jabatan profesional sebagai berikut : 1. Pekerjaan itu dipersiapkan melalui proses pendidikan dan latihan secara formal. 2. Pekerjaan itu mendapat pengakuan dari masyarakat. 3. Adanya pengawasan dari suatu organisasi profesi seperti IDI< PGRI< dan PERSAHI. 4. Mempunyai kode etik sebagai landasan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab proses tersebut.

Latihan
Untuk lebih memantapkan pemahaman anda terhadap materi Sub Unit 1, kerjakanlah soal-soal berikut. 1. Pekerjaan apa saja yang tergolong profesi ? 2. Bagaimana caranya menentukan pekerjaanitu termasuk profesi atau bukan ? 3. Susunlah sejumlah ciri profesi berdasarkan ciri-ciri profesi yang dikemukakan oleh beberapa ahli dalam uraian materi unit 1 ?

Rambu-rambu jawaban
1. Pekerjaan yang termasuk profesi antara lain : Dokter, Guru/ Dosen, Wartawan, Pengacara, Arsitek, Akuntan publik. 2. Mengamati pekerjaan itu, apakah pekerjaan itu memiliki ciri-ciri sebagai profesi atau tidak. Jika ya, maka pekerjaan itu profesi. Jika tidak maka pekerjaan itu bukan profesi (hanya sebagai mata pencaharian ).

Profisi Keguruan

1- 7

3. Ciri – ciri profesi yang anda susun bandingkan dengan ciri-ciri profesi yang ada pada bagian rangkuman. Jka sesuai, pekerjaan anda sudah bagus.

Rangkuman
Dari uraian materi Sub Unit 1 dapat dirangkum makna profesi sbb : Profesi adalah bidang pekerjaan yang dalam pelaksanaan tugasnya menuntut keahlian, penggunaan tehnik-tehnik ilmiah dan dedikasi yang tinggi. Keahlian itu didapat melalui pendidikan dan pelatihan khusus dalam waktu yang lama. Suatu pekerjaan disebut profesi jika pekerjaan itu : memiliki standar unjuk kerja, memiliki etika dan kode etik profesi , memiliki organisasi profesi, memiliki sistem imbalan, mendapat pengakuan dari masyarakat, serta pemangku jabatan profesi itu dipersiapkan melalui pendidikan dan pelatihan khusus dalam waktu yang lama.

Tes Formatif 1
Untuk mengetahui daya serap anda terhadap materi Sub Unit 1, kerjakan soal-soal berikut ini. 1. Pekerjaan berikut ini yang termasuk profesi adalah ………. a. Pedagang. b. Pengacara. c. Penjahit. d. Peternak. 2. Berikut ini pekerjaan yang termasuk profesi, kecuali…………. a. Dokter. b. Wartawan. c. Guru. d. Nelayan. 3. Orang yang mahir unjuk kerja disebut…………… a. Profesional. b. Profesionalitas. c. Profesionalisme. d. Profesionalisai. 4. Pengembangan keprofesionalan melalui berbagai program pendidikan disebut ….. a. Profesional b. Profesionalitas c. Profesionalisme d. Profesionalisasi.
1 - 8 Unit 1

5. Persyaratan menjadi guru SD mengalami perubahan, yang semula ijazah SPG/ SGO menjadi D2 PGSD dan sekarang S1PGSD. Peryataan tersebut merujuk kepada………….. a. Profesional b. Profesionalitas c. Profesionalisme d. Profesionalisasi. 6. Guru yang selalu berusaha menampilkan diri mendekati standar edial disebut guru yang……………… a. Profesionalnya tinggi b. Profesionalitasnya tinggi c. Profesionalismenya tinggi. d. Profesionalisasinya tinggi 7. Dalam melaksanakan tugas, seorang guru memperlihatkan ciri-ciri : 1. Aktif mengikuti kegiatan ilmiah seperti seminar, lokakarya. 2. Selalu ingin tampil lebih sempurna. 3. Senantiasa memelihara citra profesinya. Guru tersebut dapat dikatakan memiliki…………. a. Profesional yang tinggi b. Profesionalitas yang tinggi c. Profesionalisme yang tinggi. d. Profesionalisasi yang tinggi 8. Salah satu ciri jabatan guru sebagai suatu jabatan profesi adalah……….. a. Memerlukan pendidikan khusus. b. Mendapat pengakuan masyarakat c. Layanannya dibutuhkan masyarakat d. Menggunakan sistem angka kredit 9. Profesi adalah jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian dari para anggotanya. Pengertian tersebut dikemukakan oleh …………. a. Racman Natawidjaya b. Sutan Zanti Arbi c. Djam an Satori. d. Sanusi 10. Ciri pokok pekerjaan yang disebut profesi adalah ………………. a. Pendidikan b. Pelatihan

Profisi Keguruan

1- 9

c. Keahlian. d. Kesejawatan. Umpan Balik dan Tindak Lanjut. Setelah mengerjakan soal tes formatif 1, cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian akhir Unit 1. Hitunglah jumlah jawaban benar anda, lalu masukkan dalam rumus berikut. Jumlah jawaban benar Tingkat penguasaan bahan = -------------------------------- X 100 % Jumlah soal Arti tingkat penguasaan yang anda capai : 90 – 100 % = baik sekali 80 – 89 % = baik 70 – 79 % = cukup - 69 % = kurang. Berapa tingkat penguasaan bahan anda. Apakah 80 % ke atas ? Jika ya, selamat atas keberhasilan anda. Dan lanjutkan mempelajari Sub Unit 2. Tetapi jika penguasaan anda kurang dari 80 %, anda wajib mempelajari kembali uraian materi Sub Unit 1, terutama pada bagian yang belum anda pahani. Anda harus optimis. Saya yakin anda mampu.

1 - 10 Unit 1

Subunit 2 Hakekat Profesi Keguruan
Pengantar.
alam sejarah perkembangan profesi dikenal tiga jenis profesi yaitu profesi dalam bidang teoogi, hukum dan kedokteran. Dalam hubungan ini ahli teologi sebagai ulama mempunyai tanggung jawab yang sungguh-sungguh terhadap para pengikutnya untuk membawa mereka kearah jalan yang benar menurut ajran agama, seorang ahli hukum berkewajiban untuk membela kliennya dalam bidang hukum manakala yang bersangkutan tersangkut perkara pengadilan, dan seorang dokter berkewajiban untuk membela kepentingan pasiennya agar lekas sembuh. Profesionalisme dalam kehidupan masyarakat timbul bersama dengan perkembangan masyarakat yang makin lama makin komplek, yang dalam hal mengambil keputusan dalam suatu bidang kehidupan tidak lagi mudah, tetapi harus tepat. Pengambilan keputusan yang tepat memerlukan informasi yang lengkap dan kemampuan yang memadai agar masyarakat terlindung dari penyalahgunaan pengambilan keputusan yang sembrono oleh seorang yang bukan ahlinya. Itulah sebabnya dalam masyarakat modern bidang profesi tidak lagi terbatas kepada 3 jenis profesi tersebut diatas, tetapi hampir meliputi segala bidang pengabdian, termasuk didalamnya bidang keguruan. Kini profesi keguruan mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. Undang-Undang No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen diundangkan. Berdasrkan undang-undang tersebut, ditempuh serangkaian langkah untuk meningkatkan derajat keprofesionalan guru. Apa sebenarnya profesi keguruan itu ? Untuk menjawab pertanyaan itu, ingatlah kembali makna profesi dalam sub unit 1, kemudian lanjutkan menelaah uraian materi berikut ini.

D

Uraian Materi.
1. Ciri-ciri Profesi Keguruan. Robert W. Rickey dalam Djam an Satori dkk (2003 : 1.19) mengemukakan ciri – ciri profesi keguruan sebagai berikut : a. Bahwa para guru akan bekerja hanya semata-mata memberikan pelayanan kemanusiaan daripada usaha untuk kepentingan pribadi.

Profisi Keguruan

1- 11

b. Bahwa para guru secara hukum dituntut untuk memenuhi berbagai persyaratan untuk mendapatkan lisensi mengajar serta persyaratan yang ketat untuk menjadi anggota organisasi guru. c. Bahwa para guru dituntut untuk memiliki pemahaman serta ketrampilan yang tinggi dalam hal bahan ajar, metide, anak didik dan landasan kependidikan. d. Bahwa para guru dalam organisasi profesional, memiliki publikasi profesional yang dapat melayani para guru, sehingga tidak ketinggalan, bahkan selalu mengikuti perkembangan yang terjadi. e. Bahwa para guru, selalu diusahakan untuk selalu mengikuti kursuskursus, workshop, seminar, konvensi serta terlibat secara luas dalam berbagai kegiatan “in service”. f. Bahwa para guru diakui sepenuhnya sebagai suatu karier hidup (a life career). g. Bahwa para guru memiliki nilai dan etika yang berfungsi secara nasional maupun secara lokal. National Education Association (NEA) juga mengutarakan ciri-ciri profesi keguruan seperti berikut : a. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektuan. b. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. c. Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama (bandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka). d. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. e. Jabatan yang menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen. f. Jabatan yang menentukan baku (standarnya) sendiri. g. Jabatan yng lebih mementingkan layanan diatas keuntungan pribadi. h. Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terlain erat. Setelah anda menelaah ciri-ciri profesi keguruan diatas, renungkanlah pertanyaan berikut. Apakah ciri-ciri yang disarankan oleh NEA itu dapat dipenuhi oleh jabatan guru di Indonesia ? Untuk dapat menjawab pertanyaan itu dengan tepat, marilah kita lakukan analisis bersama-sama. a. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual.

1 - 12 Unit 1

Bahwa jabatan guru melibatkan kegiatan intelektual, tidak perlu diragukan lagi. Silahkan anda mengamati hasil-hasil pembelajaran. Anak yang baru masuk SD, belum bisa baca tulis, belum dapat hitung menghitung dan sebagainya. Setelah diproses melalui pembelajaran, anak tersebut menjadi terampil baca tulis, terampil hitung menghitung. Perubahan dari tidak bisa membaca menjadi terampil membaca, dari tidak dapat hitung menghitung menjadi terampil hitung menghitung, melibatkan kegiatan intelektual. Bahkan dapat dikatakan bahwa kegiatan pembelajaran itu didominasi oleh kegiatan intelektual. b. Jabatan yang menggeluti batang tubuh ilmu yang khusus. Ilustrasi : Gambar sebuah apotik, misal apotik “SEHAT”. Didepan apotik terpampang papan nama dokter yang buka praktek di apotik tersebut. Misal ada 4 papan. Masing-masing papan berisi nama dokter, spesialisasinya(misal : ahli bedah, ahli syaraf, ahli kandungan dll) dan hari-hari praktek Didepan apotik ada mobil, sepeda motor yang parkir, dan sejumlah orang. Orang itu ada yang berdiri mengamati papan nama dokter praktek, dan yang sedang duduk menunggu obat yang sedang disiapkan aleh apoteker. Sekarang perhatikan gambar diatas, bacalah papan nama yang terpampang didepan apotik. Dokter apa saja yang buka praktek di apotik tersebut? Dokter-dokter itu mempunyai keahlian sendiri-sendiri. Ada yang ahli bedah,ahli syaraf, ahli kandungan dan sebagainya. Ia sebelum buka praktek di masyarakat, mengikuti pendidikan yang menggeluti ilmu khusus. Dokter bedah misalnya,Ia menggeluti ilmu khusus tentang membedah, dokter kandungan menggeluti ilmu khusus tentang kandungan dan sebagainya. Nah sekarang bagaimana dengan jabatan guru ? Apakah jabatan guru memiliki ilmu khusus yang digeluti seperti jabatan dokter ? Coba anda perhatikan kenyataan di masyarakat. Kita mengenal guru TK, guru SD, guru SLB A, guru SLB B dan sebagainya. Guru-guru itu dalam pendidikannya menggeluti ilmu-ilmu khusus. Guru SLB A misalnya, menggeluti bidang khusus ketunanetraan. Guru SLB B menggeluti bidang khusus ketunarunguan dan kebisuan dan sebagainya. Kenyataan tersebut merupakan bukti bahwa jabatan guru memiliki ilmu-ilmu khusus. c. Jabatan yang memerlukan persiapan latihan yang lama. Jabatan profesional yang bersifat profesional penuh seperti profesi dokter memerlukan prosese pendidikan dan pelatihan yang lama. Makin tinggi

Profisi Keguruan

1- 13

d.

e.

f.

g.

tuntutan pendidikan yang harus dipenuhi, makin tinggi derajat keprofesionalan yang dimiliki. Bagaimana dengan jabatan guru ? Jabatan guru adalah jabatan yang sedang dan terus berkembang. Dulu untuk menjadi guru SD dipersyaratkan minimal berijazah SPG/SGO, kemudian berkembang menjadi D II PGSD dan sekarang minimal berijazah SI PGSD. Tidaklah mustahil disuatu saat kelak, untuk menjadi guru SD dipersyaratkan minimal berpendidikan formal S III.. Memperhatikan proses penyiapan jabatan guru seperti diatas, maka jabatan guru jelas memenuhi ciri yang dimaksud. Meskipun dalam kenyataan di masyarakat, ada guru yang pendidikan keguruannya hanya beberapa bulan, bahkan ada guru yang diangkat dengan latar belakang pendidikan formal non guru. Kejadiankejadian itu hanyalah tindakan “tanggap darurat” semata, tidal lebih dari itu. Jabatan yang memerlukan latihan dalan jabatan yang berkesinambungan. Anda sekarang ini mengikuti program S I PGSD sistem ODL (Open And Distance Learning ). Sebelumnya pendidikan anda adalah D II PGSD dan sudah berkedudukan sebagai guru. Di sekolah tentunya anda juga mengikuti kegiatan-kegiatan seperti KKG,PKG, KKPS atau kegiatan ilmiah lainnya. Itu semua menjadi bukti bahwa jabatan guru memenuhi ciri yang ke empat, yaitu melakukan latihan dalam jabatan berkesinambungan. Jabatan yang menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen. Jabatan guru dikatakan memenuhi ciri itu jika guru dapat hidup layak dari jabatannya itu, tanpa harus melakukan pekerjaan lain guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Jabatan guru di Indonesia sepertinya belum dapat memenuhi ciri ini, karena banyak guru yang terpaksa kerja sampingan menjadi petani, peternak, pedagang, sopir, tukang ojek dan sebagainya. Ada guru yang berkehidupan dengan gali lubang tutup lubang, bahkan ada guru yang saat gajian menerima O (nol) rupiah, karena gajinya sudah habis dipotong oleh bank ini, bank itu, koperasi ini, koperasi itu. Penghasilan guru yang rendah, diduga menjadi salah satu penyebab mengapa LPTK mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan baku ( calon mahasiswa ) yang berkualitan. Jabatan yang menentukan baku (standarnya ) sendiri. Ciri ini belum dapat dipenuhi secara baik oleh jabatan guru di Indonesia. Standar jabatan guru masih banyak ditentukan oleh pemerintah, bukan oleh para anggota profesi sendiri.. Misalnya standar minimal pendidikan formal guru SD adalah jenjang SI PGSD, datang dari pihak pemerintah. Jabatan yang mementingkan layanan diatas keuntungan pribadi.

1 - 14 Unit 1

Jabatan guru sudah terkenal luas sebagai jabatan yang anggotanya terdorong oleh keinginan untuk membantu orang lain dan bukan disebabkan oleh keuntungan ekonomi semata. Banyak guru yang memberikan les (pembelajaran di luar jadwal) tanpa memungut biaya dari murid-muridnya. Ia sudah merasa puas dan bangga dapat memberikan jasanya itu pada orang lain. Itulah sebabnya dalam lagu Himne Guru ada syair yang berbunyi “ Pahlawan tanpa tanda jasa”. Seandainya setiap jasa guru itu diwakili dengan sebuah tanda jasa akan penuh sesak tanda jasa. Sekarang anda pikirkan apakah jabatan guru di Indonesia memenuhi ciri yang ketujuh. h. Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. Jabatan guru di Indonesia sudah memiliki wadah Yaitu PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Setiap guru otomatis menjadi anggotanya. Namun demikian organisasi profesi ini belum dapat memberikan pelayanan yang baik kepada anggotanya, sehingga ada guru yang merasa tidak mendapat manfaat dari organisasi ini. Kinerja organisasi ini perlu dipertanyakan karena banyak anggotanya yang melakukan penyimpangan (mal-praktek), misalnya guru tanggal satu tidak diberikan sangsi yang tegas. 2. Pengertian Profesi Keguruan. PGRI telah merealisasikan pengertian profesi keguruan untuk pendidikan di Indonesia sebagai berikut : a. Profesi keguruan adalah suatu bidang pengabdian / dedikasi kepada kepentingan anak didik dalam perkembangannya menuju kesempurnaan manusiawi. b. Para anggota profesi keguruan, terikat oleh pola sikap dan perilaku guru yang di rumuskan dalam kode etik guru Indonesia. c. Para anggota profesi keguruan, dituntut untuk menyelesaikan suatu proses pendidikan persiapan jabatan yang relatif panjang. d. Para anggota profesi keguruan terpanggil untuk senantiasa menyegarkan serta menambah pengetahuan (dalam arti khusus dan dalam arti kedalaman ilmu pengetahuan umum dan pengetahuan khusus profesi keguruan). e. Untuk dapat melaksanakan profesi keguruan dengan baik, para anggota harus memiliki kecakapan / ketrampilan teknis yang mampu menyentuh nilai – nilai kemanusiaan yang mendasar. f. Para anggota profesi keguruan perlu memiliki sikap bahwa jaminan tentang hak-hak profesional harus seimbang dan merupakan imbalan dari profesi profesionalnya.

Profisi Keguruan

1- 15

g. Para anggota profesi keguruan sepantasnya berserikat secara profesional (Maman Achdiat, ). 3. Layanan Profesi Keguruan. Jabatan guru bergerak dibidang layanan kepada masyarakat melalui kegiatan pendidikan. Layanan itu meliputi layanan pembelajaran, bimbingan , administrasi, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan ekstra kurikuler. a. Layanan Pembelajaran. Dari 5 layanan yang telah disebutkan diatas, layanan pembelajaran yang paling dominan. Kegiatannya berupa membelajarkan peserta didik agar peserta didik itu menguasai sejumlah kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Untuk dapat memberikan layanan itu dengan baik, guru perlu menguasai sejumlah kompetensi yang akan dibahas pada unit lain. b. Layanan Bimbingan. Di SMP dan SMTA layanan ini dilaksanakan oleh guru khusus yang biasa disebut guru G.C, guru BK atau konselor. Untuk SD layanan ini dipegang oleh guru kelas. Layanan ini berupa bantuan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran, kesulitan sosial, pribadi dll. c. Layanan Administrasi Di SD, layanan ini diberikan oleh kepala sekolah, guru kelas/guru bidang studi dan petugas perpustakaan. Kepala sekolah melayani penerimaan siswa baru,ketatalaksanaan, mutasi murid dan sebagainya. Guru kelas melayani penyusunan program,pembuatan daftar hadir, daftar nilai, pengisian buku raport dan lain-lain. Petugas perpustakaan melayani peminjaman dan pengembalian sumber-sumber belajar. d. Layanan Kesehatan Sekolah. Layanan ini meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah. 1. Layanan Pendidikan Kesehatan. Kegiatan layanan ini antara lain berupa : pembuatan kliping, kesehatan dan lingkungan hidup, pembinaan wadah warung sekolah, pramuka, palang merah remaja dan kegiatan-kegiatan lain seperti lomba sekolah kelas sehat, lomba kesehatan siswa dll. 2. Layanan Kesehatan. Kegiatannya antara lain berupa : senam kesegaran jasmani, kontrol kesehatan secara rutin bagi siswa, pengobatan ringan,P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)dll. 3. Layanan Pembinaan Lingkungan Sehat.

1 - 16 Unit 1

Kegiatannya berupa : Pengembangan Ruang UKS ( Usaha Kesehata Sekolah), pembinaan kantin sekolah, pengadaan air bersih, penyediaan tempat pembuangan air, sanitasi, kamar kecil dan WC, pagar sekolah dll. e. Layanan Ekstra Kurikuler. Bentuk layanan ini berupa kegiatan olah raga, kesenian, pengembangan bakat dan minat. Semua layanan diatas mengarah pada tercapainya perkembangan siswa yang optimal, yaitu perkembangan yang sesuai dengan potensi yang dimiliki peserta didik.

Latihan.
Setelah anda mempelajari materi Sub Unit 2, kerjakan soal latihan dibawah ini. 1. Bandingkan pendapat Robert W. Rickey dengan NEA tentang ciri-ciri profesi keguruan. Apa persamaan dan perbedaannya ? 2. Jelaskan apa yang dimaksud jabatan guru mempunyai nikai sosial yang tinggi ! 3. Buatlah bagan yang menggambarkan layanan jabatan guru !

Rambu – rambu Jawaban Latihan.
Cocokkanlah jawaban anda dengan rambu-rambu jawaban berikut. 1. Ciri-ciri profesi keguruan menurut Robert W. Rickey Ciri nomor a b c d e f Ciri-ciri profesi keguruan menurut NEA Ciri nomor g c b h d e

Sesuai

Selebihnya merupakan perbedaan. 2. Jabatan guru mengutamakan layanan jasa kepada masyarakat (peserta didik) daripada pertimbangan-pertimbangan ekonomi.

Profisi Keguruan

1- 17

3. Jabatan Guru optimal

1.Layanan Pembelajaran 2.Layanan Bimbingan. 3.Layanan Administrasi. 4.Layanan UKS. 5. Layanan Ekstra Kurikuler.

Perkemb siswa yg

Rangkuman
Ciri-ciri jabatan guru adalah melibatkan kegiatan intelektual, menggeluti batang tubuh ilmu yang khusus, memerlukan pendidikan / pelatihan yang lama, memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan, menjadikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen, menentukan standarnya sendiri, mementingkan layanan diatas keuntungan pribadi, dan mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. Jabatan guru memberikan layanan dibidang pembelajaran, bimbingan, adminintrasi, kesehatan sekolah dan ekstra kurikuler.

Tes Formatif.
Silanglah nomor huruf pilihan jawaban yang menurut jawaban pendapatmu benar atau paling tepat. 1. Dalam sejarah perkembangan profesi dikenal tiga jenis profesi, Yaitu………. a. Teologi, hukum, wartawan. b. Teologi, wartawan, dokter. c. Teologi, hukum, dokter. d. Teologi, wartawan, arsitek 2. Ciri-ciri profesi keguruan berikut ini dikemukakan Robert W.Rickey,kecuali…….. a. Memberikan pelayanan kemanusiaan. b. Melibatkan kegiatan intelektual. c. Mengikuti khursus-khursus, seminar. d. Memiliki nilai dan etika. 3. NEA menyarankan ciri-ciri profesi keguruan seperti berikut ini, kecuali………. a. Menggeluti batang tubuh ilmu yang khusus b. Mengutamakan layanan diatas kepentingan pribadi. c. Memiliki kode etik sebagai pedoman pelaksanaan tugas. d. Mempunyai organisasi profesional yang kuat.
1 - 18 Unit 1

4. Salah satu ciri profesi keguruan adalah jabatan yang menjanjikan karir hidup. Maksudnya adalah guru ……………… a. Dapat hidup layak dari jabatan itu. b. Berhak mengambil cuti tahunan. c. Berhak menyelenggarakan pembelajaran. d. Memiliki kesempatan untuk studi lanjut. 5. Ciri – ciri jabatan guru :………….. 1. Jabatan yang menentukan standarnya sendiri. 2.Jabatan yang mementingkan layanan diatas kepentingan pribadi. 3. Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat. 4. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. Ciri-ciri nomor berapakah yang belum dapat dipenuhi dengan baik oleh jabatan guru di Indinesia ? a. Ciri nomo 1 dan 2 b. Ciri nomor 3 dan 4 c. Ciri nomor 1 dan 4 d. Ciri nomor 1 dan 3. 6. Profesi keguruan adalah suatu bidang pengabdian kepada kepentingan anak didik dalam perkembangannya menuju kesempurnaan manusiawi. Pengertian tersebut dikemukakan oleh ………….. a. PGRI b. Maman Achdiat. c. Robert W.Rickey d. NEA

7. Guru adalah “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Pernyataan tersebut berkaitan dengan ciri jabatan guru ………………… a. Menentukan baku (standarnya) sendiri. b. Mementingkan layanan diatas kepentingan pribadi. c. Menjanjikan karir hidup. d. Memerlukan latihan dalam jabatan. 8. Layanan jabatan guru yang dominan adalah ……………. a. Pembelajaran. b. Administrasi. c. Bimbingan. d. UKS.

Profisi Keguruan

1- 19

9. Berikut ini yang merupakan layanan bimbingan adalah ……….. a. Menjelaskan bahan pelajaran b. Membagikan lembar kerja siswa c. Memberikan soal-soal latihan d. Menuntun siswa yang salah menjawab pertanyaan. 10. Kegiatan : 1. Mengisi buku raport 2. Membuat kliping lingkungan hidup. 3. Membuat surat pindah sekolah. 4. Senam kesegaran jasmani Manakah kegiatan-kegiatan diatas yang termasuk layanan UKS ? a. Kegiatan 1 dan 2 b. Kegiatan 3 dan 4 c. Kegiatan 1 dan 3 d. Kegiatan 2 dan 4.

Umpan Balik dan Tindak Lanjut. Setelah anda mengerjakan tes formatif 2, cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada akhir unit ini. Jika dapat menjawab dengan benar minimal 80 % pertanyaan dalam tes formatif tersebut , anda dinyatakan berhasil dengan baik. Selamat untuk anda, silakan lanjut mempelajari unit berikutnya. Jika jawaban anda yang benar kurang dari 80 %, Silakan pelajari kembali uraian materinya terutama bagian-bagian yang belum anda kuasiai dengan baik.

1 - 20 Unit 1

Kunci jawaban Tes Formatif
Tes Formatif 1
1. b 2. d 3. a 4. d 5. d 6. c 7. c 8. a 9. c 10. c. Pedagang, penjahit, peternak, belum memenuhi syarat sebagai profesi. Pekerjaan nelayan belum memenuhi ciri jabatan profesi. Pilihan b,c dan d tidak tepat. Pilihan d sesuai dengan uraian materi. Prinsipnya soal no 5 = no 4 hanya redaksi pokok soal berbeda. Sudah jelas. Ciri-ciri dipokok soal merupakan ciri ciri profesionalisme yang tinggi. Pilihan ini merupakan ciri jabatan guru. Sesuai dengan uraian materi. Pilihan lain kurang tepat

Tes Formatir 2
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. c b c a d a b a d d Sesuai dengan uraian materi. Ciri butir b tidak dikemukakan oleh Robert W.Rickey. Ciri butir c tidak disarankan oleh NEA. Pilihan b, c dan d tidak tepat Sesuai dengan fakta yang ada dilapangan. Sesuai dengan uraian materi. Jawaban a,c dan d tidak tepat. Sesuai dengan kenyataan. Jawaban a, b dan c kurang tepat. Sesuai dengan uraian materi.

Profisi Keguruan

1- 21

Daftar Pustaka
Depdiknas, 2001. Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar, Jakarta. Djam an Satori dkk, 2003. Profesi Keguruan 1, Universitas Terbuka. Maman Achdiat, 1981. Pembentukan Profesional Keguruan, Penlok P3G. Surya, HM. 2000. Kapita Selekta Kependidikan SD, Universitas Terbuka. Sutan Zanti Arbi, Syahmiar Syahrun, 1991/1992. Dasar-Dasar Kependidikan, Dirjen Dikti Depdikbud.

1 - 22 Unit 1

Profisi Keguruan

1- 23

Unit

2

PERSYARATAN, KEWAJIBAN DAN HAK GURU

Djumiran Melky Wasfle Pendahuluan

P

ada unit 1 telah dibahas bahwa jabatan guru bergerak di bidang layanan, yaitu layanan kepada peserta didik melalui kegiatan pendidikan, pembelajaran, administrasi dan lain – lain. Untuk dapat memberikan layanan yang optimal, diperlukannya persyaratan – persyaratan dan ketentuan ketentuan mengenai bagaimana layanan itu diberikan (kewajiban) kepada peserta didik. Persyaratan dan kewajiban apa yang seharusnya dilakukan guru, dibahas dalam unit ini. Unit ini membantu Anda memahami persyaratan, kewajiban dan hak guru, yang penyajiannya di bagi menjadi 2 sub unit. Sub unit 1, membahas tentang persyaratan guru dan Sub unit 2 membahas tentang kewajiban dan hak guru. Dari pembahasan unit ini, Anda diharapkan menguasai kompetensi – kompetensi berikut : 1. Menjelaskan persyaratan guru sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). 2. Menjelaskan persyaratan guru menurut pasal 8 UU No.14 Tahun 2005. 3. Menjelaskan persyaratan khusus untuk jabatan guru. 4. Menjelaskan makna kewajiban dan hak. 5. Menjelaskan kewajiban dan hak guru sebagai PNS. 6. Menjelaskan kewajiban dan hak guru menurut UU No.20 Tahun 2003. 7. Menjelaskan kewajiban dan hak guru menurut UU No.14 Tahun 2005. Agar kompetensi kompetensi diatas dapat Anda kuasai dengan baik, ikutilah petunjuk petunjuk dibawah ini. 1. Mula-mula bacalah dulu secara sepintas isi unit ini. Dengan cara ini Anda akan memperoleh gambaran isi unit secara keseluruhan.

Profisi Keguruan

2- 1

2. Lanjutkan dengan membaca bagian demi bagian secara aktif, cermat dan mendalam. Tandai bagian bagian yang penting dengan garis bawah atau stabilo. Dengan begitu Anda elah memilah-milah materi, mana materi esensi dan mana materi yang bukan esensi. 3. Jika tipe belajar Anda, tipe gerak lanjutkan belajarnya dengan membuat bagan materi di buku catatan. Dengan bagan itu Anda akan lebih mudah mengingat bagian bagian materi dan kaitan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain. 4. Jika mengalami kesulitan dalam memahami isi unit, diskusikanlah dengan teman Anda atau minta bantuan tutor. 5. Kerjakan soal latihannya, agar pemahaman Anda menjadi lebih luas dan mendalam. 6. Kerjakan juga soal soal tes formatifnya yang ada pada bagian akhir tiap tiap sub unit. Selamat belajar semoga Anda sukses.

2 - 2 Unit 2

Subunit 1 Persyaratan Menjadi Guru
Pengantar

D

i masyarakat tedapat bermacam – macam pekerjaan, seperti dokter, pengacara, wartawan, arsitek, guru dan sebagainya. Tiap tiap pekerjaan biasanya memiliki persyaratan tertentu. Pekerjaan dokter misalnya, ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pelamar yang ingin menjadi dokter. Begitu pula pekerjaan yang lain termasuk guru. Persyaratan persyaratan itu memang sengaja diadakan dengan maksud agar para pelamar yang diterima nantinya dapat bekerja secara optimal. Dalam sistem kepegawaian, jabatan guru termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS). Oleh karena itu persyaratan untuk menjadi PNS berlaku juga untuk Jabatan guru. Apa saja persyaratan itu? Simaklah paparan berikut ini.

Uraian Materi
1. Persyaratan Menjadi Pegawai Negeri Sipil. Persyaratan untuk menjadi PNS diatur dalam Peraturan Pemerintah No.6 Tahun 1976 pasal 3 (H. Nainggolan, 1984 : 49 – 51), sebagai berikut : a. Warga Negara Indonesia Apabila disangsikan tentang kewarganegaraan seorang pelamar, maka harus diminta bukti kewarganegaraannya, yaitu keputusan Pengadilan Negeri yang bersangkutan uang menetapkannya menjadi warga negara Indonesia. Apabila seorang warga negara Indonesia keturunan asing yang sudah mengganti namanya dengan nama Indonesia, harus dimintakan pula surat pernyataan ganti nama yang dikeluarkan oleh Bupati / Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II yang bersangkutan. b. Berusia serendah rendahnya 18 (delapan belas) tahun dan setinggi-tingginya 40 (empat puluh) tahun. Pelamar yang belum mencapai 18 (delapan belas) tahun atau melebihi 40 (empat puluh) tahun tidak dapat diterima sebagai calon Pegawai Negeri Sipil / Pegawai Negeri Sipil. Pelamar yang melebihi 40 (empat puluh) tahun hanya dapat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil atas keputusan Presiden sesuai dengan ketentuan Penjelasan Pasal 12 ayat (2) Undang undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Pasal 14 Peraturan Pemerintah

Profisi Keguruan

2- 3

Nomor 20 Tahun 1975. Usia pelamar ditentukan berdasarkan tanggal kelahiran yang tercantum dalam Akte kelahiran tanggal lahir yang tercantum dalam surat tanda tamat belajar / ijazah. Apabila terdapat perbedaan tanggal atau tahun kelahiran antara yang tercantum dalam akte kelahiran dan surat tanda tamat belajar / ijazah, maka tanggal atau tahun kelahiran yang tercantum dalam akte kelahiranlah yang digunakan. c. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarka keputusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, kaena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatannya. Hukuman percobaan tidak termasuk dalam syarat yang dimaksud diatas. d. Tidak pernah terlibat dalam gerakan yang menentang Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintah.Gerakan manakah yang merupakan gerakan yang menentang falsafah dan ideologi Negara Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintah diyatakan / diputuskan secara tegas oleh Pemerintah Pusat. e. Tidak pernah diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai suatu instansi, baik instansi Pemerintah maupun instansi swasta. Seorang yang telah pernah diberhentikan tidak dengan hormat baik dari instansi Pemerintah maupun instansi swasta tidak dapat diterima sebagai calon Pegawai Negeri Sipil / Pegawai Negeri Sipil. f. Tidak berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil atau calon Pegawai Negeri Sipil. Seorang yang masih berkedudukan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil / Pegawai Negeri Sipil / calon Anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia pada suatu instansi tidak dapat diterima untuk menjadi calon Pegawai Negeri Sipil / Pegawai Negeri Sipil pada instansi lain. g. Mempunyai pendidikan, kecakapan, atau keahlian yang diperlukan. h. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan POLRI setempat. i. Berbadan sehat yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter. j. Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Pemerintah. k. Syarat – syarat lain yang ditentukan dalam peraturan perundang undangan. Dalam pengertian ini termasuk syarat-syarat khusus yang ditentukan oleh instansi yang bersangkutan. Semua syarat-syarat sebagai tersebut diatas harus dipenuhi oleh setiap pelamar. Apabila salah satu syarat diatas tidak dipenuhi oleh pelamar, maka lamarannya ditolak.

2 - 4 Unit 2

2. Persyaratan Guru Menurut Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005. Selain persyaratan sebagai PNS, seperti tersebut diatas, jabatan guru juga memiliki persyaratan seperti yang tercantum dalam Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 8. Pasal ini menyatakan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidikan, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. a. Persyaratan Kualifikasi Akademik. Mencermati pasal 9 undang undang ini, tersirat adanya persyaratan untuk menjadi guru minimal berijazah sarjana (S1) atau diploma empat (D4), dengan tidak membedakan apakah itu guru SD, guru SMP atau guru pada jenjang pendidikan menengah. Berdasarkan pengalaman, Persyratan ini memiliki sifat dinamis dalam arti dapat berubah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnilogi serta seni. Mungkin untuk saat ini (tahun 2007) persyaratan diatas dianggap memadai, tetapi 10 tahun atau 20 tahun yang akan datang belum tentu persyaratan tersebut dianggap layak. Sekarang ni di masyarakat sedang berkemabang wacana kulifikasi akademik untuk jabatan persiden. Ada gagasan bahwa kualifikasi akademik minimal untuk jabatan presiden adalah sarjana (S1). Gagasan ini telah menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Untuk yang pro mengemukakan bebagai alasan untuk mendukung kesetujuannya itu, sebaliknya bagi yang kontra juga mengutarakan berbagai argumen untuk memperkuat ketidaksetujuannya. Sekarang Anda bagaimana? Pro dan kontra, Mungkin diantara Anda ada yang pro dengan alasan “guru SD saja yang hanya mengurus peserta didik 1 kelas dituntutpersyaratan minimal ijazah S1, apa logis jabatan presiden dibebaskan dari persyaratan kualifikasi akademik”. Sebagai pendidik murni tak perlu terjebak dalam hal hal seperti itu. Kita harus bisa memilah milah mana yang hakikat mana yang bukan, mana yang substabsi mana yang bukan, mana yang esensi dan mana yang bukan. Saya bertanya kepada Anda, apakah persyaratan kualifikasi akademik (ijazah) merupakan substansi untuk jabatan guru? Jika mengalami kesulitan menemukan jawaban pertanyaan itu, diskusikan dengan teman teman Anda. b. Persyaratan Kompetensi. Kompetensi yang wajib dimiliki guru disebutkan dalam pasal 10 yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Untuk mendapat gambaran masing masing kompetensi, Anda dipersilakan mempelajari unit 3.

Profisi Keguruan

2- 5

c. Persyaratan Sertifikat Pendidik. Pada tuhun 70-an, pengangkatan menjadi guru rujukan utamanya adalah ijazah keguruan. Awal tahun 80-an Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) membuka program baru, yaitu program diploma (D1, D2, D3) dan program strata satu (S1). Lulusan program ini selain ijzah juga mendapat sertifikat akta. Persyaratan untuk menjadi guru berubah, selain ijazah akta mengajar merupakan rujukan pokok lulusan perguruan tinggi non guru yang ingin menjadi guru harus memiliki akta mengajar, baru bisa diangkat menjadi guru. Dengan diberlakukannya Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 Program akta yang selama ini telah berjalan, nampaknya akan berganti nama menjadi program sertifikasi. Program ini akan memberikan sertifikat pendidik kepada calon guru dan guru yang lulus uji kompetensi. d. Persyaratan Kesehatan. Persyaratan ini meliputi kesehatan jasmani dan rohani. Guru harus sehat jasmani, tidak berpenyakit terutama penyakit menular. Hal ini penting karena pekerjaan guru sehari hari berinteraksi dengan peserta didik. Pernah terjadi kasus, seorang guru SD X terkena penyakit menular. Guru tersebut tidak diperkenankan mengajar dan diberikan tugas tugas administrasi. Selain tidak berpenyakit, guru juga tidak cacat fisik (pincang misalnya) yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan tugas. Termasuk ke dalam persyaratan kesehatan jasmani adalah buta warna. Guru seharusnya tidak buta warna, mengapa? Anda pasti sudah tahu jawabannya. Guru juga harus sehat rohani (mental), tidak terganggu mentalnya (neurose) dan sakit jiwanya (psychose). Tugas guru tidak mungkin dilaksanakan oleh orang orang yang mengidap neurose dan psychose. e. Persyaratan Kemampuan Untuk Mewujudkan Tujuan Pendidikan Nasional. Persyaratan ini lebih mengarah pada tugas guru sebagai pengajar. Guru harus mampu mengutarakan peserta didiknya mencapai tujuan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Dengan berpegang pada herarki tujuan pendidikan, tercapainya tujuan pembelajaran mengandung arti tercapainya tujuan kurikuler. Tercapainya tujuan kurikuler mengandung arti tercapainya tujuan lembaga dan tercapainya tujuan lembaga memiliki makna tercapainya tujuan pendidikan nasional.

2 - 6 Unit 2

3. Persyaratan Khusus. a. Memiliki Akhlak Mulia. Guru adalah panutan peserta didk. Secara alamiah, peserta didik dibekali dengan dorongan untuk meniru. Meniru perbuatan yang buruk lebih mudah dilakukan daripada meniru perbuatan yang baik. Bagi peserta didik SD, lebih mudah meniru apa yang dilakukan gurunya dari pada menerima penjelasan penjelasan verbal dari gurunya. Agar peserta didik itu meniru hal hal yang baik maka guru wajib memiliki akhlak yang terpiji. Tujuan pendidikan nasional mengamanatkan pada guru untuk membentuk peserta didiknya agar memiliki akhlak mulia (lihat pasal 3 UU No 20 Tahun 2003). Bagaimana tugas ini dapat dilaksanakan guru, jika guru sendiri tidak berakhlak mulia. Bagaimana pendapat Anda, jika seorang guru yang sering terlambat datang mengajar, suatu hari menegur peserta didiknya yang terlambat datang untuk mengikuti pelajaran? Dalam hatinya pasti berkata kata “Bapak saja langganan terlambat, saya terlambat sekali saja dimarahi, ini tidak adil”. Teguran guru, masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan, tidak berbekas apa apa pada diri peserta didik. b. Memiliki Kewibawaan. Perbuatan mendidik tidak dapat dilakukan atau akan sia – sia seandainya peserta didik tidak mengetahui kewibawaan pendidik. Tanpa kewibawaan, peserta didik akan berbuat sesukanya tanpa menghiraukan kehadiran si pendidik. Apakah sebenarnya kewibawaan itu? Kewibawaan muncul terutama karena kemampuan yang tercermin dari kepribadian seseorang . Kepribadian memancarkan kesediaan, kesanggupan, keterampilan, ketegasan, kejujuran, kesupelan, tanggung jawab dan kerendahan hati merupakan sumber munculnya kewibawaan. Kewibawaan tidak dapat muncul hanya karena kepandaian atau ilmu pengetahuan yang cukup. Tidak dapat pula diukur dengan keadaan jasmani yang tinggi besar atau dengan pangkat dan sebagainya. Tidak sedikit guru yang kewalahan menghadapi peserta didiknya karena tidak memiliki kewibawaan. Apakah kewibawaan itu sama dengan kekuasaan? Kewibawaan tidak sama dengan kekuasaan, meskipun dalam pemakaian sehari hari sepintas lalu kelihatan sama. Hal ini disebabkan akibat keduanya sama yaitu patuh, tetapi akar dari kepatuhan itu berbeda. Kewibawaan itu muncul berakarkan pada kepercayaan, yaitu kepercayaan yang timbal balik. Pihak yang satu percaya bahwa si pemangku kewibawaan ini mampu melakukan sesuatu yang dipercayakan kepadanya dengan penuh tanggung jawab. Tidak ada keragu-raguan untuk mengakui kewibawaan

Profisi Keguruan

2- 7

tersebut. Pihak yang lain (Si pemangku kewibawaan) percaya pada dirinya bahwa ia dapat melakukan tugas yang dibebankan kepadanya dan percaya bahwa pihak yang diluar dirinya akan sedia mengikuti kebijaksanaan yang dijalankannya untuk tujuan bersama. Kepercayaan ini menimbulkan keyakinan pada masing masing pihak sehingga muncullah kesediaan menerima dan mematuhi pada satu pihak, dan kesediaan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab pada pihak yang lain. Kepercayaan yang timbal balik ini menimbulkan keyakinan dan kesediaan yang timbal balik pula. Kesediaan guru untuk membantu peserta didik dengan penuh ketekunan, kesabaran dan tanggung jawab sehingga peserta didik juga sedia mematuhi apa yang diperintahkan kepadanya. Lalainya guru akan tanggung jawab, menyebabkan berkurangnya kepercayaan peserta didik pada guru, ini berarti berkurangnya keyakinan peserta didik atas kemampuan guru dan berkurang pulalah kesediaan peserta didik untuk mematuhi guru. Jika dihubungkan dengan kekuasaan, dalam kewibawaanpun harus ada kekuasaan. Guru telah memperoleh kekuasaan ini pada saat ia diangkat sebagai guru oleh pihak yang berwenang. Kekuasaan ini dapat digunakan pada saat terjadi pelanggaran oleh peserta didik. Jadi kekuasaan mendukung kewibawaan. Namun demikian kekuasaan yang ditujukan untuk keperluan mendidik haruslah berakar pada kepercayaan. Pada umumnya kekuasaan ini muncul karena “kekuatan” dan muncullah rasa takut akan kekuatan itu, maka anak menurut dan patuh. Disinilah letaknya perbedaan antara kewibawaan dan kekuasaan. Pada kewibawaan kepenurutan peserta didik atas dasar kesediaan dan kerelaan mematuhi si pendidik / guru, tetapi kekuasaan atas dasar rasa takut. c. Memiliki kesabaran dan ketekunan. Pekerjaan guru membutuhkan kesabaran dan ketekunan karena peserta didik yang dihadapi memiliki latar belakang yang berbeda beda, baik latar belakang keluarga, ekonomi, sosial, budaya maupun kemampuan. Pribadi-pribadi dengan temperamen dingin lebih cocok untuk jabatan guru daripada individuindividu bertemperamen panas. d. Mencintai peserta didik. Apapun yang dilakukan guru semata-mata didasarkan atas kecintaanya kepada peserta didik. Pemberian perintah, larangan, ganjaran, hukuman, semua itu dilandasi rasa cinta kepada peserta didik agar peserta didik menjadi orang yang berguna bagi orang tua, masyarakat dan negara.

2 - 8 Unit 2

Latihan
1. Untuk menjadi guru, manakah yang lebih penting persyaratan kualifikasi akademik (ijazah) atau persyaratan kompetensi? Jelaskan! 2. A dan B melamar untuk menjadi guru. A sangat pintar tetapi kepribadiannya buruk, sedangkan B kurang pintar tetapi kepribadiannya baik. Dari dua pelamar itu hanya satu yang akan diangkat sebagai guru. Jika anda memiliki wewenang untuk mengangkat menjadi guru, siapakah yang akan Anda angkat?

Rambu – Rambu Jawaban
1. Persyaratan kompetensi lebih penting dari pada persyaratan ijazah, karena memiliki kompetensi lebih menjamin untuk dapat unjuk kerja, sedangkan memliki ijazah belum tentu. Predikat kelulusan itu kan ada bermacam macam, belum lagi ijazah yang diperolehdengan cara cara yang tidak wajar. 2. Seharusnya B yang diangkat menjadi guru, karena B lebih berguna bagi masyarakat. Orang pintar dengan kepribadian rusak akan membahayakan masyarakat.

Rangkuman
Persyaratan guru menjadi PNS meliputi : WNI, berusia 18 – 40 tahun, tidak pernah dihukum penjara, tidak pernah terlibat gerakan yang menentang Pancasila, UUD 1945, Negara dan Pemerintah, tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat sebagai pegawai, tidak berkedudukan sebagai PN atau CPN, memiliki pendidikan dan kecakapan, berkelakuan baik, berbadan sehat dan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah RI. Persyaratan guru menurut UU No 14 Tahun 2005 meliputi : Memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidikan, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional. Selain persyaratan diatas, jabatan guru memerlukan persyaratan khusus seperti : memiliki akhlak mulia, kewibawaan, kesabaran dan ketekunan serta mencintai peserta didik.

Profisi Keguruan

2- 9

Tes Formatif 1
Petunjuk : Silanglah nomor huruf pilihan jawaban a, b, c dan d yang menurut pendapatmu merupakan pilihan jawaban benar atau paling tepat. 1. Menurut PP No 16 Tahun 1976, rentangan usia untuk dapat diangkat sebagai PNS adalah………………….. a. 17 – 40 tahun b. 18 – 40 tahun c. 20 – 40 tahun d. 21 – 40 tahun 2. Usia seorang pelamar PNS ditentukan berdasar tanggal kelahiran yang tercantum dalam ………………….. a. Ijazah SD b. Ijazah pendidikan terakhir c. Surat kenal lahir d. Akte kelahiran 3. Pelamar PNS yang usianya melebihi 40 tahun hanya dapat diangkat atas keputusan ……………….. a. Presiden b. Menteri Sekretaris Negara c. Menteri Penertiban Aparatur Negara d. Badan Administrasi Kepegawaian Negara 4. Salah satu persyaratan untuk dapat menjadi PNS adalh tidak terlibat dalam gerakan yang menentang Pancasila, UUD 1945 ………………….. a. Undang-undang Kepegawaian dan Negara b. Undang-undang Kepegawaian dan Pemerintah c. Negara dan Pemerintah d. Pemerintah dan Menteri 5. Yang dimaksud kualifikasi akademik adalah ……………………. a. Ijazah pendidikan formal b. Ijazah dan akta pendidikan formal c. Ijazah dan sertifikat pendidik pendidikan formal d. Akta dan sertifikat pendidik pendidikan formal

2 - 10 Unit 2

6. Persyaratan kompetensi untuk jabatan guru, meliputi kompetensi ……………. a. Pedagogik, kepribadian, sosial dan akademik b. Pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional c. Pedagogik, kepribadian, akademik dan profesional d. Pedagogik, sosial, akademik dan profesional. 7. Berikut ini persyaratan guru yang tercantum dalam pasal 8 Undang – Undang No 14 Tahun 2005, kecuali ………………………. a. Memiliki kualifikasi akademik b. Memiliki ompetensi c. Memiliki sertifikat pendidik d. Memiliki kewibawaan 8. Guru yang berwibawa akan menimbulkan perilaku tertentu pada peserta didiknya. Perilaku yang dimaksud adalah ………………….. a. Kejujuran b. Kepatuhan c. Kedisiplinan d. Keberanian 9. Perilaku guru berikut ini berkaitan dengan kesabaran, kecuali ……………….. a. Tidak mudah marah b. Tidak mudah putus asa c. Tidak mudah menyerah d. Tidak mudah menanggapi. 10. Mengapa guru harus berakhlak mulia? Berikut ini alasan alasannya, kecuali ……. a. Guru adalah panutan bagi peserta didiknya b. Peserta didik memiliki dorongan meniru perilaku guru c. Perilaku guru merupakan cerminan kepribadiannya d. Perilaku guru mempunyai pengaruh terhadap perilaku peserta didik Umpan Balik dan Tindak Lanjut Setelah mengerjakan tes formatif 1, cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian akhir unit ini. Jika dapat menjawab dengan benar 8 pertanyaan dalam tes formatif tersebut, maka Anda dinyatakan berhasil dengan baik. Selamat untuk Anda, silakan lanjut mempelajari sub unit berikutnya. Sebaliknya jika jawaban yang benar kurang dari 8, silakan mempelajari kembali uraian yang terdapat dalam sub unit sebelumnya, terutama bagian-bagian yang belum Anda kuasai dengan baik.

Profisi Keguruan

2- 11

Subunit 1 Kewajiban dan Hak Guru
Pengantar alam kehidupan sehari hari, Anda tentu lebih sering mendengar “Hak dan Kewajiban” daripada “Kewajiban dan Hak”. Mengapa demikian? Coba Anda pikirkan jawabannya! Istilah “Hak dan Kewajiban” lebih mengedepankan hak dari pada kewajiban, sedangkan istilah “Kewajiban dan Hak” lebih mengedepankan kewajiban daripada hak Menurut alur berpikir logis, istilah “Kewajiban dan Hak” lebih rasional daripada istilah “Hak dan Kewajiban”, karena hak itu muncul sebagai konsekwensi telah dilaksanakannya suatu kewajiban. Itulah sebabnya dalam sub unit 2 ini menggunakan judul “Kewajiban dan Hak Guru”, bukan “Hak dan Kewajiban Guru”. Jadi kita mesti melaksanakan kewajiban lebih dahulu baru menuntut apa yang menjadi hak kita, bukan dibalik, menuntut hak sementara kewajiban tidak dilaksanakan.

D

Uraian Materi
1. Kewajiban dan Hak guru sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) Guru adalah PNS.Sebagai PNS, guru mempunyai kewajiban dan hak yang sama dengan PNS yang lain. Kewajiban dan Hak guru diatur dalam Undang – Undang No 8 Tahun 1974 sebagai berikut: a. Kewajiban PNS 1. Pasal 4 : Wajib setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945, Negara dan Pemerintah. 2. Pasal 5 : Wajib menaati segala peraturan perundang undangan yang erlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepadanya dengan penuh pengabdian, kesadaran dan tanggung jawab. 3. Pasala 6 : a. Wajib menyimpan rahasia jabatan. b. Pegawai Negeri hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan kepada dan atas perintah yang berwajib atas kuasa undang undang.

2 - 12 Unit 2

b. Hak PNS 1. Pasal 7 : Berhak memperoleh gaji yang layak sesuai dengan pekerjaan dan tanggung jawabnya. 2. Pasal 8 : Berhak atas cuti. 3. Pasal 9 : a. Bagi mereka yang ditimpa oleh suatu kecelakaan dalam dan karena tugas kewajibannya, berhak memperoleh perawatan. b. Bagi mereka yang menderita cacat jasmani dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya yang mengakibatkan tidak dapat bekerja lagi, berhak memperoleh tunjangan. c. Bagi mereka yang tewas, keluarga berhak memperoleh uang duka. 4. Pasal 10 : Pegawai negeri yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, berhak atas pensiun. 2. Kewajiban dan Hak Guru Sebagai Pendidik Dalam UU SISDIKNAS No 20 Tahun 2003, ada sebutan tenaga kependidikan dan pendidik. Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan (Pasal 1 ayat 5), sedangkan pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan (pasal 1 ayat 6). Jadi pendidik itu merupakan tenaga kependidikan, tetapi tenaga kependidikan belum tentu pendidik. a. Keawjiban pendidik menurut UU SISDIKNAS pasa 40 ayat 2 : 1. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis. 2. Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan. 3. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. b. Hak pendidik menurut UU SISDIKNAS No 20 Tahun 2003 ayat 1: 1. Memperoleh penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai. 2. Memperoleh penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja. 3. Memperoleh pembinaan karier sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas.

Profisi Keguruan

2- 13

4. Memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual, dan 5. Memperoleh kesempatan untuk menggunakan sarana, prasarana dan fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. 3. Kewajiban dan Hak Guru Menurut UU No 14 Tahun 2005. a. Kewajiban Guru Pasal 20 undang undang ini mengatakan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban : 1. Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajara. 2. Mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, tehnologi dan seni. 3. Bertindak obyektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran. 4. Menjunjung tinggi peraturan perundang undangan, hukum dan kode etik guru, serta nilai nilai agama dan etika, dan 5. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. b. Hak Guru. Pasal 14 ayat 1 menyatakan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berhak : 1. Memperoleh penghasilan diatas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial. 2. Mendapat promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja. 3. Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual. 4. Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi. 5. Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan. 6. Memberikan kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan dan atau sangsi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang undangan.

2 - 14 Unit 2

7. Memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas. 8. Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi. 9. Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan. 10. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi dan / atau 11. Memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya. c. Hak Guru di Daerah Khusus Pasal 29 ayat 1 menyatakan bahwa guru yang bertugas didaerah khusus memperoleh hak : 1. Kenaikan pangkat rutin secara otomatis. 2. Kenaikan pangkat istimewa satu kali. 3. Perlindungan dalam melaksanakan tugas. 4. Pindah tugas setelah bertugas 2 tahun dan tersedia guru penganti (pasal 29 ayat 3).

Latihan.
1. Apa bedanya pendidik dengan tenaga kependidikan? 2. Selain guru siapa saja yang termasuk tenaga kependidikan? 3. Menurut UU Sisdiknas No.20 Tahun 2003, guru berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang kreatif. Apakah pendidikan yang kreatif itu? Berikan satu contoh dalam proses pembelajaran!

Rambu Rambu Jawaban
1. Perbedaan pendidik dengan tenaga kependidikan, a. Pendidik adalah tenaga kependidikan, tetapi tenaga kependidikan belum tentu pendidik. b. Dalam melaksanakan kewajibannya, pendidik berinteraksi langsung dengan peserta didik, sedangkan tenaga kependidikan tidak. 2. Tenaga kependidikan selain guru : tata usaha sekolah, petugas perpustakaan, penilik / pengawas, Kepala Dinas beserta jajarannya dan lain lain. 3. Pendidik yang kreatif adalah pendidik yang berusaha mengembangkan kreatifitas peserta didik. Contoh pertanyaan terbuka : sekarang ini banjir terjadi dimana mana. Upaya apa yang dapat kamu lakukan untuk mencegah terjadinya banjir?
Profisi Keguruan

2- 15

Rangkuman
Sebagai PNS, Guru : 1). Wajib setia dan dan taat kepada Pancasila, UUD 1945, Negara dan Pemerintah. Menaati segala peraturan dan melaksanakan tugas kedinasan, serta menyimpan rahasia jabatan. 2). Berhak memperoleh gaji, perawatan jika mendapat kecelakaan, mendapat tunjangan jika mengalami kecelakaan yang berakibat tidak dapat bekerja lagi serta uang duka jika tewas, mendapat pensiun jika sudah memenuhi syarat. Menurut UU No.20 Tahun 2003, Guru : 1). Wajib menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, meningkatkan mutu pendidikan, memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga dan profesi. 2). Berhak mendapat penghasilan pantas, penghargaan, pemberian karir, perlindungan hukum, menggunakan sarana dan prasarana serta fasilitas pendidikan. Menurut UU No.14 Tahun 2005, Guru: 1). Wajib merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang bermutu, bertindak obyektif, meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi, menjunjung tinggi peraturan perundang undangan, serta memelihara persatuan dan kesatuan bangsa. 2). Berhak memperoleh penghasilan diatas kebutuhan minimum, promosi dan penghargaan, perlindungan dan jaminan keselamatan, memanfaatkan saran dan prasarana, kebebasan dalam memberikan penilaian dan berserikat dalam organisasi profesi dan kesempatan pengembangan diri.

2 - 16 Unit 2

Tes Formatif 2
Petunjuk : Silanglah nomor huruf pilihan jawaban a, b, c atau d yang menurut pendapatmu merupakan pilihan jawaban benar atau paling tepat. 1. Kewajiban merupakan sesuatu yang seharusnya ………………. a. Didapat b. Diperoleh c. Dimiliki d. Dikerjakan 2. Hak merupakan sesuatu yang seharusnya ……………………….. a. Dilakukan b. Dilaksanakan c. Dikerjakan d. Diperoleh 3. Sebagai PNS, guru wajib setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945 ……………. a. UU No.14 Tahun 2005 dan Pemerintah b. UU No.20 Tahun 2003 dan Negara c. Pemerintah dan Negara d. UU No.14 Tahun 2005 dan UU No.20 Tahun 2003 4. Wajib menyimpan rahasia jabatan merupakan kewajiban guru sebagai …………. a. PNS b. Pendidik c. Tenaga kependidikan d. Tenaga pengajar

5. Guru berhak atas cuti. Hal ini dinyatakan dalam UU No.8 Tahun 1974 ………….. a. Pasal 6 b. Pasal 7 c. Pasal 8 d. Pasal 9

Profisi Keguruan

2- 17

6. Berikut ini kewajiban menurut UU No.20 Tahun 2003, kecuali …………….. a. Memberi teladan kepada peserta didik b. Melaksanakan tugas kedinasan c. Meningkatkan mutu pendidikan d. Menciptakan pembelajaran yang bermakna 7. Guru berhak mendapat penghasilan diatas kebutuhan hidup minimum, hal ini dinyatakan dalam ……………….. a. UU No.8 Tahun 1974 b. UU No.2 Tahun 1989 c. UU No.20 Tahun 2003 d. UU No.14 Tahun 2005 8. Dibawah ini kewajiban guru menurut UU No.14 Tahun 2005, kecuali ……….. a. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi dan kedudukan b. Merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu c. Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan d. Bertindak obyektif dan tidak diskriminatif 9. Hak guru : 1. Hak atas kekayaan intelektual 2. Hak otonomi penentuan nilai peserta didik. 3. Memperoleh perlindungan hukum. 4. Kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi. Di antara hak hak guru diatas, hak manakah yang hanya terdapat dalam UU No.14 Tahun 2005? a. 1 dan 2 b. 3 dan 4 c. 1 dan 3 d. 2 dan 4 10. Memperoleh kenaikan pangkat rutin secara otomatis, merupakan hak guru di daerah ………………….. a. Terpencil b. Terisolir c. Pedalaman d. Khusus

2 - 18 Unit 2

Umpan Balik dan Tindak Lanjut Setelah mengerjakan tes formatif 2, cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian akhir unit ini. Jika dapat menjawab dengan benar minimal 8 pertanyaan dalam tes formatif ini, maka Anda dinyatakan berhasil dengan baik, Selamat untuk Anda, silakan lanjut pelajari unit berikutnya. Sebaliknya, jika jawaban yang benar kurang dari 8, silakan pelajari kembali uraian yang terdapat dalam sub unit sebelumnya, terutama bagian bagian yang belum Anda kuasai dengan baik.

Profisi Keguruan

2- 19

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. b d a c a b d b d c Sudah jelas. Sudah jelas. Sudah jelas. Pilihan c yang sesuai dengan uraian materi. Pilihan a yang paling tepat. Pilihan a, c dan d kurang tepat. Pilihan d tidak tercantum dalam pasal 8. Pilihan a, c dan d kurang tepat. Pilihan d tidak berkaitan dengan kesabaran. Pilihan a, b dan d merupakan alasan yang tepat.

Tea Formatif 2
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. d d c a c b d a. d d Pilihan d yang merujuk pada kewajiban. Pilihan d yang mengacu pada hak. Pilihan c yang sesuai dengan uraian materi. Sudah jelas. Sudah jelas. Pilihan b adalah kewajiban guru sebagai PNS. Sudah jelas. Pilihan a merupakan kewajiban guru menurut UU No.20 Tahun 2003. Pilihan d yang benar. Pilihan d yang sesuai dengan UU No.14 Tahun 2005.

2 - 20 Unit 2

Daftar Pustaka

Depdiknas (2005), Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Nainggolan, H. (1984), Pembinaan Pegawai Negeri Sipil. Sutan Zanti Arbi, Syahmiar Syahrun (1992), Dasar – Dasar Kependidikan, Dirjen Dikti Depdikbud. Winarno Surachmad (Ed), (1977), Dasar – Dasar Pendidikan, Depdikbud. …………….(2003), Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Profisi Keguruan

2- 21

Unit

3

KOMPETENSI PROFESIONAL GURU SD DAN PEMBENTUKANNYA

Djumiran Pendahuluan

P

ada unit 5 nanti, anda akan mempelajari tugas-tugas guru. Tugas guru seperti mendidik, mengajar, membimbing, menilai, hanya dapat dilaksanakan dengan baik jika guru menguasai sejumlah kemampuan yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas tersebut. Oleh karena itu, pada unit 3 ini anda diajak untuk membahas kompetensi guru, agar anda sebagai guru dapat melaksanakan tugas secara profesional. Unit 3 ini dibagi menjadi 2 Sub Unit. Sub Unit 1 membahas jenis-jenis kompetensi profesional guru SD dan Sub Unit 2 membahas penerapan kompetensi profesional guru SD. Dari pembahasan Sub Sub unit tersebut, anda diharapkan menguasai kemampuan-kemampuan berikut. 1. Menjelaskan makna kompetensi. 2. Menyebutkan 4 macam kompetensi guru menurut undang-undang nomor 14 Tahun 2005. 3. Mengidentifikasi ciri-ciri kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. 4. Menentukan kompetensinya jika ditunjukkan pengalaman belajarnya. 5. Mengidentifikasi kompetensi dari kasus-kasus pembelajaran. 6. Menerapkan kompetensi profesional guru SD. Supaya kemampuan-kemampuan itu didapat anda kuasai dengan baik, perhatikan petunjuk dibawah ini. 1. Gunakan tujuan sebagai titik tolak mempelajari uraian materi. Ubahlah dulu tujuan itu menjadi pertanyaan. Misal tujuannya : menyebutkan 4 kompetensi guru menurut undang-undang no 14 Tahun 2005. Tujuan itu diubah menjadi
Profisi Keguruan

3- 1

pertanyaan : sebutkan 4 kompetensi guru menurut UU No 14 Tahun 2005 ! Kemudian carilah jawaban pertanyaan itu melalui membaca uraian materi. Dengan cara seperti itu, belajar anda akan terarah. 2. Jangan lupa membuat bagan materi agar anda memperoleh gambaran keseluruhan materi dan kaitan antar bagian materi. 3. Kerjakan soal-soal latihannya karena soal-soal iti dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman anda. 4. Jika sudah merasa yakin bahwa materi itu sudah dikuasai, kerjakan soal-soal tes formatifnya, agar dapat diketahui sejauh mana anda telah mencapai tujuan belajar.

3-2

Unit 3

Subunit 1 Kompetensi Profesional Guru Sd
Pengantar
i Merauke propinsi Papua, tepatnya di Asiki kabupaten Boven Digoel, ada sebuah perusahaan asing yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia bernama Korindo ( Korea Indonesia). Perusahaan ini bergerak dibidang perkayuan. Pada suatu saat, perusahaan ini membutuhkan tenaga kerja untuk mengoperasikan komputer. Para pencari kerja berdatangan melamar pekerjaan itu. Pencari kerja ini da yang berijazah D3 komputer, ada juga S1 komputer. Pada saat seleksi, para pelamar diberi tugas membuat program komputer. Setelah tugas diperiksa, hasilnya diumumkan, dan ternyata yang diterima pelamar yang ijazahnya D3 komputer (tak ada kolusi dan nepotisme disini). Mereka yang berijazah S1 komputer tidak diterima karena program yang dibuat lebih buruk dari pelamar yang berijazah D3 komputer. Dari peristiwa ini dapat di ambil kesimpulan bahwa perusahaan ini tidak mempersoalkan ijazah para pelamar, apakah D3, S1 atau S3 sekalipun. Bagi perusahaan yang dipentingkan adalah mampu tidaknya pelamar itu unjuk kerja, unjuk keahlian bukan unjuk ijazah. Bagaimana penerimaan tenaga kerja di Indonesia ? Sudah berpuluh-puluh tahun penerimaan tenaga kerja khususnya PNS (Pegawai Negri Sipil) selalu mencantumkan ijazah / STTB sebagai salah satu persyaratan. Fenomena yang sudah berlangsung sekian lama itu menimbukkan opini pada masyarakat khususnya masyarakat pencari kerja, bahwa untuk mendapatkan pekerjaan harus memiliki ijazah / STTB. Opini ini menggiring calon-calon pencari kerja untuk berlombalomba mendapatkan ijazah / STTB yang hanya berupa selembar kertas. Bahkan ada sebagian orang yang mengambil jalan pintas dengan membeli ijazah di “pasar gelap”. Hal ini terbukti dari berita-berita yang sering kita dengar bahwa si Badu atau si Polan ternyata ijazahnya palsu. Coba anda renungkan mengapa fenomena itu muncul ? Apakah kesalahan sistem ? Anda pasti sudah tahu jawabannya. Pemerintah menyadari betul fenomena tersebut. Untuk meminimalkan fenomena diatas, telah ditempuh serangkaian langkah oleh pemerintah. Untuk pendidikan guru dikembangkan PGBK (Pendidikan Guru Berbasis Kompetensi), mulai tahun 2004 dikembangkan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) disekolah

D

Profisi Keguruan

3- 3

sekolah. Tahun 2006 KBK di kembangkan lagi menjadi KBK Tingkat Satuan Pendidikan (KBKTSP). Sekarang ini kompetensi menjadi acuan utam dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan. Apakah kompetensi itu ? Untuk memperoleh gambaran mengenai kompetensi, pelajarilah uraian berikut ini.

B. Uraian Materi.
1. Pengertian Kompetensi Departemen Pendidikan Nasional (2006 : 2) memberi pengertian kompetensi sebagai berikut. Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dimiliki peserta didik. Dengan kata lain kompetensi itu merupakan kemampuan unjuk kerja (ability to do) yang dilatarbelakangi oleh penguasaan pengetahuan, sikap dan keterampilan. Hal ini mengandung arti bahwa kualitas unjuk kerja itu ditentukan oleh kualitas penguasaan pengetahuan, sikap dan keterampilan. Semakin tinggi kualitas penguasaan pengetahuan, sikap dan keterampilan, semakin tinggi juga kualitas unjuk kerjanya, dan sebaliknya. Jadi ada korelasi positif tinggi antara tingkat penguasaan pengetahuan, sikap dan keterampilan engan kompetensi yang terbentuk. Pengertian kompetensi seperti diatas merupakan pengertian kompetensi secara umum. Saat ini anda sedang mempelajari mata kuliah Profesi Keguruan, maka kompetensi yang kita bicarakan disini, kompetensi yang sudah memiliki nuansa khusus, yaitu nuansa keguruan. Menurut Surya dkk(2004 : 4.24) kompetensi adalah seperangkat penguasaan kemampuan yang harus ada dalam diri guru agar dapat mewujudkan penampilan unjuk kerja sebagai guru secara tepat. Coba anda pikirkan, kemampuan – kemampuan apa saja yang harus ada dalam diri guru, agar dapat unjuk kerja dengan baik ? Untuk mendapat gambaran yang jelas, pelajarilah uraian berikut ini. 2. Kompetensi Profesional Guru SD Mengenai kompetensi-kompetensi apa saja yang harus ada dalam diri guru SD, ternyata ada bermacam-macam pendapat. Dari pendapat yang bermacammacam itu sebenarnya secara substansi tidak ada perbedaan yang berarti. Inilah pendapat-pendapat mengenai kompetensi profesional guru SD. a. Dirjen Dikdasmen Depdikbud (sekarang Depdiknas)

3-4

Unit 3

Menurut Dikdasmen, minimal ada 10 kompetensi yang harus ada dalam diri guru SD. Sepuluh kompetensi yang dimaksud beserta pengalaman belajar yang harus dilalui, disajikan dalam matrik berikut ini. Kemampuan Keguruan itu adalah sebagai berikut : No Kemampuan/Subkemampuan Pengalaman Belajar 1.Mengkaji ajaran agama yang dianut. Mengembangkan kepribadian: 1 a. Bertaqwa kepada Tuhan Yang 2.Mengamalkan ajaran agama yang dianut. Maha Esa. 3.Menghayati peristiwa yang mencerminkan sikap saling menghargai antar umat yang berlainan agama. b. Berperan dalam masyarakat sebagai warga negara yang berjiwa 1.Mengkaji berbagai ciri manusia Pancasila. pancasila. 2.Mengkaji sifat-sifat kepatriotan bangsa Indonesia. 3.Menghayati iuran para patriot dalam merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan. 4.Membiasakan diri menerapkan nilainilai pancasila dalam kehidupan. 5.Mengkaji hubungan manusia dengan lingkungan alamiah dan buatan. 6.Membiasakan diri menghargai dan memelihara mutu lingkungan hidup. c.Mengembangkan sifat-sifat terpuji yang dipersyaratkan bagi jabatan 1.Mengkaji sifat-sifat terpuji yang harus dimiliki oleh guru. guru. 2.Membiasakan diri menerapkan sifatsifat sabar, demokratis, menghargai pendapat orang lain, sopan santun dan tanggap terhadap pembaharuan. Menguasai landasan kependidikan. 2 tujuan pendidikan a.Mengenal tujuan pendidikan untuk 1.Mengkaji nasional. pencapaian tujuan pendidikan

Profisi Keguruan

3- 5

2.Mengkaji tujuan pendidikan dasar 3.Meneliti kaitan antara tujuan pendidikan dasar dengan tujuan pendidikan nasional 4.Mengkaji kegiatan-kegiatan pengajaran yang menunjang pencapaian tujuan pendidikan b.Mengenal fungsi sekolah dalam nasional masyarakat. nasional. 1.Mengkaji peranan sekolah sebagai pusat pendidikan dan pusat kebudayaan. 2.Menghayati peristiwa-peristiwa yang mencerminkan sekolah sebagai pusat pendidikan dan pusat kebudayaan. c.Mengenal prinsip-prinsip psikologi 3.Berlatih mengolah kegiatan sekolah yang mencerminkan sekolah sebagai pendidikan yang dapat pusat pendidikan dan pusat budaya.. dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar. 1.Mengkaji jenis perbuatan belajar untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. 2.Mengkaji prinsip-prinsip belajar. 3.Berlatih menerapkan prinsip-prinsip belajar dalam kegiatan belajar Menguasai bahan pengajaran mengajar. a.Menguasai bahan pengajaran kurikulum pendidikan dasar. 1.Mengkaji kurikulum pendidikan dasar. 2.Menelaah buku teks pendidikan dasar. 3.Menelaah buku pedoman khusus mata pelajaran. 4.Berlatih melaksanakan kegiatankegiatan yang diyatakan dalam buku teks dan buku pedoman khusus.

3

b. Mengasai bahan pengajaran.

3-6

Unit 3

4 Menyusun program pengajaran. a.Menetapkan tujuan pengajaran.

1.Mmengkaji bahan penunjang yang relevan dengan bahan mata pelajaran pendidikan dasar. 2.Mengkaji bahan penunjang yang relevan dengan profesi guru.

b.Memilih dan pengajaran.

mengembangkan 1.Mengkaji ciri-ciri tujuan pengajaran. 2.Berlatih merumuskan tujuan pengajaran. 3.Berlatih menetapkan tujuan pengajaran untuk suatu satuan pengajaran.

5

c.Memilih dan mengembangkan 1.Berlatih memilih bahan pengajaran yang sesuai dengan tujuan strategi belajar mengajar. pengajaran yang ingin dicapai. 2.Berlatih mengembangkan bahan pengajaran yang sesuai dengan tujuan pengajaran yang ingin dicapai. d.Memilih dan mengembangkan media pengajaran yang sesuai. 1.Mengkaji berbagai metode pengajaran. 2.Berlatih memilih metode mengajar yang tepat. 3.Berlatih merancang prosedur belajar mengajar yang tepat. e.Memilih dan memanfaatkan sumber 1.Mengkaji berbagai media belajar. pengajaran. 2.Berlatih memilih media pengajaran yang tepat. Melaksanakan program pengajaran. 3.Berlatih membuat media pengajaran a.Menciptakan iklim belajar mengajar yang sederhana. yang tepat. 4.Berlatih menggunakan media

Profisi Keguruan

3- 7

pengajaran. 1.Mengkaji berbagai jenis kegunaan sumber belajar. 2.Berlatih memanfaatkan sumber belajar yang tepat.

b.Mengatur ruangan belajar.

c.Mengelola mengajar.

interaksi

1.Mengkaji prinsip-prinsip pengelolaan kelas. 2.Mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi suasana belajar mengajar. 3.Berlatih menciptakan suasana belajar mengajar yang baik. menangani masalah belajar 4.Berlatih pengajaran dan pengelolaan kelas. 1.Mengkaji berbagai model tata ruang belajar. 2.Mengkaji kegunaan sarana dan prasarana kelas. 3.Berlatih mengatur ruang belajar yang tepat.

6

1.Mengkaji berbagai cara mengamati kegiatan belajar mengajar. 2.Berlatih mengamati kegiatan belajar mengajar. 3.Mengkaji berbagai keterampilan dasar mengajar. Menilai hasil dan proses belajar 4.Berlatih menggunakan berbagai mengajar yang telah dilaksanakan. keterampilan dasar mengajar. a.Menilai prestasi untuk kepentingan 5.Mempelajari berbagai pengaturan pengajaran. murid dalam kegiatan belajar mengajar. 6.Berlatih menggunakan berbagai

3-8

Unit 3

bentuk pengaturan murid dalam kegiatan belajar mengajar.

7

b.Menilai proses belajar mengajar 1.Mengkaji konsep dasar penilaian di lembaga pendidikan dasar. yang telah dilaksanakan. 2.Mengkaji berbagai tehnik penilaian. 3.Berlatih menyusun alat penilaian. 4Mengkaji cara mengolah dan menafsirkan data untuk menetapkan taraf pencapaian murid. Menyelenggarakan program 5.Berlatih menyelenggarakan penilaian pencapaian murid. bimbingan. a.Membimbing murid yang 1.Berlatih menyelenggarakan penilaian mengalami kesulitan belajar. untuk perbaiakan proses belajar mengajar. 2.Berlatih memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan proses belajar mengajar. b.Membimbing murid yang berkelainan dan berbakat khusus 1.Mengkaji konsep-konsep dasar (x). bimbingan untuk pendidikan dasar. 2.Berlatih mengenai kesulitan belajar murid. 3.Berlatih memberikan bimbingan kepada murid yang mengalami kesulitan belajar. c.Membina wawasan murid untuk menghargai berbagai kegiatan di 1.Mengkaji ciri-ciri anak berkelainan dan berbakat khusus. masyarakat. 2.Berlatih mengenal anak berkelainan (x) Khusus untuk SGB LB. dan berbakat khusus. 3.Berlatih menyelenggarakan kegiatan

Profisi Keguruan

3- 9

8

untuk anak berkelainan dan berbakat khusus. Menyelenggarakan administrasi 1.Mengkaji berbagai pekerjaan yang ada di masyarakat. sekolah. peranan berbagai a.Mengenal pengadministrasian 2.Menghayati pekerjaan yang ada di masyarakat. kegiatan sekolah. 3.Berlatih menyelenggarakan kegiatan untuk menimbulkan pandangan positif murid terhadap berbagai jenis pekerjaan dalam masyarakat. b.Melaksanakan kegiatan administrasi sekolah.

9 1.Mengkaji berbagai jenis dan sarana administrasi sekolah. Berinteraksi dengan teman sejawat 2.Mengkaji pedoman administrasi dan masyarakat. pendidikan dasar. a.Berinteraksi dengan teman sejawat untuk meningkatkan kemampuan 1.Berlatih membuat dan mengisi profesional. berbagai format administrasi sekolah. 2.Berlatih menyelenggarakan administrasi sekolah.

10

b.Berinteraksi dengan masyarakat 1.Mengkaji struktur organisasi untuk penunaian misi pendidikan. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. 2.Mengkaji hubungan kerja profesional. 3.Berlatih menerima dan memberikan balikan. Menyelenggarakan penelitian diri mengikuti sederhana untuk keperluan 4.Membiasakan perkembangan profesi. pengajaran. a.Mengkaji konsep dasar penelitian

3 - 10

Unit 3

ilmiah.

1.Mengkaji berbagai lembaga kemasyarakatan yang berkaitan dengan pendidikan. 2.Berlatih menyelenggarakan kegiatan kemasyarakatan yang menunjang usaha pendidikan.

b.Melaksanakan penelitian sederhana.

1.Mengkaji konsep dasar penelitian ilmiah yang sederhana untuk keperluan pengajaran. 2.Berlatih menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran.. 3.Membiasakan diri melakukan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran.

Depdikbud

(1986:3-

11) Sepuluh jenis kemampuan itu, digambarkan sebagai jalinan terpadu yang baik antara penguasaan bahan pengjaran, prinsip,strategi dan tehnologi pendidikan dan perancangan program secara transaksional didalam mengelola kegiatan pembelajaran yang dilandasi oleh wawasan kependidikan yang mantap, yang kesemuanya itu ditampilkan didalam perbuatan mengajar yang mendidik. Amatilah diagram berikut ini.

Profisi Keguruan

3- 11

DIAGRAM KEMAMPUAN KEGURUAN KEPENDIDIKAN ( Depdikbud, 1986 : 13)

b.Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Dalam undang undang ini (pasal 10 ayat 1) kompetensi guru dikelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu kompetensi pedagogik, komprtensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. 1.Kompetensi Pedagogik. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik.Termasuk ke dalam kemampuan ini antara lain sub-sub kemapuan: 1. Menata ruang kelas. 2. Menciptakan iklim kelas yang kondusuf. 3. Memotivasi siswa agar bergairah belajar.

3 - 12

Unit 3

4. Memberi penguatan verbal maupun non verbal. 5. Memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas kepada siswa. 6. Tanggap terhadap gangguan kelas. 7. Menyegarkan kelas jika kelas mulai lelah. 2.Kompetensi Kepribadian. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Termasuk dalam kemampuan ini antara lain sub-sub kemampuan : 1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. Memahami tujuan pendidikan dan pembelajaran. 3. Memahami diri (mengetahui kelebihan dan kekurangan dirinya). 4. Mengembangkan diri. 5. Menunjukkan keteladanan kepada peserta didik. 6. Menunjukkan sikap demokratis, toleran, tenggang rasa, jujur, adil, tanggung jawab, disiplin, santun, bijaksana dan kreatif. 3.Kompetensi Sosial. Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua / wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Termasuk kedalam kemampuan ini adalah sub-sub kompetensi : 1. Luwes bergaul dengan siswa, sejawat dan masyarakat. 2. Bersikap ramah, akrab dan hangat terhadap siswa, sejawat dan masyarakat. 3. Bersikap simpatik dan empatik. 4. Mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. 4.Kompetensi Profesional. Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. Pengertian ini kita temui pada bagian penjelasan pasal 10 UU No 12 Tahun 2005. Barangkali terlalu sempit memberi pengertian kompetensi profesional guru seperi itu. Dengan pengertian seperti itu akan menimbulkan kesan seolah olah profesi guru itu hanya memberikan layanan mengajar (pembelajaran). Pada hal pasal 1 undang undang ini menyatakan bahwa tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Bagaiman guru dapat melaksanakan tugas mendidik, membimbing, menilai kalau makna kompetensi profesional guru hanya seperti itu. Sudahlah , hal itu sudah terjadi, tidak usah menjadi

Profisi Keguruan

3- 13

polemik,yang penting masih ada niat untuk memperbaiki diri. Pemerintah telah bekerja keras memperbaiki diri.Misalnya pasal 27 ayat 3,UU no. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah diperbaiki menjadi pasal 1 UU no. 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Beranjak dari hal diatas, Dirjen Dikti memaknai kompetensi profesional guru, khususnya guru SD secara lebih luas dan lebih lengkap, seperti berikut. Dirjen Dikti Depdiknas: Menurut Dikti (2006:7), sosok utuh kompetensi profesional guru (dalam hal ini guru SD) terdiri atas kemampuan : 1. Mengenal secara mendalam peserta didik yang hendak dilayani. 2. Menguasai bidang ilmu sumberbahan ajaran lima mata pelajaran di SD baik dari segi : a. Substansi dan metodologi bidang ilmu, maupun b. Pengemasan bidang ilmu menjadi bahan ajar dalam kurikulum SD. 3. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik yang mencakup : a. Perancangan program pembelajaran berdasarkan serentetan keputusan situasional. b. Implementasi program pembelajaran termasuk penyesuaian sambil jalan berdasarkan on-going transactional decisions berhubung reaksi unik dari peserta didik terhadap tindakan guru. 4. Mengembangkan kemampuan profesional secara berkelanjutan. Kompetensi profesional guru SD yang dikemukakan dikti banyak kemiripannya dengan yang dikemukakan Dikdasmen.

Latihan
1. Jelaskan mengapa kompetensi menjadi acuan pokok dalam penyelenggaraan pendidikan formal ! 2. Anda sudah mempelajari mata kuliah yang ada dalam tabel dibawah ini. Tiaptiap mata kuliah itu mempunyai nilai membentuk ompetensi tertentu. Tentukan kompetensi apa yang akan dibentuk oleh masing-masing mata kuliah, dengan jalan mengisi tabel yang disediakan. Gunakan kompetensi profesional guru SD yang dikemukakan Dikti sebagai rujukan.

3 - 14

Unit 3

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Nama Mata Kuliah Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Kajian Bahasa Indonesia SD Pendidikan IPA Perkembangan dan Belajar Peserta Didik Penelitian Pendidikan SD Sosiologi Pendidikan Pemecahan Masalah Matematika Pengembangan Kurikulum SD Kajian IPS SD Strategi Pembelajaran

Kompetensi yang Dibentuk ………………………………………. ………………………………………. ………………………………………. ………………………………………. ………………………………………. ………………………………………. ………………………………………. ………………………………………. ………………………………………. ……………………………………….

Rambu Rambu Jawaban.
1. Pada umumnya penyelenggaraan pendidikan formal (terutam Perguruan Tinggi), mempersiapkan peserta didik mamasuki dunia kerja. Untuk dapat unjuk kerja, diperlukan sejumlah kemampuan. Inilah sebabnya kompetensi menjadi rujukan utama dalam penyelenggaraan pendidikan. 2. Mata kuliah no 1, 4 dan 6 membentuk kompetensi : mengenal secara mendalam dalam peserta didik SD. Mata kuliah no 2, 3, 7 dan 9 membentuk kompetensi : menguasai bidang ilmu sumber. Mata kuliah no 8 dan 10 membentuk kompetensi : menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. Mata kuliah no 5 membentuk kompetensi : mengembangkan kemampuan profesional secara berkelanjutan.

Rangkuman
Dari uraian dari Sub Unit 1 dapat dirangkum hal-hal sebagai berikut : Menurut Dikdasmen, ada 10 kompetensi profesional guru SD yaitu : 1. Mengembangkan kepribadian. 2. Menguasai landasan kependidikan. 3. Menguasai bahan pengajaran. 4. Menyusun program pengajaran. 5. Melaksanakan program pengajaran. 6. Menilai hasil dan proses pembelajaran.
Profisi Keguruan

3- 15

7. Menyelenggarakan program bimbingan. 8. Menyelenggarakan administrasi sekolah. 9. Berinteraksi dengan sejawat dan masyarakat. 10. Menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran. Dalam UU no 14 Tahun 2005, kompetensi guru terdiri atas kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Kompetensi profesional guru SD menurut Dikti tersidi atas : 1. Mengenal secara mendalam peserta didik SD. 2. Menguasai bidang ilmu sumber bahan ajaran lima mata pelajaran SD. 3. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. 4. Mengembangkan kemampuan profesional secara berkelanjutan.

Tes Formatif 1
Silanglah nomor huruf pilihan jawaban a, b, c dan d yang menurut pendapatmu benar atau paling tepat. 1. Kompetensi adalah kemampuan unjuk kerja yang dilatarbelakangi oleh penguasaan.. ..…………….. a. Pengetahuan dan keterampilan. b. Pengetahuan dan sikap. c. Keterampilan dan sikap. d. Pengetahuan, sikap dan keterampilan. 2. Seorang guru tekun sekali beribadah. Guru tersebut telah memiliki kompetensi………. a. Pedagogis b. Sosial c. Kepribadian d. Profesional 3. Memahami perkembangan, perbedaan individu, karakteristik siswa, merupakan sebagian ciri-ciri kompetensi ……………. a. Mengembangkan kepribadian siswa b. Memberikan bimbingan kepada siswa c. Menguasai landasan kependidikan d. Menyelenggarakan program pembelajaran

3 - 16

Unit 3

4. Berikut ini sebagian dari ciri-ciri kompetensi menyelenggarakan pembelajaran, kecualai ………………… a. Terampil menentukan penyebab kesulitan belajar siswa b. Terampil membuat kaitan atau apersepsi c. Terampil menjelaskan bahan pelajaran d. Terampil mengajukan pertanyaan kepada siswa 5. Sebagai mahasiswa S1 PGSD siswa ODL (Open and Distance Learning) anda wajib mempelajari mata kuliah asesmen, mata kuliah tersebut dimaksudkan agar anda memiliki kompetensi ………………… a. Menyelenggarakan program pembelajaran b. Menyelenggarakan program bimbingan c. Menyelenggarakan administrasi sekolah d. Menilai proses dan hasil belajar 6. Pengelompokan kompetensi guru atas kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional adalah pengelompokan menurut ………………….. a. UU No 20 Tahun 2003 b. UU No 14 Tahun 2005 c. Dirjen Dikdasmen d. Dirjen Dikti 7. Bersikap simpatik dan empatik kepada siswa, sejawat dan masyarakat merupakan sebagian ciri kompetensi ………………. a. Pedagogik b. Sosial c. Kepribadian d. Profesional 8. Terampil mengembangkan bahan ajar, terampil mengemas bahan ajar adalah sebagian ciri-ciri kompetensi ……………… a. Pedagogik b. Sosial c. Kepribadian d. Profesional 9. Berikut ini sebagian ciri-ciri kompetensi pedagogik, kecuali ………………. a. Luwes berinteraksi engan siswa b. Cekatan menata ruang kelas sesuai kebutuhan c. Cepat tanggap terhadap kondisi kelas d. Jelas dan memberi petunjuk kegiatan belajar

Profisi Keguruan

3- 17

10. Dalam pelajaran matematika, seorang guru keliru dalam menjelaskan cara menarik akar secara manual. Guru tersebut buruk kompetensi ……………. a. Pedagogiknya b. Sosialnya c. Kepribadiannya d. Profesionalnya. Umpan Balik dan Tindak Lanjut Setelah mengerjakan tes formatif 1, bandingkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian akhir unit ini. Jika dapat menjawab dengan benar minimal 8 pertanyaan dalam tes formatif tersebut, maka anda dinyatakan berhasil dengan baik, selamat untuk anda. Sebaliknya bila jawaban yang benar kurang dari 8, silakan pelajari kembali uraian yang terdapat dalam sub unit sebelumnya, terutam bagian-bagian yang belum anda kuasai dengan baik.

3 - 18

Unit 3

Subunit 2 Pembentukan Kompetensi Profesional Guru Sd
Pengantar ari Sub Unit 1, anda telah dapat informasi mengenai kompetensi profesional guru SD, malai dari awal dikembangkannya Pendidikan Guru Berdasar Kemampuan (PGBK) tahun 80-an sampai pendidikan profesional guru SD yang berjenjang S1 diselenggarakan pemerintah melalui tahun ajaran 2006 / 2007. Suatu perjuangan panjang harus ditempuh Depdiknas untuk meningkatkan kadar keprofesionalan guru SD. Kadar keprofesionalan guru sangat ditentukan oleh tingkat penguasaan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang mendasari terbentuknya kompetensi-kompetensi itu ditambah kemampuan menerapkan kompetensi – kompetensi itu dalam pembelajaran. Oleh karena itu dalam Sub Unit 2 ini, anda diajak membahas penerapan kompetensi profesional guru SD dalam pembelajaran. Melalui latihan menerapkan kompetensi-kompetensi itu, lam kelamaan akan terbentuk kompetensi profesional dalam diri guru. Dalam pembahasan ini kita mengacu pada kompetensi profesional yang dikemukakan dikti.

D

Uraian Materi
1. Mengenal secara mendalam peserta didik SD Ada 3 mata kuliah dalam program S1 ODL yang dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman anda terhadap peserta didik SD, Yaitu mata kuliah : Perkembangan dan Belajar Peserta Didik; Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus; dan Sosiologi Pendidikan Bagi Guru. Mengenal peserta didik secara mendalam hukumnya wajib agar guru terhindar dari salah didik, salah ajar atau salah latih. Aspek aspek apa dari peserta didik yang perlu dipahami guru SD ? a. Tahap perkembangan. Seperti kita ketahui bahwa perkembangan manusia itu berlangsung secara bertahap. Tiap-tiap tahap perkembangan memiliki karakteristik sendirisendiri. Dilihat dari perkembangannya, peserta didik SD yang berusia 6 – 12 tahun berada pada tahab Kanak-Kanak Akhir (Elisabeth Hurlock dalam Indung Abdulah Saleh, 1975 : 8). Sedangkan Thornburg dalam Elida Prayitno (1991 / 1992 : 16) menyatakan bahwa peserta didik SD berada

Profisi Keguruan

3- 19

pada tahab Kanak-Kanak Pertengahan 6 – 8 tahun, Kanak – Kanak Akhir 9 – 11 tahun dan praremaja 9 – 13 tahun. Ciri khas pada tahab ini adalah bermain. Anak gemar bermain sepak bola, bermain kelereng, lompat tali dan sebagainya. Coba anda amati, apa yang dilakukan peserta didik SD pada jam istirahat. Mereka bermain dan bermain. Pendek kata tiada hari tanpa bermain. Selain bermain peserta didik SD juga senang explorasi. Ia suka membongkar mainannya dan memasangnya kembali. Alat alat permainan yang sudah dibongkar, ada kalanya anak tak mampu memasang kembali dan akibatnya mainannya jadi rusak. Pemahaman karakteristik peserta didik SD seperti tersebut diatas sangat berguna bagi guru dalam : 1. Menentukan kegiatan belajar siswa. Kegiatan belajar yang sesuai dengan karakteristik diatas adalah kegiatan belajar yang bersifat manipulatif, yaitu kegiatan yang mengubah – ubah variabel belajar. 2. Mengemas kegiatan pembelajaran sehingga menjadi kegiatan yang menyenagkan. Belajar dengan nuansa bermain. b. Perkembangan Kognitifnya. Menurut Piaget dalam Elida Priyatno (1991/1992 : 50) perkembangan kognitif peserta didik SD berada berada pada tahab berpikir konkret dengan karakteristik: 1. Peserta didik SD hanya mampu memecahkan persoalan – persoalan yang bersifat konkret (nyata), yaitu persoalan persoalan yang dapat di inderai (dilihat, didengar, diraba, dirasa dicium). Peserta didik SD sulit memahami sesuatu yang berbeda dengan yang ia alami. Coba pada waktu anda mengajar katakan pada peserta didik SD bahwa matahari itu tetap ditempatnya. Siswa akan sulit mamahami informasi itu karena tidak sesuai dengan yang dialami. Ia melihat sendiri, di pagi hari matahari terbit disebelah timur dan tenggelam di sebelah barat. 2. Peserta didik SD lebih mudah memahami persoalan persoalan yang divisualkan dari pada persoalan persoalan yang disampaikan secara verbal. Perhatikan contoh berikut. Penyampaian masalah secara verbal : Petrus badannya lebih tinggi dari pada Paul tetapi lebih pendek dari Piter. Siapakah yang paling tinggi badannya?

3 - 20

Unit 3

Petrus Paul Piter Siapakah yang paling tinggi badannya ? 3. Peserta didik SD, lebih lebih kelas awal masih mengalami kesulitan untuk memilah milah pengalaman belajarnya. Ia menghayati pengalaman belajarnya sebagai suatu totalitas (Tisno Hadi Subroto dan Ida Siti Herawati, 2002 : 1.10). Pengalaman belajar itu dihayati sebagai suatu kebulatan atau keseluruhan. Ia belum paham bahwa kebulatan (totalitas) itu dapat dipilah pilah atas bagian-bagian. Simaklah kasus berikut. Anak saya kelas IV SD. Sepulang dari sekolah langsung naik sepeda menuju jalan depan rumah. Tanpa dikayuh sepeda sudah meluncur laju karena jalan menurun. Ketika sampai pada jalan yang datar, anak saya mulai mengayuh sepedanya karena jalannya sepeda mulai melambat. Setelah dikayuh, bukannya sepeda bertambah kencang tetapi malah berhenti. Ia turun dan meeriksa sepedanya lalu berteriak “ Pak rantainya hilan”. Kebetulan saat itu saya ada di halaman depan rumah. Mendengar teriakan itu , saya berpikir sejenak. Saya menduga rantai sepeda itu terlepas saat anak saya meluncur menuju jalan depan rumah, karena dugaan rantai sepeda dicuri orang tidak, tidak masuk akal. Kemudian saya katakan “ Mungkin rantai itu terlepas, coba telusuri kamu tadi lewat mana ! Anak saya mulai menelusuri jalan yang dilewati, dan teryata benar, rantai sepeda tergeletak di pinggir jalan, tetapi pengait rantai tidak ditemukan. Untuk mendapatkan pengait, rantai dipotong kemudian dipasang. Karena pemotongan rantai tadi menyebabkan rantai tidak bisa dipasang kembali karena terlalu pendek. Lalu saya katakan : “Rantainya tidak dapat dipasang karena terlalu pendek”. Dengan nada marah anak saya mengatakan: “Kalau begitu bapak beli sepeda lagi”. Coba anda pikirkan mengapa anak saya mengatakan “Kalau begitu Bapak beli sepeda lagi”, mengapa tidak mengatakan “ Kalau begitu bapak beli rantai yang baru”. Itulah penghayatan pengalaman belajar secara totalitas (holistik) Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa karakteristik peserta didik SD sehubungan dengan perkembangan kognitifnya adalah :

Profisi Keguruan

3- 21

a. Berpikir konkret. b. Mudah memahami persoalan yang divisualkan. c. Menghayati pengalaman belajar secara holistik terutam pada kelas-kelas awal. Bagaiman menerapkan karakteristik diatas dalam pembelajaran ? Diskusikan dengan teman anda, kemudian cocokkan hasil diskusi dengan rambu rambu jawaban berikut. Rambu rambu jawaban. a. Jika yang dipelajari peserta didik SD berupa konsep konsep abstrak, guru mengkonkretkan konsep konsep tersebut dengan menggunakan media atau alat peraga. b. Guru memvisualkan persoalan persoalan yang bersifat verbal. c. Guru mengemas pembelajaran dalam bentuk pembelajaran terpadu terutama pada kelas kelas awal. c. Tingkat Kecerdasannya. Dengan menggunakan tes intelegensi kecerdasan peserta didik dapat diketahui. Untuk keperluan pendidikan data hasil tes yang berupa indek kecerdasan (IQ) dikelompok-kelompokkan. Lester D.Crow dan Alice Crow (1963 : 156) mengelompokkan kecerdasan manusia menjadi 9 kelompok, yaitu : 1. Near genius or genius indek, kecerdasan 140 keatas. 2. Very superior, 130 – 139. 3. Superior, 120 – 129. 4. Above average, 110 – 119. 5. Normal or average, 90 – 109. 6. Below average, 80 – 89. 7. Dull or borderline, 70 – 79. 8. Feeble minded, 50 – 69. 9. Imbecile, Idiot, 49 kebawah. Guru perlu mengetahui tingkat kecerdasan peserta didiknya karena kecerdasan mempunyai andil yang besar dalam pembelajaran. Peserta didik dengan kecerdasan yang tinggi akan lebih mudah menguasai bahan yang dipelajari dari pada peserta didik yang kecerdasannya normal. Sekarang ini tidaklah sulit untuk mengetahui tingkat kecerdasan peserta didik karena sudah ada lembaga yang menjual jasa untuk keperluan tersebut. Di Abepura Jayapura misalnya, ada lembaga Bina Insani dari Temanggung Jawa Tengah

3 - 22

Unit 3

yang menawarkan jasa pemeriksaan kecerdasan peserta didik dengan biaya murah. Kalau cara diatas tidak dapat ditempuh, guru dapat memperkirakan kecerdasan peserta didik dengan jalan mengamati hasil-hasil belajar yang sudah dicapai dalam kurun waktu yang relatif panjang (misal 1 atau 2 semester). Jika dalam kurun waktu tersebut, peserta didik menunjukkan hasil yang bagus, maka dapat diduga tingkat kecerdasan anak tersebut juga bagus. Begitu pula sebaliknya. Mengetahui kecerdasan peserta didik secara akurat, diperlukan guru untuk : 1.Menentukan tingkat kesukaran bahan yang akan dipelajari peserta didik. Bahan pelajaran yang tingkat kesukarannya lebih tinggi dari kecerdasan peserta didik akan sulit dipahami. 2.Menentukan strategi pembelajaran yang akan ditempuh guru. Menghadapi kelas yang rata-rata peserta didiknya cerdas tentu membutuhkan strategi yang berbeda jika dibandingkan dengan kelas yang rata-rata peserta didiknya lambat belajar. d. Perkembangan Sosialnya. Peserta didik SD yang berusia 6 – 12 tahun oleh ahli ahli psikologi disebut sebagai usia berkelompok (Gang Age). Anak laki laki mengelompok dengan laki laki dan anak perempuan mengelompok dengan perempuan. Kelompok kelompok itu semata mata untuk bermain dan menyalurkan minat. Mereka memperoleh kegembiraan, kepuasan dalam bermain dengan teman teman sebayanya. Karakteristik perkembangan sosial peserta didik SD seperti tersebut diatas berguna bagi guru untuk merancang kegiatan belajar apa yang akan dilakukan siswa. Kegiatan seperti kerja kelompok, tugas tugas kelompok, diskusi kelompok merupakan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan karakteristik diatas. e. Persepsi yang Dimiliki. Persepsi yang dimilki peserta didik, berkaitan dengan pola pola kehidupan masyarakat dimana ia tinggal. Anak yang tinggal di lingkungan masyarakat nelayan, akan memiliki persepsi yang baik tentang jenis jenis ikan, musim ikan , penangkapan ikan, pengawetan ikan dan sebagainya. Begitu pula anak yang hidup dalam masyarakat pedagang, akan memiliki persepsi yang baik tentang jual beli, untung rugi dan lain-lain. Guru perlu memiliki persepsi yang dimiliki peserta didik dan memanfaatkannya untuk penemasannya

Profisi Keguruan

3- 23

bahan pelajaran yang akan dipelajari siswa. Bahan yang dikemas sesuai dengan persepsi peserta didik akan lebih mudah difahami dan dikuasai. f. Kemampuan awal prasyarat. Sebelum membelajarkan peserta didik dengan pokok bahasan tertentu, guru perlu memeriksa apakah siswa sudah memiliki kemampuan yang diperlukan untuk dapat mempelajari pokok bahasan yang akan diajarkan guru.. Terutama dalam pelajaran matematika, pemeriksaan kemampuan awal peserta didik mempunyai arti yang sangat penting karena meteri matematika itu sudah tersusun rapi dari yang sederhana sampai yang komplek, dari yang mudah hingga yang sulit. Coba perhatikan materi berikut. Bilangan – Penjumlahan – Perkalian – Perpangkatan – Penarikan akar. Materi diatas berkaitan secara hirarkis. Kemampuan yang lebih tinggi, misalnya kemampuan menarik akar, memerlukan / menuntut dikuasainya terlebih dulu kemampuan perpangkatan. Kemampuan perpangkatan menuntut dikuasainya terlebih dulu kemampuan perkalian dan seterusnya. Dengan kata lain, siswa dapat menguasai penarikan akar kalau ia sudah menguasai perpangkatan. Siswa dapat menguasai perpangkatan kalau sudah menguasai perkalian dan seterusnya. Pemeriksaan kemampuan awal peserta didik bertujuan untuk mengetahui apakah peserta didik sudah memiliki prasyaratnya atau belum. Jika sudah, guru dapat langsung membelajarkan peserta didik dengan pokok bahasan yang telah disiapkan. Tetapi jika peserta didik belum menguasai prasyaratnya, maka prasyarat itu diperkuat terlebih dulu. Sebab jika tidak maka kegagalan yang akan terjadi. 2. Menguasai bidang ilmu sumber bahan ajaran lima mata pelajaran di SD. Dengan cara yang lebih sederhana dapat dikatakan bahwa guru SD wajib menguasai bahan ajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS dan PPKn. Kemampuan menguasai bahan ajaran itu mencakup : a. Menguasai substansi bahan ajaran. Substansi adalah The important part of something;meaning (Halsey William, 1987 : 625). Jadi substansi bahan ajaran adalah bagian penting dari bahan ajaran itu. Misal bahan ajaran : Pengukuran luas bangun persegi panjang. Substansi bahan ajaran itu adalah luas persegi panjang, sama dengan panjang kali lebar. Soal bentuk-bentuk persegi panjang yang diukur luasnya, bukanlah substansi bahan ajar tersebut. Supaya anda menguasai Sub Kompetensi ini, buatlah tabel yang berisi bahan ajaran yang berisi lima mata pelajaran, kemudian tentukan substansi dari

3 - 24

Unit 3

masing masing bahan ajar. Tabel yang dimaksud dapat berbentuk seperti berikut : Mata Pelajaran : …………………….. Kelas / Semester : …………………….. No Bahan Ajaran Substansi ………………………………………… 1 …………………………………… . 2 … ………………………………………… dst …………………………………… . … ………………………………………… …………………………………… . … Untuk mengisi kolom substansi, anda dapat mendiskusikan dengan teman sejawat saat kegiatan KKG (Kelompok Kerja Guru). b. Menguasai metodologi bidang ilmu. Sub kompetensi ini menghendaki guru menguasai cara mengajarkannya bahan ajaran itu kepada peserta didik. Termasuk didalamnya kemampuan memiliki metode yang tepat untuk tiap tiap bahan ajaran. Agar anda memiliki sub kompetensi ini, lakukanlah pengalaman belajar berikut. 1.Buatlah tabel yang berisi bahan ajaran, kemudian tentukan metode pembelajaran yang tepat untuk tiap tiap bahan ajaran. Tabelnya dapat berbentuk seperti dibawah ini : Mata Pelajaran : ……………………. Kelas / Semester : …………………….. Bahan Ajaran Metode Pembelajaran yang Tepat

N o 1 …………………………………… …………………………………………… .. 2 . dst …………………………………… …………………………………………… .. . …………………………………… …………………………………………… .. .

2.Berlatihlah menggunakan metode pembelajaran. Gunakan kegiatan KKG untuk berlatih menguasai metode metode pembelajaran, kemudian mintalah masukan dari rekan anda yang lebih senior. c. Menguasai pengemasan bidang ilmu menjadi bahan ajar.

Profisi Keguruan

3- 25

Pengaruh kemasan terhadap konsumen tidak perlu di ragukan lagi. Banyak orang tertarik membeli suatu produk karena produk tersebut dikemas secara apik, meskipun sebenarnya kualitas produk itu biasa biasa saja. Sebaliknya banyak barang atau produk yang berkualitas tetapi tidak diminati pembeli karena produk tersebut kemasannya buruk. Dalam pembelajaran, peserta didik dapat dipandang sebagai konsumen dan guru sebagai penghasil produk. Dalam konteks ini yang dimaksud produk adalah bahan ajar. Sub kompetensi ini menghendaki guru memiliki kemampuan mengemas bahan ajar. Mengemas bahan ajar mengandung arti mengolah, memaknai bahan ajar tersebut sehingga menjadi sajian yang mengandung selera peserta didik untuk mempelajari dan menguasainya. Untuk lebih memahami makna pengemasan bahan ajar, simaklah ilustrasi berikut. Ada seorang ibu mempunyai dua anak, yang kecil masih bayi dan yang besar sudah remaja. Si ibu bermaksud memberi makanan kedua anaknya. Bahan makanan yang ada adalah beras (dalam pembelajaran beras ini identik dengan bahan ajar). Seandainya beras itu langsung diberikan pada anaknya, pasti anaknya tak mau makan, lebih lebih anaknya yang masih bayi. Karena itu si ibu mengubah beras menjadi nasi dengan jalan ditanak. Ketika nasi sudah masak, si ibu mengambil sebagian nasi itu untuk ditanak kembali dengan ditambah sedikit garam dan air, supaya nasi tadi menjadi bubur. Setelah selesai, bubur disuapkan pada bayinya dan nasi disertai sayur dan lauk pauk dihidangkan pada anaknya yang remaja. Kedua anaknya lahab menyantap hidangan karena masakan ibunya sangat enak. Mengemas bahan ajar tak jauh berbeda dengan ilustrasi diatas. Faktor peserta didik menjadi pertimbangan penting dalam mengemas bahan ajar. Coba anda perhatikan lagi ilustrasi diatas. Untuk bayinya si ibu mengubah beras menjadi bubur, tetapi untuk anaknya yang remaja cukup mengubah beras menjadi nasi, tak perlu sampai menjadi bubur. Untuk menguasai sub kompetensi ini caranya dengan jalan berlatih. Cobalah anda mengemas suatu bahan ajar. Tunjukkan bahan yang telah anda kemas itu pada teman sejawat yang sudah menguasai soal kemas mengemas bahan ajar. Mintalah kritik untuk perbaiakan kemasan anda. 3. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. Pembelajaran yang mendidik mempunyai makna tidak hanya mentransfer pengetahuan, sikap dan keterampilan kepada peserta didik, tetapi lebih dari itu.

3 - 26

Unit 3

Barangkali ungkapan yang lebih sesuai dengan hal ini adalah : “ Berikan kail pada peserta didik agar ia dapat menangkap ikan sendiri “. Termasuk dalam kompetensi ini adalah sub-sub kompetensi berikut : a. Perancangan program pembelajaran. Sub kompetensi ini meliputi perancangan program tahunan, program semester, silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Sub-sub kemampuan yang terkandung dalam program diatas telah anda pelajari pada mata kuliah “Pengembangan Kurikulum SD “ dan anda telah berlatih menerapkan kemampuan kemampuan itu dalam kegiatan PPL (Program Pengalaman Lapangan). Untuk lebih memantapkan penguasaan anda terhadap sub kompetensi ini, manfaatkan momen KKG untuk berlatih merancang program - program diatas. b. Implementasi program pembelajaran. Sub kompetensi ini menuntut guru untuk menguasai sejumlah kemampuan, seperti kemampuan : 1. Menata ruang kelas. 2. Memotivasi siswa. 3. Membuat kaitan antar bahan ajaran. 4. Menjelaskan bahan ajaran. 5. Mengajukan pertanyaan kepada peserta didik. 6. Menuntun siswa yang tidak dapat menjawab pertanyaan guru. 7. Memberikan acuan. 8. Mengadakan variasi. 9. Memberi penguatan. 10. Mengelola kelas. 11. Memberi petunjuk yang jelas. 12. Membimbing diskusi kelompok. 13. Melakukan supervisi pembelajaran. 14. Menutup pembelajaran. Meskipun anda telah berlatih menerapkan kemampuan kemampuan diatas melalui PPL, penguasaan melalui sub sub kompetensi tersebut hendaknya terus ditingkatkan karena sub kompetensi “ Implementasi program pembelajaran”, merupakan indikator utama untuk mengetahui guru itu profesional atau tidak. c. Meng-ases proses dan hasil pembelajaran. Termasuk dalam sub kompetensi ini adalah kemampuan kemampuan : 1. Membuat kisi-kisi tes.

Profisi Keguruan

3- 27

2. Menyusun soal tes. 3. Mengadministrasikan 4. Menganalisa butir soal. 5. Merevisi butir soal. 6. Membuat alat penilaian non tes. 7. Menentukan nilai peserta didik. Anda telah berlatih menguasai kemampuan kemampuan diatas pada waktu tutorial mata kuliah “Asesmen Pembelajaran SD” dan PPL. Namun demikian penguasaan kemampuan kemampuan tersebut perlu terus untuk ditingkatkan karena kenyataan dilapangan masih banyak guru yang membuat soal tes formatif, jumlah soalnya selalu 10 karena ia kurang faham caranya memberi angka jika soalnya lebih dari 10. d. Menggunakan hasil asesmen terhadap proses dan hasil pembelajaran dalam rangka perbaikan pengelolaan pembelajaran secara berkelanjutan. Sub kompetensi ini menghendaki guru menguasai kemampuan kemampuan : 1. Menganalisis hasil evaluasi 2. Menentukan peserta didik yang sudah tuntas dan belum tuntas. 3. Menentukan faktor penyebab ketidaktuntasan belajar siswa. 4. Menyusun program perbaikan dan peng-kayaan. 5. Melaksanakan pembelajaran remidial. Berdasar pengalaman sebagai pembimbing PPL D2 PGSD, kemampuan kemampuan diatas kurang mendapat latihan karena mahasiswa berpindah pindah kelas dalam latihan praktek mengajar. Karena itu saat KKG, guru dapat berlatih secara intensif untuk menguasai kemampuan kemampuan diatas. 4. Mengembangkan kemampuan profesional secara berkelanjutan. Sebagai guru hendaknya selalu berusaha untuk meningkatkan kadar keprofesionalan yang sudah dimiliki, sehingga penampilan guru dari hari ke hari semakin profesional bukan sebaliknya. Untuk itu guru perlu melakukan kegiatan kegiatan yang berdampak pada pengembangan profesi. Kegiatan kegiatan apa saja yang perlu dilakukan guru untuk pengembangan profesi ? Jawaban pertanyaan ini ada pada unit 6, silakan anda mempelajarinya.

3 - 28

Unit 3

Latihan.
1. Rentanglah obyek kucing dari yang paling konkret sampai yang paling abstrak ! 2. Tentukan substansi dari bahan ajar yang ada dalam tabel. No Bahan Ajar Substansi ………………………………………….. Kalimat aktif 1 …………………………………………. Konduktor 2 ………………………………………….. Pemuaian 3 ………………………………………….. Volume kubus 4 ………………………………………….. Penarikan akar 5 Rambu – Rambu Jawaban Cocokkan jawaban anda dengan rambu rambu jawaban berikut. 1. Binatang kucing – model kucing – foto kucing – gambar kucing – sketsa kucing – kucing (Lambang verbal). 2. Substansi bahan ajar nomor : 1. Kalimat yang subyeknya unjuk kerja. 2. Penghantar arus listrik. 3. Muai, bertambah ukuran. 4. Volume kubus = sisi pangkat tiga ( S3). 5. Menentukan bilangan basis.

Rangkuman
Aspek aspek peserta didik SD yang perlu difahami guru adalah : tahab perkembangannya, perkembangan kognitifnya, perkembangan sosialnya, kecerdasannya, persepsi yang dimiliki, kemampuan awal siswa. Kompetensi “Mengenal peserta didik” terbentuk melalui pemahaman karakteristik peserta didik dan berlatih menerapkan karakteristik peserta didik dalam pembelajaran. Kompetensi “Menguasai bidang ilmu sumber bahan ajar” terbentuk melalui latihan menentukan substansi bahan ajar, latihan memilih dan menggunakan metode yang sesuai dengan bahan ajar serta latihan mengemas bahan ajar. Kompetensi “Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik” terbentuk melalui 1. Latihan merancang program pembelajaran ; 2. Latihan mengimplementasikan program pembelajaran; 3. Latihan meng-ases proses dan hasil belajar; 4.Latihan melaksanakan pembelajaran remedial. Kompetensi “Mengembangkan kemampuan profesional” terbentuk melalui partisipasi berbagai kegiatan pengembangan keprofesionalan guru.

Profisi Keguruan

3- 29

Tes Formatif 2
1. Menurut Elisabeth Hurlock, peserta didik SD Berada pada tahab ……………… a. Kanak-kanak awal. b. Kanak-kanak pertengahan. c. Kanak-kanak akhir. d. Praremaja. 2. Mengapa mengajar di SD perlu menggunakan media / alat peraga ? Karena peserta didik SD ………………….. a. Suka bermain. b. Berpikir konkret. c. Senang berkelompok. d. Suka media. 3. Dilihat dari perkembangan kognitifnya, model pembelajaran apakah yang cocok untuk kelas I, II dan III SD ? a. Pembelajaran terpadu. b. Pembelajaran yang mendidik. c. Pembelajaran kelas rangkap. d. Pembelajaran ko-operatif. 4. Menurut Piaget, perkembangan kognitif peserta didik SD berada pada tahab …….. a. Sensasi motor. b. Pra operasional. c. Operasional. d. Formal. 5. Berikut ini kegiatan belajar yang sesuai dengan perkembangan sosial peserta didik SD, kecuali …………………… a. Kerja kelompok. b. Diskusi kelompok. c. Tugas tugas kelompok. d. Dinamika kelompok. 6. Prasyarat yang tepat untuk mengajarkan bahan ajar “Perkalian “ adalah …………. a. Penjumlahan. b. Pengurangan. c. Pembagian. d. Perpangkatan.

3 - 30

Unit 3

7. Berlatih menentukan substansi dari tiap tiap bahan ajar, merupakan pengalaman belajar yang mendasari terbentuknya kompetensi ………………… a. Mengenal peserta didik. b. Menguasai bidang ilmu. c. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. d. Mengembangkan kemampuan yang profesional. 8. Karakteristik peserta didik SD yang mendasari digunakannya pembelajaran terpadu di kelas I, II dan III adalah …………………… a. Siswa belum mampu berpikir kritis. b. Siswa menghayati pengalaman belajarnya secara holistik. c. Siswa suka berexplorasi. d. Siswa masih sukar memahami persoalan verbal. 9. Kompetensi / sub kompetensi yang menjadi acuan pokok untuk menentukan kadar keprofesionalan guru SD adalah ……………….. a. Implementasi program pembelajaran. b. Perancangan program pembelajaran. c. Metodologi bidang ilmu. d. Pengemasan bidang ilmu. 10. Gambar ayam lebih konkret daripada ………………… a. Model ayam. b. Foto ayam. c. Binatang ayam. d. Sketsa ayam. Umpan Balik dan Tindak Lanjut. Setelah mengerjakan tes formatif 2, cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian akhir unit ini. Jika dapat menjawab dengan benar minimal 8 pertanyaan dari 10 pertanyaan yang tersedia, anda dinyatakan berhasil dengan baik. Selamat buat Anda. Silakan lanjut mempelajari unit berikutnya. Sebaliknya jika jawaban yang benar kurang dari 8, silakan pelajari kembali uraian yang terdapat dalam sub unit sebelumnya, terutama pada bagian yang belum Anda kuasai dengan baik.

Profisi Keguruan

3- 31

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1
1. d 2. c 3. c 4. a 5. d 6. b 7. b 8. d 9. a 10. d Pilihan d paling tepat. Sudah jelas. Pilihan a,b dan d kurang tepat. Pilihan a berkaitan dengan bimbingan. Mata kuliah asesmen hampir sama dengan penilaian. Sudah jelas. Pilihan a,c dan d tidak tepat. Hanya pilihan d yang tepat. Pilihan a merupakan ciri kompetensi sosial. Pilihan a,b, dan c tidak berkaitan dengan penguasaan bahan.

Tes Formatif 2
1. c 2. b 3. a 4. c 5. d 6. a 7. b 8. b 9. a 10. d Sudah jelas. Pilihan b sudah sesuai dengan uraian materi. Pilihan b,c dan d tidak tepat. Makna operasional sama dengan berpikir konkret. Pilihan d bukan kegiatan pembelajaran. Pilihan jawaban b, c dan d bukan prasyarat untuk perkalian. Pilihan a,c dan d kurang tepat. Pilihan b yang paling tepat. Sesuai uraian materi. Sketsa lebih abstrak daripada gambar.

3 - 32

Unit 3

Daftar Pustaka
Crow Lester D, Crow Alice (1963), Education Psychology, American Book Company, New York. Depdikbud (1987), Petunjuk Pelaksanaan Pengalaman Lapangan Untuk Sekolah Pendidikan Guru (SPG), Proyek Pembinaan SPG – SGPLB – KPG – PG3MTP. Depdiknas (2005), Undang – Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Depdiknas (2006), Peraturan Menteri Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan. Dikti (2006), Rambu – rambu Penyelenggaraan Pendidikan Profesional Guru Sekolah Dasar. Elida Prayitno (1991 / 1992), Psikologi Perkembangan, Dirjen Dikti Depdikbud. Halsey William D (1987), Beginning Dictionary, Macmillan Publishing Company, New York. Indung Abdulah Saleh (1975), Ilmu Jiwa Perkembangan, Sahabat Malang. Surya dkk (2000), Kapita Selekta Kependidikan SD, Universitas Terbuka. Tisno Hadi Subroto, Ida Siti Herawati (2002), Pembelajaran Terpadu, Universitas Terbuka.

Profisi Keguruan

3- 33

3 - 34

Unit 3

Unit

4

SOPAN SANTUN DAN TAKWA
Sudaryana Pendahuluan
audara-saudara, profesi anda adalah guru. Sebagai pemangku jabatan guru sudah seharusnya anda memahami apa sebenarnya jabatan guru itu. Sudah dapat dibayangkan apa yang akan terjadi jika anda sebagai guru tidak mampu menjelaskan profesi anda sendiri. Tentu hal yang tidak mengenakkan akan terjadi. Untuk menghindari hal tersebut, pelajarilah dengan teliti unit 4 tentang Menampilkan diri sebagai pribadi yang santun dan berakhlak mulia. Unit ini di jabarkan menjadi 2 sub unit. Sub unit 1 mengenai Sopan Santun dan sub unit 2 tentang Ketakwaan. Dalam mempelajari materi unit tersebut, usahakan anda menguasai kemampuan-kemampuan berikut : 1. Menjelaskanpengertian sopan santun.

S

Menentukan perbuatan takwa dan tidak takwa. Agar kemampuan-kemampuan diatas dapat anda kuasai ikutilah petunjuk-petunjuk berikut ini : 1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan, agar anda tahu persis kemampuan-kemampuan apa yang seharusnya anda kuasai

2. 3. 4.

Menetukan perbuatan baik dan tidak baik. Menjelaskan pengertian takwa.

2. Baca secara sepintas isi unit agar anda memperoleh gambaran isi unit
secara keseluruhan.

3. Lanjutkan dengan membaca bagian demi bagian, tandai bagian-bagian
penting dengan stabilo atau garis bawah lalu ciptakan bagan materinya : dengan begitu anda akan lebih mudah menguasai materi yang sedang anda pelajari.

Profisi Keguruan

4- 1

4. Kerjakan tugas-tugas latihan untuk memperluas wawasan anda mengenai
konsep-konsep yang sedang anda pelajari.

5. Kerjakan juga soal-soal tes formatif yang ada pada bagian akhir setiap sub
unit.

4-2

Unit 4

Subunit 1 Sopan Santun
Pengertian Sopan santun

S

ebelum kita membicarakan sopan santun (etiket) terlebih dahulu membahas etika. Etika adalah sebuah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya. Etika sangat menekankan pendekatan yang kritis dalam melihat dan menggumuli nilai dan norma moral tersebut serta permasalahan-permasalahan yang timbul dalam kaitan dengan nilai dan norma moral itu. Etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujud dalam sikap dan pola perilaku manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok. Menurut Magnis Suseno, etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran. Yang memberi kita norma tentang bagaimana kita harus hidup adalah moralitas. Sedangkan etika hanya melakukan refleksi kritis atas norma atau ajaran moral tersebut. Moralalitas adalah petunjuk kongkret tentang bagaimana kita harus hidup. Sedangkan etika adalah perwujudan secara kritis dan rasional ajaran moral. Moralitas adalah sebuah “pranata” seperti halnya agama, bahasa dan sebagainya yang sudah ada sejak dahulu kala dan diwariskan secara turun temurun. Sebaliknya, etika adalah sikap kritis setiap pribadi dan kelompok masyarakat dalam merealisasikan moralitas itu. Maka tidak mengherankan bahwa moralitas bisa saja sama, tetapi sikap etis bisa berbeda antara satu orang dengan orang lainnya dalam masyarakat yang sama, atau antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain. Karena etika adalah refleksi kritis terhadap moralitas, maka etika tidak bermaksud untuk membuat orang bertindak sesuai dengan moralitas begitu saja. Etika memang pada akhirnya menghimbau orang untuk bertindak sesuai dengan moralitas, tetapi bukan karena tindakan itu diperintah oleh moralitas, melainkan karena ia sendiri tahu bahwa hal itu memang baik baginya. Ia sadar secara kritis dan rasional bahwa ia memang sudah sepantasnya bertindak seperti itu. Atau, kalau pada akhirnya bertindak tidak sebagaimana yang diperintahkan oleh moralitas, orang itu bertindak tidak sesuai dengan moralitas bukan karena ikut-ikutan atau sekedar mau yang lain, melainkan karena ia punya alasan rasional untuk itu.

Profisi Keguruan

4- 3

Untuk memahami apa yang disebut etika sesungguhnya kita perlu terlebih dahulu membedakannya dengan moralitas. Moralitas berasal dari bahasa latin “mos” (tunggal), “mores” (jamak) dan kata sifat “moralitas”. Bentuk jamak “mores” berarti: kebiasaan, kelakuan, kesusilaan. Kata sifat “moralis” berarti susila. Moralitas adalah sistem nilai tentang bagaimana kita harus hidup secara baik sebagai manusia. Sistem nilai ini terkandung dalam ajaran berbentuk petuah-petuah, nasihat, peraturan, perintah yang diwariskan secara turun-temurun melalui agama atapun kebudayaan tertentu tentang bagaimana manusia harus hidup secara baik agar ia benar-benar menjadi manusia yang baik. Moralitas adalah tradisi kepercayaan, dalam agama atau kebudayaan, tentang perilaku yang baik dan buruk. Moralitas memberi manusia aturan atau petunjuk kongkret tentang bagaimana ia harus hidup, bagaimana ia harus bertindak dalam hidup ini sebagai manusia yang baik, dan bagaimana menghindari perilaku-perilaku yang tidak baik. Dalam kaitan dengan nilai dan norma ada dua macam etika: 1. Etika deskriptif, yang berusaha meneropong secara kritisdan rasional sikap dan pola perilaku manusia dan apa yang dikerjakan oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif berbicara mengenai fakta apa adanya, yaitu mengenai nilai dan pola perilaku manusia sebagai fakta yang terkait dengan situasi dan realitas kongkrit yang membudaya. Etika deskriptif berbicara mengenai kenyataan penghayatan nilai, tanpa menilai, dalam suatu masyarakat, tentang sikap orang dalam menghadapi hidup dan tentang kondisikondisi yang memungkinkan manusia bertindak secara etis. 2. Etika normatif, yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola perilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia, atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia, dan apa tindakan yang seharusnya diambil untuk mencapai apa yang bernilai dalam hidup ini. Etika normatif berbicara mengenai norma-norma yang menuntun tingkah laku manusia, untuk bertindak sebagaimana seharusnya berdasarkan norma-norma. Etika normatif memberi petunjuk kepada manusia untuk bertindak yang baik dan menghindari perbuatan yang kurang baik. Sesuai dengan pola pendekatan etika yang kritis dan rasional, kedua jenis etika ini pada akhirnya menuntun orang untuk mengambil sikap dalam hidup ini. Beda antara etika deskriptif dan etika normatif adalah etika deskriptif memberi fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang perilaku, atau sikap yang mau diambil sedangkan etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.

4-4

Unit 4

Dalam kehidupan umat manusia, kita menemukan banyak norma yang memberikan pedoman bagaimana kita harus hidup dan bertindak secara baik dan tepat, sekaligus menjadi dasar penilaian mengenai baik dan buruknya perilaku dan tindakan. Namun secara umum kita dapat membedakan dua macam norma, yaitu norma khusus dan norma umum. Norma khusus ad lah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan yang khusus, misal aturan bermain dalam olah raga, aturan mengunjungi pasien di rumah sakit, dan sebagainya. Norma umum mempunyai sifat yang lebih umum dan universal. Norma umum terdiri dari tiga macam, yaitu norma sopan santun (etiket), norma hukum, dan norma moral. 1. Norma sopan santun (etiket), yaitu norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah, misalnya : tata cara bertamu, tata cara duduk, tata cara makan dan minum, cara berpakaian, cara menyapa, cara berbicara, cara berpakaian, cara bersikap kalau ada tamu dan sebagainya. 2. Norma hukum, yaitu norma yang dituntut dengan tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Norma hukum lebih tegas dan pasti, karena dijamin oleh hukuman terhadap para pelanggarnya. Walaupun pelaksanaan norma hukum mencerminkan sikap hati dan pribadi manusia pelakunya, tetapi norma hukum tidak sama dengan norma moral. Walaupun pelaksanaan norma hukum ikut menentukan kualitas pribadi seseorang, norma hukum tidak secara mutlak menentukan bermoral tidaknya seseorang. Karena bisa terjadi, seseorang melanggar norma hukum karena menurut pertimbangan dan alasan yang rasional itulah yang terbaik baginya dan bagi masyarakat, namun secara hukum ia tetap dihukum. 3. Norma moral, yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia. Norma moral mengacu pada baik buruknya manusia sebagai manusia. Norma moral sebagai tolok ukur yang dipakai oleh masyarakat untuk menentukan baik buruknya manusia sebagai manusia, dan bukan dalam kaitannya dengan tugas, bukan dalam kaitan dengan status sosial dan sebagainya. Wlaupun pada akhirnya setiap orang dinilai dalam kaitannya dengan tugas. Norma moral tidak dipakai untuk menilai tepatnya seorang dokter mengobati sakit seorang pasien melainkan terutama untuk menilai bagaiman dokter menjalankan tugasnya. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya

Profisi Keguruan

4- 5

membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan.

Pergaulan.
Hubungan antar manusia atau komunikasi akan melahirkan pergaulan. Dalam bergaul, faktor perhatian sangat menentukan. Pergaulan biasanya diawali dengan perkenalan. Dalam pergaulan, orang perlu mengenal etika dalam pembicaraan tatap muka serta pembicaraan dengan sarana komunikasi. Komunikasi Kalau sopan santun berlaku dimana saja dan kapan saja, maka dalam ruang lingkup komunikasi dengan orang lain dalam pergaulan merupakan arena yang paling menuntut jatah diterapkannya tata krama. Karena itu, ada orang yang mengatakan bahwa tata tata krama dan komunikasi dalam pergaulan merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan. Komunikasi dalam pergaulan adalah kegiatan sehari-hari kita seperti kegiatan makan dan minum yang tak terlepas dari kehidupan. Bergaul telah menjadi sisi kehidupan yang biasa sampai-sampai kita sering lupa bahwa tidak tidak selamanya gampang. Sekarang coba renungkan ! berapa orang yang dapat digolongkan sebagai sahabat karib kita ? coba diingat-ingat ! dari yang terhitung sahabat karib tempat kita merasa leluasa menuangkan isi hati, menyampaikan masalah pribadi, berapa orang yang sekeyakinan atau kepercayaan, berapa yang segolongan, berapa yang sejenis, berapa yang sama tingkat kehidupan ekonominya dengan kita ?.Kalau jawaban menunjukkan bahwa lebih banyak yang sama latar belakang dengan kita, maka mungkin kita perlu bertanya kepada diri sendiri, apakah saya tergolong orang yang cukup terbuka? Manusia adalah makhluk Tuhan yang penuh dengan misteri. Banyak unsur yang masih menjadi rahasia bagi kita, meskipun informasi demi informasi telah diperoleh mengenai teman kita. Berapa banyak ilmu telah menyelidiki tentang manusia, namun hasilnya mengakui bahwa manusia memang makhluk yang penuh dengan misteri. Hal ini menyebabkan kita sering menemukan kesulitan dalam berkomunikasi dengan teman bahkan dengan sahabat karib. Kadang-kadang ucapan dan tindakannya di luar dugaan, belum pernah kita mengalaminya seperti itu. Hal ini menyebabkan terkadang kita merasa dongkol, jengkel, bosan bahkan terheranheran. Mengapa bisa begitu ?

4-6

Unit 4

Coba berpikir sebaliknya, apakah teman-temanku sering merasa jengkel, marah, tak enak dengan ucapan dan tindakan saya ?. Mengapa mereka bersikap demikian dan mengapa saya pun bersikap serupa ?. Dari perbagai ucapan dan tindakan yang tak baik dan tak menyenangkan, berapa ucapan dan tindakan kita yang rata-rata ditimbulkan oleh kurangnya sopan santun ? ada beberapa kunci pokok yang mungkin perlu dicamkan pula guna mengatasi masalah komunikasi itu. Pertama, perlakukanlah orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Ini adalah kunci pertama dan utama. Ke dua, setiap orang mempunyai perbedaan-perbedaan perseorangan (individual), bahkan tak ada anak kembar “satu telor” yang memiliki kesamaan dalam seluruh segi. Jadi, terimalah sifat tertentu teman kita, yang mungkin agak aneh dirasakan. Ke tiga, kenal dulu baru sayang, makin kenal makin sayang !. karena itu, kita perlu membuka diri agar semakin dikenal. Hal ini banyak membantu cara orang lain bersikap terhadap diri kita. ke empat, banyak masalah komunikasi dengan sesama akan teratasi jika kepercayaan kepada orang lain, cinta kasih kepada orang lain, dan kesediaan berkorban melandasi komunikasi dengan sesama. Kunci-kunci ini memang mudah dihafal tetapi sulit dilakukan. Karena itu, sebagai insan yang tidak sempurna, yang penuh cacat dan cela, yang terlupa akan imbauan bersopan santun, perenungan (refleksi) diri mungkin dapat membantu untuk membantu memecahkan persoalan ini.

Berbicara
Coba kita renungkan kira-kira rata-rata berapa menit kita gunakan dalam sehari untuk berbicara. Berapa banyak kata atau kalimat yang kita ucapkan setiap hari di kampus, di rumah. Pepatah mengisyaratkan “berkata peliharalah lidah”. Hati-hatilah dalam berbicara agar tidak mendatangkan akibat kurang menyenangkan di kemudian hari. Sekali terlontar kata-kata yang tak sedap kepada orang lain, dengan apa kita menangkapnya kembali ?. Waktu berbicara hendaklah kita tenang dan sekali-kali boleh ditegaskan dengan gerak tangan secara halus dan sopan. Gerak tangan hendaknya tidak terlalu banyak dan menunjuk-nunjuk dengan jari telunjuk kepada lawan bicara hendaknya dihindari. Jaganlah kita pilih pokok pembicaraan yang dapat menyinggung perasaan orang lain. Janganlah kita bicarakan sesuatu yang ingin dilupakan seseorang. Mempergunjingkan orang lain adalah tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, apalagi dilakukan di banyak orang. Hendaknya kita hindari kata-kata kotor dalam pembicaraan serta tak perlu kita menanyakan sesuatu yang yang dapat memalukan seseorang.
Profisi Keguruan

4- 7

Waktu pembicaraan bersama, biasakanlah mendengarkan orang lain dan jangan memotong pembicaraanseseorang yang sedang asyik berbicara. Berbisik-bisik dengan teman dalam suatu pertemuan dapat mengganggu suasana hendaknya dihindarkan. Waktu berbicara, sebaiknya mulut dibuka secukupnya, gigi hendaknya tidak tampak terkancing karena hal ini akan membuat suara kurang terdengar. Waktu berbicara sebaiknya mengarahkan pandangan kepada lawan berbicara. Selalu menoleh ke arah lain dapat menimbulkan kesan kurang menghargai. Berbicara sambik berkecak pinggang sebaiknya dihindari. Waktu berbicara hendaknya kita mengambil jarak sesuai dengan orang yang kita ajak berbicara, dalam arti tidak terlalu dekat. Suara hendaknya jangan terlalu keras. Kalau hendak batuk atau bersin hendaknya mulut ditutup.

Penampilan
Warna, corak busana, dandanan, raut wajah, bentuk tubuh, cara berjalan, dan tata cara makan adalah beberapa unsur penting yang memberikan ciri-ciri khusus terhadap penampilan lahiriah kita. penampilan memberikan kesan langsung ke dalam penglihatan orang lain. Berbusana dan berdandan. Cara berbusana dan berdandan mencerminkan kepribadian kita Setiap hendaknya berpakaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku di kampus. Setiap mahasiswa hendaknya berpakaian sesuai dengan etika kesopanan, rapi dan pantas. Selain itu, tampak kurang pantas jika seorang mahasiswa putri memakai perhiasan berlebihan. Hal itu akan menimbulkan kesan seolah-olah kita menjadi “etalase” berjalan. Mahasiswa yang mengatur rambutnya dengan rapi dan pantas akan memperlihatkan keserasian. Busana dan model aneh-aneh hanya cocok dipakai untuk pesta atau ulang tahun teman. Busana apapun yang dipakai hendaknya tidak bertentangan dengan perasaan yang dijunjung masyarakat kita. Baju hendaknya penuh, jika tidak akan menimbulkan kesan acak-acakan. Busana yang dipakai tak perlu mesti berharga mahal. Yang lebih penting adalah kebersihan, kerapihan, dan keserasihan busana yang dipakai. Memakai busana yang cocok dengan dengan situasi dan tempat akan memperlihatkan bahwa kita mengetahui etika. Berjalan. Kalau kita perhatikan kenyataan sehari-hari terlihat banyak orang, bahkan orang yang sudah tua, terdidik, atau terpandang, sering menyalahi etika bersama.

4-8

Unit 4

Kesalahan itu dilakukan tanpa disadari. Marilah kita perhatikan cara berjalan bersama, pria dan wanita, sesuai dengan kelaziman yang dituntut. Kalau seorang pria berjalan dengan seorang wanita, hendaknya si pria berjalan di sebelah kanan. Namun, harus perhatikan arah lalu lintas. Pada prinsipnya pria berjalan pada bagian yang berdekatan dengan lalu lintas sedangkan wanita dilindungi disamping kanan atau kirinya bergantung pada arah lalu lintas. Kalau ada seorang pria dan dua orang wanita, maka si pria harus berjalan pada sisi yang berdekatan dengan lalu lintas. Ia melindungi dua wanita disampingnya.

Tata cara makan.
Tata cara makan merupakan salah satu unsur yang penting dalam etika. Tata cara makan berbeda-beda dari tempat ke tempat. Karena itu, perlu kita menanyakan atau mempelajari tata cara makan di suatu tempat. Dengan cara yang demikian, kita akan bertingkahlaku secara luwes, misalnya dibanyak tempat di Indonesia , makan dengan tangan dianggap sopan, namun di daerah-daerah tertentu cara ini dianggap tidak sopan. Pada daerah tertentu, tidak menghabiskan makanan yang telah diambil dapat menyinggung perasaan atau tidak sopan. Pada daerah tertentu, menghabiskan makanan yang telah diambil dapat menyinggung perasaan.

Profisi Keguruan

4- 9

Subunit 1 Takwa
Pengertian Takwa.
ata takwa berarti waspada, menjaga diri, dan takut. Menurut istilah syarak takwa berarti menjaga atau memelihara diri dari murka dan siksa Allah dengan jalan melaksanakan perintah-perintah-Nya serta menjauhi larangan-larangan-Nya. Takwa menurut tasawuf adalah menghayati dan mengamalkan amar makruf nahi munkar. Artinya melaksanakan perinta-perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya. Takwa adalah menjaga diri dari azab Allah SWT dengan menjauhi tindakan maksiat dan melaksanakan tata aturan yang telah digariskan Allah SWT. Dengan demikian takwa juga mengandung pengertian mengendalikan diri dari dorongan emosi dan penguasaan diri dari kecenderungan hawa nafsu yang buruk. Hawa nafsu yang baik yang membawa kemaslahatan yang dibenarkan dalam syariat agama dilaksanakan dalam batas yang wajar. Takwa menjadi pengendali dan sekaligus menjadi tolok ukur ketaatan seseorang dalam beribadat kepada Allah SWT. Takwa harus dihayati dan diamalkan seseorang sepanjang waktu, kapan saja dan dimana saja ia berada. Karenanya bila seseorang terlanjur melakukan kejahatan hendaklah bersegera istighfar atau taubat dan menebusnya dengan melakukan kebaikan-kebaikan tau amal-amal saleh. Seseorang yang takwa memiliki kepekaan moral batin yang amat jauh dan tajam sehingga dia dapat menentukan secara pasti apakah sesuatu itu akan dikerjakannya atau ditinggalkannya. Orang yang bertakwa dalam artian ini berarti melindungi dirinya dari akibat-akibat perbuatan dirinya sendiri yang buruk dan yang jahat, sekaligus sifat takwa yang demikian membentuk kepribadian seseorang yang benar-benar utuh dan integral, sebab dia dapat menyerap unsur-unsur positif/takwa yang ada pada dirinya. Begitu tinggi dan esensialnya kedudukan takwa dalam islam, maka takwa itu merupakan rukun khutbah, baik khutbah jum'at, khutbah hari raya dan seterusnya. Ajaran Agama islam membina kehidupan manusia diawali dengan tauhid. Dari tauhid menumbuhkan iman dan akidah yang hak dan darinya membuahkan amal ibadat dan amal saleh. Dari ibadat dan amal saleh ini, yang dijiwai dengan iman dan dipelihara terus-menerus, akan membuahkan dan menciptakan suatu sikap hidup

K

4 - 10

Unit 4

seseorang muslim yang bernama takwa. Orang yang bertakwalah yang akan mendapatkan kemenangan dan paling tinggi kedudukannya pada sisi Allah SWT.

Tanda-tanda orang bertakwa dalam agam islam:
1. Beriman kepada yang gaib, yakni: Zat Allah, Malaikat, dan alam barzakh, hari bangkit dari kubur, alam Mahsyar, hari perhitungan amal, hari pembalasan, surga, dan neraka. 2. Menyakini kebenaran kerasulan nabi Muhammad saw dan ajarannya yang dibawanya. 3. Menyakini bahwa alqur’an merupakan firman Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw dan menjadikannya sebagai pedoman hidup 4. Disiplin dalam menunaikan ibadah mahdhah yang hukumnya wajib. 5. Disiplin dalam beramal saleh, yang mendatangkan manfaat, baik bagi dirinya, maupun masyarakat. 6. Mengendalikan diri untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah SWT.

Manfaat takwa dalam agama islam:
1. Memperoleh kedudukan muglia disisi Allah SWT, dan Allah akan memberikan pertolongannya kepadanya. 2. Mendapatkan jalan keluar dari kesulitan serta memperoleh rezeki yang tidak diduga-duga. 3. Memperoleh kegembiran batin dan kemantapan jiwa. 4. Terbebas dari neraka dan masuk surga.

Menjalankan perintah agama
Indonesia adalah negara yang berdasarkan Pancasila. Agama-agama yang resmi boleh hidup dan tumbuh di Indonesia ada lima, yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu dan Budha. Toleransi umat beragama di Indonesia tergolong baik, hal ini dapat kita lihat umat beragama di Indonesia dalam menjalankan perintah agamanya masingmasing. Mereka saling menghargai, tidak saling mengganggu, bahkan saling bekerja sama. Merayakan hari-hari besar agama, tampak kerjasama atau saling membantu antar umat beragama. Contoh merayakan hari raya agama islam yaitu Maulid Nabi Muhammad SAW, Idul Fitri, Idul Adha, Isro’ Mi’raj dan nuzulul Qur’an. , merayakan hari raya agama Kristen dan Katholik, yaitu: Natal dan Paskah. Hari besar agama Hindu yaitu Nyepi dan galungan. Merayakan hari besar
Profisi Keguruan

4- 11

agama Budha yaitu Waisak. Demikian juga dalam menjalankan ibadah agama, tampak tidak terjadi gangguan diantara mereka. Mereka dapat menjalan ibadah dengan perasaan aman dan damai. Pemeluk agama Islam dapat tenang menjalankan ibadah sholat di masjid atau di surau, pemeluk agama Kristen Protestan dan Katholik dapat tenang ibadah di gereja, pemeluk agama Hindu Budha dapat dengan tenang beribadah di kuil atau wihara. Pada dasarnya setiap agama mengajarkan keharmonisan, saling menghormati, menjunjung tinggi prinsip kebersamaan, dan seperangkat nilai-nilai luhur lainnya. Dalam pandangan Islam tentang kehidupan antar umat beragama tidak ada konsep permusuhan atau kebencian terhadap orang yang bukan beragama islam. Islam senantiasa berusaha untuk menegakkan hidup dalam suasana perdamaian, kerukunan dan saling bekerjasama.

4 - 12

Unit 4

Tes Formatif.
Amatilah penayangan video dengan cermat, kemudian tentukan : 1. Tingkahlaku atau perbuatan sopan dan tidak sopan 2. Tingkahlaku yang menggambarkan takwa Lembar pengamatan Sopan santun : Nama mahasiswa : ……………………………………………… NIM : ………............... Kegiatan No. Hari/tanggal berbicara berbusana pergaulan cara makan 1. 2. 3. 4. 5. Lembar pemantauan kegiatan : Nama mahasiswa : ……………………………………………… NIM : ………............... Hari/tangg Kegiatan Isi materi No. al 1. 2. 3. 4. 5.

berjalan

Tanda tangan

Profisi Keguruan

4- 13

Daftar Pustaka

Burhanuddin Salam, 1997. Etika Sosial: Asas Moral Dalam Kehidupan Manusia, Jakarta, Rineka Cipta Djohan Effendi, dkk, 1984. Agama Dalam Pembangunan Nasional, Jakarta, CV Kuninga Mas. Depdikbud, 1984. Tata Krama Pergaulan, Jakarta, Depdikbud Edward Shils, 1993. Etika Akademisi (terjemahan), Jakarta, Yayasan Obor Indonesia Franz Magnis-Suseno, 2000. 12 Tokoh Etika Abad ke-20, Jakarta, Kanisius Tim Penyusun, 2003. PPKn Kelas 2 SMP, Surakarta, Penerbit Cempaka Putih

4 - 14

Unit 4

Unit

5

KODE ETIK DAN TUGAS – TUGAS
Djumiran Pendahuluan

P

ada Sub Unit 2, anda telah mempelajari persyratan, kewajiban dan hak guru. Sebagai PNS, guru wajib melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepadanya. Dalam melaksanakan tugas kedinasan itu, guru berpedoman pada kode etik guru, agar tidak terjadi penyimpangan – penyimpangan dalam melaksanakan tugas kedinasan. Oleh karena itu dalam unit ini anda diajak membahas tentang kode etik dan tugas – tugas guru. Unit ini dabagi menjadi 2 Sub Unit , yaitu Sub Unit 1 membahas Kode Etik Guru Indonesia dan Sub Unit 2 membahas tentang Tugas – Tugas Guru. Dari pembahasan Sub – Sub Unit tersebut Anda diharapkan menguasai kompetensi – kompetensi berikut. 1. Menjelaskan pengertian kode etik. 2. Menjelaskan makna etos kerja. 3. Menjelaskan masing – masing etik dari kode etik guru Indonesia. 4. Menyebutkan tugas – tugas guru. 5. Mendiskripsikan masing – masing bidang tugas. 6. Melaksanakan tugas pembelajaran remedial. Agar kompetensi - kompetensi diatas dapat anda kuasai dengan baik, simaklah petunjuk petunjuk berikut ini. a. Bacalah dahulu sera sepintas keseluruhan materi, agar memperoleh gambaran global dari materi yang akan Anda pelajari. b. Lanjutkan membaca bagian demi bagian, tandailah bagian yang penting dengan stabilo. c. Buatlah ikhtisar dari materi yang telah Anda pelajari. d. Kerjakan soal soal latihannya agar pemahaman Anda meningkat. e. Setelah bahan dikuasai , kerjakanlah soal tes formatifnya, supaya dapat diketahui tingkat penguasaan bahan anda.

Profisi Keguruan

5- 1

Subunit 1 Kode Etik Guru Indonesia
Pengantar alam melaksanakan tugas – tugas kependidikan guru melakukan interaksi sosial dengan semua orang yang terlibat dalam proses pendidikan. Guru berhubungan langsung dengan peserta didik, sejawat dan masyarakat khususnya orang tua peserta didik. Dalam hubungan yang demikian, perbedaan pendapat, perbedaan konsepsi, perbedaan pertimbangan dan sebagainya mudah terjadi. Bagaimanakah realita hubungan guru dengan peserta didiknya, dengan sejawatnya dan dengan masyarakat. Samakah hubungan guru – peserta didik dengan hubungan pada umumnya ? Bagaimanakah hubungan yang sepatutnya? Perlukah interaksi tersebut diatur tersendiri? Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, dirasa perlu adanya kode etik profesi guru sesuai dengan norma norma yang berlaku di masyarakat.

D

Uraian Materi
Etika, Etos dan Loyalitas Kerja Etika Kerja Etika adalah suatu disiplin filosofis yang berkenaan dengan perilaku manusia dan perbuatan bermoral (Surya dkk, 2000 : 4.55). Dengan adanya etika, manusia dapat memilih dan memutuskan perilaku yang paling sesuai dan paling baik, sesuai dengan norma – norma moral yang berlaku. Etika sebagai acuan pilihan perilaku bersumber pada norma moral, seperti agama, filsafat hidup, budaya masyarakat, disiplin keilmuan dan profesi. Dalam dunia kerja etika sangat diperlukan sebagai landasan perilaku kerja dari para pekerja. Etika kerja biasanya dirumuskan atas kesepakatan para pendukung pekerjaan itu dengan mengacu pada sumber – sumber nilai moral tersebut diatas. Rumusan etika kerja yang disepakati bersama itu disebut sebagai kode etik. Etos Kerja Kata “Etos” bersumber dari pengertian yang sama dari etika, yaitu sumber sumber nilai yang dijadikan rujukan pemilihan dan keputusan perilaku (Surya dkk,

5-2

Unit 5

2000 : 4.57). Etos kerja lebih merujuk kepada kualitas kepribadian pekerja yang tercermin dalam unjuk kerja secara utuh. Etos kerja lebih merupakan kondisi internal yang mendorong dan mengendalikan perilaku pekerja kearah terwujudnya kualitas kerja tertentu. Sebagai suatu kondisi internal, etos kerja mengandung beberapa unsur antara lain : a. Disiplin kerja. b. Sikap terhadap pekerjaan. c. Kebiasaan - kebiasaan bekerja. Dengan disiplin kerja, seorang pekerja akan selalu bekerja dengan pola pola yang konsisten, sikap sikap positif terhadap pekerjaan (Mencintai pekerjaannya, mengejar kualitas) dan kebiasaan kebiasaan bekerja yang positif (misalnya disiplin waktu, kerja keras) akan mendukung terwujudnya unjuk kerja yang baik. Loyalitas Kerja Loyalitas kerja merupakan kondisi internal dalam bentuk komitmen dari pekerja untuk mengikuti pihak yang mempekerjakannya. Dengan loyalitas ini pekerja hanya akan merujuk bentuk dan kualitas perilaku unjuk kerjanya kepada majikan atau pihak yang mempekerjakannya (Surya dkk, 200 : 4.58). Bagi para guru, loyalitas kerja itu diarahkan kepada dunia pendidikan sesuai dengan sistem pendidikan nasional. Sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, pendidikan nasional menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mengembangkan danmelaksanakannya. Oleh karena itu guru harus memberikan loyalitasnya kepada pemerintah. Pengertian Kode Etik Secara etimologis, kode etik berarti pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Dengan kata lain, kode etik merupakan pola aturan atau tata cara etis sebagai pedoman berperilaku. Etis berarti sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang dianut oleh sekelompok orang atau masyarakat tertentu (Abin Syamsudin, Nandang Budiman, 2003 : 4.3). Dalam konteks “Profesi Keguruan” makna kode etik dapat dirumuskan sebagai berikut. Kode etik adalah ketentuan – ketentuan moral yang digunakan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas profesi. Kode Etik Guru Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah merupakan suatu bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa dan Tanah Air, Kemanusiaan pada umumnya dan Guru Indonesia yang berjiwa

Profisi Keguruan

5- 3

Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 merasa turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 agustus 1945, maka guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya sebagai guru dengan mempedomani dasar dasar sebagai berikut : 1. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila. a. Guru menghormati hak individu, agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dari anak didiknya masing – masing. b. Guru menghormati dan membimbing kepribadian anak didiknya. c. Guru menyadari bahwa intelegensi, moral dan jasmani adalah tujuan utama pendidikan. d. Guru melatih anak didik memecahkan masalah-masalah dan membina daya kreasinya agar dapat menunjang masyarakat yang sedang membangun e. Guru membantu sekolah dalam usaha menanamkan pengetahuan, keterampilan kepada anak didik. Etik diatas menanamkan pengertian pada kita bahwa peserta didik harus dilihat secara utuh. Sub etik a sampai e bermaksud menterjemahkan apa yang dimaksud dengan seutuhnya itu. Sikap guru yang paling pertama sekali adalah melihat peserta didik sebagai suatu keutuhan yang berdiri sendiri, bukan sebagai seorang yang tergantung dan digantungkan pada orang lain. Karena ia kita lihat seutuhnya sebagai individu, secara etis guru harus menghormati hak individu nya, sebagai mana kita ingin dihormati hak individu kita. Pilihan agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan salah satu hak individu peserta didik yang harus kita hormati. Pada Sub etik b, memberi tekanan pada kepribadian peserta didik dan upaya pembimbingannya. Menghargai hak individu, berarti menghargai kepribadian pesertadidik karena kepribadian merupakan penampilan yang bulat (seutuhnya) dari seorang individu. Kepribadian itu tumbuh dan berkembang melalui perpaduan dari berbagai hal yang dibawa sejak lahir, pengalaman dan pendidikan. Dalam perkembangan itulah peserta didik membutuhkan bantuan kepribadian. Sub etik c, mengemukakan beberapa aspek penting dari peserta didik, yaitu intelegensi(kecerdasan), moral dan jasmani.

5-4

Unit 5

2. Guru memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai kebutuhan anak didik masing masing. a. Guru menghargai dan memperhatikan perbedaan dan kebutuhan anak didiknya masing masing. b. Guru hendaknya fleksibel di dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing masing. c. Guru memberi pelajaran didalam dan diluar sekolah berdasarkan kurikulum dan berlaku secara baik tanpa membedakan jenis dan posisi sosial orang tua murid. Etika ini memberi arah secara umum bahwa guru harus memiliki kejujuran profesional yaitu jujur melihat profesinya sebagai guru. Bertitik tolak dari kejujuran profesional, apa yang mesti dilakukan guru terhadap peserta didik, sehubungan dengan kurikulum. Kurikulum itu bersifat umum , sedangkan peserta didik berbeda beda, berbeda kemampuannya juga berbeda kebutuhannya. Jika kita jujur, maka kita akui bahwa peserta didiklah yang pokok , dan bila kita jujur, maka kita akui bahwa kurikulum itu harus disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan tiap-tiap peserta didik, karena peserta didiklah substansinya, bukan guru atau kuriklum. Guru dan kurikulum itu ada karena ada peserta didik. Jika peserta didik itu tidak ada, maka guru dan kurikulum tidak akan ada. Sub etik c memperingatkan kita pada kejujuran profesional dalam memperlakukan pesertadidik secara adil. Terlalu sering kita dipengaruhi oleh kenyataan duniawi. Status sosial ekonomi orang tua, ras, suku dan agama dapat membiaskan perlakuan adil guru terhadap peserta didik. Profesi guru menuntut untuk tidak menghiraukan perbedaan perbedaan tersebut. Guru harus melihat dan memperlakukan tiap peserta didik sama dengan tidak memihak kepada kenyataan kenyataan tersebut. 3. Guru mengadakan komunukasi, terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik, tetapi menghindarkan diri dari segala penyalahgunaan. a. Komunikasi guru dan anak didik didalam dan diluar sekolah dilandaskan pada rasa kasih sayang. b. Untuk berhasilnya pendidikan , guru harus mengetahui kepribadian anak dan latar belakang keluarganya. c. Komunikasi hanya diadakan semat-mata untuk kepentingan pendidikan anak didik.

Profisi Keguruan

5- 5

Jabatan guru memang jabatan yang melibatkan komunikasi, komunikasi dengan peserta didik, orang tua siswa dan masyarakat sekitar sekolah. tujuannya adalah memperoleh informasi tentang pesertadidik. Informasi yang kita peroleh merupakan rahasia peserta didik. Karena itu, kita sebagai guru harus menghormati dan menjaga kerahasiannya serta menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan. Pencarian informasi itu semata mata untuk menolong pesertadidik itu sendiri, agar kita dapat memperlakukan mereka sesuai dengan kepentingannya. Informasi itu dapat berupa keterangan tentang jati diri, latar belakang keluarga, riwayat pendidikan, minat, bakat, cita-cita dan lain lain. Sub etik a menyatakan bahwa komunikasi guru – siswa , didalam dan diluar sekolah dilandaskan pada rasa kasih sayang. Secara pribadi saya lebih suka menggunakan istilah “cinta”karena makna “cinta” lebih dalam dari kasih sayang. Guru mesti memiliki rasa cinta pada peserta didiknya, sabab kalau tidak, apa yang terjadi sudah dapat diramalkan. Ibarat orang yang sedang bekerja tetapi tidak mencintai pekerjaannya. Dapat ia bekerja dengan baik? Kecintaan guru terhadap peserta didik identik dengan kecintaan dokter pada pasiennya. Kalau dokter memberikan obat, memberikan harapan pada pasien, semata mata supaya pasiennya itu cepat sembuh. Begitu juga guru, upaya apapun yang dilakukan, semata mata demi perkembangan optimalpeserta didiknya. 4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid dengan sebaik baiknya bagi kepentingan anak didiknya. a. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah sehingga anak didik betah berada dan belajar di sekolah. b. Guru menciptakan hubungan baik dengan orang tua sehingga terjalin pertukaran informasi timbal balik untuk kepentingan anak didik. c. Guru senantiasa menerima kritik dengan dada lapang setiap kritik membangun yang disampaikan orang tua murid / masyarakat terhadap kehidupan sekolahnya. Etik yang ke 4 ini mengingatkan guru pada penerapan kompetensi sosial. Guru wajib menciptakan iklim sekolah yang kondusif sehingga peserta didik tidak ada keinginan untuk pulang sebelum waktunya. Peserta didik merasa aman dan nyaman disekolah. Untuk maksud ini, guru mesti bersikap akrab dan hangat terhadap peserta didik. Pemberian penguatan kepada peserta didik perlu diperbanyak dan berusaha menghindari pemberian hukuman. Sikap

5-6

Unit 5

akrab dan hangat itu tidak saja terhadap siswa, tetapi juga erhadap sejawat dan orang tua siswa. Sub etik c menghendaki guru untuk menerima kritik yang membangun dari orang tua siswa / masyarakat dengan dada lapang. Sebagai guru selain terbuka menerima kritik dari orang lain, juga harus mau mengkritik diri sendiri, kekurangan kekurangan apa yang ada dalam dirinya, kemudian berusaha mengatasi kekurangan kekurangan tersebut. Dengan begitu guru akan memperoleh kemajuan dalam pelaksanaan tugasnya. 5. Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan. a. Guru memperluas pengetahuan masyarakat mengenai profesi keguruan. b. Guru menyebar dan merumuskan program – program pendidikan kepada dan dengan masyarakat sekitarnya, sehingga sekolah tersebut berfungsi sebagai pusat pembinaan dan pengembangan kebudayaan di tempai itu. c. Guru harus berperan agar dirinya dan sekolahnya dapat berfungsi sebagai unsur pembaharuan bagi kehidupan dan kemajuan daerahnya. d. Guru turut bersama sama masyarakat sekitarnya didalam berbagai aktifitas. e. Guru mengusahakan terciptanya kerja sama sebaik baiknya antara sekolah, orang tua murid dan masyarakat bagi kesempurnaan usaha pendidikan atas dasar kesadaran bahwa pendidikan merupakan tanggungjawab bersam antara pemerintah, orang tua dan masyarakat. Etik ke 5 beserta sub sub etiknya merupakan rambu rambu dalam menjalin hubungan kerja sama dengan masyarakat sekitar sekolah. Sekolah melibatkan masyarakat dalam merumuskan program programnya, sebaliknya guru juga turut serta dalam kegiatan kegiatan di masyarakat. Kerta sama itu bertujuan agar sekolah dapat berfungsi sebagai agen pembaharuan. Sekolah menjadi tempat pembinaan dan pengembangan budaya masyarakat. Masyarakat memperoleh kemajuan berkat adanya sekolah tersebut. 6. Guru secara sendiri sendiri dan atau bersama sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesionalnya. a. Guru melanjutkan studinya dengan : 1.Membaca buku buku. 2.Mengkuti workshop / seminar, konperensi dan pertemuan pertemuan pendidikan dan keilmuan lainnya. 3.Mengikuti penataran 4.Mengadakan kegiatan kegiatan penataran.

Profisi Keguruan

5- 7

b. Guru selalu berbicara, bersikap dan bertindak sesuai dengan martabat profesinya. Etik ini menghendaki guru memiliki sikap terbuka untuk peningkatan kemampuan profesionalnya. Dunia pendidikan atau keguruan memiliki karakteristik bahwa ia berkembang sesuai dengan tuntutan tuntutan baru. Coba Anda perhatikan, Hampir setiap 10 tahun kurikulumberubah mengikuti perkembangan zaman. Adanya tuntutan tuntutan baru, persyaratan menjadi guru SD juga berubah, yang semula minimal SPG berubah menjadi D2 PGSD dan sekarang minimal S1 PGSD. Apa yang dianggap memadai untuk saat ini belum tentu memadai di kelak kemudian hari. Seorang guru dengan latihan profesionalnya pada saat berada di bangku kuliah, lalu beberapa tahun kemudian tidak membaharuhi pandangannya, sikap serta kemampuan profesionalnya, sudah tentu tidak cocok lagi dengan dunia profesinya yang berkembang itu. Ia akan kehilangan fungsinya. Ia merupakan bagian dari dunia pendidikan yang tidak cocok lagi dengan persyratan dan tuntutan yang dikenakan kepadanya. Karena itu seorang guru harus terus menerus terbuka untuk pembaharuan dan peningkatan profesionalnya. Guru harus terus menerus belajar melalui membaca buku, mengikuti berbagai kegiatan ilmiah, melakukan penelitian dan sebagainya. Dalam berbicara, bersikap dan bertindak, guru berpegang teguh pada kode etik ini. 7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun didalam hubungan keseluruhan. a. Guru senantiasa saling bertukar informasi, pendapat, saling menasehati dan bantu membantu satu sama lain baik dalam hubungan kepentingan pribadi maupun dalam hubungan tugas profesi. b. Guru tidak melakukan tindakan tindakan yang merugikan nama baik rekan rekan seprofesinya dan menunjang martabat guru baik secara pribadi maupun secara keseluruhan. Etik ke 7 ini mengatur hubungan antara sesama anggota profesi atau hubungan antar teman sekerja, baik hubungan kerja maupun hubungan yang bersifat pribadi. Hubungan kerja dan hubungan pribadi ini, perlu dikembangkan kearah hubungan kekeluargaan, sehingga setiap individu merasakan dirinya sebagai anggota sebuah keluarga. Jika ini dapat diwujudkan maka pertukaran informasi, pendapat akan menjadi lancar. Begitu pila sikap bantu membantu, nasehat menasehati akan terwujud dengan baik karena setiap anggota merasa teman sekerja itu adalah saudaranya. Sebagai saudara tentu akan saling melindungi,

5-8

Unit 5

saling menjaga nama baik saudaranya, sehingga tidak akan terjadi tindakan tindakan yang merugikan sesamanya. 8. Guru secara bersama sama memelihara , membina dan meningkatkan organisasi guru profesional sebagai sarana pengabdiannya. a. Guru menjadi anggota dan membantu organisasi guru yang bermaksud membina profesi dan pendidikan pada umumnya. b. Guru senantiasa berusaha terciptanya persatuan diantara sesama pengabdian pendidikan. c. Guru senantiasa berusaha agar menghindarkan diri dari sikap sikap, ucapan ucapan dan tindakan tindakan yang merugikan organisasi. Pokok etik ke 8 ini berkisar pada masalah organisasi profesional keguruan. Kiranya semua sependapat bahwa organisasi profesional bermaksud meningkatkan profesi anggota anggotanya. Dengan adanya organisasi profesi, anggota anggota dapat dipelihara sehingga keseluruhan korps dapat terjaga mutu serta peningkatannya. Guru sebagai anggota organisasi profesional, sudah selayaknya berusaha menciptakan persatuan diantara sesama serta menghindarkan diri dari sikap sikap, ucapan ucapan dan tindakan tindakan yang merugikan organisasi. 9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan. Sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) guru adalah aparat pemerintah, karena itu sudah selayaknya melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang pendidikan. Berikut ini rumusan kode Etik Guru Indonesia keputusan konggres PGRI ke XIII yang berlangsung tanggal 21 – 25 Nopember 1973. Kode Etik Guru Indonesia PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONSIA menyadari, bahwa pendidikan adalah merupakan suatu bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa dan Tanah Air serta kemanusiaan pada mumnya dan Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 merasa ikut bertanggungjawab atas terwujudnya cita cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, maka guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya sebagai guru dengan mempedomani dasar dasar sebagai berikut : 1. Guru berbakti membinbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang ber-pancasila.

Profisi Keguruan

5- 9

2. Guru memiliki kejujuran profesionil dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing masing. 3. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan. 4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik baiknya bagi kepentingan anak didik. 5. Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan. 6. Guru secara sendiri sendiri dan / bersama sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya. 7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun didalam hubungan keseluruhan. 8. Guru secara bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkan mutu organisasi guru profesionil sebagai sarana pengabdian. 9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang Pendidikan. (Winarno Surachman (Ed), 1979 : 220). Dalam perkembangannya, rumusan Kode Etik Guru Indonesia diatas mengalami penyesuaian dan perampingan. Berikut ini rumusan Kode Etik Guru Indonesia hasil konggres PGRI tahun 1989. Kode Etik Guru Indonesia Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa dan Negara serta kemanusiaan pada umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada Undang Undang Dasar 1945, turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Oleh karena itu, Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar dasar sebagai berikut ini. 1. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. 2. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional. 3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan. 4. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar.

5 - 10

Unit 5

5. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. 6. Guru secara pribadi dan bersama sama, mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya. 7. Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetia kawanan sosial. 8. Guru bersama sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdiannya. 9. Guru melaksanakan segala kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang pendidikan. (Surya dkk, 2000 : 4.62 – 4.63). Manfaat Kode Etik bagi Guru. a. Agar guru terhindar dari penyimpangan profesi, karena sudah adanya landasan yang digunakan mereka sebagai acuan. b. Untuk mengatur hubungan guru dengan peserta didik, teman sejawat / sekerja dan masyarakat, jabatan profesi dan pemerintah. c. Sebagai pegangan dan pedoman tingkah laku guru agar lebih bertanggung jawab terhadap profesinya. d. Pemberi arah yang benar kepada penggunaan profesinya.

Latihan
1. Bandingkan rumusan Kode Etik Guru Indonesia tahun 1973 dengan rumusan tahun 1989! Apa persamaan dan perbedaannya? 2. Mengapa rumusan Kode Etik Guru Indonesia tahun 1989 menggunakan istilah “peserta didik”, sedangkan rumusan tahun 1973 menggunakan istilah “anak didik”?

Rambu Rambu Jawaban
1. Persamaan: Secara substansi Kode Etik Guru Indonesia tahun 1973 sama dengan Kode Etik Guru Indonesia tahun 1989. Perbedaannya: Rumusan Kode Etik Guru Indonesia tahun 1989 lebih ekonomis dalam pemakaian kata. Untuk detail detail perbedaannya, diskusikan dengan teman anda.

Profisi Keguruan

5- 11

2. Karena Undang Undang Nomor 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Menggunakan istilah “peserta didik” sebagai pengganti istilah : murid, siswa, anak didik, mahasiswa.

Rangkuman
Etika kerja adalah pertimbangan moral dalam diri seseorang guru yang dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam melakukan pekerjaan. Untuk melaksanakan tugas profesionalnya, guru memerlukan dasar etika kerja yang dituangkan dalam kode etik. Etos kerja adalah suatu kondisi kualitas mental seseorang yang memberikan semangat untuk melakukan pekerjaan. Sebagai suatu kondisi internal, etos kerja mengandung beberapa unsur antara lain : 1) disiplin kerja. 2) sikap terhadap pekerjaan. 3) kebiasaan kebiasaan bekerja. Loyalitas kerja adalah kesetiaan seseorang pekerja terhadap pihak yang dipandang memiliki otoritas dalam pekerjaannya. Bagi guru loyalitas itu diarahkan pada pemerintah, masyarakat dan profesi. Kode etik guru dirumuskan oleh PGRI sebagai wujud kesepakatan guru terhadap unjuk kerja profesionalnya. Kode etik guru akan dijadikan panduan bagi guru dalam melaksanakan tugas tugas profesionalnya.

Tes Formatif 1
Silanglah nomor huruf pilihan jawaban a, b, c, atau d yang menurut pendapatmu merupakan pilihan jawaban yang benar. 1. Berikut ini merupakan pengertian kode etik, kecuali ……………. a. Pedoman bertindak pengguna suatu profesi jika anggota profesi tersebut menyalahgunakan kewenangannya. b. Perangkat aturan etis yang harus dijadikan pedoman anggota profesi. c. Pola aturan atau tata cara melaksanakan tugas suatu anggota profesi. d. Ketentuan ketentuan moral yang digunakan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas profesi. 2. Kode etik guru Indonesia adalah keputusan konggres PGRI yang ke …………. a. XIII b. XIV c. XV d. XVI

5 - 12

Unit 5

3. Etik kedua dari kode etik guru Indonesia, menurut 3 hal penting yaitu …………. a. Intelegensi, moral dan jasmani b. Intelegensi, moral dan kurikulum c. Guru, moral dan peserta didik d. Guru, moral dan peserta didik 4. Etik ke 1 kode etik guru Indonesia memberikan rambu rambu tentang aspek aspek kepribadian peserta didik yang harus dikembangkan guru, yaitu aspek …………. a. Intelegensi, bakat dan minat b. Intelegensi, moral dan jasmani c. Intelegensi, bakat dan moral d. Intelegensi, bakat dan jasmani 5. Etik ke 3 kode etik Indonesia berisi tentang …………………. a. Pentingnya pengembangan aspek intelegensi dan moral b. Pentingnya guru memiliki informasi lengkap tentang peserta didik c. Pentingnya membangun kerja sama antara sekolah dengan masyarakat d. Pentingnya guru menciptakan iklim sekolah yang kondusuf untuk pembelajaran. 6. Pentingnya guru menciptakan suasana sekolah yang aman dan nyaman sehingga peserta didik betah belajar di sekolah, terdapat dalam etik ke ……………… a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 7. Hubungan kerja dan hubungan yang bersifat pribadi antara sesama anggota profesi, merupakan isi pokok etik ke ………………… a. 5 b. 6 c. 7 d. 8 8. Etik ke 5 kode etik guru Indonesia berisi tentang ……………….. a. Kerja sam antara sekolah inti dengan sekolah imbas b. Kerja sama antara sesama anggota profesi c. Kerja sama antara sekolah dengan masyarakat d. Kerja sama antara sekolah dengan orang tua peserta didik

Profisi Keguruan

5- 13

9. Isi etik ke 6 kode etik guru Indonesia adalah ………………. a. Guru harus memahami karakteristik peserta didiknya b. Guru harus bersikap terbuka untuk pembaharuan dan peningkatan c. Guru wajib menyusun program pembelajaran d. Guru wajib melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan 10. Kondisi internal yang medorong dan mengendalikan perilaku pekerja ke arah terwujudnya kualitas kerja tertentu, disebut ………………… a. Disiplin kerja b. Etika kerja c. Etos kerja d. Loyalitas kerja

Umpan Balik dan Tindak Lanjut Setelah mengerjakan tes formatif 1, cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada akhir unit ini. Jika dapat menjawab dengan benar 8 pertanyaan dari 10 pertanyaan yang tersedia, maka Anda dinyatakan behasil dengan baik. Selamat atas keberhasilan Anda, silakan lanjut mempelajari sub unit berikutnya. Sebaliknya jika jawaban yang benar kurang dari 8, silakan pelajari kembali uraiannya, terutama bagian bagian yang belum Anda kuasai dengan baik.

5 - 14

Unit 5

Subunit 2 Tugas – Tugas Guru
Pengantar

P

ada sub unit 1, Anda telah mempelajari kode etik guru Indonesia. Kode etik merupakan pedoman guru untuk melaksanakan tugas. Apa tugas guru itu? UUSPN No. 2 Tahun1989 pasal 27 ayat 3 menyatakan : tenaga pengajar merupakan tenaga pendidik yang khusus diangkat dengan tugas utama mengajar, yang pada jenjang pendidikan dasar dan menengah disebut guru dan pada jenjang pendidikan tinggi disebut dosen. Dalam undang - undang ini selain mengajar tidak disebut sebut tugas yang guru yang kain. Berawal dari sini, sebagian guru (terutama guru yang dedikasinya rendah, menjadi guru karena terpaksa) beranggapan bahwa guru itu kalau sidah mengajar, sudah selesai. Mereka mersa sudah melaksanakan tugas sesuai dengan undang-undang. Tugas tugas lain selain mendidik, membimbing kurang mendapat perhatian. Berita berita tentang tawuran antar pelajar, peserta didik sekolah X menyerang peserta didik sekolah Y diduga sebagai dampak kelengahan tugas mendidik dan membimbing peserta didik. Pemerintah (Depdiknas) menyadari betul hal itu, maka ditempuh upaya memperbaiki keadaan, dengan memasukkan kajian budi pekerti dalam kurikulum sekolah. Orang bilang, pengalaman adalah guru yang terbaik. Dengan berbekal pengalaman masa lalu, pemerintah memberlakukan UU SISDIKNAS No 20 Tahun 2003, dimana pasal 39 ayat 2 berbunyi : pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan tugas pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Dalam undang-undang ini, tugas guru sudah lebih rinci, tetapi masih ada tugas guru yang sangat penting, yaitu tugas mendidik, tidak disebut secara explisit. Barangkali beranjak dari undang-undang tersebut, muncullah UndangUndang No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Pasal 1 ayat 1 menyatakan : Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Bagaimana pelaksanaan tugas tugas-tugas tersebut, simaklah secara teliti uraian berikut.

Profisi Keguruan

5- 15

Uraian Materi
1. Tugas Mendidik Supaya tugas mendidik itu dapat dilaksanakan dengan baik, Anda harus paham tentang konsep mendidik terlebih dahulu. Mendidik adalah memberi tuntunan kepada manusia yang belum dewasa oleh manusia yang telah sewasa dalam pertumbuhan dan perkembangannya sampai tercapainya kedewasaan dalam arti rohaniah dan jasmaniah. Yng dimaksud dewasa disi adalah anak didik itu sudah mampu menyadari dirinya, berdiri sendiri dan bertanggung jawab. Sebagai guru, Anda bertindak sebagai penuntun peserta didik SD dalam pertumbuhan dan perkembangannya sampai ia menamatkan pendidikan SD. Tugas mendidik mengarah pada pembentukan sikap dan nilai-nilai, sehingga peserta didik berperilaku sesuai dengan norma sekolah (tata tertib), norma masyarakat (adat istiadat), norma negara (pancasila) dan norma Tuhan (agama). Untuk dapat melaksanakan tugas ini diperlukan sejumlah alat pendidikan , yaitu : a. Sugesti Sugerti adalah pengaruh terhadap hidup kejiwaan seseorang sehingga pikiran dan perasaan terkalahkan atau tidak berdaya. Guru dapat menggunakan sugesti agar anak berbuat baik. Sugerti ada yang bersifat positif (memberi semangat), ada yang bersifat negatif (melemahkan, menentang dan merintangi). Kepada peserta didik yang lemah, loyo, kacau perlu diberi sugesti positif dan kepada peserta didik yang berbuat tidak baik, diberi sugerti negatif. b. Kebiasaan Kebiasaan adalah perbuatan yang diulang - ulang sehingga berlaku secara otomatis, yang kadang-kadang masih disertai pemikiran. Banyak perilaku yang terbentuk melalui pembiasaan, misalnya kebiasaan-kebiasaan : 1. Berdoa sebelum mulai pelajaran. 2. Meminta ijin guru jika keluar kelas saat pelajara berlangsung. 3. Duduk tidak membungkuk. 4. Membersihkan ruang kelas sebelum pelajaran dimulai. 5. Memberi salam pada guru. 6. Memberikan sesuatu dengan tangan kanan. 7. Membuang sampah di tempat sampah. Coba Anda mencari contoh yang lain.

5 - 16

Unit 5

c. Teladan Maksudnya menunjukkan pada peserta didik hal-hal yang patut dan perlu dilakukan sehingga peserta didik meniru apa yang dilakuka guru. Teladan merupakan alat mendidik yang penting karena anak lebih mudah meniru dari pada menerima penjelasan penjelasan verbal. d. Hadiah (pengutan) Maksudnya agar dengan hadiah itu pesertadidik menjadi gembira sehingga terdorong untuk berbuat baik selalu. Hadiah tu dapat berupa pujian baik verbal maupun non verbal, berupa kegiatan yang menyenangkan, kebebasan, dapat juga berupa benda seperti buku, pensil boll poin dan lain lain. e. Hukuman Memberikan suatu penderitaan kepada peserta didik agar ai insyaf akan perbuatan yang salah sehingga tidak berbuat salah lagi. Dalam memberikan hukuman, perlu dihindari hukuman badan. Hukuman yang diberikan guru hendaknya bersifat pedagogis. f. Pengawasan Memeriksa apakah peraturan – peraturan ditaati peserta didik atau tidak dan menjaga agar peserta didik tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran. g. Permainan Maksudnya memberikan kegembiraan dan kesibukan kepada peserta didik agar terhindar dari melakukan perbuatan yang tidak baik. h. Pekerjaan Memberikan tugas atau sesuatu kesibukan kepada peserta didik sehingga tercegah dari kesempatan melakukan hal yang tidak baik i. Perintah dan Larangan Perintah, mengenai apa - apa yang harus dikerjakan, larangan mengenai apaapa yang tidak boleh dikerjakan. 2. Tugas Mengajar Bagi guru, tugas mengajar merupakan tugas yang paling dominan. Sebagian besar waktu disekolah digunakan untuk menyelenggarakan pembelajaran. Guru mewariskan pengetahuan, sikap dan keterampilan kepada peserta didik. Perbuatan mengajar mengarah pada pengembangan aspek intelektual (kognitif) peserta didik. Pelaksanaan tugas ini diawali dengan perancangan berbagai program. Biasanya dimulai dari penyusunan program tahunan, dilanjutkan dengan perancangan program semester, penyusunan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Bagaiman program-program itu dirancang,

Profisi Keguruan

5- 17

tidak dibicarakan disini, karena Anda telah mempelajari pada mata kuliah Pengembangan Kurikulum SD, dan berlatih menyusun program-program diatas saat PPL di SD. Setelah program-program tersebut selesai di rancang, barulah guru mulai melaksanakan program pembelajaran. Guru berinteraksi dengan peserta didik melalui pengkajian materi pelajaran, dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran, yaitu dikuasainya kompetensi-kompetensi tertentu oleh peserta didik. Bagaimana caranya menyelenggarakan pembelajaran, langkah langkah apa saja yang ditempuh guru, bagaimana pembelajaran itu dikelola, kemampuan kemampuan apa yang digunakan guru dalam pembelajaran, itu semua tidak dibicarakan disini. Mengapa? Karena Anda telah mempelajarinya dalam mata kuliah Strategi Pembelajaran, mata kuliah Belajar dan Pembelajaran, sehingga tidak pada tempatnya kalau hal hal diatas harus dibicarakan lagi disini. 3. Tugas Melatih Tugas melatih, mengarah pada penguasaan keterampilan/skill, baik keterampilan fisik maupun keterampilan intelektual. Dalam melatih, guru memberikan stimulus(S) supaya muncul respon (R) dari peserta didik. Latihannya berpola S – R yang dilakukan berulang ulang sampai peserta didik menguasai keterampilan yang dilatihkan guru. Misalnya guru melatih supaya peserta didik terampil menangkap bola, maka guru mengompan bola(S) yang ditangkap(R) peserta didik. Stimulus – Respon itu dilakukan berulang ulang sampai peserta didik terampil menangkap bola. Latihan keterampilan intelektual prosesnya sama dengan latihan keterampilan fisik. Misal guru menghendaki supaya peserta didik terampil dalam hal perkalian bilangan bulat. Guru memberikan stimulus(S), berapa 2 X 2 ? Peserta didik merespon(R), 4 pak. S- R itu diulang ulang hingga peserta didik hafal bahwa 2 X 2 sama dengan 4. Tugas melatih banyak dilakukan guru pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Kerajinan Tangan, kesenian dan Matematika. Hal ini tidak berarti, mata pelajaran lain tidak ada tugas melatih.

5 - 18

Unit 5

4. Tugas Mengarahkan Tugas mengarahkan bisa terjadi pada saat guru sedang melaksanakan tugas mengajar, membimbing, melatih maupun mendidik. Berikut ini contoh mengarahkan pada saat guru sedang melaksanakan tugas mengajar. Coba Anda simak baik-baik. Guru : Berapa luas bujur sangkar yang panjang salah satu sisinya 10 cm ? Kamu Simon ! Simon : Diam. Guru : Coba kamu lihat catatanmu / bukumu ! Bagaimanakah luas bujur sangkar itu? Simon : Sisi X sisi, pak. Guru : Ya, bagus. Berapa panjang sisi bujur sangkar dalam soal tersebut? Simon : 10 cm, pak. Guru : Ya, benar. Lalu berapa sisi bujur sangkar yang lain? Simon : Diam. Guru : Coba kamu lihat lagi bukumu! Apakah ciri-ciri bangun bujur sangkar itu? Simon : Sisi sisinya sama panjang, pak. Guru : Bagus, Jadi berapa panjang sisi yang lain. Simon : 10 cm X 10 cm = 100 cm2 Guru : Ya, bagus. Jawabanmu benar. 5. Tugas Menilai Menilai atau penilaian adalah proses membuat pertimbangan berdasarkan informasi yang tersedia dan mengarah pada pengambilan keputusan. Pelaksanaan tugas menilai, diawali dengan pembuatan alat alat penilaian yang akan digunakan untuk mengumpulkan informasi. Alat alat itu dapat berupa Tes atau non Tes. Selanjutnya alat alat tersebut digunakan untuk mengukur aspek aspek kepribadian peserta didik yang sudah direncanakan. Dari kegiatan ini diperoleh informasi berupa hasil tes atau non tes ditambah hasil-hasil portofolio yang dikembangkan peserta didik. Langkah selanjutnya, membuat pertimbangan berdasarkan data yang ada. Guru mengkonsultasikan data yang tersedia dengan suatu kriteria tertentu, apakah data itu memenuhi kriteria yang ditentukan atau tidak. Tahab terakhir, guru mengambil keputusan, yaitu menetapkan apakah yang dipertimbangkan itu baik atau buruk, naik atau tidak naik, lulus atau tidak lulus.

Profisi Keguruan

5- 19

Kegiatan menilai dapat terjadi saat guru melaksanakan tugas membimbing, mendidik, mengajar ataupun melatih, tetapi yang paling menonjol saat guru melaksanakan tugas mengajar. Detail-detail pelaksanaan tugas menilai, tidak dibicarakan disini, karena Anda sudah mempelajarinya pada mata kuliah Asesmen Pembelajaran di SD, serta telah berlatih melaksanakan tugas ini saat PPL di SD. 6. Tugas Membimbing Peserta Didik Di SMP dan sekolah sekolah pada jenjang menengah, terutama sekolah negeri, biasanya memiliki guru yang khusus melayani bimbingan peserta didik, yaitu guru BP (Bimbingan Penyuluhan) atau guru BK (Bimbingan Konseling) atau konselor. Guru tersebut disiapkan secara khusus diperguruan tinggi melalui program studi BK yang berjenjang S1. Meskipun di sekolah itu ada konselornya. Misalnya seorang siswa mengalami kesulitan menguasai konsep konsep matematika. Konselor tidak akan berdaya menghadapi hal semacam itu, maka guru bidang studilah yang harus menangani karena ia ahlinya. Di SD pada umumnya tidak ada tenaga konselor. Layanan bimbingan dirangkap guru kelas atau guru bidang studi. Tugas guru SD tambah berat dan sulit karena harus membawakan peran bermacam-macam. Peran yang dibawakan itu ada yang tidak sejalan. Sebagai pengajar, guru boleh memberikan hukuman pada peserta didik, tetapi sebagai pembimbing, memberikan hukuman harus dihindari, karena kalau itu dilakukan guru, layanan bimbingan akan macet. Oleh karena itu, guru SD mesti pandai-pandai membawakan peran agar tugas mengajar dapat dilaksanakan dengan baik, begitu pula tugas bimbingan. Anda sebagai guru SD memang tidak di programkan untuk menjadi konselor, maka layanan bimbingan kepada peserta didik SD, lebih terfokus pada bimbingan belajar. Hal ini tidak berarti bahwa layanan bimbingan diluar bimbingan belajar tidak Anda laksanakan. Supaya dapat melaksanakan tugas bimbingan dengan baik, Anda harus menguasai ilmunya, yaitu ilmu khusus bimbingan dan konseling yang telah Anda pelajari saat kuliah D II PGSD. Apabila masih ada kesulitan dalam melaksanakan tugas membimbing peserta didik pelajari kembali buku yang ada dalam daftar pustaka unit ini, yaitu buku yang ditandai dengan tanda bintang (*).

5 - 20

Unit 5

Latihan
Tugas : Buatlah RPP mata pelajaran Matematika, kelas VI semester I. Waktunya 2 jam pelajaran (70 menit), kompetensi dasarnya dapat memilih dari silabus. Gunakan RPP itu untuk mengajar. Pada akhir pembelajaran, berikan tes formatif (tes formatif 1). Analisalah hasil tes formatif untuk menentukan peserta didik yang sudah tuntas belajarnya dan yang belum. Berdasarkan hasil analisis, susunlah program perbaikan dan program pengkayaannya. Kemudian lakukan pembelajaran remedial. Pada akhir kegiatan pembelajaran remedial, berikan tes formatif lagi (tes formatif 2). Bandingkan hasil tes formatif 1 dengan hasil tes formatif 2. Tentukan berapa % keberhasilan Anda dalam pembelajaran remedial. Buatlah laporan pelaksanaan tugas diatas.

Rambu – Rambu Jawaban
Laporan Anda berisi : 1). RPP yang Anda gunakan untuk mengajar. 2). Hasil tes formatif 1. 3). Analisis hasil tes formatif 1 4).Program perbaikan. 5). Program pengkayaan. 6). Pelaksanaan pembelajaran Remedial. 7). Hasil tes formatif 2. 8). Tingkat keberhasilan pembelajaran remedial. Jika Anda belum jelas tugas ini dan pembuatan laporannya, tanyakan pada tutor Anda. Laporan Anda akan digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan nilai akhir mata kuliah ini.

Rangkuman
Tugas guru meliputi : Pertama, mendidik: yang mengarah pada pembentukan sikap dan nilai nilai pada diri peserta didik. Kedua, Mengajar : yang mengarah pada perkembangan aspek intelektual (kognitif) peserta didik. Ketiga, Melatih : yang mengarah pada penguasaan keterampilan / skill baik keterampilan fisik maupun intelektual. Ke empat, Membimbing : yang mengarah pada pemberian bantuan kepada peserta didik yang mengalami hambatan dalam perkembangannya. Kelima, Mengarahkan : yaitu memberi petunjuk supaya peserta didik dapat mengambil keputusan. Ke enam, Menilai : yaitu membuat pertimbangan dan keputusan berdasarkan informasi yang tersedia.
Profisi Keguruan

5- 21

Tes Formatif 2
Silanglah nomor huruf pilihan jawaban a, b, c atau d yang menurut Anda merupakan pilihan jawaban yang benar atau paling tepat. 1. Tugas guru yang tercantum dalam pasal 27 ayat 3 UU SPN No 2 Tahun 1989 adalah………….. a. Mengajar. b. Mendidik dan mengajar c. Mendidik, mengajar dan menilai d. Mendidik, mengajar dan membimbing 2. Guru juga mempunyai tugas mendidik. Hal ini tercantum dalam ……………. a. UU SPN No.2 Tahun 1989 b. UU SISDIKNAS No.20 Tahun 2003 c. UU Guru dan Dosen No.14 Tahun 2005 d. UU No.6 Tahun 2003 dan UU No.14 Tahun 2005 3. Tugas guru yang paling menonjol adalan tugas ………………… a. Mengajar b. Mendidik c. Membimbing d. Melatih 4. Tugas mengajar lebih mengarah pada pengembangan aspek …………….. a. Bakat b. Kecerdasan c. Minat d. Sikap 5. Tugas mendidik lebih mengarah pada pembentukan aspek ……………….. a. Pengetahuan b. Kognitif c. Perilaku d. Keterampilan 6. Tugas melatih lebih mengarah pada penguasaan aspek ……………… a. afektif b. Nilai-nilai c. Sikap d. Keterampilan

5 - 22

Unit 5

7. Metode yang tepat untuk melaksanakan tugas melatih adalah ………………. a. Ceramah b. Drill c. Diskusi d. Kerja kelompok 8. Memberikan tes diagnostik kepada peserta didik, lebih mengarah pada pelaksanaan tugas ………………………. a. Mengajar b. Mendidik c. Membimbing d. Menilai 9. Kegiatan-kegiatan berikut ini termasuk dalam pelaksanaan tugas mengarahkan adalah menjelaskan …………………… a. Rangkaian seri dan paralel b. Cara menghitung luas bangun persegi c. Urut – urutan kegiatan belajar d. Langkah – langlah pembuatan sabun 10. Guru melaksanakan kegiatan-kegiatan : 1. Membuat program pengkayaan. 2. Menyusun program perbaikan 3. Menentukan daya serap peserta didik terhadap bahan 4. Menetapkan peserta didik yang sudah tuntas belajarnya dan belum Kegiatan kegiatan diatas yang termasuk pelaksanaan tugas menilai adalah ……… a. 1 dan 2 b. 3 dan 4 c. 1 dan 3 d. 2 dan 4 Umpan Balik dan Tindak Lanjut Setelah mengerjakan tes formatif 2, cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada akhir unit ini. Jika dapat menjawab benar 8 pertanyaan dari 10 pertanyaan yang tersedia, Anda dinyatakan berhasil dengan baik. Selamat untuk Anda, silahkan lanjut mempelajari unit berikutnya. Sebaliknya jika yang benar kurang dari 8, silahkan pelajari kembali bagian uraian materi, terutama bagian bagian yang belum Anda kuasai dengan baik.

Profisi Keguruan

5- 23

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1
1. a 2. a 3. d 4. b 5. b 6. d 7. c 8. c 9. b 10. c Pilihan a bukan pengertian kode etik. Sudah jelas. Pilihan d yang paling tepat. Pilihan b sesuai sub etik c dari etik 1 Pilihan b merupakan isi etik ke 3 Pokok soal sesuai isi etik ke 4 Pokok soal merupakan isi etik ke 7 Pilihan c sesuai isi etik ke 5 Pilihan a, c dan d tidak tepat Pilihan c paling tepat

Tes Formatif 2
1. a 2. c 3. a 4. b 5. c 6. d 7. b 8. c 9. c 10. b Hanya tugas mengajar yang disebut dalam UU No.2 Tahun 1989 Tugas mendidik ada dalam UU No.14 Tahun 2005 Pilihan a sesuai kenyataan Sudah jelas Sudah jelas Sudah jelas Sudah jelas Tes diagnostis untuk keperluan bimbingan Pilihan a, b dan d berkaitan dengan mengajar Pilihan a, c dan d kurang tepat

5 - 24

Unit 5

Daftar Pustaka

Abin Syamsudin dan Nandang Budiman (2003), Profesi Keguruan 2, Universita Terbuka Depdiknas (2005), Undang Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Surya dkk (2000), Kapita Selekta Kependidikan SD, Universitas Terbuka. Winarno Surachmad (Ed), (1979), Administrasi Sekolah, Depdikbud. …………..(1989), Undang Undang Republik Indonesia No.2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Aneka Ilmu, Semarang. …………..(2003), Undang Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Profisi Keguruan

5- 25

Unit

6

PENINGKATAN PROFESI KEGURUAN

H.R. Partino Pendahuluan
audara-saudara, semua mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Sarjana-1 (PGSD-S1) pada hakekatnya adalah calon guru sekolah dasar yang profesional. Untuk mencapai profesionalitas yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, maka program pendidikan PGSD-S1 dipersiapkan secara terencana dan berkesinambungan. Anda mempunyai peluang yang besar untuk menjadi guru SD yang profesional. Namun demikian, tidak disangkal juga bahwa anda dapat saja mengambil keputusan untuk masuk jalur lain, bukan profesi sebagai guru. Kenyataan ini sangat didasari, bahwa dalam jaman milenium yang ditandai dengan revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi, maka seorang sarjana mempunyai peluang untuk merambah bidang-bidang lain yang sebenarnya tidak sesuai/klop (matching) dengan kesarjanaannya. Penulis tidak akan membahas calon guru yang akan alih profesi, namun kajian ditik beratkan pada pembinaan dan peningkatan guru SD yang profesional. Anda semua dipersiapkan untuk menjadi guru SD yang profesional, oleh karena anda seharusnya memahami bagaimana menjadi guru SD profesional itu. Agar anda memahaminya, pelajarilah dengan seksama unit 6 tentang Mengembangkan Diri sebagai Guru SD Profesonal. Unit ini di jabarkan menjadi 2 sub unit. Sub unit 1 mengenai peningkatan profesi keguruan dan sub unit 2 tentang Cara-cara Pembinaan Guru SD yang Profesional

S

Profisi Keguruan

6- 1

Berkenaan dengan materi-materi yang akan disajikan, anda diharapkan mampu menguasai kemampuan-kemampuan berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Menjelaskan bentuk-bentuk peningkatan profesional keguruan Menjelaskan peningkatan profesi melalui siaran radio pendidikan Menjelaskan peningkatan profesi melalui belajar mandiri Menjelaskan pembinaan profesi melalui jurnal dan majalah Menjelaskan pembinaan profesi melalui organisasi profesi

Agar kemampuan-kemampuan diatas dapat anda kuasai ikutilah petunjuk-petunjuk berikut ini : 1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan, agar anda mengetahui dengan tepat kemampuan-kemampuan apa yang seharusnya anda kuasai

2. Baca secara sepintas semua isi unit agar anda memperoleh gambaran isi unit
secara keseluruhan.

3. Lanjutkan dengan membaca bagian demi bagian, tandai bagian-bagian
penting dengan stabilo atau garis bawah lalu ciptakan bagan materinya : dengan begitu anda akan lebih mudah menguasai materi yang sedang anda pelajari.

4. Kerjakan tugas-tugas latihan untuk memperluas wawasan anda mengenai
konsep-konsep yang sedang anda pelajari.

5. Kerjakan juga soal-soal tes formatif yang ada pada bagian akhir setiap sub
unit.

6-2

Unit 6

Subunit 1 Peningkatan Profesi Keguruan
Pengantar

T

erbitnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menimbulkan berbagai implikasi terkait peningkatan mutu tenaga pendidikan. Kompas (2006) menulis bahwa peningkatan kualifikasi dan upaya pemberian peningkatan kesejahteraan seimbang dengan kompetensi menjadi tuntutan UndangUndang baru tersebut di tengah realitas guru yang memprihatinkan. Menyikapi hal itu, Redaksi Harian ”Kompas” mengadakan diskusi panel bertajuk "Profesionalisme dan Pendidikan Guru", Selasa (24/1). Panelis yang hadir terdiri atas Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Depdiknas Fasli Jalal, Rektor Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta Paulus Suparno, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Sunaryo Kartadinata, Ketua Umum Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Suparman, Koordinator Koalisi Pendidikan Lodi Paat, serta Koordinator Litbang SD Hikmah Teladan Cimahi, Aripin Ali. Diskusi dipandu Soedijarto, Ketua Umum Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) sekaligus penasihat PB PGRI.

Uraian Materi
1. Apakah ada Guru Profesional? Satu pertanyaan yang diajukan oleh Poedjinoegroho (2006) adalah apakah ada guru profesional? Pertanyaan tersebut tampaknya memang mudah untuk dijawab. Jawaban dapat ya dan dapat tidak. Modul ini tidak akan menjawab secara langsung pertanyaan tersebut. Para mahasiswa diharapkan dapat menjawab dan memberikan penjelasan secukupnya berkenaan dengan guru yang professional. Selanjutnya Poedjinoegroho (2006) menjelaskan bahwa guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya. Guru profesional sadar bahwa dirinya itu terpanggil untuk mendampingi peserta didik dalam pembelajaran. Guru profesional seharusnya sadar untuk mencari tahu terus menerus mengenai bagaimana seharusnya membelajarkan peserta didik itu. Jika terdapat peserta didik yang gagal, maka guru profesional terpanggil untuk membantu mencari jalan keluar bersama peserta didik dan orang yang berkompeten.

Profisi Keguruan

6- 3

Menurut pengamatan penulis, dewasa ini disinyalir bahwa jabatan sebagai guru bukan merupakan pilihan karir yang pertama dan utama. Mungkin dapat dikatakan dengan bahasa lain, bahwa untuk sejumlah orang, jabatan guru adalah pilihan terakhir dari pilihan-pilihan yang telah diambil, namun tidak berhasil, Bukti ini dapat ditunjukkan banyaknya mahasiswa yang mengikuti program Pendidikan Akta Mengajar III dan IV. Masukan mahasiswa akta adalah para lulusan Diploma III dan Sarjana S-1 dari bidang murni. Sebagai contoh, lulusan Sarjana Ekonomi, Sarjana Hukum, Sarjana Administrasi Negara, Sarjana Kimia, Sarjana Fisika, Sarjana Matematika, Sarjana Bahasa, dll mengikuti Program Pendidikan Akta IV untuk memperoleh Sertifikat Mengajar Akta IV. Jika memang para sarjana tersebut sejak dini telah memutuskan untuk menjadi guru, maka tentunya mereka akan mengambil jurusan-jurusan pendidikan berkenaan dengan bidang yang diinginkan. Mendidik guru SD yang profesional membutuhkan waktu lama dan dana yang besar. Suparman (2006) menegaskan dalam diskusi panel, bahwa guru profesional bukanlah barang sekali jadi. Jika guru profesional bukan barang sekali jadi, maka berarti guru profesional itu membutuhkan proses yang lama dan berkesinambungan. Menjadi guru profesional bukan merupakan jalan yang mulus, namun banyak hambatan. Sebagai contoh, hubungan antar sesama guru dan kepala sekolah lebih banyak bersifat birokratis dan administratif daripada kesejawatan, sehingga tidak mendorong terbangunnya suasana dan budaya profesional akademik di kalangan guru. Para gurupun semakin terjebak jauh dari prinsip-prinsip profesionalitas. Mereka jauh dari buku, kebiasaan diskusi, menulis, apalagi melakukan penelitian. Oleh karena itu, menurut Suparman (2006) pembenahan dan peningkatan mutu guru berkaitan dengan kompetensi profesional harus berlaku sepanjang kariernya. 2. Bentuk-bentuk peningkatan profesional keguruan Pekerjaan professional membutuhkan pendidikan akademik tinggi dan sekaligus menyaratkan pendidikan professional. Misalnya profesi dokter membutuhkan pendidikan akademik sebagai sarjana kedokteran. Selanjutnya yang bersangkutan harus mengambil pendidikan profesi untuk menjadi dokter. Contoh lain dalam bidang Psikologi, selesai menempuh pendidikan akademik sarjana-1, untuk menjadi Psikolog harus mengambil pendidikan profesi. Seorang sarjana S1 akuntansi, untuk menjadi akuntan harus menempuh pendidikan profesi. Demikian pula, dalam bidang pendidikan, setelah sesorang mencapai gelar sarjana pendidikan, untuk mendapatkan sebutan “profesi guru” seharusnya melalui pendidikan profesi. Pendidikan profesi guru sebagai ”guru profesional” sampai sekarang ini sedang dalam proses penggodokan. Semua instrumen berkenaan

6-4

Unit 6

dengan pendidika guru profesional dipersiapkan. Sebagian besar guru berharap, bahwa pelaksanakan pendidikan profesi segera direalisasikan. Demikian pula dengan uji kompetensi segera diwujudkan, sehingga bagi mereka yang memenuhi persyaratan kualifikasi kompetensi dapat menerima imbalan sesuai dengan UndangUndang tentang Guru dan Dosen. Meskipun demikian, sejumlah kecil guru (kasus di Kota Yogyakarta) tidak setuju dilaksanakan sertifikasi bagi mereka (Web Site UNY, 2006). Peningkatan profesi melalui siaran radio pendidikan Pada masa yang lalu dapat dijumpai Radio Pendidikan yang disiarkan oleh Radio Repbulik Indonesia. Khusus untuk Propinsi Irian Jaya (sekarang Provinsi Papua dan Provinsi Irian Jaya Barat), siaran radio ini ditujukan pada guru-guru yang berkualifikasi pendidikan Sekolah Guru B atau SGB dan yang sederajat. Program ini terkenal dengan nama Kursus Pendidikan Guru Udara (KPG-Udara). Siaran Radio Pendidikan telah terjadwal secara tetap dan pada gelombang tetap pula. Di samping melalui radio, mereka masih menerima bahan ajar tertulis. Pada waktu yang lalu dikenal suatu badan, yakni Satuan Tugas Pelaksana Teknologi Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan Nasional (SPTN). Untuk tingkat daerah dikenal Satuan Tugas Pelaksana Teknologi Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan Daerah (SPTD). Tugas SPTN adalah menyiapkan bahan-bahan siaran, sedangkan tugas SPTD adalah menyelenggarakan siaran untuk daerah masing-masing. Siaran radio pendidikan untuk daerah-daerah terpencil seperti di Provinsi Papua perlu dipertimbangkan kembali. Faktor pendukung adalah tersedianya Stasiun Radio Republik Indonesia di tiap-tiap Kabupaten. Sementara komunikasi dan transportasi di daerah-daerah terpencil sangat sulit. Radio sebagai media pembelajaran bagi para guru yang mungkin masih relevan untuk dilaksanakan. Di sisi lain, fasilitas statsiun untuk media televisi tidak tersedia, dan media bahan cetak mempunyai kendala dalam pendistribusiannya. Penataran tertulis dan tatap muka. Di beberapa daerah terdapat Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG). PPPG ini dapat dioptimalkan untuk melayani berbagai pembinaan bukan hanya guru SD, namun guru-guru pada jenjang pendidikan lainnya. PPPG dapat bekerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Eks Perguruan Tinggi Kependidikan seperti IKIP) untuk memproduksi bahan cetak, bahan audio visual, maupun melalui jaringan komputer. Di sinilah berkumpulnya ahli-ahli pendidikan dan bidang studi daerah yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan profesi. Di

Profisi Keguruan

6- 5

samping itu, PPPG ini menyelenggarakan berbagai macam pelatihan untuk meningkatkan profesi guru. Peningkatan profesi melalui belajar mandiri Dewasa ini telah tersebar ke seluruh nusantara buku-buku ilmu pengetahuan dan teknologi serta buku-buku keterampilan. Guru hendaknya mampu memilah dan memilih buku mana yang sesuai untuk dirinya sendiri dalam rangkan mengembangkan profesinya. Bagi guru SD sebagai guru kelas, sudah barang tentu buku-buku yang berhubungan erat dengan tugasnya. Belajar mandiri memerlukan kemauan keras, kesungguhan dan keuletan pribadi masing-masing. Tanpa sifat-sifat tersebut, niscaya belajar mandiri tidak akan berhasil dengan baik. Pembinaan profesi melalui jurnal dan majalah Salah satu ciri pekerjaan profesi biasanya memiliki media komunikasi untuk para anggotanya. Profesi yang mapan mempunyai jurnal ilmiah, bahkan biasanya bukan hanya satu jurnal saja. Misalnya American Psychological Association (APA) memiliki puluhan jurnal ilmiah terakreditasi. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) merupakan suatu lembaga professional yang dapat digunakan sebagai penampung aspirasi guru dan sekaligus meningkatkan profesi guru. Pembinaan profesi melalui organisasi profesi Organisasi profesi merupakan sekelompok orang yang mempunyai jabatan sama, menyatukan diri dengan ikatan-ikatan tertentu yang disepakati bersama. Organisasi guru yang terkenal di Indonesia adalah PGRI. Di samping itu, guru masih mempunyai peluang untuk membuat organisasi profesi yang lebih spesifik sesuai dengan keahliannya, misalnya Ikatan Guru Sekolah Dasar (IGSD), Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia (ABKIN), dsb. Memasuki organisasi profesi guru mempunyai sejumlah manfaat, antara lain : (a) sebagai tempat pertemuan antar guru yang mempunyai keahlian yang sama untuk saling mengenal, (b) sebagai tempat memecahkan berbagai masalah yang berhubungan dengan profesinya, (c) sebagai tempat berbagi pengalaman yang sukses di sekolahnya, dan (d) sebagai tempat peningkatan kualitas profesi masingmasing. Masalah-masalah yang dihadapi guru dewasa ini adalah; (a) bagaimana sikap dan kepedulian guru menghadapi masalah-masalah social di masyarakat, seperti merebaknya penyakit HIV/AIDS, (b) bagaimana sikap dan kepedulian guru terhadap wabah penyakit di suatu daerah, (c) bagaimana sikap dan tindakan guru terhadap berbagai bencana di daerahnya, (d) bagaimana cara mengajar suatu

6-6

Unit 6

bidang studi yang efektif, (e) bagaimana cara menolong anak-anak yang mengalami kesulitan belajar, (f) bagaimana kiat meningkatkan prestasi akademik murid menghadapi Ujian Akhir Nasional, (g) bagaimana strategi guru untuk meningkatkan motivasi berprestasi murid, dsb. 3. Kegiatan-kegiatan organisasi profesi dalam membina para anggota. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh organisasi profesi guru antara lain diskusi kelompok, ceramah ilmiah, seminar dan lokakarya, dan karya wisata. Diskusi kelompok. Topik diskusi bebas, namun perlu dipertimbangkan relevansinya dengan tugas sebagai guru SD. Topik diskusi dapat muncul dari para anggotanya atau para pengurus, ini semua atas kesepakatan bersama. Misalnya topic yang sedang hangat adalah menghadapi Ujian Akhir Nasional. Di samping itu pula, dapat dibahas terbatas pada satu mata pelajaran tertentu, misalnya cara mengajar Sains yang efektif. Jadi pembahasannya dibatasi pada aspek metodologi pengajaran bidang studi. Acara diskusi secama ini dapat memanfaatkan nara sumber teman guru lain yang berhasil dalam pengajaran IPA. Hal semacam ini akan merangsang guru-guru lain untuk berbuat yang terbaik bagi murid-muridnya. Ceramah ilmiah. Forum ceramah ilmiah dapat diselenggarakan secara periodic, misalnya sekali dalam 3 bulanan (triwulan). Topik ceramah dapat ditentukan oleh pimpinan organisasi atau atas kesepakatan bersama para anggota, atau atas usul anggota yang dipertimbangkan benar-benar penting bagi para anggota profesi. Misalnya sekarang sedang digalakkan kurikulum baru, yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Semua guru seharusnya mengetahui informasi tersebut dan pada akhirnya guru yang professional harus mampu melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Seminar dan lokakarya (semlok) ilmiah Organisasi profesi dapat menyelenggarakan seminar ilmiah bagi para anggotanya. Topik seminar adalah isu-isu yang sedang hangat berkembang di masyarakat yang berkaitan erat dengan tugas guru SD. Pemakalah dalam seminar adalah orang yang benar-benar ahli dalam bidangnya. Nara sumber dapat diambil dari anggota profesi, pengurus profesi, maupun dari luar profesi. Lokakarya bertujuan untuk menghasilkan suatu produk tertentu dalam suatu kegiatan ilmiah oleh para

Profisi Keguruan

6- 7

pesertanya. Pokok-pokok yang telah disajikan dalam ceramah ilmiah dapat ditindaklanjuti dengan lokakarya. Misalnya berkenaan dengan berlakunya KTSP, maka organisasi profesi dapat menyelenggarakan beberapa kegiatan lokakarya antara lain: menyusun rencana pelajaran/satuan pelajaran, penggunaan media pembelajaran, mengembangkan penilaian hasil belajar, dll. Karya wisata Organisasi profesi dapat merencanakan mengadakan karya wisata ke suatu sasaran yang memungkinkan para anggota menemukan masalah atau menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan. Sebagai contoh, karya wisata ke suatu pusat pembibitan pertanian, perkebunan, pabrik minyak goreng, bendungan sebagai sebagai pembangkit tenaga listrik, penyulingan minyak kayu putih, dsb.

Latihan
Untuk lebih memantapkan pemahaman anda terhadap materi Sub Unit 1, kerjakanlah latihan berikut. 1. Bagaimana mempersiapkan guru SD yang profesional di Indonesia ? 2. Sebutkan bentuk-bentuk peningkatan profesionalisme guru SD! 3. Sebutkan manfaat seorang guru memasuki organisasi profesi!

Rambu-rambu jawaban
1. Menyelenggarakan Program Pendidikan Jenjang Strata Satu PGSD (S1PGSD) dan Pendidikan Profesi secara formal. 2. Bentuk-bentuk peningkatan profesionalisme guru SD adalah: a. Peningkatan profesi melalui siaran radio pendidikan b. Peningkatan profesi melalui penataran tertulis dan tatap muka c. Pembinaan profesi melalui jurnal dan majalah d. profesi melalui organisasi profesi 3. Manfaat seorang guru memasuki organisasi profesi, antara lain : a. Sebagai tempat pertemuan antar guru yang mempunyai keahlian yang sama untuk saling mengenal. b. Sebagai tempat memecahkan berbagai masalah yang berhubungan dengan profesinya. c. Sebagai tempat berbagi pengalaman yang sukses di sekolahnya. d. Sebagai tempat peningkatan kualitas profesi masing-masing.

6-8

Unit 6

Rangkuman
Mendidik guru SD yang profesional membutuhkan waktu lama dan dana yang besar. Guru SD yang profesional bukanlah barang sekali jadi. Jika guru profesional bukan barang sekali jadi, maka berarti guru profesional itu membutuhkan proses pendidikan yang lama dan berkesinambungan. Bentuk-bentuk peningkatan profesi keguruan antara lain adalah melalui siaran radio pendidikan, belajar mandiri, penataran tertulis dan penataran tatap muka, jurnal dan majalah ilmiah, serta organisasi profesi. Kegiatan-kegiatan organisasi profesi dalam membina para anggota antaralain adalah diskusi kelompok, ceramah ilmiah, seminar dan lokakarya (semlok), dan karya wisata.

Tes Formatif 1
Untuk mengetahui daya serap anda terhadap materi Sub Unit 1, kerjakan soal-soal berikut ini. 1. Diskusi panel yang diselenggarakan oleh Harian Kompas pada tanggal 24 Januari 2006 bertajuk: a. Profesionalisasi Pendidikan Guru b. Profesionalisme dan Pendidikan Guru c. Profesionalisme dan Kompetensi Guru d. Profesionalisme dan Sertifikasi Guru 2. Guru yang profesional adalah guru yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut, kecuali: a. Guru yang mengenal tentang dirinya b. Sadar bahwa dirinya terpanggil untuk mendampingi peserta didik dalam pembelajaran c. Mencari tahu secara terus menerus untuk menemukan bagaimana caranya membelajarkan peserta didik yang efektif d. Guru yang hanya pandai mengajar 3. Mendidikan calon guru SD sehingga menjadi guru SD yang profesional membutuhkan: a. Pendidikan S1 ditambah sertifikasi guru b. Pendidikan S1 Kependidikan sudah memadai c. Pendidikan Diploma III PGSD cukup memadai d. Pendidikan Diploma II PGSD cukup memadai sebagai telah dilaksanakan oleh pemerintah beberapa tahun lalu.

Profisi Keguruan

6- 9

4. Menjadi guru SD yang professional banyak mengalami hambatan-hambatan, kecuali: a. Hubungan antara guru dengan guru bersifat birokratis dan administratif b. Hubungan antara para guru dengan kepala sekolah bersifat birokratis dan administratif c. Hubungan antara para guru dengan kepala sekolah bersifat kesejawatan d. Hubungan antara para guru dengan murid bersifat kesejawatan 5. Pembinaan dan peningkatan guru SD yang professional adalah : a. Merupakan pekerjaan sekali jadi b. Berlangsung sepanjang karirnya c. Bahwa program S1-PGSD sebagai jawaban profesionalitas d. Bahwa program DIII-PGSD lebih dari cukup, mengingat murid-murid SD sebagai pemula dalam belajar dan bahan belajar yang sederhana 6. Pendidikan professional membutuhkan: a. Pendidikan tinggi (S1) ditambah dengan pendidikan profesi b. Pendidikan tinggi (S2) sudah sangat memadai, meskipun tanpa pendidikan profesi. c. Pendidikan tinggi (DIII) dan pendidikan profesi sudah cukup memadai d. Jawaban A, B, dan C tidak ada yang bena 7. Salah satu cara untuk meningkatkan profesi guru hádala melalui siaran radio pendidikan. Program ini Sangay sesuai untuk: a. Daerah-daerah yang terpencil b. Ibukota Kabupaten c. Ibukota Provinsi d. Ibukota Negara 8. Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) dapat berbuat banyak untuk meningkatkan profesionalisme guru. Cara yang dapat dilakukan antara lain dengan: a. Penataran tertulis b. Pelatihan tatap muka c. Seminar dan lokakarya d. Jawaban a, b dan c semua benar

6 - 10

Unit 6

9. Peningkatan profesi melalui relajar mandiri dapat ditunjukkan melalaui: a. Mencari buku-buku yang tersedia di took buku b. Mencari buku-buku di Perpustakaan yang terdekat c. Melalui jaringan internet d. Jawaban a, b dan c benar semua 10. Memasuki organisasi profesi mempunyai sejumlah manfaat bagi para anggotanya. Manfaat-manfaat tersebut antara lain adalah, kecuali: a. sebagai tempat memecahkan berbagai masalah yang berhubungan dengan profesinya. b. Sebagai tempat berbagi pengalaman yang sukses di sekolahnya c. Mengisi waktu luang dan sebagai hiburan para guru. d. sebagai tempat pertemuan antar guru yang mempunyai keahlian yang sama untuk saling mengenal. e. Umpan Balik dan Tindak Lanjut. Setelah mengerjakan soal tes formatif 1, cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian akhir Unit 1. Hitunglah jumlah jawaban benar anda, lalu masukkan dalam rumus berikut. Jumlah jawaban benar Tingkat penguasaan bahan = -------------------------------- X 100 % Jumlah soal Arti tingkat penguasaan yang anda capai : 90 – 100 % = baik sekali 80 – 89 % = baik 70 – 79 % = cukup - 69 % = kurang. Berapa tingkat penguasaan bahan anda. Apakah 80 % ke atas ? Jika ya, selamat atas keberhasilan anda. Dan lanjutkan mempelajari Sub Unit 2. Tetapi jika penguasaan anda kurang dari 80 %, anda wajib mempelajari kembali uraian materi Sub Unit 1, terutama pada bagian yang belum anda pahani. Anda harus optimis. Saya yakin anda mampu.

Profisi Keguruan

6- 11

Subunit 2 Cara-cara Pembinaan Profesi Guru SD
Pengantar
Pada sub unit 1, Anda telah mempelajari Peningkatan Profesi Keguruan. Pada sub unit 2 ini akan dibahas tentang Cara-cara Pembinaan Profesi Guru SD. Dewasa ini, profesi guru SD masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat umum. Guru SD pada umumnya datang dari keluarga kelas bawah, jarang anak-anak yang berasal dari keluarga menengah dan atas bercita-cita menjadi guru SD. Padahal, menjadi guru SD juga merupakan suatu pekerjaan terhormat. Ditinjau dari segi ekonomi, jabatan guru SD juga memberikan harapan yang menggembirakan, yakni memperoleh hak tunjangan profesi dan tunjangan lain yang sah dengan akan diberlakukan sertifikasi (Undang-Undang No 14, 2005). Meskipun demikian, sekelompok orang merasa pesimis berkenaan dengan susahnya membenahi profesi guru (Kompas, 2006).

Uraian Materi
Paradigma Baru Guru SD Secara konseptual, mengubah paradigma guru SD menjadi guru yang professional dan efektif adalah relatif mudah, bahkan tidak terdapat hambatan. Konsekwensi dari paradigma baru guru SD membutuhkan perencanaan yang komprehensif. Penyiapan pendidikan guru SD yang profesional membutuhkan jangka waktu lama dan menghabiskan dana yang besar. Meskipun membutuhkan jangka waktu lama dan biaya mahal, kebijakan itun harus diambil, jika pemerintah secara sungguh-sungguh ingin meningkatkan kualitas guru SD. Meningkatnya kualitas guru SD diasumsikan secara linier akan meningkatkan kualitas pembelajaran. Akhir muara dari kualitas guru SD diharapkan akan meningkatnya kualitas pendidikan, khususnya output dan outcome SD. Berikut akan dibandingkan paradigma pendidikan Guru model lama (Era 1990-an) dan paradigman baru guru SD Profesional (Era 2005-an.

6 - 12

Unit 6

Calon Mahasiswa

Mahasiswa D2-PGSD

Lulus D2-PGSD

Menjadi Guru SD Pembinaan Guru SD

Gambar 1 Paradigma Pendidikan Guru SD Era 1990-an

Calon Mahasiswa Pembinaan Profesi

Mahasiswa S1-PGSD

Lulus S1-PGSD

Program Menjadi Sertifikasi Guru SD Guru SD Gambar 2 Paradigma Pendidikan Guru SD Profesional Era 2005-an

Pembinaan profesional guru SD dapat dilakukan melalui tiga jalur, yakni jalur sekolah, jalur kelompok kerja dn jalur organisasi profesi. Kegiatan pembinaan profesional guru SD melalui jalur sekolah Ibrahim dan Karyadi (1990) mengemukakan pembinaan profesional guru SD melalui jalur sekolah dilakukan oleh teman sejawat (antara guru dengan guru lain), kepala sekolah, dan penilik sekolah. Pembinaan guru oleh teman sejawat Secara umum, dewasa ini guru SD adalah guru kelas, bukan guru bidang studi. Memang diakui untuk sejumlah sekolah telah memberlakukan guru bidang studi di SD, namun jumlahnya tidak sebanding dengan banyaknya guru kelas. Sebagai guru kelas, guru SD harus mengajar semua mata pelajaran, kecuali mata pelajaran pendidikan agama dan pendidikan jasmani. Ditinjau dari segi psikologi, disadari bahwa terdapat perbedaan individual bagi setiap orang, termasuk guru. Masing-masing guru memiliki kelebihan dalam aspek-aspek tertentu dan sekaligus memiliki kelemahan dalam aspek lainnya. Oleh karena itu, terdapat guru yang memiliki kelebihan dalam pengetahuan dan keterampilan tertentu dibandingkan dengan guru lainnya. Bagi kepala sekolah yang jeli, tanggap dan bijaksana akan memanfaatkan guru-guru yang memiliki kelebihan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Pengetahuan dan keterampilan yang lebih tersebut dapat digunakan untuk membina guru yang lain.

Profisi Keguruan

6- 13

Sebagai contoh dalam pembelajaran Sains. Kepala sekolah dapat mengambil inisiatif menyelenggarakan lokakarya terbatas. Lokakarya terbatas diikuti oleh semua guru di SD yang bersangkutan. Meskipun terbatas, lokakarya ini dapat pula diikuti oleh guru-guru dari dua atau tiga SD terdekat. Guru yang memiliki kelebihan dalam metode pembelajaran “discovery-inquiry” sebagai nara sumber. Berdasarkan keberhasilan dalam pembelajaran tersebut, guru dapat berbagi pengalaman (sharing experience) dengan guru lainnya. Diharapkan dengan berbagi pengalaman tersebut, maka guru lainnya akan dapat mengambil manfaat dan menerapkannya dalam pembelajaran di kelasnya. Bagi guru yang berperan sebagai nara sumber dapat diberikan imbalan penghargaan khusus oleh kepala sekolah, misalnya piagam penghargaan sebagai nara sumber. Piagam penghargaan ini dapat dijadikan kredit point bagi guru yang bersangkutan untuk kenaikan pangkat. Demikian juga bagi guru peserta lokakarya dapat diberikan piagam penghargaan sejenis sebagai bukti telah mengikuti lokakarya. Bagi guru-guru lain yang memiliki kelebihan dalam mata pelajaran lainnya dapat juga dimanfaatkan sebagaimana dalam contoh pelajaran sains. Syamsudin (2000) menambahkan bahwa cara pembinaan oleh teman sejawat akan berhasil jika: (a) setiap guru sadar bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan, (b) perbedaan usia atau pengalaman mengajar tidak merupakan halangan bagi seseorang untuk belajar, (c) setiap guru mempunyai kemauan yang kuat untuk belajar, dan (d) kepala sekolah memberikan dorongan kepada semua guru untuk memberikan pembinaan profesional kepada guru lainnya. Pembinaan guru oleh kepala sekolah Salah satu tugas utama yang melekat pada kepala sekolah adalah pembinaan guru, terutama yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran di sekolah. Pembinaan guru oleh kepala sekolah dapat dilakukan dalam berbagai kesempatan. Kepala sekolah dapat berbagi pengalaman-pengalaman berhasil kepada semua staf guru yang dipimpinnya. Suparman (2006) mengetengahkan faktor-faktor yang menghambat pembinaan guru SD, adalah hubungan antara guru dan kepala sekolah bersifat birokratis dan administratif. Sifat hubungan kepala sekolah dan guru yang demikian akan menghalangi budaya professional akademik (Kompas, 2006). Sebagai gantinya, kepala sekolah sudah seharusnya memberikan contoh-contoh unjuk kerja yang berhasil di kelas. Selanjutnya kepala sekolah seharusnya bertindak sebagai teman sejawat untuk berbagi pengalaman. Kesejawatan ini akan memberikan peluang keterbukaan para guru yang dipimpinnya, sehingga mefreka bernai mengemukakan kelemahan-kelemahan dirinya.

6 - 14

Unit 6

Kepala sekolah secara periodik dapat mengajar satu atau dua mata pelajaran di kelaskelas sekolah yang dipimpinnya. Kepala sekolah secara bijaksana dapat meminta kepada guru kelas, kapan diberikan kesempatan mengajar di kelasnya. Kepala sekolah harus mendemonstrasikan cara mengajar terbaiknya kepada guru. Sebagai kepala sekolah yang demokratis, kepala sekolah juga mengajak diskusi kepada guru kelasnya atas pekerjaan yang telah dilaksanakan. Guru kelas diberi kesempatan untuk menunjukkan di mana letak kelemahan mengajar kepala sekolah dan di mana letak kelebihannya. Sebagai tindak lanjut, kepala sekolah meminta kepada setiap guru kelas, kapan diberi kesempatan untuk mengamati kebolehan guru kelas dalam pembelajaran. Dengan demikian kepala sekolah dan guru kelas mempunyai kedudukan yang sama ketika mereka melaksanakan pembelajaran. Secara psikologis, guru kelas tidak merasa dirinya sebagai selalu “diawasi” oleh kepala sekolah. Perbuatan kepala sekolah yang demikian akan menumbuhkan jiwa kesejawatan dan kebersamaan antara kepala sekolah dengan guru kelas. Syamsudin (2000) menambahkan bahwa cara pembinaan oleh kepala sekolah akan berhasil jika: (a) hubungan antara guru dan kepala sekolah terjalin akrab dan hangat, (b) kepala sekolah tidak bermaksud untuk memeriksa guru kelasnya, (c) guru tidak selalu merasa diawasi oleh kepala sekolah pada waktu mengajar, (d) hasil diskusi dengan kepala sekolah menjadi masukan bagi guru kelas untuk perbaikan pembelajaran berikutnya, dan (e) hasil kinerja pembelajaran guru kelas hanya menjadi milik guru kelas dan kepala sekolah, kecuali jika guru kelas menginjinkan penampilan terbaiknya diinformasikan kepadateman sejawatnya. Pembinaan guru oleh penilik sekolah Penilik sekolah biasanya diangkat dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah atau guru senior. Mereka diangkat menjadi penilik sekolah atas dasar pengalaman dan keberhasilan dalam pembelajaran. Penilik sekolah SD, sebagaimana guru kelas, semestinya menguasai semua mata pelajaran di SD, kecuali bagi penilik pendidikan agama dan penilik pendidikan jasmani. Kesan “negatif” penilik sekolah selama ini adalah bahwa mereka selalu mencari kesalahan guru. Kesan ini harus dirubah oleh penilik sekolah itu sendiri dengan cara menampilkan kebolehannya dalam proses pembelajaran. Penilik sekolah harus mampu menjadi contoh terbaik dalam proses pembelajaran. Penilik sekolah, dalam membina guru SD dapat menempuh cara sebagai berikut. Secara bijaksana, penilik sekolah menanyakan kepada guru SD tentang mata pelajaran apa yang paling sulit diajarkan. Selanjutnya, penilik sekolah dapat memeriksa bahan-bahan yang sulit diajarkan. Pekerjaan berikutnya, penilik sekolah

Profisi Keguruan

6- 15

meminta kesempatan kepada guru kelas (tentunya atas ijin kepala sekolah) untuk mendemonstrasikan pembelajaran yang dianggap sulit oleh guru kelas. Penampilan penilik sekolah dalam pembelajaran ini harus disaksikan oleh guru kelas, lebih baik lagi jika kepala sekolah mau bergabung dengan guru kelas. Sebagai tindak lanjut, diadakan diskusi antara penilik sekolah, kepala sekolah dan guru kelas tentang penampilan penilik sekolah dalam pembelajaran. Guru kelas dan kepala sekolah bebas untuk mengkritik penampilan penilik sekolah. Di samping mengkritik, guru dan kepala sekolah secara jujur harus menunjukkan aspek-aspek kehebatan penampilan penilik sekolah dalam pembelajaran. Hal ini merupakan kebebasan mimbar akademik bagi guru SD. Di sini terdapat unsur demokratis, penilik sekolah bukan orang yang hebat dalam segala hal, namun juga memiliki sisi kelemahan. Tindakan penilik sekolah yang demikian akan mengesankan bahwa dirinya (guru kelas) tidak merasa selalu di “supervise” oleh penilik sekolah. Aspek positif lainnya adalah akan tumbuh dan berkembangnya guru kelas rasa menghargai dan menghormati penilik sekolah secara wajar. Hasil selanjutnya yang diharapkan adalah tumbuhnya guru-guru SD yang profesional. Kegiatan pembinaan profesional guru SD melalui jalur kelompok kerja Pembinaan profesional guru SD melalui jalur kelompok kerja meliputi: Kelompok Kerja Guru, Kelompok Kerja Kepala Sekolah, Kelompok Kerja Penilik Sekolah dan Pusat Kegiatan Guru . Kelompok Kerja Guru (KKG) Sesuai dengan namanya, KKG lebih menekankan pada hasil kerja guru. KKG berfungsi untuk meningkatkan kemampuan para guru berkenaan dengan proses pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan kegiatan yang kompleks. Proses ini dapat meliputi membuat rencana pelajaran/satuan pelajaran, pembuatan media atau alat, penggunaan sumber belajar, pelaksanaan mengajar, dan penilaian. Di samping itu juga dapat dibahas tentang cara-cara mencari pemecahan masalah-masalah berkaitan dengan pembelajaran dan kesulitan belajar murid. Kegiatan-kegiatan konkret yang dapat dilakukan dalam KKG antara lain: (a) membuat alat peraga atau alat bantu mengajar untuk mata pelajaran yang sulit, misalnya matematika dan sains, (b) mengoptimalkan penggunaan sumber belajar lokal, (c) merencanakan kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan muatan lokal yang bersifat khas, dan (d) cara meningkatkan agar murid menjadi kreatif. Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS)

6 - 16

Unit 6

Masalah-masalah yang dihadapi guru sangat bervariasi, baik dari segi intensitasnya maupun dari segi jenisnya. Masalah yang tidak dapat diselesaikan di KKG dapat dilaporkan pada kepala sekolah. Kepala sekolah selanjutnya membawa masalah tersebut pada tingkat KKKS. Syamsudin (2000) menujukkan beberapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh KKKS antara lain: (a) mengidentifikasi masalah guru, (b) mencari alternatif pemecahan masalah guru, (c) menyusun program pembinaan guru, (d) diskusi, tukar-menukar informasi atau pengalaman, (e) mengidentifikasi masalah yang ada di sekolah, dan (f) mencari alternatif pemecahan masalah di sekolah.

Kelompok Kerja Penilik Sekolah (KKPS)
KKPS merupakan wadah untuk menghimpun segala potensi Penilik Sekolah yang berfungsi sebagai tempat diskusi dan berbagi pengalaman sukses. Di samping itu, mereka dapat mencari atau menemukan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi oleh guru dan kepala sekolah. Pekerjaan lainnya aadalah menetapkan keseragaman, meskipun tidak sama persis, dalam melakukan pembinaan terhadap para guru. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh KKPS antara lain adalah: Menyusun program pembinaan profesional. Diskusi dan berbagi pengalaman sukses. Mengidentifikasi masalah-masalah yang ditemukan oleh sekolah masing-masing. Menentukan alternatif pemecahan masalah yang ditemukan di sekolah masing-masing. Pusat Kegiatan Guru (KKG) PKG merupakan wadah yang berfungsi sebagai pusat informasi yang dapat digunakan oleh guru, kepala sekolah, dan penilik sekolah untuk berbagi pengalaman berhasil; tempat peragaan hasil karya guru dan murid; dan untuk melakukan kegiatan penataran terbatas (mini). Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh PKG antara lain adalah: Simulasi kegiatan pembelajaran terhadap materi muatan lokal. Menciptakan atau mengembangkan alat peraga, misalnya dalam mata pelajaran Sains, Matematika, IPS, dsb. Memamerkan semua hasil karya guru dan murid Menimba pengetahuan atau informasi baru, misalnya membaca atau mendengarkan penjelasan tentang pembaharuan pendidikan, pembaharuan kurikulum atau kurikulum yang akan diberlakukan.

Profisi Keguruan

6- 17

Pembinaan melalui jalur organisasi profesi Dewasa ini, organisasi guru yang dianggap sebagai organisasi profesi adalah Persatuan Guru Republik Indonesia. Di samping itu, ditemukan organisasi guru lainnya, yakni Federasi Guru Independen Indonesia (FGII). Satu pertanyaan muncul. Apakah benar PGRI merupakan wadah organisasi profesi guru? Jawaban atas pertanyaan tersebut dapat ya, jika profesi yang dimaksudkan di sini adalah jabatan atau pekerjaan. Namun jika profesi diartikan sebagai suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise), melalui pendidikan tinggi (S1) dan pendidikan profesi, maka jawabannya adalah bukan. Guru SD yang telah berkualifikasi S-1 atau D-IV telah dipertimbangkan memenuhi standar minimal sebagai guru pendidikan dasar (Diknas, 2005). Selanjutnya, untuk memperoleh sebutan guru profesional, mereka harus menempuh pendidikan profesi dengan bobot kredit semester sekitar 36 SKS. Di samping itu, bagi guru-guru yang sudah berpengalaman mengajar lebih 10 tahun dan berpendidikan S1, seyogyanya mereka diberi kesempatan untuk menempuh Ujian Sertifikasi yang dapat disetarakan dengan Pendidikan Profesi. Guru-guru SD yang telah memiliki sertifikasi dan atau telah menempuh pendidikan profesi, mestinya mereka berhak untuk mendirikan organisasi profesi. Organisasi itu dapat dinamakan Ikatan Guru Sekolah Dasar (IGSD), Asosiasi Guru Sekolah Dasar (AGSD), Federasi Guru Sekolah Dasar (FGSD), dll. Apapun nama induk organisasi profesi guru SD, hal yang paling penting adalah mengikuti standar atau aturan profesi secara umum. Pembinaan guru melalui organisasi profesi telah disajikan pada unit 1 di depan, oleh karena itu tidak akan dibahas lagi di sini.

Latihan.
Setelah anda mempelajari materi Sub Unit 2, kerjakan soal latihan dibawah ini. 1. Tunjukkan perbedaan paradigma pendidikan guru era 1990-an dengan paradigman guru era 2000-an! 2. Sebutkan jalur pembinaan guru melalui sekolah! 3. Sebutkan jalur pembinaan guru melalui kelompok kerja!

6 - 18

Unit 6

Rambu – rambu Jawaban Latihan.
Cocokkanlah jawaban anda dengan rambu-rambu jawaban berikut. 1. Perbedaan paradigman pendidikan guru era 1990-an dengan paradigman guru era 2000-an adalah: Paradigma pendidikan Paradigman pendidikan Guru era 2000-an No Aspek guru era 1990-an 1 2 3 4 Jenjang pendidikan Lama Pendidikan Pendidikan Profesi Pembinaan Guru Diploma II 2,5 tahun Tidak ada Pembinaan Guru SD Sarjana (S1) 4 tahun Ada Pembinaan Profesional Guru SD

2. Jalur pembinaan guru melalui sekolah adalah: a. dari guru kepada guru lainnya b. dari kepala sekolah kepada staf guru yang dipimpinnya c. dari penilik sekolah kepada staf guru di wilayah kerjanya 3. Jalur pendidikan guru melalui kelompok kerja adalah: a. Kelompok Kerja Guru b. Kelompok Kerja Kepala Sekolah c. Kelompok Kerja Penilik Sekolah. d. Pusat Kegiatan Guru

Rangkuman
Jalur pembinaan guru melalui sekolah adalah: dari guru kepada guru lainnya, dari kepala sekolah kepada staf guru yang dipimpinnya, dan dari penilik sekolah kepada staf guru di wilayah kerjanya. Jalur pendidikan guru melalui kelompok kerja adalah: Kelompok Kerja Guru, Kelompok Kerja Kepala Sekolah, Kelompok Kerja Penilik Sekolah, dan Pusat Kegiatan Guru. Cara pembinaan oleh teman sejawat akan berhasil jika: (a) setiap guru sadar bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan, (b) perbedaan usia atau pengalaman mengajar tidak merupakan halangan bagi seseorang untuk belajar, (c) setiap guru mempunyai kemauan yang kuat untuk belajar, dan (d) kepala sekolah memberikan dorongan kepada semua guru untuk memberikan pembinaan profesional kepada guru lainnya. Cara pembinaan oleh kepala sekolah akan berhasil jika: (a) hubungan antara guru dan kepala sekolah terjalin akrab dan hangat, (b) kepala sekolah tidak
Profisi Keguruan

6- 19

bermaksud untuk memeriksa guru kelasnya, (c) guru tidak selalu merasa diawasi oleh kepala sekolah pada waktu mengajar, (d) hasil diskusi dengan kepala sekolah menjadi masukan bagi guru kelas untuk perbaikan pembelajaran berikutnya, dan (e) hasil kinerja pembelajaran guru kelas hanya menjadi milik guru kelas dan kepala sekolah, kecuali jika guru kelas menginjinkan penampilan terbaiknya diinformasikan kepada teman sejawatnya.

Tes Formatif.
Silanglah huruf pilihan jawaban yang menurut anda benar atau paling tepat. 1. Perbedaan mendasar kualifikasi pendidikan guru SD pada era 1990-an dan era 2000-an adalah: a. Diploma II dan S1. b. Program PGSD. c. Berpendidikan tinggi. d. Jawaban a, b dan c tidak ada yang benar. 2. Pembinaan guru SD dapat dilakukan oleh: a. Teman sejawat guru. b. Kepala Sekolaj. c. Penilik Sekolah. d. Jawaban a, b dan c benar semua 3. Pembinaan oleh teman sejawat kepada guru akan berhasil jika terdapat ciriciri sebagai berikut, kecuali: a. Setiap guru sadar bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. b. Perbedaan usia atau pengalaman mengajar tidak merupakan halangan bagi seseorang untuk relajar. c. Kemauan guru yang kuat untuk belajar tidak menjamin keberhasilan. d. Jawaban a, b dan c benar semua 4. Cara pembinaan oleh kepala sekolah akan berhasil jika terdapat karakteristik berikut, kecuali: a. Hubungan antara guru dan kepala sekolah terjalin akrab dan hangat b. Kepala sekolah bermaksud untuk memeriksa pekerjaan guru kelasnya, sehingga jika guru kelas mengalami kekurangan kepala sekolah dapat memberikan saran perbaikan. c. Guru tidak selalu merasa diawasi oleh kepala sekolah pada. d. Hasil diskusi dengan kepala sekolah menjadi masukan bagi guru kelas untuk perbaikan pembelajaran berikutnya.

6 - 20

Unit 6

5. Kegiatan-kegiatan konkret yang dapat dilakukan dalam KKG adalah sebagai berikut, kecuali: a. Kreativitas murid harus dibendung, karena mereka masih terlalu muda untuk berkreasi. b. Mengoptimalkan penggunaan sumber belajar lokal. c. Membuat alat peraga atau alat bantu pembelajaran terutama untuk mata pelajaran yang sulit. 6. KKPS dapat berbuat banyak untuk pembinaan professional guru SD. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh KKPS antara lain adalah berikut, kecuali: a. Menyusun program pembinaan profesional. b. Diskusi dan berbagi pengalaman sukses. c. Mengidentifikasi masalah-masalah yang ditemukan oleh sekolah masingmasing. d. Menentukan alternatif pemecahan masalah yang ditemukan di luar wilayah sekolahnya. 7. PKG juga dapat berbuat banyak bagi guru SD. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh PKG antara lain adalah sebagai berikut, kecuali: a. Simulasi kegiatan pembelajaran terhadap materi muatan lokal. b. Lebih baik membeli alat peraga baru, karena lebih praktis daripada membuat alat peraga sendiri. c. Memamerkan semua hasil karya guru dan murid. d. Menimba pengetahuan atau informasi baru, misalnya membaca atau mendengarkan penjelasan tentang pembaharuan pendidikan, pembaharuan kurikulum atau kurikulum yang akan diberlakukan. 8. Organisasi ”profesi guru” dewasa ini antara lain adalah: a. Persatuan Guru Republik Indonesia. b. Federasi Guru Independen Indonesia. c. Jawaban a dan b benar. d. Jalaban a dan b salah. 9. Jika jabatan guru SD sudah memenuhi stándar profesi, maka para guru tersebut dapat: a. Membentuk Ikatan profesi. b. Menerbitkan Jurnal Profesi. c. Jawaban a dan b benar. d. Jalaban a dan b salah.

Profisi Keguruan

6- 21

10. Organisasi Profesi Guru SD yang benar-benar professional, dimungkinkan membentuk organisasi profesi. Nama-nama organisasi profesi yang mungkin antara lain adalah: a. Ikatan Guru Sekolah Dasar (IGSD). b. Asosiasi Guru Sekolah Dasar (AGSD) c. Federasi Guru Sekolah Dasar (FGSD) d. Jawaban a, b dan c benar semua. Umpan Balik dan Tindak Lanjut. Setelah anda mengerjakan tes formatif 2, cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada akhir unit ini. Jika dapat menjawab dengan benar minimal 80 % pertanyaan dalam tes formatif tersebut , anda dinyatakan berhasil dengan baik. Selamat untuk anda, silakan lanjut mempelajari unit berikutnya. Jika jawaban anda yang benar kurang dari 80 %, Silakan pelajari kembali uraian materinya terutama bagian-bagian yang belum anda kuasiai dengan baik.

6 - 22

Unit 6

Kunci jawaban Tes Formatif
Tes Formatif 1
1. b 2. d 3. a 4. c 5. b 6. a 7. a 8. d 9. d 10. c. Profesionalisme dan Pendidikan Guru. Guru yang hanya pandai mengajar. Pendidikan S1-PGSD ditambah Pendidikan Profesi Guru Hubungan antara guru dengan kepala sekolah bersifat kesejawatan Berlangsung sepanjang karirnya. Pendidikan tinggi (S1) ditambah dengan Pendidikan Profesi Daerah-daerah yang terpencil. Jawaban a, b dan c benar semua. Jawaban a, b dan c benar semua Mengisi waktu luang dan sebagai hiburan para guru.

Tes Formatir 2
1. a 2. d 3. c 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. b a d b c c d D-II dan S-1 Jawaban a, b dan c benar semua Perbedaan usia atau pengalaman mengajar tidak merupakan halangan......... Kepala sekolah bermaksud untuk memeriksa pekerjaan guru ............... Mengoptimalkan penggunaan sumber belajar lokal. Menentukan alternatif pemecahan masalah yang ditemukan ............ Lebih baik membeli alat peraga baru, karena ........................ Jawaban a dan b benar Jawaban a dan b benar. Jawaban a, b dan c benar semua.

Profisi Keguruan

6- 23

Daftar Pustaka

Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Ibrahim, R dan Karyadi, B. 1990. Materi Pokok: Pengembangan Inovasi dan Kurikulum: Modul 1-6; Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Penataran Guru Setara D-II. Harian kompas. 2006. Suparman. 2006. Poedjinoegroho. 2006. file:///C:/Documents%20and%20Settings/TOSHIBA/ My%20Documents/Int-JKT/2341110.htm.kompas.htm Surachmad, W.. 1979. Administrasi Sekolah. Jakarta: Departemen Pendidikann dan Kebudayaan. Syamsudin, M dan Arbi, S. Z. dan Syahrun, S. 1992. Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta: departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

6 - 24

Unit 6

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->