P. 1
Kepdirjenperkim58kptsdm2002juknis Kebakaran Pada Gedung

Kepdirjenperkim58kptsdm2002juknis Kebakaran Pada Gedung

|Views: 129|Likes:
Published by haryo_suseno_1

More info:

Published by: haryo_suseno_1 on Aug 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/31/2012

pdf

text

original

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Nomor : 58/KPTS/DM/2002 Tentang PETUNJUK TEKNIS RENCANA TINDAKAN DARURAT

KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG DIREKTUR JENDERAL PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN MENIMBANG : a. bahwa salah satu tugas Direktorat Jenderal Perumahan dan Permukiman, Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah adalah melaksanakan pembinaan teknik perencanaan, pembangunan dan pengelolaan bidang perumahan dan permukiman serta bidang bangunan gedung, b. bahwa dalam pembinaan teknik perlu ditindak-lanjuti dengan penyiapan standar, pedoman, dan petunjuk teknis yang dapat dipakai dalam pelaksanaan perencanaan, pembangunan dan pengelolaan bidang perumahan dan permukiman serta bidang bangunan gedung, c. bahwa dalam rangka pelaksanaan pembinaan teknik bidang bangunan gedung diperlukan suatu acuan berupa petunjuk teknis dalam penyelenggaraan perencanaan, pembangunan dan pengelolaan bangunan gedung baik oleh Instansi Pemerintah, Perorangan maupun Swasta, d. bahwa dalam mengantisipasi untuk mencegah jatuhnya korban bencana kebakaran pada bangunan gedung yang berfungsi untuk kegiatan umum diperlukan Petunjuk Teknis Rencana Tindakan Darurat Kebakaran Pada Bangunan Gedung, e. bahwa untuk keperluan tersebut di atas perlu ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perumahan dan Permukiman, Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. MENGINGAT: 1. Undang-Undang No. 16 tahun 1965, tentang Rumah Susun; 2. Undang-Undang No. 4 tahun 1992, tentang Perumahan dan Permukiman; 3. Undang-Undang No. 22 tahun 1999, tentang Pemerintahan Daerah; 4. Peraturan Pemerintah No. 4 tahun 1992, tentang Rumah Susun; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah; 6. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor: 228/M tahun 2001 tentang Susunan Kabinet Gotong Royong. 7. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 441/KPTS/1998 tentang Persyaratan Teknis Bangunan Gedung. 8. Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum Nomor: 10/KPTS/2000 tentang Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.

9. Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum Nomor: 11/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Manajemen Penanggulangan Kebakaran di Perkotaan. 10. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor: 01/KPTS/ MN/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. MENETAPKAN: Pertama : Menetapkan Petunjuk Teknis Rencana Tindakan Darurat Kebakaran (RTDK) Pada Bangunan Gedung yang merupakan bagian dari pedoman serta petunjuk teknis lainnya di bidang bangunan gedung, khususnya sebagai bagian penerapan Manajemen Penanggulangan Kebakaran pada Bangunan Gedung Kedua : Petunjuk Teknis sebagaimana dimaksud dalam diktum Pertama digunakan dalam pelaksanaan perencanaan, pembangunan dan pengelolaan bidang bangunan gedung yang dilaksanakan oleh perorangan, kelompok masyarakat, dan atau badan hukum. Kedua : Petunjuk Teknis sebagaimana dimaksud dalam diktum Pertama dapat disesuaikan dengan memperhatikan kondisi di lapangan Ketiga : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan bahwa segala sesuatunya akan dirubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini.

DITETAPKAN DI : JAKARTA PADA TANGGAL : 26 Juli 2002 DIREKTUR JENDERAL PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN ttd. Ir. DJOKO KIRMANTO, Dipl. HE. NIP. 110013286

Salinan Surat Keputusan ini disampaikan kepada Yth: 1. Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah; 2. Sekretaris Jenderal Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah; 3. Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah; 4. Sekretaris Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Pengungsi 5. Inspektur Jenderal Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah; 6. Kepala Badan Pembinaan Konstruksi dan Investasi, Departemen Kimpraswil 7. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Kimpraswil 8. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Departemen Kimpraswil

9. Direktur Jenderal Penataan Ruang, Departemen Kimpraswil 10. Direktur Jenderal Prasarana Wilayah, Departemen Kimpraswil 11. Direktur Jenderal Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan, Departemen Kimpraswil 12. Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Departemen Kimpraswil 13. Para Gubernur di seluruh Indonesia; 14. Para Bupati di seluruh Indonesia; 15. Para Walikota di seluruh Indonesia 16. Para Pejabat Eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Perkim Dep.Kimpraswil; 17. Para Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan atau Permukiman dan Prasarana Wilayah Tingkat Provinsi di seluruh Indonesia. 18. Para Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan atau Permukiman dan Prasarana Wilayah Tingkat Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia

Nomor : 59 / SE / DM / 2002 Lampiran : 1 (satu) eksemplar Perihal

29 Juli 2002

: Petunjuk Teknis Rencana Tindakan Darurat Kebakaran Pada Bangunan Umum Kepada Yth: 1. Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah 2. Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Pengungsi 3. Para Gubernur di seluruh Indonesia 4. Para Bupati di seluruh Indonesia 5. Para Walikota di seluruh Indonesia 6. Para Pejabat Eselon II di lingkungan Ditjen. Perkim Dep. Kimpraswil 7. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan atau Permukiman dan Prasarana Wilayah Tingkat Provinsi di seluruh Indonesia 8. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan atau Permukiman dan Prasarana Wilayah Tingkat Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia SURAT EDARAN TENTANG RENCANA TINDAKAN DARURAT KEBAKARAN PADA BANGUNAN UMUM Dengan hormat, Sehubungan dengan perihal tersebut di atas, dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut : a. Dalam rangka mencegah terjadi bahaya kecelakaan pada bangunan umum mutlak diterapkan Petunjuk Teknis Rencana Tindakan Darurat Kebakaran (RDTK) yang merupakan strategi penerapan Manajemen Penanggulangan Kebakaran (MPK) dimaksudkan untuk mengantisipasi bila terjadi keadaan darurat kebakaran pada bangunan gedung seperti yang diamanatkan dalam Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum Nomor: 11/KPTS/2000. b. Demikian untuk dilaksanakan dan atas perhatian Bapak/Ibu disampaikan terima kasih. a.n DIREKTUR JENDERAL PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN DIREKTUR BINA TEKNIK ttd. Ir. IMAM S. ERNAWI, MSc. MCM. NIP. 110025178 Tembusan disampaikan kepada Yth: 1. Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah; 2. Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah; 3. Dirjen Pembangunan Daerah, Dep. Dalam Negeri dan Otonomi Daerah; 4. Sekretaris Jenderal Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 5. Direktur Jenderal Perumahan dan Permukiman, Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah; 6. Para Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Perumahan dan Permukiman, Dep. Kimpraswil

penghuni dan Regu Pemadam Kebakaran terhadap kegiatan pemadaman yang terjadi pada bangunan gedung. d. Tujuan Petunjuk teknis ini bertujuan untuk : i. b. dan ii. b. Tugas dan Bagan Organisasi Tim Penanggulangan Kebakaran (TPK). Umum 1. iii. Pengertian a. 2. . meningkatkan kesiagaan penghuni bangunan gedung dalam menghadapi situasi dan kondisi darurat. Rencana tindakan darurat kebakaran (RTDK) adalah strategi dari MPK untuk mengantisipasi bila terjadi keadaan darurat kebakaran atau lainnya dalam satu bangunan gedung dan atau lingkungannya. Penyusunan Rencana Tindakan Darurat Kebakaran. meliputi: i. mencegah timbulnya korban manusia atau harta benda akibat situasi dan kondisi darurat kebakaran dan atau darurat lainnya pada bangunan gedung. ii. penghuni dan Regu Pemadam Kebakaran terhadap kegiatan pemadaman yang terjadi pada suatu lingkungan. Manajemen penanggulangan kebakaran (MPK) lingkungan adalah bagian dari “Manajemen Estat” untuk mengupayakan kesiapan pengelola. Bangunan gedung adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya untuk tinggal. Ruang Lingkup Ruang lingkup Petunjuk Teknis meliputi : a. e. Manajemen penanggulangan kebakaran (MPK) bangunan gedung adalah bagian dari “Manajemen Bangunan” untuk mengupayakan kesiapan pengelola. Bangunan adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya baik sebagian maupun seluruhnya berada di atas atau dalam tanah dan atau air. Maksud Petunjuk teknis ini dimaksudkan sebagai acuan untuk menyusun rencana tindakan darurat kebakaran dan atau darurat lainnya pada bangunan gedung. di mana tiap bangunan gedung dan lingkungannya akan berbeda bentuk RTDK nya sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing. Maksud dan Tujuan a. kegiatan usaha. c.BAB I PENDAHULUAN A. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RTDK. Penyusunan Bagan RTDK. kegiatan sosial budaya maupun kegiatan khusus. 3.

Pemberlakuan a. Perda DKI Jakarta No.000 m2. Rencana Tindakan Darurat Kebakaran adalah bagian dari Manajemen Penanggulangan Kebakaran (MPK) untuk mengantisipasi bila terjadi keadaan darurat kebakaran pada bangunan gedung. b. atau bangunan rumah sakit. B. BAGIAN 1 Pasal 1. tentang Ketentuan Teknis Manajemen Penanggulangan Kebakaran di Perkotaan. a. seperti Peraturan Bangunan Setempat dan peraturan tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran. Perda DKI Jakarta No. yang akan diatur lebih lanjut lewat peraturan bangunan setempat. Pelatihan Tindakan Darurat Kebakaran. iii. v. seperti pada tabel berikut : . ii. ii. vi. 11/KPTS/2000. Contoh di DKI Jakarta: i. SNI-SNI yang berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan kebakaran pada bangunan gedung. Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum No. 7 Tahun 1991 tentang Bangunan dalam Wilayah DKI Jakarta. tentang Ketentuan Teknis Manajemen Penanggulangan Kebakaran di Perkotaan. diwajibkan menerapkan Manajemen Penanggulangan Kebakaran (MPK). Peraturan Daerah yang berkaitan dengan Bangunan Gedung. Dasar Hukum 1. Peraturan-peraturan dan Pedoman Teknis terkait a. MPK adalah berdasarkan ketentuan Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum No. Ketentuan BAB IV Manajemen Penanggulangan Kebakaran Bangunan Gedung. 2. 11/KPTS/2000.1. iv. 441/KPTS/1998 tentang Persyaratan Teknis Bangunan Gedung. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. atau yang memiliki luas lantai minimal 5. Diagram Tindakan Darurat. atau mempunyai ketinggian bangunan lebih dari 8 lantai. ii. Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum No. Pemberlakuan RTDK sebagai bagian strategi MPK ini wajib dilaksanakan di tiap kabupaten dan kota. Pedoman Teknis : i. Kartu Pintar. meliputi : i. b. c. Prosedur Tindakan Darurat. Pengenalan sarana/ prasarana pencegahan kebakaran. 10/KPTS/2000. tentang Ketentuan Teknis Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan sebagai pengganti Kepmen PU No. 02/KPTS/1985. 3 Tahun 1992 tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran dalam Wilayah DKI Jakarta. Pelatihan tindakan darurat kebakaran.iv. butir 1 mensyaratkan : Setiap bangunan umum termasuk apartemen yang berpenghuni minimal 500 orang.

di mana jumlah dari isi bahan mudah terbakarnya sangat tinggi. SNI. Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem pipa tegak dan slang untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung. 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 C. 03-39851995 03-39861995 03-39871995 03-17462000 03-39892000 03-17352000 03-17362000 03-17452000 03-39852000 03-65702001 03-65712001 03-65742001 Judul Tata Cara Perencanaan. Klasifikasi Resiko Bahaya Kebakaran (KRBK) Resiko bahaya kebakaran bangunan gedung dari yang rendah sampai dengan yang paling rawan ditetapkan sesuai lampiran Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum No. Tata cara perencanaan akses bangunan dan akses lingkungan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung.No 1 No. sebagai berikut : Angka KRBK 3 Keterangan • Harus dipertimbangkan sebagai hunian resiko bahaya kebakaran yang paling rawan. Pemasangan Sistim Deteksi dan Alarm kebakaran untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung Instalasi Alarm Kebakaran Otomatis Tata Cara Perencanaan. Instalasi Pompa yang dipasang tetap untuk proteksi kebakaran Sistem Pengendalian Asap Kebakaran pada Bangunan Gedung. . Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem springkler otomatik untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung. tanda arah dan sistem peringatan bahaya pada banngunan gedung. 11/KPTS/2000. Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem deteksi dan alarm kebakaran untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung. Pemasangan Pemadam Api Ringan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung. Tata cara perencanaan dan pemasangan sarana jalan ke luar untuk penyelamatan terhadap bahaya kebakaran pada bangunan gedung. Tata cara perencanaan sistem proteksi pasif untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung. Tata Cara Perancangan Penca-hayaan Darurat.

di mana kuantitas dan kandungan bahan mudah terbakarnya rendah. D. rumah taman.d. Catatan : Bangunan dengan Angka KRBK 3 berarti resiko kebakarannya lebih tinggi dibandingkan dengan bangunan yang Angka KRBK 4. di mana kuantitas dan kandungan bahan mudah terbakarnya tinggi.7 m. maka angka klasifikasi resiko bahaya kebakaran paling tinggi yang diterapkan. • Kebakaran diperkirakan berkembang rendah dan mempunyai nilai pelepasan panas relatif rendah. Bila terdapat lebih dari satu jenis peruntukan dalam sebuah bangunan. • Harus dipertimbangkan sebagai hunian resiko bahaya kebakaran sedang. rumah deret. • Kebakaran diperkirakan berkembang sedang dan mempunyai nilai pelepasan panas sedang. di mana kuantitas dan kandungan bahan mudah terbakarnya sedang dan tinggi tumpukan bahan tidak melebihi dari 2. tidak hostel atau sejenis dengan luas total < 300 m2 dan penghuni tetap < 13 orang. • Harus dipertimbangkan sebagai hunian resiko bahaya kebakaran tinggi. • Harus dipertimbangkan sebagai hunian resiko bahaya kebakaran rendah. • Bangunan yang berdekatan harus dianggap sebagai bagian dari klasifikasi ini bila jaraknya 15 m atau kurang. Klasifikasi Bangunan dan Penerapan RTDK Klasifikasi bangunan berdasarkan Kepmen PU Nomor : 441/KPTS/1998 halaman 12 s. unit town house. dan villa. hunian tidak gandeng. Ket 4 5 6 7 .• Bangunan yang berdekatan harus dianggap sebagai bagian dari klasifikasi ini bila jaraknya 15 m atau kurang. di mana kuantitas dan kandungan bahan mudah terbakarnya sedang dan tinggi tumpukan bahan tidak melebihi dari 3.5 m. • Harus dipertimbangkan sebagai hunian resiko bahaya kebakaran rendah. 14 dan ketentuan penerapan RTDK nya sebagai berikut : Kl as 1 Fungsi Bangunan Bangunan hunian biasa • Klas 1a : Bangunan hunian tunggal. • Kebakaran diperkirakan berkembang sedang dan mempunyai nilai pelepasan panas sedang. • Klas 1b : Rumah asrama/ kost. rumah tamu.

*) *) disarankan tidak *) 5 6 7 Bangunan penyimpanan/ gudang : • Parkir umum • Gudang. tidak 3 4 Bangunan hunian campuran *) Tempat tinggal yang berada dalam bangunan klas 5. *) berpenghuni minimal 500 orang. atau mempunyai ketinggian bangunan lebih dari 8 lantai. dan bangunan budaya. Barber shop. kafe. atau tidak RS. dinding tidak penyangga. disarankan • bangunan pertemuan. Bangunan di luar klas 1 dan 2. hall.2 Bangunan hunian terdiri atas 2 atau lebih unit tidak hunian yang masing-masing merupakan tempat tinggal terpisah. 6. *) bar. . laboratorium sekolah. Bangunan kantor Bangunan perdagangan : tempat makan. dan merupakan : • asrama. toko. tidak • bagian tempat tinggal dari hotel.000 m2. 7. Bengkel. kios. rumah tamu. antena. restoran. bangunan *) ibadat. ruang pamer. bagian dari hotel/ motel untuk *) keperluan tsb. cacat. tonggak. atau yang memiliki luas lantai minimal 5. • panti manula. dan losmen. • Klas 9b 10 • bengkel kerja. dan 9. kolam renang. 8. • Klas 10b : pagar. carport. tempat cuci umum Pasar. sekolah. tidak Bangunan bukan hunian : • Klas 10a : garasi pribadi. wajib termasuk bagian bangunan tersebut seperti laboratorium. ruang jualan. salon. atau anak-anak. 8 9 Bangunan laboratorium/ industri/ pabrik Bangunan umum : wajib • Klas 9a : bangunan perawatan kesehatan. tempat pamer barang produksi untuk tidak dijual atau cuci gudang.

Letak bahan-bahan yang berbahaya. Denah bangunan termasuk fungsi setiap ruangan. Setiap bangunan sangat spesifik dan penanganannya berbeda-beda satu sama lain. Kunci-kunci ruangan yang diperlukan. Gambar denah bangunan gedung. Untuk lebih siap dalam menghadapi kemungkinan adanya kebakaran maka sangat diperlukan adanya Rencana Tindakan Darurat Kebakaran (RTDK) pada bangunan gedung yang menjadi tanggung jawab Manager/ Koordinator/ Penanggung Jawab TPK. Lokasi berhimpun saat evakuasi. melokalisir penjalaran api. d. menghubungi Instansi Pemadam Kebakaran setempat. h. termasuk adanya korban yang mungkin terjebak didalam bangunan gedung. Polda Metro Jaya : 110. Site plan bangunan. d. Kemungkinan letak/ asal sumber api. Jalur evakuasi. j. c. Pada saat petugas pemadam kebakaran datang : a. e. Informasi kondisi terakhir. B. b. b. Pada saat sebelum terjadinya kebakaran : a. Kemampuan peralatan proteksi kebakaran. Jumlah penghuni. k. Tindakan seperti mengetahui/ memperkirakan lokasi yang merupakan sumber api. dan membantu operasional pemadaman oleh petugas Pemadam Kebakaran sangat diperlukan sekali untuk dipahami oleh Tim Penanggulangan Kebakaran (TPK). RSCM : 330808. memadamkan api. Jalan masuk menuju bangunan yang terbakar. Umum Tindakan darurat termasuk evakuasi penghuni pada bangunan gedung yang secara vertikal maupun horizontal relatif besar bukan merupakan hal yang sederhana. Pihak yang perlu dihubungi melalui telephone (contoh : Dinas Kebakaran DKI Jakarta: 113. . upaya evakuasi. c. Isi yang ada dalam bangunan gedung.BAB II PENYUSUNAN RENCANA TINDAKAN DARURAT KEBAKARAN (RTDK) A. ambulan gawat darurat : 118 & 119) 2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RTDK 1. terlebih jika bangunan tersebut multi fungsi maka penanganannya menjadi semakin rumit. i. memberitahukan kepada penghuni. e. Letak peralatan proteksi kebakaran. Jalan masuk ke lantai/ lokasi sumber api. g. Rencana tersebut merupakan panduan dalam melaksanakan operasi evakuasi maupun pemadaman kebakaran pada suatu bangunan gedung. f.

Penyusunan Bagan Organisasi TPK 1. C. Sesuai dengan ketentuan Kepmeneg PU Nomor 11/KPTS/2000. Jika kebakaran skala kecil. penyusunan TPK oleh Pemilik/ Pengelola Bangunan Gedung. Bila terdapat unit bangunan lebih dari satu. 2. penghuni kembali mulai kegiatannya b. Secepatnya memfungsikan kembali peralatan proteksi kebakaran yang telah terpakai d. perlu dibuat Bagan Organisasi TPK dengan dilengkapi fungsi-fungsi yang diperlukan. Pada saat Pemadaman oleh Petugas Pemadam Kebakaran a. 4. pastikan bahwa kondisi darurat dapat diatasi. 4. Pengumpulan data informasi untuk keperluan penyusunan laporan. Pemilik/ Pengelola atau yang mewakilinya dapat bertindak sebagai Pimpinan Satlaskar Kebakaran. Bagan Penanggung Jawab Tim Penanggulangan Kebakaran (TPK) PEMILIK/ PENGELOLA/ PEMIMPIN SATLASKAR (PSK) PENANGGUNG JAWAB TPK (PJ-TPK) KOORDINATOR TPK UNIT BANGUNAN KOORDINATOR TPK UNIT BANGUNAN KOORDINATOR TPK UNIT BANGUNAN . 3. Perhatian terhadap ruang-ruang khusus yang berpotensi bahaya bagi keselamatan jiwa petugas pemadam kebakaran e. Letak Sumber air Pemadaman terdekat dengan bangunan gedung 3. b. Menjalin komunikasi antara ruang kontrol dengan pos komando taktis (poskotis) kebakaran. Untuk memudahkan operasional tindakan darurat secara baik dan terkoordinasi. Pada saat Setelah Pemadaman oleh Petugas Pemadam Kebakaran a. Pengaturan area luar/ halaman untuk penempatan & manuver mobil pemadam kebakaran.f. Pemantauan terhadap pompa kebakaran d. Pemanfaatan/ operasional Lif kebakaran c. maka setiap unit bangunan bangunan mempunyai TPK masing-masing dan dipimpin oleh Koordinator TPK Unit Bangunan. yang tembusannya disampaikan kepada instansi pemadam kebakaran setempat. Pastikan bahwa peralatan proteksi kebakaran kembali dalam posisi Stand-by. serta diumumkan kepada seluruh penghuni/ penyewa bangunan. c.

5. Penanggung jawab TPK membawahi Kepala Bagian Keamanan (security dan kebakaran) dan Kepala Bagian Teknik Pemeliharaan Bangunan Gedung di mana bagan organisasinya seperti terlihat sebagai berikut : Penanggung Jawab TPK/ Koordinator TPK Unit Bangunan (PJ-TPK) Kabag Keamanan (KBK) Kabag Teknik Pemeliharaan (KBT) Kepala Regu Pemadam Kebakaran (KR-PK) Kepala Regu Evakuasi (KR-E) Operator R. Untuk jabatan Penanggung Jawab TPK (PJ-TPK) dapat dirangkap oleh Koordinator TPK Unit Bangunan. Koordinator TPK Unit Bangunan menjadi “penanggung-jawab TPK” di unit bangunan yang dipimpinnya. Monitor & komunikasi Operator lift Kepala Regu Penyelamatan/ P3K (KR-P3K) Kepala Regu Pengamanan Lingkungan (KR-PL) Kepala Regu Persiapan Tempat Berhimpun (KR-PTB) Operator listrik dan genset Operator AC dan ventilasi Operator pompa Bagan Organisasi Tim Penanggulangan Kebakaran (TPK) . 6.

2. Struktur Organisasi. Prosedur Tindakan Darurat Syarat mutlak bila menghadapi kebakaran atau dugaan kebakaran sehingga menimbulkan suasana darurat adalah bersikap tenang. Pasal 3. BAGIAN 3 : ORGANISASI PENANGGULANGAN KEBAKARAN.7. Tugas dan Fungsi TPK Uraian tugas dan fungsi Tim Pengamanan Kebakaran lihat Keputusan Menteri Negara PU Nomor 11/KPTS/2000 BAB IV MANAJEMEN PENANGGULANGAN KEBAKARAN BANGUNAN GEDUNG. butir 3. tidak panik dan selanjutnya melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut: . E. Secara detail bagan Tim Pemgamanan Kebakaran (TPK) adalah sebagai berikut : Kepala Bagian Keamanan (KBK) Kepala Regu Pemadam Kebakaran (KR-PK) Kepala Regu Evakuasi (KR-E) Kepala Regu Penyelamata n/ P3K (KR-P3K) Kepala Regu Pengamanan Lingkungan (KR-PL) Kepala Regu Persiapan Tempat Berhimpun (KR-PTB) Regu Pemadam Lantai 1 Regu Evakuasi Lantai 1 Regu Penyelamatan/ P3K (RP3K) Regu Pengamanan (RP) Regu Penyiap Tempat Berhimpun (RPTB) Regu Pemadam Lantai 2 Regu Evakuasi Lantai 2 Regu Dokumentasi (RD) Regu Pemadam Lantai 3 Regu Evakuasi Lantai 3 Regu Pemandu DPK (RP-DPK) Regu Pemadam Lantai 4 Regu Evakuasi Lantai 4 (RPK) Regu Pemadam Lantai n (RE) Regu Evakuasi Lantai n Regu Informasi Internal (RII) Regu House Keeping (RH) D.

v. Jangan kembali masuk kedalam gedung sebelum pernyataan aman diumumkan melalui alat komunikasi. petugas Keselamatan Kebakaran atau petugas yang kompeten. i. Perkirakan/ periksa sumber api apakah akibat listrik atau bukan. vii. Pecahkan kotak kaca alarm kebakaran yang biasanya berada di koridor. F. Bila akibat listrik jangan menggunakan hidran. Utamakan keselamatan diri. Petugas pengelola bangunan wajib segera melakukan bantuan tindakan evakuasi bagi seluruh penghuni. Bila memakai sepatu hak tinggi agar di lepas. Berjalan dan berkumpul di tempat berhimpun yang ditentukan dan tunggu sampai ada berita aman atau pemberitahuan lebih lanjut. viii. iv. bawa barang yang sangat penting saja dan tidak lebih besar dari tas tangan. ii. iv. Kartu pintar dapat dibacakan oleh operator atau telah direkam lebih dulu. Ikuti semua instruksi yang diberikan oleh REGU EVAKUASI. . Petugas pengelola bangunan dibantu “regu pelaksana keselamatan kebakaran” wajib segera datang untuk mengatasi penyebab alarm yang berbunyi tersebut. Kartu Pintar Kartu pintar adalah kartu berisi tulisan yang wajib diumumkan oleh Regu Informasi Internal (RII) melalui sistem informasi internal. bila dipastikan sumber kebakaran bukan akibat listrik. iii. Agar tetap tenang dan tidak panik. Gunakan Hidran Gedung (hosereel).JIKA TERLIHAT API ATAU ASAP (5 langkah) i. iii. Keluar ke teras belakang dan berjalan mengitari samping gedung untuk berkumpul di TEMPAT BERHIMPUN/ halaman parkir yang telah ditentukan. i. Berjalan dengan cepat. dan segera putuskanlah semua aliran listrik. ix. v. Usahakan memadamkan sumber api dengan Tabung Pemadam Api Ringan (PAR). ii. Penghuni (9 langkah) Segera mencapai jalan keluar (EKSIT) terdekat (tangga darurat). vi. iii. tapi jangan berlari. JIKA ALARM KEBAKARAN BERBUNYI Petugas (3 kewajiban) Lihat papan panel kebakaran di ruang monitor dan “lokasi sumber api” secara tepat pada umumnya dapat diketahui dari panel tersebut. ii.

Terima kasih. Kami mohon maaf atas kejadian yang tidak kita harapkan. vii. Kartu pintar pasca api. karena keadaan sudah teratasi. iv. iii. iii. 1 iii. vi. 3 Kepada seluruh karyawan (atau penghuni). Kartu pintar “False Alarm”. Ikutilah petunjuk (atau aba-aba) dari PETUGAS EVAKUASI. dan dapat kembali ke ruang kerja (atau kembali ketempat) masing-masing. bila terjadi kebakaran yang membahayakan. ii. v. 2. Dahulukan anak-anak. viii. Harap tenang dan tidak perlu panik. Kartu Pintar “REAL FIRE” i. Kartu Pintar “FALSE ALARM” i. atau alarm berbunyi karena kesalahan teknis. wanita hamil dan orang tua. bila terjadi kebakaran kecil dan api sudah teratasi. Terima kasih 2 Kartu Pintar “PASCA API” (teratasi) i. ii. Bagi para wanita mohon melepaskan sepatu hak tinggi. Gunakan tangga kebakaran dan jangan menggunakan lift. kecuali ke lantai … yang telah terjadi kebakaran. Kepada seluruh karyawan (atau penghuni bangunan) diharap tenang. Mohon perhatian … harap siaga dan tidak perlu panik ! Telah terjadi kebakaran di lantai … Bagi karyawan (atau penghuni) agar segera evakuasi. Silahkan kembali ketempat semula dan dapat kembali bekerja. .Kartu pintar terdiri dari : 1. Terima kasih. bila api telah dapat dikuasai. ii. iv. Kartu pintar “Real Fire”. 3. v. Perlu disampaikan bahwa kondisi api (atau kebakaran) di lantai … saat ini telah dapat diatasi.

13. 12. 9. 17. Detail gambar diagram alur tersebut di atas lihat Lampiran Diagram Alur Rencana Tindakan Darurat . 10. 3. 18. Diagram Pemilik/ Pengelola/ Pemimpin Satlakar (PSK) Diagram Penanggung-jawab Tim Penanggulangan Kebakaran/Koordinator TPK Unit Bangunan (PJ-TPK) Diagram Kepala Bagian Keamanan (KBK) Diagram Kepala Bagian Teknik Pemeliharaan (KBT) Diagram Kepala Regu Pemadam Kebakaran (KR-PK) Diagram Regu Pemadam Kebakaran (RPK) Diagram Kepala Regu Evakuasi (KR-E) Diagram Regu Evakuasi (RE) Diagram Kepala Regu Penyelamatan (KR-P3K) Diagram Regu Penyelamat (RP3K) Diagram Kepala Regu Pengamanan Lingkungan (KR-PL) Diagram Regu Pengaman (RP) Diagram Regu Dokumentasi (RD) Diagram Regu Pemandu Dinas Pemadam Kebakaran (RP-DPK) Diagram Regu Informasi Internal (RII) Diagram Regu Housekeeping (RH) Diagram Kepala Regu Persiapan Tempat Berhimpun (KR-PTB) 4. Diagram tindakan bila mendengar alarm/ menemukan kebakaran.G. 14. 11. 8. Diagram alur dibuat sesuai dengan struktur organisasi Satlakar yang ada dan harus sering dievaluasi dan disempurnakan sesuai dengan kondisi nyata yang dihadapi. 2. 5. 16. 6. Beberapa diagram alur yang perlu dibuat antara lain : 1. 15. Diagram Tindakan Darurat Kebakaran Guna memudahkan anggota Satlakar kebakaran bangunan gedung memahami fungsi dan tugas-tugasnya maka perlu dibuatkan diagram alur dari Rencana Tindakan Darurat Kebakaran (RTDK) yang akan dilakukan. 7.

Jendela tersebut diberi tanda segitiga bagian sisi luarnya. 1. Lapis perkerasan (hardstanding) Daerah tempat berhentinya. Pintu kebakaran harus selalu tertutup secara otomatis.BAB III PROGRAM PELATIHAN RTDK A. maka jalan lingkungan di sekitar bangunan dapat dipakai sebagai lapis perkerasan. d. Jalur khusus yang bebas hambatan seperti ranting/ dahan pohon. diberi perkerasan khusus sehingga mampu menahan beban statis mobil. Biasanya diberi warna garis putus-putus pada kedua sisinya dan dapat terlihat pada malam hari.34 ton) dan jack samping (maks 10 ton). Akses Petugas DPK (access opening) Pada salah satu jendela lantai atas bangunan ada bagian yang dapat dibuka oleh petugas DPK. b. Bila halaman bangunan terbatas. portal dan polisi tidur. c. Pengenalan Sarana/ Prasarana Pencegahan Kebakaran a. Pintu kebakaran Pintu kebakaran didesain khusus sehingga tahan api dan menahan asap. Sebelum melakukan pelatihan tindakan darurat perlu diberikan pengenalan peralatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. dan sisi bagian dalamnya diberi tulisan AKSES PEMADAM KEBAKARAN. jack depan (maks 17. Tempat di mana terdapat tulisan tersebut jangan diberi barang/ perabot yang dapat menghalangi akses masuk. Umum Pelaksanaan pelatihan kebakaran dilakukan secara periodik dibawah koordinasi Penanggung-jawab TPK atau Koordinator TPK Unit Bangunan selaku penanggungjawab TPK di masing-masing unit bangunan gedung. 150 mm 150 mm AKSES PEMADAM KEBAKARAN JANGAN DIHALANGI 50 mm 50 mm 150 mm Jalur akses (access way) mobil pemadam kebakaran menuju ke tiap titik bertanda gambar tersebut di atas. oleh karena itu tidak . Jalur masuk mobil pemadam kebakaran/ ambulan gawat darurat (access way). Tempat-tempat dimana jack (kaki penahan) mobil bertumpu didesain khusus sehingga mampu menahan jack belakang (maks 15 ton).

Sistem Pengendali Asap. Apar (alat pemadam api ringan) Pemadam api tabung yang bisa dibawa/ diangkat dengan tangan.boleh diganjal. h. Detektor panas Akan membunyikan alarm jika terkena panas api kebakaran. Hidran gedung (hose reel) Peralatan penyemprot air dalam bangunan gedung bila terjadi kebakaran tahap awal dan sebelum membesar. Pada peristiwa kebakaran pembunuh yang paling berbahaya adalah penjalaran asap yang dapat mencapai kecepatan 40 km/jam selain berkadar racun. Untuk pemadaman jenis bukan logam seperti kertas. Pada alat tersebut terdapat tabung yang akan pecah jika kena panas api. Jenis-jenis APAR sebagai berikut : i. kain. Kebakaran logam mudah menyala gunakan APAR kelas D. ii. e. bordes dan tangga kebakaran tidak boleh dipakai sebagai tempat penyimpanan (gudang) atau terdapat benda-benda lain yang dapat menghalangi evakuasi. l. kayu. Bila terjadi kebakaran pecahkan kaca penutup. Sprinkler Penyembur air dan biasanya dipasang menghadap ke bawah pada langitlangit ruangan. Detektor asap Akan membunyikan alarm jika terkena asap kebakaran. dan selanjutnya air akan menyembur selama + 30 menit. iv. Fungsinya untuk memadamkan atau menghambat sementara penjalaran api. Pintu kebakaran menuju tangga darurat. f. Kebakaran akibat listrik gunakan APAR kelas C. i. g. kemudian tarik handel maka alarm segera berbunyi. Pada pintu kebakaran. Fire Alarm manual Biasanya ditempatkan pada dinding bangunan dan diberi penutup kaca. iii. Pintu tersebut hanya dapat dibuka dari dalam dan tidak dapat dibuka dari luar. k. . karet. plastik gunakan jenis APAR kelas A. Kebakaran benda cair mudah menyala gunakan APAR kelas B. j. dengan demikian memberi kesempatan penghuni untuk evakuasi. Hidran halaman Peralatan penyemprot air di halaman yang dapat disambungkan dengan pompa mobil pemadam kebakaran. dan bordes tangga di disain agar mampu sebagai tempat berhimpun sementara.

Poskotis (Pos Komando Taktis) Kebakaran Digunakan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan bila tidak tersedia minimal dapat mempergunakan pos satpam dan yang terpenting tersedianya gambar denah tiap lantai bangunan yang dilengkapi dengan tata letak perlengkapan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. i. h. Untuk bangunan Mal. posisi dan fungsi lift (apakah terdapat fire lift). Menyusun tim pelaksana latihan yang intinya mewakili pengguna bangunan pada setiap lantai. f. dsb. SNI terkait yang digunakan sebagai pedoman perancangan dan pelaksanaan pembangunan dalam rangka keselamatan jiwa penghuni terhadap bahaya asap yaitu SNI 03-6571-2001 Sistem Pengendalian Asap Kebakaran pada Bangunan Gedung. teknik penggunaan peralatan pemadaman serta langkah-langkah/ prosedur bila terjadi kebakaran. namun sangat penting manfaatnya mengingat berbagai kejadian kebakaran banyak yang meninggal karena asap kebakaran. ii. Membuat/ mengirim surat pemberitahuan dan mengumumkan kepada pemakai bangunan tiap lantai akan adanya latihan. 2000 edition (SNI terkait masih dalam proses penyelesaian). Belum diterapkan pada bangunan-bangunan gedung di Indonesia.i. e. Luar bangunan gedung : i. B. Membuat/ mengirim surat pemberitahuan dan mengumumkan kepada pemakai bangunan tiap lantai akan adanya latihan. Atrium dan Arera Luas menggunakan NFPA 92B. Membuat metoda kerja latihan. yaitu : 1. Melatih personil setiap lantai dalam menggunakan peralatan pemadaman untuk setiap jenis peralatan dan peralatan hidran halaman. jalur evakuasi. Mempersiapkan peralatan yang akan dipergunakan. Membuat jadual rencana pelaksanaan. Membuat Target simulasi sasaran pemadaman. Tahap persiapan : a. c. b. g. Menetapkan lokasi/ zona latihan. ii. . Memberi/ menyampaikan informasi teknik-teknik pemadaman. iii. 2. Melakukan koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Pihak Kepolisian setempat. d. iii. Smoke Control Systems. Membuat jadual rencana pelaksanaan. Pelatihan RTDK Pelatihan dan jadual RTDK dibuat oleh Penanggung-jawab TPK (PJ-TPK) dan meliputi beberapa tahap. m. Tahap pelaksanaan : a.

Pemilik/ pengelola bangunan/ Pimpinan Satlaskar Kebakaran. Dalam bangunan gedung : i. 3. detektor panas. b. alarm. Tahap Pelaporan. Melatih personil tiap lantai dalam menggunakan berbagai peralatan pemadaman termasuk hidran gedung. iii. Pengujian peralatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. hidran gedung dan sprinkler. detektor nyala api. Instansi Pemadam Kebakaran setempat.b. seperti menguji unjuk kerja detektor asap. Membuat target stimulasi sasaran pemadaman. Penanggung-jawab TPK membuat laporan hasil pelaksanaan pelatihan yang dikirimkan kepada : a. . ii. Memberi/ menyampaikan informasi teknik-teknik pemadaman/ teknik penggunaan peralatan pemadaman serta langkah-langkah/ prosedur bila terjadi kebakaran. iv.

6. Manajemen Penanggulangan Kebakaran (MPK) mutlak diterapkan. 2.BAB IV PENUTUP 1. Latihan evakuasi dan penanggulangan kebakaran dan upaya perawatan sarana/ prasarana penanggulangan kebakaran perlu dilakukan secara periodik sehingga akan sangat membantu penanganan saat terjadi keadaan darurat kebakaran pada bangunan gedung. 5. . Penguasaan materi pengelolaan sistem pengamanan kebakaran bangunan gedung memang mutlak diperlukan. Setiap bangunan akan berbeda bentuk RTDK nya sesuai dengan fungsi. 3. Asosiasi Profesi terkait wajib melaksanakan pengawasan pada tahapan perencanaan. namun yang lebih penting adalah kesadaran semua pihak (pengelola dan penghuni) dalam memelihara dan merawat bangunan serta peralatannya guna menghindari terjadinya bencana sedini mungkin. 7. 4. Pemerintah Kabupaten/ Kota membina pelaksanaan RTDK dan berwenang memberikan sanksi sesuai peraturan perundangan yang berlaku peraturan kabupaten/ kota tentang bangunan gedung kepada Pemilik/ Pengelola bangunan gedung yang melanggar ketentuan wajib RTDK. diwajibkan melaksanakan RTDK dan berperan dalam mensosialisasikan RTDK demi keselamatan penghuni. Rencana tindakan darurat kebakaran (RTDK) sebagai bagian dari strategi penerapan MPK untuk mengantisipasi bila terjadi keadaan darurat kebakaran bangunan perlu disusun dan disosialisasikan kepada penghuni bangunan gedung. situasi dan kondisi masing-masing bangunan gedung. pelaksanaan dan pemanfaatan pada bangunan gedung yang wajib RTDK di wilayahnya. 8. terutama pada bangunan umum yang memiliki klasifikasi potensial rawan terhadap bahaya kebakaran. Pengelola bangunan gedung yang wajib mempunyai RTDK.

17. 8. 15. Diagram tindakan bila mendengar alarm/ menemukan kebakaran. 6. 11. 7. 16. 18. 12. 9. . 14. Diagram Pemilik/ Pengelola/ Pemimpin Satlakar (PSK) Diagram Penanggung-jawab Tim Penanggulangan Kebakaran/ Koordinator TPK Unit Bangunan (PJ-TPK) Diagram Kepala Bagian Keamanan (KBK) Diagram Kepala Bagian Teknik Pemeliharaan (KBT) Diagram Kepala Regu Pemadam Kebakaran (KR-PK) Diagram Regu Pemadam Kebakaran (RPK) Diagram Kepala Regu Evakuasi (KR-E) Diagram Regu Evakuasi (RE) Diagram Kepala Regu Penyelamatan (KR-P3K) Diagram Regu Penyelamat (RP3K) Diagram Kepala Regu Pengamanan Lingkungan (KR-PL) Diagram Regu Pengaman (RP) Diagram Regu Dokumentasi (RD) Diagram Regu Pemandu Dinas Pemadam Kebakaran (RP-DPK) Diagram Regu Informasi Internal (RII) Diagram Regu Housekeeping (RH) Diagram Kepala Regu Persiapan Tempat Berhimpun (KR-PTB) 4. 10. 2. 5. 13. 3.Lampiran DIAGRAM RENCANA TINDAKAN DARURAT KEBAKARAN 1.

TINDAKAN BILA MENDENGAR ALARM/MENEMUKAN KEBAKARAN Alarm Bunyi ? Bunyikan Alarm/ Informasikan Kepada orang lain Kebakaran Tidak Ya Alarm Kebakaran ? Ya Tidak Ada regu pemadam ? B Ada regu kebakaran Tidak Ya A Ya Ada regu pemadam di TKP? Tidak Buat laporan ke KR-PL Tidak Padamkan api dengan Apar/Hose Reel Selesai .

DIAGRAM PEMILIK/PENGELOLA/PEMIMPIN SATLAKAR (PSK) Alarm/ Terima Laporan Kebakaran ? Tidak Selesai Ya Konsolidasikan dengan Penanggung Jawab TPK Kondisi Memburuk ? Tidak Ya Koordinasikan dengan Penanggung Jawab TPK Ya Monitor laporan dan kegiatan Tim Pemadam Kebakaran (TPK) Api Padam ? Tidak Monitor kondisi kebakaran Perintahkan PJ-TPK mengambil tindakan .

DIAGRAM PENANGGUNG JAWAB TPK/KOORDINATOR TPK UNIT BANGUNAN (PJ-TPK Alarm/ Terima Laporan Kebakaran ? Tidak Selesai Ya Konsolidasikan dengan KBK Kondisi Memburuk ? Tidak Ya Koordinasikan dengan unit-unit untuk mengambil tindakan selanjutnya Ya Ke tempat berhimpun Ke Posko darurat . konsolidasikan dengan KBK dan KBT untuk tindakan yang diperlukan Api Padam ? Tidak Ya Tidak Perintahkan KBK & KR-E mengambil tindakan Ya Perintahkan KBK menghubungi DPK/ AParat lain Evakuasi ? Tidak Evakuasi ? Monitor kondisi kebakaran Tidak .

pastikan semua kepala regu sudah mengetahui kejadian dan mengambil tindakan Bersama DPK dan balakar Unit upayakan Tidak penanggulangan kebakaran Selesai Panggil DPK. serahkan komando kepada DPK Ya Perlu Bantuan DPK ? Tidak Api Padam ? Ya Laporkan kondisi ke PJ-TPK Laporkan kondisi ke PSK konsultasikan tindakan selanjutnya Tidak Perlu Bantuan DPK ? Ke Posko Penanggulangan kebakaran untuk berkoordinasi Tidak Koordinasikan dengan KBT Tidak Koordinasikan semua reguregu terkait untuk menormalkan kondisi Tidak Kondisi fatal ? Ya Api Padam ? Tidak Perlu Evakuasi ? Ya Ya Instruksikan KR-PL / regu informasi internal untuk membacakan "kartu pintar" Perintahkan Evakuasi .DIAGRAM KEPALA BAGIAN KEAMANAN (KBK) Alarm Alarm Bunyi ? Tidak Bunyikan Alarm/ Informasikan Kepada orang lain Kebakaran ? Tidak Api Padam ? Kebakaran Ya A Ya Ke Posko Darurat Ya Ada regu pemadam api di TKP ? Tidak Padamkan api dengan Apar/ Hose Reel Perintahkan KR-PL / regu informasi untuk membacakan "kartu pintar" Koordinasikan dengan KBT.

DIAGRAM KEPALA BAGIAN TEKNIK PEMELIHARAAN (KBT) Alarm Alarm Bunyi ? Tidak Bunyikan Alarm/ Informasikan Kepada orang lain Kebakaran ? Tidak Api Padam ? Ya Kebakaran Ya A Ya Ke Posko Darurat Ya Ada regu pemadam api di TKP ? Tidak Padamkan api dengan Apar/ Hose Reel Koordinasikan dengan KBK. pastikan semua operator mengetahui kejadian kebakaran dan siap mengambil tindakan Bersama DPK dan balakar Unit upayakan Tidak penanggulangan kebakaran Selesai Laporkan kondisi ke PJ-TPK Ya Serahkan komando kepada DPK Perlu Bantuan DPK ? Tidak koordinasikan dengan KBK Api Padam ? Tidak Ya .

DIAGRAM KEPALA REGU PEMADAM KEBAKARAN (KR-PK) Alarm Alarm Bunyi ? Tidak Bunyikan Alarm/ Informasikan Kepada orang lain Kebakaran ? Tidak Kebakaran Ya A Ya Instruksi regu teknik untuk menormalkan fungsi TKP. koordinasikan dengan Api Padam ? Ya Kondisi fatal ? Ya Buat laporan ke KBK Ya Ada regu pemadam api di TKP ? Tidak Padamkan api dengan Apar/ Hose Reel Api Padam ? Tidak Perlu bantuan regu DPK ? Ya Hubungi KBK untuk minta bantuan regu DPK Instruksikan Team Pemadam meninggalkan TKP. Serahkan Komando ke DPK Ya Regu DPK tiba di TPK ? Perkirakan situasi. berikan instruksi/ petunjuk yang diperlukan kepada regu pemadam/ teknik koordinasi dengan KBK Ya Tidak Tidak Tidak Instruksikan Regu Pemadam untuk memadamkan/ melokalisir api sampai regu DKP tiba di TKP . Koordinasi dengan KBK Selesai Monitor status api.

DIAGRAM REGU PEMADAM KEBAKARAN (RPK) Alarm Kebakaran ? Kebakaran Alarm Bunyi ? Ya Ya B Api Padam ? Ya Inventarisir Apar yang digunakan Tidak Bunyikan Alarm/ Informasikan Kepada orang lain Api dapat dipadamkan dengan Apar Ya Padamkan Api dengan Apar Tidak Pastikan tidak ada aliran listrik pada sekitar titik api Api Padam ? Ya Rapihkan Peralatan yang dipergunakan Laporkan kondisi akhir ke KR-PK Laporkan kejadian ke KUPK Tidak Api dapat dipadamkan dengan Hose Reel Ya Padamkan/ Lokalisir Api dengan Hose Reel Selesai Padamkan/ Lokalisir Api dengan hidran Tidak Api Padam ? Tidak Petugas DPK datang ? Ikuti Instruksi KR-PK .

koordinasikan dengan KP-PTB untuk penyimpannanya .DIAGRAM KEPALA REGU EVAKUASI (KR-E) Alarm Alarm Bunyi ? Tidak Bunyikan Alarm/ Informasikan Kepada orang lain Kebakaran ? Tidak Kebakaran Ya A Ya Chek kesiapan anggota. jalur ke tempat berhimpun dan koordinasi dengan KBK Jalur ke tempat berhimpun lancar ? Ya Minta bantuan KR-PL untuk mengamankan jalur evakuasi ke tempat berhimpun Tidak Ya Ada regu pemadam api di TKP ? Tidak Padamkan api dengan Apar/ Hose Reel Perlu Evakuasi ? Ya Instruksikananggota memandu jalannya evakuasi Tidak Selesai Buat laporan ke KBK Ada korban ? Ya Hubungi KR-P3K agar mengirim regu penyelamat ke TKP Tidak Siapkan Pos untuk pelaporan di tempat berhimpun Inventarisir dan koordinasikan pengamanan barang-barang berharga yang diselamatkan keryawan.

cegah penggunaan lift Tidak Anggota Regu lapor ke Kepala Regu Evakuasi lantai Ada korban ? Tidak Periksa lokasi/hubungi Kepala Regu Evakuasi lantai. Kepala Regu Evakuasi lantai lapor ke KR-E Berkumpul di tempat berhimpun .DIAGRAM REGU EVAKUASI Alarm Alarm Bunyi ? Tidak Bunyikan Alarm/ Informasikan Kepada orang lain Kebakaran ? Tidak Kebakaran Ya A Ya Tempati posisi tunggu instruksi dari KR-E Ya Ada regu pemadam api di TKP ? Tidak Padamkan api dengan Apar/ Hose Reel Laporkan kondisi akhir ke KR-E Selesai Ada instruksi evakuasi ? Ya Arahkan pengunjung/ penghuni menuju tangga darurat untuk berkumpul di tempat berhimpun. pastikan tidak ada orang yang tertinggal Ya Hubungi KR-E agar mengirim regu penyelamat ke TKP Sebelum meninggalkan lokasi.

monitor situasi. koordinasi dengan KBK Ya Buat laporan ke KBK Api padam ? Ada Korban ? Ya Instruksikan regu penyelamatan untuk menolong korban dan dibawa ke Pos P3K di tempat perhimpunan Tidak Tidak Tidak Evakuasi ? Ya Siapkan Pos P3K di tempat berhimpun Tidak Instruksikan regu penyelamatan ke TKP untuk menolong korban dan dibawa ke Posko darurat Perlu tindak lanjut terhadap korban Ya Persiapkan korban untuk diserahkan ke paramedis Ada korban ? Ya Pastikan data-data korban telah lengkap .DIAGRAM KEPALA REGU PENYELAMAT/ P3K (KR-P3K) Alarm Alarm Bunyi ? Tidak Bunyikan Alarm/ Informasikan Kepada orang lain Kebakaran ? Tidak Kebakaran Ya A Ya Check kesiapan anggota. Selesai Ya Ada regu pemadam api di TKP ? Tidak Padamkan api dengan Apar/ Hose Reel Ke Posko darurat.

ikuti instruksi Tidak Kembalikan peralatan ke tempat semula . buatkan catatan tentang korban dan tindakan yang dilakukan.DIAGRAM REGU PENYELAMATAN (RP3K) Alarm Kebakaran ? Tidak Kebakaran Alarm Bunyi ? Ya A Tidak Bunyikan Alarm/ Informasikan Kepada orang lain Ya Tunggu instruksi di tempat peralatan terdekat dengan TKP Ya Ada regu pemadam api di TKP ? Tidak Padamkan api dengan Apar/ Hose Reel Ada Instruksi ? Ya Bawa peralatan P3K & penyelamat ke Posko darurat. siapkan Pos P3K Tidak Laporkan kondisi akhir ke KR-P3K Selesai Tidak Ada korban ? Ya Bantu/bawa korban ke Pos P3K untuk dilakukan tindakan P3K.

DIAGRAM KEPALA REGU PENGAMANAN LINGKUNGAN (KR-PL) Alarm Alarm Bunyi ? Tidak Bunyikan Alarm/ Informasikan Kepada orang lain Kebakaran ? Tidak A Ya Kebakaran Ya Ke Posko Darurat Ya Ada regu pemadam api di TKP ? Tidak Padamkan api dengan Apar/ Hose Reel Perintahkan regu pengamanan TKP memblokir TKP dan regu dokumentasi mendokumentasikan semua kejadian Selesai Koordinasikan semua regu pengaman lingkungan. tempati "plotting". siapkan jalur akses mobil pemadam kebakaran Tidak Pastikan bahwa regu Dokumentasi sudah mendokumentasikan kejadian secara lengkap Buat laporan ke KBK Api Padam ? Ya Instruksikan regu Housekeeping untuk membersihkan TKP Tidak Aparat keamanan datang? Ya Koordinasikan dengan Aparat Keamanan Tidak Evakuasi ? Pastikan bahwa regu dokumentasi sudah mendokumentasikan kejadian secara lengkap Ke tempat perhimpunan .

DIAGRAM REGU PENGAMAN (RP) Tidak Ada petugas pengaman ? Alarm Kebakaran ? Tidak Monitor sekitar lokasi alarm Kebakaran Alarm Bunyi ? Ya A Ya Ya Tempati posisi Tunggu instruksi dari KR-PL Ada regu pemadam api di TKP ? Tidak Ya Ada petugas pengaman TKP ? Tidak Tetap pada posisi Tidak Bunyikan Alarm/ Informasikan Kepada orang lain Ya Amankan Lokasi Blok dengan Pita Pengaman Laporkan kondisi akhir ke KR-PL Padamkan api dengan Apar/ Hose Reel Api Padam ? Normalkan kembali lingkungan sesuai instruksi KR-PL Selesai Tidak Ya Tidak Ke tempat berhimpun. tunggu instruksi selanjutnya Api Padam ? Ya .

DIAGRAM REGU DOKUMENTASI (RD) Alarm Kebakaran ? Tidak Kebakaran Alarm Bunyi ? Ya A Ya Bawa peralatan dokumentasi ke TKP Tidak Bunyikan Alarm/ Informasikan Kepada orang lain Ada regu pemadam api di lokasi ? Tidak Padamkan api dengan Apar/ Hose Reel Catat dan dokumentasikan semua kejadian Selesai Api Padam ? Tidak Tidak Ya Laporkan urutan kejadian ke KR-PL Ada instruksi evakuasi ? Ya Menuju tempat berhimpun. tunggu instruksi selanjutnya .

Serahkan gambar denah gedung kepada Komandan Regu DPK DPK memerlukan bantuan Ya Ya Tidak Api Padam ? Jalur DPK bebas hambatan Tidak Minta bantuan regu pengaman untuk membebaskan hambatan Tidak Minta bantuan regu pengaman untuk membebaskan hambatan Sarana Posko Pengendalian kebakaran tersedia ? Tidak Hubungi regu persiapan tempat berhimpun untuk menyediakan sarana yang diperlukan .DIAGRAM REGU PEMANDU DPK (RP-DPK) Selesai Alarm Kebakaran ? Tidak Kebakaran Alarm Bunyi ? Ya A Laporkan kondisi akhir ke KR-PL Ya Ambil gambar denah bangunan dan megaphone dari ruang peralatan darurat Tidak Pastikan jalur mobil unit DPK bebas hambatan untuk memasuki gedung Ya Tidak Bunyikan Alarm/ Informasikan Kepada orang lain Ada regu pemadam api di TKP ? Tidak Padamkan api dengan Apar/ Hose Reel Ya Bantu Petugas DPK sesuai kebutuhan dan wewenang DPK datang Ya Ya Pandu petugas DPK memasuki area gedung.

DIAGRAM REGU INFORMASI INTERNAL (RII) Alarm Kebakaran ? Kebakaran Alarm Bunyi ? A Ya Tidak Ya Bunyikan Alarm/ Informasikan Kepada orang lain Tempatkan posisi tunggu instruksi dari KR-PL Siapkan "kartu pintar" Ya Ada Instruksi ? Selesai Ada regu pemadam di TKP? Ya Tidak Padamkan api dengan Apar/Hose Reel Tidak Bacakan "kartu pintar" sesuai instruksi Api Padam ? Tidak Ya Bacakan "kartu pintar" sesuai instruksi Laporkan urutan kejadian ke KR-PL Ada instruksi evakuasi Ya Ke tempat berhimpun. tunggu instruksi selanjutnya .

lakukan tindakan sesuai instruksi Selesai Tidak Jalur DPK bebas hambatan Ya Bersihkan sekitar TKP. tunggu instruksi selanjutnya Laporkan daerah sekitar/ di luar TKP yang telah dibersihkan ke KR-PL Ya . sesuai instruksi KR-PL Tidak Ada Instruksi evakuasi ? Ke tempat berhimpun.DIAGRAM REGU HOUSEKEEPING (RH) Alarm Kebakaran ? Tidak Kebakaran Alarm Bunyi ? Ya A Ya Tempati posisi Tunggu instruksi dari KR-PL Ya Tidak Bunyikan Alarm/ Informasikan Kepada orang lain Ada regu pemadam api di TKP ? Tidak Padamkan api dengan Apar/ Hose Reel Ada Instruksi ? Ya Bawa peralatan ke TKP.

DIAGRAM KEPALA REGU PERSIAPAN TEMPAT BERHIMPUN (KR-PTB) Selesai Alarm Kebakaran ? Tidak Kebakaran Alarm Bunyi ? Ya A Buat laporan ke Kabag Kebakaran (KBK) Ya Pastikan regu persiapan tempat berhimpun siap untuk menjalankan tugasnya Tidak Bunyikan Alarm/ Informasikan Kepada orang lain Ya Ya Ada regu pemadam api di TKP ? Tidak Padamkan api dengan Apar/ Hose Reel Ke Posko Darurat untuk berkoordinasi dengan unit-unit lain dan monitor kondisi kebakaran Berkoordinasi dengan KR-E & KR-PL untuk merapihkan kembali Posko Penanggulangan Kebakaran & Tempat Berhimpun Ya Siapkan penyimpanan dokumen-dokumen penting dan barang berharga yang diselamatkan Api dapat dikuasai Tidak Api Padam ? Tidak Instruksikan regu persiapan tempat berhimpun untuk mempersiapkan posko penanggulangan kebakaran dan tempat berhimpun Pastikan kesiapan tempat berhimpun dan kelengkapan Posko Penanggulangan Kebakaran Tidak Hubungan regu persiapan tempat berhimpun untuk menyediakan sarana yang diperlukan Evakuasi Ya .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->