P. 1
Bahasa itu dinamis

Bahasa itu dinamis

|Views: 926|Likes:
Published by andraselabrasa345

More info:

Published by: andraselabrasa345 on Aug 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2013

pdf

text

original

Bahasa itu dinamis.

Sebuah bahasa bias tumbuh berkembang, berubah, mengglobal, atau sebaliknya, bahasa yang tenggelam dan mati dibawa oleh para penuturnya. Dinamika bahasa tersebut terjadi pula dalam ranah makna. Karena berbagai faktor makna kata dapat berubah atau bergeser dari makna sebelumnya. Faktor-Faktor Penyebab Perubahan Makna Kata Ada dua faktor yang menyebabkan perubahan makna, yaitu faktor linguistis dan nonlinguistis. Faktor lingusitis berarti faktor dari dalam bahasa itu sendiri, sedangkan faktor nonlinguistis berarti faktor yang berasal dari luar bahasa tersebut. Tergolong ke dalam faktor linguistis adalah:
• • •

proses pengimbuhan (afiksasi), proses pengulangan (reduplikasi), dan proses penggabungan (komposisi).

Di sisi lain, termasuk ke dalam faktor nonlinguistis adalah:
• • • • • •

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; perkembangan sosial dan budaya; perbedaan bidang pemakaian; adanya asosiasi; pertukaran tanggapan indra; dan perbedaan tanggapan.

Jenis-Jenis Perubahan Makna

Generalisasi atau perluasan

Perluasan makna kata adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata yang pada mulanya hanya memiliki sebuah makna, tetapi kemudian karena berbagai faktor menjadi memiliki makna-makna lain. Contoh kata yang mengalami perluasan makna adalah kata-kata istilah kekerabatan seperti ‘kakak’, ‘bapak’, ‘ibu’, dan sebagainya. Kata kakak yang sebenarnya bermakna ‘saudara sekandung yang lebih tua’, meluas maknanya menjadi siapa saja yang pantas dianggap saudara yang lebih tua. Demikian juga kata ‘bapak’ dan ‘ibu’.

Spesialisasi atau penyempitan

Sedangkan saat ini maknanya menyempit khusus menjadi lulusan jenjang pendidikan S1 pada bidang ilmu tertentu saja. tetapi pada kalimat di atas. uang sogokan atau uang pelicin . pelacur lebih kasar daripada tunasusila. yaitu cakupan makna masa kini yang lebih sempit daripada masa lalu. Misal kata ‘pena’ pada mulanya berarti ‘bulu’ dalam bahasa Sanskerta kini maknanya sudah berubah total menjadi ‘alat tulis yang menggunakan tinta’. • Asosiasi Asosiasi adalah perubahan makna yang terjadi sebagai akibat persamaan sifat. Contoh kata ‘tunarungu’ dirasakan lebih halus dan sopan daripada kata ‘tuli’. Misalnya kata ‘amplop’ berarti ‘secarik kertas untuk menyimpan surat’.Kebalikan dari generalisasi. • Ameliorasi Ameliorasi adalah suatu perubahan makna baru yang dirasakan lebih tinggi atau lebih baik nilainya dari arti yang lama. • Peyorasi Kebalikan dari ameliorasi. Berdasarkan sifat ini. Contoh. Contohnya. • Sinestesia Sinestesia adalah perubahan makna yang terjadi sebagai akibat pertukaran tanggapan dua indra yang berbeda. kata amplop dipakai untuk menyatakan makna suap. Contoh : Suara penyanyi baru itu sedap didengar. kata sarjana dulunya mengacu pada orangorang cerdik pandai dan berilmu tinggi. Kata sedap lazimnya dirasakan dengan indera pencecap/perasa. kata sedap dikaitkan dengan indera pendengar. telinga. yaitu lidah. • Perubahan Total Perubahan total berarti berubahnya makna kata sehingga sama sekali berbeda atau jauh dengan makna asalnya. Peyorasi berarti perubahan makna yang membuat makna kata baru dirasakan lebih rendah nilainya dari arti yang lama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->