P. 1
5. Laporan KKL Fak. Syariah 2008

5. Laporan KKL Fak. Syariah 2008

|Views: 212|Likes:
Published by i2b
Laporan KKL Fakultas Syari'ah IAIN Walisongo Semarang
Laporan KKL Fakultas Syari'ah IAIN Walisongo Semarang

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: i2b on Aug 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Dengan mengucap puji syukur atas rahmat Allah SWT.

Dalam praktek pendidikan di fakultas Syari’ah, disadari perlunya menghubungkan dan memadukan antara teori dengan keadaaan yang sebenarnya demi menunjang tercapainya tujuan membentuk sarjana hukum islam yang ahli dalam bidang peradilan perdata islam dan pidana tersebut maka perlu diadakan praktikum PPL tidak lain merupakan muara semua mata kuliah MKP terpadu, sehingga menampilkan dari sebagian profesinya. Fakultas Syari’ah sebagai bagian dari IAIN Walisongo Semarang yang mempersiapkan lulusannya agar benar-benar ahli bidang hukum bukan hanya dalam hukum islam saja, melainkan hukum positif, serta dipersiapkan untuk mampu menempati jabatan-jabatan struktural yang sesuai dengan disiplin ilmu. Kuliah kerja lapangan (KKL) merupakan bentuk praktikum untuk memperdalam ilmu-ilmu teori yang berasal dari jurusan masing-masing untuk meningkatkan kompetensi sarjana hukum Islam agar dapat bersaing dengan sarjana hukum umum. Kegiatan ini diwajibkan untuk diikuti semua mahasiswa fakultas Syari’ah sebagai salah satu prasyarat akademik untuk mencapai gelar Strata Satu (S1). Oleh karena itu, dalam sistem belajar di Fakultas Syari'ah dikembangkan suatu sistem belajar yang memadukan antara pembekalan teori dan praktek yaitu salah satunya KKL, yang pada semester genap ini dilaksanakan pada 5-17 Desember 2008 di Mahkamah Agung (MA), Mahkamah Konstitusi (MK), Bapepam-LK, Planetarium, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Bank Indonesia Semarang, Pengadilan Negeri Kendal dan LPKBHI semarang. Jadi KKL merupakan sarana yang cukup tepat bagi seluruh mahasiswa Fakultas syari’ah untuk bisa, mengembangkan potensi dirinya sebagai bagian civitas akademika IAIN Walisongo Semarang pada umumnya dan Fakultas Syari’ah pada khususnya. Dan sebagai bagian dari praktikum

1

kegiatan belajar yang dilakukan oleh mahasiswa untuk menambah wawasan dan mendapatkan pengalaman nyata dari instansi, lembaga atau organisasi yang berkaitan dengan disiplin keilmuan dan kompetensi yang dikembangkan jurusan atau program studi. Sehingga tujuan pendidikan akan dapat terwujud secara bersama-sama dan bisa menjadikan sebuah kontribusi yang signifikan bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia. B. Tujuan Adapun tujuan dari pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) adalah agar metode belajar untuk mengimplementasikan teori-teori mata kuliah keahlian khusus yaitu mata kuliah yang berkaitan dengan perbankan. Dengan demikian KKL merupakan sarana yang cukup tepat bagi seluruh mahasiswa Fakultas Syari'ah untuk bisa mengembangkan potensi dirinya sebagai bagian dari civitas akademika IAIN Walisongo pada umumnya dan Fakultas Syari'ah khususnya. Sehingga tujuan pendidikan akan dapat terwujud secara bersama-sama dan bisa menjadikan sebuah kontribusi yang signifikan bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

2

BAB II LANDASAN TEORI A. Bank Indonesia(BI) Bank Indonesia pertama kali diatur oleh UU No. 11 Tahun 1953 tentang Undang- undang pokok Bank Indonesia, yang kemudian diganti oleh Undang- undang No. 13 Tahun 1968 tentang Bank Sentral. Dalam undang- undang tersebut, Bank Sentral yang dimaksud adalah Bank Indonesia, dimiliki oleh negara dan merupakan badan hukum. Bank Indonesia menurut UU No. 13 Tahun 1968 mempunyai tugas pokok membantu pemerintah dalam (a) mengatur, menjaga, dan memelihara kestabilan nilai rupiah; (b) mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna meningkatkan taraf hidup rakyat. Dalam perkembangannya, keberadaan Undang- undang No. 13 Tahun 1968 tentang bank Sentral dirasakan tidak sesuai lagi dengan perkembangan yang terjadi. Beberapa ketentuan yang tercantum dalam undangundang tersebut ternyata belum cukup menjamin terselenggaranya Bank Sentral yang independen. Ketidakjelasan tujuan Bank Indonesia menyebabkan peran Bank Indonesia sebagai otoritas moneter menjadi semu, akhirnya tanggung jawab atas kebijakan yang diambil pun menjadi tidak jelas. Berkaitan dengan hal tersebut, dirasakan perlunya undang- undang tentang Bank Sentral yang dapat memberikan landasan hukum bagi terselenggaranya tugas Bank Sentral secara efektif. 1. Status Bank Indonesia a. Lembaga negara yang independen Dalam Undang-undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, dinyatakan bahwa Bank Sentral Republik Indonesia adalah Bank Indonesia, suatu lembaga negara yang independen, bebas dari campur tangan pemerintah dan/ pihak- pihak lain

3

kecuali untuk hal- hal yang secara tegas diatur dalam undangundang (pasal 4). Bank Indonesia sebagai Badan Hukum. Pasal 4 Undang- undang No. 23 Tahun 1999 merupakan dasar hukum Bank Indonesia sebagai badan hukum. Pengertian badan hukum di sini meliputi badan hukum publik dan badan hukum perdata. b. Kedudukan Bank Indonesia dalam struktur ketatanegaraan RI Bank Indonesia mempunyai kedudukan yang khusus dalam struktur ketatanegaraan RI. Sebagai lembaga negara, kedudukan Bank Indonesia tidak sejajar dengan DPR, MA, BPK, atau Presiden yang merupakan lembaga tinggi negara. 2. Tujuan Dan Tugas Bank Indonesia a. Tujuan Bank Indonesia Dalam Undang- undang No. 23 Tahun 1999, dinyatakan secara tegas bahwa tugas Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah (pasal 7). Tugas ini merupakan single objective atau tujuan tunggal. b. Tugas Bank Indonesia Bank Indonesia mempunyai tugas sebagaimana dicantumkan dalam pasal 8 Undang-undang jo. 23 Tahun 1999. Tugas tersebut terbagi dalam 3 (tiga), yaitu (1) menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter; (2) mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran; (3) mengatur dan mengawasi bank. B. Pengadilan Negeri Kendal Pengadilan Negeri adalah pengadilan tingkat pertama yang memiliki fungsi menerima, memeriksa, mengadili dan menyelesaikan perkara perdata dan perkara pidana bagi warga negara yang mencari keadilan dan haknya dirampas kecuali UU menentukan lain ( UU No.4 Tahun 2004). Kemudian kewenangan dari Pengadilan Negeri sendiri adalah meliputi perkara pidana maupun perdata. Hal itu menambah tugas yang harus diemban oleh Pengadilan Negeri sebagai institusi pemerintahan.

4

Pengadilan Negeri diperuntukkan bagi semua pemeluk agama yang ada di Indonesia. Karena masalahnya begitu kompleks, maka dalam pengaturannya terdapat bermacam-macam kitab undang-undang hukum seperti KUHAP dan KUHPerdata serta yang lain. Yang menjadi landasan atau dasar hukum keberadaan Pengadilan Negeri yaitu: 1. 2. UU No. 8 tahun 2004 tentang perubahan atas UU No. 2 tahun Pasal 3 ayat 1 UU No. 2 tahun 1986 bahwa kekuasaan di 1986 tentang Peradilan Umum. lingkungan Peradilan Umum dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri dengan Pengadilan Tinggi 3. Kekuasaan kehakiman di lingkungan Peradilan Umum berpuncak pada Mahkamah Agung sebagai pengadilan negara tertinggi. 4. Keputusan Presiden No. 97 tahun 1999 tentang Pembentukan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Ujung Pandang, Pengadilan Negeri Medan, Pengadilan Negeri Surabaya, Dan Pengadilan Negeri Surabaya. 5. Surat Keputusan Panitera/ Sekretaris Jendral Mahkamah Agung Republik Indonesia nomor: MA/PANSEK/013/SK/VI/TAHUN 2002 tentang Organisasi dan Tata Usaha Kerja Kepaniteraan/Sekretaris Jendral Mahkamah Agung Republik Indonesia 6. 7. UU No. 43 tahun 1999 tentang perubahan atas UU No. 8 tahun UU No. 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian. Hubungan Industrial. Hukum acara pidana adalah aturan yang memberikan petunjuk apa yang harus dilakukan oleh aparat penegak hukum dan orang-orang yang terlibat didalamnya, apabila ada pesangkaan bahwa hukum pidana dilanggar. Adapun asas-asas yang berlaku dalam hukum acara pidana adalah :

5

1. Perlakuan yang sama atas diri seseorang dihadapan hukum, asas ini sering disebut dengan Equality Before The Law. 2. Asas praduga tak bersalah dimana setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut, dan atau dihadapkan dimuka sidang pengadilan wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya (Presumption of Innocence). 3. Penangkapan, penahanan, penggledehan, dan penyitaan hanya dilakukan berdasarkan perintah tertulis oleh pejabat yang berwenang yang telah diatur caranya dalam Undang-undang (Principle of Legality). 4. Seseorang yang ditangkap, ditahan, dituntut, ataupun diadili tanpa alasan berdasarkan Undang-undang atau karena kekeliruan maka wajib diberi ganti rugi dan rehabilitasi. 5. Peradilan harus dilaksanakan dengan cepat, sederhana, dan biaya ringan, serta bebas, jujur, dan tidak memihak, asas ini dikenal sebagai Contate Justice/speedy trial/fair trial. 6. Setiap orang wajib diberi kesempatan memperoleh bantuan hukum. 7. Pengadilan memeriksa perkara pidana dengan hadirnya trdakwa (asas kelangsungan pemeriksaan pengadilan). 8. Sidang pemeriksaan pengadilan adalah terbuka untuk umum (asas keterbukaan). Asas-asas dalam hukum acara perdata sebagi berikut : a. hakim bersikap menunggu (Pasal 2 ayat 1 UU No. 14 tahun 1970) b. hakim bersifat pasif (pasal 118 ayat 1 HIR pasal 142 ayat 1 RBG ). Ruang sengketa ditentukan oleh pihak yang berkepentingan bukan pada hakim. c. para pihak bisa langsung menghadap kepada hakim tanpa di dampingi pengacara d. Pengadilan dilakukan dengan sederhana, cepat dan biaya ringan e. Beracara dikenakan biaya f. Mendengarkan kedua belah pihak serta diperlakukan secara sama g. Putusan harus disertai alasan

6

h. Persidangan bersifat terbuka untuk umum, kecuali dengan alasan lain maka sidang tertutup untuk umum. I. Kekuasaan Pengadilan Negeri (kompetensi absolut) a. Pengadilan Negeri bertugas dan berwenang memeriksa, mengadili, memutuskan dan menyelesaikan perkara pidana dan perdata ditingkat pertama b. Ketua Pengadilan Negeri melakukan pengawasan atas pekerjaan penasehat hukum dan notaris didaerah hukumnya II. Kekuasaan Pengadilan Tinggi a. Pengadilan Tinggi bertugas dan berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara pidana dan perkara perdata pada tingkat banding b. Pengadilan Tinggi juga bertugas dan berwenang mengadili ditingkat pertama dan terakhir sengketa kewenangan mengadili antara pengadilan negeri didaerah hukumnya. C. LPKBHI Semarang 1. a. Sejarah LPKBHI Di penghujung masa jabatannya, Dr. Zamarkhasyi mengeluarkan SK tentang susunan lembaga pengelola konsultasi dan bantuan hukum islam (LPKBHI). Lembaga in diproyeksikan menjadi lahan subur bagi sarjana Fakultas Syari’ah dibidang pengabdian hukum. Tujuan dari di bentuknya LPKBHI menurut dekan fakultas Syari’ah adalah untuk mengaplikasikan keilmuan sarjana syari’ah dan pengabdian kepada masyarakat, menyangkut berbagai persoalan hukum dan sosial kemasyarakatan. Di luar IAIN, pembentukan LPKBHI ternyata mendapat sambutan positif dari praktisi hukum di lingkungan peradilan Agama (PA) atau PTA. Pasalnya selama ini pengacara dan advokat di PA dan PTA di domoniasi oleh sarjana hukum, sehingga seringkali menimbulkan hambatanhambatan dalam proses peradilan, karena pada umumnya mereka kurang Sejarah LPKBHI

7

menguasai hukum materiilnya. Dari fenomena inilah muncul gagasan untuk memberdayakan sarjana Syari’ah yang dalam hukum materilnya lebih menguasai dari pada sarjana hukum. Karena itu untuk mendukung keahlian mahasiswa syari’ah secara ideal menjanjikan. b. Status LPKBHI LPKBHI bersumber pada SK Rektor No. IN/12/HK//04/0413/1999 tentang pengangkatan pengurus LPKBHI. Dengan bersumber pada SK Rektor tersebut LPKBHI seharusnya dimandirikan meski tetap harus ada koordinasi struktural (sebagai bagian) dari IAIN. 2. Landasan hukum LPKBHI Lembaga bantuan hukum menjadi suatu kebutuhan praktek dalam proses peradilan. Hal ini dapat dipahami karena peran lembaga bantuan hukum ini sangat besar sekali dalam membantu penyelesaian perkara dengan menjunjung tinggi Pancasila, Hukum dan Keadilan, sebagaimana ditegaskan oleh UU No. 14 tahun 1970 pasal 37 Adapun landasan yang digunakan lembaga bantuan Hukum dalam beracara dimuka Peradilan guna mewakili kliennya yaitu: a. Landasan dalam perkara perdata b. Landasan Hukum bagi perwakilan dimuka Pengadilan adalah pasal 123 RBI yang memberi kemungkinan kepada pihak yang berperkara untuk diwakili oleh orang yang diberi surat kuasa khusus. Apabila pemberi kuasa hadir dimuka Pengadilan atau dihadapan Hakim maka ia dapat menyampaikan secara lisan. 3. Tugas pengacara LPKBHI Kebenaran pengacara merupakan elemen penting dalam proses penegakan Hukum dan Pengadilan. Pengacara sebagai fasilitas perjuangan dan upaya masyarakat mencari keadilan untuk mempunyai tugas-tugas yang berkaitan dengan kedudukan sebagai wakil kliennya atau orang yang dibela. Adapun tugas dan kedudukan pengacara antara lain: LPKBHI memang cukup

8

1. Tugas pada klien yang dibela, pengacara LPKBHI harus berusaha menunjukkan pada kliennya tentang kekuatan dan kelemahannya dari aspek yuridis. Dan tidak memberi harapan yang terlampau besar kepada kliennya apabila kenyataan hukumnya bertolak belakang 2. Tugas kepada lawan klien, pengacara LPKBHI memperlihatkan kepentingan Hukum lawan kliennya. Hal ini bisa dilakukan dengan cros examination yang berfungsi sebagai senjata yang bernilai untuk mengetahui ketetapan penjelasan dan akurasi dari semua penjelasan di dalam ruang sidang Peradilan. 3. Tugas Pengadilan, Pengacara LPKBHI merupakan birokrasi Peradilan atau pejabat Peradilan. Ini berarti mereka mendapat tugas dari negara sebagaimana hukum positif yaitu tugas agar bersama-sama membangun sebuah institusi Peradilan yang benar-benar bisa diandalkan untuk penegakan hukum dan keadilan di negara ini. 4. Tugas kepada negara, Pengacara LPKBHI dan Pengacara pada umumnya yang jelas dipercaya oleh negara sama dengan birokrasi Pengadilan yang lain yang bertugas membangun institusi hukum yang berwibawa dan disegani. Di samping itu tugas-tugas diatas, para pengacara LPKBHI juga mempunyai tugas untuk mengadakan penyuluhan dan membantu menyelesaikan persoalan-persoalan keislaman yang muncul di masyarakat antara lain yang sering terjadi adalah masalah waris dsb. D. Mahkamah Agung Jakarta Dalam UU No. 14/1985 Pasal 4 dan 5 disebutkan bahwa susunan Mahkamah Agung terdiri atas: a. Pimpinan Mahkamah Agung terdiri dari: 1) Seorang Ketua anggota, 2) Seorang wakil ketua, 3) Beberapa ketua muda, yang meliputi 6 bidang, yaitu: − Ketua muda urusan lingkungan perdata tertulis − Ketua muda urusan lingkungan perdata tak tertulis

9

− Ketua muda urusan lingkungan pidana umum − Ketua muda urusan lingkungan peradilan pidana militer − Ketua muda urusan lingkungan tata usaha negara − Ketua muda urusan lingkungan peradilan agama. b. c. Hakim Anggota (Hakim Agung) Panitera Mahkamah Agung

a. Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung. 3. Tugas dan Wewenang Mahkamah Agung a. Kewenangan ligitimasi. 1) Memeriksa dan memutus permohonan kasasi. 2) Memeriksa mengadili. 3) Memeriksa dan memutus perkara peninjauan kembali. a. Memberikan pertimbangan dalam bidang hukum, baik diminta atau tidak kepada lembaga tinggi negara. b. Memberikan nasehat hukum kepada presiden selaku kepala negara untuk pemberian atau penolakan grasi. c. Menguji secara material terhadap peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang. d. Melaksanakan tugas dan kewenangan lain berdasarkan undangundang. Untuk melaksanakan kekuasaan dan kewenangan di atas, Mahkamah Agung melaksanakan: a. Wewenang pengawasan terhadap: 1) Jalannya peradilan. 2) Pekerjaan pengadilan dan tingkah laku para hakim di semua lingkungan peradilan. 3) Penasehat hukum dan notaris sepanjang yang menyangkut peradilan. 4) Pemberian peringatan, teguran dan petunjuk yang diperlukan. dan memutus sengketa tentang kewenangan

10

b.

Meminta keterangan dan perimbangan dari: 1) Pengadilan di semua lingkungan peradilan. 2) Jaksa agung. 3) Pejabat lain yang diserahi penuntutan perkara pidana.

c. Membuat peraturan sebagai pelengkap untuk mengisi kekurangan atau kekosongan hukum yang diperlukan demi kelancaran jalannya peradilan. d. Mengatur sendiri administrasinya, administrasi peradilan dan administrasi umum. E. Planetarium Jakarta Planetarium merupakan salah satu tempat dimana dapat mengetahui mengenai struktur tata surya. Mulai dari teori-teori pembentukannya sampai kejadian yang belum pernah kita ketahui selama ini. Pengenalan yang diberikan yaitu dengan cara melihatkan cuplikan sejenis film yang didalamnya berisikan mengenai kejadian alam semesta ini. Seperti mengenai teori pembentukan bumi, struktur galaksi, macam-macam rasi bintang. Selian dapat mengetahui kejadian-kejadian yang ada didalam alam semesta ini, kita diberi pengarahan mengani penghitungan bulan qomariyah. Adapun cara yang diberikan yaitu dengan metode hisab atau penghitungan dan rukyat atau penglihatan. Penentuan bulan qomariyah dengan metode hisab hasilnya pasti sudah dapat diketahui karena metode ini menggunakan rumus-rumus yang telah ditentukan dan hasilnya tidak dapat dirubah. Sedang penentuan bulan qomariyah dengan metode rukyat hasil yang diperoleh belum tentu sama dengan metode hisab. Karena dalam metode ini penentuan bulan qomariyah dengan cara melihat langsung ke bulan dengan mata telanjang atau dengan alat yang telah disediakan. Pelaksanaan penentuan awal bulan qomariyah dengan rukyat bisanya dilakukan pada akhir bulan qomariyah dengan tujuan :

11

1. Latihan ketrampilan dan kepekaan mata perukyat. Mengenali posisi dan bentuk fisik hilal dan dapat membedakan hilal dengan obyek yang mirip hilal. 2. Mengenali dan studi atmosferik (awan dan cuaca) pada saat rukyatul hilal. 3. Dalam waktu panjang mencari kriteria visibilitas hilal secara empiris yang dapat dipakai acuan ilmiah penentu masuknya awal bulan Qomariyah. Visibilitas hilal bersifat lokal sangat dipengaruhi oleh iklim dan perubahan cuaca setempat. Planetarium Jakarta dibangun oleh Pemerintah Indonesia mulai tahun 1964 atau gagasan Presiden Soekarno. Pada waktu itu Presiden sangat mengharapkan rakyat Jakarta pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya sedikit demi sedikit akan meningkatkan pengetahuannya mengenai benda-benda langit, gerhana, tata surya, galaksi dan sebagainya. Berdirinya Planetarium menurut pendapatnya merupakan suatu jawaban yang tepat untuk memenuhi harapan itu. F. Badan Wakaf Indonesia Perwakafan di indonesia kini telah menemukan titik cerahnya, terutama dengan disahkannya Undang-Undang Nomor. 41 tahun 2004 tentang wakaf dan terbitnya peraturan pemerintah Nomor. 42 tahun 2006 tentang pelaksanaan Undang-Undang Nomor 41 tahun 2004. UndangUndang ini merupakan perwujudan dari Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28E ayat(1), pasal 29 ayat(1) dan (2), serta pasal 33 ayat (1),(2),(3)dan (4). Salah satu bagian penting dari Undang-Undang Nomor 41 tahun 2004 adalah di amanatkanya pembentukan badan wakaf indonesia (BWI), yang mempunyai tugas dan berwenang untuk: a. Melakukan pembinaan terhadap nazhir dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf. b. Melakukan pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf berskala nasional dan internasional.

12

c. Memberikan persetujuan dan atau izin atas perubahan peruntukan dan status harta benda wakaf d. Memberhentikan dan mengganti nazhir. f. Memberikan persetujuan atas penukaran harta benda wakaf. g. Memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah dalam penyusunan kebijakan di bidang perwakafan. Berdasarkan Undang-undang ini jelas bahwa BWI mempunyai tanggung jawab untu mengembangkan perwakafan di indonesia menuju era wakaf produktif, yaitu wakaf yang dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan umum.

13

BAB III PELAKSANAAN KKL A. Pembekalan(Coaching) Rangkaian awal dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) adalah pembekalan atau Coaching. Kegiatan ini dilaksanakan sebelum mahasiswa melakukan aktifitas KKL. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang kegiatan KKL sekaligus petunjuk teknis tentang pelaksanaannya. Oleh karena itu, acara ini diwajibkan bagi seluruh peserta KKL untuk mengikutinya. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari jum’at, 5 desember 2008 di Ruang sidang Fakultas Syari’ah lantai 2 IAIN Walisongo Semarang, pembekalan KKL ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Syari’ah, pembantu dekan satu, dua dan tiga, panitia KKL serta para pembimbing KKL. Pembukaan pembekalan KKL ini secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang, Drs. H. Muhyiddin, M.Ag. yang menyampaikan betapa pentingnya kegiatan ini untuk menunjang profesionalisme mahasiswa agar dapat mengetahui dan memahami aplikasi ilmu-ilmu tersebut, khususnya dalam perkembangan yang terjadi pada saat ini sehingga lebih jauh diharapkan akan muncul ahli-ahli hukum muslim dari Fakultas Syari’ah jurusan Ahwal al-Syakhsiyyah. Beliau juga mengharapkan mahasiswa agar menjadi tamu yang baik dan menjadi mahasiswa yang baik ketika pelaksanaan KKL di Semarang maupun di Jakarta. Tidak hanya itu saja, Bapak Dekan juga menyampaikan bahwa KKL ini bukan hanya ajang untuk dolan-dolan saja melainkan menerapkan ilmu yang sudah di dapatkan selama perkuliahan. Tetapi seyogyanya dengan KKL ini mahasiswa dapat menerapkan ilmu teoritik dari bangku kuliah dalam kehidupan nyata. Tetapi sebelum acara pembekalan dimulai, panitia yang diketuai oleh Bapak Arif Budiman, menyampaikan beberapa pengarahan tentang pelaksanaan KKL semester Genap dengan membacakan jadwal KKL. Beliau menyampaikan bahwa

14

pelaksanaan KKL semester ini dilakukan dengan beberapa tahapan. Yang pertama adalah KKL local, yaitu Praktek Kepengacaraan Bagi Sarjana Syari’ah dengan nara sumber Tim LKBHI Semarang bagi mahasiswa Ahwal Al-Syakhsiyyah, Bedah Kasus Perkara Pidana dengan nara sumber dari Pengadilan Negeri Kendal yang diwakili oleh Bapak Masrekan,.SH bagi mahasiswa dan dilaksanakan pada hari kamis, tanggal 13 Desember 2008 yang sebelumnya juga melaksanakan KKL di BI Semarang pada hari Rabu, 10 Desember 2008. Setelah secara resmi dibuka oleh dekan Fakultas Syari’ah, kemudian dilanjutkan dengan pengarahan atau lebih tepatnya dengan memberikan pembekalan. Yang pertama dengan materi pengelolaan wakaf di Indonesia yang disampaikan oleh Bapak Arif Budiman. Kemudian perbankan syariah atau pasar modal dengan pemateri Bapak Rahman El Junusi, dan dilanjutkan oleh Ibu Brilliyan Ernawati dengan materi penyelesaian perkara pidana. . Disitu beliau memberikan pengarahan tentang teknis pelaksanaan KKL mahasiswa di semua jurusan yaitu AS,JS, dan Muamalah. Yang di laksanakan local Semarang maupun Jakarta. tak banyak materi yang di sampaikan para pemateri. Ini karena waktu yang singkat bertepatan pada hari jumat yang karena sebelumnya juga di awali dengan pembukaan. para pemateri mengingatkan bahwa intinya mahasiswa harus serius dalam menyerap ilmu ilmu pada pelaksanaan KKL yang materi juga disampaikan saat perkuliahan. Dan pembekalan yang terakhir yang di sampaikan oleh Bapak Rahman el Yunusi menjelaskan tentang perbankan syari’ah dulu, kini dan mendatang. Yaitu terwujudnya perbankan syari’ah yang kompetitif, efisien dan memenuhi prinsip kehati-hatian yang mampu mendukung sektor riil secara nyata melalui kegiatan pembiayaan berbasis bagi hasil (share based financing) dan transaksi riil dalam kerangka keadilan, tolong menolong dan menuju kebaikan guna mencapai kesejahteraan masyarakat.

15

Jadi KKL ini merupakan suatu wacana untuk menguji ilmu-ilmu tersebut. Yang diharapkan mahasiswa akan mampu mengkritisi dan menganalisa fenomena tersebut sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya. B. Pelaksanaan KKL di Semarang 1. Semarang. Pelaksanaan KKL di BI, bertempat di Gedung BI lantai 8 yang dilaksanakan pada tanggal 6 Desember 2007. Acara pertama dibuka dengan sambutan oleh Drs. H. Muhyiddin, M.Ag selaku Dekan Fakultas Syari’ah yang menyerahkan mahasiswa untuk diberi pengarahan dan penjelasan tentang kinerja Bank Syari'ah di Bank Indonesia. Dilanjutkan oleh Bapak Lamboa Antonius Siahaan selaku wakil dari Deputi Bank Indonesia Semarang dan beberapa pembicara antara lain Ibu Esti Kabid ekonomi BI Semarang dan beberapa staf yang lain yaitu, Bapak Slamet Sulistiyono dan Bapak Joko Triyono kepala sub tim pengawas syari’ah) yang menyampaikan sekilas mengenai sejarah Bank Sentral, kebijakan moneter, serta pengenalan ciri-ciri uang palsu. Metode yang digunakan dalam kegiatan tersebut adalah dengan menggunakan pola presentasi dan disambung dengan tanya jawab. Adapun beberapa materi yang disampaikan adalah diantaranya: 1. Misi Bank Indonesia Mencapai keuangan dan memelihara pembangunan kestabilan nasional nilai jangka rupiah panjang melalui yang pemeliharaan kestabilan moneter dan pengembangan stabilitas system untuk berkesinambungan 2. Visi Bank Indonesia Menjadi lembaga bank sentral yang dapat dipercaya secara nasional maupun internasional melalui penguatan nilai-nilai yang dimiliki serta pencapaian inflasi yang rendah dan stabil. 3. Tujuan dan Tugas BI Bank Indonesia(BI)

16

1)

Tujuan BI adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai

rupiah, untuk mencapai tujuan tersebut BI melaksanakan kebijakan moneter secara berkelanjutan, konsisten, transparan dan harus mempertimbangkan kebijakan umum pemerintah di bidang perekonomian. 2) Tugas Pokok BI adalah mengatur dan menjaga kelancaran system pembayaran, menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, serta mengatur dan mengawasi perbankan. Adapun wewenang melakukan pengendalian moneter adalah dengan jalan melaksanakan OPT rupiah dan valas, menetapkan cadangan wajib minimum sebagai instrument moneter. Sedangkan wewenang menetapkan sasaran moneter adalah dengan Base Moneter dengan memperhatikan perkembangan suku bunga. BI mempunyai fungsi Lender of the last resort yang memungkinkan BI membantu kesulitan dana jangka pendek yang dihadapi bank. Fungsi Lender of the Resort tersebut dibatasi dengan jangka waktu paling lama 90 hari, penggunaannya hanya untuk mismatch, harus dijamin dengan surat berharga yang berkualitas tinggi dan mudah dicairkan. Rangkaian terakhir pelaksanaan KKL di BI Semarang adalah penutupan yang diakhiri dengan penyerahan plakat dari Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang kepada pihak Bank Indonesia Semarang. 2. Kendal. Pelaksanaan KKL di Pengadilan Negeri Kendal tidak dilaksanakan dengan terjun langsung ke tempat yang bersangkutan tetapi dari pihak fakultas menghadirkan seorang nara sumber dari PN Kendal untuk datang ke IAIN, yaitu beliau Bapak Achmad Nahrowi Muchlis,SH. Tepatnya dilaksanakan di Laboratorium Hukum Fakultas syari’ah. Pada kesempatan ini kami membahas tentang bedah kasus perkara pidana, cara mengajukan gugatan/ prosedur jalannya perkara sampai ke pengadilan, yaitu Secara garis besar urut-urutannya adalah sebagai berikut: Pengadilan Negeri

17

1. Adanya gugatan, 2. Jawaban, 3. Replik 4. Duplik 5. Pemeriksaan 6. Konklusi 7. Putusan. (hak terhadap putusan tersebut adalah, menerima putusan, pikir-pikir dan menolak putusan atau banding) Acara pemeriksaan perkara pidana di persidangan ada 3 (psl 152-204 KUHAP) yaitu: a. KUHAP) Tindak pidana yang diperiksa dengan cara pemeriksaan biasa adalah tindak pidana yang pembuktian dan penerapan hukumnya tidak mudah, serta sifat melawan hukum tidak sederhana. b. Acara Pemeriksaan Singkat (203-204 KUHAP) Tindak pidana yang diperiksa adalah tindak pidana yang pembuktiannya mudah dan sifat melawan hukumnya sederhana. c. Acara Pemeriksaan Cepat (psl 152-204 KUHAP) Ada 2 acara Pemeriksaan Cepat yaitu: a) Acara pemeriksaan cepat untuk tindak pidana ringan (tipiring) Yaitu diperuntukkan bagi tindak pidana yang ancaman pidananya berupa penjara atau kurungan 3 bulan atau berupa denda Rp. 7500,b) Acara pemeriksaan cepat untuk pelanggaran lalu lintas dan peraturan daerah Perbedaan yang prinsipil antara pemeriksaan biasa, singkat dan cepat. 1. Pemeriksaan Biasa a) Penuntut umum membuat surat dakwaan b) Putusan hukum dibuat secara khusus, terlepas dari berita acara persidangan (tidak menjadi satu dengan BAP) Acara Pemeriksaan Biasa (psl 152-202

18

2.

Pemeriksaan Singkat a) Penuntut umum tidak membuat surat dakwaan, tetapi membuat catatan tentang tindak pidana yang didakwa b) Putusan hakim menjadi satu dengan BAP

3.

Pemeriksaan Cepat a) Tipiring 1. Penyidik atas kuasa penuntut umum menghadapkan tersangka, barang bukti, saksi dalam sidang pengadilan 2. Pemeriksaan sidangnya dilakukan oleh hakim tunggal 3. Tidak perlu BAP b) Pelanggaran Lalu Lintas 1. Penyidik atas kuasa penuntut umum menghadapkan tersangka, barang bukti, saksi-saksi dalam persidangan 2. Pemeriksaan sidang dilakukan oleh hakim tunggal 3. Tersangka dapat diwakili orang lain, asal ada kuasa 4. Tidak diperlukan BAP 5. Pemeriksaan sidang perkara dapat dilakukan tanpa hadirnya terdakwa. Bisa diputus secara verstek 3. LPKBHI Semarang. Pelaksanaan KKL di LPKBHI dilaksanakan di Ruang Sidang Fakultas Syari’ah. Sebagai pembicara yaitu beliau Bapak Muh. Arifin, M,Ag, MHum, Dalam kesempatan beliau memberikan materi tentang peran dan fungsi organisasi Advokat di Indonesia. Dari situ yang dapat penulis laporkan adalah sebagai berikut. Organisasi Advokat pertama yaitu PERADIN (14 maret 1963), ditunjuk pemerintah untuk menjadi pembela para tersangka tokoh-tokoh G30S/PKI. Berdiri juga HPHI, Pusbadhi, Forko Advokat dll. Tahun 2000 merupakan tahun kebangkitan Advokat yaitu dibentuk Komite Kerja Advokat Indonesia (KKAI) oleh 7 orgad (APSI belum berdiri). Tugas KKAI disini yaitu menyelenggarakan ujian advokat bersama MA dan depkehham dan mengawal pembahasan RUU advokat. KKAI in bertahan sampai lahirnya UU-18/2003, bahkan UU

19

mengamanatkan kepada 8 orang yang bergabung dalam KKAI untuk sementara melaksanakan UU sampai terbentuknya orgad baru berdasarkan UU (pasal 32 ayat 2). UU No. 18/2003 telah mengangkat martabat advokat setara dengan melengkapi tiga penegak hukum yang sudah ada (polisi, jaksa, hakim). Sebagai officium Nobile, merupakan prodeo yang terhormat, penegak hukum dan keadilan, yang bebas dan mandiri serta dilindungi dan dijamin oleh penegak hukum dan UU (psl 5 ayat 1). Adapun tugas pokok dari organisasi advokat yaitu: melakukan PKPA, menyelenggarakan magang, melaksanakan ujian, mengangkat advokat, melakukan pengawasan advokat, melakukan tindakan dan sanksi, menyusun kode etik, membentuk komisi pengawas, membentuk dewan kehormatan, membuat daftar buku anggota, menetapkan kantor advokat yang berhak. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang kode etik advokat yang Makna kodet yaitu secara harfiyah adalah etika yang dikodivikasi, dituliskan. Rumusan konkret dari sistem etika bagi profesional, dan seperangkat kaidah perilaku sebagai pedoman yang harus dipatuhi dalam mengemban suatu profesi (sidharta), dan mengenai fungsi kodet tersebut adalah untuk menjaga dan meningkatkan kualitas moral, kualitas profesional dan kualitas kesejahteraan. Ruang lingkup kode etik adalah, a. Kepribadian advokat b. Etika hubungan dengan klien c. Etika hubungan dengan teman sejawat d. Etika dalam menangani perkara e. Etika-etika lain f. Dewan kehormatan g. Tatacara pengaduan h. Tatacara pemeriksaan, tingkat pertama dan tingkat banding i. Saksi-saksi Dalam materi ini Bapak Muh. Arifin,M.Ag, MHum lebih menakankan etika hubungan Advokat dengan, yaitu harus mengusahakan damai dengan

20

dalam perkara Perdata, tidak boleh memberi keterangan yang menyesatkan klien, tidak boleh jamin akan menang, besarnya honor harus disepakati dengan klien, harus memberi perhatian yang sama kepada klien CumaCuma, harus menolak perkara yang tidak ada dasar hukumnya, harus menangani rahasia jabatan, tidak boleh mundur jika dirasa tidak. Dan beliau juga menjelaskan fungsi advokat antara lain: sebagai penasehat hukum, memberi bantuan hukum, sebagai pemberi jasa konsultasi, memberikan pendapat hukum, memberi kontrak hukum. Untuk menegakkan kode etik advokat (psl.9) tersebut, a. Setiap Advokat termasuk Advokat asing, wajib tunduk dan mematuhi kode etik Advokat b. Pengawasan dilakukan oleh Dewan Kehormatan Menurut UU-18/2003, pengawasan oleh komisi pengawas. Penegakan oleh Dewan Kehormatan (yang memeriksa dan mengadili). Kemudian materi kedua disampaikan oleh Bapak Drs. Nur Khoirin, M.Ag, dalam materi ini beliau mengajak semua peserta KKL untuk bedah kasus tentang Putusan Pengadilan Negeri Kendal tentang Waris. C. Pelaksanaan KKL di Jakarta 1. Mahkamah Agung RI. Mahkamah Agung (MA) adalah tempat pertama yang dituju dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang dilaksanakan di Jakarta. Dimana tempatnya berbeda jauh dengan dibangku perkuliahan. Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Mahkamah Agung dilaksanakan pada hari Selasa 16 Desember 2008. Adapun pemateri pada kali ini diwakilkan oleh adalah Bapak Mawardi Amin dan Bapak Said Usman beliau adalah lulusan dari Fakultas Syari’ah ini yang membuat peserta KKL bangga ternyata ada juga lulusan dari Fakultas Syari’ah yang masuk kedalam jajaran Mahkamah Agung. Materi yang diberikan pada kesempatan kali ini mengenai kekuasaan kehakiman di Indonesia. Bahwa kekuasaan kehakiman diatur dalam pasal 24 ayat 2 tahun 1945 jo pasal 244 No. 4 tahun 2004 tentang kekusaan

21

kehakiman di Indonesia. Mahkamah Agung merupakan puncak dari peradilan di indonesia dan disebut juga sebagai pengadilan tingkat kasasi. Di Indonesia pengadilan dibagi menjadi 3 bagian yaitu : 1. Pengadilan Tingkat Pertama Pengadilan Pertama dalam tingkatan pengadilan berada pada posisi paling bawah. Pengadilan ini terbagi dalam 4 kelompok antara lain: a. Pengadilan Agama Pengadilan Agama adalah pengadilan pertama yang tugasnya memriksa, mengadili dan memutus sengketa perdata dalam islam. Seperti masalah perkawinan, wakaf, shadaqah, infak, ekonomi syari’ah, waris, wasiat, hibah, zakat sesuai dengan UU No. 3 tahun 2006 tentang Peradilan Agama. b. Pengadilan Negeri/Umum Pengadilan Negeri atau umum adalah pengadilan pertama yang tugasnya memeriksa, mengadili dan memutus tindak pidana. Seperti masalah korupsi, terorisme, narkotika/psikotropika, pencucian uang, selain itu juga mengadili masalah perdata bagi yang beragama non islam dan sesuai dengan UU No. 8 tahun 2004 tentang Peradilan Umum. c. Pengadilan Militer Pengadilan Militer adalah pengadilan pertama yang tugasnya memeriksa, mengadili dan memutus perkara pidana yang terdakwanya adalah prajurit yang berpangkat kapten ke bawah sesuai dengan UU No. 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer. d. Pengadilan Tata Usaha Negara Pengadilan Tata Usaha Negara adalah pengadilan pertama yang tugasnya memeriksa, mengadili dan memutus perkara mengenai Tata Usaha Negara atau mengenai administrasi kepegawaian sesuai dengan UU No. 9 tahun 2004 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. 1. Pengadilan Tingkat Banding a. Pengadilan Tinggi Agama

22

Pengadilan Tinggi Agama adalah pengadilan tinggi yang menangani masalah banding perkara perdata isalm dari pengadilan agama.
b. Pengadilan Tinggi Negeri/Umum

Pengadilan

Tinggi

Negeri

adalah

pengadilan

tinggi

yang

menangani masalah bending perkara pidana dan perdata untuk non muslim dari Pengadilan Negeri/Umum. c. Pengadilan Tinggi Militer Pengadilan berpangkat Tinggi kapten Militer kebawah adalah dari pengadilan pengadilan tinggi militer yang dan menangani masalah banding perkara pidana yang terdakwanya memeriksa, mengadili serta memutus perkara pidana yang terdakwanya mayor keatas. d. Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara adalah pegadilan tinggi yang menangani masalah banding perkara tata usaha negara atau mengenai masalah administrasi kepegawaian. 2. Pengadilan Tingkat Kasasi Pengadilan Tingkat Kasasi dalam peradilan di indonesia hanya ada satu yaitu Mahkamah Agung, yang mana pengadilan ini memeriksa, mengadili dan memutus perkara baik pidana, perdata, militer maupun tata usaha negara. Mahkamah Agung mempunyai fungsi antara lain : 1. Mengadili , memeriksa, memutus permohonan kasasi 2. Judicial review atau wewenang untuk menguji secara netral 3. Melakukan pengawasan dan pembinaan 4. Pertimbangan dan penasehat hukum 5. Administrasi Struktur Mahkamah Agung

23

1. Pimpinan Mahkamah Agung terdiri atas seorang ketua, 2 (dua) wakil ketua, dan beberapa orang ketua muda. 2. Wakil ketua Mahkamah Agung terdiri atas wakil ketua bidang yudisial dan wakil ketua bidang non yudisial.
3. Wakil ketua bidang yudisial membawahi ketua muda perdata,

ketua muda pidana, ketua muda agama, ketua muda militer, dan ketua muda tata usaha negara. 4. Wakil ketua bidang non yudisial membawahi ketua muda pembinaan dan ketua muda pengawasan. 2. Planetarium Jakarta. Planetarium merupakan tempat selanjutnya yang disinggahi setelah dari Mahkamah Agung (MA). KKL disini dilaksanakan pada hari Selasa 16 Desember 2008. Disini peserta KKL dimanjakan dengan menonton kejadian yang mungkin belum pernah dilihat sebelumnya yaitu mengenai kejadian yang ada dialam semesta baik menegnai tata surya maupun proses pembentukan alam. Adapun materi yang diberikan dalam menonton kejadian alam semesta antara lain : a. Tata surya Mengenal tata surya dan perkembangan pemahaman manusia tentang alam semesta. Penonton diajak menjelajahi ruang anatar planet di tata surya kita. b. Gerhana matahari dan bulan Peristiwa gerhana telah melahirkan berbagai mitos, misalnya raksasa bernama betera kala menelan matahari karena dendam padanya. Sedang dimasa kini, peristiwa gerhana bahkan sudah bisa diramalkan dengan sangat teliti. c. Penjelajahan kecil tata surya Anggota tata surya yang berukuran kecil berjumlah sangat banyak. Bermilyar buah komet, bertriliyun meteroid dan berjuta asteroid.

24

Disekitar bumi berserakan penjelajah kecil yang setiap saat bisa jatuh ke bumi. d. Galaksi bima sakti Matahari bersama 400 milyar bintang, membentuk sebuah galaksi yaitu bima sakti. Bagaimana manusia tahu bentuk galaksi bimaskti, sedangkan kita sendiri berada didalam galaksi. e. Planet biru bumi Pemahaman manusia terhadap tempat tinggalnya dialam semesta melalui serangkaian proses yang panjang. Kita sadar diantara sedemikian luasnya jagad raya, bumi adalah satu-satunya planet yang cocok untuk sebuah kehidupan. f. Bintang ganda dan bintang variabel Lebih dari 50% bintang membentuk sistem bintang. Ada yang terdiri dari dua, tiga bahkan ribuan bintang anggotanya yang demikian dinamakan globular cluster. Dan ada pula bintang yang berdenyut. g. Dari equator ke kutub Penonton diajak berkeliling bumi, melihat penampakan dan gerak harian benda langit yang berbeda disetiap lintang, dan adanya perbedaan waktu. h. Riwayat hidup bintang Kerlap-kerlipnya bintang memberikan informasi kepada kita semua bahwa bintangpun sama seperti makhluk hidup, ada bintang balita, muda, dewasa dan ada pula yang sudah tua. i. Pembentukan tata surya Berabad-abad lamanya manusia untuk memahami proses terbentuknya tata surya, berbagai teori dan percobaan dilakukan untuk menyingkap tabir pembentukan tata surya, sampai akhirnya kuiper menjawab semuanya. Peserta KKL setelah dimanjakan dengan menonton film tentang keadian yang ada dialam semesta, kemudian dilanjutkan kedalam ruangan. Disini peserta KKL diberi materi mengenai penanggalan bulan oleh Bapak

25

Cecep Sumaryana. Beliau menjelaskan Hisab: Perhitungan astronomis menentukan awal bulan komariah (hijriyah). Rukyat: Pengamatan(observasi) hilal menentukan awal bulan komariah (hijriyah). Ijtima’ (bulan baru/New Moon, konjungsi,lunasi) adalah peristiwa segaris/sebidangnya pusat bulan dan matahari dari pusat bumi. 1. 2. 3. 4. bumi. Awal Bulan(New Month) penanggalan hijriyah. a. b. Awal bulan(tanggal 1 bulan hijriyah)menandai awal penanggalan. Awal bulan ditentukan pada setiap ghurub tanggal 29 bulan hijriyah. (Dalam kalender hijriyah awal tanggal dimulai saat matahari terbenam atau ghurub). c. Jika pada saat ghurub tgl. 29 bulan hijriyah ijtima’ belum terjadi, secara astronomis keesokan harinya tgl. 30 di bulan yang sedang berlangsung. d. Jika pada saat ghurub tgl. 29 bulan hijriyah ijtima’ sudah terjadi, tinggi hilal negatif maka keesokan harinya tgl. 30 di bulan yang sedang berlangsung. e. Jika pada saat ghurub tgl. 29 bulan hijriyah ijtima’ sudah terjadi, tinggi hilal positif maka penentuan awal bulan berdasarkan kriteria awal bulan. Jika memenuhi kriteria keesokan harinya tgl. 1 bulan baru. Jika tidak memenuhi, keesokan harinya tgl.30 di bulan yang sedang berlangsung. 3. Badan Wakaf Indonesia(BWI). Pelaksanaan KKL di Badan Wakaf Indonesia (BWI) berlangsung pada tanggal 17 desember 2008 hari Rabu pada jam 09.00 WIB. Bertempat di aula sidang yang di sambut hangat para pengelola dan pengurus Badan Bulan dan matahari memiliki bujur ekliptika (bujur astronomi) Fraksi illuminasi(pencahayaan) bulan minimum. Posisi Istimewa saat ijtima’ berlangsung gerhana matahari. Ijtima’ berlangsung bersamaan di seluruh tempat di permukaan yang sama.

26

Wakaf Indonesia. Pemateri yang menyampaikan yaitu bapak Prof. suparman menjelaskan bahwa wakaf telah dikenal dan dilaksanakan sejak lama. Tetapi selama ini kebanyakan umat Islam, khususnya di Indonesia memahami wakaf hanya sebatas pemberian berbentuk barang tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan. Karena itu, wakaf di Indonesia pada umumnya di gunakan untuk membangun masjid, musholla, kuburan, pondok pesantren, rumah yatim piatu, dan madrasah. Pemanfaatan benda wakaf masih berkisar pada halhal yang bersifat fisik, sehingga tidak memberikan dampak ekonomi secara signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Banyaknya harta benda wakaf belum mampu mengatasi masalah kemiskinan, bahkan harta benda wakaf yang bersifat fisik itu sering kali menjadi beban masyarakat. Untuk itu, perlu adanya paradigma baru dan terobosan untuk mengembangkan perwakafan di indonesia. Salah satunya adalah melalui wakaf uang. wakaf jenis ini memiliki potensi yang sangat besar karena semua orang dapat melaksanakannya. Tidak hanya orang kaya yang memiliki tanah luas atau benda – benda lainnya yang dapat melakukan wakaf, orang yang tidak kaya pun bisa melaksanakannya. Wakaf uang tidak harus dalam jumlah besar, jumlah kecilpun dapat dilakukan. Waqaf uang sebenarnya sangat praktis karena diantaranya : 1. Siapapun Bisa Orang yang ingin waqaf tidak harus menunggu menjadi kaya. Minimal Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah), anda sudah bisa menjadi waqif, dan menadapat sertifikat uang. 2. Jaringan Luas Kapanpun dan dikota manapun anda bisa setor waqaf uang. Caranya mudah sekali, karena bwi telah bekerjasama dengan lembaga keuangan syari’ah untuk memudahkan penyetoran.

27

3. Uang Tak Berkurang Dana yang diwaqafkan, sepeserpun, tidak akan berkurang jumlahnya. Justru sebaliknya, dana itu akan berkembang melalui investasi yang dijamin aman, dengan pengelolaan secara amanah, yakni bertanggung jawab, profesional dan transparan. 4. Manfaat Berlipat Hasil dari investasi dana itu akan bermanfaat untuk peningkatan prasarana ibadah dan sosial serta kesejahteraan masyarakat. 5. Investasi Akhirat Manfaat yang berlipat itu menjadi pahala bagi waqif yang terus mengalir, meski sudah meninggal, sebagai bekal akhirat.

28

BAB IV ANALISA A. KKL di Bank Indonesia Bank Indonesia sebagai salah satu bagian terpenting dari perekonomian di Indonesia. Karena hanya Bank Indonesia saja yang bisa mengatur peredaran uang yang beredar dimasyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, juga mengatur nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Saat ini yang menjadi perhatian adalah mengenai bank yang menggunakan label syari’ah. Dalam kenyataannya Bank Syari’ah dalam masyarakat dewasa ini masih disamakan dengan bank yang konvensional. Walaupun kenyataannya berbeda, sehingga perlu adanya sosialisasi terkait dengan bank syari’ah. Dalam hal ini Bank Indonesia harus lebih mengenalkan bank syari’ah yaitu dengan cara sosialisasi tentang Bank Syari’ah kepada masyarakat yang belum tahu apa itu bank syari’ah, agar masyakat dapat membedakan antara Bank Syari’ah sama Bank Konvensional Bank Indonesia selain yang diatas juga mencetak uang rupiah untuk alat pembayaran yang sah. Tetapi kenyataannya masih ada uang rupiah yang dibuat seenaknya sendiri oleh pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab sehingga mengakibatkan kekacauan dalam perekonomian seharihari. Maka disini perlu adanya ketegasan Bank Indonesia untuk lebih cerdas dalam menangani pencetakan mata uang sebagai alat pembayaran yang sah. B. KKL Pengadilan Negeri Kendal dan LPKBHI Semarang Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Kendal yang dilaksanakan diruang sidang kantor Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang dirasa masih sangat kurang. Karena Kuliah Kerja Lapangan (KKL) seharusnya diharapkan untuk dapat lebih dekat dengan instansi yang terkait dengan hukum, yang seharusnya dilaksanakan

29

di Pengadilan Negeri Kendal sebenarnya tapi ini dilaksanakan di ruang sidang kantor Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang. Materi yang diberikan oleh pemateri dari Pengadilan Negeri kendal sangat cocok untuk peserta KKL, karena isinya berkaitan dengan materi dari Fakultas Syari’ah. Mulai dari prosedur pengajuan gugatan di Pengadilan Negeri sampai macam-macam pemeriksaan di Pengadilan Negeri. Pelaksanaan KKL di LPKBHI merupakan bekal yang sangat cocok bagi peserta KKL khususnya jurusan Ahwal Al-Syakhsiyyah, karena lulusan inilah yang benar-benar dicetak untuk memahami hukum, semisal profesi sebagai advokat. Materi yang diberikan berkaitan erat dengan seorang advokat atau pengacara. Dari materi tersebut kita akan lebih banyak mengetahui tentang fungsi dan peran advokat juga kode etik dalam profesi advokat walaupun sebelumnya kita sudah mendapatkan materi ini dalam perkuliahan. Tapi disini peserta KKL diharapkan lebih faham tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan advokat. Sangat tepat dan telah mengena sasaran dalam penyampaian materi ini sehingga peserta KKL mendapat wawasan dan pengetahuan yang lebih mengenai keadvokatan dan sejauh mana perkembangannya pada saat ini yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa Syari’ah yang pada umumnya sebagai calon sarjana syari’ah yaitu untuk menyejajarkan dengan sarjana hukum. Sehingga sarjana syari’ah mempunyai nilai plus daripada sarjana hukum yang tidak hanya sekedar apologi yang menghibur. C. Mahkamah Agung Di MA, peserta KKL dapat secara langsung melakukan konfirmasi kepada pihak MA, sekitar kedudukan, wewenang dan tantangan yang dihadapi. Dengan demikian, maka semakin ada kejelasan dan kesinambungan antara teori dan kondisi riil yang ada. Diakui maupun tidak, kami melihat bahwa pesarta KKL banyak termotivasi dan terinspirasi untuk menunjukkan dan mensejajarkan antara sarjana hukum dengan sarjana syari’ah, baik dari intelektual,

30

profesionalisme dan peluang. Dengan salah satunya dibukanya peluang menjadi Advokat. Maka, untuk selanjutnya agar kita mengetahui labih mendalam tentang MA baik visi, misi, fungsi, tugas dan wewenang serta peranan MA dalam konteks dewasa ini akan kami jabarkan sedikit mengenai sesuatu hal yang berkaitan dengan MA tersebut. 1. Independensi Lembaga Mahkamah Agung MA merupakan satu-satunya badan kehakiman yang mendapat dasar konstitusi, maka atas dasar itu ditarik kesimpulan bahwa MA merupakan pengadilan tertinggi. Hal ini ditegaskan dalam UU No. 19 tahun 1964 Pasal 7 ayat 2. 2. Fungsi Mahkamah Agung Fungsi MA secara hukum ini dapat juga sebagai fungsi MA dalam kaitannya sebagai puncak peradilan. Fungsi ini pada hakekatnya adalah fungsi kekuasaan kehakiman secara keseluruhan. Akan tetapi karena MA sebagai puncak peradilan maka tentunya fungsi ini terutama ada di MA. Fungsi tersebut adalah fungsi rekayasa hukum atau sarana pembaharuan dan pembangunan hukum. Menurut UU, tugas MA adalah menjaga kesatuan hukum yang berlaku, dan berwenang melakukan pengawasan atas jalannya peradilan yang baik. Semua menjadikan MA sebagai lembaga tertinggi dan lembaga yang harus memelihara hukum yang berlaku di Indonesia. D. Planetarium Jakarta Planetarium merupakan tempat yang tepat bagi peserta KKL, karena tempat inilah yang bisa membuat pikiran yang jenuh berubah menjadi senang kembali. Disini peserta KKL diberikan wawasan yang belum diberikan dimeja perkuliahan. Sehingga bertambahlah wawasan yang didapat. KKL di Planetarium peserta diberi materi didua tempat, yaitu di audit tempat pemutaran film dan diruangan biasa. Materi ditempat pemutaran film berisi mengenai proses-proses pembentukan alam semesta yang mana banyak sekali teori-teori tentang pembentukan alam semesta oleh para

31

ahli-ahli alam semesta. Selain itu peserta juga diberi materi mengenai macam-macam bintang yang ada di galaksi bima sakti. Yang mana namanama semua bintang menggunakan nama dari daerah yunani dan romawi. Karena itulah awal mula dari bintang-bintang itu temukan. Materi yang diberikan diruangan mengenai penentuan awal bulan qomariyah atau sering disebut dengan hisab dan rukyat dan di Planetarium inilah yang digunakan untuk menentukan hal-hal yang berhubungan dengan ilmu falaq tersebut dan masalah hisab bulan Ramadhan dan syawal seharusnya: “Kriteria Hisab Rukyat Indonesia “ diharapkan bisa diterima di tingkat ormas (terutama Muhammadiyah dan NU) menggantikan kriteria wujudul hilal, kriteria 2 derajat, dan kriteria MABIMS. Ahli hisab dan rukyat mengacu pada kriteria tersebut, bila ada rukyatul hilal tidak memenuhinya akan ditolak.Kriteria ini harus dianggap sebagai kriteria dinamis yang harus ditinjau setiap 5 tahun dengan memasukkan data baru. Tapi sayangnya materi disini kurang efisien karena waktunya terlalu singkat sehingga peserta KKL hanya mengetahui secara sepintas. E. Badan Wakaf Indonesia Badan Wakaf Indonesia merupakan tempat dimana semua harta benda wakaf didaftarkan dan untuk dikelola masig-masing nazhir yang telah ditentukan oleh si wakif. Sehingga disini tugas dari Badan Wakaf Indonesia untuk mengawasi dan memantau benda wakaf yang telah dikelola oleh penerima benda wakaf. BWI memberikan materi kepada peserta KKL mengenai seputar benda wakaf. Selain itu badan wakaf Indonesia juga membuat inovasi baru dalam untuk mewakafkan harta bendanya. Yaitu mewakafkan dengan menggunakan uang. Diharapkan dengan inovasi ini dapat memudahkan masyarakat untuk dapat mewakafkan harta bendanya yang tidak hanya menggunakan tanah saja.

32

Untuk itu, perlu adanya paradigma baru dan terobosan untuk mengembangkan perwakafan di Indonesia. Salah satunya adalah melalui wakaf uang. Wakaf jenis ini mempunyai potensi yang sangat besar karena semua orang dapat melakukannya. Tidak hanya orang yang memiliki tanah luas atau benda-benda lainnya yang dapat melakukan wakaf, orang yang tidak kaya pun bisa melaksanakannya. Wakaf uang tidak harus dalam jumlah besar, jumlah kecil pun bisa dilakukan. Hal yang demikian ini, sangat bermanfaat jika dikelola secara produktif dan hasilnya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan sarana ibadah, dakwah dan sosial, pendidikan ,dan perekonomian, kesehatan, pemberantasan kemiskinan, dan lain-lain. akumulasi kapital dari pembangunan wakaf tidak bergerak (tanah) dan wakaf bergerak (uang) yang sukses itu, pasti akan memberikan kontribusi besar dalam memberdayakan dan menyejahterakan masyarak

33

. BAB V PENUTUP

Kesimpulan Berdasarkan uraian di atas, penulis dapat menyimpulkan beberapa kesimpulan, yaitu:
1.

Adanya

pembekalan

(coaching)

sangat

membantu

untuk

mengetahui secara global tempat-tempat yang akan kita kunjungi, yaitu sebagai bekal untuk terjun langsung ke lapangan. 2. LPKBHI adalah lembaga penyuluhan dan konsultasi badan hukum Islam, LPKBHI disini harus sedia membantu kepada siapa saja yaitu kliennya dengan baik dan harus memberi perhatian yang sama walaupun klien tersebut merupakan klien Cuma-Cuma (bantuan hukum CumaCuma atau prodeo). 3. Advokat adalah kuasa hukum, konsultan hukum, penasehat hukum, pengacara praktek disini mempunyai tugas terhadap kliennya yaitu harus mengusahakan damai dalam perkara, tidak boleh memberi keterangan klien yang menyesatkan dll. 4. Adanya organisasi advokat (pasal 28-30) yaitu untuk meningkatkan kualitas profesi advokat yang bebas, mandiri dan bertanggung jawab dalam turut serta menegakkan hukum dan keadilan, UU advokat menyatakan dengan tegas perlunya dibentuk Orgad yang merupakan satu-satunya wadah profesi advokat di indonesia. 5. 6. MA adalah lembaga hukum tinggi negara yang wajib memberikan Badan Wakaf Indonesia (BWI) adalah pusat bagi masyarakat perlindungan hukum bagi rakyat Indonesia. umum untuk memberikan sebagian hartanya untuk digunakan untuk kemaslahatan umat manusia, Dengan adanya Badan Wakaf Indonesia

34

memudahkan masyarakat untuk sekedar konsultasi tentang wakaf atau mewakafkan hartanya. 7. Planetarium adalah wujud nyata pentingnya ilmu pengetahuan antariksa bagi dunia akademisi di tanah air. Karena dengan mengamati secara langsung keadaan antariksa tersebut akan menambah pengetahuan bagi dunia pendidikan kita. Saran-saran Adapun saran yang dapat penulis sampaikan berhubungan dengan pelaksanaan KKL ini adalah sebagai berikut : 1. Bekal teoritis bagi peserta KKL hendaknya lebih mematangkan lagi sebelum bergabung dengan KKL. Hal ini sangat membantu untuk mengembangkan teori yang telah dimiliki, sehingga KKL bukan hanyalah upaya uji teori yang sudah di berikan kepada mahasiswa semata. 2. Perlu meningkatkan kerjasama antara Fakultas Syari’ah dengan pihak-pihak yang ditempati untuk KKL agar lebih solid dan kerja sama yang ada adalah kerja sama mutualisme. Bahkan perlu juga membuka jaringan baru untuk lahan KKL bagi mahasiswa syari’ah. bukan hanya itu-itu saja yang didatangi. 3. Perlu juga menambahkan waktu dan terjun langsung ke tempat yang bersangkutan yaitu KKL di LPKBI dan PN Kendal, sehingga niatan untuk cross chek teori dan lapangan benar-benar terwujud. Bukan hanya sekilas saja. 4. Perlu adanya komunikasi yang erat antara tempat yang akan dikunjungi agar tak ada miss komunikasai dengan petugas, seperti halnya di MA kemarin. 5. Alangkah lebih baik jika KKL yang dilakukan oleh Fakultas Syari’ah dilakukan setiap satu semester sekali yaitu pada emester genap atau ganjil dan sebaiknya dilakukan diluar jam kuliah agar tidak mengganggu kuliah mahasiswa. .

35

Penutup Puji syukur kehadiran Allah SWT dengan kalimah alhamdulillah…. akhirnya walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana selesai sudah tugas penyusunan laporan KKL ini sebagai pelengkap untuk menyelesaikan studi di Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang. Sebagai kata akhir semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penyusun pada khususnya. Dan penulis harapkan saran dan kritik yang konstruktif demi kesempurnaan laporan ini. Akhirnya terimakasih tak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam laporan KKL ini.

36

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->