PETUNJUK PELAKSANAAAN BIMBINGAN DAN KONSELING

BAB I PENDAHULUAN A. LANDASAN 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 butir 6 yang mengemukakan bahwa konselor adalah pendidik, Pasal 3 bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, dan Pasal 4 ayat (4) bahwa pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 5 s.d Pasal 18 tentang standar isi pendidikan dasar dan menengah. 3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, yang memuat pengembangan diri peserta didik dalam struktur kurikulum setiap satuan pendidikan. 4. Dasar Standarisasi Profesi Konseling yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Tahun 2004 yang memberi arah pengembangan profesi konseling di sekolah dan di luar sekolah. B. PENGERTIAN Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah.Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir peserta didik, serta kegiatan ekstra kurikuler. Untuk 3

satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya pelayanan konseling ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan karir. Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi/dilaksanakan oleh konselor, dan kegiatan ekstra kurikuler dapat diselenggarakan oleh konselor, guru dan atau tenaga kependidikan lain sesuai dengan kemampuan dan kewenangannya. Pengembangan diri yang dilakukan dalam bentuk kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstra kurikuler dapat megembangkan kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. C. TUJUAN 1. Tujuan Umum Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah. 2. Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan: a. Bakat b. Minat c. Kreativitas d. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan e. Kemandirian f. Kemampuan kehidupan keagamaan g. Kemampuan sosial h. Kemampuan belajar i. Wawasan dan perencanaan karir j. Kemampuan pemecahan masalah D. RUANG LINGKUP Pengembangan diri meliputi dua komponen:

4

1. Pelayanan konseling, meliputi pengembangan: a. kehidupan pribadi b. kemampuan sosial c. kemampuan belajar d. wawasan dan perencanaan karir 2. Ekstra kurikuler, meliputi kegiatan: a. kepramukaan b. latihan kepemimpinan, ilmiah remaja, palang merah remaja c. seni, olahraga, cinta alam d. keagamaan E. BENTUK-BENTUK PELAKSANAAN Pelaksanaan kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan sebagai berikut. 1. Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti: upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. 2. Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti: pembentukan perilaku memberi salam, berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran). 3. Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti: membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu. 4. Terprogram, adalah kegiatan yang dirancang secara khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok, dan klasikal melalui penyelenggaraan layanan dan kegiatan pendukung konseling, krida, karya ilmiah, latihan/lomba keberbakatan/prestasi, seminar, workshop, bazar, dan kegiatan lapangan. 5. Pengkondisian, adalah pengadaan sarana yang mendorong terbentuknya perilaku terpuji.

5

dan Misi a. Pelayanan ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik. serta perencanaan dan pengembangan karir. kegiatan belajar. c. pelayanan konseling berdasarkan kaidah-kaidah ilmu dan teknologi pendidikan serta psikologi yang dikemas dalam kaji-terapan pelayanan konseling yang diwarnai oleh budaya lingkungan peserta didik. baik secara perorangan maupun kelompok. Paradigma Paradigma konseling adalah pelayanan bantuan psiko-pendidikan dalam bingkai budaya. bakat.BAB II PENGEMBANGAN DIRI MELALUI PELAYANAN KONSELING A.agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi. kehidupan sosial. b. Visi Visi pelayanan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara optimal. perkembangan. Misi 6 . Visi. STRUKTUR PELAYANAN KONSELING Pelayanan konseling di sekolah/madrasah merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi. 1. potensi. minat. Pelayanan konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku. Paradigma. sesuai dengan kebutuhan. kegiatan belajar. Pengertian Konseling Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik. dan perencanaan karir. Artinya. secara individual dan atau kelompok. 2. serta peluang-peluang yang dimiliki. kehidupan sosial. mandiri dan bahagia.

menilai. c.1) Misi pendidikan. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. 3. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan masa depan. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik di dalam lingkungan sekolah/madrasah. Pengembangan kehidupan sosial. b. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. 7 . yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. Pengembangan kehidupan pribadi. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. d. 2) Misi pengembangan. Fungsi Konseling a. yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari. bakat dan minat. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. d. dan mengembangkan potensi dan kecakapan. Pencegahan. keluarga dan masyarakat. b. Pengembangan kegiatan belajar. Bidang Pelayanan Konseling a. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya. Pemeliharaan dan pengembangan. serta memilih dan mengambil keputusan karir. Pengentasan. Pemahaman. anggota keluarga. 4. 3) Misi pengentasan masalah. c. Pengembangan karir.

yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya kurang mendapat perhatian. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. keluarga. program pelayanan. terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah. dan masyarakat. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. kemampuan hubungan sosial. kelompok belajar. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. kesukarelaan. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. kemandirian. d. belajar. b. karir/jabatan. keterbukaan. 8 . Prinsip dan Asas Konseling a. dan pendidikan lanjutan. dan kegiatan ekstra kurikuler. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. magang. karir/jabatan. keahlian. terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. serta tujuan dan pelaksanaan pelayanan. Orientasi. kekinian. Asas-asas konseling meliputi asas kerahasiaan. jurusan/program studi. Konseling Perorangan. program latihan. kedinamisan. kenormatifan. c. Advokasi. dan pengambilan keputusan. kegiatan. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. Penguasaan Konten.e. e. Penempatan dan Penyaluran. 6. f. sosial. Informasi. permasalahan yang dialami peserta didik. b. alih tangan kasus. dan tut wuri handayani. Prinsip-prinsip konseling berkenaan dengan sasaran layanan. keterpaduan. Jenis Layanan Konseling a. Bimbingan Kelompok. 5. kegiatan belajar.

yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan diri. 9 . yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. Konseling Kelompok. sistematis. Konferensi Kasus. 7. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. komprehensif. Format Kegiatan a. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarpeserta didik. pemahaman. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. i. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. terpadu. Kegiatan Pendukung a. b. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. h. dan karir/jabatan. Tampilan Kepustakaan. Kunjungan Rumah. kemampuan sosial. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. c. Alih Tangan Kasus. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. yaitu kegiatan memperoleh data. 8. Mediasi. dan bersifat rahasia. Konsultasi.g. kegiatan belajar. baik tes maupun non-tes. e. d. yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. Individual. Aplikasi Instrumentasi. melalui aplikasi berbagai instrumen. yang bersifat terbatas dan tertutup. f. Himpunan Data.

yaitu program kegiatan pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. c. b. Klasikal. yaitu program kegiatan pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. Penyusunan Program 1) Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. Jenis Program 1) Program Tahunan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. yaitu program kegiatan pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. 2) Program Semesteran. Program Pelayanan a. Pendekatan Khusus. yaitu program kegiatan pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau kegiatan lapangan. 10 . yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan untuk peserta didik. 3) Program Bulanan. 5) Program Harian. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. 9. Lapangan. Kelompok. yaitu program kegiatan pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. d. e. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok.b. 4) Program Mingguan.

Rencana kegiatan pelayanan konseling mingguan meliputi kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas untuk masingmasing kelas peserta didik yang menjadi tanggung jawab konselor. Waktu dan tempat (Lampiran 2) 3. insidental dan keteladanan. 5. 4. jenis layanan dan kegiatan pendukung. Pelaksana layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yang terlibat e. Perencanaan kegiatan pelayanan konseling harian yang merupakan jabaran dari program mingguan disusun dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG yang masing-masing memuat : a. 2. Volume keseluruhan kegiatan pelayanan konseling dalam satu minggu minimal ekuivalen dengan beban tugas wajib konselor di sekolah madrasah. 11 .2) Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang. dan volume/beban tugas konselor. PERENCANAAN KEGIATAN 1. Substansi layanan/kegiatan pendukung c. PELAKSANAAN KEGIATAN 1. format kegiatan. Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung konseling berbobot ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran. (Lampiran 1) B. Sasaran layanan/kegiatan pendukung b. Konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin. serta alat bantu yang digunakan d. C. bulanan serta mingguan. sasaran pelayanan. Perencanaan kegiatan pelayanan konseling mengacu pada program tahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran. Jenis layanan/kegiatan pendukung.

tempat. (Lampiran 3). 6. Penilaian segera (LAISEG). yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. Alokasi waktu kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstra kurikuler yang merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran untuk setiap kelas. Kegiatan pelayanan konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG). Kegiatan pelayanan konseling dapat dilaksanakan di dalam atau di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah. 3. Waktu untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di dalam kelas dan di luar kelas setiap minggu diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah. dan pihak-pihak yang terkait. Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: a. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN).2. 4. jenis kegiatan. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan terhadap peserta didik. substansi. c. b. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). (Lampiran 4). Program pelayanan konseling yang direncanakan dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran. D. 2. Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG. waktu. 5. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran maksimum 50 %. PENILAIAN KEGIATAN 1. untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan. 12 .

dan peserta didik. 2. Pelaksana kegiatan pelayanan konseling adalah konselor sekolah/ madrasah. Mengembangkan kemampuan keprofesian konseling secara berkelanjutan. PELAKSANA KEGIATAN 1. Konselor pelaksana kegiatan pelayanan konseling di sekolah/madrasah wajib: a. Menguasai spektrum pelayanan pada umumnya. terutama pimpinan sekolah/madrasah. Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG. F. (Lampiran 6) E. 2. Kegiatan pelayanan konseling di sekolah/madrasah dipantau. dan orang tua. interen. Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik yang merupakan komponen pengembangan diri dilaporkan secara kualitatif. sejawat pendidik. Mewaspadai hal-hal negatif yang dapat mengurangi keefektifan kegiatan pelayanan konseling. Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara: a. PENGAWASAN KEGIATAN 1. 13 . (Lampiran 8). 4. orang tua. Merumuskan dan menjelaskan peran keprofesian konselor kepada pihak-pihak terkait. Beban tugas wajib konselor ekuivalen dengan beban tugas wajib pendidik lainnya di sekolah/madrasah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. b. d. dievaluasi. 3. pimpinan sekolah/ madrasah. oleh kepala sekolah/madrasah. (Lampiran 5).3. terutama peserta didik. c. (Rincian berkenaan dengan kewajiban konselor Lampiran 7). khususnya pelayanan profesi konseling. Melaksanakan tugas pelayanan profesian konseling yang setiap kali dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan. dan dibina melalui kegiatan pengawasan. e.

dan ditindaklanjuti untuk peningkatan mutu perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di sekolah/madrasah. 3. Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. 14 . dianalisis. 4. 5. oleh pengawas sekolah/madrasah bidang konseling.b. Fokus pengawasan adalah kemampuan profesional konselor dan implementasi kegiatan pelayanan konseling yang menjadi kewajiban dan tugas konselor di sekolah/madrasah. eksteren. Hasil pengawasan didokumentasikan.

potensi. bakat dan minat peserta didik. bakat dan minat secara optimal. Visi Visi kegiatan ekstra kurikuler adalah berkembangnya potensi. keluarga dan masyarakat. bakat. Visi dan Misi a. serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan peserta didik yang berguna untuk diri sendiri. STRUKTUR KEGIATAN EKSTRA KURIKULER 1. Pengembangan. Fungsi Kegiatan Ekstra Kurikuler a. 15 . yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan potensi. potensi.BAB III PENGEMBANGAN DIRI MELALUI KEGIATAN EKSTRA KURIKULER A. 2) Menyelenggarakan kegiatan di luar mata pelajaran dengan mengacu kepada kebutuhan. dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. Misi 1) Menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih oleh peserta didik sebagai kegiatan pengembangan diri di luar mata pelajaran. Pengertian Kegiatan Ekstra Kurikuler Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. b. 2. 3. bakat dan minat peserta didik.

5. d.b. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang mengembirakan dan menimbulkan kepuasan peserta didik. Keterlibatan aktif. Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler a. c. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil. penelitian. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi. b. seni dan budaya. Palang Merah Remaja (PMR). Karya Ilmiah. 16 . Etos kerja. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks. Individual. keagamaan. d. Jenis kegiatan Ekstra Kurikuler a. Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). 4. mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan. e. Rekreatif. Kemanfaatan sosial. Persiapan karier. c. bakat dan minat peserta didik secara individual. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karier peserta didik. f. meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR). meliputi pengembangan bakat olah raga. Sosial. kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik. Latihan/lomba keberbakatan/prestasi. Menyenangkan. b. c. meliputi Kepramukaan. cinta alam. Pilihan. yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. Krida. yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA). yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh.

Format Kegiatan a. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik secara perorangan. Klasikal. Pelaksana kegiatan dan pihak-pihak yang terkait. meliputi kegiatan yang dilakukan di luar sekolah berupa kunjungan ke obyek-obyek tertentu. seni budaya. pendidikan. PELAKSANAAN KEGIATAN 17 . Individual. serta keorganisasiannya 4. Seminar. kesehatan. d. b. Kegiatan lapangan. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik dalam satu kelas. e. keagamaan. C. dan pameran. yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti sekelompok peserta didik. Lapangan. B. PERENCANAAN KEGIATAN Perencanaan kegiatan ekstra kurikuler mengacu pada jenis-jenis kegiatan yang memuat unsur-unsur: 1. dengan substansi antara lain karier. c. 6. Waktu dan tempat 5 Sarana dan pembiayaan (Lampiran 9). yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau kegiatan lapangan. perlindungan HAM. lokakarya. Kelompok. Substansi kegiatan 3.d. Sasaran kegiatan 2.

1. Pengawasan kegiatan ekstra kurikuler dilakukan secara: a. jenis kegiatan. dievaluasi. Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin. E. eksteren. oleh pihak yang secara struktural/fungsional memiliki kewenangan membina kegiatan ekstra kurikuler yang dimaksud. dan ditindaklanjuti untuk peningkatan mutu perencanaan dan pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah/madrasah. b. oleh kepala sekolah/madrasah. dianalisis. Kegiatan ekstra kurikuler di sekolah/madrasah dipantau. F. waktu. 2. PENILAIAN KEGIATAN Hasil dan proses kegiatan ekstra kurikuler dinilai secara kualitatif dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah oleh pelaksana kegiatan. konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah. Hasil pengawasan didokumentasikan. tempat. D. 2. dan dibina melalui kegiatan pengawasan. interen. tenaga kependidikan sesuai dengan kemampuan dan 18 . 3. PENGAWASAN KEGIATAN 1. substansi. Kegiatan ekstra kurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran. dan pelaksana sebagaimana telah direncanakan. spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh Guru. PELAKSANA KEGIATAN Pelaksana kegiatan ekstra kurikuler adalah pendidik dan atau kewenangan untuk kegiatan ekstra kurikuler yang dimaksud.

Lampiran-lampiran Lampiran 1 a : Contoh Program Tahunan Pelayanan Konseling PROGRAM TAHUNAN PELAYANAN KONSELING SEKOLAH KONSELOR No 1 1. kemampuan kegiatan dan hasil belajar Penempatan dan Penyaluran untuk pengembangan kemampuan belajar Kompetensi dan kebiasaan dalam kegiatan dan hasil belajar Masalah pribadi: dalam kegiatan belajar Topik tentang: Kemampuan. Layanan Penempatan/Penyaluran Layanan Penguasaan Konten Layanan Konseling Perorangan Layanan Bimbingan Kelompok Layanan Konseling Kelompok 4. Kegiatan 2 Layanan Orientasi : SMK Arjuna : Masnuah Baroroh Pribadi 3 Orientasi terhadap obyekobyek pengembangan pribadi Informasi tentang potensi. kemampuan arah dan kondisi karier Penempatan dan Penyaluran untuk pengembangan kemampuan karier Kompetensi dan kebiasaan dalam arah pengembangan karier Masalah pribadi: dalam kehidupan karier Topik tentang: Kemampuan dan arah karier Masalah pribadi: dalam kehidupan karier 2. kegiatan dan hasil belajar Masalah pribadi: dalam kegiatan belajar Karier 6 Orientasi terhadap obyekobyek implementasi karier Informasi tentang potensi. 5. 19 . 7. kemampuan dan kondisi pribadi Penempatan dan Penyaluran untuk pengembangan kemampuan pribadi Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan pribadi Masalah pribadi: dalam kehidupan pribadi Topik tentang: Kemampuan dan kondisi pribadi Masalah pribadi: dalam kehidupan pribadi TAHUN : 2009/2010 Materi Bidang Pengembangan Sosial Belajar 4 5 Orientasi terhadap obyekOrientasi terhadap obyek-obyek obyek pengembangan pengembangan kemampuan hubungan sosial belajar Informasi tentang potensi. 6. kemampuan dan kondisi hubungan sosial Penempatan dan Penyaluran untuk pengembangan kemampuan sosial Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sosial Masalah pribadi: dalam kehidupan sosial Topik tentang: Kemampuan dan kondisi hubungan sosial Masalah pribadi: dalam kehidupan sosial Informasi tentang potensi. Layanan Informasi 3.

Kunjungan Rumah 20 . peserta didik yang mengalami masalah 5 Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik Upaya mendamaikan pihakpihak tertentu (peserta didik) yang berselisih Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan permasalahan peserta didik Pembahasan kasus-kasus tertentu yang dialami peseta didik Pertemuan dengan orang tua. peserta didik yang mengalami masalah 9. 2 Layanan Konsultasi 3 Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik Upaya mendamaikan pihakpihak tertentu (peserta didik) yang berselisih Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan permasalahan peserta didik Pembahasan kasus-kasus tertentu yang dialami peseta didik Pertemuan dengan orang tua. keluarga. peserta didik yang mengalami masalah 6 Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik Upaya mendamaikan pihakpihak tertentu (peserta didik) yang berselisih Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan permasalahan peserta didik Pembahasan kasus-kasus tertentu yang dialami peseta didik Pertemuan dengan orang tua.1 8. keluarga. Layanan Mediasi 10. keluarga. Aplikasi Instrumentasi 11. keluarga. peserta didik yang mengalami masalah 4 Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik Upaya mendamaikan pihakpihak tertentu (peserta didik) yang berselisih Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan permasalahan peserta didik Pembahasan kasus-kasus tertentu yang dialami peseta didik Pertemuan dengan orang tua. Konferensi Kasus 12.

kemampuan arah dan kondisi karier Informasi tentang potensi. kemampuan dan kondisi hubungan sosial Penempatan dan Penyaluran untuk pengembangan kemampuan sosial Informasi tentang potensi. Layanan Penempatan/Penyalura n Penempatan dan Penyaluran untuk pengembangan kemampuan pribadi Penempatan dan Penyaluran untuk pengembangan kemampuan belajar Penempatan dan Penyaluran untuk pengembangan kemampuan karier Penempatan dan Penyaluran untuk pengembangan kemampuan pribadi Penempatan dan Penyaluran untuk pengembangan kemampuan belajar Penempatan dan Penyaluran untuk pengembangan kemampuan karier 21 . kemampuan dan kondisi pribadi Informasi tentang potensi.Lampiran 1 b : Contoh Program Semesteran Pelayanan Konseling PROGRAM SEMESTERAN PELAYANAN KONSELING SEKOLAH KONSELOR N o 1 1. kemampuan kegiatan dan hasil belajar Karier 10 Orientasi terhadap obyek-obyek implementasi karier 2. kemampuan dan kondisi pribadi Informasi tentang potensi. kemampuan arah dan kondisi karier 3. Kegiatan 2 Layanan Orientasi Pribadi 3 Orientasi terhadap obyek-obyek pengembangan pribadi : SMK Arjuna : Masnu’ah Baroroh Materi Bidang Pengembangan Semester I Sosial Belajar 4 5 Orientasi Orientasi terhadap terhadap obyek-obyek obyek-obyek pengembangan pengembangan hubungan kemampuan sosial belajar Informasi tentang potensi. Layanan Informasi Informasi tentang potensi. kemampuan kegiatan dan hasil belajar Karier 6 Orientasi terhadap obyek-obyek implementasi karier Pribadi 7 Orientasi terhadap obyek-obyek pengembangan pribadi TAHUN : 2009/2010 Semester II Sosial Belajar 8 9 Orientasi Orientasi terhadap terhadap obyek-obyek obyek-obyek pengembangan pengembangan hubungan kemampuan sosial belajar Informasi tentang potensi. kemampuan dan kondisi hubungan sosial Penempatan dan Penyaluran untuk pengembangan kemampuan sosial Informasi tentang potensi.

kegiatan dan hasil belajar 6 Kompetensi dan kebiasaan dalam arah pengembangan karier Masalah pribadi: dalam kehidupan karier Topik tentang: Kemampuan dan arah karier 7 Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan pribadi Masalah pribadi: dalam kehidupan pribadi Topik tentang: Kemampuan dan kondisi pribadi 8 Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sosial Masalah pribadi: dalam kehidupan sosial Topik tentang: Kemampuan dan kondisi hubungan sosial Masalah pribadi: dalam kehidupan sosial Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik 9 Kompetensi dan kebiasaan dalam kegiatan dan hasil belajar Masalah pribadi: dalam kegiatan belajar Topik tentang: Kemampuan. 2 Layanan Penguasaan Konten 3 Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan pribadi Masalah pribadi: dalam kehidupan pribadi Topik tentang: Kemampuan dan kondisi pribadi 4 Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sosial Masalah pribadi: dalam kehidupan sosial Topik tentang: Kemampuan dan kondisi hubungan sosial Masalah pribadi: dalam kehidupan sosial Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik 5 Kompetensi dan kebiasaan dalam kegiatan dan hasil belajar Masalah pribadi: dalam kegiatan belajar Topik tentang: Kemampuan. Layanan Konseling Perorangan 6. Layanan Bimbingan Kelompok 7.1 4. kegiatan dan hasil belajar 10 Kompetensi dan kebiasaan dalam arah pengembangan karier Masalah pribadi: dalam kehidupan karier Topik tentang: Kemampuan dan arah karier 5. Layanan Konseling Kelompok Masalah pribadi: dalam kehidupan pribadi Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik Masalah pribadi: dalam kegiatan belajar Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik Masalah pribadi: dalam kehidupan karier Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik Masalah pribadi: dalam kehidupan pribadi Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik Masalah pribadi: dalam kegiatan belajar Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik Masalah pribadi: dalam kehidupan karier Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik 8. Layanan Konsultasi 22 .

peserta didik yang mengalami masalah 7 Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan permasalahan peserta didik Pembahasan kasus-kasus tertentu yang dialami peseta didik Pertemuan dengan orang tua. keluarga. 2 Layanan Mediasi 3 Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan permasalahan peserta didik Pembahasan kasus-kasus tertentu yang dialami peseta didik Pertemuan dengan orang tua. peserta didik yang mengalami masalah 10 Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan permasalahan peserta didik Pembahasan kasus-kasus tertentu yang dialami peseta didik Pertemuan dengan orang tua. peserta didik yang mengalami masalah 6 Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan permasalahan peserta didik Pembahasan kasus-kasus tertentu yang dialami peseta didik Pertemuan dengan orang tua. peserta didik yang mengalami masalah 4 Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan permasalahan peserta didik Pembahasan kasus-kasus tertentu yang dialami peseta didik Pertemuan dengan orang tua. peserta didik yang mengalami masalah 5 Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan permasalahan peserta didik Pembahasan kasus-kasus tertentu yang dialami peseta didik Pertemuan dengan orang tua.1 9. Konferensi Kasus 12. keluarga. keluarga. keluarga. peserta didik yang mengalami masalah 10. peserta didik yang mengalami masalah 8 Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan permasalahan peserta didik Pembahasan kasus-kasus tertentu yang dialami peseta didik Pertemuan dengan orang tua. keluarga. Aplikasi Instrumentasi 11. keluarga. peserta didik yang mengalami masalah 9 Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan permasalahan peserta didik Pembahasan kasus-kasus tertentu yang dialami peseta didik Pertemuan dengan orang tua. keluarga. Kunjungan Rumah 23 . keluarga.

.. Layanan Penempatan/Penyalura n Layanan Penguasaan Konten Layanan Konseling Perorangan Layanan Bimbingan Kelompok Layanan Konseling Kelompok Penempatan/penyaluran sesuai kebutuhan siswa Kompetensi dan kebiasaan kehidupan pribadi Masalah pribadi Topik tentang: Tahun ajaran baru Masalah pribadi Penempatan/penyaluran sesuai kebutuhan siswa Kompetensi dan kebiasaan kegiatan belajar Masalah pribadi Topik tentang: Kemampuan sosial Masalah pribadi Penempatan/penyaluran sesuai kebutuhan siswa Kompetensi dan kebiasaan kehidupan pribadi Masalah pribadi Topik tentang: Hasil belajar Masalah pribadi Penempatan/penyaluran sesuai kebutuhan siswa Kompetensi dan kebiasaan kehidupan sosial Masalah pribadi Topik tentang: Arah karier Masalah pribadi 4.. 5. Penempatan/penyaluran sesuai kebutuhan siswa Kompetensi dan kebiasaan kehidupan karier Masalah pribadi Topik tentang: Kegiatan belajar Masalah pribadi TAHUN : 2009/2010 Bulan V 7 Lingkungan sosial Informasi kegiatan belajar Bulan VI 8 Lingkungan budaya Informasi hasil belajar 3. 7.. 2.... Penempatan/penyaluran sesuai kebutuhan siswa Kompetensi dan kebiasaan kehidupan sosial Masalah pribadi Topik tentang: Kemampuan diri Masalah pribadi : SMK Arjuna : Masnu’ah Baroroh Materi Bidang Pengembangan Semester I Bulan III Bulan IV 5 6 Sarana olahraga dan Lingkungan alam rekreasi Informasi kegiatan belajar Informasi karier terkait dengan jurusan di SMK Arjuna... Bulan II 4 Penggunaan laboratorium Informasi karier terkait dengan jurusan di SMK Arjuna..Lampiran 1 c : Contoh Program Bulanan Pelayanan Konseling PROGRAM BULANAN PELAYANAN KONSELING SEKOLAH KONSELOR No 1 1... 24 . Kegiatan 2 Layanan Orientasi Layanan Informasi Bulan I 3 Penggunaan perpustakaan Penjurusan di SMK Arjuna.. 6...

keluarga. peserta didik yang mengalami masalah 4 Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan permasalahan peserta didik Pembahasan kasuskasus tertentu yang dialami peseta didik Pertemuan dengan orang tua. peserta didik yang mengalami masalah 7 Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan permasalahan peserta didik Pembahasan kasuskasus tertentu yang dialami peseta didik Pertemuan dengan orang tua. keluarga. keluarga. Layanan Mediasi 10. keluarga. peserta didik yang mengalami masalah 8 Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan permasalahan peserta didik Pembahasan kasuskasus tertentu yang dialami peseta didik Pertemuan dengan orang tua.1 8. peserta didik yang mengalami masalah 5 Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan permasalahan peserta didik Pembahasan kasuskasus tertentu yang dialami peseta didik Pertemuan dengan orang tua. Konferensi Kasus 12. keluarga. peserta didik yang mengalami masalah 9. peserta didik yang mengalami masalah 6 Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan permasalahan peserta didik Pembahasan kasuskasus tertentu yang dialami peseta didik Pertemuan dengan orang tua. Aplikasi Instrumentasi 11. 2 Layanan Konsultasi 3 Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik Upaya mendamaikan pihak-pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih Intrument tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan permasalahan peserta didik Pembahasan kasuskasus tertentu yang dialami peseta didik Pertemuan dengan orang tua. keluarga. Kunjungan Rumah 25 .

7. 6. 8. 12. 5. 11. 2. 10. 9. 3.Lampiran 1 d : Contoh Program Mingguan Pelayanan Konseling PROGRAM MINGGUAN PELAYANAN KONSELING SEKOLAH KONSELOR No 1 1. 4. : SMK Arjuna : Masnu’ah Baroroh Kegiatan Pribadi Materi Bidang Pengembangan Sosial Belajar 4 Masalah pribadi Teman baru Masalah pribadi 5 Masalah pribadi TAHUN : 2009/2010 Karier 6 Meneukan Cita-cita Masalah pribadi 2 3 Layanan Orientasi Layanan Informasi Layanan Penempatan/Penyaluran Layanan Penguasaan Konten Layanan Konseling Masalah pribadi Perorangan Layanan Bimbingan Kelompok Layanan Konseling Masalah pribadi Kelompok Layanan Konsultasi Layanan Mediasi Aplikasi Instrumentasi Konferensi Kasus Kunjungan Rumah - Memasuki tahun ajaran baru Masalah pribadi - Masalah pribadi - 26 .

45 2. LISA.. RESTYSARI.Lampiran 2 : Contoh Rencana Program Pelayanan Konsep PROGRAM HARIAN PELAYANAN KONSELING • No.. BAGAS. dan buku wajib Tempat 7 Ruang kelas XI IPA 2 Pelaksana 8 Konselor Keterangan 9 Hasil langsung diolah dalam program komputer Layanan pertama secara klasikal Layanan kelompok pertama Sasaran Kegiatan 3 Kelas XI IPA 2 Materi Kegiatan 4 Pengungkapan masalah umum Penjurusan bagi siswa SMK Arjuna.. 1 1. PANDU. TUTI.00-17.15–11. NIA.. ALEXANDER Konseling Kelompok - Ruang Konseling Kelompok Konselor Kelompok membahas masalah pribadi seorang anggota kelompok 27 . RAHMA. CANGGIH. Tanggal/ Waktu 2 25 Juli 2005 10. 27 Juli 2005 Kemampuan melanjutkan pelajaran Bakat untuk memasuki jurusan IPA Konseling perorangan - Ruang Konseling Konselor - 5. ANDIKA. ADI.15 Kelas XI IPA 2 • Satuan Layanan (SATLAN) Satuan Kegiatan Pendukung (SATKUNG) Alat Bantu 6 AUM umum format SMK Film tentang kegiatan praktikum di laboratorium KTSP kelas XI SMK Arjuna. UPIK.. 26 Juli 2005 10. 28 Juli 2005 AFIZAH. HALIM. NABILA.45 26 Juli 2005 16. ANO. ARIL. SUGI BULETIN AH Bimbingan kelompok Ruang Perpustakaan sekolah Konselor dan Wali kelas XI IPA 2 4. ASTI. ICAL. Memasuki tahun ajaran baru Kegiatan Pelayanan 5 Aplikasi intrumentasi Layanan Informasi Kelas XI IPA 2 Konselor 3.15–11.

. 26 Juli 2005 16. 27 Juli 2005 ZULZAJULI Kemampuan melanjutkan pelajaran Konseling perorangan • • • Agak terganggu oleh suasana di luar ruangan konseling 28 . SUGI Memasuki tahun ajaran baru Bimbingan kelompok • • • Siswa gembira mengikutinya. HALIM. NIA. Laijapen: Siswa semakin mantap mengikuti pelajaran Laijapang: Siswa tetap mengikuti pelajaran dengan baik 2..Lampiran 3 : Contoh Lapelprog SEKOLAH KELAS No.15–11. 1.45 Kelas XI IPA 2 Penjurusan bagi siswa SMK Arjuna.15–11. CANGGIH....45 Materi Kegiatan Pengungkapan masalah umum • • Laiseg: Siswa memahami tujuan pengungkapan masalah dan sangat mengharapkan hasil-hasilnya Laijapen: Siswa memahami permasalahan mereka dan banak diantaranya yang mengkonsultasikan kepada konselor untuk mendapat pelayanan Laijapang: Permasalahan siswa jauh berkurang Laiseg: Siswa memahami arah penjurusan Laijapen: Siswa menyesuaikan diri dengan jurusannya Laijapang: Permasalahan penjurusan dapat diatasi siswa Laiseg: Anggota kelompok memahami tuntutan kelas baru Laijapen: Anggota kelompok menyesuaikan diri terhadap kelas baru Laijapang: Tuntutan kelas baru dapat dipenuhi oleh siswa Laiseg: Siswa dengan senang hati memahami dan berupaya memenuhi tuntutan menjalani kelas XI IPA di SMK Arjuna. : SMK Arjuna Kota Depok : XI IPA 2 Sasaran Kegiatan Kelas XI IPA 2 LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM PELAYANAN KONSELING SEMESTER KONSELOR Kegiatan Pelayanan Aplikasi intrumentasi : 1 (Juli – Desember 2006) : Masnu’ah Baroroh Evaluasi Hasil Proses Pengadministrasikan AUM berjalan lancar Tanggal Kegiatan 25 Juli 2005 10.00-17. 26 Juli 2005 10. Informasi • • • • Penyajian disertai diskusi dengan partisipasi aktif siswa 3..15 ANDIKA.. ASTI... TUTI. RESTYSARI. LISA.. kekurangan waktu karena hari semakin sore 4. PANDU.

ICAL. 28 Juli 2005 AFIZAH. UPIK. ADI. 29 . Kesempatan berikutnya membahas masalah siswa lain. ANO. BAGAS. ALEXANDER Bakat untuk memasuki jurusan IPA Konseling Kelompok • • • Laiseg: Siswa tidak perlu ragu tentang kecocokan dirinya untuk jurusan IPA Laijapen: Siswa semakin mantap berada pada jurusan IPA Laijapang: Siswa senang berada pada jurusan IPA Anggota kelompok secara aktif memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi siswa yang masalahnya dibahas. ARIL. NABILA. RAHMA.5.

Satu kali kegiatan layanan atau pendukung ekuivalen dengan • Berdasarkan hal-hal tersebut kegiatan mingguan konselor minimal berupa 9 (sembilan) kali kegiatan ( layanan atau pendukung) • Semua kegiatan (minimal) tersebut secara langsung ditujukan kepada 150 peserta didik yang diasuh konselor. • Semua kegiatan (minimal) diselenggarakan di dalam dan di luar kelas sewaktu jam pembelajaran berlangsung.Peserta didik yang diasuh konselor .Lampiran 4 Volume Kegiatan Mingguan Pelayanan Konseling • Volume kegiatan mingguan konselor memperhatikan : : 150 orang : 18 jam pembelajaran : 2 jam pembelajaran .Jumlah jam pembelajaran wajib . 30 .

Lampiran 5 : Contoh Laporan Nilai Hasil Kegiatan Pelayanan Konseling NILAI HASIL PELAYANAN KONSELING SEKOLAH KELAS No.Pd NIS 578 Nilai A B B A A A B Keterangan Masih ada hal yang perlu diperhatikan Afizah 579 Arah 580 Masih ada hal yang perlu diperhatikan Edor 581 Masih ada diperhatikan hal yang perlu Daryono 582 Edilaso 583 Ijul 584 31 . S. Hakim. 1 2 3 4 5 6 7 Handoyo : SMK Arjuna : Nama SEMESTER : KONSELOR : S.

Keterangan: • Nilai yang diberikan hanya ada dua kategori : Nilai A berarti memuaskan Nilai B berarti memadai • Kolom keterangan diisi masih ada hal yang perlu diperhatikan bila keadaannya memang demikian Arjuna..) 32 .. 200. Konselor ( ArjunaArjunaArjuna.. Arjuna.......

... : SMK Arjuna.. Afifah 580 V V V V - V V - - 6 4..Pd Penem/ peny v Peng kont v Jenis Layanan Kons Bimb klp peror v v Kons klp Konsul tasi Medi asi Jml Nama 1. S. KONSELOR : S.. Buletin 581 V V - V - V V - - 5 5. Afizah 579 V V V V - V V - - 6 3. Martius 584 V V V V V V V - - 7 33 .Lampiran 6: Jenis Layanan yang Diterima Peserta Didik yang Diasuh oleh Konselor JENIS LAYANAN KONSELING YANG DITERIMA PESERTA DIDIK SEKOLAH KELAS No. Edi 582 V V - V V V V - - 6 6. Astiasih 578 v 7 2. Hakim.. : ArjunaArjuna NIS Orien tasi v Infor masi v SEMESTER : ArjunaArjuna.. Edilaso 583 V V V V - V V - - 6 7..

kegiatan pendukung. Spektrum pelayanan profesional konseling meliputi: 1) Wawasan keilmuan. Dalam upaya menangani permasalahan peserta didik. yaitu pelayanan dasar. dan organisasi profesi konseling. dan kesehatan. khususnya pelayanan profesional konseling a. memperoleh penyaluran bagi pengembangan potensi yang dimiliki. dan tenaga kependidikan memiliki peran dominan dalam penyelenggaraan pengembangan terhadap peserta didik. dan pelayanan teraputik. kehidupan sosial. serta kebutuhan hubungan sosio-emosional. keterampilan keahlian. kehidupan keluarga. konselor memiliki peran dominan. b. 2) Pelayanan pengembangan dimaksudkan mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan tahaptahap dan tugas-tugas perkembangannya. serta menatap masa depan dengan cerah. Peran konselor dapat menjangkau aspek-aspek pelayanan dasar dan pengembangan. Upaya pendidikan pada umumnya merupakan pelaksanaan pelayanan pengembangan bagi peserta didik. 1) Pelayanan dasar dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik yang paling elementer. prinsip. Di sekolah/madrasah.Lampiran 7 : Rincian Kewajiban Konselor 1. guru. udara segar. 3) Pelayanan teraputik dimaksudkan untuk menangani pemasalahan yang diakibatkan oleh gangguan terhadap pelayanan dasar dan pelayanan pengembangan. konselor. kegiatan belajar. serta kehidupan keberagamaan. Konselor menguasai spektrum pelayanan pada umumnya. Permasalahan tersebut dapat terkait dengan kehidupan pribadi. tanpa beban yang memberatkan. Orang tua dan orang-orang yang dekat (significant persons) memiliki peranan paling dominan dalam pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik. yaitu kebutuhan makan dan minum. dan asas konseling 5) Jenis layanan. dan format pelayanan konseling 6) Operasionalisasi kegiatan konseling terhadap berbagai sasaran pelayanan 34 . visi dan misi pelayanan konseling 3) Bidang pelayanan konseling 4) Fungsi. pelayanan pengembangan. kode etik. 2) Paradigma. Menguasai spektrum pelayanan pada umumnya. karir. Dengan pelayanan pengembangan yang cukup baik peserta didik akan dapat menjalani kehidupan dan perkembangan dirinya dengan wajar.

SATKUNG. mingguan. 35 . konselor merumuskan secara konkrit dan jelas tugas dan kewajiban keprofesiannya dalam pelayanan konseling. meliputi: 1) Struktur pelayanan konseling 2) Program pelayanan konseling 3) Pengelolaan program pelayanan konseling 4) Evaluasi hasil dan proses pelayanan konseling 5) Tugas dan kewajiban pokok konselor. 4) Pelayanan terhadap masing-masing peserta didik yang diasuh sebanyak minimal 5 (lima) kali kegiatan pelayanan konseling setiap semester. bulanan. 3) SATLAN. Hal-hal sebagaimana tersebut pada butir a dijelaskan kepada peserta didik. dan LAPELPROG. terutama peserta didik. sejawat pendidik. pimpinan sekolah/madrasah. Sejak awal bertugas di sekolah/madrasah. orang tua.2. dan kegiatan harian pelayanan konseling. 2) Program tahunan. a. Unsur-unsur pokok dalam tugas pelayanan konseling di sekolah/madrasah: 1) Jumlah peserta didik yang diasuh seorang konselor 150 orang. 3. pimpinan. dan sejawat pendidik di sekolah/madrasah. dan peserta didik. b. terutama pimpinan sekolah/madrasah. Konselor wajib memberikan pelayanan konseling kepada seluruh peserta didik yang diasuhnya sesuai kebutuhan dan masalah masing-masing. Melaksanakan tugas pelayanan profesional konseling yang setiap kali dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan. Merumuskan dan menjelaskan peran profesional konselor kepada pihak-pihak terkait. dan orang tua secara profesional dan proporsional. dan orang tua a. semesteran.

5) Jumlah jam pembelajaran wajib pelayanan konseling seminggu ekuivalen dengan jam pembelajaran wajib guru. Jumlah jam pembelajaran wajib ini dihitung dengan menggunakan Format Perhitungan Jam Kegiatan Pelayanan Konseling di Sekolah/Madrasah. b. Tugas yang mengandung unsur-unsur pokok sebagaimana tersebut di atas merupakan “perjanjian kerja” yang wajib dilaksanakan oleh konselor dan secara berkala dipertanggungjawabkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. 4. Mewaspadai hal-hal negatif yang dapat mengurangi keefektifan pelayanan konseling a. Hal-hal berikut ini perlu dicegah untuk tidak terjadi atau tidak dilakukan oleh konselor: 1) Tercerderainya asas kerahasiaan, karena konselor secara langsung ataupun tidak langsung mengemukakan hal-hal berkenaan dengan diri peserta didik yang tidak boleh atau tidak layak diketahui orang lain. 2) Memberikan label kepada peserta didik, baik perorangan maupun kelompok, dengan cara apapun, yang berkonotasi negatif terhadap peserta didik yang bersangkutan. 3) Bertindak laksana polisi sekolah yang memata-matai ataupun mencari-cari kesalahan peserta didik, seperti bertindak sebagai piket keamanan, perazzia, pencari pencuri. Dalam hal ini, konselor dapat menerima peserta didik yang terjaring dalam kegiatan “kepolisian sekolah” yang dilakukan oleh pihak lain, mendapatkan pelayanan konseling. 4) Membuat ataupun menyetujui dibuatnya “surat perjanjian” dengan peserta didik yang berkonotasi atau berakhir pada sanksi ataupun hukuman tertentu. Dalam hal ini, konselor dapat menerima peserta didik yang telah membuat perjanjian dengan pihak lain, untuk mendapatkan pelayanan konseling agar terhindar dari sanksi ataupun hukuman sebagaimana dinyatakan dalam “surat perjanjian”. 5) Kondisi tempat ataupun ruang kerja konselor yang dapat mengganggu kesukarelaan, ketenangan, dan terjaminnnya kerahasiaan peserta didik yang datang kepada konselor untuk mendapatkan pelayanan konseling. b. Hal-hal sebagaimana tersebut pada butir a sejak awal disampaikan oleh konselor kepada pihak-pihak terkait, terutama peserta didik, sejawat pendidik, dan pimpinan sekolah/madrasah untuk mendapatkan dukungan dan faslitas dalam mewujudkannya.

36

5. Mengembangkan kemampuan keprofesian konseling secara berkelanjutan a. Pengembangan kemampuan keprofesian konselor dapat dilaksanakan melalui: 1) Pengawasan kegiatan pelayanan konseling di sekolah/madrasah, baik yang dilaksanakan secara interen oleh pimpinan sekolah/madrasah, maupun oleh Pengawas Sekolah Bidang Konseling. 2) Diskusi profesional yang diikuti oleh para konselor sekolah/madrasah (dalam satu sekolah/madrasah ataupun antarsekolah/madrasah) untuk membahas kasus-kasus peserta didik. 3) Partisipasi dalam kegiatan keorganisasian profesi konseling 4) Pendidikan dalam-jabatan (seperti penataran) dan pendidikan lanjutan dalam bidang konseling. 5) Kegiatan dalam rangka kredensialisasi untuk sertifikasi, akreditasi, dan atau lisensi dalam bidang konseling. b. Untuk terlaksananya hal-hal sebagaimana tersebut pada butir a konselor membicarakannya dengan pimpinan sekolah/madrasah dan pihak-pihak lain berkenaan dengan keorganisasian profesi konseling.

37

Lampiran 8: FORMAT PERHITUNGAN JAM KEGIATAN PELAYANAN KONSELING DI SEKOLAH/MADRASAH SEKOLAH/MADRASAH BULAN/TAHUN : ArjunaArjunaArjuna.... : ArjunaArjunaArjuna.... KONSELOR : Arjuna.....

No 1
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

Jenis Kegiatan 2
Layanan Orientasi Layanan Informasi Layanan Penempatan/Penyaluran Layanan Penguasaan Konten Layanan Konseling Perorangan Layanan Bimbingan Kelompok Layanan Konseling Kelompok Layanan Konsultasi Layanan Mediasi Aplikasi Instrumentasi Konferensi Kasus

Minggu I Frek 3 Ek.Jp 4

Minggu II Frek 5 Ek.Jp 6

Minggu III Frek 7 Ek.Jp 8

Minggu IV Frek 9 Ek.Jp 10

Jumlah Frek 11 Ek.Jp 12

38

......Frek = Frekuensi banyaknya kegiatan layanan/pendukung --. Kunjungan Rumah Jumlah Rata-rata perminggu: ∑ JP/4 = ... JP Keterangan : --...... Tampilan Kepustakaan..Kegiatan pendukung Himpuan Data..... dan Alih Tangan Kasus tidak diperhitungkan ke dalam jam pembelajaran --.... ) 39 .JP = Jam Pembelajaran --.12.Jp = Ekuivalensi Jam Pembelajaran Konselor ( ..Ek....

8. Sasaran Layanan Semester/Waktu Uraian Kegiatan:  Pertemuan I  Pertemuan II 10.pilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarakat.. 9. Materi Layanan Sub materi Layanan Jenis Layanan Fungsi Layanan Bidang Bimbingan Tugas Perkembangan : : : : : : Pemahaman Diri Cara Belajar Efektif Layanan Bimbingan Kelompok Pemahaman dan Pencegahan Bimbingan Belajar Mengembangkan pengetahuan dan keteram. 4.SATUAN LAYANAN BIMBINGAN SMK ARJUNA. 6. Pendekatan CTL 1.C) Ganjil / 2 x pertemuan 40 .B.. 1. mengerti. Pengalaman bimbingan  Pertemuan I : : : : Sikap. 3. teknik belajar efektif.. 2. 7.. 5. dan sfware Power point siswa mengetahui... Melalui penjelasan guru dengan menggunakan LCD. : : Siswa Kelas I (A. Kebiasaan dan keterampilan belajar secara optimal untuk menguasai programprogram di SMP Praktik Pengembangan keterampilan belajar secara optimal.

LCD. Problem Solving. Dapat Belajar Mandiri dan Kelompok Peduli terhadap Kesiapan Tugas yang dibebankan Pengembangan Diri:     12. Memggunakan alat bantu dan sumber belajar (Nedia Cetak. Nilai-nilai yang harus dibangun/dikembangkan/dibiasakan: A. 13. elektronik) Gemar Menulis (karya Tulis) Dapat Membaca Cepat dan Tepat Gemar Membaca Sumber belajar Metode Tempat : : : Laptop. Diskusi. dan Pemberian Tugas Ruang Keterampilan 41 . Melalui diskusi siswa memahami teknik belajar efektif sesuai dengan program SMPN Melalui diskusi siswa menyadari bahwa kebiasan belajar sangat menentukan dalam keberhasilan belajar itu sendiri Berdasarkan penjelasan guru.2. 2. Memiliki Motivasi belajar yang tinggi    B. Software Power Point Ceramah bervariasi. 14. Memiliki kebiasaan dan keterampilan belajar di dalam dan diluar kelas. hasil diskusi. serta pengalaman pribadi siswa dapat menentukan gaya belajar sesuai dengan kondisi pribadi masing-masing. 11. Sibabngun  Pertemuan II : 1.

Catatan khusus: (Hal-hal yang sangat penting terjadi selama proses kegiatan berlangsung untuk menjadi perhatian berikutnya) 42 . 17. Penyelenggara Pihak yang diikutkan Penilaian a. Komitmen budaya membaca dan menulis : Pos Tes (lisan dan Tulisan) Pengamatan (Observasi) : Ruang kelas Kerjasama dengan wali kelas. 16. : : : : Guru Pembimbing PKS Kurikulum. Petugas Perpustakaan Pemahaman materi Perasaan yang dialami setelah pelayanan selesai Rencana mempraktekkan jadwal belar. Tindak lanjut   19. Guru Mata Pelajaran.15. Orang Tua : Mengembangkan diri baik fisis maupun psikis melalui berbagai kegiatan pembiasaan belajar efektif. Konseling bagi siswa yang belum mampu Merubah kebiasaan belajar buruk Teknik penilaian   c. Media penilaian   18. Petugas Perpustakaan. Unsur yang dinilai     b.

Memeriksa/Mengetahui Kepala Sekolah. 132611402 43 . NIP. 131408649 DARYONO.Ag. S. DESEMBER 2010 Guru Pembimbing. S. NIP. JAKARTA. HANDOYO.Si.

Sasaran Layanan Semester/Waktu Uraian Kegiatan: : : Siswa Kelas II Genap/2 x pertemuan  Pertemuan I  Pertemuan II 11.  Memahami pengaruh positif bakat dan minat sendiri terhadap kegiatan belajar. 4. 8. 5. 44 . dan Minat Pribadi Pengembangan bakat dan minat Pribadi. MateriLayanan Sub materi Layanan Jenis Layanan Fungsi Layanan Bidang Bimbingan Tugas Perkembangan Rumusan Kompetensi : : : : : : : Setiap Manusia memiliki Bakat. 10. Pengalaman bimbingan: Pendekatan CTL  Pertemuan I : Melalui Hasil angket.  Memahami pengaruh positif kecenderungan karir terhadsap kegiatan belajar. dan minat Pengaruh Positif Bakat.SATUAN LAYANAN BIMBINGAN SMK ARJUNA 1. 2. : : Memahami Bakat. minat terhadap Karir Layanan Bimbingan Kelompok Pemahaman dan Pencegahan Bimbingan Belajar Mengenal kemampuan. minat. 7. Tanya jawab. dan diskusi siswa memahami babakat Masing-masing. bakat. 9. 3. 6. serta kecenderungan karir dan apreseasi seni.

minat terhadap kegiatan belajar.C) Guru Pembimbing Wali kelas. dan minat yang dimiliki      Berpikir seuai dengan relita diri Tumbuhnya Bakat. hasil diskusi. Pembina Ekstra 13. Problem Solving. Nilai-nilai yang harus dibangun/dikembangkan/dibiasakan : Menemukan cita-cita hidup sesuai dengan bakat. 15. PKS Kesiswaan. Pertemuan II : Melalui diskusi siswa mengetahui faktor-faktor pengaruh positif bakat.B. 12. dan Pemberian Tugas Ruang kelas II (A. serta pengalaman pribadi siswa mengambil kesimpulan untuk mengembangkan bakat dan minat terhadap kecenderungan karir. 17. 16. Unsur yang dinilai • • • Pemahaman materi Perasaan yang dialami setelah pelayanan selesai Prilaku positif terhadap kelibihan dan kekurangan diri : Informasi. Diskusi. 14. Berdasarkan penjelasan guru. Metode Tempat Penyelenggara Pihak yang diikutkan Penilaian 45 . minat yang optimal Mampu mengendalikan diri Tekun belajar Memiliki dan menerima kekurangan dan kelebuhan diri : : : : : a.

dll. JAKARTA. Konseling bagi siswa yang belum mampu Menemukat bakat. 132611402 46 .Ag.Sanggar Seni. minat : Pos Tes (lisan dan Tulisan) Pengamatan (Observasi) Prestasi Bakat : Ruang kelas Kerjasama dengan wali kelas. dan minat diri (Hal-hal yang sangat penting terjadi selama proses kegiatan berlangsung untuk menjadi perhatian berikutnya) Memeriksa/Mengetahui Kepala Sekolah. HANDOYO. Olah Raga. 19. Guru Pembina. NIP.• b. Tindak lanjut : 1. Paskibra. dan Orang Tua Teknik penilaian Media penilaian Mengembangkan diri melalui kegiatan positif seperti: Pramuka.Si. Remaja Mesjid. • • • c. DESEMBER 2010 Guru Pembimbing. Guru Penjaskes. Catatan khusus : Mengikuti kegiatan-kegiatan pengembangan bakat. 2. PMR. • • 18. S. S. 131408649 DARYONO. NIP.

47 .

kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia agar supaya: 1. budipekerti dan keyakinan beragama b. 104 Tahun 2004 Anggaran Rumah tangga Bab IX dan X keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. LATAR BELAKANG Pramuka merupakan gerakan kepanduan yang dalam sejarah panjangnya ikut berperan dalam menegakkan sendi-sendi kemanusiaan serta meletakkan harkat dan martabat manusia. 107 Tahun 1999. • • • ii.Lampiran 9: KEGIATAN PRAMUKA GUDEP 07 . i. Menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta: a. Tinggi mental. DASAR Anggaran Dasar Gerakan Pramuka pasal 24 ayat 5 Keputusan Presiden RI No. 48 . Demikian halnya kegiatan Pramuka ditanah air sangat berperan dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan. TUJUAN Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak-anak Indonesia dengan prinsip-prinsip Dasar kepramukaan dan metode kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan. Tinggi kecerdasan dan keterampilannya c. moral. Pramuka di sekolah sebagai kegiatan Ekstrakurikuler sangat membantu dalam penanaman mental generasi bangsa.08 SMK Arjuna A. serta menanamkan cinta tanah air bangsa dan Negaa. Sesuai fitrahnya. Kuat dan sehat fisiknya.

mental. Gladian Pinru (Dian Pinru) 5. iv. Penjelajahan (Wide Game) 6. Melatih ketrampilan fisik maupun kecerdasan mental spiritual. sehingga menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna yang sanggup dan mampu menyelenggarakan pembangunan bangsa dan negara. Lomba tingkat 4. Perkemahan 49 SUBSTANSI KEGIATAN . ketaqwaan terhadap Tuhan YME melalui pendidikan kepramukaan di sekolah 2. 1. Menanamkan nilai-nilai moral. iii. setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. budipekerti.2. Jambore 3. SASARAN KEGIATAN 1. Latihan rutin • Latihan Keterampilan Baris berbaris • Tali temali • Semapore • Sandi • Panorama • Menaksir • Tanda jejak • Pionering • Peta Peta • SKU • Sejarah kepramukaan • Keorganisasian 2. Menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila. Latihan bersama 7.

BOS (Bantuan Operasional Sekolah) 2.000. 10. 11. 2. 9. v. BOP (Bantuan Operasional Pendidikan) 3. Partisipasi masarakat Perkiraan Biaya : Rp. 20. 1. Sumber Dana: 1. Latihan rutin • Hari Sabtu Pkl 13.00 s. vi.000.30 di sekolah 2. Gelar kepramukaan Penggalang Pameran Darmawisata Penas seni budaya Karnaval PELAKSANAAN KEGIATAN Angota Pramuka Penggalang Mabigus Masyarakat Sempatisan WAKTU DAN TEMPAT 1.d 15. 3. Jenis kegiatan lain disesuaikan vii. 4. 12.8.SUMBER DANA DAN PERKIRAAN BIAYA 50 .

S. BA NIP. S. Pembina Pramuka Pa Gudep 07 Pembina Pramuka Pi Gudep 08 SISWADI. DARWIN NIP.Pd Mengetahui. 132211402 Nurtul Uliyah.PKS Kesiswaan. Pd NIP. 132148981 51 . 131946491 Saikhul Hakim. Kepala SMK Arjuna Drs.

Menumbuhkan sikap disiplin dan bertanggung jawab. Keputusan Mentri Pendidikan No. 5. membina dan mengembangkan atlet-atlet berprestasi. maupun Forki dan even-even lain yang bertujuan mencari.KEGIATAN EKSTRA KURIKULER OLAHRAGA BELA DIRI KARATE viii. Menyalurkan bakat bagi siswa yang berprestasi menjadi atlet baik daerah maupun nasional. 52 . Mencari.. 2. DASAR PEMIKIRAN 1. II. 0323/U/1978. 3. Binmud. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah melalui usaha meningkatkan ketahanan sekolah.... 2. dalam lingkungan Pembinaan.. III. UMUM Olah raga merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari dan banyak peminatnya. SMP N 18 Jakarta sebagai salah satu sekolah yang mempunyai kegiatan ekstrakurikuler karate sangat respek terhadap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan secara intern perguruan. Garis-garis Besar/Pokok-pokok Kebijakan Program Umum Pusat berdasarkan pada usaha Pemerintah (KONI) dalam usaha untuk meningkatkan mutu/kualitas olah raga di Indonesia serta berdasarkan FORKI untuk mencapai prestasi dalam tingkat nasional maupun Internasional. tanggal 28 Oktober 1978 tentang Pola dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi muda. Bagi SMP dan SMK Arjuna. 4.. 3.. remaja maupun Dewasa. Bela diri karate salah satu cabang olah raga yang berkembang cukup pesat. Keputusan Direktorat Jenderal Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Kesiswaan.. keluarga..i maupun rohani. bangsa dan negara berdasarkan hukum dan Undang-Undang yang berlaku. baik melalui sekolah maupun klub. Di Provinsi DKI Jakarta bahkan belakangan ini sangat gencar membina kader-kader muda. mengembangkan dan membina minat dan bakat siswa dalam bidang olah raga bela diri karate. Dis orda. TUJUAN 1.. Mampu menjaga kehormatan diri. Membangun fondasi kesehatan mental spiritual jaSMK Arjuna. agama. baik dari kalangan anakanak.

C. 3. 2. (Training Central) 4. SASARAN 1. SUBSTANSI KEGIATAN 1. tendangan. Latihan Rutin • Dasar-dasar pukulan.IV. Latihan Gabungan • Gashuku 3. Pertandingan • Internal Perguruan • Kejuaraan FORKI • Kejuaraan Piala Gubernur • Kejuaraan Piala PWI Siwo • PORSENI • POP (Pekan Olah Raga Pelajar) 5. Latihan Pemusatan • T. tangkisan dan hindaran • Kata • Komite 2. Siswa atau peserta didik mampu mengaplikasikan dan melaksanakan ajaran-ajaran maupun falsafah bela diri karate. Siswa atau peserta didik terlatih dalam disiplin. Siswa atau peserta didik mampu mengembangkan potensi dirinya dan meraih prestasi secara maksimal V. Ujian Kenaikan Tingkat VI. • • • • PELAKSANA KEGIATAN DAN PIHAK-PIHAK TERKAIT Siswa Pelatih Pembina Kepala Sekolah 53 . tanggung jawab dan mempunyai kepercayaan diri serta tidak sombong.

000.- • • 54 .d 12. • Kesiswaan Orang tua Masyarakat WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN Jadwal rutin latihan Hari : Rabu dan Sabtu Pukul : 16.00 s.000. SARANA PEMBIAYAAN Sumber Dana • Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) • Dana BOP (Bantuan operasional Pendidikan) • Bantuan masyarakat Besarnya Biaya : Rp.00 WIB Tempat : SMP N 18 Jakarta Jadwal T.• • • V.00 WIB Tempat : BMC Jadwal Pertandingan • Menyesuaikan VI.C Hari : Minggu Pukul : 08.d 18.00 s. 20.

PKS Kesiswaan. BA NIP. Pelatih / Pembina SISWADI. 131946491 Mengetahui. DARWIN NIP. 132148981 55 . Kepala SMK Arjuna _______________ Drs.

2. TUJUAN Kegiatan ekstrakurikuler Paskibra bertujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan kebangsaan.. 129/C/Kep N 81. Keputusan Menteri Pendidikan No. tanggal 8 Agustus 1981 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Kesiswaan bagi siswa dan SMK Arjuna.. III. UMUM Kegiatan ekstrakurikuler Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) adalah kegiatan tambahan (ekstra) yang dilaksanakan di luar jam belajar atau diluar kelas yang mengandung nilai edukatif. Pendidikan dan pelatihan kegiatan Paskibra lebih bermakna apabila dilakukan secara profesional dan menegakkan asas-asas disiplin. dan jiwa raga... Disamping itu juga kedisiplinan dalam berlatih akan menentukan kesuksesan dalam mencapai tujuan. menghargai dan menghormati simbol negara yang diraih melalui pengorbanan jiwa dan raga.. Dalam kegiatan Paskibra ketahanan fisik dan mental akan menjadi barometer dalam pencapaian keberhasilan. melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa. 0323/U/1978...i. dalam lingkungan Pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah melalui usaha meningkatkan Ketahanan Sekolah. 3. rohani. fisik mental. kreatif. SASARAN 56 . Program Kerja Tahunan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) SMP N 18 Jakarta.KEGIATAN EKSTRA KURIKULER PASUKAN PENGIBAR BENDERA (PASKIBRA) PENDAHULUAN i... II.. DASAR PELAKSANAAN 1. inovatif dan menjunjung tinggi sportivitas serta disiplin. tanggal 28 Oktober 1987 tentang Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda. IV. Profesionalitas dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang secara jaSMK Arjuna. Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah No.

Upacara bendera d. tahan terhadap tempaan. Persami VI. SUBSTANSI KEGIATAN 1.Membentuk peserta didik yang mandiri dan bertanggung jawab serta berpkepribadian yang kuat. Lomba tingkat kecamatan b. sehat fisik dan mental. SUMBER DANA Segala dana yang berhubungan dengan kegiatan Paskibra dibiayai oleh Pemerintah melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) 57 . Penerimaan Anggota Baru a. V. Pelatihan b. VII. LKBB c. Kreativitas 2. Latihan Rutin a. Peringatan Hari Ulang Tahun 4. Kegiatan Lomba a. PESERTA KEGIATAN Peserta didik yang masih aktif yang tergantung dalam kegiatan ekstra kurikuler Paskibra. Lomba tingkat kodya c. disiplin dalam menjalankan tugas. Upacara hari besar nasional e. Pengetahuan organisasi b. Lomba tingkat lain 3.

Kepala SMK Arjuna Drs.PKS Kesiswaan. DARWIN NIP. Pembina Paskibra SISWADI. 131946491 Mengetahui. 132148981 58 . BA NIP.

tanggal 8 Agustus 1981 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Kesiswaan bagi siswa SMP dan SMK Arjuna. PENDAHULUAN Palang Merah Remaja merupakan kegiatan yang dilakukan di luar lingkungan sekolah yang mengandung pendidikan. menyenangkan. IV. 0323/U/1978. dalam lingkungan Pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah melalui usaha meningkatkan Ketahanan Sekolah. Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah No. DASAR PEMIKIRAN 1. 129/C/Kep N 81. memupuk rasa kebangsaan dan cinta tanah air. dalam bentuk kegiatan yang menarik. Tujuan dan cita-cita mulia Palang Merah Remaja akan dapat terwujud dengan melaksanakan program latihan dan pembinaan terhadap anggota-anggota PMR.KEGIATAN EKSTRA KURIKULER PALANG MERAH REMAJA I. II. terampil. mandiri. Latihan Rutin Pekanan 3. sehat. Kegiatan ini merupakan juga salah satu cara untuk mendukung sistem ketahanan sekolah yang berwawasan nasional. cinta tanah air dan menunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. Latihan Dasar Kepemimpinan 59 . berjiwa optimal. III. Hal ini dituangkan dalam Program Rutin Tahunan PMR SMP N 18 Jakarta. SASARAN Peserta didik menjadi generagi yang Peduli sesama... Keputusan Menteri Pendidikan No. teratur dan praktis dengan tujuan untuk lebih menanamkan solidaritas kemanusiaan. SUBSTANDI KEGIATAN 1. 2. tanggal 28 Oktober 1987 tentang Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda.... Penerimaan dan Pelatihan Anggota Baru 2.

2. 7. 3. 1. Latihan gabungan 8. 720.Rp.Rp.000.- VII. 720.000.000. 6.689. BOP BOS Sumbangan masyarakat (Donatur Orang tua) PMI 60 . HUT PMR 11. Buka Puasa Bersama 9. Lomba PMI cabang Jakarta Pusat 5. Lomba Tingkat Sekolah 6.000.000.Rp.000. 11.Rp. 2. LDK PMR Lomba PMI DKI Lomba PMI Jakarta Pusat Lomba PMI Kegiatan Rutin PMR sekolah Latihan gabungan (4 sekolah) HUT PMR Jambore PMR Rp.000.Rp.000. 4. Rapat Pengurus 10.Rp . Kegiatan PMI DKI 7. 4.Rp. 825. 5. SUMBER DANA 1.000. 1. PESERTA KEGIATAN Peserta didik yang masih aktif di SMP N 18 Jakarta tahun 2006.4. Jambore PMR V. 3. 2.800. ANGGARAN DANA 1. 4. VI.050.320. 8.

DARWIN NIP. BA NIP.PKS Kesiswaan. Pembina PMR SISWADI. Kepala SMK Arjuna ________________ Drs. 132148981 61 . 131946491 Mengetahui.

Untuk mendapatkan pengurus OSIS yang baik dan berkualitas perlu diadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LKDS).. aktif dan kreatif serta memiliki rasa tanggung jawab. 2. Mencetak pemimpinan OSIS masa depan yang mempunyai IMTAQ dan IPTEK.. NEGERI 1 SIBABANGUN I.. 3. Mengembangkan wawasan calon pengurus OSIS agar dapat bersikap mandiri. OUT BOND Kegiatan ini dilaksanakan di luar sekolah yang berupa pembekalan mental dan pemantapan kecakapan organisasi peserta LDKS. II. III..MODEL KEGIATAN EKSTRA KURIKULER LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN SISWA (LKDS) SMK Arjuna. IV. Membina agar pengurus OSIS dapat berorganisasi dengan baik. 2. WAKTU PELAKSANAAN 62 . PENDAHULUAN OSIS merupakan organisasi siswa intra sekolah yang berperan aktif dalam membantu proses belajar mengajar khususnya pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler.. BENTUK KEGIATAN Bentuk kegiatan ini adalah: 1. TUJUAN 1. PELATIHAN Pelatihan ini dilaksanakan di sekolah yang berupa pemberian materi dari para guru Pembina.

Negeri 101 • OUT BOND Hari/tanggal : Sabtu – Minggu.d 8 September 2005 Waktu : 14..d 11 September 2005 Waktu : 08.d selesai Tempat : Villa Puncak Pass V.30 WIB Tempat : SMK Arjuna..00 s.00 s. SUMBER DANA DAN PERKIRAAN BIAYA Sumber Dana: • OSIS • Peserta LKDS • Panitia LKDS LUMUT...d 17. 26 Agustus 2006 Ketua OSIS Ketua Pelaksana ___________ ______________ 63 . SASARAN KEIATAN Siswa-siswi X dan XI calon pengurus OSIS periode 2005/2006 VI.. 5 s. 10 s.• PELATIHAN Hari/tanggal : Senin – Kamis.

DARWIN NIP. Kepala SMK Arjuna Drs. 132148981 64 . PKS Kesiswaan Pembina LDK _____________ ____________ Menyetujui.Mengetahui.

”... Melihat fenomena dalam kurun waktu terakhir. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.ara: 225-227). Berkat mencontoh dan meneladani pergerakan Rosulullah. umat Islam menjadi pemilik keagungan. dimana umat Islam jauh mengalami kemunduran. Tak peduli apa aqidahnya. Asy-Syu. (Q.. dan bahwasannya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?.MODEL KEGIATAN EKSTRA KURIKULER KEAGAMAAN SMK Arjuna. dan kekuasaan Islam.. kekuatan.. bahkan gaya hidup yang hedonpun tetap dipuja. ada sebuah pesan moral yang harus kita laksanakan yaitu kesungguhan untuk bergerak bersama karena kita yakin bahwa umat Islam adalah bagian dari unsur perubahan yang menentukan kejayaan Islam di masa akan datang. DASAR PEMIKIRAN “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. PENDAHULUAN Kejayaan Islam yang dibangun pada masa Rosulullah telah berhasil membuktikan kepada seluruh dunia akan kehebatan.. kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman.S. Namun dibalik kenyataan tersebut. (Q. yang pada kenyataannya semakin menjauhkan dari nilai-nilai Islam. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ketempat mana mereka akan kembali. Al-Imran: 110) “Tidakkah kamu melihat bahwasannya mereka mengembara di tiap-tiap lembah. Pelajar muslim sebagian bagian dari umat Islam juga dituntut untuk memberikan kostribusi yang berarti bagi agenda perubahan yang lebih baik.S. II. mereka cenderung mudahmenerima pemikiran baru seperti trend-trend yang kian marak menjamur. Oleh karena itu kami selaku pengurus ROHIS SMUN 101 bermaksud mengajukan kegiatan UKR (Unit Kegiatan ROHIS) yang berupa team marawis oleh karena itu kami memohon persetujuan Kepala Sekolah untuk memberikan izin dan bantuan berupa dana.. khususnya pada generasi muda yang berada dalam kondisi emosi labil. Seorang tokoh idola adalah teladan mereka dalam berindak. dan keberanian. dan beriman kepada Allah . bagaimana akhlaknya. I. kemuliaan. 65 .

IV. Pembina ROHIS V. 2.635. Sebagai ajang motivasi untuk menjadi pelajar yang berprestasi. Meningkatkan syair Islam.000. Ingin mengembangkan seni bernuansa Islam dengan di tunjang oleh fasilitas yang memadai berupa alat-alat marawis. 131946491 Mengetahui. BA NIP. DARWIN NIP.III.PKS Kesiswaan. Kepala SMK Arjuna ________________ Drs. SASARAN • Siswa kelas I dan II • Agar siswa aktif dalam kegiatan Islami ANGGARAN Pembiayaan Alat Marawis : Rp. SISWADI. Sebagai ajang memupuk minat dan bakat siswa dalam kesenian. TUJUAN • • • • • Merangkul siswa-siswa dalam bidang kesenian. 132148981 66 .

PENDAHULUAN Melihat dari pengalaman kami selama mengikuti lomba “MADING” antar SMK Arjuna.... 101...00 WIB (pulang sekolah) : SMK Arjuna.. I.. TUJUAN 1. Mencari peserta didik yang berbakat dalam lomba tersebut.. : Jumat : 24 Februari 2006 : 13. 2.. Kita sudah mempunyai para peserta yang siap diikuti sertakan.. Agar apabila kita mendapat undangan dari luar sekolah. Mengingat pentingnya perlombaan ini yang ada di luar sekolah.. III. Negeri 101 SUMBER DANA DAN PERKIRAAN BIAYA Sumber Dana : • Kas OSIS • Dana Perkelompok • Kas Astek 67 .. Berdasarkan itu kami mengharapkan sekolah ini mengadakan lomba tersebut untuk mencari bakat dan kreativitas peserta didik di SMK Arjuna.... Mengingatkan prestasi dalam segi seni dan jurnalis..KEGIATAN LOMBA MADING SMK Arjuna.. 3. II.. maka dari itu kami selaku panitia ingin mengadakan lomba tersebut di dalam sekolah. Menumbuhkan semangat kerja sama antar siswa. WAKTU PELAKASANAAN Hari Tanggal Waktu Tempat IV....

. H.Perkiraan Biaya : Rp. Al-Bazar NIP : 130683993 68 .W NIS: 4884 Desnita N.A NIS: 4774 Mengetahui...Ketua OSIS Ketua Pelaksana Sekretaris Ananti Nadia T. S. Dyanne Tobing NIP : 13161712 Drs.. Maya NIS: 5117 Wakil Kepala Sekolah Pembina Astek Jamaluddin..000. Pd NIP : 131851227 Menyetujui. 610. Kepala Sekolah SMK Arjuna.

dinamis tetap konsisten ikut berperan aktif dalam kegiatan–kegiatan positif.. sebagai wujud nyata tanggung jawab dan partisipasi Siswa dan Siswi SMK Arjuna. 101 dalam setiap kesempatan kompetisi dan invitasi bola basket yang saat ini sudah banyak digelar dan diadakan oleh sekolah-sekolah SMK Arjuna... lain atau pun Universitas-universitas yang ada di JABOTABEK ini.. 69 ..... Menyebarluaskan nama baik SMK Arjuna... agar kegiatan ini sungguh ditunjukan untuk mempererat persatuan... Pentingnya menanamkan rasa percaya diri dan tanggung jawab kepada seluruh Siswa dan Siswa SMK Arjuna..... sehingga akan terlihat kualitas dan tingkat kecerdasan sekolah yang bersangkutan... PENDAHULUAN Permasalahan yang muncul dalam kegiatan Ekstrakurikuler Bola Basket yang ada di SMK Arjuna. Adapun tindakan yang berhubungan itu semua yang juga menyangkut Ekstrakurikuler Bola Basket di SMK Arjuna.... serta membuka diri secara khusus kepada sekolah-sekolah lain.. II. Meningkatkan prestasi olah raga Bola Basket SMK Arjuna. Pentingnya mensyukuri segala nikmat karunia Tuhan YME yang sudah kita miliki. N 101 Jakarta ini adalah pendidikan dan pengukuhan anggota Ekstra kurikuler Bola Basket yang sampai saat ini sudah mencapai angkatan VIII... DASAR PEMIKIRAN 1....... maka kami akan mengadakan pendidikan atau pengukuhan anggota baru Ekstrakurikuler Bola Basket bagi siswa dan siswi SMK Arjuna. tutur kata dan moral yang baik dan benar. Memperhatikan petunjuk dasar dari Ekstrakurikuler Bola Basket...... Jadi tidaklah berlebihan apabila sebagai generasi muda. Meningkatkan persahabatan dan menjunjung tinggi sportifitas di lingkungan oleh raga di SMK Arjuna.. khususnya dibidang olah olah raga. persaudaraan dan kekeluargaan.... N 101 Jakarta yang menjadi anggota Ekstrakurikuler Bola Basket. N 101 Jakarta. MAKSUD DAN TUJUAN 1.. I.. N 101.. 3.. 2. Kita semua menyadari dalam rangka membela nama baik sekolah. penerus bangsa dan juga pemuda yang kreatif....... 2. saat ini adalah kurangnya jumlah pemain baik dan berkualitas untuk dapat ditampilkan memberla nama SMK Arjuna...MODEL KEGIATAN BOLA BASKET SMK Arjuna... dibutuhkan sikap... 3. III....

2... SUBYEK SASARAN Siswa dan Siswa SMK Arjuna. Hadiyanto Putra NIS: 4547 Mengetahui. 3 • Alumni Basket • Sekolah Jakarta.. N 101 anggota Ekstrakurikuler Bola Basket PELAKSANAAN Hari : Sabtu s. Banten SUMBER DANA DAN PERKIRAAN BIAYA Sumber Dana : • Anggota Kelas 1.IV. 5 September 2010 Ketua OSIS Ketua Pelaksana VI. S. V.. Pd NIP : 131099044 70 . S. Wakil Bidang Kesiswaan Achmad Chirullah NIS: 4691 Pembina OSIS Jamaluddin.d Minggu Tanggal : 24 dan 25 September 2005 Tempat : Anyer.. Pd NIP : 131851227 Siti Chomariyah.

. Hj. Kepala Sekolah SMK Arjuna.Menyetujui. Dra..... Nur Hidayati NIP : 130684776 71 .

Melalui kegiatan ini para siswa dapat mengembangkan minat dan bakat yang ada dalam diri mereka.. Belajar mengambil gambar dengan kamera (Kameramen). N 101 dalam berseni peran Menyaring siswa siswi berbakat dalam berakting untuk menjadi wakil sekolah dalam Perlombaan Parade Film Remaja Tingkat Nasional. III. II.. SUMBER DANA DAN PERKIRAAN BIAYA 72 .. berniat mengikuti Parade Film Remaja Tingkat Nasional. dan Belajar untuk menjadi Pimpinan Produksi dalam industri perfilman.. Dengan berperan serta dalam kegiatan tersebut para siswa juga akan belajar mengenai sportivitas. Tujuan kegiatan Parade Film Remaja antar SMK Arjuna.... Berdasarkan pertimbangan berikut. Tingkat Nasional ini adalah sebagai berikut: Dapat menambah pengetahuan tentang Perfilman dan cara membuat Film tersebut.. ketekunan. Belajar menata musik dalam film (Penata Musik).. seperti Belajar membuat cerita (Penulis Skenario). Belajar menyambung gambar film yang telah diambil (Editor).. PENDAHULUAN Kegiatan Seni Peran dalam Perfilman Remaja dapat menunjang kreativitas diri remaja itu sendiri. 2. Mengasuh kepekaan seni dan kreativitas siswa dalam bidang Perfilman Meningkatkan apresiasi siswa SMK Arjuna. kami siswa SMK Arjuna. N 101 Jakarta. siswa diharap dapat menyalurkan kegemarannya dalam berakting secara lebih terarah. Belajar dalam berperan (Akting). 3. 4. tata rias dan tata ruang (Penata Artistik). dan keuletan dalam mencapai suatu tujuan yang diharapkan sebelumnya.KEGIATAN PARADE FILM REMAJA SMK Arjuna..... belajar mengatur jalannya shooting (Sutradara).. Belajar dalam menata kostum. IV. para siswa dapat mengapresiasikan kemampuannya dalam Seni Peran maupun mampu mengerjakan perfilman itu sendiri Melalui Lomba Parade Film Remaja Tingkat Nasional ini.... TUJUAN 1. JENIS KEGIATAN Kegiatan yang akan dilaksanakan berupa kegiatan pendalaman dalam mengerjakan Perfilman itu sendiri. I.. Selain itu..

S.M NIP. M.... Heni Rustini. Hj. Donatur : Rp. Kepala Sekolah SMK Arjuna. Nur Hidayati NIP : 130684776 73 .000. 131099044 Dra. 4712 Pembina OSIS Pembina Seni Siti Chomariyah. 7. 131600183 Meri Hastiandari NIS. L. Tim Pelaksana. T NIP.. Diane.Sumber Dana Perkiraan Biaya : Dana OSIS.. 131761712 Menyetujui. Pd NIP.Pimpinan Produksi Guru Pembimbing Dra. Dra.500.

. NEGERI 112 JAKARTA I.. MAKSUD DAN TUJUAN Berdasarkan pemikiran di atas.. oleh karena itu maka kita harus menciptakan daya saing yang berkualitas dikalangan pelajar-pelajar. generasi muda khususnya pelajar dapat menyalurkan bakat dan minatnya dengan hal-hal yang positif dalam rangka mempersiapkan kemampuan bersaing dalam dunia pengetahuan dan teknologi yang merupakan salah satu modal dasar dalam menunjang pembangunan nasional.. IV. diharapkan dapat terjalin persahabatan antar pelajar di Jakarta... se-Jakarta. Oleh karena itu cara yang paling efektif dan efisien dalam menghadapi proses tersebut adalah meningkatkan inisiatif dan daya kreatifitasnya. khususnya pelajar SMK Arjuna. DASAR PEMIKIRAN Dengan kegiatan ini. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah merupakan unsur terpenting dalam menghadapi era globalisasi. PENDAHULUAN Salah satu yang dapat membawa kemajuan bangsa Indonesia adalah mendidik dan membina generasi muda yang kelak akan menjadi tumpuan serta harapan bangsa dan negara.. guna mempersiapkan bibit-bibit yang mampu bersaing dalam era globalisasi. bermaksud untuk menyelenggarakan kegiatan Science Fair antar SMP dan SMK Arjuna... LANDASAN 74 .. Negeri 112 Jakarta sebagai koordinator kegiatan KAMERAD.... Pelajar merupakan salah satu bagian generasi muda yang paling mendukung dan sangat potensi dalam menghadapi proses bertahap menuju kemandirian dan kedewasaan.. Dengan tujuan meningkatkan prestasi dan mengembangkan minat serta bakat para pelajar. maka kami dari ekstrakurikuler KIR (Karya Ilmiah Remaja) SMK Arjuna.... III. Dan dengan diadakannya kegiatan ini.. Dan memunculkan bibit-bibit berdaya saingi di bidang IPTEK yang kelak dapat berprestasi lebih tinggi lagi.KEGIATAN KARYA ILMIAH PAMERAN RUPA DAN DESAIN SMK Arjuna.. Selain itu. dengan prestasi yang tinggi juga dapat mengharumkan nama bangsa dan negara di dunia internasional.. khususnya dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. II.

2000. se-Jakarta 3. Landasan idiil 2.d 25 Juni 2006 b.000.. Hari dan Tanggal : Jum’at s. Tempat : SMK Arjuna..d Minggu/ 23 s.. N 112 Jakarta c... : Pancasil UUD 1945 : SMK Arjuna.1... SUMBER DANA Sumber Dana : • Sekolah • Sponsor • Peserta Perkiraan Dana Rp. SIFAT DAN SASARAN KEGIATAN 1.- 75 . Waktu : 08... Sifat dan ssaran kegiatan • Sifat Kegiatan : Intern dan eksteren SMK Arjuna. Pelaksanaan Kegiatan a.....00 – 16...00 WIB VI. Negeri 112 BENTUK.. N 112 Jakarta • Sasaran Kegiatan : Ekstrakurikuler KIR Pelajar SMP dan SMK Arjuna.. Landasan Operasional V.. Bentuk Kegiatan • Lomba Karya Ilmiah • Lomba Fotografi • Lomba Komik • Lomba Film Pendek • Pameran Karya Ilmiah • Workshop • Bazar 2. 57.. Landasan Konstitusional 3..

.Ketua Pelaksana M. Gilang Pandeka Pembina KIR Dra. Miftahudin Menyetujui. Hum NIP : 131641155 76 . Wanter M.. 112 Jakarta Drs.. Kepala Sekolah SMK Arjuna.. Siti Maryati Ketua OSIS Yustiar Rizawan Pembina OSIS Drs..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful