P. 1
SISTEM PENDIDIKAN

SISTEM PENDIDIKAN

|Views: 411|Likes:
Published by Rahayu Nirawati

More info:

Published by: Rahayu Nirawati on Aug 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2013

pdf

text

original

EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Budaya

STUDI KOMPARATIAF PENDIDIKAN DI KAWASAN ASIA: RRC, KOREA SELATAN DAN JEPANG
Ditulis oleh Ismail Eka Wijaya

Penulis: DR. H. Ismail Eka Wijaya, Drs., M.Pd. dosen tetap Akademi Perawat Dharma Husada Cirebon. Abstrak: Sistem manajemen dari ketiga Negara ini bersifat gabungan antara sentralistik dan desentralisasi, sifat kesentralistiknya hanya terbatas kepada penyusunan panduan dan pedoman semata, sedangkan operasionalnya secara penuh di serahkan kepada komite/Dewan sekolah secara mandiri untuk mengkaji proses pendidikan secara keseluruha. Kondisi ini sangat berbeda dengan system pendidikan di Indonesia masa lalu dan masa kini yang mana masalah sepenuhnya sentralistik, tanpa memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengembangkan proses pendidikan, sedangkan saat ini di Indonesia memasuki era “desentralisasi” ini pun proses pengelolaan pendidikan, khususnya aspek anggaran “Daerah” masih belum manaruh perhatian penuh terhadap pendidikan. Kata Kunci: sentralisasi pendidikan, desentralisasi pendidikan. A. Pendahuluan Studi perbandingan pendidikan merupakan salah satu cara untuk mengetahui berbagai aspek yang berhubungan dengan system pendidikan Negara tertentu, terutama yang berhubungan dengan kelebihan yang terjadi pada system pendidikan negra tersebut. Untuk itulah pada kesempatan kali ini penulis mencoba menguraikan perbandingan pendidikan terhadap Negara di kawasan Asia, khususnya yang meliputi Negara,RRC,Korea Selatan, dan Jepang. Penulis tertarik untuk mengkaji ketiga Negara ini, dikarenakan ketiga Negara ini memiliki kemajuan yang begitu pesat dalam sector industri, khususnya industri otomotif dan elektronik. Kemajuan ini tidak terlepas dari kemajuan pendidikan di Negara ini masing-masing, terutama dalam penguasaan teknologi industri. Makalah ini ditulis atas dasar kajian pustaka, dari berbagai sumber yang relevan, untuk itu mengingat keterbatasan penulis, makalah ini masih diperlukan sumbangan dan saran dari pembaca umumnya, serta dari dosen pembina mata pelajaran khususnya. Namun demikian penulis telah berusaha untuk menyajikan makalah ini semaksimal mungkin sehingga diharapkan akan dapat menambah bahan, dan kajian penulis tentang pemahaman system pendidikan ketiga Negara ini. Makalah ini disajikan dalam beberapa Topik yaitu, Pendahulaun, Kajian Sistem pendidikan, Pembahasan serta Kesimpulan dan Rekomendasi, yang kesemuanya tersaji dalam kalimat yang singkat dan padat. B. Kajian Komparatif Pendidikan di Kawasan Asia 1. Negara Republik Rakyat Cina a. Latar Belakang Cina adalah Negara yang paling luas di dunia, dengan luas daerah sekitar 9,6 juta kilometer persegi. Dua pertriga dari daerah ini terdiri dari gurun pasir dan pegunungan. Penduduk Cina 1989 berjumlah + 540 juta jiwa, dan pada tahun 2000 berjumlah 1.246.871.951 jiwa, dengan komposisi 25,5% berusia di bawah 15 tahun dan 5% di atas 65 tahun. Bahasa resmi adalah bahasa Mandarin, kemudian Negara ini bertetangga dengan Monggolia di utara, Rusia di bagian barat laut dan timur laut, dengan Afganistan, Pakistan, Tajikistan, kazakihistan di barat, dengn India. Nepal, Bhutan, myamnmar, dan laos bagian Selatan. Cina pada umunya adalah Negara agraris, dengan kondisi pekerja adalah 2,9% buruh industri, 17,9%sektor jasa, dan petani 60,3%, dan hampur tidak ada angka pengangguran b. Tujuan Pendidikan Cina Sejak athun 1980-an pemerintah Cina menetapkan prinsip-prinsip dasar pembangunan ekonomi sebagai tugas sentral Negara dengan tetap berpegang pada empat landasan yaitu : Sosialisme, Komunisme, marxisme, Leuinisme serta ideology MAO Tse Tung, dan terbuka terhadap dunia luar. Pada tahun 1985 melalui keputusan komite petani Komunis Cina diadakan reformasi struktur pendidikan, dengan tegas menyatakan bahwa “Pendidikan harus menjalankan tujuan pembangunan sosialis, dan pembangunan sosialis harus tergantung pada pendidikan”. Keputusan ini menunjukkan adanya hubungan yang jelas antara pensisikan dan pembanguanan ekonomi, serta menegaskan bahwa pembangunan ekonomi ini tergantung pada kemajuan IPTEK serta peningkatan kualitas angkatan kerja. Dengan demikian tujuan umum pembangunan pendidikan Cina adalah untuk membangun kerangka dasar system pendidikan yang dapat dipakai dan disesuaikan dengan keperluan gerakan modernisasi sosialis yang diarahkan pada tuntutan abad ke-21, dan yang merefleksikan karakteristik dan nilai-nilai Cina. c. Struktur dan Jenis Pendidikan Adapun struktur system pendidikan Cina adalah meliputi : Pendidikan dasar (basic education), pendidikan teknik dan kejuruan (Technical and Vactional Education, TAPE), pendidikan tinggi (Higher education, HE), dan pendidikan orang dewasa (adult education, HA), berikut visualisai system pendidikan Cina. Basic Education mencakup TK, Sekolah dasar dan pendidikan menengah, dengan lama pendidikan yaiu : prasekolah 3 tahun ke atas, sekolah dasar 5-6 tahun dengan usia masuk SD 6 th, dan pendidikan Sekola Menengah Tingkat pertama 3 th, dan tingkat atas selama 3 tahun. Pada tahun 1990 APN murid SD adalah 97,8%, sedangkan angka melanjutkan ke sekolah menengah pertama 77,8%, (38,69 juta) yang ditampung di 72000 SMP, dan 16000 SMA dengan siswa 7,17 juta orang, dan 1075 lembaga Perguruan Tinggi, dengan mahasiwa 2, 15 juta mahasiswa. Selain pendidikan formal, di Cin juga berkembang pendidikan non formal yang berupa pendidikan orang dewasa yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, yang pada gilirannya diharapkan dapat memberi sumbangan dalam pengembangan sosio-ekonomi penduduk. Selain itu di Cina dikembangkan pendidikan literasi guna pemberantasan buta huruf, hingga saat ini sudah tercatat 42,5 juta lebih Rakyat Cina yang telah dapat, “ melek aksara”. Pada tahun 1996 tercatat 82% tingkat literasi di Cina. (The World Almance and book of facts 2000). d. Manajemen pendidikan di Cina Sistem pendidikan di Cina adalah transentarlsasi, mulai dari level pusat, propinsi, kotamdya, kabupaten, termasuk daerah-daerah oonomi/ setingkat kotamdya. Adapaun yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pendidikan adalah komite pendidikan Negara (state education Commission, SEDC), adalah suatu organisasi professional pemerintah dalam bidang pembangunan pendidikan. Kemudian pada tahun 1985 pemerintah pusat mendelegasikan pendidikan dasar kepad kabupaten dan kota-kota kecil di daerah-daerah pedalaman. 1) Biaya Pendidikan. Alokasi biaya pendidikan tersedia pada pemerintah pusat dab daerah., dengan distribusi, alokasi dari daerah untuk pendidikan yang dikelola oleh daerah dan dana pusat untuk lembaga pendidikan yang berada di kementrian-kementrian. Besar anggaran pendidikan Cina pada tahun 1990 adalah sebesar 43,3 miliar RnB (Reuminbi)
http://educare.e-fkipunla.net Generated: 5 August, 2011, 05:36

58 juta guru SD. b. maka tujuan pendidikan Korea Selatan adalah uhtuk menanamkan pada setiap orang rasa Identitas Nasional dan penghargaan terhadap kedaulatan Nasional. (2) Diagnosis murid (3) membimbing siswa belajar dengan berbagai program. dan pertanian. Adapun standar untuk menjadi guru di Cina adalah melalui pendidikan dalam jabatan (inservice training ) yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang biaya pendidikan sepenuhnya ditanggung oleh Negara. Latar Belakang Republik Korea Selatan yang didirikan pada tahun 1948 terletak disemenanjung di daratan Asia Timur. kota dan desa. dunia industri khusus bagi pendidikan kejuruan. yang terbentang sepanjang timur laut pantai benua Asia. ujian akhir sekolah dan ujian masuk SMP. sedangkan untuk SLTA disesuaikan dengan keinginan siswa. 3) Kurikulum. adapun yang dikerjakan oleh guru. SLTA dan pendidikan tinggi. guru biasa dua (yang telah diselesaikan onjob training) dan lesensi bagi guru magang dikeluarkan bagi mereka yang telah lulus ujian kualifikasi lulusan program empat tahun dalam bidang engineering. dengan batas-batas wilayah sebelah timur berbatasan dengan lautan pasifik. yang sangat fleksible serta berfariasi atas dasar kemampuan dan karakteristik wilayah.500 adalah guru di pendidikan tinggi regular. Untuk masuk PT. ujian tahunan. kenutuhan social masyarakat serta kondisi lembaga setempat. dan menanamkan sifat patriotisme. Penduduk Kore Selatan kurang lebih 47 juta jiwa dengan angka pertumbuhan penduduk rata-rata 1.a\ex officio&rsquo. dengan total anggaran 18. Sedangkan untuk menjadi dosen yunior college. seperti yang terdapat pada pemerintahan system desentralisasi. termasuk diantaranya MA. Sekolah dasar merupakan pendidikan wajib selama 6 tahun bagi anak usia 6 dan 11 tahun. perdagangan. Di sekolah tingkat menengah tidak diadakan saringan masuk. Kurikulum dirumuskan oleh komisi pendidikan Negara (SEDC).63 juta guru-guru sekolah menengah. dan grade 13-16 (pendidikan tinggi/program S1) serta program pasca sarjana (S2/S3). 10-12 (SLTA). Dewan pendidikan diketuai oleh walikota atau gubernur. dengan beberapa mata kuliah pilihan. d. Manajemen Pendidikan Korea Selatan Kekuasaan dan kewenangan dilimpahkan kepada menteri pendidikan. Kemudian guru mendapat sertifikat yaitu : sertifikat guru pra sekolah. Pada tahun 1990 Cina memiliki 13.45 juta guru. dari lima orang dipilih dan dua orang lainnya merupakan jabatan &lsquo.1% dari anggaran Negara). Selain itu ada sekolah komperhensif yang merupakan gabungan antara sekolah umum dan sekolah kejuruan yang merupakan bekal untuk melanjutkan ke akademik (yunior college) atau universitas (senior college) yang kemudian dapat melanjutkan ke program pasca sarjana (graduate school) gelar master/dokter. profesionalisme personil pendidikan. 2) Personalia. Sistem Pendidikan Republik Korea Selatan a. Berikut visualisasi grade pendidikan dimaksud. guru SD. dengan perincian : 5. Sekolah Menengah Tingkat Pertama. (menyempurnakan kepribadian setiap warga Negara. 3) Kurikulum. 1) Anggaran pendidikan. 2) memperkecil jurang pemisah antara penduduk kota dan desa. 13-16 (SD). dengan angka literasi 98% (world almanae 2000). yaitu : ujian semester. Struktur dan jenis Pendidikan Secara umum system pendidikan di korea Selatan terdiri dari empat jenjang yaitu : Sekolah dasar.000 km2 dengan penduduk http://educare. Bahasa Asing dan matematika. masing-masing dewan pendidikan terdiri dari tujuh orang anggota yang dipilih oleh daerah ototnom. 2011. sertifikat ini diberikan oleh kepala sekolah dengan kategori guru magang. hal ini dikarenakan adanya kebijakan &ldquo. matematika dan bahasa Cina. dan 394. dilaksanakan sejak tahun 1970-an dengan mengkoordinasikan pembelajaran teknik dalam kelas dan pemanfaatan teknologi. 3. 2.EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Budaya guan (13. 3.net Generated: 5 August. GNP untuk pendidikan. e. Sekolah kejuruan meliputi pertanian. pajak pendidikan. yaitu tingkat academic (grade 13-14) untuk guru SD. dengan jumlah APM SD mencapai 99.equal accessibility&rdquo. Terdapat dua jenis pendidikan guru. Sekolah menengah Pertama memberikan 13 mata pelajaran wajib. dengan memberikan keleluasan bagi daerah/ pedesaan untuk menambahkan kurikulum local. Masalah pendidikan Cina tahun 2000 . Keempat jenjang pendidikan ini sejalan dengan &ldquo. digabungkan dengan ujian akhir SMP. ke sekolah menengah di daerahnya. Isu-isu Pendidikan Cina. dilakukan ujian seleksi Nasional dengan pemisahan antara pilihan science dan ilmu social. 4) Sistem Ujian dan Sertifikasi. Isu-isu Pendidikan Korea Selatan Diantaranya adalah: 1) meningkatkan investasi pendidikan. sebelah selatan berbatasan dengan selat Jepang.7%/ tahun dengan kondisi penduduk yang homogen (etnik Korea). dan guru sekolah menengah. c. yang dipegang oleh walikota daerah khusus atau gubernur propinsi dan super intendent. Tujuan Pendidikan Korea Selatan Salah satu keputusan Dewan Nasional Republik Korea tahun 1948 adalah menyusun undang-undang pendidikan. Sehubungan dengan hal ini. bersumber dari. e. meliputi kualitas pendidikan. perikanan dan teknik. disebelah barat berbatasan dengan demarkasi militer (garis lintang 380) yang memisahkan Korea Selatan dan Korea Utara. adapun sumber biaya pendidikan. Sistem Pendidikan di Jepang a.e-fkipunla. Luas Jepang 378. meliputi lima langkah yaitu (1) perencanaan pengajaran.8% putus sekolah SD 0%. untuk SD pedesaan misal. mengemban cita-cita persaudaraan yang universal mengembangkan kemampuan untuk hidup mandiri dan berbuat untuk Negara yang demokratis dan kemakmuran seluruh umat manusia. Adapun system pemerintahan Korea Selatan bersifat sentralistik. Latar Belakang Jepang terdiri dari 4000 pulau besar dan kecil. (4) test dan menilai hasil belajar. selama 3 tahun pendidikan. Sedangkan ujianmasuk SMA. Pada tahun 1995 ada kebijakan wajib belajar 9 tahun. isi dan metodelogi pendidikan yang belum memenuhi tuntutan pembangunan social nasional. Dengan biaya ditanggung oleh Pemerintah untuk pendidikan guru negeri. keuangan pendidikan daerah. dan pendidikan guru empat tahun untuk guru sekolah menengah. yang kemudian melanjutkan ke SLTA pada grade 10-11 dan 12. sehingga forsi anggaran terbesar diperuntukan untuk ini.grade&rdquo. SMP merupakan kelanjutan SD bagi anak usia 12-14 tahun.9% dari Anggaran Negara. politik. Reformasi kurikulum pendidikan di korea. 2) Guru/Personalia. Bahasa Cina. perikanan. dan ujian-ujian ini terbatas pada mata pelajaran bahasa Cina dan Matematika. dengan system sentralistik ini maka kebijakan-kebijakan pemerintah termasuk di bidang pendidikan dapat dijalankan tanpa harus mendapat persetujuan badan legislative daerah. grade 7-9 (SLTP). sedangkan untuk SD perkotaan diwajibkan mata pelajaran olah raga. dengan dua pilihan yaitu: umum dan sekolah kejuruan. perdagangan. moral. Pada setiap propinsi dan daerah khusus (Seoul dn Busam). dengan acuan sebagai berikut: SD memuat 10 mata pelajaran yang berbeda antara perkotaan dan pedesaan. 3) memberikan perhatian besar terhadap pendidikan social dan moral. memuat mata pelajaran pertanian selain mata pelajaran inti. Sekolah dasar dan menengah melaksanakan empat macam ujian. Anggaran pendidikan Korea Selatan berasal dari anggaran Negara. 05:36 . harus berkualifikasi master (S2) dengan pengalaman dua tahun dan untuk menjadi dosen di senior college harus berkualifikasi dokter (S3). Pendidikan moral. Di daerah terdapat dewan pendidikan (board of education).

Sedangkan untuk pendidikan menengah pertama berlangsung selama tiga tahun dengan jumlah jam pelajaran 1015/tahun. sedangkan orangtua lebih banyak di pedesaan. serta pendidikan khusus teknik (Peoto Senmogakku) yang berlangsung selama 5 tahun setelah tamat SLTA. Adapun anggaran pendidikan Jepang pada tahun 1980 (16. 2011. test essai. Dimana setiap district terdapat dewan sekolah atau kepala kota praja setempat dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.1% untuk pendidikan tinggi. 3) Kurikulum.e-fkipunla. 4) Evaluasi. menghormati nilai-nilai pribadi orang lain. dan hasil ujian jelek. perikanan. Kemudian di Jepang terdapat pendidikan non formal. ilmu pengetahuan umu.077 jiwa. bahasa Jepang sebagai pengantar. maupun psikis. Pendidikan tinggi (universitas/Daigaku) atau Tin kidaigaku (yunior college). 17. maka diwajibkan untuk mengulang pada level yang sama. berhitung. dank eras kepala. Selain itu juga tersedia pula program-program pendidikan Radio dan televisi untuk pendidikan umum dan keterampilan.5 % (world alamanac 2000). 1) Anggaran Pendidikan. lama pendidikan di Universitas (daigaku) berlangsung selama 4 (empat) tahun sedangkan di Tan kigaikaku 2-3 tahun. Ditinjau dari etnis Jepang termasuk kependudukan yang homogen yaitu 99. Sedangkan kenaikan antara grade berikutnya dilaksanakan secara otomatis. Sertifikat untuk guru SD. ke semua ini diperoleh setelah lulus rekruitmen yang dilakukan Dewan Pendidikan Distrik. disamping itu pendidikan moral wajib belajar 9 tahun. Untuk menjadi guru SD dan sekolah menengah. kepala Ken.55 untuk wajib belajar.9%) dari anggaran pemerintah. Tujuan Pendidikan Tujuan pendidikan Jepang tercantum dalam undang-undang pokok pendidikan tahun 1947 ayat 1. Komparatif Statistik-statistik Pendidikan Berikut ini disajikan beberapa data statistic yang ada kaitannya dengan pendidikian.EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Budaya berjumlah 126. dan memberikan nasihat kepada lembaga-lembaga pendidikan. distrik.4 dan 19. meningkatnya individualisme.net Generated: 5 August. khusus perbaikan kurikulum dilakukan setiap 10 tahun sekali. Adapun lingkup pendidikan non formal meliputi : teknik pertanian. dengan alokasi : 54. dengan bahasa Jepang sebagai bahasa resmi.7 triliun) yen/97. b. Pendidikan Jepang saat ini mengalami kelemahan dalam hal ilmu dan keterampilan serta tidak punya sikap hidup yang baik. anggota DPR. menghargai pekerjaan. Sistem administrasi keuangan pendidikan Jepang disediakan bersama-sama antara pemerintah pusat. Pada semua tingkat system pendidikan di Jepang harus menempuh berbagai ujian. dan 10 % diantaranya mengambil jurusan umum. dll. Dimana diambil dari pajak dan dari sumber-sumber lain. musik/seni dan kerajinan.4 % orang Jepang. c. dengan indicator-indikator lain seperti : kurang respek terhadap orang tua. C.000 juta dolar AS (19. Isu-isu Pendidikan Jepanga Kekurangan tenaga kerja yang terampil merupakan isu utama. namun 18 % diantaranya masuk SLTA swasta . pendidikan Jepang bertujuan untuk mengembangkan sepenuhnya kepribadian setiap individu baik fisik. Secara administrasi Jepang dibagi dalam 47 Ken/district yang selamjutnya terbagi lagi dalam 3256 shi/Son/kota puaja.182. untuk itu pendidikan Jepang memerlukan guru guna pembelajaran kreatifitas dan pengembangan karakter setiap anak. Tabel 2 Perbandingan Persentase Penduduk yang Mampu Tulis Baca (Literasi) No Negara % Th 1 Republik Rakyat Cina 82 1996 2 Republik Rakyat Korea Selatan 98 1994 3 Jepang 100 1997 4 Indonesia 84 1997 5 Amerika Serikat 97 1994 Sumber: The Woalumanac and book of facts 2000 Tabel 3 http://educare. kepala kota praja dipilih langsung oleh rakyat. Manajemen Pendidikan Pada level nasional tanggung jawab pendidikan ada pada kementrian pendidikan. Di masing-masing kota praja memiliki tiga sampai lima orang dewan pendidikan dengan fungsi utamanya memberikan dan mengurus institusi pendidikan di kota praja. yang dikenal dengan pendidikan social. guru harus dididik/dilatih di universitas. namun setelah tahun 1980-an pemerintah Jepang melakukan reformasi di bidang pendidikan Taman kanak-kanak menerima anak berusia 3-5 tahun. sementara untuk guru menengah hanya pada mata ajaran tertentu saja. Kementrian juga bertanggung jawab terhadap pengembangan buku teks untuk sekolah dasar dan menengah. Jepang dan Indonesia. sedangkan usia di bawah 14 tahun sebanyak 23. menyatakan bahwa. pendidikan jasmani dan kerumah tanggaan (grade 4 dan 6). Amerika sebagai pembanding adalah sebagai berikut : Tabel 1 Perbandingan Masa Wajib Belajar dan Usia Masuk Sekolah No Negara Wajib Belajar Umur masuk Batas umur Lamanya Pra sekolah 1 Republik Rakyat Cina 7-15 th 9 th 3 th 2 Republik Rakyat Korea Selatan 6-15 th 9 th 5 th 3 Jepang 6-15 th 9 th 3 th 4 Indonesia 7-15 th 9 th 5 th 5 Amerika Serikat 6-16 th 10 th 3 th Sumber : Unesco Syatistical Yearbook 1999. Jenis Pendidikan Sebelum perang dunia II. ilmu pengetahuan dan kebudayaan. maupun kota praja. Kemudian distrik terdapat dewan pendidikan yang bertanggung jawab terhadap supervise atas masalahmasalah personalia pada lembaga pendidikan pemerintah.6% dari GNP nya (10. selebihnya masuk sekolah kejuruan teknik dan pertanian. 05:36 . sedangkan pendidikan dasar (SD) menerima siswa yang berusia enam tahun yang sebagian besar (97 %) berada di SDN. nelayan dan buruh kehutanan. yang cinta kebenaran dan keadilan. e. memiliki rasa tanggung jawab denagn semangat kemerdekaan sebagai pendiri Negara dan masyarakat yang damai. dengan angka partisipasi murni 94 %.9% untuk pendidikan menengah dan 21. Kemudian guru memperoleh sertifikat mengajar dari dewan pendidikan distrik yang berlaku di semua distrik. 2) Guru/Personalia.6% dengan kaum muda lebih banyak hidup dari perkotaan. dengan jumlah mata pelajaran bervariasi yaitu : 850 jam pelajaran/th untuk grade 1 sampai 1015 dan bagi grade 4-6.7%) dari total anggaran belanja pemerintah Jepang. d. Setelah selama 3 tahun melalui ujian masuk. Kementrian memberikan pedoman untuk menyusun kurikulum. sedangkan 1992-1994 anggaran pendidikan Jepang sebesar 3. melalui ujian masuk yang meliputi test achivment. interview. Titik berta pendidikan Jepang adalah pengembangan kemampuan dasar dalam diri generasi muda. yang merupakan syarat untuk naik kelas atau untuk mendapatkan ijazah/sertifikat. memberikan kewenangan untuk mengajar semua mata ajaran. mata pelajaran serta persyaratan kredit mulai dari TK hingga ke perguruan tinggi. pasca sarjana dan yunior college yang dipilih oleh kementrian pendidikan. Bagi siswa yang kehadirannya kurang dari 5% tahun belajar. Kurikulum sekolah ditentukan oleh menteri pendidikan yang kemudian dikembangkan oleh dewan pendidikan distrik dan kota praja. system pendidikan Jepang memiliki banyak jalur (Multi tract). ilmu social. Dengan penduduk 60 th ke atas sebanyak 16. memberikan inservice training asset cultural. Sesuai UU otonomi daerah Jepang tahun 1947. dengan asumsi bahwa generasi muda harus siap menyesuaikan diri dengan kemajuan IPTEK yang global. Kurikulum awal athun 980 memuat mata pelajaran untuk SD terdiri dari. Cina-Korea Selatan.

Namun deikian. Jepang 19..3 12. karena penulis beranggapan bahwa ketiga Negara ini merupakan Negara &ldquo. untuk itu sudah selayaknyalah guru harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh dan menjamin kesejahteraan merek.5 3 JEPANG 3.Yunior College&rdquo.6% dari total anggaran Negara. yang hingga saat ini belum ada kegiatan &ldquo. dikawasan Asia. sehingga dewan/komite pendidikan diberikan kewenangan yang luas untuk menjabarkan berbagai macam kebijkan sesuai panduan yang telah dikeluarkan oleh kementrian pendidikan.43 98. Terutama dalam hal teknologi. anggaran pendidikan bila dirata-rata baru berkutat-katit antara 2-4. Penulis tertarik untuk membahas ketiga Negara ini. Indonesia jauh tertinggal.net Generated: 5 August. ternyata secara umum system pendidikan di ketiga Negara ini tidaklah jauh berbeda inipun tidak jauh berbeda dengan system pendidikan di Indonesia masa lalu. sedangkan Indonesia sejak kemerdekaan tahun 1945.4 12. kalaupun ada namun fungsinya tidak jelas dan tidak tepat serta tidak memiliki &ldquo. 05:36 . penulis dapat menimpulkan sebagai berikut : a. begitupun untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas sangat erat hubungannya dengan ketersediaan anggarab pendidikan kesemua masalah ini dimungkan di capai.titik sentral&rdquo.&hellip. akan tetapi dalam operasionalnya diserahkan kepada Dewan Pendidikan Daerah.4 3. dimana ketiga Negara ini sudah sejak lama sudah menganggarkan anggaran pendidikan yang cukup signifikan dengan hasil yang didapat yaitu masing-masing : RRC 12. Kesimpulan dan Rekomendasi 4.3 14. sehingga para guru dapat merasa bangga dengan tugasnya.4 5 AS 5.&hellip.&hellip. Kondisi lain yang dapat dipetik dalam hal guru.super power&rdquo. masalahmasalah pendidikan.5 17.7 15. (gabungan antara pria dan wanita) Tabel 5 Presentase Pengeluaran P)emerintah Untuk Pendidikan Dihitung dari GNP dari Total Anggaran Pemerintah No Negara % GNP % GNP 1990 1995 1990 1999 1 RRC 2. dimana ketiga Negara ini untuk menjadi guru SD saja harus berlatar &ldquo. Pembahasan Dari kajian singkat tentang studi perbandingan system pendidikan dikawasan Asia. yang kini baru beranjak ke PGSD II (dua tahun diatas SLTA/Yunior College). Korea Selatan dan Jepang. Hal ini cukup beralasan. bahkan tidak aneh bila guru agama mengajar matematika dll.. Dimana dewan pendidikan ini diketahui oleh Gubernur/Walikota dengan anggotanya sebanyak 5-6 orang. Sistem manajemen dari ketiga Negara ini bersifat gabungan antara sentralistik dan desentralisasi. sehingga berjumlah 7 (tujuh) orang. Untuk membuat para guru sejahtera. yang sebagian besar Negara-negaranya termasuk kategori negra berkembang.e-fkipunla. karena menurut Ferggosun. perbedaan terlihat menonjol. Untuk itu.5 2 KORSEL 3.6 10. Akan tetapi khusus Negara Jepang merupakan salah satu Negara industri otomotif terbesar di dunia. E. (1999) bahwa &ldquo. Kondisi ini sangat berbeda dengan system pendidikan di Indonesia masa lalu dan masa kini yang mana masalah sepenuhnya sentralistik.. tanpa http://educare.6 3. bila dibandingkan dengan ketiganegara ini. pengkaji&rdquo. Kondisi ini jauh berbeda dengan anggaran ketiga Negara ini.83 70. Jadi dari segi latar pendidikan guru SD saja kita sudah tertinggal kurang lebih 20-50 th dibandingkan dengan ketiga Negara ini.1 1. Dewan Pendidikan inilah yang bertanggung jawab terhadap operasional pendidikan. 2011. dimana di ketiga Negara ini menerapkan system senrifikasi terhadap guru. di Indonesia. 1999). apabila semua pihak memiliki kometmen yang tinggi terhadap &ldquo.begitu pula dengan Korea Selatan dan Cinayang akhir-akhir ini mulai bangkit dan menunjukkan kemampuannya untuk berkumpetitif dalam pasaran otomotif dan industri elektronik dunia umunya dikawasan Asia dan pasaran Indonesia khususnya.2 5. Hal ini cukup beralasan dan dimungkinkan bila ditinjau dari anggaran pendidikan Negara. tetapi belum sampai kepada perumus kebijakan. sifatnya hanya baru sebagai sebatas sebagai &ldquo.1 Sumber: UNESCO Year book 1999 D. Mengingat guru merupakan &rdquo. sifat kesentralistiknya hanya terbatas kepada penyusunan panduan dan pedoman semata. selanjutnya penulis dapat memnerikan beberapa refleksi sebagai bahan perbandingan dengan system pendidikan Indonesia yang saat ini sedang mengalami perubahan drastis dalam segi manajemennya. yang neliputi : RRC.Semakin tinggi gaji guru semakin berkualitas hasil pendidikan&rdquo.3 2. sedangkan gurusekolah menengah ketiga Negara ini mensyaratkan harus berlatar belakang S2/S3 dengan kajian khusus atau bidang study. Belum lagi masalah karier. dalam hal perumusan kebijakan.28 45 W 1995 Amerika Serikat P 102 98 94 90 W 101 97 95 90 Tabel 4 Perbandingan APK dan APM Tingkat Pendidikan Dasar dan Menengah No Negara Tahun APK APN SD SLTP/A SD SLTP/A 1 RRC 1995 118 66 98 2 KOREA-SEL 1996 94 92 102 97 3 JEPANG 1994 103 100 103 99 4 INDONESIA 1994 113 95 48 42 5 AS 1995 102 97 95 90 Sumber: UNESCO Year book 1999.semakin tinggi anggaran pendidikan semakin maju ekonomi di suatu Negara&rdquo. dalam maju mundurnya kondisi sekolah.otoritas&rdquo.EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Budaya Perbandingan APK dan APM Pendidikan Dasar dan Menengah antara Laki-laki dan Wanita Tahun Negara APK APN SD SLTP/A SD SLTP/A 1995 RRC P 102 98 94 90 W 101 97 95 90 1995 Korea Selatan P 102 98 94 90 W 101 97 95 90 1995 Jepang P 102 98 94 90 W 101 97 95 90 1998 Indonesia P 110.5 3. jadi teori tidak dapat dipungkiri bahwa &ldquo. Kondisi ini sangat berbeda dengan Indonesia.8 16. sedangkan operasionalnya secara penuh di serahkan kepada komite/Dewan sekolah secara mandiri untuk mengkaji proses pendidikan secara keseluruha.Dewan Pendidikan Nasional&rdquo.22 3. beda halnya di Indonesia yang terkadang satu guru bisa mengajarapa saja. baik daerah distrik ataupun kota praja (Jepang) dan Komite Pendidikan Negara/SEDC (Cina) serta Dewan Pendidikan (Korea Selatan khususnya untuk kota Seoul dan Busam yang merupakan propinsi khusus).7% dari anggaran belanja Negara.9 4 INDONESIA 1. Korea Selatan 17. (Ferggeson.industri pendidikan&rdquo. yang bersifat sentralistik.4 19. terutama lima tahunan kebelakang guru SD kita hanya bertingkat SLTA. sehingga tidak dapat dipungkiri lagi. walaupun dikeytiga Negara ini semua panduan pendidikan dikeluarkan oleh komentaria pendidikan. sebagaimana telah penulis uraikan pada bab II. Kesimpulan Dari hasil kajian dan pembahasan tentang studi komaparatif system pendidikan RRC-Korea Selatan-dan jepang. sangat erat kaitannya dengan anggaran pendidikan.8. sehingga akibatnya kondisi sentralisasi pendidikan Indonesia betul-betul bersifat permanent dan kaku. serta sebaliknya.5.

P2LPTK Undap. yang hingga saat ini hanya &ldquo. (1994). 5. b. Jakarta :Dirjen Dikti Depdikbud. seni dan lain-lain. Hal ini. (1987). langsung berhubungan dengan pemenuhan harkat hidup siswa. Landasan Manajemen Pendidikan. Manajemen Pendidikan Nasional. sekolah menengah bersifat menyeluruh artinya boleh mengajar di semua mata ajaran. diantara rata-rata 2-3. dalam kelangsungan pendidikan maka ketiga Negara. Ary. Dasar-dasar Administrasi Pendidikan. (1996). dan Teknologi. (2001). Hal ini sangt di atas Indonesia. (Disertasi) Bandung. dan teknologi industri dan lainlain. kiranya system kurikulum hendaknya lebih fleksibel dan daerahpun agar memasukkan kurikulum local yang bersifat &ldquo.6% dari total anggaran Negara. seperti kurikulum local hanya terbatas pada bahasa daerah/bahasa asing. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Jakarta: Ardadizya jaya. mtidak berpengaruh terhadap lapangan kerja dan tidak meberikan jaminan untuk kehidupan. Guru. Ngalim Purwanto. dan hanya untuk satu bidang studi bagi guru sekolah menengah dan boleh semua mata ajaran untuk guru SD. Program Pascasarjana UPI. penulis munculkan. Di Indonesia berbeda dimana guru SD. tidak hanya menunggu dan berharap dari APBN semata-mata.EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Budaya memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengembangkan proses pendidikan. c. 05:36 . dengan pilihan kurikulum local yang diarahkan kepada masalah : Pertanian. (1993). Kurikulum.e-fkipunla. Hal ini dapat dijadikan contoh seperti yang dilakukan oleh ketinggi Negara ini.A. sehingga peranan daerah cukup luas dalam pengelolan pendidikan dasar dan menengah. perkebunan. perikanan.desentralisasi&rdquo.7% dari total aggaran Negara. Engkoswara. sehingga pada gilirannya akan berimplikasi kepada pertumbuhan ekonomi Negara dan kesejahteraan masyarakatnya semakin bertambah. Badung: CV Remaja Karya. H. mengingat saat ini sudah era desentralisasi/otonomi daerah. sedangkan saat ini di Indonesia memasuki era &ldquo.pekerjaan siswa setelah tamat sekolah. Administrasi Sekolah:administrasi pendidikan Mikro. masih belum manaruh perhatian penuh terhadap pendidikan. 2011. telah sejak lama mensyaratkan bagi guru SD adalah berpendidikan yunior college hingga senior sedangkan untuk sekolah menengah harus berlatar belakang S2/S3. Bandung : Rosdakarya.teknologi dan lain-lain. Diketiga Negara ini rata-rata sejak tahun 40-an. dimana anggaran pendidikan dipikul bersama antara daerah dan pemerintah pusat.Daerah&rdquo. Perbandingan system pendidikan. telah menganggarkan pendidikan secara konstan cukup besar yaitu rata-rata 19. Jakarta: rineka Cipta Atmodiwirto. Daftar Pustaka Agustiar Syah Nur. d. tidak hanya sebatas kurikulum seperti bahasa daerah atau bahasa asing yang selama ini banyak dimunculkan sehingga. ini pun proses pengelolaan pendidikan. khususnya aspek anggaran &ldquo. perikanan. 2000 Manajemen Pendidikan Indonesia. perikanan.net Generated: 5 August. c. Supriadi.sentral&rdquo. sesuai kondisi daerah masing-masing : seperti kurikulum local pertanian. Anggaran Pendidikan. Hal ini berbeda dengan Indonesia. ini terbukti dengan banyaknya kerajinan industri yang bersifat home industri di ketiga Negara ini. Pola Kepemimpinan dan profesionalisasi Tenaga Kependidikan. yang tidak atas dasar keinginan siswa dan kondisi daerah setempat. Rekomendasi Atas dasar kajian dan simpulan ini penulis merekomendasikan sebagai berikut: a. G. Iman (1988). Bandung : Lubuk Agung.berkutat&rdquo. Nanag Fattah. untuk itu kiranya daerah agar lebih memperhatikan anggaran pendidikan yang bersumber dari APBD. yang mampu membawa siswa untuk memiliki kretifitas khusus dalam kehidupannya. Untuk memberikan peluang masa depan pada siswa. dasarDasar Administrasi Pendidikan Jakarta. karena ternyata diketiga Negara ini cukup berhasul dengan kurikulum local yang mereka pilih berupa pertanian. Andy PP (1988). Bandung: PT remaja Persada Karya. Mengingat guru memegang peran &ldquo. http://educare. tidak&rdquo.R Tilaar. dengan system dengan system sertifikatsi. (1996).kreatifitas&rdquo. yang rata-rata memasukkan kurikulum local yang &ldquo. Soebagio. diketiga Negara ini kurikulum dirangkai oleh kementrian pendidikan dan Dewan Sekolah yang seterusnya. b. sekolah diberi keleluasaan untuk menambah kurikulum local sesuai peminatan siswa dan kondisi wilayah masing-masing.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->