PEMIKIRAN MUHAMADIYAH

OLEH: MOH. FAIZUL MUTTAQIN HARIS EKA

Sehingga baru pada abad 19 umat Islam mulai ada gagasan baru yang agak menggembirakan. kebangkitan Islam di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat spektakuler dengan ditandai munculnya organisasi Islam (Ormas Islam). Tantangan yang tumbuh dari dalam (intern). . sebagain umat Islam juga sering menambah-nambahi dalam masalah ibadah atau yang disebut bid ah. Golongan terdidik ala Muhammadiyah telah memberikan andil besar terhadap kelangsungan pembangunan bangsa dan negara. Persatuan Islam. Prilaku keagamaan jawa. sedangkan tantangan dari luar (ekstern) pada diri Muhammadiyah merupakan sebuah pengesahan terhadap tajdid. Lebih-lebih. yakni pencampuradukan dari berbagai unsur nilai agama. Al-Irsyad. Kedua. Tantangan yang dihadapi Muhammadiyah kala itu adalah sinkritisasi dan tekanan ideologi luar yang sengaja dipaksakan masuk ke dalam negeri Indonesia. Di samping itu. khususnya di daerah pedalaman masih kental dengan budaya sinkritisme. Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi yang paling diperhitungkan dalam pentas nasional. Hal ini terbukti dengan banyaknya tokoh Muhammadiyah yang terlibat dalam panggung politik dan akademis. kondisi kehidupan keagamaan umat Islam secara historis dipengaruhi oleh budaya keagamaan sebelumnya. Keyakinan inilah yang membuat Muhammadiyah benar-benar tertantang untuk melakukan pemahaman keagamaan yang lurus dan benar sesuai doktrin Islam yang sesungguhnya. yakni praktek keagamaan yang tidak ada dasarnya yang jelas baik dari al-qur an maupun as. Faktor-faktor yang turut melahirkan gerakan Muhammadiyah kala itu memang sangat komplek.Mulai abad XX. yang merupakan eksperimen sejarah yang cukup spektakuler. bagi Muhammadiyah merupakan representasi dari komitmennnya dalam menderukan gerakan amar ma ruf nahi mungkar. Organisasi keagamaan ini lahir dari akumulasi produk pemikiran yang berbeda-beda. faktor eksternal bahwa kelahiran Muhammadiyah didorong oleh tersebarnya pembaharuan Timur Tengah ke Indonesia pada tahun-tahun pertama abad 20. Sedikitnya ada dua faktor yang ikut berpengaruh dalam menjelaskan lahirnya Muhammadiyah. Dari sekian banyak gerakan tersebut di atas.[3] Seperti kita ketahui. seperti Sarikat Islam. Tidak diragukan lagi. Dalam masyarakat jawa. Semuanya adalah gerakan keagamaan yang memiliki trade mark dan orientasi yang agak berbeda satu sama lain. khususnya untuk ukuran saat itu. faktor internal bahwa kelahiran Muhammadiyah sebagai sebuah respons terhadap tantangan ideologis yang telah berlangsung lama dalam masyarakat jawa. Lahirnya gerakan keagamaan ala Muhammadiyah di atas panggung sejarah keagamaan Islam di Indonesia merupakan peristiwa sosial-budaya biasa. Agama Hindu dan Budha adalah warisan budaya yang sangat kuat di masyarakat jawa. ada sebagian masyarakat jawa masih memistikkan sesuatu (tahayyul dan khurafat) yang dianggap memiliki kekuatan supranatual. Pertama. bahwa Islam pasca jatuhnya Bagdad pada abad 13 Umat Islam mengalami kemunduran dalam berbagai persoalan. para tokoh pemikir kenamaan yang sekarang muncul banyak dari kalangan Muhammadiyah. Gerakan keagamaan tersebut diantaranya.sunnah. Muhammadiyah dan Nahdhatul Ulama . Yakni peristiwa sosial-budaya bernafaskan keagamaan Islam.

kehati-hatian mereka yang berusaha untuk tidak mengganggu kepekaan pemerintah yang berlebihan yang menyangkut berbagai isu yang berada dalam katagori sara (suku. Oleh pemerintah. A. pada tahun 1931.4 persen dan 9. Alasan kedua. umat Kristen di Indonesia hanya berkisar 2. Semua gagasan dan ide yang dicetuskan para tokoh pembaharu tersebut lambat laum ikut mempengaruhi perkembangaan keagamaan dipenjuru dunia. Alasan pertama adalah keengganan mereka untuk membahas masalah yang dapat menimbulkan pertentangan tersembunyi antara kaum Muslim dan kristen di Indonesia. yang memang sangat berkepentingan mencegah munculnya persoalan dan menghindarkan perselisihan di antara masyarakat beragama. harus tetap diakui bahwa faktor ini merupakan yang terpenting dari semua faktor yang telah mendorong KH. yaitu penetrasi dalam misi Kristen di negara ini serta pengaruh besar yang telah ditimbulkannya. Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah pada tahun 1912 M. tetapi hasilnya pun juga belum signifikan.Meskipun abad 13.8 persen. Peningkatan jumlah pemeluk Kristen ini. Hubungan Muslim-Kristen yang diciptakan oleh pemerintah. meningkat menjadi 7. Hal ini menjadi penting khusunya ketika isu tersebut dihubungkan dengan Kristenisasi sebab hal ini dapat digunakan untuk memanas-manasi opini publik atas dasar bahwa Islam telah dan sedang diancam oleh Kristen. Muhammad Abduh yang kemudian dilanjutkan oleh murid-murid mereka. Misalnya. . yang tidak bisa dijelaskan sebagai sebuah pertumbuhan yang alamiah. yang bisa memicu ketegangan di kalangan masyarakat benar-benar dihindari. Baru mulai abad 19 tokoh-tokoh pembaharu mulai melakukan pembenahan dibidang keagamaan dan pemikiran. nampaknya hanya sebagai upaya menjaga keamanan. Seperti Muhamad ibn Abd alwahab.[4] Menurut Alwi Shihab ada dua alasan pokok yang menyebabkan para sarjana Indonesia agak menyepelekan faktor misi Kristen ini. sementara umat Islam tidak terlalu signifikan dalam mengimbangi proses pertumbuhan itu. pada tahun 1971. faktor ini tidak sering disebut oleh para sarjana. Dalam hal ini agaknya pemerintah juga memainkan peranan dalam menyembunyikan gejala bahwa Kristenisasi juga berpeluang untuk menyerang Islam. Pemerintah dipandang terlalu lunak terhadap misi Kristen. ada seorang tokoh Ibnu Taimiyah dan Ibnu Jauziyah sebagai tokoh peletak dasar ide pembaharuan. Jamaluddin al-Afghani. Meskipun oleh para sarjana dianggap tidak penting.6 persen pada tahun 1990. khususnya pada dekade 1970-an. agama ras dan antargolongan). telah menimbulkan kritik keras terhadap pemerintah diberbagai kantong Islam. Sementara itu ada faktor lain yang juga lebih penting yang ikut memainkan peran dalam mendukung kelahiran Muhammadiyah. sehingga kalangan Kristen memperoleh keuntungan yang sangat signifikan dalam perkembangannya di Indonesia. Indikator ini bisa kita tilik bahwa perkembangan umat Kristen kian tahun kian bertambah besar. kemungkinan munculnya berbagai isu sara. termasuk wilayah Indonesia.

Namun kedua ciri tersebut secara harfiah dan formulasinya memiliki perbedaan yang cukup mendasar. restorasi. modernisasi penciptaan sesuatu yang baru. ia menghadapi Islam-sinkretik yang diwakili oleh kebudayaan Jawa. Di Kauman.B. Muhammadiyah menyatakan dirinya sebagai gerakan pembaharu dalam model pemikiran Islam. Berbeda dengan organisasi keagamaan lain. Muhammadiyah dikenal dengan gerakan purifikasi. Di satu pihak. Sehingga dalam dataran praksisnya Muhammadiyah lebih terkesan sebagai organisasi yang anti kemapanan. ke arah pemikiran itu harus dikembangkan. inovasi. [5] Cita-cita dan gerakan pembaruan yang dipelopori Muhammadiyah sendiri sebenarnya menghadapi konteks kehidupan keagamaan yang bercorak ganda. Pada mulanya.Sunnah sebagai titik tolak atau landasan yang sekaligus juga memberi pengarahan. Bid ah dan Khurafat. Pemurnian Ajaran Agama (Purifikasi) Salah satu ciri yang cukup menonjol dalam gerakan Muhammadiyah adalah gerakan Purifikasi (pemurnian) dan Modernisasi (pembaruan) atau dalam bahasa Arab disebut tajdid . . Modernisasi (Tajdid) Model gerakan Muhammadiyah yang sangat menggigit dan concern dengan cita-cita awalnya adalah pembaruan (modernisasi atau reformasi). tajdid berarti pembaruan. Kerja tajdid adalah ijtihad yang sangat strategis dalam membumikan konteks waktu dan ruang D. Ahmad Dahlan berdiri ditengah-tengah dua lingkungan itu. Yang merujuk pada Al. sinkretik dan tradisional.H. dengan Kraton dan golongan priyayi sebagai pendukungnya.Qur an dan As. Modernisasi (tajdid) adalah gerakan pembaruan pemikiran Muhammadiyah untuk mencari pemecahan atas berbagai persoalan yang mereka hadapi. organisasi yang senantiasa hidup dalam ruang dan waktu yang selalu berubah. Metodologi Pemikiran Muhammadiyah Sejak awal berdirinya. Muhammadiyah nampaknya sangat kritis terhadap persoalan-persolan kaagamaan dan sekaligus persoalan sosial. yaitu kembali kepada semangat dan ajaran Islam yang murni dan membebaskan umat Islam dari Tahayul. dan lain-lain yang berkaitan dengan makna itu. Maka jika dihubungkan dengan pemikiran tajdid dalam Islam. dua hal ini diibaratkan sebuah mata uang dengan dua permukaan yang sama nilainya.[11] Secara etimologi. tajdid adalah usaha dan upaya intelektual Islami untuk menyegarkan dan memperbaruhi pengertian dan penghayatan terhadap agamanya berhadapan dengan perubahan dan perkembangan masyarakat. K. dan di pihak lain menghadapi Islam-tradisional yang tersebar dipesantren-pesantrennya C.

daripada pemikiran normatif an sich. Purifikasi lebih menitik beratkan kepada pemurnian atau pelurusan sedangkan tajdid menitik beratkan pada konstektualisasi atau pribumisasi doktrin Islam. . Sikap kritis ini sebanarnya sama halnya aliran modern (modernisme) dalam wacana pemikiran Islam. E. Sehingga ciri yang menonjol pada diri Muhammadiyah adalah sikap kritis (critical though) yang sesuai dengan kebutuhan ruang dan waktu. Dua sisi ini menjadi trade mark yang selalu menjadi jargon dalam gerakan Muhammadiyah . dapat dibedakan bahwa antara purifikasi dan tajdid terdapat perbedaan yakni pada tataran formulasi atau terapinya. Penutup Dari dua paparan di atas. Kalau purifikasi fokusnya lebih kepada dekonstruksi budaya sinkretik yang tercampur dengan ajaran Islam. dan unggul dalam intelektualitas di pihak lain. sedangkan tajdid adalah pembaruan dalam pemikiran Islam untuk menyelaraskan dengan perkembangan dan tuntutan ruang dan waktu. Muhammadiyah dalam hal pemikiran lebih mengutamakan rasionalitas. keduanya sama-sama mengedepankan nilai-nilai spiritualitas pada satu pihak. Muhammadiyah tentu sealur dengan model pemikiran modernisme dan neo-modernisme.Dari sekian banyak model pemikiran. Adapun neo-modernisme dalam kaitannya dengan Muhammadiyah. Karena modernisme saja tidaklah cukup menjadi bahan referensi untuk menghadapi era global yang melaju dengan cepat. Oleh karena itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful