PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA 3 SMA NEGERI 1 NATAR DENGAN METODE INQUIRY Oleh: Dra

. Hj. Hastutiningsih (Guru SMA Negeri 1 Natar Lampung Selatan) ABSTRAK Hasil belajar siswa merupakan tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran. Berdasarkan penilaian sebelumnya hasil belajar biologi kelas XI SMA Negeri I Natar masih rendah, yaitu rata-rata 58, sedangkan kriteria ketuntasan belajar minimum, yaitu 68. Rendahnya hasil belajar tersebut diduga karena aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran masih rendah akibat dominasi metode ceramah, sehingga dalam hal ini diperlukan metode yang lebih tepat. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi untuk materi ”Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan” dengan metode inquiry pada siswa kelas XI IPA-3 SMA Negeri I Natar. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada bulan September—November 2007 di kelas XI IPA-3 SMA Negeri I Natar Kabupaten Lampung Selatan, dengan jumlah siswa 39 orang. Data penelitian ini berupa data kualitatif dan kuantitatif. Cara pengambilan data ini menggunakan tes tertulis untuk mengukur hasil belajar siswa dan lembar observasi aktivitas siswa untuk menilai aspek psikomotorik dan afektif siswa. Data yang diperoleh dari proses dan hasil pembelajaran diolah secara persentase dan tabel statistik sederhana, serta dianalisis secara diskriptif. Dari hasil observasi selama kegiatan PTK ini didapatkan data nilai psikomotorik siswa, yaitu secara klasikal, pada siklus I ketuntasan belajar belum tercapai, baru 32 orang (82,05%), sedangkan pada siklus II 35 orang (89,74) dan III semuanya (100%) sudah tercapai KKM. Dari aspek afektif yang sudah dapat melibatkan sebagian besar siswa hanya kegiatan diskusi, dan pengumpulan tugas tepat waktu, tetapi untuk semua aspek afektivitas terjadi peningkatan. Dari aspek kognitif, berdasarkan hasil tes formatif diperoleh data bahwa siswa yang sudah mencapai KKM pada siklus I 30 orang (76,92%), siklus II 34 orang (87,17%), dan siklus III 36 orang (92,30%) Dengan kata lain, bahwa aktivitas belajar dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. ___________ Kata kunci: peningkatan hasil belajar, metode inquiry Increase The Result Learning Biology by Inquiry Method of Student on class XI IPA 3 SMA Negeri 1 Natar By: Dra. Hj. Hastutiningsih ABSTRACT Student learning result as a measurement of achievement learning process. Based on the pre-evaluation of learning result of biology in class XI SMA N 1 Natar is low, the average of 58, while the minimum criterian of learning is 68. The assumption of the result below average is because of lecturing method dominated on the learning in the classroom, so it will need the exact method to exchange this condition. Therefore aims of the research to increase the activity and achievement in learning biology in Structure and Function of plant tissue by inquiry method to student of

34%). Dengan adanya semangat belajar diharapkan dapat timbul kebebasan dan kebiasaan pada siswa untuk mengembangkan . ______________ Key word: increase the result learning. Latar Belakang Masalah Keberhasilan proses pembelajaran di kelas dapat dilihat dari aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Menurut Roestiyah (1989: 48) seorang guru harus mampu menimbulkan semangat belajar secara individu. but in all affective aspect is increase. kemampuan.class XI IPA 3 SMA N 1 Natar. dengan maksud untuk mengubah suasana kegiatan pembelajaran dari siswa pasif menjadi lebih aktif. karena menyangkut struktur organ pada tumbuhan berupa gambar anatomis yang rumit dengan istilah Latin yang sulit dihafalkan. cycle II: 34 students (87. while ini cycle II: 35 students (89. From the result during the observation of classroom action research it is found that student psychomotoric score classifically in cycle I the maximum achievement learning is not reached. padahal konsep-konsep biologi di kelas XI semester 1 sulit dipahami siswa.92%). the learning activity and achievement learning students is increased. On cognitive aspect. sebab masing-masing anak mempunyai perbedaan di dalam pengalaman. dibandingkan dengan kriteria ketuntasan minimum. 32 students (82. Padahal metode mengajar menurut Hamalik (1983: 31) adalah cara untuk mencapai tujuan mengajar. inquiry method A. The achievement from the process and learning result is managed by percentage and simply statistic tabel. and analysed descriptively.06%). The research data are in qualitative and quantitative data.In another word. Rendahnya hasil belajar tersebut diduga akibat kurang aktifnya siswa dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang didominasi metode ceramah saja kurang tepat untuk materi tersebut.November 2007 in class XI IPA-3 SMA N 1 Natar. Untuk itu diperlukan metode yang tepat dalam kegiatan pembelajarannya. Lampung Selatan. dan sifat pribadi. based on the result of formative test is obtained that the students are already get the minimum criterian score of learning in cycle I 30 students (76. there are 39 students. yaitu 68. The class action research is held on September.17%). In the affective aspect which is reached by the majority student is only the discussion activity and the collection duty is on time. and cycle III 36 students (92. Pencapaian tujuan tersebut dapat dilihat dari adanya perubahan perilaku. meskipun telah dilakukan berbagai upaya oleh guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa. and in cycle III all of student (100%). Written test is done to measure the achievement student and the observation sheet student activity to get the psychomotoric and affective aspect of student. Berdasarkan hasil observasi awal dan diskusi dengan sesama guru biologi kelas XI SMA Negeri I Natar Lampung Selatan yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah diperoleh bahwa hasil belajar biologi kelas XI selama ini masih rendah (rata-rata 58).30%).

Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta. juga metode ini merupakan salah satu cara yang dianjurkan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) di SMA Negeri I Natar. maka untuk meningkatan aktivitas belajar siswa dan hasil belajar biologi terhadap materi struktur dan jaringan tumbuhan digunakan metode inquiry. meningkatkan hasil belajar ”Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan” pada siswa kelas XI IPA-3 SMA Negeri I Natar. Pertanyaan harus dapat diuji dan diselidiki secara bermakna. 2. Metode Penelitian 1. Berdasarkan latar belakang di atas. Kabupaten Lampung Selatan B. Salah satu metode yang tepat adalah metode inquiry. Dengan penelitian ini diharapkan akan diperoleh hasil sesuai diinginkan. Kelas yang digunakan dalam penelitian ini adalah yang memiliki nilai rata-rata biologi . (2004) bahwa inquiry pada dasarnya adalah bertanya yang baik. dan kreatif dalam pekerjaannya. Menurut Nurhadi. dkk. dan bersama-sama mencari pengetahuan.kemampuan berfikirnya dengan penuh inisiatif. berbagi tanggung jawab. 2001). dimana siswa berkomunikasi. tetapi hasil menemukan sendiri. Kata kunci dari inquiry adalah siswa menemukan sendiri. bukan asal bertanya. meningkatkan aktivitas belajar biologi dengan metode inquiry pada siswa kelas XI IPA-3 SMA Negeri I Natar. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk: 1. Metode inquiry mengembangkan keterampilan berfikir kritis melalui pengalaman kelompok belajar. Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September—November 2007 di kelas XI IPA-3 semester 1 SMA Negeri I Natar Kabupaten Lampung Selatan tahun ajaran 2007/ 2008 dengan jumlah siswa 39 orang. Pengajaran berdasarkan inquiry (inquiry based teaching) adalah suatu strategi yang berpusat pada siswa (student centered strategy) dimana kelompok siswa dibawa ke dalam suatu persoalan atau mencari jawaban terhadap pertanyaanpertanyaan di dalam suatu prosedur dan struktur kelompok yang digariskan secara jelas (Hamalik. Pemilihan metode ini selain didasarkan pada pertimbangan kelebihannya.

Pelaksanaan tindakan. Langkah-langkah yang dilaksanakan dalam siklus I ini adalah: . Pertemuan I praktikum.sedang. dan menilai proses pembelajaran. masing-masing siklus dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin. membantu siswa mengatasi kesulitan belajar. baik untuk siswa maupun guru 4) menetapkan cara refleksi yang dilakukan oleh guru pengamat setiap selesai pemberian tindakan pada setiap siklusnya b. Setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. dan pertemuan II diskusi. b. Pelaksanaan tindakan kelas ini terinci ke dalam beberapa langkah berikut: a. yang dilaksanakan dalam tiga siklus: Siklus I Materi pokok: ”Struktur Anatomi Akar Tumbuhan Monokotil dan Dikotil”. dan tiap selesai satu siklus diadakan tes formatif untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap konsep biologi yang sudah dipelajari. yaitu: 1) menyusun rencana pembelajaran sesuai dengan materi yang direncanakan 2) mempersiapkan LKS untuk praktikum setiap pertemuan 3) menyusun instrumen observasi. hasil belajar. Persiapan tindakan. Faktor guru: mengukur kemampuan guru dalam merencanakan. menggunakan strategi pembelajaran. menyusun. Selain itu juga diadakan refleksi oleh pengamat yaitu seorang guru biologi untuk membicarakan hal-hal yang ditemui dalam kegiatan pembelajaran pada siklus tersebut. yaitu: a. yang dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. sehingga perlu motivasi khusus untuk meningkatkan kemampuan mereka. 2. Selanjutnya hasil refleksi dijadikan bahan perbaikan pada siklus berikutnya. Dalam penelitian ini ada beberapa faktor yang diamati. Prosedur Penelitian Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tiga siklus. Faktor siswa: mengukur aktivitas siswa. dan ketuntasan belajar kelompok siswa sasaran setelah diberi perlakuan.

yang dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Pelaksanaan kegiatannya sama dengan pada siklus I. 5) Setelah itu disuruh untuk membuat kesimpulan hasil diskusi dan mengumpulkan laporan praktikum dan diskusi tersebut. guru memberikan apersepsi dan motivasi dengan mengajukan pertanyaan untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap konsep biologi yang telah diketahui dan dipahami. Pertemuan I praktikum. dan refleksi sama dengan pada siklus II. Pelaksanaan pembelajaran. 4) Setelah selesai praktikum siswa diberi tugas untuk mendiskusikan hasil praktikum pada jam pelajaran biologi pada hari berikutnya. Pertemuan I praktikum. Pada akhir siklus dilakukan evaluasi untuk melihat penguasaan materi siswa. dan pertemuan II diskusi. Siklus II Materi pokok: ”Struktur Anatomi Batang Tumbuhan Monokotil dan Dikotil”. . baik terhadap siswa. Selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan observasi oleh observer (Dra. Arumningsih). Hasil refleksi pada siklus I dijadikan acuan perbaikan pada pembelajaran siklus II. dengan perbaikan. dan pertemuan II diskusi.1) Guru membuka pelajaran. Siklus III: Materi pokok: ”Struktur Anatomi Daun Tumbuhan Monokotil dan Dikotil”. 2) Siswa dibagi ke dalam 8 kelompok yang masing-masing beranggotakan 5 orang siswa. observasi. evaluasi. 6) Guru memeriksa laporan tersebut. maupun guru. yang dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. perbedaannya pembelajaran pada siklus II merupakan hasil perbaikan dari refleksi siklus I. Hasil observasi dan evaluasi digunakan untuk refleksi. 3) Masing-masing melaksanakan pada saat kelompok praktikum pelajaran ditugaskan tentang biologi untuk ”Struktur (2 jam Anatomi Akar Tumbuhan Monokotil dan Dikotil” jam pelajaran).

Refleksi tersebut dilakukan bersamasama dengan observer untuk melihat kelemahan-kelemahan yang muncul pada pelaksanaan pembelajaran dari siklus I sampai siklus III.95 48.87 . Cara pengambilan data pada penelitian tindakan kelas ini menggunakan 1) tes tertulis untuk setiap indikator yang diajarkan.c. Sebanyak > 75% siswa dapat memahami materi struktur anatomi jaringan tumbuhan b.13 84. Hasil Penelitian Dan Pembahasan 1. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah: a. Hasil Penelitian Dari penelitian yang telah dilakukan dalam tiga siklus didapatkan hasil a.61 Jml (org) 0 2 37 III % 0 5. Rekapitulasi nilai aktivitas nilai psikomotorik siswa kelas XI IPA-3 pada kegiatan praktikum Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan Siklus No Kisaran Nilai Siswa I 1 2 3 < 68 68—74 > 75 Jml (org) 7 19 13 % 17. 5.26 5. Data dan Cara Pengambilan Data a. untuk menilai aspek psikomotorik dan afektif siswa dalam kegiatan praktikum dan diskusi 4. Analisis Data Data yang diperoleh dari proses dan hasil pembelajaran dianalisis secara persentase dan tabel statistik sederhana. Aspek Psikomotor Tabel 1. C. Data penelitian tindakan kelas ini merupakan data kualitatif dan kuantitatif yang diperoleh dari hasil tes formatif dan penilaian aktivitas siswa pada saat proses pembelajaran.33 Jml (org) 4 2 33 II % 10.72 33. tes ini digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa dengan metode inquiry 2) lembar observasi aktivitas siswa. Refleksi Data hasil pengamatan dan evaluasi selanjutnya dianalisis secara diskriptif untuk melakukan refleksi. 3.13 94. Ketuntasan belajar tercapai jika 85% siswa mendapat nilai > 70. b.

100% 3 >74 50% 2 68-74 1 < 68 0% Siklus I Sudah tuntas (> 68) Nilai Rata-rata Siklus II Siklus III 32 70. Grafik jumlah siswa yang melakukan aktivitas afektif di dalam diskusi Keterangan: .89 38.58 46.89 38.2 0 % 33. Aspek Afektif Tabel 2.18 287. II.14 89. dan III Siklus No 1 2 3 4 5 Aspek Afektivitas I Bertanya kepada guru Menjawab pertanyaan guru/ siswa lain Memberikan pendapat Aktif dalam diskusi Ketepatan mengumpulkan tugas Jumlah Rata-rata Jml 13 14 15 30 34 106 21.15 84. II.37 82.58 82.46 43.17 271.44 100 Gambar 1.43 Jml 17 18 18 33 38 III % 43. Rekapitulasi nilai afektif dalam kegiatan diskusi pada materi ”Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan” siswa kelas XI IPA-3 SMA Negeri 1 Natar pada siklus I.4 0 II % 35.16 57.05 87. Grafik persentase perolehan nilai aspek psikomotorik siswa kelas XI IPA-3 SMA Negeri 1 Natar pada siklus I.74 39 84.77 54.62 97.35 Jml 14 15 17 32 34 112 22.59 100% 80% Persen jml siswa aktif 60% 40% 20% 0% A B C D E Siklus III Siklus II Siklus I Aspek afektif Gambar 2.8 0 63.05 35 81.33 35.92 87.94 24.46 76.15 46. dan III b.44 124 317.

D = siswa aktif dalam diskusi. B = siswa menjawab pertanyaan guru/siswa lain. II. E = ketepatan siswa mengumpulkan tugas c.31 Jml (org) 3 4 32 36 88. C = siswa memberikan pendapat.31 % 12. dan III.25 86.82 64.07 12. Rekapitulasi nilai penguasaan materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan (aspek kognitif) siswa kelas XI IPA-3 SMA Negeri 1 Natar pada siklus I.56 87. Aspek Kognitif Tabel 3.17 82.10 76.69 10.A = siswa bertanya kepada guru.97 % 7.97 Siklus II Siklus III 100% 80% 60% 40% 20% 0% 3 >74 2 68-74 1 < 68 Siklus I Siklus II Siklus III Gambar 3.92 Jml (org) 5 1 33 34 82.44 88. dan III Siklus I No 1 2 3 Kisaran Nilai Siswa < 68 68—74 > 75 Sudah tuntas (> 68) Nilai Rata-rata Jml (org) 9 5 25 30 77. II. . Grafik persentase perolehan nilai aspek kognitif siswa kelas XI IPA-3 SMA Negeri 1 Natar pada siklus I.95 % 23.82 2.

II.d. Observasi guru mengajar Tabel 4. II. I. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 C. 1 2 3 4 B. Struktur Anatomi Akar Tumbuhan Dikotil dan Monokotil. Struktur anatomi Daun Tumbuhan Dikotil dan Monokotil . 1 2 3 4 Aspek yang Diamati I Pendahuluan Persiapan sarana pembelajaran Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran Menghubungkan dengan pelajaran yang lalu Memotivasi siswa Kegiatan inti Menguasai materi pelajaran Kesesuaian materi yang dipraktikumkan dengan indikator Berperan sebagai fasilitator Mengajukan pertanyaan pada siswa Memberi waktu tunggu pada siswa untuk menjawab pertanyaan Memberi kesempatan siswa untuk bertanya Menguasai penggunaan alat dan bahan praktikum Kejelasan menyajikan konsep Memberi contoh konkrit gambar di mikroskop dari bahan-bahan praktikum Memberi motivasi dab penguatan Penutup Membimbing siswa diskusi dan membuat kesimpulan Menguatkan materi dengan pelajaran yang akan datang Memberi tugas pada siswa Mengadakan evaluasi A A A A A A A A A A A A A A A A A A Siklus II III A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A Keterangan: Materi Pokok: Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan Submateri pokok/ Siklus. Struktur Anatomi Batang Tumbuhan Dikotil dan Monokotil. Hasil observasi guru mengajar No A.

72%) mencapai KKM dengan nilai 68-74. dan 34 orang (87. mencari dan menemukan gambar.17%) dapat mengumpulkan laporan / tugas tepat waktu. 25 orang (64. Pembahasan a. menggambarkan objek praktikum.94%) mendapatkan nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). motivasi belajar. Secara klasikal. Jadi. 30 orang (76.46%) aktif memberikan pendapat. rata-rata kelas sudah mencapai KKM. 19 orang ( 48. dan keinginan untuk belajar siswa sangat tinggi.33%) mendapat nilai 75. dan ada 13 orang (33. diskusi. ketuntasan belajar belum tercapai karena masih ada siswa yang kurang terampil di dalam membersihkan mikroskop. diperoleh data bahwa 9 orang siswa (23.10%) mendapatkan nilai 75. Dilihat dari ketepatan mengumpulkan laporan praktikum menunjukkan bahwa minat. 5 orang (12. Berdasarkan data tersebut. ternyata pada siklus I ini siswa cukup aktif dan selalu memberikan respon positif dalam setiap pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini. presentasi. Namun. Dari hasil observasi selama siklus I pada aspek psikomotorik didapatkan data bahwa 7 orang siswa ( 17.82%) mendapatkan nilai 68-74. Hal ini menunjukkan bahwa cara ini belum dapat memotivasi dan membangkitkan minat siswa terhadap pelajaran biologi terutama keterampilan dalam praktikum di laboratorium. Materi yang diajarkan dalam proses pembelajaran ini adalah struktur dan fungsi akar pada tumbuhan. mengatur cermin. 14 orang (35.07%) yang belum mencapai KKM.Tanda ”TA” bila tidak ada/ tidak dilakukan. dilanjutkan dengan melakukan test formatif (kognitif) untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyerap materi yang sudah dibahas.92%) aktif dalam diskusi. Secara klasikal. membuat preparat.89%) aktif menjawab pertanyaan guru / siswa lain. dan membuat laporan praktikum. aspek afektif sudah baik. dan latihan soal. Dari aspek kognitif. Dari hasil tes formatif pada siklus I. Materi ini disajikan dalam bentuk praktikum. ”A” bila ada atau dilakukan dengan baik dari masing-masing pernyataan tersebut! 2. setelah proses pembelajaran pada siklus I selesai.33%) aktif bertanya kepada guru. 15 orang (38. Dari aspek afektif terdapat 13 orang siswa (33. Siklus I Siklus I berlangsung selama dua kali pertemuan atau 2 x 2 x 45 menit. ”K” bila kurang dilakukan. jumlah siswa .

siswa belum terbiasa belajar dengan metode inquiry siswa harus menemukan konsep sendiri. 17 orang (43. Dengan evaluasi aktivitas dan hasil belajar yang diperoleh pada siklus I. 2 orang (5. diperoleh data dari aspek psikomotorik. terutama aspek-aspek yang masih belum optimal dilaksanakan siswa. Siklus II Siklus II berlangsung selama 2 kali pertemuan.58%) aktif memberikan pendapat. 32 orang kesempatan untuk berfikir sendiri dalam menemukan .25%) di bawah KKM. Berdasarkan hasil observasi terhadap guru dan refleksi pada siklus I didapatkan. dengan perbaikan beberapa teknik pembelajaran sesuai hasil refleksi siklus I.12%) mencapai KKM dengan nilai 68-74. Namun.61%). ini disebabkan oleh : 1) Paradigma lama guru masih nampak kental.46%) aktif menjawab pertanyaan guru / siswa lain. ratarata kelas sudah mencapai KKM. namun jumlah siswa yang kurang terampil sudah sangat berkurang pada siklus II ini. yaitu: 77. Berdasarkan hasil observasi selama siklus II. Dari aspek afektif diperoleh data bahwa 14 orang siswa (35. b. 15 orang (38. Materi yang diajarkan dalam proses pembelajaran ini adalah struktur dan fungsi batang tumbuhan.yang sudah mencapai KKM 30 orang (76. yaitu: 4 orang siswa (10.89%) aktif bertanya pada guru.74%). bahwa secara klasikal belum berhasil. Secara klasikal sudah mencapai KKM (89. kegiatan oleh pembelajaran guru yang pada masih belum siswa didominasi memberikan konsep baru 2) Siswa belum terbiasa belajar dengan metode inquiry. Secara klasikal. hasil tindakan pada siklus I belum menunjukkan keberhasilan karena masih di bawah 85 %. dan yang mendapatkan nilai > 75 adalah 33 orang (84. maka dirasa perlu adanya perbaikan pada siklus II antara lain lebih memotivasi dan menarik perhatian siswa pada kegiatan pembelajaran.95. Hal ini disebabkan. ada beberapa siswa belum mencapai KKM.92%). Proses pembelajaran berlangsung seperti siklus I.

2 orang siswa (5. yaitu: 86. Materi yang diajarkan pada siklus III ini adalah struktur dan fungsi daun pada tumbuhan. Secara klasikal siswa yang sudah mencapai KKM adalah 34 orang (87. Siklus III Siklus III juga berlangsung selama 2 kali pertemuan.61%) mendapatkan nilai 75.25%) memperoleh nilai 68-74. Dari aspek kognitif. Rata-rata kelas sudah mencapai KKM. Dengan demikian dari aspek psikomotorik semua siswa sudah mencapai KKM. Rata-rata kelas juga sudah mencapai KKM. Dari hasil test formatif pada siklus III. 18 orang (46. dilakukan test formatif (kognitif) untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyerap materi yang sudah dibahas. 1 orang (2. Hal ini berarti bahwa siswa sudah mampu beradaptasi dengan metode inquiry. setelah proses pembelajaran pada siklus III selesai. Hal ini dikarenakan siswa sudah terbiasa mengerjakan soal di siklus I. Dari aspek kognitif. dan 34 orang (87. sehingga pada siklus II sudah menunjukkan keberhasilan.18%) dapat mengumpulkan laporan tepat waktu. 5 orang siswa (12. pada siklus III ini aspek afektif sudah baik.31. Hasil observasi pada siklus III diperoleh data aspek psikomotorik semua siswa sudah mencapai KKM.82%) belum mencapai KKM.05%) aktif di dalam diskusi.17%).69%) belum mencapai KKM.61%) aktif dalam diskusi. dan 37 orang (94. diperoleh data bahwa 3 orang siswa (7.15%) aktif memberikan pendapat. .15%) aktif menjawab pertanyaan guru / siswa lain. Jadi.56%) mendapatkan nilai 68-74 dan 33 orang (84. dan 38 orang (97. yaitu: 82. 18 orang (46. Secara klasikal aspek afektif lebih baik dari siklus I. c. sehingga hasil test formatifnya sangat memuaskan.(82.44% dengan nilai rata-rata kelas.58%) aktif bertanya pada guru. setelah dilakukan test formatif (kognitif) diperoleh data bahwa.05%) memperoleh nilai 75. Proses belajar berlangsung sebagaimana siklus I dan II. 4 orang (10. Dari aspek afektif diperoleh data bahwa 17 orang siswa (43. karena siswa lebih aktif mengikuti kegiatan diskusi.87%) > 75. yaitu: 88. 32 orang (82. 33 orang (84.12%) mendapatkan nilai 68—74.44%) mengumpulkan laporan tepat waktu.97. dengan perbaikan beberapa teknik pembelajaran sesuai hasil refleksi.

Malang. 1983. O. Yasin. Daftar Pustaka Djajadisastra.. Senduk. sesuai dengan pendapat Hamalik (2001) bahwa belajar merupakan proses perubahan tingkah laku pada diri seseorang berkat pengalaman dan latihan. Y. Bandung. Media Pendidikan. Hal ini terjadi karena proses belajar bukan hanya aktivitas kognitif saja sesuai dengan pernyataan Sardiman (1994) bahwa belajar meliputi aktivitas yang bersifat fisik (jasmani) dan aktivitas mental (rohani). sedangkan untuk kegiatan praktikum dan tes formatif semua siswa dapat melakukannya secara bersamaan. Pendekatan Baru Strategi Belajar Mengajar Berdasarkan CBSA. Pembelajaran Biologi kelas XI IPA-3 SMA Negeri 1 Natar melalui metode inquiry dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran Biologi.Berdasarkan hasil penelitian tersebut bahwa pada aspek kognitif dan psikomotorik terjadi peningkatan dan dapat dicapai nilai KKM.. Dalam satu kali pertemuan tidak mungkin semua siswa mendapat kesempatan berbicara dan menyampaikan pendapat. . Hamalik. Jika fisik dan mental sudah teribat dan adanya interaksi dengan lingkungan maka hasil belajar siswa akan tampak. A. Dengan meningkatnya aktivitas siswa baik aspek psikomotorik maupun afektif. 1989. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Meskipun demikian pada aspek afektif secara umum terjadi peningkatan aktivitas siswa. sedangkan untuk aspek afektif tidak semua dapat tercapai nilai KKM karena keterbatasan waktu. O. B. 252 halaman. Nurhadi. Hamalik. Angkasa. Universitas Negeri Malang. Alumni. Metode-metode Mengajar. baik melalui kegiatan praktikum maupun diskusi. Jakarta. 2004. Penerapan metode inqury dapat meningkatkan hasil Biologi pada siswa kelas XI IPA-3 SMA Negeri 1 Natar Lampung Selatan pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Sinar Baru Algensindo. D. baik lingkungan alamiah maupun sosialnya. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa : 1. Bandung. 2. E. 111 halaman. 2001.. akan sangat berpengaruh pada peningkatan aspek kognitif. Pengalaman dan latihan itu terjadi melalui interaksi antara individu dengan lingkungannya.G.

1986. 191 halaman. . 1994. Remaja Rosdakarya.K. A. Jakarta.. Penilaian Hasil Belajar Mengajar. 1995. Bina Aksara. Sardiman. N. Sudjana. Jakarta.Roestiyah.M. Rajawali. Interaksi dan Motivasi Belajar mengajar. Didaktik Metodik. Bandung..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful