Khotbah Jangkep Minggu, 7 November 2010 Minggu I

“ALLAH MENGHIDUPI:JALAN PENYEMBAHAN TANPA SYARAT”
Bacaan I: Ayub 19:23-27a; Antar Bacaan: Mazmur 145:1-5, 17-21 Bacaan II: II Tesalonika 2:1-5, 13-17; Bacaan III: Lukas 20:27-38 Tujuan: Agar jemaat merasakan dan menghayati panggilan hidup Ilahi dalam setiap keadaannya di dunia 

Dasar Pemikiran:

Ketika manusia dihadapkan pada dua situasi yang berbeda, bahkan bertolak belakang, ada kecenderungan untuk menentukan pilihan berdasarkan atau yang berpusat pada dirinya sendiri. Sesuatu yang menyenangkan, terlihat indah di matanya, menguntungkan dirinya, dsb, akan cenderung dipilih dan diyakini sebagai yang baik bagi dirinya, ketimbang sesuatu yang menyedihkan, menyakitkan, atau merugikan dirinya. Maka tidak mengherankan banyak di antara kita kurang bisa menerima penderitaan, kesedihan, kerugian, dibandingkan dengan kesenangan, keuntungan, dsb. Dengan demikian gambaran/bayangan kita mengenai Tuhan dan segala atribut serta apapun yang terkait dengan-Nya termasuk gambaran tentang Surga, terkadang menjadi salah, manakala kita memakai kacamata pandang manusiawi kita belaka. Ungkapan pujian kita pada Tuhan pun terkadang menjadi ‘sumbang’ manakala itu hanya menjadi sebuah pujian ‘hanya’ di tengah kesenangan manusiawi kita, bukan untuk “kesenangan/menyenangkan hati” Tuhan. Seakan Tuhan hanya pantas dipuji dan dimuliakan manakala hasrat manusiawi kita terpenuhi. Inilah tantangan iman kita pada Allah yang hidup: memuliakan Dia di tengah situasi dan keadaan hidup kita, apa dan bagaimanapun juga keadaan kita.

Tafsir : Ayub19: 23-27a
 Sebagai sebuah Sastra Hikmah dalam jajaran Sastra Ibrani, keunikan Kitab Ayub terlihat dalam paham teologisnya tentang penderitaan dan kuasa
Khotbah Jangkep November & Desember 2010

keadilan Allah (teodise). Kitab ini membongkar pemahaman umum tentang penderitaan sebagai akibat kesalahan manusia semata. Kesadaran masokis (kesadaran akan kelemahan/kerendahan manusia) dengan halus dihadapkan dengan sosok sadistis (yang berkuasa) dalam Kitab Ayub ini. Dengan perantaraan masalah teodise, Kitab Ayub mengumandangkan kembali tuntutan religius yang pokok dari Perjanjian. Kitab ini meminta manusia untuk menyerahkan diri tanpa syarat kepada Tuhan. Cara Perjanjian inilah, yaitu penyerahan diri kepada Sang Pencipta yang transenden dan tidak terpahami, yang disebut sebagai ”Jalan Hikmat”. Bagian bacaan ini adalah jawab Ayub atas pendapat Bildad, seorang sahabatnya yang untuk ke sekian kalinya menyatakan bahwa bisa saja seorang seperti Ayub, tanpa disadari, melakukan kesalahan yang patut mendapat hukuman dari Tuhan. Ayub menyanggahnya, bahwa kalaupun seseorang melakukan kesalahan, ia pasti mendapatkan ganjaran yang setimpal. Namun dalam hal ini, Ayub merasa ia tidak melakukan pelanggaran kepada Tuhan dan tidak sepantasnya mendapat hukuman dan penderitaan itu. Ayub yakin bahwa Allah yang penjadi Penebusnya yang hidup, yang ia saksikan dan alami sendiri, akan memihak dia.

Mazmur 145: 1-5, 17-21
Mazmur ini adalah ungkapan syukur pemazmur atas keagungan Tuhan yang penuh kasih setia dan yang selalu siap menolong mereka yang membutuhkan-Nya. Pertolongan Tuhan, sebagai bagian dari keadilan-Nya, mensyaratkan sikap takut dan hormat (Jw: ajrih lan pakering) dari umat yang menyembah-Nya

II Tesalonika 2: 1-5, 13-17
Surat Tesalonika merupakan surat penghiburan atas penganiayaan dan penderitaan yang dialami jemaat di kota Tesalonika. Selain itu juga berisi jawaban atas permasalahan-permasalahan dogmatis maupun moral di tengah jemaat yang masih cukup baru yang telah ditinggalkan oleh Rasul Paulus dengan agak terburu-buru. Persoalan penderitaan dan penganiayaan menjadi semakin menguat ketika jemaat diajak memandangnya dalam kacamata parousia (Kedatangan Yesus kembali). Penderitaan dipandang dengan lebih positif, yakni untuk menampakkan keadilan Tuhan (II Tes. 1: 6) dan pada gilirannya akan membawa

Khotbah Jangkep November & Desember 2010

kemuliaan Tuhan bagi umat-Nya yang tetap setia pada Kristus yang hidup dan akan datang kembali.

Injil Lukas 20: 27-38
Kaum Farisi adalah suatu kelompok keagamaan. Mereka ini tidak memiliki ambisi politik, melainkan lebih fokus dengan masalah keagamaan dan pelaksanaan ritus-ritus liturgi sesuai hukum-hukum agama Yahudi. Kaum Saduki adalah kelompok kecil yang biasanya beranggotakan para imam dan aristokrat. Mereka ini, biarpun kelompok kecil, biasanya merupakan kelompok berpengaruh, karena pada umumnya mereka kaya. Mereka juga biasanya terlibat persekongkolan dengan pemerintah yang berkuasa, termasuk pemerintah Romawi yang menjajah daerah Palestina pada masa itu. Kaum Farisi menerima Kitab Suci ditambah dengan semua peraturan dan hukum-hukum keagamaan yang tertulis maupun lisan, misalnya hukum tentang Sabbat dan tentang aturan mencuci tangan. Kaum Saduki hanya menerima hukum yang tertulis, yakni hanya Kitab Suci Perjanjian Lama. Perjanjian lama yang mereka terima juga lebih terbatas pada hukum Musa dan tak peduli dengan kitab para Nabi. Kaum Farisi percaya pada kebangkitan sesudah kematian. Mereka juga percaya akan malaikat dan roh-roh. Kaum Saduki tidak percaya pada kebangkitan dan malaikat serta roh-roh. Kaum Farisi percaya pada nasib serta yakin bahwa hidup manusia tergantung dari rencana Allah. Kaum Saduki percaya pada kehendak bebas yang tak terbatas. Kaum Farisi percaya dan berharap akan kedatangan Mesias. Kaum Saduki tidak percaya dan tidak mengharap kedatangan Mesias, sebab itu bisa mengganggu posisi mereka yang makmur. Dengan latar belakang seperti itu, kita bisa memahami alasan kaum Saduki datang pada Yesus dan mencoba membenarkan keyakinan mereka tentang tidak adanya kebangkitan, menggunakan logika mereka. Sebagai kaum imam mereka tahu hukum perkawinan Yahudi, yakni kalau sesorang laki-laki yang sudah punikah meninggal tanpa anak maka saudaranya yang lain harus punikahi iparnya tersebut untuk melanjutkan keturunan saudaranya yang telah meninggal (Ulangan 25: 5). Kaum Saduki yakin sekali bahwa ini merupakan hukum yang mengikat, sebab terdapat dalam Kitab Musa. Yesus memberi keterangan bahwa sebaiknya jangan membayangkan bahwa hidup sesudah kehidupan di dunia ini akan sama saja. Surga dan dunia jauh berbeda. Yesus memberi jawaban yang luar biasa benar dan sah untuk selamanya. Yesus memberi keterangan bahwa kehidupan di surga itu
Khotbah Jangkep November & Desember 2010

merupakan kehidupan yang kekal, tak berakhir. Di sana tidak ada kawin dan mengawinkan. Kehidupan di sana bagaikan hidup para malaikat. Dan karena yang bertanya adalah kaum Saduki yang begitu menghormati hukum Musa, maka Yesus juga mengutip dari Keluaran 3: 1-6 tentang “pertemuan Musa dengan Allah” di bukit pada saat Musa melihat semak berapi tetapi tak terbakar. Menurut Yesus, Musa sendiri percaya pada kebangkitan, sebab ia memanggil Allah sebagai Allah Abraham, Ishak, dan Yakub. Dengan demikian Musa yakin bahwa ketiga orang tersebut adalah hidup, sebab Allah adalah Allah orang-orang hidup dan bukan Allah orang mati. 

Khotbah Jangkep

Jemaat yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus ckhart von Hochheim atau yang dikenal sebagai Meister Eckhart, seorang teolog, filsuf sekaligus spiritualis Jerman yang hidup pada tahun 1260-1327 mengungkapkan pemikiran yang dikenal sebagai Sunder Warumbe. Pemikiran ini menjadi prinsip dasar spiritualitasnya: “Aku melakukan/mencintai tanpa aku tahu alasannya”. Bagi Eckhart, mencintai Tuhan tidak perlu alasan “mengapa”. Bukan karena Ia baik, bukan karena Ia hebat, bukan karena Ia menjanjikan sesuatu yang menyenangkan. Ini menjadi tantangan iman kita, umat-Nya, berhadapan dengan sosok Allah yang Agung dan Maha Kuasa yang kita yakini penuh dengan cinta kasih. Sanggupkah kita mengasihi Dia tanpa syarat?

E

Jemaat yang terkasih, Ketika manusia dihadapkan pada dua situasi yang berbeda, bahkan bertolak belakang, ada kecenderungan untuk menentukan pilihan berdasarkan atau yang berpusat pada dirinya sendiri. Sesuatu yang menyenangkan, terlihat indah di matanya, menguntungkan dirinya, dsb, akan cenderung dipilih dan diyakini sebagai yang baik bagi dirinya, ketimbang sesuatu yang menyedihkan, menyakitkan, atau merugikan dirinya. Maka tidak mengherankan banyak di antara kita kurang bisa menerima penderitaan, kesedihan, kerugian, dibandingkan dengan kesenangan, keuntungan, dsb. Dengan demikian gambaran/bayangan kita mengenai Tuhan dan segala atribut serta apapun yang terkait dengan-Nya, termasuk gambaran tentang sorga, terkadang menjadi salah, manakala kita memakai kacamata pandang manusiawi kita belaka. Ungkapan pujian kita pada Tuhan-pun terkadang
Khotbah Jangkep November & Desember 2010

Jemaat yang terkasih. yang dimaksud sebagai ”Jalan Hikmat”. Penderitaan itu dipadang dengan lebih positif. ia pasti mendapatkan ganjaran yang setimpal. Karena itu. Bagian bacaan I kita adalah jawab Ayub atas pendapat Bildad. yang ia saksikan dan alami sendiri. Kitab Ayub mengumandangkan kembali tuntutan religius yang pokok dari perjanjian. bukan untuk “kesenangan/menyenangkan hati” Tuhan.menjadi ‘sumbang’ manakala itu menjadi sebuah pujian ‘hanya’ di tengah kesenangan manusiawi kita. seorang sahabatnya yang untuk ke sekian kalinya menyatakan bahwa bisa saja seorang seperti Ayub. tanpa disadari. yaitu penyerahan diri kepada Sang Pencipta yang transenden dan tidak terpahami. Kitab Ayub memberikan kepada gereja kesaksian yang tepat tentang penyataan penebusan di hadapan berbagai aliran hikmat dunia. Ayub merasa ia tidak melakukan pelanggaran kepada Tuhan dan tidak sepantasnya mendapat hukuman serta penderitaan itu. melakukan kesalahan yang patut mendapat hukuman dari Tuhan. Namun dalam hal ini. Selain itu juga berisi jawaban atas permasalahan-permasalahan dogmatis maupun moral di tengah jemaat yang masih cukup baru yang telah ditinggalkan oleh Rasul Paulus dengan agak terburu-buru. akan memihak dia. Sebagai sebuah Sastra Hikmah dalam jajaran Sastra Ibrani. Sementara bacaan II (II Tesalonika 2: 1-5. Kitab Ayub mengungkapkan gambaran hubungan manusia dengan Allah di tengah situasi penderitaan manusia. Persoalan penderitaan dan penganiayaan menjadi semakin menguat ketika jemaat diajak memandangnya dalam kacamata parousia (Kedatangan Yesus kembali). yakni untuk Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . Kitab ini meminta manusia untuk menyerahkan diri tanpa syarat kepada Tuhan. Ayub yakin bahwa Allah yang menjadi Penebusnya yang hidup. keunikan Kitab Ayub terlihat dalam paham teologisnya tentang penderitaan dan kuasa keadilan Allah (teodise). 13-17) menjadi sebuah surat penghiburan atas penganiayaan dan penderitaan yang dialami jemaat di kota Tesalonika. Seakan Tuhan hanya pantas dipuji dan dimuliakan manakala hasrat manusiawi kita terpenuhi. Kitab ini membongkar pemahaman umum tentang penderitaan sebagai akibat kesalahan manusia semata. Dengan perantaraan masalah teodise. Kesadaran masokis (kesadaran akan kelemahan/kerendahan manusia) dengan halus diperhadapkan sosok sadistis dalam Kitab Ayub. Cara perjanjian inilah. Ayub menyanggahnya dengan mengatakan bahwa kalaupun seseorang melakukan kesalahan.

Maka kalau sedang merasa ”butuh Allah”. atau ”kalau gambaran kita mengenai hidup bersama Allah seperti yang kita mau saja”. Puncak bacaan kita. takut. Yesus memberi keterangan bahwa kehidupan di surga itu merupakan kehidupan yang kekal. kita tetap bisa mengungkapkan mazmur pujian cinta kita pada Allah yang hidup. terkadang atau bahkan seringkali kita tidak menyembah Allah yang Hidup itu. baru berdoa. dalam situasi atau keadaan apapun. Injil Yesus menurut Lukas 20: 27-38 memberi penegasan bahwa Allah adalah Allah orang hidup. Di sini. Musa sendiri percaya pada kebangkitan. Allah yang Hidup inilah yang mematahkan gambaran manusiawi yang seringkali salah mengenai Dia. sebab Allah adalah Allah orang-orang hidup dan bukan Allah orang mati. dalam kesenangan ataupun Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . Dengan merenungkan bacaan-bacaan firman Tuhan kali ini. Bersama seluruh alam. dan hormat. Dan karena yang bertanya adalah kaum Saduki yang begitu menghormati hukum Musa. Kehidupan di sana bagaikan hidup para malaikat. 1: 6) dan pada gilirannya akan membawa kemuliaan Tuhan bagi umat-Nya yang tetap setia pada Kristus yang hidup dan akan datang kembali. spiritualitas / iman kita ditantang : ”Sanggupkah kita mengasihi Dia tanpa syarat?” Dengan demikian. Dengan demikian Musa yakin bahwa ketiga orang tersebut adalah hidup. tak berakhir. sebab ia memanggil Allah sebagai Allah Abraham. Seperti kesalahan pandang orang-orang Saduki yang mencoba membenarkan keyakinan mereka tentang kehidupan Surgawi yang dibayangkan seperti kehidupan duniawi belaka. Jemaat terkasih. melainkan hanya menyembah ’gambaran/bayangan’ kita tentang Allah. Surga dan dunia jauh berbeda.menampakkan keadilan Tuhan (II Tes. atau kalau ”keinginannya terkabul” baru mengucap syukur. Kita berdoa kepada Dia ”kalau ada maunya saja”. Di sana tidak ada kawin dan mengawinkan. yang kita sembah dengan penuh khidmat. dalam kebersamaan kita dengan setiap manusia. sekali lagi. Menurut Yesus. Ishak dan Yakub. maka Yesus juga mengutip Kitab Keluaran 3: 1-6 tentang “pertemuan Musa dengan Allah” di bukit pada saat Musa melihat semak berapi tetapi tak terbakar. bukan Allah orang mati. Yesus memberi penegasan bahwa sebaiknya jangan membayangkan bahwa hidup sesudah kehidupan yang di dunia ini akan sama saja. Kalau mau jujur. kita sesungguhnya diajak untuk menghayati Allah seperti apakah yang kita sembah.

seperti juga aku tak tahu. aku mau mencintai dan menyembah-Mu Wahai Dikau yang hidup dan menghidupi kehidupan kami” Amin  Rancangan Bacaan Alkitab: Berita Anugerah : II Tesalonika 2: 13. 3. 2.12 Nats Persembahan : I Timotius 6: 10-11  Rancangan Nyanyian Pujian: Nyanyian Pembukaan :KJ 13: 1.penderitaan kita. mengapa Engkau mencintaiku Meski apapun keadaanku. kita bisa mengungkapkan cinta tak bersyarat kita pada Allah yang Hidup dan yang menghidupi kita : ”Tuhan. aku mau mencintai-Mu. 2. 3 Nyanyian Persembahan : KJ 289: 1. walau aku tak tahu mengapa aku mencintai-Mu. 9 Nyanyian Penutup : KJ 462: 1-4 Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . 14 Petunjuk Hidup Baru : I Timotius 4: 9 . 4 Nyanyian Penyesalan : KJ 46: 1-5 Nyanyian Kesanggupan : KJ 281: 1. 7.

17-21 Waosan II: II Tesalonika 2: 1-5. ingkang ketingal endah. utawi elok.  Khotbah Jangkep asamuwan ingkang kinasih wonten ing patunggilanipun Sang Kristus Eckhart von Hochheim utawi ingkang asring kasebat Meister Eckhart. nresnani Gusti punika boten prelu alasan ”kenging punapa”. aben-ajeng kaliyan Gusti ingkang Maha Agung lan Mahakawasa. Nalika manungsa dipun aben-ajengaken kaliyan kalih warni kawontenan ingkang beda. Samukawis ingkang ngremenaken. utawi karana Panjenenganipun paring prajanji samukawis ingkang ngremenaken saha nengsemaken. satunggaling teolog. umat kagunganipun. ugi spiritualis Jerman ingkang sugeng ing taun 1260-1327 ngandharaken satunggaling pamanggih ingkang dipun sebat ”Sunder Warumbe”. filsuf.Khotbah Jangkep Jawi Minggu. lsp. Punika dados satungaling ’tantangan’ iman kita. tinimbang samukawis ingkang ndadosaken dhuhkita punapa dene Khotbah Jangkep November & Desember 2010 P . Jabur 145: 1-5. Pamanggih punika dados satunggaling landhesan gesang spiritualitas/kapitadosanipun. kepara lelawanan. Piyambakipun mratelakaken. asring nemtokaken pilihan adhedhasar utawi ingkang tumuju ing dhiri pribadinipun. Waosan Injil: Lukas 20: 27-38 Ancas tujuwan: Supados pasamuwan ngraosaken timbalanipun Gusti wonten sadhengah gesang ing alam donya. “Aku nindakke/ nresnani sanadyan aku ora mangerti sababe”. 7 November 2010 Minggu I “ALLAH PARING GESANG: MARGINING SESEMBAHAN TANPA SYARAT” Waosan I: Ayub 19: 23-27a. punapa dene ingkang adamel kauntunganing dhirin. temtu badhe dipun pilih lan dipun yakini minangka ingkang prayogi tumrap pribadinipun. Tumrap Eckhart. Punapa kita saged nresnani Panjenenganipun kanthi salugunipun. 13-17. tanpa syarat? Pasamuwan ingkang kinasih. Boten karana Panjenenganipun punika sae. ingkang kita pitadosi kanthi saestu ”kebak ing katresnan”.

mila boten samesthinipun nampi ganjaran paukuman lan kasangsaran punika. boten tumuju dhateng ’kamaremanipun’/’maremaken pangalihipun’ Gusti. ingkang dipun sekseni ing gesangipun piyambak. gegambaran kita ngengingi Gusti Allah lan sadhengah bab ingkang magepokan kaliyan bab Gusti Allah. Kitab punika mbongkar pamanggih ingkang sampun limrah bilih panandhang minangka mligi karana kalepataning manungsa. Kitab punika ngajak manungsa masrahaken dhiri. Pasamuwan ingkang kinasih. Mila boten eram menawi kathah ing antawisipun kita kirang saged nampi panandhang. Minangka ”Sastra Hikmat” ing satengahing ”Sastra Ibrani”. tanpa kajarag. Pepujen kita dhateng Gusti ugi saged dados ’blero’ nalika pepujen kita punika namung ing satengahing kemaremanipun kamanungsan kita kemawon. temtu bakal mbelani piyambakipun. Nanging Ayub rumaos boten nindakaken kalepatan dhumateng Gusti. Kados-kados Gusti namung pantes pinuji ing kala pepinginaning kamanungsan kita kasembadan. Kanthi mekaten. Ing wusana. tanpa syarat. salah satunggaling mitranipun. nindakaken prekawis ingkang awon lan pantes nampi paukuman saking Gusti”. cakrik ingkang mirunggan ing Kitab Ayub pinanggih ing pangertosan bab pamanggih teologis ngengingi panandhanging manungsa lan panguwaosing kaadilanipun Gusti (teodise). kadhang kala dados lepat. lsp. Kitab Ayub medharaken gegambaraning sesambetan ing antawisipun manungsa lan Gusti ing satengahipun panandhanging gesang manungsa. kapitunan. dhumateng Gusti. tinimbang karemenan. Lumantar bab teodise (kaadilaning Gusti) punika. temtu bakal nampi ganjaran jumbuh kaliyan tumindakipun. Ayub yakin bilih Gusti Allah ingkang dados Jurupanebusipun ingkang Gesang. Patraping prasetyan punika. Kitab Ayub punika ngandharaken babagan rumaosing manah ingkang sarwa ringkih lan asoripun manungsa (kesadaran masokis) dipun aben ajengaken kaliyan panguwaosing Allah ingkang tanpa pepindhan (sadistis). ingkang ngendikaken bilih ”saged kemawon tiyang kadosdene Ayub. Kitab Ayub ngumandhangaken lan nandhesaken pangajabing (tuntutan) prasetyanipun Gusti. Ayub ngendika bilih leres menawi tiyang nindakaken kalepatan. kauntungan. Kanthi alus sanget.kapitunan. kalebet gegambaran bab swarga. Peranganing waosan I kita punika nyariyosaken wangsulanipun Ayub tumrap pemanggihipun Bildad. nalika kita namung ngangge mripat kita piyambak. dhuhkita. inggih punika pasrah dhiri Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . Ayub mabeni pamanggih punika.

ingkang kasebat ”Margining Kawicaksanan”. Panandhang lan panganiaya punika sangsaya ketingal nalika pasamuwan kaajak ningali kanthi mawas dhateng ingkang nama parousia (rawuhipun Gusti Yesus ingkang kaping kalih).dhumateng Sang Murbeng Jagad. Nabi Musa pitados bilih tetiganipun gesang. Ing ngrika boten bakal wonten sesemahan malih. ingkang nembe katilar dening Rasul Paulus kanthi kesesa. Suwarga lan donya punika beda sanget kawontenanipun. Tundhonipun. mila Gusti Yesus ugi methik saking Kitabing Nabi Musa. inggih punika sami kaliyan tata cara gesang ing donya. sanes Allahipun tiyang pejah. Gusti Yesus nandhesaken bilih sampun ngantos nggambaraken gesang sasampunipun gesang ing donya punika sami kemawon. Gusti Yesus paring katrangan bilih gesang ing swarga punika minangka gesang langgeng ingkang boten wonten watesipun. inggih Injiling Sang Kristus lumantar Lukas (Lukas 20: 27-38) nandhesaken bilih Allah punika Allahipun tiyang gesang. Miturut Gusti Yesus. Kitab Ayub paring paseksi dhumateng pasamuwan ingkang gumathok ngengingi bab aosing panebusanipun Gusti ing satengahing kathahipun kawicaksanan kadonyan. Iskak lan Yakub. Mustikaning waosan kita. Allah ingkang Gesang punika nyirnakaken gegambaraning kamanungsan tumrap Panjenenganipun ingkang asring lepat. Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . panandhang lan kasangsaran punika saged dipun tingali kanthi langkung prayogi (positif) kanthi patrap parousia punika. 1: 6). lan pungkasanipun tumuju ing kamulyanipun Allah tumrap pasamuwanipun ingkang tetep setya dhumateng Sang Kristus ingkang gesang lan ingkang badhe rawuh malih. Kados lepating pamawasipun para tiyang Saduki ingkang nganggep pamanggihipun bab gesang ing swarga punika leres. Lan karana ingkang nyuwun pirsa punika golonganing tiyang Saduki ingkang sanget anggenipun ngaosi pepakening Musa. awit piyambakipun nyebat Allah minangka Allahipun Rama Abraham. Kanthi mekaten. Karana punika. Pangentasan 3: 1-6. inggih punika ngatingalaken kaadilanipun Allah/Teodise (II Tes. sanes Allahipun tiyang pejah. Nabi Musa piyambak pitados ing bab wungunipun tiyang pejah. sabab Allah punika Allahipun tiyang ingkang gesang. Dene waosan II kita (II Tesalonika 2: 1-5. ingkang Tan Kena Kinaya Ngapa. bab ”pepanggihanipun Nabi Musa kaliyan Gusti Allah” ing pucaking redi nalika Nabi Musa nyumerepi urubing latu ing satengahing grumbul eri. Gesang ing swarga kados dene para malaekat. 13-17) dados satunggaling serat panglipur dhumateng pasamuwan ing Tesalonika ingkang saweg nandhang kasangsaran lan dados serat wangsulan ing babagan piwulang (dogmatis) lan tumindaking padintenan (moral) ing satengahing Pasamuwan.

utawi nalika panyuwunanipun kasembadan. 14 Pitedah Gesang Anyar : I Timoteus 4: 9 . Inggih Paduka ingkang Gesang lan paring gesang dhumateng kawula”. 2 Kidung Kesanggeman : KPK 192: 1. Kita ndedonga dhumateng Panjenenganipun menawi gadhah kekajengan (”kalau ada maunya”) kemawon. 4 Kidung Panelangsa : KPK 62: 1. kawula kepengin caos sembah bekti kawula dhumateng Paduka. kadosdene kawula inggih boten sumerep dene Paduka nresnani kawula sami. kita tetep saged ngonjukaken mazmur pepujen katresnan kita dhumateng Allah ingkang Gesang. Ing ngriki. utawi ing nalika gegambaran kita ngengingi gesang tinunggil kaliyan Allah inggih kados ingkang kita kajengaken kemawon. spiritualitas/kapitadosan kita dipun tantang: Punapa saged kita nresnani Panjenenganipun tanpa syarat?. ing gesang sesarengan kita kaliyan sesami manungsa. sinaosa kawula boten sumerep sababipun. Kanthi ngraos-raosaken waosan-waosan punika. kita kabereg ngraosraosaken Allah ingkang kados punapa ingkang kita sembah punika. Amin. nembe ngucap sokur. 3 Kidung Pisungsung : KPK 188: 1 lsp. ajrih lan pakering. kita saged ngaturaken katresnan ingkang ’tanpa syarat’ punika dhumateng Gusti Allah ingkang Gesang lan ingkang paring gesang dhumateng kita: ”Dhuh Gusti. rikala bingah punapa dene sisah. kawula sumadya nresnani Paduka.12 Pangatag Pisungsung : I Timotius 6: 10-11  Rancangan Kidung Pamuji: Kidung Pambuka : KPK 6: 1.  Rancangan Waosan Kitab Suci: Pawartos sihrahmat : II Tesalonika 2: 13. kita ndedonga. Menawi purun jujur. Kidung Panutup : KPK 90: 1-3 Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . ananging namung nyembah ’gambaran’ kita bab Allah. Nalika kita saweg mbetahaken Gusti. asring kita boten nyembah Allah ingkang Gesang punika. Sesarengan kaliyan sadhengah tumitah. Satemah ing kawontenan punapa kemawon.Pasamuwan kinasih. ingkang kita sembah kanthi urmat. Kados punapaa kawontenan gesang kawula.

Hanya saja untuk mewujudkan perubahan ini ternyata tidak mudah. orang-orang seperti ini terus menjalani hidup dan merasakan berkatberkat Tuhan yang luar biasa. Bacaan III: Lukas 21: 5-9  Dasar Pemikiran Setiap orang mendambakan terjadinya perubahan dalam hidupnya dan tentu saja yang diharapkan adalah berubah menjadi yang lebih baik. dan pikirannya untuk melakukan pekerjaan yang terbaik. Mereka terus bertekun dalam karya dan pelayanan. Lalu apa dan bagaimana pilihan Anda dalam mengharap dan menantikan perubahan dalam hidup ini? Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . Maunya yang serba cepat. termasuk untuk mewujudkan perubahan hidup. di sisi lain ada banyak orang yang juga mengharapkan perubahan dengan jalan mendedikasikan waktu. 14 November 2010 Minggu II BERTEKUN DALAM KARYA Bacaan I: Yesaya 65: 17-25. bagai membalik telapak tangan. meski harus menghadapi berbagai tantangan dan bahkan kegagalan berulang kali. Antar Bacaan: Mazmur 98: 1-9. Bacaan II: II Tesalonika 3: 6-13. Tidak heran jika sekarang banyak orang memburu cara-cara instan untuk mewujudkan perubahan hidup.Khotbah Jangkep Minggu. Ada yang karena tidak sabar mengumpulkan berkat-berkat Tuhan melalui pekerjaan yang dijalani. orang mencari jalur singkat melalui kuasa gelap. Manusia menyukai yang serba cepat. Hanya karena berpengharapan akan penyertaan dan rahmat Allah. Mereka semua berharap dapat mendapatkan hadiah terbesar sehingga dapat mengubah hidupnya dalam sekejap. Selain itu dapat diamati banyak orang tertarik bahkan tergila-gila dengan berbagai acara dan kegiatan yang menawarkan hadiah yang spektakuler (kuis dan undian berhadiah). Sementara itu. Karena putus asa dengan berbagai kegagalan dalam usahanya. tenaga. lalu memintas jalan misalnya dengan memanipulasi laporan keuangan untuk keuntungan diri sendiri (korupsi). Budaya instan ternyata sangat mempengaruhi pola dan cara hidup manusia sekarang ini.

Yerusalem tetaplah Yerusalem beserta dengan penduduknya. Karya Allah menjadi berkat bagi umat. Adanya jaminan dan perlindungan hidup mulai dari bayi dan anak-anak sampai pada mereka yang berusia lanjut (ayat 20). Perubahan ini adalah karya TUHAN (ayat 1-2). Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . 3. bukan hanya manusia saja (ayat 7-8). Dalam perayaan ini umat Israel kembali mengenang dan mengucap syukur atas karya penyelamatan Allah. tetapi sekarang suasana telah berubah. Perubahan besar telah terjadi dalam kehidupan mereka. 2. Mazmur 98 Mazmur 98 diindikasikan sebagai bagian dari pesta hari raya Pondok Daun. Tafsiran Singkat Yesaya 65: 17-25 Perikop ini menggambarkan pembaharuan dalam kehidupan umat Israel. umat menyatakan sukacitanya dalam pujian dan ucapan syukur kepada Allah (ayat 4-6). DIA akan terus dan selalu berkarya (ayat 17a. Umat yang tadinya adalah budak kini telah menjadi bangsa yang merdeka. 23b. DIA benar-benar mengerjakan penyelamatan untuk umat-Nya. Sukacita karena karya Allah ini pun ternyata membangkitkan kegembiraan bagi seluruh ciptaan. Allah tidak pernah berdiam diri. di mana tangisan berubah menjadi kegirangan dan soraksorai (ayat 18-19). hanya saja kesedihan telah lenyap bersama dengan keburukan dan penyakitpenyakit lama (ayat 17). Perayaan ini berakar pada peristiwa Keluaran. Kesedihan telah diganti dengan kebahagiaan. sebuah pesta dan perayaan yang cukup meriah dalam tradisi umat Israel. melainkan karena Tuhan Allah turun tangan berkarya mewujudkan perubahan ini. Pengakuan umat adalah: 1. Ketenteraman dan keamanan tercipta sehingga orang-orang dapat menjalani karya/pekerjaan mereka dan dari sini berkat Tuhan diterima dan dirasakan (ayat 21-22). TUHAN adalah Allah yang hidup yang selalu mengingat umat-Nya melalui kasih dan kesetiaan-Nya (ayat 3). Sebagai respon atas berkat yang telah di terima. 24). Langit dan bumi yang baru digambarkan melalui kondisi/keadaan yang lama. yaitu pembebasan umat Israel dari Mesir sampai mereka memasuki tanah Kanaan. 4. TUHAN sendiri yang telah melakukan perbuatan-perbuatan ajaib. Keadaan ini bukan hasil karya mereka sendiri sebagai manusia.

yaitu mereka yang sibuk dengan urusan orang lain. mereka diingatkan untuk tidak hanya mengarahkan pikiran kepada perubahan yang nanti akan terjadi. 4. Mengingatkan mereka yang tidak bertanggung jawab dalam hidup. Untuk menuju kepada pembaharuan yang dinanti-nantikan. dan itu semua harus dihadapi (ayat 12. dia sendiri bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (ayat 7-9). berhentilah hidup dari orang lain. Walaupun di tengah berbagai tantangan. 16-17) 4. Ada karya yang harus dijalani. Ini mengingatkan bahwa yang namanya perubahan pasti akan terjadi. Berhentilah membuat ribut. Mereka harus waspada terhadap apa yang terjadi dan harus siap melakukan apa yang semestinya mereka lakukan (ayat 8-11). dan hancur (ayat 5-7). yaitu mereka yang mengabaikan tanggung jawab mencari nafkahnya sendiri (ayat 6.II Tesalonika 3: 6-13 Perikop ini berisi pesan dan peringatan Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika: 1. Tuhan Yesus menyatakan bahwa Bait Allah yang dikagumi banyak orang karena kemegahannya akan berubah. akan runtuh. Orang yang baik adalah mereka yang bertanggung jawab atas hidupnya. berhentilah menganggur. Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . dan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya (ayat 12). Rasul Paulus memberi contoh dan teladan. 10). (ayat 11). Ada banyak tantangan dan halangan untuk menuju kepada perubahan dan pembaharuan hidup. tetapi harus memperhatikan apa yang sekarang terjadi di depan mata mereka. tekun bekerja. 2. atau sebaliknya menjadi lebih buruk. Injil Lukas 21: 5-19 Perikop ini merupakan bagian dari pengajaran-pengajaran terakhir Tuhan Yesus: 1. bisa ke arah yang lebih baik. 3. Paulus mengingatkan mereka yang tidak tertib hidupnya. 2. tetapi urusan diri sendiri terabaikan. Dalam mengharapkan perubahan. tidak mungkin hanya duduk dan berdiam diri. Para murid diingatkan supaya selalu waspada akan berbagai peristiwa yang mendahului kesudahan zaman. 3. para murid didorong untuk terus ambil bagian dalam karya penyelamatan Allah melalui kesaksian pemberitaan Injil (ayat 13).

maka orang memilih memintas jalan. Benang Merah dan Kesimpulan Perubahan adalah sebuah proses kehidupan. Dalam memelihara hidup manusia. Bisa jadi tindakan ini karena merasa selalu gagal dalam setiap usaha dan karya yang dilakukan. Suatu proses tidak cukup hanya diamati atau dibayangkan hasil akhirnya. dan tenaganya untuk melakukan yang terbaik dengan tekun bekerja dan bersemangat. Tuhan juga melalui proses. yaitu berkarya. anyak orang memiliki pengharapan akan terjadinya perubahan dalam kehidupannya dan yang diinginkan sudah pasti perubahan menjadi lebih baik. B Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . atau tidak sabar karena hasil kerja yang didapat selalu sedikit. 18-19). Allah tidak pernah berdiam diri. Dia adalah Allah yang terus berkarya di tengah kehidupan manusia. serba kilat. waktu. Pengharapan akan adanya perubahan ini mendorong orang untuk mendedikasikan seluruh kemampuan.5. supay cepat meraup harta untuk mengubah kehidupannya. Semua harus serba cepat. “Jalan lain” yang diambil ini biasanya jalan yang instan. yaitu terus berkarya (ayat 14-15. Inilah prinsip hidup dan perubahan hidup. yang dianggap cepat. Itulah korupsi. Ada juga yang lari meminta tolong kepada kuasa gelap (pesugihan). Proses ini harus dijalani dan dihadapi. menolong. Tuhan Allah akan selalu menyertai. dan memampukan para murid-Nya dalam menjalani tugas dan panggilan masing-masing. Dalam hal perubahan kehidupan.  Khotbah Jangkep BERTEKUN DALAM KARYA Jemaat yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Namun tidak sedikit yang menempuh “jalan lain” dalam menunggu dan mewujudkan perubahan hidup. ketika kesabaran dan ketekunan telah tergerus. Jaman modern rupanya juga telah menyebarkan budaya instan dan telah mempengaruhi pola pikir serta perilaku manusia. Karya-Nya dilakukan dalam kasih dan kesetiaan-Nya. Banyak yang kemudian melakukan manipulasi dalam pekerjaan yang dijalaninya demi mendapatkan (mengeruk) keuntungan besar bagi dirinya. Kita dipanggil untuk bertekun dalam karya sebagai sebuah proses menuju perubahan yang telah dirancang oleh Tuhan bagi setiap kita.

perubahan dan pembaharuan dinyatakan dalam pernyataan “langit yang baru dan bumi yang baru”. ingin selalu yang terbanyak. Bisa juga karena memang sifat serakah. Tidak sedikit pula yang cenderung bertahan dalam dunia mimpi dan berharap datangnya rejeki nomplok sehingga hidupnya berubah secara spektakuler. “tersukses” dibanding yang lain. Mereka memasuki babak baru dalam kehidupan. Dalam Yesaya 65: 17. Kuis dan berbagai acara undian berhadiah ratusan juta bahkan milyaran rupiah terus diburu karena berharap akan mengubah hidupnya dalam sekejap. direndahkan oleh bangsa lain. Kehidupan mereka berubah menjadi lebih buruk ketika berpaling dan meninggalkan Tuhan Allah. Selanjutnya. yang menggambarkan betapa bangsa ini bersyukur atas keadaan baru yang mereka rasakan. Mereka bersyukur kepada TUHAN karena Dia telah melakukan karya penyelamatan atas umat-Nya. tetapi bisa juga membawa kepada keadaan yang lebih buruk. Bangsa ini melakukan hal-hal yang tidak benar di hadapan Allah dan mereka merasakan penghukuman. Peristiwa keluarnya umat Israel dari Mesir telah menghantarkan umat ini mengalami perubahan atau tepatnya pembaharuan kehidupan. Mengapa demikian? Setelah perubahan dalam bentuk pembaharuan dialami melalui peristiwa keluaran. Namun situasi ini tidak berlangsung selamanya. Ketika umat ini memperlihatkan kembali kesetiaannya kepada Tuhan dan melakukan hal-hal yang seturut kehendak-Nya. berubah dari kaum budak menjadi bangsa yang merdeka. Nabi Yesaya mencatat keterpurukan bangsa ini ketika menjauh dari Tuhan. maka Tuhan Allah di dalam kasih dan kesetiaan-Nya membangkitkan lagi bangsa ini. Dari hal-hal ini jelas bahwa perubahan hidup melekat erat Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . terkaya. meski tak sedikit pula yang tertipu. sejarah kehidupan umat Israel juga menjadi gambaran terjadinya berbagai perubahan hidup atau biasa disebut pasang-surut kehidupan. Hal ini menyatakan kembali bagaimana Allah terus berkarya demi mengubah dan memperbarui kehidupan umat-Nya menjadi lebih baik. Lalu bagaimana seharusnya kita bersikap dalam mengharap dan menantikan terwujudnya perubahan dalam hidup ini? Jemaat yang terkasih. Inilah ekspresi yang ada dalam Mazmur 98.atau juga karena iri terhadap orang lain yang dianggap sukses. Suatu perubahan bisa membawa kita pada keadaan yang lebih baik. di saat berikutnya keadaan bangsa Israel berubah menjadi lebih buruk.

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus. Ini adalah contoh perubahan menjadi lebih buruk. sebab menanti perubahan berarti berjuang demi perubahan itu sendiri. tetapi Dia tidak pernah diam berpangku tangan. Ketika hidup manusia dipenuhi oleh hasrat.dengan karya yang dilakukan. Bait Allah di Yerusalem yang dikagumi orang banyak karena megah. yang dirancang dapat bertahan ratusan tahun pun akan berubah bahkan akan roboh dan hancur (Lukas 21: 5-7). Dia terus berkarya bagi kehidupan manusia. kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara. Tuhan Yesus menyatakan bahwa segala yang ada di muka bumi ini pasti akan mengalami perubahan. Dia juga bukan Allah yang hanya diam menunggu. “Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi” (Lukas 21: 13). Namun menurut Tuhan Yesus. Justru hambatan adalah sebuah kesempatan. berbagai hambatan dan tantangan ini justru menjadi kesempatan dan panggilan untuk berkarya lebih sungguh-sungguh dan lebih baik lagi. Jemaat yang terkasih. Oleh karena itu Tuhan Yesus mengingatkan para murid untuk selalu siap dan waspada terhadap berbagai perubahan yang terjadi. TUHAN memang terus menunggu manusia berubah menjadi setia kepada-Nya. Ayat ini menggambarkan bahwa selalu ada hambatan dan tantangan besar menghadang di tengah perjalanan menuju perbaikan kehidupan. Banyaknya hambatan dan tantangan juga bukan alasan untuk berputus asa. kokoh. elok. terhadap orang- Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . lalu berhenti berkarya. Satu hal yang tak boleh dilupakan. Di tengah perjuangan kita berkarya membangun perubahan dan perbaikan hidup. bukan berarti ini membuat manusia hidup di alam mimpi. menyerah. dan mewah. baik karya yang dilakukan oleh Allah maupun manusia. meski manusia cenderung melupakan-Nya. “Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya. Dia menolong dan memampukan kita. dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku” (Lukas 21: 12). Oleh karena itu. Mengharapkan sebuah perubahan bukan berarti hanya diam dan menunggu terjadinya perubahan itu. Allah kita bukanlah Allah yang berdiam diri. tetapi Allah kita adalah Allah yang terus berkarya di tengah penantian-Nya mengharapkan perubahan sikap manusia. dan mimpi-mimpi akan datangnya perubahan hidup yang lebih baik. Sebagai contoh. harapan.

maka dia akan merasakan berkat Tuhan. tidak bergerak sama sekali. Perubahan adalah sebuah proses." Siapa yang bertahan di tengah berbagai tantangan. “Ora ana upa temumpang lambe. Tuhan Allah juga senantiasa bertekun dalam karya. (Tidak ada nasi yang langsung masuk ke mulut.orang yang berpangku tangan. disebut sebagai orang-orang yang tidak tertib. Mereka yang hanya berpangku tangan. Sabar dan jangan mengandalkan kekuatan serta kemampuan diri sendiri. Namun jika orang itu hanya diam saja. 3. dan pekerjaan. haruslah bekerja (II Tesalonika 3: 10). Proses ini harus dijalani dengan bertekun dalam karya. Suatu proses yang dijalani tidak selalu melewati jalan yang mulus dan baikbaik saja. meskipun itu adalah kesengsaraan. Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . Apalagi proses untuk menjadi lebih baik. Siapa bergerak. tentu kita dituntut untuk bersabar diri. Merenungkan Firman ini. kamu akan memperoleh hidupmu. dalam arti berkarya. pelayanan. Tuhan Yesus menjalani karya penyelamatan sebagai sebuah proses. Seperti pengajaran orang tua. rasul Paulus mengecam dengan keras. ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam mengharap. Siapapun yang ingin makan dan merasakan berkat Tuhan. pasti ada tantangan dan pengujian terhadap diri kita dan atas harapan kita. mereka akan memperoleh hidup. yaitu hidup baru. upa kuwi anane temumpang ing gawe”. Dalam mewujudkan perubahan dan perbaikan hidup umat manusia. Seperti halnya Tuhan Yesus sendiri ketika Dia hendak mewujudkan perubahan dalam kehidupan manusia. tidak bekerja untuk mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. nasi itu akan ada jika kita bekerja). maka bisa dipastikan dia akan ada di tempat itu selamanya. Jemaat yang dikasihi Tuhan. menanti dan mewujudkan perubahan hidup: 1. Sabar dalam menjalani setiap pergumulan dan jangan sampai jatuh kepada tindakan yang sifatnya jalan pintas. 2. Di tengah berbagai tantangan dan pengujian. Orang yang ingin maju harus mau menggerakkan badannya dan mulai melangkahkan kakinya. Karya pemeliharaan dilakukan oleh Allah dengan penuh kasih dan kesetiaan. Perubahan dan perbaikan kehidupan tidak mungkin terjadi dalam sekejap bagai sulap. Ini adalah jalan hidup yang harus dihidupi dan dijalani. Ini sejalan dengan firman Tuhan Yesus dalam Lukas 21: 19: “Kalau kamu tetap bertahan. tetap bertekun dalam tugas panggilan.

Kita harus yakin bahwa Tuhan Allah pun terus berkarya untuk kehidupan manusia. Dalam menanti dan berjuang mewujudkan perubahan hidup.4. AMIN. Pujian penutup : KJ 363: 1. 2. Keyakinan akan pertolongan Tuhan. Tuhan memberkati. 2 Nyanyian penyesalan : KJ 28: 1.  Rancangan Bacaan Alkitab: Berita Anugerah : Mazmur 121: 1-8 Petunjuk hidup Baru : Kisah Para Rasul 20: 34-35 Ayat persembahan : Amsal 11: 24-25  Rancangan Nyanyian Ibadah: Pujian pembuka : KJ 21: 1. jemaat. selamat berjuang mewujudkan perubahan kehidupan. Selamat bertekun dalam karya. Hidup pribadi.. 2 Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . 3 Nyanyian kesanggupan : KJ 46: 1. 2 Nyanyian persembahan : KJ 288: 1 – . keluarga.. kita harus percaya bahwa Tuhan punya rencana/rancangan terbaik untuk setiap kita. dan masyarakat memanggil kita untuk terus berjuang mewujudkan perubahan hidup menjadi lebih baik. Semangat perubahan dan pembaharuan hidup adalah semangat untuk bertekun dalam berkarya.

Wonten ugi ingkang nyuwun pitulungan alantaran jimat pesugihan. Waosan II: II Tesalonika 3: 6-13. kathah ingkang sami nyimpangaken palapuran kahartakan. saged nyekapi sedaya kabetahaning gesang. lumantar panyambut damel punika berkahipun Gusti Allah saged katampi saha karaosaken. 14 Nopember 2010 Minggu II TUMEMEN MAKARYA Waosan I: Yesaya 65: 17-25. Punapa malih jaman modern ndadosaken manungsa sami dipun kuwaosi budaya instan. saha tenaga kangge nindakaken pakaryan. Sipat serakah lan kepengin dados paling sugih. Saged ugi amargi mboten sabar nengga kasilipun anggenipun nyambut damel ingkang karaos sakedhik. supados saged ngeruk bathi kathah kangge dhiri pribadi. Punika ingkang kasebat korupsi. instan. Sikep sabar saha tumemen sampun kareridhu dening tumindak “nyidhat dalan”. Supados kawontenan gesangipun cepet ewah dados sae lan sekeca. Nanging eman. paling kasil. Pangajeng-ajeng punika ndadosaken tiyang sami sengkut migunakaken sedaya kesagedan. Waosan Injil: Lukas 21: 5-19  Khotbah Jangkep Pasamuwan kinasih ing Gusti Yesus. Tanggapan: Jabur 98: 1-9. athah tiyang sami ngajeng-ajeng tuwuhing ewah-ewahan ing gesangipun. tumuju dhateng kawontenan ingkang langkung sae. Kanthi pangajab. sarwi kilat. Wonten ingkang amargi raos meri lan drengki dhateng tiyang sanes ingkang sampun kasil.Khotbah Jangkep Jawi Minggu. boten sekedhik ugi tiyang ingkang langkung remen milih margi nyimpang kangge mujudaken ewah-ewahan ing gesang. sarwi cepet. ancasipun cepet dados sugih temahan gesangipun dados sekeca. K Margi ingkang nyimpang punika adat saben kaanggep cepet. wekdal. saged ndadosaken tiyang mendhet margi ingkang nyimpang. Tumindak punika linandhesan raos semplah amargi tansah gagal ing panyambut damel. paling kathah. Khotbah Jangkep November & Desember 2010 .

Pramila. mlebet ing gesang anyar. Israel ngraosaken gesang anyar amargi gusti Allah sampun nindakaken pakaryan kawilujengan atas umatipun. mujudaken gesang anyar ingkang langkung sae. Salin kawontenan saking bangsa budhak dados bangsa ingkang mardika.. Saking perkawis punika cetha bilih ewah-ewahan Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . Punika ingkang dados gegambaran ing salebeting kitab Jabur 98. ewah-ewahan tumrap gesang anyar kapratelakaken kanthi pangandika “Aku bakal nitahaké langit anyar lan bumi anyar.” Pangandika punika nelakaken anggenipun Gusti Allah tansah makarya ing satengahing gesangipun manungsa. Bangsa Israel gentos dipun kuwaosi dening bangsa sanes. Lelampahaning umat Israel medal saking Mesir sampun nglantaraken bangsa punika ngraosaken ewah-ewahan gesang. senadyan mboten sakedhik ingkang kecelik lan kapiran amargi kapusan. Tiyang sami ngimpi mbujeng lan pikantuk hadiah punika. Ewa semanten. Awit sasampunipun nampeni gesang anyar inggih punika kamardikan saking Gusti Allah. sejarah gesang umat Israel ugi dados kaca benggala wolakwaliking gesang manungsa. mbangun miturut dhateng dhawuhipun Sang Yehuwah. Nalika umat Israel purun ngatingalaken malih anggenipun nindakaken katresnan saha kasetyan dhateng Gusti Allah. Nabi Yesaya nyathet perkawis punika. Satunggaling ewah-ewahan saged mbekta gesang kita tumuju ing kawontenan ingkang langkung sae. tansah ngangen-angen pikantuk rejeki nomplok temahan gesangipun ewah sanalika. kawontenan punika boten ing salaminipun. Lajeng kados pundi kedahipun anggen kita sami ngajeng-ajeng saha mujudaken ewah-ewahan ing gesang kita? Pasamuwan ingkang dipun tresnani Gusti Yesus. Gusti Allah ing salebeting kasetyan saha katresnanipun nimbali lan nangekaken bangsa punika. malah milyaran rupiah. ingkang nelakaken anggenipun bangsa punika ngaturaken panuwun sokur dhateng Gusti Allah. temahan nampi bebendu. Gusti Allah boten badhe kendel. Ing kitab Yesaya 65: 17. kecalan kamardikanipun. Kawontenan punika jalaran umat Israel boten nindakaken kasetyanipun dhateng Sang Yehuwah.Wonten malih tiyang ingkang remen gesang ing salebeting pangimpen. bangsa punika ugi nate ngalami gesang ingkang awrat. Salajengipun.. kathah ingkang sami remen dhateng acara kuis lan undian berhadiah ingkang badhe paring bebana atusan yuta. nanging ewah-ewahan punika inggih saged nggeret kita ing kawontenan ingkang langkung mrihatosaken.

Pasamuwan kinasih ing Gusti Yesus. Kowé bakal dilarak lan diladèkaké ana ing ngarepé para ratu lan para pangwasa. Pasamuwan kinasing kagunganipun Gusti Yesus. Pramila Gusti Yesus ngengetaken para sekabat supados tansah waspada. “Kuwi wewengan kanggo kowé nglairaké paseksimu bab Injiling Pangéran” (Lukas 12: 13) Nalika manungsa kapenuhan kaliyan pepenginan kangge mujudaken ewah-ewahan ing gesangipun. Gusti Allah boten nate nggegem tangan. Gusti Allah kita punika sanes Gusti Allah ingkang namung mendel kemawon. “Nanging sadurungé kabèh mau kelakon. sawernaning pepalang punika malah dados wewengan kangge nindakaken pakaryan kanthi langkung tumemen. nanging tansah makarya senadyan manungsa nyingkur Panjenenganipun. ananging tansah makarya tumrap manungsa sinambi ngantu-antu manungsa saged nelakaken katresnan lan kasetyanipun dhateng Gusti Allah. Setunggal perkawis ingkang boten kepareng dipun supekaken. Pedalemanipun Allah ing Yerusalem ingkang endah. rinengga ngangge sela ingkang sae temahan nengsemaken tiyang ingkang sami nyawang. mboten ateges manungsa gesang ing salebeting ngimpi. Makaten ugi sawernining pepalang boten dados jalaran kita sami semplah. badhe rubuh lan lebur sedayanipun (Lukas 21: 5-7). kowé bakal dicekel lan dianiaya. Ing satengahing perjuwangan kita makarya mbangun gesang ingkang langkung sae. Kedahipun pepalangpepalang punika dados satunggaling wewengan. merga saka Aku” (Lukas 21: 12). Panjenenganipun punika Gusti Allah ingkang mboten namung nengga thenguk-thenguk kemawon. Ayat punika ngengetaken bab pepalang ingkang dipun adhepi ing satengahing lampah tumuju dhateng gesang anyar. Panjenenganipun badhe mitulungi saha nyagedaken kita. Punika ewah-ewahan dhateng kawontenan ingkang boten sae. Kangge conto. lajeng kendel boten makarya. sumadya ngadhepi sawernaning ewah-ewahaning gesang. Kowé bakal padha diadili ana ing papan-papan pangibadah lan dilebokaké ana ing pakunjaran. kangge nggayuh gesang anyar. Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . Ngajeng-ajeng gesang ingkang langkung sae boten ateges kita namung kendel kemawon. Gusti Yesus ugi ngandika. Gusti Yesus ugi nelakaken bilih sedaya ingkang wonten ing bumi mesthi badhe ngalami ewah-ewahan.gesang punika raket sanget kaliyan pakaryan. sae pakaryanipun gusti Allah punapa dene pakaryanipun manungsa. nglokro.

Proses punika dipun lampahi kanthi tumemen ing salebeting makarya. Punika margining gesang ingkang kedah dipun lampahi kanthi setya saha tumemen. boten saged kelampahan kados dene sulap. Gusti Allah tansah tumemen makarya ngrimati gesanging manungsa. Tegesipun. aja mangan. Ngraos-raosaken pangandikanipun Gusti Allah punika. Panjengenipun nindakaken pakaryan kawilujengan. Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . Kados Gusti Yesus piyambak. “Ora ana upa temumpang lambe. upa kuwi anane temumpang ing gawe” 3. ndadar sedya lan pangajeng-ajeng kita. Ewah-ewahaning gesang punika satunggaling proses. peladosan. malik grembyang. Sinten tiyangipun ingkang purun obah (makarya) mesthi badhe nampeni berkah. Pangrimat punika katindakaken kanthi tresna saha setya. Gusti Yesus nindakaken pakaryan kawilujengan kanthi setya saha tumemen. Punika cundhuk kaliyan pangandikanipun Gusti Yesus ing Lukas 21: 19 “Yèn kowé tetep precaya lan sabar. Tansah sabar nindakaken sedaya pakaryan. Mila rasul Paulus ngandika. supados boten dhawah ing panggodhaning “jalan pintas”. nalika Gusti Yesus ngersakaken gesang ingkang langkung sae tumprap manungsa." (II Tesalonika 3: 10). Kangge mujudaken gesang anyar ingkang langkung sae. Pasamuwan kinasih kagunganipun Gusti. senadyan kathah pepalang. Kados piwulangipun para sepuh. Pepalang punika dados srana kangge ndadar dhiri kita. 2. Ing satengahing pepalang lan pendadaran punika kita kedah sabar. njangkahaken sukunipun. rasul Paulus ngengetaken tiyang-tiyang ingkang namung nggegem tangan. mesthi badhe nampeni berkah saking Gusti Allah. ingkang kesed. malah kepara ngrusuhi tiyang sanes." Sinten kemawon ingkang tatag lan tanggon ing satengahing pepalang. Makaten ugi tiyang ingkang kepengin majeng kedah purun ngobahaken awakipun. saha pakaryan. "Sapa sing ora gelem nyambut-gawé.Mila saking punika. tetep tumemen nindakaken timbalan. nglampahi minangka satunggaling proses senadyan punika wujudipun nandhang kasangsaran. Tiyang ingkang kados makaten boten namung kesed. berkah gesang anyar. mboten purun nyambut damel kangge nyekapi kabetahan gesangipun. wonten perkawisperkawis ingkang kedah kita gatosaken ing salebeting ngantu-antu saha mujudaken ewah-ewahaning gesang: 1. kowé bakal slamet. sampun mesthi tiyang punika boten badhe dumugi dhateng papan ingkang katuju. Manawi namung kendel kemawon boten puruh obah.

Gusti mberkahi. 2 Kidung kesanggeman : KPK 81: 1. Gusti Allah tansah makarya paring pitulungan tumrap manungsa. Gesang pribadi.. dalah masyarakat dados timbalan kangge tansah berjuang mujudaken gesang ingkang langkung sae. Tansah pitados dhateng pitulunganipun Gusti Allah. Kidung panutup : KPK 168: 1-3 Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . awit Gusti Allah mesthi kagungan rancangan ingkang endah kangge sedaya manungsa.. AMIN  Rancangan Waosan Kitab Suci: Pawartos Sih Rahmat : Jabur 121: 1-8 Pitedah Gesang Anyar : Pr.4. pasamuwan. Semangat kangge mujudaken ewah-ewahaning gesang inggih menika semangat kangge tumemen makarya. Sugeng makarya. 3 Kidung pisungsung : KPK 188: 1 – . brayat. Rasul 20: 34-35 Ayat pisungsung : Wulang Bebasan 11: 24-25  Rancangan Kidung Pamuji: Kidung pambuka : KPK 26: 1-3 Kidung panelangsa : KPK 45: 1.

tetapi apakah 5 atau 10 tahun lagi. baiklah kita mempersiapkan diri. Apel yang manis alami tetap berbeda rasanya dengan apel karbitan apalagi penuh pestisida. dalam hal ini GKJ. Kalau padang rumputnya sudah mulai tidak aman. sudah diantisipasi? Namun dalam upaya antisipasi itu hendaklah semua dilakukan sesuai irama alam. Menjaga dan memelihara lebih dari sekedar duduk di samping ternak yang makan rumput. Untuk bisa melakukan PI kontekstual harus memahami apa yang kita bisa lakukan hari ini dan kepercayaan akan sesuatu yang baik di masa yang akan datang. harus bisa melihat bagaimana menghadapi bayang-bayang masa depan. seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang demikian pesat. Antar Bacaan: Mazmur 46. seirama alam.  Dasar pemikiran Visi Masa Depan.Khotbah Jangkep Minggu. Saat ini GKJ besar dan mantap. baiklah mencari yang lebih baik. Bacaan III: Injil Lukas 23: 33-43 Tujuan: Dalam segala perkara. yang bahkan membawa kamar tidur ke muka umum dan memasukkan dunia dalam kamar tidur. untuk selamat di masa yang akan datang. Tidak sekedar “waton/asal” menunggui. Termasuk dalam mempersiapkan masa depan untuk tetap bertahan ada/eksis. Buah apel yang manis dan segar berasal dari biji yang bertumbuh dan dirawat dengan baik. Gereja. Itulah agaknya yang dimaksud menggembala dengan penuh perhatian. kita diingatkan untuk mengikut irama Tuhan agar segala sesuatu terjadi menurut kehendak dan dalam pemeliharaan-Nya. 21 Nopember 2010 Minggu III Kristus Raja TUHAN SEMESTA ALAM MENYERTAI KITA Bacaan I: Yeremia 23: 1-6. Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . Karena itu. Ia juga waspada terhadap lingkungan sekitar dan gerak-gerik ternak yang tidak seperti biasa. Bacaan II: Kolose 1: 11-20.

”  Tafsiran: Yeremia 23: 1-6 Cerita ini cukup mencemaskan bagi para gembala (pastor) yang tidak menggembalakan (pasture) dengan baik. tetapi hendaknya tetap ingat bahwa akhirnya. Jaminan supaya dapat mati dengan bahagia dan tenang dipaparkan dalam ayat 14-20. IA sendiri kemudian turun tangan mengumpulkan kambing domba yang tercerai berai. tetap bersyukur. sabar. tekun. Jadi tetaplah tenang dan sabar. apapun yang dialami oleh manusia. Untuk semua ketekunan dan kesabaran itu tersedia ganjaran pada waktu yang telah ditentukan! Tidak mudah untuk tetap fokus. tenang. Di satu sisi Ia sangat mengecam kelalaian dan membenci pembiaran. dan bersukacita padahal hati remuk redam oleh kekecewaan dan kemarahan. Memang sulit. Dalam nada tinggi/soprano/suara perempuan tertinggi (alamot) dinyanyikanlah lagu ini. Tuhan Allah Keadilan kita. dan bersukacita dalam menanggung segala derita dan rupa-rupa peristiwa (termasuk peristiwa bahagia tentunya). Tuhan mengancam dengan serius karena kelalaian mereka. ingat aku. keyakinan ke arah mana Tuhan menghendaki kita berjalan. Seperti keyakinan penjahat yang berkata. Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . tetapi serta merta kasih-Nya ditampakkan untuk yang dianiaya. Inilah Tuhan kita. Kemudian dengan memakai gembala lain. Namun syukurlah. bumi dan seisinya. kesedihan dan kebingungan.Untuk melihat semua itu perlu mata hati dan pikiran yang melihat jauh ke depan. Zedekia! Mazmur 46 Refrein: TUHAN semesta alam menyertai kita. “Yesus. apabila Engkau datang sebagai RAJA. semua orang akan mati. Bahkan yang jahat juga akan mati. semua ada dalam kuasa tangan Tuhan. kota benteng kita ialah Allah. Ia menyamankan para gembalaan. Kolose 1: 11-20 Bagian ini berisi saran/nasihat untuk sabar. meskipun Tuhan marah alang kepalang kepada para pastor yang lalai melakukan pasture. Suatu pengakuan dan keyakinan bahwa dalam segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini.

serta merta timbul pengakuan S Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . Namun hal ini istimewa karena dia lakukan pada masa ketika banyak orang menyangsikan kesejatian Yesus. ia menjemput kematian dengan bahagia. Kebalikannya. dengan mata hati yang melihat dan meyakini masa depannya aman bersama lelaki yang dipanggil Yesus itu. beberapa orang-syukurlah-masih sering menggumamkan ini dalam hati: Yesus.apabila Engkau datang…. tetapi melampaui waktu itu. Dunia orang mati adalah dunia “akan” yang belum ia ketahui wujudnya. Pengakuan penjahat di sisi kanan Tuhan Yesus ini. bagi orang Kristen tentu tidak aneh. itulah yang penting. Orang jahat juga akan mati. Dalam kondisi sekarat. dunia kemarin. hanya terdiri dari 3 kata. karena tidak terjadi dalam seketika. Penjahat satunya sudah menunjukkan hal itu dengan mengatakan agar Yesus menyelamatkan diri-Nya dan mereka jika memang betul Ia mesias. Sama seperti I love you.Lukas 23: 33-43 Bernada sama dengan kata-kata terakhir dalam uraian Kolose 1:11-20 adalah sikap/keyakinan penjahat di sisi kanan Tuhan Yesus. Tetapi memilih mati seperti apa. Ketika kita mengucapkan kalimat ‘Yesus ingatlah aku’. baik senang maupun sedih. aku sayang kamu.. penjahat satunya meyakini bahwa kemuliaan Mesias bukan berarti harus ditampakkan saat itu juga. dan yang akan datang. sekalipun jika ia salah. Apakah saudara juga begitu? Mengucapkan kalimat tersebut dalam situasi tertentu? Kalimat yang diucapkan memang terasa sederhana. Saat mengalami sedih. Itulah sebabnya ia mengatakan: …. ingatlah aku. hari ini. karena ia sudah akan mati. kecewa. Ini masih lebih baik daripada lupa sama sekali. Dengan keyakinan ini.  Khotbah Jangkep TUHAN SEMESTA ALAM MENYERTAI KITA YESUS. Ingatlah Aku… udah berapa kali kita mengucapkan kalimat itu hari ini? Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus.. Penjahat ini hanya melihat. berarti Yesus bukan Mesias. Namun ia sudah memiliki kartu masuk. Bisa jadi ungkapan lelaki di sisi kanan itu hanya sebuah spekulasi yang dipandang tidak akan merugikan dirinya.ingatlah…. atau marah. semua bisa terjadi sangat cepat dan tidak memerlukan pemikiran mendalam. Namun makna tiga kata itu mengatasi tiga dunia.

saat menerima pujian dan penghargaan. ini hari yang mengingatkan agar kita sungguh-sungguh menghormati Yesus sebagai Raja dalam hidup kita pribadi. dan budi: Yesus. membatin diri sebagai pengikut Kristus. mari bersama mengatakan dalam hati kita: Yesus. padahal sedang membuat laporan anggaran di kantor apalagi laporan keuangan Gereja…. bahagia. Dialah pemimpin kita dalam seluruh kepenuhan hidup kita. Lalu jika sedang bahagia? Yah. supaya aku tetap sadar diri. tenang. nalar. kita meyakini bahwa ada Tuhan Yesus di dalamnya. dan seluruh aktivis gereja. Minggu 21 November ini seluruh dunia mengingat dan meyakini bahwa Kristus adalah Raja kita. agar ketika gembira. Atau ketika kita sedang memasukkan selembar rupiahan yang bukan hak kita dalam kantong baju. selalulah membatin: Yesus. alam bawah sadar menarik ingatan agar kita diberi kemampuan untuk sabar. Dalam gereja tempat kita melayani. saya hanya mengingatkan Saudara semua. Oleh karena itu. Jika sedang marah. Kalau kita meminta Yesus mengingat kita dalam suka dan duka. Bagi orang yang menuliskan di KTP-nya Kristen.. Pendeta. ingat aku agar ketika kita menjadi pengambil keputusan tertinggi. bukan kita yang adalah manusia lemah dan penuh dosa. entah sedih atau bahagia. artinya juga menggerakkan nalar budi dan raga kita agar senantiasa mengingat Tuhan Yesus di manapun kita berada. ingat aku! Karena kedudukan atau jabatan gerejawi yang saat ini kita jalani sebenarnya adalah milik Tuhan Yesus. membatin dalam ingatan diri. supaya aku tetap Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . Tiga kata yang menjadi judul khotbah hari ini sekaligus juga menjadi pondasi dalam kita menggerakkan diri. Atau ketika sedang bingung memutuskan sesuatu. bukan gereja tempat kita berkuasa. dan menyerahkan semua dalam kuasa Yesus sebagai penganjur dan Tuhan kita. Begitu juga para Penatua. Jika sedang sedih.bahwa dalam situasi yang sedang kita alami. bisa jadi kita memohon kekuatan atau sekadar menumpahkan perasaan pada yang kita percayai agar lega. Ketika kita sedang hendak melakukan tindakan dalam kebebasan kita. ingat aku. Dialah Raja-nya. Diaken. dalam kondisi begini kita bertanya: kira-kira Tuhan Yesus akan memberi putusan apa? Kristus Raja! Jemaat yang dikasihi Tuhan. saat harus merendahkan diri serendah-rendahnya karena kesalahan kita. jangan lupa juga mengingat bahwa semua ada dalam pemeliharaan Tuhan Yesus! Jemaat yang dikasihi Tuhan.

oleh kasih-Mu. atau Gereja Kristen Jawa dipanggil untuk lebih menampakkan kebaikan Allah yang Maha Adil. Gereja Kristen. supaya aku mau dituntun oleh-Mu. Jangan takut. Ungkapan ini juga merefleksikan hal domba-domba di padang belantara kehidupan menunggu untuk dibimbing. ingatlah aku. baik keluarga Kristen. Nyatakan kasih paling agung sebagai pegangan dalam dunia yang semakin sulit dan menantang untuk dijalani ini.Amin. hingga ketika pulang. Dialah kota benteng kita. sesuai rencana dan waktu-Mu. Jangan sampai berita Yeremia 23: 1-6 menghardik kita karena kita lupa tugas sesungguhnya dan sibuk pada diri sendiri. janji Kolose 1: 11-20 menjadi milik kita. ke padang rumput hijau nan segar. Dalam ingatan akan konflik/perselisihan internal yang menceraiberaikan.  Rancangan Bacaan Kitab Suci: Berita Anugerah : Zakharia 8: 11-17 Petunjuk Hidup Baru : II Timotiius 4: 5 Persembahan : Ulangan 14: 23  Rancangan Nyanyian Ibadah: Nyanyian Pujian : PKJ 168: 1-3 Nyanyian Penyesalan : PKJ 37: 1-2 Nyanyian Kesanggupan : PKJ 164: 1-3 Nyanyian Persembahan : PKJ 145: 1-… Nyanyian Penutup : PKJ 179: 1-2 Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . menanti kita. dunia berharap. bagi pemuliaan harkat manusia. Bagaimana Gereja akan dicintai orang lain jika ia sibuk dengan dirinya sendiri dan bertopang dagu ketika ada orang-orang yang berteriak minta tolong?! Pada Engkau yang besar dan bergelimang karunia. Jemaat yang dikasihi TUHAN. Tuhan memberkati kita semua. Tuhan semesta alam menyertai kita. Tantangan ke depan. Sudah waktunya menyongsong budaya bergereja yang memandang jauh ke depan. Mari berkarya.tenang dan sabar. Karena aku hanyalah penggembala upahan dan Yesuslah Gembala Utama. Tuhan.

. menawi saweg namung gadhah arta 150 ewu lajeng dipun ampil satus ewu kinten-kinten pareng boten nggih? U Khotbah Jangkep November & Desember 2010 .Khotbah Jangkep Minggu. Ning. tur dangu anggenipun sakit? Walah pitakenan kok nganeh-anehi nggih. kadospundi menawi satunggaling dinten Panjenengan pitepangan kaliyan setunggal tiyang. tembung mekaten cul entheng dipun aturaken nalika wonten ing kawontenan ingkang kados pundi? Lha menawi ing kawontenan ingkang boten ngremenaken manah punapa inggih kanthi enteng dipun aturaken? He. Mazmur 46.he…cobi upami Panjenengan dipun dangu Gusti. kangge setunggal dinten? Ha ha ha sekedhik? Nggih kangge kula sadaya ingkang namung buruh tani arta semanten punika ageng sanget. Waosan Injil: Injil Lukas 23: 33-43 Ancas tujuwan: Pasamuwan tansah angengeti lan pitados bilih Gusti tansah nunggil. 21 November 2010 Minggu III Kristus Raja PANGERAN YEHUWAH GUSTINING KANG SARWA DUMADI NUNGGIL KALIYAN KITA Waosan I:Yeremia 23: 1-6. punapa Panjenengan sagah dipun paringi sesakit ingkang awrat ingkang boten wonten obatipun. pramila kedah ngatos-atos ing sauruting lampah nanging ugi wantun makarya kanthi saestu murih sihipun Gusti karaosna dening saben tiyang. kara ingkang cekak aos punika: kula ndherek.  Khotbah Jangkep PANGERAN YEHUWAH GUSTINING KANG SARWA DUMADI NUNGGIL KALIYAN KITA kula ndherek. Waosan II: Kolose 1: 11-20. Pasamuwan ingkang kinasih ing Gusti Yesus Kristus. pitakenanipun. ketingalipun prasaja Nanging kasunyatanipun punapa saestu kados mekaten ta? Cobi upami kula tanglet dhateng pasamuwan ing ngriki. Cobi ingkang radi gampil. nggih namung satus ewu kemawon. lajeng tiyang wau nyuwun ngampil arta Panjenengan...

Dadosa ing pamarentahan. mangka wekdalipun sampun caket saestu. gampil anggenipun nilar kapitadosan. Angel kangge kita saged mbedakaken pundi ingkang saestu karsanipun Gusti Allah kaliyan gusti pejabat/pangarsa sapunika. punika ateges boten saged dipun pitadosi. Saking cariyos para pangen ing Yeremia 23 wau. punika prekawis ingkang mbetahaken kekendelan. boten mituhu kepara mbuyaraken. ngengen lan ngrimati kagunganipun. Saking inggiling nalaripun lan lebeting kapitadosanipun. Kapitadosanipun durjana ingkang nyuwun supados Gusti Yesus ngengeti dhateng piyambakipun ketingalipun gampil. napas sampun badhe ical. Pambuka khotbah ing dinten punika anenangi dhateng manah lan dhiri kita piyambak. inggih. nalika tiyang badhe katimbalan. tembung cekakipun “kula ndherek” ingkang ketingal prasaja punika tumrap sawetawis tiyang asring ndadosaken mumet njlimet. Punapa malih menawi dipun jumbuhaken kaliyan cariyos ing waosan dinten punika. Ing jaman samangke kemawon.Pasamuwan kagunganipun Gusti. Ingkang satunggal pitados saestu. Nanging menawi dipun raos-raosaken. Kepara nyuwun dipun dongakaken taksih nggadhahi umur panjang. wonten ugi ingkang taksih mangu-mangu. gesang brayat (suami istri). Mila boten mokal kathah tiyang Kristen ingkang sampun mataun-taun dados pendherekipun Gusti. Lajeng. Sampun boten Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . Punapa malih kanggenipun sawetawis sedherek ingkang mastani bilih agami punika perkawis menu makanan. karaos limrah awit tiyang punika sampun badhe pejah. Iman utawi kapitadosan. punapa kasinggihan menawi pitados kemawon dhateng Sang Kristus saged milujengaken nyawanipun. melik nggembol lali. sapunika ketingal ing babagan ingkang maneka warni. cariyos ing waosan Injil dinten punika. kula ndherek Paduka. Taksih kathah conto sanes ingkang ngetingalaken bilih saestunipun prekawis “kula ndherek” punika boten gampil. menawi setunggal prekawis boten saged dipun nalar lan boten saged dipun buktekaken. Wonten durjana kalih ingkang gadhah pamanggih beda bab panguwaosipun Sang Kristus. Lan kawontenan ingkang kados mekaten punika. Nanging durjana setunggalipun moyoki Sang Kristus. Sajak kesupen. keyakinan bilih Sang Kristus saestu kagungan panguwaos milujengaken tiyang. ngantos masrahaken dhiri supados Gusti ngengeti dhateng piyambakipun nalika jumeneng ing kamulyanipun. kepara ugi ing satengahing gesang tiyang pitados (kelompok agami punapa kemawon). pranyata para pangen ingkang mesthinipun ndherek utawi mbangun turut dhateng ingkang gadhah mendanipun. Basa cekakipun.

6 Kidung Kesanggeman : KPK BMGJ 83: 1. Andhap asor. Mekaten mbok bilih menawi dipun gantos kanthi ukara sanes. mejahi tiyang punika pancen berbahaya. Gusti kok di salib. 2 Kidung Panutup : KPK BMGJ 164: 1-5 Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . punapa dene bab gesangipun Pasamuwan Kristen ingkang mrangguli tantangan ing salebeting gesang masamuwan (wontenipun pasulayan/konflik. kula ndherek Paduka. dadosa punika bab pasrawungan umat beragama ing Indonesia. Ngraos-raosaken malih tembung “kula ndherek” punika. Lah lodheh ngagem santen njalari kolesterol inggil. Nanging langkung berbahaya menawi pasamuwan sampun kesupen bilih kapitadosan lan bangunan Gereja.  Rancangan Waosan Kitab Suci: Pawartos Sih Rahmat : Zakharia 8: 11-17 Pitedah Gesang Anyar : II Timotiius 4: 5 Pangatag Pisungsung : Pangandharing Toret 14: 23  Rancangan Kidung Pamuji: Kidung Pambuka : KPK BMGJ 16: 1-3 Kidung Panelangsa : KPK BMGJ 111: 1. sabar lan tansah eling. tatag lan tanggon. saha adegipun pasamuwan punika kawiwitan saking kesadaran batin: Gusti. Ngengingi kawontenan ingkang sapunika karaosaken pasamuwan ing pundi papan. Jare Gusti kok kersa di seret-seret manggul kayu salib. sarta setya tuhu ing sedaya prekawis. Amin. enget dhateng panggulawentah. Prakawis punika kados ingkang karaosaken durjana ingkang moyoki Sang Kristus. Prekawis punika wigati dipun gatosaken.remen jangan lodheh inggih gantos bening utawi sop. 2 Kidung Pisungsung : KPK BMGJ 183: 1. dredah. ora mungkin disalib. Kados paseksining jurumazmur ing Mazmur 46: Gusti Allah iku dadi papan pangayoman kita lan karosan kita. mekaten pratelanipun. pangrimat lan pangreksa saking Gusti Allah kita. Bom saking bahan kimia ingkang ngrisak gedung. Pasamuwan ingkang kinasih ing Gusti Yesus. Ya kudune malah kabeh prajurit iki dikalahake”. Tembung kula ndherek punika ngengetaken dhateng kula lan panjenengan supados tansah yakin. lan sapiturutipun). 4. “La yen sekti tenan kudune ora mungkin mati.

Karenanya baik bila mempersembahkan doa ini: “Allah yang perkasa. Lingkaran Adven-Natal menyampaikan pesan menarik.Khotbah Jangkep Minggu. sebagaimana dilambangkan dalam lilin adven warna ungu yang setiap minggunya nyalanya akan terus bertambah. diperlukan keberanian untuk mantap dalam berharap dan pasti dalam misteri. Beranikah Gereja menggantungkan harapan pada janji akan kedatangan Tuhan? Beranikah Gereja percaya kepada Sang Raja yang datang dalam kelemahan seorang bayi papa? Di tengah pergumulan itu. Melalui pertobatan pengharapan akan semakin kuat karena disertai rahmat belas kasih Allah. keyakinan akan pengharapan terus menyala. Gereja menghayati dengan simbol warna ungu yang melambangkan kecemasan dan kekhawatiran. Gereja diajak untuk merenungkan pengharapannya kembali kepada Sang Raja Semesta. Sekalipun demikian. Melalui Minggu Adven. Pada awal tahun liturgi. Bacaan leksionari pada minggu adven I ini hendak mengajak umat Tuhan mengarahkan hati selalu kepada Tuhan. Buatlah kami memahami misteri Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . sumber pengharapan dunia. Taruhlah cahaya terang-Mu dalam hidup kami sehingga mata iman kami tetap melihat pengharapan. Inilah yang menjadi makna Minggu Adven. Baru saja Gereja bertemu dengan kemahakuasaan Kristus Sang Raja Semesta Alam pada Minggu kemarin. Gereja memasuki kembali proses formasi iman yang penuh misteri. Antar Bacaan: Mazmur 122. Menarik untuk direnungkan bahwa setiap memasuki tahun baru liturgi selalu diiringi harapan. Bacaan III:Injil Matius 24:36-44  Dasar Pemikiran Minggu ini Gereja memasuki tahun baru liturgi. anugerahilah kami kekuatan untuk mengatasi kegelapan hidup. Bacaan II: Roma 13:11-14. menanti dengan segenap hati Sang Putra Ilahi. 28 November 2010 Minggu adven I TERARAH PADA TUHAN Bacaan I: Yesaya 2:1-5. pada akhir minggu tahun liturgi. Di tengah situasi itu sikap iman yang paling tepat adalah bertobat. Untuk maksud ini.

Yesaya mengajak untuk naik ke gunung Tuhan. sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem. ke rumah Allah Yakub. dan supaya kita berjalan menempuhnya. jangan dalam percabulan dan hawa nafsu. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya. Pernyataan firman Tuhan tentang Yehuda dan Yerusalem ingin menunjuk pada orang-orang yang mau mengarahkan hati kepada Allah. seperti pada siang hari. jangan dalam pesta pora dan kemabukan. Amin. kita naik ke gunung TUHAN. sebagaimana disebut sebagai keterangan dalam ayat 1. Menempuh jalan Tuhan berarti mau berjalan di dalam terang yang menuju kehidupan kekal bukan menuju pada kebinasaan. II Roma 13:11-14 Marilah kita hidup dengan sopan. pusat kegiatan keagamaan yang penting. Ini pula yang menjadi sumber iman mengapa kerinduan akan rumah Tuhan begitu mendalam di hati umat Tuhan. ke rumah Allah Yakub. Berjalan di jalan Tuhan berbeda dengan jalan orang fasik yang menyimpang dari kehendak Tuhan.  Tafsir: Yesaya 2:1-5 "Mari. Pusat ziarah bangsa Israel adalan Yerusalem. Yehuda adalah kaum penting di antara suku-suku di Israel. Dari keturunan Yehuda ini diyakini Mesias akan datang. supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya. Sedangkan Yerusalem merupakan ibukota Yehuda. supaya mendapatkan pengajaran tentang jalan Tuhan. Tujuan ziarah adalah untuk bersyukur pada Tuhan dan berdoa memohon berkat kesejahteraan. Mazmur 122 ke mana suku-suku berziarah." Yesaya bin Amos menerima pernyataan firman Tuhan tentang Yehuda dan Yerusalem. Khotbah Jangkep November & Desember 2010 .inkarnasi oleh karena Roh Kudus supaya kami mantap dalam berharap akan kedatangan Kristus Tuhan kami”. yakni suku-suku TUHAN. untuk bersyukur kepada nama TUHAN Mazmur 122 merupakan nyanyian Ziarah. jangan dalam perselisihan dan iri hati. Itulah keistimewaan Yehuda.

Bacaan ini memberi pengajaran tentang kedatangan Anak Manusia. Kebahagiaan atau kecelakaan manusia ditentukan untuk selamanya pada saat itu. kita naik ke gunung TUHAN. Keselamatan sudah lebih dekat bagi orang yang percaya.Kepada jemaat di Roma. Ketidak-tahuan akan hari kedatangan Anak Manusia meminta orang untuk terus berjaga-jaga. siap-sedia dan siaga. Karena itu. Maka sikap yang benar adalah jangan tiru generasi Nuh. Yang menjadi rujukan pengajaran adalah zaman Nuh. Renungan atas Bacaan ”Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir”. Karena keselamatan sudah dekat. Injil Mateus 24:36-44 Hendaklah kamu juga siap sedia. ke rumah Allah Yakub. menjauhi hawa nafsu. Maka sikap hidup memuliakan Allah kiranya menjadi keutamaan. tidak disangka-sangka air bah datang dan melenyapkan semuanya. Mengingat hari kedatangan Tuhan adalah menentukan. karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga. segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana. dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari. perselisihan dan iri hati. Hal ini bisa dilatihkan melalui puasa pada masa adven. Tentu ajakan ini merupakan bahasa kiasan yang bermakna untuk bersikap waspada secara positif. Konsekuensinya dengan merawat tubuh untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Rasul Paulus memberikan nasihat yang penting. berjaga-jagalah sebab kapan Tuhan datang tidak ada yang tahu.. waspada.. Ada gerangan apa pada hari-hari yang terakhir itu? “… gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit. tidak terjebak pada pemenuhan hidup konsumtif. supaya Ia mengajar kita tentang jalanKhotbah Jangkep November & Desember 2010 . Segala suatu berjalan seperti biasa. Mengenakan Tuhan Yesus sebagai perlengkapan senjata terang. dinyatakan bahwa kedatangan Anak Manusia tidak diketahui. Apa arti penting pengajaran ini? Adalah sebuah nasihat untuk berjaga-jaga dan siap sedia. demikian Nabi Yesaya menyatakan. Atas dasar pengalaman iman itu. sebagaimana tuan rumah yang tahu pada waktu pencuri akan datang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Seperti apakah perlengkapan senjata terang itu? Hidup dengan sopan.

jangan dalam perselisihan dan iri hati. dan supaya kita berjalan menempuhnya. tempat Rumah Tuhan akan berdiri tegak. seperti pada siang hari. Sebuah kesadaran disampaikan. Zaman Nuh yang dirujuk dalam bacaan Injil menggambarkan situasi orang-orang yang tidak peka pada kehendak Tuhan. Sebuah gambaran tentang pengharapan bagi orang-orang yang mengarahkan hati kepada Allah dengan berjalan di dalam terang Tuhan. ketika Gereja memasuki minggu adven I.jalanNya." Bila direnungkan. Rasul Paulus memaknai sikap iman itu dengan ajakan: “Marilah kita hidup dengan sopan. Sikap inilah yang pantas untuk menyambut kedatangan Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . dan banyak orang akan berduyun-duyun ke sana.” Pokok perenungan: Bagaimana kualitas hidup kita sekarang? Apakah seperti angkatan Nuh yang tidak peka pada kehendak Tuhan? Dengan cara bagaimanakah kita siap sedia untuk menyongsong kedatangan Tuhan? Harmonisasi Bacaan Leksionari Ada keterangan waktu yang penting berdasarkan bacaan pertama. Sebuah bacaan yang memberikan pengharapan. ada sebuah suka cita bagi orang-orang yang hidup di jalan Tuhan. Hidup di jalan Tuhan yang dimaksud tentu berbeda dengan tingkah-polah orang-orang pada zaman Nuh. sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem. jangan dalam percabulan dan hawa nafsu. supaya dalam masa adven. Orang yang mengarahkan hati pada Allah adalah orang yang memiliki kewaspadaan tinggi. selalu siap sedia dan berjaga. jangan dalam pesta pora dan kemabukan. Hidup waspada. Orang hidup semaunya sendiri. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya. Itulah yang ditekankan oleh Pemasmur. Mendapatkan tempat di rumah Tuhan. mengarahkan hati selalu kepada Allah. Bersenang-senang untuk memuaskan hasrat duniawi.” Nabi Yesaya mendapatkan pernyataan firman Tuhan bahwa pada hari-hari yang terakhir gunung. Gereja meningkatkan sikap kewaspadaan rohani. menapaki tahun baru liturgi. melupakan perkara sorgawi. “Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir. hidup terarah kepada Allah dapat dilatihkan melalui ziarah.

Tujuannya supaya semakin mengenal Kristus. ziarah menjadi sarana yang baik untuk melatih diri hidup dalam kewaspadaan ini. sehingga dapat mengenakan Kristus dalam hidup beriman. isih luwih begja wong kang eling lan waspada. sebagaimana dipesankan dalam bacaan Injil. Pokok dan Arah Pewartaan Pesan Injil supaya berjaga dan waspada kiranya menjadi pokok pewartaan. sebagaimana diharapkan Rasul Paulus dalam bacaan kedua. Iman yang mendorong umat Tuhan menempuh peziarahan rohani bersama Tuhan. Gereja tidak segera merayakan Natal selama masa adven tentu lebih baik. Hari ini Gereja tengah merayakan tahun baru liturgi karena telah masuk dalam Minggu Adven I. Nasihat yang tepat dalam masa adven. Kurang lebihnya. Penting pula untuk diingatkan bahwa berjaga dan waspada membutuhkan energi kesabaran yang luar biasa. dan bukan sikap serba terburu nafsu. Artinya kesabaran dalam menanti dan merindukan Tuhan tidaklah sia-sia. Maka jiwa adven perlu dihayati sungguh-sungguh oleh Gereja agar dapat merasakan makna Natal sebagai buah dari olah kesabaran selama penantian. Minggu Adven menjadi penting bagi Gereja sebagai persiapan menyongsong hari raya Natal.Tuhan. Mengingat dalam iman selalu ada kesabaran. masa penting bagi Gereja untuk mengarahkan hati kepada Allah. Maka benarlah ungkapan seorang pujangga Jawa tempo dulu.  Khotbah Jangkep idup selalu diperhadapkan dengan penantian. Sabar dalam menanti adalah sikap yang dimaksudkan dalam menghayati masa penantian. Sebagai sebuah latihan rohani. Lagi pula dalam kesabaran selalu ada kewaspadaan. Sikap seperti itulah yang dimaksudkan selalu mengarahkan hati pada Tuhan. sabegja-begjane wong kang lali. Bagi orang yang memiliki sikap yang tepat dalam menanti tentu menikmati kebahagiaan tersendiri. Melalui bacaan hari ini kita diajak merenungkan kembali arti penting iman Gereja yang percaya pada kedatangan Tuhan yang kedua kali. Untuk maksud ini. masa adven adalah masa latihan bagi Gereja untuk olah kesabaran. Iman yang menuntut keterarahan hati pada Allah. dipandang dari sudut iman. H Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . dan bukan olah pethakilan (banyak cara jahat).

Atas dasar ini. Berziarah kurang lebihnya adalah bersikap sabar menunggu kehendak Tuhan disertai penyerahan diri pada bimbingan Tuhan. Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . Bagaimana supaya kita senantiasa hidup dalam bimbingan cahaya ilahi ini? Hidup taat dengan berkat kesabaran? Kitab Mazmur yang menjadi doa kita hari ini menunjukkan jalan bagaimana melatih kesabaran dengan melakukan ziarah. kita memiliki rencana berwisata rohani atau berziarah tentu sangatlah baik. Akan menerima kebahagiaan atau kecelakaan kekal ditentukan pada hari terakhir ini. Jelas-jelas bukan jalan hidup yang semaunya sendiri. sebagaimana para peziarah yang mau menempuh perjalanan panjang untuk bertemu Tuhan dalam doa heningnya. dengan kesabaran menantikan kedatangan Tuhan. Berbahagialah orang yang mengarahkan hati pada Allah karena mereka akan mendapatkan tempat di rumah Tuhan. Bisakah wisata rohani dimaknai sebagai ziarah? Tentu bisa.Nabi Yesaya dalam bacaan pertama menyatakan bahwa pada hari-hari terakhir gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gununggunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit. Hal-hal tersebut adalah contoh sikap bagi seorang peziarah iman. dan mau berjalan di dalam terang Tuhan. Hari terakhir di mata Tuhan bersifat menentukan. Mereka ini adalah yang mau menerima pengajaran iman. Siap selalu untuk dinaungi dan diterangi cahaya Firman. Bagaimana mengkondisikan perjalanan yang menyenangkan dengan bersikap sabar terhadap segala hal. Hati yang taat berarti selalu dianugerahi berkat kesabaran. Asalkan ketika melakukan wisata disertai persiapan dan niat untuk bertemu Tuhan sepanjang perjalanan. segala bangsa akan berduyun-duyun menuju ke sana. Mereka ini akan menerima keselamatan pada hari-hari yang terakhir. Berjalan dalam terang Tuhan adalah kesiap-sediaan menempuh perjalanan hidup bersama dengan Tuhan. Jangan sampai kebahagiaan direbut oleh sikap-sikap serba egois yang menjadi penyebab rasa tidak nyaman dalam perjalanan. Berjalan dalam terang Tuhan menjadi pesan penting dari Nabi Yesaya. Karenanya berdoa menjadi sebuah kemestian ketika sampai di tempat tujuan wisata rohani. Karena itu selalu dibutuhkan kerendahan hati untuk taat pada bimbingan Tuhan. yang mau menempuh jalan Tuhan. Sebuah wisata rohani yang ditempatkan dalam rangka menghayati masa adven. Maka bila dalam masa adven. Bagaimana bisa bersabar ketika menunggu teman yang belum datang. Nabi Yesaya menerima visi atau penglihatan tentang orang-orang yang mengarahkan hati pada Allah. Akhir-akhir ini wisata rohani digemari oleh orang-orang Protestan.

Tentang bagaimana puasa Kristen. Itulah yang dimaksudkan hidup dengan penuh kewaspadaan. Sarana untuk semakin mengarahkan hati kepada Tuhan. sikap waspada dalam hidup adalah menyerahkan hidup bagi kemuliaan Tuhan. Mereka hidup hanya untuk mengejar keinginan manusiawi. pertanyaan yang disampaikan adalah “Pak. Adalah salah seorang warga Gereja Kristen Jawa di sebuah desa kecil. buku Puasa Kristen yang ditulis oleh Pdt. Yang dikehendaki Tuhan adalah menjalani hidup yang tidak hanyut pada keinginan duniawi. M. Jangan sampai meniru orang-orang pada zaman Nuh yang begitu sembrono menjalani hidup. Bu… ada apa?” Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . Berpuasa. Rasul Paulus memberikan nasihat yang penting. Kalau kita mau mendalami perihal puasa Kristen. kapan saya mendapatkan pelayanan Perjamuan Kudus lagi?” “Masih tiga minggu lagi. Kurang lebihnya. buku panduan MPDK tahun-tahun lalu sudah banyak bicara. wisata rohani. Ketika Pak Pendeta berkunjung. hal ini akan berpengaruh baik pada sikap batin kita. yang berpuncak pada doa penyerahan pada penyelenggaraan ilahi kiranya menumbuhkan sikap kewaspadaan dalam rangka menyambut kedatangan Tuhan. paling tidak kita bisa belajar sabar. Hal ini selaras dengan maksud pengajaran Tuhan dalam bacaan Injil hari ini. Hal ini dijelaskan oleh Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma dalam bacaan kedua. Bukan sabar melunasi hutang. Melalui puasa. sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Seperti apakah perlengkapan senjata terang itu? Hidup dengan sopan. menjauhi hawa nafsu. Harapannya. menantikan Tuhan setiap waktu dengan segala kewaspadaan. Dia sudah lama tidak bisa ke gereja karena sakit. tetapi sabar menahan lapar dan haus. Karena keselamatan sudah dekat. Hal ini bisa dilatihkan melalui puasa pada masa adven. Segala doa dan karya diarahkan pada Tuhan. Lukas Eko Sukoco.Berziarah. perselisihan dan iri hati. Kepada jemaat di Roma. Keselamatan sudah lebih dekat bagi orang yang percaya. Apalagi bila dalam puasa disertai niat dan permohonan rahmat supaya sifat-sifat yang tidak baik diubah dalam kuasa Tuhan menjadi lebih baik. berziarah adalah sarana-sarana yang bisa dipakai untuk semakin memahami kehendak Tuhan dalam hidup. Orang yang mengarahkan hati pada Tuhan adalah orang yang mau taat.Th yang diterbitkan Sinode GKJ dapat kita tengok isinya. Konsekuensinya dengan merawat tubuh untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Mengenakan Tuhan Yesus sebagai perlengkapan senjata terang.

minggu pagi sudah minta dimandikan dan minta didandani dengan sebaik-baiknya. ya Pak… rasanya saya sudah tidak sabar lagi ingin makan dan minum Perjamuan Tuhan. Sebuah sikap yang layak dipersembahkan dalam masa adven. Amin. ibu itu sudah bersama Tuhan dalam perjamuan abadi. menanti dengan penuh kerinduan dan berdandankan kebaikan. kita akan menerima berkat luar bisa dari Tuhan.” “Bu… percayalah. hidup dalam kewaspadaan iman.” “Yang sabar ya Bu.10 Khotbah Jangkep November & Desember 2010 .” Satu hal lagi yang luar biasa dari ibu ini adalah tiap kali dilayani Perjamuan dia selalu mengenakan pakaian yang rapi. Sekarang. tiap kali menerima kabar akan dilayani Perjamuan Kudus. kesabaran panjenengan setiap kali menantikan Perjamuan Kudus pasti diberkati Tuhan. Kata suaminya. 2 Nyanyian Penyesalan : KJ 42 (2x) Nyanyian Kesanggupan : KJ 400:1. Melalui ibu ini kita belajar tentang sikap yang tepat dalam menanti dan menyambut kedatangan Tuhan dalam sakramen Perjamuan Kudus. semakin Perjamuan Kudus itu dirindukan. saya sudah lama sakit.  Rancangan Bacaan Alkitab: Berita Anugerah : Yesaya 2:1-5 Petunjuk Hidup Baru : Roma 13:11-14 Nats Persembahan : Mazmur 122  Rancangan Nyanyian Ibadah: Nyanyian Pembukaan : KJ 84:1.3 Nyanyian Persembahan KJ 403:1-Nyanyian Penutup : KJ 85:1. sepertinya sudah tidak bisa sembuh.” “Iya Pak. yang saya rindukan saat ini hanyalah Tuhan Yesus.“Masih lama.

Lantaran waosan suci dinten punika. kawawas prayogi menawi pasamuwan boten kemrungsung anggenipun mahargya Natal ing satengahing mecaki titi mangsa adven. Mila leres pangandikan ipun satunggaling pujangga bilih sabegja-begjane wong kang lali. Liripun. Kapitadosan ingkang nuntun enering manah sumarah ing Khotbah Jangkep November & Desember 2010 G . Antar Waosan: Jabur 122. Waosan II: Rum 13:11-14. amargi sampun lumebet ing Minggu Adven I. salebeting kapitadosan tansah kadunungan kesabaran. Ing prakawis punika. 28 November 2010 Minggu Adven I ENERING MANAH NAMUNG DHUMATENG GUSTI ALLAH Waosan I: Yesaya 2:1-5.tembtu badhe manggihaken kabinga hanipun piyambak. Dinten punika pasamuwan nembe ngriyayakaken taun enggal liturgi. Mila jiwaning adven kedah dipun raos-raosaken kanthi saestu dening pasamuwan murih dinten ageng Natal sangsaya ndayani ing gesanging kapitadosan. amargi kinanthenan ulah kesabaran ing tengahing ngantu-antu rawuhipun Gusti. kesabaran ing satengahing ngantu-antu rawuhipun Gusti boten muspra. kita kaajak ngraos-raosaken malih wigatining kapitadosanipun pasamuwan dhumateng rawuhipun Gusti ingkang kaping kalih. Kirang langkungipun. Ngengeti. Sabar ing pangantu-antu mujudaken sikep ingkang dipun kersakaken wonten ing satengahing pangantu-antu. Sikep kados mekaten ingkang dipun wastani tansah ngeneraken manah dhumateng Gusti Allah. lan boten asikep sarwa kemrungsung. Punapa malih ing tengahing kesabaran tansah kadunungan kawaspadan. Minggu Adven dados wigati tumrap pasamuwan minangka pacawisan methukaken dinten Natal. Tumraping tiyang ingkang nindakaken pandamel lan sikep ingkang trep salebeting ngantu-antu. lan boten malah ulah pethakilan. isih luwih begja wong kang eling lan waspada.Khotbah Jangkep Jawi Minggu. titi mangsa adven punika wekdal kangge pasamuwan gladhen ulah kesabaran. Waosan III: Mateus 24:36-44  Khotbah Jangkep: esang tansah dipun aben-ajengaken kaliyan pangantu-antu.

tuwin purun ngambah ing pepadhanging Sang Yehuwah. nedahaken margi kangge nggladhi kesabaran kanthi nindakaken jiyarah.ngarsanipun Allah. Nabi Yesaya ing waosan sepisan nelakaken bilih ing dinten-dinten wekasan. Lumampah ing pepadhanging Sang Yehuwah dados piweling ingkang utami saking Nabi Yesaya. kathah bangsa badhe kumrubut sami marek. Kados pundi saged sabar nalika ngentosi kanca rombongan ingkang dereng dhateng. nelakaken samektaning manah lumampah ing margining Sang Yehuwah. Wekdal samangke nama “kegiatan wisata rohani” dipun remeni dening tiyang-tiyang Kristen Protestan. Kapitadosan ingkang nuntun umatiPun Gusti nindakaken pasujarahaning karohanen tinunggil ing Gusti. Manah ingkang mbangun turut tansah kasinungan berkah kesabaran. Kadospundi ing sauruting margi tansah kanthi sabar ngadhepi sawernining prekawis ingkang kadhangkala boten kininten. Satunggaling pasujarahan ingkang dipun papanaken minangka sarana ngraos-raosaken maknaning titi mangsa adven. kanthi Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . Cetha menawi boten gesang sapikajengipun piyambak. Tiyang-tiyang punika badhe nampi kawilujengan ing dinten wekasan. Lumaku ing pepadhange Sang Yehuwah. Sauger nalika nindakaken wisata rohani dipun kantheni niyat kepingin pinanggih Gusti ing sauruting margi. kapadhangan ing cahyaning Sabda Suci. gunung papan padalemane Sang Yehuwah bakal ngadeg jejeg ing sadhuwure gunung-gunung. Nabi Yesaya nampi pameca tumrap tiyang-tiyang ingkang ngeneraken manahipun dhumateng Gusti Allah. Jiyarah kirang langkungipun asikep sabar ngantu-antu karsanipun Gusti kinanthenan pasrahing dhiri dhumateng pangreksanipun Gusti. Mila mekaten. Begja tumraping tiyang ingkang ngeneraken manahipun dhumateng Gusti Allah amargi piyambakipun badhe manggen ing padalemanipun Gusti Allah. Badhe nampi kabingahan langgeng punapa kacilakan langgeng. Prekawis punika mujudaken conto kadospundi nindakaken pasujarahan. Awit saking punika. menawi ing tengahing titi mangsa adven nggadhahi rancangan wisata rohani utawi jiyarah temtu prayogi sanget. Sampun ngantos kabingahan ing sauruting margi dipun jarah-rayah dening sikep mentingaken dhiri pribadi ingkang njalari raos boten jenjem. Tiyang-tiyang ingkang purun nampi piwulanging kapitadosan. Tansah samekta katuntun ing pangreksanipun Gusti. Kadospundi supados kita tansah gesang ing tuntunaning cahya pepadhang? Gesang mbangun turut kinanthenan berkah kasabaran? Kitab Mazmur ingkang dados pandonga kita dinten punika. Mila mekaten tansah dipun betahaken andhap asoring manah kangge mbangun turut ing tuntunanipun Sang Yehuwah. Ingkang purun ngambah ing margining Allah. Punapa wisata rohani saged dipun anggep minangka jiyarah? Temtu saged. Dinten wekasan punika nemtokaken gesangipun tiyang.

Kanthi siyam. prekawis punika saged numusi ing sikep batos. Prakawis punika dipun tandhesaken dening Rasul Paul dhumateng pasamuwan ing Rum ing waosan ingkang kaping kalih. Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . Dhateng Pasamuwan Rum. kita sinagedaken sinau sabar. Ngrasuk Gusti Yesus minangka gegamaning pepadhang. Tiyang ingkang ngeneraken manah dhumateng Gusti Allah punika tiyang ingkang purun mbangunturut. kados dene para tiyang ingkang lumpah ing margining jiyarah ingkang panjang saperlu pinanggih Gusti ing pandonganipun. ananging sabar anggen kita nahan luwe tuwin ngelak. Kawilujengan sampun celak kaliyan tiyang-tiyang pitados. tuwin sami asikep gegamaning pepadhang! Kados pundi asikep gegamaning pepadhang? Gesang kanthi sopan. Rasul Paul paring piweling ingkang wigati. drengki tuwin srei. Kirang langkungipun. Prekawis punika saged dipun gladhi kanthi nindakaken siyam ing titi mangsa adven. Boten sabar anggenipun nyaur utang. Sarana kangge ngeneraken manah dhumateng Gusti Allah. nyingkiri hawa nafsu. ngantu-antu Gusti ing sauruting wekdal kanthi kawaspadan. buku Puasa Kristen ingkang sinerat dening Pdt. Punika ingkang dipun wastani gesang ingkang kebak kawaspadan.Th ingkang kawedalaken dening GKJ saged kita sinaoni kanthi premati. Kanthi mekaten ateges purun misungsungaken gesang kagem kaluhuranipun Gusti. Amargi kawilujengan sampun celak. Sedaya pandonga tuwin pakaryan kaeneraken kagem kaluhuraning asmanipun Gusti. Tiyang-tiyang punika namung ngarah pepenginaning kadonyan. M. Menawi kita purun nggegilut bab siyam satata Kristen. Dene ingkang dipun kersakaken Gusti inggih punika gesang ingkang boten kelu dening pepenginan kadonyan. mila sumangga kita sami ngrucat sakathahing pratingkahing pepeteng. buku panduan MPDK taun-taun kepengker sampun nerangaken. Punapa malih menawi anggenipun nindakaken siyam dipun kantheni niyat tuwin nyadhong sih rahmat supados sesipatan ingkang boten sae saged dipun dandosi kanthi panguwaosipun Gusti. Prekawis punika kados ingkang dipun kersakaken ing piwulanging Injil dinten punika. Lukas Eko Sukoco. Jiyarah. sikep waspada punika gesang ingkang ngluhuraken Gusti Allah. jiyarah mujudaken sarana ingkang saged dipun agem supados sangsaya manggihaken karsanipun Gusti ing satengahing gesang. Tujuwanipun.kasabaran ngantu-antu rawuhipun Gusti. Sampun ngantos nuladha tiyang-tiyang ing jamanipun Nabi Nuh ingkang sembranan anggenipun gesang. wisata rohani. Magepokan kaliyan kadospundi nindakaken siyam satata Kristen. ingkang puncakipun ing pandonga pasrah sumarah ing pangreksaning Allah mugi nuwuhaken sikep waspada ing tengahing ngantuantu rawuhipun Gusti. Nindakaken siyam.

188:1-Kidung Panutup : KPK-BMGJ no. ngantu-antu kanthi kebak raos cecengklungen kinanthenan dandan kasaenan.3 Kidung Panelangsa : KPK-BMGJ no. ketingalipun sampun boten saged dipun usadani. Nalika Bapa Pandhita tetuwi. kita badhe nampi berkah ingkang elok saking Gusti. saben nampi kabar badhe kaladosaken Bujana Suci. ibu punika sampun nunggil kaliyan Gusti ing Bujana Swarga ingkang langgeng. pitakenanan ingkang dipun aturaken inggih punika. Satunggaling sikep ingkang pantes kapisungsungaken ing satengahing titi mangsa adven.” “Ingkang sabar nggih Bu. benjang punapa kula pikantuk peladosan Bujana Suci malih?” “Taksih tigang minggu malih.” “Inggih Pak. Manut paseksinipun ingkang kakung. 325:1. satemah boten saged tindak dhateng greja malih. 320:1.3 Kidung Pisungsung : KPK-BMGJ no. Bu… wonten punapa?” “Taksih dangu nggih.” Setunggal prekawis ingkang elok saking ibu punika.Wonten satunggaling warga Pasamuwan Kristen Jawi ing satunggaling dhusun alit.  Rancangan Waosan Kitab Suci: Pawartos Sih Rahmat : Yesaya 2:1-5 Pitedah Gesang Enggal : Rum 13:11-14 Nats Pisungsung : Jabur 122  Rancangan Kidung Pamuji: Kidung Pambuka : KPK-BMGJ no. Amin. saben-saben dipun ladosi Bujana Suci piyambakipun tansah ngagem busana ingkang rapi.4 Kidung Kesanggeman : KPK-BMGJ no. Pak… raosipun kawula sampun boten sabar malih kepengin kembul bujana ing Pambujananipun Gusti.”Pak. Lantaran ibu punika kita sinau menggahing sikep ingkang pantes nalika ngantu-antu tuwin methukaken sih rahmatipun Gusti ing Pambujanan Suci. Sapunika. 52:1. Piyambakipun sampun dangu nandhang sakit. sangsaya kita ngantu-antu Bujana Suci. 210:1. gesang kapenuhan sikep kawaspadan.” “Bu… kula aturi pitados. minggu enjang sampun nyuwun siram tuwin dandan ingkang sae.4 Khotbah Jangkep November & Desember 2010 . kula sampun dangu nandhang sakit. kasabaran panjenengan saben-saben ngantuantu Sakramen Bujana Suci temtu dhatengaken Berkah Dalem. ingkang kawula antu-antu sapunika namung Gusti Yesus.