P. 1
9 Akhlak Etika Moral Dalam Islam

9 Akhlak Etika Moral Dalam Islam

|Views: 274|Likes:

More info:

Published by: Adiep Alliece Natsugaya on Aug 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2013

pdf

text

original

AKHLAK, ETIKA DAN MORAL (Dalam Perspektif Islam

)

Sejarah Agama menunjukkan bahwa kebehagiaan yang ingin dicapai dengan menjalankan syariah agama itu hanya dapat terlaksana dengan adanya akhlak yang baik. Kepercayaan yang hanya berbentuk pengetahuan tentang keesaan Tuhan, ibadah yang dilakukan hanya sebagai formalitas belaka, muamalah yang hanya merupakan peraturan yang tertuang dalam kitab saja, semua itu bukanlah merupakan jaminan untuk tercapainya kebahagiaan tersebut. Timbulnya kesadaran akhlak dan pendirian manusia terhadap-Nya adalah pangkalan yang menetukan corak hidup manusia. Akhlak, atau moral, atau susila adalah pola tindakan yang didasarkan atas nilai mutlak kebaikan. Hidup susila dan tiap-tiap perbuatan susila adalah jawaban yang tepat terhadap kesadaran akhlak, sebaliknya hidup yang tidak bersusila dan tiap-tiap pelanggaran kesusilaan adalah menentang kesadaran itu. Kesadaran akhlak adalah kesadaran manusia tentang dirinya sendiri, dimana manusia melihat atau merasakan diri sendiri sebagai berhadapan dengan baik dan buruk. Disitulah membedakan halal dan haram, hak dan bathil, boleh dan tidak boleh dilakukan, meskipun dia bisa melakukan. Itulah hal yang khusus manusiawi. Dalam dunia hewan tidak ada hal yang baik dan buruk atau patut tidak patut, karena hanya manusialah yang mengerti dirinya sendiri, hanya manusialah yang sebagai subjek menginsafi bahwa dia berhadapan pada perbuatannya itu, sebelum, selama dan sesudah pekerjaan itu dilakukan. Sehingga sebagai subjek yang mengalami perbuatannya dia bisa dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya itu. Dalam berbagai literature tentang ilmu akhlak islami, dijumpai uraian tentang akhlak yang secara garis besar dapat dibagi dua bagian, yaitu; akhlak yang baik (akhlak al-karimah), dan akhlak yang buruk (akhlak madzmumah). Berbuat adil, jujur, sabar, pemaaf, dermawan dan amanah misalnya termasuk dalam akhlak yang baik. Sedangkan berbuat yang dhalim, berdusta, pemarah, pendendam, kikir dan curang termasuk dalam akhlak yang buruk. Secara teoritis macam-macam akhlak tersebut berinduk pada tiga perbuatan yang utama, yaitu hikmah (bijaksana), syaja'ah (perwira/ksatria) dan iffah (menjaga diri dari perbuatan dosa dan maksiat). Hukum-hukum akhlak ialah hokum-hukum yang bersangkut paut dengan perbaikan jiwa (moral); menerangkan sifat-sifat yang terpuji atau keutamaankeutamaan yang harus dijadikan perhiasan atau perisai diri seseorang seperti jujur, adil, terpercaya, dan sifat-sifat yang tercela yang harus dijauhi oleh seseorang seperti bohong, dzalim, khianat. Sifat-sifat tersebut diterangkan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah dan secara Khusus dipelajari dalam Ilmu Akhlak (etika) dan Ilmu Tasawuf. AKHLAK Ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk mendefinisikan akhlak, yaitu pendekatan linguistic (kebahasaan), dan pendekatan terminologic (peristilahan). Dari sudut kebahasaan, akhlak berasal dari bahasa arab, yaitu isim mashdar (bentuk infinitive) dari kata al-akhlaqa, yukhliqu, ikhlaqan, sesuai timbangan (wazan) tsulasi majid af'ala, yuf'ilu, if'alan yang berarti al-sajiyah (perangai), at-

1

harus. 2 . Ibn Miskawaih (w. Menurut Ahmad Amin mengartikan etika adalah ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk. yang bersangkutan dalam keadaan tidak sadar. yaitu isim yang tidak memiliki akar kata. Adapun arti etika dari segi istilah. yaitu studi yang sitematik mengenai sifat dasar dari konsep-konsep nilai baik. tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan atas dasar kemauan. sebab isim masdar dari kata akhlaqa bukan akhlak. al-maru'ah (peradaban yang baik) dan al-din (agama). tidur atau gila. bukan karena ingin dipuji orang atau karena ingin mendapatkan suatu pujian. Namun akar kata akhlak dari akhlaqa sebagai mana tersebut diatas tampaknya kurang pas. mengatakan akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gambling dan mudah. Sementara itu. Ketiga. Kedua. perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan tanpa pemikiran. Untuk menjelaskan pengertian akhlak dari segi istilah. telah dikemukakan para ahli dengan ungkapan yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandangnya. tetapi ikhlak. Dari pengertian kebahasaan ini terlihat bahwa etika berhubungan dengan upaya menentukan tingkah laku manusia.thobi'ah (kelakuan. Dalam kamus umum bahasa Indonesia. Kelima. Keempat. dengan agak lebih luas dari Ibn Miskawaih. sejalan dengan cirri yang keempat perbuatan akhlak (khususnya akhlak yang baik) adalah perbuatan yang dilakukan karena ikhlas semata-mata karena Allah. pilihan dan keputusan yang bersangkutan. Berkenaan dengan ini. melainkan kata tersebut memang sudah demikian adanya. buruk. hilang ingatan. salah. kelaziman). al-adat (kebiasaan. pertama. perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang. etika berasal dari bahasa Yunani. Berikutnya. Definisi-definisi akhlak tersebut secara subtansial tampak saling melengkapi. yaitu. dan darinya kita dapat melihat lima cirri yang terdapat dalam perbuatan akhlak. akhlak merupakan isim jamid atau isim ghair mustaq. bukan main-main atau karena bersandiwara. etika diartikan ilmu pengetahuan tentang azaz-azaz akhlak (moral). sehingga telah menjadi kepribadiaannya. etika dinyatakan sebagai filsafat moral. karena kepiawaiannya dalam membela Islam dari berbagai paham yang dianggap menyesatkan. menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia di dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang seharusnya diperbuat. bahwa perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan sesungguhnya. 421 H/1030 M) yang selanjutnya dikenal sebagai pakar bidang akhlak terkemuka dan terdahulu misalnya secara singkat mengatakan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. maka timbul pendapat yang mengatakan bahwa secara linguistic. tabiat. tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. dan sebagainya. menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Ini tidak berarti bahwa saat melakukan sesuatu perbuatan. watak dasar). bahwa perbuatan akhlak adalah perbuatan yang timbul dari dalam diri orang yang mengerjakannya. kita dapat merujuk kepada berbagai pendapat para pakar di bidang ini. Imam Al-Ghazali (1015-1111 M) yang selanjutnya dikenal sebagai hujjatul Islam (pembela Islam). dalam Encyclopedia Britanica. benar. ETIKA Dari segi etimologi (ilmu asal usul kata). ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat.

sedangkan moral tolak ukurnya yang digunakan adalah norma-norma yang tumbuh dan berkembang dan berlangsung di masyarakat. Kedua. Selain itu. Dengan demikian etika lebih berperan sebagai konseptor terhadap sejumlah perilaku yang dilaksanakan oleh manusia. kelebihan dan sebagainya. memiliki kekurangan. Ketiga. Keempat. Dengan demikian etika lebih bersifat pemikiran filosofis dan berada dalam konsep-konsep. dilihat dari segi objek pembahasannya. absolute dan tidak pula universal. benar atau salah. Ia terbatas. dilihat dari segi fungsinya. etika bersumber pada akal pikiran atau filsafat. mulia. Sebagai hasil pemikiran. dapat segera diketahui bahwa etika berhubungan dengan empat hal sebagai berikut. mores yaitu jamak dari kata mos yang berarti adat kebiasaan. Dengan demikian etika sifatnya humanistis dan antroposentris yakni bersifat pada pemikiran manusia dan diarahkan pada manusia. terhormat. dapat berubah. Pertama. maka etika lebih merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan yang dilakukan manusia untuk dikatan baik atau buruk. sedangkan etika berada dalam dataran realitas dan muncul dalam tingkah laku yang berkembang di masyarakat. dilihat dari segi sifatnya. kita dapat mengatakan bahwa antara etika dan moral memiki objek yang sama. kalau dalam pembicaraan etika. MORAL Adapun arti moral dari segi bahasa berasal dari bahasa latin.Dari definisi etika tersebut diatas. Jika pengertian etika dan moral tersebut dihubungkan satu dengan lainnya. Berbagai pemikiran yang dikemukakan para filosof barat mengenai perbuatan baik atau buruk dapat dikelompokkan kepada pemikiran etika. yaitu sama-sama membahas tentang perbuatan manusia selanjutnya ditentukan posisinya apakah baik atau buruk. Berdasarkan kutipan tersebut diatas. sosiologi. Pertama. Di dalam kamus umum bahasa Indonesia dikatakan bahwa moral adalah penetuan baik buruk terhadap perbuatan dan kelakuan. salah. Namun demikian dalam beberapa hal antara etika dan moral memiliki perbedaan. ilmu ekonomi dan sebagainya. buruk. etika berupaya membahas perbuatan yang dilakukan oleh manusia. 3 . Dengan kata lain etika adalah aturan atau pola tingkah laku yang dihasulkan oleh akal manusia. maka etika tidak bersifat mutlak. baik atau buruk. pendapat atau perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar. yaitu apakah perbuatan tersebut akan dinilai baik. kehendak. etika bersifat relative yakni dapat berubah-ubah sesuai dengan tuntutan zaman. Etika lebih mengacu kepada pengkajian sistem nilai-nilai yang ada. psikologi. dilihat dari segi sumbernya. penentu dan penetap terhadap sesuatu perbuatan yang dilakukan oleh manusia. ilmu politik. untuk menentukan nilai perbuatan manusia baik atau buruk menggunakan tolak ukur akal pikiran atau rasio. hina dan sebagainya. Selanjutnya moral dalam arti istilah adalah suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas dari sifat. karena berasal dari hasil berfikir. dapat dipahami bahwa moral adalah istilah yang digunakan untuk memberikan batasan terhadap aktifitas manusia dengan nilai (ketentuan) baik atau buruk. etika juga memanfaatkan berbagai ilmu yang memebahas perilaku manusia seperti ilmu antropologi. Dengan cirri-cirinya yang demikian itu. etika berfungsi sebagai penilai. perangai.

AKHLAK ISLAMI Mungkin banyak diantara kita kurang memperhatikan masalah akhlak. Orang yang demikian akan dengan mudah dapat melakukan suatu perbuatan tanpa harus ada dorongan atau paksaan dari luar. dapat sampai pada suatu kesimpulan. Namun 4 . perasaan wajib atau keharusan untuk melakukan tindakan yang bermoral. Dengan demikian akhlak Islami adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah. Dengan kata lain akhlak Islami adalah akhlak yang disamping mengakui adanya nilai-nilai universal sebagai dasar bentuk akhlak. Dilihat dari segi sifatnya yang universal. Tauhid merupakan realisasi akhlak seorang hamba terhadap Allah dan ini merupakan pokok inti akhlak seorang hamba. Namun dalam rangka menjabarkan akhlak islami yang universal ini diperlukan bantuan pemikiran akal manusia dan kesempatan social yang terkandung dalam ajaran etika dan moral. Pertama. Islam bukanlah agama yang mengabaikan akhlak. maka akan membentuk kesadaran moralnya sendiri. disengaja. kesadaran moral dapat juga berwujud rasional dan objektif. conscientia. kesadaran moral dapat pula muncul dalam bentuk kebebasan. Nilai-nilai tersebut ada yang berkaitan dengan perasaan wajib. Semakin sempurna tauhid seseorang maka semakin baik akhlaknya. Jika nilai-nilai tersebut telah mendarah daging dalam diri seseorang. dan bahasa arab disebut dengan qalb. Kedua. Etika dan moral sama artinya tetapi dalam pemakaian sehari-hari ada sedikit perbedaan. sedangkan etika dipakai untuk pengkajian system nilai yang ada. Dan akhlak mempunyai hubungan yang erat. artinya dapat disetujui berlaku pada setiap waktu dan tempat bagi setiap orang yang berada dalam situasi yang sejenis. sebagai hal yang objektif dan dapat diberlakukan secara universal. berlaku umum dan kebebasan. bahkan islam mementingkan akhlak. Nilai atau sistem hidup tersebut diyakini oleh masyarakat sebagai yang akan memberikan harapan munculnya kebahagiaan dan ketentraman. Berdasarkan pada uraian diatas. Seorang yang bertauhid dan baik akhlaknya berarti ia adalah sebaik-baik manusia. fu'ad. yaitu suatu perbuatan yang secara umum dapat diterima oleh masyarakat. namun disisi lain dalam masalah akhlak kurang diperhatikan. Kata Islam yang berada di belakang kata akhlak dalam hal menempati posisi sebagai sifat. rasional. juga mengakui nilai-nilai bersifat local dan temporal sebagai penjabaran atas nilai-nilai yang universal itu. Secara sederhana akhlak Islami dapat diartikan sebagai akhlak yang berdasarkan ajaran Islam atau akhlak yang bersifat Islami.Dengan demikian tolak ukur yang digunakan dalam moral untuk mengukur tingkah laku manusia adalah adat istiadat. kebiasaan dan lainnya yang berlaku di masyarakat. maka akhlak Islami juga bersifat universal. geweten. Yang perlu diingat bahwa tauhid sebagai sisi pokok/inti islam yang memang seharusnya kita utamakan. Ketiga. Moral atau moralitas dipakai untuk perbuatan yang sedang dinilai. dan sebaliknya bila seorang muwahhid memiliki akhlak yang buruk berarti lemah tauhidnya. gewissen. Di satu sisi kita mengutamakan tauhid yang memang merupakan perkara pokok/inti agama ini. Kesadaran moral erta pula hubungannya dengan hati nurani yang dalam bahasa asing disebut conscience. bahwa moral lebih mengacu kepada suatu nilai atau system hidup yang dilaksanakan atau diberlakukan oleh masyarakat. berupaya menelaah dan mempelajarinya. mendarah-daging dan sebenarnya yang didasarkan pada ajaran Islam. namun tidak berarti mengabaikan perkara penyempurnaannya. Dalam kesadaran moral mencakup tiga hal.

perlu dipertegas disini. supaya kebajikan senantiasa dibalas dengan kebajikan. Akhlak diniah (agama/Islam) mencakup berbagai aspek. Allah berfirman dalam Al-Qur'an. pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. dan sesama saudara. Nabi SAW bersabda. kekuasaan. perdamaian. Singkatnya. walaupun etika dan moral itu diperlukan dalam rangka menjabarkan akhlak yang berdasarkan agama (akhlak Islami). (2) Bersyukur sesama makhluk sebagai ketetapan daripada Allah. sehingga kita harus menjaga amanah tersebut. Ketiga." (HR. dan kagum seseorang dengan dirinya sendiri. atasan/pimpinan. Bersifat adil. binatang. (1) Sebagai tanda kerendahan hati terhadap segala nikmat yang diberikan oleh Sang Pencipta adalah sama. terlampau bakhil. akan menghasilkan kemenangan dan kejayaan. Al-Baqarah : 283). Ruang lingkup akhlak Islami adalah sama dengan ruang lingkup ajaran Islam itu sendiri. Allah berfirman. "Tiga perkara yang menyelamatkan yaitu takut kepada Allah ketika bersendirian dan di khalayak ramai. sehingga patut dikedepankan bagi setiap muslim dalam melahirkan individu/pribadi unggul. persaudaraan. Keempat. Imam Al-Baihaqi). "Bahagialah dengan limpahan kebaikan bagi orang-orang yang bila dihadiri (berada dalam kumpulan) tidak dikenal. Adil juga tidak lain ialah berupa perbuatan yang tidak berat sebelah. Dalam hal ini. Abu Syeikh). dan roh kepada keadilan. Ikhlas adalah inti dari setiap ibadah dan perbuatan seorang muslim. bersyukur. amanah berarti sesuatu yang dipercayakan." Keikhlasan seseorang ini. Mereka itulah pelita hidayah. akan mencapai kebaikan lahir-bathin dan dunia-akherat." (HR. Jadi ketika etika digunakan untuk menjabarkan akhlak Islami. "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan (keikhlasan) kepadaNya dalam (menjalankan) agama dengan lurus. Bersyukur pada tataran menjadi pribadi unggul berlaku pada dua keadaan. Dalam suatu sumber menyebutkan. Anggota masyarakat yang mengamalkan sifat ikhlas. khususnya yang berkaitan dengan pola hubungan." (QS. Ibrahim : 7). hingga kepada sesame makhluk (manusia. amanah. Tersisih daripada mereka segala fitnah dan angkara orang yang dzalim. dan benda-benda yang tak bernyawa). ikhlas. kestabilan negara. 5 . amanah adalah asas ketahanan umat. adil. yaitu adil terhadap diri sendiri. Al-Bayyinah : 5. bawahan. berarti menempatkan/meletakan sesuatu pada tempatnya. tetapi apabila tidak hadir tidak pula kehilangan. Berikut ini. Yaitu sifat mulia yang mesti diamalkan oleh setiap orang. dan sekiranya kamu mengingkari (kufur nikmatKu). serta kesejahteraan. Nabi SAW bersabda. dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. dan berjimat cermat ketika susah dan senang. Kedua." (QS. Para Ulama menempatkan adil kepada beberapa peringkat. itu tidak berarti akhlak Islami dapat dijabarkan sepenuhnya oleh etika atau moral. serta hanya berkaitan dengan tingkah laku lahiriah. "Maka tunaikanlah oleh orang yang diamanahkan itu akan amanahnya dan bertakwalah kepada Allah Tuhannya. dan tiga perkara yang membinasakan yaitu mengikuti hawa nafsu. ada beberapa nilai akhlak Islam yang menjadi tonggak amalan. Allah SWT berfirman dalam QS. bahwa akhlak dalam ajaran agama tidak dapat disamakan dengan etika atau moral. tumbuh-tumbuhan. maka sesungguhnya azabKu sangat pedih. "Sesungguhnya jika kamu bersyukur. baik sedikit atau banyak. dimulai dari akhlak terhadap Allah. kehormatan.demikian. berlaku adil pada ketika suka dan marah. Hal yang demikian disebabkan karena etika terbatas pada sopan santun antara sesama manusia saja. bersih dari sifat kerendahan dan mencapai perpaduan. dan yang demikian itulah agama yang lurus. Pertama.

" (HR. Adakah orang yang tidak menyukai perhiasan ? jawaban pertanyaan ini jelas. namun karena kesadaran agamanya menghendaki demikian dengan disertai harapan mendapatkan pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala. ia segera mengembalikannya kepada Allah karena kepunyaan-Nyalah segala pujian dan hanya Dialah yang berhak untuk dipuji. manakala ia dapat berguna bagi orang lain? RASUL DIUTUS UNTUK MENYEMPURNAKAN AKHLAK “Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berakhlak yang agung” (Al qalam : 4). tekun. tidak lekas patah hati. Lebih dari itu.Kelima. maka seseorang akan sangat beruntung karena ia mampu mengemudi hidupnya dengan "kesempurnaan". bahwa tidak ada seorangpun melainkan ia menyukai perhiasan dan senang untuk tampil berhias di hadapan siapa saja. memperbaiki dengan akhlak islami. Kalaupun penampilannya mengundang pujian orang. dan bersungguh-sungguh. seseorang itu akan dapat menguatkan pegangannya terhadap ajaran agama dan menghasilkan mutu kerja yang cemerlang serta prestatif (unggul). "Hai orang-orang yang beriman. Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam. rasul kita yang mulia mendapat pujian Allah. Karena itu kita lihat banyak orang berlomba-lomba untuk memperbaiki penampilan dirinya. Yaitu ketaatan pada aturan dan tata tertib. Karena ketinggian akhlak beliau sebagaimana firmanNya dalam surat Al Qalam ayat 4. Ketekunan ini tidak lain adalah usaha dengan rajin." Akhirnya. "Sesungguhnya Allah SWT menyukai apabila seseorang bekerja. Untuk itu. Bukankah. Ketujuh. Ali Imran : 200. tidak lepas putus asa. bahkan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam sendiri menegaskan bahwa kedatangannya adalah untuk menyempurnakan akhlak yang ada pada diri manusia. dengan berdisiplin diri. hidup seseorang dikatakan baik. make up yang mewah dan emas permata. Yang disebut terakhir ini tentunya bukan decak kagum manusia yang dicari. Sehingga dapat diselesaikan dengan baik dan berjaya. Abu Daud). sehingga mengundang decak kagum orang yang melihat. bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara kebajikan) dan kuatkanlah kesabaranmu (lebih dari kesabaran musuh di medan perjuangan) dan tetaplah bersiap siaga (dengan kekuatan pertahanan di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah. Nabi SAW dalam sabdanya menyebutkan. Sehingga perilaku disiplin ini. “Hanyalah aku diutus (oleh Allah) untuk menyempurnakan akhlak.” 6 . sabar. keras hati. ternyata kesabaran ini sangat penting untuk membentuk individu/pribadi unggul. membuat seseorang dapat berperan dengan baik kepada dirinya dan alam sekitarnya. bila dibandingkan dengan perilaku tidak disiplin. Di dalam menghadapi cobaan hidup. dia melakukan dengan tekun. Adapula yang berupaya memperbaiki kualitas akhlak. berdisiplin dalam menjalankan suatu kerja akan dapat menghasilkan mutu kerja yang cemerlang. Yaitu sifat tahan menderita sesuatu (tidak lekas marah. Hal ini seperti dikehendaki Allah SWT dalam QS. Islam sendiri. dan sebagainya). disiplin. Dan kondisi demikian. Ada yang lebih mementingkan perhiasan dhahir (luar) dengan penambahan aksesoris seperti pakaian yang bagus. akan mengantarkan hasrat negara untuk menjadi maju dan unggul dapat dicapai lebih cepat lagi. jauh-jauh hari telah menggalakan umatnya untuk tekun apabila melakukan sesuatu pekerjaan. dengan dimilikinya sifat-sifat unggul tersebut. Keenam. supaya kamu beruntung (berjaya).

dishahihkan al Bani.” (HR Tirmidzi.535).284 dan 751). Karena boleh jadi. beliau shalallahu ‘alahi wasallam menggandengkan antara nasehat untuk bertaqwa dengan nasehat untuk bergaul/berakhlak yang baik kepada manusia sebagaimana hadits dari Abi Dzar. bukan pula hitam putih akhlak itu menurut ukuran adat yang dibuat manusia. Karena itu sudah sepantasnya setiap muslim mengambil akhlak yang baik sebagai perhiasannya.Ahmad.45 dan beliau menshahihkannya).627.” (Hadits Shahih Riwayat Tirmidzi. Lihat Riyadus Sholihin no. diriwayatkan juga oleh Ahmad. Dari hadits-hadits di atas dapat dipahami bahwa akhlak yang paling baik memiliki keutamaan yang tinggi.” KEUTAMAAN AKHLAK Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengabarkan bahwa suatu saat rashulullah pernah ditanya tentang kriteria orang yang paling banyak masuk syurga. “Sesungguhnya kekejian dan perbuatan keji itu sedikitpun bukan dari Islam dan sesungguhnya sebaik-baik 7 . ia berkata: hadits hasan. Akhlak merupakan tolak ukur kesempurnaan iman seorang hamba sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam : “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya. Tatkala Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menasehati sahabatnya.” (HR Tirmidzi. tahqiq Rabbah dan Daqqaq). Akhlak yang baik adalah cerminan baiknya aqidah dan syariah yang diyakini seseorang.”(HR. Disahihkan Al Bani dalam Ash Shahihah No. sebagaimana sabda rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam : “Sesuatu yang paling berat dalam mizan (timbangan seorang hamba) adalah akhlak yang baik. dan dishahihkan oleh syaikh Al Salim Al Hilali).(HR. Ahmad. Jelas bagi kita bahwa semuanya berpatokan pada syari’at. Buruknya akhlak merupakan indikasi buruknya pemahaman seseorang terhadap aqidah dan syariah. yang dianggap baik oleh adat bernilai jelek menurut timbangan syari’at atau sebaliknya. Yang perlu diingat bahwa ukuran baik atau buruk suatu akhlak bukan ditimbang menurut selera individu. Dalam riwayat Bukhari dan Muslim dari Abdillah bin Amr bin Al ‘Ash radhiallahu ‘anhuma disebutkan : “Sesungguhnya sebaik-baik kalian ialah yang terbaik akhlaknya. lihat Ash Shahihah oleh Asy Syaikh al Bani no. Lihat ash Shahihah Juz 2 hal 535). Abu Daud dan Ahmad. “Paling sempurna orang mukmin imannya adalah yang paling luhur aqidahnya. Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab : “Taqwa kepada Allah dan Akhlak yang Baik. PENTINGNYA AKHLAK ISLAMI Akhlak ialah salah satu faktor yang menentukan derajat keislaman dan keimanan seseorang. Lihat Ash Shahihah juz 2 hal. Juga sabda beliau : “ Sesungguhnya sesuatu yang paling utama dalam mizan (timbangan) pada hari kiamat adalah akhlak yang baik. dalam semua masalah termasuk akhlak. Allah sebagai Pembuat syari’at ini. Dalam timbangan (mizan) amal pada hari kiamat tidak ada yang lebih berat dari pada aklak yang baik.” (HR. juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad.” (HR. ia berkata bahwa Rashulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada dan balaslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya kebaikan itu akan menutupi kejelekan dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.Tirmidi). Maha Tahu dengan keluasan ilmu-Nya apa yang mendatangkan kemashlahatan/kebaikan bagi hamba-hambaNya. dishahihkan Al Bani. dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu.

Untuk itu. Etika memandang tingkah laku manusia secara umum. akan terbentuk sebuah tatanan yang terjalin dengan nilai-nilai akhlakul karimah. dan susila dengan akhlak adalah terletak pada sumber yang dijadikan patokan untuk menentukan baik dan buruk. Kesemua istilah tersebut sama-sama menghendaki terciptanya keadaan masyarakat yang baik. Akhlak mulia merupakan cerminan keimanan dan amal shaleh seseorang. Dan ini merupakan kekayaan yang tinggi nilainya dalam kehidupan manusia. harmonis. aman. Jika dalam etika penilaian baik buruk berdasarkan pendapat akal pikiran. Etika menjelaskan ukuran baik-buruk. yaitu menentukan hukum atau nilai dari suatu perbuatan yang dilakukan manusia untuk ditentukan baik-buruknya. baik yang khususiah maupun fardhu kifayah. Sehingga dari sini. dan pada moral dan susila berdasarkan kebiasaan yang berlaku umum di masyarakat. dapat dikatakan bahwa etika. disamping tentunya berupa keimanan yang utuh dan amal ibadah itu sendiri. Jika etika lebih banyak bersifat teoritis. Dan akhlak mulia juga merupakan ciri-ciri keunggulan manusia. moral dan susila terlihat pula pada sifat dan kawasan pembahasannya. maka pada akhlak ukuran yang digunakan untuk menentukan baik buruk itu adalah al-qur'an dan al-hadis. Namun demikian etika. sedangkan moral dan susila menyatakan ukuran tersebut dalam bentuk perbuatan. moral. moral dan susila berasal dari manusia sedangkan akhlak berasal dari Tuhan. Perbedaan lain antara etika. susila dan akhlak tetap saling berhubungan dan membutuhkan. Sementara akhlak berasal dari wahyu.Thabrani. sejak awal. insya Allah akan terwujud. moral dan susila berasala dari produk rasio dan budaya masyarakat yang secara selektif diakui sebagai yang bermanfaat dan baik bagi kelangsungan hidup manusia. kita harus berusaha memburu keilmuan tentang itu sebagai bekal dalam membangun kehidupan. dan tentram sehingga sejahtera batiniah dan lahiriyah. moral. susila dan akhlak sama. damai. Dan melalui nilai-nilai ini dan disiplin yang diamalkan oleh anggota masyarakat. yakni ketentuan yang berdasarkan petunjuk Al-Qur'an dan Hadis. Ahmad dan Abu Ya’la) Akhlak merupakan lambang kualitas seorang manusia. dan diselimuti ruhiah Islam. Uraian tersebut di atas menunjukkan dengan jelas bahwa etika. maka pada moral dan susila lebih banyak bersifat praktis. PENUTUP Akhirnya dilihat dari fungsi dan peranannya. Keberadaan akhlak mulia bagi setiap pribadi unggul. teratur. Harapan demikian. umat karena itulah akhlak pulalah yang menentukan eksistensi seorang muslim sebagai makhluk Allah SWT. sedangkan moral dan susila bersifat local dan individual. masyarakat.”(HR. maka akan lahirlah sebuah masyarakat yang aman. manakala setiap diri kita meniatkan secara sungguh-sungguh lagi ikhlas mengharap ridhaNya. Dengan kata lain jika etika. moral. Perbedaaan antara etika. adalah buah dari keimanan yang kental.manusia keislamannya adalah yang paling baik akhlaknya. damai. 8 .

Meninjau berbagai Ajaran. Pengantar Ilmu Fiqh Ushul Fiqh. Mohammad. Aangkasa. 1999. 1978. Lembaga Studi Filsafat Islam. Halim. 9 . CV Pustaka Setia. Syekh Abu Bakar.Daftar Pustaka Achmad. Tt. Ilmu Budaya Dasar. Supan dkk. Al-Ikhlas. 1981. Abuddin. PT Raja Grafindo Persada. Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam. Ghalia Indonesia. Kuliah Akhlak. Zarkasji Abdul. Pt Giri Mukti Pasaka. Salam. 1987. Bandung. Surabaya. 2003. Mudlor. Semarang. 300 Hadits Bekal Dakwah dan Pembina Pribadi Muslim. Budipekerti/Etika dengan Ajaran Islam. Jakarta. Bakry. Kalam Mulia. Jakarta. Mengenal Etika dan Akhlak Islam. Yogyakarta. Jakarta. Jakarta Rifa'i. Wicaksana. Lentera. Mustofa. Kusumamihardja. Yogyakarta. Ahmad. 1999. Masyhur. Yunahar. Oemar. Ridwan. Hukum Adat dalam Tanya Jawab. Al-Jazairi. Akhlak Muslim. Bandung. Nata. 1987. Jakarta. Studia Islamica. Akhlak Tasawuf. Etika dalam Islam. Ilyas. Kahar. 1994. 2003. 1986.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->