P. 1
REPRODUKSI HEWAN

REPRODUKSI HEWAN

|Views: 522|Likes:
Published by Darwin azis
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM Il
“REPRODUKSI HEWAN”

OLEH :

NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN

: DARWIN AZIS : 08101004060 : VIII (DELAPAN) : FRANS RAJAH YARLANDA

LABORATORIUM ZOOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA 2011

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Reproduksi pada hewan dapat terjadi secara seksual maupun secara aseksual. Reproduksi secara seksual pada hampir semua hewan, sedangkan secara seksual hanya terjadi pada hewan-hewan
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM Il
“REPRODUKSI HEWAN”

OLEH :

NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN

: DARWIN AZIS : 08101004060 : VIII (DELAPAN) : FRANS RAJAH YARLANDA

LABORATORIUM ZOOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA 2011

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Reproduksi pada hewan dapat terjadi secara seksual maupun secara aseksual. Reproduksi secara seksual pada hampir semua hewan, sedangkan secara seksual hanya terjadi pada hewan-hewan

More info:

Published by: Darwin azis on Aug 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2013

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM Il

“REPRODUKSI HEWAN”

OLEH :

NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN

: DARWIN AZIS : 08101004060 : VIII (DELAPAN) : FRANS RAJAH YARLANDA

LABORATORIUM ZOOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA 2011

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Reproduksi pada hewan dapat terjadi secara seksual maupun secara aseksual. Reproduksi secara seksual pada hampir semua hewan, sedangkan secara seksual hanya terjadi pada hewan-hewan tertentu, terutama hewan invertebrata. Perkembangbiakan aseksual terjadi tanpa peleburan Sel Kelamin Jantan dan Betina. Perkembangbiakan Vegetatif biasanya terjadi pada hewan tingkat rendah atau tidak bertulang bekakang (Avertebrata). Perkembangbiakan generatif umumnya terjadi pada Hewan tingkat tinggi atau hewan betulang belakang (Vertebrata) (Anonim 2011: 1). Semua hewan yang termasuk kedalam vertebrata atau hewan bertulang belakang ini telah terjadi atau mengalami serta mempunyai sistem transportasi khusus yang mana alat transportasi tersebut terdiri atas sistem peredaran darah tertutup dan sistem peredaran darah terbuka. Dalam sistem peredaran darah tersebut ikut melibatkan organ lain yang ada di dalam tubuh, misalnya jantung, pembuluh-pembuluh darah dan organorgan tubuh lainnya (Junaidi 2005: 132). Pada umumnya semua hewan vertebrata atau hewan bertulang belakang telah mempunyai sistem transportasi khusus yang terdiri atas sistem peredaran darah terbuka yakni sistem getah bening dan sistem peredaran darah tertutup. Sistem peredaran darah pada hewan vertebrata terdiri atas darah dan alat peredaran darah. Alat peredaran darah terdiri atas jantung, pembuluh nadi, pembuluh balik atau kapiler-kapiler darah. Kapiler merupakan pembuluh darah yang mengangkut darah ke jantung. Pembuluh nadi merupakan urat nadi, di sebut pula dengan aorta. Pembuluh balik sering di sebut pula pembuluh vena (Anonim 2011: 2). Reproduksi aseksual merupakan sistem reproduksi dimana suatu individu baru dihasilkan satu individu. Keturunan yang dihasilkan akan memilki materi genetik yang sama persis dengan induknya, sehingga akan terlihat sama persis. Keuntungan cara reproduksi ini adalah suatu individu yang tidak memerlukan pasangan untuk menghasilkan individu baru sehingga akan mempercepat penyebaran luasnya serta

hanya mengeluarkan sedikit energi dibandingkan dengan reproduksi secara seksual (Kimball 2000: 105). Fragmentasi yaitu pemisahan salah satu bagian tubuh yang kemudian dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. Contohnya Planaria sp dan Asterias sp. Budding/tunas/gemmulae yaitu pembentukan tonjolan pada salah satu bagian tubuh hewan dan adapat berkembang menjadi individu baru. Contohnya hewan Acropora sp dan Euspongia sp. Fisi yaitu pembelahan sel pada sel induk dan hasilnya akan berkembang menjadi individu baru. Dibedakan menjadi 2 yaitu pembelahan biner, contohnya pada Bakteri dan pembelahan multiple paada Virus (Anonim 2011: 2). Sporulasi yaitu dengandibentuknya spora pada sel indukdan akhirnya spora akan berkembang menjadi individu baru. Contohnya pada Plasmodium sp. Parthenogenesis yaitu terbentuknya individu baru melalui sel telur yang tanpa dibuahi. Contohnya lebah madu jantan, semut jantan dan belalang. Paedogenesis yaitu terbentuknya individu baru langsung dari larva/nimpha. Contohnya pada kelas Trematoda/cacing isap yaitu Fasciola hepatica dan Clonorchis sinensis (Kimball 2000: 109). Di bagian dinding ventral dari vestibula terdapat klitoris yang homolog dengan penis. Di kedua sisi vesti bulum terdapat kelenjar seks asesori yaitu kelenjar Bartholin. Kelenjar susu hanya terdapat pada mamalia. Kelenjar susu merupakan modifikasi dari kelenjar keringat. Perkembangannya dikontrol oleh hormon estrogen dan progesterone. Produksi susu dirangsang oleh hormon prolaktin, sedangkan pengeluaran susu dirangsang oleh hormon oksitosin (Anonim 2011: 3). Reproduksi adalah salah satu kemampuan hewan yang sangat penting. Tanpa kemampuan tersebut, suatu jenis hewan akan segera punah. Oleh karena itu, perlu dihasilkan sejumlah besar individu baru yang akan mempertahankan jenis individu baru yang akan mempertahankan suatu jenis hewan. Proses pembentukan individu baru inilah yang disebut reproduksi (Kimball 2000: 105).

1.2. Tujuan Praktikum Praktikum ini bertujuan mempelajari serta mengenal sistem reproduksi pada beberapa hewan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Reproduksi vegetatif adalah cara reproduksi makhluk hidup secara aseksual (tanpa adanya peleburan sel kelamin jantan dan betina). Reproduksi vegetatif bisa terjadi secara alami maupun buatan. Perkembangbiakan dengan membelah diri biasanya terjadi pada hewan tingkat rendah, ber sel satu/protoza, misalnya: amuba dan paramaecium. Pembelahan diri biner jika terjadi pembelahan individu menjadi 2 individu baru, dan disebut pembelahan diri multipel (perkembangbiakan dengan spora) jika pembelahan individu menjadi banyak individu, misalnya: plasmanium (Anonim 2011: 3). Reproduksi secara seksual melibatkan dua individu dan dua sel kelamin yaitu sel telur dan spermatozoa. Keturunan yang dihasilkan akan memiliki materi genetik yang merupakan gabungan dari kedua induknya. Keuntungan dari reproduksi ini adalah terbukanya keanekaragaman genetik yang lebih bervariasi serta menyebabkan satu spesies dapat lebh bertahan hidup pada perubahan lingkungan. Pembuahan reproduksi secara aseksual dapat di bagi menjadi dua yaitu secara internal dan eksternal. Pembuahan internal merupakan pembuahan sel telur oleh sperma di dalam tubuh hewan betina, sedangkan pembuahan eksternal terjadi di lingkungan (Kimball 2000: 201). Peristiwa hermaprodit juga di golongkan sebagai reproduksi seksual, meskipun memiliki kareteristik jantan dan betina di dalam tubuhnya, hewan hermaprodite tetap memerlukan pasangan untuk melakukan pembuahan fertilisasi. Alat kelamin jantan di bedakan menjadi alat kelamin dalam dan alat kelamin luar. Alat kelamin dalam terdiri atas testis, saluran repruduksi, kelenjar kelamin (Junaidi 2010: 5). Saluran reproduksi terdiri dari duktus epidermis yaitu tempat pematangan sementara sperma, selanjutnyan terdapat vasa deferensia yang merupakan suatu saluran untukmengangkut sperma ke vesika seminalis (kantung sperma). Arah vasa diverensia ini ke atas, kemudian melingkar ke salah satu ujngnya berakhir kapada kelenjar prostat, dan di belakang kantung kemih saluran ini bersatu membentuk dektus ejakulatorius

yang berakhir di uretra dan duktus ejakulatorius sama-sama berakhir di ujung penis (Kimball 1983: 340). Struktur alat pencernaan berbeda-beda dalam berbagai jenis hewan,

tergantung pada tinggi rendahnya tingkat organisasi sel hewan tersebut serta jenis makanannya. pada hewan invertebrata alat pencernaan makanan umumnya masih sederhana, dilakukan secara fagositosis dan secara intrasel, sedangkan pada hewanhewan vertebrata sudah memiliki alat pencernaan yang sempurna yang dilakukan secara ekstrasel Esofagus berbentuk kerucut, pendek, terdapat di belakang insang, dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Dari kerongkongan makanan di dorongmasuk ke lambung, lambung pada umumnya membesar, tidak jelas batasnya dengan usus. Pada beberapa jenis ikan, terdapat tonjolan buntu untuk memperluas bidang penyerapan makanan (Anonim 2011: 2). Pencernaan dilakukan dalam alat khusus berupa vakuola, sel koanosit dan rongga gastrovaskuler. Selanjutnya, pada cacing parasit seperti pada cacing pita,

alat pencernaannya belum sempurna dan tidak memiliki mulut dan anus. pencernaan dilakukan dengan cara absorbs langsung melalui kulit. Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakan serta banyak menghasilkan lendir, tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim). Dari rongga mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang (Kimball 1983: 345). Kelenjar pencernaan pada ikan, meliputi hati dan pankreas. Hati merupakan kelenjar yang berukuran besal, berwarna merah kecoklatan, terletak di bagian depan rongga badan dan mengelilingi usus, bentuknya tidak tegas, terbagi atas lobus kanan dan lobus kiri, serta bagian yang menuju ke arah punggung. menghasilkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu untuk membantu proses pencernaan lemak. Kantung empedu berbentuk bulat, berwarna kehijauan terletak di sebelah kanan hati, dan salurannya bermuara pada lambung. Kantung empedu berfungsi untuk menyimpan empedu dan disalurkan ke usus bila diperlukan. Pankreas merupakan organ yang berukuran mikroskopik sehingga sukar dikenali (Kimball 2000: 291).

Sistem pencernaan makanan pada amfibi, hampir sama dengan ikan, meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. salah satu binatang amphibi adalah katak. Kelenjar pencernaan pada amfibi, terdiri atas hati dan pankreas. Hati berwarna merah kecoklatan, terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobulus. Hati berfungsi mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan. pankreas berwarna Kekuningan, melekat diantara lambung dan usus dua belas jari (duadenum). Pankreas berfungsi menghasilkan enzim dan hormon yang bermuara pada duodenum (Campbell 2003: 151). Hewan dapat bereproduksi hanya secara aseksual atau seksual, atau biasa bergantian melakukan kedua modus tersebut. Pada afid (aphid, kutu daun), rotier dan krustase air tawar (daphnia), setiap betina dapat menghasilkan dua jenis telur, tergantung pada kondisi lingkungan misalnya waktu-waktu dalam setahun. Satu jenis telur dibuahi tetapi jenis telur yang lainnya berkembang dengan cara parthenogenesis yaitu proses perkembangan telur tanpa harus dibuahi. Hewan dewasa yang dihasilkan melalui parthenogenesis sering kali haploid, dan sel-selnya tidak akan mengalami meiosis dalam pembentukan telur-telur baru (Kimball 1983: 345). Sel-sel yang terspesialisasi yakni gamet bersatu dalam penyatuan seksual dan menghasilkan zigot. Pada sejumlah alga gametnya serupa dan disebut isogamete. Situasi semacam ini disebut heterogami fungsional. Pada tumbuh-tumbuhan dan hewan tingkat tinggi, gamet-gametnya telah mencapai spesialisasi berderajat tinggi menjadi sperma yang motil dan sel telur yang biasanya pasif dan memiliki cadangan makanan. Salah satu ide lama mengenai munculnya seksualitas adalah teori lapar (the hunger theory of sex) konsep bahwa sel-sel serupa spora awalnya bersatu sebagai gamet demi berbagi cadangan makanan (Anonim 2011: 2). Kebanyakan organisme mempunyai perbedaan yang nyata antara individu jantan dan individu betina. Alat reproduksi hewan pada dasarnya terdiri atas sel kelamin dan alat kelamin. Kebanyakan amphibi tidak memelihara telurnya, mereka benar-benar meninggalkan telur-telurnya untuk berkembang dalam air. Lapisan albumin membungkus telur menyerap air mengembung dan memberikan beberapa perlindungan fisik bagi telur (Kimball 2000: 367).

BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat Praktikum ini di laksanakan pada hari kamis tanggal 17 Maret 2011 pukul 13.0015.00 WIB, di laboratorium Zoologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indralaya.

3.2. Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada praktikum kali ini di antaranya baki bedah, gunting bedah, jarum penusuk, jarum pentol, killing jar, klorofom, pinset. Sedangkan bahan yang di butuhkan yaitu.Cyprinus carpio, Mus muculus, dan Rana cancrivora.

3.3. Cara Kerja Bahan (hewan percobaan) yang dimatikan terlebih dahulu, seperti katak dengan memasukanya ke dalam killing jar yang di beri klorofom. Mencit dengan cara dislokasi leher. Letakan bahan tersebut di atas baki bedah dan tusuk dengan menggunakan jarum penusuk, bedah bahan dengan menggunakan gunting bedah dan pinset. Lakukan hingga organ dalam bahan yang terbawa terlihat jelas. Perhatikan dan gambar bagian sistem reproduksi dari tiap-tiap bahan (jantan dan betina) beri keterangan gambar yang sudah di buat.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Cyprinus carpio Klasifikasi Kingdom Diviso Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Osteichyes : Ostariophysi : Cyprnidae : Cyprinus : Cyprinus carpio

Nama Umum : Ikan mas

Keterangan : a. Caput b. Truncus c. Caudal 1. Organon visus 2. Fovea analis 3. Rimaoris 4. Operculum 5. Squama 6. Linnae lateralis 7. Pinnae abdominalis 8. Pinnae caudalis 9. Pinnae dorsalis 10. Pinnae analis 11. Pinnae pectoralis

A. Rana sp (bagian dorsalis)

Klasifikasi Kingdom Diviso Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Ranidae : Rana : Rana sp

Nama Umum : Katak

Keterangan : a. Caput b. Truncus c. Extremitas 1. Rima oris 2. Organon visus 3. Femur 4. Digiti 5. Nares interlateral 6. Branchium 7. Inter branchium 8. Manus 9. Crus 10. Pes 11. Web 12. Membran tympani 13. Kloaka 14. Dorsum

B. Rana sp (bagian ventralis)

Klasifikasi Kingdom Diviso Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Ranidae : Rana : Rana sp

Nama Umum : Katak

Keterangan : 1. Femur 2. Crus 3. Digiti 4. Saccus submandibulans 5. Saccus pectoralis 6. Saccus branchiallis 7. Saccus lateralis 8. Saccus abdominalis 9. Kantung suara

Mus musculus

Klasifikasi : Kingdom Divisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Mamalia : Rodentia : Muridae : mus : mus muculus

Nama umum : Mencit

Keterangan gambar : 1. A risae rimaoris 2. Organon visus 3. Abdomen 4. Kaki (Cakar) 5. Caudal

Keterangan gambar : 1. Cor 2. Pulma 3. Lambung 4. Hepar 5. Usus 12 jari 6. Usus besar 7. Anus

4.2. Pembahasan Diantra jari-jari kakinya terdapat selaput renang. Kaki amphibi, khususnya katak, digunakan untuk melucat dan berenang. Pada kepala katak terdapat mulut, mata, selaput pendengaran, dan lubang hidung yang dilengkapi dengan katup. Menurut Anonim (2011: 1). Rana cancrivora atau katak mempunyai struktur tubuh yang terdiri dari badan yang kulitnya tipis, licin, berlendir, dan banyak mengandung darah. Di samping sebagai pelindung, bagian-bagian di dalamnya, kulit amfibi juga berfungsi sebagai alat untuk bernapas. Anggota geraknya berupa dua pasang kaki. Adapun bentuk luar dari katak sawah adalah sebagai berikut : hewan ini tidak mempunyai leher maupun ekor. Mus musculus ini dalam kehidupan sehari-hari kita kenal dengan nama mencit. Menurut Junaidi (2002: 45). Mus muculus merupakan spesies dari hewan vertebrata yang termasuk kedalam kelas mamalia. Hewan ini berwarna putih, bermata merah, berkumis, tubuhnya kecil, serta memiliki ekor yang cukup panjang berwana merah muda pada mus muculus betina dan jantan memilki beberapa perbedaan di antaranya adalah ukuran tubuh, pada mencit betina ukuranya lebih besar di bandingkan dengan mencit jantan. Pada mencit betina terdapat kelenjar susu. Sedangkan pada mencit jantan tidak, kerena pada hewan mamalia salah satu cirinya adalah memiliki kelenjar susu pada betina. Mencit biasanya digunakan oleh praktikum untuk penelitian dan perkembangan di laboratorium Tikus memiliki lima pasang kelenjar susu. Distribusi jaringan mammae menyebar, membentang dari garis tengah ventral atas panggul, dada, dan bagian leher. Menurut Anonim (2010: 3). perut mencit dibagi menjadi bagian nonglandular proksimal dan bagian distal kelenjar. Kedua bagian yang terlalu berbeda. Ini mirip dengan perut kuda. paru-paru kiri terdiri dari satu lobus, sedangkan paru kanan terdiri dari empat lobus. angat berkonsentrasi urin diproduksi; jumlah besar protein diekskresikan dalam urin. Mencit memiliki zona thermoneutral sempit mamalia apapun sejauh diukur. Menurut Kimball (1983: 41). sebuah mencit menanggapi penurunan suhu oleh nonshivering thermogenesis, dan dengan kenaikan temperatur lingkungan dengan

mengurangi laju

metabolik dan

meningkatkan

vascularization dari telinga.

Nonshivering thermogenesis dapat menghasilkan peningkatan tiga kali lipat tingkat metabolisme dasar, dan untuk sebagian besar terjadi pada lemak cokelat. Cyprinus carpio merupakan kelompok ikan yang sering kita jumpai, baik di pasar maupun di kolam-kolam ikan. Jarang sekali kita menemukan ikan ini yang hidup bebas di sungai. Menurut Anonim (2011: 2). Jenis ikan ini memeliki osteichyes yang berarti kelompok pisces yang bertulang rawan. Ikan ini banyak di konsumsi manusia kerena banyak mengandung protein hewani di dalamnya. Mata agak menonjol dan gerakanya lambat serta jinak. Tubuh ikan emas sedikit memanjang dan memipih tegak. Mulut terletak di ujung tengan dan dapat di sembulkan. Pada tubuh Crypinus carpio atau ikan mas terdapat banyak sekali sisik yang keras. Sisik ini berfungsi melindungi tubuhnya karena pada dasarnya daging hewan ini lembut (tidak sekeras sisiknya) sisik pada Crypinus carpio ini terbuat dari zat kapur yang mana pada permukaan ini, sisiknya berlendir. Menurut Susanto

(2001: 146). Lendir ini berguna agar tubuhnya dapat bergerak mudah di dala air. Semua hewan yang termasuk ke dalam vertebrata ini terjadi atau telah mengalami serta mempunyai sistem transportasi khusus yang mana alat transportasi tersebut terdiri atas sistem. Peredaran darah tertutup dan peredaran darah terbuka dalam sistem peredaran darah tersebut ikut melibatkan organ lain yang ada didalam tubuh, misalnya jantung, pembuluh-pembuluh darah dan organ-organ lainya. Rana cancrivora dan Bufo sp sering di bedakan berdasarkan wajahnya akibat dari penyesuaian diri terhadap lingkungan. Rana cancrivora atau katak mempunyai struktur tubuh yang terdiri dari badan yang kulitnya tipis, licin, berlendir, dan banyak mengandung darah. Menurut Anonim (2011: 2). Di samping sebagai pelindung, bagian-bagian di dalamnya, kulit amphibi juga berfungsi sebagai alat untuk bernapas. Anggota geraknya berupa dua pasang kaki. Adapun bentuk luar dari katak sawah adalah sebagai berikut : hewan ini tidak mempunyai leher maupun ekor. Secara morfologi, dapat dibedakan antara jenis katak jantan dan katak betina. Pada bagian vetral, kulit luar rongga mulut (rahang bawah) katak jantan terdapat bercak-bercak hitam atau abu-abu tempat katung suara, sedangkan pada katak betina tidak ada.

BAB V KESIMPULAN

Dari praktikum yang dilaksanakan dapat diambil kesimpulan, yaitu sebagai berikut: 1. Pada tubuh Crypinus carpio atau ikan mas terdapat banyak sekali sisik yang keras. 2. Pada mencit betina ukuranya lebih besar di bandingkan dengan mencit jantan. 3. Rana cancrivora atau katak mempunyai struktur tubuh yang terdiri dari badan yang kulitnya tipis, licin, berlendir, dan banyak mengandung darah. 4. Mus muculus merupakan spesies dari hewan vertebrata yang termasuk kedalam kelas mamalia. 5. Pada kepala katak terdapat mulut, mata, selaput pendengaran, dan lubang hidung yang dilengkapi dengan katup.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Sistem reproduksi pada hewan. http://www.google.com. 27-10-2011. 20.00 WIB. Campbell N.A dan Reece J.B. 2005. Biology. Edisi ke 7. San Fransisco : person Benjamin Cummings. Junaidi, wawan. 2010. Reproduksi hewan dan tumbuhan. Http://wawan junaidi blogspot.com. 15-03-2011. Kimball, W. John. 1983. Biologi jilid 3. Erlangga: Jakarta. Viii + 1079 hlm. Susanto. 2001. Budidaya ikan di perkarangan. Penebar swadaya. Jakarta : vii + 152 hlm. Syamsuri, dkk. 2004. Biologi. Jakarta : Erlangga.

ABSTRAK

Praktikum yang berjudul Morfologi dan anatomi hewan ini dilaksanakan pada hari kamis 17 Maret 2011 pukul 13.00-15.00 WIB, di laboratorium Zoologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indralaya. Adapun tujuan praktikum ini adalah mempelajari serta mengenal sistem reproduksi pada beberapa hewan. Alat yang digunakan pada praktikum ini berupa baki bedah, gunting bedah, jarum penusuk, jarum pentol, killing jar, klorofom, pinset. Sedangkan bahan yang di gunakan adalah Cyprinus carpio, Mus muculus, dan Rana cancrivora. Adapun hasil yang didapatkan adalah berupa gambar bagian-bagian reproduksi dan anatomi dari Cyprinus carpio, Mus muculus, dan Rana cancrivora

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->