1.

SEJARAH CANDI PRAMBANAN

Kata "candi" mengacu pada berbagai macam bentuk dan fungsi bangunan, antara lain empat beribadah, pusat pengajaran agama, tempat menyimpan abu jenazah para raja, tempat pemujaan atau tempat bersemayam dewa, petirtaan (pemandian) dan gapura. Walaupun fungsinya bermacam-macam, secara umum fungsi candi tidak dapat dilepaskan dari kegiatan keagamaan, khususnya agama Hindu dan Buddha, pada masa yang lalu. Oleh karena itu, sejarah pembangunan candi sangat erat kaitannya dengan sejarah kerajaan-kerajaan dan perkembangan agama Hindu dan Buddha di Indonesia, sejak abad ke-5 sampai dengan abad ke-14. Karena sjaran Hindu dan Buddha berasal dari negara India, maka bangunan candi banyak mendapat pengaruh India dalam berbagai aspeknya, seperti: teknik bangunan, gaya arsitektur, hiasan, dan sebagainya. Walaupun demikian, pengaruh kebudayaan dan kondisi alam setempat sangat kuat, sehingga arsitektur candi Indonesia mempunyai karakter tersendiri, baik dalam penggunaan bahan, teknik kontruksi maupun corak dekorasinya. Dinding candi biasanya diberi hiasan berupa relief yang mengandung ajaran atau cerita tertentu. Dalam kitab Manasara disebutkan bahwa bentuk candi merupakan pengetahuan dasar seni bangunan gapura, yaitu bangunan yang berada pada jalan masuk ke atau keluar dari suatu tempat, lahan, atau wilayah. Gapura sendiri bisa berfungsi sebagai petunjuk batas wilayah atau sebagai pintu keluar masuk yang terletak pada dinding pembatas sebuah komplek bangunan tertentu. Gapura mempunyai fungsi penting dalam sebuah kompleks bangunan, sehingga gapura juga nencerminkan keagungan dari bangunan yang dibatasinya. Perbedaan kedua bangunan tersebut terletak pada ruangannya. Candi mempunyai ruangan yang tertutup, sedangkan ruangan dalam gapura merupakan lorong yang berfungsi sebagai jalan keluar-masuk. Beberapa kitab keagamaan di India, misalnya Manasara dan Sipa Prakasa, memuat aturan pembuatan gapura yang dipegang teguh oleh para seniman bangunan di India. Para seniman pada masa itu percaya bahwa ketentuan yang tercantum dalam kitab-kitab keagamaan bersifat suci dan magis. Mereka yakin bahwa pembuatan bangunan yang benar dan indah mempunyai arti tersendiri bagi pembuatnya dan penguasa yang memerintahkan membangun. Bangunan yang dibuat secara benar dan indah akan mendatangkan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi masyarakat. Keyakinan tersebut membuat para seniman yang akan membuat gapura melakukan persiapan dan perencanaan yang matang, baik yang bersifat keagamaan maupun teknis. Salah satu bagian terpenting dalam perencanaan teknis adalah pembuatan sketsa yang benar, karena dengan sketsa yang benar akan dihasilkan bangunan seperti yang diharapkan sang seniman. Pembuatan sketsa bangunan harus didasarkan pada aturan dan persyaratan tertentu, berkaitan dengan bentuk, ukuran, maupun tata letaknya. Apabila dalam pembuatan bangunan terjadi penyimpangan dari ketentuan-ketentuan dalam kitab keagamaan akan berakibat kesengsaraan besar bagi pembuatnya dan masyarakat di sekitarnya. Hal itu berarti bahwa ketentuan-ketentuan dalam kitab keagamaan tidak dapat diubah dengan semaunya. Namun, suatu kebudayaan, termasuk seni bangunan, tidak dapat lepas dari pengaruh keadaan alam dan budaya setempat, serta pengaruh waktu. Di samping itu, setiap seniman mempunyai imajinasi dan kreatifitas yang berbeda. Sampai saat ini candi masih banyak didapati di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Sumatra, Jawa, dan Bali. Walaupun sebagian besar di antaranya tinggal reruntuhan, namun tidak sedikit yang masih utuh dan bahkan masih digunakan untuk melaksanakan upacara keagamaan. Sebagai hasil budaya manusia, keindahan dan keanggunan bangunan candi memberikan gambaran mengenai kebesaran kerajaan-kerajaan pada masa lampau. Candi-candi Hindu di Indonesia umumnya dibangun oleh para raja pada masa hidupnya. Arca dewa,

merupakan candi Buddha dengan bentuk bangunan yang indah dan sarat dengan hiasan. Berbeda dengan candi-candi Hindu. Kediri dan Majapahit. Berbeda dengan aliran Buddha Hinayana yang dianut di Myanmar dan Thailand. namun. Candi di wilayah selatan. yang umumnya dibangun oleh Wangsa Syailendra. candi-candi tersebut dapat dikelompokkan dalam candi-candi di wilayah utara dan candi-candi di wilayah selatan. karena pembangunannya dilakukan di bawah pemerintahan kerajaan-kerajaan penerus kerajaan Mataram Hindu. di antaranya: Candi Dieng dan Candi Gedongsanga.Candi Prambanan atau Candi Rara Jonggrang adalah candi Hindu terbesar di Jawa Tengah. yaitu Candi Portibi di Provinsi Sumatra Utara dan Candi Muara Takus di Provinsi Riau. Candi-candi di Bali umumnya merupakan candi Hindu dan sebagian besar masih digunakan untuk pelaksanaan upacara keagamaan hingga saat ini. menuju barat pada jalur jalan ke Yogyakarta dan 17 Km dari Yogya menuju timur pada jalur jalan ke kota Klaten/Surakarta. Pengelompokan candi di Jawa Tengah dan Yogyakarta berdasarkan wilayah administratifnya saat ini sulit dilakukan. candicandi Buddha umumnya dibangun sebagai bentuk pengabdian kepada agama dan untuk mendapatkan ganjaran. Yang termasuk dalam kelompok ini. pemerintah kolonial Belanda membentuk badan kepurbakalaan yang dinamakan Oudheidkundige Dienst (biasa disingkat OD). Ajaran Buddha yang tercermin pada candi-candi di Jawa Tengah adalah Buddha Mahayana. yang masih dianut oleh umat Buddha di Indonesia sampai saat ini. Bahan dasar. di antaranya: Candi Prambanan. Pada tanggal 14 Juni 1913. Dewa Brahma. BUDAYA CANDI PRAMBANAN Terletak 13 Km dari kota Klaten. deskripsi mengenai candi di Indonesia dikelompokkan ke dalam: candi di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Bahkan kadang-kadang sejarah raja yang bersangkutan dicantumkan dalam prasasti persembahan candi tersebut. corak dan isi cerita relief candi-candi di Jawa Timur sangat beragam. merupakan candi Hindu dengan bentuk bangunan yang sederhana. yaitu candi induk yang terletak di tengah dikelilingi oleh barisan candi perwara. Situs web ini direncanakan akan memuat deskripsi seluruh candi yang ada di Indonesia. batur tanpa hiasan. Candi Mendut. Candi-candi di Jawa Timur umumnya usianya lebih muda dibandingkan yang terdapat di Jawa Tengah dan Yogyakarta. dan dibangun dalam kelompok namun masing-masing berdiri sendiri serta tidak beraturan beraturan letaknya. sedangkan yang dibangun pada masa Kerajaan Majapahit umumnya dibuat dari bata merah dan lebih diwarnai oleh ajaran Buddha.seperti Dewa Wishnu. namun saat ini belum semua candi dapat terliput. Dewi Tara. candi-candi yang dibangun pada masa Kerajaan Singasari umumnya dibuat dari batu andesit dan diwarnai oleh ajaran Tantrayana (Hindu-Buddha). Candi-candi yang terletak di wilayah utara. Walaupun pada masa sekarang Jawa Tengah dan Yogyakarta merupakan dua provinsi yang berbeda. tergantung pada masa pembangunannya. dan Candi Borobudur. yang ditempatkan dalam candi banyak yang dibuat sebagai perwujudan leluhurnya. berdasarkan ciri-cirinya. Misalnya. seperti Kerajaan Kahuripan. Candi di wilayah utara ini umumnya dibangun dalam kelompok dengan pola yang sama. yang sangat besar peranannya dalam pembangunan candi di kedua provinsi tersebut. Singasari. 2. Dalam situs web ini. namun dalam sejarahnya kedua wilayah tersebut dapat dikatakan berada di bawah kekuasaan Kerajaan Mataram Hindu. sehingga penanganan atas candi-candi di Indonesia menjadi lebih intensif. gaya bangunan. Yang termasuk dalam kelompok ini. Candi Kalasan. Dewi Durga. yang umumnya dibangun oleh Wangsa Sanjaya. Candi Sewu. candi di Jawa Timur candi di Bali dan candi di Sumatra. Secara administratif kompleks candi ini berada di . Di Pulau Sumatra terdapat 2 candi Buddha yang masih dapat ditemui. Sebagian candi di Indonesia ditemukan dan dipugar pada awal abad ke-20.

4 candi kelir. letaknya [navigasi. Hiasan semacam ini hanya terdapat di candi Prambanan sehingga disebut dengan motif candi prambanan. Halaman kedua juga berdenah bujur sangkar. Masyarakat menyebut candi ini dengan nama candi Larajonggrang. Rara Jonggrang dikenal sebagai putri Prabhu Ratubaka yang namanya diabadikan sebagai nama peninggalan kompleks bangunan di perbukitan Saragedug sebelah selatan Candi Prambanan. relief Ramayana. Prambanan. merupakan halaman paling suci karena halaman tersebut terdapat 3 candi utama (Siwa. Hiasan-hiasan lainnya yang banyak menghiasi dinding luar batur candi adalah pohon kalpataru yang [navigasi. suatu sebutan yang sebenarnya keliru. yaitu halaman pertama berdenah bujur sangkar. namun Rara Jonggrang curang sehingga pada saat yang ditentukan candi itu belum selesai.21. Pada halaman ini terdapat 224 Candi Prambanan buah candi perwara yang disusun atas 4 deret dengan perbandingan jumlah 68. Selain relief arca Dewa Lokapala. Kompleks Candi Prambanan mempunyai 3 halaman. 2 candi apit. Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur). Dia ingin mempersunting putri Rara Jonggrang. yaitu suatu hiasan pada batur candi yang berupa seekor singa yang dalam posisi duduk diapit oleh pohon kalpataru (= pohon hayati/pohon kehidupan). Permintaan tersebut dipenuhi oleh Bandung Bandawasa. candi Lumbung. Jonggrang meminta . Brahma).net] Budaya diapit sepasang mahluk kayangan yang lazim disebut kinara-kinari Candi Prambanan (= mahluk berkepala manusia berbadan burung). Disamping itu. dan Kresnayana.net] Budaya lebih rendah dari halaman pertama. Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. di tengah area yang kini dibangun taman indah. berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya. Arca tersebut dipercayai sebagai arca Durgamahisasuramardhini yang berada di bilik utara Candi Siwa. 3 candi perwara. 52. candi Sewu dan candi Plaosan. dan 44 candi. menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Untuk itu dia harus membuat candi dengan seribu arca didalamnya dalam waktu satu malam. Candi Hindu Tercantik di Dunia Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja. kurang sebuah arca lagi.00 . seni hias di kompleks Candi Prambanan yang menonjol adalah hiasan yang lazim disebut motif prambanan. Ada sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Selama bulan Mei sampai Oktober pada saat bulan purnama di plataran terbuka candi Prambanan diadakan Sendratari Ramayana yang dimulai pada pukul 19. 3. 4 candi sudut/patok.00 wib. 60. Relief Kresnayana dipahatkan pada dinding dalam pagar langkan Candi Wisnu.perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Karena tak mencintai. Alkisah. Bandung Bandawasa marah dan mengutuk putri Rara Jonggrang menjadi pelengkap arca yang keseribu. Di sekitar candi Prambanan dapat dikunjungi pula beberapa candi Budha seperti candi Sajiwan. Wisnu. Dikisahkan dalam cerita tersebut ada seorang raksasa bernama Bandung Bandawasa yang memiliki kekuatan supranatural. Rara dalam bahasa Jawa untuk menyebut anak gadis. juga terdapat relief cerita Ramayanadan Kresnayana. Relief Ramayana dipahatkan pada dinding dalam pagar langkan Candi Siwa di candi Brahma. Susunan demikian membentuk susunan yang konsentris menuju halaman pusat. Seni hias yang sangat menarik di kompleks Candi Prambanan ini adalah hiasan-hiasan yang berupa relief arca dewa Lokapala (8 dewa penjaga arah mata angin) yang dipahatkan pada dinding luar kaki Candi. lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Dalam cerita rakyat.

Diperkirakan. kelestarian dan keserasian lingkungan. anda juga bisa melihat berbagai relief burung. anda sudah bisa memasuki zona 1 Candi Prambanan meski belum bisa masuk ke dalam candi. Keberadaan pohon ini membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad ke-9 memiliki kearifan dalam mengelola lingkungannya. kali ini burung yang nyata. anda bisa beristirahat di taman sekitar candi. Salah satunya relief Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) yang mengundang pertanyaan. Kalau cermat. Candi ini menyimpan kisah tentang sosok manusia setengah burung yang bernama Garuda. Pohon kehidupan itu juga dapat ditemukan pada gunungan yang digunakan untuk membuka kesenian wayang. Sebab. dan 4 candi sudut. Sebuah bukti bahwa relief yang ada di Prambanan telah mendunia. Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama. apakah jenis itu dulu pernah banyak terdapat di Yogyakarta? Jawabannya silakan cari tahu sendiri. Angsa untuk Brahma. sementara 3 ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa). . Anda tak boleh jemu tentunya. yaitu Candi Wisnu. Lalu. Konon. Demikian juga Candi Brahma yang terletak di sebelah selatan Candi Siwa. Di Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi. Candi pendamping yang cukup memikat adalah Candi Garuda yang terletak di dekat Candi Wisnu. Kemampuan menyelamatkan itu yang dikagumi oleh banyak orang sampai sekarang dan digunakan untuk berbagai kepentingan. Bahkan. hingga kini belum ada satu orang pun yang bisa memecahkan misteri itu. Prambanan juga memiliki relief candi yang memuat kisah Ramayana. Selain itu. masih terdapat 2 candi apit. Ketiga candi itu menghadap ke timur. berwajah putih. pencipta lambang Garuda Pancasila mencari inspirasi di candi ini. Di Prambanan. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat. Nah. Sejak tanggal 18 September 2006. Indonesia menggunakannya untuk lambang negara. bersayap merah.Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam. Di Indonesia. biasa diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi Mesir Kuno atau Phoenix dalam mitologi Yunani Kuno. Kalpataru kini juga digunakan untuk berbagai kepentingan. sebuah pulau di tengah Laut Jawa. Garuda bisa menyelamatkan ibunya dari kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir cacat) dengan mencuri Tirta Amerta (air suci para dewa). dengan alasan sama tapi adaptasi bentuk dan kenampakan yang berbeda. Sementara. Sama seperti sosok Garuda. berparuh dan bersayap mirip elang. dan Garuda untuk Wisnu. Garuda dikenal dengan istilah Krut atau Pha Krut. Kalau pun akhirnya lelah. burung itu sebenarnya hanya terdapat di Pulau Masakambing. Brahma. Garuda merupakan burung mistik dalam mitologi Hindu yang bertubuh emas. sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok Bennu (berarti 'terbit' atau 'bersinar'. 4 candi kelir. anda akan menemui 4 buah ruangan. Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan. Di Thailand. dan Ganesha (putra Siwa). yaitu Nandini untuk Siwa. Memasuki candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi. beberapa ilmuwan di Bali mengembangkan konsep Tri Hita Karana untuk pelestarian lingkungan dengan melihat relief Kalpataru di candi ini. anda hanya akan menjumpai satu ruangan yang berisi arca Wisnu. Relief-relief burung di Candi Prambanan begitu natural sehingga para biolog bahkan dapat mengidentifikasinya sampai tingkat genus. Kalpataru menjadi lambang Wahana Lingkungan Hidup (Walhi). relief pohon Kalpataru digambarkan tengah mengapit singa. Menurut para ahli. Beberapa kerusakan akibat gempa 27 Mei 2006 lalu kini sedang diperbaiki. Tertarik? Datanglah segera. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. relief itu mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan lewat tradisi lisan. masih banyak lagi yang bisa digali di Prambanan. dan Siwa. Agastya (guru Siwa). Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. anda juga hanya akan menemukan satu ruangan berisi arca Brahma. Arca Durga itulah yang disebut-sebut sebagai arca Roro Jonggrang dalam legenda yang diceritakan di atas. halaman kedua memiliki 224 candi. Negara lain yang juga menggunakannya untuk lambang negara adalah Thailand. Sebabnya. Satu ruangan utama berisi arca Siwa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful