Perkembangan Kognitif, Intelegensi dan Perkembangan Bahasa serta Keterkaitannya dan Implikasinya dalam Belajar dan Pembelajaran A.

PENDAHULUAN Psikologi kognitif mulai diperkenalkan pada akhir abad ke-19, yaitu dengan lahirnya teori belajar Gestalt, dan salah satu contoh psikologi Gestalt adalah Mex Wertheirmer, dimana ia meneliti tentang pengamatan dan problem solving. Kemudian dilanjutkan oleh Kurt Kaffa yang mencoba untuk menguraikan secara terperinci hukumhukum pengamatan. Tokoh yang lain adalah Wolfgang Kohler yang meneliti tentang insight pada simpanse. Hasil penelitian tokoh tersebut telah memunculkan ”Psikologi Gestalt” yang mengutamakan pembahasan pada masalah konfigurasi, struktur, dan pemetaan dalam pengalaman. Para penganut Gestaltis berpendapat bahwa pengalaman itu berstruktur dan terbentuk dalam suatu keseluruhan. Berarti orang yang sedang belajar, akan mengamati stimulus secara keseluruhan yang terorganisasi dan bukan dalam bagian yang terpisah. Jadi, konsep penting tentang Gestalt adalah insight, yaitu pemahaman mendadak tentang hubungan antar bagian dalam suatu permasalahan. Dalam kehidupan sehari-hari orang sering memberi pernyataan spontant aha atau oh I see now setelah memahami suatu permasalahan secara tiba-tiba. Selanjutnya, Kohler dalam penelitiannya menemukan adanya insight dari seekor simpanse, dengan cara menghadapkannya pada masalah bagaimana cara memperoleh pisang yang terletak diluar kandang. Ternyata, kadang-kadang simpanse dapat memecahkan masalah secara mendadak, kadang-kandang gagal dalam meraih pisang, kadang-kadang duduk sambil merenungkan masalah yang dihadapi, dan kemudian secara tiba-tiba menemukan pemecahan (yaitu cara meraih pisang, misalnya dengan menggunakan tongkat yang terletak didekat kandang). Wertheimer selanjutnya berpendapat bahwa dalam proses belajar, tidaklah tepat menggunakan metode menghafal, tetapi lebih baik bila siswa belajar dengan pengertian dan pemahaman. Oleh karena itu, para ahli jiwa dari aliran kognitif berpendapat bahwa tingkah laku seseorang senantiasa didasarkan pada kognisi, yaitu tindakan mengenal atau

1

Komputasi mental dan tingkat analisis ideal adalah kognitif. intelegensi ialah daya menyesuaikan diri dengan keadaan baru dengan mempergunakan alat-alat berpikir menurut tujuannya. kognisi manusia dapat dianalisis pada tingkat (hardwear) atau neuron dan tingkat representasi mental (software). Oleh karena itu. bila dibandingkan dengan orang yang tidak cerdas. Kehidupan mental mencakup gejala kognitif. Oleh karena itu. afektif. tujuan mempelajari psikologi kognitif adlah menemukan bagaimana informasi diawali didalam pikiran manusia. Menurut Stern.memikirkan situasi dimana tingkah laku itu terjadi. Dengan demikian. konatif (keputusan kehendak). tetapi juga dari afektif (penafsiran dan pertimbangan yang menyertai reaksi perasaan). INTELEGENSIA Kata intelegensi berasal dari kata intelligere yang berarti menghubungkan atau menyatukan satu sama lain. Ilmu kognitif menjelaskan bidang penelitian psikologi yang mengurusi proses kognitif seperti perasaan. Adapun Thorndike 2 . dan konatif sampai pada taraf tertentu. pemutusan dan pemecahan masalah. psikologi kognitif tidak hanya menggali dasar gejala khas kognitif. Psikologi kognitif merupakan salah satu cabang dari psikologi umum dan mencakup studi ilmiah tentang gejala-gejala kehidupan mental sejauh terkait dengan cara manusia berpikir dalam memperoleh pengetahuan. pengingatan. menggali ingatan pengetahuan dan prosedur kerja yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. B. serta menghindari adanya tumpang tindih ilmu pengetahuan yang tertarik dalam proses tersebut seperti filosofi. Gagasan sentral dibalik ilmu kognitif adalah sistem kognisi manusia dipandang sebagai komputer raksasa yang melakukan kalkulasi kompleks yang dapat dipecahkan menjadi komputasi yang lebih sederhana. mengolah kesan-kesan yang masuk melalui indra. seseorang terlibat langsung dalam situasi itu dan memperoleh insight untuk pemecahan masalah. orang yang intelegensinya tinggi (orang cerdas) akan lebih cepat menyesuaikan diri dengan masalah baru yang dihadapinya. pemecahan masalah. penalaran. yaitu psikomatas yang tidak dapat dipisahkan secara tegas satu sama lain. Disini terlihat bahwa Stern menitikberatkan pada soal penyesuaian diri (adjustment) terhadap masalah yang dihadapi. Dalam situasi belajar. Dalam ilmu komputer.

seorang tokoh psikologi koneksionisme memberikan pengertian: Intelligence is demonstrable in ability of individual to make good responses from the stand point of truth or fact. sedangkan faktor S merupakan faktor yang bersifat khusus. namun berbeda satu dengan yang lain. Jadi. Menurut Piaget. misalnya ada S1. dan setiap atom merupakan hubungan stimulus-respons. Dimana faktor G selalu didapati dalam semua Performance atau penampilan. dan setiap elemen-elemen terdiri atas atom. Berarti jumlah faktor S itu banyak. Menurut Super dan Cites. Teori dari Spearman ini juga dikenal dengan Two Factor Theory. kalau seseorang mempunyai faktor S yang dominan dalam bidang tertentu (misalnya dalam bidang seni rupa). S3 dan seterusnya. Menurut Spearman General ability atau General factor terdapat pada semua individu. suatu aktivitas adalah kumpulan dari atom-atom aktivitas yang berkombinasi satu dengan yang lain. Menurut Robert J Sternberg. intellegensi adalah sejumlah struktur psikologis yang ada pada tingkat perkembangan khusus. Menurut Garrett. Terman memberikan pengertian intellegensi sebagai …the ability to carry on abstract thinking. Jadi. Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa Terman berusaha menjelaskan ability yang berhubungan dengan hal-hal yang abstrak. intelegensi itu setidak-tidaknya mencakup keperluan yang diperlukan untuk pemecahan masalah yang memerlukan pengertian. bila mempunyai kemampuan berpikir abstrak secara benar atau tepat. intelegensi itu mengandung dua faktor. maka orang tersebut akan menonjol dalam bidangnya. Adapun menurut Spearman. intelligence is capacity to learn from experience and ability to adapt 3 . yaitu General ability (faktor G) dan Specific ability (faktor S). Seseorang dapat dikategorikan sebagai orang yang cerdas. S2. Seperti yang disampaikan oleh Thorndike dengan teori multifaktor yang menjelaskan bahwa intelegensi itu tersusun atas beberapa faktor yang terdiri atas elemen-elemen. serta menggunakan simbol-simbol. intelegensi ialah kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan atau belajar dari pengalaman. yaitu mengenai bidang tertentu. sampai saat ini belum ada kesamaan pendapat secara utuh dan bulat. Orang dianggap cerdas bila responsnya merupakan respons yang baik terhadap stimulus yang diterimanya. Mengenai faktor-faktor apa yang dapat ditemukan dalam intelegensi.

Pengaturan kegiatan kognitif merupakan suatu kemahiran tersendiri. Sasaran umum belajar pengaturan kegiatan kognitif adalah sistematisasi alur pikiran sendiri dan sistemasi proses belajar dalam diri yang biasa disebut proses kontrol. 8. hal ini tampak jelas pada aktivitas berpikir. 2. Fase konsentrasi: anak khusus memperhatikan unsure yang relevan. 7. Fase mengolah: anak menahan informasi dan mengolah informasi untuk diambil maknanya. Manusia dalam menghadapi kehidupannya senantiasa menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang amat besar dan rumit yang tidak seluruhnya mudah untuk dipecahkan.to the surrounding environment. Fase umpan balik: anak mendapat konfirmasi sejauh prestasinya. 4 . orang yang memiliki kemahiran ini akan mampu mengontrol dan menyalurkan aktivitas kognitif yang berlangsung dalam dirinya sendiri. Fase menggali 1: anak menggali informasi yang tersimpan dalam ingatan mereka dan memasukkan kembali dalam working memory. 6. Fungsi kognitif manusia menghadapi objek dalam bentuk representatif yang menghadirkan objek tersebut dalam kesadaran. sehingga terbentuk pola perceptual tertentu. Fase prestasi: informasi yang telah tersimpan digali kembali untuk memberikan prestaasi mereka. Sebagai contoh. menggali ingatan. dan berpikir menggunakan konsep dalam menghadapi permasalahan. menggunakan pengetahuan yang dimiliki. Atau intelegensi ialah kecakapan untuk belajar dari pengalaman dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan. Jalur belajar kegiatan kognitif dapat diuraikan sebagai berikut: 1. 5. belajar. Fase menggali 2: anak menggali informasi yang tersimpan dalam ingatan dan mempersiapkan sebagai masukan bagi fase prestasi. 4. 3. bagaimana ia memusatkan perhatian. Fase motivasi: anak sadar akan tujuan yang akan dicapai. Fase menyimpan: anak menyimpan informasi yang telah diolah kedalam ingatan. Informasi ini telah dikaitan dengan informasi baru.

singa. ditemukan pada setiap inti sel tiap sel tubuh. setiap sel membelah diri. temperamen. dan pengetahuan yang dimiliki yang merupakan satu perangkat kemahiran yang terogarnisasikan dengan baik dalam menghadapi problem. ketidakteraturan perilaku bahkan kesakitan atau kematian. kejutan kelahiran menimbulkan kecemasan sebagai pengaruh yang mengganggu sepanjang hidup. menggunakan pengetahuan yang dimiliki. stabilitas emosional. belajar. Pengaturan kegiatan kognitif merupakan suatu kemahiran tersendiri. menggali ingatan. Semua DNA dalam tubuh seseorang. yang terdiri dari gula sederhana (deoksiribosa) dan fosfat yang disatukan oleh empat basa yang sama yang sangat menentukan karakteristik makhluk hidup. dan sebagainya. Perkembangan pra-lahir dimulai dari periode ovum. dan sebagainya yang ditransmisikan orang tua kepada anak. Orang yang memiliki kemampuan kognitif tinggi ini akan mampu mengontrol dan menyalurkan aktivitas kognitif yang berlangsung dalam dirinya sendiri.C. Masa bayi merupakan waktu penyesuaian yang radikal dan sulit. dan kemudian kromosom itu membentuk 23 pasang kromosom yang mengalami duplikasi. manusia. Tiap kromosom terdiri atas banyak gen. bagaimana ia memusatkan perhatian. Saat konsepsi. yang dibuktikan dengan adanya penurunan berat badan. Menurut teori Otto Rank. Karena kelahiran merupakan bahaya pertama yang dialami anak. memiliki komposisi kimiawi yang sama. dan periode janin yang biasanya ditempuh dalam waktu 9 bulan kalender atau 10 bulan lunar/ 280 hari (28 hari siklus menstruasi wanita). ia menjadi model bagi semua kecemasan selanjutnya. Para ahli genetika perilaku tertarik mempelajari derajat karakteristik psikologi-kemampuan mental. PERKEMBANGAN INTELEGENSI Bidang genetika dan perilaku mengkombinasikan metode genetika dan psikologi untuk mempelajari karakteristik perilaku tuntutan. serta berpikir menggunakan konsep. dan susunannya akan menentukan apakah makhluk itu akan menjadi burung. Unit hereditas turunan dibawa oleh kromosom. kemudian periode embrio. 5 . kaidah. manusia menerima 23 kromosom dari sperma ayah dan 23 kromosomdari sel telur ibu. yaitu asam deoksiribonukleat (DNA) yang merupakan pembawa informasi genetik yang sesungguhnya.

Yang harus dikuasai bukan hanya mengetahui apa yang harus diperbuat. Fase konsentrasi. Jika motivasi lemah. Untuk menunjuk pada pengaturan kegiatan kognitif dapat menggunakan metacognition. Konfirmasi ini bisa meningkatkan dan melemahkan motivasi anak untuk memeras otak lagi pada kesempatan yang akan datang. melainkan juga mengetahui bagaimana dan kapan harus berbuat (cognitif monitoring). setiap orang dapat menggunakan berbagai strategi yang termasuk pengetahuan prosedural. pengalaman fisik atau lingkungan. Fase umpan balik. Selanjutnya. 3. Sasaran belajar adalah pengaturan kegiatan kognitif dalam sistematika arus pikiran tersendiri dan sistematisasi proses belajar dalam diri sendiri (control process). sehingga melahirkan rangkaian perkembangan. yaitu pengetahuan tentang kegiatan berpikir dan belajar serta kontrol terhadap kegiatan itu pada diri sendiri. Adapun fase-fase jalur belajar pengaturan kegiatan kognitif adalah sebagai berikut. Jika siasat dalam ingatan tidak tersedia. anak harus mengamati dengan cermat. yang cocok untuk suatu problem. jika penyelesaian masalah memerlukan pengamatan. transmisi sosial. konfirmasi tepat dan tidaknya penyelesaian yang ditempuh. dan function. Fase pengolahan. Jadi. content. Piaget membagi tingkat perkembangan 6 . struktur (structure) dan content intelegensinya berubah atau berkembang. ia harus menciptakan siasat baru dengan menggunakan kreativitas dan pikiran terarah. Dimana fungsi dan adaptasi akan tersusun sedemikian rupa. 1. dan masing-masing mempunyai struktur psikologis khusus yang menentukan kecakapan pikiran anak. Strategi ada yang dapat dipakai secara luas dan ada juga yang terbatas. structure. intelegensi anak yang sedang mengalami perkembangan. anak akan membiarkan problem tetap menjadi problem dan terlalu susah untuk memikirkannya. dan equilibrium atau self-regulation. Perkembangan intelegensi anak menurut Piaget mengandung tiga aspek yaitu. anak harus menggali dari ingatannya terhadap siasat yang pernah digunakan untuk mengatasi hal yang serupa. Adapun tahap-tahap perkembangan menurut Piaget ialah: kematangan. 2.Dalam menghadapi suatu problem. 4. untuk mendapat motivasi siswa harus memeras otaknya sendiri. Fase motivasi.

kematangan seseorang terjadi dari interaksi sosial dengan lingkungan (asimilasi dan akomodasi). Pada mulanya gerakan seorang bayi dilakukan secara spontan. perilaku pemecahan masalah. 2. Pada tahap ini terjadi perkembangan 7 . perkembangan afektif sudah mulai dapat dilihat. dan dapat menerima solusi masalah sensorik-motorik. Pada usia 2 thn. 1. Dorongan untuk melakukan gerakan tertentu selalu datang dari faktor internal dirinya sendiri. anak secara mental telah dapat mengenali objek dan kegiatan.sebagai tahap: (1) sensori motor. Pada usia 2 tahun. Tahap Sensorik-Motorik Selama tahap sensorik motorik (0-2 tahun). diawali dengan refleksinya untuk menghisap segala sesuatu yang ada disekelilingnya. perilaku intelektual bergerak dari tingkat sensorik-motorik menuju ke tingkat konseptual. Berdasarkan skemata. bayi mulai menunjukkan perilaku reflektif. Tahap Berpikir Pra-operasional Selama tahap pra-operasional (2-7 tahun). Perilaku sensorik-motorik menjadi tambah berbeda. Dengan demikian. Penyesuaian dan pengaturan dari proses penyesuaian serta akomodasi dilaksanakan dari proses awal hingga hasilnya berlanjut baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Bayi berkembang means-end. yaitu mencoba mengulangulang bunyi yang didengarnya. anak sudah mulai dapat membedakan suka dan tidak suka. dan (4) berpikir operasional formal. dengan melibatkan perilaku intelligent. pada usia 2 tahun secara kualitatifdan kuantitatif sudah dianggap superior untuk berkembang menjadi anak muda. (3) berpikir operasional konkret. Kemudian. bayi mulai belajar untuk membedakan object yang ada di sekitarnya. Perkembangan kognitif dari tahap sensorik-motorik pada anak-anak akan terlihat pada upayanya untuk melakukan gerakan tertentu diantara lingkungan sekitarnya. Perilaku seorang bayi sangat mengandalkan refleksinya. seiring dengan perubahan yang terjadi pada skemata atau pengertian. pada masa 2 bulan berikutnya. (2) berpikir pra-operasional. Proses pembentukan pengetahuan pada anak-anak dimulai dari proses yang paling primitif. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap diri anak. sehingga konstruksi dan perilaku progresif termasuk dalam kategori perilaku intensional.

Perkembangan bahasa dan representasi akan menunjang perkembangan berikutnya dari perilaku sosial. Perasaan moral dan pemikiran moral akan tampak (muncul). Pemikiran pra-operasional terutama tidak lagi terbatas pada persepsi segera dan kejadian motorik. Bahasa diperoleh cepat sekali antara umur 2-4 tahun. Pikiran sebenarnya representasional (simbol). Anak-anak dapat memecahkan masalah konservasi dan masalah yang konkret. tetapi belum mampu menerapkan secara logis masalah hipotetik dan abstrak. 3. Pada masa tersebut. pemikiran dari anak pra-operasional memiliki keuntungan dari pemikiran anak sensorik-motorik.yang pesat dari keterampilan representasional termasuk didalamnya kemampuan berbahasa. Perkembangan bahasa lisan tidak berguna untuk mengembangkan proses berpikir. Pikiran yang dimiliki anak masih egosentris dan belum mampu mengembangkan untuk hal lain. inversi dan reciprocity. Konflik yang terjadi antara persepsi dan pemikiran secara umum dipecahkan kembali didalam persepsi. Secara kualitatif. Pada umur 6-7 tahun. mereka sudah mulai dapat berpikir pralogis atau semi logis. yang menyertai perkembangan konseptual secara cepat dari proses ini. Walaupun demikian. Tahap Berpikir Operasional Konkret Tahap operasional konkret anak (7-11 tahun) berkembang dengan menggunakan berpikir logis. pembicaraan anak-anak lebih komunikatif dan sosial. digunakan secara independent dalam berpikir. tetapi mereka belum mengembangkan konsep tersebut secara intensional. anak-anak yang menggunakan pemikiran praoperasional membuat pendapat berdasarkan persepsi. Perkembangan afektif utama selama tahap operasional konkret adalah konservasi perasaan. 8 . Anak-anak mulai berpikir tentang peraturan dan hukum. Mereka yakin apa yang mereka pikirkan adalah benar. dan rangkaian tingkah laku dapat dimainkan dalam pikiran daripada kejadian fisik sebenarnya. operasi secara logis dan klasifikasi berkembang. Dalam masalah konservasi. Dua reversibilitas. persepsi dan pemikiran didalam problem konservasi. Tahap pra-operasional ditandai oleh terjadinya peningkatan bahasa secara dramatis. Anak-anak dapat berpikir secara logis. mereka tidak menyadari bahwa transformasi mengarah ke pusat aspek perseptual dari setiap masalah. Perkembangan tersebut merupakan instrumental dalam meningkatkan regulasi dan stabilitas berpikir efektif. Pada usia 7 tahun.

taksonominya: 1) Pengetahuan/ Knowledge. Anak dapat menerapkan berpikir logis dari masalah hipotesis yang berkaitan dengan masa yang akan datang. 4. dan objek material yang dihadapi. perhatian anak mengarah kepada operasi logis yang sangat cepat. (3) Faktor Pembentukan. 9 . misalnya orang yang dijumpai. (2) Faktor minat/ dorongan/ motif. Selama tahap operasional konkret. Tahap Berpikir Operasional Formal Selama tahap operasi formal (11-15 tahun). anak sudah mulai menerapkan operasi secara konkret untuk semua masalah yang dihadapi didalam kelas. content ”pola tingkah laku spesifik ketika seseorang mnghadapi masalah”. perkembangannya meliputi: scheme ”pola tingkah laku yang dapat diulang”. Teori Benjamin S. Bloom.Tahap operasional konkret ini merupakan merupakan tahap transisi antara tahap pra-operasional dengan tahap berpikir formal (logika). mencakup perwujudan lingkungan dimana individu bereaksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi intelegensi: (1) Faktor pembawaan. karena pada hakikatnya manusia berada didalam suatu medan kekuatan yang bersifat psikologis ”life space”. 3. dan 5) Evaluasi/ Evaluation. struktur kognitif menjadi matang secara kualitas. Teori Belajar Kognitif 1. dan function ”berhubungan dengan cara seseorang mencapai kemajuan intelektual. Selama puber. 2. Cognitive Development (Piaget): proses berpikir merupakan aktivitas gradual dari fungsi intelektual. 3) Aplikasi/ Aplication. berpikir formal ditandai oleh egosentris. (4) Faktor kematangan. Cognitive field (Kurt Levin): menitik beratkan perhatian pada kepribadian dan psikologi sosial. dan (5) Faktor Kebebasan D. fungsi kejiwaan yang dimiliki. 4) Sintesis/ Synthesis. 2) Pemahaman/ Comprehension. emergensi perasaan idealistik formasi personal berlanjut sebagai permulaan masa puber untuk beradaptasi terhadap dirinya ketika ia memasuki dunia dewasa.

2 tahun) 2) Pra operasional (usia 2 – 7 tahun) 3) Operasional kongkrit (usia 7 – 11 tahun) 4) Operasi formal (usia 11 tahun hingga dewasa) Note: Reference based on the Syllabus 10 .E. Kesimpulan Setiap individu pada saat tumbuh mulai dari bayi yang baru di lahirkan sampai mengijak usia dewasa mengalami empat tingkat perkembangan kognitif. Empat tingkat perkembangan kognitif itu adalah: 1) Sensori motor (usia 0 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful