Pengertian Budaya Politik * Sikap orientasi warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya, dan

sikap terhadap peranan warga negara di dalam sistem itu ( G. A. Almond dan S. Verba ) * Sikap dan orientasi warga suatu negara terhadap kehidupan pemerintahan negara dan politiknya ( Mochtar Masoed dan Colin MacAndrews ) * Sutu konsep yang terdiri dari sikap, keyakinan, nilai - nilai dan ketrampilan yang sedang berlaku bagi seluruh anggota masyarakat, termasuk pola - pola kecenderungan khusus serta pola - pola kebiasaan yang terdapat pada kelompok - kelompok dalam masyarakat ( Almond dan Powell ) * Budaya politik menunjuk pada orientasi dari tingkahlaku individu/masyarakat terhadap sistem politik. * Orientasi politik tersebut terdiri dari 2 tingkat yaitu: di tingkat masyarakat dan di tingkat individu. * Orientasi masyarakat secara keseluruhan tidak dapat dipisahkan dari otientasi individu. Menurut Almond dan Verba, masyarakat mengidentifikasi dirinya terhadap simbol-simbol dari lembaga-lembaga kenegaraan berdasarkan orientasi yang dimilikinya. Menurut Almond dan Powel, orientasi individu terhadap sistem politik mencakup 3 aspek yaitu : * Orientasi kognitif, yaitu pengetahuan dan keyakinan tentang sistem politik. Misalnya : tingkat pengetahuan seseorang tentang jalannya sistem politik, tokoh pemerintahan dan kebijakan yang mereka ambil, simbol-simbol kenegaraan, dll. * Orientasi afektif, yaitu aspek perasaan dan emosional seseorang individu terhadap sistem politik. * Orientasi evaluatif, yaitu penilaian seseorang terhadap sistem politik, menunjuk pada komitmen terhadap nilai-nilai dan pertimbanganpertimbangan politik terhadap kinerja sistem politik. BAGAIMANA BUDAYA POLITIK MENURUT ANDA ? MACAM - MACAM BUDAYA POLITIK YANG BERKEMBANG DI MASYARAKAT * Budaya politik elit (terdiri dari kaum pelajar sehingga memiliki pengaruh dan lebih berperan dalam pemerintahan) dan budaya politik massa (kurang memahami politik sehingga mudah terbawa arus). * Menurut Hebert Feith, sistem politik di Indonesia di dominasi oleh budaya politik aristokrat Jawa dan wiraswasta Islam. * Menurut C. Geertz di Indonesia terdapat budaya politik priyayi, santri dan abangan. TIPE - TIPE BUDAYA POLITIK * Budaya politik parokial * Budaya politik subjek * Budaya politik partisipan * Budaya politik subjek - parokial * Budaya politik subjek - partisipan * Budaya politik parokial - partisipan BUDAYA POLITIK PAROKIAL ( PAROCHIAL POLITICAL CULTURE ) * Tipe budaya politik yang orientasi politik individu dan masyarakatnya masih sangat rendah. Hanya terbatas pada satu wilayah atau lingkup yang kecil atau sempit. * Individu tidak mengharapkan apapun dari sistem politik. * Tidak ada peranan politik yang bersifat khas dan berdiri sendiri. * Biasanya terdapat pada masyarakat tradisional. BUDAYA POLITIK SUBJEK ( SUBJECT POLITICAL CULTURE ) * Masyarakat dan individunya telah mempunyai perhatian dan minat terhadap sistem politik * Meski peran politik yang dilakukannya masih terbatas pada pelaksanaan kebijakan-kebijakan pemerintah dan menerima kebijakan tersebut dengan pasrah. * Tidak ada keinginan untuk menilai , menelaah atau bahkan mengkritisi BUDAYA POLITIK PARTISIPAN ( PARTICIPANT POLITICAL CULTURE ) * Merupakan tipe budaya yang ideal. * Individu dan masyarakatnya telah mempunyai perhatian, kesadaran dan minat yang tinggi terhadap politik pemerintah. * Individu dan masyarakatnya mampu memainkan peran politik baik dalam proses input (berupa pemberian dukungan atau tuntutan terhadap sistem politik) maupun dalam proses output (melaksanakan, menilai dan mengkritik terhadap kebijakan dan keputusan politik pemerintah). BUDAYA POLITIK SUBJEK PAROKIAL ( PAROCHIAL SUBJECT POLITICAL CULTURE ) * Budaya politik yang sebagian besar telah menolak tuntutan masyarakat feodal atau kesukuan. * Telah mengembangkan kesetiaan terhadap sistem politik yang lebih komplek dengan stuktur pemerintah pusat yang bersifat khusus. * Cenderung menganut sistem pemerintahan sentralisasi. BUDAYA POLITIK SUBJEK PARTISIPAN ( PARTICIPANT SUBJECT POLITICAL CULTURE )

* Sebagian besar masyarakatnya telah mempunyai orientasi input yang bersifat khusus dan serangkaian pribadi sebagai seorang aktivis. * Sementara sebagian kecil lainnya terus berorientasi kearah struktur pemerintahan yang otoriter dan secara relatif mempunyai serangkaian orientasi pribadi yang pasif. BUDAYA POLITIK PAROKIAL PARTISIPAN ( PARTICIPANT PAROCHIAL POLITICAL CULTURE ) * Berlaku di negara-negara berkembang yang yang masyarakatnya menganut budaya dalam stuktur politik parokial. * Tetapi untuk keselarasan diperkenalkan norma-norma yang bersifat partisipan. PERKEMBANGAN BUDAYA POLITIK MASYARAKAT INDONESIA * Indonesia menganut budaya politik yang bersifat parokial-kaula di satu pihak dan budaya politik partisipan di pihak lain. * Sikap ikatan primodalisme masih sangat mengakar dalam masyarakat Indonesia. * Masih kuatnya paternalisme dalam budaya politik Indonesia. MAKNA SOSIALISASI KESADARAN POLITIK * Menurut M. Taopan, Kesadaran politik (political awwarnes) merupakan proses bathin yang menampakkan keinsyafan dari setiap warga negara akan pentingnya urusan kenegaraan dalam kehidupan bernegara. * Masyarakat harus mendukung pemerintah, mengingat kompleks dan beratnya beban yang harus dipikul para penyelenggara negara. * Kesadaran politik dapat terwujud salah satunya melalui sosialisasi politik. PENGERTIAN SOSIALISASI POLITIK ( POLITICAL SOCIALIZATION ) * Proses bagaimana memperkenalkan sistem politik pada seseorang dan bagaimana seseorang tersebut menentukan tanggapan serta reaksireaksinya terhadap gejala-gejala politik (Michael Rush dan Phillip Althoff). * Suatu proses perkembangan seseorang untuk mendapatkan orientasi-orientasi politik dan pola-pola tingkah lakunya (David Easton dan Jack Dennis). * Proses pembentukan sikap dan orientasi politik anggota masyarakat (Ramlan Surbakti). * Suatu proses belajar dimana setiap individu memperoleh orientasi-orientasi berupa keyakinan, perasaan dan komponen-komponen nilai pemerintahan dan kehidupan politik. Dari sudut pandang masyarakat, sosialisasi politik adalah cara memelihara atau mengubah kebudayaan politik (Jack Plano). * Proses dimana sikap-sikap dan nilai-nilai politik ditanamkan kepada anak-anak sampai mereka dewasa dan orang-orang dewasa tersebut direkrut ke dalam peranan-peranan politik tertentu (Almond dan Powell). Pada hakekatnya sosialisasi politik Adalah proses untuk memasyarakatkan nilai -nilai atau budaya politik ke dalam suatu masyarakat. MEKANISME SOSIALISASI BUDAYA POLITIK * Imitasi, proses sosialisasi melalui peniruan terhadap perilaku yang ditampilkan individu-individu lain. Sosialisasi pada masa kanak-kanak merupakan hal amat penting. * Instruksi, mengacu pada proses sosialisasi melalui proses pembelajaran formal, informal maupun nonformal. * Motivasi, proses sosialisasi yang berkaitan dengan pengalaman individu. Menurut Robert Le Vine ada 3 (tiga) mekanisma pengembangan budaya politik: AGEN - AGEN SOSIALISASI POLITIK * Keluarga * Sekolah * Kelompok pergaulan * Lingkungan kerja * Media masa * Partai politik PENGERTIAN PARTISIPASI POLITIK Kegiatan yang dilakukan oleh warga negara baik secara individu maupun secarakolektif, atas dasar keinginan sendiri maupun atas dorongan dari pihak lain yang tujuannya untuk mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah, agar keputusan tersebut menguntungkan. BENTUK – BENTUK PARTISIPASI POLITIK * Kegiatan pemilihan * Lobbying * Kegiatan organisasi * Mencari koneksi * Tindakam kekerasan Samuel Huntington dan Joan M. Nelson mengidentifikasi 4 (empat) bentuk paertisipasi politik: CONTOH PERAN AKTIF DALAM KEHIDUPAN POLITIK

pemilihan ketua RT. '08 2:42 PM untuk semuanya A. memiliki peranan penting dalam sistem politik suatu negara. kegiatan ekonomi dan sosial. perasaan dan sikap warga negara terhadap negaranya. anggota suatu partai politik tertentu dan sebagainya. misal : musyawarah keluarga. proses pembuatan kebijakan pemerintah. pakaian dan papan (rumah). dan institusi-institusi di luar pemerintah (non-formal). minum. * Lingkungan bangsa dan bernegara. seringkali kita bisa melihat dan mengukur pengetahuan-pengetahuan. pemimpim politik dan lai-lain. pandangan dan pengetahuan tentang praktik-praktik perilaku politik dalam semua sistem politik. misal : menggunakan hak pilih dalam pemilu. seperti makan.ART dalam setiap organisasi yang diikuti. ikut aksi unjuk rasa dengan damai. * Lingkungan sekolah. biologis. Oleh karena itu. forum-forum diskusi atau musyawarah. Setiap warga negara. berarti orang tersebut terlibat dalam peristiwa politik tertentu. budaya politik langsung mempengaruhi kehidupan politik dan . Lebih dari itu. senantiasa akan berinteraksi dengan manusia lain dalam upaya mewujudkan kebutuhan hidupnya. pemerintahnya. pengaturan kekuasaan. Dan jika seraca langsung. Kebutuhan hidup manusia tidak cukup yang bersifat dasar. ketua osis.* Lingkungan keluarga. atau berita-berita tentang peristiwa politik yang terjadi. misal : pemilihan ketua kelas. juga mencakup kebutuhan akan pengakuan eksistensi diri dan penghargaan dari orang lain dalam bentuk pujian. Manusia dalam kedudukannya sebagai makhluk sosial. dalam kesehariannya hampir selalu bersentuhan dengan aspek-aspek politik praktis baik yang bersimbol maupun tidak. pemberian upah kerja. PENDAHULUAN Kehidupan manusia di dalam masyarakat. * Lingkungan masyarakat. status sebagai anggota masyarakat. dsb. Budaya politik. membaca dan mengikuti berbagai berita di media masa dan elektronik. RW. Kehidupan politik yang merupakan bagian dari keseharian dalam interaksi antar warga negara dengan pemerintah. pemasang atribut kenegaraan pada hari besar nasional. BAB I BUDAYA POLITIK DI INDONESIA Apr 11. telah menghasilkan dan membentuk variasi pendapat. membuat artikel tentang aspirasi siswa. Dalam proses pelaksanaannya dapat terjadi secara langsung atau tidak langsung dengan praktik-praktik politik. merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat dengan ciri-ciri yang lebih khas. serta gejolak masyarakat terhadap kekuasaan yang memerintah. misal : partisipasi dalam forum warga. dan lain . kegiatan partai-partai politik. kehidupan pribadi dan sosial secara luas.lain. Istilah budaya politik meliputi masalah legitimasi. perilaku aparat negara. Dengan demikian. dan sebagainya. menjadi anggota aktif dalam partai politik. pembuatan AD . Kegiatan politik juga memasuki dunia keagamaan. Jika secara tidak langsung. hal ini sebatas mendengar informasi.

yaitu sikap d. b. kebudayaan Indonesia cenderung membagi secara tajam antara kelompok elite dengan kelompok massa. dan mitos. bahwa warga negara senantiasa mengidentifikasikan diri mereka dengan simbol-simbol dan lembaga kenegaraan berdasarkan orientasi yang mereka miliki. dan sikap terhadap peranan warga negara yang ada di dalam sistem itu. Budaya politik adalah aspek politik dari nilai-nilai yang terdiri atas pengetahuan. Yang kedua generik) menganalisis bentuk. atau tertutup. utopis. tahayul. setiap unsur masyarakat berbeda pula budaya politiknya. . Bentuk budaya politik menyangkut sikap dan norma. Lebih jauh mereka menyatakan. Dengan orientasi itu pula mereka menilai serta mempertanyakan tempat dan peranan mereka di dalam sistem politik. Dengan kata lain. c. sosialisme. Budaya politik tersebut memberikan rasional untuk menolak atau menerima nilainilai dan norma lain. Pengertian Umum Budaya Politik Budaya politik merupakan sistem nilai dan keyakinan yang dimiliki bersama oleh masyarakat. Yang pertama menekankan pada isi atau materi.menentukan keputusan nasional yang menyangkut pola pengalokasian sumber-sumber masyarakat. O'G Anderson. dan ciri-ciri budaya seperti militan. atau nasionalisme. Seperti juga di Indonesia. peranan. menurut Benedict R. Budaya politik dapat dilihat dari aspek doktrin dan generiknya. adat istiadat. terbuka. Namun. Almond dan Verba mendefinisikan budaya politik sebagai suatu sikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya. aspek seperti (aspek politik. PENGERTIAN BUDAYA POLITIK 1. Hakikat dan ciri budaya politik yang menyangkut masalah nilai-nilai adalah prinsip dasar yang melandasi suatu pandangan hidup yang berhubungan dengan masalah tujuan. Kesemuanya dikenal dan diakui oleh sebagian besar masyarakat. demokrasi. Berikut ini adalah beberapa pengertian budaya politik yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk lebih memahami secara teoritis sebagai berikut : a. seperti antara masyarakat umum dengan para elitenya. B. bagaimana distribusi pola-pola orientasi khusus menuju tujuan politik diantara masyarakat bangsa itu.

Namun bila diamati dan dikaji lebih jauh. Rusadi Sumintapura Budaya politik tidak lain adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik. b. sebuah pola orientasi-orientasi terhadap objek-objek politik. Berikut ini merupakan pengertian dari beberapa ahli ilmu politik tentang budaya politik. 1. a. yaitu sistem dan individu. Jauh dari anggapan yang demikian. Ball Budaya politik adalah suatu susunan yang terdiri dari sikap. . Dengan orientasi yang bersifat individual ini. sehingga terdapat variasi konsep tentang budaya politik yang kita ketahui. tingkat militansi seseorang terhadap orang lain dalam pergaulan masyarakat.terbuka dan tertutup. pandangan ini melihat aspek individu dalam orientasi politik hanya sebagai pengakuan akan adanya fenomena dalam masyarakat secara keseluruhan tidak dapat melepaskan diri dari orientasi individual. kepercayaan. sehingga tetap dalam satu pemahaman dan rambu-rambu yang sama. Alan R. d. Pola kepemimpinan (konformitas atau mendorong inisiatif kebebasan). c. tentang derajat perbedaan konsep tersebut tidaklah begitu besar. sikap terhadap mobilitas (mempertahankan status quo atau mendorong mobilitas). Pengertian Budaya Politik Menurut Para Ahli Terdapat banyak sarjana ilmu politik yang telah mengkaji tema budaya politik. Sidney Verba Budaya politik adalah suatu sistem kepercayaan empirik. simbolsimbol ekspresif dan nilai-nilai yang menegaskan suatu situasi dimana tindakan politik dilakukan. prioritas kebijakan (menekankan ekonomi atau politik). Austin Ranney Budaya politik adalah seperangkat pandangan-pandangan tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara bersama-sama. Dengan pengertian budaya politik di atas. emosi dan nilai-nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan isu-isu politik. tidaklah berarti bahwa dalam memandang sistem politiknya kita menganggap masyarakat akan cenderung bergerak ke arah individualisme. nampaknya membawa kita pada suatu pemahaman konsep yang memadukan dua tingkat orientasi politik.

Maksud dari pernyataan ini menurut Ranney. maka dapat ditarik beberapa batasan konseptual tentang budaya politik sebagai berikut : Pertama : bahwa konsep budaya politik lebih mengedepankan aspekaspek non-perilaku aktual berupa tindakan. maka komponen-komponen berisikan unsur-unsur psikis dalam diri masyarakat yang terkategori menjadi beberapa unsur. dengan melihat fokus yang diorientasikan. Gabriel A. bukan per-individu.e. juga kecenderungan dan polapola khusus yang terdapat pada bagian-bagian tertentu dari populasi. Bingham Powell. sikap. Hal-hal yang diorientasikan dalam sistem politik. eksekutif dan sebagainya. Almond dan G. bahwa budaya politik merupakan refleksi perilaku warga negara secara massal yang memiliki peran besar bagi terciptanya sistem politik yang ideal. Misal orientasi politik terhadap lembaga politik terhadap lembaga legislatif. artinya setiap berbicara budaya politik maka tidak akan lepas dari pembicaraan sistem politik. keyakinan. nilai-nilai dan kepercayaan-kepercayaan. nilai dan keterampilan yang berlaku bagi seluruh populasi. Kedua : hal-hal yang diorientasikan dalam budaya politik adalah sistem politik. : budaya politik merupakan deskripsi konseptual yang menggambarkan komponen-komponen budaya politik dalam tataran masif (dalam jumlah besar). yaitu setiap komponenkomponen yang terdiri dari komponen-komponen struktur dan fungsi dalam sistem politik. Almond memandang bahwa budaya politik adalah dimensi psikologis dari sebuah sistem politik yang juga memiliki peranan penting berjalannya sebuah sistem politik. bagi terselenggaranya konflik-konflik politik (dinamika politik) dan terjadinya proses pembuatan kebijakan politik. Ketiga 1. Komponen-Komponen Budaya Politik Seperti dikatakan oleh Gabriel A. Bingham Powell. Jr. Sebagai suatu lingkungan psikologis. Seseorang akan memiliki orientasi yang berbeda terhadap sistem politik. . fungsi-fungsi dari struktur politik. Budaya politik berisikan sikap. Hal ini berkaitan dengan pemahaman. Hal inilah yang menyebabkan Gabriel A. atau mendeskripsikan masyarakat di suatu negara atau wilayah. adalah karena budaya politik menjadi satu lingkungan psikologis. Jr. Almond dan G. bahwa budaya politik merupakan dimensi psikologis dalam suatu sistem politik. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut diatas (dalam arti umum atau menurut para ahli).. dan gabungan dari keduanya. apakah dalam tataran struktur politik. tetapi lebih menekankan pada berbagai perilaku non-aktual seperti orientasi.

tetapi bukan curiga terhadap orang. Budaya Politik Toleransi Budaya politik dimana pemikiran berpusat pada masalah atau ide yang harus dinilai. yaitu orientasi kognitif (cognitive orientations) dan orientasi afektif (affective oreintatations). Budaya Politik Militan Budaya politik dimana perbedaan tidak dipandang sebagai usaha mencari alternatif yang terbaik. bahwa budaya politik mengandung tiga komponen obyek politik sebagai berikut. Kesemuanya itu menutup jalan bagi pertumbuhan kerja sama. peranan dan segala kewajibannya serta input dan outputnya. menuntut kerja sama yang luas untuk memperpadukan modal dan keterampilan. bukan disebabkan oleh peraturan yang salah. Berdasarkan Sikap Yang Ditunjukkan Pada negara yang memiliki sistem ekonomi dan teknologi yang kompleks. Pernyataan dengan jiwa tolerasi hampir . terdapat dua komponen utama dari budaya politik. Almond dan Verba dengan lebih komprehensif mengacu pada apa yang dirumuskan Parsons dan Shils tentang klasifikasi tipe-tipe orientasi. C. Sikap netral atau kritis terhadap ide orang. TIPE-TIPE BUDAYA POLITIK 1. Orientasi Orientasi evaluatif : yaitu keputusan dan pendapat tentang obyekobyek politik yang secara tipikal melibatkan standar nilai dan kriteria dengan informasi dan perasaan. tetapi dipandang sebagai usaha jahat dan menantang. Orientasi kognitif : yaitu berupa pengetahuan tentang dan kepercayaan pada politik. para aktor dan pe-nampilannya. Jika pernyataan umum dari pimpinan masyarakat bernada sangat militan. berusaha mencari konsensus yang wajar yang mana selalu membuka pintu untuk bekerja sama. maka hal itu dapat menciptakan ketegangan dan menumbuhkan konflik. a. maka yang dicari adalah kambing hitamnya.Menurut Ranney. b. dan masalah yang mempribadi selalu sensitif dan membakar emosi. politik. Sementara itu. Pada kondisi ini budaya politik memiliki kecenderungan sikap ”militan” atau sifat ”tolerasi”. Bila terjadi kriris. afektif : yaitu perasaan terhadap sistem peranannya. Jiwa kerja sama dapat diukur dari sikap orang terhadap orang lain.

b. Tipe akomodatif dari budaya politik melihat perubahan hanya sebagai salah satu masalah untuk dipikirkan. 1. Pola pikir demikian hanya memberikan perhatian pada apa yang selaras dengan mentalnya dan menolak atau menyerang hal-hal yang baru atau yang berlainan (bertentangan). Usaha yang diperlukan adalah intensifikasi dari kepercayaan. ternyata memiliki beberapa variasi. maka setiap sistem politik akan memiliki budaya politik yang berbeda. Dari realitas budaya politik yang berkembang di dalam masyarakat.selalu mengundang kerja sama. kritis terhadap diri sendiri. dan bersedia menilai kembali tradisi berdasarkan perkembangan masa kini. malah hanya berusaha memelihara kemurnian tradisi. Budaya Politik terbagi atas : a. tradisi selalu dipertahankan dengan segala kebaikan dan keburukan. Budaya Politik Yang memiliki Sikap Mental Akomodatif Struktur mental yang bersifat akomodatif biasanya terbuka dan sedia menerima apa saja yang dianggap berharga. yaitu tingkat . Ia dapat melepaskan ikatan tradisi. Kesetiaan yang absolut terhadap tradisi tidak memungkinkan pertumbuhan unsur baru. jarang bersifat kritis terhadap tradisi. Tipe absolut dari budaya politik sering menganggap perubahan sebagai suatu yang membahayakan. Budaya politik yang bernada absolut bisa tumbuh dari tradisi. Budaya politik parokial (parochial political culture). dianggap selalu sempurna dan tak dapat diubah lagi. Berdasarkan Orientasi Politiknya Realitas yang ditemukan dalam budaya politik. Maka. Berdasarkan sikap terhadap tradisi dan perubahan. Perubahan dianggap sebagai penyimpangan. bukan kebaikan. Perubahan mendorong usaha perbaikan dan pemecahan yang lebih sempurna. Berdasarkan orientasi politik yang dicirikan dan karakter-karakter dalam budaya politik. Budaya Politik Yang memiliki Sikap Mental Absolut Budaya politik yang mempunyai sikap mental yang absolut memiliki nilai-nilai dan kepercayaan yang. Tiap perkembangan baru dianggap sebagai suatu tantangan yang berbahaya yang harus dikendalikan. Perbedaan ini terwujud dalam tipe-tipe yang ada dalam budaya politik yang setiap tipe memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Gabriel Almond mengklasifikasikan budaya politik sebagai berikut : a.

e. Orientasi parokial menyatakan alpanya harapan-harapan akan perubahan yang komparatif yang diinisiasikan oleh sistem politik. Budaya politik partisipan (participant political culture). . yang disebabkan faktor kognitif (misalnya tingkat pendidikan relatif rendah). Tidak terdapat peran-peran khusus dalam masyarakat. tidak menutup kemungkinan bahwa terbentuknya budaya politik merupakan gabungan dari ketiga klasifikasi tersebut di atas. Terdapat frekuensi orientasi politik yang tinggi terhadap sistem politik yang diferensiatif dan aspek output dari sistem itu. yaitu budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik sangat tinggi. f. Uraian / Keterangan Frekuensi orientasi terhadap sistem sebagai obyek umum. Budaya Politik Parokial a. Subyek/Ka ula a. b. Tentang klasifikasi budaya politik di dalam masyarakat lebih lanjut adalah sebagai berikut.partisipasi politiknya sangat rendah. obyek-obyek output. c. Parokialisme dalam sistem politik yang diferensiatif lebih bersifat afektif dan normatif dari pada kognitif. Budaya politik kaula (subyek political culture). yaitu masyarakat bersangkutan sudah relatif maju (baik sosial maupun ekonominya) tetapi masih bersifat pasif. c. N o 1. politik yang b. dan pribadi sebagai partisipan aktif mendekati nol. 2. Parokialisme murni berlangsung dalam sistem tradisional yang lebih sederhana dimana spesialisasi politik berada pada jenjang sangat minim. Kaum parokial tidak mengharapkan apapun dari sistem politik. obyek-obyek input. Dalam kehidupan masyarakat. tetapi frekuensi orientasi terhadap obyek-obyek input secara d.

obyek-obyek input. Bentuk kultur dimana anggota-anggota masyarakat cenderung diorientasikan secara eksplisit terhadap sistem politik secara komprehensif dan terhadap struktur dan proses politik serta administratif (aspek input dan output sistem politik) Anggota masyarakat partisipatif terhadap obyek politik b. b. Hal ini dikarenakan terjadinya harmonisasi . administratif secara esensial merupakan hubungan yang pasif. Masyarakat berperan sebagai aktivis. 3. Partisipan a. c. Frekuensi orientasi politik sistem sebagai obyek umum. Mereka memiliki kebanggaan terhadap sistem politik dan memiliki kemauan untuk mendiskusikan hal tersebut. dan terhadap output. Budaya politik partisipan merupakan lahan yang ideal bagi tumbuh suburnya demokrasi. Mereka memiliki keyakinan bahwa mereka dapat mempengaruhi pengambilan kebijakan publik dalam beberapa tingkatan dan memiliki kemauan untuk mengorganisasikan diri dalam kelompok-kelompok protes bila terdapat praktik-praktik pemerintahan yang tidak fair. d. Sering wujud di dalam masyarakat di mana tidak terdapat struktur input yang terdiferensiansikan. output. Para subyek pemerintah menyadari akan sebagai otoritas Hubungannya terhadap sistem plitik secara umum. e. dan pribadi sebagai partisipan aktif mendekati satu. Kondisi masyarakat dalam budaya politik partisipan mengerti bahwa mereka berstatus warga negara dan memberikan perhatian terhadap sistem politik. Orientasi subyek lebih bersifat afektif dan normatif daripada kognitif.khusus. c. d. dan terhadap pribadi partisipan yang aktif mendekati nol.

. mereka lebih mengidentifikasikan dirinya pada perasaan lokalitas. Asia. dan jarang membicarakan masalah-masalah politik. sehingga sangat sukar untuk mengharapkan artisipasi politik yang tinggi. karena adanya saling percaya (trust) antar warga negara. Budaya politik ini juga mengindikasikan bahwa masyarakatnya tidak memiliki minat maupun kemampuan untuk berpartisipasi dalam politik. tetapi tidak bangga terhadap sistem politik negaranya dan perasaan komitmen emosionalnya kecil terhadap negara. dan Amerika Latin. Masyarakat dalam tipe budaya ini tetap memiliki pemahaman yang sama sebagai warga negara dan memiliki perhatian terhadap sistem politik. hanya bisa bila terdapat institusiinstitusi dan perasaan kewarganegaraan baru. yang ditunjukan oleh tingkat kompetensi politik. ketika berhadapan dengan institusi-institusi politik. Perasaan kompetensi politik dan keberdayaan politik otomatis tidak muncul. Budaya Politik parokial merupakan tipe budaya politik yang paling rendah. pengetahuannya sedikit tentang sistem politik. tetapi keterlibatan mereka dalam cara yang lebih pasif. Mereka tetap mengikuti berita-berita politik. Selain itu warga negara berperan sebagai individu yang aktif dalam masyarakat secara sukarela. Mereka tidak memiliki perhatian terhadap apa yang terjadi dalam sistem politik.hubungan warga negara dengan pemerintah. yang didalamnya masyarakat bahkan tidak merasakan bahwa mereka adalah warga negara dari suatu negara. Oleh karena itu dalam konteks politik. Tidak terdapat kebanggaan terhadap sistem politik tersebut. Oleh karena itu mereka merasa perlu untuk terlibat dalam proses pemilu dan mempercayai perlunya keterlibatan dalam politik. karena masing-masing warga negaranya tidak aktif. dan tingkat efficacy atau keberdayaan. Selain itu mereka juga memiliki kompetensi politik dan keberdayaan politik yang rendah. tipe budaya ini merupakan kondisi ideal bagi masyarakat secara politik. yaitu menyelesaikan sesuatu hal secara politik. Oleh karena itu terdapat kesulitan untuk mencoba membangun demokrasi dalam budaya politik parokial. Demokrasi sulit untuk berkembang dalam masyarakat dengan budaya politik subyek. karena mereka merasa memiliki setidaknya kekuatan politik yang ditunjukan oleh warga negara. Perasaan berpengaruh terhadap proses politik muncul bila mereka telah melakukan kontak dengan pejabat lokal. agar terciptanya mekanisme kontrol terhadap berjalannya sistem politik. Budaya Politik subyek lebih rendah satu derajat dari budaya politikpartisipan. Budaya politik ini bisa dtemukan dalam masyarakat suku-suku di negara-negara belum maju. seperti di Afrika. Mereka akan merasa tidak nyaman bila membicarakan masalah-masalah politik.

yaitu : a. Dari sudut penguasa. Budaya politik subyek-partisipan (the subject-participant culture) Berdasarkan penggolongan atau bentuk-bentuk budaya politik di atas. meskipun terdapat organisasi politik dan partisipan politik seperti mahasiswa. pemerintah diharapkan makin besar peranannya dalam pembangunan di segala bidang. Melainkan terdapat variasi campuran di antara ketiga tipe-tipe tersebut. ketiganya menurut Almond dan Verba tervariasi ke dalam tiga bentuk budaya politik. Di negara berkembang seperti Indonesia. Sistem Otoriter Di sini jumlah industrial dan modernis sebagian kecil.subject culture) Budaya politik parokial-partisipan (the parochial-participant culture) b. apalagi kritik. menuntut konformitas atau mendorong aktivitas. Modifikasi atau kompromi tidak diharapkan. dapat dibagi dalam tiga model kebudayaan politik sebagai berikut : Model-Model Kebudayaan Politik Demokratik Industrial Dalam sistem ini cukup banyak aktivis politik untuk menjamin adanya kompetisi partaipartai poli-tik dan kehadiran pemberian suara yang besar. c. Demokratis Pra Industrial Dalam sistem ini hanya terdapat sedikit sekali partisipan dan sedikit pula keter-libatannya dalam peme-rintahan Pola kepemimpinan sebagai bagian dari budaya politik. Budaya politik subyek-parokial (the parochial.Namun dalam kenyataan tidak ada satupun negara yang memiliki budaya politik murni partisipan. pariokal atau subyek. konformitas menyangkut tuntutan atau harapan akan dukungan dari rakyat. tetapi seba-gian besar jumlah rakyat hanya menjadi subyek yang pasif. maka dia menuntut rakyat . Jika pemimpin itu merasa dirinya penting. kaum intelektual dengan tindakan persuasif menentang sis-tem yang ada.

ekonomi. dan kebudayaan di mana seseorang/individu berada. merupakan proses yang berlangsung lama dan rumit yang dihasilkan dari usaha saling mempengaruhi di antara kepribadian individu dengan pengalamanpengalaman politik yang relevan yang memberi bentuk terhadap tingkah laku politiknya. nilai-nilai. merupakan salah satu dari fungsi-fungsi input sistem politik yang berlaku di negara-negara manapun juga baik yang menganut sistem politik demokratis. Jadi. merupakan proses pembentukan sikap dan orientasi politik pada anggota masyarakat. Keterlaksanaan sosialisasi politik. melalui mana individu menerima rangsangan-rangsangan politik. D. Akan tetapi. biasanya mempunyai budaya politik bersifat agama politik. otoriter. sosialisasi politik adalah proses dengan mana individu-individu dapat memperoleh pengetahuan. maka elite itu sedang mengembangkan pola kepemimpinan inisiatif rakyat dengan tidak mengekang kebebasan. diktator dan sebagainya. dan sikap-sikap yang diperoleh seseorang itu membentuk satu layar persepsi. yaitu kondisi politik yang terlalu sentralistis dengan peranan birokrasi atau militer yang terlalu kuat. Budaya tersebut merupakan usaha percampuran politik dengan ciri-ciri keagamaan yang dominan dalam masyarakat tradisional di negara yang baru berkembang. Tingkah laku politik seseorang berkembang secara berangsur-angsur. Selain itu. Sosialsiasi politik. ada pula elite yang menyadari inisiatif rakyat yang menentukan tingkat pembangunan. Pengertian Umum Sosialisasi Politik. Budaya politik para elite berdasarkan budaya politik agama tersebut dapat mendorong atau menghambat pembangunan karena massa rakyat harus menyesuaikan diri pada kebijaksanaan para elite politik. Peristiwa ini tidak menjamin bahwa . yaitu politik dikembangkan berdasarkan ciri-ciri agama yang cenderung mengatur secara ketat setiap anggota masyarakat. sangat ditentukan oleh lingkungan sosial. David Apter memberi gambaran tentang kondisi politik yang menimbulkan suatu agama politik di suatu masyarakat. Sosialisasi politik. dan sikap-sikap terhadap sistem politik masyarakatnya. SOSIALISASI PENGEMBANGAN BUDAYA POLITIK 1. Pengetahuan. Suatu pemerintahan yang kuat dengan disertai kepasifan yang kuat dari rakyat.menunjukkan kesetiaannya yang tinggi. nilai-nilai. juga ditentukan oleh interaksi pengalaman-pengalaman serta kepribadian seseorang.

Sosialisasi politik dapat dipandang sebagai suatu pewarisan . bukan tak mungkin yang dihasilkan stagnasi 1. b. c. a. Akan tetapi. Child Sosialisasi politik adalah segenap proses dengan mana individu. motif-motif dan sikap-sikap yang perlu untuk menampilkan peranan-peranan yang sekarang atau yang tengah diantisipasikan (dan yang terus berkelanjutan) sepanjang kehidupan manusia normal. Sama halnya dengan pengertian-pengertian tentang budaya politik. Sebab hal ini bisa saja menyebabkan pengingkaran terhadap legitimasi. sejauh perananperanan baru masih harus terus dipelajari. Akan tetapi. apabila legitimasi itu dibarengi dengan sikap apatis terhadap sistem politiknya. Richard E. d. Almond Sosialisasi politik menunjukkan pada proses dimana sikap-sikap politik dan pola-pola tingkah laku politik diperoleh atau dibentuk. maka perubahan mungkin terjadi. sistem politik dan seterusnya. dituntut untuk mengembangkan tingkah laku aktualnya yang dibatasi di dalam satu jajaran yang menjadi kebiasaannya dan bisa diterima olehnya sesuai dengan standar-standar dari kelompoknya. meskipun diantara para ahli politik terdapat perbedaan. Aberle. Apabila tidak ada legitimasi itu disertai dengan sikap bermusuhan yang aktif terhadap sistem politiknya. yang dilahirkan dengan banyak sekali jajaran potensi tingkah laku. Irvin L. Dawson dkk. sekalipun hal ini mungkin bisa terjadi. dalam “Culture and Socialization” Sosialisasi politik adalah pola-pola mengenai aksi sosial. namun pada umumnya tetap pada prinsip-prinsip dan koridor yang sama. Gabriel A. apakah akan menuju kepada stagnasi atau perubahan. Berikut ini akan dikemukana beberapa pengertian sosialisasi politik menurut para ahli. dan juga merupakan sarana bagi suatu generasi untuk menyampaikan patokanpatokan politik dan keyakinan-keyakinan politik kepada generasi berikutnya.masyarakat mengesahkan sistem politiknya. David F. yang menanamkan pada individu-individu keterampilan-keterampilan (termasuk ilmu pengetahuan). atau aspekaspek tingkah laku. Pengertian Menurut Para ahli Berbagai pengertian atau batasan mengenai sosialisasi politik telah banyak dilakukan oleh para ilmuwan terkemuka. tergantung pada keadaan yang menyebabkan pengingkaran tersebut.

Alfian Mengartikan pendidikan politik sebagai usaha sadar untuk mengubah proses sosialisasi politik masyarakat. sekolah. dan sarana-sarana sosialisasi yang lainnya kepada warga negara baru dan mereka yang menginjak dewasa. dalam From Generation to Ganeration Sosialisasi politik adalah komunikasi dengan dan dipelajari oleh manusia lain. S. Oleh Mochtar Mas’oed disebut dengan transmisi kebudayaan. kelompok kerja. Denis Kavanagh Sosialisasi politik merupakan suatu proses dimana seseorang mempelajari dan menumbuhkan pandangannya tentang politik. a. dan bersamaan dengan itu lahir pulalah kebudayaan politik baru. belajar dari pengalaman/ pola-pola aksi. ada dua hal yang perlu diperhatikan. nilai-nilai atau perasaan-perasaan mengenai politik secara tegas. guru. dan lebih khusus lagi. kelompok pergaulan. yakni: pertama : sosialisasi politik hendaknya dilihat sebagai suatu proses yang berjalan terus-menerus selama peserta itu hidup. . b. Proses mana berlangsung dalam keluarga.pengetahuan. Kedua : sosialisasi politik dapat berwujud transmisi yang berupa pengajaran secara langsung dengan melibatkan komunikasi informasi. nilai-nilai dan pandangan-pandangan politik dari orang tua. memberikan indikasi umum hasil belajar tingkah laku individu dan kelompok dalam batas-batas yang luas. sehingga mereka mengalami dan menghayati betul nilai-nilai yang terkandung dalam suatu sistem politik yang ideal yang hendak dibangun. e. Eisentadt. f. motif-motif (nilai-nilai) dan sikap-sikap. Dari pandangan Alfian. atau kontak politik langsung. g. Hasil dari penghayatan itu akan melahirkan sikap dan perilaku politik baru yang mendukung sistem politik yang ideal tersebut. dengan siapa individu-individu yang secara bertahap memasuki beberapa jenis relasi-relasi umum.N. media massa. berkenaan pengetahuan atau informasi. Sosialisasi secara fundamental merupakan proses hasil belajar. sebagai berikut. Dari sekian banyak definisi ini nampak mempunyai banyak kesamaan dalam mengetengah-kan beberapa segi penting sosialisasi politik.

dapat memasukkan sejumlah ketentuan mengenai pendidikan kewarganegaraan. yang mencakup tingkah laku. sebagai pemeliharaan sistem. ada dua masalah yang berasosiasi dengan definisidefinisi tersebut di atas. tidak bisa diakui dan tidak bisa dkenali. menurut Michael Rush & Phillip Althoff. lebih-lebih lagi pengalaman dan kepribadian kelompok-kelompok individu. “Pendidikan politik dimulai dari keminkamtaan meminati tradisi dalam bentuk pengamatan dan peniruan terhadap tingkah laku orang tua kita.adalah fundamental bagi proses sosialisasi dan bagi proses perubahan. menyediakan satu teori yang memungkin pencantuman dua variabel penting. merupakan hasil eksperimen. dengan siapa yang diajar. sistem-sistem pendidikan kemasyarakatan. yang diakses yang dipelajari dan juga bahwa berupa instruksi. karena semua itu berlangsung secara tidak sadar. tidak perlu disangsikan. Pertama : seluas manakah sosialisasi itu merupakan proses pelestarian yang sistematis? Hal ini penting sekali untuk menguji hubungan antara sosialisasi dan perubahan sosial. . tertutup. Maka Michael Oakeshott menyatakan. dan tidak membatasi diri dengan segala sesuatu yang telah dipelajari. pengalaman dan kepribadian individu. Instruksi merupakan bagian penting dari sosialisasi.c. d. negara bisa secara berhati-hati menyebarkan ideologi-ideologi resminya. Dalam kenyataan tidak ada alasan sama sekali untuk menyatakan mengapa suatu teori mengenai sosialisasi politik itu tidak mampu memperhitungkan: ada atau tidaknya perubahan sistematik dan perubahan sosial. atau istilah kaum fungsionalis. orang tua bisa mengajarkan kepada anak-anaknya beberapa cara tingkah laku sosial tertentu. Kedua Istilah-istilah seperti “menanamkan” dan sampai batas kecil tertentu “menuntun pada perkembangan” kedua-duanya cenderung mengaburkan segi penting dari sosialisasi. bahwa satu bagian besar bahkan sebagian terbesar sosialisasi. tetapi sosialisasi berlangsung sepanjang hidup. bahwa sosialisasi merupakan prakondisi yang diperlukan bagi aktivitas sosial. dan baik secara implisit maupun eksplisit memberikan penjelasan mengenai tingkah laku sosial. Dua variabel penting adalah pengalaman dan kepribadian dan kemudian akan dibuktikan bahwa kedua-duanya. baik yang terbuka maupun yang tertutup. Akan tetapi tidak bisa terlalu ditekankan. sosialisasi itu tidak perlu dibatasi pada usia anak-anak dan remaja saja (walaupun periode ini paling penting). siapa yang mengajar dan hasil-hasil apa yang diperoleh. Dari sekian banyak pendapat di atas. : adalah berkaitan dengan keluasan.

Hasil riset David Easton dan Robert Hess mengemukakan bahwa di Amerika Serikat. nilainilai dan sikap-sikap terhadap sistem politik masyarakatnya.. Kita menyadari akan masa lampau dan masa yang akan datang. Easton dan Dennis mengutarakan ada 4 (empat) tahap dalam proses sosialisasi politik dari anak. seperti pemberian suara. Keduanya dianggap sebagai tokoh kekuasaan. maka perubahan mungkin saja terjadi.dan sedikit sekali atau bahkan tidak ada satupun di dunia ini yang tampak di depan mat akita tanpa memberikan kontribusi terhadapnya. seperti "keterikatan kepada sekolah-sekolah mereka". akan tetapi apabila legitimasi itu dibarengi dengan sikap apatis terhadap sistem politiknya. namun secar atotal adalah tidak realistis untuk berasumsi bahwa makna setiap pengalaman harus diakui oleh pelakunya. atau oleh yang melakukan tindakan yang menyangkut pengalaman tersebut. seperti agen polisi. Peristiwa ini tidak menjamin bahwa masyarakat mengesahkan sistem politiknya. Proses Sosialisasi Politik Perkembangan sosiologi politik diawali pada masa kanak-kanak atau remaja. akan tetapi apakah hal ini menuju pada stagnasi atau pada perubahan. Anak muda itu mempunyai kepercayaan pada keindahan negerinva. bukan tidakmungkin terjadi stagnasi. sistematik dan disengaja. dan peranan warga negara dalam sistem politik. kebaikan serta kebersihan rakyatnya. belajar politik dimulai pada usia tiga tahun dan menjadi mantap pada usia tujuh tahun. Apabila tidak adanya legitimasi itu disertai dengan sikap bermusuhan yang aktif terhadap sistem politiknya. anak-anak mempunyai gambaran yang sama mengenai ayahnya dan presiden selama bertahun-tahun di sekolah awal.” Jadi. Peranan keluarga dalam sosialisasi politik sangat penting. tergantung pada keadaan yang menyebabkan pengingkaran tersebut. yaitu sebagai . Kiranya kita dapat memahami bahwa sosialisasi politik adalah proses. sekalipun hal ini mungkin terjadi. demokrasi. walaupun kenyataan bahwa sosialisasi itu sebagian bersifat terbuka. bahwa mereka berdiam di suatu daerah tertentu. Sebab hal ini bisa saja menyebabkan pengingkaran terhadap legitimasi. presiden. Menurut Easton dan Hess. dan bendera nasional. kebebasan sipil. dengan mana individu-individu dapat memperoleh pengetahuan. 2. Manifestasi ini diikuti oleh simbol-simbol otoritas umum. secepat kesadaran kita terhadap masa sekarang. Pada usia sembilan dan sepuluh tahun timbul kesadaran akan konsep yang lebih abstrak. Tahap lebih awal dari belajar politik mencakup perkembangan dari ikatan-ikatan lingkungan.

d. Nilai-nilai itu adalah sebagai berikut : a. Perkembangan pembedaan antara institusi-institusi politik dan mereka yang terlibat dalam aktivitas yang diasosiasikan dengan institusiinstitusi ini. 2) Sekolah . Adapun sarana alat yang dapat dijadikan sebagai perantara/sarana dalam sosialisasi politik. dan kepercayaan berkaitan dengan pemerintahan. menjauhkan diri dari kericuhan. e. Sosialisasi politik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses dengan jalan mana orang belajar tentang politik dan mengembangkan orientasi pada politik. nilai-nilai. Politik. d. dan kemurahan hati. keadilan. pencapaian/perolehan. dan pemungutan suara (pemilu). a. sering terjadi “obrolan” politik ringan tentang segala hal. Pribadi. ganjaran-ganjaran c. ketulusan. Perkembangan pembedaan antara otoritas internal dan yang ekternal. seperti kongres (parlemen). b. menjaga keamanan dan ketentraman. mahkamah agung. seperti orang tua anak. terutama agama. presiden dan polisi. Suatu penelitian secara khusus telah dilakukan guna menyelidiki nilai-nilai pengasuhan anak yang dilakukan oleh berbagai generasi orang tua di Rusia. sehingga tanpa disadari terjadi tranfer pengetahuan dan nilai-nilai politik tertentu yang diserap oleh si anak. Di mulai dari keluarga inilah antara orang tua dengan anak. antara lain : 1) Keluarga (family) Wadah penanaman (sosialisasi) nilai-nilai politik yang paling efisien dan efektif adalah di dalam keluarga. belajar dan pengetahuan sebagai tujuan. tetapi juga kekeluargaan dan tradisi pada umumnya termasuk ikatan-ikatan b.berikut. sikap-sikap. Penyesuaian diri. c. Pengenalan otoritas melalui individu tertentu. Intelektual. Tradisi. bergaul dengan balk. Pengenalan mengenai institusi-institusi politik yang impersonal. f. yaitu antara pejabat swasta dan pejabat pemerintah. Prestasi. material mobilitas sosial. kejujuran. ketekunan.

Sosialisasi Politik dalam Masyarakat Berkembang Masalah sentral sosiologi politik dalam masyarakat berkembang ialah menyangkut perubahan. siswa dan gurunya saling bertukar informasi dan berinteraksi dalam membahas topik-topik tertentu yang mengandung nilai-nilai politik teoritis maupun praktis. 4. Mustapha Kemal (Kemal Ataturk) berusaha untuk memodernisasi Turki. terdapat 3 (tiga) faktor masalah penting dalam sosialisasi politik pada masyarakat berkembang. Ini berarti partai politik tersebut setelah merekrut anggota kader maupun simpati-sannya secara periodik maupun pada saat kampanye. proses sosialisasi terdapat banyak perbedaan. Akan tetapi. agar mendapat dukungan luas dari masyarakat dan senantiasa dapat memenangkan pemilu. Menurut Robert Le Vine yang telah menyelidiki sosialisasi di kalangan dua suku bangsa di Kenya Barat Daya: kedua suku bangsa tersebut merupakan kelompok-kelompok yang tidak tersentralisasi dan sifatnya patriarkis. Khusus pada masyarakat primitif. 3) Partai Politik Salah satu fungsi dari partai politik adalah dapat memainkan peran sebagai sosialisasi politik. Contoh yang sama dapat juga dilihat pada negara Ghana. Mereka mempunyai dasar penghidupan yang sama dan ditandai ciri karakteristik oleh permusuhan berdarah. Hal ini dilukiskan dengan jelas oleh contoh negara Turki. siswa telah memperoleh pengetahuan awal tentang kehidupan berpolitik secara dini dan nilai-nilai politik yang benar dari sudut pandang akademis. suku Neuer pada dasarnya bersifat egaliter (percaya semua orang sama derajatnya) dan pasif. Pertumbuhan penduduk di negara-negara berkembang dapat .Di sekolah melalui pelajaran civics education (pendidikan kewarganegaraan). tidak hanya secara material. yaitu sebagai berikut : a. Anak dari masing-masing suku didorong dalam menghayati tradisi mereka masing-masing. tetapi juga melalui proses-proses sosialisasi. mampu menanamkan nilai-nilai dan norma-norma dari satu generasi ke generasi berikutnya. Partai politik harus mampu men-ciptakan “image” memperjuangkan kepentingan umum. sedangkan suku Gusii bersifat otoriter dan agresif. di mana satu usaha yang sistematis telah dilakukan untuk mempengaruhi maupun untuk mempermudah mencocokkan perubahan yang berlangsung sesudah Perang Dunia Pertama. Dengan demikian. Menurut Robert Le Vine.

c. 5. Kebudayaan politik dari Jerman ditandai oleh satu derajat sikap yang tidak terpengaruh oleh sistem dan sikap yang lebih pasif terhadap partisipasinya. berkaitan dengan sifat dari pemerintahan dan derajat serta sifat dari perubahan. dan Meksiko. khususnya dengan pembentukan komunitaskomunitas kesukuan dan etnis di daerahdaerah ini. Almond dan Verba mengemukakan hasil survei silang nasional (cross-national) mengenai kebudayaan politik. si Ibu dapat memainkan satu peranan penting pada saat sosialisasi dini dari anak. Meskipun demikian.melampaui kapasitas mereka untuk "memodernisasi" tradisonal lewat industrialisasi dan pendidikan. semakin besar derajat perubahan dalam satu pemerintahan non totaliter. semakin kecil jumlah agensi-agensi utama dari sosialisasi politik itu. Amerika Serikat. Sedangkan di Meksiko merupakan bentuk . Amerika dan Inggris dicirikan oleh penerimaan secara umum terhadap sistem politik. Inggris. Penelitian mereka menyimpulkan bahwa masing-masing kelima negara yang ditelitinya. para respondennya merasa mampu untuk mempengaruhi peristiwa-peristiwa tersebut. akan semakin tersebarlah agensi-agensi utama dari sosialisasi politik. sedangkan orang Inggris memperlihatkan rasa hormat yang lebih besar terhadap pemerintahan mereka. oleh suatu tingkatan partisipasi politik yang cukup tinggi dan oleh satu perasaan yang meluas di kalangan para responden bahwa mereka dapat mempengaruhi peristiwaperistiwa sampai pada satu taraf tertentu. Dalam The Civic Culture. Namun. mempunyai kebudayaan politik tersendiri. Paling sedikitnya secara parsial juga terimbangi oleh peralihan dari nilainilai ke dalam daerah-daerah perkotaan. sehingga kaum wanita lebih erat terikat pada nilai tradisonal. Semakin totaliter sifat perubahan politik. Semakin stabil pemerintahan. Italia. Tekanan lebih besar diletakkan orang-orang Amerika pada masalah partisipasi. Adalah mungkin pengaruh urbanisasi. Sering terdapat perbedaan yang besar dalam pendidikan dan nilai-nilai tradisional antara jenis-jenis kelamin. Sosialisasi Politik dan Perubahan Sifat sosialisasi politik yang bervariasi menurut waktu serta yang selalu menyesuaikan dengan lingkungan yang memberinya kontribusi. Jerman. yang selalu dianggap sebagai satu kekuatan perkasa untuk menumbangkan nilai-nilai tradisional. semakin terperinci agensiagensi utama dari sosialisasi politik Sebaliknya. keluarga b.

dan output . Perubahan-perubahan tersebut menyangkut pula soal perbedaan tingkat keterlibatan dan derajat perubahan dalam sub sistem masyarakat yang beraneka ragam. Almond. serta perasaan mengenai masukan tentang tuntutan dan claim terhadap sistem. Menurut G. dan MA. Pada sisi lain. kognisi (pengetahuan). kata “terutama” sengaja digunakan karena dalam sosialisasi politik – seperti halnya belajar dalam pengertian yang umum – tidak berhenti pada titik pendewasaan itu sendiri. Hasil akhir proses ini adalah seperangkat sikap mental. tetapi penggunaan hak-hak dari lembaga tersebut selalu mendapat kritik dari masyarakat. kongres. Hal ini dilakukan terutama melalui cara pengaruh struktur-struktur primer dan sekunder yang dilalaui oleh anggota muda masyarakat dalam proses pendewasaan mereka.campuran antara penerimaan terhadap teori politik dan keterasingan dari substansinya. Hasil proses tersebut juga mencakup pengetahuan tentang nilai-nilai yang mempengaruhi. pola-pola sosialisasi politik juga mengalami perubahan seperti juga berubahnya struktur dan kultur politik. fungsi sosialisasi menunjukkan bahwa semua sistem politik cenderung berusaha mengekalkan kultur dan struktur mereka sepanjang waktu. Suatu faktor kunci di dalam konsep kebudayaan politik adalah legitimasi. Legitimasi itu dapat meluas sampai pada banyak aspek dari sistem politik atau dapat dibatasi dalam beberapa aspek. Tidak salah jika dikemukakan bahwa segala aktivitas komunikasi politik berfungsi pula sebagai suatu proses sosialisasi bagi anggota masyarakat yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam aktivitas komunikasi politik tersebut. Di dalam realitas kehidupan masyarakat. 6. menurut Hyman merupakan suatu proses belajar yang kontinyu yang melibatkan baik belajar secara emosional (emotional learning) maupun indoktrinasi politik yang manifes (nyata) dan dimediai (sarana komunikasi) oleh segala partisipasi dan pengalaman si individu yang menjalaninya. kebanyakan orang Amerika menerima lembaga presiden. standar nilai-nilai dan perasaan-perasaan terhadap sistem politik dan aneka perannya serta peran yang berlaku. Seperti di Amerika Serikat. Sosialisasi Politik dan Komunikasi Politik Sosialisasi politik. sejauh mana suatu sistem politik dapat diterima oleh masyarakat. Dalam suatu sistem politik negara. terlepas dari bagaimanapun batasannya pada masyarakat yang berbeda-beda. sosialisasi politik merupakan proses induksi ke dalam suatu kultur politik yang dimiliki oleh sistem politik yang dimaksud. Rumusan ini menunjukkan betapa besar peranan komunikasi politik dalam proses sosialisasi politik di tengah warga suatu masyarakat. A.

Early Childhood (Masa kanak-kanak) Afective Allegiance (Sikap kesetiaan) Adolescence (Masa remaja) Adulthood (Masa dewasa) Cognitive and critical orientations (Pemahaman dan tujuan untuk mengkritisi) Cognitive partisanship (Pemahaman yang berpihak) Afective partisanship (Sikap yang berpihak) Cognitive partisanship (Pemahaman yang berpihak) Awareness of policy outputs (Kesadaran terhadap kebijakan output) Awareness of ability to influence policy (Kesadaran untuk mempengaruhi kebijakan) .otorotatif-nya. Berikut adalah bagan terbentuknya sikap politik (political attitude) melalui proses sosialisasi politik.

Pada sistem politik masyarakat modern. institusi seperti kelompok sebaya. sekolah. komuniti. kelompok kerja. . berhubungan dengan struktur-struktur yang terlibat dalam sosialisasi serta gaya sosialisasi itu sendiri.Dalam proses sosialisasi politik kaitannya dengan fungsi komunikasi politik.

Heterogenitas informasi ini memperkuat perbedaan orientasi dan sikap (attitude) diantara kelompok-kelompok yang mengalami sosialisasi primer yang amat berbeda dari kelompok ataupun teman sebaya. informasi yang diterima oleh aneka unsur masyarakat akan berlainan karena faktor geografis baik yang di kota maupun di desa. semua kelompok masyarakat mempunyai akses ke suatu arus informasi dan media massa yang relatif homogen dan otonom sehingga hambatan-hambatan bahasa atau orientasi kultural sangat minim. Oleh karena itu. Dengan demikian. Berbeda dengan negara yang sudah maju seperti Amerika. surat kabar tertentu yang ditujukan pada kelompok kelas atau politik tertentu. input dan output sistem politik yang analog (adanya persamaan).perkumpulan-perkumpulan sukarela. Almond. Para elite politik pemerintahan mungkin mempunyai sumber-sumber informasi khusus melalui badan-badan birokrasi tertentu. Kemudian perkumpulan-perkumpulan. mengatakan bahwa sosialisasi politik bisa bersifat nyata (manifes) dan bisa pula tidak nyata (laten). input dan output mengenai sistem sosial yang lain seperti keluarga yang mempengaruhi sikap terhadap peran. Sosialisasi Politik Laten Dalam bentuk transmisi informasi. pengaruh struktur-struktur sosial tradisional dalam menterjemahkan informasi yang menjangkau wilayah tersebut amatlah besar. Pada sebagian besar negara berkembang. Inggris. Jerman dan sebagainya arus informasi relatif homogen. nilainilai atau perasaan terhadap peran. input dan output sistem politik. media komunikasi. Sosialisasi Politik Manifes Berlangsung dalam bentuk transmisi informasi. relasi-relasi dan partisipasi dalam kehidupan kaum dewasa melanjutkan proses tersebut untuk seterusnya. E. surat kabar dan televisi) di pedesaan sangat terbatas. Dalam suatu bangsa yang majemuk dan besar seperti Indonesia. nilainilai atau perasaan terhadap peran. partai-partai politik dan institusi pemerintah semuanya dapat berperan dalam sosialisasi politik. Cina dan sebagainya. pengaruh media masa (radio. A. PERAN SERTA BUDAYA POLITIK PARTISIPAN 1. Masyarakat dapat melakukan kontrol terhadap para elite politik dan sebaliknya kaum elite-pun dapat segera mengetahui tuntutan masyarakat dan konsekuensi dari segala macam tindakan pemerintah. Pengertian Partisipasi Politik . India.

Konsep Partisipasi Politik Dalam ilmu politik. Partisipasi Politik adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik. b. tetapi terlibat juga dalam implementasinya yaitu ikut mengawasi dan mengevaluasi implementasi kebijakan tersebut. kelompok kepentingan. Modernisasi dalam segala bidang kehidupan yang menyebabkan masyarakat makin banyak menuntut untuk ikut dalam kekuasaan politik. Ide demokratisasi partisipasi telah menyebar ke bangsa-bangsa baru sebelum mereka mengembangkan modernisasi dan industrialisasi yang cukup matang. jika timbul konflik antar elite. 2. Meluasnya ruang lingkup aktivitas pemerintah sering merangsang timbulnya tuntutan-tuntutan yang terorganisasi akan kesempatan untuk ikut serta dalam pembuatan keputusan politik. Masalah siapa yang berhak berpartisipasi dan pembuatan keputusan politik menjadi penting dan mengakibatkan perubahan dalam pola partisipasi politik. bukan sekedar pada tataran formulasi bagi keputusan-keputusan yang dikeluarkan pemerintah atau berupa kebijakan politik. Dalam perkembangannya. terdapat lima penyebab timbulnya gerakan ke arah partisipasi lebih luas dalam proses politik. . Konflik antar kelompok pemimpin politik. dikenal adanya konsep partisipasi politik untuk memberi gambaran apa dan bagaimana tentang partisipasi politik. seperti memilih pimpinan negara atau upaya-upaya mempengaruhi kebijakan pemerintah. Pengaruh kaum intelektual dan kemunikasi masa modern. karena keberadaan struktur-struktur politik di dalam masyarakat. ekonomi. Partisipasi politik pada dasarnya merupakan bagian dari budaya politik. maka yang dicari adalah dukungan rakyat. kelompok penekan dan media masa yang kritis dan aktif. c. Hal ini merupakan satu indikator adanya keterlibatan rakyat dalam kehidupan politik (partisipan). yaitu sebagai berikut : a. e. sebenarnya keterlibatan rakyat dalam proses politik.Pembahasan tentang budaya politik tidak terlepas dari partisipasi politik warga negara. d. masalah partisipasi politik menjadi begitu penting. Perubahan-perubahan struktur kelas sosial. Terjadi perjuangan kelas menentang melawan kaum aristokrat yang menarik kaum buruh dan membantu memperluas hak pilih rakyat. Menurut Myron Weiner. Bagi sebagian kalangan. seperti partai politik. dan kebudayaan. Keterlibatan pemerintah yang meluas dalam urusan sosial.

Partisipasi politik adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik. • Berupa kegiatan individu atau kelompok • Bertujuan ikut aktif dalam ke-hidupan politik. merumuskan beberapa konsep partisipasi politik. yang pada umumnya kondisi partisipasi politiknya masih dalam tahap pertumbuhan. • Dilakukan oleh warga Partisipasi politik berarti negara biasa keikutsertaan warga negara biasa . memilih pim-pinan publik atau mempenga-ruhi kebijakan publik. dan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijakan pemerintah (public policy). Hardwic k Konsep Indikator Partisipasi politik memberi • Terdapat interaksi antara warga negara perhatian pada cara-cara warga dengan pemerintah negara berinteraksi dengan pemerintah.terutama saat mengemukanya tradisi pendekatan behavioral (perilaku) dan Post Behavioral (pasca tingkah laku). Kajian-kajian partisipasi politik terutama banyak dilakukan di negara-negara berkembang. yang disampaikan dalam tabel berikut : Sarjana Kevin R. agar mampu mewujudkan kepentingan-kepentingan tersebut. Beberapa sarjana yang secara khusus berkecimpung dalam ilmu politik. Hal pertama yang harus dijawab berkenaan dengan kejelasan konsep partisipasi politik. warga negara • Terdapat usaha warga berupaya menyampaikan negara untuk kepentingan-kepentingan mereka mempengaruhi pejabat terhadap pejabat-pejabat publik publik. Miriam Budiardj o Ramlan Surbakti Partisipasi politik ialah • Keikutsertaan warga negara dalam keikutsertaan warga negara biasa pembuatan dan dalam menentukan segala pelaksanaan kebijakan keputusan menyangkut atau publik mempengaruhi hidupnya. dengan jalan memilih pimpinan negara. Dalam ilmu politik sebenarnya apa yang dimaksud dengan konsep partisipasi politik ? siapa saja yang terlibat ? apa implikasinya ? bagaimana bentuk praktik-praktiknya partisipasi politik ? apakah ada tingkatantingkatan dalam partisipasi politik ? beberapa pertanyaan ini merupakan halhal mendasar yang harus dijawab untuk mendapat kejelasan tentang konsep partisipasi politik.

Kegiatan partisipasi politik dilakukan oleh warga negara preman atau masyarakat biasa. • Berupa kegiatankegiatan sukarela • Dilakukan oleh warga negara • Warga negara terlibat dalam proses-proses politik Berdasarkan beberapa defenisi konseptual partisipasi politik yang dikemukakan beberapa sarjana ilmu politik tersebut. tingkatan partisipasi Huntingt Partisipasi politik . kegiatan • Berupa kegiatan bukan sikap-sikap dan on dan warga negara preman (private kepercayaan Nelson citizen) yang bertujuan mempengaruhi pengambilan • Memiliki tujuan mempengaruh kebijakan oleh pemerintah. atau tidak menekankan pada sikap-sikap. dalam proses pembentukan kebijakan umum. .(yang tidak kewenangan) mempengaruhi pembuatan dan keputusan politik.. secara substansial menyatakan bahwa setiap partisipasi politik yang dilakukan termanifestasikan dalam kegiatan-kegiatan sukarela yang nyata dilakukan.. sehingga seolah-olah menutup kemungkinan bagi tindakan-tindakan serupa yang dilakukan oleh non-warga negara biasa. Michael Rush dan Philip Althoft mempunyai dalam proses pelaksanaan Partisipasi politik adalah • Berwujud keterlibatan individu dalam sistem keterlibatan individu sampai pada politik bermacam-macam tingkatan di • Memiliki tingkatandalam sistem politik. dan secara langsung atau tidak langsung. kebijakan publik • Dilakukan oleh warga negara preman (biasa) Herbert McClosk y Partisipasi politik adalah kegiatan-kegiatan sukarela dari warga masyarakat melalui mana mereka mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful