Efektivitas Kerja Guru Pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas merupakan tugas pokok guru yang harus dilaksanakan

secara efektif. Guru melakukan proses belajar secara efektif akan turut mempengaruhi kualitas belajar?mengajar dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dimaklumi karena efektivitas itu berhubungan dengan pencapaian semua tujuan yang telah ditetapkan semula. Untuk lebih jelas tentang hakikat efektivitas dapat dilihat pada uraian berikut. Efektivitas dalam bahasa Inggris disebut effective yang berarti berhasil, dapat atau manjur. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990: 219) dikemukakan bahwa efektivitas berarti ada efeknya (akibatnya) manjur atau mujarab, dapat membawa hasil. Proses belajar mengajar di kelas merupakan tugas pokok guru yang harus dilaksanakan secara efektif, karena proses belajar mengajar yang efektif tersebut dapat mempengaruhi kualitas hasil belajar siswa. Hal ini dapat dimengerti karena efektivitas itu berhubungan dengan pencapaian semua tujuan yang ditetapkan semula. E. Mulyasa (2000: 30) mendefinisikan bahwa, ³Efektivitas adalah adanya kesesuaian antara orang yang melaksanakan tugas dengan sasaran yang dituju´. Efektivitas adalah bagaimana suatu organisasi berhasil mendapatkan dan memanfaatkan sumber daya dalam usaha mewujudkan tujuan organisasi. Sejalan dengan Mulyasa, Made Pidarta (1982: 21) berpendapat bahwa, ³Suatu pekerjaan yang efektif ialah kalau pekerjaan itu memberi hasil yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dari semula´. Selanjutnya Lipham dan Hoeh (1994: 74) melihat efektivitas dari segi pencapaian, seperti yang dikemukakannya ³Effectiveness relates to the accomplihment of the cooperative purpose, wich is sosial and non personal in chengrater´, (efektivitas berhubungan erat dengan pencapaian tujuan bersama atau tujuan sosial bukan pencapaian tujuan pribadi). Selanjutnya Engkoswara (1998: 87) mengungkapkan bahwa: ³Keberhasilan manajemen pendidikan adalah produktivitas pendidikan yang dapat diteliti pada prestasi atau efektivitas dan pada efisiensi.´ Artinya, produktivitas pendidikan dapat dilihat dari prestasi, efektivitas dan efisiensi kerja yang dilaksanakan oleh tenaga kependidikan. Sondang P. Siagian (1999:97) mengatakan bahwa, ³Efektivitas adalah pencapaian tujuan dan berbagai sasaran yang telah ditetapkan dengan pengorbanan secara rasio lebih kecil dibandingkan dengan hasil yang dicapai´. Pendapat para ahli di atas mengisyaratkan bahwa efektivitas itu mengandung makna bahwa dalam mencapai suatu tujuan organisasi itu perlu memanfaatkan segala sumber d yang ada aya secara tepat dan menggunakan segala fasilitas yang tersedia dengan baik, sehingga memperoleh keuntungan/manfaat dari penggunaan sumber daya yang ada tersebut. Keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan yang tidak diiringi dengan manfaat berarti keberhasilan tersebut tidak efektif. Demikian juga keberhasilan yang tidak diiringi dengan penggunaan fasilitas yang tersedia secara efisien berarti merupakan suatu pemborosan. Demikian juga dengan efektivitas guru dalam mengajar. Proses pembelajaran dikatakan efektif apabila terdapat keampuhan dalam kegiatan belajar mengajar sebagai usaha yang dinamis dan seimbang antara kualitas dan kuantitas pembelajaran, di samping keterbatasan sumber dana dan tenaga yang tersedia. Sebaliknya proses pembelajaran dikatakan tidak efektif, apabila proses pembelajaran itu dapat mencapai sasaran akan tetapi tidak terdapat

J. Demikian juga halnya dengan efektivitas kerja guru dalam melaksanaka tugasnya.keseimbangan antara kualitas dan kuantitas pembelajaran dengan menggunakan dana dan tenaga yang tersedia. jadi ukurannya dapat dilihat dari perbedaan biaya yang dipergunakan/dikeluarkan dengan manfaat yang diperoleh. Berdasarkan pendapat yang dikemukakan ahli di atas. Hasil yakni berupa tingkat perubahan perilaku siswa sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan dalam proses belajar mengajar. Sebaliknya proses pembelajaran dikatakan tidak efektif apabila tidak dapat memenuhi kriteria?kriteria yang disebutkan di atas. Efektivitas kerja guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar dapat dilihat dari berbagai aspek. produktivitas yang dihasilkan ditinjau dari tingkat penggunaan biaya yang diperlukan. the Economics Production Function (PF-3)´. n pelaksanaan tugas guru dikatakan efektif apabila terdapat keampuhan dalam proses belajar mengajar yang dilakukan. sehingga terjadi keseimbangan yang dinamis antara kualitas dan kuantitas pembelajaran dengan memanfaatkan surnber dana dan daya y ang tersedia. PF?1. Jadi ukurannya dapat dilihat dari seberapa jauh perkembangan kognitif. Sebaliknya pembelajaran dikatakan tidak efektif apabila dalam proses pembelajaran tidak terdapat keseimbangan antara kualitas dan kuantitas pembelajaran dengan sumber daya dan dana yang dipergunakan atau dengan kata lain suatu proses pembelajaran dikatakan efektif apabila : (1) terjadi perubahan perilaku kognitif pada diri siswa. menyajikan serta mengevaluasi pembelajaran. baik palayanan yang diberikan oleh pengelola sekolah maupun oleh personil lainnya. Proses belajar mengajar menyangkut perilaku guru yang dinilai berdasarkan standar penampilan. kepribadian. kesehatan. misalnya bagaimana guru membuat perencanaan. dapat disimpulkan bahwa efektivitas kerja guru dalam melaksanakan tugasnya adalah ketepatan dalam proses pelaksanaan tugas . Keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan yang tidak diiringi dengan manfaat berarti keberhasilan tersebut tidak efektif. (2) karakteristik guru. dan (3) proses pembelajaran dapat berlangsung dengan memanfaatkan surnber dana yang tersedia secara efektif. ³Kriteria dalam menentukan efektivitas pada proses belajar mengajar tersebut sebagai berikut : (1) proses. adalah keseluruhan produktivitas yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan tersebut berdasarkan pandangan administrator dari segi out put yaitu seberapa besar dan baiknya tingkat pelayanan yang diberikan dalam suatu proses belajar mengajar di sekolah tersebut. yakni: ³The Administrators Production Function (PF?1). (2) terdapat keseimbangan antara kualitas dan kuantitas bahan pembelajaran. Alan Thomas (1991:12) melihat bahwa efetivitas dari tiga aspek. Dari uraian di atas menunjukkan bahwa efektivitas kerja itu memiliki makna bahwa dalam mencapai tujuan suatu organisasi perlu memanfaatkan segala sumber daya yang ada secara tepat dan memperoleh manfaat/hasil dari penggunaan sumber daya yang tepat tersebut. Karakteristik guru berkaitan dengan intelegensi. The Psychologis Production function (PF?2). afektif dan psikomotor yang diperoleh oleh siswa untuk dapat berkembang dan berubah ke arah yang lebih baik. PF?2 adalah keseluruhan produktivitas yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan tersebut berdasarkan pandangan dari segi output perubahan perilaku yang terjadi pada siswa. PF?3 adalah dengan melihat produktivitas yang ditinjau dari segi out put ekonomis. Lucio dan Mc Neil (1999: 12) mengemukakan. dan (3) hasil´. kesopanan kefasihan berbahasa. Juga jika keberhasilan yang diperoleh tidak sepadan dengan fasilitas yang dipakai maka hal ini berarti pemborosan.

wich is sosial and non personal in chengrater´. Guru melakukan prose belajar secara efektif akan turut s mempengaruhi kualitas belajar?mengajar dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dimengerti karena efektivitas itu berhubungan dengan pencapaian semua tujuan yang ditetapkan semula. sehingga memperoleh keuntungan/manfaat dari penggunaan sumber daya yang ada tersebut. Efektivitas Kerja Guru Pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas merupakan tugas pokok guru yang harus dilaksanakan secara efektif. Sondang P. Selanjutnya Lipham dan Hoeh (1994: 74) melihat efektivitas dari segi pencapaian.´ Artinya. Adapun indikatornya adalah : (1) merencakan pembelajaran (2) menyajikan pembelajaran (3) mengadakan evaluasi dan (4) memotivasi siswa.guru dalam melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan sebelumnya. produktivitas pendidikan dapat dilihat dari prestasi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990: 219) dikemukakan bahwa efektivitas berarti ada efeknya (akibatnya) manjur atau mujarab. E. Untuk lebih jelas tentang hakikat efektivitas dapat dilihat pada uraian berikut. Pendapat para ahli di atas mengisyaratkan bahwa efektivitas itu mengandung makna bahwa dalam mencapai suatu tujuan organisasi itu perlu memanfaatkan segala sumber daya yang ada secara tepat dan menggunakan segala fasilitas yang tersedia dengan baik. ³Efektivitas adalah adanya kesesuaian antara orang yang melaksanakan tugas dengan sasaran yang dituju´. seperti yang dikemukakannya ³Effectiveness relates to the accomplihment of the cooperative purpose. Sejalan dengan Mulyasa. efektivitas kerja guru ialah tingkat ketepatan guru dalam mengelola proses pembelajaran sehingga tercapai tujuan pembelajaran secara baik dan dengan menggunakan segala sumber daya dan dana secara tepat. . Mulyasa (2000: 30) mendefinisikan bahwa. efektivitas dan efisiensi kerja yang dilaksanakan oleh tenaga kependidikan. Efektivitas dalam bahasa Inggris disebut effective yang berarti berhasil. Selanjutnya Engkoswara (1998: 87) mengungkapkan bahwa: ³Keberhasilan manajemen pendidikan adalah produktivitas pendidikan yang dapat diteliti pada prestasi atau efektivitas dan pada efisiensi. Keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan yang tidak diiringi dengan manfaat berarti keberhasilan tersebut tidak efektif. Demikian juga keberhasilan yang tidak diiringi dengan penggunaan fasilitas yang tersedia secara efisien berarti merupakan suatu pemborosan. Hal ini dapat dimaklumi karena efektivitas itu berhubungan dengan pencapaian semua tujuan yang telah ditetapkan semula. dapat membawa hasil. Dengan demikian. Made Pidarta (1982: 21) berpendapat bahwa. Efektivitas adalah bagaimana suatu organisasi berhasil mendapatkan dan memanfaatkan sumber daya dalam usaha mewujudkan tujuan organisasi. Siagian (1999:97) mengatakan bahwa. karena proses belajar mengajar yang efektif tersebut dapat mempengaruhi kualitas hasil belajar siswa. dapat atau manjur. (efektivitas berhubungan erat dengan pencapaian tujuan bersama atau tujuan sosial bukan pencapaian tujuan pribadi). Proses belajar mengajar di kelas merupakan tugas pokok guru yang harus dilaksanakan secara efektif. ³Efektivitas adalah pencapaian tujuan dan berbagai sasaran yang telah ditetapkan dengan pengorbanan secara rasio lebih kecil dibandingkan dengan hasil yang dicapai´. ³Suatu pekerjaan yang efektif ialah kalau pekerjaan itu memberi hasil yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dari semula´.

Sebaliknya pembelajaran dikatakan tidak efektif apabila dalam proses pembelajaran tidak terdapat keseimbangan antara kualitas dan kuantitas pembelajaran dengan sumber daya dan dana yang dipergunakan atau dengan kata lain suatu proses pembelajaran dikatakan efektif apabila : (1) terjadi perubahan perilaku kognitif pada diri siswa. di samping keterbatasan sumber dana dan tenaga yang tersedia. Demikian juga halnya dengan efektivitas kerja guru dalam melaksanakan tugasnya. Proses belajar mengajar menyangkut perilaku guru yang dinilai berdasarkan standar penampilan. Jadi ukurannya dapat dilihat dari seberapa jauh perkembangan kognitif. kesopanan kefasihan berbahasa. The Psychologis Production function (PF?2). Keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan yang tidak diiringi dengan manfaat berarti keberhasilan tersebut tidak efektif. kepribadian. Hasil yakni berupa tingkat perubahan perilaku siswa sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan dalam proses belajar mengajar. PF?2 adalah keseluruhan produktivitas yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan tersebut berdasarkan pandangan dari segi output perubahan perilaku yang terjadi pada siswa. Dari uraian di atas menunjukkan bahwa efektivitas kerja itu memiliki makna bahwa dalam mencapai tujuan suatu organisasi perlu memanfaatkan segala sumber daya yang ada secara tepat dan memperoleh manfaat/hasil dari penggunaan sumber daya yang tepat tersebut. dan (3) proses pembelajaran dapat berlangsung dengan memanfaatkan surnber dana yang tersedia secara efektif. Proses pembelajaran dikatakan efektif apabila terdapat keampuhan dalam kegiatan belajar mengajar sebagai usaha yang dinamis dan seimbang antara kualitas dan kuantitas pembelajaran. menyajikan serta mengevaluasi pembelajaran. ³Kriteria dalam menentukan efektivitas pada proses belajar mengajar tersebut sebagai berikut : (1) proses. yakni: ³The Administrators Production Function (PF?1). apabila proses pembelajaran itu dapat mencapai sasaran akan tetapi tidak terdapat keseimbangan antara kualitas dan kuantitas pembelajaran dengan menggunakan dana dan tenaga yang tersedia. kesehatan. produktivitas yang dihasilkan ditinjau dari tingkat . sehingga terjadi keseimbangan yang dinamis antara kualitas dan kuantitas pembelajaran dengan memanfaatkan surnber dana dan daya yang tersedia. afektif dan psikomotor yang diperoleh oleh siswa untuk dapat berkembang dan berubah ke arah yang lebih baik. baik palayanan yang diberikan oleh pengelola sekolah maupun oleh personil lainnya. Lucio dan Mc Neil (1999: 12) mengemukakan. Efektivitas kerja guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar dapat dilihat dari berbagai aspek.Demikian juga dengan efektivitas guru dalam mengajar. Sebaliknya proses pembelajaran dikatakan tidak efektif apabila tidak dapat memenuhi kriteria?kriteria yang disebutkan di atas. Sebaliknya proses pembelajaran dikatakan tidak efektif. misalnya bagaimana guru membuat perencanaan. dan (3) hasil´. adalah keseluruhan produktivitas yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan tersebut berdasarkan pandangan administrator dari segi out put yaitu seberapa besar dan baiknya tingkat pelayanan yang diberikan dalam suatu proses belajar mengajar di sekolah tersebut. PF?1. the Economics Production Function (PF -3)´. Karakteristik guru berkaitan dengan intelegensi. pelaksanaan tugas guru dikatakan efektif apabila terdapat keampuhan dalam proses belajar mengajar yang dilakukan. (2) terdapat keseimbangan antara kualitas dan kuantitas bahan pembelajaran. J. PF?3 adalah dengan melihat produktivitas yang ditinjau dari segi out put ekonomis. (2) karakteristik guru. Juga jika keberhasilan yang diperoleh tidak sepadan dengan fasilitas yang dipakai maka hal ini berarti pemborosan. Alan Thomas (1991:12) melihat bahwa efetivitas dari tiga aspek.

efektivitas kerja guru ialah tingkat ketepatan guru dalam mengelola proses pembelajaran sehingga tercapai tujuan pembelajaran secara baik dan dengan menggunakan segala sumber daya dan dana secara tepat. 5 Mei 2010 19:48:07 . Jika sebelumnya guru korban politik ditugaskan kepelosok-pelosok. Penempatan guru di Kabupaten Musi Rawas.900 Guru Ditempatkan Tak Merata Rabu.juga dimungkinkan Diknas Kabupaten Musi Rawas dalam penempatan Guru tidak profesional.com/webhp?hl=id#sclient=psy&hl=id&site=webhp&q=efektivitas+sumbe r+daya+guru&aq=f&aqi=&aql=&oq=&pbx=1&fp=fc73d193088f1565 7.google. Berdasarkan pendapat yang dikemukakan ahli di atas. Adapun indikatornya adalah : (1) merencakan pembelajaran (2) menyajikan pembelajaran (3) mengadakan evaluasi dan (4) memotivasi siswa.oleh : admin Musi Rawas (05/05).900 orang. saat ini masih belum merata." kata Kepala Bidang Statistik pada Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas. Hartoyo. Ia mengatakan. Senin. Hal ini selain karena ada indikasi pengaruh politik. Sedangkan daerah-daerah yang mengalami kekurangan guru .penggunaan biaya yang diperlukan. Muara Beliti. http://www. walaupun jumlah guru saat ini sudaha mencukupi tapi sejumlah sekolah yang beraa di daerah pedalaman masih banyak yang kekurangan guru khususnya guru bidang study olahraga. kesenian. "Kita akui saat ini penempatan guru masih belum merata. namun pad kondisi realnya penempatan guru ini di Musi Rawas menjadi polemik yang akut. dapat disimpulkan bahwa efektivitas kerja guru dalam melaksanakan tugasnya adalah ketepatan dalam proses pelaksanaan tugas guru dalam melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan sebelumnya. keterampilan dan bidang study lainnya. Sumberharta dan Kecamatan Purwodadi. penumpukkan tenaga pengajar tersebut terjadi di kecamatan yang berdekatan dengan Kota Lubuklinggau diantaranya Kecamatan Tugumulyo. Provinsi Sumatra Selatan. Dengan demikian. kendati jumlah guru baik PNS dan guru tenaga honorer mulai dari TK hingga SMA di daerah itu sudah mencapai 7. jadi ukurannya dapat dilihat dari perbedaan biaya yang dipergunakan/dikeluarkan dengan manfaat yang diperoleh.

citrafm. (edo*) http://www. Sementara itu ketua komisi IV DPRD Kabupaten Musi Rawas Ngadi menuturkan. Ulu Rawas dan beberapa kecamatan lainnya.id/index. Adanya penumpukkan dan kekurangan guru tersebut sudah mereka sampaikan kepada pihak Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPP) setempat. agar memerhatikan permasalahan tersebut dan meminta agar sejumlah kecamatan yang sudah kelebihan guru supaya tidak dilakukan penempatan atau penambahan guru baru. namun setiap tahunnya selalu dilakukan penambahan maupun guru yang sengaja pindah dari daerah pelosok ke beberapa kecamatan terdekat dari wilayah kota. agar kedepannya penempatan guru baik yang sudah lama maupun yang baru diangkat agar diutamakan kepada daerah-daerah yang masih kekurangan dan menyetop penempatan di daerah daerah yang sudah kelebihan guru.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=154 .co.antara lain Kecamatan Rawas Ilir. akibatnya masalah ini tidak pernah teratasi. penumpukkan tenaga pengajar tersebut sebenar sudah terjadi sejak lima tahun belakangan. Untuk itu pihaknya sudah menyurati dan memanggil dan menyurati pihak BKPP daerah itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful