P. 1
Kata Majemuk

Kata Majemuk

|Views: 246|Likes:

More info:

Published by: Novietha UntukhSelamanxa ChelaluChetiya on Aug 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/02/2014

pdf

text

original

KATA

,

FRASE,

DAN KATA MAJEMUK

Umi Basiroh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa

1.

Pendahuluan

Dalam suatu ujaran kita Iihat adanya satuan-satuan ujaran yang secara sadar diketahui oleh penutur dan pendengarnya. Panjang-pendeknya satuansatuan deretan ujaran itu ber t tngke t+t Ingka t , karena uj aran bersifat lineae Pengelompokan atas satuan-satuan deretan ujaran sangat dipenBaruhi oleh amanat yang akan disampaikan oleh penutur melalui tuturannya. Dengan kata lain pengelompokan satuan-satuan ujaran merupakan pengelompokan atas amanat atau makna yang dikandung oleh satuan ujaran tersebut. Dalam analisis bahasa, ketuntasan makna atau amanat yang dikandung oleh satuan ujaran dijabarkan dalam bentuk tataran-tataran satuan ujaran. Di antara ahIi-ahli bahasa ada yang membagi tataran satuan ujaran sebagai wacana, ~~Iim~t. klausas frase, kat a , dan morfem. Tentu saja ada pembag Ian tataran yang lain, akan tetapi tidak akan jauh berbeda dari ttu. Tiap tataran satuan ujaran mempunyai ciri-ciri khusus~ baik dilihat dari segi bentuk, makna, maupun perilakunya. Ciri-ciri tersebut biasanya didasarkan pads keadaan umum tiap-tiap tataran. Sayang sHat bahasa itu luwes, demikian luwesnya sehingga selalu ada bentuk-bentuk bahasa yang dilihat dari ciri bentuk masuk tataran A mf.ss.Lnya , dilihat dari cLr f makna masuk dalam tataran B, dan dilihat dari perilaku (sintaksisnya) masuk ke dalam tataran C. Itulah yang menyebabkan selalu ada bcntuk satuan ujarRn yang berada di an tara tataran ka ta dan frase. Betulkah pendapa t+pendapat ahli bahasa yang menyatakan kata majemuk itu termasuk tataran kate dan bagaimana dengan pendapat ahli lain yang menyatakan kata majemuk itu sebenarnya frase? Marilah kita lihat apakah sebenarnya ka ta , f ras e , dan kat;a majemuk ttu?

2.

Rata

Bertahun-tahun kita diikat oleh pendapat Bloomfield yang menyatak.an kata ada Lah "a minimum free form; a free form which does not consist ontirely of two or more lesser free form" "benruk bebas yang terkeci.l ben tuk bebas yang tidak terdiri dari dua atau lebih bentuk behas yang lebih rendah ', Bebas biasanya dikaitkan dengan pengertian dapat berdiri send Ir t , dapat diujarkan tersendiri (dan berrnakna). Akan t etapd , berrtuk itu t Ldak dapat dipisahkan atas bagian-bagian, yang satu di antarany~ (mungkin juga semua) tidak dapat diujarkan tersendiri (bernakna). Pendn.pat Bloomfield di atas, ditunjang oleh pendapat-pendapat ahli b~hasa lain yang tidak jauh berbeda telah menumbuhkan satu pendapat tentang kata oleh ahli bahasa Indonesia. Cukup menarik adalah pendapat dari J.D. Parers yang dengan ketat memberi definisi kata berdasarkan pada perilaku sintaksisnya atau
J

35

pada keadaan kata sebagai kesatuan sintaksis da1am tutur. Definisi tersebut sebagai berikut~ 1). Kata adalah kesatuan sintaksis da1am tutur atau kalimat. 2). Kata dapat merupakan satu kesatuan penuh dan komplit dalam ujar sebuah bahasa. Contoh: Apa yang kau be1i? Pisang. Dengan siapa kau ke sini? Sendiri. Bagaimana kita ke sana nanti? Jalan. Kutipan-kutipan di atas merupakan bahasa tutur yang sering kita j umpa L, Dengan ini pula. tampak satu kekuatan kata untuk menjadi calon ka ltma t minor. 3). Kata dapat ditersendirikan (isoleerbaarheid). Yang dimaksudkan dengan pengertian ditersendirikan ialah bahwa sebuah kata dalam kalimat dapat dipisahkan dari yang lain dan dipindahkan pula. Contoh: Kami kemarin ke Sikka. Ke Sikka kami kemarin. Barangkali Saudara sakf.t , Saudara sakit barangkali. Dalam contoh kami di atas tampak bahwa kata dapat diisolasikan secara kesatuan dalam tutur. Tentu saja dalam kc.:satuan urutan kalimat ada keterbatasan pemindahan berdasarkan hubungan antar sesamanya, berdasarkan situasi dan sistem sintaksis yang berlaku. Hal ini tidnk mengurangkan tujuan kami untuk menunjukkan bahwa kata itu otonom. (Parera, 1980) Pendapat Parera di atas bukanlah tidak tepat. Dipandang dari sudut kal tmet atau klausa kata memang merupakan kesa tuan sintaksis. Akan tetapi, be tu l> kah setiap kata itu selalu dapat menjadi calon kalirnat minor? Mcmang betul bahwa kata seperti pisans> sendiri, jalan dapat menjadi calon kalimat minor Yang perlu dipikirkan adalah adanya kata seperti dari, dengan~ dan ka. Jelas bentuk seperti dari) dengan, dan ke tidak pernah menjadi i'..alimat minor padahal kita semua tahu bahwa dari, dengan , dan ke_pun adalah ka ta , Henge+ nai cirikata dapat ditersendirikan penyusun mempunyai pendapat yang barangkali agak berbeda dari pendapat Parera di atas. Mcnurut pendapat penyuSUG~ sebuah kata apabila mengisi suatu gatra di dalam kalimat atau klausa, t erutams gatra luar inti, ma~~ dapat dipastii'..an kata tersebut dapat ditersendirikan. Misainya: Kami kemarin ke Sikka. Ke Sikka karoi kemarin. Kemarin kami ke Sikka. *Sikka kami kemarin ke. *Ke k~i kemarin Sikka. Dalam contoh di atas ke dcngan Sikka tidak dapat dipisahkan. Hal ini disebabkan ke dan Sikka secare bersama-sama mengisi satu gatra. Barangkali pembacaakan bertanya apakah tidak mungkin ke itu tidak dapat dipisahkan dari Sikka karena memang ke itu morfem terikat. Cobalah kita lihat contoh lain di bawah ini.

36

Amanat yang dikandung tetap yaitu istilah dan gatra yang diisinya juga tatap yaitu keterangan dengan pernn penderita. Kita lihat misalnya kalimat ia membeli buku. melain~~n selalu bersama-sama kata. Dalam kalimat d~atas buku mengisi gatra keterangan dan berperan sebagai penderita.H Dalam percakapan di atas kita dapat melihat bahwa kata tidak ternyata mampu menjadi kalimat minor. Kata-kata yang biasa disebut partikel ada yang tidak dapat muncul sebagai kesatuan penuh (kalimat minor)~ sedang ·frase tidak'mempunyai perkecualian itu. 1). Bahkan kemampuan frase untuk muncul sebagai satu kesatuan penuh dalam ujar sebuah bahasa (calon kalimat minor) lebih kuat daripada kata. Kata. Dalam ka1imat kemarin Yusuf tidak hadir dapat dijadikan Yusuf tidak hadir kemarin atau tidak hadir Yusuf kemarin. Biasanya pertikel tidak mengisi gatra dalam suatu kaltmat. tetapi bersama-sama kata hadir. Frase adalah juga k. Seroua frase dapat muncul sebagai kalimat minor. kata dan frase pun tetap sama. Kata dapat ditersendirikan. Baju hijau mereka (mem)beli. Frase pun demikian. Frase dalam kedudukannya sebagai pengisi Contoh: 37 . Frase pun dapat. Kata dapat merupakan satu kesatuan penuh dan komplit dalam ujar sebuah bahasa. *Baju mereka mambeli hijau. Ketidakmungkinan dipisahkannya baju dan hijau adalah karena baju bersamasama hijau menempati satu gatra di delam kalimat mereka mambeli baju hijau.Mereka membeli baju hijau. Mambeli mereka baju hijau. tetapi tidak dapat atau tidak 1azim dijadikan *Yusuf tidak kamarin hadir atau *tidak Yusuf kemarin hadir. IlApakah Yusuf kemarin hadir?" "Tidak. Misa1nya kata tidak. Kalau kita lihat dari perilaku sintaksisnya. Marilah kita 1ihat satu per satu. Contoh-contoh di atas mengingatkan kita kepada pendapat Pike (1977) yang menganggap kata dan frase sebenarnya sama. 2). yaitu sama-sama pengisi gatra dalam suatu kalimat. lain yaitu dalam bentuk frase. Misa1nya ada percakapan.esatuan sintaksis dalam rutur atau kalimat. Gatra atau peran dalam kalimat atau tutur yang diisi oleh kata dapat pula dilsi oleh frase. Amenat yang dikandung oleh kata dan frase pun samas yaitu sama-sama istilah (term). Kita amati satu kata saja yaitu buku. jadi berbentuk tidak hadir dapat ditersendirikan. Dalam contoh yang lain ternyata tidak dapat menjadi ca10n kalimat minor. Oleh sebab itu hampir dapat dipastikan bahwa partike1 tidak dapat ditersendirikan. *Hijau mereka membeli baju. Akan tetapi banyak partike1 yang dapat menjadi calon kalimat minor (ciri ke-2). Apabiia kata baju dan ~~ta hijau daism suatu kalimat masing-masing mangisi suatu gatra maka baju dan hijau tersebut masing-masing dapat ditersendirikane Satu hal yang periu diingat sehubungan dengan ciri yang dapat ditersendirikan ini 18lah adanya kata-kata yang biasa disebut pertikel. Frase dibedakan dari kata hanya dari bentuknya yaitu bahwa frase adalah perluasan dari kata. Ternyata tidak tidak dapat ditersendirikan dari kata hadir.adalah kesatuan sintaksis dalam tutur atau ka1imat. Ciri-ciri yang menurut Parera dapat menandai kata ternyata dapat pula dipergunakan untuk menandai atau terdapat pada frase. Buku dapat diperluas sehingga berbentuk frase misa1nya buku sejarah. 3). Hal ini disebabkan kata tidak tersebut tidak mengisi gatra dalam kalimat kemarin Yusuf tidak hadir.

Ia kita perluas mcnjadi ia. Dengan memandang kata sebagai pengisi gatra dalam frase maka kita akan lebih mudah melihat hakekat kata. Kenyataan bahwa frase di rumah tidak dapat disempitkan t€:lahmendorong oenulis untllk menyadari bahwa bentuk bebas terkecil sebagai unsur lang sung klaus a a t au kalimat tLdak selalu kata. Ada satu frase yang mengisi gatra yaitu di rumah. Dengan k. adalah frase tunggal. Ternyata partikel tidak ada yang memenuhi syarat-syarat ~~ta seperti apa yang penulis bicarakan di atas. 2. Secara umum kate sebagai u~sur langsung frase mempunyai perilaku frasis . Dapatkah frase ini kita sempitkan sehingga berbentuk kata? Misalnya di rumah kita sempitkan menjadi di atau rumah sehingga kalimatnya akan berbentuk *Pa~Bn herada di atau *Paman berada rumah . Jadi dapat kita tarik kesimpulan bahwa unsur langsung dari frase tunggal adalah kata. Kita lihat seandainya tiap kata kita perluas mcnjadi frase. semua gatra dalam kalimat tersebut berupa kata. anak paman saya. Sarna seperti kata. Tentu saja frase yang dimaksud di sin1. Aksn tctapi. Adanya kenyataan di atas menunjllkkan bahwa kita. Perilaku tersebut penulis sebut dengan perilaku frasis. Pandangan ini telah menyukarkan kita dengan adanya kata yang biasa disebllt partikel. Akan tetapi tidak selalu di tempat frase dapat muncul kata. Dengan ciri ini kita dapat merangkum semua bentuk bahasa yang biaSi"mengisi gatra dalam frase tunggal. Selalu di tempat kat a berada dapa t muncul fras€:. t er-: nyata adakalanya frase pun menjadi bentuk bebas terkecil sebagai unsur langsung klausa atau kalimat."lta lain bentuk bahasa yang merupakan unsur langsung frase tunggal adalah kata. Ternyata kedua kalimat terakhir tersebut bukanlah kalimat-kali-mat yang lazim dalam bahasa Indonesia. sedang membeli buku sejarah. termasuk di dalamnya partikel. Perilaku Kata Yang dimaksud dengan perilaku kata adalah sifat kata sehubungan dengan kedudukannya scbagai unsur langsunB frase.. yaitu frase yang tidak mengandung frase pula. Parnan berada di rumah. Bentuk tersebut adalah frase.gatra selalu dapat ditersendirikan.1. Kebiasaan ahli bahasa yang memandang kata sebagai suatu kesatuan 8intaksis telah mcnjebak kita dalam suatu pandan~ ganda yang di tempat ~~ta telah berdiri pula frase. telah memandang kata dari sudut yang agak salah yaitll pandangan bahwa kata adalah bagian dari klausa atau kalimat. Kita lihat kalimat lain. Misalnya dalam kalimat ia membeli buku. sebagai kata. apabila suatu kata muncul sebagai pengisi gatra dalam klausa atau kalimat maka selalu dapat digantikan atau diperluas dengan frase. frase mempunyai sifat dapst ditersendirikan apabila muncul sebagai pangisi Batra dalam kalimat atau klausa. 38 . selama ini. dan buku menjadi buku sejarah sehingga kalimatnya menjadi ia. tidak semua frase yang muncul sebagai pengisi gatra dalam klausa stau kalimat dapat digantikan atau disempitkan dengan kata. Kebanyakan dari kita telah melupakan adanya satu bentuk yang menjembatani hubungan kata dengan klausa atau kalimat. anak paman saya~ membeli menjadi sedang membel1.sebagad berikut. Maksud penulis.

Jepang adalah nama geografi penunjuk tempat yang berkelas nomina. sepanjang penelitian penulis} adalah partikel. 2. secara semantik Jepang tidak dapat bersubstitusi dengan rambut karena secara semantik tidak sekelompok. lni tidak berarti bahwa semua partikel termasuk kata khusus. Di antara kata yang dianggap sebagai kata khusus. penulis scbut sebagai perilaku kata. misalnya Swedia. Misalnys frl'lse baju hija~. kata sebuah itu sebenarnya oemperluas kata baju atau memperluas frase baju hijau. tempat yang berkelas nomina. ke. Apabila kita perluas menjadi sebuah baju hijau maka akan timbul keraguan. kadang-kadang perluasan itu rancu dengan perluasan seluruh frase. misalnya hijau lumut sehingga frasenya berbentuk baju hijau lumut. Bebas Bebas berarti bahwa kata sebagai pengisi gatra dalam frase dapat bersubstitusi dengan kata lain yang sekelas dan secara semantik sekelompok. Frase di atas~ ~adis Jepang. dapat diterima. Jepang yang berkelas nomina secara sistemis dapat bersubstitusi dengan rambut yang berkelas nomina juga sehingga wujud frasenya adalah gadis rambut. 39 . Oleh sebab itu. Hal ini berdasar kan kenyataan kata baE dapat diperluas sehingga berbentuk frase item-penju~lah sebuah baju dan frase ba~ hijau dapat pula diperluas sehingga berbentuk frasc item-penjumlah scbuah baju hijau. mempunyai unsur langsung gadis dan Jepang. Jepang adalah nama geografi penunjuk tempat maka ternyata sebagai kata ia akan dapat bersubstitusi dengan nama geografi penunjuk. bukan perluasan katas karena frase pun mempunyai sHat t erbuka • Misalnya dal. 2. Uniknya. Ternyata frase gadis Swedia ada1ah frase yang lazim dalam bahasa Indonesia. Kata baju dapat pula diperluas sehinega berbentuk frase misalnya baju ~~ sehingga berbentuk baju seragam hijau. Secara sistemis nomina dapat disubstitusikan dengan noraina.am f ra se baju hijau.1. kata-kata yang mempunyai perilaku kata pada umurnnya penulis scbut sebagai kata biasa dan kata-kata yang tidak mcmpunyai perilaku seperti perilaku kata pada umumnya atau berperilaku khusus penulis sebut sebagai kata khusus.1. Kita lihat partikel yang berperilaku khusus tersebut yaitu partikel di. Hanya beberapa partikel saja yang berperilaku khusus. dan dari. Dengan kata lain.1.2.2. Misalnya gadis Jepang. penulis dasarkan pada perilaku kata pada umumnya. tetapi secara semantik hanya kata-kata yang sekelas dan sekelompoklah yang dapat saling bersubstitusi. Kata hijau dapat diperluas sehingga berbentuk frase pula. 2. Terbuka Kata sebagai pengisi gatra dalam frase mempunyaj sifat terbuka artinya kata tersebut dapat diperluas sehingga berbentuk frase pula. Y~ta dan Partikel Sifat-sifat kata. Apabila Jepang bersubstitusi dengan Swedia maka \vujud frasenya adalah gadis Swedia. Ternyata wujud gadis rambut ini secara semantik tidak.

dan bibi baru pulang dari pasar. ke . Dapatkah masing-masing saling menggantikan? Di rumah dapat digan t! dengan dari ru~~h at~u ke runah. samping sekolah. ke. dalam. ~ pergi ke sekolah.1.--Dari pasardapat diganti dengan ke pasar atau di pasar.E. yaitu partikel~ dan secara semantik sekelompok. belakang pasar. dari pasar . kc:_~ . ke. dari Partikel di. Da Lam frase di rumah . Hal ini dapat kita lihat dari kenyataan~ah~m partikel di. sekolah. sekoIah . di dalam rumah . dan dari dan nomina sebagai intinya dUsi oleh kata rumah. dan dari tersebut? 2.z_ kita akan mendapatkan suatu bentuk konstruksi yang sarna yaitu frase tempat yang diisi oleh partikel sebagai penanda tempat dan nomina sebagai intinya. ke. Bagaimanakah perilaku kata di. ke samping sekolah. a.lmah. ke samping sekolah.2. yaitu di da Lam .1. dan dari belakang pasar adalah kata yang dipakni untuk memperluas kata ruman. ke samping:. pasar. Dapatkah di. . Ke sekol~h dsnnt~iganti nenjadi di sekolah atau dari sekolah. atau dari be1akang pasar. dan dari pasar menjadi di ~ rumah. ke sckoLah . ke~ dan dari adalah kata. dalsm rumah. Partikel di. Dalam frase-frase di atas partikel bcrwujud ~~ta di. ke.1. Di.. Dalam klausa atau kalimat di atas di.m rumah. Sekarang mari kita lihat bersmna-sama. Dari situ dapat kita tarik kesimpulan bahwa di. belakang pasar. dan belakang dalam frase di dalaI1! rumah. dari belakang 'p'8sar.di dalam. dan dari ada1ah kata-kata yang sekelas. dan dar! pasar dalam klausa atau kalimat Bapak ada di rumah. samping sekolah. ke sekolah. Perilaku Partikel Sehubungan dengan Sifat Kata Kata Bersifat Bebas Bebas berarti bahwa kata sebagai pengisi gatra dalam frase dapat bersubstitusi dengan kata lain yang sekelas dan secara sernantik sekelompok. sekolah. ke.2. samping dan belakang. J 40 . ke samping sekolah. yaitu sarna-sama menunjuk tempat sebagai jangkauan . . dan dari dalam frase-frase berikut bertindak sebagai pengisi gatr~ Frase-frase tersebut m!salnya di r~~h. samping. b. dan dari dalam frase di rumah. ke~ dan dari adalah kata. atau dari belakang pasar kita akan dapat mendapatkan dua bentuk yang merupal~n bawahannya . ke samping dan dari be~kan. dari belakang dan dala. dan dari pasar kita kembangkan sehingga berbentuk frase pula? Misalnya kita kembangkan frase di rumah. ~ta Bersifat Terbuka Terbuka berarti bahwa kata sebagai pengisi gatra dalam frase dapat diperluas sehingga berbentuk frase pula.2.!!!B. ke sekolah. Dari frase di dalam rumah. Dari kenyataan di atas kita dapat melihat bahwa sebenarnya kata dalam. Dar! sifat bebas perilaku partikel sama dengan kata biasa. dan dari bersama-sarna rl. ke. dan pasar membentuk frase~n-mengisi gatra dalam kalusa atau kalimat di atas. ke sekolah.

dibedakan dari frese endosentrik 01eh eir! adanya pusat seluruh frase. ke. ke . Kalau demikian halnya. Wujudnya dua kata atau lebih. Frase Sebagaimana telah penulis singgung di atas ~ dipandang dar L segi ka. Cook (1969) menyatakan bahwa frase dibedakan dari klausa dengan kemunculan gatra prcdikat. samping sekolah. sekolah. Cook (1969) menyatakan bahwa tataran frese urutannya ada di bavah klausa dan di atas kata .nya. 3. ~tlsalnya. scbagai kesatuan sintaksis kate bersifat bebas .Prase eksoscntrik diwujudkan dalam bentuk penghubung dcngan poroseksosen. Jadi beda kata dari frase hanya1ah kenyataan bahwa frase merupakan perluasan dari kata atau dengan kata lain frase ada1ah bentuk bahasa di mana kata menjadi unsur pembentuknya. Artinya. Dari pengamatan terhadap kenyataan di atas ternyata kata di. Oleh sebab itu~ penyusun masukkan dalam kelompok kata khusus. Oleh sebab itu. Dapat kita simpulkan bahwa seroua konstruksi yang terbcntuk dari dua kata atau 19bih yang tidak mengandung ~redikat adalah frase. Cook (1969) membagi frase dalam dua kc10mpok besar. dan 2. Bukankah klaus a pun berwujud dua kata atau lebih? Dalam hal pombedaan frase dari klausa atau juga ka1imat.n·' kah gatra dan peran yang diisi oleh rumah. Penghubung biasanya berwujud preposisi dan poros berwujud nomin!l trike atau frase nomina. Dalsm frase tunggal ~~tn adalah unsur langsungnya. Dalam hal ini sifat khususnya ndalah tidak terbuka. dan dari tidak berperilaku sebagaimana perilaku kata pada umumnya. apakah sebcnarnya yang membedakan kate dan frase tersebut? Pike (1977) ~enyatakan sebenarnya frase adalah perluasan dari kata. dan pasar sarna dengan gatra dan peran yang diisi oleh dalam rumah. tidak dapat diperluas atau tertutup dan penyusun sebut sebagai kata tertutup.« mat (seeara aintaksis) kata dan frase same yaitu sama-sarna pengisi gatra dalam kalimat atau klausa. Frase eksosentril<. Frase endoscntrik diwujudkan dal. Frase dibentuk dari be-· berapa kata dan nengisi gatra pad a tataran klausa.asar. bukan untuk memperluas kata dd . dapa t menjadi ca10n ka1imat minor. unsur langsung dari klausa atau kalimat kadang-kadang berupa kata den kadang+kadang berupa f rase . Klausa juga dibentuk dari dua kata atau lebih yang saLah satu un·· surnya mengisi gatra predikat. Sebagai per1uasan dari ~~ta frase pun perlu dibedakan dari klausa stau kalimat.::.am suatu frase yang salah satu a tau lebih unsur pcmbcntuknya merupakan inti yang wajih adanya dan mcrupakan pusat seluruh frase. tidaklah aneh apabila kata dan frase menpunyai sifnt atau perilaku yang sama seeara sintaksis~ seperti telah penulis kemukakan di atas. dan dari. Adapun frase tidak mempunyai gatra yang diisi oleh predikat atau dengan kata lain konstruksi frase bukanlah konstruksi predikatif.on kalimat minor maupun dapat ditersendirikan Lebfh kuat dari kata. bahkan kemungkinan frase scbagai cal.sekolah. Frase endosen'-dan frase trikj. Buk. Kedua unsur da1am frase eksosentrik itu wajib adanya. scbagai kesatuan sintaksis frase pun meopunyai sifat sepcrti di atas.Ld. Dalam frase endosentrik adanya salah satu unsur yens 41 . dan dapat diterscndirikan. dan belakang pasar. Make.

(2) bahwa frase (t. Dan marilah kita lihat unsur pembentuk dari frase r~adis Jerane t. Dengan kata lain. (Frase nomfna adal. Perilaku Frase Yang pcnyusun f. Sebagai bentuk luas dari kata maka frase menpunyai perilaku yang sama dengan kata yaitu b~)as dan terbuka. Marilah kita lihat perilaku frase terseDllt sntu persatUG 3. Frase eksosentrik tidak mempunyai j)usat yang mampu menggantikan seluruh frase. Frase sebagai pengisi gatra dalam klausa atau knlimat.1. Bebas Bebas dalam hal frase mempunyai dua makna~ yaitu (1) bahwa frase sebagai pengisi gatra dalam klausa atau kalimat dapat ber subat. 42 .er ebut .laksuddcngan perilaku frage adalah pcrilaku frage scbaeai bentuk perluasan dari 'kata dan scbagai l'engisi gatra dalam klausa atau kalinat.menjadi pusat seluruh frase ditandai oleh adanya salah satu atau lebih unsur pembGntuknya yang marnpu menggantikan frase dalam mengisi gatra dalam klausa atau kalimat.unggal.ri kelompok manusia.1. Kita ambil contoh gadis ~epang dalam klausa atau kalinat karoi belum kenaI ~engan gadie Jepang itu.LtusL dengan frase lain yang sekelas dan secara semantik sekelompok.dis ada Lah nomis na dari kelompok manusia kita substitusikan dengan nomina dari kclompck szmantik manusia pulas misalnya densan prnjurit sehingga wujud frasenya adalah prajurit Jepang. dalam hal ini khusus frase endosentrik~ dapat digantikan oleh intinya.ah frase cndosentrik dengan inti yang diisi o Leh nomfnac ) Gadis Jepang kita substitusikan dengan rutri Solo yanr juga frase nomina terdiri dari nomina-nomina da.1-. Ge. frase endooentrik mempunyai inti yang dapat. Kalimat terakhir ini adalah~kalimat yang lazim dalam bahasa Indonesia. menggant Lkan aeLuruh frase dalam mengisi gatra. Tidak ada salah satu atau lebih unsur dal~l frase eksosentrik yang dapat menggantikan frase dalam mengisi gatra dalam klausa atau kalimat.) mempunyai unsur pembentuk yang dapat bersubsti·tusi dengan kata lain yang sekelas dan secara semantik sekelompoko Hisalnya frase yang sudah kita bicarakan di atas yaitu Radis JepanG. Sclain itu~ sehubungan dengan perilaku kata scbagai unsur lanesung frase tunggal yang babes dan terbuka maka dapat dikatakan bahwa unsur )1embentuk dalam frasc yang berwlljud kata mempunyai sifat bebas dan terbuka pula. Kata Jepapg berkelas nomina dan dari kelompok semantik nama geografi penunjuk tempat kita substitusiY~~n dengan kata lain yang berkelas nomina dari kelompok semant fk nama gcografi !'cnunjuk tempat misalnya Larantuka sehincga wujud frasenya adalah gadis Larantuka. Gadis Jepan3 adalah frase yanf. dengan nama gcografi penunjuk tcmpat schingga klausa atau kalimatnya berwujud karoi bclurn kenaI dcngan putri Solo itu. 3. berkelas nomina. Bcrdasarkan hal itu kita dapnt melihat bahwa frase sadie Jepang mempunyai sifat bobas yaitu dapat bersubstitusi dcngan frase lain yang sekelas dan secara semantik sekelompok.

. Per Luasan tersebut ada yang bcrupa pcnggabungan dua ka ta a tau le·bih yang masing-masins berdiri sendiri dan hubunJan an tar unsurnya adalah hubungan koordinatif. Uisalnya kat a rumah dapat.regam merah ba ta. Keeuali koordinatif. 3.!!. Dalam frase endosentrik. Apabila tnasdng-masdng unsur pembentuk frase tersebut kita rerlu~s maka wujud frasenya ada1ah baju ~ . Artinya unsur penbentuk fr~se yang berwujud kate dapat diperluas sehingga berbentuk frese. Sebagian besar ahli bahaaa menganggar kata majemuk sebagai kate. 43 .1.at ahli bahasa mengenaf kata majcmuk dajat. Misa1nya frase baju merah kita perluas menjadi baju ~ rah adik. Berbagai penda:. ibu. Misa1nya frase baju merah kita perluas unsur pembentuknya yaitu baju sehingga menjadi baju seragam. Kata maj emuk kambin~ hitam dapa t diberi af Lks mc. Wujud frasenya adaLah baju merahba ta. kita temukan.1..Frase gadis Larantuka ada1ah frase yang biasa atau 1azim da1sm bahasa Indonesia.ghitamkan. Sekarang kita cobs unsur yang lain yaitu merah kita rerluas sehingga berwudjud merab~. Terbuka Terbuka da1am hal frase mempunyni dua pengertinn. 3. Kata Majemuk Kata Majemuk termasuk hentuk bahasa yang banyak dibiearaY~n orang. jadi ada frase yang salah satu unsur pembentukny-i berupa frase. diberi afiks ber. perluasan frase da~at berupa penje1as atau pcmbatas terhadap kata yang diperl~~s. Hisa1nya ayah dan ibu pcrgi ke pas. inti sebagai kate yang diperluas dapat menggantikan seluruh frase.3. (1) Frase sebagai pengisi gatra da1sm kalimat dapat diper1uas sehingga berbentuk frase pula.sehingga menjadi berumah.•. Kata yang diperluas diseLut inti. -kan sehfngga menjadi merumahkan..• -kan sehingga menjadi mcngambir.sehinsga menjadi berumah tangga. 4. Kate majernuk ~umah tangga dapat pula diberi afiks ber. Dalam frase demikian kata yang digabungkan yaitu aya~: ib~ adalah inti dan dan adalah penghubungnya. 2. Misalnya ayah dan. I~ta ~h dapat diberi afiks me. Frase adalah per1uasan dari kate Dalam frase endosentrik kata yang diperluas adalab inti atau pokok frase. Baju merah adik ada1ah frase yang unsur pcmhentuknya ada1ah baju merah dan adik. Ayah dan Ibu sebagai inti ayah dan ibu dapat menggant"lkan seluruh frase sehingga berwujud ayah persi ke pasar dan ibu pers! ke nasar. Wujud frasenya ada1ah baju seragam merah. (2) Frase sebagai pengisi gatra menpunyai unsur pembentuk~ yaitu kata~ yene bersifat terbuka.••. Angga::''ln tersebut didasarkan pada kenyataan hahwa kate menjcmuk kadang-kadang da~ pat menga1ami proses morfologis aeperti ka ta .

Kita semua tahu bahwa makan dan tidur apablla mengisi gatra predikat tentulah dapat bergabung dengan kata-kata seperti sedang. Bentuk seperti itu dapat kita bandingkan dengan bentuk makanan pelindung.di ealon kal:fmat minor. Misalnya bentuk adik makan dan adik tidur dapat disisipi dengan sedang sehingga menjadi adi~dang makan dan adik sedang tidur. akan.is kue2:!!allda Lah ka ta .abila f rase dfbedakan dari klausa (kal1mat) dengan eiri tidak adanya pred:!Jeat (bukan konstruksi c •• 44 .Dari segi dafJatnya kata dan kata majemuk mengalami proses morfologi berupa afiksasi sebenarnya tidak dapat dipakai sebagai eiri bahwa kata majemuk tersebut adalah kata dan bukan frasc. f rase . Apabila dipandang dari segi klausa atau kalirnat (seeara sintaksis) maka kata majemuk sarna dengan kata dan frase yaitu sarna-sama sebagaf pengisi gatra dalsm klausa atau kalimat. Demikian pula rumah makan dan kamar tidur dapat disisipi kata untuk sehingga menjadi kamar untuk makan dan kamar uutuk tidur. f rase . Frase tidak adil dapat diberi afiks ke-an sehingga menjadi ketidakadilan. dan "kUll!. Bentuk makanan pelindung da.sebabkan kata .Sudah. Dengan y~ta lain frase sclalu berbentuk gabungan kat~. Pemisahan ipu diwujudkan dalam bentuk penyisipan kata lain di an tara unsur kata rnajemuk tersebut.Ke pasar. yaitu salah satu unsurnya merupakan penentu (pembatas) bagi unsur lainnya. Hal ini saya kemukakan mengingat adanya ltenyataan bahwa proses morfologis yang bcrupa afiksasi dapat pula dikenakan pada frase.Daun apa yang biasa dipakai sebagai obat sakit ginjal? . Kata majemuk dalam bahasa Indonesia selalu berwujud gabungan kata. "Sudah". biasanya kata majemuk dianegap sebagai kata karena hubungan antarunsur dalam kata majemuk tersebut dianggap sangat erato Keeratan hubungan tersebut~ menurut bcberapa ahli ditandai olch tidak dapatnya kata majemuk tersebut dipisahkan atas unsurunsurnya. . Misalnya rumah makan dan kamar tidur tidak dapat disisipi kata sedang sehingga menjadi *rumah sedang makan dan *kamar sedang tidur. Frase merupakan perluasan dari kate. A.at disisipi dengan kata untuk sehingga menjadi maY~nan untuk pelindung. makan dan tidur dalam rumah makan dan kamar tidur bukanlah mengiei gatra predikat melainkan gatra penentu (pembatas). Kata majemuk pun.al.Engkau hendak pergi ke mana? . juga merupakan gabupgan kata.ah Hal ini df. Dalam hal ini pelindu~ merupakan pembatas bagi makanan. Sebenarnya kedua bentuk itu tidak sekelas. Kata makan dan tidur dalam rumah makan dan kamar tidur. Lain halnya dengan rumah makan dan kamar tidur. ternyata tidak dapat bergabung dengan kata-kata seperti sedang ~ akan. Artinya unsur langsung dari klausa atau kalimat kadang-kadang berupa kata. Misalnya: . . dan kata majea muk yang masing-masing dapat berdiri sendiri dan dapat menja. BuY~nkah biasa kita mengisi gatra predikat dengan sedang makan dan sedang tidur sehingga bentuk adik sedang mal~n dan adik sedang tidur adalah bentuk-bentuk yang lazim bagi kita. Misalnya frase hitam legam dapat mendapat sfiks ~ sehingga berwujud menghitam legam.Kumis kueing. dan t. dan telah. Padahal bentuk yang mirip yang tidak tergolong kata majemuk dapat disisipi kata tersebut. Sedangkan kata adalah unsur langsuna dari frase tunggal. "ke pasar ". Sclain eiri morfologis seperti di atas. kata majemuk dan masing-masing dapat ditersendirikan atau menjadi ealon kalimat minor.Apakah kal1an sudah makan? . atau.

Misalnya: kcreta api orang tua panjang tang an rumah makan rumah sakit kamar tidur kamb Lng ki ta mata sapi mata keranjang Dari dua bentuk kata majemuk ~n~. Penyusun ingin melihat kata majemuk bukan sebagai kata melainkan sebagai frase. yaitu sana-uaraa gabungan kata yang bukan predikat. Dari pengamatan penyusull t~rhada:p kata majemuk secara selintas9 penyusun" mendapatkan bahwa ham?ir semua konstruksi kata majemuk adalah sana den]an konstruksi frase endosentrik yaitu frase cndosentrik koordinatif dan endosentrik inti-penje1as. Harilah kita lihat ciri-ciri khas kata dan frase sehingga k:J_ta dapa t melihat termasuk kata atau frasekah kata majcmuk tersebut.i berdasarkan unsur langsung yaPE mendukung kata majemuk tersebut.predikatif) maka kata majcmuk pun adalah gabungan kata yang bukan konstruk·· si predikat (lihat kata majemuk rumah malum dan kamar tidur di atas) . Di antara cirinya ialah tidak pern<1h di'!akai secnra penuh sebagai pengisi gatra (fungal) di dalam klaus a atau kalimat dan t. Di dalam bahasa Indones Ia .L). Pembagian iD. ~enyusun akan melihat seberapa jauh persamaan leata majemuk dengan frase biasa.ubah titik tolak randangan dalam meneliti kata majemuk ini. Pertama knta rnajemuk yang salah satu unsurnya. Sebenarnya memang kata majcmuk tidak sal'!'. Bertolak dari pendarat kate najemuk adalah !rase. Dari sini kita dapa t menar Ik garis lurus bahwa kata tnaj enuk sekelompok dengan f rasc .Ldak pernah muncul dengan imbuhan (afiks). Akan t~tapi? perbedaan kata majemuk dengan frase bukanlah perbedaan yang prinsip. bukan ciri-ciri khususnya. (Sayang pembuktian bahwa frase dan kata majemuk bukanlah konstruksi predikat tidak darat penyusun lampirkan di sini karena akan memakan tempat yang banyak seka l. Yang tcrgoionc kata asing di sini adalah kata yang belum tersera~' ke dalam bahaaa Indoncsias secara utuh. Oleh sebab itu masih dapat digolongkan dengan frase. apa yang disebut kara maj emuk scbenarnya terbagi dalam dua kel. Misalnya: pancalomba akhirulkalam transmigrasi dwiwarna alhamdulillah biografi hulubalang biologi halalbihalal paramasastra semiprofesional bismillah wasalam swadaya Keduav adalah katn majemuk yang kedua unsurnya ncrupakan kata-kata bahn.sa Indonesia sepenuhnyac Di antara cirinya ialah ~~ta-kata tersebut da~at dipakai secara penuh sebagai ~ensisi gatra dalam klausa/kalimat dan biasa menjadi kata imbuhan. Kelompok pertama yans roasih mcngandung unsur asing dan 45 .a persis dengan frase biasa. penyusun hanya akan membicarakan kelompok kedua.ompok . melainkan hanya perilaku sintaksisnyz. Berdasarkan kenyataan-kenyataan di atas penyusun mcncoba menp. atau bahknn kedua unsurnya merupakan kata asing.

kata majemuk dan frase ini akan penyusun teliti da1am kf. meninggalkan anak dan Kakak dan ayahku dengan rajin mengerjakan ko1am itu. berkemauan 17. dua dus }1a ayam itu bu ta • ta Kaki Bapak kelli~duri. eksportir Indonesia 9. Frase 1. senanB bermain 4. bermata keres vanjang biro Gadis keeil itu bermata biru. Telah ditemukan due dus. Kata rnajemuk dan frase ini akan penyusun 1ihat ~eri1aku sintaksisnya. Bapak baru saja menyembe1ih bing hitam. gadis Jepang 7. orang tua 15.. tanah dan air.kebanyakan diserap dalam bentuk gabungan kata. kakak dan ayahku 3. anak dan istri 2. Kaki dan tangannya Anak-anak luka. kaki Bapak 11.. Marilah kita Iihat deretan kata majemuk dengan frase di bawah ini. Kami belum kenaI dengan gadis Jepang itu. Jangen engkau permainkan itu. kumis kucing 12. Polisi dibantu bebcrapa Ka1angan eksportir terbelah. anjing pelacak. due patung 13. putri Sal a Betapa Iuwesnya putri Sala itu. tanah dan air 5. tampaknya Indonesia 6.. Dalam meneliti perilaku kata majemuk sebagai frase penyusun akan membandingkan kata majemuk tersebut dengan frase yang sama (gatra yang diisi masing-masing unsurnya sama. kaki dan tangan Klausa!Ka1ima t Ia mengembara istrinya. Seroua orang tua di kampung scdikit santunan.. Kata majemuk yang tercantum dalam rnzkalah ini penyusun usahakan berupa deretan kata majemuk yang bervariasi. kambing hitam 16... itu mendapat seekor kamkumis kucing Dia baru roenghasi1kan d1l8 patung. panjang. mata ayam 10. 14.ukannya sebagai pengisi gatra dalam k1ausa/kalimat. bertangan 18. penyusun tangguhkan pembicaraannya. anjing pe1acak 8. Anak itu berkemauan Orang itu bertangan keras.c. Maksudnya» penyusun berusaha agar semua variasi kata rnajemuk terY1akili dalam maka1ah ini. 46 . d~~ k4lsu mungkin kelas kata dan kelompok sernantik juga sarna). Oleh sebab itu.

kolam Ltu. Adik dirawat d! rumah sakit. Orang itu panjang tangan. Anak-anak senang bermain tanah dan air. Mata kakinya terluka. Kaki dan tangannxa (4) a. Ia memohon diri deri orang tuanyao Dalam setiap kerusuhan di penjara. kaum ke1uarga 3. Sekarang marilah kita lihat perilaku frase dan peri1aku kata mejedengan frase lain yang 1. rumah sak!t 8. kambing hitam gu1a jawa. segitiga 13.!:. l. la menjad1 kak! tangan musuh. Anak itu keras kepa1a benar. Be1!au gugur dalam membe1a Kami membe1! tanah air. panjang tangan 18. petai eina 7. b. b. mata keranjang muk. di kaki lima. Suaoi dan anakku dengan rajin mcngerjakan luka. kaki tangall 4. anak istrinya ke Ia tidak diakui 1ag1 oleh kaum keluarganya. Meja gambarnya berbentuk ~1ereka berjualan segitiga. 16. para narapidana sela1u menjadi kambing hitam~ nya. kotak sur at 9. mata leak! 10. tanah air K1ausa/Kalimat Pak Amir memboyong Lampung. Nan! mengambil Matahari surat dari kotak surat. matahari 1l. terbit di timur.fajemuk 1. Kakak dan ayahku dengan rajin me~~erjakan b. senang bermain lumj2ur dan esc (3) a. Punggu3& dan bahunxa luka. Frase (1) a. gu1a jawa 6. (2) a. sebaDaun kumis kucing biasa digunakan gai obat sakit ginja1. orang tua 15. kakak dan adikn~ ko1am itu. Beliau terkena1 sebagai seorang yang mata keranjang. kumis kucing 12. Anak-anak 47 .!!. aoak istri 2. keras kepala 17. Ad!kku sangat gemar maY~n petal cina. Sebagai pengisi gatra~ frase dapat bersubstitusi seke1as dan secara semantik sekelompok. Ia mengembara meninggalkan anak dan istrinya. Ia mengembara meninggalkan b.!. 5. kaki lima 14.

(7) a. seekor ayam burik. Ia menjadi tulang punggung musuh tanah air. Mata ayam itu sakit. Ka1angan pedagang Be1anda tampaknya terbe1ah. (15) a. (17) seekor kambing h~. (8) a. b. Ia menjadi b. b. ekor anjing itu. b. Dia baru menghasi1kan b. b. Jangan engkau permainkan b. Pak Amir memboyong ayah ibunya ke Lampung. Gadis keeil itu bermata biru. Telah diketemukan dua dus. Bapak baru saja menyembelih (16) a. b. 48 . b. a. b. Polisi dibantu beberapa anjing pelacak. kaki tangan musuh. Orang itu bertangan panjan~. (11) a. Betapa luwesnya putri Sala itu. Gadis keeil itu berambut Eirang. Jangan engkau permainkan kumis kueing itu. b. ~ burung itu sakit. Dis baru menghasilkan b. Kata Majemuk (1) a. (2) a. Scmua orang jompo di kampung itu mendapat. sula jawa. Kami belum kenaL dengan putri Menado itu. Kami belum kena1 dengan gadia Jepans itu. b. (12) a. Anak itu bersemangat baja. Semua orang tua di kampung itu mandapat sedikit santunan. Te1ah diketemukan dua patung. Kalangan eksportir Indonesia tampaknya terbe1ah. (13) a. (10) a. (4) a. (3) a.(5) a. Orang itu berkaki pendek. b. Adikku sangat gemar makan petai eina. b. Ia tidak diakui 1agi oleh sanak saudaranya. Adikku sangat gemar makan nangka belanda. b. Polisi dibantu beberapa informan amatir. Bapak baru saja menyembelih b. dua pensi1. Betapa luwesnya gadia periangan itu. (18) a. Ia tidak diaku1 lag1 oleh kaum ke1uarganya. (6) a. b. b. (9) a. (14) a. Kami membe1i pisang ambon. Kaki Bapak kena duri. Kami membe1i (6) a. sedikit santunan. Be1iau gugur daism membela (5) a. Beliau gugur da1am membela nusa bangsa. Anak itu berkemauan keras. b. Tangan Ibu kena duri. tiga ske~~. Pak Amir memboyomg anak istrinya ke Lampung.

a Ma-' jemukli dapat bersubstitusi dengan frase (kata majemuk) lain. Marilah kita lihat satu persatu. Sebagai satu kesatuan~ kata majemuk sarna dengan frase. Kaki tangan berbentuk koordinatif dan tulsng punggug[ hcrbentuk pemilikan. kedua bentuk tersebut sarna-sarnafrasc nomina maka penyusun pasangkan untuk saling menggantiY~n. b. (13) a. Akan tetari secara gramatikal (struktur dan semantiks) bentuk mata air terbit di sebelah timur adalah terterima. (10) a. biasa digunakan sebagai obat sakit ginjal. Bentl. Jari tangannxa terluka. Ia memohon diri dari ~rang tuanla. narapidana menjadi tertuduh utamanla. Akan tetapi. Mata kakinla b. (17) a. yaitu bersifat bebns. Anak itu keras kepala bonar. terluka.(7) a. yaitu tiap-tiap ~~ta da~at bersubstitusi dengan ~~ta lain yang sekelas dan secara semantik sekelompok.lk mata air terbit di sebelah timur barangkali agak janggal karena tidak mutlak bnhwa mata air harus terbit di s~belah tinor. (16) a. b. Dari perilaku pertama. Nani mengambil surat dari kotak surat. Adik dirawat di klinik mata. b. di simpang tiga. 2. Nani mcngambil (9) a. Beliau terkenal sebagai seorang yang mata kcranjang. (8) a. selalu selalu (14) a. b. "Kat. segi ernpat. Bagadmanakah halnya dengan unsur ka ta maj emuk yang barupa ka ta . ~Ieja gambarnya berbentuk b. Heja gambarnya berbentuk b. yaitu frase dapat bersubstitusi dengan frase lain yang sekelas dan secara semantik sekclompok9 kita dapat melihat bahwa "ka ta maj emuk" mempunyaf perilaku yang persis dengan frase. Mereka berjualan (12) a. Catatan: 1. Is memohon diri da~i Bapak mudanya. Orang itu banxak mulut. (15) a. Adik dirawat di rumah sakit. b. Dalam setiap kerusuhan di penj ara pan". Be1iau terkenal sebagai seorang yang mata duitan. Mereka berjualan di kaki lima. (11) a. Daun jambu monxet biesa digunakan sebagai obat sakit ginjal segitiga. apakah kata sebagai unsur lang sung kata majemuk juga bersifat bebas seperti pada frase. b. 2. Sebenarnya bentuk tulang punggung tidak sarna dengan kaki tangan. Daun kumis kucin~.. surat dari kantor nos. 49 . Orang ittl panjang tanga!!. Anak itu baik hati benar . b. b. Da1am setiap kerusuhan di renjara~ para narapidana menjadi kambing hitamnya.

Ia mengembara meningga1kan Kakak Adik Kakak Kakak anak dan istrinya. dengan rajin~ mengerjakan kolam itu. b. Tangan Bapak kens duri. dan ayahku~ dengan raj in. Dia baru menghasi1kan 13. Muka dan tangannya 1uka. Kaki serta tangannla Luka . 11. a. Telah diketemukan kumis kucin_g_itu. dua 1ukisan. Mata ayam itu sakit. c. 9. lima ratu~. 7. Kaki dan mukanya Luka . Dia baru menghasilkan c. a. 10. anak serta istrinya. mengerjakan ko1am itu.Frase 1. c. dengan rajin mengerjakan ko1am itu. Ia mengem. 50 . a. anak dan saudaranya. 5. c.bara meninggalkan b. serta ayahku. Telah diketemukan c. Polisi dibantu beberapa anjing pe1acak. Kami belum kenaI dengan gadis Jepang itu. Kaki Bapak kena duri. dan ayahku. c. ll. Kaki dan tangannya 1uka. ekor kucing itu. Kami belum kena1 dengan gadis Muangthai itu. d. j 3. a. c. Jangan engkau permainkan c. bermain lumpur dan air bermain tanah dan lunpur. b. Dia baru menghasilkan b. a. Kalangan eksportir Indonesia tampaknya terbelah.buru. d. Be tapa 1uwesnya putri Sa1a itu. Kalangan eksportir Jepang tampaknya terbelah. Betapa luwesnya putri Medan itu. b. Betapa luwesnya gadis Sala itu. due buku. b. a. Mata anjing itu sakit. a . c. Polisi dibantu beberapa anjins pem. a. Kaki Ibu kena duri. saudara dan istrinya. Kalangan pelajar Indonesia tampaknya terbe1ah. c. Jangan engkau permainkan 12. c. Ia mengembara meningga1kan c. b. b. 8. Kami be1um kenaI dengan putri Jepang itu. bermain tanah serta air. b. Kaki ayam itu sakit. mengerjakan ko1am itu. dua Eatung.. 6. 0 4. kumis macan itu. a. c. Te1ah diketemukan b. sepu1uh dus. 2. Polisi dibantu beberapa pemuda pelacak. a. dan namanku. dengan rajin. b.bara meningga1kan d. Jangan engkau permainkan b. a. dua dus. Anak-anak Anak-anak Anak-anak Anak-anak senang senang senang senang bermain tanah dan air. d. b. a. Ia mengem.

c. Ka ta Maj emuk 1. Adik dirawat di rumah sakit.. *Adik dirawat di sedung saki~. b. Anak itu berkemauan keras. 17. Anak itu berkemauan tetaE. Beliau gugur da1am membela tanah air. Kami membe1i .14. a. *Beliau gugur dalam membela tanah lumpur. 8. Ia tidak diakui lagi oleh kaum keluarsanra. c. 6. Saudara istrinya ke Lampung. c. Nani mengambi1 surat dari tempat suret. *Adik dirawat di rumah obat. Orang itu berkaki oanjang.ikit santunan. Bapak baru saja menycmbc1ih seeker ayam hitam. *la menjadi kepala tang en musuh. b. b. b. 2. Gadis keci1 itu bermata coklat. a. 51 . c. Gadis kecil itu berrnata biru. a. *Be1iau gugur dalam membela debu air. *Mata tansannya terluka. a. c. a. b. Semua janda tua di kampung itu mcndapat sedikit santunan. *la menjadi kaki telinga musuh.l fh seekor kambing putih. Semua orang tua di kampung itu mendapat sed. Adikku saneat gemar makan petai cina. Orang itu bertansan buntuns. b.sulajawa. c. 15. Barak ba ru saja menycmbe. Pak Amir memboyong anak istrinya ke Lampung. Orang itu bertangan Eanjang. anak saudaranya ke Lampung. 5. s. 4. Anak itu bcrhati keras.. Pak Amir memboyong c. ~L Mata kakinya terluka. c. 7. b. Semua orang jompo di kampung itu mendapat sedikit santunan. Karoi membe1i asam jawn. a. a. Adikku sangat. b. 9. la tidak diakui 1agi oleh kaum kerabatnya. Pak Amir memboyong b. c. b. o seekor kambing hitam b. Gadis kecil itu berbibir biru. 3. a. a. Ia tidak diakui la3i oleh sanak keluar~anya. b. la menjadi kaki tang an musuh. c. a. a. c. c. Kuku kakinya terluka. Nani rnengambi1 surat dari kotak Eensi1. Karoi membe1i gu1a 1awang. Nani mengambil surat dari kotak surat. b. a. *Adikku sangat gemar makan petai inggris. c. Bapak baru saja menyembe1ih 16. 18. c. b. gemar makan kacang cina.

*Daun kumis macan biasa digunakan sebagai obat sakit ginja1. *Mereka berjua1an di kaki sepu1uh. Ke1ompok anak saudaranya dan saudara istrinya berbeda dengan ~ istrinya. para narapidana se1a1u menjadi kambing cok1atnya. Ia memohon diri dari orang tuan. Hubungan antara anak dan istri adalah hubungan koordinatif. a. Catatan 1. b. Anak itu keras kemauan benar. 17. a. Hatahari terbit di sebe1ah timur. Be1iau terkena1 scbagai seorang yang mata keranjang. c. a. *Mata air terbit di sebe1ah timur. a. *Kaki hari terbit di sebe1ah timur. c. c. *Mereka berjua1an di tangan lima. ~1eja gambarnya berbentuk segitiga. 13. a. 12. *Ia memohon diri dari orang mudanya. *Orang itu pendek tangan. Be1iau terkena1 sebagai seorang yang mata duitan. 11. c. b. Daun kumis kucing biasa digunakan sebagai obat sakit ginja1. a. 14. a. 18. b. 16.1) j 52 . b. para narapidana se1a1u jadi kambing hitamnya. Anak itu keras kepala benar. b. c. *Be1iau terkena1 sebagai seorang yang kaki keranjang. Anak saudara dan saudara istri penyusun muncu1kan karena tidak ada konstruksi yang mengandung unsur kata anak atau istri dengan hubungan koordinatif. 15. Anak itu 1unak kepa1a benar. misa1nya kaum ke1uarga (contoh no. c. Da1am setiap kerusuhan di penjara. c. artinya dnpat bersubstitusi dengan kata lain yang seke1as dan secara semantik berke1ompok. b. *Da1am setiap kerusuhan di penjara1 para narapidana sela1u menjadi kucing hitamnya. b. Her eka berjua1an di kaki lima.s. c. a. *Daun misai kucing biasa diguna7~n sebagai obat sakit ginja1. Ada kalanya bebas mutlak seper. Oleh sehab itu penyusun beranggapan bahwa anak saudaranya dan saudara istrinya tidak dapat menggantikan anak istrinya. c. sedangkan anak dan saudara atau saudara dan istri adalah pemilikan (subordinatif). *Da1am setiap kerusuhan di penjara. *Orang itu panjang kaki. Ia memohon diri dari bapale tuanya. Orang itu panjang tangan. b. Ueja gambarnya berbentuk segi empa t. b. Akan halnya kata sebagai unsur lang sung kata majemuk berbeda.10.ti frase. a. *Meja gambarnya berbentuk bu1at tiga. Dari pengamatan terhadap perilaku frase dan kata majemuk di atas kita dapat menyimpulkan bahwa kata sebagai unsur lang sung frase ternyata bersifat bebas mutlak.

Ia mengembara meninggalkan b. artinya hanya sebagian dari unsur kata majemuk itu yang dapat bersubstitusi dengan kata lain yang sekelas dan secara semantik sekelompok. a. artinya frase sebagai pennisi 3atra dalam Y~limat dapat diperluas sehingga berbentuk frase pula~ jadi borupa frase yang salah satu unsur pembentuknya berupa frasc pula. dengan rajin menger jakan kolam itu. (Lihat contoh 11 dan 15). b. a. Semua bas1an kaki dan tangannya luka. 3.& ~<! di8unakan scbagai obat sakit ginjsl atau ~1.1. a. Ia mengembara meninggalkan auak ~an istrinya.mbin!Shitam dalam setiap kerusuhan di penjara. b. Kata sebagai unsur lanr~sung kata majemuk kadang-kadang bersifat bebas rez Ikat . Hal itu sekaligus menunjukkan bahwa kata cina mempunyai kemungkinan bergabung dengan kata lain yang sekelas dan secara semantik sekelompok dengan petai lebih besar daripada kata petai dengan kata lain yang sekelas dan sece ra semant Ik sekelompok denean cina daism konstruksi sejenis retai cina (konstruksi inti-penjelas). Kakak dan ayahku. Frase 1. Frase bersifat terbuka. Anak-enak senang bermain tanah dan air. Betapa luwesnya tiga :eutri Sala itu.~at. (contoh no. Dalam konstruksi petai cina. kambing. dengan raj in. Kaki dan tangannya luka. dan hitam tidak dapat bersubstitusi dengan kata lain yang sekelas dan secara semantik sekelompok seperti misais macan~ kucing» dan coy. b. Sedangkan kata petai (nama sesuatu yang biasa dimakan) dapat bersubstitusi dengan kata lain yang sekelas dan secara semantik sekelompok yaitu kacang. Kami belum kenaI dengan kcdua gadis Jepang itu. Anak-anak senang bermain tanah dan air ~ bibit penyakf.-Uisalnya kata majemuk kumis kucing dal. semua anak dan istrinya. 6).. Hisalnya konstruksi petai cin. para narapidatl!lselalu menjadi kambing hitamn_E.dapat disubstitusikan dengan sanak keluarga atau kaum kerabaL ~1asingmasing ka ta dari kaum dan keluarga dapat. a. 5. Kita lihat satu persatu. Kakak dau ayahku ~ sangat kusayangd. kucing. 3. b. Da Lam konstruksi kurnis kucing stau kambing hitam~ unsur langsung kumis. Hal itu berarti pula bahwa hanya sebaginn dari kata majemuk tersebut yang mampu bergabung dengan kata yang sekelas dan secara semantik sekelompok dengan pasangnnnya. a. 4. kata cina tidak darat bersubstitusi dengau kata lain yang sekelas dan secara semantik sekelompok (nama geografi menunjukkan tempat) misalnya inggris. 2. mengerjakan kolam itu.am daun _kumis kucin. a. Se1nin bersiiat bebas mutlak dan bebas terikat9 katn sebagai unsur Langsung kata majemuk dapat bersifat tcrikat-. b. Hal itu sekaligus menunjukkan bahwa masdngmasing kata dari kaum dan kcluarga mempunyai sifat bebas ber~antung dengan kata lain (dengan sanak dan kerabat). be·rsubstitusi dengan kata lain yaitu sanak dan kerabat . 53 banynk mengandung .t. ~~i belum kena! dengan gadis Jepang itu. Betapa luwesnya putri Sala itu. 6.

dua patung ~ sudah terjual. a. a. b. a. 13.~~ YJn£ kanan kena duri. Adikku sangat. Orang itu bertangan panjang. 9. Die baru mcnghasilkan b. 2. 11. Polisi dibantu bcberapa anjing pelaeak.7. Beliau gugur dalam membela tanah ai~. Gadis keei1 itu bermata biru. Mata aynm itu sakit. Ia menjadi kakl tengan musuh. 17. 14. b. Beliau gugur dalam merobe1a tanah air tereinta. b. b. Bapak baru saja mcnyembelih seekor kambing hitam. Kami membeli gula jawa. b. Adik dirawat di rumah sakit. Ka Langan eksportir Indonesia yang sudah mapan tampaknya ter·belah. gemar makan petai eina. Ka1angan eksportir Indonesia tampaknya terbclah.pung. In menjadi seoreng kaki tangan musuh. 5. Kami membeli due kilogram gula jawa. seluruh anak istrinya ke LaL. b. Seroua orang ~ sudah jomp~ di kampung itu mcndapa t sedib. Pak Amir memboyong tidak sepadan dengan tubuhnya. b. a. b. Bapak baru saja menya:tbelih scek~ kambing hitam vang gemuk. Anak itu berkemauan keras. Polisi dibantu bebcrapa anjing pe1aeak ~ sudah ter1atih. 54 . 10. itu. b. Adik dirawat di rumah saklt umum. Gadis keei1 itu bermata biru ~ Kata Majl!muk 1. b. a. di kampung itu mendapatkan sedikit santunan. Adikku sanga t gemar makan petai eina mentah. b. a. 16. aoak istrinya ke Lampung. 7. a. Ia tidak diakui 1agi o1eh kaum keluarganya. b. Kaki Barak kena duri. a. a. ao Pak Amir memboyong b. Telah ditemukan dua dus zsaa besar. Anak itu berkemauan keras yang akan darat membahayakan dirinva. Dia baru menghasi1kan dun patung. 6. b. 3. a. Orang itu bertangan panjang ~ 18. 8. 4. a. a. bersinar !eduD. b. a. Seroua orang tua ~ kit santunan. 12. a. b. a. a. b. Jangan engkau permainkan kumis kueinr. Kaki Bap"!. Jangan engkau permainkan kumis kueing ~ panjang itu. 15. a. a. Ia tidak diakui lagi oleh semua kaum keluarsanya. Telah ditemukan dua dus. Kedua mata ayam itu sakit.

n. 11. Proyek Senen. Anak itu keras kepala ~ sudah keterlaluan 17. a. yaitu terbuka. b. sehingga frase atau kata majemuk tersebut merupakan salah satu unsur (langsung) frase. Kulit ~ kakinya terluka. Hubungan antarunsur dal. b.In2. Daun kumis kueing janis tertentu biasa digunakan sebagai obat sakit ginjal. n. Meja gambarnya berbentuk 13. b. Dalam mencari contoh frase luasan ini penyusun merasa bahwa kata mejemuk lebih mudah diperluas daripada frase biasa. a. 18. t1atahari terbit di sebelah timur.8. b. Mercka berjualan segitiga. a. Daun kumis kueing biasa digunakan sebagai obat sakit ~injal. Dalam setiap kerusuhan di penjara.am kata t!!ajen:ukzbdh mudah muncul sebagai satu kesatuan dan L karenanya lebih mudah diperluas. Hal ini barangkali disebabkan oleh keeratan hubungan antarunsur yang berbeda antara frase dan kate majemuk. Nani mengambll surat dari kotak surat. a.?. b. Meja gambarnya berbcntuk b. Hereka berjualan b. a. b.hf tamnya . Beliau terkenal sebagai seorang yang ~ keranjang. 14. Ia mcmohon diri dari orang tua angkatnya. di k. banyak kita jumpai perluasan yang diawali kata "yang". Beliau terkenal sebagai seorang yang sangat ~ keranjang. Cat8tan Dalam perluasan frase di atas. Nani mengambil b. 10. b. Anak itu keras kepala benar. a. surat dari kotak surat ~ ada di depan rumah . Frase dan kata majemuk sama-sama mempunyai kemungkinan diperluas dalam suatu frase luasen. Orang itu panjang tangan. frase dan kata mejemuk mempunyai sifat yang sarna. Dalam setiap ken~suhan di penjaras para narapidana jadi kambin8 hitam yang dipersalahkannya. 16.ki li. a. jadi kambiI!B. Mata kakinya terluka. para narapidana selalu menselalu men- b. 9. 15. segttiga ~ kaki. Orang itu panjang tangan benar. di kaki lima. a. benar. Konstruksi yang diawali kata "yang" seperti di atas berfungsi sebagai rcnjela~ atau pembatas terhadav inti (pokok) dan konstruksinya biasa disebut konstruksi intipenjelas (Basiroh: 67) Dari pengamatan tcrhadap Derilaku frase dan kata majemuk di atas. 12. a. Matahari ~ terbit di sebelah timur. misalnya keras kepala menjadi keras kepala yang sudah keterlaluan. 55 . Ia mcmohon diri dari orang tuanya. kita dapat melihat bahwa dipandang dari ciri terbuka seeara keseluruhan ini.

Kakak dan ayahku dengan rajin rnengerjakan kolam itu. Betapa luwesnya putri cantik Sala itu. Dia baru menghasilkan dua patung. senang bermain tanah dan air hujan. b. 7. Kaki bapa~ kena durd . Anak-anak senang b erma in tanah dan air. Harilah kita 1ihat bagaimana peri1aku kata sebagai unsur rembentuk frasc da1sm frase (biasa) dan kata majemuk. dan istrinya. a. b. c. a. c. Kalangan eksportir Indonesia bagian timur tampaknya terbe1ah. kanan dan tangannya Luka . 4. dan tangan kirinya 1uka. senang bermain tanah dan demikian pula air. a. a. ~ istrinya. a. dan ~ tangannya luka. b. b. Kaki Kaki Kaki Kaki dan tangannya luka. 6. a. 8. 12. Betapa luwesnya putri Sa1a itu. Kaki kanaI! ~ak kana duri. b. b. 2. a. c. Ftase sebagai pengisi gatra mempurryaf pembentuk. ---- 5. d. c. 56 . a. b. b. dua patung kayu. Polisi dibantu beberapa anji~ pelacak pembunuhan. Jangan engkau permainkan ~umis kucing hitam itu. Kami be1um kenaI dengan gadis Jepang Utara itu. Kami belum kenal dengan gadis Jepang itu. Jangan engkau permainkan kumis kucing itu. Mata ayam kate itu buta. artinya unsur pembentuk frase yang berwujud kata dapat diperluas sehingga berbentuk frase. Polisi dibantu beberapa anjing herder pelacak. Ie mengembara meninggalkan d. Ia mengembara meningga1kan b. senang 3. c. a. a. c. Ia mengembara meningga1kan c. Kakak su1ung dan ayahku dengan rajin mengerjakan kolam itu. Meta ayam itu buta. dua macam patung. Betapa luwesnya putri Sala bagian selatan itu. Karni belum kenal dengan gadis manis Jepang itu. b. Frase 1. Kakak dan ayah mertuaku dengan rajin mengerjakan ko1am itu. Kalangan eksDortir Indonesia tampaknya terbe1ah. a. d. Jangan engkau permainkan kumis panjang kucing itu. Kakak dan begitu pula ayahku dengan rajin mengerjakan ko1am itu. Mata kiri _?yam itu buta.4. c. c. 10. 9. b. Anak-anak bermain tanah lumpur dan air. Kaki bapak mertua kena duri. Dia baru menghasi1kan b. c. Anak-anak c. Dia baru menghasi1kan c. yaitu kata yang bersifat terbuka. 11. a. Anak-anak d. Kalangan eksportir kopi Indonesia tampaknya terbe1ah. Po1isi dibantu beberapa anjing pelacak. istri barunya. Ia mengembara meningsalkan anak dan dua anak anak dan anak dan istrinya.

*la tidak diakui 1agi oleh kaum keraoat keluarganya. Bapak baru saja menyembe1ih seekor kambing besar hitam·. *Be1iau gugur da1am rncmbela tanah lumpur air. 4. Hal ini dapat terjadi karena inti dari berke~~uan keras bertang. c. a. Orang itu tidak bertangan panjang.1) 2. c. b. *Pak Amir memboyong aook bungsu istrinya ke Lampung. b. c. b. s. Semua orang tua ~enta di kampung itu mendapat sedikit santunan. meskipun dapat 1-'u1a sebagai I'cr1uasan dari bcrkemauan keras. bcrtangan9 dan bermata kareoo ada bentuk tidak berkemauan. dan bermata biru. *Ia menjadi kaki kanan tanean musuh. Bapak baru saja menyembe1ih seekor kambing hitam 1egam. a. *Ia menjadi kaki tangan kiri musuh. Gadis kecil itu bermata biru. dan 18 per1uasan kata berkemauan. Barak baru saja flenyembe1ih seek~r kambing hitafl. Orang itu bertangan sangat panjang. dan bermata. dan bermata adalah dengan l'enambahan kat'). 18. c. Aook itu berkemauan sangat keras. a. tidak. 14. 57 . 15. a. bertangan panjang. b. b. Diketemukan dua dug teba1.13. b. la tidak diakui 1agi oleh kaum ke1uarganya. c. b. *Pak Amir memboyong anak istri mudanya ke Lampung. Pak Amir mcmboyong aoak istrinya ke Lampung. a. 1) b. Semua orang tua di karnpung itu mcndapat sedikit santunan. a. 1) c. *Be1iau gugur da1am membe1a tanah air hujan. c. Be1iau gugur da1am membe1a tanah air. 0 ---- Kata Majemuk 1. 17. *la tidak diakui 1agi oleh kaum ke1uarga sedarahnya. a. 16. Orang itu bertangan panjang. c.1) 3. Gadis kecil itu tidak berma ta biru. Kata tidak di sini dapat berfungsi sabagai per1uasan dari berkemauan. Catatan Da1am contoh 16. Diketernukan dua buah dus. Anak itu berkemauan keras. Seroua orang ge1andangan ~ di kampung itu mendapat sedikit santuoon. c. a. tidak bertangan dan tidak barmata yang 1azin da1am bahasa Indonesia. a. bertangan. Ia menjadi kaki tangan musuhe b. Diketemukan dua dus. b. Anak itu tidak berkemauan keras. c. 17. Gadis kecil itu bermata sangat biru.-n panjang)l dan bermata biru ada1ah berkernauan. bertangan.

c. *Kami membeli gula jawa tengah. b. Nani mengambil surat dari kotak surat. *Meja gambarnya berbentuk segitiga buah. b. *Nani mengambil surat dari k~ surat cinta. c. a. b. 6. di b. c. *Mata kanan hari terbit di timur. *Anak itu keras kepa1a ~ekolah benar. Ia memohon diri dari orang ~uanya. a. a. *Da1am setiap kerusuhan di penjara. 9. a.2) d. 7. b.5. Mata kakinya terluka. Adik dirawat di rumah sakit. a. c. b. Anak itu keras kepala benar. *Adikku sangat gemar makan petai bakar cinn. *Adikku sangat gemar makan petai cina se1atan. *Adik dirawat di rumah-gedUng sakit. a. 8. b. *Daun kumis kucing hitam biasa digunakan sebagai obat sakit ginjal. Mereka berjualan di kaki lima. b. b. c. *t1ereka berjualan di kakf "kailan lima. ~futa kaki kirinya terluka. *Daun kumis panjang kucing biasa digunakan sebagai obat sakit ginjal. 17. c. *Orang itu panjang tangan kanan. Daun kumis kucing biasa digunakan sebagai obat sakit ginjal. *Dalam setiap kerusuhan di penjara~ para narapidana se1a1u menjadi kanbing hit~ 1egamnya. *11ani mengambil surat dari kotak karton surat. *l1ata Hari ~aya Galungan terbit di timur. Orang itu panjang tangan. para narapidana se1a1u menjadi kaobing hitamnya. b. Da1am setiap kerusuhan di penjara. *l1atatza'kimeja t erLuka . Matahari te-::bit timur. Meja eambarnya berbentuk segitiga. b. c. para narapidana seialu menjadi kambing kacang hitamnya. b. a. 16. a. *Anak itu keras seka1i kepa1a benar. *Mata kiri kakinya terluka. a. 15. c. II. Kami membeli guia jawa. *la memohon diri dari orang ~ rentanya. c. a. b. c. *Meja gambarnya berbantuk segi panjang tiga. c. *~lereka berjualan di kaki lima buah. Adikku sangat genar makan petai cina. *Adik dirawat di rumah sakit perut. 10. 14. c. *la memohon diri dari orang jaha~ tuanya. a. *Orang itu panjang benar tangan. a.H guia pasir ja\o1a. 13. a. 12. *Kami membe. 58 . c.

Hal ini menunjukkan be tapa eratnya hubungan antarunsur -:ialam kata majemuk tersebut.aum !<eluarga. Dari perabandfngan frase (bIasa) dan kata majemuk ini k:i.. Frase adalah perluasan dari kate. inti sebagai lr. Bukankah bentuk mata kek~ meja itu bukan bentuk yang terterima7. anak istri muda. bentuk perluasan seperti itu penulis anggap bukanlah bentuk perLuasan dari aunk istri dan lr. c. a. b. Bukanlah ada bentuk mata kaki kiri dan ~~ki kiri.per l. Co *Beliau terkenal sebagai seorang yang ~ keranjang bambu.kaki secara kesel~ruhan. Yane dapat dipcrluas adalah bentuk kate majemuk seperti mata . b..18. Frase l. Beliau terkenal sebagai seorane yang mate keranjang. Ayahku dengan rajin mengerjakan kolam itu. Ia mengembara meninggalkan c. anaknyn. Anak-anak senang bermain tanah c. Gleh knrena itu. Masine-masin3 kata sebagai unsur langsung kata majcmuk tidak dapa t dd. scdangkan bentuk anak bungsu istri. istrinya. Akan tetapi apabila kaki diperluas dengan mcja sehingga menjadi kaki !_IIeja make ternyata ~nsur kata majemuk dari mata kaki yang bcrwujud kaki tidak dapat diperluas. Ia mengembara menin3salkan annk dan istrinya. melihat bahwa kata majemuk terdiri dari unsur lan8sung yang berupa kata yang tertutup. Anak-anak senang bcrmain tanah dan air. Kakakku dengan rajin mengerjaknn kolam ituo c. Dalam frase endosentrik. 4. dan kaum kcluarga sedarah bukanlah hentuk koordinatif melainkan pemilikan dan inti penjelas. b.uas . a. 0 59 . kauIn kerabat keluarga. 3. Bcntuk anak istri dan kaum keluarga adalah bentuk koordinatif. Anak-anak senang bermain air. Ia mengembara mening3alkan b.ata yang diperluas dapat menggantikan seluruh frasco }~rilah kita lihat bagaimana perilaku frase dan kata majemuk sehubungan dengan per LLaku ini. a. Tangannya luka. *Beliau terkenal sebagai seorang yang ~ kiri keranjang.. 2. Catatan 1. Kakak ~an ayahku dens an rajin mengerjakan kolam itu. 2. a. Bentuk ~ kaki kirinya terluka adalah bentuk yang tcrtcrima. 5. Gleh sebab itu penyusun beranggepan masing-masing unsur dari bentuk seperti mata kaki tidak dapat diperluas. Knkinya luke. Kaki dan tangannya 1uka • b. Bentuk sC1!crti itu dapat dianggap sebagai perluasan dari mata kaki secara kcseluruhan dan da?at pula sebagai perluasan dari kaki sebagai bagion dari mata kaki.ta dapat. a.

l1ata itu sakit. a.5. b. b. a. 13. 17. Kaki kena duri. b. a. Te1ah ditemukan dua dus. a. b. 18. Kalangan eksportir tampaknya terbe1ah. e. 2. 8. a. 10. Betapa 1m~esnya putri itu. seekor kambing hitam. a. a. Jangan engkau permainkan kumis itu. 9. Hata ayam itu sakit. seekor kambing. *Ia menjadi tan?. *Beliau gugur da1am ncmbe1a tanah. b. Jangan engkau permainkan kumis kuc Lng itu. *18 menjadi Eaki musuh. 6.-14. b. c. Semua orang tua di kampun[ itu nendarat sedikit santunan. b. 12. 60 . a. a. a. Orang itu bcrtangan panjane. b. a. Gadis keeil itu bermata biru. b. Polisi dibantu beberapa anjing. b. Kami be1um kena l. Kami be1um kenaI dengan gadis Jepang itu. b.a~ musuh. II. Ka1angan eksportir Indonesia tampaknya terbe1ah. 3. Ie tidak diakui lagi olch kaumnya. Semua orang di kampung itu mendapat sedikit santunan. 7. c. Ia tidak diakui 1agi oleh keluareanya. Polisi dibantu beberapa anjing pelaeak.. dengan gadis itu. Betapa 1uwesnya putri Sa1a itu. patuns. Anak itu berkemauan keras. Pak Amir memboyonf. b. Ia menjadi kaki tangan musuh. Anak itu berkemauan. Orang itu bertangan. anak istrinya ke Lampung. a. Ia tidak diakui 1agi olch kaum ke1uarganya. Pak Amir memboyong istrinya ke Lampung. Dia baru menghasilkan dua patunr. Dia baru menghasilkan b. b. Bapak baru saja menyembelih b. Pak Amir memboyong anaknya lee Lampung. Beliau gugur da1am membe1a tanah ~. b. a. b. 4. b. Te1ah ditemukan dus . *Be1iau gugur da1am membe1a air. Bapak baru saja menyembe1ih 16. a. a. e. a. 15. Gadis keei1 itu berma ta • Kata Hajemuk 1. a. Kaki bapak kena duri. a.

Adikku sangat gemar makan retai. Ia memohon diri dari orangnya. pars narapidana selalu menjadi kambingnya. Misa1nya kata majemuk seperti anak istri (no. a. 1). Nani mengambil surat dari kotak surat. 6. Adik dirawat di rumah. Nani mengambil surat dari kotak.~anya inti yane dapat menggantikan seluruh konstruksi ini membuktikan adanya hubunr. longgar dipandang dar! segi darat tidaknya inti menggantikan seluruh konstruksL 61 . Dalam setiap kerusuhan di penj3ra~ para narapidana selalu ~enjadi kambing hitamnya. Anak itu kera~ kepa La benar . b.emar makan petai c Lna . 1). Kalimat orane _itu ranjang adalah kalimat yang t ert. Orang itu ~anjan£ tangan. 2). *Hereka berjualan di kaki. Daun kumis kucing biasa digunakan sebaeai obat snkit ginjaL b. *Daun kumis biasa digunakan sebagai obat sakit ginjal. 9. a. a. 7. b. 17. ada kata majemuk yang hubungan antarunsurnya rapat dan ada pula yanr.5).5. a. b. Hatanya terluka. 8. Orang itu panjanf. a. a. petai cina (no. Adikku sanga t r. b. a. Jadi. 12. b. agak long gar dibandingkan dengan kata majemuk yans intinya tidak dapat mengcsantikan seluruh konstruksi. 15. b. Heja gambarnya berbentuk segitiga. b.an antarunsur yaup. *Beliau terkenal sebagai seorang yang mata. b. rumah sakit (no. 10. 14. gula jaws (no. a. Mata kaRinya ter1uka. Dari ?erilaku inti menggantikan seluruh frase ini. a.l) 18. ~um keluarga (no. *Heja gambarnya berbentuk segi. *~futa terbit di sebelah timur. mata kaki (no. kita dapat melihat bahwa ada beberapa kata mejemuk yan8 mempunyai inti yang dapat menggantilmn seluruh konstruksi. a. 8).. Ia memohon diri dari orang tuanla. Catatan. Karoi membeli gula. 11. a. Mereka berjualan di kaki lima. Kamf membeli gula Jaw~. Matahari terbit di sebelah timur. l7). b. a. *Dalam setiap kerusuhan di penjara. b. a. 7)~ kotak surat (no. 16. a. b. 13. b. 9)~ keras kepala (no. b.er tma daLam bahasa Indonesia~ maksudnya adalah orang itu tineg!. Beliau terkenal sebagai seorang yang ~ keranjang. Adik dirawat di rumah sakit. l6)~ dan panjang tangan (no. Anak itu keras benar. 6).

Kenneth L. Pike. 01ch sebab itu. 1980.aHajemuk". Dallas: Summer Institute of Linguistics. 4.Kesimpulan 1. k'1ta majemuk adalah frese khusus. 3. 2. Kata majemuk adalah frage yang parilaku sintaksisnya agak menyimpang dari perilaku sintaksis frasa pada umumnya. Walter A.4. Rinehart and rTinston. Bahan Rujukan_ Basiroh. Ende-Flores: Pencrbit Nusa Indah. "Kat. Grammatical Analysis. • 1932. Pike.' frase padu. Introduction to Tagmemics Analysis. penyusun golongk. "Frase tJomina Bahasa Indonesia".M. Pengantar Linguistik Umum: Bidang l1orfologi. 1982. dan Evelyn G.~n sebagai frase tet~. Yos DanieL 1977.. sia. "Kat. 1977. UmL ________ Cook. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. ngembangan Bahasa. 62 . 1969. Keeratan hubungan tersebut dnpat dilihat dari perilaku sintaksisnya~ yaitu bahwa semua kata mejeI!1uk menpunyai unsur langsung yang berupa kata yang bersifat tertutu~. Kate majcmuk yang unsur langsungnya (kata) bersifat tertutup itu ju~a mempunyai unsur 1angsung yang bersifat terikat dan me~nunai inti yanf. Frase yang mempunyai ~erilaku sintaksis sperti frase pada umu~nya adalah frase uroum (frase biasa). Laporan Penelitian.aHaj emuk" dalam Seri Penerbitan Jakarta: Fakultas Sastra Uni. Selain itu.K.ersitas Indone- Parera. Pusat Pemb Lnaan dan PeLondon: Holt. tidak dapat menggantikan se1uruh konstruksi ~enyusun golongkan sebasa. (Editor). Pada umumnya hubungan antarunsur (:alam ka ta majemuk lebih erat daripada hubungan antarunsur dalam frase. Ilmiah No. Masinambow~ E. Jakarta . 5.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->