P. 1
STRUKTUR SEL HEWAN DAN TUMBUHAN

STRUKTUR SEL HEWAN DAN TUMBUHAN

4.0

|Views: 1,292|Likes:
Published by Darwin azis
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM I
STRUKTUR SEL HEWAN DAN TUMBUHAN

OLEH NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN : DARWIN AZIS : 0810104060 : VII (TUJUH) : SAPTO WIBOWO

LABORATORIUM ZOOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA 2010

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Sel merupakan unit terkecil kehidupan. Bagian –bagian sel tidak dapat berdiri sendiri untuk menyusun kehidupan. Sel tersusun atas membran sel, sitoplasma, dan organel-organel sel lainny
LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM I
STRUKTUR SEL HEWAN DAN TUMBUHAN

OLEH NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN : DARWIN AZIS : 0810104060 : VII (TUJUH) : SAPTO WIBOWO

LABORATORIUM ZOOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA 2010

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Sel merupakan unit terkecil kehidupan. Bagian –bagian sel tidak dapat berdiri sendiri untuk menyusun kehidupan. Sel tersusun atas membran sel, sitoplasma, dan organel-organel sel lainny

More info:

Published by: Darwin azis on Aug 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2015

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM I

STRUKTUR SEL HEWAN DAN TUMBUHAN

OLEH NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN : DARWIN AZIS : 0810104060 : VII (TUJUH) : SAPTO WIBOWO

LABORATORIUM ZOOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA 2010

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Sel merupakan unit terkecil kehidupan. Bagian –bagian sel tidak dapat berdiri sendiri untuk menyusun kehidupan. Sel tersusun atas membran sel, sitoplasma, dan organel-organel sel lainnya Salah satu kemajuan ilmu teknologi saat ini adalah adanya berbagai penemuan yang diperoleh melalui penelitian pada tingkat sel. Dalam bidang kedokteran, para dokter dengan ahli biologi mempelajari ciri-ciri sel kanker. Dalam bidang peternakan, dikembangkan kawin suntik pada sapi atau hewan ternak lainnya, yaitu pembuahan sel telur oleh sperma tanpa melibatkan pejantan. (Anonim 2004: 1). Sel pertama kali dilihat pada tahun 1665, ketika seorang ilmuwan asal inggris yang bernama Robert Hooke mengamati penampang melintang pada sayatan tipis gabus dari batang tumbuhan dibawah mikroskop Robert Hooke melihat rongga kosong. Segi enam yang mirip dengan kamar sehingga ia menamakannya dengan nama sel (celluler = kamar). Kemudian Mathias Jacob Scheleiden dan Theodor Schwann pada tahun 1838 membuktikan bahwa sel hidup bukanlah kamar kosong, melainkan berisi cairan sitoplasma yang mendukun segala aktivitas dasar makhluk hidup (Aryulina 2003: 3). Sel hewan tidak memiliki plastid (kloroplas) untik berkembang biak, sel hewan dapat berkembang biak secara vegetatif maupun generatif. Tidak sebagian sel hewan berkembang biak dengan sendirinya seperti amoeba. Sel hewan memiliki sentriol dan lisosom. Sentriol pada sel hewan terdapat pada sitoplasma didekat permukaan sebelah luar nukleus. Setiap sentriol terdiri atas sebaris silinder sebanyak 9 mikri tubula. Kedua sentriol biasanya berhadapan dengan sudut tegak lurus. Sentriol biasanya berduplikasi untuk membentuk silia dan flagella. Flagella sendiri digunakan untuk bergerak. Lisosom pada hewan berperan penting dalam matinya sel-sel. Bila sel luka atau mati lisosom membantunya dalam menghancurka sel tersebut. Kematian sel merupakan tingkatan yang penting dalam daur hidup orgsnisme. Lisosom terutama banyak ditemukan di dalam segala macam sel hewan. Contohnya pada saat kecebong berubah menjadi katak, ekornya

secara

bertahap

akan

diserap

proses

ini

disebut

transport

aktif

(Kimball 2000: 105). Seperti yang telah kita ketahui bahwa salah satu cirri yang membedakan antara sel hewan dan sel tumbuhan dapat dilihat secara struktural yaitu melalui pengamatan secara mikroskopis. Pada umumnya sel hewan dan sel tumbuhan mempunyai ukuran 30 mikro sampai 50 mikro. Dalam sayatan segar yang diamati di bawah mikroskop biologi, sel tersebut terlihat sangat transparan. Biasanya yang dapat kita lihat dengan cukup jelas adalah dinding sel, sitoplasma, inti ( nukleus ) dan butir butir inti (nukleous) serta vakuola (Anonim 2010: 8). Sel sangat mendasar bagi ilmu biologi sebagaimana atom bagi ilmu kimia. Seluruh organisme terdiri dari sel. Dalam hirarki organisasi biologis, sel ini merupakan kumpulan materi paling sederhana dan dapat hidup. Selain itu, terdapat bragam bentuk kehidupan yang berwujud sebagai organisme sel tunggal. Namun demikian, ketika sel ini disusun menjadi tingkat sel yang lebih tinggi, seperti jaringan dan organ, sel dapat dipisahkan sebagai unit dasar dari struktur dan fungsi organisme. Apapun yang dilakukan organisme, terjadi secara mendasar pada tingkat seluler, dan sel merupakan model mikroskomik, kita akan melihat bahwa kwhidupan tingkat seluler muncul dari keteraturan struktural yang memperkuat tema tentang sifat-sifat baru dan kolerasi antara struktur dan fungsi sel (Campbell 2002: 112). Mahkluk hidup dibentuk oleh sel, Ada yang dibangun oleh satu sel atau uni seluler .misalnya bakteri,dan ada pula yang dibangun oleh banyak sel atau multiseluler. Misalnya manusia, hewan, dan tumbuhan. Di dalam sel berlangsung semua kegiatan seperti respirasi, ekskresi, transportasi dan sintesis. Jadi, sel merupakan unit terkecil makhluk hidup dan merupakan tempat terselenggaranya fungsi kehidupan (Muslim 2004: 34).

1.2. Tujuan Praktikum Dalam praktikum kali ini bertujuan untuk mengamati dan mengetahui bagianbagian dari sel tumbuhan dan sel hewan dengan menggunakan mikroskop biologi serta mengenal struktur dan fungsional dari sel tumbuhan dan hewan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai asal, struktur, dan fungsi yang sama. ilmu yang mempelajari tentang struktur jaringan disebut histologi. Sering kali dijumpai adanya sekelompok sel yang secra kesatuam (unit) tempat seperti jaringan tetapi sebenarnya bukan terdiri dari jaringan melainkan koloni sel. Secara umum jaringan tumbuhan terdiri dari jaringan meristem dan jaringan dewasa (Anonim 2009: 1). jaringan epitel tersusun atas sel-sel yang dikemas dengan rapat dan melapisi permukaan-permukaan tubuh sering kali epitel berfungsi sebagai sawar (barrier) pengatur penyerap zat-zat atau pun pelindung dari dehidrasi, dingin, serangan mikroba, dan lain-lain. kulit, misalnya, sebagian besar terdiri dari jaringan epitel, saluran pencernaan dan rongga-rongga lain pada tubuh, begitu pula halnya dengan saluran-salura dan pembuluh darah, juga di lapisi oleh jaringan epitel (sel-sel skuamosa yang tipis dan rata,sel-sel kubohidal,dan sel-sel kolumnar). salah satu unjungnya biasanya terdapat pada membran bassal yang berserat,sementara ujung satunya lagi memilki berbagai macam fungsi (Campbell 1999: 42 ). Sel adalah satuan struktural terkecil dari organisme hidup. Pada makhluk hidup bersel tunggal segala fungsi kehidupan harus dilakukan oleh sel itu sendiri, mulai dari pertukaran zat dan energi dengan ketanggapan terhadap berbagai rangsangan dari lingkungan, tumbuh dan berkembang biak. Pada makhluk hidup bersel banyak, berbagai fungsi kehidupan dilakukan oleh kelompok - kelompok sel yang berbeda. Agar fungsi-fungsi kehidupan berjalan dengan baik maka masingmasing kelompok sel akan saling berkerjasama. Ukuran sel yang sangat kecil sehingga untuk melihatnya harus menggunakan alat yang disebut mikroskop (Anonim 2010: 1). Salah satu kegunaan biakan sel adalah menentukan jenis kelamin berdasarkan kromosom seseorang. Cara in vitro juga banyak dipakai untuk memastikan apakah suatu substansi tertentu bersifat toksik untuk sel hidup dan untuk mempelajari pengkhususan sel dan perubahan keganasan dalam sel. Lagi pula cara in vitro

merupakan satu-satunya cara etis bereksperimen dengan jaringan manusia (Cormack 1994: 11). Setiap organisme tersusun dari salah satu dari sua jenis sel yang secara struktural berbeda : sel prokariotik dan sel eukariotik. Hanya baketri dan arkea yang memiliki sel prokariotik. Protista, tumbuhan, jamur, dan hewan semuanya mempunyai sel eukariotik. Perbedaan utama antara sel eukariotik dan prokariotik ditandai dengan namanya. Kata prokariota berasal dari bahasa Yunani pro yang artinya sebelum, dan karyon yang artinya kernel atau nukleus. Sel prokariot tidak memiliki nukleus (Campbell 2002: 119). Setiap makhluk hidup tersusun atas sel. Sel adalah satuan struktural terkecil dari organisme hidup. Pada makhulk hidup bersel tunggal segala fungsi kehidupan harus dilakukan oleh sel itu sendiri. Pertukaran zat dan energi dengan terhadap berbagai rangsangan dari lingkungan, Tumbuh dan berkembang biak. Pada makhluk hidup bersel banyak, berbagai fungsi kehidupan oleh kelompok-kelompok sel yang berbeda (Anonim 2010: 1). Inti sel (nukleus) merupakan pusat pengatur berbagai aktivitas sel. Inti sel mengandung DNA dalam jumlah besar yang disebut gen. Gen yang terdapat pada kromosom berfungsi untuk sintesis RNA yang mengatur karakteristik dari protein yang diperlukan untuk ber aktivitas enzimatik. Serta mengatur reproduksi sel. Inti sel terdiri dari nukleus, nukleoplasma, dan membran inti sel. Mitokondria merupakan sumber energi dan sel berfungsi mengekstrak energi dari makanan. Mitokondria mempunyai dua lapisan membrane, mebran luar dan membrane dalam. Membrane ini mengandung Kristal yang menghasilkan oksidatif fosforilase yang berperan dalam proses oksidasi glukosa dan lemak serta sintesis ATP dan ADP (Kimball 1994: 14). Lisosom merupakan organel yang dibentuk pada apparatus golgi yang akan disebarkan keseluruh sitoplasma sel, fungsinya sebagai sistem pencernaan intrasel yang akan mencerna dan membuang bahan-bahan yang tidak dibutuhkan seperti sel yang mati atau bakteri. Peroksisom adalah organel yang terdapat pada sitoplasma berperan pada proses glukoneogenesis(pembentukan glukosa dari lemak dan protein (Campbell 2002: 124).

Lisosom merupakan kantong bulat mengandung enzim yang sangat kuat. Enzim tersebut dapat menghidrolisis protein, polisakarida, lemak dan asam. nukleat peroksisom merupakan ruangan matebolisme khusus yang dilingkupi oleh membrane tunggal. Peroksisom mengandung enzim yang mentransfer hidrogen dari berbagai substrat ke oksigen yang menghasilkan hidrogen peroksida (H2O2) sebagai produk sampingan.) sebagai produk sampingan. Peroksisom juga merupakan penawar racun alkohol dan senyawa berbahaya lainnya dengan mentransfer hidrogen dari racun ke oksigen. Sitoskeleton yang berfungsi memberikan dukungan mekanis pada sel dan mempertahankan bentuknya (Anonim 2010: 1). perbedaan susunan sel hewan dan sel tumbuhan sebagai berikut di Sel hewan 1. Tidak mempunyai dinding sel, tetapi mempunyai membrane plasma 2. Tidak mempunyai plastid 3. Timbunan zat makanan umumnya berupa lemak atau glikogen. 4.Mempunyai sentrosom 5. Tidak mempunyai vakuola kesuali pada amoeba. Di Sel tumbuhan Selain membrane plasma, masih terdapat lagi dinding sel yang tersusun dari selulosa sehingga tetap dan kuat.Umumnya mempunyai 1. plastid 2. Timbunan makan umumnya berupa pati atau amilum 3. Tidak mempunyai sentrosom 4. Mempunyai vakuola (Rogers 2000: 36). Sel hewan tidak memiliki plastid (kloroplas) untik berkembang biak, sel hewan dapat berkembang biak secara vegetative maupun generative. Tidak sebagian sel hewan berkembang biak dengan sendirinya seperti amoeba. Sel hewan memiliki sentriol dan lisosom. Sentriol pada sel hewan terdapat pada sitoplasma didekat permukaan sebelah luar nukleus. Setiap sentriol terdiri atas sebaris silinder sebanyak 9 mikri tubula (Campbell 2002: 15). Kedua sentriol biasanya berhadapan dengan sudut tegak lurus. Sentriol biasanya berduplikasi untuk membentuk silia dan flagella. Flagella sendiri digunakan untuk bergerak. Lisosom pada hewan berperan penting dalam matinya sel-sel. Bila sel luka atau mati lisosom membantunya dalam menghancurka sel tersebut. Kematian sel merupakan tingkatan yang penting dalam daur hidup orgsnisme. Lisosom terutama banyak ditemukan di dalam segala macam sel hewan. Contohnya pada saat kecebong berubah menjadi katak, ekornya secara bertahap akan diserap proses ini disebut transport aktif (Kimball 2000: 105).

BAB III METODOLOGI

3.1. Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, 23 September 2010. Pada pukul 13.00 WIB sampai selesai di laboratorium Zoologi Fakultas Matematika dan ilmu pengetahuan alam, Universitas Sriwijaya, Indralaya.

3.2. Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah cotton buds, kaca objek, kaca penutup objek, mikroskop, pipet tetes, dan silet. Sedangkan bahan yang digunakan adalah aqudes, sel daun (Rhoeo discolor), sel mukosa rongga mulut, sel umbi lapis bawang merah (Allium cepa).

3.3. Cara Kerja Disediakan alat dan bahan yang akan digunakan pada praktikum ini. Lakukan langkah-langkah sesuai instruksi. Kita akan mengamati objek dengan menggunakan mikroskop. Dan kita dapat melihat bagian-bagian sel yang diamati dengan menggunakan mikroskop tersebut. Hasil yang telah di amati, kemudian kita gambar bagian-bagian serta bentuk-bentuk dari sel tersebut.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Dari praktikum yang telah dilaksanakan,maka diperoleh hasil berupa gambar sebagai berikut:

Gambar sel Allium cepa :

Klasifikasi : Kingdom Divisi Kelas Ordo Family Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Liliopsida : Liliales : Liliaceae : Allium : Allium cepa

Keterangan gambar: 1. membran sel 2. inti sel 3. sitoplasma 4. dinding sel

Gambar sel Rhoeo discolor :

Klasifikasi : Kingdom Divisi Kelas Ordo Family Genus Spesies : Plantae : Spermatophyta : Liliopsida : Commelinales : Comminaceae : Rhoeo : Rhoeo discolor

Keterangan gambar: 1. inti sel 2. sitoplasma 3. membran sel 4. stomata 5. dinding sel

Gambar sel mukosa : Klasifikasi : Kingdom Filum Kelas Ordo Family Genus Spesies : Animalia : Chordata : Mamalia : Primata : Homodinae : Homo : Homo sapiens

Keterangan gambar: 1. inti sel 2. sitoplasma

4.2. Pembahasan Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan didapatkan hasil berupa gambar, bentuk, dan bagian-bagian sel hewan dan sel tumbuhan.

Menurut Rogers (2000: 10). Semua sel terdiri dari bagian dasar yang sama masingmasing bagian tersebut yang memiliki peranan khusus. Yang pertama protoplasma yang terdiri dari membran sel, nukleus, dan sitoplasma. Membran sel yang merupakan kulit terluar sel, bagian ini bersifat semipermeabel atau selektif terhadap jenis zat yang melaluinya. Sitoplasma yang merupakan materi tempat terjadinya semua reaksi kimia yang penting untuk kehidupan. Umumnya memiliki lapisan luar seperti jeli dan bagian dalam yang lebih cair. Vakuola yang merupakan kantong yang berisi cairan dalam sitoplasma. Pada sel hewan berukuran kecil. Menurut Campbell (2002: 10). Di dalam sel terdapat beragam komponen yang disebut organel (organ kecil) yang sebagian diselubungi oleh membran. Organ yang paling menonjol pada sel hewan adalah nukleus, sitoplasma, retikulum endoplasma, Ribosom, aparatus golgi, lisosom, mitokondria, dan sitoskeleron. Sedangkan pada sel tumbuhan, terdapat kloroplas, vakuola, dinding sel, ribosom, aparatus golgi, dan retikulum endoplasma. Menurut Rogers (2000: 11-12). Terdapat organel khusus yang membedakan sel hewan dan tumbuhan. Organel khusus pada hewan contohnya sentriol, yaitu organel yang berfungsi untuk pembelahan sel. Berbentuk seperti gelendong dan memiliki kutub. Mitokondria yang merupakan organel penghasil ATP pada hewan. Pada mitokondria terdapat lipatan-lipatan yang disebut krista sebagai tempat

respirasi. Organel khusus pada tumbuhan, seperti plastida yang berfungsi untuk penghasil energi atau zat makanan melalui proses fotosintesis dengan bantuan cahaya matahari. Vakuola yang merupakan tempat getah sel, berukuran besar dan permanen.Kemudian dinding sel pada tumbuhan yang berfungsi untuk membuat batang tumbuhan selalu berdiri kokoh. Sel merupakan unit terkecil kehidupan. Bagian –bagian sel tidak dapat berdiri sendiri untuk menyusun kehidupan. Menurut Anonim (2010: 2). Sel adalah segumpal protoplasma yang berinti, sebagai individu yang berfungsi

menyelenggarakan seluruh aktivitas untuk kebutuhan hidupnya. Sel itu setelah tumbuh dan berdeferensiasi, akan berubah bentuknya sesuai dengan fungsinya, ada

yang menjadi epidermis berfungsi untuk melindungi sel-sel sebelah dalamnya ada yang menjadi tempat penyediaan makanan, ada yang berfungsi menjadi tempat persediaan makanan dan lain-lain . Atau dengan kata lain juga sel merupakan unit struktural kehidupan dan merupakan unit fungsional dari kehidupan dikarenakan didalam organ tumbuhan dan hewan tersusun dari sel-sel rumusan yang penting bukannya dinding sel tetapi isi sel yang disebut protoplasma. Menurut Campbell (2002: 120-123). Nukleus mengandung sebagian besar gen yang mengontrol sel eukariotik. Nukleus ini umumnya merupakan organel yang paling mencolok dalam sel eukariotik, rata-rata berdiameter 5 цm. Di dalamnya terdapat kromosom sebagai bakal keturunan. Ribosom merupakan tempat sel membuat protein. Sel ribosom dapat menyesuaikan jumlah relatif dari masing-masing jenis ribosom begitu metabolismenya berubah. Retikulum Endoplasma ada yang halus yang berfungsi untuk sintesis lipid, metabolisme karbohidrat, dan penawar obat-obatan dan racun. RE kasar berfungsi membuat protein sekreotis. Aparatus golgi merupakan organel pengemas protein dan lipid dari RE untuk ditransfer ke bagian-bagian sel. Menurut Anonim (2010: 1). Lisosom merupakan kantong bulat mengandung enzim yang sangat kuat. Enzim tersebut dapat menghidrolisis protein, polisakarida, lemak dan asam. nukleat peroksisom merupakan ruangan

matebolisme khusus yang dilingkupi oleh membrane tunggal. Peroksisom mengandung enzim yang mentransfer hidrogen dari berbagai substrat ke oksigen yang menghasilkan hidrogen peroksida (H2O2) sebagai produk sampingan. Sebagai produk sampingan. Peroksisom juga merupakan penawar racun alkohol dan senyawa berbahaya lainnya dengan mentransfer hidrogen dari racun ke oksigen. Sitoskeleton yang berfungsi memberikan dukungan mekanis pada sel dan mempertahankan bentuknya. Menurut Diah Aryulina (2002: 126). Sel merupakan satuan terkecil, dan tak dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil, hal ini sesuai dengan pendapat sel merupakan unit (satuan, zarah) terkecil karena sudah tidak dapat dibagi – bagi lagi menjadi bagan yang lebih kecil yang berdiri sendiri. Sel dapat melakukan proses kehidupan seperti melakukan respirasi, perombakan, penyusunan, reproduksi melalui pembelahan sel, dan peka terhadap rangsangan.

BAB V KESIMPULAN

Pada praktikum yang telah dilaksanakan ini, maka ditarik kesimpulan yaitu : 1. Rhoeo discolor mempunyai nama lain yaitu ”Jadam” 2. Sel hewan mempunyai bentuk yang tidak beraturan, tidak seperti sel tumbuhan. 3. Pada uji bagian dalam rongga mulut diketahui bahwa objek tersebut warna dominan ungu. 4. Pada sel hewan memiliki ciri khusus, yaitu tidak memiliki dinding sel, vakuola dengan ukuran kecil, tidak berplastida, dan memiliki sentriol. 5. Pada sel epitel rongga mulut (mukosa) terdiri dari : membran sel, sitosplasma, inti sel dan vakuola.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Penjelasan sel. http://www.google.com. 22-09-2010. 20.00 WIB. Anonim. 2010. Artikel mengenai sel. http:www.google.com. 03-10-2010. 01.00 WIB. Campbell, N.A.,dkk. 2002. Biologi. Erlangga. Jakarta : v + 438 hlm Kimball. 1994. Biologi. Erlangga. Jakarta : v + hlm. Rogers, K. 2000. Kamus Biologi Bergambar. Erlangga. Jakarta : v + 126 hlm. Aryulina, Diah. 2003. Biologi 3. Jakarta : Erlangga. Cormack, D. H. 1994. HAM Histologi. Bina rupa aksara. Jakarta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->