BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Pada zaman sekarang ini, televisi merupakan media elektronik yang mampu menyebarkan berita secara cepat dan memiliki kemampuan mencapai khalayak dalam jumlah tak terhingga pada waktu yang bersamaan. Televisi dengan berbagai acara yang ditayangkannya telah mampu menarik minat pemirsanya dan membuat pemirsanya µketagihan¶ untuk selalu menyaksikan acara-acara yang ditayangkan. Bahkan bagi anak-anak sekalipun sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas kesehariannya dan sudah menjadi agenda wajib bagi sebagian besar anak. Dengan berbagai acara yang ditayangkan mulai dari infotainment, entertainment, iklan, sampai pada sinetron-sinetron dan film-film yang berbau kekerasan, televisi telah mampu membius para pemirsanya terutama anak-anak untuk terus menyaksikan acara demi acara yang dikemas sedemikian rupa. Tidak jarang sekarang ini banyak anak-anak lebih suka berlama-lama di depan televisi daripada belajar, atau bahkan banyak anak yang hampir lupa akan waktu makannya karena televisi. Ini merupakan suatu masalah yang terjadi di lingkungan kita sekarang, dan perlu diperhatikan khusus bagi setiap orang tua untuk selalu mengawasi aktivitas anaknya. Sebagian besar tayangan televisi adalah sinetron dimana terkandung begitu banyak adegan-adegan kekerasan baik fisik maupun mental, bahkan pada sebuah penelitian dikatakan selama masa sekolah, anak-anak menyaksikan 87.000 tindakan kekerasan dalam televisi. Dengan demikian terutama bagi anak-anak yang pada umumnya selalu meniru apa yang mereka lihat, tidak menutup kemungkinan perilaku dan sikap anak tersebut akan mengikuti acara televisi yang ia tonton. Dalam karya ilmiah ini akan dibahas lebih banyak pengaruh

negatif menonton televisi terhadap psikologis dan perilaku anak usia dini seharihari.

B.

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah penelitian tersebut, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut : 1. Apa dampak negatif dari menonton televisi terhadap akhlak anak ? 2. Apa sajakah perilaku anak yang ditimbulkan dari kebiasaan menonton televisi ? 3. Bagaimana peran orang tua dalam mengatasi dampak negatif menonton televisi terhadap anak ? 4. Apa yang dapat dilakukan orang tua dalam mencegah munculnya dampak negatif dari menonton televisi ?

C.

Tujuan Penulisan Adapun penulisan karya ilmiah ini bertujuan sebagai berikut : 1. Mengetahui penyebab kebiasaan menonton televisi pada anak. 2. Mengetahui pengaruh negatif dari kebiasaan menonton televisi tersebut terhadap akhlak anak. 3. Mendorong para orang tua untuk mengatasi pengaruh negatif yang muncul dari kebiasaan menonton televisi pada anak.

D.

Manfaat Penulisan Karya ilmiah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi saya sendiri selaku penulis serta bagi para pembacanya, adapun harapan itu agar makalah ini dapat ditujukan kepada setiap orang tua agar lebih berhati-hati terhadap acaraacara yang disiarkan ditelevisi dan bisa mengantisipasi dampak-dampak yang bisa ditimbulkan dari acara-acara televisi, serta orang tua lebih selektif dalam memilih acara-acara televisi yang cocok untuk perkembangan anaknya dan acara yang mana tidak cocok untuk perkembangan anaknya. Sehingga fungsi televisi sebagai sarana informatif, edukatif, rekreatif dan sebagai sarana mensosialisasikan nilai-nilai atau pemahaman-pemahaman baik yang lama maupun yang baru, dapat berjalan sebagaimana mestinya.

3. Dalam hal ini fase-fase perkembangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak dikaitkan dengan media televisi. Dalam hal ini. Setelah itu. data-data yang dapat digunakan dianalisis berdasarkan teori-teori yang ada. Angket dan wawancara juga dilakukan untuk mendukung data yang didapat dari studi pustaka. kemudian ditarik suatu kesimpulan. maka ditarik suatu simpulan dan dijadikan alternatif pemecahan masalah. Analisis dan Sintesis Analisis data dalam karya tulis ini dilakukan dengan cara menguji. seperti bukubuku. Metode Penulisan 1. Prosedur Pengumpulan Data Prosedur pengumpulan data dalam karya tulis ini dilakukan dengan teknik studi pustaka . Pengolahan Data Dalam karya tulis ini data diolah dengan cara menyajikan dan menganalisis data kemudian diambil kesimpulan. Setelah semua terkategori dengan baik atau terkumpul dengan baik. menyesuaikan dan mengkategorikan data dengan teori yang ada dalam telaah pustaka dengan data dari angket dan wawancara . . jurnal dan sebagainya. data dari internet yang berupa pengaruh televisi terhadap perkembangan anak dipilih sesuai dengan kebutuhan. angket dan wawancara. Data dalam karya tulis ini adalah informasi dai hasil telaah dokumen kepustakaan. Dalam hal ini penyebaran angket dan pelaksanaan wawancara dilakukan di SDN Utan Kayu Selatan 13 pagi kepada murid siswa kelas 5 dan orang tua murid.E. Selain itu didukung juga dengan sumbersumber dari internet yang sesuai dengan penulisan yang dibahas. 2.

hiburan. jadi televisi adalah penglihatan jarak jauh atau penyiaran gambar-gambar melalui gelombang radio. PT. seperti media massa surat kabar. tele artinya jauh dan visie artinya penglihatan. 2002. Gramedia Pustaka Utama. . Kamus Besar Bahasa Indonesia.Sistem ini menggunakan peralatan yang mengubah cahaya dan suara ke dalam gelombang elektrik dan mengkonversikannya kembali ke dalam cahaya yang dapat dilihat dan suara yang dapat didengar.196. (Kamus Internasional Populer: 196)1 Sedangkan menurut KBBI (2001:919)2 televisi adalah pesawat sistem penyiaran gambar objek yang bergerak yang disertai dengan bunyi (suara) melalui kabel atau melalui angkasa dengan menggunakan alat yang mengubah cahaya (gambar) dan bunyi (suara) menjadi gelombang listrik dan mengubahnya kembali menjadi berkas cahaya yang dapat dilihat dan bunyi yang dapat didengar. 1 2 Kamus Internasional Populer. hlm. dan sebagainya. 2001. Jakarta. Pengertian Televisi Televisi berasal dari kata tele dan visie. 919. berita.BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Televisi sebagai sarana penghubung yang dapat memancarkan rekaman dari stasiun pemancar televisi kepada para penonton atau pemirsanya di rumah. Gambaran Umum Tayangan Televisi 1. rekaman-rekaman tersebut dapat berupa pendidikan. Jakarta. dan lain-lain. Gramedia Pustaka Utama. atau komputer. digunakan untuk penyiaran pertunjukan. hlm. berita. Yang dimaksud dengan televisi adalah sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel . radio. PT. Televisi sama halnya dengan media massa lainnya yang mudah kita jumpai dan dimiliki oleh manusia dimana-mana.

Jadi ada dua unsur yang melengkapinya yaitu unsur gambar dan unsur suara. BAB II pasal 43.Dewasa ini televisi dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan dengan mudah dapat dijangkau melalui siaran dari udara ke udara dan dapat dihubungkan melalui satelit. Apa yang kita saksikan pada layar televisi. Jakarta . Sedangkan tujuan secara khususnya dimiliki oleh stasiun televisi yang bersangkutan. semuanya merupakan unsur gambar dan suara. Menumbuhkan dan mengembangkan mental masyarakat Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 3 Undang Undang Penyiaran No. dan membangun masyarakat adil dan makmur. memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Tujuan Sesuai dengan undang-undang penyiaran nomor 24 tahun 1997. adalah sebagai berikut: 1. Tujuan dan Fungsi Televisi a. Rekaman suara dengan gambar yang dilakukan di stasiun televisi berubah menjadi getaran-getaran listrik. Jadi sangat jelas tujuan secara umum adanya televisi di Indonesia sudah diatur dalam undang-undang penyiaran ini. Dari uraian di atas penulis dapat mengklarifikasikan mengenai tujuan secara umum adanya televisi atau penyiaran di Indonesia. bahwa penyiaran bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap mental masyarakat Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. pemancar mengubah getaran getaran-getaran listrik tersebut menjadi gelombang elektromagnetik. 24 Tahun 1997. Sinar Gratika. gelombang elektromagnetik ini ditangkap oleh satelit. getaran-getaran listrik ini diberikan pada pemancar. 2. Melalui satelit inilah gelombang elektromagnetik dipancarkan sehingga masyarakat dapat menyaksikan siaran televisi.

2. sehingga hal ini dapat menarik minat penontonnya untuk lebih mencintai kebudayaan bangsa sendiri. Dari uraian di atas mengenai fungsi televisi secara umum menurut undang-undang penyiaran. karena manusia adalah makhluk yang membutuhkan hiburan. Sesuai dengan undang-undang penyiaran nomor 24 tahun 1997. hiburan. Memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan Mengembangkan masyarakat adil dan makmur b. politik. yaitu : a. dapat kita deskripsikan bahwa fungsi televisi sangat baik karena memiliki fungsi sebagai berikut: Sebenarnya televisi memiliki beberapa fungsi. 3. sebagai salah satu warisan bangsa yang perlu dilestarikan.´ Banyak acara yang disajikan oleh stasiun televisi di antaranya. sosial budaya serta pertahanan dan keamanan. pendidikan dan hiburan.cit. yang memperkuat ideology. . BAB II pasal 54 berbunyi ³Penyiaran mempunyai fungsi sebagai media informasi dan penerangan. pendidikan dan sebagainya. Fungsi rekreatif Pada dasarnya fungsi televisi adalah memberikan hiburan yang sehat kepada pemirsanya. Fungsi Pada dasarnya televisi sebagai alat atau media massa elektronik yang dipergunakan oleh pemilik atau pemanfaat untuk memperoleh sejumlah informasi. b. mengenai sajian kebudayaan bangsa Indonesia. ekonomi. Fungsi edukatif 4 loc.

3. wawancara dan sebagainya. Fungsi informatif Televisi dapat mengerutkan dunia dan pemirsanya menyebarkan berita sangat cepat. kepedulian sesama manusia dan sebagainya. Acara-acara yang biasanya memunculkan manfaat afektif ini adalah acara-acara yang mendorong pada pemirsa agar memiliki kepekaan sosial.Selain untuk menghibur. Manfaat dan Kerugian Televisi a. dialog. 1993. Manfaat Televisi Televisi memang tidak dapat difungsikan mempunyai manfaat dan unsur positif yang berguna bagi pemirsanya.1993:28) . baik manfaat yang bersifat 5 kognitif Namun afektif maupun pada psikomotor acara yang televisi (Mansur. Acara ini dapat kita lihat dari film. c. Dengan adanya media televisi manusia memperoleh kesempatan untuk memperoleh informasi yang lebih baik tentang apa yang terjadi di daerah lain. Adapun manfaat yang ketiga adalah manfaat yang bersifat psikomotor. hlm. drama dan acara-acara yang lainnya dengan syarat semuanya itu tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada di Indonesia ataupun merusak akhlak 5 Awadl Mansur. yaitu berkaitan dengan tindakan dan perilaku yang positif. yakni yang berkaitan dengan sikap dan emosi. Manfaat dan Mudarat Televisi. Acara-acara yang bersifat kognitif di antaranya berita. Fikahati Anska. Manfaat yang kedua adalah manfaat afektif.28 . Dengan menonton televisi akan menambahkan wawasan. televisi juga berperan memberikan pengetahuan kepada lewat tayangan yang ditampilkan. sinetron. Jakarta. ditayangkan tergantung Manfaat yang bersifat kognitif adalah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan atau informasi dan keterampilan.

Yogyakarta. Akhlak diartikan budi pekerti. Melalaikan tugas dan kewajiban 3.´ 6 7 ibid. 4. b. Pengertian Akhlak Perkataan akhlak dari bahasa arab. hlm. jamak dari khuluk. Cv. Ramadani. hlm. 1993:37) 6 B.. Menumbuhkan sikap hidup konsumtif. maupun kehadirannya sebagai media fisik terutama bagi pengguna televisi tanpa dibarengi dengan sikap selektif dalam memilih berbagai acara yang disajikan. tingkah laku. Al-Ghozali (Umary. secara lugowi diartikan tingkah laku untuk kepribadian. Mengganggu kesehatan 5. atau tabiat. Gambaran Umum Akhlak Anak 1. . Untuk mendapatkan definisi yang jelas di bawah ini penulis akan kemukakan beberapa pendapat diantaranya: a.Kerugian Televisi Kerugian yang dimunculkan televisi memang tidak sedikit. Materia Akhlak. Mempengaruhi dan menurunkan prestasi belajar anak (Mansur. baik yang disebabkan karena terapan kesannya.37 Barmawie Umary. perangi. Menyia-nyiakan waktu 2. 1966: 40) 7mengemukakan bahwa ³akhlak ialah yang tertanam dalam jiwa dan dari padanya timbul perbuatan yang mudah tanpa memerlukan pertimbangan.pada anak. Televisi menarik minat baik terhadap orang dewasa khususnya pada anak-anak yang senang melihat televisi karena tayangan atau acara-acaranya yang menarik dan cara penyajiannya yang menyenangkan. Dalam konteks semacam ini maka kita dapat melihat beberapa kerugian itu sebagai berikut: 1.40.

2. Ahmad Amin (Umary. Faktor-Faktor yang mempengaruhi akhlak anak Pertama seseorang mempunyai tingkah laku atau akhlak.´ Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci atau fitrah tergantung kedua orang tuanya mau dijadikan Yahudi. 8 9 ibid. hlm. Jakarta.b. 1963:103) 9. bahwa tingkah laku merupakan bentuk kepribadian dari seseorang tanpa dibuatbuat tanpa ada dorongan dari luar. Nasrani atau Majusi. Kalau pun adanya dorongan dari luar sehingga seseorang menampakan pribadinya dengan bentuk tingkah laku yang baik. Didikan dan bimbingan dalam keluarga secara langsung banyak memberikan bekas bagi penghuni rumah itu sendiri dalam tindak tanduknya. namun suatu waktu tanpa di pasti akan terlihat tingkah laku yang sebenarnya. . Mutiara Akhlak 1. artinya bahwa kehendak itu bila membiasakan sesuatu. hlm 41 Abu Bakar Atjeh. Faktor keturunan/keluarga Faktor keturunan/keluarga merupakan pendidikan yang utama bagi pembentukan akhlak anaknya. Oleh karena itu peran orang tua sangat mempengaruhi watak dan karakter anak-anaknya.´ Dari definisi-definisi di atas memberikan suatu gambaran. Bulan Bintang. Ibnu Maskawaih mengemukakakn bahwa ³akhlak ialah keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melakukan pertimbangan pikiran terlebih dahulu. Yang dilakukan oleh orang tuanya biasanya si anak mengikutinya..103.´ c. karena adanya pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung (Atjeh. Pepatah mengatakan ³Guru kencing berdiri murid kencing berlari. 1966: 41) 8 mengemukakan bahwa ³akhlak yang dibiasakan. Oleh karena itu ada dua faktor yang mempengaruhi akhlak anak yaitu: 1. maka kebiasaan itu dinamakan akhlak.

³Teman itu bagaikan barang tambalan pada pakaianmu. Tidakkah engkau lihat kata syufi betapa kulit kambing yang hina dicium orang ketika kambing berteman dengan al-qur¶an) jadi kantong (Qur¶an) tapi kulit kambing yang berteman dengan kayu (dijadikan bedug) tiap waktu sholat orang memukulnya.´ . siapa yang berteman dengan orang hina tidak akan ikut mulia. Nabi Muhammad SAW menggambarkan bahwa teman itu bagaikan barang tambalan. Menurut seorang penyair Islam yang bernama Syaufi dalam bait syairnya. Faktor lingkungan/pergaulan Faktor yang mempengaruhi akhlak seseorang di samping faktor keturunan dan juga faktor lingkungan. dari faktor kedua ini faktor pergaulan/lingkunganlah yang sangat kuat pengaruhnya atau sangat dominan pengaruhnya dalam pembentukan karakter atau akhlak. ³Siapa yang berteman dengan orang mulia dia akan ikut mulia. maka lihatlah dengan apa kamu menambalnya. Seperti orang tua dahulu bilang siapa yang bergaul dengan jualan minyak wangi maka akan dapat wanginya dan siapa yang bergaul dengan tukang las maka akan terkena percikan apinya. 2. seseorang harus mampu dengan mempergunakan akalnya di dalam mencari teman yang senantiasa memberikan suatu kebaikan pada kita dalam hidup dan kehidupan.´ Maksud hadits di atas.Dan secara tidak langsung gerak langkah dari orang dewasa (baik ayah maupun ibu) terutama sekali oleh seorang anak yang masih memerlukan bimbingan dan perkembangan kematangan hidupnya.

1. Pengaruh Positif Seperti yang telah penulis bahas di BAB II mengenai fungsi televisi. Sekitar «. % orang tua yang diwawancarai mengenai pemilihan acara yang baik untuk anak menyatakan bahwa mereka memilihkan acara yang bersifat mendidik dan cocok untuk usia . Acara kuis. program bimbingan rohani. talk show pendidikan atau bidang pengetahuan lain sangat berguna bagi anak-anak. Pengaruh positif televisi sebagai media pembelajaran ini juga tidak lepas dari peran orang tua.BAB III PENGARUH MENONTON TELEVISI PADA ANAK BERDASARKAN ANGKET DAN WAWANCARA A. Tentunya program televisi itu haruslah benar-benar mendidik dan tidak ada unsur ±unsur di dalamnya yang dapat merugikan pemirsa. Sebagai salah satu media belajar anak Televisi bisa menjadi salah satu media belajar anak apabila tayangan yang ditonton merupakan tayangan yang bersifat edukatif. sebenarnya televisi mempunyai fungsi dan manfaat yang baik apabila dalam penggunaannya pun baik. baik anak-anak yang gemar menonton televisi dan orang tua sebagian besar menyadari bahwa pengaruh positif yang paling menonjol dari menonton televisi adalah sebagai salah satu media belajar anak dan sebagai sumber informasi yang dapat membantu anak untuk mengenal dunia luar lebih luas. Sekitar «. anak-anak yang gemar menonton televisi tersebut memperoleh cukup banyak pengetahuan dari acara yang mereka saksikan di televisi. Berdasarkan data yang bersumber dari angket dan wawancara kepada murid dan orang tua murid kelas 5 SDN Utan Kayu Selatan 13 pagi. Bagi sebagian anak yang memiliki pola belajar audio visual. menonton televisi bisa dijadikan sebagai alternatif pembelajaran.% dari data angket menyatakan bahwa.

Upin dan Ipin. Dengan menonton televisi akan menambahkan wawasan. Sebagai sumber informasi untuk mengenal dunia luar «% dari data angket menyatakan bahwa selain sebagai media pembelajaran. Dengan adanya media televisi manusia memperoleh kesempatan untuk memperoleh informasi yang lebih baik tentang apa yang terjadi di daerah lain. televisi juga berpengaruh positif sebagai sumber informasi bagi anak untuk mengenal dunia luar lebih luas. B. Contoh acara yang bersifat mendidik tersebut antara lain Barney and friends. Are You Smarter than a 5 th grader dsb . Sebenarnya fungsi ini tidak terlalu jauh berbeda dengan fungsi televisi sebagai media pembelajaran. Namun hal ini perlu didukung dengan adanya pengawasan dari orang tua agar informasi yang diterima oleh anak sesuai dengan usia mereka. Perbandingan antara pengaruh positif dan pengaruh negatif yang dirasakan oleh koresponden sekitar « : « . anak tersebut menjawab ³Aku tahu dari TV ma´. Sesame Street atau Jalan sesama. Pengaruh negatif dari menonton televisi sangat banyak jenisnya baik di lihat dari segi akhlak dan perilaku mauapun jika dilihat dari segi lain seperti dari segi kesehatan. Beberapa dari mereka juga menggunakan fasilitas TV kabel yang memiliki paket khusus acara untuk anak-anak. Laptop si Unyil. «% orang tua murid yang diwawancarai mengatakan bahwa anak mereka menjadi lebih tahu mengenai dunia luar dan saat ditanya.anak mereka. Dora the explorer. Pengaruh Negatif Selain pengaruh positif. 2. pengaruh negatif dari menonton televisi juga tidak kalah banyak. Hal tersebut membuktikan bahwa fungsi televisi sebagai sumber informasi untuk mengenal dunia luar cukup berhasil. . Televisi dapat mengerutkan dunia dan menyebarkan berita sangat cepat. Surat Sahabat. Sumber informasi disini juga dapat diartikan dengan informasi informasi yang didapat dari menyaksikan tayangan televisi yang bersifat mendidik dan informative.

aku mau mainan itu yang ada di TV´. Mereka sering mengatakan ³Ma. Hal tersebut menunjukan bahwa televisi bereperan besar dalam mendorong anak menjadi konsumtif b) Mengurangi semangat belajar Bahasa televisi simpel. d) Menonjolkan perilaku imitatif . «. Anak-anak yang terbiasa menghabiskan waktu nya dengan menonton televisi akan sangat sulit saat diajak beralih untuk belajar. dan membuat ketagihan sehingga sangat mungkin anak menjadi malas belajar. Yang lebih memprihatinkan adalah terkadang masing-masing anggota keluarga menonton acara yang berbeda di ruangan rumah yang berbeda. 40% keluarga menonton TV sambil menyantap makan malam. memikat. Dilihat dari segi akhlak dan perilaku anak a) Mendorong anak menjadi konsumtif. c) Merenggangkan hubungan antar anggota keluarga Kebanyakan anak kita menonton TV lebih dari 4 jam sehari sehingga waktu untuk bercengkrama bersama keluarga biasanya µterpotong¶ atau terkalahkan dengan TV. Mereka akan lebih senang menyaksikan acara favorit nya dibandingkan harus membuka buku dan mengerjakan tugas. % orang tua yang penulis wawancarai mengatakan bahwa anak mereka menjadi lebih konsumtif setelah melihat iklan di televisi. Sehingga bila ada waktu dengan keluarga pun. Rata-rata. TV dalam rumah hidup selama 7 jam 40 menit. « % orang tua menyatakan bahwa anak mereka menjadi tidak semangat belajar setelah menjadikan kegiatan menonton televisi sebagai kebiasaan. kita menghabiskannya dengan mendiskusikan apa yang kita tonton di TV. yang seharusnya menjadi ajang ¶berbagi cerita¶ antar anggota keluarga. Sekitar « % orang tua setuju dengan hasil penelitian tersebut.1. Anak-anak merupakan target pengiklan yang utama.

Atau secara umum orang akan ingat 85% dari apa yang mereka lihat di TV setelah 3 jam kemudian dan 65% setelah 3 hari kemudian. Kita biasanya tidak berolahraga dengan cukup karena kita biasa menggunakan waktu senggang untuk menonton TV. Dengan demikian terutama bagi anak anak yang pada umumnya selalu meniru apa yang mereka lihat. tidak menutup kemungkinan perilaku dan sikap anak tesebut akan mengikuti acara televisi yang ia tonton. 2. Anak dari ibu koresponden ini juga merupakan salah satu pemirsa setia sinetron tersebut.Dwyer menyimpulkan. Kasus lain juga dapat kita lihat pada peristiwa tewas nya seorang anak akibat loncat dari lantai 4 bangunan rumahnya setelah menyaksikan film Superman di televisi. «. TV mampu merebut 94% saluran masuknya pesan ± pesan atau informasi ke dalam jiwa manusia yaitu lewat mata dan telinga. % orang tua yang menjadi koresponden menyatakan bahwa anaknya menjadi lebih imitatif akibat kebiasaan menonton televisi. cukup menarik perhatian anak-anak. sebagai media audio visual. Dikesehariannya anak tersebut sering bercakapcakap dengan bahasa yang digunakan oleh manusia planet dalam sinetron tersebut seperti ³bleketek bleketek brokotok brokotok´. . Salah satu ibu koresponden menyatakan bahwa anaknya merupakan salah satu µkorban televisi¶ dimana anak dari ibu tersebut sering menirukan apa yang ia lihat di televisi. TV mampu untuk membuat orang pada umumnya mengingat 50% dari apa yang mereka lihat dan dengar dilayar televisi walaupun hanya sekali ditayangkan. Hal tersebut menunjukan bahwa dampak negatif yang cukup besar yang ditimbulkan oleh menonton televisi adalah menonjolkan perilaku imitatif dari anak itu sendiri. Seperti yang kita ketahui bahwa sinetron UFO yang mengemas cerita manusia planet. Dilihat dari segi kesehatan fisik a) Meningkatkan kemungkinan obesitas (kegemukan).

Selain itu. tidak terbakar dan akhirnya menimbulkan kegemukan.ulang dan terus-menerus apabila si anak telah menjadikan kegiatan menonton televisi sebagai kebiasaan. Hal ini tentu saja dikarenakan oleh factor jarak pandang yang tidak sesuai dan radiasi dari televisi itu sendiri yang bisa menyebabkan penyakit mata seperti rabun jauh ataupun rabun dekat. Hal ini tentu saja terjadi berulang. .padahal TV membentuk pola hidup yang tidak sehat. duduk berjam-jam di depan layar membuat tubuh tidak banyak bergerak dan menurunkan metabolisme. mengonsumsi makanan yang diiklankan di TV dan cenderung memengaruhi orangtua mereka untuk membeli makanan-makanan tersebut. lebih banyak mereka mengemil di antara waktu makan. Selain itu. Seperti kita ketahui bahwa sebagian besar anak tidak mau beranjak dari depan televisi apabila ia sudah jatuh hati dengan acara yang disiarkan. b) Memperbesar kemungkinan terjangkit penyakit rabun . Sekitar «% orang tua dari data wawancara menyatakan bahwa lebih banyak anak menonton TV. jarak pandang mereka dengan televisi juga biasanya tidak sesuai dengan jarak pandang yang baik. « % orang tua menyatakan bahwa anak mereka yang pada awal nya memiliki kondisi mata yang sehat menjadi harus menggunakan kacamata setelah terbiasa menonton televisi setiap hari. sehingga lemak bertumpuk. Anak-anak yang tidak mematikan TV sehingga jadi kurang bergerak beresiko untuk tidak pernah bisa memenuhi potensi mereka secara penuh.

tentu saja faktor yang berasal dari luar atau eksternal juga berpengaruh dalam pembentukan kebiasaan. Iseng dan rasa ingin tahu sebenarnya saling berkaitan erat dalam penyebab timbulnya kebiasaan menonton televisi pada anak. Penyebab timbulnya kebiasaan menonton televisi 1. Mereka penasaran mengenai tokoh ataupun cerita yang ada di dalamnya. . 2. faktor eksternal yang cukup berpengaruh diantaranya adalah kebiasaan orang tua. dalam hal ini menonton televisi. mereka iseng menyalakan televisi. Dari awal iseng tersebut kemudian berkembang menjadi kebiasaan yang tanpa disadari sudah menjadi bagian dari kegiatan mereka sehari hari. Kemudian alasan iseng sebagai penyebab timbulnya kebiasaan juga sering digunakan. Faktor Internal Timbulnya kebiasaan menonton televisi sebenarnya bisa saja dating dari dalam anak itu sendiri. Rasa ingin tahu yang besar yang memang lazim terdapat pada anak-anak mendorong mereka untuk melihat dan menyaksikan apa yang ada dalam acara-acara televisi yang di siarkan.BAB IV KEBIASAAN MENONTON TELEVISI PADA ANAK A. factor internal penyebab timbulnya kebiasaan yang terbesar adalah iseng dan rasa ingin tahu dari anak itu sendiri. teman. Saat di waktu luang dimana tidak ada yang ingin mereka kerjakan. Faktor Eksternal Selain faktor yang berasal dari dalam diri anak itu sendiri. Menurut data angket. waktu luang dan acara televisi yang ditayangkan. mencari saluran televisi yang menurut mereka menarik dan kemudian menyaksikannya. Menurut data yang bersumber dari angket. Anak-anak pada awalnya hanya ingin mencoba hal baru yang belum pernah mereka coba sebelumnya.

Kebiasaan menonton televisi pada orang tua tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut menyumbang banyak dalam membentuk kebiasaan anak yang sama. Apabila ada waktu luang..000jam/tahun.820 jam/tahun. Dapat kita dilihat juga dari angket bahwa waktu luang dan acara televisi cukup menyumbang dalam pembantukan kebiasaan.. Menurut data penelitian pada tahun 2002. Faktor teman juga membentuk kebiasaan tidak jauh berbeda dengan faktor sebelumnya yaitu orang tua. Frekuensi Menonton Televisi Kebiasaan menonton televisi telah menyita banyak waktu anak dalam kehidupannya sehari-hari. Sebagian besar anak berdasarkan data angket menyatakan bahwa awal mula mereka menonton televisi dikarenakan orang tua mereka menjadikan kegiatan menonton televisi sebagai hobi.560 ± 1. jam tonton televisi anak-anak 3035 jam/hari atau 1. sedangkan jam belajar SD umumnya kurang dari 1. Untuk anak usia dini mereka juga masih sering saling mengajak satu sama lain untuk menonton televisi bersama-sama sepulang sekolah. Hasil angket menunjukan bahwa sekitar . Dan dari data wawancara didapat bahwa waktu . Teman seringkali mempengaruhi anak untuk menonton televisi dengan mensugestikan acara-acara yang menurut teman tersebut tergolong acara yang menarik. B. % anak menghabiskan waktu nya sebanyak lebih dari 5 jam sehari untuk menonton televisi. anak cenderungmencari kegiatan yang bisa dia lakukan dan saat melihat ada acara televisi yang menarik maka ia langsung memilih menghabiskan waktu dengan menonton televisi. Beberapa anak yang diwawancarai juga menyatakan bahwa orang tua mereka hanya menasihati untuk tidak terlalu sering menonton televisi namun orang tua mereka tetap menjadikan menonton televisi sebagai kebiasaan. Hal tersebut tidak jauh berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan kepada murid kelas 5 SDN Utan Kayu Selatan selaku responden dari karya ilmiah ini. Bisa kita lihat bahwa jam menonton televisi anak lebih banyak daripada jem belajarnya.

orang tua yang mengetahui hampir semua pengaruh negatif yang ditimbulkan dari kebiasaan menonton televisi hanya sekitar . Pengetahuan para orang tua mengenai pengaruh negatif dari kebiasaan menonton televisi Banyak orang tua yang pengetahuan mengenai pengaruh negatif dari kebiasaan menonton televisi nya dapat dikatakan cukup minim.. di jam tidur siang dan pada malam hari dimana banyak acara menarik yang disiarkan.. . % Untuk mengatasi hal ini para orang tua baiknya banyak membaca dari buku ataupun media lain mengenai dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari kebiasaan menonton televisi sehingga dapat membantu mengurangi kebiasaan menonton televisi pada anak. C. tentu saja hal tersebut tergolong terlalu sempit. sebelum dan sesudah berangkat sekolah. Berdasarkan data yang diperoleh dari angket dan wawancara. Jika dibandingkan dengan pengaruh negatif sesungguhnya yang ditimbulkan dari kebiasaan menonton televisi. Kebanyakan dari orang tua menganggap bahwa pengaruh negatif dari kebiasaan menonton televisi pada anak hanya berupa kerugian secara fisik seperti sakit mata atau penurunan semangat belajar.anak menonton televisi antara lain saat jam makan.

Tujuannya adalah agar acara televisi yang ditonton oleh anak dapat terkontrol dan orangtua dapat memperhatikan apakah acara tersebut layak ditonton atau tidak. juga tidak membuat aktivitas yang seharusnya dilakukan di kamar seperti tidur dan belajar menjadi terganggudan beralih ke televisi. Pengontrolan waktu menonton televisi yang tepat Orang tua baiknya memberi kesepakatan dengan jadwal kepada anak tentang mana acara yang boleh ditonton atau tidak. Selain itu juga orang tua sebaiknya mendampingi anak saat menonton televisi. Jangan biarkan anak menonton acara yang tidak sesuai dengan usianya. waktu tidur. Orangtua juga dapat mengajak anak membahas apa yang ada di televisi dan membuatnya mengerti bahwa apa yang ada di televisi tidak tentu sama dengan kehidupan yang sebenarnya. bahkan waktu membantu ora tua di ng rumah dan berikan sanksi bila melanggar. Walaupun ada acara yang memang untuk anak-anak. perhatikan dan analisa apakah sesuai dengan anak-anak.BAB V CARA MENGATASI DAMPAK NEGATIF MENONTON TELEVISI PADA ANAK A. kapan boleh menonton. waktu belajar. Maksudnya tidak ada unsur kekerasan atau hal lain yang tidak sesuai dengan usia mereka. B. waktu beribadah. .Orang tua juga harus mengetahui acara favorit anak dan bantu anak memahami pantas tidaknya cara tersebut mereka tonton . ajak mereka menilai karakter dalam acar tersebut secara bijaksana dan positif. Pengawasan tayangan televisi yang baik untuk anak Orang tua harus dapat memilih acara yang sesuai dengan usia anak. Selain untuk mempermudah orangtua mengontrol tontonan anak. Orangtua sebaiknya tidak meletakkan televisi di kamar anak.

Ini dimaksudkan untuk menghindari kurangnya waktu belajar anak karena terlalu banyak menonton acara televisi.Periksalah jadwal acara televisi. Orangtua dapat mengajak anak keluar rumah untuk menikmati alam dan lingkungan. Dengan mencari dan melihat resensi atau ulasan mengenai film atau acara tersebut orangtua akan tahu garis besar isi acara tersebut sehingga dapat menentukan pantas tidak acara tersebut disaksikan. Sediakan sebanyak mungkin buku yang pantas di sekitar rumah dan minta kerjasama keluarga untuk menjadikan buku sebagai hadiah ulangtahun. Orang tua juga dapat memperkenalkan dan mengajarkannya suatu hobi baru. 2) Bercocok tanam Kebiasaan menonton televisi menjauhkan kita dari alam. Dengan mengajak anak bercocok . jika tidak. liburan atau lebaran. Tanyakan kepada mereka tentang ceritanya. Jangan lupa untuk membahas kembali apa yang telah dibaca. sisakan waktu setiap hari. bersosialisasi secara positif dengan orang lain. dan yang tidak bisa didapatkan dari menonton televisi. Di sini orangtua harus member contoh dengan tidak banyak menonton televisi. bantu mereka menemukan kosakata baru dan ajak anak untuk membaca beragam macam bacaan. beberapa kali setiap minggu untuk membacakan cerita kepada anak atau biarkan sekali-kali anak yang membacakan cerita. Kegiatan alternatif tersebut antara lain : 1) Pergi ke perpustakaan atau ke toko buku terdekat Membiasakan anak membaca buku merupakan hal yang baik. Bila sempat. Orangtua juga harus membiasakan anak tidak menonton televisi di hari-hari sekolah. Padahal banyak hal yang bisa diajarkan oleh alam. C. Jika anak melihat orangtuanya sering menonton televisi sedangkan ia tidak diperkenankan tentu anak akan menganggap itu tidak adil. Pemilihan kegiatan alternatif lain yang baik untuk anak Orang tua dapat mengajak anak untuk melekukan banyak aktivitas lain s elain hanya menonton televisi. sehingga orangtua dapat mengatur acara apa yang akan ditonton bersama anak.

Kita juga bisa berjalan-jalan ke taman kota dan membuat piknik atau sekadar bermain di sana. jalan-jalan juga bisa . berkembang dan kelak layu dan mati. seperti kuda nil. Jalan-jalan ke rumah teman atau sekadar berkeliling lingkungan rumah saja untuk menyapa tetangga.Para orang tua bisa mengajak anak untuk menggambarkan bentuk apa yang dia lihat di awan. tumbuh. ia akan ingat bahwa tanaman. Selain mengenali prosedur pengiriman barang (amplop. Dengan ini anak bisa belajar makna tumbuh dan bertanggung jawab. anak lebih senang menggunakan telepon untuk bercerita. Atau biarkan mereka mengarang cerita tentang apa kirakira rasanya bila kita bisa hidup di awan. menulis surat juga melatih motorik dan membuat anak senang bila menerima balasan.tanam. Jadi setiap kali ia menyiram bunganya di pagi hari. 5) Jalan-jalan Jalan-jalan itu sebenarnya merupakan kegiatan yang bisa dilakukan dengan mudah dan murah. Atau kita biasa hanya terpaku dengan indahnya bintang-bintang di malam hari. Mulai membuat taman bunga sendiri. atau pesawat terbang. Kadang mereka bisa melihat 1 awan tapi dengan 2 bentuk yang berbeda. Tapi ternyata menulis surat melatih banyak hal. Tidak perlu banyak mengeluarkan uang. bisa mengajarkan kepada anak banyak hal. selalu bergerak dan kadang-kadang membentuk halhal yang unik. Hal ini bisa memicu daya imajinasi dan kreativitas. Jalan-jalan itu baik untuk tubuh karena bisa menurunkan tekanan darah dan resiko terkena penyakit jantung. Dengan teknologi yang kini sudah begitu canggih. Dan yang lebih menguntungkan. 3) Melihat awan Melihat awan mungkin kedengarannya adalah hal yeng aneh karena kita tidak dibiasakan menikmati langit. 4) Menulis surat Kebiasaan memiliki sahabat pena sudah begitu jauh dari kehidupan anak-anak kita. Orang tua dan anak juga bisa mengajaknya membuat puisi tentang awan. seperti kita semua itu mulai dari benih. Padahal awan itu hampir selalu ada. perangko dan jasa besar pak pos). atau bahkan 1 pot saja.

Karena dengan berjalan. Mulai dari les musik dengan piano. Dengan mengajak anak untuk bersama-sama membersihkan rumah dan lemari pakaian dari barang-barang yang tidak lagi digunakan tapi masih bagus dan layak pakai untuk disumbangkan ke panti-panti asuhan di sekitar rumah dapat meningkatkan rasa social yang tinggi pada anak 9) Mengikuti Kursus Pelajaran di sekolah sebagian besar hanya melatih otak kiri. kita bisa menghemat 7 milyar gallon bensin dan 9. Baiknya orang tua tidak lupa untuk melatih otak kanan anak . Padahal mungin mereka bisa mendapatkan informasi yang tidak kalah banyaknya dibanding mendengarkan berita di televisi. Selain jalan-jalan. Tapi orang tua harus memperhatikan jangan sampai les-les ini menambah beban belajar yang . Jalan-jalan juga bisa menenangkan pikiran dan melepaskan stres. Kalau kita lebih sering berjalan dari pada menggunakan transportasi bermesin.mengurangi berat badan. tarian modern dan ballet. apalagi membaca koran. Jalan jalan juga bagus untuk lingkungan. bersepeda dan berenang. biola atau drumnya. 6) Mendengarkan radio atau membaca koran Anak sekarang sudah jarang sekali mendengarkan radio. Radio bisa melatih anak untuk mendengarkan dengan baik dan koran bisa mengajak anak untuk menambah wawasannya tentang dunia 7) Berolahraga Kadang kata olahraga terdengar berat. atau les-les lainnya. masih banyak lagi olahraga yang bisa dilakukan bersama keluarga.5 juta ton asap pembuangan kendaraan bermotor pertahunnya. Ambil les yang menarik dan sesuai dengan bakat anak. 8) Bakti sosial Orang tua sering lupa mengajak anak untuk memerhatikan orangorang di lingkungan sekitar yang tidak seberuntung mereka. gitar. tapi setelah dilakukan biasanya menyenangkan. atau les menari mulai dari tarian daerah. otak melepaskan zat yang bisa meringankan tekanan pada otot serta mengurangi kecemasan.

justru terdapat pada keharmonisan di keluarga. Lebih lanjut Cole menunjukan bahwa mempermasalahkan kualitas tayangan televisi tidak cukup tanpa mempertim-bangkan kualitas kehidupan keluarga. Ini berarti menciptakan keluarga yang harmonis jauh lebih penting ketimbang menuduh tayangan televisi sebagai biangkerok meningkatnya perilaku negatif di kalangan anak dan remaja. museum juga menarik untuk dikunjungi. Keterampilan tangan bisa dalam bentuk bermacam ragam. 11) Kunjungan ke kebun binatang atau museum Kegiatan mengunjungi kebun binatang akan selalu menyenangkan karena kita bisa melihat beragam binatang yang tidak biasa kita lihat sehari-hari. mulai dari meyulam. Sebaliknya keluarga yang memegang teguh nilai. 10) Mengerjakan keterampilan tangan Banyak buku sekarang yang mengajarkan membuat keterampilan tangan. Anak-anak biasanya menyukai hal-hal tersebut. Bila ada waktu dan transportasi. origami sampai membuat bunga dari sabun mandi. Temuannya menunjukan bahwa pengaruh negatif tayangan televisi. Dalam temuannya. . Pastikan anak mendapatkan waktu yang cukup untuk istirahat juga.sudah menumpuk di sekolah. Dari museum anak-anak bisa banyak belajar tentang sejarah dan melihat langsung artefak-artefak menarik tentang sejarah tersebut. mengunjungi taman safari dan bersentuhan dengan binatang-binatang secara langsung juga bisa dijadikan kegiatan alternatif mengisi waktu luang. etika. sehingga kita bisa melakukannya secara otodidak. Robert Coles . dan moral serta orang tua benar-benar menjadi panutan anaknya tidak rawan terhadap pengaruh tayangan negatif televisi. D. Selain itu. Pembinaan hubungan komunikasi yang baik antara anak dan orang tua di rumah Yang menarik adalah hasil studi pakar psikiatri Universitas Harvard. anak-anak yang mutu kehidupannya rendah sangat rawan terhadap pengaruh buruk televisi.

semua yang ia lihat di layar televisi dapat disaring melalui suasana keluarga yang harmonis. Sebaliknya. dan keyakinan yang dimilikinya. Jangan biarkan televisi mencuri lagi waktu untuk keluarga yang memang sudah tinggal sedikit sekali karena terpotong aktivitas sehari-hari. anak yang berasal dari keluarga yang mutu kehidupan keluarganya rendah. sangat rentang dengan perilaku peniruan yang akhirnya akan terinternalisasi dan membentuk pada kepribadiannya. Para orangtua juga mengaku bahwa mereka hanya menghabiskan sekitar 40 menit perhari untuk melakukan percakapan yang berarti dengan anaknya. . semua tayangan di televisi sulit disaring. Tayangan televisi yang dilihatnya setiap saat masuk ke dalam otaknya. Bagi anak yang berasal dari mutu kehidupan keluarganya baik. Begitu pula dalam lingkungan keseharian di keluarganya tidak ditemukan sikap dan perilaku normatif yang dapat dijadikan filter tayangan televisi. Anak. Kedekatan dengan keluarga tidak bisa dibeli. karena mereka belum bisa membedakan mana perilaku yang baik/buruk. pengalaman. Komunikasi dan contoh orang tua dalam perilaku sehari-hari membuat benteng yang kokoh dalam membendung semua pengaruh buruk di layar televisi. Salah satu kegiatan yang bisa membantu proses pembinaan komunikasi antara anak dan orang tua di dalam rumah adalah bercengkrama satu sama lain. sebagai individu yang masih labil dan mencari jati diri. Bercengkrama dengan keluarga merupakan sesuatu yang mahal karena penelitian mengatakan bahwa 54% anak berusia 4-6 mengaku lebih senang menonton TV daripada bermain dengan ayahnya. dimana orang tuanya bisa menjadi panutan. Pembentukan perilaku didasarkan pada stimulus yang diterima melalui pancaindra yang kemudian diberi arti dan makna berdasarkan pengetahuan.Mungkin kita akan lebih yakin terhadap temuan Coles apabila mengkaji bagaimana proses pembentukan perilaku manusia.

Kebiasaan menonton televisi pada anak usia dini merupakan kebiasaan yang dapat ditimbulkan oleh beberapa faktor antara lain faktor internal meliputi rasa ingin tahu dan iseng. Disamping memberikan dampak positif. 2. memilihkan kegiatan alternatif untuk anak selain menonton televisi dan membina hubungan komunikasi yang baik antara anak dan orang tua di rumah. Bahkan apabila dikaji lebih jauh. Disamping itu orang tua juga harus bisa menjadi kontrol bagi pihak penyiar televisi untuk memberikan saran ataupun kritikan bahkan menentang acara televisi yang bisa berdampak negatif bagi pemirsannya. . mengurangi semangat belajar. B.BAB VI PENUTUP A. serta harus adanya standarisasi film yang layang untuk di tayangkan atau tidak layak. serta faktor eksternal meliputi orang tua. diantaranya : 1. Bagi Pemerintah harus melakukan penyaringan terhadap setiap acara televisi. Saran Adapun saran yang dapat penulis berikan berdasarkan uraian diatas yaitu : 1. 2. Kesimpulan Berdasarkan kajian sebagaimana telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya. Setiap Orangtua harus bisa mengontrol tontonan anaknya. teman dan acara televisi itu sendiri. dampak negatifnya jauh lebih besar dibandingan dampak positifnya. 3. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mengawasi tayangan dan jam menonton televisi yang baik untuk anak. televisi juga dapat memberikan dampak negatif bagi pemirsannya khususnya anak-anak. merenggangkan hubungan antara anak dengan orang tua dan menonjolkan peilaku imitatif. dapat ditarik beberapa kesimpulan. mendorong anak menjadi berperilaku konsumtif. Dampak negatif tersebut antara lain .

3. dapat berjalan sebagaimana fungsinya. rekreatif dan sebagai sarana mensosialisasikan nilai-nilai atau pemahaman-pemahaman baik yang lama maupun yang baru. Bagi pihak yang berwajib hendaknya menggiatkan peraturan yang telah ada dalam melindungi anak ± anak dari kekeliruan dan kesalahan persepsi tentang tayangan yang tidak sesuai mereka tonton 4. Bagi pihak penyiar televisi. seharusnya tidak hanya mementingkan keuntungan tetapi harus mempertimbngkan dampaka dari acra tersebut. Pihak penyiar juga harus mengatur acara televisi agar fungsi dari televisi sebagai sarana informatif. edukatif. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful