KISAH ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW

Pada suatu malam Nabi Muhammad SAW berada di Hijir Ismail dekat Ka‟bah al Musyarrofah, saat itu beliau berbaring diantara paman beliau, Sayyiduna Hamzah dan sepupu beliau, Sayyiduna Jakfar bin Abi Thalib, tiba-tiba Malaikat Jibril, Mikail dan Israfil menghampiri beliau lalu membawa beliau ke arah sumur zamzam, setibanya di sana kemudian mereka merebahkan tubuh Rasulullah untuk dibelah dada beliau oleh Jibril AS. Dalam riwayat lain disebutkan suatu malam terbuka atap rumah Beliau saw, kemudian turun Jibril AS, lalu Jibril membelah dada beliau yang mulya sampai di bawah perut beliau, lalu Jibril berkata kepada Mikail: “Datangkan kepadaku nampan dengan air zam-zam agar aku bersihkan hatinya dan aku lapangkan dadanya”. Dan perlu diketahui bahwa penyucian ini bukan berarti hati Nabi kotor, tidak, justru Nabi sudah diciptakan oleh Allah dengan hati yang paling suci dan mulya, hal ini tidak lain untuk menambah kebersihan diatas kebersihan, kesucian diatas kesucian, dan untuk lebih memantapkan dan menguatkan hati beliau, karena akan melakukan suatu perjalanan maha dahsyat dan penuh hikmah serta sebagai kesiapan untuk berjumpa dengan Allah SWT. Kemudian Jibril AS mengeluarkan hati beliau yang mulya lalu menyucinya tiga kali, kemudian didatangkan satu nampan emas dipenuhi hikmah dan keimanan, kemudian dituangkan ke dalam hati beliau, maka penuhlah hati itu dengan kesabaran, keyakinan, ilmu dan kepasrahan penuh kepada Allah, lalu ditutup kembali oleh Jibril AS. Setelah itu disiapkan untuk Baginda Rasulullah binatang Buroq lengkap dengan pelana dan kendalinya, binatang ini berwarna putih, lebih besar dari himar lebih rendah dari baghal, dia letakkan telapak kakinya sejauh pandangan matanya, panjang kedua telinganya, jika turun dia mengangkat kedua kaki depannya, diciptakan dengan dua sayap pada sisi pahanya untuk membantu kecepatannya. Saat hendak menaikinya, Nabi Muhammad merasa kesulitan, maka meletakkan tangannya pada wajah buroq sembari berkata: “Wahai buroq, tidakkah kamu merasa malu, demi Allah tidak ada Makhluk Allah yang menaikimu yang lebih mulya daripada dia (Rasulullah)”, mendengar ini buroq merasa malu sehingga sekujur tubuhnya berkeringat, setelah tenang, naiklah Rasulullah keatas punggungnya, dan sebelum beliau banyak Anbiya‟ yang menaiki buroq ini. Dalam perjalanan, Jibril menemani disebelah kanan beliau, sedangkan Mikail di sebelah kiri, menurut riwayat Ibnu Sa‟ad, Jibril memegang sanggurdi pelana buroq, sedang Mikail memegang tali kendali. (Mereka terus melaju, mengarungi alam Allah SWT yang penuh keajaiban dan hikmah dengan Inayah dan RahmatNya), di tengah perjalanan mereka berhenti di suatu tempat yang dipenuhi pohon kurma, lantas malaikat Jibril berkata: “Turunlah disini dan sholatlah”, setelah Beliau sholat, Jibril berkata: “Tahukah anda di mana Anda sholat?”, “Tidak”, jawab beliau, Jibril berkata: “Anda telah sholat di Thoybah (Nama lain dari Madinah) dan kesana anda akan berhijrah”. Kemudian buroq berangkat kembali melanjutkan perjalanan, secepat kilat dia melangkahkan kakinya sejauh pandangan matanya, tiba-tiba Jibril berseru: “berhentilah dan turunlah anda serta sholatlah di tempat ini!”, setelah sholat dan kembali ke atas buroq, Jibril memberitahukan bahwa beliau sholat di Madyan, di sisi pohon dimana dahulu Musa bernaung dibawahnya dan beristirahat saat dikejar-kejar tentara Firaun. Dalam perjalanan selanjutnya Nabi Muhammad turun di Thur Sina‟, sebuah lembah di Syam, tempat dimana Nabi Musa berbicara dengan Allah SWT, beliau pun sholat di tempat itu. Kemudian beliau sampai di suatu daerah yang tampak kepada beliau istana-istana Syam, beliau turun dan sholat disana. Kemudian Jibril memberitahukan kepada beliau dengan berkata: “Anda telah sholat di Bait Lahm (Betlehem, Baitul Maqdis), tempat dilahirkan Nabi Isa bin Maryam”.

silahkan. namun Nabi tidak menjawabnya. tiba-tiba beliau melihat Ifrit dari bangsa Jin yang mengejar beliau dengan semburan api. Kemudian beliau juga bertemu sekelompok kaum. Kemudian Jibril berkata: “Tidakkah aku ajarkan kepada anda beberapa kalimat. di hadapan mereka ada daging yang baik yang sudah masak. dan kami harap jika kami terbunuh kuburkan kami dalam satu tempat”. orang yang mati syahid di jalan Allah. Kemudian di tengah perjalanan. Masyithoh menjawab: “Ya. kebaikan mereka dilipatgandakan sampai 700 kali. Kemudian Jibril menjelaskan bahwa itu adalah panggilan Yahudi. melihat keanehan ini Beliau SAW bertanya: “Wahai Jibril. sungguh engkau berada pada jalan yang benar”. Masyitoh adalah tukang sisir anak perempuan Firaun. Jibril menjawab:” mereka adalah para Mujahid fi sabilillah. kemudian anak itu berkata: “Wahai ibuku. sementara di sisi lain ada daging yang mentah lagi busuk. Mengetahui keteguhan iman Masyithoh. Masyithoh menjawab: “Ya”. beliau bertanya: “Wahai Jibril bau wangi apakah ini?”. jika anda baca maka akan memadamkan apinya dan terbalik kepada wajahnya lalu dia binasa?” Kemudian Jibril AS memberitahukan doa tersebut kepada Rasulullah. jangan takut. Setelah dihadapkan kepada Raja yang Lalim itu. kemudian Firaun mengutus seseorang untuk menarik kembali dia dan suaminya yang tetap beriman kepada Allah agar murtad. tapi Rasulullah tidak memperdulikannya. jika tidak maka mereka berdua dan kedua anaknya akan disiksa. yang tidak lain adalah panggilan nashrani. Ketika beliau melanjutkan perjalanan. setiap kali hancur. ketika dia melakukan pekerjaannya tiba-tiba sisirnya terjatuh. lompatlah. jawab Jibril AS. seandainya beliau menjawab panggilan itu maka umat beliau akan menjadi Yahudi. wanita yang menyisir anak Firaun. Kemudian tiba-tiba muncul di hadapan beliau seorang wanita dengan segala perhiasan di tangannya dan seluruh tubuhnya. Jibril menjawab: “Mereka adalah manusia yang sudah mempunyai isteri yang halal untuknya. satu persatu mereka syahid. tapi dia justru berzina (berselingkuh) dengan wanita yang jelek (hina). Maka Firaun memerintahkan agar disediakan kuali raksasa dari tembaga yang diisi minyak dan air kemudian dipanasi. “Ini adalah wanginya Masyithoh. dan anak-anaknya”. Kemudian dia mengancam akan memberitahukan hal ini kepada Firaun. dia berkata: “Apakah kamu memiliki Tuhan selain aku?”. tapi ternyata mereka lebih memilih untk menyantap daging yang mentah lagi busuk. beliau juga bertemu dengan sekelompok kaum yang menghantamkan batu besar ke kepala mereka sendiri sampai hancur. celakalah Firaun”. Begitu pula beliau mendapat seruan serupa dari sebelah kirinya. Jibril menjelaskan bahwa mereka adalah manusia yang merasa berat untuk melaksanakan kewajiban sholat. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah”. setiap Nabi menoleh beliau melihat Ifrit itu. sekarang tinggal Masyithoh dan anaknya yang masih menyusu berada dalam dekapannya. spontan dia mengatakan: “Bismillah.Setelah melanjutkan perjalanan. siapakah mereka itu?”. mendengar ini anak Firaun bertanya: “Apakah kamu memiliki Tuhan selain ayahku?”. kemudian dilemparlah dia dan anaknya. ketika Rasulullah menanyakan perihal ini. dan begitupula mereka adalah para wanita yang mempunyai suami yang halal baginya tapi justru dia mengajak laki-laki lain untuk berzina dengannya”. setiap kali dipanen kembali seperti awalnya dan begitu seterusnya. justru dia berkata: “Jika kamu hendak membinasakan kami. dia berkata: “Wahai Muhammad lihatlah kepadaku”. setelah betul-betul mendidih. tapi keimanan masih menetap di hati Masyithoh dan suaminya. kepala yang remuk itu kembali lagi seperti semula dan begitu seterusnya. . tapi Rasulullah tidak menoleh kepadanya. tiba-tiba seseorang memanggil beliau dari arah kanan: “Wahai Muhammad. Kemudian beberapa saat kemudian beliau mencium bau wangi semerbak. Jibril berkata: “Wahai Nabi itu adalah dunia. seandainya anda menjawab panggilannya maka umatmu akan lebih memilih dunia daripada akhirat”. Walhamdulillah. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan sampai akhirnya bertemu dengan suatu kaum yang menanam benih pada hari itu dan langsung tumbuh besar dan dipanen hari itu juga. aku meminta kepadamu agar kamu melihat aku”. dia memerintahkan agar mereka semua dilemparkan ke dalamnya.

maka tiba saatnya beliau melakukan mi‟raj yakni naik bersama Jibril menembus langit satu persatu sampai akhirnya berjumpa dengan Khaliqnya.” Malaikat itu bertanya lagi: “Siapakah yang bersamamu?” Jibril menjawab: “Muhammad saw. malaikat ini tidak pernah naik ke langit atasnya dan tidak pernah pula turun ke bumi kecuali disaat meninggalnya Rasulullah SAW. ternyata mereka adalah para Nabi yang diutus oleh Allah SWT. yang masing-masing malaikat ini membawahi 70 ribu malaikat pula. yang intinya adalah beliau dan umat ini mendapat perintah sholat lima waktu. lantas mereka berdiri bershof-shof menunggu siapakah yang akan mengimami mereka. Jibril berkata: “Sungguh anda telah memilih kefitrahan yaitu al Islam. begitu banyak keajaiban dan hikmah yang beliau temui dalam perjalanan itu sampai akhirnya beliau berhenti di Baitul Maqdis (Masjid al Aqsho). Sungguh merupakan nikmat dan anugerah yang luar biasa bagi umat ini. Setelah mengetahui kedatangan Rasulullah malaikat yang bermukim disana menyambut dan memuji beliau dengan berkata: “Selamat datang. Jibril meminta izin agar pintu langit pertama dibuka.Demikianlah perjalanan ditempuh oleh beliau SAW dengan ditemani Jibril dan Mikail. Setelah itu sekejab mata tiba-tiba masjid sudah penuh dengan sekelompok manusia. dia memimpin 70 ribu tentara dari malaikat. semoga keselamatan menyertai anda wahai saudara dan pemimpin. andalah sebaik-baik saudara dan pemimpin serta paling utamanya makhluk yang datang”. namun tidak dengan ibadah sholat.” Malaikat bertanya lagi: “Apakah beliau telah diutus (diperintah)?” Jibril menjawab: “Benar”. lalu Jibril membawa dua wadah berisi khamar dan susu. Setelah melakukan Isra‟ dari Makkah al Mukarromah sampai ke Masjid al Aqsha. . Maka dibukalah pintu langit dunia ini”. yakni tempat dimana biasanya Para Nabi mengikat buraq di sana. Allah memanggil Hamba yang paling dicintainya yakni Nabi Muhammad SAW ke hadirat Nya untuk menerima perintah ini. Setelah itu Rasulullah SAW merasa haus. jika anda memilih khamar niscaya umat anda akan menyimpang dan sedikit yang mengikuti syariat anda”. Rasulullah memilih wadah berisi susu lantas meminumnya. Ketika beliau dan Jibril sampai di depan pintu langit dunia (langit pertama). ternyata disana berdiri malaikat yang bernama Ismail. di mana Allah SWT memanggil Nabi-Nya secara langsung untuk memberikan dan menentukan perintah ibadah yang sangat mulya ini. kemudian beliau disertai malaikat Jibril AS siap untuk melakukan Mi‟raj yakni naik menembus berlapisnya langit ciptaan Allah yang Maha Perkasa sampai akhirnya beliau SAW berjumpa dengan Allah dan berbicara dengan Nya. Kemudian beliau masuk ke dalam masjid bersama Jibril AS. Sebab ibadah lainnya diperintah hanya dengan turunnya wahyu kepada beliau. Baitul Maqdis. Beliaulah Imam (Pemimpin) para Anbiya‟ dan Mursalin. Cukup kiranya hal ini sebagai kemulyaan ibadah sholat. kemudian Jibril AS memegang tangan Rasulullah SAW lalu menyuruh beliau untuk maju. kemudian mereka semua sholat dua rakaat dengan Rasulullah sebagai imam. Kemudian dikumandangkan adzan dan iqamah. Kemudian setelah beliau menyempurnakan segalanya. maka malaikat yang menjaga bertanya: “Siapakah ini?” Jibril menjawab: “Aku Jibril. Beliau turun dari Buraq lalu mengikatnya pada salah satu sisi pintu masjid. masing-masing sholat dua rakaat.

Ternyata mereka adalah manusia yang suka berzina. beliau menangis dan bersedih. Nabi bersalam kepada keduanya. Di langit kelima. Nabi saw menyifati Nabi Isa bahwa dia berpostur sedang. Setelah sampai di langit keenam. Kemudian beliau berjalan sejenak. Kemudian Rasulullah melanjutkan perjalanannya di langit pertama ini. Kemudian Jibril AS menjelaskan kepada Rasulullah. Kembali beliau mendapat jawaban salam dan doa yang sama seperti Nabi-Nabi sebelumnya. Dalam riwayat lain.Disana beliau juga menemui suatu kaum. beliau berjumpa Nabi Harun bin „Imran AS. beliau bersabda: “Dialah paling indahnya manusia yang diciptakan Allah. tapi mereka lebih memilih untuk menyantap bangkai disekitarnya. setelah disambut baik oleh para malaikat. karena kebersihan tubuhnya. Nabi menyerupakannya dengan sahabat beliau „Urwah bin Mas‟ud ats Tsaqafi. beliau berjumpa beberapa nabi dengan umat mereka masingmasing. sehingga mereka sendiri tidak mampu membawa perutnya yang besar itu. meninggalkan yang halal untuk mereka dan mendatangi yang haram. tiba-tiba pandangan beliau tertuju pada kelompok manusia yang dihidangkan daging panggang dan lezat di hadapannya. dia telah mengungguli ketampanan manusia lain ibarat cahaya bulan purnama mengalahkan cahaya seluruh bintang”. yakni menggunjing atau berghibah”. Kemudian beliau melewati sekelompok umat yang sangat banyak menutupi ufuk. Kemudian tiba saatnya beliau melanjutkan ke langit ketiga. rambutnya lepas terurai seakan-akan baru keluar dari hammam. Di langit ini beliau berjumpa Nabi Isa bin Maryam dan Nabi Yahya bin Zakariya. seperti sebelumnya malaikat penjaga bertanya seperti pertanyaan di langit pertama. Akhirnya disambut kedatangan beliau SAW dan Jibril AS seperti sambutan sebelumnya. beliau berjumpa Nabi Idris AS. Ketika tiba di langit keempat. Nabi saw bersalam kepadanya. Beliau bersalam kepadanya dan dibalas dengan salam yang sama seperti salamnya Nabi Isa. keduanya hampir serupa baju dan gaya rambutnya. jika melihat ke arah kanannya. dan isi perut mereka ini dapat dilihat dari luar. ternyata mereka . ada lagi dengan umat di atas itu. Masing-masing duduk bersama umatnya. beliau tersenyum dan berseri-seri. Di kedua sisi Nabi Adam terdapat dua kelompok. Di sekitar Nabi Harun tampak umatnya sedang khusyu‟ mendengarkan petuahnya.Setelah memasukinya beliau bertemu Nabi Adam dengan bentuk dan postur sebagaimana pertama kali Allah menciptakannya. putih kemerah-merahan warna kulitnya. bahkan ada lagi seorang nabi yang tidak ada pengikutnya. tapi jika memandang kelompok di sebelah kirinya. lalu dikatakan kepada mereka: “makanlah daging ini sebagaimana kamu memakan daging saudaramu di dunia. Mereka adalah manusia yang suka memakan riba. dan tampak di hadapan beliau suatu kaum dengan perut membesar seperti rumah yang penuh dengan ular-ular. Kemudian beliau naik ke langit kedua. lebat dan panjang. daging mereka dipotong-potong lalu dipaksa agar memakannya. dan dijawab salam beliau disertai sambutan: “Selamat datang wahai saudaraku yang sholeh dan nabi yang sholeh”. ada seorang nabi dengan umat tidak lebih dari 10 orang. Nabi Adam menjawab salam beliau seraya berkata: “Selamat datang wahai anakku yang sholeh dan nabi yang sholeh”. separuh janggutnya hitam dan seperuhnya lagi putih (karena uban). Nabi berkomentar: “Sungguh dia telah diberikan separuh ketampanan”. bahwa kelompok disebelah kanan Nabi Adam adalah anak cucunya yang bakal menjadi penghuni surga sedang yang di kirinya adalah calon penghuni neraka. beliau berjumpa dengan Nabi Yusuf bin Ya‟kub.

tempat yang tidak seorang makhlukpun diizinkan berdiri disana. beritakanlah kepada mereka bahwa surga sungguh sangat indah tanahnya. di sana beliau berjumpa Nabi Ibrahim AS sedang duduk di atas kursi dari emas di sisi pintu surga sambil menyandarkan punggungnya pada Baitul Makmur. Setelah Rasulullah melewati Nabi Musa. tempat yang tidak seorangpun makhluk mampu mencapainya. sebuah pohon amat besar sehingga seorang penunggang kuda yang cepat tidak akan mampu untuk mengelilingi bayangan di bawahnya sekalipun memakan waktu 70 tahun. padahal dia (Rasulullah saw) lebih mulya di sisi Allah daripada aku”. pada saat inilah Jibril mundur dan membiarkan Rasulullah berjalan seorang diri. Setelah itu beliau memasuki surga dan melihat disana berbagai macam kenikmatan yang belum pernah dipandang mata. telaga khusus milik beliau saw. sungai susu yang putih bersih serta sungai madu yang jernih. dan selain mereka terdapat 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab “. Kemudian ditanya akan hal tersebut.adalah Nabi Musa dan kaumnya. putih kemerah-merahan kulit beliau. Nabi Ibrahim berpesan: “Perintahkanlah umatmu untuk banyak menanam tanaman surga. Setelah Rasulullah bersalam dan dijawab dengan salam dan doa serta sambutan yang baik. Setelah itu Nabi Musa berkata: “Manusia mengaku bahwa aku adalah paling mulyanya manusia di sisi Allah. tiba-tiba beliau tertegun dan kagum karena pandangan beliau tertuju pada sekelompok umat yang sangat banyak. Kemudian Rasulullah saw memasuki langit ketujuh. tawar airnya dan tanaman surgawi adalah Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar”. Kemudian beliau saw diangkat sampai akhirnya berada di hadapan telaga Al Kautsar. Dalam satu riwayat. Rasulullah bertanya: “Apakah tanaman surga itu?”. Dalam riwayat lain beliau berkata: “Sampaikan salamku kepada umatmu. lalu beliau diliputi oleh awan dengan beraneka warna. “Mintalah sesuka hatimu”. tapi umatnya lebih banyak masuk surga daripada umatku”. beliau melihatNya dengan mata beliau yang mulya. didengar telinga dan terlintas dalam hati setiap insan. Setelah berada di tempat yang ditentukan oleh Allah.” “Labbaik wahai Rabbku”. Allah berfirman: “Wahai Muhammad. Penuh dengan hiasan permata zamrud dan sebagainya sehingga tidak seorang pun mampu melukiskan keindahannya. Begitu pula ditampakkan kepada beliau neraka yang dijaga oleh malaikat Malik. sabda beliau. sungguh tanah surga sangat baik dan sangat luas”. Nabi Ibrahim menjawab: “(Dzikir) Laa haula wa laa quwwata illa billahil „aliyyil „adziim“. seorang nabi dengan postur tubuh tinggi. setelah beliau melihat surga dan neraka. . rasa dan warnanya. Saat itu langsung beliau bersujud di hadapan Allah SWT. malaikat yang tidak pernah tersenyum sedikitpun dan tampak kemurkaan di wajahnya. lalu ada suara: “Itulah umatmu. karena Jibril tahu hanya beliaulah yang mampu untuk melakukan hal ini. maka untuk kedua kalinya beliau diangkat ke Sidratul Muntaha. Dari bawahnya memancar sungai air yang tidak berubah bau. Pada tahapan langit keenam inilah beliau berjumpa dengan Nabi Musa AS. firman Nya. berjumpa dengan Allah SWT. Beliau menjawab: “Aku menangis karena seorang pemuda yang diutus jauh setelah aku. Kemudian beliau diperintah agar mengangkat kepala beliau yang mulya. beliau menangis. Kemudian Rasulullah diangkat sampai ke Sidratul Muntaha. di sekitarnya berkumpul umatnya. Nabi saw bersalam kepadanya dan dijawab oleh beliau disertai dengan doa. menutupi seluruh ufuk dari segala sisi.

itu adalah kewajiban 5 sholat sehari semalam. maka beliau turun sampai akhirnya menaiki buraq kembali ke kota Makkah al Mukarromah. namun tetap dia berkata: “Kembalilah kepada Rabbmu agar minta keringanan”. Engkau mengajak bicara Musa. Engkau berikan Sulaiman kerajaan agung lalu ditundukkan kepadanya jin. Engkau ajarkan Isa at Taurat dan Injil dan Engkau jadikan dia dapat mengobati orang yang buta dan belang serta menghidupkan orang mati”. saat itu pertama umat yang membenarkan dan mempercayai beliau adalah Sayyiduna Abu Bakar. bahkan tidak sedikit diantara mereka yang tadinya beriman. Maka aku kembali kepada Allah agar diringankan untuk umatku. bahwa rasulullah bersabda: ” … kemudian Allah mewajibkan kepadaku (dan umat) 50 sholat sehari semalam. Shollallahu „alaihi wa aalihi wa sallam. Kemudian Allah berfirman: “Sungguh Aku telah menjadikanmu sebagai kekasihKu”. Maka aku kembali lagi kepada Allah. sedang saat itu masih belum tiba fajar. Maka aku katakan kepadanya: “Aku telah berkali-kali kembali kepadaNya sampai aku malu kepadaNYa”. Musa berkata: “kembalilah kepada Rabbmu dan mintalah keringanan sebab umatmu tidak akan mampu untuk melakukannya”. lalu diringankan 5 sholat (jadi 45 sholat). lalu dia bertanya: “Apa yang telah Allah wajibkan kepada umat anda?” Aku menjawab: “50 sholat”. tapi Musa berkata: “Sungguh umatmu tidak akan mampu melakukannya. setiap satu sholat seperti dilipatgandakan menjadi 10. Engkau berikan Dawud kerajaan dan kekuasaan yang besar. sebab beliau tidak mungkin berbohong apalagi berkhianat dalam Risalah dan Dakwah beliau. Setelah beliau menerima perintah ini. Pagi harinya beliau memberitahukan mukjizat yang agung ini kepada umatnya. Sungguh keimanan itu intinya adalah membenarkan dan percaya serta pasrah terhadap semua yang dibawa dan diberitakan Nabi Muhammad SAW. keduanya karya Al Imam Al Muhaddits As Sayyid Muhammad bin Alawy al Maliky al Hasany RA. lalu aku turun kembali kepada Musa. maka mintalah sekali lagi keringanan kepada Allah”. . Inilah ringkasan dari perjalanan Isra dan Mi‟raj Nabi Muhammad SAW yang kami nukil dengan ringkas dari kitab Al Anwaarul Bahiyyah dan Dzikrayaat wa Munaasabaat. maka jadilah 50 sholat”. maka sebagian besar diantara mereka mendustakan bahkan mengatakan nabi telah gila dan tukang sihir. Maka aku beritahukan hal ini kepada Musa. Dalam Shohih Imam Muslim diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik. Beliaulah Nabi yang mendapat gelar Al Amiin (dipercaya). maka pantaslah beliau bergelar As Shiddiq. Engkau telah menjadikan Ibrahim sebagai Khalil (kawan dekat). kembali murtad keluar dari syariat.Nabi bersabda: “Ya Allah. lalu aku turun kepada Musa (di langit ke enam). manusia dan syaitan serta angin. Ash Shoodiq (selalu jujur) dan Al Mashduuq (yang dibenarkan segala ucapannya). dan demikianlah terus aku kembali kepada Musa dan kepada Allah sampai akhirnya Allah berfirman: “Wahai Muhammad.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful