P. 1
Kisah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Kisah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

4.0

|Views: 52|Likes:
Published by Muhamad Rivai

More info:

Published by: Muhamad Rivai on Aug 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2015

pdf

text

original

KISAH ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW

Pada suatu malam Nabi Muhammad SAW berada di Hijir Ismail dekat Ka‟bah al Musyarrofah, saat itu beliau berbaring diantara paman beliau, Sayyiduna Hamzah dan sepupu beliau, Sayyiduna Jakfar bin Abi Thalib, tiba-tiba Malaikat Jibril, Mikail dan Israfil menghampiri beliau lalu membawa beliau ke arah sumur zamzam, setibanya di sana kemudian mereka merebahkan tubuh Rasulullah untuk dibelah dada beliau oleh Jibril AS. Dalam riwayat lain disebutkan suatu malam terbuka atap rumah Beliau saw, kemudian turun Jibril AS, lalu Jibril membelah dada beliau yang mulya sampai di bawah perut beliau, lalu Jibril berkata kepada Mikail: “Datangkan kepadaku nampan dengan air zam-zam agar aku bersihkan hatinya dan aku lapangkan dadanya”. Dan perlu diketahui bahwa penyucian ini bukan berarti hati Nabi kotor, tidak, justru Nabi sudah diciptakan oleh Allah dengan hati yang paling suci dan mulya, hal ini tidak lain untuk menambah kebersihan diatas kebersihan, kesucian diatas kesucian, dan untuk lebih memantapkan dan menguatkan hati beliau, karena akan melakukan suatu perjalanan maha dahsyat dan penuh hikmah serta sebagai kesiapan untuk berjumpa dengan Allah SWT. Kemudian Jibril AS mengeluarkan hati beliau yang mulya lalu menyucinya tiga kali, kemudian didatangkan satu nampan emas dipenuhi hikmah dan keimanan, kemudian dituangkan ke dalam hati beliau, maka penuhlah hati itu dengan kesabaran, keyakinan, ilmu dan kepasrahan penuh kepada Allah, lalu ditutup kembali oleh Jibril AS. Setelah itu disiapkan untuk Baginda Rasulullah binatang Buroq lengkap dengan pelana dan kendalinya, binatang ini berwarna putih, lebih besar dari himar lebih rendah dari baghal, dia letakkan telapak kakinya sejauh pandangan matanya, panjang kedua telinganya, jika turun dia mengangkat kedua kaki depannya, diciptakan dengan dua sayap pada sisi pahanya untuk membantu kecepatannya. Saat hendak menaikinya, Nabi Muhammad merasa kesulitan, maka meletakkan tangannya pada wajah buroq sembari berkata: “Wahai buroq, tidakkah kamu merasa malu, demi Allah tidak ada Makhluk Allah yang menaikimu yang lebih mulya daripada dia (Rasulullah)”, mendengar ini buroq merasa malu sehingga sekujur tubuhnya berkeringat, setelah tenang, naiklah Rasulullah keatas punggungnya, dan sebelum beliau banyak Anbiya‟ yang menaiki buroq ini. Dalam perjalanan, Jibril menemani disebelah kanan beliau, sedangkan Mikail di sebelah kiri, menurut riwayat Ibnu Sa‟ad, Jibril memegang sanggurdi pelana buroq, sedang Mikail memegang tali kendali. (Mereka terus melaju, mengarungi alam Allah SWT yang penuh keajaiban dan hikmah dengan Inayah dan RahmatNya), di tengah perjalanan mereka berhenti di suatu tempat yang dipenuhi pohon kurma, lantas malaikat Jibril berkata: “Turunlah disini dan sholatlah”, setelah Beliau sholat, Jibril berkata: “Tahukah anda di mana Anda sholat?”, “Tidak”, jawab beliau, Jibril berkata: “Anda telah sholat di Thoybah (Nama lain dari Madinah) dan kesana anda akan berhijrah”. Kemudian buroq berangkat kembali melanjutkan perjalanan, secepat kilat dia melangkahkan kakinya sejauh pandangan matanya, tiba-tiba Jibril berseru: “berhentilah dan turunlah anda serta sholatlah di tempat ini!”, setelah sholat dan kembali ke atas buroq, Jibril memberitahukan bahwa beliau sholat di Madyan, di sisi pohon dimana dahulu Musa bernaung dibawahnya dan beristirahat saat dikejar-kejar tentara Firaun. Dalam perjalanan selanjutnya Nabi Muhammad turun di Thur Sina‟, sebuah lembah di Syam, tempat dimana Nabi Musa berbicara dengan Allah SWT, beliau pun sholat di tempat itu. Kemudian beliau sampai di suatu daerah yang tampak kepada beliau istana-istana Syam, beliau turun dan sholat disana. Kemudian Jibril memberitahukan kepada beliau dengan berkata: “Anda telah sholat di Bait Lahm (Betlehem, Baitul Maqdis), tempat dilahirkan Nabi Isa bin Maryam”.

tapi keimanan masih menetap di hati Masyithoh dan suaminya. sementara di sisi lain ada daging yang mentah lagi busuk. dia berkata: “Apakah kamu memiliki Tuhan selain aku?”. sungguh engkau berada pada jalan yang benar”. “Ini adalah wanginya Masyithoh. dia memerintahkan agar mereka semua dilemparkan ke dalamnya. Ketika beliau melanjutkan perjalanan. satu persatu mereka syahid. Jibril menjawab:” mereka adalah para Mujahid fi sabilillah. tapi dia justru berzina (berselingkuh) dengan wanita yang jelek (hina). orang yang mati syahid di jalan Allah. dia berkata: “Wahai Muhammad lihatlah kepadaku”. di hadapan mereka ada daging yang baik yang sudah masak. spontan dia mengatakan: “Bismillah. Jibril menjawab: “Mereka adalah manusia yang sudah mempunyai isteri yang halal untuknya. Begitu pula beliau mendapat seruan serupa dari sebelah kirinya. namun Nabi tidak menjawabnya. Kemudian Jibril menjelaskan bahwa itu adalah panggilan Yahudi. Setelah dihadapkan kepada Raja yang Lalim itu. Jibril berkata: “Wahai Nabi itu adalah dunia. dan anak-anaknya”. Kemudian beliau juga bertemu sekelompok kaum. tapi ternyata mereka lebih memilih untk menyantap daging yang mentah lagi busuk. Maka Firaun memerintahkan agar disediakan kuali raksasa dari tembaga yang diisi minyak dan air kemudian dipanasi. Masyitoh adalah tukang sisir anak perempuan Firaun. mendengar ini anak Firaun bertanya: “Apakah kamu memiliki Tuhan selain ayahku?”. seandainya anda menjawab panggilannya maka umatmu akan lebih memilih dunia daripada akhirat”. Kemudian tiba-tiba muncul di hadapan beliau seorang wanita dengan segala perhiasan di tangannya dan seluruh tubuhnya. setiap Nabi menoleh beliau melihat Ifrit itu. kebaikan mereka dilipatgandakan sampai 700 kali. wanita yang menyisir anak Firaun. kemudian Firaun mengutus seseorang untuk menarik kembali dia dan suaminya yang tetap beriman kepada Allah agar murtad. Kemudian di tengah perjalanan.Setelah melanjutkan perjalanan. Jibril menjelaskan bahwa mereka adalah manusia yang merasa berat untuk melaksanakan kewajiban sholat. kepala yang remuk itu kembali lagi seperti semula dan begitu seterusnya. jika anda baca maka akan memadamkan apinya dan terbalik kepada wajahnya lalu dia binasa?” Kemudian Jibril AS memberitahukan doa tersebut kepada Rasulullah. dan kami harap jika kami terbunuh kuburkan kami dalam satu tempat”. beliau juga bertemu dengan sekelompok kaum yang menghantamkan batu besar ke kepala mereka sendiri sampai hancur. siapakah mereka itu?”. dan begitupula mereka adalah para wanita yang mempunyai suami yang halal baginya tapi justru dia mengajak laki-laki lain untuk berzina dengannya”. Kemudian Jibril berkata: “Tidakkah aku ajarkan kepada anda beberapa kalimat. Kemudian beberapa saat kemudian beliau mencium bau wangi semerbak. . Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan sampai akhirnya bertemu dengan suatu kaum yang menanam benih pada hari itu dan langsung tumbuh besar dan dipanen hari itu juga. Walhamdulillah. ketika dia melakukan pekerjaannya tiba-tiba sisirnya terjatuh. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah”. lompatlah. kemudian dilemparlah dia dan anaknya. tapi Rasulullah tidak memperdulikannya. Masyithoh menjawab: “Ya. kemudian anak itu berkata: “Wahai ibuku. Kemudian dia mengancam akan memberitahukan hal ini kepada Firaun. melihat keanehan ini Beliau SAW bertanya: “Wahai Jibril. silahkan. beliau bertanya: “Wahai Jibril bau wangi apakah ini?”. tapi Rasulullah tidak menoleh kepadanya. setiap kali dipanen kembali seperti awalnya dan begitu seterusnya. tiba-tiba beliau melihat Ifrit dari bangsa Jin yang mengejar beliau dengan semburan api. jawab Jibril AS. sekarang tinggal Masyithoh dan anaknya yang masih menyusu berada dalam dekapannya. setiap kali hancur. setelah betul-betul mendidih. jika tidak maka mereka berdua dan kedua anaknya akan disiksa. jangan takut. seandainya beliau menjawab panggilan itu maka umat beliau akan menjadi Yahudi. justru dia berkata: “Jika kamu hendak membinasakan kami. aku meminta kepadamu agar kamu melihat aku”. celakalah Firaun”. ketika Rasulullah menanyakan perihal ini. tiba-tiba seseorang memanggil beliau dari arah kanan: “Wahai Muhammad. Mengetahui keteguhan iman Masyithoh. Masyithoh menjawab: “Ya”. yang tidak lain adalah panggilan nashrani.

dia memimpin 70 ribu tentara dari malaikat. Setelah melakukan Isra‟ dari Makkah al Mukarromah sampai ke Masjid al Aqsha. kemudian Jibril AS memegang tangan Rasulullah SAW lalu menyuruh beliau untuk maju. yakni tempat dimana biasanya Para Nabi mengikat buraq di sana. yang masing-masing malaikat ini membawahi 70 ribu malaikat pula. di mana Allah SWT memanggil Nabi-Nya secara langsung untuk memberikan dan menentukan perintah ibadah yang sangat mulya ini. Baitul Maqdis. Kemudian dikumandangkan adzan dan iqamah. kemudian mereka semua sholat dua rakaat dengan Rasulullah sebagai imam.Demikianlah perjalanan ditempuh oleh beliau SAW dengan ditemani Jibril dan Mikail. Cukup kiranya hal ini sebagai kemulyaan ibadah sholat. Setelah itu sekejab mata tiba-tiba masjid sudah penuh dengan sekelompok manusia. lalu Jibril membawa dua wadah berisi khamar dan susu. Jibril meminta izin agar pintu langit pertama dibuka. malaikat ini tidak pernah naik ke langit atasnya dan tidak pernah pula turun ke bumi kecuali disaat meninggalnya Rasulullah SAW. maka malaikat yang menjaga bertanya: “Siapakah ini?” Jibril menjawab: “Aku Jibril. yang intinya adalah beliau dan umat ini mendapat perintah sholat lima waktu. Sebab ibadah lainnya diperintah hanya dengan turunnya wahyu kepada beliau. ternyata disana berdiri malaikat yang bernama Ismail. masing-masing sholat dua rakaat. semoga keselamatan menyertai anda wahai saudara dan pemimpin. jika anda memilih khamar niscaya umat anda akan menyimpang dan sedikit yang mengikuti syariat anda”. lantas mereka berdiri bershof-shof menunggu siapakah yang akan mengimami mereka. Allah memanggil Hamba yang paling dicintainya yakni Nabi Muhammad SAW ke hadirat Nya untuk menerima perintah ini.” Malaikat bertanya lagi: “Apakah beliau telah diutus (diperintah)?” Jibril menjawab: “Benar”. kemudian beliau disertai malaikat Jibril AS siap untuk melakukan Mi‟raj yakni naik menembus berlapisnya langit ciptaan Allah yang Maha Perkasa sampai akhirnya beliau SAW berjumpa dengan Allah dan berbicara dengan Nya. Setelah itu Rasulullah SAW merasa haus. Maka dibukalah pintu langit dunia ini”. . begitu banyak keajaiban dan hikmah yang beliau temui dalam perjalanan itu sampai akhirnya beliau berhenti di Baitul Maqdis (Masjid al Aqsho). Beliaulah Imam (Pemimpin) para Anbiya‟ dan Mursalin. Setelah mengetahui kedatangan Rasulullah malaikat yang bermukim disana menyambut dan memuji beliau dengan berkata: “Selamat datang. Jibril berkata: “Sungguh anda telah memilih kefitrahan yaitu al Islam. Sungguh merupakan nikmat dan anugerah yang luar biasa bagi umat ini. namun tidak dengan ibadah sholat. maka tiba saatnya beliau melakukan mi‟raj yakni naik bersama Jibril menembus langit satu persatu sampai akhirnya berjumpa dengan Khaliqnya. Ketika beliau dan Jibril sampai di depan pintu langit dunia (langit pertama). Rasulullah memilih wadah berisi susu lantas meminumnya. Kemudian beliau masuk ke dalam masjid bersama Jibril AS. ternyata mereka adalah para Nabi yang diutus oleh Allah SWT. Beliau turun dari Buraq lalu mengikatnya pada salah satu sisi pintu masjid. Kemudian setelah beliau menyempurnakan segalanya. andalah sebaik-baik saudara dan pemimpin serta paling utamanya makhluk yang datang”.” Malaikat itu bertanya lagi: “Siapakah yang bersamamu?” Jibril menjawab: “Muhammad saw.

Nabi menyerupakannya dengan sahabat beliau „Urwah bin Mas‟ud ats Tsaqafi. Kemudian beliau berjalan sejenak. Di kedua sisi Nabi Adam terdapat dua kelompok. Nabi saw menyifati Nabi Isa bahwa dia berpostur sedang. Dalam riwayat lain. Di langit ini beliau berjumpa Nabi Isa bin Maryam dan Nabi Yahya bin Zakariya. tapi jika memandang kelompok di sebelah kirinya. yakni menggunjing atau berghibah”. Kemudian Jibril AS menjelaskan kepada Rasulullah.Disana beliau juga menemui suatu kaum. lebat dan panjang. karena kebersihan tubuhnya. Kemudian tiba saatnya beliau melanjutkan ke langit ketiga. tapi mereka lebih memilih untuk menyantap bangkai disekitarnya. ada seorang nabi dengan umat tidak lebih dari 10 orang. Masing-masing duduk bersama umatnya. dan tampak di hadapan beliau suatu kaum dengan perut membesar seperti rumah yang penuh dengan ular-ular. Nabi berkomentar: “Sungguh dia telah diberikan separuh ketampanan”. beliau menangis dan bersedih. ada lagi dengan umat di atas itu. beliau berjumpa dengan Nabi Yusuf bin Ya‟kub. tiba-tiba pandangan beliau tertuju pada kelompok manusia yang dihidangkan daging panggang dan lezat di hadapannya. bahkan ada lagi seorang nabi yang tidak ada pengikutnya. meninggalkan yang halal untuk mereka dan mendatangi yang haram. Di sekitar Nabi Harun tampak umatnya sedang khusyu‟ mendengarkan petuahnya. daging mereka dipotong-potong lalu dipaksa agar memakannya. Di langit kelima. lalu dikatakan kepada mereka: “makanlah daging ini sebagaimana kamu memakan daging saudaramu di dunia. Setelah sampai di langit keenam. Kemudian Rasulullah melanjutkan perjalanannya di langit pertama ini. beliau berjumpa Nabi Idris AS. dan dijawab salam beliau disertai sambutan: “Selamat datang wahai saudaraku yang sholeh dan nabi yang sholeh”. Kembali beliau mendapat jawaban salam dan doa yang sama seperti Nabi-Nabi sebelumnya. separuh janggutnya hitam dan seperuhnya lagi putih (karena uban). beliau bersabda: “Dialah paling indahnya manusia yang diciptakan Allah. beliau berjumpa beberapa nabi dengan umat mereka masingmasing. Ketika tiba di langit keempat. sehingga mereka sendiri tidak mampu membawa perutnya yang besar itu. putih kemerah-merahan warna kulitnya. keduanya hampir serupa baju dan gaya rambutnya. Nabi bersalam kepada keduanya. ternyata mereka . Akhirnya disambut kedatangan beliau SAW dan Jibril AS seperti sambutan sebelumnya. Nabi saw bersalam kepadanya. beliau tersenyum dan berseri-seri. dia telah mengungguli ketampanan manusia lain ibarat cahaya bulan purnama mengalahkan cahaya seluruh bintang”. Mereka adalah manusia yang suka memakan riba. jika melihat ke arah kanannya. Kemudian beliau melewati sekelompok umat yang sangat banyak menutupi ufuk. bahwa kelompok disebelah kanan Nabi Adam adalah anak cucunya yang bakal menjadi penghuni surga sedang yang di kirinya adalah calon penghuni neraka. Ternyata mereka adalah manusia yang suka berzina.Setelah memasukinya beliau bertemu Nabi Adam dengan bentuk dan postur sebagaimana pertama kali Allah menciptakannya. seperti sebelumnya malaikat penjaga bertanya seperti pertanyaan di langit pertama. beliau berjumpa Nabi Harun bin „Imran AS. Nabi Adam menjawab salam beliau seraya berkata: “Selamat datang wahai anakku yang sholeh dan nabi yang sholeh”. rambutnya lepas terurai seakan-akan baru keluar dari hammam. setelah disambut baik oleh para malaikat. dan isi perut mereka ini dapat dilihat dari luar. Beliau bersalam kepadanya dan dibalas dengan salam yang sama seperti salamnya Nabi Isa. Kemudian beliau naik ke langit kedua.

karena Jibril tahu hanya beliaulah yang mampu untuk melakukan hal ini. tempat yang tidak seorang makhlukpun diizinkan berdiri disana. tawar airnya dan tanaman surgawi adalah Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar”. Rasulullah bertanya: “Apakah tanaman surga itu?”. tempat yang tidak seorangpun makhluk mampu mencapainya. Dalam riwayat lain beliau berkata: “Sampaikan salamku kepada umatmu. telaga khusus milik beliau saw. Beliau menjawab: “Aku menangis karena seorang pemuda yang diutus jauh setelah aku. Setelah berada di tempat yang ditentukan oleh Allah. setelah beliau melihat surga dan neraka. Kemudian ditanya akan hal tersebut. Pada tahapan langit keenam inilah beliau berjumpa dengan Nabi Musa AS. beliau menangis. beliau melihatNya dengan mata beliau yang mulya. di sekitarnya berkumpul umatnya. “Mintalah sesuka hatimu”.adalah Nabi Musa dan kaumnya. Setelah itu beliau memasuki surga dan melihat disana berbagai macam kenikmatan yang belum pernah dipandang mata. beritakanlah kepada mereka bahwa surga sungguh sangat indah tanahnya. Setelah Rasulullah melewati Nabi Musa. Nabi saw bersalam kepadanya dan dijawab oleh beliau disertai dengan doa. Setelah Rasulullah bersalam dan dijawab dengan salam dan doa serta sambutan yang baik. maka untuk kedua kalinya beliau diangkat ke Sidratul Muntaha. dan selain mereka terdapat 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab “. firman Nya. didengar telinga dan terlintas dalam hati setiap insan. lalu ada suara: “Itulah umatmu. malaikat yang tidak pernah tersenyum sedikitpun dan tampak kemurkaan di wajahnya. putih kemerah-merahan kulit beliau. sungguh tanah surga sangat baik dan sangat luas”. rasa dan warnanya. berjumpa dengan Allah SWT. Penuh dengan hiasan permata zamrud dan sebagainya sehingga tidak seorang pun mampu melukiskan keindahannya. menutupi seluruh ufuk dari segala sisi. tapi umatnya lebih banyak masuk surga daripada umatku”. pada saat inilah Jibril mundur dan membiarkan Rasulullah berjalan seorang diri. sebuah pohon amat besar sehingga seorang penunggang kuda yang cepat tidak akan mampu untuk mengelilingi bayangan di bawahnya sekalipun memakan waktu 70 tahun. di sana beliau berjumpa Nabi Ibrahim AS sedang duduk di atas kursi dari emas di sisi pintu surga sambil menyandarkan punggungnya pada Baitul Makmur. Dari bawahnya memancar sungai air yang tidak berubah bau. Allah berfirman: “Wahai Muhammad. Begitu pula ditampakkan kepada beliau neraka yang dijaga oleh malaikat Malik. Nabi Ibrahim menjawab: “(Dzikir) Laa haula wa laa quwwata illa billahil „aliyyil „adziim“.” “Labbaik wahai Rabbku”. Kemudian beliau saw diangkat sampai akhirnya berada di hadapan telaga Al Kautsar. Kemudian Rasulullah saw memasuki langit ketujuh. Setelah itu Nabi Musa berkata: “Manusia mengaku bahwa aku adalah paling mulyanya manusia di sisi Allah. Nabi Ibrahim berpesan: “Perintahkanlah umatmu untuk banyak menanam tanaman surga. Saat itu langsung beliau bersujud di hadapan Allah SWT. padahal dia (Rasulullah saw) lebih mulya di sisi Allah daripada aku”. . sungai susu yang putih bersih serta sungai madu yang jernih. Kemudian beliau diperintah agar mengangkat kepala beliau yang mulya. seorang nabi dengan postur tubuh tinggi. sabda beliau. tiba-tiba beliau tertegun dan kagum karena pandangan beliau tertuju pada sekelompok umat yang sangat banyak. Kemudian Rasulullah diangkat sampai ke Sidratul Muntaha. lalu beliau diliputi oleh awan dengan beraneka warna. Dalam satu riwayat.

maka sebagian besar diantara mereka mendustakan bahkan mengatakan nabi telah gila dan tukang sihir. lalu diringankan 5 sholat (jadi 45 sholat). keduanya karya Al Imam Al Muhaddits As Sayyid Muhammad bin Alawy al Maliky al Hasany RA. Inilah ringkasan dari perjalanan Isra dan Mi‟raj Nabi Muhammad SAW yang kami nukil dengan ringkas dari kitab Al Anwaarul Bahiyyah dan Dzikrayaat wa Munaasabaat. maka beliau turun sampai akhirnya menaiki buraq kembali ke kota Makkah al Mukarromah. Maka aku kembali lagi kepada Allah. bahwa rasulullah bersabda: ” … kemudian Allah mewajibkan kepadaku (dan umat) 50 sholat sehari semalam. itu adalah kewajiban 5 sholat sehari semalam. maka mintalah sekali lagi keringanan kepada Allah”.Nabi bersabda: “Ya Allah. bahkan tidak sedikit diantara mereka yang tadinya beriman. . Kemudian Allah berfirman: “Sungguh Aku telah menjadikanmu sebagai kekasihKu”. sedang saat itu masih belum tiba fajar. Maka aku beritahukan hal ini kepada Musa. tapi Musa berkata: “Sungguh umatmu tidak akan mampu melakukannya. sebab beliau tidak mungkin berbohong apalagi berkhianat dalam Risalah dan Dakwah beliau. kembali murtad keluar dari syariat. Musa berkata: “kembalilah kepada Rabbmu dan mintalah keringanan sebab umatmu tidak akan mampu untuk melakukannya”. lalu dia bertanya: “Apa yang telah Allah wajibkan kepada umat anda?” Aku menjawab: “50 sholat”. lalu aku turun kembali kepada Musa. Dalam Shohih Imam Muslim diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik. saat itu pertama umat yang membenarkan dan mempercayai beliau adalah Sayyiduna Abu Bakar. Engkau telah menjadikan Ibrahim sebagai Khalil (kawan dekat). Sungguh keimanan itu intinya adalah membenarkan dan percaya serta pasrah terhadap semua yang dibawa dan diberitakan Nabi Muhammad SAW. dan demikianlah terus aku kembali kepada Musa dan kepada Allah sampai akhirnya Allah berfirman: “Wahai Muhammad. setiap satu sholat seperti dilipatgandakan menjadi 10. Engkau ajarkan Isa at Taurat dan Injil dan Engkau jadikan dia dapat mengobati orang yang buta dan belang serta menghidupkan orang mati”. Maka aku katakan kepadanya: “Aku telah berkali-kali kembali kepadaNya sampai aku malu kepadaNYa”. Maka aku kembali kepada Allah agar diringankan untuk umatku. Engkau mengajak bicara Musa. lalu aku turun kepada Musa (di langit ke enam). maka jadilah 50 sholat”. Pagi harinya beliau memberitahukan mukjizat yang agung ini kepada umatnya. Setelah beliau menerima perintah ini. Engkau berikan Sulaiman kerajaan agung lalu ditundukkan kepadanya jin. Beliaulah Nabi yang mendapat gelar Al Amiin (dipercaya). maka pantaslah beliau bergelar As Shiddiq. Shollallahu „alaihi wa aalihi wa sallam. manusia dan syaitan serta angin. Ash Shoodiq (selalu jujur) dan Al Mashduuq (yang dibenarkan segala ucapannya). namun tetap dia berkata: “Kembalilah kepada Rabbmu agar minta keringanan”. Engkau berikan Dawud kerajaan dan kekuasaan yang besar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->