P. 1
RKS TIANG PANCANG

RKS TIANG PANCANG

|Views: 280|Likes:
Published by Agus Ananta

More info:

Published by: Agus Ananta on Aug 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/06/2014

pdf

text

original

PEKERJAAN TIANG PANCANG

UMUM
1.1 Persyaratan Umum a. Kecuali ditentukan lain, semua pekerjaan pada spesifikasi ini seperti terlihat atau terperinci harus sesuai dengan persyaratan dari seluruh bagian dari kontrak dokumen b. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan setting out ( penentuan titik posisi tiang dilapangan sesuai dengan gambar rencana), mobilisasi dan demobilisasi alat, pengadaan dan pemancangan tiang pancang beton bertulang termasuk percobaan pengetesan pada tiang, penggalian setempat dan pemotongan kepala tiang. Panjang tiang yang dicantumkan pada gambar adalah sebagai petunjuk untuk kontraktor, tetapi kontraktor harus memutuskan panjang tiang yang sebenarnya yang diperlukan untuk mencapai persyaratan pemancangan. Laporan penyelidikan tanah dan percobaan pemancangan tiang pendahuluan akan diberikan pada Kontraktor Pekerjaan Pondasi. 1.2. Lingkup Pekerjaan a. Pekerjaan yang berhubungan : Kontraktor bertanggung jawab atas fasilitas-fasilitas yang berkepentingan untuk pekerjaan ini seperti jalan-jalan di proyek, tempat penumpukan tiang, galian pada setiap titik, perlindungan terhadap fasilitas-fasilitas yang telah ada seperti pipa air, kabel telepon, kabel listrik, pipa gas, saluran-saluran umum dan fasilitasfasilitas lainnya baik yang berada di lokasi proyek maupun di lokasi yang bersebelahan dengan proyek. b. Pekerjaan yang termasuk : c. Pekerjaan Pondasi Tiang Pancang ini harus terdiri dari hal-hal berikut : 1.Penyediaan tiang pondasi dari beton precast 2 Pengadaan perlengkapan termasuk tenaga kerja 3 Pemancangan tiang pondasi 4 Percobaan test pembebanan tiang ( PDA Test) 5 Penyerahan semua data seperti ditentukan dalam spesifikasi dan

Pekerjaan Tiang Pancang Hal 1 dari 11

ASTM D-3689.3. 6. ASTM A-82 : Standard Specification for Cold Drawn Steel Wire For Concrete Reinforcement. SK SNI 03-2847-2002 : Tata Cara Penghitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung 3. 5. ASTM A-416 : Standard Specification for Uncoated Seven Wire Stress Relieved Steel Strand For Prestressed Concrete. Pekerjaan Tiang Pancang Hal 2 dari 11 . SII 0192-83 : Mutu dan Cara Uji Elektroda Las Terbungkus Baja Karbon Rendah. 8. sedemikian sehingga mampu untuk mencapai kapasitas tiang seperti yang disyaratkan pada berbagai macam kondisi tanah yang akan dijumpai. c.seperti yang diminta oleh Direksi. 6 Pemotongan kelebihan panjang dari tiang 1. Jaminan Mutu a. Jaminan Pabrik : Produksi harus secara teratur dan terus menerus serta pengiriman bahanbahan harus dari jenis yang sesuai seperti disyaratkan. 4. Standar-standar Semua bahan-bahan dan pengerjaan harus sesuai dengan standar-standar berikut : 1. b. 7.81 : Standard Test Method for Piles (Reapproved 1987) Under Static Axial Compressive Load.90 : Standard Test Method For Individual Piles Under Static Axial Tensile Load. PBI 1971 : Peraturan Beton Indonesia 2. ASTM D-1143. Jaminan Pekerja : 1. Pekerjaan pemancangan tiang ini harus dikerjakan oleh tenaga kerja dan pengawas yang berpengalaman dalam pemancangan tiang dari jenis yang diusulkan. ASTM D-3966.90 : Standard Test Method For Piles Under Lateral Loads.

1.5. d. Kontraktor harus menyerahkan pernyataan tertulis kepada Direksi untuk menunjukkan bahwa pekerja yang akan terlibat dalam pekerjaan ini berpengalaman untuk pekerjaan demikian. a. 4. Kontraktor bertanggung jawab untuk memancang tiang dengan ukuran dan jumlah seperti disyaratkan pada posisi seperti dinyatakan pada gambar denah lokasi tiang. Setiap perintah perubahan harus mendapat persetujuan tertulis dari Direksi. 2. Data Pabrik : Data produk dari pabrik tentang tiang harus diserahkan oleh Kontraktor untuk disetujui oleh Direksi. Persyaratan lapangan 1. Kontraktor harus didukung oleh team supervisi yang dapat dipertanggungjawabkan yang dilengkapi dengan peralatan yang memadai dan sedikitnya dua orang memeriksa kelurusan dari setiap tiang selama pemancangan. Urutan pemancangan tiang dalam satu kelompok harus sesuai dengan petunjuk "pengawas yang ditunjuk". menjadi tanggung jawab Kontraktor dan harus dikeluarkan dari proyek. Panjang tiang yang sebenarnya boleh dimodifikasi. Penyerahan Sedikitnya 2 (dua) minggu sebelum pekerjaan dimulai.4. b. Kontraktor harus menyerahkan hal-hal berikut kepada Direksi.2. setelah pelaksanaan PDA test pada Tiang dan bilamana kondisi lapangan mensyaratkan perubahan demikian. seperti yang telah disetujui oleh Direksi. 3. Perubahan dan Penambahan a. 1. Pekerjaan Tiang Pancang Hal 3 dari 11 . Tiang-tiang yang rusak akibat kelalaian kontraktor atau ditolak. Tiang-tiang pondasi harus dipancang sampai mencapai lapisan tanah keras atau sesuai dengan petunjuk "pengawas yang ditunjuk".

penyimpanan dan pemancangan. Kondisi Kerja : a. Panjang keseluruhan tiang harus dicantumkan dengan cat atau bahan lain yang disetujui. Tiang pancang harus ditumpuk pada tumpukan yang sesuai sehingga tidak terjadi kerusakan pada beton atau pengotoran dari permukaan. b. Bahan-bahan tiang. Kontraktor harus mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk mencegah kerusakan dari tiang pancang pada waktu pengangkutan. jadwal kerja.b. Bahan-bahan tiang yang akan dipakai pada pekerjaan ini harus sesuai dengan persyaratan-persyaratan berikut : A. seperti ditunjukkan pada gambar-gambar Pekerjaan Tiang Pancang Hal 4 dari 11 .5 m. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan gambar kerja metoda konstruksi. Tumpukan harus ditempatkan pada posisi sesuai dengan petunjuk (gambar) atau telah disetujui oleh pengawas yang ditunjuk atau dalam posisi dimana kemungkinan terjadi tekanan dan deformasi sekecil mungkin. Dimensi/Ukuran-ukuran : Jenis tiang yang dipakai adalah tiang beton precast mini pile dengan ukuran struktur. MATERIAL 1. c.0 m. G a m b a r k e r j a . d. Penunjuk panjang harus diberikan pada interval setiap 1. Pemberian tanda pada tiang pancang dicantumkan dengan cat pada tiap interval/jarak 0. 1. 32 x 32 x 32. Tiang pancang harus dirawat dan disimpan sedemikian rupa sehinga tidak terjadi tegangan-tegangan yang melebihi rencana. dan daftar perlengkapan kepada Direksi untuk mendapat persetujuan.6.

1. Percobaan-percobaan ataupun biaya tambah lainnya sehubungan dengan pemakaian dari bahan-bahan tersebut diatas adalah sepenuhnya tanggung jawa Kontraktor.0 ton. Penggunaan bahan-bahan khusus : Konraktor harus menyediakan bahan khusus seperti bahan tambahan.5 mtr. pencegah karat dan semua bahan lain yang tidak disyaratkan disini. Peralatan Pemancangan. Electric TIG Weld. Daya dukung 1 tiang 37 ton Ketebalan plat joint 10 mm Bagian kepala diberi plat keliling lebar 5 cm tebal 1 mm Berat hammer 2. Overal Dimension : Height 10 mtr. jadwal pemancangan dan prosedur kerjanya termasuk mesin pancang dan peralatan yang akan digunakan dilapangan 3 Cara pemancangan yang dipakai harus tidak menyebabkan kerusakan pada bentuknya. jumlah penulangan 3D19 mm. 4 Kondisi lapangan harus diperiksa untuk meyakinkan apakah memungkinkan untuk penempatan peralatan pemancangan. C. Width 6 mtr dan Length 3. 2 Sebelum pekerjaan dimulai. Crane 2 ton. 5/8. ukuran beugel D 6 mm. Jenis peralatan pancang yang dipakai adalah Drop Hammer System dengan spesifikasi sebagai berikut : Hammer 2. pelaksanaan pemancangan dan percobaan beban. Bahan-bahan lain yang harus disediakan. yang harus sudah dicapai pada waktu pemancangan. Konraktor harus mengajukan data lengkap dari peralatan yang akan dipergunakan. 3. Pekerjaan Tiang Pancang Hal 5 dari 11 . Hamer (pemukul) harus dipilih yang sesuai untuk tipe tiang dan sifat dari kekuatan tiang pancang tersebut.0 ton .B.Mutu Baja tulangan utama (BJTD) U-39. Hammer Wire dia. % dan Crane Wire dia. Mutu beton minimum yang dipakai adalah K-500 Kg/cm2 . perlengkapan las. Engine 48 HP 4 Cylinder.

E. G. Semua kerusakan. Pemancangan tiang harus dilakukan dalam suatu operasi yang menerus dan tidak terganggu. B. C. setiap koordinat tiang harus mendapat persetujuan dari pengawas yang ditunjuk sebelum mulai pemancangan. F. Pengawas yang ditunjuk dapat meminta perubahan urutan pemancangan dari waktu ke waktu apabila diaggap perlu. jadwal dan tahapan/urutan harus mendapat persetujuan dari Engineer. Kontraktor harus mencegah pergeseran/pergerakan dari tiang yang sudah terpancang selama tiang-tiang selanjutnya dipancang ataupun karena fasilitas-fasilitas lainnya. Kontraktor harus memancang tiap tiang pancang tepat pada kordinat yang telah ditentukan pada dokumen pelaksanaan. Kontraktor harus berusaha agar semua perlengkapan siap pakai untuk menjamin pemancangan tiang tepat pada lokasinya selama pemancangan. Metoda pemancangan.PELAKSANAAN 1. Persetujuan demikian tidak membebaskan Kontraktor dari tanggung jawabnya untuk pemancangan tiang yang lancar dan bermutu tinggi. Seminggu sebelum dimulainya pekerjaan. D. Kontraktor harus mengajukan usulan mengenai urutan rencana pemancangan yang harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak akan saling mengganggu. H. Kontraktor tidak diijinkan mendongkrak. keterlambatan dan tambahan biaya yang disebabkan karena pemilihan metode harus ditanggung oleh Kontraktor. Persiapan A. perlengkapan. atau mencoba untuk memindahkan atau membentuk tiang-tiang yang terpancang diluar posisi sebenarnya Pekerjaan Tiang Pancang Hal 6 dari 11 .

Untuk memancang tiang harus dipakai suatu alat pukul dari jenis diesel (a diesel hammer type). 4. jumlah pukulan sangat tinggi ( lebih dari 2000 ) atau apabila tiang dicurigai retak atau patah. Pemeriksaan naiknya kembali suatu tiang akibat pemancangan tiang didekatnya ( heave check ) Pekerjaan Tiang Pancang Hal 7 dari 11 . Apabila pada waktu pemancangan suatu tiang. I. T ( Pile Integrated Test ) atau test sejenis yang disetujui oleh Direksi harus dilakukan. pada lokasi yang tepat. pada garis yang benar baik secara lateral maupun longitudinal seperti ditunjukkan dalam gambar. Toleransi yang diijinkan tidak boleh melebihi yang dipersyaratkan dan tiang-tiang harus diarahkan selama pemancangan dan bila perlu harus dibantu/ diganjal untuk dapat menjaga posisi yang benar. P. Dalam pemilihan "driving diesel hammer" haruslah dari berat yang memadai agar tidak merusak tiang. 1. Alat pukul (Hammer) dan penghentian pemancangan tiang. Apabila ada tiang yang berubah bentuk atau bengkok. "Hammer" harus mempunya persyaratan minimum : berat ram 2.baik pada waktu maupun setelah pemancangan. Tiang-tiang harus dipancang secara akurat. C. Tiang-t iang harus dipan cang sampai menc apai k edalama n yang ditunjukkan dalam gambar struktur atau dengan final set yang disetujui. Pemancangan Tiang A. 3. B. Test untuk mutu tiang. maka tidak boleh dipaksa untuk meluruskannya kembali kecuali dengan persetujuan tertulis dari pengawas yang ditunjuk. 2.

F. Pemancangan. Penilaian dari kapasitas daya dukung. set dan rebound dari setiap tiang harus mengikuti persetujuan Direksi. Pendataan Pemancangan Tiang Kontraktor harus mengambil data dari setiap tiang yang dipancang dan dilengkapi dengan paraf pengawas yang ditunjuk pada masing-masing data. 1. Periksa "heave" dengan mengukur panjang dan dengan mencatat elevasi pada masing-masing tiang segera setelah pemancangan selesai. Bila ujung ( tip ) tiang mengalami "heave" lebih dari 6 mm dari posisi asli. Nilai konstanta yang akan dipakai untuk memodifikasi rumus akan ditaksir oleh Direksi lapangan setelah tiang pertama selesai dipancang dan setelah grafik rebound/set diperoleh. 2. tiang tersebut harus dipukul kembali. Tiang-tiang yang rusak atau salah tempat. D. setiap hari. dan pada kelompok tiang yang dipilih seperti ditunjukkan pada gambar. Set harus ditentukan dilapangan. Set haruslah dibuktikan dengan dua percobaan. Pengukuran langsung dari set dan rebound harus memberikan kapasitas tiang yang ekivalen dengan beban kerja yang disyaratkan. Data pemancangan setiap tiang harus diserahkan kepada pengawas yang ditunjuk dan tembusan ( copy )-nya harus disimpan oleh Kontraktor. E. Tiang-tiang harus dipancang sampai mencapai final set yang diijinkan oleh pengawas yang ditunjuk.Lakukan suatu heave check pada pemancangan kelompok tiang yang pertama. Apabila suatu tiang rusak pada waktu pemancangan. Nama Proyek Pekerjaan Tiang Pancang Hal 8 dari 11 . Kontraktor diwajibkan untuk mengadakan penambahan tiang pada posisi yang ditentukan oleh Direksi lapangan sedemikian sehingga akhirnya dihasilkan daya dukung yang disyaratkan. 3. Periksa ulang elvasi-elevasi dan panjang setelah semua tiang pada suatu kelompok selesai dipancang. percobaan atau oleh sebab lain atau salah letak atau gagal karena kelalaian kontraktor. Data laporan harus meliputi hal-hal berikut : 1.

Kepala tiang 1. Setelah pemancangan selesai. sebagai pengikat ke poor ( pile cap ). Tinggi jatuh yang sebenarnya ( actual ram stroke ) 14. rebound dan tinggi jatuh (ram height) pada pukulan terakhir (last ten blow ) 6. Jenis alat pukul ( Hammer type ) 10.5 meter 13. 2. jumlah dan jenisnya ( kalau ada sambungan ) 11. Record di atas harus menunjukkan satu seri pengukuran set selama seluruh proses pemancangan.Tanggal pemancangan 4. Kepala tiang setelah dipotong harus dibersihkan dengan sikat kawat. lurus dan baik. Level tanah 8. 3. Dalamnya pemancangan dari level tanah 7. Setelah pemancangan selesai dilaksanakan. Waktu / saat mulai dan waktu selesai pemancangan 12. Apabila pemancangan suatu tiang dimulai. Kontraktor harus segera melanjutkan dengan memeriksa level dan mencatat posisi-posisi tiang secara detail dan akurat serta membandingkannya dengan posisi yang dicantumkan pada gambar denah tiang.2.Cuaca 5. Kontraktor wajib untuk memotong kelebihan panjang tiang pancang sedemikian sehingga panjang stek tulangan setelah pemotongan kepala tiang minimum 40 diameter tulangan tiang pancang terbesar. G. Nomor tiang 3. Metoda pengukuran set dan rebound harus disetujui oleh Engineer. Semua informasi lain seperti yang disyaratkan Engineer. Kontraktor harus menyediakan surveyor di lapangan untuk pekerjaan tersebut. Sambungan yang dipakai. Pekerjaan Tiang Pancang Hal 9 dari 11 . Jumlah pukulan dan rata-rata set tiap 0. Stek tulangan tiang setelah permotongan kepala tiang ( panjang minimum 40 diameter ) harus dalam keadaan bersih. Set. maka harus dilakukan sampai selesai dan mencapai set yang disyaratkan ( kecuali waktu penyambungan ). panjang tiang 9. 15.

A. Pelaksanaan pengujian tiang pondasi dilakukan setelah tiang yang dipilih telah dipancang selama 14 hari untuk memberikan kesempatan tanah mencapai pemulihan dari kondisi pemancangan. Hal-hal berikut harus termasuk juga di dalam laporan : 1. Batas pemotongan kepala tiang harus tepat sesuai dengan petunjuk/ gambar. sebuah laporan yang tepat harus segera dibuat dan diserahkan dalam rangkap 3 (tiga ) kepada pengawas yang ditunjuk. tanggal waktu mengerjakan dan lain-lainnya ) 2. PENGUJIAN PONDASI TIANG PANCANG ( PDA TEST ). Denah ( lay out ) tiang dan toleransinya. Sambungan tiang dan pengelasan : 1. b. Pada waktu selesainya pekerjaan pondasi tiang. kedalaman pemancangan d. 2. Laporan test Tiang Pancang ( PDA Test ). Daya dukung akhir yang diijinkan 4. Kontraktor wajib menyediakan semua pekerja dam material/peralatan Pekerjaan Tiang Pancang Hal 10 dari 11 . Nilai pemancangan akhir e. Detail pengelasan dan mutu dari bahan pengelasan c. Nilai rebound f. Prosedur pengelasan Laporan dan pemeriksaan pekerjaan pondasi tiang. Kontraktor atau pabrik pembuat tiang pancang harus menyerahkan system sambungan tiang untuk disetujui Direksi sebelum pemasangan di lapangan. Jumlah pukulan c. 3. Umum: 1. Ringkasan pekerjaan ( sketsa. Laporan harian pekerjaan untuk pemancangan : a. Detail dari sambungan harus terdiri dari : a. Sistem sambungan yang akan dipakai. metoda. 5.Pekerjaan tiang disekitar lokasi pengujian harus dihentikan selama proses pengujian. Laporan tentang pukulan ( blows ) 3. 2. I. H.4. Waktu yang disyaratkan untuk pemancangan b.

1 kali beban uji. 3.metoda dan prosedur yang sama. 2. Pondasi tiang yang akan diuji harus mempunyai bahan dan ukuran yang sama dengan pondasi-pondasi tiang yang digunakan sebagai pondasi tiang di proyek tersebut dan harus dipancang dengan alat pancang. Kontraktor wajib menyediakan dan menempatkan tenaga kerja yang ahli untuk mengoperasikan. B. atau sesuai petunjuk Pengawas/Perencana. Peralatan dan Perangkat Pembebanan Pembebanan tiang dilakukan dengan menggunakan metoda PDA ( Pile Dynamic Analisys ) dengan beban jumlah beban equivalent dengan minimum 1.yang diperlukan untuk persiapan. Beban Uji Standar Terhadap Tiang Pancang. dan pengukuran hasil pengujian. D. Kegagalan pada tiang uji dianggap terjadi bila dalam proses pengujian dihasilkan nilai-nilai analisa dinamis tiang pancang yang mengindikasikan kemampuan daya dukung yang tidak sesuai dengan daya dukung rencana. Prosedur Pembebanan : Beban uji vertikal harus dilakukan sesuai dengan spesifikasi pembebanan dinamik yang dilakukan oleh Pelaksana PDA. pelaksanaan. 5. Selama proses dan operasional pengujian pondasi tiang pancang . 4. Standar Kegagalan Uji beban Tiang Pondasi : 1. Pengujian pondasi tiang harus dilakukan pada tiang-tiang pondasi yang dipilih oleh Perencana/ Pengawas. Uji beban tidak mungkin diselesaiakan karena ketidakstabilan sistem pembebanan . E.kerusakan pilecap. Beban aksial tekan penuh terhadap tiang uji harus minimal 2 ( dua) kali dari beban rencana ( = 2x 37 ton = 74 ton ) sesuai dengan ASTM D 1143-81. mengamati dan mencatat pengujian. C. alat ukur atau kesalahan lainnya yang Pekerjaan Tiang Pancang Hal 11 dari 11 .

dilakukan oleh kontraktor. melengkung dari posisi awal atau kondisi lainnya yang dianggap membahayakan. Ada bagian tiang yang ditemukan retak. hancur atau berubah bentuk dari bentuk asalnya atau arahnya. Pekerjaan Tiang Pancang Hal 12 dari 11 . 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->