GEOMETRI (Sistem Asiomatik

)

SISTEM AKSIOMATIK PENGERTIAN SISTEM AKSIOMATIK Sistem aksiomatik memuat himpunan yang terdiri dari istilah-istilah yang tidak didefinisikan atau primitif, dan memiliki arti yang bergantung pada interpretasi pembaca. Semua istilah selain istilah-istilah primitif didefinisikan berdasarkan istilah-primitif. Istilah-istilah itu disebut definisi. Sistem aksiomatik juga mengandung himpunan pernyataan yang tidak perlu dibuktikan. Pernyataan-pernyataan yang tidak perlu dibuktikan tersebut dirumuskan menggunakan istilah-istilah primitif dan definisidefinisi. Pernyataan-pernyataan tersebut disebut aksioma atau postulat. Konsekuensi logis dari aksioma-aksioma pada suatu sistem aksiomatik disebut sebagai teorema, yang keabsahannya tidak bergantung pada interpretasi terhadap istilah-istilah primitif. Berikut ini merupakan salah satu contoh dari sistem aksiomatik. Diberikan suatu sistem aksiomatik, dinamai dengan sistem aksiomatik FeFo, dengan istilah-istilah primitif : “Fe”, “Fo”, dan relasi “termasuk pada”. Aksioma-aksiomanya adalah : Aksioma 1. Terdapat tepat tiga Fe yang berbeda pada sistem aksioma ini. Aksioma 2. Dua Fe yang berbeda termasuk pada tepat satu Fo. Aksioma 3. Tidak semua Fe termasuk pada Fo yang sama. Aksioma 4. Setiap dua Fo yang berbeda memuat paling sedikit satu Fe yang termasuk pada keduanya. Dari aksioma-aksioma tersebut kita memiliki teorema-teorema di bawah ini. Teorema Fe-Fo 1. Dua Fo yang berbeda memuat tepat satu Fe. Bukti. Aksioma 4 mengatakan bahwa setiap dua Fo yang berbeda memuat paling sedikit satu Fe. Karenanya, untuk membuktikan Teorema Fe-Fo 1, kita cukup membuktikan bahwa tidak mungkin setiap dua Fo yang berbeda memuat lebih dari satu Fe. Kita akan menggunakan bukti kontradiksi. Andaikan setiap dua Fo yang berbeda memuat dua Fe. Namun pengandaian ini bertentangan atau kontradiksi dengan aksioma 2 yang menyatakan bahwa dua Fe yang berbeda termasuk pada tepat satu Fo. Pengandaian setiap dua Fo yang berbeda memuat lebih dari dua Fe juga akan menimbulkan pertentangan dengan aksioma 2. Dengan demikian, dua Fo yang berbeda haruslah memuat tepat satu Fe. Teorema Fe-Fo 2. Terdapat tepat tiga Fo. Bukti. Aksioma 2 menyatakan setiap pasang Fe yang berbeda termasuk pada tepat satu Fo. Aksioma 1 menyatakan terdapat tepat tiga Fe yang berbeda pada sistem. Berdasarkan Aksioma 1 dan 2 tersebut, maka terdapat paling sedikit tiga Fo. Untuk membuktikan Teorema Fe-Fo 2, kita cukup membuktikan tidak mungkin terdapat lebih dari tiga Fo. Kita akan menggunakan bukti kontradiksi. Andaikan terdapat empat Fo. Menurut

Terdapat tepat tiga titik yang berbeda pada sistem aksioma ini. Jadi haruslah setiap Fo memiliki tepat dua Fe yang termasuk padanya. Akibatnya. Padahal menurut Aksioma 1. Sekarang. Tidak semua titik terletak pada garis yang sama. Interpretasi yang demikian disebut sebagai model. Kontradiksi ini akan terjadi juga jika terdapat lebih dari tiga Fe yang termasuk pada satu Fo. misalkan Fe diinterpretasikan sebagai buku. Aksioma 2. dan termasuk pada diinterpretasikan sebagai terletak pada. Dua titik yang berbeda terletak pada tepat satu garis. sistem aksioma Fe-Fo dengan interpretasi demikian menjadi : Aksioma 1. Dua buku yang berbeda terletak pada tepat satu rak. andaikan terdapat lebih dari dua Fe yang termasuk pada tepat satu Fo. Dengan demikian terdapat tepat tiga Fo. Aksioma 2. dan “termasuk pada” bisa saja diinterpretasikan bermacam-macam. Setiap dua garis yang berbeda memuat paling sedikit satu titik yang terletak pada keduanya. Kontradiksi seperti itu akan terjadi pula jika kita mengandaikan terdapat lebih dari empat Fo. . Bukti. Kalau kita perhatikan. Akibatnya. Aksioma 3. Misalkan terdapat tiga Fe yang termasuk pada satu Fo. Selanjutnya. Terdapat tepat tiga buku yang berbeda pada sistem aksioma ini. Setiap Fo memiliki tepat dua Fe yang termasuk padanya. Fo yang keempat bersama dengan tiga Fo sebelumnya akan membentuk enam Fe. Fo diinterpretasikan sebagai garis.Teorema Fe-Fo 1. Karenanya sistem aksioma Fe-Fo menjadi : Aksioma 1. dan termasuk pada diinterpretasikan sebagai terletak pada. setiap Fo memiliki paling sedikit dua Fe yang terletak padanya. MODEL Istilah-istilah primitif “Fe”. Teorema Fe-Fo 3. “Fo”. Jadi haruslah tidak boleh lebih dari tiga Fo. Namun hal ini bertentangan dengan Aksioma 1 dan 3. aksioma-aksioma pada sistem aksioma Fe-Fo di atas (dengan meninterpretasikan Fe sebagai titik. Fo diinterpretasikan sebagai rak. misalkan Fe diinterpretasikan sebagai titik. Menurut Aksioma 2. dan termasuk pada sebagai terletak pada) merupakan pernyataan-pernyataan yang benar. terjadi kontradiksi. Aksioma 4. yang menyatakan bahwa terdapat tepat tiga Fe dan tidak semuanya berada pada Fo yang sama. Fo sebagai garis. Selanjutnya. hanya terdapat tepat tiga Fe yang berbeda.

adalah konsisten. Suatu sistem aksiomatik dikatakan konsisten jika dari aksioma-aksioma yang ada tidak mungkin menghasilkan teoremateorema yang kontradiksi dengan aksioma-aksioma yang ada dan dengan teorema-teorema yang telah dibuktikan sebelumnya. Jadi antara aksioma yang satu dengan aksioma yang lain saling bebas atau independen. Setiap dua rak yang berbeda memuat paling sedikit satu buku yang terletak pada keduanya. Fo sebagai rak.Aksioma 3. dan termasuk pada sebagai terletak pada) merupakan pernyataan yang salah. Sifat terakhir yang harus dimiliki oleh suatu sistem aksioma adalah lengkap. tidaklah mungkin manambahkan aksioma lain yang konsisten dan independen tanpa menambahkan istilah-istilah primitif. Aksioma 4 pada sistem aksioma Fe-Fo di atas (dengan meninterpretasikan Fe sebagai buku. Yang pertama. SIFAT SISTEM AKSIOMATIK Suatu sistem aksiomatik harus memiliki beberapa sifat. Geometri Empat Titik . GEOMETRI BERHINGGA Geometri berhingga maksudnya adalah geometri yang memiliki sejumlah kecil aksioma dan teorema serta sejumlah titik yang berhingga. Aksioma 4. Tidak semua buku terletak pada rak yang sama. Interpretasi seperti ini tidaklah dikatakan sebagai model. Maksudnya. Sifat kedua yang harus dimiliki oleh suatu sistem aksioma adalah setiap aksioma yang ada pada sistem tersebut bukanlah merupakan turunan (deduksi) dari aksioma-aksioma yang lain.

terdapat paling sedikit tiga buah garis yang terletak pada setiap titik. terdapat sepasang titik yang memiliki dua garis yang terletak pada keduanya. Akibatnya. kita memiliki beberapa teorema. Setiap dua titik yang berbeda memiliki tepat satu garis yang terletak pada keduanya. Teorema “Empat Titik” 1. Akibatnya.Istilah-istilah primitifnya : titik. Menurut Definisi 1. Hal ini bertentangan dengan Aksioma 2. Terdapat tepat empat titik. Aksiomaaksiomanya adalah : Aksioma 1. yang terletak pada dua garis yang memotong. Teorema “Empat Titik” 3. Aksioma 2. Menurut Aksioma 2 dan 3. Aksioma 4 menyatakan terdapat tepat empat titik. Jadi terdapat tepat satu titik yang terletak pada dua garis yang memotong. Itu berarti dua titik tersebut memiliki dua garis yang terletak pada keduanya. Definisi 2. Teorema “Empat Titik” 2. dan “terletak pada”. Dua garis yang tidak memotong disebut garis-garis yang paralel. garis. Setiap titik memiliki tepat tiga garis yang terletak padanya. Yang demikian akan berlaku pula jika terdapat lebih dari dua titik yang terletak pada dua garis yang memotong. terdapat tepat enam pasang titik. yang terletak pada setiap titik. Dari aksioma-aksioma dan definisi-definisi di atas. Bukti. Garis yang keempat harus terletak pada salah satu titik dari tiga titik yang lain. terdapat tepat enam garis. Bukti.. Aksioma 3. Pada Geometri empat titik. Definisi 1. . misalkan dua titik. Setiap garis terletak tepat pada dua titik. Bukti. jika dua garis yang berbeda memotong maka kedua garis tersebut memiliki paling sedikit satu titik yang terletak pada keduanya. Karenanya. Hal tersebut bertentangan dengan Aksioma 2. Andaikan terdapat lebih dari tiga garis. Geometri empat titik memiliki tepat enam garis. misalkan empat garis. Berdasarkan aksioma 2 dan 3. jika dua garis yang berbeda memotong maka kedua garis tersebut memiliki tepat satu titik yang terletak pada keduanya. Dua garis yang terletak pada titik yang sama dikatakan memotong dan disebut garis-garis yang memotong. Andaikan terdapat lebih dari satu titik. Jadi haruslah Setiap titik memiliki tepat tiga garis yang terletak padanya. Kontradiksi ini akan terjadi pula jika terdapat lebih dari empat garis yang terletak pada setiap titik. setiap titik yang berpasangan dengan tiga titik yang lain memiliki tepat satu garis yang terletak pada masing-masing pasangan titik.

Jika garis n terletak pada dua titik maka haruslah ada titik yang kelima. Berdasarkan Aksioma 1 sampai dengan Aksioma 3. Aksiomaaksiomanya adalah : Aksioma 1. terdapat paling sedikit satu titik yang terletak pada setiap dua garis yang berbeda. yang terletak pada setiap dua garis. dua diantara tiga garis itu pasti memotong garis l. gari. Garis n akan memotong garis m di titik bukan P. Aksioma 2. Dari aksioma-aksioma itu dapat diturunkan teorema-teorema berikut ini. Setiap garis memiliki tepat satu garis yang paralel dengannya. Andaikan terdapat lebih dari satu titik. Menurut Aksioma 5. misalkan titik P. dan terletak pada. Terdapat tepat tiga titik yang terletak pada setiap garis. Menurut Aksioma 2. Aksioma 5. Aksioma 3. Berdasarkan Teorema “Empat Titik” 3. Aksioma 4. Sedangkan Aksioma 1 menyatakan terdapat tepat empat titik. Kita akan menggunakan bukti kontradiksi. Akibatnya. Yang demikian bertentangan dengan Aksioma 4. Artinya jika kita mengambil garis l maka terdapat titik P yang tidak terletak pada garis tersebut. tidak terletak pada titik P. Tidak semua titik terletak pada garis yang sama. misalkan dua titik. Jadi haruslah terdapat tepat satu titik yang terletak pada dua garis yang berbeda. Bukti. Teorema Fano 1. Kontradiksi ini akan terjadi pula jika terdapat lebih dari dua garis yang paralel dengan l. terdapat tepat tiga titik yang terletak pada . Pertentangan ini akan berlaku pula jika kita mengandaikan terdapat lebih dari dua titik yang terletak pada satiap dua garis. Bukti. Jika garis n terletak pada satu titik maka akan bertentangan dengan Aksioma 3. Menurut Aksioma 4. Geometri Fano Istilah-istilah primitifnya : titik. Terdapat terdapat tepat tujuh titik dan tujuh garis. Menurut Aksioma 3. Itu artinya pada dua titik terdapat dua garis. Terdapat paling sedikit satu titik yang terletak pada setiap dua garis yang berbeda.Teorema “Empat Titik” 4. tiga di antaranya terletak pada garis l satu titik sisanya. terdapat tepat tiga garis yang terletak pada titik P. Terdapat paling sedikit satu garis. tidak terletak pada garis l. garis n ini tidak memuat titik-titik yang terletak pada l. misalkan m. terdapat paling sedikit empat titik. kita memiliki paling sedikit satu garis yang paralel dengan l. Teorema Fano 2. Jadi haruslah terdapat tepat satu garis yang paralel dengan l. rimitive paralel dengan l. Andaikan terdapat lebih dari satu garis. dan hal ini bertentangan dengan Aksioma 1. Dua garis yang berbeda memiliki tepat satu titik yang terletak pada keduanya. misalkan n. Terdapat tepat satu garis yang terletak pada setiap dua titik yang berbeda. yang paralel dengan l. titik P berpasangan dengan setiap titik pada garis l membentuk tiga garis. misalkan dua garis. garis kedua yang paralel dengan l ini. dan menurut Aksioma 2. Menurut Teorema “Empat Titik” 3. setiap garis terletak tepat pada dua titik. Bukti.

terletak pada titik P sebuah garis yang tidak memuat setiap titik pada garis l. terdapat paling sedikit tujuh titik. Terdapat tepat enam titik. Dengan demikian. Dari aksioma-aksioma pada Geometri Young dapat diturunkan teoremateorema berikut ini. Teorema Young 1. masing-masing. Artinya. Bukti ditinggalkan sebagai latihan bagi pembaca. Bukti bahwa terdapat tepat tujuh garis pada geometri Fano ditinggalkan sebagai latihan bagi pembaca. Jadi haruslah terdapat tepat tujuh titik pada Geometri Fano. Itu berarti tidak terdapat dua garis yang paralel pada Geometri Fano. Titik potongnya jelas tidak mungkin titik P dan titik Q. Geometri Young Semua istilah rimitive dan aksioma pada Geometri Young sama seperti pada Geometri Fano. membentuk sebuah garis. Bukti ditinggalkan sebagai latihan bagi pembaca. Pertentangan ini akan terjadi pula jika kita mengandaikan lebih dari delapan titik pada Geometri Fano. terdapat tepat satu garis. menurut Aksioma 5. Bukti. jika kita mendefinisikan dua garis yang paralel seperti mendefinisikan dua garis paralel pada Geometri Empat Titik. karena akan bertentangan dengan Aksioma 2. . Menurut Aksioma 2. Terdapat tepat 12 garis. Selanjutnya. Bukti. Tetapi itu tidak mungkin. misalkan garis m. Setiap titik terletak pada paling sedikit empat garis. Teorema Young 2. kecuali Aksioma 5-nya yang berbeda. Bukti. Perhatikan kembali Aksioma 5 yang menyatakan bahwa Terdapat paling sedikit satu titik yang terletak pada setiap dua garis yang berbeda. Misalkan titik yang kedelapan itu adalah titik Q. terdapat paling sedikit satu titik yang terletak pada garis m dan l. Menurut Aksioma 4. Teorema Young 3. Menurut Aksioma 4. Aksioma 5 pada Geometri Young menyatakan untuk setiap garis l dan setiap titik P yang tidak terletak pada garis l. Karena setiap titik pada garis l sudah berpasangan dengan titik P untuk. misalkan delapan titik. titik potongnya harus berada pada garis l. Menurut Aksioma 4.setiap garis yang terletak pada pasangan titik P dengan tiga titik pada garis l. yang terletak pada titik P dan titik Q. Jadi pada titik P terdapat paling sedikit empat garis. Misalkan l adalah sembarang garis dan P adalah sembarang titik yang tidak terletak pada l. terdapat tepat tiga buah garis yang masing-masing terletak pada setiap pasangan titik P dengan setiap titik pada l. terdapat tepat satu garis pada P yang tidak memuat setiap titik pada l. Andaikan terdapat lebih dari tujuh titik. maka harus ada titik keempat pada garis l sebagai titik potong antara garis m dan l. terdapat tepat tiga titik pada garis l.