P. 1
KMK No. 1069 Ttg Klasifikasi Dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

KMK No. 1069 Ttg Klasifikasi Dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

|Views: 4,106|Likes:

More info:

Published by: Andini Yulina Pramono on Aug 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/07/2015

pdf

text

original

~.

,

.
M~NTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSAN

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1069/MENKES/SKlXII2008 TENTANG

I

PEDOMAN KLASIFIKASI

DAN ST ANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN

MENTERI KESEHATAN

REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

: a. bahwa untuk meningkatkan mutu pelayanan, pendidikan dan penelitian kedokteran, keberadaan Institusi Pendidikan Kedokteran, Kolegium Ilmu Kedokteran dan Rumah Sakit Pendidikan dalam pelaksanaan program pendidikan profesi dokter dan dokter spesialis memegang peranan penting; b. bahwa agar Rumah Sakit yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan program pendidikan profesi dokter dan dokter spesialis memenuhi persyaratan, perlu menetapkan pedoman klasifikasi dan standar Rumah Sakit Pendidikan dengan Keputusan Menteri;

Mengingat

1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentarig Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100, 7ambahan Lembaran Negara Nomor 3495); • 2. Undanq-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301); . 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan .Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844);

I

4. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637);

y

•.
. ,

~.

~:

MEIJTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

or

6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang

Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737);

7. Peraturan. Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741); 8. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2006; 9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1045/Menkes/Peri XII 2006 tentang Organisasi Rumah Sakit Oi Lingkungan Oepartemen Kesehatan
__

.

-

10. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5121 MENKESI PER/IV/2007 tentang Ijin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran 11. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/PER XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Oepartemen Kesehatan sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1295/Menkes/Per/XIII07; Memperhatikan: Surat Keputusan Bersama Menteri Kesehatan Nomor 544Menkes/SKB/X/81, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0430 a/U/1981 dan Menteri Oalam Negeri Nomor 324.A Tahun 1981 tentang Pembagian Tugas, Tanggung Jawab dan Penetapan Prosedur sebagai Rumah Sakit . Pemerintah yang digunakan untuk Pendidikan Ookter MEMUTUSKAN : Menetapkan Kesatu KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PEDOMAN KLASIFIKASI DAN STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan dimaksud Diktum Kesatu sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.

Kedua

2


MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Ketiga

Pedaman dimaksud Diktum Kedua agar digunakan aleh institusi, lembaga dan arganisasi prafesi terkait sebagai acuan klasifikasi dan penetapan status akredltasi dalam rangka pembinaan Rumah Sakit Pendidikan. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggaJditetapkan.

Keempat

,
._., .

-

.

3

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/Menkes/SKlXJl2008 Tanggal : 18 November 2008

KLASIFIKASI DAN STAN DAR RUMAH SA KIT PENDIDIKAN I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu persyaratan Pendidikan Kedokteran adalah tersedianya RS Utama Pendidikan Kedokteran dalam jaringan lahan praktek yang' kelayakannya dinilai oleh pakar pendidikan kedokteran sesual dengan kriteria yang telah ditetapkan dalam Panduan Pendidikan Kedokteran (Dirjen Dikti, 2002) . Tahun 2003, dengan diberlakukannya Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional, maka semua pendidikan profesi harus diselenggarakan oleh Institusi Pendidikan. Pada tahun 2006, Konsil Kedokteran Indonesia telah mengesahkan Standar Pendidikan Prafesi Dokter dan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis serta Standar Kompetensi Dokter. Dalam Standar tersebut juga dikatakan bahwa Institusi Pendidikan Kedokteran harus menjamin tersedianya fasilitas pendidil:an klinik bagi mahasiswa yang terdiri dari RS Pendidikan dan Sarana Kesehatan lain yang diperlukan Penetapan RS Pendidikan di Indonesia secara resmi dimulai dengan di tetapkannya pembagian tugas, tanggung jawab, dan penetapan prosedur sebagai RS pemerintah yang digunakan untuk pendidikan kedokteran, pada tahun 1981 melalui SK Bersama Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Dalam Negeri. Dalam lampiran Surat Keputusan tersebut, ditetapkan 14 RS Umum Pemerintah sebagai tempat pendidikan calon dokter dan calon dokter spesialis.RS tersebut adalah: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. RSU Dr. Pirngardi, Medan RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung RSUP Dr. Karyadi, Semarang RSUP. Dr. Sardjito, Yogjakarta RS'U. Dr. Sutomo, Surabaya RSU Ujung Pandang, Makasar RSUP Palembang RSU Gunung Wenang, Manado RSU Persahabatan, Jakarta RSU Surakarta RSU Dr.Syaiful Anwar, Malang RSUP Sanglah, Denpasar RSUP Dr. M. Jamil, Padang 4

.... ,•

-I

"

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Masing-masing RS Pendidikan tersebut merupakan RS Pendidikan untuk satu Institusi Pendidikan Kedokteran Negeri, kecuali untuk Institusi Pendidikan Kedokteran Universitas Indonesia, yang pada saat itu sudah mempunyai dua RS Pendidikan, yaitu RS Dr.Cipto Mangunkusumo dan RS Persahabatan. Saat ini penetapan RS Pendidikan disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan, setelah melalui proses penilaian dan memenuhi kriteria Standar RS Pendidikan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan pada bulan Mei tahun 2005. Pesatnya pertambahan Institusi Pendidikan Kedokteran baik pemerintah maupun swasta, membutuhkan peningkatan jumlah RS Pendidikan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan dan Universitas Gajah Mada pada tahun 2003, dilaporkan terdapat 97 RS yang berfungsi sebagai RS Pendidikan, namun dari data Asosiasi RS Pendidikan Indonesia (ARSPI), hingga tahun 2007 tercatat hanya ada 37 RS yang secara resmi mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan, pada waktu yang sama terdapat 52 Institusi Pendidikan Kedokteran. Selain itu juga terdapat 12 RS Gigi dan Mulut Pendidikan yang telah mendapat SK Menter; Kesehatan Standar RS Pendidikan yang diterbitkan Departemen Kesehatan pada tahun 2005, merupakan dasar penetapan RS Pendidikan. Untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan RS Pendidikan terutama dalam proses pembelajaran klinlk bagi peserta didik Pendidikan Kedekteran terutama dalam pencapaian kompetensi peserta didik, maka perlu disusun Standar RS Pendidikan. B. Landasan Peraturan meliputi: Hukum perundangan yang mendasari penyusunan pedornan ini

Selama

in;

..., .

1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Nemor 3495); 2. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasienal (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301); 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nemor 4437) sebagaimana diu bah terakhir dengan UndangUndang Nemor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nemer 4844); 4. l)ndang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedekteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nemor 116, Tambahan Lembaran Negara Nemer 4431);

5

T-

·
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49, Tambahan l.embaran Negara Nomor 3637); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Nomor 474:1); 8. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2006; 9. Peraturan Menteri Kesehatan tentang Organisasi Rumah Kesehatan; Nomor 1045/Menkes/Per/ XI/ 2006 Sakit Di Lingkungan Departemen PER/IV/2007

10.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 512/ MENKES/ tentang Ijin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran

11. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/PER XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor :

1295/Menkes/Per/X11/2007
C. Pengertian

;

Rumah Sakit Pendidikan

Dari berbagai definis! yang ada, pada pnnsipnya pengertian RS Pendidikan ("Teaching Hospital'? adalah RS yang juga digunakan untuk pendidikan kedokteran. Hutchkinson & Wilkipedia Encyclopedia mendefinisikan RS Pendidikan sebagai RS yang berhubungan erat dengan Pendidikan Kedokteran dan berfungsi dalam pendidikan praktik untuk mahasiswa kedokteran, "intership" dan residen atau peserta pendidikan spesialis. Selain istilah RS Pendidikan, dikenal juga istilah RS Universitas ("University Hospital'? Medline,1 997 mendefinisikan RS Universitas sebagai RS yang dikelola oleh suatu universitas untuk pendidikan mahasiswa kedokteran, program pendidikan pasca sarjana dan penelitian klinis. Di berbagai negara maju saat ini "Academic Health Center" (AHCs) atau dikenal juga sebagai Academic Medical Center telah berkembang pesat. Pada tahun 1993, di Amerika Serikat tercatat lebih dari 100 AHCs. AHCs terdiri dari satu Intitusi Pendidikan Kedokteran yang terakreditasi, satu atau lebih RS yang ber "Afiliasi", serta satu atau lebih pendidikan yang terkait dengan kesehatan seperti, keperawatan, kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan dan kedokteran gig;' 6

·'",

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

..

Memperhatikan uraian tersebut diatas dan berdasarkan fungsi RS dalam proses pendidikan profesi kedokteran, dapat dirumuskan RS Pendidikan di Indonesia adalah RS yang merupakan jejaring Institusi Pendidikan Kedokteran dan digunakan sebagai wahana pembeJajaran klinik untuk memenuhi modul pendidikan dalam rangka mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. RS Pendidikan diharapkan memiliki kemampuan pelayanan yang lebih dari RS non Pendidikan terutama meliputi : a. Penjaminan mutu pelayanan dan kedokteran berbasis bukti. keselamatan pasien serta

b. Penerapan Metode Penatalaksanaan Terapi terbaru. c. TeknoJogi Kedokteran yang bertepat guna. d. Hari rawat yang lebih peudek untuk penyakit yang sarna. e. Hasil pengobatan dan survival rate yang lebih baik.
f. Tersedianya konsultasi dari Staf Medis Pendidikan, selama 24 jam.

D. Rumah Sakit Pendidlkan di Indonesia

...

. -

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 512/Menkes/Per/lV/2007 yang merupakan salah satu peraturan pelaksanaan Undang undang nomor 29 tentang Praktik Kedokteran salah satu kausulnya (pasal 6, ayat 2) menyatakan bahwa penetapan RS menjadi RS Pendidikan, standar RS Pendidikan dan standar RS atau sarana pelayanan kesehatan lainnya sebagai jejaring pendidikan ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan berdasarkan standar RS sebagai RS Pendidikan. Serangkaian seminar, lokakarya dan pertemuan yang diprakarsai oleh Departemen Kesehatan, Asosiasi RS Pendidikan Indonesia (ARSPI), Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), Konsil kedokteran Indonesia, Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia dan seluruh "stake holder" pendidikan kedokteran di Indonesia, disepakati penetapan Standar dan Klasifikasi RS Pendidikan yang lebih luas meliputi RS Pendidikan Utama, RS Pendidikan Afiliasi (Eksilensi), RS Pendidikan Satelit dan yang merupakan RS jejaring pendidikan. Peningkatan RS Pendidikan Utama, maupun perluasan Jejaring Pendidikan Afiliasi (Eksilensi) dan SateHt sangat dibutuhkan sejalan semakin meningkatnya jumlah institusi pendidikan kedokteran dan jumlah peserta didik, serta keterbatasan jumlah dan variasi kasus maupun ketersediaan sarana prasarana pendidikan dan peralatan kedokteran. E. Tujuan Penetapan Standar Rumah Sakit Pendidikan Tujuan penetapan Standar RS Pendidikan adalah sebagai berikut : 1. Meningkatnya mutu pelayanan di RS'Pendidikan; 7

1-

.

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2. Meningkatnya mutu pendidikan sesuai dengan standar pendidikan profesi kedokteran; 3. Meningkatnya penelitian dan pengembangan IImu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran di RS Pendidikan. II. STANDAR RUMAH SAKJT PENDJDJKAN Standar RS Pendidikan ini disusun mengacu pada standar pendidikan kedokteran yang ditetapkan oleh World Federation of Medical Education (WFME). Format ini juga digunakan dalam penyusunan Standar Pendidikan Profesi Dokter dan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis. 1. Kedudukan dan Peran Rumah Sakit Pendidikan Dalam pelaksanaan program pendidikan dokter dan dokter spesialis, yang perlu diperhatikan adalah keterlibatan tiga komponen utama yang memegang peranan penting dan saling mendukung, yaitu institusi pendidikan kedokteran, kolegium ilmu kedokteran dan RS Pendidikan. Kedudukan RS Pendidikan sebagai salah komponen yang sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran klinik yang meliputi pengetahuan (knowledqe), kemampuan psikomotor (skill), dan perilaku (attitude) sesuai kompetensi sebagaimana ditetapkan dalarn modul pendidikan .berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. Seiring dengan kebutuhan pembeJajaran klinik peserta didik terutama daJam rangka menjamin mutu keluaran dan hasiJ peserta didik yang sesuai dengan standar kompetensi, maka tidak semua RS dapat secara serta merta menjadi RS Pendidikan. RS yang telah berdiri dan operasional mernberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat bila akan ditambah fungsinya sebagai RS Pendidikan haruslah memenuhi kriteria sebagaimana ditentukan dalam Standar RS Pendidikan. Untuk itu dalam rangka menjamin mutu pendidikan prafesi kedokteran sekaJigus menjamin mutu pelayanan medik di RS Pendidikan, maka dipandang perlu dilakukan Standarisasi RS Pendidikan 2. Klasifikasi Rumah Sakit Pendidikan Peningkatan jumlah peserta didik, pengembangan kapasitas, keterbatasan fasilitas serta keterbatasan jumlah dan variasi kasus di RS Pendidikan Utama menjadi masalah bagi Institusi Pendidikan Kedokteran daJammenghasiJkantenaga medik yang berkualitas. Konsep dasarnya adalah tiap Institusi Pendidikan Kedokteran harus memenuhi kecukupan tenaga penqajar, jumlah dan jenis variasi kasus. OJeh karena itu setiap Institusi Pendidikan Kedakteran harus mempunyai minimal satu RS Pendidikan Utama dan mempunyai beberapa RS Pendidikan Satelit sebagai jejaring. Selain itu Institusi Pendidikan Kedokteran dapat memiliki satu atau beberapa jejaring RS Afiliasi (Eksilensi) atau RS Umum dengan unggulan tertentu sebagai wahana pembelajaran klinik peserta didiknya. .
8

_,-

-.

-,

MENTERIKESEHATAN ~EPUBL1K INDONESIA

Rumah Sakit Khusus (Afiliasi/Eksilensi) dapat mempunyai Rumah Sakit Satelit berupa Rumah Sakit Khusus lainnya dan Rumah Sakit Umum yang mempunyai pelayanan unggulan tertentu sebagai jejaringnya. Berdasarkan hal tersebut maka disusun standar RS Pendidikan menjadi 1. Standar RS Pendidikan Utama. 2. Standar RS Pendidikan Afiliasi (Eksilensi). , 3. Standar RS Pendidikan Satelit. Untuk setiap jenis RS Pendidikan ditetapkan Standar dengan masinqmasing kriterianya, mengacu pada World Federation of Medical Education (WFME), sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Standar Visi, Misi, Komitmen dan persyaratan. Standar Manajemen dan Administrasi. Standar Sumber Daya Manusia untuk program pendidikan klinik. Standar Penunjang pendidikan. Standar Perancangan dan pelaksanaan program pendidikan klinis yang berkualitas.

_'- .

.

Standar dan parameter penilaiannya ini lebih merupakan standar input, yang harus dipenuhi sebagai dasar penilaian kepatuhan institusi terhadap standar yang telah ditetapkan dalam rangka penetapan sebagai RS Pendidikan, setelah melalui persaratan akreditasi RS dari Departemen Kesehatan. Untuk akreditasi dan reakreditasi penetapan parameter penilaian sebaiknya merupakan bagian dari instrumen penilaian akreditasi pendidikan kedokteran yang disusun bersama oleh para pemangku kepentingan pendidikan profesi kedokteran. Menteri Kesehatan dapat menetapkan, membatalkan, mencabut atau menunda pemberian Surat Keputusan Status RS Pendidikan tergantung dari hasll akreditasi tersebut. Untuk pendidikan profesi dokter spesialis, RS yang akan digunakan harus masuk dalam salah satu klasifikasi RS Pendidikan dan sesual dengan kebutuhan untuk pembelajaran klinik dalam rangka pencapaian kompetensi berdasarkan standar pendidikan profesi dokter spesialis yang disusun oleh Koleqlurn IImu Kedokteran Spesialis. Dengan demikian RS Pendidikan Profesi Dokter Spesialis, dapat merupakan RS Pendidikan utama, RS Pendidikan satelit ataupun RS Pendidikan Khusus (AfiliasilEksilensi), dengan tambahan standar dan kriteria yang ditetapkan oleh kolegiumnya di luar Standar RS Pendidikan yang sudah ada.
3. Ruang lingkup

..

Ruang lingkup Standar RS Pendidikan ini adalah untuk RS Umum dan RS Khusus yang digunakan oleh Institusi Pendidikan Kedokteran untuk sebagai wahana pendidikan kedokteran meliputi : a. Visi, Misi, Komitmen dan persyaratan ; b. Manajemen dan Administrasi ;
9

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

c. Sumber Daya Manusia untuk program pendidikan klinik ; d. Penunjang pendidikan ; e. Perancangan dan pelaksanaan program pendidikan klinik yang berkualitas. III. PENYELENGGARAAN DAN PENGORGANISASIAN A. Penyelenggaraan. Departemen Kesehatan RI merupakan instansi yang berwenang menetapkan standar RS yang digunakan sebagai wahana pembelajaran Pendidikan Kedokteran sebagaimana Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 512 (pasal 6 ayat (2). RS yang akan atau telah difungsikan sebagai RS Pendidikan baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, BUMN.'BUMD, TNI/POLRI, maupun Swasta lainnya wajib memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya bertanggung jawab melaksanakan penetapan, pembinaan dan pengawasan RS Pendidikan kepada Menteri Kesehatan RI. Untuk pelaksanaan penetapan, pengawasan dan pembinaan RS Pendidikan Dlrextur Jenderal Bina Pelayanan Medik dibantu Tim Akreditasi RS Pendidikan yang melibatkan pemangku kepentingan yang terkait yaitu ARSPI, AIPKI, MKKI, dan KKI. B. Pengorganisasian Penetapan RS Pendidikan, pengawasan dan pembinaan teknis dilaksanakan oleh Tim Akreditasi RS Pendidikan meliputi Tim Pengarah Akreditasi RS Pendidikan dan Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. 1. Tim Pengarah. Tim Pengarah terdiri dari Penanggung Jawab, Sekretaris dan Anggota dengan susunan sebagai berikut : Penanggung Jawab Ketua I Ketua ll Sekretaris I Sekretaris II Anggota Menteri Kesehatan Sekretaris Jenderal Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Kepala Biro Hukum dan Organisasi Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik 1. Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik 2. Konsil Kedokteran Indonesia 3. Ketua ARSPI 4. Ketua AIPKI 5. Ketua MKKI 6. Ketua KKI
10

<4.....

-

.

r

.MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Tugas Tim Pengarah Akreditasi RS Pendidikan : a. Melaksanakan koordinasi lintas sektor penyelenggaraan Penilaian dan Pembinaan RS Pendidikan b. Menetapkan kebijakan strategis dalam rangka peningkatan mutu pelayanan RS Pendidikan. c. Melaporkan hasil kegiatan penetapan, pembinaan dan pengawasan RS Pendidikan kepada Menteri Kesehatan. d. Menetapkan besaran satuan biaya akreditasi, reakreditasi dan visitasi RS Pendidikan . e. Memberikan dukungan pelaksanaan tugas-tugas Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan 2. Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. Ketua Sekretaris I Sekretaris II Anggota Oirektur Bina Pelayanan Medik Spesialistik Kepala Sub Oit Bina Pelayanan Medik Spesialistik di RSU Pendidikan'; Kepala Bagian Hukormas Oitjen Blna Yanmedik 1. Kepala Sub Oit Bina Pelayanan Medik Spesialistik non Pendidikan 2. Kepala Sub Oit Bina Akreditasi RS 3. Kepala Sub Oit Bina Pelayanan Spesialistik di R~S Khusus 4. Kepala Sub Oit Bina Penapisan Teknologi Medik Spesialistik 5. Unsur ARSPI 6. Unsur AIPKI 7. Unsur MKKI 8. Unsur KKI 1. Kepala Seksi Standarisasi 2. Kepala Seksi Bimbingan dan Evaluasi 3. Staf Sub Bag TU Oirektorat Bina Yanmedik Spesialistik 4. Staf Sub Oirektorat Bina Yanmedik di RSU Pendidikan

_,.-

-

.

Sekretariat .

.-

Tugas Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan: a. Melaksanakan advokasi dan sosialisasi Pedoman Standar dan Pelaksanaan Penilaian RS Pendidikan; b. Menyusun rencana kerja penetapan, pembinaan dan p.engawasan RS Pendidikan; c. Melaksanakan koordinasi dengan berbagai pihak terkait dalam pelaksanaan penetapan, pembinaan dan pengawasan RS Pendidikan;

11

r-

-

.
-

MENTERIKESEHATAN REPUBLlI< INDONESIA

d. Melaksanakan Pendidikan; e. Melaksanakan f.

penetapan,

pembinaan

dan

pengawasan

RS

kajian pengembangan standar RS Pendidikan;

Melaporkan pelaksanaan penetapan, pembinaan dan pengawasan RS Pendidikan kepada Menteri Kesehatan melalui Direktur JenderaJ Bina Pelayanan Medik: PENETAPAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN

IV. TATA CARA

Penetapan RS Pendidikan adalah proses penilaian kelayakan RS yang akan dijadikan wahana pembelajaran klinis peserta didik Institusi Pendidikan Kedokteran guna menjamin terselenggaranya pelayanan medik yang berkualitas sesuai kebutuhan modul untuk mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran

A. Persyaratan
1. RS telah mernpunyai IJln pendirian yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan/atau ijin operasional yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi dan/atau ijin penyelenggaraan RS yang· masih berlaku. 2. Surat penetapan kelas (tipe) RS yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan RI. 3. Pernyataan kesediaan Pemilik RS untuk menjadikan RS menjadi RS Pendidikan dan sanggup menyediakan anggaran, sarana dan prasarana pendukung untuk penyelenggaraan fungsi pendidikan. 4. Surat Rekomendasi dari Dinas Kesehatan Provinsi setempat. 5. Naskah Perjanjian Kerja Sama RS dengan Institusi Pendidikan Kedokteran. 6. Telah terakreditasi sesuai dengan klasifikasi RS, 7. Profil RS 3 (tiga) tahun terakhlr.

_- -

B. Prosedur Pengajuan
1. Pemilik RS/Pimpinan RS mengajukan Surat Permohonan untuk ditetapkan sebagai RS Pendidikan, ditujukan kepada Menteri Kesehatan RI cq Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI dengan dilampirkan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam huruf A. 2. Sural. Permohonan sebagaimana huruf B.1, tembusannya kepada: a. Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik b. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi setempat c. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat disampaikan

+,

12

- .'"
C. Penilaian Kelayakan 1. Pra Visitasi

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

a. Berkas Surat Permohonan yang telah diterima oleh Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik diserahkan kepada Sekretariat Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan untuk diperiksa kelengkapan administrasi persyaratan administrasi. b. Berkas Surat Permohonan yang telah lengkap persyaratan administrasinya dilaporkan kepada Sekretaris Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan untuk kemudian dibuat rancangan surat balasan kepada RS. c. Surat balasan yang ditandatangani oleh Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik selaku Ketua Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan dikirimkan kepada Pemilik RS/Pimpinan RS disertai Borang Penilaian RS Pendidikan (Instrumen Self Assesment) RS Pendidikan sesuai dengan klasifikasi. d. Setelah menerima surat balasan Direktur RS setempat membentuk Tim Persiapan Penilaian RS Pendidikan yang terdiri dari unsurunsur pemangku kepentingan RS dan melakukan pengisian Borang Penilaian RS Pendidikan.

_,.

.

e. Borang Penilaian RS Pendidikan yang telah diisi oleh RS dikirimkan kembali ke Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. f. Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan menelaah hasil Borang Penilaian RS Pendidikan yang telah diisi oleh RS. g. Hasil telaahan Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan dapat berupa "rekomendasi layak atau belum layak visitasi" dan rekomendasi tersebut di umpan balikan kepada RS dengan tembusan kepada Dinas Kesehatan Provinsi setempat dan/atau Dinas Kesehatan setempat. h. ApabiJa umpan balik dari Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan direkomendasikan "dipertimbangkan belum layak visitasi" maka RS dapat mengajukan perrnohonan fasilitasi atau pembinaan kepada Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. 2. Visitasi

..

a. Apabila hasil telaahan Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan direkomendasikan "Iayak visitasi" maka kepada RS dijadwalkan waktu kunjungan Tim Visitasi b. Sesuai jadwal yang kunjungan ke RS ditentukan Tim Visitasi melaksanakan

c. Tim Visitasi dalam rtelaksanakan kunjungan ke RS melakukan pemeriksaan ulang dan pemeriksaan silang serta wawancara dengan pihak terkait atas Borang Penilaian RS Pendidikan yang telah diisi oleh RS. selanjutnya hasil penilaian diisi ke dalam Instrumen Penilaian masing-masing Standar dan Parameter
13

.MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
'.

., .

d. Hasil penilaian masing-masing Standar, Indikator dan Parameter kemudian direkapitulasi dalam Instrumen Rekapitulasi HasH Penilaian untuk menentukan nilai akhir penilaian e. Hasil penilaian dapat penilaian : A, B atau C. menggambarkan hasil akhir kataqort

3. Penetapan
a. Apabila dari hasil penilaian Tim Visitasi dan kesimpulan sementara masih terdapat hal-hal yang perlu disempurnakan dan/atau diperbaiki oleh pihak RS, maka p'hak RS wajib menyempurnakan/ memperbaikinya dalam waktu selambat-Iambatnya 30 (ti'gapuluh) hari sejak dilakukan Visitasi. b. Hasil penilaian akhir (sementara) berikut catatan-catatan mengenai hal-hal yang perlu disempurnakan/diperbaiki disampaikan oleh Tim Visitasi kepada pihak RS dan dibuatkan Berita Acara HasH Visitasi yang ditanda tangani oleh Tim Visitasi dan pihak RS. c. Tim Visitasi melaporkan Berita Acara Hasil Visitasi kepada Ketua Tim Pelaksana Akreditasi. d. Berdasarkan Berita Acara Hasil Visitasi dan laporan perbaikan/penyempurnaan dari RS Tim Visitasi melaporkan kepada Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan untuk kemudian dilakukan proses penetapan . e. Tim Akreditasi RS Pendidikan melaksanakan rapat penentuan kelayakan RS sebagai RS Pendidikan berdasarkan hasil visitasi.

. ~-

.

f.

Ketua Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan menyampaikan rekomendasi penetapan RS Pendidikan kepada Dlrektur-Jenderal Bina PeJayanan Medik untuk selanjutnya dilakukan proses Penetapan sebagai RS Pendidikan.

g. Atas nama Menteri Kesehatan RJ Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik menetapkan RS pemohon sebagai RS Pendidikan. D. Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan (Sertifikasi) diterbitkan dengan ketentuan

1. Sertifikat Akreditasi sebagai berikut:

RS Pendidikan

a. Terakreditasi A dengan masa berlaku 5 (tahun), ditanda tangani oleh Menteri Kesehatan; b. Terakreditasi B dengan masa berlaku 3 (tahun), ditanda tangani oleh Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik atas nama Menteri Kesehatan; c. Terakreditasi C dengan masa berlaku 1 (satu) tahun, tangani oleh Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik. ditanda

2. Surat Keputusan dan Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan selanjutnya diserahkan kepada Pemilik RS/Pimpinan RS. 14

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

V. STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UTAMA RS Pendidikan Utama adalah RS Jejaring Institusi Pendidikan Kedokteran yang digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik peserta didik untuk memenuhi seluruh atau sebagian besar modul pendidikan dalam rangka mencapal kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. Agar dapat berfungsi menjadi RS Pendidikan secara efektif, RS Pendidikan harus memiliki visi dan misi yang jelas, yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran.

Q

STANDAR VISI, MISI,I(OMITMEN DAN PERSYARATAN

Untuk menunjang proses pembelajaran dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan maka komitmen RS perlu ditunjukkan secara jelas (administratif dan pelaksanaan pendidikan) dan sesuai aturan perundangan yang berlaku. Kriteria: Terdapat visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan per.didikan profesi kedokteran. 2. Terdapat dokumen Perjanjian Kerja Sama antara Direktur RS Pendidikan dengan Rektor atau Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran, meliputi aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, manajemen pendidikan dan daya tampung peserta didik. 3. Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat dalam hal pada seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. 4. RS kelas A atau B atau setara yang telah terakreditasi minimal 12 pelayanan. 5. 6. RS yang telah menjalankan fungsi pendidikan dan telah memiliki SK penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan. RS Pendidikan utama minimal mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam, anak, bedah, kebidanan dan kandungan) dan 7 pelayanan spesialis lainnya.
MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI

1.

QSTANDAR

Manajemen dan. administrasi merupakan bagian dari operasionalisasi RS Pendidikan, mencakup efektifitas dan efisiensi pelaksanaan proses pendidikan yang meliputi; koordinasi, kebijakan penyelenggaraan, administrasi, pembiayaan, evaluasi dan penjaminan mutu pendidikan profesi kedokteran. -_

15

--,

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

1. Koordinasi pendidikan

protesi kedokteran

Untuk kelancaran proses rnanajemen dan administrasi pendidikan harus mempunyai badan koordinasi pendidikan. yang terdiri atas unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang memiliki uraian tugas dan fungsi yang jelas. Kriteria:

1.1.

1.2.

Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran beranggotakan unsur RS dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran. Badan ini akan diwakili oleh suatu sekretariat bersama yang berkedudukan di RS. Uraian tugas. tanggung jawab, hak, wewenang dan masa tugas ditetapkan melalui keputusan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimp inan Instusi Pendidikan Kedokteran. Pendidikan

2. Kebijakan Penyelenggaraan

_-

RS Pendidikan memiliki kebijakan. peraturan dan ketetapan tertulis mengenai pendidikan sehingga dapat menjamin terselenggaranya pendidikan yang berkualitas tinggi. Kriteria:

2.1.

2.2.

2.3.

2.4.
-.

-

2.5. 2.6.

Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pencldlksn yang bersangkutan. Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal1: 5 yang ditetapkan bersama antara Pimpinan RS dengan Pimpinan Instusl pendidikan. Adanya peraturan bersama antara Oirektur dan Oekan tentang sistern penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and ounishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis, stat nonmedis dan peserta didik). Adanya kebijakan RS yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. Terdapat kebijakan, peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. Kebijakan. pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klin'k, dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan, pendidikan dan penelitian.

16

,

,

"
--,
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

':.

3. Administrasi Pendidikan
RS Pendidikan memiliki pengelolaan administrasi pendidikan yang berkaitan dengan penjadualan, administrasi nilai, umpan balik dan surat menyurat. Kriteria :

"

3.1.

3.2.

3.2.

3.3. 3.4. 3.5.

Adanya jadual prapelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk, nama bagian/departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk. yang dikirim oleh Institusi Pendidikan kepada RS sebelum mahasiswa masuk ke RS. Adanya jadual pelaksanaan yang sitatnya tetap sesuai program di tiap bagian/departemen/SMF (nama, kegiatan, waktu, penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai [adual, Adanya staf sekretariat khusus (stat non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelenqkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar, ruangan, nilai, pengaturan jadual dan administrasi). Terdapat sistem, alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu. Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data dasar peserta didik (meliputi identitas, hasil belajar). Adanya laporan kemajuan pendidikan secara berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik, tingkat kelulusan, daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik kepada RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran.

4. Pembiayaan Pendidikan RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran mengelola sistem pembiayaan pendidikan yang mendukung etektifitas, efisiensi dan mutu pendidikan. Kriteria: 4.1. Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh sekretariat bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung, seperti biaya sumber daya manusia pendidikan, biaya bahan habis pakai, biaya administrasi dan biaya overhead operasional, serta biaya tidak langsung seperti biaya akomodatif. Besarnya satuan biaya disesuaikan dengan besarnya SPP Mahasiswa Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh koordinator pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing kepala bagian/departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS dan Pirnpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

4.2.·

17

-;

..

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

4.3.

Terdapat laporan keuanganberkala enam bulanan dan tahunan anggaranbiaya yang dibuat oleh Kepala Bagian/Depar1emen/SMF dan disahkan olen Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Mutu Sistem Manajemen dan

5. Evaluasi dan Penjaminan Administrasi Pendidikan

Badan koordinasi pendidikan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap semua proses manajemen dan administrasi pendidikan sesuai dengan system penjaminan mutu yang telah ditetapkan sebelumnya. Kriteria: 5.1 Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekaf yang dilakukan oleh sekretariat bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan badan koordinasi pendidikan. Terdapat data umpan balik dan dokumentasi stat pengajar dan peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanjut.

5.2

J'

,

til \..s/ STANDAR

SUMBER DAYA MANUSJA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK

.

~\~

0'

Penyiapan tenaga pendidikan dan pelatih dan program pembelajaran Klinik se.suai dengan konteks pelayanan medis di RS menjadi tanggung jawab bersama antara RS Pendidikan dan Institusi pendidikan Kedokteran. 1. Peraturan Rekruitmen Tenaga Pendidikan dan Monitoring Pembelajaran Klinik untuk

Adanya kebijakan mengenai penugasan stat medis dan/atau non medis yang diprogramkan sebagai tenaga pendidik merupakan kebijakan tentang kategori, tanggung jawab, kewenangan, hak, paruh/purna waktu dari stat medis dan/atau non medis tersebut. Kriteria: Tugas, tanggung jawab dan kewenangan stat institusi pendidikan yang ditempatkan di RS Pendidikan harus tercantum dalam ikatan keriasama atau lampirannya. 1.1. Terdapat tata cara perekrutan dan kriteria kompetensi yang ditetapkan bersama oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Stat Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Dokter Pendidik KliniklDosen Klinik.

18

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

1.2. Terdapat pengangkatan sebagai SK Dosen/Dosen Luar Biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Rektor/Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran untuk Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas pendidikan dan penelitian kedokteran. 1.3. Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas sebagai Dokter Pendidik Klinik/Dosen Klinik di RS Pendidikan untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam Pendidikan Kedokteran, tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori, tanggung jawab, kewenangan, hak dan kewajiban baik paruh/purna waktu. 1.4. Terdapat staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai Supervisor Klinik dan Pembimbing bagi peserta didik disertai kejelasan tugas, tanggung jawab dan kewenar;gannya 1.5. Terdapat tim penilai/supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran yang bersangkutan yang berperan dalam menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas yang dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. 2. Sistem Monitoring dan Evaluasi Tenaga Pendidik
_r-

Sistem monitoring dan evaluasi tenaga pendidikan bertujuan untuk rnenflal prestasi atau kinerja tenaga pendidik antara lain: kompetensi, komitmen, disiplin dan proses pengembangan diri. Kriteria: 2.1 2.2 Terdapat presensi pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik Terdapat data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi sekretaris bagian dan/atau Badan Koordinasi Pendidikanl Sekretariat Bersama

D. STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN RS Pendidikan harus menyediakan sarana, prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan moduJ pendidikan termasuk ketersediaan jumlah dan variasi kasus atau pasien yang berinteraksi dengan peserta didik. Kriteria : 1. Terdapat dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan sarana, prasarana dan peralatan untuk pendidikan antara Direktur RS dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. Sarana, prasarana dan alat yang dibutuhkan untuk penyeJenggaraan pendidikan, antara Jain: ruangan pembelajaran, ruang diskusi, perpustakaan, sistem informasi
19

A

2.

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

3. 4. 5.

RS, teknologi informasi, sistem dokumentasi, skill lab dan audiovisual. Ada tasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat dan aman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana, prasarana penunjang dan pendukung. Terdapat jumlah dan variasi kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. Terdapat sarana proses pembelajaran dan penelitian.

E. STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN KLiNIK YANG BERKUALIT AS

PROGRAM

Peran RS Pendidikan dalam' menyediakan pengalaman belajar klinik memegang peran penting dalam pencapaian kompetensi. RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran perlu merencanakan program pembelajaran klinik yang telah disesuaikan dengan konteks pelayanan medis. Program pendidikan klinik akan berhasil bila semua unsur dibagian yang bersangkutan memiliki perhatian dan komltrnen terhadap pendidikan, memiliki target pembelajaran yang jelas, memiliki kegiatan yang terstruktur dan berimbang serta memiliki sistem evaluasi yang jelas dan objektit. 1. Perhatian RS terhadap PembeJajaran: Agar mampu meJaksanakan pembelajaran klinik dengan baik maka perlu adanya wujud perhatian dari RS dalam penyelenggaraan pembelajaran kilinik. . Kriteria: 1.1. RS harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing bagian/SMF/Oep terkait melalui aktivitas stat medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi Pertemuan rutin, dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). 1.2. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh kepala bagian/Oep/SMF yang disetujui oleh Oirektur RS dan F'impinan Instusi Pendidikan Kedokteran. Rancangan program pendidikan (buku panduan) yang dibuat oleh RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait. 1.3 RS (Bagian IOepl SMF) dan staf medisnya yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. Umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik, dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik, data wawancara staf.

..

-,

20

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2. Program Pendidikan Klinik Program pendidikan klinik harus memiliki target pencapaian pembelajaran yang jelas sesuai modul pendidikan, sehingga mahasiswa dan pembimbing dapat memahami proses pembelajaran klinik dan pencapaian kompetens sesuai standar pendidikan prafesi kedokteran. Kriteria: 2.1. RS memberikan program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Spesialts dan Standar Kompetensi DokterlSpesialis Dokter dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan 2.2. RS memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran 2.3. RS dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). Terdapat kegiatan pe.ternuan i1miahsecara rutin satu minggusekali yang ditetapkan oleh bagian/departemen/SMF. 2.4. Program pendidikan klinik dan pedomannya diketahui dan dipahami dengan baik pada tingkat pengelola dan pelaksana. • Pengarsipan, penggandaan, dan pendistribusian buku panduan penyelenggaraan pendidikan kedokteran secara merata oleh staf administrasi pendidikan . • Setiap staf pendidik memiliki buku panduan program pendidikan kedokteran. • Penggunaan log book untuk memantau kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan panduan. 2.5. Jaminan mutu pelayanan RS termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran, para pendidik dan para peserta didik, yang dinyatakan dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. 3. Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Klinis Pelaksanaan kegiatan klinik harus sesuai dengan perencanaan dengan memperhatikan proses pembelajaran klinik yang efektif dan efisien sehingga dapat dicapai kompetensi sesuai standar pendidikan profesi kedokteran. Kriteria: Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang rnemberikan porsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterarnpllan yang berbasis bukti (evidence based medicine). Proporsi jadual pendidikan kedokteran disusun oleh koordinator pendidikan masing-masing bagian/Departemen/SMF. 3.2. Terdapat batasan kewenangan, penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh bagian/Ketua Program Studi.
21

..-

.

3.1.

-..

.
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

3.3.

3.4

Terda'pat koordinasiantara RS Pendidikan dan institusi pendidikan kedokteran dalam bidang pendidikan dan penelitian, termasuk pengiriman stat pendidik untuk mengikuti seminarl pelatihan. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk peserta didik, peserta didik dapat dilibatkan dalam penelitian yang dilakukan stat medis sehingga dapat di jadikan acuan dalam pelaksanaan pendidikan dan bimbingan peserta didik. • Tersedianya fasilitas riset berupa internet, langganan jurnal (cetak dan elektronik), text-book, serta daftar dan dokumen penelitian yang telah dilakukan. • Pengarsipan . rekam medis secara sistematis dan terkomputerisasi sehingga memudahkan pengaksesan data bagi penelitian. • Pembuatan data dasar kasus pasien rawat inap dan rawat jalan oleh tiap bagian/subbagian.

4. Evaluasi Program dan hasil Pembelajaran
RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait harus melakukan evaluasi pencapaian peserta didik secara bersama- sama. Etektititas dan perbaikan program direncanakan dalam proses evaluasi program yang dilakukan bersama oleh RS Pendidikari dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Kriteria: 4.1. RS Pendidikan melakukan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala, secara tersendiri dan bersama badan koordinasi pendidikan sekurang- kurangnya satu kali dalam satu tahun. • Terselenggaranya mekanisme urnpan balik (kuisioner/tanya jawab) bagi peserta didik mengenai program yang telah dilakukan di akhir pendidikan setiap bagian. • Terselenggaranya rapat evaluasi badan koordinasi pendidikan setiap enam bulan sekali. • Terselenggaranya evaluasi supervisi pendidikan klinik setiap semester/modu! pendidikan Peserta program pendidikan klinik dinilai bersama oleh stat pendidik RS Pendidikan dan stat institusi pendidikan kedokteran yang mempunyai kompetensi sebagai penilai secara komprehensif meliputi ranah pengetahuan psikomotor dan efektif. Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh bagian/Dep/SMF.

4.2

VI. STANDAR RUMAH SAKIT PENOIOIKAN AFILIASI (EKSILENSI) RS Pendidikan Afiliasi (Eksilensi) adalah RS Khusus atau RS Umum dengan unggulan tertentu yang menjadi pusat rujukan pelayanan medik tertentu yang merupakan jejaring Institusi Pendidikan Kedokteran dan digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik untuk memenuhi modul pendidikan tertentu

22

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

secara utuh dalam rangka mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. A. STANDAR VISI, MISI, KOMITMEN DAN PERSYARATAN Agar dapat berfungsi menjadi RS Pendidikan secara efektif, RS Pendidikan afiiliasi harus memiliki visi dan misi yang jelas, yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran yang didasarkan atas proses pembelajaran dan pelatihan yang sesuai. Komitmen RS perlu ditunjukkan secara jelas (administratif dan pelaksanaan pendidikan) dan sesuai aturan perundangan yang berlaku. Kriteria: Terdapat rumusan visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. 1.2. Terdapat dokumen kesepakatan bersama (MOU) Direktur RS Pendidikan dengan kepala bagian yang terkait dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran meliputi aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, manajemen pendidikan, dan daya tampung peserta didik. Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat 1.3. dalam hal seluruh proses pendidikan kedokteran. RS mempunyai pusat layanan unggulan atau bidang pelayanan 1.4. khusus yang telah terakreditasi untuk pendidikan bidang ilmu terkait. Memiliki SK Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan 1.5. Afiliasi/Eksilensi. 1.6. . Mempunyai minims: 1 disiplin ilmu yang merupakan pusat unggulan atau kekhususan. B. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI Manajemen dan administrasi merupakan bagian dari operasionalisasi RS Pendidikan, mencakup efektifitas dan efisiensi pelaksanaan proses pendidikan. Meliputi koordinasi, kebijakan penyelenggaraan, administrasi, pembiayaan, evaluasi dan penjaminan mutu pendidikan profesi kedokteran. 1.1.

.,.--

-

<

..

1. Koordinasi pendidikan profesi kedokteran Untuk kelancaran proses manajemen dan administrasi pendidikan harus mempunyai badan koordinasi pendidikan, yang terdiri atas unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang memiliki uraian tugas dan fungsi yang jelas. Kriteria: 1.1. Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran beranggotakan unsur RS dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran. Badan ini akan diwakili oleh suatu sekretariat bersama yang
23

r.:

i, .>,

.,

.

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

1.2.

berkedudukan di RS. Uraian tugas, tanggung jawab, hak, wewenang dan masa tugas ditetapkan melalui keputusan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran.

2. Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan RS Pendidikan memiliki kebijakan, peraturan dan ketetapan tertulis mengenai pendidikan sehingga dapat menjamin terselenggaranya pendidikan yang berkualitas tinggi. Kriteria: 2.1. 2.2. Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal1: 5 yang ditetapkan bersama antara Pimpinan RS dengan Pimpinan Instusi pendidikan. Adanya peraturan bersama antara Oirektur dan Oekan tentang sistem penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (stat medis, stat nonmedis dan peserta didik). Adanya kebijakan RS yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. Terdapat kebijakan, peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. Kebijakan, pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik, dan menjadi acuan pokok bagi semua stat medis dalam rnelaksanakan tugas ,pelayanan, pendidikan dan penelitian. Pendidikan

2.3.
~
-

I

..

..•.

2.4 . 2.5. 2.6.

3. Administrasi

RS Pendidikan memiliki pengelolaan administrasi pendidikan yang berkaitan dengan penjadualan, administrasi nilai, umpan balik dan surat menyurat. Kriteria: 3.1. Adanya jadual prapelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk, nama bagian/departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk. yang dikirim oleh Institusi Pendidikan kepada RS sebelum mahasiswa masuk ke RS. Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap bagian/departemen/SMF (nama, kegiatan, waktu, penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. Adanya stat sekretariat khusus (staf non edukatif) yang
24

3.2.

3.2.

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

3.3. 3.4. 3.5.

bertanggung jawab penuh untuk rnenangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar, ruangan, nilai, pengaturan jadual dan administrasi). Terdapat sisten., alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu. Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data dasar peserta didik (meliputi identitas, hasll belajar). Adanya laporan kemajuan pendidikan secara berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik, tingkat kelulusan, daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik kepada RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran.

4. Pembiayaan Pendidikan RS Pendidikan dan Institusi Pendidikart Kedokteran mengelola sistem pembiayaan pendidikan yang mendukung efektifitas, efisiensi dan mutu pendidikan. Kriteria: 4.1. Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh sekretariat bersarna antara RS Pendidikan dan Jnstitusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan Jangsung, seperti biaya sumber daya manusia pendidikan, biaya bahan habis pakai, biaya administrasi dan biaya overhead operasional, serta biaya tidak langsung seperti biaya akomodatif. Besarnya satuan biaya disesuaikan dengan besarnya SPP Mahasiswa 4.2. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh koordinator pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing kepala bagian/departemen/SMF untuk disetujui oJeh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 4.3. Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF dan disahkanoleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 5. Evaluasi dan Penjaminan Administrasi Pendidikan Mutu Sistem Manajemen dan

Badan koordinasi pendidikan melakukan evaJuasi secara menyeJuruh terhadap semua proses manajemen dan administrasi pendidikan sesuai dengan system penjaminan mutu yang telah ditetapkan sebelumnya. Kriteria: 5.1
-,

Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh sekretariat bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan 25

,I'.

\.

-, MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA ;

5.2

badan koordinasi pendidikan. Terdapat data umpan balik dan dokumentasi staf pengajar dan peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanjut.

c.

STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLiNIK Penyiapan tenaga pendidikan dan pelatih dan program pembelajaran Klinik sesuai dengan konteks pelayanan medis di RS menjadi tanggung jawab bersama antara RS Pendidikan dan Institusi pendidikan Kedokteran. 1. Peraturan Rekruitmen Tenaga Pendidikan dan Monitoring untuk Pembelajaran Klinik Kebijakan mengenai penugasan stat medis dan / atau non medis yang diprogramkan sebagai tenaga pendidik merupakan kebijakan tentang kualifikasi, tanggung [awab, kewenangan, hak, paruh/purna waktu dari stat medis dan I atau non medis tersebut, harus tercantum dalam ikatan kerjasama atau lampirannya Kriteria: 1.1. Terdapat SK Penugasan stat medik Institusi Pendidikan dari Direktur rumah sakit sebagai tenaga pendidik, tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori, tanggung jawab, kewenangan, dan hak paruh/purna waktu. 1.2. Terdapat SK Penugasan stat non-medik Instituis Pendidikan dari Direktur RS sebagai tenaga pendidik, tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori, tanggung jawab, kewenangan, dan hak paruh/purna waktu 1.3 Terdapat stat medis tungsional RS yang ditetapkan direktu RS dan mendapat persetujuan dari Institusi Pendidikan untuk diangkat sebagai dosen tidak tetap dengan jabatan akademiknya untuk dapat berfungsi sebagai supervisor klinik, pembimbing, pengajar dan penilai bagi peserta didik (rasio 1 1.4 Terdapat kriteria tertulis mengenai kinerja tenaga pendidik yang tersosialisasi dengan baik. 1.5 Terdapat panitia evaluasi dalam masing-masing bagian yang menilai kinerja pendidik pada pembelajaran klinik 1.6 Terdapat sertitikasi kemampuan dari Institusi Pendidikan Kedokteran bagi staf medik sebagai tenaga pendidik.

.;

.

2. Sistem Monitoring dan Evaluasi Tenaga Pendidik Sistem monitoring dan evaluasi tenaga pendidikan bertujuan untuk menilai prestasi atau kinerja tenaga pendidik antara lain: komitmen. disiplin dan proses pengembangan diri. Kriteria: Terdapat presensi pembelajarari yang dilakukan oJehtenaga pendidik.

26 \

, ," :........

-..

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

D. STANDAR PENUNJANG

PENDIDIKAN

RS Pendidikan harus menyediakan sarana, prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul pendidikan termasuk ketersediaan jumlah dan variasi kasus atau pasien yang berinteraksi dengan peserta didik. Kriteria: 1. Terdapat dokumen kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS, kepala bagian, dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran serta realisas.inya. Sarana ruang belajar, ruang diskusi, perpustakaan, sistem informasi RS, teknologi informasi, skiJllab dan audiovlsual. Akomodasi untuk peserta didik harus memadai. Terdapat kesesuaian antara data jumlah dan jenis kasus-kasus terbanyak di unit rawat inap dan rawat jalan dengan daftar kompetensi kurikulum nasional dokter umum.

2. 3. 4.

E. STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN KLiNIK YANG 8ERKUALIT AS

PROGRAM

.;-

.

Peran RS Pendidikan dalam menyediakan pengalaman belajar klinik memegang peran penting dalam pencapaian kompetensi. RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran perlu merencanakan program pembelajaran klinik yang telah disesuaikan dengan konteks pelayanan medis. Program pendidikan klinik akan berhasil bila semua unsur dibagian yang bersangkutan memiliki perhatian dan komitmen terhadap pendidikan, memiliki target pembelajaran yang jelas, memiliki kegiatan yang terstruktur dan berimbang serta memiliki sistem evaluasi yang jelas dan objektif. 1. Perhatian RS (8agian atau SMF terhadap pembelajaran):

Agar mampu melaksanakan pembelajaran klinik dengan baik maka perlu adanya wujud perhatian dari RS (Bagian atau SMF) di dalam pendidikan. Kriteria: 1.1. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh kepala bag ian yang disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran. RS melalui Departemen/Bagian atau SMF yang bersangkutan harus melaksanakan jadwal sesuai dengan rancangan program pendidikan di bagian yang bersangkutan Mengacu pad a buku panduan yang ada. RS melalui Departemen/Bapian atau SMF yang bersangkutan dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan Umpan balik dari peserta didik

1.2.

1.3.

27

/'

....

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

mengenai tenaga pendidik, penggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik, data wawancara staf. 2. Program Pendidikan Klinik Program pendidikan klinik harus memiliki target pencapaian pembelajaran yang jelas yang ditugaskan dalam panduan, pembelajaran, sehingga mahasiswa dan pembimbing dapat selalu memantau pencapaian pembelajarannya. Kriteria: 2.1. 2.2 2,3 2.4. Tujuan pendidikan jelas dan terdokumentasi konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Tata tertib peserta didik merupakan ketetapan RS. Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh bagian Program pendidikan klinik dan pedomannya diketahui dan dipahami dengan baik pada tingkat pengelota dan pelaksana. • Pengarsipan,· penggandaan, dan pendistribusian buku panduan penyelenggaraan pendidikan kedokteran secara merata oleh staf administrasi pendidikan. • Setiap staf pendidik memiliki buku panduan program pendidikan kedokteran. • Penggunaan log book untuk memantau kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan panduan. Terdapat tim akreditasi RS Pendidikan yang berfungsi mengevaluasi kualitas pendidikan profesi kedokteran secara berkala.

2.5.

3. Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Klinis

Pelaksanaan kegiatan klinik harus sesuai dengan perencanaan dengan memperhatikan proses pembelajaran yang efektif dan efisien -sehingga mampu mencapai tujuanl kualitas yang ditetapkan. Kriteria: 3.1. Proporsi jadwal pendidikan kedokteran disusun oleh koordinator pendidikan masing-masing bagian. Dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan kfinik peserta didik harus melaksanakan sesuai kebijakan RS tentang batasan kewenangan, penanganan kasusl prosedur yang boleh dilakukan oleh peserta didik. Terdapat batasan kewenangan, penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh bagian. Dalam melakukan tugasnya di unit kerja ryang ditunjuumah sakit yang ditunjuk, terdapat peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis bagi peserta didik yang disusun oleh bagian dan disosialisasikan secara merata. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk peserta

..

.

3.2.

3.3.

3.4

28

,"

,

....

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

didik, peserta didik dapat dilibatkan dalam penelitian yang dilakukan staf medis sehingga dapat di jadikan acuan dalam pelaksanaan pendidikan dan bimbingan peserta didik. untuk itu diperlukan : • Tersedianya fasilitas riset berupa internet, langganan jurnal (cetak dan elektronik), text-book, serta daftar dan dokumen penelitian yang telah dilakukan. • Pengarsipan rekam medis secara sisternatis sehingga memudahkan pengaksesan data bagi penelitian. • Pembuatan data dasar kasus pasien rawat inap dan rawat jalan oleh tiap bagian/suhbagian. 4. Evaluasi Program dan hasil Pembelajaran RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait harus melakukan evaluasi pencapaian peserta didik secara bersama- sama. Efektifitas dan pe.rbaikan program direncanakan dalam proses evaluasi program yang dilakukan bersama oleh RS Pendidikan danlnstitusi Pendidikan Kedokteran.
'Kriterla: 4,1

...

4.2

Terselenggaranya mekanisme umpan balik (kuisioner/tanya jawab) bagi peserta didik mengenai program yang telah dilakukan di akhir pendidikan setiap bagian dan terselenggaranya rapat evaluasi badan koordinasi pendidikan setiap enam bulan sekali, termasuk didalamnya evaluasi proses supervisi klinik. Mekanisme penilaian peserta didik ditetapkan oleh bagian, mengacu pada sistem yang berlaku di Institusi Pendidikan dan Kolegium terkait.

VII. STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN SATELIT

...

RS Pendidikan Satelit adalah RS jejaring Institusi Pendidikan Kedokteran dan jejaring RS Pendidikan Utama yang digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik peserta didik untuk memenuhi sebagian modul pendidikan dalarn rangka mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. A. STANDAR VISI, MISI, KOMITMEN DAN PERSYARATAN Agar dapat berfungsi menjadi RS Pendidikan secara efektif, RS Pendidikan harus memiliki visi dan misi yang jeJas dan menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran yang didasarkan pada proses pembelajaran dan pelatihan yang sesuai dengan modul pendidikan. Komitmen RS harus dinyatkan secara jelas (administratif dan pelaksanaan pendidikan) dan sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku.

"

29

j:

,

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Kriteria: 1. 2. RS Pendidikan mempunyai VISI, misi dan tujuan RS yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran, termasuk penelitian dan pelayanan. Terdapat kesepakatan bersama atau piagam kerjasama tertulis antara RS Pendidikan satelit, institusi pendidikan kedokteran dan RS Pendidikan utama terkait yang masih berlaku dalam kurun waktu tertentu meliputi 'aspek medikolegal, Sumber Oaya Manusia (SOM), pembiayaan, sarana prasarana, manajemen pendidikan dan daya tampung peserta didik yang ditandatangani oleh pihak RS Pendidikan Satelit, pihak Institusi Pendidikan Kedokteran dan pihak RS Pendidikan utama. Kesepakatan bersama harus bersifat saling mengikat dalam hal seturuh proses pendidikan profesi dokter/dokter spesialis dalam bidang tertentu. RS tetah terakreditasi minimal 5 pelayanan. RS yang telah menjatankan fungsi pendidikan tetah memiliki SK penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan satelit. RS satelit mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam, anak, bedah, kebidanan dan kandungan) dan 3 pelayanan penunjang lainnya. Terikat kerjasama pembinaan dengan RS Pendidikan Utama.
DAN ADMINISTRASI

3. 4. 5. 6. 7.

-"

. .

B. STAN OAR MANAJEMEN

Manajemen dan administrasi merupakan bagian dari operasionalisasi RS Pendidikan, mencakup efektifitas dan efisiensi pelaksanaan proses pendidikan. MeJiputi koordinasi, kebijakan penyelenggaraan, administrasi, pembiayaan, evaluasi dan penjaminan mutu pendidikan profesi kedokteran. 1. Koordinasi Pendidikan Profesi Kedokteran Untuk kelancaran proses manajemen dan administrasi pendidikan harus mempunyai badan koordinasi pendidikan, yang terdiri atas unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang memiliki uraian tugas dan fungsi yang jelas.

..

Kriteria 1.1 Bidang pendidikan kedokteran di dalam struktur kepengurusan RS dikepalai oleh seorang dokter penanggung jawab, beranggotakan dokter koordinator pendidikan dari masingmasing bagian, dan memiliki seorang staf administrasi untuk masing-masing bagian SK bersama Oirektur RS Pendidikarr satelit , RS Pendidikan utama dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran mengenai uraian tugas, tanggung jawab, hak, wewenang, dan masa tugas kepata bagian dan badan koordinasi pendidikan.

1.2

·0

30

2. Kebijakan Penyelenggaraan

Pendidikan

RS Pendidikan memiliki kebijakan, peraturan dan ketetapan tertulis mengenai pendidikan sehingga dapat menjamin terseJenggaranya pendidikan yang berkualitas tinggi Kriteria
"

_,-

.

2.1. Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Nota kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. 2.2. Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan kepada ketetapan rasio pendidikan dengan peserta didik maksimal1: 5. 2.3. Adanya peraturan tentang sistem penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan peLayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward dan punishment bagi semua pihak yang terlibat (stat medis, stat nonmedis dan peserta didik). 2.4. Adanya kebijakan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. 2.5. Terdapat kebijakan, peraturan peJaksana dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terHbatdaJampendidikan. Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertuJis tersebut telah 2.6. di seminasikan dengan baik pada peJaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. 2.7. Kebijakan I ketentuanl pedoman dan prosedur tertulis yang harus menjadi acuan pokok bagi semua staf medis daJammelaksanakan tugas sehari- hari.
3. Administrasi Pendidikan

RS Pendidikan memiliki pengelolaan administrasi pendidikan yang berkaitan dengan peniadwalan, administrasi nilai, umpan balik dan surat menyurat. Kriteria : 3.1. ' Adanya jadwal prapelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk, tujuan bagian/SMF yang dituju, daftar nama dan jumlah peserta didik yang akan masuk 3.2 Adanya jadwaJ pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap bagian (nama, kegiatan, waktu, penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadwal. 3.3. Terdapat satu orang staf administrasi untuk tiap bagian yang bertanggung jawab mengelola surat-menyurat, pengaturan jadwal, persiapan tempat dan alat, data dasar, pelaporan nilai, dan laporan tahunan progress report pendidikan . .3.4. Terdapat sistem, alur pencatatan serta adanya pelaporan niiai yang tepat waktu. 3.5. Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didaJamnya berisi data-base peserta. didik (meliputi identitas, hasil beJajar).

..

31

"

/.

....

..
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

3.6

Terdapat laporan kemajuan pendidikan setiap tahun Uumlah peserta didik dan tingkat kelulusan) dari bidang pendidikan kedokteran RS pendidikan kepada Direktur RS, kepala bagian terkait, dan dekan takultas kedokteran.

4. PembiayaanPendidikan
RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran mengelola sistem pernblayaan pendidikan yang mendukung efektititas, efisiensi dan mutu pendidikan. Kriteria: 4.1. Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh sekretariat bersama antara RS Pendidikan dan Institusi pendidikan yangmeliputi biaya pendidikan langsung, seperti biaya sumber daya manusiapendidikan, biaya bahan habis pakai, biaya administrasi dan biaya overhead operasional, seperti biaya tidak langsung seperti biaya Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh bagian/departemen/SMF dan disetujui oleh Direktur RS, dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat nota kesepakatan antara Direktur RS, kepala bagian, dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran mengenai pendanaan pendidikan kedokteran. Terdapat laporan tahunan anggaran biaya pendidikan kedokteran yang disahkan oleh Direktur RS, kepala baqlan terkait, dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran

4.2.

4.3

4.4

5. Evaluasi dan Penjaminan Administrasi Pendidikan

Mutu

Sistem

Manajemen dan

Badan koordinasi pendidikan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap semua proses manajemen dan administrasi pendidikan sesuai dengan sistempenjaminan mutu yang telah ditetapkan sebelumnya. Kriteria: 5.1. Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap tahun yang dilakukan oteh tim tertentu yang ditetapkan badan koordinasi pendidikan Terdapat data umpan balik stat pengajar dan peserta didik.

5.2.

C. STANDAR SUMBER DAY A MANUSIA PENDIDIKAN KLiNIK

UNTUK PROGRAM

P~n.yiapan ~enaga pendidikan dan pelatih dan program pembelajaran ~Ilnlk sesuai dengan konteks pelayanan medis di RS menjadi tanggung jawab bersama antara RS Pendidikan dan Institusi pendidikan Kedokteran.

32

j..

,

1. Peraturan Rekruitmen Tenaga Pendidikan dan Monitoring untuk Pembelajaran Klinik Adanya kebijakan mengenai penugasan stat medis dan atau non medis yang diprogramkan sebagai tenaga pendidik merupakan kebijakan tentang kategori, tanggung jawab, kewenangan, hak, paruh/purna waktu dari stat medis dan atau non medis. Tugas, tanggung jawab dan kewenangan stat RS Pendidikan Utama dan stat institusi pendidikan yang ditempatkan di RS Pendidlkan satelit harus tercantum dalam ikatan kerjasama atau lampirannya. Kriteria : 1.1. Terdapat SK Penugasan dari Direktur rumah sakit untuk staf medik Institusi Pendidikan yang akan menjadi sebagai tenaga pendidik di RS, tercakup di dalamnya kebiJakantentang kategori, tanggung jawab, kewenangan, dan hak paruh/purna waktu. Terdapat SK Penugasan dari Direktur RS untuk stat non-rnedik Institusi Pendidikan yang ditempatkan di RS, tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori, tanggung Jawab, kewenangan, dan hak paruh/purna waktu. Terdapat stat medis tungsional RS yang ditetapkan Direktur RS dan mendapat persetujuan dari lnstltusi Pendidikan untuk diangkat sebagai dosen tidak tetap dengan jabatan akademiknya untuk dapat berfungsi sebagai supervisor klinik, pembimbing, pengajar dan penilai bagi peserta didik (raslo 1 :5). Terdapat kriteria tertulis mengenai kinerja tenaga pendidik yang tersosialisasi dengan baik. Terdapat panitia yang beranggotakan bidang/bagian pendidikan kedokteran rumah sakit dan panitia evaluasi masing-masing bagian yang menilai kinerja pendidik pada pembelajaran klinik.

"1.2

-:

1.3

1.4. 1.5.

2. Sistem Monitoring dan Evaluasi Tenaga Pendidik Sistem monitoring dan evaluasi tenaga pendidikan bertujuan untuk menilai prestasi atau kinerja tenaga pendidik antara lain: komitmen, disiplin dan proses pengembangan diri. Kriteria: 2.1. Terdapat presensi pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. 2.2. Pembuatan data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan oleh bagian Pendidikan dan Pelatihan RS Pendidikan. D. STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN RS Pendidikan harus menyediakan sarana. prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul pendidikan. termasuk ketersediaanjumlah dan variasi kasus atau pasien yang berinteraksi dengan peserta didik.

"-

33

"_
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Kriteria: 1. 2. 3. 4. 5. Terdapat dokumen kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik - untuk pendidikan klinik antara Direktur RS, kepala bagian, dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. Sarana ruang belajar, ruang diskusi, dan sistem informasi RS.. Akomodasi untuk peserta didik memadai. Terdapat kesesuaian antara data jumlah dan jenis kasus-kasus terbanyak di unit rawat inap dan rawat jalan dengan daftar kompetensi kurikulum nasional dokter umum. Terdapat sarana proses pembelajaran PROGRAM

E. STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN KLiNIK YANG BERKUALIT AS

Peran RS Pendidikan dalam menyediakan pengalaman belajar klinik memegang peran penting dalam pencapaian kompetensi. RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran perlu merencanakan program pembelajaran klinik yang telah disesuaikan dengan konteks pelayanan medis. Program pendidikan klinik akan berhasil bila semua unsur dibagian yang bersangkutan memiliki. perhatian dan komitmen terhadap pendidikan, memiliki target pembelajaran yang jelas, memiliki kegiatan yang terstruktur dan berimbang serta memiliki sistem evaluasi yang jelas dan objektif. 1. Perhatian RS (Bagian atau SMF terhadap pembelajaran): Agar mampu melaksanakan pembelajaran klinik dengan baik maka perlu adanya wujud perhatian dari RS (Bagian atau SMF) di dalam pendidikan. Kriteria: 1.1. Kehadiran dalam proses pendidikan (log book). 1.2.RS melalui Departemen/Bagian atau SMF yang bersangkutan harus melaksanakan jadwal sesuai dengan rancangan program pendidikan di bagian yang bersangkutan Mengacu pada buku panduan yang ada. 1.3 RS melalui Departemen/Bagian atau SMF yang bersangkutan dafam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan Umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik, penggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik, data wawancara staf. 2. Program Pendidikan Klinik
-,

_-.

Program pendidikan klinik harus memiliki target pencapaian pembelajaran yang jelas yang ditugaskan dalam panduan, pembelajaran, sehingga mahasiswa dan pembimbing dapat selaJu memantau pencapaian pembelajarannya.
34

/-

....

,_

MENTERIKES~HATAN REPUBLIK INDONESIA

Kriteria: . 2.1. RS memberikan program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Kurikulum Naslonal. Mengacu pada buku panduan yang ada. 2.2. RS Pendidikan memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran Tata tertib peserta didik merupakan ketetapan RS. 2.3. RS Pendidikan dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan berbasis bukti (evidence based medicine).Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin minimal 1 bulan sekali yang diikuti oleh staf edukatif, nonedukatif, dan peserta didik serta merupakan ketetapan RS Pendidikan. 2.4. Terdapat standar tertulis mutu pendidikan profesi kedokteran yang disosialisasikan secara merata. 2.5. Terdapat tim penilai proses pendidikan RS Pendidikan yang berfungsi mengevaluasi kualitas pendidikan profesi kedokteran secara berkala.
~

.

3. Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Kllnls Pelaksanaan kegiatan klinik harus sesuai dengan perencanaan dengan memperhatikan proses pembelajaran yang efektif dan efrsien sehingga mampu mencapai tujuanl kualitas yang ditetapkan. Kriteria: Jadwal pendidikan kedokteran disusun oleh koordinator pendidikan masing-masing bagian, mengacu pada proporsi yang telah ditentukan. 3.2. Dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan klinik peserta didik harus melaksanakan sesuai kebijakan RS tentang batasan kewenangan, penanganan kasusl prosedur yang boleh dilakukan oleh peserta didik mengacu pada buku panduan. 3.3. Dalam melakukan tugasnya di unit kerja RS yang ditunjuk, peserta didik harus mengikuti peraturan pelaksaan dan peraturan teknis yang berlaku bagi peserta didik di RS tersebut sesuai kebijakan RS tentang batasan kewenangan, penanganan kasus/prosedur yang boleh dilakukan oleh peserta didik. - 3.4. Terdapat koordinasi antara RS Pendidikan dan institusi pendidikan kedokteran dalam bidang pendidikan dan penelitian, termasuk dalam pengiriman staf pendidik untuk mengikuti seminarl pelatihan Evaluasi Program dan hasil Pembelajaran 4. Evaluasi Program dan hasil Pembelajaran 3.1.

«.

RS Pendidikan bersama- sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait harus melakukan evaluasi pencapaian pesertadidik 35

'.

..

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

secara bersama- sama. Efektifitas dan perbaiakn program direncanakan dalam proses evaluasi program yang dilakukan bersama oleh RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Kriteria 4.1. Terselenggaranya mekanisme umpan balik (kuisioner/tanya jawab) bag; peserta didik mengenai program yang telah dilakukan di akhir pendidikan setiap bagian. 4.2. Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh badan koordinasi pendidikan, mengacu pada ketetapan bagian. VIII. PARAMETER DAN INDIKATOR PENILAIAN RUMAHSAKIT PENDIDIKAN Dalam rangka mengukur suatu RS telah memenuhi Standar RS Pendidikan, maka diperlukan tolok ukur setiap Standar RS Pendidikan Kedokteran sesuai dengan klasifikasinya. Oleh karena itu indikator obyektif perlu ditetapkan. Indikator ini digunakan oleh surveyor dalam melakukan visitasi dalam rangka akreditasi maupun reakreditasi RS Pendidikan. Berdasarkan Indikator ini dilakukan pengukuran setiap Standar dengan indikator skor nilai dan akan menghasilkan suatu nilai yang akan dimasukan dalam Borang Penilaian. A. RUMAH SAKIT PENDIDIKAN KEDOKTERAN UTAMA STANDAR VISI, MISI, KOMITMEN DAN PERSYARATAN PARAMETER RS kelas A atau B telah terakreditasi minimal 12 pelavanan INDIKATOR SKOR RS bukan kelas A tetapi belum terakreditasi 16 pelayanan atau 0 8 tetapl belum terakreditasl 12 pelayanan RS kelas A sudah terakreditasi 16 pelayanan atau RS kelas B 1 sudah terakreditasi 12 pelayanan tetapi Sertifikat Akreditasi sudah habis masa berlakunya RS kelas A sudah terakreditasi 16 pelayanan atau RS Kelas B 2 sudah terakreditasi 12 pelayanan dan Sertifikat Akreditasi masih berlaku PARAMETER Terdapat visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. . SKOR INDIKATOR 0 Visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis tidak menunjang tercaoainva tujuan pendidikan profesi kedokteran 1 Visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis kurang menunjang tercaoalnva tujuan pendidikan profesi kedokteran 2 Visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran

.,r'

-,

36

·-

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

_-

PARAMETER Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Terdapat dokumen Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, meliputi aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan manajemen pendidikan. INDIKATOR SKOR 0 Tidak ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendldlkan Kedokteran, rneliputi aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan pembiayaan Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan 1 Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran Institusi Pendidikan Kedokteran, aspek tetaol belum secara utuh mencakup sumber daya manusia, pembiayaan, sarana medikolegal, prasarana, dan pembiayaan Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan 2 Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, yang secara utuh medikolegal, mencakup aspek sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan pembia_yaan PARAMETER Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat seluruh proses.pelayanan dan pendidikan kedokteran di RS tersebut. SKOR INDIKATOR 0 Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur Rumah Sakit dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran yang ada tidak mengikat seluruh proses pelayanan dan pendidikan kedokteran di RS tersebut 1 Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur Rumah Sakit dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran hanya mengikat sebagian proses pelayanan dan pendidikan kedokteran di RS tersebut 2 Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur Rumah Sakit dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran mengikat seluruh proses pelayanan dan pendidikan kedokteran di RS tersebut PARAMETER RS Pendidikan Utama minimal mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam, anak, bedah, kebidanan dan kandungan) dan 7 pelayanan spesialistik lainnya. INDIKATOR RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam, anak, bedah, kebidanan dan kandungan) dan belum ada 7 pelayanan spesialistik lainnya RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam, anak, bedah, kebidanan dan kandungan) dan 7 pelayanan spesialistik lainnya namun sebagian atau seluruhnya baru dilaksanakan oleh dokter spesialis yang paruh waktu 37

r)

/

SKOR

0 1

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2'

RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam, anak, bedah, kebidanan dan kandungan) dan 7 pelayanan spesialistik lainnya yang dilaksanakan dilayani oleh dokter spesialis yang purna waktu

<) f

PARAMETER RS telah menjalankan fungsi pendidikan telah memiliki SK penetapan Menteri Kesehatan sebaqai RS Pendidikan. SKOR INDIKATOR o RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi belum mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan Kedokteran 1 RS telah menjalankan fungsi pendidikan dan sudah mempunyai Surat Keputusan : Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan Kedokteran akan tetapi sudah habis masa berlakunya 2 RS telah menjalankan fungsi pendidikan dan sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan Kedokteran yang masih berlaku STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI PARAMETER Ada Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran beranggotakan unsur RS dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Berrama yang berkedudukan di RS. SKOR INDIKATOR o Belum Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran 1 Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran akan tetapi belum ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS 2 Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranqqotakan unsur RS dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran dan telah ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS PARAMETER Ada uraian tugas, tanggung jawab, hak, wewenang dan masa tugas ditetapkan melalui keputusan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran/Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR INDiKATOR o Belum ada uraian tugas, tanggung jawab, hak, wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran/Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran

(
I

38

...

..
1

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2

Ada sebagian uraian tug as, tanggung jawab,wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran Ada secara lengkap uraian tug as, tanggung jawab hak, wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran

-

.

PARAMETER Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. INDIKATOR SKOR BeJum ada kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum 0 antara Institusi Pendidikan Perjanjian Kerjasama dalam Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan 1 Ada kebijakan tidak tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik sebagaimana yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan tentang 2 Ada kebijakan tertulis yang telah dilaksanakan penerimaan peserta didik yang tercantum sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan PARAMET':R Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan .bersama antara Pimpinan RS dengan Pimp inan Instusi Pendidikan. SKOR INDIKATOR 0 Belum ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Pimpinan RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran 1 Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pad a rasio pendidik dengan peserta didik yang melebihi 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Pimpinan RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran 2 Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pad a rasio pendidik dengan peserta didik yang tidak melebihi 1 : 5 sebagaimana ditetapkan bersama antara Pimpinan RS denqan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran PARAMETER Adanya peraturan bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendldikan, dan penelitian beserta berbagai unsur penunjan_gnya termasuk

-,

39

• ...
,,_ .:
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

reward and punishment bagi semua pihak

yang terlibat (staf medis, staf nonmedis dan peserta didik) INDIKATOR SKOR Selum ada ketentuan yang disepakati bersama antara Direktur 0 RS dan Pimp inan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan, pendidikan, dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (stat medis, stat

nonmedis dan peserta didik) 1
Ada ketentuan tidak tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan, pendidikan, dan termasuk penelitian beserta berbagai unsur penu~angnya reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (stat

medis, stat nonmedis dan peserta didik) 2
Ada ketentuan tertulls yang disepakati bersama antara Direktur Institusi Pendidikan Kedokteran tentang RS dan Pimpinan sistem penyelenggaraan pelayanan, pendidikan, dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (stat medis, stat

nonmedis dan peserta didik)
PARAMETER Adanya kebijakan RS yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik SKCR INDIKATOR 0 Selum ada kebijakan RS yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik 1 Adanya kebijakan tidak tertulis RS yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik 2 Adanya kebijakan tertulis RS yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. PARAMETER Terdapat kebijakan, peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disegakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. SKOR INDIKATOR 0 Belum ada kebijakan tertulis Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. 1 Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis tetapi belum dilaksanakan oleh semua unsur . yang terlibat dalam pendidikan. 2 Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS dan PlrnptnanInstltust Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis, telah disepakati, dan dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. 40

.-

-,

-,

t.

PARAMETER Kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik, dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan,_Qendidikan dan penelitian INDIKATOR SKOR 0 Belum ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan .orosedur yang terkait dengan tertulis kepada seluruh pelaksana pendidikan klinik, yang merupakan acuan pokok bagi semua stat medis dalam melaksanakan tug as pelayanan, pendidikan . dan penelitian. 1 Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan . klinik, yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis tug as pelayanan, daJam melaksanakan pendidikan dan penelitian, tetapi belum semua pihak memahamiD.Y_a. 2 Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan kJinik, yang merupakan acuan pokok bagi semua stat medis daJam melaksanakan tugas pelayanan, pendidikan dan penelitian serta telah dipahami dan dilaksanakan oleh semua pihak yang terkait. PARAMETER Adanya jadwaJ pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk, nama bagian/departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan kepada RS .sebelum mahasiswa masuk ke RS, SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada jadwal pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk, nama bagian/departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Jnstitusi Pendidikan Kedokteran kepada RS sebelum mahasiswa masuk ke RS. 1 Tidak selalu ada jadwal pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk, nama bagian/departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS sebelum mahasiswa masuk ke RS. 2 Selalu ada [adwal pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal mas uk, nama bagian/departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS sebelum mahasiswa masuk ke RS. PARAMETER Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap bagian/departemen/SMF (nama, kegiatan, waktu, penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual.

-,

41

-,

.

-

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

_

..

'.

INDIKATOR pelaksanaan yang sitatnya tetap sesuai Tidak ada jadual 0 program di tiap bagian/departemen/SMF (nama, kegiatan, waktu, penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. 1 Tidak selalu ada jadual pelaksanaan yang sitatnya tetap sesuai program di tiap bagian/departemen/SMF (nama, kegiatan, waktu, penanggung jawab ruangan) tetapi tidak dilaksanakan sesuai jadual. Selalu ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai 2 bagian/departemen/SMF (nama, kegiatan, program di tiap waktu, penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. PARAMETER Adanya stat sekretariat khusus (stat non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belalar, ruangan, nilai, pengaturan jadual dan administrasi). INDIKATOR SKOR Tidak ada stat sekretariat khusus (stat non edukatif) yang 0 jawab penuh untuk menangani kelengkapan bertanggung proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar, .ruangan, nilai, pengaturan jadual dan administrasi) 1 Tidak selalu ada stat sekretariat khusus (stat non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar, ruangan, nilai, pengaturan jadual dan administrasi). 2 Selalu ada staf sekretariat khusus (stat non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk rnenanqanl kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar, ruangan, nilal, pengaturan jadual dan administrasi). PARAMETER Terdapat sistem, alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu. SKOR INDIKATOR 0 Belurn ada sistem, alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu 1 Ada sistern, alur pencatatan ada pelaporan nilai tetapi tidak tepat waktu . .Ada sistem, alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat 2 waktu. PARAMETER Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisii data-base peserta didik (meliputi identitas, hasil belajar). SKOR INDIKATOR 0 Selum ada sistem intormasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas, hasil belajar).

SKOR

42

.\

-<,

.
.-

-,
,

.

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Sudah ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meJiputi identitas, hasil belajar) tetapi tidak lengkap informasi pendidikan sistem yang termasuk Terdapat 2 didalamnya berisi data-base peserta didik (meJiputi identitas, hasil belajar) yang lengkap PARAMETER Adanya laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik, tingkat kelulusan, daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik kepada RS dan institusi Pendidikan Kedokteran. INDIKATOR SKOR Tidak ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun 0 Oumlah mengenai peserta didik, tingkat kelulusan, daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/SMF kepada RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Tidak selalu ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap 1 tahun (jurnlah mengenai peserta didik, tingkat kelulusan, daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/SMF kepada RS dan Institusi Pendidikan Kedokteranllnstitusi Pendidikan Kedokteran. Selalu ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun 2 Oumlah mengenai peserta didik, tingkat kelulusan, daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik kepada RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh Sekretariat Bersama antara RS dan !nstitusi Pendidikan yang meliputi biaya pendidikan langsung, seperti biaya sumber daya rnanusla pendidikan, biaya bahan habis pakai, biaya administrasi dan biaya overhead operasional, seperti bia a tidak langsung. SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung maupun biaya tidak langsung. 1 Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung dan belum termasuk biaya tidak langsung. 2 Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung, seperti biaya sumber daya manusia pendidikan, biaya bahan habis pakai, biaya administrasi dan biaya overhead operasional dan biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana.

1

PARAMETER Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh koordinator pendidikan yang 43

r,

"

._
Co

.
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

untuk kepala bagian/departemen/SMF diusulkan oleh masing-masing disetujui oleh Direktur RS, dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran. INDIKATOR SKOR rencana anggaran biaya (RAB) terdapat Tidak 0 penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh koordinator pendidikan yang diusulkan oleh masingmasing kepala bagian/departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS, dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan 1 pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh koordinator pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing kepala bagian/departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan 2 pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh koordinator pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing kepala bagian/departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS, dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER rrerdapat kebijakan bersama antara Direktur RS, dan Institusi Pendidikan mengenai kepala bagian/departemen/SMF Kedokteran atas masukan pendanaan pendidikan kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS, dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan kepala bagian/departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran Ada kesepakatan tidak tertulis antara Direktur RS, dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran atas masukan kepala bagian/departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran Terdapat kebijakan bersama antara Direktur RS, dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan kepala bagian/departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran yang dituangkan dalam dokumen rencana anggaran dan biaya pendidikan kedokteran di RS

r

.

1

2

PARAMETER Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian dan disahkan oleh Direktur RS, dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bag ian serta disahkan oleh Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. .

;

r

44

~

.
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

,. 1 2

-

Ada laporan keuangan berkala tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian tetapi tidak disahkan oleh Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian dan disahkan oleh bersama Direktur RS, dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

PARAMETER Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh sekretariat bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan badan koordinasi pendidikan. INDIKATOR SKOR Tidak terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik 0 yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan badan koordinasi pendidikan. 1 Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik secara dilakukan Bersama temporer yang oleh Sekretariat berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan badan koordinasi pendidi'can, 2 Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap en am bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan badan koordinasi pendidikan. PARAMETER pengajar dan peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanjut INDIKATOR Tidak ada data umpan balik stat pengajar dan peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanjut Ada data umpan balik sebagian stat pengajar dan peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanjut Ada data umpan balik seluruh stat pengajar dan peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanjut

Terdapat data umpan balik SKOR 0

stat

1 2

STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK PARAMETER Adanya kebijakan mengenai penugasan staf medis dan/atau non medis yang diprogramkan sebagai tenaga pendidik merupakan kebijakan tentang kategori, tanggung jawab, kewenangan, hak, paruh/purna waktu dari staf medis dan/atau non medis tersebut. SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada tata cara perekrutan dan kriteria kompetensi yang ditetapkan bersama oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Stat Medik Fungsional yang akan

45

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

diangkat sebagai Tenaga Pendidik/Supervisor Klinik dalam kependidikan, keilmuan dan keprofesian Ada tata cara perekrutan tetapi belum ada kr:iteria kompetensi yang ditetapkan bersama oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pendidik/Supervisor Klinik dalam kependidikan, keilmuan dan ke_Qrofesian 2 Ada tata cara perekrutan dan kriteria kompetensi yang ditetapkan bersama oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga PendidiklSupervisor Klinik dalam kependidikan, keilmuan dan keprofesian PARAMETER Terdapat Surat Keputusan pengangkatan sebaqai ' dosen Institusi dari Pimpinan Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya Institusi Pendidikan Kedokteran untuk Staf Medik yang melakukan fungsi Pendidikan Kedokteran. INDIKATOR SKOR SK Tidak ada satupun Staf Medik yang memiliki 0 pengangkatan sebagai dosen Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran untuk Staf Medik yang melakukan fungsi Pendidikan Kedokteran. 1 Ada sebagian Staf Medik yang memiliki SK pengangkatan sebagai dosen Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran/Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran untuk Staf Medik yang melakukan fungsi Pendidikan Kedokteran 2 Seluruh Staf Medik telah memiliki SK pengangkatan sebagai dosen Institusi Pendidikan Kedokteran berikLit jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran untuk Staf Mecik yang melakukan fungsi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam Pendidikan Kedokteran di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori, tanggung jawab, kewenangan, hak dan kewajiban paruhLQ_urna waktu. SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori, tanggung jawab, kewenangan, dan hak dan kewajiban paruh/purna waktu. 1 46

-.

.
_

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Ada SK Pengangkatan/Penugasan Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional, tetapi belum tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori, tanggung jawab, kewenangan, hak dan , kewajiban paruh/purna waktu. 2 Ada SK Pengangkatan/Penugasan Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS dan sudah tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori, tanggung jawab, kewenanqan, hak dan kewajiban paruh/purna waktu. PARAMETER Terdapat staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai supervisor klinik dan pembimbing bagi peserta didik disertai kejelasan tugas, tanccunc jawab dan kewenangannya INOIKATOR SKOR Tidak Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS 0 sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi_pesertadidik 1 Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik akan tetapi belum disertai kejelasan tugas, tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis. 2 Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik dan telah disertai kejelasan tugas, tanggung jawab dan . kewenangannya secara tertulis. PARAMETER Terdapat Tim PenilailSupervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerj8 tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang je/as serta <;;ilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. SKOR INOIKATOR 0 Tidak ada Peniiai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran namun belum , ada kriteria penilaian yang jelas. 2 Ada Tim PenilailSupervisor kinerja tenaga pendidik 'darl RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. PARAMETER Terdapat presensilkehadiran dalam pembelalaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. ' SKOR INOIKATOR 0 Tidak ada presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik 1

,

,,

47

-.

-.. _
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

presensi / kehadiran (tetapi tidak lengkap) dalam Ada pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik Ada presensi I kehadiran secara lengkap dalam pembelajaran 2 yang dilakukan oleh tenaga pendidik PARAMETER Terdapat data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah bagian koordinasi sekretaris dan Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/Sekretariat Bersama Pendidikan. INDIKATOR SKOR Tidak ada data duser pengembangan diri tenaga pendidikan di 0 bawah koordinasi sekretaris bagian RS maupun di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran I Sekretariat Bersama Pendidikan 1 Ada data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di .bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS Ada data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di 2 bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS dan di bawah Badan Kedokteran/Sekretariat Koordinasi Pendidikan Bersama . Pendidikan.

1

STANDAR PENUNJANG

PENDIDIKAN

PARAMETER Terdapat dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik . untuk pendidikan klinik antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya 1 Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya 2 Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta reallsaslnva. PARAMETER Sarana, prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan, antara lain: ruangan pembelajaran, ruang diskusi, perpustakaan, sistem informasi RS, teknologi informasi, sistem dokumentasi, skill lab, peralatan phantom dan audiovisual. SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada sarana, prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan, antara lain: ruangan pembelajaran, ruang diskusi, perpustakaan, sistem informasi RS, teknologi informasi, sistem dokumentasi, skilllab,_peralatan

48

'.
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

phantom dan audiovisual. Sebagian ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang 1 penyelenggaraan pendidikan antara lain: ruangan pembelajaran, ruang diskusi, perpustakaan, sistem informasi RS, teknologi informasi, sistem dokumentasi, skill lab, peralatan phantom dan audiovisual tetapi tidak lengkap 2 Ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan secara Jengkap antara lain: ruangan pembelajaran, ruang diskusi, perpustakaan, sistem informasi RS, teknologi informasi, sistem dokumentasi, skill lab, peraJatan phantom dan audiovisual. PARAMETER Tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyaman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana b",ngunan, prasarana penunjang danfasilitas pendukung. SKOR INDIKATOR o Tidak tersedia tasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan, prasarana penunjang serta fasilitas _Qendukung. 1 Tersedia fasilitas ruang jag a tetapi tidak memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan, prasarana penunjang fasilitas pendukung. 2 Telah tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan, prasarana penunjang serta fasilitas pendukung. PARAMETER Terdapat variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. SKOR INDIKATOR Tidak tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesual dengan materipembelajaran peserta didik. 1 Tersedia variasi dan kasus dalam jumlah terbatas dan kurang mencukupi mater! pembelajaran peserta didik 2 Tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup memadai yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. PARAMETER Terdapat sarana p_enelitian dan pengembangan di bidang kedokteran. SKOR INDIKATOR Tidak tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran. 1 Tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di bagian-bagian tertentu. 2 Ada sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di seluruh bagian dan/atau Lembaga Penelitian Terpadu.

o

o

49

a,

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

STANDAR

PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLiNIK YANG BERKUALITAS

PARAMETER mempunyai perencanaan yang disusun oleh masing-masing RS harus bagian/SMF IDep terkait melalui proses aktivitas stat medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin, dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). INDIKATOR SKOR RS tidak mempunyai perencanaan yang disusun oleh masing0 masing bagian/SMF/Oep terkait melalui proses aktivitas stat medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi Pertemuan rutin, dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book)_. 1 RS mempunyai perencanaan tetapi dalam penyusunannya bagian/SMF/Dep terkait masing-masing tidak melibatkan dan/atau perencanaan tidak disusun melalui proses aktivitas stat medis, tidak ada notulensi pertemuan rutin, dan tidak ada catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). 2 RS telah mempunyai perencanaan yang disusun oleh rnasinqmasing bagian/SMF/Oep terkait melalui aktivitas stat medis daJam penyusunan rancangan tersebut, dan terdapat notulensi rutin, dan catatan kehadiran dalam pertemuan proses pendidikan (log book). PARAMETER Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh kepala bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran/Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR INDIKATOR 0 Tidak terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh kepala bagian/Dep/SMF yang disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteranl Pimpinan/lnstitusi Pendidikan Kedokteran. 1 Terdapat buku panduan program pendidikan .kedokteran yang disusun oleh masing-masing kepala bagian/Dep/SMF tetapi belum mendapat persetujuan Direktur RS dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran/Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait 2 Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun/dibuat oleh kepala bagian/Dep/SMF . bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran/lnstitusi Pendidikan Kedokteran terkait yang telah disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteranl Pimpinanllnstitusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Seluruh 8agian/Dep/SMF di RS yang terkait dalam program pendidikan .terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan, dlllhat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik, dengan 50

/;"'.

/

.._;..;. .......

v,

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik
denqan peserta didik, serta data wawancara staf. INDIKATOR SKOR

Tidak seluruh Bagian/Oep/SMF di RS yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. Seluruh 8agian/Oep/SMF di RS yang terkait dalam program 1 pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan, tetapi tidak ada umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik dengan .menggunakan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik deng_an eserta didik ~ Seluruh Bagian/Oep/SMF di RS yang terkait dalam program 2 pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan, dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik rnenqenai tenaga pendidik, dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik, serta data wawancara stat. PARAMETER RS mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi/Dokter Spesialis dan Standar Kompetensi Ookter Gigi/Ookter Spesialis Dokter dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku_panduan. SKOR INDIKATOR 0 RS belum mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Spesialis dan Standar Kompetensi Ookter/Ookter Spesialis dcngan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. 1 RS telah mempunyai program pendidikan klinik yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Ookter Spesialis dan Standar Kompetensi Ookter/Ookter Spesialis tetapi belum terstruktur dan belum terlihat adanya tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. 2 RS telah memberikan/mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang· ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Ookter/Dokter Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Ookter Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam bukupanduan .. PARAMETER RS memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tuiuan pembelajaran. SKOR INDIKATOR 0 RS tidak/belum memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertuiuan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
51

0

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

1 2

RS memberlakukan tata tertib peserta didik tujuan pembelajaran mencapai untuk disosialisasikan dan dipatuhi oleh _Qeserta didik RS memberlakukan tata tertib peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran, telah setiap peserta didik dan dipatuhi peserta didik

yang bertujuan belum tetapi yang bertujuan diketahui oleh

PARAMETER menggunakan prinsip RS dalam pendidikan dan pelayanannya pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). INDIKATOR SKOR RS dalam pendidikan dan pelayanannya tidak menggunakan 0 kedokteran berbasis bukti (evidence prinsip pengetahuan based medicine). belum secara 1RS dalam pendidikan dan pelayanannya menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti_{_evidence based medicine). dan pelayanannya telah secara 2 RS dalam pendidikan menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). PARAMETER Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh bagian/departemen/SMF. INDIKATOR SKOR 0 Tidak ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin yang ditetapkan oleh bagian/departemen/SMF. 1 Ada kegiatan pertemuan ilmiah ditetapkan oleh bagian/departemen/SMF tetapi waktunya tidak menentu atau kuranq dari 4 kali dalam 1 bulan. 2 Ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin minimal satu minggu sekali yang ditetapkan oleh bagian/departemen/SMF. PARAMETER Program pendidikan klinik dan pedomannya diketahui dan dipahami dengan baik pada tingkat pengelola dan pelaksana. SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada pengarsipan, penggandaan, dan pendistribusian buku panduan penyelenggaraan pendidikan kedokteran secara merata oleh staf administrasi pendidikan. 1 Ada pengarsipan, penggandaan, dan pendistribusian buku panduan penyelenggaraan pendidikan kedokteran oleh staf administrasi pendidikan, tetapi belum semua staf pendidik memiliki buku panduan program pendidikan kedokteran 2 Ada kegiatan pengarsipan, penggandaan, dan pendistribusian buku panduan penyelenggaraan pendidikan kedokteran secara merata oleh staf administrasi pendidikan dan seluruh tenaga pendidik serta menggunakan log book untuk memantau kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan panduan

52

-_

_-

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

PARAMETER Jaminan mutu pelayanan RS termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan, para pendidik dan para peserta didik, yang dinyatakan dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi sistem supervisip_eserta didik. INDIKATOR SKOR Tidak ada program jaminan mutu pelayanan RS termasuk 0 didalamnya keselamatan pasien jaminan 1 Ada program mutu pelayanan RS termasuk didalamnya keselamatan pasien tetapi pelaksanaannya belum didukung oleh Institusi Pendidikan, para pendidik dan para peserta didik, yang dlnyatakan dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik jaminan mutu pelayanan 2 Ada program RS termasuk didalamnya keselamatan pasien dan pelaksanaannya didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan, para pendidik dan para peserta didik, yang dinyatakan dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. PARAMETER Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan berbasis bukti (evidence based medicine) yang disusun oleh koordinator pendidikan masing-masing bagianl Oepartemen/SMF. INDIKATOR SKOR 0 Tidak ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skill training bagi peserta didik yang disusun oleh . koordinator pendidikan masing-masing Bagian/Oepartemenl SMF. 1 Ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skil training berbasis bukti bagi peserta didik yang disusun oleh koordinator pendidikan tetapi belum dilaksanakan diseluruh Bagianl Oepartemenl SMF. 2 Ada kegiatan pendidikan klinik yang secara khusus dirancang yang memberikan propers! seimbang antara clinical reasoning dan skill training yang berbasis bukti (evidence based medicine) disusun oleh koordinator pendidikan dan telah dilaksanakan di seluruh Bagian/Oepartemen/SMF. PARAMETER Terdapat batasan kewenangan, penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh bagian/Ketua Program Studi. SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada batasan kewenangan, penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh bagian/Ketua Program Studi 1 Ada batasan kewenangan, penanganan kasus/prosedur peserta didik tetapi belum secara jelas tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh bagian/departemenl Ketua Program Studi. 53

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Ada batasan kewenangan, penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum secara jelas dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Bagian/Ketua Program Studi. PARAMETER Terdapat kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi pendidikan kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. SKOR INDIKATOR o Tidak ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan institusi pendldikan kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. 1 Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dar) Institusi pendidikan kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran tetapi belum dituangkan dalam dokumen Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran/lnstitusi Pendidikan Kedokteran. 2 Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan institusi pendidikan kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran yang telah dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteranllnstitusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat ketentuan/acuan serta tasilitas mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Stat Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai baglan dariR_embelajaranpeserta didik. SKOR INDIKATOR o Tidak ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik serta tidak ada fasilitas pendukung untuk penelitian 1 Ada pedoman mengenai keyiatan penelitian yang dilakukan oleh Stat Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik tetapi tidak disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian. 2 Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oJeh Stat Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik dan disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian seperti Internet, langganan jurnal, text-book, dokumen penelitian yang . telah dilakukan, arsip rekam medis yang sistematis dan data dasar pasien rawat inap/rawat jalan.
2

PARAMETER Terdapat kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala secara tersendiri, maupun bersama Badan Koordinasi Pendidikan sekurang- kurangnya satu kali dalam satu tahun. SKOR INDIKATOR o Tidak ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala, secara tersendiri maupun oleh Badan Koordinasi Pendidikan.
54

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

1
2

evaluasi program pendidikan klinik secara Ada kegiatan berkaia dan secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi tidak melibatkan Badan Koordinasi Pendidikan Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala umpan balik dengan melalui mekanisme menggunakan kuesioner bagi peserta didik diakhir pendidikan disetiap bagian, secara tersendiri memlaui rapat evaluasi Badan Koordinasi Pendidikan dan Supervisi Pendidikan Klinik setiap modul di tiap-tiap bagian oleh Badan Koordinasi Pendidikkan sekurangkuranqnva satu kali dalam satu tahun.

B. RUMAH SAKIT PENDIDIKAN

KEDOKTERAN

AFILIASI (EKSILENSI)

STANDAR VISI, MISI, KOMITMEN DAN PERSYARATAN RS Kelas A atau terakred itasi. SKOR RS Kelas A 0 terakreditasi. RS Kelas A 1 terakreditasi, berlakunya. 2RS Kelas A terakreditasi, PARAMETE:R 8 dengan pelayanan unggulan tertentu dan teiah

INDIKATOR atau B dengan pelayanan unggulan tertentu belum atau B dengan pelayanan unggulan tertentu sudah tetapi Sertifikat Akreditasisudah habis masa atau 8 dengan pelayanan unggulan tertentu sudah dengan Sertifikat Akreditasi masih berlaku.

PARAMETER Terdapat visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis tercapainya tulqan pendidikan profesi kedokteran. SKOR 0

yang

menunjang

INDIKATOR Visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis tidak menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran 1 Visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis kurang menunjang tercapainva tujuan pendidikan profesi kedokteran 2 Visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis menunjang tercapainya tujuan pendidikan prafesi kedokteran PARAMETER Terdapat dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, meliputi aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan manajemen pendidikan. . SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, meiiputi aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan pembiayaan 55

"'MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

1

2

Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran Institusi Pendidikan Kedokteran, tetapi belum secara utuh mencakup aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan pembiayaan. Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur R~ dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, yang secara utuh aspek medikolegal, mencakup sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan pembiayaan.

.. -.

PARAMETER Kesep-akatan bersama tersebut harus bersifat saling menglkat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. INDIKATOR SKOR 0 Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur Rumah Sakit dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran yang ada tidak mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur Rumah 1 Sakit dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran hanya mengikat sebagian proses pendidikan kedokteran di RS tersebut 2 Kesepakatan. Perjanjian Kerjasama antara Direktur Rumah Sa kit dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut PARAMETER RS memiliki pelayanan spesialistik atau sub spesialistik tertentu yang menjadi unggulan. SKOR INDIKATOR 0 RS memiliki pelayanan spesialistik sudah terakreditasi dan pelayanan sub spesialistik tertentu yang menjadi unggulan masih belum terakreditasi. 1 RS memiliki pelayanan spesialistik dan pelayanan sub spesialistik tertentu yang menjadi unggulan sudah terakreditasi denoan Sertifikat yang telah habis masa berlakun_ya. 2 RS memiliki pelayanan spesialistik dan pelayanan sub spesialistik tertentu yang menjadi unggulan sudah terakreditasi denqan Sertifikat yang masa berlakunya. PARAMETER RS telah menjalankan fungsi pendidikan telah memiliki SK penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan. SKOR INDIKATOR 0 RS telah menjalankan funqsi pendidikan tetapi belum mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan Kedokteran. 1 R~ telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan Kedokteran akan tetapi sudah habis masa berlakunya. 56

I

\

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2

RS teJah menjaJankan fungsi pendidikan tetapi sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan Kedokteran yang masih berlaku. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI

PARAMETER Ada Sadan Koordinasi Pendidikan Kedokteran beranggotakan unsur RS dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. INDIKATOR SKOR Selum Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur 0 RS dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada Sadan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS 1 dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran akan tetapi belum ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS 2 dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran dan telah ada . Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS PARAMETER Ada uraian tugas, tanggung jawab, hak, wewenang dan masa tugas ditetapkan melalui keputusan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran/Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. INDIKATOR SKOR Selum ada uraian tugas, tanggung jawab, hak, wewenang dan 0 masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran/Pimpinan Institusi Pendidlkan Kedokteran 1 Ada sebagian uraian tugas, tanggung jawab,wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran 2 Ada secara lengkap uraian tugas, tanggung jawab hak, wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan meJaJui Keputusan Sersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran PARAMETER Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara ·Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. SKOR INDIKATOR 0 Selum ada kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum daJam Perjanjian Kerjasama antara Jnstitusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan
57

,MENTERIKEseHATAN REPUBLIK INDONESIA

-

.--

Ada kebijakan tidak tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik sebagaimana yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dencan RS Pendidikan. tentang 2 Ada kebijakan tertulis yang telah dilaksanakan sebagaimana penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian tercantum Kerjasama antara Institusi Kedokteran dengan RS Pendidikan Pendidikan yang bersangkutan PARAMETER Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio bersama pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan antara Pimpinan RS dengan Pimpinan Instusi Pendidikan. INDIKATOR SKOR peserta kebijakan mengenai daya tampung Belum ada 0 didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Pimpinan RS dengan Pimpinan Institusi Peudidikan Kedokteran. Ada kebijakan mengenai daya tampung 1 peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang melebihi 1 : 5 yang ditetapkan bersarna antara Pimpinan RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 2 Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang tidak melebihi 1 : 5 sebagaimana ditetapkan bersama antara Pimpinan RS denqan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETl:R Adanya peraturan bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentanp sistem penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (stat medis, stat nonmedis dan peserta didik). SKOR INDIKATOR 0 Belum ada ketentuan yang disepakati bersama antara Direktu.r RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis, staf nonmedis dan peserta didik). 1 Ada ketentuan tidak tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (stat 1

medis, stat nonmedis dan peserta didik}

2

Ada ketentuan tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and 58

·.

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

punishment bagi semua pihak nonmedis dan peserla didik).

yang terlibat (staf medis, staf

PARAMETER Adanya kebijakan RS yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan 01eh peserta didik. fNDIKATOR SKOR Belum ada kebijakan RS yang mengatur batasan kewenangan 0 prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. Adanya kebijakan tidak tertulis RS yang mengatur batasan 1 yang dapat dilakukan oleh kewenangan prosedur medis peserta didik. batasan kebijakan tertulis RS yang mengatur 2 Adanya yang dapat dilakukan oleh kewenangan prosedur medis peserta didik. PARAMETER Terdapat kebijakan, peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam_Qendidikan. INDIKATOR SKOR 0 Belum ada kebijakan tertulis Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. 1 Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis tetapi belum dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. 2 Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis, telah disepakati, dan dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. PARAMETER Kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik, dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan, pendidikan dan penelitian SKOR INDIKATOR 0 Belum ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada seluruh pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik, yang merupakan acuan pokok bagi semua stat medis dalam melaksanakan tug as pelayanan, pendidikan dan penelitian. 1 Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik, yang merupakan acuan pokok bagi semua stat medis dalam melaksanakan tug as pelayanan, pendidikan dan ~ penelitian. tetapi belum semua pihak memahaminya. 2 Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan 59

M~NTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

klinik, yang merupakan acuan pokok bagi semua stat medis pendidikan dan tugas pelayanan, melaksanakan dalam penelitian serta telah dipahami dan dilaksanakan oleh semua pihak yang terkait. PARAMETER Adanya jadwal pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk, nama bagian/departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan mas uk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan kepada RS sebelum . mahasiswa masuk ke RS. INDIKATOR SKOR pendidikan yang berisi Tidak ada jadwal pra-pelaksanaan 0 tanggal mas uk, nama bagian/departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan mas uk yang dikirim oleh Pendidikan Kedokteran kepada sebelum Institusi RS mahasiswa masuk ke RS. pendidikan yang Tidak selalu ada jadwal pra-pelaksanaan 1 berisi tanggal masuk, nama bag ian/departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS sebelum mahasiswa masuk ke RS. Selalu ada jadwal pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi 2 tanggal masuk, nama bagian/departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan mas uk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS sebelum mahasiswa masuk ke RS. PARAMETER Adanya jadual pelaksanaan yang sitatnya tetap sesuai program di tiap bagian/departemen/SMF (nama, kegiatan, waktu, penanggung jawab ruanganl dan dilaksanakan sesuai jadual. SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada jadual pelaksanaan yang sitatnya tetap sesuai program di tiap bagian/departemen/SMF (nama, kegiatan, waktu, penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. 1 Tidak selalu ada jadual pelaksanaan yang sitatnya tetap sesuai program di tiap bagian/departemen/SMF (nama, kegiatan, waktu, penanggung jawab ruangan) tetapi tidak dilaksanakan sesuai jadual. 2 Selalu ada jadual pelaksanaan yang sitatnya tetap sesuai program di tiap bagian/departemen/SMF (nama, kegiatan, waktu, penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. PARAMETER Adanya stat sekretariat khusus (stat non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu bela'ar, ruangan, nilai,pengaturan jadual dan administrasi). SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada stat sekretariat khusus (stat non edukatif) yang bertanggung jawab penuh . untuk menangani kelengkapan

60

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar, ruangan,· nilai, pengaturan jadual dan administrasi) 1 Tidak selalu ada staf sekretariat khusus .(stat non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar, ruangan, nilai, pengaturan jadual dan administrasi). 2 Selalu ada staf sekretariat khusus (stat non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar, ruangan, nilai,pengaturan jadual dan administrasi). PARAMETER Terdapat sistem, alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu. INDIKATOR SKOR Selum ada sistem, alur pencatatan dan pelaporan nitai yang 0 teQat waktu 1 Ada sistem, alur pencatatan ada pelaporan nilai tetapi tidak tepat waktu. Ada sistem, alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat 2 waktu. PARAMETER Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisii data-base peserta didik (meliputi identitas, hasll belajar). • INDIKATOR SKOR Selum ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di 0 dalamnya berisi data-base peserta didik (meJiputi identitas, hasil belajar). Sudah ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di 1 dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas, hasil belajar) tetapi tidak lengkap Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk 2 didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas, hasil belajar) yang lengkap. PARAMETER Adanya laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jurnlah mengenai peserta didik, tingkat kelulusan, daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik kepada RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR INOIKATOR 0 Tidak ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (lurnlah mengenai peserta didik, tingkat kelulusan, daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/SMF kepada RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 Tidak selalu ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (iumlah mengenai peserta didik, tingkat kelulusan, daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/SMF kepada RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran/lnstitusi Pendidikan Kedokteran. 2 Selalu ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun . (lumlah mengenai peserta didik. tingkat kelulusan, daftar
61

f-

MfNTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

I

tunggu ujian) dari . pelaksana Pendidikan Kedokteran.

didik kepada

RS dan Jnstitusi

PARAMETER

Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oJeh Sekretariat Bersama antara RS dan Institusi Pendidikan yang meJiputi biaya pendidikan langsung, seperti biaya sumber daya manusia pendidikan, biaya bahan habis pakai, biaya administrasi dan biaya overhead operasionaJ, seperti bia Ja tidak langsung.

SKOR

o

INDIKATOR

1

2

Tidak ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran me liputi biaya pendidikan langsung maupun biaya tidak lanqsunq. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung dan beJum termasuk biaya tidak langsung_. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung, seperti biaya sumber daya manusia pendidikan, biaya bahan habis pakai, biaya administrasi dan biaya overhead operasionaJ dan biaya .tidak lanQsung sepertij)_eme liha_.:..;ra~a~n.;_s.;_a~r..:.;a.;_n.;_a~. ----------i

PARAMETER

Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh koordinator pendidikan yang diusulkan oJeh masing-masing kepala bagian/departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS, dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran.

SKOR

o

INDIKATOR

1

2

Tidak terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh koordinator pendidikan yang diusuJkan oJeh masingmasing kepala bagian/departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS, dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyeJenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekaJi oJeh koordinator pendidikan yang diusulkan oleh masing~masing kepala bagian/departernen/SMF untuk disetujui oJeh Direktur RS. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyeJenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh koordinator pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing . Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS, dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran.

PARAMETER

Terdapat kebijakan bersama s.ntara Direktur RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan kepala bagian/departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran.

62

i~'~&;~: :~ .=(fiJ
,,-

~

-''''''~~W'
v~"iIIJillJ~:;)/

~.'"

~<;:,;c.:r..,.,

",1a~1

....

_/l;'

MENTERIKESEHATAN REPUBL.IK INDONESIA

SKOR
0

1

2

INDIKATOR Tidak terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS, dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan kepala bagian/departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran Ada kesepakatan tidak tertulis antara Direktur RS, dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran atas masukan kepala bagian/departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran Terdapat kebijakan bersama sntara Direktur RS, dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan kepala bagian/departemen/SM F mengenai pendanaan pendidikan dalam kedokteran yang dituangkan dokumen rencana anggaran dan biaya pendidikan kedokteran di RS

PARAMETER Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian dan disahkan oleh Direktur RS, dan Pimolnan Instusi Pendidikan Kedokteran INDIKATOR SKOR enam bulanan dan Tidak ada laporan keuangan berkala 0 tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian serta Institusi RS dengan Pimpinan disahkan oleh Direktur Pendidikan Kedokteran. 1 Ada Iaporan keuangan berkala tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian tetapi tidak disahkan oleh Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 2 Ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian dan disahkan oleh bersama Direktur RS, dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh sekretariat bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan badan koordinasi _Qendidikan. SKOR INDIKATOR 0 Tidak terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan badan koordinasi_Qendidikan. 1 Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendldlkan klinik secara temperer yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan badan koordinasi_pendidikan. 2 Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan badan koordinasi pendidikan. '

,!

"

63

J

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

PARAMETER Terdapat data umpan balik staf pengajar dan peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanlut INDIKATOR SKOR Tidak ada data umpan balik staf pengajar dan peserta, analisis 0 umpan balik, dan tindak lanjut 1 Ada data umpan balik sebagian staf pengajar dan peserta, analisis umpan batik, dan tindak lanjut 2 Ada data umpansbalik seluruh staf pengajar dan peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanjut STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRA.M PENDIDIKAN KLiNIK
'v

.

PARAMETER Adanya kebijakan mengenai penugasan staf medis dan/atau non medis yang diprogramkan sebagai tenaga pendidik merupakan kebijakan tentang kategori, tanggung jawab, kewenangan, hak, paruh/purna waktu dari staf medis dan/atau non medis tersebut. SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada tata ca.a perekrutan dan kriteria kompetensi yang ditetapkan bersarna oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pendidik/Supervisor Klinik dalam kependidikan, keilmuan dan keprofesian 1 Ada tata cara perekrutan tetapi belum ada kriteria kompetensi yang ditetapkan bersama oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pendidik/Supervisor Klinik dalam kependidikan, keilmuan dan keprofesian 2 Ada tata cara perekrutan dan kriteria kompetensi yang ditetapkan bersama oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pendidik/Supervisor Klinik dalam kependidikan, keilmuan dan keprofesian PARAMETER Terdapat Surat Keputusan pengangkatan sebagai dosen Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran untuk Staf Medik yang melakukan fungsi Pendidikan Kedokteran. SKOR lNDIKATOR 0 Tidak ada satupun Staf Medik yang memiliki SK pengangkatan sebagai dosen Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran untuk Staf Medik yang melakukan fungsi Pendidikan Kedokteran.

64

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

.-

Ada sebagian Staf Medik yang memiliki SK pengangkatan sebagai dosen Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Instusi Pendidikan Institusi Pendidikan Kedokteran untuk Kedokteran/Pimpinan Staf Medik yang melakukan fungsi Pendidikan Kedokteran Seluruh Staf Medik telah memiliki SK pengangkatan sebagai 2 Institusi Pendidikan Kedokteran dosen berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran Pendidikan untuk Staf Medik yang melakukan fungsi Kedokteran PARAMETER Direktur RS sebagai Staf Medik Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Protesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam Pendidikan Ked 0 kte ran di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori, tanggung jawab, kewenangan, hak dan kewajiban_flaruh,'Q_urna waktu. INDIKATOR SKOR dari Direktur RS Tidak ada SK Pengangkatan/Penugasan 0 sebagai Staf Me.dik Fungsional yang meJaksanakan tug as Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Stat Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori, tanggung jawab, kewenangan, dan hak dan kewajiban paruh/purna waktu. 1 Ada SK Pengangkatan/Penugasan Direktur RS sebagai Stat Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Stat Medik Fungsional, tetapi belum tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori, tanggung jawab, kewenangan, hak dan kewajiban paruh/purna waktu. 2 Ada SK Pengangkatan/Penugasan Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesl Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalarn pendidikan di RS dan sudah te.rcakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori, tanggung jawab, kewenangan, hak dan kewajiban paruh/purna waktu. PARAMETER Terdapat stat medis fungsional yang ditetapkan Oirektur RS sebagai supervisor klinik dan pembimbing bagi peserta didik disertai kejeJasan tugas, tanggung jawab dan kewenangannya SKOR 0 INDIKATOR Tidak Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai Supervisor Klinik dan pembimbin__g_ ba_g_ipesertadidik Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik akan tetapi belum disertai kejelasan tug as, tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis . 65

1

1

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2

Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik dan telah disertai kejelasan tug as, tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis

.PARAMETER Terdapat Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan Pendidikan Kedokteran/l nstitusi menilai klneria tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. INDIKATOR SKOR kinerja tenaga pendidik dari Tidak ada Penilai/Supervisor 0 Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari Institusi 1 Pendidikan Kedokteran namun belum ada kriteria penilaian yang jelas. Ada Tim PeniiailSupervisor kinerja tenaga pendidik dari Institusi 2 Pendidikan Kedokteran dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. PARAMETER dalam pernbelajaran

»

Terdapat presensi/kehadiran tenaga pendidik.

yang dilakukan

oleh

SKOR
0 1 2.

INDIKATOR Tidak ada presensilkehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Ada presensi/kehadiran (tetapi tidak lengkap) dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tena_g_a _Qendidik Ada presensilkehadiran secara lengkap dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik

PARAMETER Terdapat data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi sekretaris bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/Sekretariat Bersama Pendidikan. SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi sekretaris bagian RS maupun di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran I Sekretariat Bersama Pendidikan 1 Ada data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS 2 Ada data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS dan di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran I Sekretariat Bersama Pendidikan

66

.,
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

.

STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN PARAMETER Terdapat dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. INDIKATOR SKOR ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan Tidak 0 mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendldikan klinik antara Direktur RS dai"l Pimpinan lnstitusl Pendidikan Kedokteran serta reallsasinya Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai 1 penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS dan Pimpinan lnstitusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai 2 .penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya PARAMETER Sarana, prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan, antara lain: ruangan pembelajaran, ruang diskusi, perpustakaan, sistem informasi RS, teknologi informasi, sistem dokumentasi, skill lab, peralatan phantom dan audiovisual. SKOR INDIKATOR Tidak ada sarana, prasarana yang dapat menunjang 0 penyelenggaraan pendidikan, antara lain: ruangan pembelajaran, ruang diskusi, perpustakaan, sistem informasi RS, teknologi informasi, sistem dokumentasi, skill lab, peralatan phantom dan audiovisual. Sebagian ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang 1 penyelenggaraan pendidikan antara lain: ruangan pembelajaran, ruang diskusi, perpustakaan, sistem informasi RS, teknologi informasi, sistem dokumentasi, skill lab, peralatan phantom dan audiovisual tetapi tidak lengkap 2 Ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan secara lengkap antara lain: ruangan pembelajaran, ruang diskusi, perpustakaan, sistem informasi RS, teknologi informasi, sistem dokumentasi, skill lab, peralatan phantom dan audiovisual. PARAMETER Tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyaman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana bangunan, prasarana penunjang danfasilitas pendukung. SKOR INDIKATOR 0 Tidak tersedia fasilitas ruang jag a yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi
" 67

1-

...

·1.

MENT~IKESEHATAN REPUStJK INDONESIA

standar sarana bangunan, prasarana penunjang serta fasilitas pendukung. 1 Tersedia tasilitas ruang jaga tetapi tidak memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan, prasarana penunjang fasilitas pendukung. TeJah tersedia fasilitas ruang jag a yang memenuhi syarat 2 keamanan dan kenyarnanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan, prasarana penunjang serta fasilitas pendukunq, PARAMETER Terdapat variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. INDIKATOR SKOR Tidak tersedia varlasi dan jumlah kasus yang cukup yang 0 . sesuai dengan materi pembelajaranpeserta didik. Tersedia variasi dan kasus dalam jumlah terbatas dan kurang 1 mencukupi materi pembelajaran _Qeserta didik 2 Tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup memadai yang sesuai dengan materi _pembelajaran _Qeserta didik. PARAMETER Terdapat sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran. SKOR INDIKATOR 0 Tidak tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran. 1 Tersedia. sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di bagian-bagian tertentu. 2 Ada sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di seluruh bagian dan/atau Lembaga Penelitian _' Terpadu.

STANDAR

PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS

,PARAMETER RS harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masing-masing bagian/SMF/Dep terkait melalui proses aktivitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin, dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan(log book). SKOR INDIKATOR 0 RS tidak mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing bagian/SMF/Oep terkait melalui proses aktivitas stat medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi Pertemuan rutin, dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). 1 RS mempunyai perencanaan tetapi dalam penyusunannya tidak melibatkan masing-masing bagian/SMF/Dep terkait dan/atau perencanaan tidak disusun melalui proses aktivitas

68

-',

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

.;--

medis, tidak ada notulensi pertemuan rutin, dan tidak ada catatan kehadiran dalam proses _Q_endidikan (log book). 2 RS telah mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing bagian/SMF/Dep terkait melalui aktivitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut, dan terdapat notulensi rutin, dan catatan kehadiran dalam proses pertemuan pendidikan (log book). PARAMETER Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh kepala bagian/Oepartemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS dan Institusi Pendidikan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran/Pimpinan Kedokteran. INDIKATOR SKOR Tidak terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran 0 yang disusun oleh kepala bagian/Dep/SMF yang disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteranl Pimpinan/lnstitusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang 1 disusun oleh masing-masing kepala bagian/Oep/SMF tetapi belum mendapat persetujuan Direktur RS dan Pimpinan Instusi Kedokteran/Pimpinan Pendidikan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang 2 disusun/dibuat oleh kepala bagian/Oep/SMF bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran/lnstitusi Pendidikan Kedokteran terkait yang telah disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteranl Pimpinan/lnstitusi Pendidikan Kedokteran. . PARAMETER Seluruh Bagian/Dep/SMF di RS yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktit dalam proses pelaksanaan pendidikan, dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik, dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik denqan peserta didik, serta data wawancara staf. SKOR INDIKATOR 0 Tidak seluruh Bagian/Dep/SMF di RS yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. 1 Seluruh Bagian/Oep/SMF di RS yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan, tetapi tidak ada umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik dengan menggunakan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik. 2 Seluruh Bagian/Dep/SMF di RS yang terkait dalarn program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan, dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik, dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik, serta data wawancara stat.

stat

69

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

PARAMETER

RS mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi/Dokter Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter Gigi/Dokter Spesialis Dokter dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan.
SKOR

o

INDIKATOR

1

2

RS be/um rnernpunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidi.kan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Ookter Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tecas dan tertuano dalam buku panduan RS telah mempunyai program pendidikan klinik yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Uokter Spesialis tetapi belum terstruktur dan belum terlihat adanya tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalambuku panduan. RS telah memberikan/mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama tnstitusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Spesialis dengan tujuan pendidikan jetas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan.
PARAMETER

RS memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tuiuan pembelajaran.
SKOR

o

INDIKATOR

1 2

RS tidaklbelum memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tuiuan pembelajaran. RS memberlakukan tata ·tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran tetapi belum disosialisasikan dandipatuhi oleh peserta didik RS memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pernbelaiaran, telah diketahui oleh setiap peserta didik dan dipatuhi peserta didik
PARAMETER

RS. dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine).
SKOR

o

INDIKATOR

R~ ~alam pendidikan dan pelayanannya tidak menggunakan prmsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine).
.>

,

70

MENTERIKESEHATAN REPUBLiK INDONESIA
; r •

belum secara RS dalam pendidikan dan pelayanannya 1 menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). 2 RS dalam pendidikan dan pelayanannya telah secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan ked oktera n berbasis bukti(evidence based medicine). PARAMETER Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggusekali yang ditetapkan oleh bagian/departemen/SMF. INDIKATOR SKOR 0 Tidak ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin yang ditetapkan oleh bagian/departemen/SMF. oleh . Ada kegiatan pertemuan ilmiah ditetapkan 1 atau bagian/departemen/SMF tetapi waktunya tidak menentu kurang dari 4 kali dalam 1 bulan 2 Ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin minimal satu minggu sekali yang ditetapkan oleh bagian/departemen/SMF. PARAMETER Program pendidikan klinik dan pedomannya diketahui dan dipahami dengan baik pada tingkat pengelola dan pelaksana. INDIKATOR SKOR Tidak ada pengarsipan, penggandaan, dan pendistribusian 0 buku panduan penyelengparaan pendidikan kedokteran secara merata oleh stat administrasi pendidikan. buku 1 Ada pengarsipan, penggandaan, dan pendistribusian panduan penyelenggaraan pendldikan kedokteran oleh stat administrasi pendidikan, tetapi belum semua staf pendidik memiliki buku panduan program pendidikan kedokteran Ada kegiatan pengarsipan, penggandaan, dan pendistribusian 2 buku panduan penyelenggaraan pendidikan kedokteran secara merata oleh stat administrasi pendidikan dan seluruh tenaga pendidik serta menggunakan log book untuk memantau kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan panduan PARAMETER Jaminan mutu pelayanan RS termasuk didalamnya keselamatan pasien harus .didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan, para pendidik dan para peserta didik, yang dinyatakan dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada program jaminan mutu pelayanan RS termasuk didalamnya keselamatan pasien 1 Ada program jaminan mutu pelayanan RS termasuk didalamnya keselamatan pasien tetapi pelaksanaannya belum didukung oleh Institusi Pendidikan, para pendidik dan para peserta didik, yang dinyatakan dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik

71

.'

;~~~:.~J}::fi:k/ :~;1~1
~~~~~.~". ~~
··~f?-l~. ~

"";.,1,' ~. ~{7 ~~-.~~fi,~

ccec.~

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2

program jaminan mutu pelayanan Ada RS termasuk didalamnya keselamatan pasien dan pelaksanaannya didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan, para pendidik dan para peserta didik, yang dinyatakan dalam perencanaan, monitoring .dan evaluasi sistem supervisi peserta didik.

PARAMETER Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan berbasis bukti (evidence based medicine) yang disusun oleh koordinator pendidikan masing-masing bagianl Oepartemen/SMF. INDIKATOR SKOR Tidak ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning 0 oleh dan skill training bagi peserta didik yang disusun koordinator pendidikan masing-masing 8agianl Departemenl SMF. 1 Ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan berbasis bukti bagi peserta didik yang disusun ski! training dilaksanakan tetapi belum pendidikan oleh koordinator diseluruh Bagianl Oepartemenl SMF.
.....-

2

Ada kegiatan pendidikan klinik yang secara khusus dirancang yang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan skill training yang berbasis bukti (evidence based medicine) disusun oleh koordinator pendidikan dan telah dilaksanakan di seluruh 8agian/Oepartemen/SMF.

PARAMETER Terdapat batasan kewenanqan. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh bagian/Ketua Program Studi. INDIKATOR SKOR Tidak ada batasan kewenangan, penanganan kasus/prosedur 0 peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh bagian/Ketua Program Studi kewenangan, 1 Ada batasan penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tetapi belum secara jelas tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh bagian/Ketua Program Studi. 2 Ada batasan kewenangan, penanganan kasus/prosed ur peserta didik yang tercantum secara jelas dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Bagian/Ketua Program Studio FARAMETER Terdapat kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan institusi pendidikan kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan institusi pendidikan kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. 72

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

1

Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan institusi pendidikan kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran tetapi belum dituangkan dalarn dokumen Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran/lnstitusi Pendidikan Kedokteran.

Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan institusi pendidikan kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran yang telah dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran/lnstitusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat ketentuan/acuan serta fasilitas mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. SKOR INDIKATOR Tidak ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bag ian dari pembelajaran peserta didik serta tidak ada fasilitas pendukung untuk penelitian. Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang mellbatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik tetapi tidak disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian. Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik dan disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian seperti Internet, langganan jurnal, text-book, dokumen penelitian yang telah dilakukan, arsip rekam medis yang sistematis dan data dasar pasien rawat inap/rawat jalan. PARAMETER Terdapat kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara ~berkala secara tersendiri, maupun bersama Badan Koordinasi Pendidikan sekurang- kurangnya satu kali dalam satu tahun. SKOR INDIKATOR o Tidak ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala, secara tersendiri maupun oleh Badan Koord.inasi Pendidikan. 1 Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala dan secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF tetapl tidak melibatkan Badan Koordinasi Pendidikan 2 Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala melalui mekanisme umpan balik dengan menggunakan kuesioner bagi peserta didik diakhir pendidikan disetiap bagian, secara tersendiri memalui rapat evaluasi Badan Koordinasi Pendidikan dan Supervisi Pendidikan Klinik setiap modul di tiap-tiap bag ian oleh Badan Koordinasi Pendidikkan sekurangkurangnya satu kali dalarn satu tahun.

2

o

73

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

c.

RUMAH SAKIT PENDIDIKAN

SATELIT

STANDAR VISI, MISI, KOMITMEN DAN PERSYARATAN PARAMETER RS telah terakreditasi minimal 5 pelayanan INDIKATOR SKOR RS belum terakreditasi 5 pelayanan. 0 RS sudah terakreditasi 5 pelayanan tetapi Sertifikat Akreditasi 1 sudah habis masa berlakunya RS kelas A sudah terakreditasi 5 pelayanan dan Sertifikat 2 Akreditasi masih berlaku PARAMETER Terdapat visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis yang menunjang tercapain, a tuluan pendidikan protesi kedokteran. INDIKATOR SKOR 0 Visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis tidak menunjang .tercapainya tujuan pendidikan protesi kedokteran Visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis kurang menunjang 1 tercapainva tuluan _p_endidikanprofesi kedokteran. 2Visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis menunjang tercapainya tuluan pendidikan protesi kedokteran PARAMETER Terdapat dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, meliputi aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan manajemen pendidikan. SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, meliputi aspek medikolegal, sumber daya manusia, pernbiayaan, sarana prasarana, dan pembiayaan 1 Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran Institusi Pendidikan Kedokteran, tetapi belum secara utuh mencakup aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan pembiayaan. 2 Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, yang secara utuh mencakup aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan_gembiayaan PARAMETER Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat seluruh . proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. SKOR INDIKATOR 0 Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur Rumah Sakit dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran yang

74

-_
MENT~RIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

ada tidak mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur Rumah 1 Sakit dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran hanya mengikat sebagian proses pendidikan kedokteran di RS tersebut Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur Rumah 2 Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran Sa kit dengan mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut PARAMETER RS Pendidikan Utama minimal mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan Kandungan) dan 3 pelayanan spesialistik lainnya. INDIKATOR SKOR RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (Penyakit Dalam, 0 Anak, Bedah, Kebidanan dan Kandungan) dan 3 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi, Anestesi, Patologi Klinik, ). 1 RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan Kandungan) dan 3 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi, Anestesi, dan Patologi Klinik,) yang sebagian atau seluruhnya baru dilaksanakan oleh dokter spesialis yang paruh waktu 2 RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan Kandungan) dan 3 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi, Anestesi, dan Patologi Klinik) yang dilaksanakan oleh dokter spesialis purna waktu. PARAMETER RS telah menjalankan fungsi pendidikan telah memiliki SK penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan. SKOR INDIKATOR 0 RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi belum mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan Kedokteran RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan Kedokteran akan tetapi sudah habis masa berlakunya 2 RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapr sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan Kedokteran yang masih berlaku PARAMETER RS memiliki perjajian kerjasama dengan RS Pendidikan Utama. SKOR INDIKATOR 0 RS belum memiliki perjanjian kerjasama dengan RS Pendidikan Utama. 1

,

I

"

75

,. 1 2

MENTERtKESEHATAN REPUIiLIP< IHDONESIA

RS memiliki perjanjian kerjasama dengan RS Pendidikan Utama namun sudah masa berlaku. RS memiliki perjanjian kerjasama dengan RS Pendidikan Utama dan masih berlaku. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI

PARAMETER Ada Sadan Koordinasi Pendidikan Kedokteran beranggotakan unsur RS dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. INDIKATOR SKOR Selum ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan 0 unsur RS dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS 1 dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran akan tetapi belum ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS 2 dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran dan telah ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. PARAMETER Ada uraian t~gas, tanggung jawab, hak, wewenang dan masa tugas ditetapkan melalui keputusan bersama antara Direktur RS, Direktur RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran. SKOR INDIKATOR 0 Selum uraian tugas, tanggung jawab, hak, wewenang dan masa tugas ditetapkan melalui keputusan bersama antara Direktur RS, Direktur RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran. 1 Ada sebagian uraian tugas, tanggung jawab, hak, wewenang dan masa tugas ditetapkan melalui keputusan bersama antara Direktur RS, Direktur RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran. 2 Ada secara lengkap uraian tugas, tanggung jawab, hak, wewenang dan masa tugas ditetapkan melalui keputusan bersama antara Direktur RS, Direktur RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. SKOR INDIKATOR 0 Selum ada kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS yang bersangkutan 1 .Ada kebijakan tidak tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik sebagaimana yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran denoan RS.

76

"

.:

MENTERtKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

tentang Ada kebijakan tertulis yang telah dilaksanakan yang tercantum sebagaimana peserta didik penerimaan Perjanjian antara Institusi tercantum dalam Kerjasama Pendidikan Kedokteran dengan RS yang bersangkutan PARAMETER Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pad a rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS dengan Pimpinan Instusi Pendidikan. INDIKATOR SKOR peserta Belum ada kebijakan mengenai daya tampung 0 didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran peserta didasarkan Ada kebijakan mengenai daya tampung 1 pad a rasio pendidik dengan peserta didik yang melebihi 1 : 5 bersama antara Oirektur RS'dengan yang ditetapkan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan 2 pada rasio pendidik dengan peserta didik yang tidak melebihi 1 : 5 sebagaimana ditetapkan bersama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran PARAMETER Adanya peraturan bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis, staf nonmedis dan peserta didik) SKOR INDIKATOR 0 Belum ada ketentuan yang disepakatl bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (stat medis, stat nonmedis dan peserta didik) 1 Ada ketentuan tidak tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (star me dis, stat' nonmedis dan peserta didik) 2 Ada ketentuan tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi sernua pihak yang terlibat (star medis, star nonmedis dan peserta didik) PARAMETER Adanya kebliakan RS yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. 2

77

I

I

,.

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

r'

INDIKATOR Selum ada kebijakan RS yang mengatur batasan kewenangan 0 prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik Adanya kebijakan tidak tertulis RS yang rnengatur batasan 1 kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh J)eserta didik. Adanya kebijakan tertulis RS yang mengatur batasan 2 kewenangan prosedur medis dapat dilakukan oleh yang peserta didik. PARAMETER Terdapat kebijakan, peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. INDIKATOR SKOR Selum ada kebijakan tertulis Direktur RS dan Pimpinan Institusi 0 Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. 1 Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS dan Pimpinan Institusi peraturan pelaksanaan dan Pendidikan Kedokteran tentang peraturan teknis tetapi belum dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. 2 Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis, telah disepakati, dan dilaksanakan oleh sernua unsur yang terlibat dalam pendidikan. PARAMETER Kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik, dan rnenjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan, pendidikan dan penelitian SKOR INDIKATOR 0 Selurn ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada seluruh pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik, yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalarn melaksanakan tug as pelayanan, pendidikan dan penelitian. 1 Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedornan dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik, yang rnerup akan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas peJayanan, pendidikan dan penelitian, tetapi belum semua pihak memahaminya. 2 Sudah ada sosiaJisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulls kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik, yang meruoakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas peJayanan, pendidikan dan penelitian serta telah dipahami dan dilaksanakan oleh semua pihak yang terkait.

SKOR

78

·~
... _4 ..

-

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

PARAMETER Adanya jadwal pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk, nama bagian/departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan mas uk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan kepada RS sebelum mahasiswa masuk ke RS. INDIKATOR SKOR 0 Tidak ada jadwal pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk, nama bagian/departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk ya~g dikirim oleh kepada Kedokteran RS sebelum Institusi Pendidikan mahasiswa masuk ke RS. pendidikan yang Tidak selalu ada jadwal pra-pelaksanaan 1 yang berisi tanggal masuk, nama bagian/departemen/SMF dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS sebelum mahasiswa masuk ke RS. Selalu ada jadwal pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi 2 tanggal masuk, nama bagian/departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan mas uk yang dikirim oleh Pendidikan Kedokteran kepada sebelum Institusi RS mahasiswa masuk ke RS. PARAMETER Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap (nama, kegiatan, waktu, penanggung jawab bagian/departemen/SMF ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. INDIKATOR SKOR Tidak ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai 0 program di tiap bagian/departemen/SMF (nama, kegiatan, waktu, penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. 1 Tidak selalu ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap bagian/departemen/SMF (nama, kegiatan, waktu, penanggung jawab ruangan) tetapi tidak dilaksanakan sesuai jadual. 2 Selalu ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap bagian/departemen/SMF (nama, kegiatan, waktu, penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. PARAMETER Adanya staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menanqani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belalar, ruangan, nilai, pengaturan jadual dan administrasi). SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar, ruangan, .nilai, pengaturan jadual dan administrasi). 1 Tidak selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan

79

'-

MENT~RIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar, ruangan, nilai, pengaturan jadual dan administrasll. 2 Selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar, ruangan, nilai, pengaturan jadual dan administrasQ. PARAMETER Terdapat sistem, alur pencatatan serta adanya pelaporan nltal yang tepat waktu .. INDIKATOR SKOR 0 Belum ada sistem, alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu Ada sistem, alur pencatatan ada pelaporan nilai tetapi tidak 1 tepat waktu. Ada sistem, alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat 2 waktu. PARAMETER Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisii data-base peserta didik (meliputi identitas, hasil belajar). SKOR INDIKATOR 0 Belum ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meJiputi identitas, hasil belajar). 1 Sudah ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas, hasil belaiar) tetap_itidak lengkap 2 Terdapat sistem informasi pendidikan termasuk yang didalamnya berisi data-base peserta didik (meJiputi identitas, hasil belajar) yang lenqkap, PARAMETER Adanya laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik, tingkat kelulusan, daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik kepada RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah peserta didik, tingkat keluJusan, daftar tunggu ujian) dari peJaksana didik ditiap Bagian/SMF kepada RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 Tidak selaJu ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumJah mengenai peserta didik, tingkat kelulusan, daftar tunggu ujian) dar; pelaksana didik ditiap Bagian/SMF kepada RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran/lnstitusi Pendidikan Kedokteran. 2Selalu ada laporan kernajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik, tingkat kelulusan, daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik kepada RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran.

80

/:

<,

~ENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

PARAMETER Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh Sekretariat Bersama antara RS dan Institusi Pendidikan yang meliputi biaya pendidikan lang'sung, seperti biaya sumber daya manusia pendidikan, biaya bahan habis pakai, biaya administrasi dan biaya overhead operasional, seperti bia la tidak langsung. INDIKATOR SKOR Tidak ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun 0 Bersama antara RS dan Institusi Pendidikan Sekretariat Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung maupun biaya tidak Jangsung. yang disusun satuan biaya pendidikan 1 Ada perhitungan Sekretariat Bersama antara RS dan Institusi Pendidikan dan beJum Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung termasuk biaya tidak langsung. satuan biaya pendidikan yang disusun 2 Ada perhitungan Sekretariat Bersama antara RS dan Jnstitusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung, seperti biaya sumber daya manusia pendidikan, biaya bahan habis pakai, biaya administrasi dan biaya overhead operasional dan biaya tidak langsung seperti pemelihrtraan sarana. PARAMETER Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan ' kedokteran yang disusun setahun sekali oleh koordinator pendidikan yang kepala bagian/departemen/SMF untuk diusulkan oleh masing-masing disetujui oleh Direktur RS, dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran. SKOR INDIKATOR 0 Tidak terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh koordinator pendidikan yang diusulkan oleh masingmasing kepala bagian/departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS, dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran 1 Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran disusun setahun sekali oleh koordinator pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS 2 Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyeJenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oJeh koordinator pendidikan yang diusuJkan oJeh masing-masing kepala bagian/departemen/SMF untuk disetujui oJeh Direktur RS, dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran PARAMETER Terdapat kebijakan bersama antara Direktur RS, dan Jnstitusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai _pendanaan pendidikan kedokteran. SKOR INDIKATOR 0 Tidak terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS, dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala 81

I, "

-.-

MENTERIKESEWATAN REPUBLIK INDONESIA

1

2

pendidikan mengenai pendanaan Bagian/Departemen/SMF kedokteran. Ada kesepakatan tidak tertulis antara Direktur RS, dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran atas rnasukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran. Terdapat kebijakan bersama antara Direktur RS, dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas rnasukan atas masukan Kepala mengenai pendanaan pendidikan Bagian/Departemen/SMF kedokteranyang dituangkan dalam dokumen rencana anggaran dan biaya pendidikan kedokteran di RS

-.~

PARAMETER Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian/Oepartemen/SMF dan disahkan oleh Direktur RS, dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran INDIKATOR SKCR 0 Tidak ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan biaya tahunan anggaran yang dibuat oleh Kepala Bagian/Oepartemen/SMF dan disahkan oleh Direktur RS, dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran. 1 Ada laporan keuangan berkala tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF dan disahkan oleh Direktur RS, dan f?impinan Instusi Pendidikan Kedokteran tetapi tidak disahkan oleh Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 2 Ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian/Oepartemen/SMF dan disahkan oleh Direktur RS, dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran dan disahkan oleh bersama Direktur RS, dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. , PARAMETER Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setlap enam bulan sekali yang dilakukan oleh sekretariat bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan badan koordinasi pendidikan. SKOR INDIKATOR 0 Tidak terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yano ditetapkan badan koordinasi pendidikan. 1 Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik secara temporer yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan badan koordinasi pendidikan. 2 Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan badan koordinasi pendidikan.

82

-,

.'

-_

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

PARAMETER Terdaoat data umpan balik staf pengajar dan peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanlut INDIKATOR SKOR Tidak ada data umpan balik staf pengajar dan peserta, analisis 0 umpan balik, dan tindak lanjut 1 Ada data umpan balik sebagian staf pengajar dan. peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanjut Ada data umpan balik seluruh staf pengajar dan peserta, . 2 analisis umpan balik, dan tindak lanjut STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK PARAMETER Adanya kebijakan mengenai penugasan staf medis dan/atau non medis yang diprogramkan sebagai tenaga pendidik merupakan kebijakan tentang kategori, tanggung jawab, kewenangan, hak, paruh/purna waktu dari staf medis dan/atau non medis tersebut. INDIKATOR SKOR 0 Tidak ada tata cara perekrutan dan kriteria kompetensi yang ditetapkan bersama oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pendidik/Supervisor Klinik dalam kependidikan, keilmuan dan keprofesian 1 Ada tata cara perekrutan tetapi belum ada kriteria kompetensi yang ditetapkan bersama oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga PendidiklSupervisor Klinik dalam kependidikan, keilmuan dan keprofesian 2 Ada tata cara perekrutan dan kriteria kompetensi yang ditetapkan bersama oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pendidik/Supervisor Klinik dalam kependidikan, keilmuan dan keprofesian PARAMETER Terdapat Surat Keputusan pengangkatan sebagai dosen Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Plmplnan ] Institusi Pendidikan Kedokteran untuk Staf Medik yang melakukan fungsi Pendidikan Kedokteran. SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada satupun Staf Medik yang memiliki SK pengangkatan sebagai doser Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran untuk Staf Medik yang rnelakukan fungsi Pendidikan Kedokteran.

.,..

I

83

MENTERIKESEIiATAN REPU"LIK INDONESIA

Ada sebagian Staf Medik yang memiliki SK pengangkatan sebagai dosen Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan Pimpinan Instusi Pendidikan akademiknya dari Kedokteran/Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran untuk Stat Medik yang melakukan fungsi Pendidikan Kedokteran Seluruh Staf Medik telah memiliki SK pengangkatan sebagai 2 dosen Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran untuk Staf Medik yang melakukan tungsi Pendidikan Kedokteran PARAMETER Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan Direktur RS sebagai Stat Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam Pendidikan Kedokteran di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori, tanggung jawab, kewenangan, hak dan kewajiban paruh/purna waktu. SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Stat Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Stat Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori, tanggung jawab, kewenangan, dan hak dan kewajiban paruh/purna waktu. 1 Ada SK Pengangkatan/Penugasan Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Stat Medik Fungsional, tetapi belum tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori, tariggung jawab, kewenangan, hak dan kewaiiban paruh/purna waktu. 2 Ada SK Pengangkatan/Penugasan Direktur RS sebagai Stat Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS dan sudah tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori, tanggung iawab, kewenangan, hak dan kewajiban paruh/purna waktu. 1 PARAMETER Terdapat stat medis tungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai supervisor klinik dan pembimbing bagi peserta didik disertai kejelasan tugas, ~anggungjawab dan kewenangannya.
SKOR

0 1
I

INDIKATOR Tidak Ada Stat Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi. peserta didik akan tetapi belum disertai kejelasan tugas, tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis
84

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2

Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik dan telah disertai kejelasan tugas, tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis .

-r-

.PARAMETER kinerja tenaga pendidik dari RS Terdapat Tim PenilailSupervisor Ked okte ra nil nstitusi Pendidikan Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. INDIKATOR SKOR Tidak ada Peniiai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS 0 Pendidikan Pendidikan dan Institusi Kedokteran/l nstitusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik. Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS 1 Pendidikan dan Institusi Fendidikan Kedokteran/l nstitusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik namun belum ada kriteria penilaian yang lelas. Ada Tim PenilailSupervisor kinerja tenaga pendidik dari RS 2 Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran/lnstitusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali.

Terdapat presensi/kehadiran tenaga pendidik.

PARAMETER dalam pembelajaran

yang

dilakukan

oleh

SKOR
0 1
2

INDIKATOR Tidak ada prescnsl/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik Ada presensi I kehadiran (tetapi tidak lengkap) dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenagapendidik Ada presensi I kehadiran secara lengkap dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik

PARAMETER Terdapat data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi sekretaris bag ian dan Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/Sekretariat Bersama Pendidikan. SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi sekretaris bag ian RS maupun di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran I Sekretariat Bersama Pendidikan 1 Ada data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS

85

"

"_

1-

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2

Ada data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS dan di bawah Badan Pendidikan Kedokteran/Sekretariat Koordinasi Bersama Pendidikan.

-r-:

PARAMETER Terdapat dokumen kesepakatan yang mencantumkan penyediaan sarana, prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul pendidikan yang ditandatangani antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR INDIKATOR penyediaan 0 Tidak ada kesepakatan yang mencantumkan sarana, prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul pendidikan yang ditandatangani antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. tapi tidak tertulis yang mencantumkan 1 Ada kesepakatan penyediaan sarana, prasarana dan peralatan yang memadai untuk pe!aksanaan pembe!ajaran sesuai dengan modul pendidikan yang ditandatangani antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 2 Ada dokurnen kesepakatan yang mencantumkan penyediaan sarana, prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul pendidikan yang ditandatangani antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Sarana, prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan, antara lain: ruangan pembelajaran, ruang diskusi, perpustakaan, sistem informasi RS, teknologi informasi, sistem dokumentasi, skill lab, peralatan phantom dan audiovisual. SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada sarana, prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan, antara lain: ruangan pembelajaran, ruang diskusi, perpustakaan, sistem informasi RS, teknologi informasi, sistem dokumentasi, skill lab, peralatan phantom dan audiovisual. 1 Sebagian ada sarana dan prasarana yang dapat memunjang penyelenggaraan pendidikan antara lain: ruangan pembe!ajaran, ruang diskusi, perpustakaan, sistem informasi RS, teknologi informasi, sistem dokumentasi, skill lab, peralatan phantom dan audiovisual tetapi tidak lengkap 2 Ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan secara lengkap antara lain: ruangan pembelajaran, ruang diskusi, perpustakaan, sistem informasi RS, teknologi informasi, sistem dokumentasi, skill lab, peralatan phantom dan audiovisual.
"

-

II

86

1-

PARAMETER Tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyaman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana bangunan, prasarana penunjang danfasilitas pendukung. SKOR INDIKATOR 0 Tidak tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bar.qunan, prasarana penunjang serta' fasilitas pendukung. Tersedia fasilitas ruang jaga tetapi tidak memenuhi syarat 1 keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi penunjang tasilitas standar sarana bangunan, prasarana pendukung. Telah tersedia tasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat 2 keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan, prasarana penunjang serta tasilitas pendukung. PARAMETER Terdapat variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. INDIKATOR SKOR Tidak tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup yang 0 sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. Tersedia variasi dan kasus dalam jumlah terbatas dan kurang 1 mencukupi materi pembelajaran peserta didik 2 Tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup memadai yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. PARAMETER Terdapat sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran. SKOR INDIKATOR 0 Tidak tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran. 1 Tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di bagian-bagian tertentu. 2 Ada sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di seluruh bag ian dan/atau Lembaga Penelitian Terpadu. STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS

;

r

::

PARAMETER RS harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masing-masing bagian/SMF/Dep terkait melalui proses aktivitas stat medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin, dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book).

87

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK iNDONESIA

'!

SKOR
0

1

2

INDIKATOR RS tidak mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing bagian/SMF/Oep terkait melalui proses aktivitas stat medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi Pertemuan rutin, dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book), RS mempunyai perencanaan tetapi dalam penyusunannya tidak melibatkan masing-masing bagian/SMF/Oep terkait dan/atau perencanaan tidak disusun melalui proses aktivitas stat medis, tidak ada notulensi pertemuan rutin, dan tidak ada catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). RS telah mempunyai perencanaan yang disusun oleh.masingmasing bagian/SMf/Oep terkait melalui aktivitas staf medis dalam penyusunan rancanqan tersebut, dan terdapat notulensi pertemuan rutin, dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book).

PARAMETER Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh kepala bagian/Oepartemen/SMF yang disetujui oleh Oirektur RS dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran/Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR INDIKATOR 0 Tidak terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh kepala bagian/Oep/SMF yang disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteranl Pimpinan/lnstitusi Pendidikan Kedokteran. 1 Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh masing-masing kepala bagian/Oep/SMF tetapi belum mendapat persetujuan Oirektur RS dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran/Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait 2 Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun/dibuat oleh kepala bagian/Oep/SMF bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran/lnstitusi Pendidikan Kedokteran terkait yang telah disetujui oleh Oirektur RS dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteranl Pimpinan/lnstitusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Seluruh 8agian/Oep/SMF di RS yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan, dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik, dengan menggunaan log book untuk mernantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik, serta data wawancara staf. SKOR INDIKATOR 0 Tidak seluruh 8agian/Oep/SMF di RS yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan.

88

_-,
1

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2

SeJuruh Bagian/Oep/SMF di RS yang terkait daJam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan, tetapi tidak ada umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik dengan menggunakan log book untuk rnernantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik. Seluruh Bagian/Oep/SMF di RS. yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan, dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai pendidik, dengan menggunaan tenaga log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik, serta data wawancara stat.

_.~

.

z

PARAMETER RS mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Jnstitusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Protesi Ookter/Dokter Gigi/Dokter Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter GigiiDokter SpesiaJis Dokter dengan tujuan pendidikan jeJas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku _panduan. SKOR INDIKATOR program pendidikan klinik yang RS be/urn mempunyai 0 terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pad a Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam bukuQ_anduan. 1 RS tetah mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. 2 RS telah memberikan/mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Spesialis dan Standar Kompetensi DokterlDokter Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku _Q_anduan. PARAMETER RS memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tuluan pembelajaran. SKOR JNDIKATOR 0 RS tidaklbelum mernberlakukan tata tertib peserta didik yang. bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. 1 RS memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembeJajaran tetapi beJum disosialisasikan dan dlpatuhi oleh peserta didik 2 RS memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembeJajaran, telah diketahui oleh setiap peserta didik dan dipatuhi peserta didik

89

-

,_

..

r

MfNTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

PARAMETER menggunakan prmsip RS daJam pendidikan dan pelayanannya pengetahuan kedokteran berbasis bukti(evidence based medicine). INDIKATOR SKOR RS dalam pendidikan dan pelayanannya tidak menggunakan 0 prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). beJum secara 1 RS dalam pendidikan dan pelayanannya menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine}. telah secara dan peJayanannya 2 RS dalarn pendidikan menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). PARAMETER Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang· ditetapkan oleh baQian/departemen/SMF. INDIKATOR SKOR Tidak ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin yang 0 ditetapkan oleh ba_g_ian/departemen/SMF. ilmiah kegiatan pertemuan ditetapkan oJeh 1 Ada bagian/departemen/SMF tetapi waktunya tidak menentu. 2 Ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin minimal satu minggu sekali yang ditetapkan oleh bagian/departemenl SMF. PARAMETER Program pendidikan klinik dan pedomannya diketahui dan dipahami dengan baik pada tingkat penqelola dan pelaksana. SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada pengarsipan, penggandaan, dan pendistribusian buku panduan penyelenggaraan pendidikan kedokteran secara merata oleh staf administrasi pendidikan. 1 Ada pengarsipan, penggandaan, dan pendistribusian buku . panduan penyelenggaraan pendidikan kedokteran oleh staf administrasi pendidikan, tetapi belum semua staf pendidik memiliki bukuR_anduan program pendidikan kedokteran 2 Ada kegiatan pengarsipan, penggandaan, dan pendistribusian buku panduan penyelenggaraan pendidikan kedokteran secara merata oleh staf administrasi pendidikan dan seluruh tenaga pendidik serta menggunakan log book untuk memantau kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan panduan PARAMETER Jaminan mutu pelayanan RS termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan, para pendidik dan para peserta didik, yang dinyatakan dalam perencanaan, monitoring dan evaJuasi sistem supervisi peserta didik. SKOR JNDJKATOR 0 Tidak ada program jaminan mutu pelayanan RS termasuk dldalarnnva keselarnatan pasien 90

-

. .~

... -

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

mutu pelayanan RS termasuk jaminan program Ada didalamnya keselamatan pasien tetapi pelaksanaannya belum didukung oleh Institusi Pendidikan, para pendidik dan para peserta didik, yang dinyatakan dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik jaminan mutu pelayanan RS termasuk 2 Ada program didalamnya keselamatan pasien dan pelaksanaannya didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan, para pendidik dan para peserta didik, yang dinyatakan dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. °ARAMETER Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan proporsi seimbang berbasis bukti antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan (evidence based medicine) yang disusun oleh koordinator pendidikan masing-masing bagianl Departemen/SMF. INDIKATOR SKOR Tidak ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning 0 oleh dan skill training bagi peserta didik yang disusun koordinator pendidikan masing-masing Bagianl Departemenl SMF. 1 Ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan berbasis bukti bagi peserta didik yang disusun ski I training dilaksanakan pendidikan tetapi belum oleh koordinator diseluruh Bagianl Departemenl SMF. Ada kegiatan pendidikan klinik yang secara khusus dirancang 2 yang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan skill training yang beraasis bukti (evidence based medicine) disusun oleh koordinator pendidikan dan telah dilaksanakan di seluruh Bagian/Departemen/SMF. PARAMETER Terdapat batasan kewenangan, penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh bagian/Ketua Program Studi. SKOR INDIKATOR 0 Tidak ada batasan kewenangan, penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh bagian/Ketua Program Studi. 1 Ada batasan kewenangan, penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tetapi belum secara jelas tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh bagian/Ketua Program Studi. 2 Ada batasan kewenangan, penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum secara jelas dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Bagian/Ketua Program Studi. 1 PARAMETER Terdapat kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan institusi pendidikan kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran.

~

.

91

\

...

_MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

c. Terselenggaranya sosialisasi Pedoman Standar RS Pendidikan. d. Terselenggaranya pertemuan koordinasi RS Pendidikan. e. Terselenggaranya Rapat Koordinasi lintas sektor terkait dengan RS Pendidikan.
3. Output

a. Peningkatan jumlah RS Pendidikan Utama yang telah terakreditasi b. Peningkatan jumlah RS Pendidikan Afiliasi (Eksllensl) yang telah terakreditasi c. Peningkatan jumlah RS Pendidikan Satelit yang telah terakreditasi X. PEMBINAAN DAN PENGAWASAN. Departemen Kesehatan, Pemerintah Daerah (Propinsi/Kabupaten/Kota) Konsil Kedokteran Indonesia, Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan, Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran dan Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia membina serta mengawasi penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Pembinaan dan Pengawasan Rumah Sakit Pendidikan oleh Pemerintah Daerah dapat dilaksanakan dan dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan Propinsi sesuai dengan tugas dan kewenangannya
A.

Pembinaan. Pembinaan terhadap diarahkan untuk :

penyelenggaraan

Rumah

Sakit

Pendidikan

1 Meningkatkan mutu pelayanan di RS Pendidikan; 2 Meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan standar pendidikan profesi kedokteran; 3 Meningkatkan penelitian dan pengembangan llmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran di RS Pendidikan Pembinaan terhadap RS Pendidikan dilakukan melalui kegiatan komunikasi, informasi, supervisi dan edukasi (penyuluhan, penataran, dan pelatihan).
.B.

Pengawasan . Pengawasan yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Bma Pelayanan Medik dititikberatkan agar Rumah Sakit dapat senantiasa memberikan perlindungan dan keselamatan baik terhadap pasien maupun kepada tenaga medik pendidik, tenaga non medik pendidik, serta peserta didik yang bekerja di Rumah Sakit Pendidikan. Oleh karena itu hal-hal yano terkait dengan pengawasan yang penting dilaksanakan adalah seb:'iiJai berikut: 1. Rumah Sakit yang menjalankan fungsi Rumah Sakit PendidIl<an wajib memiliki Sertifikat Rumah Sakit Pendidikan.

95

· .
."

.f' I
r:

.
SKOR

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

o

1

2

INDIKATOR Tidak ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan institusi pendidikan kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan institusi pendidikan kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran tetapi belum dituangkan dalam dokumen Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran/lnstitusi Pendidikan Kedokteran. Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan institusi pendidikan kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran yang telah dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran/lnstitusi Pendidikan Kedokteran.

PARAMETER Terdapat ketentuan/acuan serta fasilitas mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. SKOR INDIKATOR o Tidak ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik FungsionaJ yang melibatkan peserta didik sebagai bag ian dari pembelajaran peserta didik serta tidak ada fasilitas pendukung untuk penelitian 1 Ada pedoman rne.nqenai kegiatan penelitian yang dilakukan oJeh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bag ian dari pembelajaran peserta didik tetapi tidak disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian. 2 Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bag ian dari pembelajaran peserta didik dan disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian seperti Internet, langganan jurnal, text-book, dokumen penelitian yang teJah diiakukan, arsip rekam medis yang sistematis dan data dasar pasien rawat inap/rawat jalan. PARAMETER Terdapat kegiatan evaluasi . program pendidikan klinik secara berkala secara tersendlrt, maupun bersama Badan Koordinasi Pendidikan sekurang- kuranqnva satu kali dalam satu tahun. SKOR INDIKATOR Tidak ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala, secara tersendiri maupun oleh 8adan Koordinasi Pendidikan. 1 Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala dan secara tersendiri oleh Bagian/Oepartemen/SMF tetapi tidak melibatkan Badan Koordinasi Pendidikan 2 Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala melalui mekanisme umpan balik dengan menggunakan kuesioner bagi peserta didik diakhir pendidikan disetiap bagian,

o

92

....

_"
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

" ~..

..

",'

secara tersendiri memalui rapat evaluasi Badan Koordinasi Pendidikan dan Supervisi Pendidikan Klinik setiap modul di tiap-tiap bag ian oleh Badan Koordinasi Pendidikkan sekurangkurancnva satu kali dalam satu tahun.

IX.

HASIL PENILAIAN Perhitungan hasil sebagai berikut :

DAN STATUS AKREDIT ASI penilaian terhadap kepatuhan setiap standar adalah

Jurnlah hasil penilaian masingmasing parameter sesuai skor Hasil penilaian

=

----------------------------------------------------Nilai Standar

X 100 % standar

Nilai standar adalah seluruh jumlah parameter dari masing-masing dikalikan 2 (dua) atau Skor maksimal

Adapun perhitungan hasil akhir penilaian kepatuhan terhadap seluruh standar adalah ~ebagai berikut : Total Hasil Penilaian

=

-r«

Jumlah Kumulatif Hasil Penilaian --------------------------------------------------------Jumlah Nilai Standar

X 100 0/0

-"

Hasll penilaian kelayakan Rumah Sakit sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama, Satelit atau Afiliasi (Eksilensi) didasarkan pada ketentuan sebagai berikut: 1. Akreditasi A, bila nilai pencapaian Standar Rumah Sakit Pendidikan lebih dari 79 % sampai dengan 100 %; 2. Akreditasi B, bila nilai pencapaian Standar Rumah Sakit Pendidikan mencapai lebihdari 60 % sampai dengan 79 %. 3. Akreditasi C, bila nilai pencapaian Standar Rumah Sakit Pendidikan mencapai lebih dari 33 % sarnpai dengan 60 %. Rekomendasi hasil penilaian kelayakan Rumah Sakit sebagai Rumah Sakit Pen d'd'k an a· a Ia h se b ag al. b eri'cut : d ., II No.

Nilai
> 79 % - 100 % 60 % - 79 %

Rekomendasi Sebagian besar atau seluruh standar telah dipenuhi. Pad a umumnya telah memenuhi standar, tetapi masih memerlukan peningkatan kepatuhan beberapa parameter standar. Perlu pembinaan untuk peningkatan sebagian besar standar. kepatuhan

1. 2.
3.

33 % - 60 %

93

I~

r '.

"

. _MENTERIKESEWATAN RfPUBLlK INDONESIA

-,

2. Rumah sakit pendidikan senantiasa wajib mematuhi semua standar RS Pendidikan 3. Rumah Sakit Pendidikan berkewajiban menjalankan program keselamatan pasien (patient safety). 4. Institusi Pendidikan Kedokteran yang mengirim peserta didik ke RS Pendidikan wajib memberikan perlindungan hukum kepada peserta didik dengan asuransi profesi 5. Institusi pendidikan kedokteran wajib memberikan jabatan akademik kepada dokter pendidik klinik I dosen klinik di RS Pendidikan. Agar pengawasan dapat berhasil guna dan berdayaguna, hasiJ pengawasan harus dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk : 1. Meneari pemecahan masalah dan cara yang lebih baik dalam penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan 2. Menentukan layak atau tidak layaknya suatu Rumah Sakit menyandang predikat Rurnah Sakit Pendidikan. Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap RS Pendidikan yang dapat mengikutsertakan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi, ARSPI, AIPKI, MKKI, dan KKI sesuai tugas, fungsi dan kewenangannya ma:::;ing-masing.

..

XI.

SANKSI . Rumah Sa kit Pendidikan yang telah memperoleh Akreditasi dan Sertifikasi apabiJa melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam Keputusan ini dapat dikenakan sanksi berupa : a. Teguran Tertulis kepada Pemilik Rumah Sakit dan tembusannya disempalkan kepada Institusi Pendidikan Kedokteran yang terkait. b. Penghentian sementara kegiatan Rumah Sakit Pendidikan. c. Pencabutan Sertifikat Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan sebelum habis rnasa berlakunya.

XII. PEMBIA YAAN .
.Pembiayaan untuk penyelenggaraan proses klasifikasi dan akreditasi standar Rumah Sakit Pendidikan milik Pemerintah dibebankan kepada APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten/Kota. Untuk Rumah SakitRumah Sakit TNI/POLRI, BUMN/BUMD, BHMN dan Rumah Sakit milik Swa~~a dibebankan kepada anggaran yang ada pada pemlhklpenyelenggara Rumah Sakit sesuai dengan Iingkup fungsi dan t~~asnya berdasarkan prosedur dan ketentuan yang berlaku dlhngku~gannya ma~ing-masing. Pembiayaan untuk pemantauan, evaluasl dan pernblnaan dibebankan kepada APBN Departemen Kesehatan RI serta sumber dana lainnya yang tidak mengikat.

..

96

,.-_ . :; ..
MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

..

Berdasarkan hasil penilaian kelayakan Rumah Sakit sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama, Satelit atau Afiliasi (Eksilensi), maka status akreditasinya dikatagorikan sebagai berikut :

1. Status

Akreditasi A, telah mendapatkan Pendidikan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun.

Sertifikat

Akreditasi

RS

2. StatJJS Akreditasi 8, dapat diberikan Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan, namun dalam jangka waktu selambat lambatnya 3 (tiga) tahun harus dilakukan penilaian kembali. 3. Status Akreditasi C, belum mendapatkan Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan dan dalam waktu 1 (satu) tahun harus dilakukan penilaian kembali.

x.

PEMANTAUAN Pemantauan

DAN EVALUASJ. dan evaluasi me liputi pemantauan terhadap kinerja Tim

Akreditasi RS Pendidikan serta pemantauan terhadap mutu pengelolaan dan
pelaksanaan RS Pendidikan. Untuk menjamin mutu pembelajaran klinik peserta didik agar dapat mencapai Standar Kompetensi sesuai dengan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran, maka konsistensi RS Pendidikan dalam kepatuhan pelaksanaan Standar RS Pendidikan harus terus menerus dilakukan pemantauan dan evaluasi. RS Pendidikan yang belum memenuhi kepatuhan minimal perlu dilakukan pembinaan secara berkala. Pemantauan dan evaluasi mutu pengelolaan dan pelaksanaan Rumah Sakit Pendidikan diseluruh Indonesia dilaksanakan oleh Tim Akreditasi RS Pendidikan di Tingkat Pusat bersama-sama dengan Tim Akreditasi RS Pendidikan Tingkat Provinsi yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi setempat. Sesuai kemampuan rentang kendali wilayah dan kemampuan sumber daya manusia serta pembiayaan yang tersedia Dinas Kesehatan Provinsi dapat melimpahkan tugas dan kewenangan dalam pemantauan RS Pendidikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di wilayahnya Pemantauan terhadap pelaksanaan Pedoman dilakukan meJiputi input, proses dan output. Standar RS Pendidikan

1. Input
Terbentuknya Tim Pengarah Akreditasi RS Pendidikan; Terbentuknya Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan; Tersedianya Buku Pedoman Standar RS Pendidikan; Tersedianya anggaran untuk pelaksanaan kegiatan Tim Koordinasi serta Tim Penilaian dan Pembinaan Akreditasi RS Pendidikan di tingkat Pusat maupun Provinsi; e. Tersedianya data dasar seluruh RS Pendidikan. 2. Proses a. Terselenggaranya Penyusunan Rencana Kerja 5 Rencana Tahunan. b. Terselenggaranya kegiatan Akreditasi RS Pendidikan. 94 tahunan dan a. b. c. d.

I

l

.. -.--

XIII. KETENTUAN PERALIHAN. Seluruh Rumah Sakit yang pada sa at ditetapkannya Keputusan ini telah menyelenggarakan dan berfungsi sebagai Rumah Sakit yang digunakan sebagai pembelajaran klinik peserta didik Pendidikan Dokter dan Pendidikan Dokter Spesialis rnasih tetap dapat menjalankan fungsinya sebagai Rumah Sakit Pendidikan dan agar menyesuaikan pelaksanaannya dengan ketentuan ini selambat-Iambatnya 2 (dua) tahun sejak diterbitkannya Keputusan ini. Setetah selesai masa peralihan Rumah Sakit yang melaksanakan fung'Si sebagai Rumah Sakit Pendidikan tanpa memiliki akreditasi dan sertifikasi dapat dikenakan sanksi berupa pencabutan ijin operasional Rumah Sakit.

XIV. PEN U T UP
Pedoman Standarisasi Penilaian Akreditasi dan Pembinaan RS Pendidikan ini dibuat untuk rnendorong peningkatan mutu RS yang digunakan oleh Institusi Pendidikan Kedokteran sebagai wahana pembelajaran klinis bagi peserta didiknya. Dengan demikian maka akan terjadi peningkatan mutu pelayanan dan peningkatan kualitas lulusan peserta didik sesuai Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. Meningkatnya pemanfaatan RS sebagai RS Pendidikan sebagai wahana pembelajaran klinik pendidikan profesi kedokteran akan meningkatkan daya tampung peserta pendidikan sekaligus mutu pelayanan medik yang pad a akhirnya akan meningkatkan kualitas lulusan peserta didik sesuai Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. Untuk kelancaran teknis penilaian akreditasi, penetapan dan pembinaan RS Pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan RS Pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam keputusan ini· diatur dan ditetapkan lebih lanjut teknis pelaksanaannya oleh Direktur Jenderal Bina Pelayananan Medik Departemen Kesehatan RI

-

..
(':.,.

97

~
I

'I -.y

.
:..

"

...'

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->