A.

Zaman Purba
I.Masa Pembentukan : Tiga Abad yang pertama
(dari Yesus Kristus s/d Konstantinus Agung)

Abad 1 s/d Awal Abad 4:
Gereja mulai muncul diatas dunia ini sejak Yesus Kristus diturunkan Allah dari sorga, sebagai Kalimatullah ( Firman Allah ) yang menjelma menjadi manusia ( Yohanes 1:14, Galtia 4:4). Selama lebih kurang tiga setengah tahun Beliau mengajar dan berkarya, dan berpuncak pada peristiwa sengsara, penyaliban, kematian, penguburan, kebangkitanNya secara jasmani dari antara orang mati, serta kenaikanNya ke sorga. Peristiwa sengsara s/d kebangkitan ini akhirnya menjadi isi pokok berita (kerygma) dari para murid setiaNya yang disebut Para Rasul, yang menyebarkannya sesudah peritiwa turunNya Roh Kudus yang dijanjikan Almasih atas mereka, pada hari Pentakosta ( Kisah 2). Dan kesengsraan s/d kebangkitan Sang Kristus itulah inti Injil, yang semula diberitakan secara lisan.Karena Kristus tak pernah menulis Kitab ataupun menerima Kitab dari sorga, maka Dia tak meninggalkan Kitab apapun pada para rasulNya ini, karena Dia sendiri adalah Firman Allah yang menjadi manusia. Kerygma Rasuliah secara lisan itu mula-mula disebarkan hanya disekitar daerah Palestina saja, dan akhirnya menjadi ajaran lisan komunitas yang baru, yang disebut sebagai :Ekklesia, yang dari sinilah timbul kata Gereja ( berasal dari bahasa Portugis Igreja, sepadan dengan kata Spanyol :Iglesia, yang jelas berasal dari kata Ekklesia itu). Para Rasul itu akhirnya menyebar kemana-mana, mulai dari Yerusalem dan seluruh Palestina, kemudian ke seluruh Siria, dan Asia Kecil ( kini negara Turki) serta Yunani dan Afrika Utara terutama di Alexandria (Mesir) dan Karthago ( Libia).. Inilah batas sebelah barat dunia Timur pada saat itu. Sedangkan ke Timur lagi Injil tersebar ke Edesa, Mesopotamia ( Irak, Babilon), dan Persia, yaitu daerah Siria Timur, karena yang menerima Injil di daerah timur ini adalah suku-suku yang berbahasa Siria, sampai ke India Selatan. Sedangkan ke Barat lagi Injil diterima di benua Eropa Barat dari Roma di Itali, Spanyol, dan yang nantinya akan berkembang ke seluruh Eropa. Dengan demikian kita melihat Injil tersebar dari Timur ke Barat dan di seluruh benua: Asia, Afrika dan Eropa. Memang Iman Kristen itu pada dasarnya adalah Agama Timur ( Timur Tengah). Pada saat inilah dokumen-dokumen yang akhirnya menjadi Kitab Suci Perjanjian Baru mulai dituliskan oleh para rasul sebagai pemimpin Gereja itu kepada Gereja-Gereja ( Roma. Korintus, Galatia, Efesus, dll.) dan para pemimpin Gereja sebagai murid mereka secara langsung ( Titus, Timotius, Filemon, dll) yang telah mereka dirikan dan mereka pilih itu. Gereja

(Ekklesia) telah ada lebih dulu sebelum Kitab Suci ( Perjanjian Baru) dipakemkan. Pada saat ini orang-orang non-Yahudi mulai diterima sebagai anggota ummat Allah, setelah penyelesaian masalah penerimaan mereka, dan penyelesaian masalah dogmatis mengenai kedudukan Taurat, dalam Rapat Agiung (Konsili) para Rasul yang pertama di Yerusalem (Kisah 15). Konsili segenap Gereja inilah yang menjadi landasan adanya Konsili-Konsili di sepanjang sejarah Gereja itu. Orang-orang yang bertobat itu hanya perlu beriman kepada Yesus Kristus tanpa harus menjadi Yahudi dengan mengikuti ritus-ritus Taurat, lalu dibaptiskan serta menjadi anggota Ekklesia yang dipimpin/digembalakan oleh para ³Presbyter´ (³Penatua´) dan ³Episkop (³Penilik Jemaat´) ±Kisah 20:17,28 -, yang mereka ini menerima pentahbisan dari para Rasul sendiri ( Kisah 14:23), sebagai mata-rantai pelanjut-ganti pelayanan rasuliah. Para Rasul sendiri tidak menjadi ³Gembala´ ( ³Episkop/Presbyter´) secara lokal dari Gereja lokal tertentu secara permanen dimanapun. Masing-masing kelompok ekklesia itu memiliki ciri khasnya dan masalah-masalahnya sendiri, sebagaimana yang dapat kita baca dalam Perjanjian Baru. Namun seluruh ekklesia dipanggil untuk memegang doktrin yang sama dan melaksanakan akhlak hidup dan ibadah yang sama pula. Pada zaman awal ini Gereja harus menghadapi ajaran sesat pen-Taurat-an Injil yang segera dapat diselesaikan, serta pe-mythologi-an Injil dalam wujud aliran ³gnostikisme´ yang hendak mencampur-adukkan Injil dengan ajaran kafir Yunani-Romawi. Dengan keras para Rasul harus melawan ini sebagaimana yang kita lihat dari tulisan-tulisan Rasul Yohanes dan Rasul Paulus. Dengan kematian para rasul semuanya menjadi martyr (syuhada), kecuali Rasul Yohanes yang meninggal karena umur tua, Gereja berlanjut dipimpin oleh para murid rasul itu. Penganiayaan yang sudah dimulai oleh Nero pada zaman Rasul Paulus dan Petrus berlanjut sampai abad kedua. Saat ini Iman Kristen dianggap ³Agama Tidak Sah ³ (³Religio Illicita´) di seluruh Kekaisaran Roma. Mereka adalah penjahat dimata pemerintah Roma,karena menolak menyembah kaisar sebagai ³tuhan´ dan ³ilah´. Sedangkan orang Kristen yang berada disebelah timur Mesopotamia yaitu dibawah Kerajaan Agung Persia, juga mengalami aniaya karena cemburu dari para pendeta agama Zoroaster, agama resmi negera Persia. Orang Kristen di Kekaisaran Roma dituduh´ memberontak terhadap negera, pembunuh bayi-bayi dan memakan daging dan minum darah mereka (³ Makan dan Minum Daging dan Darah Anak Manusia´). Penganiayaan ini bersifat sporadis, mereka tak perlu dikejar-kejar namun jika ketahuan mereka harus dihukum. Diantara para pemimpin yang menderita dari aniaya abad ini adalah : Ignatius dari Antiokia, pengganti ketiga dari Rasul Petrus di Antiokia, Syria, sebagai Episkop ( 110 Masehi), Polykarpus, Episkop dari Smyrna, yang adalah murid Rasul Yohanes ( 156 Masehi) dan Yustinus Martyr (Syuhada). Yustinus Martyr ini memiliki seorang murid dari Syria bernama

ditegakkannya pemerintahan Gereja bagi masing-masing jemaat lokal yang dipimpin oleh Episkop (´Penilik Jemaat´ ). dan asketisisme. Zaman ini pula fondasi pertama dari Ibadah dan Liturgi Kristen serta kehidupan Sakramental Gereja yang berlandaskan dari Ibadah Israel namun yang sudah terpisah dari Synagoga (Rumah Ibadah Yahudi) dan mulainya pembentukan Kitab Suci dari Gereja Perjanjian Baru itu terjadi. yang menjadi Kitab Suci Gereja Syria sampai sekarang. dan inilah Injil yang digunakan oleh Gereja Syria untuk waktu yang lama sampai akhirnya diganti dengan keempat Injil seperti seluruh Gereja lainnya. namun dari Targum Aramia dari Perjanjian Lama yang berlaku di Babilonia. ³Surat Kepada Diognetus´. Sedangkan ajaran . serta Theofilus dari Antiokia serta dari theoloog yang terbesar dari abad kedua Ireneus dari Lyons. Dia pulang ke Syria setelah kematian Yustinus dan menterjemahkan Injil dari bahasa asli Yunani ke bahasa Syria. yaitu suatu bidat Kristen yang mengubah iman Kristen menjadi semacam ajaran kebatinan. Pada akhir abad pertama dan permulaan abad kedua banyak tulisan palsu mengenai Kristus bermunculan. semuanya tadi memberikan gambaran yang jelas sekali mengenai iman dan kehidupan dari Gereja Perjanjian Baru yang berlanjut sampai abad kedua itu. kehidupan Perawan Maryam dan kegiatan-kegiatan karya para rasul.Tatianus. Biasanya tulisan-tulisan memakai nama salah seorang rasul dan memasukkan dongeng-dongeng aneh mengenai masa kecil Yesus Kristus. Tulisan-tulisan ini disebut tulisan-tulisan µapokrifa´ ( jangan dikacaukan dengan ³Anaginoskomena¶ dari Perjanjian Lama!!) serta tulisan-tulisan ³pseudopigrafa´. dan terjemahan ini terkenal sebagai ³Diatessaron´. Para pemimpin Kristen awal ini meninggalkan tulisan-tulisan bersama seperti ³Didakhee´. Agama Kafir Berhala. serta tulisan-tulisan pembelaan iman (apologetik) dari Athenagoras dari Athena.. Disamping itu Gereja Syria menggunakan Perjanjian Lama bukan dari terjemahan Ibrani atau Septuaginta. ³ Gembala Hermas´. Dalam melawan ajaran bidat gnostik inilah Gereja yang Rasuliah itu menyebut ajaran asli yang rasuliah itu sebagai ajaran Orthodox (³doxa´) yang ³lurus´ ( ³orthos´) . ³Surat-Surat Klemen dari Roma´ . Bersama dengan itu. dalam bentuk yang diurutkan sesuai dengan urutan cerita. yang membela Iman Kristen dari serangan Agama Yahudi. Perkembangan yang paling penting pada abad kedua ini adalah munculnya para pembela iman (³apologist´). Presbyter (³Penatua´) dan Diakon. bukan empat bentuk terpisah seperti yang kita kenal. Melito dari Sardis. ³ Surat Barnabas´ (bukan Injil Palsu Barnabas yang dipromosikan Islam!!!). Juga berkembangnya Aqidah (Doktrin) Gereja serta permulaan Theologia sesudah zaman Rasuliah. Ajaran Tatianus ini dipengaruhi oleh aliran gnostik ³enkraitisme´ yang menekankan pelajangan. muncul pula aliran ³gnostikisme´. Ortho+ doxa = Orthodox. dalam bentuk terjemahan ³Peshitta´. Dan sebagaian daripadanya menjadi kisah dalam Al-Qur¶an terutama tentang masa kecil Kristus. serta Bidat-bidat yang muncul di sekitar Gereja.

harus ditulis oleh rasul sendiri atau teman/murid dekat mereka 3. Akibat dari melawan ajaran gnostik inilah munculnya theologia dari para ³apologis´ (³pembela-iman´). Jauh di sebelah timur di dearah Syria. dan ajarannya tentang Allah kedengaran sangat aneh. ³Injil´) tentang Yesus Kristus. Akibat dari ajaran Gnostik ini pada para apologis adalah penekanan ³ mata-rantai rasuliah´ (³suksesi apostolik´. yang diterus-sampaikan secara tak terputus dari gereja kepada gereja. harus sesuai dengan ajaran rasuliah tanpa putus yang disampaikan sebagai paradosis dalam Gereja 4. Dari kriteria inilah akhirnya tersaring dari tulisan-tulisan rasuliah purba itu 27 kitab yang akhirnya kita kenal sebagai ³Kitab Suci Perjanjian Baru´ itu. Namun dia mencampur-adukkan Injil dengan astrology dan mythologi. harus digunakan secara merata di seluruh gereja sejak awal 5. dan penerussampaian tanpa putus dari zaman rasuliah ini disebut sebagai ³Paradosis´ atau ³Traditio´. Dan Kitan Suci Perjanjian Baru inilah yang berisi ³Berita Gembira´ (³Evanggelion´.³gnostik´ itu sebagai ajaran (³doxa´) yang berbeda atau menyimpang (³heteros´). Firman Allah yang menjadi manusia itu. dari generasi kepada generasi.Sehingga akhirnya Bardaisan dari Syria inipun dikucilkan dari Gereja. Roh Kudus adalah berjenis wanita sebagai ³Bunda Kehidupan´. dari tempat ke tempat. Gereja mulai kokoh dalam keputusannya tulisan-tulisan mana yang menjadi bagian kanon Kitab Suci berdasarkan : 1. tulisan-tulisan itu harus berasal dari zaman rasul. Sang Bunda Kehidupan. dan Anak Allah adalah keturunan dari Bapa dan Roh Kudus. harus mengajarkan kesucian dan bukan dongeng-dongeng gnostik. Sebagai akibat yang lain. Allah adalah satu yaitu Bapa. dan secara bersama ajaran mereka itu identik dengan ajaran para rasul Yesus Kristus sendiri. Bardaisan adalah penulis yang terkenal mengenai masalah theologi. ³silislah rasuliah´) sebagai penjamin ajaran yang benar dan tak terputus dari para rasul. Dan para Episkop ini pengajaran dan prakteknya itu identik antara satu dengan yang lain. Dan penyampaiannya itu dilakukan melalui pentahbisan dari para Episkop yang dapat dilacak dari mata rantai pentahbisan sejak zaman rasul-rasul. para martyr (syuhada) dan para kudus dari abad kedua ini kita ketahui bahwa masing-masing jemaat Kristen lokal itu dipimpin oleh seorang Episkop/Uskup ( Penilik Jemaat) yang dilaksanakan oleh para Presbyter/ Imam ( ³Penatua´) . 2. Karena memang Injil itu pada mulanya bukanlah suatu Kitab macam apapun namun peristiwa dan karya Almasih yang diberitakan secara lisan oleh para muridNya yang diberi gelar sebagai ³apostolos´ (³orang yang diutus´ atau ³rasul´) itu. hetero+ doxa = Heterodox. Dalam tulisan-tulisan para apologis. ³Evanggel´.

Dalam ³Didakhee´ dan ³Pembelaan dari Yustinus Martyr´ dan ³Ireneus´ ditemukan juga penjelasan mengenai bagaimana ibadah Kristen zaman abad kedua itu dilakukan. Ciri gerakan Montanisme ini adalah penekanan pada ³karunia lidah´ dan ³nubuat-nubuat´ serta penekanan bahwa Kerajaan Seribu Tahun akan segera datang di pulau Frigia. sesuai dengan) dan ³holon ³ ( sepenuhnya. anak dari Valerianuslah penganiayaan dihentikan . Katolik Lama. Orang Kristen dipaksa mempersembahkan korban kepada patung kaisar sebagai ³tuhan´ dan ³ilah´. Diantara mereka yang memisahkan diri dari Gereja adalah Tertulianus (c. kebenaran dan kekudusan Allah.Pada saat itu perkembangan yang luar biasa terjadi dalam Gereja. mereka ini disebut kaum ³lapsi´. Ignatius juga mulai menggunakan istilah ³Katholik´ untuk menyebut sifat Gereja. penulis agung dan peletak dasar Theologia Latin di Gereja barat dari Afrika utara. Anglo-Katolik. Pembela agung Gereja Rasuliah yang Orthodox dan Katholik ini pada saat itu adalah Kiprianus dari Karthago . Dan kata ini (Katholik =Kath + Holon) bermakna kwalitas sifat gereja itu adalah penuh. Timbul pertanyaan dalam Gereja mengenai bagaimana memperlakukan orang-orang yang selama masa aniaya itu karena diancam rela mempersembahkan korban pada patung kaisar.dan dilayani oleh Para Diakon. Ini berasal dari kata ³ Kath¶ (menurut. Demikian juga Gereja purba itu disebut sebagai ³Orthodox´ artinya bukan yang menyimpang dari ajaran Rasul tadi. Baru di zaman Gallenius. dan juga tentang baptisan. sempurna. utuh. Smyrna 8:2). ada yang bersikap agak lunak. tanpa kekurangan apapun di dalamnya dari kepenuhan kasih-karunia. kepenuhan). dan penganiayaan itu dilanjutkan sampai zaman Kaisar Valerianus (253-260). Terutama dalam tulisan-tulisan Ignatius ( Magnesia 6:1. dan menyatakan diri sebagai Gereja ³Nubuat Baru´ dari Roh Kudus yang lebih sempurna dari Gereja µPerjanjian Kedua´ ( Perjanjian Baru) dari Kristus. 220 ). Katolik Bebas. terutama ibadah hari Minggu yang berpusat pada kotbah dan Perjamuan Kudus. Ada yang melarang mereka masuk Gereja lagi. Ini adalah kwalitas sifat yang menjelaskan bagaimana Gereja itu. misalnya:Roma Katolik. Menginjak pertengahan abad ketiga. lengkap. jadi bukan nama suatu agama. dia mengadakan penganiayaan secara universal. Akibatnya terdapat beberapa kelompok garis-keras yang menganggap Gereja terlalu lunak akan masalah para ³lapsi´ itu yang memisahkan diri dari Gereja Rasuliah Perjanjian Baru yang ³Orthodox´ dan ³Katholik´ itu.dll. Namun penganiayaan yang berat itu mengakibatkan suatu krisis besar dalam Gereja. Filadelfia 4. harta milik Gereja harus disita. para rohaniwan Kristen harus dikejar dan dibunuh. Dia menggabung dengan gerakan bidat yang didirikan Montanus yang telah mulai pada akhir abad kedua. Asia Kecil. yaitu tahun 249 Kaisar Desius naik tahta. Demikianlah Gereja Rasuliah Perjanjian Baru pada abad yang kedua itu mulai menyebut dirinya sebagai Gereja yang ³katholik´ artinya bukan sekte-sekte yang main comot sana-sini dari kepenuhan dan keutuhan ajaran Rasuliah itu.

dan Kiprianuslah yang mengatakan juga bahwa ³extra ekklesia nulla salus est ³ ( diluar Gereja. pada abad-abad berikutnya.. Yang akhirnya dikepalai oleh seorang penulis. karena tak Alkitabiah dan tak rasuliah. Dia menekankan bahwa Gereja Kristus itu ada bagi penyembuhan orang berdosa. Kiprianus.(meninggal tahun 258).yaitu diluar persekutuan kongkrit dari ummat yang percaya secara pribadi kepada Kristus dibawah pimpinan rohani Episkop dan berlandaskan suksesi rasuliah disekitar meja perjamuan kudus dan pemberitaan firman oleh presbyter ± tidak ada keselamatan ). sehingga pada Konsili Ekumenis V (tahun 553). Hippolytus dari Roma (wafat 235) Gregorius Pelaku Mukjizat di Kappadokia ( wafat 270) dan Methodios dari Olympus ( wafat 311) Orangorang ini semuanya memperkembangkan theologia Kristen Orthodox terutama meletakkan landasan bagi pembahasan tentang Allah yang Esa dalam hubunganNya dengan Kalimatullah . Dan ciri khas dari pendekatan Alexandria ini adalah tafsiran secara alegoris terhadap Kitab Suci. sarjana. Aliran yang dilawan dalam tulisan-tulisan Kiprianus ini adalah aliran ³Novatianisme´ yang didirikan oleh ³Novatianus´ yang berada di Roma. Karya Origenes ini akan menjadi fondasi karya-karya theologia para bapa-bapa Gereja Yunani pada abad-abad berikutnya. Dia meninggal sebagai Martyr setelah membela Gereja Rasuliah yang Orthodox dan Katholik itu melawan aliran garis keras yang memisah dari Gereja karena masalah kaum ³lapsi´ tadi. Kedua pendekatan ini akhirnya akan bertemu dalam konflik. Theologi Alexandria ini menekankan bahwa filsafat Yunani yang non-Kristen itu dapat digunakan sebagai alat untuk menjelaskan Injil. Mesir oleh Pantaenus dan Klemen dari Alexandria ( meninggal kira-kira tahun 215 ). Diantara pakar-pakar theologia abad ke 3 yang harus disebutkan bersama dengan Tertulianus. Namun demikian secara ajaran banyak pendapat Origenes yang ditolak oleh Gereja.serta yang mengangkat-angkat diri sendiri ini. sedangkan dalam tradisi Syria-Antiokhia yang tak lama kemudian akan berkembang adalah tafsiran harafiah berdasarkan tata-bahasa dan sejarah penulisan Kitab Suci. Dialah yang pertama kali mengadakan kajian sistimatis dan sastrawi dari buku-buku dalam Alkitab. beberapa ajaran Origenes dinyatakan sesat oleh Gereja. Novatianus menyebut alirannya sebagai ³ Gereja Murni´. Klemen dan Origenes adalah Dionysius dari Alexandria ( wafat 265). Kiprianus membela Gereja Rasuliah yang Orthodox dan Katholik itu dengan menekankan perlunya ³mata-rantai rasuliah´ dalam ajaran dan ³mata-rantai rasuliah´ dalam pentahbisan para episkop dalam melawan apa yang disebut sebagai gerejagereja ³murni´ yang hanya bersifat rohani yang abstrak dan tak nampak mata dari orang yang merasa dirinya lebih baik dari Gereja Rasuliah yang Orthodox dan Katholik itu. dan theoloog termasyhur: Origenes ( meninggal tahun 253). Abad ketiga ini menyaksikan juga perkembangan theologi secara formal dengan didirikannya sekolah theologia di Alexandria. Karya Origenes itu sangat luar biasa dan tak terhitung jumahnya.

dia menemukan Salib Asli Kristus di Yerusalem. oleh ketetapan Kaisar Theodosius. Paulus dari Samosata dan Lukianus (Lusian) dari Antiokia terkenal akan ajaran bidatnya mengenai sifat ke-Tritunggal-an Allah. Konstantinus memenangkan peperangan itu. Bersama dengan ibunya Maharatu Heleni. terjadilah perebutan kekuasan dalam Kerajaan Romawi. Mereka ini hidup pada akhir abad ketiga. Dan tulisan kedua menjelaskan hal yang sama yang berlaku di Gereja Roma dengan lebih panjang dan detail. Daftar Syuhada atau Martyr yang paling panjang berasal dari abad ini. Konstantinus menghadapi peperangan melawan Maxentius. Pada tahun 312. yaitu: Pengajaran-Pengajaran Para Rasul dari Siria serta Tradisi Rasuliah karya Hippolytus dari Roma ( wafat tahun 235). Sebelum peperangan di Jembatan Milvianus di Roma. serta keduanya diakui sebagai orang suci dalam Gereja Orthodox sampai kini. Konstantinus segera bergerak untuk memberikan kebebasan kepada orangorang Kristen. Konstantinus sendiri baru dibaptiskan diatas ranjang menjelang kematiannya pada tahun 337. karena sekarang Kerajaan Romawi musuh bebuyutan Persia. makin mengalami aniaya karena dicurigai sebagai antek musuh Kerajaan Persia. serta menunjukkan kecenderungannya kepada Iman Kristen. Kalahkan. Konstantinus berdoa. telah menjadi Kristen: Kerajaan Byzantium. . Dengan demikian Kekaisaran Romawi terbagi dalam dua bagian: Romawi Barat berpusat di Roma dan Romawi Timur berpusat di Konstantinopel. Iman Kristen diakui sebagai agama resmi Kerajaan Byzantium pada tahun 380. dan kota itu disebut ³Konstantinopel ³ (kini:´ Istambul´. Abad keempat dimulai dengan penganiayaan yang paling besar yang diarahkan kepada Gereja oleh Kaisar Diokletianus. serta mendapat penglihatan Salib Bersinar di langit dengan tulisan: Dengan Tanda Ini. Dari abad ketiga ini kita juga mendapatkan tulisan-tulisan yang menolong kita untuk melihat kehidupan liturgis dan kanonik dari Gereja Rasuliah yang Orthodox dan Katholik ini pada abad ketiga itu. Antiokhia dan Yerusalem. Setelah surutnya Diokletianus. Alexandria. Pembagian Kerajaan menjadi Barat dan Timur ini. serta menjelaskan pertemuan liturgis jemaat. Sebelum kematiannya Konstantinus membangun suatu kota di Byzantium bagi ibu-kota yang baru dari Kerajaannya itu. Dia memerintahkan para prajuritnya untuk mengenakan tanda salib ini pada perisai dan jubah mereka.Sementara itu ummat Kristen Syria yang tinggal di Kekaisaran Persia.dan Rohullah sendiri yang terkenal sebagai ajaran Tritunggal Kudus yang dalam abad berikutnya akan menjadi pembahasan hangat dalam Gereja. di Turki) untuk menghormatinya. akhirnya membentuk perkembangan wilayah Gereja menjadi Gereja Barat berpusat di Roma dan Gereja Timur yang berpusat di Konstantinopel. Tulisan yang pertama itu memberikan peraturan-peraturan mengenal jabatan hirarkis serta praktek-praktek sakramental dalam Gereja Syria.

yang dipimpin oleh Donatus. sebab Allah Yang Esa. tak pernah dan tak mungkin dibantu oleh makhluk siapapun dalam mencipta. Namun ketenteraman Gereja ini segera diganggu oleh munculnya bidat-bidat yang berasal dari dalam. karena Dia mencipta langsung melalui FirmanNya sendiri yang berada satu di dalam DiriNya. Gereja Rasuliah Purba yang Orthodox pada abad keempat inipun menyelesaikan masalah ini dalam Konsili. Mesir. Akhirnya sebagaimana di zaman Para Rasul. Moroko. Arius seorang presbiter mengajarkan bahwa Allah yang Esa itu hanya Bapa saja. adalah makhluk pertama dan yang terluhur yang diciptakan Allah dalam wujud roh. Ajaran ini jelas bertentangan dengan ke-Esa-an Allah. berkumpul mengadakan Konsili Agung yang pertama ini. yang menolak Episkop terpilih di Karthago yang dianggap termasuk golongan ³lapsi´ pada saat penganiayaan zaman Diokletianus. inilah ajaran musyrik. Konsili menemukan rumusan berdasarkan data Kitab . Anak Allah yang akhirnya menjelma menjadi manusia Yesus Kristus. Zaman Konsili I. Pada saat pemerintahan Konstantinus ini Gereja mendapatkan kembali harta miliknya. dalam memaksakan keputusannya. Dibantu oleh ciptaan pertama ini Allah menciptakan ciptaan yang lain.´ Setelah melalui doa dan pembahasan theologis yang mendalam berdasarkan iman rasuliah. pada pertama kalinya pihak Donatis. yang diadakan di kota Nikea pada tahun 325. Aljazair) yang dulu pernah jaya. serta terbebas dari aniaya dari luar. Perpecahan Donatisme ini menyebabkan lenyap-punahnya Gereja Afrika Utara (Libia. dipanggil oleh raja Konstantinus. Seluruh pemimpin Kristen (dihadiri 318 Episkop) dari segenap ³Oikumene´ ( ³dunia yang beradab´) dari Gereja yang satu dan tidak terpecah-pecah itu.Masa Konsili ±Konsili Agung Ekumenis Gereja Rasuliah Yang Satu dan Orthodox {abad ke IV ( tahun 325) s/d abad ke VIII (tahun 787)}. Ajaran Arius yang disebut Arianisme ini ( yang di zaman modern ini dimunculkan kembali oleh Saksi-Saksi Yehuwah) menimbulkan keresahan dalam Gereja. Dia bukan Firman Allah (Kalimatullah) yang kekal yang berada satu di dalam Allah sejak kekal. Ajaran ini jelas mempersekutukan Allah dengan makhluk. Itulah sebabnya Konsili ini disebut ³Konsili Ekumenis. 1 Konsili Agung Ekumenis Pertama ( 325 Masehi) di Nikea dan Kedua (381) di Konstantinopel Kemudian muncul masalah dari Alexandria. Bukannya Konstantinus membiarkan Gereja untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. dia menggunakan kekuatan militer untuk memihak. Pertama adalah munculnya aliran perpecahan Donatisme di Afrika Utara.B.

yang disebut bidat Makedonianisme. yang menjadi Pengakuan Iman Orthodox sampai sekarang dengan nama ³Pengakuan Iman (Syahadat) Nikea´. sehingga banyak konsili-konsili lokal diadakan untuk membahas masalah ini. sedangkan para pembela Iman Orthodox sebagaimana yang telah dinyatakan dalam Konsili Nikea itu sangat dianiaya dan dibunuh oleh pemerintah dan pendukung-pendukung bidat Arianisme ini. Dia hanya daya-aktif Allah saja (seperti yang juga diajarkan Saksi-saksi Yehuwah). sebagai manusia Yesus Kristus (Yoshua Ha-Masiah. Para tokoh spiritual (bapa-bapa Gereja) yang sangat berjasa membela Iman Rasuliah yang Orthodox. demikianlah Roh Kudus sebagai Roh Allah sendiripun satu bersama kesatuan Putra dalam Bapa. untuk menyelesaikan masalah bidat baru yang dimunculkan oleh Makedonius. satu essensi) dengan Bapa. Isho de-Mesiha. tanpa meninggalkan kesatuannya dalam Dzat-Hakekat Allah telah diutus turun ke bumi oleh Allah. Namun keputusan Konsili ini tidak segera diterima oleh seluruh Gereja sampai masa waktu yang lama. Firman. Pada saat inilah rumusan Konsili Pertama dan Kedua ini baru diteguhkan kembali menjadi satu rumusan Pengakuan Iman (Syahadat). dalam satu Hakekat Ilahi yang sama ³ disembah dan dimuliakan´. Dengan demikian Dia adalah ³Allah Sejati´. atau Anak Allah itu kekal dan ilahi. yang keluar dari ³Allah Sejati´ (Sang Bapa). Pihak Arianisme mendapat dukungan kuat dari kekuasaan pemerintah. Karena baik Firman maupun Roh itu berada satu di dalam hakekat Allah (Bapa) yang hanya satu itu. ketika diadakan Konsili Ekumenis yang kedua di Konstantinopel. Firman Allah yang kekal dan yang sama inilah. yang ³keluar dari Bapa´ berarti berada satu di dalam Dzat-Hakekat Bapa bersama Firman Allah sendiri. Dia adalah´homo-ousios´ ( = satu dzat-hakekat. Pertikaian mengenai pribadi Kristus terus berlanjut. Dia berada satu di dalam Dzat-Hakekat Bapa yang satu itu. sehingga ³ bersama Bapa dan Putra´ artinya sebagaimana Putra sebagai Firman Allah sendiri itu berada satu dalam Hakekat Bapa. Dia diperanakkan (dikeluarkan dari dalam dzaat-hakekat) dari Bapa sendiri sejak kekal. bukan dijadikan dan bukan diciptakan. Demikianlah keilahian Firman Allah/Putra dan Roh Allah/Roh Kudus ditekankan namun ke-Esaan Allah tak dilanggar.Suci bahwa ³Kalimatullah´ (Logos). menentang Arianisme dan Makedonianisme pada saat ini adalah Bapa ³Aghios . maka Konsili mendeklarasikan bahwa Roh Kudus itu adalah ilahi (³Tuhan´). dan lahir sebagai manusia dari Sang Perawan Maryam oleh Kuasa Roh Kudus. Berdasarkan data-data Kitab Suci dan Iman Rasuliah yang selalu dipelihara Gereja Orthodox ini. Isa Almasih): Mesias Israel dan Juru Selamat dunia. yang melaluiNya (sebagai Firman Allah) segala sesuatu dijadikan oleh Allah. mengambil daging kemanusiaan. Masalah ini berlanjut sampai tahun 381. Makedonius mengajarkan bahwa Roh Kudus yang adalah Roh Allah sendiri itu bukan ilahi dan tidak kekal. karena Dia adalah Firman Allah/Kalimatullah yang sejati.

Baru kemudian ketika suku-suku yang sudah menjadi Kristen namun yang mengikuti bidat Arianisme ini mulai menyerang Roma. saudara laki-lakinya Bapa³ Aghios Gregorius dari Nyssa´ serta sahabat mereka berdua Bapa ³Aghios Gregorius Nazianzus Pakar Theologia´ (wafat:389). Sayang Siria . Pada saat pertikaian Arianisme ini Gereja tidak berhenti dalam menyebarkan Injil. Namun karena yang mendapat dukungan pemerintah saat ini adalah kelompok Arianisme. dan kesejarahan´ atas Kitab Suci. karena Konstantinopel adalah Roma Baru´ ( Kanon 3). dan sekarang Konstantinopel sebagai Ibukota Kerajaan yang baru harus menduduki tempat itu. tatabahasa. sehingga pada abad-abad kemudian mereka menjadi Roma Katolik. Pada saat ini di Antiokhia juga telah berkembang tradisi theologia yang berbeda pendekatannya dari Alexandria. mereka secara pelan-pelan mengikuti ajaran Orthodox yang waktu itu dipelihara oleh Gereja Roma juga. Masing-masing pusat Kekristen yang berjumlah lima (Pentarkhi) ini dipimpin oleh Episkop yang bergelar Paus. Sehingga dalam Kristologi Alexandria lebih menekankan keilahian Kristus. Dalam Konsili Nikea itu ditetapkan sebagai ³Hukum Kanon´ bahwa Gereja Roma itu menjadi yang utama untuk seluruh Gereja Barat di Eropa barat. maka Antiokhia lebih menekankan pendekatan ³literal. serta tiga Episkop dari Kappadokia (Asia Kecil) Bapa³ Aghios Basilius Agung´ (wafat: 379).Mesir (meninggal tahun 373) yang banyak mengalami aniaya dari kelompok Arianisme dan pemerintah. jadi termasuk Gereja di Persia dan India (Kanon 6). sehingga seorang rohaniwan yang bernama Ulfilas dikirim dari Gereja Timur di Konstantinopel untuk menginjili suku-suku bangsa Jerman dan menterjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa itu. Arkhi = Pemimpin. dari kata Pater =Bapak. dan keluhuran Gereja Yerusalem sebagai asal-usul munculnya Iman Kristen diakui (Kanon 7). yang sampai sekarang tetap menjadi standard aqidah ajaran dan theologia Gereja Orthodox.Athanasius Agung´ Episkop dari Alexandria.dari kata Pappas = Bapak (terutama Roma dan Alexandria) atau Patriarkh. Mereka ini banyak menderita aniaya dari pemerintah dan pengikut Arianisme. yang diajarkan kepada suku-suku Jerman ini adalah theologia Arius mengenai Kristus. namun tanpa takut mereka menjelaskan Iman Kristen yang sejati tentang Keilahian Kristus dan Roh Kudus di dalam kesatuan hakekat dari Allah yang Esa (Bapa). Sedangkan dalam Konsili kedua di Konstantinopel suatu Hukum Kanon ditegaskan bahwa:´ Episkop Konstantinopel akan memiliki prerogatif kehormatan sesudah Episkop di Roma. Jika Alexandria menekankan ³alegori´. Kanon tentang Konstantinopel ini nantinya menjadi suatu persaingan kedudukan antara Gereja Alexandria yang tadinya berada di tingkat kedua sesudah Roma. Antiokhia lebih menekankan kemanusiaan Kristus. dan Gereja Antiokhia untuk Syria dan seluruh daerah Timur. Gereja Alexandria untuk seluruh Afrika.

bernama: :Nestorius. Alexandria selalu berusaha untuk menyaingi Konstantinopel. yang sampai sekarang menjadi Liturgi-Liturgi utama Gereja Orthodox. Sebagai seorang Syria maka tradisi theologia Antiokhialah yang digunakan untuk memahami Kristologis. Itali. padahal keduanya seharusnya saling mengisi. dan dari Barat adalah Santo Ambrosius dari Milano. Disamping itu kita juga menyaksikan pada abad keempat ini perkembangan kehidupan kerahiban yang sedang memekar terjadi di Mesir . Konsili Agung Ekumenis Ketiga (431) di Efesus dan Keempat (451) di Kalsedonia.dan Mesir harus konflik nantinya. Diantara para rahib suci dari zaman ini yang berasal dari Timur adalah: Paulus dari Thebes (Mesir). Yohanes Kassianus. 379-401).Maka Nestorius lebih menekankan kemanusiaan Kristus. Sabbas (Palestina). dan banyak mempengaruhi pendapatnya mengenai Kekristenan dan keagamaan pada umumnya) serta Eropa Barat. Makarius dari Mesir. Hilarion. Secara kebetulan pada abad kelima ini yang menjadi Patriarkh di Konstantinopel adalah seorang Syria dari Antiokhia. Dari kotbah katekisasi dari Aghios Yohanes Krisostomos dan Aghios Kyrillos dari Yerusalem (wafat: 386) terlihat bahwa Sakramen Baptisan dan Krisma (Pengurapan) yang dirayakan pada abad keempat itu hampir tak berubah sedikitpun tetap dilaksanakan oleh Gereja Orthodox masakini. Pakhomius (Mesir).dipimpin oleh Aghios Antonius Agung ± dan di Syria (rahib-rahib Syria inilah yang nantinya banyak dijumpai Nabi Muhammad di padang-padang gurun dalam perjalanan perdagangannya dari Mekah ke Syria. Sejak keputusan Konsili kedua tentang kedudukan Konstantinopel. Aghios Spyridon. yaitu tradisi yang menekankan kemanusiaan Kristus. Para Episkop Suci terkenal dari abad keempat ini adalah: dari Timur Aghios Nikholas dari Myra di Lysia ( yang budaya Barat mengubah dia menjadi tokoh mythologis ³Santa Claus´ /Sinter Klaas). Pada saat ini Puasa Paskah 40 hari (Catur Dasa) dan Perayaan Paskah seperti yang tetap dirayakan oleh Gereja Orthodox masakini itu sudah betul-betul mapan. Epiphanius dari Siprus. Pada abad keempat ini terjadi juga perkembangan liturgis. yaitu dari Liturgi Yakobus yang awal yang berasal dari Yerusalem danm Siria maka doa-doa telah ditambahkan ke dalamnya jadilah doa-doa Liturgi Aghios Basilius Agung dan Liturgi Yohanes Krisostomos (wafat: 407). dan merupakan dua sisi yang utuh bagi pendekatan atas Kitab Suci. sehingga menolak gelar ³Theotokos´ ( ³Sang Pemberi Lahir Secara Daging kepada Allah´ yaitu Kalimatullah yang menjelma) yang telah beratus tahun digunakan di Gereja untuk . dan Efraim dari Syria. Sedangkan rahib suci dari Barat pada saat ini adalah: Yerome. serta Martinus dari Tour. Pada saat ini Gereja Syria di Persia sedang mengalami penganiayaan yang hebat di bawah para shah (raja) Persia ( 340363. 2.

14). jadi bukan Kalimatullah/Firman Allah itu sendiri yang menjadi manusia. Dan inilah kesempatan yang baik. Dan untuk meyakinkan Shah Persia bahwa mereka bukan antek Byzantium. Aghios Kyrillos menegaskan. lepas dari Antiokhia. orang Syria itu. . bahwa memang layak menyebut Maryam sebagai ³Theotokos´. bertentangan dengan apa yang telah diakui dalam kedua konsili sebelumnya. Demikianlah meskipun Nestorius akhirnya meninggal sebagai rahib di padang gurun Libia. Sementara itu Gereja Syria di Persia akibat penganiayaan para shah yang begitu kejam akibat provokasi dari para Majus atau pemimpin Agama Zoroaster penyembah api itu. melalui Aghios Kyrillos dari Alexandria. karena Antiokhia berada dalam wilayah Byzantium. yang ³telah menjadi manusia´ (Yohanes 1:1. Sehingga dipimpin oleh Aghios Kyrillos sendiri pada tahun 431. dengan demikian mempermalukan Konstantinopel.menyebut Maryam. di Persia. maka Maryam memang melahirkan Firman Allah dalam penjelmaanNya sebagai manusia. sejumlah kecil Episkop mengadakan Konsili untuk meneguhkan ajaran Gereja Alexandria serta menolak ajaran theologia Syria. dan tidak rasuliah. guru dari Nestorius. dari Nestorius ini. maka secara alamiah mereka menerima theologia Syria dari Nestorius. Kesempatan ini digunakan oleh Gereja Alexandria sekaligus untuk menghantam tradisi theologia Antiokhia dan kedudukan Konstantinopel yang dianggap menggeser kedudukan Alexandria itu. Baru pada tahun 433 sajalah keputusan Konsili ini diterima oleh segenap Episkop Timur. Jadi Firman Allah itu sendirilah yang dilahirkan dalam penjelmaanNya sebagai manusia. Menurut Nestorius yang dilahirkan Maryam hanyalah seorang ³manusia´ yang di dalamnya ³Kalimatullah/Firman Allah´ itu bersemayam. yaitu di Syria Barat yang mengikuti definisi dari Kyrillos dari Alexandria dan di Syria Timur yang mengikuti definisi Nestorius. ajarannya tetap dipertahankan oleh Gereja Syria di Persia. Jadi sebenarnya konflik ini adalah adalah konflik antara Mesir dan Syria (bukan dengan unsur Yunani dalam Gereja Timur itu). musuh bebuyutan Persia itu. dan akhirnya diakui sebagai Konsili Ekumenis Ketiga. yang kebetulan kali ini Kristologi Nestorius itu memang tidak Alkitabiah. Para pengikut Nestorius menolak tunduk dan bertobat pada peringatan Aghios Kyrillos ini. Sejak saat itu Gereja Syria Timur ini terkenal . karena yang dilahirkan Maryam tak lain adalah ³Firman Allah´ yang sama dan yang satu yang menjelma menjadi manusia. karena selama ini Gereja Syria. Maka Gereja Syriapun terpecah menjadi dua. serta melawan pemahaman theologianya dengan demikian menentang pemahaman Syria. di Efesus. karena dicurigai menjadi antek Byzantium yang beragama Kristen. Antiokhia. dimana ditegaskan bahwa Maryam adalah Theotokos. memutuskan untuk memiliki Patriarkh sendiri. memang menghormati tulisan-tulisan Theodoros dari Mopsuestia. Jadi Maryam memang ³Theotokos´. Dia ingin menjatuhkan Nestorius sebagai Patriarkh Konstantinopel.karena Dia yang dilahirkan olehnya adalah ³Firman´ yang adalah ³Allah´.

mengajarkan bahwa yang dimaksud oleh Kyrillos adalah bahwa Kristus hanya memiliki ³satu-kodrat´ (³mono-physis´) saja. Ajaran tentang Kristus hanya memiliki ³satu-kodrat´ (³monophysis´) ini akhirnya terkenal sebagai ajaran Monofisitisme. sebab kodrat manusiaNya ditelan oleh kodrat ilahiNya. dan mereka menganggap bahwa mereka pengikut ajaran Kyrillos yang setia. dan bahkan pada abad ketujuh di Indonesia : di Pancur dan Barus. dekat Konstantinopel. yaitu kodrat Ilahi. Sehingga ada beberapa sarjana modern yang menyebut mereka sebagai Gereja Orthodox PreKalsedonia. karena masih timbul kontroversi mengenai ajaran Aghios Kyrilos ini. meskipun sebenarnya mereka sendiri tak pernah menyebut diri mereka demikian. Namun setelah saling berdialog tercapailah pengertian dan persetujuan bersama mengenai apa yang dimaksud oleh Aghios Kyrillos. yang ditolak oleh Gereja dan dinyatakan bidat. Konsili ini dikenal dalam Gereja sebagai Konsili Ekumenis Keempat. Dan Gereja Persia yang sebenranya merupakan bagian dari Gereja Orthodox Antiokhia ini menjadi Gereja yang amat misioner. namun tidak diterima sebagai Konsili yang sah. dan berhasil`membela ajaran Aghios Kyrillos dari Alexandria serta ajaran Konsili Ekumenis Ketiga di Efesus tahun 431. Definisi dogmatis dari Konsili Kalsedonia ini mengikuti secara dekat ajaran yang dirumuskan oleh Paus Santo Leo dari Roma. yang tidak turut hadir dalam Konsili itu. Untuk memecahkan masalah ini maka suatu Konsili yang lain diadakan pada tahun 451.dengan nama Gereja Nestorian. seorang rahib bernama Eutyches. bahkan ada berita bahwa mereka juga ada di Kerajaan Majapahit. Dia sepenuhnya manusia. sehingga sampai mengabarkan Injil di Cina. Sumatra. Para pembela ajaran ini mengadakan Konsilinya sendiri bersama Patriarkh Dioskoros dari Alexandria dan Eutykhes pada tahun 449 di Efesus. dan praktek-praktek mereka tak beda dengan praktek-praktek Gereja Orthodox. namun hanya mengirim wakil-wakilnya. Ajaran mereka sebenarnya tak sejauh Nestorianisme yang dituduhkan pada mereka. Ini juga memuaskan tuntutan para Episkop Timur mengenai kemanusiaan Kristus yang sejati yang secara jelas harus diakui. di kota Kalsedonia. Ajaran ini menimbulkan kegelisahan kembali di dalam Gereja. Dia sepenuhnya Ilahi. malah disebut sebagai ³Latrocinium´ atau ³Konsili Para Perampok´. Kebanyakan Episkop di Timur mengkhawatirkan ajaran Aghios Kyrillos ini tidak secara memadai menyatakan kemanusiaan Kristus yang sejati. Namun sesudah wafatnya. Sebagai Allah (yaitu:Firman Allah) Dia ³satu Dzat-Hakekat/Essensi´ dengan . Konsili ini diikuti oleh sejumlah besar Episkop. Antiokhia) ± ilahi dan manusiawi. Keputusan dari Konsili Ketiga ini memang tidak langsung diterima oleh semua pihak. Dia Allah sempurna dan manusia sempurna. Menurut definisi Konsili Kalsedonia ini Kristus itu memiliki ³satu hypostasis´ ( menegaskan tradisi theologia Alexandria) dalam ³dua kodrat´ ( menegaskan tradisi theologia Syria.

Yerusalem. Demikian juga di pihak Syria. Gereja Yakobit Syria. namun mereka tidak menggabungkan bahwa ³dua kodrat´ itu dalam satu pribadi. suatu tuduhan yang tidak tepat dan tidak fair memang. yang Orthodox Kalsedonia yang tetap bersatu dengan seluruh Gereja universal. Sejak itulah Gereja Mesir terpecah dua. dan yang menolak Kalsedonia. serta mengikuti faham ³satu-kodrat´ (monophysis). Lima Gereja ( Koptik. Yusuf Roni. Syria-Yakobit. yang jelas tak bersangkutan dengan ajaran Nestorius. menyebut Gereja Syria yang Orthodox ini sebagai: Malkaya/Melkit. atau satu hypostasis. Sedangkan yang Orthodox alur utama tetap melanjutkan Kepatriarkhan Syria Antiokhia yang memiliki hubungan dengan Gereja-Gereja Aleksandria Orthodox. Dengan demikian Gereja Syria sebelah Barat terpecah lagi antara yang ³Orthodox´ ( kaum Monophysit. Konstantinopel. dan Roma.Sang Bapa (Allah yang Esa) dan dengan Roh Allah sendiri. padahal menurut mereka Konsili ini mengatakan Kristus memiliki ³dua kodrat´ yang dianggap sebagai kesesatan Nestorius. sesudah ia keluar dari keanggotaannya. yaitu Timotius Si Kucing. Kristus itu satu pribadi yang sekaligus Allah dan Manusia. penentang Kalsedonia memilih Patriarkh tandingan mereka. namun ada yang tetap dengan Gereja Universal yang menerima Konsili Kalsedonia. Thomas-India. Para pengikut Kyrillos yang ekstrim menolak definisi Kalsedonia ini karena dianggap berbau Nestorianisme. Pihak Monophysit ini oleh perjuangan Yakub Burdana ( Yakub Baradeus) berhasil mengorganisasi suatu lembaga kegerajaan Syria Monophysit. yang kemudian terkenal dengan Gereja Koptik Orthodox. Armenia. dalam Gereja Orthodox Indonesia. yang pada saat itu bersama dengan Pdt. inilah yang di Indonesia dipopulerkan dengan nama ³Kanisah Orthodox Syria´ oleh Yayasan Study Orthodox Syria. atau para pengikut Raja/Malak) dan yang ³Monophysit´. ada yang mengikuti langkah Gereja Alexandria dalam memeluk faham ³satu-kodrat´ ini. Keilahian dan kemanusiaan Kristus itu menyatu/manunggal dalam satu hypostasis /pribadi namun tidak campur-baur dan tidak kacaubalau dan tidak terpisah-pisah serta tidak terbagi-bagi. pimpinan saudara Bambang Noorsena. Demikianlah mereka ini akhirnya memisahkan diri dari Gereja Orthodox alur utama. Para pendukung Konsili Kalsedonia akhirnya mengangkat Patriakh Kalsedonia di Mesir : Proterius (452-457). Mereka menegaskan bahwa Kristus hanya memiliki ³satu kodrat´ saja. demikian pula Gereja Thomas India yang terkait dengan Gereja Persia dan Gereja Syria. dan Gereja Ethiopia yang terkait dengan Gereja Koptik. meskipun kodrat itu telah menjelma. Gereja Armenia karena sedang menghadapi perang dengan Persia sehingga tak terwakili dalam Konsili Kalsedonia. Dan sebagai manusia. Dia satu ³hakekat/ esensi´ dengan segenap manusia. yang akhirnya terkenal dengan nama Gereja Syria Orthodox atau Gereja Yakobit. dan Ethiopia) inilah yang dalam buku- . menolak hasil Konsili itu serta mengikuti faham ³satu-kodrat´.

Sedangkan Gereja Orthodox Alur Utama.Kata ³Yunani´ itu tak berarti menunjuk etnik Yunani. atau Gereja-Gereja Orthodox Non-Kalsedonia. Sementara itu Gereja Timur masih sedang dalam zaman keemasan dan kejayaannya. atau Gereja-Gereja Timur Alur Kecil. Yohanes Khrisostomos. namun yang tak diterima oleh Gereja Timur. maka Gereja Baratpun sering disebut ³Gereja Latin´. namun mereka masih tetap terpisah dari Gereja Orthodox. baik yang Roma (Katolik) maupun yang Reformasi (Protestan). misalnya Athanasius dari Alexandria. disebut Gereja Orthodox Timur.buku sejarah Gereja terkenal dengan nama :Gereja-Gereja Monofisit. sebagaimana Gereja Barat menggunakan bahasa Latin. untuk menghormati mereka disebut sebagai GerejaGereja Oriental Orthodox. Episkop dari Hippo ( 430). Menurut aslinya Roh Kudus itu keluar dari ³Sang Bapa´. Kyrilos dari Alexandria. Pada saat ini kita menyaksikan kemunduran di Gereja Barat dengan jatuhnya Roma ke tangan bangsa Barbarian. meskipun jika mereka itu berkebangsaan Syria misalnya Efraim dari Syria. atau Gereja Orthodox Kalsedonia atau Gereja Orthodox Yunani. tetapi menurut tambahan filioque dari Gereja Barat ini.-) Meskipun sudah berkali-kali ada usaha untuk mempersatukan mereka yang memisah ini baik di zaman purba maupun pada zaman modern ini. atau mengarang ³Pengakuan Iman Yang Berbeda´ (Kanon 7) dari apa yang sudah dirumuskan dalam Konsili I dan Konsili II. sama seperti ³Roma´ Katolik tak menunjuk pengikutnya sebagai bangsa Roma. atau berkebangsaan Koptik. yang isinya sangat mempengaruhi seluruh sejarah Gereja Barat. . memberikan Konstantinopel Ibukota yang baru atau Roma Baru itu ³ kehormatan-kehormatan yang sejajar dengan ibukota Roma yang lama´ . namun untuk menunjuk ekspresi karya sastra theologis utama dari para bapa Gereja Timur adalah menggunakan bahasa Yunani. Konsili Ekumenis yang Ketiga dan yang Keempat ini menetapkan beberapa Kanon yang bersifat disipliner dan bersifat praktis. Roh Kudus itu keluar dari ³ Sang Bapa dan Sang Putra´. karena ibukota yang baru itu dihormati dengan adanya ³kaisar dan senat´ ( Kanon 28). ( . ada larangan membuat Pengakuan Iman yang lain. atau pada masakini akibat hubungan-hubungan ekumenis. Kanon ini digunakan sebagai dasar bagi menentang penambahan atas Pengakuan Iman Nikea oleh Gereja Barat dengan kata ³filioque´ (³dan Sang Putra´) ketika berbicara tentang Roh Kudus. Masuknya Gereja Barat pada zaman ini ke dalam apa yang disebut ³Zaman Kegelapan´ sangat cepat terjadi setelah meninggalnya Agustinus. Agustinus menulis banyak buku yang sangat mengundang perdebatan terutama di Gereja Timur. Klemen dari Alexandria dan lain-lainnya. Konsili Keempat di Kalsedonia. Dalam Konsili Ketiga di Efesus.

Tetapi kutukan itu tak bisa diterima para pendukung Konsili Kalsedonia. Gereja Konstantinopel pada saat ini sudah menggunakan praktek-praktek liturgis yang telah dilakukan di Palestina dan Syria. terutama di Betlehem. dan sekarang menjadi Museum. dimana di dalam Konsili ini suatu tulisan yang disebut sebagai ³Tiga Pasal´ yang disenangi pendukung Kalsedonia.. Tulisan ini adalah tulisan dari Theodoret dari Cyrus. yang pernah dijadikan Masjid oleh bangsa Turki sejatuhnya Konstantinopel. Dan Konsili ini menegaskan kembali rumusan Konsili Kalsedonia bahwa Yesus Kristus adalah ³satu dari Tritunggal Kudus´ (artinya: Dia Ilahi yang satu hakekat dengan Allah sendiri dan RohNya yang ada di dalam hakekat Allah). dan pihak Monofisit sendiri tidak yakin untuk bisa menyatu kembali dengan Gereja Orthodox. dan lain-lain.3. digabung dengan Ibadah Kristen Yahudi dari abad-abad awal Kekristenan. yang akhirnya diakui sebagai Konsili Kelima. . serta hanya mempromosikan ilmu-ilmu Kristen saja. Dia membangun banyak Gereja.. untuk membentuk suatu synthesis agung pertama kali dari ibadah Liturgis Gereja Orthodox. dan praktek-praktek Liturgis di Yerusalem. Konsili ini juga menolak beberapa ajaran Origenes dari Alexandria yang sangat tidak Orthodox. serta menutup Universitas Athena dari pengaruh kafir Yunani. Sehingga biarpun Gereja Orthodox itu disebut sebagai Gereja Orthodox ³Yunani´. namun tidak ada alasan untuk mengutuk mereka. sebab meskipun mereka tidak setuju dengan ajaran-ajaran yang salah dan kabur dari tiga penulis ini. serta sholatsholat tujuh waktu yang telah berkembang di biara-biara. misalnya bahwa jiwa manusia sudah ada sebelum masuk kedalam tubuh jasmani untuk lahir di dunia ini. Dan Hypostasis Kalimatullah yang satu dan yang sama inilah telah memanunggalkan secara "hypostatik" dalam DiriNya sendiri yang satu itu dua kodrat yang saling berlawanan: Allah dan Manusia. Praktek Ibadah Gereja Konstantinopel saat ini. Usaha Yustinianus untuk menyatukan pihak Monofisit ini akhirnya tak berbuah. Usahanya ini dengan mengadakan suatu Konsili di Konstantinopel (553). Disamping menolak ajaran yang salah dan kabur dari ³Tiga Pasal´. Yang Manusiawi tidan menjadi Ilahi) dan tanpa terpisah-pisah ( Yang Ilahi dan Yang Manusia manunggal secara tak terpisah dalam Satu Hypostasis). Ibas dari Edessa. dan Gunung Sinai. Karyanya yang terbesar adalah Gereja Aghia Sophia. Yerusalem. Yustinianus sangat giat menyerang sisa agama kafir Yunani. namun yang direndahkan oleh mereka yang menolak Kalsedonia. serta Theodorus Mopsuestia yang semuanya adalah orang-orang Syria. Oleh karena itu dia berusaha agar pihak Monofisit dapat disatukan kembali kepada Gereja Orthodox. dikutuk Yustinianus secara resmi. tanpa campur-baur (Yang Ilahi tidak menjadi Manusia. Konsili Agung Ekumenis Kelima ( 553) di Konstantinopel dan Konsili Agung Ekumenis Keenam (680-681) di Konstantinopel Pada abad keenam ini Kaisar Yustinianus menginginkan kesatuan Gereja dan kesatuan negara sekaligus.

Pada tahun 589 di Toledo. yang tetap digunakan Gereja Orthodox sampai sekarang pada saat Puasa Catur Dasa. Di Gereja Barat pada abad keenam ini. terutama Paus Santo Gregorius Agung.namun ibadahnya dan aqidahnya adalah ibadah dan aqidah ³Semitik´ dari ujung kaki sampai ujung rambut. Mendengar dan memperhatikan dari mereka inilah akhirnya Muhammad melestarikan banyak hal dari apa yang dijumpai dari agama-agama terdahulu ini dalam agama Islam. Gereja Barat tanpa persetujuan Gereja Timur dan bertentangan dengan Kanon ketujuh dari Konsili Ekumenis Ketiga. Disamping itu Santo Columba dan Santo Agustinus dari Canterbury adalah misionarismisionaris Gereja Barat yang bekerja di Inggris dan Irlandia. yang mengkompilasi µLiturgi Pra-Sidikara´. dan Nestorian ini. Sejak saat itu Patriarkh Konstantinopel memakai gelar ³Patriarkh Ekumenis´ yang tentu saja seperti yang dapat diduga Episkop Romalah yang menentang akan hal ini. yaitu : pertama Konstantinopel. Di dalam pikiran orang-orang Kristen Timur pada abad keenam ini. Konstantinopel adalah Tahta Ke-Episkop-an yang pertama dalam ³Sistim Pentarkhi´ . Sementara itu di Semenanjung Arabia Sang Bayi Muhammad yang nantinya akan menjadi Nabi besar bagi agama Islam telah lahir pada abad keenam ini (tahun 570). Santo Benediktus dari Nursia (480-542) dan para muridnya sangat mempengaruhi sejarah selanjutnya Gereja Barat. Dan kanak-kanak Muhammadpun diajak dalam perjalanan dagang ini. . yang biarpun dalam rumusan Kristologinya berbeda antara Orthodox. disamping Paus Gregorius Agung. serta Monofisit di Syria Barat. Spanyol. serta Orthodox/Kalsedonian yang banyak melakukan perdagangan di Semenanjung Arab) dan orang-orang Yahudi terutama di Madinah. Antiokia dan Yerusalem. pada masa kecil dia diasuh oleh kakeknya Abdul-Muttalib. setelah kakeknya meninggal diasuh pamannya Abu Thalib yang sering berdangang ke Syria. Namun tambahan ini mengakibatkan dampak yang sangat tidak kecil bagi Sejarah Gereja. namun yang tak dikenal oleh Gereja Roma Katolik. Semenanjung yang mana dikelilingi oleh orang-orang Kristen Timur (Non-Kalsedonia/Monofisit di Mesir maupun Ethiopia yang mempunyai Koloni di Yemen. karena penginjilan Ulfilas yang telah kita sebut sebelumnya. dan Pre-Efesus/ Gereja Timur Assyria/ Nestorian di Persia. Ketika lahirnya bayi Muhammad sudah dalam keadaan sebagai anak-yatim. sesudah itu baru Roma. sehingga hal ini menerangkan banyaknya kemiripan-kemiripan antara praktek-praktek Iman Kristen Orthodox dan agama Islam.Aleksandria. Dalam pergaulannya berdagang ini Muhammad yang masih muda itu banyak bertemu dengan orang-orang Kristen Timur. menambah kata ³filioque´ pada Pengakuan Iman Nikea untuk menekankan keilahian Kristus dalam menghadapi Kaum Barbarian yang mengikuti faham Arianisme. Monofisit. namun praktek ibadahnya dan ethos kehidupannya tak banyak beda satu sama lain.

bersama semua pendukung mereka. Banyak yang berharap bahwa rumusan ini akan mempersatukan kembali perpecahan kaum Monofisit kepada Gereja Orthodox. dan perbuatan manusiawi yang sama dengan semua manusia lainnya. Di kalangan ummat Syria ada yang memegang teguh ajaran ini. Sehingga Anak Allah yang ilahi ini menjadi manusia yang nyata dan sejati dengan kehendak manusiawi yang nyata dan sejati. tindakan. serta Paus Honorius dari Roma yang mengajarkan monothelitisme. hanya memiliki satu kehendak dan tindakan insani-ilahiah atau ilahi-insaniah saja. energi. maupun pembela Konsili Kalsedonia (Orthodox). Melalui tindakan manusiawiNya yang nyata itulah Yesus Kristus membebaskan semua manusia dari dosa dan maut sebagai Adam yang Baru dan yang terakhir. murid Rasul Paulus. dan lidah Maximos dipotong agar tidak bisa berkotbah oleh kekuasaan pemerintah yang sangat ingin menggunakan monothelitisme sebagai jalan menyatukan kembali kaum Monofisit. Namun dalam tulisan Dionysian ini ada mengandung ajaran yang bermasalah yaitu bahwa Yesus Kristus. Menurut keduanya ini Kristus memiliki kepenuhan kehendak. terutama yang dipimpin oleh Rahib Maron. yang sama sekali membaurkan dua kegiatan dan tindakan yang berbeda dari kodrat ilahiNya dan kodrat manusiawiNya. Firman Allah/Anak Allah yang menjelma itu. Ajaran ini disebut sebagai monothelitisme ( artinya: Kristus hanya memiliki satu kehendak insaniilahiah/ilahi -insaniah) atau mononergisme ( artinya: Kristus hanya memiliki satu tindakan. secara bebas dan secara sukarela menyerahkan kehendak manusiawinya ( yang persis sama dengan kehendak segenap manusia lainnya) kepada kehendak ilahiNya ( yang adalah kehendak Allah sendiri). yang satu dan sama dengan kehendak Bapa dan RohNya. Tulisan ini diterima dengan tangan terbuka baik oleh mereka yang menolak Konsili Kalsedonia (Monofisit). Namun harapan itu tak pernah terjadi. Keselamatan itu terjadi dalam fakta bahwa Yesus Kristus sebagai manusia sejati. energi. karena ajaran ini ditentang mati-matian oleh Aghios Maximos Sang Pengaku Iman (wafat: 662) dari Konstantinopel. kegiatan atau energi insani-ilahiah/ilahi-insaniah saja). Konsili Ekumenis Keenam yang diadakan di Konstantinopel tahun 680-681 meneguhkan secara resmi ajaran mereka dan secara resmi pula menghukumkan Patriarkh Sergius dari Konstantinopel. . Aghios Maximos dan Santo Martin sangat menderita sekali dalam penganiayaan pemerintah karena menentang bidat monothelitisme ini. muncullah tulisan yang mengatas-namakan diri sebagai ditulis oleh Dionysius dari Areopagus.Menginjak abad ketujuh. Namun akhirnya ajaran kedua orang suci inilah yang menang. Namun Kristus juga memiliki kepenuhan kehendak. sehingga sebagai manusia yang nyata Dia dapat memenuhi ³seluruh kebenaran Allah´ dalam ketaatan yang sempurna dan sukarela kepada Sang Bapa. yang umurnya 10 tahun lebih muda dari Muhammad. dan perbuatan ilahi. Mereka dipenjara. disiksa. tindakan. serta Paus Santo Martin dari Roma (wafat: 665).

Islam diharapkan membebaskan mereka dari tekan Shah Persia. namun yang sudah menggabung dengan Gereja Roma Katolik sejak zaman Perang Salib. Syria. di ruangan berkubah (Trullo) dari istana Kerajaan untuk membahas peraturan 102 buah Hukum Kanon. Demikian juga sikap ummat Nestorian di Persia. Hal yang terbukti salah di kemudian hari. dan Libanon serta kaum Nestorian di Irak dan Persia.dan memisahkan diri dari Gereja. karena dianggap dengan berada di bawah Islam mereka bebas dari tekanan Byzantium. yang masih tetap dilagukan dalam Gereja Orthodox pada saat Masa Puasa Agung Catur Dasa. Karya Konsili Kelima dan Konsili Keenam ini dilanjutkan lagi di Konstantinopel. yang effeknya masih dapat dirasakan sampai sekarang. serta merebut Salib asli yang dirampas mereka. lalu dibawa ke Konstantinopel. Sehingga. makin terpecah lagilah Gereja Syria ini. yang disebut Kanon Konsili Quinisext (Kelima-Keenam). sehingga mereka disebut ummat Maronit yang sampai sekarang masih banyak kita jumpai di Libanon. sebaliknya mereka yang mengundang tentrana Muslim untuk bersama-sama melawan Byzantium. Kalifah al-Ma¶mun mengadakan hubungan yang baik dengan Kaisar Byzantium terutama dalam hal mendapatkan nashak-naskah Yunani dan klasik yang akan diterjemahkan dalam bahasa Arab. Disamping itu ummat Monofisit yang sangat banyak di daerah itu memang membenci Byzantium karena Iman Kalsedonian mereka. Dalam Hukum Kanon ini ditegaskan . sehingga sewafatnya Nabi Muhammad. Nabi Muhammad sedang ditengah-tengah misinya untuk menyebarkan dan menegakkan agama Islam. ketika daerah-daerah Byzantium di Mesir. Aghios Maximos menulis buku-buku rohani yang mendalam pada saat ini. Sehingga ketika Islam muncul tak ada perlawanan dari mereka. ketika Byzantium dibawah Kaisar Heraklius berperang melawan Persia. Karena sikap kaum Monofisit dan Nestorian inilah sebabnya mengapa dengan mudah daerah-daerah Kristen Orthodox itu ditaklukkan Islam karena memang tidak ada perlawanan dari penduduk setempat. Palestina dan Syria direbut Islam tak banyak yang dapat dilakukan. dan merekapun ternyata keliru. Kedatangan Salib itu disambut meriah.. demikian pula Aghios Yohanes Klimakus dari Gunung Sinai menulis ³Tangga Naik ke Yang Ilahi´ serta Aghios Andreas dari Kreta mencipta Kidung Kanon Pertobatan. Kekaisaran dalam keadaan terkuras habis tenaganya karena perang melawan Persia ini. Dalam tingkat non-politik Byzantium dan Islam mempunyai hubungan yang baik. malah mereka diundang oleh kaum Monofisit di Mesir. sehingga dilestarikan dalam pesta Gereja Orthodox sebagai ³Pesta Pengangkatan Salib´ setiap tanggal 14 September. Orang-orang Kristen Byzantium secara tingkat sosial saling mengadakan kontak dengan kaum Muslim. misalnya para pedagang Arab justru dibangunkan Mesjid untuk mereka beribadah di Konstantinopel dan mereka tak pernah dipaksa menjadi Kristen.

Gambar-gambar itu dianggap sebagai berhala. Dan hanya orang yang tidak menikah saja yang harus jadi Episkop. yang juga dilarang Gereja Orthodox) yang mempengaruhi argumentasi sidang tadi. Masalah ini digunakan sebagai alasan untuk menekan Gereja dan melarang penggunaan Ikon dalam Gereja. dan itulah permulaan ikon. Memang Gereja Timur melarang penggunaan patung dari zaman purba sampai sekarang. yang asalnya berasal dari perintah Allah kepada Musa untuk membuat patung kerubim dan gambargambar kerubim di Kemah Suci. Perlawanan terhadap Ikon ini dikenal sebagai Gerakan Bidat Ikonoklasme. pada saat zaman aniaya) telah menyatakan iman mereka dalam wujud simbol-simbol dan gambar-gambar. sedang bangkit diantara kaum intelektual aliran filsafat Neo-Platonisme yang meremehkan benda jasmani dan menekankan hal yang bersifat ³idea´. Juga larangan orang awam masuk ke Ruangan Mezbah tanpa perlu. serta larangan rohaniwan berpartisipasi dalam politik atau dalam perekonomian. Syria yang berbatasan dengan Byzantiumpun sudah berada dibawah kedaulatan Islam. Kebangkitan. Konsili Ekumenis Ketujuh dan Terakhir (787 ) di Konstantinopel Pada saat abad kedelapan ini kekalifahan Islam sudah tersebar di seluruh Timur Tengah. maka berdasarkan pandangan filsafat kafir ini. dan penggunaan Ikon (gambar-gambar agamawi) dalam Gereja. Setelah mengadakan sidang tahun 753 dan disitu dinyatakan bahwa Allah itu tak kelihatan jadi tak dapat digambar. serta melarang perkawinan campuran. . karena Islam memang anti-gambar. dan masih banyak lagi. sebagaimana pula argumentasi kaum Muslimin (dan beberapa ayat Alkitab yang melarang penggunaan patung. dan juga dilukisnya gambar-gambar semacam itu di Bait Allah yang dibangun Salomo (Sulaiman). yang sudah lama ingin menaklukkan Gereja pada kehendak raja. maka perintah dikeluarkan bahwa semua gambar harus dihapus dan semua ikon dibakar. maka ikonpun direndahkan dan diremehkan. Serangan Islam ini sedikitbanyak mempengaruhi sebagian orang Kristen. Kedua faham ini mempengaruhi Kaisar Leo III dari Isauria ( 717-741) dan Kaisar Konstantinus V ( 741-775). dan Byzantium telah sering mengalami serangan tentara kaum Muslimin Arab dari arah selatan. Penyaliban. namun sejak zaman katakombe ( terowongan bawah tanah tempat persembunyian mereka dan digunakan untuk penguburan dan ibadah. Ikon adalah benda jasmani. Kaum Muslimin tak henti-hentinya menyerang ajaran Tritunggal Kudus.orang menikah boleh ditahbis jadi diaken dan kemudian presbyter. namun yang sudah ditahbis tak boleh menikah jika tadinya tidak menikah. Apalagi saat itu di Byzantium. Ditetapkan juga batas umur orang yang akan ditahbis. Keilahian Kristus. 4.

Menolak Ikon berarti menolak bahwa betul-betul Yesus Kristus itu manusia.Orang Kristen Orthodox yang mempertahankan penggunaan ikon dibunuh dan dianiaya oleh Kaisar ini. Tuhan tidak berlama-lama membiarkan ummatNya menderita. Dan Dia adalah ³Firman yang Menjadi manusia´ (Yohanes 1:14). membuat ikon atau gambar dalam Islam memang akan bertentangan dengan inti . Entah karena apa dia tinggalkan karir duniawinya. dan dibunuh karena mempertahankan Ikon itu. Yuhana Al-Mansyur adalah anak seorang pegawai tinggi dari kalifah Islam di Damaskus. yang secara tanpa putus berjalan dalam sejarah sampai abad kedelapan itu. Itulah sebabnya Perjanjian Lama. dan bukan Kaisar. Dengan demikian Yesus Kristus adalah Firman Allah yang ber ³Inkarnasi´ ( ³Mendaging´). yaitu menolak Inkarnasi Firman Allah. itulah Kepala Gereja. Sehingga tahun 762 dan 775. dan masuk ke biara. mengikuti penjelasan yang dilakukan oleh Aghios Yohanes Damaskinos (Yuhana Al-Mansyur) dari Damaskus Syria. Disitulah tempatnya Ikon itu. Argumentasi yang berdasarkan Alkitab dan Iman Rasuliah dalam tulisan Aghios Damaskinos inilah yang diikuti dalam Konsili Ketujuh ini. karena hanya Kristus. Sehingga dia bebas menulis dan mengkritik para penentang Ikon tanpa ditangkap tentara raja. Syria. Diapun akhirnya diangkat menjadi pegawai tinggi dari kalifah Yazid di Syria ini. Pada saat penganiayaan orang-orang Kristen Orthodox di Byzantium.dan dalam hal ini sikap Al Qur¶an juga . Inti terpokok Iman Kristen adalah Yesus Kristus. Konsili ini menjelaskan makna Theologia Ikon. Islam hanya percaya Firman Allah yang diturunkan menjadi Kitab: ³Al-Qur¶an´ . Pada tahun 780 Maharatu Theodora naik tahta ( 780-802). disiksa. Penganiayaan dihentikan dan Konsili diadakan di kota Nikea pada tahun 787 untuk membahas mengenai masalah Ikon ini. Aghios Yohanes bebas dari aniaya itu karena dia hidup dalam wilayah Islam. Namun dalam Yesus Kristus. jadi tak dapat digambar apalagi dipatungkan. terutama diantara para rahib yang dipenjara. yaitu menjadi daging. Maka kedagingan dari kemanusiaan Firman itu sekarang dapat digambar untuk membuktikan bahwa Firman betul-betul jadi manusia. karena banyaknya orang Kristen Orthodox. Maka ³Inkarnasi Kristus´ sebagai Firman Allah itulah inti iman Kristen. serta akhirnya menjadi presbyter. Inilah Konsili Ekumenis yang Ketujuh dan Terakhir dari Gereja Rasuliah Perjanjian Baru yang satu. Para Episkop banyak yang ditekan untuk secara resmi menentang penggunaan Ikon. Allah memang tak dapat dilihat. sehingga terjadi pertumpahan darah yang hebat diantara ummat Kristen Orthodox oleh aniaya tentara raja. Oleh karena itu penegasan makna Wahyu dalam Islam adalah dalam wujud ³Kaligrafi´ (³Tulis Indah Huruf Arab´)..serta Iman Orthodox sendiri melarang Allah ( Bapa) digambar. Gereja tidak hendak tunduk pada kehendak manusia. terkenal sebagai ³dekade berdarah´ dalam sejarah Gereja Timur ini. Allah melalui ³FirmanNya´ telah menjadi nampak.

Semuanya ini tetap menjadi bagian ibadah Gereja Orthodox sampai sekarang. Sebab berhala adalah penggambaran Allah secara bentuk makhluk dan diberi bakti dan sembah sebagai ilah. segenap manusia yang ditebus olehNya dikembalikan kepada kodrat asli (³fitrah´) yang atasnya manusia diciptakan menurut ³gambar (eikon. yaitu para orang-orang yang telah dikuduskan oleh Kristus dalam Roh Kudus: Theotokos. dan betul-betul berwujud jasmani.kewahyuan Firman sebagai tulisan. Jadi pertentangan masalah Ikon bukanlah sekedar pertentangan masalah lukisan. dan bukan pula masalah berhala. yang jasmani ini terutama adalah ummat manusia yang telah ditebus dalam Kristus. ikon bukan gambarNya Allah. ³Kaligrafi´ (Tulis Indah Huruf Arab) dalam Islam itulah ³Ikonografi´ dalam Iman Kristen Orthodox. Namun menolak ³ikon´ dalam Iman Kristen justru sebaliknya. Juga dia menulis buku yang disebut ³Exposisi Lengkap Iman Orthodox´ yang merupakan pembahasan sistimatis seluruh doktrin . bukan hanya Kristus saja. Itulah sebabnya isi dari Ikonografi. dan Inkarnasi dari Firman Allah yang menjadi manusia itu. dan segenap orang suci. Demikian juga berlaku bagi Roh Kudus. tanpa melanggar larangan penggambaran Allah dan keilahian yang tidak nampak itu. dan tak diberi bakti seperti Allah sendiri. Demikianlah ikonografi menjelaskan bahwa melalui Kristus yang adalah ³ikon´ (Gambar) dari Allah yang tak kelihatan (Kolose 1:15). namun fakta Inkarnasi dari Firman Allah menjadi manusiapun dijaga keras dengan ekspresi yang kongkrit dalam wujud ³ikonografi´. karena itu berarti menolak kemanusiaan. yang dengan begitu dapat dilukis. Jelas ikon berbeda dari dan bukan merupakan berhala. namun masalah betulkah Firman Allah telah menjadi manusia. Dengan kata lain larangan hukum Musa untuk tidak menggambarkan Allah dalam bentuk apapun tetap dijaga dengan keras. Karena yang ditekankan pada ³ikonografi´ itu justru adalah fakta ³inkarnasi´ serta fakta ³kemanusiaan kongkrit´ dari Penjelmaan Firman Allah/Kalimatullah yang menjadi daging. demuth) dan rupa (omoiousin. Dengan Ikon ditegaskan bahwa oleh Inkarnasi Firman Allah maka segala sesuatu yang jasmani sekarang dikuduskan oleh Kristus. serta keberadaan Kristus sebelum jadi manusia. maka Konsili dengan tegas mengatakan bahwa Allah (Bapa) dilarang diwujudkan dalam gambar apalagi dalam patung. namun semua mereka yang menjadi dampak langsung dari Inkarnasi itu. tselem) Allah ³ ( Kejadian 1:26). Pada abad ini Aghios Yohanes Damaskinos mencipta Kidung-Kidung Kanon Sembahyang Fajar Paskah dan Kidung-Kidung Dukacita untuk upacara penguburan dalam Gereja Orthodox serta Kidung Hasta-Nada yaitu kumpulan kidung-kidung yang menggunakan delapan Irama yang berbeda yang dilagukan secara berputar dalam tiap minggu. kewujud-dagingan. para Rasul. para Nabi.

namun dicegat oleh tentara kerajaan . Kaisar Leo dari Armenia menjadi Kaisar. Pada tahun 812 dia memerintahkan ikon-ikon supaya dijauhkan tempatnya dari jemaat. serta menuduh Gereja Timurlah yang menghilangkan ³filioque´ dari Pengakuan Iman yang ditambahkan oleh Konsili Toledo (tahun 589) dari Gereja Barat ini. Pengembalian Ikon ini disebut ³Kemenangan Orthodoxia´. dengan nama Kerajaan Romawi Suci. pada Minggu Pertama Masa Puasa Catur Dasa. Agar dapat mendirikan Kerajaan Baru dengan dukungan Paus Roma ini. Pada saat Mingu Palem tahun 815 Aghios Theodoros. semua orang itu dianiaya dan disiksa serta banyak yang mati dibunuh. Tuduhan-tuduhan ini termaktub dalam buku ³Liber Carolini´ yang telah diserahkan lebih dahulu kepada Paus Hadrianus I di Roma oleh Karel Agung.Kekristenan Orthodox sejak zaman purba yang dapat ditemukan dalam bukunya ³Sumber IlmuPengetahuan´. Dari keluarga inilah Karel Agung muncul. jadi mengadakan perpecahan politik dengan Kerajaan Byzantium. Ketika Ratu Irini meninggal pada tahun 802.. . Dia juga menulis buku polemik menyanggah tuduhan Islam. Konsili kedua (381) menegaskan kesatuan Keilahian Yesus Kristus ini dengan Bapa dan Roh Kudus. Untuk pertama kalinya pada abad Paus Roma menjadi pemimpin-pemimpin duniawi yang menguasai tanah-tanah di Itali. dan disebut sebagai ³Kemenangan Orthodoxia´ yang sampai sekarang pada Minggu Pertama Puasa Catur Dasa ini masih diperingati dan dirayakan dalam Gereja Orthodox. Namun pada tahun 808 Paus Leo III mengadakan reaksi atas tuduhan Karel Agung terhadap Gereja Timur ini. ikon-ikon betul-betul dikembalikan ke Gereja secara resmi. Dia menuduh Gereja Timur sebagai ³penyembah berhala´ karena sikapnya terhadap ikon. Pemberita Injil terbesar Gereja Barat pada abad ini adalah Santo Bonafasius ( wafat tahun 754). pada tahun 792. maka Karel Agung menyerang keabsahan Kerajaan Byzantium dan Gereja Timur. mengadakan arak-arakan membawa ikon-ikon di Konstantinopel.. Sesudah Konsili tahun 787 itu. karena ini menutup lingkaran pembahasan Kristologi sejak Nikea (325) sampai pada batasnya yang tertuntas. serta mengadakan hubungan dengan raja-raja yang baru muncul dari keluarga Carolingian yang berasal dari suku-suku Barbar ini. Hanya pada sat pemerintahan Ratu Theodora pada tahun 843. serta Konsili ketiga ( 431) menegaskan bahwa keilahian tadi tidak hilang ketika Dia berada dalam rahim Maryam. Pada saat abad kedelapan ini Gereja Barat mengalami banyak pertobatan dari suku-suku Barbarian. perlawanan terhadap ikon berlanjut terus di Kerajaan Byzantium. yang pada tanggal 25 Desember 800 dimahkotai untuk mendirikan Kerajaan di Eropa Barat yang telah hilang. sehingga dia membuat Pengakuan Iman Nikea tanpa ³filioque´ diukirkan pada suatu lempeng perak dan di letakkan di pintu Gereja Santo Petrus. Pada saat Nikea dituntaskan keyakinan bahwa Yesus itu betul-betul ³Allah sejati yang keluar dari Allah sejati´ dan ³Satu Dzat Hakekat dengan Sang Bapa´.

dan Konsili Kelima (553) meneguhkan apa yang dirumuskan oleh Konsili Keempat. Dan itulah ³inti Iman Kristen Orthodox:´. .sehingga Maryam disebut Theotokos.. sehingga itu disebut ³Kemenangan Orthodoxia´ yang telah dibuka dan diawali dengan penegasan secara kongkrit dan penuh akan keilahian Kristus dalam Konsili Petama. Sedangkan Konsili Keempat (451) menegaskan sifat hubungan dan kesatuan antara keilahian dan kemanusiaanNya. Demikianlah dalam seluruh Konsili yang tujuh buah ditegaskan keilahian penuh dan kemanusiaan penuh dari Kristus yang satu itu secara tuntas. Sedangkan Konsili Keenam menegaskan dan meneguhkan akan sifat kemanusiaan Kristus yang memiliki kehendak manusia yang sempurna. Oleh karena itu penegasan secara kongkrit dan tuntas dari kemanusiaan Kristus dalam Ikon itu menutup dan memeteraikan kebenaran Orhodoxia. sehingga ³monothelitisme´ ditolak. Integritas kemanusiaan Kristus itu secara lebih kongkrit dan tak diragukan lagi ditegaskan dalam Konsili Ketujuh dengan bukti bahwa Dia dapat dilukis dalam Ikon karena Dia betul-betul menjadi manusia yang nampak dan dapat dilihat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful