P. 1
laporan penelitian biologi

laporan penelitian biologi

|Views: 774|Likes:

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Muhammad Fadli Putra on Aug 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2013

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT , yang mana atas limpahan rahmat-Nya lah kami dapat menyelesaikan penelitian kami dan juga telah selesai menyusun laporan penelitian ini. Sholawat dan salam kami kirimkan kepada junjungan kami nabi Muhammad saw. Beliau merupakan penutup sekalian para nabi dan rasul, dan Allah telah mengutusnya sebagi rahmat bagi alam semesta. Laporan penelitian ini disusun untuk melengkapi tugas penelitian biologi kami tentang pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan. Kami melakukan penelitian dengan meneliti pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kecambah kacang hijau. Kami berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi kami dan teman-teman dalam rangka mempelajari pelajaran biologi mengenai pengaruh faktor cahaya terhadap pertumbuhan tumbuhan. Tidak lupa pula kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Fitrayeni dan ibu Nurdiana yang telah membimbing dan membantu kami dalam melakukan penelitian biologi tersebut. Terakhir kami menyadari bahwa pada laporan ini pasti terdapat kekurangan, maka kami sangat menharapkan kritik dan saran dari ibu guru dan teman-teman sekalian. Semoga apa yang kami lakukan ini menjadi amal baik di sisi Allah SWT. Padang, Agustus 2011 M / Ramadan 1432 H

Kelompok relaxa ungu “ Oryza Sativa”

1

DAFTAR ISI

Kata 1 Daftar 2 Bab 3 Bab 5 2 : 1 :

Pengantar................................................................. Isi.............................................................................. Pendahuluan........................................................ Tinjauan Teoritis..................................................... 11 13

Bab 3 : Metode Penelitian............................................... Bab 4 : Data dan Pembahasan...................................... Bab 16 Lampiran Foto………………………………………………. Daftar Pustaka................................................................... 18 17 5 :

Penutup.................................................................

2

BAB I : PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Penelitian
Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di dunia. Bagi manusia , hewan, dan tumbuhan cahaya matahari berperan penting dalam proses kehidupan mereka. Bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil, cahaya matahari sangat menentukan proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk menghasilkan makanan. Makanan yang dihasilkan akan digunakan sebagai energi untuk proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Kekurangan cahaya matahari akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan. Selain itu, kekurangan cahaya saat perkembangan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis dan berwarna pucat ( tidak hijau ). Semua ini terjadi dikarenakan tidak adanya cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk penunjang sel – sel tumbuhan. Sebaliknya tumbuhan yang tumbuh ditempat terang menyebabkan tumbuhan – tumbuhan tumbuh lebih lambat

3

dengan kondisi relatif pendek, daun berkembang lebih lebar, lebih hijau, tampak lebih segar dan batang kecambah lebih kokoh. Untuk mengamati bagaimana pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan tumbuhan, maka kami dari kelomok Oryza Sativa melakukan sebuah percobaan dengan kecambah kacang hijau untuk mengamati pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kecambah kacang hijau tersebut..

2. Rumusan Masalah
Bagaimanakah pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kecambah kacang hijau ?

3. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kecambah kacang hijau.

4. Batasan Masalah
Kami melakukan percobaan selama tujuh hari dengan satu hari persiapan dan enam hari pengamatan.

5. Hipotesa
Hipotesa penelitian ini adalah jika kecambah diletakkan di tempat gelap, maka kecambah akan tumbuh dengan cepat, layu, batangnya lemah, daunnya berukuran kecil, dan warnanya pucat. Sedangkan kecambah yang diletakkkan si tempat terang

4

akan tumbuh lebih lambat namun segar, batangnya kokoh, daunnya lebar, hijau dan tampak segar.

BAB II : TINJAUAN TEORITIS

1. Kacang Hijau

Kerajaan: Divisi: Kelas: Ordo: Famili: Genus: Spesies:

Plantae Magnoliophyta Magnoliopsida Fabales Fabaceae Vigna V. radiata

Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari India. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah. Selain rasanya yang gurih dan lezat, kacang hijau dan kecambahnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

5

a. Manfaat kacang hijau :
1. Kacang hijau mengandung kadar protein yang cukup tinggi dan sebagai sumber berbagai mineral penting, seperti kalsium dan fosfor. 2. Mengandung lemak yang rendah. 3. Mengandung vitamin B1 yang bermanfaat untuk: Untuk pertumbuhan,

Meningkatkan nafsu makan dan memperbaiki saluran pencernaan, Sumber energi, dan Memaksimalkan kerja syaraf. 4. Mengandung vitamin B2 yang membantu penyerapan protein di dalam tubuh.

b. Manfaat kecambah kacang hijau :
1. Membantu memperlambat proses penuaan dan mencegah penyebaran sel kanker. 2. Kandungan vitamin E-nya membantu meningkatkan kesuburan. 3. Sangat baik untuk menjaga keasaman lambung dan memperlancar pencernaan. karena bersifat alkalis (basa). 4. Untuk kecantikan, yaitu membantu meremajakan dan menghaluskan kulit, menghilangkan noda-noda hitam pada wajah, menyembuhkan jerawat, menyuburkan rambut dan melangsingkan tubuh.

2.

Faktor-Faktor

Yang

Mempengaruhi

Pertumbuhan dan

Perkembangan Tumbuhan
6

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dibedakan atas faktor luar (eksternal) dan faktor dalam (internal).

a. Faktor luar (eksternal) :
1. Air dan mineral Air dan mineral berpengaruh pada pertumbuhan ujung-ujung akar. Apabila tumbuhan mengalami defisiensi (kekurangan) salah satu unsur hara atau lebih, maka hal ini akan menyebabkan pertumbuhan tak normal. 2. Kelembapan Tanah dan udara yang lembap pada umumnya akan berpengaruh baik terhadap pertumbuhan. Kondisi tersebut akan meningkatkan penyerapan air dan menurunkan penguapan. 3. Suhu Suhu sangat berpengaruh terhadap kerja enzim. Suhu ideal yang diperlukan untuk pertumbuhan yang paling baik adalah suhu optimum. Tiap tumbuhan mempunyai suhu optimum yang berbeda. 4. Cahaya Cahaya merupakan faktor penghambat pertumbuhan. Jika tumbuhan diletakkan di tempat gelap maka akan terjadi pertumbuhan yang sangat cepat,namun degan kondisi pucat, kurus, dan daunnya tidak berkembang. Gejala seperti ini disebut dengan etiolasi. Sebaliknya tumbuhan yang tumbuh di tempat terang menyebabkan tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relatif pendek, daun berkembang baik, dan berwaran hijau.

7

5. Oksigen Oksigen berfungsi dalam reaksi metabolisme tumbuhan karena oksigen penting dalam respirasi yang menghasilkan energi. Jika kekurangan oksigen, respirsi terganggu dan energi berkurang sehingga pertumbuhan terganggu.

b. Faktor dalam (internal) :
1. Gen Berfungsi mengawasi reaksi kimia di dalam sel, terutama reaksi sintesis protein dan sintesis enzim. Gen-gen yang terbawa oleh setiap kromosom dari suatu generasi akan menentukan sifat generasi berikutnya. 2. Hormon Disebut zat tumbuh atau Fitohormon. Hormon adalah regulator pertumbuhan yang sangat esensial yang dibuat pada bagian tumbuhan, sedangkan respon pertumbuhan terjadi di bagian tumbuhan lainnya. Misalnya di akar, batang, dan daun. Hormon ditemukan pada tahun 1928 oleh F.W. Went. Hormon tumbuhan yang telah diketahui antara lain: auksin, giberelin, sitokinin, etilen, dormin, kalin, asam absitat, dan asam traumalin.

3.

Pengaruh

Cahaya

Terhadap

Pertumbuhan

Tumbuhan

8

Cahaya merupakan faktor utama sebagai energi dalam proses fotosintesis. Fotosintesis merupakan proses biokima pada tumbuhan yang menghasilkan makanan untuk melangsungkan proses pertumbuhan dan perkembangan mereka. Cahaya juga mempengaruhi peretumbuhan. Cahaya berperan sebagai faktor penghambat pertumbuhan. Jika tumbuhan diletakkan di tempat gelap maka akan terjadi pertumbuhan yang sangat cepat,namun degan kondisi pucat, kurus, dan daunnya tidak berkembang. Gejala seperti ini disebut dengan etiolasi. Sebaliknya tumbuhan yang tumbuh di tempat terang menyebabkan tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relatif pendek, daun berkembang baik, dan berwaran hijau. Respon tumbuhan terhadap periode penyinaran matahari disebut fotoperiodisme. Berdasarkan respon tumbuhan terhadaop periode penyinaran, tumbuhan dikelompokkan menjadi timbuhan berhari pendek, tumbuhan berhari panjang, dan tumbuhan berhari netral. Tumbuhan berhari pendek (short-day plant) Tumbuhan berhari pendek merupakan tumbuhan yang berbunga jika lama pencahayaan lebih pendek dari kegelapan. Kelompok tumbhan ini berbunga pada akhir musim panas atau musim gugur. Contohnya : aster, krisan, dan dahlia. Tumbuhan berhari panjang (long-day plant) Tumbuhan berhari panjang merupakan tumbuhan yang berbunga jika lama pencahayaan lebih panjang dari kegelapan. Kelompok tumbuhan inin berbunga pada musim semi. Contohnya : bayam, kentang, gandum. Tumbuhan berhari netral (neutral-day plant) Tumbuhan berhari netral merupakan tumbuhan yang tidak dipengaruhi oleh lama penyinaran. Contohnya : bunga matahari, mawar, dan kapas.

9

Respon tumbuhan terhadap penyinaran meliputi proses dormansi, perkecambahan, perkembangan batang dan akar, serta pembungaan. Respon tumbuhan terhadap sinar dikontrol oleh pigmen fitokrom.

BAB III : METODE PENELITIAN

10

1. Variabel- Variabel
1.1 Variabel bebas : - Intensitas cahaya matahari 1.2 Variabel terikat ; - Perbedaan tinggi batang dan jumlah daun diantara kecambah-kecambah kacang hijau yang diamati 1.3 Variabel terkontrol : - Jumlah biji kacang hijau - Media tanam pada kapas - Kadar pemberian air terhadap kecambah

3. Tempat dan Waktu Penelitian
2.1 Tempat : di kelas XII IPA – 2 , SMA N 4 Padang 2.2 Waktu : Penelitian dimulai pada tanggal 20 Juli 2011 dan berakhir pada tanggal 27 Juli 2011. Pengamatan terhadap pertumbuhan kecambah dilakukan selama 6 hari (21 sampai 27 Juli).

2. Alat dan Bahan
1.1 Alat-Alat : pisau, botol air mineral, mistar 1.2 Bahan-Bahan : biji kacang hijau, kapas, air

3. Langkah-Langkah Kerja
1. Rendamlah dulu biji-bijian kacang hijau selama ±8jam. 2. Potonglah botol air mineral secara melintang dengan terbuka bagian atasanya.

11

3. Masukkan kapas ke botol air mineral yang telah dipotong . 4. Taburkan biji-bijian kacang hijau ke atas kapas. 5. Siram biji-bijian tersebut dengan sedikit air. Lakukan hal demikian setiap hari selama penelitian. 6. Buatlah objeknya menjadi 3 objek. Letakkan satu objek di luar ruangan, satunya lagi di dalam ruangan, dan yang terakhir letakkan di dalam kardus yang tertutup ( sehingga tidak terkena cahaya matahari) . 7. Biarkan ketiga objek tersebut selama 7 hari, lalu amatilah perkembanganya Selama 6 hari.

4. Teknik Pengumpulan Data
Kami mengumpulkan data dengan teknik observasi (pengamatan) secara langsung. Setiap hari kami mengukur dengan mistar pertambahan tinggi kecambah dan menghitung berapa julah daun yang telah muncul.

BAB IV : DATA DAN PEMBAHASAN

1. Tabel Pengamatan

12

Hari / Tangg al
Kamis/ 21-72011 Jum’at/ 22-72011 Sabtu/ 23-72001 Senin/ 25-72011 Selasa/ 26-72011 Rabu/ 27-72011

Luar Ruangan
Tinggi kecamb ah 1,5 cm Jumla h daun -

Dalam Ruangan
Tinggi kecambah 1,5 cm Jumlah daun -

Tempat Gelap
Tinggi kecambah 2 cm Jumlah daun -

2,3 cm

-

2,5 cm

-

5 cm

-

2,5 cm

2

6 cm

2

7 cm

-

10,5 cm

2

16 cm

2

18 cm

2 (layu)

12 cm

2

17 cm

2

26,5 cm

2 (layu)

12,5 cm

2

18 cm

2

30 cm

2 (layu)

Grafik Pertumbuhan Kecambah
batang 2. Grafik Pertumbuhan Tinggiruangan Kecambah Luar Tinggi batang Dalam ruangan Tinggi batang Tempat gelap

35 30 25 20 15 10 5 0

Tinggi batang (cm)

1

2

3

4

5

6

Hari ke

13

BAB V : PENUTUP

3. Analisa Data
Perbedaan diantara ketiga kecambah diatas yaitu : 1. Daun kecambah yang di tempat terang berwarna hijau, sedangkan yang di tempat gelap warna daunnya kuning (pucat). 2. Daun kecambah di tempat terang tampak segar, sedangkan yang di tempat gelap tampak layu. 3. Di tempat terang kecambah akan tumbuh lebih lambat daripada di tempat gelap. 4. Batang kecambah yang tumbuh di tempat terang berwarna hijau dan kuat, sedangkan batang kecambah yang tumbuh di tempat gelap berwarna putih susu dan lemah. 5. Di tempat terang arah pertumbuhannya ke arah matahari sedangkan ditempat gelap batangnya tumbuh bengkok karena mencari sinar matahari.

4. Pembahasan

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan tampak bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan diantara kecambah kacang hijau yang berbeda inetensitas cahaya matahari yang mengenainya.

14

Kecambah kacang hijau yang diletakkan di tempat gelap akan tumbuh lebih cepat sebab hormon auksin yang ada pada tumbuhan itu dapat memaksimalkan fungsinya. Sebaliknya pada kecambah yang terletak di tempat terang akan tumbuh lebih lambat sebab fungsi auksin terhambat oleh cahaya matahari. Adapaun kecambah yang diletakkan di tempat gelap tumbuh dengan layu karena kecambah tersebut tidak mendapatkan sinar matahari sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis untuk menghasilkan makanan, sehingga lama kelamaan cadangan makanannya habis dan kecambah itu mati.

BAB V : PENUTUP

1. Kesimpulan
15

Setelah melakukan percobaan ini kami menyimpulkan bahwa cahaya merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Tumbuhan yang mendapatkan cahaya matahari yang cukup akan tumbuh dengan kuat dan sehat. Sebaliknya tumbuhan yang tidak mendapatkan cahaya matahari akn tumbuh dengan layu dan tidak sehat.

2. Saran
Sebaiknya dalam melakukan penelitian ini perlu diperhatikan peletakkan biji kacang hijaunya agar bagian akarnya berada dibawah, bukan diatas. Sebab jika sampai terbalik dalam peletakkan bijinya maka akan berakibat tidak tumbuhnya kecambah kacang hijau itu. Selain itu perlu diperhatikan juga agar biji kacang hijau jangan sampai terendam oleh air, sebab apabila bijinya terendam air maka biji itu akan mati.

Lampiran Foto

16

DAFTAR PUSTAKA

17

Kristiani, Ninik, dan satijah, dan Husnul Chotimah. 2010. Biologi Bilingual. Jakarta: Intermitra Pustaka Utama. Aryulina, Diah, dan Choirul Muslim, dan Syalfinaf Manaf, dan Endang Widi Winarni. 2007. Biologi 3 SMA dan MA untuk Kelas XII. Jakarta: esis. Referensi-Referensi dari Internet : http://id.wikipedia.org/wiki/Kacang_hijau http://iptekdakhlan.blogspot.com/2009/05/faktor-faktor-yangmempengaruhi.html http://afriathinks.blogspot.com/2009/09/pengaruh-cahayaterhadap-pertumbuhan.htm http://wikimu.com

18

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->