I. II.

HUKUM WARIS

A. Pengertian Hukum Waris

Hukum waris adalah hukum yang mengatur mengenai apa yang harus terjadi dengan harta kekayaan seseorang yang meninggal dunia, dengan kata lain, mengatur peralihan harta kekayaan yang ditinggalkan seseorang yang meninggal serta akibat – akibatnya bagi ahli waris.

B. Yang Dapat Diwariskan

Pada asasnya, yang dapat diwariskan hanyalah hak – hak dan kewajiban di bidang hukum kekayaan saja. Kecuali, ada hak dan kewajiban dalam bidang hukum kekayaan yang tidak dapat diwariskan, yaitu Perjanjian kerja, hubungan kerja, keanggotaan perseroan, dan pemberian kuasa.

C. Subjek Hukum Waris

Subjek hukum waris adalah: 1. Pewaris: a) meninggalkan harta b) Diduga meninggal dengan meninggalkan harta 2. Ahli waris: a) Sudah lahir pada saat warisan terbuka (Pasal 863 KUHPer)
D. Syarat Pewarisan

1. Pewaris meninggal dengan meninggalkan harta 2. Antara pewaris dan ahli waris harus ada hubungan darah (untuk mewaris berdasarkan UU) 3. Ahil waris harus patut mewaris (Pasal 838 KUHPer)

Pasal 838 KUHPer berisi :

1. Mereka yang telah dihukum karena membunuh atau mencoba membunuh pewaris 2. Mereka yang karena putusan hakim secara fitnah telah mengajukan pengaduan terhadap pada yang si meninggal, ialah suatu pengaduan telah melakukan sesuatu kejahatan yang terancam dengan hukuman penjara lima tahun lamanya atau hukuman yang lebih berat 3. Mereka yang dengan kekerasan telah mencegah si yang meninggal untuk mencabut wasiatnya 4. Mereka yang telah menggelapkan atau merusak wasiat dari si meninggal.

E. Meninggal Bersama – sama antara Pewaris dan Ahli Waris

1. Pasal 831 KUHPer : malapetaka yang sama 2. Jika tidak diketahui siapa yang meninggal lebih dulu tidak saling mewaris 3. Harus dibuktikan, selisih 1 detik dianggap tidak meninggal bersama – sama.

F. Prinsip Umum Dalam Kewarisan 1. Pewarisan terjadi karena meninggalnya pewaris dengan sejumlah harta 2. Hak – hak dan kewajiban di bidang harta kekayaan "beralih" demi hukum. Pasal 833 KUHPer (Saisine) menimbulkan hak menuntut (Heriditatis Petitio) 3. Yang berhak mewaris menurut UU adalah mereka yang mempunyai hubungan darah (Pasal 832 KUHPer) 4. Harta tidak boleh dibiarkan tidak terbagi 5. Setiap orang cakap mewaris kecuali onwaardig berdasarkan Pasal 838 KUHPer

G. Cara Memperoleh Warisan 1. Mewaris berdasarkan Undang – Undang (ab intestato)

a) b) 2. misalnya paman. Mewaris Berdasarkan Undang – Undang 1. saudara digantikan anak – anaknya (Pasal 844 KUHPer) c) Penggantian dalam garis ke samping dalam hal ini yang tampil adalah anggota keluarga yang lebih jauh tingkat hubungannya daripada saudara. atas dasar kedudukan sendiri atas dasar penggantian Mewaris berdasarkan testament / wasiat H.d 861 KUHPer) : Kerabat pewaris dalam garis menyamping sampai derajat keenam d) 2. bibi atau keponakan Harta Peninggalan Tak Terurus  Pasal 1126 KUHPer : . Atas Dasar Kedudukan Sendiri Penggolongan ahli waris berdasarkan garis keutamaan a) Golongan I (Pasal 852 – 852 a KUHPer) : Adalah Suami/isteri dan semua anak serta keturunannya dalam garis lurus kebawah Golongan II (Pasal 855 KUHPer) : Orangtua dan saudara – saudara pewaris b) c) Golongan III (Pasal 850 jo 858 KUHPer) : Kakek nenek. baik dari pihak ayah maupun ibu Golongan IV (Pasal 858 s. Berdasarkan Penggantian Syarat penggantian : orang yang digantikan telah meninggal terlebih dahulu dari pewaris Macam – macam penggantian : a) Dalam garis lencang kebawah tanpa batas (Pasal 842 KUHPer) b) Dalam garis menyamping .

Mewaris berdasarkan Testamen Arti Testamen (Pasal 875 KUHPer). A N. Dalam hal dianggap perlu. Peninggalan (HP) 2. A K. tidak ada yang tampil sebagai ahli waris 2. A http://akta-online. A L. Membuat pertanggungjawaban menyegel Harta  Pasal 1129 KUHPer Lewat jangka waktu 3 tahun terhitung mulai terbukanya warisan. tidak ada ahli waris yang tampil.Harta peninggalan tak terurus jika : 1. Semua ahli waris menolak  Pasal 1127 KUHPer : Demi hukum. Membuat daftar tentang HP 3. J.php?view=article&catid=46:matakuliah-&id=187:waris&option=com_content&Itemid=58m Hukum Waris Friday. suatu akta yang memuat tentang apa yang dikehendaki terhadap harta setelah ia meninggal dunia dan dapat dicabut kembali 1. BHP wajib mengurus harta tersebut pada saat awal pengurusannya harus memberitahu kejaksaan  Pasal 1128 KUHPer : Kewajiban BHP : 1. 09 January 2009 10:29 Pengertian . Menyelesaikan Legaat 5. BHP harus membuat perhitungan penutup pada negara "Negara berhak menguasai harta peninggalan" I. Membayar hutang pewaris 4.com/main/index. A M.

Antara pewaris dan ahli waris harus ada hubungan darah (untuk mewaris berdasarkan UU) 3. ada hak dan kewajiban dalam bidang hukum kekayaan yang tidak dapat diwariskan. Pewaris meninggal dengan meninggalkan harta 2. yang dapat diwariskan hanyalah hak – hak dan kewajiban di bidang hukum kekayaan saja. yaitu Perjanjian kerja. dan pemberian kuasa. Yang dapat diwariskan Pada asasnya. ialah suatu pengaduan telah melakukan sesuatu kejahatan yang terancam dengan hukuman penjara lima tahun lamanya atau hukuman yang lebih berat 3. Mereka yang telah dihukum karena membunuh atau mencoba membunuh pewaris 2. dengan kata lain.Hukum waris adalah hukum yang mengatur mengenai apa yang harus terjadi dengan harta kekayaan seseorang yang meninggal dunia. Mereka yang dengan kekerasan telah mencegah si yang meninggal . Subjek Hukum Waris • Pewaris meninggalkan harta Diduga meninggal dengan meninggalkan harta • Ahli waris Sudah lahir pada saat warisan terbuka (Pasal 863 KUHPer) Syarat Pewarisan 1. keanggotaan perseroan. Mereka yang karena putusan hakim secara fitnah telah mengajukan pengaduan terhadap pada yang si meninggal. hubungan kerja. mengatur peralihan harta kekayaan yang ditinggalkan seseorang yang meninggal serta akibat – akibatnya bagi ahli waris. Ahil waris harus patut mewaris (Pasal 838 KUHPer) Pasal 838 KUHPer berisi : Orang – orang yang tidak patut mendapatkan warisan : 1. Kecuali.

Atas Dasar Kedudukan Sendiri Penggolongan ahli waris berdasarkan garis keutamaan • • • • Golongan I (Pasal 852 – 852 a KUHPer) : Adalah Suami/isteri dan semua anak serta keturunannya dalam garis lurus kebawah Golongan II (Pasal 855 KUHPer) : Orangtua dan saudara – saudara pewaris Golongan III (Pasal 850 jo 858 KUHPer) : Kakek nenek. Pewarisan terjadi karena meninggalnya pewaris dengan sejumlah harta 2. Harus dibuktikan. Mewaris berdasarkan Undang – Undang (ab intestato) 1. selisih 1 detik dianggap tidak meninggal bersama – sama. Mereka yang telah menggelapkan atau merusak wasiat dari si meninggal. Hak – hak dan kewajiban di bidang harta kekayaan "beralih" demi hukum. Setiap orang cakap mewaris kecuali onwaardig berdasarkan Pasal 838 KUHPer Cara Memperoleh Warisan 1.d 861 KUHPer) : Kerabat pewaris . Pasal 831 KUHPer : malapetaka yang sama 2. Prinsip Umum Dalam Kewarisan 1. Jika tidak diketahui siapa yang meninggal lebih dulu tidak saling mewaris 3. baik dari pihak ayah maupun ibu Golongan IV (Pasal 858 s. Pasal 833 KUHPer (Saisine) menimbulkan hak menuntut (Heriditatis Petitio) 3. Harta tidak boleh dibiarkan tidak terbagi 5. atas dasar penggantian 2. Yang berhak mewaris menurut UU adalah mereka yang mempunyai hubungan darah (Pasal 832 KUHPer) 4.untuk mencabut wasiatnya 4. Mewaris berdasarkan testament / wasiat Mewaris Berdasarkan Undang – Undang a. atas dasar kedudukan sendiri 2. Meninggal Bersama – sama antara Pewaris dan Ahli Waris 1.

menyegel Harta Peninggalan (HP) Membuat daftar tentang HP Membayar hutang pewaris Menyelesaikan Legaat Membuat pertanggungjawaban . 4. misalnya paman. saudara digantikan anak – anaknya (Pasal 844 KUHPer) Penggantian dalam garis ke samping dalam hal ini yang tampil adalah anggota keluarga yang lebih jauh tingkat hubungannya daripada saudara. Dalam hal dianggap perlu. 3. bibi atau keponakan Harta Peninggalan Tak Terurus Pasal 1126 KUHPer : Harta peninggalan tak terurus jika : • • tidak ada yang tampil sebagai ahli waris Semua ahli waris menolak Pasal 1127 KUHPer Demi hukum. BHP wajib mengurus harta tersebut pada saat awal pengurusannya harus memberitahu kejaksaan Pasal 1128 KUHPer Kewajiban BHP : 1. Berdasarkan Penggantian Syarat penggantian : orang yang digantikan telah meninggal terlebih dahulu dari pewaris Macam – macam penggantian : Dalam garis lencang kebawah tanpa batas (Pasal 842 KUHPer) Dalam garis menyamping .dalam garis menyamping sampai derajat keenam b. 5. 2.

4. jika dibuat wasiat baru yang isinya mengenai pencabutan surat wasiat . kekeliruan Isi harus jelas Isi Testament • Erfstelling (Pasal 954 KUHPer) Testamentair erfgenaam • Legaat (Pasal 957 KUHPer) Legetaris • Codicil (tidak berhubungan dengan harta) Pencabutan Testament 1. suatu akta yang memuat tentang apa yang dikehendaki terhadap harta setelah ia meninggal dunia dan dapat dicabut kembali Unsur – Unsur Testament 1. kekhilafan. Akta Pernyataan kehendak Apa yang akan terjadi setelah ia meninggal terhadap akta Dapat dicabut kembali o o o o Syarat membuat Testament 1. 2.Pasal 1129 KUHPer Lewat jangka waktu 3 tahun terhitung mulai terbukanya warisan. tidak ada ahli waris yang tampil. Secara tegas. 5. 3. BHP harus membuat perhitungan penutup pada negara "Negara berhak menguasai harta peninggalan" Mewaris berdasarkan Testamen Arti Testamen (Pasal 875 KUHPer). Dewasa Akal sehat Tidak dapat pengampuan Tidak ada unsur paksaan.

Menerima diam – diam atau tegas c. berkaitan dengan testament o Kewajiban. Tidak seorang ahli waris pun dapat dipaksa untuk membiarkan harta warisan tidak terbagi 2. Pembagian dapat ditangguhakan jangka waktu 15 tahun dengan . Menentukan sikap terhadap harta peninggalan b. bagian tertentu dari ahli waris tertentu yang tidak dapat disingkirkan o Pasal 914 KUHPer. Menolak warisan • o o o o Kewajiban 1. Pembagian harta warisan dapat dituntut setiap saat (walaupun ada testament yang melarang) 3. Secara diam – diam. LP. Ahli Waris • Hak a. Memelihara Harta Peninggalan Cara pembagian warisan Melunasi hutang Melaksanakan wasiat PEMBAGIAN WARISAN • Prinsip pembagian warisan (Pasal 1066 KUHPer) 1. dibuat testament baru yang memuat pesan – pesan yang bertentangan dengan testament lama HAK DAN KEWAJIBAN PEWARIS DAN AHLI WARIS 1. Pewaris o Hak. anak luar kawin 2.2. LP orangtua o Pasal 916 KUHPer. memperhatikan batasan bagian mutlak (legitime portie) o Legitime Portie. ahli waris yang mempunyai hak LP anak sah o Pasal 915 KUHPer. Menerima dengan catatan d.

dengan akta polihan mereka • Pasal 1071 & 1072 KUHPer - salah satu ahli waris tidak mau membantu Salah satu ahli waris lalai Salah satu ahli waris belum dewasa / di bawah pengampuan.persetujuan semua ahli waris • Cara pembagian warisan : • Pasal 1069 KUHPer Jika semua ahli waris hadir maka pembagian dapat dilakukan menurut cara yang mereka kehendaki bersama.php?view=article&catid=46:matakuliah-&id=187:waris&option=com_content&Itemid=58 . Bersama golongan III : ¾ harta peninggalan Sumber: http://akta-online. pengembalian benda pada boedel warisan Bagian Anak Luar Kawin Diakui Pasal 862 – 863 KUHPer 1. Bersama golongan II : ½ harta peninggalan 3. Bersama golongan I : 1/3 bagian anak sah 2. dengan keputusan hakim.com/main/index. Balai Harta Peninggalan (BHP) mewakilli mereka • Pasal 1074 KUHPer - Pembagian harus dengan akta otentik Soal yang berhubungan erat dengan pembagian warisan – Inbreng.

HUKUM WARIS Menurut Mr. menurut BW ada dua macam waris. 2. Kecuali : hak dan kewajiban di bidang hukum kekayaan yang tidak dapat diwariskan : 1. maupun dalam hubungan antara mereka dengan pihak ketiga. akan tetapi dapat diwariskan kepada ahli waris pemilik hak tersebut. Pitlo. Pemberian kuasa. Hak memungut hasil (vruchtgebruik). UNSUR – UNSUR PEWARISAN 1. segala harta peninggalan seorang yang meninggal dunia adalah kepunyaan sekalian ahli warisnya menurut undang – undang sekedar terhadap itu dengan surat wasiat tidak telah diambil setelah ketetapan yang sah. pewarisan hanya berlangsung karena kematian. 3. Lalu. Hukum Waris ab intestato (tanpa wasiat). 2. baik dalam hubungan antar mereka dengan mereka. hukum waris adalah kumpulan peraturan yang mengatur hukum mengenai kekayaan karena wafatnya seseorang. antara lain : a. Ahli waris ini . sebab perkongsian ini berakhir dengan meninggalnya salah seorang anggota/persero. bagaimana dengan bayi yang ada dalam kandungan? Menurut pasal 2 BW. Orang yang meninggal dunia / Pewaris / Erflater. Menurut ketentuan pasal 874 BW. Hak seorang anak untuk menuntut supaya ia dinyatakan sebagai anak yang sah dari bapak atau ibunya. walaupun belum lahir dapat mewarisi(fiksi hukum). Menurut pasal 830 BW. ada beberapa hak yang walaupun hak itu terletak dalam lapangan hukum keluarga. seorang anak yang ada dalam kandungan. Ahli waris menurut undang – undang ( abintestato )  didasarkan atas hubungan darah dengan si pewaris atau para keluarga sedarah. b. Hukum Waris Wasiat atau testamentair erfrecht. 4. A. yaitu: • • Hak seorang ayah untuk menyangkal sahnya seorang anak. Dengan demikian. yaitu mengenai pemindahan kekayaan yang ditinggalkan oleh si mati dan akibat dari pemindahan ini bagi orang-orang yang memperolehnya. Ahli waris terdiri dari: a. Perjanjian perkongsian dagang. Perjanjian perburuhan. Selain itu. Ahli waris yang berhak menerima harta kekayaan itu / Erfgenaam Ahli waris yaitu orang yang masih hidup yang oleh hukum diberi hak untuk menerima hak dan kewajiban yang ditinggal oleh pewaris.

saudara – saudara si pewaris. akan tetapi apabila pewaris tidak mempunyai keturunan . paman . HAK DAN KEWAJIBAN PEWARIS 1. legaat / hibah wasiat ( pemberian hak kepada seseorang atas dasar wasiat yang khusus berupa hak atas satu atau beberapa benda tertentu. terdiri dari bapak. ibu ( orang tua ). nenek baik garis atau pancer bapak atau ibu ) si pewaris. yaitu suatu bagian tertentu dari harta peningalan yang tidak dapat dihapuskan atau dikurangi dengan wasiat atau pemberian lainnya oleh orang yang meninggalkan warisan ( menurut pasal 913 BW ). hak atas seluruh dari satu macam benda tertentu. Golongan IV. Jadi. wasiat pengangkatan ahli wari ini terjadi apabila pewaris tidak mempunyai keturunanatau ahli waris ( menurut pasal 917 BW )). 2. Hak Pewaris Pewaris sebelum meninggal dunia berhak menyatakan kehendaknya dalam testament atau wasiat yang isinya dapat berupa. kakek. pada dasarnya pewaris tidak dapat mewasiatkan seluruh hartanya. bibi ). terdiri dari sanak keluarga dari pancer samping ( seperti. Golongan III. karena pewaris wajib memperhatikan legitieme portie. maka warisan dapat diberikan seluruhnya pada penerima wasiat. Aktiva dan Passiva. Harta Waris  yang dapat diwarisi hanyalah hak – hak dan kewajiban dalam lapangan harta kekayaan berupa. hak untuk memungut hasil dari seluruh atau sebagian dari harta waris. b. terdiri dari anak – anak. Ahli waris menurut wasiat ( testamentair erfrecht )  didasarkan atas wasiat yaitu dalam pasal 874 BW terdiri atas : testamentair erfgenaam yaitu ahli waris yang mendapat wasiat yang berisi suatu erfstelling ( penunjukkan satu ataubeberapa ahli waris untuk mendapat seluruh atau sebagian harta peninggalan ) • legataris yaitu ahli waris karena mendapat wasiat yang isinya menunjuk seseorang untuk mendapat berapa hak atas satu atau beberapa macam harta waris. terdiri dari keluarga sedarah bapak atau ibu lurus ke atas ( seperti. Kewajiban Pewaris Pewaris wajib mengindahkan atau memperhatikan legitime portie. hak pakai atau memungut hasil dari seluruh atau sebagian harta warisan ( menurut pasal 957 BW )). Golongan II. Golongan I. . suami ( duda ) dan istri ( janda ) si pewaris. erfstelling / wasiat pengangkatan ahli waris ( suatu penunjukkan satu atau beberapa orang menjadi ahli waris untuk mendapatkan seluruh atau sebagian harta peninggalan ( menurut pasal 954 BW ). hak atas seluruh benda bergerak tertentu. • 1.terdiri atas 4 golongan.

5 PEMBAGIAN WARIS MENURUT BW 1. Anak sah mewaris secara bersama – sama dengan tidak mempermasalahkan apakah ia lahir lebih dahulu atau kemudian atau apakah ia laki – laki atau perempuan. timbullah hubungan perdata antara si anak dan bapak atau ibunya tau dengan kata lain. 1/3 bagian sekiranya ia sebagai anak sah. mencari cara pembagian sesuai ketentuan. Anak luar perkawinan ini terbagi atas : ♣ Anak yang disahkan. istri / janda dari si pewaris. maka. lihat  pasal 852 ϖ Anak sah. Ahli waris golongan pertama mendapatkan hak mewaris menyampingkan ahli waris golongan kedu. ahli waris golongan kedua tidak bisa tampil. yaitu anak yang diakui baik ibunya saja atau bapaknya saja atau kedua – duanya akan memperoleh hubungan kekeluargaan dengan bapak atau ibu yang mengakuinya. maka anak dan keturunannya yang . maksudnya. Pengakuan terhadap anak luar kawin dapat dilakukan dalam akte kelahiran anak atau pada saat perkawinan berlangsung atau dengan akta autentik atau dengan akta yang dibuat oleh catatan sipil. melunasi hutang – hutang pewaris jika pewaris meninggalkan hutang. menerima dengan hak untuk mengadakan pendaftaran harta peninggalan atau menerima dengan bersyarat. c. suami / duda. Golongan I. Jika anak diakui ini meninggal terlebih dahulu. ½ dari harta waris jika ia mewaris bersama – sama dengan golongan kedua. antara lain : a. yaitu anak. b. Menurut pasal 693. dengan kemudian menikahnya bapak dan ibunya akan menjadi sah. ϖ Anak luar perkawinan. mendapat seluruh harta waris jika si pewaris tidak meninggalkan ahli wari yang sah. ♣ Anak yang diakui. jika ia mewaris bersama – sama dengan ahli waris golongan pertama. hak untuk menolak 2. ¾ dari harta waris jika ia mewaris bersama dengan sanak saudara dalam yang lebih jauh atau jika mewaris dengan ahli waris golongan ketiga dan keempat. I. dan melaksanakan wasiat jika pewarismeninggalkan wasiat. sepanjang ahli waris golongan pertama masih ada. menerima warisan secara penuh. Merupakan ahli waris dalam garis lurus ke bawah dari pewaris.HAK DAN KEWAJIBAN AHLI WARIS 1. yaitu anak yang dilahirkan atau ditumbuhkan sepanjang perkawinan dengan tidak mempermasalahkan kapan anak itu dibangkitkan oleh kedua suami istri atau orang tuanya. dengan pengakuan menurut undang – undang oleh kedua orang tuanya itu sebelum pernikahan atau atau dengan pengakuan dalam akte perkawinannya sendiri. Kewajiban Ahli Waris memelihara keutuhan harta peninggalan sebelum harta peninggalan itu dibagi. yaitu dengan pengakuan terhadap seorang anak di luar kawin. yaitu anak yang telah dilahirkan sebelum kedua suami istri itu menikah atau anak yang diperoleh salah seorang dari suami atau istri dengan orang lain sebelum mereka menikah. hak waris anak yang diakui. yaitu anak yang dibuahkan atau dibenihkan di luar perkawinan. Hak Ahli Waris.

865. yaitu. Di atas disebut bahwa jika ada anak dari perkawinan yang dahulu. kalau ada lebihh dari saudara. ¼ kalau ada lebih dari 2 orang saudara. perlu diingat bahwa pasal ini adalah pasal yang disusulkan kemudian yaitu dengan Stbld. maka bagian dari janda ( duda ) itu tidak boleh lebih dari bagian terkecil dari anak – anak yang meninggal dunia. ϖ Dalam hal ada saudara tiri : Sebelum harta waris dibagikan kepada saudara – saudaranya. Jika perkawinan itu bukan perkawinan yang pertama. ϖ Dalam hal tidak ada saudara tiri : 854 : Jika golongan I tidak ada. 1/3 kalau ada 2 saudara. Untuk kedua anak ini tidak mendapatkan hak waris. kalau ada anak dari perkawinannya dengan yang meninggal dunia. maka deluruh warisan menjadi bagian saudara – saudara. ¼ bagian. maka bagiannya ialah : ½ kalau ada 1 saudara. dan saudara. Bagian dari saudara adalah apa yang terdapat setelah dikurangi dengan bagian dari orang tua. terdiri atas. Ayah dan ibu dapat : 1/3 bagian. maka harus dikeluarkan lebih dulu untuk orang tua si pewaris. Ahli waris ini baru tampil mewaris jika ahli waris golongan pertama tidak ada sama sekali dengan menyampingkan ahli waris golongan ketiga dan keempat. kalau mereka itu mempunyai bapak dan ibu yang sama.sah berhak menuntut bagian yang diberikan pada merka menurut pasal 863. ibu dan saudara – saudara si pewaris. mereka hanya mendapatkan nafkah seperlunya. Bagian seorang isteri ( suami ). 857 : Pembagian antara saudara – saudara adalah sama. ♣ Anak yang tidak dapat diakui. jika masih hidup. Lebih dahulu telah ada ketentuan bahwa bagian dari seorang anak adalah sama. 2. adalah sama dengan bagiannya seorang anak. anak zina ( anak yang lahir dari orang laki – laki dan perempuan. menjadi bagiannya saudara ( saudara – saudara ) 856 : Kalau bapak dan ibu telah tidak ada. ahli waris dalam garis lurus ke atas dari pewaris. Untuk dapat mengerti arti dari kata " terkecil " itu. Golongan II Merupakan. bapak. sedangkan salah satu dari mereka itu atau kedua – duanya berada dalam ikatan perkawinan dengan orang lain ). lihat pasal  852 a. ibu. 855 : Jika yang masih hidup hanya seorang bapak atau seorang ibu. dan dari perkawinan yang dahulu ada juga anak – anak. sedangkan diantara mereka terdapat larangan kawin atau tidak boleh kawin karena masih ada hubungan kekerabatan yang dekat. Bagaimanapun juga seorang janda ( duda ) tidak boleh mendapat lebih dari ½ dari harta warisan. kalau hanya ada 1 saudara. 486. dengan maksud supaya memperbaiki kedudukan seorang janda ( duda ) yang dengan adanya pasal itu bagiannya dipersamakan dengan seorang anak. Sisa dari warisan. Kemudian . maka yang berhak mewaris ialah : bapak. anak sumbang ( anak yang lahir dari orang lki – laki dan perempuan. meskipun dari lain perkawinan. maka bagian dari seorang janda ( duda ) tidak boleh lebih dari bagian terkecil dari anak – anak peninggal warisan. 1935 No.

Di dalam garis menyimpang keluarga yang pertalian kekeluargaannya berada dalam suatu derajat yang lebih tinggi dari derajat ke – 6 tidak mewaris. Jika yang tidak ada itu hanya kakek atau nenek maka bagian jatuh pada garisnya. Waris yang terdekat derajatnya dalam garis lurus ke atas. Bagian yang ke satu adalah bagian bagi garis bapak dan bagian yang kedua adalah sebagai bagian bagi garis ibu. Satu bagian diberikan kepada kakek dan nenek yang menurunkan bapak dan bagian lain kepada kakek dan nenek yang menurunkan ibu. Kalau hal ini terjadi pada salah satu garis. 861. Maka di dalam hal ini warisan jatuh pada kakek dan nenek. yang lain bagian bagi keluarga sedarah dalam garis ibu lurus ke atas. maka waris itu pada tiap garis pancer mendapat bagian yang sama ( kepala demi kepala ). yaitu kakek. Kalau di dalam satu garis ( pancer ) ada keluarga yang terdekat derajatnya. keluarga sedarah si bapak atau ibu pewaris. ahli waris golongan ketiga baru mempunyai hak mewaris. warisan jatuh pada seorang waris yang terdekatpada tiap garis. bibi. Yang satu bagian diperuntukkan bagi keluarga sedarah dalam garis bapak lurus ke atas. 1 kakek dan 1 nenek dari pancer bapak dan 1 kakek dan 1 nenek dari pancer ibu. maka tiap orang mempunyai 2 kakek dan 2 nenek. Pasal ini menguraikan keadaan jika anak ( dan keturunannya ). Kalau derajatnya sama. nenek baik pancer bapak atau ibu dari si pewaris. Golongan III Merupakan. sanak keluarga dalamgaris ke samping dari si pewaris. maka orang itu menyampingkan keluarga dengan derajat yang lebih jauh. Dalam hal ini. maka bagian yang jatuh pada garis . Saudara – saudara yang hanya sebapak atau seibu dapat bagian dari bagian bagi garis bapak atau bagi garis ibu saja. maka warisan dibelah menjadi dua bagian yang sama. Saudara – saudara yang mempunyai bapak dan ibu yang sama mendapat bagian dari bagian bagi gariss bapak dan bagian bagi garis ibu. Jika kakek dan nenek tidak ada maka warisan jatuh kepada orang tuanya kakek dan nenek. Karena tiap orang itu mempunyai bapak dan ibu. Kalau waris golongan 3 tidak ada maka bagian yang jatuh pada tiap garis sebagai tersebut dalam pasal 853 dan pasal 858 ayat 2. Di dalam hal ini maka warisan dibelah menjadi dua. 4. yaitu paman. Kalau ada beberapa orang yang derajatnya sama maka warisan ini dibagi – bagi berdasarkan bagian yang sama. Dengan telah meninggalnya bapak dan ibu maka adalah wajar jika warisan itu jatuh pada orang – orang yang menurunkan bapak dan ibu. menjadi bagian yang masih hidup. isteri orang tua. Waris yang terdekat derajatnya dalam garis lurus ke atas mendapat setengah warisan yang jatuh pada garisnya ( pancernya ). 858 ayat 2. Jika waris golongan 1 dan garis golongan 2 tidak ada. jika ahli waris golongan 1 dan ke2 tidak ada sama sekali dengan menyampingkan ahli waris golongan ke4 853 : 858 ayat 1.sisanya baru dibagi menjadi dua bagian yang sama. dan bapak dan ibu itu mempunyai bapak dan ibu juga. 3. Golongan IV Merupakan. dan saudara tidak ada.

Pasal 875. 5. II. Kalau semua orang yang berhak mewaris tidak ada lagi maka seluruh warisan dapat dituntut oleh anak di luar kawin yang diakui. artinya tidak boleh membuat testament ialah orang sakit ingatan dan orang yang sakitnya begitu berat.2 SYARAT – SYARAT WASIAT 1. berarti testament tersebut dapat dipenuhi isinya. 873. Apabila ternyata tidak ada satupun faktor penghalang. Kalau semua waris seperti disebut di atas tidak ada lagi. Syarat – Syarat Pewasiat Pasal 895 : Pembuat testament harus mempunyai budi – akalnya. maka seluruh warisan jatuh pada Negara. ϖ Orang yang sudah meninggal dunia itu meninggalkan keturunan . maka . WARIS WASIAT ( TESTAMENT ) Dalam pemberian wasiat. Bagian dari harta peninggalan pewaris yang dapat digunakan untuk memenuhi isi testamen hanya terbatas pada bagian yang tersedia saja. tetapi sangat tergantung pada jumlah harta peninggalan pewaris yang oleh hukum atau undang – undang tersedia untuk pewaris.menjadi haknya keluarga yang ada di dalam garis yang lain. II. tidak serta merta perintah pewaris dalam testament dapat dilaksanakan. ϖ Orang yang digantikan tempat itu tidak menolak warisan. Ahli Waris berdasarkan Penggantian Tempat / Ahli Waris Pengganti (Plaatsvervulling / representatie) Adapun syarat – syarat untuk menjadi ahli waris pengganti adalah sebagai berikut : ϖ Orang yang digantikan tempatnya itu harus telah meninggal dunia terlebih dahulu dari si pewaris. surat wasiat atau testament adalah suatu akta yang berisi pernyataan sesorang tentang apa yang akan terjadi setelah ia meninggal. kalau orang ini mempunyai hak kekeluargaan dalam derajat yang tidk melebihi derajat ke – 6.1 PENGERTIAN WASIAT Suatu wasiat atau testament ialah suatu pernyataan dari seseorang tentang apa yang dikehendaki setelahnya ia meninggal. persentasi harta kekayaan peninggalan pewaris untuk pemenuhan testamen tidak tergantung pada bunyi testamen. 2. Pasal 897 : Orang yang belum dewasa dan yang belum berusia 18 tahun tidak dapat membuat testament. dan yang olehnya dapat ditarikkembali. Dengan demikian. 832. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut. sehingga ia tidak dapat berpikir secara teratur. Syarat – Syarat Isi Wasiat Pasal 888 : Jika testament memuat syarat – syarat yang tidak dapat dimengerti atau tak mungkin dapat dilaksanakan atau bertentangan dengan kesusilaan.itu.

Pasal 893 : Suatu testament adalah batal. ϖ Wasiat umum ( openbaar testament ) Dibuat oleh seorang notaris. sepertiga ) dari harta kekayaannya. yang paling penting ialah larangan membuat suatu ketentuan sehingga legitieme portie ( bagian mutlak para ahli waris ) menjadi kurang dari semestinya. dan isi dari testament itu menunjukkan bahwa pewaris tidak akan membuat ketentuan itu jika ia tahu akan kepalsuannya maka testament tidaklah syah. beberapa barang tertentu. maka ada 2 jenis wasiat : ϖ Wasiat yang berisi " erfstelling " atau wasiat pengangkatan waris. orang yang akan meninggalkan warisan menghadap para notaris dan menyatakan kehendaknya. adalah wasiat dengan mana orang yang mewasiatkan.3 JENIS – JENIS WASIAT 1. Jenis Wasiat menurut Isinya Menurut isinya. Seperti disebut dalam pasal 954 wasiat pengangkatan waris. dengan mana yang mewasiatkan memberikan kepada seorang atau beberapa orang. masih ada lagi beberapa jenis wasiat dibagi menurut bentuknya. Pasal 890 : Jika di dalam testament disebut sebab yang palsu. tetapi tidak diharuskan menuliskan dengan tangannya sendiri. Notaris ini membuat suatu akta dengan dihadiri oleh 2 orang saksi. Selain larangan – larangan tersebut di atas yang bersifat umum di dalam hukum waris terdapat banyak sekali larangan – larangan yang tidak boleh dimuat dalam testament. Di antara larangan itu.4 PENCABUTAN DAN WASIAT . kalau ia meninggal dunia. barang – barang dari satu jenis tertentu. ϖ Wasiat rahasia atau wasiat tertutup Dibuat sendiri oleh orang yang akan meninggalkan warisan. Orang – orang yang mendapat harta kekayaan menurut pasal itu adalah waris di bawah titel umum. atau wasiat yang ditulis sendiri Wasiat ini harus ditulis dengan tangan orang yang akan meninggalkan warisan itu sendiri. Jenis Wasiat menurut Bentuknya Selain pembagian menurut isi. II. II. Orang – orang yang mendapat harta kekayaan menurut pasal ini disebut waris di bawah titel khusus. ϖ Wasiat yang berisi hibah ( hibah wasiat ) atau legaat. hak pakai hasil dari seluruh atau sebagian dari harta peninggalannya. jika dibuat karena paksa. testament ini harus selalu tertutup dan disegel. Menurut pasal 931 ada 3 rupa wasiat menurut bentuk : ϖ Wasiat ologafis. Pasal 957 memberi keterangan seperti berikut : " Hibah wasiat adalah suatu penetapan yang khusus di dalam suatu testament. harus diserahkan sendiri kepada seorang notaris untuk disimpan. seluruh atau sebagian ( setengah. memberikan kepada seorang atau lebih dari seorang.hal yang demikian itu harus dianggap tak tertulis. 2. Penyerahannya kepada notaris harus disaksikan 4 orang saksi. tipu atau muslihat. penyerahan harus dihadiri oleh dua orang saksi.

HUKUM HARTA PERKAWINAN III. Tentang Pencabutan Suatu Wasiat Mengenai pencabutan wasiat secara tegas ada ketentuan – ketentuan seperti berikut : 992 : Suatu surat wasiat dapat dicabut dengan . surat wasiat baru dan akta notaris khusus. pencabutan ialah di dalam hal ini ada suatu tindakan dari pewaris yang meniadakan suatu testament. sepertipun segala utang dan rugi sepanjang perkawinan harus diperhitungkan atas mujur malang persatuan. 998 : Jika yang ditangguhkan itu hanya pelaksanaannya saja. segala beban suami dan isteri yang berupa hutang suami dan isteri. yang mereka peroleh dengan Cuma – Cuma. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. persatuan itu meliputi segala utang suami – isteri masing – masing yang terjadi. maka wasiat itu tetap berlaku. terjadi setelah matinya. yang sekarang maupun yang kemudian. Hukum Harta Perkawinan menurut BW 119 : Mulai saat perkawinan dilangsungkan. sedangkan.2 MACAM – MACAM HARTA PERKAWINAN 1. 2. 122 :Segala hasil dan pendapatan. persatuan itu meliputi harta kekayaan suami dan isteri. 2. bergerak dan tak bergerak. maupun pula. maupun sepanjang perkawinan. karena ada hal – hal di luar kemauan pewaris. termasuk juga yang diperoleh dengan cuma – cuma ( warisan. Arti kata " khusus " di dalam hal ini ialah bahwa isi dari akta itu harus hanya penarikan kembali itu saja. 123 : Segala utang kematian. harus dipikul oleh ahli waris dari si yang meninggal dunia. Persatuan itu sepanjang perkawinan tak boleh ditiadakan atau diubah dengan sesuatu persetujuan antara suami dan isteri. ialah. maupun yang kemudian. 1. kecuali ahli waris yang menerima keuntungan dari wasiat itu.Di antara pencabutan dan gugurnya wasiat ada perbedaan. III. Tentang Gugurnya Suatu Wasiat 997 : Jika suatu wasiat memuat suatu ketetapan yang bergantung kepada suatu peristiwa yang tak tentu : maka jika si waris atau legataris meninggal dunia. I / 1974 Pasal 35 ( 1 ) : Harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta . sekedar mengenai itu dengan perjanjian kawin tidak diadakan ketentuan lain.1 PERISTILAHAN DAN BATASAN Menurut ketentuan dalam pasal 100 dan pasal 121 dijelaskan mengenai peristilahan dan batasan harta perkawinan ini. 121 : Sekedar mengenai beban – bebannya. sebelum peristiwa itu terjadi. Hukum Harta Pekawinan menurut UU No. hibah ). wasiat itu gugur. gugur ialah tidak ada tindakan dari pewaris tapi wasiat tidak dapat dilaksanakan. demi hukum berlakulah persatuan bulat antara harta kekayaan suami dan isteri. harta kekayaan suami dan isteri. baik sebelum maupun sepanjang perkawinan. baik yang sekarang. kecuali dalam hal terakhir ini si yang mewariskan atau yang menghibahkan dengan tegas menentukan sebaliknya. baik sebelum. 120 : Sekadar mengenai laba – labanya.

Pasal 35 ( 2 ) : Harta bawaan dari masing – masing suami dan isteri dan harta benda yang diperoleh masing – masing sebagai hadiah atau warisan. Sumber: http://esrastephani.bersama.com/2011/06/hukum-waris.blogspot. adalah di bawah penguasaan masing – masing sepanjang para pihak tidak menentukan lain.html . Pasal 36 ( 2 ) : Mengenai harta bawaan masing – masing. harta bersama diatur menurut hukumnya masing – masing. Pasal 36 ( 1 ) : Mengenai harta bersama suami atau isteri dapat bertindak atas persetujuan kedua belah pihak. suami dan isteri mempunyai hak sepenuhnya untuk melakukan perbuatan hukum mengenai harta bendanya. Pasal 37 Bila perkawianan putus karena perceraian.

Kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.com Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul "judul makalah anda" tepat pada waktunya. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Penulis Mei 2011 . untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.KATA PENGANTAR aku_ne@rocketmail. Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca. Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful