I. II.

HUKUM WARIS

A. Pengertian Hukum Waris

Hukum waris adalah hukum yang mengatur mengenai apa yang harus terjadi dengan harta kekayaan seseorang yang meninggal dunia, dengan kata lain, mengatur peralihan harta kekayaan yang ditinggalkan seseorang yang meninggal serta akibat – akibatnya bagi ahli waris.

B. Yang Dapat Diwariskan

Pada asasnya, yang dapat diwariskan hanyalah hak – hak dan kewajiban di bidang hukum kekayaan saja. Kecuali, ada hak dan kewajiban dalam bidang hukum kekayaan yang tidak dapat diwariskan, yaitu Perjanjian kerja, hubungan kerja, keanggotaan perseroan, dan pemberian kuasa.

C. Subjek Hukum Waris

Subjek hukum waris adalah: 1. Pewaris: a) meninggalkan harta b) Diduga meninggal dengan meninggalkan harta 2. Ahli waris: a) Sudah lahir pada saat warisan terbuka (Pasal 863 KUHPer)
D. Syarat Pewarisan

1. Pewaris meninggal dengan meninggalkan harta 2. Antara pewaris dan ahli waris harus ada hubungan darah (untuk mewaris berdasarkan UU) 3. Ahil waris harus patut mewaris (Pasal 838 KUHPer)

Pasal 838 KUHPer berisi :

1. Mereka yang telah dihukum karena membunuh atau mencoba membunuh pewaris 2. Mereka yang karena putusan hakim secara fitnah telah mengajukan pengaduan terhadap pada yang si meninggal, ialah suatu pengaduan telah melakukan sesuatu kejahatan yang terancam dengan hukuman penjara lima tahun lamanya atau hukuman yang lebih berat 3. Mereka yang dengan kekerasan telah mencegah si yang meninggal untuk mencabut wasiatnya 4. Mereka yang telah menggelapkan atau merusak wasiat dari si meninggal.

E. Meninggal Bersama – sama antara Pewaris dan Ahli Waris

1. Pasal 831 KUHPer : malapetaka yang sama 2. Jika tidak diketahui siapa yang meninggal lebih dulu tidak saling mewaris 3. Harus dibuktikan, selisih 1 detik dianggap tidak meninggal bersama – sama.

F. Prinsip Umum Dalam Kewarisan 1. Pewarisan terjadi karena meninggalnya pewaris dengan sejumlah harta 2. Hak – hak dan kewajiban di bidang harta kekayaan "beralih" demi hukum. Pasal 833 KUHPer (Saisine) menimbulkan hak menuntut (Heriditatis Petitio) 3. Yang berhak mewaris menurut UU adalah mereka yang mempunyai hubungan darah (Pasal 832 KUHPer) 4. Harta tidak boleh dibiarkan tidak terbagi 5. Setiap orang cakap mewaris kecuali onwaardig berdasarkan Pasal 838 KUHPer

G. Cara Memperoleh Warisan 1. Mewaris berdasarkan Undang – Undang (ab intestato)

Berdasarkan Penggantian Syarat penggantian : orang yang digantikan telah meninggal terlebih dahulu dari pewaris Macam – macam penggantian : a) Dalam garis lencang kebawah tanpa batas (Pasal 842 KUHPer) b) Dalam garis menyamping . baik dari pihak ayah maupun ibu Golongan IV (Pasal 858 s. bibi atau keponakan Harta Peninggalan Tak Terurus  Pasal 1126 KUHPer : .a) b) 2. Atas Dasar Kedudukan Sendiri Penggolongan ahli waris berdasarkan garis keutamaan a) Golongan I (Pasal 852 – 852 a KUHPer) : Adalah Suami/isteri dan semua anak serta keturunannya dalam garis lurus kebawah Golongan II (Pasal 855 KUHPer) : Orangtua dan saudara – saudara pewaris b) c) Golongan III (Pasal 850 jo 858 KUHPer) : Kakek nenek. saudara digantikan anak – anaknya (Pasal 844 KUHPer) c) Penggantian dalam garis ke samping dalam hal ini yang tampil adalah anggota keluarga yang lebih jauh tingkat hubungannya daripada saudara. misalnya paman.d 861 KUHPer) : Kerabat pewaris dalam garis menyamping sampai derajat keenam d) 2. Mewaris Berdasarkan Undang – Undang 1. atas dasar kedudukan sendiri atas dasar penggantian Mewaris berdasarkan testament / wasiat H.

09 January 2009 10:29 Pengertian .Harta peninggalan tak terurus jika : 1. suatu akta yang memuat tentang apa yang dikehendaki terhadap harta setelah ia meninggal dunia dan dapat dicabut kembali 1.com/main/index. J. A M. Mewaris berdasarkan Testamen Arti Testamen (Pasal 875 KUHPer). Membayar hutang pewaris 4. BHP harus membuat perhitungan penutup pada negara "Negara berhak menguasai harta peninggalan" I. A L. Membuat pertanggungjawaban menyegel Harta  Pasal 1129 KUHPer Lewat jangka waktu 3 tahun terhitung mulai terbukanya warisan. Dalam hal dianggap perlu. BHP wajib mengurus harta tersebut pada saat awal pengurusannya harus memberitahu kejaksaan  Pasal 1128 KUHPer : Kewajiban BHP : 1. Peninggalan (HP) 2. tidak ada yang tampil sebagai ahli waris 2. A K. Semua ahli waris menolak  Pasal 1127 KUHPer : Demi hukum. A http://akta-online. Menyelesaikan Legaat 5. A N. Membuat daftar tentang HP 3.php?view=article&catid=46:matakuliah-&id=187:waris&option=com_content&Itemid=58m Hukum Waris Friday. tidak ada ahli waris yang tampil.

Mereka yang karena putusan hakim secara fitnah telah mengajukan pengaduan terhadap pada yang si meninggal. keanggotaan perseroan. yaitu Perjanjian kerja. Subjek Hukum Waris • Pewaris meninggalkan harta Diduga meninggal dengan meninggalkan harta • Ahli waris Sudah lahir pada saat warisan terbuka (Pasal 863 KUHPer) Syarat Pewarisan 1. ada hak dan kewajiban dalam bidang hukum kekayaan yang tidak dapat diwariskan. hubungan kerja. ialah suatu pengaduan telah melakukan sesuatu kejahatan yang terancam dengan hukuman penjara lima tahun lamanya atau hukuman yang lebih berat 3. dan pemberian kuasa. Ahil waris harus patut mewaris (Pasal 838 KUHPer) Pasal 838 KUHPer berisi : Orang – orang yang tidak patut mendapatkan warisan : 1. Antara pewaris dan ahli waris harus ada hubungan darah (untuk mewaris berdasarkan UU) 3. mengatur peralihan harta kekayaan yang ditinggalkan seseorang yang meninggal serta akibat – akibatnya bagi ahli waris. Pewaris meninggal dengan meninggalkan harta 2. dengan kata lain. Mereka yang telah dihukum karena membunuh atau mencoba membunuh pewaris 2.Hukum waris adalah hukum yang mengatur mengenai apa yang harus terjadi dengan harta kekayaan seseorang yang meninggal dunia. yang dapat diwariskan hanyalah hak – hak dan kewajiban di bidang hukum kekayaan saja. Kecuali. Yang dapat diwariskan Pada asasnya. Mereka yang dengan kekerasan telah mencegah si yang meninggal .

Mereka yang telah menggelapkan atau merusak wasiat dari si meninggal. Mewaris berdasarkan Undang – Undang (ab intestato) 1. Atas Dasar Kedudukan Sendiri Penggolongan ahli waris berdasarkan garis keutamaan • • • • Golongan I (Pasal 852 – 852 a KUHPer) : Adalah Suami/isteri dan semua anak serta keturunannya dalam garis lurus kebawah Golongan II (Pasal 855 KUHPer) : Orangtua dan saudara – saudara pewaris Golongan III (Pasal 850 jo 858 KUHPer) : Kakek nenek.untuk mencabut wasiatnya 4. Harta tidak boleh dibiarkan tidak terbagi 5. Hak – hak dan kewajiban di bidang harta kekayaan "beralih" demi hukum. Jika tidak diketahui siapa yang meninggal lebih dulu tidak saling mewaris 3. Mewaris berdasarkan testament / wasiat Mewaris Berdasarkan Undang – Undang a. Harus dibuktikan.d 861 KUHPer) : Kerabat pewaris . Pewarisan terjadi karena meninggalnya pewaris dengan sejumlah harta 2. Pasal 831 KUHPer : malapetaka yang sama 2. Meninggal Bersama – sama antara Pewaris dan Ahli Waris 1. Setiap orang cakap mewaris kecuali onwaardig berdasarkan Pasal 838 KUHPer Cara Memperoleh Warisan 1. atas dasar penggantian 2. Pasal 833 KUHPer (Saisine) menimbulkan hak menuntut (Heriditatis Petitio) 3. Yang berhak mewaris menurut UU adalah mereka yang mempunyai hubungan darah (Pasal 832 KUHPer) 4. selisih 1 detik dianggap tidak meninggal bersama – sama. atas dasar kedudukan sendiri 2. Prinsip Umum Dalam Kewarisan 1. baik dari pihak ayah maupun ibu Golongan IV (Pasal 858 s.

Berdasarkan Penggantian Syarat penggantian : orang yang digantikan telah meninggal terlebih dahulu dari pewaris Macam – macam penggantian : Dalam garis lencang kebawah tanpa batas (Pasal 842 KUHPer) Dalam garis menyamping . bibi atau keponakan Harta Peninggalan Tak Terurus Pasal 1126 KUHPer : Harta peninggalan tak terurus jika : • • tidak ada yang tampil sebagai ahli waris Semua ahli waris menolak Pasal 1127 KUHPer Demi hukum. 3. menyegel Harta Peninggalan (HP) Membuat daftar tentang HP Membayar hutang pewaris Menyelesaikan Legaat Membuat pertanggungjawaban . 2. misalnya paman. saudara digantikan anak – anaknya (Pasal 844 KUHPer) Penggantian dalam garis ke samping dalam hal ini yang tampil adalah anggota keluarga yang lebih jauh tingkat hubungannya daripada saudara. Dalam hal dianggap perlu. 5. 4. BHP wajib mengurus harta tersebut pada saat awal pengurusannya harus memberitahu kejaksaan Pasal 1128 KUHPer Kewajiban BHP : 1.dalam garis menyamping sampai derajat keenam b.

suatu akta yang memuat tentang apa yang dikehendaki terhadap harta setelah ia meninggal dunia dan dapat dicabut kembali Unsur – Unsur Testament 1. Dewasa Akal sehat Tidak dapat pengampuan Tidak ada unsur paksaan. 2. kekeliruan Isi harus jelas Isi Testament • Erfstelling (Pasal 954 KUHPer) Testamentair erfgenaam • Legaat (Pasal 957 KUHPer) Legetaris • Codicil (tidak berhubungan dengan harta) Pencabutan Testament 1. Secara tegas. 4. jika dibuat wasiat baru yang isinya mengenai pencabutan surat wasiat . Akta Pernyataan kehendak Apa yang akan terjadi setelah ia meninggal terhadap akta Dapat dicabut kembali o o o o Syarat membuat Testament 1. 3. kekhilafan.Pasal 1129 KUHPer Lewat jangka waktu 3 tahun terhitung mulai terbukanya warisan. 5. BHP harus membuat perhitungan penutup pada negara "Negara berhak menguasai harta peninggalan" Mewaris berdasarkan Testamen Arti Testamen (Pasal 875 KUHPer). tidak ada ahli waris yang tampil.

Menolak warisan • o o o o Kewajiban 1. Tidak seorang ahli waris pun dapat dipaksa untuk membiarkan harta warisan tidak terbagi 2. Secara diam – diam. memperhatikan batasan bagian mutlak (legitime portie) o Legitime Portie. LP. berkaitan dengan testament o Kewajiban. bagian tertentu dari ahli waris tertentu yang tidak dapat disingkirkan o Pasal 914 KUHPer.2. Ahli Waris • Hak a. Menerima dengan catatan d. ahli waris yang mempunyai hak LP anak sah o Pasal 915 KUHPer. Pewaris o Hak. Menerima diam – diam atau tegas c. Menentukan sikap terhadap harta peninggalan b. anak luar kawin 2. Pembagian dapat ditangguhakan jangka waktu 15 tahun dengan . LP orangtua o Pasal 916 KUHPer. Pembagian harta warisan dapat dituntut setiap saat (walaupun ada testament yang melarang) 3. Memelihara Harta Peninggalan Cara pembagian warisan Melunasi hutang Melaksanakan wasiat PEMBAGIAN WARISAN • Prinsip pembagian warisan (Pasal 1066 KUHPer) 1. dibuat testament baru yang memuat pesan – pesan yang bertentangan dengan testament lama HAK DAN KEWAJIBAN PEWARIS DAN AHLI WARIS 1.

Balai Harta Peninggalan (BHP) mewakilli mereka • Pasal 1074 KUHPer - Pembagian harus dengan akta otentik Soal yang berhubungan erat dengan pembagian warisan – Inbreng. Bersama golongan II : ½ harta peninggalan 3. dengan akta polihan mereka • Pasal 1071 & 1072 KUHPer - salah satu ahli waris tidak mau membantu Salah satu ahli waris lalai Salah satu ahli waris belum dewasa / di bawah pengampuan. Bersama golongan I : 1/3 bagian anak sah 2.persetujuan semua ahli waris • Cara pembagian warisan : • Pasal 1069 KUHPer Jika semua ahli waris hadir maka pembagian dapat dilakukan menurut cara yang mereka kehendaki bersama. Bersama golongan III : ¾ harta peninggalan Sumber: http://akta-online.com/main/index. dengan keputusan hakim.php?view=article&catid=46:matakuliah-&id=187:waris&option=com_content&Itemid=58 . pengembalian benda pada boedel warisan Bagian Anak Luar Kawin Diakui Pasal 862 – 863 KUHPer 1.

yaitu: • • Hak seorang ayah untuk menyangkal sahnya seorang anak. Orang yang meninggal dunia / Pewaris / Erflater. Ahli waris ini . antara lain : a. hukum waris adalah kumpulan peraturan yang mengatur hukum mengenai kekayaan karena wafatnya seseorang. Perjanjian perburuhan. Lalu. Menurut ketentuan pasal 874 BW. ada beberapa hak yang walaupun hak itu terletak dalam lapangan hukum keluarga. akan tetapi dapat diwariskan kepada ahli waris pemilik hak tersebut. Hukum Waris Wasiat atau testamentair erfrecht. 2. Menurut pasal 830 BW. Pemberian kuasa. Hak seorang anak untuk menuntut supaya ia dinyatakan sebagai anak yang sah dari bapak atau ibunya. 3. segala harta peninggalan seorang yang meninggal dunia adalah kepunyaan sekalian ahli warisnya menurut undang – undang sekedar terhadap itu dengan surat wasiat tidak telah diambil setelah ketetapan yang sah. Hak memungut hasil (vruchtgebruik). A. Selain itu. bagaimana dengan bayi yang ada dalam kandungan? Menurut pasal 2 BW.HUKUM WARIS Menurut Mr. b. Ahli waris terdiri dari: a. pewarisan hanya berlangsung karena kematian. Pitlo. sebab perkongsian ini berakhir dengan meninggalnya salah seorang anggota/persero. 4. Hukum Waris ab intestato (tanpa wasiat). Ahli waris yang berhak menerima harta kekayaan itu / Erfgenaam Ahli waris yaitu orang yang masih hidup yang oleh hukum diberi hak untuk menerima hak dan kewajiban yang ditinggal oleh pewaris. Ahli waris menurut undang – undang ( abintestato )  didasarkan atas hubungan darah dengan si pewaris atau para keluarga sedarah. Kecuali : hak dan kewajiban di bidang hukum kekayaan yang tidak dapat diwariskan : 1. menurut BW ada dua macam waris. maupun dalam hubungan antara mereka dengan pihak ketiga. seorang anak yang ada dalam kandungan. walaupun belum lahir dapat mewarisi(fiksi hukum). UNSUR – UNSUR PEWARISAN 1. Dengan demikian. Perjanjian perkongsian dagang. baik dalam hubungan antar mereka dengan mereka. 2. yaitu mengenai pemindahan kekayaan yang ditinggalkan oleh si mati dan akibat dari pemindahan ini bagi orang-orang yang memperolehnya.

Golongan III. nenek baik garis atau pancer bapak atau ibu ) si pewaris. HAK DAN KEWAJIBAN PEWARIS 1. Ahli waris menurut wasiat ( testamentair erfrecht )  didasarkan atas wasiat yaitu dalam pasal 874 BW terdiri atas : testamentair erfgenaam yaitu ahli waris yang mendapat wasiat yang berisi suatu erfstelling ( penunjukkan satu ataubeberapa ahli waris untuk mendapat seluruh atau sebagian harta peninggalan ) • legataris yaitu ahli waris karena mendapat wasiat yang isinya menunjuk seseorang untuk mendapat berapa hak atas satu atau beberapa macam harta waris. suami ( duda ) dan istri ( janda ) si pewaris. wasiat pengangkatan ahli wari ini terjadi apabila pewaris tidak mempunyai keturunanatau ahli waris ( menurut pasal 917 BW )). hak atas seluruh dari satu macam benda tertentu. terdiri dari sanak keluarga dari pancer samping ( seperti. karena pewaris wajib memperhatikan legitieme portie. Hak Pewaris Pewaris sebelum meninggal dunia berhak menyatakan kehendaknya dalam testament atau wasiat yang isinya dapat berupa. Golongan II. pada dasarnya pewaris tidak dapat mewasiatkan seluruh hartanya. ibu ( orang tua ). akan tetapi apabila pewaris tidak mempunyai keturunan . b. bibi ). Golongan I. Kewajiban Pewaris Pewaris wajib mengindahkan atau memperhatikan legitime portie. Aktiva dan Passiva. terdiri dari bapak. hak untuk memungut hasil dari seluruh atau sebagian dari harta waris. hak pakai atau memungut hasil dari seluruh atau sebagian harta warisan ( menurut pasal 957 BW )). Jadi. erfstelling / wasiat pengangkatan ahli waris ( suatu penunjukkan satu atau beberapa orang menjadi ahli waris untuk mendapatkan seluruh atau sebagian harta peninggalan ( menurut pasal 954 BW ). Harta Waris  yang dapat diwarisi hanyalah hak – hak dan kewajiban dalam lapangan harta kekayaan berupa. . • 1. kakek. hak atas seluruh benda bergerak tertentu. saudara – saudara si pewaris. terdiri dari anak – anak. Golongan IV. paman .terdiri atas 4 golongan. terdiri dari keluarga sedarah bapak atau ibu lurus ke atas ( seperti. yaitu suatu bagian tertentu dari harta peningalan yang tidak dapat dihapuskan atau dikurangi dengan wasiat atau pemberian lainnya oleh orang yang meninggalkan warisan ( menurut pasal 913 BW ). legaat / hibah wasiat ( pemberian hak kepada seseorang atas dasar wasiat yang khusus berupa hak atas satu atau beberapa benda tertentu. 2. maka warisan dapat diberikan seluruhnya pada penerima wasiat.

mencari cara pembagian sesuai ketentuan. lihat  pasal 852 ϖ Anak sah. maka anak dan keturunannya yang . jika ia mewaris bersama – sama dengan ahli waris golongan pertama. melunasi hutang – hutang pewaris jika pewaris meninggalkan hutang. ½ dari harta waris jika ia mewaris bersama – sama dengan golongan kedua. dengan kemudian menikahnya bapak dan ibunya akan menjadi sah. dan melaksanakan wasiat jika pewarismeninggalkan wasiat. ϖ Anak luar perkawinan. maksudnya. yaitu anak. istri / janda dari si pewaris. Kewajiban Ahli Waris memelihara keutuhan harta peninggalan sebelum harta peninggalan itu dibagi. Golongan I. antara lain : a. Anak luar perkawinan ini terbagi atas : ♣ Anak yang disahkan.5 PEMBAGIAN WARIS MENURUT BW 1. sepanjang ahli waris golongan pertama masih ada. 1/3 bagian sekiranya ia sebagai anak sah. I. yaitu anak yang dibuahkan atau dibenihkan di luar perkawinan. yaitu anak yang telah dilahirkan sebelum kedua suami istri itu menikah atau anak yang diperoleh salah seorang dari suami atau istri dengan orang lain sebelum mereka menikah. ♣ Anak yang diakui. Anak sah mewaris secara bersama – sama dengan tidak mempermasalahkan apakah ia lahir lebih dahulu atau kemudian atau apakah ia laki – laki atau perempuan. suami / duda. Jika anak diakui ini meninggal terlebih dahulu. yaitu dengan pengakuan terhadap seorang anak di luar kawin. mendapat seluruh harta waris jika si pewaris tidak meninggalkan ahli wari yang sah. c.HAK DAN KEWAJIBAN AHLI WARIS 1. maka. timbullah hubungan perdata antara si anak dan bapak atau ibunya tau dengan kata lain. dengan pengakuan menurut undang – undang oleh kedua orang tuanya itu sebelum pernikahan atau atau dengan pengakuan dalam akte perkawinannya sendiri. b. menerima warisan secara penuh. ahli waris golongan kedua tidak bisa tampil. yaitu anak yang diakui baik ibunya saja atau bapaknya saja atau kedua – duanya akan memperoleh hubungan kekeluargaan dengan bapak atau ibu yang mengakuinya. Hak Ahli Waris. hak untuk menolak 2. Ahli waris golongan pertama mendapatkan hak mewaris menyampingkan ahli waris golongan kedu. hak waris anak yang diakui. Pengakuan terhadap anak luar kawin dapat dilakukan dalam akte kelahiran anak atau pada saat perkawinan berlangsung atau dengan akta autentik atau dengan akta yang dibuat oleh catatan sipil. Menurut pasal 693. Merupakan ahli waris dalam garis lurus ke bawah dari pewaris. yaitu anak yang dilahirkan atau ditumbuhkan sepanjang perkawinan dengan tidak mempermasalahkan kapan anak itu dibangkitkan oleh kedua suami istri atau orang tuanya. ¾ dari harta waris jika ia mewaris bersama dengan sanak saudara dalam yang lebih jauh atau jika mewaris dengan ahli waris golongan ketiga dan keempat. menerima dengan hak untuk mengadakan pendaftaran harta peninggalan atau menerima dengan bersyarat.

Untuk kedua anak ini tidak mendapatkan hak waris. kalau hanya ada 1 saudara. Bagaimanapun juga seorang janda ( duda ) tidak boleh mendapat lebih dari ½ dari harta warisan. 865. sedangkan salah satu dari mereka itu atau kedua – duanya berada dalam ikatan perkawinan dengan orang lain ). ¼ bagian. 1/3 kalau ada 2 saudara. maka deluruh warisan menjadi bagian saudara – saudara. Bagian dari saudara adalah apa yang terdapat setelah dikurangi dengan bagian dari orang tua. Kemudian . menjadi bagiannya saudara ( saudara – saudara ) 856 : Kalau bapak dan ibu telah tidak ada. ♣ Anak yang tidak dapat diakui. maka bagian dari seorang janda ( duda ) tidak boleh lebih dari bagian terkecil dari anak – anak peninggal warisan. Golongan II Merupakan. Sisa dari warisan. Di atas disebut bahwa jika ada anak dari perkawinan yang dahulu. 857 : Pembagian antara saudara – saudara adalah sama. Untuk dapat mengerti arti dari kata " terkecil " itu. maka yang berhak mewaris ialah : bapak. 486. mereka hanya mendapatkan nafkah seperlunya. Lebih dahulu telah ada ketentuan bahwa bagian dari seorang anak adalah sama.sah berhak menuntut bagian yang diberikan pada merka menurut pasal 863. lihat pasal  852 a. anak sumbang ( anak yang lahir dari orang lki – laki dan perempuan. Ahli waris ini baru tampil mewaris jika ahli waris golongan pertama tidak ada sama sekali dengan menyampingkan ahli waris golongan ketiga dan keempat. bapak. ¼ kalau ada lebih dari 2 orang saudara. jika masih hidup. ibu. terdiri atas. dan saudara. dan dari perkawinan yang dahulu ada juga anak – anak. sedangkan diantara mereka terdapat larangan kawin atau tidak boleh kawin karena masih ada hubungan kekerabatan yang dekat. ahli waris dalam garis lurus ke atas dari pewaris. maka bagian dari janda ( duda ) itu tidak boleh lebih dari bagian terkecil dari anak – anak yang meninggal dunia. adalah sama dengan bagiannya seorang anak. perlu diingat bahwa pasal ini adalah pasal yang disusulkan kemudian yaitu dengan Stbld. Jika perkawinan itu bukan perkawinan yang pertama. maka bagiannya ialah : ½ kalau ada 1 saudara. 855 : Jika yang masih hidup hanya seorang bapak atau seorang ibu. ϖ Dalam hal tidak ada saudara tiri : 854 : Jika golongan I tidak ada. kalau ada lebihh dari saudara. kalau ada anak dari perkawinannya dengan yang meninggal dunia. yaitu. Ayah dan ibu dapat : 1/3 bagian. Bagian seorang isteri ( suami ). anak zina ( anak yang lahir dari orang laki – laki dan perempuan. maka harus dikeluarkan lebih dulu untuk orang tua si pewaris. dengan maksud supaya memperbaiki kedudukan seorang janda ( duda ) yang dengan adanya pasal itu bagiannya dipersamakan dengan seorang anak. ϖ Dalam hal ada saudara tiri : Sebelum harta waris dibagikan kepada saudara – saudaranya. meskipun dari lain perkawinan. ibu dan saudara – saudara si pewaris. 1935 No. kalau mereka itu mempunyai bapak dan ibu yang sama. 2.

keluarga sedarah si bapak atau ibu pewaris. yaitu paman. Jika waris golongan 1 dan garis golongan 2 tidak ada. Kalau ada beberapa orang yang derajatnya sama maka warisan ini dibagi – bagi berdasarkan bagian yang sama. maka bagian yang jatuh pada garis . Saudara – saudara yang mempunyai bapak dan ibu yang sama mendapat bagian dari bagian bagi gariss bapak dan bagian bagi garis ibu.sisanya baru dibagi menjadi dua bagian yang sama. Dengan telah meninggalnya bapak dan ibu maka adalah wajar jika warisan itu jatuh pada orang – orang yang menurunkan bapak dan ibu. yang lain bagian bagi keluarga sedarah dalam garis ibu lurus ke atas. dan saudara tidak ada. maka warisan dibelah menjadi dua bagian yang sama. Kalau waris golongan 3 tidak ada maka bagian yang jatuh pada tiap garis sebagai tersebut dalam pasal 853 dan pasal 858 ayat 2. Dalam hal ini. Golongan IV Merupakan. 858 ayat 2. Yang satu bagian diperuntukkan bagi keluarga sedarah dalam garis bapak lurus ke atas. yaitu kakek. Maka di dalam hal ini warisan jatuh pada kakek dan nenek. dan bapak dan ibu itu mempunyai bapak dan ibu juga. isteri orang tua. maka waris itu pada tiap garis pancer mendapat bagian yang sama ( kepala demi kepala ). 4. 3. Karena tiap orang itu mempunyai bapak dan ibu. Waris yang terdekat derajatnya dalam garis lurus ke atas. Di dalam garis menyimpang keluarga yang pertalian kekeluargaannya berada dalam suatu derajat yang lebih tinggi dari derajat ke – 6 tidak mewaris. bibi. Golongan III Merupakan. ahli waris golongan ketiga baru mempunyai hak mewaris. jika ahli waris golongan 1 dan ke2 tidak ada sama sekali dengan menyampingkan ahli waris golongan ke4 853 : 858 ayat 1. Jika yang tidak ada itu hanya kakek atau nenek maka bagian jatuh pada garisnya. 861. Kalau di dalam satu garis ( pancer ) ada keluarga yang terdekat derajatnya. maka tiap orang mempunyai 2 kakek dan 2 nenek. Pasal ini menguraikan keadaan jika anak ( dan keturunannya ). maka orang itu menyampingkan keluarga dengan derajat yang lebih jauh. warisan jatuh pada seorang waris yang terdekatpada tiap garis. Di dalam hal ini maka warisan dibelah menjadi dua. Satu bagian diberikan kepada kakek dan nenek yang menurunkan bapak dan bagian lain kepada kakek dan nenek yang menurunkan ibu. sanak keluarga dalamgaris ke samping dari si pewaris. 1 kakek dan 1 nenek dari pancer bapak dan 1 kakek dan 1 nenek dari pancer ibu. Kalau derajatnya sama. Bagian yang ke satu adalah bagian bagi garis bapak dan bagian yang kedua adalah sebagai bagian bagi garis ibu. nenek baik pancer bapak atau ibu dari si pewaris. Waris yang terdekat derajatnya dalam garis lurus ke atas mendapat setengah warisan yang jatuh pada garisnya ( pancernya ). Jika kakek dan nenek tidak ada maka warisan jatuh kepada orang tuanya kakek dan nenek. Saudara – saudara yang hanya sebapak atau seibu dapat bagian dari bagian bagi garis bapak atau bagi garis ibu saja. Kalau hal ini terjadi pada salah satu garis. menjadi bagian yang masih hidup.

Syarat – Syarat Isi Wasiat Pasal 888 : Jika testament memuat syarat – syarat yang tidak dapat dimengerti atau tak mungkin dapat dilaksanakan atau bertentangan dengan kesusilaan. WARIS WASIAT ( TESTAMENT ) Dalam pemberian wasiat. maka seluruh warisan jatuh pada Negara.itu. II. Syarat – Syarat Pewasiat Pasal 895 : Pembuat testament harus mempunyai budi – akalnya. sehingga ia tidak dapat berpikir secara teratur. Pasal 875. kalau orang ini mempunyai hak kekeluargaan dalam derajat yang tidk melebihi derajat ke – 6. 832. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut. II. persentasi harta kekayaan peninggalan pewaris untuk pemenuhan testamen tidak tergantung pada bunyi testamen. dan yang olehnya dapat ditarikkembali. Bagian dari harta peninggalan pewaris yang dapat digunakan untuk memenuhi isi testamen hanya terbatas pada bagian yang tersedia saja. ϖ Orang yang digantikan tempat itu tidak menolak warisan. Apabila ternyata tidak ada satupun faktor penghalang.1 PENGERTIAN WASIAT Suatu wasiat atau testament ialah suatu pernyataan dari seseorang tentang apa yang dikehendaki setelahnya ia meninggal. maka . Kalau semua waris seperti disebut di atas tidak ada lagi. 2. tidak serta merta perintah pewaris dalam testament dapat dilaksanakan. surat wasiat atau testament adalah suatu akta yang berisi pernyataan sesorang tentang apa yang akan terjadi setelah ia meninggal. Ahli Waris berdasarkan Penggantian Tempat / Ahli Waris Pengganti (Plaatsvervulling / representatie) Adapun syarat – syarat untuk menjadi ahli waris pengganti adalah sebagai berikut : ϖ Orang yang digantikan tempatnya itu harus telah meninggal dunia terlebih dahulu dari si pewaris.2 SYARAT – SYARAT WASIAT 1. Dengan demikian. ϖ Orang yang sudah meninggal dunia itu meninggalkan keturunan . tetapi sangat tergantung pada jumlah harta peninggalan pewaris yang oleh hukum atau undang – undang tersedia untuk pewaris. Kalau semua orang yang berhak mewaris tidak ada lagi maka seluruh warisan dapat dituntut oleh anak di luar kawin yang diakui.menjadi haknya keluarga yang ada di dalam garis yang lain. 873. 5. artinya tidak boleh membuat testament ialah orang sakit ingatan dan orang yang sakitnya begitu berat. Pasal 897 : Orang yang belum dewasa dan yang belum berusia 18 tahun tidak dapat membuat testament. berarti testament tersebut dapat dipenuhi isinya.

beberapa barang tertentu. Penyerahannya kepada notaris harus disaksikan 4 orang saksi. II. ϖ Wasiat yang berisi hibah ( hibah wasiat ) atau legaat. dengan mana yang mewasiatkan memberikan kepada seorang atau beberapa orang. Notaris ini membuat suatu akta dengan dihadiri oleh 2 orang saksi. testament ini harus selalu tertutup dan disegel. hak pakai hasil dari seluruh atau sebagian dari harta peninggalannya. tetapi tidak diharuskan menuliskan dengan tangannya sendiri. Orang – orang yang mendapat harta kekayaan menurut pasal ini disebut waris di bawah titel khusus. masih ada lagi beberapa jenis wasiat dibagi menurut bentuknya. Pasal 893 : Suatu testament adalah batal. ϖ Wasiat umum ( openbaar testament ) Dibuat oleh seorang notaris. Pasal 957 memberi keterangan seperti berikut : " Hibah wasiat adalah suatu penetapan yang khusus di dalam suatu testament. yang paling penting ialah larangan membuat suatu ketentuan sehingga legitieme portie ( bagian mutlak para ahli waris ) menjadi kurang dari semestinya.3 JENIS – JENIS WASIAT 1. dan isi dari testament itu menunjukkan bahwa pewaris tidak akan membuat ketentuan itu jika ia tahu akan kepalsuannya maka testament tidaklah syah. ϖ Wasiat rahasia atau wasiat tertutup Dibuat sendiri oleh orang yang akan meninggalkan warisan. II. seluruh atau sebagian ( setengah. penyerahan harus dihadiri oleh dua orang saksi. harus diserahkan sendiri kepada seorang notaris untuk disimpan.hal yang demikian itu harus dianggap tak tertulis. sepertiga ) dari harta kekayaannya. kalau ia meninggal dunia. Menurut pasal 931 ada 3 rupa wasiat menurut bentuk : ϖ Wasiat ologafis. jika dibuat karena paksa. 2. Selain larangan – larangan tersebut di atas yang bersifat umum di dalam hukum waris terdapat banyak sekali larangan – larangan yang tidak boleh dimuat dalam testament. maka ada 2 jenis wasiat : ϖ Wasiat yang berisi " erfstelling " atau wasiat pengangkatan waris.4 PENCABUTAN DAN WASIAT . memberikan kepada seorang atau lebih dari seorang. Orang – orang yang mendapat harta kekayaan menurut pasal itu adalah waris di bawah titel umum. Jenis Wasiat menurut Isinya Menurut isinya. tipu atau muslihat. adalah wasiat dengan mana orang yang mewasiatkan. Jenis Wasiat menurut Bentuknya Selain pembagian menurut isi. barang – barang dari satu jenis tertentu. atau wasiat yang ditulis sendiri Wasiat ini harus ditulis dengan tangan orang yang akan meninggalkan warisan itu sendiri. Seperti disebut dalam pasal 954 wasiat pengangkatan waris. orang yang akan meninggalkan warisan menghadap para notaris dan menyatakan kehendaknya. Di antara larangan itu. Pasal 890 : Jika di dalam testament disebut sebab yang palsu.

Hukum Harta Perkawinan menurut BW 119 : Mulai saat perkawinan dilangsungkan. sekedar mengenai itu dengan perjanjian kawin tidak diadakan ketentuan lain. 121 : Sekedar mengenai beban – bebannya. kecuali dalam hal terakhir ini si yang mewariskan atau yang menghibahkan dengan tegas menentukan sebaliknya. pencabutan ialah di dalam hal ini ada suatu tindakan dari pewaris yang meniadakan suatu testament. harus dipikul oleh ahli waris dari si yang meninggal dunia.2 MACAM – MACAM HARTA PERKAWINAN 1. 123 : Segala utang kematian. segala beban suami dan isteri yang berupa hutang suami dan isteri. 120 : Sekadar mengenai laba – labanya. ialah. Tentang Gugurnya Suatu Wasiat 997 : Jika suatu wasiat memuat suatu ketetapan yang bergantung kepada suatu peristiwa yang tak tentu : maka jika si waris atau legataris meninggal dunia. maka wasiat itu tetap berlaku. maupun yang kemudian. 2. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Tentang Pencabutan Suatu Wasiat Mengenai pencabutan wasiat secara tegas ada ketentuan – ketentuan seperti berikut : 992 : Suatu surat wasiat dapat dicabut dengan . 2. hibah ). Arti kata " khusus " di dalam hal ini ialah bahwa isi dari akta itu harus hanya penarikan kembali itu saja. sepertipun segala utang dan rugi sepanjang perkawinan harus diperhitungkan atas mujur malang persatuan. karena ada hal – hal di luar kemauan pewaris. yang sekarang maupun yang kemudian. sebelum peristiwa itu terjadi. maupun sepanjang perkawinan. HUKUM HARTA PERKAWINAN III. I / 1974 Pasal 35 ( 1 ) : Harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta . kecuali ahli waris yang menerima keuntungan dari wasiat itu. 122 :Segala hasil dan pendapatan. persatuan itu meliputi segala utang suami – isteri masing – masing yang terjadi. 1. harta kekayaan suami dan isteri. Persatuan itu sepanjang perkawinan tak boleh ditiadakan atau diubah dengan sesuatu persetujuan antara suami dan isteri. gugur ialah tidak ada tindakan dari pewaris tapi wasiat tidak dapat dilaksanakan. termasuk juga yang diperoleh dengan cuma – cuma ( warisan. 998 : Jika yang ditangguhkan itu hanya pelaksanaannya saja. baik sebelum. wasiat itu gugur. persatuan itu meliputi harta kekayaan suami dan isteri. surat wasiat baru dan akta notaris khusus. baik yang sekarang. yang mereka peroleh dengan Cuma – Cuma. bergerak dan tak bergerak. sedangkan.1 PERISTILAHAN DAN BATASAN Menurut ketentuan dalam pasal 100 dan pasal 121 dijelaskan mengenai peristilahan dan batasan harta perkawinan ini.Di antara pencabutan dan gugurnya wasiat ada perbedaan. terjadi setelah matinya. Hukum Harta Pekawinan menurut UU No. demi hukum berlakulah persatuan bulat antara harta kekayaan suami dan isteri. baik sebelum maupun sepanjang perkawinan. III. maupun pula.

Sumber: http://esrastephani. Pasal 36 ( 1 ) : Mengenai harta bersama suami atau isteri dapat bertindak atas persetujuan kedua belah pihak.blogspot. suami dan isteri mempunyai hak sepenuhnya untuk melakukan perbuatan hukum mengenai harta bendanya.com/2011/06/hukum-waris. Pasal 36 ( 2 ) : Mengenai harta bawaan masing – masing.html . adalah di bawah penguasaan masing – masing sepanjang para pihak tidak menentukan lain.bersama. Pasal 37 Bila perkawianan putus karena perceraian. Pasal 35 ( 2 ) : Harta bawaan dari masing – masing suami dan isteri dan harta benda yang diperoleh masing – masing sebagai hadiah atau warisan. harta bersama diatur menurut hukumnya masing – masing.

Penulis Mei 2011 . untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca. Jakarta.com Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul "judul makalah anda" tepat pada waktunya. Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.KATA PENGANTAR aku_ne@rocketmail.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful