Peran Sekolah Berwawasan Lingkungan dalam Menyiapkan Generasi yang Mengedepankan Nilai-nilai Arif Lingkungan

Oleh: Sukron Tajudin (38/XI IPA 2/MAN Yogyakarta I)
Pelangi-pelangi alangkah indahmu Merah kuning hijau di langit yang biru Pelukismu agung siapa gerangan Pelangi-pelangi ciptaan Tuhan

Dari syair lagu di atas, sudah cukup jelas bahwa semua yang ada di dalam dunia ini adalah ciptaan Allah SWT. Semua telah didesain sedemikian rupa sehingga semua komponen alam semesta ini mampu tertata dengan rapi serta dapat menjalankan fungsinya masing-masing dengan baik. Semua komponen tersebut selalu dipelihara oleh Sang Khalik dengan cara mengutus khalifahkhalifah ke bumi ini untuk menjaga keseimbangan ekosistem alam. Khalifah tersebut tak lain adalah manusia, makhluk paling sempurna yang dibekali akal dan pikiran untuk berpikir serta rasio untuk menalar. Manusia mempunyai tugas untuk menjaga keseimbangan ekosistem di alam. Oleh karena itu, manusia harus menggunakan kelebihannya agar dapat melaksanakan tugas serta tanggung jawabnya dengan baik. Dalam proses di dalamnya, manusia harus mampu mengenali keadaan serta sifat-sifat alam. Sebagai contohnya adalah bagaimana keadaan pantai selatan ketika musim penghujan, seberapa intensifkah untuk digunakan sebagai sarana rekreasi. Dengan mengenali alam, kita akan semakin bijak dalam bersikap terhadap mereka. Dalam rangka untuk mengenali alam secara mendalam inilah maka didirikan sekolah berwawasan lingkungan. Melalui sekolah ini, diharapkan peserta didik mampu untuk menyerap pelajaran umum sesuai dengan standar kurikulum serta silabus yang telah tersusun serta juga mendapat pelajaran plus, yaitu pelajaran tentang bagaimana bersikap yang arif serta bijak terhadap alam, bagaimana cara ±cara yang baik dan benar agar alam mau bersahabat dengan kita. Dengan pengenalan sikap- sikap arif lingkungan sejak kecil diharapkan peserta didik dapat memiliki rasa cinta terhadap alam sehingga nantinya dapat menjalankan tugas kekhalifahan dengan baik. Andaikan semua orang mampunyai rasa cinta terhadap alam sekitarnya, maka kita tidak perlu menyaksikan berbagai perusakan alam yang begitu marak belakangan ini. Dari mulai pencemaran air oleh limbah pabrik serta perusakan taman laut karena penggunaan pukat harimau sampai kebakaran hutan, banjir dimana-mana, bahkan sampai global warming atau pemanasan global yang sangat kita rasakan dampaknya sampai saat ini. Semua ini adalah ulah tangan-tangan jahil manusia yang tidak bertanggung jawab. Akibat dari semua itu, manusia sendiri juga yang kewalahan mengatasinya. Sebagai manusia yang bernurani serta berbudi pekerti, kita perlu menyikapinya dengan bijaksana. Artinya, kita berusaha untuk mencegah terjadinya perusakan- perusakan alam tersebut serta kita mengambil hikmah agar peristiwa tersebut tidak sampai terjadi untuk yang kedua kalinya bahkan beberapa kali. Karena pada dasarnya, sebuah tujuan yang besar dan mulia akan dapat tercapai jika dan hanya jika kita telah berkorban dengan pengorbanan yang

Ndao. usia yang telah µdewasa¶ bagi sebuah lembaga pendidikan. sekolah memandang perlu menanamkan nilai-nilai yang berkaitan dengan pengembangan karakter dan kepribadian. ³Karena itu. Sejak itu. tepatnya di Jalan Jaksa Agung Suprapto 21. Walaupun sudah diajarkan dalam program intra. Untuk dapat mencapai visi tersebut kini sekolah mengemas program terpadu. Dibarengi dengan . 15 November 2007 SMP Katolik Frateran Celaket 21 merupakan satu dari 22 sekolah yang berada dalam naungan Yayasan Mardi Wiyata. Bahasa Mandarin dan Komputer aplikasi serta Pendidikan Lingkungan Hidup sebagai upaya mengantisipasi kebutuhan masa depan. Bangunan bersejarah yang sangat artistik ini kini bukan saja menjadi kekayaan biara. prestasi serta hambatan. Sekolah yang memiliki total sembilan kelas ini merupakan satu sekolah tertua yang dirintis oleh para Frater Bunda Hati Kudus dan merupakan satu dari sekian sekolah lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Di balik kegiatan intra maupun ekstra. tetapi juga kepribadiannya. agar dapat bertahan dan berkembang serta menunjukkan jati dirinya di tengah persaingan itu. tetapi juga milik masyarakat. ³Di era 1990an sekolah-sekolah Katolik mulai mendapat saingan dari sekolah-sekolah lain yang berkembang pesat. Sekolah yang semula bernama HCS (Holland Chinese School) ini resmi didirikan tahun 1948.besar pula. khususnya Palembang (Sumsel). Dalam kurun waktu yang tidak singkat ini. terpuji dalam pribadi. keterampilan. tentunya banyak hal telah didapat. Sekolah ini baru menerima murid perempuan pada tahun 1975. Gedung tersebut juga menyatu dengan biara induk dari Kongregasi Frater Bunda Hati Kudus di Indonesia. beriman dan berbudaya. contohnya yaitu pengenalan sikap-sikap arif lingkungan kepada masyarakat melalui sekolah berwawasan lingkungan. sekolah juga menerapkan Tata Tertib secara ketat. seni rupa. SMPK Celaket menyadari hal ini sebagai cambuk untuk memacu prestasi. namun bahasa-bahasa asing (Inggris. Markus Basuki. Dengan visi unggul dalam prestasi. Kecuali itu. selain ada program Bimbingan dan Konseling. seni musik.´ ujar Kepala SMPK Frateran Celaket. bina vokalia. Mlangi. ekstra kurikuler serta pendampingan pribadi. Podor (NTT) dan Sumba. baik secara akademis. mulai dari perubahan dan perkembangan. Sejalan dengan hal itu adalah keeksistensian serta keberlangsungan kehidupan alam sekitar akan tetap lestari jika kita telah melakukan upaya-upaya yang benar-benar serius untuk merawatnya. Malang. S. SMPK Celaket juga menyisipkan program muatan lokal Bahasa Jepang. yang memadukan kegiatan intra kurikuler. Maumere. kecuali mengikuti kurikulum wajib yang ditentukan oleh pemerintah. Kini SMPK Celaket telah berusia 63 tahun. sebelum akhirnya kini sekolah yang lebih populer dengan sebutan µSMP Celaket¶ ini menempati gedung tertua milik Frater BHK di Malang. para siswa hendak dibawa menuju manusia yang berkualitas. Dari sudut kegiatan intra kurikuler. maka berkembanglah SMPK Celaket menjadi favorit yang lulusannya layak berbangga. Sekolah ini awalnya hanya menerima murid laki-laki dan semula berlokasi di seberang Sungai Brantas (kini SMAK Frateran Malang) hingga tahun 1990. seni tari dan masih banyak lagi. bahkan oleh pemerintah digolongkan sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi undang-undang. kegiatan ekstra juga mencakup bidang olah raga (basket dan lain-lain). Kediri. Jepang dan Mandarin) serta komputer masih ditawarkan melalui kegiatan ekstra kurikuler. Surabaya (Jawa Timur).Pd.

dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup.berbagai kegiatan luar sekolah. yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses amdal. baik secara langsung maupun tidak langsung. kesehatan. dan/atau c. (4) Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat mengajukan keberatan terhadap dokumen amdal. yang terkena dampak. Sedangkan defenisi Limbah bahan berbahaya dan beracun. 2011 · Disimpan dalam Hukum Lingkungan. Rangkuman · Tagged Limbah B3 Pengelolaan Limbah bahan Berbahaya Beracun ± B3 Limbah adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan. adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya. gladi rohani. (tom/han) Arsip untuk Hukum Lingkungan Belajar Pengelolaan Limbah bahan Berbahaya Beracun (B3) Bagian I Juli 29. kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. . Penjelasan Pasal 26 Ayat (1) Pelibatan masyarakat dilaksanakan dalam proses pengumuman dan konsultasi publik dalam rangka menjaring saran dan tanggapan. Baca entri selengkapnya » Komentar bertahan » Peran Serta Masyarakat dalam Proses AMDAL Juli 28. serta studi lapangan diharapkan dalam kurun waktu tiga tahun para siswa akan terbentuk menjadi remaja-remaja yang berkualitas. seperti perkemahan pramuka. 2011 · Disimpan dalam Hukum Lingkungan · Tagged AMDAL Menurut Pasal 26 UUPPLH tentang perlibatan masyarakat dalam penyusunan AMDAL. (1) Dokumen amdal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 disusun oleh pemrakarsa dengan melibatkan masyarakat. dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup. pemerhati lingkungan hidup. (3) Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. (2) Pelibatan masyarakat harus dilakukan berdasarkan prinsip pemberian informasi yang transparan dan lengkap serta diberitahukan sebelum kegiatan dilaksanakan.´ sambung Markus. disingkat limbah B3. b. wisata dan ziarah.

Kep Men LH No. 86 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup 15. 42 Tahun 2000 tentang Susunan Keanggotaan Komisi Penilai dan Tim Teknis Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Pusat 9. Kep Men LH No. Kep Men LH No. 2011 · Disimpan dalam Hukum Lingkungan. 105 Tahun 1997 tentang Panduan Pemantau Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) 13. Kep Men LH No. Kep Men LH No. 30 Tahun 2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit Lingkungan Hidup yang Diwajibkan 11. Kep Men LH No. 40 Tahun 2000 tentang Pedoman Tatakerja Komisi Penilai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup 7. 17 Tahun 2001 tentang Jenis Usaha dan atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup 10. 42 Tahun 1994 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Audit Lingkungan 2. Kep Men LH No. Per Men LH No. antara lain 1. 56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting 3. Kep Men LH No. 2 Tahun 2000 tentang Panduan Penilaian Dokumen AMDAL 4. 45 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) 16. 4 Tahun 2000 tentang Panduan Penyusunan AMDAL Kegiatan Pembangunan Permukiman Terpadu 5. Kep Bapedal No. 41 Tahun 2000 tentang Pedoman Pembentuk Komisi Penilai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Kabupaten/ Kota 8. Per Men LH No. Kep Men LH No. 5 Tahun 2000 tentang Panduan Penyusunan AMDAL Kegiatan Pembangunan di Daerah Lahan Basah 6. 11 Tahun 2006 tentang Jenis Rencana Usaha atau Kegiatan yang Wajib dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan . Kep Men LH No. 8 Tahun 2000 tentang Keterlibatan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi dalam Proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup 14. Kep Bapedal No.Lebih lanjut kemudian dalam Bab VI PP Amdal tentang KETERBUKAAN INFORMASI DAN PERAN MASYARAKAT Baca entri selengkapnya » Komentar bertahan » Download Berbagai Peraturan Terkait Penerapan AMDAL di Indonesia Juli 26. Rangkuman. 299 Tahun 1996 tentang Pedoman Teknis Kajian Aspek Sosial dalam Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan 12. Kep Men LH No. Kep Bapedal No. Kep Men LH No. 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan 17. Uncategorized · Tagged AMDAL Peraturan terkait Amdal ada banyak.

akan tampak biasa saja. 13 Tahun 2010 tentang Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup 28. 5 Tahun 2008 tentang Tata Kerja Komisi Penilai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup 20. 115 Tahun 2009 tentang Penunjukkan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Penyusun Dokumen AMDAL 24. Baru ketika memandangi areal seluas 2.600 meter persegi itu akan terlihat jika SDN ini mempunyai nilai lebih. Banyak tanaman dan pepohonan yang ditanam diseke-liling bangunan. 24 Tahun 2009 tentang Panduan Penilaian Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan 25. Per Men LH No. 6 Tahun 2008 tantang Tata Laksana Lisensi Komisi Penilai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota 21.18. Per Men LH No. 15 Tahun 2010 tentang Persyaratan dan Tatacara Lisensi Komisi Penilai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Sekolah Berwawasan Lingkungan 24 Dec 2009 y y Pelita Ragam SEKILAS bila melihat bangunan fisik Sekolah Dasar Negeri (SDN) 12 Bendungan Hilir. Per Men LH No. Kep Men LH No. 11 Tahun 2008 tentang Persyaratan Kompetensi dalam Penyusunan Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup dan Persyaratan Lembaga Pelatihan Kompetensi Penyusun Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup 23. Per Men LH No. 25 Tahun 2009 tentang Pembinaan dan Pengawasan terhadap Komisi Penilai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Daerah 26. Per Men LH No. Per Men LH No. . Per Men LH No. 07 Tahun 2010 tentang Sertifikasi Kompetensi Penyusun Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup dan Persyaratan Lembaga Pelatihan Kompetensi Penyusun Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup | lampiran 27. Per Men LH No. Per Men LH No. Jakarta Pusat. 14 Tahun 2010 tentang Dokumen Lingkungan Hidup Bagi Usaha dan atau Kegiatan yang Telah Memiliki Izin Usaha dan atau Kegiatan tetapi Belum Memiliki Dokumen Lingkungan Hidup 29. Per Men LH No. Per Men LH No. Sudirman. 7 Tahun 2008 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup 22. 12 Tahun 2007 tentang Dokumen Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup bagi usaha dan Kegiatan yang tidak memiliki Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup 19. Bangunan dua tingkat ini sama seperti bangunan khas sekolah lainnya di Jakarta yang dibuat meninggi sebagai efisiensi lahan yang semakin terbatas.

Menurut Kepala Sekolah SDN 12 Pagi Benhil. Pada tahun pertama baru disebut calon model Adi Wiyata kemudian tahun kedua menjadi Adi Wiyata jika sudah empat tahun disebut Adi Wiyata Mandiri atau Kencana. ada beberapa proses yang ha-rus dilalui untuk mendapatkan predikat tersebut. Guru-guru disini berkeyakinan pendidikan tidak hanya melulu di dalam kelas. Hal lain yang ditanamkan sejak dini pada anak didik adalah tidak membuang sampah sembarangan." ungkapnya Penilaian layak tidaknya sebuah sekolah mendapat penghargaan. dan komitmen terhadap lingkungan dengan pembelajaran. Konsep lingkungan inilah yang kemudian menghantarkan SDN 12 Pagi Benhil mendapat penghargaan Adi Wiyata. "Alhamdulillah beberapa kompos sudah bisa dipakai untuk pupuk tanaman di sekolah Ini. "30 persen kurikulum pembelajaran harus terintegrasi dengan lingkungan dan memelihara lingkungan kemudian 20 persen partisipasi dan aksi lingkungan ke luar. Muryati. tata tertib. visi. Apa yang tampak pada SDN 12 Benhil saat ini sangat kontras dengan lima tahun yang lalu. daur ulang sampah ataupun kegiatan-kegiatan lain di luar sekolah. Sebuah penghargaan untuk sekolah yang peduli dan berwawasan lingkungan. tahun ini sudah Adi Wiyata seratus persen. Tahun 2004 saat saat pertama kali datang tidak ada yang istimewa. "Tahun lalu baru model. 40 persen dari kebijakan kepala sekolah." ujarnya. diantaranya membuat kompos." kata Muryati menambahkan." tuturnya. Untuk memperbaiki keadaan sekolah yang rusak sekolah ini mendapat bantuan dari perusahaanperusahaan sekitar yang peduli pada pendidikan. Program ini adalah salah satu program Kementerian Negara Lingkungan Hidup mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Setelah semakin baik dari segi penampilan fisik baru pada tahun 2006 sekolah ini mendapat perbaikan total dari pemerintah. Selain melakukan penghijauan lingkungan. sekolah ini juga menerapkan edukasi yang berwawasan lingkungan pada murid-murid. "Alhamdulillah saat ini murid-murid bisa menjadi polisi bagi teman lainnya. Murid-murid sedikit malahan bangunan sudah rusak." ujar kepala sekolah yang selalu mengenakan jilbab ini. misi. Artinya kalau ada yang membuang sampah sembarangan akan ditegur oleh teman lainnya.Tepat berhadapan dengan ruang kepala m ki la) l ada taman kecil dengan beraneka tanaman berikut teriipat untuk duduk bersantai di bawah sebuah pohon rindang. . 10 persen dilihat dari kondisi fisik bangunan.

"Alhamdulillah beberapa kompos sudah bisa dipakai untuk pupuk tanaman di sekolah Ini. membuangnya begitu saja atau menghasilkannya kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. Selain melakukan penghijauan lingkungan. daur ulang sampah ataupun kegiatan-kegiatan lain di luar sekolah." ujar kepala sekolah yang selalu mengenakan jilbab ini. merusak lingkungan bahkan dapat menimbulkan penyakit. terkadang manusia begitu sulit berkerjasama dengan isi hatinya. "kalau sifat baik mudah-mudahan pembelajaran bisa menjadi baik. Namun dalam prakteknya. Tahu bahwa membuang sampah di sungai membuat sungai kotor. kita manusia pasti menyepakati hal yang sama bahwa perilaku hidup bersih. Untuk memperbaiki keadaan sekolah yang rusak sekolah ini mendapat bantuan dari perusahaan-perusahaan sekitar yang peduli pada pendidikan. cobalah ditulis sampah apa yang kita hasilkan dalam satu hari saja. S. diantaranya membuat kompos. Saya yakin. dari beratnya yang cuma nol koma sekian gram hingga yang beratnya sampai kiloan. Pada lingkup kecil kebiasaan ini bisa membuat lingkungan sekolah bersih dari sampah sedangkan pada lingkup yang lebih besar bisa tercipta sebuah generasi yang peka terhadap lingkungan. membuang sampah tersebut .Pd. Cermin sederhana dalam kehidupan setiap hari kita.Pada lingkup kecil kebiasaan ini bisa membuat lingkungan sekolah bersih dari sampah sedangkan pada lingkup yang lebih besar bisa tercipta sebuah generasi yang peka terhadap lingkungan. Kemudian identifikasilah bagaimana kita ³melenyapkan´ sampah tersebut. sekolah ini juga menerapkan edukasi yang berwawasan lingkungan pada murid-murid. Rabu/ 4 November 2009 Memahami teori tentang keramahan dan keasrian lingkungan sangatlah mudah. (pk-21) Entitas terkaitAdi | Alhamdulillah | Artinya | Bangunan | Bendungan | Benhil | Konsep | Muryati | Pagi | Penilaian | Program | SDN | SEKILAS | Tepat | Adi Wiyata | Pagi Benhil | Adi Wiyata Mandiri | Sekolah Berwawasan Lingkungan | Sekolah Dasar Negeri | Kementerian Negara Lingkungan Hidup | Menurut Kepala Sekolah SDN | Ringkasan Artikel Ini Bangunan dua tingkat ini sama seperti bangunan khas sekolah lainnya di Jakarta yang dibuat meninggi sebagai efisiensi lahan yang semakin terbatas. Penerapan Sekolah Berwawasan Lingkungan 6 January 2010 · Filed under pendidikan Oleh : Riana Rahmawati. mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Guru Bahasa Jerman SMK N 4 Jambi Hasil Diklat Sekolah Berwawasan Lingkungan @ P4TK VEDC Malang Harian Pagi Jambi Ekspres." inilah hal yang diyakini Muryati. sebagian besar dari kita melakukan hal yang pertama. Dari sampah organik hingga non organik. sehat dan asri membuat kita nyaman. terkalahkan dengan pikiran pendek bahwa membuang sampah di sungai adalah sebuah solusi sederhana ³menghilangkan´ sampah.

keterampilan. Tentu sulit jika hanya satu atau dua individu saja yang peduli. dengan berbagai macam karakter guru. Bukan diarahkan pada aspek kognitif semata tetapi . Latar belakang penerapan SBL. Sehingga dalam prakteknya PLH merupakan bagian yang terintegrasi dalam proses pendidikan di SMK dan integrasi PLH tersebut dilaksanakan pada semua mata diklat dan aktivitas sekolah. meningkatkan penghematan sumber dana melalui pengurangan konsumsi berbagai sumber daya dan energi. Pertanyaan berikutnya. perkembangan industri dan geliat gaya hidup konsumtif pun semakin berkembang pesat hingga berbanding terbalik dengan upaya pencegahan dan penanggulangan limbah yang dihasilkan. kesadaran. Dan tidak mudah pula jika tidak ada kerjasama yang baik antara seluruh warga sekolah. maka sebuah solusi diharapkan hadir mengetuk pintu kesadaran kita bahwa upaya penanggulangan sampah bukan hanya program pemerintah saja. mencegah. udara hingga perusakan alam yang pelan namun pasti membunuh keseimbangan alam. tapi juga melibatkan lapisan masyarakat secara meyeluruh. Hasil hitung menghitung tadi pastilah sungguh dahsyat jumlahnya. melalui program Sekolah Hijau (Green School) mengharapkan agar SMK memiliki nuansa kepedulian dan budaya di lingkungan institusi pendidikan. Bagaimana jika kemudian kita menulis sampah-sampah yang dihasilkan keluarga kita? Ada berapa jumlah anggota keluarga kita? Lantas jumlahkan berapa kilo sampah perhari yang keluarga kita hasilkan dikalikan perbulan kemudian pertahun? Belum ditambahkan dengan usia kita hingga akhir hayat nanti. kepedulian. meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan operasional sekolah dan penggunaan berbagai sumber daya. bagaimana seorang pendidik (guru) membaca permasalahan ini? Menerapkan gaya hidup sehat dan bersih di lingkungan kerjanya. Tidak hanya keselarasan lingkungan sekolah dengan pohon perindang atau taman-taman kecil yang menyejukkan namun juga bagaimana SMK mampu menyelaraskan hubungan materi pembelajaran dengan praktek pembelajaran ramah lingkungan. Padahal jumlah penduduk tiap tahun selalu meningkat. menanggulangi kerusakan dan pencemaran serta melindungi dan melestarikan fungsi lingkungan yang tercermin dalam perilaku baik di tempat kerja/ sekolah maupun masyarakat. Tidak mengubah kurikulum namun terintegrasi ke dalam kurikulum. Tentu juga tidak mudah jika tidak ada penanaman wawasan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) bagi siswa. karyawan serta siswa yang jumlahnya ratusan orang. Tidak menambah mata diklat dan materi baru tetapi sudah terkandung di dalam proses pembelajaran. pemahaman. kesadaran. mulai dari peningkatan pengetahuan. nilai dan sikap. yang tercermin dalam perilaku warga sekolah yang peduli akan lingkungan hidup mulai dari komitmen hingga penerapan Sekolah Berwawasan Lingkungan (SBL) itu sendiri. pencemaran air. Sedangkan konsep PLH di SMK adalah bagian integral dari proses pendidikan kejuruan dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan. dan menciptakan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi semua warga sekolah. jika dikalikan lagi berapa jumlah penduduk negeri ini. Menyadari permasalahan klasik yang sepertinya terus berkembang ini. keterampilan dan pengalaman serta komitmen terhadap setiap permasalahan lingkungan hidup. dan kepedulian. Selanjutnya tujuan dari implementasi Sekolah Berwawasan Lingkungan (SBL) di SMK antara lain adalah meningkatkan wawasan dan kepedulian seluruh warga sekolah akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup.(mudah-mudahan) di tong sampah. khususnya di SMK.

Atau ³sekedar´ mengelola sumber daya secara bijaksana. yakni dalam penghematan air. Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) ini pernah meraih penghargaan dari Dirjen. Selain itu sekolah juga dapat menjalin kerjasama dengan institusi yang peduli terhadap lingkungan.BISA!!! . namun lebih dari itu kesehatan. pengintegrasian beberapa mata diklat dengan konsep PLH serta melakukan upaya-upaya sederhana dalam membangun kepedulian dan kesadaran warga sekolah semaksimal mungkin terus ditingkatkan oleh SMK N 4 Jambi. dan sebagainya. Sedangkan dalam kehidupan sekolah berbudaya lingkungan. pendekatan PLH juga diintegrasikan dalam kegiatan ekstrakurikuler dan dalam kehidupan sekolah berbudaya lingkungan. kertas. Selain itu indikator keberhasilan penerapan SBL lainnya yakni penyediaan dan pemanfaatan informasi lingkungan hidup berupa poster. misalnya penyampaian issu PLH berkerjasama dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) atau lembaga-lembaga lain.. Untuk skala provinsi Jambi. seperti penanaman pohon. penyusunan program PLH secara menyeluruh tercermin dalam sikap dan perilaku warga sekolah. Penanaman dan pembudidayaan tanaman apotek hidup di lahan kosong di mata diklat Biologi atau kegiatan-kegiatan lingkungan hidup lain yang bisa diintegrasikan dibanyak mata diklat lainnya. Selain mengintegrasikan PLH dalam kegiatan kurikuler seperti contoh di atas. Penerapan green school. slogan. sehat dan aman bagi warga sekolah. Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai Sekolah Model Berbudaya Lingkungan Tingkat Provinsi Jambi pada tahun 2003 dan juara Pertama Lomba Sekolah Berwawasan Lingkungan (Adiwiyata) Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2007 serta yang baru-baru ini mendapat juara II Sekolah Berwawasan Lingkungan dari Pemerintah Kota Jambi. materi PLH diarahkan pada pembentukan sikap kepribadian siswa yang berwawasan lingkungan.lebih diarahkan pada aspek afektif yang tercermin pada perilaku sehari-hari seluruh komponen sekolah. listrik. SMK N 4 kota Jambi patut dijadikan contoh dalam penerapan SBL. bukan saja untuk sebuah penghargaan semata. SMK N 4 Kota Jambi mencoba konsisten dan berkomitmen untuk menciptkan sekolah asri. Misalnya bagaimana siswa program tata boga memanfaatkan sisa bahan praktek masak untuk menghasilkan pupuk kompos dalam mata diklat IPA atau mengolah limbah oli yang dihasilkan dari sisa praktek otomotif. Maka yakinlah. bersih. sarana prasarana pendukung PLH serta iklim sekolah berwawasan lingkungan. pengelolaan sampah dan pembahasan issu aktual tentang lingkungan hidup. peraturan dll. SMK. Dalam kegiatan ekstrakurikuler. keamanan dan kenyamanan warga sekolah untuk sebuah pendidikan yang berkualitas.

kesan angker itu seketika berubah saat memasuki bagian dalam kompleks sekolah. sekolah itu berarsitektur jendela-jendela kayu yang besar dan tinggi hampir di seluruh bagian gedung sekolah yang diperkirakan telah berdiri sejak lebih dari satu abad lalu. Hijaukan Kalbu Murid Sekolah JAKARTA. Desain bangunan yang kental dengan nuansa kolonial dan didominasi cat berwarna putih semakin menguatkan kesan angker pada sekolah tersebut. . TERKAIT: y y Buah Manis Konsep Sekolah Hijau Edi Rusyana. Namun. barisan pohon dan tanaman-tanaman di dalam pot yang sengaja disusun dan berjejer rapi menyerupai pagar memenuhi sudut-sudut bangunan sekolah membuat sekolah ini nampak asri.com.com . Ubaidillah Rahmat kepada Kompas. "Awalnya kita terinspirasi dan terobsesi menjadikan sekolah ini sebagai sekolah hijau berbasis lingkungan karena sekolah ini kaya akan historis. Bagaimana tidak.Kesan angker seketika tersirat. Berbagai upaya dan perjuangan dilakukan untuk merealisasikannya. Jakarta Pusat. Secara perlahan sekolah ini mulai ingin menunjukkan identitasnya sebagai sekolah hijau sejak akhir tahun 1990-an. KOMPAS. Selasa (5/7/2011) siang. Sekitar tiga tahun lalu. Pasalnya.Indra Akuntono Suasana di kompleks SMA Negeri 1 Jakarta yang mendapatkan julukan sekolah hijau karena menerapkan konsep berwawasan lingkungan. SMAN 1 Jakarta tidak serta merta berubah menjadi sekolah hijau dalam sekejap. sekolah ini fokus menerapkan konsep sebagai sekolah hijau yang berwawasan lingkungan." kata Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum. di Jakarta. Dalam perjalanannya. saat pertama kali menginjakkan kaki di SMAN 1 Jakarta yang terletak di kawasan Sawah Besar. Hal itu bukan tanpa alasan.

Prestasi gemilang diraih Sekolah Dasar (SD) Negeri Ungaran I Yogya dengan keberhasilannya meraih predikat sebagai salah satu SD di Indonesia sebagai Sekolah Model Berwawasan Lingkungan (SMBL) tahun 2001. tentang sebuah program khusus berwawasan lingkungan yang diterapkan di sekolahnya. mereka banyak membantu menata lingkungan sekolah ini. Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) juga menunjuk sekolah ini sebagai sekolah model pusat sumber belajar dan untuk pendidikan berbasis keunggulan lokal. Apalagi bagi SD Ungaran I merupakan SD satu-satunya di DIY yang memperoleh penghargaan tersebut. membuat kita menceburkan mereka ke tengah-tengah masyarakat Jogja. Program itu adalah live in. Program ini juga dimanfaatkan para siswa sebagai salah satu media untuk mempraktikkan kecakapan lingkungannya dalam kondisi nyata. "Rencana untuk memelihara suasana hijau sudah dimulai secara informal sejak akhir 1990-an." kata pria yang akrab disapa Rahmat itu. membantu membuat sanitasi yang lebih baik dan melatih warga setempat mengolah limbah. SMAN 1 Jakarta kerap dijadikan contoh pembelajaran oleh sekolah-sekolah lain khususnya yang sekolah-sekolah dari berbagai daerah." katanya. Program SMBL merupakan program dari Proyek Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) Ditjen Dikdasmen yang bertujuan untuk membentuk sekolah sebagai media pembinaan dan pengembangan model pendidikan yang berwawasan lingkungan. "Live in menjadi sarana untuk introspeksi dan mengimplementasikan wawasan lingkungan yang telah dipelajari. Dan sekolah yang ditunjuk sebagai model diharapkan akan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia. Kepala SD Ungaran I. Dalam kegiatan ini. sampai membuat program khusus dan mengundang pihak Kementerian Lingkungan Hidup. Selain itu. Kita juga berdiskusi dengan para alumni. Soeyono BA kepada Bernas kemarin menjelaskan bahwa pihaknya tentu bangga dengan terpilihnya SD Ungaran I sebagai model sekolah yang berwawasan lingkungan. seperti. live in digelar selama beberapa hari di Yogyakarta. Kepedulian dengan lingkungan yang begitu terbatas. SD Ungaran I akan memperoleh block grant berupa dana dari proyek PKLH. Predikat itu tertuang dalam surat Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah No 3583/C/LL-/2001. Baru di awal tahun 2000 kita lakukan secara fokus. ³Dan prestasi ini memang cukup mengagetkan kami. Lebih jauh ia bercerita.seperti berdiskusi dengan para alumni. Dengan prestasinya ini. di mana para siswa diajarkan dan diajak dalam kegiatan lingkungan serta berkesempatan untuk mempraktekkan wawasan lingkungannya. Dana itu akan dijadikan perangsang sekolah bersangkutan dalam pembinaan lingkungan hidup di sekolahnya. pada 2010 lalu. Contohnya.´ tuturnya. siswa mengisi kegiatan dengan berbagai diskusi dan kegiatan berwawasan lingkungan. Atas usaha keras mewujudkan sekolah hijau. .

mengarang dan sebagainya.´ imbuh Soeyono. . Bahkan ke sekitar kali Code. Demikian juga disekolah. Namun juga ditugasi untuk menggambar. Salah satunya dibuktikan dengan jalinan kersama SD Ungaran I dengan beberapa LSM seperti Hijau Peduli Lingkungan. Seperti secara rutin mengadakan kegiatan untuk murid-murid mengunjungi desa wisata di Sleman. Seorang peneliti pendidikan lingkungan di SD Ungaran I Dyah Puranti mengatakan dalam hal ekstra kurikuler±khususnya berkaitan dengan lingkungan hidup±SD ini lebih terbuka dalam menerima program yang bermuatan cinta lingkungan pada murid-muridnya.´ terang Soeyono. LSM Aku Sahabat Alam dan Kutilang Indonesia. 2001 4:55 dan di isikan dibawah Berita. or trackback dari website anda.kungan. ³Makanya tamanisasi juga kami galakkan di sekolah kami. murid-murid diberi pemahaman akan kecintaannya pada tumbuhan dan lingkungan hidup sekitar sekolah. Mereka tak hanya akan mengenal lingkungan lebih akrab.³Penghargaan itu juga menunjukkan adanya pengakuan dari pemerintah terhadap semua kegiatan sekolah kami yang memiliki orientasi cinta ling.0 feed. museum. (hjl) Tulisan ini dikirim pada pada Selasa. Beberapa program di SD Ungaran I memang kental dengan muatan cinta lingkungan. r Anda dapat merespon. Anda dapat meneruskan melihat respon dari tulisan ini melalui RSS 2. Juli 3rd.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful