BAB I PENDAHULUAN A.

Analisis Situasi Taman kanak-kanak (TK) adalah peletak awal pempelajaran yang memberikan pondasi dasar persiapan tahap belajar selanjutnya. Perkembangan berpikir di masa anak sangat pesat. Salah satu perkembangan yang paling pesat terjadi adalah perkembangan bahasa sehingga fokus pemberian materi di jenjang TK adalah pada pengembangan bahasa. Bahasa adalah alat komunikasi utama dalam kehidupan. Bekal utama dan pertama manusia dalam kehidupan komunikasinya adalah bahasa. Penguasaan bahasa secara baik di masa usia dini akan membekali anak untuk dapat terampil berbahasa di kemudian hari. Potensi yang dimilki anak perlu dikembangkan secara baik melalui stimulus yang aktif dari berbagai pihak. Keterlibatan dan peran orang di sekitar anak dapat membantu anak mengusai bahasa secara lebih maksimal. Dalam hal ini, guru sebagai orang terdekat anak di lingkungan sekolah haruslah peka terhadap perkembangan bahasa setiap anak didiknya. Anak TK memiliki karakter yang unik dan beragam. Tiap anak membawa dan memiliki karakternya yang berbeda-beda. Hal ini yang kadang menimbulkan ‘kerepotan’ bagi guru untuk memberikan rangsang bahasa pada anak didiknya di kelas. Dari beberapa kegiatan dan pertemuan yang melibatkan guru TK berbagai cerita dan ‘keluhan’ permasalahan pembelajaran bahasa di TK selalu muncul dan menjadi topik pembicaraan yang cukup menarik. Namun demikian, persoalan yang ada masih belum terpecahkan secara sempurna. Pada kegiatan Pelatihan Deteksi-Solusi Permasalahan Bahasa AUD melalui Action Research Guru-guru TK Sekabupaten Sleman yang terselenggara pada bulan Juni – September 2006 teridentifikasi

1

berbagai masalah bahasa yang terdapat di TK, seperti hambatan pengenalan baca-tulis, interaksi verbal di kelas, pengembangan kepragmatikan, dan sopan santun berbahasa. Semua itu terkait dengan masalah pengembangan bahasa pada anak TK. Berbagai masalah yang berkembang dan diangkat dalam penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam program Pelatihan PTK bagi Guru TK Se-Provinsi DIY pada tahun 2007 juga sebagian besar mengangkat masalah pengembangan bahasa, di samping masalah lain yang terkait dengan sikap, sosialisasi-interaksi, dan motivasi belajar anak. Dalam berbagai kesempatan akademik, para guru menyatakan bahwa telah melakukan upaya untuk mengatasi permasalahan yang ada. Beberapa di antaranya dengan pemanfaatan media, pengolahan strategi ajar, dan lainnya. Namun karakter anak yang belum dapat dipolakan untuk belajar menjadi kendala dalam hal tersebut. Anak TK adalah anak yang masih sangat gemar bermain dan mudah bosan pada suatu hal. Anak TK seharusnya baru dikenalkan dengan belajar dan belum ada proses pembelajaran, namun yang lebih tepat adalah pembermainan. Permasalahan kebahasaan pada anak TK terus terjadi karena para guru tidak memiliki cukup kecakapan keterampilan memvariasikan model pengembangan bahasa. Berangkat dari hal itu maka guru TK perlu dibekali dengan berbagai pencerahan dalam pengupayaan revitalisasi fungsi bermain bahasa sebagai suatu inovasi dalam model pengembangan bahasa anak. Guru TK sebenarnya memiliki beban yang cukup berat. Di satu sisi ia dituntut memiliki kecakapan kognitif/teoretik untuk mampu menguasai materi untuk anak didiknya, di sisi lain ia perlu kecakapan metodik untuk mampu mendampingi dan mengelola kekondusifan suasana kelas menuju tujuan akhir yang ingin dicapai. Sayangnya, keduanya kadang tidak terasah baik.

2

Kesadaran akan pentingnya kecakapan teoretik dan metodik mulai mengemuka ketika mereka memperoleh berbagai pelatihan terkait yang ada. Salah satu cara yang tepat untuk memecahkan kondisi ini dan memenuhi ‘kehausan’ para guru TK adalah dengan pemberian pelatihan. Oleh karena itu, “Pelatihan Inovasi Model Pengembangan Bahasa Anak TK/RA melalui Kreativitas Permainan Bahasa bagi Guru TK/RA di Kab. Sleman” ini diajukan. Topik pengembangan bahasa diajukan karena mengingat krusialnya hal tersebut bagi pendidikan anak usia dini. Di TK/RA hal itu mungkin bukan baru, tetapi inovasi yang akan lebih diarah dalam program ini. Mengenai kreativitas permainan bahasa yang dipilih dalam pelatihan ini dengan pertimbangan anak Tk dalam masa senang bermain dan kebiasaan guru TK yang masih menggunakan permainan yang sama (klise) pada anak didiknya sehingga menjadikan suatu kebosanan dan kejenuhan. Dengan program ini, permainan bahasa akan dikreatifkan dengan berbagai penyegaran dan pembaruan. Program ini akan menjadi mediator sharing ide bagi para guru TK. Pemilihan lokasi, yakni Kabupaten Sleman didasarkan tiga pertimbangan. Pertama, telah terjalin kerjasama yang baik antara UNY dan guru-guru TK (baik dalam wadah IGTKI maupun KKG), sehingga setiap “keluhan” yang bersifat pedagogik dari guru TK segera memperoleh uluran tangan dari pihak UNY. Kedua, untuk menjalin kesinambungan dengan program pengabdian tahun-tahun yang lalu. Ketiga, untuk memperoleh umpan balik yang bersifat material guna pengembangan teori perkembangan dan pengembangan bahasa pada anak. B. Tinjauan Pustaka 1. Bahasa Anak Bahasa anak, berdasarkan bentuknya, dikategorikan ke dalam dua kelompok, yakni bahasa lisan dan bahasa tulis. Masing-masing

3

1968).kelompok dikategorikan lagi menjadi bahasa lisan produktif (berbicara) dan komprehensif (menyimak. lelucon sederhana. dan gurauan lisan. 1999:31). Selama tahun-tahun awal prasekolah. khususnya ketika mereka dapat melihat ke ilustrasi gambar yang menyertai cerita tersebut (Sheridan. 1995). a) memperluas kosakata dari 4000 kata menjadi 6000 kata. dan menjadi bukti kuat dari berbahasa. Perkembangan bahasa anak usia 4 tahun. a) Perkembangan Bahasa Anak TK Perkembangan bahasa anak merupakan proses biologis dan psikologis. “di mana”. menurut NAEYC adalah sebagai berikut. dan bahasa tulis produktif (menulis) dan komprehensif (membaca) (Steinberg. anak telah dapat memberikan sejumlah informasi dan menggunakan berbagai bentuk pertanyaan dengan menggunakan kata “apa”. senang terhadap rima (persajakan). 2001). interaksi dengan orang dewasa dan penutur lain yang lebih tua. Mereka juga dapat berargumentasi dan dapat tertawa oleh penggunaan kata-kata yang keliru. Pada perkembangan kompetensi kemampuan untuk menggunakan seluruh aturan berbahasa baik untuk ekspresi (berbicara) maupun interpretasi (memberi makna). karena melibatkan proses pertumbuhan alami dan perkembangan psikologis sebagai akibat interaksi anak dengan lingkungan. dipengaruhi oleh pengalaman dan lingkungan anak (Hart & Risley. Anak usia 4 tahun mempunyai selera humor yang relatif baik. Ketika memasuki Taman Kanak-kanak. dan “siapa”. memainkan peranan yang penting dalam mendukung perkembangan kemampuan berkomunikasi anak (Bredekamp Copple. khususnya di Taman Kanak-kanak. “mengapa”. Mereka juga dapat menikmati cerita yang dibicarakan kepada mereka. “kapan”. atau usia 4 tahun. 1999:100). Kecepatan anak dalam berbicara (bahasa pertama) merupakan salah satu keajaiban alam saat yang sama. & 4 . teka-teki. yakni dasar biologis untuk pemerolehan bahasa (Chomsky.

dan kreativitas lain yang berkaitan dengan 5 . menjiplak huruf. seperti menggunakan klausa relatif (“orang yang duduk di sana itu pinter main layang-layang”). kan?”). m) dapat mengontrol volume suara untuk beberapa saat jika diingatkan. serta meniru tingkah laku anak yang lebih dewasa atau orang tua. q) mempelajari kata-kata baru dengan cepat jika berkaitan dengan r) pengalamannya sendiri. mulai “membaca” konteks untuk isyarat sosial. j) mulai menggunakan beberapa kata abstrak. p) meminjam dan menyusun kata-kata untuk membentuk makna. Menurut Bronson (1999:86). suka bercerita g) dengan keluarga dan pengalaman mereka. n) dapat menggunakan struktur kalimat kompleks. k) sering membuat pertanyaan dengan kata “mengapa” l) mengekspresikan emosi melalui gerak air muka dan membaca isyarat tubuh orang lain. s) dapat menceritakan kembali 4 hingga 5 babak dalam urutan sebuah cerita (Bredekamp & Copple. o) mencoba mengkomunikasikan kata-kata yang melebihi kosakatanya. d) suka menyanyikan lagu-lagu yang sederhana. aktivitas literasi seperti mengeja huruf dan bunyi. f) berbicara di depan kelompok dengan malu-malu. c) berbicara dalam 4 – 6 kata dalam satu kalimat. Iya. anak usia 4 tahun mulai menunjukkan minat buku. tahu beberapa e) persajakan dan permainan jari-jari. h) menggunakan perintah lisan untuk menuntut sesuatu.b) memperlihatkan perhatian pada kata-kata abstrak. dan mencoba-coba konstruksi baru. menyusun beberapa kalimat yang sulit untuk pendengarnya. mulai i) menggoda teman sebayanya. tanyaan taq (“Dia pinter banget. 1999:108).

memuji orang lain. etnik. Mereka. Mereka juga menunjukkan kesulitan berbagi. tetapi mereka tidak bisa menunggu terlalu lama meskipun dijanjikan sesuatu (Bredekamp & Copple. Mereka juga belajar berbagi dan mengambil peranan. Selain itu. Sosial. 1999:86). namun mulai mengikuti permainan kooperatif yang diwarnai aktivitas memberi dan menerima. tetapi mulai memahami aturan pergiliran. yaitu: a) telah memiliki kesadaran akan diri. dan bisa memainkan permainan-permainan sederhana dalam kelompok kecil. Mereka telah memiliki keinginan untuk menyenangkan teman. Mereka mulai mengerti apa arti keteraturan. f) menunjukkan suatu perkembangan rasa percaya diri. b) lebih mengembangkan perasaan yang altruistik (mementingkan kepentingan orang lain). Perkembangan sosial anak usia empat tahun relatif berkembang. dan perbedaan jenis kelamin. dan tampak senang memiliki teman. walaupun masih terlibat permainan asosiatif. 1995:12).b) Aspek Perkembangan Bahasa. Mereka senang menggunakan pakaian dan atribut orang dewasa. 6 . anak-anak telah menunjukkan kemampuan-kemampuan dan karakteristik berikut. g) bermain paralel masih dilakukan. c) memiliki kesadaran kesukuan. d) dapat mengerti perintah dan mengikuti beberapa aturan. e) memiliki perasaan yang kuat terhadap rumah dan keluarga. h) mengkhayalkan teman sepermainan (Brewer. dan Emosional Anak usia 4 hingga 5 tahun telah menunjukkan minat yang relatif tinggi terhadap permainan sosiodramatik. dan mulai terlibat dalam kegiatan bermain sosial (Bronson. 1999:117). tetapi mulai melakukan permainan yang melibatkan kerjasama. Mereka juga menunjukkan peringkatan minat terhadap kelompok dalam kegiatan bermain peran.

takut ditinggalkan. Mereka terkadang meledakkan kemarahan. Perkembangan emosi pada periode ini lebih terwarnai oleh rasa takut. mereka berusaha mengatasi interaksi negatif meskipun masih belum terampil secara verbal dalam menyelesaikan semua konflik. Pada usia ini anak-anak telah menunjukkan kemampuan emosi berikut. Meskipun demikian. di masyarakat. berbagai kekerasan muncul di media. Mereka mudah marah ketika keinginannya tidak dipenuhi seketika ia meminta. d) mulai menunjukkan rasa humor. e) membutuhkan ekspresi kasih sayang yang jelas. Kapasitas anak yang semakin meningkat untuk berpikir dan berfantasi membuat mereka membayangkan banyak hal yang menakutkan terjadi.Perkembangan emosional anak usia prasekolah. 1995:13). Perkembangan emosional kanak-kanak menjadi nyata pada usia ini dalam interaksi permainan anak sebaya. b) mulai mengembangkan kontrol diri. Menurut Bredekamp dan Copple (1999:117). yaitu : a) dapat mentolerir beberapa perasaan frustasi. c) mengapresiasi kejutan dan peristiwa-peristiwa baru. dan takut pada situasi yang asing baginya (Brewer. mereka mulai memahami pergiliran dan permainan sederhana dalam kelompok kecil. terutama melalui kesempatan bermain dan kegiatan berkesenian. bahkan di rumah. serta dorongan rasa aman pada diri anak. anak usia empat tahun masih mengalami kesulitan berbagi dengan orang lain. namun belajar bahwa tindakan negatif akan mengakibatkan sanksi negatif pula. 7 . menurut Bredekamp dan Copple (1999:117) dipengaruhi oleh kemampuan kognitifnya. Oleh karena itu. Meskipun demikian. dibutuhkan bantuan orang dewasa. Pada saat yang sama. Hal itu menjadi ancaman yang serius bagi kesehatan fisik dan emosional anak. f) takut kegelapan.

2. 3) Permainan Bahasa MEMBACA Tujuan permainan ini adalah pengembangan keterampilan membaca anak. Cerita Berpasangan. Permainan bahasa juga meliputi keterampilan berbahasa yang dapat difokuskan ke bidang tertentu. Pesan Berantai. Misalnya: Tebak Huruf. Dengar Cerita. Dengar-Gaya. 2) Permainan Bahasa BERBICARA Tujuan permainan ini adalah pengembangan keterampilan berbicara anak untuk mengucapkan kata dan menyusun kalimat secara lebih tepat. dsb. tetapi masih sangat terbatas. dll. dsb. Contohnya: Tebak Huruf. Main Peran/Sosiodrama. 4) Permainan Bahasa MENULIS Tujuan permainan ini adalah pengembangan keterampilan menulis. dsb. Permainan Bahasa Permainan bahasa adalah suatu bentuk permainan yang sengaja dilakukan dengan melibatkan unsur bahasa. Berikut ini beberapa permainan bahasa yang dapat dimanfaatkan untuk anak TK. Aku Tahu. Dengar-Tiru. 1) Permainan Bahasa MENYIMAK Tujuan permainan ini adalah pengembangan keterampilan menyimak anak. Unsur bahasa dapat mencakup ranah yang mana saja.Anak usia empat tahun mulai memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengendalikan perasaan yang kuat seperti kemarahan dan ketakutan. Aku Tanya. Cetak Huruf. Tebak Aku. meskipun masih membutuhkan orang dewasa untuk membantunya mengungkapkan atau mengendalikan perasaan. C. Identifikasi dan Rumusan Masalah 8 . Beberapa bentuknya antara lain: Dengar-Ucap. Pancing Huruf. Misalnya: Aku Minta.

(3) Guru-guru TK di Kabupaten Sleman memerlukan pelatihan untuk menyusun. membuat permainan bahasa yang kreatif. rumusan masalah yang akan dijawab dalam program penerapan ipteks ini adalah sebagai berikut. merencanakan. (1) Guru-guru TK di Kabupaten Sleman memerlukan pelatihan untuk mengidentifikasi kejenuhan dan kebutuhan anak didik mereka dalam proses pengembangan bahasa anak. (4) Guru-guru TK di Kabupaten Sleman memerlukan pelatihan penerapan permainan bahasa yang kreatif dalam pengembangan bahasa anak. merencanakan. (2) Guru-guru TK di Kabupaten Sleman memerlukan pelatihan untuk menciptakan atau mengkreasi suatu inovasi model pengembangan bahasa untuk anak didiknya. (5) Guru-guru TK di Kabupaten Sleman memerlukan pelatihan agar mampu menuangkan hasil temuan kreatifnya lisan dan tertulis. (1) Bagaimana upaya melatih guru-guru TK agar mampu secara mengidentifikasi kejenuhan dan kebutuhan anak didik mereka dalam proses penyajian materi di kelasnya? (2) Bagaimana didiknya? (3) Bagaimana yang kreatif? (4) Bagaimana menerapkan upaya melatih guru-guru TK agar kreatif mampu dalam permainan bahasa yang upaya melatih guru-guru TK agar mampu menyusun. Berdasarkan permasalahan di atas.Dari analisis situasi dapat diidentifikasi masalah untuk kegiatan pengabdian ini sebagai berikut. dan membuat permainan bahasa upaya melatih guru-guru TK agar mampu menginovasikan model pengembangan bahasa untuk anak pengembangan bahasa anak? 9 .

diharapkan.(5) Bagaimana upaya melatih guru-guru TK agar mampu menyajikan hasil temuan kreatifnya secara lisan dan tertulis? D. baik dalam wadah IGTKI maupun KKG. (1) Sebagian besar peserta (75%) mampu mengidentifikasi kejenuhan dan kebutuhan anak didik mereka dalam hal pengembangan bahasa di TKnya. E. para guru TK di Kabupaten Sleman dapat mengembangkan kemampuan mereka dalam mengidentifikasi kejenuhan dan kebutuhan anak didik mereka dalam proses penyajian materi di kelasnya. dan membuat permainan bahasa yang kreatif. Tujuan Kegiatan Kegiatan ini memiliki tujuan sebagai berikut. Setelah itu mereka akan dapat menginovasikan model pengembangan bahasa untuk anak didiknya. para peserta. Inovasi yang mereka lalkukan adalah dengan menyusun. Manfaat Kegiatan Setelah memperoleh kegiatan pelatihan ini. merencanakan. Kecakapan ini akan memberikan bekal bagi peserta untuk lebih profesional lagi menjadi pendidik anak usia dini yang kreatif. (5) Sebagian besar peserta (75%) mampu menyajikan hasil temuan kreatifnya secara lisan dan tertulis. dan membuat permainan bahasa yang kreatif. 10 . merencanakan. (3) Sebagian besar peserta (75%) mampu menyusun. (4) Sebagian besar peserta (75%) mampu menerapkan permainan bahasa yang kreatif dalam pengembangan bahasa anak. dapat menyebarluaskan pengalamannya kepada guruguru lain. Setelah mampu melakukan inovasi kreatif atas model pengembangan bahasa dengan permainan bahasa. (2) Sebagian besar peserta (75%) mampu menciptakan inovasi dalam model pengembangan bahasa untuk anak didiknya.

Sesuai dengan tujuan kegiatan. Khalayak Sasaran Kegiatan Khalayak sasaran yang dianggap tepat dan strategis. maka dipliih guru TK sebanyak 20 orang (penunjukkan/pemilihan peserta adalah kewenangan IGTKI kabupaten Sleman).BAB II METODE KEGIATAN PPM A. Pemilihan akan mempertimbangkan masalah wilayah kerja secara merata dan kesanggupan mengembangkan pengetahuan dan 11 . yang mau dan mampu terlibat dalam program pengabdian ini adalah guru-guru TK yang berada di wilayah kerja Kabupaten Sleman.

merencanakan. b. f. Peserta diharapkan adalah guru TK/RA yang memiliki minat dan kepedulian terhadap pegembangan bahasa anak didiknya. Metode kegiatan untuk tujuan (3) adalah ceramah. c. B. dan membuat permainan bahasa yang kreatif. Metode Kegiatan Metode yang diterapkan untuk setiap tujuan adalah sebagai berikut. perancangan. tanya jawab tentang model pengembangan bahasa untuk anak TK/RA dan inovasinya. Metode kegiatan untuk tujuan (1) adalah ceramah dan tanya jawab tentang kejenuhan dan kebutuhan anak didik mereka dalam proses penyajian materi di kelasnya dilanjutkan dengan praktik pengidentifikasian ciri anak yang jenuh pada suatu kegiatan. Metode kegiatan untuk tujuan (4) adalah praktik penerapan temuan kreativitas peserta di TK masing-masing. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik penyusunan. Metode yang diterapkan untuk setiap tujuan adalah sebagai berikut. Metode kegiatan untuk tujuan (5) adalah praktik penyajian hasil temuan dan laporan penerapannya secara lisan dan tulis. Brainstorming juga dilakukan untuk mencapai tujuan ini. Metode kegiatan untuk tujuan (2) adalah ceramah. Metode kegiatan untuk tujuan (1) adalah ceramah dan tanya jawab tentang kejenuhan dan kebutuhan anak didik mereka dalam proses penyajian materi di kelasnya dilanjutkan dengan 12 . tanya jawab. e. a. dan pembuatan permainan bahasa.keterampilannya pada guru lain dalam satu gugus atau wilayah IGTK tiap-tiap kecamatan. d. dan brainstorming tentang cara-cara menyusun.

dan pembuatan permainan bahasa. Persiapan meliputi berbagai hal teknis dan konseptual yang dibicarakan secara terbuka pada bulan Mei sampai dengan pertengahan bulan Juni 2008. Metode kegiatan untuk tujuan (3) adalah ceramah. yakni guru-guru 13 . j. g. dan membuat permainan bahasa yang kreatif. Brainstorming juga dilakukan untuk mencapai tujuan ini. Metode kegiatan untuk tujuan (2) adalah ceramah. dan IGTKI kabupaten Sleman. perancangan. tanya jawab tentang model pengembangan bahasa untuk anak TK/RA dan inovasinya. Metode kegiatan untuk tujuan (4) adalah praktik penerapan temuan kreativitas peserta di TK masing-masing. merencanakan. h. pihak Dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Sleman. tanya jawab. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik penyusunan. pelatihan keseluruhan perlengkapannya. Oleh karena itu. Peserta direkrut dari IGTKI kabupaten Sleman yang berperan sebagai koordinator para peserta pelatihan.praktik pengidentifikasian ciri anak yang jenuh pada suatu kegiatan. C. Berbagai pembuatan persiapan jadwal yang dilakukan secara pengabdi mencakup dan persiapan instrumen. antara lain tim pengabdi dan pihak UNY. Langkah-langkah Kegiatan 1. i. dan brainstorming tentang cara-cara menyusun. Metode kegiatan untuk tujuan (5) adalah praktik penyajian hasil temuan dan laporan penerapannya secara lisan dan tulis. konsep materi dan koordinasi antarpemateri. Persiapan Program ini terselenggara atas kerjasama dari berbagai pihak. Perekrutan peserta pelatihan di mulai pada awal bulan Juli. di awal program perlu dilakukan koordinasi untuk langkah persiapan pelaksanaan program.

pengembangan bahasa. Berikut tabel dafar materi dan pematerinya yang telah terlaksana dalam program kegiatan pengabdian masyarakat ini. Daftar hadir peserta pembukaan pelatihan terlampir. Zamzani. Daftar Materi. dan Waktu Pelaksanaannya N o 1 2 Pokok Bahasan (Materi) Anak TK dan Perkembangannya Perkembangan Bahasa Pemateri Dr. pada tanggal 8 Agustus 2008. Tabel 1. Bapak Prof. Dr. Pelaksanaan Bagian pelaksanaan ini meliputi beberapa kegiatan yang telah disusun secara sistematis. Tadkiroatun Musfiroh. mulailah kegiatan pelatihan yang di awali pada bulan Agustus 2008. para pemateri. Pemateri. Pembukaan Program program ini dibuka secara resmi oleh Dekan FBS UNY. Pembukaan program ini dihadiri oleh pihak LPM UNY. 8 Agustus 2008 Jumat. pengurus IGTKI Kabupaten Sleman. Peserta pelatihan ini berjumlah 27 orang yang masing-masing mewakili sekolah TK/RA wilayah di kabupaten Sleman. Beberapa di antaranya adalah ahli dalam riset PTK. 14 . Berikut laporan per kegiatan secara lengkap. dan seluruh peserta. b. pengabdi. a. Semua pemateri didatangkan dari UNY berdasarkan kebutuhan dan keahliaannya. Waktu Pelaksanaa n Jumat. dan ahli PAUD. M. 2.Si. Pemberian Materi (Ceramah dan Tanya Jawab) Materi yang tersajikan sebanyak 6 (enam) bahasan yang masing-masing disajikan oleh orang yang ahli di bidang yang bersangkutan.TK/RA di kabupaten Sleman. Setelah semua dipersiapkan. Suwarjo.

c. peserta pelatihan selalu diberi tugas praktik berbagai sarana penerapan materi yang telah diberikan. Hartono. Soeparno Bahasa dan Medianya Untuk Anak TK Penulisan Artikel Ilmiah Dwi Hanti Rahayu. 30 Agustus 2008 Sabtu. S. Hum 8 Agustus 2008 Sabtu. 30 Agustus 2008 Sabtu. Hum. 30 Agustus 2008 Sabtu. ditugaskan tutor (pendamping) dari tim pengabdi agar kegiatan dapat berjalan lancar. M. KTI sebagai Bagian Pengembangan Profesional Guru Retorika dalam Presentasi Ari Kusmiatun. 15 . Beberapa praktik yang dilakukan antara lain: • Praktik mencari.3 4 5 6 dan Model-model M. M. Praktik-praktik Setiap akhir penyajian materi. Kegiatan ini terlaksana di ruang Cine Club FBS UNY pada bulan Agustus untuk pembukaan program dan pemberian dua materi awal. Drs. dan menemukan faktor penyebab permasalahan pembelajaran bahasa pada AUD. 13 September 2008 Setiap pemberian materi. Pemberian 4 (empat) materi selanjutnya dan presentasi lisan dilaksanakan di TK Model Yogyakarta. Para peserta dapat langsung berdiskusi dengan para pemateri secara langsung untuk memahamkan materi dan sharing pengalaman terkait dengan masalah kebahasaan yang tengah dibahas dalam materi bersangkutan. khususnya tingkat kejenuhan anak dan model pengembangan bahasa di taman kanak-kanak. mengidentifikasi. Kegiatan tanya jawab dilakukan bersamaan dengan penyajian materi. Hum Pengembangan Bahasa di TK Berbagai Permainan Prof.Pd.

• Setelah menemukan analisa kejenuhan pembelajaran bahasa AUD dan model-model pengembangan bahasa yang ada di TK. Hal ini bukan hal mudah bagi peserta. Setelah diberi waktu yang cukup. Praktik yang cukup kompleks adalah setelah akhir materi (5). tim pengabdi dan juga pemateri membuka kesempatan kepada para peserta untuk berdiskusi informal via telepon (nontatap muka). yaitu: 16 . D. satu menggabungkan praktik-praktik sebelumnya dalam format. yang meliputi tiga orang penilai dari tim pengabdi dan seorang penilai dari IGTK Sleman. Oleh karena itu. • • Praktik berikutnya adalah praktik membuat rancangan (kerangka) KTI. Faktor Pendukung dan Penghambat Ada beberapa faktor pendukung dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini. maka pada tanggal 13 September dilakukan presentasi peserta yang berupa seminar proposal KTI. Dari hasil penilaian yang meliputi penilaian hasil KTI dan presentasi. Presentasi hasil rancangan KTI dinilai oleh TIM. terpilih 5 (lima) rancangan KTI terbaik. Hal ini dalam upaya tahapan membuat ancangan penelitian model-model pengembangan bahasa anak TK dalam bentuk karya tulis ilmiah (KTI). antara lain adanya lembaga dua lembaga yang terkait dengan kegiatan ini. Kegiatan ini sekaligus digunakan tim pengabdi sebagai bentuk pemantuan kemajuan peserta dalam pembuatannya proposalnya. Peserta diharapkan dapat menyusun proposal penelitian. peserta diberi tugas untuk menyusun teori yang mendasari masalah yang telah dipilih sebelumnya. para peserta melaporkan hasil penemuannya kepada tutor. • Berdasarkan permasalahan pembelajaran bahasa AUD. Kegiatan ini merupakan praktik bagi peserta untuk mempresentasikan hasil kerjanya.

17 . dan keaktifan yang tinggi dari peserta kegiatan juga menjadi faktor pendukung yang tidak kalah penting. Hal ini akan memberi dampak positif bagi IGTKI dalam hal pemberdayaan anggotanya. motivasi. berperan sebagai koordinator peserta dan fasilitator pelaksanaan pelatihan. Datangnya bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri juga membuat tim pengabdi kesulitan dalam pelaksanaan monitoring di sekolahsekolah karena terbatasnya waktu meskipun akhirnya terlaksana dengan berbagai perubahan. berperan dalam perizinan kegiatan ini. Hal ini mengakibatkan banyak perubahan jadwal pada kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan. (2) IGTKI Kabupaten Sleman.(1) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sleman. Selain keterlibatan dua lembaga tersebut. Dengan kegiatan ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sleman akan terbantu dalam upaya peningkatan kualitas sekolah (TK/RA) yang ada di lingkungan kabupaten Sleman. Dengan pelatihan ini. Faktor penghambat itu antara lain banyaknya kegiatan dari IGTK sendiri yang harus diikuti oleh sebagian besar peserta. anggotanya akan semakin berkualitas dan profesional. Berlatar belakang keinginan untuk meningkatkan kualitas dan profesional guru itulah yang menjadikan kegiatan ini dapat berjalan lancar dan dirasa bermanfaat bagi peserta. ada pula faktor penghambat yang mengiringi pelaksanaan kegiatan pelatihan ini. Selain faktor pendukung. minat.

Tabel 2. Setelahpenyajian mengidentifikasi permasalahan Dari tersebut. dan (3) menyusun rancangan atau kerangka KTI. 3 Ada pelaksanaan program. 2 Ada Tgs. Nama Ismiharti. S. Asal Sekolah TK PKK Harapan Turi Tgs. Hasil Penugasan Terstruktur N O 1. Seperti yang telah dipaparklan pada pelaksanaan kegiatan. mendasari masalah.Pd. Peserta yang ditargetkan 20 guru melonjak menjadi 26 guru karena ada permintaan tambahan. pembahasan hasil yang dicapai. A. (2) faktor-faktor mmenyusun pengumpulan bahasa peserta. peserta diwajibkan penyebab teori yang mengerjakan beberapa tugas terstruktur. Hal itu meliputi laporan hasil pelaksanaan kegiatan. Keduapuluh enam peserta rata-rata mengikuti pelatihan sampai tuntas. pelatihan ini akhirnya diikuti oleh 26 peserta (daftar peserta terlampir).BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN PPM Pada bagian ini akan dipaparkan beberapa hal yang terkait dengan program. 26 berikut hasil tugas-tugas 18 . pelatihan dilaksanakan dalam tiga tatap muka dengan enam orang pemateri. Tugas tersebut adalah (1) menemukan pada AUD. Hasil Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan ini terbukti menarik perhatian para guru TK. dan evaluasi materi dan yang ke tiga. 1 Ada Tgs. Sesuai perencanaan.

S. Sasmiyati Siti Aniroh Darmi Suprapti Ningsih Siti Ngaglik TK ABA Karang Asem TK Batik Medari TK dan SD Model TK Amongsiwi Godean TK Tri Pusara Rini TK Kusuma I Berbah TK Pertiwi Nargorejo TK Puspasiwi II Ada Ada Ada Ada Ada Seyegan TK Pertiwi Caturharjo TK Aba Temuwuh Lor TK ABA Klepu TK Temanggal TK Tirtosiwi Tunas Melati Sukoharjo Bakti Suhartati. 13 . 18 . S.Pd. V. Sutarmi Ngatinem. 21 . 24 . 11 . 17 .Pd. 14 .2. S. S. Ramayanigsih. S. 6. 5. 9.. 8. Rini Indriastuti Wuryani Tri TK ABA Sidoharjo Turi TK ABA Harapan Moyudan TK ABA Moyudan A. 4. 19 . Wening Prisati Sulastri Dwi Asih Wahyu Lestari Suharmi Godean TK ABA Kalasan TK Tunas Ngemplak TK Perintis Pakem TK Sukro Krido I Ada Ada Berbah TK Tunas Moyudan Hrpan 19 .Pd. Kastuti. TK Ada Ada Ada Ada S. 10 . 23 . 7.Pd. Nora Ekasari K. 15 . 20 . 12 .Pd.Pd. N. Tri Hartatik. 16 . TK Tunas Sermo Harapan Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada S.Pd. Tussiyah Suatmini Suhartini Sri Nurwanti Istiqomah Nur Hidayati. 22 . 3.

S. Dari 20 rancangan atau kerangka KTI yang terkumpul terpilih 5 Judul rancangan terbaik. 88. Ini berarti. S. peserta praktik membuat rancangan atau kerangka KTI berdasarkan permasalahan yang ditemukan dan teori-teori yang telah dikumpulkan. Sri Praptiwiningsih Ririn Nur Farida TK ABA Kregan Ada Ada Ada Ada Ada Ada Cangkrgn TK Annur I Maguwo Dari tabel di atas terlihat bahwa ada 3 peserta yang tidak mengumpulkan tugas 1. Daftar 5 (lima) Rancangan KTI Terbaik NO 1 Nama Peserta Asal Sekolah Ramayaningsih. 2 Suhartini TK Kusuma Judul Rancangan KTI Pengembangan Kosakata Anak TK melalui Permainan Kata Berlipat I Keterampilan Berbahasa Lewat Permainan Berbah 3 Sasmiyati TK Lor Bumbung Substitusi Aba Temuwuh Permainan Estafet Surat Rahasia Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis Anak TK Pengembangan Bahasa dengan Model Sains di TK Pengenalan Membaca melalui Permainan “Kado untuk Popo” untuk 4 5 Sulastri Dwi Asih TK Perintis Pakem V.46% dari peserta dapat menyelesaikan tugas. Setelah pemberian materi kelima. TK dan SD Model Pd. Tri Hartatik. Untuk tugas 2 dan 3. Tabel 3. • Kegiatan praktik selanjutnya adalah pelaksanaan penelitian tindakan oleh para peserta di sekolah masing-masing 20 . 26 .25 . yaitu tugas untuk mengidentifikasi dan menemukan faktor penyebab permasalahan bahasa pada AUD. semua peserta mengumpulkan hasil pekerjaannya. TK ABA Sukoharjo Pd.

Ke-25 judul KTI yang dipresentasikan dapat dilihat pada tabel berikut. dan IGTKI Kabupaten Sleman memantau pelaksanaan penelitian oleh para peserta ini dengan melakukan monitoring di beberapa wilayah TK. Waktu untuk kegiatan ini sangat bergantung pada jadwal di sekolah masing-masing. IGTKI & Lor Dinas Pend. Sleman Berikut tabel lokasi monitoring yang telah • Praktik berikutnya adalah praktik menuyusun laporan KTI yang telah dijalani oleh para peserta. Para guru sering konsultasi secara informal kepada tim. Daftar Judul KTI Peserta Pelatihan 21 . Pada Kesempatan terakhir tersebut 25 peserta berhasil menyajikan hasil karya tulisnya dengan penampilan yang sangat baik setelah mendapat materi keenam atau terakhir tentang retorika dalam presentasi. Tabel 4.berlandaskan proposal yang dibuatnya. Kegiatan Monitoring Pelaksanaan KTI (Lokasi dan Waktu) No 1 2 3 4 5 Tanggal Monitoring 14 Oktober 2008 16 Oktober 2008 15 Oktober 2008 14 Oktober 2008 16 Oktober 2008 Lokasi Sasaran Monitoring TK ABA Sukoharjo TK Kusuma I Berbah TK ABA Temuwuh Gamping TK Perintis Pakem TK Model Pelaksana Monitoring Tim Pengabdi (UNY). Keigatan ini dilakukan peserta dengan pendampingan intensif oleh tim pengabdi. Kab. • Pelaporan tertulis ditampilkan secara lisan dalam parktik penyajian hasil penelitian atau seminar hasil penelitian yang menghadirkan beberapa pembahas. Tim pengabdi (UNY). Tabel 5. Monitoring dilaksanakan selama 3 (tiga) hari di bulan Oktober. Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. bertempat di TK Model Sleman. Seminar ini dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2008. dilakukan.

S. Sasmiyati Siti Aniroh Darmi Suprapti Ningsih Siti Suhartati.No . 21. Nora Ekasari K. 12. 20. Nama Ismiharti. Wening Prisati Sulastri Dwi Asih Wahyu Lestari Suharmi Sri Praptiwiningsih Gambar Tempel Keterampilan Berbahasa Lewat Permainan Bumbung Substitusi Model-model Pengembangan Kosa Katya Anak TK Peningkatan Minat Baca Melalui Kartu Silang Bermain Warna untuk meningkatkan Kosa Kata Anak TK Permainan Estafet Surat Rahasia untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis Anak TK Pengaruh Permainan Kartu Huruf terhadap Peningkatan Minat Baca Anak Keefektifan Permainan Kereta Kata untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Sosialisasi Anak Bermain “Setangkai Bunga” untuk Menambah Kosa Kata Peningkatan Minat Baca Anak TK dgn Permainan Simbol Suku Kata Berbaris Pengembangan Kosa Kata Anak TK melalui Kata Berlipat Upaya Peningkatan Tumbuh Kembang Bahasa Anak TK dengan Bermain Naljeman (Mengenal Jenis Tanaman) Pengembgn Bhs. Kastuti. 11.dengan Model Sains di TK Pengembangan Kosa Kata pada Anak TK dgn Permainan Kotak Bergambar Hubungan antara Fungsi Permainan dgn Pengembangan Kreativitas Anak TK Tunas Harapan Bermain Puzel untuk Menambah Perbendaharaan Kata dan Pengenalan Baca Tulis 22 . S. Rini Indriastuti Wuryani S. N. 14. Ramayanigsih. 7. 18.Pd. Tri A. Pengembangan Judul KTI Bahasa Lisan Anak TK dengan Permainan “Kipas Kata” Upaya Peningkatan Baca Tulis Anak TK dengan Metode “Tubut” Permainan Pesan Berantai untuk Meningkatkan Kosa Kata Permainan Lempar Tangkap Kartu Kata dan Gambar Anak Cakap Membaca Pengembangan Bahasa melalui Permainan Kartu Kata untuk Meningkatkan Minat Baca di TK Peningkatan Pengenalan Huruf dengan Bermain Kotak Huruf Pengenalan Membaca melalui Permaian “Kado untuk Popo” Penerapan Media Kartu Gambar dlm Menumbuhkan Kegemaran Membaca Pada anak TK Model Peningkatan Kemampuan Membaca dengan S. S. S. 2. Sutarmi Ngatinem.Pd.Pd. 8. S.Pd. 24. 1. 22. 17. 25. Tri Hartatik. V. 13. 23. 19. S. 3.Pd.Pd.Pd. Tussiyah Suatmini Suhartini Sri Nurwanti Istiqomah Nur Hidayati. 6.. 9. 15. 16. 10.Pd. 5. 4.

15% peserta telah mampu melaporkan hasil penelitiannya. dari 26 peserta terkumpul 20 proposal KTI. dapat terkumpul 23 hasil dari tugas 1. Hal ini membuktikan bahwa ada peningkatan motivasi dan kesadaran untuk meningkatkan kemampuan khususnya dalam hal menulis KTI dengan mengikuti pelatihan ini. Artinya. semua peserta mengumpulkan hasil pekerjaannya. Meskipun ada 6 peserta yang tidak selesai tepat waktu dalam menyusun proposal.92% dari peserta telah mampu membuat hasil berupa proposal karya tulis ilmiah (KTI) tepat sesuai waktu yang diberikan. Selanjutnya. Produk lainnya adalah laporan hasil penelitian. Peningkatan kemampuan ini dirasakan oleh sebagian besar peserta yang sebelumnya memang belum dapat menyusun kerangka atau rancangan tulisan. Untuk tugas 2 dan 3. terutama setelah secara bertahap dan terbimbing melalui beberapa tugas terstruktur. Ini berarti. Dari laporan hasil yang dibuat ditemui beberapa model pengembangan yang memang bebarbenar baru tetapi sebagian lagi masih merupakan model-model yang sudah lama dan biasa diterapkan. Para guru juga berusaha keras mendapatkan teoriteori yang sesuai dengan permasalahan yang ditemukan di lapangan dan akan dibahas dalam tulisannya. Terbukti sebagian besar peserta telah dapat mengidentifikasi kejenuhan anak didik dalam belajar. Pembahasan Hasil Pelaksanaan Kegiatan Dari 26 peserta pelatihan. 96. Analisis terhadap hasil laporan peserta dilakukan bersamaan dengan analisis proses pelatihan secara menyeluruh dan sekaligus penentuan tingkat nilai untuk menjadi peserta terbaik dalam 23 . Ririn Nur Farida Metode Dramatisasi dlm Pengembangan Bhs Jawa untuk Anak Usia TK B. 76.26. tetapi hasil akhir penelitian berupa laporan penelitian dapat terkumpul sebanyak 25 laporan hasil.

Pd Tussiyah Suatmini Suhartini Yuli Astuti Istiqomah Nur Hidayati. Pd Rini Indriastuti Wuryani Tri A. S.. Berikut hasil yang diperoleh dari analisis penilai.Kejelasan dan kesinambungan proposal dengan pelaksanaan tindakan. Pd V. S. Pd Sasmiyati Siti Aniroh Darmi Suprapti Ningsih Siti Suhartati. S. . Pd Ramayaningsih. S. Pd Nora Ekasari Kuswara Kastuti. S. S.Ketepatan jadwal dan tindakan. 24 . S. . S. Pd N. Wening Prisati Sulastri Dwi Asih Wahyu Lestari Suharmi Sri Praptiningsih Ririn Nur Farida SKO R 210 228 224 226 200 210 250 220 218 242 200 205 232 248 200 226 225 210 246 235 245 228 230 233 235 Peringka t 16 10 13 11 18 16 1 14 15 5 18 17 8 2 18 11 12 16 3 6 4 10 9 7 6 KETERANGAN tidak menyusun KTI dari TK Model Sleman dari TK Kusuma I Berbah dari TK Gamping ABA Temuwuh dari TK ABA Sukoharjo dari TK Perintis Pakem Aspek yang dinilai: . Tri hartatik.penelitian ini. Analisis Proses dan Hasil Pelatihan serta Pemilihan Peserta Terbaik dalam Pelatihan N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Peserta Ismiharti.Kelengkapan perangkat untuk KTI. dari tim Tabel 6. Pd Sutarmi Ngatinem.

(2) Sebagaian besar peserta (75%) dapat menciptakan inovasi dalam model pengembangan bahasa untuk anak didiknya.Kualitas laporan.Kualitas penyajian dalam seminar hasil. merencanakan. yaitu evaluasi produk dan evaluasi kebermanfaatan. kelengkapan data. analisis. 75% peserta.. 2. Evaluasi Kebermaknaan Pelatihan ini dinilai bermanfaat apabila setelah mengikuti pelatihan. Evaluasi Produk Evaluasi produk dilakukan berdasarkan tingkat keberhasilan produk yang dihasilkan guru selama kegiatan pengabdian berlangsung. EVALUASI Untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan kebermanfaatan kegiatan ini dilakukan dua evaluasi. dan . berbagai model yang terjadi pada anak didik dan kebutuhan pengembangan bahasa anak didik di TK mereka masing- 25 . (3) Sebagian besar peserta (75%) dapat menyusun. (4) Sebagian besar peserta (75%) dapat menerapan temuan kreativitas permainan bahasa peserta di TK masing-masing. C. (1) Sebagian besar peserta (75%) dapat mengidentifikasi sendiri kejenuhan masing. 1. yakni sebagai berikut. (5) Sebagian besar peserta (75%) dapat menyajikan hasil temuan kreatif inovatifnya secara tertulis dan lisan depan peserta lain dan tim pengabdi. dan pembahasaan. analisis kebutuhan pengembangan bahasa pada anak. dan membuat permainan bahasa yang kreatif. menyatakan “ya” atau “setuju/sangat setuju” bahwa mereka memperoleh pengetahuan mengenai berbagai jenis dan ciri kejenuhan belajar pada anak.

perencanaan. menerapkan permainan bahasa yang kreatif. dan terutama lagi untuk merencanakan dan menyusun karya tulis ilmiah. berbagai model pengembangan bahasa. pengertian dan karakteristik permainan bahasa. merencanakan. peserta juga memberi masukan atas pelatihan ini. Berdasarkan hasil wawancara langsung maupun observasi dapat diketahui bahwa peserta menilai bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk dapat mengetahui jenis dan ciri kejenuhan anak dalam belajar bahasa. dan membuat model permainan bahasa untuk anak. perlu pelatihan sejenis di luar kajian bahasa. a. sebagai berikut. Mereka menyatakan bahwa meneliti adalah sebuah hal yang sangat mustahil dapat mereka lakukan. Dengan pelatihan ini banyak manfaat yang mereka dapat petik dan nikmati. mereka mengaku pasrah dalam pencapian kredit yang mensyaratkan penelitian. Oleh karena itu. Di samping itu juga setuju dengan adanya peningkatan kemampuan dan pengalaman mereka dalam menyusun. Secara umum. Selain saran tersebut. dan pembuatan model permainan bahasa untuk anak yang kreatif. permainan bahasa. banyak masalah yang mereka diamkan atau selesaikan tanpa dasar penelitian. bahkan para peserta menyarankan agar kegiatan ini terus diadakan untuk yang akan datang. cara penyusunan.pengembangan bahasa anak dan unsur-unsur yang dapat diinovasikan. serta menyajikan hasil temuan kreatif inovatifnya secara tertulis dan lisan. karena banyak masalah di TK b. Melihat hasil tersebut dapat dikatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. para peserta mengakui pelatihan ini sangat berat bagi mereka namun sarat manfaat. pelatihan diberikan lagi untuk semua guru (jaringan peserta lebih luas) 26 . Bahkan.

ketika pemberian materi dan diskusi bersama. telah dilalui sampai bulan Oktober ini. ada pelatihan semacam ini yang rutin e. baik kendala dan aspek keberhasilannya. Kemudian para peserta dikumpulkan lagi untuk kegiatan brainstorming. baik teori maupun praktik. Kegiatan brainstorming juga telah dilakukan beberapa kali di tahap awal pelatihan. waktu pelatihan perlu lebih lama lagi Semua kegiatan pelatihan. Dalam kesempatan ini pihak-pihak terkait (UNY. Brainstorming di akhir juga dilakukan dalam rangka evaluasi kegiatan secara keseluruhan. BAB IV 27 . IGTKI kabupaten Sleman) saling mencurahkan pendapat selama pelaksanan pprogram ini. Dinas Pendidkan Kabupaten Sleman.c. Hasil dari kegiatan ini merupakan salah satu indikator evaluasi program secara keseluruhan. waktu pelatihan dimaksimalkan tanpa menganggu tugas d.

Secara keseluruhan pelatihan ini berjalan baik. Peserta dapat mengidentifikasi masalah kebahasaan yang terjadi pada anak didiknya. iii. v. tim pengabdi dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut. KESIMPULAN Berdsarkan kegiatan pelatihan yang telah diselesaikan. hal ini tampak dari presensi setiap kegiatan dan rekaman kegiatan yang ada. Hal ini dibuktikan dengan terkumpulnya proposal dan laporan peserta sebanyak 25. para peserta telah mampu menyampaikannya dengan baik di depan umum. Peserta pelatihan telah dapat menganalisis faktor penyebab masalah dan alternatif pemecahannya. Hendaknya terus dibina dan dikembangkan hubungan dan kerja sama yang humanis antar lembaga (LPM UNY. IGTKI. 28 . Hal ini dapat diketahui melalui latar belakang maslah dalam penelitian mereka dan munculnya berbagai proposal KTI yang dibuat oleh guru. melaksanakan penelitian. Demikian pula secara lisan. iv. B. i. Para peserta telah mampu menyusun proposal. baik rencana penelitian maupun hasil penelitian tersebut. Responsi dan keaktifan peserta baik. Dinas Pendidikan. semua kegiatan berjalan lancar sesuai dengan rencana. adalah sebagai berikut: 1. Untuk Lembaga Terkait a. ii. dan melaporkannya dengan baik. dan sekolah) agar program ini berlanjut dan menuai hasil yang baik. SARAN Beberapa saran yang dapat disampaikan tim pengabdi kepada beberapa pihak. Hal ini dibuktikan dengan munculnya masalah-masalah yang dilontarkan peserta dalam pelatihan dan rumusan masalah mereka dalam KTI.KESIMPULAN DAN SARAN A.

c. Peserta dapat menerapkan keilmuan yang diperolehnya dalam pelatihan ini dengan baik dalam kehidupan akademiknya membelajarkan bahasa pada anak didiknya. Peserta dapat meningkatkan kualitas dirinya sebagai pendidik dan peneliti yang profesional demi kemajuan pendidikan. oleh karena itu lembaga terkait sudilah memberikan bantuan dan dukungan baik moril maupun materiil demi kemajuan pendidikan di Indonesia. Untuk Para Peserta a. b. DAFTAR PUSTAKA 29 . 2. Peserta juga hendaknya mau menyebarluaskan ilmu dan pengalamannya selama mengikuti pelatihan ini pada rekan seprofesi lainnya agar kebermanfaatan ilmu dapat maksimal. Kiranya tidak ada suatu kegiatan ke arah kebaikan yang tidak membutuhkan biaya dan tenaga.b.

Brewer. Yogyakarta. Pragmatics.. Danny D. 1995. Nagata. D. 1999. J. Aline. Boston : Allyn and Bacon. Developmentally Appropriate Practice in Early Childhood Programs. and World. H. Strategi Fonologis Anak Laki-laki dan Perempuan Usia 1 hingga 5 Tahun (Studi Croos Sectional). Psycholinguistics : Language. Washington.C. Musfiroh. Sheridan. T.D. Interferensi Antarbahasa Indonesia Bahasa Jawa pada Tuturan Anak-anak TK di DIY. Introduction to Early Childhood Education : throough Primary Grades. David P. Carol.Bredekamp. Dalam Diksi (terakreditasi). Martha B. 1991.. Steinberg. Musfiroh. UNY : Laporan Penelitian Dosen Muda. London : Routledge. : National Assosiation for the Education of young Children. 1999. Preschool Bronson. 2005. Washington. Levinson. Play in Early Childhood : From Birth to Six Years. T. Mind. The Right Stuff : Selecting Play Materials to Support Development. M.A. Sue & Copple. : National Association for the Education of Young Children. S. D. New York : Longman. 2004. 2001. 30 . Cambridge : Cambridge University Press.C.C. 1999.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful