P. 1
Unsur Intrinsik Drama

Unsur Intrinsik Drama

|Views: 149|Likes:
Published by Edi Purwanto

More info:

Published by: Edi Purwanto on Aug 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2012

pdf

text

original

-Unsur Intrinsik Drama

Saat kamu menyaksikan sebuah drama yang dilakonkan, emosimu pun terlibat dalam cerita yang diperankan tersebut. Itu artinya, penulis naskah drama tersebut mampu membangun sebuah cerita menjadi konflik pada masing-masing tokoh sehingga cerita mengalir sebagaimana kejadian sesungguhya. Hal itu tidak terlepas dari kemahiran penulis naskah untuk menghidupkan drama tersebut. Nah, tertarikkah kamu untuk menulis sebuah naskah drama? Untuk dapat menulis naskah drama yang baik dan menarik, diperlukan latihan dan pemahaman tentang unsur-unsur yang dapat membangun sebuah naskah drama. Unsurunsur tersebut disebut juga dengan unsur intrinsik drama. Unsur-unsur intrinsik drama, yaitu : 1. Alur/Plot Alur disebut juga plot. Alur adalah jalinan atau rangkaian peristiwa berdasarkan hubungan waktu dan hubungan sebab- akibat. Sebuah alur cerita juga harus menggambarkan jalannya cerita dari awal (pengenalan) sampai akhir (penyelesaian). Alur cerita terjalin dari rangkaian ketiga unsur, yaitu dialog, petunjuk laku, dan latar/setting. Sebuah alur dapat dikelompokkan dalam beberapa tahapan, sebagai berikut. a.Pengenalan Pengenalan merupakan bagian permulaan pementasan drama, pengenalan para tokoh (terutama tokoh utama), latar pentas, dan pengungkapan masalah yang akan dihadapi penonton. b.Pertikaian Setelah tahap pengenalan, drama bergerak menuju pertikaian yaitu pelukisan pelaku yang mulai terlibat ke dalam masalah pokok. c.Puncak, Pada tahap ini pelaku mulai terlibat dalam masalah-masalah pokok dan keadaan dibina untuk menjadi lebih rumit lagi. Keadaan yang mulai rumit ini, berkembang hingga menjadi krisis. Pada tahap ini penonton dibuat berdebar, penasaran ingin mengetahui penyelesaiannya.

d.Penyelesaian Pada tahap ini dilukiskan bagaimana sebuah drama berakhir dengan penyelesaian yang menggembirakan atau menyedihkan. Bahkan dapat pula diakhiri dengan hal yang bersifat samar sehingga mendorong penonton untuk mengira-ngira dan memikirkan sendiri akhir sebuah cerita . 2. Perwatakan atau karakter tokoh
Tokoh adalah orang-orang yang berperan dalam drama. Dalam cerita, umumnya terdapat tokoh baik (protagonis) dan tokoh jahat (antagonis). Tokoh-tokoh drama disertai penjelasan mengenai nama, umur, jenis kelamin, ciri-ciri fisik, jabatan, dan keadaan kejiwaannya. Watak tokoh akan jelas terbaca dalam dialog dan catatan samping. Watak tokoh dapat dibaca melalui gerak-gerik, suara, jenis kalimat, dan ungkapan yang digunakan. 3. Dialog Ciri khas suatu drama adalah naskah tersebut berbentuk percakapan atau dialog. Penulis naskah drama harus memerhatikan pembicaraan yang akan diucapkan. Ragam bahasa dalam dialog antartokoh merupakan ragam lisan yang komunikatif.

pentas. waktu. Tema dikembangkan melalui alur dramatik melalui dialog tokoh-tokohnya. Amanat merupakan pesan atau nilai-nilai moral yang bermanfaat yang terdapat dalam drama. Perhatikan penggalan teks drama berikut ini. . Petunjuk laku ini biasanya ditulis dengan menggunakan huruf yang dicetak miring atau huruf besar semua. bisa juga tidak langsung atau memerlukan pemahaman lebih lanjut (tersirat). Amanat dalam drama bisa diungkapkan secara langsung (tersurat). tokoh. dan kemiskinan 7. 6. Amanat Dalam karyanya. Tema drama misalnya kehidupan. Pada umumnya. peristiwa. suasana. latar menyangkut tiga unsur. suasana.4. suara. petunjuk laku ditulis dengan cara diberi tanda kurung di depan dan di belakang kata atau kalimat yang menjadi petunjuk laku) 5. dan sebagainya. pengarang pasti menyampaikan sebuah amanat. keluar masuknya aktor atau aktris. Petunjuk laku berisi petunjuk teknis tentang tokoh. dia dapat menangkap pesan atau nilai-nilai moral tersebut. dan waktu. Amanat akan lebih mudah ditangkap jika drama tersebut dipentaskan. kesedihan. Apabila penonton menyaksikan drama dengan teliti. ruang. atau perbuatan. Petunjuk laku sangat diperlukan dalam naskah drama. Di dalam dialog. persahabatan. keras lemahnya dialog. Tema Tema merupakan gagasan pokok yang terkandung di dalam drama. dan unsurunsur cerita lainnya. yaitu tempat. Latar atau setting Latar atau tempat kejadian sering disebut latar cerita. Petunjuk laku Petunjuk laku atau catatan pinggir berisi penjelasan kepada pembaca atau para pendukung pementasan mengenai keadaan.

. Sayem : Kami memang tidak menginginkan bintang. Hartati. Menarik karena jalan pikiran Sayem mencerminkan keluguan orang desa b. (1) c. (1) 2.. Aku dibesarkan oleh harumnya nasi hasil panen padi di desa ini.. dkk. Menarik karena gambaran keadaan alam pedesaan yang mulai terganggu oleh ulah orang kota c. a. Aku tak akan mundur selangkah pun sebab pendirianku benar. (3).) Komentar yang sesuai dengan penggalan naskah drama di atas ialah . (4). (2). yang tepat adalah . Kami tidak gila kekayaan. PENDAHULUAN 1. Aku dibesarkan oleh tegukan air desa ini. (1) d. Sistematika Karya Tulis 2. Sederhana sekali jalan pikiran kami. (3). (1). Banyak orang kemari dari kota yang bertujuan baik. Perlu sebutir peluru yang dikirim untukmu. Hidup berdampingan kami akan luntur bila orang-orang kota macam engkau menginjakkan kaki di desa ini. (3). Kegotongroyongan kami akan hilang. (4). Menarik karena keberhasilan Sayem dalam memancing emosi Hadi.. (1) e. . (2). . Alasan Pemilihan Judul 3. ya desa ini yang perlu kami jaga. Penegasan Masalah Urutan rincian bagian bab Pendahuluan karya tulis di atas salah. (2) b. Kami hargai mereka. (3). (Berani karena Benar. (4). Kau betul-betul sudah menghina aku. barangkali? Sayem : Silakan menakut-nakuti aku. Menarik karena keberanian Sayem dalam mempertahankan keinginannya. Pengumpulan Bahan 4.. Kelestarian alam ini. Kami inginkan hidup damai penuh kesejahteraan... (4). d.. (2). (4).. (2).Soal: 1. (3). a. Menarik karena sifat Hadi yang mudah tersinggung oleh perkataan Sayem e. Hadi : Berani betul engkau berkata demikian di depanku. oleh S.

Kami tidak gila kekayaan. Hidup berdampingan kami akan luntur bila orang-orang kota macam engkau menginjakkan kaki di desa ini.1. (1) d.. (4). Menarik karena jalan pikiran Sayem mencerminkan keluguan orang desa b.. (2) b. Banyak orang kemari dari kota yang bertujuan baik. yang tepat adalah .. Sayem : Kami memang tidak menginginkan bintang. Hadi : Berani betul engkau berkata demikian di depanku. . (2).. (1) e. (3). Kau betul-betul sudah menghina aku.. Pengumpulan Bahan 4. Menarik karena sifat Hadi yang mudah tersinggung oleh perkataan Sayem e. Penegasan Masalah Urutan rincian bagian bab Pendahuluan karya tulis di atas salah. Menarik karena keberanian Sayem dalam mempertahankan Keinginannya . Sistematika Karya Tulis 2. (3). (3). Menarik karena gambaran keadaan alam pedesaan yang mulai terganggu oleh ulah orang kota c. ya desa ini yang perlu kami jaga. Kelestarian alam ini. Aku tak akan mundur selangkah pun sebab pendirianku benar. (4). (1). oleh S. (1) jawaban: B Di antara empat bagian yang disajikan (2) merupakan awal yang harus ditampilkan. barangkali? Sayem : Silakan menakut-nakuti aku. Menarik karena keberhasilan Sayem dalam memancing emosi Hadi d. PENDAHULUAN 1. Kegotongroyongan kami akan hilang. (2). a. (Berani karena Benar. 2.. dkk. (3). Alasan Pemilihan Judul 3. Perlu sebutir peluru yang dikirim untukmu. (2). (2). (4). Sederhana sekali jalan pikiran kami.) Komentar yang sesuai dengan penggalan naskah drama di atas ialah . Kami inginkan hidup damai penuh kesejahteraan. Aku dibesarkan oleh harumnya nasi hasil panen padi di desa ini. (4). Kami hargai mereka.. Hartati. (1) c.. Aku dibesarkan oleh tegukan air desa ini. a.. (4). (3).

.JAWABANNYA:E Karena E paling sesuai dengan isi penggalan naskah drama yang disajikan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->