P. 1
Format Pengkajian Pada Lansia

Format Pengkajian Pada Lansia

|Views: 366|Likes:
Published by andreasdewanto

More info:

Published by: andreasdewanto on Aug 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/19/2013

pdf

text

original

FORMAT PENGKAJIAN PADA LANSIA

Posted: Selasa, 11 Januari 2011 by REZKI MUALIM (ecky) in Label: GERONTIK

0 FORMAT PENGKAJIAN LANSIA Identitas Diri Klien Nama : Umur : Jenis Kelamin : Status Perkawinan : Agama : Suku : Pendidikan terakhir : Sumber informasi : Keluarga yang dapat dihubungi (bila ada): Diagnosa medis (bila ada) : Riwayat Kesehatan Riwayat Kesehatan Sekarang 1. Keluhan utama: 2. Kronologi keluhan a. Faktor pencetus: b. Timbulnya keluhan: ( ) Mendadak ( ) Bertahap c. Lamanya: d. Upaya mengatasi: 3. Alasan masuk panti:

binatang. Mekanisme koping terhadap stres ( ) Pemecahan masalah ( ) Minum obat ( ) Tidur ( ) Makan ( ) Cari pertolongan ( ) lain-lain. lingkungan. Riwayat imunisasi 2. Sistem nilai kepercayaan a. Perubahan yang dirasakan setelah masuk dipanti 5. Aktifitas agama/kepercayaan yang dilakukan (macam dan frekuensi) b.4. dll) 3. Riwayat kecelakaan 4. Hal yang sangat dipikirkan saat ini b. Riwayat alergi (obat. Tanggal masuk panti: Riwayat Kesehatan Masa Lalu 1. Masalah yan mempengaruhi klien 3. Riwayat dirawat di rumah sakit 5. Percaya adanya kematian Pola kebiasaan sehari-hari . Harapan setelah menjalani pembinaan di panti c. Riwayat pemakaian obat Riwayat Kesehatan Keluarga Riwayat Psikososial dan Spiritual 1. Kegiatan agama/kepercayaan yang ingin dilakukan selama dipanti c. makanan. sebutkan 4. Persepsi klien tentang penyakitnya a. Orang terdekat dengan klien 2.

Cuci rambut 1) Frekuensi 2) Penggunaan sampo (ya/tidak) d. Nafsu makan b. Defekasi 1) Frekuensi 2) warna 3) warna 4) Bau 5) Konsistensi 6) Keluhan yang berhubungan dengan defekasi 7) Pengalaman memakai laksatif 3. Makanan yang tidak disukai/ alergi/pantangan 2.1. Frekuensi makan b. Istirahat dan tidur a. Mandi 1) Frekuensi 2) b. Eliminasi a. Tidur siang (ya/tidak) 5. Lama tidur (jam/hari) b. Higiene personal a. Olahraga (ya/tidak) . Berkemih b. Jenis makanan d. Aktifitas dan latihan a. Nutrisi a. Higiene oral 1) Frekuensi 2) waktu c. Gunting kuku 4.

tempat) 2. Ketergantungan obat (ya/tidak) 2) Jenis/frekuensi/lama pakai Pemeriksaan fisik 1.1) Jenis dan frekuensi b. Abdomen 10. Daya orientasi (waktu. Kegiatan waktu luang c. Genitalia 11. Leher 8. Keadaan umum (tanda vital) 2. Mulut dan bibir 7. Kebiasaan a. Minuman keras (ya/tidak) 1) Frekuensi/jumlah/lama pakai) c. Rambut 3. Ekstremitas Pengkajian status mental 1. Hidung 5. Merokok (ya/tidak) 1) Frekuensi/jumlah/lama pakai) b. Kontak mata . Dada 9. Mata 4. orang. Keluhan dalam beraktivitas ( ) Pergerakan tubuh ( ) Sesak napas setelah aktivitas ( ) Bersolak ( ) Mengenakan pakaian ( ) Mandi ( ) Lain-lain 6. Telinga 6. Daya ingat 3.

atau F. dianggap sebagai tidak melakukan fungsi meskipun ia sebenarnya mampu. Pengkajian ini menggunakan Indeks Kemandirian Katz untuk aktivitas kehidupan sehari-hari yang berdasarkan pada evaluasi fungsi mandiri atau tergantung dari klien dalam hal makan. A. berpindah. ke kamar kecil.Kemandirian dalam hal makan.Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi. kontinen (defekasi/berkemih). kecuali secara spesifik akan digambarkan di bawah ini. Pengkajian ini didasarkan pada kondisi actual klien dan bukan pada kemampuan. dan satu fungsi tambahan.4. ke kamar kecil. berpakaian. berpindah. Penentuan kemandirian fungsional dapat mengidentifikasi kemampuan dan keterbatasan klien sehingga memudahkan pemilihan intervensi yan tepat.Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi dan satu fungsi tambahan D. ke kamar kecil. berpakaian dan mandi. berpakaian. pengarahan. G. ke kamar kecil.Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi. dan satu fungsi tambahan F. berpakaian. . E. dan mandi. B.Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi.Ketergantungan pada keenam fungsi tersebut Lain-lain---Tergantung pada sedikitnya dua fungsi. Kemandirian bararti tanpa pengawasan. berpakaian dan satu fungsi tambahan E. tetapi tidak dapat diklasifikasikan sebagai C. Artinya jika klien menolak untuk melakukan suatu fungsi. atau bantuan pribadi aktif. Afek Pengkajian status fungsional Pengkajian status fungsional adalah suatu bentuk pengukuran kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas kehidupan sehar-hari secara mandiri. Mandi Mandiri: Bantuan hanya satu bagian mandi (seperti punggung atau ekstremitas yang tidak mampu) atau mandi sendiri sepenuhnya. kontinen (defekasi/berkemih). berpindah. D.Kemandirian dalam semua hal kecuali satu dari fungsi tersebut C.

Tergantung:Tidak dapat memakai baju sendiri atau hanya sebagian Ke kamar kecil Mandiri: masuk dan keluar dari kamar kecil. makan parenteral/enteral Pengkajian psikososial Pengkajian ini menggunakan Skala Depresi Geriatrik . Barpakaian Mandiri: Mengambil baju dari lemari. membersihkan genitalia sendiri. mengancing/mengikat pakaian. pembalut (diapers) Makan Mandiri:Mengambil makanan dari piring dan menyuapinya sendiri Tergantung: Bantuan dalam hal mengambil makanan dari piring dan menyuapinya. tidak makan sama sekali. penggunaan kateter. bangkit dari kursi sendiri. Kontinen Mandiri:Berkemih dan defekasi seluruhnya dikotrol sendiri Tergantung:Inkontinensia parsial atau total. enema. memakai pakaian. tidak mandi sendiri. Tergantung:Bantuan dalam naik atau turun dari tempat tidur atau kursi.Tergantung: Bantuan mandi lebih dari satu bagian tubuh. bantuan masuk dan keluar dari bak mandi. Tergantung:menerima bantuan untuk masuk ke kamar kecil dan menggunakan pispot Berpindah Mandiri:Berpindah ked an dari tempat tidur untuk duduk. tidak melakukan satu atau lebih perpindahan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->