Hakikat Pendidikan Jasmani Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk

menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional. Pendidikan jasmani memperlakukan anak sebagai sebuah kesatuan utuh, mahluk total, daripada hanya menganggapnya sebagai seseorang yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya. Pada kenyataannya, pendidikan jasmani adalah suatu bidang kajian yang sungguh luas. Titik perhatiannya adalah peningkatan gerak manusia. Lebih khusus lagi, penjas berkaitan dengan hubungan antara gerak manusia dan wilayah pendidikan lainnya: hubungan dari perkembangan tubuh-fisik dengan pikiran dan jiwanya. Fokusnya pada pengaruh perkembangan fisik terhadap wilayah pertumbuhan dan perkembangan aspek lain dari manusia itulah yang menjadikannya unik. Tidak ada bidang tunggal lainnya seperti pendidikan jasmani yang berkepentingan dengan perkembangan total manusia. Pendidikan jasmani diartikan dengan berbagai ungkapan dan kalimat. Namun esensinya sama, yang jika disimpulkan bermakna jelas, bahwa pendidikan jasmani memanfaatkan alat fisik untuk mengembangan keutuhan manusia. Dalam kaitan ini diartikan bahwa melalui fisik, aspek mental dan emosional pun turut terkembangkan, bahkan dengan penekanan yang cukup dalam. Berbeda dengan bidang lain, misalnya pendidikan moral, yang penekanannya benar-benar pada perkembangan moral, tetapi aspek fisik tidak turut terkembangkan, baik langsung maupun secara tidak langsung. Karena hasil-hasil kependidikan dari pendidikan jasmani tidak hanya terbatas pada manfaat penyempurnaan fisik atau tubuh semata, definisi penjas tidak hanya menunjuk pada pengertian tradisional dari aktivitas fisik. Kita harus melihat istilah pendidikan jasmani pada bidang yang lebih luas dan lebih abstrak, sebagai satu proses pembentukan kualitas pikiran dan juga tubuh. Pendidikan jasmani ini karenanya harus menyebabkan perbaikan dalam ‘pikiran dan tubuh’ yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan harian seseorang. Pendekatan holistik tubuh-jiwa ini termasuk pula penekanan pada ketiga domain kependidikan: psikomotor, kognitif, dan afektif. Dengan meminjam ungkapan Robert Gensemer, penjas diistilahkan sebagai proses menciptakan “tubuh yang baik bagi tempat pikiran atau jiwa.” Artinya, dalam tubuh yang baik ‘diharapkan’ pula terdapat jiwa yang sehat, sejalan dengan pepatah Romawi Kuno: Men sana in corporesano. Kesatuan Jiwa dan Raga Salah satu pertanyaan sulit di sepanjang jaman adalah pemisahan antara jiwa dan raga atau tubuh. Kepercayaan umum menyatakan bahwa jiwa dan raga terpisah, dengan penekanan berlebihan pada satu sisi tertentu, disebut dualisme, yang mengarah pada penghormatan lebih pada jiwa, dan menempatkan kegiatan fisik secara lebih inferior. Pandangan yang berbeda lahir dari filsafat monisme, yaitu suatu kepercayaan yang memenangkan kesatuan tubuh dan jiwa. Kita bisa melacak pandangan ini dari pandangan Athena Kuno, dengan konsepnya “jiwa yang baik di dalam raga yang baik.” Moto tersebut sering dipertimbangkan sebagai pernyataan ideal dari tujuan pendidikan jasmani tradisional: aktivitas fisik mengembangkan seluruh aspek dari tubuh; yaitu jiwa, tubuh, dan spirit. Tepatlah ungkapan Zeigler bahwa fokus dari bidang pendidikan jasmani adalah aktivitas fisik yang mengembangkan, bukan semata-mata aktivitas fisik itu sendiri. Selalu terdapat tujuan pengembangan manusia dalam program pendidikan jasmani.

Di atas semua pengertian itu. sehingga proses pembelajaran penjas di sekolahnya masih lebih banyak ditekankan pada program yang berat sebelah pada aspek fisik semata-mata. Ketika kita menunjuk pada olahraga sebagai aktivitas kompetitif yang terorganisir. Bahkan termasuk juga pada sebagian besar guru penjas sendiri. sehingga memiliki beberapa bentuk dan proses tetap yang terlibat. dalam kasus Indonesia. dan aturan atau prosedur tersebut tidak dapat diubah selama kegiatan berlangsung. Nilai-nilai yang dikandung penjas untuk mengembangkan manusia utuh menyeluruh. Perbedaan atau kesenjangan antara apa yang kita percayai dan apa yang kita praktikkan (gap antara teori dan praktek) adalah sebuah duri dalam bidang pendidikan jasmani kita. Beberapa ahli memandang bahwa olahraga semata-mata suatu bentuk permainan yang terorganisasi.Dalam masyarakat sendiri. justru program pendidikan jasmani di kita malahan tidak ditekankan ke mana-mana. Pemahaman tersebut akan membantu para guru atau masyarakat dalam memahami peranan dan fungsi pendidikan jasmani secara lebih konseptual. Hubungan Pendidikan Jasmani dengan Bermain dan Olahraga Dalam memahami arti pendidikan jasmani. konsep dan kepercayaan terhadap pandangan dualisme di atas masih kuat berlaku. olahraga adalah aktivitas kompetitif. karenanya pada satu saat menjadi olahraga. penekanan yang berat itu masih dipandang labih baik. kita harus juga mempertimbangkan hubungan antara bermain (play) dan olahraga (sport). Bermain bukanlah berarti olahraga dan pendidikan jasmani. sehingga tanpa kompetisi itu. barangkali pandangan demikian masih kuat mengakar. . entah akibat dari kurangnya pemahaman terhadap falsafah penjas sendiri. misalnya. kecuali atas kesepakatan semua pihak yang terlibat. Bahkan. digunakan atau dipakai dalam aktivitas tersebut. Itu karena pandangan yang sudah lebih parah. olahraga berubah menjadi semata-mata bermain atau rekreasi. yang memandang bahwa program penjas dipandang tidak penting sama sekali. masih banyak guru penjas yang sangat jauh dari menyadari terhadap peranan dan fungsi pendidikan jasmani di sekolah-sekolah. maupun karena kuatnya kepercayaan itu. sungguh masih jauh dari kesadaran dan pengakuan masyarakat kita. pengujian yang lebih cermat menunjukkan bahwa secara tradisional. Ini bersumber dan disebabkan oleh kenyataan pelaksanaan praktik penjas di lapangan. Yang pasti. Bermain pada intinya adalah aktivitas yang digunakan sebagai hiburan. Teramat banyak kasus atau contoh di mana orang menolak manfaat atau nilai positif dari penjas dengan menunjuk pada kurang bernilai dan tidak seimbangnya program pendidikan jasmani di lapangan seperti yang dapat mereka lihat. karena ironisnya. Bermain. meskipun bermain tidak harus selalu bersifat fisik. meskipun elemen dari bermain dapat ditemukan di dalam keduanya. olahraga tidak pernah hanya semata-mata bermain. Kita tidak dapat mengartikan olahraga tanpa memikirkan kompetisi. Olahraga di pihak lain adalah suatu bentuk bermain yang terorganisir dan bersifat kompetitif. Akan tetapi. baik tertulis maupun tak tertulis. Peraturan. olahraga melibatkan aktivitas kompetitif. karena aspek kompetitif teramat penting dalam hakikatnya. Kita mengartikan bermain sebagai hiburan yang bersifat fisikal yang tidak kompetitif. sebagai istilah yang lebih dahulu populer dan lebih sering digunakan dalam konteks kegiatan sehari-hari. tetapi sebaliknya. yang menempatkannya lebih dekat kepada istilah pendidikan jasmani. kita mengartikannya bahwa aktivitas itu sudah disempurnakan dan diformalkan hingga kadar tertentu.

Tujuan Pendidikan Jasmani Apakah sebenarnya tujuan pendidikan jasmani? Menjawab pertanyaan demikian. Pengembangan domain psikomotorik secara umum dapat diarahkan pada dua tujuan utama. • Mengembangkan nilai-nilai pribadi melalui partisipasi dalam aktivitas jasmani baik secara kelompok maupun perorangan. pendidikan jasmani memberikan kesempatan kepada siswa untuk: • Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan aktivitas jasmani. Hal itu tidak bisa berlaku bagi bermain dan olahraga. Ada pula yang berpendapat. perkembangan estetika. dan kedua. dan perkembangan sosial. meskipun keduanya selalu digunakan dalam proses kependidikan. Bermain dapat membuat rileks dan menghibur tanpa adanya tujuan pendidikan. domain kognitif. Secara sederhana. atau tidak juga harus selalu seimbang di antara keduanya. Ini menegaskan bahwa pembelajaran pendidikan jasmani harus melibatkan aktivitas fisik yang mampu merangsang . pendidikan jasmani mengandung elemen baik dari bermain maupun dari olahraga. atau untuk kombinasi keduanya. keduanya dapat dan harus beriringan bersama. pendidikan jasmani adalah aktivitas jasmani yang memiliki tujuan kependidikan tertentu. Kesemua jawaban di atas benar belaka. seperti juga olahraga tetap eksis tanpa ada tujuan kependidikan. termasuk permainan olahraga. banyak guru yang masih berbeda pendapat. • Mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan untuk menguasai keterampilan gerak dasar yang akan mendorong partisipasinya dalam aneka aktivitas jasmani. maka tujuan pembelajaran pendidikan jasmani itu harus mencakup tujuan dalam domain psikomotorik. Misalnya. tetapi tidak berarti hanya salah satu saja. sebab yang paling penting dari kesemuanya itu tujuannya bersifat menyeluruh. bahwa tujuan pendidikan jasmani adalah untuk meningkatkan kebugaran jasmani. tetapi tetap disebut sebagai olahraga.Di pihak lain. mencapai perkembangan aspek perseptual motorik. dan ketiganya dapat melumat secara pas dalam konteks pendidikan jika digunakan untuk tujuan-tujuan kependidikan. Kesenangan dan pendidikan tidak harus dipisahkan secara eksklusif. Diringkaskan dalam terminologi yang populer. • Menikmati kesenangan dan keriangan melalui aktivitas jasmani. pertama mencapai perkembangan aspek kebugaran jasmani. Hanya saja barangkali bisa dikatakan kurang lengkap. tujuannya adalah meningkatkan taraf kesehatan anak yang baik. Pendidikan Jasmani bersifat fisik dalam aktivitasnya dan penjas dilaksanakan untuk mendidik. • Berpartisipasi dalam aktivitas jasmani yang dapat mengembangkan keterampilan sosial yang memungkinkan siswa berfungsi secara efektif dalam hubungan antar orang. Ada yang menjawab bahwa tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam berolahraga. • Memperoleh dan mempertahankan derajat kebugaran jasmani yang optimal untuk melaksanakan tugas sehari-hari secara efisien dan terkendali. dan tidak bisa disangkal pula pasti ada yang mengatakan. Bermain. olahraga profesional (di Amerika umumnya disebut athletics) dianggap tidak punya misi kependidikan apa-apa. Olahraga dan bermain dapat eksis meskipun secara murni untuk kepentingan kesenangan. untuk kepentingan pendidikan. dan tak kalah pentingnya dalam domain afektif. olahraga dan pendidikan jasmani melibatkan bentuk-bentuk gerakan. Sebagaimana dimengerti dari kata-katanya.

sedangkan kebugaran motorik menekankan aspek penampilan yang melibatkan kualitas gerak sendiri seperti kecepatan. dan kemampuan untuk berempati. kelentukan (otot dan persendian). “Cubitlah diri kamu sendiri. sebelum mencubit orang lain. kemandirian untuk tidak selalu diawasi dalam menyelesaikan tugas apapun. kemampuan memotivasi diri. Niscaya kamu akan mengetahui. Domain kognitif mencakup pengetahuan tentang fakta. Aspek kognitif dalam pendidikan jasmani. dll. Konsep diri merupakan fondasi kepribadian anak dan sangat diyakini ada kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan mereka setelah dewasa kelak. dan lebih penting lagi adalah penalaran dan kemampuan memecahkan masalah. dll. penulis akan menggunakan konsep kebugaran jasmani tersebut untuk menunjuk pada keseluruhan aspek di atas. konsep. kepekaan sistem saraf anak semakin dikembangkan. Ini juga berlaku sama dengan kemampuan memotivasi diri. Penekanan proses pembelajarannya lebih banyak ditujukan pada proses perangsangan yang bervariasi. tetapi yang lebih penting adalah konsep diri dan komponen kepribadian lainnya. dengan mencoba mengetahui perasaan oran lain. Intelegensia emosional mencakup beberapa sifat penting. Domain afektif mencakup sifat-sifat psikologis yang menjadi unsur kepribadian yang kukuh. sistem pernapasan. tidak ada pekerjaan yang dapat dicapai dengan baik tanpa ada ketekunan. sistem metabolisme. seperti intelegensia emosional dan watak. sering dibedakan konsep kebugaran jasmani ini dengan konsep kebugaran motorik. keseimbangan. kemampuan berempati merupakan kualitas pribadi yang mampu menempatkan diri di pihak orang lain. Karena itu pula empati disebut juga sebagai kecerdasan hubungan sosial. Konsentrasinya lebih banyak pada persoalan peningkatan efisiensi fungsi faal tubuh dengan segala aspeknya sebagai sebuah sistem (misalnya sistem peredaran darah. Dengan cara itu. ketika akan menghasilkan gerak.kemampuan kebugaran jasmani serta sekaligus bersifat pembentukan penguasaan gerak keterampilan itu sendiri. daya tahan (jantung-paru). Di lain pihak. power. yakni pengendalian diri. Tidak hanya tentang sikap sebagai kesiapan berbuat yang perlu dikembangkan. tetapi meliputi pula pemahaman terhadap gejala gerak dan prinsipnya. ketekunan. koordinasi. termasuk yang berkaitan dengan landasan ilmiah pendidikan jasmani dan olahraga serta manfaat pengisian waktu luang. sehingga setiap kali anak selalu mengerahkan kemampuannya dalam mengolah informasi.Kebugaran jasmani merupakan aspek penting dari domain psikomotorik. Pengendalian diri merupakan kualitas pribadi yang mampu menyelaraskan pertimbangan akal dan emosi yang menjadi sifat penting dalam kehidupan sosial dan pencapaiannya untuk sukses hidup di masyarakat. yang bertumpu pada perkembangan kemampuan biologis organ tubuh. tidak saja menyangkut penguasaan pengetahuan faktual sematamata.) Dalam pengertian yang lebih resmi. kemudian rangsangan itu diolah dan diprogramkan sampai terjadinya respons berupa tindakan yang sesuai dengan rangsangan itu. Namun dalam naskah ini. Keduanya dibedakan dalam hal: kebugaran jasmani menunjuk pada aspek kualitas tubuh dan organorgannya. Konsep diri menyangkut persepsi diri atau penilaian seseorang tentang kelebihannya. kelincahan. Demikian juga dengan ketekunan. Pengembangan keterampilan gerak merujuk pada proses penguasaan suatu keterampilan atau tugas gerak yang melibatkan proses mempersepsi rangsangan dari luar. seperti kekuatan (otot). apa yang .

adalah kemalangan bagi kebanyakan kita bahwa dunia yang cemerlang itu terenggut muram dan bahkan hilang sebelum kita dewasa. memberikan anak tugas-tugas belajar yang menumpuk. Perhatikan tiga kata kunci di atas: gerak. Bila guru masuk ke dalam dunia itu. di rumah keadaannya juga demikian.boleh dan tidak boleh kamu lakukan pada orang lain. dari menggerakkan anggota tubuhnya hingga mengenali berbagai benda di lingkungan sekitarnya. Gerak Sebagai Kebutuhan Anak Dunia anak-anak adalah dunia yang segar. dipenuhi keajaiban dan keriangan. Dalam hal belajar. Keceriaan mereka terampas dan hilanglah sebagian “keajaiban” dunia anak-anak mereka. Sambil bermain mereka belajar. belajar tidak lagi menarik bagi anak. dibatasi oleh empat sisi dinding kelas yang membelenggu. malah mengungkung anak-anak dalam lingkungan kurang gerak. menurut Carson. ia belajar dengan cara yang berbeda. Kemajuan teknologi yang dicapai pada saat ini. Bermain adalah dunia anak. yang jika diperas maknanya. Penyelenggara pendidikan di sekolah yang lebih mengutamakan prestasi akademis. Ketika memasuki usia sekolah. “Lihat. mengandung aneka ragam pengalaman yang mencengangkan. aktivitas anak-anak semakin berkurang. Pentingnya Pendidikan Jasmani Beban belajar di sekolah begitu berat dan menekan kebebasan anak untuk bergerak. Di sana akan tampak. baru. dan belajar. Gerak adalah kebutuhan mutlak anak-anak. Kehidupan sekolah yang demikian berkombinasi pula dengan kehidupan di rumah dan lingkungan luar sekolah. mengasah kepekaan rasa hatinya serta memperkaya keterampilannya. Belajar dan keceriaan merupakan dua hal penting dalam masa kanak-kanak. Anak semakin asyik dengan kesenangannya seperti menonton . bukan di dorong oleh maksud dan tujuan tertentu. Perhatikan bagaimana anak-anak bermain di lapangan. Anak-anak suka bergerak dan suka belajar. Bayangkan keceriaan yang didapatnya ketika ia menyadari baru saja menambah pengetahuan dan keterampilan. ia dapat membantu anak-anak untuk mengembangkan pengetahuannya. Dunia anak-anak memang menakjubkan. tidak lain adalah penekanan kemampuan berempati. Demikian Rachel Carson dalam sebuah ungkapannya. Segala macam dipelajarinya. anak-anak adalah ahlinya. Lingkungan belajar pun semakin sempit. Mereka lebih banyak diminta duduk tenang untuk mendengarkan penjelasan guru tentang berbagai hal. ketika usianya semakin meningkat. saya sudah bisa “ teriaknya kepada semua orang. dilengkapi berbagai kesempatan untuk memperoleh pembinaan . Tidak heran bila anak merasa bahwa belajar ternyata kegiatan yang tidak menyenangkan. dan mendengarkan orang lain berbicara. kian banyak hal yang ditemui dan dijelajahi. Kian banyak ia bergerak. mereka bergerak dengan keterlibatan yang total dan dipenuhi kegembiraan. Lingkungan sekolah tidak menyediakan wilayah yang menarik untuk dijelajahi. Sayangnya. Hal ini termasuk upaya mempelajari tubuhnya sendiri dan berbagai kemungkinan geraknya. gerak semata-mata untuk kesenangan. gembira. Kebutuhan mereka akan gerak tidak bisa terpenuhi karena keterbatasan waktu dan kesempatan. dan senantiasa indah. Namun demikian. Kian baik pula kualitas pertumbuhannya.” merupakan kearifan leluhur. Bagi anak. Karena dipaksa untuk diam. Gerak adalah rangsangan utama bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Jika di sekolah anak kurang bergerak.

Para ahli sepaham bahwa pengalaman ini penting untuk merangsang pertumbuhan intelektual dan hubungan sosialnya dan bahkan perkembangan harga diri yang menjadi dasar kepribadiannya kelak. manfaat pendidikan jasmani di sekolah mencakup sebagai berikut: 1. sambil terangsang perkembangan yang bersifat menyeluruh. makin besar bagi kualitas pertumbuhan itu sendiri. Mereka menghadapkan diri mereka sendiri pada resiko penyakit degenaratif (menurunnya fungsi organ) yang semakin besar. 3. Menanamkan dasar-dasar keterampilan yang berguna Peranan pendidikan jasmani di Sekolah Dasar cukup unik. Pola ini merupakan kebalikan dari pola pertumbuhan cepat yang dialami anak ketika mereka baru lahir hingga usia 5 tahunan. tekanan darah tinggi. Pendidikan Jasmani juga tetap menyediakan ruang untuk belajar menjelajahi lingkungan yang ada di sekitarnya dengan banyak mencoba. Pendidikan Jasmani tampil untuk mengatasi masalah tersebut sehingga kedudukannya dianggap penting. Lewat pendidikan jasmanilah anak-anak menemukan saluran yang tepat untuk bergerak bebas dan meraih kembali keceriaannya. kian meningkat pula gejala penyakit hipokinetik (kurang gerak). kencing manis. Anak-anak akan lebih memilih untuk ‘berbuat’ sesuatu dari pada hanya harus melihat atau mendengarkan orang lain ketika mereka sedang belajar. Karena pada usia SD tingkat pertumbuhan sedang lambat-lambatnya. nyeri pinggang bagian bawah. Dengan bermain dan bergerak anak benar-benar belajar tentang potensinya dan dalam kegiatan ini anak-anak mencoba mengenali lingkungan sekitarnya. Di dalamnya anak-anak dapat belajar sambil bergembira melalui penyaluran hasratnya untuk bergerak. para ‘pemalas gerak’ itu akan menimbun lemak dalam tubuhnya secara berlebihan. Suasana kebebasan yang ditawarkan di lapangan atau gedung olahraga sirna karena sekian lama terkurung di antara batas-batas ruang kelas. Melalui program yang direncanakan secara baik. maka pada usiausia inilah kesempatan anak untuk mempelajari keterampilan gerak sedang tiba pada . Kegemukan. pengetahuan dan kebiasaan makan yang buruk pun semakin memperparah masalah kesehatan yang mengancam kesejahteraan masyarakat. Mengenalkan anak pada lingkungan dan potensi dirinya Pendidikan jasmani adalah waktu untuk ‘berbuat’. sehingga kegiatannya tetap sesuai dengan minat anak. anak-anak dilibatkan dalam kegiatan fisik yang tinggi intensitasnya. Tidak mengherankan bila ada kerisauan bahwa kebugaran anak-anak semakin menurun. Dengan pola gizi yang berlebihan. Sejalan dengan itu. Dengan semakin rendahnya kebugaran jasmani. Secara umum.TV atau bermain video game. Menurut para ahli. Keadaan ini benar-benar tidak sesuai dengan dorongan nalurinya. Semakin terpenuhi kebutuhan akan gerak dalam masa-masa pertumbuhannya. Akibatnya penyakit jantung tidak lagi menjadi monopoli orang dewasa. tetapi juga sudah menyerang anakanak. 2. adalah contoh dari penyakit kurang gerak . karena turut mengembangkan dasar-dasar keterampilan yang diperlukan anak untuk menguasai berbagai keterampilan dalam kehidupan di kemudian hari. Memenuhi kebutuhan anak akan gerak Pendidikan jasmani memang merupakan dunia anak-anak dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak. pola pertumbuhan anak usia sekolah hingga menjelang akil balig atau remaja disebut pola pertumbuhan lambat.

mental maupun emosional Pendidikan jasmani yang benar akan memberikan sumbangan yang sangat berarti terhadap pendidikan anak secara keseluruhan. mulai dari kelemahan proses yang menetap misalnya membiarkan anak bermain sendiri hingga rendahnya mutu hasil pembelajaran. anak akan kembali memperbaharui dan memulihkan energinya secara optimum. IPS dan IPA. di samping ia mungkin kurang mencintai tugas itu dengan sepenuh hati. pelajaran penjas tidak kalah penting dibandingkan dengan pelajaran lain seperti. Matematika. Konsekuensinya. Kelebihan energi ini perlu disalurkan agar tidak menganggu keseimbangan perilaku dan mental anak. Merupakan proses pendidikan secara serempak baik fisik. Tidak salah jika para ahli percaya bahwa pendidikan jasmani merupakan wahana yang paling tepat untuk “membentuk manusia seutuhnya”. Pengertian Pendidikan Jasmani Pendidikan jasmani merupakan bagian penting dari proses pendidikan. 5. Bila demikian seolaholah pendidikan jasmani hanyalah sebagai mata pelajaran ”selingan”. dan lain-lain. dan tidak memiliki tujuan yang bersifat mendidik. Oleh karena itu. Namun demikian tidak semua guru penjas menyadari hal tersebut. Segera setelah kelebihan energi tersalurkan. sehingga pelaksanaannya cukup dengan cara menyuruh anak pergi ke lapangan. Tujuannya adalah untuk membantu anak agar tumbuh dan berkembang secara wajar sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. menyediakan bola sepak untuk laki-laki dan bola voli untuk perempuan. mental. yang memberikan kesempatan bagi anak untuk mempelajari hal-hal yang penting. Tetapi penjas adalah bagian penting dari pendidikan. penjas bukan hanya dekorasi atau ornamen yang ditempel pada program sekolah sebagai alat untuk membuat anak sibuk. dan menyumbang pada kesehatan fisik dan mentalnya.masa kritisnya. yaitu menjadi manusia Indonesia seutuhnya. Guru tinggal mengawasi di pinggir lapangan. emosi. Bahasa. Artinya. berkembang secara sosial. keterlantaran pembinaan pada masa ini sangat berpengruh terhadap perkembangan anak pada masa berikutnya. terlibat dalam aktivitas yang kondusif untuk mengembangkan hidup sehat. karena setelah istirahat. Hasil nyata yang diperoleh dari pendidikan jasmani adalah perkembangan yang lengkap. seperti kebugaran jasmani yang rendah. Di kalangan guru penjas sering ada anggapan bahwa pelajaran pendidikan jasmani dapat dilaksanakan seadanya. sehingga banyak anggapan bahwa penjas boleh dilaksanakan secara serampangan. meliputi aspek fisik. anak-anak akan mengembangkan keterampilan yang berguna bagi pengisian waktu senggang. Pencapaian . Pendidikan jasmani merupakan wahana pendidikan. anak akan memperoleh kembali keseimbangan dirinya. Melalui penjas yang diarahkan dengan baik. Apakah sebenarnya pendidikan jasmani dan apa tujuannya? Secara umum pendidikan jasmani dapat didefinisikan sebagai berikut: Definisi di atas mengukuhkan bahwa pendidikan jasmani merupakan bagian tak terpisahkan dari pendidikan umum. sosial dan moral. Mengapa bisa terjadi demikian? Kelemahan ini berpangkal pada ketidakpahaman guru tentang arti dan tujuan pendidikan jasmani di sekolah. Meskipun penjas menawarkan kepada anak untuk bergembira. 4. Hal ini tercermin dari berbagai gambaran negatif tentang pembelajaran penjas. tidaklah tepat untuk mengatakan pendidikan jasmani diselenggarakan semata-mata agar anak-anak bergembira dan bersenang-senang. Menyalurkan energi yang berlebihan Anak adalah mahluk yang sedang berada dalam masa kelebihan energi. tidak berbobot.

Tujuan itu harus masuk dalam perencanaan dan skenario pembelajaran. agar dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak didik. Dalam hal ini. untuk mencapai tujuan tersebut . • meningkatkan terkuasainya keterampilan fisik yang kaya. Hal ini sekaligus mengungkapkan kelebihan pendidikan jasmani dari pelajaran-pelajaran lainnya. Pergaulan yang terjadi di dalam adegan yang bersifat mendidik itu dimanfaatkan secara sengaja untuk menumbuhkan berbagai kesadaran emosional dan sosial anak. yang akan mendukung tercapainya aneka kemampuan. afektif dan psikomotor. serta • meningkatkan pengertian siswa dalam prinsip-prinsip gerak serta bagaimana menerapkannya dalam praktek. Tanpa penjas. Kedudukannya sama dengan tujuan pembelajaran pengembangan domain psikomotor. Dengan demikian anak akan berkembang secara menyeluruh. yaitu: • meningkatkan kebugaran jasmani dan kesehatan siswa. bukan hanya sebagai pelatih atau pengatur kegiatan. sebagai berikut: Tujuan di atas merupakan pedoman bagi guru penjas dalam melaksanakan tugasnya. sebab berpeluang lebih banyak dari mata pelajaran lainnya untuk membina keterampilan. Dengan demikian. secara sederhana tujuan penjas meliputi tiga ranah (domain) sebagai satu kesatuan. Yang membedakannya dengan mata pelajaran lain adalah alat yang digunakan adalah gerak insani. Jika pelajaran lain lebih mementingkan pengembangan intelektual. Tujuan tersebut harus bisa dicapai melalui kegiatan pembelajaran yang direncanakan secara matang. Pendidikan jasmani merupakan suatu bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan umum. baik dalam aspek fisik. Karena itu posisi pendidikan jasmani menjadi unik. Singkatnya. Tujuan pendidikan jasmani sudah tercakup dalam pemaparan di atas yaitu memberikan kesempatan kepada anak untuk mempelajari berbagai kegiatan yang membina sekaligus mengembangkan potensi anak. Misi pendidikan jasmani tercakup dalam tujuan pembelajaran yang meliputi domain kognitif. Ada tiga hal penting yang bisa menjadi sumbangan unik dari pendidikan jasmani. Lewat program penjas dapat diupayakan peranan pendidikan untuk mengembangkan kepribadian individu. guru perlu membiasakan diri untuk mengajar anak tentang apa yang akan dipelajari berlandaskan pemahaman tentang prinsip-prinsip yang mendasarinya. dengan berpedoman pada ilmu mendidik. Inti pengertiannya adalah mendidik anak. sikap dan keterampilan. Dalam bentuk bagan. mental. Jadi. proses pendidikan di sekolah akan pincang. 08 Desember 2007 8:50 . Gerak itu dirancang secara sadar oleh gurunya dan diberikan dalam situasi yang tepat. emosional dan moral. Perkembangan pengetahuan atau sifat-sifat sosial bukan sekedar dampak pengiring yang menyertai keterampilan gerak. Sumbangan nyata pendidikan jasmani adalah untuk mengembangkan keterampilan (psikomotor). sosial. pendidikan jasmani bertujuan untuk mengembangkan potensi setiap anak setinggi-tingginya. maka melalui pendidikan jasmani terbina sekaligus aspek penalaran. hal terpenting untuk disadari oleh guru penjas adalah bahwa ia harus menganggap dirinya sendiri sebagai pendidik. pendidikan jasmani diartikan sebagai proses pendidikan melalui aktivitas jasmani atau olahraga. manusia yang bergerak secara sadar.tujuan tersebut berpangkal pada perencanaan pengalaman gerak yang sesuai dengan karakteristik anak.

Maksud dari arti tadi adalah kesaktian dan kekuatan yang berada dalam zat suatu benda dan diyakini mampu memberikan manfaat atau marabahaya. Dinamisme lahir dari rasa kebergantungan manusia terhadap daya dan kekuatan lain yang berada di luar dirinya. ketika manusia mendapatkan bahwa api memiliki daya panas. air. yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda atau makhluk mempunyai daya dan kekuatan. Keyakinan ini banyak dianut oleh bangsa-bangsa yang belum bersentuhan dengan agama wahyu. Ia mengira bahwa api memiliki kekuatan misteri yang tidak mungkin dimiliki oleh manusia sehingga ia akan menyembahnya. atau tempat-tempat tertentu). Reinkarnasi sendiri tidak lain adalah pemahaman masyarakat Hindu dan Budha yang percaya bahwa manusia yang sudah mati bisa kembali lagi ke alam dunia dalam wujud yang lain. gua. Banyak kepercayaan animisme yang berkembang di masyarakat. jika dikenal dengan perangainya yang buruk. Setiap manusia akan selalu merasa butuh dan harap kepada zat lain yang dianggapnya mampu memberikan pertolongan dengan kekuatan yang dimilikinya. biasanya ia akan ber-reinkarnasi dalam wujud merpati. yaitu anima yang berarti 'roh'. Atau. hutan. Manusia tersebut mencari zat lain yang akan ia sembah yang dengannya ia merasa tenang jika ia selalu berada di samping zat itu. keyakinan bahwa roh orang yang sudah meninggal bisa masuk kedalam jasad binatang lain. maka ia akan kembali hidup dalam wujud seekor babi. gunung. kepercayaan masyarakat Nias yang meyakini bahwa tikus yang sering keluar masuk rumah adalah jelmaan dari roh wanita yang meninggal dalam keadaan melahirkan. dijumpai defenisi dinamisme sebagai kepercayaan keagamaan primitif yang ada pada zaman sebelum kedatangan agama Hindu di Indonesia. Dalam Ensiklopedi umum. seperti babi hutan dan harimau. Kesaktian itu bisa berasal dari api. Definisi dari dinamisme memiliki arti tentang kepercayaan terhadap benda-benda di sekitar manusia yang diyakini memiliki kekuatan ghaib. maka ia akan menduga bahwa apilah yang paling berhak ia sembah karena api telah memberikan pertolongan kepada mereka ketika mereka merasa dingin. Mereka sangat mengagungkan dan menghormati matahari karena mereka percaya bahwa matahari-lah yang pantas disembah . Jika orang tersebut baik selama hidupnya. atau kekuasaan. mempunyai jiwa yang mesti dihormati agar jiwa tersebut tidak mengganggu manusia. roh tersebut akan membalas dendam terhadap orang yang pernah menyakitinya ketika hidup. sedangkan dalam bahasa Inggris berarti dynamic dan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan arti kekuatan. seperti penyembahan masyarakat Jepang terhadap matahari. batu-batuan. pepohonan. binatang. daya.Pengertian Animisme Kata animisme berasal dari bahasa latin. Dinamisme disebut juga dengan nama preanimisme. Pengertian Dinamisme Perkataan dinamisme berasal dari bahasa Yunani. Biasanya. Paham animisme mempercayai bahwa setiap benda di bumi ini (seperti laut. Namun. Atau contoh lainnya. atau bahkan manusia sendiri. yaitu dunamos. Seperti. Kepercayaan animisme adalah kepercayaan kepada makhluk halus dan roh. Kepercayaan semacam ini hampir sama dengan keyakinan reinkarnasi. Sebagai contoh. atau bahkan membantu mereka dalam kehidupan ini.

mereka pindah dan kemudian menetap di kawasan nusantara. Zaman ini disebut sebagai zaman yang belum mengenal tulisan.disebabkan kekuatan sinarnya yang memancar ke seluruh dunia. nenek moyang Indonesia banyak mengadopsi pemikiran dan kepercayaan dari bangsa luar. tradisi. para sejarawan tersebut sepakat bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari kawasan Asia. Ada yang mengatakan bahwa mereka bersebelahan dengan masyarakat Tiongkok. Pada saat itu. Masyarakat kita telah mengenal kedua agama budaya daripada agama Islam. Mereka yang dulu mendiamai bumi nusantara telah menjalin interaksi dengan bangsa Tiongkok. Mereka juga belum mengerti tentang aturan hidup karena tidak ada kitab suci atau undang-undang yang menuntun kehidupan mereka. dan suku-suku di kawasan India. Karena sebab itulah. Menurut sejarah. Dari interaksi inilah. Aria. Mereka tersebar di sepanjang pesisir pulau Sumaterera dan Jawa. Nenek moyang bangsa Indonesia ini tidak hanya membawa barang-barang kuno sebagai perbekalan hidup mereka. Menurut sejarah. banyak di antara mereka yang sudah melakukan proses ritual-ritual tertentu. Tidak ada yang istimewa pada zaman ini kecuali kepercayaan primitif mereka tentang animisme dan dinamisme. Di samping itu. Ada juga yang menempati daerah pedalaman Kalimantan dan Sulawesi. Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa Hindu dan Budha telah hadir lebih awal dalam peradaban nusantara. mereka menyembah sesuatu selain Allah. Hal ini disebabkan karena sedikitnya alat transportasi untuk menghubungkan satu pulau dengan pulau yang lain. Ada juga yang menyebut nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari kawasan selatan Mongol. Sampai pada abad ke-40 SM. masyarakat belum mengenal agama. Ditambah dengan tidak adanya bahasa yang disepakati antara mereka sehingga menyulitkan mereka dalam berkomunikasi dengan pihak luar. Walaupun Hindu dan Budha belum menguasai bumi nusantara. banyak terjalin interaksi di antara manusia saat itu. Dari kepercayaan inilah. Pertumbuhan masyarakatnya pun tidak begitu pesat. Sejarah Lahirnya Paham Animisme dan Dinamisme Keberadaan paham atau aliran animisme dan dinamisme ini tidak terlepas dari sejarah bangsa Indonesia. Yang pasti. Disebutkan oleh para sejarawan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari kawasan tengah benua Asia. Mereka menyembah Allah karena mereka bodoh dan jahil dalam mengenal Tuhan. Masa itu adalah masa pra-sejarah. Mereka mengangkat . Namun. diceritakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia tersebut berpindahpindah mengikuti aliran sungai di India. Mereka belum mengerti tentang baik dan buruk. Mongol. Kepercayaan animisme dan dinamisme telah tumbuh dan berkembang pesat di sekitar lingkungan mereka. ataupun kepercayaan yang sebelumnya telah mereka dapati dari bangsa lain di luar nusantara. sebelumnya ada periode khusus yang berbeda dengan zaman Hindu-Budha. seperti Cina dan India. mereka membangun sebuah masyarakat. Penyebaran ini tidak terjadi dengan proses yang cepat. masyarakat sekitar hanya menggunakan bahasa isyarat sebagai alat komunikasi. Di zaman itulah. mereka juga membawa budaya.

Mereka sangat menghormati matahari. Warga Jepang masih menganut paham Shinto. saat itu masyarakat awal Indonesia sudah mengenal istilah dewa. dan kesaktian atau kekuatan luar biasa. Begitupun dengan masyarakat India. masih banyak masyarakat setempat yang menganut paham animisme dan dinamisme. Bahkan. masih ramai diyakini oleh mereka. Kepercayaan animisme dan dinamisme itu didapat dari pengaruh bangsa lain yang telah menjalin interaksi dengan mereka. Kepercayaan bahwa manusia yang hidup masih bisa menjalin komunikasi dengan para leluhur mereka yang sudah mati.seorang kepala adat sebagai pemimpin. Jika ditelusuri. Di Jepang atau Cina misalnya. Dari semua penelusuran ini dapat disimpulkan bahwa lahirnya kepercayaan animisme dan dinamisme di Indonesia adalah berasal dari pengaruh bangsa lain. Di kawasan Jazirah Arab. sebagian masyarakat masih percaya pada kekuatan sungai Nil atau kesaktian padang Sahara. langit dianggap sebagai kerajaan. kepercayaan terhadap dewadewa Yunani atau roh-roh jahat seperti vampir dan zhombie. mereka melakukan ritual-ritual tertentu dalam rangka menghormati arwah para leluhur dan menjauhkan diri dari roh jahat. Di India. Setiap benda yang dianggap ajaib atau mengesankan. sebagian masyarakat Eropa dan Asia Barat pun masih percaya pada animisme dan dinamisme. mereka menyembah para dewa langit dan bumi. Baik pemimpin kemasyarakatan ataupun pemimpin dalam proses-proses ritual. Tidak hanya itu. mereka sudah percaya pada kekuatan matahari dan bulan atau disebut dengan kepercayaan pada Adityachandra. Fir'aun masih diyakini sebagi sosok yang masih memiliki kekuatan walaupun jasadnya telah rusak. Misalnya. Ada juga yang mengatakan bahwa ia lahir dari ajaran bangsa Aria. Yang pasti. Matahari dipercaya sebagai dewa. roh jahat dan roh baik. bumi beserta segala isinya disebut sebagai pelindung atau pengawal manusia. Yang dan Ying disebut-sebut sebagai Tuhan. setiap binatang tertentu seperti sapi memiliki kekuatan. maka mereka akan menganggapnya sebagai benda yang memiliki kesaktian. Untuk itulah. . Bahkan di Eropa. Masyarakat Cina menganut Konghucu. bahkan pemerintah setempat melarang penyembelihan sapi. kepercayaan semacam ini tidak hanya berkembang di Indonesia. bulan diyakini sebagai dewi. masyarakat awal Indonesia juga sudah mengenal tentang bagaimana cara menghormati orang yang sudah mati. Ada yang mengatakan bahwa paham ini berasal dari ajaran Taonisme yang lahir di kawasan Tiongkok. Sapi adalah binatang suci bagi masyarakat India.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful