KLIPING MOTIF BATIK

DISUSUN OLEH: NAMA : ALMA EVANGELISTA M. KELAS : 5B NO. ABSEN : 04

SD MUHAMMADIYAH PROGRAM KHUSUS KOTTABARAT 2011

Dalam pengangkatannya sebagai adipati Wonobodro. akhirnya pemuda ini diangkat menjadi adipati Wonobodro. Tak lama karena perilaku pemuda ini yang sangat santun dan bijak. pemuda ini mengenakan baju batik pemberian ibundanya dengan batik motif kawung. Tak lama kemudian setelah dipanggil oleh pihak kerajaan dan diberikan beberapa pekerjaan yang selalu bisa diselesaikannya. dengan harapan putranya bisa menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat banyak. Berikut adalah macam motif kawung. Jaman dahulu. namun seiring dengan perkembangan jaman motif batik sangat banyak ragamya. Pihak kerajaan merasa penasaran dengan kemashuran nama pemuda ini. Batik motif Kawung mempunyai makna yang melambangkan harapan agar manusia selalu ingat akan asal usulnya. hingga membuat namanya terdengar hingga di kalangan kerajaan Mataram. Untuk itulah ibunda membuatkan batik dengan motif kawung. tergantung kreatifitas dari masing-masing perancangnya. batik motif kawung dikenakan di kalangan kerajaan. Dan akhirnya hingga saat ini. antara lain : . sehingga diutuslah telik sandi untuk mengundang pemuda ini menghadap raja. Ibunda berpesan agar si pemuda ini bisa menjaga diri & hawa nafsu serta tidak lupa akan asal-usulnya.SEJARAH BATIK Pada awalnya motif batik hanya terdiri dari 3 (tiga) motif. Pejabat kerajaan yang mengenakan batik motif kawung mencerminkan pribadinya sebagai seorang pemimpin yang mampu mengendalikan hawa nafsu serta menjaga hati nurani agar ada keseimbangan dalam perilaku kehidupan manusia. Motif ini umumnya hanya berisi bulatan-bulatan yang saling bersentuhan maupun beririsan satu sama lain. 1. membuat ibunda merasa terharu dan menggantungkan banyak harapan. batik motif kawung semakin dikenal masyarakat. Batik Kawung Kawung termasuk motif yang sangat tua. Mendengar bahwa putranya diundang oleh raja. Sejarah diketemukannya batik motif kawung ini adalah ketika ada seorang pemuda dari desa yang mempunyai penampilan berwibawa serta disegani di kalangan kaumnya. Sang telik sandipun berhasil menemukan pemuda ini.

lingkaran. Dasar pola Ceplok terdapat di arca Budha antara lain Budha Mahadewa dari Tumpang dan arca Brkhuti dari candi Jago. antara lain kawung prabu. benggol. Sebagian besar Pola Ceplok itu merupakan pola-pola batik kuno yang terdapat pada hiasan arca di Candi Hindu/Budha dengan bentuk kotak-kotak. brendi. Ganesha dari Kediri dan arca arca Parwati dari Jawa merupakan pola dasar dari pola Kawung. Batik Ceplok Batik ceplok berisikan bulatan-bulatan. sisik dan sebagainya. Pola Kawung seperti halnya pola nitik. semar. Terlihat dari uraian diatas pola Kawung merupakan pola ceplok tertua dan terdiri dari 4 ragam hias elips atau lingkaran yang disusun sedemikian rupa sehingga keempatnya besinggungan satu sama lainnya dan ditengahnya terdapat ragam hias Mlinjon. binatang. Selanjutnya elips/lingkaran ini dimodifikasi dengan menambah ragam hias isen atau mengubah bentuk sehingga diperoleh pola kawung yang indah dan beragam dengan nama beragam pula. arca Hari Hara dari Blitar. Pola dasar yang terdapat pada candi Hindu di arca Ganesha dari Banon Borobudur. geger mendut. sen. Batik ini mempunyai motif yang lebih bervariasi dibandingkan batik Kawung. bentuk tertutup serta garis-garis miring.Kawung Sidomukti Kawung Sidomukti Kawung Motif-motif Batik Kawung Kawung 2. pola banji. raja dan lainnya. maupun parang. kotak-kotak. Dari ukuran lingkaran juga diciptakan berbagai pola seperti kawung ndil. pola ganggong karena jumlahnya sangat banyak sering dikelompokan sebagai pola . gelar.

Pada jaman dahulu. seperti pola ceplok Yogya kadang mempunyai nama sama dengan pola semen Surakarta. . bentuk mofit parang menyerupai deretan pedang/pisau dengan lengkunganlengkungan yang teratur. Dengan demikian pembagian golongan dalam pola geometris menjadi golongan Ceplokan. Kadang ada pola yang dinamakan sama tetapi polanya beda antara satu tempat dan lainnya. Parang Rusak biasanya digunakan prajurit setelah perang. Batik Parang Parang dalam bahasa Jawa berarti pedang/pisau. contohnya pola ceplok Kokrosono di Yogya kalau di Surakarta dikenal sebagai pola Semen. Pola Parang dan pola Lereng. Jenis-Jenis Motif Parang : 1) Parang Rusak Motif ini merupakan motif batik sakral yang hanya digunakan di lingkungan kraton.tersendiri. antara lain : Ceplok Ceplok Ceplok ambar kumitir Nam-naman ceplok rider Motif-motif Batik Ceplok 3. Pola Ganggong. untuk memberitahu Raja bahwa mereka telah memenangkan peperangan. Pola Banji. Pola Nitik. Pola Ceplok kuno Yogyakarta adalah dari keraton Kotagede [Mataram] sedangkan pola Ceplok Surakarta diciptakan setelah pembagian kerajaan Mataram menjadi dua. golongan pola Kawung. Berikut adalah macam motif batik ceplok. Sesuai dengan motifnya.

. Motif Parang Rusak Barong ini merupakan induk dari semua motif parang. ada bagian yang terdiri dari tebing-tebing atau pereng yang rusak karena terkikis deburan ombak laut selatan. sang raja sering bertapa di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa yang dipenuhi oleh jajaran pegunungan seribu yang terlihat seperti pereng (tebing) berbaris.Parang Rusak Motif ini diciptakan oleh Panembahan Senopati. dan karena kesakralan filosofinya motif ini hanya boleh digunakan untuk Raja. dan kesadaran sebagai seorang manusia yang kecil di hadapan Sang Maha Pencipta. terutama dikenakan pada saat ritual keagamaan dan meditasi. dan ini tercermin pada besarnya ukuran motif tersebut pada kain. Di salah satu tempat bertapa tersebut. Parang Barong Kata barong berarti sesuatu yang besar. sehingga lahirlah ilham untuk menciptakan motif batik yang kemudian diberi nama Parang Rusak 2) Parang Barong Motif batik ini berasal dari kata “batu karang” dan “barong” (singa). Konon. pendiri Kerajaan Mataram. Akhirnya. ia menamai tempat bertapanya dengan pereng yang kemudian berubah menjadi parang. Parang Barong merupakan parang yang paling besar dan agung. Motif ini mempunyai makna agar seorang raja selalu hati-hati dan dapat mengendalikan diri. Motif ini diciptakan Sultan Agung Hanyakrakusuma yang ingin mengekspresikan pengalaman jiwanya sebagai raja dengan segala tugas kewajibannya.

Slobokan atau parang Slobog hanya boleh dikenakan dalam acara pemakaman saja. sedangkan keluarga yang ditingalkan juga diberi kesabaran dalam menerima cobaan kehilangan salah satu keluarganya. Motif ini dulu dipakai pada upacara pelantikan para pejabat pemerintahan. Hal ini merupakan simbolisasi harapan agar arwah yang meninggal mendapatkan kemudahan dan kelancaran dalam perjalanan menghadap Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. dan kesabaran. yaitu seperti pada gambar di bawah ini: . ketelitian. Parang Klitik 4) Parang Slobog Motif batik yang menyimbolkan keteguhan.3) Parang Klitik Motif batik yang menyimbolkan perilaku halus dan bijaksana. Selain motif-motif batik parang diatas. masih terdapat bermacam motif parang yang lainnya. Parang Slobog Selain untuk pelantikan pejabat. karena melambangkan harapan agar para pejabat selalu diberi petunjuk dan kelancaran dalam menjalankan semua tugas-tugas yang menjadi tangung jawabnya. Dulu motif batik ini hanya dikenakan oleh para putri raja.

batik modern juga lebih kaya warna dan lebih berani menampilkan warna-warna cerah. Batik Modern Batik modern cenderung mengekspor gambar-gambar nyata. daun-daunan atau bunga. Contoh batik modern seperti di bawah ini: Batik Modern . seperti burung atau gambar binatang lainnya. Dari sisi pewarnaan.Parang Parang Parang Kusumo Motif-motif Batik Parang Truntum Parang 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful