P. 1
Jenis-jenis Fungsi Matematika

Jenis-jenis Fungsi Matematika

|Views: 2,600|Likes:
Published by PenuhTandaTanya

More info:

Published by: PenuhTandaTanya on Aug 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/04/2013

pdf

text

original

ŵ

1ENIS-1ENIS FUNGSI

I. FUNGSI KONSTAN
Fungsi konstan adalah Iungsi I yang dinyatakan dalam rumus I(x) ÷ c, dengan c suatu konstanta.
GraIiknya iika dilukis dalam suatu sumbu koordinat dimana domainnya sumbu x merupakan
garis yang seiaiar dengan sumbu x.

y
I(x)
c
x
0

II. FUNGSI IDENTITAS
Fungsi Identitas adalah suatu Iungsi I yang dinyatakan dalam rumus I(x) ÷ x. Fungsi
identitas sering dinyatakan dengan lambang I sehingga I(x) ÷ x.
y I(x)÷x


x
0



III. FUNGSI TANGGA
I(x)÷ (x) adalah Iungsi bilangan bulat terbesar di mana (x) adalah bilangan bulat terbesar yang
lebih kecil atau sama dengan x.
Contoh: I(x)÷ (x), untuk -2,5 A x A 2,5 , maka
-3, untuk -2,5 A x 2
-2, untuk -2 A x -1
-1, untuk -1 A x 0
0, untuk 0 A x 1
1, untuk 1 A x 2
2, untuk 2 A x A 2,5

IV. FUNGSI INTO DAN FUNGSI IN1EKTIF (SATU-SATU)
O $uatu I: AFB memetakan anggota setiap A dengan tepat satu anggota B, tetapi ada anggota
B yang bukan peta dari A, maka I: AFB disebut Iungsi into.
O $uatu I: AFB memetakan setiap anggota A dengan tepat satu anggota B, tetapi anggota B
yang meniadi peta dari anggota A itu petanya tunggal, maka I: AFB disebut Iungsi iniektiI
(satu-satu).
Contoh: A B A B
(i) (ii)

Gambar (ii) Iungsi iniektiI sekaligus Iungsi into, Gambar (i) bukan Iungsi iniektiI

V. FUNGSI SUR1EKTIF (ONTO)
$uatu I: AFB memetakan setiap anggota A dengan tepat satu anggota B, dan setiap anggota B
(tidak bersisa) meniadi peta dari anggota A, maka I:AFB disebut Iungsi suriektiI (onto).
Contoh:

A B M N
O
O
O
O
O
O
O
O
O
O
O
I(x)÷ (x)÷

Ŷ

VI. FUNGSI BI1EKTIF (KORESPONDENSI SATU-SATU)
$uatu I:AFB, setiap anggota B (tidak bersisa) meniadi peta dari A dan setiap anggota B
tersebut dalaha peta tunggal dari A.
Contoh: A B


VII. Fungsi Genap
Fungsi genap adalah suatu Iungsi I dimana berlaku I(x) ÷ I(-x). Yang merupakan Iungsi genap
antara lain Iungsi yang pangkat-pangkat dari variabelnya bilangan genap. Jika Iungsi itu
pecahan, maka dapat dikatakan Iungsi genap iika variabel pada pembilang dan penyebut
berpangkat semua genap atau semua ganiil.

VIII. Fungsi Ganjil
Fungsi ganiil adalah suatu Iungsi I dimana berlaku I(-x) ÷ - I(x). Yang merupakan Iungsi ganiil
antara lain Iungsi yang semua variabelnya berpangkat ganiil. Jika Iungsi itu pecahan, maka
dapat dikatakan Iungsi ganiil iika variabel pada pembilang berpangkat ganiil dan variabel dari
penyebut berpangkat genap atau sebaliknya.

IX. FUNGSI LINEAR
Fungsi linear adalah Iungsi yang peubahnya paling tinggi berpangkat satu atau suatu Iungsi
yang graIiknya merupakan garis lurus.
A. Grafik Fungsi Linear
Bentuk umum persamaan Iungsi linear ditulis: y ÷ ax ¹ b dengan a dan b e R, a = 0.
GraIik Iungsi linear berupa garis lurus yang diperoleh dengan menghubungkan titik
potong dengan sumbu X dan sumbu Y pada koordinat cartesius. Perhatikan contoh berikut.
Contoh:
Gambarlah graIik yang persamaannya y ÷ 3x 4.
Untuk menggambar graIik Iungsi linear dapat digunakan dua cara, yaitu dengan:
1. %abel.
Persamaan garis adalah y ÷ 3x 4.









2. Menentukan titik potong dengan sumbu X dan sumbu Y.
a. Perpotongan dengan sumbu X, syaratnya y ÷ 0.
= y ÷ 3x 4
= 0 ÷ 3x 4
= 3x ÷ 4
= x ÷ 4/3
Jadi, koordinat titik potongnya (4/3, 0).

3x - 4
x y %itik
O
1
2
3
4
-4
-1
2
5
8
(0,-4)
(1,-1)
(2,2)
(3,5)
(4,8)
O
O
O
O
O
O
O
O
O
O
O
O
O
O
O
ŷ

b. Perpotongan dengan sumbu Y, syaratnya x ÷ 0.
= y ÷3x 4
= y ÷3 ʬ 0 4
= y ÷4
Jadi, koordinat titik potongnya (0, 4).
Jika titik potong sumbu X dan titik potong sumbu Y dihubungkan maka terbentuklah
garis y ÷ 3x 4.

B. Gradien
Gradien adalah angka kemiringan graIik atau koeIisien arah garis. Gradien disebut iuga
kemiringan garis terhadap sumbu X positiI. Gradien dinotasikan dengan huruI m.
Jika sudut yang dibentuk antara garis terhadap sumbu X positiI dinyatakan dengan Đ° dan
gradien dinyatakan m, maka:
m=tana°=
komponen y
komponen x
=
yŶ-yŵ
xŶ-xŵ

$iIat-siIat graIik Iungsi linear berdasarkan nilai m sebagai berikut.
1. Jika m ÷ 0 maka graIik seiaiar sumbu X.

2. Jika m ~ 0 maka graIik condong ke kanan (0° · Đ · 90°).

3. Jika m · 0 maka graIik condong ke kiri (90° · Đ · 180°).

4. Jika m ÷ · maka graIik seiaiar sumbu Y.

Contoh:
Hitung gradien garis lurus yang melalui titik A(3, 2) dan B(1, 1)!
Penyelesaian:

m=
y
2
-y
1
x
2
-x
1
=
1-2
1-3
=
-1
-2
=
1
2


Diperoleh graIik seperti di samping.


. enentukan Persamaan Garis elalui Satu Titik
dengan Gradien m
Persamaan garis melalui satu titik A (x
1
, y
1
) dengan gradien m, dapat ditentukan dengan
rumus:
-
1
m(x - x
1
)
Jika melalui titik O(0, 0) dengan gradien m maka persamaannya y ÷ mx.
Contoh:
%entukanlah persamaan garis yang melalui titik P(2, 1) dan memiliki gradien 2!
Penyelesaian:
= y y
1
÷ m(x x
1
)
= y 1 ÷ 2 ʬ (x (2))
= y ÷2x ¹ 2 ¹ 1
Ÿ

= y ÷2x ¹ 3
Jadi, persamaan garis yang terbentuk adalah y ÷ 2x ¹ 3.

D. enentukan Persamaan Garis ang elalui Dua Titik
Persamaan garis yang melalui dua titik A(x
1
, y
1
) dan B(x
2
, y
2
) dapat ditentukan dengan
rumus:
ˑ ˑ
1
ˑ
2
ˑ
1
=
ː ː
1
ː
2
ː
1
˅t˅u ˑ ˑ
1
= ˋ(ː ː
1
)d¢ˌg˅ˌ ˋ =
ˑ
2
ˑ
1
ː
2
ː
1

Persamaan garis yang melalui A(a, 0) dan titik B(0, b) adalah bx ¹ ay ÷ ab atau ˳ =

˲ II
Contoh:
%entukan persamaan garis yang melalui titik A(1, 2) dan B(2, 5)!
Penyelesaian:

ˑ-ˑ
1
ˑ
2

1
=
ː-ː
1
ː
2

1

=
y (Ŷ)
Ź (Ŷ)
=
x ŵ
Ŷ ŵ

=
y Ŷ
ŷ
=
x ŵ
ŵ

= y ¹ 2 ÷ 3(x 1)
= y ÷3x ¹ 3 2
= y ÷3x ¹1

Jadi, persamaan garis yang terbentuk adalah y ÷ 3x ¹ 1
dengan graIik seperti di samping.

E. enentukan Sudut ang Dibentuk oleh Grafik Fungsi
Besarnya sudut yang dibentuk oleh graIik Iungsi linear atau garis terhadap sumbu X
positiI dapat ditentukan dengan gradiennya.
tan Đ m = Đ arc tan m
Contoh:
%entukan besarnya sudut yang dibentuk oleh garis 2 b3x 6y ÷ 5!
Penyelesaian:
2 b3x 6y ÷5
= 6y ÷5 2 b3x
= y ÷
1
3
Vŷ˲
5
6

Dengan melihat hasil akhir persamaan maka
m ÷
1
3

= tan Đ ÷
1
3

= Đ ÷arc tan
1
3

= Đ ÷ 30°

F. enentukan Titik Potong Dua Garis
%itik potong dua buah garis dapat ditentukan dengan cara eliminasi dan substitusi.
Contoh:
%entukan titik potong garis 3x ¹ y ÷ 6 dengan garis 2x y ÷ 0!
Penyelesaian:
3x ¹ y ÷6 '× 2 ' 6x ¹ 2y ÷12
2x y ÷0 '× 3 ' 6x 3y ÷0
5y ÷12
= y ÷
12
5

Dapat dicari nilai x sebagai berikut.
Ź

2x y ÷0
= 2x Ә
12
5
ә÷0
= 2x ÷
12
5

= x ÷
12
10

Jadi, kedua garis berpotongan di koordinat Ә
12
10
,
12
5
ә

G. Hubungan Dua Garis
1. Hubungan Dua Garis Berpotongan %egak Lurus
Dua garis saling berpotongan tegak lurus iika m
1
ʬ m
2
÷ 1 (hasil kali kedua gradien sama
dengan 1). Dengan kata lain kedua garis saling membentuk sudut siku-siku (90°).
Contoh:
%entukanlah persamaan garis yang melalui titik (1, 2) dan tegak lurus terhadap garis 3y
6x ¹ 9 ÷ 0!
Penyelesaian:
Misal garis 3y 6x ¹ 9 ÷ 0 dinyatakan dengan garis A.
Menentukan gradien diperoleh dengan mengubah persamaan
3y 6x ¹ 9 ÷ 0 ke bentuk umum persamaan garis y ÷ mx ¹ c, yaitu:
3y 6x ¹ 9÷ 0
= y ÷2x 3 (gradien garis A(m
1
) ÷ 2)
Dua garis tegak lurus iika:
m
1
ʬ m
2
÷ 1
= 2 ʬ m
2
÷ 1
diperoleh m
2
÷ ½
Persamaan garis yang dicari dengan gradien ½ dan
melalui titik (1, 2) sebagai berikut.
y y
1
÷ m(x x
1
)
= y2 ÷ ½ (x (1))
= y ÷½x ½ ¹ 2
= y ÷ ½x ¹ 1 ½
= 2y ÷x ¹ 3
Diperoleh graIik seperti di samping.

2. Hubungan Dua Buah Garis yang $eiaiar
Dua buah garis saling seiaiar iika m
1
÷ m
2
(gradiennya sama).
Contoh:
%entukan persamaan garis yang melalui titik (2, 4) dan seiaiar dengan garis 3y ¹ 9x ¹
6 ÷ 0!
Penyelesaian:
Menentukan gradien garis A
1
3y ¹ 9x ¹ 6 ÷ 0
diperoleh dengan mengubah ke bentuk umum persamaan
garis y ÷ mx ¹ c, yaitu:
3y ¹ 9x ¹ 6 ÷ 0
= 3y ÷9x 6
= y ÷3x ¹ 2
Jadi, gradien garis A
1
adalah 3. Karena disyaratkan
seiaiar maka gradien garis A
2
iuga 3. Diperoleh persamaan
sebagai berikut.
y y
1
÷m
2
(x x
1
)
= y (4) ÷ 3(x 2)
= y ¹ 4 ÷ 3x 6
= y ÷3x 10
Jadi, salah satu garis yang seiaiar dengan 3y ¹ 9x 6 ÷
0 adalah y ÷ 3x 10.
ź

H. Invers Fungsi Linear
Perhatikan gambar.
Jika I dan g Iungsi biiektiI, serta I: A lj B maka peta setiap x
e A adalah y e B ditulis y ÷ I(x). Jika g: B lj A maka peta setiap
y e B adalah x e A dan ditulis x ÷ g(y). Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa I dan g saling invers. Fungsi g merupakan invers
dari I ditulis g ÷ I
1
dan I merupakan invers dari g ditulis I ÷ g

1
. Jadi, invers dari I dinotasikan dengan I
1
.
Contoh:
1. Diberikan Iungsi I(x) ÷
3x-2
2x+4
, x = 2,
tentukan I 1(x)!
Penyelesaian:
I(x) ÷
3x-2
2x+4
, x = 2
Dapat dinyatakan.
˳ =
3x+2
2x+4

= y. (2x ¹ 4)÷ 3x 2
= 2xy ¹ 4y ÷ 3x 2
= x. (2y - 3) ÷ -4y - 2
= ˲ =
-(4y+2)
-(3-2y)

= I
-1
(y) =
4y+2
3-2y

Jadi, I
-1
(x) ÷
4x+2
3-2x


2. %entukan I
-1
(x)÷
1
x-5

Penyelesaian:
I (x)÷
1
x-5
F y ÷
1
x-5


= x - Ź =
1
y

= x =
1
y
Ź
= I
-1
(y) ÷
1
y
Ź
= I
-1
(x) ÷
1
x
Ź
Jadi, I
-1
(x)÷
1
x
Ź

X. FUNGSI KUADRAT
Fungsi kuadrat adalah Iungsi yang mempunyai graIik berbentuk parabola.
A. Grafik Fungsi Kuadrat
Bentuk umum Iungsi kuadrat adalah I(x) ÷ ax
2
¹ bx ¹ c, dengan a, b, dan c bilangan real, a
= 0. GraIik yang dibentuk oleh Iungsi kuadrat berbentuk parabola. Fungsi I(x) ÷ ax
2
¹ bx ¹ c
dapat iuga ditulis y ÷ ax
2
¹ bx ¹ c, dengan unsur-unsur sebagai berikut.

Diskriminan D b
2
- 4ac
Sumbu simetri x



Nilai ekstrim



Koordinat titik puncak P Ә


,


ә
Bentuk Iungsi kuadrat yang lain adalah y ÷ a(x x
p
)
2
¹ y
p
dengan koordinat titik puncak
(x
p
, y
p
).
$iIat-siIat graIik Iungsi kuadrat berdasarkan nilai a dan D:
D 0 D÷0 D > 0
a 0 %idak menyinggung sumbu x
(deIinitiI negatiI)

Menyinggung sumbu x di
satu titik

Menyinggung sumbu x di
dua titik

a 0 %idak menyinggung sumbu x
(deIinitiI positiI)
Menyinggung sumbu x di Menyinggung sumbu x di
dua titik
Ż

satu titik


B. Langkah-Langkah enggambar Grafik Fungsi Kuadrat
Berikut diberikan langkah-langkah dalam menggambar graIik Iungsi kuadrat.
1. Menentukan sumbu simetri yaitu x ÷



2. Menentukan titik puncak yaitu P(x, y) dengan x ÷


dan y ÷



3. Menentukan titik potong dengan sumbu Y (syarat x ÷ 0).
4. Bila D ~ 0 tentukan titik potong dengan sumbu X (syarat y ÷ 0).
5. Bila D < 0 tentukan beberapa titik di sekitar sumbu simetri.
Contoh:
1. Gambarlah graIik dari y ÷ x
2
¹ 4x!
Penyelesaian:
Dari persamaan y ÷ x2 ¹ 4x diperoleh a ÷ 1, b ÷ 4, dan c ÷ 0.
O D ÷ b
2
4ac
÷(4)
2
4(1)(0)
÷16
O $umbu simetri x ÷


=
-4
2 (-1)
= 2
O y ÷


=
-1ó
4(-1)
= 4
Nilai balik maksimum adalah 4
Jadi, titik puncak (2,4)
O %itik potong dengan sumbu x diperoleh iika
y ÷ 0
- x
2
¹ 4x ÷ 0
x (-x¹4) ÷ 0
x÷ 0 atau x÷4
Jadi, titik potong dengan sumbu x adalah
(0,0) dan (0,4)
O %itik potong dengan sumbu y diperoleh iika
x÷0
y÷ -(0)
2
¹ 2(0) ÷ 0
Jadi titik potong dengan sumbu y adalah (0,0)
GraIik Iungsi kuadrat dengan persaman y÷ -x
2
¹ 4x seperti pada halaman sebelumnya.

2. Gambarlah graIik dari y ÷ x
2
- 4x 5!
Penyelesaian:
Diketahui persamaan y ÷ x
2
- 4x 5, diperoleh a÷1, b÷-4, c÷-5
O GraIik pemotong sumbu x, iika y÷0
x
2
- 4x -5 ÷ 0
(x¹1)(x-5)÷ 0
(x¹1)÷ 0 atau (x-5)÷ 0
Jadi, graIik memotong sumbu x di titik (-
1,0) dan (5,0)

O $umbu simetri x ÷
-
2
=
-(-4)
2.1
= Ŷ
Nilai maksimum y ÷

4
=
-(b
2
-4ac)
4

=
((Ÿ) Ÿ(ŵ)(Ź))
2
Ÿ.ŵ

%

=
(ŵź ŶŴ)
Ÿ
= %
O %itik potong dengan sumbu y, iika x÷0
y÷ x
2
- 4x -5
÷ (0)
2
4(0) 5
÷-5
Jadi koordinat titik potong dengan sumbu y adalah (0,-5). Dari keterangan di atas,
diperoleh graIik seperti di samping.

. enentukan Persamaan Fungsi Kuadrat
Dari persamaan Iungsi kuadrat y ÷ ax
2
¹ bx ¹ c dapat kita peroleh koordinat titik potong
graIik dengan sumbu X dan sumbu Y, persamaan sumbu simetri, titik balik
maksimum/minimum, dan bentuk graIiknya. Demikian pula sebaliknya, dari unsur-unsur
tersebut dapat kita susun sebuah Iungsi kuadrat yang sesuai dengan rumus sebagai berikut.
1. Diketahui Koordinat %itik Potong GraIik dengan $umbu X
Apabila diketahui koordinat titik potong dengan sumbu X yaitu (x
1
, 0) dan (x
2
, 0) maka
bentuk persamaan kuadratnya adalah:
(x - x
1
)(x - x
2
)
= x
2
- (x
1
+ x
2
)x - x
1
x
2

2. Diketahui Koordinat %itik Puncak dan Koordinat yang Lain
Apabila diketahui koordinat titik puncak (xp, yp) dan koordinat yang lain maka bentuk Iungsi
kuadratnya adalah:
a(x - x
p
)
2
+
p

3. Diketahui GraIiknya
$ebuah graIik Iungsi kuadrat dilengkapi dengan unsur-unsur pada graIik, antara lain
koordinat titik potong graIik dengan sumbu X dan sumbu Y, persamaan sumbu simetri, dan titik
maksimum/minimum.
$elaniutnya, unsur-unsur yang diketahui tersebut dapat digunakan untuk mencari bentuk
Iungsi kuadrat seperti pada nomor 1 dan 2.
Contoh:
1. %entukan persamaan Iungsi kuadrat yang memiliki titik puncak (1, 1)
dan melalui (0, 3)!
Penyelesaian:
Diketahui koordinat titik puncak adalah (1, 1), diperoleh x
p
÷ 1 dan y
p
÷ 1 serta koordinat
titik yang lain (0, 3). Akan dicari nilai a terlebih dahulu.
y
0
÷ a(x
0
x
p
)
2
¹ y
p

= 3÷ a(0 1)
2
¹ (1)
= 3÷ a 1 = 4÷ a
Dengan demikian, bentuk persamaan Iungsi kuadratnya adalah:
y ÷ a(x xp)
2
¹ yp
= y ÷4(x 1)
2
¹ (1)
= y ÷4(x
2
2x ¹ 1) ¹ (1)
= y ÷4x
2
8x ¹ 4 ¹ (1)
= y ÷4x
2
8x ¹ 3
Jadi, bentuk persamaan Iungsi kuadratnya y ÷ 4x
2
8x ¹ 3.

2. %entukan bentuk persamaan Iungsi kuadrat yang
graIiknya seperti gambar di samping!
Penyelesaian:
Dari graIik diperoleh koordinat titik puncak adalah (3,
1) dan graIik melalui titik (0, 3). Dari contoh pada
nomor 2, kita dapat mencari nilai a terlebih dahulu.
y
0
÷ a(x
0
x
p
)
2
¹ y
p

= 3÷ a(0 3)
2
¹ 1
= 3÷9a ¹ 1
= 4÷9a
%

= a ÷
4
9

Bentuk persamaan Iungsi kuadratnya
y ÷ a(x x
p
)2 ¹ y
p

= y ÷
4
9
(x 3)
2
¹ 1
= y ÷
4
9
(x
2
6x ¹ 9) ¹ 1
= y ÷
4
9
x
2
-
24
9
ː
45
9

Jadi, bentuk persamaan Iungsi kuadrat dari graIik tersebut adalah
y ÷
4
9
x
2
-
24
9
x ¹ 5.

XI. FUNGSI EKSPONEN
Fungsi eksponen adalah Iungsi yang mengandung peubah atau variabel sebagai pangkat dari
suatu konstanta. Bentuk umum Iungsi eksponen:
f : x lj ax atau f(x) ax atau ax dengan a > dan a = 1
Pada Iungsi eksponen yaitu I(x) ÷ ax, berlaku:
1. x disebut peubah dan daerah asal I(x) (domain) dari Iungsi eksponen adalah himpunan
bilangan real yaitu DI : ¦x' · · x · ¹ ·, x e R},
2. a disebut bilangan pokok Iungsi dengan syarat a ~ 0 dan a = 1. Dengan demikian berlaku 0
· a · 1 atau a ~ 1.
Fungsi eksponen pada umumnya dibentuk dengan menggunakan bilangan pokok e, yaitu
konstanta Napier (e ÷ 2,71828 . . .) atau y ÷ e
x
.
Untuk menyelesaikan permasalahan Iungsi eksponen perlu diingat kembali siIat-siIat operasi
bilangan berpangkat.
Contoh:
1. %entukan bentuk sederhana dari (ŷŶ)
1
S
× Ә
1
2
ә
-2
!
Penyelesaian:
(ŷŶ)
1
S
× Ә
1
2
ә
-2
= (Ŷ
5
)
1
S
× (Ŷ
-1
)
-2

÷ 2 × Ŷ
-1.-2

÷ 2 L 2
2

÷ 2
3
÷ 8

2. %entukan nilai dari I(x) ÷ 3
2x 1
untuk x ÷ 2!
Penyelesaian:
I(x)÷3
2x 1

= I(2) ÷ 3
2
ʬ
2 1

= I(2) ÷ 3
4 1

= I(2) ÷ 3
3

= I(2) ÷ 27

A. enggambar Grafik Fungsi Eksponen
Fungsi eksponen selalu memotong sumbu Y di titik (0, 1) dan tidak memotong sumbu X.
ax. untuk a > 1 berupa grafik naik
untuk < a < 1 berupa grafik turun
Untuk menggambar sketsa graIik Iungsi eksponen dapat dilakukan dengan cara sebagai
berikut.
1. enentukan beberapa titik ang mudah.
2. Gambarlah beberapa titik tersebut pada koordinat
cartesius.
3. elalui titik-titik tersebut dibuat kurva ang
mulus.

Contoh:
1. Gambarlah graIik Iungsi eksponen I(x) ÷ 2
x
!
Penyelesaian:
ŵŴ

Untuk menentukan titik-titik, dapat menggunakan tabel seperti berikut.
x f(x)2
x

-1

1
2
3
2
-1
2
0
2
1
2
2
2
3
½
1
2
4
8

GraIik Iungsi eksponen dengan persamaan I (x) ÷ 2
x
seperti di samping.

2. Gambarlah graIik Iungsi y÷(½)
x
Penyelesaian:
Dapat dibuat tabel:
x (¼)
x

-2
-1

1
2
(½)
-2
÷4
(½)
-1
÷2
(½)
0
÷1
(½)
1
÷½
(½)
2
÷/

XII. FUNGSI LOGARITA
Fungsi logaritma merupakan invers dari Iungsi eksponen.
Fungsi logaritma dapat dicari nilai Iungsinya untuk domain 0 · x · ·. Bentuk umum Iungsi
logaritma:

f : x lj
a
log x atau f(x)
a
log x atau
a
log x
dengan a > . a = 1. dan x e R.
Dari bentuk umum di atas dapat diambil pengertian sebagai berikut.
1. Daerah asal (domain) Iungsi logaritma adalah D1 : ¦x'x ~ 0, x e R}.
2. a adalah bilangan pokok (basis) logaritma dengan syarat a ~ 0 dan a = 1 berarti boleh 0 · a ·
1 atau a ~ 1.
3. Daerah hasil (range) dari Iungsi logaritma adalah R1 : ¦y' · · y · ¹ ·, y e \}.
Contoh:
Diketahui I(x) ÷
3
log (x ¹ 2). %entukan nilai dari Iungsi berikut!
a. I(1)
b. I(7)
c. I(25)
Penyelesaian:
a. I(x) ÷
3
log (x ¹ 2) lj I(1) ÷
3
log (1 ¹ 2)
÷
3
log (3)
÷ 1
b. I(x) ÷
3
log (x ¹ 2) lj I(7) ÷
3
log (7 ¹ 2)
÷
3
log (9)
÷
3
log (3)
2

÷ 2
c. I(x) ÷
3
log (x ¹ 2) lj I(25) ÷
3
log (25 ¹ 2)
÷
3
log (27)
÷
3
log (3)
3

÷ 3

A. enggambar Grafik Fungsi Logaritma
GraIik Iungsi logaritma I(x) ÷
a
log x selalu memotong sumbu X di (1, 0) dan tidak pernah
memotong sumbu Y. Untuk menggambar graIik Iungsi logaritma perhatikan langkah-langkah
sebagai berikut.

a
log x untuk a > 1 berupa grafik naik
untuk < a < 1 berupa grafik turun
Contoh:
ŵŵ

1. Gambarlah graIik Iungsi logaritma y ÷
3
log x.
Penyelesaian:
x
3
log x
1
3

1
3
9
3
log
ŵ
ŷ
÷-1
3
log 1÷0
3
log 3÷1
3
log 9÷2
2. Gambarlah graIik Iungsi logaritma y÷
2
log (x-2)
Penyelesaian:
x
2
log (x-2)
2
1
2

3
4
6
1
2
log( Ŷ
ŵ
Ŷ
-2)÷-1
2
log (3-2)÷0
2
log (4-2)÷1
2
log (6-2)÷2
2
log (10-2)÷3

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->