P. 1
HandOutELDA

HandOutELDA

|Views: 3,146|Likes:
Published by Budhi Prasetiyo

More info:

Published by: Budhi Prasetiyo on Aug 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2013

pdf

text

original

Rangkaian penyearah gelombang penuh dengan trafo tap tengah ditunjukkan pada
Gambar 2.1a. Tiap bagian trafo dengan diode yang berhubungan berfungsi
sebagai penyearah setengah gelombang. Keluaran penyearah gelombang penuh
ditunjukkan pada Gambar 2.1b. Karena tidak ada arus dc yang mengalir melalui
trafo maka tidak ada masalah saturasi dc pada inti trafo. Tegangan keluaran rata-
rata adalah

Vdc =

m

m

T

m

V

V

ttdt

V

T

6366
,
0

2

sin

2/
0

=

=

π

ω

π

Selain menggunakan trafo tap tengah, kits dapat menggunakan empat buah diode
seperti pada Gambar 2.2a. Selama tegangan masukan mengalami siklus setengah
positif, daya disuplai ke beban melalui diode D1 dan D2. Pada saat siklus negatif,
diode D3 dan D4 yang konduksi. Bentuk gelombang untuk tegangan keluaran
ditunjukkan pada Gambar 2.2b yang serupa dengan Gambar 2.1b. Tegangan balik
puncak diode hanya Vm. Rangkaian ini dikenal sebagai jembatan penyearah
(bridge rectifier), dan sangat sering digunakan pada aplikasi industri.

7

Gambar 2-1. Penyearah gelombang penuh dengan trafo tap tengah

Contoh :
Bila penyearah pada Gambar 2.1a memiliki beban resistif mumi R, tentukan (a)
efisiensi, (b) faktor bentuk, (c) faktor ripple. (d) faktor kegunaan trafo, (e)
tegangan puncak balik (P1V) diode D1, dan (f) CF arus masukan.
Penyelesaian dari Persamaan diperoleh tegangan keluaran adalah:

Vdc =

m

m

V

V

6366
,
0

2

=

π

dan arus beban rata-rata adalah

8

Idc =

RV

R

V

m

dc

6366
,
0

=

Nilai rms tegangan keluaran adalah

Vrms =

(

)

m

m

T

m

V

V

dt

t

V

T

707
,
0

2

sin

2

2

1

/

0

2

=

=



∫ π

ω

Irms =

RV

R

V

m

rms

707
,
0

=

Dari Persamaan, Pdc = (0,6366Vm)2

/R, dan dari Persamaan (3-43) Pac =

(0,707Vm)2

/R
(a)Dari Persamaan, efisiensi η = (0,6366Vm)2

/(0,707Vm)2

= 81%.
(b)Dari Persamaan, faktor bentuk FF = 0,707Vm/0.6366Vm = 1,11.
(c)Dari Persamaan, faktor ripple RF =

1

11
,
12

− = 0,482 atau 48,2%.

(d)Tegangan rms trafo sekunder Vs = Vm/2 = 0,707 Vm,
Nilai arus rms trafo sekunder Is = 0.5Vm/R. Rating volt-ampere (VA) trafo, VA =
2VsIs = 2 x 0,707Vm x 0.5Vm/R. Dari Persamaan:

TUF =

0,5

0,707
20,63662

×

×

= 0,5732 = 57,32%

(e)Tegangan balik puncak, PIV = 2 Vm
(f)Is(puncak) = Vm/R dan Is = 0,707Vm/R. Crest Factor (CF) arus masukan adalah CF
= Is(puncak) / Is = 1/0,707 = 2

Catatan : Unjuk kinerja penyearah gelombang penuh sangat meningkat bila
dibandingkan sistem penyearah setengah gelombang.

9

Gambar 2-2 Jembatan penyearah gelombang penuh.

10

BAB II
PENYEARAH DIODA 3 FASA

2 .1 PENYEARAH BINTANG FASA BANYAK

Kita melihat pada Gambar 2-1 bahwa tegangan keluaran rata-rata yang dapat
diperoleh melalui penyearah gelombang penuh satu fasa adalah 0,6366Vm dan
penyearah-penyearah digunakan pada aplikasi dengan daya di alas 15 kW. Untuk
keluaran daya yang lebih besar, banyak digunakan penyearah fasa banyak dan
tiga fasa .
Tegangan keluaran menunjukkan bahwa keluaran tersebut mengandung
harmonis dan frekuensi komponen fundamentalnya adalah dua kali frekuensi
sumber (2f) Pada prakteknya, filter digunakan untuk mengurangi tingkat harmonis
pada beban; dan ukuran filter berkurang seiring dengan meningkatnya frekuensi
harmonis. Selain itu, penyearah fasa banyak yang memiliki keluaran daya lebih
besar, frekuensi fundamental harmonisnya juga meningkat sebesar q kali
frekuensi sumbernya (qf). Penyearah ini disebut pula penyearah bintang.
Rangkaian penyearah pada Gambar 2-1a dapat diperluas menjadi fasa banyak
dengan menambahkan kumparan fasa banyak pada trafo sekunder seperti yang
ditunjukkan pada Gambar 3-1a. Rangkaian ini dapat diperhitungkaa sebagai
penyearah setengah gelombang satu fasa q dan dapat digolongkan sebagai jenis
satu fasa: Diode ke-k akan konduksi selama periode pada saat tegangan fasa ke-k
lebih besar dibandingkan dengan fasa lainnya. Bentuk gelombang untuk arus dan
tegangan ditunjukkan pada Gambar 3-1b. Waktu konduksi tiap diode adalah

2π/q.

Dapat diperhatikan dari Gambar 3-1b bahwa arus yang mengalir pada kumparan
sekunder adalah unidirectional dan mengandung komponen dc. Hanya kumparan
sekunder yang membawa arus pada saat tertentu. Maka, kumparan primer harus
dihubungkan secara delta untuk menghilangkan komponen dc pada bagian
masukan trafo. Hal ini mengurangi kandungan harmonis arus line primer.
Dengan mengasumsikan bentuk gelombang kosinus dari π/q ke 2π/q, tegangan
keluaran untuk penyearah fasa ke q diberikan

11

Vdc =

( )

q

q

V

t

td

V

q

m

q

m

π

π

ω

ω

ππ

sin

cos

/
22

/

0

=

Vrms =

( )

2/
1

/

0

cos

/
22



t

td

V

q

q

m

ω

ω

ππ

= Vm

2/
1

2

sin

21

2

2





+

q

q

q

π

π

π

Bila beban adalah resistif murni, arus puncak yang melalui diode adalah Im =
Vm/R
dan kita dapat menentukan nilai arus rms diode (atau arus sekunder trafo)
yaitu :

Is =

( )

2/
1

2

/

0

2

cos

22



t

td

V

q

m

ω

ω

ππ

= Im

R

V

q

q

rms

=





+

2/
1

2

sin

21

21

π

π

π

12

Gambar 2-1 Penyearah banyak fasa

Contoh :
Penyearah bintang fasa banyak memiliki beban resistif mumi yaitu R ohm.
Tentukan (a) efisiensi, (b) faktor daya, (c) faktor ripple, (d) faktor kegunaan trafo.
(e) tegangan balik puncak (PIV) tiap diode, dan (f) arus puncak yang melalui
diode bila penyearah mengirim arus Idc = 30 A pada tegangan keluaran Vdc = 140
V.
Penyelesaian Untuk penyearah fasa banyak q = 3 pada Persamaan-persamaan sbb:
(a)Dari Persamaan, Vdc = 0.827Vm dan Idc = 0,827 Vm/R. Dari Persamaan, Vrms =
0,84068 Vm dan Irms = 0.84068Vm/R. Dari Persamaan, Pdc = (0.827Vm)2

/R. dari

Persamaan, Pac = (0,84068Vm)2

/R. dan dari Persamaan (3-44) efisiensi adalah :

η = (

)

(

)2

2

8468
,
0827

,
0

m

m

VV

= 96,77%

(b)Dari Persamaan, faktor bentuk FF = 0,84068/0,827 = 1,0165 atau 101,65%.
(c)Dari Persamaan, faktor ripple RF =

1

1065
,
1

2

−= 0,1824 = 18,245%
(d)Dari Persamaan, tegangan rms trafo sekunder, Vs = 0.707Vm, Dari Persamaan
arus rms untuk trafo sekunder,

Is = 0,4854Im =

RVm

4854
,
0

rating volt-ampere (VA) trafo untuk q = 3 adalah

VA = 3VsIs = 3 x 0,707Vm x

RVm

4854
,
0

Dari Persamaan,

TUF =

4854
,
0

707
,
0

3

827
,
0

2

×

×

= 0,6643

(e) tegangan balik puncak tiap diode lama dengan nilai puncak tegangan
sekunder line ke line. Rangkaian tiga fasa dibahas ulang pada Lampiran A.
Tegangan line ke line adalah 3 kali tegangan fasa sehingga PIV = 3Vm,

(f)Id =

( )

q

I

t

td

I

m

q

m

π

π

ω

ω

ππ

sin

1

cos

22

/

0

=

Untuk q = 3, Id = 0,2757Im, arus rata-rata yang melalui tiap diode adalah Id =

13

30/3 = 10 A dan ini memberikan arus puncak Im = 36,27 A.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->