P. 1
Tata Urutan Perayaan Ekaristi

Tata Urutan Perayaan Ekaristi

|Views: 7,100|Likes:
Published by Yolanda Samsudin

More info:

Published by: Yolanda Samsudin on Aug 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2013

pdf

text

original

Tata Urutan Perayaan Ekaristi

Disusun oleh: Yolanda S/XISc/21 SMAK FRATERAN Surabaya

dimadahkan. Lagi. maka upacara tobat ditiadakan. pengantar. yaitu: a. saat mengenakan sepatu. asperges membangkitkan dalam benak umat beriman ingatan akan pembaptisan mereka dan dengan demikian diingatkan akan kelahiran mereka kembali dalam Kristus. dalam segala apapun yang kami lakukan. 46).tuhan kasihanilah kamiKemuliaan. mempunyai suatu tujuan definitif. yang tetap amat diperlukan bagi pengampunan dosa berat. saat berbaring.maka upacara pembukaan dipersingkat seturut petunjuk dari Pedoman Ibadat Harian. dupa dipergunakan untuk mengusir setan sekaligus untuk menguduskan kurban persembahan bagi Tuhan. umat beriman diajak untuk menyesali dosa-dosa mereka.salam. Ritus ini meliputi pemeriksaan batin dan pengakuan dosa secara umum sebelum masuk dalam Perayaan Ekaristi.pengantar.dan persiapan. Demikian juga kalau perayaan ekaristi didahului dengan pendasaran-pendasaran mazmur dari ibadat harian. Tradisi-tradisi lain pun dimasukkan juga. suatu Perarakan Masuk berkembang di mana imam bergerak masuk melewati komunitas untuk mendaraskan doa pertama. No. percikan ini boleh dilakukan pada semua misa hari minggu. sejak masamasa awal. Ritus Tobat ditulis oleh Didaché sebagai berikut: “Pada Hari Tuhan. saat menyalakan lilin. umat beriman berkumpul sebagai suatu persekutuan pada hari Tuhan (Didaché. Ritus pembuka meliputi bagian-bagian yang mendahului liturgi sabda yaitu: perarakan masuk. Asperges. saat makan. saat mandi. Miserere biasanya didaraskan. atau pemercikan dengan air suci. Jika perayaan ekaristi dimulai dengan percikan umat dengan air suci. Guna memulai Misa dengan suatu tindakan yang definitif. Ritual Pendupaan berasal dari Timur. 14). berkumpullah bersama.Tata urutan perayaan Ekaristi dalam Gereja Katholik meliputi 4 bagian. Patut diingat bahwa pada masa Perjanjian Lama. Agustinus. no. - - - - - - . 14). pernyataan tobat. Sejak masa awal Gereja. Tertulianus (wafat ± thn 250) menggambarkan kebiasaan membuat tanda salib: “Dalam segala kegiatan dan gerakan. Sementara mereka berkumpul. imam masuk dengan diiringi paduan suara. Misa dimulai dengan Tanda Salib. setiap kali kami datang maupun pergi. seringkali mazmur-mazmur didaraskan sebagai persiapan merayakan Misa. Pada akhirnya. Miserere. Semua bagian ini memiliki ciri khas sebagai pembuka. Tata cara sapaan resmi di awal Misa dicatat dalam Kota Tuhan yang ditulis oleh St. imam berdoa mohon pengampunan dosa bagi dirinya sendiri dan bagi seluruh komunitas. Mazmur 51. supaya dapat mendengarkan Sabda Allah dengan penuh perhatian dan merayakan Ekaristi dengan layak” (Pedoman Umum Misale Romawi. 30).doa pembuka. memecah-mecahkan roti dan mengucap syukur. yaitu “mempersatukan umat yang berhimpun dan mempersiapkan mereka. kami menandai dahi kami dengan Tanda Salib” (De corona. ritus tobat ini jangan disamaartikan dengan Sakramen Tobat. saat duduk. Juga. setelah mengakukan dosa-dosamu agar kurban persembahanmu kudus” (no. seperti pendupaan dan asperges. Baik melalui pendupaan ataupun asperges. Sejak masa awal Gereja. Namun demikian. Tujuan ritus ini adalah mempersatukan umat yang berhimpun dan mempersiapkan mereka supaya dapat mendengarkan sabda Allah dengan penuh perhatian dan mengikuti ekaristi dengan layak. Asap yang terberkati dimaksudkan untuk menggambarkan dan membangkitkan perasaan pemurnian dan pengudusan. serupa dengan penggunaan dupa.

Dalam bagian kedua. Kyrie dimadahkan setelah Confiteor. tiga seruan.Confiteor dilanjutkan dengan Kyrie. dalam keduanya didapati Gloria hampir tepat sama perkataannya dengan yang dipergunakan sekarang.- - - Dalam susunan Misa yang sekarang. litani akan terus didaraskan hingga paus (atau imam) memberi tanda untuk berhenti. Aklamasi “Syukur kepada Allah” (Deo gratias) dipergunakan sejak abad keempat. Parakletos dan Penghibur. Ayat pembuka diambil dari warta para malaikat kepada para gembala saat kelahiran Kristus (Luk 2:14). Di Barat. tetapi confiteor yang kita serukan sekarang pada dasarnya berasal dari Misa yang diajarkan oleh Paus St. lewat penciptaan dan sepanjang sejarah keselamatan. madah berfokus pada Yesus. Kristus kasihanilah kami” berasal dari awal abad keempat dalam liturgi Antiokhia Yerusalem. umat beriman memadahkan kemuliaan bagi Tuhan. Allah Bapa. Misa masuk ke dalam LITURGI SABDA. dalam Perayaan Misa. Collecta dilambungkan kepada Bapa “dengan pengantaraan Yesus Kristus.” satu-satunya pengantara (“…Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa. suatu ritus tobat singkat. Gereja menetapkan bahwa hanya kitab-kitab para Nabi atau para Rasul (yaitu . atau Kyrie dengan seruan-seruan. Versi Yunani muncul sekitar tahun 380 dalam Konstitusi Apostolik dan Codex Alexandrinus Perjanjian Baru (abad kelima).Yoh 14:6). karena Paskah merupakan peristiwa Perjanjian Baru. Kitab para nabi dari Perjanjian Lama juga diberi prioritas. bukan hanya sebagai Anak Domba kurban. imam memimpin salah satu: Asperges atau Ritus Tobat . Hingga abad kedelapan. b. didaraskan sebanyak 42 seruan. Madah Kemuliaan berakhir dengan aklamasi Tritunggal Mahakudus. Bersekutu dalam Misa Kudus. pemilihan dan jumlah bacaan dari Kitab Suci bervariasi untuk setiap liturgi. Doa Pembuka atau Collecta (bahasa Latin. berkembang pola di mana satu bacaan dari salah satu epistula akan mendahului bacaan Injil. Pada masa Gereja Perdana. Pius V (thn 1570). Liturgi Sabda Setelah Ritus Pembuka. kalau tidak melalui Aku. Sekarang. kita memuji dan mengucap syukur kepada Bapa Surgawi yang telah mengungkapkan.” Gloria adalah Madah Kemuliaan. Collecta ditujukan kepada Tuhan. Pendarasan Kyrie menyebar ke segenap Gereja sekitar abad keenam dan selalu didahului dengan doa imam.” . Di Timur. Pada abad kesembilan. Sekitar abad keenam. Madah Kemuliaan terdiri dari dua bagian utama: Dalam bagian pertama. dan juga juga daya pemersatu antara Gereja dan Tuhan. melainkan juga sebagai Kristus yang menang jaya. Madah “Tuhan kasihanilah kami. kemuliaan-Nya kepada umat-Nya. Confiteor (“Saya mengaku…) berasal dari sekitar abad kedelapan. suatu doa yang merangkum doa-doa jemaat) mengakhiri Ritus Pembuka. dan sekarang. Lebih lanjut. kita berdoa mohon pertolongan ilahi dari Tuhan sementara kita memulai Perayaan Misa. setelah salam. Gloria dihilangkan selama Masa Adven dan Masa Prapaskah guna menekankan suasana persiapan dan tobat. Gloria dilambungkan pada hari Minggu dan hari-hari pesta. Gloria adalah pemakluman kemuliaan Allah. atau tiga seruan didaraskan dengan diakhiri “Tuhan kasihanilah kami” atau “Kristus kasihanilah kami. dalam persatuan dengan Roh Kudus. yang adalah persekutuan antara Bapa dan Putra. Kyrie dipergunakan untuk mengakhiri berbagai seruan. dan apa yang sedang kita rayakan pada hari itu (misalnya pesta tertentu) atau menekankan semangat masa liturgi. Dalam doa pembuka. ditetapkan sembilan seruan.

pada masa Gereja Perdana. Tradisi ini juga berasal dari Misa awali. imam biasanya menyampaikan homili yang berfungsi sebagai pengajaran. diserukan di akhir pembacaan Injil. Doa Permohonan atau Doa Umat Beriman juga senantiasa didaraskan sejak masa awal Gereja. Umat akan menyanyikan bagian ulangan dari madah mazmur. Alleluia merupakan warta Paskah. guna mengekspresikan keyakinan akan kehadiran Kristus dalam Injil yang diwartakan. umat beriman membuat tanda salib di dahi. Syahadat yang didaraskan dalam Perayaan Misa sekarang ditetapkan dalam Konsili Nicea pada tahun 325 dengan bagian terakhir ditambahkan pada Konsili Konstantinopel tahun 381. homili harus mampu menghubungkan Sabda Tuhan dengan Ekaristi Kudus. Graduale atau Mazmur Tanggapan disisipkan di antara bacaan-bacaan. “aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan. sesudah Injil. 52). Timotius mengatakan. St. Doa Umat. dan aklamasi “Terpujilah Kristus” (Laus tibi. menandakan akal budi yang terbuka untuk menerima Sabda Kristus. sekarang. dapat didaraskan dalam Misa untuk menggantikan Syahadat NiceaKonstantinopel yang lebih panjang. Lagipula. yang dikenal sebagai “Syahadat Para Rasul”. dan [2] agar umat beriman dapat mengingat kembali pokok-pokok iman kepercayaannya sebelum mulai merayakan Liturgi Ekaristi. Untuk alasan yang sama. Hieronimus menceritakan bahwa perarakan serupa dilakukan ketika seorang yang terhormat memasuki ruangan dalam pengadilan kuno. pernyataan iman didaraskan dengan maksud [1] agar umat beriman dapat mengiyakan atau mengamini dan menanggapi Sabda Allah yang baru saja didengarkan dalam bacaan-bacaan dan homili. pembaptisan seringkali dilaksanakan dalam konteks Misa.* Meskipun Syahadat secara resmi dimasukkan ke dalam Misa sekitar tahun 500-an. Injil senantiasa mendapat tempat terhormat. Christe).- - - - - kitab-kitab dari Kitab Suci kita sekarang) dibacakan kepada umat beriman dalam Perayaan Misa (bdk. Setelah Bacaan Injil. aklamasi “Dimuliakanlah Tuhan” (Gloria tibi. Sekitar abad keempat. Selalu seorang dari kaum klerus yang membacakan Injil. yang diakui dengan bibir. bibir dan hati. “Homili sebagai bagian liturgi sendiri sangat dianjurkan. sementara mereka duduk saat bacaan-bacaan lain dibacakan. 155). untuk raja-raja dan untuk semua pembesar” (2Tim:1-2). Konstitusi tentang Liturgi Suci mengajarkan. Pemazmur bernyanyi sambil berdiri pada anak tangga ambo dari mana bacaan-bacaan diwartakan. Di kemudian hari. doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang. c. imam atau diakon akan mengambil Kitab Injil (Evangeliarium) dari altar dan membawanya ke ambo dalam suatu perarakan kecil dengan para akolit membawa lilin dan pedupaan. Tujuan homili adalah untuk membantu umat beriman memahami bacaan Kitab Suci dan menjadikan Sabda Allah relevan dengan kehidupan sekarang. Pada abad kesembilan. di awal pembacaan Injil. St. The Muratorian Fragment. dan dicamkan dalam hati. Alleluia atau Bait Pengantar Injil dinyanyikan sebelum Injil dibacakan. dikenal sebagai Syahadat Nicea-Konstantinopel. umat beriman berdiri saat Injil dibacakan. seorang pemazmur maju dengan buku madah mazmur (Cantatorium). Paulus dalam Surat Pertamanya kepada St. Doa Umat mengikuti . Domini) diserukan di awal pembacaan Injil. pada umumnya Syahadat telah didaraskan sebelum masa itu. Di situ hendaknya sepanjang tahun liturgi diuraikan misterimisteri iman dan kaidah-kaidah hidup kristiani berdasarkan teks Kitab Suci” (no. Syahadat atau Pernyataan Iman merupakan tanggapan atas pewartaan Sabda Tuhan dan homili. Sebenarnya. Syahadat versi singkat. Anak tangga mimbar ini disebut “gradus” (Latin). Dalam liturgi Romawi.

Dengan itu ia membantu yatim piatu dan janda. pakaian . persembahan semacam ini pada umumnya disampaikan dalam bentuk uang kolekte. tetapi Konsili Vatikan II menginstruksikan agar Doa Umat dimasukkan kembali ke dalam Misa (Konstitusi tentang Liturgi Suci no. 53). No. melambungkan pujian dan syukur kepada Bapa semesta alam atas nama Putera dan Roh Kudus dan menyampaikan ucapan terima kasih. Umat beriman juga membawa persembahan-persembahan lain . mereka yang telah meninggal dunia.uang. Di kemudian hari. Yustinus mengatakan bahwa permohonan-permohonan haruslah mengingat kepentingan Gereja. St. [b] untuk para penguasa negara dan kesejahteraan seluruh dunia. makanan. pengampunan dosa. Yustinus mencatat. No. Sekarang. “Ia mengambilnya. terkadang mereka didampingi oleh putera altar yang membawa pedupaan. Lagi. Pada tahun 300-an. Roti dan anggur juga melambangkan hasil usaha dan karya manusia. Yustinus mencatat. dan apa yang dikumpulkan. persembahanpersembahan lain ini akan dibagi-bagikan kepada mereka yang membutuhkannya. Akhirnya. [c] untuk orang-orang yang sedang menderita kesengsaraan. semoga kita beroleh bagian dalam keilahian Kristus yang merendahkan Diri dengan ambil bagian dalam kemanusiaan kita. Rumusan yang baru. Perarakan resmi ini menggambarkan Kristus yang menuju kurban persembahan-Nya Sendiri.” St. miskin dan berkekurangan. …” mengandung tiga gagasan: Roti dan anggur adalah hasil dari ciptaan yang menjadi santapan kita. diserahkan kepada pemimpin. anggur dan air. mereka yang sakit. lilin dan salib perarakan. “Siapa yang mempunyai milik dan kehendak baik. panen yang baik. perdamaian dunia. Doa-doa saat pencampuran air dan anggur didapati dalam Buku Misa (sacramentarium) Romawi abad ke-11. singkatnya ia adalah pemelihara untuk semua orang yang berada dalam kesusahan” (Apologiæ. St. dan karenanya melambangkan bumi kita dan hidup kita sendiri. roti dan anggur adalah bahan-bahan samaran karena nantinya mereka akan diubah dalam misteri Ekaristi.yang akan dipersembahkan kepada Tuhan dan dipergunakan oleh Gereja. Siprianus (± 250) menekankan bahwa tindakan ini melambangkan Yesus ilahi yang menjadi manusia dan mengenakan juga kodrat manusiawi. membutuhkannya. “Dengan misteri air dan anggur ini. dihantar kepada imam. ujud-ujud dan doa penutup oleh imam. karena kami dianggap layak menerima anugerah-anugerah ini dari-Nya” (Apologiæ. Setelah Misa. Pada abad ke-11. dan karenanya merupakan persembahan diri kita. obat-obatan. 67). ujud-ujud bapa uskup dan klerus. c. atau mereka yang karena sakit atau karena salah satu alasan. pada umumnya urutan ujud-ujud dalam Doa Umat adalah sebagai berikut: [a] untuk kepentingan Gereja. para narapidana dan orang asing yang ada dalam jemaat. negara dan bangsa. ya Tuhan. 65). doa umat ditiadakan dari kerangka Perayaan Misa. [d] untuk umat setempat. Rumusan Doa Persiapan Persembahan untuk roti dan anggur didapati dalam Didaché. memberi sesuai dengan kemampuannya. Liturgi Ekaristi Liturgi Ekaristi diawali dengan Persiapan Persembahan: roti. - - - - . tetapi sesungguhnya berasal dari berkat bangsa Yahudi. dan mohon kematian bahagia.struktur tiga bagian: ajakan untuk berdoa. St. “Terpujilah Engkau. Umat beriman membawa ke altar roti dan anggur yang akan dipersembahkan. apa yang ia kehendaki. berkembang suatu perarakan persembahan yang resmi.

untuk bersatu dalam satu madah pujian.” Berasal dari abad keempat. Imam: “Tuhan sertamu. Sekarang. “Ya Tuhan. prefasi-prefasi yang berbeda dipergunakan.” Imam: “Arahkanlah hatimu kepada Tuhan. dengan segenap malaikat dan orang kudus. transsubstansiasi terjadi. Hipolitus. Hipolitus. Prefasi merupakan “perkataan sebelum” bagian utama Doa Syukur Agung. yang biasanya memanjatkan doa dengan kedua tangan terentang dan terbuka. dalam memuliakan dan mengucap syukur kepada Allah . bersihkanlah aku dari kesalahanku dan cucilah aku dari dosaku. tetapi yang mengejutkan. untuk penciptaan. Imam mengatakan. Doa Konsekrasi ini penuh kuasa. Pencucian tangan ini melambangkan kemurnian batin dengan mana imam hendak masuk ke dalam misteri kudus. tergantung pada perayaan atau masa liturgi. “Sanctus” atau Aklamasi Kudus mengakhiri Prefasi. Pada awal doa konsekrasi.“Bapa melalui Kristus dalam Roh Kudus untuk segala karya-Nya. Benedictus Sanctus (“Terberkatilah yang datang…”) adalah aklamasi dengan mana orang banyak menyambut Yesus pada hari Minggu Palma (Mat 21:9). kemungkinan sejak jaman para rasul. yang dimasukkan dalam ibadat di Sinagoga pada abad kedua sesudah Kristus. Dengan kuasa Roh Kudus dan melalui Kristus yang bertindak melalui imam-Nya yang ditahbiskan sah. menangkupkan kedua tangannya dan menempatkannya di atas roti dan anggur yang dipersembahkan dan memberkatinya. Anafora atau Doa Syukur Agung adalah jantung Liturgi Ekaristi. Sanctus hilang dari Doa Syukur Agung St. Doa Persiapan Persembahan kemudian dilanjutkan dengan “Orate. kongregasi selalu menyanyikan Sanctus. fratres et sorores. imam melakukan “lavabo” atau mencuci tangan. Doa Konsekrasi atau Kisah Institusi. Juga merefleksikan pujian Wahyu “bagi Dia dan bagi Anak Domba” (Why 5:13).” dst) hampir tepat sama kata-katanya dengan yang didapati dalam Traditio Apostolica St. Markus maupun Lukas. Menariknya.” (“Berdoalah Saudara-saudari…”) mengundang kongregasi untuk sekarang berpartisipasi. Canon atau Doa Syukur (bagian terpenting dari Doa Syukur Agung) terdiri dari beberapa elemen penting: Pertama.- - - - - - - Setelah Doa Persiapan Persembahan. Gereja di dunia dipersatukan dengan Gereja di Surga. Doa mohon turunnya Roh Kudus ini disebut “epiklesis” (Imam. Doa Syukur Agung terdiri dari beberapa bagian: Prefasi juga berasal dari masa-masa awal Gereja. sebab hanya dia yang akan masuk ke dalam Yang Mahakudus dari Yang Kudus di hadapan Tuhan. Di masa-masa awal Gereja.” Umat: “Dan sertamu juga. Sanctus juga muncul dalam bentuk-bentuk Misa awali. Kedua. 1352). doa konsekrasi mengubah substansi roti dan anggur dan secara sakramental menghadirkan Tubuh dan Darah Kristus. Benedictus kemungkinan ditambahkan ke dalam Sanctus sekitar abad kelima. Yesus Kristus. imam mendaraskan semua doa-doa persiapan persembahan dalam hati. Madah ini diilhami oleh ayat mengenai penglihatan Yesaya (Yes 6:2-3). Di sini. Dialog Pembukaan / Dialog Ajakan (misalnya.) Imam berdoa agar melalui kuasa Roh Kudus roti dan anggur diubah menjadi Tubuh dan Darah Tuhan kita. Sebagai tanggapan atas mukjizat yang . Gereja mohon pada Bapa agar mengutus Roh Kudus. adalah kata-kata Kristus yang dimaklumkan-Nya pada Perjamuan Terakhir. seperti dicatat dalam Injil Matius. Lonceng altar atau gong biasanya dibunyikan saat konsekrasi guna menegaskan terjadinya peristiwa mukjizat ini. no. permohonan kepada Tuhan agar menerima serta memberkati persembahan.. Dalam beberapa dokumen dari abad keempat dan kelima terdapat catatan tentang Sanctus.. Praktek ini muncul sekitar abad kedelapan. “lavabo” kadang-kadang dilakukan pada awal Liturgi Ekaristi. penebusan dan pengudusan” (Katekismus Gereja Katolik.

seperti ditemukan dalam Injil St. dengan menggunakan banyak sekali ungkapan dan gambaran Biblis. apa yang dilakukan-Nya. Yosef. adalah satu-satunya doa yang diajarkan Kristus kepada kita. Praktek ini telah dilakukan sejak abad ketiga. Lukas (11:2-4). Embolisme.- - - - - - - - - baru saja terjadi di altar. Keempat. para rasul dan martir. Doa Bapa Kami. Seluruh anggota Gereja. tetapi bukan bagian dari teks Injil yang asli (baru disisipkan ke dalam Injil Matius sekitar abad pertama atau kedua Masehi). Doa Syukur Agung berakhir dengan Doksologi. dan kedatangan-Nya kembali dalam kemuliaan. Umat beriman juga mengingat bahwa Kristus akan datang kembali dalam kemuliaan. Mat 5:23-24). Doa Kurban atau Persembahan. Pada awalnya. baik yang hidup maupun yang sudah meninggal. agar mereka yang menerima Tubuh dan Darah Kristus kiranya “dipenuhi dengan rahmat dan berkat” (Doa Syukur Agung I). yaitu ketika Gereja mempersembahkan kepada Bapa persembahan Kristus yang mendamaikan kita dengan-Nya. Hipolitus dari Roma sekitar tahun 215. Dengan Prefasinya tersendiri yang khusus. Matius (6:9-13) dan St. Paus Gregorius Agung (wafat 604) menambahkan Doa Bapa Kami agar didaraskan setelah Doa Syukur Agung. IX. DSA ini memiliki kejelasan yang sederhana dalam doa syukurnya dan ringkas. teristimewa Santa Perawan Maria. Ketiga. Di dalam Missale Romanum. “Dengan pengantaraan Kristus…. Paus dan Uskup setempat didoakan. Kemungkinan. suatu kenangan akan sengsara. juga dibawa dalam doa. X]). misalnya untuk Tobat [DSA V & VI] dan untuk Misa Anak-anak [DSA VIII. “Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa …. Ritus Damai. . Canon panjangnya sedang dan berfokus pada karya penebusan Tuhan dan menghimpun umat ke dalam Gereja. wafat dan kebangkitan Kristus. Dalam revisi Misa pada tahun 1969. Tertulianus (± 220) menceritakan Salam atau Cium Damai dalam Perayaan Misa. secara resmi hanya ada empat Doa Syukur Agung: Doa Syukur Agung I (Canon Roma) dalam bentuknya yang seperti sekarang berasal dari Misa Paus Pius V (1570). Akhirnya. melainkan untuk Misa harian. “ ditemukan dalam Didaché. Doa Syukur Agung menyertakan Doa Permohonan. Doa Syukur Agung III merefleksikan tradisi Roma. Salam Damai dilakukan setelah Liturgi Sabda guna menggambarkan persaudaraan dan persekutuan dalam komunitas sebelum mempersembahkan kurban (bdk. Sebagai tanda persatuan seluruh Gereja. Aklamasi Anamnesis yang adalah kenangan. DSA menggambarkan sejarah keselamatan dalam pengantar sesudah Sanctus. sejak awal abad keempat. Kesempurnaan Doa Bapa Kami dipandang sebagai persiapan yang baik untuk menerima Komuni Kudus. DSA ini mempergunakan Prefasi yang bervariasi dengan canon yang tetap. Doa Syukur Agung IV mengikuti anafora Siria Barat. imam menyerukan agar umat beriman mewartakan misteri iman.” yang didaraskan atau dinyanyikan saat Tubuh dan Darah Kudus diangkat tinggi-tinggi. Dengan Prefasinya tersendiri. DSA II tidak diperuntukkan bagi perayaan Misa hari Minggu. (Patut dicatat bahwa ada juga Doa Syukur Agung dengan tema khusus. tiga Doa Syukur Agung baru disetujui dengan keistimewaan masing-masing sebagai berikut: Doa Syukur Agung II pada dasarnya adalah yang ditulis oleh St. Imam berdoa kepada Tuhan agar menerima kurban ke altar surgawi-Nya. Mengikuti pola tradisional Canon Roma. Kita mohon bantuan doa para kudus. Secara istimewa imam mengingatkan kembali mandat Kristus untuk mengenang-Nya. Keseluruhan Misa dalam arti tertentu merupakan suatu anamnesis. St.

Nyanyian penutup merupakan kegiatan manasuka. Misa diakhiri dengan RITUS PENUTUP .berkat dan pengutusan. Pada abad ketujuh. umat beriman menyantap Ekaristi Kudus. “Karena roti dan anggur ini . dan pengutusan. Ritus penutup Setelah membagi Komuni Kudus dan membersihkan piala. kita menamakan makanan ini ekaristi. Yohanes Pembaptis dalam Yoh 1:29 dan dalam Kitab Wahyu. imam mendaraskan Doa Sesudah Komuni.. Dalam Komuni Kudus.berkat.sesuai dengan satu ungkapan lama . 66).di`ekaristi'kan. Tindakan pencampuran (commixtio) ini mengandung makna persatuan Tubuh dan Darah Kristus. Pada bagian pengutusan ini. sebab Dialah anak domba paskah yang baru.dan nyanyian penutup atau musik instrumental merupakan satu tindakan bersambung yang sebaiknya memuncak pada tegur sapa dan percakapan ramah antara imam dengan umat di pintu gereja. d. memecahkan sepotong kecil Hosti Kudus (fermentum) dan memasukkannya ke dalam piala anggur. dan dengan Gereja universal. - - . satu dengan yang lainnya dalam kongregasi. kecuali orang yang mengakui ajaran kita sebagai yang benar.pengutusan. Acara penutup terdiri dari: salam dan berkat imam yang kadang-kadang diperpanjang ” Doa Berkat atas Umat” atau dengan berkat meriah lainnya. berdoa dalam hati. dinyanyikan saat pemecahan roti yang telah dikonsekrir. Gambaran Anak Domba Allah melambangkan sengsara sekaligus kemenangan Kristus. Idealnya: salam. Yustinus menegaskan. St. Salam Damai pada akhirnya tidak diperkenankan bagi imam selebran dan para pelayan altar. dan persatuan kurban meskipun terjadi dalam dua konsekrasi yang terpisah. Seorang pun tidak boleh mengambil bagian dalamnya. seperti dimaklumkan oleh St. penghormatan altar dan perarakan keluar. mempersatukan diri dalam persekutuan dengan Tuhan.- - Tetapi. imam mengutus tiap anggota jemaat untuk melakukan perbuatan baik sambil memuji dan memuliakan Tuhan. tetapi diperkenankan kembali dalam Misa oleh Paus Paulus VI. imam. madah Agnus Dei. Paus Inosensius I pada tahun 416 menetapkan urutannya seperti yang sekarang. telah menerima Pembaptisan untuk pengampunan dosa dan kelahiran kembali dan hidup sesuai dengan petunjuk Kristus” (Apoligiæ No. Pada bagian ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->