Tata Urutan Perayaan Ekaristi

Disusun oleh: Yolanda S/XISc/21 SMAK FRATERAN Surabaya

Agustinus. Pada akhirnya. Demikian juga kalau perayaan ekaristi didahului dengan pendasaran-pendasaran mazmur dari ibadat harian. asperges membangkitkan dalam benak umat beriman ingatan akan pembaptisan mereka dan dengan demikian diingatkan akan kelahiran mereka kembali dalam Kristus. saat mengenakan sepatu. Sejak masa awal Gereja. Namun demikian. No. Mazmur 51. dupa dipergunakan untuk mengusir setan sekaligus untuk menguduskan kurban persembahan bagi Tuhan. imam masuk dengan diiringi paduan suara. Ritus pembuka meliputi bagian-bagian yang mendahului liturgi sabda yaitu: perarakan masuk. saat berbaring.tuhan kasihanilah kamiKemuliaan. dimadahkan. Tradisi-tradisi lain pun dimasukkan juga. maka upacara tobat ditiadakan.salam. Misa dimulai dengan Tanda Salib. Miserere biasanya didaraskan. kami menandai dahi kami dengan Tanda Salib” (De corona. percikan ini boleh dilakukan pada semua misa hari minggu. Jika perayaan ekaristi dimulai dengan percikan umat dengan air suci. Asperges. Tertulianus (wafat ± thn 250) menggambarkan kebiasaan membuat tanda salib: “Dalam segala kegiatan dan gerakan.dan persiapan. Sejak masa awal Gereja. Guna memulai Misa dengan suatu tindakan yang definitif.doa pembuka. umat beriman berkumpul sebagai suatu persekutuan pada hari Tuhan (Didaché.Tata urutan perayaan Ekaristi dalam Gereja Katholik meliputi 4 bagian. 14). dalam segala apapun yang kami lakukan. Semua bagian ini memiliki ciri khas sebagai pembuka. yang tetap amat diperlukan bagi pengampunan dosa berat. Sementara mereka berkumpul. setelah mengakukan dosa-dosamu agar kurban persembahanmu kudus” (no. memecah-mecahkan roti dan mengucap syukur. berkumpullah bersama. umat beriman diajak untuk menyesali dosa-dosa mereka. Ritual Pendupaan berasal dari Timur. Juga. Patut diingat bahwa pada masa Perjanjian Lama. Lagi. imam berdoa mohon pengampunan dosa bagi dirinya sendiri dan bagi seluruh komunitas. Tata cara sapaan resmi di awal Misa dicatat dalam Kota Tuhan yang ditulis oleh St. 14). Asap yang terberkati dimaksudkan untuk menggambarkan dan membangkitkan perasaan pemurnian dan pengudusan. Miserere. pengantar. saat makan. saat duduk. saat menyalakan lilin. pernyataan tobat. atau pemercikan dengan air suci. Baik melalui pendupaan ataupun asperges. saat mandi. suatu Perarakan Masuk berkembang di mana imam bergerak masuk melewati komunitas untuk mendaraskan doa pertama. sejak masamasa awal. Ritus Tobat ditulis oleh Didaché sebagai berikut: “Pada Hari Tuhan. 46). ritus tobat ini jangan disamaartikan dengan Sakramen Tobat. supaya dapat mendengarkan Sabda Allah dengan penuh perhatian dan merayakan Ekaristi dengan layak” (Pedoman Umum Misale Romawi.pengantar. - - - - - - .maka upacara pembukaan dipersingkat seturut petunjuk dari Pedoman Ibadat Harian. Ritus ini meliputi pemeriksaan batin dan pengakuan dosa secara umum sebelum masuk dalam Perayaan Ekaristi. no. Tujuan ritus ini adalah mempersatukan umat yang berhimpun dan mempersiapkan mereka supaya dapat mendengarkan sabda Allah dengan penuh perhatian dan mengikuti ekaristi dengan layak. serupa dengan penggunaan dupa. yaitu “mempersatukan umat yang berhimpun dan mempersiapkan mereka. setiap kali kami datang maupun pergi. 30). mempunyai suatu tujuan definitif. seperti pendupaan dan asperges. seringkali mazmur-mazmur didaraskan sebagai persiapan merayakan Misa. yaitu: a.

dan sekarang. kita memuji dan mengucap syukur kepada Bapa Surgawi yang telah mengungkapkan. Pendarasan Kyrie menyebar ke segenap Gereja sekitar abad keenam dan selalu didahului dengan doa imam. kalau tidak melalui Aku. dan apa yang sedang kita rayakan pada hari itu (misalnya pesta tertentu) atau menekankan semangat masa liturgi.Yoh 14:6). Confiteor (“Saya mengaku…) berasal dari sekitar abad kedelapan. lewat penciptaan dan sepanjang sejarah keselamatan.” . Di Barat. Pada masa Gereja Perdana. tiga seruan. Dalam doa pembuka. tetapi confiteor yang kita serukan sekarang pada dasarnya berasal dari Misa yang diajarkan oleh Paus St. setelah salam. berkembang pola di mana satu bacaan dari salah satu epistula akan mendahului bacaan Injil.Confiteor dilanjutkan dengan Kyrie. Lebih lanjut. Sekitar abad keenam. Gloria dilambungkan pada hari Minggu dan hari-hari pesta. Ayat pembuka diambil dari warta para malaikat kepada para gembala saat kelahiran Kristus (Luk 2:14). Kitab para nabi dari Perjanjian Lama juga diberi prioritas. suatu doa yang merangkum doa-doa jemaat) mengakhiri Ritus Pembuka. Kristus kasihanilah kami” berasal dari awal abad keempat dalam liturgi Antiokhia Yerusalem. litani akan terus didaraskan hingga paus (atau imam) memberi tanda untuk berhenti. Allah Bapa. Hingga abad kedelapan. didaraskan sebanyak 42 seruan. umat beriman memadahkan kemuliaan bagi Tuhan. Madah Kemuliaan berakhir dengan aklamasi Tritunggal Mahakudus. Gloria adalah pemakluman kemuliaan Allah. Gloria dihilangkan selama Masa Adven dan Masa Prapaskah guna menekankan suasana persiapan dan tobat. Misa masuk ke dalam LITURGI SABDA. dalam keduanya didapati Gloria hampir tepat sama perkataannya dengan yang dipergunakan sekarang. bukan hanya sebagai Anak Domba kurban.” satu-satunya pengantara (“…Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa. melainkan juga sebagai Kristus yang menang jaya. kita berdoa mohon pertolongan ilahi dari Tuhan sementara kita memulai Perayaan Misa. Sekarang. Gereja menetapkan bahwa hanya kitab-kitab para Nabi atau para Rasul (yaitu . madah berfokus pada Yesus. Kyrie dipergunakan untuk mengakhiri berbagai seruan. Liturgi Sabda Setelah Ritus Pembuka. Parakletos dan Penghibur. suatu ritus tobat singkat. Di Timur. pemilihan dan jumlah bacaan dari Kitab Suci bervariasi untuk setiap liturgi. dalam persatuan dengan Roh Kudus.- - - Dalam susunan Misa yang sekarang. Madah “Tuhan kasihanilah kami. Bersekutu dalam Misa Kudus. Aklamasi “Syukur kepada Allah” (Deo gratias) dipergunakan sejak abad keempat. Versi Yunani muncul sekitar tahun 380 dalam Konstitusi Apostolik dan Codex Alexandrinus Perjanjian Baru (abad kelima). Dalam bagian kedua. Kyrie dimadahkan setelah Confiteor. atau tiga seruan didaraskan dengan diakhiri “Tuhan kasihanilah kami” atau “Kristus kasihanilah kami. ditetapkan sembilan seruan. Collecta ditujukan kepada Tuhan. atau Kyrie dengan seruan-seruan. b. karena Paskah merupakan peristiwa Perjanjian Baru. Pius V (thn 1570). Pada abad kesembilan. dan juga juga daya pemersatu antara Gereja dan Tuhan. dalam Perayaan Misa. yang adalah persekutuan antara Bapa dan Putra. Doa Pembuka atau Collecta (bahasa Latin. kemuliaan-Nya kepada umat-Nya. imam memimpin salah satu: Asperges atau Ritus Tobat .” Gloria adalah Madah Kemuliaan. Collecta dilambungkan kepada Bapa “dengan pengantaraan Yesus Kristus. Madah Kemuliaan terdiri dari dua bagian utama: Dalam bagian pertama.

155). aklamasi “Dimuliakanlah Tuhan” (Gloria tibi. guna mengekspresikan keyakinan akan kehadiran Kristus dalam Injil yang diwartakan. Selalu seorang dari kaum klerus yang membacakan Injil. Paulus dalam Surat Pertamanya kepada St. pada masa Gereja Perdana. Timotius mengatakan. Pada abad kesembilan. Tradisi ini juga berasal dari Misa awali. 52). dan dicamkan dalam hati. “aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan. sesudah Injil. Christe). Injil senantiasa mendapat tempat terhormat. Doa Umat. pernyataan iman didaraskan dengan maksud [1] agar umat beriman dapat mengiyakan atau mengamini dan menanggapi Sabda Allah yang baru saja didengarkan dalam bacaan-bacaan dan homili.- - - - - kitab-kitab dari Kitab Suci kita sekarang) dibacakan kepada umat beriman dalam Perayaan Misa (bdk. Tujuan homili adalah untuk membantu umat beriman memahami bacaan Kitab Suci dan menjadikan Sabda Allah relevan dengan kehidupan sekarang. Syahadat versi singkat. St. Lagipula. diserukan di akhir pembacaan Injil. untuk raja-raja dan untuk semua pembesar” (2Tim:1-2). dikenal sebagai Syahadat Nicea-Konstantinopel. Syahadat yang didaraskan dalam Perayaan Misa sekarang ditetapkan dalam Konsili Nicea pada tahun 325 dengan bagian terakhir ditambahkan pada Konsili Konstantinopel tahun 381. The Muratorian Fragment. Di situ hendaknya sepanjang tahun liturgi diuraikan misterimisteri iman dan kaidah-kaidah hidup kristiani berdasarkan teks Kitab Suci” (no. Umat akan menyanyikan bagian ulangan dari madah mazmur. sementara mereka duduk saat bacaan-bacaan lain dibacakan. Untuk alasan yang sama. Sebenarnya. Alleluia atau Bait Pengantar Injil dinyanyikan sebelum Injil dibacakan. umat beriman berdiri saat Injil dibacakan. St. Konstitusi tentang Liturgi Suci mengajarkan. umat beriman membuat tanda salib di dahi. Domini) diserukan di awal pembacaan Injil. Sekitar abad keempat. Anak tangga mimbar ini disebut “gradus” (Latin). yang dikenal sebagai “Syahadat Para Rasul”. Alleluia merupakan warta Paskah. pembaptisan seringkali dilaksanakan dalam konteks Misa. imam atau diakon akan mengambil Kitab Injil (Evangeliarium) dari altar dan membawanya ke ambo dalam suatu perarakan kecil dengan para akolit membawa lilin dan pedupaan. yang diakui dengan bibir. Pemazmur bernyanyi sambil berdiri pada anak tangga ambo dari mana bacaan-bacaan diwartakan. dapat didaraskan dalam Misa untuk menggantikan Syahadat NiceaKonstantinopel yang lebih panjang. Setelah Bacaan Injil. Dalam liturgi Romawi. bibir dan hati. seorang pemazmur maju dengan buku madah mazmur (Cantatorium). Syahadat atau Pernyataan Iman merupakan tanggapan atas pewartaan Sabda Tuhan dan homili. imam biasanya menyampaikan homili yang berfungsi sebagai pengajaran. Di kemudian hari. “Homili sebagai bagian liturgi sendiri sangat dianjurkan. pada umumnya Syahadat telah didaraskan sebelum masa itu. Graduale atau Mazmur Tanggapan disisipkan di antara bacaan-bacaan. dan aklamasi “Terpujilah Kristus” (Laus tibi. doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang. c. Doa Permohonan atau Doa Umat Beriman juga senantiasa didaraskan sejak masa awal Gereja. homili harus mampu menghubungkan Sabda Tuhan dengan Ekaristi Kudus. Doa Umat mengikuti . Hieronimus menceritakan bahwa perarakan serupa dilakukan ketika seorang yang terhormat memasuki ruangan dalam pengadilan kuno. dan [2] agar umat beriman dapat mengingat kembali pokok-pokok iman kepercayaannya sebelum mulai merayakan Liturgi Ekaristi. menandakan akal budi yang terbuka untuk menerima Sabda Kristus. di awal pembacaan Injil. sekarang.* Meskipun Syahadat secara resmi dimasukkan ke dalam Misa sekitar tahun 500-an.

Roti dan anggur juga melambangkan hasil usaha dan karya manusia. apa yang ia kehendaki. mereka yang sakit.struktur tiga bagian: ajakan untuk berdoa. obat-obatan. Siprianus (± 250) menekankan bahwa tindakan ini melambangkan Yesus ilahi yang menjadi manusia dan mengenakan juga kodrat manusiawi. Doa-doa saat pencampuran air dan anggur didapati dalam Buku Misa (sacramentarium) Romawi abad ke-11. karena kami dianggap layak menerima anugerah-anugerah ini dari-Nya” (Apologiæ. Liturgi Ekaristi Liturgi Ekaristi diawali dengan Persiapan Persembahan: roti. pengampunan dosa. membutuhkannya. mereka yang telah meninggal dunia. Rumusan Doa Persiapan Persembahan untuk roti dan anggur didapati dalam Didaché. Setelah Misa. lilin dan salib perarakan. tetapi Konsili Vatikan II menginstruksikan agar Doa Umat dimasukkan kembali ke dalam Misa (Konstitusi tentang Liturgi Suci no. “Terpujilah Engkau. dan karenanya merupakan persembahan diri kita. diserahkan kepada pemimpin. para narapidana dan orang asing yang ada dalam jemaat. negara dan bangsa. St. berkembang suatu perarakan persembahan yang resmi. doa umat ditiadakan dari kerangka Perayaan Misa. semoga kita beroleh bagian dalam keilahian Kristus yang merendahkan Diri dengan ambil bagian dalam kemanusiaan kita. panen yang baik. dan karenanya melambangkan bumi kita dan hidup kita sendiri. melambungkan pujian dan syukur kepada Bapa semesta alam atas nama Putera dan Roh Kudus dan menyampaikan ucapan terima kasih. 65). persembahanpersembahan lain ini akan dibagi-bagikan kepada mereka yang membutuhkannya. Pada abad ke-11. pakaian . ujud-ujud bapa uskup dan klerus. St. Sekarang. Perarakan resmi ini menggambarkan Kristus yang menuju kurban persembahan-Nya Sendiri. St. [d] untuk umat setempat. roti dan anggur adalah bahan-bahan samaran karena nantinya mereka akan diubah dalam misteri Ekaristi. “Dengan misteri air dan anggur ini. memberi sesuai dengan kemampuannya. dihantar kepada imam.uang. “Siapa yang mempunyai milik dan kehendak baik. tetapi sesungguhnya berasal dari berkat bangsa Yahudi. [c] untuk orang-orang yang sedang menderita kesengsaraan. persembahan semacam ini pada umumnya disampaikan dalam bentuk uang kolekte. Pada tahun 300-an. Akhirnya. Yustinus mengatakan bahwa permohonan-permohonan haruslah mengingat kepentingan Gereja. - - - - . atau mereka yang karena sakit atau karena salah satu alasan. perdamaian dunia. 67). miskin dan berkekurangan. “Ia mengambilnya.yang akan dipersembahkan kepada Tuhan dan dipergunakan oleh Gereja. ya Tuhan. …” mengandung tiga gagasan: Roti dan anggur adalah hasil dari ciptaan yang menjadi santapan kita. Yustinus mencatat. ujud-ujud dan doa penutup oleh imam. pada umumnya urutan ujud-ujud dalam Doa Umat adalah sebagai berikut: [a] untuk kepentingan Gereja. 53). Di kemudian hari.” St. No. Dengan itu ia membantu yatim piatu dan janda. Rumusan yang baru. Umat beriman juga membawa persembahan-persembahan lain . c. Umat beriman membawa ke altar roti dan anggur yang akan dipersembahkan. dan mohon kematian bahagia. anggur dan air. singkatnya ia adalah pemelihara untuk semua orang yang berada dalam kesusahan” (Apologiæ. Lagi. [b] untuk para penguasa negara dan kesejahteraan seluruh dunia. No. Yustinus mencatat. terkadang mereka didampingi oleh putera altar yang membawa pedupaan. makanan. dan apa yang dikumpulkan.

- - - - - - - Setelah Doa Persiapan Persembahan. Doa Konsekrasi atau Kisah Institusi. yang dimasukkan dalam ibadat di Sinagoga pada abad kedua sesudah Kristus. Prefasi merupakan “perkataan sebelum” bagian utama Doa Syukur Agung. untuk penciptaan. Kedua. Imam: “Tuhan sertamu. Doa mohon turunnya Roh Kudus ini disebut “epiklesis” (Imam. penebusan dan pengudusan” (Katekismus Gereja Katolik. “Sanctus” atau Aklamasi Kudus mengakhiri Prefasi. Doa Syukur Agung terdiri dari beberapa bagian: Prefasi juga berasal dari masa-masa awal Gereja. kongregasi selalu menyanyikan Sanctus. sebab hanya dia yang akan masuk ke dalam Yang Mahakudus dari Yang Kudus di hadapan Tuhan. yang biasanya memanjatkan doa dengan kedua tangan terentang dan terbuka. 1352). Dengan kuasa Roh Kudus dan melalui Kristus yang bertindak melalui imam-Nya yang ditahbiskan sah. Dalam beberapa dokumen dari abad keempat dan kelima terdapat catatan tentang Sanctus. Canon atau Doa Syukur (bagian terpenting dari Doa Syukur Agung) terdiri dari beberapa elemen penting: Pertama. menangkupkan kedua tangannya dan menempatkannya di atas roti dan anggur yang dipersembahkan dan memberkatinya. “Ya Tuhan. Praktek ini muncul sekitar abad kedelapan. Pada awal doa konsekrasi. fratres et sorores. Sanctus juga muncul dalam bentuk-bentuk Misa awali. Di masa-masa awal Gereja. imam mendaraskan semua doa-doa persiapan persembahan dalam hati. prefasi-prefasi yang berbeda dipergunakan. tetapi yang mengejutkan. Yesus Kristus. tergantung pada perayaan atau masa liturgi. Benedictus Sanctus (“Terberkatilah yang datang…”) adalah aklamasi dengan mana orang banyak menyambut Yesus pada hari Minggu Palma (Mat 21:9). Doa Persiapan Persembahan kemudian dilanjutkan dengan “Orate. Hipolitus. Lonceng altar atau gong biasanya dibunyikan saat konsekrasi guna menegaskan terjadinya peristiwa mukjizat ini. “lavabo” kadang-kadang dilakukan pada awal Liturgi Ekaristi. adalah kata-kata Kristus yang dimaklumkan-Nya pada Perjamuan Terakhir. doa konsekrasi mengubah substansi roti dan anggur dan secara sakramental menghadirkan Tubuh dan Darah Kristus. Menariknya. Markus maupun Lukas.“Bapa melalui Kristus dalam Roh Kudus untuk segala karya-Nya.) Imam berdoa agar melalui kuasa Roh Kudus roti dan anggur diubah menjadi Tubuh dan Darah Tuhan kita. Sekarang. permohonan kepada Tuhan agar menerima serta memberkati persembahan. Madah ini diilhami oleh ayat mengenai penglihatan Yesaya (Yes 6:2-3). seperti dicatat dalam Injil Matius.” (“Berdoalah Saudara-saudari…”) mengundang kongregasi untuk sekarang berpartisipasi... transsubstansiasi terjadi. Doa Konsekrasi ini penuh kuasa. Hipolitus. no. Dialog Pembukaan / Dialog Ajakan (misalnya. Pencucian tangan ini melambangkan kemurnian batin dengan mana imam hendak masuk ke dalam misteri kudus.” dst) hampir tepat sama kata-katanya dengan yang didapati dalam Traditio Apostolica St.” Berasal dari abad keempat. Gereja mohon pada Bapa agar mengutus Roh Kudus. kemungkinan sejak jaman para rasul. Imam mengatakan. Gereja di dunia dipersatukan dengan Gereja di Surga. Juga merefleksikan pujian Wahyu “bagi Dia dan bagi Anak Domba” (Why 5:13). dalam memuliakan dan mengucap syukur kepada Allah . dengan segenap malaikat dan orang kudus. bersihkanlah aku dari kesalahanku dan cucilah aku dari dosaku. Di sini. Sebagai tanggapan atas mukjizat yang .” Imam: “Arahkanlah hatimu kepada Tuhan. untuk bersatu dalam satu madah pujian. Sanctus hilang dari Doa Syukur Agung St.” Umat: “Dan sertamu juga. Anafora atau Doa Syukur Agung adalah jantung Liturgi Ekaristi. Benedictus kemungkinan ditambahkan ke dalam Sanctus sekitar abad kelima. imam melakukan “lavabo” atau mencuci tangan.

suatu kenangan akan sengsara. wafat dan kebangkitan Kristus. melainkan untuk Misa harian. Embolisme. juga dibawa dalam doa. St. Di dalam Missale Romanum. “Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa …. Doa Syukur Agung menyertakan Doa Permohonan. IX. Salam Damai dilakukan setelah Liturgi Sabda guna menggambarkan persaudaraan dan persekutuan dalam komunitas sebelum mempersembahkan kurban (bdk. secara resmi hanya ada empat Doa Syukur Agung: Doa Syukur Agung I (Canon Roma) dalam bentuknya yang seperti sekarang berasal dari Misa Paus Pius V (1570). Ketiga. Keseluruhan Misa dalam arti tertentu merupakan suatu anamnesis.- - - - - - - - - baru saja terjadi di altar. tiga Doa Syukur Agung baru disetujui dengan keistimewaan masing-masing sebagai berikut: Doa Syukur Agung II pada dasarnya adalah yang ditulis oleh St. Imam berdoa kepada Tuhan agar menerima kurban ke altar surgawi-Nya. teristimewa Santa Perawan Maria. tetapi bukan bagian dari teks Injil yang asli (baru disisipkan ke dalam Injil Matius sekitar abad pertama atau kedua Masehi). Lukas (11:2-4). Matius (6:9-13) dan St. agar mereka yang menerima Tubuh dan Darah Kristus kiranya “dipenuhi dengan rahmat dan berkat” (Doa Syukur Agung I). Doa Syukur Agung III merefleksikan tradisi Roma. Dengan Prefasinya tersendiri yang khusus. Paus Gregorius Agung (wafat 604) menambahkan Doa Bapa Kami agar didaraskan setelah Doa Syukur Agung. Keempat. dengan menggunakan banyak sekali ungkapan dan gambaran Biblis. “Dengan pengantaraan Kristus…. Doa Syukur Agung IV mengikuti anafora Siria Barat. Mat 5:23-24). “ ditemukan dalam Didaché. Seluruh anggota Gereja. Aklamasi Anamnesis yang adalah kenangan. para rasul dan martir. Kemungkinan. Sebagai tanda persatuan seluruh Gereja. DSA menggambarkan sejarah keselamatan dalam pengantar sesudah Sanctus. Doa Bapa Kami. imam menyerukan agar umat beriman mewartakan misteri iman. DSA II tidak diperuntukkan bagi perayaan Misa hari Minggu. Kita mohon bantuan doa para kudus.” yang didaraskan atau dinyanyikan saat Tubuh dan Darah Kudus diangkat tinggi-tinggi. DSA ini mempergunakan Prefasi yang bervariasi dengan canon yang tetap. Akhirnya. misalnya untuk Tobat [DSA V & VI] dan untuk Misa Anak-anak [DSA VIII. DSA ini memiliki kejelasan yang sederhana dalam doa syukurnya dan ringkas. Yosef. (Patut dicatat bahwa ada juga Doa Syukur Agung dengan tema khusus. Secara istimewa imam mengingatkan kembali mandat Kristus untuk mengenang-Nya. Paus dan Uskup setempat didoakan. sejak awal abad keempat. Mengikuti pola tradisional Canon Roma. Kesempurnaan Doa Bapa Kami dipandang sebagai persiapan yang baik untuk menerima Komuni Kudus. Canon panjangnya sedang dan berfokus pada karya penebusan Tuhan dan menghimpun umat ke dalam Gereja. . Praktek ini telah dilakukan sejak abad ketiga. Doa Kurban atau Persembahan. yaitu ketika Gereja mempersembahkan kepada Bapa persembahan Kristus yang mendamaikan kita dengan-Nya. Tertulianus (± 220) menceritakan Salam atau Cium Damai dalam Perayaan Misa. seperti ditemukan dalam Injil St. X]). Dalam revisi Misa pada tahun 1969. adalah satu-satunya doa yang diajarkan Kristus kepada kita. Umat beriman juga mengingat bahwa Kristus akan datang kembali dalam kemuliaan. apa yang dilakukan-Nya. Ritus Damai. Dengan Prefasinya tersendiri. baik yang hidup maupun yang sudah meninggal. Doa Syukur Agung berakhir dengan Doksologi. dan kedatangan-Nya kembali dalam kemuliaan. Hipolitus dari Roma sekitar tahun 215. Pada awalnya.

d. Yustinus menegaskan. satu dengan yang lainnya dalam kongregasi. imam.berkat. seperti dimaklumkan oleh St. mempersatukan diri dalam persekutuan dengan Tuhan. Misa diakhiri dengan RITUS PENUTUP . telah menerima Pembaptisan untuk pengampunan dosa dan kelahiran kembali dan hidup sesuai dengan petunjuk Kristus” (Apoligiæ No.- - Tetapi. Yohanes Pembaptis dalam Yoh 1:29 dan dalam Kitab Wahyu. Salam Damai pada akhirnya tidak diperkenankan bagi imam selebran dan para pelayan altar.. Gambaran Anak Domba Allah melambangkan sengsara sekaligus kemenangan Kristus. Ritus penutup Setelah membagi Komuni Kudus dan membersihkan piala. Pada bagian ini. berdoa dalam hati. imam mengutus tiap anggota jemaat untuk melakukan perbuatan baik sambil memuji dan memuliakan Tuhan. Idealnya: salam.sesuai dengan satu ungkapan lama . Pada abad ketujuh.dan nyanyian penutup atau musik instrumental merupakan satu tindakan bersambung yang sebaiknya memuncak pada tegur sapa dan percakapan ramah antara imam dengan umat di pintu gereja. St. dan pengutusan. umat beriman menyantap Ekaristi Kudus. “Karena roti dan anggur ini . kecuali orang yang mengakui ajaran kita sebagai yang benar. dinyanyikan saat pemecahan roti yang telah dikonsekrir. dan dengan Gereja universal. sebab Dialah anak domba paskah yang baru. - - .di`ekaristi'kan. memecahkan sepotong kecil Hosti Kudus (fermentum) dan memasukkannya ke dalam piala anggur. Dalam Komuni Kudus. tetapi diperkenankan kembali dalam Misa oleh Paus Paulus VI. imam mendaraskan Doa Sesudah Komuni. Paus Inosensius I pada tahun 416 menetapkan urutannya seperti yang sekarang. Seorang pun tidak boleh mengambil bagian dalamnya.berkat dan pengutusan. kita menamakan makanan ini ekaristi. penghormatan altar dan perarakan keluar. Tindakan pencampuran (commixtio) ini mengandung makna persatuan Tubuh dan Darah Kristus. 66).pengutusan. dan persatuan kurban meskipun terjadi dalam dua konsekrasi yang terpisah. Acara penutup terdiri dari: salam dan berkat imam yang kadang-kadang diperpanjang ” Doa Berkat atas Umat” atau dengan berkat meriah lainnya. Nyanyian penutup merupakan kegiatan manasuka. madah Agnus Dei. Pada bagian pengutusan ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful