Tata Urutan Perayaan Ekaristi

Tata Urutan Perayaan Ekaristi

Disusun oleh: Yolanda S/XISc/21 SMAK FRATERAN Surabaya

14). serupa dengan penggunaan dupa. yaitu: a. Agustinus. sejak masamasa awal. maka upacara tobat ditiadakan. Ritus ini meliputi pemeriksaan batin dan pengakuan dosa secara umum sebelum masuk dalam Perayaan Ekaristi. ritus tobat ini jangan disamaartikan dengan Sakramen Tobat. - - - - - - . Sejak masa awal Gereja. saat mandi.salam. Ritus pembuka meliputi bagian-bagian yang mendahului liturgi sabda yaitu: perarakan masuk.pengantar. saat menyalakan lilin.Tata urutan perayaan Ekaristi dalam Gereja Katholik meliputi 4 bagian. no. Misa dimulai dengan Tanda Salib. Juga. 14). seperti pendupaan dan asperges.maka upacara pembukaan dipersingkat seturut petunjuk dari Pedoman Ibadat Harian. Pada akhirnya. Lagi. Mazmur 51. 30). Namun demikian. berkumpullah bersama. setelah mengakukan dosa-dosamu agar kurban persembahanmu kudus” (no. Tertulianus (wafat ± thn 250) menggambarkan kebiasaan membuat tanda salib: “Dalam segala kegiatan dan gerakan. saat berbaring. imam masuk dengan diiringi paduan suara. percikan ini boleh dilakukan pada semua misa hari minggu.tuhan kasihanilah kamiKemuliaan. seringkali mazmur-mazmur didaraskan sebagai persiapan merayakan Misa. No. suatu Perarakan Masuk berkembang di mana imam bergerak masuk melewati komunitas untuk mendaraskan doa pertama. Patut diingat bahwa pada masa Perjanjian Lama. Semua bagian ini memiliki ciri khas sebagai pembuka. dupa dipergunakan untuk mengusir setan sekaligus untuk menguduskan kurban persembahan bagi Tuhan. Sejak masa awal Gereja. memecah-mecahkan roti dan mengucap syukur. yang tetap amat diperlukan bagi pengampunan dosa berat. saat duduk.doa pembuka. kami menandai dahi kami dengan Tanda Salib” (De corona. atau pemercikan dengan air suci. Asperges. Miserere. Asap yang terberkati dimaksudkan untuk menggambarkan dan membangkitkan perasaan pemurnian dan pengudusan. Tata cara sapaan resmi di awal Misa dicatat dalam Kota Tuhan yang ditulis oleh St. saat mengenakan sepatu. asperges membangkitkan dalam benak umat beriman ingatan akan pembaptisan mereka dan dengan demikian diingatkan akan kelahiran mereka kembali dalam Kristus. imam berdoa mohon pengampunan dosa bagi dirinya sendiri dan bagi seluruh komunitas. Ritual Pendupaan berasal dari Timur. yaitu “mempersatukan umat yang berhimpun dan mempersiapkan mereka. Guna memulai Misa dengan suatu tindakan yang definitif. Sementara mereka berkumpul. setiap kali kami datang maupun pergi. Miserere biasanya didaraskan. umat beriman diajak untuk menyesali dosa-dosa mereka. dimadahkan. Jika perayaan ekaristi dimulai dengan percikan umat dengan air suci. Tujuan ritus ini adalah mempersatukan umat yang berhimpun dan mempersiapkan mereka supaya dapat mendengarkan sabda Allah dengan penuh perhatian dan mengikuti ekaristi dengan layak.dan persiapan. Ritus Tobat ditulis oleh Didaché sebagai berikut: “Pada Hari Tuhan. Baik melalui pendupaan ataupun asperges. pernyataan tobat. pengantar. 46). umat beriman berkumpul sebagai suatu persekutuan pada hari Tuhan (Didaché. Demikian juga kalau perayaan ekaristi didahului dengan pendasaran-pendasaran mazmur dari ibadat harian. Tradisi-tradisi lain pun dimasukkan juga. saat makan. supaya dapat mendengarkan Sabda Allah dengan penuh perhatian dan merayakan Ekaristi dengan layak” (Pedoman Umum Misale Romawi. mempunyai suatu tujuan definitif. dalam segala apapun yang kami lakukan.

Gloria dilambungkan pada hari Minggu dan hari-hari pesta. dalam persatuan dengan Roh Kudus. Lebih lanjut. Collecta dilambungkan kepada Bapa “dengan pengantaraan Yesus Kristus.” satu-satunya pengantara (“…Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa. dan sekarang. Allah Bapa. berkembang pola di mana satu bacaan dari salah satu epistula akan mendahului bacaan Injil. Pius V (thn 1570). Versi Yunani muncul sekitar tahun 380 dalam Konstitusi Apostolik dan Codex Alexandrinus Perjanjian Baru (abad kelima). Kyrie dimadahkan setelah Confiteor.” Gloria adalah Madah Kemuliaan. b. Parakletos dan Penghibur. Confiteor (“Saya mengaku…) berasal dari sekitar abad kedelapan. Pada abad kesembilan. melainkan juga sebagai Kristus yang menang jaya. Madah Kemuliaan terdiri dari dua bagian utama: Dalam bagian pertama. umat beriman memadahkan kemuliaan bagi Tuhan. kalau tidak melalui Aku. dan apa yang sedang kita rayakan pada hari itu (misalnya pesta tertentu) atau menekankan semangat masa liturgi. karena Paskah merupakan peristiwa Perjanjian Baru. Doa Pembuka atau Collecta (bahasa Latin.Confiteor dilanjutkan dengan Kyrie. Pada masa Gereja Perdana. Ayat pembuka diambil dari warta para malaikat kepada para gembala saat kelahiran Kristus (Luk 2:14).Yoh 14:6). Kyrie dipergunakan untuk mengakhiri berbagai seruan. suatu ritus tobat singkat.- - - Dalam susunan Misa yang sekarang. suatu doa yang merangkum doa-doa jemaat) mengakhiri Ritus Pembuka. Gloria dihilangkan selama Masa Adven dan Masa Prapaskah guna menekankan suasana persiapan dan tobat. dan juga juga daya pemersatu antara Gereja dan Tuhan. Misa masuk ke dalam LITURGI SABDA. kita memuji dan mengucap syukur kepada Bapa Surgawi yang telah mengungkapkan. tetapi confiteor yang kita serukan sekarang pada dasarnya berasal dari Misa yang diajarkan oleh Paus St. Kristus kasihanilah kami” berasal dari awal abad keempat dalam liturgi Antiokhia Yerusalem. tiga seruan. madah berfokus pada Yesus. Dalam doa pembuka. yang adalah persekutuan antara Bapa dan Putra. setelah salam. dalam keduanya didapati Gloria hampir tepat sama perkataannya dengan yang dipergunakan sekarang. Gloria adalah pemakluman kemuliaan Allah. Kitab para nabi dari Perjanjian Lama juga diberi prioritas. Liturgi Sabda Setelah Ritus Pembuka. Aklamasi “Syukur kepada Allah” (Deo gratias) dipergunakan sejak abad keempat. dalam Perayaan Misa. kita berdoa mohon pertolongan ilahi dari Tuhan sementara kita memulai Perayaan Misa. bukan hanya sebagai Anak Domba kurban. Dalam bagian kedua. atau Kyrie dengan seruan-seruan. didaraskan sebanyak 42 seruan. lewat penciptaan dan sepanjang sejarah keselamatan. litani akan terus didaraskan hingga paus (atau imam) memberi tanda untuk berhenti. Bersekutu dalam Misa Kudus. Gereja menetapkan bahwa hanya kitab-kitab para Nabi atau para Rasul (yaitu . Di Barat. atau tiga seruan didaraskan dengan diakhiri “Tuhan kasihanilah kami” atau “Kristus kasihanilah kami. pemilihan dan jumlah bacaan dari Kitab Suci bervariasi untuk setiap liturgi. Pendarasan Kyrie menyebar ke segenap Gereja sekitar abad keenam dan selalu didahului dengan doa imam. Sekitar abad keenam. Madah “Tuhan kasihanilah kami. kemuliaan-Nya kepada umat-Nya. Madah Kemuliaan berakhir dengan aklamasi Tritunggal Mahakudus.” . imam memimpin salah satu: Asperges atau Ritus Tobat . Collecta ditujukan kepada Tuhan. Sekarang. ditetapkan sembilan seruan. Hingga abad kedelapan. Di Timur.

“aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan. Lagipula. sekarang. dan aklamasi “Terpujilah Kristus” (Laus tibi. Konstitusi tentang Liturgi Suci mengajarkan. c. guna mengekspresikan keyakinan akan kehadiran Kristus dalam Injil yang diwartakan. pembaptisan seringkali dilaksanakan dalam konteks Misa. “Homili sebagai bagian liturgi sendiri sangat dianjurkan. di awal pembacaan Injil. umat beriman membuat tanda salib di dahi. pernyataan iman didaraskan dengan maksud [1] agar umat beriman dapat mengiyakan atau mengamini dan menanggapi Sabda Allah yang baru saja didengarkan dalam bacaan-bacaan dan homili. imam biasanya menyampaikan homili yang berfungsi sebagai pengajaran. sesudah Injil. Doa Umat. Doa Permohonan atau Doa Umat Beriman juga senantiasa didaraskan sejak masa awal Gereja. Christe). Di kemudian hari. untuk raja-raja dan untuk semua pembesar” (2Tim:1-2). The Muratorian Fragment. imam atau diakon akan mengambil Kitab Injil (Evangeliarium) dari altar dan membawanya ke ambo dalam suatu perarakan kecil dengan para akolit membawa lilin dan pedupaan. yang dikenal sebagai “Syahadat Para Rasul”. seorang pemazmur maju dengan buku madah mazmur (Cantatorium). St. pada masa Gereja Perdana. aklamasi “Dimuliakanlah Tuhan” (Gloria tibi. Domini) diserukan di awal pembacaan Injil. menandakan akal budi yang terbuka untuk menerima Sabda Kristus. dan [2] agar umat beriman dapat mengingat kembali pokok-pokok iman kepercayaannya sebelum mulai merayakan Liturgi Ekaristi. Paulus dalam Surat Pertamanya kepada St. umat beriman berdiri saat Injil dibacakan. 155). dan dicamkan dalam hati. Pada abad kesembilan. Syahadat atau Pernyataan Iman merupakan tanggapan atas pewartaan Sabda Tuhan dan homili. Pemazmur bernyanyi sambil berdiri pada anak tangga ambo dari mana bacaan-bacaan diwartakan. Anak tangga mimbar ini disebut “gradus” (Latin). dikenal sebagai Syahadat Nicea-Konstantinopel. Setelah Bacaan Injil. 52). dapat didaraskan dalam Misa untuk menggantikan Syahadat NiceaKonstantinopel yang lebih panjang. St. yang diakui dengan bibir. homili harus mampu menghubungkan Sabda Tuhan dengan Ekaristi Kudus. pada umumnya Syahadat telah didaraskan sebelum masa itu. doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang.- - - - - kitab-kitab dari Kitab Suci kita sekarang) dibacakan kepada umat beriman dalam Perayaan Misa (bdk. Alleluia merupakan warta Paskah. Di situ hendaknya sepanjang tahun liturgi diuraikan misterimisteri iman dan kaidah-kaidah hidup kristiani berdasarkan teks Kitab Suci” (no. Timotius mengatakan. Umat akan menyanyikan bagian ulangan dari madah mazmur. sementara mereka duduk saat bacaan-bacaan lain dibacakan. Selalu seorang dari kaum klerus yang membacakan Injil.* Meskipun Syahadat secara resmi dimasukkan ke dalam Misa sekitar tahun 500-an. Syahadat versi singkat. Tujuan homili adalah untuk membantu umat beriman memahami bacaan Kitab Suci dan menjadikan Sabda Allah relevan dengan kehidupan sekarang. Dalam liturgi Romawi. Graduale atau Mazmur Tanggapan disisipkan di antara bacaan-bacaan. diserukan di akhir pembacaan Injil. Hieronimus menceritakan bahwa perarakan serupa dilakukan ketika seorang yang terhormat memasuki ruangan dalam pengadilan kuno. Tradisi ini juga berasal dari Misa awali. Alleluia atau Bait Pengantar Injil dinyanyikan sebelum Injil dibacakan. Injil senantiasa mendapat tempat terhormat. Doa Umat mengikuti . bibir dan hati. Syahadat yang didaraskan dalam Perayaan Misa sekarang ditetapkan dalam Konsili Nicea pada tahun 325 dengan bagian terakhir ditambahkan pada Konsili Konstantinopel tahun 381. Untuk alasan yang sama. Sebenarnya. Sekitar abad keempat.

berkembang suatu perarakan persembahan yang resmi. pengampunan dosa. melambungkan pujian dan syukur kepada Bapa semesta alam atas nama Putera dan Roh Kudus dan menyampaikan ucapan terima kasih. karena kami dianggap layak menerima anugerah-anugerah ini dari-Nya” (Apologiæ. No. Akhirnya. semoga kita beroleh bagian dalam keilahian Kristus yang merendahkan Diri dengan ambil bagian dalam kemanusiaan kita. c. …” mengandung tiga gagasan: Roti dan anggur adalah hasil dari ciptaan yang menjadi santapan kita. miskin dan berkekurangan. pakaian . mereka yang sakit. doa umat ditiadakan dari kerangka Perayaan Misa. Lagi. persembahan semacam ini pada umumnya disampaikan dalam bentuk uang kolekte. dan karenanya merupakan persembahan diri kita. Perarakan resmi ini menggambarkan Kristus yang menuju kurban persembahan-Nya Sendiri. [d] untuk umat setempat. Rumusan yang baru. membutuhkannya.yang akan dipersembahkan kepada Tuhan dan dipergunakan oleh Gereja. “Siapa yang mempunyai milik dan kehendak baik. tetapi sesungguhnya berasal dari berkat bangsa Yahudi.” St. [c] untuk orang-orang yang sedang menderita kesengsaraan. Roti dan anggur juga melambangkan hasil usaha dan karya manusia. atau mereka yang karena sakit atau karena salah satu alasan. Pada tahun 300-an. dan karenanya melambangkan bumi kita dan hidup kita sendiri. makanan. St. tetapi Konsili Vatikan II menginstruksikan agar Doa Umat dimasukkan kembali ke dalam Misa (Konstitusi tentang Liturgi Suci no. singkatnya ia adalah pemelihara untuk semua orang yang berada dalam kesusahan” (Apologiæ. Liturgi Ekaristi Liturgi Ekaristi diawali dengan Persiapan Persembahan: roti. para narapidana dan orang asing yang ada dalam jemaat. Di kemudian hari. terkadang mereka didampingi oleh putera altar yang membawa pedupaan. Dengan itu ia membantu yatim piatu dan janda. roti dan anggur adalah bahan-bahan samaran karena nantinya mereka akan diubah dalam misteri Ekaristi. “Terpujilah Engkau. Umat beriman juga membawa persembahan-persembahan lain . dihantar kepada imam.uang. 53). lilin dan salib perarakan. - - - - . persembahanpersembahan lain ini akan dibagi-bagikan kepada mereka yang membutuhkannya. memberi sesuai dengan kemampuannya. dan mohon kematian bahagia. anggur dan air. St. ya Tuhan. Siprianus (± 250) menekankan bahwa tindakan ini melambangkan Yesus ilahi yang menjadi manusia dan mengenakan juga kodrat manusiawi. negara dan bangsa. Setelah Misa. 65). ujud-ujud dan doa penutup oleh imam. dan apa yang dikumpulkan. obat-obatan. “Ia mengambilnya. [b] untuk para penguasa negara dan kesejahteraan seluruh dunia. Yustinus mencatat. Sekarang. “Dengan misteri air dan anggur ini.struktur tiga bagian: ajakan untuk berdoa. No. mereka yang telah meninggal dunia. Yustinus mengatakan bahwa permohonan-permohonan haruslah mengingat kepentingan Gereja. Doa-doa saat pencampuran air dan anggur didapati dalam Buku Misa (sacramentarium) Romawi abad ke-11. Yustinus mencatat. Pada abad ke-11. ujud-ujud bapa uskup dan klerus. pada umumnya urutan ujud-ujud dalam Doa Umat adalah sebagai berikut: [a] untuk kepentingan Gereja. Umat beriman membawa ke altar roti dan anggur yang akan dipersembahkan. Rumusan Doa Persiapan Persembahan untuk roti dan anggur didapati dalam Didaché. apa yang ia kehendaki. 67). panen yang baik. St. diserahkan kepada pemimpin. perdamaian dunia.

Sekarang. Doa Konsekrasi atau Kisah Institusi.” (“Berdoalah Saudara-saudari…”) mengundang kongregasi untuk sekarang berpartisipasi. Pada awal doa konsekrasi. Di sini. Benedictus kemungkinan ditambahkan ke dalam Sanctus sekitar abad kelima.” Berasal dari abad keempat. doa konsekrasi mengubah substansi roti dan anggur dan secara sakramental menghadirkan Tubuh dan Darah Kristus. Menariknya. untuk penciptaan.) Imam berdoa agar melalui kuasa Roh Kudus roti dan anggur diubah menjadi Tubuh dan Darah Tuhan kita. imam melakukan “lavabo” atau mencuci tangan. Sanctus juga muncul dalam bentuk-bentuk Misa awali. dalam memuliakan dan mengucap syukur kepada Allah .” Imam: “Arahkanlah hatimu kepada Tuhan. Markus maupun Lukas. seperti dicatat dalam Injil Matius. “lavabo” kadang-kadang dilakukan pada awal Liturgi Ekaristi. Dalam beberapa dokumen dari abad keempat dan kelima terdapat catatan tentang Sanctus. untuk bersatu dalam satu madah pujian.” dst) hampir tepat sama kata-katanya dengan yang didapati dalam Traditio Apostolica St. “Ya Tuhan. menangkupkan kedua tangannya dan menempatkannya di atas roti dan anggur yang dipersembahkan dan memberkatinya. Gereja mohon pada Bapa agar mengutus Roh Kudus.” Umat: “Dan sertamu juga. yang biasanya memanjatkan doa dengan kedua tangan terentang dan terbuka. dengan segenap malaikat dan orang kudus. kongregasi selalu menyanyikan Sanctus. imam mendaraskan semua doa-doa persiapan persembahan dalam hati. Benedictus Sanctus (“Terberkatilah yang datang…”) adalah aklamasi dengan mana orang banyak menyambut Yesus pada hari Minggu Palma (Mat 21:9). Doa Konsekrasi ini penuh kuasa. Dengan kuasa Roh Kudus dan melalui Kristus yang bertindak melalui imam-Nya yang ditahbiskan sah. permohonan kepada Tuhan agar menerima serta memberkati persembahan. Hipolitus. tergantung pada perayaan atau masa liturgi. Gereja di dunia dipersatukan dengan Gereja di Surga. Di masa-masa awal Gereja.. Madah ini diilhami oleh ayat mengenai penglihatan Yesaya (Yes 6:2-3). fratres et sorores. Praktek ini muncul sekitar abad kedelapan. Yesus Kristus. Doa mohon turunnya Roh Kudus ini disebut “epiklesis” (Imam. Doa Persiapan Persembahan kemudian dilanjutkan dengan “Orate. Anafora atau Doa Syukur Agung adalah jantung Liturgi Ekaristi. sebab hanya dia yang akan masuk ke dalam Yang Mahakudus dari Yang Kudus di hadapan Tuhan. yang dimasukkan dalam ibadat di Sinagoga pada abad kedua sesudah Kristus. no. Lonceng altar atau gong biasanya dibunyikan saat konsekrasi guna menegaskan terjadinya peristiwa mukjizat ini. 1352). Prefasi merupakan “perkataan sebelum” bagian utama Doa Syukur Agung. adalah kata-kata Kristus yang dimaklumkan-Nya pada Perjamuan Terakhir.“Bapa melalui Kristus dalam Roh Kudus untuk segala karya-Nya.- - - - - - - Setelah Doa Persiapan Persembahan. prefasi-prefasi yang berbeda dipergunakan. bersihkanlah aku dari kesalahanku dan cucilah aku dari dosaku. “Sanctus” atau Aklamasi Kudus mengakhiri Prefasi. kemungkinan sejak jaman para rasul. penebusan dan pengudusan” (Katekismus Gereja Katolik. transsubstansiasi terjadi. Kedua. Pencucian tangan ini melambangkan kemurnian batin dengan mana imam hendak masuk ke dalam misteri kudus. Dialog Pembukaan / Dialog Ajakan (misalnya. Canon atau Doa Syukur (bagian terpenting dari Doa Syukur Agung) terdiri dari beberapa elemen penting: Pertama. Juga merefleksikan pujian Wahyu “bagi Dia dan bagi Anak Domba” (Why 5:13). Hipolitus. Imam: “Tuhan sertamu. Doa Syukur Agung terdiri dari beberapa bagian: Prefasi juga berasal dari masa-masa awal Gereja. Sanctus hilang dari Doa Syukur Agung St. Sebagai tanggapan atas mukjizat yang .. Imam mengatakan. tetapi yang mengejutkan.

“Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa …. Doa Syukur Agung III merefleksikan tradisi Roma.- - - - - - - - - baru saja terjadi di altar. Dalam revisi Misa pada tahun 1969. DSA II tidak diperuntukkan bagi perayaan Misa hari Minggu. DSA ini mempergunakan Prefasi yang bervariasi dengan canon yang tetap. misalnya untuk Tobat [DSA V & VI] dan untuk Misa Anak-anak [DSA VIII. baik yang hidup maupun yang sudah meninggal. “Dengan pengantaraan Kristus…. juga dibawa dalam doa. Dengan Prefasinya tersendiri yang khusus. Kita mohon bantuan doa para kudus. Sebagai tanda persatuan seluruh Gereja. sejak awal abad keempat. (Patut dicatat bahwa ada juga Doa Syukur Agung dengan tema khusus. St. Akhirnya. Hipolitus dari Roma sekitar tahun 215. Umat beriman juga mengingat bahwa Kristus akan datang kembali dalam kemuliaan. “ ditemukan dalam Didaché. Keseluruhan Misa dalam arti tertentu merupakan suatu anamnesis. wafat dan kebangkitan Kristus. Mengikuti pola tradisional Canon Roma. tetapi bukan bagian dari teks Injil yang asli (baru disisipkan ke dalam Injil Matius sekitar abad pertama atau kedua Masehi). DSA ini memiliki kejelasan yang sederhana dalam doa syukurnya dan ringkas. dengan menggunakan banyak sekali ungkapan dan gambaran Biblis. dan kedatangan-Nya kembali dalam kemuliaan. Lukas (11:2-4). Paus dan Uskup setempat didoakan. Doa Syukur Agung IV mengikuti anafora Siria Barat. Keempat. tiga Doa Syukur Agung baru disetujui dengan keistimewaan masing-masing sebagai berikut: Doa Syukur Agung II pada dasarnya adalah yang ditulis oleh St. teristimewa Santa Perawan Maria. Paus Gregorius Agung (wafat 604) menambahkan Doa Bapa Kami agar didaraskan setelah Doa Syukur Agung. Doa Kurban atau Persembahan. Mat 5:23-24). Salam Damai dilakukan setelah Liturgi Sabda guna menggambarkan persaudaraan dan persekutuan dalam komunitas sebelum mempersembahkan kurban (bdk. IX. Kemungkinan. agar mereka yang menerima Tubuh dan Darah Kristus kiranya “dipenuhi dengan rahmat dan berkat” (Doa Syukur Agung I). Kesempurnaan Doa Bapa Kami dipandang sebagai persiapan yang baik untuk menerima Komuni Kudus. Canon panjangnya sedang dan berfokus pada karya penebusan Tuhan dan menghimpun umat ke dalam Gereja. Imam berdoa kepada Tuhan agar menerima kurban ke altar surgawi-Nya. Embolisme. para rasul dan martir. Aklamasi Anamnesis yang adalah kenangan. seperti ditemukan dalam Injil St. imam menyerukan agar umat beriman mewartakan misteri iman. X]). apa yang dilakukan-Nya. Seluruh anggota Gereja. Pada awalnya. melainkan untuk Misa harian. Praktek ini telah dilakukan sejak abad ketiga. secara resmi hanya ada empat Doa Syukur Agung: Doa Syukur Agung I (Canon Roma) dalam bentuknya yang seperti sekarang berasal dari Misa Paus Pius V (1570). yaitu ketika Gereja mempersembahkan kepada Bapa persembahan Kristus yang mendamaikan kita dengan-Nya.” yang didaraskan atau dinyanyikan saat Tubuh dan Darah Kudus diangkat tinggi-tinggi. Matius (6:9-13) dan St. Yosef. Dengan Prefasinya tersendiri. Secara istimewa imam mengingatkan kembali mandat Kristus untuk mengenang-Nya. Tertulianus (± 220) menceritakan Salam atau Cium Damai dalam Perayaan Misa. Doa Syukur Agung menyertakan Doa Permohonan. DSA menggambarkan sejarah keselamatan dalam pengantar sesudah Sanctus. Doa Bapa Kami. adalah satu-satunya doa yang diajarkan Kristus kepada kita. Doa Syukur Agung berakhir dengan Doksologi. Ritus Damai. suatu kenangan akan sengsara. Ketiga. Di dalam Missale Romanum. .

- - . dan persatuan kurban meskipun terjadi dalam dua konsekrasi yang terpisah. dan pengutusan. St. imam mendaraskan Doa Sesudah Komuni. Dalam Komuni Kudus. mempersatukan diri dalam persekutuan dengan Tuhan.sesuai dengan satu ungkapan lama . Gambaran Anak Domba Allah melambangkan sengsara sekaligus kemenangan Kristus. Seorang pun tidak boleh mengambil bagian dalamnya. tetapi diperkenankan kembali dalam Misa oleh Paus Paulus VI. Tindakan pencampuran (commixtio) ini mengandung makna persatuan Tubuh dan Darah Kristus. Paus Inosensius I pada tahun 416 menetapkan urutannya seperti yang sekarang. Ritus penutup Setelah membagi Komuni Kudus dan membersihkan piala. Yustinus menegaskan.berkat dan pengutusan. Yohanes Pembaptis dalam Yoh 1:29 dan dalam Kitab Wahyu.pengutusan.di`ekaristi'kan. madah Agnus Dei. Misa diakhiri dengan RITUS PENUTUP .dan nyanyian penutup atau musik instrumental merupakan satu tindakan bersambung yang sebaiknya memuncak pada tegur sapa dan percakapan ramah antara imam dengan umat di pintu gereja. kecuali orang yang mengakui ajaran kita sebagai yang benar. Nyanyian penutup merupakan kegiatan manasuka. Salam Damai pada akhirnya tidak diperkenankan bagi imam selebran dan para pelayan altar. 66). Idealnya: salam. Pada bagian pengutusan ini. d. imam.. “Karena roti dan anggur ini . Pada bagian ini. umat beriman menyantap Ekaristi Kudus. Pada abad ketujuh. Acara penutup terdiri dari: salam dan berkat imam yang kadang-kadang diperpanjang ” Doa Berkat atas Umat” atau dengan berkat meriah lainnya. satu dengan yang lainnya dalam kongregasi.- - Tetapi. penghormatan altar dan perarakan keluar. sebab Dialah anak domba paskah yang baru. seperti dimaklumkan oleh St. telah menerima Pembaptisan untuk pengampunan dosa dan kelahiran kembali dan hidup sesuai dengan petunjuk Kristus” (Apoligiæ No. berdoa dalam hati. memecahkan sepotong kecil Hosti Kudus (fermentum) dan memasukkannya ke dalam piala anggur. dan dengan Gereja universal. dinyanyikan saat pemecahan roti yang telah dikonsekrir.berkat. imam mengutus tiap anggota jemaat untuk melakukan perbuatan baik sambil memuji dan memuliakan Tuhan. kita menamakan makanan ini ekaristi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful