P. 1
Klasifikasi Makhluk Hidup Animalia

Klasifikasi Makhluk Hidup Animalia

|Views: 866|Likes:
Published by Ahmad Fauzi
Klasifikasi Makhluk Hidup Animalia
TUGAS LIBUAN TAHUN LALU DARI BU NINING OLEH SAYA AHMAD FAUZI KELAS 86 ALMAMATER #33 SMPN 111 JAKARTA.
Klasifikasi Makhluk Hidup Animalia
TUGAS LIBUAN TAHUN LALU DARI BU NINING OLEH SAYA AHMAD FAUZI KELAS 86 ALMAMATER #33 SMPN 111 JAKARTA.

More info:

Published by: Ahmad Fauzi on Aug 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2012

pdf

text

original

May 4

Klasifikasi Animalia
Disusun oleh : Ahmad Fauzi

2011
SMPN 111 JAKARTA

1. Porifera Hewan bersel banyak; bentuknya bermacam-macam; tubuhnya berwarna merah, kuning, atau oranye; di permukaan tubuhnya banyak terdapat pori-pori; kerangka tubuh hewan berpori tersusun dari zat kapur, zat kersik, atau zat tanduk. Contoh : euspongia dan sycon 2. Coelenterata Memiliki rongga seperti tabung; mulut terletak di bagian tengah tubuh; dikelilingi oleh tentakel. Contoh : Hydra sp., Aurelia auria, Urticana sp., dan Actinia sp.

Tiga kelas dari Coelenterata  Kelas Hydrozoa sebagian besar hidupnya berada dalam bentuk polip; sebagian siklus hidupnya dalam bentuk medusa atau tanpa medusa. Contoh : Hydra sp.

 Kelas Scypozoa sebagian besar hidupnya dalam bentuk medusa; sebaian siklus hidupnya dalam bentuk polip. Contoh : Aurelia auria

 Kelas Anthozoa hanya ada bentuk polip dan tidak mengalami metagenesis. Contoh : Urticana sp. dan Actinia sp.

3. Platyhelminthes Merupakan hewan pipih; tidak bersegmen; tubuhnya bilateral simetri; tidak mempunyai rongga badan; tidak mempunyai skeleton, sistem peredaran darah, dan alat respiasi. Contoh : Planaria, Fasciola sp., Taenia sp. Tiga kelas dari platyhelminthes  Kelas Turbellaria hidup di air tawar dengan permukaan luar tubuh bersilia. Contoh : Planaria (dugesia)

 Kelas Trematoda permukaan luar tubuhnya tebal dan berkutikula; sebagian besar hidup parasit di dalam tubuh organism lain. Contoh : Fasciola sp.(cacing hati)

 Kelas Cestoda sebagian besar hidup sebagai parasit; bagian ujung depan tubuh dilengkapi penghisap dan kait untuk melekat pada inang. Contoh : Taenia sp. (cacing pita pada sapid an domba)

4. Nemathelminthes Memiliki tubuh berbentuk gilik; kulit licin dan tidak berwarna; tubuhnya meruncing di kedua ujungnya dan tidak bersegmen; permukaan tubuh diselimuti kutikula. Contoh : Ascaris lumbricoides (cacing perut)

5. Annelida Memiliki tubuh bersegmen; hidup di tanah lembab, laut, dan air tawar; permukaan tubuhnya tertutup oleh kutikula. Contoh : Nereis sp. Tiga kelas dari Annelida  Kelas Polychaeta merupakan cacing laut; kepalanya terlihat jelas dengan banyak setae. Contoh : Nereis sp.

 Kelas Oligochaeta merupakan cacing air tawar; hanya memiliki sedikit setae. Contoh : Pheretima posthurna  Kelas Huridinae tidak memiliki arapodium maupun seta pada segmen tubuhnya.Panjang Hirudinea bervariasi dari 1 – 30 cm.Tubuhnya pipih dengan ujung anterior dan posterior yang meruncing. Contoh : Hirudo medicinalis 6. Mollusca Tempat hidupnya di darat, laut, dan air tawar; mempunyai tubuh lunak dan tidak bersegmen. Contoh : Chiton sp., Achatina fulica, helix pomatia, Dentalium entale, Nautilus pompilus, Octopus bairdi, Loligo sp., Anodonta edulis, dan Mytilus edulis. Lima kelas dari Mollusca  Kelas Amphineura memiliki tubuh yang simetri bilateral; eksoskeleton disusun dari delapan buah lembaran transversal bahan kapur; dan beberapa pasang insang. Contoh : Chiton sp.

 Kelas Gastropoda memiliki tubuh asimetri dan umumnya bercangkang terputar seperti spiral. Contoh : Achatina fulica dan Helix pomatia  Kelas Scaphopoda memiliki eksoskeleton dan pallium seperti tabung. Contoh : Dentalium entale  Kelas Cephalopoda bertubuh simetri bilateral; memiliki lengan yang dilengkapi alat penghisap; dan dilengkapi sistem saraf yang sudah berkembang. Contoh : Nautilus pompilus, Octopus bairdi, dan Loligo sp.

 Kelas Pelecypoda bertubuh simetri bilateral dan bercangkang dua lembar; seta berkepala rudimenter. Contoh : Anodonta edulis, dan Mytilus edulis 7. Arthropoda Tubuhnya beruas-ruas; memiliki rangka luar yang keras dari zat kitin; tempat hidupnya ada yang di darat, air tawar, atau laut. Contoh : Empat kelas dari Arthropoda  Kelas Insecta badan terbagi menjadi tiga bagian; terdapat kaki tiga pasang pada ruas dada. Contoh : kupu-kupu, belalang, semut, kecoak, lebah, dan jangkrik

 Kelas Crustacea mempunyai rangka luar yang keras terbagi menjadi dua bagian; kaki terdapat pada hamper semua ruas; kepalanya menyatu dengan dada. Contoh : kepiting, udan, lobster, dan kutu air

 Kelas Arachnoidea badan terbagi menjadi dua; memiliki empat pasang kaki; kepalanya menyatu dengan dada. Contoh : labah-labah pemburu dan kutu kudis  Kelas Myriapoda badan terbagi menjadi banyak ruas yang sama; hampir semua ruas tubuh memiliki satu pasang kaki. Contoh : lipan, luing, dan kelemayar

8. Insecta

Serangga adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang); karena itulah mereka disebut pula Hexapoda. Kajian mengenai peri kehidupan serangga disebut entomologi. Serangga termasuk dalam kelas insekta (subfilum Uniramia) yang dibagi lagi menjadi 29 ordo, antara lain Diptera (misalnya lalat), Coleoptera (misalnya kumbang), Hymenoptera (misalnya semut, lebah, dan tabuhan), dan Lepidoptera (misalnya kupu-kupu dan ngengat). Kelompok Apterigota terdiri dari 4 ordo karena semua serangga dewasanya tidak memiliki sayap, dan 25 ordo lainnya termasuk dalam kelompok Pterigota karena memiliki sayap. Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Ukuran serangga relatif kecil dan pertama kali sukses berkolonisasi di bumi.

9. Echinodermata Memiliki tempat hidup di laut; permukaan tubuh yang diliputi oleh duri dari zat kapur; tidak berkepala; dan bergerak menggunakan kaki ambulkral. Contoh : Asterias sp., Ophiothrix fragillis, Echinocardium codatum, Holothura edulis, dan Antedon rosacea Lima kelas dari Echinodermata  Kelas Asteroidea mempunyai bentuk badan seperti bintang atau pentagonal; mempunyai mulut dan anus. Contoh : Asterias sp.

 Kelas Ophiuroidea mempunyai bentuk badan seperti bintang dengan lengan lebih kecil dan panjang seperti ular. Contoh : Ophiothrix fragillis

 Kelas Echinoidea memiliki bentuk tubuh bulat atau setengah bulat yang dipenuhi dengan duri-duri panjang. Contoh : Echinocardium codatum

 Kelas Holothuroidea badannya berbentuk silinder memanjang dan agak pipih serta berbidang lima. Contoh : Holothura edulis

 Kelas Crinoidea badannya berbentuk seperti kelopak dengan lima pasang lengan. Contoh : Antedon rosacea

10. Chordata Memiliki urat sarf di punggung; memiliki sumbu batang tubuh di punggung; mempunyai subfilum Vertebrata. Vertebrata diklasifikasikan menjadi lima kelas. 1. Ikan Meskipun memiliki struktur tubuh yang berbeda tetapi ikan memiliki beberapa persamaan ciri yaitu : habitat ikan di air tawar, laut, air payau; alat pernapasan berupa insang; alat gerak ikan berupa sirip; mempunyai gurat sisi untuk mengetahui perubahan tekanan air; berkembang biak dengan cara bertelur; tubuh ditutupi sisik; ikan berdarah dingin. Ikan bertulang rawan Memiliki rangka tubuh yang tersusun atas tulang rawan; mulutnya terletak di bagian depan kepala; memiliki klasper pada hewan jantan sebagai alat untuk menyalurkan sperma ke dalam tubuh wanita. Contoh : ikan hiu dan ikan pari

Ikan bertulang keras Rangka tubuh sebagian besar tersusun dari tulang keras; mulu terletak di ujung depan kepala; tutup insang terletak di bagian samping kepala. Contoh : ikan mas, kuda laut, ikan gurami, ikan terbang, ikan karper, dan belut. 2. Amfibi Memerlukan dua macam habitat yaitu darat dan air; pembuahan diluar tubuh; amfibi muda hidup di air dan amfibi dewasa hidup di darat; amfibi muda bernapas dengan insang dan amfibi dewasa bernapas dengan paru-paru dan kulit. Contoh : kaak pohon, katak hijau, kodok, salamander. Reptilia Bergerak dengan cara merayap atau melata; kulit tubuhnya tertutup oleh sisik atau tertutup oleh lempengan tulang; hewan berdarah dingin; berkembang biak dengan cara bertelur; pembuahannya berlangsung didalam tubuh; ada beberapa jenisnya yang berkembang biak dengan cara ovovivipar. Contoh : kura-kura, buaya, dan ular

3.

Empat ordo Reptilia  Ordo Chelonia, contoh : kura-kura darat, kura-kura air tawar, penyu, dan bulus

 Ordo Squamata, contoh : kadal, cecak, ular, dan komodo

 Ordo Crocodilia, contoh : buaya dan alligator

 Ordo Rhyncocephalia, contoh : tuatara

4. Burung Bernapas dengan paru-paru; tubuh ditutupi oleh bulu; pada saat terbang alat pernapasannya pundi-pundi udara. Ciri-ciri khusus pada burung yang mampu terbang : sebagian besar berongga; memiliki otot dada yang kuat; sistem pernapasan dilengkapi pundi-pundi udara. Contoh : itik, angsa, ayam, kiwi, dan berbagai jenis burung lainnya.

5. Mamalia Permukaan tubuhnya diliputi rambut; pembuahan berlangsung di dalam tubuh; mempunyai kelenjar susu. Tiga subkelas dari mamalia  Subkelas Monotremata kelompo mamalia petelur; berparuh mirip itik; memiliki kelenjar susu. Contoh : Ornithorhynchus sp., Tachyglossus, Echidna sp.

 Subkelas Marsupialia mamalia berkantong; terdapat kantong di perut hewan betina; anak dilahirkan sangat muda. Contoh : kangguru dan koala

 Subkelas Eutheria mamalia dengan cirri khas telur berkembang di dalam uterus dan mendapat makanan dari induknya melaui hubungan darah pada plasenta. Contoh : manusia

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->