P. 1
analias laporan keuangan

analias laporan keuangan

|Views: 82|Likes:
Published by tedynurul

More info:

Published by: tedynurul on Aug 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/10/2011

pdf

text

original

KUMPULAN ARTIKEL ANALISIS LAPORAN KEUANGAN FIRMAN SYARIF, SE, MSI, AK Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera

Utara

TAMBAHAN KANDUNGAN INFORMASI KOMPONEN-KOMPONEN ARUS KAS Oleh: Joshua Livnat dan Paul Zarowin 1. Pendahuluan Penelitian ini adalah tentang kandungan informasi dari komponen-komponen arus kas yang diinginkan FAS No. 95. Penelitian ini juga meneliti tentang apakah komponen-komponen arus kas benar-benar menunjukkan ketidakwajaran hubungannya dengan return saham dan apakah hubungan ini konsisten dengan teori. Hasil riset Wilson dan Bowen (1986, 1987) menyimpulkan bahwa tambahan kandungan informasi arus kas akan memberikan earning. Hasil riset Bernard dan Stober (1989) menyimpulkan bahwa pemisahan laba bersih menjadi kas dari operasi dan accrual tidak memberikan tambahan informasi pada laba bersih. Penelitian ini menunjukkan adanya tambahan kandungan informasi dalam pemisahan laba bersih menjadi accrual dan komponen-komponen arus kas. 2. Identifikasi Komponen-komponen Arus Kas Penelitian ini menggunakan data yang tersedia pada Compustat Annual Industrial File (CAIF) untuk menaksir komponen-komponen arus kas yang terdiri atas : kas dari kegiatan operasi, kas dari kegiatan pendanaan dan kas dari kegiatan investasi yang dapat ditaksir dari data neraca, laba rugi dan laporan perubahan posisi keuangan. 3. Hipotesis-hipotesis yang dapat diuji mengenai hubungan antara komponen-komponen arus kas dan return. 3.1. Hipotesis Hipotesis ini dinyatakan dalam bentuk hubungan antara arus kas dengan return saham tahunan untuk menguji hipotesis ini digunakan model regresi : CAR : a0 + a1 collectiona + a2 payments + a3 Taxes + a4 Interest + a5 Other + b1 Debt + b2 Common + b3 Prefered + b4 Dividend + C1 PPE + C2 Acquisition + C3 Minority + C4 Subsidiary + C5 Ret PPE + d1 accrual + e. CAR adalah suatu ukuran abnormal return tahunan. 3.2. Hipotesis-hipotesis ekonomi tentang arus kas pendanaan meliputi (1) Arus kas pendanaan yang tidak relevan; (2) Pengaruh Signalling dari arus kas pendanaan antara lain meliputi (i) Pengeluaran utang yang oleh Ross (1977) dan Leland dan Pyle (1977) mengatakan bahwa pengeluaran hutang dapat dirasakan sebagai suatu isyarat baik mengenai arus kas masa yang akan datang, (ii) Pengeluaran saham biasa dimana para manajer diasumsikan mempunyai informasi tersendiri mengenai perusahaannya, akan melakukan pengeluaran saham atau pembelian kembali saham. Atas dasar ini investor akan bereaksi positif atau negatif terhadap pengumuman pengeluaran atau pembelian kembali saham; (iii) Pengeluaran saham istimewa yang oleh Smith (1986) mendiskusikan tentang implikasi dari teori yang didasarkan pada informasi asimetri terhadap pengeluaran saham istimewa. Pengumuman pengeluaran saham istimewa ini mempunyai dampak reaksi yang kecil daripada pengumuman pengeluaran

2002 digitized by USU digital library

1

saham biasa; (iv) Dividends, Miller dan rok (1985) memprediksi perubahanperubahan dividend dihubungkan dengan return saham. Kenaikan dividen mengisyaratkan arus kas yang tinggi yang diharapkan dan berhubungan positif dengan reaksi pasar. 3.3. Hipotesis ekonomis berkenan dengan arus kas-investasi meliputi (1) Arus kas investasi yang tidak relevan, dimana peningkatan dalam investasi dihubungkan dengan arus kas masa depan yang lebih tinggi dan selanjutnya ada hubungan positif dengan return yang diharapkan untuk pengumuman-pengumuman investasi yang baru; (2) Pengaruh-pengaruh yang tidak wajar atas arus kas investasi. Menurut Miller dan Rock (1985), investasi-investasi baru pada perusahaan-perusahaan anak yang tidak dikonsolidasikan akan mempunyai implikasi yang positif mengenai arus kas masa depan perusahaan. 3.4. Hipotesis ekonomis dari arus kas operasi meliputi (1) Ketidak relevanan arus kas-operasi yang kebanyakan model mengatakan bahwa cash inflow dan cash outflow yang unexpected dari operasi periode waktu itu akan mempengaruhi harga-harga saham dan pengaruhnya pada arus kas sekarang maupun yang masa yang akan datang; (2) Recurring and non recurring events diteliti oleh Gonedes (1979) yang mengatakan bahwa terdapat reaksi pasar yang berbeda terhadap pengungkapan pendapatan biasa maupun yang luar biasa. Barnea, Ronen dan Sadan (1976) memberikan bukti bahwa pasar bereaksi terhadap komponen laba yang permanen dan komponen laba yang bersifat sementara. Lipe (1986) menunjukkan bahwa apakah suatu komponen laba diharapkan terjadi pada masa yang akan datang adalah penting untuk penilaian surat-surat berharga. Wilson (1986, 1987) mengatakan bahwa kas dari operasi mempunyai kandungan informasi pada laba dan Bernard dan Stober (1989) mengatakan bahwa hasil Wilson tidak diperoleh pada periode sampelnya. Bowen et al (1987) mengatakan bahwa kas dari operasi mempunyai tambahan, hubungannya dengan return saham pada earning. FASB menginginkan perusahaan untuk mengungkapkan informasi tentang komponen-komponen arus kas investasi, pendanaan dan operasi. 4. Metodologi 4.1.Data Data diambil dari Compustat Annual Industrial File dari return bulanan CRSP dengan kriteria (1) Akhir tahun fiskal Desember; (2) Tersedia data keuangan untuk menaksir komponen-komponen arus kas dan market value of equity; (3) Tersedia return bulanan pada CRSP File untuk menaksir Cumulative Abnormal Return (CAR). Penelitian ini menggunakan setidak-tidaknya 345 perusahaan tiap tahunnya sejak 1974-1986. 4.2.Variabel Rancangan riset ini menetapkan hubungan antara taksiran komponen-komponen arus kas yang unexpected dengan return saham. Dari komponen-komponen arus kas yang unexpected, peneliti menggunakan perubahan-perubahan komponen dari tahun sebelumnya. 5. Hasil Bahwa komponen-komponen arus kas operasi mempunyai hubungan yang tinggi dengan return saham dan semua koefisien ini mempunyai expected sign. Pembayaran pajak tidak mempunyai koefisien yang signifikan. Pengeluaran hutang mempunyai koefisien yang positif dan pengeluaran saham istimewa mempunyai koefisien negatif. Koefisien untuk dividen adalah positif dan secara statistik signifikan. Penelitian dari koefisien masing-masing komponen arus kas 2002 digitized by USU digital library

2

menunjukkan bahwa arus kas operasi berhubungan kuat dengan return saham dan mempunyai expected sign. Komponen masing-masing dari arus kas pendanaan secara umum konsisten dengan riset sebelumnya. Pemisahan laba bersih kepada kas dari operasi dan accrual tidak mengkontribusikan hubungannya dengan return. Komponen-komponen arus kas pendanaan benar-benar mempunyai hubungan yang berbeda dengan return. 6. Ringkasan dan Kesimpulan Penelitian ini menguji beberapa hipotesis mengenai hubungan antara arus kas dan return. Komponen-komponen arus kas tidak sama hubungannya dengan return saham. Komponen-komponen cash inflow dari kegiatan operasi berhubungan positif dengan return saham. Komponen-komponen cash outflow dari kegiatan operasi berhubungan negatif dengan return saham. Komponen-komponen dari arus kas operasi mempunyai hubungan yang kuat dengan return saham. Pengeluaran saham biasa berhubungan positif dengan return dan pengeluaran saham istimewa berhubungan negatif dengan return. Dividen berhubungan positif dengan return saham. Pemisahan laba bersih kepada arus kas operasi dan accrual adalah tidak cukup untuk memperbaharui hubungannya dengan return tahunan. Sebaliknya pemisahan total kas dari operasi dan total arus kas pendanaan kepada komponenkomponennya tidak memperbaharui hubungannya dengan return tahunan. Laporan keuangan berisikan informasi yang lebih banyak dibandingkan hanya laporan laba dan arus kas operasi memberikan tambahan informasi mengenai penilaian kejadian-kejadian yang relevan, yang diperoleh earning itu sendiri.

2002 digitized by USU digital library

3

1. Abdel Khalik dan Mc Keown (1978). LIFO adalah pilihan terbaik untuk pelaporan pajak. sejak dahulu tidak signifikan 2002 digitized by USU digital library 4 . dan Lee dan Hsieh (1985) hasilnya adalah bahwa Program Kompensasi Manajerial tidak menjelaskan pemilihan metode persediaan demikian juga riset oleh Dhaliwal. Sayangnya pengujian dari penjelasan contracting theory ini terhambat karena ketidaktersediannya data. Riset ini menguraikan bermacam sifat sistematis dari angka akuntansi LIFO dan FIFO dan bertujuan menyediakan bukti tambahan terhadap perpajakan dan penjelasan non perpajakan dari pemilihan metode akuntansi untuk persediaan. Peraturan pajak di Amerika mengatakan bahwa perusahaan tidak diijinkan menggunakan LIFO untuk tujuan pajak kecuali untuk tujuan akuntansi.2. Penjelasan terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan. (2) Perusahaan-perusahaan yang menerapkan FIFO. Penjelasan mengenai pemilihan metode akuntansi persediaan adalah sederhana yaitu agar dapat membayar pajak dengan present value yang terendah. Hunt (1985). Brown (1980) dan Ricks (1988) mereplekasi dan memperluas riset ini dan kesimpulannya adalah secara rata-rata terjadi negative abnormal return bila perusahaan mengganti ke LIFO.BUKTI PEMILIHAN METODE AKUNTANSI PERSEDIAAN : LIVO Vs FIFO Oleh : Nicholas Dopuch dan Morton Pincus 1. menyebabkan penggunaan metode-metode akuntansi yang berbeda oleh 2 kelompok perusahaan. dan beberapa perusahaan lain memilih FIFO untuk pelaporan pajak. Ringkasan Hasil Hasil riset awal mendukung dugaan bahwa beberapa karakteristik-karakteristik operating dan invesment dari perusahaan yang menerapkan FIFO dan LIFO berbeda secara sistematis. 1. karena income dihubungkan dengan contracting cost akan melebihi tax savings. Penjelasan yang terakhir ini mendorong peneliti untuk mengembangkan penjelasan-penjelasan non perpajakan terhadap pemilihan persediaan. Pada beberapa perusahaan.1. meneliti kembali dengan hasil menggunakan cross-sectional study bahwa ada hubungan positif antara abnormal return dengan tabungan pajak (tax saving) hasil riset ini pun dikritik oleh Ricks (1986). Salamon dan Smith (1982) memberikan hasil yang sama. Selanjutnya.3. Biddle dan Lindahlk (1982). sehingga sampai sekarang belum ada pemecahannya. R. Akhirnya penelitian hipotesis contracting terhadap pemilihan akuntansi persediaan dilakukan oleh Abdel Khalik (1985). Para manajer diprediksi memilih LIFO adalah dengan alasan untuk meminimalisir pembayaran pajak masa yang akan datang. Peneliti juga menyelidiki bahwa perbedaanperbedaan yang signifikan dalam rasio-rasio yang menggunakan pelaporan inventory atau pelaporan angka-angka vost of sales dalam perhitungannya. Perlu diketahui bahwa keberadaan bukti empiris tidak konsisten dengan penjelasan pajak mengenai pemilihan metode akuntansi FIFO dan LIFO hasil menyimpulkan bahwa manajer harus memilih metode penilaian persediaan dan menghubungkannya dengan penjelasan-penjelasan perpajakan. Pendahuluan 1. Penelitian mengenai pengaruh pasar modal jika memilih LIFO pertama sekali dilakukan oleh Sunder (1973) menemukan bahwa perusahaan yang mengganti FIFO ke LIFO akan mempunyai positive accumulative abnormal return pada tahun berikutnya. peneliti akan menyorot beberapa hasil yang seolah-olah mendukung penjelasan pajak dari pemilihan metode akuntasi persediaan meliputi (1) Hanya beberapa perbedaan-perbedaan yang signifikan secara marginal diobservasi untuk variabel-variabel operasi dan investasi. Di sini diasumsikan bahwa perusahaan-perusahaan yang menggunakan FIFO yang tidak jadi melakukan simpanan pajak (tax saving) agar melaporkan dengan tinggi pendapatan akuntansinya.

Peneliti membatasi pemilihannya dari suatu variable contractingi terhadap rasio debt/equity. dengan dasar sampel holding gains.4. 2. Peneliti juga melibatkan coefficient variation dari income sebagai suatu ukuran variability yang berhubungan. Hasil Hasil pengujian yang didasarkan pada 2 sampel. uji Mann-Whitney terhadap perbedaan-perbedaan lokasi. dengan taksiran signifikan pada level yang konvensional. hasil-hasil ini konsisten dengan hasil yang diperoleh Lee dan Hsieh. Sampel Sampel awal terdiri dari 102 perusahaan yang menggunakan FIFO pada tahun 1962-1981 dan 29 perusahaan yang menggunakan LIFO pada periode yang sama. capital intensity. sampel berikutnya terdiri dari 70 perusahaan yang mengganti FIFO ke LIFO selama periode 1965-1978.terhadap tax saving. rasio inventory/total asset terendah. Taksiran perhitungan holding gains.2. Suatu perbedaan yang utama dari hasil penelitian ini dibandingkan dengan yang diperoleh Lee dan Hsieh adalah kekurangan dari suatu temuan yang signifikan secara statistik pada level yang konvensional terhadap variabel perubahan harga. Rasio-rasio yang menggunakan inventory mungkin berbeda antara LIFO dan FIFO. Ukuran. rata-rata perubahan holding gains menjadi signifikan dari pada rata-rata FIFO sebagaimana perusahaan akan mengganti ke LIFO. mempunyai variability inventory yang terendah. Untuk mempunyai perbedaan-perbedaan holding gains yang besar dan signifikan dan level sales yang tertinggi terhadap pemakaian FIFO. ketidaktetapan inventory akan dihubungkan dengan pemilihan metode akuntasi persediaan. dan rasio turn over konvensional yang tertinggi. sebaliknya perusahaan-perusahaan yang menerapkan LIFO jangka panjang sejak dulu signifikan terhadap tax saving. Peneliti memilih sales. fixed asset/total asset sebagai ukuran capital intensity dan coefficient dari variasi inventory sebagai ukuran variabel yang utama. 2002 digitized by USU digital library 5 . data diambil dari Compustat.3. Analisis Cross-Sectional terhadap pemakai FIFO dan LIFO jangka panjang. (4) Peneliti mengasumsikan bahwa jika suatu perusahaan menggunakan FIFO. Peneliti tidak menemukan suatu perbedaan yang signifikan secara statistik pada rasio debt/equility atau pada variabel average effective tax rate. rasio average inventory/cost of sales terendah. Keputusan peneliti menyimpulkan bahwa hanya perusahaan yang tidak merubah metode persediaannya sedikit-dikitnya 20 tahun meningkatkan kemungkinan pendeteksian perbedaan-perbedaan yang signifikan diantara 2 perusahaan. perusahaan memakai LIFO secara rata-rata lebih capital intensive. Statistik Deskriptif Tabel 1 menunjukkan bahwa observasi yang konsisten dari tabel ini adalah ukuran yang lebih besar terhadap LIFO. Perhitungan Variabel-variabel Inventory Analisis menginginkan perhitungan angka-angka Inventory dan Cost-of-Sales yang dilaporkan menurut FIFO dan LIFO. 2. (2) Peneliti mengabaikan 2 offselting factors dalam prosedur-prosedur konversi. didasarkan pada asumsi-asumsi.1. dan tingkat holding gains sebagai ukuran. 2. 2. 2. distribusi ukuran adalah positive skewed oleh sebab itu peneliti menggunakan median sebagai pengujian. Uji Univariate Cross Sectional. (3) Peneliti mengasumsikan bahwa semua sampel perusahaan sudah membayar marginal tax rate. dapat dikonversi ke LIFO. (3) Penggunaan FIFO dengan jangka waktu lama. walaupun rata-rata FIFO pun tumbuh dengan cepatnya. (1) Peneliti memfokuskan pada persediaan yang berpengaruh terhadap pajak dengan itemitem pajak lainnya dianggap konstan. Secara umum.

Peneliti menemukan bahwa perusahaan-perusahaan yang menggunakan LIFO mempunyai besaran Tax Saving yang tertinggi yang didasarkan pada pemilihan LIFO. Para pemakai FIFO tidak mempunyai hubungan yang signifikansi terhadap Tax Saving. 3. investasi dan pendanaan. Perbedaan-perbedaan yang signifikan pada rasio lainnya seolah-olah disebabkan oleh penggunaan metode akuntansi inventory yang berbeda oleh dua sampel perusahaan. Peneliti menemukan bahwa uji cross-sectional terhadap hubungan antara variabelvariabel explanatory dan pemilihan inventory yaitu adanya hasil yang signifikan diperoleh dan adanya pengaruh yang membingungkan dari metode-metode akuntansi terhadap perbedaan-perbedaan substansi antara FIFO dan LIFO. berbeda dalam suatu cara yang konsisten. Ringkasan dan Kesimpulan 1. dan rata-rata perubahan harga serta perusahaan-perusahaan yang menerapkan LIFO mempunyai nilai median yang lebih besar masing-masingnya. 2002 digitized by USU digital library 6 . 2. capitan intensity. Sebagian besar perbedaan-perbedaan antara perusahaan yang memakai FIFO dan LIFO disebabkan oleh pemakaian metode Akuntansi Inventory. keputusan-keputusan operasi. Ringkasnya adalah bahwa satu-satunya variabel yang konsisten menunjukkan adanya perbedaan-perbedaan yang signifikan antara sampel LIFO dan FIFO meliputi ukuran perusahaan.Perbedaan-perbedaan yang signifikan pada rasio-rasio terhadap LIFO vs FIFO dapat terjadi pada perbedaan-perbedaan yang substansial terhadap karakteristikkarakteristik ekonomik dari 2 kelompok perusahaan atau terhadap penggunaan 2 metode akuntasi yang berbeda. 4. holding gains. Peneliti menemukan bukti bahwa pemilihan Inventory dan Tax Saving adalah berhubungan. Peneliti juga menemukan bukti bahwa karakteristik-karateristik perusahaan. 5.

1) Pengaruh dari FIFO restatement pada angka-angka income didasarkan pada perubahan kelebihan FIFO terhadap LIFO antara awal dan akhir tahun. mengakui kewajiban pensiun sebagai utang. Stickney Bukti menunjukkan bahwa harga saham bereaksi terhadap perubahan metode akuntansi. 2) Pengaruh dari restatement rate of return relatif kecil karena numerator dan denominator sama-sama dipengaruhi. Penyesuaian FIFO Dengan pengecualian terhadap inventory turn over dan current ratio. peneliti memilih perusahaan yang menggunakan FIFO. hanya 83% untuk debt-equaty ratio yang komprehensif. sebanyak 36 perusahaan mempunyai suatu perubahan yang lebih besar dari 10% pada current ratio sebagai suatu hasil dari restatement. Dalam hal penyesuaian penyusutan. Dawson. para peneliti mengkorelasikan net income dan rasio keuangan yang didasarkan pada bentuk yang dilaporkan. Dengan menggunakan sampel sebanyak 96 perusahaan. Newpert dan Clyde P. Selama tahun 1978. Peter M. Artikel ini menyelidiki pengaruh yang relatif atas net income dan rasio laporan keuangan konvensional terhadap data yang di-restate agar menjadikan metode akuntansi dapat diperbandingkan antar perusahaan. korelasi antara net income dan masing-masing rasio keuangan sebagaimana yang dilaporkan dan di-restate menggunakan FIFO melebihi 99%. Selanjutnya pengaruh dari restatement pada profit margin. selanjutnya pengaruh numerator dan denominator tidak menetralkan masing-masingnya. di samping adanya ukuran yang absolut dari kelebihan tersebut. harga pokok penjualan dan net income adalah relatif kecil. 2002 digitized by USU digital library 7 . dan menghapus pengaruh akuntansi untuk pajak yang ditangguhkan. dikonversikan ke FIFO. Konversi FIFO mengurangi numerator ketika menaikkan denominator inventory turn over. dengan penjelasan sebagai berikut . Korelasi antara net income yang dilaporkan dengan rasio-rasio keuangan serta nilai-nilai yang di-restate untuk FIFO melebihi 99%. Apakah itu Nilai dari Suatu Usaha ? Oleh : James P. Perubahan kelebihan tersebut secara signifikan lebih kecil dari ukuran rasio absolut. korelasi antara bentuk laporan dan bentuk yang di-restate untuk menghapuskan jumlah pajak yang ditangguhkan melebihi 97%. dan 12 perusahaan mempunyai suatu perubahan yang lebih besar dari 20%. Penyesuaian untuk jasa kewajiban pensiun sebelumnya juga menghasilkan suatu korelasi yang rendah. dan menghitung rasio data net income dari berbagai laporan keuangan. Dari 73 perusahaan yang diadjust. dan juga meningkatkan denominatornya masing-masing. mengkonversi beban penyusutan dan nilai net asset terhadap jumlah yang konsisten dengan laporan income untuk tujuan-tujuan pajak. korelasi yang tinggi ini sangat mengherankan. Peneliti mengelompokkan data laporan keuangan tahun 1978 pada masing-masing perusahaan dalam bentuk yang standar. Peneliti juga me-restate data yang dilaporkan untuk perbedaan-perbedaan dalam metode akuntansi dan menghitung net income dan rasio-rasio laporan keuangan data yang sudah di-restate. Mengkonversi ke FIFO meningkatkan ukuran income pada numerator return on asset dan return on share holder’s equity. konsolidasi semua yang dimiliki terhadap perusahaan anak yang tidak konsolidasi. Penelitian Peneliti memilih 96 perusahaan secara random dari 250 perusahaan yang terbesar.Menyatakan Kembali (Restating) Laporan Keuangan Untuk Alternatif GAAPS. Untuk memperoleh suatu ukuran pengaruh restatement.

umumnya mempunyai jumlah yang besar relatif terhadap piutang pada buku perusahaan induk. Perusahaan-perusahaan anak yang dikonsolidasi dengan yang tidak. tetapi tidak mempengaruhi return on share holders equity. Konsolidasi perusahaan anak dengan menggunakan metode equity menaikkan numerator return on asset dengan jumlah setelah beban bunga pajak perusahaan anak. Ada 3 faktor yang dapat menjelaskan korelasi ini. menurunkan numerator dan denominator rate of return.Penyesuaian Penyusutan yang Dipercepat (accelerated depreciation) Tabel 1 menunjukkan korelasi yang tinggi antara net income yang dilaporkan dan rasio-rasio keuangan serta nilai-nilai yang di-restate didasarkan pada accelerated depreciation. Kolom terakhir dari tabel I menunjukkan korelasi antara . peneliti menghitung kembali net income dan rasio-rasio laporan keuangan dengan mengasumsikan deferred tax tidak diakui. Pada tabel I menunjukkan adanya korelasi antara jumlah yang dilaporkan dan jumlah yang di-restate melebihi 97%. Secara umum bahwa ukuran profitability menunjukkan korelasi yang tinggi. pengaruhnya terhadap net income akan relatif lebih kecil. 2) Net income dan rasio-rasio yang dihitung kembali mencerminkan semua penyesuaian yang didiskusikan di atas. Pengakuan Kewajiban Pensiun 76 sampel mengungkapkan suatu kewajiban jasa sebelumnya yang tidak didanai. 80 dari 96 perusahaan menginginkan penyesuaian tersebut. Selanjutnya bila penyusutan dipercepat adalah 1. terdapat koefisien korelasi yang rendah pada perputaran piutang. investasi di rekening perusahaan anak pada buku perusahaan induk ditempatkan dengan asset dan hutang masing-masing perusahaan anak. Korelasi yang terendah untuk return on share holders equity dapat ditelusuri ke pengklasifikasian kembali deferred tax liability sebagai bagian dari share holders equity. 60 perusahaan melaporkan suatu kelebihan dari manfaat atas aktiva dana pensiun. peneliti mendasarkan perhitungannya pada pengaruh neraca terhadap penyusutan yang dipercepat. Penghapusan pajak pendapatan yang ditangguhkan. Konsolidasi perusahaan anak mempengaruhi rate of return on assets. Di dalam konsolidasi. Untuk menyelidiki pengaruh penghapusan akuntansi deferred tax.5 sampai 2 kali lebih besar dari penyusutan garis lurus. Implikasi untuk analisa laporan keuangan 2002 digitized by USU digital library 8 . Korelasi yang rendah muncul untuk rasio short-term liquidity. Pada provisi pajak yang ditangguhkan berhubungan dengan penyusutan untuk 4 tahun yang terdahulu. current ratio dan quick ratio. Pengaruh dari konsolidasi adalah sangat material di mana koefisien korelasi dari total sampelnya akan menurun. Konsolidasi seperti piutang. Peneliti me-restate rasio-rasio laporan keuangan untuk mencerminkan masing-masing ukuran kewajiban pensiun dan pengakuan seperti itu mempengaruhi rasio debt to equity. 1) Penyusutan mewakili suatu persentase total biaya. 2) Penyesuaian untuk penyusutan yang dipercepat. 3) Karena kekurangan data. 1) Net income dan rasio laporan keuangan yang didasarkan pada data yang dilaporkan. GAAP menginginkan bahwa deferred tax diakui sebagai timing differences (perbedaan waktu) antara pretax book income dan tax able income. karena pengaruh FIFO dan konsolidasi perusahaan anak. Denominatornya meningkat atas kelebihan total asset perusahaan anak dan atas saldo investasi perusahaan induk serta tidak ada pengaruh tambahan pada numerator atau denominator return on share holders equity.

khususnya dalam hal perusahaan yang digabung. Korelasi antara rasio-rasio yang tidak disesuaikan dengan rasio-rasio yang disesuaikan untuk akuntansi pajak yang ditangguhkan melebihi 90%. 2002 digitized by USU digital library 9 . kecuali dalam hal untuk beberapa perusahaan yang capital intensive. Perbedaan-perbedaan LIFO/FIFO dan perbedaan-perbedaan penyusutan accelerated/straight line tidak mempengaruhi net income dan rasio keuangan secara signifikan. Kewajiban pensiun untuk tidak didanai harus dipertimbangkan sebagai resiko penaksiran. Kontroversi pengakuan pajak yang ditangguhkan muncul lebih teoritis daripada pengaruh prakteknya.Seluruh dana perusahaan anak yang tidak dikonsolidasikan harus dikonsultasikan dengan perusahaan induk sebelum analisis laporan keuangan dilakukan.

Smoothing adalah suatu usaha untuk mengurangi variance dari income di seputar pengharapannya. Gordon et al. 2002 digitized by USU digital library 10 . IV. Little dan Rayner (29) menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan yang sukses pada income di perusahaan Inggris bersifat random. dan penafsiran dari proses penurunan dan pertumbuhan variabel-variabel income selanjutnya berbeda secara signifikan bila income dibentuk oleh suatu mekanisme sub martingale. Yt. Penelitian selanjutnya mempunyai hasil yang sama di Amerika. diteliti yaitu : 1) Net income setelah pajak penghasilan sebagaimana didefinisikan oleh Standard dan Poors. Perubahan dalam income. Schiff (36). 22). juga dinyatakan bahwa kebanyakan dari kenaikan income adalah bersifat sementara.Beberapa Time Series Properties dari Angka Akuntansi Oleh : Ray Ball dan Ross Watts I. (23). 4) Net Sales. Penelitian Little (28) menyarankan bahwa perubahan-perubahan yang sukses terhadap pendapatan perusahaan di Inggris adalah independen. Hasilnya adalah bahwa penggunaan persentase dari satu periode ke periode lain hasilnya menyimpang bila dilakukan secara random. kesimpulannya adalah bahwa income mengikuti suatu martingale. V. Perusahaan dengan data kurang 20 tahun dikeluarkan dari sample. Data Data diambil dari standard dan Poor’s Compustat File selama 20 tahun (19471966). 3) Net Income yang dideflasi oleh total assets yang dapat mengurangi pengaruh investasi kembali. Brearly (6 dan 7) meneliti income pada perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat. dan Gagnon (20) menyelidiki mengenai income smoothing. Fama dan Babiak (17) mencatat di dalam penelitian devidennya bahwa tanda dari perubahan-perubahan earning adalah hampir independen. 2) laba per lembar saham yang disesuaikan. 4 definisi income pada tahun t. III. Lintner dan Glauber (27) meneliti hubungan antara tingkat pertumbuhan pada periode yang berturut-turut hasilnya bahwa terdapat hubungan korelasi cross-sectional antara tingkat pertumbuhan dari periode yang berturut-turut. Perataan Pendapatan (the smoothing of income) Literatur-literatur akuntansi dan finance penuh dengan saran bahwa akuntan meratakan (smooth) income. Banyak penulis membahas income smoothing misalnya Gordon atau Copeland. Copeland dan Licastro (11). Pendahuluan Pendapatan perusahaan mempunyai implikasi yang penting bagi para peramal dan penulis di bidang akuntansi dan finance. II. Bukti-bukti Terdahulu Penelitian Little (28). Pertumbuhan dan Penurunan Penafsiran pada pertumbuhan dan penurunan income tergantung pada proses pembentukan income. disesuaikan untuk pemecahan saham dan deviden. dan karena dapat kurang dipengaruhi oleh praktek income smoothing dari para akuntan. Copeland (10). mencerminkan perubahan profitability yang diharapkan. yang dipilih sebab kemungkinannya didominasi oleh income. Ball dan Brown (2) menemukan bahwa perubahan-perubahan dalam earning menangkap informasi yang baru di mana pasar modal terlihat dalam suatu angka income. Para peneliti mengenai peralatan laba misalnya Hep Worth (25). Dopuch dan Drake (14). Sumber-sumber lain menyatakan bahwa pengharapan atas income adalah fungsi dari waktu. Gordon (21.

Net Income rata-rata dihitung sebagai suatu rata-rata tunggal pada 451 perusahaan. Suatu alternatif pengujian untuk trend ini adalah untuk menyelidiki perubahan-perubahan untuk rata-rata perusahaan. Tabel I menunjukkan time series dari rata-rata net income dan EPS untuk tahun 1947-1965. Hasil dari berbagai prosedur pengujian menyimpulkan bahwa pengukuran pendapatan akuntansi adalah suatu sub martingale atau beberapa proses yang sangat sama. Penelitian berikutnya dialamatkan untuk masalah-masalah yang terakhir tadi.VI. Pada perubahan rata-rata satu indikasi kecenderungan dalam suatu series adalah jumlah kenaikan relatif terhadap penurunan perusahaan. Kesimpulan ini penting didasarkan pada hasil mean dan median (masalah sampel kecil) dan tidak menyelidiki apakah perusahaan-perusahaan tertentu adalah outlier yang spesifik. Hasil analitikal untuk sebagian besar pengujian adalah untuk sampel yang besar. Kesimpulan bahwa income yang diukur adalah suatu sub martingale yang konsisten dengan penelitian sebelumnya yang dilaporkan pada awal paper ini. Ringkasan Hasil Bukti independensi dalam perubahan-perubahan income adalah merupakan suatu pemaksaan. Pengujian dan Hasil Hasil yang diperoleh dapat menjadi sensitive terhadap pelanggaran asumsiasumsi dari masing-masing pengujian. Tetapi test pengujian mengasumsikan perubahan-perubahan yang terdistribusi secara symetrik. Runs test adalah suatu bentuk pengujian yang lemah terhadap independensi yang diperoleh dengan membandingkan antara angka-angka actual dengan angka-angka yang diharapkan. VII. 2002 digitized by USU digital library 11 . Peneliti tidak menyelidiki income yang dihitung dengan cara yang berbeda dengan praktek-praktek akuntansi konvensional.

2. 4.1. Tanda negatif dari koefisien ROR konsisten dengan hasil penelitian Freeman. Observasi akan dilakukan jika item akuntansi satupun tidak tersedia. Jika benar. Model Prosedur LOGIT dari SAS digunakan untuk mencocokkan model multivariate logit pada pooled data. pada periode 1965-1977. Untuk alasan ini. 3. Pertumbuhan penjualan dan perubahan accounting Rate of Return berkorelasi positif dengan kesempatan observasi kenaikan earning. 4. Prediksi tambahan ini tercermin dalam harga saham. Pendahuluan Penelitian ini adalah mengenai kemampuan memprediksi kandungan informasi angka-angka laporan tahunan non earning. Suatu tanda coefficient estimasi dalam model ini. Untuk mengidentifikasi prediktor-prediktor ini. Hubungan antara stock returns dan prediksi earning diteliti pada periode 1978-1983. Ou I. Hasil 4. menunjukkan bahwa pertumbuhan pengeluaran modal dan accounting Rate of Return berkorelasi negatif dengan kesempatan observasi kenaikan earning pada tahun berikutnya. Perubahan-perubahan Earning Model Probabilistic Penelitian ini menyelidiki kemampuan angka akuntansi non earning tahunan untuk memprediksi the sign perubahan earning satu tahun ke depan. apakah kandungan prediksi tambahan ini tercermin dalam harga saham. Penelitian ini melengkapi keberadaan literatur dengan menawarkan perspektif prediksi dan intepretasi dari kandungan informasi tambahan angka-angka akuntansi non earning. Data dan Periode Penelitian Jumlah sampel sebanyak 391. Prespektif informasi akuntansi menyatakan bahwa hubungan antara angka-angka akuntansi non earning dan stock return dapat dipandang sebagai hasil dari suatu prediksi antara angkaangka akuntansi dan beberapa yang tidak dapat diobservasi. peneliti mengkonstruk model simple logit yang didasarkan pada suatu kumpulan prediktorprediktor. diperoleh 3 model estimasi. Kemampuan prediksi dengan model logit selanjutnya diperoleh pada periode 1978-1983. dan mengivestigasi apakah angka-angka akuntansi non earning dapat memberikan informasi earning masa yang akan datang yang tidak mencerminkan current earning. Ohlson dan Penman (1982). Hasil penelitian ini juga menyediakan suatu penjelasan tambahan dari hasil penelitian Ball dan Brown (1968).Kandungan Informasi Terhadap Angka-angka Akuntansi Non Earning Sebagai Prediktor Earning Oleh : Jane A. syarat-syarat sample : semua data diperlukan untuk menghitung 8 prediktor earning dan perubahan earning tahun selanjutnya yang tersedia pada Compustat Industrial Annual File tahun 1982 dan. Hasil utama penelitian ini adalah untuk menyediakan bukti prediksi hubungan antara angka-angka laporan tahunan non earning dengan perubahan-perubahan earning masa yang akan datang dan hubungan antara perubahan-perubahan earning masa yang akan datang yang diprediksi dengan stock returns selama periode laporan tahunan. Sampel pengujian untuk prediksi kinerja meliputi 637 perusahaan tahun fiskal bulan Desember. Prediksi Kinerja 2002 digitized by USU digital library 12 . peneliti pada situasi tertentu menggunakan univariate logit model dan multivariate logit model. Peneliti meneliti angka-angka non earning karena berperan juga sebagai prediktor perubahan-perubahan earning masa yang akan datang. 2. 2) tahun fiskal yang berakhir pada bulan Desember. Pada tabel 1.

Panel A dari tabel 2 melaporkan kinerja model 1 yang hasilnya konsisten dengan penjelasan bahwa earning tahunan tidak mengikuti suatu random walk jika angka-angka akuntansi non earning juga termasuk di dalam sekumpulan informasi yang terkondisi. harga saham berperilaku seolah-olah para investor meninjau kembali harapan earning masa depannya didasarkan pada angka-angka laporan non earning tahunan. Model prediksi kinerja pada suatu dasar tahunan dilaporkan pada tabel 3 hasilnya menunjukkan bahwa keunggulan dari tiga model logit pada strategi random adalah konsisten tiap tahunnya. Hubungan Dengan Stocks Return Secara keseluruhan. kecuali untuk tahun 1981. 2002 digitized by USU digital library 13 . Prediksi kinerja model 2 disajikan pada Panel B tabel 2. tetapi juga menanggapi prediksi model logit dari perubahan-perubahan earning masa depan selama suatu periode pengumuman data laporan tahunan.3. 4. hasil yang disajikan dalam sub bagian ini menunjukkan bahwa stock return tidak hanya mencerminkan perubahan-perubahan dalam current earnings.Tabel 2 menyajikan model prediksi kinerja selama periode 1978-1983 pada 2 kemungkinan skema out off. Panel C melaporkan kemampuan prediksi dari model 3. Hasilnya menunjukkan bahwa angka-angka akuntansi non earning benarbenar menyampaikan informasi earning masa depan. Dengan kata lain. yang menyimpulkan bahwa angka-angka akuntansi non earning berisikan informasi earning masa depan yang tidak tersedia pada current earnings.

Ball 1. penjelasan yang kedua adalah kegagalan para peneliti untuk mengkonstruk teori yang tepat atau ukuran perilaku harga yang tepat dalam pasar modal yang efisien. at the margin terhadap kegiatan ekonomi. dan penelitian Rendleman. 2. Jika para investor dapat memperoleh dan memproses informasi yang mengizinkannya untuk memperoleh laba ekonomi. dan Simon (1955. 1990). yang menyatakan pasar tidak efisien. seperti penelitian Coase (1937) dan Stigler (1961) mengenai biaya-biaya observasi. 1957) mengenai konsep rasionality. Penilaian bukti empiris selanjutnya meliputi penelitian sensivitas rancangan penelitian terhadap error dalam menaksir abnormal return. Alasannya adalah bahwa pasar yang efisien adalah suatu aplikasi teori kompetisi. Pendahuluan Kemampuan memprediksi abnormal return setelah pengumuman earning sudah menjadi satu dari kebanyakan anomali yang signifikan pada penelitian pasar uang untuk beberapa alasan : 1) Besarannya adalah relatif misalnya. b) rate of return para investor salah.Earning . Dengan tersedianya variabel-variabel informasi yang diteliti oleh peneliti menginginkan adanya processing cost pada para investor. Jensen dan Roll (1969). 2) pasar.b) berkemungkinan menghasilkan hubungan antara informasi current accounting dengan error penaksiran abnormal return. Anomali mengambil bentuk current earning untuk memprediksi abnormal return masa yang akan datang. dan Bernard dan Thomas (1989. masalah yang berhubungan lainnya adalah mengenai investor heterogeneit. c) salah penaksiran abnormal rate of return. Ada dua penjelasan mengenai earning anomali harga : 1) pasar benar-benar tidak efisien. Information cost.1. 4) Anomali menantang teori yang mendasari model yang digunakan secara luas dalam ekonomi keuangan yang modern. mencerminkan pasar yang tidak efisien atau substantial cost dari para investor untuk memperoleh dan memproses informasi. Freeman dan Tse (1989). Jones. dan Latane (1987). Fisher. Ball dan Brown (1968). efisien dan abnormal return diukur. Dimana para investor membedakan keyakinan2. 3) anomali secara ilmiah tidak dapat diabaikan : yang muncul pada penelitian Ball dan Brown (1968) dan sudah direplikasi secara konsisten. masalah perolehan informasi dan processing cost diketahui dengan meneliti itemitem informasi yang tersedia. diantara yang lainnya. taksiran abnormal return dari perdagangan pada informasi earning terdahulu melebihi normal return di pasar. Information Cost Pada penelitian Fama. Menafsirkan Earning-Anomali Harga Dalam Konteks Teori Pasar yang Efisien Anomali adalah suatu abnormal return yang dapat diprediksi. Hayek (1945) mengenai peranan informasi di pasar. Peneliti menyimpulkan bahwa penelitian Ou dan Penman (1989 a. 2002 digitized by USU digital library 14 .Anomali Harga Oleh : Ray. yang mana ada competitive return. 2) anomali terjadi pada pengumuman earning setiap kuartalan untuk setiap saham. Penjelasan mengenai informasi processing cost. bagi para ekonom bukanlah sesuatu yang baru. Hal ini dapat mencerminkan hubungan antara informasi earning dengan abnormal return. seperti dalam perhitungan perubahan laba per lembar saham. Penjelasan pertama adalah kegagalan pasar modal. dibiaskan dari penafsiran laba ekonomi karena : 1) biaya perolehan dan pemrosesan informasi earning adalah cukup besar yang menyebabkan return dapat dideteksi terhadap kegiatan ekonomi. walaupun menginginkan suatu karakteristik yang berbeda dari prilaku harga pada persaingan pasar. Penelitian selanjutnya mengenai teori pasar yang efisien menyatakan pengidentifikasian informasi dari peneliti. konsisten dengan persaingan pasar.

Kesalahan dalam Menaksir Rate of Return Variabel dependent dalam pengujian pasar yang efisien adalah return yang diperoleh dari perdagangan. Dan diketahui adanya bias yang muncul dari korelasi antar error dalam mengukur return dan variabel-variabel earning yang diteliti. Kesalahankesalahan yang disimpulkan oleh pengaruh mekanisme quotation dan oleh ketidaksempurnaan penyisihan pajak mengilustrasikan bahwa adanya suatu point dimana para peneliti menggunakan taksiran rate of return. Pengaruh-pengaruh ini dapat dikorelasikan dengan earning terhadap : 1) Korelasi antara dividen dengan earning. Fama (1990) dan Chen (1991) melaporkan hasil yang berhubungan. 7) Handa.3. dan disesuaikan untuk expected return. 3. dan mutu data stock return yang digunakan untuk mengestimasi beta CAPM adalah suatu penurunan fungsi size. bukanlah harga yang diperdagangkan atas dasar informasi earning. Mc Nichols (1988) menunjukkan bahwa return mempunyai kemiringan yang positif sekitar pengumuman earning. yang mendefinisikan normal return relatif terhadap return atas populasi asset. Kothari. Rate of return diambil dari data file yang dapat diakses secara luas. 3) Pengaruh dari personal taxes of return kemungkinan tergantung pada size. CAPM terpengaruh dengan kekurangan dalam sampling dari populasi asset. 4) CAPM mengasumsikan return sekuritas terus berlanjut dari mean-variance. Kesalahan-kesalahan dalam mengukur normal return atau expected return. dan Mc Donald (1990) menunjukkan bahwa out put yang agregate memprediksi future return atas pasar dan berargumen bahwa ini konsisten dengan efisiensi pasar. Benhard dan Thomas (1989. Hal ini. Homogeneity diasumsikan oleh teori. 2) Akuisisi informasi dan processing cost kemungkinan menjadi suatu persentase kapitalisasi pasar. 2. 5) bid-ask spread yang proporsional. 3) menjadi suatu partial equilibrium model. yang disediakan oleh Center For Research in Security Prices (CRSP) dan mengetahui error dari 2 sumber : 1) Harga yang diestimasi. meliputi versi Capital Asset Pricing model yang digunakan dalam menguji dapat diketahui. 2) CAPM adalah suatu partial-equilibrium model. Balvers. Ukuran sebagai suatu proxy untuk expected return Proxy untuk expected return adalah Market Value of Equity. Taksiran abnormal return meliputi adjusment terhadap normal return atau expected return. 6) Amihud dan Mendelson (1986) menghipotesiskan bahwa expected return adalah suatu fungsi spread yang meningkat menggantikan roundtrip transaction cost. dan Wasley (1989) menunjukkan bahwa bila 2002 digitized by USU digital library 15 . 2) Estimasi return mengabaikan pengaruh-pengaruh yang memungkinkan atas security return dan perbedaan pajak pendapatan dividen dan capital gain. sebagaimana diukur oleh return atas index pasar.keyakinan sebelumnya dan menghadapi different cost dengan memperoleh dan memproses informasi yang baru. Seorang investor yang mempunyai informasi harus memproses informasi tersebut untuk melihat pengaruhnya terhadap harga dan juga harus memutuskan apakah investor-investor lain telah menggunakan informasi itu dalam penyusunan harga-harga transaksi. sebagaimana diutarakan dalam bentuk CAPM oleh Sharpe-Lintner selanjutnya CAPM adalah suatu abstraksi yang mempunyai keterbatasan-keterbatasan : 1) CAPM adalah suatu pure-exchange model yang mengabaikan sifat-sifat penawaran sekuritas. 2) Non linearity pajak atas capital again. 2. laba dan rugi yang terkena pajak dengan tingkat yang berbeda. alasannya adalah : 1) Size merupakan prediktor yang terbaik dari expected return dibanding estimated beta. 1990) meneliti lebih dari 100. menurut jenisnya dilakukan dengan pengendalian resiko. Cosimano.000 pengumuman earning. 4) Share market index melakukan sampel asset yang tidak representatif oleh size.2.

Olsen dan Shevlin (1984) dan lain-lain. Berhard dan Thomas (1989. 8) Market value of equity secara definisinya adalah fungsi dari equity return masa lalu. biaya-biaya transaksi dijelaskan sebagai berikut : 1) Jumlahnya besar. Signifikansi Ekonomi Terhadap Anomali Hasil penelitian Ou dan Penman. 5. Shinner (1991) melaporkan bahwa tidak ada perubahan dalam frekuensi perdagangan pada bid atau ask sebagai suatu fungsi dari earning. spread mempengaruhi expected return.b) menghipotesiskan bahwa ada informasi mengenai earning masa yang akan datang mengandung berbagai variabel laporan keuangan tidak hanya current earning. Likuiditas dan pengaruh mekanisme perdagangan tidak muncul untuk menjelaskan abnormal return yang diestimasi dan banyak peneliti 2002 digitized by USU digital library 16 . strateginya memperoleh + 20. Selanjutnya. diukur dengan bid-ask spread. 2) Peranan biaya transaksi dalam setiap definisi pasar yang efisien adalah tidak jelas. 4. 6. 6. Suatu Survey Terhadap Interpretasi yang Feasible 6. Ball dan Kothari (1989.1. atas 55 % perusahaan di pasar. dengan menggunakan earning tahunan. Biaya-biaya Transaksi Untuk berbagai alasan. hubungan resiko/return cross-sectional adalah lebih konsosten dengan sharpe-lintner CAPM. Foster. CAPM Beta Risk Satu kemungkinan adalah kesalahan estimasi beta yang berkorelasi dengan earnings. 1990) menunjukkan bahwa resiko adalah fungsi dari stocks earnings. mereka mempunyai dispersi cross-sectional yang besar. dan selanjutnya dapat menghasilkan abnormal return. 4.2.3. dan hubungan antara size dan expected return secara statistik tidak signifikan. Kesalahan estimasi beta juga dapat menjadi resiko yang bervariasi dengan earning kwartalan.beta diestaminasi dari interval return yang panjang. sekali dalam setahun. Hasilnya adalah konsisten dengan penelitian dua dekade sebelumnya yaitu terdapat suatu komponen yang signifikan dari prediksi abnormal return setelah pengumuman terjadi pada pengumuman earning kwartalan. banyak peneliti lain melakukan penelitian yang berhubungan dengan earning kwartalan seperti Jones dan Litzeinberger (1970) Brown dan Kennely (1972). Informasi Earning Kwartalan Respon pasar terhadap informasi earning kwartalan pertama sekali diteliti oleh Ball dan Brown (1968). dan pengumuman earning kwartalan. Informasi ini dapat digunakan untuk memprediksi future earnings. 1990) melakukan penelitian dari sekitar 100. Informasi Laporan Tahunan Ou dan Penman (1989 a. dan Watts (1992). Kothari.2. faktor pasar dalam earning kwartalan dapat sebagai proxy untuk errors yang muncul dari omitty assets dalam index pasar atau dari penggunaan suatu system estimasi yang khusus tidak dikoreksi. menyatakan mengenai laba dengan skala besar. 3) Tidaklah sesungguhnya bahwa biaya-biaya transaksi secara logis dapat digunakan untuk memprediksi abnormal return. Walaupun itu tidak digunakan oleh pasar. Anomalous Earning-Pembuktian Masa lalu. 6. return masa lalu. Likuiditas dan Pengaruh Mekanisme Perdagangan Amihud dan Mendelson (1986) mengajukan suatu model asset pricing yang mana expected returns meningkat dalam illiquidity. Dalam model ini. 4.000 pengumuman earning kwartalan pada 1974-1986.8 % abnormal return pada 3 tahun berikutnya.1. Sebagai contoh. Ball. sebab hal ini adalah suatu roundtrip transactions cost yang dibayar oleh investor.

dan hubungannya dengan transactions prices.5.4. 6. Proxy Variabel-variabel Earning Untuk Expected Return Suatu intepretasi alternatif adalah bahwa CAPM atau porfolio pasar yang digunakan dalam implementasinya adalah tidak secara khusus.lainnya yang meneliti mengenai return.6. 6. 6. t-Statistics yang Overstated Adalah memungkinkan bahwa para peneliti telah melakukan understated secara sistematik dari standard error. 2002 digitized by USU digital library 17 . Informasi Biaya Produksi atau Market Inefisiensi Satu penjelasan untuk earnings-anomali harga adalah biaya-biaya perolehan informasi dan atau pemrosesan akan dipertimbangkan untuk menerapkan aturanaturan dagang yang dilakukan oleh para peneliti. dan proxy variabelvariabel independent untuk error dalam menaksir expected return. Pasar secara konsisten sudah menggunakan informasi akuntansi dengan tidak efisien. Persaingan return atas perolehan informasi dan pemrosesan biaya sudah pasti konsisten dengan persaingan pasar-pasar sekurita. Masalah dalam teori ini adalah apakah perolehan informasi dan biaya-biaya pemrosesan konsisten dengan definisi pasar yang efisien.

7. Hal ini dapat merefleksikan bias dari rancangan riset seperti hubungan antara informasi earning dan error dalam estimasi abnormal return yang tidak menyatakan pasar yang tidak efisien.6. Pembuktian yang anomalous untuk hipotesis pasar yang efisien tidak secara logis membuktikan ketidak efisienan. Hypothesis Pasar yang Inefficient Pasar yang tidak efisien menginginkan harga pasar secara sistematik menyediakan informasi kesempatan memperoleh laba yang tidak tereksploitasi dengan menggunakan informasi akuntansi. 2002 digitized by USU digital library 18 . Kesimpulan Observasi Anomali-anomali yang di-review pada tulisan ini mengambil bentuk current earning atau current information mengenai earning masa yang akan datang memprediksi abnormal return masa yang akan datang. 7. Adalah penting untuk melihat pasar yang tidak efisien sebagai suatu teori yang akan diuji berdasarkan pembuktian. Kesimpulan ini muncul dari kegagalan untuk menolak hipotesis ineffisiensi bukan dengan suatu proses eliminasi penjelasanpenjelasan lain untuk pembuktiannya. Ini dapat mencerminkan hubungan antara informasi earning dan abnormal return yang menyatakan pasar tidak efisien.

Rendleman. Jones dan Latane (1982) meneliti pentingnya penyesuaianpenyesuaian relatif risk dan menyimpulkan bahwa jenis portfolio SUE (standardized unexpected earnings) mempunyai suatu beta diperkirakan dan prosedur-prosedur penyesuaian resiko bukanlah masalah yang penting disini.2. ketidakkhususan proses penyelenggaraan securitas yields pada keseimbangan. Penjelasan-penjelasan untuk pergeseran systematic a. Watts (1978) meneliti dengan sample 73 emiten pada 1962 sampai 1968 dan melaporkan bahwa abnormal return ditemukan pada periode 1962-1965. hypothesisnya adalah : (a) model dua parameter. periode 1962 sampai 1968 pertama sekali digunakan untuk memilih model time-series yang terbaik untuk diterapkan dalam penelitian. Beberapa penelitian telah menerbitkan review penelitian selanjutnya. Pendahuluan Sudah banyak penelitian yang mengemukakan bahwa sinyal dan besaran return sekuritas dalam periode post earning announcement berkorelasi positif dengan sinyal dan besaran komponen pengumuman earning yang unexpected. Penelitian Ball (1978). Varian yang 2002 digitized by USU digital library 19 . (b) earnings dan variabel-variabel deviden proxy untuk yang melandasi determinant dari equilibrium yield.suatu model yang inadequate dari asset pricing. Literatur-literatur yang sudah ada 2. Satu asumsi yang dibuat bila menguji pasar yang efisien dengan melihat pada suatu item informasi khusus adalah bahwa informasi itu tersedia di pasar pada saat digunakan untuk mengelompokkan sekuritas secara berbeda. Brown menyimpulkan penelitiannya bahwa hasil yang penting dari penelitian ini adalah temuan-temuan yang relatif terhadap efisiensi pasar. Chris Olsen dan Terry Shevlin 1. b. (ii) Estimasi bias dari parameter-parameter yang mengadopsi model asset pricing. (iv) Fenomena periode waktu. (iii) Menggunakan informasi yang lebih luas dalam eksperimen. Varian pertama menghipotesiskan bahwa proses yang melandasinya adalah satu. Penelitian ini mengasumsikan pasar yang efisien dan memfokuskan pada periode waktu yang pendek atas pengumuman yang dipilih untuk mengukur kandungan informasinya. Penjelasan ini memberikan beberapa model berupa model dua parameter yang deskriptif. Hasil yang terpenting yang dilaporkan pada penelitian ini adalah bahwa pergerakan post announcement yang sistematik pada return sekuritas ditemukan hanya untuk bagian modal expertation earning yang diteliti. Joy dan Jones (1979) melaporkan bahwa sedikitnya 8 penelitian melaporkan pergeseran post announcement untuk good news yang unexpected atau observasi bad news yang unexpected.1. Excess return dari pembelian sekuritas yang baik pada waktu publikasi angka EPS secara substansial melebihi biaya transaksi. Pasar Ineffisien Non-Capital (i) CAPM . Watts (1978) juga menggunakan informasi yang lebih luas.Pengumuman Earning. bila diterapkan pada suatu portfolio saham biasa. hasilnya adalah konsistensi dan menyarankan bahwa pasar tidak mengasimilasi keuntungan unexpectedly atau informasi earning kwartalan yang tidak menguntungkan pada hari pengumuman earning. Anomali dan Prilaku Return Sekuritas Oleh : George Foster. Hasil-hasil penelitian yang dilaporkan dalam literatur. bukan pada periode 1965-1968. Sharpe (1982) memberikan hasil bahwa pada aplikasi yang mengasumsikan expected return diasumsikan berhubungan hanya untuk estimasi beta yang akan datang didasarkan pada return masa yang lalu. 2. Penjelasan ini mempunyai 2 varian. Pasar Modal yang tidak efisien. 2.

2002 digitized by USU digital library 20 . mengurangi sampel pada 2213 perusahaan. Screen yang kedua menginginkan setiap perusahaan mempunyai data pada CRSP harian. (v) Pasar modal yang efisien tetapi anomali pada atribut-atribut pasar-pasar yang lain. 3. pada 2454 perusahaan. Screen yang pertama. Pemilihan Sample Compustat tape pada tahun 1982. adalah data base awal yang diteliti. Penjelasan ini menyatakan bahwa pasar untuk informasi dapat menjelaskan rumusan pergerakan post announcement. menginginkan masing-masing perusahaan mempunyai sedikit-sedikitnya 10 observasi earning.kedua dari penjelasan ini adalah dalam suatu penelitian sub periode sebelumnya.

6. model 3 dan 4 tidak menyediakan bukti pergeseran post-earnings announcement yang signifikan pada return sekuritas. CAPM mengizinkan untuk perbedaan-perbedaan resiko yang relatif pada ukuran perusahaan tetapi mengasumsikan homogenitas pada ukuran perusahaan tersebut. Model 3 memfokuskan pada reaksi pasar jangka pendek terhadap pengumuman earning yang diperlihatkan pada harga-harga sekuritas. Hasil cumulative abnormal return (CAR) yang secara distribusi CAR untuk sample-sample perusahaan secara empiris. 7. Ringkasan Hasil yang sangat penting dalam artikel ini adalah bahwa pergerakan setelah pengumuman yang sistematik pada return sekuritas dilaporkan pada literatur ditemukan hanya untuk sub bagian dari model-model ekspektasi earning yang menunjukkan pergeseran Post-announcement yang tidak sistematis pada periode hari perdagangan [+1. 2002 digitized by USU digital library 21 . 8.0]. +60]. Dengan mengadopsi perspektif CAPM. hasil pada tiga periode dalam tabel 7 adalah konsisten. Hasil CAR untuk semua observasi Semua model-model yang digunakan untuk mengestimasi unexpected earning menunjukkan suatu rumusan yang konsisten untuk [ -1. +60].4. Model-model yang digunakan untuk mengestimasi unexpected earning.0 ] sinyal dan besaran kesalahan peramalan earning dihubungkan secara signifikan dengan sinyal dan besaran dari CAR untuk [-1. tetapi juga mengizinkan untuk heterogenitas pada ukuran perusahaan. Hal penting yang lainnya dari hasil penelitian ini berhubungan dengan tingkatan model-model ekspektasi earning yang melaporkan pergeseran yang sistematis pada return sekuritas periode [+1. Model-model satu dan dua menggunakan ramalan earning kwartalan. dengan mempertimbangkan model 2. Estimasi return sekuritas dan menguji signifikansi Pendekatan portfolio mengasumsikan bahwa semua perusahaan dalam suatu ukuran perusahaan adalah homogen. +60]. 5. dengan mempertimbangkan hasil pada tabel 7 untuk model 3 dan 4 pada periode [+1. Variabel FEPj dan FSQj tidak mempunyai kemampuan yang signifikan untuk menjelaskan perbedaan-perbedaan CARj pada sebanyak 50 porfolio yang digunakan pada masing-masing regresi. Hasil CAR untuk ukuran perusahaan Hasil untuk model-model 1 sampai 4 disajikan pada tabel 7. model tiga dan empat menggunakan return sekuritas sebagai dasar untuk mengestimasi unexpected earning. Hasil yang konsisten yang muncul adalah bahwa untuk sampel dan ukuran perusahaan.

Model Ekspektasi yang Adaptif Penelitian empiris sebelumnya yang menggunakan model-model ekspektasi adaptif untuk ramalan para analis mendukung bahwa para analis menggunakan kesalahan peramalan periode yang lalu untuk membentuk ramalan periode sekarang (Abdel Khalik dan Espejo. Jaffe et al (1989). Ou dan Penman (1989 b).24 signigikan pada level 0. 1978. EPSit adalah EPS tahunan yang dilaporkan pada perusahaan i untuk tahun t. signifikan pada level 0. Mean dan median kesalahan ramalan 8 bulan adalah -3. Harga saham diambil dari CRSP data base bulanan pada NYSE dan NASDAQ data base.01. Menolak null a2 = 0 menunjukkan bahwa para analis tidak secara penuh menggunakan return saham masa lalu bila membentuk ekspektasi earning masa yang akan datang. Porto polio 210 dibentuk dengan merangking earning terhadap harga yang positif dari yang rendah ke yang tinggi dan selanjutnya membagi sampel yang dirangking tersebut menjadi 9 porto folio dari ukuran yang sama. menunjukkan bahwa rasio earning tahun sebelumnya adalah transitory. 1985). Porto folio terdiri dari rasio earning terhadap harga yang negatif.01 yang menyarankan bahwa ramalan para analis. Perusahaan diranking tiap tahun oleh rasio earning terhadap harga saat itu. III. Serial Correlation dan Bias dalam Kesalahan Peramalan Menolak null a0 = 0 menunjukkan bahwa. Koefisien the Pearson dan Spearman Correlation diantara FEPRit dan FEPRit-1 adalah 0. Peneliti tidak membatasi sampelnya atas dasar status listing dan akhir tahun fiskal. bias periode 1978-1989.Fit / Pit ).33. Givoly tidak menemukan bukti dari serial correlation dalam kesalahan ramalan tahunan. secara rata-rata ramalan para analis terdapat bias.36 dan 0. Fit adalah median dari ramalan para analisis untuk EPS tahunan pada tahun t. Givoly. Khususnya.Pemakaian Informasi Oleh Para Analis Pada Komponen Earning Permanen dan Transitory dalam Meramal EPS Tahunan Oleh : Ashiq Ali. mereka menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang relatif tinggi. Brown dan Rozelf 1979. dan Pit adalah harga pasar dari saham pada awal bulan pengumuman ramalan analis oleh IBES. Fried dan Givoly (1982). secara rata-rata. Data dan definisi-definisi variabel Kesalahan ramalan oleh para analis untuk perusahaan i pada tahun t. Stobber (1991) menemukan bahwa walaupun jumlah realisasi kenaikan dalam EPS tahunan adalah 68% lebih besar dari jumlah penurunan. Menolak hasil null a1 = 0 menunjukkan bahwa ramalan tidak secara penuh melakukan informasi yang ada dalam kesalahan ramalan masa lalu.02 dan -0. frekwensi peningkatan tersebut diramalkan menurun dari suatu margin. Ramalan Para Analis dan Properti Time-Series Terhadap Kesalahan Peramalan Penelitian Beaver dan Morse (1978). Hasil regresi menunjukkan bahwa bias yang over estimate dalam ramalan yang berhasil adalah tidak homogen diantara kelompok. IV. FEPRit. akan tetapi penelitian ini tidak secara ekspilisit meneliti apakah para analis melakukan tingkat ketetapan earning pada kesalahan ramalan tahunan lalu dalam membuat peramalannya. didefinisikan sebagai berikut : FEPRit = (EPSit . dan bukti pendahuluan bahwa kesalahan ramalan tahunan jangka panjang dapat menjadi serially corelated. II. Penyesuaian ramalan earning oleh para analis 2002 digitized by USU digital library 22 . Hal ini konsisten dengan temuan Barefield dan Comiskey (1975). rendah atau rasio earning pada harganya negatif berarti kebalikan dari earning tahun selanjutnya. April Klein dan James Rosenfeld I.

diestimasi secara terpisah untuk setiap tahunnya. Ringkasan dan Kesimpulan Dalam penelitian ini. model yang diberikan pada persamaan (3a). secara rata-rata. Kesalahan ramalan satu bulan Tabel 6 menjelaskan bias dan serial korelasi untuk kesalahan peramalan 1 bulan dan koefisien untuk model ekspektasi yang adaptif. peneliti menggunakan prosedur mekanikal berikut untuk menyesuaikan ramalan earning para analis yang pertama. estimasi bias dan serial korelasi dalam kesalahan peramalan digunakan untuk menyesuaikan (adjust) peramalan. Peneliti memperoleh hasil yang secara signifikan positif serial korelasi pada kesalahan peramalan 8 bulan dan satu bulan. Khususnya. Hasilnya memberikan bukti bahwa bias. hasil ini konsisten dengan hipotesis bahwa para analis. Yang kedua. Peneliti juga menemukan adanya bias yang over prediksi dan signifikan untuk ramalan-ramalan masa yang akan datang. dan improvisasi ramalan yang disesuaikan untuk diteliti. Hasil regresi untuk model ekspektasi adaptif untuk ramalan satu bulan pada tabel 6 menunjukkan bahwa para analis secara parsial mengakui properti time-series terhadap earning bila menyusun ramalan jangka pendek. serial korelasi dan adjusted R2 level secara dramatis kurang dari yang ditemukan untuk sampel kesalahan-kesalahan peramalan 8 bulan. peneliti meneliti apakah para analis secara benar menggunakan properti time-series dari earning tahunan bila membuat ramalan EPS tahunan. V. Kesimpulannya adalah bahwa temuan dari peneliti terhadap bias dan serial korelasi secara ekonomik adalah signifikan dan secara signifikan untuk dapat memperbaiki keakuratan dari ramalan untuk 8 bulan dengan menggunakan properti time-series masa yang lalu. estimasinya jauh dibawah. VI. Penyesuaian untuk ramalan 8 bulanan ditemukan lebih akurat sebagai prediktor earning masa yang akan datang daripada ramalan yang sesungguhnya yang dibuat oleh para analis. Untuk menilai signifikan yang ekonomik dari temuan peneliti. ratarata dari koefisien regresi yang mengestimasi untuk 5 tahun ke depan akan dihitung. t-1. tanpa Ret. 2002 digitized by USU digital library 23 . Penelitian lebih jauh dari hasil penelitian ini adalah bahwa bias yang diobservasi dan serial korelasi dari kesalahan-kesalahan prediksi adalah tidak sama pada 5 kurun waktu 5 tahunan. peneliti menggunakan estimasi bias dan serial korelasi untuk menyesuaikan (adjust) peramalan.Terhadap signifikasi ekonomik dari temuan-temuan peneliti.

maka salah memprediksi sejumlah besar non target sebagai target. Maximum likelihood estimastor (CMLE) dan weighted maximum likehood estimator (WMLE) diterapkan dalam penelitian ini.Prediksi Penerimaan Target : Suatu Metodologi dan Analisis Empiris Oleh: Krishna G. 3) Penggunaan kemungkinan pisah batas arbitrary dalam uji prediksi tanpa mengkhususkan suatu konteks keputusan. seperti penelitian Sim Kowiitz dan Monroe (1971). Praktek pada literatur prediksi akuisisi adalah untuk menggunakan prosedur simple maximum likelihood (MLE) untuk mengestimasi model parameter dan selanjutnya menyatakan probabilitas.1. Hasil empiris dari penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa bila model tersebut menjelaskan secara benar suatu persentase target sesungguhnya yang tinggi. Penelitian empiris ini mencoba untuk mengoreksi masalah metodologi di atas. dalam model estimasi. Sebagaimana sudah ditunjukkan. Penelitian yang dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa ada 3 metode prinsip yang menjadikan prediksi laporannya tidak dipercaya : 1) Penggunaan non-random. 2. Kemungkinan cut off yang optimal Penelitian ini menggunakan kemungkinan cut off optimal yang dipicu dalam suatu konteks keputusan yang didefinisikan dengan baik.1. selanjutnya bahwa pasar modal tidak seolaholah memprediksi target pasar modal dengan tingkat keakuratan yang tinggi walaupun tiga bulan sebelum pengumuman penawaran pengambilalihan. Masalah Metodologi dalam Prediksi Akuisisi 2. Belkoui (1978) yang menyimpulkan bahwa dengan model statistik dan menggunakan informasi keuangan yang tersedia mempunyai kemampuan untuk memprediksi target akuisisi 6 sampai 12 bulan sebelum pengumuman pengambilalihan. Sampling Dalam penelitian ini. tidak ada justifikasi ekonometrik dalam menerapkan state-based samples dalam memprediksi pengujian. Sampel untuk model estimasi Ada suatu justifikasi yang syah untuk lebih menyukai random sample dalam mengestimasi model prediksi akuisisi sebab jumlah target adalah sangat kecil dibandingkan dengan jumlah non target dalam populasinya. Steven (1973). 2. Sampel sebagai suatu prediksi uji sampel State-based samples juga digunakan untuk menguji kemampuan prediksi. 2. 2002 digitized by USU digital library 24 .2. Sampel dapat diperbanyak dengan membuat proporsi sampel agar target dan non target lebih seimbang. Hasil penelitian sebelumnya menyatakan bahwa model yang dikembangkan tersebut dapat lebih baik daripada pasar modal untuk mengidentifikasi target pengambilalihan masa yang akan datang. Hal yang bertentangan dengan kemampuan prediksi dari penelitian ini.1. Palepu Universitas Harvard.2. 2. karena kemungkinan perusahaan yang dipilih ke dalam sampel adalah fungsi dari status akuisisinya. Pendahuluan Ada beberapa penelitian untuk memprediksi target akuisisi. sampel diambil dengan 10 taksiran sama dengan jumlah target dan non target. equal-share samples dalam mengestimasi model. Diasumsikan bahwa tujuan dari model akuisisi yang diestimasi adalah untuk menyediakan prediksi yang akan digunakan dalam suatu strategi investasi pasar modal. 2) Penggunaan equal-share samples dalam pengujian prediksi yang menjelaskan estimasi tingkat kesalahan yang tidak berhasil mewakili model kemampuan prediksi dalam populasi. Boston 1. dan bukan suatu random sampel yang murni.1.

Excess returns dari model prediksi Untuk menguji signifikansi dari excess retuns. P (i . 3. 2. 4. 4. t ) = P (i. Hipotesis market-to-book : perusahaan yang nilai pasarnya rendah dibandingkan dengan nilai bukunya adalah berkemungkinan sebagai target akuisisi.3.. model harus diuji dari kelompok perusahaan.t) = Probabilitas perusahaan i akan diperoleh pada x (i. Ini berhubungan dengan : 1) Sampling untuk model estimasi.t ) ] 2002 digitized by USU digital library 25 .Ringkasan Ada 3 metode menjelaskan kesalahan estimasi dari prediksi tingkat kesalahan terhadap model prediksi akusisi.2. 3. Hipotesis disturbance industri perusahaan yang dalam suatu industri tergantung pada “economic disturbance” adalah berkemungkinan sebagai target akuisisi. Hipotesis ukuran. Ketika parameter model seperti cut off diperoleh dari estimasi sampel. excess retuns portfolio harian distandarkan dengan standar deviasinya.2. Variabel-variabel 1. Prediksi dalam suatu hold-out sample Untuk meneliti kemampuan model dalam memprediksi.1. Model estimasi Parameter model entimasi dengan prosedur yang maksimum menggunakan paket statistik QUAIL (Berkman et. Hipotesis manajemen yang tidak efisien : Perusahaan dengan manajemen yang tidak efisien adalah berkemungkinan sebagai target. Hipotesis sumber daya dan pertumbuhan : Perusahaan dengan ketidak sebandingan diantara pertumbuhan dan sumber daya keuangan pada penjualannya adalah berkemungkinan sebagai target. kemungkinan cut off yang optimal yang akan digunakan harus diestimasi.2. Target dan non-target : 1) Pada sektor tambang dan manufaktur. 2) Sampling untuk uji prediksi.1.2. 4. Probabilitas cut off yang optimal ditetapkan dengan distribusi dari probabilitas akuisisi untuk target dan non target. Penelitian Empiris 3.t) = Vektor dari atribut-atribut perusahaan yang β = Vektor dari parameter yang tidak diketahui untuk diestimasi.2. Uji Prediksi 4. 3.2. Estimasi Probabilitas Cut Off Untuk menguji kegunaan prediksi dari model yang diestimasi.al. 4. Sample Sampel sebanyak 163 perusahaan digunakan selama periode 1971-1979 dan random dari 256 perusahaan yang tidak diperoleh pada tahun 1979 digunakan untuk estimasi model akusisi. 2) Terdaftar pada NYSE.4. 5. 3) Spesifikasi kemungkinan cut off. Standar deviasi portfolio dihitung menggunakan excess return portfolio harian untuk 250 hari perdagangan melewati tanggal 2 Januari 1980. 3. [1 + e 1 − βx ( i . Model Akuisis Model probabilitas berikut diterapkan dalam penelitian ini. setiap pengujian yang didasarkan atas sampel ini kemungkinan akan bias. kemungkinan penurunan akuisisi dengan ukuran perusahaan.3. 1979) di samping itu peneliti harus menggunakan probabilitas conditional bahwa suatu perusahaan adalah sebuah target yang termasuk dalam sampel. 3.

Masalah metodologi pada penelitian ini adalah relevan dengan penelitian-penelitian lain yang meliputi penggunaan dychotomus model dengan populasi dari 2 pernyataan yang miring. 2) Data yang digunakan dalam estimasi model dan prediksi ini adalah rata-rata enam bulan relatif terhadap pengumuman pengambil alihan.2. Ada beberapa keterbatasan dari kesimpulan ini : 1) Variabel bebas dari peneltiian ini yang termasuk dalam model ini adalah bukan suatu variabel-variabel yang memungkinkan.4. Pengujian Penelitian ini mengadopsi modifikasi metodologi untuk mencegah masalahmasalah di atas. 2002 digitized by USU digital library 26 . Ringkasan dari Kesimpulan Bahwa pasar modal tidak mengidentifikasikan target yang potensial dengan suatu tingkat keakuratan yang tinggi. Kemampuan memprediksi model ini diuji pada kelompok besar perusahaan. 5. Selanjutnya 3 bulan sebelum pengumuman pengambilalihan. Hasil penelitian menyatakan bahwa model prediksi akuisisi tersebut mempunyai suatu kemampuan yang tinggi dibandingkan pasar modal dalam mengidentifikasi pengambil alihan target.4.Diskusi Hasil uji prediksi di atas menunjukkan bahwa investasi dalam target yang potensial diidentifikasikan dengan model itu tidak menghasilkan excess return yang signifikan.

walaupun pengaruh atas ekuitas adalah lebih negatif dibandingkan dengan pengaruh hutang.27% dan median excess return adalah -0. tetapi stock masih memberikan bukti dan pengaruh yang kecil dihubungkan dengan perubahan rating. atau dapat terjadi tanpa didahului oleh rancangan Credit Watch.M. Keuntungan yang lain adalah pemisahan penyelidikan peringatan perubahan rating yang memungkinkan melalui tambahan pada Standard dan Poor’s Credit Watch List. Tabel II meringkaskan distribusi perbedaan antara yang asli dan transaksi 2002 digitized by USU digital library 27 . Holtausen dan Leftwich (1986) menemukan bukti yang konsisten dengan respon harga saham terhadap semua pengumuman kecuali rating up grade yang aktual. I. Leftwich Paper ini menyelidiki excess bond dan stock return harian dihubungkan dengan dua pengumuman bond rating agency. Secara umum. dan perubahan rating yang aktual yang didahului oleh warning tersebut. Hasil keseluruhan terhadap pengaruh pengumuman tamabahan Credit Watch List tidak menunjukkan excess bond returns rata-rata yang signifikan. Tabel I menyediakan informasi frekuensi perdagangan untuk 1548 bonds dalam sampel pada perubahan-perubahan rating bonds. eliminasi kejadian-kejadian yang terkontaminasi menyebabkan ukuran excess bond return rata-rata menjadi lebih positif. Hasil peneltiian sebelumnya konsisten dengan hasil penelitian ini. Untuk up grades.35%. Data: Perubahan-perubahan Moody’s dan Standard dan Poor’s Rating Peneliti menganalisis dua jenis pengumuman bond rating agency : 1) Peneliti meneliti sampel taksiran 250 tambahan terhadap Standard dan Poor’s Credit Watch List.PENGARUH PENGUMUMAN BOND RATING AGENCY PADA BOND DAN HARGA SAHAM Oleh: John R. Weinstein (1977) dan Wakeman (1978) tidak menemukan reaksi pasar ketika perubahan rating. dan sedikit perbedaan diobservasi di antara investment grade bonds di atas dan dibawah. selanjutnya lebih mendukung pengaruh harga bila observasi-observasi non kontaminasi diteliti. Stickel (1986) meneliti pengaruh perubahan rating preferred stock terhadap preferred stock return dan menemukan bukti yang konsisten dengan pengaruh harga untuk up grade dan down grade. Warning dari perubahan rating yang memungkinkan melalui tambahan pada Standard dan Poor’s Credit Watch list diantara tahun 1981 dan 1983 dan perubahan rating yang sesungguhnya oleh Moody’s dan Standard dan Poor’s diantara tahun 1977 dan tahun 1982. Tabel I menjelaskan bahwa frekuensi perdagangan dipertimbangkan lebih tinggi untuk bond dibawah grade investasi (di bawah BAA) dibandingkan untuk investasi grade bonds (BAA dan di atas). Keuntungan penelitian ini adalah penggunaan data harian untuk mengisolasi pengaruh pengumuman pada harga bond. 2) Peneliti meneliti sampel taksiran 1100 pengumuman perubahan bond rating oleh Moody’s dan Standard dan Poor’s. Excess bond return rata-rata pada pengumuman rating down grades yang aktual oleh Moody’s dan Standard dan Poor’s adalah -1. Hasilnya bahwa pengumuman perubahan rating dapat terjadi setelah hutang perusahaan ditempatkan pada daftar Credit Watch. Pengumuman down grade juga mempengaruhi harga ekuitas perusahaan yang diperingkat kembali. Sebaliknya bukti empiris upgrade lebih lemah. Holthausen dan Richard W. Grier dan Katz (1976). pengaruh pengumuman mean dan median ditaksir 0. ada sedikit bukti excess return yang positif untuk ekuitas perusahaan up grade. dan pengaruh rata-rata yang negatif atas hutang dan ekuitas adalah sama. Akhirnya. Brooks dan Copeland (1983) menemukan adanya reaksi harga bond yang signifikan. excess return dihubungkan dengan pengumuman Credit Watch. Katz (1974).45%. Robert W. Hand.

dalam 11 hari sebelum perubahan rating dan sedikitnya satu harga transaksi pada 60 hari setelah perubahan rating. Selanjutnya jika bond itu ti down graded. Estimasi Excess Bond Return Window-spanning excess return digunakan sebab bond jarang diperdagangkan. II. dengan asumsi bahwa excess windowspaning return perusahaan adalah independent secara cross-sectional t-statistik mempunyai 1 degree of freedom lebih kecil dibandingkan sejumlah perusahaan dalam sampel. peneliti akan mengklasifikasikannya sebagai unexpected up grade. Parameter model pasar diestimasi menggunakan periode perubahan post-rating 300 hari dari hari +62 hingga +361 sebab ada bukti penelitian sebelumnya bahwa down grade (up grade) di dahului oleh excess return rata-rata yang positif (negatif). 2002 digitized by USU digital library 28 . dan harga bond selalu tidak tersedia pada hari 0 dan +1 window yang lebih disenangi. Pinches dan price yang signifikan bila dihubungkan dengan perubahan rating. Peneliti menggunakan t-test untuk menetapkan apakah excess bond return rata-rata berbeda dari 0. Window-spanning raw return untuk setiap bond diukur dari harga transaksi terakhir dalam periode -11 sampai -1 terhadap harga transaksi yang pertama atau setelah hari +1. T-test pada mean excess stock return didasarkan pada standard deviasi cross-sectional. dan menggunakan model itu untuk meningkatkan kemungkinan deteksi pengaruh pengumuman dihubungkan dengan tambahan Credit Watch dan perubahan bond rating. Hasil A. Hasil untuk subsampel yang tidak terkontaminasi dari down grade yang ditunjukkan lebih mendukung pengaruh harga untuk pengumuman yang unexpected. Excess stock return rata-rata dan bond return dari sampel terhadap down grade yang ditunjukkan diklasifikasikan sebagaimana yang diharapkan adalah tidak berbeda dengan 0. III. Uji statistik menunjukkan bahwa excess return rata-rata negatif tidak berbeda untuk bonds dan stocks. B. C. B. hasilnya tidak konsisten dengan Weinstein (1977). Dari tabel V dapat dibaca bahwa pengumuman rating down grades dihubungkan secara statistik adanya excess bond dan stock return rata-rata yang negatif dan signifikan. Jika yield to maturity dari bunga memahami bahwa bond mempunyai resiko kegagalan yang lebih besar dari bond yang dapat dibandingkan. Estimasi Excess Stock Return Excess Stock Return didefinisikan sebagai kesalahan prediksi saham dihitung dari suatu model pasar. Peneliti menghitung t-statistik didasarkan pada standard deviasi crosssectional dari window-spaning excess return. Model Ekspektasi untuk Pengumuman Bond Rating Agency Peneliti mengembangkan model ekspektasi perubahan bond rating didasarkan pada yield to maturity. hasilnya sulit diinterpretasi sebab adanya beberapa ketidakpastian yang kelihatan. Pengukuran Excess Bond dan Stock Return A. dijumlahkan pada kejadian hari 0 dan +1. peneliti mengklasifikasikannya sebagai suatu expected down grade. Perubahan Rating Moody’s dan Standard dan Poor’s Bond Rating Pada sampel perubahan rating yang aktual oleh Moody’s dan Standard dan Poor’s dianalisis. Pengumuman Standard dan Poor’s Credit Watch Hasil untuk semua sampel dari Credit Watch dalam tabel III memberikan sedikit bukti excess bond dan stock returns dihubungkan dengan down grade serta up grade yang ditunjukkan. Peneliti mengukur excess bond return sebagai raw bond return minus return on a risk free bond untuk periode window-spaning. Jika bond up graded.

Kesimpulan secara keseluruhan adalah bahwa ada pengaruh harga saham dan bond dihubungkan dengan pengumuman tambahan terhadap Credit Watch List. pengaruh harga bond yang signifikan diobservasi pada sampel yang tidak terkontaminasi. tetapi untuk saham akan tersisa. umumnya meningkatkan ukuran pengaruh harga bond dan saham dari pengumuman Credit Watch. Regresi yang terpisah diestimasi untuk down grades dan up grades. tetapi tidak ada pengaruh harga saham yang dideteksi. Konsekuensinya kemungkinan ada beberapa ketergantungan cross-sectional dalam residual regresi. Analisis Cross-Sectuibak daru Excess Bond Return Peneliti mengestimasi regresi multivariate untuk mencoba menjelaskan variasi cross-sectional dalam window-spaning excess bond return. rata-rata excess bond return adalah lebih kuat untuk investment grade bonds yang ti bawah dibandingkan untuk investment grade bonds.Ada bukti empiris mengenai rata-rata (mean) excess bond return untuk up grade. Bila observasi laporan concurrent dihapus. tetapi tidak ada bukti empiris dari rata-rata excess stock return yang positif dan signifikan. IV. dan untuk observasi yang terkontaminasi dan non kontaminasi. dan dengan pengumuman perubahan rating yang aktual oleh Moody’s dan Standard dan Poor’s. Observasi yang tidak terkontaminasi yang dikelompokkan sebagai unexpected. excess return rata-rata yang negatif dihubungkan dengan down grades tidak muncul. Untuk up grades. Selanjutnya untuk down grade. V. Ringkasan dan Kesimpulan Excess bond return untuk tambahan Credit Watch List secara umum tidak signifikan sampai perubahan expected rating dikeluarkan. 2002 digitized by USU digital library 29 .

Beberapa komentar sehubungan dengan Metodologi dan Pengumpulan Data Analisis logit dipilih untuk mencegah beberapa masalah sehubungan dengan Multivariate Discriminant Analysis (MDA). 3. Kerugiannya adalah bahwa model tersebut tidak menggunakan data harga transaksi pasar perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sejak tahun 1970-1976. Berkenaan dengan kemungkinan prediksi pada MDA. Peneliti juga sudah mengulang kesimpulan berkenaan dengan kegunaan model alternatif. Haldeman. Altman dan Lorris (1976) dan lain-lain. Altman (1968. Ada 3 penelitian yang mengambil data dari periode ini : 1) Penelitian Altman dan McGough (1974) yang hanya mengambil perusahaan yang gagal dari periode 1970-1973 dan hanya satu jenis kesalahan klasifikasi. rasio dan sistem prediktif (Unvariate vs Multivariate). 1968a. 1975b). Temuan penelitian ini dapat diringkas sebagai berikut : Yang pertama adalah memungkinkan untuk mengidentifikasi empat faktor dasar yang secara statistik signifikan dalam mempengaruhi kemungkinan kegagalan (dalam satu tahun) 1) Ukuran perusahaan 2) Ukuran Struktur keuangan 3) Ukurang kinerja 4) Ukuran likuiditas. Model yang ada relatif sederhana untuk diterapkan dan dapat berguna dalam aplikasi praktek. 2) Ekuitas perusahaan yang harus diperdagangkan. penelitian sebelumnya memunculkan overstated model prediktif yang dikembangkan dan diuji. 1973).J.S. 2) Output dari aplikasi model MDA adalah suatu skor yang mempunyai sedikit penafsiran intuitif yang secara dasarnya merupakan alat pemeringkatan ordinal. Penelitian yang tidak diterbitkan oleh White and Turnbull (1975a. Yang kedua. Populasi terbatas pada : 1) Periode dari 1970 sampai dengan 1976. 2) Moyer (1977) mengambil periode 19651975. 1968b).Rasio Keuangan dan Kemungkinan Prediksi Kebangkrutan Oleh: James Ohlson 1. 2. Pendahuluan Penelitian ini menyajikan hasil empiris dari suatu penelitian prediksi kegagalan perusahaan dibuktikan dengan adanya kebangkrutan. 3) Ada masalah-masalah tertentu yang berhubungan dengan prosedur-prosedur yang sesuai digunakan di dalam MDA.I) 2) Suatu daftar yang kedua dari perusahaan yang ditabulasi dengan mengeluarkan semua perusahaan pada daftar yang utama yang tidak diperdagangkan pada satu dari bursa saham atau OTC selama periode 3 tahun sebelum tanggal kebangkrutan. Pendekatan ini merupakan teknik yang populer untuk penelitian mengenai kebangkrutan dengan menggunakan vector dan Predictor. Santomero dan Vinso (1977) secara logis dan sistematis mengambangkan kemungkinan estimasi kegagalan. Pengumpulan Data Laporan Keuangan Pengumpulan data untuk perusahaan yang bangkrut menginginkan suatu definisi dari kegagalan dan spesifikasi populasi. 3) Perusahaan harus diklasifikasikan sebagai suatu industri. 3) Altman. Sudah banyak orang melakukan penelitian di bidang ini antara lain : Beaver (1966. pada 27 perusahaan. 3) Usaha sudah dilakukan untuk menambah 2002 digitized by USU digital library 30 . Penelitian ini mengobservasi 105 perusahaan yang bangkrut dan 2058 perusahaan yang tidak bangkrut. Masalah-masalah yang ada dalam penelitian ini adalah : 1) Terdapat persyaratan statistical tertentu yang ada pada hal-hal khusus prediktor yang terdistribusi. Prosedur berikut digunakan untuk membuat daftar perusahaan yang gagal dengan kriteria : 1) Suatu daftar yang utama dari perusahaan yang gagal ditabulasi dari Wallstreet Journal Index (W. terdapat masalah penting berhubungan dengan pengumpulan data kebangkrutan perusahaan. dan Narayanan (1977) yang memperbaharui penelitian Altman (1968).

secondary listing dengan menyelidiki sumber-sumber data yang lainnya. Suatu Model Kebangkrutan Probabilistic L(β) = i Xi β = Vector dari Predictor untuk observasi i tahun = Vector p dari parameter yang tidak diketahui. β ) + i ∑ S2 ∑ log(1 .P (Xi. Fase selanjutnya adalah satu dari pengumpulan data keuangan yang aktual untuk perusahaan-perusahaan yang bangkrut. β ) 2002 digitized by USU digital library 31 . ∑ S1 ∑ log P (Xi. 4. Sampel dari perusahaan yang tidak bangkrut diperoleh dari compustat tape.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->