P. 1
Database

Database

|Views: 402|Likes:

More info:

Published by: Naufal Ilham Sutianto on Aug 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2013

pdf

text

original

Sections

STUDI PENYUSUNAN DATABASE EMITEN DAN PERUSAHAAN PUBLIK

Oleh : Tim Studi Tentang Penyusunan Database Emiten dan Perusahaan Publik

BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
2007

ABSTRAKSI

Secara teori Database adalah suatu sistem yang memproses input berupa data menjadi output yaitu informasi yang diinginkan. Untuk memperoleh Database yang handal perlu diperhatikan hal-hal seperti keamanan data, kualitas data, kemudahan akses, kemudahan pengolahan data, dan kemungkinan untuk pengembangan Database tersebut. Di negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Australia dan Kanada, Database Emiten dan Perusahaan Publik merupakan bagian pelaporan Emiten dan Perusahaan Publik yang bersangkutan, sehingga data/informasi dalam Database tersebut merupakan tanggungjawab Emiten dan Perusahaan Publik. Database Emiten dan Perusahaan Publik Bapepam-LK, dirancang untuk memuat ringkasan data/informasi yang pengisiannya dilakukan oleh Bapepam-LK. Database tersebut belum dapat dimanfaatkan karena belum adanya suatu sistem yang memungkinkan Database tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Di samping itu data/informasi dalam Database tersebut belum dapat memenuhi kebutuhan. Dalam jangka panjang Database Emiten dan Perusahaan Publik Bapepam-LK lebih tepat diserahkan pada Emiten dan Perusahaan Publik yang bersangkutan untuk mengisinya sedangkan Bapepam-LK cukup menyediakan peraturan sebagai acuan bagi Emiten dan Perusahaan Publik dalam mengisi Database tersebut. Demi terlaksananya hal tersebut tentu perlu waktu yang cukup, tersedia sarana dan prasarana serta aturan sebagai pedoman, sedangkan kebutuhan akan Database tidak dapat ditunda lagi. Oleh sebab itu sebelum terlaksananya pengisian Database oleh Emiten dan Perusahaan Publik, Database yang ada tersebut perlu dimanfaatkan. Untuk dapat memanfaatkan Database Emiten dan Perusahaan Publik Bapepam-LK perlu dirancang suatu sistem pengelolaan dan penambahan data/informasi dalam Database sesuai kebutuhan sehingga Database tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

i

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, dimana dengan rahmat dan karunia-Nya kami telah dapat menyelesaikan studi tentang Penyusunan Database Emiten dan Perusahaan Publik. Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran ideal tentang Database yaitu mengenai cara pengelolaan/penyusunannya dengan mengacu pada teori yang ada, praktek yang berlaku pada Negara lain dan kebutuhan Bapepam-LK khususnya dan masyarakat umumnya tentang Database Emiten dan Perusahaan Publik. Dalam melakukan studi ini kami banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak berupa informasi, fasilitas dan kesempatan untuk melakukan studi ini yang tanpa semua bantuan tersebut studi ini tidak akan dapat terlaksana. Oleh sebab itu, atas semua bantuan tersebut kami mengucapkan terima kasih yang sebasar-besarnya dan semoga mendapat balasan yang berlipat ganda. Kami menyadari studi ini jauh dari sempurna baik karena kemampuan kami maupun karena keterbatasan waktu dalam melakukan penelitian, karenanya kami mengharapkan kritik, saran dan usulan dari pihak-pihak yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam masalah ini, sehingga laporan ini menjadi lebih lengkap dan berguna.

Tim Studi Penysunan Database Emiten dan Perusahaan Publik Bapepam-LK

ii

Daftar Isi
Hal ABSTRAKSI.…………………………………………………………………….. i Kata Pengantar ……………………………………………………………… Daftar Isi …………………………………………………………………….. Daftar Tabel ………………………………………………………………… Daftar Gambar ……………………………………………………………… BAB I : PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah ……………………………… I.2. Permasalahan Penelitian ……………………………… I.3. Maksud dan Tujuan Penelitian ………………………. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA II.1. Definisi dan Gambaran Umum Database ................... II.2. Penyusunan Rancangan Database ............................... II.3. Kebutuhan Dasar Bentuk Database Aplikasi Yang Ideal ................................................................... BAB III : METODOLOGI PENELITIAN III.1. Studi Pustaka ............................................................. III.2. Kuesioner ..................................................................... III.3. Searching dan browsing untuk mengetahui common Practice pada otoritas pasar modal di negara lain ....... 17 8 17 17 17 ii iii v vi 1 1 2 2 4 4 7

iii

BAB IV

: HASIL DAN ANALISIS IV.1. Hasil Penelitian .......................................................... IV.2. Analisis .......................................................................

19 19 51 83 83 84 86

BAB V

: KESIMPULAN DAN REKOMENDASI V.1. Kesimpulan .................................................................... V.2. Rekomendasi ………………………………………….

DAFTAR PUISTAKA ................................................................................ LAMPIRAN-LAMPIRAN Surat Tugas Lembar Kuesioner

iv

Daftar Tabel

Hal Tabel 1. Rincian Responden Berdasarkan Biro ………………………….. Tabel 2. Perbandingan Database Antar Negara ........................................... 51 70

v

Daftar Gambar

Hal Gambar 1. Tampilan Awal Database Bapepam-LK ……………………… Gambar 2. Tampilan hasil pencarian seluruh emiten dan Perusahaan Publik. Gambar 3. Tampilan Data Umum dan Sejarah Pendirian ............................ Gambar 4. Tampilan kantor Pusat dan Pabrik .............................................. Gambar 5. Tampilan Pemegang saham ........................................................ Gambar 6. Tampilan Komisaris dan Direksi ............................................... Gambar 7. Tampilan sejarah emisi perusahaan ........................................... Gambar 8. Tampilan sejarah pencatatan ..................................................... Gambar 9. Tampilan sejarah Pelaporan ...................................................... Gambar 10. Konfigurasi Jaringan Local Area Network Bapepam-LK …. Gambar 11. Tampilan Awal Sistem Database EDGAR .............................. Gambar 12. Tampilan Perusahaan hasil Search Company Filings 1 ……… Gambar 13. Tampilan Perusahaan hasil Search Company Filings 2 ……… Gambar 14. Tampilan Form 10-Q …….. ………………………………… 23 24 25 25 26 26 27 27 28 29 33 34 35 36 vi

vi

Gambar 15. Tampilan Laporan Keuangan ………………………………… Gambar 16. Tampilan Form 8 …………………………………………….. Gambar 17. Tampilan Form 4 …………………………………………….. Gambar 18. Tampilan Sistem Database ASIC Searches and Lodgements .. Gambar 19. Tampilan pencarian FIDO …………………………………… Gambar 20. Contoh Tampilan Pencarian Database SEDAR ....................... Gambar 21. Tampilan Profil Perusahaan ………………………………….

36 37 39 42 43 47 48

vii

BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi ini, informasi memegang peranan penting dalam setiap pengambilan keputusan, begitu pula dalam industri Pasar Modal. Salah satu informasi penting dalam industri Pasar Modal adalah data mengenai Emiten dan Perusahaan Publik. Banyak pihak yang memiliki kepentingan untuk mengakses data Emiten dan Perusahaan Publik baik oleh pihak luar maupun di dalam Bapepam-LK sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan data Emiten dan Perusahaan Publik, Bapepam-LK telah mengembangkan database Emiten dan Perusahaan Publik yang dikenal dengan nama coresystem pada website Bapepam-LK. Data awal coresystem ini telah diisi oleh pegawai Bapepam-LK, tetapi belum semua data dimasukkan ke dalam database ini. Database ini telah memuat informasi-informasi penting dari Emiten dan Perusahaan Publik, diantaranya sejarah singkat Perseroan, pengurusan dan pengawasan, permodalan, sejarah Penawaran Umum Perseroan, pelaporan oleh Perseroan serta data RUPS. Namun demikian, database tersebut dipandang belum lengkap sehingga perlu dilakukan penyempurnaan atas database Emiten dan Perusahaan Publik tersebut. Hal inilah yang mendorong diperlukannya suatu kajian atau penelitian untuk menyempurnakan database Emiten dan

1

Perusahaan Publik yang telah ada di Bapepam-LK serta untuk mengetahui kendala yang dihadapi sehubungan dengan tidak berjalannya database yang telah ada. I.2. Permasalahan Penelitian Permasalahan penelitian ditekankan pada : 1. Kurang sempurnanya database Emiten dan Perusahaan Publik Informasi database Emiten dan perusahaan publik yang ada di Bapepam-LK saat ini belum dapat menunjang tugas pokok dan fungsi dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari. Sebagai contoh, pelaksanaan pengawasan Emiten berbasis resiko belum dapat dilakukan dengan optimal karena minimnya informasi yang terdapat dalam database tersebut. 2. Terdapatnya kendala-kendala teknis dan non teknis dalam penerapan sistem database. Kendala teknis yang dimaksud diantaranya adalah tidak stabilnya database yang ada dimana pada saat penginputan dilakukan, sering terjadi data yang telah diinput tidak dapat tersimpan. Sedangkan kendala non teknis adalah seperti ketidakjelasan prosedur penugasan dalam penginputan database. I.3. Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menyusun database yang memenuhi kebutuhan penggunanya. Dengan gambaran tersebut diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi bagi pihak-pihak yang bertindak sebagai

2

pembuat kebijakan (policy maker) mengenai arah kebijakan dalam penyusunan database yang akan dilakukan. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk : 1. Mengetahui kondisi database yang ada, kelebihan dan kekurangannya serta efektifitas penggunaannya. 2. Mengetahui sejauh mana database yang ada mampu mengakomodasi kepentingan dan keperluan Bapepam-LK terkait dengan pelaporan dan pemantauan Emiten dan Perusahaan Publik. 3. Mengetahui database yang dibutuhkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) di Bapepam-LK. 4. Mengetahui hal-hal yang diperlukan untuk menyusun sebuah database dan perbaikan yang diperlukan atas database yang ada.

3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1.

Definisi dan Gambaran Umum Database Secara sederhana penyusunan sistem database adalah bagaimana membangun suatu kombinasi dari input, proses dan output yang akan dihasilkan. Program input adalah bentuk tampilan form yang dapat kita lihat langsung sebagai mediasi untuk memasukkan data, yang selanjutnya akan diolah oleh suatu sistem aplikasi yang telah dirancang dan diprogram untuk memproses data yang secara kasat mata tidak terlihat akan tetapi merupakan bagian terpenting dalam penyusunan suatu sistem database guna memproses data yang telah dimasukkan untuk menghasilkan suatu bentuk output yang sesuai dengan rancangan output yang diinginkan. Beberapa teori secara umum atau istilah yang sering kita temui dalam penyusunan suatu bentuk sistem database : 1. Data Adalah suatu nilai/value yang dapat merepresentasikan gambaran dari suatu objek atau kejadian (event). 2. Database Dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam suatu perusahaan kita pun telah melakukan suatu pekerjaan database secara manual, pengelolaan dan penyimpanan data secara teratur berdasarkan urutan tertentu

4

(berdasarkan abjad, nomor urut, tanggal, jenis proyek, dan lain-lain) merupakan suatu pekerjaan yang menggunakan sistem database. Sedangkan database secara elektronik adalah kumpulan dari item data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di dalam perangkat komputer dan dengan menggunakan sistem aplikasi pengolahan database dapat dilakukan manipulasi untuk kegunaan tertentu. Secara elektronik pengelolaan dan penyimpanan data secara elektronik

mempunyai menfaat jauh lebih banyak dari pada pengelolaan dan penyimpanan data secara manual, dengan sistem database secara elektronik akan banyak dikurangi terjadinya duplikasi data dan tentu saja benyak mengurangi pemborosan tempat penyimpanan luar. 3. Informasi Merupakan hasil dari pengolahan dari satu atau beberapa data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan. 4. Sistem Informasi Adalah merupakan kombinasi dari beberapa komponen yang terotomasi yang terdiri dari personil atau orang-orang yang

mengoperasikan sistem, menyediakan masukan, mengkonsumsi keluaran dan melakukan aktivitas manual yang mendukung sistem, fasilitas komponen lain berupa teknologi, media serta prosedur-prosedur untuk

5

memproses data maupun informasi, guna menyediakan suatu dasar informasi yang lebih bermanfaat untuk pengambilan keputusan. Beberapa komponen sistem informasi antara lain : • Hardware : yang terdiri dari keyboard dan mouse yang digunakan sebagai alat untuk penginputan data, monitor untuk menampilkan secara visual apa yang sedang kita kerjakan untuk penginputan data maupun untuk melihat hasil atau output yang dihasilkan, Central Processing Unit (CPU) adalah sebagai pusat proses terutama untuk memproses hasil masukan selain sebagai pusat pengontrol dari seluruh komponen yang terhubung, disk (CD, disket, flashdisk, tape) sebagai alat untuk menyimpan data atau dapat juga disebut sebagai alat untuk mengiput data melalui transfer data, dan printer sebagai alat untuk mencetak hasil proses berupa laporan ataupun informasi lain yang diinginkan. • Software : yang terdiri dari Sistem Operasi (misal: windows atau linux), sistem database (db2, foxpro, sql, oracle dll.), program program pengontrol Aplikasi komunikasi yang jaringan, dan untuk

digunakan

mengoperasikan sistem sesuai kebutuhan (misal: msoffice).

6

Personil

: adalah yang orang menjalankan dan mengoperasikan sistem, menyediakan masukan, mengkonsumsi dan memanfaatkan hasil keluaran / output dan melakukan aktivitas manual lainnya guna mendukung sistem.

Data

: adalah hasil masukan maupun hasil transfer dari media lain (disk) yang tersimpan dan dapat

dimanfaatkan pada waktu tertentu • Prosedur : merupakan instruksi dan kebijakan untuk

mengoperasikan sistem.

II.2.

Penyusunan Rancangan Database Dalam penyusunan suatu rancangan sistem database yang secara umum selalu dilakukan memerlukan beberapa langkah seperti: 1. Normalisasi Merupakan sebuah teknik dasar dalam mendisain suatu bentuk struktur database yang baik guna menghindari terjadinya duplikasi data secara berulang-ulang. 2. Entity Relationship Diagram (ERD) Tahap berikut setelah dilakukannya normalisasi adalah perancangan ERD yang harus dilakukan yang merupakan notasi grafis dalam pemodelan data konseptual yang mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan. ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan

7

hubungan antar data, karena hal ini relatif kompleks. Dengan ERD kita dapat menguji model dengan mengabaikan proses yang harus dilakukan. Dan dengan ERD kita mencoba menjawab pertanyaan seperti; data apa yang kita perlukan? bagaimana data yang satu berhubungan dengan yang lain? 3. Relasi ( Relational Database Management System / RDBMS ) Merupakan sekumpulan data yang disimpan sedemikian rupa dan saling berhubungan sehingga mudah diambil dan dimanfaatkan untuk menghasilkan informasi bagi pengguna, biasanya RDBMS merupakan suatu paket perangkat lunak yang kompleks digunakan untuk

memanipulasi database dengan menggunakan teknik query analisis. 4. SQL (Structured Query Language) SQL adalah bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan database. Menurut ANSI (American National Standards Institute), bahasa ini merupakan bahasa standard yang digunakan untuk Relational Database Management Systems (RDBMS). Walaupun pada saat sekarang ini banyak bahasa yang diciptakan untuk berkomunikasi dengan database namun SQL selalu menjadi bahasa dasar dan merupakan rujukan yang digunakan untuk berkomunikasi dengan database. II.3. Kebutuhan Dasar Bentuk Datatabase Yang Ideal Saat ini kebutuhan akan database aplikasi dalam perusahaan adalah sangat tinggi, dengan database aplikasi banyak pekerjaan yang semula dikerjaan secara manual dan dikerjakan dengan membutuhkan banyak orang

8

yang kadang kala juga diperlukan waktu pengelolaan dan pengolahan data yang lebih lama sehingga dapat di minimalisir dengan menggunakan sistem database aplikasi. Sistem database aplikasi ini secara umum terdiri dari 2 jenis diantaranya: 1. Client Server, yang merupakan sistem database tertutup dan hanya diaplikasikan untuk satu wilayah tertentu saja melalui jaringan lokal (Local Area Network) LAN atau area sedikit lebih luas dari LAN yaitu Wide Area Network (WAN), sistem ini hanya dapat diakses oleh user tertentu yang telah memiliki hak akses terhadap sistem (misal: sistem penggajian yang hanya dapat diakses oleh bagian keuangan saja). Keuntungan menggunakan sistem client server: • Dapat terhindar dari hacker yang dapat merusak sistem aplikasi database, karena dioperasikan hanya dalam wilayah tertentu dan dengan hak akses untuk user yang terbatas. • Tidak diperlukan biaya tambahan untuk biaya komunikasi (telepon dan provider jaringan), juga biaya pengamanan tambahan dari luar seperti pembelian firewall dan modem. Kerugian : • Bagi suatu perusahaan yang banyak menggunakan komputer biasanya tidak semua komputer yang ada memenuhi spesifikasi minimum untuk dapat mengoperasikan aplikasi sehingga diperlukan software dan hardware tambahan untuk dapat memenuhi spesifikasi tersebut, dan diperlukan anggaran tambahan untuk memenuhi kekurangan untuk

9

memenui spesifikasi komputer yang akan digunakan sebagai client. • Jika sistem aplikasi database mengalami perubahan, perbaikan maupun pengembangan maka instalasi ulang tidak hanya pada server akan tetapi juga diperlukan instalasi ulang keseluruh komputer yang terhubung ke aplikasi database tersebut, hal ini akan dilakukan terus menerus jika terjadi hal sama terulang. 2. Web Based adalah pengembangan sistem jaringan yang lebih luas dari pada LAN maupun WAN dan terbuka dan dapat diakses oleh siapapun dan dimanapun melalui browser internet. Keuntungan menggunakan aplikasi database yang berbasis web : • Komputer client tidak memerlukan instalasi aplikasi karena sistem ini hanya cukup diinstal di server. • Efisien waktu bagi user yang pada saat akan akses kedalam sistem database berada dalam jarak diluar jaringan yang terbatas seperti sistem client server. • Efisiensi waktu bagi pengembang database karena jika sistem database mengalami perbaikan dan pengembangan maka pekerjaan tersebut cukup hanya dilakukan di server. • Jangkauan user lebih luas dan tak terbatas dengan waktu karena dapat mengakses dimanapun tempat yang terhubung dengan jaringan internet. • Kesalahan data dapat diminimalisir karena tidak diperlukan reinput

10

kembali oleh penerima dan pengelola data jika aplikasi database diletakkan di website. • Data dan informasi dapat lebih cepat ter-update (realtime) jika terjadi perubahan. Kerugian: • Lebih mudah terserang virus dan hacker yang dapat merusak sistem karena sistem database ini lebih terbuka dan dapat diakses oleh siapapun melalui browser. • Diperlukan biaya tambahan untuk pengadaan software dan hardware untuk pengamanan sistem komunikasi (firewall, modem, antivirus) dan juga biaya tambahan untuk menggunakan jaringan komunikasi (biaya telepon dan provider jaringan). Dari kedua jenis bentuk sistem database aplikasi diatas masing-masing mempunyai kelebihan sesuai kebutuhan apakah sistem database aplikasi tersebut dimanfaatkan untuk intern perusahaan atau juga dapat dimanfaatkan oleh orang lain yang mengakses sistem tersebut melalui browser internet. Berdasarkan pertimbangan hal-hal tersebut di atas bahwa sistem database Emiten yang dikembangkan akan lebih baik menggunakan sistem yang berbasis web based, kerena dengan sistem database Emiten ini dengan cepat dapat diakses oleh siapapun yang membutuhkan, baik Emiten sendiri sebagai sumber data dan informasi, maupun pengelola data serta para investor dan juga masyarakat umum lainnya yang membutuhkan informasi untuk kebutuhan berinvestasi. Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat pada saat sekarang ini khususnya di bidang teknologi

11

komputer, maka kerugian yang kemungkinan akan timbul dapat dikurangi dengan terus dikembangkannya sistem keamanan jaringan untuk sistem database yang berbasis web. Jika pilihan terhadap sistem berbasis web yang menjadi pilihan dibandingkan sistem yang berbasis client server, maka beberapa kebutuhan dasar dalam perancangan sistem database yang merupakan karakteristik web based adalah sbb: Karakteristik web based secara umum: 1. Browser adalah aplikasi yang digunakan untuk mengakses sistem yang berbasis web, dengan browser tidak lagi diperlukan instalasi khusus pada komputer client, karena cukup dengan terhubung ke jaringan internet maka akan dapat mengakses sistem aplikasi tersebut; 2. Menggunakan jaringan komunikasi publik (public network) sehingga tidak diperlukan biaya tambahan untuk jaringan yang terpisah; 3. Menggunakan teknologi XML (Extensible Markup Language) yang merupakan bahasa komunikasi untuk pertukaran data dan informasi yang digunakan secara umum pada saat ini melalui internet, dan dengan teknologi ini dimungkinkan untuk dapat diakses oleh user yang menggunakan sistem yang berbeda serta memungkinkan penerapan dan pengembangan ke XBRL (extensible business reporting language) yang merupakan bahasa untuk menterjemahkan bentuk report yang diterima dan selanjutnya akan disesuaikan dengan bentuk dan format laporan yang user butuhkan melalui XBRL. 4. Format Konversi Laporan pada saat ini lebih banyak menggunakan konversi dari XML ke PDF;

12

5. Expandable, akan membuka kemungkinan untuk dapat terus dikembangkannya sistem database baik dari sisi aplikasi yang digunakan ataupun pihak yang akan menggunakan jika ada kebutuhan baru; 6. Security / keamanan, dapat dilakukan dengan beberapa langkah demi terjaminnya keamanan sirkulasi data seperti mengubah password yang kita input menjadi bahasa mesin (encrypted password), kemudian setiap user diberi jenjang tingkat yang berbeda dengan menggunakan password yang berbeda pula dengan tingkatan multi level approval, validation number dan keamanan dilevel jaringan dengan menggunakan firewall, dan Internet Protocol Service yaitu memberi penomoran IP berbeda untuk setiap jenis server; Karakteristik web based untuk user khusus (Emiten, penerima, pengelola dan masyarakat umum termasuk investor): 1. Bentuk tampilan untuk form penginputan data juga bentuk laporan / output hasil keluaran dari sistem database yang lebih memudahkan user menggunakan aplikasi database tersebut (user-friendly) 2. Penerapan hirarki dari sisi struktur organisasi bagi pengirim, penerima, pengawas dan pengelola data yang berjenjang untuk menjamin keabsahan data dan informasi yang akan disampaikan; 3. Multi Notifikasi yang digunakan untuk menentukan sukses tidaknya pengiriman data, melalui aplikasi berupa pesan kesalahan, email, SMS, RSS (Really Simple Syndication) Feed yang menggunakan peralatan lainnya untuk menerima pesan seperti pager dan blackberry; 4. Multi Stages Approval merupakan proses berjenjang dalam pembuatan dokumen /

13

laporan mulai dari level user yang menginput data (maker), user yang khusus mengecek hasil dari penginput data (checer), dan user yang berwenang untuk mengirimkan data ke pihak penerima setelah menjalani tahap input dan pengecekan (approover); 5. Multi File Attachment, adalah pembatasan kapasitas data dalam pengiriman yang berbentuk lampiran (misal: maksimal 10 Mb / attachment) 6. Administrasi Person In-Charge (PIC) adalah untuk mengelola alokasi penanggungjawab setiap data, delegasi dari satu PIC ke PIC yang lain, dan delegasi dari pengawasan pelaksanaan dari suatu group PIC; Karakteristik web based untuk user penerima dan pengelola data : 1. Disain sistem berbasis data warehouse, yang merupakan database terpusat untuk mengambil, mengumpulkan, mempersiapkan, dan menyediakan data untuk user atau aplikasi yang membutuhkan yang bersifat read-only, untuk pelaporan, analisa informasi dan pengambilan keputusan. 2. Business intelligence, adalah sebuah proses untuk melakukan pengolahan datadata operasional perusahaan dan mengumpulkan dalam data warehouse dalam masa pengelolaan data dapat dilakukan tranformasi dengan menerapkan berbagai formula, maupun validasi sehingga didapat data yang sesuai dengan kepentingan analisis bisnis sebagai penunjang data dalam pengambilan keputusan. 3. On-line Analytical Processing (OLAP) merupakan aplikasi khusus untuk menerapkan pengumpulan data, juga pengelompokan dan pengolahan data/trend analisis sebagai penunjang Business intelligence.

14

4. Query Builder adalah program khusus untuk menghasilkan bentuk report yang memungkinkan pengembangan atau fleksibilitas tampilan data sesuai kebutuhan bisnis; 5. Responsd Track Record, adalah merupakan catatan berisi tanggapan dan tindak lanjut secara kronologis dari setiap aktifitas yang dilakukan terhadap sistem database Emiten; 6. Form Status, setiap form yang akan dikembangkan sebaiknya memiliki status yang dapat dirubah sesuai kebutuhan (ditunda, ditindaklanjuti atau abaikan); 7. Adanya Undang-undang dari Pemerintah, Peraturan Bapepam-LK dan Bursa untuk mengakomodir penyampaian laporan elektronik secara penuh dan sah di badan hukum (tidak lagi diperlukan penyampaian dokumen dalam bentuk fisik) Dari penjabaran dan keterangan diatas maka dapat ditarik kesimpulan jika menggunakan sistem database Emiten yang berbasis web: Keuntungan Bagi Emiten : 1. Emiten dapat menyampaikan pelaporan secara elektronik kepada pengawas sesuai dengan jenis pelaporan yang telah ditentukan 2. Komunikasi dua arah dapat langsung digunakan dengan penyampaian surat secara elektronik. Keuntungan Bagi Pengawas : 1. Real time report monitoring, pengawas dapat melakukan fungsi monitoring dan penelahaan secara lebih cepat dan tepat atas pelaporan dari Emiten; 2. Real time database updating, pengawas dapat menampilkan pelaporan elektronik

15

Emiten secara langsung (tanpa re-input) melalui website untuk mengurangi kesalahan jika dilakukan re-input. 3. Real time data summarizing; 4. Real time announcement processing; 5. Pengawas dapat menyampaikan surat secara elektronik kepada Emiten; Keuntungan Bagi Investor dan Masyarakat Umum 1. Informasi yang diperoleh lebih updating; 2. Penilaian untuk memilih Emiten dapat dilakukan sebelum berinvestasi.

16

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
III.1. Studi Pustaka Studi kepustakaan dilakukan dengan melakukan kajian terhadap tulisantulisan yang ada terkait dengan penyusunan database dan hal-hal yang terkait dengan penggunaannya yang meliputi landasan teori serta implementasinya beserta kendala-kendala yang mungkin dihadapi. III.2. Kuesioner Kuesioner disusun dengan cara membuat serangkaian pertanyaan dengan pilihan jawaban yang diharapkan mampu mengakomodasi kemungkinan yang diketahui atau diharapkan oleh responden. Pihak yang menjadi responden atas kuesioner yang dibuat adalah pegawai di lingkungan Bapepam-LK, yang meliputi seluruh pegawai di Biro PKP sektor Jasa dan Biro PKP Sektor Riil serta pegawai lain yang mewakili biro lain yang berkepentingan, yaitu Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan, Biro Transaksi dan Lembaga Efek, Biro Pemeriksaan dan Penyidikan, Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum, Biro Pengelolaan Investasi serta Biro Riset dan Teknologi. III.3. Searching dan browsing untuk mengetahui common practice pada otoritas pasar modal di negara lain. Selain melalui studi kepustakaan, kuesioner dan studi banding, juga dilakukan searcing dan browsing untuk melihat international best practice

17

dalam penyusunan database serta tampilan dan isi database Emiten dan Perusahaan Publik pada website otoritas Pasar Modal negara lain, seperti Amerika Serikat, Australia dan Kanada.

18

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

IV.1. Hasil Penelitian Bapepam-LK sebagai suatu organisasi tidak bisa dilepaskan

eksistensinya dengan teknologi informasi. Berbagai informasi strategis, taktis, dan operasional harus didasarkan pada informasi yang relevan dan andal atas sumber-sumber daya yang dimilikinya. Sumber informasi yang andal, kualitas informasi yang baik, dan pengolahan informasi dengan teknologi informasi akan menghasilkan informasi yang andal dan tepat bagi pimpinan dalam pengambilan keputusan. Sumber data yang salah dan proses pengolahan data yang salah akan menghasilkan informasi yang bias, sehingga akan berdampak salah terhadap kebijakan yang diambil pimpinan. Tanpa sistem informasi, sebuah organisasi bagaikan kapal tanpa navigasi. Berangkat dari pemahaman tersebut dan untuk mengantisipasi perkembangan yang ada, Bapepam-LK telah melakukan beberapa kajian dan penerapan dalam mengembangkan teknologi informasi yang dapat menunjang perkembangan Pasar Modal Indonesia dan Lembaga Keuangan Non Bank. Tujuan utama dilakukannya hal tersebut adalah untuk mencapai tingkat pelayanan kepada publik yang mampu memenuhi prinsip-prinsip keterbukaan (disclosure) dan good coroporate governance (tata kelola perusahaan yang baik).

19

Salah satu bentuk pemanfaatan sistem teknologi yang telah diterapkan oleh Bapepam-LK dipergunakannya sarana internet (website) dalam penyebaran informasi yang berkaitan dengan aktivitas pangawasan pasar

modal dan lembaga keuangan oleh Bapepam-LK. Beragam informasi telah disajikan, salah satunya adalah informasi tentang Emiten dan perusahaan publik yang telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK, dimana masyarakat umum dan investor dapat mengaksesnya secara mudah dan gratis. Database Emiten dan perusahaan publik ini telah dikembangkan oleh Bapepam-LK pada tahun 2004 yang lalu, namun hingga kini pemanfaatannya kurang optimal. Hal ini disebabkan banyaknya informasi-informasi yang dibutuhkan dalam meneyelesaikan pekerjaan sehari-hari maupun data-data yang diperlukan oleh masyarakat maupun investor belum tersedia pada sistem informasi tersebut. IV.1.1. Database Emiten dan Perusahaan Publik Bapepam-LK. Database Emiten dan perusahaan publik dikembangkan dalam bentuk Web-based Application dengan menggunakan bahasa pemrograman ASPNET dan JavaScript, serta menggunakan SQL server 2000 sebagai databasenya. Database ini memuat data-data company profile Emiten dan perusahaan publik yang telah mendapat pernyataan efektif dari Bapepam-LK. Adapun isi dari database tersebut adalah sebagai berikut: 1. Informasi umum Emiten terdiri dari: a. Jenis Industri, Kode Emiten, Nama Emiten, bidang usaha, tanggal IPO dan website Emiten.

20

b. Corporate Secretary yang terdiri dari nama, telepon dan email dari corporate secretary. c. Sejarah Pendirian. d. Laporan-laporan terbaru, informasi ini memuat keterbukaan informasi yang disampaikan Emiten kepada Bapepam-LK. e. Alamat Emiten, baik itu kantor pusat, kantor cabang dan pabrik, yang terdiri dari alamat, kota-propinsi, negera, telepon, faksimili dan email. 2. Pemegang saham yang terdiri dari: a. Modal dasar b. Modal ditempatkan c. Nama pemgang saham d. Jumlah saham e. Nilai mominal f. Total g. Persentase h. Jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh i. Treasury stock j. Modal dalam portepel 3. Komisaris dan Direksi yang terdiri dari:

21

a. Nomor dan tanggal Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pengangkatan Komisaris dan Direksi. b. Jabatan dan Nama. c. Apakah Komisaris dan Direksi merupakan pemegang saham dalam Perusahaan. 4. Komite Audit yang terdiri dari nama dan jabatan serta nomor dan tanggal keputusan RUPS pengangkatan Komite Audit. 5. Sejarah Emisi yang memuat informasi tentang tipe emisi (saham atau obligasi), sub tipe emisi, nama emisi, jumlah saham yang ditawarkan, tanggal efektif, harga penawaran, nilai nominal, lembaga profesi penunjang (penjamin emisi, notaris, penilai, Wali Amanat, pemeringkat, Biro Administrasi Efek, Akuntan Publik, Konsultan Hukum), informasi tentang waran, penggunaan dana dan tanggal-tanggal penting berkaitan dengan proses emisi. 6. Pencatatan saham, memuat informasi tentang sejarah pencatatan saham yang telah dilakukan oleh perusahaan baik itu penawaran umum perdana atau Initial Public offerring (IPO), penawaran umum saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (right issue), obligasi, pemecahan nilai nominal (stock split) dan ESOP. 7. Sejarah Pelaporan, Informasi ini memuat seluruh keterbukaan informasi yang wajib disampaikan Emiten kepada Bapepam-LK yang memuat antara lain Nomor, tanggal surat, klasifikasi, perihal keterangan dan file dokumen yang dapat di upload.

22

8. RUPS, informasi ini memuat informasi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) maupun Rapat Umum Pemeganga Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang terdiri dari Nomor Surat, Akte Notaris, tanggal RUPS, Keterangan, Hasil Keputusan RUPST/RUPSLB dan file upload. 9. Sanksi, Informasi ini memuat tentang sanksi yang pernah dikenakan Bapepam-LK kepada Emiten, namun informasi ini bukan merupakan informasi publik. Tampilan Database Emiten dan Perusahaan Publik Gambar 1 Tampilan Awal Database Bapepam-LK

23

Gambar 2 Tampilan hasil pencarian seluruh Emiten dan Perusahaan Publik.

24

Gambar 3 Tampilan Data Umum dan Sejarah Pendirian

Gambar 4 Tampilan kantor Pusat dan Pabrik

25

Gambar 5 Tampilan Pemegang saham

Gambar 6 Tampilan Komisaris dan Direksi

26

Gambar 7 Tampilan sejarah emisi perusahaan

Gambar 8 Tampilan sejarah pencatatan

27

Gambar 9 Tampilan sejarah Pelaporan

Pengisian dan Update Database Emiten dan Perusahaan Publik Secara umum, seluruh database yang dimiliki oleh Bapepam-LK diisi oleh masing-masing staff atau pejabat pada biro yang terkait. Agar dapat mengakses database, setiap pemakai (user) akan diberikan username dan password oleh administrator. Pengisian database tersebut dapat dilakukan dimana saja di lingkungan Bapepam-LK sepanjang komputer tersebut terhubung dengan jaringan komputer (local area network). Sistem akan mencatat setiap aktivitas (perubahan maupun penambahan) yang dilakukan user pada database tersebut pada suatu file dengan ekstension log. Sehingga

28

diharapkan seluruh user mengisi data dan melakukan update data dengan data-data yang benar dan akurat. Disamping itu setiap perubahan yang dilakukan pada database, maka data-data lama (historical data) masih dapat ditampilkan, sehingga pengguna dabase dapat dengan mudah membandingkan data terkini dengan data sebelumnya. Konfigurasi Jaringan (Local Area Network) Bapepam-LK Secara sederhana Local Area Network Bapepam-LK dapat digambarkan sebagai berikut:
Web Server

Database Bapepam
Server Server

Participants

Main Main Backup

Swicthing

internet
Web Server

Firewall

L A N

Firewall

User Bapepam-LK
Backup

Gambar 10 Local Area Network Bapepam-LK Server maupun komputer-komputer yang ada dalam jaringan Bapepam-LK sudah dilindungi oleh firewall yang berlapis. Firewall ini diibaratkan benteng untuk mempertahankan diri terhadap serangan pihak luar, sehingga pihak luar atau pihak

29

yang tidak berkepentingan tidak dengan mudah dapat mengakses database yang dimiliki oleh Bapepam-LK. IV.1.2. Database Emiten dan Perusahaan Publik Amerika Serikat Otoritas pasar modal Amerika Serikat, Securities and Exchange Commission (SEC) memiliki sistem database yang disebut dengan EDGAR (the Electronic Data Gathering, Analysis, and Retrieval system). EDGAR menyajikan kumpulan data yang diisi dan dikumpulkan oleh perusahaanperusahaan dan profesi penunjang pasar modal yang diatur dalam SEC. Secara legal, penerapan EDGAR ditetapkan dalam Peraturan S-T. Penggunaan database EDGAR dimulai sejak awal 1993. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan efisiensi dan kewajaran dalam aktivitas pasar modal demi keuntungan investor, Emiten dan ekonomi dengan meningkatkan kecepatan perolehan, distribusi dan analisa informasi pelaku pasar modal. Sistem ini juga memberikan keuntungan kepada pengisi database yang notabene adalah perusahaan-perusahaan yang terdaftar di SEC, antara lain mempercepat proses pengolahan data SEC dan menjadikan informasi perusahaan dan keuangan tersedia bagi masyarakat dengan cepat. Selanjutnya, hal ini akan berdampak terhadap peningkatan partisipasi investor dan pelaku pasar modal lainnya sebagai penerima dan pengguna informasi.

30

Untuk meningkatkan kualitas EDGAR, pada tahun 2006 SEC menandatangani kontrak dengan beberapa institusi yang bergerak dalam bidang teknologi informasi, yaitu : - Keane Federal System Inc, yang akan memodernisasikan system EDGAR (system baru akan menggunakan teknologi interaktif seperti XBRL (eXtensible Business Reporting Language)) dan XML (eXtensible Markup Language) yang memfasilitasi pengisi data untuk memasukkan data yang bersifat machine-readable sehingga komputer dapat mengambil data yang diinginkan) ; - XBRL US Inc, yang akan melengkapi “taxonomies” XBRL; - Rivet Software Inc dan Wall Street on Demand, yang akan menyediakan alat interaktif bagi investor yang dapat digunakan untuk menganalisa laporan keuangan dalam format XBRL. Cara Menggunakan EDGAR Untuk menggunakan EDGAR secara efektif, pencari data perlu mengetahui kategori informasi yang ada dalam arsip SEC dan perlu memahami cara pencarian yang paling tepat. Selanjutnya, pencari data juga perlu memahami keterbatasan pencarian data EDGAR. Secara garis besar terdapat dua cara untuk mencari informasi dalam EDGAR: 1. Pencarian Data Umum (General-Purpose Searches) Pencarian data ini lebih efisien digunakan dalam pencarian data jika pencari data sudah mengetahui nama Emiten yang ingin dituju. Dalam ikon “Search

31

Companies and Filings”, pencari data memasukkan nama Emiten atau nomor CIK nya. CIK adalah nomor khusus yang diberikan SEC kepada setiap pengisi data yang melakukan keterbukaan informasi melalui SEC. Pencari data juga dapat mencari data berdasarkan perusahaan yang berada dalam negara bagian tertentu. Jika telah berhasil mendapatkan perusahaan yang dimaksud, hasil Pencarian dapat dipersempit dengan memasukkan batas waktu yang dicari (misal, “Prior to 2002-01-01) atau berdasarkan tipe formulir (misal, “10-K”) 2. Pencarian Data Khusus (Special-Purpose Searches) Pencarian khusus menyediakan fasilitas pencarian data antara lain : EDGAR Full-Text Search EDGAR CIK (Central Index Key) Analisa Kejadian Penting Terkini Prospektus Produk Asuransi Kumpulan Pengumuman SEC

Hasil dari pencarian EDGAR akan ditampilkan mulai dari arsip yang terkini diisi oleh pengisi data. EDGAR mengidentifikasikan setiap arsip dalam bentuk formulir dimana setiap keterbukaan informasi mempunyai tipe dan nomor formulir tersendiri, misalnya Laporan Keuangan Tahunan disimpan dalam arsip Form 10-K. Dalam hal terdapat perubahan informasi, tipe formulir tersebut ditandai dengan tanda amandemen dibelakang nomor formulir (“/A”).

32

Berikut contoh tampilan awal pencarian data umum Emiten. Dalam contoh ini digunakan pencarian berdasarkan nama perusahaan “General Motor” dimana pencari data menggunakan Search Company Filings. Gambar 11 Tampilan Awal Sistem Database EDGAR

Selanjutnya, EDGAR akan menampilkan perusahaan-perusahaan yang bernama “General Motor” yang disajikan bersama CIK dan tempat negara bagian perusahaan tersebut berada.

33

Gambar 12 Tampilan Perusahaan hasil Search Company Filings 1

Jika pencari data mencari perusahaan “General Motor Corp” maka EDGAR akan menampilkan arsip-arsip yang telah diisi dan disampaikan oleh perusahaan tersebut. Dalam contoh berikut, ditampilkan tipe arsip, format dan tanggal arsip tersebut disampaikan dimana pencari data dapat mengklik informasi yang diinginkan.

34

Gambar 13 Tampilan Perusahaan hasil Search Company Filings 2

Contoh Tampilan Data EDGAR Informasi-informasi yang biasa diminta oleh pencari data adalah sebagai berikut : Laporan Keuangan • Form 10-Q (Laporan Keuangan triwulanan unaudited), contoh Form 10-Q sebagai berikut :

35

Gambar 14 Tampilan Form 10-Q

Gambar 15 Tampilan Laporan Keuangan

36

• -

Form 10-K (Laporan Keuangan Tahunan audited)

Executive Compensation • • Schedule 14A (annual proxy statement) Form 8 ( informasi perusahaan terkini), contoh Form 8 adalah sebagai berikut : Gambar 16 Tampilan Form 8

37

-

Insider Transactions dan Beneficial Ownership Interest • • Form 3 (initial statement of beneficial ownership) Form 4 (statement of changes in beneficial ownership), contoh Form 4 sebagai berikut :

38

Gambar 17 Tampilan Form 4

39

-

RUPS Merger dan Akuisisi IPO Pailit

Keterbatasan EDGAR Ada beberapa keterbatasan pencarian dalam EDGAR, diantaranya : Tidak dapat membandingkan keterbukaan informasi pada arsip tertentu, meskipun arsip diisi oleh perusahaan yang sama. EDGAR tidak memberikan fasilitas notifikasi atau pemberitahuan bahwa arsip tertentu telah diperbaiki atau diamandemen dengan kata lain pengisi data yang berinitiatif memperbaiki data dalam form yang khusus digunakan untuk perbaikan data. Sebelum 22 Mei 2006, EDGAR tidak mengidentifikasikan bahwa suatu pernyataan pendaftaran telah efektif. EDGAR tidak menyediakan informasi mengenai jumlah perusahaan terbuka dan jumlah Emiten yang listed di bursa tertentu. EDGAR tidak dapat menyajikan tipe sekuritas tertentu.

IV.1.3. Database Emiten dan Perusahaan Publik Australia ASIC (Australian Securities and Investments Commission) sebagai regulator pasar modal dan investasi Australia mengatur database Emitennya pada sistem ASIC berupa ASIC Searches and Lodgements

(www.search.asic.gov.au). Sedangkan untuk pencarian database Emiten, ASIC terintegrasi dengan fasilitas katalog nasional Australia yang terdapat pada FIDO–financial tips and safety checks (www.fido.gov.au).

40

Untuk proses penginputan dilakukan oleh masing–masing Emiten untuk dokumen yang diwajibkan oleh ASIC. Pada database ASIC (ASIC Searches and Lodgements), informasi yang didapatkan secara gratis bersifat informasi umum, mencakup nama perusahaan, nomor daftar perusahaan dan nomor daftar usaha, tipe kegiatan usaha, tanggal pendaftaran perusahaan, tanggal pemeriksaan yang akan dilakukan terhadap perusahaan, status, alamat kantor dan yuridiksi hukum yang berlaku. Akan tetapi diluar informasi

tersebut, dokumen hanya dapat diperoleh dengan melakukan pembelian dari pihak yang diotorisasi oleh ASIC. Data yang dapat ditampilkan melalui National Names Index berupa: 1. Nomor registrasi perusahaan. 2. Status terkini perusahaan, yakni terdaftar atau tidak sedang terdaftar (deregistered). 3. Tanggal tidak sedang terdaftar (jika ada). 4. Alamat kantor perusahaan. 5. Daftar dokumen yang pernah disampaikan terhitung sejak 1 January 1991. 6. Yuridiksi hukum yang berlaku sesuai bentuk hukum perusahaan.

41

Gambar 18 Tampilan Sistem Database ASIC Searches and Lodgements

42

Gambar 19 Tampilan pencarian FIDO

Adapun proses pencarian bisa dilakukan melalui 3 pilihan skema: 1. Nomor perusahaan; baik untuk nomor registrasi perusahaan, nomor pokok wajib pajak, dan nomor pendaftaran lain yang diatur di Australia. 2. Nama perusahaan, yang dapat dilakukan pencarian pada 4 kategori. 3. Domisili perusahaan. Selain itu pula database Emiten ASIC dilengkapi fasilitas: 1. Pencarian umum melalui search dengan mengetikan nama perusahaan yang dicari. 2. Pendeteksian perubahan Company profile melalui email yang ditawarkan secara gratis. 3. Jalur akses ke ASX (Australian Stock Exchange) website. 4. Akses ke penyedia informasi atau Pusat Pelayanan ASIC dengan melakukan pembelian untuk informasi detail perusahaan yang telah diolah.

43

Hasil pencarian yang didapatkan berupa semua dokumen yang dipersyaratkan untuk disampaikan kepada ASIC.

IV.1.4. Database Emiten dan Perusahaan Publik Kanada SEDAR (The System for Electronic Document Analysis and Retrieval) merupakan sistem database elektronik yang berkaitan dengan seluruh informasi yang berkaitan dengan The Canadian Securities Regulatory Authorities. Sistim ini diluncurkan pada tanggal 1 Januari 1997. Dan khusus untuk Perusahaan Publik, wajib menyampaikan laporan dalam bentuk elektronik melalui SEDAR. Selanjutnya dalam operasionalisasi SEDAR dilakukan oleh CDS Inc. Anak perusahaan dari Canadian Depository for Securities Limited ("CDS Limited"). Disamping itu, secara legal penerapan SEDAR ditetapkan dalam Peraturan 13-101. SEDAR memiliki beberapa fasilitas antara lain: 1. Pernyataan Pendaftaran secara elektronik dan keterbukaan informasi berikut dengan fee yang ditetapkan. 2. Tanggapan publik atas Pernyataan Pendaftaran yang sedang berlangsung. 3. Komunikasi elektronik dengan electronic filers, filing agents dan the securities regulatory authorities. Mekanisme Alur Data SEDAR SEDAR mewajibkan setiap Perusahaan Publik untuk menyampaikan data secara elektronik melalui aplikasi dalam SEDAR yang sudah disediakan. Dalam prakteknya alur data dapat dipisahkan menjadi dua, yaitu:

44

1. Pertama adalah data yang memerlukan penelaahan: data tersebut masuk dalam sistim SEDAR yang masih bersifat rahasia dan belum dapat diakses oleh publik. Setelah melalui proses review data tersebut dipisahkan mana yang dapat dipublikasikan melalui SEDAR atau tidak. 2. Kedua adalah data yang tidak memerlukan penelaahan: data yang termasuk dalam katagori kedua setelah masuk kedalam sistim SEDAR langsung dapat diakses oleh publik. Data-data yang termasuk dalam katagaori ini antara lain adalah data yang bersifat continues disclosure seperti laporan keuangan, laporan tahunan, RUPS dan press release. Setiap tambahan informasi yang masuk dalam sistim SEDAR selanjutnya akan dimuat dalam profile dari masing-masing Perusahaan. Profil tersebut dapat pula di updtae setiap saat. Penanggung jawab dari manajemen data dalam SEDAR tersebut adalah CDS Inc. Database SEDAR Secara umum database Perusahaan Publik yang tersedia melalui SEDAR dikelompokkan menjadi dua. Pertama adalah database berdasarkan kelompok data yang kita cari. Dalam pencarian tersedia beberapa pilihan yang harus kita isi, yaitu: • • • • Berdasarkan perusahaan Berdasarkan industri Berdasarkan jenis dokumen Berdasarkan tahun

45

Adapun jenis dokumen yang tersedia dalam kelompok data tersebut antara lain: • • • • • • • • • Laporan tahunan Surat edaran Direksi Disclosure untuk perusahaan gas dan minyak Laporan keuanagan Transaksi material Press release Prospektus Take over Analisa manajemen, dll

46

Gambar 20 Contoh Tampilan Pencarian Database SEDAR

Dari beberapa pilihan tersebut, pengakses data dapat memasukkan pada salah satu pilihan atau untuk data yang lebih spesifik dapat berupa beberapa pilihan secara sekaligus. Adapun tampilan dari data tersebut dapat diurutkan berdasarkan nama perusahaan, jenis data, atau tanggal penyampaian data. Yang kedua adalah data berupa profil perusahaan. Dalam profil Perusahaan berisi antara lain: • Nama perusahaan Publik

• Alamat (kantor pusat dan alamat surat) • Contact Name • Alamat e-mail

47

• Nomor Telepon • Klasifikasi Industri • Bursa tempat pencatatan • Auditor • Laporan keterbukaan informasi berdasarkan kronologis waktu • BAE • Nilai emisi • Simbol saham Gambar 21 Tampilan Profil Perusahaan

48

IV.1.5 Hasil Kuesioner Dalam Sub bab ini khusus dibahas tentang hasil kuesioner yang telah dibagikan oleh Tim di Biro-biro di lingkungan Bapepam-LK. Adapun informasi yang diharapkan dapat diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner tersebut, antara lain adalah : a. Untuk mengetahui sejauh mana responden mengetahui keberadaan database yang sudah ada di Website Bapepam-LK (Core system) dan bagaimana responnya. b. Untuk mengetahui informasi mengenai data apa yang paling sering/ banyak diakses oleh responden dan data apa saja yang seharusnya tersedia di database. c. Untuk mengetahui tampilan database/fitur seperti apa yang diharapkan oleh responden.

49

d. Untuk mengetahui hambatan-hambatan apa yang dihadapi oleh responden dalam penginputan database. 2. Profil Responden a. Dalam penelitian database Emiten dan Perusahaan Publik ini, Tim membagikan kuesioner kepada 110 responden, yang berasal dari Biro-Biro di lingkungan Bapepam-LK, diantaranya Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa (PKP SJ) sebanyak 34 responden, Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil (PKP SR) sebanyak 27 responden. Sedangkan Biro-Biro lain yaitu Biro Transaksi dan Lembaga Efek (TLE), Biro Riset dan Teknologi Informasi (RISTI), Biro Pengelolaan Investasi (PI), Biro Perundang-Undangan dan Bantuan Hukum (PBH), Biro Pemeriksaan dan Penyidikan (PP), Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan (SAK), masing-masing sebanyak 6 Responden yang terdiri 2 Kabag, 2 Kasubag dan 2 Staf. b. Pemilihan responden tersebut dipilih berdasarkan pada pertimbangan bahwa responden-responden tersebut terutama di Biro PKP SJ dan PKP SR sangat berkepentingan dengan keberadaan database tersebut. Hasil kuesioner secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran. c. Data yang diperlukan untuk penelitian ini berasal dari jawaban dan tanggapan atas kuesioner yang telah didistribusikan dan dikembalikan oleh responden tersebut dari tanggal 2 Agustus 2007 sampai dengan tanggal 7 Agustus 2007. Dari seluruh jumlah kuesioner yang telah didistribusikan kepada responden sebanyak 97 kuesioner tersebut, jumlah kuesioner yang

50

dikembalikan oleh responden adalah sebanyak 74 kuesioner atau sebesar 76,29% dengan perincian sebagai berikut : Tabel 1 Rincian Responden Berdasarkan Biro No Responden Kuesioner % kuesioner yang dikembalikan

Distribusi Kembali Tidak kembali A. B. C. D. E. F. G. H. Biro PKP SJ Biro PKP SR Biro TLE Biro RISTI Biro PI Biro SAK Biro PP Biro PBH Jumlah 34 27 6 6 6 6 6 6 97 27 24 2 5 4 4 4 4 74 7 3 4 1 2 2 2 2 36 79,41 88,89 33,33 83,33 66,67 66,67 66,67 66,67 76,29

IV.2. Analisis IV.2.1. Persyaratan Minimal Database Emiten dan Perusahaan Publik Sistem database sebagai sebuah sub sistem dari suatu sistem informasi menjadi bagian yang sangat menentukan dalam proses penyediaan informasi yang handal, terpercaya, dan tepat waktu guna pengambilan keputusan. Sistem database menjadi sangat penting karena di sinilah seluruh data disimpan dan dikelola. Keberhasilan mengelola sistem ini akan menjamin dan

mempermudah pasokan data bagi sub sistem lainnya dalam suatu sistem

51

informasi, seperti sistem analisis data dan sistem penunjang pengambilan keputusan. Pada Bab II telah diuraikan bahwa secara umum terdapat 2 (dua) jenis sistem database aplikasi, yaitu : Client Server yang merupakan sistem database tertutup dengan memanfaatkan Local Area Network (LAN) atau Wide Area Network (WAN) dan Web Based yang terbuka dan dapat diakses oleh siapapun dan dimanapun karena memanfaatkan jaringan internet. Mengingat Pasar Modal melibatkan banyak pihak yang tersebar di seluruh dunia, maka sistem database yang berbasis internet (Web Based Database System) menjadi sebuah pilihan yang tepat. Dengan memanfaatkan jaringan internet, sistem database dapat diakses oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun sehingga sangat memudahkan dan efisien. Selain itu, terdapat keuntungan lainnya antara lain : tidak perlu meng-install aplikasi database pada komputer pengguna (client), kesalahan data dapat diminimalisir karena tidak memerlukan re-input oleh pengelola data, dan data dan informasi lebih cepat ter-up date jika terjadi peng-input-an data baru. Namun, kerugian akibat menggunakan jaringan internet juga harus diantisipasi. Kerugian tersebut antara lain : lebih mudah terserang virus dan hacker yang dapat merusak sistem, diperlukan biaya tambahan karena membutuhkan software dan hardware untuk keamanan jaringan, dan biaya koneksi jaringan seperti biaya telepon atau provider jaringan.

52

Untuk membuat sebuah sistem database menjadi sistem yang handal, terpercaya, tepat waktu, dan mudah digunakan, sekurang-kurangnya sistem tersebut harus memenuhi 5 (lima) persyaratan yaitu : • • • • • Keamanan Data Kualitas Data (relevan, akurat, timeline/tepat waktu) Kemudahan Akses Kemudahan Pengolahan Data Dapat Dikembangkan (Expandable)

1. Keamanan Data Sistem database harus dapat menjamin bahwa seluruh data yang tersimpan tidak hilang atau rusak dan tidak dapat diubah-ubah kecuali oleh pihak yang berwenang. Persyaratan ini harus dipenuhi agar sistem database dapat diandalkan dan digunakan dalam jangka waktu yang lama. Untuk menjamin keamanan data, sebuah sistem database harus mempunyai : a. Multi Level User dalam mengakses database Idealnya setiap orang dapat mengakses database baik sebagai penginput atau pengguna output dari database. Namun, dalam rangka menjamin keamanan data, kemudahan akses tersebut harus dibatasi sesuai dengan tingkat kewenangan para pihak tersebut. Untuk itu, sistem database harus mempunyai fasilitas Password sebagai sarana membatasi pengguna (user) dalam mengakses database.

53

Selain itu, sistem database harus didesain sedemikian rupa sehingga memungkinkan adanya perbedaan peran (role) para pihak yang sebanding dengan cakupan akses dan tanggung jawab berdasarkan peran tersebut. Sekurang-kurangnya terdapat 4 (empat) jenjang user berdasarkan role-nya, yaitu : Administrator yang bertanggung jawab atas keseluruhan sistem, Approver atau Supervisor sebagai pihak yang bertanggung jawab memberikan persetujuan dan pengawasan dalam proses penginputan, Checker yang bertugas mengecek ulang hasil penginputan, dan Operator atau Input Maker yang bertugas menginput data berdasarkan informasi atau dokumen yang tersedia. b. Administrasi Penanggung Jawab (Person In-Charge/PIC) Yang juga penting untuk dilaksanakan adalah pengadministrasian para pihak yang menjadi PIC dalam pengelolaan alokasi penanggung jawab setiap data, pendelegasian peran dari PIC satu ke PIC lainnya, dan pendelegasian tanggung jawab pengawasan atas suatu grup PIC. Hal ini untuk menjamin bahwa setiap data yang di-input dapat dipertanggungjawabkan dan ada penanggungjawabnya. Dalam pengadministrasion PIC, fasilitas validation number pada sistem database sangat diperlukan untuk memudahkan pihak administrator atau auditor ketika menelusuri siapa yang bertanggung jawab atas suatu data. Untuk melengkapi validation number, sistem database juga memerlukan fasilitas Responds Track Record yang merupakan catatan yang berisi

54

tanggapan atau tindak lanjut secara kronologis dari setiap aktivitas yang dilaukan terhadap sistem database. c. Keamanan Jaringan Karena sistem database saat ini telah melibatkan banyak komputer yang terkoneksi melalui jaringan maka keamanan jaringan menjadi hal yang mutlak. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai macam fasilitas seperti firewall dan memberikan penomoran Internet Protocol (IP) Service yang berbeda untuk setiap jenis server. 2. Kualitas Data Tersedianya data yang valid, relevan, dan tepat waktu adalah salah satu tujuan dibuatnya sistem database. Untuk itu, paling tidak sistem database harus memenuhi hal-hal berikut : a. Hirarki Peng-input-an Data Adanya hirarki atau struktur dalam pengorganisasian penginputan data bagi pihak pengirim, penerima, pengawas dan pengelola data akan menjamin keabsahan data dan informasi yang disajikan. b. Multi Notifikasi Fasilitas ini adalah alat bantu bagi pihak pengirim atau peng-input data untuk mengetahui secara cepat apakah data yang dikirim telah sukses ter-input ke database. Selain itu, dengan fasilitas ini pihak pengelola database juga dapat mengirim pesan adanya kesalahan pada pengiriman data, sehingga pihak pengirim atau peng-input dapat dengan cepat membuat perbaikan.

55

c. Multi Stages Approval Selain adanya hirarki peng-inputan data, pada sistem database juga diperlukan penjenjangan persetujuan peng-inputan data. Hal ini untuk menjamin bahwa data yang di-input telah melalui beberapa lapis pengecekan sehingga dapat dipertanggungjawabkan. d. Standardisasi Data Dalam sisten database harus dibuat standardisasi data atau pendefinisian secara rinci data dalam batas yang tepat dan tegas (presisi). Pendefinisian ini penting untuk menjamin batas minimal data yang harus diinput berkaitan dengan suatu jenis informasi. Ketika membuat standar data, juga harus diperhatikan faktor integritas data (data integrity) sebagai sarana untuk meyakinkan bahwa nilai-nilai data dalam sistem database adalah benar, konsisten, dan selalu tersedia. e. Penggolongan Data Adanya klasifikasi data dan informasi akan membantu pengirim atau penginput ketika menyampaikan atau memasukkan data ke database. Di lain pihak, pihak pengguna data atau informasi akan mudah ketika mencari data yang mereka perlukan. 3. Kemudahan Akses Dengan memanfaatkan jaringan internet sebagai basis sistem database adalah cara yang tepat untuk memudahkan para pihak baik peng-input dan pengguna output dalam mengakses database dimanapun dan kapanpun.

56

Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan database adalah tampilan form peng-inputan dan form laporan atau output yang memudahkan user ketika menggunakan aplikasi tersebut (user friendly). Mengingat saat ini terdapat banyak sekali format data yang dihasilkan dari berbagai macam aplikasi, maka sistem database harus menggunakan teknologi yang mampu menerjemahkan sebanyak mungkin format data. Salah satu teknologi yang semakin luas digunakan saat ini adalah XML (Extensible Markup Language) yang merupakan bahasa komunikasi untuk pertukaran data dan informasi. Sistem database juga harus memperhatikan fleksibilitas data dalam rangka memberikan kemudahan dalam menampilkan kembali data dan menyajikannya dalam format yang berbeda-beda. Mengingat adanya keterbatasan kapasitas jaringan dan kecepatan kerja server, tentunya harus dibuat pembatasan besarnya file attachment yang dapat dikirim atau diinput. Sistem database juga harus memilih jenis format file attachment yang dapat memuat sebanyak mungkin data dengan kapasitas file yang kecil. Karena database digunakan banyak pihak, tentunya sistem database harus mampu membuat setiap data bersifat shareable atau dapat digunakan oleh user yang berbeda-beda. 4. Kemudahan Pengolahan Data Sistem database sebagai sebuah sub sistem dari sistem informasi harus mampu menyediakan data dan informasi yang siap diolah dengan menggunakan sistem lainnya. Untuk itu, format data dan teknologi yang digunakan dalam sistem database harus fleksibel, dalam arti data yang tersimpan dalam database harus

57

dapat dimanfaatkan oleh sistem lainnya yang menggunakan format dan teknologi yang berbeda. Saat ini, sedang dikembangkan teknologi XBRL (Extensible Business Reporting Language) yang merupakan bahasa untuk menerjemahkan bentuk report yang diterima dan selanjutnya disesuaikan dengan bentuk dan format laporan yang user butuhkan. Sistem database seharusnya dikembangkan dengan menggunakan teknologi tersebut. Dalam pembuatan sistem database, perlu ditambahkan fasilitas-fasilitas seperti : a. Business Intelegence, yaitu proses pengolahan data operasional perusahaan dan mengumpulkannya dalam data warehouse, kemudian men-

transformasikan data dengan menerapkan berbagai formula dan validasi sehingga diperoleh data yang sesuai dengan kepentingan analisis bisnis. b. On-line Analytical Processing (OLAP), yang merupakan aplikasi khusus untuk mengumpulkan data, mengelompokkannya, dan mengolah data/trend analisis sebagai penunjang business intelegence. c. Query Builder, adalah program khusus untuk menghasilkan bentuk report yang memungkinkan pengembangan tampilan data sesuai kebutuhan bisnis. 5. Dapat Dikembangkan (Expandable) Sebuah sistem database seharusnya dibuat dengan mempertimbangkan kemungkinan pengembangan lebih lanjut agar sesuai dengan perkembangan kebutuhan user dan teknologi terkini.

58

Yang penting diperhatikan dalam hal ini adalah bahwa pengembangan database tidak boleh mengubah substansi data yang tersimpan. Untuk itu, sistem database harus dibuat dengan memperhatikan independensi data dalam hal dimensi fisik dan dimensi logika. Independensi data dalam hal dimensi fisik pada dasarnya adalah bahwa deskripsi logika data (schema) tidak mengalami ketergantungan pada perubahanperubahan yang terjadi dalam teknik penyimpanan secara fisik, yang berarti caracara penyimpanan dan akses data pada database dapat diubah-ubah tanpa membutuhkan perubahan schema logika data. Secara dimensi logika, yang dimaksud dengan independensi data adalah walaupun kebutuhan user berubah-ubah terhadap data, tetapi hal itu tidak mengubah atau berdampak pada pandangan user terhadap database atau schema logikanya. IV.2.2. Perbandingan Database di Negara-negara Lain Seperti telah kita ketahui besama bahwa database Emiten dan perusahaan publik yang menyajikan informasi tentang Emiten dan perusahaan publik dimana masyarakat umum dan investor dapat mengaksesnya secara mudah dan gratis telah dikembangkan oleh Bapepam-LK pada tahun 2004 yang lalu, namun hingga kini pemanfaatannya kurang optimal. Hal ini disebabkan banyak informasi-informasi yang dibutuhkan dalam

menyelesaikan pekerjaan sehari-hari maupun data-data yang diperlukan oleh masyarakat maupun investor belum tersedia pada sistim informasi tersebut.

59

Dalam rangka memperoleh database yang optimal dan yang dapat mengakomodir kepentingan dan kebutuhan berbagai Pihak, baik untuk kebutuhan internal, dalam hal ini Bapepam-LK maupun untuk kebutuhan pihak luar yaitu Emiten ataupun mahasiswa yang melakukan penelitian ataupun menyusun tugas akhir dan pihak lain yang berkepentingan, maka diperlukan satu pengkajian terhadap database yang telah ada. Salah satu cara pengkajian tersebut adalah dengan membandingkan database kita dengan database dari Negara-negara lain yang mempunyai database yang lebih baik dan lebih maju. Perbandingan yang dilakukan melalui browsing internet sebagai bahan pengkajian telah dilakukan terhadap database yang ada di Amerika Serikat Australia, dan Kanada, termasuk database yang yang dimiliki oleh BapepamLK. Adapun hasil yang telah diperoleh sebagaimana telah diuraikan dalam Bab III adalah sebagai berikut: A. Bapepam-LK Database Emiten dan perusahaan publik telah dikembangkan oleh Bapepam-LK pada tahun 2004 yang lalu adalah merupakan bagian dari sistim e-Reporting Emiten yang saat ini sedang dikembangkan. Aplikasi dibuat dalam bentuk Web-based Application dengan menggunakan bahasa pemrograman ASPNET dan JavaScript, serta menggunakan SQL server 2000 sebagai databasenya. Database ini memuat data-data company profile Emiten dan perusahaan publik yang telah mendapat pernyataan efektif dari Bapepam-LK. Adapun isi dari database tersebut adalah sebagai berikut:

60

1. Informasi umum Emiten yang memuat garis besar informasi tentang profile dari Emiten. 2. Keterangan mengenai Pemegang saham Emiten. 3. Keterangan berkaitan dengan Komisaris dan Direksi. 4. Keterangan berkaitan Komite Audit. 5. Sejarah Emisi. 6. Pencatatan saham. 7. Sejarah Pelaporan. 8. Informasi tentang Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) maupun Rapat Umum Pemeganga Saham Luar Biasa (RUPSLB). 9. Sanksi yang pernah dikenakan Bapepam-LK kepada Emiten. Secara umum, pada awalnya seluruh database yang dimiliki oleh Bapepam-LK diisi oleh masing-masing staff atau pejabat pada biro yang terkait. Agar dapat mengakses database, setiap pemakai (user) akan diberikan username dan password oleh administrator. Pengisian database tersebut dapat dilakukan dimana saja di lingkungan Bapepam-LK sepanjang komputer tersebut terhubung dengan jaringan komputer (local area network). Sistim akan mencatat setiap aktivitas (perubahan maupun

penambahan) yang dilakukan user pada database tersebut pada suatu file dengan ekstension log. Sehingga diharapkan seluruh user mengisi data dan melakukan update data dengan data-data yang benar dan akurat.

61

Disamping itu setiap perubahan yang dilakukan pada database, maka datadata lama (historical data) masih dapat ditampilkan, sehingga pengguna dabase dapat dengan mudah membandingkan data terkini dengan data sebelumnya. Server maupun komputer-komputer yang ada dalam jaringan Bapepam-LK sudah dilindungi oleh firewall yang berlapis. Firewall ini diibaratkan benteng untuk mempertahankan diri terhadap serangan pihak luar, sehingga pihak luar atau pihak yang tidak berkepentingan tidak dengan mudah dapat mengakses database yang dimiliki oleh BapepamLK. Perlu diketahui bahwa untuk saat ini pengisian database Bapepam-LK sudah tidak dilakukan, mengingat tidak ada kewajiban bagi staff untuk melakukan pengisian maupun updating database yang telah ada. Hal ini menyebabkan database yang ada tidak akurat. Hal ini menyebabkan banyak informasi-informasi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari maupun data-data yang diperlukan oleh masyarakat maupun investor belum tersedia pada sistim informasi tersebut. B. Amerika Serikat Di Amerika Serikat database yang yang dikenal disebut dengan EDGAR (the Electronic Data Gathering, Analysis, and Retrieval system). EDGAR menyajikan kumpulan data yang diisi dan dikumpulkan oleh perusahaan-perusahaan dan profesi penunjang pasar modal yang di atur

62

dalam SEC. Secara legal penerapan EDGAR ditetapkan dalam Peraturan S-T. Penggunaan database EDGAR dimulai sejak awal 1993. Dengan adanya EDGAR proses pengolahan data Securities and Exchange Commission (SEC) mejadi lebih cepat dan informasi perusahaan dan keuangan tersedia bagi masyarakat dengan lebih cepat. Selanjutnya, hal ini akan berdampak terhadap peningkatan partisipasi investor dan pelaku pasar modal lainnya sebagai penerima dan pengguna informasi. Sama seperti halnya di Kanada pengisian database yang berkaitan dengan seluruh informasi mengenai perusahaan yang telah terdaftar di SEC adalah perusahaan-perusahaan yang terdaftar di SEC dan profesi penunjang pasar modal yang di atur dalam SEC. Selanjutnya perusahaanperusahaan tersebut bertanggungjawab atas semua informasi dan perubahan informasi yang telah mereka masukkan dalam database. Secara garis besar terdapat dua cara untuk mencari informasi dalam EDGAR yaitu : 1. Pencarian Data Umum (General-Purpose Searches) Pencarian data dengan cara ini dapat dilakukan dengan cara memasukkan nama perusahaan atau nomor CIK nya. CIK adalah nomor khusus yang diberikan SEC kepada setiap pengisi data yang melakukan keterbukaan informasi melalui SEC. Pencari data juga dapat mencari data berdasarkan perusahaan yang berada dalam negara bagian tertentu.

63

2. Pencarian Data Khusus (Special-Purpose Searches) Pencarian data dengan cara ini dapat dilakukan dengan cara memilih beberapa fasilitas pencarian data yang tersedia, fasilitas pencarian data dimaksud antara lain : - EDGAR Full-Text Search - EDGAR CIK (Central Index Key) - Analisa Kejadian Penting Terkini - Prospektus - Produk Asuransi - Kumpulan Pengumuman SEC Hasil dari pencarian EDGAR akan ditampilkan mulai dari arsip yang terkini diisi oleh pengisi data. EDGAR mengidentifikasikan setiap arsip dalam bentuk formulir dimana setiap keterbukaan

informasi mempunyai tipe dan nomor formulir tersendiri, misalnya Laporan Keuangan Tahunan disimpan dalam arsip Form 10-K. Dalam hal terdapat perubahan informasi, tipe formulir tersebut ditandai dengan tanda amandemen dibelakang nomor formulir (“/A”). C. Australia Di Australia database Emiten diatur pada sistem ASIC (Australian Securities and Investments Commission) berupa ASIC Searches and Lodgements (www.search.asic.gov.au) sebagai regulator pasar modal dan investasi Australia mengatur database Emitennya. Sedangkan untuk

64

pencarian database Emiten, ASIC terintegrasi dengan fasilitas katalog nasional Australia yang terdapat pada FIDO–financial tips and safety checks (www.fido.gov.au). Seperti halnya di Negara Kanada dan Amerika, proses pengisian data dilakukan oleh masing–masing Emiten. Setelah proses pengisian dilakukan, Emiten juga berkewajiban untuk melakukan updating sekaligus sebagai penanggungjawab terhadap data atau informasi yang telah mereka tampilkan pada database. Database ASIC (ASIC Searches and

Lodgements), menyediakan dua jenis informasi yang yang dapat diakses yaitu: 1. informasi yang didapatkan secara gratis bersifat informasi umum, mencakup nama perusahaan, nomor daftar perusahaan dan nomor daftar usaha, tipe kegiatan usaha, tanggal pendaftaran perusahaan, tanggal pemeriksaan yang akan dilakukan terhadap perusahaan, status, alamat kantor dan yuridiksi hukum yang berlaku. 2. informasi yang didapatkan dengan melakukan pembelian dari pihak yang diotorisasi oleh ASIC. Adapun proses pencarian bisa dilakukan melalui 3 pilihan skema: 1. Nomor perusahaan; baik untuk nomor registrasi perusahaan, nomor pokok wajib pajak, dan nomor pendaftaran lain yang diatur di Australia. 2. Nama perusahaan, yang dapat dilakukan pencarian pada 4 kategori.

65

3. Domisili perusahaan. Selain itu pula database Emiten ASIC dilengkapi fasilitas: 1. Pencarian umum melalui search dengan mengetikan nama perusahaan yang dicari. 2. Pendeteksian perubahan Company profile melalui email yang ditawarkan secara gratis. 3. Jalur akses ke ASX (Australian Stock Exchange) website. 4. Akses ke penyedia informasi atau Pusat Pelayanan ASIC dengan melakukan pembelian untuk informasi detail perusahaan yang telah diolah. Hasil pencarian yang didapatkan berupa semua dokumen yang dipersyaratkan untuk disampaikan kepada ASIC.

D. Kanada Di Kanada database yang dikenal disebut dengan SEDAR (The System for Electronic Document Analysis and Retrieval) yang merupakan sistim electronic database yang berkaitan dengan seluruh informasi yang berkaitan dengan The Canadian Securities Regulatory Authorities. Sistim ini diluncurkan pada tanggal 1 Januari 1997. Dengan adanya SEDAR ini maka Perusahaan Publik, diwajibkan untuk menyampaikan laporan dalam bentuk elektronik melalui SEDAR.

66

SEDAR dilakukan oleh CDS Inc. Anak perusahaan dari Canadian Depository for Securities Limited ("CDS Limited"), secara legal penerapan SEDAR ditetapkan dalam Peraturan 13-101. Adapun dimiliki SEDAR antara lain: 1. Pernyataan Pendaftaran secara elektronik dan keterbukaan informasi berikut dengan fee yang ditetapkan. 2. Tanggapan berlangsung. 3. Komunikasi elektronik dengan electronic filers, filing agents dan the securities regulatory authorities. Berbeda dengan database yang ada di Bapepam-LK yang proses pengisiannya dilakukan oleh masing-masing staff atau pejabat pada biro yang terkait, sedangkan SEDAR mewajibkan setiap Perusahaan Publik untuk menyampaikan data secara elektronik melalui aplikasi dalam SEDAR yang sudah disediakan. Data yang akan dimasukkan alam SEDAR sendiri dipisahkan antara data yang masih memerlukan penelaahan dan data yang tidak memerlukan penelaahan. Data yang masih memerlukan penelaahan masih bersifat rahasia dan belum dapat diakses oleh public sedangkan data yang tidak memerlukan penelaahan langsung dapat diakses oleh public. Setiap tambahan informasi yang masuk dalam sistim SEDAR dimuat dalam profile dari masing-masing Perusahaan, yang dapat di update setiap saat, sehingga secara otomatis yang bertanggung jawab atas kebenaran publik atas Pernyataan Pendaftaran yang sedang fasilitas yang

67

data adalah Emiten yang melakukan pengisian. Sedangkan sebagai penanggung jawab dari manajemen data dalam SEDAR tersebut adalah CDS Inc., sebagai perusahaan yang ditunjuk oleh SEDAR untuk hal-hal yang berkaitan dengan manajemen datanya. SEDAR mengelompokkan database Perusahaan Publik menjadi dua, database berdasarkan kelompok data yang kita cari, dimana pengakses data dapat memasukkan pada salah satu pilihan atau untuk data yang lebih spesifik, dan data yang berupa profil perusahaan, dimana dalam kelompok dua ini pengakses akan disajikan berupa tampilan data dari beberapa profil Perusahaan Publik. Berdasarkan hasil perbandingan database Bapepam-LK dengan Negara-negara lain yang telah dilakukan, dapat kita lihat perbedaan antara database Negara-negara lain dengan database yang ada di Bapepam-LK, sebagai berikut: 1. Bapepam-LK a. tidak memiliki dasar hukum penerapan; b. tidak mewajibkan setiap Perusahaan Publik untuk menyampaikan data secara elektronik, masih dalam pengembangan dan rencana pelaksanaan tahun

depan, dimana sebelumnya pengisian dilakukan oleh pegawai yang ditunjuk berdasarkan penugasan sebagaimana tertuang dalam Surat Tugas; c. data dikelompokkan menjadi data tentang informasi umum Emiten, Pemegang saham, Komisaris dan Direksi, Komite Audit, Sejarah Emisi, Pencatatan saham, RUPS, dan Sanksi;

68

d. cara pencarian data berdasarkan pengelompokan data; e. data belum diupdate setiap saat; f. tidak terdapat penanggungjawab pengisian. 2. Amerika Serikat: EDGAR a. tidak memiliki dasar hukum penerapan; b. mewajiban Emiten atau perusahaan untuk mengisi;

c. data dikelompokkan menjadi data umum dan data khusus; d. data diupdate oleh Emiten; e. cara pencarian data berdasarkan nama perusahaan atau melalui fasilitas pencarian data khusus yang lebih spesifik; f. penanggungjawab pengisian database adalah Emiten; 3. Australia a. memiliki dasar hukum penerapan ASIC; b. pengisian dilakukan oleh Emiten; c. data/informasi dikelompokkan antara data yang dapat diperoleh secara gratis dan data yang wajib beli dengan otoritas ASIC; d. cara pencarian melalui nomor, nama, dan domisili perusahaan; e. data diupdate oleh Emiten; f. penanggung jawab pengisian database adalah Emiten;

69

4. Kanada: Sedar a. memiliki dasar hukum penerapan, yaitu Peraturan 13-101; b. mewajibkan setiap Perusahaan Publik untuk menyampaikan data secara elektronik melalui aplikasi dalam SEDAR yang sudah disediakan; c. data dikelompokkan antara data yang wajib telaah dan yang tidak wajib telaah; d. data diupdate setiap oleh Emiten; e. cara pencarian data berdasarkan perusahaan, industri, jenis dokumen, dan berdasarkan tahun; f. penanggungjawab pengisian adalah Emiten; Dalam bentuk tabel dapat dilihat dengan jelas perbedaan database masing-masing Negara sebagai berikut: Tabel 2 Perbandingan Database Antar Negara No.
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Uraian
Cara pengisian Dasar Hukum Penerapan Kewajiban pengisian Pengelompokan data Cara pencarian data Updating data Penanggungjawab pengisian

BapepamLK *)
Manual staff

Amerika

Australia
Elektronik Ada Ada Ada Ada Ada Ada

Kanada
Elektronik Ada Ada Ada Ada Ada Ada

oleh Elektronik Ada Ada Ada Ada Ada Ada

Tidak ada Tidak ada Ada Ada Tidak ada Tidak jelas

*) Database Bapepam –LK saat ini masih dalam pengembangan untuk proses pengisian oleh Emiten. Pengisian sebelumnya dilakukan oleh pegawai, namun tidak berkelanjutan sehingga tidak ada updating data.

IV.2.3. Pembahasan Hasil Quesioner

70

Selain melakukan perbandingan dengan beberapa negara lain dengan cara pencarian melalui akses internet, tim juga telah melakukan pengumpulan data dengan cara penyebaran kuesioner kepada pejabat dan pegawai di lingkungan Bapepam-LK. Dari data hasil kuesioner yang terkumpul dapat dianalisis hal-hal sebagai berikut : a. Secara umum berdasarkan Jabatan di masing-masing Biro, jumlah responden yang menjawab kuesioner adalah sebagai berikut : 1) Kabag sebanyak 5 responden (6,76%) yaitu dari Biro PKP SR sebanyak 2 Kabag, sedangkan dari Biro RISTI, SAK dan PP masingmasing hanya 1 orang Kabag. 2) Kasubag sebanyak 22 responden (29,73%), yaitu dari Biro PKP SJ sebanyak 8 responden, 6 responden dari Biro PKP SR, 2 responden masing-masing dari Biro RISTI dan PI, sedangkan dari Biro-biro lain yaitu PBH, SAK, PP dan PI masing-masing hanya 1 responden. 3) Staf sebanyak 39 Responden (52,70%), yaitu dari Biro PKP SJ sebanyak 15 responden, PKP SR sebanyak 12 responden, Biro PBH 3 responden, Biro-biro RISTI, PI, SAK dan PP masing-masing sebanyak 2 responden, sedangkan Biro TLE hanya 1 responden. 4) Sedangkan responden yang tidak memberikan keterangan tentang jabatannya adalah sebanyak 8 responden (10,81%).

71

b. Bagian yang meminta Responden menginformasikan tentang sejauh mana responden mengetahui keberadaan database yang sudah ada di BapepamLK (Core System), dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1) Sebanyak 49 responden (66%) menyatakan pernah mengakses database Emiten dan Perusahaan Publik, sedangkan 25 responden (34%) menjawab tidak pernah mengakses database Emiten dan Perusahaan Publik. 2) Dari responden yang pernah mengakses database Emiten dan Perusahaan Publik tersebut : (a) Sebanyak 38 responden (78%) menyatakan bahwa icon atau link database Emiten dan Perusahaan Publik Bapepam-LK tersebut mudah ditemukan. (b) Hanya sebanyak 11 responden (22%) yang menyatakan bahwa icon atau link database Emiten dan Perusahaan Publik Bapepam-LK tersebut sukar ditemukan. 3) Dalam hal tampilan database Emiten dan Perusahaan Publik di Website Bapepam-LK, dari responden yang menjawab pernah mengakses database Emiten dan Perusahaan Publik : (a) Sebanyak 10 responden (20%) menjawab tampilan database Emiten dan Perusahaan Publik di Website Bapepam-LK tersebut menarik.

72

(b) Sedangkan sisanya yaitu sebanyak 39 responden (80%) menjawab kurang menarik, dan tidak ada responden yang menjawab bahwa tampilan database Emiten dan Perusahaan Publik di Website Bapepam-LK tersebut buruk. 4) Dari responden yang pernah mengakses database Emiten dan Perusahaan Publik Website Bapepam-LK tersebut : (a) Sebanyak 26 responden (53%) menyatakan bahwa tingkat kecukupan informasi dalam database tersebut masih kurang. (b) Sisanya sebanyak 23 responden (47%) menganggap bahwa tingkat kecukupan informasi dalam dabase tersebut sudah cukup. (c) Dan tidak ada responden yang mengakui bahwa informasi dalam database tersebut sudah lengkap. c. Bagian yang meminta penjelasan kepada Responden tentang hambatanhambatan apa yang dihadapi oleh Responden dalam penginputan database Emiten dan Perusahaan Publik. Dari responden yang menyatakan pernah mengakses tampilan database Emiten dan Perusahaan Publik, jawaban yang didapat dari responden beragam dengan proporsi yang tidak jauh berbeda, yaitu : 1) Sebanyak 40 responden (33%) menjawab bahwa keterbatasan jumlah fasilitas komputer yang tersedia yang merupakan hambatan utama dalam penginputan database Emiten dan Perusahaan Publik.

73

2) Sebanyak 35 responden (29%) menyatakan bahwa hambatannya adalah karena jumlah Sumber Daya Manusia di Bapepam-LK yang terbatas. 3) Sebanyak 23 responden (19%) menyatakan karena prosedur

operasional yang kurang jelas. 4) Sebanyak 16 responden (13%) menyatakan karena tingkat keamanan database yang belum memadai. 5) Sedangkan untuk lainnya diluar pilihan yang telah disediakan, terdapat responden yang menyatakan bahwa hambatan yang dihadapi dalam penginputan database Emiten dan Perusahaan Publik adalah berupa ketidaktersediaan data yang terbaru. d. Bagian yang meminta agar responden mengungkapkan informasi tentang data yang paling banyak diakses, data yang seharusnya tersedia di database, penanggungjawab dan pihak yang melakukan penginputan database Emiten dan Perusahaan Publik, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1) Terhadap pertanyaan data apa saja yang paling sering diakses oleh responden, jawaban responden tersebar dan bervariasi diantara berbagai pilihan : (a) Responden terbesar yaitu 36 responden (21%) menyatakan Company Profile Emiten yang paling banyak diakses.

74

(b) Sebanyak 29 responden (17%) menyatakan data tentang Pemegang Saham yang sering diakses. (c) Masing-masing sebanyak 25 responden (14%) menyatakan bahwa data tentang Laporan dan RUPS yang diakses. (d) Sebanyak 20 responden (11%) dan 18 responden (10%) masingmasing menyatakan data tentang Komisaris & Direksi, dan Sejarah Emisi yang diakses. (e) Sedangkan berturut-turut 12 responden (7%) dan 10 responden (6%) menyatakan data tentang Pencatatan Saham dan Komite Audit yang sering diakses. 2) Dari data yang paling sering diminta oleh atasan untuk disiapkan : (a) Sebanyak 42 responden (66,67%) menjawab bahwa data mengenai Corporate Action yang dilakukan Emiten dan Perusahaan Publik yang paling dibutuhkan. (b) Sebanyak 6 responden (10%) menyatakan data tentang pemegang saham Emiten dan Perusahaan Publik yang sering diminta atasan. (c) Sebanyak 5 responden (8%) menyatakan data tentang Direksi dan Komisaris yang sering diminta atasan. (d) Tidak terdapat responden yang tidak memilih pilihan yang sudah ada, tetapi mereka mengusulkan untuk melengkapi dengan menambahkan tentang data lainnya, yaitu seperti data keuangan, RUPS dan Company Profile.

75

3) Responden menganggap hampir semua jenis data/informasi dalam pilihan jawaban harus tersedia dalam database Emiten dan Perusahaan Publik, antara lain data tentang : (a) Nama Emiten/Perusahaan Publik, Alamat lengkap, Bidang Usaha. (b) Susunan Komisaris dan Direksi, Komite-komite dan Akuntan Publik. (c) Kronologis Emisi (d) Corporate Action (e) Pencatatan saham. (f) Data Keuangan Tahunan dan Tengah Tahunan, yang sekurangkurangnya meliputi informasi tentang : Penjualan/Pendapatan, Laba usaha, Laba bersih, dividen yang dibagikan, Total Aktiva, Total Hutang dan total Ekuitas. (g) Bahkan terdapat beberapa data/informasi tambahan yang dirasakan perlu untuk ditambahkan, antara lain data tentang Susunan Pemegang Saham, harga saham, nama Corporate Secretary, peringkat efek dan RUPS yang dilakukan Emiten dan Perusahaan Publik. e. Bagian yang memuat informasi tentang perlu tidaknya penunjukkan penanggungjawab (koordinator) dalam penginput data tersebut ditetapkan secara formal, dapat dijelaskan bahwa :

76

1) Sebagian besar responden masing-masing yaitu 35 responden (47%) dan 22 responden (30%) berpendapat bahwa Pihak yang sebaiknya bertanggungjawab (menjadi koordinator) dalam penginputan database Emiten dan Perusahaan Publik adalah Kepala Bagian (Kabag) dan selanjutnya Kapala Sub Bagian (Kasubbag) yang membawahi Emiten dan Perusahaan Publik yang bersangkutan. 2) Sisanya sebanyak 11 responden (15%) dan 6 responden (8%) berpendapat bahwa yang sebaiknya bertanggung jawab (menjadi koordinator) adalah Kabag yang membawahi TU Biro dan staf yang membawahi Emiten dan Perusahaan Publik yang bersangkutan. 3) Selanjutnya, terkait dengan pendapat Pihak yang sebaiknya melakukan penginputan database Emiten dan Perusahaan Publik, terlihat bahwa responden yang memilih masing-masing jawaban mempunyai

penyebaran yang hampir merata, dimana : (a) Sebanyak 31 responden (37%) berpendapat bahwa penginputan dilakukan oleh Tim yang ditunjuk oleh Kepala Biro. (b) Sedangkan 28 responden (33%) berpendapat bahwa penginputan dilakukan oleh pegawai yang membawahi Emiten dan Perusahaan Publik yang bersangkutan. (c) Sisanya sebanyak 25 responden (30%) berpendapat penginputan database dilakukan oleh Emiten yang bersangkutan. 4) Mayoritas responden yaitu 59 responden (85%) berpendapat bahwa penunjukan Pihak yang bertanggungjawab selaku Koordinator dan

77

Pihak yang melakukan penginputan perlu ditetapkan secara formal. Kemungkinan tingginya persentase jawaban tersebut dengan

pertimbangan bahwa untuk lebih menumbuhkan rasa tanggungjawab yang lebih besar kepada Pihak-pihak yang ditunjuk untuk

melaksanakan kegiatan tersebut. Sisanya sebesar 15% responden berpendapat bahwa hal tersebut tidak perlu ditetapkan secara formal dengan berbagai alasan, antara lain karena dianggap bahwa kegiatan tersebut sudah menjadi bagian dari pekerjaan rutin, dan sudah menjadi tanggung jawab pejabat/ pegawai dimaksud serta agar lebih fleksibel mengingat sering adanya mutasi. 5) Dalam hal penunjukan Penanggungjawab dan Penginput data perlu ditetapkan secara formal atau tidak : (a) Sebagian responden yaitu 32 responden (49%) berpendapat bahwa penetapannya dalam bentuk Surat Keputusan mengenai Satuan Tugas oleh masing-masing Kepala Biro. (b) Sebagian responden lagi yaitu 29 responden (45%) berpendapat sebaiknya dibuat dalam bentuk (SOP) yang selanjutnya dapat menjadi bagian atau merupakan pekerjaan rutin. (c) Sisanya sebanyak 4 responden (6%) menyatakan sebaiknya penetapannya dalam bentuk lainnya yaitu Peraturan Bapepam-LK, Surat Keputusan Ketua Bapepam-LK atau Surat Edaran Ketua Bapepam-LK.

78

f. Bagian yang menanyakan kepada responden tentang pernah tidaknya responden melihat tampilan database Emiten dan Perusahaan Publik di website otoritas Pasar Modal di Negara Lain, dapat dinyatakan bahwa : 1) Sebagian besar responden yaitu 75 responden (75%) tidak pernah melihat tampilan database Emiten dan Perusahaan Publik di website otoritas pasar modal Negara lain. 2) Hanya sebanyak 18 responden (25%) yang menyatakan pernah melihat website otoritas pasar modal Negara lain, antara lain Website dari Negara Amerika (SEC), ASIC (Australia), Malaysia, Singapura, Argentina dan Tel Aviv SX. 3) Dari responden yang menyatakan pernah melihat tampilan database Emiten dan Perusahaan Publik di website otoritas Pasar Modal Negara Lain tersebut : (a) Sebagian besar responden yaitu 11 responden (61%) menyatakan bahwa tampilan database Emiten dan Perusahaan Publik di Website Bapepam-LK lebih buruk dibandingkan dengan website otoritas pasar modal Negara lain tersebut. (b) Hanya 3 responden (17%) yang menyatakan bahwa tampilan database Bapepam-LK lebih baik. (c) Sedangkan sisanya sebanyak 4 responden (22%) menyatakan bahwa tampilan database Emiten dan Perusahaan Publik di website Bapepam-LK kurang lebih sama dengan website otoritas pasar modal Negara lain.

79

g. Bagian terakhir yaitu usulan dari responden dalam rangka penyempurnaan database Emiten dan Perusahaan Publik, antara lain dapat dirangkum halhal sebagai berikut : 1) Terkait dengan Tampilan database Emiten dan Perusahaan Publik (a) Penampilan (lay out) yang sudah ada agar diperbaiki dan diperkaya tampilannya, lebih menarik perhatian, user friendly, dan mudah dioperasikan serta diakses. (b) Dapat menampilkan seluruh nama Emiten dan Perusahaan Publik untuk masing-masing industri. (c) Prospektus juga di attach dan dapat di download. (d) Sosialisasi keberadaan database kepada seluruh pegawai. 2) Berkenaandengan updating data dalam database Emiten dan

Perusahaan Perusahaan Publik (a) Dalam penyempurnaannya database yang telah ada agar selalu diupdate secara menyeluruh dan kontinue. (b) Penyempurnaan dabase ini dapat membantu untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan datanya up date dan akurat. (c) Ada mekanisme yang memadai untuk memastikan bahwa updating dilakukan tepat waktu (terutama untuk data sejarah emisi dan pencatatan ditetapkan). saham, sebaiknya segera setelah surat efektif

80

(d) Pihak penginput data harus berkoordinasi dengan biro terkait agar data update dan akurat. (e) Emisi Obligasi agar ditampilkan juga. (f) Ada bagian khusus untuk Emiten dan perusahaan Publik yang baru efektif. (g) Dibentuk Satgas sehingga ada yang bertanggungjawab. (h) Sebaiknya walaupun sudah pailit tetap muncul dalam database selama masih ada piutang PNBP. (i) Data Laporan Keuangan ditampilkan untuk minimal 2 (dua) tahun terakhir. 3) Format Database (a) Database menjadi sistem yang terintegrasi. (b) Data yang ada di database agar dapat di copy paste ke MS Word. (c) Database di buat dwi bahasa. (d) Database online dengan system e- reporting (e) Database mempunyai search engine (fasilitas pencari kata) (f) Seluruh data lama di-scan dan disimpan dalam bentuk pdf. (g) Ada help desk jika ada masalah/problem. (h) Sistim yang dibuat dengan pertimbangan mudah dan aman dan hanya dapat diedit oleh yang berwenang untuk melakukan hal tersebut.

81

(i) Data/Informasi harus runtut dari yang umum kemudian menjadi lebih khusus/rinci. 4) Sarana dan Prasarana (a) Menambah sarana komputer dan akses internet.

82

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
V.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab-bab terdahulu dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : a. Secara teori database adalah suatu sistem yang memproses input berupa data untuk menghasilkan output yaitu informasi sesuai dengan yang diinginkan. b. Pembuatan Database harus memperhatikan aspek-aspek antara lain : i Keamanan Data,

ii Kualitas Data, iii Kemudahan Akses, iv Kemudahan Pengolahan data, v Kemungkinan untuk pengembangan database tersebut.

c. Pada database Emiten dan perusahaan publik di Bapepam-LK saat ini masih terdapat beberapa kendala antara lain : Kendala Teknis, berupa sistem database dan jaringan (Local Area Network) yang tidak stabil, dan informasi-informasi penting belum dapat diinput disebabkan form yang tersedia masih terbatas. Kendala non teknis, berupa tidak tersedianya petunjuk pengisian, dasar hukum yang mewajibkan pengisian database, updating yang

83

berkelanjutan tidak berjalan yang disebabkan tidak adanya penanggung jawab pengisian. d. Pada negara lain seperti Amerika Serikat, Australia dan Kanada, database Emiten dan perusahaan publik sudah terintegrasi dengan laporan secara elektronik sehingga pengisian database secara otomatis dilakukan oleh

perusahaan yang bersangkutan. Sedangkan database yang ada pada website Bapepam-LK diisi sendiri oleh pegawai Bapepam-LK secara manual. e. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa database Bapepam-LK kurang informatif, kurang menarik dan tidak didukung oleh sarana yang memadai. V.2. Rekomendasi a. Untuk jangka panjang pengisian database Emiten dan Perusahaan Publik lebih tepat untuk diserahkan kepada Emiten dan Perusahaan Publik yang bersangkutan. Untuk itu, Bapepam-LK perlu membuat peraturan yang

menjadi dasar hukum bagi Emiten dan Perusahaan Publik dalam pengisian database. b. Sebelum sampai pada tahap terwujudnya pengisian Database oleh Emiten dan Perusahaan Publik, database yang ada pada website Bapepam-LK perlu diisi oleh pegawai Bapepam-LK dengan membentuk satuan tugas. c. Untuk pemberdayaan database Emiten dan Perusahaan Publik perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Melengkapi dan menyempurnakan jenis data yang akan ditempatkan dalam database.

84

2. Menentukan pegawai yang akan melakukan penginput data dan pengawasannya. 3. Melengkapi pegawai penginput data dengan komputer yang telah tersambung ke internet. 4. Melakukan pengisian data awal/data yang sudah ada secara serentak di biro PKP Sektor Riil dan Sektor Jasa. 5. Melakukan updating data secara berkelanjutan yang diatur dengan SOP (Standar Operasi Prosedur), berupa : - Data Emiten yang baru dinyatakan efektif, data hasil Penggabungan dan Akuisisi serta data Tender Offer, penginputannya dilakukan oleh Bagian Penilaian. - Perubahan data selain disebutkan di atas dilakukan oleh Bagian Pemantauan yang bersangkutan. - Pengisian dan updating data diatur batas waktunya. 6. Melakukan penyempurnaan terhadap database yang sudah ada dengan menambah form baru mengenai Corporate Action, pembagian dividen. 7. Tampilan database agar dibuat lebih menarik. 8. Agar dapat menambahkan fasilitas data queries, misalnya tampilan untuk seluruh data direktur perusahaan Perbankan. 9. Diterapkan ada pengamanan sehingga pihak yang tidak berhak tidak dapat memanipulasi data.

85

86

87

Daftar Pustaka

-

Erlangga Jogiyanto, Pengantar Perancangan Sistem, Pengenalan Komputer, Jakarta, 1995. Alex Budiyanto, Pengantar Algoritma dan Pemrograman, Jakarta. M. Choirul Amri, Business intelligence dengan SQL Server, Jakarta, 2005 www.sqlcourse.com www.bapepam.go.id www.sec.gov.edgar.shtml www.search.asic.gov.au www.fido.gov.au www.sedar.com

-

86

DEPARTEMEN KEUANGAN RI BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN TIM STUDI PENYSUNAN DATABASE EMITEN DAN PERUSAHAAN PUBLIK

KUESIONER STUDI PENYUSUNAN DATABASE EMITEN DAN PERUSAHAAN PUBLIK No. : …………………….

Petunjuk pengisian : Untuk pertanyaan closed–question, pilihlah alternatif jawaban yang paling mendekati pengalaman atau paling benar menurut Bapak/Ibu dengan memberikan tanda X. Untuk pertanyaan opened–question, silahkan memberikan uraian secukupnya *) Coret yang tidak perlu Bagi Bapak/Ibu yang ingin mengakses database yang sudah ada, silahkan kunjungi : Internet; klik di database, dan pilihlah DB Emiten/PP. www.bapepam.go.id; klik Pengawasan Pasar Modal, kemudian arahkan kursor ke Data dan pilih Emiten/PP, dan selanjutnya pada bagian bawah klik Database Emiten dan PP (CoreSystem).

Profil responden Unit / Biro Jabatan

: :

……………………………………………………….. Staf / Kasubag / Kabag / Karo *)

1) Apakah Bapak/Ibu pernah mengakses database Emiten dan Perusahaan publik? a. Pernah (silahkan lanjut ke pertanyaan Nomor 2 dan seterusnya) b. Tidak pernah (silahkan lanjut ke Nomor 7 dan seterusnya) 2) Bagaimana kemudahan menemukan icon atau link database Emiten dan Perusahaan publik? a. Mudah ditemukan b. Sukar ditemukan 3) Bagaimana tampilan database Emiten dan Perusahaan publik di website Bapepam-LK? a. Menarik b. Kurang menarik c. Buruk

1

DEPARTEMEN KEUANGAN RI BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN TIM STUDI PENYSUNAN DATABASE EMITEN DAN PERUSAHAAN PUBLIK

4) Bagaimana tingkat kecukupan informasi dalam database tersebut? a. Lengkap b. Cukup c. Kurang 5) (Dapat memilih lebih dari 1) Selama ini hambatan apa yang dihadapi dalam penginputan database Emiten dan Perusahaan Publik? □ Sumber daya manusia □ Fasilitas komputer yang tersedia □ Prosedur operasional yang kurang jelas □ Tingkat keamanan database □ Lainnya: ................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................. 6) (Dapat memilih lebih dari 1) Data apa yang paling sering Bapak/Ibu akses? a. Emiten b. Pemegang Saham c. Komisaris & Direksi d. Komite Audit e. Sejarah Emisi f. Pencatatan Saham g. Laporan h. RUPS 7) Data yang palimg sering diminta oleh atasan untuk disiapkan adalah : a. Data pemegang saham Emiten dan Perusahaan Publik b. Direksi dan Komisaris c. Cosporate action yang dilakukan Emiten dan Perusahaan Publik d. Lainnya: ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................

2

DEPARTEMEN KEUANGAN RI BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN TIM STUDI PENYSUNAN DATABASE EMITEN DAN PERUSAHAAN PUBLIK

8) (Dapat memilih lebih dari 1) Dari yang tercantum di bawah ini, data apa saja yang seharusnya tersedia pada database? Nama emiten/PP, alamat lengkap, bidang usaha Anggota DirKom, Komite-komite dan Akuntan Publik Susunan komisaris dan direktur Emiten/PP Kronologis emisi yang dilakukan Emiten/PP Corporate action yang pernah dilakukan Emiten/PP Pencatatan saham Emiten/PP di Bursa Data keuangan tahunan dan tengah tahunan, sekurang-kurangnya meliputi Penjualan / pendapatan, Laba usaha, Laba bersih, Dividen yang dibagikan, Total aktiva, Total hutang, dan Total ekuitas. Lainnya: ............... 9) Siapa yang sebaiknya bertanggung jawab (menjadi Koordinator) dalam penginputan database Emiten dan Perusahaan publik? a. Kabag yang membawahi Emiten dan Perusahaan publik yang bersangkutan b. Kabag yang membawahi Tata Usaha Biro c. Kasubbag pada masing-masing bagian yang membawahi Emiten dan Perusahaan publik yang bersangkutan d. Staf pada masing-masing bagian yang membawahi Emiten dan Perusahaan publik yang bersangkutan 10) Siapa yang sebaiknya melakukan penginputan database Emiten dan Perusahaan publik? a. Pegawai yang membawahi Emiten dan Perusahaan publik b. Tim yang ditunjuk khusus oleh Kepala Biro. c. Emiten 11) Apakah penunjukan Penanggung jawab dan Penginput data perlu ditetapkan secara formal? a. Ya (silakan lanjut ke Nomor 12 dan seterusnya) b. Tidak, dengan alasan: (silakan lanjut ke Nomor 13 dan seterusnya) ........................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................

3

DEPARTEMEN KEUANGAN RI BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN TIM STUDI PENYSUNAN DATABASE EMITEN DAN PERUSAHAAN PUBLIK

12) Bagaimana bentuk ketetapan secara formal yang dibutuhkan dalam penunjukan Penanggung jawab dan Penginput data? a. SOP (yang selanjutnya dapat menjadi bagian pekerjaan rutin) b. Surat Keputusan mengenai Satuan Tugas oleh masing-masing Kepala Biro c. Lainnya, yakni: ........................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................

13) Apakah Bapak/Ibu pernah melihat tampilan database emiten dan perusahaan publik di website otoritas pasar modal negara lain? a. Pernah : negara .................................... (silahkan lanjut ke Nomor 14 dan seterusnya) b. Tidak pernah (silahkan lanjut ke Nomor 15) 14) Bagaimana tampilan database Emiten dan Perusahaan publik di website Bapepam-LK dibandingkan dengan website otoritas pasar modal negara lain tersebut? a. Lebih baik b. Kurang lebih sama c. Lebih buruk 15) Apa usulan Bapak/Ibu dalam penyempurnaan database Emiten dan Perusahaan publik? a. ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ b. ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ c. ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ d. ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ e. ................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................ Terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu mengisi kuesioner ini.

4

DEPARTEMEN KEUANGAN RI BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN TIM STUDI PENYSUNAN DATABASE EMITEN DAN PERUSAHAAN PUBLIK

5

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->