TATA TERTIB

KULIAH KERJA NYATA KKN TIM 2 UNDIP TAHUN 2011
Tata Tertib Kuliah Kerja Nyata disusun sebagai pedoman mahasiswa KKN untuk dapat berbuat, bertindak dan berperilaku demi kelancaran pelaksanaan dan keberhasilan tugas di lapangan. Tata tertib ini mengatur kegiatan mahsiswa saat prapelaksanaan dan selama pelaksanaan di lokasi kerja KKN.
***************************************************************************************************

Tata tertib :
1. Pra-pelaksanaan (14 juni-26 juni 2011) a. Pembekalan b. Konsolidasi Perencanaan Program 2. Pelaksanaan (35 hari) a. Kewajiban selama periode pelaksaaan di lapangan b. Larangan 3. Sangsi akibat pelanggaran a. Peringatan 1 b. Peringatan 2 c. Peringatan 3 ***************************************************************************************************

I. PRA-PELAKSANAAN (tgl 14 juni s/d 26 Juli 2011) A. Pembekalan 1. Mahasiswa calon peserta KKN wajib (minim 80%) mengikuti semua kegiatan pembekalan yang telah ditentukan sesuai dengan jadwal dan atau perubahan

Konsolidasi Perencanaan Program 1. terdiri dari : 1) Aktifitas penyusunan Struktur Organisasi . Setiap sesi kegiatan selama pembekalan dilakukan presensi kehadiran&kepulangan ( 2x sehari) yang harus ditandatangani oleh mahasiswa calon peserta KKN. 3.atau tambahannya. Konsolidasi Perencanaan Program. Foto dikumpulkan paling lambat sebelum tgl 18 juni di P2KKn-LPPM Undip 7. dan bersikap tenang. Petugas Pembekalan Materi KKN (DPL) berhak menegur. berpakaian sopan dan rapi. Mahasiswa diwajibkan mengumpulkan foto/identitas diri untuk kepentingan Koor. Mahasiswa wajib mengikuti Test diakhir sesion pembekalan. nilai hasil test merupakan komponen menilaian. mencatat atau mengeluarkan mahasiswa calon peserta KKN yang mengganggu kelancaran kegiatan pembekalan dan oleh karenanya dihapus dari presensi. B. 4. Mahasiswa calon peserta KKN bertanggungjawab atas diri pribadi masing-masing. bersepatu.DPL/DPl dalam plotting di lokasi kegiatan KKN. Presensi pembekalan merupakan salah satu prasyarat mahasiswa ke lapangan. 5. 6. mahasiswa calon peserta KKN wajib menjaga ketertiban. Selama mengikuti pembekalan. maka presensi kedua belah pihak dinyatakan tidak berlaku. tidak merokok dalam kelas. 2. Apabila ada tanda tangan yang dipalsukan atau terjadi kelebihan tanda tangan.

II. pihak Lurah/induk semang dan sepengetahuan DPL ybs. Penyusunan Laporan Rencana Kerja Lapangan (LRK) 2. dengan ketentuan sebagai berikut : a. Mahasiswa peserta KKN diberi kesempatan meninggalkan Lokasi kerja KKN. mahasiswa wajib : 1. Setiap Surat Ijin Meninggalkan Lokasi berlaku maksimal 2 x 24 jam secara berurutan dengan total waktu ijin selama waktu pelaksanaan tugas .Dalam Proses Penerjunan dan Penarikan. Mahasiswa calon peserta KKN wajib menandatangani presensi Berita Acara yang akan dikoordinir oleh Koordinator DPL (terdapat 2 BA : Penerjunan dan Penarikan) 4. b. Pelaksanaan Konsolidasi ini diatur tersendiri dengan para DPL dan bilamana perlu pelaksanaan Survay Lapangan dilakukan dengan berkoordinasi DPL 3. Laporan final LRK dikumpulkan seminggu setelah tanggal keberangkatan/ pelepasan makasiswa ke lapangan 4. PELAKSANAAN A. Menjaga nama baik almamater 2. Selama pelaksanaan KKN. Mahasiswa calon peserta KKN wajib mengikuti semua kegiatan konsolidasi dengan DPL masingmasing. 3.Mahasiswa dan 2). Menetap di lokasi kerja KKN. Mengikuti seluruh prosesi penerjunan dan penarikan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Harus menggunakan Surat Ijin Meninggalkan Lokasi yang ditandatangani oleh rekan Korcam.

Membina kerjasama dengan sesama Mahasiswa. Surat IJin Meninggalkan Lokasi). 6. maupun tugas lapangan sesuai dengan perencanaan. 7. baik tugas administrasi. Dokument Laporan final LPK (Laporan Pelaksanaan Kegiatan) yang telah disyahkan oleh penanggungjawab terkait dikumpulkan selambatlambatnya pada hari H saat penarikan kembali mahasiswa KKN di Undip Tembalang (dikumpulkan . 5. Menjaga kelengkapan dan seutuhan semua atribut mahasiswa KKN (Topi. Masyarakat. Kartu Tanda Pengenal Mahasiswa KKN. Kaos. K2 dan K3. 9. 8. pengisian K1. Menjaga seluruh barang/ harta pribadi yang dibawa ke lokasi KKN. Mengikuti responsi/ Ujian lapangan yang dilakukan oleh DPL secara tertulis dan atau lisan pada minggu ke-5 pelaksanaan KKN. Dalam hal khusus. Melaksanakan tugas-tugas KKN dengan penuh rasa tanggungjawab dan dedikasi yang tinggi. ijin meninggalaan lokasi kerja KKN-PPM hanya diberikan oleh Kepala Pusat Pelayanan KKN (P2KKN) – LPPM Undip.maksimal 5 x 24 jam c. penulisan laporan rencana kegiatan/ pelaksanaan. yaitu pengisian presensi harian dan rencana pelaksanaan kegiatan. 10. penyelesaian kuitansi pondokan/proyek. Instansi/ Dinas Pemerintah dan Pihakpihak yang terkait. 11. Segala kerusakan dan kehilangan barang/ harta pribadi di lokasi menjadi tanggungjawab masing-masing mahasiswa. Menghayati dan menyesuaikan diri dengan kehidupan di lokasi kerja KKN.

Melakukan perbuatan dan kegiatan yang melanggar hukum secara langsung maupun tidak langsung 4. unjuk rasa. 5. A. II dan III. III. SANKSI AKIBAT PELANGGARAN TATA TERTIB Sanksi akibat pelanggarakan tata tertib diberikan dalam bentuk Peringatan Tingkat I. serta melakukan tindakan asusila 3. Melakukan perbuatan yang mencemarkan nama baik almamater 2. ikut campur tangan dalam Pilkada dan atau Pilkades. Peringatan Tingkat I Peringatan Tingkat I dilakukan dengan memberikan KARTU KUNING I terhadap mahasiswa yang . Melakukan kegiatan politik praktis. Membawa/ menggunakan kendaraan roda empat (mobil) dan atau barang mewah lainnya.seusai upacara penerimaan) 12. Mencari sponsor bantuan tanpa sepengetahuan LPPM UNDIP. mahasiswa dilarang : 1. Pengumpulan di koordinir oleh Korcam &DPL dan diserahkan langsung ke B. Membuat atau menggunakan stempel dan kop surat yang mengatasnamakan LPPM UNDIP 8. Menggunakan wewenang/ pangkat/ jabatan di luar status peserta KKN 7. Selama pelaksanaan KKN. Membawa keluarga atau teman ikut menginap di pondokan tanpa ijin dari Kepala Pusat Pelayanan KKN (P2KKN)-LPPM UNDIP 6.

Tidak aktif terlibat dalam penyusunan Lembar Rencana Kegiatan (LRK) secara kolektif 3. Tidak menggunakan salah satu atribut selama melaksanakan program 9. B. tetapi masih . K-2. Tidak tertib dalam mengikuti jadwal pengumpulan LRK final 4. Meninggalkan lokasi tanpa ijin dan atau tanpa diketahui rekan mahasiswa 6. Tidak mengikuti kegiatan seluruh kegiatan Pembekalan dan atau Konsolidasi tanpa ijin (ijin dikeluarkan pihak Dekan & ditujukan kepada P2KKN-LPPM Undip). Tidak mengisi Kartu Kontrol (K-1. 2.melakukan satu atau lebih pelanggaran sbb : 1. K-3) selama 5 hari atau lebih secara berurutan 8. Surat Ijin meninggalkan Lokasi tidak diisi lengkap (belum ditandatangani oleh mahasiswa yang bersangkutan. Peringatan Tingkat II Peringatan Tingkat II dilakukan dengan memberikan KARTU KUNING II terhadap mahasiswa peserta KKN yang melakukan satu atau lebih pelanggaran sebagai berikut : 1. Tidak mengikuti prosesi penerjunan atau penarikan tanpa ijin. Lurah atau induk semang dan DPL) 7. Telah diberi Peringatan Tingkat I. Tidak mengisi presensi harian yang telah disediakan atau mengisi presensi harian melebihi hari yang sedang berjalan 5. Kordes.

Membawa keluarga atau teman ikut menginap di lokasi kerja KKN-PPM tanpa ijin dari DPL. Tidak bisa bekerjasama dengan sesama mahasiswa. Koodinator DPL dan kepala P2KKN atau Ketua LPPM UNDIP C. Berdasarkan pertimbangan DPL. Membawa kendaraan roda empat dan/ atau benda mewah lainnya 4. Telah diberi peringatan Tingkat II. masyarakat. Catatan : Peringatan dengan KARTU KUNING I dan II menentukan nilai yang direkomendasikan oleh pejabat yang berwenang. atau KepalaP2KKN-LPPM 6. Meninggalkan lokasi kerja tanpa ijin selam lebih dari 1 x 24 jam sampai maksimal 2 x 24 jam 5. tetapi masih melakukan pelanggaran 2. instansi/ dinas pemerintah dan pihakpihak yang terkait dengan pelaksanaan KKN. Meninggalkan lokasi selama lebih dari 2 x 24 jam . Melakukan perbuatan yang mencemarkan nama baik almamater 3. Peringatan Tingkat III Peringatan Tingkat III dilakukan dengan memberikan KARTU MERAH kepada mahasiswa yang melakukan satu atau lebih pelanggaran sebagai berikut : 1. rekan mahasiswa peserta KKN dan masyarakat dianggap tidak dapat menghayati dan menyesuaikan diri dengan kehidupan lokasi kerja KKN-PPM setelah tinggal selama 7 hari 3.melakukan pelanggaran 2. Meninggalakan lokasi kerja KKN lebih dari 5 x 24 jam selama waktu pelaksanaan KKN 4. Pejabat yang berwenang untuk memberikan Kartu Kuning I dan II adalah DPL.

LPPM UNDIP/ LPPM UNDIP dalam menjalin kerja sama dengan pihak luar. unjuk rasa. Koordinator DPL. 2. Mencari sponsor/ bantuan tanpa prosedur yang diijinkan oleh P2KKN-LPPM UNDIP 6. Perigatan Tingkat III ini dilakukan dengan prosedur sebagai berikut : 1. Sanksi Peringatan Tingkat III ini berupa : . Pemalsuan tanda tangan pada Surat Ijin Meninggalkan Lokasi b. kegiatan politik praktis. sanksi Peringatan Tingkat III dapat diberikan di lokasi kerja KKN oleh Kepala Pusat Pelayanan KKN (P2KKN) LPPM dan selanjutnya mendapatkan pengesahan dari Ketua LPPM UNDIP. 7. DPL. Melakukan segala perbuatan yang bersifat pemalsuan/ Penipuan Administratif. Membuat stempel dan kop surat yang mengatasnamakan P2KKN. dan kegiatan lainnya yang meresahkan masyarakat di lokasi kerja KKN maupun diluar lokasi kerja KKN.secara berurutan tanpa Surat Ijin Meninggalkan Lokasi 5. staf ahli dan Kepala P2KKN dan atau Ketua LPPM untuk menentukan sanksi yang akan diberikan kepada mahasiswa tersebut. asusila. Melakukan perbuatan yang dikategorikan sebagai tindakan melanggar hukum. Koordinator DPL atau pejabat yang berwenang lainnya atas usulan DPL memanggil mahasiswa peserta KKN yang bersangkutan ke LPPM untuk dilakukan sidang bersama yang dihadiri oleh mahasiswa tersebut. Dalam keadaan yang sangat memaksa. hingga sangsi akademis pihak Universitas. yaitu : a. Pemalsuan dan atau penipuan identitas 8. Proposal dan sebagainya c. Pemalsuan tanda tangan pada buku Laporan.

Merekomendasikan kepada Rektor dengan tembusan kepada Dekan Fakultas agar mahasiswa tersebut diberikan sanksi akademis lainnya (skorsing dan sebagainya) Catatan : Pejabat yang berwenang untuk memberikan KARTU MERAH tersebut adalah Koordinator DPL. III B 1. Juni 2011 Kepala Pusat Pelayanan KKN (P2KKN) LPPM Universitas Diponegoro Dr. Penarikan dari lokasi kerja KKN sehingga dinyatakan gugur atau 2. CES. Mahasiswa tersebut diminta untuk mengundurkan diri sebagai peserta KKN.DEA .III A : 1. Staf Ahli LPPM dan Kepala Pusat Pelayanan KKN serta Ketua LPPM UNDIP Semarang. Mahasiswa tersebut diperbolehkan meneruskan kegiatan di lokasi kerja KKN. tetapi mendapatkan penurunan nilai dan bila perlu sampai batas minimal atau 2. Eddy Prianto.Ir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful