P. 1
Tata Nama Senyawa

Tata Nama Senyawa

|Views: 949|Likes:
Published by PenuhTandaTanya

More info:

Published by: PenuhTandaTanya on Aug 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2013

pdf

text

original

IV.

TATA NAMA SENYAWA DAN PERSAMAAN REAKSI
A. TATA NAMA SENYAWA
Pada dasarnya, dua zat berbeda tidak akan mempunyai nama yang sama walaupun ciri-ciri
Iisiknya mirip maupun terdiri dari unsur-unsur yang iuga sama. Gula dan garam mempunyai
nama yang berbeda walaupun bentuk Iisiknya hampir sama. Senyawa PbO dan PbO
2
iuga
mempunyai nama yang berlainan walaupun keduanya terdiri atas unsur-unsur Pb dan O.

Metode sistematik untuk penamaan senyawa disebut sistem tata nama. Sistem tata nama
senyawa disusun berdasarkan aturan IUPAC (International Union of Pure and Applied
Chemistrv dan aturan ini telah digunakan secara seragam di seluruh negara. IUPAC adalah
badan dunia yang mengatur tata nama, lambang, istilah, massa molekul, dan massa atom zat-zat
kimia. Hampir semua publikasi dan iurnal penelitian ilmu-ilmu kimia mengikuti aturan-aturan
IUPAC.

Senyawa dapat dibedakan meniadi 2, yaitu senyawa anorganik dan senyawa organik.
. Senyawa Anorganik
Senyawa anorganik dapat dibedakan meniadi 4, yaitu: senyawa biner, senyawa
poliatomik, senyawa asam, dan senyawa basa. Sistem tata nama untuk setiap senyawa
berbeda-beda. Berikut adalah penielasan untuk setiap senyawa tersebut.

a. Senyawa Biner
Senyawa biner adalah senyawa yang dibentuk dari dua unsur. Senyawa biner dapat
terbentuk dari satu unsur logam dan satu unsur nonlogam, atau dapat terbentuk dari dua unsur
nonlogam. Jika unsur pertama adalah logam dan unsur lainnya adalah nonlogam, maka senyawa
biner tersebut umumnya berbentuk ionik atau senyawa ionik biner.

1Penamaan senyawa biner antara logam dan nonlogam dapat dilakukan dengan cara
berikut.
a %uliskan nama unsur logam tanpa modiIikasi apapun, kemudian diikuti nama
unsur nonlogam dengan tambahan akhiran 'ida¨.
Nama unsur logam tanpa
modiIikasi

NaCl ÷ Natrium klorida

Nama unsur nonlogam ¹ 'ida¨
Nama unsur logam tanpa
modiIikasi

MgI
2
÷ Magnesium iodida

Nama unsur nonlogam ¹ 'ida¨

Senyawa ionik walapun tersusun atas ion positiI dan negatiI, tetapi secara
keseluruhan bersiIat netral, sehingga muatan totalnya adaah nol. Ini berarti satu
Na
¹
akan bergabung dengan satu Cl
-
dalam NaCl dan satu Mg

bergabung
dengan dua I
-
dalam MgI
2
, demikian seterusnya. %abel berikut menuniukkan
nama dan simbol beberapa senyawa sederhana.
bUnsur-unsur logam dengan bilangan oksidasi lebih dari satu ienis, maka bilangan
oksidasinya ditulis dengan angka romawi. Perhatikan tata nama beberapa
senyawa dengan bilangan oksidasi lebih dari satu ienis berikut.













Di samping itu, penamaan unsur-unsur logam yang memiliki bilangan oksidasi
lebih dari satu ienis dapat iuga dituliskan sebagai berikut.
i Jika unsur logam memiliki bilangan oksidasi kecil, diberi akhiran o.
iiJika unsur logam memiliki bilangan oksidasi besar, diberi akhiran i.
Berikut ini tata nama beberapa senyawa dengan bilangan oksidasi lebih dari satu
ienis.



Senyawa Nama Senyawa Senyawa Nama Senyawa
Li
2
O
NaBr
KCl
Rb
2
O
CsI
MgCl
itium oksida
Natrium bromida
Kalium klorida
Rubinium oksida
Cesium iodida
Magnesium klorida
CaO
SrO
BaCl
2
Al
2
O
3

ZnO
AgCl
Kalsium oksida
Strotium oksida
Barium oksida
Aluminium oksida
Seng oksida
Perak oksida
Unsur Bilangan
Oksidasi
Senyawa Nama senyawa
Cr
-

Fe

Co

Cu

Pb

¹2
¹3
¹2
¹3
¹2
¹3
¹1
¹2
¹2
¹4
CrO
CrCl
3
FeS
FeF
3
CoI
2
Co
2
O
3
CuI
CuCl
2
PbBr
2
PbO
2
Kromium(II oksida
Kromium(III klorida
Besi(II sulIida
Besi(III Ilorida
Kobalt(II iodida
Kobalt(III oksida
%embaga(I iodida
%embaga(II klorida
%imbal(II bromida
%imbal(IV oksida











2Penamaan senyawa biner yang terbentuk dari dua unsur nonlogam
Jika dua unsur nonlogam membentuk senyawa biner, penulisan rumus senyawa dan
penamaan senyawanya secara umum mirip dengan senyawa biner dari logam dan
nonlogam. Cara penulisan rumus dan senyawanya yaitu dengan menuliskan terlebih
dahulu unsur dengan bilangan oksidasi positiI baru kemudian diikuti unsur dengan
bilangan oksidasi negatiI. Misalnya HCl adalah hidrogen klorida tidak dituliskan
sebagai ClH.
Beberapa unsur-unsur nonlogam dapat membentuk lebih dari satu senyawa biner.
Oleh karena itu, kita memerlukan beberapa awalan sebagai berikut.
1 ÷ mono
2 ÷ di
3 ÷ tri
4 ÷ tetra
5 ÷ penta
6 ÷ heksa
7 ÷ hepta
8 ÷ okta
9 ÷ nona
10 ÷ deka
Rumus Nama Rumus Nama
BCl
3
CCl
4
CO
CO
2
NO
NO
2

N
2
O
Boron triklorida
Karbon tetraklorida
Karbon monoksida
Karbon dioksida
Nitrogen monoksida
Nitrogen dioksida
Dinitrogen monoksida
N
2
O
3
N
2
O
4
N
2
O
5
PCl
3
PCl
5
SF
6
Dinitrogen trioksida
Dinitrogen tetroksida
Dinitrogen pentoksida
FosIor triklorida
FosIor pentaklorida
SulIur heksaIlorida
Catatan: iika awalan memiliki huruI terakhir 'a¨ atau 'o¨ dan unsur memiliki huruI
awal 'a¨ atau 'o¨, maka kita menghilangkan huruI terakhir awalan yang
digunakan. Misalnya arbon monosida bukan arbon monoosida,
demikian pula pada dinitrogen tetrosida bukan dinitrogen tetraosida,
kecuali untuk Pl
3
fosfor triiodida, bukan fosfor triodida.
Unsur
Logam
Senyawa Nama Senyawa Unsur
Loga
m
Senyawa Nama Senyawa
Cr
2+
Cr
3+
Fe
2+
Fe
3+
Co
2+
Co
3+
CrS
CrI
3
FeCl
2
Fe
2
O
3
CoCl
2
CoCl
3
Kromo sulIida
Kromi iodida
Ferro klorida
Ferri oksida
Kobalto klorida
Kobalti klorida
Cu
¹
Cu

Pb

Pb

Sn

Sn

Cu
2
O
CuO
PbS
PbO
2
SnCl
2
SnO
2
Kupro oksida
Kupri oksida
Plumbo sulIida
Plumbi oksida
Stano klorida
Stani oksida
Untuk senyawa CH
4
dan NH
3
, penulisannya tidak mengikuti aturan bahwa bilangan
oksidasi positiI (yaitu hidrogen dituliskan di awal.
Contoh:
CH
4
÷ metana bukan karbon tetrahidrida
NH
3
÷ amoniak bukan nitrogen trihidrida
Sebagai tambahan bahwa beberapa senyawa telah memiliki nama trivial yang telah
umum digunakan misalnya H
2
O.
H
2
O ÷ air bukan dihidrogen monoksida

b. Senyawa Poliatomik
Senyawa poliatomik merupakan senyawa yang dibentuk dari ion-ion polatomik. Pada
ion poliatomik, dua atau lebih atom-atom bergabung bersama-sama dengan ikatan kovalen.
Beberapa ion poliatomik dan senyawa yang mengandung ion tersebut disaiikan dalam tabel
berikut.
Nama Ion Rumus Senyawa Nama Senyawa
Kation
Ion amonium
Anion
Ion asetat
Ion karbonat
Ion hidrogen karbonat
(ion bikarbonat
Ion hipoklorit
Ion klorit
Ion klorat
Ion perklorat
Ion kromat
Ion dikromat
Ion sianida
Ion hidroksida
Ion nitrit
Ion nitrat
Ion oksalat
Ion permanganat
Ion IosIat
Ion hidrogen IosIat
Ion dihidrogen IosIat
Ion sulIit

NH
4
¹

C
2
H
3
O
2
-
CO
3
2-
HCO
3
-

ClO
-
ClO
2
-
ClO
3
-
ClO
4
-
CrO
4
-2
Cr
2
O
7
-2
CN
-
OH
-
NO
2
-
NO
3
-
C
2
O
4
2-
MnO
4
-
PO
4
3-
HPO
4
2-
H
2
PO
4
-
SO
3
2-

NH
4
¹
Cl

NaC
2
H
3
O
2

NaCO
3

NaHCO
3


NaClO

NaClO
2

NaClO
3

NaClO
4

NaCrO
4

NaCr
2
O
7

NaCN

NaOH

NaNO
2

NaNO
3

NaC
2
O
4

NaMnO

NaPO
4

NaHPO
4

NaH
2
PO
4

NaSO
3


Amonium klorida

Natrium asetat
Natrium karbonat
Natrium bikarbonat

Natrium hipoklorit
Natrium klorit
Natrium klorat
Natrium perklorat
Natrium kromat
Natrium dikromat
Natrium sianida
Natrium hidroksida
Natrium nitrit
Natrium nitrat
Natrium oksalat
Natrium permanganat
Natrium IosIat
Natrium hidrogen IosIat
Natrium dihidrogen IosIat
Natrium sulIit
Ion hidrogen sulIit (ion
bisulIit
Ion sulIat
Ion hidrogen sulIat (ion
bisulIat
Ion tiosulIat
HSO
3
-

SO
4
2-
HSO
4
-

S
2
O
3
2-
NaHSO
3


NaSO
4

NaHSO
4


NaS
2
O
3

Natrium bisulIit

Natrium sulIat
Natrium bisulIat

Natrium tiosulIat

Dari tabel di atas terlihat bahwa:
a. Anion-anion poliatom lebih banyak dibandingkan kation poliatom. Kation poliatom
yang paling populer adalah NH
4
-
.
b. Sangat sedikit anion poliatom yang menggunakan nama dengan akhiran ida, hanya
OH
-
(ion hidroksida dan CN
-
(ion sianida yang menggunakannya. Kebanyakan
menggunakan it dan at serta beberapa nama menggunakan awalan hipo atau per.
c. Oksigen dapat membentuk banyak anion poliatom yang disebut anion okso.
d. Unsur-unsur nonlogam tertentu (seperti Cl, N, P, dan S dapat membentuk suatu seri
anion okso yang mengandung beberapa atom oksigen. Penamaannya berdasarkan
tingkat oksidasi dari atom-atom yang mengikat oksigen, dari yang terkecil hipo dan
yang tertinggi per adalah sebagai berikut.
Naiknya bilangan oksidasi nonlogam F
Hipoit it at perat
Naiknya iumlah atom oksigen F
e. Semua anion okso dari Cl, Br, dan I memiliki muatan -1.
I. Beberapa anion okso iuga mengandung seiumlah atom H dan penamaannya
disesuaikan. Misalnya HPO
4
2-
adalah ion hidrogen IosIat dan H
2
PO
4
-
adalah ion
dihidrogen IosIat.
g. Awalan tio berarti bahwa satu atom sulIur telah ditambahkan untuk menggantikan
satu atom oksigen. (Ion sulIat memiliki satu atom S dan empat atom O; ion tiosulIat
memiliki dua atom S dan tiga atom O.

c. Senyawa Asam
Ahli kimia memiliki beberapa cara untuk mendeIinisikan senyawa sebagai suatu asam.
Saat ini kita menggunakan istilah senyawa asam sebagai zat yang menghasilkan ion hidrogen
(H
¹
ketika dilarutkan dalam air.
Senyawa asam biner merupakan senyawa gabungan H dengan atom-atom nonlogam
lainnya, misalnya HCl. Walaupun kita menggunakan nama hidrogen klorida untuk senyawa
asam binernya, tetapi kadang kita ingin menuniukkan bahwa senyawa ini bersiIat asam dalam
larutan air, sehingga kita menggunakan awalan hidro yang diikuti nama unsur pasangannya
dengan akhiran ida.
HF
(aq
÷ asam Ilorida asam hidroIlorida
HCl
(aq
÷ asam klorida asam hidroklorida
HBr
(aq
÷ asam bromida atau asam hidrobromida
HI
(aq
÷ asam iodida asam hidroiodida

H
2
S
(aq
÷ asam sulIida asam hidrosulIurida

Senyawa asam poliatomik merupakan senyawa gabungan H, dengan ion-ion
poliatomik nonlogam lainnya. Asam-asam poliatomik terbentuk dari reaksi oksida asam dengan
air.
N
2
O
5
¹ H
2
O F 2 HNO
3
SO
3
¹ H
2
O F H
2
SO
4
P
2
O
5
¹ 3 H
2
O F 2 H
3
PO
4
Penamaan senyawa asam poliatomik disesuaikan dengan penamaan ion-ion
poliatomiknya. Perhatikan tabel berikut.
d. Senyawa Basa
Di sini kita menggunakan istilah senyawa basa sebagai zat yang menghasilkan ion
hidroksida (OH
-
ketika dilarutkan dalam air. Senyawa basa terbentuk dari eraksi oksida basa
dengan air sebagai berikut.
Na
2
O ¹ H
2
O F 2 NaOH
CaO ¹ H
2
O F Ca(OH
2
Al
2
O
3
¹ 3 H
2
O F 2 Al(OH
3
Persamaan senyawa basa ditulis dengan menyebutkan nama atom yang terikat pada ion
OH
-
dan diikuti dengan akhiran hidroksida. Perhatikan tabel berikut.
Oksida Basa Nama Oksida Basa Senyawa Basa Nama Senyawa Basa
K
2
O
Na
2
O
Li
2
O
MgO
CaO
BaO
Al
2
O
3
Kalium oksida
Natrium oksida
itium oksida
Magnesium oksida
Kalsium oksida
Barium oksida
Aluminium oksida
KOH
NaOH
iOH
Mg(OH
2
Ca(OH
2

Ba(OH
2

Al(OH
3

Kalium hidroksida
Natrium hidroksida
itium hidroksida
Magnesium hidroksida
Kalsium hidroksida
Barium hidroksida
Aluminium hidroksida
Oksida Asam Nama Oksida Asam Senyawa Asam Nama Senyawa Asam
N
2
O
3
N
2
O
5
SO
2
SO
3
P
2
O
3
P
2
O
5
Dinitrogen trioksida
Dinitrogen pentaoksida
Belerang dioksida
Belerang trioksida
DiIosIor trioksida
DiIosIor pentaoksida
HNO
2
HNO
3

H
2
SO
3
H
2
SO
4
H
3
PO
3
H
3
PO
4
Asam nitrit
Asam nitrat
Asam sulIit
Asam sulIat
Asam IosIit
Asam IosIat

2. Senyawa Organik
Senyawa organik adalah senyawa-senyawa karbon dengan siIat-siIat tertentu. Senyawa
organik mempunyai tata nama khusus. Berikut ini adalah nama lazim dari beberapa senyawa
organik tersebut.
a. CH
4
: metana (gas rawa, gas alam, atau gas tambang
b. CO(NH
2

2
: urea (ureum
c. CH
3
COOH : asam cuka (asam asetat
d. C
6
H
12
O
6
: glukosa (gula darah, gula anggur
e. C
12
H
22
O
11
: sukrosa (gula tebu
I. HCHO : Iormaldehida (bahan Iormalin
g. CHCI
3
: kloroIorm (suatu bahan pembius
h. CHI
3
: iodoIorm (suatu antiseptik
i. CH
3
CH
2
OH : etanol (alkohol
i. CH
3
COCH
3
: aseton (digunakan sebagai pembersih kuteks.

B. PERSAMAAN REAKSI SEDERHANA
Proses perubahan kimia sering disebut
dengan reaksi kimia. Reaksi kimia adalah suatu
proses yang mengubah komposisi molekul suatu
zat dengan menata ulang atom atom atau
kelompok kelompok atom tanpa mengubah
struktur inti atom tersebut, sehingga
terbentuk zat baru.

Secara umum, reaksi kimia dapat digolongkan meniadi 2 bagian besar, yaitu:
reaksi asam-basa: tidak disertai perubahan bilangan oksidasi,
reaksi redoks: disertai perubahan bilangan oksidasi

Karena reaksi kimia melibatkan perubahan komposisi molekul zat, maka tidak mudah
untuk menggambarkan bagaimana proses pembentukan zat baru dalam suatu reaksi kimia.Maka
para ilmuwan menggunakan persamaan reaksi (persamaan kimia untuk menggambarkan suatu
proses reaksi kimia.Dalam hal ini, persamaan reaksi merupakan hubungan yang menuniukkan
koeIisien reaksi dari zat zat yang bereaksi dengan koeIisien zat zat hasil reaksi. Zat zat
yang bereaksi disebut pereaksi dan dituliskan di sebelah kiri, sedangkan zat zat hasil reaksi
disebut hasil reaksi atau produk dan dituliskan di sebelah kanan.

Dalam sebuah persamaan reaksi, pereaksi dan produk dihubungkan melalui simbol yang
berbeda-beda. Simbol ÷ digunakan untuk reaksi searah, Ɏ untuk reaksi dua arah, dan ɔ untuk
reaksi kesetimbangan. Misalnya, persamaan reaksi pembakaran metana (suatu gas pada gas
alam oleh oksigen dituliskan sebagai berikut
CH
4
+ 2 O
2
÷ CO
2
+ 2 H
2
O

Seringkali pada suatu persamaan reaksi, wuiud zat yang bereaksi dituliskan dalam
singkatan di sebelah kanan rumus kimia zat tersebut. HuruI s melambangkan padatan, l
melambangkan cairan, g melambangkan gas, dan aq melambangkan larutan dalam air. Misalnya,
reaksi padatan kalium (K dengan air (2H
2
O menghasilkan larutan kalium hidroksida (KOH
dan gas hidrogen (H
2
, dituliskan sebagai berikut
2K
(s)
+ 2H
2
O
(l)
÷ 2KOH
(aq)
+ H
2(g)

PERSAMAAN REAKSI MEMPUNYAI SIFAT
1. Jenis unsur-unsur sebelum dan sesudah reaksi selalu sama
2. Jumlah masing-masing atom sebelum dan sesudah reaksi selalu sama
3. Perbandingan koeIisien reaksi menyatakan perbandingan mol (khusus yang berwuiud gas
perbandingan koeIisien iuga menyatakan perbandingan volume asalkan suhu den tekanannya
sama

Penulisan persamaan kimia yang setimbang sebaiknya dilakukan melalui 3 tahapan
yaitu:
1. %ulislah persamaan yang belum seimbang dan perhatikan rumus kimia reaktan dan
produk harus benar yaitu menggunakan lambang atom dan angka indeks yang sesuai
Contoh : Reaksi pembentukan air yang benar yaitu sbb
2H
2
+ O
2
÷ 2 H
2
O
Salah, iika dituliskan dengan 2(HH ¹ OO ÷ HHHHOO

2. Buatlah persamaan tsb meniadi seimbang dengan memberikan koeIisien di depan rumus
kimia untuk reaktan maupun produk sehingga iumlah atom atom yang terdapat di kiri
dan kanan persamaan reaksi meniadi sama (setara. Dalam hal ini koeIisen reaksi
menyatakan perbandingan paling sederhana dari iumlah atom atom zat yang terlibat
dalam reaksi, sehingga koeIisen reaksi haruslah berupa bilangan bulat (bukan pecahan
atau desimal.
Contoh : 2 Na + Cl
2
÷ 2 NaCl
Berdasarkan persamaan kimia di atas maka :
KoeIisien reaksi Na ÷ 2
KoeIisien reaksi Cl
2
÷ 1
KoeIisien reaksi NaCl ÷ 2

3. %uliskanlah wuiud zat pereaksi (padat,cair,gas,atau larutan dan hasil reaksinya. Untuk
menuniukkan wuiud zat tersebut, dalam persamaan kimia sering digunakan lambang
wuiud yaitu (s untuk zat padat,(g untuk gas, (l untuk zat cair, dan (aq untuk larutan
dalam air.
Contoh :
C
(s)
+ O
2(g)
÷ CO
2(g)

2K
(s)
+ 2H
2
O
(l)
÷ 2KOH
(aq)
+ H
2(g)


Ketika menyelesaikan langkah ke-2, yaitu pada penyetaraan koeIisen reaksi suatu
persamaan reaksi kimia, terkadang tidak terlalu mudah untuk dilakukan. Secara umum
untuk tahapan ini, kita dapat menggunakan persamaan Substitusi dan Eliminasi.
Contoh :
Sn + HNO
3
÷ SnO
2
+ NO
2
+ H
2
O
angkah 2 dapat kita lakukan dengan membuat simbol huruI untuk mewakili koeIisien masing
masing zat, meniadi :
aSn + bHNO
3
÷ cSnO
2
+ dNO
2
+ eH
2
O
Dengan Jumlah atom Sn : a ÷ c ................................ (1
H : b ÷ 2e ............................... (2
N : b ÷ d................................. (3
O : 3b ÷ 2c¹2d¹2e .................. (4
Misalkan b ÷ 1
Dari persamaan (3 diperoleh d
d ÷1
Dari persamaan (2 diperoleh e
e ÷

Dari persamaan (4 diperoleh c
3(1 ÷ 2c ¹ 2(1 ¹

c ÷

dari persamaan (1 diperoleh a
a ÷

Reaksinya meniadi :

Sn + HNO
3
÷

SNO
2
+ NO
2
+

H
2
O
Agar meniadi bilangan bulat, maka kedua ruas dikalikan 4, sehingga reaksinya, meniadi
4 Sn + 4HNO
3
÷ SNO
2
+ 4NO
2
+ 2 H
2
O
Contoh soal :
%uliskan persamaan kimia yang setara untuk reaksi berikut ini !
NaOH
(aq
¹ Cl
2(g
÷ NaCl
(aq
¹NaClO
3(aq
¹ H
2
O
(l
Jawab :
1. %uliskan persamaan kimia yang belum sederhana yaitu :
NaOH
(aq
¹ Cl
2(g
÷ NaCl
(aq
¹NaClO
3(aq
¹ H
2
O
(l
Untuk memudahkan penambahan koeIisien reaksi, gunakan koeIisien reaksi NaOH sama
dengan 1, sedangkan koeIisien reaksi untuk zat lainnya adalah a, b, c, d sbb.
NaOH
(aq
¹ aCl
2(g
÷ bNaCl
(aq
¹cNaClO
3(aq
¹ dH
2
O
(l
2. Setarakan iumlah atom seienis pada ruas kanan dan kiri
Na : 1 ÷ b ¹ c ............... (1
O : 1 ÷ 3c ¹d .............. (2
H : 1 ÷ 2d ................... (3
Cl : 2a ÷ b¹c ................ (4
Dengan menggunakan metode sustitusi dan eliminasi untuk penyelesaian sistem
persamaan linear, maka empat persamaan diatas dapat diselesaikan dan diperoleh :
a ÷

, b ÷

, c ÷

, d ÷

3. %uliskan persamaan kimia dengan menambahkan koeIisien reaksi a, b, c, d
NaOH
(aq
¹

Cl
2(g
÷

NaCl
(aq
¹

NaClO
3(aq
¹

H
2
O
(l

4. Karena koeIisien reaksi harus bilangan bulat, maka persamaan kimia di atas dapat
dituliskan sbb.
6 NaOH
(aq
¹ 3 Cl
2(g
÷ 5 NaCl
(aq
¹ NaClO
3(aq
¹ 3 H
2
O
(l



SOAL LATIHAN
1. Berikan penamaan pada senyawa biner berikut bagi logam yang memiliki biloks lebih
dari satu (non logam dan logam
a. Fe
2
O
3

b. FeCl
2

c. CuO
d. Cu
2
O
2. Berikan penamaan pada senyawa biner berikut yang terbentuk dari dua unsur non logam.
a. NO
b. N
2
O
5

c. CO
2

d. CCl
4


3. Berikan penamaan pada senyawa poliatomik berikut :
a. NaOH
b. Ba(OH
2

c. CaCO
3

d. KMnO
4

e. Na
2
CO
3

4. Setimbangkan reaksi-reaksi berikut dengan menggunakan cara langsung!
a. Mg ¹ HNO
3
F Mg (NO
3

2
¹ H
2

b. Fe
2
O
3
¹ CO F Fe ¹ CO
2

5. Setimbangkan reaksi-reaksi berikut dengan menggunakan cara pemisalan!
a. C
2
H
5
OH ¹ O
2
F CO
2
¹ H
2
O
b. KOH ¹ H
2
SO
4
F K
2
SO
4
¹ H
2
O

AWABAN
1. a. Fe
2
O
3
F Besi (III Oksida
b.FeCl
2
F Besi (II Klorida
c.CuO F %embaga (II Oksida
d.Cu
2
O F %embaga (I Oksida
2. a. NO F Nitrogen Monoksida
b. N
2
O
5
F Dinitrogen Pentoksida
c. CO
2
F Karbon Dioksida
d. CCl
4
F Karbon %etraklorida
3. a. NaOH F Natrium Hidroksida (Basa Natrium
b. Ba(OH
2
F Barium Hidroksida (Basa Barium
c. CaCO
3
F Kalsium Karbonat
d. KMnO
4
F Kalium Permanganat
e. Na
2
CO
3
F Natrium Karbonat
4.
a. Mg ¹ HNO
3
F Mg (NO
3

2
¹ H
2

Cara angsung : Mg ¹ 2HNO
3
F Mg (NO
3

2
¹ H
2
b. Fe
2
O
3
¹ CO F Fe ¹ CO
2

Cara angsung : Fe
2
O
3
¹ 3CO F 2Fe ¹ 3CO
2
5. a. C
2
H
5
OH ¹ O
2
F CO
2
¹ H
2
O
aC
2
H
5
OH ¹ bO
2
F cCO
2
¹ dH
2
O
C: 2a÷c
H:6a÷2d
O:a¹2b÷2c¹d
Mis: a÷1
2a÷c 6a÷2d a¹2b÷2c¹d
2(1÷c 6(1÷2d 1¹2b÷2.2¹3
c÷2 d÷

1¹2b÷7
d÷3 2b÷7-1
2b÷6

b÷3
Meniadi: C
2
H
5
OH ¹ 3O
2
F 2CO
2
¹ 3H
2
O

b. KOH ¹ H
2
SO
4
F K
2
SO
4
¹ H
2
O
aKOH ¹ bH
2
SO
4
F cK
2
SO
4
¹ dH
2
O
K: a÷2c
O: a¹4b÷4c¹d
H: a¹2b÷2d
S : b÷c
Mis: b÷1
c÷1
a÷2c a¹2b÷2d
a÷2.1 2¹2(1÷2d
a÷2 2¹2÷2d
4÷2d

d÷2
Meniadi: 2KOH ¹ H
2
SO
4
F K
2
SO
4
¹ 2H
2
O

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->