UNIVERSITAS INDONESIA PEMIKIRAN EKONOMI PADA MASA PEMERINTAHAN KHULAFAUR RASYIDIN MAKALAH Diajukan untuk memenuhi penilaian mata

kuliah Konsep Pemikiran Ekonomi Islam

KELOMPOK 1: ADIEF RAZALI 09659 MULYANTO 096597212 SHOLEH 096597263 SOEHARTO NURCAHYONO 096597276

FAKULTAS PASCA SARJANA PROGRAM STUDI KAJIAN TIMUR TENGAH DAN ISLAM KEKHUSUSAN EKONOMI KEUANGAN SYARIAH SALEMBA 2010

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...................................................................................................... i DAFTAR ISI ………………….......…………………………………………………... ii 1. PENDAHULUAN .................................................................................................... 1 1.1. Rasulullah Sebagai Peletak Dasar Perekonomian Islam .................................... 1 1.2. Perkembangan Perekonomian Setelah Masa Pemerintahan Rasulullah SAW ... 3 2. PEMIKIRAN EKONOMI PADA MASA KHULAFAUR RASYIDIN …….... 5 2.1. Masa Pemerintahan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA .......................….... 5 2.1.1. Periode Kekhalifahan ............................................................................... 5 2.1.2. Konsolidasi Internal Ummat .................................................................... 5 2.1.3. Tantangan Dalam Bidang Perekonomian ................................................. 5 2.1.4. Kebijakan Umum Dalam Bidang Perekonomian ..................................... 6 2.1.5. Prinsip Persamaan Dalam Distribusi Kekayaan Negara ........................... 7 2.2. Masa Pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA ......................................... 7 2.2.1. Periode Kekhalifahan ................................................................................ 7 2.2.2. Clean Governance .................................................................................... 7 2.2.3. Faktor Kesuksesan Bidang Perekonomian ................................................ 8 2.2.4. Pembentukan Dewan Ekonomi ................................................................. 8 2.2.5. Pendirian Lembaga Baitul Maal ............................................................... 9 2.2.6. Klasifikasi dan Alokasi Pendapatan Negara .............................................10 2.2.7. Kebijakan Lainnya Dalam Bidang Perekonomian ...................................11 2.2.8. Wasiat Umar RA Dalam Bidang Ekonomi ..............................................12 2.3. Masa Pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan RA .....................................…13 2.3.1. Pemilihan Khalifah Ketiga....................................................................... 13 2.3.2. Kondisi Sosial Politik Ummat ................................................................. 13 2.3.3. Kebijakan Umum Dalam Bidang Perekonomian .....................................14 2.3.4. Beberapa Kontroversi Dalam Kebijakan Bidang Perekonomian .............14 2.4. Masa Pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib RA ....................................…15 2.4.1. Konsep Pemerintahan ...............................................................................18 2.4.2. Pemikiran dan Kebijakan Dalam Bidang Perekonomian.........................18 2.4.3. Distribusi dan Pemerataan Kekayaan Negara Kepada Masyarakat .........18 2.4.4. Kontrol Pasar dan Penimbunan Barang ................................................... 21 2.4.5. Pajak dan Pemanfaatannya Untuk Rakyat ............................................... 21 3. PENUTUP ..................................................….……………………….................... 23 4. DAFTAR REFERENSI ......................................................................................... 24

Universitas Indonesia

ii

Selain itu. Beliau telah meletakkan dasar-dasar kehidupan bagi seluruh Ummat manusia. Terpenuhinya kebutuhan dan distribusi pendapatan serta kekayaan bukan hanya menjadi tujuan ekonomi dan sosial semata akan tetapi yang lebih terpenting adalah terpenuhinya kewajiban agama. yaitu semua aktifitas ekonomi dan kebijakan keuangan diarahkan dan dibatasi oleh nilai dan norma itu sendiri. agama dengan ekonomi dan sebagainya. Pembangunan Masjid Nabawi sebagai pusat pemerintahan secara jelas memperlihatkan bahwa prinsip-prinsip dan nilai-nilai Islami tersebut haruslah terdapat dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat. Rasulullah juga telah meletakkan tata kelola keluangan negara yang sangat jelas dan transparan dengan cara menetapkan sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran negara sebagai berikut: Universitas Indonesia 1 . tidak terdapat pemisahaan antara agama dengan politik. Rasulullah dalam hal ini melakukan reformasi secara menyeluruh di segala aspek kehidupan manusia. tidak hanya dalam hal akidah akan tetapi juga dalam tata kehidupan kemasyarakatan lainnya. baik sebagai individu maupun sebagai warga negara.1. Selama periode pemerintahannya. politik dan ekonomi. secara umum Rasulullah SAW telah menetapkan prinsip ekonomi Islami yang dikembangkan berdasarkan prinsip kesejahteraan sejati. dalam kaitannya dengan perekonomian negara.BAB I PENDAHULUAN 1. Rasulullah Sebagai Peletak Dasar Perekonomian Islam Tidak dipungkiri lagi bahwa Rasulullah SAW merupakan panutan bagi seluruh Ummat manusia khususnya kaum muslimin. Dalam kaitannya dengan bidang perekonomian. Peristiwa hijrah telah menjadi suatu momentum terbentuknya tatanan masyarakat baru berdasarkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai Islam. termasuk kehidupan sosial.

Hadiah dari pemimpin atau 7. Pembayaran upah para sukarelawan 5. Uang tebusan 4. Persediaan darurat (sebagian dari pendapatan Khaibar) Tabel 2. Sumber-sumber pengeluaran negara pada masa pemerintahan Rasulullah SAW 1. Khums Tabel 1. Pembayaran gaji untuk wadi. Jizyah 1. Pengeluaran rumah tangga Rasulullah (sangat kecil. Sedekah lain 9. Penyaluran zakat dan ushr berdasarkan ketentuan yang terdapat di Al-Qur’an 3. Hiburan untu para delegasi keagamaan 3. Biaya pertahanan seperti persenjataan. Pinjaman dari kaun muslimin 5. Nawaib pemerintah negara lain 8. unta dan persediaan 2. Ushr (5-10%) 2. Bantuan untuk musafir (dari daerah fadak) Rasulullah juga merupakan kepala negara pertama yang memperkenalkan konsep Baitul Mal sebagai tempat pengumpulan hasil penerimaan negara. Ushr (5%) 3. Hadiah untuk pemerintah negara lain 5. Ghanimah 2. Zakat Fitrah 4. Pembayaran uang negara 6. Wakaf atau non-Muslim 6. Hiburan untuk para utusan suku dan negara serta biaya perjalanan mereka 4. Pembayaran untuk pembebasan kaum Muslim yang menjadi budak 6. Fai 3.2. 80 butir kurma dan 80 butir gandum untuk setiap istri) 11. Sumber-sumber pendapatan negara pada masa pemerintahan Rasulullah SAW Sekunder Bantuan untuk orang yang belajar agama di Madinah 2. Universitas Indonesia 2 . Tunjangan untuk sanak saudara Rasulullah 10. Pembayaran denda atas mereka yang secara tidak sengaja terbunuh oleh pasukan kaum Muslimin 7. muadzin dan pejabat negara lainnya 4. Primer 1. guru imam. Kharaj 2.Dari Kaum Muslimin Dari Kaum Non-Muslim Umum (Primer dan Sekunder) 1. Zakat 1. tongkat kepemimpinan Beliau kemudian dilanjutkan oleh para sahabat beliau yang disebut dengan Khulafaur Rasyidin. Perkembangan Perekonomian Setelah Masa Pemerintahan Rasulullah SAW Setelah wafatnya Rasulullah SAW. Pembayaran hutang orang yang meninggal dalam keadaan miskin 8. qadi. yang mana setelah dikumpulkan di tempat tersebut barulah kemudian harta tersebut dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan negara.5%) 3. Ushr (2. Pembayaran tunjangan untuk orang miskin 9. Amwal Fadilah 5. 1.

Irak. pengakuan hak pemilikan harta pribadi tetapi sebagai titipan dari Allah SWT yang pemanfaatannya dimintai pertanggungjawaban. c. Universitas Indonesia 3 . Syam. spekulasi dan berbuat curang. Sistem ekonomi yang dipraktekkan pada masa Khulafaur Rasyidin memiliki basis yang jelas. hingga beberapa bagian wilayah Eropa yang berdekatan dengan daerah Timur Tengah. Dari ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah SAW. Umar bin Khattab RA. penerimaan dan pengeluaran negara. Dalam hal ini visi dan misi sistem ekonomi Islam untuk mewujudkan persamaan martabat di antara Ummat manusi terutama dalam distribusi pendapatan telah menjadi komitmen para Khalifah. permintaan dan penawaran. e. transaksi ekonomi antar individu dan/atau lembaga wajib dilakukan melalui akad-akad yang sesuai dengan prinsip syariat Islam. b. pengakuan atas keberadaan lembaga yang mengatur peredaran uang (baitul mal). Utsman bin Affan RA dan Ali bin Abi Thalib RA. ditemukan doktrindoktrin yang merupakan dasar-dasar sistem ekonomi Islam. Jika pada masa kepemimpinan Rasulullah SAW kekuasaan Islam hanya meliputi semenanjung Arabia. Penguasa wajib menghilangkan distorsi terhadap mekanisme pasar dengan cara melarang penimbunan barang. Persia.Secara berturut-turut mereka adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. maka pada kepemimpinan Khulafur Rasyidin wilayah tersebut meluas mencapai Damaskus. yaitu: a. Di bawah kepemimpinan Khulafaur Rasyidin penyebaran Islam lambat laun meluas. kewajiban mencari rezeki yang halalal thoyyiban melalui perdagangan pengakuan atas mekanisme pasar dimana harga dibentuk oleh kekuatan dan/atau penyertaan modal. Zakat dan pajak dipungut dan didistribusikan oleh penguasa dengan diawasi oleh suatu lembaga agar mekanisme pasar berjalan wajar. Wajib zakat bagi muslim dan pajak bagi non-muslim atas kepemilikan harta tersebut. Maroko. d. Mesir. yaitu syariat Islam secara menyeluruh yang bersumber pada AlQur’an dan Hadits.

1. 3 bulan dan 3 hari (11 H .1.1. Hal ini dibuktikan dengan pengiriman pasukan ke beberapa daerah untuk memerangi kabilah-kabilah yang murtad tersebut (perang Riddah).BAB 2 PEMIKIRAN EKONOMI PADA MASA KHULAFAUR RASYIDIN 2.1.Tantangan Dalam Bidang Perekonomian Dalam bidang perekonomian Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA pada awal masa pemerintahannya dihadapkan pada kondisi dalam negeri dimana terdapat banyak para pembangkang yang menolak membayar zakat.Periode Kekhalifahan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA (51 SH – 13 H) merupakan khalifah pertama setelah wafatnya Rasulullah SAW.13 H).3. banyak kaum yang murtad dan mereka berkata. Beliau mengambil tindakan yang tegas terhadap kabilah-kabilah yang murtad. Masa Pemerintahan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA 2. Oleh karena itu Beliau lebih banyak melakukan konsolidasi internal untuk menjaga kebersamaan ummat sepeninggal Rasulullah SAW. 'Kami akan tetap melakukan shalat namun kami Universitas Indonesia 4 .1. 2. Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dihadapkan pada situasi dalam negeri yang tidak kondusif sepeninggal Rasulullah SAW. Sebagai contoh kondisi yang harus dihadapi adalah terdapatnya kabilahkabilah yang murtad dan terdapatnya orang yang mengaku nabi (Musailimah al-Kadzab). Al-Ismaili meriwayatkan dari Umar bin Khatthab mengenai sikap Khalifah Abu Bakar untuk memerangi orang-orang yang menolak membayar zakat sebagai berikut: "Tatkala Rasulullah saw wafat.1. 2. Beliau memerintah hingga akhir hayatnya selama 2 tahun.Konsolidasi Internal Ummat Pada awal kekhalifahannya.

Tidak menjadikan Ahli Badar (orang-orang yang berjihad pada perang Badar) sebagai pejabat negara. Apakah kamu yang demikian garang pada zaman jahiliah jadi penakut dalam Islam. membayar zakat.1. 'Satukanlah manusia dan bersikaplah penuh kasih kepada mereka. tidakkah Engkau mengambil ahli Badar sebagai pejabat? Abu Bakar berkata. namun yang saya dapatkan adalah pengkhianatanmu. c. Zakat dan pajak dalam ekonomi merupakan instrumen untuk redistribusi pendapatan dalam rangka keadilan sosial dan ekonomi. b. Abu Bakar Ash-Shiddiq RA menerapkan beberapa kebijakan umum dalam bidang perekonomian. antara lain : a. "Wahai khalifah.tak akan pernah membayar zakat:' Saya datang menemui Abu Bakar dan saya katakan kepadanya. namun saya tidak suka mengotori mereka dengan dunia”. Demi Allah saya akan perangi mereka selama pedang masih bisa bertahan di tanganku. 'Saya mengharap bantuanmu. dengan syair yang dibikin-bikin dan sihir yang dibuat-buat? Tidak! Tidak! Rasulullah telah wafat dan wahyu telah putus.Kebijakan Umum Dalam Bidang Perekonomian Selama masa kekhalifahannya." Abu Bakar menjawab. Menetapkan praktek akad-akad perdagangan yang sesuai dengan Menegakkan hukum dengan memerangi mereka yang tidak mau prisip syariah. wahai Umar? Lalu dengan apa saya harus satukan mereka. karena mereka itu orang-orang yang buas. Demi Allah saya akan perangi siapa saja yang memisahkan antara shalat dan zakat.” 2. "Saya mengetahui kedudukan mereka. Universitas Indonesia 5 . Saya akan perangi mereka walaupun mereka hanya menolak untuk memberikan seutas tali yang pernah mereka berikan kepada Rasulullah!' Ternyata saya dapatkan bahwa dia jauh lebih berani dan kuat keinginannya dan demi Allah saya melihat bahwa Allah telah membukakan dadanya untuk berperang. Abu Nu'aim meriwayatkan bahwa dikatakan kepada Abu Bakar. Tentang hal ini.4. Maka tahulah saya bahwa apa yang dikatakannya itu adalah benar.

antara budak dengan orang merdeka dan antara laki-laki dan perempuan. Maka pada masanya. Tidak mengistimewakan ahli Badar dalam pembagian kekayaan Mengelola barang tambang (rikaz) yang terdiri dari emas.d. e. sehingga menjadi sumber pendapatan negara. dan baja. 2. besi. negara. kayu-kayu. perak.1. jizyah dapat berupa emas. atau bendabenda lainnya. Abu Bakar Universitas Indonesia 6 .5. la membayar uang dalam jumlah yang sama kepada seluruh sahabat Nabi. Tidak merubah kebijakan Rasullullah saw dalam masalah jizyah. Sekali waktu ia menerima kekayaan yang berlimpah dari negara yang ditaklukkan dan Abu Bakar mendistribusikannya pada orang-orang secara sama.Prinsip Persamaan Dalam Distribusi Kekayaan Negara Dalam usahanya meningkatkan kesejahteraan rakyat. daerah kekuasaan Islam telah terbagi-bagi dan setiap daerah memiliki seorang pegawai yang berhak mendapatkan gaji sesuai kedudukan dan kadar yang telah ditentukan. onta. perhiasan. g. f. Khalifah Abu Bakar RA melaksanakan kebijakan ekonomi sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw. Umar ra dan para sahabat lain menyatakan bahwa kaum muslimin terdahulu harus diberi keistimewaan dari kaum muallaf. Abu Bakar ra tidak membuat ketentuan khusus tentang jenis dan kadar jizyah. Menetapkan gaji para pegawai berdasarkan karakteristik daerah perunggu. hasil pengumpulan zakat dijadikan sebagai pendapatan negara yang disimpan dalam baitul mal dan langsung didistribusikan seluruhnya kepada kaum muslimin. pakaian. kekuasaan masing-masing. la sangat memperhatikan akurasi penghitungan zakat. Pada saat itu. Khalifah Abu Bakar mengikuti langkah-Iangkah Nabi SAW dalam mengeluarkan pendapatan yang berasal dari zakat. dan tidak membeda-bedakan antara kaum muslim terdahulu dengan para muallaf. kambing. Dalam hal ini ia berprinsip persamaan hak warga negara dalam ekonomi. Sebagaimana Rasulullah saw.

Selama kurun waktu yang cukup singkat yakni hanya 10 (sepuluh) tahun Khalifah Umar bin Khattab telah berhasil membuktikan kehebatan sistem ekonomi Islam yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya. mereka masuk ke dalam baitul mal dan membukanya. Alhasil negara mengalami kemakmuran yang amat pesat. Bila terdapat kenaikan yang tidak wajar. Tetapi ini adalah masalah kebutuhan hidup. Menurut Irfan Mahmud Ra’ana.2.menjawab." 2. periode kekhalifahan Umar benar-benar merupakan abad keemasan dalam sejarah Islam." Tatkala Abu Bakar meninggal dunia dan telah dikuburkan. selama masa kekhalifahan Abu Bakar RA."? Dengan demikian. harta baitul mal tidak pernah menumpuk dalam jangka waktu lama karena langsung didistribusikan kepada seluruh kaum muslimin.2.2. di mana menurutku prinsip persamaan lebih baik daripada prinsip pengistimewaan. Umar RA memanggil orang-orang kepercayaannya dan di antaranya Abdurrahman bin Auf dan Utsman bin Affan RA. hal yang belum pernah disaksikan orang Arab sebelumnya. 2. "Aku sadar sepenuhnya tentang keunggulan dan keistimewaan orang-orang yang engkau sebutkan.Clean Governance Kebijakan yang sangat membanggakan adalah Umar RA menghitung kekayaan para pejabat di awal dan di akhir jabatannya. Mereka tidak mendapatkan satu dinar dan dirhampun di dalamnva. yang bersangkutan secara langsung diminta membuktikan Universitas Indonesia 7 . Periode Kekhalifahan Umar bin Khatthab RA (40 SH – 23 H) merupakan Khalifah kedua bagi kaum muslimin dengan menggantikan khalifah sebelumnya yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq RA.1. semua itu akan dibalas oleh Allah Swt.2. Semua warga negara muslim mendapat bagian yang sama dari Baitul Mal. Ketika pendapatan baitul mal meningkat semua mendapat manfaat yang sama dan tidak ada yang hidup dalam kemisklnan. Masa Pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA 2.

Faktor Kesuksesan Bidang Perekonomian Faktor-Faktor yang mempengaruhi kesuksesan ekonomi masa Umar Bin Khattab adalah sbb: a. Bila gagal. kuat. d. f.2. Menurut catatan Abu Yusuf Umar melakukan ijtihad. Khalifah Umar bin Khatthab (13 H/634 M) membentuk Dewan Ekonomi. Baitul Mal. Melakukan sistematisasi dalam pemberlakuan pungutan jizyah kepada ahlu dzimmah dengan cara menetapkan tiga tingkatan jizyah. e. c. Umar memerintahkan pejabat itu menyerahkan kelebihan harta dari jumlah yang wajar kepada Baitul Mal.3.Pembentukan Dewan Ekonomi Menurut Ibnu Khaldun.bahwa kekayaan yang dimilikinya itu didapat dengan cara yang halal. dengan tugas sebagai berikut: Universitas Indonesia 8 . membuat dokumen belum pernah ada sebelumnya. b. dibebaskan dari zakat. baik produksi maupun distribusi.2. Melakukan restrukturisasi sumber dan sistem ekonomi baru yang Atas saran Ali memungut zakat atas kuda yang oleh Rasulullah Membentuk dewan dewan.4. untuk tidak tanah taklukan di Irak kepada prajurit dan mendistribusikan g. dokumen negara dan merancang sistem yang mampu menggerakan ekonomi. banyaknya kemenangan yang dicapai tentara muslim pada masa Umar telah menbghasilkan banyak harta rampasan yang secara signifikan menambah kekayaan negara. untuk salah satu ashnaf yaitu orang orang yang baru masuk islam karena negara islam telah membiarkannya sebagai amanah. 2. Menghentikan pendistribusian bagian zakat. Yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan mereka membayar. atau membagi dua kekayaan itu separuh untuk yang bersangkutan dan sisanya untuk negara. 2. Disamping mana.

2. Umar melakukan reformasi hak penguasaan tanah dengar mencontoh Rasulullah saw pada waktu membagikan tanah Khaibar. dan lain-lain. Memperbaiki dan mengadakan perubahan terhadap peraturan yang telah ada. Khalifah Umar Bin Khattab menunjuk Abdullah ibn Irqam seebagai bendahara Negara dengan Abdurrahman ibn Ubaid al. Mengadakan dan menjalankan Hisbah (Pengawasan terhadap pasar. Bangunan lembaga Baitul Mal pertama kali didirikan dengan Madinah sebagai pusatnya. misalnya hak penguasaan tanah yang didapat dari perang yang semula diberikan kepada kaum Muslimin dirubah menjadi tetap hak pemilik semula tetapi dikenakan pajak tanah (kharaj).a.Qari sebagai wakilnya. pengontrolan terhadap timbangan dan takaran. b. mengatur perjalanan pos. Khalifah Umar ibn al-Khattab juga membuat ketentuan bahwa pihak eksekutif tidak boleh turut campur dalam mengelola harta Baitul Mal. Untuk menangani lembaga tersebut. membentuk tentara untuk menjaga dan melindungi tapal batas. Menurut Irfan Mahmud Ra’ana. menempa uang. 2. Universitas Indonesia 9 . Dan didirikan juga cabang-cabang di ibukota propinsi. d.Pendirian Lembaga Baitul Maal Pada tahun 16 H. Mendirikan Baitul Mal (Kantor Bendahara Negara). Ditingkat propinsi.5. dan peninjauan kembali persyaratan untuk pembagian zakat bagi orang-orang yang dijinakkan hatinya (Al muallafatu Qulubuhum) dan Lain-lain. pejabat yang bertanggung jawab terhadap harta umat tidak bergantung kepada gubernur dan mereka mempunyai otoritas penuh dalam melaksanakan tugasnya serta bertanggung jawab langsung kepada pemerintah pusat. mengatur gaji. mengangkat hakim-hakim. dsb.) c. pengawasan terhadap kebersihan jalan. penjagaan terhadap tata-tertib dan susila.

masa pemerintahannya. seperti: a.2. jizyah. seperti guru dan juru dakwah. Departemen Pelayaran Militer. ‘ushr (pajak perdagangan).Untuk mendistribusikan Baitul Mal. Pendapapatan ini didistribusikan dalam tingkat local jika kelebihan penerimaan sudah disimpan di Baitul Mal pusat dan dibagikan kepada delapan ashnaf. Universitas Indonesia 10 . yaitu: Pendapatan zakat dan ‘ushr (pajak tanah). Pendapatan kharaj. c.lain. Departemen ini berfungsi untuk mendistribusikan dana bantuan kepada selurruh fakir miskin dan orang. Departemen ini bertanggung jawab terhadap pembayaran gaji para hakim dan pejabat eksekutif. pemeliharaan anak. Pendapatan lain. Departemen Kehakiman dan Eksekutif. dan sewa tanah Pendapatan ini digunakan untuk membayar dana pensiun dan dana bantuan serta untuk menutupi biaya operasional administrasi. Khalifah Umar ibn al-Khattab mengklasifikasi pendapatan Negara menjadi empat bagian. Departemen ini berfungsi untuk mendistribusikan dana bantuan kepada orang. b. fa’i. dan dana sosialnya.orang yang menderita. d. c. Departemen Pendidikan dan Pengembangan Islam. Departemen jaminan Sosial.Klasifikasi dan Alokasi Pendapatan Negara Pada a. dan sebagainya. tanpa diskriminasi apakah ia seorang muslim atau bukan.orang yang terlibat dalam peperangan b. Pendapatan ini didistribusikan kepada fakir miskin atau untuk membiayai mereka yang sedang mencari kesejahteraan. kebutuhan militer. 2. Departemen ini mendistribusikan dana bagi penyebar dan pengembang ajaran Islam beserta keluarganya.anak terlantar. Khalifah Umar ibn al-Khattab mendirikan beberapa departeman yang dianggap perlu. Pendapatan ini digunakan untuk membayar para pekerja.6. Pendapatan khums dan sedekah. d.

Dalam memperlakukan tanah-tanah taklukan. Khalifah Umar ibn al-Khattab juga menerapkan beberapa kebijakan ekonomi lainnya. Sementara itu. dana pertahanan Negara digunakan untuk membeli sarana dan prasarana militer. 2.Kebijakan Lainnya Dalam Bidang Perekonomian Selain hal. Zakat Pada masa Rasululllah jumlah kuda masih sangat sedikit. Universitas Indonesia 11 . dana pensiun merupakan pengeluaran Negara yang paling penting.hal tersebut. Khalifah Umar ibn al-Khattab tidak membagi-bagikannya kepada kaum muslimin.orang yang telah berjasa. dan berbagai fasilitas umum lainnya yang dapat menunjang kelancaran aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat umum. b. Kepemilikan Tanah Khalifah Umar memutuskan tanah-tanah tersebut diperlakukan sebagai fai dan prinsip yang sama diadopsi untuk kasus-kasus di masa mendatang. Sedangkan dana pembangunan digunakan untuk sector pertanian dan perdagangan. seperti perlengkapan perang dan pembangunan markas militer. tetapi membiarkan tanah tersebut tetap berada pada pemiliknya dengan syarat membayar kharaj dan jizyah. pembangunan jaringan terowongan. Dana pensiun ini ditetapkan untuk mereka yang akan dan pernah bergabung dalam kemiliteran. seperti: a.7. Karena zakat dibebankan kepada barang barang produktifitas maka kuda yang dimiliki kaum muslimin pada waktu itu tidak dikenakan zakat.2.terutama kuda yang dimiliki oleh kaum muslimin karena digunakan untuk kepentingan pribadi dan jihad.Di antara alokasi pendapatan Baitul Mal tersebut. Dengan kata lain dana pensiun ini sama halnya dengan gaji regular angkatan bersenjata dan pasukan cadangan serta penghargaan bagi orang.

yaitu sama dengan satu mitsqal atau 100 grain barley. Bani taghlib merupakan suku Arab yang gigh dalam peperangan. namun mereka menginginkan membayar sedekah. Sedangkan bobot dirham tidak seragam dan karenanya menimbulkan kebingungan masyarakat. Mata Uang Pada masa pemerintahan Khalifah Umar ibn al-Khattab.c.2. Ushr dibebankan kepada suatu barang hanya sekali dalam setahun.8. bobot mata uang dinar seragam. Sedekah dari non muslim Tidak ada ahli kitab yang membayar sedekah atas ternaknya kecuaki orang Kristen Bani Taghlib. 2. Umar mengenakan jizyah kepada mereka.Wasiat Umar RA Dalam Bidang Ekonomi Khalifah Urnar bin Khatthab RA wafat pada hari keempat akhir pada bulan Dzulhijjah tahun 23 H setelah memimpin kaum muslimin selama 10 Universitas Indonesia 12 . Mereka setuju dan membayar sedekah ganda. Pos pengumpulan ushr berada di berbagai tempat yang berbeda beda. ‘Ushr Khalifah Umar ibn al-Khattab menerapkan pajak ‘ushr kepada para pedagang yang memasuki wilayah kekuasaan islam. Dengan demikian.. Khalifah Umar ibn al-Khattab menetapkan bahwa dirham perak seberat 14 qirat atau 70 grain barley. rasio antara satu dirham dengan satu mitsqol adalah tujuh per sepuluh. Umar memanggil mereka dan menggandakan sedekah yang harus mereka bayar dengan syarat mereka setuju untuk tidak membaptis seorang anak untuk menerima kepercayaan mereka. e. Walaupun demikian.kaum muslimim sepakat bahwa yang didapat dari Bani Tghlib tidak untuk dibelanjakan seperti halnya kharaj karena sedekah merupakan pengganti pajak.termasuk di ibukota d. Atas dasat itu.

adalah sumber pendapatan Negara. Khalifah Umar bin Khattab membentuk sebuah tim yang bernggotakan enam orang sahabat yaitu Utsman bin Affan. sosial dan ekonomi yang berakhir pada pembunuhan sang Khalifah. Ali bin Abi Thalib. sementara enam tahun kedua terjadi Universitas Indonesia 13 . harta mereka dengan penuh keridhaan. 2. Thalhah.3. d.tahunt 6 bulan 4 hari. Zubair bin Awwam. Agar memberikan pengertian kepada kaum Muhajirin mengenai Agar memperlakukan orang manapun dengan baik. Khalifah Utsman bin Affan RA memerintah selama 12 tahun (24 H – 36 H). sementara enam tahun kedua terjadi banyak keguncangan dalam bidang politik.3. Masa Pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan RA 2. karena mereka Tidak boleh diambil dari penduduk daerah.1. Dalam berbagai literatur dikatakan bahwa selama enam tahun pertama pemerintahannya dilewati dengan baik. kesanggupannya.3.Kondisi Sosial Politik Ummat Khalifah Utsman bin Affan RA memerintah selama 12 tahun. dan mewasiatkan Anshar tentang kebaikan.Pemilihan Khalifah Ketiga Berbeda dengan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq yang menunjuk langsung penggantinya sebelum beliau wafat. 2. Dalam berbagai literatur dikatakan bahwa selama enam tahun pertama pemerintahannya dilewati dengan baik.2. b. Sa’ad bin Abi Waqqash dan Abdurrahman bin Auf. c. selain dari kelebihan Kafir dzimmi tidak dibebani kecuali sekedar menurut harta fai’ mereka. Setelah wafatnya Khalifah Umar tim ini melakukan pemufakatan yang pada akhirnya menunjuk Utsman bin Affan RA sebagai Khalifah Islam yang ketiga. Wasiat-wasiat Umar RA kepada khalifah penggantinya yang berkaitan dengan masalah ekonomi dapat diringkas sebagai berikut: a.

Beliau juga berhasil menumpas pemberontakan di daerah Khurasan dan Iskandariah. c. Membentuk armada laut kaum muslimin hingga berhasil membangun supremasi kelautan di wilayah Mediterania dan berhasil membangun pelabuhan pertama negara Islam di semenanjung Syria. Mempertahankan sistem pemberian bantuan dan santunan serta memberikan sejumlah besar uang kepada masyarkat yang berbeda-beda. Universitas Indonesia 14 . Dalam rangka pengembangan sumber daya alam. pembangunan jalan-jalan dan pembentukan organisasi kepolisian secara permanen untuk mengamankan jalur perdagangan. bahkan menyimpan uangnya di bendahara negara. Tidak mengambil upah dari kantornya. pemerintahan Khalifah Utsman juga telah berhasil menuliskan kembali ayat-ayat Al-Qur’an menjadi ”satu huruf” atau satu versi yang hingga kini disebut dengan ”Mushaf Utsmani” untuk menghilangkan keanekaragaman dalam bacaan Al-Qur’an. d. Transoxania dan Tabaristan. Tunisia. Hal ini bermuara pada terjadinya kesalahpahaman dengan Abdullah bin Irqam. Tripoli dan Barca di Afrika Utara. sosial dan ekonomi yang berakhir pada pembunuhan sang Khalifah. Pada masa pemerintahannya. Khalifah Utsman bin Affan RA berhasil melakukan ekspansi ke wilayah Armenia.3.banyak keguncangan dalam bidang politik.3. Rhodes dan bagian tersisa dari Persia.Kebijakan Umum Dalam Bidang Perekonomian Khalifah Utsman bin Affan RA menjalankan kebijakan ekonominya dengan melakukan beberapa penataan baru dengan mengikuti kebijakan Khalifah Umar sebagai berikut: a. Cyprus. bendahara Baitul Mal saat itu. Selain itu. b. 2. dilakukan pembuatan saluran air.

Universitas Indonesia 15 . d. Adapun kebijakan tersebut adalah sebagai berikut: a. Kebijakan dalam hal pemberian harta dari Baitul Mal kepada kerabatnya. terdapat beberapa kebijakan dari Khalifah Utsman bin Affan RA yang pada akhirnya bermuara pada gejolak politik dan terbunuhnya sang Khalifah. Dibebaskan zakat atas harta terpendam. Dalam hal pengelolalan zakat.3. 2. g.e. c. menginginkan penduduk Arab untuk menjual harta fai’ mereka di daerah memunculkan tuan-tuan tanah yang pada akhirnya menimbulkan kesenjangan antara tuan tanah yang memiliki tanah luas dan penduduk miskin yang tidak memiliki tanah. ransum tambahan berupa pakaian untuk fakir miskin dan musafir. Hal ini berbeda dengan pandangan Abu Bakar dan Umar yang memandang bahwa hak kerabat dalam Baitu Mal terbatas dalam standar umum yang ada dan tidak ada toleransi atasnya.4. Pandangan bahwa sedekah adalah bukan merupakan sumber devisa dan pendapatan negara membuat Beliau menggunakan dana zakat untuk pembiayaan perang dan lainnya. Beberapa Kontroversi Dalam Kebijakan Bidang Perekonomian Pada masa enam tahun kedua pemerintahannya. f. Hal ini ditentang oleh kebanyakan sahabat yang menyatakan bahwa sang Khalifah telah menyalahi ketentuan dalam Al-Qur’an mengenai penyaluran zakat (At-Taubah:60). Pada akhirnya kebijakan ini menghambat sirkulasi ekonomi dan membuat terjadinya kesenjangan antara si kaya dan si miskin. pemilik harta diberikan keleluasaan Menaikkan dana pensiun sebesar 100 dirham dan memberikan Memperkenalkan tradisi mendistribusikan makanan ke masjid untuk menaksir hartanya sendiri. b. dan Kebijakan memberikan tambahan gaji kepada pejabat negara yang Kebijakan menggantinya mengenai dengan kepemilikan kavling tanah tanah yang dimana pada Beliau akhirnya beberapa diantaranya memiliki hubungan kekerabatan.

do’a Musa. dan secara bersamaan memberitahu individu dan masyarakat akan hak-hak mereka sehingga dengan begitu mereka akan mendapatkan kebahagian dan kemakmuran yang hakiki. salah satu tindakan yang segera diambil adalah memberhentikan pejabat korup. serta penghalang terbesar antara hak dan orang yang berhak. sebagai pengganti Ustman bin Affan ra.1. dan mendapatkan manfaat sesuai dengan kapasitasnya masing-masing Amirul mukminin terus menerus memerintah para gubernur dan memperingatkan mereka dengan tegas supaya tidak menyalahgunakan harta milik rakyat dan menerima suap.4. keteguhan Nuh.Konsep Pemerintahan Ali bin Abi Thalib ra adalah khalifah terakhir dari Khulafur Rasyidin. Ia melihat setiap aspek keduniaan tanpa terkecuali. dan petunjuk Muhammad dalam diri satu orang. Masa Pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib RA 2. Beberapa sifat istimewa Ali ra dalam dalam pengabdian membela dan mempertahankan agama Islam antara lain sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadist yang dikutip oleh Goerge Jordac “Abu Hurairah berkata bahwa Nabi pernah berbicara kepada para sahabatnya. diantaranya dengan memenjarakan Gubernur Ray yang dianggabnya melakukan korupsi. Ia memperhatikan hak individu dan masyarakat serta tidak pernah memikirkan selainnya. ketakwaan Isa. kebiasaan Ibrahim. mereka melihat Ali ra”. Khalifah Ali ra. Ia menganggap perilaku seperti itu sebagai hubungan terburuk antara penguasa dan rakyat.4. Pada suatu ketika ia mendapatkan berita Universitas Indonesia 16 . Ketika para sahabat mengangkat kepala. Ali melihat dunia dengan penuh kesungguhan. Imam menjelaskan hak-hak mereka sehingga tiap-tiap individu harus saling menolong satu sama lain melalui kerjasama yang erat dan berusaha meraih kemakmuran masyarakat. Beliau menyeru umat manusia untuk melihat keindahan dan keajaiban dunia. semasa melaksanakan amanah sebagai amirul mukminin sangat keras mengupayakan tegaknya good governance.2. ‘Bila kalian ingin mengatahui pengetahuan Adam. lihatlah pada orang yang sedang menuju kearah kalian’.

Universitas Indonesia 17 . d. e. c. b. Tindakan dan pemikiran Khalifah Ali ra. Ali ra memberikan gaji yang sangat pantas bagi para gubernur untuk mencukupi kebutuhan mereka. lembaga peradilan dan angkatan perang. memerangi korupsi tersebut sangat relevan dengan segala upaya pemerintahan modern/masa kini diberbagai belahan dunia saat ini. tercermin pada suratnya kepada Malik Asther bin Harits. Karena itu tidak ada alasan mereka menerima suap. ia juga bersikap ramah terhadap kepada orang-orang saleh.bahwa seseorang pejabatnya menerima suap. kemudian ia berkata kepadanya “Orang-orang sebelum Anda dimusnahkan karena mereka merampas hak manusia dank arena itu rakyat terpaksa mendapatkan hak-haknya dengan menyuap. hakim. Bahkan telah menjadi perhatian masyarakat dunia dan sekaligus pendorong investor melakukan aktivitas investasi bagi negara dengan pemerintahan yang tingkat korupsinya sangat rendah. Instruksi agar Malik lebih memperhatikan kesejahteraan para prajurut dan keluarga mereka. yang dituntut masyarakatnya untuk dapat melayani dan memberikan hak rakyat dari berbagai lapisan masyarakat secara adil. dan penegak hukum lainnya. Tugas. Beliau mengakui hak-hak mereka dan mendorong mereka menaati Imam dan berkhidmat kepada umat Islam. Menjelaskan hal-hal terkait dengan jaksa. serta tanggung jawab para penguasa dalam mengatur berbagai prioritas pelaksanaan keadilan serta pengawasan terhadap pejabat tinggi dan stafnya. Imam Ali memegang tangan pejabat itu dan menyentaknya dengan keras. Bila Ali ra keras terhadap pejabat korup. Menguraikan pendapatan pegawai administrasi dan bendahara. kewajiban. dengan poin-poin penting antara lain sebagai berikut: a. Menjelaskan tatacara berhubungan dengan masyarakat sipil. Secara utuh konsep pemerintahan Ali bin Abi Thalib ra. Mereka memaksa rakyat melakukan hal-hal batil sehingga kebatilan merajalela”.

4. Dengan demikian dapat pula Anda memenuhi keinginan Anda untuk mendapatkan kepercayaan mereka”.Pemikiran dan Kebijakan Dalam Bidang Perekonomian Secara umum pemikiran kebijakan dalam bidang perekonomian selama masa pemerintahan Khalifah Ali RA adalah sebagai berikut: a.f. Lakukanlah keadilan secara jujur tanpa mempermasalahkan apakah sesorang kerabat Anda atau bukan. karena hal itu baik bagi Negara. Arahan agar Malik berkomunikasi langsung dengan masyarakat melalui pertemuan terbuka. dan para penyandang cacat. Universitas Indonesia 18 . Prinsip ini akan mencegah pengrusakan kepentingan orang lain dan menyelamatkan Anda dari celaan Allah dan manusia. memandang perkara nepostisme sebagai suatu hal yang sangat perlu diwaspadai. “Camkanlah bahwa orangorang yang dekat disekitar Anda suka memanfaatkan posisi mereka untuk meraih milik orang lain dan berlaku tidak adil. Mengedepankan prinsip pemerataan dalam pendistribusian kekayaan Negara kepada masyarakat. Berantaslah kecenderungan semacam ini. orang-orang teraniaya. penimbun barang dan pasar gelap. Instruksi untuk melakukan control pasar dan memberantas para pedagang licik. Khalifah Ali ra. peganglah sebagai prinsip hidup untuk tidak memberikan sedikitpun tanah kepada famili atau kerabat Anda. Instruksi untuk melawan korupsi dan penindasan. singkaplah keadaan sebenarnya dan hilangkan kecurigaan mereka. Sehubungan dengan pelaksanaan pemerintahan. Bila sesorang darim karib kerabat Anda melanggar hukum maka laksanakan kebijakan sesuai dengan hukum yang berlaku.2. Bila suatu waktu orang-orang mencurigai Anda melakukan ketidakadilan dalam suatu perkara. walaupun terasa pedih bagi Anda. sebagaimana pemikirannya berikut. terutama dengan orang-orang miskin. 2. Dengan cara ini pikiranAnda akan terbiasa dengan keadilan dan orang-orang akan mencintai Anda. h. g.

meraka pantas mendapat murka Allah”. Aturan kompensasi bagi para pekerja jika mereka merusak barang- pemungutan zakat terhadap sayuran segar penimbun barang. mengira bahwa kikir itu baik bagi mereka. Substansi pemikiran Ali ra tersebut. d. Dalam Ayat tersebut Allah tidak menyatakan manusia sebagai ‘pemilik’ harta. tetapi Dia menyatakan. selanjutnya“Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karuniaNya.b. “dan berikanlah kepada mereka sebagaian dari harta Allah yang dikaruniakanNya kepadamu” (QS An Nuur:33). dan pasar gelap. Selanjutnya diriwayatkan khalifah pernah berkata. maka hal itu disebabkan karena orang-orang kaya tidak melaksanakan kewajibannya. Oleh karenanya. barang pekerjaannya. Menetapkan Pajak terhadap pemilik kebun dan mengizinkan Pembayaran gaji pegawai dengan sistem mingguan Melakukan kontrol pasar dan memberantas pedagang licik. e. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (dilehernya) pada hari Kiamat. dan hidup dalam kesengsaraan.4. padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Allah Mahateliti teliti terhadap apa yang kamu kerjakan” (QS:3:180). berlandaskan pada Allah SWT. Hal ini untuk mengingatkan manusia Universitas Indonesia 19 .3. kedinginan. 2. Jika mereka lapar atau tidak mempunyai pakaian atau terlihat dalam kesulitan keuangan lainnya. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi.Distribusi dan Pemerataan kekayaan Negara kepada masyarakat Perhatian Ali ra terhadap keadilan sosial dan pemerataan sangat tinggi sebagaimana dikatakan beliau “Jika orang kaya terus menimbun hartanya sementara banyak orang miskin yang kelaparan. “Allah mewajibkan orang yang kaya untuk memenuhin kebutuhan ekonomi orang-orang miskin sampai kebutuhan dasar mereka terpenuhi. “Sebagian dari harta yang Allah karuniakan kepadamu”. Allah akan bertanya pada mereka pada Hari Pengadilan dan dan akan menyiksa mereka. c.

Manusia bukan pemilik tetapi menjadi wakil (khalifah) dari pemilik sebenarnya. “Infakkan sebagian dari apa yang terdapat dalam gudang-gudang itu untuk keperluan orang-orang yang membutuhkan dari keluargaku”. Sedangkan orang-orang kaya adalah penjaga gudang-gudang Allah. semua penghitungan diselesaikan dan pada hari Sabtu dimulai penghitungan baru. antara lain Imam arRazi dalam tafsirnya. Ali ra tidak mentolerir hal ini dan membahasnya diberbagai temapat dalam bukunya Nahjul Balaghah.”Ada banyak orang yang usahanya siasia dan tidak bermanfaat.terhadap prinsip ini. atau orang-orang kikir yang tidak memenuhi hak Allah dan sangat bernafsu menambah kekayaannya. Pada hari itu. Anda sekalian hidup di waktu kebaikan menyurut dan kejahatan semakin mendekat. Beliau menggambarkan kondisi rakyat di zamannya. Ketamakan syaitani membunuh rakyat. ia berkata. Ia memberikan bantuan yang sama pada semua orang. Ali ra tidak membeda-bedakan mereka dan memperlakukan mereka sama dalam masalah masalah ekonomi. Karena harta yang ada ditangan mereka adalah harta Allah. atau kedudukan mereka dalam perang badar atau uhud dan lain-lain. Kemanapun kemana mata memandang Anda akan melihat fakir miskin yang menderita karena kemiskinan. Prinsip tersebut dikuatkan oleh para ulama fikih. Apa yang terjadi pada orang-orang saleh dan alim diantara kalian? Dimanakah orang mulia yang murah hati yang mencari rezeki dengan cara baik dan beramal dan berakhlak tulus? Universitas Indonesia 20 . atau hubungan meraka dengan Nabi SAW. kepada masayarakat. Dalam tataran praktis. Allah swt. Terdapat persamaan prinsip dalam distribusi kekayaan Negara. “Sesungguhnya orang-orang fakir adalah ‘keluarga’ Allah. Khalifah Ali ra menggunakan sistem distribusi pekanan. antara Khalifah Ali ra dan Abu Bakar ra. terlepas dari status social atau kedudukan mereka. tidak aneh jika Sang pemilik gudang itu berkata kepada para penjaganya. Memaksa rakyat bekerja dan mengeksploitasi upah mereka juga termasuk jenis penimbunan. atau orang kaya yang tidak bersyukur kepada Allah. Hari Kamis adalah hari pendistribusian atau hari pembayaran. yaitu bahwa harta adalah rezeki dari Allah.

Tugas pertama para Gubernur adalah memakmurkan rakyat dan setelah itu baru merealisasikan pajak. tanah serta semua sumber penghasilan adalah milik Negara dan harus didistribusikan ke seluruh warga Negara menurut keperluan dan haknya. Amirul mukminin pernah menasihati para pengumpul pajak. Pertama.Pajak dan Pemanfaatannya Untuk Rakyat Amirul mukminin memberikan instruksi-instruksi yang tegas bahwa jika masyarakat mengalami kesulitan dan menderita karena tagihan pajak oleh pemerintah maka pajak dari pemerintah tak boleh dipungut. Tak seorangpun berhak menyalahgunakan apa saja sesukanya dan merebut harta umum menjadi harta khusus. Tindakannya berdasarkan dua prinsip. 2. Setiap orang harus bekerja dan mendapatkan manfaat dari sumber-sumber ini menurut usahanya sendiri. “Jangan biarkan rakyat menjual pakaian musim dingin atau musim panas atau hewaqn yang mereka gunakan untuk membayar pajak. Mereka menimbun barang untuk mendapatkan untuk mendapatkan keuntungan. dan jangan sampai mereka menjual Universitas Indonesia 21 . dalam surat wasiatnya yang ditujukan kepada Malik Asytar ia menulis.5.4. Prinsip kebaikan kepada warga Negara dan kasih sayang serta nilai-nilai moral menuntut rakyat membayar pajak secara sukarela dan tidak dipaksa.Kesungguhan penggunaan kekayaan Negara dan usaha dari individu dan masyarakat dalam rangka memerangi kemiskinan menjadi perhatian khalifah. Ali ra mengambil langkah positif dalam melenyapkan kemiskinan rakyat. Karena itu Anda harus mencegah menimbun barang”.4. Jangan mencambuk siapa pun atau mengancam mereka demi uang. mengurangi timbangan dan meningkatkan harga. antara lain. seluruh kekayaan baitul mal.4. Mereka harus membuktikan sendiri bahwa mereka bermanfaat bagi orang lain dan mendapatkan pula keuntungan dari orang lain.Kontrol Pasar dan Penimbunan Barang Ali ra. “Camkanlah pula bahwa banyak orang yang terbiasa hidup kikir dan pelit. Hal-hal seperti ini merugikan rakyat dan merupakan cacat penguasa. 2.

Universitas Indonesia 22 . pertimbangkanlah kepentingan si pembayar pajak. bahwa pajak memiliki fungsi budgeter/anggaran sebagai sarana untuk memenuhi pembiayaan fasilitas dan layanan sosial bagi seluruh rakyat pada umumnya. karena urusan orang lain dapat dibereskan secara baik dengan sarana pajak dan pemabayaran pajak”. karena Allah menyruh kita hanya untuk mengambil kelebihannya”.barang-barang mereka karena maksud ini. “Berkenaan dengan pajak. Terkait dengan pajak Ali ra. juga berkata. Pandangan Khalifah Ali ra tentang pajak tersebut sangat bersesuaian dengan prinsip pemerataan dan distribusi pendapatan dari suatu Negara. Praktek perpajakan tersebut dalam zaman modern di Indonesia oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) didekati dengan self assessment dalam perhitungan dan pembayaran pajak oleh wajib pajak yang merupakan evolusi dari Kantor Inspeksi Pajak (KIP) yang mengatur perhitungan dan pemungutan pajak terhadap wajib pajak sebagai kewenangan petugas pajak semata.

Dalam bidang politik banyak Universitas Indonesia 23 . mungkin kewajiban membayar zakat sudah tidak berjalan lagi. Andai bukan sikap tegasnya kepada para pembangkang yang menolak membayar zakat. Khalifah Utsman bin Affan RA mungkin tidak secemerlang Umar dalam bidang perekonomian. Penegakan hukum dan keadilan menjadi kenyataan pada masa pemerintahannya. Keempat Khalifah mampun untuk mewujudkan nilai-nilai ideal syariat Islam yang berupa keadilan. Khalifah Umar bin Khattab RA merupakan sosok penguasa yang menjunjung tinggi kesederhanaan hidup. kecepatan dalam bertindak dan tidak kenal kompromi terhadap suatu kesalahan. Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA melambangkan sosok pemimpin yang lembut sekaligus tegas dalam menghadapi persoalan sulit dan genting.BAB 3 PENUTUP Periode Khulafaur Rasyidin dianggap menjadi representasi pemerintahan yang ideal yang ada di muka bumi setelah pemerintahan Rasulullah SAW. musyawarah dan persamaan. akan tetapi pada jaman Beliau lah Al-Qur’an berhasil disatukan menjadi satu bacaan dan mengikis perbedaan bacaan Al-Qur’an.

Rajawali Pers. Robbani Press. 4. 5. Khalifah Ali bin Abi Thalib Ra yang terkenal memiliki otak cemerlang.Perwataatmadja. Ekonomi Islam. Rajawali Pers. Georce Jordac (1997). Jakarta. Jakarta. Sirah Nabawiyah.Wallahu’alam Bisshowab-- DAFTAR REFERENSI 1.daerah yang sukarela masuk Islam. Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI) Universitas Islam Yogyakarta (2008). Lentera. Suara Keadilan . Jakarta.Sosok Agung Ali Bin Abi Thalib RA. 3. Dengan kematian Beliau maka berakhir pula masa kekhalifahan Khulafaur Rasyidin. Adiwarman A. Karim. Akan tetapi sudah menjadi takdir Allah SWT bahwa pada masa Beliau memerintah terdapat banyak fitnah yang bermuara pada pembunuhan sang Khalifah. SE. Jakarta. Jejak Rekam Ekonomi Islami. Cicero Publishing. Anis Byarwati (2008). MBA. 2. Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthy (1999). Karnaen A. Universitas Indonesia 24 . Jakarta. MAEP (2008). kemampuan berkomunikasi yang sangat fasih dan keberanian yang tiada banding harus menghadapi pahitnya pertentangan politik yang mengakibatkan kematiannya. Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam. ----. Ir. Dr.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful