P. 1
referat ca mammae

referat ca mammae

|Views: 1,465|Likes:
Published by intan_mg

More info:

Published by: intan_mg on Aug 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/18/2013

pdf

text

original

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Embriologi Payudara merupakan suatu kelompok kelenjar-kelanjar besar yang berasal dari epidermis, yang terbungkus dalam fascia yang berasal dari dermis, dan fascia superficial dari permukaan ventral dada. Putting susu sendiri merupakan suatu proliferasi lokal dari stratum spinosum epidermis. Selama bulan kedua kehamilan, dua berkas lapisan tebal ectoderm muncul pada dinding depan tubuh terbentang dari aksila ke lipat paha. Dua berkas ini adalah milk line dan melambangkan jaringan kelenjar mamma yang potensial (Gambar 1.1). Pada manusia, hanya bagian pectoral dari berkasi ini yang akan menetap dan akhirnya berkembang menjadi kelenjar mamma dewasa. Kadangkadang, jaringan payudara yang tersisa atau bahkan fungsional dapat muncul dari bagian lain dari milk line.1

Gambar

1.1. A. Milk

line dari embrio mamalia secara umum, kelanjar mamma terbentuk sepanjang garis ini. B. Tempat umum terbentuknya kelenjar mamma atau supernumerary nipples pada manusia1

2

Gambar 1.2. Pembentukkan payudara. A-D : stadium pembentukkan kelenjar dan sistem duktus berasal dari epidermis. Septa jaringan ikat berasal dari mesenkim dermis. E : eversi putting menjelang kelahiran. 1

2.2. Anatomi Payudara wanita dewasa berlokasi dalam fascia superficial dari dinding depan dada. Dasar dari payudara terbentang dari iga kedua di sebelah atas sampai iga keenam atau ketujuh di sebelah bawah, dan dari sternum batas medialnya sampai ke garis midaksilrasis sebagai batas lateralnya. Duapertiga dasar tersebut terletak di depan M.pectoralis major dan sebagian M.serratus anterior. Sebgaian kecil terletak di atas M.obliquus externus. Pada 95% wanita terdapat perpanjangan dari kuadran lateral atas sampai ke aksila. Ekor ini (tail of Spence) dari jaringan mammae memasuki suatu hiatus (dari Langer) dalam fascia sebelah dalam dari dinding medial aksilaI. Hanya ini jaringan mammae yang ditemukan secara normal di bawah fascia sebelah dalam. 1

3

dada

Gambar 1.3. Potongan sagital mammae dan dinding sebelah depan1

Tabel 1.1. Otot-otot dan persarafan yang perlu diperhatikan pada mastektomi Muscle Pectoralis major Origin Insertion Nerve supply Comments Clavicular portion of pectoralis forms upper extent of radical mastectomy; lateral border forms medial boundary of modified radical mastectomy; both nerves should be preserved in modified radical procedure Medial half of Lateral lip, Lateral and clavicle, lateral bicipital groove medial pectoral half of sternum, nerves 2nd to 6th costal cartilages, aponeurosis of external oblique muscle

Pectoralis minor Deltoid

2nd to 5th ribs

Coracoid process of scapula

Lateral and medial pectoral nerves Axillary nerve

Lateral half of Deltoid clavicle, lateral tuberosity of border of humerus acromion process, spine of scapula 1. 1st and 2nd ribs Costal surface of scapula at superior angle

Serratus anterior (3 parts)

Long thoracic nerve

Injury produces "winged scapula"

2. 2nd to 4th ribs Vertebral border of scapula 3. 4th to 8th ribs Costal surface of scapula at inferior angle Latissimus dorsi Back, to crest of ilium Crest of lesser tubercle and intertubercular groove of humerus Thoracodorsal The anterior border nerve forms the lateral extent of radical mastectomy; injury results in weakness of rotation and

4

dimana dihubungkan secara bebas dengan fascia sebelah dalam. sebagian dari 1 atau lebih lobus diangkat. bukan kesatuan dalam bedah. Lobus-lobus ini beserta duktusnya adalah kesatuan dalam anatomi. dimana pada prosedur semacam itu.4. beberapa lebih besar daripada yang lainnya. Topografi aksila (Anterior view) Setiap payudara terdiri dari 15 sampai 20 lobus. berada dalam fascia superficial.Muscle Subclavius Origin Junction of 1 rib and its cartilage st Insertion Nerve supply Comments abduction of arm Groove of lower Subclavian surface of nerve clavicle Lesser tubercle of humerus Upper and lower subscapular nerves Subscapular nerves should be spared Subscapularis Costal surface of scapula External oblique aponeurosis Rectus abdominis External Rectus sheath oblique muscle and linea alba. crest of ilium Ventral surface Crest and of 5th to 7th superior ramus costal cartilages of pubis and xiphoid process Branches of 7th-12th thoracic nerves Remember the interdigitation with serratus anterior and pectoralis muscles The rectus sheath is the lower limit of radical mastectomy Gambar 1. 5 . Suatu biopsy payudara bukan suatu lobektomi.

Pada area bebas lemak di bawah areola.) Gambar 1. sehingga duktus berjalan sentral menuju papilla seperti jari-jari roda berakhir secara terpisah di puncak dari papilla. 3. Ruang retromammary. Segmen dari duktus dalam papilla merupakan bagian duktus yang tersempit. mengakibatkan ekspansi yang jelas dari duktus dimana ketika berdilatasi akibat isinya dinamakan lactiferous sinuses (Gambar 1.5. Oleh karena itu. Muscle fascia.Antara fascia superficial dan yang sebelah dalam terdapat ruang retromammary (submammary) yang mana kaya akan limfatik (Gambar 1. 2.5.6.). bagian yang dilatasi dari duktus laktiferus (lactiferous sinuses) merupakan satu-satunya tempat untuk menyimpan susu. 1. Membranous layer of superficial fascia. Intraductal papillomas sering terjadi di sini. 1 Lobus-lobus parenkim beserta duktusnya tersusun secara radial berkenaan dengan posisi dari papilla mammae. 6 . Retromammary space. sekresi atau pergantian sel-sel cenderung untuk terkumpul dalam bagian duktus yang berada dalam papilla.

Lobe of breast parenchyma. 2. axillaries. 1. Retinacula cutis. Membranous layer. cabang dari A. fascia superfisial terfiksasi ke kulit. Topografi payudara. sebagian dari ligamentum Cooper akan mengalami kontraksi. Ampulla. Dengan adanya invasi keganasan. dimana pada peau d'orange perlekatan subdermal dari folikel-folikel rambut dan kulit yang bengkak menghasilkan gambaran cekungan dari kulit. Pectoralis major muscle. menghasilkan retraksi dan fiksasi atau lesung dari kulit yang khas. 3. Serratus anterior fascia. 10.Gambar 1. 8. 6. Dumpling of the breast. Suspensory ligament of axilla. thoracica interna. 5.6. Lactiferous duct. pita jaringan ikat berbentuk ireguler menghubungkan dermis dengan lapisan dalam dari fascia superfisial.7. Serratus anterior muscle. sehingga tidak mungkin dilakukan total mastectomy subkutan yang ideal. akibat dari terlibatnya ligamentum Cooper pada penyakit yang invasive. intercostal. Ini berbeda dengan penampilan kulit yang kasar dan ireguler yang disebut peau d'orange. 9. 1 Suplai darah Mammae diperdarahi dari 2 sumber. 7 . Pectoral fascia. 1 Ligamentum suspensori Cooper membentuk jalinan yang kuat. dan A. Dapat diperjelas dengan penekanan oleh tangan pemeriksa. 7. Kadang-kadang. yaitu A. 4. 1 Gambar 1. melewati lobus-lobus parenkim dan menempel ke elemen parenkim dan duktus.

berhubungan dengan brachiocephalica. terletak di medial atau superficial terhadaop arteri aksilaris. B.intercostal hanya sedikit kontribusinya. Melaui jalur kedua jalur pertama.1 Melalui metastasis dapat system saraf 8 . vena vena thoracica 3-5 dan intercostals mengalirkan darah dari kelenjar mamma. menerima juga 1 atau 2 cabang pectoral dari mammae. ke tulang dan pusat. metastasis ca mammae dapat mencapai paru-paru. Setelah vena ini melewati tepi lateral dari iga pertama. kontribusi dari A. dan intercostals. C. Di belakang. Pada 18% individu. Pada 50%. aksilaris. hemiazygos. Ke depan. axillary. payudara diperdarahi oleh arteri internal thoracic. Vena aksilaris terbentuk dari gabungan vena brachialis dan vena basilica. Vena-vena ini mengikuti arterinya. A.Gambar 1. vena intercostalis berhubungan dengan sistem vena vertebra dimana masuk vena azygos. A. kemudian mengalirkan ke dalam vena cava superior. dan accessory hemiazygos.8. jalurketiga. 1 Vena interna.aksilaris tidak berarti. Pada 30%. vena ini menjadi vena subclavia.

C. D.7 nodes). sepanjang sisi medial dari aksila mengikuti aliran lateral thoracic artery pada dinding dada. Di bawah areola 9 . Darinase superior lateral superior melalui vena aksilaris ke jantung kanan. 1 Klasifikasi utama Haagensen adalah axillary dan internal thoracic (mammary).Gambar 1.10.9. Kelenjar getah bening aksila dan payudara menurut klasifikasi dari Haagensen (kiri). superior epigastric veins. juga dikenal sebagai anterior pectoral nodes. B. A. Diagram potongan frontal mammae kanan menunjukkan jalur drainase vena. pectoralis minor. Drainage posterior ke vertebral veins. Aliran limfatik mammae (kanan). pectoralis major. dan hati. mulai dari iga 2-6. the right heart.3 nodes). Drainase medial melalui internal thoracic vein ke jantung kanan. Gambar 1. 1. Seringnya pembagian menurut Haagensen. Ini terletak sepanjang batas lateral dari M. Drainase lateral ke intercostal. di bawah M. Group 1. External mammary nodes (1.1 Aliran limfatik Kelenjar getah bening dari regio mammae terdapat dalam kelompok inkonstan yang bervariasi. Drainase Aksilaris (35.

Merupakan kelompok kelenjar getah bening yang terbesar. Areolar plexus of vessels. 6. nipple and some parenchyma. Apical. Limfatik dari KGB ini salng berhubungan dengan pembuluh limfe intercistal. Central axillary nodes. 1. Group 2.11. dinamakan subareolar plexus of Sappey. Interpectoral nodes (Rotter's nodes) (1. Terletak di atas pembuluh-pembuluh darah subsakapular. Ketika KGB ini membesar.4 nodes). 4. Scapular nodes (5. merupakan KGB yang paling mudah dipalpasi di aksila karena ukurannya yang besar. Merupakan kelompok KGB terkecil dari KGB aksila dan tidak dapat ditemukan walaupun M. Aliran limfatik mammae. sering terdapat tunggal. draining areola. 2. dapat menekan intercostobrachial nerve. 10 . Retrosternal nodes.terdapat perluasan jaringan pembuluh-pembuluh limfatik. dapat timbul nyeri. Central nodes (12.8 nodes). pectoralis major diangkat. Group 4. Group 3. infraclavicular nodes. Aliran limfe langsung dari kulit ditunjukkan oleh tanda panah pada mammae kanan dan sisi medial mammae kiri. Terletak antara otot pektoralis mayor dan minor. cabang kutaneus lateral dari second atau third thoracic nerve. Anterior pectoral nodes. 3. Gambar 1. Interpectoral nodes (a path which can bypass central axillary nodes). 5.1 nodes).

Group 6. infraclavicular. atau contralateral internal mammary dianggap telah mengadakan metastasis jauh (M1). or apical Catatan : KGB intramammary disandikan sebagai KGB aksila. KGB ini juga menerima trunkus limfatikus dari kulit mammae kontralateral. Level II (midaxilla): KGB antara tepi medial dan lateral M pectoralis minor dan KGB interpectoral (Rotter's) c. Rute ke vena aksilaris lebih pendek daripada rute aksila. Drainase Internal Thoracic (Mammary) (8.1 Dalam staging.5 nodes). Merupakan kelompok KGB terbesar kedua di aksila. cervical.7 nodes). dan biasanya dalam lemak dan jaringan ikat dari ruang interkosta. kecil. These lie on the caudal and ventral surfaces of the medial part of the axillary vein. Level I (low axilla): KGB lateral dari tepi lateral M pectoralis minor b. Axillary vein nodes (10. Saluran ini bermuara ke ductus thoracicus atau ductus limfatikus dextra. Terletak di permukaan ventral dan kaudal dari bagian lateral vena aksilaris. Yang termasuk KGB regional : 1. KGB aksila (ipsilateral) : interpectoral (Rotter's) nodes dan KGB sepanjang vena aksilaris dan bagian-bagiannya yang dapat dibagi ke dalam beberapa tingkat : a.Group 5. bila ditemukan metastasis ke KGB supraclavicular. diafragma. hati. Level III (apical axillary): KGB medial dari tepi medial M pectoralis minor termasuk subclavicular.5 Nodes) Pembuluh-pembuluh limfatik timbul dari tepi medial mammae pada fascia pectoralis. rectus sheath. Terletak pada permukaan ventral dan kaudal dari bagian medial vena aksilaris. 11 . Subclavicular nodes (3. 2. bagian atas rectus abdominis. KGB sekitar 4-5 setiap sisinya.

Kelompok kelenjar getah bening aksila. Saraf-saraf perifer penting yang ditemukan selama mastectomy 2. Level I meliputi beberapa kelenjar getah bening yang terletak lateral dari M. Level II meliputi beberapa kelenjar getah bening yang terletak di bawah M. Pectoralis minor. Level III meliputi beberapa kelenjar getah bening yang terletak medial dari M.12. Etiologi (Faktor risiko) Etiologi pasti dari kanker payudara masih belum jelas.13. Gambar 1. 2 cabang mammae dari nervus kutaneus lateral keempat juga mempersarafi papilla mammae. Pectoralis minor.Gambar 1. dengan cabang-cabangnya melewati permukaan kelenjar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan faktor risiko tertentu lebih sering untuk berkembang menjadi kanker payudara dibandingkan yang tidak memiliki beberapa faktor risiko tersebut.4 : • Umur : Kemungkinan untuk menjadi kanker payudara semakin meningkat seiring bertambahnya umur seorang wanita.3. Persarafan Mammae dipersarafi oleh nervus intercosta 2-6. Pectoralis minor. 1 2. Kanker jarang timbul sebelum 12 .2 Beberapa faktor risiko tersebut 3. Internal mammary (ipsilateral): KGB di ruang intercosta sepanjang tepi sternum dalam fascia endothoracica. Angka kejadian kanker payudara ratarata pada wanita usia 45 tahun ke atas.

Secara umum. seperti atypical hyperplasia dan lobular carcinoma in situ [LCIS]. sehingga survival rates-nya lebih rendah. Risiko juga meningkat bila terdapat kerabat/saudara (baik dari keluarga ayah atau ibu) yang menderita kanker payudara. • Riwayat reproduksi dan menstruasi : 13 . tetapi kankernya cenderung lebih agresif. Wanita yang memiliki gen BRCA1 dan BRCA2 akan mempunyai risiko kanker payudara 40-85%. Wanita dengan gen BRCA1 yang abnormal cenderung untuk berkembang menjadi kanker payudara pada usia yang lebih dini. • Riwayat Keluarga : Risiko untuk menjadi kanker lebih tinggi pada wanita yang ibunya atau saudara perempuan kandungnya memiliki kanker payudara. • Riwayat kanker payudara : Wanita dengan riwayat pernah mempunyai kanker pada satu payudara mempunyai risiko untuk berkembang menjadi kanker pada payudara yang lainnya. dan tidak mempunyai reseptor hormon. dan beberapa gen lainnya. derajat tumor yang lebih tinggi. poorly differentiated. Risiko lebih tinggi jika anggota keluarganya menderita kanker payudara sebelum usia 40 tahun. BRCA1 and BRCA2 termasuk tumor supresor gen. antara lain BRCA1. BRCA2. Risiko kanker akan meningkat bila memiliki tipe-tipe sel abnormal tertentu. • Perubahan payudara tertentu : Beberapa wanita mempunyai sel-sel dari jaringan payudaranya yang terlihat abnormal pada pemeriksaan mikroskopik.menopause. • Perubahan Genetik : Beberapa perubahan gen-gen tertentu akan meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara. dan stadiumnya lebih lanjut. Sedangkan BRCA-2 berhubungan dengan invasive ductal carcinoma yang lebih well differentiated dan mengekspresikan reseptor hormon. Kanker dapat didiagnosis pada wanita premenopause atau sebelum usia 35 tahun. gen BRCA1 beruhubungan dengan invasive ductal carcinoma.

sedangkan berkurangnya paparan justru memberikan efek protektif. • Ras : Kanker payudara lebih sering terdiagnosis pada wanita kulit putih. Insidensi lebih tinggi pada wanita yang tinggal di daerah industrialisasi. atau mengkonsumsi estrogen ditambah progestin setelah menopause juga meningkatkan risiko kanker. dibandingkan wanita Latin Amerika. risiko untuk menjadi kanker payudaranya meningkat. Wanita yang mendapatkan menopausal hormone therapy memakai estrogen. sehingga semakin tua umur seorang wanita melahirkan anak pertamanya. Asia. risiko kanker meningkat. Pada suatu penelitian wanita muda dengan Hodgkin's lymphoma yang mendapat terapi radiasi mempunyai risiko kanker payudara 75 kali lebih besar dibandingkan subjek kontrol. nuliparitas. Beberapa faktor yang meningkatkan jumlah siklus menstruasi seperti menarche dini (sebelum usia 12 tahun). Diferensiasi akhir dari epitel payudara yang terjadi pada akhir kehamilan akan memberi efek protektif. risiko untuk berkembangnya kanker payudara akan meningkat di kemudian hari. • Wanita yang mendapat terapi radiasi pada daerah dada : Wanita yang mendapat terapi radiasi di daerah dada (termasuk payudara) sebelum usia 30 tahun. • Kepadatan jaringan payudara : Jaringan payudara dapat padat ataupun berlemak. or Afrika. karena sumber estrogen utama pada wanita postmenopause berasal dari konversi androstenedione 14 . • Overweight atau Obese setelah menopause: Kemungkinan untuk mendapatkan kanker payudara setelah menopause meningkat pada wanita yang overweight atau obese. dan menopause yang terlambat (di atas 55 tahun) berhubungan juga dengan peningkatan risiko kanker. Wanita yang pemeriksaan mammogramnya menunjukkan jaringan payudara yang lebih padat.Meningkatnya paparan estrogen berhubungan dengan peningkatan risiko untuk berkembangnya kanker payudara.

1.4. Insidensi2 Tabel 1. dan sporadik Sporadic breast cancer Familial breast cancer Hereditary breast cancer BRCA-1a BRCA-2 p53 (Li-Fraumeni syndrome) STK11/LKB1 (Peutz-Jeghers syndrome) PTEN (Cowden disease) MSH2/MLH1 (Muir-Torre syndrome) ATM (Ataxia-telangiectasia) a 65–75% 20–30% 5–10% 45% 35% 1% <1% <1% <1% <1% Unknown 20% Affected gene. SOURCE: Adapted with permission from Martin AM et al. Karena alkohol akan meningkatkan kadar estriol serum. dengan kata lain obesitas berhubungan dengan peningkatan paparan estrogen jangka panjang.menjadi estrone yang berasal dari jaringan lemak. Klasifikasi kanker payudara invasif 15 .5. Dengan aktivitas fisik akan membantu mengurangi peningkatan berat badan dan obesitas. familial. • Diet : Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang sering minum alkohol mempunyai risiko kanker payudara yang lebih besar. sehingga akan meningkatkan risiko kanker. Sering mengkonsumsi banyak makan berlemak dalam jangka panjang akan meningkatkan kadar estrogen serum. risiko untuk menjadi kanker payudara meningkat. 47 2. • Kurangnya aktivitas fisik : Wanita yang aktivitas fisik sepanjang hidupnya kurang. Persentase insidensi dari kanker payudara herediter. 2.

Batasnya kurang tegas dan pada potongan meilntang. dengan gambaran histologi yang bervariasi. mastectomy. Invasive ductal carcinoma a. Terapi pembedahan untuk Paget's disease meliputi lumpectomy. berkisar 4% dari seluruh kanker payudara yang invasif dan merupakan kanker dan payudara herediter 20% yang berhubungan dengan BRCA-1. dapat berupa lesi bertangkai. Patognomonis dari kanker ini adalah terdapatnya sel besar pucat dan bervakuola (Paget's cells) dalam deretan epitel. kasus ditemukan bilateral. atau halus. atau modified radical mastectomy. sebagai massa soliter dan keras. b. II. Karakterisitik 16 . Sel-sel kanker sering berkumpul dalam kelompok kecil. Adenocarcinoma with productive fibrosis (scirrhous. ulserasi. Seringnya muncul sebagai erupsi eksim kronik dari papilla mammae. NST) (80%) Kanker ini ditemukan sekitar 80% dari kanker payudara dan pada 60% kasus kanker ini mengadakan metastasis (baik mikro maupun makroskopik) ke KGB aksila. Peningkatan ukuran yang cepat dapat terjadi sekunder terhadap nekrosis perdarahan. tampak permukaannya membentuk konfigurasi bintang di bagian tengah dengan garis berwarna putih kapur atau kuning menyebar ke sekeliling jaringan payudara. Medullary carcinoma (4%) Medullary carcinoma adalah tipe khusus dari kanker payudara. Paget’s disease dari papilla mammae Paget’s disease dari papilla mammae pertama kali dikemukakan pada tahun 1974.Klasifikasi kanker payudara invasif menurut Foote dan Stewart yaitu 6 : I. tergantung penyebaran tumor dan adanya kanker invasif. Paget's disease biasanya berhubungan dengan DCIS (Ductal Carcinoma in situ) yang luas dan mungkin berhubungan dengan kanker invasif. Biopsi papilla mammae akan menunjukkan suatu populasi sel yang identik (gambaran atau perubahan pagetoid). simplex. Kanker ini biasanya terdapat pada wanita perimenopause or postmenopause dekade kelima sampai keenam.

(2) inti pleomorfik besar yang berdiferensiasi buruk dan mitosis aktif. sel-sel kanker ini dapat tidak terlihat pada pemeriksaan mikroskopik. Biasanya ditemukan pada wanita perimenopause dan pada periode awal menopause.and 10-year survival rate mirip mucinous dan tubular carcinoma. Wanita dengan kanker ini mempunyai 5year survival rate yang lebih baik dibandingkan NST atau invasive lobular carcinoma. sekitar 2% dari semua kanker payudara yang invasif. merupakan tipe khusus lain dari kanker payudara. Mucinous (colloid) carcinoma (2%) Mucinous carcinoma (colloid carcinoma). McDivitt dan kawan-kawan menunjukkan frekuensi metastasis ke KGB aksila yang rendah dan 5. III. Ukurannya kecil dan jarang mencapai diameter 3 cm.mikroskopik dari medullary carcinoma berupa (1) infiltrat limforetikular yang padat terutama terdiri dari sel limfosit dan plasma. Tubular carcinoma (2%) Tubular carcinoma merupakan tipe khusus lain dari kanker payudara sekitar 2% dari semua kanker payudara yang invasif. Papillary carcinoma (2%) Papillary carcinoma merupakan tipe khusus dari kanker payudara sekitar 2% dari semua kanker payudara yang invasif. e. d. Invasive lobular carcinoma (10%) 17 . (3) pola pertumbuhan seperti rantai. Long-term survival mendekati 100%. dengan minimal atau tidak ada diferensiasi duktus atau alveolar. Biasanya ditemukan pada wanita dekade ketujuh dan sering menyerang wanita non kulit putih. Karena komponen musinnya. Sekitar 50% kanker ini berhubungan dengan DCIS dengan karakteristik terdapatnya kanker perifer. biasanya muncul sebagai massa tumor yang besar dan ditemukan pada wanita yang lebih tua. c. dan kurang dari 10% menunjukkan reseptor hormon.

9 6.8 0.1 5. Pewarnaan khusus dapat mengkonfirmasi adanya musin dalam sitoplasma.3.7 36. Gambaran histopatologi meliputi sel-sel kecil dengan inti yang bulat.0 7.7 5.2 6.4 0. Staging 6 Tabel 1. dan bilateral. nucleoli tidak jelas.3 3.2.8 18.9 37.5 *Lesions overlap between two quadrants within the breast.2 1.6 16. Karena pertumbuhannya yang tersembunyi sehingga sulit untuk dideteksi. multisentrik. dan sedikit sitoplasma.9 6.9 NOS (not otherwise specified) 18. yang dapat menggantikan inti (signet-ring cell carcinoma). 2. IV.7 0.1 8.2 4. squamous cell.3 9.Invasive lobular carcinoma sekitar 10% dari kanker payudara.8 37.8 18. apocrine) Tabel 1.8 16. Kanker yang jarang (adenoid cystic.3 3.6. TNM Staging System untuk Breast Cancer 18 .6 19. Seringnya multifokal.0 5. Distribusi lokasi tumor menurut histologisnya pada semua pasien 1 Location Nipple Central Upper inner Lower inner Upper outer Lower outer Axillary tail Overlapping* Lobular (%) Ductal (%) Combination (%) 2.6 1.

Metastasis hanya tampak secara klinis ke KGB internal mammary ipsilateral dan tidak terbukti secara klinis terdapat metastasis ke KGB aksilla ipsilateral Metastasis ke KGB infraklavikula ipsilateral dengan atau tanpa keterlibatan KGB aksilla. atau ada nodul satelit terbatas di kulit payudara yang sama Kriteria T4a dan T4b Inflammatory carcinoma KGB regional tidak dapat dinilai (misalnya sebelumnya telah diangkat) Tidak ada metastasis ke KGB regional Metastasis ke KGB aksilla ipsilateral tetapi dapat digerakkan Metastasis KGB aksilla ipsilateral tetapi tidak dapat digerakkan atau terfiksasi. atau tampak secara klinis ke KGB internal mammary ipsilateral tetapi secara klinis tidak terbukti terdapat metastasis ke KGB aksilla ipsilateral Metastasis ke KGB aksilla ipsilateral dengan KGB saling melekat atau melekat ke struktur lain sekitarnya. tidak melibatkan otot pectoralis Edema (termasuk peau d'orange). atau secara klinis ke KGB internal mammary ipsilateral tetapi secara klinis terbukti terdapat metastasis ke KGB aksilla ipsilateral.Tumor Primer (T) TX T0 Tis Tis(DCIS) Tis(LCIS) Tumor primer tidak dapat dinilai Tidak ada bukti terdapat tumor primer Carcinoma in situ Ductal carcinoma in situ Lobular carcinoma in situ Tis(Paget's) Paget's disease dari papilla mammae tanpa tumor (Catatan : Paget's disease yang berhubungan dengan tumor diklasifikasikan menurut ukuran tumor) T1 T1mic T1a T1b T1c T2 T3 T4 T4a T4b T4c T4d NX N0 N1 N2 Tumor ≤ 2 cm Microinvasion ≤ 0. atau ulserasi kulit [ayudara. seperti yang diuraikan dibawah ini : Perluasan ke dinding dada.1 cm tetapi tidak lebih dari 0.5 cm tetapi tidak lebih dari 1 cm Tumor > 1 tetapi tidak lebih dari 2 cm Tumor > 2 cm tetapi tidak lebih dari 5 cm Tumor > 5 cm Tumor ukuran berapapun dengan perluasan langsung ke dinding dada atau kulit.1 Tumor > 0. atau metastasis ke KGB supraklavikula ipsilateral dengan atau Kelenjar Getah Bening—Klinis (N) N2a N2b N3 19 .5 cm Tumor > 0.

IHC (-) Tidak ada metastasis ke KGB regional secara histologis.0 mm) Metastasis ke 1-3 KGB aksila Metastasis ke KGB internal mammary terdeteksi secara mikroskopis melalui diseksi sentinel KGB. secara klinis tidak tampak Metastasis ke 1-3 KGB aksila dan ke KGB internal mammary terdeteksi secara mikroskopis melalui diseksi sentinel KGB. biasanya dideteksi hanya dengan immunohistochemical (IHC) atau metode molekuler Tidak ada metastasis ke KGB regional secara histologis. atau metastasis pN1mi pN1a pN1b pN1c pN2 pN2a pN2b pN3 pN3a 20 . tidak ada pemeriksaan tambahan untuk isolated tumor cells (Catatan : Isolated tumor cells (ITC) diartikan sebagai sekelompok tumor kecil yang tidak lebih dari 0. atau secara klinis ke KGB internal mammary ipsilateral dan terdapat 1 atau lebih metastasis ke KGB aksilla atau > 3 metastasis ke KGB aksilla tetapi secara klinis microscopic metastasis (-) ke KGB internal mammary.2 mm Kelenjar Getah Bening Regional—Patologia anatomi (pN) pN0(i–) pN0(i+) pN0(mol–) Tidak ada metastasis ke KGB regional secara histologis. atau KGB infraklavikula. atau tampak secara klinis ke KGB internal mammary tetapi secara klinis tidak terbukti terdapat metastasis ke KGB aksilla Metastasis ke 4-9 KGB aksila (sedikitnya 1 tumor > 2 mm) tampak secara klinis ke KGB internal mammary tetapi secara klinis tidak terbukti terdapat metastasis ke KGB aksilla Metastasis ke 10 KGB aksila. pemeriksaan molekuler (+) (RT-PCR) pN1 Metastasis ke 1-3 KGB aksila.2 mm.2 mm. pemeriksaan molekuler (-) (RT-PCR) pN0(mol+) Tidak ada metastasis ke KGB regional secara histologis. dan atau KGB internal mammary terdeteksi secara mikroskopis melalui diseksi sentinel KGB. IHC (+). KGB internal mammary diklasifikasikan sebagai pN3b) Metastasis ke 4-9 KGB aksila. atau ke KGB supraklavikular ipsilateral Metastasis ke ≥10 KGB aksila (minimal 1 tumor > 2 mm). IHC cluster tidak lebih dari 0. < 2.tanpa keterlibatan KGB infraklavikula atau aksilla ipsilateral N3a N3b N3c pNX pN0b Metastasis ke KGB infraklavikula ipsilateral Metastasis ke KGB internal mammary dan aksilla Metastasis ke KGB supraklavikula ipsilateral KGB regional tidak dapat dinilai (sebelumnya telah diangkat atau tidak dilakukan pemeriksaan patologi) Secara histologis tidak terdapat metastasis ke KGB. secara klinis tidak tampak Micrometastasis (> 0. secara klinis tidak tampak (jika berhubungan dengan >3 (+) KGB aksila.

RT-PCR = reverse transcriptase polymerase chain reaction. menginvasi jaringan sekitar dalam mammae (B) Tabel 1. Klasifikasi semata-mata berdasarkan diseksi sentinel KGB tanpa diseksi KGB aksila yang selanjutnya direncanakan untuk "sentinel node". Klasifikasi berdasarkan diseksi KGB aksila dengan atau tanpa diseksi sentinel dari KGB. SOURCE: Modified with permission from American Joint Committee on Cancer: AJCC Cancer Staging Manual. Tidak tampak secara klinis berarti tidak terlihat melalui alat pencitraan (kecuali dengan lymphoscintigraphy) atau dengan pemeriksaan klinis. 6th ed. seperti pN-(l+) (sn).ke KGB infraklavikula pN3b Secara klinis metastasis ke KGB internal mammary ipsilateral dan terdapat 1 atau lebih metastasis ke KGB aksilla atau > 3 metastasis ke KGB aksilla dan dalam KGB internal mammary dengan kelainan mikroskopis yang terdeteksi melalui diseksi KGB sentinel. TNM Stage Groupings 21 . tidak tampak secara klinis Metastasis ke KGB supraklavikular ipsilateral Metastasis jauh tidak dapat dinilai Tidak terdapat metastasis jauh Terdapat metastasis jauh pN3c MX M0 M1 Metastasis Jauh (M) Tampak secara klinis didefinisikan bahwa dapat dideteksi melalui alat pencitraan atau dengan pemeriksaan klinis atau kelainan patologis terlihat jelas. New York: Springer. 2002. A B Gambar Ductal Carcinoma in situ (A) dan Sel-sel kanker menyebar keluar dari ductus. pp 227–228.4.

Puting susu tertarik ke dalam payudara 22 . Penderita merasakan adanya perubahan pada payudara atau pada puting susunya a. Diagnosis a. Benjolan atau penebalan dalam atau sekitar payudara atau di daerah ketiak b. 2002. SOURCE: Modified with permission from American Joint Committee on Cancer: AJCC Cancer Staging Manual. 6th ed.Stage 0 Stage I Stage IIA Tis T1 T0 T1a T2 a N0 N0 N1 N1 N0 N1 N0 N2 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M1 Stage IIB Stage IIIA T2 T3 T0 T1 T2 T3 T3 a N2 N2 N1 N2 N0 N1 N2 N3 Any N Stage IIIB T4 T4 T4 Stage IIIC Stage IV a Any T Any T T1 termasuk T1 mic.7. Puting susu terasa mengeras 2. 2. Gejala Gejala yang yang paling sering meliputi 3 : 1. Perubahan ukuran maupun bentuk dari payudara b. New York: Springer. Penderita melihat perubahan pada payudara atau pada puting susunya a. p 228.

c. termasuk palpasi kelenjar limfe di aksila. Pemeriksaan fisik 1. Tanda dan gejala lain dari kanker payudara yang jarang ditemukan meliputi pembesaran atau asimetrisnya payudara. atau bengkak. Keluarnya sekret atau cairan dari puting susu Pada awal kanker payudara biasanya penderita tidak merasakan nyeri. ukuran. paru-paru. massa di ketiak. Inspeksi Inspkesi bentuk. Sel kanker juga dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh lain. supraklavikula. paling sering ke tulang. areola. penderita menemukan benjolan pada payudaranya. hati. dan simetris dari kedua payudara. dan parasternal. dan otak. atau puting bersisik. ketidaknyamanan muskuloskeletal. apakah terdapat edema (peau d’orange). 50% wanita dengan kanker payudara tidak memiliki gejala apapun. 3. Nyeri pada payudara biasanya berhubungan dengan kelainan yang bersifat jinak. biasanya sel kanker dapat ditemukan di kelenjar limfe yang berada di sekitar payudara. Kulit payudara. retraksi kulit atau puting susu. merah. dan eritema. ulserasi atau eritema kulit payudara. Jika sel kanker telah menyebar. Palpasi Dilakukan palpasi pada payudara apakah terdapat massa.6 2. perubahan pada puting susu dapat berupa retraksi atau keluar sekret.6 b.4 Pada 33% kasus kanker payudara. Setiap massa yang 23 . Kulit mungkin berkerut-kerut seperti kulit jeruk.

Pemeriksaan penunjang 1. ukurannya. Foto X-ray thoraks menyalurkan 25% dari dosis radiasi mammografi.teraba atau suatu lymphadenopathy. termasuk kuadran lateral atas dan axillary tail of Spence. Radiologis yang berpengalaman dapat mendeteksi karsinoma payudara dengan tingkat false-positive sebesar 10% dan false-negative sebesar 7%. Dibandingkan dengan MLO. Karsinoma yang tumbuh lambat dapat diidentifikasi dengan mammografi setidaknya 2 tahun sebelum mencapai ukuran yang dapat dideteksi melalui palpasi. konsistensinya. bentuk. Sebagai perbandingan. CC memberikan visualisasi yang lebih baik pada aspek medial dan memungkinkan kompresi payudara yang lebih besar. MLO memberikan gambaran jaringan mammae yang lebih luas. Mammografi mempunyai 2 jenis gambaran. mobilitas atau fiksasinya.6 Mammografi telah digunakan di Amerika Utara sejak tahun 1960 dan teknik ini terus dimodifikasi dan diimprovisasi untuk meningkatkan kualitas gambarnya. Mammografi dapat digunakan baik sebagai skrining maupun diagnostik. Mammografi konvensional menyalurkan dosis radiasi sebesar 0. 24 . Mammografi Mammografi merupakan pemeriksaan yang paling dapat diandalkan untuk mendeteksi kanker payudara sebelum benjolan atau massa dapat dipalpasi.6 c.1 sentigray (cGy) setiap penggunaannya. yaitu kraniokaudal (CC) dan oblik mediolateral (MLO). harus dinilai lokasinya.

penebalan asimetris jaringan mammae dan kumpulan mikrokalsifikasi. Protokol saat ini berdasarkan National Cancer Center Network (NCCN) menyarankan bahwa setiap wanita diatas 20 tahun harus dilakukan pemeriksaan payudara setiap 3 tahun. III dan IV pada populasi yang dilakukan skrining dengan mammografi. Pada usia di atas 40 tahun. berbentuk oval atau bulat. coreneedle biopsy dan lokalisasi jarum pada lesi payudara. baik digunakan untuk menentukan massa yang kistik atau massa yang padat.7 2. Karsinoma mammae disertai dengan dinding yang tidak beraturan. Massa payudara jinak biasanya menunjukkan kontur yang halus.6 25 . Pada suatu penelitian atas screening mammography. dengan tingkat akurasi sebesar 90%. menunjukkan reduksi sebesar 40% terhadap karsinoma mammae stadium II. Pada pemeriksaan dengan USG. USG juga digunakan untuk mengarahkan fine-needle aspiration biopsy (FNAB). Ultrasonografi (USG) Penggunaan USG merupakan pemeriksaan penunjang yang penting untuk membantu hasil mammografi yang tidak jelas atau meragukan. echo yang lemah di bagian sentral dengan batas yang tegas. USG merupakan pemeriksaan yang praktis dan sangat dapat diterima oleh pasien tetapi tidak dapat mendeteksi lesi dengan diameter ≤ 1 cm. pemeriksaan payudara dilakukan setiap tahun disertai dengan pemeriksaan mammografi. tetapi dapat juga berbatas tegas dengan peningkatan akustik. Gambaran mikrokalsifikasi ini merupakan tanda penting karsinoma pada wanita muda. Mammografi lebih akurat daripada pemeriksaan klinis untuk deteksi karsinoma mammae stadium awal.Gambaran mammografi yang spesifik untuk karsinoma mammae antara lain massa padat dengan atau tanpa gambaran seperti bintang (stellate). yang mungkin merupakan satu-satunya kelainan mammografi yang ada. kista mammae mempunyai gambaran dengan batas yang tegas dengan batas yang halus dan daerah bebas echo di bagian tengahnya.

7 Open biopsy dengan lokal anestesi sebagai prosedur awal sebelum memutuskan tindakan defintif merupakan cara diagnosis yang paling dapat 26 . kecuali secara klinis. Teknik ini memerlukan patologis yang ahli dalam diagnosis sitologi dari karsinoma mammae dan juga dalam masalah pengambilan sampel. karena lesi yang dalam mungkin terlewatkan. menentukan penyebaran dari karsinoma terutama karsinoma lobuler atau menentukan respon terhadap kemoterapi neoadjuvan.6 MRI sangat sensitif tetapi tidak spesifik dan tidak seharusnya digunakan untuk skrining. Akan tetapi. lesi payudara lain dapat dideteksi.3. Kebanyakan klinisi yang berpengalaman tidak akan menghiraukan massa dominan yang mencurigakan jika hasil sitologi FNA adalah negatif. Sebagai contoh. Large-needle (core-needle) biopsy mengambil bagian sentral atau inti jaringan dengan jarum yang besar. MRI juga bermanfaat dalam memeriksa mammae kontralateral pada wanita dengan karsinoma payudara. Alat biopsi genggam menbuat large-core needle biopsy dari massa yang dapat dipalpasi menjadi mudah dilakukan di klinik dan cost-effective dengan anestesi lokal. Insidensi false-positive dalam diagnosis adalah sangat rendah. maka kemungkinan untuk mendiagnosis karsinoma mammae sangat kecil. MRI berguna dalam membedakan karsinoma mammae yang rekuren atau jaringan parut. sekitar 1-2% dan tingkat false-negative sebesar 10%. Biopsi Fine-needle aspiration biopsy (FNAB) dilanjutkan dengan pemeriksaan sitologi merupakan cara praktis dan lebih murah daripada biopsi eksisional dengan resiko yang rendah. pencitraan dan pemeriksaan sitologi semuanya menunjukkan hasil negatif. jika pada pemeriksaan klinis dan mammografi tidak didapat kelainan. Magnetic Resonance Imaging (MRI) Sebagai alat diagnostik tambahan atas kelainan yang didapatkan pada mammografi.7 4.

6 2. Nilai prognostik dan prediktif dari biomarker untuk karsinoma mammae antara lain (1) petanda proliferasi seperti proliferating cell nuclear antigen (PNCA). (4) growth factors dan growth factor receptors seperti human epidermal growth receptor (HER)-2/neu dan epidermal growth factor receptor (EGFr) dan (5) p53. Biomarker ini digunakan sebagai hasil akhir dalam penelitian kemopreventif jangka pendek dan termasuk perubahan histologis. BrUdr dan Ki-67. Pada biopsi insisional mengambil sebagian massa payudara yang dicurigai. Open biopsy dapat berupa biopsy insisional atau biopsi eksisional. Biomarker Biomarker karsinoma mammae terdiri dari beberapa jenis.7 5. dilakukan bila tidak tersedianya core-needle biopsy atau massa tersebut hanya menunjukkan gambaran DCIS saja atau klinis curiga suatu inflammatory carcinoma tetapi tidak tersedia core-needle biopsy. Biomarker sebagai salah satu faktor yang meningkatkan resiko karsinoma mammae. (2) petanda apoptosis seperti bcl-2 dan rasio bax:bcl-2.2. FNAB atau core-needle biopsy. Pada biopsi eksisional. indeks dari proliferasi dan gangguan genetik yang mengarah pada karsinoma. memberikan hasil yang cepat dengan biaya dan resiko yang rendah. (3) petanda angiogenesis seperti vascular endothelial growth factor (VEGF) dan indeks angiogenesis.8. ketika hasilnya positif. tetapi ketika hasilnya negatif maka harus dilanjutkan dengan open biopsy. Skrining Rekomendasi untuk deteksi kanker payudara dini menurut American Cancer Society 4 : 27 .dipercaya. Biomarker ini mewakili gangguan biologik pada jaringan yang terjadi antara inisiasi dan perkembangan karsinoma. seluruh massa payudara diambil.

kakak-adik) yang memiliki gen mutasi dari BRCA1 atau melakukan pemeriksaan genetik . atau ada kerabat dekat tingkat pertama memiliki salah satu sindrom-sindrom ini.  Wanita yang risiko sedang (15-20%) harus melakukan mammogram setiap tahun.pernah mendapat radioterapi pada dinding dada saat umur 10-30 tahun .  Wanita berumur 20-30 tahun harus melakukan pemeriksaan klinis payudara (termasuk mammogram) sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan yang periodik oleh dokter. untuk kemudian melakukan konsultasi ke dokter bila menemukan kelainan. dianjurakan setiap 3 tahun.  Wanita yang risiko rendah (<15%) tidak perlu pemeriksaan MRI periodik tiap tahun.  Setiap wanita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri mulai umur 20 tahun. Cowden syndrome. Wanita berumur ≥ 40 tahun harus melakukan screening mammogram secara terus-menerus selama mereka dalam keadaan sehat.  Wanita yang berisiko tinggi (>20%) harus melakukan pemeriksaan MRI dan mammogram setiap tahun.mempunyai kerabat dekat tingkat pertama (orang tua. dianjurkan setiap tahun.mempunyai risiko kanker ≥ 20-25% menurut penilaian faktor risiko terutama berdasarkan riwayat keluarga .mempunyai risiko kanker 15-20% menurut penilaian faktor risiko terutama berdasarkan riwayat keluarga BRCA2 tetapi belum pernah 28 .  Wanita dengan risiko sedang bila : .mempunyai Li-Fraumeni syndrome. dan konsultasi ke dokter apakah perlu disertai pemeriksaan MRI atau tidak.mempunyai gen mutasi dari BRCA1 atau BRCA2 . atau BannayanRiley-Ruvalcaba syndrome.  Wanita termasuk risiko tinggi bila : .

atau atypical lobular hyperplasia (ALH) .55 1.88 6.76 2. atypical ductal hyperplasia (ADH).00 1.83 1.80 5.21 Relative Risk 29 .5.00 1.00 1.17 1.64 2.24 1. Penilaian risiko kanker payudara6 Faktor risiko Usia menarche (tahun) >14 12–13 <12 Umur (tahun) Pasien tanpa saudara yg menderita kanker <20 20–24 25–29 or nullipara ≥ 30 Pasien dengan saudara dekat tingkat satu yg menderita kanker <20 20–24 25–29 or nullipara ≥ 30 Pasien dengan saudara dekat tingkat dua yg menderita kanker <20 20–24 25–29 or nullipara ≥30 Breast biopsies (n) Pasien berumur < 50 tahun saat konseling 0 1 2 Pasien berumur 50 tahun saat konseling 0 1. lobular carcinoma in situ (LCIS).70 2.00 1.10 1.mempunyai kepadatan yang tidak merata atau berlebihan terlihat pada pemeriksaan mammogram Tabel 1.93 1.mempunyai riwayat kanker pada satu payudara..00 2.78 4.91 4. ductal carcinoma in situ (DCIS).

Tindakan konservatif. mastektomi partial dan tylectomy. Pasien dengan tumor lokal lanjut (T3.82 2. II. Jaringan karsinoma diangkat dengan diliputi oleh jaringan mammae normal yang adekuat sejauh 2 mm dari tepi yang 30 . Reseksi tumor payudara primer disebut juga sebagai reseksi segmental. Terapi kuratif dianjurkan untuk stadium I. tetapi kebanyakan hanya bersifat paliatif. hyperplasia status unknown for at least 1 biopsy Atypical hyperplasia in at least 1 biopsy Relative Risk 1. Penatalaksanaan Terapi dapat bersifat kuratif atau paliatif.93 1.Faktor risiko 1 2 Atypical hyperplasia No biopsies At least 1 biopsy. radioterapi dan pemeriksaan status KGB (kelenjar getah bening) aksilla. dan III.T4) dan bahkan inflammatory carcinoma mungkin dapat disembuhkan dengan terapi multimodalitas.00 0.27 1. Ketika lumpectomy dilakukan. Mastektomi partial (breast conservation) Tindakan konservatif terhadap jaringan payudara terdiri dari reseksi tumor primer hingga batas jaringan payudara normal. Terapi paliatif diberikan pada pasien dengan stadium IV dan untuk pasien dengan metastasis jauh atau untuk karsinoma lokal yang tidak dapat direseksi. Terapi secara pembedahan 1. saat ini merupakan terapi standar untuk wanita dengan karsinoma mammae invasif stadium I atau II. no atypical hyperplasia No atypical hyperplasia.7 A.00 1. lumpectomy.9.62 1. Wanita dengan DCIS hanya memerlukan reseksi tumor primer dan radioterapi adjuvan. insisi dengan garis lengkung konsentrik pada nipple-areola complex dibuat pada kulit diatas karsinoma mammae.

dengan pengangkatan KGB aksilla level I dan II tetapi tidak level III. Dilakukan juga permintaan atas status reseptor hormonal dan ekspresi HER-2/neu kepada patologis. Diseksi KGB aksilla ekstensif. sentinel node biopsy merupakan prosedur staging yang dipilih pada aksilla yang tidak ditemukan adanya pembesaran KGB. Pendarahan sedang dan hebat jarang terjadi setelah mastektomi dan sebaiknya dilakukan eksplorasi dini luka untuk mengontrol pendarahan dan memasang ulang closed-system suction drainage. garis tengah sternum pada bagian medial. subcalvia. Terapi secara medikalis (non-pembedahan) 31 . Pemasangan closed-system suction drainage mengurangi insidensi dari komplikasi ini. Modified Radical Mastectomy Modified radical mastectomy mempertahankan baik M. Modifikasi Patey mengangkat M. adanya KGB patologis dan obesitas merupakan faktorfaktor predisposisi. dilakukan diseksi KGB aksilla ipsilateral untuk penentuan stadium dan mengetahui penyebaran regional. pectoralis mayor and M. bagian inferiornya 2-3 cm dari lipatan infra-mammae dan bagian superiornya m. diseksi KGB akilla tidak dilakukan. sekitar 30% dari semua kasus. Ketika sentinel node biopsy menunjukkan hasil negatif. Setelah penutupan luka payudara. terapi radiasi. Insidensi lymphedema fungsional setelah modified radical mastectomy sekitar 10%.7 2. Kateter dipertahankan hingga cairan drainage kurang dari 30 ml/hari. 6 B. pectoralis minor dan diseksi KGB axilla level III. Seroma dibawah kulit dan di aksilla merupakan komplikasi tersering dari mastektomi dan diseksi KGB aksilla. Saat ini. latissimus dorsi pada bagian lateral.bebas dari jaringan tumor. pectoralis minor. Batasan anatomis pada Modified radical mastectomy adalah batas anterior M. Infeksi luka jarang terjadi setelah mastektomi dan kebanyakan terjadi sekunder terhadap nekrosis skin-flap.

berdasarkan NSABP B-15. Radioterapi Terapi radiasi dapat digunakan untuk semua stadium karsinoma mammae. Kemoterapi a. doxorubisin. Rekomendasi pengobatan saat ini.6 2. Neoadjuvant chemotherapy 32 . dimana resiko rekurensi dan metastasis yang tinggi maka setelah tindakan pembedahan dilanjutkan dengan terapi radiasi adjuvan. untuk stadium IIIa yang operabel adalah modified radical mastectomy diikuti kemoterapi adjuvan dengan doxorubisin diikuti terapi radiasi. setelah dilakukan lumpectomy.5 cm dan tidak dianjurkan. 5-fluorourasil dan methotrexate.6 sampai 1 cm tanpa pembesaran KGB dan dengan resiko rekurensi tinggi maka kemoterapi dapat diberikan. Kemoterapi adjuvan Kemoterapi adjuvan memberikan hasil yang minimal pada karsinoma mammae tanpa pembesaran KGB dengan tumor berukuran kurang dari 0. Contoh regimen kemoterapi yang digunakan antara lain siklofosfamid. overekspresi HER-2/neu dan status reseptor hormonal yang negatif sehingga direkomendasikan untuk diberikan kemoterapi adjuvan. Pada karsinoma mammae lanjut (Stadium IIIa atau IIIb). Radiasi juga diberikan pada kasus resiko/kecurigaan metastasis yang tinggi. Faktor prognostik yang tidak menguntungkan termasuk invasi pembuluh darah atau limfe. Untuk wanita dengan karsinoma mammae yang reseptor hormonalnya negatif dan lebih besar dari 1 cm. 6 b. juga dilakukan untuk stadium I. tingkat kelainan histologis yang tinggi. kemoterapi adjuvan cocok untuk diberikan. Jika ukuran tumor 0. atau IIb setelah lumpectomy. Untuk wanita dengan DCIS.1. IIa. radiasi adjuvan diberikan untuk mengurangi resiko rekurensi lokal.

Reseptor hormon ini ditemukan pada lebih dari 90% karsinoma duktal dan lobular invasif yang masih berdiferensiasi baik. tetapi lebih rendah yaitu sekitar 10% pada reseptor hormonal yang negatif. Untuk semua wanita dengan karsinoma mammae stadium IV.6 33 . Nyeri tulang. mual. Beberapa ahli onkologi merekomendasikan tamoxifen untuk ditambahkan pada terapi neoadjuvan pada karsinoma mammae stadium lanjut terutama pada reseptor hormonal yang positif. 6 3. Terapi dengan tamoxifen dihentikan setelah 5 tahun. Terapi anti-estrogen Dalam sitosol sel-sel karsinoma mammae terdapat protein spesifik berupa reseptor hormonal yaitu reseptor estrogen dan progesteron. dimana dilakukan apabila tumor terlalu besar untuk dilakukan lumpectomy. Untuk Stadium IIIa inoperabel dan IIIb. hot flushes. diikuti kemoterapi adjuvan. Kelebihan tamoxifen dari kemoterapi adalah tidak adanya toksisitas yang berat. dipilih sebagai terapi awal. Resiko jangka panjang pengunaan tamoxifen adalah karsinoma endometrium. dilanjutkan dengan terapi radiasi. diikuti dengan kemoterapi dan radioterapi. Rekomendasi saat ini untuk karsinoma mammae stadium lanjut adalah kemoterapi neoadjuvan dengan regimen adriamycin diikuti mastektomi atau lumpectomy dengan diseksi KGB aksilla bila diperlukan. Setelah berikatan dengan reseptor estrogen dalam sitosol. sehingga memungkinkan untuk dilanjutkan modified radical mastectomy. kemoterapi neoadjuvan digunakan untuk menurunkan beban atau ukuran tumor tersebut. Respon klinis terhadap anti-estrogen sekitar 60% pada wanita dengan karsinoma mammae dengan reseptor hormon yang positif. muntah dan retensi cairan dapat terjadi pada pengunaan tamoxifen. tamoxifen menghambat pengambilan estrogen pada jaringan payudara. anti-estrogen (tamoxifen).Kemoterapi neoadjuvan merupakan kemoterapi inisial yang diberikan sebelum dilakukan tindakan pembedahan.

saat ini direkomendasi.4. Terapi antibodi anti-HER2/neu Penentuan ekspresi HER-2/neu pada semua karsinoma mammae yang baru didiagnosis. stadium IIa 85%. untuk membantu pemilihan kemoterapi adjuvan karena dengan regimen adriamycin menberikan respon yang lebih baik pada karsinoma mammae dengan overekspresi HER-2/neu. Pasien dengan overekspresi Her-2/neu mungkin dapat diobati dengan trastuzumab yang ditambahkan pada kemoterapi adjuvan. dimana pada stadium IIIa sekitar 52%. epidemiologi dan hasil akhir program data. 6 34 . IIb 70%. Hal ini digunakan untuk tujuan prognostik pada pasien tanpa pembesaran KGB. Prognosis Survival rates untuk wanita yang didiagnosis karsinoma mammae antara tahun 1983-1987 telah dikalkulasi berdasarkan pengamatan. didapatkan bahwa angka 5-year survival untuk stadium I adalah 94%. IIIb 48% dan untuk stasium IV adalah 18%.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->