[Type the company name

]

Tari Jawa
Seni Tari
Elena Sarrah Novia / 08/X-1

[Year]

*) Tari Klasik Jawa

TARI BEDOYO KETAWANG
Menurut kitab Wedhapradangga, pencipta tarian Bedhoyo Ketawang adalah Sultan Agung (1613-1645) raja pertama terbesar dari kerajaan Mataram bersama Kanjeng Ratu Kencanasari, penguasa laut selatan yang juga disebut Kanjeng Ratu Kidul. Sebelum tari ini diciptakan, terlebih dahulu Sultan Agung memerintahkan para pakar gamelan untuk menciptakan sebuah gendhing yang bernama Ketawang. Konon penciptaan gendhingpun menjadi sempurna setelah Sunan Kalijaga ikut menyusunnya. Tarian Bedhoyo Ketawang tidak hanya dipertunjukan pada saat penobatan raja yang baru tetapi juga pertunjukan setiap tahun sekali bertepatan dengan hari penobatan raja atau "Tingalan Dalem Jumenengan". Bedhoyo Ketawang tetap dipertunjukkan pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Paku Buwana ke-XII (sekarang), hanya saja sudah terjadi pergeseran nilai filosofinya. Pertunjukan Bedhoyo Ketawang sekarang telah mengalami perubahan pada berbagai aspek, walapun bentuk tatanan pertunjukannya masih mengacu pada tradisi ritual masa lampau. Namun nilainya telah bergeser menjadi sebuah warisan budaya yang nilai seninya dianggap patut untuk dilestarikan. Busana Tari Bedhoyo Ketawangmenggunakan Dodot Ageng dengan motif Banguntulak alas-alasan yang menjadikan penarinya terasa anggun. Gamelan yang mengiringinya pun sangat khusus yaitu gamelan "Kyai Kaduk Manis" dan "Kyai Manis Renggo". Instrumen alat gamelan yang dimainkan hanya beberapa yakni Kemanak, Kethuk, Kenong, Kendhang Ageng, Kendhang Ketipung dan Gong Ageng. Istrumen-istrumen tersebut selain dianggap khusus juga ada yang mempunyai nama keramat. Dua buah Kendang Ageng bemama Kanjeng kyai Denok dan Kanjeng Kyai Iskandar, dua buah rebab bemama Kanjeng Kyai Grantang dan Kanjeng Kyai Lipur serta sehuah Gong ageng bernama Kanjeng Nyai Kemitir. Pertunjukan Bedhoyo Ketawang pada masa Sri Susuhunan Paku Buwana XII kini diselenggarakan pada hari kedua bulan Ruwah atau Sya'ban dalam Kalender Jawa. Bedhaya Ketawang dapat diklasifikasikan pada tarian yang mengandung unsur dan makna serta sifat yang erat hubungannya dengan : (1) Adat Upacara(seremoni); (2) Sakral; (3) Religius; (4) tarian Percintaan atau tari Perkawinan. Adat Upacara Bedhaya Ketawang jelas bukan suatu tarian yang untuk tontonan semata-mata, karena hanya ditarikan untuk sesuatu yang khusus dan dalam suasana yang resmi sekali. Seluruh suasana menjadi sangat khudus, sebab tarian ini hanya dipergelarkan berhubungan berhubungan dengan peringatan ulang tahun tahta kerajaan saja. Jadi tarian ini hanya sekali setahun dipergelarkannya Selama tarian berlangsung tiada hidangan keluar, juga tidakdibenarkan orang merokok. Makanan, minuman atau pun rokok dianggap hanya akan mengurangi kekhidmatan jalannya upacara adat yang suci ini. Sakral Bedhaya Ketawang ini dipandang sebagai suatu tarian ciptaan Ratunya seluruhmahluk halus. Bahkan di percaya bahwa setiap kali Bedhaya Ketawang ditarikan, sang penciptanya selalu hadir selalu hadir juga bahkan ikut menari. Tidak setiap orang dapat melihatnya, hanya pada mereka yang peka indrawinya saja sang pencipta mampu dilihat.Konon dalam latihan-latihan yang dilakukan, serig pula sang pencipta ini terlihat membetul-betulkan kesalahan yang dibuat oleh para penari. Bila mata orang awam tidak melihatnya, maka terkadang penari yang bersangkutan saja yang merasakan kehadirannya. Ada dugaan, bahwa semula Bedhaya ketawang itu adalah suatu tarian di candi-candi. 2. Religius Segi religius dapat diketahui dari kata-kata yang dinyanyikan oleh suarawatinya. Antara lain ada yang berbunyi : «tanu astra kadya agni urube, kantar-kantar «yen mati ngendi surupe, kyai?´ (««kalau mati kemana tujuannya, kyai?). 3. Tari Percintaan atau Tarian Perkawinan Tari Bedhaya Ketawang melambangkan curahan cinta asmara Kangjeng Ratu kepada Sinuhun Sultan Agung. Semuanya itu terlukis dalam gerak-gerik tangan serta seluruh bagian tubuh, cara memegang sondher dan lain sebagainya. Namun demikian cetusan segala lambang tersebut telah dibuat demikian halusnya, hingga mata awam kadangkadang sukar akan dapat memahaminya. Satu-satunya yang jelas dan memudahkan dugaan tentang adanya hubungan dengan suatu perkawinan ialah, bahwa semua penarinya dirias sebagai lazimnya temanten/mempelai yang akan dipertemukan. Tentang hal katakata yang tercantum dalam nyanyian yang mengiringi tarian, menunjukkan gambaran curahan asmara Kangjeng Ratu, merayu dan mencumbu. Bila ditelaah serta dirasakan,pemirsa yang mengerti kata-katanya, dianggap akan mudah membangkitkan rasa birahi. Aslinya pergelaran ini berlangsung selama 2 1/2 jam. Tetapi sejak jaman

bahwa bagi mereka ini Bedhaya Ketawang merupakan suatu karya pusaka yang suci. lahir dan batin. Jika demikian. Pusat daerahnya adalah Mancingan.P. Tujuh buah permata yang indah-indah telah diciptanya dan diubah wujudnya menjadi tujuh bidadari yang cantik jelita. Melihat hal ini sang Bathara sangat senang hatinya. gending . pamucuk .Persiapan-persiapan untuk suatu pergelaran Bedhaya Ketawang harus dilakukan sebaik-baiknya. pencipta ³lenggotbawa´ adalah Bathara Wisnu. mengapa Bedhaya Ketawang itu dipandang demikian sucinya. lebih baik tidak mendaftarkan diri dahulu. konsewensinya secara turun temurun. Walaupun dirasa sangat memberatkan dan meyusahkan. Kangjeng Ratu Kidul sendirilah yang diminta datang di daratan untuk mengajarkan tarian Bedhaya Ketawang pada penari-penari kesayangan Sinuhun. Karena itu dipandang lebih bijaksana untuk memilih penari-penari yang sudah cukup dewasa jiwanya. dan terdiri atas: 1.gong 4. Menurut Sinuhun Paku Buwana X. dan untuk keperluan ini Kangjeng Ratu Kidul diperkirakan akan hadir.Selanjutnya begitu beliau mau memperistri Kangjeng Ratu Kidul. . Siapakah Pencipta Bedhoyo Ketawang ? Pertanyaan ini timbul. Untuk inilah mereka semua mematuhi setiap peraturan tatacara yang berlaku. sehingga sembilan orang. bila cara menarinya masih kurang betul. baik pada masa-masa latihan maupun pada waktu pergelarannya. maka Bedhaya Ketawang itu sifatnya Siwaistis dan umur Bedhaya Ketawang sudah tua sekali. hingga akhirnya menjadi hanya 1 1/2 jam saja. lebih tua daripada Kangjeng Ratu Kidul.Bahkan menurut G.kemanak 2. 2. setiap penari dan semua pemain gamelan beserta suarawatinya harus selalu dalam keadaan suci. agar Sinuhun ikut bersamanya menetap di samudera dan bersinggasana di Sakadhomas Bale Kencana. Menurut tradisi. segala peraturan tersebut dilaksanakan juga dengan penuh rasa tulus dan ikhlas. sangka .kendhang 3. walaupun selalu dapat dielakkan oleh Sunuhun. Karena itu mereka juga selalu harus dalam keadaan suci. mereka ini akan langsung berhubungan dengan Sang Ratu Kidul. Bagi para penari ada peraturan yang lebih ketat lagi. Bila ada yang merasa menghadapi halangan bulanan.) Namun Sinuhun tidak mau menuruti kehendak Kangjeng Ratu Kidul. laras jangga kecil /manis penunggul. kemudian penari tersebut dipersembahkan kepada Raja Mataram. Iringan gamelannya awalnya hanya lima macam. Segala geraknya melukiskan bujuk rayu dan cumbu birahi. namun berkat kesadaran dan ketaatan serta pengabdian pada keagungan Bedhaya Ketawang yang khudus itu. pathet lima. Tetapi menurut R.Sinuhun Paku Buwana X diadakan pengurangan. sauran . maka diciptanyalah mata yang banyak sekali jumlahnya. letaknya tersebar di seluruh tubuhnya. terdiri dari tujuh bidadari. Yang penting ialah.yang adalah Ratu mahluk halus seluruh pulau Jawa.diperlukan penari-penari cadangan. Bedhaya Ketawang menggambarkan lambang cinta birahi Kangjeng Ratu Kidul pada Panembahan Senapati. sebenarnya Kangjeng Ratu Kidul hanya menambahkan dua orang penari lagi. Tatkala duduk di Balekambang. di wilayah Yogyakarta.bahkan Ratu Kidul lalu memohon. karena masih ingin mencapai ³sangkan paran´. pada setiap latihan yang diadakan pada hari-hari Anggarakasih (Selasa Kliwon).kethuk 5. Karena dewa dianggap tidak pantas menoleh ke kanan dan ke kiri. Semula disusunlah satu rombongan. Kangjeng ratu Kidul hanya dapat dirasakan kehadirannya oleh mereka yang langsung disentuh atau dipegang.yang kemudian menari-nari mengitari Bathara Wisnu dengan arah memutar ke kanan . Parangtritis. ( Singgasana yang dititipkan oleh Prabu Ramawijaya di dasar lautan. Di samping sejumlah penari yang tersedia. Pelajaran tarian ini diberikan setiap hari Anggarakasih.Menurutnya penciptanya awal justru adalah Bathara Guru.T. untuk menarikan tarian yang disebut ³Lenggotbawa´.kenong.Bagi mereka yang secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam kegiatan yang khudus ini berlaku suatu kewajiban khusus. Peraturan ini di masa-masa dahulu masih ditaati benar. berlaras pelog. Warsadiningrat (abdidalem niyaga Kraton Solo). Oleh karena itu. dengan sangat teliti. Bedhaya Ketawang dianggap sebagai karya Kangjeng ratu Kidul Kencanasari.H. Istananya di dasar Samudera . sehingga kekhusukan dan ketekunan menarinya akan lebih dapat terjamin. Sehari sebelum tarian ditarikan para anggota kerabat Sinuhun menyucikan diri. Dan ini kemudian memang terlaksana. karena orang mulai berpikir. sebab menurut adat yang dipercaya. kala . pada tahun 167 M. Keseluruhannya hal ini akan menambah keagungan suasana pagelaran nantinya.Sebagai telah dikemukakan di depan. Kusumadiningrat. keturunannya yang bertahta di pulau Jawa akan terikat janji dengan Kangjeng Ratu Kidul pada saat peresmian kenaikan tahtanya.

Anglirmedhung ini digubah oleh K. dan kembali melalui jalan yang sama. Mereka selalu mengitari Sinuhun dengan arah menganan. di tempat tertentu saja. Kedua tarian ini ada kemiripannya. lengkap dengan pending bermata dan bunta.T. yang inti sarinya menggambarkan harapan untuk mempunyai keturunan yang banyak.P. bila ditilik dari: a.G. Bedhaya Ketawang hanya stu kali setahun dan hanya di dalam keraton. Gamelannya berlaras pelog. TARI SRIMPI ANGLIRMENDHUNG Ada lagi satu tarian yang juga termasuk keramat. para penari Bedhaya Ketawang selalu mengitari Sinuhun. yaitu hanya pada haru Anggarakasih. penari-penari keluar-masuk dari sebelah kanan Sinuhun. berwarna ungu.A. melainkan termasuk tembang gerong Gamelan iringannya. selanjutnya berganti ke Retnamulya. Endhel ajeg 5. MENDHUNG = awan. Ini suatu pertanda bahwa Bedhaya Ketawang ini termasuk klasik. Pada saat mengiringi jalannya penari keluar dan masuk lagi ke Dalem Ageng Prabasuyasa alat gamelannya ditambah dengan rebab. sebagai telah diterangkan di depan. cundhuk mentul dan memakai tiba dhadha (untaian rangkaian bunga yang digantungkan di dada bagian kanan). Apit ngarep 8. Sebagai lapisan bawahnya dipakai cindhe kembang. Sanggulnya bokor mengkureb lengkap dengan perhiasan-perhiasannya. Gendhing ini tidak dapat dijadikan gendhing untuk klenengan. kita lihat para penari duduk dan menari dalam urutan tergambar dibawah in Dalam melakukan peranan ini para penari disebut: 7. 6. 2. 5. Jalannya penari di waktu keluar dan masuk ke Dalem Ageng. hingga akhirnya. garudha mungkur. kendhang. 4. dengan berjalan berurutan satu demi satu. Riasan mukanya seperti riasan temanten putri. Pilihan hari untuk pelaksanaannya. Anehnya. Dari situ dapat diperkirakan bahwa Bedhaya Ketawang dapat juga digolongkan dalam ³Tarian Kesuburan´ di candi. Apit mburi 3. yang kemudian dipersembahkan kepada Sinuhun Paku Buwana. Boncit . yang terdiri atas: centhung. Selama tarian dilakukan sama sekali tidak digunakan keprak. Tarian Srimpi ini diduga lebih muda daripada Bedhaya Ketawang. Batak 4. Pakaian: Mereka memakai dodot banguntulak). Keluarnya penari dari Dalem Ageng Prabasuyasa menuju ke Pendapa Ageng Sasanasewaka. Ini semuanya dilakukan untuk menambah keselarasan suasana. sisir jeram saajar. Dipakainya kemanak sebagai alat pengiring utama c. Mereka mengitari Sinuhun yang duduk di singgasana (dhampar). tanpa keprak.Demikian juga jalannya kembali ke dalam. Pelaksanaan tariannya juga dibagi menjadi 3 babak Menurut R. ialah Srimpi Anglirmendhung. Bila akan ditinjau keistimewaan Bedhaya Ketawang.A. Tarian yang diiringi dibagi menjadi tiga adegan (babak).Mangkunagara I. meskipun dalam pergelarannya Srimpi Anglirmendhung boleh dilakukan kapan saja dan di mana saja. Apit meneg 9. Dalam lajur permulaan sekali. gender gambang dan suling. di tengah-tengah seluruh bagian tarian larasnya berganti ke slendro sebentar (sampai dua kali). Bukan pada pergelaran resminya saja. karena resminya memang bukan gendhing. letaknya terdapat dalam hal: 1. kenong. Pada bagian (babak) pertama diiringi sindhen Durma. Kata-kata yang mengalun dinyanyikan oleh suarawati jelas melukiskan rayuan yang dapat merangsang rasa birahi. terdiri dari lima macam jenis: kethuk. Pada tarian bedhaya atau serimpi biasa. Tetapi atas kehendak Sinuhun Paku Buwana IV tarian inidirubah sedikit. Gulu 1. Endhel weton 6. Warsadiningrat. Yang berbeda dengan kelaziman tarian lain-lainnya. Dalam hal ini yang jelas sekali terdengar ialah suara kemanaknya. 3. kemudian kembali lagi ke laras pelog. Semula terdiri atas tujuh penari. Pakaian penari dan kata-kata dalam hafalan sindhenannya. Rakitan taridan nama peranannya berbeda-beda. gong dan kemanak. sedang beliau duduk di sebelah kanan mereka (meng-³kanan´kan). melainkan juga pada latihan-latihannya.Gendhing yang dipakai untuk mengiringi Beghaya Ketawang disebut juga Ketawang Gedhe. Tempatnya di langit (=TAWANG) b. Dhada 2. menjadi Srimpi yang hanya terdiri atas empat penari saja Namun begitu mengenai kekhudusan dan kekhidmatannya tiada bedanya dengan Bedhaya Ketawang.

Kita perhatikan katakata yang dicantumkan dalam hafalan nyanyian pesindennya. Masalah ini tidak mengherankan. KANGJENG RATU KIDUL Siapakah sesungguhnya Kangjeng Ratu Kidul itu ? Benarkah ada dalam kesungguhannya. Sang putri tidak bersuami (wadat) dan menjadi ratu di antara mahluk seluruh pulau Jawa. Menurut cerita umum. nitih Kuda Dhawuk. sesuai dengan adegan yang dilambangkan.Sedikit catatan bolehlah ditambahlan. Terkejut karena melihat mukanya yangrusak. Kangjeng Ratu Kidul pada masa mudanya bernama Dewi Retna Suwida. cucu Sang Hyang Suranadi. Di antaranya yang berbunyi: Anglawat akeh rabine Susuhunan. Hidupnya di alam limunan.) Dalam hal ini kekuasaan Sinuhun diumpamakan bintang. cicit Raja Siluman di Sigaluh. SOSOTYA gelaring mega. Anglawat kathah garwane Susuhunan. Dan yang menyimpang lagi adalah: Bok Lara Mas Ratu Kidul. Selama menari tentu saja susunannya tidak tetap. lintang Bima Sekti. Susuhunan kadi Lintang kusasane.Konon dalam latihan-latihan yang dilakukan. maka penari yang bersangkutan saja yang merasakan kehadirannya.Sepanjang penelitian yang pernah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Kangjeng Ratu Kidul . Tidak setiap orang dapat melihatnya. seorang putri dari Pajajaran. Untuk mengobatinya harus mandi dan merendam diri di dalam suatu telaga. sang putri lalu terjun ke laut dan tidak kembali lagi ke daratan. dapat berganti rupa dari wanita menjadi pria atau sebaliknya. dari istri yang bernama Dewi Sarwedi. karena sang putri memang mempunyai darah keturunan dari mahluk halus. juga dengan cara mengitari dan menempatkan Sinuhun di sebelah kanan mereka semua. nde. Layaklah bila sang putri ini kemudian melarikan diri dari kraton dan bertapa di gunung Kombang. Bedhaya Ketawang juga dapat dihubungkan dengan perbintangan. tatkala akan membersihkan muka sang putri melihat bayangan mukanya di permukaan air. Pada umumnya orang mengenalnya hanya dari tutur kata dan dari semua cerita atau kata orang ini. Kata lara berasal dari rara. Gemak Tarung. Cerita lain lagi menyebutkan bahwa sementara orang ada yang menamakannya Kangjeng Ratu Angin-angin. bahwa setelah menjadi ratu sang putri lalu mendapat julukan Kangjeng Ratu Kidul malahan ada juga yang menyebutnya Nyira Kidul. ataukah hanyadalam dongeng saja dikenalnya? Pertanyaan ini pantas timbul. Susuhunan berkuasa. bahwa semula Bedhaya ketawang itu adalah suatu tarian di candi-candi. bila dikumpulkan akan menjadi seperti berikut: 1. Panjer Rina. Dalam perlawatan Susuhunan banyak permaisurinya. bahwa Jawa juga mengenal perbintangan. bak bintang. Gubug Penceng anjog. bahwa Dewi Retna Suwida yang cantik tanpa tanding itu menderita sakit budhug (lepra). 2. hanya pada mereka yang peka saja sang pencipta menampakkan diri. Istananya di dasar samudera Indonesia. anak Prabu Mundhingsari. Panjer Sore (di antara anak-anak dahulu bintang ini juga sering dinamakan ³ting negara Landa´).7. di pinggir samudera. Di dalam lagu Jawa dikenal juga hafalan yang bunyinya:Irim-irim Lanhjar Ngirim. Permata yang bertebaran di langit yang membentang. Bahkan orang pun percaya bahwa setiap kali Bedhaya Ketawangditarikan.Dalam hal ini ada dugaan. dan sukar untuk dibuktikan dengan nyata. Dikisahkan. serig pula sang pencipta ini membetul-betulkan kesalahan yang dibuat oleh para penari. dengan nama-namanya sendiri seperti: Lintang Luku. Jaka Belek Maluku ing Kali. nde. Hanya pada penutup tarian mereka duduk berjajar tiga-tiga. Lintang Kukusan. (Mijil) Sakral Bedhaya Ketawang ini dipandang sebagai suatu tarian ciptaan Ratu diantara seluruh mahluk halus. wus manengah Prauke sang raden. (Dalam bahasa Indonesia kira-kira begini: Dalam perlawatan Susuhunan banyak menikah. karena Kangjeng Ratu Kidul termasuk mahluk halus. sang pencipta selalu hadir selalu hadir juga serta ikut menari. yang berarti perawan (tidak kawin). Bila mata orang awam tidak melihatnya. melainkan berubah-rubah. Konon pada suatu hari. disusul dengan iringan untuk kembali masuk ke Dalem Ageng. Dalam susunan semacam inilah pergelaran Bedhaya Ketawang diakhiri. dan hilanglah sifat kemanusiaannya serta menjadi mahluk halus. Diceritakan selanjutnya. Selama bertapa ini sering nampak kekuatan gaibnya.

Disebelah barat di gunung Merapi ialah Kangjeng Ratu Sekar Kedhaton. Disebelah utara adalah hutan Krendhawahana. sebelah timur Ngliyep. pernah melihat upacara sesaji tahunan di Ngliyep. Untuknya kraton selalu membuat sesji yang paling luar biasa. dengan maksud agar tidak ada pengiringnya yang ketinggalan singgah di rumahnya. 4. Orang lalu berteriak ³Lampor! Lampor! Lampor!´. untuk mengganggu atau merasuki. belumlah dapat dipastikan. ialah: a. Bila ini dilanggar orang akan orang akan mendapat bencana. Juga pesisir selatan Lumajang setiap tahun mengadakan korban kambing untuknya dan orang pun banyak sekali yang datang. sambil memukul-mukul apa saja yang dapat dipukul. hanya terpisah oleh desa Danamulya yang merupakan daerah penduduk Kristen. bahkan mengejek dan mencemoohkan. . Suaranya riuh sekali. Menurut ceritanya semula adalah Raden Guntur. Pergilah mereka ke pantai dengan berpakaian serba hijau. Seorang di antara mereka adalah gurunya. seorang kenalan dari Malang menyebutkan bahwa pada tahun 1955 pernah ada serombongan orang-orang yang nenepi (pergi ke tempat-tempat sepi dan kramat) di pulau karang kecil. Dewa Gunung. seorang putra keturunan Majapait yang meloloskan diri pada masa jatuhnya Majapait. bahwa sang guru mendapat kemben.tidaklah hanya menjad ratu mahluk halus saja melainkan juga menjadi pujaan penduduk daerah pesisir pantai selatan. b. Do¶a yang dibaca adalah do¶a Buda. bangsa Amerika. Di Pacitan ada keparcayaan larangan untuk memakai pakaian berwarna hijau gadung (hijau lembayung). c. Menurut ³penglihatan´ seorang pemimoin Teosofi. Disebelah timur adalah Kangjeng Sunan Lawu. yang naik kereta berkuda. mulai dari daerah Yogyakarta sampai dengan Banyuwangi. mamberi sesaji sebelum suatu upacara diadakan demi keselamatan negeri seisinya. semangkuk. menerangkan bahwa tatkala ia masih menjadi kontrolor di Kepajen. karena Dewi ini yang dianggap sebagai penjaga negeri seisinya. tidak berbusana. Apakah rumah ini yang terlukis dalam gambar Tuan Welter. 5.Yang diperintah membawanya adalah abdi dalem Suranata. bahwa Kangjeng Ratu Kidul dapat digolongkan sebagai Dewi Alam. Mereka bukan saja tidak percaya pada larangan tersebut. Seorang dhalang di Blitar menceritakan bahwa di daerahnya sampai ke gunung Kelud masih ditaati pantangan Kangjeng Ratu Kidul. seorang warga Belanda yang dahulu menjadi Wakil Ketua Raad Van Indie. dalam hal ini Dewi Laut. padahari Senin atau Kamis yang terakhir. berbentuk manusia lelaki dan perempuan. Di Jawa masih dikenal tiga jenis lainnya. karena tiba-tiba ombak besar datang dan kembalinya ke laut sambil menyambar tiba-tiba menyambar keempat orang Belanda tersebut di atas. Dewi Hutan. yaitu suatu hal yang yang dipandang sebagaiperjalanan Kangjeng Ratu Kidul. Hajad ini dibawa ke hutan Krendhawahana. sedang rapal yang diucapkan merupakan campuran Jawa dan Arab Sesaji Maesalawung ini adalah Bekakak. gemerincing bunyi genta-genta kecil dan suara angin meniup pun membuat suasana menjadi seram. ialah memakai baju hijau. Terjadilah sesuatu yang mengejutkan. diletakkan di pinggir sumur Gumuling. dikuasai oleh Bathari Durga atau Sang Hyang Pramoni. Tidak begitu dikenal ceritanya. arak yang dibuat dari siwalan atau aren. Ditunjukkannya gambar (potret) sebuah rumah kecil dengan bilik di dalamnya berisi tempat peraduan dengan sesaji punjungan untuk Nyai Lara Kidul. wujudnya seperti reksesi. lari sampai ke puncak Lawu. Dengan cara tanpa busana mereka bersemadi di situ. Sesajinya diatur di dalam rumah kecil yang khusus dibuat untuk keperluan tersebut (sanggar). yang erat hubungannya dengan Nyai Lara Kidul. Ini dibuktikan dengan terjadinya suatu malapetaka yang menimpa suami-istri bangsa Belanda beserta 2 orang anaknya.Badheg. tetapi kosong saja sampai sekarang. ialah Maesalawung. 6. Seorang perwira ALRI yang sering mengadakan latihan di daerah Ngliyep menerangkan bahwa di pulau kecil sebelah timur Ngliyep memang masih terdapat sebuah rumah kecil. Kangjeng Ratu Kidul bukan pria.Camat desa Paga menerangkan bahwa daerah pesisirnya mempunyai adat bersesaji ke samudera selatan untuk Nyi Rara Kidul. Dan dikatakannya. Yang dapat diceritakan ialah bahwa merasa melihat sebuah rumah emas yang lampunya bersinarsinar terang sekali. tanpa diketahui dari siapa asalnya. Menurut mereka yang pernah melihatnya. Apa yang kemudian terjadi ialah. Sesaji diberiakan di Sitinggil. yang khusus diadakan untuk Nyai Lara Kidul. Sampai pada waktu akhir-akhir ini orang masih mengenal apa yang disebit ³lampor´. dibuat dari tepung. ialah abdi dalem yang tergolong para mutihan (ulama) yang berdiri sendiri dengan kewajiban: a.Tuan Welter. bukan pula wanita. 3. Maesalawung atau Rajaweda diberikan setiap bulan Rabingul-akhir. Tak ada seorang pun yang berani melanggarnya.

Karena selama pertunjukan berlangsung. Di Surakarta. Komposisi penari Bedboyo Ketawang terdiri dari. Awalnya. Macam-macam srimpi : Srimpi padelori. serta kenong menjadi musik pengiring pertunjukan Tari Gambyong. Enhel Weton. Selain tarian yang sakral diatas Kraton Kasunanan/Pakubuwono juga menciptakan tarian lain misalnya: Tari Srimpi. 1774) dll. seperti di Jakarta. Kesimpulan mengenai Kangjeng Ratu Kidul ialah. Karena pertunjukan tari Bedhoyo Ketawang bertujuan mereaktualisasikan hubungan cinta secara spiritual antara Raja Mataram dengan Ratu Kencanasari maka kebanyakan sesaji yang ditempatkan di atas beberapa nampan berupa busana serta alat-alat kecantikan. Arjuno Mangsah. Ia bukan di dalam alam kita. Ini suatu sisa adat kerajaan bagian keagamaan. Konon. Dalam melaksanakan tugasnya para penari Bedhoyo Ketawang yang berjumlah sembilan orang penari putri ini harus dalam keadaan bersih secara spritual (tidak dalam keadaan haid). Kendang itu yang menuntun penari Gambyong untuk menari mengikuti lantunan tembang atau . Atas permintaan Sinuhun Paku Buwono keenam. tarian yang dimainkan oleh Gambyong itu dikenal dengan nama Tari Gambyong. Dari ke sembilan penari tersebut. tetapi yang tidak termasukdalam alam manusiawi. Pembatak. tanpa melalui penghulu. Yang dapat menerobos alamnya hanya manusiatama seperti Wong Agung Ngeksi Ganda saja. Hanya saja semuanya diwujudkan secara abstrak dan sangat simbolis. TARI GAMBYONG Gambyong merupakan tarian tradisional khas Jawa Tengah yang telah ada sejak dulu. bahwa adanya bukanlah hanya dalam dongeng atau tahayul saja. Apit Wingking. Elo-elo. tarian ini juga dimainkan sebagai hiburan pertunjukan bagi masyarakat luas. Gandokusumo. Ini adalah hal yang nyata ada. Dari sekian banyak alat musik.Buntal adalah untaian daun pandan. Sejak saat itulah. Gambyong juga seringkali dimainkan di beberapa daerah selain Surakarta. tari Bedhaya Ketawang ini menggambarkan percintaan antara raja Mataram dengan Kanjeng Ratu Kencanasari/Kidul. Begitu cantiknya paras Gambyong. Dempel. manusia biasa. Namun seiring dengan perkembangan jaman. langsung disampaikan kepada Sinuhun. nama sang penari itu terkenal hingga ke lingkungan Kesunanan Surakarta. tari Gambyong dimainkan ketika warga Jawa Tengah menyelenggarakan pesta pernikahan adat. Dua alam yang melambangkan suatu dwitunggal yang suci. Selain itu beberapa hari sbelumnya para penari diwajibkan untk berpuasa. kedua penari ini melakukan adegan percintaan. gambang. Gulu. . yaitu tarian yang menggambarkan perang tanding dua kesatria. Ditelaah dari syair yang dilantunkan oleh Sindhen dan Waranggana. tari Gambyong hanya dimainkan di lingkungan Kesunanan Surakarta sebagai pertunjukan hiburan bagi Sinuhun Paku Buwono keenam dan tari penyambutan ketika ada tamu kehormatan berkunjung ke Kesunanan Surakarta. Muncar.Dodot banguntulak adalah kain panjang berwarna dasar biru tua. Srimpi lobong (Jaman PB IX. yang dianggap sebagai otot tarian Gambyong yakni Kendang. . dengan warna putih di bagian tengah. Dadha dan Buncit. melainkan dalam alam limunan (alam Mahluk halus). Biasanya. Dhempel Sangopati. Sebagai promosi budaya Jawa Tengah. Apit Najeng. Gambir sawit. mancari dan memperhitungkan hari atau waktu yang baik untuk suatu kepeluan.b. seorang penari yang hidup pada zaman Kesunanan Surakarta berada di bawah pemerintahan Sinuhun Paku Buwono keenam sekitar tahun 1800-an. tari Gambyong tercipta dari nama Gambyong. Gambyong ketika itu pernah mengadakan pertunjukan di lingkungan Kesunanan Surakarta. Andong-andong. puring dan beberapa macam lainnya diselingi bungabungaan. Apit Meneng. kendang. Gambyong dikenal sebagai sosok wanita yang cantik jelita. Pembatak dan Endhel sangat memegang peranan panting Pada salah satu adegan. Seperangkat gamelan Jawa yang terdiri dari gong. Endhel. baik alam manusia maupun alam mahluk halus. ialah yang dapat menguasai kedua alam.

Baru setelah Pakubuwono VIII meninggal Pakubuwono menuruskan IX meneruskan tahta kerajaan ayahandanya Pakubuwono VI sebagai raja yang ketika itu beliau berusia 31 tahun. Dari berbagai jenis tarian tersebut yang terkenal sampai saat ini adalah tari Serimpi Sangupati. Konon. Penamaan Sangupati sendiri ternyata merupakan salah satu bentuk siasat dalam mengalahkan musuh. Hal ini dilakukan berkaitan dengan suatu peristiwa yang terjadi di masa pemerintahan beliau yaitu pemerintah Kolonial Belanda memaksa kepada Pakubuwono IX agar mau menyerahkan tanah pesisir pulau Jawa kepada Belanda. Salah satu kekayaan Keraton kasunanan Surakarta ini tengah diupayakan konservasinya adalah berbagai jenis tarian yang sering menghiasi dan menjadi hiburan pada berbagai acara yang digelar di lingkungan keraton. Sebetulnya sikap berani menentang Belanda dilandaskan atas peristiwa yang menyebabkan kematian ayahnya yaitu Pakubuwono VI (pahlawan nasional Indonesia) yang meninggal akibat hukuman mati ditembak Belanda saat menjalani hukuman dibuang keluar pulau Jawa saat Pakubuwono VI meninggal Pakubuwono IX yang seharusnya menggantikan menjadi raja saat itu masih berada didalam kandungan ibunda prameswari GKR Ageng disebabkan masih dalam kandungan usia 3 bulan maka setelah Pakubuwono ke VI meninggal yang menjadi raja Pakubuwono VII adalah paman Pakubuwono IX ketika Pakubuwono VII meninggal yang menggantikan kedudukan sebagai raja adalah paman Pakubuwono IX sebagai Pakubuwono VII. melainkan juga dari tata rias penarinya. Kesan tersendiri juga dapat anda temukan ketika penari Gambyong menampilkan perpaduan gerak tangan dan kaki sambil memainkan sehelai kain selendang yang dikalungkan di leher. dengan maksud agar semua perbuatan maupun tingkah laku manusia hendaknya selalu ditunjukkan untuk menciptakan dan memelihara keselamatan maupun kesejahteraan bagi kehidupan.Pakubuwono IX terkenal sebagai raja amat berani dalam menentang pemerintahan Kolonial Belanda sebagai penguasa wilayahIndonesia ketika itu. akan tetapi sesungguhnya sajian tersebut dimaksudkan sebagai bekal bagi kematian Belanda. sebenarnya merupakan tarian karya Pakubuwono IV yang memerintah Kraton Surakarta Hadiningrat pada tahun 1788-1820 dengan nama Srimpi sangopati kata sangapati itu sendiri berasal dari kata ³sang apati´ sebuah sebutan bagi calon pengganti raja. TARI SERIMPI SANGOPATI TARIAN KARYA : SINUHUN PAKUBUWONO IX Tarian srimpi sangopati karya Pakubuwono IX ini. Ini dimaksudkan apabila kegagalan. karena kata sangopati itu berarti bekal untuk mati. Gerakan para penari wanita yang lemah gemulai menjadi ciri khas dari pertunjukan Gambyong. Gambaran kelembutan sikap dan watak wanita Jawa Tengah tidak hanya terlihat dari gerak tariannya. Dalam pertunjukan Gambyong. Hal ini nampak tercermin dalam makna simbolis dari tarian srimpi sangopati yang sesungguhnya menggambarkan dengan jalan mengalahkan hawa nafsu yang selalu menyertai manusia dan berusaha untuk saling menang menguasai manusia itu sendiri. Ketika Pakubuwono IX memerintah kraton Surakarta Hadiningrat pada tahun 1861-1893. . Maka ini tampak jelas dalam pemakaian ³sampir´ warna putih yang berarti kesucian dan ketulusan. Setelah Pakubuwono IX meninggal 1893 dalam usia 64 tahun beliau digantikan putranya Pakubuwono X atas kehendak Pakubuwono X inilah tarian Srimpi Sangupatiyang telah diganti nama oleh ayahanda Pakubuwono IX menjadi srimpi Sangapati . penampilan penari Gambyong juga dinilai memiliki peran penting. beliau berkenaan merubah nama Sangapati menjadi Sangupati. Selama pertunjukan berlangsung. semakin cantik paras penarinya. maka para penaripun telah siap mengorbankan jiwanya. penari Gambyong mengenakan pakaian khas penari wanita Jawa Tengah yakni kain kemben dengan bagian bahu terbuka sebagai atasan dan kain panjang bermotif batik sebagai bawahan. gemulai gerak dari tarian itu menunjukkan sikap dan watak para wanita Jawa Tengah yang identik dengan lemah gemulai.lagu berbahasa Jawa. keistimewaan dari pertunjukan Gambyong dapat diperoleh. Oleh sebab itu pistol-pistol yang dipakai untuk menari sesungguhnya diisi dengan peluru yang sebenarnya. Konon. Disaat pertemuan perundingan masalah tersebut Pakubuwono IX menjamu para tamu Belanda dengan pertunjukan tarian srimpi sangopati Sesungguhnya sajian tarian srimpi tersebut tidak hanya dijadikan sebagai sebuah hiburan semata.

yaitu perang antara Dewi Sudarawerti melawan Dewi Sirtupelaeli. Bentuknya masih belum sempurna. Karena sangat mencintai budaya Wayang Orang maka Sri Sultan merencanakan ingin membuat suatu pagelaran yaitu menampilkan tarian wayang orang. Pagelaran perdana dilaksanakan di Kraton pada tahun 1943 untuk memperingati hari ulang tahun sultan. Perjanjian antara Keraton Kasunanan Surakarta dengan pihak Belanda tersebut yang terjadi sekitar tahun 1870-an. Paguyuban Surya Kencana dan Institut Seni Indonesia (ISI).R. Mardawa Budaya. maka sultan Hamengku Buwana IX membentuk suatu tim penyempurna tari Golek Menak gaya Yogyakarta.R.R. Disebut juga Beksa Golek Menak. saja. RW Hendramardawa. Madukusumo. Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI). Boleh dibilang mereka adalah prajurit di barisan depan yang menjadi penentu berhasil dan tidaknya misi menggagalkan perjanjian tersebut. serta perang antara Prabu Dirgamaruta melawan Raden Maktal. perjanjian yang sedianya akan diadakan akhirnya berhasil digagalkan.R. Namun demikian yang perlu digarisbawahi dalam tarian ini adalah keberanian para prajurit puteri tersebut yang dalam hal ini diwakili oleh penari serimpi itu.Mertodipuro. .T. dibantu oleh K. Hasil pertama dari ciptaan sultan tersebut mampu menampilkan tipe tiga karakter yaitu : 1. yaitu : Siswo Among Beksa. K. namun hanya berfungsi sebagai sebuah tarian hiburan saja. K. Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja.T.T. tipe karakter gagah untuk Prabu Dirgamaruta Tiga tipe karakter tersebut ditampilkan dalam bentuk dua beksan. Sehingga untuk mengaburkan misi sebenarnya yang ada dalam tarian tersebut maka nama tari itu disebut dengan Serimpi Sangaupati yang diartikan sebagai sangu pati. Proses penciptaan dan latihan untuk melaksanakan ide itu memakan waktu cukup lama.T. maka yang akan menjadi tumbal pertama adalah mereka para penari tersebut. Tim tersebut terdiri dari enam lembaga. Dengan gagalnya perjanjian tersebut maka beberapa daerah yang disebutkan diatas dapat diselamatkan.T. Untuk melaksanakan ide itu Sultan pada tahun 1941 memanggil para pakar tari yang dipimpin oleh K. karena tata busana masih dalam bentuk gladi resik. K. Ternyata taktik yang dipakai saat sangat efektif. Pangeran Suryobrongto. Karena terlanjur terbuai dengan keindahan tarian ditambah lagi dengan semakin banyaknya minuman atau arak yang ditegak maka mereka (Belanda) kemudian mabuk. atau Beksan Menak. Melalui pertemuan-pertemuan. RB Kuswaraga dan RW Larassumbaga. Penciptaan tari Golek Menak berawal dari ide sultan setelah menyaksikan pertunjukkan Wayang Golek Menak yang dipentaskan oleh seorang dalang dari daerah Kedu pada tahun 1941. Saat ini Serimpi Sangaupati masih sering ditarikan. Karena jika siasat itu tercium oleh Belanda. setidaknya bisa mengakibatkan pihak Belanda tidak menyadari kalau dirinya dikelabui. Brongtodiningrat. Tarian Serimpi Sangaupati sendiri merupakan tarian yang dilakukan 4 penari wanita dan di tengah-tengah tariannya dengan keempat penari tersebut dengan keahliannya kemudian memberikan minuman keras kepada pihak Belanda dengan memakai gelek inuman. dialog dan sarasehan antara sultan dengan para seniman dan seniwati. TARI GOLEK MENAK Tari Golek Menak merupakan salah satu jenis tari klasik gaya Yogyakarta yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar pihak keraton tidak perlu melepaskan daerah pesisir pantai utara dan beberapa hutan jati yang ada. tidak dengan arak yang sesungguhnya. 3. 2.Tarian ini sengaja di tarikan sebagai salah satu bentuk politik untuk menggagalkan perjanjian yang akan diadakan dengan pihak Belanda pada masa itu. Wiradipraja. Buntutnya. Dan adegan minum arak yang ada dalam tari tersebut masih ada namun hanya dilakukan secara simbol.R. Mengandung arti menarikan wayang Golek Menak. tipe karakter puteri untuk Dewi Sudarawerti dan Dewi Sirtupelaeli. jika perjanjian dimaksudkan bisa digagalkan. tipe karakter putra halus untuk Raden Maktal. Purbaningrat.

yang menyelenggarakan lokakarya pada tanggal 22 Agustus 1988. Alur kalang kinantang (Perganji). tanpa menggunakan lakon. puteri Cina.M. 2. gagah kinantang untuk tokoh Umarmadi. Busana yang dikenakan para penari mengacu pada busana Wayang Golek Menak Kayu. Kelangjajali. tata busana. gagah bapang untuk tokoh Umarmaya. 3. 6. cincingan. dipimpin oleh Sunartama dan diselenggarakan pada tanggal 30 Juli 1988 S. 7. Gagah bapang (Umarmadi dan Bestak). dan kelas wara). menitik beratkan pada penggarapan ragam gerak yang merupakan dasar pokok dari tipe-tipe karakter dari Golek Menak dan memperhatikan gendhing-gendhing yang mengiringi tari agar penampilan tipe-tipe karakter bisa lebih kuat. Ruslan dan Jayakusuma). Puteri impur (Sudarawerti dan Sirtupelaeli). Puteri kinantang (Ambarsirat. Nursewan dan Gajah Biher). swerta kandha tidak digarap. 8. dengan menampilkan 12 tipe karakter. semua tokoh berbaju lengan panjang. Bentuk-bentuk tari yang ditampilkan merupakan garapan baru yang bersumber dari Golek Menak. Raseksi (mardawa dan Mardawi). yang menyelenggarakan lokakarya pada tanggal 15 Agustus 1988. Giliran kedua jatuh pada Pusat Latihan tari Bagong Kussudiardja diselenggarakan di Padepokan Seni Bagong Kusssudiardja sendiri.I. Beberapa tipe karakter yang ditampilkan antara alain : puteri luruh. serta berupaya memasukkan gerak pencak kembang dan silat gaya Sumatera Barat yang disesuaikan dengan rasa gerak Jawa. Lokakarya bertempat di . Giliran kelima adalah Surya Kencana pimpinan raden Mas Ywanjana. yaitu : 1. sedangkan cara berkain menerapkan cara rampekan. kemudian menyelenggarakan lokakarya dimasing-masing lembaga. Giliran pertama jatuh pada siswa Among Beksa pada tanggal 2 Juli 1988. Puteri (Adaninggar seorang Puteri Cina). 9. 11. 10. Alus impur (tokoh Maktal. Alus impur (tokoh Jayengrana). serta seredan disesuaikan dengan tokoh yang dibawakan. Gagah kalang kinantang (Kewusnendar. dengan menampilkan hasil garapannya.Keenam lembaga ini setelah menyatakan kesanggupannya untuk menyempurnakan tari Golek Menak (1 Juni 1988). Bahasa yang digunakan dalam dialog adalah bahasa bagongan.K.M.I. tata rias.K. Gagah kambeng (Lamdahur). 12. Raseksa (Jamum). dengan mempergunakan ragam tari yang pernah dipelajari dari kakaknya. Giliran keempat jatuh pada Mardawa Budaya yang menyelenggarakan lokakarya pada tanggal 9 Agustus 1988 dipimpin oleh Raden Wedana Sasmita Mardawa. menampilkan tipe karakter dengan 14 ragam gerak berbentuk demonstrasi. antawecana. 4. Tasik Wulan Manik lungit. Surya Kencana memilih bentuk demonstrasi dan menampilakan 16 tipe karakter. yaitu Kuswaji Kawindrasusanta (seorang peraga Golek Menak pada saat proses penciptaan tari oleh Sri Sultan Hamengkubuwana IX). Penyajian dari S. dengan gendhing-gendhing yang digarap sesuai keperluan gerak tari sebagai pengiringnya. Gagah bapang (tokoh Umarmaya). Lokakarya yang diselenggarakan oleh siwa Among Beksa pimpinan RM Dinusatama diawali dengan pagelaran fragmen lakon kelaswara. 5. Tamtanus. Dalam penampilannya Mardawa Budaya menampilkan 14 tipe karakter. kampuhan. Giliran ketiga jatuh pada Sekolah Menengah Karawitan Indonesia Yogyakarta. Mardawa Budaya menampilkan sebuah fragmen singkat tetapi padat dengan lakon Kelaswara Palakrama. Disamping itu ditampilkan pula sebuah garapan kelompok dari tipe gagah kinantang yang diberi nama tari Perabot Desa. Giliran keenam atau terakhir jatuh pada Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

tarian ini kembali diperkenalkan dengan kreasi gerak baru oleh Irawati Urban. Di daerah Pasundan. Tari Merak seringkali menjadi tari menyambut kehadiran pengantin lelaki yang hendak berjalan menuju pelaminan. tapi juga pada ragam-ragam geraknya. yaitu pada bulan Maret 1989. tata rias serta antawecana. *) Tari Kreasi Baru TARI MERAK Tari Merak merupakan tarian kreasi baru dari daerah Pasundan. Gerak pencak kembang dari Sumatera barat juga telah dimasukkan. Jawa Barat. yaitu kelaswara palakrama atau perkawinan antara kelaswara dengan Wong Agung Jayengrana. Ketika dibentangkan. Pada pertemuan pada tanggal 16 September 1988 dia Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta. tari Merak umumnya dimainkan oleh seorang atau beberapa orang penari wanita. Demonstrasi tipe-tipe karakter kemudian disusul dengan penampilan sebuah fragmen pendek dengan lakok Geger Mukadam dipetik dari Serat Rengganis. Tim penyempurnaan tari Golek Menak bekerja sesuai dengan petunjuk-petujuk sultan. Dalam sebuah pertunjukan. serta hijau. sultan mangkat di Amerika Serikat pada tanggal 3 Oktober 1988. meskipun sultan telah tiada. Selendang itu terikat pada pinggang penari Merak. Jawa Barat. . mereka mengenakan kostum yang penuh warna. Ketika pertunjukan. Tetapi sebelum sultan sempat menyaksikan kerja kedua dari Tim Penyempurnaan Tari Golek Menak yang akan jatuh pada bulan Maret 1989. Konon. Tarian ini diciptakan oleh Raden Tjetjep Somantri. penari Merak juga menggunakan mahkota yang berhiaskan replika kepala burung merak. seorang wanita pecinta seni tari yang berasal dari daerah Bandung. bukan hanya pada adegan perang saja. tari Merak seringkali dimainkan ketika menyambut kedatangan tamu kehormatan dalam sebuah acara. dengan menampilkan 15 tipe karakter dalam demonstrasinya. Maka dalam pagelaran hasil penyempurnaan tari Golek Menak tanggal 17 Maret 1989 itu ditampilkan demonstrasi Wayang Golek Menak serta fragmen dramatari Golek Menak dengan cerita yang sama. Bahasa yang dipergunakan untuk antawecana atau dialog adalah bahasa Jawa pewayangan. tata busana.Fakultas Kesenian Kampus Utara. warna itu menggambarkan pesona warna dari burung merak. iringan tari. Karena hasil lokakarya itu baru merupkan hasil awal dari proses penyempurnaan tari Golek Menak. dipimpin oleh Bambang Prahendra Pujaswara. Para penggarap tari dari ISI Yogyakarta menitik beratkan pada garapan geraknya. maka tata busana untuk pagelaran itu masih menggunakan busana yang telah ada dengan tambahan serta modifikasi seperlunya. Pada tahun 1965. Tetapi karena perancangan tata busana seperti yang diinginkan sultan menuntut biaya yang besar. Untuk menambah kesan menarik. seperti merah. bahwa enam lembaga tari di DIY telah menanggapi dengan baik permintaan sultan. kuning. mereka juga mengenakan selendang yang warnanya senada dengan kostum penari. selendang itu tampak seperti sepasang sayap dari seekor burung Merak. seorang koreografer tari Sunda pada tahun 1950-an. Dalam sebuah pesta pernikahan adat Sunda. sultan menyatakan kegembiraannya. Tak pernah terlewatkan. Beberapa minggu kemudian seluruh anggota Tim sepakat untuk meneruskan penyempurnaan tari Golek Menak. sultan mengharapkan agar segmen disusul dengan rencana kerja kedua.

Tarian kuda lumping biasanya hanya menampilkan adegan prajurit berkuda. menirukan gerakan layaknya seekor kuda di tengah peperangan. Hal ini terlihat dari gerakan-gerakan ritmis. Indonesia. menyayat lengan dengan golok. berjalan di atas pecahan kaca. Jaran Kepang merupakan bagian dari pagelaran tari reog. Tidak satupun catatan sejarah mampu menjelaskan asal mula tarian ini. untuk menghadapi pasukan Belanda. Anyaman kuda ini dihias dengan cat dan kain beraneka warna. Seringkali dalam pertunjukan tari kuda lumping. membakar diri. kekebalan.Dengan diiringi seperangkat alat musik gamelan Sunda. Meskipun tarian ini berasal dari Jawa. Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu yang di anyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda. dan lain-lain. dan merupakan aspek non militer yang dipergunakan untuk melawan pasukan Belanda. Gerakan lemah gemulai dari sang penari Merak menjadi ciri khas tersendiri dari pertunjukan tari Merak. melalui kibasan anyaman bambu. hanya riwayat verbal yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. melawan penjajah Belanda. keseluruhan gerak dalam pertunjukan tari Merak ini menggambarkan seekor merak jantan yang berusaha menarik hati sang merak betina. Tari Merak dari daerah Pasundan ini terlihat semakin mempesona ketika anda memiliki kesempatan untuk menyaksikan pertunjukan tari Merak. akan tetapi beberapa penampilan kuda lumping juga menyuguhkan atraksikesurupan. seperti atraksi mengunyah kaca. yang terbuat dari anyaman bambu atau kepang. pertunjukan tari Merak dimulai. keindahan serta kelincahan seekor burung Merak. Mungkin. tari kuda lumping merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran sebuah pasukan berkuda atau kavaleri. Kuda lumping adalah seni tari yang dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan. Terlepas dari asal usul dan nilai historisnya. tarian ini mengisahkan tentang latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin Sultan Hamengku Buwono I. . Versi lain menyebutkan bahwa. dan kekuatan magis. Ada pula versi yang menyebutkan. Dari awal hingga pertunjukan itu usai. atraksi ini merefleksikan kekuatan supranatural yang pada jaman dahulu berkembang di lingkungan Kerajaan Jawa. juga menampilkan atraksi yang mempertontonkan kekuatan supranatural berbau magis. Menurut ceritanya. dinamis. yang dibantu oleh Sunan Kalijaga. seperti atraksi memakan beling dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut. tari kuda lumping merupakan bentuk apresiasi dan dukungan rakyat jelata terhadap pasukan berkuda Pangeran Diponegoro dalam menghadapi penjajah Belanda. bahwa tari kuda lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah. Raja Mataram. Sesekali. mereka menampilkan gerakan layaknya seekor burung yang sedang melompat. Gerakan tari Merak semakin terkesan mempesona ketika penari Merak menari sambil membentang sepasang sayap yang penuh warna. tarian ini juga diwariskan oleh kaum Jawa yang menetap di Malaysia dan Singapura. dan agresif. Sejarah Konon. penari Merak memainkan gerak yang menggambarkan keanggunan. *) Tari Tradisional TARI KUDA LUMPING Kuda lumping juga disebut jaran kepang atau jathilan adalah tarian tradisionalJawa menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda.

Dalam keadaan tidak sadar. serta perlengkapan peralatan gamelan seperti halnya Karawitan.Variasi Lokal Di Jawa Timur. Beberapa penari muda menunggangi kuda anyaman bambu dan menari mengikuti alunan musik. dalam setiap pagelaran selalu hadir para datuk. seperti menyambut tamu kehormatan. Gugum Gumbira. Karena sebelum pagelaran dimulai. Gerak-gerak bukaan. untuk mempertahankan cuaca agar tetap cerah mengingat pertunjukan biasanya dilakukan di lapangan terbuka. dan daerah-daerah lainnya. dengan gerakan-gerakan yang lebih santai. dan sebagai ucapan syukur. para penari Buto Lawas dapat mengalami kesurupan atau kerasukan roh halus. yaitu seruling dengan bunyi melengking. TARI JAIPONG Jaipongan adalah sebuah genre seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman asalBandung. biasanya berisikan himbauan agar manusia senantiasa melakukan perbuatan baik dan selalu ingat pada Sang Pencipta. yaitu orang yang memiliki kemampuan supranatural yang kehadirannya dapat dikenali melalui baju serba hitam yang dikenakannya.nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid dari beberapa kesenian di atas cukup memiliki inspirasi untuk mengembangkan tari atau kesenian yang kini dikenal dengan namaJaipongan. Selain mengandung unsur hiburan dan religi. Pada fragmen terakhir. yang merupakan tarian penutup dari seluruh rangkaian atraksi tari kuda lumping. dan tari Begon Putri. Para penonton pun tidak luput dari fenomena kerasukan ini. Pada fragmen selanjutnya. Para datuk ini akan memberikan penawar hingga kesadaran para penari maupun penonton kembali pulih. Tari ini biasanya ditampilkan pada event-event tertentu. Gong. kesenian tradisional kuda lumping ini seringkali juga mengandung unsur ritual. Pada fragmen Buto Lawas. atas hajat yang dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa. Nganjuk. seperti Malang. tidak diperlukan suatu koreografi khusus. mereka terus menari dengan gerakan enerjik dan terlihat kompak dengan para penari lainnya. hanya terdiri dari Kendang. Sajak-sajak yang dibawakan dalam mengiringi tarian. Gamelan untuk mengiringi tari kuda lumping cukup sederhana. enam orang wanita membawakan tari Begon Putri. tari kuda lumping ini menghadirkan 4 fragmen tarian yaitu 2 kali tari Buto Lawas. Pada bagian inilah. biasanya ditarikan oleh para pria saja dan terdiri dari 4 sampai 6 orang penari. pencugan. Kenong. penari pria dan wanita bergabung membawakan tari senterewe. tari Senterewe. Perhatiannya pada kesenian rakyat yang salah satunya adalahKetuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan/Bajidoran atau Ketuk Tilu. Untuk memulihkan kesadaran para penari dan penonton yang kerasukan. seni ini akrab dengan masyarakat di beberapa daerah. dan Slompret. Dalam pementasanya. . biasanya seorang pawang hujan akan melakukan ritual. Pagelaran Tari Kuda Lumping Dalam setiap pagelarannya. Tulungagung. Banyak warga sekitar yang menyaksikan pagelaran menjadi kesurupan dan ikut menari bersama para penari.

Kehadiran Jaipongan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap para penggiat seni tari untuk lebih aktif lagi menggali jenis tarian rakyat yang sebelumnya kurang perhatian. Di Jawa Barat misalnya. pencugan. Ronggeng dalam tari pergaulan tidak lagi berfungsi untuk kegiatan upacara. baik dari segi koreografi maupun iringannya. apalagi setelah tari Jaipongan pada tahun 1980 dipentaskan di TVRI stasiun pusat Jakarta. misalnya di Subang dengan Jaipongan gaya "kaleran" (utara). . Eli Somali. ada beberapa pengaruh yang melatarbelakangi bentuk tari pergaulan ini. di mana beberapa pola gerak Bajidoran diambil dari tarian dalam Topeng Banjet ini. yang isu sentralnya adalah gerakan yang erotis dan vulgar. Awal kemunculan tarian tersebut sempat menjadi perbincangan. Bekasi. khususnya di Karawang. kostum penari yang sederhana sebagai cerminan kerakyatan. eksistensi tari-tarian dalam Topeng Banjetcukup digemari. yang biasanya dalam pertunjukan tari-tari pergaulan tak lepas dari keberadaanronggeng dan pamogoran. Dengan munculnya tari Jaipongan. nama Gugum Gumbira mulai dikenal masyarakat. dan Subang) dikenal dengan sebutan Kliningan Bajidoran yang pola tarinya maupun peristiwa pertunjukannya mempunyai kemiripan dengan kesenian sebelumnya (Ketuk Tilu/Doger/Tayub). Ibing Bajidor serta Topeng Banjet adalah Tayuban dan Pencak Silat. Demikian pula dengan gerak-gerak tarinya yang tidak memiliki pola gerak yang baku. yang di daerah Pantai Utara Jawa Barat (Karawang. dua buah kulanter. tetapi untuk hiburan atau cara gaul. hajatan maupun perayaan-perayaan yang diselenggarakan oleh pihak swasta dan pemerintah. yang kemudian tarian itu menjadi populer dengan sebutan Jaipongan.Purwakarta. dan Pepen Dedi Kurniadi. baik di media televisi. tiga buah ketuk. Kemunculan tarian karya Gugum Gumbira pada awalnya disebut Ketuk Tilu perkembangan. dimanfaatkan oleh para penggiat seni tari untuk menyelenggarakan kursus-kursus tari Jaipongan. yang memang karena dasar tarian itu merupakan pengembangan dari Ketuk Tilu. Sebagai seni pertunjukan rakyat. kesenian ini hanya didukung oleh unsur-unsur sederhana. Dari tarian itu muncul beberapa nama penari Jaipongan yang handal sepertiTati Saleh. Misalnya pada tari Ketuk Tilu yang begitu dikenal oleh masyarakat Sunda. dan gong. tari pergaulan merupakan pengaruh dari Ball Room. Namun dari ekspos beberapa media cetak. Secara koreografis tarian itu masih menampakan pola-pola tradisi (Ketuk Tilu) yang mengandung unsur gerak-gerak bukaan. Beberapa gerakgerak dasar tari Jaipongan selain dari Ketuk Tilu. Seiring dengan memudarnya jenis kesenian di atas. Yeti Mamat. Indramayu. Dampak dari kepopuleran tersebut lebih meningkatkan frekuensi pertunjukan. Karya pertama Gugum Gumbira masih sangat kental dengan warna ibing Ketuk Tilu. diperkirakan kesenian ini populer sekitar tahun1916.kendang. Dalam pada itu. Berkembang Karya Jaipongan pertama yang mulai dikenal oleh masyarakat adalah tari "Daun Pulus Keser Bojong" dan "Rendeng Bojong" yang keduanya merupakan jenis tari putri dan tari berpasangan (putra dan putri). Keberadaan ronggeng dalam seni pertunjukan memiliki daya tarik yang mengundang simpati kaum pamogoran. mantan pamogoran (penonton yang berperan aktif dalam seni pertunjukan Ketuk Tilu/Doger/Tayub) beralih perhatiannya pada seni pertunjukan Kliningan.Sebelum bentuk seni pertunjukan ini muncul. seperti waditra yang meliputi rebab. dimanfaatkan pula oleh pengusaha pub-pub malam sebagai pemikat tamu undangan. nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid yang pada gilirannya menjadi dasar penciptaan tari Jaipongan. dimana perkembangan lebih lanjut peluang usaha semacam ini dibentuk oleh para penggiat tari sebagai usaha pemberdayaan ekonomi dengan nama Sanggar Tari atau grup-grup di beberapa daerah wilayah Jawa Barat.

dan pakaian penari yang beraneka warna dipadukan dengan gaya kontemporer. degung. Istilah ini dapat kita temui pada Jaipongan gaya kaleran. yakni Merapi. Itulah tari Topeng Ireng. Gerak tarian terlihat lincah. misalnya pada seni Jaipongan Subang dan Karawang. Dewasa ini tari Jaipongan boleh disebut sebagai salah satu identitas keseniaan Jawa Barat. Sumbing dan Menoreh. 3) Buah Kawung Gopar. untuk menghindari SARA. awal Januari lalu. dengan bentuk mirip bulu burung. hal ini nampak pada beberapa acara-acara penting yang berkenaan dengan tamu dari negara asing yang datang ke Jawa Barat. biasanya dibawakan oleh penari tunggal atau Sinden Tatandakan (serang sinden tapi tidak bisa nyanyi melainkan menarikan lagu sinden/juru kawih). Namun sejak 1995 diganti namanya. Pencug. Mira Tejaningrum. Hanya hiasan kepala yang menggunakan warna-warni cerah. Yumiati Mandiri. sebab memang sebagian gerak meniru para penari Suku Dayak dari Kalimantan. Istilah jeblokan diartikan sebagai pasangan yang menetap antara sinden dan penonton (bajidor). humoris.Ciri khas Jaipongan gaya kaleran. Nuni. Andong. . Dulu tari ini dikenal dengan nama Dayakan. sebagai berikut: 1) Tatalu. semangat. sekilas mirip penutup kepala suku Indian di Amerika Utara. Jaipongan gaya kaleran ini. dan Asep. genjring/terbangan.Jaipongan yang telah diplopori oleh Mr. baik pada seni pertunjukan wayang. Perkembangan selanjutnya tari Jaipongan terjadi pada taahun 1980-1990-an. maka disambut dengan pertunjukan tari Jaipongan. Aa Suryabrata. di Lapangan Pakis. Dalam penyajiannya. terutama di daerah Subang. Merbabu. Karena kostum yang modelnya seperti orang Daya. 2) Kembang Gadung. ada yang diberi pola (Ibing Pola) seperti pada seni Jaipongan yang ada di Bandung. Hal itu tercermin dalam pola penyajian tari pada pertunjukannya. Cepy. Nur & Leni TARI TOPENG IRENG (DAYAKAN) Wajah para penari itu dicoreti warna hitam senada dengan warna pakaian. dan hampir semua pertunjukan rakyat maupun pada musik dangdut modern yang dikolaborasikan dengan Jaipong menjadi kesenian PongDut. Setra Sari. Nani. Nama Dayakan tidak terlalu berlebihan. Demikian pula dengan misimisi kesenian ke manca negara senantiasa dilengkapi dengan tari Jaipongan. dan kesederhanaan (alami. Rawayan. erotis. spontanitas. Tari Jaipongan banyak mempengaruhi kesenian-kesenian lain yang ada di masyarakat Jawa Barat. Jawa Tengah. 4) Tari Pembukaan (Ibing Pola). Magelang. Jumlah penari bisa mencapai antara 20 sampai 40 orang dengan gerakan senada. Ine Dinar. Ega. Festival ini melibatkan kurang lebih 500 seniman tari atau 16 kelompok tari yang ada di lima gunung. dan Tari Kawung Anten. Sonteng. juga ada pula tarian yang tidak dipola (Ibing Saka). dengan iringan musik yang keras dan ramai. kacapi jaipong. Agah. merupakan bagian pertunjukan ketika para penonton (bajidor) sawer uang (jabanan) sambil salam tempel. yang ditampilkan dalam Festival Topeng Ireng. yakni keceriaan. Kuntul Mangut. Dari tarian-tarian tersebut muncul beberapa penari Jaipongan yang handal antara lain Iceu Effendi. Iringiring Daun Puring. dengan paduan dedaunan. Kabupaten. Miming Mintarsih. Erna. di mana Gugum Gumbira menciptakan tari lainnya seperti Toka-toka. apa adanya). Musik tampak semarak karena dimainkan dengan tabuhan keras. 5) Jeblokan dan Jabanan.

yang artinya seni menata diri dalam bentuk garis lurus dengan ritme yang cepat. Salah satu kekuatan bertahan adalah masyarakat sekitar yang membutuhkan tarian ini. Secara perlahan. baik sebagai sarana hiburan atau refleksi atas kesadaran mereka sebagai warga masyarakat pinggiran. Sedangkan menurut Eko Sunyoto. Bahkan kelompok-kelompok tari Topeng Ireng hadir di beberapa tempat dari Magelang hingga wilayah Slemen. Topeng Ireng berkembang bukan saja dari sisi gerak namun juga kostum dan musik. Nah. Masyarakat di sekitar Merapi dan Merbabu menjadi penjaga tradisi dari tari ini. Kabupaten Magelang. Tarian ini memang sangat mengandalkan kekuatan fisik. Hanya musik ini dimainkan sebagai rasa syukur dari masyarakt agraris terutama yang berada di Merapi Merbabu . tarian Topeng Ireng mulai muncul di kalangan masyarakat Desa Tuk Songo. dan dengan barisan yang lurus.Sumbing. tampaknya tari ini tidak memiliki pakem khusus yang harus ditaati. Kecamatan Borobudur. bentuk-bentuk tari tradisi berkembang dan menemukan bentuknya. Mereka bisa diminta pentas kapan saja. Inilah tari komunal. Sebagai tari yang berkembang di tengah masyarakat. Sebab tari ini tidak terpaut pada sakralitas tertentu. Kini. sekitar tiga kilometer barat Candi Borobudur. terambil dari kata "toto lempeng. Namun dalam perjalanannya.Nama Topeng Ireng. Bahkan tarian ini juga disebut-sebut muncul di Boyolali dan Temanggung. tari ini mengalami metamorfosis. tarian ini dimainkan biasanya sebagai rasa syukur atas pembangunan masjid di satu kampung. Topeng Ireng adalah bagian dari seni tradisi yang mampu bertahan di tengah gempuran zaman. Yogyakarta. Setiap peñata tari boleh mengembangkan model dan gerak sesuai keinginan mereka. Ini yang menyebabkan tari Topeng Ireng penuh inovasi dalam setiap pementasannya. sehingga menjadi seperti saat ini. . warga mengarak mustaka keliling kampung sambil menari dan menyanyikan puji-pujian. pada era 1950-an. di mana masyarakat terlibat sebagai kelompok penari atau sekadar pendukung sehingga tarian tetap hadir dan tetap dimainkan untuk beragam kepentingan. untuk acara apapun juga. tanpa diketahui siapa penciptanya. irama kenceng". Beda dengan tari Jawa pada umumnya yang lembut dan bergerak lambat. sebelum bagian atapnya (mustaka) ditempatkan. Menurut cerita masyarakat. Masyarakat di dua gunung ini memang dikenal memiliki kesenian yang merepresentasikan karakter mereka yang agraris. Tarian Topeng Ireng ini sudah hadir di tengah masyarakat lima gunung itu sejak tahun 1960-an. Para penari Topeng Ireng menjadi pembuka jalan dengan wajah yang diwarnai hitam dan hiasan kepala dari janur kuning. seniman tari berasal dari Gandok Seni Pondok Tingal Borobudur. sekilas mirip dengan pencak silat. yang juga diapit Gunung Sindoro.

Tugas lain dari pawang adalah menyadarkan atau mengeluarkan roh halus yang merasuki penari jika dirasa sudah cukup lama atau roh yang merasukinya telah menjadi sulit untuk dikendalikan. biasanya berisikan himbauan agar manusia senantiasa melakukan perbuatan baik dan selalu ingat pada Sang Pencipta. dalam pagelaran jatilan pasti ada pawang roh yaitu orang yang bisa mengendalikan roh-roh halus yang merasuki para penari. mereka melakukan gerakangerakan yang sangat dinamis mengikuti rancaknya suara gamelan yang dimainkan. menyayat lengan dengan golok bahkan lampu tanpa terluka atau merasakan sakit. Di antaranya adalah mereka dapat dengan mudah memakan benda-benda tajam seperti silet. ada beberapa versi tentang asal-usul atau awal mula adanya kesenian jatilan ini. Jenis kesenian ini dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan. dan merupakan aspek nonmiliter yang dipergunakan untuk melawan pasukan Belanda. hanya cerita-cerita verbal yang berkembang dari satu generasi kegenerasi lain. pecahan kaca. Jadi masyarakat melihat Jathilan sebagai sebuah pertunjukan tempat pemain kerasukan. raja Mataram untuk mengadapi pasukan Belanda. jatilan ini yang menggunakan properti berupa kuda tiruan yang terbuat dari bambu ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan rakyat jelata terhadap pasukan berkuda Pangeran Diponegoro dalam menghadapi penjajah Belanda. para penari itu juga melakukan atraksi-atraksi berbahaya yang tidak dapat dinalar oleh akal sehat. Konon. Jadi biasanya jatilan ini membawakan sebuah cerita yang disampaikan dalam bentuk tarian. Saat ini tidak banyak orang yang melihat pertunjukan seni dari sisi pakem bentuk kesenian tersebut melainkan dari sisi hiburannya. kenong. yang dibantu oleh Sunan Kalijaga. Selain mengandung unsur hiburan dan religi. diantaranya adalah sebagai berikut. Selain itu. . Pawang dalam setiap pertunjukan jatilan ini adalah orang yang paling penting karena berperan sebagai pengendali sekaligus pengatur lancarnya pertunjukan dan menjamin keselamatan para pemainnya. kendang. hanya terdiri dari drum. Dalam hal ini. Gamelan untuk mengiringi jatilan ini cukup sederhana. yang terbuat dari anyaman bambu atau kepang. Bukan sebagai pertunjukan yang ingin bercerita tentang suatu kisah. ada versi lain yang menyebutkan. para penari kerasukan roh halus sehingga hampir tidak sadar dengan apa yang mereka lakukan. Mengenai asal-usul atau awal mula dari kesenian jatilan ini. Kesenian yang juga sering disebut dengan nama jaran kepang ini dapat dijumpai di daerah-daerah Jawa.TARI JATHILAN Jatilan adalah sebuah kesenian yang menyatukan antara unsur gerakan tari dengan magis. bahwa jatilan menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah. Pagelaran kesenian ini dimulai dengan tari-tarian oleh para penari yang gerakannya sangat pelan tetapi kemudian gerakanya perlahan-lahan menjadi sangat dinamis mengikuti suara gamelan yang dimainkan. tidak ada catatan sejarah yang dapat menjelaskan dengan rinci. melawan penjajah Belanda. namun ada juga yang menyanyikan lagu-lagu lain. Adapun versi lain menyebutkan bahwa tarian ini mengisahkan tentang latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin Sultan Hamengku Buwono I. dan slompret. Atraksi ini dipercaya merefleksikan kekuatan supranatural yang pada jaman dahulu berkembang di lingkungan kerajaan Jawa. yang mereka lihat dan lebih mereka senangi adalah bagian dimana para pemain jathilan ini seperti kerasukan dan melakukan atraksi-atraksi berbahaya. Lagu-lagu yang dibawakan dalam mengiringi tarian. yaitu seruling dengan bunyi melengking. Di samping para penari dan para pemain gamelan. Setelah sekian lama. biasanya seorang pawang atau dukun melakukan suatu ritual yang intinya memohon ijin pada yang menguasai tempat tersebut yang biasanya ditempat terbuka supaya tidak menggangu jalannya pagelaran dan demi keselamatan para penarinya. kesenian tradisional jatilan ini seringkali juga mengandung unsur ritual karena sebelum pagelaran dimulai. Selain melakukan gerakan-gerakan yang sangat dinamis mengikuti suara gamelan pengiring. Pagelaran ini seperti pagelaran seni yang lainnya yang umumnya mempunyai suatu alur cerita. gong.

yaitu tentang cerita tokoh Kresna. Setelah pertunjukan warok-warokan selesai. seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat. ikat lengan. Surobangsat kalah setelah Suromenggolo mengeluarkan aji-aji pamungkas yang berupa kolor. jajanan pasar yang berupa makanan-makanan tradisional. Jatilan yang ditampilkan dalam upacara adat Mbah Bergas merupakan sajian dari Paguyuban Kesenian Kuda Lumping Putra Manunggal. Jumlah penari jatilan ada sepuluh orang. yaitu suatu bentuk kesenian yang berjudul Suminten Edan . dilanjutkan dengan pertunjukan tarian oleh pasukan buto yang berjumlah sepuluh orang penari. pawang-pawang ini juga bertugas untuk menyadarkan para penari yang kerasukan. Gerakan yang sangat cepat dan lincah dari para penari membuat gelang kaki yang mereka pakai menimbulkan irama yang rancak. Makna dari busana dan aksesoris yang digunakan adalah meniru tokoh Panji Asmarabangun. dupa Cina dan menyan. gerakan yang serempak para penari membuat para penonton terpesona. menjaga dan menjamin lancarnya pertunjukan. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat . Surobangsat bermaksud menjodohkan Gentho dengan cempluk. dan keris. Namun Suromenggolo tidak setuju. mahkota (kupluk Panji). beraneka macam kembang. Aksesoris yang dipakai para penari antara lain gelang kaki. Para penari jatilan berserta penabuh gamelan kurang lebih berjumlah empat puluh orang. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak. Suromenggolo mempunyai saudara seperguruan yang bernama Surobangsat. antara lain perang Prabu Baka dengan para Buto. Dalam pertunjukan jatilan ini juga ada tiga pawang yang bertugas untuk mengatur. Kemudian terjadilah pertarungan antara keduanya. tumpeng robyong yaitu tumpeng robyong yang dihias dengan kubis. Aksesoris yang digunakan antara lain gelang tangan. dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Surobangsat dan Suromenggolo telah lama tidak berjumpa sehingga ia mengunjungi Suromenggolo. Setelah pertunjukan tarian buto selesai kemudian dilanjutkan tarian jatilan. Cerita yang disajikan adalah mengadopsi dari Jatilan klasik. Mereka berlatih setiap satu bulan sekali pada pertengahan bulan (biasanya pada malam minggu).Kesenian jatilan yang dipertunjukan pada upacara adat Mbah Bergas diawali dengan kesenian warok-warokan. dan topeng buto yang berwujud hewan-hewan seperti harimau. dan singa. domba. Paguyuban ini didirikan sekitar pada tahun 1992. Lakon ini bercerita tentang Suromenggolo yang mempunyai anak bernama Cempluk. dawet. Tarian ini sebagai kreasi atau sebagai perkembangan dari pertunjukkan jatilan untuk lebih memeriahkan pertunjukan jatilan dan menarik perhatian warga untuk menyaksikan. Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. gelang kaki. ingkung klubuk (ayam hidup) yang digunakan sebagai sarana pemanggilan makhluk halus dan lain-lain. yaitu putra dari kerajaan Jenggala Manik. Surobangsat mempunyai anak yang bernama Gentho. Gerakan-gerakan tarian ini sangat dinamis dan enerjik. namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu. TARI REOG PONOROGO Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Sejarah Pada dasarnya ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok. kalung (kace). gelang tangan. Dalam pertunjukan jatilan juga disediakan beberapa jenis sesaji antara lain pisang raja satu tangkep. Sedangkan pada warok-warokan selain menampilkan cerita Suminten Edan juga mengambil cerita dari babad-babad Jawa.

namun ditengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. yang merupakan "sindiran" kepada Raja Bra Kertabumi dan kerajaannya. Pementasan Seni Reog . kesenian Reognya sendiri masih diperbolehkan untuk dipentaskan karena sudah menjadi pertunjukan populer diantara masyarakat. Dewi Songgolangit. Dewi Ragil Kuning. Populernya Reog Ki Ageng Kutu akhirnya menyebabkan Kertabumi mengambil tindakan dan menyerang perguruannya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan dimana ia mengajar anak-anak muda seni bela diri. Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai pewarisan budaya yang sangat kaya. yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu. namun jalan ceritanya memiliki alur baru dimana ditambahkan karakter-karakter dari cerita rakyat Ponorogo yaitu Kelono Sewondono. Namun murid-murid Ki Ageng kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam. Jatilan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo. dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok. yang menjadi simbol untuk Kertabumi. dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. and Sri Genthayu. ilmu kekebalan diri. sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50kg hanya dengan menggunakan giginya [2]. Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa Barong". Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. raja hutan. para penari dalam keadaan 'kerasukan' saat mementaskan tariannya [3] . sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujanganom. mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku. dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya). Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa. ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir. Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri. yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog. pemberontakan oleh warok dengan cepat diatasi.dari pihak rekan Cina rajanya dalam pemerintahan dan prilaku raja yang korup. Walaupun begitu. dan mengadu ilmu hitam antara keduanya. dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan lagi kerajaan Majapahit kelak. Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reog.

dengan muka dipoles warna merah. Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian 2 sampai 3 tarian pembukaan. juga dipercaya diproleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan tapa. Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan yang berat. Pada reog tradisionil. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani. Adegan dalam seni reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. khitanan dan hari-hari besar Nasional. Untuk hajatan khitanan atau sunatan. Adegan terakhir adalah singa barong.Reog Ponorogo Reog modern biasanya dipentaskan dalam beberapa peristiwa seperti pernikahan. Tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil yang membawakan adegan lucu. Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam. Setelah tarian pembukaan selesai. dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Yang lebih dipentingkan dalam pementasan seni reog adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya. Disini selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan) dan kadang-kadang dengan penonton. Terkadang seorang pemain yang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan. Tarian ini dinamakan tari jaran kepang. biasanya cerita pendekar. yang harus dibedakan dengan seni tari lain yaitu tari kuda lumping. baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung kondisi dimana seni reog ditampilkan. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. Kontroversi .

Deskripsi dan foto tarian ini ditampilkan dalam situs resmi Kementrian Kebudayaan Kesenian dan Warisan Malaysia. Malaysia. Tarian sejenis Reog Ponorogo yang ditarikan di Malaysia dinamakan Tari Barongan[4]. Kontroversi timbul karena pada topeng dadak merak di situs resmi tersebut terdapat tulisan "Malaysia". Ditemukan pula informasi bahwa dadak merak yang terlihat di situs resmi tersebut adalah buatan pengrajin Ponorogo. termasuk seniman Reog asal Ponorogo yang menyatakan bahwa hak cipta kesenian Reog telah dicatatkan dengan nomor 026377 tertanggal 11 Februari 2004. yaitu topeng berkepala harimau yang di atasnya terdapat bulu-bulu merak. dan dengan demikian diketahui oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia. yang memicu kontroversi. Tarian ini juga menggunakan topeng dadak merak. Ribuan seniman Reog sempat berdemonstrasi di depan Kedutaan Malaysia di Jakarta. Pada akhir November 2007. karena dibawa oleh rakyat Jawa yang merantau ke negeri tersebut . . Pemerintah Indonesia menyatakan akan meneliti lebih lanjut hal tersebut. Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Zainal Abidin Muhammad Zain menyatakan bahwa Pemerintah Malaysia tidak pernah mengklaim Reog Ponorogo sebagai budaya asli negara itu. dan diakui sebagai warisan masyarakat dari Batu Pahat. Johor dan Selangor. Reog yang disebut ³Barongan´ di Malaysia dapat dijumpai di Johor dan Selangor.Foto tari Barongan di situs resmi Malaysia. Hal ini memicu protes berbagai pihak di Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful