P. 1
Pola Pendidikan Pesantren

Pola Pendidikan Pesantren

|Views: 343|Likes:
Published by Muhammad Assaggaf

More info:

Published by: Muhammad Assaggaf on Aug 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2014

pdf

text

original

Pola Pendidikan Pesantren: Studi Terhadap Pesantren se-Kota Pekanbaru Oleh Nurhasanah Bakhtiar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

UIN Suska Riau HP. 081371832911 Abstract: The world of pesantren is full of various fascinating, uniqueness, exclusive specification and characteristic of which is not owned by other institution. Pesantren, at the beginning often pouted as place of camouflage which more managing the eternity problem, always having order and increasing quality of its education. Now pesantren can shift what people care about pesantren world to become more positively and even pesantren exactly becomes public wanted. In History of Islam in Indonesia, pesantren has big role in building cultured public and having civil. Pesantren as civilization village started felt since some of its collegiate can become intellectual pioneer in the country. They have given smart obsession to Indonesian public that pesantren world with al its moderations is l exactly have big latent potency to do transformation of Islamic civilization which more cosmopolitan. Keywords: Polarization, education, traditional, modern PESANTREN adalah kampung peradaban. Keberadaannya didambakan, tetapi kadang kala pesonanya tak mampu membetahkan penghuninya. Ia sering dicibir sebagai bagian dari kamuflase kehidupan, karena lebih banyak mengurusi soal ukhrowiyah ketimbang duniawiyah. Ia sering dicerca sebagai pusat kehidupan fatalis, karena memproduksi kehidupan zuhud yang mengabaikan dunia materi. Padahal, orang pesantren menikmati kesederhanaan sebagai bagian dari panggilan moral keberagamaan. Bagi mereka dunia adalah µalatµ untuk menggapai akhirat. Tetapi seiring dengan perjalanan waktu, wajah pesantren pun berubah. Gejala pesantren sebagai kampung peradaban mulai terasa sejak beberapa alumninya mampu menjadi pionir intelektual di tanah air. Mereka telah memberikan godaan cerdas terhadap publik Indonesia bahwa dunia pesantren dengan segala kesederhanaannya justru 1

kekhasan dan ka rakteristik tersendiri yang tidak dimiliki oleh institusi lainnya. sekaligus melestarikan ajaran Islam. karena keberadaannya menyatu dengan masyarakat. metode. Sebagai lembaga. kemudian mengamalkan ilmunya pada masyarakat. mereka dapat mengajarkannya kepada masyarakat. Tidak saja karena keberadaannya yang sudah sangat lama. Pada umumnya.1 Pesantren yang secara keliru dilaporkan sebagai µdunia tertutupµ justru memproduksi kaderkadernya dalam jumlah besar yang akhirnya tampil sebagai lokomotif µeterbukaanµ di tanah air. oleh. pesantren dapat berperan menjadi penggerak bagi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat mengingat pesantren merupakan kekuatan sosial yang jumlahnya cukup besar. Tak jarang banyak ilmuwan sosial baik dari dalam maupun dari luar negeri mencatat peran pesantren sebagai sesuatu yang tak bisa 2 . Geertz menyebutnya sebagai subkultur masyarakat Indonesia (khususnya Jawa). Malah. sepak terjang mereka dicurigai oleh kalangan Islam fundamentalis sebagai kaum yang terbaratkan. Mereka adalah simbol dari kekuatan kultural yang akan menatap masa depan. C. Pesantren juga berusaha untuk mendidik para santri yang belajar pada pesantren tersebut yang diharapkan dapat menjadi orang-orang yang mendalam pengetahuan keislamannya. dan jaringan yang diterapkan oleh lembaga agama tersebut. akumulasi tata nilai dan kehidupan spiritual Islam di pondok pesantren pada dasarnya adalah lembaga tafaqquh fiddin yang mengemban untuk meneruskan risalah Nabi Muhammad saw. bangsa. Sementara itu. Pesantren sebagai tempat pendidikan agama memiliki basis sosial yang jelas. pesantren hidup dari.menyimpan potensi besar untuk melakukan transformasi peradaban Islam yang lebih kosmopolit. Merujuk pada perkembangan mutakhir dunia global. Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam pertama dan khas pribumi yang ada di Indonesia pada saat itu. Karena keunikannya itu. Visi ini menuntut adanya peran dan fungsi pondok pesantren yang sejalan dengan situasi dan kondisi masyarakat. keunikan. Pada zaman penjajahan. di mana para santri kembali setelah selesai menamatkan pelajarannya di pesantren. dunia bisnis. Secara umum. lembaga pendidikan apalagi terjun ke dunia dakwah (jurnalis). Banyak perlawanan terhadap kaum kolonial yang berbasis pada dunia pesantren. pesantren dimaksudkan untuk mempertahankan nilai-nilai keislaman dengan titik berat pada pendidikan. sehingga gaung itu tampak berbalik arah. sebagai suatu komunitas. Di tangan merekalah terletak nasib transformasi sosial. Dunia pesantren sarat dengan aneka pesona. Padahal. Kemudian. tetapi juga karena kultur. akhirnya mampu menggiring opini beberapa pesantren seakan µterlibatµ atau µdilibatkanµ dalam kekerasan global. dan untuk masyarakat. Para alumni pesantren justru hadir sebagai kaum pluralis tulen. akhir -akhir ini pesantren dicap sebagai pusat radikalisme. membuat cap di atas terasa jelas menggoyahkan posisi pesantern sebagai kampung peradaban manusia. Pesantren adalah wadah anak -anak bangsa untuk menuntut ilmu. pesantren menjadi basis perjuangan kaum nasionalis pribumi. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang unik. Anehnya. dunia pesantren adalah institusi sosial yang berjuang keras melakukan transformasi nilai-nilai transeden maupun imanen yang menjadi kompetensi masyarakat modern. Dalam sejarah Islam di Indonesia. Caranya bisa melalui jalur politik. pesantren memiliki peranan besar dalam membangun masyarakat yang berbudaya dan berkeadaban. dan negara yang terus berkembang.

secara empiris dan historis.2 Adalah suatu kenyataan bahwa pesantren. Untuk melihat lebih jauh pola dan sistem yang ada dalam pendidikan pesantren-pesantren di Kota Pekanbaru. Yang sangat mengesankan adalah kemampuan Pesantren Babussalam mencapai prediket Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). penulis merasa perlu dan tertarik untuk mengangkat persoalan ini dalam penelitian ilmiah. Abdurrahman Mas·ud. bahkan beberapa dari sekian banyak pesantren yang ada mampu menampilkan diri sebagai model gerakan alternatif bagi pemecahan masalah-masalah sosial yang dihadapi masyarakat. Islamis berkebangsaan Belanda. tetapi juga mampu memberikan kontribusinya bagi masyarakat di sekitarnya. Ada pesantren yang memakai kurikulum Depertemen Agama seperti Pesantren Dar el-Hikmah dan ada juga pesantren yang merujuk pada kurikulum Sekolah Diknas. khususnya di Jawa yang telah berumur ratusan tahun. Metodologi Penelitian 3 . Steenbrink. mampu bersaing dengan sekolah berkualitas lainnya. Mastuhu.dilepaskan dari kultur kehidupan masyarakat Indonesia. hingga saat ini masih survive. dan keunggulan da kelemahan masingn masing pola yang diterapkan. Membangun dari Bawah. Hasbi Indra. seperti Pesantren Babussalam yang mampu menjadi sekolah unggulan menyaingi sekolah Santa Maria dan Cendana. Ada pesantren yang khusus untuk santri perempuan seperti Diniyah Putri Pekanbaru. Fokus pada kajian itu lebih melihat realitas. µSistem Pendidikan Madrasah dan Pesantren di Sulawesi Selatanµ dalam Taufik Abdullah (ed. Agama dan Perubahan Sosial. Di Kota Pekanbaru sejak tahun delapan puluhan. ada juga pesantren di Kota Pekanbaru yang memiliki sistem pendidikan modern. perkembangan dan tantangan pesantren yang ada di daerah Jawa. Affandi Mochtar. Sementara kajian ini memfokuskan untuk mempolarisasi pendidikan pesantren yang ada di Kota Pekanbaru. Di samping itu. Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas. Azyumardi Azra. pesantren memang mengalami pasang surut dalam mempertahankan eksistensi dan misinya. ia menyatakan bahwa pesantren tidak hanya kaya dengan berbagai literatur keilmuan. Dinamika Pesantren dan Madrasah. µSurau di Tengah Krisis: Pesantren dalam Perspektif Masyarakatµ. Madrasah. Pesantren. Sudah cukup banyak referensi yang membicarakan seputar pesantren antara lain Abu Hamid. . Sebut saja misalnya Martin Van Bruinessen. Ada pesantren yang khusus untuk santri laki-laki seperti Pesantren al-Kautsar di Kulim. Karel A. Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren: Suatu Kajian Tentang Unsur dan Nilai Sistem Pendidikan Pesantren. Masing-masing pesantren memiliki pola dan karakteristik tersendiri. µTradisi Kitab Kuning: Sebuah Observasi Umumµ.). suatu fenomena yang menarik untuk dicermati bahwa pesantren dengan berbagai hambatan yang dihadapinya. peneliti merumuskan dua masalah. Namun demikian. yaitu (1) bagaimana pola pendidikan pesantren di Kota Pekanbaru? dan (2) apa keunggulan dan kelemahan masing-masing pola? Sedangkan tujuan Penelitian ini untuk menemukan informasi yang akurat tentang pola pendidikan pesantren di Kota Pekanbaru. Sekolah. Pesantren dan Transformasi Sosial. dalam Pesantren Masa Depan: Wacana Pemberdayaan dan Transformasi Pesantren. Pesantren akhirnya meminjam istilah Abdurrahman Wahid sebagai µsubkulturµ di tengah masyarakat. pesantren bermunculan bak jamur di musim hujan. dalam Pergulatan. dan memiliki sistem dan karakteristik tersendiri serta menjadi bagian integral dari suatu institusi sosial. Sebagai institusi sosial.

Para ahli berbeda-beda dalam menyebutkan unsur-unsur yang harus ada di dalam pesantren. yaitu sebagai sebuah tempat pendidikan santri. kurikulum. Hasil yang diperoleh ditulis dalam bentuk deskripsi laporan penelitian sehingga memperlihatkan kondisi riil di lapangan tentang pola pesantren yang ada di Pekanbaru serta keunggulan dan kelemahan masing-masing pola. Tema-tema tersebut diikuti dengan proses koding dan reduksi data yang tidak terkait secara langsung. buku-buku agama atau pengetahuan. Dalam kepemimpinannya. kedua istilah tersebut biasa digunakan secara bersama-sama. Keseluruhan data yang diperoleh akan dianalisis dengan cara mengelompokkan data berdasarkan tema-tema utama. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. penelitian dilakukan dengan meneliti semua populasi. yang berarti guru mengaji. atau seorang sarjana ahli kitab suci agama Hindu. Penelitian berlokasi di pesantren-pesantren di Kota Pekanbaru.5 yaitu ketiga unsur di depan dengan ditambah unsur mesjid dan pengajaran kitab kuning. mungkin juga kata santri dirunut dari kata cantrik. Visi dan misi.3 Kata shastri sendiri memiliki akar makna yang sama dengan kata shastra yang berarti buku-buku suci. Data yang tidak terkait secara langsung ini digunakan sebagai penjelasan tambahan jika dibutuhkan. yakni pondok pesantren. kyai juga menjadi pemimpin di pesantren. Agar proses belajar itu lebih lancar. Terlepas dari perbedaan bilangan yang menjadi unsur pesantren. semua sepakat bahwa kyai menempati posisi sentral di dalam sebuah pesantren. Potret pesantren tidak terelepas dari definisinya. Ada yang menyebutkan tiga unsur.4 Konsekuensinya. yaitu para pembantu begawan atau resi yang diberi upah berupa ilmu. Tetapi ada pula yang menyebutkan lima unsur. Di samping itu. Selain sebagai pengajar. asrama dan kyai. majelis guru. Teori terakhir ini pun juga perlu dipertimbangkan karena di pesantren tradisional yang kecil. yaitu santri. Tetapi. kyai memberi makan kepada santri selama ia ada di pesantren dan juga mengajarkan ilmu agama. dikenal pula istilah pondok yang berasal dari kata Arab fundûq dan berarti penginapan. pengasuh asrama dan sebagian santri serta dokumen-dokumen yang ada di Kantor Departemen Agama Kota Pekanbaru. Sedangkan yang menjadi sumber data adalah pimpinan pesantren. santri tak jarang juga bertugas menjadi pembantu kyai. Sedangkan CC. maka penulis tidak mengambil sampel. Dalam perkembangan selanjutnya. kyai memegang kekuasaan yang hampir mutlak. Di Kota Pekanbaru terdapat 13 buah pesantren yang masih eksis. obyek penelitian dan jumlah yang tidak terlalu banyak. Artinya. Kepada kyai itulah santri belajar ilmu pengetahuan agama. Profesor John berpendapat bahwa istilah santri berasal dari bahasa Tamil. di pedesaan-pedesaan.Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. managemen dan berbagai urusan lain di pesantren. Selain istilah tersebut. maka di sekitar rumah kyai dibangun asrama untuk para santri. Definisi Pesantren Kata pesantren berasal dari akar kata santri dengan awalan µpeµ dan akhiran µanµ berarti tempat tinggal para santri. Berg berpendapat bahwa istilah tersebut berasal dari kata shastri yang dalam bahasa India adalah orang-orang yang tahu buku-buku suci agama Hindu. pada umumnya juga ada fasilitas ibadah berupa mesjid. Mengingat heterogenitasnya. semuanya tergantung kepada 4 . observasi dan dokumentasi.

di Minangkabau terjadi peperangan antara kaum paderi dengan kaum adat. Belanda mengambil kesempatan dengan adanya peperangan ini dan berpihak kepada kaum adat.. Memang kadang-kadang santri senior diberi tugas menjalankan teknis pendidikan juga di pesantren itu. Akibat yang langsung bisa dilihat. Dan ada yang menyebutkan pesantren pertama didirikan oleh Raden Rahmat pada Abad 15 M. Di awal abad ke-20 misalnya. sistem pendidikan tersebut digunakan pula untuk membina kader-kader Islam. Dengan melihat terminologinya. pesantren awal hanya merupakan bentuk penyesuaian orientasi keagamaan dari Hindu menjadi Islam saja. Sedangkan dalam sistem pendidikan nasional dijelaskan bahwa pesantren memiliki tiga unsur utama. kita bisa mengatakan bahwa pendidikan pesantren berasal dari India.dawuh (titah) kyai. maka setelah masuknya Islam pesantren bertujuan untuk mengajarkan pengetahuan keislaman. dan (3) sarana peribadatan dan pendidikan. serta sebagian madrasah dan bengkel-bengkel kerja keterampilan. masyarakat. Sampai akhir abad ke-20. Apabila dilihat dari corak keislaman. sehingga lahirlah wali-wali yang berjasa besar dalam menyebarkan Islam di nusantara. Jika di masa kerajaan Hindu. padepokan berfungsi untuk mencetak begawan dan resi. dan negara. Sebagai akibat dari pengaruh ini. Gontor mempelopori berdirinya pesantren yang menekankan aspek kaderisasi pendidikan Islam. yaitu (1) kyai sebagai pendidik sekaligus pemilik pondok dan para santri. Seiring dengan perkembangan Islam di nusantara.6 Sementara itu. Pada abad ke-19 Masehi.7 Dari sana bisa diduga bahwa secara kurikulum. di Jawa berdiri beberapa organisasi seperti Muhammadiyah dan Persis. Mastuhu memperkirakan pesantren telah ada sejak 300-400 tahun yang lalu. dan pondok. pesantren awal cenderung kepada pengajaran Islam dengan corak fiqh-tasawuf. Secara historis pun bisa dilacak bahwa sistem pendidikan yang mirip dengan pesantren telah ada sebelum Islam masuk ke nusantara ini. Sementara itu. agama Islam berkembang pesat tanpa ada halangan yang berarti dari penguasa. (2) pengembangan keilmuan yang bermanfaat. Metode pengajaran pun dimodernisasi sedemikian rupa. dan (3) pengabdian kepada agama. Kemudian setelah Islam masuk dan tersebar di Indonesia. sistem pendidikan pesantren terus mengalami perkembangan. Sistem pendidikan tersebut dipergunakan untuk mendidik dan mengajarkan agama Hindu di Jawa. seperti masjid. Kegiatannya terangkum dalam µTri Dharma Pondok Pesantrenµ yaitu: (1) keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt. Keunggulan corak ini pesantren di masa awal tidak mengalami persinggungan dengan kekuasaan. Realitas ini cukup bisa dilihat dengan fenomena thariqah yang pada umumnya berbasis di pesantren tradisional hingga saat ini. Di pesantren ini. (2) kurikulum pondok pesantren. Sejarah dan Perkembangan Pesantren Sejauh ini tidak ada catatan yang jelas kapan pesantren yang pertama kali berdiri. 5 . atau menggantikan kyai dalam mengajar apabila ada uzur (badal). Departemen Agama memberikan keterangan bahwa pesantren pertama didirikan pada tahun 1062 dengan nama pesantren Jan Tampes 2 di Pamekasan Madura. santri dibekali dengan dasar-dasar ilmu agama dan berbagai ketrampilan hidup sehingga kelak ia bisa membina masyarakat. rumah kyai. corak tersebut secara pelan mengalami pergeseran. muncul pengaruh Salafiyah di Indonesia.

Perubahan dan dinamika yang terjadi dalam pesantren sampai saat ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. pesantren-pesantren ada yang berusaha mengembangkan diri sesuai dengan tuntutan zaman. Keempat. keterampilan atau kaderisasi gerakan. menjadikan pesantren keluar dari kesan tradisional dan kolot yang selama ini disandangnya. Para santri pada umumnya tinggal di asrama yang terletak di sekitar rumah kyai. akar tradisi itu hendaknya terus dikelola sedemikian rupa sembari pada saat yang sama dibenahi secara bertahap. dan (4) pesantren tipe D. Namun perlu diingat bahwa perubahan yang dilakukan hendaknya dengan bertahap dan merawat cara lama yang masih relevan. seperti khusus untuk tahfidz al-Qur'an. (3) pesantren tipe C. dan bahkan sarana dan prasarana yang cukup canggih dan memadai. Departemen Agama RI mengelompokkan pesantren menjadi empat pola/tipe. karena semangat keagaman sudah dimasukkan dalam kehidupan sehari-hari di asrama. Kedua. Ketiga. Mereka di pesantren hanya belajar kitab kuning. Sekarang tipologi pesantren dapat dibagi menjadi empat kelompok. pesantren yang sebenarnya hanya sekolah biasa tetapi siswanya diasramakan dua puluh empat jam. Selain itu juga muncul pesantren-pesantren yang mengkhususkan ilmu-ilmu tertentu. Cara pengajarannya pun berjalan di antara sistem sorogan dan bandogan. yaitu (1) pesantren tipe A. Sebagian pesantren mampu bersaing dengan sekolah negeri baik di bawah Diknas maupun Depag. Hanya saja lembaga pendidikan formal itu khusus untuk santri pesantren tersebut. Pertama. tetapi 6 . Sebagaimana diketahui. Sebagian para santri menguasai dan punya prestasi yang lebih unggul dari siswa-siswi di sekolah yang bukan pesantren. pesantren yang tidak mengajarkan ilmu agama.Pesantren tidak lagi hanya mengajarkan ilmu agama tetapi juga mengajarkan ilmu-ilmu umum. pesantren modern memiliki kela skelas. (2) pesantren tipe B. pesantren yang tetap konsisten seperti pesantren zaman dulu. desakan akan transformasi keilmuan pesantren tidak melulu atas desakan internalnya. Di samping itu. Untuk melakukan transformasi pendidikan pesantren. pesantren yang memadukan sistem lama dengan sistem pendidikan sekolah. hampir sama dengan tipe B tetapi lembaga pendidikannya terbuka untuk umum. Perbaikan-perbaikan yang secara terus menerus dilakukan terhadap pesantren. Perkembangan model pendidikan di pesantren ini juga didukung dengan perkembangan elemen elemennya. Pola-Pola Pendidikan Pesantren Seiring dengan perkembangan zaman. iptek. baik dari segi manajemen. mereka punya nilai plus menguasai ilmu-ilmu agama yang lebih dari siswa lainnya. yaitu pesantren yang memadukan antara mengaji secara individual (sorogan) tetapi juga menyelenggarakan pendidikan formal yang ada di bawah Departemen Pendidikan Nasional atau Departemen Agama. Mereka mampu bersaing dalam mata pelajaran umum dan agama. Oleh karena itulah maka unsur pesantren itu kini bisa berkembang menjadi bermacam-macam. tetapi juga banyak faktor penyebab dari luar pesantren. Sejalan dengan tipologi di atas. disebut salafy. akademik (kurikulum) maupun fasilitas. Beberapa pesantren bahkan telah menjadi model dari lembaga pendidikan yang leading. Jika pesantren awal cukup dengan masjid dan asrama. yaitu pesantren yang tidak memiliki lembaga pendidikan formal. yaitu pesantren yang sangat tradisional. disebut pesantren modern.

(6) disiplin ketat. hanya saja menuntut kreativitas dan kemampuan rekayasa pendidikan yang tinggi melalui pengenalan aset-asetnya atau identitasnya terlebih dahulu. pesantren harus mengambil sikap apakah akan tetap mempertahankan tradisinya. dalam disertasinya yang berjudul Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren: Suatu Kajian tentang Unsur dan Nilai Sistem Pendidikan Pesantren. saat sekarang sedang menghadapi dua pilihan dilematis. pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional yang bertahan dengan konsentrasi keilmuan tradisional. yaitu mulai dari hanya memberikan pelajaran agama versi kitab-kitab Islam klasik berbahasa Arab.8 Sebagai lembaga pendidikan tradisional. yaitu: (1) independen. Alamsyah Ratu Perwiranegara juga mengemukakan beberapa pola umum yang khas yang terdapat dalam pendidikan pesantren tradisional. ataukah mengikuti perkembangan dengan resiko kehilangan asetnya. sebenarnya ada jalan ketiga. Tradisi keilmuan pesantren yang berpijak kepada kitab kuning merupakan keunikan sekaligus keistimewaan pesantren. dalam tradisi keilmuan yang berbasis kitab kuning yang cukup melimpah itulah kualitas akademik pesantren dapat terus dikembangkan. (4) kegotong royongan.11 Pola berikutnya. dan (8) kehidupan dengan tingkat relegius tinggi. (3) kebersamaan dalam hidup yang merefleksikan kerukunan.memberikan kesempatan kepada santri untuk belajar pada jenjang pendidikan formal di luar pesantren. dan (5) motivasi yang terarah dan pada umumnya mengarah pada peningkatan kehidupan beragama. Tetapi. kemudian melakukan pengembangan secara modern. Pembenahan internal pesantren dengan melakukan segala perbaikan infrastruktur dan program-program pengembangan intelekltual pun mulai dilakukan. (4) kemandirian atau independensi (5) berkembangnya iklim dan tradisi tolong menolong serta suasana persaudaraan. Cibiran terhadap kitab kuning yang konon menjadi penyebab kebekuan umat hendaknya tidak mengerdilkan nyali putra pesantren untuk terus berpera dalam transformasi n keilmuannya. mempunyai teknik pengajaran yang unik dengan metode sorogan dan bondongan atau wetonan. Namun bukan itu saja yang penting dilakukan pesantren. yang mungkin dapat menjaga nilai-nilai agama. lebih dari itu adalah perbaikan kualitas akademik pesantren yang seharusnya menjadi prioritas utama. Citra pesantren sebagai lembaga pendidikan yang kumuh lambat laun bisa ditepis.9 Senada dengan Mukti Ali. (2) tradisi ketundukan dan kepatuhan seorang santri terhadap kyai. Seharusnya. yang menyatakan bahwa sebagai sebuah lembaga pendidikan Islam tradisional. (3) pola hidup sederhana. pesantren menurut Mukti Ali mempunyai ciri ciri sebagai berikut: (1) adanya hubungan yang akrab antara kyai dan santri. adanya upaya mengembangkan tradisi keilmuan di pesantren. kekayaan tradisi pesantren terus digelorakan dan dibunyikan dalam lingkungan budaya yang 7 . Sejumlah upaya semisal perubahan dan penyesuaian kurikulum pesantren mulai dilakukan. (2) kepemimpinan tunggal. pesantren mempunyai empat ciri khusus yang menonjol. Menurut Nurcholis Madjid. Menurut Nurcholis Madjid sebagaimana yang dikutip oleh Yasmadi. Hanya dengan cara demikian. Upaya semisal kontekstual (tasyqîq) kitab kuning dengan membenturkannya dengan realitas kekinian sebagaimana dilakukan sejumlah kalangan alumni pesantren telah berhasil menyemarakkan gelombang intelektual yang relatif pasif.10 Demikian juga Mastuhu. (7) berani menderita untuk mencapai tujuan.

(5) Pondok Pesantren al-Ikhwan di Jl. semua muridnya diasramakan. (10) Pondok Pesantren Arroyan Taqwa di Jl Swakarya No 17 Tampan. (2) membentuk task force dengan perwakilan dari setiap negara anggota. SMP dan SMA. (3) menyiapkan sasaran dan program pendidikan yang menjawab quality dan equity melalui 8 . Manyar Sakti KM 12 Tampan. (8) Pondok Pesantren Diniyah Putri di Jl.bahkan melalui SK Mendiknas R. bahkan satu-satunya di Provinsi Riau.C3/KEP/PP/2004 tanggal 2 Juli 2004. Pesantren Kulim Tenayan. Duyung Marpoyan Damai. setingkat SMP berjumlah 531 santri dan tingkat SMA 247 santri. dan (13) Pondok Pesantren Umar Bin Khattab di Jl. Sempurna No. Delima Gg Delima VII Tampan. statusnya tergolong sekolah potensia. (2) Pondok Pesantren Teknologi Riau di Jl. melalui SK Dirjendikdasmen No 311a/C. 903 Tampan.12 1. (12) Pondok Pesantren al-Kahfi di Jl. Perjuangan selama hampir satu dasawarsa (1985-1995) sebagai sekolah rintisan. SD. Keseluruhan santri berjumlah 1. (6) Pondok Pesantren al-Furqan di Jl.jauh berbeda dengan masa lalunya. (3) Pondok Pesantren Babussalam di Jl.I. Lima tahun kemudian (2002). Di sinilah sesungguhnya pesantren untuk merawat akar tradisinya sekaligus pada saat yang sama mengontekstualisasikannya dalam situasi kekinian. SMP Babussalam ditetapkan sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN). Hang Tuah Ujung Tenayan. (9) Pondok Pesantren al-Munawwarah di Jl Pesantren No 42 Tangkerang Bukit Raya. Pesantren Babussalam Pesantren Babussalam berada di bawah naungan Yayasan Syeikh Abdul Wahab Rokan mengasuh dan membina pendidikan dari jenjang Taman Kanak-Kanak.5 Sail. telah membawa sekolah ini pada peningkatan status dari terdaftar menjadi disamakan pada tahun 1996. yaitu: (1) Pondok Pesantren Darel Hikmah di Jl.729 orang. Namun yang dipesantrenkan/diasramakan hanya untuk tingkat SMP dan SMA. Hang Tuah Ujung KM 6. SMP Babussalam berdiri pada tahun 1985 memakai kurikulum terpadu dengan pola pendidikan pesantren. Lingkar Pasir Putih Siak Hulu. Sekolah ini mengalami kemajuan cukup signifikan. SMP Babussalam kembali memperoleh kepercayaan sebagai Pelaksana Terbatas Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Berbahasa Inggris (Bilngual). Gambaran Umum Pesantren se-Kota Pekanbaru Di Kota Pekanbaru terdapat tiga belas pondok pesantren. (11) Pondok Pesantren Bustanul Ulum di Jl. No 287/C/KEP/PM/2003 tanggal 16 Juni 2003 SMP Babussalam memperoleh kepercayaan sebagai Sekolah Koalisi Nasional. Untuk tingkat SD 809 santri. sedangkan santri yang belajar di SD tinggal di luar asrama. Handayani No 25 Marpoyan Damai. KHA Dahlan No 100 Sukajadi. Perkembangan terakhir melalui SK Direktur PLP No 1147 A/C3/SK/2004 tanggal 5 Juli 2005. Atas prestasi ini. (7) Pondok Pesantren Nurul Huda al-Islami di Jl.13 Program SMP Babussalam dalam rangka menuju sekolah bertaraf internasional antara lain: (1) mempertajam program pendidikan yang menjawab mutu (quality) dan persamaan perlakuan (equity). satu dari 31 sekolah koalisi seluruh Indonesia. HR Subrantas KM 9 (4) Pondok Pesantren alKautsar di Jl. Dan sejak tahun 2006 SMP Babussalam berhasil meraih prediket SBI (Sekolah bertaraf Internasional).

Di Indonesia. antara lain melalui diterapkannya Kurikulum 2004. pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan baik. (4) kurikulum dan bahan belajar (curriculum and learning materials). 9 . Kemampuan berbahasa Inggris yang baik akan diperoleh siswa karena mereka memperoleh pelajaran bahasa Inggris otentik yang comprehensible yang banyak. (2) meningkatkan budaya mutu bagi warga sekolah. (2) lingkungan dan kondisi pembelajaran (teaching and learning environment). Pembentukan sekolah koalisi regional pada setiap negara telah dilakukan pada tahun 2002. baik secara nasional dan internasional. dan menggunakan bahasa Inggris untuk berbagai tujuan komunikasi baik secara lisan maupun tulisan dalam proses pembelajaran. Pemerintah Indonesia telah menunjuk setiap provinsi satu SD dan satu SLTP melalui SK Mendiknas No. (4) menumbuhkembangkan semangat keunggulan di bidang LKIR/LPIR. Sekolah ini terus megembangkan jati dirinya sesuai dengan visinya µMewujudkan SMA Babussalam sebagai Lembaga Pendidikan Islam Berkualitas Mampu Bersaing di Tingkat Nasional dan Internasional. dan (8) memupuk jiwa kepemimpinan.µ Untuk mencapai visi ini dikembangkan misi antara lain: (1) meningkatkan kajian di bidang agama. sekolah koalisi dikembangkan pada tingkat sekolah dasar dan sekolah lanjutan pertama.C3/Kep/OT/2002 tanggal 10 September 2002. terlibat dalam pembelajaran berbahasa Inggris yang bermakna. pada tahun 2003. SMA Babussalam Pekanbaru didirikan pada tahun 1988 di bawah asuhan Pondok Pesantren Babussalam Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan. Peningkatan mutu pencapaian kompetensi siswa akan terwujud den gan proses pembelajaran yang bermutu. Sekolah ini dalam mengembangkan dirinya memanfaatkan jaringan kerja sama antar sekolah. maka program pembelajaran matematika dan IPA dalam bahasa Inggris telah ditetapkan sebagai program unggulan yang telah dimulai tahun 2004. (2) memiliki kompetensi dalam bidang matematika dan sains yang tinggi. (6) menumbuhkan apresiasi dan kreasi seni dan olahraga.pengembangan sekolah koalisi. Fungsi dari sekolah koalisi adalah untuk memberikan contoh praktis ( est practice) dalam b pelaksanaan lima kebijakan pemerintah di bidang pendidikan dalam penerapan: (1) school based management (manajemen berbasis sekolah). (7) meningkatkan kesadaran rasa tanggung jawab sosial. sains dan matematika. dan partisipasi masyarakat (community participation). Sejak masuknya SMP Babussalam sebagai satu-satunya sekolah dari Provinsi Riau yang menjadi sekolah koalisi nasional. 808/C. olympiade. (3) meningkatkan mutu hasil dalam pembelajaran. Sementara untuk sekolah koalisi nasional. dan penggunaan multimedia. (3) kompetensi guru dan sistem penghargaan (teachers competencies and rewarding system). Di antara tujuan-tujuan yang ingin dicapai melalui pembelajaran matematika dan sains dalam bahasa Inggris adalah agar lulusan SMP: (1) memiliki kemahiran bahasa Inggris yang baik.

5 Sail Tenayan Raya. M. manajemen pendidikan serta memposisikan pondok sebagai bagian dari perubahan sosial. beban program dalam proses pembelajaran berikut: (1) untuk tahun 2007/2008. demikian pula pertemuan berkala dengan guru untuk memecahkan kendala yang dialami dalam pembelajaran. Kehidupan barak santri yang tenang merupakan gambaran dari kehidupan santri di pondok modern ternama di Jawa maupun Sumatera. 2. Menurut pengakuan pimpinan Pondok Pesantren Modern al-Kautsar. tetap ada sanksi tegas dari pengelola pondok. Berada di tengah areal pondok pesantren ini memang layaknya berada di tengah suasana pendidikan santri yang sangat sederhana. Modernisasi pola pendidikan pondok dilakukan dengan mengembangkan kurikulum. mendidik calon ulama dan intelektual menjadi fokus utama.14 Bila selama ini asumsi yang dikembangkan terhadap pola pendidikan di pondok pesantren selalu diidentikkan dengan mengajar calon ulama. Pengawasan selalu dilakukan selama dua puluh empat jam. Dalam proses pembelajaran. Pondok Modern al-Kautsar memang berbeda dari pola pesantren modern kebanyakan. modernisasi lebih diarahkan pada bagaimana mengembangkan kualitas lulusan maupun santri yang siap bukan saja untuk kebutuhan calon ulama. materi ajar sebagian sudah mempergunakan bahasa Inggris. menggunakan pola pendidikan klasikal dan menetap di asrama. (3) sudah melakukan team teaching. M Ridwan Hasbi Lc. Yang ingin diciptakan adalah intelektual Islam. Untuk menguatkan program tersebut SMA Babussalam sudah melakukan . lima mata pelajaran yang diprogramkan dalam program SBI. seluruh kegiatan santri terawasi oleh ketentuan yang juga ketat. Pesantren Dar el-Hikmah Pesantren Dar el-Hikmah dikelola oleh Yayasan Nur Iman Pekanbaru Riau yang mendapat izin operasional dari Kanwil Departemen Agama Provinsi Riau pada tanggal 12 10 . staf dan siswa menjabarkan kegiatannya dalam bentuk action plan sebagai acuan dalam programnya masing-masing. KH. 3. seluruh guru.Dengan visi dan misi tersebut serta diilhami konsep school based management. yaitu Fisika. SMA Babussalam berada di bawah naungan Depdiknas dan sudah mendapat prediket akreditasi A (amat baik). Pesantren Modern al-Kautsar Pesantren al-Kautsar terletak di Jalan Hangtuah KM 6.a/C4/MN/2006. (2)sebahagian bahan ajar sudah diambil melalui internet. Matematika. namun juga teknologi dan kemasyarakatan. Tahun 2006/2007 SMA Babussalam ditunjuk sebagai Rintisan Sekolah Nasional Bertaraf Internasional sesuai dengan SK Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Nomor 802. metodologi. di pondok ini. maka di pondok yang didirikan atas prakarsa bersama umat muslim di Provinsi Riau ini. Kalau siswa melakukan pelanggaran. dan (4) indiktor pembelajaran dibuat oleh guru dalam upaya menyiasati kurikulum yang padat. yang memadukan tri pusat pendidikan dalam sistem pembinaan dua puluh empat jam. Biologi dan Kimia. Pesantren al-Kautsar yang khusus menampung santri laki-laki. namun juga intelektual Islam. sarana dan prasarana. Bahasa Inggris. pemanfaatan hari belajar dengan menaati kalender yang disusun. Bila pada umumnya mengasumsikan pondok modern dengan menjadikan fasilitas sebagai barometer utama. bahwa alumni pesantren al-Kautsar tidak hanya terikat pada kemampuan untuk ilmu agama..A.

Adapun sistem pendidikan yang diterapkan adalah: (1) Pendidikan KMI selama 6 tahun sengan sistem asrama. (3) menyiapkan generasi muda yang mengenal dan mengamalkan Islam serta sabar dalam mendakwahkannya. sabar dan tabah dalam hidup dan memilki budi yang luhur. Lama pendidikan empat sampai enam tahun dengan target dapat menghafal Al Qur·an minimal lima belas juz dan dibekali ilmu agama dan umum sehingga 11 . Visi pesantren ini adalah µMenjadi lembaga pendidikan Islam yang berkualias t dalam pembinaan moral maupun intelektual bertaraf nasional pada tahun 2015. (2 kurikulum yang dipakai adalah gabungan kurikulum lembaga pendidikan Universitas Islam Madinah di Saudi Arabia. Gontor dan Depag. dan (5) SMK Dar el-Hikmah berdiri tahun 1996.µ Adapun misinya: (1)menyelenggarakan pendidikan formal dari tingkat dasar sampai tingkat perguruan tinggi berbasis imtaq dan iptek. memahami bahasa Arab secara prosesional dan berkualitas sebagai sarana untuk memahami Islam yang hakiki. dan (5) menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris. dan (2) menyelenggarakan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat. (3) MTs Dar el. (5) mengikuti Wajardikdas. 4.Juni 1991. (4) mendidik santri agar menjadi da·i yang ikhlas. (5) menguasai. pengetahuan yang matang dilandasi ajaran Islam yang sempurna. Pesantren ini bercirikan salafiyah dengan lima puluh orang santri. Pesantren Umar Bin Khattab Pesantren Umar Bin Khattab mempunyai visi ´Menjadi pusat penkajian dan penerapan agama Islam berdasarkan al-Qur·an dan Sunnah yang shahih sesuai dengan pemahaman ulama ahlus sunnah wal jamaah. (4) bahasa harian dalam lingkungan pondok adalah bahasa Arab dan Inggris. (3) kewajiban menghafal al-Qur·an sebanyak satu juz setiap semester. UAN dan mendapat ijazah negeri dengan status diakui. berbuat dan berdakwah. (3) memiliki kemampuan akademik dan berwawasan yang luas sesuai dengan pedoman yang dipahami oleh ulama salaf. (2) SD Dar el-Hikmah berdiri tahun 2004. Sedangkan misinya: (1) mendidik santri-santri yang menghafal al-Qur·an. 5. (4) MA Dar el-Hikmah berdiri tahun 1994. amal serta keikhlasan dalam berjuang dan berkorban. (2) menanamkan aqidah ahlus sunnah dan menanamkan manhaj yang benar dalam berpikir.Hikmah berdiri tahun 1991. (4) menjadi suri teladan bagi masyarakat dalam ilmu. LIPIA di Jakarta. dan secara aktif turut mengembalikan kebaikan di tengah umat Islam. Pesantren al-Furqan Pesantren al-Furqan didirikan pada tanggal 1 Januari 1984 dinaungi oleh Yayasan Badan Waqaf Pondok Pesantren al-Furqan. Di pesantren ini terdapat lima jenjang pendidikan. yaitu: (1) Tahfizul Qur·an Lil Aulad (Setingkat SD). memiliki amanah ilmiyah berdasarkan al-Qur·an dan Sunnah yang valid sesuai dengan pemahaman ahlus sunnah wal jamaah. dan (6) mendidik generasi muda Islam untuk memiliki wawasan luas. (2) mencetak generasi hafizul Qur·an serta memahami dan mengamalkannya. Visi Pesantren al-Furqan adalah µMenjadi sarana pengkaderan santri yang berwawasan luas. Adapun misinya: (1) membina generasi muda Islam yang mampu meneladani pandangan dan sikap yang dimiliki Rasulullah. Pesantren Dar el-Hikmah saat ini mengelola lima jenjang pendidikan: (1) TK Dar el-Hikmah berdiri tahun 2001. dan (6) mendapat ijazah Pondok Pesantren al-Furqan dengan status disamakan dengan Universitas Islam Madinah.

Di samping itu juga diperuntukkan bagi tamatan SMA atau yang sederajat/karyawan yang berkeinginan menguasai bahasa Arab dan ilmu Islam dengan masa pendidikan satu atau dua tahun. Pesantren Diniyah Putri Pesantren Diniyah Putri yang berada di pusat kota Pekanbaru tepatnya di Jln.dapat mengikuti ujian akhir untuk tahap Salafiah Ula atau setingkat SD (UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas/Pendidikan keagamaan pasal 30). Tujuannya untuk memdidik santri yang berkeinginan menghafal Al-Qur·an dengan mekanisme yang telah diatur. (4) Mu·alimin (SLTA). 7. Sistem pendidikan yang diterapkan dengan halaqah (sorogan) untuk pelajaran hifzil Qur·an dan klasikal untuk pelajaran dirasah Islamiyah dan pelajaran umum. Tujuannya untuk menyiapkan santri yang mampu berbahasa Arab.30 WIB. Adapun kurikulum pendidikannya memakai kurikulum pesantren ditambah beberapa mata pelajaran umum seperti matematika. Pesantren al-Munawwarah Pesantren al-Munawwarah yang berada di Tenayan Pekanbaru merupaka pesantren yang khusus untuk santri perempuan. (2) Program I·dâd (persiapan) satu tahun. KH. yaitu: (1) jenjang pendidikan hifzil Qur·an enam tahun. (3) 12 . Program ini mendidik lulusan SD atau MI dengan masa pendidikan selama tiga tahun. empat tahun pertama pendidikan difokuskan pada materi hifzhil Qur·ân meliputi tahsînul Qur·ân. Pada jenjang ini. yaitu: (1) tingkat Taman Kanak-kanak. Santri yang belajar di pesantren ini ada yang tinggal di asrama/pondok dan ada juga yang pulang ke rumah orang tuanya dan hanya belajar di siang hari saja. IPA dan bahasa Indonesia. Program ini mendidik lulusan SLTP dan sederajat dengan masa pendidikan satu atau dua tahun. (2) tingkat MTs. Saat ini jumlah santrinya mencapai 319 orang. dan (2) tingkat MTs berjumlah 309 santri dan tinggal di asrama/pesantren. Pesantren ini mengelola empat jenjang pendidikan. (5) Tahfizul Qur·an (SLTP/SLTA). Program ini diperuntukkan bagi lulusan Mutawasithah Pesantren Umar Bin Khattab dan bagi lulusan lainnya setelah mengikuti program I·dad Luqhawy. (2) Al-Mutawasithah (SLTP). 8. (3) mempunyai akhlak dan aqidah yang baik dan benar. Target pendidikan yang ingin dicapai agar santri menguasai bahasa Arab aktif. (2) memiliki hafalan Al-Qur·an dengan kaidah ilmu tajwid dan makhraj yang benar. mampu mebaca kitab kuning serta dibekali ilmu umum sehingga dapat mengikuti ujian akhir nasional untuk tahap salafiah wustha. Pesantren al-Munawwarah mengasuh dua jenjang pendidikan. Waktu belajar mulai pukul 7. A. dan (4) memiliki ijazah sekolah dasar yang diakui pemerintah. yaitu: (1) tingkat SD/MI berjumlah sebanyak 10 santri dan tidak menetap di asrama. Bidang yang menjadi unggulan pesantren ini adalah bidang bahasa (Arab dan Inggris) dan ilmu-ilmu keislaman. hafal Al-Qur·an enam juz. hifzhil Qur·ân dan murâja`ah hifzhil Qur·ân. Pesantren Tahfizul Qur·an al-Kahfi Program ma·had tahfizul Qur·an dibuka dengan tujuan agar santrinya: (1) mempunyai kecintaan terhadap Al-Qur·an secara dini. 6. Kelas I·dâd ini dipersiapkan bagi santri yang belum bisa membaca al-Qur·an dengan lancar. Masa pendidikan dibagi dalam dua program jenjang.30 sampai 15. Dahlan merupaka pesantren yang khusus untuk perempuan. (3) Jenjang Tadriby (I·dad Lughawy).

independen dan hanya mengajarkan materi pelajaran pesantren. 12. Pesantren Nurul Huda al-Islami Pesantren ini berada di daerah Marpoyan dipimpin oleh Kyai Masduki. Hanya saja. Pesantren dengan pola tradisional merupakan tempat kajian keislaman secara intensif. i para santri juga dipersiapkan untuk memilki keterampilan/skill dan menguasai teknologi. Pesantren Teknologi Riau Pesantren Teknologi Riau merupakan satu-satunya pesantren yang mendapat subsidi dan di bawah naungan Pemerintah Kota Pekanbaru. sekalipun pesantren itu sendiri memberikan nama salafy untuk pesantrennya. Bidang studi umum yang dipelajari hanya sekedar untuk dapat mengikuti ujian persamaan saja. Semua santri tinggal dan menetap di asrama. Keseluruhan santri berjumlah 178 santri. Di samping itu juga materi pelajarannya lebih banyak berdasarkan kurikulum yang disusun pondok pesantren itu sendiri. 13. Pesantren al-Ikhwan Pesantren al-Ikhwan khusus menampung santri laki-laki. Semua santri belajar pada tingkat MTs dan menetap di asrama. dan (4) tingkat perguruan tinggi. Pesantren al-Furqan dan Pesantren Arroyyan Taqwa. Jumlah santrinya 224 orang putra dan 116 orang putri. jika dilihat dari materi pelajaran yang diajarkan. Selain penguasaan bahasa Arab. 11. dan wetonan. 10. 443 santri menetap di asrama dan 87 santri tinggal di luar asrama. Dari jumlah ini. Pesantren Arroyyan Taqwa Pesantren yang berada di Jln. Semua pesantren tersebut tidak terlepas dari keikutsertaannya dalam UAN atau ujian persamaan untuk memperoleh ijazah yang diakui. Pesantren yang termasuk kelompok ini adalah Pesantren Umar bin Khattab. Saat ini santri yang belajar di pesantren ini berjumlah 530 orang. ada beberapa pesantren yang mendekati tipe A tersebut karena masih menggunakan sistem pengajaran halaqah. Pesantren Tahfizul Qur·an. Polarisasi Pendidikan Pesantren di Kota Pekanbaru Sangat sulit untuk menempatkan pesantren yang ada di Pekanbaru pada satu pola tertentu. 9. tidak satupun pesantren di Kota Pekanbaru yang berpola tradisional/salafi murni atau termasuk dalam pola/tipe A yang bercirikan tradisional. Pesantren Bustanul Ulum Pesantren Bustanul Ulum berada di Jln. sorogan. Pada dasarnya. Pesantren ini berada di daerah Kulim Pekanbaru. Adapun jenjang pendidikan yang dikelola adalah setingkat MTs. Jumlah santri keseluruhan 506 orang. Semua santri tinggal di luar pondok/asrama. Santri putra 25 orang dan santri putri 27 orang.tingkat MA. Swakarya Tampan ini mengasuh 52 orang santri. 78 santri tinggal di asrama dan 100 santri tinggal di luar pondok/asrama. Girah dan semangat menghafal Al-Qur·an sangat dibina dan dikembangkan kepada 13 . Inggris dan lmu keislaman. Hangtuah Ujung Tenayan.

karena untuk zaman sekarang ini tidak banyak orang yang memfokuskan dirinya pada kajian keagamaan semata apalagi mempunyai kemampuan menghafal Al-Qur·an dan mengkaji kitab-kitab klasik (kitab kuning). Hal ini tentunya menjadikan gaung pesantren semakin terdepan.pesantren saat ini sudah menjadi alternatif pilihan utama dalam pemilihan pendidikan anak bagi orang tua. Ada satu pesantren yang agak berbeda dengan yang lain yaitu pesantren Bustanul Ulum. SMAN 8. Namun tingkat kemodernannya tentu berbeda. Demikian juga santri dan alumni pesantren mampu bersaing dengan siswa dan lulusan sekolah unggulan lainnya. merasa kaku berada di tengah era globalisasi dan informasi. Para santri menguasai sains dan teknologi sebagai sarana u ntuk meununjukkan aktualisasi diri di zaman globalisasi dan modernisasi. Satu-satunya pesantren yang menggunakan kurikulum Diknas adalah pesantren Babussalam. termasuk dalam pesantren pola/tipe B dan C. Namun sisi kelemahannya. dapat disimpulkan bahwa (1) dari tiga belas pesantren yang eksis di Pekanbaru saat ini. Disadari betul saat ini betapa pentingya untuk membekali santri dengan imtaq dan iptek. pesantren yang terlalu berupaya bersaing dalam iptek. apalagi mengenai sains dan teknologi. Namun. Santa Maria dan lain-lain. umumnya pesantren di Kota Pekanbaru sudah berpolakan pendidikan pesantren modern atau mendekati pola pendidikan pesantren modern. Karena merupakan hal yang sangat sulit untuk menguasai semua keunggulan tanpa kekurangan. Pesantren sudah tidak dianggap sebelah mata oleh masyarakat lagi. Demikian juga pesantren-pesantren lainnya seperti al-Kautsar. Barangkali untuk Indonesia. Santri-santri ini merupakan aset Islam terbesar.00 WIB. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum Depag hanya saja ada materi tambahan dari pesantren. Di samping banyak keunggulan. Pesantren ini menjadikan teknologi sebagai basisnya. Bahkan . pesantren-pesantren ini mengikuti kurikulum Depag dan ditambah dengan kurikulum pesantren. empat di antaranya lebih mendekati 14 15 . hanya satu-satunya di Riau yang menggunakan nama teknologi untuk pesantrennya. punya nilai lebih dan lain dari yang lain. Bahkan Babussalam sudah mencapai prediket SBI (Sekolah Bertaraf Internasional). dalam arti sudah memadukan antara kurikulum Diknas/Depag dengan kurikulum pondok. Selain dari empat pesantren di atas. Para lulusannya mampu memasuki perguruan tinggi terkemuka di Indonesia bahkan ada yang ke luar negeri. Atau dengan kata lain. Mereka akan kesulitan bersaing dengan lulusan sekolah lain. SMA Plus. Pesantren yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah yaitu Pesantren Teknologi Riau. SMPN 4. Pesantren ini juga mampu bersaing dengan sekolah unggulan lainnya di Pekanbaru seperti Sekolah Cendana. Dar el-Hikmah. akan tidak maksimal dalam kajian-kajian kitab klasik dan pendalaman bahasa Arab.para santri. Pesantren tidak dianggap µtempat kumuhµ dan terbelakang. Semua santri yang belajar di pesantren ini tinggal di luar asrama. Diniyah Putri dan lainnya berupaya untuk mengembangkan sains dan teknologi di samping pendalaman ilmu agama yang sudah menjadi ciri sebuah pesantren. Umumnya. Mereka belajar dari pagi sampai jam 16. pengembangan dan penguasaannya terhadap iptek sangat terbatas menurut kemampuan masing-masing pesantren. Kesimpulan Dari data dan informasi yang sudah diperoleh. di antara santri yang tidak memiliki skill sama sekali.

6 Mastuhu. cit. hlm. 14. 2002). Pesantren dan Transformasi Sosial (Jakarta: Permadani. 1985). 5 Ibid. ´Surau di Tengah Krisis: Pesantern dalam Perspektif Masyarakat´. 13 Dokumentasi SMP Babussalam. 25. (Jakarta: KP3ES. 3 Zamakhsyari Dhofier. Catatan Akhir: 1 Djohan Efendi. Lihat juga Sidi Gazalba. 1982). Namun kelemahannya bidang bahasa dan kajian kitab klasik tidak maksimal. 15. Amin Haedari. hlm. Amin Haedari. Pendidikan Umat Islam: Masalah Terbesar Kurun Kini Menentukan Nasib Umat (Jakarta: Bhaharata. 2005). Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren: Suatu Kajian tentang Unsur dan Nilai Sistem Pendidikan Pesantren (Jakarta: INIS. walau dengan kadar kemodernan yang berbeda. 99. 21. Ibid. 16 . Pesantren. dan (5) adanya keragaman pola pendidikan pesantren menjadi kekayaan khazanah pendidikan Islam.. hlm. hlm. 2 M. Azyumardi Azra. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas dan Tantangan Kompleksitas Global (Jakarta: IRD Press. 1970). 2004). xviii. 2005). 1986).dalam Pergulatan Dunia Pesantern: Membangun dari Bawah (Jakarta: P3M. (4) keunggulan pola pendidikan pesantren modern yaitu mampu untuk bersaing dengan lulusan sekolah unggulan umum lainnya. Lihat juga Karel A. Abdurrahman Mas¶ud. hlm. 25. op. Dinamika Pesantren dan Madrasah (Yokyakarta: IAIN Walisongo dan Pustaka Pelajar 2002). hlm. 8 9 Yasmadi. 5. kelemahannya sulit untuk bersaing dengan sekolah-sekolah umum dan dalam pengembangan sains dan teknologi. 14 Wawancara dengan pimpinan pesantren tgl 24 Oktober 2007. (2) tiap pola dan sistem yang diterapkan akan memberikan keunggulan (dampak positif) dan kelemahan (dampak negatif). Steenbrink. Sekolah. hlm. (3) keunggulan pola pendidikan tradisional adanya fokus perhatian dalam penghafalan Al Qur·an dan upaya terus menggali khazanah Islam (kitab kuning).pesantren tipe A dengan ciri tradisional/salafy. Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai (Jakarta: LP3ES. dan sembilan pesantren lainnya sudah termasuk dalam kategori pesantren modern. Modernisasi Pesantren (Jakarta: Ciputat Press. hlm. Masa Depan Pesantren (Jakarta: IRD Press. hlm. 20. Madrasah. 7 Ibid. 12 Data Depertemen Agama Kota Pekanbaru tahun 2007. 1994). Namun. ´Pengantar´ dalam Hasbi Indra. hlm. 10 11 Mastuhu. hlm 22-25 4 Ibid. 2124.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->